LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

Stokiometri dan Reaksi Kimia

DISUSUN OLEH: Farisman Hidayah A4111176

DOSEN PEMBINA : Rohimatush Shofiyah, S.Si, M.Si

PROGRAM STUDI TEKNIK PRODUKSI BENIH JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN POLITEKNIK NEGERI JEMBER 2012

Pentingnya pengetahuan tersebut akan menjadi dasar manusia dalam melakukan percobaan-percobaan yang berguna bagi kehidupan manusia itu sendiri.2 Perumusan Masalah 1. Bagaimanakah proses-proses yang terjadi pada suatu perubahan ? 3. namun kebanyakan orang tidak menyadari akan hal tersebut. Sedangkan pengamatan secara kuantitatif dapat diketahui dengan menghitung jumlah zat yang terurai maupun jumlah zat yang terbentuk. persen berat dan volume ( % ) dll. Mahasiswa dapat menjelaskan suatu sistem reaksi kimia mencapai titik stokiometri . Untuk itu perlu mengetahui konsep-konsep dasar perhitungan kimiawi seperti Molaritas ( M ). normalitas ( n ). oksidasi – reduksi. adanya gelembung-gelembung udara dll. Pada percobaan kimia terdapat bermacam-macam reaksi seperti reaksi pengendapan. pembentukan gas. Pengamatan kualitatif dapat dilakukan dengan melihat perubahan warna. Pendalaman terhadap ilmu pengetahuan alam terutama di cabang ilmu kimia akan memberikan wawasan terhadap manusia akan proses-proses perubahan yang terjadi disekitar hidupnya yang ada kaitannya dengan proses kimia. Mahasiswa dapat mengerti cara-cara perhitungan reaksi-reaksi kimia 3.3 Tujuan 1.1 Latar Belakang Didalam kehidupan kita sehari-hari kita akan selalu dipertemukan dengan hal-hal yang berkaitan dengan reaksi kimia.BAB 1 PENDAHULUAN 1. Apa yang dimaksud dengan titik stokiometri ? 1. 1. pembentukan senyawa kompleks dll yang dapat diamati secara kualitatif dan kuantitatif. Reaksi apakah yang terjadi pada perubahan suatu objek ? 2. Mahasiswa dapat mengenali reaksi-reaksi kimia berdasarkan perubahan yang terjadi 2. molalitas (m ).

Dapat mengaplikasikan bagaimana kejadian – kejadian yang menyangkut proses kimia 2. Dapat mengaplikasikan pada kehidupan bermasyarakat dengan pengembangan berkonsep kimia .1.4 Manfaat 1.

Menurutnya stoikiometri adalah ilmu tentang pengukuran perbandingan kuantitatif atau pengukuran perbandingan antar unsur kimia yang satu dengan yang lain. berapa gramkah zat B yang akan dihasilkan? Untuk menjawab pertanyaan itu kita memerlukan stoikiometri.BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. Kata stoikiometri berasal dari bahasa Yunani yaitu stoicheon yang artinya unsur dan metron yang berarti mengukur. Pada pembelajaran ini kita akan mempelajari terlebih dahulu mengenai asas-asas stoikiometri. baik sebagai pereaksi maupun sebagai hasil reaksi. Stoikiometri erat kaitannya dengan perhitungan kimia. baik sebagai pereaksi maupun sebagai hasil reaksi. Untuk menyelesaikan soalsoal perhitungan kimia digunakan asas-asas stoikiometri yaitu antara lain persamaan kimia dan konsep mol. misalnya perbandingan atom H dan atom O dalam molekul H2O.1 Teori Dasar Salah satu aspek penting dari reaksi kimia adalah hubungan kuantitatif antara zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia. Perlu disadari bersama bahwa ukuran materi yang . Jeremias Benjamin Richter (17621807) adalah orang yang pertama kali meletakkan prinsip-prinsip dasar stoikiometri. Mengapa kita harus mempelajari stoikiometri? Salah satu alasannya. Pertanyaan yang sering muncul adalah jika kita memiliki sejumlah gram zat A. karena mempelajari ilmu kimia tidak dapat dipisahkan dari melakukan percobaan di laboratorium. Stoikiometri (stoi-kee-ah-met-tree) merupakan bidang dalam ilmu kimia yang menyangkut hubungan kuantitatif antara zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia. Seorang ahli Kimia Perancis. kemudian setelah itu kita akan mempelajari aplikasi stoikiometri pada perhitungan kimia beserta contoh soal dan cara menyelesaikannya. Stokiometri juga menyangkut perbandingan atom antar unsur-unsur dalam suatu rumus kimia. Stokiometri atau Hitungan kimia adalah cara-cara perhitungan yang berorientasi pada hukum-hukum dasar ilmu kimia. Adakalanya di laboratorium kita harus mereaksikan sejumlah gram zat A untuk menghasilkan sejumlah gram zat B.

Rumus empiris dapat ditentukan dari data: (1) macam unsur dalam senyawa (analisis kualitataif). Ubahlah perbandingan mol yang diperoleh menjadi bilangan sederhana.1. . sehingga ada satuan khusus untuk menunjukkan jumlah maupun konsentrasi suatu zat. (3) massa atom relatif unsur-unsur yang bersangkutan. Rumus molekul menggambarkan jumlah atom tiap unsur yang membentuk molekul senyawa. 2. 3. Tentukan massa setiap unsur dalam sejumlah massa tertentu senyawa 2. (2) persentase komposisi unsur (analisis kuantitaif).1 Rumus Empiris dan Rumus Molekul Rumus empiris merupakan rumus perbandingan paling sederhana dari atom-atom berbagai unsur dalam senyawa. Rumus molekul merupakan kelipatan bilangan bulat dari rumus empirisnya. Disamping itu suatu unsur memiliki masa atom relatif (Ar) yang khas begitupula massa molekul relatif (Mr) suatu senyawa dan semua ini terkait dengan konsep mol. Kelipatan bilangan bulat tersebut bisa dinyatakn dengan n. Cara menentukan rumus empiris suatu senyawa dapat dilakukan sesuai tahap berikut ini : 1. Rumus empiris dapat ditentukan dengan rumus molekul. Bagilah massa setiap unsur dengam massa atom relatifnya sehingga diperoleh perbandingan mol setiap unsur. Apabila rumus empiris serta massa molekul relatif diketahui.dipelajari dalam kimia begitu sangat kecilnya. maka rumus molekul suatu senyawa dapat ditentukan.

1 M 0.1 Peralatan .CaCO3 .2.Breaker Glass 3.2 Prosedur Penelitian 3.2.1 M dan 1 M 0.Tabung Reaksi .Pipet Tetes .Pipa U atau Selang .AgNO3 .1 M 0.NaOH .1 M 0.HCl .K2CrO4 .1 Perubahan Bilangan Oksidasi Siapkan 2 tabung reaksi diisi masing-masing dengan 1 ml 0. Larutan tabung A dituangkan ke C dan Tabung B dituangkan ke D.1 M 0.Bunsen . tabung C ditambahkan HCl 1 M 5 tetes dan Tabung D ditambahkan NaOH 1 M 5 tetes.BAB 3 METODOLOGI 3. . Amati Perubahan warna yang terjadi.2. Siapkan 2 tabung reaksi diisi masing-masing dengan 1 M K2CR2O7 diberi label C dan D.1 M 1 M 3.1 M K2CRO4 diberi label A dan B. Amati perubahan warna yang terjadi.Pipet Volume .1 M 0.BaOH . Amati perubahan warna yang terjadi.H2SO4 0.2 Bahan .1 Peralatan dan Bahan 3. Tabung A ditambahkan HCl 1 M 5 tetes dan tabung B ditambahkan NaOH 1 M 5 tetes.K2Cr2O7 .

2.2.3 Reaksi peruraian Siapkan 2 tabung reaksi A dan B.1 M HCl 1 ml dan B diisi BaOH 0. Kemudian A dipanaskan dengan bunsen dan amati gas terbentuk dalam BaOH.1 M dan ditambahkan 10 tetes AgNO3 0. 3.3. - Dari data yang ada dibuat grafik hubungan suhu vs H2SO4 Dari ketiga campuran yang ada tentukan yang mencapai titik stokiometri. .1 M sebanyak 1 ml.4 Variasi Kontinyu (Sistem Campuran H2SO4 dan NaOH) Siapkan larutan 1 M H2SO4 dan NaOH Siapkan campuran seperti dalam label berikut ini No 1 2 3 ml H2SO4 10 15 20 NaOH 20 15 10 Waktu 2 2 2 - Amati perubahan suhu selang waktu 20 detik selama 2 menit setiap sistem campuran yang dibuat. 3. Amati perubahan yang terjadi.1 M. Kedua tabung dihubungkan dengan pipa kecil.1 M + 0.2 Reaksi Pembentukan Endapan Siapkan 1 tabung reaksi diisi 1 ml Nacl 0.2. A diisi 1 ml CaCO3 0.

3.3 Skema Kerja 3.1 Perubahan Bilangan Oksidasi Persiapan Alat dan Bahan 2 tabung @1 ml 0.3. Tabung A ditambahkan HCl 1 M 5 tetes Tabung B ditambahkan NaOH 1 M 5 tetes Amati perubahan warna 2 Tabung @1 M K2CR2O7 diberi label C dan D tabung A dituangkan ke C tabung B dituangkan ke D tabung C ditambahkan HCl 1 M 5 tetes Tabung D ditambahkan NaOH 1 M 5 tetes Amati perubahan warna SELESAI .1 M K2CRO4 diberi label A dan B.

2 Reaksi Pembentukan Endapan Persiapan alat tabung reaksi diisi 1 ml Nacl 0.1 M Amati Perubahan yang terjadi Selesai .3.3.1 M ditambahkan 10 tetes AgNO3 0.

3.1 M sebanyak 1 ml Dihubungkan dengan pipa A dipanaskan dengan bunsen amati gas terbentuk dalam BaOH. SELESAI 3.4 Variasi Kontinyu Persiapan Alat dan Bahan larutan 1 M H2SO4 dan NaOH .1 M HCl 1 ml B diisi BaOH 0.1 M + 0.3.3 Reaksi peruraian Persiapan Alat dan Bahan 2 tabung reaksi A dan B A diisi 1 ml CaCO3 0.3.

Dicampurkan : No 1 2 3 ml H2SO4 10 15 20 NaOH 20 15 10 Waktu 2 2 2 Amati perubahan suhu selang waktu 20 detik selama 2 menit setiap sistem campuran yang dibuat. Buat Grafik VS H2SO4 tentukan yang mencapai titik stokiometri SELESAI .

1.BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pembahasan *terlampir .

1 M K2CrO4 dengan label B berwarna kuning ditambahkan NaOH 1 M 5 tetes berubah warnanya menjadi kuning encer. Sedangkan pada reaksi keenam tidak terjadi perubahan setelah larutan B ditambahkan dengan larutan D. .1 M K2CrO7 dengan label C berwarna oranye ditambahkan dengan larutan HCl 1 M 5 tetes berubah warnanya menjadi oranye lebih encer.4.1 M K2CrO7 dengan label D berwarna oranye ditambahkan dengan larutan HaOH 1 M 5 tetes berubah warnanya menjadi kuning lebih encer. Perubahan Bilangan Oksidasi Pada percobaan pertama yaitu 1 ml o. Pada percobaan ketiga yaitu 1 ml o.1 M K2CrO4 dengan label A berwarna kuning ditambahkan dengan larutan HCl 1 M 5 tetes berubah warnanya menjadi oranye lebih pekat. Percobaan kelima yaitu penggabungan antara larutan A dengan larutan C yang awalnya berwarna oranye pekat berubah menjadi oranye encer. Pada percobaan keempat yaitu 1 ml o. Pada percobaan kedua 1 ml 0.2 Pembahasan 1.

html http://forumkimia.com/2011/01/rumus-molekul-dan-rumus-empiris.com/2010/10/31/stoikiometri-rumus-kimia-rumus-empirisdan-rumus-molekul-persamaan-reaksi-hipotesis-avogadro/ http://www.sarjanaku.html .vlsm.org/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Kimia/0193%20Kim%202-3b.htm http://wanibesak.multiply.DAFTAR PUSTAKA http://belajar-ilmupendidikan.com/2010/08/pengertian-stoikiometri-dalam.wordpress.com/journal/item/3?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2F item http://free.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful