LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN KARBOHIDRAT I

Diajukan untuk memenuhi salah satu Tugas Praktikuk Biokimia Pangan

Nama NRP Kelompok Meja Asisten Tgl. Percobaan

Oleh : : Rayi Annissa Tiaraswara : 103020012 :A : 5 (Lima) : Sari Fitriana : Senin, 27 Februari 2012

LABORATORIUM BIOKIMIA PANGAN JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2012

Laboratorium Biokimia Pangan

Karbohidrat I

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN KARBOHIDRAT I
Rayi Annissa Tiaraswara Yusrina Nurul Hadi INTISARI
Percobaan yang dilakukan adalah uji molisch, uji bsfoed, uji benedic, dan uji selliwanof. Tujuan dari praktikum uji molisch adalah untuk mengetahui adanya karbohidrat dalam bahan pangan atau sampel secara umum. Tujuan dari praktikum uji barfoed adalah untuk mengetahui atau menguji adanya gula monosakarida pereduksi. Tujuan dari praktikum uji bebedic adalah untuk mengetahui adanya gila pereduksi dalam suatu bahan pangan atau sampel, dan tujuan dari praktikum uji salliwanof adalah untuk mengatahui adanya gula ketosa dalam bahan pangan. Prinsip dari uji molisch adalah berdasarkan pada reaksi karbohidrat dengan H2SO4 sehingga membentuk senyawa hidrosksi metilfurfural dengan –naftol akan membentuk cincin senyawa komplek berwarna ungu, sedangkan prinsip dari uji barfoed adalah berdasarkan pada reaksi suatu karbohidrat dengan larutan barfoed yaitu CuSO4 dan CuSO4, dalm suasana asam, diredukski menjadi Cu2O dan membentuk endapan merah bata. Prinsip dari uji benedic adalah berdasarkan suasana basa, guhus karbonil bebas dari 2+ karbohidrat dengan Cu membentuk Cu2O, dan yang teraknir adalah prinsip uji selliwanof adalah berdasarkan penambahan HCl akan menghidrolisis senyawa furfural dengan penambahan resolsinol sehingga menghasilkan senyawa kompleks berwarna merah. Dari hasil pengamatan uji karbohidrat ini didapat hasil bahwa pada uji molisch sampel E, F, G, H, dan A positif mengandung karbohidrat yang ditandai dengan adanya cincin senyawa kompkels berwarna ungu, sedangkan pada uji bafroed didapat sampel E, G, dan H positif mengandung gula monosakarida pereduksi, yang ditandao dengan adanya endapan merah bata. Hasil untuk uji benedict didapat empat sampel yang positif, yakni E, F, G, dan H, yang positif mengandung gula pereduksi yang ditandai dengan adanya endapan merah bata dan warna hijau kekuningan. Terakhir adalah uji selliwanof, hasil yang didapat adalah sampel E, dan G positif mengandung gula ketosa yang ditandai dengan warna merah terang pada larutan.

(103020012) (103020014)

Laboratorium Biokimia Pangan

Karbohidrat I

BAB I PENDAHULUAN
Bab menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang Percobaan, (2) Tujuan Percobaan, (3) Prinsip Percobaan, dan (4) Reaksi Percobaan. 11. Latar Belakanga Percobaan Karbohidrat adalah senyawa organik terdiri dari unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. contoh; glukosa C6H12O6, sukrosa C12H22O11, sellulosa (C6H10O5)n. Rumus umum karbohidrat Cn(H2O)m. Karena komposisi yang demikian, senyawa ini pernah disangka sebagai hidrat karbon, tetapi sejak 1880, senyawa tersebut bukan hidrat dari karbon. Nama lain dari karbohidrat adalah sakarida, berasal dari bahasa Arab "sakkar" artinya gula. Karbohidrat sederhana mempunyai rasa manis sehingga dikaitkan dengan gula. Melihat struktur molekulnya, karbohidrat lebih tepat didefinisikan sebagai suatu polihidroksialdehid atau polihidroksiketon. Contoh glukosa; adalah suatu polihidroksi aldehid karena mempunyai satu gugus aldehid da 5 gugus hidroksil (OH). Karbohidrat merupakan senyawa yang mengandung gugus fungsi keton atau aldehid, dan gugus hidroksi. Karbohidrat berfungsi sebagai penyedia energi yang utama. Protein dan lemak berperan juga sebagai sumber energi bagi tubuh kita, tetapi karena sebagian besar makanan terdiri atas karbohidrat, maka karbohidrat-lah yang terutama merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Amilum atau pati, selulosa, glikogen, gula atau sukrosa dan glukosa merupakan beberapa senyawa karbohidrat yang penting dalam kehidupan manusia. Molekul karbohidrat terdiri atas atom-atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Jumlah atom hidrogen dan oksigen merupakan perbandingan 2:1 seperti pada molekul air. Karbohidrat terbagi menjadi 3 yakni, Mnosakarida yang paling sederhana adalah gliseraldehida dan dihidroksiaseton. Monosakarida, terdiri atas 3-6 atom C dan zat ini tidak dapat lagi dihidrolisis oleh larutan asam dalam air menjadi karbohidrat yg lebih sederhana.

Laboratorium Biokimia Pangan

Karbohidrat I

Disakarida, senyawanya terbentuk dari 2 molekul monosakarida yg sejenis atau tidak. Disakarida dpt dihidrolisis oleh larutan asam dalam air sehingga terurai menjadi 2 molekul monosakarida. Polisakarida, senyawa yg terdiri dari gabungan molekul2 monosakarida yg banyak jumlahnya, senyawa ini bisa dihidrolisis menjadi banyak molekul monosakarida. Dalam dunia analis uji kaebohidrat dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan cara uji mlolisch, uji barfoed, uji bebedict, dan uji selliwanof. Keemat uji ini merupakan pengujian adanya karbohidrat secara kualitatif pada bahan pangan atau sampel, maka dari itu uji ini sangatlah penting untuk mengetahui keberadaan karbohodrat dalam bahan pangan dan menhetahui fungsi dari masing-masingnya. 1.2.Tujuan Percobaan Tujuan dari praktikum uji molisch adalah untuk mengetahui adanya karbohidrat dalam bahan pangan atau sampel secara umum. Tujuan dari praktikum uji barfoed adalah untuk mengetahui atau menguji adanya gula monosakarida pereduksi. Tujuan dari praktikum uji bebedic adalah untuk mengetahui adanya gila pereduksi dalam suatu bahan pangan atau sampel. Tujuan dari praktikum uji salliwanof adalah untuk mengatahui adanya gula ketosa dalam bahan pangan. 1.3. Prinsip Percobaan Prinsip dari uji molisch adalah berdasarkan pada reaksi karbohidrat dengan H2SO4 sehingga membentuk senyawa hidrosksi metilfurfural dengan –naftol akan membentuk cincin senyawa komplek berwarna ungu. Prinsip dari uji barfoed adalah berdasarkan pada reaksi suatu karbohidrat dengan larutan barfoed yaitu CuSO 4 dan H2SO4, dalm suasana asam, diredukski menjadi Cu2O dan membentuk endapan merah bata. Prinsip dari uji benedic adalah berdasarkan suasana basa, 2+ guhus karbonil bebas dari karbohidrat dengan Cu membentuk Cu2O.

1.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Prinsip uji selliwanof adalah berdasarkan penambahan HCl akan menghidrolisis senyawa furfural dengan penambahan resolsinol sehingga menghasilkan senyawa kompleks berwarna merah. Reaksi Uji Barfoed .4. Reaksi Percobaan Uji Molisch H C=O H─C─O OH ─ C ─ H + H2SO4 H ─ C ─ OH H ─C─ OH CH2OH Gambar 1. Reaksi Percobaan Uji Molisch Uji Barfoed HC CH HC C-C O Senyawa Komoleks O H ─ C ─ + Cu2+ Cu2O O + ─C─H (Gugus karbonil (Kompeks (Endapan Merah Bata) bebas KH) Ion) Gambar 2.

Reaksi Uji Bebedic .Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Uji Benedic O H ─ C ─ + Cu2+ Cu2O O + ─C─H (Gugus karbonil (Kompeks (Endapan Merah Bata) Bebas KH) Ion) Gambar 3.

BAHAN. Rekasi Uji Selliwanof BAB II ALAT. .Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Uji Selliwanof H H ─ C = OH C=O OH ─ C ─ H H ─ C ─ OH H ─ C ─ OH H ─ C ─ OH H OH OH HC + HCl H─C O OH CH C=O+ H OH C ─ C─ (CH2)4 CH3 O O C3H8O3 Gambar 4. (2) Bahan-Bahan yang digunakan. DAN METODE PERCOBAAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Alat-Alat yang Digunakan. dan (3) Metode Percobaan.

lap. rak tabung reaksi. Metode Percobaan Uji Molisch Adapun metode untuk percobaan uji molisch adalah sebagai berikut.5 ml larutan barfoed. 3 tetes larutan molisch. dan uji selliwanof adalah sampel E. Alat .Alat yang Digunakan Alai-alat yang digunakan dalam uji molisch. 2 buah gelas kimia 250 ml. dan uji selliwanof adalah 20 buah tabung reaksi. 2. tissue. dan penagas air. 2 ml H2SO4. 1. satu buah pipet volumetri. Metode Percobaan Uji Molisch . G. uji barfoed. label. Bahan-Bahan yang Digunakan Bahan-bahan 5 buah sampel. 2 ml larutan selliwanof. H. digunakan dalam uji molisch.2. air 300 ml.3. uji benedic. uji barfoed.1. F. 24 buah pipet tetes. 3 ml larutan benedic. 1 ml larutan Karbohidrat + 3 Tetes larutan Molisch (Homogenkan) Teteskan 2 ml H2SO4 (Pekat) Amati warna dari cincin yang terbentuk pada permukaan larutan terbentuk cincin ungu Gambar 5. 2.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I 2. uji benedic. dan A sebanyak 1 ml untuk tiap-tiap sampelnya.

Amati terbentunya endapan merah bata Gambar 6.5 ml larutan barfoed Panaskan selama 15 menit di penangas air.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Uji Barfoed Adapun metode percobaan uji barfoed adalah sebagai berikut. Metode Percobaan Uji Barfoed . 1m larutan karbohidrat + 1.

Amati terbentunya endapan merah bata atau biru kehijauan Gambar 7. 1m larutan karbohidrat + 3 ml larutan benedic Panaskan selama 5 menit di penangas air. Metode Uji Benedic .Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Uji Benedic Adapun metode untuk percobaan uji benedic adalah sebagai berikut.

Warna menjadi merah. Metode Percobaan Uji Selliwanof . Amati terbentunya warna merah cerah Gambar 8.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Uji Selliwanof Adapun metode dari percobaan uji selliwanof adalah sebagai berikut 1m larutan karbohidrat + 2 ml larutan selliwanof Panaskan selama 5-10 menit di penangas air.

2012) Keterangan : (+) Apabila terbentuk cincin ungu dikedua lapisan larutan (-) Apabila tidak terbentuk cincin ungu di kedua lapisan larutan . Meja 5. Kelompok A. Hasil Pengamatan Uji Molisch Bahan Pereaksi Warna Hasil Keterangan Larutan Terbentuk Adanya E Molisch + (+) Cincin Ungu karbohidrat H2SO4 Larutan Terbentuk Adanya F Molisch + (+) Cincin Ungu karbohidrat H2SO4 Larutan Terbentuk Adanya G Molisch + (+) Cincin Ungu karbohidrat H2SO4 Larutan Terbentuk Adanya H Molisch + (+) Cincin Ungu karbohidrat H2SO4 Larutan Terbentuk Adanya A Molisch + (+) Cincin Ungu karbohidrat H2SO4 (Sumber : Rayi Annissa T. Tabel 1. Hasil Pengamatan dan Pembahasan Uji Molisch Adapun hasil pengamatan yang didapat dari percobaan karbohidrat I adalah sebagai berikut.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I BAB III HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN Bab ini menguraikan mengenai : (1) Hasil Pengamatan dan Pembahasan.

namun kata karbohidrat sudah terlanjur meluas dan tetap digunakan sampai sekarang. yaitu monosakarida. Hasil Pengamatan Uji Molisch Karbohidrat adalah senyawa yang mengandung gugus fungsi keton atau aldehid. monosakarida adalah karbohidrat yang sederhana. Atom karbon yang mengikat hidrat (air). dalam arti molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom karbon saja dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis dalam kondisi . dan oksigen (C. Penyusun utama karbohidrat adalah karbon. oligosakarida. merupakan sumber energi utama pada makanan. Monosakarida. O) dengan rumus umum Cn(H2O)n. Secara umum terdapat tiga macam karbohidrat berdasarkan hasil hidrolisisnya. dan polisakarida. meskipun beberapa saat kemudian diketahui bahwa hidrogen dan oksigen berikatan bukan sebagai air. hidrogen. Karbohidrat merupakan polihidroksi aldehida atau keton. terdiri atas 3-6 atom C. Karbohidrat berasal dari kata „karbon‟ dan „hidrat‟. Karena inilah maka nama karbohidrat diberikan. Karbohidrat adalah polisakarida. dan gugus hidroksi. atau senyawa yang menghasilkan senyawa ini bila dihidrolisa.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Gambar 9. H.

Oligosakarida yang paling banyak terdapat di alam adalah disakarida Polisakarida adalah polimer monosakarida yang terdiri dari ratusan atau ribuan monosakarida yang dihubungkan dengan ikatan 1. Uji Molisch dinamai sesuai penemunya yaitu Hans Molisch. Polisakarida yang dapat larut dalam air akan membentuk larutan koloid. dekstrin dan selulosa. Berbagai uji telah dikembangkan untuk analisis kualitatif maupun kuantitatif terhadap keberadaan karbohidrat. Senyawa yang termasuk oligosakarida mempunyai molekul yang terdiri atas beberapa molekul monosakarida.4-aglikosida (a=alfa). tidak memiliki rasa manis dan tidak memiliki sifat mereduksi. mulai dari yang membedakan jenis-jenis karbohidrat dari yang lain sampai pada yang mampu membedakan jenis-jenis karbohidrat secara spesifik. sedangkan yang menagdung senyawa lain disebut heteropolisakarida. glikogen. Berat molekut polisakarida bervariasi dari beberapa ribu hingga lebih dari satu juta. beberapa polisakarida yang penting diantaranya adalah amilim. Monosakarida yang oaling sederhana adalah gliseraldehida dan dihidroksiaseton Oligosakarida adalah rantai pendek unit monosakarida yang terdiri dari 2 sampai 10 unit monosakarida yang digabung bersama-sama oleh ikatan kovalen dan biasanya bersifat larut dalam air. Molekul polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida. Uji molisch adalah uji kimia kualitatif untuk mengetahui adanya karbohidrat. Pada umumnya polisakarida mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada mono dan oligosakarida.Uji adanya karbohidrat secara umum dapat dilakukan dengan uji molisch. membentuk satu molekul disakarida. Dua molekul monosakarida yang berikatan satu dengan yang lain. seorang alhi botani dari Australia. Polisakarida yang terdiri atas satu macam monosakarida saja disebut homopolisakarida. Oligosakarida yang lain adalah trisakarida yaitu yang terdiri atas tiga molekul monosakarida dan tetrasakarida yang terbentuk dari empat molekul monosakarida. Uji ini didasari oleh reaksi dehidrasi karbohidrat.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I lunak menjado karbohidrat lain. Umumnya polisakarida berupa senyawa berwarna putih dan tidak berbentuk kristal. dehidrasi senyawa karbohidrat oleh .

Fruktosa terdapat dalam buah-buahan. Sampel yang digunakan sebanyak 5 buah. Uji molisch ini tidak dilakukan pemanasan seperti kebanyakan uji karbohidrat lain. H2SO4 ini merupakan asam sulfat pekat. Fruktosa adalah suatu ketoheksosa . merupakan gula yang paling manis. Sampel E yakni larutan fruktosa. dan A. di-. H. asalnkan memiliki fungsi dan sifat yang sama. setelah itu tambahkan 3 tetes larutan molisch. H2SO4 dapat diganti.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I asam sulfat pekat. F. Sampel perlahan-lahan dituangkan H2SO4 melalui dinding tabung reaksi agar tidak sampai bercampur dengan larutan atau hanya membentuk lapisan. Larutannya merupakan pemutar kiri sehingga fruktosa disebut juga levulosa. asam pekat ini menimbulkan panas apabila dicampurkan dengan larutan. yakni sampek E. Hasil dari uji molisch ini didapat seluruh sampel. contohnya adalah HCl. Bersamadengan glukosa merupakan komponen utama dari madu. Komposisi larutan molisch adalah α-naphthol yang terlarut dalam etanol atau compuran antara α-naphthol dan alkohol. dan A positif mengandung karbohidrat dengan ditandai adanya cincin ungu pada kedua lapisan. H. G. yakni berupa asam kuat dan pekat. H2SO4 ini berfungsi untuk membentuk senyawa kompleks hidroksi metil furfural yang akan merekasi dengan α-naphthol membentuk cincin ungu. sedangkan dehidrasi pentosa menghasilkan senyawa fulfural. Uji ini untuk semua jenis karbohidrat. Uji positif jika timbul cincin merah ungu yang merupakan kondensasi antara furfural atau hidroksimetil furfural dengan a-naftol dalam pereaksi molish. G. Sampel siambil sebanyak 1 ml kedalam tabung reaksi. F. juga menimbulkan panas. dan polisakarida akan memberikan hasil positif. Mono-. Sampel ini diuji untuk mengetahu adanya karbohidrat secara umum. yakni sampel E. Dehidrasi heksosa menghasilkan senyawa hidroksi metil furfural. hal ini dapat terjadi karean asam sulfat dapat menghidrolisa ikatan glikosidik (ikatan atara satuan dasar yang satu terkadap yang lainnya) karbohidrat menjadi monisakarida selanjutnya didehidrasi menjadi furfural. oleh karenanya uji molisch ini tidak perlu dilakukan pemanasan karena telah menghasilkan panas dari penambahan H2SO4. in dikarenakan adanya penggunaan H2SO4.

D-fruktosa mempunyai sifat mereduksi reagen Benedict. mula-mula fruktosa diubah menjadi hidroksimetilfurfural yang selanjutnya bereaksi dengan resorsinol membentuk senyawa yang berwarna merah. Disebut juga sebagai gula buah. 1979). yaitu gula yang biasa digunakan seharihari sebagai pemanis.40C)  Dapat mereuksi larutan fehling dan membentuk endapan merah bata  Dapat difermentasi Gambar 10. Fruktosa mempunyai rasa lebih manis dari pada gula tebu atau sukrosa. difermentasi oleh ragi dan berwarna merah ceri dengan reagen Seliwanoff resorsinol-HCl (Harper et al. dan berasal dari tebu atau bit (McGilvery&Goldstein. membentuk osazon dengan fenilhidrazina yang identik dengan osazon glukosa. 1996).3 dhidroksi-benzena) dalam asam clorida.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut juga levulosa. dperoleh dari hdrolisis sukrosa. Barfoed (gula pereduksi). Fruktosa berikatan dengan glukosa membentuk sukrosa. dan mempunyai sifat:  Memutar bidang polarisasi cahaya ke kiri (-92. yaitu larutan resorsinol (1. Dengan pereaksi ini. pereaksi Seliwanoff ini khas untuk menunjukkan adanya ketosa. Haynes. Sampel E Larutan Fruktosa . Fruktosa dapat dibedakan dari glukosa dengan pereaksi seliwanoff.

terdapat pada hidrolisis amilum. Dalam alam glukosa dihasilkan dari reaksi antara karbondioksida dan air dengan bantuan sinar matahari dan klorofil dalam daun serta mempunyai sifat:  Memutar bidang polarisasi cahaya ke kanan (+52. sukrosa. banyak ditemukan di bauhbuahan. Di alam glukosa terdapat dalam buah-buahan dan madu lebah. Glukosa merupakan senyawa organik terbanyak. yaitu antara 70-100 mg tiap 100 ml darah.70)  Dapat mereduksi larutan fehling dan membuat larutan merah bata  Dapat difermentasi menghasilkan alkohol (etanol) Glukosa adalah suatu aldoheksosa dan sering disebut dekstrosa karena mempunyai sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi ke arah kanan. oleh karenanya larutan frutosa ini positif pada uji molisch dengan ditandai adanya cincin ungu. selulosa dan glikogen. Darah manusia normal mengandung glukosa dalam jumlah atau konsentrasi yang tetap. . dan fruktosa mempunyai rasa lebih manis dari pada gula tebu atau sukrosa. Di alam. jumlah glukosa darah akan kembali pada keadaan semula. yakni larutan glukosa. maltosa. jelas mengandung karbohidrat.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Larutan Fruktosa ini mengadung komposisi gula ketosa yang telah mengalami proses pengenceran. penyusun dalam madu. Sampel kedua adalah sampel F. namun kira-kira 2 jam sesudah itu. karena fruktosa sendiri merupakan golongan monosakarida dari karbohidrat. dan laktosa. Ditinjau dari komposisi larutan fruktosa. Glukosa darah ini dapat bertambah setelah kita makan makanan sumber karbohidrat. Glukosa dapat diperoleh dari hidrolisis sukrosa (gula tebu) atau pati (amilum). glukosa terdapat dalam buah-buahan dan madu lebah. Glukosa merupakan monomer dari polisakarida terpenting yaitu amilum. gula darah karena terdapat dalam darah atau dekstrosa karena memutarkan bidang polarisasi kekanan. Glukosa disebut juga gula anggur karena terdapat dalam buah anggur.

jelas akan poditif dalam uji molisch ini. Buah ini juga baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Dalam bahasa Inggris. buah ini dapat dibuat menjadi . Berdasarkan kompisisi tersebut glukosa merupakan gula atau karbohidrat. yakni jus sawo. yakni dengan ditandai adanya cincin ungu. dan di Malaysia ciku. atau sapota. chikoo. Rasa getahnya masih sering melekat pada mulut. sawo disebut chikoo. karbohidrat. Di India. Sampel Ketiga adalah sampel G. di Filipina dikenal sebagai tsiko. vitamin. Masyarakat Tionghoa menyebut buah sawo sebagai hong xiêm. Sawo mengandung zat gizi lain seperti mineral. dan serat pangan. yakni golongan monosakarida. Sampel F Larutan Glukosa Larutan glukosa ini mempunyai komposisi gula glukosa yang telah mengalami proses pengencerah. Buah sawo (Achras sapota L) cukup dikenal masyarakat Indonesia.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Gambar 11. Dalam kondisi matang. sawo disebut sapodilla. Buah sawo matang biasanya dikonsumsi dalam keadaan segar. Baunya harum dan rasanya manis lezat.

Sampel G Jus Sawo . Biji sawo sebaiknya tidak dikonsumsi karena kandungan asam hidrosianik yang cukup tinggi dapat menjadi racun. Sementara itu. kuersetin. dan minyak sebanyak 23 persen. Gambar 12. hal tersebut belum diusahakan secara komersial. Biji sawo mengandung saponin. Bentuknya pipih dan besar. Biji sawo berwarna hitam berkilat atau coklat kehitaman.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I minuman segar atau sebagai campuran es krim. Namun. yaitu bubuk obat tradisional yang digosokkan pada seluruh badan pada ibu yang baru melahirkan. bunga sawo merupakan bahan utama pembuatan parem.

Konsumsi 100 gram sawo dapat memenuhi 24. Asam folat diperlukan tubuh untuk pembentukan sel darah merah.7 mg/100 g. dan vitamin A. Tabel 2. Rasa manis ini disebabkan kandungan gula dalam daging buah dengan kadar 16-20 persen. vitamin A. Perbandingan kandungan kalium dan natrium yang mencapai 16:1 menjadikan sawo sangat baik untuk jantung dan pembuluh darah. protein. Vitamin C berperan penting dalam metabolisme tembaga. Selain itu. dalam daging buah sawo terkandung pula lemak. 14 mkg/100 g. Vitamin C juga dapat berinteraksi dengan berbagai vitamin lain. konsumsi vitamin C dalam jumlah cukup dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Meskipun dapat digunakan sebagai sumber vitamin dan mineral. Vitamin lain yang juga terkandung pada buah sawo adalah: riboflavin. sawo .5 persen kebutuhan tubuh akan vitamin C setiap hari.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Rasa buah sawo yang manis membuat buah ini banyak penggemarnya. mineral besi. Kandungan Gizi Buah Sawo Kadungan Kalium Natrium Kalsium Magnesium Fosfor Selenium Seng Tembaga Vitamin C Asam Folat Banyaknya (mg) 193 mg/100 g 12 mg/100 g 21 mg/ 100 g 12 mg/ 100 g 12 mg/ 100 g 0. seperti vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan.09 mg/ 100 g 14. kalsium. B6.1 mg/ 100g 0. serta fosfor. B. Komposisi gizi buah sawo dapat dilihat pada tabel. niasin. Vitamin C dapat bereaksi dengan berbagai mineral di dalam tubuh. Bukan hanya gula. dan C.6 mg/ 100 g 0. Asam folat juga dapat membantu pencegahan terbentuknya homosistein yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

pertumbuhan dan memelihara kesehatan. buah ini tidak dianjurkan bagi penderita diabetes melitus karena dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Sampel H Enervon-C . peminum. Gambar 13.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I sebaiknya tidak diberikan kepada bayi karena getahnya dikhawatirkan akan mengganggu saluran pencernaan. Sampel berikutnya adalah sampel H. ibu hamil dan menyusui. pekerja yang terpapar polusi. Berikut adalah kandugan gizinya Tabel 3. perokok. yakni vitamin Enervon C. Buah sawo juga mengandung banyak gula sehingga baik untuk digunakan sebagai sumber energi. namun vital untuk membantu metabolisme sel. membentuk kolagen yang penting pada pembuluh darah dan jaringan lainnya. serta membantu menjaga sistim kardiovaskular dalam peranannya sebagai antioksidan. Vitamin C membantu menjaga daya tahan tubuh. Tabel Informasi Niali Gizi Enervon-C Kandungan Banyaknya (mg) Vitamin B1 50 mg Vitamin B2 25 mg Vitamin B6 10 mg Vitamin B12 5 mcg Vitamin C 500 mg 50 mg Niacinamide 20 mg Ca pantothenate VITAMIN merupakan senyawa organik yang diperlukan walaupun dalam jumlah kecil. Namun. penderita diabetes dan penderita jantung koroner.Tambahan asupan vitamin C dibutuhkan lansia.

Sampel A Biskuit Bayi SUN Adapun komposisi dari biskuit bayi SUN adalah sebagai berikut Tabel 4. Gambar 14. biskuit bayi yang digunakan adalah biskuit bayi merk “SUN”. Kandungan Nilai Gizi Biscuit Bayi “SUN” Kandungan Banyaknya (%AKG) Asam Linoleat 565 mg Protein 1 gram Karbohidrat Total 15 mg Gula 5 gram Natrium 20 mg Vitamin A 7% Vitamin D 20 % Vitamin E 60 % Vitamin K 15 % Vitamin C 85 % .Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Sampel A adalah biskuit bayi.

lalu pengerjaan yang tidak sesuai dengan metode. Hasil Pengamatan dan Pembahasan Uji Barfoed Tabel 5. Contohnya penggunaan alat yang kurang teliti atau tidak baik dan benar. baik dari segi kulitas dan kuantitas atau ataupun kesalahan praktikan. 2012) Keterangan : (+) Adanya endapan merah bara . yang menimbulkan kesalahan yang fatal. Kelompok A. sehingga banyak kemungkinan banyak larutan yang saling campur sehingga hasil tidak sesuai.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Vitamin B1 6% Vitamin B2 15 % Vitamin B6 15 % Vitamin B12 20 % Niasin 65 % Asam Folat 10 % Kalsium 30 % Fosfor 20 % Zat Besi 30 Semua percobaan tak luput dari kesalahan. juga yang paling penting adalah kesalahaan praktikan dalam mengerjakan uji ini. Meja 5. misalnya pipet yang digunakan bersamaan. Hasil Pengamatan Uji Barfoed Bahan Pereaksi Warna Hasil Keterangan E Larutan Endapan (+) Adanya Gula Barfoed Merah Bata Monosakarida F Larutan Biru Hijau (-) Tidak Adanya Barfoed Gula Monosakarida G Larutan Biru endapan (+) Adanya Gula Barfoed merah bata Monosakarida H Larutan Kuning (+) Adanya Gula Barfoed kehijauan Monosakarida endapan merah bata A Larutan Biru Hijau (-) Tidak Adanya Barfoed Gula Monosakarida (Sember : Rayi Annissa T.

yakni gula monosakarida dan disakarida. Tujuan dilakukannya uji ini adalah untuk mengetahui adanya gula monosakarida pereduksi dalam bahan pangan. dan digunakan untuk membedakan antara monosakarida dengan disakarida. yaitu dengan jalan mengganti asam asetat dengan asam laktat dan ion Cu+ yang dihasilkan direaksikan dengan pereaksi warna fosfomolibdat hingga menghasilkan warna biru adanya monosakarida. Tauber dan Kleiner membuat modifikasi atas pereaksi ini. Jadi Cu 2O terbentuk lebih cepat oleh monosakarida daripada oleh disakarida. kecuali sukrosa.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I (-) Tidak adanya endapan merah bata Gambar 15. dengan anggapan bahwa konsentrasi mopnosakarida dan disakarida dalam larutan tidak berbeda banyak. Disakarida dengan konsentrasi rendah tidak memberikan hasil positif. Hasil Pengamatan Uji Barfoed Pereaksi ini terdiri atas larutan kupriasetat dan asam asetat dalam air. Perbedaan antara pereaksi . Gula pereduksi adalah gula yang memiliki gugus hidroksil bebas reaktif yang dapat mereduksi ion logam. Monosakarida dapat mereduksi lebih cepat daripada disakarida.

Oleh karena furfural dan derivatnya dapat membentuk senyawa yang berwarna apabila direaksikan dengan naftol atau timol. reaksi ini dapat digunakan sebagai reaksi pengenal karbohidrat.yang dihasilkan direaksikan dengan pereaksi warna fosfomolibdat sehingga menghasilkan warna biru yang menunjukkan adanya monosakarida. monosakarida menghasilkan furfural atau derivatnya. Karbohidrat memiliki beberapa sifat. Berdasarkan percobaan. dari pereaksi Barfoed dalam suasana asam akan direduksi lebih cepat oleh gula reduksi monosakarida daripada disakarida. Apabila karbohidrat mereduksi suatu ion logam. Dengan dehidrasi heksosa-heksosa menghasilkan hidroksimetilfurfural.Hal ini ditunjukkan dengan terbentuknya larutan berwarna biru tua pada tabung.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Barfoed dengan pereaksi Fehling atau Benedict ialah bahwa pereaksi Barfoed digunakan pada suasana asam. Tetapi apabila dipanaskan dengan kuat yang pekat. hasil uji menunjukkan bahwa glukosa dan fruktosa adalah monosakarida. karbohidrat ini akan teroksidasi menjadi gugus karboksilat dan terbentuklah asam monokarboksilat. Sifat mereduksi ini disebabkan oleh adanya gugus aldehida atau keton bebas dalam molekul karbohidrat. Monosakarida dan beberapa disakarida mempunyai sifat dapat mereduksi terutama dalam suasan basa. Reaksi pembentukan furfural ini adalah reaksi dehidrasi atau pelepasan molekul air dari seatu senyawa. yang pertama adalah sifat mereduksi. Sebagai contoh galaktosa akan teroksidasi menjadi asam galaktonat. walaupun dipanaskan. Kedua pembentukan furfural. . monosakarida umumnya stabil. Pereaksi yang digunakan merupakan larutan kupriasetat dana sam asetat dalam air. Pentosa-pentosa hampir secara kuantitatif semua terdrhidrasi menjadi furfural. Sifat ini tampak pada reaksi reduksi ion-ion logam misalnya ion Cu 2+ dan ion Ag+ yang terdapat pada pereaksi-pereaksi tertentu. Sifat sebagai reduktor ini dapat digunakan untuk keperluan identifikasi karbohidrat maupun analisis kuantitatif. dan digunakan untuk membedakan antara monosakarida dan bukan monosakarida. Ion Cu+. Dalam larutan asam yang encer. sedangkan glukosa akan menjadi asam glukonat. Ion Cu+.

hingga gula. Sampel G adalah jus sawo. Dengan demikian osazon yang terbentuk memiliki struktur yang sama. misalnya antara glukosa dan galaktosa yang terdapat dalam urine wanita dalam masa menyusui. Pada uji barfoed sebanyak 1 ml sampel ditambahkan 1. Hasil yang didapat ini sesuai dengan hasil sebenarnya. jelas bahwa fruktosa adalah gula monosakarida pereduksi. fruktosa dan amanosa dengan fenilhidrazon menghasilkan osazon yang sama. Hasil dari sampel G sesuai dengan yang diharapkan. Kadar gula yang terkandung dalam jus sawo adalah sebesar 16-20%. Enervon C adalah suatu multivitamin bagi tubuh.5 ml lautan barfoed kedalam tabung reaksi. Dalam jus sawo terdapat banyak kandungan. Glukosa.4. Dari struktur ketiga monosakarida tersebut tampak bahwa posisi gugus –OH dan atom H pada atom karbon nomor 3. setelah itu dipanaskan selama 15 menit. Pada reaksi antara flukosa dengan fenilhirazina. mulai dari mineral. Sampel yang positif pada uji barfoed yang ditunjukan dengan adanya endapan merah bata adalah E. Semua karbohidrat yang mempunyai gugus aldehid atau keton bebas akan membentuk osazon bila dipanaskan bersama fenilhidrazina berlebih. dan amati perubahan warna. bahwa fruktosa adalah gula monosakarida pereduksi dengan ditandai adanya endapan merah bata. sampel iini 3 dari lima sampel yang diuji. Sampel H adalah Enervon C. sebagaimana pengertian dari gula pereduksi itu sendiri. kemudian reaksi berlanjut hingga terbentuk D-glukosazon. Osazon yang terjadi mempunyai bentuk kristal dan titik lebur yang khas bagi masing-masing karbohidrat. hasil dari sampel ini tidak sesuai . mula-mula terbentuk D-glukosafenilhidrazon. Pada ketiga sampel ini terdapat endapan berupa merah bata yang menunjukan ketiga sampel ini mengandung gula monosakarida pereduksi. dan 5 sama. yakni mengandung gula monosakarida pereduksi dengan ditandai adanya endapn merah bata pada larutan. vitamin C. dan A. Hal ini sangat penting karena dapat digunakan untuk mengidentifikasi karbohidrat dan merupakan salah satu cara untuk membedakan beberapa monosakarida. G.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Ketiga Pembentukan Osazon. Sampel E adalah fruktosa.

contohnya adalah tercampurnya atau terkontaminasinya alat oleh bahan atau sampel lain yang akan mempengaruhi hasil. yakni hasil sebenarnya dalam uji barfoed ini adalah sampel F dan A positif mengandung gula monosakarida pereduksi. Selanjutnya adalah kesalahan praktikan yang kurang teliti melihat hasil akhir dari uji barfoed ini. Uji barffoed dan uji benedict dapat digunakan untuk penentuan hula urine karena keduanya memiliki dasar reduksi dari Cu ++ menjadi Cu+ dengan warna larutan biru muda. misalnya lalainya pratikan dalam memperhatikan berbagai alat yang akan digunakan dala uji barfoed ini. kesalahan ini dapat mempengaruhi hasil karena semakin banyak larutan pereaksi semakin sebentar pemanasan yang dilakukan. dan dapat dikatakan enervon C memiliki gula sukrosa dalam komposisinya. Hasil lain. kemudian penambahan larutan barfoed yang tidak sesuai dengan metode. . Kesalahan yang terjadi dikarenakan banyak faktor. sampel G tidak memiliki gula monosakarida pereduksi. makadari itu pemanasan yang dilakukan harus sesuai dengan metode yang telah ada.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I dengan hasil sebenarnya.

Meja 5. 2012) Keterangan : (+) Adanya endapan merah bata dan larutan berwarna biru kehijauan (-) Tidak adanya endapan merah bata dan larutan berwarna biru kehijauan .Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Hasil Pengamatan dan Pembahasan Uji Benedict Tabel 6. Hasil Pengamatan Uji Benedict Bahan Pereaksi Warna Hasil Keterangan Orange Larutan Adanya Gula E Endapan (+) Benedic Pereduksi Merah Bata Hijau Larutan Orange Adanya Gula F (+) Benedic Endapan Pereduksi Merah Bata Orange Larutan Adanya Gula G Endapan (+) Benedic Pereduksi Merah Bata Hijau Larutan Adanya Gula H Endapan (+) Benedic Pereduksi Merah Bata Tidak Adanya Larutan A Hijau (-) Gula Benedic Pereduksi (Sumber : Rayi Annissa T. Kelompok A.

natrium karbonat dan natrium sitrat. Sampel yang diuji ada 5 buah. begitu juag sebaliknya. hal ini bergantung seberapa banyak larutan pereaksi yang digunakan dalam uji tersebut. Hasil Pengamatan Uji Benedict Uji benedit adalah uji yang bertujuan untuk mengetahui adanya gula pereduksi pada sebuah sampel. pemanasan yang digunakan sangatlah beragam. Uji benedic Pereaksi benedict berupa larutan yang mengandung kuprisulfat. kuning atau merah bata.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Gambar 16. Glukosa dapat mereduksi ion Cu2+ dari kuprisulfat menjadi ion Cu+ yang kemudian mengendap sebagai Cu2O. Endapan yang terbentuk dapat berwarna hijau. tiap-tiap sampel diambil 1ml dan ditambahkan 3 ml larutan benedit. Adanya natrium karbonat dan natrium sitrat membuat peraksi benedict bersifat basa lemah. Setelah itu dipaskan selama 5 menit. Pada berbagai uji untuk menentukan karbohidrat. semakin banyak larutan peraksi yang digunakan semakin sebentar waktu pemanasan. Pereaksi Benedict . Warna endapan ini tergantung pada konsentrasi karbohidrat yang diperiksa.

sedangkan pereaksi Fehling terdiri atas dua macam larutan. Fungsi natrium citrate adalah untuk mencegah pengendapanCuCO3 dalam larutan Natrium Carbonat. Glukosa memiliki sifat dapat mereduksi ion Cu2+ menjadi ion Cu+ yang ada pada larutan Benedict sehingga menjadi Cu2O yang berbentuk endapan. merah. oleh karenanya dalm uji benedic ini . dan H. F. Di samping itu pereaksi Benedict lebih peka daripada pereaksi Fehling. Sampel yang positif pada uji benedic ini adalah sampel E. kedua senyaea ini dapat mereduksi pereaksi Fehling. endapan yang terjadi makin banyak.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I lebih banyak digunakan pada pemeriksaan glukosa dalam urine daripada pereaksi Fehling karena beberapa alasan. kadang disertai dengan larutan yang berwarna hijau. G. Hasil ini sangat sesuai dengan hasil yang sebenarny. Semakin menigkatnya konsentrasi glukosa pada uji Benedict ini. Perbedaan warna yang dijadikan patokan dalam uji ini hanyalah untuk membedakan gula pereduksi apa yang terdapat dalam sampel. Uji positif ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata. baik monosakarisa ataupun disakarida. Endapan yang terbentuk dapat berwarna hijau. Uji benedic biasanya ditambahkan zat pengompleks seperti sitrat atau tatrat untuk mencegah terjadinya pengendapan CuCO3. Apabila dalam urine terdapat asam urat atau kreatinin. Uji barfoed yang telah dibahas sebelumnya memiliki warna merah bata (endapan) untuk hasil positif.kuning atau merah bata. Sampel-sampel tersebut mengandung gula pereduksi yang ditandai dengan adanya endapan merah bata dan warna biru kehijauan. Seperti yang telah diketahui uji benedic ini adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui adanya gula pereduksi dalam bahan pangan. Hal ini menandakan bahwa makin reduktif gula tersebut mereduksi larutan Benedict. makadari itu warna biru kehijauan yang muncul pada uji benedic ini adalah indikator bagi gula disakarida pereduksi. tetapi tidak dapat mereduksi pereaksi Benedict. Senyawa selain koper yang dapat dipakai yaitu natrium citrat karena berfungsi sebagai pengkompleks. Penggunaan pereaksi Benedict juga lebih mudah karena hanya terdiri atas satu macam larutan. atau orange.

disakarida. sehingga pada setiap unit monosakarida tidak lagi terdapat gugus aldehida atau keton yang dapat bermutarotasi menjadi rantai terbuka. walaupun tersusun oleh glukosa dan fruktosa. polisakarida atau disakarida akan terhidrolisis parsial menjadi sebagian kecil monomernya. sehingga gugus aldehida atau keton ini dapat mereduksi berbagai macam reduktor. Gula pereduksi adalah gula yang memiliki gugus hidroksil bebas reaktif yang memiliki sifat mereduksi ion logam. Pada sukrosa. namun atom karbon anomerik keduanya saling terikat. disakarida. Pada tabel 3. Hal inilah yang menjadi dasar untuk membedakan antara polisakarida. dan polisakarida. Pada pati. terlihat bahwa monosakarida menunjukkan kereaktifan yang lebih besar daripada disakarida maupun polisakarida. namun bentuk ini berada dalam kesetimbangannya dengan sejumlah kecil aldehida atau keton rantai terbuka. Dalam asam. sehingga warna hasil reaksi tidak tampak oleh penglihatan.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I terapat dua indikator warna yang menunjukan hasil yang positif. Dibanding dengan monosakarida. oleh karena itu. namun konsentrasinya sangatlah kecil. sekalipun terdapat glukosa rantai terbuka pada ujung rantai polimer. sehingga intensitas warna biru yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan dengan larutan monosakarida. Sekalipun aldosa atau ketosa berada dalam bentuk sikliknya. Hal tersebut diatas menunjukkan bahwa uji barfoed digunakan untuk membedakan reaktifita antara monosakarida. polisakarida yang terhidrolisis oleh asam mempunyai kadar monosakarida yang lebih kecil. . dan monosakarida. Monomer gula dalam hal ini bereaksi dengan fosfomolibdat membentuk senyawa berwarna biru. hal ini menyebabkan sukrosa tak dapat mereduksi pereaksi benedict. karbohidrat yang menunjukkan hasil reaksi positif dinamakan gula pereduksi.

2012) Keterangan : (+) Adanya warna merah terang pada larutan (-) Tidak adanya warna merah terang pada larutan Gambar 17. Kelompok A.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Hasil Pengamatan dan Pembahasan Uji Selliwanof Tabel 7. Meja 5. Hasil Pengamatan Uji Selliwanof Bahan Pereaksi Warna Hasil Keterangan Larutan Merah Adanya Gula E (+) Selliwanof Terang Ketosa Larutan Tidak Adanya F Bening (-) Selliwanof Gula Ketosa Larutan Merah Adanya Gula G (+) Selliwanof Terang Ketosa Larutan Tidak Adanya H Kuning (-) Selliwanof Gula Ketosa Larutan Putih Tidak Adanya A (-) Selliwanof Keruh Gula Ketosa (Sumber : Rayi Annissa T. Hasil Pengamatan Uji Selliwanof .

Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Uji seliwanoff bertujuan untuk mengeahui adanya ketosa dalam bahan pangan atau sampel. Larutan selliwanof terdiri dari resolsinol yang dilarutkan kedalam campuran HCl. selanjutnya kondensasi hidroksimetilfurfural dengan resorsinol menghasilkan senyawa berikut: Sukrosa yang mudah dihidrolisa menjadi gluosa dan fruktosa. contohnya glukosa.) Sampel yang positif dari uji selliwanof ini adalah sampel E dan G saja. Fruktosa dapat bereaksi dengan reagen Seliwanoff dan memberikan kompleks warna merah ceri. Pada pendidihan lebih lanjut. sehingga tidak bereaksi dengan resorsinol. hasil ini tak sepenuhnya benar karena seharusnya sampel A positif mengandung gula ketosa. Reaksi seliwanof disebabkan perubahan fruktosa oleh asam klorida panas menjadi asal levulinat dan hidroksimetilfurfural. ini disebabkan glukosa tidak memiliki gugus keton. . terjadi perubahan oleh HCl panas menjadi asam levulinat dan hidroksilmetil furfural. Sampel E adalah fruktosa. Sementara ketosa adalah karbohdrat yang mengikat gugus keton. contohnya fruktosa. ribosa. Jika dipanaskan karbohidrat yang mengandung gugus keton akan menghasikan warna merah pada larutannya. Pada sampel F hasil negatif . maka warna yang terjadi adalah kuning. Reaksi spesifik lainnya untuk karbohidrat tertentu adalah uji seliwanof. galaktosa. Sebenarnya warna yang diharapkan adalah merah-ceri. Sampel H adalah enervon C yang memiliki gula sukrosa dihidrolisis oleh HCl menjadi glukosa dan fruktosa. namun karena konsentrasi yang digunakan kecil. aldosa – aldosa memberikan warna merah dengan reagen seliwanof karena aldosa – aldosa tersebut diubah oleh HCl menjadi Ketosa. Aldosa adalah karbohidrat yang mengikat gugus aldehid. Pada pereaksi seliwanoff. memberi reaksi positif dengan uji seliwanof. Karena fruktosa memiliki gugus keton maka ketika bereaksi dengan resorsinol akan memberikan warna kuning. merupakan uji spesifik untuk karbohidrat yang mengandung gugus keton atau disebut juga ketosa terhidrolisis oleh HCl menjadi fruktosa dan glukosa.

saat pengukuran larutan. F. Jika larutan glukosa atau maltosa dipanaskan dalam pereaksi seliwanof dengan jangka waktu yang cukup lama maka akan terbentuk warna merah. Warna tersebut disebabkan karena terjadinya reaksi kondensasi resorsinol dengan furfural atau hidroksimetilfurfural. Hasil ini menunjukkan bahwa tes tersebut negatif karena dalam pereaksi seliwanof hanya membutuhkan waktu cepat untuk mengalami perubahan warna.1. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. G.sedangkan sukrosa mudah dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa memberikan reaksi yang positif. dengan ditandai adanya cincin ungu pada kedua lapisan. dan saat pengamatan warna.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Warna merah bata yang dihasilkan pada percobaan ini menandakan bahwa larutan gula tersebut positif mengandung senyawa ketosa. Uji seliwanof tidak dapat digunakan dalam membedakan fruktosa dengan sukrosa karena memerlukan waktu yang lama dalam pembentukan warna. saat pemanasan larutan. Kemungkinan Kesalahan pada uji selliwanof ini adalah saat mereaksikan larutan. H dan A positif mengandung karbohidrat. Uji barfoed didapat hasil sampel E. Uji seliwanof dapat membedakan sukrosa dan fruktosa karena druktosa akan diakibatkan oleh asam chlorida panas menjadi asam levulinat dan hidroksimetil fultural. . dan H positif mengandung gulo monosakarida peredukasi dengan ditandari adanya endapan merah bata. Bila larutan glukosa dan maltosa yang mengandung reagen seliwanof dipanaskan secara berlebihan maka akan mengakibatkan aldosa-aldosa yang terkandung akan diubah leh HCL menjadi Laktosa. G. Larutan yang memberi uji posistif pada uji seliwanof adalah sukrosa karena jika sukrosa dihidrolisis maka akan terpecah dan menghasilkan glukosa dan fruktosa. Kesimpulan Uji Molisch didapat hasil bahwa sampel E.

.2. Uji Selliwanof terdapat 2 sampel yang positif mengandung gula ketosa. serta ketelitian praktikan dalam menakar bahanbahan atau melihat hasil yang diperoleh. Saran Praktikum selankutnya lebih diharapkan kesiapan materi maupun metode yang akan diujikan. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah kebersihan alat-alat yang akan digunakan dalam pengujian. G. lebih teliti dan cekatan juga sangat diperlukan. agar tidak ada kesalahan yang terjadi. dan H positif mengandung gula pereduksi yang ditandai dengan adanya endapan merah bata dan warna biru kehijauan.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Uji Benedict didapat hasil bahwa sampel E. yakni E dan G yang ditandai dengan warna merah cerah atau merah ceri. 4. F.

http://yukiicettea. (2012).com/2010/03/12/ujimolisch. (2012). http://www. http://fariedmakmur. Kimia Organik. (1994). Anna.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I DAFTAR PUSTAKA Dewi. Hart. .wordpress. (2012).html. Yuki.com/ 2009/10/biochemistry-laporan-biokimia.blogspot. wahyu. Riyadi.com/2009/10/uji-kualitatifkarbohidrat. (2012). Search date : 3 Maret 2012. Erlangga Lehninger. 1983. http://www.(1982).html.net.htm. Search date : 3 Maret 2012.wordpress. Search date : 4 Maret 2012. http://wahyuriyadi.karbohidrat-padauji-kualitatif. Dasar-Dasar Biokimia. (2012). (2012). Search date : 4 Maret 2012. Erlangga. http://monruw. UI-Pres: Jakarta Reza. Harold. Jakarta. Poedjiadi.com/2010/02/biokimiakarbohidrat. Faried.rismaka. Dasar – Dasar Biokimia. Penerjemah : Maggy Thenawijaya.html.blogspot. Search date : 28 Februari 2011. Rismaka. Jakarta.gudangmateri. Makmur .com/ Search date : 3 Maret 2012.

Dengan dehidrasi heksosa-heksosa menghasilkan hidroksimetilfurfural. Osazon yang terjadi mempunyai bentuk kristal dan titik lebur yang khas bagi masing-masing karbohidrat. Monosakarida dan beberapa disakarida mempunyai sifat dapat mereduksi terutama dalam suasan basa. yang pertama adalah sifat mereduksi. Apa Sifat-Sifat khusus karbohidrat? 2. Sifat sebagai reduktor ini dapat digunakan untuk keperluan identifikasi karbohidrat maupun analisis kuantitatif. misalnya antara glukosa dan galaktosa yang terdapat dalam urine wanita dalam masa menyusui. . Pentosa-pentosa hampir secara kuantitatif semua terdrhidrasi menjadi furfural. Apa Fungsi H2SO4 ? 3. walaupun dipanaskan. Ketiga Pembentukan Osazon. Apa yang dimaksud gula pereduksi? Jawab : 1. Reaksi pembentukan furfural ini adalah reaksi dehidrasi atau pelepasan molekul air dari seatu senyawa. Karbohidrat memiliki beberapa sifat. monosakarida umumnya stabil. Sifat mereduksi ini disebabkan oleh adanya gugus aldehida atau keton bebas dalam molekul karbohidrat. Hal ini sangat penting karena dapat digunakan untuk mengidentifikasi karbohidrat dan merupakan salah satu cara untuk membedakan beberapa monosakarida. reaksi ini dapat digunakan sebagai reaksi pengenal karbohidrat. Dalam larutan asam yang encer. monosakarida menghasilkan furfural atau derivatnya. Kedua pembentukan furfural. Apa yang dimaksud amilopektin dan amilosa? 4. Apa bedanya uji barfoed dan uji benedic? 5. Semua karbohidrat yang mempunyai gugus aldehid atau keton bebas akan membentuk osazon bila dipanaskan bersama fenilhidrazina berlebih.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I LAMPIRAN QUIZ 1. Oleh karena furfural dan derivatnya dapat membentuk senyawa yang berwarna apabila direaksikan dengan naftol atau timol. Sifat ini tampak pada reaksi reduksi ion-ion logam misalnya ion Cu 2+ dan ion Ag+ yang terdapat pada pereaksi-pereaksi tertentu. Tetapi apabila dipanaskan dengan kuat yang pekat.

5.6-glikosidik ini menyebabkan terjadinya cabang. Amilopektin dengan iodium akan memberikan warna ungu atau merah lembayung. contohnya monosakarida dan disakarida selain sukrosa.4-glikosidik.000 unit glukosa. Butir-butir pati tidak larut dalam air dingin tetapi apabila suspensi dalam air dipanaskan. Uji Barfoed dalam suasana asam dan uji benedic dalam suasana basa. larutan koloid ini apabila diberi larutan iodium akan berwarna biru. yaitu amilosa (kira-kira 20-28%) dan sisanya amilopektin. amilum diubah menjadi maltosa dalam bentuk maltosa 4. akan terbentuk suatu larutan koloid yang kental. . Dalam ludah dan dalam cairan yang dikeluarkan oleh pankreas terdapat amylase yang bekerja terhadap amilum yang terdapat dalam makanan kita. 3. Adanya ikatan 1. H2SO4 ini berfungsi untuk membentuk senyawa kompleks hidroksi metil furfural yang akan merekasi dengan α-naphthol membentuk cincin ungu. Gula pereduksi adalah gula yang memiliki gugus hidroksil bebas reatif yang dapat mereduksi ion loga. Amilosa terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang terikat dengan ikatan 1. hal ini dapat terjadi karean asam sulfat dapat menghidrolisa ikatan glikosidik (ikatan atara satuan dasar yang satu terkadap yang lainnya) karbohidrat menjadi monisakarida selanjutnya didehidrasi menhadi furfural. Molekul amilopektin lebih besar daripada molekul amilosa karena terdiri atas lebih dari 1. hidrolisis juga dapat dilakukan dengan bantuan enzim amylase. Amilum dapat dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa. duanya adalah polimer dari glukosa.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I 2.6-glikosidik. Amilopektin juga terdiri atas molekul D-glukosa yang sebagian besar mempunyai ikatan 1. Oleh enzim amylase. sehingga molekul amilopektin berbentuk rantai terbuka dan bercabang. Warna biru tersebut disebabkan oleh molekul amilosa yang membentuk senyawa. jadi molekulnya merupakan rantai terbuka.4-glikosidik dan sebagian lagi ikatan 1.

Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I LAMPIRAN SAMPEL Sampel E Larutan Fruktosa Sampel F Larutan Fruktosa .

Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Sampel G Jus Sawo Kadungan Kalium Natrium Kalsium Magnesium Fosfor Selenium Banyaknya (mg) 193 mg/100 g 12 mg/100 g 21 mg/ 100 g 12 mg/ 100 g 12 mg/ 100 g 0.6 mg/ 100 g .

7 mg/100 g.1 mg/ 100g 0.Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Seng Tembaga Vitamin C Asam Folat Sampel H Enervon-C 0.09 mg/ 100 g 14. 14 mkg/100 g. Kandungan Vitamin B1 Vitamin B2 Vitamin B6 Vitamin B12 Vitamin C Banyaknya (mg) 50 mg 25 mg 10 mg 5 mcg 500 mg 50 mg 20 mg Niacinamide Ca pantothenate .

Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Sampel A Biskuit Bayi SUN Kandungan Asam Linoleat Protein Karbohidrat Total Gula Natrium Vitamin A Vitamin D Vitamin E Vitamin K Vitamin C Vitamin B1 Vitamin B2 Vitamin B6 Vitamin B12 Niasin Banyaknya (%AKG) 565 mg 1 gram 15 mg 5 gram 20 mg 7% 20 % 60 % 15 % 85 % 6% 15 % 15 % 20 % 65 % .

Laboratorium Biokimia Pangan Karbohidrat I Asam Folat Kalsium Fosfor Zat Besi 10 % 30 % 20 % 30 .