Penuntun Skills Lab

Fakultas KedokteranUniversitas Andalas

PEMERIKSAAN PADA SISTEM INDRA KHUSUS (MATA, KULIT,THT)
Modul ini dibuat untuk para mahasiswa dalam mencapai kemampuan tertentu di dalam pemeriksaan pada sistem indra khusus (mata, kulit, THT). Dengan mempelajari modul ini mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan yang baik tentang aplikasi sistem indra khusus (mata, kulit, THT) dalam pemeriksaan fisik dalam mencapai suatu diagnosis. Tujuan pembelajaran umum 1. Mampu mempersiapkan pasien untuk pemeriksaan sistem indra khusus (mata, kulit, tht) 2. Mampu melakukan pemeriksaan fungsi penglihatan dan diagnostik mata 3. Mampu melakukan pemeriksaan status dermatologikus berdasarkan efloresensi primer dan sekunder. 4. Mampu melakukan pemeriksaan fisik tht sederhana dan pemeriksaan tes pendengaran dengan garpu tala Tujuan pembelajaran khusus 1. Mampu mempersiapkan pasien untuk melakukan pemeriksaan 2. Mampu menginformasikan kepada pasien tentang tujuan dari pemeriksaan/tes 3. Mampu memberikan instruksi pada pasien untuk membuka matanya, membuka bajunya, membuka mulutnya dengan cara baik 4. Mampu memotivasi pasien agar melakukan apa-apa yang disuruh oleh pemeriksa 5. Mampu menginstruksikan pasien tidur telentang dan duduk untuk dilakukan pemeriksaan system indra khusus (mata, kulit, THT) 6. Mampu melakukan inspeksi mata, kulit, THT untuk menilai kelainan yang ditemukan 7. Mampu melakukan pemeriksaan fisik mata berupa pemeriksaan visus sederhana, reflek pupil,funduskopi, sensibilitas kornea dan eversi kelopak mata 8. Mampu melakukan palpasi kulit untuk menilai kelainan yang ditemukan 9. Mampu melakukan perkusi pada mastoid dan daerah sinus untuk menilai kelainan yang ditemukan

Blok 3.6 Gangguan Indra Khusus (Mata, Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012

1

Penuntun Skills Lab

Fakultas KedokteranUniversitas Andalas

PEMERIKSAAN PADA SISTEM
INDRA KHUSUS MATA
PEMERIKSAAN YANG DIPERLUKAN (KOMPETENSI 3 DAN 4) TIU : Mahasiswa mampu melakukan
1. 2. 3. 4. 5. Pemeriksaan visus Reflek pupil Pemeriksaan Funduskopi Sensibilitas Kornea Eversi kelopak mata

Blok 3.6 Gangguan Indra Khusus (Mata, Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012

2

Penuntun Skills Lab

Fakultas KedokteranUniversitas Andalas

I. PEMERIKSAAN VISUS
1. Memeriksa Visus sentral (dan perifer) secara sederhana 2. Mampu menentukan derajat penilaian visus

Pemeriksaan visus

Blok 3.6 Gangguan Indra Khusus (Mata, Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012

3

Penuntun Skills Lab

Fakultas KedokteranUniversitas Andalas

Teknis
1. 2. 3. 4. Menggunakan kartu Snellen dan penerangan cukup. Pasien didudukkan jarak 6 meter, paling sedikit jarak 5 meter dari kartu Snellen. Kartu Snellen di digantungkan sejajar setinggi / lebih tinggi dari mata pasien. Pemeriksaan dimulai pada mata kanan terlebih dahulu, mata kiri ditutup. Pasien disuruh membaca huruf SNELLEN dari baris paling atas ke bawah. Hasil pemeriksaan dicatat, kemudian diulangi untuk mata sebelahnya. Hasil dapat sebagai berikut misal : VOD 6/6 V OS 6/6 6/6 pasien dapat membaca seluruh huruf dideretan 6/6 pada snellen chart

Blok 3.6 Gangguan Indra Khusus (Mata, Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012

4

6 Gangguan Indra Khusus (Mata. Visus yang tidak 5/5 atau yang tidak 6/6 dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan memakai try lens Apabila tidak bisa membaca huruf Snellen pasien diminta menghitung jari pemeriksa. Jika pasien dapat menentukan arah gerakan tangan pada jarak 1 m. VISUS 1/300 (Hand Movement/HM) kadang kala sdh perlu menentukan arah proyeksinya. maka tajam penglihatan dicatat. 5/60 pasien bisa hitung jari pada jarak 5 meter 1/60 pasien bisa hitung jari pada jarak 1 meter. maka dilakukan pemeriksaan selanjutnya dg menilai gerakkan tangan didepan pasien dengan latar belakang terang. n Blok 3. Apabila pasien tidak bisa juga hitung jari.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas 6/12 pasien bisa membaca sampai baris 6/12 pada snellen chart 6/30 pasien bisa membaca sampai baris 6/30 pada snellen chart 6/60 pasien bisa membaca barisan huruf 6/60 biasanya huruf yang paling atas. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 5 .

Jika tidak bisa menentukan arah sinar maka penilai an V = 1/ ~ (LP.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas Hitung Jari Hand Movement Jika tidak bisa melihat gerakan tangan dilakukan penyinaran dengan penlight ke arah mata pasien. Jika sinar tidak bisa dikenali maka tajam penglihatan dinilai V= 0 (NLP). Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 6 .atas.bawah) maka tajam penglihatan V = 1/ ~ proyeksi baik (Light Perception/LP). Apabila pasien dapat mengenali saat disinari dan tidak disinari dari segala posisi (nasal. proyeksi salah) .6 Gangguan Indra Khusus (Mata. Blok 3.temporal.

6 Gangguan Indra Khusus (Mata.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas Lakukan untuk mata sebelahnya Blok 3. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 7 .

ukuran. CARA PEMERIKSAAN :     Mata pasien fiksasi pada jarak tertentu Berikan objek yang bisa di lihat dan dikenali ( Gambar atau benda ) Sumber cahaya haruslah terang dan mudah di manipulasi Observasi general pupil : bentuk. lokasi. kelainan bawaan .  Rangsangan cahaya diberikan 2-5 detik.6 Gangguan Indra Khusus (Mata.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas II.spinter pupil. dan kelainan lain. Saraf Parasimpatis keluar bersama dengan nervus okulomotorius menuju ganglion siliaris dan terus ke m. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 8 . warna iris. REFLEKS PUPIL  Pupil merupakan tempat masuknya cahaya ke dalam bola mata Jalur refleks cahaya  Rangsangan yang di terima oleh neuron afferent sel ganglion retina diteruskan ke area pretektal. Refleks pupil langsung( Unconsensual) Respon pupil langsung di nilai ketika diberikan cahaya yang terang . Dilakukan pada masing-masing mata Blok 3. nukleus Edinger – Westphal. pupil akan konstriksi ( mengecil ).

Room Light OD 20/20 OS 20/20 Bright Light OD = Both pupils constrict Move light rapidly to OS. both eyes stay constricted Normal pupillary response to rapid shift of bright light from one eye to the other indicates equal optic nerve function.6 Gangguan Indra Khusus (Mata.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas Refleks pupil tidak langsung ( consensual ) Dinilai bila cahaya diberikan pada salah satu mata . Blok 3. Observasi dengansumber cahaya lain yang lebih redup Isokoria fisiologis dapat ditemukan pada 20% populasi perbedaan ke 2 pupil < 1mm. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 9 . maka fellow eye akan memberikan respon yang sama .

1mm dianggap fisiologis) Kecil atau besar dari normal (3-4 mm) Blok 3.6 Gangguan Indra Khusus (Mata. Abnormal pupil Apabila ditemukan pupil yang : Anisokoria (beda .Pada mata dengan RAPD (+) terjadi penurunan konstriksi pupil bila diberikan cahaya langsung sekitar lima detik Room Light OD 20/20 OS 20/20 Bright Light OD = Both pupils constrict Move light rapidly to OS. . .Teknik pemeriksaan dengan swinging light reflect. both eyes dilate equally Positive RAPD left eye confirms optic nerve disease is cause of decreased visual acuity. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 10 .Kelainan pupil pada kerusakan aferen (nervus optikus).Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas RAPD (Relative Afferent Pupillary Defect) .

optik › Retina Cara pemeriksaan funduskopi: Periksa oftalmoskop terlebih dahulu. makula dan fovea 3. › Papil n. PEMERIKSAAN FUNDUSKOPI Oftalmoskop. Lakukan pada kedua mata Blok 3.6 Gangguan Indra Khusus (Mata. Gambaran media ( termasuk Vitreus posterior) 2. Optik. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 11 . retina.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas III. sesuaikan dengan kelainan refraksi pemeriksan dengan kekuatan dioptri pada oftalmoskop Berdiri dengan sopan disamping pasien. pembuluh darah. alat untuk melihat segmen posterior bola mata: › Vitreus. beritahu apa yang akan dikerjakan Mata kanan pasien diperiksa dengan mata kanan pemeriksa Teliti segmen posterior yang diperiksa - Hasil Pemeriksaan Funduskopi: 1. Gambaran Papil N.

Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 12 .Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas normal Blok 3.6 Gangguan Indra Khusus (Mata.

Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 13 .6 Gangguan Indra Khusus (Mata.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas Retinopati diabetik Blok 3.

6 Gangguan Indra Khusus (Mata.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas BRVO CRAO Blok 3. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 14 .

Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 15 .6 Gangguan Indra Khusus (Mata.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas Ablasio retina Papil glaukomatus Blok 3.

Hasil  Pada tingkat sentuhan tertentu reflek mengedip akan terjadi  Penilaian dengan membandingkan sensibilitas kedua mata pada pasien tersebut.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas IV. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 16 . Blok 3. mulai pada mata yang tidak sakit. PEMERIKSAAN SENSIBILITAS KORNEA TUJUAN :  Untuk mengetahui apakah sensasi kornea normal. CARA MANUAL Alat : Kapas steril Caranya :  Bentuk ujung kapas dengan pinset steril agar runcing dan halus  Fiksasi mata pasien keatas agar bulu mata tidak tersentuh saat kornea disentuh  Fiksasi jari pemeriksa pada pipi pasien dan ujung kapas yang halus dan runcing disentuhkan dengan hati-hati pada kornea. atau menurun 1.6 Gangguan Indra Khusus (Mata.

AESTESIOMETER Alat Hasil : Aestesiometer : Hipoestesi bila panjang filamen <12 mm Blok 3.6 Gangguan Indra Khusus (Mata.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas 2. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 17 .

6 Gangguan Indra Khusus (Mata. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 18 .Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas filamen Blok 3.

EVERSI KELOPAK MATA  Pemeriksaan untuk menilai konyungtiva tarsalis  Cara: › Cuci tangan hingga bersih › Pasien duduk didepan slit lamp › Sebaiknya mata kanan pasien diperiksa dengan tangan kanan pemeriksa. Blok 3. › Ibu jari memegang margo.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas V. lalu balikkan › Setelah pemeriksaan selesai kembalikan posisi kelopak mata. telunjuk memegang kelopak bagian atas dan meraba tarsus. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 19 .6 Gangguan Indra Khusus (Mata. Biasakan memeriksa kedua mata.

........) Keterangan : 0 = Tidak dilakukan sama sekali 1 = Dilakukan dengan banyak perbaikan 2 = Dilakukan dengan sedikit perbaikan 3 = Dilakukan dengan sempurna Blok 3. Padang...... (…………………………... 2012 Mahasiswa.. ……………….... ………………... Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 20 .6 (GANGGUAN INDRA KHUSUS) PEMERIKSAAN VISUS Nama Mahasiswa BP.. 2012 Instruktur......6 Gangguan Indra Khusus (Mata. 15 Padang... Kelompok NO 1 2 3 4 5 : : : ASPEK YANG DINILAI Mempersiapkan dan memasangkan Snellen Chart Menerangkan tujuan dan cara pemeriksaan kepada pasien Menilai visus normal Menilai visus yang tidak normal Dapat membedakan kelainan refraksi dan non refraksi NILAI 1 2 0 3 Nilai = TOTAL SKOR X 100 = .....) (………………………….Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas PENILAIAN SKILL LAB BLOK 3...

.6 Gangguan Indra Khusus (Mata...... ukuran dan warna pupil Menilai refleks pupil langsung Menilai refleks pupil tidak langsung NILAI 1 2 0 3 Nilai = TOTAL SKOR X 100 = ....) Keterangan : 0 = Tidak dilakukan sama sekali 1 = Dilakukan dengan banyak perbaikan 2 = Dilakukan dengan sedikit perbaikan 3 = Dilakukan dengan sempurna Blok 3. (…………………………... ………………..... 2012 Instruktur.. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 21 .........6 (GANGGUAN INDRA KHUSUS) PEMERIKSAAN REFLEKS PUPIL Nama Mahasiswa BP. 15 Padang.) (…………………………... Padang.. Kelompok NO 1 2 3 4 5 : : : ASPEK YANG DINILAI Menerangkan tujuan dan cara pemeriksaan kepada pasien Fiksasi mata pada jarak tertentu Menilai bentuk.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas PENILAIAN SKILL LAB BLOK 3. 2012 Mahasiswa....... ………………...

.. ………………... 15 Padang...Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas PENILAIAN SKILL LAB BLOK 3.. 2012 Mahasiswa.... Kelompok NO 1 2 3 4 5 : : : ASPEK YANG DINILAI Menerangkan tujuan dan cara pemeriksaan kepada pasien Menyesuaikan kelainan refraksi pemeriksa dengan kekuatan dioptri oftalmoskop Menyuruh pasien melihat jauh Memeriksa fundus mata kanan pasien dengan mata kanan pemeriksa dan sebaliknya Mampu menilai gambaran funduskopi normal NILAI 1 2 0 3 Nilai = TOTAL SKOR X 100 = ..6 Gangguan Indra Khusus (Mata.....) Keterangan : 0 = Tidak dilakukan sama sekali 1 = Dilakukan dengan banyak perbaikan 2 = Dilakukan dengan sedikit perbaikan Blok 3........ Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 22 .... (…………………………..... ……………….....) (…………………………..6 (GANGGUAN INDRA KHUSUS) PEMERIKSAAN FUNDUSKOPI Nama Mahasiswa BP. 2012 Instruktur. Padang..

....... ……………….... 2012 Instruktur (………………………………..Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas PENILAIAN SKILL LAB BLOK 3....... Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 23 .) Keterangan : 0 = Tidak dilakukan sama sekali 1 = Dilakukan dengan banyak perbaikan 2 = Dilakukan dengan sedikit perbaikan 3 = Dilakukan dengan sempurna Blok 3.... Padang. ……………….6 Gangguan Indra Khusus (Mata. 2012 Mahasiswa.....6 (GANGGUAN INDRA KHUSUS) PEMERIKSAAN SENSIBILITAS KORNEA Nama Mahasiswa BP...... 21 Padang.. Kelompok NO 1 2 3 4 5 6 7 : : : ASPEK YANG DINILAI Mempersiapkan alat dan bahan untuk pemeriksaan sensibilitas kornea Menerangkan tujuan dan cara pemeriksaan kepada pasien Fiksasi mata pasien keatas Fiksasi jari pemeriksa pada pipi pasien Menyentuhkan ujung kapas pada kornea pasien Melakukan hal yang sama pada mata sebelahnya Menyatakan sensasinya pada kedua mata NILAI 1 2 0 3 Nilai = TOTAL SKOR X 100 = ....) (…………………………...

.6 Gangguan Indra Khusus (Mata. 2012 Instruktur. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 24 .) Keterangan : 0 = Tidak dilakukan sama sekali 1 = Dilakukan dengan banyak perbaikan 2 = Dilakukan dengan sedikit perbaikan Blok 3... ………………..Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas PENILAIAN SKILL LAB BLOK 3... ………………....... (………………………….... 2012 Mahasiswa.) (…………………………...... Kelompok NO 1 2 3 4 : : : ASPEK YANG DINILAI Menerangkan tujuan dan cara pemeriksaan kepada pasien Mencuci kedua tangan Membalikan kedua kelopak mata Mengembalikan posisi kelopak mata seperti semula NILAI 1 2 0 3 Nilai = TOTAL SKOR X 100 = .... 12 Padang.6 (GANGGUAN INDRA KHUSUS) PEMERIKSAAN EVERSI KELOPAK MATA Nama Mahasiswa BP........ Padang......

stratum korneum b. Untuk mengatur suhu 4. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 25 . Mampu memotivasi pasien agar melakukan apa-apa yang disuruh oleh pemeriksa.6 Gangguan Indra Khusus (Mata. Mampu melakukan anamnesis pasien penyakit kulit dan kelamin. Mampu mempersiapkan pasien untuk dilakukan pemeriksaan dengan cahaya terang. Untuk ekskresi sisa-sisa metabolik 5. 4. subkutis : lemak 2. 2. Lapisan – lapisan kulit : a. Mampu melakukan pemeriksaan status dermatologikus dengan kaca pembesar. Tujuan Pembelajaran Khusus : 1. kuku b. Kulit. 5. Blok 3. kelenjar : kelenjar keringat ekrin dan apokrin. Melakukan anamnesis dan pemeriksaan status dermatologikus. THT) Tujuan Pembelajaran Umum : 1. Mampu memberikan instruksi kepada pasien membuka bajunya dengan cara yang baik. stratum retikulare c. 2. stratum spinosum. Mempersiapkan pasien untuk pemeriksaan penyakit kulit dan kelamin. Pembentukan vit D Sistematik Pemeriksaan Fisik Siatem Indra Khusus ( Mata. Mampu menentukan pemeriksaan penunjang.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas KULIT ANATOMI SISTEM KULIT Terdiri atas : 1. Pembentukan pigmen 6. 7. 3. stratum granulosum. kelenjar sebase FISIOLOGI KULIT Yaitu : 1. Untuk proteksi organ dalam dari lingkungan luar 2. rambut c. stratum lusidum. epidermis : stratum basalis. Mampu menginformasikan kepada pasien tentang tujuan dari pemeriksaan / tes. dermis : stratum papilare. 6. Adneksa kulit : a. Untuk absorbsi 3.

pendidikan.6 Gangguan Indra Khusus (Mata.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas Anamnesis Penyakit Kulit dan Kelamin : Dapat menanyakan identitas pasien (umur. Distribusi : o Bilateral o Unilateral o Simetrik o Soliter : mengenai kedua belah badan : mengenai sebelah badan : mengenai kedua belah badan yang sama : hanya satu lesi o Herptiformis : vesikel berkelompok o Konfluens o Diskret o Regional o Generalisata o Universal : dua atau lebih lesi yang menjadi satu : terpisah satu dengan yang lain : mengenai daerah tertentu badan : tersebar pada sebagian besar tubuh : seluruh atau hampir seluruh tubuh (90%-100%) Blok 3. pekerjaan. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 26 . Dapat menanyakan keluhan utama pasien :           Lokasi keluhan Lama keluhan Gatal / nyeri / mati rasa / tumor / tukak RPS Lokasi timbul lesi pertama kali Bagaimana perluasan lesi tersebut Ada atau tidak pengaruh makanan / lingkungan Keluarga lain ada yang menderita penyakit seperti ini / turunan Sudah diobati atau belum RPD Apakah pernah menderita penyakit yang sama Apakah ada menanyakan riwayat alergi Sistematika Pemeriksaan Status Dermatologikus Status Dermatologikus : 1. Lokasi : tempat dimana ada lesi 2. jenis kelamin. alamat tempat tinggal tetap). suku.

bila nanah mengendap dibagian bawah vesikel disebut hipopion.5 cm. seperti : bulat. sikumskrip.5 cm. Batas : tegas dan tidak tegas 5.6 Gangguan Indra Khusus (Mata. Plak : papul datar. Ø kecil dari 0. Ø kurang dari 0. seperti ginjal. : sebesar kepala jarum pentul : sebesar biji jagung : sebesar uang logam dengan Ø 3 cm – 5 cm : lebih besar dari numular  Polisiklik Blok 3. Papul : penonjolan di atas permukaan kulit. dan tidak khas ( tidak dapat dimisalkan) o Susunan :   Liniar Sirsinar/anular : seperti garis lurus : seperti lingkaran : bentuk pinggir yang sambung menyambung membentuk lingkaran. Vesikel : gelembung berisi cairan serum. lonjong. memiliki atap dan dasar. Bula : vesikel yang berukuran lebih besar. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 27 . Bentuk/susunan : o Betuk : khas ( bentuk yang dapat dimisalkan. terletak dikutan atau subkutan. Pustul : vesikel yang berisi nanah. bersisikan zat padat. dll). Ø lebih dari 1 cm Urtika : penonjolan yang disebabkan edema setempat yang timbul mendadak dan hilang perlahan-lahan.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas 3. Efloresensi : o Primer :          Makula : bercak pada kulit berbatas tegas berupa perubahan warna semata. Ukuran: o Milier o Lentikular o Numular o Plakat 6.  Korimbiformis : susunan seperti induk ayam yang dikelilingi anak-anaknya 4. tanpa penonjolan atau cekungan. dapat menonjol Nodulus : nodus yang kecil dari 1 cm. Nodus : tonjolan berupa massa padat yang sirkumskrip.

Lokasi 2. dinding. Ekskoriasi : lecet kulit yang disebabkan kehilangan jaringan melewati stratum basal (sampai ke stratum papilare). KULIT Sistematika Pemeriksaan Status Dermatologikus 1. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 28 . Likenifikasi : penebalan kulit disertai relief kulit yang makin jelas. seperti pemeriksaan KOH (Potasium hidroksida) 10 – 20% untuk infeksi jamur. pewarnaan gram dan NaCl untuk pemeriksaan duh genitalia. Unilateral : mengenai sebelah badan c. Inspeksi Kulit Status Dermatolgikus : Penderita bisa dalam posisi duduk dan bisa dalam posisi tidur 1. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan penunjang : sesuai dengan jenis penyakit.Penuntun Skills Lab  Fakultas KedokteranUniversitas Andalas Kista : ruangan berdinding dan berisi cairan. ditandai dengan keluarnya serum. borok disebabkan hilangnya jaringan lebih dalam dari ekskoriasi. dasar. keropeng. Bilateral : mengenai kedua belah badan b. Distribusi : tempat dimana ada lesi : a. sel. ditandai dengan keluarnya darah selain serum. memiliki tepi. dan isi.6 Gangguan Indra Khusus (Mata. dan pemeriksaan BTA untuk Morbus Hansen.   Ulkus : tukak. Soliter : hanya satu lesi Blok 3. maupun sisa sel. yang menunjukan cairan badan yang mengering Erosi : lecet kulit yang disebabkan kehilangan jaringan yang tidak melampaui stratum basal. Simetrik : mengenai kedua belah badan yang sama d. Krusta : kerak. o Sekunder :     Skuama : sisik berupa lapisan stratum korneum yang terlepas dari kulit. pemeriksaan sinar wood untuk pityriasis versikolor.

Liniar : seperti garis lurus ii. sikumskrip. iv. Korimbiformis : susunan seperti induk ayam yang dikelilingi anak-anaknya 4. tanpa penonjolan atau cekungan.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas e. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 29 .  Plak : papul datar. Diskret : terpisah satu dengan yang lain h. lonjong.6 Gangguan Indra Khusus (Mata. Bentuk/susunan : a. seperti ginjal. Universal : seluruh atau hampir seluruh tubuh (90%-100%) 3.5 cm. Susunan : i. Regional : mengenai daerah tertentu badan i. Betuk : khas ( bentuk yang dapat dimisalkan. Efloresensi : o Primer :  Makula : bercak pada kulit berbatas tegas berupa perubahan warna semata. Ø kecil dari 0. Ø lebih dari 1 cm  Urtika : penonjolan yang disebabkan edema setempat yang timbul mendadak dan hilang perlahan-lahan. Batas : tegas dan tidak tegas 5. Herptiformis : vesikel berkelompok f. Ukuran : o Milier : sebesar kepala jarum pentul o Lentikular : sebesar biji jagung o Numular : sebesar uang logam dengan Ø 3 cm – 5 cm o Plakat : lebih besar dari numular yang sambung menyambung 6. Polisiklik : bentuk pinggir membentuk lingkaran. Sirsinar/anular : seperti lingkaran iii. Blok 3.  Papul : penonjolan di atas permukaan kulit. seperti : bulat. dan tidak khas ( tidak dapat dimisalkan) b. dll). Konfluens : dua atau lebih lesi yang menjadi satu g. Generalisata : tersebar pada sebagian besar tubuh j. bersisikan zat padat.

sel. kemudian warna lesi kembali ke warna semula (merah/eritem). bila nanah mengendap dibagian bawah vesikel disebut hipopion. Atau dapat juga dilakukan dengan tekhnik diaskopi dengan cara menggunakan gelas objek. dan isi. dapat menonjol  Nodulus : nodus yang kecil dari 1 cm. Ø kurang dari 0.  Krusta : kerak. memiliki atap dan dasar. Kemudian jari tersebut diangkat.  Vesikel : gelembung berisi cairan serum. borok disebabkan hilangnya jaringan lebih dalam dari ekskoriasi. yang menunjukan cairan badan yang mengering  Erosi : lecet kulit yang disebabkan kehilangan jaringan yang tidak melampaui stratum basal.  Bula : vesikel yang berukuran lebih besar. keropeng.  Pustul : vesikel yang berisi nanah. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 30 . Palpasi Kulit Penderita bisa dalam posisi duduk dan bisa posisi tidur Pemeriksa menggunakan jari telunjuk tangan kanan yang ditekankan pada permukaan lesi. Kelainan mukosa Kelainan rambut Kelainan kuku Pembesaran kelenjar getah bening regional (sesuai dengan status dermatologikus) 2. terletak dikutan atau subkutan. Gelas objek dipegang dengan jari-jari tangan kanan kemudian ditekankan pada permukaan Blok 3. dasar. tampak permukaan lesi berwarna pucat sesaat. dinding.  Ulkus : tukak.6 Gangguan Indra Khusus (Mata.  Kista : ruangan berdinding dan berisi cairan.  Ekskoriasi : lecet kulit yang disebabkan kehilangan jaringan melewati stratum basal (sampai ke stratum papilare). o Sekunder :  Skuama : sisik berupa lapisan stratum korneum yang terlepas dari kulit. maupun sisa sel. ditandai dengan keluarnya darah selain serum.  Likenifikasi : penebalan kulit disertai relief kulit yang makin jelas. memiliki tepi.5 cm.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas  Nodus : tonjolan berupa massa padat yang sirkumskrip. ditandai dengan keluarnya serum.

.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas lesi................ pekerjaan........ warna lesi kembali seperti semula (merah/eritem) PENILAIAN SKILL LAB BLOK 3. Tidak dilakukan sama sekali (..... Tampak lesi berwarna pucat waktu penekanan dengan gelas objek................. ……………….....6 (INDRA KHUSUS) ANAMNESIS PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN Nama Mahasiswa BP.. 2012 Mahasiswa. 2 Dapat menanyakan keluhan utama pasien :    Lokasi keluhan Lama keluhan Gatal / nyeri / mati rasa / tumor / tukak 3 Dapat menanyakan Riwayat Penyakit Sekarang (RPS)      Lokasi timbul lesi pertama kali Bagaimana perluasan lesi tersebut Ada atau tidak pengaruh makanan / lingkungan Keluarga lain ada yang menderita penyakit seperti ini / turunan Sudah diobati atau belum 4 Dapat menanyakan Riwayat Penyakit Dahulu (RPD)   Apakah pernah menderita penyakit yang sama Apakah ada menanyakan riwayat alergi Nilai = TOTAL SKOR X 100 = ..) Keterangan Skor : 0.. jenis kelamin.......6 Gangguan Indra Khusus (Mata............. Kelompok No 1 : : : POINT PENILAIAN SKOR 0 1 2 3 Dapat menanyakan identitas pasien ( umur. suku...... 12 Padang.. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 31 .....2012 Instruktur.........................) Blok 3.. pendidikan......... alamat tempat tinggal tetap)..Dan waktu gelas objek diangkat.... Padang. (…………………………...

. dilakukan dengan sedikit perbaikan 3...) Blok 3................. dilakukan dengan banyak perbaikan 2....) (...6 (INDRA KHUSUS) PEMERIKSAAN STATUS DERMATOLOGIKUS Nama Mahasiswa BP... dilakukan dengan sedikit perbaikan 3........ Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 32 .................6 Gangguan Indra Khusus (Mata......... ………………. 2012 Mahasiswa..... Tidak dilakukan sama sekali 1........... dilakukan dengan banyak perbaikan 2... dilakukan dengan sempurna Fakultas KedokteranUniversitas Andalas PENILAIAN SKILL LAB BLOK 3.. (…………………………. Kelompok No 1 : : : POINT PENILAIAN Memberikan salam dan memperkenalkan diri kepada pasien 2 3 4 5 6 7 8 Dapat menyebutkan lokasi lesi Dapat menyebutkan distribusi lesi Dapat menyebutkan bentuk/susunan lesi Dapat menyebutkan batas lesi Dapat menyebutkan ukuran lesi Dapat menentukan efloresensi Dapat menentukan pemeriksaan anjuran yang dibutuhkan 9 Mampu menegakkan diagnosis SKOR 0 1 2 3 Keterangan Skor : 0...2012 Instruktur.Penuntun Skills Lab 1.... Padang..... dilakukan dengan sempurna Padang..

256 Hz. 512 Hz.Larutan rivanol .Corong telinga . dengan lampu kepala yang arah sinarnya dapat disesuaikan dengan posisi organ yang akan diperiksa. 1024 Hz. HIDUNG.Pinset telinga .Garpu tala 1 set(128Hz.Nierbekken . disediakan juga sebuah tempat tidur.Pengait serumen .Salep kloramfenikol. Di samping meja alat harus disiapkan kursi yang dapat diputar. ALAT-ALAT PEMERIKSAAN THT TELINGA .Aplikator (alat pelilit) kapas .Merkurokrom atau betadine .Suction. serta suction ) serta obat-obatan dalam botol yang diperlukan untuk pemeriksaan.Kapas . ditinggikan serta dapat direbahkan sebagai tempat berbaring untuk pasien sesuai dengan posisi yang diinginkan pada pemeriksaan dan kursi dokter yang juga dapat berputar yang diletakkan saling berhadapan. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 33 .Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas PEMERIKSAAN FISIK TELINGA. Jika kursi pasien seperti itu tidak ada sebaiknya selain dari kursi pasien. dengan tip suction segala ukuran .Lampu kepala .Spuit irigasi telinga .Tampon telinga Blok 3. salep kortikosteroid Lain lain .6 Gangguan Indra Khusus (Mata.Otoskop . DAN TENGGOROK KAMAR PERIKSA THT Kamar periksa THT memerlukan sebuah meja alat yang berisi alat-alat THT ( THT set.Alkohol 70% . 2048 Hz) Obat-obatan yang diperlukan untuk pemeriksaan .

kassa . Pemeriksa mengucapkan salam dan memperkenalkan diri 2. .adrenalin 1/10.spatula lidah . Pemeriksa mengatur: Posisi pasien : .Pasien anak dipangku dengan posisi yang sama dengan ibu .salep antibiotika atau vaselin dan kapas Lain lain .Lampu spiritus TEKNIK PEMERIKSAAN 1. Mengucapkan terimakasih pada pasien/ op Blok 3.Pasien bayi ditidurkan di pangkuan (paha) orang tua 4.kapas .Pasien dewasa duduk berhadapan dengan pemeriksa lutut bersisian.Tampon .Nierbekken . Pemeriksa menerangkan pemeriksaan yang akan dilakukan 3.Mulai pemeriksaan dari yang tidak sakit.6 Gangguan Indra Khusus (Mata.pantokain 2% atau xilokain 4% .kaca tenggorok no 5-8 . .Penuntun Skills Lab HIDUNG Tissue Lampu spiritus/ korek api Fakultas KedokteranUniversitas Andalas spekulum hidung kaca tenggorok no 2-4 pinset bayonet alat pengisap alat pengait benda asing hidung spatula lidah Obat-obatan yang diperlukan : .000 .Lampu spiritus/ korek api TENGGOROK .Kapas . Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 34 .Tissue .

Untuk melihat gerakan membran timpani digunakan otoskop pneumatic.6 Gangguan Indra Khusus (Mata. bersihkan dengan cara ekstraksi apabila serumen padat. Untuk pemeriksaan detail membran timpani spt perforasi. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 35 . Atur lampu kepala supaya fokus dan tidak mengganggu pergerakan. dipergunakan otoskop.atau liang telinga sempit( tak tampak keseluruhan membran timpani) sehingga perlu dipakai corong telinga. Dengan demikian liang telinga dan membran timpani akan tampak lebih jelas. hiperemis atau bulging dan retraksi. Dipegang dengan tangan kanan untuk memeriksa telinga kanan dan dengan tangan kiri bila memeriksa telinga kiri. Pada anak oleh karena liang telinganya sempit lebih baik dipakai corong telinga. Kalau ada serumen. untuk menentukan nyeri tarik dan menekan tragus untuk menentukan nyeri tekan. Daun telinga ditarik. Untuk meluruskannya maka daun telinga ditarik ke atas belakang . DAUN TELINGA Diperhatikan bentuk serta tanda-tanda peradangan atau pembengkakan. Blok 3. Pada anak. Untuk memeriksa telinga. harus diingat bahwa liang telinga tidak lurus. irigasi apabila tidak terdapat komplikasi irigasi atau di suction bila serumen cair.Penuntun Skills Lab PEMERIKSAAN TELINGA Fakultas KedokteranUniversitas Andalas Pasien duduk dengan posisi badan condong ke depan dan kepala lebih tinggi sedikit dari kepala pemeriksa untuk memudahkan melihat liang telinga dan membran timpani. lingkaran focus dari lampu. dan tragus ditarik ke depan. Liang telinga dikatakan lapang apabila pada pemeriksaan dengan lampu kepala tampak membran timpani secara keseluruhan( pinggir dan reflex cahaya) Seringkali terdapat banyak rambut di liang telinga. Supaya posisi otoskop ini stabil maka jari kelingking tangan yang memegang otoskop ditekankan pada pipi pasien. daun telinga ditarik ke bawah. kira kira 2030 cm di depan dada pemeriksa dengan sudut kira kira 60 derajat. Otoskop dipegang seperti memegang pensil. diameter 2-3 cm.

MEMBRAN TIMPANI Nilai warna. Perhatikan adanya polip atau jaringan granulasi. Blok 3. hiperemis atau ada furunkel. dindingnya adakah edema. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 36 . Refleks cahaya normal berbentuk kerucut.6 Gangguan Indra Khusus (Mata. perforasi dan tipenya dan gerakannya. tentukan dari mana asalnya.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas DAERAH MASTOID Adakah abses atau fistel di belakang telinga. reflek cahaya. LIANG TELINGA Lapang atau sempit. Apakah ada serumen atau sekret. Warna membran timpani yang normal putih seperti mutiara. warna seperti air raksa Bayangan kaki maleus jelas kelihatan bila terdapat retraksi membrane timpani ke arah dalam. Mastoid diperkusi untuk menentukan nyeri ketok.

NASOFARING DAN SINUS PARANASAL HIDUNG LUAR Bentuk hidung luar diperhatikan apakah ada deformitas atau depresi tulang hidung. Dengan jari dapat dipalpasi adanya krepitasi tulang hidung atau rasa nyeri tekan pada peradangan hidung dan sinus paranasal. Lokasi perforasi dapat di atik (di daerah pars flaksida). Apakah ada pembengkakan di daerah hidung dan sinus paranasal. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 37 . Blok 3. Bila disebabkan oleh trauma biasanya berbentuk robekan dan di sekitarnya terdapat bercak darah.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas Perforasi umumnya berbentuk bulat. Pada sumbatan tuba Eustachius tidak terdapat gerakan membran timpani ini. di sentral (di pars tensa dan di sekitar perforasi masih terdapat membran) dan di marginal (perforasi terdapat di pars tensa dengan salah satu sisinya langsung berhubungan dengan sulkus timpanikus) Gerakan membran timpani normal dapat dilihat dengan memakai balon otoskop.6 Gangguan Indra Khusus (Mata. PEMERIKSAAN HIDUNG.

nares posterior (koana) . arah horizontal. Massa dalam rongga hidung. Lidah pasien ditekan dengan spatula lidah. seperti polip atau tumor perlu diperhatikan keberadaannya. Sebelum dipakai harus diuji dulu pada punggung tangan pemeriksa apakah tidak terlalu panas. Konka inferior. edema atau hipertrofi.Penuntun Skills Lab RINOSKOPI ANTERIOR Fakultas KedokteranUniversitas Andalas Pasien duduk menghadap pemeriksa. RINOSKOPI POSTERIOR Untuk pemeriksaan ini dipakai kaca tenggorok no. Kaca ini dipanaskan dulu dengan lampu spritus atau dengan merendamkannya di air panas supaya kaca tidak menjadi kabur oleh nafas pasien. lokasi serta asal sekret tersebut. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 38 . konka media dan konka superior warnanya merah muda (normal). sedangkan sekret yang terdapat di meatus superior berarti sekret berasal dari sinus etmoid posterior atau sinus sphenoid.2-4. Saat pemeriksaan diperhatikan keadaan : Rongga hidung. atrofi. Sinar lampu kepala diarahkan ke kaca tenggorok dan diperhatikan : . pucat atau hiperemis. Spekulum dimasukkan ke dalam rongga hidung dalam posisi tertutup. pasien bernafas melalui mulut kemudian kaca tenggorok dimasukkan ke belakang uvula dengan arah kaca ke atas. krusta yang bau dan lain-lain perlu diperhatikan. krista dan spina. Spekulum hidung dipegang dengan tangan kiri (right handed). sinusitis frontal dan sinusitis etmoid anterior. eutrofi. Besarnya. Tangan kanan untuk mengatur posisi kepala. Septum nasi cukup lurus.sekret di dinding belakang faring (post nasal drip) Blok 3. Jika terdapat sekret kental yang keluar daridaerah antara konka media dan konka inferior kemungkinan sinusitis maksila.septum nasi bagian belakang . dengan jari telunjuk ditempelkan pada dorsum nasi. Setelah itu pasien diminta bernafas melalui hidung.6 Gangguan Indra Khusus (Mata. adanya sekret. dan dikeluarkan dalam posisi terbuka. deviasi. luasnya lapang/sempit( dikatakan lapang kalau dapat dilihat pergerakan palatum mole bila pasien disuruh menelan) . Perlu diperhatikan kaca tidak boleh menyentuh dinding posterior faring supaya pasien tidak terangsang untuk muntah. Asal perdarahan di rongga hidung.

Kaca tenggorok no 9 yang telah dihangatkan dipegang dengan tangan kanan seperti memegang pensil. torus tubarius dan fossa rossen muller. Diperhatikan : . Lidah : gerakannya dan apakah ada massa tumor.Penuntun Skills Lab - Fakultas KedokteranUniversitas Andalas dengan memutar kaca tenggorok lebih ke lateral maka tampak konka superior.T2 Blok 3. konka media dan konka inferior. telunjuk di bawah hidung. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 39 . Palpasi rongga mulut diperlukan bila ada massa tumor. Palpasi kelenjar liur mayor (parotis dan mandibula) PEMERIKSAAN HIPOFARING DAN LARING Pasien duduk lurus agak condong ke depan dengan leher agak fleksi. dimasukkan ke dalam mulut dan diletakkan di muka uvula. 2. bukal. Pada pemeriksaan rinoskopi posterior dapat dilihat nasopharing. muara kripti. atau adakah berselaput 5. Pasien diminta bernafas melalui mulut denggan tenang. perhatikan muara tuba.6 Gangguan Indra Khusus (Mata. Tonsil : besar. licin atau bergranula. jari manis dan kelingking di bawah dagu). ditentukan dengan lidi kapas Ukuran tonsil Tonsil sudah diangkat Tonsil masih di dalam fossa tonsilaris Tonsil sudah melewati pilar posterior belum melewati garis para median . biasanya pada tumor 3. adakah perlengketan dengan pilar. Lidah pasien dijulurkan kemudian dipegang dengan tangan kiri memakai kasa( dengan jari tengah dibawah dan jempol diatas lidah di pegang. PEMERIKSAAN MULUT DAN FARING( OROFARING ) Dua per tiga bagian depan lidah ditekan dengan spatula lidah kemudian diperhatikan : 1. Mulut :bibir.T3 Tonsil melewati garis paramedian belum lewat garis median (pertengahan uvula) -T4 Tonsil melewati garis median. apakah ada detritus. sekret ada atau tidak dan gerakan arkus faring.T1 .To . palatum. warna. 6. gusi dan gigi geligi 4. Dinding belakang faring : warnanya. kista dan lain-lain. diarahkan ke bawah.

perlekatan dengan jaringan sekitarnya. kista tiroid Pemeriksa berdiri di belakang pasien dan meraba dengan kedua belah tangan seluruh daerah leher dari atas ke bawah.Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas .Pita suara palsu (plika ventrikularis) : warna. gerakan adduksi pada waktu fonasi dan abduksi pada waktu inspirasi. tentukan ukuran. konsistensi. Bila terdapat pembesaran kelenjar limfa. edema atau tidak.Epiglotis yang berberbentuk omega . PEMERIKSAAN GARPU TALA (PENALA)  Manfaat : mengetahui jenis ketulian 40 Blok 3.Valekula : adakah benda asing .Sinus piriformis : apakah banyak sekret PEMERIKSAAN LEHER DAN KELENJAR LIMFA LEHER Pemeriksaan kel tiroid.Pita suara (plika vokalis): warna.6 Gangguan Indra Khusus (Mata. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 . .Plika ariepiglotika yaitu lipatan yang menghubungkan aritenoid dengan Epiglottis . tumor dan lain-lain . tumor.Aritenoid berupa tonjolan 2 buah .Rima glotis . bentuk.

5 cm. Schwabach Cara Menggetarkan Garpu Tala  Arah getaran kedua kaki garpu tala searah dengan kedua kaki garpu tala  Getarkan kedua kaki garpu tala dengan jari telunjuk dan ibu jari( kuku) Posisi / Letak Garpu Tala  Penting : Telinga tidak tertutup. kaca mata. tidak boleh menyinggung daun telinga Tes RINNE   Prinsip : Membandingkan hantaran tulang dengan hantaran udara pada satu telinga Garpu tala digetarkan. Setelah tidak terdengar.5 cm di depan liang telinga yang di periksa Masih terdengar : Rinne (+). Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 41 . tangkainya diletakkan di prosesus mastoid. tidak terdengar : Rinne (-)  Tes WEBER  Prinsip tes Weber : Membandingkan hantaran tulang telinga kiri dan kanan penderita Blok 3. garpu tala dipindahkan dan dipegang kira-kira 2. giwang dilepas  Hantaran udara (AC) : arah kedua kaki garpu tala sejajar dengan arah liang Telinga kira kira 2.6 Gangguan Indra Khusus (Mata.  Hantaran tulang (BC) : pada prosesus mastoid.Penuntun Skills Lab    Prosedur Jenis tes Interprestasi Fakultas KedokteranUniversitas Andalas : cara menggetarkan dan penempatan garpu tala : Rinne. Weber.

sama keras di kedua telinga . Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 42 .6 Gangguan Indra Khusus (Mata. di letakkan di prosesus mastoid yang diperiksa.Schwabach memendek  gangguan sensorineural .Lateralisasi ke telinga sehat ( tulisaraf yang sakit) Tes SCHWABACH   Prinsip : Membandingkan hantaran tulang yang diperiksa dengan pemeriksa.Lateralisasi ke telinga sakit ( tuli konduktif yang sakit) . Interprestasi : .terdengar lebih keras di salah satu telinga Penilaiannya ada atau tidak ada lateralisasi Interpretasi . dimana pemeriksa harus normal Garputala digetarkan.Schwabach sama  Normal  Blok 3.Schwabach memanjang  gangguan konduksi . setelah tidak terdengar bunyi garputala dipindahkan ke prosesus mastoid pemeriksa dan sebaliknya.Penuntun Skills Lab  Fakultas KedokteranUniversitas Andalas   Garpu tala digetarkan di linea mediana. dahi atau di gigi insisivus atas kemudian tentukan bunyi terdengar di mana ? .

........ 3... Skor 0 1 2 3 Keterangan Skor : 0........6 Gangguan Indra Khusus (Mata........ ………………... Point Penilaian Memberikan salam pembuka...) Blok 3..............Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas PENILAIAN SKILL LAB BLOK 3... 3.... 1..... 4 5..2012 Instruktur.. Padang..) (... memperkenalkan diri Mengatur cara duduk pasien Mengatur letak lampu kepala dan alat periksa lainnya Memberi tahu pasien tentang tidakan yang akan dilakukan dan caranya Membuat pasien dalam posisi rileks..... 2.. Pemeriksaan THT secara umum No 1..6 (INDRA KHUSUS) Nama Mahasiswa BP.... Tidak dilakukan sama sekali dilakukan dengan banyak perbaikan dilakukan dengan sedikit perbaikan dilakukan dengan sempurna Padang... Kelompok : : : 1.... 2012 Mahasiswa.. 2.. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 43 ....... (…………………………......

Pemeriksaan Telinga No 1..... dilakukan dengan banyak perbaikan 2....) Blok 3.......) (..2012 Instruktur.. dilakukan dengan sempurna Padang...6 (INDRA KHUSUS) Nama Mahasiswa BP... ……………….... dilakukan dengan sedikit perbaikan 3... Padang...Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas PENILAIAN SKILL LAB BLOK 3.... (………………………….......... menentukan nyeri ketok/ tarik Memeriksa telinga dengan otoskopi Mempresentasikan membrane timpani Skor 0 1 2 3 Keterangan Skor : 0.............. Tidak dilakukan sama sekali 1............. 2012 Mahasiswa.... Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 44 . 3 4 5 Point Penilaian Pasien pada posisi yang benar( Cara duduk) Melihat liang telinga dengan lampu kepala Memeriksa telinga luar............6 Gangguan Indra Khusus (Mata... Kelompok : : : 2. 2....

....Septum .. 6. ……………….6 (INDRA KHUSUS) Nama Mahasiswa BP..Konka media ........Konka inferior ......Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas PENILAIAN SKILL LAB BLOK 3. (………………………….. dilakukan dengan sempurna Padang...... dilakukan dengan banyak perbaikan 2. 2......Hidung luar dan lobang hidung .. 4.... 2012 Mahasiswa....Tonsil . 3.Dinding faring Skor 0 1 2 3 Keterangan Skor : 0.) (.... Kelompok : : : 3... Tidak dilakukan sama sekali 1.. 7. 8.......... Padang.. Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 45 .... Point Penilaian Mengatur posisi pasien Mengatur posisi lampu kepala Memegang spekulum dengan benar Melakukan perkusi pada sinus maksila dan etmoid Melakukan pemeriksaan rinoskopi anterior Melakukan pemeriksaan rinoskopi posterior Melakukan pemeriksaan tonsil dan melihat ukurannya Perhatikan .. dilakukan dengan sedikit perbaikan 3.............Koana ..6 Gangguan Indra Khusus (Mata.....Pemeriksaan Hidung dan Tenggorok No 1.......2012 Instruktur.) Blok 3.. 5....

..6 Gangguan Indra Khusus (Mata.. Kelompok : : : 4. 7 Point Penilaian Mengetahui frekwensi garputala Menggetarkan garputala dengan benar Melakukan pemeriksaan Rhinne pada kedua telinga Melakukan pemeriksaan Weber Melakukan pemeriksaan schwabach Mampu melakukan interpretasi sederhana Menerangkan pada pasien Skor 0 1 2 3 Keterangan Skor : 0.....) Blok 3.) (.. (………………………….......... dilakukan dengan sedikit perbaikan 3......... Padang........... ………………. 4.....Penuntun Skills Lab Fakultas KedokteranUniversitas Andalas PENILAIAN SKILL LAB BLOK 3.. 2.. dilakukan dengan banyak perbaikan 2...6 (INDRA KHUSUS) Nama Mahasiswa BP.2012 Instruktur. 6.... 3..... 5..... Kulit dan THT) Edisi Ke –1 Tahun 2012 46 .. 2012 Mahasiswa................ Tidak dilakukan sama sekali 1....... dilakukan dengan sempurna Padang....... Pemeriksaan Garpu tala No 1..