P. 1
kromatografi kertas

kromatografi kertas

|Views: 1,827|Likes:
Published by Widya Bestari
laporan hasil percobaan kromatografi kertas laboratorium kimia analisa
laporan hasil percobaan kromatografi kertas laboratorium kimia analisa

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Widya Bestari on Dec 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji syukur praktikan ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya sehingga saya selaku praktikan dapat melaksanakan praktikum dan pembuatan laporan pada Praktikum Kimia Analisa di Laboratorium Kimia Analisa dengan baik. Laporan ini kami susun berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan di dalam Laboratorium Kimia Analisa, Departemen Teknik Kimia, Universitas Sumatera Utara yang di bimbing oleh Firman Arsurya, selaku asisten dan ditambahkan dengan teori-teori Kromatografi Kertas. Dalam kesempatan ini saya turut juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak- pihak yang telah banyak membantu saya dalam penyusunan Laporan ini. Pihak-pihak yang dimaksud antara lain adalah : 1. Kepala Laboratorium Ilmu Dasar Teknik Kimia II Ir. Netti Herlina, MT. 2. Asisten Laboratorium Kimia Analisa modul Kromatografi Kertas Firman Arsurya. 3. Orang tua yang telah memberikan dukungan baik materil maupun spiritual. 4. Teman-teman dari kelompok IX yaitu, Kherliyanda Febriani dan Mutiara Mendopa yang telah memberikan saran dan bantuannya sehingga dapat menyelesaikan laporan ini. Demikian praktikan juga menyadari apa yang ada dalam laporan ini masih jauh dari sempurna. Adapun kritik dan saran yang bersifat positif dan membangun untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada, sehingga praktikan dapat lebih menyempurnakan laporan ini. Praktikan berharap semoga laporan ini ada manfaatnya bagi pihak-pihak yang membacanya.

Medan,

2012

Praktikan

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................. i DAFTAR ISI ................................................................................................................ ii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 LATAR BELAKANG ......................................................................................... 1 PERUMUSAN MASALAH .................................................................................. 1 TUJUAN PERCOBAAN ...................................................................................... 1 MANFAAT PERCOBAAN .................................................................................. 1 RUANG LINGKUP PERCOBAAN........................................................................ 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................................. 3 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 KROMATOGRAFI ............................................................................................. 3 JENIS-JENIS KROMATOGRAFI .......................................................................... 5 PRINSIP KROMATOGRAFI KERTAS .................................................................. 7 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA RF.................................... 8 APLIKASI KROMATOGRAFI KERTAS DALAM INDUSTRI “ IDENTIFIKASI ZAT

RHODAMIN B PADA MAKANAN” ............................................................................... 9 BAB III BAHAN DAN PERALATAN .................................................................... 11 BAHAN DAN FUNGSI ............................................................................................... 11 3.2 PERALATAN DAN FUNGSI ............................................................................. 13

3.3 GAMBAR ALAT .................................................................................................. 14 BAB IV PROSEDUR PERCOBAAN ....................................................................... 16 4.1 4.2 PROSEDUR PERCOBAAN................................................................................ 16 FLOWCHART PERCOBAAN ............................................................................ 17

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN.................................................................... 19 5.1 5.2 HASIL PERCOBAAN ....................................................................................... 19 PEMBAHASAN ............................................................................................... 19

ii

... 21 DAFTAR PUSTAKA .......................................................BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................................1 6...................................................... 21 SARAN ..........................2 KESIMPULAN .................................................................................................................... 21 6............................... 22 iii ...............

yaitu fase diam dan fase bergerak. Zn2+ . 1 .4 Manfaat Percobaan 1.metode seperti ini sangat bersesuaian dengan kromatografi serapan.1 Latar Belakang Kromatografi adalah cara pemisahan campuran yang didasarkan atas perbedaan distribusi dari komponen campuran tersebut diantaranya dua fase. Berbagai jenis pemisahan yang sederhana dengan kromatografi kertas telah dikerjakan dimana prosesnya dikenal sebagai “analisis kapiler”. 2011). sedangkan fase bergerak dapat berupa zat cair atau gas. Mn2+ . Salah satu zat padat dapat digunakan untuk menyokong fasa tetap yaitu bubuk selulosa (Christiant. Metode . 1. 1. Kita dapat mengetahui cara kerja kromatografi kertas. Kemudian dilakukan perbandingan Rf secara teori yang berguna untuk membuktikan adanya kandungan zat tersebut di dalam suatu campuran. 1. dan Ni2+ berdasarkan sistem partisi cair-cair menggunakan kromatografi kertas dan penetapan nilai Rf. 2. dan sekarang kromatografi kertas dipandang sebagai perkembangan dari sistem partisi. 2012). 3. Banyaknya macam – macam kromatografi yang salah satunya adalah kromatografi kertas. Kita dapat mengetahui faktor yang menentukan harga Rf.BAB I PENDAHULUAN 1. Kita dapat mengetahui nilai Rf dari hasil percobaan.2 Perumusan Masalah Menentukan nilai Rf dari hasil percobaan larutan sampel Nikel klorida (NiCl2) kedalam larutan pengembang (Aseton : HCl : Air = 80 ml : 10 ml : 10 ml). Kromatografi kertas dilakukan untuk memisahkan zat dalam campuran yang akan dihitung nilai Rf nya. Fase diam dapat berupa zat padat atau zat cair. Dalam kromatografi fase bergerak dapat berupa gas atau zat cair dan fase diam dapat berupa zat padat atau zat cair (Subekti.3 Tujuan Percobaan Memisahkan kation-kation Co2+ .

Sedangkan peralatan-peralatan yang digunakan selama percobaan ini adalah beaker glass. neraca bahan. gelas ukur. penggaris. kertas saring.5 Ruang Lingkup Percobaan Percobaan ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Analisa Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara dengan kondisi ruangan : Tekanan Suhu : 760 mmHg : 30 C Adapun bahan-bahan yang digunakan selama percobaan ini adalah sampel yaitu NiCl2 yang mengandung 25 mg/ml. pipet tetes. spatula dan tusuk gigi.1. cawan. 2 . Dan larutan pengembang yaitu Aseton : HCl : Air = 80 ml :10 ml : 10 ml. sebanyak 10ml.

Tswett sendiri mengantisipasi penerapan pada beraneka ragam sistem kimia. 4. pertama kali muncul dalam hubungan dengan kromatografi gas. Jadi sekitar tahun 1968 mulailah suatu revolusi dalam kromatografi cairan yang menjanjikan kecepatan dan efisiensi baru dalam 3 . seorang ahli dari Botani Rusia.fase stationer dan mobil. terdapat 4 perkembangan utama yaitu : 1.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. beberapa bidang sains mungkin akan lebih cepat maju. Demikianlah kromatografi tetap tersembunyi sampai sekitar tahun 1931. Namun pandangan-pandangan tertentu diantaranya terbukti dengan penyesuaian yang cocok. Meskipun kromatografi diturunkan dari kata warna dan tulis. muncul juga modifikasi dalam geometri sistem kromatografi. seperti dalam kromatografi kertas dan kromatografi lapis tipis. Perkembangan teoritis yang memungkinkan pemahaman tuntas akan proses kromatografi dan karenanya menjelaskan faktor . sama menolongnya dengan memahami kromatografi dalam mana fase geraknya adalah cairan.pigmen lain pada ekstrak tanaman. 3. Kromatografi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata yaitu chromos yang berarti warna dan graphos yang berarti menulis. yang menggunakan kromatografi untuk memisahkan klorofil dari pigmen . yang memberi mekanisme tambahan pada adsorpsi untuk mendistribusikan zat terlarut antara fase .faktor yang menentukan penampilan kolom. Penelitian ini menarik lebih banyak perhatian dan kromatografi adsorsi menjadi meluas pemakaiannya dalam bidang kimia hasil alam. warna senyawa-senyawa tersebut jelas hanya kebetulan saja terjadi dalam proses pemisahan ini. Seiring perkembangan zaman. ketika pemisahan karotena tumbuhan dilaporkan oleh ahli sains organik terkemuka. 2. Kromatografi pertukaran ion dalam akhir dasawarsa 1930-an Kromatografi partisi dalam tahun 1941 Kromatografi gas pada tahun 1952 Kromatografi gel pada tahun 1959 Selain kemajuan utama ini.1 Kromatografi Kromatografi pertama kali diberikan oleh Michel Tswett. Seandainya karyanya segera ditanggapi dan diperluas.

Metode kromatografi adalah teknik yang efektif dan dapat digunakan untuk memisahkan komponen yang sulit dipisahkan dengan metode lain. Semakin mudah suatu partikel larut. Beberapa zat yang diteteskan pada kertas dapat bergerak pindah lebih cepat daripada yang lain.memisahkan senyawa yang tak dapat dikerjakan dengan kromatografi gas ( Aphiin. Fasa stasioner bisa serupa padatan maupun cairan. kromatografi pertukaran ion dan kromatografi eklusi. zat . Kromatografi adalah suatu metode pemisahan fisik. kromatografi adsorpsi. Nilai Rf yang terbesar dimiliki oleh komponen penyusun yang memiliki ukuran partikel terkecil dan sebaliknya nilai 4 . Partikel penyusun yang lebih akan bergerak lebih cepat daripada partikel penyusun yang berukuran lebih besar . ditemukan dalam kromatografi kertas dan kromatografi lapis tipis. di mana komponenkomponen yang dipisahkan didistribusikan di antara dua fasa. semakin cepat pula laju geraknya.zat terlarut yang dipisahkan bermigrasi sepanjang kolom (seperti dalam kromatografi kertas atau lapis tipis. ekivalen fisik kolom). sedangkan fasa bergerak bisa berupa cairan maupun gas. ditemukan dalam kromatografi kolom. Suatu campuran pewarna dapat dipisahkan dengan teknik kromatografi karena adanya perbedaan kelarutan antara zat penyusun campuran pewarna tersebut. salah satu fasa tersebut adalah suatu lapisan stasioner dengan permukaan yang luas. Berbagai nilai Rf ini kita bandingkan satu sama lain. kecepatan bergerak partikel penyusun sangat dipengaruhi oleh ukuran partikel penyusunnya. dan tentu saja dasar pemisahan terletak dalam laju perpindahan yang berbeda. Selain itu. Kelarutan suatu partikel terhadap pelarutnya mempengaruhi kecepatan perpindahan tersebut. perbandingan jarak yang ditempuh oleh suatu warna dengan jarak pelarut disebut dengan Rf. Variasi jumlah Rf menunjukkan banyaknya komponen penyusun campuran yang sedang kita pisahkan dengan metode kromatografi ini. Secara kuantitatif. 2012). kromatografi dibedakan menjadi kromatografi partisi. Dalam semua teknik kromatografi. Pengukuran uji kromatografi dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. yang lainnya sebagai fluida yang mengalir lembut di sepanjang landasan stasioner. Berdasarkan proses terjadi.

Bentuk kromatografi partisi ini disebut kromatografi fase terikat (Bonded Phase Chromatography atau biasa disingkat BPC). Untuk memenuhi kebutuhan akan kolom-kolom yang dapat lebih tahan lama. 5 .Bentuk kromatografi partisi ini disebut kromatografi cair cair (LLC). BPC dengan cepat menjadi salah satu bentuk yang paling populer dari KCKT. Kromatografi Partisi Teknik ini tergantung pada partisi zat padat diantara dua pelarut yang tidak dapat bercampur salah satu diantaranya bertindak sebagai rasa diam dan yang lainnya sebagai fasa gerak. disebut "fase normal" bila fase diam lebih polar dari fase gerak dan "fase terbalik" bila fase gerak lebih polar dari pada fase diam. Pada keadaan awal dari kromatografi cair (LSC). 2. Teknik ini terutama sangat kuat untuk pemisahan isomer-isomer. Sebagian besar dari KCKT sekarang ini dibuat untuk mencapai partikelpartikelmicroparticulate lebih kecil dari 20 m. 2010). Kromatografi partisi (LLC dan BPC). Fasa diam (polar atau nonpolar) dilapisi pada suatu pendukung inert dan dipak kedalam sebuah kolom. Teknik ini biasanya digunakan untuk zat padat yang mudah larut dalam pelarut organik dan tidak terionisasi.2 Jenis-Jenis Kromatografi Jenis – jenis kromatografi adalah sebagai berikut : 1. Kromatografi Padatan Cair Teknik ini tergantung pada teradsorpsinya zat padat pada adsorben yang polar seperti silika gel atau alumina. Kromatografi lapisan tipis (TLC) adalah salah satu bentuk dari LSC. telah dikembangkan pengepakan fase diam yang berikatan secara kimia dengan pendukung inert. Kemudian rasa gerak dilewatkan melalui kolom.Rf yang terkecil adalah yang memiliki ukuran partikel penyusun terbesar (Rizki. rasa diamnya dibuat dengan cara yang sama seperti pendukung pada kromatografi gas (GC). Dalam KCKT kolom dipadati atau dipak dengan partikel-partikel micro or macro particulate or pellicular (berkulit tipis 37 – 44 m). 2.

Dalam bidang biologi. Molekul . yang paling umum disebut permeasi gel (GPC) dan filtrasi gel. Kromatografi Penukar Ion Teknik ini tergantung pada penukaran (adsorpsi) ion-ion di antara fase gerak dan tempat-tempat berion dari pengepak. terutama digunakan untuk rnolekulmolekul kecil. 6 .molekul kecil dapat masuk dalam jaringan dan ditahan dalam fase gerak yang menggenang (stagnat mobile phase). Kadang-kadang IPC disebut juga kromatografi ekstraksi. hanya pengepak keras dan semi keras (polistiren. glass) yang digunakan dalam KCKT. telah digunakan secara luas. kromatografi dengan suatu cairan penukar ion dan paired ion chromatography (PIC). 5. Molekulmolekul yang lebih besar. Kebanyakan mesin-mesin berasal dari kopolimer divinilbenzen stiren dimana gugus-gugus fungsinya telah ditambah. Asam sulfonat dan amin kuarterner merupakan jenis resin pilihan paling baik untuk digunakan keduanya. Kromatografi Eklusi Teknik ini unik karena dalam pemisahan didasarkan pada ukuran molekul dari zat padat. Diterimanya IPC sebagai metode baru KCKT merupakan hasil kerja Schill dan kawan-kawan dan dari beberapa keuntungan yang unik. Pengepak adalah suatu gel dengan permukaan berlubang . tidak dapat masuk ke dalam jaringan dan lewat melalui kolom tanpa ditahan. Teknik ini dapat dipakai untuk keduanya kation dan anion. Dextran gel lunak tidak dapat menahan kinerja diatas 1 atau 2 atmosfer. Teknik ini digunakan secara luas dalam life sciences dan dikenal untuk pemisahan asam-asam amino. suatu Cross-linked dextran gel. fase terikat dan resin telah digunakan. silika. Sephadex. mekanismenya tetap sama. 4. Kromatografi Pasangan Ion Kromatogtafi pasangan ion sebagai penyesuaian terhadap KCKT termasuk baru. Setiap teknik-teknik ini mempunyai dasar yang sama. pemakaian pertama sekali pada pertengahan tahun 1970.lubang sangat kecil yang inert. Apapun namanya. Teknik ini dikembangkan untuk analisis polimer-polimer dan bahan-bahan biologi. Kromatografi eksklusi mempunyai banyak nama.3.

Popularitas IPC muncul terutama sekali dari keterbatasan IEC dan dari sukanya menangani sampel-sampel tertentu dengan metode-metode LC lainnya (seperti senyawa yang sangat polar. Fase diam yang dipakai adalah Cs atau CIS BPC Packing. Dalam suatu studi meliputi pemisahan anion .anion sampel dengan IPC. Prinsip kromatografi partisi dapat dijelaskan dengan hukum partisi yang dapat 7 .yang muatannya berlawanan dengan molekul sampel. Bila persentase air dikurangi. Maka suatu kenaikan atau pertambahan kekuatan ionakan menurunkan harga k' pada IPC fase balik dan akan meninggikan harga k' pada rase normal IPC. IPC dapat dilaksanakan dalam dua tipe yaitu fase normal dan fase balik. efek dari ion-ion sekunder terhadap k' bertambah dalam urutan NO3<br<c1<so42</br<c1<so (Rampengan.pasangan ion dengan ion tanding. Satu studi membuktikan bahwa 2 sampai 3 kali lipat perubahan k' untuk setiap menggandakan kekuatan ion. Untuk sistem fase balik IPC tanpa penambahan fase diam organik. Ion-ion sekunder yang muatannya sama dengan muatan ion sampel (misal : kationik atau anionik) mempunyai efek yang paling besar pada harga k' sampel. fase organik yang tidak dapat bercampur dengan air seperti 1pentanol. sebagai suatu hasil kompetisi dari ion-ion sekunder dalam membentuk pasangan . maka pelarut menjadi lebih kuat dan harga k' sampel berkurang. menaikkan kekuatan ionik di dalam fase air biasanya mengurangi pembentukan pasangan-pasangan ion. 2. Fase diam dari fase balik IPC dapat terdiri dari suatu pengepak silika yang disilanisasi (misalnya C8 atau C18 Bonded Phase) atau dari suatu pengepak yang diperoleh secara mekanik. campuran air dengan salah satunya metanol atau asetonitril biasanya digunakan sebagai fase gerak. senyawa yang terionisasi secara kompleks dan senyawa basa kuat). 2010). Fase gerak terdiri dari suatu larutan bufer (ditambah suatu kosolven organik seperti metanol atau asetonitril untuk pemisahan fase terikat) dan suatu penambahan ion tanding. Selain dari pada menaikkan konsentrasi ion tanding.3 Prinsip Kromatografi Kertas Percobaan kali ini digunakan kromatografi partisi. Kekuataan solven baik dalam fase normal ataupun fase balik IPC dapat juga divariasi dengan merubah polaritas fase gerak. yaitu kromatografi kertas.

berbagai senyawa mengalamai partisi diantara volume – volume yang sama dari fasa tetap dan bergerak. Kertas. 2012).Fasa mobil (pelarut) dapat saja beragam (Rizki. maka koefisien partisi akan berubah juga. ada tendensi perambatan lebih lama. 3. Fasa stationer dalam banyak kasus pelarut diadsorbsi pada adsorben dan fasa mobil adalah molekul pelarut yang mengisi ruang antar partikel yang teradsorbsi. Ukuran dari bejana. Suhu. yang berbeda untuk macam – macam kertas. yaitu : 1. perubahan dalam suhu merubah koefisien partisi dan juga kecepatan aliran. 5. volume dari bejana mempengaruhi homogenitas dari atmosfer sehingga mempengaruhi kecepatan penguapan dari komponen – komponen pelarut dari kertas.diterapkan pada sistem multi komponen. seperti perubahan komposisi pelarut sepanjang kertas. 2010). pengaruh utama kertas pada harga Rf timbul dari perubahan ion dan serapan. Jika bejana besar digunakan.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Rf Ada beberapa faktor yang mempengaruhi harga Rf. 8 . Dalam percobaan. 2. Sampel yang akan dianalisis ditotolkan ke ujung kertas yang kemudian dimasukkan dalam botol kromatografi. Pelarut. 4. Sifat dari campuran. ekstraksi terjadi berulang dalam satu kali proses. Kertas mempengaruhi kecepatan aliran juga mempengaruhi kesetimbangan partisi. zat terlarut didistribusikan antara fasa stationer dan fasa mobil. disebabkan pentingnya koefisien partisi. Mereka hampir selalu mempengaruhi karakteristik dari kelarutan satu terhadap lainnya hinggaa terhadap harga Rf mereka (Leany. Kemudian dasar kertas kromatografi Whatman dicelupkan kedalam pelarut yang mengisi dasar wadah. maka perubahan – perubahan yang sangat kecil dalam komposisi pelarut dapat menyebabkan perubahan – perubahan harga Rf. Dua faktor yaitu penguapan dan komposisi mempengaruhi harga Rf. 2. Dalam kromatografi partisi.

0 mg/ml atau 1 g/l. Salah satu contoh bahan kimia berbahaya yang digunakan produsen makanan yang perlu diwaspadai konsumen adalah zat pewarna Rhodamin B. Kertas saring diangkat dan dikeringkan di udara. Selanjutnya kertas saring tersebut dimasukkan ke dalam gelas yang telah diisi air secukupnya (diletakkan 1 – 1. hidung dan usus. kertas dilipat dua dan dilipat lagi menjadi tiga sehingga 9 . sehingga didapat konsentrasi 1. Rhodamin B adalah bahan kimia yang digunakan utnuk pewarna merah pada industri tekstil plastik dan kain. tenggorokan. Ide dengan metode sederhana ini didasarkan pada kemampuan zat pewarna tekstil yang berbeda dengan zat pewarna makanan sintesis. Deteksi zat pewarna alami sintetik dapat dilakukan secara sederhana. Setelah kering. kemudian larutan tersebut diteteskan (spot) pada dari ujung kertas saring yang berukuran 20 x 20 cm. air dari bawah akan mampu menyeret zat – zat pewarna yang larut dalam air (zat pewarna makanan) lebih jauh dibandingkan dengan zat pewarna tekstil. mata.5 Aplikasi Kromatografi Kertas Dalam Industri “ Identifikasi Zat Rhodamin B Pada Makanan” Zat pewarna makanan alami sejak dulu telah dikenal dalam industri makanan untuk meningkatkan daya tarik produk makanan tersebut. minuman serta bumbu masak. dan air dibiarkan merembes sampai ¾ tinggi gelas. minuman serta bumbu masak seperti cabe giling mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap selera dan daya tarik konsumen. Setelah zat pewarna diteteskan di ujung kertas rembesan (elusi). Air akan terhisap secara kapiler atau merembes ke atas. juga merupakan suatu pelengkap daya tarik makanan. Zat pewarna tekstil bersifat tidak mudah larut dalam air. Warna seperti halnya citarasa. keracunan. Penambahan zat warna dalam makanan.2. sehingga konsumen tergugah untuk membelinya. Kelebihan dosis Rhodamin B dapat menyebabkan kanker. destilata atau air sumur). Cara kerja analisa ini adalah melarutkan suatu zat pewarna yang dicurigai ke dalam air destilat. iritasi paru – paru.5 cm dari dasar gelas). diantaranya karena daya kelarutannya dalam air yang berbeda. Sedangkan prinsip kerjanya adalah kromatografi kertas dengan pelarut air (PAM.

Mulai Zat pewarna dilarutkan ke dalam air destilat Larutan diteteskan 2 cm dari ujung kertas saring Kertas saring dimasukkan ke dalam gelas berisi air Air dibiarkan merembes sampai ⁄ tinggi gelas Kertas saring diangkat dan dikeringkan Kertas dilipat dua Kertas saring dilipat lagi menjadi tiga Diamati hasilnya Selesai Gambar 2. 2009). Hasilnya zat pewarna tekstil praktis tidak bergerak pada tempatnya (Syaifuddin.terdapat 8 bagian antara spot asli dan batas pelarut.1 Flowchart Identifikasi zat Rhodamin B 10 .

Titik leleh pada suhu 1420 5. keras 2.115 kal/gr 11 .2 Larutan pengembang Fungsi :sebagai larutan yang dibuat dalam bejana yang akan diserapkan kedalam kertas saring. Bereaksi dengan HCl encer dan asam sulfat encer. 2011). Bereaksi dengan steam H2O membentuk oksida NiO 5. Dapat ditempa dan ditarik 3. Mempunyai massa jenis 3. Larutan yang digunakan yaitu Aseton : HCl : Air = 80 ml : 10 ml : 10 ml. Larutan yang digunakan yaitu. Asam Klorida (HCL) Sifat Fisika : 1.1. Sifat fisika : 1.1. Tidak bereaksi dengan basa alkali (Juner. Reaksi berlangsung cepat membentuk oksida NiO jika dibakar 3. Bereaksi dengan Cl2 membentuk NiCl2 4. Titik didih pada suhu 2900 Sifat Kimia : 1.45 2. Kalor jenis 0. NiCl2.BAB III BAHAN DAN PERALATAN Bahan Dan Fungsi 3. Memiliki energy ionisasi 1250 kJ/mol 5.1 Larutan sampel Fungsi : sebagai sampel yang ditotolkan pada kertas saring.21 gr/cm3 3. 3. Bersifat feromagnetik 4. 1. Titik leleh -1010 4. Nikel bereaksi lambat dengan udara pada suhu kamar 2. Logam putih keperak – perakan yang berkilat. yang reaksinya berlangsung lambat 6. Mempunyai massa atom 36.

Aseton Sifat Fisika: 1. alcohol.11 3. tidak berasa dan tidak berbau 4. Memiliki 3 fasa yang berbeda yaitu padat. HCL akan berasap tebal di udara lembab 2. Merupakan oksidator kuat 5. 2010). Pada suhu kamar. 3. Berbentuk cairan bening tidak berwarna sampai coklat berbau almond 2. Terurai di dalam air 2. petroleum eter (Ika. Tidak berwarna. Larut dalam aseton. Dapat larut dalam alkali hidroksida. cair dan gas 5. 2. Tidak larut dalam karbon disulfida. Bersifat polar karena adanya perbedaan muatan 2. Berafinitas besar sekali terhadap unsur – unsur lainnya 6. kloroform dan eter 4. 2009). Mempunyai tegangan permukaan yang sangat tinggi Sifat kimia: 1. Massa jenis yang lebih kecil dalam keadaan beku bila dibandingkan dengan keadaan cair 3. Hcl berbentuk gas yang tak berwrna 7. Air Sifat Fisika: 1. Racun bagi pernapasan (Anwar.6. Gasnya berwarna kuning dan berbau merangsang 3. Berat molekul 85. Berbau tajam Sifat Kimia : 1. Titik beku -6 s/d -4 Sifat Kimia: 1. Mempunyai tiik didih yang tinggi 2. Sebagaui pelarut yang baik (-21 s/d -20 ) 12 . chloroform. eter 3.

1.2. 3. Bila direaksikan dengan HCL akan menghasilkan gas FeCl2 3. Energi ikatan O – H = 450kJ/mol (Fatimah.4 Asam Klorida (HCl) Fungsi : sebagai pelarut untuk senyawa Fe2S.2. Bersifat netral dalam keadaan murni 4.3 Gelas Ukur Fungsi : Untuk mengukur larutan yang digunakan. 13 . Merupakan oksida amfoter 2. Titik lebur : 1538 4. Teroksidasi dalam larutan asam 3.1 Beaker Glass Fungsi : Sebagai tempat meletakkan larutan pengembang. 3. Sifat fisika Fe2S : 1. 3.2 Peralatan Dan Fungsi 3. Jari – jari atom : 140 pm 5.2 Cawan Fungsi :Sebagai tempat penguapan kertas saring yang telah kering dari proses elusi. Kalor peleburan : 13.4 Kertas saring Fungsi : Sebagai tempat mentotolkan sampel dan sebagai alat pemisah.83 (skala Pauling) 4.86 g/cm3 3. 3.1. Massa jenis 7. 3.81 kJ/mol Sifat kimia Fe2S : 1. Elektronegatifitas 1. Padat dan berwarna keabu – abuan mengkilap 2.2.2.3. Titik didih : 2861 5.2.3 Fe2S Fungsi : sebagai senyawa yang digunakan untuk dilarutkan dengan HCl untuk menghasilkan titik-titik pada kertas saring. 3. 2011).5 Neraca Bahan Fungsi : Menimbang bahan.

3.2.4 Kertas Saring Gambar 3.2.3 Gelas Ukur Gambar 3. 3.9 Tusuk Gigi Fungsi : Untuk mentotolkan sampel ke atas kertas saring.8 Spatula Fungsi : Mengambil bahan 3.2 Cawan Gambar 3.6 Penggaris Fungsi :Mengukur jarak untuk membuat titik-titik di atas kertas saring.6 Penggaris 14 . Dan mengukur perbedaan jarak yang ditempuh komponen dan pelarut.3.2.5 Neraca Bahan Gambar 3.7 Pipet Tetes Fungsi : Untuk mengambil larutan dalam jumlah sangat sedikit. 3.2.1 Beaker Glass Gambar 3.3 Gambar Alat Gambar 3.

9 Tusuk Gigi 15 .8 Spatula Gambar 3.Gambar 3.7 Pipet Tetes Gambar 3.

Ditentukan titik – titik pada garis yang berjarak 1. sebanyak 10 ml. 7. Dimasukkan larutan pengembang ke dalam beaker glass.1 Prosedur Percobaan 1. Ditotolkan sampel dengan tusuk gigi pada kertas saring. 4. 3. Dibuat larutan NiCl2 yang mengandung 25 mg/ml. Setelah elusi selesai dikeringkan untuk melihat komponen-komponen maka spesimen diletakkan di atas cawan penguap yang mengeluarkan gas H 2S. Nilai Rf komponen akan diperoleh. 16 . Disiapkan kertas saring dengan ukuran 10 cm x 15 cm ukurlah dari ujung kertas dan tarik garis horizontal. Hasil yang diperoleh timbul noda-noda berwarna hitam. Diamati hal yang terjadi. Laksanakan sistem partisi cara kromatografi kertas ascending dari bawah ke atas. dijenuhkan dan tutup sebentar dengan aluminium foil.5 cm antara satu titik dengan titik lainnya. 2. 5.BAB IV PROSEDUR PERCOBAAN 4. Titik-titik ini diperlukan untuk tempat mentotolkan senyawa-senyawa yang ditotolkan yang tidak melebihi diameter 5 mm. 6. Sebaiknya gunakan tusuk gigi.

2 Flowchart Percobaan Mulai Diukur kertas saring 15cm x 10cm Dibuat jarak dengan ukuran 2. A 17 .5cm dari ujung kertas Membuat titik – titik dengan jarak 1. Gas H2S dibuat dengan cara mereduksikan Fe2S dengan HCl.4.5 cm antara satu titik dengan titik lainnya Ditimbang 0.25 gram sampel Dilarutkan dengan H2O dalam gelas ukur sebanyak 10ml Dibuat larutan pengembang (Aseton:HCl:Air = 80 ml:10 ml:10 ml) dalam beaker glass Ditutup larutan dengan aluminium foil.

1 Flowchart Percobaan 18 .A Ditotolkan sampel diatas kertas saring Masukkan kertas saring kedalam beaker glass yang berisi larutan pengembang Diamati apa yang terjadi Setelah terjadi kenaikan jarak sampel dari posisi awal. kertas saring dikeringkan. Gas H2S dilekatkan pada spesimen Apakah timbul noda-noda hitam? Tidak Ya Dihitung nilai Rf Selesai Gambar 4.

yang lainnya sebagai fluida yang mengalir lembut di sepanjang landasan stasioner. di mana komponenkomponen yang dipisahkan didistribusikan di antara dua fasa. ekivalen fisik kolom). 4492 5. dan tentu saja dasar pemisahan terletak dalam laju perpindahan yang berbeda.4 cm Rf = Jarak yang ditempuh komponen Jarak yang ditempuh pelarut = = 0. Berbagai nilai Rf ini kita bandingkan satu sama lain. salah satu fasa tersebut adalah suatu lapisan stasioner dengan permukaan yang luas. Variasi jumlah Rf menunjukkan banyaknya komponen penyusun campuran yang sedang kita pisahkan dengan metode kromatografi ini. Pengukuran uji kromatografi dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Membuat jarak 2. zat-zat terlarut yang dipisahkan bermigrasi sepanjang kolom (seperti dalam kromatografi kertas atau lapis tipis. sedangkan fasa bergerak bisa berupa cairan maupun gas.1 Hasil Percobaan Dari percobaan di peroleh nilai Rf Jarak yang ditempuh oleh komponen : 2. Tahap awal yang harus dilakukan adalah menyiapkan kertas saring dengan ukuran 15 cm x 10 cm.BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5. Secara kuantitatif.875 cm Jarak yang ditempuh pelarut : 6.2 Pembahasan Kromatografi adalah suatu metode pemisahan fisik.5 cm dari ujung kertas lalu tarik garis 19 . Nilai Rf yang terbesar dimiliki oleh komponen penyusun yang memiliki ukuran partikel terkecil dan sebaliknya nilai Rf yang terkecil adalah yang memiliki ukuran partikel penyusun terbesar (Rizki. Fasa stasioner bisa serupa padatan maupun cairan. 2010). perbandingan jarak yang ditempuh oleh suatu warna dengan jarak pelarut disebut dengan Rf. Dalam semua teknik kromatografi.

Tahap ketiga yaitu mentotolkan sampel diatas kertas saring. dapat terjadi kesalahan.horizontal. 20 . sampel ditimbang 25mg/ml sebanyak 10ml. Tahap kedua yang harus dilakukan dalam percobaan kromatografi kertas yaitu.4492. 2. Biarkan hingga jenuh. Tahap keempat yaitu mengeringkan kertas saring lalu letak diatas larutan yang berisi H2S. Larutan sampel pada percobaan ini adalah NiCl2. Dari percobaan yang dilakukan. Kurang telitinya praktikan dalam menghitung jarak yang ditempuh komponen dan pelarut.Lalu membuat larutan pengembang (Aseton : HCl: Air = 80ml : 10ml : 10ml). berarti percobaan berhasil. Mungkin dapat terjadi kesalahan dalam memperoleh harga Rf. Sehingga dalam menghitung jaraknya.Tahap berikutnya membuat larutan untuk penguapan setelah proses elusi selesai. larutan pengembang dan larutan untuk penguapan. Akan diperoleh noda-noda hitam. Itu dapat terjadi dikarenakan faktor: 1.pencampuran HCl + Fe2S H2S + FeCl.5 cm antara titik satu dengan titik lainnya sebagi tempat mentotolkan sampel. Masukkan kedalam beaker glass dan tutup dengan aluminium foil. menyiapkan larutan sampel. Kalau tidak. Lalu masukkan kertas saring kedalam beaker glass yang berisi larutan pengembang. Lalu membuat titik-titik dengan jarak 1. Tahap terakhir menghitung harga Rf. Apabila sampel meresap dan naik ke atas. ulangi lagi dalam mentotolkan sampel. Warna sampel yang kurang pekat menyebabkan kurang terlihatnya sampel pada kertas saring. harga Rf yang diperoleh sebesar 0. Amatilah apa yang terjadi.

Kertas saring yang dicelupkam kedalam larutan pengembang mengalami perubahan jarak dari posisi awal. Larutan sampel yang digunakan adalah NiCl2 2. 21 .2 Saran Melalui percobaan yang dilakukan adapun saran yang dapat diberikan untuk praktikan selanjutnya adalah sebagai berikut: 1. 2. agar larutan tidak menyebar jauh atau mendekati larutan yang lain. Harga Rf yang diperoleh adalah 0. Itu menandakan fase gerak mengalir melalui fase diam . Percobaan berhasil dengan munculnya titik – titik hitam pada kertas saring setelah diuapkan dengan larutan H2S 4.maka diperoleh sebagai berikut: 1. Jangan lupa untuk menutupi larutan pengambang agar jenuh. 3.1 Kesimpulan Dari percobaan yang dilakukan. Harus lebih teliti lagi dalam menghitung jarak yang ditempuh oleh komponen dan pelarut agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan harga Rf. 6. 3.BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6. Dalam menotolkan sampel di atas kertas saring jangan terlalu banyak.4492 5. Larutan pengembang yang digunakan yaitu Aseton: HCl: Air = 80 ml : 10 ml : 10 ml.

Diakses pada tanggal 3 Oktober 2012.com/2011/10/kromatografi-gas-gc. Pewarna Sintesis Rhodamin B. http://ml. Siklus Hidrologi.blogspot. Laporan Kromatografi. Diakses pada tanggal 30 September 2012.com/tag /kromatografi-kertas/.wordpress. Kimia Analisa Kualitatif. http://file. Diakses pada tanggal 2 Oktober 2012. Laporan Biokimia “Kromatografi”.com/2012/02/25/ laporan-kromatografi/. http://dedyanwarkimiaanalisa.id/. 22 . dan Sumber Air DI. http://ika.ac. Ika.ac.html. Fatimah. Kromatografi Kertas. Dedy. Yanes. Aseton Sianohidrin.pom.scribd. Rampengan. blogspot.pdf. Carla. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. 2010.blogspot . http://cha2in-chemistry09. Diakses pada tanggal 3 Oktober 2012._PEND.edu/Direktori/FPMIPA/JUR. Makalah Nikel.ac. Christiant. Sifat Fisika Kimia Air.DAFTAR PUSTAKA Anwar.html.blogspot.com/doc/24416508 /Zat-Warna-Rhodamin-B. http://blog.com/2011/10/ makalah-nikel. Diakses pada tanggal 3 Oktober 2012.upi. 2009.html. http://christianthp2010.id/katalog/ASETON. Diakses pada tanggal 2 Oktober 2012. 2010. 2012. Diakses pada tanggal 30 September 2012. Rizki. 2010. 2011. Diakses pada tanggal 30 September 2012. https://fileq. 2010. Juner. Kromatografi Gas (GC). Aphiin. Syaifuddin.http://yanes rampengan. Cahyani. 2011. Diakses pada tanggal 29 September 2012. Sifat fisika dan sifat kimia suatu zat. Demoln._KIMIA/19680216199402 2-SOJA_SITI_FATIMAH/Kuliah_Kimia_terapan_pada_jurusan_agro_ industri/ KIMIA_AIR-.blogspot. Angga.id/carla leany/2012/05/. 2009. http://demoln. 2012.html.com/2010/12/kromatografi-cair-kinerja-tinggi-kckt. Diakses pada tanggal 29 September 2012. Diakses pada tanggal 30 September 2012. Kromatografi. Subekti.com.ub. 2011.wordpress. 2012.student.ipb. http://angghajuner. Diakses pada tanggal 3 Oktober 2012. Leany.com /2012/03/sifat-fisika-dan-sifat-kimia-zat-kimia. http://rizkiak08.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->