P. 1
Makalah Etika Profesi Hukum Baru

Makalah Etika Profesi Hukum Baru

|Views: 211|Likes:
Published by Fitria Novita

More info:

Published by: Fitria Novita on Dec 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar belakang Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Manusia merupakan makhluk yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia dikaruniai oleh Allah SWT akal, perasaan, dan kehendak yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya tersebut. Menurut Abdulkadir Muhammad, akal adalah alat berpikir, sebagai sumber ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan akal, manusia menilai mana yang benar dan mana yang salah, sebagai sumber nilai kebenaran. Perasaan adalah lat untuk menyatakan keindahan sebagai sumber seni. Dengan perasaan, manusia menilai mana yang indah (estetis) dan yang jelek. Kehendak adalah alat untuk menyatakan penilaian, sebagai kebaikan. Dengan kehendak, manusia menilai mana yang baik dan yang buruk, sebagai sumber nilai moral.1 Dalam kehidupan manusia disadari bahwa yang benar, yang indah, dan yang baik itu menyenangkan, membahagiakan, menentramkan,

danmemuaskan manusia. Sebaliknya yang salah, yang jelek, dan yang buruk itu menyengsarakan, menyusahkan, dan membosankan manusia. Dari dua hal yang bertolak belakang ini, manusia adalah sumber penentu dan

1

Abdulkadir Muhammad, Etika Profesi Hukum, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1997, hlm. 2.

1

menimbang, menilai , memutuskan untuk memilih mana yang paling menguntungkan (nilai moral). Maka dari itu, manusia harus beretika dalam hal apapun, karena pengertian etika itu sendiri adalah ilmu pengetahuan tentang asas – asas ( moral ). Dimana sifat itu hanya dimiliki oleh manusia. Etika moral berkenaan dengan kebiasaan berprilaku baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Apabila etika itu dilanggar, timbullah kejahatan, yaitu perbuatan yang tidak baik dan tidak benar. Kebiasaan ini berasal dari kodrat manusia yang disebut moral. Contoh moral itu adalah, berkata dan berbuat jujur, menghormati orangtua atau guru, menghargai orang lain, membela kebenaran dan keadilan, menyambut anak yatim piatu. Dalam perkataan sehari-hari, sering orang salah atau mencampuradukkan antara kata tika dan etiket. Kata etika berarti moral, sedangkan kata etikat berarti sopan santun, dan tata karma. Maka dari itu dalam makalah saya perlu dikaji lagi tentnag etika, agar orang mempunyai etika dalam kehidupannya2. Dari latar belakang diatas maka saya akan mencoba membahas tentang etika profesi dan eksistensinya dalam profesi hukum. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian diatas, maka untuk memeudahkan dalam

pembahasan penulis merumuskan masalah diantra lain sebagai berikut : 1. Apa pengertian etika profesi hukum ?
2

Ibid.

2

Untuk mengetahui apa pengertian etika profesi hukum.2. Apa Fungsi dari kode etik profesi hukum ? 3. Untuk mengetahui eksistensi dari etika profesi hukum 3 . Untuk mengetahui fungsi dari adanya kode etik profesi hukum. 2. TUJUAN PENULISAN Berdasarkan perumusan masalah diatas. maka tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut : 1. 3. Bagaimana eksistensi dari etika profesi hukum ? C.

nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. watak. sikap. (WJS. Aristoteles adalah filsuf pertama yang berbicara tentang etika secara kritis.BAB II PEMBAHASAN A. Aristoteles dalam konteks ini lebih menyoal tentang 3 Suhrawardi K.Hlm 1 4 . aristoles pula filsuf pertama yang menempatkan etika sebagai cabang filsafat tersendiri. Lubis. perasaan.H. yang menentukan bagaimana patutnya manusia hidup dalam masyarakat. adat. Pengertian Etika WJS.3 Etika atau dalam bahasa Inggris disebut Ethics yang mengandung arti : Ilmu tentang kesusilaan.Etika Profesi Hukum. dan komprehensif. ilmu tentang apa yang baik dan buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dgn akhlak. PENGERTIAN ETIKA PROFESI HUKUM 1. reflektif. akhlak.1986 : 278). Poerwadarminta . Poerwadarminta dalam Kamus Umum bahasa Indonesia mengemukakan bahwa pengertian etika adalah : ilmu pengetahuan tentang asas – asas ( moral ).S. Secara etimologis etika berasal dari bahasa Yunani kuno Ethos yang berarti kebiasaan.

apakah perilaku itu mengandung kemanfaatan atau kerugian bagi orang lain. profesi kedokteran. menurut Budi Santoso ciri-ciri profesi adalah : a. manusia ingin meraih apa yang apa yang disebut nilai (value). profesi pendidikan (guru).4 jenis profesi yang dikenal antara lain : profesi hukum. karena dalam perilaku manusia menampakkan berbagai model pilihan atau keputusan yang masuk dalam standar penilaian atau evaluasi. yakni hidup yang bermutu/bermakna ketika manusia itu mencapai apa yang menjadi tujuan hidupnya.Hlm. dan yang menjadi tujuan akhir hidup manusia adalah kebahagiaan. Pengertian Profesi Profesi dalam kamus besar bahasa indonesia adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan. profesi bisnis. eudaimonia. Menurut Aristoteles meraih apa yang mencapai tujuan hidupnya berarti manusia itu mencapai dirinya sepenuh-penuhnya. 5 . kejuruan dan sebagainya) tertentu. 2. suatu bidang yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus menerus dan berkembang dan diperluas.hidup yang baik dan bagaimana pula mencapai hidup yang baik itu. Perilaku menjadi obyek pembahasan etika. 4 Kamus Besar Bahasa Indonesia.789.

tentang apa yang baik dan apa yang buruk. 1. j. Dengan pengertian etika dan profesi diatas. i. sesuai dengan keperluan hukum bagi masyarakat Indonesia dewasa ini dikenal beberapa subyek hukum 6 . beberapa standar dan pernyatan tentang etika yang dapat diselenggarakan. suatu teknis intelektual. maka dapat diambil pengertian etika profesi hukum. hubungan erat dengan profesi lain. c. asosiasi dari anggota-anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang akrab dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggota. perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi.b. d. suatu periode panjang untuk suatu pelatihan dan sertifikasi. Jadi etika profesi hukum adalah Ilmu tentang kesusilaan. f. yang patut dikerjakan seseorang dalam jabatannya sebagai pelaksana hukum dari hukum yang berlaku dalam suatu negara. g. kemampuan memberi kepemimpinan pada profesi sendiri. e. penerapan praktis dari teknis intelektual pada urusan praktis . pengakuan sebagai profesi.

keempat.M. Sikap adil.. ketiga. Jaksa. artinya tidak menanggapi hukum secara formal belaka.Hlm. b. dapat ditegakkannya (keinginan) hidup 5 .melainkan kebenaran yang sesuai dengan hati nurani.artinya mencari pertimbangan untuk menentukan keadilan dalam suatu perkara konkrit.dalam Supriadi. c. Sikap jujur. Menurut Notohami djodjo dalam melaksanakan kewajibannya professional hukum perlu memiliki5: a. kejujuran.Hum. kedua. pertama.S.berpredikat profesi hukum yaitu : Polisi. dengan dipakainya etika dalam seluruh sektor kehidupan manusia baik mikro maupun makro diharapakan dapat terwujud pengendalian. Notohamidjojo.. pengacara). keterbukaan dan keadilan. Urgensi etika adalah. pengawasan dan penyesuaian sesuai dengan panduan etika yang wajib dipijaki.Etika dan Tanggung Jawab Profesi Hukum di Indonesia. Sikap manusiawi. berpolitik baik dalam lingkup mikro maupun makro harus selalu berlandaskan nilai-nilai etika. pola hidup. aktivitas. d. Notaris.H. Polisi.artinya mencari kelayakan yang sesuai dengan perasaan masyarakat. 66 7 . Penasihat hukum (advokad. Seluruh sektor kehidupan. Jaksa.artinya menyatakan sesuatu itu benar menurut apa adanya dan menjauhi yang tidak benar dan tidak patut. dapat ditegakkan nilai-nilai dan advokasi kemanusiaan. terjadinya tertib kehidupan bermasyarakat. Sikap patut.

Dengan berpegang pada etika. jauh dari keinginan untuk melakukan pengrusakan dan kekacauan kekacauan. bahwa urgensi etika berkaitan dengan kepedulian dan tuntutan memperhatikan orang lain. arif dan bijak bilamana ada ketentuan secara normatif yang merumuskan bahwa hal itu bertentangan 8 . yang tidak didasarkan oleh egoisme atau kepentingan individu. Dalam hal ini etika menekankan pembicaraannya pada konstitusi soal baik buruknya perilaku manusia. kelima. Keduanya memiliki kesamaan substansial dan orientasi terhadap kepentingan dan tata kehidupan manusia. Perbuatan manusia dapat disebut baik. bahwa ada titik temu antara etika dan dengan hukum. Aristoteles berpendapat bahwa tata pegaulan dan penghargaan seorang manusia. Urgensi atau pentingnya ber'etika sejak jaman Aristoteles menjadi pembahasan utama dengan tulisannya yang berjudul " Ethika Nicomachela". dapat dihindarkan terjadinya free fight competition dan abus competition dan terakhir yang dapat ditambahkan adalah penjagaan agar tetap berpegang teguh pada norma-norma moral yang berlaku dalam masyarakat sehingga tatanan kehidupan dapat berlangsung dengan baik. yaitu memperhatikan orang lain. akan tetapi didasarkan pada hal-hal yang altruistik. Berlandaskan pada pengertian dan urgensi etika.manusia. kehidupan manusia manjadi jauh lebih bermakna. maka dapat diperoleh suatu deskripsi umum. Pandangan aristoles ini jelas.

Fungsi Kode Etik Profesi Hukum Pengertian kode etik profesi menurut Abdul Kadir Muhammad. B. Paul Scholten menyebutkan. Pendapat Scholten menunjukan bahwa titik temu antara etika dengan hukum terletak pada muatan substansinya yang mengatur tentang perilaku-perilaku manusia. yaitu ada aturan yang mengharuskan untuk diikuti. ada keharusan. serta sanksi-sanksi. misalnya yang merugikan dan melanggar hakhak orang lain. Kode etik profesi dapat berubah 9 . kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena di hasilkan berdasarkan penerapan pemikiran etis atas suatu profesi. sedangkan di sisi lain ada aturan yang melarang seseorang menjalankan sesuatu kegiatan. baik hukum maupun etika kedua-duanya mengatur perbuatanperbuatan manusia sebagai manusia. Sementara keterkaitannya dengan hukum. perintah dan larangan. Begitupun seorang dapat disebut melanggar etika bilamana sebelumnya dalam kaidah-kaidah etika memeng menyebutkan demikian.dengan pesan-pesan etika. apa yang dilakukan oleh manusia selalu mendapatkan koreksi dari ketentuan-ketentuan hukum dan etika yang menentukannya.

hakikat manusia adalah mahkluk yang menyadari bahwa yang benar.S. 2. Usaha penyelesaiannya adalah tidak lain harus kembali kepada hakikat manusia dan untuk apa manusia itu hidup.H. Adanya berbagai ideologi yang menawarkan diri sebagai penuntun hidup yang masing-masing dengan alasannya sendiri mengajarkan bagaimana manusia harus hidup.H.dan di ubah seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga anggota kelompok profesi tidak akan ketinggalan jaman..M. Etika sangat diperlukan karena beberapa pertimbangan (alasan) berikut : 1. sehingga kita bingung harus mengikuti moralitas yang mana.6 Terjadinya pelanggaran nilai moral dan nilai kebenaran karena kebutuhan ekonomi yang terlalu berlebihan dibandingkan dengan kebutuhan psikis yang seharusnya berbanding sama.dalam Supriadi. Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur kebutuhan dan nilai masyarakat yang akibatnya menantang pandangan-pandangan moral tradisional. Kita hidup dalam masyarakat yang semakin pluralistik. 6 Abdul kadir Muhammad. 3. juga dalam bidang moral.Hlm 23 10 . yang indah dan yang baik adalah keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kebutuhan psikis dan inilah yang menjadi tujuan hidup manusia.

ada sasaran konvergensi tanggung jawab yang dituju. 2. lembaga dan masyarakat pun secara terbuka mengetahui hak . Membantu tenaga ahli dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat jika menghadapi problem dalam pekerjaannya. pengemban profesi mendapatkan kejelasan informasi dan "buku pedoman" mengenai kewajiban yang harus dilaksanakan. Menjelaskan atau menetapkan tanggung jawab kepada klien. Ada dimensi fungsional mengapa etika itu perlu dituangkan dalam kode etik profesi : 1. kelembagaan dan masyarakat dapat ditentukan dan diperjuangkan. dilain pihak mau berpastisipasi tanpa takut-takut dan dengan tidak menutup diri dalam semua dimensi kehidupan masyarakat yang sedang berubah itu.haknya. institusi dan masyarakat. yakni bagaimana hak-hak istimewa klien. sementara klien.4. Etika juga diperlukan oleh kaum beragama yang di satu pihak diperlukan untuk menemukan dasar kemantapan dalam iman kepercayaan mereka. Problem yang dihadapi seperti munculnya kasus-kasus hukum baru yang penanganannya membutuhkan kehadiran ahli atau diluar kemampuan spesifikasi adalah membutuhkan pedoman 11 .

3. Kode etik sebagai sarana kontrol sosial. 7 Ibid. Kode etik memberikan semacam kriteria bagi para calon anggota kelompok profesi dan membantu mempertahankan pandangan para anggota lama terhadap prinsip profesional yang telah digariskan. Sebagai rujukan untuk menjaga prestasi dan reputasi. sehingga kalau sampai terjadi seorang ahli itu misalnya tidak mampu menyelesaikan problem yang dihadapinya tidaklah lantas dipersalahkan begitu saja.Hlm 24 12 . Pengemban profesi (hukum) mendapatkan pijakan yang dapat dijadikan acuan untuk mengamati perilaku sesama pengemban profesi yang dinilai melanggar hukum.. 4. akan lebih mudah ditentukan bentuk. Ada beberapa fungsi kode etik7 : 1. arah dan kemanfaatan penyelenggaraan profesi hukum. baik secara individu maupun kelembagaan.yang jelas untuk menghindari terjadinya kesalahan dan kekeliruan. Dengan keberadaan kode etik. Diorientasikan untuk mendukung profesi secara bermoral dan melawan perilaku melanggar hukum dan indispliner dari anggota-anggota tertentu.

13 .2. 3. Kalau itu merupakan kode etik profesi hukum. kode etik adalah untuk pengembangan patokan kehendak yang lebih tinggi. Kode etik ini dasarnya adalah suatu perilaku yang sudah dianggap benar serta berdasarkan metode prosedur yang benar pula. Kode etik profesi dapat dijadikan pedoman untuk memberdayakan. Kode-kode etik profesi mencegah pengawasan atau campur tangan yang dilakukan oleh pemerintah atau oleh masyarakat melalui agen atau pelaksanannya. pengemban profesi dituntut meningkatkan karier atau prestasi-prestasinya. kemahiran. maka pengemban profesi hukum dituntut menyelaraskan tugas-tugasnya secara benar dan bermoral. Dengan kode etik. sikap elit kekuasaan terkadang bukan hanya tidak menghiraukan norma moral dan yuridis. spesifikasi atau keahlian yang sudah dikuasai oleh pengemban profesi. tetapi juga mempermainkannya. khususnya ketika berhadapan dengan tantangan yang bersumber dari komunitas elit kekuasaan. Kode etik menjadi terasa lebih penting lagi kehadirannya ketika tantangan yang menghadang profesi hukum makin berat dan kompleks.

C. Istilah-istilah yang bermunculan di masyarakat pun tidak berbeda dengan apa dengan apa yang dialami dengan istilah hukum. yakni seiring dengan perkembangan (dinamika) yang terjadi dalam realitas kehidupan masyarakat. dan transformasi kultural. agama. politik dan ekonomi yang berlangsung cepat telah memberikan pengaruh yang cukup kuat terhadap pertumbuhan dan 14 . Dalam setiap masyarakat. disana ada hukum) sebenarnya mengungkapkan bahwa hukum adalah suatu gejala sosial yang bersifat universal. Bentuk dan wujudnya berbeda-beda. politik. Di tengah masyarakat terdapat pelaku-pelaku sosial. tergantung pada tingkat kemajemukan dan peradapan masyarakat yang bersangkutan. industrialisasi atau bisnis media. EKSISTENSI KODE ETIK PROFESI Pameo "ubi societas ibi ius" (dimana ada masyarakat. dan lainnya. terdapat gejala sosial yang disebut hukum. apapun namanya. ekonomi. yang bisa saja melahirkan istilahistilah atau makna varian sejalan dengan tarik menarik kepentingan. Perkembangan istilah-istilah yang diadaptasikan dengan dinamika sosial budaya masyarakat kerapkali menyulitkan kalangan ahli-ahli bahasa. Perkembangan pers yang mengikuti target-target globalisasi informasi. terutama bila dikaitkan dengan penggunaan bahasa yang dilakukan di lingkungan jurnalistik media cetak. mulai dari yang paling modern sampai pada masyarakat yang primitif. budaya.

15 . perilaku dan pengambilan keputusan. berhak atas upah serta syarat-syarat perjanjian kerja yang sama. 4. Kata pekerjaan itu sebagai hak (right) secara yuridis juga dapat ditemukan dalam pasal 38 Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 sebagai berikut : 1. atau kosakata. Setiap orang. 3. 2. baik pria maupun wanita. kecakapan dan kemampuan. sebanding. baik pria maupun wanita yang melakukan pekerjaan yang sama. dalam melakukan kerja yang sepandan dengan martabat kemanusiaan berhak atas upah yang adil sesuai dengan prestasinya dan dapat menjamin kelangsungan kehidupan keluarganya.pergeseran serta pengembangan makna. Kata profesi mudah digunakan sebagai pembenaran terhadap aktifitas tertentu yang dilakukan seseorang atau sekumpulan orang. perbuatan. setara atau serupa. sesuai dengan bakat. berhak atas pekerjaan yang layak. Setiap orang berhak. istilah. Misalnya kata profesi cukup gampang diangkat dan dipakai oleh bermacam-macam pekerjaan. Setiap orang. Setiap orang berhak dengan bebas memilih pekerjaan yang disukainya dan berhak pula atas syarat-syarat ketenagakerjaan.

Hal ini juga berarti.dalam Supriadi.Hum.M. manusia juga dapat berbuat amal bagi sesamanya..Etika dan Tanggung Jawab Profesi Hukum di Indonesia.S.16. Dengan kerja. Pengetahuan 2. Dengan bekerja.Thomas Aquinas menyatakan. orang dapat memenuhi apa yang yang menjadi kebutuhan hidup sehari-harinya. 4. Penerapan keahlian (competence of application) 3. maka kemungkinan timbulnya kejahatan (pelanggaran hukum) dapat dihindari pula.. Tanggung jawab sosial (social responsibility) 8 Liliana tedjosaputro. 2. Dengan surplus hasil kerjanya. dengan tidak adanya pengangguran. Menurut Liliana Tedjosaputro.H. 16 . Hlm. orang dapat mengontrol atau mengendalikan gaya hidupnya. maka pengangguran dapat dihapuskan/dicegah. Dengan adanya lapangan pekerjaan. bahwa setiap wujud kerja mempunyai empat tujuan sebagaimana berikut : 1. 3. suatu lapangan kerja itu dapat dikategorikan sebagai profesi diperlukan8 : 1.

4. 7. Lubis. Asosiasi dari anggota-anggota profesi menjadi suatu kelompok yang akrab dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggota. apalagi jika dikaitkan dengan eksistensi konstitusional kenegaraan yang telah 9 Suhrawardi K. Beberapa standar dan pernyataan tentang etika profesi yang dapat diselenggarakan.S. 5.12 17 . 6. Suatu teknik intelektual. pengakuan oleh masyarakat (social sanction) Ciri-ciri khas profesi dalam international encyclopedia of education adalah sebagai berikut9 : 1. self control 5. Suatu bidang yang terorganisasi dari teori intelektual yang terus menerus berkembang dan diperluas. Hubungan yang erat dengan profes Profesi hukum memiliki tempat yang istimewa ditengah masyarakat.H. Penerapan praktis dan teknik intelektual pada urusan praktis. 2. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi. 10. Kemampuan memberi kepemimpinan pada profesi sendiri.Hlm. 9. 3.. 8. Pengakuan sebagai profesi. 4. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikatisasi.

hukum yang sedang berlaku dan diikuti dengan aspek aplikatifnya menjadi substansi profesi hukum. Pemerintah dan negaranya. 18 . menurut Wawan Setiawan. Klien dan masyarakat yang dilayaninya. yang kemudian melahirkan pelaku hukum yang handal. Profesi hukum pun berangkat dari suatu proses.mendeklarasikan diri sebagai negara hukum (rechstaat). Sesama profesi dan kelompok profesinya. 3. Tanggung jawab seorang yang profesional. Penguasaan terhadap perundang-undangan. paling tidak harus bertanggung jawab kepada : 1. 2.

2. yang patut dikerjakan seseorang dalam jabatannya sebagai pelaksana hukum dari hukum yang berlaku dalam suatu Negara. kita hidup dalam masyarakat yang semakin pluralistik. maka akan terjadi bias dalam proses interaksi itu. tentang apa yang baik dan apa yang buruk. sehingga kita bingung harus mengikuti moralitas yang mana. Adapun pengertian dari etika profesi hukum adalah Ilmu tentang kesusilaan.BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Kehidupan manusia dalam melakukan interaksi sosialnya selalu akan berpatokan kepada norma atau tatanan hukum yang berada dalam masyarakat tersebut. juga dalam bidang moral. Etika sangat diperlukan karena beberapa pertimbangan (alasan) berikut : 1. 19 . Modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur kebutuhan dan nilai masyarakat yang akibatnya menantang pandangan-pandangan moral tradisional. Manakala manusia melakukan interaksinya tidak berjalan dalam kerangka norma atau tatanan yang ada.

Adanya berbagai ideologi yang menawarkan diri sebagai penuntun hidup yang masing-masing dengan alasannya sendiri mengajarkan bagaimana manusia harus hidup. SARAN Profesi Hukum adalah profesi yang mulia dan terhormat (officium nobel ) karna bertujuan menegakkan hukum dan keadilan dalam kehidupan masyarakat. profesi yang seharusnya dapat secara adil menyelesaikan persoalan-persoalan hukum di Negara ini kerap mendapat sorotan negatif dari masyarakat. B. Harapan masyarakat di Negara ini agar para pekerja di profesi hukum dapat benar-benar menjalani perannya secara adil dan menegakkan keadilan 20 . Etika juga diperlukan oleh kaum beragama yang di satu pihak diperlukan untuk menemukan dasar kemantapan dalam iman kepercayaan mereka.Hal ini disebabkan banyak professional hukum yang kurang mendalami atau menjiwai secara sungguh-sungguh kode etik dari profesi hukum yang dijalankan.3. Ironisnya. dilain pihak mau berpastisipasi tanpa takut-takut dan dengan tidak menutup diri dalam semua dimensi kehidupan masyarakat yang sedang berubah itu.

21 .yang sesungguhnya dan dapat menjiwai secara sungguh-sungguh kode etik dalam menjalankan profesinya.

1994. http//www.Pengertian etika profesi hukum UU No 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusi 22 . 1997. Etika Profesi Hukum .Jakarta: Rineka Cipta.Jakarta: Sinar Grafika.DAFTAR PUSTAKA K.id. . Etika Profesi Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.Etika dan Tanggung Jawab Profesi Hukum di Indonesia.2008. Supriadi.Etika Filsafat Tingkah Laku. Abdulkadir Muhammad.google.Lubis Suhrawardi.2003.Jakarta:Sinar Grafika. Poedjawiyatna.co.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->