You are on page 1of 3

EVALUASI PENDIDIKAN Pendidikan April 27th, 2007 Evaluasi merupakan kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran s ecara

sistematis untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didi k dan sejauh apakah perubahan tersebut mempengaruhi kehidupan peserta didik. (di kutip dari Bloom et.all 1971). Stufflebeam et.al 1971 mengatakan bahwa evaluasi adalah proses menggambarkan, me mperoleh dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusa n. Evaluasi sendiri memiliki beberapa prinsip dasar yaitu ; 1. Evaluasi bertujuan membantu pemerintah dalam mencapai tujuan pembeljara n bagi masyrakat. 2. Evaluasi adalah seni, tidak ada evaluasi yang sempurna, meski dilkukan dengan metode yang berbeda. 3. Pelaku evaluasi atau evaluator tidak memberikan jawaban atas suatu pert anyaan tertentu. Evaluator tidak berwennag untuk memberikan rekomendasi terhadap keberlangsungan sebuah program. Evaluator hanya membantu memberikan alternatif. 4. Penelitian evaluasi adalah tanggung jawab tim bukan perorangan. 5. Evaluator tidak terikat pada satu sekolah demikian pula sebaliknya. 6. evaluasi adalah proses, jika diperlukan revisi maka lakukanlah revisi. 7. Evaluasi memerlukan data yang akurat dan cukup, hingga perlu pengalaman untuk pendalaman metode penggalian informasi. 8. Evaluasi akan mntap apabila dilkukan dengan instrumen dan teknik yang a plicable. 9. Evaluator hendaknya mampu membedakan yang dimaksud dengan evaluasi form atif, evaluasi sumatif dan evaluasi program. 10. Evaluasi memberikan gambaran deskriptif yang jelas mengenai hubungan s ebab akibat, bukan terpaku pada angka soalan tes. Dengan demikian dapat dimengerti bahwa sesungguhnya evaluasi adalah proses mengu kur dan menilai terhadap suatu objek dengan menampilkan hubungan sebab akibat di antara faktor yang mempengaruhi objek tersebut. Tujuan evaluasi adalah untuk melihat dan mengetahui proses yang terjadi dalam pr oses pembelajaran. Proses pembelajaran memiliki 3 hal penting yaitu, input, tran sformasi dan output. Input adalah peserta didik yang telah dinilai kemampuannya dan siap menjalani proses pembelajaran. transformasi adalah segala unsur yang terkait dengan proses pembelajaran yaitu ; guru, media dan bahan beljar, metode pengajaran, sarana penunjang dan sistem ad ministrasi. Sedangkan output adalah capaian yang dihasilkan dari proses pembelaj aran. Evaluasi pendidikan memiliki beberapa fungsi yaitu ; 1. Fungsi selektif 2. Fungsi diagnostik 3. Fungsi penempatan 4. Fungsi keberhasilan Maksud dari dilakukannya evaluasi adalah ; 1. Perbaikan sistem 2. Pertanggungjawaban kepada pemerintah dan masyarakat 3. Penentuan tindak lanjut pengembangan PRINSIP PRINSIP EVALUASI 1. Keterpaduan 2. evauasi harus dilakukan dengan prinsip keterpaduan antara tujuan intrusional pengajaran, materi pembelajaran dan metode pengjaran.

3. Keterlibatan peserta didik 4. prinsip ini merupakan suatu hal yang mutlak, karena keterlibatan peserta didi k dalam evaluasi bukan alternatif, tapi kebutuhan mutlak. 5. Koherensi 6. evaluasi harus berkaitan dengan materi pengajaran yang telah dipelajari dan s esuai dengan ranah kemampuan peserta didik yang hendak diukur. 7. 4. Pedagogis 8. Perlu adanya tool penilai dari aspek pedagogis untuk melihat perubahan sikap dan perilaku sehingga pada akhirnya hasil evaluasi mampu menjadi motivator bagi diri siswa. 9. Akuntabel 10. Hasil evaluasi haruslah menjadi aalat akuntabilitas atau bahan pertnggungjaw aban bagi pihak yang berkepentingan seeprti orangtua siswa, sekolah, dan lainnya . TEKNIK EVALUASI Teknik evaluasi digolongkan menjadi 2 yaitu teknik tes dan teknik non Tes 1. teknik non tes meliputi ; skala bertingkat, kuesioner,daftar cocok, wawancara , pengamatan, riwayat hidup. a. Rating scale atau skala bertingkat menggambarkan suatu nilai dalam bentuk ang ka. Angka-angak diberikan secara bertingkat dari anggak terendah hingga angkat p aling tinggi. Angka-angka tersebut kemudian dapat dipergunakan untuk melakukan p erbandingan terhadap angka yang lain. b. Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang terbagi dalam beberapa kategori. Dari segi yang memberikan jawaban, kuesioner dibagi menjadi kuesioner langsung dan k uesioner tidak langsung. Kuesioner langsung adalah kuesioner yang dijawab langsu ng oleh orang yang diminta jawabannya. Sedangkan kuesiioner tidak langsung dijaw ab oleh secara tidak langsung oleh orang yang dekat dan mengetahui si penjawab s eperti contoh, apabila yang hendak dimintai jawaban adalah seseorang yang buta h uruf maka dapat dibantu oleh anak, tetangga atau anggota keluarganya. Dan bila d itinjau dari segi cara menjawab maka kuesioner terbagi menjadi kuesioner tertutu p dan kuesioner terbuka. Kuesioner tertututp adalah daftar pertanyaan yang memil iki dua atau lebih jawaban dan si penjawab hanya memberikan tanda silang (X) ata u cek (v) pada awaban yang ia anggap sesuai. Sedangkan kuesioner terbuka adalah daftar pertanyaan dimana si penjawab diperkenankan memberikan jawaban dan pendap at nya secara terperinci sesuai dengan apa yang ia ketahui. c. Daftar cocok adalah sebuah daftar yang berisikan pernyataan beserta dengan ko lom pilihan jawaban. Si penjawab diminta untuk memberikan tanda silang (X) atau cek (v) pada awaban yang ia anggap sesuai. d. Wawancara, suatu cara yang dilakukan secara lisan yang berisikan pertanyaan-p ertanyaan yang sesuai dengan tujuan informsi yang hendak digali. wawancara dibag i dalam 2 kategori, yaitu pertama, wawancara bebas yaitu si penjawab (responden) diperkenankan untuk memberikan jawaban secara bebas sesuai dengan yang ia diket ahui tanpa diberikan batasan oleh pewawancara. Kedua adalah wawancara terpimpin dimana pewawancara telah menyusun pertanyaan pertanyaan terlebih dahulu yang ber tujuan untuk menggiring penjawab pada informsi-informasi yang diperlukan saja. e. Pengamatan atau observasi, adalah suatu teknik yang dilakuakn dengan mengamat i dan mencatat secara sistematik apa yang tampak dan terlihat sebenarnya. Pengam atan atau observasi terdiri dari 3 macam yaitu (1) observasi partisipan yaitu p engamat terlibat dalam kegiatan kelompok yang diamati. (2) Observasi sistematik, pengamat tidak terlibat dalam kelompok yang diamati. Pengamat telah membuat lis t faktor faktor yang telah diprediksi sebagai memberikan pengaruh terhadap siste m yang terdapat dalam obejek pengamatan. f. Riwayat hidup, evaluasi ini dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi mengenai objek evaluasi sepanjang riwayat hidup objek evaluasi tersebut. 2. Teknik tes. Dalam evaluasi pendidikan terdapat 3 macam tes yaitu

a. tes diagnostik b. tes formatif c. tes sumatif Penjelasan mengenai 3 macam tes diatas dapat dibaca pada bagian Teknik Tes PROSEDUR MELAKSANAKAN EVALUASI Dalam melaksanakan evaluasi pendidikan hendaknya dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa evaluasi pendidikan secara garis besar melibatkan 3 unsur yaitu input, proses dan out put. Apabila prosesdur yang dilakukan tidak bercermin pada 3 unsur tersebut maka dikhawatirka n hasil yang digambarkan oleh hasil evaluasi tidak mampu menggambarkan gambaran yang sesungguhnya terjadi dalam proses pembelajaran. Langkah-langkah dalam melak sanakan kegiatan evaluasi pendidikan secara umum adalah sebagai berikut a. perencanaan (mengapa perlu evaluasi, apa saja yang hendak dievaluasi, tujuan evaluasi, teknikapa yang hendak dipakai, siapa yang hendak dievaluasi, kapan, di mana, penyusunan instrument, indikator, data apa saja yang hendak digali, dsb) b. pengumpulan data ( tes, observasi, kuesioner, dan sebagainya sesuai dengan tu juan) c. verifiksi data (uji instrument, uji validitas, uji reliabilitas, dsb) d. pengolahan data ( memaknai data yang terkumpul, kualitatif atau kuantitatif, apakah hendak di olah dengan statistikatau non statistik, apakah dengan parametr ik atau non parametrik, apakah dengan manual atau dengan software (misal SAS, S PSS ) e. penafsiran data, ( ditafsirkan melalui berbagai teknik uji, diakhiri dengan u ji hipotesis ditolak atau diterima, jika ditolak mengapa Jika diterima mengapa B erapa taraf signifikannya) interpretasikan data tersebut secara berkesinambungan dengan tujuan evaluasi sehingga akan tampak hubungan sebab akibat. Apabila hubu ngan sebab akibat tersebut muncul maka akan lahir alternatif yang ditimbulkan ol eh evaluasi itu.

You might also like