“Dinamika Sosial, Politik dan Budaya (Seni Islam)”

Tugas ini di ajukan untuk memenuhi Tugas Critical Review Book pada Mata Kuliah “SPI Kawasan Asia Tenggara II” Dosen: Drs. Sudarnoto Abdul Hakim, M. A. Imas Emalia, M. Hum.

Disusun Oleh: Akhmad Yusuf (109022000008)

JURUSAN SEJARAH DAN PERADABAN ISLAM FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2012
0

hal ini dapat dilihat dari backgroundnya sang penulis yang merupakan salah seorang 1 .Judul Buku Penulis Pengantar Penerbit : Seni Kaligrafi Islam : Drs. H. Buku-buku karangannya: Seni Kaligrafi Islam (1985). Selanjutnya menyelenggarakan beberapa pameran dan lomba kaligrafi. Kedua. mengkoordinasi Musabaqah dan Pameran Kaligrafi se-Jakarta. Kuningan. 1. Kaligrafi merupakan pekerjaan ekstra diluar tugas pokoknya memberikan kuliah Bahasa Arab. Belajar Kaligrafi di Pondok Modern Gontor. Buku ini di dalamnya berisi 21 Bab yang di dalamnya terdapat bahasan-bahasan yang lebih khusus lagi. tujuh jilid) dan Dinamika Kaligrafi Arab (1992. Sejak 1987. Ahmad Sadali : Multi Kreasi Singgasana. 1983 menjadi Dewan Hakim kaligrafi pada MTQ Nasional XIII di Padang. No. Didin Sirojuddin AR : Prof. 1985. hal ini dikarenakan penulis benar-benar otoritatif dalam bidang kajian Seni khususnya Kaligrafi Islam. Juni 2012 Tahun Terbit : 2012 Halaman : 10 Hal Tentang Penulis. Sejak mahasiswa aktif menulis kaligrafi murni untuk buku-buku agama dan majalah Islam. Menurut saya buku ini sangat representatif untuk dibaca. Jatim (1969-75) dengan dukungan bakat melukis yang dimilikinya. Pelajaran Kaligrafi Islam (1985. 1983-sekarang mengajar Seni Kaligrafi Islam di Fakultas Adab. lahir 15 Juli 1957 di Desa Karangtawang. ISI Yogyakarta) : TSAQAFA. dulu (kini) ia Dosen Fakultas Adab IAIN (UIN) Jakarta. 1. aktif memberikan ceramah Kaligrafi di banyak kampus. Jawa Barat. sekolah dan kelompok remaja Islam di Jakarta. Memberikan training pengkaderan Kaligrafi. Jurnal Kajian Seni Budaya Islam Vol. Fakultas Seni Rupa. dan lain sebagainya. 1986-sekarang membuka Program Pembinaan Bakat Menulis Kaligrafi Antar Pelajar dan Mahasiswa se-Jabodetabek di IAIN (UIN) Jakarta. mulai sering memamerkan karya lukisnya di berbagai daerah. mendirikan Lembaga Kaligrafi Al-Qur‟an (Lemka) dan memimpinnya sampai sekarang. Jakarta Tahun Terbit : Cet. terjemahan). Dr. Didin Sirojuddin AR. 1987 Hal ISBN : 380 : 979-8066-00-6 Judul Artikel : Kaligrafi Arab Sebagai Karya Seni Penulis Jurnal : Rispul (Staf Pengajar Kriya. dua jilid). Serial Belajar Kaligrafi (1991.

Al Qalqasyandi. Namun juga jika dilihat dari sudut pandang lain cukup mencakup beberapa aspek bidang kajian termasuk sejarah. op. mengenai gambaran umum Seni Kaligrafi Islam melalui pandangan yang disampaikannya dalam buku ini.. Subh Al A‟sya III. h. Para pekabar Arab mencatat. ayat 31). Melalui tulisan ini beliau menyampaikan bagaimana sejarah. budaya dan sosio kultural. bahwa Nabi Adam As-lah yang pertama kali mengenal kaligrafi. sejarah. dinamika sosial budaya dan pemikiran. Ungkapan kaligrafi (dari bahasa Inggris yang disederhanakan. Bahasa Arab sendiri menyebutnya khat yang berarti garis atau tulisan indah. bagaimana cara menulisnya dan menentukan mana yang tidak perlu ditulis. 6-7. Arti seutuhnya “kaligrafi” adalah kepandaian menulis elok. ilmu sosial dan budaya baik dari kalangan pemerhati sejarah. Atau apa-apa yang ditulis di atas garis-garis. equator atau khatulistiwa terambil dari kata Arab “khattul istiwa”. calligraphy) diambil dari kata latin “kalios” yang berarti indah dan “graph” yang berarti tulisan atau aksara. tentang siapa yang mula-mula menciptakan kaligrafi.” seperti diterangkan dalam Al-Qur‟an (Surat Al Baqarah. serta orang-orang yang terkait dengan seni. atau tulisan elok. 2 . cit. Secara umum buku ini merupakan buku yang kompeten dan sangat baik untuk dibaca bagi berbagai kalangan khususnya sejarawan dan budayawan.1 bab “Hasr Al „Ulum” sebagai berikut: “Khat/Kaligrafi adalah suatu ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal. Garis lintang. mahasiswa dan dosen untuk memahami esensi dari Seni Kaligrafi Islam itu sendiri. Dikatakan bahwa 300 tahun sebelum wafatnya 1 2 Lihat Al Qalqasyandy. Dia dalam menulis buku ini memiliki tujuan dan harapan agar dapat memberi manfaat kepada para pembaca. dan cara-cara merangkainya menjadi sebuah tulisan yang tersusun. 3-4.2 Agaknya inilah yang dimaksud: „Allah mengajari Adam pengetahuan tentang semua nama. Irsyad Al Qasid. h. pertumbuhan dan perkembangan kaligrafi dari mulai periode klasik hingga kontemporer seperti yang dimaksudkan oleh penulis. Pengetahuan tersebut datang dari Allah SWT sendiri melalui wahyu.” Ada beragam pendapat dikemukakan. makna-makna yang terkandung dalam kaligrafi. mengubah ejaan yang perlu digubah dan menentukan cara bagaimana untuk menggubahnya. melintang elok membelah bumi jadi dua bagian yang indah. Mungkin hanya cerita-cerita keagamaan yang dapat dijadikan pegangan.sastrawan Sirojuddin AR sudah tentu ahli dalam bidang ini. Masalah yang dibahas dapat dilihat melalui sudut pandang pemikiran. Definisi lebih lengkapnya dikemukakan oleh Syeikh Syamsuddin AL Akfani di dalam kitabnya. letakletaknya.

tentang kaligrafi yang lahir dari ide “menggambar” atau “lukisan” yang dipahat atau dicoretkan dalam benda-benda tertentu seperti daun. tulisan kaligrafi yang bersifat monumental. sebab maksud gambar-gambar itu pun bermacam-macam pula. Kaligrafi “Murni” dan “Lukisan” Kaligrafi. dipakai terutama untuk tujuan-tujuan dekorasi pada pelbagai manuskrip dan inskripsi-inskripsi sebagaimana sekarang banyak dipakai untuk menghias tembok-tembok gedung. Surat Hud/11:25-49. tulisan yang pukulan-pukulan garis-garis vertikalnya lurus kejur dan 3 4 Kisah topan Nuh selengkapnya. Buku-buku sejarah selalu mencatat. Tulisan yang ditemukan 3. digolongkan ke dalam jenis tulisan yang berumur tua. kaligrafi yang ditulis lebih mudah dengan bentuk geometrical cursif. Selain itu kaligrafi juga ditemukan di Tiongkok. 81. Mengenal Pokok-pokok Antropologi dan kebudayaan. Muhaqqaq.3 setiap bangsa atau kelompok turunan mendapatkan tembikar bertulisan tersebut. kulit. dipaparkan dalam Al-Qur‟an.200 SM di lembah Nil ini bentuknya tidak berupa kata-kata terpustus seperti tulisan paku. Rayhani. Kaligrafi Mesir yang disebut Hierogliph berkembang menjadi Hieratik dan Demotik. Budaya tersebut menyebar luas seperti halnya bahasa. Dari sinilah lahir anggapan bahwa setiap bangsa telah punya tulisannya masing-masing.4 Bangsa-bangsa lain. Sulus. h. Disini dapat dibedakan dengan jelas aliran-aliran seperti: Naskhi. Mahjunir. Begitu pun dengan cerita keagamaan dari bangsa-bangsa lain ada yang mengatakan bahwa bahasa dan tulisan berasal dari dewa-dewa. seperti Indian Maya di Amerika Tengah dan Selatan atau bangsa Aztek di Meksiko juga telah mengenal tulisan. sejak zaman perunggu. Setelah bumi dilanda banjir bah di zaman Nabi Nuh As dan air sudah surut. dengan ikatan-ikatan ruang yang indah seluruhnya dibuat lebih tertib. 3 . Tak ada bukti-bukti nyata tentang asal-usul tulisan seperti yang dikemukakan diatas. tanah dan batu. Kaligrafi yang mula-mula ditemukan adalah di Mesir. penemuan ini khas Tiongkok jadi independen. huruf-hurufnya kurang menyudut daripada Kufi. tanpa macam-macam struktur yang kompleks. kemudian tersebar ke Asia dan Eropa. Kaligrafi Kan‟an Semith inilah yang diduga kelak sebagai cikal bakal kaligrafi Arab. setelah mengalami perubahan-perubahan.Adam menulis di atas lempengan tanah yang selanjutnya dibakar dan menjadi tembikar. tapi sederhana dalam bentuk gambar sebagai symbol-simbol pokok tulisan yang mengandung isyarat pengertian yang dimaksudnya. Drs. tapi tidak semua gambar punya makna tulisan. yang pertama dimaksudkan sebagai kaligrafi yang mengikuti pola-pola kaedah yang sudah ditentukan dengan ketat berpegang pada rumus-rumus dasar kaligrafi (khat) yang baku.

garis-garis untuk Tawqi‟ lebih gemuk dan rapat. bangsa Arab agak terlambat dalam hal ini dikarenakan bangsa Arab merupakan masyarakat yang nomaden. Kaligrafi/Khat Arab berasal dari kaligrafi Mesir (Kan‟an Semith5 atau Tursina). yang lebih dikenal dengan pantun dan syair. artinya “tanda tangan” tulisan yang huruf-hurufnya lebih banyak memiliki bentuk bundaran. cit. dan (Musnad): Safawi. empat tulisan lainnya banyak mendapat sorotan sebagai Tulisan Besar. sering disebut juga Tawaqi‟ atau Tawqi‟at. lebih halus. Tawqi. Ta‟liq dan Nasta‟liq. biasanya dengan kombinasi warna beragam. Kaligrafi Arab. Sejak itu diganti dengan tradisi penempelan kiswah (baju) pada seluruh tubuh Ka‟bah yang dihiasi aneka corak tulisan yang sangat indah. Hitsoya. melainkan ada juga yang anti huruf. tulisan Riqa‟ lebih cenderung kepada bulatan-bulatan daripada tulisan Tawqi‟. op. Khat Nabati dipandang sebagai biang dari model khat Nashki. 4 . melengkapi “model enam” diatas. masyarakat Arab jahiliyah bukanlah semata-mata sebagian besarnya buta huruf. Kaldan. Tumar. Riqa’ jamaknya Ruq‟ah.memanjang. h. Yaitu: Gubar. jika dibandingkan dengan Bangsa lain seperti Mesir. atau coretan kaligrafi yang “dilukis-lukis” sedemikian rupa.. Sedangkan yang kedua adalah model kaligrafi yang digoreskan pada hasil karya lukis. karena kaum Muslimin sudah banyak yang pandai menulis. Menurut pendapat sejarah. 5 6 Musnad adalah kaligrafi tertua yang pernah diketahui di Semenanjung Arabia. Tradisi itu terputus sejak masa Islam. Seperti disebutkan diatas. Lihat: Naji Zaynuddin. Lihyani (utara jazirah Arabia) dan Humeiri. “lembaran daun kecil halus”. Menurut literatur Arab. Tetapi mereka memiliki “tradisi mulut ke mulut” dalam menyimpan informasi atau untuk menyampaikan komunikasi. Samudi. sedangkan khat 5 Bangsa Semith adalah turunan Sam ibn Nuh As yang melahirkan masyarakat Arab. Assira (Asyuria). selatannya. Tarwis atau “janggut” sangat jarang atau hanya sedikit sekali di dapat pada kepala alif tunggal dan saudarasaudaranya. Lalu terpecah menjadi khat Feniqi (Funisia).. h. bebas dan (umumnya) tanpa mau terikat rumus-rumus baku yang ditentukan. Lihat: al Iskandary wa Musthafa Anany. belum diketahui asal dan gramatikanya. cit. Arami dan lain-lain. Ibrani. hanya pernah ada 7 jenis syair pujaan yang disebut Al Mu‟allaqat (gantungan) sebagai hasil karya seni sastera maha indah dan paling sempurna yang punya nama terhormat karena ditulis dengan tinta emas dan digantungkan didinding Ka‟bah. Kan‟an. op. 300 Induk bahasa Semith sangat misterius. yang pecah pula menjadi Arami dan Musnad6 dengan cabang-cabang (Arami): Nabati di Hirah/Huron dan SatranjiliSuryani di Irak. Babilonia atau Cina yang telah sukses mengembangkan sistem tulis dan bentuk kaligrafi.

Satranjili akhirnya melahirkan khat Kufi yang sebelum Islam bernama Hieri (diambil dari kata Hirah. Sibawaihi dan Al Khalil menamakannya huruf al „arabiyah atau huruf al lugah al „arabiyah. tuntutan menulis halus huruf Arab. Tanda baca dalam tulisan Arab terdiri dari titik yang disebut naqt atau I‟jam. waktu yang paling tepat untuk menentukan awal kebangkitan minat menulis di kalangan umat muslim adalah setelah Perang Badar pada tahun kedua Hijriah. Rasulullah mengambil kebijakan untuk membasmi buta huruf dengan cara para tawanan yang enggan masuk Islam dibebaskan dengan tebusan. Khat Muzawwa (kubisme) yang banyak disebut sebagai khat Kufi adalah tulisan Arab yang pernah Berjaya di Hirah. yakni berukuran seimbang yang spesifik dengan sifat bersudut-sudut atau persegi menyolok. Dr. h. jl. Abdul karim Husain. ataupun karena beberapa bagian daripadanya atau seluruhnya dibubuhi tanda baca. 8 harakat atau syakal. Khat/Seni Kaligrafi. 123.10 7 Bandingkan: Drs.. Sa‟id ibn Al‟as dan Abdul Rahman ibn Al-Haris ibn Hisyam. entah dalam bentuk terpisah-pisah yang belum dapat dipahami sehingga menjadi sebuah rangkaian kata. kota kelahirannya) dan sering juga disebut Jazm. Huruf Hijaiyah itu sendiri berjumlah 28-29. 9 10 5 . op. Ciri-ciri pokok tulisan Kufi sangat jelas. diwajibkan masing-masing mengajari sepuluh anak muda Madinah cara membaca dan menulis. dan baris yang disebut Selengkapnya. Empat di antara juru tulis sahabat Rasul paling utama (yang menulis mushaf-mushaf Utsman ra) ialah Zayd ibn Sabit. yang dengannyalah tersusun bahasa Arab. Alfabet Arab disebut huruf al hija (iyah) dan huruf al tahajji.7 Huruf Hijaiyah. terlebih dipakai untuk menyalin musnad Al-Qur‟an. Rasulullah punya koleksi lebih dari 40 orang kaligrafer. Sebaliknya bagi mereka yang mampu namun pandai baca tulis. 13. I. Raha dan Nasiban sebelum kota Kufah lahir. Ahli gramatika Arab. Kelahiran kota Kufah sebagaimana markas agama dan politik Islam telah membawa khat tersebut pada penyempurnaan bentuk anatomi dan keindahannya. cit. oleh: Prof. Ahmad Al Iskandary wa Mustafa „ Anany. Di Indonesiakan menjadi “huruf ejaan”.9 Ajakannya berlaku intensif setelah Fathu Makkah dan berkumpulnya kaum Muhajirin dan Ansar. h. Ketika wahyu penghabisan turun. Sejarah tanda baca. juzu-X. hamka.8 Tertib huruf Hijaiyah tersebut disusun atas dua bentuk: mufrad (tunggal) dan nuzdawij (berangkai). maksudnya: huruf bahasa Arab. Sering juga disebut huruf al mu‟jam (huruf yang bertanda baca) atau bertitik. Abdullah ibn Zubeir. lihat fasal “Ghanimah” pada Tafsir Al Azhar. memiliki sapuan-sapuan garis vertikal pendek dan garis-garis horizontal yang memanjang dalam ukuran sama lebar.

pada puncaknya. Nasr ibn „Asim (w707/M) dan Yahya ibn Ya‟mur (w708/M) yang terjadi pada masa pemerintahan Abdul Malik ibn Marwan (65-86H-685-705M). tokoh pembantu Mu‟awiyah konon telah meminta kepada Abul Aswad untuk menciptakan Syakal-syakal guna membuktikan adanya huruf hidup. Usaha yang dirintisnya ini disempurnakan oleh kedua muridnya. Tanda tersebut berupa garis sudut-menyudut (diagonal) pendek yang ditempatkan di atas atau di bawah tulisan. masih kaku. 6 . Mushaf-mushaf tersebut ditulis persis dengan mushaf induk Usman tanpa berkurang atau bertambah sedikit pun. bahwa sejarah perumusan tanda baca yang dikerjakan oleh Abul Aswad terjadi pada permulaan Daulah Umaiyah di masa kekuasaan Mu‟awiyah. hal ini sering menimbulkan “salah baca” di kalangan „ajam (orang asing) non-Arab. Abul Aswad berhasil mewariskan sistem penempatan “titik-titik” tinta berwarna merah yang berfungsi sebagai syakal-syakal yang menunjukan pada unsur-unsur kata Arab yang tidak terwakili oleh huruf-huruf. Menurut sumber terpercaya. Amirul Mukminin Alilah yang menginstruksikan Abul Aswad merumuskan tanda baca pada tulisan. Selain itu. terjadilah kekhawatiran “keseleo” lidah (lahn) dalam membaca tulisan Arab. Al-Khalil ibn Ahmad Al-Farahidi (170H/786M). Akhirnya jalan keluar diusahakan pemecahan terakhir ini dipelopori oleh seorang ahli tatabahasa kenamaan. Riwayat lain menyebutkan.Mushaf Usman yang (menurut riwayat) berjumlah enam itu dipaketkan ke berbagai daerah dengan memakai tulisan yang sederhana sekali. Sasaran pengolahan pertamanya adalah mushafmushaf Al-Qur‟an karena disanalah letak kekhawatiran salah baca seperti yang kerap terjadi. Hal ini tidak jadi masalah karena orang-orang Arab masa itu sudah terbiasa membaca tulisan gundul dan sanggup meletakkan fungsi-fungsi bacaan pada setiap tulisan yang tidak disertai tanda baca. Akan tetapi setelah Islam meluas ke wilayah-wilayah lain dan negeri-negeri non-Arab. yang mana pemeluk Islam bukan lagi hanya dari kalangan Arab. Ziyad ibn Abieh. Walaupun masih banyak kekurangan-kekurangannya. Mereka memberikan tanda (berupa rumus vocal dari Syria) pada huruf-huruf yang sama bentuknya agar mudah dibedakan antara satu dengan yang lain. terpisah satu persatu atau dalam ikatan berdua atau tiga. Akibatnya sungguh berbahaya pada makna-makna yang tulisannya dibaca menyimpang tersebut. Sebagaimana riwayat Ibnu Abbas mencatat. Ini tak lain karena tidak adanya tanda-tanda baca baik berupa titik maupun harakat pada tulisan tersebut. belum memakai tanda baca/titik dan harakat. bahwa yang mula-mula meletakkan dasar-dasar tanda baca (i‟jam) adalah tiga tokoh dari Baulan. namun tokoh yang paling kompeten dalam bidang ini tiada lain adalah Abul Aswad Al-Du‟aly (w69H/688M) salah seorang tokoh dan peletak dasar-dasar ilmu nahwu (tata bahasa Arab) disamping Ali ibn Abi Thalib. mushaf Al-Imam (Usmany) sama persis seperti aslinya.

bahwa Khalifah Al-Makmun adalah yang mula-mula membikin kiswah dari sutera putih bergambar. Menurut catatan sejarah. Tapi dikatakan bahwa Kiswah itu cuma terbuat dari kulit yang disamak. Mushaf Standar Indonesia. yang berakhir dengan dikeluarkannya keputusan Menteri Agama. Orang-orang Mesir untuk menulis diatas batu 11 12 Lihat: Abu „Amr Al-Dany al-Qurtubi. tentang Penetapan Mushaf Al-Qur‟an Standar. Biasanya dibuat dari besi atau kayu untuk ditekankan pada lempengan tanah.M. kalam atau pena berasal dari masyrakat Sumeria Kuno penduduk Irak. keluaran Departemen Agama RI. Maka terbentuklah huruf-huruf paku.12 Sejarah penulisan Kiswah Ka’bah. jazm. 11 Kreasi Khalil tersebut menjadi dasar rumus-rumus atau tanda baca dalam tulisan Arab yang terus berlaku hingga sekarang sampai ke tangan kita. 7 . Di Indonesia sendiri didirikan Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur‟an. kemudian hitam merupakan warna yang berlaku hingga kini. sedangkan sisanya tercipta beberapa generasi sesudahnya. syiddah. ahli-ahli sejarah sepakat bahwa yang pertama kali mengelambui Ka‟bah dengan sutera yang dihiasi adalah bangsa Himyar (Hameir). Rasm Usmany. maddah. Konon Baginda jugalah yang mula-mula menciptakan daun pintu lengkap dengan kuncinya. dua abad sebelum Hijriah. Seperti disebutkan dalam kitab Al-Rihlah Al-hijaziyah yang ditulis oleh Moh. dibentuk tahun 1957 di bawah Menteri Agama K. bahwa Ummu (ibusuri) Abbas ibn Abdil Mutalliblah yang pertama kali membuat kiswah sepanjang tahun. yaitu: fathah. Terakhir diusahakan dengan gigih ke arah standarisasi mushaf Al-Qur‟an. Lajnah tersebut bertugas mengesahkan koreksian (menthashih) semua jenis mushaf yang asli ditulis di Indonesia maupun yang dating dari luar negeri dengan aneka ragam bentuk penulisannya.tanda-tanda harakat atau syakal tersebut berkembang menjadi delapan buah. dammah. Raja Himyar. cetakan PT Alma‟arif Bandung. Abu Rabi‟ah Al Muhzumi yang mengajak kaum Qureisy agar menirunya. Tiga pertama adalah rumusan Khalil.” Dalam riwayat lain. Lebeib Al-Batnuni: “yang pertama kali mengelambui Ka‟bah adalah Abu Karbin As‟ad. Cerita lain dari alFakuhi mengatakan. kemudian kuning. tatkala Baginda kembali dari berperang (220/SH) dan kebetulan lewat di depan Ka‟bah.H. Di zaman Fatimi diganti lagi dengan sutera putih. sukun. Al-Muhkam. alamat silah dan hamzah. 4 April 1984. kasrah. pada Alquranul Karim. Ilyas. dia juga yang pertama kali merancang kiswah dari dalam Ka‟bah hingga pekerjaan itu beralih ke tangan orang kaya-dermawan. Lihat tanda-tanda waqaf dll. Dengan demikian bentuk tulisan Al-Qur‟an di Indonesia akan seragam. kemudian hijau.

Khalifah menganjurkan agar orang-orang tidak lagi menulis kecuali di atas kagad atau kertas. op. dan jika terkelupas. Demikian pendapat Harun Al-Rasyid. Bacaan Arabnya: “Qolam” 8 . „usub nakhl atau pelepah kurma yang tak berdaun. dan keadaan semacam itu berlangsung terus hingga masa kekhalifan Harun Al-Rasyid. Kulit atau sejenisnya akan mudah melunturkan tulisan. Disebut kalam hanya apabila ujung kepalanya sudah teraut. Kertas untuk menulis. Para penulis kaligrafi biasanya menggunakan jenis khat sebuah kalam sendiri. pada beberapa bagian yang luntur dianggap akan membuat kerancuan dalam membaca terlebih jika itu Al-Qur‟an. sehingga menjadi karya seni yang di balik keindahan visualnya atau makna yang tersurat juga mengandung keindahan non visual atau makna yang tersirat. dipakai kalam bambu yang dikenal dengan bus. sedangkan untuk menulis di atas kulit kayu. tetapi juga makna-makna dalam ayat-ayat Al-Qur‟an yang menggambarkan firman Allah sebagai kalam Ilahi. h.13 Dinamakan kalam14 karena pada mulanya alat tersebut terambil dari pohon qullam. hingga sejak saat itulah seni menulis di atas kertas menyebar ke mana-mana. Pada waktu itu kertas sudah mulai banyak dan pemakaiannya sudah menyebar ke mana-mana. Demikianlah Al-Qur‟an ditulis pada benda-benda yang menurut ukuran sekarang masih bersahaja. 341. Pada kitab-kitab Arab terdahulu tampak bahwa para penulisnya menggunakan kalam yang sudah diraut ujungnya menurut jenis kaligrafi yang menjadi idolanya. apabila terhapus.. Al-Qur‟an pada waktu-waktu pertama diterima oleh Rasulullah ditulis langsung oleh sekretaris-sekretaris beliau di atas likhaf. 13 14 Naji Zaynuddin. akan langsung rusak. yakni bebatuan putih tipis.menggunakan kalam yang terbuat dari besi. tembaga dan besi atau benda-benda keras serupa. Kaligrafi Arab sebagai suatu karya seni merupakan paduan antara isi ayat yang dikutip dalam Al-Qur‟an dengan bentuk visual yang ditampilkan. Kalam diruncingkan ujungnya dalam bentuk potongan yang beraneka ragam dari mulai yang halus kecil sampai yang berukuran besar dan kasar. dan di atas tulang-tulang bahu unta atau kambing. cit. hingga mereka menamakan beberapa jenis tulisan/khat menurut nama-nama kalam yang digunakan tersebut. kupasannya jelas kelihatan. Lain halnya dengan kertas. Kaligrafi Arab yang bersumber pada ayat-ayat Al-Qur‟an dalam proses transformasinya menjadi suatu karya seni tidak hanya keindahan bentuk visualnya saja yang diungkapkan. Kaligrafi Arab selain memiliki bentuk yang artistik juga memiliki makna yang luhur merupakan penggambaran firman-firman Allah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful