I. A.

LATAR BELAKANG

PENDAHULUAN

Kedelai merupakan sumber protein yang penting bagi manusia, dan apabila ditinjau dari segi harga merupakan sumber protein termurah sehingga sebagian besar kebutuhan protein nabati dapat dipenuhi dari hasil olahan kedelai. Kedelai mengandung protein 35 % bahkan pada varitas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 - 43 %. Dibandingkan dengan beras, jagung, tepung singkong, kacang hijau, daging, ikan segar, dan telur ayam, kedelai mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi, hampir menyamai kadar protein susu skim kering. Kedelai dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, antara lain untuk makanan manusia, makanan ternak, dan untuk bahan industry. Di Indonesia penggunaan kedelai masih terbatas sebagai bahan makanan manusia dan ternak. Makanan yang dibuat dari kedelai antara lain kedelai rebus, kedelai goring, kecambah, tempe, soyghurt, tahu, susu kedelai, tauco, dan kecap. Salah satu olahan kedelai yang sangat familiar di masyarakat ialah tahu. Tahu telah menjadi konsumsi masyarakat luas, baik sebagai lauk maupun sebagai makanan ringan. Pada proses pembuatan tahu membutuhkan alat khusus, yaitu untuk menggiling kedelai. Walaupun demikian di dapur rumah tangga, tahu masih dapat dibuat dengan menggunakan blender untuk menggiling kedelai. Selain itu, pada proses pembuatan tahu sendiri, yang mempengaruhi hasil akhir produk tahu ialah bahan penggumpal atau koagulan. Ada berbagai macam koagulan yang sering digunakan dalam pembuatan tahu. Namun, untuk masing-masing koagulan itu sendiri akan menghasilkan perbedaan pada produk akhir.

B. TUJUAN 1. Mempelajari cara pembuatan tahu 2. Pengaruh penggunaan jenis bahan penggumpal (koagulan) terhadap rendemen tahu yang dihasilkan. 3. Pengaruh penggunaan jenis bahan penggumpal (koagulan) terhadap nilai sensoris tahu yang dihasilkan

vitamin. dan panjang (110-120 hari) (Cahyadi. yaitu kedelai putih/kuning. mineral dan serat. Wisnu (2009) Nilai protein kedelai jika difermentasi dan dimasak akan memiliki mutu yang lebih baik dari jenis kacang-kacangan lain.0 1.5 . Komposisi rata-rata kedelai dalam bentuk biji kering dapat dilihat pada tabel 1. Disamping itu. sedang (90-100 hari). dalm arti bahwa untuk memperoleh jumlah protein yang cukup diperlukan kedlai dalam jumlah yang kecil. Tabel 1. TINJAUAN PUSTAKA Kedelai Kedelai merupakan sumber protein nabati yang efisien. protein merupakan komponen utama dari kedelai kering. Kedua menurut umurnya terbagi atas umur pendek (60-80 hari). kedelai cokelat. pertama berdasarkan jenisnya.0 34. protein kedelai Jumlah 331.II.Komposisi kimia biji kedelai kering per 100 gram Komponen Kalori (kkal) Protein (gram) Lemak (gram) Karbohidrat (gram) Kalsium (gram) Fosfor (mg) Besi (mg) Vitamin A (SI) Vitamin B1 (mg) Air (gram) Sumber: Cahyadi.1 34. Menurut Sundarsih (2009).0 585. Ditinjau dari segi mutu.1 7. paling tinggi dari segala jenis kacang – kacangan.9 18.dan kedelai hitam. 2009).8 227. Kedelai utuh mengandung 35 – 40% protein. Diantara jenis kacang-kacangan. kedelai hijau. Kedelai dibagi menjadi dua golongan.0 110.0 8. kedelai merupakan sumber protein paling baik karena mempunyai susunan asam amino esensial paling lengkap. protein kedelai adalah yang paling baik mutu gizinya yaitu hampir setara dengan protein daging. Disamping itu kedelai juga dapat digunakan sebagai sumber lemak.

Wujudnya berupa padatan putih.2006): 1. lalu digerus atau ditumbuk hingga halus. Beberapa bahan penggumpal yang dapat digunakan yaitu sebagai berikut (Sarwono. Batu tahu atau sioko Penggunaan batu tahu atau sioko sebagai bahan penggumpal tergolong populer. Bahan penggumpal ini ditambahkan sekaligus pada saat sari kedelai bersuhu 70-90oC dan diaduk arah tetap. Meskipun kadar minyaknya tinggi (sekitar 18%). teteapi ternyata kadar lemak jenuhnya rendah dan bebas terhadap kolesterol serta rendah nilai kalorinya. . Menurut Suprapti (2005). 2009). Sebelum digunakan.merupakan satu-satunya leguminosa yang mengandung semua asama mino esensial (umlahnya 8 atau 10 buah apabila dimasukkan sistein dan tirosin). Kedelai juga dikenal palig rendah kandungan racun kimia serta resifu pestisidanya dan bias idgunakan sebagi penopang kesehatan badan dan umur panjang. Sebagian besar kandungannya berupa kalsium sulfat. Asam amino tersebut tidak dapat disintesis tubuh. Kedelai banyak di konsumsi oleh orang sebagai salah satu alternative untuk menggantikan protein hewani yang lebih mahal (Cahyadi. Dosis larutan 5-10 gram sioko per 400800 liter air. kemudian dilarutkan dalam air dan diendapkan selama semalam. batu tahu atau sioko ini harus dibakar. jadi harus dikonsumsi dari luar. kedelai tremasuk family leguminosae (kacangkacangan) Klasifikasi lengkapnya sebagai berikut Nama Ilmiah : Glycine max (L) Meril Species Genus Sub family Family Ordo : Max : Glycine : Papilionoideae : leguminosae : Polypetales Koagulan Bahan penggumpal digunakan untuk mengendapkan protein dan larutan padat pada sari kedelai.

.2. Tahu yang dihasilkan lunak. pada pembuatan tahu sutera digunakan sebanyak 4 gram per 0. 5. Asam cuka Asam cuka juga merupakan koagulan (bahan penggumpal) yang baik dalam pembuatan tahu. Asam cuka yang dipergunakan dalam pembuatan tahu di Indonesia ialah asam cuka yang mengandung 4% asam asetat. bisa tumbuh (berkembang) bakteri pemecah protein. Dosis yang dipergunakan untuk setiap 0. Bentuknya berupa serbuk putih. dan rasanya lembut hingga sedang. Penambahan asam cuka ini dilakukan saat suhu sari kedelai antara 80-90oC. Bahan penggumpal ini tergolong istimewa. kemudian dimasukkan kedalam wadah dan ditutup rapat.5 kg kedelai kering untuk pembuatan tahu keras. Bahan penggumpal ini harus disimpan dalm wadah tertutup rapat agar masih dapat digunakan sampai 9-12 bulan. Panas tersebut akan mengaktifkan lacton sehingga terbentuk tahu yang bagus dalam wadah tanpa harus memisahkan air tahu dan terlindung dari pencemaran jasad renik. 3. Biang tahu (whey) Bahan penggumpal ini berupa air sisa penggumpalan sari kedelai. Sebelum digunakan. alias cuka makan.5 kg kedelai kering sebanyak 74 ml atau sekitar 16. lalu dicelupkan ke dalam air bersuhu 85-90oC selam 30-50 menit. Di Jepang tahu demikian disebut filled tofu. Bahan ini dapat digunakan dalam pembuatan tahu keras dan tahu lunak (tahu sutera). teksturnya lembut. GDL dapat dicamprkan ke dalam sari kedelai dingin dengan jumlah sedikit. cairan ini didiamkan selama 1-2 malam agar bakteri yang ada menghasilkan asam laktat. Kendala yang sering muncul yaitu bila penanganannya tidak higienis.5 kg kedelai kering. Pemberian kalsium sulfat dilakukan pada saat suhu sari kedelai 70-75oC. Dosis pemakaiannya kira-kira 10 gram per 0. 4. Kalsium sulfat murni Bahan penggumpal ini paling populer di dunia. Glucono-delta-lacton (GDL) Glucono-delta-lacton (GDL) banyak digunakan sebagai penggumpal sari kedelai di Jepang sejak tahun 1969. Sementara.4% dari berat kering kedelai.

6. Garam Penambahan garam pada bubur tahu yang akan dicetak kan menyebabkan tahu menjadi makin awet dan mempunyai rasa yang lebih lezat (gurih). 0270-80. atau bahan penggumpal lainnya. tidak berjamur. 2005) Tahu Tahu merupakan salah satu jenis makanan yang dibuat dari kedelai dengan jalan memekatkan protein kedelai dan mencetaknya melalui proses pengendapan protein pada titik isoelektriknya. Atau menurut Cahyadi (2009). diusahakan untuk diendapkan kembali dengan penambahan bahan pengendap sampai terbentuk gumpalan-gumpalan protein yang akan menjadi tahu. ion kalsium.Salah satu cara pembuatan tahu ialah dengan menyaring bubur kedelai sebelum dimasak sehingga cairan tahu terpisah dari ampasnya(Cahyadi. Dasar pembuatan tahu adalah melarutkan protein yang terkandung dalam kedelai dengan menggunakan air sebagai pelarutnya. 1 2 3 4 5 6 7 Ketentuan Lain Protein Minimal 9% Abu (tanpa garam) Maksimal 1% Serat kasar Maksimal 0.1% Logam berbahaya (As. Setelah protein tersebut larut. 2009). Tabel 2. Negative Mg. dengan atau tanpa penambah unsure-unsur lain yang diizinkan (Suprapti. 2005). apalagi bila disertai dengan tingkat kekerasan (kepadatan) yang cukup tinggi (Suprapti. Zn) Zat warna Pewarna khusus untuk makanan Bau dan rasa Normal untuk tahu Kondisi Normal. Pb. 0270-80 No. dan tidak berlendir Karakteristik . Standar Kualitas Tahu Berdasarkan SII No. Berdasarkan Standar Industri Indonesia (SII) No. ditetapkan mengenai standar kualitas tahu pada table 2. Tahu adalah ekstrak protein kedelai yang telah digumpalkan dengan asam.

8 0 0. sehingga sebagian besar air yang semula tercampur dalam sari kedelai akan terperangkap didalamnya.06 Sumber: Suprapti. semakin banyak air yang dapat dikeluarkan dari gumpalan protein. Table 3. kandungan unsur Gizi dan kalori Tahu per 100 gram bahan No. Semakin besar tekanan yang diberikan.8 4.8 Zat Pengawet Jenis dan jumlah diizinkan: a. 2005).6 1.8 7.3%) 9 Bakteri Coli Sumber : Suprapti.08%) c.6 1. Asam propionate (0. Nipagin (0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Unsure gizi Energy (kal) Air (g) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Mineral (g) Kalsium (mg) Fosfor (mg) Zat besi (mg) Vitamin A (mcg) Vitamin B (mg) Kandungan 79 84. Gumpalan protein itulah yang kemudian disebut tahu (Suprapti.1%) b. Natrium benzoate (0. 2005 Negative Tahu diproduksi dengan memanafaatkan sifat protein yaitu “akan menggumpal bila berekasi dengan asam”. Penggumpalan protein oleh asam cuka akan berlangsung secara cepat dan serentak diseluruh bagian cairan sari kedelai. Pengeluaran air yang terperangkap tersebut dapat dilakukan dengan memberikan tekanan. 2005 .2 124 63 0.

Pengaruh panas dapat menyababkan kerusakan protein sehingga harus dilakukan dengan hati-hati (Sarwono. Pemanasan juga berpengaruh terhadap kandungan proteinnya. Hasil pemasakan produk tahu sangat dipengaruhi oleh suhu. semakin banyak protein yang digumpalkan. Secara umum rendemen yang dapat dicapai pada pembuatan tahu berkisar antara 80% 90%. dan semakin sedikit ampas yang dihasilkan.Rendemen tahu sangat dipengaruhi oleh kondisi alat penggiling (tingkat kelembutan sari kedelai yang dapat dihasilkan) serta kadar protein dalam jenis kedelai yang digunakan. 2005). (Suprapti. penggilingan dengan air dingin dapat menyebabkan bau khas kedelai tidak hilang sehingga tahu kurang disukai. Selain yang perlu diingat. Tujuan pemanasan pada proses pembuatan tahu adalah untuk menghilangkan bau kedelai dan agar proses penyaringannya dapat berjalan lebih baik. Umumnya. . semakin lembut sari kedelai. menurut Cahyadi (2009). 2006).

III. biang tahu (whey yang sudah dibiarkan semalam) Alat:     Panci Kompor Baskom Blender    Kain saring Pengaduk Timbangan B. air:kedelai = 8:1 Bubur kedelai dipanaskan ± 10 menit lalu saring Filtrat dipanaskan hingga mendidih. METODE PRAKTIKUM A. BAHAN DAN ALAT Bahan:   Kedelai Koagulan (bahan penggumpal) : asam cuka. PROSEDUR KERJA Kedelai ditimbang. kemudian direbus dan direndam selama 8-12 jam Kedelai dikupas dan digiling menggunakan air panas (suhu 70oC) dan air biasa. kemudian didinginkan hingga suhu 70-80oC Filtrat digumpalkan dengan koagulan biang tahu dan aam cuka Penambahan koagulan secara bertahap sambil diaduk dan hentikan ketika mulai terbentuk gumpalan Dicatat jumlah koagulan yang di butuhkan untuk masing-masing jenis koagulan Gumpalan tahu disaring dengan kain saring Lalu di press Tahu dipotong segiempat. kemudian direbus .

2 % . A. Hasil No.432% 4 Asam cuka. air panas 103. 64.632% air dingin 3 Asam cuka. Perlakuan/ pengamatan HASIL DAN PEMBAHASAN Rendemen Sebelum dikukus tekstur warna aroma tekstur Setelah dikukus warna aroma rasa 1 Biang tahu.IV. 82. air dingin 94.312% air panas 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 3 2 1 2 1 1 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 4 3 2 2 2 4 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 1 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 1 2 2 1 2 1 1 2 3 3 2 2 2 2 3 2 2 3 1 1 1 2 2 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 3 3 3 3 3 2 2 1 3 3 2 3 2 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 4 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3 3 2 3 3 2 2 4 3 4 2 3 3 3 3 4 2 2 2 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3 1 1 1 1 3 2 3 2 2 3 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 4 4 1 1 2 2 1 1 3 2 3 4 2 3 4 3 4 2 3 3 4 4 2 3 3 3 3 4 3 2 3 1 1 1 1 1 4 4 4 4 1 1 1 1 1 2 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 Biang tahu.

serta larutan garam dan penggunaan air biasa untuk menggiling kedelai.97% 1 1 2 1 1 3 1 2 2 1 3 2 3 4 3 3 2 3 4 3 3 3 2 2 1 1 1 1 2 2 1 3 1 1 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 3 2 1 3 4 3 3 3 2 3 3 3 4 4 3 2 1 1 2 1 2 3 3 3 2 4 4 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 Parameter: Tekstur 1 = tidak kompak 2 = agak kompak 3 = kompak 4 = sangat kompak Aroma 1 = tidakkuat 2 = agak kuat 3 = kuat 4 = sangat kuat Warna 1 = putih 2 = agak putih 3 = putih kekuningan 4 = kuning Rasa 1 = tidak asam 2 = agak asam 3 = asam 4 = sangat asam B. biang tahu dan penggunaan air biasa untuk menggiling kedelai. Pembahasan Pada praktikum ini mengenai pembuatan tahu dengan menggunakan lima perlakuan pengolahan.3 2 5 Garam. Pada dasarnya kelima pengolahan tersebut hampir sama namun yang membedakannya yaitu pada saat penggunaan air untuk penggilingan dan proses pemecahan susu kedelai untuk memperoleh endapan dengan menggunakan jenis koagulan yang berbeda-beda. air dingin 19. asam cuka dan penggunaan air panas untuk menggiling kedelai. yaitu dengan menambahkan biang tahu dan penggunaan air panas untuk menggiling kedelai. Proses pembuatan susu kedelai yaitu pertama . asam cuka dan penggunaan air biasa untuk menggiling kedelai.

Adanya variasi suhu air dalam proses penggilingan ini. 1995). ada yang menggunakan air dingin dan ada yang menggunakan air hangat atau malah ada yang menggunakan air panas pada saat menggiling kedelai. proses ini dilakukan untuk membunuh atau mengurangi mikroba pada susu kedelai. yang mana pada praktikum ini menggunakan 3 macam zat penggumpal yaitu asam cuka. Pada saat penghalusan ditambahkan air dengan perbandingan 8:1 (air:bahan). untuk meningkatkan rendemen dari bubur kedelai. sedangkan rendemen tahu yang dihasilkan dengan menggunakan air dingin dan zat penggumpal biang tahu (whey) sebesar 64.432%. Proses selanjutnya yaitu pemasakan susu kedelai hingga mencapai suhu maksimum 80oC. Kemudian dilakukan penyaringan antara endapan dan filtrat yang dihasilkan dari proses penggumpalan dengan menggunakan kain saring. kemudian dilakukan penghalusan kacang kedelai dengan menggunakan blander. Jika dilihat dari pH-nya. air yang dipergunakan pada saat penggilingan adalah air dingin biasa.632%. Hal ini dapat terjadi karena proses melarutnya suatu zat sangat dipengaruhi oleh temperatur (Keenan. asam cuka 94. Akan tetapi saat praktikum. dan air hangat 70oC yang ditambahkan pada saat penggilingan. Setelah penggilingan. Selanjutnya dilakukan pengepresan pada endapan tahu untuk mengompakkan tekstur tahu tersebut dan juga untuk mengurangi kadar air. Pada proses pembuatan tahu diatas dihasilkan rendemen tahu yang menggunakan air hangat dengan zat penggumpal biang tahu sebesar 82. Setelah melalui proses pemasakan susu kedelai ditambahkan zat penggumpal untuk menghasilkan rendemen tahu.kacang kedelai yang sebelumnya telah direbus dan direndam semalam dikupas kulit arinya. akan memberi dampak yang berbeda pula pada proses melarutnya protein yang berupa legumeilin dan komponen lain yang ada dalam kacang kedelai. Penggilingan ini bertujuan untuk mengambil protein kedelai lebih mudah. kemudian dilakukan penyaringan untuk memisahkan ampas dan filtrate. Terdapat variasi suhu dalam penggunaan air sebagai pengekstrak kacang kedelai. garam dan biang tahu (whey).97%. asam .312% dan asam cuka yaitu sebesar 103. Kemudian dilakukan pencetakan tahu dan yang terakhir dilakukan proses blanching untuk membuat tekstur tahu menjadi tegar atau tidak mudah hancur.2% dan garam 19.

begitu juga dengan suhu yang digunakan tadi.cuka menghasilkan rendemen tertinggi karena asam cuka memiliki pH yang mendekati titik isoelektrik sekitar 4. Sedangkan untuk penggunaan asam cuka. tetapi aroma yang dihasilkan sangat kuat sehingga tidak begitu disukai. warna dan aroma. Sedangkan untuk pengujian rasa pada tahu sebelum dikukus memiliki rasa yang tidak asam pada tahu yang menggunakan zat penggumpal biang tahu dan penambahan air hangat. Pengujian sensori sebelum dikukus meliputi tekstur. Pengujian sensori kedua yaitu pada warna tahu sebelum dikukus. . Namun untuk tekstur perlakuan lainnya tidak berbeda jauh dengan perlakuan penambahan biang tahu dan air hangat.4. Semakin titik isoelektrik. aroma dan rasa.7 pada susu kedelai. semakin tinggi suhu air yang digunakan maka protein mudah terdenaturasi. maka rendemen yang diperoleh semakin tinggi. warna. Pengujian pertama yaitu pada tekstur tahu saat tahu sebelum dikukus yang menghasilkan tekstur paling kompak pada perlakuan penambahan biang tahu dan air hangat. sedangkan uji sensori tahu setelah dikukus meliputi uji tekstur. warna tahu cenderung putih. Protein susu kedelai akan mulai terdenaturasi pada suhu diatas 60oC yang ditandai dengan menggumpalnya susu kedelai. warna tahu kuning dengan penambahan zat penggumpal garam dan penggunaan air dingin saat penggilingan. Pengamatan selanjutnya yaitu uji sensoris terhadap lima produk tahu yang dihasikan. Pengujian dilakukan dua kali sebelum dikukus dan setelah dikukus dengan jumlah panelis 10 orang. Pengujian pada saat tahu setelah dikukus menghasilkan data yang sama dengan pengujian pada saat tahu belum dikukus.5 .

Setelah protein tersebut larut. Saran Agar dalam praktikum selanjutnya dilakukan pengolahan lebih lanjut terhadap tahu yang dihasilkan agar dapat diketahui pengaruh perlakuan terhadap hasil olahannya (misalnya: digoreng. Tahu yang ditambahkan asam cuka dan menggunakan air panas saat menggiling memilik warna paling putih. B. Berdasarkan uji sensoris didapatkan hasil bahwa pada saat sebelum dikukus ataupun setelah dikukus. . Tahu yang dibuat dengan menggunakan zat penggumpal biang tahu (whey) dan ditambahkan air panas. Namun rasanya sangat asam. diolah menjadi kripik dan lainlain). 3. Prinsip pembuatan tahu ialah melarutkan protein yang terkandung dalam kedelai dengan menggunakan air sebagai pelarutnya. a. Kesimpulan PENUTUP Dari praktikum pembuatan tahu dengan penggunaan berbagaai jenis bahan penggumpal. Penggunaan air panas pada proses akan meningkatkan rendemen tahu yang akan dihasilkan. dapat disimpulkan: 1. c. Tahu yang menggunakan garam dapur sebagai zat penggumpal dan air biasa saat menggiling memiliki aroma paling tidak kuat dan rasa tidak asam. b. 2. Sedangkan untuk rendemen terendah sebanyak 19.97% pada tahu yang hanya ditambahkan garam dapur dengan menggunakan air biasa saat menggiling.432% pada pembutan tahu yang ditambahkan asam cuka dengan menggunakan air panas apada saat menggiling. kemudian digumpalkan kembali dengan penambahan bahan penggumpal (koagulan) sampai terbentuk gumpalan-gumpalan protein yang akan menjadi tahu. teksturnya lebih kompak daripada tahu yang lainnya. Diperoleh rendemen tahu tertinggi sebanyak 103. A.V.

2006. 2005. Sundarsih dan Yuliana Kurniaty. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Edisi ke delapan. Jakarta: Bumi Aksara. 2009. 1995. Jakarta: Penebar Swadaya. Kimia untuk Universitas Jilid 1. Wisnu. K. Jakarta: Erlangga. Suprapti. Pengaruh Waktu dan Suhu Perendaman Kedelai pada Tingkat Kesempurnaan Ekstraksi Protein Kedelai dalam Proses Pembuatan Tahu.DAFTAR PUSTAKA Cahyadi. 2009. Yogyakarta: Kanisius . Makalah Penelitian. B. Lies. Keenan. Pembuatan Tahu. Sarwono. & Word. Membuat Aneka Tahu. Yan Pieter Saragih. Kedelai: Khasiat dan Teknologi.

air panas Rendemen tahu = 2.432 = 64.632% = 82. Biang tahu. air dingin Rendemen tahu = 3. Biang tahu. Larutan garam encer 2%. Asam cuka. air dingin Rendemen tahu = 5.312% . air dingin Rendemen tahu = = 19. air panas Rendemen tahu = 4.2% = 103. Rendemen tahu Rendemen tahu = 1.97% = 94. Asam cuka.LAMPIRAN A.

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEREALIA. DAN UMBI ACARA 3 Proses Pembuatan Tahu Penanggung Jawab: Neni Putri R.D A1M009063 KEMENTERIAN PENDIDIDKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN PURWOKERTO 2011 . KACANG.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful