http://islamqa.

info/id/ref/2438 Jikalau seorang telah mencapai masa kritis dari penyakit yang dideritanya, yang mana penyembuhan sudah tidak dapat diharapkan lagi (sudah tipis harapan sembuh). Apakah ia boleh berobat? Dan juga si sakit tidak ingin menambah beban deritanya akibat perobatan yang membawa efek samping. Pada dasarnya apakah seorang muslim wajib berobat ataukah hanya sekedar ikhtiyar? Alhamdulillah, secara umum berobat itu dianjurkan oleh syariat. Berdasarkan riwayat Abu Darda' Radhiyallahu 'Anhu ia berkata: Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda: "Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit beserta obatnya, dan Dia telah menetapkan bagi setiap penyakit obatnya, maka janganlah berobat dengan perkara yang haram." (H.R Abu Dawud No:3372)

Dan berdasarkan hadits Usamah bin Syarik Radhiyallahu 'Anhu ia berkata: "Seorang Arab badui bertanya: "Wahai Rasulullah, bolehkah kita berobat?" Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda:

"Berobatlah, karena Allah telah menetapkan obat bagi setiap penyakit yang diturunkan-Nya, kecuali satu penyakit!" Para sahabat bertanya: "Penyakit apa itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Pikun." (H.R At-Tirmidzi IV/383 No:1961 dan berkata: "Hadits ini hasan shahih." Dan diriwayatkan juga dalam Shahih Al-Jami' No:2930.)

Jumhur ulama dari kalangan Hanafiyah dan Malikiyah berpendapat bahwa berobat hukumnya mubah (boleh). Sementara ulama Syafi'iyah, Al-Qadhi, Ibnu Aqil dan Ibnul Jauzi dari kalangan ulama Hambali berpendapat hukumnya mustahab (dianjurkan). Berdasarkan sabda Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam :

"Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit beserta obatnya, dan Dia telah menetapkan bagi setiap penyakit obatnya, maka janganlah berobat dengan perkara yang haram."

Dan beberapa hadits lainnya yang berisi perintah berobat. Mereka juga beralasan: Berbekam dan berobatnya Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam merupakan dalil disyariatkannya berobat. Menurut ulama Syafi'iyah hukum berobat menjadi mustahab bilamana dipastikan tidak begitu membawa faidah. Namun bilamana dipastikan berfaidah maka hukumnya wajib, seperti membalut luka misalnya. Di antaranya adalah transfusi darah, untuk beberapa kondisi tertentu.

Silakan baca buku Hasyiyah Ibnu Abidin V/249 dan 215, Al-Hidayah takmilah Fathul Qadir VIII/134, AlFawakih Ad-Dawani II/440, Raudhatuth Thalibin II/96, Kasyful Qana' II/76, Al-Inshaf II/463, Al-Adabus Syar'iyyah II/359 dan Hasyiyatul Jumal II/134.

Ibnul Qayyim berkata: "Dalam hadits-hadits shahih telah disebutkan perintah berobat, dan berobat tidaklah menafikan tawakkal. Sebagaimana makan karena lapar, minum karena dahaga, berteduh karena panas dan menghangatkan diri karena dingin tidak menafikan tawakkal. Tidak akan sempurna hakikat tauhid kecuali dengan menjalani ikhtiyar (usaha) yang telah dijadikan Allah sebagai sebab musabab terjadi suatu takdir. Bahkan meninggalkan ikhtiyar dapat merusak hakikat tawakkal, sebagaimana juga dapat mengacaukan urusan dan melemahkannya. Karena orang yang meninggalkan ikhtiyar mengira bahwa tindakannya itu menambah kuat tawakkalnya. Padahal justru sebaliknya, meninggalkan ikhtiyar merupakan kelemahan yang menafikan tawakkal. Sebab hakikat tawakkal adalah mengaitkan hati kepada Allah dalam meraih apa yang bermanfaat bagi hamba untuk dunia dan agamanya serta menolak mudharat terhadap dunia dan agamanya. Tawakkal ini harus disertai dengan ikhtiyar, jikalau tidak berarti ia telah menafikan hikmah dan perintah Allah. Janganlah seorang hamba itu menjadikan kelemahannya sebagai tawakkal dan jangan pula menjadikan tawakkal sebagai kelemahannya. (Zaadul Ma'ad IV/15, lihat juga Mausu'ah Fiqhiyyah XI/116.)

Kesimpulan jawaban soal di atas, berobat hukumnya tidaklah wajib menurut jumhur ulama, kecuali jika mesti (tidak bisa tidak) harus dilakukan, menurut sebagian ulama. Adapun kondisi yang ditanyakan dalam soal bukanlah pengobatan yang mesti dilakukan dan secara psikologis tanpa berobat si sakit juga tidak terganggu, maka dalam kondisi begitu tidak ada masalah meninggalkan berobat. Akan tetapi si sakit hendaknya tidak lupa bertawakkal kepada Allah dan meminta perlindungan kepada-Nya. Sebab pintu-pintu langit senantiasa terbuka bilamana doa mengetuknya. Dan juga si sakit hendaknya meruqyah dirinya sendiri melalui pembacaan Al-Qur'an, seperti membacakan bagi dirinya surat AlFatihah, Al-Falaq, An-Naas. Pengobatan melalui ruqyah itu memberikan efek positif bagi jiwa dan jasmani si sakit, di samping pahala yang diperolehnya dari tilawah Al-Qur'an. Dan Allah adalah Penyembuh dan tiada yang dapat menyembuhkan selain Dia.

Islam Tanya & Jawab Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid

Mereka yang parah dicengkamnya pasti dituntun orang untuk ber-kalimat thayyibat. .Sebab dia yang sakit punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi.dia diwajibkan untuk terus berikhtiar.menghitung-hitung bekal kembali.Mereka yang sedang disapanya lebih mudah untuk teringat dosa-dosa lama.Yang sehat menghibur si penderita agar bersabar.ALLAH cinta keduanya. Sakit itu Tauhid.berjuang bagi kesembuhannya.Sebab dia yang sakit tak boleh menyerah kalah.Mereka yang menderitanya hampir pasti lebih sering dan syahdu menyebut asma ALLAH dibanding ketika dalam sehatnya. Sakit itu istighfar.dirawat.mengakuinya dan bertaubat mohon ampun.Yang sakit ingatkan nansehat tuk jaga diri.mengesakan-Nya dalam lisan dan rasa Sakit itu Muhasabah. Tugas kita menghadapi dengan SABAR dan tawakal. Sakit itu Nasehat. Sakit itu Jihad.Dalam menjalani pemeriksaan.dan berobat bertambahlah pengetahuan tentang tubuhnya.berkonsultasi dengan dokter.STRAWBERRY Sakit itu dzikruLlah. Sakit itu ilmu.

Maka Kami akan melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang kufur (terhadap nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala). dengan kesehatan dan sakit. dengan kekayaan dan kemiskinan. karena kemaksiatan dan kedurhakaan umat terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma: ‘Kami akan menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan. dengan halal dan haram. maksudnya yaitu dengan kesempitan dan kelapangan hidup.” (Al-Mulk: 2) “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dengan petunjuk dan kesesatan.” Ujian dan cobaan akan datang silih berganti hingga datangnya kematian. yang menuntut seorang muslim agar tetap menjaga keimanannya dan status dirinya sebagai hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Yang menjadikan mati dan hidup. “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. dengan ketaatan dan kemaksiatan. siapa yang sabar dan siapa yang putus asa (dari rahmat-Nya). Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. kemudian Kami akan membalas amalan-amalan kalian’.Adab Ketika Sakit Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sifat hikmah dan keadilan-Nya menimpakan berbagai ujian dan cobaan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman pada khususnya. Di antara bentuk ujian dan cobaan itu adalah adanya berbagai jenis penyakit di zaman ini. Sebagaimana perkataan Ali bin Abi Thalhah. Seorang muslim akan memandang berbagai penyakit itu sebagai: 1. supaya Dia menguji kamu. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). terkadang dengan berbagai musibah dan terkadang dengan berbagai kenikmatan.” (Al-Anbiya`: 35) Ibnu Katsir rahimahullahu berkata dalam tafsirnya tentang ayat ini: “Kami menguji kalian. .” (Ar-Rum: 41) Islam adalah agama yang sempurna. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Ujian dan cobaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. dan seluruh makhluk pada umumnya. siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.

kesedihan. Seandainya setiap dosa dan kesalahan yang kita lakukan mesti dibalas tanpa ada maghfirah (ampunan)Nya ataupun penghapus dosa yang lain. terus-menerus memohon pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga tidak marah dan murka terhadap taqdir yang menimpa dirinya. kecuali Allah akan menghapus dengannya dosa-dosanya. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menggantikan dengan yang lebih baik (pahala) dan menghapuskan dosa-dosamu dengan sebab itu. musibah. tidak pula putus asa dari rahmat-Nya.” Bila demikian. kekhawatiran. gangguan dan duka. mengingat pahala dan mengharapkannya. Penghapus dosa.“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga. Ini merupakan nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. akan berlalu tanpa arti. “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. maka siapakah di antara kita yang selamat dari kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala? Sehingga. maka dia akan mendapatkan dua balasan. dan cobaan-cobaan lainnya. bila musibah itu terjadi dan orang yang tertimpa musibah itu: a. .” (Muttafaqun alaih) Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu berkata dalam Syarh Riyadhish Shalihin (1/94): “Apabila engkau ditimpa musibah maka janganlah engkau berkeyakinan bahwa kesedihan atau rasa sakit yang menimpamu.” (Hud: 114) Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?” (Al-Baqarah: 214) Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “(Ujian yang akan datang adalah) berbagai penyakit. yaitu menghapus dosa dan tambahan kebaikan (sabar dan ridha terhadap musibah). termasuk hikmah dan keadilan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa Dia menjadikan berbagai ujian dan cobaan itu sebagai penghapus dosa-dosa kita. Sehingga. ikhlas. maka sikap seorang muslim tatkala menghadapi berbagai ujian dan cobaan adalah senantiasa berusaha sabar. mengharapkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. 2. sakit. dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Tidaklah menimpa seorang muslim kelelahan. sampai pun duri yang mengenai dirinya. sakit. Sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya. sampaipun duri yang mengenai dirimu.

bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: . ada dua pilihan bagi seseorang yang tertimpa musibah: beruntung dengan mendapatkan penghapus dosa dan tambahan kebaikan. lupa (akan janji Allah Subhanahu wa Ta’ala). yaitu kesehatan dan waktu luang. Sesungguhnya semua urusannya baik baginya. atau merugi. dia bersyukur. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua kenikmatan yang kebanyakan orang terlupa darinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan orang yang beriman.” 3. Adab-adab Syar’i ketika Sakit Di antara bukti kesempurnaan Islam. Apabila kelapangan hidup dia dapatkan. Kesehatan adalah nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang banyak dilupakan. tidak mendapatkan kebaikan bahkan mendapatkan murka Allah Subhanahu wa Ta’ala karena dia marah dan tidak sabar atas taqdir tersebut.” (HR. AlBukhari) Betapa banyak orang yang menyadari keberadaan nikmat kesehatan ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menuntunkan adab-adab yang baik ketika seorang hamba tertimpa sakit. Dari penjelasan ini. Apabila kesempitan hidup menimpanya. dalam keadaan sakit sekalipun. serta berbaik sangka kepada-Nya. Sabar dan ridha atas ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di antara adabadab tersebut adalah: 1. Setelah itu dia banyak bersyukur atas nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata.b. dia bersabar. Muslim) Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu. maka hal itu juga baik baginya. dan sikap ini tidak dimiliki kecuali oleh orang yang mukmin. setelah dia jatuh sakit. Itulah golongan yang beruntung. maka hal itu kebaikan baginya. Sehingga musibah sakit ini menjadi peringatan yang berharga baginya. maka akan sesaklah dadanya sekaligus menjadikannya lupa terhadap niat mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. seorang muslim masih bisa mewujudkan penghambaan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga. Dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu.” (HR.

Lihat Ash-Shahihah no. Asy-Syaikh Al-Albani menyatakan sanad hadits ini hasan. Diriwayatkan juga oleh Al-Imam Muslim dari Jabir radhiyallahu ‘anhu) Di antara bentuk pengobatan yang sunnah adalah: a. dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: . lalu ditempelkan pada urat yang sakit.” (HR. Muslim) 2. Al-Habbatus sauda` (jintan hitam) Dari Usamah bin Syarik radhiyallahu ‘anhu dia berkata.“Janganlah salah seorang di antara kalian itu mati. namun aku melarang kay.” (HR. Maka berobatlah kalian. Diriwayatkan dari Abud Darda` radhiyallahu ‘anhu secara marfu’: “Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya. Telah mengetahui orang-orang yang tahu. kecuali dalam keadaan dia berbaik sangka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. AlBukhari. goresan bekam. dan kay1 dengan api. 1633) Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah Allah menurunkan satu penyakit pun melainkan Allah turunkan pula obat baginya.” b. Madu dan berbekam Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: : – : “Obat itu ada pada tiga hal: minum madu. Dalam riwayat lain: “Aku tidak senang berobat dengan kay.” (HR.” (HR. Al-Bukhari) 1 Besi dibakar. Ad-Daulabi. dan orang yang tidak tahu tidak akan mengetahuinya. Berobat dengan cara-cara yang sunnah atau mubah dan tidak bertentangan dengan syariat.

Bisa dilakukan sendiri maupun oleh orang lain. Adapun orang-orang yang zalim. dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Pada kurma ‘ajwah ‘Aliyah yang dimakan pada awal pagi (sebelum makan yang lain) adalah obat bagi semua sihir atau racun. yang membenarkan ayat-ayat-Nya.” Obat (syifa`) yang terkandung dalam Al-Qur`an bersifat umum.” (HR. kepada orang yang sakit. Dan dengan Al-Qur`an berarti telah tegak hujjah atas mereka. kejahilan. Ahmad. hanya bagi orang yang beriman dengannya. Ruqyah Yaitu membacakan surat atau ayat-ayat Al-Qur’an atau doa-doa yang tidak mengandung kesyirikan. Al-Qur`an adalah obat dari penyakit syubhat. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu menyatakan hadits ini sanadnya jayyid (bagus). Kurma ‘ajwah Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha. Bagi hati/ jiwa.” (Al-Isra`: 82) Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullahu dalam tafsirnya berkata: “Al-Qur`an itu mengandung syifa` (obat) dan rahmat. 2000) d.“Al-Habbatus Sauda` (jintan hitam) adalah obat untuk segala penyakit. Namun kandungan tersebut tidak berlaku untuk setiap orang. yang tidak membenarkannya atau tidak beramal dengannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. maka Al-Qur`an tidak akan menambahkan kepada mereka kecuali kerugian. dia merupakan obat dari berbagai sakit dan penyakit. pemikiran yang rusak. kecuali kematian. dan mengilmuinya. AthThabarani. penyimpangan. Sedangkan bagi jasmani. dan niat yang jelek.” (HR. dan hadits ini punya banyak syawahid/pendukung) c. Dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu bahwa sanadnya hasan. Dari Abu Abdillah Utsman bin Abil ‘Ash radhiyallahu ‘anhu: : : -‫؛‬ : . Lihat Ash-Shahihah no.

” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah engkau mendatangi mereka (para dukun). Adapun berobat kepada tukang sihir atau dukun.” (HR. Di antara kami ada orang-orang yang mendatangi para dukun. : “Wahai Rasulullah. Muslim) . Dan sungguh Allah telah mendatangkan Islam.” (Muttafaqun ‘alaih) Atau berobat dengan cara-cara yang mubah. dan sebagainya.” (HR. dia berkata: Aku berkata: . kemudian dia bertanya kepadanya tentang sesuatu lalu dia membenarkannya. dan bisa menyebabkan seseorang keluar (murtad) dari Islam. Rabb seluruh manusia. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mendatangi peramal. refleksi. maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari. Engkau adalah Dzat yang Maha Menyembuhkan. kemudian bacalah tujuh kali: ‘Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya. dari sebagian istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. maka haram hukumnya. atau dengan cara-cara perdukunan semacam mantera yang mengandung unsur syirik. hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah. Dari Mu’awiyah ibnul Hakam radhiyallahu ‘anhu. atau rajah-rajah yang tidak diketahui maknanya. aku baru saja meninggalkan masa jahiliah. kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.Dia mengadukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang rasa sakit yang ada pada dirinya. Muslim) Dari Shafiyyah bintu Abi ‘Ubaid. Muslim) Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk sebagian keluarganya (yang sakit) lalu beliau mengusap dengan tangan kanannya sambil membaca: “Ya Allah. misalkan berobat ke dokter atau orang lain yang memiliki keahlian dalam pengobatan seperti ramuan. lalu bacalah: (tiga kali). (Maka) tidak ada obat (yang menyembuhkan) kecuali obatmu. akupunktur. dari kejelekan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan’.” (HR. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Letakkanlah tanganmu di atas tempat yang sakit dari tubuhmu.

hendaknya dia berwasiat (kepada ahli warisnya) dalam perkara tersebut. sebelum (datangnya hari) yang tidak ada dinar maupun dirham. dia berkata: . Apabila dirinya mempunyai kewajiban (seperti hutang. dll). akan diambil darinya sesuai kadar kezalimannya (lalu diberikan kepada yang dizaliminya). AlBukhari) Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu. hendaknya dia minta agar saudaranya itu menghalalkannya (memaafkannya) pada hari ini. akan diambil dari kejelekan orang yang dizalimi lalu dipikulkan kepadanya. Bila sakitnya bertambah parah atau tidak kunjung sembuh. Apabila dia tidak memiliki kebaikan-kebaikan. tidak diperbolehkan mengharapkan kematian.” (Muttafaqun ‘alaih) 4. atau sebab lainnya. dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Anas radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: : “Janganlah salah seorang kalian mengharapkan kematian karena musibah yang menimpanya. baik pada harga dirinya atau sesuatu yang lain.3. bila memungkinkan.” (HR. beliau bersabda: “Barangsiapa berbuat kezaliman terhadap saudaranya. atau kezaliman terhadap hak orang lain yang dia lakukan. maka hendaknya dia berdoa: ‘Ya Allah. pinjaman. Bila tidak memungkinkan.” (Al-Mu`minun: 8) Dari Abu Huraiah radhiyallahu ‘anhu. atau belum ada kemampuan. Apabila dia memiliki amal shalih. hidupkanlah aku bila kehidupan itu adalah kebaikan bagiku dan wafatkanlah aku bila kematian itu adalah kebaikan bagiku’. atau amanah yang belum dia tunaikan. Apabila memang harus melakukannya. karena jauh tempatnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. hendaknya dia bersegera menyelesaikannya dengan yang bersangkutan.

Disyariatkan segera menulis wasiat dengan saksi dua orang lelaki muslim yang adil. atau dia memiliki amanah yang tanpa saksi. Bahkan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Aku senang bahwa orang .” (Muttafaqun ‘alaih) Ibnu Abdil Bar rahimahullahu berkata (At-Tamhid. kecuali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.: . dia termasuk orang yang pertama terbunuh.” Dan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Tidaklah berlalu atasku satu malam pun semenjak aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata demikian. beliau berkata: . jika kamu dalam perjalanan di muka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian. : “Tidak berhak seorang muslim melalui dua malam dalam keadaan dia memiliki sesuatu yang ingin dia wasiatkan kecuali wasiatnya berada di sisinya.” (Al-Ma`idah: 106) Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma.” (HR. ayahku memanggilku pada malam harinya. Dan sesungguhnya aku tidak meninggalkan setelahku orang yang lebih mulia darimu. kecuali bagi orang yang memiliki tanggungan-tanggungan yang tanpa bukti.’ Tatkala masuk pagi hari. Tidak boleh lebih dari itu. dia wajib berwasiat. maksimal sepertiganya. atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu. Bila tidak didapatkan karena safar. dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diperbolehkan baginya mewasiatkan sebagian harta yang ditinggalkan. Nasihatilah saudara-saudaramu dengan baik. sedang dia akan berwasiat. maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu. “Sebelum terjadi perang Uhud. Sesungguhnya aku mempunyai hutang maka tunaikanlah. Tidak boleh dia melalui dua malam pun kecuali sungguh telah mempersaksikan hal itu. 14/292): “Para ulama bersepakat bahwa wasiat itu bukan wajib. Dia berkata: ‘Tidak aku kira kecuali aku akan terbunuh pada golongan yang pertama terbunuh di antara para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. Apabila demikian. apabila salah seorang kamu menghadapi kematian. Al-Bukhari) 5. boleh dengan saksi dua orang ahli kitab yang adil. kecuali di sisiku ada wasiatku.

” (HR. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha. untuk mengamalkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: . dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengada-adakan perkara baru pada urusan (agama) ku ini apa yang tidak berasal darinya. maka hal itu tertolak. maka wasiat itu haram hukumnya. kecuali dengan kerelaan dari seluruh ahli waris lainnya. (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah. 1/471): “Ketika wasiat itu adalah rekayasa dan jalan untuk memberi tambahan kepada sebagian ahli waris.mengurangi dari jumlah 1/3 menjadi ¼ dalam hal wasiat. 100): “Para ulama sepakat bahwa tidak ada wasiat untuk ahli waris kecuali para ahli waris (yang lain) memperbolehkannya. berdasarkan ijma’ dan dengan Al-Qur`an: “(Wasiat itu) tidak memberi mudarat (kepada sebagian pihak). maka termasuk perkara yang wajib adalah seorang muslim berwasiat (kepada ahli warisnya) agar jenazahnya diurus dan dikuburkan sesuai As-Sunnah. dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun. maka wasiat tersebut batil dan tidak boleh dilaksanakan. Al-Bukhari. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sepertiga itu banyak’.” (Muttafaqun ‘alaih) 6.” (AnNisa`: 12) Adapun wasiat yang bertentangan dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah. lebih-lebih dalam masalah jenazah. maka tidak ada wasiat untuk ahli waris. dihasankan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa`) Ibnu Mundzir rahimahullahu berkata (Al-Ijma’ hal. Ahmad.” (HR. serta mengurangi dari sebagian mereka.” Ibnu Katsir rahimahullahu berkata (Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim. Berwasiat agar jenazahnya diurus dan dikuburkan sesuai As-Sunnah Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata (Ahkamul Jana`iz. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Muslim dan Al-Baihaqi) Wasiat tersebut tidak boleh untuk ahli waris yang berhak mendapatkan warisan. hal. 17-18): “Ketika adat kebiasaan yang dilakukan mayoritas kaum muslimin pada masa ini adalah bid’ah dalam urusan agama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah memberi setiap yang memiliki hak akan haknya.

” Wallahu a’lam bish-shawab. Sumber: http://www.” (Diriwayatkan oleh Ahmad 4/397.or. Al-Baihaqi 3/395. Aku mempersaksikan kepada kalian dari al-haliqah (wanita yang mencukur gundul rambutnya karena tertimpa musibah).”(Qs At-Tahrim: 6. dan al-khariqah (wanita yang merobek-robek pakaiannya karena tertimpa musibah). dan tegakkanlah atasku bata sebagaimana dilakukan demikian kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. para sahabat radhiyallahu ‘anhum mewasiatkan hal tersebut. as-saliqah (wanita yang menjerit karena tertimpa musibah).” b. Dari Amir bin Sa’d bin Abi Waqqash.darussalaf. Dari Abu Burdah dia berkata: Abu Musa radhiyallahu ‘anhu mewasiatkan ketika hendak meninggal: “Apabila kalian berangkat membawa jenazahku maka cepatlah dalam berjalan.id Penulis: Al-Ustadz Abul ‘Abbas Muhammad Ihsan Judul: Adab Ketika Sakit .com dinukil dari http://www. Atsar-atsar dari mereka (dalam hal ini) banyak sekali. dan Ibnu Majah. bahwa ayahnya (yakni Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu) berkata ketika sakit yang mengantarkan kepada wafatnya: n “Buatlah liang lahat untukku. Jangan mengikutkan (jenazahku) dengan bara api. peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. ) Oleh karena itulah.“Hai orang-orang yang beriman. Di antaranya: a. Janganlah membuat bangunan di atas kuburku.asysyariah. Sungguh jangan kalian membuat sesuatu yang akan menghalangiku dengan tanah.” Mereka bertanya: “Apakah engkau mendengar sesuatu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hal itu?” Dia menjawab: “Ya. sanadnya hasan) Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata dalam Al-Adzkar: “Disunnahkan baginya dengan kuat untuk mewasiatkan kepada mereka (ahli waris) untuk menjauhi adat kebiasaan yang berupa bid’ah dalam pengurusan jenazah. Dan dikuatkan perkara tersebut (dengan wasiat). dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Seseorang yang menderita suatu penyakit haruslah mempunyai keyakinan yang sangat kuat bahwa semua penyakit pasti ada obatnya. Konsep konsep pengobatan dalam Islam itu antara lain : Pertama. karena demikianlah memang yang dikabarkan oleh Rasulullah mengenai hal tersebut. Ibnu Qoyyim Al Jauziyah. khazanah-khazanah dalam bidang kesehatan ini dirangkum dalam sebuah buku yang bertajuk “Kitab Pengobatan Nabi”. ia harus sangat menyakini bahwa sakit yang dialaminya tersebut berasal dari Allah SWT.” Artinya: “Setiap penyakit pasti ada obatnya.” Dari kedua hujjah ini. Oleh Karena itu jika kita mendapatkan manusia yang mengatakan bahwa suatu penyakit tidak ada obatnya dan tidak bisa disembuhkan . Konsep pengobatan dalam Thibbun Nabawi ini adalah suatu konsep yang akan terus update dengan masa kapan saja dan dimana saja. Sehingga oleh seorang ulama besar.” (Asy-Syu’araa *36+:80) Di samping itu ada juga Hadits yang berbunyi. Keyakinan. . terutama dalam bidang kesehatan adalah suatu hal yang mempunyai khazanah ilmu pengetahuan yang sangat tinggi. seseorang yang menderita suatu penyakit. apa yang Nabi sampaikan adalah sesuatu yang memang AllahSubhanahu wa Ta’ala (SWT) bimbing melalui wahyu. Rasulullah sebagai uswatun hasanah (suritauladan baik) semua manusia. maka ucapan ini menjadi bertentangan dengan apa yang disampaikan oleh Rasulullah dan wajib bagi kita untuk menolaknya. dialah yang menyembuhkan aku. “Lii Kulli Daa In dawaun. Seperti dalam firmanNya: “Dan apabila aku sakit. Namun apa yang beliau sampaikan ke pada umatnya. termasuk juga dalam bidang kesehatan.. memang tidak di utus menjadi tabib atau dokter ke dunia ini. Pasalnya. dan Allah juga yang akan menyembuhkannya. (Al-Ahzab [33]:21) Islam telah datang ke muka bumi ini dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam(SAW) dengan membawa satu kesempurnaan dalam bidang dan sisi apapun dalam kehidupan manusia. Dari sinilah konsep Thibbun Nabawi (kedokteran nabi ) itu bermula. yaitu: Mati dan Pikun.Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. bahkan beliau menyebutkan hanya ada dua penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Ketika seseorang sakit. seyogyanya mempunyai suatu keyakinan yang sangat kuat bahwa tiada satu pun yang ada di dunia ini yang mampu menyembuhkan kecuali Allah ‘Azza wa Jalla melalui izin-Nya.

Dalam Thibbun Nabawi. . Jadi jika sembuh namun Akidah tergadai apalah artinya kesembuhan tersebut. Sesungguhnya Allah tidak hanya melihat kesembuhan yang akan dicapai. karena pastinya ketika Allah menciptakan suatu penyakit. ternyata berasal dari barang haram. apakah ia melakukan hal yang dilarang untuk berobat. tidaklah mungkin Allah akan menurunkan penawarnya dari benda yang haram. banyak dihasilkan dari gelatin babi. Sebagai contoh. bid’ah. karena perihal halal haram menjadi suatu hal yang sangat penting dalam Islam yang bisa membuat amalan seseorang tidak diterima oleh Allah ‘Azza wa Jalla karena permasalahan haramnya obat yang dia minum. karena kita sekarang banyak mendapati obat obatan yang digunakan pada masa kini. Dari sini dapat kita pahami bahwa tidak mungkin obat obat yang digunakan seseorang adalah sesuatu yang haram. Realita ini sangat sering kita lihat dalam dunia pengobatan sekarang. Oleh karena itu dalam Thibbun Nabawi semampu mungkin kita menjaga tubuh yang sempurna ini dengan tidak melakukan tindakan tindakan yang dapat merusak tubuh kita.”(Riwayat Abu Dawud) Konsep kedua dalam pengobatan Islam adalah menggunakan obat yang halal dan thoyyib. LPPOM –MUI banyak mendapatkan ternyata cangkang kapsul yang digunakan untuk obat. tapi proses menuju kesembuhan itupun akan dinilai oleh Nya. Hal ini patut menjadi perhatian kita semua. Dalam pengobatan Islam. Ketiga hal di atas selain harus dihindari juga bisa mengakibatkan pelakunya jatuh dalam jurang kekafiran. dan menjadikan setiap penyakit pasti ada obatnya. Kelima. Hal ini patut kita cermati. hal ini tentunya sangat disesalkan.Kedua. Ketiga. Keempat.Maka berobatlah kalian. termasuk menggunakan media media tertentu dalam pengobatan yang tidak ada dalam tuntunan islam atau yang pernah di ajarkan Rasulullah. Dapat kita bayangkan dalam rangka berobat justru Akidah tergadai. dan khurafat. Menggunakan obat yang halal dan thoyyib. seseorang dianjurkan untuk terus berikhtiar sampai penyakit itu sembuh atas izin Allah. tapi jangan dengan yang haram. Allah juga menurunkan obatnya. “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya. Tidak membawa mudharat yang akan mencacatkan tubuh. Tidak berbau takhayul. Mencari yang lebih baik. kita di anjurkan untuk tidak melakukan pengobatan yang kiranya pengobatan tersebut membawa kemudharatan yang justru menimbulkan masalah baru bagi seseorang. namun karena Allah Maha Suci (Al-Quddus). termasuk gelatin yang banyak sekali digunakan dalam dunia pengobatan masa kini yang ternyata berasal dari babi. Ada hal yang penting dari apa yang disampaikan Rasulullah SAW melalui Hadits ini.

Wallahu a’lam http://myquran. . sehingga keberkahan dan kesempurnaan dari Thibbun Nabawi tersebut dapat terus dijaga. disamping sebagai instink yang mendorong manusia untuk mencari segala sesuatu yang di butuhkan untuk melestarikan hidupnya seperti makan.php?topic=71690. manusia akan mendapat pengalaman yang baik dan yang kurang baik maupun yang membahayakan. Akal lah yang membentuk serta membina kebudayaan manusia dalam bebragai aspek kehidupannya termasuk dalam bidang pengobatan. Ilmu pengobatan islam sebenarnya tidak kalah dengan ilmu pengobatan barat. PENGERTIAN Pengobatan adalah suatu kebudayaan untuk menyelamatkan diri dari dari penyakit yang mengganggu hidup. Kebudayaan tidak saja dipengaruhi oleh lingkungan. Ilmu pengobatan islam bertumpu pada cara-cara alami dan metode ilahiah. Berbeda dengan binatang yang hanya dibekali dengan instink saja. baik yang dapat dirasakan oleh pancaindera maupaun yang tidak dapat dirasakan dan bersifat ghaib. Pengobatan ini pun tidak lepas dari pengaruh kepercayaan atau agama yang di anut manusia. Contohnya. Para ahli berbeda pendapat tentang penjelasan batasan istilah medis dan definisinya secara terminologis menjadi 3 pendapat. Yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi seorang muslim dalam menjaga kesehatan dan mengobati penyakitnya. meningkatkan serta mengembangkan pengalaman tersebut untuk memperoleh hasil yang lebih baik. yaitu : Pendapat pertama Medis atau kedokteran adalah ilmu untuk mengetahui berbagai kondisi tubuh manusia dari segi kesehatan dan penyakit yang menimpanya. Karena itu. Ini adalah pendapat Ibnu sina. manusia dibekali akal oleh Allah SWT. dari segi kondisi sehat dan kondisi menurunnya kesehatan untuk menjaga kesehatan yang telah ada dan mengembalikannya kepada kondisi sehat ketika kondisi nya tidak sehat. termasuk di antaranya masalah kesehatan dan pengobatan. minum dan tempat berlindung. Pendapat ketiga Ilmu pengetahuan tentang kondisi-kondisi tubuh manusia. Maka akal lah yang mengolah. manusia selalu dalam proses mencari dan menyempurnakan hingga selalu progresif. Sebagai khalifah di muka bumi. Pendapat kedua Medis atau kedokteran adalah ilmu tentang berbagai kondisi tubuh manusia untuk menjaga kesehatan yang telah ada dan mengembalikannya dari kondisi sakit. Secara umum di dalam dunia pengobatan dikenal istilah medis dan non medis. hingga hidup mereka sudah terarah dan dan bersifat statis. Dalam mencari hal-hal tersebut. karena manusia telah merasa di alam ini ada sesuatu yang lebih kuat dari dia.0 PENGOBATAN MENURUT PANDANGAN ISLAM Pendahuluan Islam adalah agama yang kaya. tetapi juga oleh kepercayaan dan keyakinan. Khazanahnya mencakup segenap aspek kehidupan manusia. Ibnu sina seorang muslim yang menjadi pionir ilmu kedokteran modern.Adanya konsep pengobatan dalam Thibbun Nabawi ini menjadikan suatu aturan bagi yang terlibat di sini.org/forum/index. Pendapat ini di nisbat kan oleh para dokter klasik dan Ibnu Rusyd Al-hafidz.

seperti zaitun. mata yang buta dan anggota tubuh yang terkena kusta dengan izin Allah melalui mukjizatnya maka seketika itu sembuh. telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari Tuhan mu dan sebagai obat penyembuh jiwa. Sehingga istilah pengobatan medis dapat disimpulkan sebagai suatu kebudayaan untuk menyelamatkan diri dari penyakit yang menggaggu hidup manusia di dasar kan kepada ilmu yang di ketahui dengan kondisi tubuh manusia. Menurut para mufassir. Sungguh.Definisi-definisi tersebut walaupun kata-kata dan ungkapannya berbeda tetapi memiliki arti dan kandungan yang berdekatan.(QS Ali-Imran:49). kurma. didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. meskipun definisi ketiga lah yang memiliki keistimewaan karena bersifat komprehensif mencakup makna yang ditujukan oleh definisi pertama dan kedua. dari segi kondisi sehat dan kondisi menurunnya kesehatan. “Hai manusia. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”.(QS An-Nahl:11). untuk menjaga kesehatan yang telah ada dan mengembalikannya ketika kondisi tidak sehat. maka ia menjadi seekor burung atas izin Allah. Nabi Isa mengobati penyakit buta dan kusta dengan cara di usap dengan tangan nya. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta. “Dan kami menurunkan Al-Qur’an sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang mukmin”. “Dengan (air hujan) itu Dia menumbuhkan tanaman-tanaman untukmu.(QS An-Nahl:69) Metoda Pengobatan Para Rasul Sebelumnya Nabi Isa AS “Dan akan dijadikan-Nya sebagai Rasul kepada Bani Israil (dia berkata) “Aku telah datang kepadamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhan mu. dan aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah)bagi orang-orang yang berfikir.(QS Al-Isra’: 82). Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berfikir”. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah.jika kamu orang yang beriman”. Nabi Musa AS Nabi Musa tidak lepas dari sifat kemanusiaannya yang merupakan sunnatulloh yaitu sakit. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda(kebenaran kerasulanku) bagimu. Pengobatan medis sendiri dalam sejarah manusia merupakan hasil proses panjang yang di awali secara tradisional hingga menjadi modern seperti sekarang. lalu aku meniup nya. PETUNJUK Al-QUR’AN TENTANG PENGOBATAN Banyak ayat Al-Qur’an yang mengisyaratkan tentang pengobatan karena Al-Qur’an itu sendiri diturunkan sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin.(QS Yunus:57) Disamping Al-Qur’an mengisyaratkan tentang pengobatan juga menceritakan tentang keindahan alam semesta yang dapat kita jadikan sumber dari pembuat obat-obatan. “Kemudian makanlah dari segala(macam)buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhan-muyang telah (dimudahkan bagimu). karena mukjizatnya seketika . Beliau pernah sakit lalu memetik sehelai daun yang diniatkan sebagai obat yang hakikatnya Allah menyembuhkan kemudian di tempelkannya daun tersebut pada anggota tubuh yang sakit. yaitu aku membuatkanmu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung. Menurut para ahli tafsir bahwa nama lain dari Al-Qur’an yaitu “Asysyifa” yang artinya secara terminologi adalah obat penyembuh. anggur dan segala macam buahbuahan.

maka kemudian beliau membaca doa kemudian air liurnya ditempelkan pada tangan kanannya. Firman Allah : “Sesungguhnya pada diri Rasul itu terdapat suri tauladan yang baik untuk kamu. Dan kedua kali nya beliau sakit kemudian memetik sehelai daun secara spontanitas tanpa diniatkan sebagai obat yang hakikatnya Allah Sang Penyembuh maka ketika itu sakitnya tidak sembuh. Al Falaq. lalu di usapkan pada luka orang tersebut. Inilah doanya : ”Bismillahi arqiika minkulli syai-in yu’dziika minsyarri kulli nafsin au-ainiasadin Alloohu yasyfiika bismillahi arqiika”.itu sembuh. Beberapa metoda pengobatan yang dilakukan Rasulullah : Ruqyah Ruqyah merupakan salah satu cara pengobatan yang pernah diajarkan malaikat jibril kepada Nabi Muhammad SAW. bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat (Allah) dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah”.Meletakkantangan pada salah satu anggota badan. bahkan Rasulullah SAW pernah melakukan bekam dan memberikan upah kepada tukang bekam. . Inilah doa nya: ”Allahumma robbinnas adzhabilbas isyfi antasy-syafii laa syifa-a illa syifa-uka laa yughodiru saqoman”. Ketika Rasulullah sakit maka datang malaikat jibril mendekati tubuh beliau. Doa Mikjizat Banyak doa-doa kesembuhan yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umat nya. dan Al ikhlas kemudian di tiupkan pada kedua telapak tangannya lalu diusapkan keseluruh badan.(QS Al-Ahzab: 21). kemudian Nabi menyuruh meminumkan anaknya madu sambil membaca doa. Dengan Memakai Madu Sebagaimana menurut QS An-Nahl:69 bahwa madu Allah jadikan sebagai obat maka Rasulullah menggunakan madu untuk mengobati salah satu keluarga sahabat yang sedang sakit.Nafats Yaitu membacakan ayat Al-Qur’an atau doa kemudian di tiupkan pada kedua telapak tangan kemudian di uasapkan keseluruh badan pasien yang sakit. Ada 3 cara ruqyah yang dilakukan oleh Nabi : 1. ada sahabat yang datang kepaa Rasulullah memberitahukan anaknya sedang sakit.kemudian jibril membacakan salah satu doa sambil ditiupkan ketubuh Nabi. 2. Bekam Berbekam termasuk pengobatan yang diajarkan Rasulullah SAW. Dalam satu riwayat. salah satunya : “Allahumma isyfi abdaka yan-ulaka aduwwan aw yamsyi laka ila sholaah”. Dalam suatu riwayat bahwasanya Nabi Muhammad SAW apabila beliau sakit maka membaca “Al-muawwidzat” yaitu tiga surat Al-Qur’an yang diawali dengan “A’udzu” yaitu surat An Naas. Diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim : bahwasanya Nabi Muhammad SAW apabila ada manusia yang tergores kemudian luka. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian lakukan untuk mengobati penyakit adalah dengan melakukan bekam”. Imam Ali berkata : “Sesungguhnya semua tingkah laku Nabi Muhammad SAW adalah Al-Qur’an”. Nabi Muhammad SAW Nabi Muhammad sebagai Rasul yang diprinyahkan Allah untuk menyampaikan wahyu kepada umat-nya tidak lepas tingkah lakunya dari Al-Qur’an karena beliau dijadikan suri tauladan yang baik untuk semua manusia. seketika itu beliau sembuh. Nabi Muhammad SAW pernah memerintahkan Utsman bin Abil Ash yang sedang sakit dengan sabdanya : “letakkanlah tanganmu pada anggota badan yang sakit kemudian bacalah “Basmalah 3x” dan “A’udzu bi-izzatillah waqudrotihi minsyarrima ajidu wa uhajiru 7x”.Air liur yang ditempelkan pada tangan kanannya. 3.

sehingga seluruh perkaranya adalah kebaikan. 29). Para ahli Hikmah apabila mengobati seseorang dengan cara ruqyah dengan membacakan ayat Al-Qur’an atau doa kemudian ditiupkan kedalam air yang nantinya air itu di minum oleh si pasien.Abu Hurairah). melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya”. yang merupakan obat bermanfaat. “Dia memberikan hikmah kepada siapa yang dia kehendaki.QS AlBaqarah:269).(HR. Namun menjadikannya sebagai cara pengobatan yang . atau doa yang ditulis diatas benda seperti kertas.2999). beberapa metoda yang digunakan yaitu : Ruqyah Ruqyah yang diajarka kepada Nabi dan yang dilakukan oleh nabi.6. Ahli Hikmah adalah orangorang solih yang diberikan oleh Allah ilmu dan karomah sehingga dia menjadi orang yang berpengetahuan luas untuk memahami rahasia-rahasia syariat agama.(HR. lain dengan yang dilakukan oleh hukama.Muslim no. Wafaq Wafaq ialah ayat Al-Qur’an. kain yang dijadikan sebagai media pengobatan atau lainnya oleh para Ahli Hikmah. “Allah tidak akan menurunkan suatu penyakit melainkan Allah juga menurunkan obatnya”. Setiap penyakit yang bisa ditolak dengan makanan-makanan tertentu dan pencegahan. sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak.5678). janganlah mencoba menolaknya dengan obat-obatan.Bukhari no. Para ahli hikmah umumnya dijadikan sebagai tabib oleh kebanyakan orang.(Ath-thibbun Nabawi hal. Termasuk keutamaan Allah SWT yang diberikan kepada kaum mukminin.Metoda Pengobatan Hukama (Ahli Hikmah) Hikmah adalah kemampuan untuk memahami rahasia-rahasia syariat agama. Maka yang demikian itu baik baginya”. Jika ia mendapat kelapangan.Muslim). Shuhaib Ar-Rumi RA berkata : Rasulullah SAW bersabda : ”Sungguh mengagumkan perkara seorang muslim. (tulis huruf Ha besar 2 kali dan huruf ‘ain 6 kali). Sebagaimana tersebut dalam hadist : Abdullah bin Masud RA berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Tidaklah seorang muslim ditimpa gangguan berupa sakit atau lainnya. Zikir. Dengan demikian.5661 dan Muslim no. 2. Barangsiapa yang diberi hikmah. Beberapa metoda yang digunakan oleh para ahli hikmah tidaklah berbeda jauh dengan metoda yang digunakan oleh Rasulullah SAW. tetapi doa yang mereka gunakan pengertiannya sama. Yang demikian itu tidaklah dimiliki oleh seorangpun kecuali seorang mukmin. karena sebagian besar metoda yang digunakan juga mengacu kepada ayat-ayat Al-Qur’an serta hadist. Ibnul Qayyim berkata : “ berpalingnya manusia dari pengobatan nubuwwah seperti halnya berpalingnya mereka dari pengobatan dengan Al-Qur’an. “Setiap penyakit itu ada obatnya. Dia menjadikan sakit yang menimpa seorang mukmin sebagai penghapus dosa dan kesalahan mereka. (HR. ia bersabar.(HR. ia bersyukur maka yang demikian itu baik baginya. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang memiliki akal sehat”. Penyakitpenyakit itu merupakan musibah dan ujian yang di tetapkan Allah SWT atas hamba-hamba-Nya. Ketika memungkinkan mengkonsumsi obat yang sederhana maka jangan beralih memakai obat yang kompleks. jika tepat obatnya maka penyakit akan sembuh dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla”. Dan sesungguhnya pada musibah itu terdapat kemanfaatan bagi kaum mukminin. Asma Allah. dan jika ia ditimpa kesusahan. Salah satu contoh : wafaq untuk orang yang sakit hati (liver) ditulis pada gelas putih kemudian diisi air lalu di minumkan. Keberadaan berbagai penyakit termasuk sunnah kauniyah yang diciptakan oleh Allah SWT. sudah sepantasnya seorang muslim menjadikan pengobatan nabawiyyah bukan hanya sekedar sebagai pengobatan alternatif. Insya Allah sembuh.

Habbatussauda berfungsi untuk menggelontor toksin dalam darah dan melakukan detoksifikasi intra sel (pengeluaran racun yang ada dalam sel). dapat membentuk tofi atau endapan natrium urat dalam jaringan di bawah kulit. Karna itulah Nabi Ibrahim memuji Rabbnya : “Dan apabila aku sakit. Namun jika kadar asam urat itu berlebihan. karena kepastiannya datang dari Allah SWT. Bergabung bersama efek anti peradangan dari habbatussauda maka rasa sakit ini akan sangat terkurangi. Saat bangun tidur. Hal ini di namai pengobatan . System Pengobatan Nabawi untuk mengatasi asam urat menggunakan metode Hijamah dan Herbal Islami. ginjal juga akan mengalami gangguan.utama. ginjal tidak akan sanggup mengaturnya sehingga kelebihan itu akan menumpuk pada jaringan dan sendi. Sungguh tidak ada yang dapat memberikan kesembuhan kecuali Allah SWT semata. sehingga bila kandungan purinnya sedikit atau normal. Namun tentunya berkaitan dengan kesembuhan suatu penyakit. misalnya. Gangguan asam urat disebabkan oleh tingginya kadar asam urat di dalam darah.( QS AsySyu’ara’: 80). Penyebab Utama asam urat adalah kelebihan zat purin dalam darah. atau bahkan menyebabkan terbentuknya batu ginjal. yang kemudian bersama unsur darah kotor lainnya dikeluarkan dari tubuh lewat bekam/hijamah. yang menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di daerah persendian sehingga menimbulkan rasa sakit. penyakit ini juga disebut "penyakit para raja" karena penyakit ini diasosiasikan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang enak-enak. Kini. Sementara minyak zaitun sangat efektif untuk menghilangkan rasa sakit dipersendian yang amat mengganggu. Kandungan asam urat yang tinggi menyebabkan nyeri dan sakit persendian yang amat sangat. Selanjutnya disarankan untuk mengkonsumsi herbal-herbal Islami terutama Habbatussauda dan minyak zaitun. manusia sudah memiliki pengetahuan dan cara pengobatan yang mereka peroleh berdasarkan pengalaman. seorang hambatidak boleh bersandar semata dengan pengobatan tertentu. Habbatussauda juga berfungsi menghilangkan rasa nyeri di persendian karena mengandung zat yang memiliki efek anti inflamatori atau anti peradangan. dan tidak boleh meyakini bahwa obatlah yang menyembuhkan penyakitnya. asam urat juga menyerang ibu jari kaki. ibu jari kaki dan pergelangan kaki Anda terasa terbakar. Dulu. Otomatis. Seperti itulah gejala asam urat atau arthritis gout. PENGOBATAN TRADISIONAL DALAM PANDANGAN ISLAM Sebelum islam hadir di tengah-tengah masyarakat. sakit dan membengkak. Bahkan selimut yang Anda gunakan terasa seperti batu yang membebani kaki Anda. tubuh bisa membuangnya lewat ginjal. Namun seharusnya ia bersandar dan berantung kepada Dzat yang memberikan penyakit dan yang menurunkan obatnya sekaligus yaitu Allah SWT. Kelebihan purin ini harus dikeluarkan dengan cara dibekam/hijamah bersama unsur-unsur kotor lainnya dalam darah. Contoh pengobatan Nabi untuk asam urat Asam urat sudah dikenal sejak 2. Asam urat adalah hasil metabolisme tubuh oleh salah satu unsur protein (zat purin) dan ginjal adalah organ yang mengatur kestabilan kadarnya dalam tubuh dan akan membawa sisa asam urat ke pembuangan air seni. Gangguan asam urat ditandai dengan suatu serangan tiba-tiba di daerah persendian.000 tahun yang lalu dan menjadi salah satu penyakit tertua yang dikenal manusia. asam urat bisa menimpa siapa saja. Dia lah yang meyembuhkan ku”. Selain rasa sakit di persendian.

Cordova dan Granada di spanyol merupakan pusat ilmu yang di datnangi oleh ahli-ahli barat. lemah badan. Pengobatan modern menurut pandangan islam adalah segala tekhnik pengobatan yang berdasarkan hasil dari befikir dan mengembangkan ilmu dan pengetahuan dalam bidang kesehatan dengan mengandalkan akal yang telah diberikan oleh Allah SWT untuk di kembang kan dan di amalkan guna manusia dan alam sekitarnya. magic dan statis serta tidak di ajarkan. Yunani dan hindia. mistik. setelah dimulai pada masa khalifah umayyah. yang mendirikan perumahan untuk merawat penderita kusta. Perkembangan yang pesat terjadi pada daulah abbasiyah. Pengobatan tradisional lainnya adalah pijat (massage) bagi yang patah tulang atau acupressure dengan menekan bagian tubuh tertentu atau dengan nama lain akupuntur yang berasal dari cina. Pada saat itu muncullah dokter-dokter muslim dengan kualitas internasional seperti Ibnu Uthal dan Wahid Abdul Malik. “Agama itu akal dan tidak ada agama bagi yang tidak berakal” Inilah dorongan untuk membangun ilmu pengetahuan (science). Dan merupakan perkembangan hasil dari kerja akal manusia yang diberi kesempatan untuk aktif memikirkan dan merenungkan kehidupan ini. Pada waktu islam berkembang keluar jazirah arab. Ada pengobatan tradisional lain yang tidak menghubungkan diri dengan ruh halus sebagai penyebabnya. Jampi-jampi dan rajah serta azimat dilarang oleh islam. Karena semua itu membawa manusia kepada perbuatan syirik. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa pengobatan tradisional ini dimanapun (termasuk di Indonesia). PENGOBATAN MODERN DALAM PANDANGAN ISLAM Pengobatan modern berasal dari pengobatan tradisional. melarang jampi-jampi atau mantera-mantera yang membawa kepada syirik. adalah yang primitif. jadi tidak ilmiah dan spekulatif. Ibnu Al Baytan yang dirinya dengan mengumpulkan tanaman-tanaman berkhasiat bagi pengobatan dan sebagainya. Jamu bukan mistik dan bukan pula magic. umat islam bertemu dengan pengobatan Persia. yakni meletakkan besi panas di atas bagian tubuh yang sakit. Masalah ini haruslah dikerjakan oleh manusia dengan akal. Untuk obat rohaniah adalah membaca Al-Qur’an dan untuk fisik adalah materi contohny madu. Obatnya ialah berupa daundaunan sebagai jamu.tradisionalyang banyak berdasarkan pada kegelapan mistik. Garis-garis besar pengobatan tradisional yang diajarkan Rasul diantaranya melarang “Kai”. Pada dasarnya obat tradisional seperti ini diperbolehkan dalam islam selama tidak merusak diri sendiri dan orang lain serta tidak membawa kepada perbuatan syirik. tetapi tetapi berupa pengobatan alamiah atau yang berasa dari alam. Yaitu hanya berdasarkan gejala / keluhan penat-penat. Nabi menjelaskan bahwa ada dua macam penyakit sesuai dengan keadaan manusia yang terdiri dari tubuh jasad dan tubuh rohani. . pada periode abbasiyah mereka mendirikan rumah sakit modern di Baghdad.dsb. Perlu diketahui Allah menurunkan segala penyakit tanpa menjelaskan secara terperinci mengenai jenis penyakitnya dan Allah menurunkan obatnya tanpa menyebutkan apa obatnya dan bagaimana cara memakainya. Mereka menyerap segala macam pengobatan itu serta menyesuaikannya dengan ajaran islam. dan juga bekam. ilmu dan penyelidikan yang sekarang dinamai science bersama teknologinya. termasuk pengetahuan pengobatan (medical science).

objektif dan islami.com/2009/11/pengobatan-menurut-pandangan-islam.html .Perhatikanlah kedahsyatan islam yang dapat mengubah manusia jahiliyah penyembah berhala menjadi ilmiah yang selalu mengingat kepada keMahabesaran Allah. DISUSUN OLEH : NAMA : DIAH AYU DWIJAYANTI http://binmuhsinhabbatussauda.blogspot. Mereka mengubah pengobatan istik dan spekulatif-magic menjadi pengobatan ilmiah yang tepat.