TINDAK PIDANA BIDANG PERBANKAN

Kelompok 8 • Putra Harry S 110110100186 • Putri Esta Napitu 110110100211 • Glady Christina 110110100232 • Nina Y. Pardosi 110110100255 • Lize Maydner 110110100260 • Silvia Rachmawati 110110100261 • Luthfia Maharani 110110100262 • Mega Meirina 110110100270

Tindak Pidana di Bidang Perbankan
 Istilah Kejahatan di bidang Perbankan  Moh Anwar (Muhamad Djumhana, 2003:454), membedakan kedua

pengertian/istilah berdasarkan kepada perbedaan perlakuan peraturan terhadap perbuatan-perbuatan yang telah melanggar hukum yang sehubungan dengan kegiatan-kegiatan dalam menjalankan usaha bank. yaitu: 1. “Tindak Pidana Perbankan” mengandung pengertian tindak pidana itu semata-mata dilakukan oleh bank atau orang bank, sedangkan yang kedua tampaknya lebih netral dan lebih luas karena dapat mencakup tindak pidana yang dilakukan oleh orang di luar dan di dalam bank atau keduanya. 2. “Tindak pidana di bidang Perbankan” dimaksudkan untuk menampung segala jenis perbuatan melanggar hukum yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan dalam menjalankan usaha bank.  Definisi secara popular, tindak pidana perbankan adalah tindak pidana yang menjadikan bank sebagai sarana (crimes through the bank) dan sasaran tindak pidana itu (crimes against the bank).

tindak pidana perbankan tidak terbatas pada suatu ruang tertentu bisa melewati batas-batas territorial suatu negara 1. kejahatan bank terhadap perorangan. tindak kejahatan bank terhadap bank lain 3. sehingga dengan demikian bank dapat menjadi korban maupun pelaku  Dimensi ruang : 1. .Dimensi Tindak Pidana Perbankan  Dimensi bentuk : bisa berupa tindak kejahatan seseorang terhadap bank 2.

2. Tidak tertulis 3. namun semua itu tetap harus telah diatur sanksi pidananya. .Ruang lingkup terjadinya Tindak Pidana Perbankan  Dapat terjadi pada keseluruhan lingkup kehidupan dunia perbankan atau yang sangat berkaitan dengan kegiatan perbankan dan lebih luasnya mencakup juga lembaga keuangan lainnya  ketentuan yang dapat dilanggarnya : 1.  Lingkup pelaku dan tindak pidana perbankan : Dilakukan perorangan Dilakukan Badan Hukum (korporasi) Salah satu tindak pidana di bidang perbankan adalah Money Laundry atau Pencucian Uang. juga meliputi norma-norma kebiasaan pada bidang perbankan.  1. Tertulis 2.

berbangsa. Oleh karena itu.Pencucian Uang (Money Laundry)  Pencucian uang atau Money Laundering adalah suatu upaya perbuatan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang/dana atau Harta Kekayaan hasil tindak pidana melalui berbagai transaksi keuangan agar uang atau Harta Kekayaan tersebut tampak seolah-olah berasal dari kegiatan yang sah/legal. melainkan juga dapat membahayakan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. dan bernegara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. tindak pidana Pencucian Uang tidak hanya mengancam stabilitas dan integritas sistem perekonomian dan sistem keuangan.  Pada umumnya pelaku tindak pidana berusaha menyembunyikan atau menyamarkan asal usul Harta Kekayaan yang merupakan hasil dari tindak pidana dengan berbagai cara agar Harta Kekayaan hasil kejahatannya sulit ditelusuri oleh aparat penegak hukum sehingga dengan leluasa memanfaatkan Harta Kekayaan tersebut baik untuk kegiatan yang sah maupun tidak sah. .

diinvestasikan ke dalam berbagai bentuk kekayaan material maupun keuangan. dipergunakan untuk membiayai kegaiatan bisnis yang sah ataupun untuk membiayai kembali kegiatan tindak pidana . berlapis dan anonim dengan tujuan memisahkan hasil tindak pidana dari sumbernya ke berbagai rekening sehingga sulit untuk dilacak asal muasal dana tersebut yang dengan kata lain menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan hasil tindak pidana tersebut Tahap Integrasi Tahapan dimana pelaku memasukkan kembali dana yang sudah kabur asal usulnya ke dalam Harta Kekayaan yang telah tampak sah baik untuk dinikmati langsung.Metode Pencucian Uang Tahap penempatan/ Placement Uang/dana yang dihasilkan dari suatu kegiatan tindak pidana/kejahatan di ubah ke dalam bentuk yang kurang atau tidak menimbulkan kecurigaan melalui penempatan kepada sistem keuangan dengan berbagai cara Tahap Pelapisan/ Layering Melakukan transaksi keuangan yang kompleks.

.

U Turn. yaitu upaya untuk menghindari pelaporan dengan memecah-mecah transaksi sehingga jumlah transaksi menjadi lebih kecil. . yaitu menyembunyikan status kepemilikan dari aset/ barang mewah termasuk pengalihan aset tanpa terdeteksi oleh sistem keuangan. Structuring.Modus pencucian uang  Smurfing. yaitu upaya untuk mengaburkan asal usul hasil kejahatan dengan memutarbalikkan transaksi untuk kemudian dikembalikan ke rekening asalnya. Cuckoo Smurfing. yaitu upaya mengaburkan asal usul sumber dana dengan mengirimkan dana-dana dari hasil kejahatannya melalui rekening pihak ketiga yang menunggu kiriman dana dari luar negeri dan tidak menyadari bahwa dana yang diterimanya tersebut merupakan “proceed of crime”.     yaitu upaya untuk menghindari pelaporan dengan memecah-mecah transaksi yang dilakukan oleh banyak pelaku. Pembelian aset/barang-barang mewah.

yaitu kegiatan pengiriman uang melalui mekanisme jalur informal yang dilakukan atas dasar kepercayaan. yaitu transaksi yang dilakukan dengan menggunakan identitas palsu sebagai upaya untuk mempersulit terlacaknya identitas dan pendeteksian keberadaan pelaku pencucian uang. Underground Banking/Alternative Remittance Services. yaitu transaksi yang dilakukan dengan menggunakan identitas pihak ketiga dengan tujuan menghindari terdeteksinya identitas dari pihak yang sebenarnya merupakan pemilik dana hasil tindak pidana. Penggunaan pihak ketiga. Mingling. Pertukaran     barang (barter). yaitu menghindari penggunaan dana tunai atau instrumen keuangan sehingga tidak dapat terdeteksi oleh system keuangan. yaitu mencampurkan dana hasil tindak pidana dengan dana dari hasil kegiatan usaha yang legal dengan tujuan untuk mengaburkan sumber asal dananya. . Penggunaan identitas palsu.

Hukum Pencucian Uang di Indonesia  Di Indonesia.  dimana pencucian uang dibedakan dalam tiga tindak pidana. yaitu : . hal ini diatur secara yuridis dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

. menghibahkan. mentransfer. yaitu Setiap Orang yang menempatkan. menitipkan. mengubah bentuk. menukarkan dengan uang uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul Harta Kekayaan. 8 Tahun 2010). Pertama  Tindak pidana pencucian uang aktif. (Pasal 3 UU RI No. membelanjakan. membawa ke luar negeri. mengalihkan. membayarkan.

•Sanksi bagi pelaku tindak pidana pencucian uang cukup berat. 8/2010  Dikenakan pula bagi mereka yang dikenakan kepada setiap Orang yang menerima atau menguasai penempatan. pentransferan. dengan denda paling banyak 10 miliar rupiah. sumber lokasi. hibah. pembayaran. Hal ini pun dianggap sama dengan melakukan pencucian uang. 8 Tahun 2010). atau menggunakan Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1). yang menikmati hasil tindak pidana pencucian uang yang dikenakan kepada setiap Orang yang menyembunyikan atau menyamarkan asal usul. peruntukan. (Pasal 5 UU RI No. pengalihan hak-hak. penitipan. Namun. sumbangan. penukaran. . Kedua  Tindak pidana pencucian uang pasif  Ketiga  Pasal 4 UU RI No. atau kepemilikan yang sebenarnya atas Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1). yakni dimulai dari hukuman penjara paling lama maksimum 20 tahun. dikecualikan bagi Pihak Pelapor yang melaksanakan kewajiban pelaporan sebagaimana diatur dalam undang-undang ini.  Hal tersebut dianggap juga sama dengan melakukan pencucian uang.

Korupsi Penyuapan Penyelundupan barang Penyelundupan tenaga kerja Penyelundupan imigran Kejahatan di bidang perbankan 7. 8 Tahun 2010) Harta kekayaan yang dicuci/diputihkan adalah harta kekayaan yang berasal dari kejahatan : 1. 9. 11. Kejahatan di bidang pasar modal Kejahatan di bidang asuransi Narkotika Psikotropika Perdagangan Manusia Perdagangan Senjata gelap . 10. 4. 2. 3. 12. 8. 5.Hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (Pasal 2 UU RI No. 6.

organisasi terorisme. Prostitusi 21. Penggelapan 17. Pemalsuan uang 19. Kejahatan di bidang lingkungan hidup 24. Kejahatan di bidang kehutanan 23. Perjudian 20. atau teroris perseorangan disamakan sebagai hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf n.13. Penipuan 18. Kejahatan di bidang perpajakan 22. Kejahatan di bidang kelautan •Harta Kekayaan yang diketahui atau patut diduga akan digunakan dan/atau digunakan secara langsung atau tidak langsung untuk kegiatan terorisme. . Pencurian 16. Terorisme 15. Penculikan 14.

Dengan cara ini pelarian uang hasil tindak pidana dapat dicegah. misalnya aset yang susah dilacak atau sudah dipindahtangankan kepada pihak ketiga. Dengan adanya money laundering sumber daya dan dana banyak digunakan untuk kegiatan yang tidak sah dan dapat merugikan masyarakat. di samping itu dana-dana banyak yang kurang dimanfaatkan secara optimal.Alasan Money Laundering diperangi dan dinyatakan sebagai Tindak Pidana  Pengaruhnya pada sistem keuangan dan ekonomi diyakini berdampak negatif bagi perekonomian dunia. Dengan demikian pemberantasan tindak pidana sudah beralih orientasinya dari “menindak pelakunya” ke arah menyita “hasil tindak pidana”.  Dengan ditetapkannya money laundering sebagai tindak pidana akan lebih memudahkan bagi aparat penegak hukum untuk menyita hasil tindak pidana yang kadangkala sulit untuk disita. . misalnya dampak negatif terhadap efektifitas penggunaan sumber daya dan dana.

maka hal ini lebih memudahkan bagi para penegak hukum untuk menyelidiki kasus pidana sampai kepada tokoh-tokoh yang ada dibelakangnya. tetapi banyak menikmati hasil-hasil tindak pidana tersebut . Di banyak negara dengan menyatakan money laundering sebagai tindak pidana merupakan dasar bagi penegak hukum untuk mempidanakan pihak ketiga yang dianggap menghambat upaya penegakan hukum.  Dengan dinyatakan money laundering sebagai tindak pidana dan dengan adanya sistem pelaporan transaksi tunai dalam jumlah tertentu (cash transaction report) dan transaksi yang mencurigakan (suspicious transaction report). Tokohtokoh ini sulit dilacak dan ditangkap karena pada umumnya mereka tidak kelihatan pada pelaksanaan suatu tindak pidana.

dia mengatakan bahwa dia tidak mempunyai uang sesen pun di luar negeri dan dengan menantang meminta siapapun untuk membuktikan jika dia mempunyai uang di luar negeri.Contoh Kasus real mengenai Money Laundering  Kasus Mantan Orang Kuat Indonesia Presiden Soeharto  Presiden Soeharto disinyalir banyak memanfaatkan jabatannya untuk mengambil uang Negara semasa dia menjabat Presiden. Tim pelacakan majalah “Time” yang sempat heboh tidak sanggup membongkarnya dengan bukti yang kuat. Bahkan. Akan tetapi. Suatu ketika. . uang tersebut ternyata sangat sulit ditarik kembali oleh pemerintah penggantinya.

BCCI sangat berkibar-kibar. mulai dari Presiden. Asia dan AS. salah satu kasus yang melibatkan BCCI adalah dibukanya rekening di BCCI oleh sebuah kantor konsultan keuangan. Afrika. misalnya Ghaith Pharaon (Arab Saudi). Setelah rekening tersebut tidak aktif selama lebih kurang 6 bulan. Misalnya. selebritis misal: Altman dan istrinya Linda. Kantor cabang atau bank anak perusahaannya berkibar dimana-mana. BCCI mempunyai bank terafiliasi di Negara Tex Heaven. bank ini menggaet tokoh-tokoh dunia.Kasus Bank BCCI Kasus Bank of Credit & Commerce International (BCCI) sempat menghebohkan dunia perbankan di seluruh dunia.  Dalam dasawarsa 1970-an dan 1980-an. yakni orang kepercayaan Jimmy Carter. yakni pemeran utama film serai TV Wonder Woman. warga Negara Pakistan. Dalam melakukan kejahatannya. Akhirnya. yang mempunyai klien berupa investor yang kaya di Negara Amerika Latin. Pada saat itu mencuatlah nama Agha Hasan Abedi. yang memiliki cabang di seluruh kota besar di AS yang tercatat tidak ketinggalan dari bank-banklain. sebagai pemilik BCCI yang dianggap ikut bersalah dalam mentolerir kasus money laundering. seperti di banyak Negara Timur Tengah.  . Kemudian. karena cukup banyak bukti kuat yang ke semuanya membuktikan bahwa BCCI terlibat secara intens dan kontinyu dalam hal proses pencucian uang. mendadak ada masuk dana via telegram berkali-kali dalam jumlah yang sangat besar.  Kejahatan yang dilakukan oleh BCCI adalah banyak dan berlangsung selama kurang lebih 2 dasawarsa.  Salah satu modus operandi pencucian uang yang dilakukan lewat BCCI adalah dengan menggunakan tenaga konsultan manajemen. seperti Luxemberg atau Cayman Islands. Misal: Jimmy Carter dan Bert Lance. sampai dengan gembonggembong mafia perdagangan obat bius. Eropa. direktur dari kantor konsultan keuangan tersebut memberikan perintah transfer sebagian besar dananya ke sebuah rekening di Bank Panama via sebuah bank besar di New York. miliarder Timur Tengah. BCCI dan cabang BCCI diperintahkan untuk ditutup dalam pertengahan tahun1991.

 Salah satu cabang Bank of Boston memberikan pengecualian bagi nasabahnya yang merupakan seorang gembong pelaku kejahatan. Akan tetapi. padahal dia melakukan banyak transaksi dengan membawa cukup banyak uang kontan untuk dibeli Cashier’s Check.Kasus Bank of Boston  Kasus ini terjadi tahun 1985. Bank of Boston dinyatakan bersalah dan harus membayar denda sebesar US $ 500. . Akhirnya. Pengecualian tersebut adalah pengecualian terhadap keharusan mengisi formulir pelaporan transaksi mata uang Currency Transaction Reports (CTR). Bertahun-tahun gembong pelaku kejahatan tersebut tidak mengisi formulir laporan.000. kemudian kegiatan ini dicium oleh departemen perdagangan Amerika Serikat dan kantor pajak.

Untuk melacaknya. Pemerintah mengangkat perusahaan investigasi professional terkenal. yaitu Kroll. serta hartanya disita untuk Negara. Bisnisnya antara lain di bidang memasukkan kereta angkutan bajai. oleh Pengadilan dijatuhi hukuman seumur hidup kepadanya. seorang pebisnis yang bernam Eddy Tansil (Tan Tju Fuan alias Tan Tjoe Hong) sangat kuat pengaruh bisnisnya.  Karena terbukti korupsi. banyak orang percaya bahwa sebenarnya dia masih banyak menyembunyikan uang dari hasil bisnisnya. Akan tetapi.  Teddy Tansil menjadi siluman dengan kaburnya dia dari penjara setelah berkolaborasi dengan petugas penjara dan kemudian dia hilang tanpa bekas dan tidak diketahui dimana keberadaannya. tetapi sukar dilacak dengan jalan money laundering ini. bisnis produksi minuman keras dan petro kimia. dengan menggaet orang-orang kuat dalam pemerintahan kala itu. .Kasus Eddy Tansil  Di masa jayanya.

keterbatasan akses informasi. dan penegak hukum dalam menindaklanjuti hasil analisis hingga penjatuhan sanksi pidana dan/atau sanksi administratif  Upaya yang dilakukan tersebut dirasakan belum optimal. belum dimanfaatkannya pergeseran beban pembuktian. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam kegiatan analisis.Kesimpulan  Penanganan tindak pidana pencucian uang di Indonesia telah menunjukkan arah yang positif. adanya celah hukum. sempitnya cakupan pelapor dan jenis laporannya. tercermin dari meningkatnya kesadaran dari pelaksanaan Undang-Undang tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Lembaga Pengawas dan Pengatur dalam pembuatan peraturan. kurang tepatnya pemberian sanksi. . seperti penyedia jasa keuangan/Perbankan dalam melaksanakan kewajiban pelaporan. serta kurang jelasnya tugas dan kewenangan dari para pelaksana Undang-Undang TP Pencucian uang ini.Hal itu. antara lain karena peraturan perundang-undangan yang ada ternyata masih memberikan ruang timbulnya penafsiran yang berbedabeda.

Saran  Dalam mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang perlu dilakukan kerja sama regional dan internasional melalui forum bilateral atau multilateral agar intensitas mengenai tindak pidana yang menghasilkan atau melibatkan harta kekayaan/perbankan yang jumlahnya besar dapat diminimalisasi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful