TOPIK 1 DASAR DASAR KELISTRIKAN

1.0 KONSEP DASAR

Gambar 1

Apa yang dimaksud dengan listrik? Kita seringkali berkata bahwa lampu senter, bor dan motor listrik itu mengandung sesuatu yang disebut listrik. Tapi kalau itu komputer atau televisi maka kita menyebutnya sebagai peralatan elektronik. Jadi apakah perbedaan antara listrik dengan elektronik? Sesuatu yang berkerja dengan kelistrikan disebut listrik, termasuk senter dan bor listrik tadi, tetapi tidak semua rangkaian listrik menggunakan komponen elektronik. Istilah elektronik mengacu pada peralatan yang tersusun dari komponen-komponen yang terbuat dari bahan-bahan semikonduktor dan disebut komponen elektronik. Dinamakan komponen elektronik karena cara kerjanya bergantung pada aliranaliran elektron didalam bahan komponen ini. Untuk lebih mengerti kelistrikan, dibutuhkan pengetahuan mendasar tentang bentuk dasar atom dari suatu bahan. Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Terdapat tiga bentuk zat yaitu padat, cair, dan gas. Buku ini akan meyajikan pemahaman mendasar mengenai teori, prinsip-prinsip yang dibutuhkan sebelum kita belajar dan bekerja dengan rangkaian listrik dan komponennya. Bahan dan Unsur

Zat yang menempati ruang, akan terpengaruh oleh gaya gravitasi karena ia memiliki berat. Suatu bahan terdiri dari partikel-partikel yang sangat kecil yang membentuk sebuah atom. Kira-kira ada 100 jenis atom yang terjadi secara alamiah yang disebut unsur-unsur. Suatu unsur didefinisikan sebagai suatu zat yang tidak dapat diuraikan lagi dengan reaksi kimia. Contoh dari unsur adalah tembaga, timah, besi, emas dan perak. Selain unsur-unsur alamiah diatas, ada 14 jenis unsur lagi yang telah dihasilkan dari percobaanpercobaan laboratorium. Semua unsur-unsur tersebut dapat digabungkan atau direaksikan untuk menghasilkan senyawa-senyawa yang jumlahnya setiap hari semakin bertambah tak terhitung banyaknya. Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang masih memiliki karakter yang sama dengan unsur tersebut. Kata atom berasal dari bahasa yunani yang berarti partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Atom Meskipun atom tidak dapat dilihat, atom adalah stuktur hipotetis yang penjelasannya sesuai dengan hasil eksperimen yang dapat terukur secara akurat. Ukuran dan perpindahan muatan listrik yang juga tidak dapat dilihat yang terdapat pada atom-atom dapat diketahui dari seberapa besar mereka dibelokkan oleh suatu gaya yang diketahui besarnya. Atom dapat digambarkan seperti sebuah sistem matahari atau solar system dimana planet-planet yang sama dengan muatan-muatan listrik mengitari matahari yang dianggap sama dengan inti atom. Penggambaran seperti ini disebut “model atom tata surya” yang diusulkan oleh Neils Borh pada tahun 1913.

Gambar 2 Atom

Inti dari sebuah atom (gambar 2) yang disebut sebagai nukleus terdiri dari partikel-partikel yang disebut neutron dan proton. Benda-benda yang mengelilingi setiap nukleus adalah partikel-partikel kecil yang disebut elektron. Normalnya didalam suatu atom, jumlah antara proton dan elektron sama banyaknya. Jumlah elektron atau proton itu ditunjukkan dengan “nomor atom”. “Berat atom” dari suatu unsur adalah berat total dari proton dan neutron.

Gambar 3 Neutron, Proton, Elektron

Gambar 3 menunjukan bentuk dari dua atom yang sederhana:  Hidrogen berisi 1 proton yang terletak pada nukleus yang diseimbangkan dengan 1 elektron pada orbit atau kulitnya. Nomor atom untuk sebuah atom hidrogen adalah 1 dan berat atom adalah 1(1proton).

Helium memiliki 2 proton didalam nukleus-nya dan di seimbangkan dengan 2 elektron pada orbitnya. Nomor atom untuk helium adalah 2 dan berat atomnya 4 (2 proton + 2 neutron). Para ilmuwan telah menemukan bahwa ada banyak partikel di dalam sebuah atom, tetapi pada bahasan dasar kelistrikan ini, hanya tiga yang perlu dibahas yaitu elektron, proton, dan neutron. Sebuah atom tembaga dapat digunakan sebagai contoh.

Gambar 4 – Atom Tembaga

Ukuran nukleus pada atom lebih besar dari pada elektron, namun karena kecilnya kita tidak bisa mengukurnya secara langsung. Pada atom tembaga (gambar 4), nukleus terdiri 29 proton (+) dan 35 neutron dan memiliki 29 elektron (-) yang mengelilingi nukleus. Nomor atom pada tembaga adalah 29 dan berat atom adalah 64. Aliran Elektron

Gambar 5 Aliran elektron Jika sebuah kawat tembaga yang dihubungkan dari kutub positif ke kutub negatif sumber, seperti pada sebuah baterai (gambar 5), elektron-elektron (-) pada atom-atom tembaga akan terdorong keluar dari orbit atom dan ditarik menuju kutub positif baterai. Atom yang tertinggal sekarang menjadi bermuatan listrik positif (+) karena ia telah kekurangan elektron. Atom ini dapat menarik elektron dari atom disebelahnya Atom-atom disebelahnya lagi juga dapat menerima elektron dari atom-atom disekitarnya dan seterusnya sampai atom terakhir menerima elektron dari kutub negatif baterai. Hasil dari reaksi berantai inilah yang menyebabkan elektron dapat mengalir dari kutub negatif menuju kutub positif. Aliran eletron akan berlanjut terus selama muatan positif dan negatif baterai dipertahankan agar tetap selalu ada dikedua ujung kawat. Energi Listrik Ada dua macam gaya yang bekerja pada setiap atom. Dalam keadaan kondisi normal kedua gaya ini seimbang. Kedua gaya tersebut adalah gaya gravitasi atau gaya sentrifugal dan gaya tarik-menarik antara muatan positif dan muatan negatif. Selain memiliki masa, proton dan elektron juga membawa muatan listrik, dan gaya tarik-menarik antara keduanya itu adalah akibat muatan-muatan listrik yang dibawanya. Tidak seperti gaya gravitasi yang selalu tarik menarik, gaya listrik selain dapat saling tarikmenarik juga tolak-menolak. Proton dan elektron akan saling tarik-menarik, sedangkan antara proton dengan proton lainnya atau antara elektron dengan elektrokan lainnya akan saling tolak menolak.

Gambar 6 Gaya diantara benda-benda bermuatan

Jadi ada dua muatan listrik. Proton disebut bermuatan positif (+) dan elektron disebut bermuatan negatif (-). Neutron sebagaimana arti namanya, bermuatan netral. Kualitas pembeda sifat kelistrikan yang didasarkan pada jenis muatan ini disebut “polaritas”. Inilah yang membentuk hukum-hukum dasar kelistrikan. “Muatan-muatan yang SAMA akan saling tolak menolak dan yang TIDAK SAMA akan saling tarik menarik (Gambar 6)”. Benda-benda Bermuatan Listrik

Satuan dari beda potensial diberi lambang "Volt"(E) berasal dari nama Alessandro Volta. Ada banyak cara untuk menghasilkan tegangan listrik. yaitu baterai pertama yang mengunakan sel. Karena satuan yang digunakan untuk menyatakan tegangan adalah voltage (volt) maka beda potensial juga sering disebut "voltase“. Lambang dari potensial adalah V. 1. sinar matahari. garis-garis gaya tersebut akan saling tolak menolak seperti ditunjukan pada gambar 8.1 ISTILAH-ISTILAH DALAM KELISTRIKAN Beda potensial Karena adanya gaya dari medan elektrostatik. Tertariknya kertas pada sebuah sisir yang telah digosok dengan kain wol adalah salah satu contoh dimana tegangan dapat dihasilkan dengan . Besar beda potensial pada semua muatan didalam medan elektrostatik dihubungkan dengan besaran yang disebut tenaga elektromotif (EMF). antara lain dengan gesekan. Cara konvensional dalam menggambarkan garisgaris ini adalah dengan anak panah-anak panah yang bermula dari muatan positif dan menuju muatan negatif. Dimana saja terdapat perbedaan muatan maka disitu juga terjadi beda potensial. mengindikasikan kemampuan untuk melakukan kerja dengan cara mendorong elektron untuk berpindah. Kemampuan untuk menarik atau menolak ini disebut “potensial”. seorang ahli ilmu pengetahuan yang berkebangsaan Italia dan penemu dari "Voltaic Pile". Gambar 7 menunjukan gaya antara partikel bermuatan positif dan negatif yang digambarkan sebagai garis-garis gaya medan elektrostatik yang bermula pada partikel bermuatan positif dan berakhir pada partikel bermuatan negatif.Gambar 7 Pola medan elektrostatik disekitar partikel-partikel yang bermuatan tidak sama Gaya tarik menarik atau tolak menolak dari muatan listrik yang disebabkan oleh sesuatu yang tidak dapat dilihat ini dapat dibayangkan sebagai suatu medan listrik. Gambar 8 Pola medan elektrosatik dua benda yang bermuatan negatif Ketika dua kutub dengan muatan yang sejenis diletakkan berdekatan satu sama lain. reaksi kimia dan dengan induksi elektromagnetik. yang mengelilingi setiap benda bermuatan. sebuah muatan listrik memiliki kemampuan untuk menggerakkan muatan lain dengan cara saling tarik menarik atau tolak menolak.

Besar muatan listrik diyatakan dalam “Ampere”. Gerakan-gerakan kecil elektron inilah yang membentuk arus listrik (gambar 9). Dalam terminologi yang lebih sederhana. EMF Induksi (Counter EMF) Garis-garis gaya magnetik yang keluar dari sebuah kawat. Anggapan Konvensional dan Aliran Elektron .28 x 1018 buah elektron atau proton. Simbol satuannya adalah "A“. dan sebagai penghormatan kepadanya maka satuan muatan listrik adalah "coulomb“. Jika penghantar dibentuk menjadi sebuah kumparan. misalnya didalam sepotong penghantar tembaga. Ia akan ditolak oleh muatan negatif lainnya dan akan ditarik oleh muatan positif. Ampere adalah suatu ukuran rata-rata dari muatan-muatan yang mengalir didalam sebuah penghantar. Teori lain yang masih membutuhkan penjelasan menganggap bahwa terjadi "gerakan“ di dalam penghantar. Induksi ini disebut dengan EMF balik atau EMF induksi. Gerakan muatan-muatan ini didefinisikan sebagai arus listrik (gambar 9). Pada seutas kawat yang lurus. garis-garis medan memiliki sedikit pengaruh karena mereka tidak melintasi kawat-kawat lain. Adanya medan elektrostatik. adalah sebuah contoh dimana tegangan dibangkitkan dari energi matahari. Fenomena ini terjadi karena adanya arus yang mengalir didalam kawat dan menghasilkan medan magnetik. satu coulomb = 6. dari sebuah kalkulator. Dengan sinar matahari seperti pada fotosel. Ditulis dalam notasi ilmiah. satu ampere adalah suatu arus listrik dari 6. pembahasan terutama pada adanya gaya-gaya di antara muatan-muatan. garis-garis gaya magnet ini akan menginduksi balik kumparan itu sendiri (self-induction). Seorang ilmuwan Perancis yang bernama Charles Coulomb telah menyekidiki hukum gaya-gaya diantara benda-benda bermuatan. Satu ampere didefinisikan sebagai mengalirnya muatan sebesar satu coulomb dalam satu detik. akan menarik sebuah elektron dengan cara yang sama seperti yang terjadi pada benda-benda bermuatan negatif.cara gesekan. berbentuk lingkaran-lingkaran kosentris. Polaritas dari EMF induksi akan selalu berlawanan dengan polaritas yang menghasilkannya Coulomb Diperlukan suatu satuan ukuran untuk menyatakan besar muatan listrik. Arus Gambar 9 Arus listrik pada sebuah penghantar Di dalam teori-teori elektrostatik seperti yang telah dibahas sebelumnya. EMF induksi dinyatakan dengan sebuah hukum yang disebut hukum Lenz.28 milyar elektron yang melewati penghantar tersebut dalam satu detik.

Aggapan ini masih tetap dipegang oleh beberapa badan standar teknik dan didalam beberapa textbook. Teori yang menjelaskan adanya aliran arus dengan cara ini disebut "Teori arus konvensional“ (Gambar 10). maka telah dibuktikan bahwa aliran arus yang mengalir didalam penghantar sebetulnya adalah aliran muatan negatif atau aliran elektron. Tahanan George Simon Ohm telah menemukan bahwa untuk nilai suatu tegangan yang konstan. Dengan menerapkan teori atom. Ohm adalah satuan tahanan listrik dan huruf yunani (Ω) diambil sebagai simbolnya. Tahanan listrik akan selalu ada di setiap rangkaian listrik. Suatu bahan disebut memiliki tahanan sebesar satu ohm apabila ada suatu beda potensial sebesar satu volt yang melintasi bahan itu akan menghasilkan arus sebesar satu ampere. Besar resistansi suatu penghantar ditentukan oleh empat faktor : . Semua bahan menunjukkan adanya sifat "resistansi“ atau menahan aliran elektron. sehingga teori inilah yang akan digunakan di dalam modul ini. komponen-komponen. Ada beberapa contoh yang benarbenar menunjukkan bahwa arus listrik merupakan gerakan muatan-muatan positif seperti yang terjadi didalam cairan.Gambar 10 Arus elektron dan arus konvensional Ada dua penjelasan mengenai arus yang mengalir melalui sebuah penghantar. Apabila sifat menahan ini kecil maka bahan tersebut disebut konduktor. Kedua teori di atas dapat digunakan. cahaya atau gerakan mekanis. tapi teori "arus konvensional“ yang menyatakan arus mengalir dari kutub positif menuju kutub negatif ternyata telah lebih dulu menjadi populer. jika sebaliknya. sifat menahan besar maka bahan tersebut disebut isolator. para ahli ilmu pengetahuan telah lama mendefinisikan arus sebagai gerakan muatan-muatan positif di dalam penghantar yang berasal dari titik yang berpolaritas positif menuju titik yang berpolaritas negatif. Ketika suatu tahanan menahan arus listrik. Aliran elektron berlawanan dengan arah aliran arus konvensional dan biasanya disebuh "arus elektron“ (gambar 10). maka pada saat itu juga energi listrik diubah menjadi bentuk energi lain seperti panas. maka jumlah arus yang mengalir dalam suatu bahan bergantung pada jenis dan dimensi fisik bahan tersebut. gas dan semikonduktor. untuk menjelaskan komposisi dari suatu zat. Sebelum diketemukannya “teori atom”. kawat dan hubunganhubungan.

Jika sebuah kawat di panjangkan dua kali (Gambar 12) maka besar tahanan antara kedua ujungnya akan bertambah dua kali juga. . Semakin luas penampang dari konduktor. Semakin banyak elektron bebas yang dimiliki sebuah material. Semakin kecil tahanannya terhadap arus (Gambar 11). Panjang.Gambar 11 Struktur Atom 1. Dengan membagi dua luas penampang suatu kawat (gambar 13). Semakin rendah tahanan (diameter sebuah pipa besar mengijinkan lebih banyak air yang lewat). Semakin panjang sebuah penghantar dengan luas penampang yang sama. maka besar resistansi akan menjadi dua kali. semakin besar tahanannya. Struktur atom (adanya elektron bebas). asal panjangnya dibuat tetap. Gambar 13 Perbandingan luas penampang penghantar-penghantar 3. Luas (luas penampang). Gambar 12 Resistansi 2.

Jumlah periode ini dinyatakan dalam satuan Hertz. Gambar 14 menunjukan tahanan yang meningkat ketika temperatur bertambah. Kebanyakan kapasitor yang dibuat memiliki nilai kapasitansi yang jauh lebih kecil dari nilai ini. Untuk hampir semua bahan. 1 farad = 1F 1 microfarad = 1µF = 0. penemu prinsip ini). Oleh karena itu.000000000001F Hertz Sebuah alternator menghasilkan arus bolak-balik yang polaritasnya bergantian diantara nilai positif dan negatif dalam suatu siklus atau periode. Kapasitansi diukur dalam farad (sebagai penghargaan terhadap Michael Faraday.000001F 1 picofarad = 1pF = 0. 1. satuannya biasanya dinyatakan dalam picofarad (sepertrilyun farad) dan microfarad (sepersejuta farad).28 Milyar elektron pada 1-Volt beda muatan. Temperature. semakin tinggi temperature semakin tinggi tahanan.Gambar 14 Perubahan nilai resistansi terhadap temperature 4.2 RANGKAIAN-RANGKAIAN LISTRIK DAN HUKUM-HUKUMNYA . Satu farad adalah kemampuan untuk menyimpan 6. Farad Kemampuan sebuah kapasitor untuk meyimpan elekton disebut kapasitansi.

Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa pada suatu titik tertentu dalam rangkaian tertutup. Hukum-hukum tersebut dinyatakan sebagai berikut : 1. Hukum-hukum tersebut adalah Hukum Kirchoff dan Hukum Ohm. Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa jumlah aljabar arus-arus yang memasuki suatu titik sambungan akan selalu sama dengan jumlah arus yang meninggalkan titik sambungan itu (tidak ada yang berkurang). Hukum-hukum Rangkaian Listrik Penting untuk memahami hukum-hukum yang dibutuhkan untuk menganalisis dan mendiagnosa rangkaian-rangkaian listrik. Gustav Kirchoff mengembangkan dua hukum untuk menganalisa rangkaian-rangkaian listrik. Ada dua jenis rangkaian dasar. Hukum Arus Kirchoff (KCL = Kirchoff Current Law) menyatakan bahwa jumlah aljabar dari arus-arus yang mengalir pada suatu titik sambungan pada sebuah rangkaian listrik sama dengan nol. Rangkaian listrik adalah suatu lintasan tertutup (rangkaian tertutup) yang didalamnya terdapat suatu sumber tegangan atau disebut sumber saja. Hubungan diatas dapat diringkas dengan pesaman matematika Arus  Tegangan Hambatan Atau dinyatakan dalam satuan listrik Ampere  Volt Ohm . George Simon Ohm menemukan adanya suatu hubungan antara tiga parameter kelistrikan (tegangan. yaitu rangkaian seri dan paralel (gambar 15). Namun rangkaian-rangkaian gabungan ini dapat disederhanakan dan dianalisis menjadi dua rangkaian dasar tersebut. arus dan resistansi) yaitu : Arus didalam suatu rangkaian listrik berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan resistansi. 2. Rangkaian dasar seri dan paralel ini dapat digabungkan untuk membentuk rangkaian yang lebih kompleks. jika kita melintasi seluruh rangkian dan menjumlahkan semua beda potensial yang terdapat diseluruh bagianbagian rangkaian sampai kita menemukan titik yang sama dimana kita mulai maka jumlah tegangan seluruhnya akan sama dengan nol.Gambar 15 Rangkaian seri dan paralel Sebuah rangkaian listrik adalah suatu lintasan atau suatu kelompok yang memiliki lintasan-lintasan yang saling berhubungan. Hukum Kirchoff Tegangan (KVL = Kirchoff Volatge Law) menyatakan bahwa jumlah aljabar emf dan jatuh tegangan diseluruh rangkaian tertutup akan sama dengan nol.

Walaupun isolator itu sangat baik. cromium. Tegangan di wakili dengan huruf E (emf = electromotive force = gaya gerak listrik) dan arus diwakili dengan huruf I (Intensitas muatan). tapi harganya lebih murah.000 0. Suatu bahan bisa disebut konduktor yang baik jika ia memiliki banyak elektron bebas. Mereka bergerak dari satu atom ke atom lainnya.707 0. emas. plastik dan keramik. Emas juga lebih baik dari tembaga dan juga tidak bisa berkarat.018 Table 1 – Perbandingan Daya Hantar Beberapa Penghantar yang biasa digunakan Daya hantar pada sebuah bahan menentukan seberapa baik sifat konduktor sebuah bahan. akan tetapi harganya mahal.178 0. Huhum OHM akan dibahas lebih detail dalam Topik 3. tembaga. alumunium dan tungsten. ia akan luluh (breakdown) apabila tegangan yang diterapkan padanya sangat tinggi dan membuatnya menjadi bersifat seperti konduktor yang bisa menghantarkan arus listrik Karet Mika Lilin Plastik Kaca Fibreglass . Penghantar Perak Tembaga Emas Aluminium Seng Kuningan Besi Timah Daya Hantar (dibanding Tembaga) 1. Tahanan diwakili dengan huruf R atau simbol Omega (Ω). Contoh bahan yang merupakan konduktor yang baik adalah perak.064 1. kita mewakilinya dengan menuliskan satu huruf tunggal. Sebetulnya semua bahan termasuk isolator ini bisa dibuat bersifat mengalirkan arus dengan membuat tegangan setinggi-tingginya sehingga mampu mengubah sifat isolatornya. Contoh-contoh isolator adalah karet.288 0. ia tidak sebaik tembaga. Penghantar Listrik Pada peralatan listrik. Isolator yang baik dapat menahan elektron-elektron tetap dalam orbitnya. Penyekat Listrik (Isolator) Bahan-bahan lain yang bersifat menghambat elektron untuk mengalir disebut “isolator”.659 0. Perak adalah logam dengan sifat konduktor yang lebih baik dari tembaga. Beberapa bahan mempunyai sifat mudah menghantarkan elektron dan disebut suatu “konduktor yang baik”. tapi harganya jauh lebih mahal. elektron-elektron mengalir disepanjang lintasan yang disebut penghantar atau kawat.243 0. Besar tekanan listrik atau tegangan yang dibutuhkan untuk memindahkan elektron-elektron melalui suatu bahan bergantung pada seberapa banyak elektron bebas yang dimilikinya.Pada saat kita menggunakan persamaan-persamaan matematika untuk menyatakan hubungan antara besaran-besaran listrik. Beda dengan alumunium. kayu. Tabel 1 menunjukkan beberapa konduktor yang umum dijumpai dan daya hantarnya dibanding tembaga. mengenai Rangkaian-rangkaian Listrik.

Sebaliknya. Ada tiga jenis magnet dasar: 1. tapi kotoran dan uap air dapat menyediakan jalan bagi elektron hingga ia bisa mengalir. . Dengan menggunakan medan magnet. Suatu pemahaman dasar mengenai daya tarik magnet juga diperlukan untuk mempelajari kelistrikan. Kebanyakan peralatan listrik bergantung langsung atau tidak langsung pada daya tarik magnet. Oleh karena itu. alternator mengubah sejumlah tenaga mekanis yang dihasilkan oleh mesin menjadi gaya elektromotif (EMF). maka mereka dapat menimbulkan masalah. Alami 2.3 KEMAGNETAN Gambar 16 Magnet Daya tarik magnet adalah bentuk gaya lain yang menyebabkan elektron mengalir. Walaupun tidak terjadi breakdown pada isolator. Meskipun terdapat beberapa perangkat listrik yang tidak menggunakan daya tarik magnet. 1. medan magnet memungkinkan starter motor untuk mengubah energi listrik dari sebuah baterai menjadi energi mekanis untuk menggerakkan mesin. sangat penting untuk menjaga isolator dan kontak-kontak agar tetap selalu bersih. Magnet Buatan Magnet buatan adalah jenis magnet yang dibuat oleh manusia yang biasanya dihasilkan dari batanganbatangan logam yang dikenakan pada suatu medan magnet yang sangat kuat. Jika terdapat kotoran atau uap air pada isolator. sebagaimana yang dikenal saat ini. menggunakan daya tarik magnet. Ada beberapa hal yang sebaiknya disadari dalam pembahasan mengenai isolator ini. Kemagnetan adalah penghubung antara energi mekanik dan listrik. kebanyakan sistem kita. dan berasal dari potongan-potongan bijih besi yang dikenal dengan sebutan magnetite. Kotoran dan uap air dapat menjadi penghantar listrik disekitar sebuah isolator. Karena magnetite ini memiliki sifat kemagnetan yang ada secara alami maka lodestone juga digolongkan sebagai magnet-magnet "alami“. Elektromagnet Magnet Alami Orang-orang cina telah menemukan magnet semenjak tahun 2637 sebelum masehi. Magnet-magnet ini digunakan pada kompas-kompas primitif yang disebut "lodestone“. Magnet buatan (Gambar 16) 3.Porselin Bakelit Kayu kering Udara Table 2 Penyekat yang umumnya dijumpai Tabel 2 menunujukkan beberapa isolator yang bisa kita jumpai.

Sama dengan muatan-muatan listrik yang sejenis akan tolak-menolak dan yang berlawanan akan saling tarikmenarik. yaitu kutub utara dan selatan. Titik-titik ini disebut “kutub-kutub” magnet. Dari sinilah prinsip elektromagnet dapat digunakan untuk berbagai aplikasi dimana suatu medan magnet dapat dihasilkan dengan cara "memutuskan“ atau "menyambung“ aliran listrik 1. sepotong gelas diletakkan pada sebuah magnet dan serbuk-serbuk besi ditaburkan di atasnya. Sebuah magnet dapat dengan mudah menarik serpihan besi karena adanya gaya-gaya disekitar magnet. Gaya-gaya ini disebut “medan magnet“. Medan ini terlihat seperti tersusun oleh garis-garis gaya yang bermula dari kutub utara magnet. Ia menemukan bahwa suatu arus listrik yang mengalir pada sepotong penghantar dapat menghasilkan medan magnet disekitar penghantar tersebut.Elektromagnet Seorang ilmuwan Denmark bernama Oersted. maka kutub yang sejenis juga akan saling tolak menolak dan yang tidak sejenis juga akan tarik-menarik. Semakin besar ukuran magnet maka semakin banyak garis-garis gaya yang terjadi dan area yang diliputi oleh medan magnet juga semakin besar. Garis Medan Magnet . Pola garis-garis medan magnet pada yang dibentuk oleh serbuk-serbuk besi disekitar sebuah magnet batang Setiap magnet memiliki dua titik yang saling berseberangan satu sama lain dan titik ini mampu menarik butiran-butiran besi. serbuk-serbuk ini akan bergerak dan membentuk suatu pola tertentu yang menggambarkan pola medan gaya magnet yang ada disekitar magnet tersebut. Pada gambar 17. Walaupun medan magnet ini tidak dapat dilihat tapi kita dapat menampakkannya dengan menaburkan serpihan-serpihan besi pada sepotong pelat kaca atau selembar kertas diatas sebatang magnet dan disitu akan terlihat garis-garis yang menggambarkan bagaimana bentuk garis-garis gaya pada magnet tersebut. telah menemukan suatu hubungan antara kemagnetan dan arus listrik.4 ISTILAH-ISTILAH DALAM KEMAGNETAN Kutub Magnet dan Medan Magnet Gambar 17. Ketika glass cover diketuk secara perlahan-lahan. berjalan melintasi ruang disekitar magnet dan menuju kutub selatan magnet sehingga membentuk suatu garis tertutup.

Pada gambar ini. arah garis-garis gaya adalah dari utara ke selatan Garis-garis Fluks Magnetik Sekumpulan garis-garis gaya magnet yang dianggap mengalir keluar dari kutub utara magnet disebut fluks magnetik. Gambar 20 Pola medan magnet yang melingkar Namun. tidak ada bahan yang dapat menahan atau sebagai isolator terhadap gaya-gaya magnet. Satuannya adalah jumlah garis per sentimeter persegi dalam sistem metrik atau jumlah garis per inchi persegi dalam satuan Inggris. Di dalam magnet sendiri.Gambar 18. maka masing-masing medan magnet yang melingkar tersebut akan saling menyatu. arah garis-garis gaya diluar magnet adalah dari kutub utara magnet menuju kutub selatan magnet. Gambar 19 menunjukkan garis-garis gaya magnet yang terbentuk disekitar kawat. maka ia akan bersifat seperti sebuah magnet batang. yang merupakan pembangkit medan magnet. Selama arus mengalir melalui kawat. Hasilnya adalah sebuah pola medan magnet dengan kutub utara dan selatan seperti yang ditunjukkan pada gambar 20. maka tidak ada titik yang disebut kutub utara atau kutub selatan. Karena bentuk garis-garis gaya magnet ini melingkar. Pola garis-garis gaya magnet Setelah melihat medan magnet dengan menggunakan serbuk-serbuk besi. Gaya Magnet Gambar 19 Lingkaran-lingkaran kecil gaya magnet Garis-garis gaya magnet mampu melintasi semua bahan. jika seutas kawat ini dililit menjadi kumparan. Jika arus listrik mengalir melalui seutas kawat maka akan tercipta garis-garis gaya magnet disekitar magnet tersebut. medan magnet yang dihasilkan . Satu garis per satu sentimeter persegi disebut satu gauss. garis-garis fluks akan lebih mudah melintasi bahan-bahan yang dapat dijadikan magnet daripada bahan-bahan yang tidak. Kerapatan fluks adalah jumlah garis-garis gaya magnet persatuan luas yang tegak lurus terhadap arah fluks. Medan elektromagnetik akan selalu ada selama arus mengalir. Namun. Bahan-bahan yang sulit dilintasi garis-garis fluks disebut memiliki “relukstansi magnetik yang tinggi”. Sayangnya. medan tersebut digambarkan lagi dengan lebih jelas seperti pada gambar 18. Udara adalah contoh bahan yang ber-reluktansi tinggi sedangkan besi adalah contoh bahan yang ber-reluktansi rendah.

namun dengan cara kerja yang berbeda-beda. Jika seutas kawat bergerak melintasi medan magnet. medan magnet dibuat berputar disekeliling kumparan-kumparan yang diam. maka besar kemagnetan akan sangat meningkat. seperti pada magnet sepatu kuda maka akan timbul tegangan induksi. beberapa penghantar dililit menjadi suatu kumparan. generator dan alternator. maka arus juga akan terhenti. Jenis-jenis elektromagnet yang biasanya digunakan pada peralatan bergerak adalah relay-relay dan solenoid. Jika kawat dililit mejadi suatu kumparan. Besar tegangan induksi bergantung pada beberapa faktor berikut :    Besar medan magnet Besar kecepatan relatif gerakan antara kumparan dan medan magnet Jumlah konduktor didalam kumparan . 1. Untuk memperbesar medan elektromagnetik ini. dengan membalik-balik gerakan akan dihasilkan arus bolak-balik (Alternating Current = AC). Kita dapat menciptakan arus listrik dengan menggunakan medan magnet dengan cara “menginduksi” suatu tegangan pada sepotong penghantar. Oleh karena itu. Apabila terjadi gerakan-gerakan relatif antara kawat dan medan magnet (baik medan magnet yang bergerak atau kawat yang bergerak). Katika gerakan berhenti. Keduanya beroperasi berdasarkan prinsip elektromagnetik. kawat-kawat tetap diam sedangkan magnet dibuat berputar. dibuat sebaliknya magnet diam sedangkan kawat-kawat berputar. Metode ini adalah prinsip operasi yang digunakan pada sensor-sensor kecepatan. Apabila gerakan-gerakan ini dibuat ke arah yang berlawanan maka arus juga akan mengalir dengan arah berlawanan. Pada generator.dengan seutas kawat lurus tidak menghasilkan kemagnetan yang cukup untuk melakukan kerja. Tegangan induksi ini akan menghasilkan aliran arus. Pada beberapa aplikasi. Sedangkan pada alternator. Peristiwa induksi ini terjadi ketika seutas kawat (atau penghantar) memotong garis-garis fluks suatu medan magnet. maka tegangan yang diinduksi akan semakin besar. maka tegangan akan terinduksi didalam penghantar. kumparan-kumparan dibuat berputar sedangkan medan magnet tetap diam. Besar kemagnetannya berbanding lurus dengan banyaknya jumlah lilitan yang membentuk kumparan dan besarnya arus yang mengalir melalui lilitan tersebut. Pada keadaan sebenarnya. Induksi Elektromagnetik Fenomena terciptanya medan magnet dengan arus listrik juga bisa terbalik. kawat-kawat dapat dililit sehingga membentuk sebuah kumparan. misalnya besi. Jika kumparan ini dililit disepanjang inti logam. Cara ini akan meningkatkan efek induksi elektromagnetik sehingga mampu membangkitkan daya listrik yang berguna dengan ukuran alat yang relatif lebih kompak. Pada aplikasi lain.5 INDUKSI ELEKTROMAGNETIK Gambar 21. Cara ini dikenal sebagai proses “induksi elektromagnetik” (gambar 21).

ditunjukkan sebuah generator arus searah (DC) sederhana yang menggambarkan sebuah penghantar bergerak melintasi medan magnet yang diam untuk menghasilkan tegangan dan arus. Gambar 23 menggambarkan proses ini yang terjadi didalam sebuah kumparan. Generator DC Pada gambar 22. yaitu :    Pembangkitan tegangan (Generated Voltage) Induksi Diri (Self-Induction) Induksi Bersama (Mutual-Induction) Generated Voltage (Pembangkitan Tegangan) Gambar 22. Self-Induction yang terjadi pada sebuah kumparan Self-induction terjadi didalam kawat apabila arus yang mengalir didalam kawat tersebut berubah. Arus yang mengalir didalam kawat menghasilkan medan magnet yang semakin meningkat atau semakin menurun seirama dengan perubahan arus yang naik turun. Mutual Induction (Induksi Bersama) . Self-Induction (Induksi Diri) Gambar 23. Sebuah kumparan yang berputar diantara kutub utara dan selatan medan magnet.Ada tiga cara untuk membangkitkan tegangan dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Akibatnya akan timbul tegangan induksi didalam penghantar.

Transformator adalah contoh alat yang bekerja berdasarkan prinsip mutual induction. Ketika arus AC mengalir melalui kumparan L1 maka medan magnet yang melintasi kumparan L2 akan menginduksi tegangan dan menghasilkan arus yang mengalir didalam kumparan L2. Gambar 24 menggambarkan dua buah induktor yang berdekatan. TOPIK 2 KOMPONEN KOMPONEN LISTRIK 2.0 KABEL / WIRE Jenis-jenis Kabel . Mutual induction yang terjadi diantara dua buah kumparan Mutual induction terjadi ketika suatu perubahan arus dalam suatu kawat mengiduksi tegangan pada kawat didekatnya.Gambar 24.

325 0.000161 0. modulmodul kontrol elektronik dan komponen-komponen elektronik lainnya.4 9.000407 0.26 8.25 7.5 42. Akan tetapi.Gambar 25 Kabel adalah penghantar untuk rangkaian-rangkaian listrik.54 5.000203 0. yang dililit bersama-sama dapat mengurangi interferensi gelombang radio dan elektromagnetik banyak digunakan dalam rangkaian sinyal-sinyal komunikasi. AWG 4/0 = 0000 3/0 = 000 2/0 = 00 1/0 = 0 1 2 3 Ø (inci) 0. Ada banyak jenis kabel yang digunakan dalam aplikasi-aplikasi otomotif.83 Ø (mm) 107 85.0 67.  Twisted/Shielded Cable Sepasang kabel kecil.258 0. Ukuran kabel dapat mengikuti beberapa standar yang berbeda:   Berdasarkan standar yang disebut American Wire Gauge (AWG) (biasanya cukup disebut dengan istilah “gauge” kabel).4 53. biasanya terdiri dari helaian-helaian (stranded). Ukuran kabel menentukan berapa banyak arus yang dapat dibawanya. Wire Gauge Di Amerika Serikat.7 10. Kabel dari tembaga dapat berbentuk kabel tunggal.365 0.410 0. rangkaian listrik dan elektronik dibuat dengan ukuran tertentu dan ukuran panjang konduktor untuk menyediakan jalur-jalur untuk aliran arus juga dibuat dengan ukuran tertentu pula. Kebanyakan kabel dibentuk dari helaian atau stranded yaitu kumpulan kawat-kawat kecil yang dililit bersama-sama (Gambar 25).000323 0.6 26.7 2 Resistansi (Ohm/m) 0. Berdasarkan standar metrik.4 33. komputer. Tabel 3 – Tabel Konversi dari AWG ke Metrik Beserta Nilai Resistansinya No.000256 0.  Fusible link (kawat sekering) Ini adalah perangkat pelindung rangkaian yang terbuat dari kawat yang lebih kecil daripada rangkaian lainnya yang tujuannya untuk melindungi kabel dari beban yang berlebihan. Kabel sering juga disebut lead.229 Ø (mm) 11.000513 0.289 0. termasuk:  Tembaga Jenis yang paling umum.460 0.000647 .35 6.

4 6051 4.620 2.26 2.4 Ukuran Metrik Standar Terdekat 2 (mm ) 0.3 10.400 16.204 0.8 13. yang terdiri dari kabel-kabel antara lain untuk lampu parkir.00103 0.09 2.1 *Maks Arus yang Dianjurkan (Amp) 7 11 12 13 15 20 24 32 59 87 * Berdasarkan pada kenaikan temperatur maksimum 36 F (20 C) di atas temperatur sekitar Dalam Tabel 4 diasumsikan bahwa temperatur sekitar maksimum adalah 1500F (650C). Kelompok-kelompok ini disebut wire harness.00206 0.114 0.00260 0.26 0.4 3.3 4. lampu belakang. Wiring Harness Banyak kabel diikat bersama-sama dalam kelompok-kelompok dengan satu connector atau lebih pada masing-masing ujungnya.500 26.5 8.75 1.00130 0.128 0.36 6.580 4.0203 Resistansi (Ω/1000 meter @ 0 25 C) 50 36 21 18 12.162 0.5 4 6 10 16 0 0 Profil Melintang (inci) 0.110 6.66 3.62 1. Sebuah harness dapat terdiri dari kabel-kabel yang memiliki rangkaian dari sistem yang berbeda-beda.91 2.11 3. CATATAN: Anggap kabel PVC yang diisolasi adalah produk yang tahan panas sampai temperatur 1850F (850C ).00328 Ketika memperbaiki atau mengganti rangkaian kabel pada mesin. .58 1.00323 0.59 21.35 0.144 0.64 0. Contohnya adalah harness yang dimasukkan ke dalam headlight switch assembly.63 5. gunakanlah kabel dengan ukuran dan panjang yang tepat.300 Resistansi (Ω/1000 kaki @ 0 77 F) 16.5 0.1 16.62 4.5 10.020 1.01296 0.75 1 105 2.19 4.00817 0.000815 0.530 10. Ketika menggunakan AWG.00127 0.99203 0.0008 0.3 7. Tabel 4-Dimensi dan resistansi kabel dalam ukuran AWG American Wire Gauge (AWG) 22 20 18 16 14 12 10 8 6 Profil Melintang (circular mil) 642 1.102 5.4 5 6 7 8 9 10 0.0005 0.02 0. Tabel di atas mengilustrasikan besar resistansi untuk berbagai ukuran konduktor.2 1.182 0. ingatlah bahwa nomor-nomor gauge yang lebih kecil menunjukkan ukuranukuran kabel yang lebih besar dan nomor-nomor gauge yang lebih besar menunjukkan ukuran-ukuran yang lebih kecil. dan lampu sorot dekat dan jauh.00817 0.00163 0.

melakukan servis pada connector menjadi tugas yang penting. kotor. Untuk melakukan hal ini.Gambar 26 Beberapa harness wire dibungkus dengan kabel (conduit) plastik atau kabel serat non-konduktif (Gambar 26).1 CONNECTOR Gambar 27 Tujuan connector adalah untuk mengalirkan arus dari satu kabel ke kabel lainnya (Gambar 27). Conduit berbentuk tabung yang dibelah membujur agar mudah mencapai harness wire. berdebu. pin dan socket. connector. connector harus memiliki bagian-bagian yang bertemu (plug dan receptacle). Klip (plastik) dan clamp (logam) menghubungkan harness dengan mesin. Gambar-gambar skematik listrik Caterpillar akan dibahas kemudian. Satu bagian dari pasangan ini menampung pin dan yang lainnya menampung socket. Faktor penting lainnya yang turut memberikan kontribusi bagi peningkatan perbaikan adalah lingkungan yang buruk dimana connector tersebut digunakan. arus listrik akan mengalir. Keterangan Service Umum / General Service Comments Dengan semakin meningkatnya penggunaan sistem elektronik dalam aplikasi-aplikasi otomotif. dingin. ada juga harness wire yang dibungkus dengan tape. Connector harus dapat beroperasi dalam kondisi yang sangat ekstrim. 2. Skematik listrik Caterpillar memberikan lokasi-lokasi wire harness untuk membantu memudahkan Anda mencari harness khusus pada suatu mesin. Ketika kedua bagian ini dihubungkan. Connector digunakan agar komponen-komponen dapat dilepaskan dengan mudah. Selain itu. . baik itu kondisi yang panas. lembab dan di antara bahan-bahan kimia. Dengan semakin meningkatnya penggunaan ini maka meningkat pula perawatan yang harus dilakukan terhadap kabel.

kontak tembaga yang memiliki resistansi rendah dilapisi dengan timah. maka terdapat kondisi yang dikenal dengan istilah asperity (permukaan yang kasar). Contaminant Contaminant adalah faktor lain yang turut memberikan kontribusi bagi adanya resistansi di dalam connector. adanya resistansi di sepanjang connector dapat menciptakan kegagalan fungsi dalam kontrol-kontrol elektronik. perhatian harus diberikan terhadap cara. sehingga menciptakan resistansi di antara bagian-bagian yang terkena kontak. Elektron dipaksa berkumpul di bagian puncak (lihat gambar 8). Logam-logam lain. Karena permukaan pin dan socket tidak mulus (terdiri dari tonjolan dan lekukan). Jenis connector berikut akan dibahas dengan rinci:    Vehicular Environment (VE) Connector Sure-Seal Connector Deutsch Connector (seri HD10. Timah adalah bahan yang cukup lunak untuk memungkinkan terjadinya “perataan permukaan” tetapi logam ini memiliki resistansi yang relatif tinggi. Ketika bagian-bagian permukaan saling terkena kontak. misalnya dapat menyebabkan kegagalan fungsi akibat meningkatnya resistansi. Ketika keduanya dipasang bersama maka keduanya cenderung akan “saling menggosok” yang pada dasarnya akan memuluskan sejumlah tonjolan dan lekukan yang tercipta oleh kondisi asperity. DT. para teknisi perlu waspada bahwa saat melepaskan dan memasang kembali connector selama proses troubleshooting dapat memberikan informasi diagnosa yang salah. Plating Agar dapat mencapai tingkat resistansi minimum dalam pin dan socket.Gambar 28 Connect or Pin dan socket memiliki resistansi dan memberikan sedikit penolakan terhadap arus listrik yang mengalir. Hal yang dianjurkan untuk dilakukan adalah kemungkinan perlunya mengukur resistansi di antara bagian pasangan connector ketika mendiagnosa kegagalan fungsi pada kontrol listrik. CE dan DRC). Tembaga memiliki resistansi yang rendah tetapi keras. Beberapa kondisi buruk yang menggunakan bahan kimia. Dalam upaya untuk meminimalkan resistansi dan mengurangi asperity. . Juga. misalnya emas dan perak adalah bahan plating yang sangat bagus tetapi sangat mahal untuk digunakan. Meskipun proses ini tampaknya tidak terlalu signifikan terhadap pengoperasian kontrol elektronik. tekanan dan jenis logam yang digunakan dalam pembuatan pin dan kontak. sebenarnya hanya kira-kira satu persen dari permukaan tersebut yang benar-benar bersentuhan terhadap satu sama lain (Gambar 28). Para teknisi perlu waspada bahwa connector dapat dan memang bisa menyebabkan banyak masalah diagnostik. Setiap jenis berbeda dalam cara service dan perbaikannya. Beberapa jenis connector berikut ini digunakan di semua sistem listrik dan elektronik pada mesin-mesin otomotif. Perataan permukaan terjadi ketika pin dan kontak dilapisi dengan timah.

hal yang dianjurkan untuk dilakukan adalah menyolder kontak tersebut guna memberikan kontak listrik yang bagus. jumlah kontak yang lebih besar atau kapasitas pembawa arus yang lebih tinggi diperlukan. Sure-seal connector terbatas hanya pada kapasitas 10 kontak (pin dan socket). Sebaiknya selalul gunakan rosin core solder pada setiap sambungan listrik. Part number untuk spare plug dan receptacle housing dan contact terdapat dalam Instruksi Khusus: Using of 6V3000 sure seal kit (Form SMHS7531). Connector housing ini menyediakan ruang untuk pemasangan yang akurat di antara kedua bagian pasangan. Informasi khusus yang berhubungan dengan proses yang diperlukan untuk memasang kontak-kontak pada VE connector (pin dan socket) terdapat dalam Instruksi Khusus: Penggunaan Kelompok Peralatan VE Connector (Form SEHS8038). Jenis connector ini tidak digunakan lagi untuk produk yang sekarang.VE Connector Gambar 29 VE connector (Gambar 29) dahulu digunakan terutama sekali pada harness listrik mesin Caterpillar awal dimana temperatur tinggi. apabila peralatan tersebut diputar saat sedang melepaskan retaining clip. Tapi peralatan ini dapat merusak mekanisme penguncian connector. Saat itu connector memerlukan peralatan pelepas logam khusus untuk melepaskan kontak. tetapi sebagai pengganti penggunaan guide key atau key way. Setelah menjepit kabel pada kontak. Jangan menggunakan peralatan pelepas logam ini untuk jenis connector lainnya. tetapi mungkin masih ada produkproduk lama yang menggunakannya dan memerlukan service oleh teknisi lapangan/bengkel. bagian badan connector dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat dimasukkan dengan pas. Sure-Seal Connector Gambar 30 Sure-seal connector digunakan secara luas pada mesin-mesin Caterpillar (Gambar 30). .

Prosedur pelepasan berbeda dari konektor yang satu dengan konektor yang lainnya dan akan dijelaskan dalam masingmasing bagian. Sealing plug ini akan membantu mencegah uap lembab memasuki housing. dan No. Lubang apa pun di dalam housing yang tidak digunakan untuk contact assembly harus diisi dengan Sealing Plug 9G3695. Peralatan khusus ini tidak diperlukan pada saat melepaskan pin contact. Connector Seri Deutsch Heavy Duty (HD10) Gambar 31 Konektor HD10 (lihat Gambar 31) adalah konektor thermoplastik berbentuk silinder yang menggunakan kontak jenis crimp yang dapat dilepaskan dengan cepat dan mudah. 6 dan 9. 14. 18. 5. Ujung kontak jenis ini di-crimp dengan menggunakan peralatan Deutsch Crimp. HD10 menggunakan kontak campuran tembaga padat jenis crimp (ukuran No. 16 dan dapat dipasang dengan kabel AWG No. Caterpillar part number 1U5805. Perangkat untuk perbaikan Deutsch connector adalah perangkat dengan part number 4C3806. Prosedur-prosedur untuk membuat terminasi Deutsch konektor menyarankan bahwa TIDAK DIPERLUKAN PENYOLDERAN apabila kontak-kontaknya telah dijepit dengan benar. Sure-Seal Connector memerlukan penggunaan peralatan khusus 6V3008 untuk memasang contact. Konektor Seri Deutsch Transportation (DT) Gambar 32 . Gunakan alkohol multiguna sebagai pelumas ketika memasang contact. Rangka thermoplastik tersedia dalam konfigurasi-konfigurasi thread atau tanpa thread dengan menggunakan contact yang dimasukkan berdasarkan pengaturan 3. 16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus operasi yang tinggi secara berkelanjutan tanpa mengalami kelebihan panas (overheating).Gunakan peralatan khusus (6V3001) untuk menjepit contact dan mengupas kabel. Prosedur untuk mempersiapkan kabel dan menjepit kontak adalah sama untuk semua Deutsch connector dan dijelaskan dalam Instruksi Khusus: Servicing DT Connectors (SEHS9615). Ukuran kontak adalah No. 16.

Housing-nya tersedia dalam beberapa konfigurasi yang menggunakan susunan contact 2. Caterpillar Environmental Connector (CE) Gambar 33 CE connector adalah connector untuk aplikasi khusus (Gambar 33).4 – No. 6. 14. 8 dan 12. konektor yang memiliki 37 kontak sering digunakan pada berbagai modul kontrol elektronik. Referensi SEHS9065 8T5319 Removal Tool GP 4C4075 Crimp Tool GP 1U5804 Crimp Tool GP Deutsch Rectangular Connector (DRC) . 16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus operasi tinggi secara terus menerus tanpa mengalami kelebihan panas (overheating). 9U7246. Caterpillar part number 1U5804. Connector DT menggunakan kontak campuran tembaga padat jenis crimp (ukuran No. receptacle wedge dan silicone seal. Crimping tool untuk kontak ukuran No. Connector seri CE dapat menampung antara 7 dan 37 kontak. Ukuran kontak adalah No.18 menggunakan peralatan yang sama dengan yang digunakan pada konektor Seri HD dan DT (1U5804). Larutan pembersih yang dianjurkan untuk digunakan pada semua Deutsch contact adalah alkohol denatur. 4. 16 dan dapat dihubungkan dengan kabel AWG No. sedangkan untuk kontak No. DT berbentuk empat persegi panjang atau segitiga dan memiliki plug wedge yang dapat diperbaiki. Untuk penjelasan lebih rinci mengenai cara memperbaiki DT connector. 3.Connector DT (Gambar 32) adalah connector jenis thermoplastic yang menggunakan contact jenis crimp yang dapat dilepaskan dengan cepat dan mudah serta tidak memerlukan peralatan khusus. 16 dan 18.10 adalah 4C4075 Hand Crimp Tool Assembly. CE connector menggunakan dua peralatan untuk membuat crimping.12 – No. lihat Instruksi Khusus: Servicing DT Connector (SEHS9615). Perangkat untuk memperbaiki DT connector adalah Caterpillar part No. Kontak diterminasi crimp dengan menggunakan peralatan Deutsch Crimp. atau di-stamp dan dibentuk (harganya tidak terlalu mahal). DT connector berbeda dengan Deutsch connector lainnya dalam hal bentuk dan konstruksinya.

Gambar 34

DRC konektor (Gambar 34) memiliki housing thermoplastic empat persegi panjang dan diisolasi lengkap. DRC paling cocok dan kompatibel dengan modul-modul kontrol elektronik eksternal dan internal. Konektor jenis in dirancang dengan jumlah terminal yang banyak. Jumlah terminasi kontak yang tersedia adalah No. 24, No. 40 dan No. 70. Ukuran kontak adalah No. 16 dan dapat dihubungkan dengan kabel AWG No. 16 dan No. 18. Konektor jenis ini menggunakan kontak yang terbuat dari campuran tembaga jenis crimp (ukuran No. 16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus operasi tinggi secara terus menerus tanpa mengalami kelebihan panas (overheating) dan telah di-stamp serta dibentuk (harganya tidak terlalu mahal). Kontak ini diterminasi dengan crimp dengan menggunakan Deutsch Crimp Tool, Caterpillar part no. 1U5805. Konektor ini memiliki kunci “clocking” agar pemasangannya benar dan dikencangkan dengan aman oleh stainless steel jackscrew. Untuk memasang bagian-bagian konektor diperlukan Wrench HEX berukuran 4 mm (5/32in). Torsi yang dianjurkan untuk mengencangkan jackscrew adalah 25 in.pound.

CATATAN:

Prosedur pelepasan dan pemasangan konektor DRC sama dengan prosedur yang ada pada seri HD10.

2.2

TERMINAL

Gambar 35 Contoh terminal kabel (a) terminal crimp jenis slide (b) bullet connector (c) crimp dan terminal yang disolder

Ada beberapa jenis terminal yang sering digunakan. Beberapa jenis terminal, diperlihatkan dalam Gambar 35. Kebanyakan terminal, baik yang asli maupun yang dapat diganti, dihubungkan dengan ujung konduktor dengan cara dijepit atau disolder.

Gambar 36 – Perangkat peralatan crimping dan berapa jenis Terminal

2.3

MEMBENTUK SUATU HUBUNGAN LISTRIK TANPA PROSES PENYOLDERAN

Ketika mengelupas kabel listrik dan menyambung konektor yang tidak perlu disolder, hal-hal berikut harus dipertimbangkan. Pemeriksaan Safety   Jangan pernah menggunakan pisau tajam untuk membuka isolasi. Pisau tajam dapat memotong kabel atau dapat menyebabkan cidera. Tang (Plier) untuk mengelupas kabel memiliki bagian pinggir yang tajam dan memerlukan cengkeraman yang kuat. Berhati-hatilah agar tidak membuat kulit Anda terjepit di antara rahangrahangnya. Ketika melepaskan isolasi dari kabel, doronglah menjauh bukan ke arah badan Anda. Kabel listrik yang digunakan dalam pemasangan harness kabel otomotif dibungkus dengan lapisan isolasi plastik. Ketika kabel listrik disambungkan dengan kabel-kabel lain atau dihubungkan pada suatu terminal, isolasinya harus dilepaskan. Peralatan untuk mengelupas kabel terdiri dari berbagai konfigurasi. Peralatan-peralatan ini melakukan tugas yang sama. Jenis peralatan yang digunakan akan bergantung pada jumlah dan jenis kabel listrik yang akan diperbaiki. Terminal-terminal yang tidak perlu disolder memerlukan sambungan yang bersih dan kencang, sehingga pastikan bahwa kabel dan sambungan bersih sebelum dipasang pada terminal. Gunakan sambungan yang ukurannya cocok dengan kabel.

   

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

 

 

Jangan menggunakan side cutter, plier atau pisau untuk mengelupas kabel. Penggunaan peralatan ini akan merusak beberapa dari strand kabel dan dapat memutuskan kabel di dalam isolasi. Untuk memastikan agar kabel tetap menyatu setelah dikelupas, puntirlah sedikit. Jangan memuntir kabel terlalu banyak karena bila terpuntir terlalu banyak dapat menimbulkan sambungan yang buruk antara kabel dengan terminal. Gunakan crimping tool yang benar untuk sambungan. Menggunakan jenis peralatan yang salah akan menyebabkan sambungan memiliki cengkeraman yang tidak baik pada kabel.

1. Memilih Terminal

Gambar 37

Ada beberapa jenis dan ukuran terminal kabel, tetapi prosedur untuk memasangnya semuanya sama. Diatas diperlihatkan crimp terminal jenis bullet (Gambar 37).

Gambar 38

Pastikan untuk memilih ukuran terminal yang benar untuk sebuah kabel tertentu dan juga pastikan terminal tersebut memiliki tingkat voltase/amper yang benar untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan (Gambar 38).

2. Mengelupas Kabel

Gambar 39

Kelupaslah isolasi kabel dalam jumlah yang tepat dari (Gambar 39). Selalu gunakan peralatan pengelupas yang benar dan dengan kondisi yang baik. 3. Selalu Menggunakan Stripping Tools yang benar

Gambar 40

Tujuan penggunaan peralatan pengelupas kabel (stripping tools) adalah untuk memungkinkan pengelupasan isolasi dari sekeliling kawat tembaga tanpa merusak kabel atau tanpa menyebabkan cidera (Gambar 40).

Gambar 41

Menggunakan side cutter atau plier (Gambar 41) bisa berbahaya. Peralatan-peralatan ini tidak terlalu efektif karena cenderung untuk memotong serabut-serabut kawat.

5. yang dapat secara efektif mengurangi kapasitas pembawa arus pada kabel. Memotong Isolasi / Cut the Insulation Gambar 44 Tempatkan kabel di dalam lubang dan tutuplah rahang (jaw) dengan kuat di sekelilingnya untuk memotong isolasi.Gambar 42 Ini dikenal dengan istilah membentuk kawat seperti bentuk jari-jari (ringing the wire) (Gambar 42). 4. Pilihlah lubang di dalam stripper yang terdekat dengan diameter batang kabel yang akan dikelupas. maka wire stripper akan memotong isolasi tetapi tidak sampai memotong kawat tembaga (Gambar 44). Peralatan pengelupas kabel (wire stripper) dapat mengelupas isolasi dari berbagai ukuran kabel. . Pilihlah Gauge Hole yang Benar Gambar 43 Menggunakan peralatan yang benar adalah jauh lebih aman dan lebih efektif. Pada wire stripper dalam Gambar 43 di atas. ukuran lubang alat pengelupas kabel ditunjukkan pada rahangnya. Apabila Anda telah memilih ukuran yang benar.

Mengelupas isolasi lebih dari 1. Ketika menggunakan stripper jenis ini. puntirlah sedikit (Gambar 47). Ada pula alat yang memotong dan sekaligus menahan kabel dengan kuat (Gambar 46). 7. 6.Gambar 45 Lepas isolasi seperlunya untuk melakukan pekerjaan. Gambar 47 Untuk memastikan agar helaian-helaian kabel tetap menyatu.2 sentimeter (setengah inci) sekaligus dapat juga meregangkan dan merusak batang kawat (Gambar 45). tariklah kabel dengan kuat untuk mengelupas isolasi. Isolasi yang dikelupas terlalu sedikit mungkin tidak akan memberikan sambungan yang baik dan bila dikelupas terlalu banyak dapat menyebabkan kabel mengalami hubung singkat dengan rangkaian-rangkaian lainnya atau pada kabel ground. Mengelupas Isolasi / Remove the Insulation Gambar 46 Beberapa alat pengelupas kabel (stripper) memotong dan mengelupas isolasi secara otomatis. Menempatkan terminal pada kabel .

Tempatkan bullet atau terminal pada kabel (Gambar 49). . Ketika dijepit. Akan tetapi. Jenis-jenis Terminal Alternatif Gambar 50 Beberapa jenis crimp terminal tidak memiliki komponen isolasi yang dipasang padanya.Gambar 48 Sambungan akan lebih baik apabila helaian-helaian kawat terpuntir sedikit sebelum memasukkannya melalui terminal (Gambar 48). memasukkan kabel ke dalam terminal bisa menjadi sulit apabila semua kabel hanya berupa helaian-helaian yang longgar. Gambar 49 Oleh karena itu. Jenis-jenis ini terdiri dari dua bagian dan insulator disediakan sebagai komponen terpisah (Gambar 50). puntirlah kabel secukupnya untuk membantu agar kabel dapat masuk dengan mudah. selalu pastikan bahwa hanya bagian „core‟ dari kabel yang akan dijepit memanjang melalui „core wing‟ di dalam terminal (Gambar 51). keadaan ini akan menghasilkan area kontak permukaan yang lebih luas antara terminal dengan kabel. Dalam kasus seperti ini. 8.

. 10. Pliers memiliki kecenderungan memotong sambungan dan dapat menimbulkan kesulitan saat digunakan. Tekanlah dengan kuat sehingga dapat diperoleh kontak listrik yang baik. JANGAN menggunakan pliers. Memilih Crimping Anvil Gambar 52 Gunakan perkakas untuk menjepit (crimping tool) yang benar untuk pin atau core crimping. bukan untuk kontak listrik. tetapi jangan menggunakan tenaga berlebihan karena ini dapat membengkokkan pin atau terminal (Gambar 53). sehingga tidak perlu menjepit bagian ini terlalu keras.Gambar 51 9. Anvil ini biasanya diberi kode warna sehingga mudah untuk mencocokkan terminal dengan ukuran anvil yang benar. Pilihlah anvil yang benar pada peralatan untuk menjepit connector atau terminal yang dipilih. Menjepit / Crimping Gambar 53 Jepitlah bagian „core‟ terlebih dahulu. Jepitan pada isolasi kabel ini adalah untuk menahan kabel di tempatnya. Lalu jepitlah insulation wing atau bagian isolasi.

Umumnya switch ditempatkan di antara dua konduktor (atau kabel). Gambar 56 Juga ada banyak cara untuk mengoperasikan switch. DoublePole Single-Throw (DPST) dan Double-Pole Double-Throw (DPDT). Kadang-kadang. Kontak switch ditutup atau dibuka melalui cara-cara eksternal. misalnya Single-Pole Single-Throw (SPST).4 SWITCH Gambar 55 Switch (Gambar 55) adalah perangkat yang digunakan untuk menyambung atau memutuskan jalur arus listrik. Ada banyak jenis switch yang berbeda. Switch jenis lain yang juga dioperasikan secara mekanis adalah limit switch dan pressure switch. Beberapa jenis switch yang umum digunakan pada mesin-mesin Caterpillar adalah:  Toggle .Gambar 54 Tariklah sedikit untuk memastikan bahwa sambungan akan kuat saat digunakan (Gambar 54). sistem ini diperlihatkan dengan menghubungkan switch yang terhubung dengan garis putus-putus (DPST dan DPDT dalam Gambar 56). Switch yang diperlihatkan dalam Gambar 56 dioperasikan secara mekanis dengan menggerakkan tuas atau toggle pada switch. switch dihubungkan sehingga switch tersebut selalu membuka dan menutup pada saat yang bersamaan. misalnya tuas yang menggerakkan limit switch atau yang digerakkan melalui tekanan. 2. Dalam skematik. Single-Pole Double Throw (SPDT).

5 PELINDUNG RANGKAIAN Gambar 58 Sekering (fuse) dan fusible link adalah pelindung rangkaian. bukan komponen-komponen lain.        Rotary Rocker Push-On Pressure Magnetic Key Start Limit Cut-out Beberapa switch lebih rumit daripada yang lainnya. misalnya sebagai posisi asesoris (ACC). Perhatikan bahwa pelindungan rangkaian (Gambar 58) dirancang untuk melindungi kabel. akan menyebabkan panas dan panas inilah yang menyebabkan pelindung rangkaian (switch protector) membuka sebelum terjadi kerusakan pada kabel. Apabila terdapat arus berlebihan dalam rangkaian. Fuse dan circuit . 2. Jenis switch ini mengontrol beberapa fungsi yang berbeda. dan posisi mati (OFF). posisi menyalakan (START). Contoh dari switch lebih rumit yang digunakan pada mesin-mesin Caterpillar adalah key start switch. posisi pengoperasian (RUN). Jenis switch ini dapat mengontrol komponenkomponen lain dan/atau mengalirkan listrik ke beberapa komponen pada saat yang bersamaan. Mesin-mesin Caterpillar menggunakan switch magnetik untuk mengukur sinyal-sinyal kecepatan atau switch elektronik yang terdiri dari komponenkomponen elektronik internal. Gambar 57 Gambar 57 memperlihatkan skematik internal pada switch jenis key start. Hal ini memiliki dampak yang sama seperti mematikan switch. misalnya transistor untuk menghidupkan dan mematikan sinyal-sinyal jarak jauh (remote signal).

misalnya switch untuk lampu depan. Sekering diklasifikasikan berdasarkan jumlah amper yang dapat dialirinya sebelum membuka. Jika aliran arus listrik menjadi lebih tinggi daripada kemampuan sekering.) CATATAN: Ketika mengganti fusible link. Apabila pelindung rangkaian membuka secara berulang-ulang. maka kabel pasti sudah meleleh dan link tidak lagi berfungsi dengan baik. maka ada kemungkinan bahwa terdapat masalah listrik serius yang perlu diperbaiki. Circuit breaker dipasang di dalam komponen-komponen Caterpillar. Kelebihan arus dapat menyebabkan kabel di dalam link meleleh. Circuit Breaker Pemutus arus (circuit breaker) hampir sama dengan sekering. Petunjuk untuk mengetahui bahwa fusible link telah putus dilakukan dengan menarik kedua ujungnya. Apabila ujung tersebut meregang seperti karet gelang. . fusibel link harus diganti setelah putus. (Isolasi fusible link adalah lebih tebal daripada isolasi kabel biasa sehingga link yang meleleh dapat lengket pada isolasi tersebut setelah putus. Fusible link adalah bagian pendek dari kabel yang diisolasi yang ukurannya lebih tipis daripada kabel di dalam rangkaian yang dilindunginya. logam akan meleleh dan rangkaian akan membuka. Sekering dibuat dari potongan logam tipis atau kabel di dalam holder yang terbuat dari kaca atau plastik. jangan menggunakan fusible link yang berukuran lebih panjang dari 225 mm (kira-kira 9 inci). Beberapa circuit breaker diatur ulang secara otomatis.breaker dapat membantu mendiagnosa masalah-masalah yang terdapat dalam rangkaian. Kabel yang panjang cenderung menahan panas lebih lama dan mungkin tidak akan putus pada spesifikasi yang ditentukan. Seperti halnya dengan sekering. Sekering dari plastik dibuat dalam warna yang berbeda-beda untuk menunjukkan peringkat sekering (fuse rating) dan tanda peringkat sekering juga dibentuk atau dicap pada bagian atas sekering. arus yang tinggi akan menyebabkan circuit breaker mengalami “trip” sehingga membuka rangkaian. Circuit breaker dapat diatur ulang secara manual setelah kondisi kelebihan arus diatasi. Sekering harus diganti setelah membuka. Fuse Gambar 59 Sekering (fuse) adalah pelindung rangkaian yang paling umum (Gambar 59). Akan tetapi. Fusible link lazim digunakan pada kabel penyalaan (ignition lead) dari terminal positif baterai. Jenis ini disebut circuit breaker “cycling”.

Ketika logam menjadi dingin. dan sepasang contact terbuka untuk menghentikan aliran arus. Circuit breaker jenis ini memiliki bimetal blade yang mengalirkan arus ketika contact tertutup. bentuknya akan kembali seperti semula. Circuit breaker jenis ini juga disebut circuit breaker „non-cyling. Aliran arus dapat mengalir kembali (Gambar 61). Spring toggle.Gambar 60 Thermal circuit breaker dengan tombol reset diperlihatkan dalam Gambar 60. Arus listrik yang lebih tinggi daripada kapasitas circuit breaker membuat kedua logam berubah bentuk secara tidak merata. Akan tetapi. dan menutup contact. yang biasanya membantu menjaga contact tetap tertutup. akan menjaga contact terbuka dan rangkaian terputus meskipun bimetal blade akan mencoba meluruskannya saat menjadi dingin. Ujung-ujungnya hanya akan menutup ketika tombol ditekan untuk mengatur ulang circuit breaker. . apabila terjadi kelebihan beban. panas dari arus yang berlebihan akan menyebabkan bimetal blade menjadi bengkok dan membuka contact untuk memutuskan rangkaian. Circuit breaker yang mengatur ulang secara otomatis disebut juga “cycling” karena circuit breaker ini membuka dan menutup berdasarkan siklus sampai arus kembali pada tingkat normal. Strip akan menjadi bengkok.‟ Gambar 61 Cycling circuit breaker terbuat dari strip yang terdiri dari dua potongan logam yang berbeda.

. Ketika arus mengalir melalui coil. dan sebuah angker dinamo (armature).Gambar 62 Negative Temperature Coefficient (NTC) adalah jenis circuit breaker khusus yang disebut thermistor (atau thermal resistor). Ketika material dipanaskan. material ini berbentuk kristal padat. gaya magnet mendorong atau menarik core ke dalam coil sehingga menciptakan gerakan-gerakan linear atau maju-mundur. misalnya. sehingga memberikan jalur arus yang lebih besar untuk mengoperasikan komponen lainnya. 2. Ketika terjadi trip. Partikel-partikel karbon memberikan jalur konduksi bagi aliran arus. dengan banyak partikel-partikel karbon yang dipadatkan bersama. sepasang contact. polymer mengembang.6 RELAY Gambar 63 – Relay Sederhana Relay adalah switch yang dikontrol oleh listrik. Armature adalah alat yang dapat digerakkan yang memungkinkan contact membuka dan menutup. memisahkan rangkaian-rangkaian karbon. Dalam keadaan normalnya. Ketika arus listrik dalam jumlah kecil mengalir di dalam coil. solenoid juga memiliki coil seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 64. Gambar 63 memperlihatkan komponen-komponen yang biasanya terdapat dalam relay. NTC adalah alat yang tidak memiliki bagian-bagian yang bergerak. Seperti halnya dengan relay. Relay terdiri dari electromagnetic coil. NTC terbuat dari polymer yang memiliki daya hantar konduksi. starter. NTC hanya akan mengatur ulang (reset) ketika voltase dihilangkan dan polymer menjadi dingin. Sebuah simbol skematik untuk NTC diperlihatkan dalam Gambar 62. Dalam keadaan yang mengembang ini ada beberapa jalur untuk arus. alat ini tetap berada dalam keadaan ”rangkaian terbuka” (open circuit) selama voltase tetap diaplikasikan pada rangkaian.7 SOLENOID Gambar 64 – Start Solenoid Sederhana Solenoid adalah perangkat lain yang menggunakan daya elektromagnet. medan magnet yang timbul menyebabkan kontak relay menutup. 2.

Solenoid digunakan untuk menghidupkan starter motor. Beberapa resistor tidak memiliki pita dalam posisi terakhir ini. Gambar 65 memperlihatkan bagan kode warna untuk mengidentifikasi resistor. Hal ini dilakukan dengan menambah resistor. yang mengacu pada berapa nilai resistor sesungguhnya yang dapat diubah-ubah dari peringkat yang telah ditentukan. Ujung dengan pita-pita warna harus berada di sisi kiri saat dibaca. Oleh karena itu. Pita-pita tersebut dibaca dari kiri ke kanan. atau mengontrol shift di dalam transmisi otomatis. Pita warna terakhir menunjukkan Toleransi Resistor (Resistor Tolerance). yang menggunakan beberapa resistor yang dipasang kabel untuk mengubah-ubah voltase. Resistor terdiri dari dua jenis:  Tetap  Variabel Penggunaan resistor yang umum dalam rangkaian listrik adalah pada sistem audio dan rangkaian pengontrol suhu. Beberapa rangkaian dirancang dengan nilai-nilai resistansi yang sangat tepat dan tidak akan beroperasi dengan semestinya jika tidak dirancang dengan nilai resistansi demikian. resistor tidak boleh diganti dengan nilai toleransi yang lebih tinggi Peringkat Resistor / Resistors Rating . Penentuan nilai resistansi sebuah resistor ditentukan dengan melihat pada pita warnanya.8 RESISTOR Gambar 65 Kadang-kadang perlu untuk mengurangi jumlah tegangan atau arus pada titik tertentu dalam suatu rangkaian. dengan perhitungan dalam bentuk persentase peringkat total. Resistor semacam itu memiliki toleransi 20% dari nilai resistansi. 2. Resistor diklasifikasikan dalam ohm (untuk jumlah resistansi yang disediakan pada rangkaian) dan watt (untuk jumlah panas yang dapat dipancarkannya). Cara termudah untuk mengurangi tegangan atau arus yang disuplai pada suatu beban adalah dengan meningkatkan resistansi. Pita-pita tersebut harus berada lebih dekat dengan satu ujung resistor daripada yang lainnya.

Saat arus mengalir melalui bahan resistor yang lebih besar. Resistor Variabel Gambar 67 Jenis-jenis resistor yang dibahas sejauh ini adalah jenis yang nilainya tetap. Ini berarti bahwa besar resistansinya tidak dapat diatur/disesuaikan. ½ watt. ¼ watt.Gambar 66 Karena resistor menahan aliran arus. Resistor dan komponen-komponen lainnya dapat mengalami kerusakan dengan adanya kelebihan aliran arus dan/atau panas apabila peringkat resistansi atau watt tidak benar. Semakin besar watt maka semakin panas yang dapat ditahan oleh resistor. arus menurun. Resistor juga diklasifikasikan berdasarkan berapa banyak Ohm resistansi yang dapat diciptakannya. Agar rangkaian (circuit) dapat berfungsi dengan semestinya. Saat arus mengalir melalui bahan resistor yang lebih kecil. Peringkat yang paling lazim adalah 1/10 watt. Kontrol menggerakkan kontak pada permukaan resistor. Gambar 66 memperlihatkan contoh jumlah watt pada resistor. Panas yang berlebihan dapat mengubah resistor sehingga peringkat dan toleransinya tidak lagi berada dalam kisaran yang telah ditentukan. arus meningkat. Resistor jenis lainnya adalah jenis variabel (Gambar 67). resistor harus memiliki peringkat watt dan juga peringkat resistansi yang benar. . friksi listrik meningkat di dalamnya. Ini berarti bahwa resistansinya dapat diubah dengan mengatur kontrol. Jumlah watt resistor dengan komposisi karbon dapat diidentifikasi berdasarkan ukurannya. Hal ini dapat menciptakan panas yang harus dapat dikeluarkan oleh resistor. Watt adalah ukuran jumlah daya yang dapat ditahan oleh resistor. 1 watt dan 2 watt.

Thermistor Thermistor (thermal resistor) adalah jenis resistor variabel yang beroperasi tanpa kontrol oleh manusia. Elemen-elemen thermistor digunakan secara luas dalam sensor pada mesin-mesin Caterpillar untuk mengukur temperatur sistem. resistansinya meningkat menjadi seperempat dari nilai maksimumnya. juga disebut pot. sementara yang lainnya memiliki kisaran yang tak terbatas antara nilai minimum dan maksimumnya. Gambar 69 memperlihatkan potentiometer yang digunakan dalam sistem bahan bakar. rheostat digunakan untuk mengontrol tingkat cahaya pada lampulampu instrumen.Jumlah perbedaan dan jumlah posisi resistansi bergantung pada bagaimana variabel resistor dibentuk. Ada yang hanya memiliki dua nilai resistansi yang berbeda. Resistor yang Gagal Berfungsi / Failed Resistor . Resistansi output diukur pada modul tampilan utama dan nilainya sesuai dengan kedalaman bahan bakar di dalam tangki. Gambar 69 Jenis resistor variabel lainnya adalah potentiometer. Thermistor dibuat dari karbon. Potentiometer dapat juga dirancang untuk berfungsi sebagai rheostat. ketika kontrol diatur hingga setengah dari pergerakannya. Potentiometer memungkinkan dua jalur untuk aliran arus dan dapat dikontrol baik secara manual maupun mekanis. Beberapa di antaranya disebut rheostat. Fuel sender sebagai contoh mengukur nilai resistansi sistem khusus yang sesuai dengan kondisi sistem tersebut. Sifat ini dapat bermanfaat dalam rangkaian-rangkaian listrik tertentu. potentiometer atau thermistor. memiliki tiga terminal dan bekerja dengan membagi tegangan di antara kedua kaki terminal. Pada mesin-mesin Caterpillar. Pada temperatur yang lebih tinggi resistansi dari karbon berkurang. resistansi meningkat menjadi setengah dari nilai maksimumnya. Resistor variabel dapat berbentuk linear dan non-linear. bukan bertambah. Resistansi linear resistor meningkat secara merata. Ketika kontrol diatur pada seperempat dari pergerakannya. Ada banyak jenis variabel resistor. Gambar 68 Rheostat (Gambar 68) biasanya memiliki dua terminal dan memungkinkan arus mengalir dalam satu jalur. Potentiometer.

jangan menggunakan kapasitor dengan rating tegangan yang lebih rendah. Hal ini dapat terlihat dengan jelas saat kurangnya respons di sebagian dari travel pada resistor. tidak ada tempat bagi elektron-elektron untuk pergi. Hal ini berlanjut terus sampai muatan listrik pada kapasitor dan sumber tegangan sama. Beginilah cara kapasitor menyimpan energi. Bahan-bahan dielektrik yang umum adalah udara. yaitu elektron-elektron terakumulasi pada permukaan pelat yang dihubungkan ke terminal negatif dan bergerak menjauh dari pelat yang dihubungkan ke terminal positif. Metode-metode konstruksi bervariasi. capacitor digunakan untuk menyimpan energi. kapasitor dapat menggantikan baterai. Satuan ini menetapkan berapa banyak elektron yang dapat disimpan oleh kapasitor. tetapi kapasitor sederhana dapat dibuat dari dua pelat bahan yang mengandung daya konduksi yang dipisahkan oleh bahan isolasi yang disebut “dielektrik”.9 KAPASITOR Gambar 70 Kapasitor adalah perangkat yang dapat menyimpan muatan listrik. 1 Farad menyatakan jumlah elektron yang sangat banyak. arus listrik berhenti mengalir. sehingga menciptakan medan listrik yang selanjutnya dapat menyimpan energi. Pengukuran kemampuan menyimpan energi ini disebut “capacitance”. Seberapa cepat hal ini terjadi bergantung pada beberapa faktor. Apabila kapasitor ditempatkan dalam rangkaian dengan sumber tegangan. dan pelat positif masih mengalami kekurangan jumlah elektron. 2. termasuk tegangan yang diaplikasikan dan ukuran kapasitor. dan sebagai filter (penghalusan). Ketika kapasitor dimuati dengan listrik pada potential yang sama dengan sumber tegangan. Pengukuran Kapasitor Kapasitor diukur berdasarkan satuan yang disebut “farad” (dilambangkan dengan simbol “F”). Pelat negatif mempertahankan elektron-elektronnya yang telah terakumulasi. Variabel resistor. dapat memperlihatkan bagian rata (flat spot) dimana bagian-bagian yang bergerak saling bergesekan terhadap satu sama lain dan menyebabkan keausan. plastik dan keramik. Biasanya hal ini berlangsung dengan cepat. Selain diukur dalam satuan farad.Resistor jenis “tetap” berfungsi dengan mengalirkan arus dalam jumlah yang benar atau tidak mengalirkan arus sama sekali. Dengan dua pelat yang dipisahkan oleh dielektrik. arus mengalir dalam rangkaian secara singkat sementara kapasitor “mengisi muatan”. sebagai timer circuit (supresi). Kapasitor diukur dengan satuan “micro-farad” (F) (micro-farad adalah sepersejuta farad). Penyimpanan Energi Kapasitor Pada sejumlah rangkaian. Ketika mengganti kapasitor. atau tidak membiarkan terlalu banyak arus mengalir. kertas. Dalam sistem-sistem listrik Caterpillar. Kapasitor kemudian dapat menahan muatannya ketika sambungannya diputuskan dari sumber tegangan. kapasitor juga memiliki rating tegangan maksimum yang dapat ditanganinya. sebaliknya. Ada tiga faktor yang menentukan kapasitas sebuah kapasitor: .

kapasitor memiliki potential untuk menyimpan tegangan sampai beberapa minggu lamanya. Cara ini akan menetralkan muatan listrik yang mungkin masih tersisa. tidak seperti baterai. tetapi tidak menghasilkannya). total capacitance ditentukan oleh rumus berikut: CATATAN: Sebaiknya kedua terminal kapasitor dihubung-singkatkan sebelum menghubungkannya dengan rangkaian atau meter. kapasitor menyimpan listrik. tetapi mengandung inert gas dalam jumlah kecil.   Luas pelat-pelat yang memiliki daya konduksi Jarak di antara pelat-pelat yang memiliki daya konduksi Bahan yang digunakan sebagai dielektrik. 2. Kapasitor yang bermuatan dapat mengirimkan energi simpanannya sama seperti yang dapat dilakukan oleh baterai (meskipun penting untuk dicatat bahwa.10 LAMPU BOHLAM Lampu bohlam terdiri dari elemen kawat pijar halus yang tahan terhadap temperatur tinggi oleh arus listrik yang melewatinya. Ketika digunakan untuk mengalirkan arus walaupun dalam jumlah kecil. Kawat pijar dilindungi oleh penutup kaca yang sama sekali hampa udara. Jika kapasitor dalam bentuk paralel. Jenis-jenis Lampu Bohlam . total capacitance ditentukan oleh rumus berikut: CT = C1+C2+C3 Jika kapasitor dalam seri. Hal ini akan menghasilkan cahaya. Total Capacitance Gambar 71 Total Capacitance sebuah rangkaian bergantung pada bagaimana kapasitor dirancang dalam rangkaian (Gambar 71). Kawat pijar harus beroperasi dalam lingkungan yang bebas oksigen untuk mencegahnya agar tidak mengalami oksidasi dan cepat terbakar.

b. Kawat-kawat kecil pada bagian dasar penutup kaca digunakan sebagai kontak. lensa dan kawat pijar yang disekat bersama sebagai satu unit (Gambar 73). Hal ini memiliki keuntungan dimana uap air sama sekali tidak dapat masuk yang apabila masuk dapat merusak permukaan yang memantul. Sealed Beam Gambar 73 – Sealed Beam a. pin di dalam cap sering dibuat serong agar kawat pijar dapat dipasang dalam posisi yang benar. panel tanpa penutup g. Lampu bohlam yang umum memiliki penutup yang dipasang dengan brass cap. Sealed beam untuk lampu depan ganda. Lampu bohlam festoon Lampu bohlam ini terdiri dari silinder kaca kecil dengan kawat pijar yang dipasang pada metal cap di masing-masing ujung (Gambar 72d). panel f. Sejumlah lampu bohlam panel memiliki bayonet fitting jenis miniatur. sedangkan yang lainnya tidak memiliki metal cap dan dipasang dengan didorong langsung ke dalam bulb socket (Gambar 72f). Lampu bohlam ini digunakan untuk penerangan bagian dalam.Gambar 72 – Jenis-jenis lampu bohlam a. dan seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 72a di atas. quartz halogen d. Lampu bohlam panel Lampu ini terdiri dari lampu kecil yang digunakan terutama sekali untuk penerangan instrumen dan lampu indikator (Gambar 72e). Kawat pijar disediakan dengan volume gas yang lebih besar daripada lampu bohlam biasa dan difokuskan dengan benar. . kawat pijar ganda dengan offset pin b. Beberapa lampu bohlam memiliki dua kawat pijar. Screw base (lampu bohlam tidak dibuat pada skala yang sama) Berbagai jenis lampu bohlam diperlihatkan dalam Gambar 72. lampu pelat nomor dan aplikasi-aplikasi serupa. Cap ini dilengkapi dengan pin yang memungkinkan lampu bohlam dipasang ke dalam bayonet socket. kawat pijar (filament) tunggal c.Sealed beam berukuran lebih besar untuk lampu depan tunggal Sealed beam digunakan untuk lampu depan dan memiliki reflector. festoon e.

dalam lampu bohlam halogen.Lampu bohlam prefocus Gambar 74 – Lampu depan semi-sealed beam menggunakan lampu bohlam prefocus Jenis lampu bohlam ini digunakan dengan lampu depan jenis semi-sealed. Ukuran ini kadang-kadang digunakan untuk lampu-lampu bohlam berukuran kecil. Satu watt sama dengan 1 volt x 1 amper. Lampu bohlam dengan watt yang lebih tinggi akan menyala lebih terang dan beroperasi pada temperatur yang lebih tinggi. daya listrik sebuah lampu bohlam diketahui dengan mengalikan volt dan amper. lampu instrumen dapat dispesifikasikan sebagai lampu bohlam 2 CP. Candlepower (CP) lampu bohlam Ini adalah ukuran penerangan sebuah lampu bohlam. Pengaturannya diperlihatkan dalam Gambar 74. Temperatur yang lebih tinggi diperlukan untuk proses ini. Jumlah watt pada lampu bohlam Daya listrik diukur dengan watt. Oleh karena itu. Uap air dari tangan atau jari-jari yang bercampur dengan temperatur operasi yang tinggi membuat kwarsa atau penutup kaca keras cenderung mengalami keretakan.5 amper dari sistem. Lampu jenis ini memiliki kwarsa kecil atau penutup kaca keras. Jumlah watt sebuah lampu bohlam lampu depan yang rendah memiliki kira-kira 50 hingga 55 watt. Harus berhati-hati ketika memasang lampu bohlam halogen kwarsa. Jumlah watt pada lampu bohlam biasanya tertera di bagian logam dari lampu bohlam tersebut. Misalnya. Temperatur yang lebih tinggi juga memberikan cahaya yang lebih terang. dan oleh karena itu. Dalam lampu bohlam biasa. bagian-bagian kecil dari kawat pijar menguap saat digunakan dan uap ini mengendap pada penutup kaca sebagai lapisan hitam tipis. digunakan kwarsa atau penutup kaca keras. Penguapan juga mengurangi ukuran kawat pijar yang pada akhirnya tidak dapat lagi mengalirkan arus dan dengan demikian terbakar. Misalnya. sebuah lampu bohlam yang memiliki tegangan 12 volt yang menarik arus 3 amper dari baterai maka lampu bohlam ini memiliki daya 36 watt. Lampu bohlam quartz halogen Lampu bohlam ini digunakan untuk lampu depan dan lampu mengemudi. Oleh karena itu. gas halogen mengendapkan material kawat pijar yang menguap kembali ke kawat pijar lampu bohlam dan meningkatkan daya pakai lampu bohlam. tetapi sekarang telah digantikan dengan lampu bohlam sealed beam dan halogen. Akan tetapi. jumlah watt sebuah lampu bohlam melambangkan daya listrik dari lampu bohlam tersebut. Demikian pula. . yang diisi dengan tambahan gas halogen khusus (Gambar 72c). lampu bohlam 42 watt yang beroperasi dalam sistem 12 volt akan menarik arus 3.

sementara lampu peringatan digunakan untuk memperlihatkan kepada pengemudi bahwa terdapat suatu masalah. yang beroperasi berdasarkan dampak pemanasan suatu arus listrik. Sender unit sama dengan yang digunakan pada instrumeninstrumen yang dioperasikan dengan magnetik. beberapa kendaraan memiliki sistem peringatan suara. yang beberapa di antaranya disebut sebagai alat pengukur (gauge) digunakan untuk memberikan bacaan yang sesungguhnya misalnya besar tekanan. Alat pengukur thermal juga disebut sebagai alat pengukur jenis bimetal karena alat pengukur ini beroperasi melalui pemanasan keping bimetal yang menggerakkan pointer. tetapi banyak alat pengukur. Contohnya adalah:     Alat pengukur bahan bakar thermal Alat pengukur temperatur thermal Alat pengatur voltase konstan Alat pengukur temperatur Instrumen Elektronik Digital . Contoh alat pengukur ini adalah:     Alat pengukur temperatur magnetik Alat pengukur tekanan oli magnetik Voltmeter Ammeter Instrumen dengan Operasi Thermal Banyak alat pengukur otomotif dari jenis thermal (panas). Ada sejumlah jenis instrumen dan alat pengukur yang berbeda. indikator adalah lampu yang memperlihatkan apakah suatu unit beroperasi atau tidak. tetapi terdapat sedikit sekali perbedaan di antara lampu indikator dan lampu peringatan karena keduanya memiliki fungsi yang serupa. sementara lampu indikator memberikan informasi dengan menggunakan lampu yang berada dalam posisi menyala (On) atau mati (Off). Umumnya. sepanjang yang menyangkut operasi dasar.11 INSTRUMEN Ada sejumlah instrumen dan indikator yang digunakan dalam kendaraan otomotif. Alat pengukur thermal memiliki dash unit dan sender unit. dan unit pengirim jarak jauh (remote sender unit) di sejumlah bagian lainnya dalam kendaraan. terdiri dari dua bagian: unit dash yang dipasang di dalam panel instrumen. yaitu:     Operasi magnetik Operasi thermal Operasi elektronik Operasi mekanis Instrumen-instrumen dengan operasi magnetik Dalam instrumen yang dioperasikan secara magnetik. Beberapa indikator disebut juga sebagai lampu peringatan. Instrumen.2. Selain peralatan visual. Ammeter dan voltmeter adalah unit dash. misalnya alat pengukur bahan bakar dan alat pengukur temperatur. Prinsip ini digunakan untuk alat pengukur bahan bakar dan alat pengukur temperatur. Bunyi buzzer atau suara musik digunakan untuk menarik perhatian pengemudi apabila pintu terbuka sedikit atau lampu depan dalam keadaan menyala. dampak magnetik suatu arus listrik melalui konduktor atau coil digunakan untuk mengoperasikan pointer pada suatu skala. kecepatan dll.

Gambar 75 Suatu panel instrumen dengan instrumen elektronik digital diilustrasikan dalam Gambar 75. odometer dan trip meter. Lampu Indikator dan Lampu Peringatan Meskipun terdapat perbedaan yang jelas antara lampu indikator dan lampu peringatan. Lampu indikator high-beam. Tampilan instrumen seluruhnya dalam bentuk elektronik. alat pengukur temperatur dan sejumlah indikator dan lampu peringatan. menyala setiap kali lampu depan dinyalakan dalam posisi high beam. dan begitu pula sebaliknya. Dalam hal ini tidak diperlukan switch tambahan karena lampu indikator menyala setiap kali rangkaian tertentu beroperasi. . Beberapa dari lampu ini biasanya dalam keadaan „off‟ dan menyala ketika terdapat kondisi-kondisi tertentu. lampu indikator hanya merupakan lampu kecil yang ditambahkan pada suatu rangkaian (circuit). Tindakan ini menyalakan lampu peringatan yang tetap dalam posisi menyala („on‟) sampai kontrol tersebut dikembalikan pada posisi normal dan switch dimatikan. Alat Pengukur Mekanis Gambar 76 Beberapa alat pengukur dioperasikan dengan cara mekanis. Beberapa yang lainnya biasanya dalam keadaan „on‟ dan dimatikan ketika terdapat kondisi yang berubah. alat pengukur jenis ini umumnya sudah digantikan oleh jenis-jenis alat pengukur lainnya. dengan fungsi-fungsi penanganan mikroprosesor (komputer) untuk tampilannya. yang kemudian memberikan output yang benar untuk mengoperasikan instrumen. Sejumlah lampu peringatan dioperasikan sesuai dengan switch-nya masing-masing. lampu indikator transmission overdrive dan lampu indikator melelehkan salju pada jendela belakang adalah contoh-contoh lainnya. keduanya memiliki fungsi yang serupa. Choke dan rem parkir memiliki switch yang berada dalam posisi „on‟ ketika kontrol tertentu dioperasikan. Alat pengukur untuk air receiver dan peralatan bengkel lainnya biasanya dari jenis ini. lampu peringatan dapat dianggap sebagai lampu indikator. Sensor memberikan input pada mikroprosesor. misalnya. Bourdon tube gauge adalah alat pengukur tekanan yang dapat digunakan sebagai alat pengukur tekanan oli atau alat pengukur tekanan udara. Panel memiliki alat pengukur bahan bakar. meskipun untuk penggunaan otomotif. Dalam sejumlah kasus. Lampu indikator flasher. diode tachometer yang memancarkan sinar. digital speedometer. Dalam beberapa kasus.

0 KOMPONEN-KOMPONEN DASAR RANGKAIAN Gambar 77 .TOPIK 3 RANGKAIAN LISTRIK 3.

arus naik Jika tegangan menurun. dan resistansi adalah yang menentang aliran arus. arus dan resistansi di dalam suatu rangkaian. . „Aliran‟ arus melaksanakan tugasnya. aturanaturan umum berikut berlaku: Asumsikan bahwa resistansi tidak berubah:     Jika tegangan meningkat. Karena kebanyakan rangkaian listrik dalam mesin-mesin bergerak menggunakan sumber listrik berdaya 12 atau 24 Volt. Aturan-aturan yang diperlukan untuk memahami. Apabila terjadi pemutusan di suatu tempat di dalam rangkaian maka arus listrik tidak dapat mengalir. Hukum Ohm menyatakan bahwa: “Aliran arus di dalam suatu rangkaian berbanding langsung dengan tegangan rangkaian dan berbanding terbalik dengan resistansi rangkaian”. maka resistansi di dalam rangkaian menentukan arusnya. arus turun Jika resistansi menurun. Arus mengalir dari satu ujung rangkaian ke ujung rangkaian lainnya ketika ujung-ujung tersebut dihubungkan ke muatan positif dan negatif (rangkaian tertutup). Aturan-aturan Umum Hukum Ohm Pada tahun 1827 George Simon Ohm menetapkan dasar pemikiran matematika mengenai listrik. arus naik Rumus Hukum Ohm Hukum Ohm dinyatakan sebagai rumus aljabar dimana: “E” singkatan dari gaya elektromotif (Volt) “I” singkat dari intensitas (Amper) “R” singkatan dari resistansi (Ohm). Setiap rangkaian listrik harus memiliki komponen-komponen berikut: Sumber power     Alat pelindung (sekering atau pemutus arus) Beban misalnya lampu Perangkat pengontrol (switch) Konduktor Komponen-komponen ini dihubungkan bersama dengan konduktor untuk membentuk suatu rangkaian listrik yang lengkap. Hukum Ohm adalah hukum dasar mengenai listrik yang menghubungkan kuantitas voltase atau tegangan. memprediksi dan menghitung perilaku rangkaian listrik dikelompokkan berdasarkan hukum yang berjudul “Hukum Ohm”. Ujung-ujung ini disebut “power” dan “ground”. arus turun Asumsikan bahwa tegangan tidak berubah: Jika resistansi meningkat. Ini berarti bahwa jumlah aliran arus di dalam suatu rangkaian bergantung pada berapa banyak tegangan dan resistansi yang ada di dalam rangkaian. Dari persamaan Hukum Ohm.Rangkaian (circuit) adalah jalur bagi arus listrik. Tegangan adalah „tekanan‟ yang menggerakkan arus.

Gambar 78 Apabila dua bagian dari Rumus Hukum Ohm diketahui. Aliran arus melalui rangkaian adalah 6 Amper. Untuk menggunakan lingkaran rumus tutuplah huruf yang tidak diketahui. Karena tegangan tidak diketahui. bagi tegangan dengan resistansi (I = E  R) Untuk mengetahui resistansi. maka bagian ketiga dapat dihitung. maka rumus untuk menghitung . Resistansi beban adalah 2 Ohm. Huruf-huruf lainnya memberikan rumus untuk mengetahui kuantitas yang tidak diketahui. nilai tegangan sumber tidak diketahui. bagi tegangan dengan arus (R = E  I). kalikan arus dengan resistansi (E = I x R) Untuk mengetahui arus. Lingkaran Rumus Hukum Ohm Gambar 79 Lingkaran Rumus Pemecahan Hukum Ohm Lingkaran rumus Hukum Ohm adalah cara mudah untuk mengingat cara menghitung bagian mana pun dari rumus. Misalnya:    Untuk mengetahui voltase atau tegangan. Tegangan Tidak Diketahui Gambar 80 Menghitung voltase yang tidak diketahui Dalam rangkaian ini.

Arus Tidak Diketahui Gambar 82 Menghitung arus yang tidak diketahui Dalam rangkaian ini arus tidak diketahui. Oleh karena itu. Angka-angka digunakan untuk menyatakan hasil dari perhitungan-perhitungan sederhana. 12 Volt dibagi dengan 2 Ohm adalah 6 Amper. Aliran arus melalui rangkaian adalah 6 Amper dan voltase sumber adalah 12 Volt. Rumus untuk menghitung resistansi adalah tegangan dibagi dengan arus. 3. unit atau ungkapan untuk menguraikan apa yang dimaksud dengan angka tersebut selalu tersedia. Rumus untuk menghitung arus adalah tegangan dibagi dengan resistansi. yaitu 12 Volt dibagi 6 Amper sama dengan 2 Ohm. Resistansi beban adalah 2 Ohm dan tegangan sumber adalah 12 Volt. . Jadi. kalikan 6 Amper dengan 2 Ohm maka akan didapat 12 Volt. Oleh karena itu. Jadi. aliran arus dalam rangkaian ini adalah 6 Amper. voltase sumber dalam rangkaian ini adalah 12 Volt. resistansinya di dalam rangkaian adalah 2 Ohm. angka untuk menyatakan ukuran atau kuantitas item yang sedang diukur dapat diketahui. Oleh karena itu.1 METRIC PREFIX Ketika mengukur sesuatu. nilai resistansi tidak diketahui. Resistansi Tidak Diketahui Gambar 81 – Menghitung resistansi yang tidak diketahui Dalam rangkaian ini. Selain menggunakan angka.tegangan adalah arus dikalikan dengan resistansi.

000Ω Contoh: 16kV x 1.5 x 1000 = 1500 Awalan k (untuk kilo) sama dengan 1000.5 kilo volt).000 – 16.000 ___m  1.000. Prefix yang paling lazim dalam pengkajian teori listrik dasar adalah Mega (jutaan).000 = 8.000. pindahkan titik desimal enam tempat ke kanan. Nama adalah awalan dan ditempatkan pada awal unit dasar.5 x 103 atau 1.000. Kilo .5 Mega ohm akan menjadi 3.5 kV. Untuk mengubah nilai apa pun dari Mega ohm ke Ohm. Awalan (prefix) ditambahkan pada unit dasar untuk mengubah unit pengukuran.000 =. Tabel 6 –Prefix yang biasanya digunakan dalam dunia kelistrikan mega kilo Mili Mikro ___M x 1.000V Cointoh: 400mV  1. Dalam sistem metrik hanya ada beberapa unit dasar yang digunakan untuk pengukuran listrik.000. Mili (per ribuan) dan Mikro (per juta) (Tabel 5). Misalnya: Tegangan listrik 1500 Volt akan dinyatakan dalam pangkat 10 yaitu: 1.000. Misalnya. (1. 3.000 =. Tabel 5 – Metric Prefix Prefix mega kilo mili mikro Simbol M k m  Pangkat dari 10 6 10 3 10 -3 10 -6 10 Unit-unit sistem metrik terdiri dari sistem pengukuran yang diakui internasional di seluruh dunia. Ohm dan Amper adalah unit-unit dasar primer yang digunakan dalam aplikasi-aplikasi listrik.000 Ohm.000 ___k x 1. Volt. Dalam aplikasi-aplikasi listrik dan elektronik kita bekerja dalam jumlah dalam kuantitas yang sangat besar atau sangat kecil. sehingga penggunaan metrix prefix bermanfaat.500.000 Contoh: 8MΩ x 1.Unit Dasar Unit dasar adalah unit standar. bergantung pada apakah yang diperlukan adalah angka yang lebih besar atau lebih kecil.000 ___  1. Prefix Angka-angka dasar dikalikan atau dibagi dengan faktor 10.000036A Mega Mega artinya satu juta dan disingkat dengan huruf besar “M”. sehingga pernyataan untuk 1500 Volt dinyatakan sebagai 1.4 V Contoh: 36  1. yaitu unit tanpa awalan (prefix). Kilo (ribuan). Sistem ini disebut Sistem Unit Internasional (SI). Satu Mega ohm sama dengan satu juta Ohm.

Voltase normal yang terdapat di dalam rumah tangga adalah kira-kira 240 Volt. Satu mili amper adalah seper seribu amper. Mungkin pemakaian Watt yang paling lazim adalah pada lampu bohlam.000 Ohm.657 kilo-ohm menjadi 657 Ohm. Mili Mili artinya seper seribu dan disingkat dengan huruf kecil “m”.000355 Amper. pindahkan titik desimal enam tempat ke kiri.2 DAYA / POWER Daya adalah ukuran tingkat energi yang dihasilkan atau digunakan dan daya adalah cara lain untuk mengukur rangkaian listrik. resistansi adalah yang menggunakan daya listrik. Untuk mengubah nilai apa pun dari miliamper ke Amper.000355 Amper. Lampu bohlam diklasifikasikan berdasarkan jumlah watt yang digunakan. 3. insulator. apabila voltase atau arus meningkat. resistor. 3. Satu mikroamper adalah sama dengan seper sejuta amper. Hubungan antara daya. Dengan mengalikan 10 dengan 240 maka akan diketahui bahwa daya yang digunakan oleh hair dryer adalah kira-kira 2400 watt atau 2. tegangan dikalikan dengan arus digunakan untuk mengetahui beberapa banyak daya yang dipakai. Untuk mengubah nilai apa pun dari kilo-ohm ke Ohm. Dalam suatu rangkaian. daya adalah ukuran tingkat dimana energi listrik diubah menjadi panas oleh elemen-elemen resistive yang ada di dalam konduktor. Misalnya. daya turun. sejumlah motor dan kebanyakan peralatan rumah tangga. Misalnya. Misalnya 0. Contoh lain dari peralatan yang memiliki pemakaian watt adalah speaker. Untuk mengubah nilai apa pun dari mikroamper ke Amper. Pemakaian daya dinyatakan dalam watt. Banyak peralatan listrik diklasifikasikan berdasarkan berapa banyak daya listrik yang digunakan. 0.3 TEORI RANGKAIAN DASAR Ada tiga jenis dasar rangkaian dan hukum yang berlaku bagi masing-masing dari jenis rangkaian akan diulas:  Rangkaian Seri  Rangkaian Paralel  Rangkaian Seri-Paralel Rangkaian Seri / Series Circuit . dayanya meningkat. voltase dan arus ditentukan oleh Rumus Daya. Misalnya. coil dan motor. Apabila arus turun. sebuah hair dryer dapat menarik arus hampir 10 Amper. ingatlah bahwa banyak jenis peralatan memiliki resistansi seperti misalnya konduktor. pindahkan titik desimal tiga tempat ke kiri. Dalam suatu engine.355 miliamper akan menjadi 0. Mikro Mikro artinya seper sejuta dan disingkat dengan simbol “”. Satu Watt sama dengan satu Amper dikalikan dengan satu Volt. pindahkan titik desimal tiga tempat ke kanan. Dalam peralatan listrik. tingkat output tenaga kuda (output horsepower rating) adalah ukuran dari kemampuannya untuk melakukan pekerjaan mekanis. Satu kilo ohm sama dengan 1. Rumus daya sama dengan rumus Hukum Ohm.Kilo artinya seribu dan disingkat dengan huruf kecil “k”.4 kW. Daya adalah produk arus dikalikan dengan tegangan. bukan berapa banyak daya listrik yang dihasilkannya. Akan tetapi. 746 Watt = 1 tenaga kuda (horsepower) Unit pengukuran untuk daya adalah Watt. Dalam rangkaian listrik. 355 mikroamper adalah 0. Rumus dasar untuk daya (power) adalah: Daya = Arus x tegangan (P = I x V) Watt = Amper x Volt (W = A x V) Dalam setiap rangkaian.

Total arus rangkaian dihitung dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm dan dengan menulis rumus berikut: I=ER I = 24V / 12Ω = 2 Amper . arus mengalir dari baterai (+) melalui sebuah sekering (alat pelindung) dan switch (perangkat pengontrol) ke lampu (beban) dan kemudian kembali ke frame ground. Karena dua dari nilai-nilai rangkaian diberikan. menghitung nilai yang tidak diketahui adalah mudah. apabila hukum dasar rangkaian seri diaplikasikan. Aturan-aturan berikut berlaku bagi semua rangkaian seri: Pada titik apa pun di dalam rangkaian. termasuk sumber daya 24 Volt. masing-masing peralatan listrik dihubungkan ke peralatan listrik lainnya sedemikian rupa sehingga hanya ada satu jalur untuk mengalirkan arus. Langkah pertama adalah menentukan total resistansi rangkaian. maka satu-satunya nilai yang masih tersisa untuk dihitung adalah aliran arus. Dalam rangkaian seri. Rumus berikut digunakan untuk mengetahui total resistansi: Rt = R1 + R2 + R3 Rt = 3Ω + 3Ω + 6Ω = 12 Ohm Karena tegangan untuk sumber daya yang diberikan adalah 24 Volt dan resistansi rangkaian telah dihitung dengan hasil 12Ω.Gambar 83 Rangkaian Seri Rangkaian seri adalah jenis rangkaian yang paling sederhana. Semua peralatan dan komponen rangkaian dihubungkan dalam seri. Cara mudah untuk menyatakan aturan yang berlaku pada rangkaian seri ini adalah :    Tegangan total adalah JUMLAH dari semua penurunan tegangan Resistansi total adalah JUMLAH dari semua resistansi masing-masing Arus total adalah SAMA pada suatu titik tertentu dalam rangkaian. Dalam rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 83. nilai arus adalah sama Total resistansi rangkaian adalah sama dengan jumlah seluruh resistansi individual dan disebut resistansi ekuivalen Penurunan tegangan di semua beban rangkaian adalah sama dengan tegangan sumber yang digunakan. Mengaplikasikan Aturan-aturan Ini / Applying the Rules Gambar 84 Rangkaian Seri Rangkaian dalam Gambar 84 terdiri dari berbagai peralatan dan komponen.

Aturan-aturan berikut berlaku untuk rangkaian paralel:    Voltase di masing-masing cabang paralel adalah sama Total arus di masing-masing cabang adalah sama Total resistansi ekivalen sama dengan tegangan sumber dibagi dengan total arus. Rangkaian Paralel / Parallel Circuit Gambar 85 Rangkaian Paralel Rangkaian paralel adalah lebih rumit daripada rangkaian seri karena terdapat lebih dari satu jalur untuk mengalirkan arus. Dengan menggunakan rumus E = I x R untuk setiap resistor maka akan diketahui penurunan tegangan di masing-masing beban. Total resistansi selalu lebih sedikit daripada resistansi terkecil di dalam cabang mana pun.Langkah selanjutnya adalah memasukkan nilai untuk aliran arus ke dalam beban resistive. Aliran arus di dalam masing-masing cabang bisa jadi berbeda. Total arus di dalam rangkaian sama dengan jumlah arus dalam cabang. Menerapkan Aturan-aturan / Applying the Rules Gambar 86 Rangkaian . dan kemudian terbagi menjadi dua cabang. Salah satu aturan untuk rangkaian seri menyatakan bahwa arus SAMA pada suatu titik tertentu. Masing-masing cabang dihubungkan ke frame ground. Dalam rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 85. masing-masing memiliki satu lampu. Setiap jalur arus disebut cabang (branch). terlepas berapa pun resistansi yang terdapat di dalam cabang. Dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm. maka semua jalur ini memiliki tegangan yang sama dan masing-masing cabang mengalami penurunan tegangan dalam jumlah yang sama. bergantung pada resistansinya. arus mengalir dari baterai melalui sekering dan switch. dan SELALU lebih sedikit dibandingkan dengan resistansi terkecil di dalam satu cabang. Karena semua cabang dihubungkan pada terminal positif dan negatif yang sama. Cara mudah untuk menyatakan aturan-aturan paralel adalah:    Tegangan untuk semua cabang adalah SAMA Arus adalah JUMLAH dari arus masing-masing cabang Resistansi ekivalen adalah selalu LEBIH KECIL daripada resistansi terkecil di masing-masing cabang. Penurunan tegangan tersebut adalah: E1 = 2A x 3Ω = 6V E2 = 2A x 3Ω = 6V E3 = 2A x 6Ω = 12V Semua nilai rangkaian sekarang sudah dihitung. periksalah masing-masing jawaban.

Rangkaian di atas memiliki dua cabang paralel. aliran arus di masing-masing cabang adalah sama karena nilai-nilai resistansi sama.25 = 0. Langkah pertama dalam mengembangkan rangkaian ekivalen adalah dengan mengaplikasikan aturanaturan dasar untuk mengetahui total resistansi kedua cabang paralel. termasuk sumber tegangan 24 Volt. Dalam kasus khusus ini. Rumus I = E/R digunakan untuk menghitung arus di masing-masing cabang yaitu 6 Amper. Sebelum menerapkan hukum-hukum dasar rangkaian paralel perlu untuk terlebih dahulu mengetahui resistansi ekivalen guna mengganti kedua cabang paralel 4 Ohm. salah satu aturan untuk rangkaian paralel menyatakan bahwa tegangan di semua cabang paralel adalah SAMA. . Dengan daya 24 Volt diaplikasikan pada masing-masing cabang. (Rt = E t  I t). maka rumus untuk total arus adalah It = I1 + I2 + I3 = 6 + 6 + 6 = 18 Amper. 1/Rt = 1/R1 + 1/R2 = ¼ +¼ = 0. Oleh karena itu. Dengan mengaplikasikan aturan-aturan dasar untuk rangkaian paralel (tegangan di semua cabang SAMA) maka nilai arus yang tidak diketahui di masing-masing cabang dapat dihitung dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm. maka aliran arus masing-masing dapat dihitung dengan menggunakan Hukum Ohm. Resistansi di setiap lampu diberikan bersama dengan nilai tegangan sumbernya. total resistansi adalah kurang dari 4Ω. Rumus berikut digunakan untuk menghitung total resistansi. masing-masing dengan lampu yang memiliki resistansi 4Ω.5 = 2 Ohm Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya. Ingat bahwa total resistansi gabungan cabang adalah lebih kecil daripada resistansi terkecil dari masing-masing cabang.Rangkaian dalam Gambar 86 terdiri dari berbagai peralatan dan komponen. Menghitung Aliran Arus dalam Rangkaian Paralel / Solving Current Flow Gambar 87 Rangkaian Paralel Rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 87 adalah contoh rangkaian arus searah (DC) dengan tiga cabang paralel dan sebuah ammeter yang dihubungkan secara seri pada cabang-cabang paralel (semua aliran arus di dalam rangkaian harus melewati ammeter).5 Rt = 1  0.25 + 0. dimana: I =ER I1 = E1  R1 = 24  4 = 6 Amper I2 = E2  R2 = 24 + 4 = 6 Amper I3 = E3  R3 = 24  4 = 6 Amper Karena aliran arus di dalam cabang-cabang paralel adalah JUMLAH semua arus di cabang. Dengan voltase sumber diketahui 24 Volt dan total arus yang dihitung adalah 18 Amper maka total resistansi rangkaian setelah dihitung adalah 1 Ohm.

Ketika menyederhanakan rangkaian seri-paralel. Semua aturan yang dibahas sebelumnya mengenai rangkaian seri dan paralel berlaku ketika mencari nilai-nilai rangkaian yang tidak diketahui. Untuk menghitung soal ini Anda perlu menentukan resistansi ekuivalen untuk cabang paralel. Kembali ke rangkaian asli dan masukkan nilai-nilai yang sudah diketahui. hitunglah resistansi ekuivalen (Re) paralel. Gantilah kombinasi-kombinasi resistor seri-dan paralel langkah demi langkah. Rangkaian seri-paralel (ekuivalen) yang digambar ulang dengan benar akan terdiri hanya SATU resistor seri pada ujungnya. Periksalah rangkaian dengan cermat dan kemudian tentukan jalur atau jalur-jalur yang dapat dialiri arus melalui rangkaian sebelum kembali ke sumber. pada dasarnya rangkaian ini dapat dihitung dengan mudah dengan menggunakan metode yang logis. atau Menerapkan Aturan-aturan / Applying the Rules . Tip-tip berikut akan membuat perhitungan rangkaian seri-paralel tidak terlalu rumit. Dengan menggunakan rumus berikut. mulailah pada titik terjauh dari sumber tegangan. Menghitung Soal Seri-Paralel 2 R1 R2 6 R3 3 12V Gambar 89 Rangkaian Seri-Paralel Rangkaian seri-paralel yang diperlihatkan dalam Gambar 89 memperlihatkan resistor 2Ω dalam seri dengan sebuah cabang paralel yang terdiri dari resistor 6Ω dan resistor 3Ω. Gunakan aturan-aturan seri sederhana untuk menghitung nilai-nilai yang tidak diketahui. Gambarlah kembali rangkaian rumit untuk disederhanakan tampilannya. Meskipun beberapa rangkaian seri-paralel tampak sangat rumit. Gunakan Hukum Ohm untuk menghitung nilai-nilai lainnya.Rangkaian Seri-Paralel / Series – Parallel Circuits Gambar 88 Rangkaian Seri-Paralel Rangkaian seri-paralel yang diperlihatkan dalam Gambar 88 terdiri dari satu bagian seri dan satu bagian paralel.

Kemudian hitunglah total rangkaian dengan menggunakan aturan-aturan Hukum Ohm sederhana untuk rangkaian seri. total resistansi rangkaian sekarang dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Nilai sisanya yang belum diketahui adalah arus.Gambar 90 Rangkaian Seri-paralel Gambarlah kembali Gambar 90 dengan menyisipkan resistansi ekuivalen untuk cabang paralel. Karena semua aliran arus yang meninggalkan sumber harus kembali kita mengetahui bahwa 3 Amper harus mengalir melalui R1. 6V 3A 2Ω R1 R2 6V 1A R3 6Ω 6V 2A 3Ω 12V Gambar 91 Rangkaian Perhitungan rangkaian menunjukkan bahwa total aliran arus dalam rangkaian adalah 3 Amper. Metode-metode Lain dan Tip-tip untuk Menghitung Rangkaian Seri-Paralel yang Rumit . Dengan menggunakan Hukum Ohm untuk cabang paralel maka diketahui bahwa 1 Amper mengalir melalui R2. arus listrik dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Lihat rangkaian seri-paralel awal dan tempatkan nilai-nilai yang sudah diketahui. Dengan menggunakan aturan-aturan untuk rangkaian seri. Sekali lagi dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm. Maka sekarang kita bisa menghitung turunnya voltase pada R1 dengan menggunakan rumus E = I x R = 3A x 2Ω = 6 Volt Apabila resistor R1 menggunakan 6 Volt. maka voltase sumber sisanya (6V) diaplikasikan pada kedua cabang paralel. dan 2 Amper mengalir melalui R3 sebelum bergabung menjadi total arus rangkaian 3 Amper yang kembali ke bagian negatif dari sumber power (Gambar 91).

Langkah 2: P Gambar 94 – Langkah 2 Dengan menggunakan Hukum Ohm hitunglah resistansi ekuivalen untuk cabang paralel. langkah selanjutnya adalah menggambar rangkaian serupa untuk cabang-cabang paralel. Semua arus yang meninggalkan sumber tersedia di TP1 (test point 1). Langkah 1: Gambar 93 – Langkah 1 Telusurilah aliran arus baterai dari bagian (+) ke baterai bagian (-). Ada dua metode (rumus) yang tersedia untuk menghitung resistansi cabang paralel. dengan menggambar rangkaian yang sama (equivalent circuit) dan mengurangi rangkaian hingga menjadi bentuk yang paling sederhana (rangkaian seri) maka akan menghasilkan informasi yang diperlukan untuk disejajarkan dengan rangkaian asli. maka metode jumlah atas produk (product over sum method) adalah rumus yang paling mudah. Sekarang jalur aliran arus telah diidentifikasi. Di TP1 arus dibagi di antara dua cabang paralel dan kemudian digabungkan kembali di TP2 sebelum mengalir melalui resistor seri R3 dan kembali ke ground.Gambar 92 Rangkaian Seri-Paralel yang Rumit Sebagaimana dinyatakan sebelumnya. yaitu: 1 1 1 R1 * R2 atau (disebut product over sum method) Re    Re R1 R2 R1  R2 Jika rangkaian hanya memiliki dua cabang. Terlepas betapapun terlihat rumit suatu rangkaian. Langkah 3: . dengan memeriksa jalur secara seksama untuk aliran arus dan kemudian menggambar kembali rangkaian dapat dengan mudah memecahkan rangkaian-rangkaian yang rumit.

Gambar 95 – Langkah 3 Gambarlah kembali rangkaian dengan mengganti nilai Re untuk melambangkan resistansi ekuivalen. Selanjutnya sederhanakan rangkaian dengan menggabungkan Re dan R3 sebagai resistansi tunggal yang disebut Rt. Rangkaian sekarang memiliki dua resistor dalam seri.0 SCHEMATIC . yang diperlihatkan sebagai Re dan R3. TOPIK 4 ELECTRICAL SCHEMATIC 4.

. Simbol-simbol skematik memberikan banyak sekali informasi dalam ruang yang kecil dan pembacaan simbol-simbol skematik memerlukan keterampilan dan latihan yang sangat tinggi. Gunakan kode identifikasi warna yang terletak di skematik untuk mengetahui rangkaian. Simbol-simbol skematik digunakan secara luas dalam terbitan-terbitan Caterpilar untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang berhubungan dengan listrik. Simbol-simbol digunakan untuk melambangkan peralatan atau komponen-komponen baik dalam sistem listrik dan elektronik yang sederhana maupun rumit. Skematik digunakan oleh para teknisi untuk mengetahui bagaimana suatu sistem berfungsi dan untuk membantu dalam memperbaiki sistem yang telah mengalami kegagalan fungsi. Beberapa fitur di depan skematik adalah:        Kode-kode warna untuk mengidentifikasi rangkaian Kode-kode singkatan warna Keterangan simbol Informasi mengenai wiring harness Catatan dan kondisi-kondisi skematik Grid design untuk lokasi komponen Nomor-nomor part komponen Garis-garis “berwarna” melambangkan rangkaian alat. Teknisi harus sangat terampil dalam membaca dan menginterpretasikan semua informasi yang terkandung di bagian-bagian skematik. Fitur-fitur Skematik Skematik listrik Caterpillar memiliki informasi yang sangat berharga. Suatu metode langkah demi langkah yang logis dalam menggunakan diagram-diagram skematik untuk troubleshooting dimulai dengan pemahaman teknisi tentang sistem yang lengkap. Informasi tersebut dicetak pada bagian depan dan belakang skematik.Gambar 96 Skematik pada dasarnya adalah gambar-gambar garis yang menjelaskan bagiamana suatu sistem berfungsi dengan menggunakan simbol-simbol dan garis-garis penghubung.

Format baru tersebut disebut PRO/E dan memberikan informasi tambahan untuk kawat. CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh dari sistem identifikasi yang baru.Garis-garis tebal “ganda” adalah untuk mengidentifikasi rangkaian dan komponen-komponen yang terletak di pos operator. nomor label kabel (169). kode warna (PK) dan ukuran kabel (18). Connector Format Lama Format Baru . kawat. nomor kabel dalam harness (5). Machine Electrical Schematic dengan Format Baru Format Lama Format Baru Gambar 97 Sejumlah mesin Caterpillar menggunakan format baru untuk skematik sistem listrik. connector. Gambar 97 memperlihatkan format identifikasi kabel yang baru. Label mencakup identifikasi rangkaian. kabel atau komponen. CATATAN: Lihat keterangan simbol pada skematika. Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. kode identifikasi harness (H). komponen dan simbol sambungan. Garis (hitam tipis) digunakan untuk mengidentifikasi alat.

mengidentifikasi nomor connector dalam harness (7). Format PRO/E untuk sambungan-sambungan (splice) menggunakan dua titik penghubung untuk menunjukkan di bagian mana kabel keluar. mengidentifikasi assembly sebagai connector (C). dan nomor bagian komponen (113-8490). . Skematik yang digambar dalam format PRO/E berisikan huruf identifikasi harness (H).Gambar 98 Format identifikasi connector yang baru (Gambar 98) mencakup kode identifikasi harness (H). CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi yang baru. CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi yang baru. Komponen-komponen Format Lama Format Baru Gambar 99 Gambar 99 menunjukkan metode pemberian label komponen skematik yang lama dan memperlihatkan nama yang jelas dan part number komponen. Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. Simbol sambungan yang sebelumnya hanya menggunakan titik (filled-in dot) untuk menunjukkan sambungan. dan mencantumkan part number connector (3E3382). kode pemberian seri (P-12) dimana “P” adalah singkatan dari “part” dan “1” melambangkan posisi harness (bagian nomor “12” dalam harness “H”.

. diidentifikasi sebagai garis bayangan hitam mesin Daftar component identifier (CID) dan konversi kode flash Bagan lokasi komponen Spesifikasi-spesifikasi resistor dan solenoid Daftar Failure Mode Identifier (FMI) TOPIK 5 DIGITAL MULTIMETER 5. digital multimeter menggunakan sistem metrik. digital multimeter melaksanakan pengukuran-pengukuran yang lebih rumit pada sistem elektronik yang lebih baru.0 PENGENALAN TERHADAP DIGITAL MULTIMETER Gambar 100 Digital Multimeter 9U7330 Topik ini mencakup fungsi-fungsi dasar dan pengoperasian digital mulimeter (Gambar 100).CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi yang baru. Untuk mempermudah pekerjaan dengan angka-angka yang lebih besar. Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. Meskipun teknisi service dapat menggunakan analog multimeter dan mengetes lampu. Beberapa fitur di bagian belakang skematik mencakup: Simbol-simbol dan identifikasi skematik harness dan kabel listrik Simbol-simbol dan definisi skematik listrik Bagan keterangan kabel      Buku manual service listrik terkait Bagan lokasi harness connector Spesifikasi-spesifikasi switch mesin dalam posisi “off” Lokasi-lokasi harness connector dan komponen mesin.

Gambar 101 Digital Multimeter 9U7330 Meter (Gambar 101) memiliki empat bagian utama:     Liquid-crystal-display Tombol tekan Switch dengan fungsi rotary dial Lead meter input Liquid Crystal Display Gambar 102 Liquid crystal display pada Digital Multimeter Tampilan kristal cair (LCD) pada meter (Gambar 102) menggunakan segmen-segmen tampilan dan indikator. Tampilan analog adalah pointer 32 segmen yang meng-update 40 kali per detik. maka update adalah tiga kali per detik. Tampilan juga menggunakan indikator untuk menyingkat berbagai status tampilan (display mode) dan fungsi-fungsi meter. Bacaan digital ditampilkan pada tampilan 4000-count dengan indikasi muatan kutub () dan penempatan titik desimal otomatis. Digital multimeter diberi tenaga oleh baterai alkalin 9 Volt dan dilindungi terhadap kotoran.Digital multimeter adalah alat yang sangat akurat dan digunakan untuk mencari nilai yang sangat tepat untuk besaran tegangan. Segmen-segmen tampilan memiliki pointer yang “bergulung” di seluruh segmen yang menunjukkan adanya perubahan pengukuran. Tombol Tekan . Ketika meter dihidupkan (ON). arus atau resistansi. debu dan uap air. Tampilan meng-update empat kali per detik. semua segmen tampilan dan indikator (annunciator) tampil secara singkat selama pengetesan. kecuali ketika bacaan frekuensi dilakukan.

Setiap kali rotary switch digerakkan dari posisi OFF ke penyetelan fungsi. Meter Lead Input . Posisi berikutnya akan memungkinkan meter untuk memeriksa diode. Posisi atas digunakan untuk mengukur resistansi. ketiga posisi pertama pada rotary switch digunakan untuk mengukur voltase arus bolak balik (AC). Dengan menggerakkan meter sesuai dengan arah jarum jam dari tombol OFF. Ketika tombol dihidupkan untuk pertama kali dan pengukuran dilakukan. Dua posisi terakhir digunakan untuk mengukur arus AC dan DC dalam Amper. mili-Amper dan mikro-Amper. semua segmen dan indikator tampilan menyala sebagai bagian dari pengetesan otomatis rutin. Topik ini akan mencakup hanya tombol kisaran (range button).Gambar 103 Tombol tekan pada digital multimeter Tombol pada meter (Gambar 103) digunakan untuk melaksanakan fungsi-fungsi tambahan. Tekan dan tahan tombol kisaran untuk kembali ke mode kisaran auto (auto range mode). Tombol berwarna kuning dapat digunakan untuk menerangi bagian belakang tampilan meter. bagian berikutnya akan ditampilkan. Dengan menekan tombol kisaran maka akan menempatkan meter dalam mode kisaran manual dan menampilkan skala kisaran di bagian kanan bawah. meter secara otomatis memilih suatu kisaran dan menampilkan kata AUTO di bagian kiri atas. Tombol-tombol tambahan akan dicakup kemudian dalam kursus karena tombol-tombol ini berlaku untuk jenis pengukuran yang dilakukan. Rotary Switch Gambar 104 Rotary Switch Berbagai fungsi meter dipilih dengan memutar rotary switch pada meter (Gambar 104). voltase langsung (DC) dan DC millivolt. Setiap kali tombol kisaran ditekan.

pada bagian paling kiri meter adalah untuk mengukur Amper.1 Bacaan Maks 1000 V 1000 V 400. Apabila tidak yakin mengenai amper suatu rangkaian. Input ini dipasang fuse pada 10 Amper. Lead berwarna hitam atau negatif akan selalu berada dalam terminal COM.01mV 0. bacaan resistansi tinggi menunjukkan rangkaian terbuka atau skala yang tidak benar dipilih Dalam kisaran manual. Dalam kisaran manual (manual range).00 M 10.01mA 0. COM atau terminal umum digunakan untuk sebagian besar pengukuran. bacaan voltase yang melampaui kisaran dipilih. resistansi dan pengetesan diode.0 mV 40.0001V 0. OL menunjukkan bahwa nilai yang sedang diukur berada diluar batas kisaran yang dipilih.0 mA 4000 A Input Maks 1000 V 1000 V 1000 V 1000 V 600 V 600 V 600 V Tabel 7 memperlihatkan fungsi-fungsi meter. mulailah dengan lead berwarna merah pada meter dalam input jack 10 amper (kisaran tertinggi).Gambar 105 Multimeter Input Jack Bergantung pada pengukuran yang akan dilakukan. tampilan OL akan terlihat (Gambar 106). Overload Display Indicator Gambar 106 Overload Display Saat melakukan pengukuran. meter lead harus ditempatkan dalam terminalterminal yang benar (Gambar 105). Posisi berikutnya ke kanan adalah untuk mengukur miliamper atau mikroamper. bacaan tampilan minimum. bacaan resistansi tinggi menunjukkan rangkaian terbuka. Terminal input pada bagian kanan meter adalah untuk mengukur voltase. bacaan tampilan maksimum dan input maksimum untuk Digital Multimeter 9U7330.01mV 0. Terminal input pertama.01 1.0mA 0. Input Terminal dan Batasan-batasan Tabel 7 Fungsi AC Volt DC Volt mVolt Ohm AC/DC Amp mA/A Bacaan Min 0.0 A 400. Tidak lebih dari 400 miliamper dapat diukur ketika rotary switch berada dalam posisi ini. Perhatikan bagian dalam terminal-terminal input diberi kode warna merah atau hitam. Kondisi-kondisi berikut dapat mengarah pada tampilan kelebihan beban (overload display):   Dalam kisaran auto (auto-range). Mengukur Tegangan AC/DC . Lead positif dapat diarahkan pada input-input merah mana pun.

Untuk mengukur voltase.     Tempatkan lead hitam meter pada COM input port dan lead merah meter pada Volt/OHM input port. Suatu proses yang logis adalah dengan mengukur penurunan tegangan di switch contact tertutup. Apabila terdapat bacaan tegangan pada switch ini. Tempatkan lead hitam meter pada bagian rendah (low) atau return side komponen atau rangkaian yang sedang diukur Tempatkan lead merah meter pada bagian bertegangan tinggi (high) atau bagian positif dari komponen atau rangkaian yang sedang diukur.Gambar 107 Digital Multimeter 9U7330 Ketika menggunakan multimeter untuk melakukan pengukuran voltase.01% dalam lima kisaran voltase AC/DC dengan impedansi input kira-kira 10 mv ketika dihubungkan secara paralel. Mengukur Penurunan Tegangan Gambar 108 Mengukur penurunan tegangan Perhatikan rangkaian dalam Gambar 108. . Dengan sumber daya 12 Volt yang dihubungkan ke beban. maka ini menunjukkan bahwa switch contact mengalami kerusakan. Kabel pengetesan (test lead) dihubungkan secara paralel pada beban rangkaian (circuit load). lakukan langkah-langkah berikut: Pastikan rangkaian dalam keadaan menyala (ON). ini menunjukkan bahwa resistansi yang tidak diinginkan terdapat di dalam rangkaian. meter harus membaca penurunan tegangan sama dengan tegangan sumber atau 12 Volt. Keakuratan multimeter 9U7330 adalah kira-kira 0. sehingga switch harus diganti. Apabila meter membaca penurunan tegangan kurang dari 12 Volt. Tempatkan rotary switch dalam posisi AC atau DC yang diinginkan. penting untuk diingat bahwa voltmeter harus selalu dihubungkan secara paralel dengan beban atau rangkaian yang sedang dites.

internal shunt resistor pada meter akan menghasilkan tegangan di terminal meter yang disebut “tegangan beban”. Buffer ini dirancang untuk menangani “lonjakan” arus ketika rangkaian dihidupkan pertama kali. Meter memiliki “buffer” yang memungkinkannya untuk mengukur dengan cepat aliran arus yang lebih tinggi dari 10A. Dalam kebanyakan aplikasi praktek. CATATAN: Lead harus selalu dihubungkan dalam SERI dengan beban atau rangkaian ketika mengukur aliran arus. karena kabel masing-masing akan memberikan sedikit resistansi. Meter ini sebetulnya bisa membaca arus sampai 20 Amper untuk jangka waktu tidak lebih dari 30 detik. penurunan voltase 0. Ketika mengukur arus. Digital multimeter 9U7330 adalah alat pengukur dengan resistansi tinggi. bacaan meter tidak akan sama persis dengan voltase sumber power. Hubungkan lead merah ke dalam mA/A input hanya setelah diketahui arus berada di bawah tingkat arus maksimum pada input mA/A (400 mA). Untuk mengubah di antara pengukuran arus bolak balik (AC) dan arus searah (DC). gunakan tombol tekan BIRU (Gambar 109). komputer dan mikroprosesor.CATATAN: Dalam pengukuran yang sesungguhnya. Arus yang dihasilkan tegangan beban ini sangat rendah. Pengukuran voltase harus selalu dilakukan dengan rangkaian dalam keadaan memiliki power.1 Volt adalah angka yang dapat diterima untuk kondisi-kondisi kabel rangkaian normal. Digital Multimeter 9U7330 adalah ideal untuk digunakan dalam rangkaian-rangkaian yang dikontrol oleh peralatan padat seperti komponen-komponen elektronik. . tetapi bisa saja mempengaruhi ketepatan pengukuran. meter probe harus dihubungkan secara SERI dengan beban (load) atau rangkaian yang sedang dites. Ketika mengukur arus di dalam rangkaian. Ini berarti bahwa alat pengukur ini tidak akan meningkatkan aliran arus secara signifikan di dalam rangkaian yang sedang diukur. Ketika mengukur aliran arus. selalu mulai dengan lead merah multimeter di dalam Amp input (10A fused) pada meter. multimeter Fluke 87 dirancang dengan resistansi rendah untuk mencegah agar tidak menimbulkan dampak terhadap aliran arus di dalam rangkaian. Mengukur Arus AC/DC Gambar 109 Digital Multimeter 9U7330 Ketika menggunakan multimeter untuk melakukan pengukuran arus.

CATATAN: Apabila aliran arus melampaui tingkat fuse di dalam meter. maka mustahil untuk mendapatkan pengukuran yang akurat. dianjurkan dengan “menarik” fuse. Tempatkan Rotary Switch pada posisi mA/A Bukalah rangkaian yang akan dites. fuse akan “membuka”. sehingga amper rangkaian mengalir melalui meter. adalah perlu untuk mematikan daya listrik pada rangkaian dan membuang muatan semua capacitor sebelum mencoba melakukan pengukuran di dalam rangkaian. Gunakan power pada rangkaian. atau dengan “membuka” switch. Apabila masih terdapat tegangan eksternal di seluruh komponen yang sedang dites. Mengukur Resistansi Gambar 111 Mengukur Resistansi Ketika menggunakan multimeter untuk mengukur resistansi (Gambar 111).Mengukur Arus Gambar 110 Mengukur Aliran Arus Untuk mengukur arus (Gambar 110). . lakukan langkah-langkah berikut:      Tempatkan multimeter input lead berwarna hitam di dalam COM port dan input lead merah di dalam A (Amp) port. Tempatkan lead dalam SERI dengan rangkaian.

Penting untuk diingat. Selain itu. CATATAN: Penting untuk diingat agar jari-jari Anda tidak menyentuh bagian-bagian ujung meter lead ketika melaksanakan pengukuran resistansi.1 hingga 0. Resistansi badan anda dapat mempengaruhi pengukuran.0 KEGAGALAN FUNGSI RANGKAIAN / CIRCUIT FAULT Topik ini menguraikan kegagalan fungsi pada rangkaian seri. Ada beberapa cara dimana rangkaian dapat mengalami kegagalan fungsi: .Digital multimeter mengukur resistansi dengan melewati arus yang sudah diketahui melalui rangkaian atau komponen dan mengukur penurunan tegangan masing-masing. resistansi dari test lead dapat mempengaruhi keakuratan ketika meter berada pada kisaran terendahnya (400 Ohm). Agar dapat mengukur sebagian besar rangkaian atau komponen secara akurat. pasanglah test lead bersama dan bacalah nilai yang ditampilkan pada meter.2 Ohm untuk pasangan test lead standar. Meter kemudian menghitung secara internal resistansi yang menggunakan rumus Hukum Ohm R = E  I. paralel dan seri-paralel. Tempatkan lead meter MENYILANG pada komponen atau rangkaian yang sedang diukur. Kesalahan yang diantisipasi adalah kira-kira 0. Tempatkan rotary selector di dalam posisi Ω. Gunakan (REL) mode pada 9U7330 untuk mengurangi secara otomatis resistansi lead dari pengukuran yang sesungguhnya. Untuk mengukur resistansi secara akurat. maka perlu mengisolasi rangkaian atau komponen dari jalur-jalur lain.    Tempatkan lead merah di dalam jack yang berlabel Volt/Ohm dan lead hitam di dalam jack yang bertanda COM. Kegagalan fungsi pada rangkaian dapat diperlihatkan pada alat bantu pelatihan atau pada kendaraan. resistansi yang diperlihatkan oleh meter adalah total resistansi melalui semua kemungkinan jalur di antara dua pengetesan meter (meter probe). TOPIK 6 KEGAGALAN FUNGSI RANGKAIAN/CIRCIT FAULT 6. ikuti langkah-langkah berikut: Pastikan daya pada rangkaian atau komponen dimatikan (OFF). Untuk mengetahui kesalahan yang sesungguhnya.

Apabila terjadi di dalam kabel utama. Lokasi fisik rangkaian yang “terbuka” menentukan bagaimana rangkaian akan terbaca. maka contact akan membuka. fuse. Apabila tersedia voltase pada bagian beban (load side) maka perlu untuk terus memeriksa rangkaian sampai keadaan terbuka teridentifikasi. maka tidak satu beban atau komponen pun yang akan berfungsi. Troubleshooting pada rangkaian yang terbuka mudah dilakukan menggunakan multimeter dengan mengukur voltase sumber. Akibatnya.     Terbuka (Open) Hubung singkat (Short) Rangkaian yang Dibumikan (Ground) Resistansi tinggi (High resistance) Intermittence Terbuka (Open) Gambar 112 Rangkaian Terbuka Keadaan “terbuka” di bagian mana pun dalam suatu rangkaian dapat mengakibatkan tidak ada aliran arus di dalam rangkaian seri atau bagian dari rangkaian paralel. Rangkaian yang terbuka dapat diakibatkan oleh komponen yang mengalami kegagalan fungsi misalnya switch. keadaan terbuka di dalam jalur tanah kembali (return ground path) akan memiliki dampak yang sama seperti keadaan terbuka di dalam kabel utama. Selain itu. sehingga tidak ada aliran melalui dua beban. atau kabel putus serta connector rusak. Gambar 113 Keadaan Terbuka (open) di Kabel Utama & Cabang Paralel . Gambar 112 memperlihatkan switch yang berfungsi sebagai rangkaian yang terbuka. mengidentifikasi keadaan terbuka bergantung pada di mana lokasi tersebut terjadi. Dalam rangkaian paralel. Apabila voltase sumber tersedia pada sambungan di depan switch dan tidak tersedia pada bagian switch yang bermuatan. semua cabang paralel tidak akan beroperasi.

Hal ini sering kali menjelaskan adanya hubungan listrik yang tidak diinginkan atau tidak benar dan dapat menarik arus yang lebih tinggi daripada yang diharapkan. Hasil dari jalur yang tidak diinginkan ini akan mengakibatkan sekering “putus” (atau pemutus arus mengalami trip) ketika switch dihidupkan. Hal ini biasanya terjadi ketika isolasi kabel rusak dan konduktor benar-benar terkena kontak dengan body mesin (machine ground). Dengan menggunakan multimeter dan skematik listrik akan mengetahui apakah sistem atau voltase sumber tersedia atau tidak. Semua beban cabang lainnya akan beroperasi secara normal. Gambar 114 Hubung singkat sebelum beban rangkaian Gambar 114 memperlihatkan hubung singkat yang terjadi yang terletak setelah peralatan pelindung dan switch. beban. hasilnya biasanya bahwa komponen mengalami kegagalan fungsi. Apabila pemeriksaan visual tidak mengungkapkan adanya kondisi terbuka. Kemungkinan besar tempat lainnya yang harus diperiksa untuk mengetahui keadaan terbuka adalah pada komponen itu sendiri. misalnya switch atau connector. Apabila voltase tidak tersedia pada komponen. switch. yang tersedia di dalam jalur rangkaian. Hubung singkat pada tanah terjadi ketika aliran arus dihubungkan ke tanah sebelum waktunya. biasanya disertai dengan resistansi sangat rendah terhadap aliran arus. Ketika melakukan identifikasi pada rangkaian yang terbuka. lepaskan alat tersebut dan lakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan bahwa alat berfungsi dengan baik. misalnya peralatan pelindung. Gambar 113 memperlihatkan sebuah contoh keadaan terbuka di dalam kabel utama dan dalam cabang paralel. langkah selanjutnya adalah menentukan perangkat listrik lain apa. jenis-jenis hubung singkat biasanya diidentifikasi sebagai “hubung singkat pada tanah” atau “hubung singkat pada daya”. tetapi sebelum beban rangkaian (lampu). Dampak hubung singkat terhadap tanah tergantung pada rancangan rangkaian dan lokasinya dalam kaitannya dengan komponen-komponen rangkaian lainnya. dll. hanya beban (load) yang terdapat pada cabang tersebut yang terkena dampak. Dalam contoh ini. mulai dari lokasi termudah dan terus ke arah sumber voltase.Apabila terjadi keadaan terbuka di salah satu cabang (branch) di bawah kabel utama. Dalam menjelaskan kegagalan fungsi yang disebabkan oleh hubung singkat listrik. Karena kebanyakan rangkaian dilindungi dengan sejenis fuse atau alat pelindung rangkaian. Pisahkan peralatan tersebut. maka dianjurkan bahwa fuse atau alat tersebut diperiksa secara visual. Hubung Singkat (Short) Hubung singkat di dalam suatu rangkaian adalah hubungan listrik langsung di antara dua titik. jalur resistansi rendah ke tanah terjadi setiap kali switch dihidupkan dan voltase sumber tersedia. .

Seperti yang telah dibahas sebelumnya. Gambar 116 Hubung singkat sebelum alat pengontrol Hubung singkat pada daya atau suplai daya terjadi ketika satu rangkaian dipasang pada rangkaian lainnya (Gambar 116). Resistansi Tinggi . Sebagaimana telah dinyatakan. Akibat dari kondisi jenis ini umumnya menyebabkan satu rangkaian atau kedua rangkaian tidak beroperasi dengan semestinya. Rangkaian yang Dibumikan (Ground) Rangkaian yang mengalami ground biasanya mengakibatkan komponen tidak berfungsi. Kabel-kabel yang aus atau rusak biasanya merupakan akar penyebab dari kondisi ini. Gejala-gejala hubung singkat terhadap daya listrik sekali lagi tergantung pada lokasi hubung singkat. Dalam situasi ini. sekering (fuse) akan “putus” setiap kali voltase rangkaian dialirkan. Kondisi ini sering disebut sebagai “hubung singkat mati” (dead short). dampak terhadap rangkaian ditentukan oleh di mana kondisi ground terjadi.Gambar 115 Hubung singkat sebelum switch Gambar 115 memperlihatkan hubung singkat ke tanah yang terjadi sebelum switch. misalnya ada komponen yang dialiri listrik padahal tidak seharusnya demikian. kondisi ini jarang menyebalan peralatan pelindung “membuka” atau merusak komponen-komponen lain. kondisi yang mengalami ground menunjukkan bahwa rangkaian memiliki jalur yang tidak diinginkan ke rangka mesin. Juga.

Dampak terhadap rangkaian biasanya menyebabkan komponen-komponen tidak berfungsi atau komponen tidak berfungsi sesuai dengan spesifikasi.0 MEMATERI / SOLDERING Memateri adalah proses menyambung dua logam dengan menggunakan campuran pateri. Jangan menghirup asap yang keluar saat terjadi proses pematrian. Patuhilah tindakan-tindakan pencegahan untuk keselamatan berikut: 1. Jangan memakai pakaian yang terbuat dari nilon atau plastik. dan tidak bisa diidentifikasi dengan mudah karena kondisi ini cenderung membaik sendiri ketika mesin dihentikan. Apabila terkena kontak dengan ujung pateri maka akan menyebabkan luka bakar pada kulit. Bagian logam harus selalu diletakkan pada tiang pateri (soldering stand) ketika tidak digunakan. atau komponen-komponen berfungsi sebentar-sebentar. Proses pematrian bergantung pada pateri yang meleleh yang mengalir ke dalam semua cacat yang terdapat pada permukaan logam yang akan dipateri. 3. Asap ini dapat menyebabkan masalah sistem pernafasan. Pematrian menciptakan sambungan listrik yang kuat dan dapat diandalkan. Masalah ini biasanya mengakibatkan lampu berkelap-kelip. Meskipun sambungan listrik dapat dilakukan di antara dua kabel yang dijepit. Apabila soldering iron panas akibat aliran listrik. Pateri akan membakar dan membuat pakaian dari jenis bahan ini berlubang. Pastikan untuk selalu memegang soldering gun atau iron pada gagang yang berisolasi. 5. 7. 2. Pateri adalah campuran antara timah dan timbal dan biasanya mengandung flux pateri. jangan menggunakannya saat berdiri di dalam air atau alat pendingin mesin. Ketika dua potong logam dipateri bersama. Jangan membiarkan bagian logam dari soldering gun atau iron bertumpu atau terkena kontak dengan bahan-bahan mudah terbakar. mungkin hal ini tidak sempurna atau cacat.Kegagalan fungsi pada rangkaian juga terjadi ketika tingkat resistansi menjadi terlalu tinggi. Masalah ini biasanya disebabkan oleh adanya getaran atau mesin yang bergerak. Jangan menggunakan pateri pada rangkaian listrik yang beraliran listrik. TOPIK 7 MEMATRI /SOLDERING 7. 6. Penyebab umum dari resistansi tinggi adalah peningkatan korosi atau kotoran pada sambungan dan contact. Jangan sampai pateri panas tersemprot ke udara misalnya dengan menggerak-gerakkan hot gun atau iron atau sambungan yang dipateri panas. Jangan memegang bagian logam yang tidak berisolasi. lapisan tipis pateri menempel di antara kedua potong logam tersebut dan membuat sambungan listrik. 8. . Tindakan Pencegahan untuk Keselamatan Soldering gun atau iron beroperasi pada temperatur yang cukup tinggi untuk menyebabkan luka bakar yang serius. 4. Bagian ujung besi pateri (soldering iron tip) harus dalam keadaan sangat panas agar dapat melelehkan pateri. Intermittence Kondisi intermittence terjadi ketika contact atau sambungan-sambungan menjadi longgar atau ketika bagian-bagian komponen internal rusak.

Pastikan bahwa semua prosedur perundang-undangan dan keselamatan diri dipahami dan dipatuhi ketika melaksanakan tugas-tugas pematrian. sehingga membentuk immediate bond. Meskipun permukaan yang akan dipateri terlihat bersih. akan selalu ada kemungkinan lapisan tipis oksida yang menutupinya. reaksi larutan logam terjadi. dan meleleh hampir seketika pada temperatur 1830C (3610F). tetapi belum meleleh sepenuhnya sebelum temperatur mencapai 2160C (4200F). Gerakan apa pun dapat menyebabkan masalah yang dikenal sebagai sambungan yang terganggu (disturbed joint).1 SIFAT-SIFAT PATERI / PROPERTIES OF SOLDER Pateri adalah logam campuran. Pateri dan permukaan yang dikerjakan harus mencapai temperatur yang diperlukan sebelum mencoba memateri. Ketika pateri panas (hot solder) terkena kontak dengan permukaan tembaga. Karena kisaran plastik jenis 60/40. Pateri jenis 50/50 mulai meleleh pada temperatur 1830C (3610F).9. Sambungan yang terganggu memiliki tampilan yang kasar. Pateri dengan perbandingan 60/40 (60% timah / 40% timbal). Flux . 7. Kisaran plastik pateri berbeda-beda. tidak akan meleleh seketika. yang dikenal sebagai pateri eutectic pada dasarnya tidak memiliki kisaran plastik. maka harus berhati-hati untuk tidak memindahkan elemen-elemen sambungan selama masa pendinginan. Perbandingan ini biasanya ditandai pada berbagai jenis pateri yang tersedia. yaitu campuran yang sebagian tembaga dan sebagian pateri. Reaksi larutan ini disebut wetting dan membentuk pengikatan antar-logam di antara bagianbagian logam (Gambar 117). Sambungan pateri yang terganggu tidak dapat diandalkan dan mungkin akan memerlukan pematrian ulang. Pateri dengan perbandingan lebih banyak timah/timbal. oksida di permukaan harus dibersihkan saat berlangsung proses pematrian dengan menggunakan flux. Pateri menjadi larut dan menembus permukaan tembaga. Pateri dengan rasio 63/37. Wetting hanya dapat terjadi apabila permukaan tembaga bebas dari kontaminasi dan dari lapisan oksida yang terbentuk ketika logam terkena udara. tidak beraturan dan terlihat kusam. Pateri yang paling umum digunakan untuk pematrian dengan tangan dalam pekerjaan perbaikan listrik adalah jenis pateri dengan rasio 60/40 dan jenis pateri dengan rasio 63/37. tidak cerah dan tidak mengkilat. Di antara dua temperatur ini. Wetting Action Gambar 117 Wetting terjadi ketika pateri yang meleleh menembus suatu permukaan dari tembaga. kisarannya jauh lebih kecil daripada untuk pateri 50/50. bergantung pada rasio timah dengan timbal. pateri berada dalam keadaan plastik atau semicair. Molekul-molekul pateri dan tembaga bercampur untuk membentuk campuran baru. yang terbuat dari campuran antara timah dan timbal dalam perbandingan yang berbeda. Agar penyatuan pateri dapat berjalan dengan baik.

Fungsi flux adalah untuk membersihkan oksida dan menjaganya tetap bersih selama proses pematrian. rosin flux tidak korosif dan tidak memiliki daya konduksi sehingga tidak akan mempengaruhi rangkaian. Flux terdiri dari rosin alami atau sintetis dan kadang-kadang ditambah dengan bahan aditif kimia yang disebut activator. Massa ini dapat berbeda-beda pada kisaran yang lebar. Soldering Iron Soldering iron dibuat dalam berbagai ukuran dan bentuk. Mengontrol Panas Mengontrol temperatur soldering iron tip bukan merupakan unsur penting dalam pematrian. Meskipun . Jenis-jenis yang paling lazim adalah: Rosin – Tidak perlu dibersihkan. Unsur penting adalah mengontrol siklus panas pekerjaan. dan ukuran tip atau mata solder yang benar. berapa panasnya. Berapa cepat pekerjaan menjadi panas. Ketika tidak digunakan. Flux harus diaplikasikan sehingga tidak terjadi kerusakan pada bagianbagian dan bahan-bahan di sekeliling. Akan tetapi. Sebelum menggunakan soldering iron ujungnya harus dibersihkan dengan menyekanya menggunakan sponge basah. iron (mata solder) harus tetap berada dalam holder-nya dengan ujungnya dalam keadaan bersih dan dilapisi dengan pateri dalam jumlah kecil.Sambungan-sambungan pateri yang baik hanya dapat diperoleh apabila permukaan yang akan dipateri benar-benar bersih. dalam keadaan tidak dipanaskan. Setiap sambungan memiliki massa panasnya masing-masing dan bagaimana gabungan massa ini dibandingkan dengan massa iron tip (mata solder) akan menentukan waktu dan kenaikan temperatur bagian yang dipateri. Flux menguap dengan sangat cepat sehingga flux harus dilelehkan untuk dialirkan ke permukaan bagian yang dikerjakan dan bukan hanya sekedar diuapkan oleh ujung hot iron untuk memberikan manfaat penuh dari tindakan fluxing. Permukaan ujung soldering iron harus terus menerus dilapisi dengan timah untuk memastikan agar dapat terjadi pemindahan panas yang baik dan untuk menghindari pemindahan kotoran-kotoran pada sambungan pateri. dan juga mencegah terbentuknya oksida baru yang memungkinkan pateri membentuk pengikatan intermetallic yang diinginkan. flux cair harus diaplikasikan dalam lapisan yang tipis dan merata pada permukaanpermukaan yang disambung dan sebelum diberikan panas. Adalah reaksi flux yang membersihkan/menghilangkan oksida. dan berapa lama pekerjaan tetap panas adalah unsur yang perlu dikontrol untuk memastikan hasil sambungan pateri yang baik. adalah faktor penting dalam mengontrol panas. Rosin – Dapat diaktifkan dengan mudah dan larut dalam air. maka akan terdapat hambatan terhadap aliran panas. Cored wire solder dan solder paste harus ditempatkan dalam posisi sedemikian rupa sehingga flux dapat mengalir dan menutupi sambungansambungan saat pateri meleleh. Flux harus dilelehkan pada temperatur lebih rendah dari temperatur leleh pateri sehingga flux dapat melakukan tugasnya sebelum terjadi pematrian. Apabila ada oksida atau contaminant lainnya yang menutupi pad atau lead. Untuk mengatasi lapisan oksidasi ini. Larutan dapat digunakan untuk membersihkan permukaan sebelum melakukan pematrian tetapi ini tidak cukup karena oksidasi di atas permukaan logam yang dipanaskan terbentuk dengan sangat cepat. Ada berbagai macam flux tersedia untuk banyak tujuan dan aplikasi. Hal ini dicapai akibat reaksi flux yang sangat korosif pada temperatur leleh pateri dan membuat flux mampu membersihkan oksida logam dengan cepat. Ketika digunakan. maka perlu menggunakan bahan-bahan yang disebut flux. Thermal Mass Faktor pertama yang perlu dipertimbangkan ketika memateri adalah massa panas (thermal mass) relatif dari sambungan yang akan dipateri. Kondisi Permukaan Faktor penting kedua ketika memateri adalah kondisi permukaan. Pemilihan ukuran batang solder yang benar.

Panas ditransfer melalui area kontak kecil di antara soldering iron tip dan pad. Pateri yang meleleh selalu mengalir dari area yang lebih dingin ke area yang lebih panas. Gambar 119 Solder bridge memberikan thermal linkage untuk mentransfer panas ke dalam pad dan lead komponen Gambar 119 juga memperlihatkan gambar soldering iron tip yang sedang memateri lead komponen. Gambar 118 memperlihatkan gambar soldering iron tip yang sedang memateri sebuah lead komponen. dan membentuk bagian pinggir yang tipis. Sebelum pateri diaplikasikan. area kontak lebih besar dengan menempatkan pateri pada titik kontak dalam jumlah kecil. Melakukan Pematrian / Applying Solder Pada umumnya. iron tip ini mungkin tidak dapat menyediakan panas yang cukup pada sambungan untuk melelehkan pateri. yang akan memungkinkan gravitasi membantu pateri mengalir.iron tip memiliki ukuran dan temperatur yang benar. soldering iron tip harus diaplikasikan pada titik massa maksimum sambungan. diaplikasikan dengan flux dan yang dipanaskan dengan benar akan meleleh dan mengalir tanpa kontak langsung dengan sumber panas dan memberikan permukaan yang mulus dan rata. Solder bridge ini memberikan thermal linkage dan memastikan transfer panas secara cepat pada bidang pekerjaan. bagian-bagian yang sedang dipateri harus ditahan di tempatnya sampai pateri menjadi padat. gunakan pateri pada bagian atas sambungan sehingga permukaan sambungan dan bukan iron yang akan melelehkan pateri. Memilih cored solder dengan ukuran diameter yang benar akan membantu mengontrol jumlah . Pateri yang diaplikasikan pada permukaan yang bersih. Agar memiliki sambungan pateri yang kuat. Ini adalah bidang kontak di antara iron tip dan pekerjaan. Apabila memungkinkan. Pematrian yang tidak benar akan memperlihatkan bentuk yang lebih tebal. Hal ini akan memungkinkan terjadinya peningkatan thermal yang cepat di bagian-bagian yang dipateri. tidak beraturan dan tidak rata. temperatur permukaan bagian-bagian yang sedang dipateri harus ditinggikan di atas titik leleh pateri. Jangan melelehkan pateri pada iron tip dan membiarkannya mengalir ke permukaan yang lebih dingin dari temperatur didih pateri. Dalam kasus ini. Thermal Linkage Gambar 118 Minimal thermal linkage akibat pateri yang tidak cukup di antara pad dan soldering iron tip Faktor ketiga yang perlu dipertimbangkan adalah thermal linkage. Tip ini juga terkena kontak dengan pad dan komponen sehingga meningkatkan thermal linkage lebih lanjut. Area thermal linkage ini adalah kecil.

kerikil halus. Celah yang bersih dan mulus atau bagian permukaan tidak rata di fillet atau lapisan pateri dapat diterima. menyikat dan metode-metode aplikasi lainnya dapat digunakan bersama dengan larutan pembersih. atau pekerjaan-pekerjaan yang memberikan hasil buruk lainnya. yang akan menjadi cukup panas untuk melelehkan pateri. dengan memastikan bahwa jari dan tangan tidak terkena kontak dengan permukaan yang panas. tetapi tidak boleh lebih dari satu jam setelah memateri.pateri yang digunakan pada sambungan. sehingga membentuk sudut kontak yang kecil Sambungan pateri harus memiliki bentuk yang mulus dan berkilau seperti satin. Ketika memateri. Pastikan bahwa terdapat solder fillet di antara core (konduktor) dan terminal atau clip. Kualitas Pekerjaan / Quality of Work Gambar 120 Pateri menyatu dengan permukaan yang dipateri. Bekas-bekas probe dari test pin dapat diterima asalkan tandatanda tersebut tidak mempengaruhi keutuhan sambungan pateri. ikutilah pedoman-pedoman berikut:  Gunakan perkakas pemateri untuk memanaskan terminal atau clip. longgar. Pastikan bahwa pateri mencakup konduktor yang terbuka. Pateri harus membentuk sudut kontak kecil. dan semua clip. Ketika perlu melakukan pematrian ulang. standar-standar kualitas untuk sambungan yang dipateri ulang harus sama dengan sambungan semula. Jangan memanaskan pateri langsung. Sambungan pateri yang dapat diterima harus memperlihatkan bukti adanya wetting dan sambungan yang kuat ketika pateri menyatu dengan permukaan yang dipateri. tetapi tidak pada insulator apabila menggunakan clip. Setelah melakukan pembersihan. ujung yang tajam. Sambungan harus bebas dari goresan-goresan. Apabila pemanasan ulang tidak memperbaiki kondisi yang rusak. Transisi yang mulus dari pad ke lead komponen harus terlihat jelas.  . Sambungan pateri dalam keadaan dingin atau rusak biasanya hanya memerlukan pemanasan ulang dan pengaliran kembali pateri dengan ditambah flux dalam jumlah yang sesuai. Gunakan diameter kecil untuk sambungan kecil. sambungan. dan material yang sedang dibersihkan. larutan dan metode-metode yang digunakan tidak boleh mempengaruhi bagianbagian. Larutan pembersih. Sejumlah flux mungkin memerlukan tindakan pembersihan yang lebih segera untuk mempermudah pembersihan yang memadai. Pembersihan setelah Solder Ketika diperlukan pembersihan. keringkan area yang dipateri dengan secukupnya. menyemprot. Cara-cara mekanis misalnya dengan menggoyang-goyangkan. memar. sisa flux harus dibersihkan secepat mungkin. Solder Ulang Haruslah berhati-hati untuk menghindari perlunya melakukan pematrian ulang. yang menunjukkan adanya penyatuan metalurgi dan kesinambungan metalik dari pateri ke permukaan (Gambar 120). dan diameter besar untuk sambungan besar. pateri harus dibersihkan dan sambungan dipateri kembali. Perkakas ini akan mentransfer panas melalui daya konduksi ke kabel.

ini dapat menyobek pita (tape) yang digunakan untuk mengisolasi perbaikan. yang berkisar antara jenis sederhana yang terdapat pada diagonal plier hingga stripper yang lebih otomatis dengan berbagai ukuran yang dapat mengelupas isolasi dari berbagai diameter. digunakan untuk memotong kabel lunak dan lead pada komponen-komponen. Gun dengan voltase 100 hingga 125 Watt adalah ukuran soldering gun yang paling populer.      Persiapan Kabel / Wire Preparation Dua kabel atau lebih yang memberikan jalur daya konduksi untuk listrik harus dihubungkan secara listrik. tetapi tidak semua bagian konduktor. Heat sink umumnya berupa clip yang dipasang pada lead di antara body suatu komponen dan titik terminal dimana panas diaplikasikan. Jangan meninggalkan ujung-ujung pateri yang tajam. Long-nose atau needle-nose pliers. dimasukkan ke dalam terminal eye. yang dengan demikian juga diklasifikasikan secara tidak langsung berdasarkan jumlah panas yang dapat dihasilkannya. Jangan memateri kabel di dalam rangakaian yang beraliran listrik.      Perkakas / Tools Perkakas berikut dianjurkan untuk digunakan ketika mempersiapkan dan memateri kabel atau sambungan:  Diagonal pliers. Heat sink digunakan untuk mencegah panas yang berlebihan (overheating) saat memateri atau melepas patrian bagian-bagian elektronik yang sensitif terhadap panas. Lubang-lubang tersebut harus bebas dari pateri sebelum terminal komponen baru dapat dimasukkan. Soldering iron adalah perkakas standar dalam industri yang digunakan untuk memateri kabel bersama. Untuk memastikan bahwa kabel-kabel tidak terpisah. Ada berbagai jenis stripper. atau menonjol pada insulator. Soldering iron diklasifikasikan berdasarkan jumlah daya yang dikeluarkannya. kabel-kabel harus dipersiapkan dengan benar. Perkakas ini tidak boleh digunakan untuk memotong logam keras seperti besi atau baja. Jangan menggunakan terlalu banyak pateri sehingga helaian kabel masing-masing tidak terlihat. Ini berarti bahwa permukaan kabel yang tidak diisolasi pada satu kabel harus dihubungan secara mekanis pada permukaan kabel lainnya yang tidak diisolasi. sehingga memberikan terminal lead yang dapat disambung terhadap satu sama lain atau ke terminal post atau connector contact. . Desoldering tool adalah perkakas yang menyederhanakan pekerjaan membersihkan lubang-lubang pateri dari pateri papan yang ditandai dengan goresan ketika lead komponen dibersihkan dari lubang-lubangnya. Wire stripper digunakan untuk membuang isolasi dari kabel pengait (hook-up wire). pastikan pateri mencakup konduktor. Jangan meninggalkan helaian-helaian kabel menonjol dari titik yang disolder. Selalu putuskan hubungan daya listrik dari kabel dan kemudian lakukan perbaikan. Apabila memateri di sekitar terminal. kabel-kabel tersebut dipateri di bagian sambungan (junction). digunakan untuk menahan kabel sehingga ujung yang dikelupaskan dapat dipuntir di sekeliling terminal post. yang lazim disebut sebagai side cutter. jenis pensil. Hal ini melibatkan pengelupasan isolasi pada ujung-ujung kabel. Jenis pekerjaan akan menentukan berapa ukuran iron yang harus digunakan. Jangan membiarkan perkakas pemateri membakar terminal atau isolasi. Mungkin akan membantu apabila memiringkan ujung terminal kabel yang sedang diperbaiki sedikit ke atas untuk mencegah agar pateri tidak mengalir ke terminal. Ada banyak jenis perkakas yang digunakan untuk tujuan ini. dll. Perkakas ini menyerap dan mengurangi jumlah panas yang dikonduksi oleh komponen. atau hubungan mengalami korosi. misalnya soldering gun. Sebelum kabel-kabel dapat dihubungkan dan dipateri.

Apabila kabel memiliki bentuk yang kusam atau gelap. periksalah kabel apakah terdapat goresan dan perubahan warna. maka kabel harus dipuntir dan ditempatkan pada ujung alat pemateri yang sudah dipanaskan dan dipanaskan pada temperatur yang cukup sehingga kabel dapat melelehkan pateri. Puntirlah kabel sehingga membentuk kait (hook) dan masukkan hook ke dalam lubang pada terminal strip. maka harus dibersihkan sebelum dipateri. Hubungan Mekanis / Mechanical Connection Gambar 121 Beberapa dari connector yang lebih umum adalah post terminal dan splice. Gambar 123 Apabila dua kabel akan disambung.Setelah mengelupaskan isolasi. Ini adalah tindakan yang boros dan juga menyebabkan masalah apabila sambungan perlu dipateri ulang. Apabila kabel memiliki bentuk yang mengkilat dan tidak tergores atau rusak. Gambar 121 memperlihatkan sambungan ke terminal post. Gabungkan kedua hook dan gunakan pateri pada sambungan. Langkah terakhir sebelum mematri kabel adalah melaksanakan tugas yang disebut “tinning”. maka tidak diperlukan persiapan lebih lanjut. Apabila menggunakan kabel-kabel yang terdiri dari helaian-helaian kabel. Hal yang . Jangan memutar kabel pada post beberapa kali. Gambar 122 Gambar 122 memperlihatkan sambungan yang lazim dilakukan pada terminal strip. prosedur yang dianjurkan adalah memuntir masing-masing kabel dalam bentuk kait (hook). Kabel harus dihubungkan dengan aman pada post melalui ¾ hingga satu putaran penuh.

Secara listrik. kontak pateri harus memiliki resistansi rendah untuk memberikan transfer sinyal yang baik. Hanya rosin flux yang harus digunakan pada sambungan-sambungan listrik. 2. 5. 7. Heat sink berfungsi sebagai beban panas (heat load) sehingga mengurangi transfer panas ke diode. Pateri harus mengalir bebas dan memiliki benuk yang mengkilat dan mulus. Gambar 123 memperlihatkan sambungan hook splice. Keselamatan dan kehati-hatian . Lalukan pra-tinning pada permukaan-permukaan besar sebelum mematerinya. 8. Soldering tip harus dilakukan tinning dan bersih. 7. Jangan menggunakan pateri acid-core untuk sambungan listrik apa pun. 9. gunakan pada sambungan. Langkah-langkah Prosedur / Procedure Steps 1. 6. Sambungan pateri harus kuat secara mekanis agar tidak bergoyang atau bergetar yang dapat menyebabkan intermittence pada listrik. Gunakan hanya pateri dalam jumlah yang cukup untuk membuat sambungan yang kuat. Gunakan pateri pada sambungan.dianjurkan untuk dilakukan adalah bahwa kabel-kabel dilakukan tinning terlebih dahulu sebelum memateri. Beberapa aturan pematrian dasar adalah sebagai berikut: 1. 3.2 CONTOH PROSEDUR PENYOLDERAN Petunjuk-petunjuk yang Membantu / Helpful Hints Pematrian yang baik adalah bagian dari keterampilan teknisi. Lakukan pematrian dengan cepat dan jangan membiarkan komponen-komponen atau isolasi terbakar atau mengalami kelebihan panas. Gambar 124 memperlihatkan heat sink yang dihubungkan di antara silicon diode dan terminal post. Apabila flux tambahan digunakan. Gunakan pateri resin-core atau yang sejenis. Logam-logam yang akan dipateri harus bersih. bukan pada gun atau iron tip. Topanglah sambungan secara mekanis apabila memungkinkan 4. Gambar 124 Ketika menghubungkan komponen-komponen yang sensitif terhadap panas ke terminal post atau terminal strip hal yang dianjurkan untuk dilakukan adalah menggunakan heat sink device.

Gambar 125 Ketika menggunakan soldering iron. Masukkan di atas ujung salah satu kabel sebelum menyambungnya (Gambar 127). buanglah isolasi pelindung dalam jumlah yang sesuai dari kabel. Menyambung: Persiapkan kabel-kabel yang akan disambung. potonglah bagian dari material tubular ini cukup panjang untuk melapisi isolasi kabel di kedua sisi sambungan. Gambar 127 Sementara soldering iron dipanaskan. 3. Gambar 126 2. Menyambung kabel secara mekanis . Selalu gunakan perkakas pengelupas (stripping tool) yang benar dan yang berada dalam kondisi yang baik. harus berhati-hati untuk memastikan agar tidak terjadi luka bakar (Gambar 125). Bagian ujung soldering iron harus cukup panas untuk melelehkan pateri logam. Apabila sambungan akan disekat dengan heat shrink sleeve.

5. Apabila terdapat kotoran di dalam pateri. ada kemungkinan bahwa sambungan adalah kuat secara fisik tetapi mungkin tidak terdapat sambungan listrik yang baik.Gambar 128 Puntirlah kedua kabel untuk membuat sambungan mekanis yang baik di antara kedua kabel (Gambar 128). Gambar 130 Setelah selesai mematri. Hal ini dikenal dengan istilah „sambungan kering‟ (dry joint). maka isolasi kabel akan meleleh (Gambar 129). Menggunakan Solder pada sambungan Gambar 129 Gunakan soldering iron untuk memanaskan kabel-kabel dan melelehkan sejumlah pateri. Tempatkan soldering iron pada kabel-kabel yang disambung untuk memastikan hanya pateri dalam jumlah yang cukup yang dipateri pada kabel. Juga penting sekali bahwa permukaan yang akan disambung dalam keadaan sangat bersih sebelum memateri atau kalau tidak akan terdapat sambungan yang tidak baik. 4. Tinning terhadap kabel masing-masing sebelum dipateri akan membantu menghilangkan „sambungan kering‟. Membungkus sambungan . dan kabel tidak langsung saling menyentuh satu sama lain. bersihkan sisa flux dari sambungan dengan kain lap dan larutan pembersih (Gambar 130). Apabila menggunakan terlalu banyak panas. Berhati-hatilah untuk tidak menggunakan pateri terlalu banyak.

puntirlah semuanya secukupnya (Gambar 133) untuk membantu memasukkan kabel dalam keadaan bersih. maka hal yang dapat dilakukan adalah menyekat dan melindungi sambungan dengan electrical insulating tape (Gambar 132 kanan).Gambar 131 Setelah sambungan listrik dibuat. dan telah cukup dingin. Oleh karena itu. Jenis yang paling populer adalah sleeve yang membungkus secara otomatis apabila didekatkan pada sebuah sumber panas (Gambar 131). Apabila tidak tersedia heat shrink sleeve. Hal ini memberikan terminal permukaan yang lebih luas untuk terkena kontak dengan kabel ketika dipateri. Gambar 132 Jenis lainnya terdiri dari lem yang ketika dipanaskan meleleh ke dalam dan menyekat sambungan (Gambar 132 kiri). sambungan yang lebih baik akan diperoleh apabila helaian-helaian kabel tidak terlalu terpuntir sebelum menempatkannya pada terminal. Akan tetapi. Ada beberapa jenis sleeve. tempatkan insulator sleeve cover pada sambungan. Terminal: Memeriksa panjang sambungan Gambar 133 Untuk memateri kabel ke sebuah terminal connector. 6. mungkin akan menjadi sulit untuk memasukkan kabel-kabel ke dalam terminal apabila semuanya adalah helaian-helaian kabel yang longgar. .

Tindakan ini disebut melakukan „tinning” pada kabel dan membantu membuat sambungan terakhir (Gambar 136).Gambar 134 Pasanglah bullet atau terminal pada kabel (Gambar 134) untuk memastikan bahwa bagian kabel yang isolasinya sudah dikelupas tidak menonjol melebihi bahu terminal yang diisolasi (Gambar 135). Dengan menggunakan resin cored solder. Gambar 137 Masukkan kabel kembali ke dalam terminal (Gambar 137) dan tempatkan iron pada terminal agar cukup panas untuk melelehkan lebih banyak pateri lagi di antara terminal dan kabel yang sudah dilapisi pateri . Gambar 135 7. Lalu lepaskan bagian kabel dari terminal. maka tidak perlu mempersiapkan permukaan dengan bahan-bahan flux karena ini sudah digabungkan ke dalam core pateri. Menggunakan Solder Gambar 136 Lapisi kabel dengan lapisan pateri persiapan yang tipis.

Menutupi terminal Gambar 139 Setelah sambungan listrik dibuat.(Gambar 138). Berhati-hatilah agar tidak menggunakan pateri terlalu banyak. pasanglah insulator cover pada terminal (Gambar 139) dan sambungan ini siap digunakan (Gambar 140) Gambar 140 . dan apabila terminal terlalu panas maka isolasi kabel akan mulai meleleh. Gambar 138 8. dan cukup dingin untuk memungkinkan ditangani lebih lanjut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful