http://islamqa.

info/id/ref/2438 Jikalau seorang telah mencapai masa kritis dari penyakit yang dideritanya, yang mana penyembuhan sudah tidak dapat diharapkan lagi (sudah tipis harapan sembuh). Apakah ia boleh berobat? Dan juga si sakit tidak ingin menambah beban deritanya akibat perobatan yang membawa efek samping. Pada dasarnya apakah seorang muslim wajib berobat ataukah hanya sekedar ikhtiyar? Alhamdulillah, secara umum berobat itu dianjurkan oleh syariat. Berdasarkan riwayat Abu Darda' Radhiyallahu 'Anhu ia berkata: Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda: "Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit beserta obatnya, dan Dia telah menetapkan bagi setiap penyakit obatnya, maka janganlah berobat dengan perkara yang haram." (H.R Abu Dawud No:3372)

Dan berdasarkan hadits Usamah bin Syarik Radhiyallahu 'Anhu ia berkata: "Seorang Arab badui bertanya: "Wahai Rasulullah, bolehkah kita berobat?" Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:

"Berobatlah, karena Allah telah menetapkan obat bagi setiap penyakit yang diturunkan-Nya, kecuali satu penyakit!" Para sahabat bertanya: "Penyakit apa itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Pikun." (H.R At-Tirmidzi IV/383 No:1961 dan berkata: "Hadits ini hasan shahih." Dan diriwayatkan juga dalam Shahih Al-Jami' No:2930.)

Jumhur ulama dari kalangan Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat bahwa berobat hukumnya mubah (boleh). Sementara ulama Syafi'iyah, Al-Qadhi, Ibnu Aqil dan Ibnul Jauzi dari kalangan ulama Hambali berpendapat hukumnya mustahab (dianjurkan). Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam :

"Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit beserta obatnya, dan Dia telah menetapkan bagi setiap penyakit obatnya, maka janganlah berobat dengan perkara yang haram."

Dan beberapa hadits lainnya yang berisi perintah berobat. Mereka juga beralasan: Berbekam dan berobatnya Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam merupakan dalil disyariatkannya berobat. Menurut ulama Syafi'iyah hukum berobat menjadi mustahab bilamana dipastikan tidak begitu membawa faidah. Namun bilamana dipastikan berfaidah maka hukumnya wajib, seperti membalut luka misalnya. Di antaranya adalah transfusi darah, untuk beberapa kondisi tertentu.

Silakan baca buku Hasyiyah Ibnu Abidin V/249 dan 215, Al-Hidayah takmilah Fathul Qadir VIII/134, AlFawakih Ad-Dawani II/440, Raudhatuth Thalibin II/96, Kasyful Qana' II/76, Al-Inshaf II/463, Al-Adabus Syar'iyyah II/359 dan Hasyiyatul Jumal II/134.

Ibnul Qayyim berkata: "Dalam hadits-hadits shahih telah disebutkan perintah berobat, dan berobat tidaklah menafikan tawakkal. Sebagaimana makan karena lapar, minum karena dahaga, berteduh karena panas dan menghangatkan diri karena dingin tidak menafikan tawakkal. Tidak akan sempurna hakikat tauhid kecuali dengan menjalani ikhtiyar (usaha) yang telah dijadikan Allah sebagai sebab musabab terjadi suatu takdir. Bahkan meninggalkan ikhtiyar dapat merusak hakikat tawakkal, sebagaimana juga dapat mengacaukan urusan dan melemahkannya. Karena orang yang meninggalkan ikhtiyar mengira bahwa tindakannya itu menambah kuat tawakkalnya. Padahal justru sebaliknya, meninggalkan ikhtiyar merupakan kelemahan yang menafikan tawakkal. Sebab hakikat tawakkal adalah mengaitkan hati kepada Allah dalam meraih apa yang bermanfaat bagi hamba untuk dunia dan agamanya serta menolak mudharat terhadap dunia dan agamanya. Tawakkal ini harus disertai dengan ikhtiyar, jikalau tidak berarti ia telah menafikan hikmah dan perintah Allah. Janganlah seorang hamba itu menjadikan kelemahannya sebagai tawakkal dan jangan pula menjadikan tawakkal sebagai kelemahannya. (Zaadul Ma'ad IV/15, lihat juga Mausu'ah Fiqhiyyah XI/116.)

Kesimpulan jawaban soal di atas, berobat hukumnya tidaklah wajib menurut jumhur ulama, kecuali jika mesti (tidak bisa tidak) harus dilakukan, menurut sebagian ulama. Adapun kondisi yang ditanyakan dalam soal bukanlah pengobatan yang mesti dilakukan dan secara psikologis tanpa berobat si sakit juga tidak terganggu, maka dalam kondisi begitu tidak ada masalah meninggalkan berobat. Akan tetapi si sakit hendaknya tidak lupa bertawakkal kepada Allah dan meminta perlindungan kepada-Nya. Sebab pintu-pintu langit senantiasa terbuka bilamana doa mengetuknya. Dan juga si sakit hendaknya meruqyah dirinya sendiri melalui pembacaan Al-Qur'an, seperti membacakan bagi dirinya surat AlFatihah, Al-Falaq, An-Naas. Pengobatan melalui ruqyah itu memberikan efek positif bagi jiwa dan jasmani si sakit, di samping pahala yang diperolehnya dari tilawah Al-Qur'an. Dan Allah adalah Penyembuh dan tiada yang dapat menyembuhkan selain Dia.

Islam Tanya & Jawab Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid

berjuang bagi kesembuhannya.Sebab dia yang sakit tak boleh menyerah kalah.mengakuinya dan bertaubat mohon ampun. Sakit itu Jihad.berkonsultasi dengan dokter.ALLAH cinta keduanya.dan berobat bertambahlah pengetahuan tentang tubuhnya.dirawat.menghitung-hitung bekal kembali.Mereka yang menderitanya hampir pasti lebih sering dan syahdu menyebut asma ALLAH dibanding ketika dalam sehatnya.dia diwajibkan untuk terus berikhtiar.Mereka yang sedang disapanya lebih mudah untuk teringat dosa-dosa lama.Dalam menjalani pemeriksaan. Sakit itu istighfar.mengesakan-Nya dalam lisan dan rasa Sakit itu Muhasabah. Tugas kita menghadapi dengan SABAR dan tawakal.Sebab dia yang sakit punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi. Sakit itu Nasehat.Yang sakit ingatkan nansehat tuk jaga diri. Sakit itu ilmu.Yang sehat menghibur si penderita agar bersabar.STRAWBERRY Sakit itu dzikruLlah.Mereka yang parah dicengkamnya pasti dituntun orang untuk ber-kalimat thayyibat. . Sakit itu Tauhid.

dan seluruh makhluk pada umumnya. siapa yang sabar dan siapa yang putus asa (dari rahmat-Nya). . “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. maksudnya yaitu dengan kesempitan dan kelapangan hidup.” (Al-Mulk: 2) “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dengan halal dan haram. “Yang menjadikan mati dan hidup. dengan petunjuk dan kesesatan. Sebagaimana perkataan Ali bin Abi Thalhah. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). karena kemaksiatan dan kedurhakaan umat terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Al-Anbiya`: 35) Ibnu Katsir rahimahullahu berkata dalam tafsirnya tentang ayat ini: “Kami menguji kalian. dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma: ‘Kami akan menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan. terkadang dengan berbagai musibah dan terkadang dengan berbagai kenikmatan. kemudian Kami akan membalas amalan-amalan kalian’. dengan kesehatan dan sakit.” Ujian dan cobaan akan datang silih berganti hingga datangnya kematian. Seorang muslim akan memandang berbagai penyakit itu sebagai: 1. siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Di antara bentuk ujian dan cobaan itu adalah adanya berbagai jenis penyakit di zaman ini.Adab Ketika Sakit Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sifat hikmah dan keadilan-Nya menimpakan berbagai ujian dan cobaan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman pada khususnya. dengan kekayaan dan kemiskinan. supaya Dia menguji kamu. yang menuntut seorang muslim agar tetap menjaga keimanannya dan status dirinya sebagai hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ujian dan cobaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. dengan ketaatan dan kemaksiatan. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Ar-Rum: 41) Islam adalah agama yang sempurna. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. Maka Kami akan melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang kufur (terhadap nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala).

kekhawatiran. 2. dan cobaan-cobaan lainnya. yaitu menghapus dosa dan tambahan kebaikan (sabar dan ridha terhadap musibah). maka siapakah di antara kita yang selamat dari kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala? Sehingga. termasuk hikmah dan keadilan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa Dia menjadikan berbagai ujian dan cobaan itu sebagai penghapus dosa-dosa kita.” Bila demikian. maka dia akan mendapatkan dua balasan.“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga. Ini merupakan nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (Hud: 114) Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menggantikan dengan yang lebih baik (pahala) dan menghapuskan dosa-dosamu dengan sebab itu. tidak pula putus asa dari rahmat-Nya. sakit. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?” (Al-Baqarah: 214) Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “(Ujian yang akan datang adalah) berbagai penyakit. akan berlalu tanpa arti. bila musibah itu terjadi dan orang yang tertimpa musibah itu: a. . ikhlas. Penghapus dosa. “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. kesedihan. sampaipun duri yang mengenai dirimu. gangguan dan duka. dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Tidaklah menimpa seorang muslim kelelahan. maka sikap seorang muslim tatkala menghadapi berbagai ujian dan cobaan adalah senantiasa berusaha sabar. Sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya. kecuali Allah akan menghapus dengannya dosa-dosanya. sampai pun duri yang mengenai dirinya. Seandainya setiap dosa dan kesalahan yang kita lakukan mesti dibalas tanpa ada maghfirah (ampunan)Nya ataupun penghapus dosa yang lain. terus-menerus memohon pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga tidak marah dan murka terhadap taqdir yang menimpa dirinya. mengingat pahala dan mengharapkannya.” (Muttafaqun alaih) Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu berkata dalam Syarh Riyadhish Shalihin (1/94): “Apabila engkau ditimpa musibah maka janganlah engkau berkeyakinan bahwa kesedihan atau rasa sakit yang menimpamu. mengharapkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. sakit. Sehingga. musibah.

Apabila kesempitan hidup menimpanya. yaitu kesehatan dan waktu luang. Sehingga.” (HR. Sesungguhnya semua urusannya baik baginya. seorang muslim masih bisa mewujudkan penghambaan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menuntunkan adab-adab yang baik ketika seorang hamba tertimpa sakit. dia bersyukur. Muslim) Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu. AlBukhari) Betapa banyak orang yang menyadari keberadaan nikmat kesehatan ini. Sabar dan ridha atas ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” 3. lupa (akan janji Allah Subhanahu wa Ta’ala). atau merugi. maka hal itu kebaikan baginya. Apabila kelapangan hidup dia dapatkan. Setelah itu dia banyak bersyukur atas nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut. Kesehatan adalah nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang banyak dilupakan. Adab-adab Syar’i ketika Sakit Di antara bukti kesempurnaan Islam. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata. Dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu. bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: . setelah dia jatuh sakit. Dari penjelasan ini.” (HR. Sehingga musibah sakit ini menjadi peringatan yang berharga baginya. Itulah golongan yang beruntung. maka hal itu juga baik baginya. maka akan sesaklah dadanya sekaligus menjadikannya lupa terhadap niat mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua kenikmatan yang kebanyakan orang terlupa darinya. tidak mendapatkan kebaikan bahkan mendapatkan murka Allah Subhanahu wa Ta’ala karena dia marah dan tidak sabar atas taqdir tersebut. serta berbaik sangka kepada-Nya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan orang yang beriman.b. Di antara adabadab tersebut adalah: 1. ada dua pilihan bagi seseorang yang tertimpa musibah: beruntung dengan mendapatkan penghapus dosa dan tambahan kebaikan. dia bersabar. dalam keadaan sakit sekalipun. dan sikap ini tidak dimiliki kecuali oleh orang yang mukmin.

goresan bekam.” (HR. Diriwayatkan juga oleh Al-Imam Muslim dari Jabir radhiyallahu ‘anhu) Di antara bentuk pengobatan yang sunnah adalah: a.” b. namun aku melarang kay.” (HR. Lihat Ash-Shahihah no. Berobat dengan cara-cara yang sunnah atau mubah dan tidak bertentangan dengan syariat. kecuali dalam keadaan dia berbaik sangka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. lalu ditempelkan pada urat yang sakit. Al-Habbatus sauda` (jintan hitam) Dari Usamah bin Syarik radhiyallahu ‘anhu dia berkata. Muslim) 2. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: . dan orang yang tidak tahu tidak akan mengetahuinya. Maka berobatlah kalian. Diriwayatkan dari Abud Darda` radhiyallahu ‘anhu secara marfu’: “Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya.” (HR. Telah mengetahui orang-orang yang tahu. 1633) Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah Allah menurunkan satu penyakit pun melainkan Allah turunkan pula obat baginya.” (HR.“Janganlah salah seorang di antara kalian itu mati. Al-Bukhari) 1 Besi dibakar. AlBukhari. dan kay1 dengan api. Ad-Daulabi. dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram. Madu dan berbekam Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: : – : “Obat itu ada pada tiga hal: minum madu. Asy-Syaikh Al-Albani menyatakan sanad hadits ini hasan. Dalam riwayat lain: “Aku tidak senang berobat dengan kay.

maka Al-Qur`an tidak akan menambahkan kepada mereka kecuali kerugian.” (HR.” (Al-Isra`: 82) Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullahu dalam tafsirnya berkata: “Al-Qur`an itu mengandung syifa` (obat) dan rahmat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dari Abu Abdillah Utsman bin Abil ‘Ash radhiyallahu ‘anhu: : : -‫؛‬ : .“Al-Habbatus Sauda` (jintan hitam) adalah obat untuk segala penyakit. dia merupakan obat dari berbagai sakit dan penyakit.” Obat (syifa`) yang terkandung dalam Al-Qur`an bersifat umum. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu menyatakan hadits ini sanadnya jayyid (bagus). kepada orang yang sakit. kejahilan. Dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu bahwa sanadnya hasan. dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Pada kurma ‘ajwah ‘Aliyah yang dimakan pada awal pagi (sebelum makan yang lain) adalah obat bagi semua sihir atau racun. Kurma ‘ajwah Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha. kecuali kematian. AthThabarani. yang membenarkan ayat-ayat-Nya. Bagi hati/ jiwa. Ruqyah Yaitu membacakan surat atau ayat-ayat Al-Qur’an atau doa-doa yang tidak mengandung kesyirikan. Adapun orang-orang yang zalim. Dan dengan Al-Qur`an berarti telah tegak hujjah atas mereka. yang tidak membenarkannya atau tidak beramal dengannya. Sedangkan bagi jasmani. Bisa dilakukan sendiri maupun oleh orang lain. penyimpangan.” (HR. dan niat yang jelek. dan hadits ini punya banyak syawahid/pendukung) c. hanya bagi orang yang beriman dengannya. pemikiran yang rusak. 2000) d. Al-Qur`an adalah obat dari penyakit syubhat. Namun kandungan tersebut tidak berlaku untuk setiap orang. Ahmad. dan mengilmuinya. Lihat Ash-Shahihah no.

aku baru saja meninggalkan masa jahiliah. Muslim) Dari Shafiyyah bintu Abi ‘Ubaid. misalkan berobat ke dokter atau orang lain yang memiliki keahlian dalam pengobatan seperti ramuan. : “Wahai Rasulullah. kemudian dia bertanya kepadanya tentang sesuatu lalu dia membenarkannya. kemudian bacalah tujuh kali: ‘Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya. dan bisa menyebabkan seseorang keluar (murtad) dari Islam. hilangkanlah penyakit ini. dia berkata: Aku berkata: .” (Muttafaqun ‘alaih) Atau berobat dengan cara-cara yang mubah. (Maka) tidak ada obat (yang menyembuhkan) kecuali obatmu. Rabb seluruh manusia.” (HR. dan sebagainya.” (HR. Sembuhkanlah. Adapun berobat kepada tukang sihir atau dukun. atau rajah-rajah yang tidak diketahui maknanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Letakkanlah tanganmu di atas tempat yang sakit dari tubuhmu. Di antara kami ada orang-orang yang mendatangi para dukun. dari kejelekan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan’. dari sebagian istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Dia mengadukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang rasa sakit yang ada pada dirinya. atau dengan cara-cara perdukunan semacam mantera yang mengandung unsur syirik. akupunktur.” (HR. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mendatangi peramal. Dan sungguh Allah telah mendatangkan Islam. lalu bacalah: (tiga kali). maka haram hukumnya. refleksi. Muslim) Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk sebagian keluarganya (yang sakit) lalu beliau mengusap dengan tangan kanannya sambil membaca: “Ya Allah. Engkau adalah Dzat yang Maha Menyembuhkan. Dari Mu’awiyah ibnul Hakam radhiyallahu ‘anhu. kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit. Muslim) .” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah engkau mendatangi mereka (para dukun). maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari.

Apabila memang harus melakukannya. hendaknya dia berwasiat (kepada ahli warisnya) dalam perkara tersebut. beliau bersabda: “Barangsiapa berbuat kezaliman terhadap saudaranya. maka hendaknya dia berdoa: ‘Ya Allah. tidak diperbolehkan mengharapkan kematian. Apabila dirinya mempunyai kewajiban (seperti hutang. karena jauh tempatnya. akan diambil darinya sesuai kadar kezalimannya (lalu diberikan kepada yang dizaliminya). Bila tidak memungkinkan.” (Muttafaqun ‘alaih) 4. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. sebelum (datangnya hari) yang tidak ada dinar maupun dirham. Bila sakitnya bertambah parah atau tidak kunjung sembuh. AlBukhari) Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu. atau belum ada kemampuan. hidupkanlah aku bila kehidupan itu adalah kebaikan bagiku dan wafatkanlah aku bila kematian itu adalah kebaikan bagiku’.3. dia berkata: . atau kezaliman terhadap hak orang lain yang dia lakukan. pinjaman.” (HR. dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Anas radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: : “Janganlah salah seorang kalian mengharapkan kematian karena musibah yang menimpanya. hendaknya dia minta agar saudaranya itu menghalalkannya (memaafkannya) pada hari ini.” (Al-Mu`minun: 8) Dari Abu Huraiah radhiyallahu ‘anhu. baik pada harga dirinya atau sesuatu yang lain. atau amanah yang belum dia tunaikan. bila memungkinkan. akan diambil dari kejelekan orang yang dizalimi lalu dipikulkan kepadanya. hendaknya dia bersegera menyelesaikannya dengan yang bersangkutan. dll). Apabila dia memiliki amal shalih. atau sebab lainnya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan-kebaikan.

Diperbolehkan baginya mewasiatkan sebagian harta yang ditinggalkan. Dia berkata: ‘Tidak aku kira kecuali aku akan terbunuh pada golongan yang pertama terbunuh di antara para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila demikian. apabila salah seorang kamu menghadapi kematian. Nasihatilah saudara-saudaramu dengan baik.” (Muttafaqun ‘alaih) Ibnu Abdil Bar rahimahullahu berkata (At-Tamhid. Sesungguhnya aku mempunyai hutang maka tunaikanlah. atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu. “Sebelum terjadi perang Uhud. maksimal sepertiganya. Tidak boleh lebih dari itu.” (HR. dia termasuk orang yang pertama terbunuh. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. : “Tidak berhak seorang muslim melalui dua malam dalam keadaan dia memiliki sesuatu yang ingin dia wasiatkan kecuali wasiatnya berada di sisinya. jika kamu dalam perjalanan di muka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian. kecuali bagi orang yang memiliki tanggungan-tanggungan yang tanpa bukti. atau dia memiliki amanah yang tanpa saksi.” Dan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Tidaklah berlalu atasku satu malam pun semenjak aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata demikian. kecuali di sisiku ada wasiatku. dia wajib berwasiat. Bila tidak didapatkan karena safar. maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu. Bahkan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Aku senang bahwa orang . kecuali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak boleh dia melalui dua malam pun kecuali sungguh telah mempersaksikan hal itu. Al-Bukhari) 5. boleh dengan saksi dua orang ahli kitab yang adil. Dan sesungguhnya aku tidak meninggalkan setelahku orang yang lebih mulia darimu. ayahku memanggilku pada malam harinya. beliau berkata: . Disyariatkan segera menulis wasiat dengan saksi dua orang lelaki muslim yang adil. dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.: . 14/292): “Para ulama bersepakat bahwa wasiat itu bukan wajib.” (Al-Ma`idah: 106) Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma.’ Tatkala masuk pagi hari. sedang dia akan berwasiat.

maka wasiat tersebut batil dan tidak boleh dilaksanakan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah memberi setiap yang memiliki hak akan haknya. maka hal itu tertolak. maka tidak ada wasiat untuk ahli waris.mengurangi dari jumlah 1/3 menjadi ¼ dalam hal wasiat.” (Muttafaqun ‘alaih) 6. berdasarkan ijma’ dan dengan Al-Qur`an: “(Wasiat itu) tidak memberi mudarat (kepada sebagian pihak).” (AnNisa`: 12) Adapun wasiat yang bertentangan dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah. (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. maka wasiat itu haram hukumnya. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha. dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. lebih-lebih dalam masalah jenazah.” (HR. hal. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sepertiga itu banyak’. maka termasuk perkara yang wajib adalah seorang muslim berwasiat (kepada ahli warisnya) agar jenazahnya diurus dan dikuburkan sesuai As-Sunnah. serta mengurangi dari sebagian mereka.” (HR. Muslim dan Al-Baihaqi) Wasiat tersebut tidak boleh untuk ahli waris yang berhak mendapatkan warisan. Ahmad. untuk mengamalkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: . 17-18): “Ketika adat kebiasaan yang dilakukan mayoritas kaum muslimin pada masa ini adalah bid’ah dalam urusan agama. Al-Bukhari. 1/471): “Ketika wasiat itu adalah rekayasa dan jalan untuk memberi tambahan kepada sebagian ahli waris. dihasankan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa`) Ibnu Mundzir rahimahullahu berkata (Al-Ijma’ hal. kecuali dengan kerelaan dari seluruh ahli waris lainnya. 100): “Para ulama sepakat bahwa tidak ada wasiat untuk ahli waris kecuali para ahli waris (yang lain) memperbolehkannya. dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengada-adakan perkara baru pada urusan (agama) ku ini apa yang tidak berasal darinya. Berwasiat agar jenazahnya diurus dan dikuburkan sesuai As-Sunnah Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata (Ahkamul Jana`iz.” Ibnu Katsir rahimahullahu berkata (Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim.

darussalaf. Dari Amir bin Sa’d bin Abi Waqqash. sanadnya hasan) Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata dalam Al-Adzkar: “Disunnahkan baginya dengan kuat untuk mewasiatkan kepada mereka (ahli waris) untuk menjauhi adat kebiasaan yang berupa bid’ah dalam pengurusan jenazah. as-saliqah (wanita yang menjerit karena tertimpa musibah). Jangan mengikutkan (jenazahku) dengan bara api. Atsar-atsar dari mereka (dalam hal ini) banyak sekali. Dan dikuatkan perkara tersebut (dengan wasiat). Dari Abu Burdah dia berkata: Abu Musa radhiyallahu ‘anhu mewasiatkan ketika hendak meninggal: “Apabila kalian berangkat membawa jenazahku maka cepatlah dalam berjalan. ) Oleh karena itulah. dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku mempersaksikan kepada kalian dari al-haliqah (wanita yang mencukur gundul rambutnya karena tertimpa musibah).” (Diriwayatkan oleh Ahmad 4/397.asysyariah. dan tegakkanlah atasku bata sebagaimana dilakukan demikian kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”(Qs At-Tahrim: 6.id Penulis: Al-Ustadz Abul ‘Abbas Muhammad Ihsan Judul: Adab Ketika Sakit . Al-Baihaqi 3/395. Janganlah membuat bangunan di atas kuburku.“Hai orang-orang yang beriman. Sungguh jangan kalian membuat sesuatu yang akan menghalangiku dengan tanah.” Mereka bertanya: “Apakah engkau mendengar sesuatu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hal itu?” Dia menjawab: “Ya. para sahabat radhiyallahu ‘anhum mewasiatkan hal tersebut. Sumber: http://www.” b. bahwa ayahnya (yakni Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu) berkata ketika sakit yang mengantarkan kepada wafatnya: n “Buatlah liang lahat untukku. dan al-khariqah (wanita yang merobek-robek pakaiannya karena tertimpa musibah).or. dan Ibnu Majah. Di antaranya: a.” Wallahu a’lam bish-shawab.com dinukil dari http://www. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

. terutama dalam bidang kesehatan adalah suatu hal yang mempunyai khazanah ilmu pengetahuan yang sangat tinggi. bahkan beliau menyebutkan hanya ada dua penyakit yang tidak bisa disembuhkan. dialah yang menyembuhkan aku. seseorang yang menderita suatu penyakit. Dari sinilah konsep Thibbun Nabawi (kedokteran nabi ) itu bermula. termasuk juga dalam bidang kesehatan. khazanah-khazanah dalam bidang kesehatan ini dirangkum dalam sebuah buku yang bertajuk “Kitab Pengobatan Nabi”. Rasulullah sebagai uswatun hasanah (suritauladan baik) semua manusia. Pasalnya. yaitu: Mati dan Pikun. “Lii Kulli Daa In dawaun.” Artinya: “Setiap penyakit pasti ada obatnya.” Dari kedua hujjah ini. Oleh Karena itu jika kita mendapatkan manusia yang mengatakan bahwa suatu penyakit tidak ada obatnya dan tidak bisa disembuhkan . seyogyanya mempunyai suatu keyakinan yang sangat kuat bahwa tiada satu pun yang ada di dunia ini yang mampu menyembuhkan kecuali Allah ‘Azza wa Jalla melalui izin-Nya. Keyakinan. Seperti dalam firmanNya: “Dan apabila aku sakit. dan Allah juga yang akan menyembuhkannya. Konsep pengobatan dalam Thibbun Nabawi ini adalah suatu konsep yang akan terus update dengan masa kapan saja dan dimana saja.. Ketika seseorang sakit. Seseorang yang menderita suatu penyakit haruslah mempunyai keyakinan yang sangat kuat bahwa semua penyakit pasti ada obatnya. apa yang Nabi sampaikan adalah sesuatu yang memang AllahSubhanahu wa Ta’ala (SWT) bimbing melalui wahyu. memang tidak di utus menjadi tabib atau dokter ke dunia ini. ia harus sangat menyakini bahwa sakit yang dialaminya tersebut berasal dari Allah SWT. karena demikianlah memang yang dikabarkan oleh Rasulullah mengenai hal tersebut. Konsep konsep pengobatan dalam Islam itu antara lain : Pertama. (Al-Ahzab [33]:21) Islam telah datang ke muka bumi ini dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam(SAW) dengan membawa satu kesempurnaan dalam bidang dan sisi apapun dalam kehidupan manusia. maka ucapan ini menjadi bertentangan dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah dan wajib bagi kita untuk menolaknya.” (Asy-Syu’araa *36+:80) Di samping itu ada juga Hadits yang berbunyi.Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Namun apa yang beliau sampaikan ke pada umatnya. Sehingga oleh seorang ulama besar. Ibnu Qoyyim Al Jauziyah.

namun karena Allah Maha Suci (Al-Quddus). Realita ini sangat sering kita lihat dalam dunia pengobatan sekarang. Ketiga hal di atas selain harus dihindari juga bisa mengakibatkan pelakunya jatuh dalam jurang kekafiran. . Mencari yang lebih baik.Maka berobatlah kalian. Menggunakan obat yang halal dan thoyyib. Ada hal yang penting dari apa yang disampaikan Rasulullah SAW melalui Hadits ini. Kelima. karena pastinya ketika Allah menciptakan suatu penyakit. tapi proses menuju kesembuhan itupun akan dinilai oleh Nya. termasuk gelatin yang banyak sekali digunakan dalam dunia pengobatan masa kini yang ternyata berasal dari babi. dan menjadikan setiap penyakit pasti ada obatnya. karena kita sekarang banyak mendapati obat obatan yang digunakan pada masa kini. Hal ini patut menjadi perhatian kita semua. termasuk menggunakan media media tertentu dalam pengobatan yang tidak ada dalam tuntunan islam atau yang pernah di ajarkan Rasulullah. Keempat. hal ini tentunya sangat disesalkan. seseorang dianjurkan untuk terus berikhtiar sampai penyakit itu sembuh atas izin Allah.”(Riwayat Abu Dawud) Konsep kedua dalam pengobatan Islam adalah menggunakan obat yang halal dan thoyyib. bid’ah. Ketiga. Dari sini dapat kita pahami bahwa tidak mungkin obat obat yang digunakan seseorang adalah sesuatu yang haram. Sesungguhnya Allah tidak hanya melihat kesembuhan yang akan dicapai. dan khurafat. Tidak membawa mudharat yang akan mencacatkan tubuh. LPPOM –MUI banyak mendapatkan ternyata cangkang kapsul yang digunakan untuk obat.Kedua. banyak dihasilkan dari gelatin babi. ternyata berasal dari barang haram. apakah ia melakukan hal yang dilarang untuk berobat. Tidak berbau takhayul. tidaklah mungkin Allah akan menurunkan penawarnya dari benda yang haram. Hal ini patut kita cermati. tapi jangan dengan yang haram. Sebagai contoh. kita di anjurkan untuk tidak melakukan pengobatan yang kiranya pengobatan tersebut membawa kemudharatan yang justru menimbulkan masalah baru bagi seseorang. Dalam Thibbun Nabawi. Jadi jika sembuh namun Akidah tergadai apalah artinya kesembuhan tersebut. Allah juga menurunkan obatnya. “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya. Oleh karena itu dalam Thibbun Nabawi semampu mungkin kita menjaga tubuh yang sempurna ini dengan tidak melakukan tindakan tindakan yang dapat merusak tubuh kita. karena perihal halal haram menjadi suatu hal yang sangat penting dalam Islam yang bisa membuat amalan seseorang tidak diterima oleh Allah ‘Azza wa Jalla karena permasalahan haramnya obat yang dia minum. Dapat kita bayangkan dalam rangka berobat justru Akidah tergadai. Dalam pengobatan Islam.

manusia dibekali akal oleh Allah SWT. yaitu : Pendapat pertama Medis atau kedokteran adalah ilmu untuk mengetahui berbagai kondisi tubuh manusia dari segi kesehatan dan penyakit yang menimpanya. sehingga keberkahan dan kesempurnaan dari Thibbun Nabawi tersebut dapat terus dijaga. Ibnu sina seorang muslim yang menjadi pionir ilmu kedokteran modern. Sebagai khalifah di muka bumi. manusia selalu dalam proses mencari dan menyempurnakan hingga selalu progresif. PENGERTIAN Pengobatan adalah suatu kebudayaan untuk menyelamatkan diri dari dari penyakit yang mengganggu hidup. Ilmu pengobatan islam sebenarnya tidak kalah dengan ilmu pengobatan barat. Yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi seorang muslim dalam menjaga kesehatan dan mengobati penyakitnya. dari segi kondisi sehat dan kondisi menurunnya kesehatan untuk menjaga kesehatan yang telah ada dan mengembalikannya kepada kondisi sehat ketika kondisi nya tidak sehat. meningkatkan serta mengembangkan pengalaman tersebut untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Para ahli berbeda pendapat tentang penjelasan batasan istilah medis dan definisinya secara terminologis menjadi 3 pendapat. Pendapat ketiga Ilmu pengetahuan tentang kondisi-kondisi tubuh manusia. termasuk di antaranya masalah kesehatan dan pengobatan.org/forum/index. Ini adalah pendapat Ibnu sina. baik yang dapat dirasakan oleh pancaindera maupaun yang tidak dapat dirasakan dan bersifat ghaib. Maka akal lah yang mengolah. Contohnya.php?topic=71690. Pengobatan ini pun tidak lepas dari pengaruh kepercayaan atau agama yang di anut manusia. Ilmu pengobatan islam bertumpu pada cara-cara alami dan metode ilahiah. Wallahu a’lam http://myquran.0 PENGOBATAN MENURUT PANDANGAN ISLAM Pendahuluan Islam adalah agama yang kaya. Pendapat kedua Medis atau kedokteran adalah ilmu tentang berbagai kondisi tubuh manusia untuk menjaga kesehatan yang telah ada dan mengembalikannya dari kondisi sakit. Karena itu. Akal lah yang membentuk serta membina kebudayaan manusia dalam bebragai aspek kehidupannya termasuk dalam bidang pengobatan. Dalam mencari hal-hal tersebut. karena manusia telah merasa di alam ini ada sesuatu yang lebih kuat dari dia. tetapi juga oleh kepercayaan dan keyakinan. minum dan tempat berlindung. Secara umum di dalam dunia pengobatan dikenal istilah medis dan non medis. hingga hidup mereka sudah terarah dan dan bersifat statis. Pendapat ini di nisbat kan oleh para dokter klasik dan Ibnu Rusyd Al-hafidz. Kebudayaan tidak saja dipengaruhi oleh lingkungan. Berbeda dengan binatang yang hanya dibekali dengan instink saja. disamping sebagai instink yang mendorong manusia untuk mencari segala sesuatu yang di butuhkan untuk melestarikan hidupnya seperti makan.Adanya konsep pengobatan dalam Thibbun Nabawi ini menjadikan suatu aturan bagi yang terlibat di sini. . manusia akan mendapat pengalaman yang baik dan yang kurang baik maupun yang membahayakan. Khazanahnya mencakup segenap aspek kehidupan manusia.

seperti zaitun. Beliau pernah sakit lalu memetik sehelai daun yang diniatkan sebagai obat yang hakikatnya Allah menyembuhkan kemudian di tempelkannya daun tersebut pada anggota tubuh yang sakit. Sungguh. Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berfikir”. dari segi kondisi sehat dan kondisi menurunnya kesehatan. untuk menjaga kesehatan yang telah ada dan mengembalikannya ketika kondisi tidak sehat. meskipun definisi ketiga lah yang memiliki keistimewaan karena bersifat komprehensif mencakup makna yang ditujukan oleh definisi pertama dan kedua. lalu aku meniup nya.(QS An-Nahl:11). maka ia menjadi seekor burung atas izin Allah. didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. kurma.(QS An-Nahl:69) Metoda Pengobatan Para Rasul Sebelumnya Nabi Isa AS “Dan akan dijadikan-Nya sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata) “Aku telah datang kepadamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhan mu.(QS Al-Isra’: 82). Pengobatan medis sendiri dalam sejarah manusia merupakan hasil proses panjang yang di awali secara tradisional hingga menjadi modern seperti sekarang. Sehingga istilah pengobatan medis dapat disimpulkan sebagai suatu kebudayaan untuk menyelamatkan diri dari penyakit yang menggaggu hidup manusia di dasar kan kepada ilmu yang di ketahui dengan kondisi tubuh manusia. sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”.Definisi-definisi tersebut walaupun kata-kata dan ungkapannya berbeda tetapi memiliki arti dan kandungan yang berdekatan.jika kamu orang yang beriman”. PETUNJUK Al-QUR’AN TENTANG PENGOBATAN Banyak ayat Al-Qur’an yang mengisyaratkan tentang pengobatan karena Al-Qur’an itu sendiri diturunkan sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin. anggur dan segala macam buahbuahan. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta.(QS Ali-Imran:49). yaitu aku membuatkanmu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah. “Kemudian makanlah dari segala(macam)buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhan-muyang telah (dimudahkan bagimu). “Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan tanaman-tanaman untukmu. Nabi Musa AS Nabi Musa tidak lepas dari sifat kemanusiaannya yang merupakan sunnatulloh yaitu sakit. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda(kebenaran kerasulanku) bagimu. “Hai manusia. Menurut para mufassir. karena mukjizatnya seketika . dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu.(QS Yunus:57) Disamping Al-Qur’an mengisyaratkan tentang pengobatan juga menceritakan tentang keindahan alam semesta yang dapat kita jadikan sumber dari pembuat obat-obatan. telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari Tuhan mu dan sebagai obat penyembuh jiwa. Nabi Isa mengobati penyakit buta dan kusta dengan cara di usap dengan tangan nya. “Dan kami menurunkan Al-Qur’an sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang mukmin”. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah)bagi orang-orang yang berfikir. mata yang buta dan anggota tubuh yang terkena kusta dengan izin Allah melalui mukjizatnya maka seketika itu sembuh. Menurut para ahli tafsir bahwa nama lain dari Al-Qur’an yaitu “Asysyifa” yang artinya secara terminologi adalah obat penyembuh.

Inilah doa nya: ”Allahumma robbinnas adzhabilbas isyfi antasy-syafii laa syifa-a illa syifa-uka laa yughodiru saqoman”. . Imam Ali berkata : “Sesungguhnya semua tingkah laku Nabi Muhammad SAW adalah Al-Qur’an”. seketika itu beliau sembuh. Firman Allah : “Sesungguhnya pada diri Rasul itu terdapat suri tauladan yang baik untuk kamu. 2. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian lakukan untuk mengobati penyakit adalah dengan melakukan bekam”.itu sembuh. salah satunya : “Allahumma isyfi abdaka yan-ulaka aduwwan aw yamsyi laka ila sholaah”. dan Al ikhlas kemudian di tiupkan pada kedua telapak tangannya lalu diusapkan keseluruh badan. Nabi Muhammad SAW pernah memerintahkan Utsman bin Abil Ash yang sedang sakit dengan sabdanya : “letakkanlah tanganmu pada anggota badan yang sakit kemudian bacalah “Basmalah 3x” dan “A’udzu bi-izzatillah waqudrotihi minsyarrima ajidu wa uhajiru 7x”.Meletakkantangan pada salah satu anggota badan.kemudian jibril membacakan salah satu doa sambil ditiupkan ketubuh Nabi. ada sahabat yang datang kepaa Rasulullah memberitahukan anaknya sedang sakit. bahkan Rasulullah SAW pernah melakukan bekam dan memberikan upah kepada tukang bekam. Ada 3 cara ruqyah yang dilakukan oleh Nabi : 1. bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat (Allah) dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah”. Al Falaq. Bekam Berbekam termasuk pengobatan yang diajarkan Rasulullah SAW. Beberapa metoda pengobatan yang dilakukan Rasulullah : Ruqyah Ruqyah merupakan salah satu cara pengobatan yang pernah diajarkan malaikat jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Dan kedua kali nya beliau sakit kemudian memetik sehelai daun secara spontanitas tanpa diniatkan sebagai obat yang hakikatnya Allah Sang Penyembuh maka ketika itu sakitnya tidak sembuh. 3. Inilah doanya : ”Bismillahi arqiika minkulli syai-in yu’dziika minsyarri kulli nafsin au-ainiasadin Alloohu yasyfiika bismillahi arqiika”. Dalam satu riwayat. kemudian Nabi menyuruh meminumkan anaknya madu sambil membaca doa. Doa Mikjizat Banyak doa-doa kesembuhan yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umat nya. Dengan Memakai Madu Sebagaimana menurut QS An-Nahl:69 bahwa madu Allah jadikan sebagai obat maka Rasulullah menggunakan madu untuk mengobati salah satu keluarga sahabat yang sedang sakit. Ketika Rasulullah sakit maka datang malaikat jibril mendekati tubuh beliau.Air liur yang ditempelkan pada tangan kanannya.Nafats Yaitu membacakan ayat Al-Qur’an atau doa kemudian di tiupkan pada kedua telapak tangan kemudian di uasapkan keseluruh badan pasien yang sakit. Nabi Muhammad SAW Nabi Muhammad sebagai Rasul yang diprinyahkan Allah untuk menyampaikan wahyu kepada umat-nya tidak lepas tingkah lakunya dari Al-Qur’an karena beliau dijadikan suri tauladan yang baik untuk semua manusia. maka kemudian beliau membaca doa kemudian air liurnya ditempelkan pada tangan kanannya. Diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim : bahwasanya Nabi Muhammad SAW apabila ada manusia yang tergores kemudian luka. lalu di usapkan pada luka orang tersebut. Dalam suatu riwayat bahwasanya Nabi Muhammad SAW apabila beliau sakit maka membaca “Al-muawwidzat” yaitu tiga surat Al-Qur’an yang diawali dengan “A’udzu” yaitu surat An Naas.(QS Al-Ahzab: 21).

Asma Allah. “Dia memberikan hikmah kepada siapa yang dia kehendaki. Ahli Hikmah adalah orangorang solih yang diberikan oleh Allah ilmu dan karomah sehingga dia menjadi orang yang berpengetahuan luas untuk memahami rahasia-rahasia syariat agama. janganlah mencoba menolaknya dengan obat-obatan.(HR. Maka yang demikian itu baik baginya”.5678). lain dengan yang dilakukan oleh hukama. Setiap penyakit yang bisa ditolak dengan makanan-makanan tertentu dan pencegahan.2999). Shuhaib Ar-Rumi RA berkata : Rasulullah SAW bersabda : ”Sungguh mengagumkan perkara seorang muslim. Salah satu contoh : wafaq untuk orang yang sakit hati (liver) ditulis pada gelas putih kemudian diisi air lalu di minumkan. Dan sesungguhnya pada musibah itu terdapat kemanfaatan bagi kaum mukminin.(Ath-thibbun Nabawi hal. Wafaq Wafaq ialah ayat Al-Qur’an. Barangsiapa yang diberi hikmah. Zikir. tetapi doa yang mereka gunakan pengertiannya sama. Ibnul Qayyim berkata : “ berpalingnya manusia dari pengobatan nubuwwah seperti halnya berpalingnya mereka dari pengobatan dengan Al-Qur’an. Yang demikian itu tidaklah dimiliki oleh seorangpun kecuali seorang mukmin. Sebagaimana tersebut dalam hadist : Abdullah bin Masud RA berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Tidaklah seorang muslim ditimpa gangguan berupa sakit atau lainnya. “Allah tidak akan menurunkan suatu penyakit melainkan Allah juga menurunkan obatnya”.Muslim no.Abu Hurairah).(HR. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang memiliki akal sehat”.Muslim). Keberadaan berbagai penyakit termasuk sunnah kauniyah yang diciptakan oleh Allah SWT. Para ahli hikmah umumnya dijadikan sebagai tabib oleh kebanyakan orang. ia bersyukur maka yang demikian itu baik baginya.6. atau doa yang ditulis diatas benda seperti kertas. jika tepat obatnya maka penyakit akan sembuh dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla”. melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya”. kain yang dijadikan sebagai media pengobatan atau lainnya oleh para Ahli Hikmah.QS AlBaqarah:269). yang merupakan obat bermanfaat. Jika ia mendapat kelapangan. sehingga seluruh perkaranya adalah kebaikan. dan jika ia ditimpa kesusahan. (HR. sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Insya Allah sembuh. “Setiap penyakit itu ada obatnya.Metoda Pengobatan Hukama (Ahli Hikmah) Hikmah adalah kemampuan untuk memahami rahasia-rahasia syariat agama. Beberapa metoda yang digunakan oleh para ahli hikmah tidaklah berbeda jauh dengan metoda yang digunakan oleh Rasulullah SAW.(HR. (tulis huruf Ha besar 2 kali dan huruf ‘ain 6 kali). Para ahli Hikmah apabila mengobati seseorang dengan cara ruqyah dengan membacakan ayat Al-Qur’an atau doa kemudian ditiupkan kedalam air yang nantinya air itu di minum oleh si pasien. Dengan demikian. Dia menjadikan sakit yang menimpa seorang mukmin sebagai penghapus dosa dan kesalahan mereka. sudah sepantasnya seorang muslim menjadikan pengobatan nabawiyyah bukan hanya sekedar sebagai pengobatan alternatif. 29). Namun menjadikannya sebagai cara pengobatan yang . karena sebagian besar metoda yang digunakan juga mengacu kepada ayat-ayat Al-Qur’an serta hadist. beberapa metoda yang digunakan yaitu : Ruqyah Ruqyah yang diajarka kepada Nabi dan yang dilakukan oleh nabi. 2. Penyakitpenyakit itu merupakan musibah dan ujian yang di tetapkan Allah SWT atas hamba-hamba-Nya. ia bersabar. Termasuk keutamaan Allah SWT yang diberikan kepada kaum mukminin.5661 dan Muslim no.Bukhari no. Ketika memungkinkan mengkonsumsi obat yang sederhana maka jangan beralih memakai obat yang kompleks.

System Pengobatan Nabawi untuk mengatasi asam urat menggunakan metode Hijamah dan Herbal Islami. Namun seharusnya ia bersandar dan berantung kepada Dzat yang memberikan penyakit dan yang menurunkan obatnya sekaligus yaitu Allah SWT. Karna itulah Nabi Ibrahim memuji Rabbnya : “Dan apabila aku sakit. sehingga bila kandungan purinnya sedikit atau normal. Sungguh tidak ada yang dapat memberikan kesembuhan kecuali Allah SWT semata. karena kepastiannya datang dari Allah SWT. Dia lah yang meyembuhkan ku”.utama. yang kemudian bersama unsur darah kotor lainnya dikeluarkan dari tubuh lewat bekam/hijamah. Gangguan asam urat disebabkan oleh tingginya kadar asam urat di dalam darah. Sementara minyak zaitun sangat efektif untuk menghilangkan rasa sakit dipersendian yang amat mengganggu. Dulu. Seperti itulah gejala asam urat atau arthritis gout. seorang hambatidak boleh bersandar semata dengan pengobatan tertentu. Penyebab Utama asam urat adalah kelebihan zat purin dalam darah. penyakit ini juga disebut "penyakit para raja" karena penyakit ini diasosiasikan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang enak-enak. Gangguan asam urat ditandai dengan suatu serangan tiba-tiba di daerah persendian. Selanjutnya disarankan untuk mengkonsumsi herbal-herbal Islami terutama Habbatussauda dan minyak zaitun. PENGOBATAN TRADISIONAL DALAM PANDANGAN ISLAM Sebelum islam hadir di tengah-tengah masyarakat. dan tidak boleh meyakini bahwa obatlah yang menyembuhkan penyakitnya. misalnya. dapat membentuk tofi atau endapan natrium urat dalam jaringan di bawah kulit. asam urat bisa menimpa siapa saja. ginjal tidak akan sanggup mengaturnya sehingga kelebihan itu akan menumpuk pada jaringan dan sendi. Saat bangun tidur.000 tahun yang lalu dan menjadi salah satu penyakit tertua yang dikenal manusia. manusia sudah memiliki pengetahuan dan cara pengobatan yang mereka peroleh berdasarkan pengalaman. Otomatis. yang menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di daerah persendian sehingga menimbulkan rasa sakit. Hal ini di namai pengobatan . tubuh bisa membuangnya lewat ginjal. Kelebihan purin ini harus dikeluarkan dengan cara dibekam/hijamah bersama unsur-unsur kotor lainnya dalam darah. asam urat juga menyerang ibu jari kaki. Asam urat adalah hasil metabolisme tubuh oleh salah satu unsur protein (zat purin) dan ginjal adalah organ yang mengatur kestabilan kadarnya dalam tubuh dan akan membawa sisa asam urat ke pembuangan air seni. Namun tentunya berkaitan dengan kesembuhan suatu penyakit. Selain rasa sakit di persendian. Kini. Namun jika kadar asam urat itu berlebihan. sakit dan membengkak. Habbatussauda juga berfungsi menghilangkan rasa nyeri di persendian karena mengandung zat yang memiliki efek anti inflamatori atau anti peradangan. Bahkan selimut yang Anda gunakan terasa seperti batu yang membebani kaki Anda. atau bahkan menyebabkan terbentuknya batu ginjal. ibu jari kaki dan pergelangan kaki Anda terasa terbakar. Contoh pengobatan Nabi untuk asam urat Asam urat sudah dikenal sejak 2. Kandungan asam urat yang tinggi menyebabkan nyeri dan sakit persendian yang amat sangat. Bergabung bersama efek anti peradangan dari habbatussauda maka rasa sakit ini akan sangat terkurangi. ginjal juga akan mengalami gangguan.( QS AsySyu’ara’: 80). Habbatussauda berfungsi untuk menggelontor toksin dalam darah dan melakukan detoksifikasi intra sel (pengeluaran racun yang ada dalam sel).

Untuk obat rohaniah adalah membaca Al-Qur’an dan untuk fisik adalah materi contohny madu. Jamu bukan mistik dan bukan pula magic. Ibnu Al Baytan yang dirinya dengan mengumpulkan tanaman-tanaman berkhasiat bagi pengobatan dan sebagainya. dan juga bekam. magic dan statis serta tidak di ajarkan. jadi tidak ilmiah dan spekulatif.tradisionalyang banyak berdasarkan pada kegelapan mistik. . Yunani dan hindia. ilmu dan penyelidikan yang sekarang dinamai science bersama teknologinya. Ada pengobatan tradisional lain yang tidak menghubungkan diri dengan ruh halus sebagai penyebabnya. Nabi menjelaskan bahwa ada dua macam penyakit sesuai dengan keadaan manusia yang terdiri dari tubuh jasad dan tubuh rohani. Mereka menyerap segala macam pengobatan itu serta menyesuaikannya dengan ajaran islam. adalah yang primitif. Yaitu hanya berdasarkan gejala / keluhan penat-penat. Pada saat itu muncullah dokter-dokter muslim dengan kualitas internasional seperti Ibnu Uthal dan Wahid Abdul Malik. Pengobatan tradisional lainnya adalah pijat (massage) bagi yang patah tulang atau acupressure dengan menekan bagian tubuh tertentu atau dengan nama lain akupuntur yang berasal dari cina. tetapi tetapi berupa pengobatan alamiah atau yang berasa dari alam. lemah badan. Perlu diketahui Allah menurunkan segala penyakit tanpa menjelaskan secara terperinci mengenai jenis penyakitnya dan Allah menurunkan obatnya tanpa menyebutkan apa obatnya dan bagaimana cara memakainya. Karena semua itu membawa manusia kepada perbuatan syirik. PENGOBATAN MODERN DALAM PANDANGAN ISLAM Pengobatan modern berasal dari pengobatan tradisional. pada periode abbasiyah mereka mendirikan rumah sakit modern di Baghdad. umat islam bertemu dengan pengobatan Persia. yang mendirikan perumahan untuk merawat penderita kusta. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa pengobatan tradisional ini dimanapun (termasuk di Indonesia). Dan merupakan perkembangan hasil dari kerja akal manusia yang diberi kesempatan untuk aktif memikirkan dan merenungkan kehidupan ini. Garis-garis besar pengobatan tradisional yang diajarkan Rasul diantaranya melarang “Kai”. Perkembangan yang pesat terjadi pada daulah abbasiyah. yakni meletakkan besi panas di atas bagian tubuh yang sakit. setelah dimulai pada masa khalifah umayyah. Obatnya ialah berupa daundaunan sebagai jamu. “Agama itu akal dan tidak ada agama bagi yang tidak berakal” Inilah dorongan untuk membangun ilmu pengetahuan (science). mistik. Pada dasarnya obat tradisional seperti ini diperbolehkan dalam islam selama tidak merusak diri sendiri dan orang lain serta tidak membawa kepada perbuatan syirik. termasuk pengetahuan pengobatan (medical science). Masalah ini haruslah dikerjakan oleh manusia dengan akal. melarang jampi-jampi atau mantera-mantera yang membawa kepada syirik.dsb. Pengobatan modern menurut pandangan islam adalah segala tekhnik pengobatan yang berdasarkan hasil dari befikir dan mengembangkan ilmu dan pengetahuan dalam bidang kesehatan dengan mengandalkan akal yang telah diberikan oleh Allah SWT untuk di kembang kan dan di amalkan guna manusia dan alam sekitarnya. Pada waktu islam berkembang keluar jazirah arab. Jampi-jampi dan rajah serta azimat dilarang oleh islam. Cordova dan Granada di spanyol merupakan pusat ilmu yang di datnangi oleh ahli-ahli barat.

objektif dan islami.com/2009/11/pengobatan-menurut-pandangan-islam.Perhatikanlah kedahsyatan islam yang dapat mengubah manusia jahiliyah penyembah berhala menjadi ilmiah yang selalu mengingat kepada keMahabesaran Allah.html . DISUSUN OLEH : NAMA : DIAH AYU DWIJAYANTI http://binmuhsinhabbatussauda. Mereka mengubah pengobatan istik dan spekulatif-magic menjadi pengobatan ilmiah yang tepat.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful