TOPIK 1 DASAR DASAR KELISTRIKAN

1.0 KONSEP DASAR

Gambar 1

Apa yang dimaksud dengan listrik? Kita seringkali berkata bahwa lampu senter, bor dan motor listrik itu mengandung sesuatu yang disebut listrik. Tapi kalau itu komputer atau televisi maka kita menyebutnya sebagai peralatan elektronik. Jadi apakah perbedaan antara listrik dengan elektronik? Sesuatu yang berkerja dengan kelistrikan disebut listrik, termasuk senter dan bor listrik tadi, tetapi tidak semua rangkaian listrik menggunakan komponen elektronik. Istilah elektronik mengacu pada peralatan yang tersusun dari komponen-komponen yang terbuat dari bahan-bahan semikonduktor dan disebut komponen elektronik. Dinamakan komponen elektronik karena cara kerjanya bergantung pada aliranaliran elektron didalam bahan komponen ini. Untuk lebih mengerti kelistrikan, dibutuhkan pengetahuan mendasar tentang bentuk dasar atom dari suatu bahan. Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Terdapat tiga bentuk zat yaitu padat, cair, dan gas. Buku ini akan meyajikan pemahaman mendasar mengenai teori, prinsip-prinsip yang dibutuhkan sebelum kita belajar dan bekerja dengan rangkaian listrik dan komponennya. Bahan dan Unsur

Zat yang menempati ruang, akan terpengaruh oleh gaya gravitasi karena ia memiliki berat. Suatu bahan terdiri dari partikel-partikel yang sangat kecil yang membentuk sebuah atom. Kira-kira ada 100 jenis atom yang terjadi secara alamiah yang disebut unsur-unsur. Suatu unsur didefinisikan sebagai suatu zat yang tidak dapat diuraikan lagi dengan reaksi kimia. Contoh dari unsur adalah tembaga, timah, besi, emas dan perak. Selain unsur-unsur alamiah diatas, ada 14 jenis unsur lagi yang telah dihasilkan dari percobaanpercobaan laboratorium. Semua unsur-unsur tersebut dapat digabungkan atau direaksikan untuk menghasilkan senyawa-senyawa yang jumlahnya setiap hari semakin bertambah tak terhitung banyaknya. Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang masih memiliki karakter yang sama dengan unsur tersebut. Kata atom berasal dari bahasa yunani yang berarti partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Atom Meskipun atom tidak dapat dilihat, atom adalah stuktur hipotetis yang penjelasannya sesuai dengan hasil eksperimen yang dapat terukur secara akurat. Ukuran dan perpindahan muatan listrik yang juga tidak dapat dilihat yang terdapat pada atom-atom dapat diketahui dari seberapa besar mereka dibelokkan oleh suatu gaya yang diketahui besarnya. Atom dapat digambarkan seperti sebuah sistem matahari atau solar system dimana planet-planet yang sama dengan muatan-muatan listrik mengitari matahari yang dianggap sama dengan inti atom. Penggambaran seperti ini disebut “model atom tata surya” yang diusulkan oleh Neils Borh pada tahun 1913.

Gambar 2 Atom

Inti dari sebuah atom (gambar 2) yang disebut sebagai nukleus terdiri dari partikel-partikel yang disebut neutron dan proton. Benda-benda yang mengelilingi setiap nukleus adalah partikel-partikel kecil yang disebut elektron. Normalnya didalam suatu atom, jumlah antara proton dan elektron sama banyaknya. Jumlah elektron atau proton itu ditunjukkan dengan “nomor atom”. “Berat atom” dari suatu unsur adalah berat total dari proton dan neutron.

Gambar 3 Neutron, Proton, Elektron

Gambar 3 menunjukan bentuk dari dua atom yang sederhana:  Hidrogen berisi 1 proton yang terletak pada nukleus yang diseimbangkan dengan 1 elektron pada orbit atau kulitnya. Nomor atom untuk sebuah atom hidrogen adalah 1 dan berat atom adalah 1(1proton).

Helium memiliki 2 proton didalam nukleus-nya dan di seimbangkan dengan 2 elektron pada orbitnya. Nomor atom untuk helium adalah 2 dan berat atomnya 4 (2 proton + 2 neutron). Para ilmuwan telah menemukan bahwa ada banyak partikel di dalam sebuah atom, tetapi pada bahasan dasar kelistrikan ini, hanya tiga yang perlu dibahas yaitu elektron, proton, dan neutron. Sebuah atom tembaga dapat digunakan sebagai contoh.

Gambar 4 – Atom Tembaga

Ukuran nukleus pada atom lebih besar dari pada elektron, namun karena kecilnya kita tidak bisa mengukurnya secara langsung. Pada atom tembaga (gambar 4), nukleus terdiri 29 proton (+) dan 35 neutron dan memiliki 29 elektron (-) yang mengelilingi nukleus. Nomor atom pada tembaga adalah 29 dan berat atom adalah 64. Aliran Elektron

Gambar 5 Aliran elektron Jika sebuah kawat tembaga yang dihubungkan dari kutub positif ke kutub negatif sumber, seperti pada sebuah baterai (gambar 5), elektron-elektron (-) pada atom-atom tembaga akan terdorong keluar dari orbit atom dan ditarik menuju kutub positif baterai. Atom yang tertinggal sekarang menjadi bermuatan listrik positif (+) karena ia telah kekurangan elektron. Atom ini dapat menarik elektron dari atom disebelahnya Atom-atom disebelahnya lagi juga dapat menerima elektron dari atom-atom disekitarnya dan seterusnya sampai atom terakhir menerima elektron dari kutub negatif baterai. Hasil dari reaksi berantai inilah yang menyebabkan elektron dapat mengalir dari kutub negatif menuju kutub positif. Aliran eletron akan berlanjut terus selama muatan positif dan negatif baterai dipertahankan agar tetap selalu ada dikedua ujung kawat. Energi Listrik Ada dua macam gaya yang bekerja pada setiap atom. Dalam keadaan kondisi normal kedua gaya ini seimbang. Kedua gaya tersebut adalah gaya gravitasi atau gaya sentrifugal dan gaya tarik-menarik antara muatan positif dan muatan negatif. Selain memiliki masa, proton dan elektron juga membawa muatan listrik, dan gaya tarik-menarik antara keduanya itu adalah akibat muatan-muatan listrik yang dibawanya. Tidak seperti gaya gravitasi yang selalu tarik menarik, gaya listrik selain dapat saling tarikmenarik juga tolak-menolak. Proton dan elektron akan saling tarik-menarik, sedangkan antara proton dengan proton lainnya atau antara elektron dengan elektrokan lainnya akan saling tolak menolak.

Gambar 6 Gaya diantara benda-benda bermuatan

Jadi ada dua muatan listrik. Proton disebut bermuatan positif (+) dan elektron disebut bermuatan negatif (-). Neutron sebagaimana arti namanya, bermuatan netral. Kualitas pembeda sifat kelistrikan yang didasarkan pada jenis muatan ini disebut “polaritas”. Inilah yang membentuk hukum-hukum dasar kelistrikan. “Muatan-muatan yang SAMA akan saling tolak menolak dan yang TIDAK SAMA akan saling tarik menarik (Gambar 6)”. Benda-benda Bermuatan Listrik

garis-garis gaya tersebut akan saling tolak menolak seperti ditunjukan pada gambar 8. Ada banyak cara untuk menghasilkan tegangan listrik. mengindikasikan kemampuan untuk melakukan kerja dengan cara mendorong elektron untuk berpindah. sebuah muatan listrik memiliki kemampuan untuk menggerakkan muatan lain dengan cara saling tarik menarik atau tolak menolak. Dimana saja terdapat perbedaan muatan maka disitu juga terjadi beda potensial. sinar matahari. Lambang dari potensial adalah V. Gambar 7 menunjukan gaya antara partikel bermuatan positif dan negatif yang digambarkan sebagai garis-garis gaya medan elektrostatik yang bermula pada partikel bermuatan positif dan berakhir pada partikel bermuatan negatif.Gambar 7 Pola medan elektrostatik disekitar partikel-partikel yang bermuatan tidak sama Gaya tarik menarik atau tolak menolak dari muatan listrik yang disebabkan oleh sesuatu yang tidak dapat dilihat ini dapat dibayangkan sebagai suatu medan listrik. Karena satuan yang digunakan untuk menyatakan tegangan adalah voltage (volt) maka beda potensial juga sering disebut "voltase“. seorang ahli ilmu pengetahuan yang berkebangsaan Italia dan penemu dari "Voltaic Pile". 1. Tertariknya kertas pada sebuah sisir yang telah digosok dengan kain wol adalah salah satu contoh dimana tegangan dapat dihasilkan dengan . Satuan dari beda potensial diberi lambang "Volt"(E) berasal dari nama Alessandro Volta. yang mengelilingi setiap benda bermuatan. reaksi kimia dan dengan induksi elektromagnetik. antara lain dengan gesekan. Gambar 8 Pola medan elektrosatik dua benda yang bermuatan negatif Ketika dua kutub dengan muatan yang sejenis diletakkan berdekatan satu sama lain. Besar beda potensial pada semua muatan didalam medan elektrostatik dihubungkan dengan besaran yang disebut tenaga elektromotif (EMF). yaitu baterai pertama yang mengunakan sel.1 ISTILAH-ISTILAH DALAM KELISTRIKAN Beda potensial Karena adanya gaya dari medan elektrostatik. Kemampuan untuk menarik atau menolak ini disebut “potensial”. Cara konvensional dalam menggambarkan garisgaris ini adalah dengan anak panah-anak panah yang bermula dari muatan positif dan menuju muatan negatif.

Teori lain yang masih membutuhkan penjelasan menganggap bahwa terjadi "gerakan“ di dalam penghantar. Jika penghantar dibentuk menjadi sebuah kumparan. Dalam terminologi yang lebih sederhana. Seorang ilmuwan Perancis yang bernama Charles Coulomb telah menyekidiki hukum gaya-gaya diantara benda-benda bermuatan. akan menarik sebuah elektron dengan cara yang sama seperti yang terjadi pada benda-benda bermuatan negatif. garis-garis gaya magnet ini akan menginduksi balik kumparan itu sendiri (self-induction). Ia akan ditolak oleh muatan negatif lainnya dan akan ditarik oleh muatan positif. Pada seutas kawat yang lurus. Gerakan muatan-muatan ini didefinisikan sebagai arus listrik (gambar 9). misalnya didalam sepotong penghantar tembaga. dari sebuah kalkulator. dan sebagai penghormatan kepadanya maka satuan muatan listrik adalah "coulomb“. Anggapan Konvensional dan Aliran Elektron . satu coulomb = 6. Fenomena ini terjadi karena adanya arus yang mengalir didalam kawat dan menghasilkan medan magnetik. Gerakan-gerakan kecil elektron inilah yang membentuk arus listrik (gambar 9). garis-garis medan memiliki sedikit pengaruh karena mereka tidak melintasi kawat-kawat lain. Arus Gambar 9 Arus listrik pada sebuah penghantar Di dalam teori-teori elektrostatik seperti yang telah dibahas sebelumnya. Adanya medan elektrostatik.28 milyar elektron yang melewati penghantar tersebut dalam satu detik. Simbol satuannya adalah "A“. adalah sebuah contoh dimana tegangan dibangkitkan dari energi matahari. satu ampere adalah suatu arus listrik dari 6.cara gesekan. Ditulis dalam notasi ilmiah. Ampere adalah suatu ukuran rata-rata dari muatan-muatan yang mengalir didalam sebuah penghantar.28 x 1018 buah elektron atau proton. Besar muatan listrik diyatakan dalam “Ampere”. EMF Induksi (Counter EMF) Garis-garis gaya magnetik yang keluar dari sebuah kawat. Dengan sinar matahari seperti pada fotosel. berbentuk lingkaran-lingkaran kosentris. Induksi ini disebut dengan EMF balik atau EMF induksi. Polaritas dari EMF induksi akan selalu berlawanan dengan polaritas yang menghasilkannya Coulomb Diperlukan suatu satuan ukuran untuk menyatakan besar muatan listrik. Satu ampere didefinisikan sebagai mengalirnya muatan sebesar satu coulomb dalam satu detik. EMF induksi dinyatakan dengan sebuah hukum yang disebut hukum Lenz. pembahasan terutama pada adanya gaya-gaya di antara muatan-muatan.

jika sebaliknya. Dengan menerapkan teori atom. maka jumlah arus yang mengalir dalam suatu bahan bergantung pada jenis dan dimensi fisik bahan tersebut. tapi teori "arus konvensional“ yang menyatakan arus mengalir dari kutub positif menuju kutub negatif ternyata telah lebih dulu menjadi populer. Kedua teori di atas dapat digunakan. Semua bahan menunjukkan adanya sifat "resistansi“ atau menahan aliran elektron. cahaya atau gerakan mekanis. Ada beberapa contoh yang benarbenar menunjukkan bahwa arus listrik merupakan gerakan muatan-muatan positif seperti yang terjadi didalam cairan. sifat menahan besar maka bahan tersebut disebut isolator. Ohm adalah satuan tahanan listrik dan huruf yunani (Ω) diambil sebagai simbolnya. Suatu bahan disebut memiliki tahanan sebesar satu ohm apabila ada suatu beda potensial sebesar satu volt yang melintasi bahan itu akan menghasilkan arus sebesar satu ampere. Sebelum diketemukannya “teori atom”. komponen-komponen. Besar resistansi suatu penghantar ditentukan oleh empat faktor : . gas dan semikonduktor. Aliran elektron berlawanan dengan arah aliran arus konvensional dan biasanya disebuh "arus elektron“ (gambar 10). Aggapan ini masih tetap dipegang oleh beberapa badan standar teknik dan didalam beberapa textbook. sehingga teori inilah yang akan digunakan di dalam modul ini. kawat dan hubunganhubungan.Gambar 10 Arus elektron dan arus konvensional Ada dua penjelasan mengenai arus yang mengalir melalui sebuah penghantar. para ahli ilmu pengetahuan telah lama mendefinisikan arus sebagai gerakan muatan-muatan positif di dalam penghantar yang berasal dari titik yang berpolaritas positif menuju titik yang berpolaritas negatif. maka telah dibuktikan bahwa aliran arus yang mengalir didalam penghantar sebetulnya adalah aliran muatan negatif atau aliran elektron. Tahanan listrik akan selalu ada di setiap rangkaian listrik. Teori yang menjelaskan adanya aliran arus dengan cara ini disebut "Teori arus konvensional“ (Gambar 10). Apabila sifat menahan ini kecil maka bahan tersebut disebut konduktor. Tahanan George Simon Ohm telah menemukan bahwa untuk nilai suatu tegangan yang konstan. maka pada saat itu juga energi listrik diubah menjadi bentuk energi lain seperti panas. untuk menjelaskan komposisi dari suatu zat. Ketika suatu tahanan menahan arus listrik.

Panjang.Gambar 11 Struktur Atom 1. Semakin banyak elektron bebas yang dimiliki sebuah material. semakin besar tahanannya. asal panjangnya dibuat tetap. Semakin kecil tahanannya terhadap arus (Gambar 11). Luas (luas penampang). Jika sebuah kawat di panjangkan dua kali (Gambar 12) maka besar tahanan antara kedua ujungnya akan bertambah dua kali juga. Gambar 12 Resistansi 2. Struktur atom (adanya elektron bebas). Semakin rendah tahanan (diameter sebuah pipa besar mengijinkan lebih banyak air yang lewat). maka besar resistansi akan menjadi dua kali. Gambar 13 Perbandingan luas penampang penghantar-penghantar 3. Semakin panjang sebuah penghantar dengan luas penampang yang sama. Dengan membagi dua luas penampang suatu kawat (gambar 13). Semakin luas penampang dari konduktor. .

penemu prinsip ini).000000000001F Hertz Sebuah alternator menghasilkan arus bolak-balik yang polaritasnya bergantian diantara nilai positif dan negatif dalam suatu siklus atau periode. Oleh karena itu. satuannya biasanya dinyatakan dalam picofarad (sepertrilyun farad) dan microfarad (sepersejuta farad). Satu farad adalah kemampuan untuk menyimpan 6. semakin tinggi temperature semakin tinggi tahanan. Kebanyakan kapasitor yang dibuat memiliki nilai kapasitansi yang jauh lebih kecil dari nilai ini. Jumlah periode ini dinyatakan dalam satuan Hertz. 1 farad = 1F 1 microfarad = 1µF = 0.Gambar 14 Perubahan nilai resistansi terhadap temperature 4.2 RANGKAIAN-RANGKAIAN LISTRIK DAN HUKUM-HUKUMNYA .000001F 1 picofarad = 1pF = 0. Gambar 14 menunjukan tahanan yang meningkat ketika temperatur bertambah. Kapasitansi diukur dalam farad (sebagai penghargaan terhadap Michael Faraday. Farad Kemampuan sebuah kapasitor untuk meyimpan elekton disebut kapasitansi. 1.28 Milyar elektron pada 1-Volt beda muatan. Untuk hampir semua bahan. Temperature.

Rangkaian dasar seri dan paralel ini dapat digabungkan untuk membentuk rangkaian yang lebih kompleks.Gambar 15 Rangkaian seri dan paralel Sebuah rangkaian listrik adalah suatu lintasan atau suatu kelompok yang memiliki lintasan-lintasan yang saling berhubungan. Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa pada suatu titik tertentu dalam rangkaian tertutup. Namun rangkaian-rangkaian gabungan ini dapat disederhanakan dan dianalisis menjadi dua rangkaian dasar tersebut. yaitu rangkaian seri dan paralel (gambar 15). Ada dua jenis rangkaian dasar. arus dan resistansi) yaitu : Arus didalam suatu rangkaian listrik berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan resistansi. Rangkaian listrik adalah suatu lintasan tertutup (rangkaian tertutup) yang didalamnya terdapat suatu sumber tegangan atau disebut sumber saja. George Simon Ohm menemukan adanya suatu hubungan antara tiga parameter kelistrikan (tegangan. Hukum Arus Kirchoff (KCL = Kirchoff Current Law) menyatakan bahwa jumlah aljabar dari arus-arus yang mengalir pada suatu titik sambungan pada sebuah rangkaian listrik sama dengan nol. Hukum-hukum Rangkaian Listrik Penting untuk memahami hukum-hukum yang dibutuhkan untuk menganalisis dan mendiagnosa rangkaian-rangkaian listrik. Gustav Kirchoff mengembangkan dua hukum untuk menganalisa rangkaian-rangkaian listrik. Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa jumlah aljabar arus-arus yang memasuki suatu titik sambungan akan selalu sama dengan jumlah arus yang meninggalkan titik sambungan itu (tidak ada yang berkurang). Hukum Kirchoff Tegangan (KVL = Kirchoff Volatge Law) menyatakan bahwa jumlah aljabar emf dan jatuh tegangan diseluruh rangkaian tertutup akan sama dengan nol. 2. Hubungan diatas dapat diringkas dengan pesaman matematika Arus  Tegangan Hambatan Atau dinyatakan dalam satuan listrik Ampere  Volt Ohm . Hukum-hukum tersebut adalah Hukum Kirchoff dan Hukum Ohm. Hukum-hukum tersebut dinyatakan sebagai berikut : 1. jika kita melintasi seluruh rangkian dan menjumlahkan semua beda potensial yang terdapat diseluruh bagianbagian rangkaian sampai kita menemukan titik yang sama dimana kita mulai maka jumlah tegangan seluruhnya akan sama dengan nol.

tapi harganya jauh lebih mahal. Mereka bergerak dari satu atom ke atom lainnya. Penghantar Perak Tembaga Emas Aluminium Seng Kuningan Besi Timah Daya Hantar (dibanding Tembaga) 1. ia akan luluh (breakdown) apabila tegangan yang diterapkan padanya sangat tinggi dan membuatnya menjadi bersifat seperti konduktor yang bisa menghantarkan arus listrik Karet Mika Lilin Plastik Kaca Fibreglass . Penghantar Listrik Pada peralatan listrik.707 0. tapi harganya lebih murah. Huhum OHM akan dibahas lebih detail dalam Topik 3. Tegangan di wakili dengan huruf E (emf = electromotive force = gaya gerak listrik) dan arus diwakili dengan huruf I (Intensitas muatan). Penyekat Listrik (Isolator) Bahan-bahan lain yang bersifat menghambat elektron untuk mengalir disebut “isolator”. elektron-elektron mengalir disepanjang lintasan yang disebut penghantar atau kawat.064 1. Contoh-contoh isolator adalah karet. mengenai Rangkaian-rangkaian Listrik. alumunium dan tungsten. cromium. Contoh bahan yang merupakan konduktor yang baik adalah perak. emas. Emas juga lebih baik dari tembaga dan juga tidak bisa berkarat. Beberapa bahan mempunyai sifat mudah menghantarkan elektron dan disebut suatu “konduktor yang baik”. Isolator yang baik dapat menahan elektron-elektron tetap dalam orbitnya. plastik dan keramik. akan tetapi harganya mahal. kita mewakilinya dengan menuliskan satu huruf tunggal. tembaga.659 0. Tabel 1 menunjukkan beberapa konduktor yang umum dijumpai dan daya hantarnya dibanding tembaga. ia tidak sebaik tembaga.Pada saat kita menggunakan persamaan-persamaan matematika untuk menyatakan hubungan antara besaran-besaran listrik. Besar tekanan listrik atau tegangan yang dibutuhkan untuk memindahkan elektron-elektron melalui suatu bahan bergantung pada seberapa banyak elektron bebas yang dimilikinya.000 0. kayu. Sebetulnya semua bahan termasuk isolator ini bisa dibuat bersifat mengalirkan arus dengan membuat tegangan setinggi-tingginya sehingga mampu mengubah sifat isolatornya. Walaupun isolator itu sangat baik. Suatu bahan bisa disebut konduktor yang baik jika ia memiliki banyak elektron bebas. Beda dengan alumunium. Tahanan diwakili dengan huruf R atau simbol Omega (Ω).018 Table 1 – Perbandingan Daya Hantar Beberapa Penghantar yang biasa digunakan Daya hantar pada sebuah bahan menentukan seberapa baik sifat konduktor sebuah bahan.243 0.178 0.288 0. Perak adalah logam dengan sifat konduktor yang lebih baik dari tembaga.

1. dan berasal dari potongan-potongan bijih besi yang dikenal dengan sebutan magnetite. Magnet buatan (Gambar 16) 3. Jika terdapat kotoran atau uap air pada isolator. Elektromagnet Magnet Alami Orang-orang cina telah menemukan magnet semenjak tahun 2637 sebelum masehi. Walaupun tidak terjadi breakdown pada isolator. sebagaimana yang dikenal saat ini. Ada tiga jenis magnet dasar: 1. Kebanyakan peralatan listrik bergantung langsung atau tidak langsung pada daya tarik magnet.Porselin Bakelit Kayu kering Udara Table 2 Penyekat yang umumnya dijumpai Tabel 2 menunujukkan beberapa isolator yang bisa kita jumpai. maka mereka dapat menimbulkan masalah. kebanyakan sistem kita. Ada beberapa hal yang sebaiknya disadari dalam pembahasan mengenai isolator ini. Dengan menggunakan medan magnet. Meskipun terdapat beberapa perangkat listrik yang tidak menggunakan daya tarik magnet. Sebaliknya. medan magnet memungkinkan starter motor untuk mengubah energi listrik dari sebuah baterai menjadi energi mekanis untuk menggerakkan mesin. Magnet Buatan Magnet buatan adalah jenis magnet yang dibuat oleh manusia yang biasanya dihasilkan dari batanganbatangan logam yang dikenakan pada suatu medan magnet yang sangat kuat. alternator mengubah sejumlah tenaga mekanis yang dihasilkan oleh mesin menjadi gaya elektromotif (EMF).3 KEMAGNETAN Gambar 16 Magnet Daya tarik magnet adalah bentuk gaya lain yang menyebabkan elektron mengalir. Kemagnetan adalah penghubung antara energi mekanik dan listrik. Karena magnetite ini memiliki sifat kemagnetan yang ada secara alami maka lodestone juga digolongkan sebagai magnet-magnet "alami“. . menggunakan daya tarik magnet. Alami 2. sangat penting untuk menjaga isolator dan kontak-kontak agar tetap selalu bersih. tapi kotoran dan uap air dapat menyediakan jalan bagi elektron hingga ia bisa mengalir. Oleh karena itu. Magnet-magnet ini digunakan pada kompas-kompas primitif yang disebut "lodestone“. Kotoran dan uap air dapat menjadi penghantar listrik disekitar sebuah isolator. Suatu pemahaman dasar mengenai daya tarik magnet juga diperlukan untuk mempelajari kelistrikan.

4 ISTILAH-ISTILAH DALAM KEMAGNETAN Kutub Magnet dan Medan Magnet Gambar 17. Titik-titik ini disebut “kutub-kutub” magnet. sepotong gelas diletakkan pada sebuah magnet dan serbuk-serbuk besi ditaburkan di atasnya. maka kutub yang sejenis juga akan saling tolak menolak dan yang tidak sejenis juga akan tarik-menarik. Sebuah magnet dapat dengan mudah menarik serpihan besi karena adanya gaya-gaya disekitar magnet. Ketika glass cover diketuk secara perlahan-lahan. Walaupun medan magnet ini tidak dapat dilihat tapi kita dapat menampakkannya dengan menaburkan serpihan-serpihan besi pada sepotong pelat kaca atau selembar kertas diatas sebatang magnet dan disitu akan terlihat garis-garis yang menggambarkan bagaimana bentuk garis-garis gaya pada magnet tersebut. Pola garis-garis medan magnet pada yang dibentuk oleh serbuk-serbuk besi disekitar sebuah magnet batang Setiap magnet memiliki dua titik yang saling berseberangan satu sama lain dan titik ini mampu menarik butiran-butiran besi. Dari sinilah prinsip elektromagnet dapat digunakan untuk berbagai aplikasi dimana suatu medan magnet dapat dihasilkan dengan cara "memutuskan“ atau "menyambung“ aliran listrik 1.Elektromagnet Seorang ilmuwan Denmark bernama Oersted. Medan ini terlihat seperti tersusun oleh garis-garis gaya yang bermula dari kutub utara magnet. telah menemukan suatu hubungan antara kemagnetan dan arus listrik. Pada gambar 17. Gaya-gaya ini disebut “medan magnet“. Semakin besar ukuran magnet maka semakin banyak garis-garis gaya yang terjadi dan area yang diliputi oleh medan magnet juga semakin besar. berjalan melintasi ruang disekitar magnet dan menuju kutub selatan magnet sehingga membentuk suatu garis tertutup. Ia menemukan bahwa suatu arus listrik yang mengalir pada sepotong penghantar dapat menghasilkan medan magnet disekitar penghantar tersebut. yaitu kutub utara dan selatan. Garis Medan Magnet . Sama dengan muatan-muatan listrik yang sejenis akan tolak-menolak dan yang berlawanan akan saling tarikmenarik. serbuk-serbuk ini akan bergerak dan membentuk suatu pola tertentu yang menggambarkan pola medan gaya magnet yang ada disekitar magnet tersebut.

garis-garis fluks akan lebih mudah melintasi bahan-bahan yang dapat dijadikan magnet daripada bahan-bahan yang tidak. jika seutas kawat ini dililit menjadi kumparan. maka tidak ada titik yang disebut kutub utara atau kutub selatan. Gambar 20 Pola medan magnet yang melingkar Namun. maka ia akan bersifat seperti sebuah magnet batang. Jika arus listrik mengalir melalui seutas kawat maka akan tercipta garis-garis gaya magnet disekitar magnet tersebut. Udara adalah contoh bahan yang ber-reluktansi tinggi sedangkan besi adalah contoh bahan yang ber-reluktansi rendah.Gambar 18. Satuannya adalah jumlah garis per sentimeter persegi dalam sistem metrik atau jumlah garis per inchi persegi dalam satuan Inggris. Medan elektromagnetik akan selalu ada selama arus mengalir. Gambar 19 menunjukkan garis-garis gaya magnet yang terbentuk disekitar kawat. Satu garis per satu sentimeter persegi disebut satu gauss. arah garis-garis gaya diluar magnet adalah dari kutub utara magnet menuju kutub selatan magnet. yang merupakan pembangkit medan magnet. medan magnet yang dihasilkan . arah garis-garis gaya adalah dari utara ke selatan Garis-garis Fluks Magnetik Sekumpulan garis-garis gaya magnet yang dianggap mengalir keluar dari kutub utara magnet disebut fluks magnetik. maka masing-masing medan magnet yang melingkar tersebut akan saling menyatu. Kerapatan fluks adalah jumlah garis-garis gaya magnet persatuan luas yang tegak lurus terhadap arah fluks. Bahan-bahan yang sulit dilintasi garis-garis fluks disebut memiliki “relukstansi magnetik yang tinggi”. Karena bentuk garis-garis gaya magnet ini melingkar. Selama arus mengalir melalui kawat. medan tersebut digambarkan lagi dengan lebih jelas seperti pada gambar 18. Di dalam magnet sendiri. Hasilnya adalah sebuah pola medan magnet dengan kutub utara dan selatan seperti yang ditunjukkan pada gambar 20. Pola garis-garis gaya magnet Setelah melihat medan magnet dengan menggunakan serbuk-serbuk besi. Namun. Gaya Magnet Gambar 19 Lingkaran-lingkaran kecil gaya magnet Garis-garis gaya magnet mampu melintasi semua bahan. tidak ada bahan yang dapat menahan atau sebagai isolator terhadap gaya-gaya magnet. Sayangnya. Pada gambar ini.

Oleh karena itu. Besar kemagnetannya berbanding lurus dengan banyaknya jumlah lilitan yang membentuk kumparan dan besarnya arus yang mengalir melalui lilitan tersebut. Kita dapat menciptakan arus listrik dengan menggunakan medan magnet dengan cara “menginduksi” suatu tegangan pada sepotong penghantar. Metode ini adalah prinsip operasi yang digunakan pada sensor-sensor kecepatan. Sedangkan pada alternator. misalnya besi. Katika gerakan berhenti. Pada beberapa aplikasi. Jenis-jenis elektromagnet yang biasanya digunakan pada peralatan bergerak adalah relay-relay dan solenoid. maka tegangan yang diinduksi akan semakin besar. dibuat sebaliknya magnet diam sedangkan kawat-kawat berputar. Pada keadaan sebenarnya. seperti pada magnet sepatu kuda maka akan timbul tegangan induksi. kumparan-kumparan dibuat berputar sedangkan medan magnet tetap diam. Jika kumparan ini dililit disepanjang inti logam. Apabila terjadi gerakan-gerakan relatif antara kawat dan medan magnet (baik medan magnet yang bergerak atau kawat yang bergerak). beberapa penghantar dililit menjadi suatu kumparan. medan magnet dibuat berputar disekeliling kumparan-kumparan yang diam. namun dengan cara kerja yang berbeda-beda. 1. Untuk memperbesar medan elektromagnetik ini. Cara ini akan meningkatkan efek induksi elektromagnetik sehingga mampu membangkitkan daya listrik yang berguna dengan ukuran alat yang relatif lebih kompak. maka besar kemagnetan akan sangat meningkat. dengan membalik-balik gerakan akan dihasilkan arus bolak-balik (Alternating Current = AC). Jika seutas kawat bergerak melintasi medan magnet. kawat-kawat tetap diam sedangkan magnet dibuat berputar. Tegangan induksi ini akan menghasilkan aliran arus. maka arus juga akan terhenti. kawat-kawat dapat dililit sehingga membentuk sebuah kumparan. Jika kawat dililit mejadi suatu kumparan. Pada aplikasi lain. Peristiwa induksi ini terjadi ketika seutas kawat (atau penghantar) memotong garis-garis fluks suatu medan magnet. Cara ini dikenal sebagai proses “induksi elektromagnetik” (gambar 21).dengan seutas kawat lurus tidak menghasilkan kemagnetan yang cukup untuk melakukan kerja.5 INDUKSI ELEKTROMAGNETIK Gambar 21. Besar tegangan induksi bergantung pada beberapa faktor berikut :    Besar medan magnet Besar kecepatan relatif gerakan antara kumparan dan medan magnet Jumlah konduktor didalam kumparan . Pada generator. Apabila gerakan-gerakan ini dibuat ke arah yang berlawanan maka arus juga akan mengalir dengan arah berlawanan. Induksi Elektromagnetik Fenomena terciptanya medan magnet dengan arus listrik juga bisa terbalik. generator dan alternator. maka tegangan akan terinduksi didalam penghantar. Keduanya beroperasi berdasarkan prinsip elektromagnetik.

Self-Induction yang terjadi pada sebuah kumparan Self-induction terjadi didalam kawat apabila arus yang mengalir didalam kawat tersebut berubah. ditunjukkan sebuah generator arus searah (DC) sederhana yang menggambarkan sebuah penghantar bergerak melintasi medan magnet yang diam untuk menghasilkan tegangan dan arus.Ada tiga cara untuk membangkitkan tegangan dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Generator DC Pada gambar 22. yaitu :    Pembangkitan tegangan (Generated Voltage) Induksi Diri (Self-Induction) Induksi Bersama (Mutual-Induction) Generated Voltage (Pembangkitan Tegangan) Gambar 22. Sebuah kumparan yang berputar diantara kutub utara dan selatan medan magnet. Gambar 23 menggambarkan proses ini yang terjadi didalam sebuah kumparan. Mutual Induction (Induksi Bersama) . Akibatnya akan timbul tegangan induksi didalam penghantar. Arus yang mengalir didalam kawat menghasilkan medan magnet yang semakin meningkat atau semakin menurun seirama dengan perubahan arus yang naik turun. Self-Induction (Induksi Diri) Gambar 23.

Gambar 24. Transformator adalah contoh alat yang bekerja berdasarkan prinsip mutual induction. Mutual induction yang terjadi diantara dua buah kumparan Mutual induction terjadi ketika suatu perubahan arus dalam suatu kawat mengiduksi tegangan pada kawat didekatnya. Gambar 24 menggambarkan dua buah induktor yang berdekatan. Ketika arus AC mengalir melalui kumparan L1 maka medan magnet yang melintasi kumparan L2 akan menginduksi tegangan dan menghasilkan arus yang mengalir didalam kumparan L2.0 KABEL / WIRE Jenis-jenis Kabel . TOPIK 2 KOMPONEN KOMPONEN LISTRIK 2.

365 0. termasuk:  Tembaga Jenis yang paling umum.325 0.460 0.4 9.  Twisted/Shielded Cable Sepasang kabel kecil.25 7.258 0.7 10.4 33.000256 0.6 26.000161 0.5 42. biasanya terdiri dari helaian-helaian (stranded). AWG 4/0 = 0000 3/0 = 000 2/0 = 00 1/0 = 0 1 2 3 Ø (inci) 0. Akan tetapi. Kabel sering juga disebut lead. Ukuran kabel menentukan berapa banyak arus yang dapat dibawanya.410 0. yang dililit bersama-sama dapat mengurangi interferensi gelombang radio dan elektromagnetik banyak digunakan dalam rangkaian sinyal-sinyal komunikasi. Tabel 3 – Tabel Konversi dari AWG ke Metrik Beserta Nilai Resistansinya No.7 2 Resistansi (Ohm/m) 0. komputer.000407 0.4 53.54 5. Kebanyakan kabel dibentuk dari helaian atau stranded yaitu kumpulan kawat-kawat kecil yang dililit bersama-sama (Gambar 25). Berdasarkan standar metrik. rangkaian listrik dan elektronik dibuat dengan ukuran tertentu dan ukuran panjang konduktor untuk menyediakan jalur-jalur untuk aliran arus juga dibuat dengan ukuran tertentu pula. Ukuran kabel dapat mengikuti beberapa standar yang berbeda:   Berdasarkan standar yang disebut American Wire Gauge (AWG) (biasanya cukup disebut dengan istilah “gauge” kabel).83 Ø (mm) 107 85.Gambar 25 Kabel adalah penghantar untuk rangkaian-rangkaian listrik.289 0.000323 0. Ada banyak jenis kabel yang digunakan dalam aplikasi-aplikasi otomotif.000203 0.26 8.229 Ø (mm) 11.000513 0. Kabel dari tembaga dapat berbentuk kabel tunggal. Wire Gauge Di Amerika Serikat.  Fusible link (kawat sekering) Ini adalah perangkat pelindung rangkaian yang terbuat dari kawat yang lebih kecil daripada rangkaian lainnya yang tujuannya untuk melindungi kabel dari beban yang berlebihan.35 6.0 67. modulmodul kontrol elektronik dan komponen-komponen elektronik lainnya.000647 .

CATATAN: Anggap kabel PVC yang diisolasi adalah produk yang tahan panas sampai temperatur 1850F (850C ).020 1.75 1 105 2.00323 0.400 16.0203 Resistansi (Ω/1000 meter @ 0 25 C) 50 36 21 18 12.26 2. dan lampu sorot dekat dan jauh.110 6.4 6051 4. lampu belakang.63 5.182 0.00127 0.00163 0.128 0.5 8.8 13.102 5.500 26.620 2.91 2.0008 0.1 *Maks Arus yang Dianjurkan (Amp) 7 11 12 13 15 20 24 32 59 87 * Berdasarkan pada kenaikan temperatur maksimum 36 F (20 C) di atas temperatur sekitar Dalam Tabel 4 diasumsikan bahwa temperatur sekitar maksimum adalah 1500F (650C).62 1.1 16.75 1. Tabel 4-Dimensi dan resistansi kabel dalam ukuran AWG American Wire Gauge (AWG) 22 20 18 16 14 12 10 8 6 Profil Melintang (circular mil) 642 1.114 0.580 4.530 10.3 7.00103 0.162 0. Sebuah harness dapat terdiri dari kabel-kabel yang memiliki rangkaian dari sistem yang berbeda-beda. yang terdiri dari kabel-kabel antara lain untuk lampu parkir.5 4 6 10 16 0 0 Profil Melintang (inci) 0. Wiring Harness Banyak kabel diikat bersama-sama dalam kelompok-kelompok dengan satu connector atau lebih pada masing-masing ujungnya.26 0.0005 0.2 1.36 6. gunakanlah kabel dengan ukuran dan panjang yang tepat. Contohnya adalah harness yang dimasukkan ke dalam headlight switch assembly.64 0. Ketika menggunakan AWG.01296 0.204 0. Kelompok-kelompok ini disebut wire harness.5 0.4 5 6 7 8 9 10 0.09 2.66 3.02 0.00206 0.00130 0.3 10.4 Ukuran Metrik Standar Terdekat 2 (mm ) 0.35 0.58 1.59 21.144 0.19 4.000815 0. Tabel di atas mengilustrasikan besar resistansi untuk berbagai ukuran konduktor.00817 0.4 3.00817 0.62 4.300 Resistansi (Ω/1000 kaki @ 0 77 F) 16.00260 0.11 3.5 10. ingatlah bahwa nomor-nomor gauge yang lebih kecil menunjukkan ukuranukuran kabel yang lebih besar dan nomor-nomor gauge yang lebih besar menunjukkan ukuran-ukuran yang lebih kecil. .99203 0.3 4.00328 Ketika memperbaiki atau mengganti rangkaian kabel pada mesin.

Connector harus dapat beroperasi dalam kondisi yang sangat ekstrim. Dengan semakin meningkatnya penggunaan ini maka meningkat pula perawatan yang harus dilakukan terhadap kabel. berdebu. Klip (plastik) dan clamp (logam) menghubungkan harness dengan mesin.Gambar 26 Beberapa harness wire dibungkus dengan kabel (conduit) plastik atau kabel serat non-konduktif (Gambar 26). Keterangan Service Umum / General Service Comments Dengan semakin meningkatnya penggunaan sistem elektronik dalam aplikasi-aplikasi otomotif.1 CONNECTOR Gambar 27 Tujuan connector adalah untuk mengalirkan arus dari satu kabel ke kabel lainnya (Gambar 27). arus listrik akan mengalir. Gambar-gambar skematik listrik Caterpillar akan dibahas kemudian. connector. Connector digunakan agar komponen-komponen dapat dilepaskan dengan mudah. lembab dan di antara bahan-bahan kimia. Satu bagian dari pasangan ini menampung pin dan yang lainnya menampung socket. baik itu kondisi yang panas. Skematik listrik Caterpillar memberikan lokasi-lokasi wire harness untuk membantu memudahkan Anda mencari harness khusus pada suatu mesin. pin dan socket. Faktor penting lainnya yang turut memberikan kontribusi bagi peningkatan perbaikan adalah lingkungan yang buruk dimana connector tersebut digunakan. Selain itu. kotor. Conduit berbentuk tabung yang dibelah membujur agar mudah mencapai harness wire. melakukan servis pada connector menjadi tugas yang penting. . Ketika kedua bagian ini dihubungkan. Untuk melakukan hal ini. connector harus memiliki bagian-bagian yang bertemu (plug dan receptacle). ada juga harness wire yang dibungkus dengan tape. 2. dingin.

Hal yang dianjurkan untuk dilakukan adalah kemungkinan perlunya mengukur resistansi di antara bagian pasangan connector ketika mendiagnosa kegagalan fungsi pada kontrol listrik. Tembaga memiliki resistansi yang rendah tetapi keras. Karena permukaan pin dan socket tidak mulus (terdiri dari tonjolan dan lekukan). Perataan permukaan terjadi ketika pin dan kontak dilapisi dengan timah. adanya resistansi di sepanjang connector dapat menciptakan kegagalan fungsi dalam kontrol-kontrol elektronik. DT. perhatian harus diberikan terhadap cara. sehingga menciptakan resistansi di antara bagian-bagian yang terkena kontak. sebenarnya hanya kira-kira satu persen dari permukaan tersebut yang benar-benar bersentuhan terhadap satu sama lain (Gambar 28). kontak tembaga yang memiliki resistansi rendah dilapisi dengan timah.Gambar 28 Connect or Pin dan socket memiliki resistansi dan memberikan sedikit penolakan terhadap arus listrik yang mengalir. maka terdapat kondisi yang dikenal dengan istilah asperity (permukaan yang kasar). Ketika keduanya dipasang bersama maka keduanya cenderung akan “saling menggosok” yang pada dasarnya akan memuluskan sejumlah tonjolan dan lekukan yang tercipta oleh kondisi asperity. Para teknisi perlu waspada bahwa connector dapat dan memang bisa menyebabkan banyak masalah diagnostik. Beberapa kondisi buruk yang menggunakan bahan kimia. Dalam upaya untuk meminimalkan resistansi dan mengurangi asperity. misalnya emas dan perak adalah bahan plating yang sangat bagus tetapi sangat mahal untuk digunakan. Setiap jenis berbeda dalam cara service dan perbaikannya. Plating Agar dapat mencapai tingkat resistansi minimum dalam pin dan socket. Jenis connector berikut akan dibahas dengan rinci:    Vehicular Environment (VE) Connector Sure-Seal Connector Deutsch Connector (seri HD10. tekanan dan jenis logam yang digunakan dalam pembuatan pin dan kontak. Juga. Ketika bagian-bagian permukaan saling terkena kontak. Contaminant Contaminant adalah faktor lain yang turut memberikan kontribusi bagi adanya resistansi di dalam connector. Logam-logam lain. Meskipun proses ini tampaknya tidak terlalu signifikan terhadap pengoperasian kontrol elektronik. para teknisi perlu waspada bahwa saat melepaskan dan memasang kembali connector selama proses troubleshooting dapat memberikan informasi diagnosa yang salah. CE dan DRC). . Timah adalah bahan yang cukup lunak untuk memungkinkan terjadinya “perataan permukaan” tetapi logam ini memiliki resistansi yang relatif tinggi. Beberapa jenis connector berikut ini digunakan di semua sistem listrik dan elektronik pada mesin-mesin otomotif. Elektron dipaksa berkumpul di bagian puncak (lihat gambar 8). misalnya dapat menyebabkan kegagalan fungsi akibat meningkatnya resistansi.

Part number untuk spare plug dan receptacle housing dan contact terdapat dalam Instruksi Khusus: Using of 6V3000 sure seal kit (Form SMHS7531). tetapi sebagai pengganti penggunaan guide key atau key way. Informasi khusus yang berhubungan dengan proses yang diperlukan untuk memasang kontak-kontak pada VE connector (pin dan socket) terdapat dalam Instruksi Khusus: Penggunaan Kelompok Peralatan VE Connector (Form SEHS8038). . bagian badan connector dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat dimasukkan dengan pas. Tapi peralatan ini dapat merusak mekanisme penguncian connector. Sure-Seal Connector Gambar 30 Sure-seal connector digunakan secara luas pada mesin-mesin Caterpillar (Gambar 30). Sure-seal connector terbatas hanya pada kapasitas 10 kontak (pin dan socket). hal yang dianjurkan untuk dilakukan adalah menyolder kontak tersebut guna memberikan kontak listrik yang bagus. Setelah menjepit kabel pada kontak. Jangan menggunakan peralatan pelepas logam ini untuk jenis connector lainnya. Jenis connector ini tidak digunakan lagi untuk produk yang sekarang. Sebaiknya selalul gunakan rosin core solder pada setiap sambungan listrik. Saat itu connector memerlukan peralatan pelepas logam khusus untuk melepaskan kontak. jumlah kontak yang lebih besar atau kapasitas pembawa arus yang lebih tinggi diperlukan. tetapi mungkin masih ada produkproduk lama yang menggunakannya dan memerlukan service oleh teknisi lapangan/bengkel.VE Connector Gambar 29 VE connector (Gambar 29) dahulu digunakan terutama sekali pada harness listrik mesin Caterpillar awal dimana temperatur tinggi. apabila peralatan tersebut diputar saat sedang melepaskan retaining clip. Connector housing ini menyediakan ruang untuk pemasangan yang akurat di antara kedua bagian pasangan.

Sure-Seal Connector memerlukan penggunaan peralatan khusus 6V3008 untuk memasang contact. Rangka thermoplastik tersedia dalam konfigurasi-konfigurasi thread atau tanpa thread dengan menggunakan contact yang dimasukkan berdasarkan pengaturan 3. dan No. Perangkat untuk perbaikan Deutsch connector adalah perangkat dengan part number 4C3806. 5. Prosedur untuk mempersiapkan kabel dan menjepit kontak adalah sama untuk semua Deutsch connector dan dijelaskan dalam Instruksi Khusus: Servicing DT Connectors (SEHS9615). 16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus operasi yang tinggi secara berkelanjutan tanpa mengalami kelebihan panas (overheating). 16 dan dapat dipasang dengan kabel AWG No. Sealing plug ini akan membantu mencegah uap lembab memasuki housing. Connector Seri Deutsch Heavy Duty (HD10) Gambar 31 Konektor HD10 (lihat Gambar 31) adalah konektor thermoplastik berbentuk silinder yang menggunakan kontak jenis crimp yang dapat dilepaskan dengan cepat dan mudah. Peralatan khusus ini tidak diperlukan pada saat melepaskan pin contact. 16. Lubang apa pun di dalam housing yang tidak digunakan untuk contact assembly harus diisi dengan Sealing Plug 9G3695. Gunakan alkohol multiguna sebagai pelumas ketika memasang contact. Ukuran kontak adalah No. 6 dan 9. Caterpillar part number 1U5805. Prosedur pelepasan berbeda dari konektor yang satu dengan konektor yang lainnya dan akan dijelaskan dalam masingmasing bagian. HD10 menggunakan kontak campuran tembaga padat jenis crimp (ukuran No. 18. Ujung kontak jenis ini di-crimp dengan menggunakan peralatan Deutsch Crimp. Konektor Seri Deutsch Transportation (DT) Gambar 32 . Prosedur-prosedur untuk membuat terminasi Deutsch konektor menyarankan bahwa TIDAK DIPERLUKAN PENYOLDERAN apabila kontak-kontaknya telah dijepit dengan benar.Gunakan peralatan khusus (6V3001) untuk menjepit contact dan mengupas kabel. 14.

DT berbentuk empat persegi panjang atau segitiga dan memiliki plug wedge yang dapat diperbaiki. Housing-nya tersedia dalam beberapa konfigurasi yang menggunakan susunan contact 2. lihat Instruksi Khusus: Servicing DT Connector (SEHS9615). 16 dan dapat dihubungkan dengan kabel AWG No. Larutan pembersih yang dianjurkan untuk digunakan pada semua Deutsch contact adalah alkohol denatur. 16 dan 18. Connector DT menggunakan kontak campuran tembaga padat jenis crimp (ukuran No. Referensi SEHS9065 8T5319 Removal Tool GP 4C4075 Crimp Tool GP 1U5804 Crimp Tool GP Deutsch Rectangular Connector (DRC) . receptacle wedge dan silicone seal. Perangkat untuk memperbaiki DT connector adalah Caterpillar part No. 9U7246. 6.Connector DT (Gambar 32) adalah connector jenis thermoplastic yang menggunakan contact jenis crimp yang dapat dilepaskan dengan cepat dan mudah serta tidak memerlukan peralatan khusus. Kontak diterminasi crimp dengan menggunakan peralatan Deutsch Crimp.4 – No. Ukuran kontak adalah No. Caterpillar part number 1U5804.12 – No. DT connector berbeda dengan Deutsch connector lainnya dalam hal bentuk dan konstruksinya. atau di-stamp dan dibentuk (harganya tidak terlalu mahal). Connector seri CE dapat menampung antara 7 dan 37 kontak. sedangkan untuk kontak No. Caterpillar Environmental Connector (CE) Gambar 33 CE connector adalah connector untuk aplikasi khusus (Gambar 33). 16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus operasi tinggi secara terus menerus tanpa mengalami kelebihan panas (overheating). CE connector menggunakan dua peralatan untuk membuat crimping. Crimping tool untuk kontak ukuran No. 3. konektor yang memiliki 37 kontak sering digunakan pada berbagai modul kontrol elektronik. 8 dan 12. Untuk penjelasan lebih rinci mengenai cara memperbaiki DT connector. 14.18 menggunakan peralatan yang sama dengan yang digunakan pada konektor Seri HD dan DT (1U5804).10 adalah 4C4075 Hand Crimp Tool Assembly. 4.

Gambar 34

DRC konektor (Gambar 34) memiliki housing thermoplastic empat persegi panjang dan diisolasi lengkap. DRC paling cocok dan kompatibel dengan modul-modul kontrol elektronik eksternal dan internal. Konektor jenis in dirancang dengan jumlah terminal yang banyak. Jumlah terminasi kontak yang tersedia adalah No. 24, No. 40 dan No. 70. Ukuran kontak adalah No. 16 dan dapat dihubungkan dengan kabel AWG No. 16 dan No. 18. Konektor jenis ini menggunakan kontak yang terbuat dari campuran tembaga jenis crimp (ukuran No. 16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus operasi tinggi secara terus menerus tanpa mengalami kelebihan panas (overheating) dan telah di-stamp serta dibentuk (harganya tidak terlalu mahal). Kontak ini diterminasi dengan crimp dengan menggunakan Deutsch Crimp Tool, Caterpillar part no. 1U5805. Konektor ini memiliki kunci “clocking” agar pemasangannya benar dan dikencangkan dengan aman oleh stainless steel jackscrew. Untuk memasang bagian-bagian konektor diperlukan Wrench HEX berukuran 4 mm (5/32in). Torsi yang dianjurkan untuk mengencangkan jackscrew adalah 25 in.pound.

CATATAN:

Prosedur pelepasan dan pemasangan konektor DRC sama dengan prosedur yang ada pada seri HD10.

2.2

TERMINAL

Gambar 35 Contoh terminal kabel (a) terminal crimp jenis slide (b) bullet connector (c) crimp dan terminal yang disolder

Ada beberapa jenis terminal yang sering digunakan. Beberapa jenis terminal, diperlihatkan dalam Gambar 35. Kebanyakan terminal, baik yang asli maupun yang dapat diganti, dihubungkan dengan ujung konduktor dengan cara dijepit atau disolder.

Gambar 36 – Perangkat peralatan crimping dan berapa jenis Terminal

2.3

MEMBENTUK SUATU HUBUNGAN LISTRIK TANPA PROSES PENYOLDERAN

Ketika mengelupas kabel listrik dan menyambung konektor yang tidak perlu disolder, hal-hal berikut harus dipertimbangkan. Pemeriksaan Safety   Jangan pernah menggunakan pisau tajam untuk membuka isolasi. Pisau tajam dapat memotong kabel atau dapat menyebabkan cidera. Tang (Plier) untuk mengelupas kabel memiliki bagian pinggir yang tajam dan memerlukan cengkeraman yang kuat. Berhati-hatilah agar tidak membuat kulit Anda terjepit di antara rahangrahangnya. Ketika melepaskan isolasi dari kabel, doronglah menjauh bukan ke arah badan Anda. Kabel listrik yang digunakan dalam pemasangan harness kabel otomotif dibungkus dengan lapisan isolasi plastik. Ketika kabel listrik disambungkan dengan kabel-kabel lain atau dihubungkan pada suatu terminal, isolasinya harus dilepaskan. Peralatan untuk mengelupas kabel terdiri dari berbagai konfigurasi. Peralatan-peralatan ini melakukan tugas yang sama. Jenis peralatan yang digunakan akan bergantung pada jumlah dan jenis kabel listrik yang akan diperbaiki. Terminal-terminal yang tidak perlu disolder memerlukan sambungan yang bersih dan kencang, sehingga pastikan bahwa kabel dan sambungan bersih sebelum dipasang pada terminal. Gunakan sambungan yang ukurannya cocok dengan kabel.

   

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

 

 

Jangan menggunakan side cutter, plier atau pisau untuk mengelupas kabel. Penggunaan peralatan ini akan merusak beberapa dari strand kabel dan dapat memutuskan kabel di dalam isolasi. Untuk memastikan agar kabel tetap menyatu setelah dikelupas, puntirlah sedikit. Jangan memuntir kabel terlalu banyak karena bila terpuntir terlalu banyak dapat menimbulkan sambungan yang buruk antara kabel dengan terminal. Gunakan crimping tool yang benar untuk sambungan. Menggunakan jenis peralatan yang salah akan menyebabkan sambungan memiliki cengkeraman yang tidak baik pada kabel.

1. Memilih Terminal

Gambar 37

Ada beberapa jenis dan ukuran terminal kabel, tetapi prosedur untuk memasangnya semuanya sama. Diatas diperlihatkan crimp terminal jenis bullet (Gambar 37).

Gambar 38

Pastikan untuk memilih ukuran terminal yang benar untuk sebuah kabel tertentu dan juga pastikan terminal tersebut memiliki tingkat voltase/amper yang benar untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan (Gambar 38).

2. Mengelupas Kabel

Gambar 39

Kelupaslah isolasi kabel dalam jumlah yang tepat dari (Gambar 39). Selalu gunakan peralatan pengelupas yang benar dan dengan kondisi yang baik. 3. Selalu Menggunakan Stripping Tools yang benar

Gambar 40

Tujuan penggunaan peralatan pengelupas kabel (stripping tools) adalah untuk memungkinkan pengelupasan isolasi dari sekeliling kawat tembaga tanpa merusak kabel atau tanpa menyebabkan cidera (Gambar 40).

Gambar 41

Menggunakan side cutter atau plier (Gambar 41) bisa berbahaya. Peralatan-peralatan ini tidak terlalu efektif karena cenderung untuk memotong serabut-serabut kawat.

Pilihlah Gauge Hole yang Benar Gambar 43 Menggunakan peralatan yang benar adalah jauh lebih aman dan lebih efektif. ukuran lubang alat pengelupas kabel ditunjukkan pada rahangnya. Peralatan pengelupas kabel (wire stripper) dapat mengelupas isolasi dari berbagai ukuran kabel. Pilihlah lubang di dalam stripper yang terdekat dengan diameter batang kabel yang akan dikelupas. 5. 4. Memotong Isolasi / Cut the Insulation Gambar 44 Tempatkan kabel di dalam lubang dan tutuplah rahang (jaw) dengan kuat di sekelilingnya untuk memotong isolasi. Pada wire stripper dalam Gambar 43 di atas. Apabila Anda telah memilih ukuran yang benar. yang dapat secara efektif mengurangi kapasitas pembawa arus pada kabel. maka wire stripper akan memotong isolasi tetapi tidak sampai memotong kawat tembaga (Gambar 44). .Gambar 42 Ini dikenal dengan istilah membentuk kawat seperti bentuk jari-jari (ringing the wire) (Gambar 42).

6.2 sentimeter (setengah inci) sekaligus dapat juga meregangkan dan merusak batang kawat (Gambar 45). tariklah kabel dengan kuat untuk mengelupas isolasi. Menempatkan terminal pada kabel . Gambar 47 Untuk memastikan agar helaian-helaian kabel tetap menyatu. Ketika menggunakan stripper jenis ini. Ada pula alat yang memotong dan sekaligus menahan kabel dengan kuat (Gambar 46). Isolasi yang dikelupas terlalu sedikit mungkin tidak akan memberikan sambungan yang baik dan bila dikelupas terlalu banyak dapat menyebabkan kabel mengalami hubung singkat dengan rangkaian-rangkaian lainnya atau pada kabel ground. Mengelupas Isolasi / Remove the Insulation Gambar 46 Beberapa alat pengelupas kabel (stripper) memotong dan mengelupas isolasi secara otomatis. Mengelupas isolasi lebih dari 1. 7. puntirlah sedikit (Gambar 47).Gambar 45 Lepas isolasi seperlunya untuk melakukan pekerjaan.

Ketika dijepit. Gambar 49 Oleh karena itu. keadaan ini akan menghasilkan area kontak permukaan yang lebih luas antara terminal dengan kabel. memasukkan kabel ke dalam terminal bisa menjadi sulit apabila semua kabel hanya berupa helaian-helaian yang longgar. Akan tetapi. 8. Jenis-jenis Terminal Alternatif Gambar 50 Beberapa jenis crimp terminal tidak memiliki komponen isolasi yang dipasang padanya. . Tempatkan bullet atau terminal pada kabel (Gambar 49). Dalam kasus seperti ini. puntirlah kabel secukupnya untuk membantu agar kabel dapat masuk dengan mudah.Gambar 48 Sambungan akan lebih baik apabila helaian-helaian kawat terpuntir sedikit sebelum memasukkannya melalui terminal (Gambar 48). selalu pastikan bahwa hanya bagian „core‟ dari kabel yang akan dijepit memanjang melalui „core wing‟ di dalam terminal (Gambar 51). Jenis-jenis ini terdiri dari dua bagian dan insulator disediakan sebagai komponen terpisah (Gambar 50).

Lalu jepitlah insulation wing atau bagian isolasi. Pilihlah anvil yang benar pada peralatan untuk menjepit connector atau terminal yang dipilih. 10. bukan untuk kontak listrik. Jepitan pada isolasi kabel ini adalah untuk menahan kabel di tempatnya. sehingga tidak perlu menjepit bagian ini terlalu keras. tetapi jangan menggunakan tenaga berlebihan karena ini dapat membengkokkan pin atau terminal (Gambar 53). Menjepit / Crimping Gambar 53 Jepitlah bagian „core‟ terlebih dahulu.Gambar 51 9. JANGAN menggunakan pliers. Memilih Crimping Anvil Gambar 52 Gunakan perkakas untuk menjepit (crimping tool) yang benar untuk pin atau core crimping. Anvil ini biasanya diberi kode warna sehingga mudah untuk mencocokkan terminal dengan ukuran anvil yang benar. Pliers memiliki kecenderungan memotong sambungan dan dapat menimbulkan kesulitan saat digunakan. Tekanlah dengan kuat sehingga dapat diperoleh kontak listrik yang baik. .

sistem ini diperlihatkan dengan menghubungkan switch yang terhubung dengan garis putus-putus (DPST dan DPDT dalam Gambar 56). Kontak switch ditutup atau dibuka melalui cara-cara eksternal. Kadang-kadang.Gambar 54 Tariklah sedikit untuk memastikan bahwa sambungan akan kuat saat digunakan (Gambar 54). Umumnya switch ditempatkan di antara dua konduktor (atau kabel). Ada banyak jenis switch yang berbeda. Beberapa jenis switch yang umum digunakan pada mesin-mesin Caterpillar adalah:  Toggle . 2. Single-Pole Double Throw (SPDT). DoublePole Single-Throw (DPST) dan Double-Pole Double-Throw (DPDT). Switch yang diperlihatkan dalam Gambar 56 dioperasikan secara mekanis dengan menggerakkan tuas atau toggle pada switch. Gambar 56 Juga ada banyak cara untuk mengoperasikan switch. misalnya tuas yang menggerakkan limit switch atau yang digerakkan melalui tekanan. Dalam skematik. switch dihubungkan sehingga switch tersebut selalu membuka dan menutup pada saat yang bersamaan.4 SWITCH Gambar 55 Switch (Gambar 55) adalah perangkat yang digunakan untuk menyambung atau memutuskan jalur arus listrik. misalnya Single-Pole Single-Throw (SPST). Switch jenis lain yang juga dioperasikan secara mekanis adalah limit switch dan pressure switch.

Fuse dan circuit . Jenis switch ini dapat mengontrol komponenkomponen lain dan/atau mengalirkan listrik ke beberapa komponen pada saat yang bersamaan.5 PELINDUNG RANGKAIAN Gambar 58 Sekering (fuse) dan fusible link adalah pelindung rangkaian. Perhatikan bahwa pelindungan rangkaian (Gambar 58) dirancang untuk melindungi kabel. Mesin-mesin Caterpillar menggunakan switch magnetik untuk mengukur sinyal-sinyal kecepatan atau switch elektronik yang terdiri dari komponenkomponen elektronik internal. Contoh dari switch lebih rumit yang digunakan pada mesin-mesin Caterpillar adalah key start switch. Apabila terdapat arus berlebihan dalam rangkaian. misalnya transistor untuk menghidupkan dan mematikan sinyal-sinyal jarak jauh (remote signal). Jenis switch ini mengontrol beberapa fungsi yang berbeda. Gambar 57 Gambar 57 memperlihatkan skematik internal pada switch jenis key start. posisi pengoperasian (RUN). misalnya sebagai posisi asesoris (ACC). Hal ini memiliki dampak yang sama seperti mematikan switch. akan menyebabkan panas dan panas inilah yang menyebabkan pelindung rangkaian (switch protector) membuka sebelum terjadi kerusakan pada kabel.        Rotary Rocker Push-On Pressure Magnetic Key Start Limit Cut-out Beberapa switch lebih rumit daripada yang lainnya. bukan komponen-komponen lain. posisi menyalakan (START). dan posisi mati (OFF). 2.

Akan tetapi.breaker dapat membantu mendiagnosa masalah-masalah yang terdapat dalam rangkaian. maka ada kemungkinan bahwa terdapat masalah listrik serius yang perlu diperbaiki. Fusible link lazim digunakan pada kabel penyalaan (ignition lead) dari terminal positif baterai. Kelebihan arus dapat menyebabkan kabel di dalam link meleleh. Jenis ini disebut circuit breaker “cycling”. jangan menggunakan fusible link yang berukuran lebih panjang dari 225 mm (kira-kira 9 inci). arus yang tinggi akan menyebabkan circuit breaker mengalami “trip” sehingga membuka rangkaian. maka kabel pasti sudah meleleh dan link tidak lagi berfungsi dengan baik. Apabila ujung tersebut meregang seperti karet gelang. Circuit Breaker Pemutus arus (circuit breaker) hampir sama dengan sekering. Sekering diklasifikasikan berdasarkan jumlah amper yang dapat dialirinya sebelum membuka. Sekering dibuat dari potongan logam tipis atau kabel di dalam holder yang terbuat dari kaca atau plastik. (Isolasi fusible link adalah lebih tebal daripada isolasi kabel biasa sehingga link yang meleleh dapat lengket pada isolasi tersebut setelah putus. Fusible link adalah bagian pendek dari kabel yang diisolasi yang ukurannya lebih tipis daripada kabel di dalam rangkaian yang dilindunginya. Jika aliran arus listrik menjadi lebih tinggi daripada kemampuan sekering. misalnya switch untuk lampu depan. Fuse Gambar 59 Sekering (fuse) adalah pelindung rangkaian yang paling umum (Gambar 59). Beberapa circuit breaker diatur ulang secara otomatis. fusibel link harus diganti setelah putus. Circuit breaker dapat diatur ulang secara manual setelah kondisi kelebihan arus diatasi.) CATATAN: Ketika mengganti fusible link. Sekering dari plastik dibuat dalam warna yang berbeda-beda untuk menunjukkan peringkat sekering (fuse rating) dan tanda peringkat sekering juga dibentuk atau dicap pada bagian atas sekering. Sekering harus diganti setelah membuka. Kabel yang panjang cenderung menahan panas lebih lama dan mungkin tidak akan putus pada spesifikasi yang ditentukan. Circuit breaker dipasang di dalam komponen-komponen Caterpillar. . Petunjuk untuk mengetahui bahwa fusible link telah putus dilakukan dengan menarik kedua ujungnya. logam akan meleleh dan rangkaian akan membuka. Apabila pelindung rangkaian membuka secara berulang-ulang. Seperti halnya dengan sekering.

Ujung-ujungnya hanya akan menutup ketika tombol ditekan untuk mengatur ulang circuit breaker. Strip akan menjadi bengkok. panas dari arus yang berlebihan akan menyebabkan bimetal blade menjadi bengkok dan membuka contact untuk memutuskan rangkaian. dan sepasang contact terbuka untuk menghentikan aliran arus. Spring toggle. yang biasanya membantu menjaga contact tetap tertutup. . Circuit breaker yang mengatur ulang secara otomatis disebut juga “cycling” karena circuit breaker ini membuka dan menutup berdasarkan siklus sampai arus kembali pada tingkat normal. Akan tetapi. Ketika logam menjadi dingin.‟ Gambar 61 Cycling circuit breaker terbuat dari strip yang terdiri dari dua potongan logam yang berbeda. Aliran arus dapat mengalir kembali (Gambar 61).Gambar 60 Thermal circuit breaker dengan tombol reset diperlihatkan dalam Gambar 60. bentuknya akan kembali seperti semula. apabila terjadi kelebihan beban. dan menutup contact. Arus listrik yang lebih tinggi daripada kapasitas circuit breaker membuat kedua logam berubah bentuk secara tidak merata. Circuit breaker jenis ini juga disebut circuit breaker „non-cyling. Circuit breaker jenis ini memiliki bimetal blade yang mengalirkan arus ketika contact tertutup. akan menjaga contact terbuka dan rangkaian terputus meskipun bimetal blade akan mencoba meluruskannya saat menjadi dingin.

Gambar 62 Negative Temperature Coefficient (NTC) adalah jenis circuit breaker khusus yang disebut thermistor (atau thermal resistor). misalnya. Partikel-partikel karbon memberikan jalur konduksi bagi aliran arus. NTC adalah alat yang tidak memiliki bagian-bagian yang bergerak. dengan banyak partikel-partikel karbon yang dipadatkan bersama. alat ini tetap berada dalam keadaan ”rangkaian terbuka” (open circuit) selama voltase tetap diaplikasikan pada rangkaian. starter. sehingga memberikan jalur arus yang lebih besar untuk mengoperasikan komponen lainnya. polymer mengembang. Armature adalah alat yang dapat digerakkan yang memungkinkan contact membuka dan menutup. solenoid juga memiliki coil seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 64. Ketika terjadi trip. gaya magnet mendorong atau menarik core ke dalam coil sehingga menciptakan gerakan-gerakan linear atau maju-mundur. Ketika material dipanaskan.6 RELAY Gambar 63 – Relay Sederhana Relay adalah switch yang dikontrol oleh listrik. NTC hanya akan mengatur ulang (reset) ketika voltase dihilangkan dan polymer menjadi dingin. Seperti halnya dengan relay. . Gambar 63 memperlihatkan komponen-komponen yang biasanya terdapat dalam relay. sepasang contact. Dalam keadaan normalnya. Sebuah simbol skematik untuk NTC diperlihatkan dalam Gambar 62. 2. Ketika arus mengalir melalui coil. Ketika arus listrik dalam jumlah kecil mengalir di dalam coil. medan magnet yang timbul menyebabkan kontak relay menutup. material ini berbentuk kristal padat. Relay terdiri dari electromagnetic coil. dan sebuah angker dinamo (armature). 2. memisahkan rangkaian-rangkaian karbon.7 SOLENOID Gambar 64 – Start Solenoid Sederhana Solenoid adalah perangkat lain yang menggunakan daya elektromagnet. NTC terbuat dari polymer yang memiliki daya hantar konduksi. Dalam keadaan yang mengembang ini ada beberapa jalur untuk arus.

resistor tidak boleh diganti dengan nilai toleransi yang lebih tinggi Peringkat Resistor / Resistors Rating . Pita-pita tersebut harus berada lebih dekat dengan satu ujung resistor daripada yang lainnya. Resistor semacam itu memiliki toleransi 20% dari nilai resistansi.Solenoid digunakan untuk menghidupkan starter motor. Beberapa rangkaian dirancang dengan nilai-nilai resistansi yang sangat tepat dan tidak akan beroperasi dengan semestinya jika tidak dirancang dengan nilai resistansi demikian. Beberapa resistor tidak memiliki pita dalam posisi terakhir ini. Resistor terdiri dari dua jenis:  Tetap  Variabel Penggunaan resistor yang umum dalam rangkaian listrik adalah pada sistem audio dan rangkaian pengontrol suhu. yang mengacu pada berapa nilai resistor sesungguhnya yang dapat diubah-ubah dari peringkat yang telah ditentukan. atau mengontrol shift di dalam transmisi otomatis. Oleh karena itu. Gambar 65 memperlihatkan bagan kode warna untuk mengidentifikasi resistor. Pita-pita tersebut dibaca dari kiri ke kanan. 2. Pita warna terakhir menunjukkan Toleransi Resistor (Resistor Tolerance).8 RESISTOR Gambar 65 Kadang-kadang perlu untuk mengurangi jumlah tegangan atau arus pada titik tertentu dalam suatu rangkaian. Resistor diklasifikasikan dalam ohm (untuk jumlah resistansi yang disediakan pada rangkaian) dan watt (untuk jumlah panas yang dapat dipancarkannya). yang menggunakan beberapa resistor yang dipasang kabel untuk mengubah-ubah voltase. Penentuan nilai resistansi sebuah resistor ditentukan dengan melihat pada pita warnanya. Cara termudah untuk mengurangi tegangan atau arus yang disuplai pada suatu beban adalah dengan meningkatkan resistansi. Hal ini dilakukan dengan menambah resistor. Ujung dengan pita-pita warna harus berada di sisi kiri saat dibaca. dengan perhitungan dalam bentuk persentase peringkat total.

¼ watt. Peringkat yang paling lazim adalah 1/10 watt. Jumlah watt resistor dengan komposisi karbon dapat diidentifikasi berdasarkan ukurannya. Resistor dan komponen-komponen lainnya dapat mengalami kerusakan dengan adanya kelebihan aliran arus dan/atau panas apabila peringkat resistansi atau watt tidak benar. Watt adalah ukuran jumlah daya yang dapat ditahan oleh resistor. Resistor juga diklasifikasikan berdasarkan berapa banyak Ohm resistansi yang dapat diciptakannya. arus menurun. 1 watt dan 2 watt. Gambar 66 memperlihatkan contoh jumlah watt pada resistor. Resistor Variabel Gambar 67 Jenis-jenis resistor yang dibahas sejauh ini adalah jenis yang nilainya tetap. Hal ini dapat menciptakan panas yang harus dapat dikeluarkan oleh resistor. arus meningkat.Gambar 66 Karena resistor menahan aliran arus. Saat arus mengalir melalui bahan resistor yang lebih kecil. Semakin besar watt maka semakin panas yang dapat ditahan oleh resistor. Panas yang berlebihan dapat mengubah resistor sehingga peringkat dan toleransinya tidak lagi berada dalam kisaran yang telah ditentukan. ½ watt. Agar rangkaian (circuit) dapat berfungsi dengan semestinya. friksi listrik meningkat di dalamnya. . Ini berarti bahwa besar resistansinya tidak dapat diatur/disesuaikan. Kontrol menggerakkan kontak pada permukaan resistor. Resistor jenis lainnya adalah jenis variabel (Gambar 67). resistor harus memiliki peringkat watt dan juga peringkat resistansi yang benar. Ini berarti bahwa resistansinya dapat diubah dengan mengatur kontrol. Saat arus mengalir melalui bahan resistor yang lebih besar.

sementara yang lainnya memiliki kisaran yang tak terbatas antara nilai minimum dan maksimumnya. rheostat digunakan untuk mengontrol tingkat cahaya pada lampulampu instrumen.Jumlah perbedaan dan jumlah posisi resistansi bergantung pada bagaimana variabel resistor dibentuk. potentiometer atau thermistor. Beberapa di antaranya disebut rheostat. resistansinya meningkat menjadi seperempat dari nilai maksimumnya. ketika kontrol diatur hingga setengah dari pergerakannya. Gambar 69 memperlihatkan potentiometer yang digunakan dalam sistem bahan bakar. memiliki tiga terminal dan bekerja dengan membagi tegangan di antara kedua kaki terminal. juga disebut pot. Resistansi linear resistor meningkat secara merata. Ketika kontrol diatur pada seperempat dari pergerakannya. Resistor variabel dapat berbentuk linear dan non-linear. resistansi meningkat menjadi setengah dari nilai maksimumnya. Resistor yang Gagal Berfungsi / Failed Resistor . bukan bertambah. Gambar 68 Rheostat (Gambar 68) biasanya memiliki dua terminal dan memungkinkan arus mengalir dalam satu jalur. Potentiometer dapat juga dirancang untuk berfungsi sebagai rheostat. Potentiometer. Resistansi output diukur pada modul tampilan utama dan nilainya sesuai dengan kedalaman bahan bakar di dalam tangki. Thermistor dibuat dari karbon. Gambar 69 Jenis resistor variabel lainnya adalah potentiometer. Potentiometer memungkinkan dua jalur untuk aliran arus dan dapat dikontrol baik secara manual maupun mekanis. Thermistor Thermistor (thermal resistor) adalah jenis resistor variabel yang beroperasi tanpa kontrol oleh manusia. Sifat ini dapat bermanfaat dalam rangkaian-rangkaian listrik tertentu. Pada temperatur yang lebih tinggi resistansi dari karbon berkurang. Ada banyak jenis variabel resistor. Fuel sender sebagai contoh mengukur nilai resistansi sistem khusus yang sesuai dengan kondisi sistem tersebut. Pada mesin-mesin Caterpillar. Elemen-elemen thermistor digunakan secara luas dalam sensor pada mesin-mesin Caterpillar untuk mengukur temperatur sistem. Ada yang hanya memiliki dua nilai resistansi yang berbeda.

Bahan-bahan dielektrik yang umum adalah udara. kapasitor juga memiliki rating tegangan maksimum yang dapat ditanganinya. sebaliknya. Satuan ini menetapkan berapa banyak elektron yang dapat disimpan oleh kapasitor. Biasanya hal ini berlangsung dengan cepat. Metode-metode konstruksi bervariasi. termasuk tegangan yang diaplikasikan dan ukuran kapasitor. Kapasitor diukur dengan satuan “micro-farad” (F) (micro-farad adalah sepersejuta farad). Apabila kapasitor ditempatkan dalam rangkaian dengan sumber tegangan. plastik dan keramik. Variabel resistor. sebagai timer circuit (supresi). kertas. sehingga menciptakan medan listrik yang selanjutnya dapat menyimpan energi. tetapi kapasitor sederhana dapat dibuat dari dua pelat bahan yang mengandung daya konduksi yang dipisahkan oleh bahan isolasi yang disebut “dielektrik”. dapat memperlihatkan bagian rata (flat spot) dimana bagian-bagian yang bergerak saling bergesekan terhadap satu sama lain dan menyebabkan keausan. 1 Farad menyatakan jumlah elektron yang sangat banyak. Pengukuran Kapasitor Kapasitor diukur berdasarkan satuan yang disebut “farad” (dilambangkan dengan simbol “F”). Dengan dua pelat yang dipisahkan oleh dielektrik. arus mengalir dalam rangkaian secara singkat sementara kapasitor “mengisi muatan”. dan pelat positif masih mengalami kekurangan jumlah elektron. Dalam sistem-sistem listrik Caterpillar. Selain diukur dalam satuan farad. capacitor digunakan untuk menyimpan energi. arus listrik berhenti mengalir. tidak ada tempat bagi elektron-elektron untuk pergi. Beginilah cara kapasitor menyimpan energi. Ketika kapasitor dimuati dengan listrik pada potential yang sama dengan sumber tegangan. Seberapa cepat hal ini terjadi bergantung pada beberapa faktor. yaitu elektron-elektron terakumulasi pada permukaan pelat yang dihubungkan ke terminal negatif dan bergerak menjauh dari pelat yang dihubungkan ke terminal positif. 2. atau tidak membiarkan terlalu banyak arus mengalir. Hal ini dapat terlihat dengan jelas saat kurangnya respons di sebagian dari travel pada resistor. dan sebagai filter (penghalusan).Resistor jenis “tetap” berfungsi dengan mengalirkan arus dalam jumlah yang benar atau tidak mengalirkan arus sama sekali. Hal ini berlanjut terus sampai muatan listrik pada kapasitor dan sumber tegangan sama. Pengukuran kemampuan menyimpan energi ini disebut “capacitance”. kapasitor dapat menggantikan baterai. Ketika mengganti kapasitor. jangan menggunakan kapasitor dengan rating tegangan yang lebih rendah. Kapasitor kemudian dapat menahan muatannya ketika sambungannya diputuskan dari sumber tegangan. Pelat negatif mempertahankan elektron-elektronnya yang telah terakumulasi. Ada tiga faktor yang menentukan kapasitas sebuah kapasitor: . Penyimpanan Energi Kapasitor Pada sejumlah rangkaian.9 KAPASITOR Gambar 70 Kapasitor adalah perangkat yang dapat menyimpan muatan listrik.

Kapasitor yang bermuatan dapat mengirimkan energi simpanannya sama seperti yang dapat dilakukan oleh baterai (meskipun penting untuk dicatat bahwa. total capacitance ditentukan oleh rumus berikut: CT = C1+C2+C3 Jika kapasitor dalam seri.10 LAMPU BOHLAM Lampu bohlam terdiri dari elemen kawat pijar halus yang tahan terhadap temperatur tinggi oleh arus listrik yang melewatinya. kapasitor memiliki potential untuk menyimpan tegangan sampai beberapa minggu lamanya. Jenis-jenis Lampu Bohlam .   Luas pelat-pelat yang memiliki daya konduksi Jarak di antara pelat-pelat yang memiliki daya konduksi Bahan yang digunakan sebagai dielektrik. tetapi mengandung inert gas dalam jumlah kecil. total capacitance ditentukan oleh rumus berikut: CATATAN: Sebaiknya kedua terminal kapasitor dihubung-singkatkan sebelum menghubungkannya dengan rangkaian atau meter. Cara ini akan menetralkan muatan listrik yang mungkin masih tersisa. Kawat pijar harus beroperasi dalam lingkungan yang bebas oksigen untuk mencegahnya agar tidak mengalami oksidasi dan cepat terbakar. tidak seperti baterai. Hal ini akan menghasilkan cahaya. Total Capacitance Gambar 71 Total Capacitance sebuah rangkaian bergantung pada bagaimana kapasitor dirancang dalam rangkaian (Gambar 71). Kawat pijar dilindungi oleh penutup kaca yang sama sekali hampa udara. tetapi tidak menghasilkannya). 2. kapasitor menyimpan listrik. Jika kapasitor dalam bentuk paralel. Ketika digunakan untuk mengalirkan arus walaupun dalam jumlah kecil.

Kawat pijar disediakan dengan volume gas yang lebih besar daripada lampu bohlam biasa dan difokuskan dengan benar. Lampu bohlam ini digunakan untuk penerangan bagian dalam. lensa dan kawat pijar yang disekat bersama sebagai satu unit (Gambar 73). pin di dalam cap sering dibuat serong agar kawat pijar dapat dipasang dalam posisi yang benar. Hal ini memiliki keuntungan dimana uap air sama sekali tidak dapat masuk yang apabila masuk dapat merusak permukaan yang memantul. b. panel f.Sealed beam berukuran lebih besar untuk lampu depan tunggal Sealed beam digunakan untuk lampu depan dan memiliki reflector. festoon e. Lampu bohlam yang umum memiliki penutup yang dipasang dengan brass cap.Gambar 72 – Jenis-jenis lampu bohlam a. Lampu bohlam festoon Lampu bohlam ini terdiri dari silinder kaca kecil dengan kawat pijar yang dipasang pada metal cap di masing-masing ujung (Gambar 72d). panel tanpa penutup g. kawat pijar (filament) tunggal c. Sealed Beam Gambar 73 – Sealed Beam a. kawat pijar ganda dengan offset pin b. Kawat-kawat kecil pada bagian dasar penutup kaca digunakan sebagai kontak. sedangkan yang lainnya tidak memiliki metal cap dan dipasang dengan didorong langsung ke dalam bulb socket (Gambar 72f). Cap ini dilengkapi dengan pin yang memungkinkan lampu bohlam dipasang ke dalam bayonet socket. Sealed beam untuk lampu depan ganda. dan seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 72a di atas. . Beberapa lampu bohlam memiliki dua kawat pijar. Sejumlah lampu bohlam panel memiliki bayonet fitting jenis miniatur. lampu pelat nomor dan aplikasi-aplikasi serupa. Screw base (lampu bohlam tidak dibuat pada skala yang sama) Berbagai jenis lampu bohlam diperlihatkan dalam Gambar 72. Lampu bohlam panel Lampu ini terdiri dari lampu kecil yang digunakan terutama sekali untuk penerangan instrumen dan lampu indikator (Gambar 72e). quartz halogen d.

Satu watt sama dengan 1 volt x 1 amper. yang diisi dengan tambahan gas halogen khusus (Gambar 72c). Misalnya. tetapi sekarang telah digantikan dengan lampu bohlam sealed beam dan halogen. Lampu bohlam dengan watt yang lebih tinggi akan menyala lebih terang dan beroperasi pada temperatur yang lebih tinggi. Harus berhati-hati ketika memasang lampu bohlam halogen kwarsa. Jumlah watt sebuah lampu bohlam lampu depan yang rendah memiliki kira-kira 50 hingga 55 watt. dalam lampu bohlam halogen. Misalnya. Lampu bohlam quartz halogen Lampu bohlam ini digunakan untuk lampu depan dan lampu mengemudi. Jumlah watt pada lampu bohlam Daya listrik diukur dengan watt. lampu instrumen dapat dispesifikasikan sebagai lampu bohlam 2 CP. lampu bohlam 42 watt yang beroperasi dalam sistem 12 volt akan menarik arus 3.5 amper dari sistem. Pengaturannya diperlihatkan dalam Gambar 74. Jumlah watt pada lampu bohlam biasanya tertera di bagian logam dari lampu bohlam tersebut. gas halogen mengendapkan material kawat pijar yang menguap kembali ke kawat pijar lampu bohlam dan meningkatkan daya pakai lampu bohlam. Demikian pula. Uap air dari tangan atau jari-jari yang bercampur dengan temperatur operasi yang tinggi membuat kwarsa atau penutup kaca keras cenderung mengalami keretakan. sebuah lampu bohlam yang memiliki tegangan 12 volt yang menarik arus 3 amper dari baterai maka lampu bohlam ini memiliki daya 36 watt. Lampu jenis ini memiliki kwarsa kecil atau penutup kaca keras. Temperatur yang lebih tinggi juga memberikan cahaya yang lebih terang. Oleh karena itu. jumlah watt sebuah lampu bohlam melambangkan daya listrik dari lampu bohlam tersebut. daya listrik sebuah lampu bohlam diketahui dengan mengalikan volt dan amper. Akan tetapi. bagian-bagian kecil dari kawat pijar menguap saat digunakan dan uap ini mengendap pada penutup kaca sebagai lapisan hitam tipis. Candlepower (CP) lampu bohlam Ini adalah ukuran penerangan sebuah lampu bohlam.Lampu bohlam prefocus Gambar 74 – Lampu depan semi-sealed beam menggunakan lampu bohlam prefocus Jenis lampu bohlam ini digunakan dengan lampu depan jenis semi-sealed. Ukuran ini kadang-kadang digunakan untuk lampu-lampu bohlam berukuran kecil. digunakan kwarsa atau penutup kaca keras. Temperatur yang lebih tinggi diperlukan untuk proses ini. . dan oleh karena itu. Dalam lampu bohlam biasa. Oleh karena itu. Penguapan juga mengurangi ukuran kawat pijar yang pada akhirnya tidak dapat lagi mengalirkan arus dan dengan demikian terbakar.

Instrumen. beberapa kendaraan memiliki sistem peringatan suara. Contohnya adalah:     Alat pengukur bahan bakar thermal Alat pengukur temperatur thermal Alat pengatur voltase konstan Alat pengukur temperatur Instrumen Elektronik Digital . Ammeter dan voltmeter adalah unit dash. yaitu:     Operasi magnetik Operasi thermal Operasi elektronik Operasi mekanis Instrumen-instrumen dengan operasi magnetik Dalam instrumen yang dioperasikan secara magnetik.11 INSTRUMEN Ada sejumlah instrumen dan indikator yang digunakan dalam kendaraan otomotif. sepanjang yang menyangkut operasi dasar. yang beroperasi berdasarkan dampak pemanasan suatu arus listrik. sementara lampu peringatan digunakan untuk memperlihatkan kepada pengemudi bahwa terdapat suatu masalah. Alat pengukur thermal juga disebut sebagai alat pengukur jenis bimetal karena alat pengukur ini beroperasi melalui pemanasan keping bimetal yang menggerakkan pointer. Prinsip ini digunakan untuk alat pengukur bahan bakar dan alat pengukur temperatur. Selain peralatan visual. Bunyi buzzer atau suara musik digunakan untuk menarik perhatian pengemudi apabila pintu terbuka sedikit atau lampu depan dalam keadaan menyala. Umumnya. dan unit pengirim jarak jauh (remote sender unit) di sejumlah bagian lainnya dalam kendaraan. dampak magnetik suatu arus listrik melalui konduktor atau coil digunakan untuk mengoperasikan pointer pada suatu skala. kecepatan dll. Ada sejumlah jenis instrumen dan alat pengukur yang berbeda. yang beberapa di antaranya disebut sebagai alat pengukur (gauge) digunakan untuk memberikan bacaan yang sesungguhnya misalnya besar tekanan. Alat pengukur thermal memiliki dash unit dan sender unit. indikator adalah lampu yang memperlihatkan apakah suatu unit beroperasi atau tidak. tetapi banyak alat pengukur. tetapi terdapat sedikit sekali perbedaan di antara lampu indikator dan lampu peringatan karena keduanya memiliki fungsi yang serupa. terdiri dari dua bagian: unit dash yang dipasang di dalam panel instrumen. misalnya alat pengukur bahan bakar dan alat pengukur temperatur. sementara lampu indikator memberikan informasi dengan menggunakan lampu yang berada dalam posisi menyala (On) atau mati (Off). Contoh alat pengukur ini adalah:     Alat pengukur temperatur magnetik Alat pengukur tekanan oli magnetik Voltmeter Ammeter Instrumen dengan Operasi Thermal Banyak alat pengukur otomotif dari jenis thermal (panas).2. Sender unit sama dengan yang digunakan pada instrumeninstrumen yang dioperasikan dengan magnetik. Beberapa indikator disebut juga sebagai lampu peringatan.

Dalam sejumlah kasus. Lampu Indikator dan Lampu Peringatan Meskipun terdapat perbedaan yang jelas antara lampu indikator dan lampu peringatan. alat pengukur temperatur dan sejumlah indikator dan lampu peringatan. Tindakan ini menyalakan lampu peringatan yang tetap dalam posisi menyala („on‟) sampai kontrol tersebut dikembalikan pada posisi normal dan switch dimatikan. Choke dan rem parkir memiliki switch yang berada dalam posisi „on‟ ketika kontrol tertentu dioperasikan. dan begitu pula sebaliknya. Sensor memberikan input pada mikroprosesor. lampu indikator transmission overdrive dan lampu indikator melelehkan salju pada jendela belakang adalah contoh-contoh lainnya. Lampu indikator high-beam. diode tachometer yang memancarkan sinar. misalnya. Bourdon tube gauge adalah alat pengukur tekanan yang dapat digunakan sebagai alat pengukur tekanan oli atau alat pengukur tekanan udara.Gambar 75 Suatu panel instrumen dengan instrumen elektronik digital diilustrasikan dalam Gambar 75. Beberapa dari lampu ini biasanya dalam keadaan „off‟ dan menyala ketika terdapat kondisi-kondisi tertentu. . menyala setiap kali lampu depan dinyalakan dalam posisi high beam. meskipun untuk penggunaan otomotif. digital speedometer. Sejumlah lampu peringatan dioperasikan sesuai dengan switch-nya masing-masing. Alat Pengukur Mekanis Gambar 76 Beberapa alat pengukur dioperasikan dengan cara mekanis. lampu peringatan dapat dianggap sebagai lampu indikator. lampu indikator hanya merupakan lampu kecil yang ditambahkan pada suatu rangkaian (circuit). Dalam beberapa kasus. alat pengukur jenis ini umumnya sudah digantikan oleh jenis-jenis alat pengukur lainnya. odometer dan trip meter. keduanya memiliki fungsi yang serupa. Tampilan instrumen seluruhnya dalam bentuk elektronik. Alat pengukur untuk air receiver dan peralatan bengkel lainnya biasanya dari jenis ini. Dalam hal ini tidak diperlukan switch tambahan karena lampu indikator menyala setiap kali rangkaian tertentu beroperasi. Panel memiliki alat pengukur bahan bakar. dengan fungsi-fungsi penanganan mikroprosesor (komputer) untuk tampilannya. yang kemudian memberikan output yang benar untuk mengoperasikan instrumen. Lampu indikator flasher. Beberapa yang lainnya biasanya dalam keadaan „on‟ dan dimatikan ketika terdapat kondisi yang berubah.

0 KOMPONEN-KOMPONEN DASAR RANGKAIAN Gambar 77 .TOPIK 3 RANGKAIAN LISTRIK 3.

Dari persamaan Hukum Ohm. arus turun Jika resistansi menurun. arus naik Jika tegangan menurun. arus turun Asumsikan bahwa tegangan tidak berubah: Jika resistansi meningkat. Setiap rangkaian listrik harus memiliki komponen-komponen berikut: Sumber power     Alat pelindung (sekering atau pemutus arus) Beban misalnya lampu Perangkat pengontrol (switch) Konduktor Komponen-komponen ini dihubungkan bersama dengan konduktor untuk membentuk suatu rangkaian listrik yang lengkap. Aturan-aturan yang diperlukan untuk memahami. „Aliran‟ arus melaksanakan tugasnya. Apabila terjadi pemutusan di suatu tempat di dalam rangkaian maka arus listrik tidak dapat mengalir. arus dan resistansi di dalam suatu rangkaian. Karena kebanyakan rangkaian listrik dalam mesin-mesin bergerak menggunakan sumber listrik berdaya 12 atau 24 Volt. Aturan-aturan Umum Hukum Ohm Pada tahun 1827 George Simon Ohm menetapkan dasar pemikiran matematika mengenai listrik. Arus mengalir dari satu ujung rangkaian ke ujung rangkaian lainnya ketika ujung-ujung tersebut dihubungkan ke muatan positif dan negatif (rangkaian tertutup). maka resistansi di dalam rangkaian menentukan arusnya. aturanaturan umum berikut berlaku: Asumsikan bahwa resistansi tidak berubah:     Jika tegangan meningkat. memprediksi dan menghitung perilaku rangkaian listrik dikelompokkan berdasarkan hukum yang berjudul “Hukum Ohm”. Hukum Ohm menyatakan bahwa: “Aliran arus di dalam suatu rangkaian berbanding langsung dengan tegangan rangkaian dan berbanding terbalik dengan resistansi rangkaian”. . Ujung-ujung ini disebut “power” dan “ground”. dan resistansi adalah yang menentang aliran arus.Rangkaian (circuit) adalah jalur bagi arus listrik. Tegangan adalah „tekanan‟ yang menggerakkan arus. Ini berarti bahwa jumlah aliran arus di dalam suatu rangkaian bergantung pada berapa banyak tegangan dan resistansi yang ada di dalam rangkaian. Hukum Ohm adalah hukum dasar mengenai listrik yang menghubungkan kuantitas voltase atau tegangan. arus naik Rumus Hukum Ohm Hukum Ohm dinyatakan sebagai rumus aljabar dimana: “E” singkatan dari gaya elektromotif (Volt) “I” singkat dari intensitas (Amper) “R” singkatan dari resistansi (Ohm).

Misalnya:    Untuk mengetahui voltase atau tegangan. nilai tegangan sumber tidak diketahui. Resistansi beban adalah 2 Ohm. maka bagian ketiga dapat dihitung. bagi tegangan dengan arus (R = E  I).Gambar 78 Apabila dua bagian dari Rumus Hukum Ohm diketahui. maka rumus untuk menghitung . Aliran arus melalui rangkaian adalah 6 Amper. Karena tegangan tidak diketahui. kalikan arus dengan resistansi (E = I x R) Untuk mengetahui arus. Tegangan Tidak Diketahui Gambar 80 Menghitung voltase yang tidak diketahui Dalam rangkaian ini. Lingkaran Rumus Hukum Ohm Gambar 79 Lingkaran Rumus Pemecahan Hukum Ohm Lingkaran rumus Hukum Ohm adalah cara mudah untuk mengingat cara menghitung bagian mana pun dari rumus. Huruf-huruf lainnya memberikan rumus untuk mengetahui kuantitas yang tidak diketahui. Untuk menggunakan lingkaran rumus tutuplah huruf yang tidak diketahui. bagi tegangan dengan resistansi (I = E  R) Untuk mengetahui resistansi.

Jadi. Oleh karena itu. Selain menggunakan angka. . 3. 12 Volt dibagi dengan 2 Ohm adalah 6 Amper. yaitu 12 Volt dibagi 6 Amper sama dengan 2 Ohm. Arus Tidak Diketahui Gambar 82 Menghitung arus yang tidak diketahui Dalam rangkaian ini arus tidak diketahui. Jadi. aliran arus dalam rangkaian ini adalah 6 Amper.1 METRIC PREFIX Ketika mengukur sesuatu. Resistansi beban adalah 2 Ohm dan tegangan sumber adalah 12 Volt. Angka-angka digunakan untuk menyatakan hasil dari perhitungan-perhitungan sederhana. kalikan 6 Amper dengan 2 Ohm maka akan didapat 12 Volt. Oleh karena itu. unit atau ungkapan untuk menguraikan apa yang dimaksud dengan angka tersebut selalu tersedia. Aliran arus melalui rangkaian adalah 6 Amper dan voltase sumber adalah 12 Volt. resistansinya di dalam rangkaian adalah 2 Ohm. voltase sumber dalam rangkaian ini adalah 12 Volt. Oleh karena itu. Rumus untuk menghitung resistansi adalah tegangan dibagi dengan arus. angka untuk menyatakan ukuran atau kuantitas item yang sedang diukur dapat diketahui.tegangan adalah arus dikalikan dengan resistansi. nilai resistansi tidak diketahui. Rumus untuk menghitung arus adalah tegangan dibagi dengan resistansi. Resistansi Tidak Diketahui Gambar 81 – Menghitung resistansi yang tidak diketahui Dalam rangkaian ini.

Dalam sistem metrik hanya ada beberapa unit dasar yang digunakan untuk pengukuran listrik.000 – 16. Volt. 3. Dalam aplikasi-aplikasi listrik dan elektronik kita bekerja dalam jumlah dalam kuantitas yang sangat besar atau sangat kecil.000 ___m  1. yaitu unit tanpa awalan (prefix). Tabel 6 –Prefix yang biasanya digunakan dalam dunia kelistrikan mega kilo Mili Mikro ___M x 1.000 ___k x 1. Prefix Angka-angka dasar dikalikan atau dibagi dengan faktor 10. Sistem ini disebut Sistem Unit Internasional (SI). Tabel 5 – Metric Prefix Prefix mega kilo mili mikro Simbol M k m  Pangkat dari 10 6 10 3 10 -3 10 -6 10 Unit-unit sistem metrik terdiri dari sistem pengukuran yang diakui internasional di seluruh dunia. Untuk mengubah nilai apa pun dari Mega ohm ke Ohm. Nama adalah awalan dan ditempatkan pada awal unit dasar.5 Mega ohm akan menjadi 3.000.000V Cointoh: 400mV  1.Unit Dasar Unit dasar adalah unit standar. bergantung pada apakah yang diperlukan adalah angka yang lebih besar atau lebih kecil.5 kV.000. Kilo .000.000.5 x 1000 = 1500 Awalan k (untuk kilo) sama dengan 1000. sehingga pernyataan untuk 1500 Volt dinyatakan sebagai 1.000 Ohm.000 ___  1. Kilo (ribuan).5 kilo volt).000036A Mega Mega artinya satu juta dan disingkat dengan huruf besar “M”.000Ω Contoh: 16kV x 1. (1. Mili (per ribuan) dan Mikro (per juta) (Tabel 5). Satu Mega ohm sama dengan satu juta Ohm. Prefix yang paling lazim dalam pengkajian teori listrik dasar adalah Mega (jutaan). sehingga penggunaan metrix prefix bermanfaat.000 =.000 Contoh: 8MΩ x 1.000 =. Misalnya. Misalnya: Tegangan listrik 1500 Volt akan dinyatakan dalam pangkat 10 yaitu: 1.5 x 103 atau 1.000 = 8. pindahkan titik desimal enam tempat ke kanan.500.4 V Contoh: 36  1. Awalan (prefix) ditambahkan pada unit dasar untuk mengubah unit pengukuran.000. Ohm dan Amper adalah unit-unit dasar primer yang digunakan dalam aplikasi-aplikasi listrik.

apabila voltase atau arus meningkat. sebuah hair dryer dapat menarik arus hampir 10 Amper.2 DAYA / POWER Daya adalah ukuran tingkat energi yang dihasilkan atau digunakan dan daya adalah cara lain untuk mengukur rangkaian listrik.Kilo artinya seribu dan disingkat dengan huruf kecil “k”. Voltase normal yang terdapat di dalam rumah tangga adalah kira-kira 240 Volt. sejumlah motor dan kebanyakan peralatan rumah tangga. resistansi adalah yang menggunakan daya listrik. Mungkin pemakaian Watt yang paling lazim adalah pada lampu bohlam. Contoh lain dari peralatan yang memiliki pemakaian watt adalah speaker. Lampu bohlam diklasifikasikan berdasarkan jumlah watt yang digunakan. ingatlah bahwa banyak jenis peralatan memiliki resistansi seperti misalnya konduktor. pindahkan titik desimal tiga tempat ke kiri. insulator. tingkat output tenaga kuda (output horsepower rating) adalah ukuran dari kemampuannya untuk melakukan pekerjaan mekanis. Untuk mengubah nilai apa pun dari miliamper ke Amper.355 miliamper akan menjadi 0. Untuk mengubah nilai apa pun dari mikroamper ke Amper. Apabila arus turun. daya adalah ukuran tingkat dimana energi listrik diubah menjadi panas oleh elemen-elemen resistive yang ada di dalam konduktor. Misalnya. coil dan motor.657 kilo-ohm menjadi 657 Ohm. dayanya meningkat. pindahkan titik desimal enam tempat ke kiri. Dalam peralatan listrik. Akan tetapi. Daya adalah produk arus dikalikan dengan tegangan. Dengan mengalikan 10 dengan 240 maka akan diketahui bahwa daya yang digunakan oleh hair dryer adalah kira-kira 2400 watt atau 2. 355 mikroamper adalah 0. Rumus daya sama dengan rumus Hukum Ohm. pindahkan titik desimal tiga tempat ke kanan. tegangan dikalikan dengan arus digunakan untuk mengetahui beberapa banyak daya yang dipakai. Rumus dasar untuk daya (power) adalah: Daya = Arus x tegangan (P = I x V) Watt = Amper x Volt (W = A x V) Dalam setiap rangkaian. 746 Watt = 1 tenaga kuda (horsepower) Unit pengukuran untuk daya adalah Watt.000355 Amper. Satu mikroamper adalah sama dengan seper sejuta amper. Satu Watt sama dengan satu Amper dikalikan dengan satu Volt. Mili Mili artinya seper seribu dan disingkat dengan huruf kecil “m”.000355 Amper. Banyak peralatan listrik diklasifikasikan berdasarkan berapa banyak daya listrik yang digunakan. Dalam suatu rangkaian. 3. Misalnya. Untuk mengubah nilai apa pun dari kilo-ohm ke Ohm. Satu kilo ohm sama dengan 1. daya turun.4 kW. resistor.3 TEORI RANGKAIAN DASAR Ada tiga jenis dasar rangkaian dan hukum yang berlaku bagi masing-masing dari jenis rangkaian akan diulas:  Rangkaian Seri  Rangkaian Paralel  Rangkaian Seri-Paralel Rangkaian Seri / Series Circuit . Dalam rangkaian listrik. Misalnya.000 Ohm. Satu mili amper adalah seper seribu amper. Dalam suatu engine. bukan berapa banyak daya listrik yang dihasilkannya. Hubungan antara daya. 3. Pemakaian daya dinyatakan dalam watt. Mikro Mikro artinya seper sejuta dan disingkat dengan simbol “”. voltase dan arus ditentukan oleh Rumus Daya. 0. Misalnya 0.

Dalam rangkaian seri. Total arus rangkaian dihitung dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm dan dengan menulis rumus berikut: I=ER I = 24V / 12Ω = 2 Amper . Langkah pertama adalah menentukan total resistansi rangkaian. Aturan-aturan berikut berlaku bagi semua rangkaian seri: Pada titik apa pun di dalam rangkaian. Rumus berikut digunakan untuk mengetahui total resistansi: Rt = R1 + R2 + R3 Rt = 3Ω + 3Ω + 6Ω = 12 Ohm Karena tegangan untuk sumber daya yang diberikan adalah 24 Volt dan resistansi rangkaian telah dihitung dengan hasil 12Ω. Semua peralatan dan komponen rangkaian dihubungkan dalam seri. menghitung nilai yang tidak diketahui adalah mudah. masing-masing peralatan listrik dihubungkan ke peralatan listrik lainnya sedemikian rupa sehingga hanya ada satu jalur untuk mengalirkan arus. Mengaplikasikan Aturan-aturan Ini / Applying the Rules Gambar 84 Rangkaian Seri Rangkaian dalam Gambar 84 terdiri dari berbagai peralatan dan komponen.Gambar 83 Rangkaian Seri Rangkaian seri adalah jenis rangkaian yang paling sederhana. Dalam rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 83. Cara mudah untuk menyatakan aturan yang berlaku pada rangkaian seri ini adalah :    Tegangan total adalah JUMLAH dari semua penurunan tegangan Resistansi total adalah JUMLAH dari semua resistansi masing-masing Arus total adalah SAMA pada suatu titik tertentu dalam rangkaian. arus mengalir dari baterai (+) melalui sebuah sekering (alat pelindung) dan switch (perangkat pengontrol) ke lampu (beban) dan kemudian kembali ke frame ground. apabila hukum dasar rangkaian seri diaplikasikan. nilai arus adalah sama Total resistansi rangkaian adalah sama dengan jumlah seluruh resistansi individual dan disebut resistansi ekuivalen Penurunan tegangan di semua beban rangkaian adalah sama dengan tegangan sumber yang digunakan. Karena dua dari nilai-nilai rangkaian diberikan. maka satu-satunya nilai yang masih tersisa untuk dihitung adalah aliran arus. termasuk sumber daya 24 Volt.

terlepas berapa pun resistansi yang terdapat di dalam cabang. Aliran arus di dalam masing-masing cabang bisa jadi berbeda. Aturan-aturan berikut berlaku untuk rangkaian paralel:    Voltase di masing-masing cabang paralel adalah sama Total arus di masing-masing cabang adalah sama Total resistansi ekivalen sama dengan tegangan sumber dibagi dengan total arus. bergantung pada resistansinya.Langkah selanjutnya adalah memasukkan nilai untuk aliran arus ke dalam beban resistive. Dalam rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 85. Cara mudah untuk menyatakan aturan-aturan paralel adalah:    Tegangan untuk semua cabang adalah SAMA Arus adalah JUMLAH dari arus masing-masing cabang Resistansi ekivalen adalah selalu LEBIH KECIL daripada resistansi terkecil di masing-masing cabang. Menerapkan Aturan-aturan / Applying the Rules Gambar 86 Rangkaian . masing-masing memiliki satu lampu. Salah satu aturan untuk rangkaian seri menyatakan bahwa arus SAMA pada suatu titik tertentu. Rangkaian Paralel / Parallel Circuit Gambar 85 Rangkaian Paralel Rangkaian paralel adalah lebih rumit daripada rangkaian seri karena terdapat lebih dari satu jalur untuk mengalirkan arus. Setiap jalur arus disebut cabang (branch). dan SELALU lebih sedikit dibandingkan dengan resistansi terkecil di dalam satu cabang. Dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm. dan kemudian terbagi menjadi dua cabang. Karena semua cabang dihubungkan pada terminal positif dan negatif yang sama. periksalah masing-masing jawaban. Dengan menggunakan rumus E = I x R untuk setiap resistor maka akan diketahui penurunan tegangan di masing-masing beban. Total resistansi selalu lebih sedikit daripada resistansi terkecil di dalam cabang mana pun. Penurunan tegangan tersebut adalah: E1 = 2A x 3Ω = 6V E2 = 2A x 3Ω = 6V E3 = 2A x 6Ω = 12V Semua nilai rangkaian sekarang sudah dihitung. maka semua jalur ini memiliki tegangan yang sama dan masing-masing cabang mengalami penurunan tegangan dalam jumlah yang sama. arus mengalir dari baterai melalui sekering dan switch. Masing-masing cabang dihubungkan ke frame ground. Total arus di dalam rangkaian sama dengan jumlah arus dalam cabang.

. aliran arus di masing-masing cabang adalah sama karena nilai-nilai resistansi sama. maka rumus untuk total arus adalah It = I1 + I2 + I3 = 6 + 6 + 6 = 18 Amper. Rumus I = E/R digunakan untuk menghitung arus di masing-masing cabang yaitu 6 Amper. dimana: I =ER I1 = E1  R1 = 24  4 = 6 Amper I2 = E2  R2 = 24 + 4 = 6 Amper I3 = E3  R3 = 24  4 = 6 Amper Karena aliran arus di dalam cabang-cabang paralel adalah JUMLAH semua arus di cabang. Dengan voltase sumber diketahui 24 Volt dan total arus yang dihitung adalah 18 Amper maka total resistansi rangkaian setelah dihitung adalah 1 Ohm. Rumus berikut digunakan untuk menghitung total resistansi. 1/Rt = 1/R1 + 1/R2 = ¼ +¼ = 0. (Rt = E t  I t). Menghitung Aliran Arus dalam Rangkaian Paralel / Solving Current Flow Gambar 87 Rangkaian Paralel Rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 87 adalah contoh rangkaian arus searah (DC) dengan tiga cabang paralel dan sebuah ammeter yang dihubungkan secara seri pada cabang-cabang paralel (semua aliran arus di dalam rangkaian harus melewati ammeter).5 Rt = 1  0.Rangkaian dalam Gambar 86 terdiri dari berbagai peralatan dan komponen. Oleh karena itu. termasuk sumber tegangan 24 Volt. Ingat bahwa total resistansi gabungan cabang adalah lebih kecil daripada resistansi terkecil dari masing-masing cabang.25 + 0. masing-masing dengan lampu yang memiliki resistansi 4Ω. Sebelum menerapkan hukum-hukum dasar rangkaian paralel perlu untuk terlebih dahulu mengetahui resistansi ekivalen guna mengganti kedua cabang paralel 4 Ohm. Dalam kasus khusus ini. Dengan mengaplikasikan aturan-aturan dasar untuk rangkaian paralel (tegangan di semua cabang SAMA) maka nilai arus yang tidak diketahui di masing-masing cabang dapat dihitung dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm. total resistansi adalah kurang dari 4Ω. Dengan daya 24 Volt diaplikasikan pada masing-masing cabang. Langkah pertama dalam mengembangkan rangkaian ekivalen adalah dengan mengaplikasikan aturanaturan dasar untuk mengetahui total resistansi kedua cabang paralel.25 = 0. Rangkaian di atas memiliki dua cabang paralel.5 = 2 Ohm Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya. salah satu aturan untuk rangkaian paralel menyatakan bahwa tegangan di semua cabang paralel adalah SAMA. Resistansi di setiap lampu diberikan bersama dengan nilai tegangan sumbernya. maka aliran arus masing-masing dapat dihitung dengan menggunakan Hukum Ohm.

atau Menerapkan Aturan-aturan / Applying the Rules . Tip-tip berikut akan membuat perhitungan rangkaian seri-paralel tidak terlalu rumit. Gunakan aturan-aturan seri sederhana untuk menghitung nilai-nilai yang tidak diketahui. Kembali ke rangkaian asli dan masukkan nilai-nilai yang sudah diketahui. Untuk menghitung soal ini Anda perlu menentukan resistansi ekuivalen untuk cabang paralel. Gambarlah kembali rangkaian rumit untuk disederhanakan tampilannya.Rangkaian Seri-Paralel / Series – Parallel Circuits Gambar 88 Rangkaian Seri-Paralel Rangkaian seri-paralel yang diperlihatkan dalam Gambar 88 terdiri dari satu bagian seri dan satu bagian paralel. hitunglah resistansi ekuivalen (Re) paralel. Rangkaian seri-paralel (ekuivalen) yang digambar ulang dengan benar akan terdiri hanya SATU resistor seri pada ujungnya. pada dasarnya rangkaian ini dapat dihitung dengan mudah dengan menggunakan metode yang logis. Meskipun beberapa rangkaian seri-paralel tampak sangat rumit. mulailah pada titik terjauh dari sumber tegangan. Periksalah rangkaian dengan cermat dan kemudian tentukan jalur atau jalur-jalur yang dapat dialiri arus melalui rangkaian sebelum kembali ke sumber. Gantilah kombinasi-kombinasi resistor seri-dan paralel langkah demi langkah. Ketika menyederhanakan rangkaian seri-paralel. Semua aturan yang dibahas sebelumnya mengenai rangkaian seri dan paralel berlaku ketika mencari nilai-nilai rangkaian yang tidak diketahui. Gunakan Hukum Ohm untuk menghitung nilai-nilai lainnya. Menghitung Soal Seri-Paralel 2 R1 R2 6 R3 3 12V Gambar 89 Rangkaian Seri-Paralel Rangkaian seri-paralel yang diperlihatkan dalam Gambar 89 memperlihatkan resistor 2Ω dalam seri dengan sebuah cabang paralel yang terdiri dari resistor 6Ω dan resistor 3Ω. Dengan menggunakan rumus berikut.

Metode-metode Lain dan Tip-tip untuk Menghitung Rangkaian Seri-Paralel yang Rumit . Dengan menggunakan Hukum Ohm untuk cabang paralel maka diketahui bahwa 1 Amper mengalir melalui R2. Karena semua aliran arus yang meninggalkan sumber harus kembali kita mengetahui bahwa 3 Amper harus mengalir melalui R1. total resistansi rangkaian sekarang dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Nilai sisanya yang belum diketahui adalah arus. arus listrik dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Lihat rangkaian seri-paralel awal dan tempatkan nilai-nilai yang sudah diketahui. dan 2 Amper mengalir melalui R3 sebelum bergabung menjadi total arus rangkaian 3 Amper yang kembali ke bagian negatif dari sumber power (Gambar 91). 6V 3A 2Ω R1 R2 6V 1A R3 6Ω 6V 2A 3Ω 12V Gambar 91 Rangkaian Perhitungan rangkaian menunjukkan bahwa total aliran arus dalam rangkaian adalah 3 Amper. maka voltase sumber sisanya (6V) diaplikasikan pada kedua cabang paralel. Kemudian hitunglah total rangkaian dengan menggunakan aturan-aturan Hukum Ohm sederhana untuk rangkaian seri. Sekali lagi dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm. Maka sekarang kita bisa menghitung turunnya voltase pada R1 dengan menggunakan rumus E = I x R = 3A x 2Ω = 6 Volt Apabila resistor R1 menggunakan 6 Volt.Gambar 90 Rangkaian Seri-paralel Gambarlah kembali Gambar 90 dengan menyisipkan resistansi ekuivalen untuk cabang paralel. Dengan menggunakan aturan-aturan untuk rangkaian seri.

dengan memeriksa jalur secara seksama untuk aliran arus dan kemudian menggambar kembali rangkaian dapat dengan mudah memecahkan rangkaian-rangkaian yang rumit. Langkah 2: P Gambar 94 – Langkah 2 Dengan menggunakan Hukum Ohm hitunglah resistansi ekuivalen untuk cabang paralel. Langkah 3: . maka metode jumlah atas produk (product over sum method) adalah rumus yang paling mudah. Sekarang jalur aliran arus telah diidentifikasi. langkah selanjutnya adalah menggambar rangkaian serupa untuk cabang-cabang paralel. Di TP1 arus dibagi di antara dua cabang paralel dan kemudian digabungkan kembali di TP2 sebelum mengalir melalui resistor seri R3 dan kembali ke ground. Langkah 1: Gambar 93 – Langkah 1 Telusurilah aliran arus baterai dari bagian (+) ke baterai bagian (-). Terlepas betapapun terlihat rumit suatu rangkaian. dengan menggambar rangkaian yang sama (equivalent circuit) dan mengurangi rangkaian hingga menjadi bentuk yang paling sederhana (rangkaian seri) maka akan menghasilkan informasi yang diperlukan untuk disejajarkan dengan rangkaian asli.Gambar 92 Rangkaian Seri-Paralel yang Rumit Sebagaimana dinyatakan sebelumnya. yaitu: 1 1 1 R1 * R2 atau (disebut product over sum method) Re    Re R1 R2 R1  R2 Jika rangkaian hanya memiliki dua cabang. Semua arus yang meninggalkan sumber tersedia di TP1 (test point 1). Ada dua metode (rumus) yang tersedia untuk menghitung resistansi cabang paralel.

TOPIK 4 ELECTRICAL SCHEMATIC 4.0 SCHEMATIC .Gambar 95 – Langkah 3 Gambarlah kembali rangkaian dengan mengganti nilai Re untuk melambangkan resistansi ekuivalen. Selanjutnya sederhanakan rangkaian dengan menggabungkan Re dan R3 sebagai resistansi tunggal yang disebut Rt. yang diperlihatkan sebagai Re dan R3. Rangkaian sekarang memiliki dua resistor dalam seri.

Simbol-simbol digunakan untuk melambangkan peralatan atau komponen-komponen baik dalam sistem listrik dan elektronik yang sederhana maupun rumit. Skematik digunakan oleh para teknisi untuk mengetahui bagaimana suatu sistem berfungsi dan untuk membantu dalam memperbaiki sistem yang telah mengalami kegagalan fungsi. Fitur-fitur Skematik Skematik listrik Caterpillar memiliki informasi yang sangat berharga. Informasi tersebut dicetak pada bagian depan dan belakang skematik. Beberapa fitur di depan skematik adalah:        Kode-kode warna untuk mengidentifikasi rangkaian Kode-kode singkatan warna Keterangan simbol Informasi mengenai wiring harness Catatan dan kondisi-kondisi skematik Grid design untuk lokasi komponen Nomor-nomor part komponen Garis-garis “berwarna” melambangkan rangkaian alat. Gunakan kode identifikasi warna yang terletak di skematik untuk mengetahui rangkaian. Teknisi harus sangat terampil dalam membaca dan menginterpretasikan semua informasi yang terkandung di bagian-bagian skematik. Suatu metode langkah demi langkah yang logis dalam menggunakan diagram-diagram skematik untuk troubleshooting dimulai dengan pemahaman teknisi tentang sistem yang lengkap. . Simbol-simbol skematik digunakan secara luas dalam terbitan-terbitan Caterpilar untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang berhubungan dengan listrik.Gambar 96 Skematik pada dasarnya adalah gambar-gambar garis yang menjelaskan bagiamana suatu sistem berfungsi dengan menggunakan simbol-simbol dan garis-garis penghubung. Simbol-simbol skematik memberikan banyak sekali informasi dalam ruang yang kecil dan pembacaan simbol-simbol skematik memerlukan keterampilan dan latihan yang sangat tinggi.

Label mencakup identifikasi rangkaian. nomor kabel dalam harness (5).Garis-garis tebal “ganda” adalah untuk mengidentifikasi rangkaian dan komponen-komponen yang terletak di pos operator. kode warna (PK) dan ukuran kabel (18). nomor label kabel (169). Machine Electrical Schematic dengan Format Baru Format Lama Format Baru Gambar 97 Sejumlah mesin Caterpillar menggunakan format baru untuk skematik sistem listrik. Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. kabel atau komponen. CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh dari sistem identifikasi yang baru. Garis (hitam tipis) digunakan untuk mengidentifikasi alat. CATATAN: Lihat keterangan simbol pada skematika. connector. kode identifikasi harness (H). komponen dan simbol sambungan. Format baru tersebut disebut PRO/E dan memberikan informasi tambahan untuk kawat. Gambar 97 memperlihatkan format identifikasi kabel yang baru. Connector Format Lama Format Baru . kawat.

Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi yang baru. Komponen-komponen Format Lama Format Baru Gambar 99 Gambar 99 menunjukkan metode pemberian label komponen skematik yang lama dan memperlihatkan nama yang jelas dan part number komponen. Simbol sambungan yang sebelumnya hanya menggunakan titik (filled-in dot) untuk menunjukkan sambungan. Format PRO/E untuk sambungan-sambungan (splice) menggunakan dua titik penghubung untuk menunjukkan di bagian mana kabel keluar. Skematik yang digambar dalam format PRO/E berisikan huruf identifikasi harness (H). dan nomor bagian komponen (113-8490). dan mencantumkan part number connector (3E3382). Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. mengidentifikasi nomor connector dalam harness (7). mengidentifikasi assembly sebagai connector (C). kode pemberian seri (P-12) dimana “P” adalah singkatan dari “part” dan “1” melambangkan posisi harness (bagian nomor “12” dalam harness “H”.Gambar 98 Format identifikasi connector yang baru (Gambar 98) mencakup kode identifikasi harness (H). . CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi yang baru.

Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. . Meskipun teknisi service dapat menggunakan analog multimeter dan mengetes lampu.0 PENGENALAN TERHADAP DIGITAL MULTIMETER Gambar 100 Digital Multimeter 9U7330 Topik ini mencakup fungsi-fungsi dasar dan pengoperasian digital mulimeter (Gambar 100). diidentifikasi sebagai garis bayangan hitam mesin Daftar component identifier (CID) dan konversi kode flash Bagan lokasi komponen Spesifikasi-spesifikasi resistor dan solenoid Daftar Failure Mode Identifier (FMI) TOPIK 5 DIGITAL MULTIMETER 5. Beberapa fitur di bagian belakang skematik mencakup: Simbol-simbol dan identifikasi skematik harness dan kabel listrik Simbol-simbol dan definisi skematik listrik Bagan keterangan kabel      Buku manual service listrik terkait Bagan lokasi harness connector Spesifikasi-spesifikasi switch mesin dalam posisi “off” Lokasi-lokasi harness connector dan komponen mesin. digital multimeter melaksanakan pengukuran-pengukuran yang lebih rumit pada sistem elektronik yang lebih baru. digital multimeter menggunakan sistem metrik. Untuk mempermudah pekerjaan dengan angka-angka yang lebih besar.CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi yang baru.

Gambar 101 Digital Multimeter 9U7330 Meter (Gambar 101) memiliki empat bagian utama:     Liquid-crystal-display Tombol tekan Switch dengan fungsi rotary dial Lead meter input Liquid Crystal Display Gambar 102 Liquid crystal display pada Digital Multimeter Tampilan kristal cair (LCD) pada meter (Gambar 102) menggunakan segmen-segmen tampilan dan indikator. Segmen-segmen tampilan memiliki pointer yang “bergulung” di seluruh segmen yang menunjukkan adanya perubahan pengukuran. kecuali ketika bacaan frekuensi dilakukan. debu dan uap air. Ketika meter dihidupkan (ON). semua segmen tampilan dan indikator (annunciator) tampil secara singkat selama pengetesan. Tombol Tekan . maka update adalah tiga kali per detik. Tampilan meng-update empat kali per detik. Tampilan juga menggunakan indikator untuk menyingkat berbagai status tampilan (display mode) dan fungsi-fungsi meter. arus atau resistansi.Digital multimeter adalah alat yang sangat akurat dan digunakan untuk mencari nilai yang sangat tepat untuk besaran tegangan. Digital multimeter diberi tenaga oleh baterai alkalin 9 Volt dan dilindungi terhadap kotoran. Tampilan analog adalah pointer 32 segmen yang meng-update 40 kali per detik. Bacaan digital ditampilkan pada tampilan 4000-count dengan indikasi muatan kutub () dan penempatan titik desimal otomatis.

mili-Amper dan mikro-Amper. Dengan menggerakkan meter sesuai dengan arah jarum jam dari tombol OFF. Tombol-tombol tambahan akan dicakup kemudian dalam kursus karena tombol-tombol ini berlaku untuk jenis pengukuran yang dilakukan. Tekan dan tahan tombol kisaran untuk kembali ke mode kisaran auto (auto range mode). Dengan menekan tombol kisaran maka akan menempatkan meter dalam mode kisaran manual dan menampilkan skala kisaran di bagian kanan bawah. Setiap kali tombol kisaran ditekan. Setiap kali rotary switch digerakkan dari posisi OFF ke penyetelan fungsi. voltase langsung (DC) dan DC millivolt. Topik ini akan mencakup hanya tombol kisaran (range button). Posisi berikutnya akan memungkinkan meter untuk memeriksa diode.Gambar 103 Tombol tekan pada digital multimeter Tombol pada meter (Gambar 103) digunakan untuk melaksanakan fungsi-fungsi tambahan. meter secara otomatis memilih suatu kisaran dan menampilkan kata AUTO di bagian kiri atas. semua segmen dan indikator tampilan menyala sebagai bagian dari pengetesan otomatis rutin. ketiga posisi pertama pada rotary switch digunakan untuk mengukur voltase arus bolak balik (AC). Dua posisi terakhir digunakan untuk mengukur arus AC dan DC dalam Amper. Tombol berwarna kuning dapat digunakan untuk menerangi bagian belakang tampilan meter. bagian berikutnya akan ditampilkan. Posisi atas digunakan untuk mengukur resistansi. Meter Lead Input . Rotary Switch Gambar 104 Rotary Switch Berbagai fungsi meter dipilih dengan memutar rotary switch pada meter (Gambar 104). Ketika tombol dihidupkan untuk pertama kali dan pengukuran dilakukan.

Terminal input pada bagian kanan meter adalah untuk mengukur voltase.Gambar 105 Multimeter Input Jack Bergantung pada pengukuran yang akan dilakukan.01 1. Lead berwarna hitam atau negatif akan selalu berada dalam terminal COM.1 Bacaan Maks 1000 V 1000 V 400. meter lead harus ditempatkan dalam terminalterminal yang benar (Gambar 105). Tidak lebih dari 400 miliamper dapat diukur ketika rotary switch berada dalam posisi ini. Overload Display Indicator Gambar 106 Overload Display Saat melakukan pengukuran. Apabila tidak yakin mengenai amper suatu rangkaian. bacaan tampilan maksimum dan input maksimum untuk Digital Multimeter 9U7330. COM atau terminal umum digunakan untuk sebagian besar pengukuran. Perhatikan bagian dalam terminal-terminal input diberi kode warna merah atau hitam. resistansi dan pengetesan diode.01mV 0. Posisi berikutnya ke kanan adalah untuk mengukur miliamper atau mikroamper.0mA 0. mulailah dengan lead berwarna merah pada meter dalam input jack 10 amper (kisaran tertinggi).0 A 400. bacaan resistansi tinggi menunjukkan rangkaian terbuka atau skala yang tidak benar dipilih Dalam kisaran manual. Kondisi-kondisi berikut dapat mengarah pada tampilan kelebihan beban (overload display):   Dalam kisaran auto (auto-range). Input Terminal dan Batasan-batasan Tabel 7 Fungsi AC Volt DC Volt mVolt Ohm AC/DC Amp mA/A Bacaan Min 0.0 mA 4000 A Input Maks 1000 V 1000 V 1000 V 1000 V 600 V 600 V 600 V Tabel 7 memperlihatkan fungsi-fungsi meter. Input ini dipasang fuse pada 10 Amper. bacaan voltase yang melampaui kisaran dipilih. bacaan resistansi tinggi menunjukkan rangkaian terbuka. OL menunjukkan bahwa nilai yang sedang diukur berada diluar batas kisaran yang dipilih.00 M 10. pada bagian paling kiri meter adalah untuk mengukur Amper. Mengukur Tegangan AC/DC . Dalam kisaran manual (manual range).0001V 0.01mV 0. Lead positif dapat diarahkan pada input-input merah mana pun. Terminal input pertama. bacaan tampilan minimum. tampilan OL akan terlihat (Gambar 106).01mA 0.0 mV 40.

01% dalam lima kisaran voltase AC/DC dengan impedansi input kira-kira 10 mv ketika dihubungkan secara paralel. maka ini menunjukkan bahwa switch contact mengalami kerusakan. Mengukur Penurunan Tegangan Gambar 108 Mengukur penurunan tegangan Perhatikan rangkaian dalam Gambar 108. meter harus membaca penurunan tegangan sama dengan tegangan sumber atau 12 Volt.     Tempatkan lead hitam meter pada COM input port dan lead merah meter pada Volt/OHM input port. Kabel pengetesan (test lead) dihubungkan secara paralel pada beban rangkaian (circuit load). Dengan sumber daya 12 Volt yang dihubungkan ke beban. sehingga switch harus diganti. Untuk mengukur voltase. .Gambar 107 Digital Multimeter 9U7330 Ketika menggunakan multimeter untuk melakukan pengukuran voltase. Tempatkan rotary switch dalam posisi AC atau DC yang diinginkan. Keakuratan multimeter 9U7330 adalah kira-kira 0. penting untuk diingat bahwa voltmeter harus selalu dihubungkan secara paralel dengan beban atau rangkaian yang sedang dites. Tempatkan lead hitam meter pada bagian rendah (low) atau return side komponen atau rangkaian yang sedang diukur Tempatkan lead merah meter pada bagian bertegangan tinggi (high) atau bagian positif dari komponen atau rangkaian yang sedang diukur. Suatu proses yang logis adalah dengan mengukur penurunan tegangan di switch contact tertutup. lakukan langkah-langkah berikut: Pastikan rangkaian dalam keadaan menyala (ON). ini menunjukkan bahwa resistansi yang tidak diinginkan terdapat di dalam rangkaian. Apabila meter membaca penurunan tegangan kurang dari 12 Volt. Apabila terdapat bacaan tegangan pada switch ini.

gunakan tombol tekan BIRU (Gambar 109).1 Volt adalah angka yang dapat diterima untuk kondisi-kondisi kabel rangkaian normal. Meter memiliki “buffer” yang memungkinkannya untuk mengukur dengan cepat aliran arus yang lebih tinggi dari 10A. Mengukur Arus AC/DC Gambar 109 Digital Multimeter 9U7330 Ketika menggunakan multimeter untuk melakukan pengukuran arus. Ketika mengukur arus di dalam rangkaian. Arus yang dihasilkan tegangan beban ini sangat rendah. CATATAN: Lead harus selalu dihubungkan dalam SERI dengan beban atau rangkaian ketika mengukur aliran arus. Untuk mengubah di antara pengukuran arus bolak balik (AC) dan arus searah (DC). meter probe harus dihubungkan secara SERI dengan beban (load) atau rangkaian yang sedang dites. internal shunt resistor pada meter akan menghasilkan tegangan di terminal meter yang disebut “tegangan beban”. komputer dan mikroprosesor. penurunan voltase 0. selalu mulai dengan lead merah multimeter di dalam Amp input (10A fused) pada meter. Hubungkan lead merah ke dalam mA/A input hanya setelah diketahui arus berada di bawah tingkat arus maksimum pada input mA/A (400 mA). Ketika mengukur aliran arus. . Pengukuran voltase harus selalu dilakukan dengan rangkaian dalam keadaan memiliki power. bacaan meter tidak akan sama persis dengan voltase sumber power. Dalam kebanyakan aplikasi praktek. Meter ini sebetulnya bisa membaca arus sampai 20 Amper untuk jangka waktu tidak lebih dari 30 detik. tetapi bisa saja mempengaruhi ketepatan pengukuran. Ini berarti bahwa alat pengukur ini tidak akan meningkatkan aliran arus secara signifikan di dalam rangkaian yang sedang diukur. multimeter Fluke 87 dirancang dengan resistansi rendah untuk mencegah agar tidak menimbulkan dampak terhadap aliran arus di dalam rangkaian.CATATAN: Dalam pengukuran yang sesungguhnya. Digital multimeter 9U7330 adalah alat pengukur dengan resistansi tinggi. Digital Multimeter 9U7330 adalah ideal untuk digunakan dalam rangkaian-rangkaian yang dikontrol oleh peralatan padat seperti komponen-komponen elektronik. Ketika mengukur arus. karena kabel masing-masing akan memberikan sedikit resistansi. Buffer ini dirancang untuk menangani “lonjakan” arus ketika rangkaian dihidupkan pertama kali.

lakukan langkah-langkah berikut:      Tempatkan multimeter input lead berwarna hitam di dalam COM port dan input lead merah di dalam A (Amp) port. Apabila masih terdapat tegangan eksternal di seluruh komponen yang sedang dites. adalah perlu untuk mematikan daya listrik pada rangkaian dan membuang muatan semua capacitor sebelum mencoba melakukan pengukuran di dalam rangkaian.Mengukur Arus Gambar 110 Mengukur Aliran Arus Untuk mengukur arus (Gambar 110). Tempatkan Rotary Switch pada posisi mA/A Bukalah rangkaian yang akan dites. maka mustahil untuk mendapatkan pengukuran yang akurat. Mengukur Resistansi Gambar 111 Mengukur Resistansi Ketika menggunakan multimeter untuk mengukur resistansi (Gambar 111). Gunakan power pada rangkaian. Tempatkan lead dalam SERI dengan rangkaian. . dianjurkan dengan “menarik” fuse. atau dengan “membuka” switch. fuse akan “membuka”. sehingga amper rangkaian mengalir melalui meter. CATATAN: Apabila aliran arus melampaui tingkat fuse di dalam meter.

Tempatkan lead meter MENYILANG pada komponen atau rangkaian yang sedang diukur.2 Ohm untuk pasangan test lead standar. Ada beberapa cara dimana rangkaian dapat mengalami kegagalan fungsi: . Resistansi badan anda dapat mempengaruhi pengukuran. TOPIK 6 KEGAGALAN FUNGSI RANGKAIAN/CIRCIT FAULT 6. Meter kemudian menghitung secara internal resistansi yang menggunakan rumus Hukum Ohm R = E  I. resistansi dari test lead dapat mempengaruhi keakuratan ketika meter berada pada kisaran terendahnya (400 Ohm). Kesalahan yang diantisipasi adalah kira-kira 0. Gunakan (REL) mode pada 9U7330 untuk mengurangi secara otomatis resistansi lead dari pengukuran yang sesungguhnya. maka perlu mengisolasi rangkaian atau komponen dari jalur-jalur lain.    Tempatkan lead merah di dalam jack yang berlabel Volt/Ohm dan lead hitam di dalam jack yang bertanda COM.1 hingga 0. Untuk mengetahui kesalahan yang sesungguhnya. resistansi yang diperlihatkan oleh meter adalah total resistansi melalui semua kemungkinan jalur di antara dua pengetesan meter (meter probe). paralel dan seri-paralel. Selain itu. pasanglah test lead bersama dan bacalah nilai yang ditampilkan pada meter. Agar dapat mengukur sebagian besar rangkaian atau komponen secara akurat. CATATAN: Penting untuk diingat agar jari-jari Anda tidak menyentuh bagian-bagian ujung meter lead ketika melaksanakan pengukuran resistansi. Penting untuk diingat. Kegagalan fungsi pada rangkaian dapat diperlihatkan pada alat bantu pelatihan atau pada kendaraan. Tempatkan rotary selector di dalam posisi Ω. Untuk mengukur resistansi secara akurat. ikuti langkah-langkah berikut: Pastikan daya pada rangkaian atau komponen dimatikan (OFF).Digital multimeter mengukur resistansi dengan melewati arus yang sudah diketahui melalui rangkaian atau komponen dan mengukur penurunan tegangan masing-masing.0 KEGAGALAN FUNGSI RANGKAIAN / CIRCUIT FAULT Topik ini menguraikan kegagalan fungsi pada rangkaian seri.

Akibatnya. Apabila terjadi di dalam kabel utama. Gambar 112 memperlihatkan switch yang berfungsi sebagai rangkaian yang terbuka. keadaan terbuka di dalam jalur tanah kembali (return ground path) akan memiliki dampak yang sama seperti keadaan terbuka di dalam kabel utama. maka tidak satu beban atau komponen pun yang akan berfungsi. Lokasi fisik rangkaian yang “terbuka” menentukan bagaimana rangkaian akan terbaca. Dalam rangkaian paralel. Troubleshooting pada rangkaian yang terbuka mudah dilakukan menggunakan multimeter dengan mengukur voltase sumber.     Terbuka (Open) Hubung singkat (Short) Rangkaian yang Dibumikan (Ground) Resistansi tinggi (High resistance) Intermittence Terbuka (Open) Gambar 112 Rangkaian Terbuka Keadaan “terbuka” di bagian mana pun dalam suatu rangkaian dapat mengakibatkan tidak ada aliran arus di dalam rangkaian seri atau bagian dari rangkaian paralel. Apabila tersedia voltase pada bagian beban (load side) maka perlu untuk terus memeriksa rangkaian sampai keadaan terbuka teridentifikasi. sehingga tidak ada aliran melalui dua beban. atau kabel putus serta connector rusak. Gambar 113 Keadaan Terbuka (open) di Kabel Utama & Cabang Paralel . mengidentifikasi keadaan terbuka bergantung pada di mana lokasi tersebut terjadi. Selain itu. Rangkaian yang terbuka dapat diakibatkan oleh komponen yang mengalami kegagalan fungsi misalnya switch. fuse. maka contact akan membuka. Apabila voltase sumber tersedia pada sambungan di depan switch dan tidak tersedia pada bagian switch yang bermuatan. semua cabang paralel tidak akan beroperasi.

hanya beban (load) yang terdapat pada cabang tersebut yang terkena dampak. Gambar 114 Hubung singkat sebelum beban rangkaian Gambar 114 memperlihatkan hubung singkat yang terjadi yang terletak setelah peralatan pelindung dan switch. misalnya switch atau connector. Kemungkinan besar tempat lainnya yang harus diperiksa untuk mengetahui keadaan terbuka adalah pada komponen itu sendiri. lepaskan alat tersebut dan lakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan bahwa alat berfungsi dengan baik. Gambar 113 memperlihatkan sebuah contoh keadaan terbuka di dalam kabel utama dan dalam cabang paralel. maka dianjurkan bahwa fuse atau alat tersebut diperiksa secara visual. hasilnya biasanya bahwa komponen mengalami kegagalan fungsi. Karena kebanyakan rangkaian dilindungi dengan sejenis fuse atau alat pelindung rangkaian. Hal ini sering kali menjelaskan adanya hubungan listrik yang tidak diinginkan atau tidak benar dan dapat menarik arus yang lebih tinggi daripada yang diharapkan. Ketika melakukan identifikasi pada rangkaian yang terbuka. Hubung singkat pada tanah terjadi ketika aliran arus dihubungkan ke tanah sebelum waktunya. Dalam menjelaskan kegagalan fungsi yang disebabkan oleh hubung singkat listrik. biasanya disertai dengan resistansi sangat rendah terhadap aliran arus. jalur resistansi rendah ke tanah terjadi setiap kali switch dihidupkan dan voltase sumber tersedia. switch. Semua beban cabang lainnya akan beroperasi secara normal. langkah selanjutnya adalah menentukan perangkat listrik lain apa. Dampak hubung singkat terhadap tanah tergantung pada rancangan rangkaian dan lokasinya dalam kaitannya dengan komponen-komponen rangkaian lainnya. Hubung Singkat (Short) Hubung singkat di dalam suatu rangkaian adalah hubungan listrik langsung di antara dua titik. tetapi sebelum beban rangkaian (lampu). Hal ini biasanya terjadi ketika isolasi kabel rusak dan konduktor benar-benar terkena kontak dengan body mesin (machine ground). Apabila pemeriksaan visual tidak mengungkapkan adanya kondisi terbuka. Dalam contoh ini. jenis-jenis hubung singkat biasanya diidentifikasi sebagai “hubung singkat pada tanah” atau “hubung singkat pada daya”.Apabila terjadi keadaan terbuka di salah satu cabang (branch) di bawah kabel utama. misalnya peralatan pelindung. beban. . mulai dari lokasi termudah dan terus ke arah sumber voltase. Dengan menggunakan multimeter dan skematik listrik akan mengetahui apakah sistem atau voltase sumber tersedia atau tidak. Hasil dari jalur yang tidak diinginkan ini akan mengakibatkan sekering “putus” (atau pemutus arus mengalami trip) ketika switch dihidupkan. yang tersedia di dalam jalur rangkaian. Pisahkan peralatan tersebut. dll. Apabila voltase tidak tersedia pada komponen.

Dalam situasi ini. Akibat dari kondisi jenis ini umumnya menyebabkan satu rangkaian atau kedua rangkaian tidak beroperasi dengan semestinya. kondisi ini jarang menyebalan peralatan pelindung “membuka” atau merusak komponen-komponen lain. sekering (fuse) akan “putus” setiap kali voltase rangkaian dialirkan. Kondisi ini sering disebut sebagai “hubung singkat mati” (dead short). dampak terhadap rangkaian ditentukan oleh di mana kondisi ground terjadi. Kabel-kabel yang aus atau rusak biasanya merupakan akar penyebab dari kondisi ini. misalnya ada komponen yang dialiri listrik padahal tidak seharusnya demikian. Gambar 116 Hubung singkat sebelum alat pengontrol Hubung singkat pada daya atau suplai daya terjadi ketika satu rangkaian dipasang pada rangkaian lainnya (Gambar 116). kondisi yang mengalami ground menunjukkan bahwa rangkaian memiliki jalur yang tidak diinginkan ke rangka mesin. Sebagaimana telah dinyatakan. Juga. Seperti yang telah dibahas sebelumnya. Gejala-gejala hubung singkat terhadap daya listrik sekali lagi tergantung pada lokasi hubung singkat.Gambar 115 Hubung singkat sebelum switch Gambar 115 memperlihatkan hubung singkat ke tanah yang terjadi sebelum switch. Resistansi Tinggi . Rangkaian yang Dibumikan (Ground) Rangkaian yang mengalami ground biasanya mengakibatkan komponen tidak berfungsi.

Bagian ujung besi pateri (soldering iron tip) harus dalam keadaan sangat panas agar dapat melelehkan pateri. 5. Pematrian menciptakan sambungan listrik yang kuat dan dapat diandalkan. . 3. TOPIK 7 MEMATRI /SOLDERING 7.Kegagalan fungsi pada rangkaian juga terjadi ketika tingkat resistansi menjadi terlalu tinggi. Proses pematrian bergantung pada pateri yang meleleh yang mengalir ke dalam semua cacat yang terdapat pada permukaan logam yang akan dipateri. Jangan sampai pateri panas tersemprot ke udara misalnya dengan menggerak-gerakkan hot gun atau iron atau sambungan yang dipateri panas. Tindakan Pencegahan untuk Keselamatan Soldering gun atau iron beroperasi pada temperatur yang cukup tinggi untuk menyebabkan luka bakar yang serius. Masalah ini biasanya disebabkan oleh adanya getaran atau mesin yang bergerak. Penyebab umum dari resistansi tinggi adalah peningkatan korosi atau kotoran pada sambungan dan contact. 4. Ketika dua potong logam dipateri bersama. lapisan tipis pateri menempel di antara kedua potong logam tersebut dan membuat sambungan listrik. Jangan memakai pakaian yang terbuat dari nilon atau plastik. 7. Jangan memegang bagian logam yang tidak berisolasi.0 MEMATERI / SOLDERING Memateri adalah proses menyambung dua logam dengan menggunakan campuran pateri. Asap ini dapat menyebabkan masalah sistem pernafasan. Dampak terhadap rangkaian biasanya menyebabkan komponen-komponen tidak berfungsi atau komponen tidak berfungsi sesuai dengan spesifikasi. Patuhilah tindakan-tindakan pencegahan untuk keselamatan berikut: 1. Intermittence Kondisi intermittence terjadi ketika contact atau sambungan-sambungan menjadi longgar atau ketika bagian-bagian komponen internal rusak. Meskipun sambungan listrik dapat dilakukan di antara dua kabel yang dijepit. Jangan menghirup asap yang keluar saat terjadi proses pematrian. Pateri akan membakar dan membuat pakaian dari jenis bahan ini berlubang. Jangan membiarkan bagian logam dari soldering gun atau iron bertumpu atau terkena kontak dengan bahan-bahan mudah terbakar. mungkin hal ini tidak sempurna atau cacat. jangan menggunakannya saat berdiri di dalam air atau alat pendingin mesin. Apabila terkena kontak dengan ujung pateri maka akan menyebabkan luka bakar pada kulit. Pateri adalah campuran antara timah dan timbal dan biasanya mengandung flux pateri. 8. Apabila soldering iron panas akibat aliran listrik. Pastikan untuk selalu memegang soldering gun atau iron pada gagang yang berisolasi. Jangan menggunakan pateri pada rangkaian listrik yang beraliran listrik. 2. Bagian logam harus selalu diletakkan pada tiang pateri (soldering stand) ketika tidak digunakan. 6. Masalah ini biasanya mengakibatkan lampu berkelap-kelip. atau komponen-komponen berfungsi sebentar-sebentar. dan tidak bisa diidentifikasi dengan mudah karena kondisi ini cenderung membaik sendiri ketika mesin dihentikan.

Pateri menjadi larut dan menembus permukaan tembaga. Kisaran plastik pateri berbeda-beda. Pateri yang paling umum digunakan untuk pematrian dengan tangan dalam pekerjaan perbaikan listrik adalah jenis pateri dengan rasio 60/40 dan jenis pateri dengan rasio 63/37. Perbandingan ini biasanya ditandai pada berbagai jenis pateri yang tersedia. Wetting hanya dapat terjadi apabila permukaan tembaga bebas dari kontaminasi dan dari lapisan oksida yang terbentuk ketika logam terkena udara. 7. tidak beraturan dan terlihat kusam. yaitu campuran yang sebagian tembaga dan sebagian pateri. yang dikenal sebagai pateri eutectic pada dasarnya tidak memiliki kisaran plastik. reaksi larutan logam terjadi. maka harus berhati-hati untuk tidak memindahkan elemen-elemen sambungan selama masa pendinginan. sehingga membentuk immediate bond.1 SIFAT-SIFAT PATERI / PROPERTIES OF SOLDER Pateri adalah logam campuran. Ketika pateri panas (hot solder) terkena kontak dengan permukaan tembaga. dan meleleh hampir seketika pada temperatur 1830C (3610F).9. Gerakan apa pun dapat menyebabkan masalah yang dikenal sebagai sambungan yang terganggu (disturbed joint). Pastikan bahwa semua prosedur perundang-undangan dan keselamatan diri dipahami dan dipatuhi ketika melaksanakan tugas-tugas pematrian. tidak akan meleleh seketika. Karena kisaran plastik jenis 60/40. Meskipun permukaan yang akan dipateri terlihat bersih. Pateri dan permukaan yang dikerjakan harus mencapai temperatur yang diperlukan sebelum mencoba memateri. Pateri dengan perbandingan 60/40 (60% timah / 40% timbal). Reaksi larutan ini disebut wetting dan membentuk pengikatan antar-logam di antara bagianbagian logam (Gambar 117). Pateri dengan rasio 63/37. Sambungan pateri yang terganggu tidak dapat diandalkan dan mungkin akan memerlukan pematrian ulang. bergantung pada rasio timah dengan timbal. Agar penyatuan pateri dapat berjalan dengan baik. akan selalu ada kemungkinan lapisan tipis oksida yang menutupinya. Wetting Action Gambar 117 Wetting terjadi ketika pateri yang meleleh menembus suatu permukaan dari tembaga. Molekul-molekul pateri dan tembaga bercampur untuk membentuk campuran baru. yang terbuat dari campuran antara timah dan timbal dalam perbandingan yang berbeda. Di antara dua temperatur ini. Pateri dengan perbandingan lebih banyak timah/timbal. pateri berada dalam keadaan plastik atau semicair. oksida di permukaan harus dibersihkan saat berlangsung proses pematrian dengan menggunakan flux. kisarannya jauh lebih kecil daripada untuk pateri 50/50. tidak cerah dan tidak mengkilat. Flux . tetapi belum meleleh sepenuhnya sebelum temperatur mencapai 2160C (4200F). Pateri jenis 50/50 mulai meleleh pada temperatur 1830C (3610F). Sambungan yang terganggu memiliki tampilan yang kasar.

Soldering Iron Soldering iron dibuat dalam berbagai ukuran dan bentuk. Hal ini dicapai akibat reaksi flux yang sangat korosif pada temperatur leleh pateri dan membuat flux mampu membersihkan oksida logam dengan cepat. Flux harus dilelehkan pada temperatur lebih rendah dari temperatur leleh pateri sehingga flux dapat melakukan tugasnya sebelum terjadi pematrian. Meskipun . Rosin – Dapat diaktifkan dengan mudah dan larut dalam air. iron (mata solder) harus tetap berada dalam holder-nya dengan ujungnya dalam keadaan bersih dan dilapisi dengan pateri dalam jumlah kecil. Flux menguap dengan sangat cepat sehingga flux harus dilelehkan untuk dialirkan ke permukaan bagian yang dikerjakan dan bukan hanya sekedar diuapkan oleh ujung hot iron untuk memberikan manfaat penuh dari tindakan fluxing. Unsur penting adalah mengontrol siklus panas pekerjaan. dan ukuran tip atau mata solder yang benar. Permukaan ujung soldering iron harus terus menerus dilapisi dengan timah untuk memastikan agar dapat terjadi pemindahan panas yang baik dan untuk menghindari pemindahan kotoran-kotoran pada sambungan pateri. Flux harus diaplikasikan sehingga tidak terjadi kerusakan pada bagianbagian dan bahan-bahan di sekeliling. Akan tetapi. rosin flux tidak korosif dan tidak memiliki daya konduksi sehingga tidak akan mempengaruhi rangkaian. maka perlu menggunakan bahan-bahan yang disebut flux. Larutan dapat digunakan untuk membersihkan permukaan sebelum melakukan pematrian tetapi ini tidak cukup karena oksidasi di atas permukaan logam yang dipanaskan terbentuk dengan sangat cepat. Thermal Mass Faktor pertama yang perlu dipertimbangkan ketika memateri adalah massa panas (thermal mass) relatif dari sambungan yang akan dipateri. Fungsi flux adalah untuk membersihkan oksida dan menjaganya tetap bersih selama proses pematrian. maka akan terdapat hambatan terhadap aliran panas. Ada berbagai macam flux tersedia untuk banyak tujuan dan aplikasi. Adalah reaksi flux yang membersihkan/menghilangkan oksida. Massa ini dapat berbeda-beda pada kisaran yang lebar. Ketika tidak digunakan. Kondisi Permukaan Faktor penting kedua ketika memateri adalah kondisi permukaan. adalah faktor penting dalam mengontrol panas. Flux terdiri dari rosin alami atau sintetis dan kadang-kadang ditambah dengan bahan aditif kimia yang disebut activator. Berapa cepat pekerjaan menjadi panas. berapa panasnya.Sambungan-sambungan pateri yang baik hanya dapat diperoleh apabila permukaan yang akan dipateri benar-benar bersih. Sebelum menggunakan soldering iron ujungnya harus dibersihkan dengan menyekanya menggunakan sponge basah. flux cair harus diaplikasikan dalam lapisan yang tipis dan merata pada permukaanpermukaan yang disambung dan sebelum diberikan panas. Untuk mengatasi lapisan oksidasi ini. Apabila ada oksida atau contaminant lainnya yang menutupi pad atau lead. dan juga mencegah terbentuknya oksida baru yang memungkinkan pateri membentuk pengikatan intermetallic yang diinginkan. Mengontrol Panas Mengontrol temperatur soldering iron tip bukan merupakan unsur penting dalam pematrian. Ketika digunakan. dalam keadaan tidak dipanaskan. Jenis-jenis yang paling lazim adalah: Rosin – Tidak perlu dibersihkan. Cored wire solder dan solder paste harus ditempatkan dalam posisi sedemikian rupa sehingga flux dapat mengalir dan menutupi sambungansambungan saat pateri meleleh. dan berapa lama pekerjaan tetap panas adalah unsur yang perlu dikontrol untuk memastikan hasil sambungan pateri yang baik. Pemilihan ukuran batang solder yang benar. Setiap sambungan memiliki massa panasnya masing-masing dan bagaimana gabungan massa ini dibandingkan dengan massa iron tip (mata solder) akan menentukan waktu dan kenaikan temperatur bagian yang dipateri.

Agar memiliki sambungan pateri yang kuat. Ini adalah bidang kontak di antara iron tip dan pekerjaan. tidak beraturan dan tidak rata. dan membentuk bagian pinggir yang tipis. Jangan melelehkan pateri pada iron tip dan membiarkannya mengalir ke permukaan yang lebih dingin dari temperatur didih pateri. Gambar 119 Solder bridge memberikan thermal linkage untuk mentransfer panas ke dalam pad dan lead komponen Gambar 119 juga memperlihatkan gambar soldering iron tip yang sedang memateri lead komponen. Pateri yang meleleh selalu mengalir dari area yang lebih dingin ke area yang lebih panas. Panas ditransfer melalui area kontak kecil di antara soldering iron tip dan pad. Sebelum pateri diaplikasikan. Gambar 118 memperlihatkan gambar soldering iron tip yang sedang memateri sebuah lead komponen. temperatur permukaan bagian-bagian yang sedang dipateri harus ditinggikan di atas titik leleh pateri. Pateri yang diaplikasikan pada permukaan yang bersih. bagian-bagian yang sedang dipateri harus ditahan di tempatnya sampai pateri menjadi padat. iron tip ini mungkin tidak dapat menyediakan panas yang cukup pada sambungan untuk melelehkan pateri. area kontak lebih besar dengan menempatkan pateri pada titik kontak dalam jumlah kecil. soldering iron tip harus diaplikasikan pada titik massa maksimum sambungan. yang akan memungkinkan gravitasi membantu pateri mengalir. Dalam kasus ini.iron tip memiliki ukuran dan temperatur yang benar. Memilih cored solder dengan ukuran diameter yang benar akan membantu mengontrol jumlah . Area thermal linkage ini adalah kecil. Thermal Linkage Gambar 118 Minimal thermal linkage akibat pateri yang tidak cukup di antara pad dan soldering iron tip Faktor ketiga yang perlu dipertimbangkan adalah thermal linkage. diaplikasikan dengan flux dan yang dipanaskan dengan benar akan meleleh dan mengalir tanpa kontak langsung dengan sumber panas dan memberikan permukaan yang mulus dan rata. Pematrian yang tidak benar akan memperlihatkan bentuk yang lebih tebal. Melakukan Pematrian / Applying Solder Pada umumnya. gunakan pateri pada bagian atas sambungan sehingga permukaan sambungan dan bukan iron yang akan melelehkan pateri. Hal ini akan memungkinkan terjadinya peningkatan thermal yang cepat di bagian-bagian yang dipateri. Apabila memungkinkan. Tip ini juga terkena kontak dengan pad dan komponen sehingga meningkatkan thermal linkage lebih lanjut. Solder bridge ini memberikan thermal linkage dan memastikan transfer panas secara cepat pada bidang pekerjaan.

memar. ikutilah pedoman-pedoman berikut:  Gunakan perkakas pemateri untuk memanaskan terminal atau clip. Ketika perlu melakukan pematrian ulang.  .pateri yang digunakan pada sambungan. yang menunjukkan adanya penyatuan metalurgi dan kesinambungan metalik dari pateri ke permukaan (Gambar 120). Ketika memateri. Pateri harus membentuk sudut kontak kecil. sehingga membentuk sudut kontak yang kecil Sambungan pateri harus memiliki bentuk yang mulus dan berkilau seperti satin. menyemprot. Solder Ulang Haruslah berhati-hati untuk menghindari perlunya melakukan pematrian ulang. tetapi tidak boleh lebih dari satu jam setelah memateri. kerikil halus. Jangan memanaskan pateri langsung. Sambungan pateri dalam keadaan dingin atau rusak biasanya hanya memerlukan pemanasan ulang dan pengaliran kembali pateri dengan ditambah flux dalam jumlah yang sesuai. Kualitas Pekerjaan / Quality of Work Gambar 120 Pateri menyatu dengan permukaan yang dipateri. tetapi tidak pada insulator apabila menggunakan clip. Perkakas ini akan mentransfer panas melalui daya konduksi ke kabel. dan material yang sedang dibersihkan. sambungan. ujung yang tajam. Transisi yang mulus dari pad ke lead komponen harus terlihat jelas. pateri harus dibersihkan dan sambungan dipateri kembali. atau pekerjaan-pekerjaan yang memberikan hasil buruk lainnya. Setelah melakukan pembersihan. standar-standar kualitas untuk sambungan yang dipateri ulang harus sama dengan sambungan semula. dengan memastikan bahwa jari dan tangan tidak terkena kontak dengan permukaan yang panas. dan diameter besar untuk sambungan besar. Pembersihan setelah Solder Ketika diperlukan pembersihan. yang akan menjadi cukup panas untuk melelehkan pateri. keringkan area yang dipateri dengan secukupnya. Gunakan diameter kecil untuk sambungan kecil. menyikat dan metode-metode aplikasi lainnya dapat digunakan bersama dengan larutan pembersih. Sambungan harus bebas dari goresan-goresan. Pastikan bahwa pateri mencakup konduktor yang terbuka. Larutan pembersih. longgar. Sejumlah flux mungkin memerlukan tindakan pembersihan yang lebih segera untuk mempermudah pembersihan yang memadai. Cara-cara mekanis misalnya dengan menggoyang-goyangkan. larutan dan metode-metode yang digunakan tidak boleh mempengaruhi bagianbagian. Pastikan bahwa terdapat solder fillet di antara core (konduktor) dan terminal atau clip. Celah yang bersih dan mulus atau bagian permukaan tidak rata di fillet atau lapisan pateri dapat diterima. Bekas-bekas probe dari test pin dapat diterima asalkan tandatanda tersebut tidak mempengaruhi keutuhan sambungan pateri. Sambungan pateri yang dapat diterima harus memperlihatkan bukti adanya wetting dan sambungan yang kuat ketika pateri menyatu dengan permukaan yang dipateri. dan semua clip. Apabila pemanasan ulang tidak memperbaiki kondisi yang rusak. sisa flux harus dibersihkan secepat mungkin.

Sebelum kabel-kabel dapat dihubungkan dan dipateri. Desoldering tool adalah perkakas yang menyederhanakan pekerjaan membersihkan lubang-lubang pateri dari pateri papan yang ditandai dengan goresan ketika lead komponen dibersihkan dari lubang-lubangnya. pastikan pateri mencakup konduktor.      Persiapan Kabel / Wire Preparation Dua kabel atau lebih yang memberikan jalur daya konduksi untuk listrik harus dihubungkan secara listrik. Soldering iron adalah perkakas standar dalam industri yang digunakan untuk memateri kabel bersama. yang dengan demikian juga diklasifikasikan secara tidak langsung berdasarkan jumlah panas yang dapat dihasilkannya. Jangan menggunakan terlalu banyak pateri sehingga helaian kabel masing-masing tidak terlihat. misalnya soldering gun. atau menonjol pada insulator. dimasukkan ke dalam terminal eye. dll. sehingga memberikan terminal lead yang dapat disambung terhadap satu sama lain atau ke terminal post atau connector contact. Apabila memateri di sekitar terminal. kabel-kabel harus dipersiapkan dengan benar. ini dapat menyobek pita (tape) yang digunakan untuk mengisolasi perbaikan. jenis pensil.      Perkakas / Tools Perkakas berikut dianjurkan untuk digunakan ketika mempersiapkan dan memateri kabel atau sambungan:  Diagonal pliers. digunakan untuk menahan kabel sehingga ujung yang dikelupaskan dapat dipuntir di sekeliling terminal post. Jangan meninggalkan helaian-helaian kabel menonjol dari titik yang disolder. kabel-kabel tersebut dipateri di bagian sambungan (junction). Ada banyak jenis perkakas yang digunakan untuk tujuan ini. Perkakas ini tidak boleh digunakan untuk memotong logam keras seperti besi atau baja. Untuk memastikan bahwa kabel-kabel tidak terpisah. Jenis pekerjaan akan menentukan berapa ukuran iron yang harus digunakan. atau hubungan mengalami korosi. Jangan memateri kabel di dalam rangakaian yang beraliran listrik. yang lazim disebut sebagai side cutter. Heat sink digunakan untuk mencegah panas yang berlebihan (overheating) saat memateri atau melepas patrian bagian-bagian elektronik yang sensitif terhadap panas. Selalu putuskan hubungan daya listrik dari kabel dan kemudian lakukan perbaikan. Heat sink umumnya berupa clip yang dipasang pada lead di antara body suatu komponen dan titik terminal dimana panas diaplikasikan. Ada berbagai jenis stripper. Gun dengan voltase 100 hingga 125 Watt adalah ukuran soldering gun yang paling populer. Ini berarti bahwa permukaan kabel yang tidak diisolasi pada satu kabel harus dihubungan secara mekanis pada permukaan kabel lainnya yang tidak diisolasi. Jangan membiarkan perkakas pemateri membakar terminal atau isolasi. digunakan untuk memotong kabel lunak dan lead pada komponen-komponen. Lubang-lubang tersebut harus bebas dari pateri sebelum terminal komponen baru dapat dimasukkan. Perkakas ini menyerap dan mengurangi jumlah panas yang dikonduksi oleh komponen. Jangan meninggalkan ujung-ujung pateri yang tajam. Hal ini melibatkan pengelupasan isolasi pada ujung-ujung kabel. tetapi tidak semua bagian konduktor. Wire stripper digunakan untuk membuang isolasi dari kabel pengait (hook-up wire). yang berkisar antara jenis sederhana yang terdapat pada diagonal plier hingga stripper yang lebih otomatis dengan berbagai ukuran yang dapat mengelupas isolasi dari berbagai diameter. Long-nose atau needle-nose pliers. Soldering iron diklasifikasikan berdasarkan jumlah daya yang dikeluarkannya. Mungkin akan membantu apabila memiringkan ujung terminal kabel yang sedang diperbaiki sedikit ke atas untuk mencegah agar pateri tidak mengalir ke terminal. .

Apabila menggunakan kabel-kabel yang terdiri dari helaian-helaian kabel. Puntirlah kabel sehingga membentuk kait (hook) dan masukkan hook ke dalam lubang pada terminal strip. Hal yang . Kabel harus dihubungkan dengan aman pada post melalui ¾ hingga satu putaran penuh. maka kabel harus dipuntir dan ditempatkan pada ujung alat pemateri yang sudah dipanaskan dan dipanaskan pada temperatur yang cukup sehingga kabel dapat melelehkan pateri. Langkah terakhir sebelum mematri kabel adalah melaksanakan tugas yang disebut “tinning”. prosedur yang dianjurkan adalah memuntir masing-masing kabel dalam bentuk kait (hook). Apabila kabel memiliki bentuk yang mengkilat dan tidak tergores atau rusak. Hubungan Mekanis / Mechanical Connection Gambar 121 Beberapa dari connector yang lebih umum adalah post terminal dan splice. maka tidak diperlukan persiapan lebih lanjut.Setelah mengelupaskan isolasi. Gabungkan kedua hook dan gunakan pateri pada sambungan. Jangan memutar kabel pada post beberapa kali. Ini adalah tindakan yang boros dan juga menyebabkan masalah apabila sambungan perlu dipateri ulang. Gambar 123 Apabila dua kabel akan disambung. Gambar 122 Gambar 122 memperlihatkan sambungan yang lazim dilakukan pada terminal strip. Gambar 121 memperlihatkan sambungan ke terminal post. periksalah kabel apakah terdapat goresan dan perubahan warna. maka harus dibersihkan sebelum dipateri. Apabila kabel memiliki bentuk yang kusam atau gelap.

8. 7. gunakan pada sambungan. Sambungan pateri harus kuat secara mekanis agar tidak bergoyang atau bergetar yang dapat menyebabkan intermittence pada listrik. Gunakan hanya pateri dalam jumlah yang cukup untuk membuat sambungan yang kuat. Langkah-langkah Prosedur / Procedure Steps 1. Gunakan pateri pada sambungan. 9.dianjurkan untuk dilakukan adalah bahwa kabel-kabel dilakukan tinning terlebih dahulu sebelum memateri. 6. Gambar 123 memperlihatkan sambungan hook splice. 2. Secara listrik. Heat sink berfungsi sebagai beban panas (heat load) sehingga mengurangi transfer panas ke diode. Lalukan pra-tinning pada permukaan-permukaan besar sebelum mematerinya. Keselamatan dan kehati-hatian . Gambar 124 Ketika menghubungkan komponen-komponen yang sensitif terhadap panas ke terminal post atau terminal strip hal yang dianjurkan untuk dilakukan adalah menggunakan heat sink device.2 CONTOH PROSEDUR PENYOLDERAN Petunjuk-petunjuk yang Membantu / Helpful Hints Pematrian yang baik adalah bagian dari keterampilan teknisi. Gunakan pateri resin-core atau yang sejenis. Gambar 124 memperlihatkan heat sink yang dihubungkan di antara silicon diode dan terminal post. Beberapa aturan pematrian dasar adalah sebagai berikut: 1. Logam-logam yang akan dipateri harus bersih. Soldering tip harus dilakukan tinning dan bersih. Apabila flux tambahan digunakan. Pateri harus mengalir bebas dan memiliki benuk yang mengkilat dan mulus. Lakukan pematrian dengan cepat dan jangan membiarkan komponen-komponen atau isolasi terbakar atau mengalami kelebihan panas. Topanglah sambungan secara mekanis apabila memungkinkan 4. 3. Jangan menggunakan pateri acid-core untuk sambungan listrik apa pun. 7. 5. Hanya rosin flux yang harus digunakan pada sambungan-sambungan listrik. kontak pateri harus memiliki resistansi rendah untuk memberikan transfer sinyal yang baik. bukan pada gun atau iron tip.

Masukkan di atas ujung salah satu kabel sebelum menyambungnya (Gambar 127). harus berhati-hati untuk memastikan agar tidak terjadi luka bakar (Gambar 125). Bagian ujung soldering iron harus cukup panas untuk melelehkan pateri logam. potonglah bagian dari material tubular ini cukup panjang untuk melapisi isolasi kabel di kedua sisi sambungan. Menyambung kabel secara mekanis . Apabila sambungan akan disekat dengan heat shrink sleeve. Selalu gunakan perkakas pengelupas (stripping tool) yang benar dan yang berada dalam kondisi yang baik.Gambar 125 Ketika menggunakan soldering iron. 3. Gambar 126 2. buanglah isolasi pelindung dalam jumlah yang sesuai dari kabel. Gambar 127 Sementara soldering iron dipanaskan. Menyambung: Persiapkan kabel-kabel yang akan disambung.

Berhati-hatilah untuk tidak menggunakan pateri terlalu banyak. Gambar 130 Setelah selesai mematri. Menggunakan Solder pada sambungan Gambar 129 Gunakan soldering iron untuk memanaskan kabel-kabel dan melelehkan sejumlah pateri. maka isolasi kabel akan meleleh (Gambar 129). 4. Apabila menggunakan terlalu banyak panas. 5. ada kemungkinan bahwa sambungan adalah kuat secara fisik tetapi mungkin tidak terdapat sambungan listrik yang baik.Gambar 128 Puntirlah kedua kabel untuk membuat sambungan mekanis yang baik di antara kedua kabel (Gambar 128). Apabila terdapat kotoran di dalam pateri. Tempatkan soldering iron pada kabel-kabel yang disambung untuk memastikan hanya pateri dalam jumlah yang cukup yang dipateri pada kabel. dan kabel tidak langsung saling menyentuh satu sama lain. Juga penting sekali bahwa permukaan yang akan disambung dalam keadaan sangat bersih sebelum memateri atau kalau tidak akan terdapat sambungan yang tidak baik. bersihkan sisa flux dari sambungan dengan kain lap dan larutan pembersih (Gambar 130). Hal ini dikenal dengan istilah „sambungan kering‟ (dry joint). Tinning terhadap kabel masing-masing sebelum dipateri akan membantu menghilangkan „sambungan kering‟. Membungkus sambungan .

Akan tetapi. puntirlah semuanya secukupnya (Gambar 133) untuk membantu memasukkan kabel dalam keadaan bersih. mungkin akan menjadi sulit untuk memasukkan kabel-kabel ke dalam terminal apabila semuanya adalah helaian-helaian kabel yang longgar. . 6. Gambar 132 Jenis lainnya terdiri dari lem yang ketika dipanaskan meleleh ke dalam dan menyekat sambungan (Gambar 132 kiri).Gambar 131 Setelah sambungan listrik dibuat. Apabila tidak tersedia heat shrink sleeve. tempatkan insulator sleeve cover pada sambungan. Terminal: Memeriksa panjang sambungan Gambar 133 Untuk memateri kabel ke sebuah terminal connector. sambungan yang lebih baik akan diperoleh apabila helaian-helaian kabel tidak terlalu terpuntir sebelum menempatkannya pada terminal. dan telah cukup dingin. Jenis yang paling populer adalah sleeve yang membungkus secara otomatis apabila didekatkan pada sebuah sumber panas (Gambar 131). Hal ini memberikan terminal permukaan yang lebih luas untuk terkena kontak dengan kabel ketika dipateri. Ada beberapa jenis sleeve. Oleh karena itu. maka hal yang dapat dilakukan adalah menyekat dan melindungi sambungan dengan electrical insulating tape (Gambar 132 kanan).

Gambar 137 Masukkan kabel kembali ke dalam terminal (Gambar 137) dan tempatkan iron pada terminal agar cukup panas untuk melelehkan lebih banyak pateri lagi di antara terminal dan kabel yang sudah dilapisi pateri . Menggunakan Solder Gambar 136 Lapisi kabel dengan lapisan pateri persiapan yang tipis. Dengan menggunakan resin cored solder. maka tidak perlu mempersiapkan permukaan dengan bahan-bahan flux karena ini sudah digabungkan ke dalam core pateri.Gambar 134 Pasanglah bullet atau terminal pada kabel (Gambar 134) untuk memastikan bahwa bagian kabel yang isolasinya sudah dikelupas tidak menonjol melebihi bahu terminal yang diisolasi (Gambar 135). Gambar 135 7. Tindakan ini disebut melakukan „tinning” pada kabel dan membantu membuat sambungan terakhir (Gambar 136). Lalu lepaskan bagian kabel dari terminal.

(Gambar 138). Menutupi terminal Gambar 139 Setelah sambungan listrik dibuat. pasanglah insulator cover pada terminal (Gambar 139) dan sambungan ini siap digunakan (Gambar 140) Gambar 140 . dan apabila terminal terlalu panas maka isolasi kabel akan mulai meleleh. dan cukup dingin untuk memungkinkan ditangani lebih lanjut. Berhati-hatilah agar tidak menggunakan pateri terlalu banyak. Gambar 138 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful