TOPIK 1 DASAR DASAR KELISTRIKAN

1.0 KONSEP DASAR

Gambar 1

Apa yang dimaksud dengan listrik? Kita seringkali berkata bahwa lampu senter, bor dan motor listrik itu mengandung sesuatu yang disebut listrik. Tapi kalau itu komputer atau televisi maka kita menyebutnya sebagai peralatan elektronik. Jadi apakah perbedaan antara listrik dengan elektronik? Sesuatu yang berkerja dengan kelistrikan disebut listrik, termasuk senter dan bor listrik tadi, tetapi tidak semua rangkaian listrik menggunakan komponen elektronik. Istilah elektronik mengacu pada peralatan yang tersusun dari komponen-komponen yang terbuat dari bahan-bahan semikonduktor dan disebut komponen elektronik. Dinamakan komponen elektronik karena cara kerjanya bergantung pada aliranaliran elektron didalam bahan komponen ini. Untuk lebih mengerti kelistrikan, dibutuhkan pengetahuan mendasar tentang bentuk dasar atom dari suatu bahan. Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Terdapat tiga bentuk zat yaitu padat, cair, dan gas. Buku ini akan meyajikan pemahaman mendasar mengenai teori, prinsip-prinsip yang dibutuhkan sebelum kita belajar dan bekerja dengan rangkaian listrik dan komponennya. Bahan dan Unsur

Zat yang menempati ruang, akan terpengaruh oleh gaya gravitasi karena ia memiliki berat. Suatu bahan terdiri dari partikel-partikel yang sangat kecil yang membentuk sebuah atom. Kira-kira ada 100 jenis atom yang terjadi secara alamiah yang disebut unsur-unsur. Suatu unsur didefinisikan sebagai suatu zat yang tidak dapat diuraikan lagi dengan reaksi kimia. Contoh dari unsur adalah tembaga, timah, besi, emas dan perak. Selain unsur-unsur alamiah diatas, ada 14 jenis unsur lagi yang telah dihasilkan dari percobaanpercobaan laboratorium. Semua unsur-unsur tersebut dapat digabungkan atau direaksikan untuk menghasilkan senyawa-senyawa yang jumlahnya setiap hari semakin bertambah tak terhitung banyaknya. Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang masih memiliki karakter yang sama dengan unsur tersebut. Kata atom berasal dari bahasa yunani yang berarti partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Atom Meskipun atom tidak dapat dilihat, atom adalah stuktur hipotetis yang penjelasannya sesuai dengan hasil eksperimen yang dapat terukur secara akurat. Ukuran dan perpindahan muatan listrik yang juga tidak dapat dilihat yang terdapat pada atom-atom dapat diketahui dari seberapa besar mereka dibelokkan oleh suatu gaya yang diketahui besarnya. Atom dapat digambarkan seperti sebuah sistem matahari atau solar system dimana planet-planet yang sama dengan muatan-muatan listrik mengitari matahari yang dianggap sama dengan inti atom. Penggambaran seperti ini disebut “model atom tata surya” yang diusulkan oleh Neils Borh pada tahun 1913.

Gambar 2 Atom

Inti dari sebuah atom (gambar 2) yang disebut sebagai nukleus terdiri dari partikel-partikel yang disebut neutron dan proton. Benda-benda yang mengelilingi setiap nukleus adalah partikel-partikel kecil yang disebut elektron. Normalnya didalam suatu atom, jumlah antara proton dan elektron sama banyaknya. Jumlah elektron atau proton itu ditunjukkan dengan “nomor atom”. “Berat atom” dari suatu unsur adalah berat total dari proton dan neutron.

Gambar 3 Neutron, Proton, Elektron

Gambar 3 menunjukan bentuk dari dua atom yang sederhana:  Hidrogen berisi 1 proton yang terletak pada nukleus yang diseimbangkan dengan 1 elektron pada orbit atau kulitnya. Nomor atom untuk sebuah atom hidrogen adalah 1 dan berat atom adalah 1(1proton).

Helium memiliki 2 proton didalam nukleus-nya dan di seimbangkan dengan 2 elektron pada orbitnya. Nomor atom untuk helium adalah 2 dan berat atomnya 4 (2 proton + 2 neutron). Para ilmuwan telah menemukan bahwa ada banyak partikel di dalam sebuah atom, tetapi pada bahasan dasar kelistrikan ini, hanya tiga yang perlu dibahas yaitu elektron, proton, dan neutron. Sebuah atom tembaga dapat digunakan sebagai contoh.

Gambar 4 – Atom Tembaga

Ukuran nukleus pada atom lebih besar dari pada elektron, namun karena kecilnya kita tidak bisa mengukurnya secara langsung. Pada atom tembaga (gambar 4), nukleus terdiri 29 proton (+) dan 35 neutron dan memiliki 29 elektron (-) yang mengelilingi nukleus. Nomor atom pada tembaga adalah 29 dan berat atom adalah 64. Aliran Elektron

Gambar 5 Aliran elektron Jika sebuah kawat tembaga yang dihubungkan dari kutub positif ke kutub negatif sumber, seperti pada sebuah baterai (gambar 5), elektron-elektron (-) pada atom-atom tembaga akan terdorong keluar dari orbit atom dan ditarik menuju kutub positif baterai. Atom yang tertinggal sekarang menjadi bermuatan listrik positif (+) karena ia telah kekurangan elektron. Atom ini dapat menarik elektron dari atom disebelahnya Atom-atom disebelahnya lagi juga dapat menerima elektron dari atom-atom disekitarnya dan seterusnya sampai atom terakhir menerima elektron dari kutub negatif baterai. Hasil dari reaksi berantai inilah yang menyebabkan elektron dapat mengalir dari kutub negatif menuju kutub positif. Aliran eletron akan berlanjut terus selama muatan positif dan negatif baterai dipertahankan agar tetap selalu ada dikedua ujung kawat. Energi Listrik Ada dua macam gaya yang bekerja pada setiap atom. Dalam keadaan kondisi normal kedua gaya ini seimbang. Kedua gaya tersebut adalah gaya gravitasi atau gaya sentrifugal dan gaya tarik-menarik antara muatan positif dan muatan negatif. Selain memiliki masa, proton dan elektron juga membawa muatan listrik, dan gaya tarik-menarik antara keduanya itu adalah akibat muatan-muatan listrik yang dibawanya. Tidak seperti gaya gravitasi yang selalu tarik menarik, gaya listrik selain dapat saling tarikmenarik juga tolak-menolak. Proton dan elektron akan saling tarik-menarik, sedangkan antara proton dengan proton lainnya atau antara elektron dengan elektrokan lainnya akan saling tolak menolak.

Gambar 6 Gaya diantara benda-benda bermuatan

Jadi ada dua muatan listrik. Proton disebut bermuatan positif (+) dan elektron disebut bermuatan negatif (-). Neutron sebagaimana arti namanya, bermuatan netral. Kualitas pembeda sifat kelistrikan yang didasarkan pada jenis muatan ini disebut “polaritas”. Inilah yang membentuk hukum-hukum dasar kelistrikan. “Muatan-muatan yang SAMA akan saling tolak menolak dan yang TIDAK SAMA akan saling tarik menarik (Gambar 6)”. Benda-benda Bermuatan Listrik

seorang ahli ilmu pengetahuan yang berkebangsaan Italia dan penemu dari "Voltaic Pile". 1. Besar beda potensial pada semua muatan didalam medan elektrostatik dihubungkan dengan besaran yang disebut tenaga elektromotif (EMF). Satuan dari beda potensial diberi lambang "Volt"(E) berasal dari nama Alessandro Volta. Gambar 8 Pola medan elektrosatik dua benda yang bermuatan negatif Ketika dua kutub dengan muatan yang sejenis diletakkan berdekatan satu sama lain. sinar matahari. Lambang dari potensial adalah V. Ada banyak cara untuk menghasilkan tegangan listrik. Tertariknya kertas pada sebuah sisir yang telah digosok dengan kain wol adalah salah satu contoh dimana tegangan dapat dihasilkan dengan . Gambar 7 menunjukan gaya antara partikel bermuatan positif dan negatif yang digambarkan sebagai garis-garis gaya medan elektrostatik yang bermula pada partikel bermuatan positif dan berakhir pada partikel bermuatan negatif. yaitu baterai pertama yang mengunakan sel. Cara konvensional dalam menggambarkan garisgaris ini adalah dengan anak panah-anak panah yang bermula dari muatan positif dan menuju muatan negatif.Gambar 7 Pola medan elektrostatik disekitar partikel-partikel yang bermuatan tidak sama Gaya tarik menarik atau tolak menolak dari muatan listrik yang disebabkan oleh sesuatu yang tidak dapat dilihat ini dapat dibayangkan sebagai suatu medan listrik. Karena satuan yang digunakan untuk menyatakan tegangan adalah voltage (volt) maka beda potensial juga sering disebut "voltase“. mengindikasikan kemampuan untuk melakukan kerja dengan cara mendorong elektron untuk berpindah. Kemampuan untuk menarik atau menolak ini disebut “potensial”. yang mengelilingi setiap benda bermuatan. antara lain dengan gesekan.1 ISTILAH-ISTILAH DALAM KELISTRIKAN Beda potensial Karena adanya gaya dari medan elektrostatik. sebuah muatan listrik memiliki kemampuan untuk menggerakkan muatan lain dengan cara saling tarik menarik atau tolak menolak. garis-garis gaya tersebut akan saling tolak menolak seperti ditunjukan pada gambar 8. reaksi kimia dan dengan induksi elektromagnetik. Dimana saja terdapat perbedaan muatan maka disitu juga terjadi beda potensial.

Gerakan-gerakan kecil elektron inilah yang membentuk arus listrik (gambar 9). Satu ampere didefinisikan sebagai mengalirnya muatan sebesar satu coulomb dalam satu detik. satu coulomb = 6. Anggapan Konvensional dan Aliran Elektron . akan menarik sebuah elektron dengan cara yang sama seperti yang terjadi pada benda-benda bermuatan negatif. satu ampere adalah suatu arus listrik dari 6. Teori lain yang masih membutuhkan penjelasan menganggap bahwa terjadi "gerakan“ di dalam penghantar. Fenomena ini terjadi karena adanya arus yang mengalir didalam kawat dan menghasilkan medan magnetik.28 x 1018 buah elektron atau proton. Simbol satuannya adalah "A“. adalah sebuah contoh dimana tegangan dibangkitkan dari energi matahari. Induksi ini disebut dengan EMF balik atau EMF induksi. Besar muatan listrik diyatakan dalam “Ampere”. Pada seutas kawat yang lurus. garis-garis gaya magnet ini akan menginduksi balik kumparan itu sendiri (self-induction). berbentuk lingkaran-lingkaran kosentris. Gerakan muatan-muatan ini didefinisikan sebagai arus listrik (gambar 9). pembahasan terutama pada adanya gaya-gaya di antara muatan-muatan. Adanya medan elektrostatik. Arus Gambar 9 Arus listrik pada sebuah penghantar Di dalam teori-teori elektrostatik seperti yang telah dibahas sebelumnya. Polaritas dari EMF induksi akan selalu berlawanan dengan polaritas yang menghasilkannya Coulomb Diperlukan suatu satuan ukuran untuk menyatakan besar muatan listrik. Dengan sinar matahari seperti pada fotosel. Ia akan ditolak oleh muatan negatif lainnya dan akan ditarik oleh muatan positif. Ditulis dalam notasi ilmiah. Seorang ilmuwan Perancis yang bernama Charles Coulomb telah menyekidiki hukum gaya-gaya diantara benda-benda bermuatan. Ampere adalah suatu ukuran rata-rata dari muatan-muatan yang mengalir didalam sebuah penghantar. dan sebagai penghormatan kepadanya maka satuan muatan listrik adalah "coulomb“. misalnya didalam sepotong penghantar tembaga.28 milyar elektron yang melewati penghantar tersebut dalam satu detik. garis-garis medan memiliki sedikit pengaruh karena mereka tidak melintasi kawat-kawat lain. dari sebuah kalkulator. Jika penghantar dibentuk menjadi sebuah kumparan. Dalam terminologi yang lebih sederhana. EMF Induksi (Counter EMF) Garis-garis gaya magnetik yang keluar dari sebuah kawat. EMF induksi dinyatakan dengan sebuah hukum yang disebut hukum Lenz.cara gesekan.

maka telah dibuktikan bahwa aliran arus yang mengalir didalam penghantar sebetulnya adalah aliran muatan negatif atau aliran elektron. Aggapan ini masih tetap dipegang oleh beberapa badan standar teknik dan didalam beberapa textbook. Ketika suatu tahanan menahan arus listrik. Besar resistansi suatu penghantar ditentukan oleh empat faktor : . cahaya atau gerakan mekanis. jika sebaliknya. Semua bahan menunjukkan adanya sifat "resistansi“ atau menahan aliran elektron. gas dan semikonduktor. komponen-komponen. Aliran elektron berlawanan dengan arah aliran arus konvensional dan biasanya disebuh "arus elektron“ (gambar 10). maka pada saat itu juga energi listrik diubah menjadi bentuk energi lain seperti panas. maka jumlah arus yang mengalir dalam suatu bahan bergantung pada jenis dan dimensi fisik bahan tersebut. Kedua teori di atas dapat digunakan. Ada beberapa contoh yang benarbenar menunjukkan bahwa arus listrik merupakan gerakan muatan-muatan positif seperti yang terjadi didalam cairan. para ahli ilmu pengetahuan telah lama mendefinisikan arus sebagai gerakan muatan-muatan positif di dalam penghantar yang berasal dari titik yang berpolaritas positif menuju titik yang berpolaritas negatif. Dengan menerapkan teori atom.Gambar 10 Arus elektron dan arus konvensional Ada dua penjelasan mengenai arus yang mengalir melalui sebuah penghantar. Apabila sifat menahan ini kecil maka bahan tersebut disebut konduktor. kawat dan hubunganhubungan. sifat menahan besar maka bahan tersebut disebut isolator. sehingga teori inilah yang akan digunakan di dalam modul ini. Ohm adalah satuan tahanan listrik dan huruf yunani (Ω) diambil sebagai simbolnya. Suatu bahan disebut memiliki tahanan sebesar satu ohm apabila ada suatu beda potensial sebesar satu volt yang melintasi bahan itu akan menghasilkan arus sebesar satu ampere. Tahanan listrik akan selalu ada di setiap rangkaian listrik. tapi teori "arus konvensional“ yang menyatakan arus mengalir dari kutub positif menuju kutub negatif ternyata telah lebih dulu menjadi populer. Sebelum diketemukannya “teori atom”. untuk menjelaskan komposisi dari suatu zat. Tahanan George Simon Ohm telah menemukan bahwa untuk nilai suatu tegangan yang konstan. Teori yang menjelaskan adanya aliran arus dengan cara ini disebut "Teori arus konvensional“ (Gambar 10).

semakin besar tahanannya. . asal panjangnya dibuat tetap. maka besar resistansi akan menjadi dua kali.Gambar 11 Struktur Atom 1. Luas (luas penampang). Gambar 13 Perbandingan luas penampang penghantar-penghantar 3. Semakin rendah tahanan (diameter sebuah pipa besar mengijinkan lebih banyak air yang lewat). Semakin luas penampang dari konduktor. Gambar 12 Resistansi 2. Semakin kecil tahanannya terhadap arus (Gambar 11). Jika sebuah kawat di panjangkan dua kali (Gambar 12) maka besar tahanan antara kedua ujungnya akan bertambah dua kali juga. Semakin banyak elektron bebas yang dimiliki sebuah material. Dengan membagi dua luas penampang suatu kawat (gambar 13). Semakin panjang sebuah penghantar dengan luas penampang yang sama. Struktur atom (adanya elektron bebas). Panjang.

semakin tinggi temperature semakin tinggi tahanan.Gambar 14 Perubahan nilai resistansi terhadap temperature 4. Jumlah periode ini dinyatakan dalam satuan Hertz. 1. Untuk hampir semua bahan.2 RANGKAIAN-RANGKAIAN LISTRIK DAN HUKUM-HUKUMNYA . Temperature. penemu prinsip ini).28 Milyar elektron pada 1-Volt beda muatan. Kapasitansi diukur dalam farad (sebagai penghargaan terhadap Michael Faraday. satuannya biasanya dinyatakan dalam picofarad (sepertrilyun farad) dan microfarad (sepersejuta farad). 1 farad = 1F 1 microfarad = 1µF = 0.000001F 1 picofarad = 1pF = 0. Kebanyakan kapasitor yang dibuat memiliki nilai kapasitansi yang jauh lebih kecil dari nilai ini. Oleh karena itu.000000000001F Hertz Sebuah alternator menghasilkan arus bolak-balik yang polaritasnya bergantian diantara nilai positif dan negatif dalam suatu siklus atau periode. Gambar 14 menunjukan tahanan yang meningkat ketika temperatur bertambah. Satu farad adalah kemampuan untuk menyimpan 6. Farad Kemampuan sebuah kapasitor untuk meyimpan elekton disebut kapasitansi.

Hubungan diatas dapat diringkas dengan pesaman matematika Arus  Tegangan Hambatan Atau dinyatakan dalam satuan listrik Ampere  Volt Ohm . 2. Ada dua jenis rangkaian dasar. Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa pada suatu titik tertentu dalam rangkaian tertutup. Rangkaian listrik adalah suatu lintasan tertutup (rangkaian tertutup) yang didalamnya terdapat suatu sumber tegangan atau disebut sumber saja. arus dan resistansi) yaitu : Arus didalam suatu rangkaian listrik berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan resistansi. Gustav Kirchoff mengembangkan dua hukum untuk menganalisa rangkaian-rangkaian listrik. Hukum Arus Kirchoff (KCL = Kirchoff Current Law) menyatakan bahwa jumlah aljabar dari arus-arus yang mengalir pada suatu titik sambungan pada sebuah rangkaian listrik sama dengan nol. George Simon Ohm menemukan adanya suatu hubungan antara tiga parameter kelistrikan (tegangan.Gambar 15 Rangkaian seri dan paralel Sebuah rangkaian listrik adalah suatu lintasan atau suatu kelompok yang memiliki lintasan-lintasan yang saling berhubungan. Rangkaian dasar seri dan paralel ini dapat digabungkan untuk membentuk rangkaian yang lebih kompleks. jika kita melintasi seluruh rangkian dan menjumlahkan semua beda potensial yang terdapat diseluruh bagianbagian rangkaian sampai kita menemukan titik yang sama dimana kita mulai maka jumlah tegangan seluruhnya akan sama dengan nol. Hukum-hukum Rangkaian Listrik Penting untuk memahami hukum-hukum yang dibutuhkan untuk menganalisis dan mendiagnosa rangkaian-rangkaian listrik. Hukum Kirchoff Tegangan (KVL = Kirchoff Volatge Law) menyatakan bahwa jumlah aljabar emf dan jatuh tegangan diseluruh rangkaian tertutup akan sama dengan nol. Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa jumlah aljabar arus-arus yang memasuki suatu titik sambungan akan selalu sama dengan jumlah arus yang meninggalkan titik sambungan itu (tidak ada yang berkurang). Hukum-hukum tersebut dinyatakan sebagai berikut : 1. Namun rangkaian-rangkaian gabungan ini dapat disederhanakan dan dianalisis menjadi dua rangkaian dasar tersebut. Hukum-hukum tersebut adalah Hukum Kirchoff dan Hukum Ohm. yaitu rangkaian seri dan paralel (gambar 15).

cromium. Penyekat Listrik (Isolator) Bahan-bahan lain yang bersifat menghambat elektron untuk mengalir disebut “isolator”. ia akan luluh (breakdown) apabila tegangan yang diterapkan padanya sangat tinggi dan membuatnya menjadi bersifat seperti konduktor yang bisa menghantarkan arus listrik Karet Mika Lilin Plastik Kaca Fibreglass . kita mewakilinya dengan menuliskan satu huruf tunggal. Perak adalah logam dengan sifat konduktor yang lebih baik dari tembaga.707 0. Beberapa bahan mempunyai sifat mudah menghantarkan elektron dan disebut suatu “konduktor yang baik”. Sebetulnya semua bahan termasuk isolator ini bisa dibuat bersifat mengalirkan arus dengan membuat tegangan setinggi-tingginya sehingga mampu mengubah sifat isolatornya. tembaga. plastik dan keramik. ia tidak sebaik tembaga.288 0. Isolator yang baik dapat menahan elektron-elektron tetap dalam orbitnya. Penghantar Listrik Pada peralatan listrik. Penghantar Perak Tembaga Emas Aluminium Seng Kuningan Besi Timah Daya Hantar (dibanding Tembaga) 1. akan tetapi harganya mahal. Suatu bahan bisa disebut konduktor yang baik jika ia memiliki banyak elektron bebas.Pada saat kita menggunakan persamaan-persamaan matematika untuk menyatakan hubungan antara besaran-besaran listrik. emas. mengenai Rangkaian-rangkaian Listrik.659 0. tapi harganya jauh lebih mahal. Huhum OHM akan dibahas lebih detail dalam Topik 3. kayu. alumunium dan tungsten. Tahanan diwakili dengan huruf R atau simbol Omega (Ω).243 0. Walaupun isolator itu sangat baik. elektron-elektron mengalir disepanjang lintasan yang disebut penghantar atau kawat. Contoh-contoh isolator adalah karet.064 1. Mereka bergerak dari satu atom ke atom lainnya.000 0.018 Table 1 – Perbandingan Daya Hantar Beberapa Penghantar yang biasa digunakan Daya hantar pada sebuah bahan menentukan seberapa baik sifat konduktor sebuah bahan. Contoh bahan yang merupakan konduktor yang baik adalah perak. Tegangan di wakili dengan huruf E (emf = electromotive force = gaya gerak listrik) dan arus diwakili dengan huruf I (Intensitas muatan). Besar tekanan listrik atau tegangan yang dibutuhkan untuk memindahkan elektron-elektron melalui suatu bahan bergantung pada seberapa banyak elektron bebas yang dimilikinya.178 0. tapi harganya lebih murah. Tabel 1 menunjukkan beberapa konduktor yang umum dijumpai dan daya hantarnya dibanding tembaga. Emas juga lebih baik dari tembaga dan juga tidak bisa berkarat. Beda dengan alumunium.

3 KEMAGNETAN Gambar 16 Magnet Daya tarik magnet adalah bentuk gaya lain yang menyebabkan elektron mengalir. . Karena magnetite ini memiliki sifat kemagnetan yang ada secara alami maka lodestone juga digolongkan sebagai magnet-magnet "alami“. Kebanyakan peralatan listrik bergantung langsung atau tidak langsung pada daya tarik magnet. Alami 2. Magnet Buatan Magnet buatan adalah jenis magnet yang dibuat oleh manusia yang biasanya dihasilkan dari batanganbatangan logam yang dikenakan pada suatu medan magnet yang sangat kuat. Kemagnetan adalah penghubung antara energi mekanik dan listrik. Ada beberapa hal yang sebaiknya disadari dalam pembahasan mengenai isolator ini. Jika terdapat kotoran atau uap air pada isolator. 1. Walaupun tidak terjadi breakdown pada isolator. medan magnet memungkinkan starter motor untuk mengubah energi listrik dari sebuah baterai menjadi energi mekanis untuk menggerakkan mesin. maka mereka dapat menimbulkan masalah. Meskipun terdapat beberapa perangkat listrik yang tidak menggunakan daya tarik magnet. Oleh karena itu. Magnet-magnet ini digunakan pada kompas-kompas primitif yang disebut "lodestone“. sangat penting untuk menjaga isolator dan kontak-kontak agar tetap selalu bersih. Magnet buatan (Gambar 16) 3. Ada tiga jenis magnet dasar: 1. sebagaimana yang dikenal saat ini. Sebaliknya. menggunakan daya tarik magnet. Elektromagnet Magnet Alami Orang-orang cina telah menemukan magnet semenjak tahun 2637 sebelum masehi. Suatu pemahaman dasar mengenai daya tarik magnet juga diperlukan untuk mempelajari kelistrikan. tapi kotoran dan uap air dapat menyediakan jalan bagi elektron hingga ia bisa mengalir.Porselin Bakelit Kayu kering Udara Table 2 Penyekat yang umumnya dijumpai Tabel 2 menunujukkan beberapa isolator yang bisa kita jumpai. dan berasal dari potongan-potongan bijih besi yang dikenal dengan sebutan magnetite. Kotoran dan uap air dapat menjadi penghantar listrik disekitar sebuah isolator. kebanyakan sistem kita. Dengan menggunakan medan magnet. alternator mengubah sejumlah tenaga mekanis yang dihasilkan oleh mesin menjadi gaya elektromotif (EMF).

sepotong gelas diletakkan pada sebuah magnet dan serbuk-serbuk besi ditaburkan di atasnya. maka kutub yang sejenis juga akan saling tolak menolak dan yang tidak sejenis juga akan tarik-menarik. telah menemukan suatu hubungan antara kemagnetan dan arus listrik. Pada gambar 17. Medan ini terlihat seperti tersusun oleh garis-garis gaya yang bermula dari kutub utara magnet.Elektromagnet Seorang ilmuwan Denmark bernama Oersted. Walaupun medan magnet ini tidak dapat dilihat tapi kita dapat menampakkannya dengan menaburkan serpihan-serpihan besi pada sepotong pelat kaca atau selembar kertas diatas sebatang magnet dan disitu akan terlihat garis-garis yang menggambarkan bagaimana bentuk garis-garis gaya pada magnet tersebut. Sama dengan muatan-muatan listrik yang sejenis akan tolak-menolak dan yang berlawanan akan saling tarikmenarik. yaitu kutub utara dan selatan. Sebuah magnet dapat dengan mudah menarik serpihan besi karena adanya gaya-gaya disekitar magnet. serbuk-serbuk ini akan bergerak dan membentuk suatu pola tertentu yang menggambarkan pola medan gaya magnet yang ada disekitar magnet tersebut. Titik-titik ini disebut “kutub-kutub” magnet.4 ISTILAH-ISTILAH DALAM KEMAGNETAN Kutub Magnet dan Medan Magnet Gambar 17. Semakin besar ukuran magnet maka semakin banyak garis-garis gaya yang terjadi dan area yang diliputi oleh medan magnet juga semakin besar. Ketika glass cover diketuk secara perlahan-lahan. Ia menemukan bahwa suatu arus listrik yang mengalir pada sepotong penghantar dapat menghasilkan medan magnet disekitar penghantar tersebut. Pola garis-garis medan magnet pada yang dibentuk oleh serbuk-serbuk besi disekitar sebuah magnet batang Setiap magnet memiliki dua titik yang saling berseberangan satu sama lain dan titik ini mampu menarik butiran-butiran besi. Dari sinilah prinsip elektromagnet dapat digunakan untuk berbagai aplikasi dimana suatu medan magnet dapat dihasilkan dengan cara "memutuskan“ atau "menyambung“ aliran listrik 1. Gaya-gaya ini disebut “medan magnet“. Garis Medan Magnet . berjalan melintasi ruang disekitar magnet dan menuju kutub selatan magnet sehingga membentuk suatu garis tertutup.

medan tersebut digambarkan lagi dengan lebih jelas seperti pada gambar 18. Satu garis per satu sentimeter persegi disebut satu gauss. Pada gambar ini. Hasilnya adalah sebuah pola medan magnet dengan kutub utara dan selatan seperti yang ditunjukkan pada gambar 20. maka ia akan bersifat seperti sebuah magnet batang. Karena bentuk garis-garis gaya magnet ini melingkar. Medan elektromagnetik akan selalu ada selama arus mengalir. Selama arus mengalir melalui kawat. Udara adalah contoh bahan yang ber-reluktansi tinggi sedangkan besi adalah contoh bahan yang ber-reluktansi rendah. Gaya Magnet Gambar 19 Lingkaran-lingkaran kecil gaya magnet Garis-garis gaya magnet mampu melintasi semua bahan. Namun.Gambar 18. Gambar 20 Pola medan magnet yang melingkar Namun. medan magnet yang dihasilkan . maka tidak ada titik yang disebut kutub utara atau kutub selatan. tidak ada bahan yang dapat menahan atau sebagai isolator terhadap gaya-gaya magnet. Di dalam magnet sendiri. arah garis-garis gaya adalah dari utara ke selatan Garis-garis Fluks Magnetik Sekumpulan garis-garis gaya magnet yang dianggap mengalir keluar dari kutub utara magnet disebut fluks magnetik. arah garis-garis gaya diluar magnet adalah dari kutub utara magnet menuju kutub selatan magnet. maka masing-masing medan magnet yang melingkar tersebut akan saling menyatu. Bahan-bahan yang sulit dilintasi garis-garis fluks disebut memiliki “relukstansi magnetik yang tinggi”. Jika arus listrik mengalir melalui seutas kawat maka akan tercipta garis-garis gaya magnet disekitar magnet tersebut. yang merupakan pembangkit medan magnet. Satuannya adalah jumlah garis per sentimeter persegi dalam sistem metrik atau jumlah garis per inchi persegi dalam satuan Inggris. jika seutas kawat ini dililit menjadi kumparan. Gambar 19 menunjukkan garis-garis gaya magnet yang terbentuk disekitar kawat. Kerapatan fluks adalah jumlah garis-garis gaya magnet persatuan luas yang tegak lurus terhadap arah fluks. garis-garis fluks akan lebih mudah melintasi bahan-bahan yang dapat dijadikan magnet daripada bahan-bahan yang tidak. Sayangnya. Pola garis-garis gaya magnet Setelah melihat medan magnet dengan menggunakan serbuk-serbuk besi.

Untuk memperbesar medan elektromagnetik ini. maka besar kemagnetan akan sangat meningkat. Keduanya beroperasi berdasarkan prinsip elektromagnetik. medan magnet dibuat berputar disekeliling kumparan-kumparan yang diam. 1. Induksi Elektromagnetik Fenomena terciptanya medan magnet dengan arus listrik juga bisa terbalik. maka tegangan yang diinduksi akan semakin besar. Jika seutas kawat bergerak melintasi medan magnet. Katika gerakan berhenti. Jika kawat dililit mejadi suatu kumparan. Pada aplikasi lain. Peristiwa induksi ini terjadi ketika seutas kawat (atau penghantar) memotong garis-garis fluks suatu medan magnet. dengan membalik-balik gerakan akan dihasilkan arus bolak-balik (Alternating Current = AC). Sedangkan pada alternator. generator dan alternator. Tegangan induksi ini akan menghasilkan aliran arus. Besar kemagnetannya berbanding lurus dengan banyaknya jumlah lilitan yang membentuk kumparan dan besarnya arus yang mengalir melalui lilitan tersebut. Cara ini akan meningkatkan efek induksi elektromagnetik sehingga mampu membangkitkan daya listrik yang berguna dengan ukuran alat yang relatif lebih kompak. Jika kumparan ini dililit disepanjang inti logam. Metode ini adalah prinsip operasi yang digunakan pada sensor-sensor kecepatan.5 INDUKSI ELEKTROMAGNETIK Gambar 21. Jenis-jenis elektromagnet yang biasanya digunakan pada peralatan bergerak adalah relay-relay dan solenoid. kawat-kawat tetap diam sedangkan magnet dibuat berputar. Oleh karena itu.dengan seutas kawat lurus tidak menghasilkan kemagnetan yang cukup untuk melakukan kerja. Besar tegangan induksi bergantung pada beberapa faktor berikut :    Besar medan magnet Besar kecepatan relatif gerakan antara kumparan dan medan magnet Jumlah konduktor didalam kumparan . Apabila terjadi gerakan-gerakan relatif antara kawat dan medan magnet (baik medan magnet yang bergerak atau kawat yang bergerak). seperti pada magnet sepatu kuda maka akan timbul tegangan induksi. Pada generator. kumparan-kumparan dibuat berputar sedangkan medan magnet tetap diam. kawat-kawat dapat dililit sehingga membentuk sebuah kumparan. maka tegangan akan terinduksi didalam penghantar. Kita dapat menciptakan arus listrik dengan menggunakan medan magnet dengan cara “menginduksi” suatu tegangan pada sepotong penghantar. namun dengan cara kerja yang berbeda-beda. misalnya besi. Pada keadaan sebenarnya. dibuat sebaliknya magnet diam sedangkan kawat-kawat berputar. Pada beberapa aplikasi. maka arus juga akan terhenti. beberapa penghantar dililit menjadi suatu kumparan. Apabila gerakan-gerakan ini dibuat ke arah yang berlawanan maka arus juga akan mengalir dengan arah berlawanan. Cara ini dikenal sebagai proses “induksi elektromagnetik” (gambar 21).

Generator DC Pada gambar 22. Arus yang mengalir didalam kawat menghasilkan medan magnet yang semakin meningkat atau semakin menurun seirama dengan perubahan arus yang naik turun. Self-Induction yang terjadi pada sebuah kumparan Self-induction terjadi didalam kawat apabila arus yang mengalir didalam kawat tersebut berubah. Gambar 23 menggambarkan proses ini yang terjadi didalam sebuah kumparan. Self-Induction (Induksi Diri) Gambar 23. ditunjukkan sebuah generator arus searah (DC) sederhana yang menggambarkan sebuah penghantar bergerak melintasi medan magnet yang diam untuk menghasilkan tegangan dan arus. yaitu :    Pembangkitan tegangan (Generated Voltage) Induksi Diri (Self-Induction) Induksi Bersama (Mutual-Induction) Generated Voltage (Pembangkitan Tegangan) Gambar 22. Akibatnya akan timbul tegangan induksi didalam penghantar.Ada tiga cara untuk membangkitkan tegangan dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Mutual Induction (Induksi Bersama) . Sebuah kumparan yang berputar diantara kutub utara dan selatan medan magnet.

Transformator adalah contoh alat yang bekerja berdasarkan prinsip mutual induction. Ketika arus AC mengalir melalui kumparan L1 maka medan magnet yang melintasi kumparan L2 akan menginduksi tegangan dan menghasilkan arus yang mengalir didalam kumparan L2. Mutual induction yang terjadi diantara dua buah kumparan Mutual induction terjadi ketika suatu perubahan arus dalam suatu kawat mengiduksi tegangan pada kawat didekatnya. Gambar 24 menggambarkan dua buah induktor yang berdekatan.0 KABEL / WIRE Jenis-jenis Kabel . TOPIK 2 KOMPONEN KOMPONEN LISTRIK 2.Gambar 24.

 Fusible link (kawat sekering) Ini adalah perangkat pelindung rangkaian yang terbuat dari kawat yang lebih kecil daripada rangkaian lainnya yang tujuannya untuk melindungi kabel dari beban yang berlebihan. Akan tetapi.365 0.54 5.4 33.325 0.000647 . Ukuran kabel menentukan berapa banyak arus yang dapat dibawanya. komputer.000203 0.289 0.Gambar 25 Kabel adalah penghantar untuk rangkaian-rangkaian listrik. Kebanyakan kabel dibentuk dari helaian atau stranded yaitu kumpulan kawat-kawat kecil yang dililit bersama-sama (Gambar 25).26 8.25 7.000407 0.000513 0.4 53. Kabel sering juga disebut lead.5 42. rangkaian listrik dan elektronik dibuat dengan ukuran tertentu dan ukuran panjang konduktor untuk menyediakan jalur-jalur untuk aliran arus juga dibuat dengan ukuran tertentu pula. modulmodul kontrol elektronik dan komponen-komponen elektronik lainnya.35 6. termasuk:  Tembaga Jenis yang paling umum. Ada banyak jenis kabel yang digunakan dalam aplikasi-aplikasi otomotif. Berdasarkan standar metrik. Wire Gauge Di Amerika Serikat. Ukuran kabel dapat mengikuti beberapa standar yang berbeda:   Berdasarkan standar yang disebut American Wire Gauge (AWG) (biasanya cukup disebut dengan istilah “gauge” kabel).83 Ø (mm) 107 85.410 0. yang dililit bersama-sama dapat mengurangi interferensi gelombang radio dan elektromagnetik banyak digunakan dalam rangkaian sinyal-sinyal komunikasi. biasanya terdiri dari helaian-helaian (stranded). AWG 4/0 = 0000 3/0 = 000 2/0 = 00 1/0 = 0 1 2 3 Ø (inci) 0.7 10.7 2 Resistansi (Ohm/m) 0. Tabel 3 – Tabel Konversi dari AWG ke Metrik Beserta Nilai Resistansinya No.258 0.0 67.000161 0. Kabel dari tembaga dapat berbentuk kabel tunggal.000323 0.  Twisted/Shielded Cable Sepasang kabel kecil.460 0.4 9.229 Ø (mm) 11.6 26.000256 0.

400 16. lampu belakang.4 6051 4.144 0.8 13.5 0.3 4.2 1.00817 0.530 10.162 0.02 0.00127 0. yang terdiri dari kabel-kabel antara lain untuk lampu parkir.26 2.66 3.5 4 6 10 16 0 0 Profil Melintang (inci) 0.26 0. Tabel di atas mengilustrasikan besar resistansi untuk berbagai ukuran konduktor.00328 Ketika memperbaiki atau mengganti rangkaian kabel pada mesin. ingatlah bahwa nomor-nomor gauge yang lebih kecil menunjukkan ukuranukuran kabel yang lebih besar dan nomor-nomor gauge yang lebih besar menunjukkan ukuran-ukuran yang lebih kecil.62 4.00206 0.62 1.1 *Maks Arus yang Dianjurkan (Amp) 7 11 12 13 15 20 24 32 59 87 * Berdasarkan pada kenaikan temperatur maksimum 36 F (20 C) di atas temperatur sekitar Dalam Tabel 4 diasumsikan bahwa temperatur sekitar maksimum adalah 1500F (650C). Contohnya adalah harness yang dimasukkan ke dalam headlight switch assembly.110 6.00130 0.128 0.63 5.4 Ukuran Metrik Standar Terdekat 2 (mm ) 0.09 2.0008 0.0203 Resistansi (Ω/1000 meter @ 0 25 C) 50 36 21 18 12.00323 0.0005 0.64 0. gunakanlah kabel dengan ukuran dan panjang yang tepat. Tabel 4-Dimensi dan resistansi kabel dalam ukuran AWG American Wire Gauge (AWG) 22 20 18 16 14 12 10 8 6 Profil Melintang (circular mil) 642 1.500 26.91 2.00817 0.3 7. Sebuah harness dapat terdiri dari kabel-kabel yang memiliki rangkaian dari sistem yang berbeda-beda. Wiring Harness Banyak kabel diikat bersama-sama dalam kelompok-kelompok dengan satu connector atau lebih pada masing-masing ujungnya.182 0.4 3.5 8.3 10.114 0.11 3.00103 0. Kelompok-kelompok ini disebut wire harness.204 0.19 4.000815 0.4 5 6 7 8 9 10 0.020 1.102 5.58 1.99203 0.1 16.300 Resistansi (Ω/1000 kaki @ 0 77 F) 16.01296 0. CATATAN: Anggap kabel PVC yang diisolasi adalah produk yang tahan panas sampai temperatur 1850F (850C ).620 2.00163 0. dan lampu sorot dekat dan jauh.35 0.580 4.75 1.00260 0.36 6. Ketika menggunakan AWG.75 1 105 2.5 10.59 21. .

Skematik listrik Caterpillar memberikan lokasi-lokasi wire harness untuk membantu memudahkan Anda mencari harness khusus pada suatu mesin. 2. Connector digunakan agar komponen-komponen dapat dilepaskan dengan mudah. Untuk melakukan hal ini. berdebu. baik itu kondisi yang panas. Connector harus dapat beroperasi dalam kondisi yang sangat ekstrim.1 CONNECTOR Gambar 27 Tujuan connector adalah untuk mengalirkan arus dari satu kabel ke kabel lainnya (Gambar 27). lembab dan di antara bahan-bahan kimia. dingin. arus listrik akan mengalir. ada juga harness wire yang dibungkus dengan tape. connector harus memiliki bagian-bagian yang bertemu (plug dan receptacle). connector. Satu bagian dari pasangan ini menampung pin dan yang lainnya menampung socket. melakukan servis pada connector menjadi tugas yang penting. Keterangan Service Umum / General Service Comments Dengan semakin meningkatnya penggunaan sistem elektronik dalam aplikasi-aplikasi otomotif. kotor. pin dan socket. Klip (plastik) dan clamp (logam) menghubungkan harness dengan mesin. Ketika kedua bagian ini dihubungkan. Dengan semakin meningkatnya penggunaan ini maka meningkat pula perawatan yang harus dilakukan terhadap kabel. Selain itu. . Conduit berbentuk tabung yang dibelah membujur agar mudah mencapai harness wire. Gambar-gambar skematik listrik Caterpillar akan dibahas kemudian. Faktor penting lainnya yang turut memberikan kontribusi bagi peningkatan perbaikan adalah lingkungan yang buruk dimana connector tersebut digunakan.Gambar 26 Beberapa harness wire dibungkus dengan kabel (conduit) plastik atau kabel serat non-konduktif (Gambar 26).

Hal yang dianjurkan untuk dilakukan adalah kemungkinan perlunya mengukur resistansi di antara bagian pasangan connector ketika mendiagnosa kegagalan fungsi pada kontrol listrik. sebenarnya hanya kira-kira satu persen dari permukaan tersebut yang benar-benar bersentuhan terhadap satu sama lain (Gambar 28). Logam-logam lain. Karena permukaan pin dan socket tidak mulus (terdiri dari tonjolan dan lekukan). Dalam upaya untuk meminimalkan resistansi dan mengurangi asperity.Gambar 28 Connect or Pin dan socket memiliki resistansi dan memberikan sedikit penolakan terhadap arus listrik yang mengalir. sehingga menciptakan resistansi di antara bagian-bagian yang terkena kontak. Ketika keduanya dipasang bersama maka keduanya cenderung akan “saling menggosok” yang pada dasarnya akan memuluskan sejumlah tonjolan dan lekukan yang tercipta oleh kondisi asperity. Elektron dipaksa berkumpul di bagian puncak (lihat gambar 8). Para teknisi perlu waspada bahwa connector dapat dan memang bisa menyebabkan banyak masalah diagnostik. para teknisi perlu waspada bahwa saat melepaskan dan memasang kembali connector selama proses troubleshooting dapat memberikan informasi diagnosa yang salah. misalnya dapat menyebabkan kegagalan fungsi akibat meningkatnya resistansi. Meskipun proses ini tampaknya tidak terlalu signifikan terhadap pengoperasian kontrol elektronik. Ketika bagian-bagian permukaan saling terkena kontak. . Setiap jenis berbeda dalam cara service dan perbaikannya. tekanan dan jenis logam yang digunakan dalam pembuatan pin dan kontak. maka terdapat kondisi yang dikenal dengan istilah asperity (permukaan yang kasar). perhatian harus diberikan terhadap cara. CE dan DRC). Juga. Jenis connector berikut akan dibahas dengan rinci:    Vehicular Environment (VE) Connector Sure-Seal Connector Deutsch Connector (seri HD10. misalnya emas dan perak adalah bahan plating yang sangat bagus tetapi sangat mahal untuk digunakan. Perataan permukaan terjadi ketika pin dan kontak dilapisi dengan timah. DT. adanya resistansi di sepanjang connector dapat menciptakan kegagalan fungsi dalam kontrol-kontrol elektronik. Beberapa jenis connector berikut ini digunakan di semua sistem listrik dan elektronik pada mesin-mesin otomotif. kontak tembaga yang memiliki resistansi rendah dilapisi dengan timah. Beberapa kondisi buruk yang menggunakan bahan kimia. Contaminant Contaminant adalah faktor lain yang turut memberikan kontribusi bagi adanya resistansi di dalam connector. Plating Agar dapat mencapai tingkat resistansi minimum dalam pin dan socket. Timah adalah bahan yang cukup lunak untuk memungkinkan terjadinya “perataan permukaan” tetapi logam ini memiliki resistansi yang relatif tinggi. Tembaga memiliki resistansi yang rendah tetapi keras.

Connector housing ini menyediakan ruang untuk pemasangan yang akurat di antara kedua bagian pasangan. bagian badan connector dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat dimasukkan dengan pas. . Sebaiknya selalul gunakan rosin core solder pada setiap sambungan listrik. Setelah menjepit kabel pada kontak. Part number untuk spare plug dan receptacle housing dan contact terdapat dalam Instruksi Khusus: Using of 6V3000 sure seal kit (Form SMHS7531). apabila peralatan tersebut diputar saat sedang melepaskan retaining clip. Sure-seal connector terbatas hanya pada kapasitas 10 kontak (pin dan socket). Jenis connector ini tidak digunakan lagi untuk produk yang sekarang. Saat itu connector memerlukan peralatan pelepas logam khusus untuk melepaskan kontak. Informasi khusus yang berhubungan dengan proses yang diperlukan untuk memasang kontak-kontak pada VE connector (pin dan socket) terdapat dalam Instruksi Khusus: Penggunaan Kelompok Peralatan VE Connector (Form SEHS8038). tetapi mungkin masih ada produkproduk lama yang menggunakannya dan memerlukan service oleh teknisi lapangan/bengkel. hal yang dianjurkan untuk dilakukan adalah menyolder kontak tersebut guna memberikan kontak listrik yang bagus. jumlah kontak yang lebih besar atau kapasitas pembawa arus yang lebih tinggi diperlukan.VE Connector Gambar 29 VE connector (Gambar 29) dahulu digunakan terutama sekali pada harness listrik mesin Caterpillar awal dimana temperatur tinggi. Tapi peralatan ini dapat merusak mekanisme penguncian connector. Sure-Seal Connector Gambar 30 Sure-seal connector digunakan secara luas pada mesin-mesin Caterpillar (Gambar 30). tetapi sebagai pengganti penggunaan guide key atau key way. Jangan menggunakan peralatan pelepas logam ini untuk jenis connector lainnya.

Ujung kontak jenis ini di-crimp dengan menggunakan peralatan Deutsch Crimp. Rangka thermoplastik tersedia dalam konfigurasi-konfigurasi thread atau tanpa thread dengan menggunakan contact yang dimasukkan berdasarkan pengaturan 3. Ukuran kontak adalah No. HD10 menggunakan kontak campuran tembaga padat jenis crimp (ukuran No. 5. Prosedur pelepasan berbeda dari konektor yang satu dengan konektor yang lainnya dan akan dijelaskan dalam masingmasing bagian. Sure-Seal Connector memerlukan penggunaan peralatan khusus 6V3008 untuk memasang contact. Peralatan khusus ini tidak diperlukan pada saat melepaskan pin contact. 6 dan 9. Prosedur-prosedur untuk membuat terminasi Deutsch konektor menyarankan bahwa TIDAK DIPERLUKAN PENYOLDERAN apabila kontak-kontaknya telah dijepit dengan benar. 16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus operasi yang tinggi secara berkelanjutan tanpa mengalami kelebihan panas (overheating). Perangkat untuk perbaikan Deutsch connector adalah perangkat dengan part number 4C3806. Prosedur untuk mempersiapkan kabel dan menjepit kontak adalah sama untuk semua Deutsch connector dan dijelaskan dalam Instruksi Khusus: Servicing DT Connectors (SEHS9615). Sealing plug ini akan membantu mencegah uap lembab memasuki housing.Gunakan peralatan khusus (6V3001) untuk menjepit contact dan mengupas kabel. Lubang apa pun di dalam housing yang tidak digunakan untuk contact assembly harus diisi dengan Sealing Plug 9G3695. dan No. 16 dan dapat dipasang dengan kabel AWG No. 18. Connector Seri Deutsch Heavy Duty (HD10) Gambar 31 Konektor HD10 (lihat Gambar 31) adalah konektor thermoplastik berbentuk silinder yang menggunakan kontak jenis crimp yang dapat dilepaskan dengan cepat dan mudah. Caterpillar part number 1U5805. 14. Gunakan alkohol multiguna sebagai pelumas ketika memasang contact. 16. Konektor Seri Deutsch Transportation (DT) Gambar 32 .

12 – No.4 – No. atau di-stamp dan dibentuk (harganya tidak terlalu mahal). DT connector berbeda dengan Deutsch connector lainnya dalam hal bentuk dan konstruksinya. receptacle wedge dan silicone seal. Caterpillar Environmental Connector (CE) Gambar 33 CE connector adalah connector untuk aplikasi khusus (Gambar 33). 9U7246. 16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus operasi tinggi secara terus menerus tanpa mengalami kelebihan panas (overheating). Kontak diterminasi crimp dengan menggunakan peralatan Deutsch Crimp. Crimping tool untuk kontak ukuran No. Ukuran kontak adalah No.18 menggunakan peralatan yang sama dengan yang digunakan pada konektor Seri HD dan DT (1U5804). Untuk penjelasan lebih rinci mengenai cara memperbaiki DT connector. 14. 8 dan 12. 3. DT berbentuk empat persegi panjang atau segitiga dan memiliki plug wedge yang dapat diperbaiki. 4. Connector seri CE dapat menampung antara 7 dan 37 kontak. Caterpillar part number 1U5804.10 adalah 4C4075 Hand Crimp Tool Assembly. konektor yang memiliki 37 kontak sering digunakan pada berbagai modul kontrol elektronik.Connector DT (Gambar 32) adalah connector jenis thermoplastic yang menggunakan contact jenis crimp yang dapat dilepaskan dengan cepat dan mudah serta tidak memerlukan peralatan khusus. Larutan pembersih yang dianjurkan untuk digunakan pada semua Deutsch contact adalah alkohol denatur. Connector DT menggunakan kontak campuran tembaga padat jenis crimp (ukuran No. 6. 16 dan dapat dihubungkan dengan kabel AWG No. lihat Instruksi Khusus: Servicing DT Connector (SEHS9615). Housing-nya tersedia dalam beberapa konfigurasi yang menggunakan susunan contact 2. Referensi SEHS9065 8T5319 Removal Tool GP 4C4075 Crimp Tool GP 1U5804 Crimp Tool GP Deutsch Rectangular Connector (DRC) . Perangkat untuk memperbaiki DT connector adalah Caterpillar part No. CE connector menggunakan dua peralatan untuk membuat crimping. sedangkan untuk kontak No. 16 dan 18.

Gambar 34

DRC konektor (Gambar 34) memiliki housing thermoplastic empat persegi panjang dan diisolasi lengkap. DRC paling cocok dan kompatibel dengan modul-modul kontrol elektronik eksternal dan internal. Konektor jenis in dirancang dengan jumlah terminal yang banyak. Jumlah terminasi kontak yang tersedia adalah No. 24, No. 40 dan No. 70. Ukuran kontak adalah No. 16 dan dapat dihubungkan dengan kabel AWG No. 16 dan No. 18. Konektor jenis ini menggunakan kontak yang terbuat dari campuran tembaga jenis crimp (ukuran No. 16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus operasi tinggi secara terus menerus tanpa mengalami kelebihan panas (overheating) dan telah di-stamp serta dibentuk (harganya tidak terlalu mahal). Kontak ini diterminasi dengan crimp dengan menggunakan Deutsch Crimp Tool, Caterpillar part no. 1U5805. Konektor ini memiliki kunci “clocking” agar pemasangannya benar dan dikencangkan dengan aman oleh stainless steel jackscrew. Untuk memasang bagian-bagian konektor diperlukan Wrench HEX berukuran 4 mm (5/32in). Torsi yang dianjurkan untuk mengencangkan jackscrew adalah 25 in.pound.

CATATAN:

Prosedur pelepasan dan pemasangan konektor DRC sama dengan prosedur yang ada pada seri HD10.

2.2

TERMINAL

Gambar 35 Contoh terminal kabel (a) terminal crimp jenis slide (b) bullet connector (c) crimp dan terminal yang disolder

Ada beberapa jenis terminal yang sering digunakan. Beberapa jenis terminal, diperlihatkan dalam Gambar 35. Kebanyakan terminal, baik yang asli maupun yang dapat diganti, dihubungkan dengan ujung konduktor dengan cara dijepit atau disolder.

Gambar 36 – Perangkat peralatan crimping dan berapa jenis Terminal

2.3

MEMBENTUK SUATU HUBUNGAN LISTRIK TANPA PROSES PENYOLDERAN

Ketika mengelupas kabel listrik dan menyambung konektor yang tidak perlu disolder, hal-hal berikut harus dipertimbangkan. Pemeriksaan Safety   Jangan pernah menggunakan pisau tajam untuk membuka isolasi. Pisau tajam dapat memotong kabel atau dapat menyebabkan cidera. Tang (Plier) untuk mengelupas kabel memiliki bagian pinggir yang tajam dan memerlukan cengkeraman yang kuat. Berhati-hatilah agar tidak membuat kulit Anda terjepit di antara rahangrahangnya. Ketika melepaskan isolasi dari kabel, doronglah menjauh bukan ke arah badan Anda. Kabel listrik yang digunakan dalam pemasangan harness kabel otomotif dibungkus dengan lapisan isolasi plastik. Ketika kabel listrik disambungkan dengan kabel-kabel lain atau dihubungkan pada suatu terminal, isolasinya harus dilepaskan. Peralatan untuk mengelupas kabel terdiri dari berbagai konfigurasi. Peralatan-peralatan ini melakukan tugas yang sama. Jenis peralatan yang digunakan akan bergantung pada jumlah dan jenis kabel listrik yang akan diperbaiki. Terminal-terminal yang tidak perlu disolder memerlukan sambungan yang bersih dan kencang, sehingga pastikan bahwa kabel dan sambungan bersih sebelum dipasang pada terminal. Gunakan sambungan yang ukurannya cocok dengan kabel.

   

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

 

 

Jangan menggunakan side cutter, plier atau pisau untuk mengelupas kabel. Penggunaan peralatan ini akan merusak beberapa dari strand kabel dan dapat memutuskan kabel di dalam isolasi. Untuk memastikan agar kabel tetap menyatu setelah dikelupas, puntirlah sedikit. Jangan memuntir kabel terlalu banyak karena bila terpuntir terlalu banyak dapat menimbulkan sambungan yang buruk antara kabel dengan terminal. Gunakan crimping tool yang benar untuk sambungan. Menggunakan jenis peralatan yang salah akan menyebabkan sambungan memiliki cengkeraman yang tidak baik pada kabel.

1. Memilih Terminal

Gambar 37

Ada beberapa jenis dan ukuran terminal kabel, tetapi prosedur untuk memasangnya semuanya sama. Diatas diperlihatkan crimp terminal jenis bullet (Gambar 37).

Gambar 38

Pastikan untuk memilih ukuran terminal yang benar untuk sebuah kabel tertentu dan juga pastikan terminal tersebut memiliki tingkat voltase/amper yang benar untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan (Gambar 38).

2. Mengelupas Kabel

Gambar 39

Kelupaslah isolasi kabel dalam jumlah yang tepat dari (Gambar 39). Selalu gunakan peralatan pengelupas yang benar dan dengan kondisi yang baik. 3. Selalu Menggunakan Stripping Tools yang benar

Gambar 40

Tujuan penggunaan peralatan pengelupas kabel (stripping tools) adalah untuk memungkinkan pengelupasan isolasi dari sekeliling kawat tembaga tanpa merusak kabel atau tanpa menyebabkan cidera (Gambar 40).

Gambar 41

Menggunakan side cutter atau plier (Gambar 41) bisa berbahaya. Peralatan-peralatan ini tidak terlalu efektif karena cenderung untuk memotong serabut-serabut kawat.

Peralatan pengelupas kabel (wire stripper) dapat mengelupas isolasi dari berbagai ukuran kabel. yang dapat secara efektif mengurangi kapasitas pembawa arus pada kabel. .Gambar 42 Ini dikenal dengan istilah membentuk kawat seperti bentuk jari-jari (ringing the wire) (Gambar 42). Pilihlah Gauge Hole yang Benar Gambar 43 Menggunakan peralatan yang benar adalah jauh lebih aman dan lebih efektif. Memotong Isolasi / Cut the Insulation Gambar 44 Tempatkan kabel di dalam lubang dan tutuplah rahang (jaw) dengan kuat di sekelilingnya untuk memotong isolasi. Apabila Anda telah memilih ukuran yang benar. 5. Pada wire stripper dalam Gambar 43 di atas. 4. Pilihlah lubang di dalam stripper yang terdekat dengan diameter batang kabel yang akan dikelupas. maka wire stripper akan memotong isolasi tetapi tidak sampai memotong kawat tembaga (Gambar 44). ukuran lubang alat pengelupas kabel ditunjukkan pada rahangnya.

Menempatkan terminal pada kabel . Ketika menggunakan stripper jenis ini. Mengelupas isolasi lebih dari 1. 6. Ada pula alat yang memotong dan sekaligus menahan kabel dengan kuat (Gambar 46).2 sentimeter (setengah inci) sekaligus dapat juga meregangkan dan merusak batang kawat (Gambar 45). Gambar 47 Untuk memastikan agar helaian-helaian kabel tetap menyatu. Isolasi yang dikelupas terlalu sedikit mungkin tidak akan memberikan sambungan yang baik dan bila dikelupas terlalu banyak dapat menyebabkan kabel mengalami hubung singkat dengan rangkaian-rangkaian lainnya atau pada kabel ground. Mengelupas Isolasi / Remove the Insulation Gambar 46 Beberapa alat pengelupas kabel (stripper) memotong dan mengelupas isolasi secara otomatis. puntirlah sedikit (Gambar 47).Gambar 45 Lepas isolasi seperlunya untuk melakukan pekerjaan. tariklah kabel dengan kuat untuk mengelupas isolasi. 7.

Gambar 48 Sambungan akan lebih baik apabila helaian-helaian kawat terpuntir sedikit sebelum memasukkannya melalui terminal (Gambar 48). memasukkan kabel ke dalam terminal bisa menjadi sulit apabila semua kabel hanya berupa helaian-helaian yang longgar. keadaan ini akan menghasilkan area kontak permukaan yang lebih luas antara terminal dengan kabel. Gambar 49 Oleh karena itu. Jenis-jenis Terminal Alternatif Gambar 50 Beberapa jenis crimp terminal tidak memiliki komponen isolasi yang dipasang padanya. Dalam kasus seperti ini. selalu pastikan bahwa hanya bagian „core‟ dari kabel yang akan dijepit memanjang melalui „core wing‟ di dalam terminal (Gambar 51). . puntirlah kabel secukupnya untuk membantu agar kabel dapat masuk dengan mudah. Ketika dijepit. Jenis-jenis ini terdiri dari dua bagian dan insulator disediakan sebagai komponen terpisah (Gambar 50). 8. Tempatkan bullet atau terminal pada kabel (Gambar 49). Akan tetapi.

Lalu jepitlah insulation wing atau bagian isolasi. sehingga tidak perlu menjepit bagian ini terlalu keras.Gambar 51 9. bukan untuk kontak listrik. Pilihlah anvil yang benar pada peralatan untuk menjepit connector atau terminal yang dipilih. . Memilih Crimping Anvil Gambar 52 Gunakan perkakas untuk menjepit (crimping tool) yang benar untuk pin atau core crimping. Jepitan pada isolasi kabel ini adalah untuk menahan kabel di tempatnya. tetapi jangan menggunakan tenaga berlebihan karena ini dapat membengkokkan pin atau terminal (Gambar 53). 10. Anvil ini biasanya diberi kode warna sehingga mudah untuk mencocokkan terminal dengan ukuran anvil yang benar. Tekanlah dengan kuat sehingga dapat diperoleh kontak listrik yang baik. JANGAN menggunakan pliers. Pliers memiliki kecenderungan memotong sambungan dan dapat menimbulkan kesulitan saat digunakan. Menjepit / Crimping Gambar 53 Jepitlah bagian „core‟ terlebih dahulu.

Kadang-kadang. misalnya Single-Pole Single-Throw (SPST). Switch yang diperlihatkan dalam Gambar 56 dioperasikan secara mekanis dengan menggerakkan tuas atau toggle pada switch. Beberapa jenis switch yang umum digunakan pada mesin-mesin Caterpillar adalah:  Toggle . Gambar 56 Juga ada banyak cara untuk mengoperasikan switch. switch dihubungkan sehingga switch tersebut selalu membuka dan menutup pada saat yang bersamaan. 2. Dalam skematik. Ada banyak jenis switch yang berbeda.4 SWITCH Gambar 55 Switch (Gambar 55) adalah perangkat yang digunakan untuk menyambung atau memutuskan jalur arus listrik. Umumnya switch ditempatkan di antara dua konduktor (atau kabel). sistem ini diperlihatkan dengan menghubungkan switch yang terhubung dengan garis putus-putus (DPST dan DPDT dalam Gambar 56). DoublePole Single-Throw (DPST) dan Double-Pole Double-Throw (DPDT). Single-Pole Double Throw (SPDT).Gambar 54 Tariklah sedikit untuk memastikan bahwa sambungan akan kuat saat digunakan (Gambar 54). misalnya tuas yang menggerakkan limit switch atau yang digerakkan melalui tekanan. Kontak switch ditutup atau dibuka melalui cara-cara eksternal. Switch jenis lain yang juga dioperasikan secara mekanis adalah limit switch dan pressure switch.

Hal ini memiliki dampak yang sama seperti mematikan switch. Perhatikan bahwa pelindungan rangkaian (Gambar 58) dirancang untuk melindungi kabel. Fuse dan circuit . Apabila terdapat arus berlebihan dalam rangkaian. misalnya sebagai posisi asesoris (ACC). bukan komponen-komponen lain.5 PELINDUNG RANGKAIAN Gambar 58 Sekering (fuse) dan fusible link adalah pelindung rangkaian.        Rotary Rocker Push-On Pressure Magnetic Key Start Limit Cut-out Beberapa switch lebih rumit daripada yang lainnya. dan posisi mati (OFF). Mesin-mesin Caterpillar menggunakan switch magnetik untuk mengukur sinyal-sinyal kecepatan atau switch elektronik yang terdiri dari komponenkomponen elektronik internal. akan menyebabkan panas dan panas inilah yang menyebabkan pelindung rangkaian (switch protector) membuka sebelum terjadi kerusakan pada kabel. Gambar 57 Gambar 57 memperlihatkan skematik internal pada switch jenis key start. misalnya transistor untuk menghidupkan dan mematikan sinyal-sinyal jarak jauh (remote signal). Jenis switch ini dapat mengontrol komponenkomponen lain dan/atau mengalirkan listrik ke beberapa komponen pada saat yang bersamaan. 2. Jenis switch ini mengontrol beberapa fungsi yang berbeda. Contoh dari switch lebih rumit yang digunakan pada mesin-mesin Caterpillar adalah key start switch. posisi menyalakan (START). posisi pengoperasian (RUN).

Fusible link lazim digunakan pada kabel penyalaan (ignition lead) dari terminal positif baterai. Sekering dari plastik dibuat dalam warna yang berbeda-beda untuk menunjukkan peringkat sekering (fuse rating) dan tanda peringkat sekering juga dibentuk atau dicap pada bagian atas sekering.) CATATAN: Ketika mengganti fusible link. Circuit breaker dipasang di dalam komponen-komponen Caterpillar. maka ada kemungkinan bahwa terdapat masalah listrik serius yang perlu diperbaiki. Apabila pelindung rangkaian membuka secara berulang-ulang. (Isolasi fusible link adalah lebih tebal daripada isolasi kabel biasa sehingga link yang meleleh dapat lengket pada isolasi tersebut setelah putus. maka kabel pasti sudah meleleh dan link tidak lagi berfungsi dengan baik. misalnya switch untuk lampu depan. Sekering dibuat dari potongan logam tipis atau kabel di dalam holder yang terbuat dari kaca atau plastik. Circuit Breaker Pemutus arus (circuit breaker) hampir sama dengan sekering. Jenis ini disebut circuit breaker “cycling”. Apabila ujung tersebut meregang seperti karet gelang. Akan tetapi. . Kabel yang panjang cenderung menahan panas lebih lama dan mungkin tidak akan putus pada spesifikasi yang ditentukan. Jika aliran arus listrik menjadi lebih tinggi daripada kemampuan sekering. Fuse Gambar 59 Sekering (fuse) adalah pelindung rangkaian yang paling umum (Gambar 59). Fusible link adalah bagian pendek dari kabel yang diisolasi yang ukurannya lebih tipis daripada kabel di dalam rangkaian yang dilindunginya. Seperti halnya dengan sekering. Kelebihan arus dapat menyebabkan kabel di dalam link meleleh. Petunjuk untuk mengetahui bahwa fusible link telah putus dilakukan dengan menarik kedua ujungnya. Beberapa circuit breaker diatur ulang secara otomatis. Circuit breaker dapat diatur ulang secara manual setelah kondisi kelebihan arus diatasi. Sekering diklasifikasikan berdasarkan jumlah amper yang dapat dialirinya sebelum membuka. Sekering harus diganti setelah membuka. arus yang tinggi akan menyebabkan circuit breaker mengalami “trip” sehingga membuka rangkaian.breaker dapat membantu mendiagnosa masalah-masalah yang terdapat dalam rangkaian. logam akan meleleh dan rangkaian akan membuka. fusibel link harus diganti setelah putus. jangan menggunakan fusible link yang berukuran lebih panjang dari 225 mm (kira-kira 9 inci).

Circuit breaker jenis ini juga disebut circuit breaker „non-cyling. Arus listrik yang lebih tinggi daripada kapasitas circuit breaker membuat kedua logam berubah bentuk secara tidak merata. dan sepasang contact terbuka untuk menghentikan aliran arus. akan menjaga contact terbuka dan rangkaian terputus meskipun bimetal blade akan mencoba meluruskannya saat menjadi dingin. Aliran arus dapat mengalir kembali (Gambar 61). panas dari arus yang berlebihan akan menyebabkan bimetal blade menjadi bengkok dan membuka contact untuk memutuskan rangkaian. Ketika logam menjadi dingin.Gambar 60 Thermal circuit breaker dengan tombol reset diperlihatkan dalam Gambar 60. Akan tetapi. apabila terjadi kelebihan beban. bentuknya akan kembali seperti semula. Ujung-ujungnya hanya akan menutup ketika tombol ditekan untuk mengatur ulang circuit breaker. Circuit breaker jenis ini memiliki bimetal blade yang mengalirkan arus ketika contact tertutup. . yang biasanya membantu menjaga contact tetap tertutup. Circuit breaker yang mengatur ulang secara otomatis disebut juga “cycling” karena circuit breaker ini membuka dan menutup berdasarkan siklus sampai arus kembali pada tingkat normal.‟ Gambar 61 Cycling circuit breaker terbuat dari strip yang terdiri dari dua potongan logam yang berbeda. Strip akan menjadi bengkok. dan menutup contact. Spring toggle.

. Seperti halnya dengan relay. sepasang contact. Ketika arus listrik dalam jumlah kecil mengalir di dalam coil.6 RELAY Gambar 63 – Relay Sederhana Relay adalah switch yang dikontrol oleh listrik. Armature adalah alat yang dapat digerakkan yang memungkinkan contact membuka dan menutup. NTC adalah alat yang tidak memiliki bagian-bagian yang bergerak.Gambar 62 Negative Temperature Coefficient (NTC) adalah jenis circuit breaker khusus yang disebut thermistor (atau thermal resistor).7 SOLENOID Gambar 64 – Start Solenoid Sederhana Solenoid adalah perangkat lain yang menggunakan daya elektromagnet. polymer mengembang. Partikel-partikel karbon memberikan jalur konduksi bagi aliran arus. Ketika material dipanaskan. Sebuah simbol skematik untuk NTC diperlihatkan dalam Gambar 62. dengan banyak partikel-partikel karbon yang dipadatkan bersama. NTC terbuat dari polymer yang memiliki daya hantar konduksi. Relay terdiri dari electromagnetic coil. starter. dan sebuah angker dinamo (armature). Gambar 63 memperlihatkan komponen-komponen yang biasanya terdapat dalam relay. Dalam keadaan normalnya. medan magnet yang timbul menyebabkan kontak relay menutup. 2. solenoid juga memiliki coil seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 64. 2. NTC hanya akan mengatur ulang (reset) ketika voltase dihilangkan dan polymer menjadi dingin. Dalam keadaan yang mengembang ini ada beberapa jalur untuk arus. misalnya. material ini berbentuk kristal padat. Ketika terjadi trip. Ketika arus mengalir melalui coil. gaya magnet mendorong atau menarik core ke dalam coil sehingga menciptakan gerakan-gerakan linear atau maju-mundur. sehingga memberikan jalur arus yang lebih besar untuk mengoperasikan komponen lainnya. alat ini tetap berada dalam keadaan ”rangkaian terbuka” (open circuit) selama voltase tetap diaplikasikan pada rangkaian. memisahkan rangkaian-rangkaian karbon.

atau mengontrol shift di dalam transmisi otomatis. Oleh karena itu. resistor tidak boleh diganti dengan nilai toleransi yang lebih tinggi Peringkat Resistor / Resistors Rating . Cara termudah untuk mengurangi tegangan atau arus yang disuplai pada suatu beban adalah dengan meningkatkan resistansi. Pita-pita tersebut harus berada lebih dekat dengan satu ujung resistor daripada yang lainnya. 2. Resistor diklasifikasikan dalam ohm (untuk jumlah resistansi yang disediakan pada rangkaian) dan watt (untuk jumlah panas yang dapat dipancarkannya). Hal ini dilakukan dengan menambah resistor.Solenoid digunakan untuk menghidupkan starter motor. Pita warna terakhir menunjukkan Toleransi Resistor (Resistor Tolerance). Resistor terdiri dari dua jenis:  Tetap  Variabel Penggunaan resistor yang umum dalam rangkaian listrik adalah pada sistem audio dan rangkaian pengontrol suhu. Gambar 65 memperlihatkan bagan kode warna untuk mengidentifikasi resistor. dengan perhitungan dalam bentuk persentase peringkat total. Beberapa resistor tidak memiliki pita dalam posisi terakhir ini. yang mengacu pada berapa nilai resistor sesungguhnya yang dapat diubah-ubah dari peringkat yang telah ditentukan. Resistor semacam itu memiliki toleransi 20% dari nilai resistansi. Penentuan nilai resistansi sebuah resistor ditentukan dengan melihat pada pita warnanya. Pita-pita tersebut dibaca dari kiri ke kanan. Ujung dengan pita-pita warna harus berada di sisi kiri saat dibaca. yang menggunakan beberapa resistor yang dipasang kabel untuk mengubah-ubah voltase. Beberapa rangkaian dirancang dengan nilai-nilai resistansi yang sangat tepat dan tidak akan beroperasi dengan semestinya jika tidak dirancang dengan nilai resistansi demikian.8 RESISTOR Gambar 65 Kadang-kadang perlu untuk mengurangi jumlah tegangan atau arus pada titik tertentu dalam suatu rangkaian.

Saat arus mengalir melalui bahan resistor yang lebih besar. 1 watt dan 2 watt. Ini berarti bahwa besar resistansinya tidak dapat diatur/disesuaikan. Peringkat yang paling lazim adalah 1/10 watt. Kontrol menggerakkan kontak pada permukaan resistor. Hal ini dapat menciptakan panas yang harus dapat dikeluarkan oleh resistor. Resistor dan komponen-komponen lainnya dapat mengalami kerusakan dengan adanya kelebihan aliran arus dan/atau panas apabila peringkat resistansi atau watt tidak benar.Gambar 66 Karena resistor menahan aliran arus. ¼ watt. Semakin besar watt maka semakin panas yang dapat ditahan oleh resistor. Watt adalah ukuran jumlah daya yang dapat ditahan oleh resistor. Panas yang berlebihan dapat mengubah resistor sehingga peringkat dan toleransinya tidak lagi berada dalam kisaran yang telah ditentukan. friksi listrik meningkat di dalamnya. Saat arus mengalir melalui bahan resistor yang lebih kecil. Resistor jenis lainnya adalah jenis variabel (Gambar 67). Resistor Variabel Gambar 67 Jenis-jenis resistor yang dibahas sejauh ini adalah jenis yang nilainya tetap. Resistor juga diklasifikasikan berdasarkan berapa banyak Ohm resistansi yang dapat diciptakannya. Gambar 66 memperlihatkan contoh jumlah watt pada resistor. Agar rangkaian (circuit) dapat berfungsi dengan semestinya. Ini berarti bahwa resistansinya dapat diubah dengan mengatur kontrol. . resistor harus memiliki peringkat watt dan juga peringkat resistansi yang benar. arus menurun. ½ watt. arus meningkat. Jumlah watt resistor dengan komposisi karbon dapat diidentifikasi berdasarkan ukurannya.

Ada banyak jenis variabel resistor. Thermistor dibuat dari karbon. bukan bertambah. resistansinya meningkat menjadi seperempat dari nilai maksimumnya. Elemen-elemen thermistor digunakan secara luas dalam sensor pada mesin-mesin Caterpillar untuk mengukur temperatur sistem. sementara yang lainnya memiliki kisaran yang tak terbatas antara nilai minimum dan maksimumnya. Potentiometer dapat juga dirancang untuk berfungsi sebagai rheostat. Thermistor Thermistor (thermal resistor) adalah jenis resistor variabel yang beroperasi tanpa kontrol oleh manusia. potentiometer atau thermistor. Sifat ini dapat bermanfaat dalam rangkaian-rangkaian listrik tertentu. Resistansi linear resistor meningkat secara merata. ketika kontrol diatur hingga setengah dari pergerakannya. Resistor yang Gagal Berfungsi / Failed Resistor . Potentiometer. Pada mesin-mesin Caterpillar. Ada yang hanya memiliki dua nilai resistansi yang berbeda. resistansi meningkat menjadi setengah dari nilai maksimumnya. Fuel sender sebagai contoh mengukur nilai resistansi sistem khusus yang sesuai dengan kondisi sistem tersebut. Resistansi output diukur pada modul tampilan utama dan nilainya sesuai dengan kedalaman bahan bakar di dalam tangki.Jumlah perbedaan dan jumlah posisi resistansi bergantung pada bagaimana variabel resistor dibentuk. Pada temperatur yang lebih tinggi resistansi dari karbon berkurang. juga disebut pot. memiliki tiga terminal dan bekerja dengan membagi tegangan di antara kedua kaki terminal. Gambar 68 Rheostat (Gambar 68) biasanya memiliki dua terminal dan memungkinkan arus mengalir dalam satu jalur. rheostat digunakan untuk mengontrol tingkat cahaya pada lampulampu instrumen. Gambar 69 memperlihatkan potentiometer yang digunakan dalam sistem bahan bakar. Beberapa di antaranya disebut rheostat. Gambar 69 Jenis resistor variabel lainnya adalah potentiometer. Resistor variabel dapat berbentuk linear dan non-linear. Potentiometer memungkinkan dua jalur untuk aliran arus dan dapat dikontrol baik secara manual maupun mekanis. Ketika kontrol diatur pada seperempat dari pergerakannya.

tetapi kapasitor sederhana dapat dibuat dari dua pelat bahan yang mengandung daya konduksi yang dipisahkan oleh bahan isolasi yang disebut “dielektrik”. Kapasitor diukur dengan satuan “micro-farad” (F) (micro-farad adalah sepersejuta farad). Selain diukur dalam satuan farad. Hal ini dapat terlihat dengan jelas saat kurangnya respons di sebagian dari travel pada resistor. tidak ada tempat bagi elektron-elektron untuk pergi. arus mengalir dalam rangkaian secara singkat sementara kapasitor “mengisi muatan”. 2. sebagai timer circuit (supresi). Ketika mengganti kapasitor. Beginilah cara kapasitor menyimpan energi. Pengukuran Kapasitor Kapasitor diukur berdasarkan satuan yang disebut “farad” (dilambangkan dengan simbol “F”). Ada tiga faktor yang menentukan kapasitas sebuah kapasitor: . Bahan-bahan dielektrik yang umum adalah udara. Pelat negatif mempertahankan elektron-elektronnya yang telah terakumulasi. Satuan ini menetapkan berapa banyak elektron yang dapat disimpan oleh kapasitor. atau tidak membiarkan terlalu banyak arus mengalir. arus listrik berhenti mengalir. Variabel resistor. Seberapa cepat hal ini terjadi bergantung pada beberapa faktor. capacitor digunakan untuk menyimpan energi. Metode-metode konstruksi bervariasi. dan sebagai filter (penghalusan). kertas. Apabila kapasitor ditempatkan dalam rangkaian dengan sumber tegangan. kapasitor juga memiliki rating tegangan maksimum yang dapat ditanganinya. yaitu elektron-elektron terakumulasi pada permukaan pelat yang dihubungkan ke terminal negatif dan bergerak menjauh dari pelat yang dihubungkan ke terminal positif. kapasitor dapat menggantikan baterai. dan pelat positif masih mengalami kekurangan jumlah elektron. Kapasitor kemudian dapat menahan muatannya ketika sambungannya diputuskan dari sumber tegangan. plastik dan keramik. dapat memperlihatkan bagian rata (flat spot) dimana bagian-bagian yang bergerak saling bergesekan terhadap satu sama lain dan menyebabkan keausan. Pengukuran kemampuan menyimpan energi ini disebut “capacitance”.9 KAPASITOR Gambar 70 Kapasitor adalah perangkat yang dapat menyimpan muatan listrik. 1 Farad menyatakan jumlah elektron yang sangat banyak. Biasanya hal ini berlangsung dengan cepat. Penyimpanan Energi Kapasitor Pada sejumlah rangkaian. Ketika kapasitor dimuati dengan listrik pada potential yang sama dengan sumber tegangan. sehingga menciptakan medan listrik yang selanjutnya dapat menyimpan energi. sebaliknya.Resistor jenis “tetap” berfungsi dengan mengalirkan arus dalam jumlah yang benar atau tidak mengalirkan arus sama sekali. Dalam sistem-sistem listrik Caterpillar. termasuk tegangan yang diaplikasikan dan ukuran kapasitor. jangan menggunakan kapasitor dengan rating tegangan yang lebih rendah. Dengan dua pelat yang dipisahkan oleh dielektrik. Hal ini berlanjut terus sampai muatan listrik pada kapasitor dan sumber tegangan sama.

Kapasitor yang bermuatan dapat mengirimkan energi simpanannya sama seperti yang dapat dilakukan oleh baterai (meskipun penting untuk dicatat bahwa. tetapi mengandung inert gas dalam jumlah kecil. tidak seperti baterai. total capacitance ditentukan oleh rumus berikut: CT = C1+C2+C3 Jika kapasitor dalam seri. Hal ini akan menghasilkan cahaya. Cara ini akan menetralkan muatan listrik yang mungkin masih tersisa. 2. Kawat pijar dilindungi oleh penutup kaca yang sama sekali hampa udara. tetapi tidak menghasilkannya). Kawat pijar harus beroperasi dalam lingkungan yang bebas oksigen untuk mencegahnya agar tidak mengalami oksidasi dan cepat terbakar. Ketika digunakan untuk mengalirkan arus walaupun dalam jumlah kecil.   Luas pelat-pelat yang memiliki daya konduksi Jarak di antara pelat-pelat yang memiliki daya konduksi Bahan yang digunakan sebagai dielektrik. Jika kapasitor dalam bentuk paralel.10 LAMPU BOHLAM Lampu bohlam terdiri dari elemen kawat pijar halus yang tahan terhadap temperatur tinggi oleh arus listrik yang melewatinya. kapasitor memiliki potential untuk menyimpan tegangan sampai beberapa minggu lamanya. total capacitance ditentukan oleh rumus berikut: CATATAN: Sebaiknya kedua terminal kapasitor dihubung-singkatkan sebelum menghubungkannya dengan rangkaian atau meter. Jenis-jenis Lampu Bohlam . kapasitor menyimpan listrik. Total Capacitance Gambar 71 Total Capacitance sebuah rangkaian bergantung pada bagaimana kapasitor dirancang dalam rangkaian (Gambar 71).

Sejumlah lampu bohlam panel memiliki bayonet fitting jenis miniatur. Sealed Beam Gambar 73 – Sealed Beam a. panel f. Lampu bohlam yang umum memiliki penutup yang dipasang dengan brass cap. sedangkan yang lainnya tidak memiliki metal cap dan dipasang dengan didorong langsung ke dalam bulb socket (Gambar 72f). Kawat-kawat kecil pada bagian dasar penutup kaca digunakan sebagai kontak. Sealed beam untuk lampu depan ganda. b. Cap ini dilengkapi dengan pin yang memungkinkan lampu bohlam dipasang ke dalam bayonet socket. quartz halogen d.Gambar 72 – Jenis-jenis lampu bohlam a. Kawat pijar disediakan dengan volume gas yang lebih besar daripada lampu bohlam biasa dan difokuskan dengan benar. Lampu bohlam ini digunakan untuk penerangan bagian dalam. lampu pelat nomor dan aplikasi-aplikasi serupa. Lampu bohlam panel Lampu ini terdiri dari lampu kecil yang digunakan terutama sekali untuk penerangan instrumen dan lampu indikator (Gambar 72e). lensa dan kawat pijar yang disekat bersama sebagai satu unit (Gambar 73). dan seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 72a di atas. kawat pijar ganda dengan offset pin b.Sealed beam berukuran lebih besar untuk lampu depan tunggal Sealed beam digunakan untuk lampu depan dan memiliki reflector. Hal ini memiliki keuntungan dimana uap air sama sekali tidak dapat masuk yang apabila masuk dapat merusak permukaan yang memantul. Beberapa lampu bohlam memiliki dua kawat pijar. Screw base (lampu bohlam tidak dibuat pada skala yang sama) Berbagai jenis lampu bohlam diperlihatkan dalam Gambar 72. Lampu bohlam festoon Lampu bohlam ini terdiri dari silinder kaca kecil dengan kawat pijar yang dipasang pada metal cap di masing-masing ujung (Gambar 72d). kawat pijar (filament) tunggal c. festoon e. . pin di dalam cap sering dibuat serong agar kawat pijar dapat dipasang dalam posisi yang benar. panel tanpa penutup g.

Temperatur yang lebih tinggi juga memberikan cahaya yang lebih terang. Misalnya. Candlepower (CP) lampu bohlam Ini adalah ukuran penerangan sebuah lampu bohlam. Oleh karena itu. lampu bohlam 42 watt yang beroperasi dalam sistem 12 volt akan menarik arus 3. Ukuran ini kadang-kadang digunakan untuk lampu-lampu bohlam berukuran kecil. Penguapan juga mengurangi ukuran kawat pijar yang pada akhirnya tidak dapat lagi mengalirkan arus dan dengan demikian terbakar. Harus berhati-hati ketika memasang lampu bohlam halogen kwarsa. Lampu bohlam quartz halogen Lampu bohlam ini digunakan untuk lampu depan dan lampu mengemudi.Lampu bohlam prefocus Gambar 74 – Lampu depan semi-sealed beam menggunakan lampu bohlam prefocus Jenis lampu bohlam ini digunakan dengan lampu depan jenis semi-sealed. daya listrik sebuah lampu bohlam diketahui dengan mengalikan volt dan amper. lampu instrumen dapat dispesifikasikan sebagai lampu bohlam 2 CP. Jumlah watt sebuah lampu bohlam lampu depan yang rendah memiliki kira-kira 50 hingga 55 watt. Pengaturannya diperlihatkan dalam Gambar 74. Satu watt sama dengan 1 volt x 1 amper. digunakan kwarsa atau penutup kaca keras. Lampu jenis ini memiliki kwarsa kecil atau penutup kaca keras. Oleh karena itu. Lampu bohlam dengan watt yang lebih tinggi akan menyala lebih terang dan beroperasi pada temperatur yang lebih tinggi. dan oleh karena itu. Akan tetapi. Uap air dari tangan atau jari-jari yang bercampur dengan temperatur operasi yang tinggi membuat kwarsa atau penutup kaca keras cenderung mengalami keretakan. gas halogen mengendapkan material kawat pijar yang menguap kembali ke kawat pijar lampu bohlam dan meningkatkan daya pakai lampu bohlam. Dalam lampu bohlam biasa. Temperatur yang lebih tinggi diperlukan untuk proses ini. jumlah watt sebuah lampu bohlam melambangkan daya listrik dari lampu bohlam tersebut. yang diisi dengan tambahan gas halogen khusus (Gambar 72c). Jumlah watt pada lampu bohlam Daya listrik diukur dengan watt. sebuah lampu bohlam yang memiliki tegangan 12 volt yang menarik arus 3 amper dari baterai maka lampu bohlam ini memiliki daya 36 watt.5 amper dari sistem. Jumlah watt pada lampu bohlam biasanya tertera di bagian logam dari lampu bohlam tersebut. tetapi sekarang telah digantikan dengan lampu bohlam sealed beam dan halogen. dalam lampu bohlam halogen. bagian-bagian kecil dari kawat pijar menguap saat digunakan dan uap ini mengendap pada penutup kaca sebagai lapisan hitam tipis. Misalnya. . Demikian pula.

Beberapa indikator disebut juga sebagai lampu peringatan. dan unit pengirim jarak jauh (remote sender unit) di sejumlah bagian lainnya dalam kendaraan. kecepatan dll. Contoh alat pengukur ini adalah:     Alat pengukur temperatur magnetik Alat pengukur tekanan oli magnetik Voltmeter Ammeter Instrumen dengan Operasi Thermal Banyak alat pengukur otomotif dari jenis thermal (panas). sementara lampu peringatan digunakan untuk memperlihatkan kepada pengemudi bahwa terdapat suatu masalah. Selain peralatan visual. Contohnya adalah:     Alat pengukur bahan bakar thermal Alat pengukur temperatur thermal Alat pengatur voltase konstan Alat pengukur temperatur Instrumen Elektronik Digital . sementara lampu indikator memberikan informasi dengan menggunakan lampu yang berada dalam posisi menyala (On) atau mati (Off). tetapi banyak alat pengukur. beberapa kendaraan memiliki sistem peringatan suara. Sender unit sama dengan yang digunakan pada instrumeninstrumen yang dioperasikan dengan magnetik. yang beberapa di antaranya disebut sebagai alat pengukur (gauge) digunakan untuk memberikan bacaan yang sesungguhnya misalnya besar tekanan. indikator adalah lampu yang memperlihatkan apakah suatu unit beroperasi atau tidak.11 INSTRUMEN Ada sejumlah instrumen dan indikator yang digunakan dalam kendaraan otomotif. dampak magnetik suatu arus listrik melalui konduktor atau coil digunakan untuk mengoperasikan pointer pada suatu skala. sepanjang yang menyangkut operasi dasar. Umumnya. tetapi terdapat sedikit sekali perbedaan di antara lampu indikator dan lampu peringatan karena keduanya memiliki fungsi yang serupa. yaitu:     Operasi magnetik Operasi thermal Operasi elektronik Operasi mekanis Instrumen-instrumen dengan operasi magnetik Dalam instrumen yang dioperasikan secara magnetik. yang beroperasi berdasarkan dampak pemanasan suatu arus listrik. Alat pengukur thermal memiliki dash unit dan sender unit. Ammeter dan voltmeter adalah unit dash. terdiri dari dua bagian: unit dash yang dipasang di dalam panel instrumen. misalnya alat pengukur bahan bakar dan alat pengukur temperatur. Prinsip ini digunakan untuk alat pengukur bahan bakar dan alat pengukur temperatur. Instrumen. Ada sejumlah jenis instrumen dan alat pengukur yang berbeda.2. Bunyi buzzer atau suara musik digunakan untuk menarik perhatian pengemudi apabila pintu terbuka sedikit atau lampu depan dalam keadaan menyala. Alat pengukur thermal juga disebut sebagai alat pengukur jenis bimetal karena alat pengukur ini beroperasi melalui pemanasan keping bimetal yang menggerakkan pointer.

Alat Pengukur Mekanis Gambar 76 Beberapa alat pengukur dioperasikan dengan cara mekanis. Alat pengukur untuk air receiver dan peralatan bengkel lainnya biasanya dari jenis ini. Beberapa dari lampu ini biasanya dalam keadaan „off‟ dan menyala ketika terdapat kondisi-kondisi tertentu. Sejumlah lampu peringatan dioperasikan sesuai dengan switch-nya masing-masing. Dalam sejumlah kasus. keduanya memiliki fungsi yang serupa. Dalam hal ini tidak diperlukan switch tambahan karena lampu indikator menyala setiap kali rangkaian tertentu beroperasi. Dalam beberapa kasus. digital speedometer. menyala setiap kali lampu depan dinyalakan dalam posisi high beam.Gambar 75 Suatu panel instrumen dengan instrumen elektronik digital diilustrasikan dalam Gambar 75. dengan fungsi-fungsi penanganan mikroprosesor (komputer) untuk tampilannya. meskipun untuk penggunaan otomotif. lampu peringatan dapat dianggap sebagai lampu indikator. Sensor memberikan input pada mikroprosesor. Tindakan ini menyalakan lampu peringatan yang tetap dalam posisi menyala („on‟) sampai kontrol tersebut dikembalikan pada posisi normal dan switch dimatikan. Beberapa yang lainnya biasanya dalam keadaan „on‟ dan dimatikan ketika terdapat kondisi yang berubah. Bourdon tube gauge adalah alat pengukur tekanan yang dapat digunakan sebagai alat pengukur tekanan oli atau alat pengukur tekanan udara. alat pengukur temperatur dan sejumlah indikator dan lampu peringatan. yang kemudian memberikan output yang benar untuk mengoperasikan instrumen. Lampu Indikator dan Lampu Peringatan Meskipun terdapat perbedaan yang jelas antara lampu indikator dan lampu peringatan. lampu indikator transmission overdrive dan lampu indikator melelehkan salju pada jendela belakang adalah contoh-contoh lainnya. misalnya. Choke dan rem parkir memiliki switch yang berada dalam posisi „on‟ ketika kontrol tertentu dioperasikan. Panel memiliki alat pengukur bahan bakar. dan begitu pula sebaliknya. alat pengukur jenis ini umumnya sudah digantikan oleh jenis-jenis alat pengukur lainnya. Lampu indikator high-beam. odometer dan trip meter. lampu indikator hanya merupakan lampu kecil yang ditambahkan pada suatu rangkaian (circuit). diode tachometer yang memancarkan sinar. Tampilan instrumen seluruhnya dalam bentuk elektronik. . Lampu indikator flasher.

0 KOMPONEN-KOMPONEN DASAR RANGKAIAN Gambar 77 .TOPIK 3 RANGKAIAN LISTRIK 3.

Aturan-aturan yang diperlukan untuk memahami. Hukum Ohm menyatakan bahwa: “Aliran arus di dalam suatu rangkaian berbanding langsung dengan tegangan rangkaian dan berbanding terbalik dengan resistansi rangkaian”. Apabila terjadi pemutusan di suatu tempat di dalam rangkaian maka arus listrik tidak dapat mengalir. memprediksi dan menghitung perilaku rangkaian listrik dikelompokkan berdasarkan hukum yang berjudul “Hukum Ohm”. arus dan resistansi di dalam suatu rangkaian. arus turun Jika resistansi menurun.Rangkaian (circuit) adalah jalur bagi arus listrik. Karena kebanyakan rangkaian listrik dalam mesin-mesin bergerak menggunakan sumber listrik berdaya 12 atau 24 Volt. Setiap rangkaian listrik harus memiliki komponen-komponen berikut: Sumber power     Alat pelindung (sekering atau pemutus arus) Beban misalnya lampu Perangkat pengontrol (switch) Konduktor Komponen-komponen ini dihubungkan bersama dengan konduktor untuk membentuk suatu rangkaian listrik yang lengkap. Ini berarti bahwa jumlah aliran arus di dalam suatu rangkaian bergantung pada berapa banyak tegangan dan resistansi yang ada di dalam rangkaian. Hukum Ohm adalah hukum dasar mengenai listrik yang menghubungkan kuantitas voltase atau tegangan. aturanaturan umum berikut berlaku: Asumsikan bahwa resistansi tidak berubah:     Jika tegangan meningkat. Arus mengalir dari satu ujung rangkaian ke ujung rangkaian lainnya ketika ujung-ujung tersebut dihubungkan ke muatan positif dan negatif (rangkaian tertutup). arus naik Rumus Hukum Ohm Hukum Ohm dinyatakan sebagai rumus aljabar dimana: “E” singkatan dari gaya elektromotif (Volt) “I” singkat dari intensitas (Amper) “R” singkatan dari resistansi (Ohm). Tegangan adalah „tekanan‟ yang menggerakkan arus. Ujung-ujung ini disebut “power” dan “ground”. „Aliran‟ arus melaksanakan tugasnya. . Dari persamaan Hukum Ohm. maka resistansi di dalam rangkaian menentukan arusnya. arus naik Jika tegangan menurun. arus turun Asumsikan bahwa tegangan tidak berubah: Jika resistansi meningkat. dan resistansi adalah yang menentang aliran arus. Aturan-aturan Umum Hukum Ohm Pada tahun 1827 George Simon Ohm menetapkan dasar pemikiran matematika mengenai listrik.

Aliran arus melalui rangkaian adalah 6 Amper. Misalnya:    Untuk mengetahui voltase atau tegangan. bagi tegangan dengan arus (R = E  I). maka bagian ketiga dapat dihitung.Gambar 78 Apabila dua bagian dari Rumus Hukum Ohm diketahui. bagi tegangan dengan resistansi (I = E  R) Untuk mengetahui resistansi. Lingkaran Rumus Hukum Ohm Gambar 79 Lingkaran Rumus Pemecahan Hukum Ohm Lingkaran rumus Hukum Ohm adalah cara mudah untuk mengingat cara menghitung bagian mana pun dari rumus. Karena tegangan tidak diketahui. kalikan arus dengan resistansi (E = I x R) Untuk mengetahui arus. Tegangan Tidak Diketahui Gambar 80 Menghitung voltase yang tidak diketahui Dalam rangkaian ini. nilai tegangan sumber tidak diketahui. Resistansi beban adalah 2 Ohm. Huruf-huruf lainnya memberikan rumus untuk mengetahui kuantitas yang tidak diketahui. maka rumus untuk menghitung . Untuk menggunakan lingkaran rumus tutuplah huruf yang tidak diketahui.

Rumus untuk menghitung resistansi adalah tegangan dibagi dengan arus. voltase sumber dalam rangkaian ini adalah 12 Volt. resistansinya di dalam rangkaian adalah 2 Ohm. Jadi.1 METRIC PREFIX Ketika mengukur sesuatu. Resistansi Tidak Diketahui Gambar 81 – Menghitung resistansi yang tidak diketahui Dalam rangkaian ini. Oleh karena itu. nilai resistansi tidak diketahui. Arus Tidak Diketahui Gambar 82 Menghitung arus yang tidak diketahui Dalam rangkaian ini arus tidak diketahui. Selain menggunakan angka. Rumus untuk menghitung arus adalah tegangan dibagi dengan resistansi. kalikan 6 Amper dengan 2 Ohm maka akan didapat 12 Volt. 12 Volt dibagi dengan 2 Ohm adalah 6 Amper. unit atau ungkapan untuk menguraikan apa yang dimaksud dengan angka tersebut selalu tersedia. aliran arus dalam rangkaian ini adalah 6 Amper.tegangan adalah arus dikalikan dengan resistansi. Oleh karena itu. angka untuk menyatakan ukuran atau kuantitas item yang sedang diukur dapat diketahui. Aliran arus melalui rangkaian adalah 6 Amper dan voltase sumber adalah 12 Volt. Angka-angka digunakan untuk menyatakan hasil dari perhitungan-perhitungan sederhana. 3. yaitu 12 Volt dibagi 6 Amper sama dengan 2 Ohm. . Oleh karena itu. Resistansi beban adalah 2 Ohm dan tegangan sumber adalah 12 Volt. Jadi.

bergantung pada apakah yang diperlukan adalah angka yang lebih besar atau lebih kecil. sehingga penggunaan metrix prefix bermanfaat.000 =.000Ω Contoh: 16kV x 1.000 Contoh: 8MΩ x 1. Untuk mengubah nilai apa pun dari Mega ohm ke Ohm.000.000 = 8.000.000 =. Nama adalah awalan dan ditempatkan pada awal unit dasar. Dalam aplikasi-aplikasi listrik dan elektronik kita bekerja dalam jumlah dalam kuantitas yang sangat besar atau sangat kecil.000V Cointoh: 400mV  1. (1. sehingga pernyataan untuk 1500 Volt dinyatakan sebagai 1. Tabel 6 –Prefix yang biasanya digunakan dalam dunia kelistrikan mega kilo Mili Mikro ___M x 1. pindahkan titik desimal enam tempat ke kanan. 3.000.000 ___m  1.4 V Contoh: 36  1.000. Misalnya.000 Ohm. Tabel 5 – Metric Prefix Prefix mega kilo mili mikro Simbol M k m  Pangkat dari 10 6 10 3 10 -3 10 -6 10 Unit-unit sistem metrik terdiri dari sistem pengukuran yang diakui internasional di seluruh dunia. Prefix Angka-angka dasar dikalikan atau dibagi dengan faktor 10. Awalan (prefix) ditambahkan pada unit dasar untuk mengubah unit pengukuran.000 – 16.Unit Dasar Unit dasar adalah unit standar. Kilo (ribuan).5 kV.000 ___  1.5 x 103 atau 1. Dalam sistem metrik hanya ada beberapa unit dasar yang digunakan untuk pengukuran listrik.000036A Mega Mega artinya satu juta dan disingkat dengan huruf besar “M”. Prefix yang paling lazim dalam pengkajian teori listrik dasar adalah Mega (jutaan). Satu Mega ohm sama dengan satu juta Ohm.000. yaitu unit tanpa awalan (prefix). Sistem ini disebut Sistem Unit Internasional (SI). Kilo . Misalnya: Tegangan listrik 1500 Volt akan dinyatakan dalam pangkat 10 yaitu: 1. Mili (per ribuan) dan Mikro (per juta) (Tabel 5).5 kilo volt).000 ___k x 1. Volt. Ohm dan Amper adalah unit-unit dasar primer yang digunakan dalam aplikasi-aplikasi listrik.500.5 Mega ohm akan menjadi 3.5 x 1000 = 1500 Awalan k (untuk kilo) sama dengan 1000.

voltase dan arus ditentukan oleh Rumus Daya.355 miliamper akan menjadi 0.657 kilo-ohm menjadi 657 Ohm. Rumus dasar untuk daya (power) adalah: Daya = Arus x tegangan (P = I x V) Watt = Amper x Volt (W = A x V) Dalam setiap rangkaian. dayanya meningkat. coil dan motor. tegangan dikalikan dengan arus digunakan untuk mengetahui beberapa banyak daya yang dipakai. Untuk mengubah nilai apa pun dari kilo-ohm ke Ohm. Dalam peralatan listrik. Akan tetapi. daya turun. Banyak peralatan listrik diklasifikasikan berdasarkan berapa banyak daya listrik yang digunakan. pindahkan titik desimal tiga tempat ke kanan. Misalnya. Mungkin pemakaian Watt yang paling lazim adalah pada lampu bohlam. ingatlah bahwa banyak jenis peralatan memiliki resistansi seperti misalnya konduktor. 355 mikroamper adalah 0. Voltase normal yang terdapat di dalam rumah tangga adalah kira-kira 240 Volt. Satu mili amper adalah seper seribu amper.4 kW. Satu mikroamper adalah sama dengan seper sejuta amper. Dengan mengalikan 10 dengan 240 maka akan diketahui bahwa daya yang digunakan oleh hair dryer adalah kira-kira 2400 watt atau 2. Misalnya 0. resistansi adalah yang menggunakan daya listrik. Untuk mengubah nilai apa pun dari mikroamper ke Amper. 746 Watt = 1 tenaga kuda (horsepower) Unit pengukuran untuk daya adalah Watt.2 DAYA / POWER Daya adalah ukuran tingkat energi yang dihasilkan atau digunakan dan daya adalah cara lain untuk mengukur rangkaian listrik. Satu kilo ohm sama dengan 1. Rumus daya sama dengan rumus Hukum Ohm. pindahkan titik desimal tiga tempat ke kiri. sebuah hair dryer dapat menarik arus hampir 10 Amper.000 Ohm. 3. Misalnya. tingkat output tenaga kuda (output horsepower rating) adalah ukuran dari kemampuannya untuk melakukan pekerjaan mekanis.3 TEORI RANGKAIAN DASAR Ada tiga jenis dasar rangkaian dan hukum yang berlaku bagi masing-masing dari jenis rangkaian akan diulas:  Rangkaian Seri  Rangkaian Paralel  Rangkaian Seri-Paralel Rangkaian Seri / Series Circuit . Apabila arus turun. Untuk mengubah nilai apa pun dari miliamper ke Amper.000355 Amper. 3. Dalam rangkaian listrik. apabila voltase atau arus meningkat. sejumlah motor dan kebanyakan peralatan rumah tangga. bukan berapa banyak daya listrik yang dihasilkannya. Satu Watt sama dengan satu Amper dikalikan dengan satu Volt. Mikro Mikro artinya seper sejuta dan disingkat dengan simbol “”.Kilo artinya seribu dan disingkat dengan huruf kecil “k”. Hubungan antara daya. daya adalah ukuran tingkat dimana energi listrik diubah menjadi panas oleh elemen-elemen resistive yang ada di dalam konduktor. Mili Mili artinya seper seribu dan disingkat dengan huruf kecil “m”. Daya adalah produk arus dikalikan dengan tegangan. Dalam suatu rangkaian. Lampu bohlam diklasifikasikan berdasarkan jumlah watt yang digunakan. Dalam suatu engine.000355 Amper. pindahkan titik desimal enam tempat ke kiri. 0. Contoh lain dari peralatan yang memiliki pemakaian watt adalah speaker. Pemakaian daya dinyatakan dalam watt. insulator. Misalnya. resistor.

Semua peralatan dan komponen rangkaian dihubungkan dalam seri. apabila hukum dasar rangkaian seri diaplikasikan. menghitung nilai yang tidak diketahui adalah mudah. Langkah pertama adalah menentukan total resistansi rangkaian. Mengaplikasikan Aturan-aturan Ini / Applying the Rules Gambar 84 Rangkaian Seri Rangkaian dalam Gambar 84 terdiri dari berbagai peralatan dan komponen.Gambar 83 Rangkaian Seri Rangkaian seri adalah jenis rangkaian yang paling sederhana. arus mengalir dari baterai (+) melalui sebuah sekering (alat pelindung) dan switch (perangkat pengontrol) ke lampu (beban) dan kemudian kembali ke frame ground. Dalam rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 83. Karena dua dari nilai-nilai rangkaian diberikan. Rumus berikut digunakan untuk mengetahui total resistansi: Rt = R1 + R2 + R3 Rt = 3Ω + 3Ω + 6Ω = 12 Ohm Karena tegangan untuk sumber daya yang diberikan adalah 24 Volt dan resistansi rangkaian telah dihitung dengan hasil 12Ω. Total arus rangkaian dihitung dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm dan dengan menulis rumus berikut: I=ER I = 24V / 12Ω = 2 Amper . maka satu-satunya nilai yang masih tersisa untuk dihitung adalah aliran arus. termasuk sumber daya 24 Volt. nilai arus adalah sama Total resistansi rangkaian adalah sama dengan jumlah seluruh resistansi individual dan disebut resistansi ekuivalen Penurunan tegangan di semua beban rangkaian adalah sama dengan tegangan sumber yang digunakan. Dalam rangkaian seri. Aturan-aturan berikut berlaku bagi semua rangkaian seri: Pada titik apa pun di dalam rangkaian. masing-masing peralatan listrik dihubungkan ke peralatan listrik lainnya sedemikian rupa sehingga hanya ada satu jalur untuk mengalirkan arus. Cara mudah untuk menyatakan aturan yang berlaku pada rangkaian seri ini adalah :    Tegangan total adalah JUMLAH dari semua penurunan tegangan Resistansi total adalah JUMLAH dari semua resistansi masing-masing Arus total adalah SAMA pada suatu titik tertentu dalam rangkaian.

arus mengalir dari baterai melalui sekering dan switch. Dalam rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 85. dan SELALU lebih sedikit dibandingkan dengan resistansi terkecil di dalam satu cabang. Salah satu aturan untuk rangkaian seri menyatakan bahwa arus SAMA pada suatu titik tertentu. periksalah masing-masing jawaban. Menerapkan Aturan-aturan / Applying the Rules Gambar 86 Rangkaian . Dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm. Aturan-aturan berikut berlaku untuk rangkaian paralel:    Voltase di masing-masing cabang paralel adalah sama Total arus di masing-masing cabang adalah sama Total resistansi ekivalen sama dengan tegangan sumber dibagi dengan total arus. Cara mudah untuk menyatakan aturan-aturan paralel adalah:    Tegangan untuk semua cabang adalah SAMA Arus adalah JUMLAH dari arus masing-masing cabang Resistansi ekivalen adalah selalu LEBIH KECIL daripada resistansi terkecil di masing-masing cabang. Total arus di dalam rangkaian sama dengan jumlah arus dalam cabang. bergantung pada resistansinya. terlepas berapa pun resistansi yang terdapat di dalam cabang.Langkah selanjutnya adalah memasukkan nilai untuk aliran arus ke dalam beban resistive. maka semua jalur ini memiliki tegangan yang sama dan masing-masing cabang mengalami penurunan tegangan dalam jumlah yang sama. Rangkaian Paralel / Parallel Circuit Gambar 85 Rangkaian Paralel Rangkaian paralel adalah lebih rumit daripada rangkaian seri karena terdapat lebih dari satu jalur untuk mengalirkan arus. Karena semua cabang dihubungkan pada terminal positif dan negatif yang sama. Penurunan tegangan tersebut adalah: E1 = 2A x 3Ω = 6V E2 = 2A x 3Ω = 6V E3 = 2A x 6Ω = 12V Semua nilai rangkaian sekarang sudah dihitung. Setiap jalur arus disebut cabang (branch). Masing-masing cabang dihubungkan ke frame ground. masing-masing memiliki satu lampu. Aliran arus di dalam masing-masing cabang bisa jadi berbeda. Dengan menggunakan rumus E = I x R untuk setiap resistor maka akan diketahui penurunan tegangan di masing-masing beban. Total resistansi selalu lebih sedikit daripada resistansi terkecil di dalam cabang mana pun. dan kemudian terbagi menjadi dua cabang.

Rangkaian dalam Gambar 86 terdiri dari berbagai peralatan dan komponen. Rangkaian di atas memiliki dua cabang paralel. Resistansi di setiap lampu diberikan bersama dengan nilai tegangan sumbernya. Oleh karena itu.25 = 0. (Rt = E t  I t). Dengan daya 24 Volt diaplikasikan pada masing-masing cabang. total resistansi adalah kurang dari 4Ω. Ingat bahwa total resistansi gabungan cabang adalah lebih kecil daripada resistansi terkecil dari masing-masing cabang.25 + 0. 1/Rt = 1/R1 + 1/R2 = ¼ +¼ = 0. Menghitung Aliran Arus dalam Rangkaian Paralel / Solving Current Flow Gambar 87 Rangkaian Paralel Rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 87 adalah contoh rangkaian arus searah (DC) dengan tiga cabang paralel dan sebuah ammeter yang dihubungkan secara seri pada cabang-cabang paralel (semua aliran arus di dalam rangkaian harus melewati ammeter). . maka aliran arus masing-masing dapat dihitung dengan menggunakan Hukum Ohm. Langkah pertama dalam mengembangkan rangkaian ekivalen adalah dengan mengaplikasikan aturanaturan dasar untuk mengetahui total resistansi kedua cabang paralel. termasuk sumber tegangan 24 Volt. Sebelum menerapkan hukum-hukum dasar rangkaian paralel perlu untuk terlebih dahulu mengetahui resistansi ekivalen guna mengganti kedua cabang paralel 4 Ohm. dimana: I =ER I1 = E1  R1 = 24  4 = 6 Amper I2 = E2  R2 = 24 + 4 = 6 Amper I3 = E3  R3 = 24  4 = 6 Amper Karena aliran arus di dalam cabang-cabang paralel adalah JUMLAH semua arus di cabang.5 = 2 Ohm Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya. salah satu aturan untuk rangkaian paralel menyatakan bahwa tegangan di semua cabang paralel adalah SAMA. aliran arus di masing-masing cabang adalah sama karena nilai-nilai resistansi sama. Dengan voltase sumber diketahui 24 Volt dan total arus yang dihitung adalah 18 Amper maka total resistansi rangkaian setelah dihitung adalah 1 Ohm. Dengan mengaplikasikan aturan-aturan dasar untuk rangkaian paralel (tegangan di semua cabang SAMA) maka nilai arus yang tidak diketahui di masing-masing cabang dapat dihitung dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm. Rumus berikut digunakan untuk menghitung total resistansi.5 Rt = 1  0. Dalam kasus khusus ini. masing-masing dengan lampu yang memiliki resistansi 4Ω. maka rumus untuk total arus adalah It = I1 + I2 + I3 = 6 + 6 + 6 = 18 Amper. Rumus I = E/R digunakan untuk menghitung arus di masing-masing cabang yaitu 6 Amper.

pada dasarnya rangkaian ini dapat dihitung dengan mudah dengan menggunakan metode yang logis. atau Menerapkan Aturan-aturan / Applying the Rules .Rangkaian Seri-Paralel / Series – Parallel Circuits Gambar 88 Rangkaian Seri-Paralel Rangkaian seri-paralel yang diperlihatkan dalam Gambar 88 terdiri dari satu bagian seri dan satu bagian paralel. Gantilah kombinasi-kombinasi resistor seri-dan paralel langkah demi langkah. Rangkaian seri-paralel (ekuivalen) yang digambar ulang dengan benar akan terdiri hanya SATU resistor seri pada ujungnya. Gambarlah kembali rangkaian rumit untuk disederhanakan tampilannya. Semua aturan yang dibahas sebelumnya mengenai rangkaian seri dan paralel berlaku ketika mencari nilai-nilai rangkaian yang tidak diketahui. Untuk menghitung soal ini Anda perlu menentukan resistansi ekuivalen untuk cabang paralel. Menghitung Soal Seri-Paralel 2 R1 R2 6 R3 3 12V Gambar 89 Rangkaian Seri-Paralel Rangkaian seri-paralel yang diperlihatkan dalam Gambar 89 memperlihatkan resistor 2Ω dalam seri dengan sebuah cabang paralel yang terdiri dari resistor 6Ω dan resistor 3Ω. Gunakan Hukum Ohm untuk menghitung nilai-nilai lainnya. Ketika menyederhanakan rangkaian seri-paralel. Gunakan aturan-aturan seri sederhana untuk menghitung nilai-nilai yang tidak diketahui. Kembali ke rangkaian asli dan masukkan nilai-nilai yang sudah diketahui. Tip-tip berikut akan membuat perhitungan rangkaian seri-paralel tidak terlalu rumit. hitunglah resistansi ekuivalen (Re) paralel. Dengan menggunakan rumus berikut. Meskipun beberapa rangkaian seri-paralel tampak sangat rumit. Periksalah rangkaian dengan cermat dan kemudian tentukan jalur atau jalur-jalur yang dapat dialiri arus melalui rangkaian sebelum kembali ke sumber. mulailah pada titik terjauh dari sumber tegangan.

6V 3A 2Ω R1 R2 6V 1A R3 6Ω 6V 2A 3Ω 12V Gambar 91 Rangkaian Perhitungan rangkaian menunjukkan bahwa total aliran arus dalam rangkaian adalah 3 Amper. Maka sekarang kita bisa menghitung turunnya voltase pada R1 dengan menggunakan rumus E = I x R = 3A x 2Ω = 6 Volt Apabila resistor R1 menggunakan 6 Volt. arus listrik dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Lihat rangkaian seri-paralel awal dan tempatkan nilai-nilai yang sudah diketahui. Kemudian hitunglah total rangkaian dengan menggunakan aturan-aturan Hukum Ohm sederhana untuk rangkaian seri. dan 2 Amper mengalir melalui R3 sebelum bergabung menjadi total arus rangkaian 3 Amper yang kembali ke bagian negatif dari sumber power (Gambar 91). maka voltase sumber sisanya (6V) diaplikasikan pada kedua cabang paralel. Sekali lagi dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm. Dengan menggunakan aturan-aturan untuk rangkaian seri. total resistansi rangkaian sekarang dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Nilai sisanya yang belum diketahui adalah arus. Metode-metode Lain dan Tip-tip untuk Menghitung Rangkaian Seri-Paralel yang Rumit . Karena semua aliran arus yang meninggalkan sumber harus kembali kita mengetahui bahwa 3 Amper harus mengalir melalui R1.Gambar 90 Rangkaian Seri-paralel Gambarlah kembali Gambar 90 dengan menyisipkan resistansi ekuivalen untuk cabang paralel. Dengan menggunakan Hukum Ohm untuk cabang paralel maka diketahui bahwa 1 Amper mengalir melalui R2.

Langkah 1: Gambar 93 – Langkah 1 Telusurilah aliran arus baterai dari bagian (+) ke baterai bagian (-). Semua arus yang meninggalkan sumber tersedia di TP1 (test point 1). Di TP1 arus dibagi di antara dua cabang paralel dan kemudian digabungkan kembali di TP2 sebelum mengalir melalui resistor seri R3 dan kembali ke ground. Sekarang jalur aliran arus telah diidentifikasi.Gambar 92 Rangkaian Seri-Paralel yang Rumit Sebagaimana dinyatakan sebelumnya. maka metode jumlah atas produk (product over sum method) adalah rumus yang paling mudah. dengan menggambar rangkaian yang sama (equivalent circuit) dan mengurangi rangkaian hingga menjadi bentuk yang paling sederhana (rangkaian seri) maka akan menghasilkan informasi yang diperlukan untuk disejajarkan dengan rangkaian asli. Terlepas betapapun terlihat rumit suatu rangkaian. yaitu: 1 1 1 R1 * R2 atau (disebut product over sum method) Re    Re R1 R2 R1  R2 Jika rangkaian hanya memiliki dua cabang. Langkah 2: P Gambar 94 – Langkah 2 Dengan menggunakan Hukum Ohm hitunglah resistansi ekuivalen untuk cabang paralel. Ada dua metode (rumus) yang tersedia untuk menghitung resistansi cabang paralel. langkah selanjutnya adalah menggambar rangkaian serupa untuk cabang-cabang paralel. dengan memeriksa jalur secara seksama untuk aliran arus dan kemudian menggambar kembali rangkaian dapat dengan mudah memecahkan rangkaian-rangkaian yang rumit. Langkah 3: .

yang diperlihatkan sebagai Re dan R3. TOPIK 4 ELECTRICAL SCHEMATIC 4. Rangkaian sekarang memiliki dua resistor dalam seri.0 SCHEMATIC .Gambar 95 – Langkah 3 Gambarlah kembali rangkaian dengan mengganti nilai Re untuk melambangkan resistansi ekuivalen. Selanjutnya sederhanakan rangkaian dengan menggabungkan Re dan R3 sebagai resistansi tunggal yang disebut Rt.

Suatu metode langkah demi langkah yang logis dalam menggunakan diagram-diagram skematik untuk troubleshooting dimulai dengan pemahaman teknisi tentang sistem yang lengkap. . Teknisi harus sangat terampil dalam membaca dan menginterpretasikan semua informasi yang terkandung di bagian-bagian skematik.Gambar 96 Skematik pada dasarnya adalah gambar-gambar garis yang menjelaskan bagiamana suatu sistem berfungsi dengan menggunakan simbol-simbol dan garis-garis penghubung. Simbol-simbol skematik digunakan secara luas dalam terbitan-terbitan Caterpilar untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang berhubungan dengan listrik. Skematik digunakan oleh para teknisi untuk mengetahui bagaimana suatu sistem berfungsi dan untuk membantu dalam memperbaiki sistem yang telah mengalami kegagalan fungsi. Fitur-fitur Skematik Skematik listrik Caterpillar memiliki informasi yang sangat berharga. Beberapa fitur di depan skematik adalah:        Kode-kode warna untuk mengidentifikasi rangkaian Kode-kode singkatan warna Keterangan simbol Informasi mengenai wiring harness Catatan dan kondisi-kondisi skematik Grid design untuk lokasi komponen Nomor-nomor part komponen Garis-garis “berwarna” melambangkan rangkaian alat. Simbol-simbol skematik memberikan banyak sekali informasi dalam ruang yang kecil dan pembacaan simbol-simbol skematik memerlukan keterampilan dan latihan yang sangat tinggi. Simbol-simbol digunakan untuk melambangkan peralatan atau komponen-komponen baik dalam sistem listrik dan elektronik yang sederhana maupun rumit. Gunakan kode identifikasi warna yang terletak di skematik untuk mengetahui rangkaian. Informasi tersebut dicetak pada bagian depan dan belakang skematik.

kode identifikasi harness (H). komponen dan simbol sambungan. connector. Garis (hitam tipis) digunakan untuk mengidentifikasi alat.Garis-garis tebal “ganda” adalah untuk mengidentifikasi rangkaian dan komponen-komponen yang terletak di pos operator. CATATAN: Lihat keterangan simbol pada skematika. kode warna (PK) dan ukuran kabel (18). kabel atau komponen. Gambar 97 memperlihatkan format identifikasi kabel yang baru. CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh dari sistem identifikasi yang baru. nomor kabel dalam harness (5). Label mencakup identifikasi rangkaian. Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. nomor label kabel (169). Format baru tersebut disebut PRO/E dan memberikan informasi tambahan untuk kawat. Machine Electrical Schematic dengan Format Baru Format Lama Format Baru Gambar 97 Sejumlah mesin Caterpillar menggunakan format baru untuk skematik sistem listrik. Connector Format Lama Format Baru . kawat.

CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi yang baru. Skematik yang digambar dalam format PRO/E berisikan huruf identifikasi harness (H). dan nomor bagian komponen (113-8490). CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi yang baru. Simbol sambungan yang sebelumnya hanya menggunakan titik (filled-in dot) untuk menunjukkan sambungan. Komponen-komponen Format Lama Format Baru Gambar 99 Gambar 99 menunjukkan metode pemberian label komponen skematik yang lama dan memperlihatkan nama yang jelas dan part number komponen. .Gambar 98 Format identifikasi connector yang baru (Gambar 98) mencakup kode identifikasi harness (H). kode pemberian seri (P-12) dimana “P” adalah singkatan dari “part” dan “1” melambangkan posisi harness (bagian nomor “12” dalam harness “H”. Format PRO/E untuk sambungan-sambungan (splice) menggunakan dua titik penghubung untuk menunjukkan di bagian mana kabel keluar. dan mencantumkan part number connector (3E3382). mengidentifikasi nomor connector dalam harness (7). Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. mengidentifikasi assembly sebagai connector (C). Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat.

CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi yang baru. diidentifikasi sebagai garis bayangan hitam mesin Daftar component identifier (CID) dan konversi kode flash Bagan lokasi komponen Spesifikasi-spesifikasi resistor dan solenoid Daftar Failure Mode Identifier (FMI) TOPIK 5 DIGITAL MULTIMETER 5. digital multimeter menggunakan sistem metrik. Untuk mempermudah pekerjaan dengan angka-angka yang lebih besar. Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. . Meskipun teknisi service dapat menggunakan analog multimeter dan mengetes lampu. Beberapa fitur di bagian belakang skematik mencakup: Simbol-simbol dan identifikasi skematik harness dan kabel listrik Simbol-simbol dan definisi skematik listrik Bagan keterangan kabel      Buku manual service listrik terkait Bagan lokasi harness connector Spesifikasi-spesifikasi switch mesin dalam posisi “off” Lokasi-lokasi harness connector dan komponen mesin.0 PENGENALAN TERHADAP DIGITAL MULTIMETER Gambar 100 Digital Multimeter 9U7330 Topik ini mencakup fungsi-fungsi dasar dan pengoperasian digital mulimeter (Gambar 100). digital multimeter melaksanakan pengukuran-pengukuran yang lebih rumit pada sistem elektronik yang lebih baru.

debu dan uap air. kecuali ketika bacaan frekuensi dilakukan. Digital multimeter diberi tenaga oleh baterai alkalin 9 Volt dan dilindungi terhadap kotoran. maka update adalah tiga kali per detik.Digital multimeter adalah alat yang sangat akurat dan digunakan untuk mencari nilai yang sangat tepat untuk besaran tegangan. Ketika meter dihidupkan (ON). Tombol Tekan . Tampilan analog adalah pointer 32 segmen yang meng-update 40 kali per detik. Segmen-segmen tampilan memiliki pointer yang “bergulung” di seluruh segmen yang menunjukkan adanya perubahan pengukuran. Tampilan meng-update empat kali per detik. arus atau resistansi. semua segmen tampilan dan indikator (annunciator) tampil secara singkat selama pengetesan. Bacaan digital ditampilkan pada tampilan 4000-count dengan indikasi muatan kutub () dan penempatan titik desimal otomatis. Tampilan juga menggunakan indikator untuk menyingkat berbagai status tampilan (display mode) dan fungsi-fungsi meter. Gambar 101 Digital Multimeter 9U7330 Meter (Gambar 101) memiliki empat bagian utama:     Liquid-crystal-display Tombol tekan Switch dengan fungsi rotary dial Lead meter input Liquid Crystal Display Gambar 102 Liquid crystal display pada Digital Multimeter Tampilan kristal cair (LCD) pada meter (Gambar 102) menggunakan segmen-segmen tampilan dan indikator.

Topik ini akan mencakup hanya tombol kisaran (range button).Gambar 103 Tombol tekan pada digital multimeter Tombol pada meter (Gambar 103) digunakan untuk melaksanakan fungsi-fungsi tambahan. semua segmen dan indikator tampilan menyala sebagai bagian dari pengetesan otomatis rutin. Tombol berwarna kuning dapat digunakan untuk menerangi bagian belakang tampilan meter. Dengan menggerakkan meter sesuai dengan arah jarum jam dari tombol OFF. Meter Lead Input . Posisi berikutnya akan memungkinkan meter untuk memeriksa diode. Tombol-tombol tambahan akan dicakup kemudian dalam kursus karena tombol-tombol ini berlaku untuk jenis pengukuran yang dilakukan. Tekan dan tahan tombol kisaran untuk kembali ke mode kisaran auto (auto range mode). Setiap kali rotary switch digerakkan dari posisi OFF ke penyetelan fungsi. Ketika tombol dihidupkan untuk pertama kali dan pengukuran dilakukan. voltase langsung (DC) dan DC millivolt. bagian berikutnya akan ditampilkan. meter secara otomatis memilih suatu kisaran dan menampilkan kata AUTO di bagian kiri atas. mili-Amper dan mikro-Amper. Setiap kali tombol kisaran ditekan. Dengan menekan tombol kisaran maka akan menempatkan meter dalam mode kisaran manual dan menampilkan skala kisaran di bagian kanan bawah. ketiga posisi pertama pada rotary switch digunakan untuk mengukur voltase arus bolak balik (AC). Posisi atas digunakan untuk mengukur resistansi. Rotary Switch Gambar 104 Rotary Switch Berbagai fungsi meter dipilih dengan memutar rotary switch pada meter (Gambar 104). Dua posisi terakhir digunakan untuk mengukur arus AC dan DC dalam Amper.

01mV 0.00 M 10. Perhatikan bagian dalam terminal-terminal input diberi kode warna merah atau hitam. resistansi dan pengetesan diode.0 A 400. COM atau terminal umum digunakan untuk sebagian besar pengukuran. Terminal input pertama. Posisi berikutnya ke kanan adalah untuk mengukur miliamper atau mikroamper.01mA 0. meter lead harus ditempatkan dalam terminalterminal yang benar (Gambar 105). Tidak lebih dari 400 miliamper dapat diukur ketika rotary switch berada dalam posisi ini.0mA 0.1 Bacaan Maks 1000 V 1000 V 400. Kondisi-kondisi berikut dapat mengarah pada tampilan kelebihan beban (overload display):   Dalam kisaran auto (auto-range). OL menunjukkan bahwa nilai yang sedang diukur berada diluar batas kisaran yang dipilih. Input Terminal dan Batasan-batasan Tabel 7 Fungsi AC Volt DC Volt mVolt Ohm AC/DC Amp mA/A Bacaan Min 0.01 1. Overload Display Indicator Gambar 106 Overload Display Saat melakukan pengukuran. bacaan voltase yang melampaui kisaran dipilih. bacaan resistansi tinggi menunjukkan rangkaian terbuka atau skala yang tidak benar dipilih Dalam kisaran manual. bacaan resistansi tinggi menunjukkan rangkaian terbuka. bacaan tampilan maksimum dan input maksimum untuk Digital Multimeter 9U7330. bacaan tampilan minimum.01mV 0.0001V 0. Apabila tidak yakin mengenai amper suatu rangkaian. Input ini dipasang fuse pada 10 Amper.0 mV 40. Lead berwarna hitam atau negatif akan selalu berada dalam terminal COM.0 mA 4000 A Input Maks 1000 V 1000 V 1000 V 1000 V 600 V 600 V 600 V Tabel 7 memperlihatkan fungsi-fungsi meter. mulailah dengan lead berwarna merah pada meter dalam input jack 10 amper (kisaran tertinggi). pada bagian paling kiri meter adalah untuk mengukur Amper.Gambar 105 Multimeter Input Jack Bergantung pada pengukuran yang akan dilakukan. Mengukur Tegangan AC/DC . Dalam kisaran manual (manual range). Terminal input pada bagian kanan meter adalah untuk mengukur voltase. Lead positif dapat diarahkan pada input-input merah mana pun. tampilan OL akan terlihat (Gambar 106).

Suatu proses yang logis adalah dengan mengukur penurunan tegangan di switch contact tertutup. Tempatkan lead hitam meter pada bagian rendah (low) atau return side komponen atau rangkaian yang sedang diukur Tempatkan lead merah meter pada bagian bertegangan tinggi (high) atau bagian positif dari komponen atau rangkaian yang sedang diukur. Mengukur Penurunan Tegangan Gambar 108 Mengukur penurunan tegangan Perhatikan rangkaian dalam Gambar 108.Gambar 107 Digital Multimeter 9U7330 Ketika menggunakan multimeter untuk melakukan pengukuran voltase. Apabila terdapat bacaan tegangan pada switch ini. Apabila meter membaca penurunan tegangan kurang dari 12 Volt. sehingga switch harus diganti. penting untuk diingat bahwa voltmeter harus selalu dihubungkan secara paralel dengan beban atau rangkaian yang sedang dites. . Kabel pengetesan (test lead) dihubungkan secara paralel pada beban rangkaian (circuit load). Untuk mengukur voltase.01% dalam lima kisaran voltase AC/DC dengan impedansi input kira-kira 10 mv ketika dihubungkan secara paralel. Keakuratan multimeter 9U7330 adalah kira-kira 0. ini menunjukkan bahwa resistansi yang tidak diinginkan terdapat di dalam rangkaian. Dengan sumber daya 12 Volt yang dihubungkan ke beban. maka ini menunjukkan bahwa switch contact mengalami kerusakan. lakukan langkah-langkah berikut: Pastikan rangkaian dalam keadaan menyala (ON). Tempatkan rotary switch dalam posisi AC atau DC yang diinginkan.     Tempatkan lead hitam meter pada COM input port dan lead merah meter pada Volt/OHM input port. meter harus membaca penurunan tegangan sama dengan tegangan sumber atau 12 Volt.

Ketika mengukur arus. meter probe harus dihubungkan secara SERI dengan beban (load) atau rangkaian yang sedang dites. Arus yang dihasilkan tegangan beban ini sangat rendah. Meter memiliki “buffer” yang memungkinkannya untuk mengukur dengan cepat aliran arus yang lebih tinggi dari 10A. CATATAN: Lead harus selalu dihubungkan dalam SERI dengan beban atau rangkaian ketika mengukur aliran arus. Ketika mengukur aliran arus. komputer dan mikroprosesor.1 Volt adalah angka yang dapat diterima untuk kondisi-kondisi kabel rangkaian normal. Meter ini sebetulnya bisa membaca arus sampai 20 Amper untuk jangka waktu tidak lebih dari 30 detik.CATATAN: Dalam pengukuran yang sesungguhnya. karena kabel masing-masing akan memberikan sedikit resistansi. bacaan meter tidak akan sama persis dengan voltase sumber power. tetapi bisa saja mempengaruhi ketepatan pengukuran. selalu mulai dengan lead merah multimeter di dalam Amp input (10A fused) pada meter. internal shunt resistor pada meter akan menghasilkan tegangan di terminal meter yang disebut “tegangan beban”. . Mengukur Arus AC/DC Gambar 109 Digital Multimeter 9U7330 Ketika menggunakan multimeter untuk melakukan pengukuran arus. multimeter Fluke 87 dirancang dengan resistansi rendah untuk mencegah agar tidak menimbulkan dampak terhadap aliran arus di dalam rangkaian. Digital Multimeter 9U7330 adalah ideal untuk digunakan dalam rangkaian-rangkaian yang dikontrol oleh peralatan padat seperti komponen-komponen elektronik. Hubungkan lead merah ke dalam mA/A input hanya setelah diketahui arus berada di bawah tingkat arus maksimum pada input mA/A (400 mA). Ini berarti bahwa alat pengukur ini tidak akan meningkatkan aliran arus secara signifikan di dalam rangkaian yang sedang diukur. gunakan tombol tekan BIRU (Gambar 109). Pengukuran voltase harus selalu dilakukan dengan rangkaian dalam keadaan memiliki power. Untuk mengubah di antara pengukuran arus bolak balik (AC) dan arus searah (DC). Buffer ini dirancang untuk menangani “lonjakan” arus ketika rangkaian dihidupkan pertama kali. Ketika mengukur arus di dalam rangkaian. Digital multimeter 9U7330 adalah alat pengukur dengan resistansi tinggi. Dalam kebanyakan aplikasi praktek. penurunan voltase 0.

Mengukur Arus Gambar 110 Mengukur Aliran Arus Untuk mengukur arus (Gambar 110). sehingga amper rangkaian mengalir melalui meter. dianjurkan dengan “menarik” fuse. . Tempatkan Rotary Switch pada posisi mA/A Bukalah rangkaian yang akan dites. lakukan langkah-langkah berikut:      Tempatkan multimeter input lead berwarna hitam di dalam COM port dan input lead merah di dalam A (Amp) port. Gunakan power pada rangkaian. adalah perlu untuk mematikan daya listrik pada rangkaian dan membuang muatan semua capacitor sebelum mencoba melakukan pengukuran di dalam rangkaian. maka mustahil untuk mendapatkan pengukuran yang akurat. CATATAN: Apabila aliran arus melampaui tingkat fuse di dalam meter. Apabila masih terdapat tegangan eksternal di seluruh komponen yang sedang dites. Tempatkan lead dalam SERI dengan rangkaian. Mengukur Resistansi Gambar 111 Mengukur Resistansi Ketika menggunakan multimeter untuk mengukur resistansi (Gambar 111). fuse akan “membuka”. atau dengan “membuka” switch.

Gunakan (REL) mode pada 9U7330 untuk mengurangi secara otomatis resistansi lead dari pengukuran yang sesungguhnya. Agar dapat mengukur sebagian besar rangkaian atau komponen secara akurat.0 KEGAGALAN FUNGSI RANGKAIAN / CIRCUIT FAULT Topik ini menguraikan kegagalan fungsi pada rangkaian seri. paralel dan seri-paralel. Penting untuk diingat. Resistansi badan anda dapat mempengaruhi pengukuran. resistansi yang diperlihatkan oleh meter adalah total resistansi melalui semua kemungkinan jalur di antara dua pengetesan meter (meter probe). CATATAN: Penting untuk diingat agar jari-jari Anda tidak menyentuh bagian-bagian ujung meter lead ketika melaksanakan pengukuran resistansi. TOPIK 6 KEGAGALAN FUNGSI RANGKAIAN/CIRCIT FAULT 6. Kesalahan yang diantisipasi adalah kira-kira 0. Untuk mengukur resistansi secara akurat. maka perlu mengisolasi rangkaian atau komponen dari jalur-jalur lain. resistansi dari test lead dapat mempengaruhi keakuratan ketika meter berada pada kisaran terendahnya (400 Ohm). ikuti langkah-langkah berikut: Pastikan daya pada rangkaian atau komponen dimatikan (OFF). pasanglah test lead bersama dan bacalah nilai yang ditampilkan pada meter. Kegagalan fungsi pada rangkaian dapat diperlihatkan pada alat bantu pelatihan atau pada kendaraan.    Tempatkan lead merah di dalam jack yang berlabel Volt/Ohm dan lead hitam di dalam jack yang bertanda COM. Ada beberapa cara dimana rangkaian dapat mengalami kegagalan fungsi: .Digital multimeter mengukur resistansi dengan melewati arus yang sudah diketahui melalui rangkaian atau komponen dan mengukur penurunan tegangan masing-masing.2 Ohm untuk pasangan test lead standar. Selain itu. Untuk mengetahui kesalahan yang sesungguhnya.1 hingga 0. Tempatkan lead meter MENYILANG pada komponen atau rangkaian yang sedang diukur. Tempatkan rotary selector di dalam posisi Ω. Meter kemudian menghitung secara internal resistansi yang menggunakan rumus Hukum Ohm R = E  I.

Dalam rangkaian paralel. Troubleshooting pada rangkaian yang terbuka mudah dilakukan menggunakan multimeter dengan mengukur voltase sumber. Akibatnya. Rangkaian yang terbuka dapat diakibatkan oleh komponen yang mengalami kegagalan fungsi misalnya switch. maka contact akan membuka. Apabila voltase sumber tersedia pada sambungan di depan switch dan tidak tersedia pada bagian switch yang bermuatan. Apabila tersedia voltase pada bagian beban (load side) maka perlu untuk terus memeriksa rangkaian sampai keadaan terbuka teridentifikasi. keadaan terbuka di dalam jalur tanah kembali (return ground path) akan memiliki dampak yang sama seperti keadaan terbuka di dalam kabel utama. Gambar 113 Keadaan Terbuka (open) di Kabel Utama & Cabang Paralel . fuse. maka tidak satu beban atau komponen pun yang akan berfungsi. Apabila terjadi di dalam kabel utama. Selain itu. mengidentifikasi keadaan terbuka bergantung pada di mana lokasi tersebut terjadi. atau kabel putus serta connector rusak. Gambar 112 memperlihatkan switch yang berfungsi sebagai rangkaian yang terbuka.     Terbuka (Open) Hubung singkat (Short) Rangkaian yang Dibumikan (Ground) Resistansi tinggi (High resistance) Intermittence Terbuka (Open) Gambar 112 Rangkaian Terbuka Keadaan “terbuka” di bagian mana pun dalam suatu rangkaian dapat mengakibatkan tidak ada aliran arus di dalam rangkaian seri atau bagian dari rangkaian paralel. Lokasi fisik rangkaian yang “terbuka” menentukan bagaimana rangkaian akan terbaca. semua cabang paralel tidak akan beroperasi. sehingga tidak ada aliran melalui dua beban.

beban.Apabila terjadi keadaan terbuka di salah satu cabang (branch) di bawah kabel utama. Apabila pemeriksaan visual tidak mengungkapkan adanya kondisi terbuka. hanya beban (load) yang terdapat pada cabang tersebut yang terkena dampak. Pisahkan peralatan tersebut. . Semua beban cabang lainnya akan beroperasi secara normal. hasilnya biasanya bahwa komponen mengalami kegagalan fungsi. jenis-jenis hubung singkat biasanya diidentifikasi sebagai “hubung singkat pada tanah” atau “hubung singkat pada daya”. Hubung singkat pada tanah terjadi ketika aliran arus dihubungkan ke tanah sebelum waktunya. Hal ini sering kali menjelaskan adanya hubungan listrik yang tidak diinginkan atau tidak benar dan dapat menarik arus yang lebih tinggi daripada yang diharapkan. Hal ini biasanya terjadi ketika isolasi kabel rusak dan konduktor benar-benar terkena kontak dengan body mesin (machine ground). Gambar 113 memperlihatkan sebuah contoh keadaan terbuka di dalam kabel utama dan dalam cabang paralel. Kemungkinan besar tempat lainnya yang harus diperiksa untuk mengetahui keadaan terbuka adalah pada komponen itu sendiri. Dalam menjelaskan kegagalan fungsi yang disebabkan oleh hubung singkat listrik. Karena kebanyakan rangkaian dilindungi dengan sejenis fuse atau alat pelindung rangkaian. lepaskan alat tersebut dan lakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan bahwa alat berfungsi dengan baik. biasanya disertai dengan resistansi sangat rendah terhadap aliran arus. Dalam contoh ini. yang tersedia di dalam jalur rangkaian. Apabila voltase tidak tersedia pada komponen. Hasil dari jalur yang tidak diinginkan ini akan mengakibatkan sekering “putus” (atau pemutus arus mengalami trip) ketika switch dihidupkan. Dengan menggunakan multimeter dan skematik listrik akan mengetahui apakah sistem atau voltase sumber tersedia atau tidak. maka dianjurkan bahwa fuse atau alat tersebut diperiksa secara visual. mulai dari lokasi termudah dan terus ke arah sumber voltase. misalnya switch atau connector. Gambar 114 Hubung singkat sebelum beban rangkaian Gambar 114 memperlihatkan hubung singkat yang terjadi yang terletak setelah peralatan pelindung dan switch. dll. switch. langkah selanjutnya adalah menentukan perangkat listrik lain apa. Ketika melakukan identifikasi pada rangkaian yang terbuka. Dampak hubung singkat terhadap tanah tergantung pada rancangan rangkaian dan lokasinya dalam kaitannya dengan komponen-komponen rangkaian lainnya. tetapi sebelum beban rangkaian (lampu). Hubung Singkat (Short) Hubung singkat di dalam suatu rangkaian adalah hubungan listrik langsung di antara dua titik. jalur resistansi rendah ke tanah terjadi setiap kali switch dihidupkan dan voltase sumber tersedia. misalnya peralatan pelindung.

dampak terhadap rangkaian ditentukan oleh di mana kondisi ground terjadi. Kabel-kabel yang aus atau rusak biasanya merupakan akar penyebab dari kondisi ini. misalnya ada komponen yang dialiri listrik padahal tidak seharusnya demikian. Dalam situasi ini. Gambar 116 Hubung singkat sebelum alat pengontrol Hubung singkat pada daya atau suplai daya terjadi ketika satu rangkaian dipasang pada rangkaian lainnya (Gambar 116). Gejala-gejala hubung singkat terhadap daya listrik sekali lagi tergantung pada lokasi hubung singkat. Akibat dari kondisi jenis ini umumnya menyebabkan satu rangkaian atau kedua rangkaian tidak beroperasi dengan semestinya. sekering (fuse) akan “putus” setiap kali voltase rangkaian dialirkan. Seperti yang telah dibahas sebelumnya. Juga. kondisi yang mengalami ground menunjukkan bahwa rangkaian memiliki jalur yang tidak diinginkan ke rangka mesin. Sebagaimana telah dinyatakan. Rangkaian yang Dibumikan (Ground) Rangkaian yang mengalami ground biasanya mengakibatkan komponen tidak berfungsi. Resistansi Tinggi .Gambar 115 Hubung singkat sebelum switch Gambar 115 memperlihatkan hubung singkat ke tanah yang terjadi sebelum switch. Kondisi ini sering disebut sebagai “hubung singkat mati” (dead short). kondisi ini jarang menyebalan peralatan pelindung “membuka” atau merusak komponen-komponen lain.

6. Bagian logam harus selalu diletakkan pada tiang pateri (soldering stand) ketika tidak digunakan. . Pateri adalah campuran antara timah dan timbal dan biasanya mengandung flux pateri. Masalah ini biasanya mengakibatkan lampu berkelap-kelip. Jangan memegang bagian logam yang tidak berisolasi. Masalah ini biasanya disebabkan oleh adanya getaran atau mesin yang bergerak. atau komponen-komponen berfungsi sebentar-sebentar. Pateri akan membakar dan membuat pakaian dari jenis bahan ini berlubang. Bagian ujung besi pateri (soldering iron tip) harus dalam keadaan sangat panas agar dapat melelehkan pateri. lapisan tipis pateri menempel di antara kedua potong logam tersebut dan membuat sambungan listrik. 2. 4. dan tidak bisa diidentifikasi dengan mudah karena kondisi ini cenderung membaik sendiri ketika mesin dihentikan. Apabila terkena kontak dengan ujung pateri maka akan menyebabkan luka bakar pada kulit. Jangan sampai pateri panas tersemprot ke udara misalnya dengan menggerak-gerakkan hot gun atau iron atau sambungan yang dipateri panas. Patuhilah tindakan-tindakan pencegahan untuk keselamatan berikut: 1. Apabila soldering iron panas akibat aliran listrik. 8. Penyebab umum dari resistansi tinggi adalah peningkatan korosi atau kotoran pada sambungan dan contact. Proses pematrian bergantung pada pateri yang meleleh yang mengalir ke dalam semua cacat yang terdapat pada permukaan logam yang akan dipateri.0 MEMATERI / SOLDERING Memateri adalah proses menyambung dua logam dengan menggunakan campuran pateri. Intermittence Kondisi intermittence terjadi ketika contact atau sambungan-sambungan menjadi longgar atau ketika bagian-bagian komponen internal rusak. 7. Pematrian menciptakan sambungan listrik yang kuat dan dapat diandalkan. jangan menggunakannya saat berdiri di dalam air atau alat pendingin mesin.Kegagalan fungsi pada rangkaian juga terjadi ketika tingkat resistansi menjadi terlalu tinggi. mungkin hal ini tidak sempurna atau cacat. Jangan menggunakan pateri pada rangkaian listrik yang beraliran listrik. Jangan membiarkan bagian logam dari soldering gun atau iron bertumpu atau terkena kontak dengan bahan-bahan mudah terbakar. Ketika dua potong logam dipateri bersama. Tindakan Pencegahan untuk Keselamatan Soldering gun atau iron beroperasi pada temperatur yang cukup tinggi untuk menyebabkan luka bakar yang serius. Meskipun sambungan listrik dapat dilakukan di antara dua kabel yang dijepit. TOPIK 7 MEMATRI /SOLDERING 7. Dampak terhadap rangkaian biasanya menyebabkan komponen-komponen tidak berfungsi atau komponen tidak berfungsi sesuai dengan spesifikasi. 5. Asap ini dapat menyebabkan masalah sistem pernafasan. Jangan memakai pakaian yang terbuat dari nilon atau plastik. Pastikan untuk selalu memegang soldering gun atau iron pada gagang yang berisolasi. Jangan menghirup asap yang keluar saat terjadi proses pematrian. 3.

Karena kisaran plastik jenis 60/40. Sambungan pateri yang terganggu tidak dapat diandalkan dan mungkin akan memerlukan pematrian ulang. kisarannya jauh lebih kecil daripada untuk pateri 50/50. Pateri jenis 50/50 mulai meleleh pada temperatur 1830C (3610F). Pateri dengan rasio 63/37. Pateri yang paling umum digunakan untuk pematrian dengan tangan dalam pekerjaan perbaikan listrik adalah jenis pateri dengan rasio 60/40 dan jenis pateri dengan rasio 63/37. Ketika pateri panas (hot solder) terkena kontak dengan permukaan tembaga. bergantung pada rasio timah dengan timbal. Wetting Action Gambar 117 Wetting terjadi ketika pateri yang meleleh menembus suatu permukaan dari tembaga. maka harus berhati-hati untuk tidak memindahkan elemen-elemen sambungan selama masa pendinginan. yaitu campuran yang sebagian tembaga dan sebagian pateri.1 SIFAT-SIFAT PATERI / PROPERTIES OF SOLDER Pateri adalah logam campuran. sehingga membentuk immediate bond. yang dikenal sebagai pateri eutectic pada dasarnya tidak memiliki kisaran plastik. tidak cerah dan tidak mengkilat. Pateri dan permukaan yang dikerjakan harus mencapai temperatur yang diperlukan sebelum mencoba memateri. Pateri menjadi larut dan menembus permukaan tembaga. pateri berada dalam keadaan plastik atau semicair. Di antara dua temperatur ini. Agar penyatuan pateri dapat berjalan dengan baik. tetapi belum meleleh sepenuhnya sebelum temperatur mencapai 2160C (4200F). Perbandingan ini biasanya ditandai pada berbagai jenis pateri yang tersedia. Molekul-molekul pateri dan tembaga bercampur untuk membentuk campuran baru. Meskipun permukaan yang akan dipateri terlihat bersih. Gerakan apa pun dapat menyebabkan masalah yang dikenal sebagai sambungan yang terganggu (disturbed joint). oksida di permukaan harus dibersihkan saat berlangsung proses pematrian dengan menggunakan flux. tidak akan meleleh seketika. Pateri dengan perbandingan lebih banyak timah/timbal. Kisaran plastik pateri berbeda-beda. 7. Flux . Wetting hanya dapat terjadi apabila permukaan tembaga bebas dari kontaminasi dan dari lapisan oksida yang terbentuk ketika logam terkena udara. Pateri dengan perbandingan 60/40 (60% timah / 40% timbal). tidak beraturan dan terlihat kusam. yang terbuat dari campuran antara timah dan timbal dalam perbandingan yang berbeda. akan selalu ada kemungkinan lapisan tipis oksida yang menutupinya. Pastikan bahwa semua prosedur perundang-undangan dan keselamatan diri dipahami dan dipatuhi ketika melaksanakan tugas-tugas pematrian.9. Sambungan yang terganggu memiliki tampilan yang kasar. Reaksi larutan ini disebut wetting dan membentuk pengikatan antar-logam di antara bagianbagian logam (Gambar 117). reaksi larutan logam terjadi. dan meleleh hampir seketika pada temperatur 1830C (3610F).

Rosin – Dapat diaktifkan dengan mudah dan larut dalam air. Hal ini dicapai akibat reaksi flux yang sangat korosif pada temperatur leleh pateri dan membuat flux mampu membersihkan oksida logam dengan cepat. Unsur penting adalah mengontrol siklus panas pekerjaan. Jenis-jenis yang paling lazim adalah: Rosin – Tidak perlu dibersihkan. Flux menguap dengan sangat cepat sehingga flux harus dilelehkan untuk dialirkan ke permukaan bagian yang dikerjakan dan bukan hanya sekedar diuapkan oleh ujung hot iron untuk memberikan manfaat penuh dari tindakan fluxing. rosin flux tidak korosif dan tidak memiliki daya konduksi sehingga tidak akan mempengaruhi rangkaian. Kondisi Permukaan Faktor penting kedua ketika memateri adalah kondisi permukaan. Setiap sambungan memiliki massa panasnya masing-masing dan bagaimana gabungan massa ini dibandingkan dengan massa iron tip (mata solder) akan menentukan waktu dan kenaikan temperatur bagian yang dipateri. Apabila ada oksida atau contaminant lainnya yang menutupi pad atau lead. Fungsi flux adalah untuk membersihkan oksida dan menjaganya tetap bersih selama proses pematrian. dan berapa lama pekerjaan tetap panas adalah unsur yang perlu dikontrol untuk memastikan hasil sambungan pateri yang baik. Adalah reaksi flux yang membersihkan/menghilangkan oksida. Soldering Iron Soldering iron dibuat dalam berbagai ukuran dan bentuk. berapa panasnya. Cored wire solder dan solder paste harus ditempatkan dalam posisi sedemikian rupa sehingga flux dapat mengalir dan menutupi sambungansambungan saat pateri meleleh. Ada berbagai macam flux tersedia untuk banyak tujuan dan aplikasi. Untuk mengatasi lapisan oksidasi ini. Flux harus dilelehkan pada temperatur lebih rendah dari temperatur leleh pateri sehingga flux dapat melakukan tugasnya sebelum terjadi pematrian. Meskipun . adalah faktor penting dalam mengontrol panas. Thermal Mass Faktor pertama yang perlu dipertimbangkan ketika memateri adalah massa panas (thermal mass) relatif dari sambungan yang akan dipateri. flux cair harus diaplikasikan dalam lapisan yang tipis dan merata pada permukaanpermukaan yang disambung dan sebelum diberikan panas. Massa ini dapat berbeda-beda pada kisaran yang lebar. Flux harus diaplikasikan sehingga tidak terjadi kerusakan pada bagianbagian dan bahan-bahan di sekeliling. dan juga mencegah terbentuknya oksida baru yang memungkinkan pateri membentuk pengikatan intermetallic yang diinginkan. maka akan terdapat hambatan terhadap aliran panas. Larutan dapat digunakan untuk membersihkan permukaan sebelum melakukan pematrian tetapi ini tidak cukup karena oksidasi di atas permukaan logam yang dipanaskan terbentuk dengan sangat cepat. Berapa cepat pekerjaan menjadi panas. Pemilihan ukuran batang solder yang benar. iron (mata solder) harus tetap berada dalam holder-nya dengan ujungnya dalam keadaan bersih dan dilapisi dengan pateri dalam jumlah kecil. Permukaan ujung soldering iron harus terus menerus dilapisi dengan timah untuk memastikan agar dapat terjadi pemindahan panas yang baik dan untuk menghindari pemindahan kotoran-kotoran pada sambungan pateri. Mengontrol Panas Mengontrol temperatur soldering iron tip bukan merupakan unsur penting dalam pematrian.Sambungan-sambungan pateri yang baik hanya dapat diperoleh apabila permukaan yang akan dipateri benar-benar bersih. Ketika tidak digunakan. dalam keadaan tidak dipanaskan. Ketika digunakan. Flux terdiri dari rosin alami atau sintetis dan kadang-kadang ditambah dengan bahan aditif kimia yang disebut activator. maka perlu menggunakan bahan-bahan yang disebut flux. Sebelum menggunakan soldering iron ujungnya harus dibersihkan dengan menyekanya menggunakan sponge basah. Akan tetapi. dan ukuran tip atau mata solder yang benar.

dan membentuk bagian pinggir yang tipis. Ini adalah bidang kontak di antara iron tip dan pekerjaan. Memilih cored solder dengan ukuran diameter yang benar akan membantu mengontrol jumlah . Jangan melelehkan pateri pada iron tip dan membiarkannya mengalir ke permukaan yang lebih dingin dari temperatur didih pateri. Dalam kasus ini. Pematrian yang tidak benar akan memperlihatkan bentuk yang lebih tebal.iron tip memiliki ukuran dan temperatur yang benar. Apabila memungkinkan. Tip ini juga terkena kontak dengan pad dan komponen sehingga meningkatkan thermal linkage lebih lanjut. soldering iron tip harus diaplikasikan pada titik massa maksimum sambungan. Thermal Linkage Gambar 118 Minimal thermal linkage akibat pateri yang tidak cukup di antara pad dan soldering iron tip Faktor ketiga yang perlu dipertimbangkan adalah thermal linkage. area kontak lebih besar dengan menempatkan pateri pada titik kontak dalam jumlah kecil. temperatur permukaan bagian-bagian yang sedang dipateri harus ditinggikan di atas titik leleh pateri. Gambar 119 Solder bridge memberikan thermal linkage untuk mentransfer panas ke dalam pad dan lead komponen Gambar 119 juga memperlihatkan gambar soldering iron tip yang sedang memateri lead komponen. Gambar 118 memperlihatkan gambar soldering iron tip yang sedang memateri sebuah lead komponen. Sebelum pateri diaplikasikan. gunakan pateri pada bagian atas sambungan sehingga permukaan sambungan dan bukan iron yang akan melelehkan pateri. tidak beraturan dan tidak rata. Panas ditransfer melalui area kontak kecil di antara soldering iron tip dan pad. Agar memiliki sambungan pateri yang kuat. Hal ini akan memungkinkan terjadinya peningkatan thermal yang cepat di bagian-bagian yang dipateri. Pateri yang meleleh selalu mengalir dari area yang lebih dingin ke area yang lebih panas. Melakukan Pematrian / Applying Solder Pada umumnya. Solder bridge ini memberikan thermal linkage dan memastikan transfer panas secara cepat pada bidang pekerjaan. iron tip ini mungkin tidak dapat menyediakan panas yang cukup pada sambungan untuk melelehkan pateri. Pateri yang diaplikasikan pada permukaan yang bersih. yang akan memungkinkan gravitasi membantu pateri mengalir. bagian-bagian yang sedang dipateri harus ditahan di tempatnya sampai pateri menjadi padat. Area thermal linkage ini adalah kecil. diaplikasikan dengan flux dan yang dipanaskan dengan benar akan meleleh dan mengalir tanpa kontak langsung dengan sumber panas dan memberikan permukaan yang mulus dan rata.

Kualitas Pekerjaan / Quality of Work Gambar 120 Pateri menyatu dengan permukaan yang dipateri. Perkakas ini akan mentransfer panas melalui daya konduksi ke kabel. Jangan memanaskan pateri langsung.  . Pembersihan setelah Solder Ketika diperlukan pembersihan. Setelah melakukan pembersihan. Sambungan pateri yang dapat diterima harus memperlihatkan bukti adanya wetting dan sambungan yang kuat ketika pateri menyatu dengan permukaan yang dipateri. keringkan area yang dipateri dengan secukupnya. Pateri harus membentuk sudut kontak kecil. Gunakan diameter kecil untuk sambungan kecil. Pastikan bahwa terdapat solder fillet di antara core (konduktor) dan terminal atau clip. Sambungan harus bebas dari goresan-goresan. memar. dan diameter besar untuk sambungan besar. dan semua clip. Cara-cara mekanis misalnya dengan menggoyang-goyangkan. dengan memastikan bahwa jari dan tangan tidak terkena kontak dengan permukaan yang panas. Solder Ulang Haruslah berhati-hati untuk menghindari perlunya melakukan pematrian ulang. longgar. tetapi tidak pada insulator apabila menggunakan clip. Sambungan pateri dalam keadaan dingin atau rusak biasanya hanya memerlukan pemanasan ulang dan pengaliran kembali pateri dengan ditambah flux dalam jumlah yang sesuai.pateri yang digunakan pada sambungan. menyemprot. Larutan pembersih. ujung yang tajam. kerikil halus. yang akan menjadi cukup panas untuk melelehkan pateri. Apabila pemanasan ulang tidak memperbaiki kondisi yang rusak. standar-standar kualitas untuk sambungan yang dipateri ulang harus sama dengan sambungan semula. Celah yang bersih dan mulus atau bagian permukaan tidak rata di fillet atau lapisan pateri dapat diterima. Sejumlah flux mungkin memerlukan tindakan pembersihan yang lebih segera untuk mempermudah pembersihan yang memadai. yang menunjukkan adanya penyatuan metalurgi dan kesinambungan metalik dari pateri ke permukaan (Gambar 120). dan material yang sedang dibersihkan. ikutilah pedoman-pedoman berikut:  Gunakan perkakas pemateri untuk memanaskan terminal atau clip. sisa flux harus dibersihkan secepat mungkin. menyikat dan metode-metode aplikasi lainnya dapat digunakan bersama dengan larutan pembersih. Ketika perlu melakukan pematrian ulang. pateri harus dibersihkan dan sambungan dipateri kembali. sambungan. tetapi tidak boleh lebih dari satu jam setelah memateri. larutan dan metode-metode yang digunakan tidak boleh mempengaruhi bagianbagian. sehingga membentuk sudut kontak yang kecil Sambungan pateri harus memiliki bentuk yang mulus dan berkilau seperti satin. atau pekerjaan-pekerjaan yang memberikan hasil buruk lainnya. Transisi yang mulus dari pad ke lead komponen harus terlihat jelas. Bekas-bekas probe dari test pin dapat diterima asalkan tandatanda tersebut tidak mempengaruhi keutuhan sambungan pateri. Pastikan bahwa pateri mencakup konduktor yang terbuka. Ketika memateri.

Mungkin akan membantu apabila memiringkan ujung terminal kabel yang sedang diperbaiki sedikit ke atas untuk mencegah agar pateri tidak mengalir ke terminal. yang dengan demikian juga diklasifikasikan secara tidak langsung berdasarkan jumlah panas yang dapat dihasilkannya. . Soldering iron adalah perkakas standar dalam industri yang digunakan untuk memateri kabel bersama. sehingga memberikan terminal lead yang dapat disambung terhadap satu sama lain atau ke terminal post atau connector contact. Jangan memateri kabel di dalam rangakaian yang beraliran listrik. Long-nose atau needle-nose pliers. Gun dengan voltase 100 hingga 125 Watt adalah ukuran soldering gun yang paling populer. Jangan membiarkan perkakas pemateri membakar terminal atau isolasi. Heat sink umumnya berupa clip yang dipasang pada lead di antara body suatu komponen dan titik terminal dimana panas diaplikasikan. Soldering iron diklasifikasikan berdasarkan jumlah daya yang dikeluarkannya. kabel-kabel harus dipersiapkan dengan benar. Perkakas ini menyerap dan mengurangi jumlah panas yang dikonduksi oleh komponen. Sebelum kabel-kabel dapat dihubungkan dan dipateri. atau hubungan mengalami korosi. digunakan untuk menahan kabel sehingga ujung yang dikelupaskan dapat dipuntir di sekeliling terminal post. yang berkisar antara jenis sederhana yang terdapat pada diagonal plier hingga stripper yang lebih otomatis dengan berbagai ukuran yang dapat mengelupas isolasi dari berbagai diameter. yang lazim disebut sebagai side cutter.      Persiapan Kabel / Wire Preparation Dua kabel atau lebih yang memberikan jalur daya konduksi untuk listrik harus dihubungkan secara listrik. Ini berarti bahwa permukaan kabel yang tidak diisolasi pada satu kabel harus dihubungan secara mekanis pada permukaan kabel lainnya yang tidak diisolasi. Wire stripper digunakan untuk membuang isolasi dari kabel pengait (hook-up wire). Jangan meninggalkan helaian-helaian kabel menonjol dari titik yang disolder. Apabila memateri di sekitar terminal. atau menonjol pada insulator. Desoldering tool adalah perkakas yang menyederhanakan pekerjaan membersihkan lubang-lubang pateri dari pateri papan yang ditandai dengan goresan ketika lead komponen dibersihkan dari lubang-lubangnya. Jenis pekerjaan akan menentukan berapa ukuran iron yang harus digunakan. dll. dimasukkan ke dalam terminal eye. digunakan untuk memotong kabel lunak dan lead pada komponen-komponen. Selalu putuskan hubungan daya listrik dari kabel dan kemudian lakukan perbaikan. Lubang-lubang tersebut harus bebas dari pateri sebelum terminal komponen baru dapat dimasukkan. tetapi tidak semua bagian konduktor. misalnya soldering gun. kabel-kabel tersebut dipateri di bagian sambungan (junction). Hal ini melibatkan pengelupasan isolasi pada ujung-ujung kabel. jenis pensil. Ada banyak jenis perkakas yang digunakan untuk tujuan ini. Untuk memastikan bahwa kabel-kabel tidak terpisah. Perkakas ini tidak boleh digunakan untuk memotong logam keras seperti besi atau baja.      Perkakas / Tools Perkakas berikut dianjurkan untuk digunakan ketika mempersiapkan dan memateri kabel atau sambungan:  Diagonal pliers. Ada berbagai jenis stripper. Jangan meninggalkan ujung-ujung pateri yang tajam. Heat sink digunakan untuk mencegah panas yang berlebihan (overheating) saat memateri atau melepas patrian bagian-bagian elektronik yang sensitif terhadap panas. pastikan pateri mencakup konduktor. ini dapat menyobek pita (tape) yang digunakan untuk mengisolasi perbaikan. Jangan menggunakan terlalu banyak pateri sehingga helaian kabel masing-masing tidak terlihat.

Ini adalah tindakan yang boros dan juga menyebabkan masalah apabila sambungan perlu dipateri ulang. Gambar 122 Gambar 122 memperlihatkan sambungan yang lazim dilakukan pada terminal strip. Apabila menggunakan kabel-kabel yang terdiri dari helaian-helaian kabel. Langkah terakhir sebelum mematri kabel adalah melaksanakan tugas yang disebut “tinning”. Jangan memutar kabel pada post beberapa kali. Gambar 123 Apabila dua kabel akan disambung. Apabila kabel memiliki bentuk yang kusam atau gelap. Gabungkan kedua hook dan gunakan pateri pada sambungan. maka kabel harus dipuntir dan ditempatkan pada ujung alat pemateri yang sudah dipanaskan dan dipanaskan pada temperatur yang cukup sehingga kabel dapat melelehkan pateri. prosedur yang dianjurkan adalah memuntir masing-masing kabel dalam bentuk kait (hook). maka harus dibersihkan sebelum dipateri. Gambar 121 memperlihatkan sambungan ke terminal post. Hubungan Mekanis / Mechanical Connection Gambar 121 Beberapa dari connector yang lebih umum adalah post terminal dan splice. Kabel harus dihubungkan dengan aman pada post melalui ¾ hingga satu putaran penuh. periksalah kabel apakah terdapat goresan dan perubahan warna. Puntirlah kabel sehingga membentuk kait (hook) dan masukkan hook ke dalam lubang pada terminal strip.Setelah mengelupaskan isolasi. Hal yang . maka tidak diperlukan persiapan lebih lanjut. Apabila kabel memiliki bentuk yang mengkilat dan tidak tergores atau rusak.

6.2 CONTOH PROSEDUR PENYOLDERAN Petunjuk-petunjuk yang Membantu / Helpful Hints Pematrian yang baik adalah bagian dari keterampilan teknisi. Gambar 124 Ketika menghubungkan komponen-komponen yang sensitif terhadap panas ke terminal post atau terminal strip hal yang dianjurkan untuk dilakukan adalah menggunakan heat sink device. Lalukan pra-tinning pada permukaan-permukaan besar sebelum mematerinya. Langkah-langkah Prosedur / Procedure Steps 1. Apabila flux tambahan digunakan. Gambar 124 memperlihatkan heat sink yang dihubungkan di antara silicon diode dan terminal post. Gunakan pateri resin-core atau yang sejenis. 3. Soldering tip harus dilakukan tinning dan bersih.dianjurkan untuk dilakukan adalah bahwa kabel-kabel dilakukan tinning terlebih dahulu sebelum memateri. Pateri harus mengalir bebas dan memiliki benuk yang mengkilat dan mulus. 7. bukan pada gun atau iron tip. 9. Lakukan pematrian dengan cepat dan jangan membiarkan komponen-komponen atau isolasi terbakar atau mengalami kelebihan panas. Beberapa aturan pematrian dasar adalah sebagai berikut: 1. Jangan menggunakan pateri acid-core untuk sambungan listrik apa pun. Logam-logam yang akan dipateri harus bersih. gunakan pada sambungan. Gambar 123 memperlihatkan sambungan hook splice. 7. Sambungan pateri harus kuat secara mekanis agar tidak bergoyang atau bergetar yang dapat menyebabkan intermittence pada listrik. Gunakan hanya pateri dalam jumlah yang cukup untuk membuat sambungan yang kuat. 8. Heat sink berfungsi sebagai beban panas (heat load) sehingga mengurangi transfer panas ke diode. Topanglah sambungan secara mekanis apabila memungkinkan 4. Gunakan pateri pada sambungan. 5. Keselamatan dan kehati-hatian . Hanya rosin flux yang harus digunakan pada sambungan-sambungan listrik. Secara listrik. kontak pateri harus memiliki resistansi rendah untuk memberikan transfer sinyal yang baik. 2.

Apabila sambungan akan disekat dengan heat shrink sleeve. Masukkan di atas ujung salah satu kabel sebelum menyambungnya (Gambar 127). Selalu gunakan perkakas pengelupas (stripping tool) yang benar dan yang berada dalam kondisi yang baik. Menyambung kabel secara mekanis . potonglah bagian dari material tubular ini cukup panjang untuk melapisi isolasi kabel di kedua sisi sambungan. Gambar 127 Sementara soldering iron dipanaskan.Gambar 125 Ketika menggunakan soldering iron. buanglah isolasi pelindung dalam jumlah yang sesuai dari kabel. Gambar 126 2. harus berhati-hati untuk memastikan agar tidak terjadi luka bakar (Gambar 125). Menyambung: Persiapkan kabel-kabel yang akan disambung. Bagian ujung soldering iron harus cukup panas untuk melelehkan pateri logam. 3.

Juga penting sekali bahwa permukaan yang akan disambung dalam keadaan sangat bersih sebelum memateri atau kalau tidak akan terdapat sambungan yang tidak baik. 4.Gambar 128 Puntirlah kedua kabel untuk membuat sambungan mekanis yang baik di antara kedua kabel (Gambar 128). Apabila menggunakan terlalu banyak panas. bersihkan sisa flux dari sambungan dengan kain lap dan larutan pembersih (Gambar 130). 5. Menggunakan Solder pada sambungan Gambar 129 Gunakan soldering iron untuk memanaskan kabel-kabel dan melelehkan sejumlah pateri. Apabila terdapat kotoran di dalam pateri. Tinning terhadap kabel masing-masing sebelum dipateri akan membantu menghilangkan „sambungan kering‟. Berhati-hatilah untuk tidak menggunakan pateri terlalu banyak. Membungkus sambungan . Gambar 130 Setelah selesai mematri. ada kemungkinan bahwa sambungan adalah kuat secara fisik tetapi mungkin tidak terdapat sambungan listrik yang baik. Hal ini dikenal dengan istilah „sambungan kering‟ (dry joint). maka isolasi kabel akan meleleh (Gambar 129). Tempatkan soldering iron pada kabel-kabel yang disambung untuk memastikan hanya pateri dalam jumlah yang cukup yang dipateri pada kabel. dan kabel tidak langsung saling menyentuh satu sama lain.

mungkin akan menjadi sulit untuk memasukkan kabel-kabel ke dalam terminal apabila semuanya adalah helaian-helaian kabel yang longgar. maka hal yang dapat dilakukan adalah menyekat dan melindungi sambungan dengan electrical insulating tape (Gambar 132 kanan). sambungan yang lebih baik akan diperoleh apabila helaian-helaian kabel tidak terlalu terpuntir sebelum menempatkannya pada terminal. Jenis yang paling populer adalah sleeve yang membungkus secara otomatis apabila didekatkan pada sebuah sumber panas (Gambar 131). tempatkan insulator sleeve cover pada sambungan. Oleh karena itu. Ada beberapa jenis sleeve. dan telah cukup dingin. . Gambar 132 Jenis lainnya terdiri dari lem yang ketika dipanaskan meleleh ke dalam dan menyekat sambungan (Gambar 132 kiri). Apabila tidak tersedia heat shrink sleeve.Gambar 131 Setelah sambungan listrik dibuat. puntirlah semuanya secukupnya (Gambar 133) untuk membantu memasukkan kabel dalam keadaan bersih. Hal ini memberikan terminal permukaan yang lebih luas untuk terkena kontak dengan kabel ketika dipateri. Terminal: Memeriksa panjang sambungan Gambar 133 Untuk memateri kabel ke sebuah terminal connector. Akan tetapi. 6.

Menggunakan Solder Gambar 136 Lapisi kabel dengan lapisan pateri persiapan yang tipis. Dengan menggunakan resin cored solder. Gambar 135 7. maka tidak perlu mempersiapkan permukaan dengan bahan-bahan flux karena ini sudah digabungkan ke dalam core pateri. Lalu lepaskan bagian kabel dari terminal.Gambar 134 Pasanglah bullet atau terminal pada kabel (Gambar 134) untuk memastikan bahwa bagian kabel yang isolasinya sudah dikelupas tidak menonjol melebihi bahu terminal yang diisolasi (Gambar 135). Gambar 137 Masukkan kabel kembali ke dalam terminal (Gambar 137) dan tempatkan iron pada terminal agar cukup panas untuk melelehkan lebih banyak pateri lagi di antara terminal dan kabel yang sudah dilapisi pateri . Tindakan ini disebut melakukan „tinning” pada kabel dan membantu membuat sambungan terakhir (Gambar 136).

pasanglah insulator cover pada terminal (Gambar 139) dan sambungan ini siap digunakan (Gambar 140) Gambar 140 . dan apabila terminal terlalu panas maka isolasi kabel akan mulai meleleh. dan cukup dingin untuk memungkinkan ditangani lebih lanjut. Menutupi terminal Gambar 139 Setelah sambungan listrik dibuat. Gambar 138 8.(Gambar 138). Berhati-hatilah agar tidak menggunakan pateri terlalu banyak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful