P. 1
Material dan polimer

Material dan polimer

4.91

|Views: 13,001|Likes:
Published by penxBpresident
this is my assignment. the content i got comes from the internet. but if you have something to be simillar like this, it can help u.
thank you
this is my assignment. the content i got comes from the internet. but if you have something to be simillar like this, it can help u.
thank you

More info:

Published by: penxBpresident on Feb 07, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

11/15/2014

Pembuatan polimer sinteti ada dua macam, yaitu :
a.Dengan reaksi Adisi, dan
b.Dengan reaksi Kondensasi.

A. REAKSI ADISI
Polimerisasi adisi adalah polimerisasi yang disertai dengan pemutusan ikatan
rangkap diikuti oleh adisi monomer.

Contoh :

Penggunaan reaksi adisi untuk mengubah ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal
atau senyawa tak jenuh menjadi jenuh
Jadi dalam reaksi adisi polimerisasi terjadi penggolongan monomer-monomer sejenis
menjadi polimer dengan berat molekulnya merupakan kelipatan dari berat molekul
monomer. Pada umunya proses dilakukan dengan tekanan tinggi dan menggunakan
katalisatoro ksigen peroksida.
Sedang proses tekanan rendah menggunakan katalisator logam dan derivatnya

( TiCl4

dalam hexana solution AL( CH3 )3 Cromium oksida pada Silica Alumina ).

PROSES KERJA REAKSI ADISI POLIMERISASI

a.

Ethylene dimasukan ke demethanizer ( campuran methana-ethylena ).

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG | Material dan Polimer

34

n H2C = CH

CH2

C

Cl

Cl

H

n

polivinilklorida (PVC)

vinilklorida

b.

Pada dethanizer bagian bawah keluar ethane untuk direcycle kembali,

sedang

pada bagian atas keluar ethylene 99,8 % - 99,9 % kemudian masuk kerefrigerator
dan hasilnya berupa High purity ethylene.

c.

Setelah itu High purity ethylene ditambah dengan katalisator O2, ditekan

dengan

tekanan 1500 atm.

d.

Dari reaktor menuju ke separator untuk direcycle kembali.

e.

Setelah direcycle, keluarkan cairan polyethylene dari separator dan

langsung ke

extruder untuk dibentuk

f.

Dari extruder ke chiller untuk pendinginan, cara pendinginan dilakukan

dengan

tiba-tiba sehingga cairan mengeras dan masuk ke storage.

g.

Keluarkan dari storage polyethylene.

Contoh :

1. Vinil Klorida menjadi Polivinil klorida

H2C C

H Cl

C C
Cl

H

H

H

n

Vinil Klorida

Polivinil klorida

2. Etilena menjadi Polietilena

C C

H

H

H

H C C
H

H

H

H

+

...... +

+ ...... C C C C C

H H H H

H H H H H

H

Etilena

Polietilena

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG | Material dan Polimer

35

B.

REAKSI KONDENSASI
Polimerisasi kondensasi adalah polimerisasi yang disertai dengan pembentukan
molekul kecil (H2O, NH3).
Contoh :

Alkohol + asam

ester + air

HOCH2CH2OH +

+ H2O

Reaksi kondensasi tergantung pada :
- Konsentrasi dari reaktan
- Konsentrasi dari katalisator
- Waktu dan temperatur reaksi
Fillers ( Bahan pengisi ) dan bahan tambahan.

Menurut klasifikasinya, terjadinya resin selama produksi ada 2 type, yaitu :
a. Dalam type 1 bahan-bahan yang diperlukan :
Phenol
Formaldehide
Katalisator ( H2SO4 )

Hal itu untuk menghendaki adanya hasil produksi yang berupa termosetting resin.
Bahan-bahan tadi dimasukan kedalam ketel sehingga terjadi, setelah resin keluar
dari ketel berupa termosetting yang panas dan reaktif, kemudian dipanaskan akan
menjadi suatu zat yang tak dapat cair dan tak dapat larut.

b. Dalam type 2 bahan-bahan yang diperlukan
Phenol
Formaldehid
Katalisator ( H2SO4 )

Bila ditambahkan formaldehide akan didapatkan termoplastik tetapi kalau
ditambahkan formaldehide akan menghasilkan termosetting tesin. Penambahan
formaldehide dilengkapi dengan hexamethylenetiamine.

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG | Material dan Polimer

36

HOC - (CH2)4COH

O

O

Untuk mendapatkan produk yang baik dapat dilakukan dengan cara a atau cara b
secara terpisah atau kombinasi cara a dan b.

PROSES KERJA REAKSI KONDENSASI POLIMERISASI
1. Dalam ketel dimasukan phenol, formaldehide kemudian katalisator dengan titik
didih serendah-rendahnya 160 º F untuk satu periode 10 menit selama 3 atau 4 jam.
Range temperatur 285 º F s/d 325 º F.
2. Selama reaksi kondensasi terjadilah air. Air dilepaskan dengan melewati saluran
Bagian atas dari ketel, terus ke reflux kemudian ke kondensator.
3. Resin yang terjadi keluar dari reaktor menuju ke cooler untuk pendinginan dan
terjadilah pengerasan.
4. Kemudian masuk ke crusher, terjadilah brittle resin, dialirkan hammer mill untuk
penghancuran dan disaring ( 200 mesh ) kemudian masuk ke blender I ditambahkan
aktivator dan lubricant. Lalu masuk ke blender II.
Ketika resin dalam keadaan hidrophillic, asam organik ditambahkan ke resin untuk
memberikan warna. Sebelum selesai dehidrasi dari resin, bahan plasticiner,
lubricant, wood flour dicampurkan dengan resin.
Dehidrasi pada suhu 164 º F s/d 175 º F.
5.Dari blender II masuk ke storage, kemudian ke rool uap panas, lalu masuk ke
pendingin.
6. Dari cooler, ke cutter kemudian ke blender III. Setelah itu dituang ke mold yang
akan dipanaskan.
7. Pada waktu compression molding suhu 270 º F s/d 360 º F dan tekanan 2000 s/d
3000 psi

Contoh :
1. Formaldehide dengan fenol melepaskaskan air terjadi plastik bakelit.

OH

C O

H

H

+ 2

OH

C OH

H

H

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG | Material dan Polimer

37

Fenol Formaldehide

Orto

OH

C H

H

OH

OH

H2
C

OH

OH

H

+

Para

OH

H2
C OH

CH2OH

+ H2O

HO

CH2

OH

CH2

HO

OH

CH2

HO

CH2

OH

C
H2

OH

HO

HO

CH2

H2C

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG | Material dan Polimer

38

V. KEGUNAAN POLIMER

Banyak sekali kegunaan Polimer yang sering kita temui dalam kehidupan sehari –
hari, diantaranya adalah:

a.Polietilena massa jenis rendah(LDPE)
Lapisan pengemas, isolasi kawat, dan kabel, barang mainan, botol yang lentur,
bahan pelapis.
b.Polietilena massa jenis rendah (HDPE)
Botol, drum, pipa, saluran, lembaran, film, isolasi kawat dan kabel.
c.Polipropilena (PP)
Tali, anyaman, karpet, film.
d.Poli(vinil klorida) (PVC)
Bahan bangunan, pipa tegar, bahan untuk lantaui, isolasi kawat dan kabel.

e.Polistirena (PS)
Bahan pengemas (busa), perabotan rumah, barang mainan

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG | Material dan Polimer

39

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Material adalah sebuah bahan mentah dalam produksi, dan biasanya adalah bahan
mentah yang belum diproses, tetapi ada juga yang diproses sebelum digunakan untuk
proses produksi lebih lanjut.
Material memiliki sifat-sifat yang berbeda. Semua itu tergantung pada bentuk dan
wujud, serta molekul penyusunnya. Macam-macam sifat material:
1.

Sifat mekanik

2.

Sifat listrik

3.

Sifat magnet

4.

Sifat termal

5.

Sifat kimia

6.

Sifat fisik

7.

Sifat teknologi
Kegunaan –kegunaan material tidak sedikit. Material-material ini sangat
membantu kehidupan manusia. Mereka bias membuat kehidupan manusia menjadi
lebih mudah.

3.2 SARAN

o

Dalam penggunaan material harus memperhatikan jenis bahan tersebut,
jangan sampai memakai bahan yang berbahaya.

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG | Material dan Polimer

40

o

Bahan-bahan yang tidak bisa diperbaharui harus digunakan seefisien
mungkin dengan jumlah yang tiudak berlebihan.

o

Penggunaan material harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang mendukung

tentang metalurgi.

DAFTAR PUSTAKA

www.bpkpenabur.or.id/kps-jkt/berita/9812/artikel1.htm

www.chem-is-try.org/?sect=belajar&ext=alkena01_09

Id.wikipedia.org/wiki/Polimer_sintetik

ms.wikipedia.org/wiki/Polimer_sintetik -

www.metal.ui.ac.id/Whatismetallurgy.html

ms.wikipedia.org/wiki/Polimer

(groups.or.id/wikipedia/id/m/a/t/Material.html )
(groups.or.id/wikipedia/id/t/e/k/Teknik_Material_50a9.html )
www.chem-is-try.org/?sect=artikel&ext=68
www1.bpkpenabur.or.id/kps-jkt/berita/9812/artikel1.htM

http://www.blogger.com/feeds/2452954481303067383/posts/default
Depdikbud,Kimia,1982
Drs. Agustinus Ngatin,Dra. Nancy, S.D.Msi,Dra. Mentik Hulupi, Msi,Kimia Fisika,Pusat
pengembangan Pendidikan Politeknik,Bandung,1996

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG | Material dan Polimer

41

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->