P. 1
DASAR KELISTRIKAN ALAT BERAT

DASAR KELISTRIKAN ALAT BERAT

|Views: 1,238|Likes:
Published by HariWIHARSA
Menjelaskan tentang dasar-dasar elektrik untuk alat berat dan pengenalan cara membaca skematik caterpillar
Menjelaskan tentang dasar-dasar elektrik untuk alat berat dan pengenalan cara membaca skematik caterpillar

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: HariWIHARSA on Dec 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2014

pdf

text

original

TOPIK 1 DASAR DASAR KELISTRIKAN

1.0 KONSEP DASAR

Gambar 1

Apa yang dimaksud dengan listrik? Kita seringkali berkata bahwa lampu senter, bor dan motor listrik itu mengandung sesuatu yang disebut listrik. Tapi kalau itu komputer atau televisi maka kita menyebutnya sebagai peralatan elektronik. Jadi apakah perbedaan antara listrik dengan elektronik? Sesuatu yang berkerja dengan kelistrikan disebut listrik, termasuk senter dan bor listrik tadi, tetapi tidak semua rangkaian listrik menggunakan komponen elektronik. Istilah elektronik mengacu pada peralatan yang tersusun dari komponen-komponen yang terbuat dari bahan-bahan semikonduktor dan disebut komponen elektronik. Dinamakan komponen elektronik karena cara kerjanya bergantung pada aliranaliran elektron didalam bahan komponen ini. Untuk lebih mengerti kelistrikan, dibutuhkan pengetahuan mendasar tentang bentuk dasar atom dari suatu bahan. Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Terdapat tiga bentuk zat yaitu padat, cair, dan gas. Buku ini akan meyajikan pemahaman mendasar mengenai teori, prinsip-prinsip yang dibutuhkan sebelum kita belajar dan bekerja dengan rangkaian listrik dan komponennya. Bahan dan Unsur

Zat yang menempati ruang, akan terpengaruh oleh gaya gravitasi karena ia memiliki berat. Suatu bahan terdiri dari partikel-partikel yang sangat kecil yang membentuk sebuah atom. Kira-kira ada 100 jenis atom yang terjadi secara alamiah yang disebut unsur-unsur. Suatu unsur didefinisikan sebagai suatu zat yang tidak dapat diuraikan lagi dengan reaksi kimia. Contoh dari unsur adalah tembaga, timah, besi, emas dan perak. Selain unsur-unsur alamiah diatas, ada 14 jenis unsur lagi yang telah dihasilkan dari percobaanpercobaan laboratorium. Semua unsur-unsur tersebut dapat digabungkan atau direaksikan untuk menghasilkan senyawa-senyawa yang jumlahnya setiap hari semakin bertambah tak terhitung banyaknya. Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang masih memiliki karakter yang sama dengan unsur tersebut. Kata atom berasal dari bahasa yunani yang berarti partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Atom Meskipun atom tidak dapat dilihat, atom adalah stuktur hipotetis yang penjelasannya sesuai dengan hasil eksperimen yang dapat terukur secara akurat. Ukuran dan perpindahan muatan listrik yang juga tidak dapat dilihat yang terdapat pada atom-atom dapat diketahui dari seberapa besar mereka dibelokkan oleh suatu gaya yang diketahui besarnya. Atom dapat digambarkan seperti sebuah sistem matahari atau solar system dimana planet-planet yang sama dengan muatan-muatan listrik mengitari matahari yang dianggap sama dengan inti atom. Penggambaran seperti ini disebut “model atom tata surya” yang diusulkan oleh Neils Borh pada tahun 1913.

Gambar 2 Atom

Inti dari sebuah atom (gambar 2) yang disebut sebagai nukleus terdiri dari partikel-partikel yang disebut neutron dan proton. Benda-benda yang mengelilingi setiap nukleus adalah partikel-partikel kecil yang disebut elektron. Normalnya didalam suatu atom, jumlah antara proton dan elektron sama banyaknya. Jumlah elektron atau proton itu ditunjukkan dengan “nomor atom”. “Berat atom” dari suatu unsur adalah berat total dari proton dan neutron.

Gambar 3 Neutron, Proton, Elektron

Gambar 3 menunjukan bentuk dari dua atom yang sederhana:  Hidrogen berisi 1 proton yang terletak pada nukleus yang diseimbangkan dengan 1 elektron pada orbit atau kulitnya. Nomor atom untuk sebuah atom hidrogen adalah 1 dan berat atom adalah 1(1proton).

Helium memiliki 2 proton didalam nukleus-nya dan di seimbangkan dengan 2 elektron pada orbitnya. Nomor atom untuk helium adalah 2 dan berat atomnya 4 (2 proton + 2 neutron). Para ilmuwan telah menemukan bahwa ada banyak partikel di dalam sebuah atom, tetapi pada bahasan dasar kelistrikan ini, hanya tiga yang perlu dibahas yaitu elektron, proton, dan neutron. Sebuah atom tembaga dapat digunakan sebagai contoh.

Gambar 4 – Atom Tembaga

Ukuran nukleus pada atom lebih besar dari pada elektron, namun karena kecilnya kita tidak bisa mengukurnya secara langsung. Pada atom tembaga (gambar 4), nukleus terdiri 29 proton (+) dan 35 neutron dan memiliki 29 elektron (-) yang mengelilingi nukleus. Nomor atom pada tembaga adalah 29 dan berat atom adalah 64. Aliran Elektron

Gambar 5 Aliran elektron Jika sebuah kawat tembaga yang dihubungkan dari kutub positif ke kutub negatif sumber, seperti pada sebuah baterai (gambar 5), elektron-elektron (-) pada atom-atom tembaga akan terdorong keluar dari orbit atom dan ditarik menuju kutub positif baterai. Atom yang tertinggal sekarang menjadi bermuatan listrik positif (+) karena ia telah kekurangan elektron. Atom ini dapat menarik elektron dari atom disebelahnya Atom-atom disebelahnya lagi juga dapat menerima elektron dari atom-atom disekitarnya dan seterusnya sampai atom terakhir menerima elektron dari kutub negatif baterai. Hasil dari reaksi berantai inilah yang menyebabkan elektron dapat mengalir dari kutub negatif menuju kutub positif. Aliran eletron akan berlanjut terus selama muatan positif dan negatif baterai dipertahankan agar tetap selalu ada dikedua ujung kawat. Energi Listrik Ada dua macam gaya yang bekerja pada setiap atom. Dalam keadaan kondisi normal kedua gaya ini seimbang. Kedua gaya tersebut adalah gaya gravitasi atau gaya sentrifugal dan gaya tarik-menarik antara muatan positif dan muatan negatif. Selain memiliki masa, proton dan elektron juga membawa muatan listrik, dan gaya tarik-menarik antara keduanya itu adalah akibat muatan-muatan listrik yang dibawanya. Tidak seperti gaya gravitasi yang selalu tarik menarik, gaya listrik selain dapat saling tarikmenarik juga tolak-menolak. Proton dan elektron akan saling tarik-menarik, sedangkan antara proton dengan proton lainnya atau antara elektron dengan elektrokan lainnya akan saling tolak menolak.

Gambar 6 Gaya diantara benda-benda bermuatan

Jadi ada dua muatan listrik. Proton disebut bermuatan positif (+) dan elektron disebut bermuatan negatif (-). Neutron sebagaimana arti namanya, bermuatan netral. Kualitas pembeda sifat kelistrikan yang didasarkan pada jenis muatan ini disebut “polaritas”. Inilah yang membentuk hukum-hukum dasar kelistrikan. “Muatan-muatan yang SAMA akan saling tolak menolak dan yang TIDAK SAMA akan saling tarik menarik (Gambar 6)”. Benda-benda Bermuatan Listrik

yaitu baterai pertama yang mengunakan sel. Gambar 7 menunjukan gaya antara partikel bermuatan positif dan negatif yang digambarkan sebagai garis-garis gaya medan elektrostatik yang bermula pada partikel bermuatan positif dan berakhir pada partikel bermuatan negatif. antara lain dengan gesekan. 1. Gambar 8 Pola medan elektrosatik dua benda yang bermuatan negatif Ketika dua kutub dengan muatan yang sejenis diletakkan berdekatan satu sama lain. Lambang dari potensial adalah V. Ada banyak cara untuk menghasilkan tegangan listrik. Besar beda potensial pada semua muatan didalam medan elektrostatik dihubungkan dengan besaran yang disebut tenaga elektromotif (EMF). sebuah muatan listrik memiliki kemampuan untuk menggerakkan muatan lain dengan cara saling tarik menarik atau tolak menolak. Dimana saja terdapat perbedaan muatan maka disitu juga terjadi beda potensial. Satuan dari beda potensial diberi lambang "Volt"(E) berasal dari nama Alessandro Volta. reaksi kimia dan dengan induksi elektromagnetik. mengindikasikan kemampuan untuk melakukan kerja dengan cara mendorong elektron untuk berpindah. sinar matahari. garis-garis gaya tersebut akan saling tolak menolak seperti ditunjukan pada gambar 8. Tertariknya kertas pada sebuah sisir yang telah digosok dengan kain wol adalah salah satu contoh dimana tegangan dapat dihasilkan dengan .1 ISTILAH-ISTILAH DALAM KELISTRIKAN Beda potensial Karena adanya gaya dari medan elektrostatik. seorang ahli ilmu pengetahuan yang berkebangsaan Italia dan penemu dari "Voltaic Pile".Gambar 7 Pola medan elektrostatik disekitar partikel-partikel yang bermuatan tidak sama Gaya tarik menarik atau tolak menolak dari muatan listrik yang disebabkan oleh sesuatu yang tidak dapat dilihat ini dapat dibayangkan sebagai suatu medan listrik. Kemampuan untuk menarik atau menolak ini disebut “potensial”. Karena satuan yang digunakan untuk menyatakan tegangan adalah voltage (volt) maka beda potensial juga sering disebut "voltase“. Cara konvensional dalam menggambarkan garisgaris ini adalah dengan anak panah-anak panah yang bermula dari muatan positif dan menuju muatan negatif. yang mengelilingi setiap benda bermuatan.

Besar muatan listrik diyatakan dalam “Ampere”. Ampere adalah suatu ukuran rata-rata dari muatan-muatan yang mengalir didalam sebuah penghantar. berbentuk lingkaran-lingkaran kosentris. Satu ampere didefinisikan sebagai mengalirnya muatan sebesar satu coulomb dalam satu detik. Simbol satuannya adalah "A“. misalnya didalam sepotong penghantar tembaga. Adanya medan elektrostatik. Anggapan Konvensional dan Aliran Elektron . adalah sebuah contoh dimana tegangan dibangkitkan dari energi matahari. satu coulomb = 6. Jika penghantar dibentuk menjadi sebuah kumparan. Arus Gambar 9 Arus listrik pada sebuah penghantar Di dalam teori-teori elektrostatik seperti yang telah dibahas sebelumnya. Ditulis dalam notasi ilmiah. Ia akan ditolak oleh muatan negatif lainnya dan akan ditarik oleh muatan positif.28 milyar elektron yang melewati penghantar tersebut dalam satu detik. Fenomena ini terjadi karena adanya arus yang mengalir didalam kawat dan menghasilkan medan magnetik. Dengan sinar matahari seperti pada fotosel. Induksi ini disebut dengan EMF balik atau EMF induksi. Seorang ilmuwan Perancis yang bernama Charles Coulomb telah menyekidiki hukum gaya-gaya diantara benda-benda bermuatan. dan sebagai penghormatan kepadanya maka satuan muatan listrik adalah "coulomb“. satu ampere adalah suatu arus listrik dari 6. garis-garis medan memiliki sedikit pengaruh karena mereka tidak melintasi kawat-kawat lain.28 x 1018 buah elektron atau proton. garis-garis gaya magnet ini akan menginduksi balik kumparan itu sendiri (self-induction). Gerakan muatan-muatan ini didefinisikan sebagai arus listrik (gambar 9).cara gesekan. Teori lain yang masih membutuhkan penjelasan menganggap bahwa terjadi "gerakan“ di dalam penghantar. EMF induksi dinyatakan dengan sebuah hukum yang disebut hukum Lenz. Dalam terminologi yang lebih sederhana. akan menarik sebuah elektron dengan cara yang sama seperti yang terjadi pada benda-benda bermuatan negatif. EMF Induksi (Counter EMF) Garis-garis gaya magnetik yang keluar dari sebuah kawat. Polaritas dari EMF induksi akan selalu berlawanan dengan polaritas yang menghasilkannya Coulomb Diperlukan suatu satuan ukuran untuk menyatakan besar muatan listrik. dari sebuah kalkulator. Pada seutas kawat yang lurus. Gerakan-gerakan kecil elektron inilah yang membentuk arus listrik (gambar 9). pembahasan terutama pada adanya gaya-gaya di antara muatan-muatan.

Dengan menerapkan teori atom. maka pada saat itu juga energi listrik diubah menjadi bentuk energi lain seperti panas. Suatu bahan disebut memiliki tahanan sebesar satu ohm apabila ada suatu beda potensial sebesar satu volt yang melintasi bahan itu akan menghasilkan arus sebesar satu ampere. Ketika suatu tahanan menahan arus listrik. Tahanan George Simon Ohm telah menemukan bahwa untuk nilai suatu tegangan yang konstan. cahaya atau gerakan mekanis. Tahanan listrik akan selalu ada di setiap rangkaian listrik. Besar resistansi suatu penghantar ditentukan oleh empat faktor : . Kedua teori di atas dapat digunakan. Apabila sifat menahan ini kecil maka bahan tersebut disebut konduktor. Semua bahan menunjukkan adanya sifat "resistansi“ atau menahan aliran elektron. komponen-komponen. Teori yang menjelaskan adanya aliran arus dengan cara ini disebut "Teori arus konvensional“ (Gambar 10). Ohm adalah satuan tahanan listrik dan huruf yunani (Ω) diambil sebagai simbolnya. sehingga teori inilah yang akan digunakan di dalam modul ini. maka jumlah arus yang mengalir dalam suatu bahan bergantung pada jenis dan dimensi fisik bahan tersebut. Ada beberapa contoh yang benarbenar menunjukkan bahwa arus listrik merupakan gerakan muatan-muatan positif seperti yang terjadi didalam cairan. para ahli ilmu pengetahuan telah lama mendefinisikan arus sebagai gerakan muatan-muatan positif di dalam penghantar yang berasal dari titik yang berpolaritas positif menuju titik yang berpolaritas negatif. kawat dan hubunganhubungan. sifat menahan besar maka bahan tersebut disebut isolator. Sebelum diketemukannya “teori atom”. Aliran elektron berlawanan dengan arah aliran arus konvensional dan biasanya disebuh "arus elektron“ (gambar 10). Aggapan ini masih tetap dipegang oleh beberapa badan standar teknik dan didalam beberapa textbook. maka telah dibuktikan bahwa aliran arus yang mengalir didalam penghantar sebetulnya adalah aliran muatan negatif atau aliran elektron. tapi teori "arus konvensional“ yang menyatakan arus mengalir dari kutub positif menuju kutub negatif ternyata telah lebih dulu menjadi populer. jika sebaliknya. gas dan semikonduktor. untuk menjelaskan komposisi dari suatu zat.Gambar 10 Arus elektron dan arus konvensional Ada dua penjelasan mengenai arus yang mengalir melalui sebuah penghantar.

Gambar 13 Perbandingan luas penampang penghantar-penghantar 3. Gambar 12 Resistansi 2. Jika sebuah kawat di panjangkan dua kali (Gambar 12) maka besar tahanan antara kedua ujungnya akan bertambah dua kali juga. Semakin luas penampang dari konduktor. Semakin kecil tahanannya terhadap arus (Gambar 11). Panjang. Semakin rendah tahanan (diameter sebuah pipa besar mengijinkan lebih banyak air yang lewat). Semakin panjang sebuah penghantar dengan luas penampang yang sama. asal panjangnya dibuat tetap. maka besar resistansi akan menjadi dua kali. . Luas (luas penampang). Semakin banyak elektron bebas yang dimiliki sebuah material.Gambar 11 Struktur Atom 1. Dengan membagi dua luas penampang suatu kawat (gambar 13). semakin besar tahanannya. Struktur atom (adanya elektron bebas).

satuannya biasanya dinyatakan dalam picofarad (sepertrilyun farad) dan microfarad (sepersejuta farad). Kapasitansi diukur dalam farad (sebagai penghargaan terhadap Michael Faraday. Jumlah periode ini dinyatakan dalam satuan Hertz.000001F 1 picofarad = 1pF = 0. 1 farad = 1F 1 microfarad = 1µF = 0.28 Milyar elektron pada 1-Volt beda muatan. Farad Kemampuan sebuah kapasitor untuk meyimpan elekton disebut kapasitansi. penemu prinsip ini). Temperature. 1. Kebanyakan kapasitor yang dibuat memiliki nilai kapasitansi yang jauh lebih kecil dari nilai ini. Untuk hampir semua bahan. Satu farad adalah kemampuan untuk menyimpan 6. semakin tinggi temperature semakin tinggi tahanan.2 RANGKAIAN-RANGKAIAN LISTRIK DAN HUKUM-HUKUMNYA .Gambar 14 Perubahan nilai resistansi terhadap temperature 4. Oleh karena itu.000000000001F Hertz Sebuah alternator menghasilkan arus bolak-balik yang polaritasnya bergantian diantara nilai positif dan negatif dalam suatu siklus atau periode. Gambar 14 menunjukan tahanan yang meningkat ketika temperatur bertambah.

arus dan resistansi) yaitu : Arus didalam suatu rangkaian listrik berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan resistansi.Gambar 15 Rangkaian seri dan paralel Sebuah rangkaian listrik adalah suatu lintasan atau suatu kelompok yang memiliki lintasan-lintasan yang saling berhubungan. Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa pada suatu titik tertentu dalam rangkaian tertutup. yaitu rangkaian seri dan paralel (gambar 15). Ada dua jenis rangkaian dasar. Gustav Kirchoff mengembangkan dua hukum untuk menganalisa rangkaian-rangkaian listrik. jika kita melintasi seluruh rangkian dan menjumlahkan semua beda potensial yang terdapat diseluruh bagianbagian rangkaian sampai kita menemukan titik yang sama dimana kita mulai maka jumlah tegangan seluruhnya akan sama dengan nol. Hukum Kirchoff Tegangan (KVL = Kirchoff Volatge Law) menyatakan bahwa jumlah aljabar emf dan jatuh tegangan diseluruh rangkaian tertutup akan sama dengan nol. 2. Hukum-hukum tersebut adalah Hukum Kirchoff dan Hukum Ohm. Hukum Arus Kirchoff (KCL = Kirchoff Current Law) menyatakan bahwa jumlah aljabar dari arus-arus yang mengalir pada suatu titik sambungan pada sebuah rangkaian listrik sama dengan nol. Hukum-hukum tersebut dinyatakan sebagai berikut : 1. Hubungan diatas dapat diringkas dengan pesaman matematika Arus  Tegangan Hambatan Atau dinyatakan dalam satuan listrik Ampere  Volt Ohm . George Simon Ohm menemukan adanya suatu hubungan antara tiga parameter kelistrikan (tegangan. Namun rangkaian-rangkaian gabungan ini dapat disederhanakan dan dianalisis menjadi dua rangkaian dasar tersebut. Hukum-hukum Rangkaian Listrik Penting untuk memahami hukum-hukum yang dibutuhkan untuk menganalisis dan mendiagnosa rangkaian-rangkaian listrik. Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa jumlah aljabar arus-arus yang memasuki suatu titik sambungan akan selalu sama dengan jumlah arus yang meninggalkan titik sambungan itu (tidak ada yang berkurang). Rangkaian dasar seri dan paralel ini dapat digabungkan untuk membentuk rangkaian yang lebih kompleks. Rangkaian listrik adalah suatu lintasan tertutup (rangkaian tertutup) yang didalamnya terdapat suatu sumber tegangan atau disebut sumber saja.

akan tetapi harganya mahal. Besar tekanan listrik atau tegangan yang dibutuhkan untuk memindahkan elektron-elektron melalui suatu bahan bergantung pada seberapa banyak elektron bebas yang dimilikinya. Tabel 1 menunjukkan beberapa konduktor yang umum dijumpai dan daya hantarnya dibanding tembaga. Penghantar Perak Tembaga Emas Aluminium Seng Kuningan Besi Timah Daya Hantar (dibanding Tembaga) 1. mengenai Rangkaian-rangkaian Listrik. Contoh-contoh isolator adalah karet. Tahanan diwakili dengan huruf R atau simbol Omega (Ω). alumunium dan tungsten. tapi harganya lebih murah. plastik dan keramik. Contoh bahan yang merupakan konduktor yang baik adalah perak. Isolator yang baik dapat menahan elektron-elektron tetap dalam orbitnya.000 0. Sebetulnya semua bahan termasuk isolator ini bisa dibuat bersifat mengalirkan arus dengan membuat tegangan setinggi-tingginya sehingga mampu mengubah sifat isolatornya.178 0.288 0.243 0. Emas juga lebih baik dari tembaga dan juga tidak bisa berkarat. Penyekat Listrik (Isolator) Bahan-bahan lain yang bersifat menghambat elektron untuk mengalir disebut “isolator”. tembaga. emas.064 1. kayu. Huhum OHM akan dibahas lebih detail dalam Topik 3. Beda dengan alumunium.Pada saat kita menggunakan persamaan-persamaan matematika untuk menyatakan hubungan antara besaran-besaran listrik. Mereka bergerak dari satu atom ke atom lainnya. elektron-elektron mengalir disepanjang lintasan yang disebut penghantar atau kawat. Perak adalah logam dengan sifat konduktor yang lebih baik dari tembaga. Beberapa bahan mempunyai sifat mudah menghantarkan elektron dan disebut suatu “konduktor yang baik”.018 Table 1 – Perbandingan Daya Hantar Beberapa Penghantar yang biasa digunakan Daya hantar pada sebuah bahan menentukan seberapa baik sifat konduktor sebuah bahan. Walaupun isolator itu sangat baik. cromium.707 0. ia tidak sebaik tembaga. Penghantar Listrik Pada peralatan listrik. Tegangan di wakili dengan huruf E (emf = electromotive force = gaya gerak listrik) dan arus diwakili dengan huruf I (Intensitas muatan). kita mewakilinya dengan menuliskan satu huruf tunggal. ia akan luluh (breakdown) apabila tegangan yang diterapkan padanya sangat tinggi dan membuatnya menjadi bersifat seperti konduktor yang bisa menghantarkan arus listrik Karet Mika Lilin Plastik Kaca Fibreglass . Suatu bahan bisa disebut konduktor yang baik jika ia memiliki banyak elektron bebas.659 0. tapi harganya jauh lebih mahal.

Porselin Bakelit Kayu kering Udara Table 2 Penyekat yang umumnya dijumpai Tabel 2 menunujukkan beberapa isolator yang bisa kita jumpai. Magnet buatan (Gambar 16) 3. sebagaimana yang dikenal saat ini. Walaupun tidak terjadi breakdown pada isolator. Kemagnetan adalah penghubung antara energi mekanik dan listrik. Karena magnetite ini memiliki sifat kemagnetan yang ada secara alami maka lodestone juga digolongkan sebagai magnet-magnet "alami“. Magnet Buatan Magnet buatan adalah jenis magnet yang dibuat oleh manusia yang biasanya dihasilkan dari batanganbatangan logam yang dikenakan pada suatu medan magnet yang sangat kuat. Oleh karena itu. Kebanyakan peralatan listrik bergantung langsung atau tidak langsung pada daya tarik magnet. Suatu pemahaman dasar mengenai daya tarik magnet juga diperlukan untuk mempelajari kelistrikan. Dengan menggunakan medan magnet. Ada tiga jenis magnet dasar: 1. tapi kotoran dan uap air dapat menyediakan jalan bagi elektron hingga ia bisa mengalir.3 KEMAGNETAN Gambar 16 Magnet Daya tarik magnet adalah bentuk gaya lain yang menyebabkan elektron mengalir. medan magnet memungkinkan starter motor untuk mengubah energi listrik dari sebuah baterai menjadi energi mekanis untuk menggerakkan mesin. Elektromagnet Magnet Alami Orang-orang cina telah menemukan magnet semenjak tahun 2637 sebelum masehi. Kotoran dan uap air dapat menjadi penghantar listrik disekitar sebuah isolator. kebanyakan sistem kita. alternator mengubah sejumlah tenaga mekanis yang dihasilkan oleh mesin menjadi gaya elektromotif (EMF). 1. Magnet-magnet ini digunakan pada kompas-kompas primitif yang disebut "lodestone“. dan berasal dari potongan-potongan bijih besi yang dikenal dengan sebutan magnetite. Sebaliknya. Ada beberapa hal yang sebaiknya disadari dalam pembahasan mengenai isolator ini. sangat penting untuk menjaga isolator dan kontak-kontak agar tetap selalu bersih. Meskipun terdapat beberapa perangkat listrik yang tidak menggunakan daya tarik magnet. . maka mereka dapat menimbulkan masalah. Jika terdapat kotoran atau uap air pada isolator. Alami 2. menggunakan daya tarik magnet.

Elektromagnet Seorang ilmuwan Denmark bernama Oersted. telah menemukan suatu hubungan antara kemagnetan dan arus listrik. Semakin besar ukuran magnet maka semakin banyak garis-garis gaya yang terjadi dan area yang diliputi oleh medan magnet juga semakin besar. Ia menemukan bahwa suatu arus listrik yang mengalir pada sepotong penghantar dapat menghasilkan medan magnet disekitar penghantar tersebut. sepotong gelas diletakkan pada sebuah magnet dan serbuk-serbuk besi ditaburkan di atasnya. berjalan melintasi ruang disekitar magnet dan menuju kutub selatan magnet sehingga membentuk suatu garis tertutup. Titik-titik ini disebut “kutub-kutub” magnet. Dari sinilah prinsip elektromagnet dapat digunakan untuk berbagai aplikasi dimana suatu medan magnet dapat dihasilkan dengan cara "memutuskan“ atau "menyambung“ aliran listrik 1. Pada gambar 17. maka kutub yang sejenis juga akan saling tolak menolak dan yang tidak sejenis juga akan tarik-menarik. serbuk-serbuk ini akan bergerak dan membentuk suatu pola tertentu yang menggambarkan pola medan gaya magnet yang ada disekitar magnet tersebut. Pola garis-garis medan magnet pada yang dibentuk oleh serbuk-serbuk besi disekitar sebuah magnet batang Setiap magnet memiliki dua titik yang saling berseberangan satu sama lain dan titik ini mampu menarik butiran-butiran besi. Sebuah magnet dapat dengan mudah menarik serpihan besi karena adanya gaya-gaya disekitar magnet. Walaupun medan magnet ini tidak dapat dilihat tapi kita dapat menampakkannya dengan menaburkan serpihan-serpihan besi pada sepotong pelat kaca atau selembar kertas diatas sebatang magnet dan disitu akan terlihat garis-garis yang menggambarkan bagaimana bentuk garis-garis gaya pada magnet tersebut. yaitu kutub utara dan selatan. Gaya-gaya ini disebut “medan magnet“. Garis Medan Magnet .4 ISTILAH-ISTILAH DALAM KEMAGNETAN Kutub Magnet dan Medan Magnet Gambar 17. Medan ini terlihat seperti tersusun oleh garis-garis gaya yang bermula dari kutub utara magnet. Ketika glass cover diketuk secara perlahan-lahan. Sama dengan muatan-muatan listrik yang sejenis akan tolak-menolak dan yang berlawanan akan saling tarikmenarik.

Kerapatan fluks adalah jumlah garis-garis gaya magnet persatuan luas yang tegak lurus terhadap arah fluks. Jika arus listrik mengalir melalui seutas kawat maka akan tercipta garis-garis gaya magnet disekitar magnet tersebut. Namun. arah garis-garis gaya diluar magnet adalah dari kutub utara magnet menuju kutub selatan magnet. medan magnet yang dihasilkan . Karena bentuk garis-garis gaya magnet ini melingkar. maka tidak ada titik yang disebut kutub utara atau kutub selatan. Udara adalah contoh bahan yang ber-reluktansi tinggi sedangkan besi adalah contoh bahan yang ber-reluktansi rendah. maka masing-masing medan magnet yang melingkar tersebut akan saling menyatu. Hasilnya adalah sebuah pola medan magnet dengan kutub utara dan selatan seperti yang ditunjukkan pada gambar 20. tidak ada bahan yang dapat menahan atau sebagai isolator terhadap gaya-gaya magnet. medan tersebut digambarkan lagi dengan lebih jelas seperti pada gambar 18. Di dalam magnet sendiri. Gambar 20 Pola medan magnet yang melingkar Namun. Pola garis-garis gaya magnet Setelah melihat medan magnet dengan menggunakan serbuk-serbuk besi. Gaya Magnet Gambar 19 Lingkaran-lingkaran kecil gaya magnet Garis-garis gaya magnet mampu melintasi semua bahan.Gambar 18. yang merupakan pembangkit medan magnet. Sayangnya. Gambar 19 menunjukkan garis-garis gaya magnet yang terbentuk disekitar kawat. Satuannya adalah jumlah garis per sentimeter persegi dalam sistem metrik atau jumlah garis per inchi persegi dalam satuan Inggris. Selama arus mengalir melalui kawat. Medan elektromagnetik akan selalu ada selama arus mengalir. Bahan-bahan yang sulit dilintasi garis-garis fluks disebut memiliki “relukstansi magnetik yang tinggi”. Pada gambar ini. garis-garis fluks akan lebih mudah melintasi bahan-bahan yang dapat dijadikan magnet daripada bahan-bahan yang tidak. maka ia akan bersifat seperti sebuah magnet batang. Satu garis per satu sentimeter persegi disebut satu gauss. jika seutas kawat ini dililit menjadi kumparan. arah garis-garis gaya adalah dari utara ke selatan Garis-garis Fluks Magnetik Sekumpulan garis-garis gaya magnet yang dianggap mengalir keluar dari kutub utara magnet disebut fluks magnetik.

Besar kemagnetannya berbanding lurus dengan banyaknya jumlah lilitan yang membentuk kumparan dan besarnya arus yang mengalir melalui lilitan tersebut. maka besar kemagnetan akan sangat meningkat. Besar tegangan induksi bergantung pada beberapa faktor berikut :    Besar medan magnet Besar kecepatan relatif gerakan antara kumparan dan medan magnet Jumlah konduktor didalam kumparan . dibuat sebaliknya magnet diam sedangkan kawat-kawat berputar. Pada aplikasi lain.dengan seutas kawat lurus tidak menghasilkan kemagnetan yang cukup untuk melakukan kerja. medan magnet dibuat berputar disekeliling kumparan-kumparan yang diam. beberapa penghantar dililit menjadi suatu kumparan. Apabila terjadi gerakan-gerakan relatif antara kawat dan medan magnet (baik medan magnet yang bergerak atau kawat yang bergerak).5 INDUKSI ELEKTROMAGNETIK Gambar 21. kawat-kawat tetap diam sedangkan magnet dibuat berputar. generator dan alternator. Oleh karena itu. Tegangan induksi ini akan menghasilkan aliran arus. Induksi Elektromagnetik Fenomena terciptanya medan magnet dengan arus listrik juga bisa terbalik. dengan membalik-balik gerakan akan dihasilkan arus bolak-balik (Alternating Current = AC). maka arus juga akan terhenti. kumparan-kumparan dibuat berputar sedangkan medan magnet tetap diam. kawat-kawat dapat dililit sehingga membentuk sebuah kumparan. seperti pada magnet sepatu kuda maka akan timbul tegangan induksi. Metode ini adalah prinsip operasi yang digunakan pada sensor-sensor kecepatan. Kita dapat menciptakan arus listrik dengan menggunakan medan magnet dengan cara “menginduksi” suatu tegangan pada sepotong penghantar. Jenis-jenis elektromagnet yang biasanya digunakan pada peralatan bergerak adalah relay-relay dan solenoid. Keduanya beroperasi berdasarkan prinsip elektromagnetik. Pada generator. namun dengan cara kerja yang berbeda-beda. maka tegangan akan terinduksi didalam penghantar. Pada beberapa aplikasi. Pada keadaan sebenarnya. Cara ini dikenal sebagai proses “induksi elektromagnetik” (gambar 21). Untuk memperbesar medan elektromagnetik ini. Jika kumparan ini dililit disepanjang inti logam. Apabila gerakan-gerakan ini dibuat ke arah yang berlawanan maka arus juga akan mengalir dengan arah berlawanan. Katika gerakan berhenti. Jika seutas kawat bergerak melintasi medan magnet. Jika kawat dililit mejadi suatu kumparan. Peristiwa induksi ini terjadi ketika seutas kawat (atau penghantar) memotong garis-garis fluks suatu medan magnet. 1. Sedangkan pada alternator. misalnya besi. maka tegangan yang diinduksi akan semakin besar. Cara ini akan meningkatkan efek induksi elektromagnetik sehingga mampu membangkitkan daya listrik yang berguna dengan ukuran alat yang relatif lebih kompak.

Akibatnya akan timbul tegangan induksi didalam penghantar. Arus yang mengalir didalam kawat menghasilkan medan magnet yang semakin meningkat atau semakin menurun seirama dengan perubahan arus yang naik turun. Gambar 23 menggambarkan proses ini yang terjadi didalam sebuah kumparan. yaitu :    Pembangkitan tegangan (Generated Voltage) Induksi Diri (Self-Induction) Induksi Bersama (Mutual-Induction) Generated Voltage (Pembangkitan Tegangan) Gambar 22. Sebuah kumparan yang berputar diantara kutub utara dan selatan medan magnet. Mutual Induction (Induksi Bersama) . ditunjukkan sebuah generator arus searah (DC) sederhana yang menggambarkan sebuah penghantar bergerak melintasi medan magnet yang diam untuk menghasilkan tegangan dan arus.Ada tiga cara untuk membangkitkan tegangan dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Generator DC Pada gambar 22. Self-Induction (Induksi Diri) Gambar 23. Self-Induction yang terjadi pada sebuah kumparan Self-induction terjadi didalam kawat apabila arus yang mengalir didalam kawat tersebut berubah.

Gambar 24. Ketika arus AC mengalir melalui kumparan L1 maka medan magnet yang melintasi kumparan L2 akan menginduksi tegangan dan menghasilkan arus yang mengalir didalam kumparan L2. Gambar 24 menggambarkan dua buah induktor yang berdekatan. Transformator adalah contoh alat yang bekerja berdasarkan prinsip mutual induction. TOPIK 2 KOMPONEN KOMPONEN LISTRIK 2.0 KABEL / WIRE Jenis-jenis Kabel . Mutual induction yang terjadi diantara dua buah kumparan Mutual induction terjadi ketika suatu perubahan arus dalam suatu kawat mengiduksi tegangan pada kawat didekatnya.

komputer.7 2 Resistansi (Ohm/m) 0.6 26. Ukuran kabel menentukan berapa banyak arus yang dapat dibawanya.365 0.0 67. Berdasarkan standar metrik.460 0. Ada banyak jenis kabel yang digunakan dalam aplikasi-aplikasi otomotif.35 6. Kabel dari tembaga dapat berbentuk kabel tunggal.000647 .000513 0.4 9.Gambar 25 Kabel adalah penghantar untuk rangkaian-rangkaian listrik.5 42. Akan tetapi.7 10.4 33. rangkaian listrik dan elektronik dibuat dengan ukuran tertentu dan ukuran panjang konduktor untuk menyediakan jalur-jalur untuk aliran arus juga dibuat dengan ukuran tertentu pula. AWG 4/0 = 0000 3/0 = 000 2/0 = 00 1/0 = 0 1 2 3 Ø (inci) 0.410 0. biasanya terdiri dari helaian-helaian (stranded). Ukuran kabel dapat mengikuti beberapa standar yang berbeda:   Berdasarkan standar yang disebut American Wire Gauge (AWG) (biasanya cukup disebut dengan istilah “gauge” kabel).000203 0.  Twisted/Shielded Cable Sepasang kabel kecil.000256 0. Kebanyakan kabel dibentuk dari helaian atau stranded yaitu kumpulan kawat-kawat kecil yang dililit bersama-sama (Gambar 25).83 Ø (mm) 107 85.000407 0.289 0.4 53.25 7. termasuk:  Tembaga Jenis yang paling umum. yang dililit bersama-sama dapat mengurangi interferensi gelombang radio dan elektromagnetik banyak digunakan dalam rangkaian sinyal-sinyal komunikasi.000323 0.325 0.54 5.26 8.258 0.229 Ø (mm) 11. Kabel sering juga disebut lead.000161 0. modulmodul kontrol elektronik dan komponen-komponen elektronik lainnya. Tabel 3 – Tabel Konversi dari AWG ke Metrik Beserta Nilai Resistansinya No. Wire Gauge Di Amerika Serikat.  Fusible link (kawat sekering) Ini adalah perangkat pelindung rangkaian yang terbuat dari kawat yang lebih kecil daripada rangkaian lainnya yang tujuannya untuk melindungi kabel dari beban yang berlebihan.

91 2.59 21.01296 0.3 4.4 6051 4.2 1.75 1.00817 0.300 Resistansi (Ω/1000 kaki @ 0 77 F) 16.09 2.0203 Resistansi (Ω/1000 meter @ 0 25 C) 50 36 21 18 12.000815 0.4 Ukuran Metrik Standar Terdekat 2 (mm ) 0. lampu belakang.3 7.128 0.5 10.5 0. dan lampu sorot dekat dan jauh.144 0.4 5 6 7 8 9 10 0. CATATAN: Anggap kabel PVC yang diisolasi adalah produk yang tahan panas sampai temperatur 1850F (850C ). Tabel di atas mengilustrasikan besar resistansi untuk berbagai ukuran konduktor.0005 0.63 5.02 0.00103 0.00127 0.110 6.182 0.99203 0.19 4.530 10.0008 0. Sebuah harness dapat terdiri dari kabel-kabel yang memiliki rangkaian dari sistem yang berbeda-beda.8 13.1 *Maks Arus yang Dianjurkan (Amp) 7 11 12 13 15 20 24 32 59 87 * Berdasarkan pada kenaikan temperatur maksimum 36 F (20 C) di atas temperatur sekitar Dalam Tabel 4 diasumsikan bahwa temperatur sekitar maksimum adalah 1500F (650C).5 4 6 10 16 0 0 Profil Melintang (inci) 0.75 1 105 2.66 3.102 5.36 6. .620 2.62 1.5 8.58 1.00817 0.00206 0.400 16.26 2.3 10. gunakanlah kabel dengan ukuran dan panjang yang tepat.020 1.1 16.64 0.35 0.62 4. Ketika menggunakan AWG.580 4.00328 Ketika memperbaiki atau mengganti rangkaian kabel pada mesin. Kelompok-kelompok ini disebut wire harness. yang terdiri dari kabel-kabel antara lain untuk lampu parkir.00163 0. Contohnya adalah harness yang dimasukkan ke dalam headlight switch assembly.500 26.00323 0.00130 0.4 3. ingatlah bahwa nomor-nomor gauge yang lebih kecil menunjukkan ukuranukuran kabel yang lebih besar dan nomor-nomor gauge yang lebih besar menunjukkan ukuran-ukuran yang lebih kecil.11 3.114 0.26 0. Wiring Harness Banyak kabel diikat bersama-sama dalam kelompok-kelompok dengan satu connector atau lebih pada masing-masing ujungnya.00260 0. Tabel 4-Dimensi dan resistansi kabel dalam ukuran AWG American Wire Gauge (AWG) 22 20 18 16 14 12 10 8 6 Profil Melintang (circular mil) 642 1.162 0.204 0.

Gambar-gambar skematik listrik Caterpillar akan dibahas kemudian. pin dan socket.Gambar 26 Beberapa harness wire dibungkus dengan kabel (conduit) plastik atau kabel serat non-konduktif (Gambar 26). berdebu. lembab dan di antara bahan-bahan kimia. Connector digunakan agar komponen-komponen dapat dilepaskan dengan mudah. Connector harus dapat beroperasi dalam kondisi yang sangat ekstrim. . Satu bagian dari pasangan ini menampung pin dan yang lainnya menampung socket. Dengan semakin meningkatnya penggunaan ini maka meningkat pula perawatan yang harus dilakukan terhadap kabel.1 CONNECTOR Gambar 27 Tujuan connector adalah untuk mengalirkan arus dari satu kabel ke kabel lainnya (Gambar 27). dingin. Conduit berbentuk tabung yang dibelah membujur agar mudah mencapai harness wire. baik itu kondisi yang panas. Keterangan Service Umum / General Service Comments Dengan semakin meningkatnya penggunaan sistem elektronik dalam aplikasi-aplikasi otomotif. kotor. 2. ada juga harness wire yang dibungkus dengan tape. Selain itu. Ketika kedua bagian ini dihubungkan. melakukan servis pada connector menjadi tugas yang penting. connector. Klip (plastik) dan clamp (logam) menghubungkan harness dengan mesin. connector harus memiliki bagian-bagian yang bertemu (plug dan receptacle). Untuk melakukan hal ini. Skematik listrik Caterpillar memberikan lokasi-lokasi wire harness untuk membantu memudahkan Anda mencari harness khusus pada suatu mesin. Faktor penting lainnya yang turut memberikan kontribusi bagi peningkatan perbaikan adalah lingkungan yang buruk dimana connector tersebut digunakan. arus listrik akan mengalir.

sehingga menciptakan resistansi di antara bagian-bagian yang terkena kontak. Beberapa jenis connector berikut ini digunakan di semua sistem listrik dan elektronik pada mesin-mesin otomotif. Plating Agar dapat mencapai tingkat resistansi minimum dalam pin dan socket. Timah adalah bahan yang cukup lunak untuk memungkinkan terjadinya “perataan permukaan” tetapi logam ini memiliki resistansi yang relatif tinggi. . CE dan DRC). Tembaga memiliki resistansi yang rendah tetapi keras. DT. Setiap jenis berbeda dalam cara service dan perbaikannya. Logam-logam lain. Juga. Elektron dipaksa berkumpul di bagian puncak (lihat gambar 8). Para teknisi perlu waspada bahwa connector dapat dan memang bisa menyebabkan banyak masalah diagnostik. tekanan dan jenis logam yang digunakan dalam pembuatan pin dan kontak. Hal yang dianjurkan untuk dilakukan adalah kemungkinan perlunya mengukur resistansi di antara bagian pasangan connector ketika mendiagnosa kegagalan fungsi pada kontrol listrik. Jenis connector berikut akan dibahas dengan rinci:    Vehicular Environment (VE) Connector Sure-Seal Connector Deutsch Connector (seri HD10. Meskipun proses ini tampaknya tidak terlalu signifikan terhadap pengoperasian kontrol elektronik. Contaminant Contaminant adalah faktor lain yang turut memberikan kontribusi bagi adanya resistansi di dalam connector. maka terdapat kondisi yang dikenal dengan istilah asperity (permukaan yang kasar). misalnya emas dan perak adalah bahan plating yang sangat bagus tetapi sangat mahal untuk digunakan. kontak tembaga yang memiliki resistansi rendah dilapisi dengan timah. sebenarnya hanya kira-kira satu persen dari permukaan tersebut yang benar-benar bersentuhan terhadap satu sama lain (Gambar 28). Beberapa kondisi buruk yang menggunakan bahan kimia. para teknisi perlu waspada bahwa saat melepaskan dan memasang kembali connector selama proses troubleshooting dapat memberikan informasi diagnosa yang salah. Ketika keduanya dipasang bersama maka keduanya cenderung akan “saling menggosok” yang pada dasarnya akan memuluskan sejumlah tonjolan dan lekukan yang tercipta oleh kondisi asperity. misalnya dapat menyebabkan kegagalan fungsi akibat meningkatnya resistansi. adanya resistansi di sepanjang connector dapat menciptakan kegagalan fungsi dalam kontrol-kontrol elektronik. Dalam upaya untuk meminimalkan resistansi dan mengurangi asperity.Gambar 28 Connect or Pin dan socket memiliki resistansi dan memberikan sedikit penolakan terhadap arus listrik yang mengalir. Karena permukaan pin dan socket tidak mulus (terdiri dari tonjolan dan lekukan). Ketika bagian-bagian permukaan saling terkena kontak. perhatian harus diberikan terhadap cara. Perataan permukaan terjadi ketika pin dan kontak dilapisi dengan timah.

Informasi khusus yang berhubungan dengan proses yang diperlukan untuk memasang kontak-kontak pada VE connector (pin dan socket) terdapat dalam Instruksi Khusus: Penggunaan Kelompok Peralatan VE Connector (Form SEHS8038). Setelah menjepit kabel pada kontak. Sure-seal connector terbatas hanya pada kapasitas 10 kontak (pin dan socket). apabila peralatan tersebut diputar saat sedang melepaskan retaining clip. bagian badan connector dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat dimasukkan dengan pas. Connector housing ini menyediakan ruang untuk pemasangan yang akurat di antara kedua bagian pasangan.VE Connector Gambar 29 VE connector (Gambar 29) dahulu digunakan terutama sekali pada harness listrik mesin Caterpillar awal dimana temperatur tinggi. tetapi mungkin masih ada produkproduk lama yang menggunakannya dan memerlukan service oleh teknisi lapangan/bengkel. tetapi sebagai pengganti penggunaan guide key atau key way. hal yang dianjurkan untuk dilakukan adalah menyolder kontak tersebut guna memberikan kontak listrik yang bagus. Sure-Seal Connector Gambar 30 Sure-seal connector digunakan secara luas pada mesin-mesin Caterpillar (Gambar 30). Sebaiknya selalul gunakan rosin core solder pada setiap sambungan listrik. Jenis connector ini tidak digunakan lagi untuk produk yang sekarang. Tapi peralatan ini dapat merusak mekanisme penguncian connector. . Saat itu connector memerlukan peralatan pelepas logam khusus untuk melepaskan kontak. Part number untuk spare plug dan receptacle housing dan contact terdapat dalam Instruksi Khusus: Using of 6V3000 sure seal kit (Form SMHS7531). Jangan menggunakan peralatan pelepas logam ini untuk jenis connector lainnya. jumlah kontak yang lebih besar atau kapasitas pembawa arus yang lebih tinggi diperlukan.

dan No. Lubang apa pun di dalam housing yang tidak digunakan untuk contact assembly harus diisi dengan Sealing Plug 9G3695. 16 dan dapat dipasang dengan kabel AWG No. Prosedur pelepasan berbeda dari konektor yang satu dengan konektor yang lainnya dan akan dijelaskan dalam masingmasing bagian. Sure-Seal Connector memerlukan penggunaan peralatan khusus 6V3008 untuk memasang contact. 16. Gunakan alkohol multiguna sebagai pelumas ketika memasang contact.Gunakan peralatan khusus (6V3001) untuk menjepit contact dan mengupas kabel. 5. Peralatan khusus ini tidak diperlukan pada saat melepaskan pin contact. 14. Ujung kontak jenis ini di-crimp dengan menggunakan peralatan Deutsch Crimp. Sealing plug ini akan membantu mencegah uap lembab memasuki housing. HD10 menggunakan kontak campuran tembaga padat jenis crimp (ukuran No. Konektor Seri Deutsch Transportation (DT) Gambar 32 . Ukuran kontak adalah No. Prosedur untuk mempersiapkan kabel dan menjepit kontak adalah sama untuk semua Deutsch connector dan dijelaskan dalam Instruksi Khusus: Servicing DT Connectors (SEHS9615). Prosedur-prosedur untuk membuat terminasi Deutsch konektor menyarankan bahwa TIDAK DIPERLUKAN PENYOLDERAN apabila kontak-kontaknya telah dijepit dengan benar. 16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus operasi yang tinggi secara berkelanjutan tanpa mengalami kelebihan panas (overheating). 6 dan 9. 18. Rangka thermoplastik tersedia dalam konfigurasi-konfigurasi thread atau tanpa thread dengan menggunakan contact yang dimasukkan berdasarkan pengaturan 3. Perangkat untuk perbaikan Deutsch connector adalah perangkat dengan part number 4C3806. Caterpillar part number 1U5805. Connector Seri Deutsch Heavy Duty (HD10) Gambar 31 Konektor HD10 (lihat Gambar 31) adalah konektor thermoplastik berbentuk silinder yang menggunakan kontak jenis crimp yang dapat dilepaskan dengan cepat dan mudah.

Untuk penjelasan lebih rinci mengenai cara memperbaiki DT connector. Connector DT menggunakan kontak campuran tembaga padat jenis crimp (ukuran No. 16 dan dapat dihubungkan dengan kabel AWG No. Housing-nya tersedia dalam beberapa konfigurasi yang menggunakan susunan contact 2. 8 dan 12. Connector seri CE dapat menampung antara 7 dan 37 kontak. Crimping tool untuk kontak ukuran No. Caterpillar Environmental Connector (CE) Gambar 33 CE connector adalah connector untuk aplikasi khusus (Gambar 33). sedangkan untuk kontak No. receptacle wedge dan silicone seal. 16 dan 18. 9U7246. DT connector berbeda dengan Deutsch connector lainnya dalam hal bentuk dan konstruksinya. Kontak diterminasi crimp dengan menggunakan peralatan Deutsch Crimp. konektor yang memiliki 37 kontak sering digunakan pada berbagai modul kontrol elektronik. Referensi SEHS9065 8T5319 Removal Tool GP 4C4075 Crimp Tool GP 1U5804 Crimp Tool GP Deutsch Rectangular Connector (DRC) . lihat Instruksi Khusus: Servicing DT Connector (SEHS9615). 3.10 adalah 4C4075 Hand Crimp Tool Assembly. Caterpillar part number 1U5804.4 – No. Perangkat untuk memperbaiki DT connector adalah Caterpillar part No. 16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus operasi tinggi secara terus menerus tanpa mengalami kelebihan panas (overheating). 4. Ukuran kontak adalah No. atau di-stamp dan dibentuk (harganya tidak terlalu mahal). Larutan pembersih yang dianjurkan untuk digunakan pada semua Deutsch contact adalah alkohol denatur. DT berbentuk empat persegi panjang atau segitiga dan memiliki plug wedge yang dapat diperbaiki.18 menggunakan peralatan yang sama dengan yang digunakan pada konektor Seri HD dan DT (1U5804).12 – No. 6. 14.Connector DT (Gambar 32) adalah connector jenis thermoplastic yang menggunakan contact jenis crimp yang dapat dilepaskan dengan cepat dan mudah serta tidak memerlukan peralatan khusus. CE connector menggunakan dua peralatan untuk membuat crimping.

Gambar 34

DRC konektor (Gambar 34) memiliki housing thermoplastic empat persegi panjang dan diisolasi lengkap. DRC paling cocok dan kompatibel dengan modul-modul kontrol elektronik eksternal dan internal. Konektor jenis in dirancang dengan jumlah terminal yang banyak. Jumlah terminasi kontak yang tersedia adalah No. 24, No. 40 dan No. 70. Ukuran kontak adalah No. 16 dan dapat dihubungkan dengan kabel AWG No. 16 dan No. 18. Konektor jenis ini menggunakan kontak yang terbuat dari campuran tembaga jenis crimp (ukuran No. 16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus operasi tinggi secara terus menerus tanpa mengalami kelebihan panas (overheating) dan telah di-stamp serta dibentuk (harganya tidak terlalu mahal). Kontak ini diterminasi dengan crimp dengan menggunakan Deutsch Crimp Tool, Caterpillar part no. 1U5805. Konektor ini memiliki kunci “clocking” agar pemasangannya benar dan dikencangkan dengan aman oleh stainless steel jackscrew. Untuk memasang bagian-bagian konektor diperlukan Wrench HEX berukuran 4 mm (5/32in). Torsi yang dianjurkan untuk mengencangkan jackscrew adalah 25 in.pound.

CATATAN:

Prosedur pelepasan dan pemasangan konektor DRC sama dengan prosedur yang ada pada seri HD10.

2.2

TERMINAL

Gambar 35 Contoh terminal kabel (a) terminal crimp jenis slide (b) bullet connector (c) crimp dan terminal yang disolder

Ada beberapa jenis terminal yang sering digunakan. Beberapa jenis terminal, diperlihatkan dalam Gambar 35. Kebanyakan terminal, baik yang asli maupun yang dapat diganti, dihubungkan dengan ujung konduktor dengan cara dijepit atau disolder.

Gambar 36 – Perangkat peralatan crimping dan berapa jenis Terminal

2.3

MEMBENTUK SUATU HUBUNGAN LISTRIK TANPA PROSES PENYOLDERAN

Ketika mengelupas kabel listrik dan menyambung konektor yang tidak perlu disolder, hal-hal berikut harus dipertimbangkan. Pemeriksaan Safety   Jangan pernah menggunakan pisau tajam untuk membuka isolasi. Pisau tajam dapat memotong kabel atau dapat menyebabkan cidera. Tang (Plier) untuk mengelupas kabel memiliki bagian pinggir yang tajam dan memerlukan cengkeraman yang kuat. Berhati-hatilah agar tidak membuat kulit Anda terjepit di antara rahangrahangnya. Ketika melepaskan isolasi dari kabel, doronglah menjauh bukan ke arah badan Anda. Kabel listrik yang digunakan dalam pemasangan harness kabel otomotif dibungkus dengan lapisan isolasi plastik. Ketika kabel listrik disambungkan dengan kabel-kabel lain atau dihubungkan pada suatu terminal, isolasinya harus dilepaskan. Peralatan untuk mengelupas kabel terdiri dari berbagai konfigurasi. Peralatan-peralatan ini melakukan tugas yang sama. Jenis peralatan yang digunakan akan bergantung pada jumlah dan jenis kabel listrik yang akan diperbaiki. Terminal-terminal yang tidak perlu disolder memerlukan sambungan yang bersih dan kencang, sehingga pastikan bahwa kabel dan sambungan bersih sebelum dipasang pada terminal. Gunakan sambungan yang ukurannya cocok dengan kabel.

   

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

 

 

Jangan menggunakan side cutter, plier atau pisau untuk mengelupas kabel. Penggunaan peralatan ini akan merusak beberapa dari strand kabel dan dapat memutuskan kabel di dalam isolasi. Untuk memastikan agar kabel tetap menyatu setelah dikelupas, puntirlah sedikit. Jangan memuntir kabel terlalu banyak karena bila terpuntir terlalu banyak dapat menimbulkan sambungan yang buruk antara kabel dengan terminal. Gunakan crimping tool yang benar untuk sambungan. Menggunakan jenis peralatan yang salah akan menyebabkan sambungan memiliki cengkeraman yang tidak baik pada kabel.

1. Memilih Terminal

Gambar 37

Ada beberapa jenis dan ukuran terminal kabel, tetapi prosedur untuk memasangnya semuanya sama. Diatas diperlihatkan crimp terminal jenis bullet (Gambar 37).

Gambar 38

Pastikan untuk memilih ukuran terminal yang benar untuk sebuah kabel tertentu dan juga pastikan terminal tersebut memiliki tingkat voltase/amper yang benar untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan (Gambar 38).

2. Mengelupas Kabel

Gambar 39

Kelupaslah isolasi kabel dalam jumlah yang tepat dari (Gambar 39). Selalu gunakan peralatan pengelupas yang benar dan dengan kondisi yang baik. 3. Selalu Menggunakan Stripping Tools yang benar

Gambar 40

Tujuan penggunaan peralatan pengelupas kabel (stripping tools) adalah untuk memungkinkan pengelupasan isolasi dari sekeliling kawat tembaga tanpa merusak kabel atau tanpa menyebabkan cidera (Gambar 40).

Gambar 41

Menggunakan side cutter atau plier (Gambar 41) bisa berbahaya. Peralatan-peralatan ini tidak terlalu efektif karena cenderung untuk memotong serabut-serabut kawat.

ukuran lubang alat pengelupas kabel ditunjukkan pada rahangnya. Memotong Isolasi / Cut the Insulation Gambar 44 Tempatkan kabel di dalam lubang dan tutuplah rahang (jaw) dengan kuat di sekelilingnya untuk memotong isolasi. 5. maka wire stripper akan memotong isolasi tetapi tidak sampai memotong kawat tembaga (Gambar 44). Pilihlah lubang di dalam stripper yang terdekat dengan diameter batang kabel yang akan dikelupas.Gambar 42 Ini dikenal dengan istilah membentuk kawat seperti bentuk jari-jari (ringing the wire) (Gambar 42). . Peralatan pengelupas kabel (wire stripper) dapat mengelupas isolasi dari berbagai ukuran kabel. Apabila Anda telah memilih ukuran yang benar. Pilihlah Gauge Hole yang Benar Gambar 43 Menggunakan peralatan yang benar adalah jauh lebih aman dan lebih efektif. Pada wire stripper dalam Gambar 43 di atas. yang dapat secara efektif mengurangi kapasitas pembawa arus pada kabel. 4.

Gambar 45 Lepas isolasi seperlunya untuk melakukan pekerjaan. Ketika menggunakan stripper jenis ini. Mengelupas isolasi lebih dari 1. Mengelupas Isolasi / Remove the Insulation Gambar 46 Beberapa alat pengelupas kabel (stripper) memotong dan mengelupas isolasi secara otomatis. tariklah kabel dengan kuat untuk mengelupas isolasi. Menempatkan terminal pada kabel . 7. puntirlah sedikit (Gambar 47). Ada pula alat yang memotong dan sekaligus menahan kabel dengan kuat (Gambar 46). Isolasi yang dikelupas terlalu sedikit mungkin tidak akan memberikan sambungan yang baik dan bila dikelupas terlalu banyak dapat menyebabkan kabel mengalami hubung singkat dengan rangkaian-rangkaian lainnya atau pada kabel ground. 6. Gambar 47 Untuk memastikan agar helaian-helaian kabel tetap menyatu.2 sentimeter (setengah inci) sekaligus dapat juga meregangkan dan merusak batang kawat (Gambar 45).

Jenis-jenis Terminal Alternatif Gambar 50 Beberapa jenis crimp terminal tidak memiliki komponen isolasi yang dipasang padanya. Tempatkan bullet atau terminal pada kabel (Gambar 49). 8. Akan tetapi.Gambar 48 Sambungan akan lebih baik apabila helaian-helaian kawat terpuntir sedikit sebelum memasukkannya melalui terminal (Gambar 48). puntirlah kabel secukupnya untuk membantu agar kabel dapat masuk dengan mudah. Dalam kasus seperti ini. keadaan ini akan menghasilkan area kontak permukaan yang lebih luas antara terminal dengan kabel. Gambar 49 Oleh karena itu. . Ketika dijepit. Jenis-jenis ini terdiri dari dua bagian dan insulator disediakan sebagai komponen terpisah (Gambar 50). memasukkan kabel ke dalam terminal bisa menjadi sulit apabila semua kabel hanya berupa helaian-helaian yang longgar. selalu pastikan bahwa hanya bagian „core‟ dari kabel yang akan dijepit memanjang melalui „core wing‟ di dalam terminal (Gambar 51).

bukan untuk kontak listrik. Lalu jepitlah insulation wing atau bagian isolasi. Tekanlah dengan kuat sehingga dapat diperoleh kontak listrik yang baik. 10. tetapi jangan menggunakan tenaga berlebihan karena ini dapat membengkokkan pin atau terminal (Gambar 53). Jepitan pada isolasi kabel ini adalah untuk menahan kabel di tempatnya. Pliers memiliki kecenderungan memotong sambungan dan dapat menimbulkan kesulitan saat digunakan. Memilih Crimping Anvil Gambar 52 Gunakan perkakas untuk menjepit (crimping tool) yang benar untuk pin atau core crimping.Gambar 51 9. Menjepit / Crimping Gambar 53 Jepitlah bagian „core‟ terlebih dahulu. sehingga tidak perlu menjepit bagian ini terlalu keras. JANGAN menggunakan pliers. Pilihlah anvil yang benar pada peralatan untuk menjepit connector atau terminal yang dipilih. . Anvil ini biasanya diberi kode warna sehingga mudah untuk mencocokkan terminal dengan ukuran anvil yang benar.

Switch yang diperlihatkan dalam Gambar 56 dioperasikan secara mekanis dengan menggerakkan tuas atau toggle pada switch. switch dihubungkan sehingga switch tersebut selalu membuka dan menutup pada saat yang bersamaan.4 SWITCH Gambar 55 Switch (Gambar 55) adalah perangkat yang digunakan untuk menyambung atau memutuskan jalur arus listrik. Kontak switch ditutup atau dibuka melalui cara-cara eksternal. Umumnya switch ditempatkan di antara dua konduktor (atau kabel). DoublePole Single-Throw (DPST) dan Double-Pole Double-Throw (DPDT). Gambar 56 Juga ada banyak cara untuk mengoperasikan switch. Single-Pole Double Throw (SPDT). Kadang-kadang. Switch jenis lain yang juga dioperasikan secara mekanis adalah limit switch dan pressure switch. misalnya tuas yang menggerakkan limit switch atau yang digerakkan melalui tekanan. Beberapa jenis switch yang umum digunakan pada mesin-mesin Caterpillar adalah:  Toggle .Gambar 54 Tariklah sedikit untuk memastikan bahwa sambungan akan kuat saat digunakan (Gambar 54). Dalam skematik. Ada banyak jenis switch yang berbeda. 2. sistem ini diperlihatkan dengan menghubungkan switch yang terhubung dengan garis putus-putus (DPST dan DPDT dalam Gambar 56). misalnya Single-Pole Single-Throw (SPST).

posisi menyalakan (START). Apabila terdapat arus berlebihan dalam rangkaian. misalnya transistor untuk menghidupkan dan mematikan sinyal-sinyal jarak jauh (remote signal). Perhatikan bahwa pelindungan rangkaian (Gambar 58) dirancang untuk melindungi kabel. Mesin-mesin Caterpillar menggunakan switch magnetik untuk mengukur sinyal-sinyal kecepatan atau switch elektronik yang terdiri dari komponenkomponen elektronik internal.5 PELINDUNG RANGKAIAN Gambar 58 Sekering (fuse) dan fusible link adalah pelindung rangkaian. Jenis switch ini dapat mengontrol komponenkomponen lain dan/atau mengalirkan listrik ke beberapa komponen pada saat yang bersamaan. 2. posisi pengoperasian (RUN). Fuse dan circuit . dan posisi mati (OFF). misalnya sebagai posisi asesoris (ACC).        Rotary Rocker Push-On Pressure Magnetic Key Start Limit Cut-out Beberapa switch lebih rumit daripada yang lainnya. bukan komponen-komponen lain. akan menyebabkan panas dan panas inilah yang menyebabkan pelindung rangkaian (switch protector) membuka sebelum terjadi kerusakan pada kabel. Jenis switch ini mengontrol beberapa fungsi yang berbeda. Contoh dari switch lebih rumit yang digunakan pada mesin-mesin Caterpillar adalah key start switch. Gambar 57 Gambar 57 memperlihatkan skematik internal pada switch jenis key start. Hal ini memiliki dampak yang sama seperti mematikan switch.

misalnya switch untuk lampu depan. maka kabel pasti sudah meleleh dan link tidak lagi berfungsi dengan baik. Seperti halnya dengan sekering. Sekering dibuat dari potongan logam tipis atau kabel di dalam holder yang terbuat dari kaca atau plastik. jangan menggunakan fusible link yang berukuran lebih panjang dari 225 mm (kira-kira 9 inci). arus yang tinggi akan menyebabkan circuit breaker mengalami “trip” sehingga membuka rangkaian. Apabila pelindung rangkaian membuka secara berulang-ulang. logam akan meleleh dan rangkaian akan membuka. Petunjuk untuk mengetahui bahwa fusible link telah putus dilakukan dengan menarik kedua ujungnya. Jenis ini disebut circuit breaker “cycling”. Fusible link lazim digunakan pada kabel penyalaan (ignition lead) dari terminal positif baterai. maka ada kemungkinan bahwa terdapat masalah listrik serius yang perlu diperbaiki. Kelebihan arus dapat menyebabkan kabel di dalam link meleleh.) CATATAN: Ketika mengganti fusible link. Circuit Breaker Pemutus arus (circuit breaker) hampir sama dengan sekering. Akan tetapi. Apabila ujung tersebut meregang seperti karet gelang. Sekering harus diganti setelah membuka. (Isolasi fusible link adalah lebih tebal daripada isolasi kabel biasa sehingga link yang meleleh dapat lengket pada isolasi tersebut setelah putus. Jika aliran arus listrik menjadi lebih tinggi daripada kemampuan sekering. Fusible link adalah bagian pendek dari kabel yang diisolasi yang ukurannya lebih tipis daripada kabel di dalam rangkaian yang dilindunginya. . Circuit breaker dapat diatur ulang secara manual setelah kondisi kelebihan arus diatasi. Circuit breaker dipasang di dalam komponen-komponen Caterpillar. fusibel link harus diganti setelah putus. Sekering dari plastik dibuat dalam warna yang berbeda-beda untuk menunjukkan peringkat sekering (fuse rating) dan tanda peringkat sekering juga dibentuk atau dicap pada bagian atas sekering.breaker dapat membantu mendiagnosa masalah-masalah yang terdapat dalam rangkaian. Kabel yang panjang cenderung menahan panas lebih lama dan mungkin tidak akan putus pada spesifikasi yang ditentukan. Fuse Gambar 59 Sekering (fuse) adalah pelindung rangkaian yang paling umum (Gambar 59). Sekering diklasifikasikan berdasarkan jumlah amper yang dapat dialirinya sebelum membuka. Beberapa circuit breaker diatur ulang secara otomatis.

Akan tetapi. Circuit breaker jenis ini juga disebut circuit breaker „non-cyling. panas dari arus yang berlebihan akan menyebabkan bimetal blade menjadi bengkok dan membuka contact untuk memutuskan rangkaian. bentuknya akan kembali seperti semula. Circuit breaker jenis ini memiliki bimetal blade yang mengalirkan arus ketika contact tertutup. Arus listrik yang lebih tinggi daripada kapasitas circuit breaker membuat kedua logam berubah bentuk secara tidak merata. Strip akan menjadi bengkok. akan menjaga contact terbuka dan rangkaian terputus meskipun bimetal blade akan mencoba meluruskannya saat menjadi dingin.‟ Gambar 61 Cycling circuit breaker terbuat dari strip yang terdiri dari dua potongan logam yang berbeda. Spring toggle. . dan menutup contact. Circuit breaker yang mengatur ulang secara otomatis disebut juga “cycling” karena circuit breaker ini membuka dan menutup berdasarkan siklus sampai arus kembali pada tingkat normal. Ketika logam menjadi dingin.Gambar 60 Thermal circuit breaker dengan tombol reset diperlihatkan dalam Gambar 60. Aliran arus dapat mengalir kembali (Gambar 61). Ujung-ujungnya hanya akan menutup ketika tombol ditekan untuk mengatur ulang circuit breaker. dan sepasang contact terbuka untuk menghentikan aliran arus. yang biasanya membantu menjaga contact tetap tertutup. apabila terjadi kelebihan beban.

sepasang contact. Sebuah simbol skematik untuk NTC diperlihatkan dalam Gambar 62. . memisahkan rangkaian-rangkaian karbon. gaya magnet mendorong atau menarik core ke dalam coil sehingga menciptakan gerakan-gerakan linear atau maju-mundur. polymer mengembang. Dalam keadaan yang mengembang ini ada beberapa jalur untuk arus. misalnya. 2. material ini berbentuk kristal padat. solenoid juga memiliki coil seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 64. Ketika arus listrik dalam jumlah kecil mengalir di dalam coil. dan sebuah angker dinamo (armature). Partikel-partikel karbon memberikan jalur konduksi bagi aliran arus.7 SOLENOID Gambar 64 – Start Solenoid Sederhana Solenoid adalah perangkat lain yang menggunakan daya elektromagnet. medan magnet yang timbul menyebabkan kontak relay menutup. NTC adalah alat yang tidak memiliki bagian-bagian yang bergerak. Seperti halnya dengan relay. 2. NTC hanya akan mengatur ulang (reset) ketika voltase dihilangkan dan polymer menjadi dingin. Armature adalah alat yang dapat digerakkan yang memungkinkan contact membuka dan menutup. alat ini tetap berada dalam keadaan ”rangkaian terbuka” (open circuit) selama voltase tetap diaplikasikan pada rangkaian. Ketika terjadi trip. Dalam keadaan normalnya. starter. dengan banyak partikel-partikel karbon yang dipadatkan bersama. Ketika material dipanaskan. Ketika arus mengalir melalui coil. sehingga memberikan jalur arus yang lebih besar untuk mengoperasikan komponen lainnya. Relay terdiri dari electromagnetic coil.6 RELAY Gambar 63 – Relay Sederhana Relay adalah switch yang dikontrol oleh listrik. Gambar 63 memperlihatkan komponen-komponen yang biasanya terdapat dalam relay.Gambar 62 Negative Temperature Coefficient (NTC) adalah jenis circuit breaker khusus yang disebut thermistor (atau thermal resistor). NTC terbuat dari polymer yang memiliki daya hantar konduksi.

dengan perhitungan dalam bentuk persentase peringkat total. Hal ini dilakukan dengan menambah resistor.8 RESISTOR Gambar 65 Kadang-kadang perlu untuk mengurangi jumlah tegangan atau arus pada titik tertentu dalam suatu rangkaian. Beberapa resistor tidak memiliki pita dalam posisi terakhir ini. yang mengacu pada berapa nilai resistor sesungguhnya yang dapat diubah-ubah dari peringkat yang telah ditentukan. Resistor diklasifikasikan dalam ohm (untuk jumlah resistansi yang disediakan pada rangkaian) dan watt (untuk jumlah panas yang dapat dipancarkannya). Resistor semacam itu memiliki toleransi 20% dari nilai resistansi. Pita-pita tersebut harus berada lebih dekat dengan satu ujung resistor daripada yang lainnya. Beberapa rangkaian dirancang dengan nilai-nilai resistansi yang sangat tepat dan tidak akan beroperasi dengan semestinya jika tidak dirancang dengan nilai resistansi demikian. Oleh karena itu.Solenoid digunakan untuk menghidupkan starter motor. Cara termudah untuk mengurangi tegangan atau arus yang disuplai pada suatu beban adalah dengan meningkatkan resistansi. Pita warna terakhir menunjukkan Toleransi Resistor (Resistor Tolerance). atau mengontrol shift di dalam transmisi otomatis. Pita-pita tersebut dibaca dari kiri ke kanan. resistor tidak boleh diganti dengan nilai toleransi yang lebih tinggi Peringkat Resistor / Resistors Rating . Gambar 65 memperlihatkan bagan kode warna untuk mengidentifikasi resistor. yang menggunakan beberapa resistor yang dipasang kabel untuk mengubah-ubah voltase. Ujung dengan pita-pita warna harus berada di sisi kiri saat dibaca. 2. Resistor terdiri dari dua jenis:  Tetap  Variabel Penggunaan resistor yang umum dalam rangkaian listrik adalah pada sistem audio dan rangkaian pengontrol suhu. Penentuan nilai resistansi sebuah resistor ditentukan dengan melihat pada pita warnanya.

Agar rangkaian (circuit) dapat berfungsi dengan semestinya. Peringkat yang paling lazim adalah 1/10 watt. Saat arus mengalir melalui bahan resistor yang lebih besar. Saat arus mengalir melalui bahan resistor yang lebih kecil. Kontrol menggerakkan kontak pada permukaan resistor.Gambar 66 Karena resistor menahan aliran arus. Ini berarti bahwa resistansinya dapat diubah dengan mengatur kontrol. . ¼ watt. arus meningkat. 1 watt dan 2 watt. resistor harus memiliki peringkat watt dan juga peringkat resistansi yang benar. ½ watt. Hal ini dapat menciptakan panas yang harus dapat dikeluarkan oleh resistor. Jumlah watt resistor dengan komposisi karbon dapat diidentifikasi berdasarkan ukurannya. Resistor juga diklasifikasikan berdasarkan berapa banyak Ohm resistansi yang dapat diciptakannya. Watt adalah ukuran jumlah daya yang dapat ditahan oleh resistor. Semakin besar watt maka semakin panas yang dapat ditahan oleh resistor. Resistor dan komponen-komponen lainnya dapat mengalami kerusakan dengan adanya kelebihan aliran arus dan/atau panas apabila peringkat resistansi atau watt tidak benar. arus menurun. Resistor Variabel Gambar 67 Jenis-jenis resistor yang dibahas sejauh ini adalah jenis yang nilainya tetap. Panas yang berlebihan dapat mengubah resistor sehingga peringkat dan toleransinya tidak lagi berada dalam kisaran yang telah ditentukan. friksi listrik meningkat di dalamnya. Resistor jenis lainnya adalah jenis variabel (Gambar 67). Ini berarti bahwa besar resistansinya tidak dapat diatur/disesuaikan. Gambar 66 memperlihatkan contoh jumlah watt pada resistor.

Pada temperatur yang lebih tinggi resistansi dari karbon berkurang. Potentiometer dapat juga dirancang untuk berfungsi sebagai rheostat. Potentiometer. Pada mesin-mesin Caterpillar. Sifat ini dapat bermanfaat dalam rangkaian-rangkaian listrik tertentu. Resistansi output diukur pada modul tampilan utama dan nilainya sesuai dengan kedalaman bahan bakar di dalam tangki. Gambar 68 Rheostat (Gambar 68) biasanya memiliki dua terminal dan memungkinkan arus mengalir dalam satu jalur. Thermistor dibuat dari karbon. resistansinya meningkat menjadi seperempat dari nilai maksimumnya. resistansi meningkat menjadi setengah dari nilai maksimumnya. Resistor yang Gagal Berfungsi / Failed Resistor . Resistansi linear resistor meningkat secara merata. rheostat digunakan untuk mengontrol tingkat cahaya pada lampulampu instrumen. Gambar 69 Jenis resistor variabel lainnya adalah potentiometer. potentiometer atau thermistor. bukan bertambah. juga disebut pot. Fuel sender sebagai contoh mengukur nilai resistansi sistem khusus yang sesuai dengan kondisi sistem tersebut. Beberapa di antaranya disebut rheostat. Ada yang hanya memiliki dua nilai resistansi yang berbeda. Potentiometer memungkinkan dua jalur untuk aliran arus dan dapat dikontrol baik secara manual maupun mekanis. Resistor variabel dapat berbentuk linear dan non-linear. Gambar 69 memperlihatkan potentiometer yang digunakan dalam sistem bahan bakar. ketika kontrol diatur hingga setengah dari pergerakannya. memiliki tiga terminal dan bekerja dengan membagi tegangan di antara kedua kaki terminal. Ketika kontrol diatur pada seperempat dari pergerakannya. Thermistor Thermistor (thermal resistor) adalah jenis resistor variabel yang beroperasi tanpa kontrol oleh manusia. sementara yang lainnya memiliki kisaran yang tak terbatas antara nilai minimum dan maksimumnya. Elemen-elemen thermistor digunakan secara luas dalam sensor pada mesin-mesin Caterpillar untuk mengukur temperatur sistem.Jumlah perbedaan dan jumlah posisi resistansi bergantung pada bagaimana variabel resistor dibentuk. Ada banyak jenis variabel resistor.

Apabila kapasitor ditempatkan dalam rangkaian dengan sumber tegangan. dapat memperlihatkan bagian rata (flat spot) dimana bagian-bagian yang bergerak saling bergesekan terhadap satu sama lain dan menyebabkan keausan. Dalam sistem-sistem listrik Caterpillar. Ketika kapasitor dimuati dengan listrik pada potential yang sama dengan sumber tegangan. sebaliknya. dan pelat positif masih mengalami kekurangan jumlah elektron. Ada tiga faktor yang menentukan kapasitas sebuah kapasitor: .Resistor jenis “tetap” berfungsi dengan mengalirkan arus dalam jumlah yang benar atau tidak mengalirkan arus sama sekali. Kapasitor diukur dengan satuan “micro-farad” (F) (micro-farad adalah sepersejuta farad). jangan menggunakan kapasitor dengan rating tegangan yang lebih rendah. Satuan ini menetapkan berapa banyak elektron yang dapat disimpan oleh kapasitor. plastik dan keramik. Hal ini berlanjut terus sampai muatan listrik pada kapasitor dan sumber tegangan sama. dan sebagai filter (penghalusan). Biasanya hal ini berlangsung dengan cepat. atau tidak membiarkan terlalu banyak arus mengalir. tidak ada tempat bagi elektron-elektron untuk pergi. Pengukuran Kapasitor Kapasitor diukur berdasarkan satuan yang disebut “farad” (dilambangkan dengan simbol “F”). arus listrik berhenti mengalir. Variabel resistor. Beginilah cara kapasitor menyimpan energi. Pengukuran kemampuan menyimpan energi ini disebut “capacitance”. kertas. Penyimpanan Energi Kapasitor Pada sejumlah rangkaian. Seberapa cepat hal ini terjadi bergantung pada beberapa faktor. Selain diukur dalam satuan farad. tetapi kapasitor sederhana dapat dibuat dari dua pelat bahan yang mengandung daya konduksi yang dipisahkan oleh bahan isolasi yang disebut “dielektrik”. Dengan dua pelat yang dipisahkan oleh dielektrik. yaitu elektron-elektron terakumulasi pada permukaan pelat yang dihubungkan ke terminal negatif dan bergerak menjauh dari pelat yang dihubungkan ke terminal positif. capacitor digunakan untuk menyimpan energi. Pelat negatif mempertahankan elektron-elektronnya yang telah terakumulasi. sebagai timer circuit (supresi). kapasitor juga memiliki rating tegangan maksimum yang dapat ditanganinya. Hal ini dapat terlihat dengan jelas saat kurangnya respons di sebagian dari travel pada resistor. Bahan-bahan dielektrik yang umum adalah udara. Kapasitor kemudian dapat menahan muatannya ketika sambungannya diputuskan dari sumber tegangan. termasuk tegangan yang diaplikasikan dan ukuran kapasitor. Metode-metode konstruksi bervariasi. kapasitor dapat menggantikan baterai.9 KAPASITOR Gambar 70 Kapasitor adalah perangkat yang dapat menyimpan muatan listrik. Ketika mengganti kapasitor. 1 Farad menyatakan jumlah elektron yang sangat banyak. arus mengalir dalam rangkaian secara singkat sementara kapasitor “mengisi muatan”. sehingga menciptakan medan listrik yang selanjutnya dapat menyimpan energi. 2.

10 LAMPU BOHLAM Lampu bohlam terdiri dari elemen kawat pijar halus yang tahan terhadap temperatur tinggi oleh arus listrik yang melewatinya. 2. Kawat pijar dilindungi oleh penutup kaca yang sama sekali hampa udara. Hal ini akan menghasilkan cahaya.   Luas pelat-pelat yang memiliki daya konduksi Jarak di antara pelat-pelat yang memiliki daya konduksi Bahan yang digunakan sebagai dielektrik. Total Capacitance Gambar 71 Total Capacitance sebuah rangkaian bergantung pada bagaimana kapasitor dirancang dalam rangkaian (Gambar 71). Jika kapasitor dalam bentuk paralel. tidak seperti baterai. Cara ini akan menetralkan muatan listrik yang mungkin masih tersisa. Jenis-jenis Lampu Bohlam . tetapi tidak menghasilkannya). total capacitance ditentukan oleh rumus berikut: CT = C1+C2+C3 Jika kapasitor dalam seri. kapasitor menyimpan listrik. Kapasitor yang bermuatan dapat mengirimkan energi simpanannya sama seperti yang dapat dilakukan oleh baterai (meskipun penting untuk dicatat bahwa. Ketika digunakan untuk mengalirkan arus walaupun dalam jumlah kecil. Kawat pijar harus beroperasi dalam lingkungan yang bebas oksigen untuk mencegahnya agar tidak mengalami oksidasi dan cepat terbakar. tetapi mengandung inert gas dalam jumlah kecil. kapasitor memiliki potential untuk menyimpan tegangan sampai beberapa minggu lamanya. total capacitance ditentukan oleh rumus berikut: CATATAN: Sebaiknya kedua terminal kapasitor dihubung-singkatkan sebelum menghubungkannya dengan rangkaian atau meter.

Lampu bohlam ini digunakan untuk penerangan bagian dalam. panel f. Lampu bohlam panel Lampu ini terdiri dari lampu kecil yang digunakan terutama sekali untuk penerangan instrumen dan lampu indikator (Gambar 72e). kawat pijar (filament) tunggal c. Cap ini dilengkapi dengan pin yang memungkinkan lampu bohlam dipasang ke dalam bayonet socket. Kawat pijar disediakan dengan volume gas yang lebih besar daripada lampu bohlam biasa dan difokuskan dengan benar. b. festoon e. Lampu bohlam yang umum memiliki penutup yang dipasang dengan brass cap. panel tanpa penutup g.Gambar 72 – Jenis-jenis lampu bohlam a. Sealed Beam Gambar 73 – Sealed Beam a. lensa dan kawat pijar yang disekat bersama sebagai satu unit (Gambar 73). Screw base (lampu bohlam tidak dibuat pada skala yang sama) Berbagai jenis lampu bohlam diperlihatkan dalam Gambar 72. kawat pijar ganda dengan offset pin b. Lampu bohlam festoon Lampu bohlam ini terdiri dari silinder kaca kecil dengan kawat pijar yang dipasang pada metal cap di masing-masing ujung (Gambar 72d). dan seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 72a di atas. Beberapa lampu bohlam memiliki dua kawat pijar. Kawat-kawat kecil pada bagian dasar penutup kaca digunakan sebagai kontak. sedangkan yang lainnya tidak memiliki metal cap dan dipasang dengan didorong langsung ke dalam bulb socket (Gambar 72f). Sealed beam untuk lampu depan ganda. Sejumlah lampu bohlam panel memiliki bayonet fitting jenis miniatur. Hal ini memiliki keuntungan dimana uap air sama sekali tidak dapat masuk yang apabila masuk dapat merusak permukaan yang memantul.Sealed beam berukuran lebih besar untuk lampu depan tunggal Sealed beam digunakan untuk lampu depan dan memiliki reflector. . quartz halogen d. pin di dalam cap sering dibuat serong agar kawat pijar dapat dipasang dalam posisi yang benar. lampu pelat nomor dan aplikasi-aplikasi serupa.

Dalam lampu bohlam biasa. Candlepower (CP) lampu bohlam Ini adalah ukuran penerangan sebuah lampu bohlam. daya listrik sebuah lampu bohlam diketahui dengan mengalikan volt dan amper. tetapi sekarang telah digantikan dengan lampu bohlam sealed beam dan halogen. Lampu bohlam dengan watt yang lebih tinggi akan menyala lebih terang dan beroperasi pada temperatur yang lebih tinggi. Temperatur yang lebih tinggi juga memberikan cahaya yang lebih terang. Oleh karena itu. Satu watt sama dengan 1 volt x 1 amper. Pengaturannya diperlihatkan dalam Gambar 74. Temperatur yang lebih tinggi diperlukan untuk proses ini. Misalnya. Harus berhati-hati ketika memasang lampu bohlam halogen kwarsa. Penguapan juga mengurangi ukuran kawat pijar yang pada akhirnya tidak dapat lagi mengalirkan arus dan dengan demikian terbakar. yang diisi dengan tambahan gas halogen khusus (Gambar 72c). digunakan kwarsa atau penutup kaca keras. Oleh karena itu. Jumlah watt pada lampu bohlam biasanya tertera di bagian logam dari lampu bohlam tersebut.5 amper dari sistem. bagian-bagian kecil dari kawat pijar menguap saat digunakan dan uap ini mengendap pada penutup kaca sebagai lapisan hitam tipis. Misalnya. lampu instrumen dapat dispesifikasikan sebagai lampu bohlam 2 CP. Lampu bohlam quartz halogen Lampu bohlam ini digunakan untuk lampu depan dan lampu mengemudi. lampu bohlam 42 watt yang beroperasi dalam sistem 12 volt akan menarik arus 3. Demikian pula. Jumlah watt sebuah lampu bohlam lampu depan yang rendah memiliki kira-kira 50 hingga 55 watt. dalam lampu bohlam halogen. Uap air dari tangan atau jari-jari yang bercampur dengan temperatur operasi yang tinggi membuat kwarsa atau penutup kaca keras cenderung mengalami keretakan. Ukuran ini kadang-kadang digunakan untuk lampu-lampu bohlam berukuran kecil. Lampu jenis ini memiliki kwarsa kecil atau penutup kaca keras. jumlah watt sebuah lampu bohlam melambangkan daya listrik dari lampu bohlam tersebut. Akan tetapi.Lampu bohlam prefocus Gambar 74 – Lampu depan semi-sealed beam menggunakan lampu bohlam prefocus Jenis lampu bohlam ini digunakan dengan lampu depan jenis semi-sealed. gas halogen mengendapkan material kawat pijar yang menguap kembali ke kawat pijar lampu bohlam dan meningkatkan daya pakai lampu bohlam. dan oleh karena itu. Jumlah watt pada lampu bohlam Daya listrik diukur dengan watt. . sebuah lampu bohlam yang memiliki tegangan 12 volt yang menarik arus 3 amper dari baterai maka lampu bohlam ini memiliki daya 36 watt.

Umumnya. yaitu:     Operasi magnetik Operasi thermal Operasi elektronik Operasi mekanis Instrumen-instrumen dengan operasi magnetik Dalam instrumen yang dioperasikan secara magnetik. Bunyi buzzer atau suara musik digunakan untuk menarik perhatian pengemudi apabila pintu terbuka sedikit atau lampu depan dalam keadaan menyala.2. dan unit pengirim jarak jauh (remote sender unit) di sejumlah bagian lainnya dalam kendaraan. yang beroperasi berdasarkan dampak pemanasan suatu arus listrik. Selain peralatan visual. Ammeter dan voltmeter adalah unit dash. indikator adalah lampu yang memperlihatkan apakah suatu unit beroperasi atau tidak. sementara lampu indikator memberikan informasi dengan menggunakan lampu yang berada dalam posisi menyala (On) atau mati (Off). beberapa kendaraan memiliki sistem peringatan suara. terdiri dari dua bagian: unit dash yang dipasang di dalam panel instrumen. misalnya alat pengukur bahan bakar dan alat pengukur temperatur. Alat pengukur thermal juga disebut sebagai alat pengukur jenis bimetal karena alat pengukur ini beroperasi melalui pemanasan keping bimetal yang menggerakkan pointer. sementara lampu peringatan digunakan untuk memperlihatkan kepada pengemudi bahwa terdapat suatu masalah. Contoh alat pengukur ini adalah:     Alat pengukur temperatur magnetik Alat pengukur tekanan oli magnetik Voltmeter Ammeter Instrumen dengan Operasi Thermal Banyak alat pengukur otomotif dari jenis thermal (panas). tetapi banyak alat pengukur. Sender unit sama dengan yang digunakan pada instrumeninstrumen yang dioperasikan dengan magnetik. sepanjang yang menyangkut operasi dasar. kecepatan dll. Beberapa indikator disebut juga sebagai lampu peringatan. Prinsip ini digunakan untuk alat pengukur bahan bakar dan alat pengukur temperatur. dampak magnetik suatu arus listrik melalui konduktor atau coil digunakan untuk mengoperasikan pointer pada suatu skala. Instrumen. Contohnya adalah:     Alat pengukur bahan bakar thermal Alat pengukur temperatur thermal Alat pengatur voltase konstan Alat pengukur temperatur Instrumen Elektronik Digital . Alat pengukur thermal memiliki dash unit dan sender unit. Ada sejumlah jenis instrumen dan alat pengukur yang berbeda. tetapi terdapat sedikit sekali perbedaan di antara lampu indikator dan lampu peringatan karena keduanya memiliki fungsi yang serupa. yang beberapa di antaranya disebut sebagai alat pengukur (gauge) digunakan untuk memberikan bacaan yang sesungguhnya misalnya besar tekanan.11 INSTRUMEN Ada sejumlah instrumen dan indikator yang digunakan dalam kendaraan otomotif.

lampu indikator transmission overdrive dan lampu indikator melelehkan salju pada jendela belakang adalah contoh-contoh lainnya. odometer dan trip meter. keduanya memiliki fungsi yang serupa. Dalam sejumlah kasus. Sensor memberikan input pada mikroprosesor. Dalam beberapa kasus. lampu indikator hanya merupakan lampu kecil yang ditambahkan pada suatu rangkaian (circuit). lampu peringatan dapat dianggap sebagai lampu indikator. misalnya. alat pengukur temperatur dan sejumlah indikator dan lampu peringatan. meskipun untuk penggunaan otomotif. Bourdon tube gauge adalah alat pengukur tekanan yang dapat digunakan sebagai alat pengukur tekanan oli atau alat pengukur tekanan udara. Tampilan instrumen seluruhnya dalam bentuk elektronik. Panel memiliki alat pengukur bahan bakar.Gambar 75 Suatu panel instrumen dengan instrumen elektronik digital diilustrasikan dalam Gambar 75. Dalam hal ini tidak diperlukan switch tambahan karena lampu indikator menyala setiap kali rangkaian tertentu beroperasi. Lampu indikator flasher. Beberapa dari lampu ini biasanya dalam keadaan „off‟ dan menyala ketika terdapat kondisi-kondisi tertentu. . Choke dan rem parkir memiliki switch yang berada dalam posisi „on‟ ketika kontrol tertentu dioperasikan. Lampu indikator high-beam. Lampu Indikator dan Lampu Peringatan Meskipun terdapat perbedaan yang jelas antara lampu indikator dan lampu peringatan. yang kemudian memberikan output yang benar untuk mengoperasikan instrumen. Alat Pengukur Mekanis Gambar 76 Beberapa alat pengukur dioperasikan dengan cara mekanis. alat pengukur jenis ini umumnya sudah digantikan oleh jenis-jenis alat pengukur lainnya. diode tachometer yang memancarkan sinar. digital speedometer. Alat pengukur untuk air receiver dan peralatan bengkel lainnya biasanya dari jenis ini. Beberapa yang lainnya biasanya dalam keadaan „on‟ dan dimatikan ketika terdapat kondisi yang berubah. Sejumlah lampu peringatan dioperasikan sesuai dengan switch-nya masing-masing. Tindakan ini menyalakan lampu peringatan yang tetap dalam posisi menyala („on‟) sampai kontrol tersebut dikembalikan pada posisi normal dan switch dimatikan. menyala setiap kali lampu depan dinyalakan dalam posisi high beam. dengan fungsi-fungsi penanganan mikroprosesor (komputer) untuk tampilannya. dan begitu pula sebaliknya.

0 KOMPONEN-KOMPONEN DASAR RANGKAIAN Gambar 77 .TOPIK 3 RANGKAIAN LISTRIK 3.

Karena kebanyakan rangkaian listrik dalam mesin-mesin bergerak menggunakan sumber listrik berdaya 12 atau 24 Volt. „Aliran‟ arus melaksanakan tugasnya. Aturan-aturan Umum Hukum Ohm Pada tahun 1827 George Simon Ohm menetapkan dasar pemikiran matematika mengenai listrik.Rangkaian (circuit) adalah jalur bagi arus listrik. Apabila terjadi pemutusan di suatu tempat di dalam rangkaian maka arus listrik tidak dapat mengalir. Setiap rangkaian listrik harus memiliki komponen-komponen berikut: Sumber power     Alat pelindung (sekering atau pemutus arus) Beban misalnya lampu Perangkat pengontrol (switch) Konduktor Komponen-komponen ini dihubungkan bersama dengan konduktor untuk membentuk suatu rangkaian listrik yang lengkap. Aturan-aturan yang diperlukan untuk memahami. arus turun Asumsikan bahwa tegangan tidak berubah: Jika resistansi meningkat. arus dan resistansi di dalam suatu rangkaian. dan resistansi adalah yang menentang aliran arus. Hukum Ohm menyatakan bahwa: “Aliran arus di dalam suatu rangkaian berbanding langsung dengan tegangan rangkaian dan berbanding terbalik dengan resistansi rangkaian”. aturanaturan umum berikut berlaku: Asumsikan bahwa resistansi tidak berubah:     Jika tegangan meningkat. Arus mengalir dari satu ujung rangkaian ke ujung rangkaian lainnya ketika ujung-ujung tersebut dihubungkan ke muatan positif dan negatif (rangkaian tertutup). Ujung-ujung ini disebut “power” dan “ground”. Tegangan adalah „tekanan‟ yang menggerakkan arus. Hukum Ohm adalah hukum dasar mengenai listrik yang menghubungkan kuantitas voltase atau tegangan. arus naik Jika tegangan menurun. . arus naik Rumus Hukum Ohm Hukum Ohm dinyatakan sebagai rumus aljabar dimana: “E” singkatan dari gaya elektromotif (Volt) “I” singkat dari intensitas (Amper) “R” singkatan dari resistansi (Ohm). Dari persamaan Hukum Ohm. Ini berarti bahwa jumlah aliran arus di dalam suatu rangkaian bergantung pada berapa banyak tegangan dan resistansi yang ada di dalam rangkaian. maka resistansi di dalam rangkaian menentukan arusnya. memprediksi dan menghitung perilaku rangkaian listrik dikelompokkan berdasarkan hukum yang berjudul “Hukum Ohm”. arus turun Jika resistansi menurun.

Tegangan Tidak Diketahui Gambar 80 Menghitung voltase yang tidak diketahui Dalam rangkaian ini. Aliran arus melalui rangkaian adalah 6 Amper. maka bagian ketiga dapat dihitung.Gambar 78 Apabila dua bagian dari Rumus Hukum Ohm diketahui. Misalnya:    Untuk mengetahui voltase atau tegangan. nilai tegangan sumber tidak diketahui. maka rumus untuk menghitung . bagi tegangan dengan resistansi (I = E  R) Untuk mengetahui resistansi. Karena tegangan tidak diketahui. Resistansi beban adalah 2 Ohm. bagi tegangan dengan arus (R = E  I). Huruf-huruf lainnya memberikan rumus untuk mengetahui kuantitas yang tidak diketahui. Untuk menggunakan lingkaran rumus tutuplah huruf yang tidak diketahui. Lingkaran Rumus Hukum Ohm Gambar 79 Lingkaran Rumus Pemecahan Hukum Ohm Lingkaran rumus Hukum Ohm adalah cara mudah untuk mengingat cara menghitung bagian mana pun dari rumus. kalikan arus dengan resistansi (E = I x R) Untuk mengetahui arus.

tegangan adalah arus dikalikan dengan resistansi. Oleh karena itu. Oleh karena itu. unit atau ungkapan untuk menguraikan apa yang dimaksud dengan angka tersebut selalu tersedia. Resistansi beban adalah 2 Ohm dan tegangan sumber adalah 12 Volt. kalikan 6 Amper dengan 2 Ohm maka akan didapat 12 Volt. resistansinya di dalam rangkaian adalah 2 Ohm. Arus Tidak Diketahui Gambar 82 Menghitung arus yang tidak diketahui Dalam rangkaian ini arus tidak diketahui. 3. Oleh karena itu. 12 Volt dibagi dengan 2 Ohm adalah 6 Amper. Aliran arus melalui rangkaian adalah 6 Amper dan voltase sumber adalah 12 Volt. yaitu 12 Volt dibagi 6 Amper sama dengan 2 Ohm. .1 METRIC PREFIX Ketika mengukur sesuatu. Jadi. Rumus untuk menghitung arus adalah tegangan dibagi dengan resistansi. Angka-angka digunakan untuk menyatakan hasil dari perhitungan-perhitungan sederhana. Rumus untuk menghitung resistansi adalah tegangan dibagi dengan arus. Resistansi Tidak Diketahui Gambar 81 – Menghitung resistansi yang tidak diketahui Dalam rangkaian ini. aliran arus dalam rangkaian ini adalah 6 Amper. Selain menggunakan angka. voltase sumber dalam rangkaian ini adalah 12 Volt. angka untuk menyatakan ukuran atau kuantitas item yang sedang diukur dapat diketahui. nilai resistansi tidak diketahui. Jadi.

000036A Mega Mega artinya satu juta dan disingkat dengan huruf besar “M”.5 kilo volt). Tabel 5 – Metric Prefix Prefix mega kilo mili mikro Simbol M k m  Pangkat dari 10 6 10 3 10 -3 10 -6 10 Unit-unit sistem metrik terdiri dari sistem pengukuran yang diakui internasional di seluruh dunia.4 V Contoh: 36  1. Satu Mega ohm sama dengan satu juta Ohm. 3.000 =.000. Mili (per ribuan) dan Mikro (per juta) (Tabel 5). Prefix yang paling lazim dalam pengkajian teori listrik dasar adalah Mega (jutaan). Volt. Sistem ini disebut Sistem Unit Internasional (SI). (1.000 =. Ohm dan Amper adalah unit-unit dasar primer yang digunakan dalam aplikasi-aplikasi listrik.000.000.000 Contoh: 8MΩ x 1. Nama adalah awalan dan ditempatkan pada awal unit dasar.000 = 8. pindahkan titik desimal enam tempat ke kanan.000 Ohm.5 x 1000 = 1500 Awalan k (untuk kilo) sama dengan 1000.Unit Dasar Unit dasar adalah unit standar. Prefix Angka-angka dasar dikalikan atau dibagi dengan faktor 10.000 – 16. Tabel 6 –Prefix yang biasanya digunakan dalam dunia kelistrikan mega kilo Mili Mikro ___M x 1. bergantung pada apakah yang diperlukan adalah angka yang lebih besar atau lebih kecil. Untuk mengubah nilai apa pun dari Mega ohm ke Ohm. sehingga pernyataan untuk 1500 Volt dinyatakan sebagai 1.5 kV.500. Misalnya.000 ___m  1. yaitu unit tanpa awalan (prefix). Dalam sistem metrik hanya ada beberapa unit dasar yang digunakan untuk pengukuran listrik.000.000Ω Contoh: 16kV x 1. Kilo (ribuan).5 Mega ohm akan menjadi 3. Misalnya: Tegangan listrik 1500 Volt akan dinyatakan dalam pangkat 10 yaitu: 1.000 ___  1.5 x 103 atau 1. sehingga penggunaan metrix prefix bermanfaat.000V Cointoh: 400mV  1. Dalam aplikasi-aplikasi listrik dan elektronik kita bekerja dalam jumlah dalam kuantitas yang sangat besar atau sangat kecil.000 ___k x 1. Awalan (prefix) ditambahkan pada unit dasar untuk mengubah unit pengukuran. Kilo .000.

Pemakaian daya dinyatakan dalam watt. 355 mikroamper adalah 0. Dalam suatu rangkaian. 3. tegangan dikalikan dengan arus digunakan untuk mengetahui beberapa banyak daya yang dipakai. Dengan mengalikan 10 dengan 240 maka akan diketahui bahwa daya yang digunakan oleh hair dryer adalah kira-kira 2400 watt atau 2. sejumlah motor dan kebanyakan peralatan rumah tangga. Akan tetapi. bukan berapa banyak daya listrik yang dihasilkannya. coil dan motor. Hubungan antara daya. Dalam suatu engine. 0. Rumus dasar untuk daya (power) adalah: Daya = Arus x tegangan (P = I x V) Watt = Amper x Volt (W = A x V) Dalam setiap rangkaian. voltase dan arus ditentukan oleh Rumus Daya.3 TEORI RANGKAIAN DASAR Ada tiga jenis dasar rangkaian dan hukum yang berlaku bagi masing-masing dari jenis rangkaian akan diulas:  Rangkaian Seri  Rangkaian Paralel  Rangkaian Seri-Paralel Rangkaian Seri / Series Circuit . Misalnya. Misalnya.000 Ohm. Satu Watt sama dengan satu Amper dikalikan dengan satu Volt.000355 Amper.2 DAYA / POWER Daya adalah ukuran tingkat energi yang dihasilkan atau digunakan dan daya adalah cara lain untuk mengukur rangkaian listrik. pindahkan titik desimal enam tempat ke kiri. Mili Mili artinya seper seribu dan disingkat dengan huruf kecil “m”. Untuk mengubah nilai apa pun dari miliamper ke Amper. Mikro Mikro artinya seper sejuta dan disingkat dengan simbol “”. Misalnya 0. insulator. Satu kilo ohm sama dengan 1. Untuk mengubah nilai apa pun dari mikroamper ke Amper. Dalam peralatan listrik. dayanya meningkat. Banyak peralatan listrik diklasifikasikan berdasarkan berapa banyak daya listrik yang digunakan. Mungkin pemakaian Watt yang paling lazim adalah pada lampu bohlam. Daya adalah produk arus dikalikan dengan tegangan.Kilo artinya seribu dan disingkat dengan huruf kecil “k”. resistor. Misalnya. 3.000355 Amper.657 kilo-ohm menjadi 657 Ohm. Apabila arus turun.4 kW. resistansi adalah yang menggunakan daya listrik. sebuah hair dryer dapat menarik arus hampir 10 Amper. 746 Watt = 1 tenaga kuda (horsepower) Unit pengukuran untuk daya adalah Watt. Untuk mengubah nilai apa pun dari kilo-ohm ke Ohm. Dalam rangkaian listrik. Lampu bohlam diklasifikasikan berdasarkan jumlah watt yang digunakan. Contoh lain dari peralatan yang memiliki pemakaian watt adalah speaker. pindahkan titik desimal tiga tempat ke kanan. apabila voltase atau arus meningkat. pindahkan titik desimal tiga tempat ke kiri. Satu mili amper adalah seper seribu amper. daya turun.355 miliamper akan menjadi 0. daya adalah ukuran tingkat dimana energi listrik diubah menjadi panas oleh elemen-elemen resistive yang ada di dalam konduktor. Rumus daya sama dengan rumus Hukum Ohm. tingkat output tenaga kuda (output horsepower rating) adalah ukuran dari kemampuannya untuk melakukan pekerjaan mekanis. Satu mikroamper adalah sama dengan seper sejuta amper. Voltase normal yang terdapat di dalam rumah tangga adalah kira-kira 240 Volt. ingatlah bahwa banyak jenis peralatan memiliki resistansi seperti misalnya konduktor.

Dalam rangkaian seri. Karena dua dari nilai-nilai rangkaian diberikan. Langkah pertama adalah menentukan total resistansi rangkaian. maka satu-satunya nilai yang masih tersisa untuk dihitung adalah aliran arus. termasuk sumber daya 24 Volt. apabila hukum dasar rangkaian seri diaplikasikan. Dalam rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 83. nilai arus adalah sama Total resistansi rangkaian adalah sama dengan jumlah seluruh resistansi individual dan disebut resistansi ekuivalen Penurunan tegangan di semua beban rangkaian adalah sama dengan tegangan sumber yang digunakan. Aturan-aturan berikut berlaku bagi semua rangkaian seri: Pada titik apa pun di dalam rangkaian. masing-masing peralatan listrik dihubungkan ke peralatan listrik lainnya sedemikian rupa sehingga hanya ada satu jalur untuk mengalirkan arus. Total arus rangkaian dihitung dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm dan dengan menulis rumus berikut: I=ER I = 24V / 12Ω = 2 Amper .Gambar 83 Rangkaian Seri Rangkaian seri adalah jenis rangkaian yang paling sederhana. arus mengalir dari baterai (+) melalui sebuah sekering (alat pelindung) dan switch (perangkat pengontrol) ke lampu (beban) dan kemudian kembali ke frame ground. Cara mudah untuk menyatakan aturan yang berlaku pada rangkaian seri ini adalah :    Tegangan total adalah JUMLAH dari semua penurunan tegangan Resistansi total adalah JUMLAH dari semua resistansi masing-masing Arus total adalah SAMA pada suatu titik tertentu dalam rangkaian. menghitung nilai yang tidak diketahui adalah mudah. Mengaplikasikan Aturan-aturan Ini / Applying the Rules Gambar 84 Rangkaian Seri Rangkaian dalam Gambar 84 terdiri dari berbagai peralatan dan komponen. Semua peralatan dan komponen rangkaian dihubungkan dalam seri. Rumus berikut digunakan untuk mengetahui total resistansi: Rt = R1 + R2 + R3 Rt = 3Ω + 3Ω + 6Ω = 12 Ohm Karena tegangan untuk sumber daya yang diberikan adalah 24 Volt dan resistansi rangkaian telah dihitung dengan hasil 12Ω.

Salah satu aturan untuk rangkaian seri menyatakan bahwa arus SAMA pada suatu titik tertentu. Total arus di dalam rangkaian sama dengan jumlah arus dalam cabang. Penurunan tegangan tersebut adalah: E1 = 2A x 3Ω = 6V E2 = 2A x 3Ω = 6V E3 = 2A x 6Ω = 12V Semua nilai rangkaian sekarang sudah dihitung. Dengan menggunakan rumus E = I x R untuk setiap resistor maka akan diketahui penurunan tegangan di masing-masing beban. Cara mudah untuk menyatakan aturan-aturan paralel adalah:    Tegangan untuk semua cabang adalah SAMA Arus adalah JUMLAH dari arus masing-masing cabang Resistansi ekivalen adalah selalu LEBIH KECIL daripada resistansi terkecil di masing-masing cabang. Setiap jalur arus disebut cabang (branch). Karena semua cabang dihubungkan pada terminal positif dan negatif yang sama. Total resistansi selalu lebih sedikit daripada resistansi terkecil di dalam cabang mana pun. bergantung pada resistansinya. terlepas berapa pun resistansi yang terdapat di dalam cabang. Rangkaian Paralel / Parallel Circuit Gambar 85 Rangkaian Paralel Rangkaian paralel adalah lebih rumit daripada rangkaian seri karena terdapat lebih dari satu jalur untuk mengalirkan arus.Langkah selanjutnya adalah memasukkan nilai untuk aliran arus ke dalam beban resistive. maka semua jalur ini memiliki tegangan yang sama dan masing-masing cabang mengalami penurunan tegangan dalam jumlah yang sama. dan kemudian terbagi menjadi dua cabang. Menerapkan Aturan-aturan / Applying the Rules Gambar 86 Rangkaian . Aturan-aturan berikut berlaku untuk rangkaian paralel:    Voltase di masing-masing cabang paralel adalah sama Total arus di masing-masing cabang adalah sama Total resistansi ekivalen sama dengan tegangan sumber dibagi dengan total arus. masing-masing memiliki satu lampu. dan SELALU lebih sedikit dibandingkan dengan resistansi terkecil di dalam satu cabang. Masing-masing cabang dihubungkan ke frame ground. periksalah masing-masing jawaban. Dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm. Dalam rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 85. arus mengalir dari baterai melalui sekering dan switch. Aliran arus di dalam masing-masing cabang bisa jadi berbeda.

Sebelum menerapkan hukum-hukum dasar rangkaian paralel perlu untuk terlebih dahulu mengetahui resistansi ekivalen guna mengganti kedua cabang paralel 4 Ohm. 1/Rt = 1/R1 + 1/R2 = ¼ +¼ = 0. Menghitung Aliran Arus dalam Rangkaian Paralel / Solving Current Flow Gambar 87 Rangkaian Paralel Rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 87 adalah contoh rangkaian arus searah (DC) dengan tiga cabang paralel dan sebuah ammeter yang dihubungkan secara seri pada cabang-cabang paralel (semua aliran arus di dalam rangkaian harus melewati ammeter). dimana: I =ER I1 = E1  R1 = 24  4 = 6 Amper I2 = E2  R2 = 24 + 4 = 6 Amper I3 = E3  R3 = 24  4 = 6 Amper Karena aliran arus di dalam cabang-cabang paralel adalah JUMLAH semua arus di cabang. . Langkah pertama dalam mengembangkan rangkaian ekivalen adalah dengan mengaplikasikan aturanaturan dasar untuk mengetahui total resistansi kedua cabang paralel. Dengan voltase sumber diketahui 24 Volt dan total arus yang dihitung adalah 18 Amper maka total resistansi rangkaian setelah dihitung adalah 1 Ohm. (Rt = E t  I t). Oleh karena itu. Rangkaian di atas memiliki dua cabang paralel. Resistansi di setiap lampu diberikan bersama dengan nilai tegangan sumbernya. aliran arus di masing-masing cabang adalah sama karena nilai-nilai resistansi sama. total resistansi adalah kurang dari 4Ω.25 + 0. Dengan daya 24 Volt diaplikasikan pada masing-masing cabang. maka aliran arus masing-masing dapat dihitung dengan menggunakan Hukum Ohm.5 Rt = 1  0. salah satu aturan untuk rangkaian paralel menyatakan bahwa tegangan di semua cabang paralel adalah SAMA.25 = 0. masing-masing dengan lampu yang memiliki resistansi 4Ω. Rumus I = E/R digunakan untuk menghitung arus di masing-masing cabang yaitu 6 Amper.5 = 2 Ohm Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya. Dalam kasus khusus ini. Rumus berikut digunakan untuk menghitung total resistansi. termasuk sumber tegangan 24 Volt. Ingat bahwa total resistansi gabungan cabang adalah lebih kecil daripada resistansi terkecil dari masing-masing cabang. maka rumus untuk total arus adalah It = I1 + I2 + I3 = 6 + 6 + 6 = 18 Amper.Rangkaian dalam Gambar 86 terdiri dari berbagai peralatan dan komponen. Dengan mengaplikasikan aturan-aturan dasar untuk rangkaian paralel (tegangan di semua cabang SAMA) maka nilai arus yang tidak diketahui di masing-masing cabang dapat dihitung dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm.

Semua aturan yang dibahas sebelumnya mengenai rangkaian seri dan paralel berlaku ketika mencari nilai-nilai rangkaian yang tidak diketahui. atau Menerapkan Aturan-aturan / Applying the Rules . Gunakan Hukum Ohm untuk menghitung nilai-nilai lainnya. Periksalah rangkaian dengan cermat dan kemudian tentukan jalur atau jalur-jalur yang dapat dialiri arus melalui rangkaian sebelum kembali ke sumber. Kembali ke rangkaian asli dan masukkan nilai-nilai yang sudah diketahui. Menghitung Soal Seri-Paralel 2 R1 R2 6 R3 3 12V Gambar 89 Rangkaian Seri-Paralel Rangkaian seri-paralel yang diperlihatkan dalam Gambar 89 memperlihatkan resistor 2Ω dalam seri dengan sebuah cabang paralel yang terdiri dari resistor 6Ω dan resistor 3Ω. Untuk menghitung soal ini Anda perlu menentukan resistansi ekuivalen untuk cabang paralel. pada dasarnya rangkaian ini dapat dihitung dengan mudah dengan menggunakan metode yang logis. Rangkaian seri-paralel (ekuivalen) yang digambar ulang dengan benar akan terdiri hanya SATU resistor seri pada ujungnya. Meskipun beberapa rangkaian seri-paralel tampak sangat rumit. Dengan menggunakan rumus berikut. hitunglah resistansi ekuivalen (Re) paralel. Gantilah kombinasi-kombinasi resistor seri-dan paralel langkah demi langkah. Gambarlah kembali rangkaian rumit untuk disederhanakan tampilannya. Gunakan aturan-aturan seri sederhana untuk menghitung nilai-nilai yang tidak diketahui. Tip-tip berikut akan membuat perhitungan rangkaian seri-paralel tidak terlalu rumit. mulailah pada titik terjauh dari sumber tegangan.Rangkaian Seri-Paralel / Series – Parallel Circuits Gambar 88 Rangkaian Seri-Paralel Rangkaian seri-paralel yang diperlihatkan dalam Gambar 88 terdiri dari satu bagian seri dan satu bagian paralel. Ketika menyederhanakan rangkaian seri-paralel.

Dengan menggunakan Hukum Ohm untuk cabang paralel maka diketahui bahwa 1 Amper mengalir melalui R2. Maka sekarang kita bisa menghitung turunnya voltase pada R1 dengan menggunakan rumus E = I x R = 3A x 2Ω = 6 Volt Apabila resistor R1 menggunakan 6 Volt. Sekali lagi dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm. Metode-metode Lain dan Tip-tip untuk Menghitung Rangkaian Seri-Paralel yang Rumit .Gambar 90 Rangkaian Seri-paralel Gambarlah kembali Gambar 90 dengan menyisipkan resistansi ekuivalen untuk cabang paralel. total resistansi rangkaian sekarang dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Nilai sisanya yang belum diketahui adalah arus. Kemudian hitunglah total rangkaian dengan menggunakan aturan-aturan Hukum Ohm sederhana untuk rangkaian seri. Dengan menggunakan aturan-aturan untuk rangkaian seri. maka voltase sumber sisanya (6V) diaplikasikan pada kedua cabang paralel. arus listrik dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Lihat rangkaian seri-paralel awal dan tempatkan nilai-nilai yang sudah diketahui. 6V 3A 2Ω R1 R2 6V 1A R3 6Ω 6V 2A 3Ω 12V Gambar 91 Rangkaian Perhitungan rangkaian menunjukkan bahwa total aliran arus dalam rangkaian adalah 3 Amper. dan 2 Amper mengalir melalui R3 sebelum bergabung menjadi total arus rangkaian 3 Amper yang kembali ke bagian negatif dari sumber power (Gambar 91). Karena semua aliran arus yang meninggalkan sumber harus kembali kita mengetahui bahwa 3 Amper harus mengalir melalui R1.

Di TP1 arus dibagi di antara dua cabang paralel dan kemudian digabungkan kembali di TP2 sebelum mengalir melalui resistor seri R3 dan kembali ke ground. Semua arus yang meninggalkan sumber tersedia di TP1 (test point 1). Langkah 1: Gambar 93 – Langkah 1 Telusurilah aliran arus baterai dari bagian (+) ke baterai bagian (-). Langkah 3: . maka metode jumlah atas produk (product over sum method) adalah rumus yang paling mudah. Langkah 2: P Gambar 94 – Langkah 2 Dengan menggunakan Hukum Ohm hitunglah resistansi ekuivalen untuk cabang paralel. langkah selanjutnya adalah menggambar rangkaian serupa untuk cabang-cabang paralel. dengan memeriksa jalur secara seksama untuk aliran arus dan kemudian menggambar kembali rangkaian dapat dengan mudah memecahkan rangkaian-rangkaian yang rumit. Sekarang jalur aliran arus telah diidentifikasi.Gambar 92 Rangkaian Seri-Paralel yang Rumit Sebagaimana dinyatakan sebelumnya. yaitu: 1 1 1 R1 * R2 atau (disebut product over sum method) Re    Re R1 R2 R1  R2 Jika rangkaian hanya memiliki dua cabang. dengan menggambar rangkaian yang sama (equivalent circuit) dan mengurangi rangkaian hingga menjadi bentuk yang paling sederhana (rangkaian seri) maka akan menghasilkan informasi yang diperlukan untuk disejajarkan dengan rangkaian asli. Ada dua metode (rumus) yang tersedia untuk menghitung resistansi cabang paralel. Terlepas betapapun terlihat rumit suatu rangkaian.

0 SCHEMATIC . Rangkaian sekarang memiliki dua resistor dalam seri. TOPIK 4 ELECTRICAL SCHEMATIC 4.Gambar 95 – Langkah 3 Gambarlah kembali rangkaian dengan mengganti nilai Re untuk melambangkan resistansi ekuivalen. yang diperlihatkan sebagai Re dan R3. Selanjutnya sederhanakan rangkaian dengan menggabungkan Re dan R3 sebagai resistansi tunggal yang disebut Rt.

Suatu metode langkah demi langkah yang logis dalam menggunakan diagram-diagram skematik untuk troubleshooting dimulai dengan pemahaman teknisi tentang sistem yang lengkap.Gambar 96 Skematik pada dasarnya adalah gambar-gambar garis yang menjelaskan bagiamana suatu sistem berfungsi dengan menggunakan simbol-simbol dan garis-garis penghubung. Simbol-simbol skematik digunakan secara luas dalam terbitan-terbitan Caterpilar untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang berhubungan dengan listrik. Skematik digunakan oleh para teknisi untuk mengetahui bagaimana suatu sistem berfungsi dan untuk membantu dalam memperbaiki sistem yang telah mengalami kegagalan fungsi. Beberapa fitur di depan skematik adalah:        Kode-kode warna untuk mengidentifikasi rangkaian Kode-kode singkatan warna Keterangan simbol Informasi mengenai wiring harness Catatan dan kondisi-kondisi skematik Grid design untuk lokasi komponen Nomor-nomor part komponen Garis-garis “berwarna” melambangkan rangkaian alat. Gunakan kode identifikasi warna yang terletak di skematik untuk mengetahui rangkaian. Fitur-fitur Skematik Skematik listrik Caterpillar memiliki informasi yang sangat berharga. Teknisi harus sangat terampil dalam membaca dan menginterpretasikan semua informasi yang terkandung di bagian-bagian skematik. Simbol-simbol skematik memberikan banyak sekali informasi dalam ruang yang kecil dan pembacaan simbol-simbol skematik memerlukan keterampilan dan latihan yang sangat tinggi. Informasi tersebut dicetak pada bagian depan dan belakang skematik. Simbol-simbol digunakan untuk melambangkan peralatan atau komponen-komponen baik dalam sistem listrik dan elektronik yang sederhana maupun rumit. .

nomor label kabel (169).Garis-garis tebal “ganda” adalah untuk mengidentifikasi rangkaian dan komponen-komponen yang terletak di pos operator. komponen dan simbol sambungan. kawat. Label mencakup identifikasi rangkaian. Format baru tersebut disebut PRO/E dan memberikan informasi tambahan untuk kawat. CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh dari sistem identifikasi yang baru. kabel atau komponen. Gambar 97 memperlihatkan format identifikasi kabel yang baru. Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. kode warna (PK) dan ukuran kabel (18). connector. Machine Electrical Schematic dengan Format Baru Format Lama Format Baru Gambar 97 Sejumlah mesin Caterpillar menggunakan format baru untuk skematik sistem listrik. kode identifikasi harness (H). nomor kabel dalam harness (5). Connector Format Lama Format Baru . Garis (hitam tipis) digunakan untuk mengidentifikasi alat. CATATAN: Lihat keterangan simbol pada skematika.

Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. mengidentifikasi nomor connector dalam harness (7). Skematik yang digambar dalam format PRO/E berisikan huruf identifikasi harness (H). mengidentifikasi assembly sebagai connector (C). Format PRO/E untuk sambungan-sambungan (splice) menggunakan dua titik penghubung untuk menunjukkan di bagian mana kabel keluar. dan mencantumkan part number connector (3E3382). CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi yang baru. CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi yang baru. kode pemberian seri (P-12) dimana “P” adalah singkatan dari “part” dan “1” melambangkan posisi harness (bagian nomor “12” dalam harness “H”. Komponen-komponen Format Lama Format Baru Gambar 99 Gambar 99 menunjukkan metode pemberian label komponen skematik yang lama dan memperlihatkan nama yang jelas dan part number komponen. dan nomor bagian komponen (113-8490). Simbol sambungan yang sebelumnya hanya menggunakan titik (filled-in dot) untuk menunjukkan sambungan.Gambar 98 Format identifikasi connector yang baru (Gambar 98) mencakup kode identifikasi harness (H). Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. .

Meskipun teknisi service dapat menggunakan analog multimeter dan mengetes lampu. Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat.0 PENGENALAN TERHADAP DIGITAL MULTIMETER Gambar 100 Digital Multimeter 9U7330 Topik ini mencakup fungsi-fungsi dasar dan pengoperasian digital mulimeter (Gambar 100).CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi yang baru. Beberapa fitur di bagian belakang skematik mencakup: Simbol-simbol dan identifikasi skematik harness dan kabel listrik Simbol-simbol dan definisi skematik listrik Bagan keterangan kabel      Buku manual service listrik terkait Bagan lokasi harness connector Spesifikasi-spesifikasi switch mesin dalam posisi “off” Lokasi-lokasi harness connector dan komponen mesin. . diidentifikasi sebagai garis bayangan hitam mesin Daftar component identifier (CID) dan konversi kode flash Bagan lokasi komponen Spesifikasi-spesifikasi resistor dan solenoid Daftar Failure Mode Identifier (FMI) TOPIK 5 DIGITAL MULTIMETER 5. digital multimeter menggunakan sistem metrik. Untuk mempermudah pekerjaan dengan angka-angka yang lebih besar. digital multimeter melaksanakan pengukuran-pengukuran yang lebih rumit pada sistem elektronik yang lebih baru.

Digital multimeter adalah alat yang sangat akurat dan digunakan untuk mencari nilai yang sangat tepat untuk besaran tegangan. Segmen-segmen tampilan memiliki pointer yang “bergulung” di seluruh segmen yang menunjukkan adanya perubahan pengukuran. maka update adalah tiga kali per detik. Ketika meter dihidupkan (ON). Tombol Tekan . debu dan uap air. semua segmen tampilan dan indikator (annunciator) tampil secara singkat selama pengetesan. kecuali ketika bacaan frekuensi dilakukan. Tampilan analog adalah pointer 32 segmen yang meng-update 40 kali per detik. Digital multimeter diberi tenaga oleh baterai alkalin 9 Volt dan dilindungi terhadap kotoran. arus atau resistansi. Gambar 101 Digital Multimeter 9U7330 Meter (Gambar 101) memiliki empat bagian utama:     Liquid-crystal-display Tombol tekan Switch dengan fungsi rotary dial Lead meter input Liquid Crystal Display Gambar 102 Liquid crystal display pada Digital Multimeter Tampilan kristal cair (LCD) pada meter (Gambar 102) menggunakan segmen-segmen tampilan dan indikator. Tampilan juga menggunakan indikator untuk menyingkat berbagai status tampilan (display mode) dan fungsi-fungsi meter. Bacaan digital ditampilkan pada tampilan 4000-count dengan indikasi muatan kutub () dan penempatan titik desimal otomatis. Tampilan meng-update empat kali per detik.

Tekan dan tahan tombol kisaran untuk kembali ke mode kisaran auto (auto range mode). Rotary Switch Gambar 104 Rotary Switch Berbagai fungsi meter dipilih dengan memutar rotary switch pada meter (Gambar 104). mili-Amper dan mikro-Amper. bagian berikutnya akan ditampilkan. Dengan menggerakkan meter sesuai dengan arah jarum jam dari tombol OFF. Topik ini akan mencakup hanya tombol kisaran (range button). Setiap kali tombol kisaran ditekan. voltase langsung (DC) dan DC millivolt. Meter Lead Input . Dengan menekan tombol kisaran maka akan menempatkan meter dalam mode kisaran manual dan menampilkan skala kisaran di bagian kanan bawah. Setiap kali rotary switch digerakkan dari posisi OFF ke penyetelan fungsi. Posisi berikutnya akan memungkinkan meter untuk memeriksa diode. Ketika tombol dihidupkan untuk pertama kali dan pengukuran dilakukan. Posisi atas digunakan untuk mengukur resistansi. ketiga posisi pertama pada rotary switch digunakan untuk mengukur voltase arus bolak balik (AC). Tombol-tombol tambahan akan dicakup kemudian dalam kursus karena tombol-tombol ini berlaku untuk jenis pengukuran yang dilakukan. Dua posisi terakhir digunakan untuk mengukur arus AC dan DC dalam Amper. meter secara otomatis memilih suatu kisaran dan menampilkan kata AUTO di bagian kiri atas.Gambar 103 Tombol tekan pada digital multimeter Tombol pada meter (Gambar 103) digunakan untuk melaksanakan fungsi-fungsi tambahan. Tombol berwarna kuning dapat digunakan untuk menerangi bagian belakang tampilan meter. semua segmen dan indikator tampilan menyala sebagai bagian dari pengetesan otomatis rutin.

Lead positif dapat diarahkan pada input-input merah mana pun. Posisi berikutnya ke kanan adalah untuk mengukur miliamper atau mikroamper.0 mA 4000 A Input Maks 1000 V 1000 V 1000 V 1000 V 600 V 600 V 600 V Tabel 7 memperlihatkan fungsi-fungsi meter. bacaan resistansi tinggi menunjukkan rangkaian terbuka atau skala yang tidak benar dipilih Dalam kisaran manual. meter lead harus ditempatkan dalam terminalterminal yang benar (Gambar 105).00 M 10. Kondisi-kondisi berikut dapat mengarah pada tampilan kelebihan beban (overload display):   Dalam kisaran auto (auto-range). OL menunjukkan bahwa nilai yang sedang diukur berada diluar batas kisaran yang dipilih. Terminal input pertama. Terminal input pada bagian kanan meter adalah untuk mengukur voltase.0 A 400.1 Bacaan Maks 1000 V 1000 V 400. bacaan resistansi tinggi menunjukkan rangkaian terbuka. Dalam kisaran manual (manual range). Apabila tidak yakin mengenai amper suatu rangkaian. Overload Display Indicator Gambar 106 Overload Display Saat melakukan pengukuran.01mV 0. tampilan OL akan terlihat (Gambar 106).0001V 0. Lead berwarna hitam atau negatif akan selalu berada dalam terminal COM.0mA 0. Input ini dipasang fuse pada 10 Amper.01 1. bacaan tampilan maksimum dan input maksimum untuk Digital Multimeter 9U7330. bacaan tampilan minimum. Mengukur Tegangan AC/DC . mulailah dengan lead berwarna merah pada meter dalam input jack 10 amper (kisaran tertinggi). COM atau terminal umum digunakan untuk sebagian besar pengukuran.Gambar 105 Multimeter Input Jack Bergantung pada pengukuran yang akan dilakukan. Perhatikan bagian dalam terminal-terminal input diberi kode warna merah atau hitam. Tidak lebih dari 400 miliamper dapat diukur ketika rotary switch berada dalam posisi ini. bacaan voltase yang melampaui kisaran dipilih.01mA 0. Input Terminal dan Batasan-batasan Tabel 7 Fungsi AC Volt DC Volt mVolt Ohm AC/DC Amp mA/A Bacaan Min 0. pada bagian paling kiri meter adalah untuk mengukur Amper.0 mV 40. resistansi dan pengetesan diode.01mV 0.

Apabila meter membaca penurunan tegangan kurang dari 12 Volt. Dengan sumber daya 12 Volt yang dihubungkan ke beban. sehingga switch harus diganti. Suatu proses yang logis adalah dengan mengukur penurunan tegangan di switch contact tertutup. Apabila terdapat bacaan tegangan pada switch ini. Tempatkan rotary switch dalam posisi AC atau DC yang diinginkan.     Tempatkan lead hitam meter pada COM input port dan lead merah meter pada Volt/OHM input port. Untuk mengukur voltase. Mengukur Penurunan Tegangan Gambar 108 Mengukur penurunan tegangan Perhatikan rangkaian dalam Gambar 108. Keakuratan multimeter 9U7330 adalah kira-kira 0. Kabel pengetesan (test lead) dihubungkan secara paralel pada beban rangkaian (circuit load). lakukan langkah-langkah berikut: Pastikan rangkaian dalam keadaan menyala (ON).Gambar 107 Digital Multimeter 9U7330 Ketika menggunakan multimeter untuk melakukan pengukuran voltase. penting untuk diingat bahwa voltmeter harus selalu dihubungkan secara paralel dengan beban atau rangkaian yang sedang dites. . maka ini menunjukkan bahwa switch contact mengalami kerusakan.01% dalam lima kisaran voltase AC/DC dengan impedansi input kira-kira 10 mv ketika dihubungkan secara paralel. meter harus membaca penurunan tegangan sama dengan tegangan sumber atau 12 Volt. ini menunjukkan bahwa resistansi yang tidak diinginkan terdapat di dalam rangkaian. Tempatkan lead hitam meter pada bagian rendah (low) atau return side komponen atau rangkaian yang sedang diukur Tempatkan lead merah meter pada bagian bertegangan tinggi (high) atau bagian positif dari komponen atau rangkaian yang sedang diukur.

selalu mulai dengan lead merah multimeter di dalam Amp input (10A fused) pada meter. multimeter Fluke 87 dirancang dengan resistansi rendah untuk mencegah agar tidak menimbulkan dampak terhadap aliran arus di dalam rangkaian. Ini berarti bahwa alat pengukur ini tidak akan meningkatkan aliran arus secara signifikan di dalam rangkaian yang sedang diukur. CATATAN: Lead harus selalu dihubungkan dalam SERI dengan beban atau rangkaian ketika mengukur aliran arus. Buffer ini dirancang untuk menangani “lonjakan” arus ketika rangkaian dihidupkan pertama kali. Pengukuran voltase harus selalu dilakukan dengan rangkaian dalam keadaan memiliki power. Digital Multimeter 9U7330 adalah ideal untuk digunakan dalam rangkaian-rangkaian yang dikontrol oleh peralatan padat seperti komponen-komponen elektronik. tetapi bisa saja mempengaruhi ketepatan pengukuran. Ketika mengukur arus. Meter ini sebetulnya bisa membaca arus sampai 20 Amper untuk jangka waktu tidak lebih dari 30 detik. penurunan voltase 0. Dalam kebanyakan aplikasi praktek. internal shunt resistor pada meter akan menghasilkan tegangan di terminal meter yang disebut “tegangan beban”. Ketika mengukur arus di dalam rangkaian. Mengukur Arus AC/DC Gambar 109 Digital Multimeter 9U7330 Ketika menggunakan multimeter untuk melakukan pengukuran arus. Ketika mengukur aliran arus. bacaan meter tidak akan sama persis dengan voltase sumber power. gunakan tombol tekan BIRU (Gambar 109).CATATAN: Dalam pengukuran yang sesungguhnya. komputer dan mikroprosesor. Meter memiliki “buffer” yang memungkinkannya untuk mengukur dengan cepat aliran arus yang lebih tinggi dari 10A.1 Volt adalah angka yang dapat diterima untuk kondisi-kondisi kabel rangkaian normal. karena kabel masing-masing akan memberikan sedikit resistansi. . Arus yang dihasilkan tegangan beban ini sangat rendah. Digital multimeter 9U7330 adalah alat pengukur dengan resistansi tinggi. meter probe harus dihubungkan secara SERI dengan beban (load) atau rangkaian yang sedang dites. Hubungkan lead merah ke dalam mA/A input hanya setelah diketahui arus berada di bawah tingkat arus maksimum pada input mA/A (400 mA). Untuk mengubah di antara pengukuran arus bolak balik (AC) dan arus searah (DC).

Mengukur Resistansi Gambar 111 Mengukur Resistansi Ketika menggunakan multimeter untuk mengukur resistansi (Gambar 111). fuse akan “membuka”. Apabila masih terdapat tegangan eksternal di seluruh komponen yang sedang dites. adalah perlu untuk mematikan daya listrik pada rangkaian dan membuang muatan semua capacitor sebelum mencoba melakukan pengukuran di dalam rangkaian.Mengukur Arus Gambar 110 Mengukur Aliran Arus Untuk mengukur arus (Gambar 110). sehingga amper rangkaian mengalir melalui meter. atau dengan “membuka” switch. Tempatkan lead dalam SERI dengan rangkaian. dianjurkan dengan “menarik” fuse. Gunakan power pada rangkaian. . lakukan langkah-langkah berikut:      Tempatkan multimeter input lead berwarna hitam di dalam COM port dan input lead merah di dalam A (Amp) port. maka mustahil untuk mendapatkan pengukuran yang akurat. CATATAN: Apabila aliran arus melampaui tingkat fuse di dalam meter. Tempatkan Rotary Switch pada posisi mA/A Bukalah rangkaian yang akan dites.

ikuti langkah-langkah berikut: Pastikan daya pada rangkaian atau komponen dimatikan (OFF). resistansi yang diperlihatkan oleh meter adalah total resistansi melalui semua kemungkinan jalur di antara dua pengetesan meter (meter probe). paralel dan seri-paralel.2 Ohm untuk pasangan test lead standar. Ada beberapa cara dimana rangkaian dapat mengalami kegagalan fungsi: . Tempatkan rotary selector di dalam posisi Ω. Meter kemudian menghitung secara internal resistansi yang menggunakan rumus Hukum Ohm R = E  I. Kegagalan fungsi pada rangkaian dapat diperlihatkan pada alat bantu pelatihan atau pada kendaraan.1 hingga 0. Agar dapat mengukur sebagian besar rangkaian atau komponen secara akurat. TOPIK 6 KEGAGALAN FUNGSI RANGKAIAN/CIRCIT FAULT 6. Untuk mengukur resistansi secara akurat. pasanglah test lead bersama dan bacalah nilai yang ditampilkan pada meter. Penting untuk diingat. Tempatkan lead meter MENYILANG pada komponen atau rangkaian yang sedang diukur.    Tempatkan lead merah di dalam jack yang berlabel Volt/Ohm dan lead hitam di dalam jack yang bertanda COM. Selain itu. maka perlu mengisolasi rangkaian atau komponen dari jalur-jalur lain. resistansi dari test lead dapat mempengaruhi keakuratan ketika meter berada pada kisaran terendahnya (400 Ohm).Digital multimeter mengukur resistansi dengan melewati arus yang sudah diketahui melalui rangkaian atau komponen dan mengukur penurunan tegangan masing-masing. CATATAN: Penting untuk diingat agar jari-jari Anda tidak menyentuh bagian-bagian ujung meter lead ketika melaksanakan pengukuran resistansi. Resistansi badan anda dapat mempengaruhi pengukuran.0 KEGAGALAN FUNGSI RANGKAIAN / CIRCUIT FAULT Topik ini menguraikan kegagalan fungsi pada rangkaian seri. Kesalahan yang diantisipasi adalah kira-kira 0. Untuk mengetahui kesalahan yang sesungguhnya. Gunakan (REL) mode pada 9U7330 untuk mengurangi secara otomatis resistansi lead dari pengukuran yang sesungguhnya.

Gambar 113 Keadaan Terbuka (open) di Kabel Utama & Cabang Paralel . Apabila tersedia voltase pada bagian beban (load side) maka perlu untuk terus memeriksa rangkaian sampai keadaan terbuka teridentifikasi. Dalam rangkaian paralel. Gambar 112 memperlihatkan switch yang berfungsi sebagai rangkaian yang terbuka. Apabila terjadi di dalam kabel utama. Rangkaian yang terbuka dapat diakibatkan oleh komponen yang mengalami kegagalan fungsi misalnya switch. maka tidak satu beban atau komponen pun yang akan berfungsi. Akibatnya. semua cabang paralel tidak akan beroperasi. mengidentifikasi keadaan terbuka bergantung pada di mana lokasi tersebut terjadi. Troubleshooting pada rangkaian yang terbuka mudah dilakukan menggunakan multimeter dengan mengukur voltase sumber. maka contact akan membuka.     Terbuka (Open) Hubung singkat (Short) Rangkaian yang Dibumikan (Ground) Resistansi tinggi (High resistance) Intermittence Terbuka (Open) Gambar 112 Rangkaian Terbuka Keadaan “terbuka” di bagian mana pun dalam suatu rangkaian dapat mengakibatkan tidak ada aliran arus di dalam rangkaian seri atau bagian dari rangkaian paralel. atau kabel putus serta connector rusak. sehingga tidak ada aliran melalui dua beban. Selain itu. keadaan terbuka di dalam jalur tanah kembali (return ground path) akan memiliki dampak yang sama seperti keadaan terbuka di dalam kabel utama. Apabila voltase sumber tersedia pada sambungan di depan switch dan tidak tersedia pada bagian switch yang bermuatan. fuse. Lokasi fisik rangkaian yang “terbuka” menentukan bagaimana rangkaian akan terbaca.

mulai dari lokasi termudah dan terus ke arah sumber voltase. jalur resistansi rendah ke tanah terjadi setiap kali switch dihidupkan dan voltase sumber tersedia. Hubung Singkat (Short) Hubung singkat di dalam suatu rangkaian adalah hubungan listrik langsung di antara dua titik. Pisahkan peralatan tersebut. Dampak hubung singkat terhadap tanah tergantung pada rancangan rangkaian dan lokasinya dalam kaitannya dengan komponen-komponen rangkaian lainnya. lepaskan alat tersebut dan lakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan bahwa alat berfungsi dengan baik. Hal ini biasanya terjadi ketika isolasi kabel rusak dan konduktor benar-benar terkena kontak dengan body mesin (machine ground). Apabila voltase tidak tersedia pada komponen. Semua beban cabang lainnya akan beroperasi secara normal. Apabila pemeriksaan visual tidak mengungkapkan adanya kondisi terbuka. biasanya disertai dengan resistansi sangat rendah terhadap aliran arus. Ketika melakukan identifikasi pada rangkaian yang terbuka. beban. Hal ini sering kali menjelaskan adanya hubungan listrik yang tidak diinginkan atau tidak benar dan dapat menarik arus yang lebih tinggi daripada yang diharapkan. maka dianjurkan bahwa fuse atau alat tersebut diperiksa secara visual. Karena kebanyakan rangkaian dilindungi dengan sejenis fuse atau alat pelindung rangkaian. misalnya switch atau connector. switch. jenis-jenis hubung singkat biasanya diidentifikasi sebagai “hubung singkat pada tanah” atau “hubung singkat pada daya”. Kemungkinan besar tempat lainnya yang harus diperiksa untuk mengetahui keadaan terbuka adalah pada komponen itu sendiri. Hubung singkat pada tanah terjadi ketika aliran arus dihubungkan ke tanah sebelum waktunya. Dalam contoh ini. hanya beban (load) yang terdapat pada cabang tersebut yang terkena dampak. Dalam menjelaskan kegagalan fungsi yang disebabkan oleh hubung singkat listrik. langkah selanjutnya adalah menentukan perangkat listrik lain apa. Dengan menggunakan multimeter dan skematik listrik akan mengetahui apakah sistem atau voltase sumber tersedia atau tidak. Hasil dari jalur yang tidak diinginkan ini akan mengakibatkan sekering “putus” (atau pemutus arus mengalami trip) ketika switch dihidupkan. dll. Gambar 113 memperlihatkan sebuah contoh keadaan terbuka di dalam kabel utama dan dalam cabang paralel. . hasilnya biasanya bahwa komponen mengalami kegagalan fungsi. Gambar 114 Hubung singkat sebelum beban rangkaian Gambar 114 memperlihatkan hubung singkat yang terjadi yang terletak setelah peralatan pelindung dan switch. misalnya peralatan pelindung. tetapi sebelum beban rangkaian (lampu). yang tersedia di dalam jalur rangkaian.Apabila terjadi keadaan terbuka di salah satu cabang (branch) di bawah kabel utama.

Dalam situasi ini. Kabel-kabel yang aus atau rusak biasanya merupakan akar penyebab dari kondisi ini. Kondisi ini sering disebut sebagai “hubung singkat mati” (dead short). misalnya ada komponen yang dialiri listrik padahal tidak seharusnya demikian. Seperti yang telah dibahas sebelumnya. dampak terhadap rangkaian ditentukan oleh di mana kondisi ground terjadi. Gejala-gejala hubung singkat terhadap daya listrik sekali lagi tergantung pada lokasi hubung singkat. sekering (fuse) akan “putus” setiap kali voltase rangkaian dialirkan. Akibat dari kondisi jenis ini umumnya menyebabkan satu rangkaian atau kedua rangkaian tidak beroperasi dengan semestinya. Rangkaian yang Dibumikan (Ground) Rangkaian yang mengalami ground biasanya mengakibatkan komponen tidak berfungsi. kondisi yang mengalami ground menunjukkan bahwa rangkaian memiliki jalur yang tidak diinginkan ke rangka mesin. Juga. kondisi ini jarang menyebalan peralatan pelindung “membuka” atau merusak komponen-komponen lain.Gambar 115 Hubung singkat sebelum switch Gambar 115 memperlihatkan hubung singkat ke tanah yang terjadi sebelum switch. Resistansi Tinggi . Gambar 116 Hubung singkat sebelum alat pengontrol Hubung singkat pada daya atau suplai daya terjadi ketika satu rangkaian dipasang pada rangkaian lainnya (Gambar 116). Sebagaimana telah dinyatakan.

Apabila terkena kontak dengan ujung pateri maka akan menyebabkan luka bakar pada kulit. Masalah ini biasanya mengakibatkan lampu berkelap-kelip.0 MEMATERI / SOLDERING Memateri adalah proses menyambung dua logam dengan menggunakan campuran pateri. Masalah ini biasanya disebabkan oleh adanya getaran atau mesin yang bergerak. jangan menggunakannya saat berdiri di dalam air atau alat pendingin mesin. Bagian ujung besi pateri (soldering iron tip) harus dalam keadaan sangat panas agar dapat melelehkan pateri. Intermittence Kondisi intermittence terjadi ketika contact atau sambungan-sambungan menjadi longgar atau ketika bagian-bagian komponen internal rusak. atau komponen-komponen berfungsi sebentar-sebentar. Pematrian menciptakan sambungan listrik yang kuat dan dapat diandalkan. dan tidak bisa diidentifikasi dengan mudah karena kondisi ini cenderung membaik sendiri ketika mesin dihentikan. Pateri adalah campuran antara timah dan timbal dan biasanya mengandung flux pateri. Asap ini dapat menyebabkan masalah sistem pernafasan. 7. Tindakan Pencegahan untuk Keselamatan Soldering gun atau iron beroperasi pada temperatur yang cukup tinggi untuk menyebabkan luka bakar yang serius. Jangan membiarkan bagian logam dari soldering gun atau iron bertumpu atau terkena kontak dengan bahan-bahan mudah terbakar. Jangan menggunakan pateri pada rangkaian listrik yang beraliran listrik.Kegagalan fungsi pada rangkaian juga terjadi ketika tingkat resistansi menjadi terlalu tinggi. Ketika dua potong logam dipateri bersama. 5. Dampak terhadap rangkaian biasanya menyebabkan komponen-komponen tidak berfungsi atau komponen tidak berfungsi sesuai dengan spesifikasi. Jangan menghirup asap yang keluar saat terjadi proses pematrian. Pateri akan membakar dan membuat pakaian dari jenis bahan ini berlubang. TOPIK 7 MEMATRI /SOLDERING 7. 3. . Proses pematrian bergantung pada pateri yang meleleh yang mengalir ke dalam semua cacat yang terdapat pada permukaan logam yang akan dipateri. Jangan memakai pakaian yang terbuat dari nilon atau plastik. 8. Apabila soldering iron panas akibat aliran listrik. Bagian logam harus selalu diletakkan pada tiang pateri (soldering stand) ketika tidak digunakan. 2. Jangan memegang bagian logam yang tidak berisolasi. Meskipun sambungan listrik dapat dilakukan di antara dua kabel yang dijepit. 6. Penyebab umum dari resistansi tinggi adalah peningkatan korosi atau kotoran pada sambungan dan contact. lapisan tipis pateri menempel di antara kedua potong logam tersebut dan membuat sambungan listrik. Jangan sampai pateri panas tersemprot ke udara misalnya dengan menggerak-gerakkan hot gun atau iron atau sambungan yang dipateri panas. Patuhilah tindakan-tindakan pencegahan untuk keselamatan berikut: 1. 4. Pastikan untuk selalu memegang soldering gun atau iron pada gagang yang berisolasi. mungkin hal ini tidak sempurna atau cacat.

Pateri dengan rasio 63/37. Kisaran plastik pateri berbeda-beda. 7. tidak akan meleleh seketika. Flux . Pateri yang paling umum digunakan untuk pematrian dengan tangan dalam pekerjaan perbaikan listrik adalah jenis pateri dengan rasio 60/40 dan jenis pateri dengan rasio 63/37. Agar penyatuan pateri dapat berjalan dengan baik. Gerakan apa pun dapat menyebabkan masalah yang dikenal sebagai sambungan yang terganggu (disturbed joint). Meskipun permukaan yang akan dipateri terlihat bersih. Sambungan yang terganggu memiliki tampilan yang kasar. maka harus berhati-hati untuk tidak memindahkan elemen-elemen sambungan selama masa pendinginan. kisarannya jauh lebih kecil daripada untuk pateri 50/50.9. oksida di permukaan harus dibersihkan saat berlangsung proses pematrian dengan menggunakan flux. Pateri dengan perbandingan lebih banyak timah/timbal. Pateri menjadi larut dan menembus permukaan tembaga. tidak beraturan dan terlihat kusam. Wetting hanya dapat terjadi apabila permukaan tembaga bebas dari kontaminasi dan dari lapisan oksida yang terbentuk ketika logam terkena udara. yang dikenal sebagai pateri eutectic pada dasarnya tidak memiliki kisaran plastik. Reaksi larutan ini disebut wetting dan membentuk pengikatan antar-logam di antara bagianbagian logam (Gambar 117). yang terbuat dari campuran antara timah dan timbal dalam perbandingan yang berbeda. tetapi belum meleleh sepenuhnya sebelum temperatur mencapai 2160C (4200F). Pateri dan permukaan yang dikerjakan harus mencapai temperatur yang diperlukan sebelum mencoba memateri.1 SIFAT-SIFAT PATERI / PROPERTIES OF SOLDER Pateri adalah logam campuran. Pateri dengan perbandingan 60/40 (60% timah / 40% timbal). Perbandingan ini biasanya ditandai pada berbagai jenis pateri yang tersedia. bergantung pada rasio timah dengan timbal. sehingga membentuk immediate bond. Wetting Action Gambar 117 Wetting terjadi ketika pateri yang meleleh menembus suatu permukaan dari tembaga. yaitu campuran yang sebagian tembaga dan sebagian pateri. Di antara dua temperatur ini. reaksi larutan logam terjadi. Pastikan bahwa semua prosedur perundang-undangan dan keselamatan diri dipahami dan dipatuhi ketika melaksanakan tugas-tugas pematrian. Pateri jenis 50/50 mulai meleleh pada temperatur 1830C (3610F). Ketika pateri panas (hot solder) terkena kontak dengan permukaan tembaga. tidak cerah dan tidak mengkilat. pateri berada dalam keadaan plastik atau semicair. Sambungan pateri yang terganggu tidak dapat diandalkan dan mungkin akan memerlukan pematrian ulang. Karena kisaran plastik jenis 60/40. dan meleleh hampir seketika pada temperatur 1830C (3610F). Molekul-molekul pateri dan tembaga bercampur untuk membentuk campuran baru. akan selalu ada kemungkinan lapisan tipis oksida yang menutupinya.

Unsur penting adalah mengontrol siklus panas pekerjaan. rosin flux tidak korosif dan tidak memiliki daya konduksi sehingga tidak akan mempengaruhi rangkaian. flux cair harus diaplikasikan dalam lapisan yang tipis dan merata pada permukaanpermukaan yang disambung dan sebelum diberikan panas. Flux harus diaplikasikan sehingga tidak terjadi kerusakan pada bagianbagian dan bahan-bahan di sekeliling. Ada berbagai macam flux tersedia untuk banyak tujuan dan aplikasi. Pemilihan ukuran batang solder yang benar. Larutan dapat digunakan untuk membersihkan permukaan sebelum melakukan pematrian tetapi ini tidak cukup karena oksidasi di atas permukaan logam yang dipanaskan terbentuk dengan sangat cepat. maka akan terdapat hambatan terhadap aliran panas.Sambungan-sambungan pateri yang baik hanya dapat diperoleh apabila permukaan yang akan dipateri benar-benar bersih. Untuk mengatasi lapisan oksidasi ini. Adalah reaksi flux yang membersihkan/menghilangkan oksida. dan berapa lama pekerjaan tetap panas adalah unsur yang perlu dikontrol untuk memastikan hasil sambungan pateri yang baik. Permukaan ujung soldering iron harus terus menerus dilapisi dengan timah untuk memastikan agar dapat terjadi pemindahan panas yang baik dan untuk menghindari pemindahan kotoran-kotoran pada sambungan pateri. dan juga mencegah terbentuknya oksida baru yang memungkinkan pateri membentuk pengikatan intermetallic yang diinginkan. adalah faktor penting dalam mengontrol panas. Setiap sambungan memiliki massa panasnya masing-masing dan bagaimana gabungan massa ini dibandingkan dengan massa iron tip (mata solder) akan menentukan waktu dan kenaikan temperatur bagian yang dipateri. Meskipun . Flux terdiri dari rosin alami atau sintetis dan kadang-kadang ditambah dengan bahan aditif kimia yang disebut activator. maka perlu menggunakan bahan-bahan yang disebut flux. Thermal Mass Faktor pertama yang perlu dipertimbangkan ketika memateri adalah massa panas (thermal mass) relatif dari sambungan yang akan dipateri. Ketika tidak digunakan. Soldering Iron Soldering iron dibuat dalam berbagai ukuran dan bentuk. Berapa cepat pekerjaan menjadi panas. Fungsi flux adalah untuk membersihkan oksida dan menjaganya tetap bersih selama proses pematrian. Cored wire solder dan solder paste harus ditempatkan dalam posisi sedemikian rupa sehingga flux dapat mengalir dan menutupi sambungansambungan saat pateri meleleh. berapa panasnya. Rosin – Dapat diaktifkan dengan mudah dan larut dalam air. Jenis-jenis yang paling lazim adalah: Rosin – Tidak perlu dibersihkan. Mengontrol Panas Mengontrol temperatur soldering iron tip bukan merupakan unsur penting dalam pematrian. Hal ini dicapai akibat reaksi flux yang sangat korosif pada temperatur leleh pateri dan membuat flux mampu membersihkan oksida logam dengan cepat. Massa ini dapat berbeda-beda pada kisaran yang lebar. Flux menguap dengan sangat cepat sehingga flux harus dilelehkan untuk dialirkan ke permukaan bagian yang dikerjakan dan bukan hanya sekedar diuapkan oleh ujung hot iron untuk memberikan manfaat penuh dari tindakan fluxing. dalam keadaan tidak dipanaskan. Flux harus dilelehkan pada temperatur lebih rendah dari temperatur leleh pateri sehingga flux dapat melakukan tugasnya sebelum terjadi pematrian. Ketika digunakan. iron (mata solder) harus tetap berada dalam holder-nya dengan ujungnya dalam keadaan bersih dan dilapisi dengan pateri dalam jumlah kecil. Sebelum menggunakan soldering iron ujungnya harus dibersihkan dengan menyekanya menggunakan sponge basah. dan ukuran tip atau mata solder yang benar. Kondisi Permukaan Faktor penting kedua ketika memateri adalah kondisi permukaan. Akan tetapi. Apabila ada oksida atau contaminant lainnya yang menutupi pad atau lead.

temperatur permukaan bagian-bagian yang sedang dipateri harus ditinggikan di atas titik leleh pateri. tidak beraturan dan tidak rata. dan membentuk bagian pinggir yang tipis. Gambar 119 Solder bridge memberikan thermal linkage untuk mentransfer panas ke dalam pad dan lead komponen Gambar 119 juga memperlihatkan gambar soldering iron tip yang sedang memateri lead komponen.iron tip memiliki ukuran dan temperatur yang benar. Hal ini akan memungkinkan terjadinya peningkatan thermal yang cepat di bagian-bagian yang dipateri. bagian-bagian yang sedang dipateri harus ditahan di tempatnya sampai pateri menjadi padat. Ini adalah bidang kontak di antara iron tip dan pekerjaan. Agar memiliki sambungan pateri yang kuat. Thermal Linkage Gambar 118 Minimal thermal linkage akibat pateri yang tidak cukup di antara pad dan soldering iron tip Faktor ketiga yang perlu dipertimbangkan adalah thermal linkage. Panas ditransfer melalui area kontak kecil di antara soldering iron tip dan pad. Tip ini juga terkena kontak dengan pad dan komponen sehingga meningkatkan thermal linkage lebih lanjut. Apabila memungkinkan. Pateri yang meleleh selalu mengalir dari area yang lebih dingin ke area yang lebih panas. Jangan melelehkan pateri pada iron tip dan membiarkannya mengalir ke permukaan yang lebih dingin dari temperatur didih pateri. diaplikasikan dengan flux dan yang dipanaskan dengan benar akan meleleh dan mengalir tanpa kontak langsung dengan sumber panas dan memberikan permukaan yang mulus dan rata. area kontak lebih besar dengan menempatkan pateri pada titik kontak dalam jumlah kecil. Area thermal linkage ini adalah kecil. Memilih cored solder dengan ukuran diameter yang benar akan membantu mengontrol jumlah . yang akan memungkinkan gravitasi membantu pateri mengalir. Solder bridge ini memberikan thermal linkage dan memastikan transfer panas secara cepat pada bidang pekerjaan. Melakukan Pematrian / Applying Solder Pada umumnya. gunakan pateri pada bagian atas sambungan sehingga permukaan sambungan dan bukan iron yang akan melelehkan pateri. soldering iron tip harus diaplikasikan pada titik massa maksimum sambungan. Dalam kasus ini. Pematrian yang tidak benar akan memperlihatkan bentuk yang lebih tebal. Sebelum pateri diaplikasikan. iron tip ini mungkin tidak dapat menyediakan panas yang cukup pada sambungan untuk melelehkan pateri. Gambar 118 memperlihatkan gambar soldering iron tip yang sedang memateri sebuah lead komponen. Pateri yang diaplikasikan pada permukaan yang bersih.

sambungan. Bekas-bekas probe dari test pin dapat diterima asalkan tandatanda tersebut tidak mempengaruhi keutuhan sambungan pateri. Pateri harus membentuk sudut kontak kecil. Ketika memateri. Ketika perlu melakukan pematrian ulang. Larutan pembersih. Sambungan pateri yang dapat diterima harus memperlihatkan bukti adanya wetting dan sambungan yang kuat ketika pateri menyatu dengan permukaan yang dipateri. sisa flux harus dibersihkan secepat mungkin. yang akan menjadi cukup panas untuk melelehkan pateri. Jangan memanaskan pateri langsung. longgar. sehingga membentuk sudut kontak yang kecil Sambungan pateri harus memiliki bentuk yang mulus dan berkilau seperti satin. standar-standar kualitas untuk sambungan yang dipateri ulang harus sama dengan sambungan semula. ujung yang tajam. Perkakas ini akan mentransfer panas melalui daya konduksi ke kabel. Pembersihan setelah Solder Ketika diperlukan pembersihan. tetapi tidak boleh lebih dari satu jam setelah memateri. Kualitas Pekerjaan / Quality of Work Gambar 120 Pateri menyatu dengan permukaan yang dipateri. memar. Solder Ulang Haruslah berhati-hati untuk menghindari perlunya melakukan pematrian ulang. Pastikan bahwa pateri mencakup konduktor yang terbuka.pateri yang digunakan pada sambungan.  . dan material yang sedang dibersihkan. dan semua clip. menyikat dan metode-metode aplikasi lainnya dapat digunakan bersama dengan larutan pembersih. pateri harus dibersihkan dan sambungan dipateri kembali. larutan dan metode-metode yang digunakan tidak boleh mempengaruhi bagianbagian. Celah yang bersih dan mulus atau bagian permukaan tidak rata di fillet atau lapisan pateri dapat diterima. atau pekerjaan-pekerjaan yang memberikan hasil buruk lainnya. yang menunjukkan adanya penyatuan metalurgi dan kesinambungan metalik dari pateri ke permukaan (Gambar 120). dan diameter besar untuk sambungan besar. Apabila pemanasan ulang tidak memperbaiki kondisi yang rusak. Setelah melakukan pembersihan. Cara-cara mekanis misalnya dengan menggoyang-goyangkan. ikutilah pedoman-pedoman berikut:  Gunakan perkakas pemateri untuk memanaskan terminal atau clip. kerikil halus. Sejumlah flux mungkin memerlukan tindakan pembersihan yang lebih segera untuk mempermudah pembersihan yang memadai. dengan memastikan bahwa jari dan tangan tidak terkena kontak dengan permukaan yang panas. keringkan area yang dipateri dengan secukupnya. menyemprot. Sambungan pateri dalam keadaan dingin atau rusak biasanya hanya memerlukan pemanasan ulang dan pengaliran kembali pateri dengan ditambah flux dalam jumlah yang sesuai. Pastikan bahwa terdapat solder fillet di antara core (konduktor) dan terminal atau clip. Gunakan diameter kecil untuk sambungan kecil. tetapi tidak pada insulator apabila menggunakan clip. Sambungan harus bebas dari goresan-goresan. Transisi yang mulus dari pad ke lead komponen harus terlihat jelas.

Jangan meninggalkan helaian-helaian kabel menonjol dari titik yang disolder. Lubang-lubang tersebut harus bebas dari pateri sebelum terminal komponen baru dapat dimasukkan. Ada banyak jenis perkakas yang digunakan untuk tujuan ini. Perkakas ini menyerap dan mengurangi jumlah panas yang dikonduksi oleh komponen. Jangan memateri kabel di dalam rangakaian yang beraliran listrik.      Perkakas / Tools Perkakas berikut dianjurkan untuk digunakan ketika mempersiapkan dan memateri kabel atau sambungan:  Diagonal pliers. Gun dengan voltase 100 hingga 125 Watt adalah ukuran soldering gun yang paling populer. Soldering iron diklasifikasikan berdasarkan jumlah daya yang dikeluarkannya. dimasukkan ke dalam terminal eye. atau menonjol pada insulator. Ada berbagai jenis stripper. Wire stripper digunakan untuk membuang isolasi dari kabel pengait (hook-up wire). Selalu putuskan hubungan daya listrik dari kabel dan kemudian lakukan perbaikan. Jangan meninggalkan ujung-ujung pateri yang tajam. kabel-kabel tersebut dipateri di bagian sambungan (junction). ini dapat menyobek pita (tape) yang digunakan untuk mengisolasi perbaikan. jenis pensil.      Persiapan Kabel / Wire Preparation Dua kabel atau lebih yang memberikan jalur daya konduksi untuk listrik harus dihubungkan secara listrik. Untuk memastikan bahwa kabel-kabel tidak terpisah. digunakan untuk menahan kabel sehingga ujung yang dikelupaskan dapat dipuntir di sekeliling terminal post. . pastikan pateri mencakup konduktor. Ini berarti bahwa permukaan kabel yang tidak diisolasi pada satu kabel harus dihubungan secara mekanis pada permukaan kabel lainnya yang tidak diisolasi. atau hubungan mengalami korosi. Long-nose atau needle-nose pliers. tetapi tidak semua bagian konduktor. Sebelum kabel-kabel dapat dihubungkan dan dipateri. Perkakas ini tidak boleh digunakan untuk memotong logam keras seperti besi atau baja. Jangan membiarkan perkakas pemateri membakar terminal atau isolasi. digunakan untuk memotong kabel lunak dan lead pada komponen-komponen. Desoldering tool adalah perkakas yang menyederhanakan pekerjaan membersihkan lubang-lubang pateri dari pateri papan yang ditandai dengan goresan ketika lead komponen dibersihkan dari lubang-lubangnya. Heat sink umumnya berupa clip yang dipasang pada lead di antara body suatu komponen dan titik terminal dimana panas diaplikasikan. Mungkin akan membantu apabila memiringkan ujung terminal kabel yang sedang diperbaiki sedikit ke atas untuk mencegah agar pateri tidak mengalir ke terminal. misalnya soldering gun. Heat sink digunakan untuk mencegah panas yang berlebihan (overheating) saat memateri atau melepas patrian bagian-bagian elektronik yang sensitif terhadap panas. Hal ini melibatkan pengelupasan isolasi pada ujung-ujung kabel. yang lazim disebut sebagai side cutter. Soldering iron adalah perkakas standar dalam industri yang digunakan untuk memateri kabel bersama. Apabila memateri di sekitar terminal. sehingga memberikan terminal lead yang dapat disambung terhadap satu sama lain atau ke terminal post atau connector contact. yang berkisar antara jenis sederhana yang terdapat pada diagonal plier hingga stripper yang lebih otomatis dengan berbagai ukuran yang dapat mengelupas isolasi dari berbagai diameter. kabel-kabel harus dipersiapkan dengan benar. yang dengan demikian juga diklasifikasikan secara tidak langsung berdasarkan jumlah panas yang dapat dihasilkannya. Jangan menggunakan terlalu banyak pateri sehingga helaian kabel masing-masing tidak terlihat. Jenis pekerjaan akan menentukan berapa ukuran iron yang harus digunakan. dll.

Gabungkan kedua hook dan gunakan pateri pada sambungan. Ini adalah tindakan yang boros dan juga menyebabkan masalah apabila sambungan perlu dipateri ulang. Jangan memutar kabel pada post beberapa kali. Apabila kabel memiliki bentuk yang kusam atau gelap. Hubungan Mekanis / Mechanical Connection Gambar 121 Beberapa dari connector yang lebih umum adalah post terminal dan splice. periksalah kabel apakah terdapat goresan dan perubahan warna. Kabel harus dihubungkan dengan aman pada post melalui ¾ hingga satu putaran penuh. Gambar 122 Gambar 122 memperlihatkan sambungan yang lazim dilakukan pada terminal strip. maka kabel harus dipuntir dan ditempatkan pada ujung alat pemateri yang sudah dipanaskan dan dipanaskan pada temperatur yang cukup sehingga kabel dapat melelehkan pateri. prosedur yang dianjurkan adalah memuntir masing-masing kabel dalam bentuk kait (hook). Hal yang . Gambar 121 memperlihatkan sambungan ke terminal post. Langkah terakhir sebelum mematri kabel adalah melaksanakan tugas yang disebut “tinning”. Puntirlah kabel sehingga membentuk kait (hook) dan masukkan hook ke dalam lubang pada terminal strip. maka tidak diperlukan persiapan lebih lanjut.Setelah mengelupaskan isolasi. Apabila kabel memiliki bentuk yang mengkilat dan tidak tergores atau rusak. Gambar 123 Apabila dua kabel akan disambung. Apabila menggunakan kabel-kabel yang terdiri dari helaian-helaian kabel. maka harus dibersihkan sebelum dipateri.

2 CONTOH PROSEDUR PENYOLDERAN Petunjuk-petunjuk yang Membantu / Helpful Hints Pematrian yang baik adalah bagian dari keterampilan teknisi. 9. bukan pada gun atau iron tip. Jangan menggunakan pateri acid-core untuk sambungan listrik apa pun. Lalukan pra-tinning pada permukaan-permukaan besar sebelum mematerinya. gunakan pada sambungan. 6. Langkah-langkah Prosedur / Procedure Steps 1. Lakukan pematrian dengan cepat dan jangan membiarkan komponen-komponen atau isolasi terbakar atau mengalami kelebihan panas. Logam-logam yang akan dipateri harus bersih. 5. Secara listrik. Keselamatan dan kehati-hatian . Gambar 124 Ketika menghubungkan komponen-komponen yang sensitif terhadap panas ke terminal post atau terminal strip hal yang dianjurkan untuk dilakukan adalah menggunakan heat sink device. 2. 8. Gunakan hanya pateri dalam jumlah yang cukup untuk membuat sambungan yang kuat. Gambar 124 memperlihatkan heat sink yang dihubungkan di antara silicon diode dan terminal post. Gunakan pateri pada sambungan. kontak pateri harus memiliki resistansi rendah untuk memberikan transfer sinyal yang baik. Soldering tip harus dilakukan tinning dan bersih.dianjurkan untuk dilakukan adalah bahwa kabel-kabel dilakukan tinning terlebih dahulu sebelum memateri. Topanglah sambungan secara mekanis apabila memungkinkan 4. Gambar 123 memperlihatkan sambungan hook splice. Beberapa aturan pematrian dasar adalah sebagai berikut: 1. Hanya rosin flux yang harus digunakan pada sambungan-sambungan listrik. Heat sink berfungsi sebagai beban panas (heat load) sehingga mengurangi transfer panas ke diode. Pateri harus mengalir bebas dan memiliki benuk yang mengkilat dan mulus. 7. Sambungan pateri harus kuat secara mekanis agar tidak bergoyang atau bergetar yang dapat menyebabkan intermittence pada listrik. 3. Gunakan pateri resin-core atau yang sejenis. 7. Apabila flux tambahan digunakan.

harus berhati-hati untuk memastikan agar tidak terjadi luka bakar (Gambar 125). 3. Menyambung: Persiapkan kabel-kabel yang akan disambung. Masukkan di atas ujung salah satu kabel sebelum menyambungnya (Gambar 127). Bagian ujung soldering iron harus cukup panas untuk melelehkan pateri logam. Gambar 127 Sementara soldering iron dipanaskan. buanglah isolasi pelindung dalam jumlah yang sesuai dari kabel.Gambar 125 Ketika menggunakan soldering iron. potonglah bagian dari material tubular ini cukup panjang untuk melapisi isolasi kabel di kedua sisi sambungan. Gambar 126 2. Menyambung kabel secara mekanis . Apabila sambungan akan disekat dengan heat shrink sleeve. Selalu gunakan perkakas pengelupas (stripping tool) yang benar dan yang berada dalam kondisi yang baik.

Hal ini dikenal dengan istilah „sambungan kering‟ (dry joint). Membungkus sambungan . Tempatkan soldering iron pada kabel-kabel yang disambung untuk memastikan hanya pateri dalam jumlah yang cukup yang dipateri pada kabel. 4. 5. Menggunakan Solder pada sambungan Gambar 129 Gunakan soldering iron untuk memanaskan kabel-kabel dan melelehkan sejumlah pateri. Berhati-hatilah untuk tidak menggunakan pateri terlalu banyak. dan kabel tidak langsung saling menyentuh satu sama lain. Apabila terdapat kotoran di dalam pateri. maka isolasi kabel akan meleleh (Gambar 129). Apabila menggunakan terlalu banyak panas. ada kemungkinan bahwa sambungan adalah kuat secara fisik tetapi mungkin tidak terdapat sambungan listrik yang baik.Gambar 128 Puntirlah kedua kabel untuk membuat sambungan mekanis yang baik di antara kedua kabel (Gambar 128). Juga penting sekali bahwa permukaan yang akan disambung dalam keadaan sangat bersih sebelum memateri atau kalau tidak akan terdapat sambungan yang tidak baik. bersihkan sisa flux dari sambungan dengan kain lap dan larutan pembersih (Gambar 130). Gambar 130 Setelah selesai mematri. Tinning terhadap kabel masing-masing sebelum dipateri akan membantu menghilangkan „sambungan kering‟.

mungkin akan menjadi sulit untuk memasukkan kabel-kabel ke dalam terminal apabila semuanya adalah helaian-helaian kabel yang longgar. Gambar 132 Jenis lainnya terdiri dari lem yang ketika dipanaskan meleleh ke dalam dan menyekat sambungan (Gambar 132 kiri). puntirlah semuanya secukupnya (Gambar 133) untuk membantu memasukkan kabel dalam keadaan bersih. Akan tetapi. Apabila tidak tersedia heat shrink sleeve.Gambar 131 Setelah sambungan listrik dibuat. maka hal yang dapat dilakukan adalah menyekat dan melindungi sambungan dengan electrical insulating tape (Gambar 132 kanan). dan telah cukup dingin. Oleh karena itu. Ada beberapa jenis sleeve. tempatkan insulator sleeve cover pada sambungan. sambungan yang lebih baik akan diperoleh apabila helaian-helaian kabel tidak terlalu terpuntir sebelum menempatkannya pada terminal. Terminal: Memeriksa panjang sambungan Gambar 133 Untuk memateri kabel ke sebuah terminal connector. 6. Jenis yang paling populer adalah sleeve yang membungkus secara otomatis apabila didekatkan pada sebuah sumber panas (Gambar 131). Hal ini memberikan terminal permukaan yang lebih luas untuk terkena kontak dengan kabel ketika dipateri. .

Gambar 137 Masukkan kabel kembali ke dalam terminal (Gambar 137) dan tempatkan iron pada terminal agar cukup panas untuk melelehkan lebih banyak pateri lagi di antara terminal dan kabel yang sudah dilapisi pateri . Gambar 135 7. Menggunakan Solder Gambar 136 Lapisi kabel dengan lapisan pateri persiapan yang tipis. Lalu lepaskan bagian kabel dari terminal.Gambar 134 Pasanglah bullet atau terminal pada kabel (Gambar 134) untuk memastikan bahwa bagian kabel yang isolasinya sudah dikelupas tidak menonjol melebihi bahu terminal yang diisolasi (Gambar 135). maka tidak perlu mempersiapkan permukaan dengan bahan-bahan flux karena ini sudah digabungkan ke dalam core pateri. Tindakan ini disebut melakukan „tinning” pada kabel dan membantu membuat sambungan terakhir (Gambar 136). Dengan menggunakan resin cored solder.

Gambar 138 8. dan apabila terminal terlalu panas maka isolasi kabel akan mulai meleleh. pasanglah insulator cover pada terminal (Gambar 139) dan sambungan ini siap digunakan (Gambar 140) Gambar 140 . Menutupi terminal Gambar 139 Setelah sambungan listrik dibuat.(Gambar 138). dan cukup dingin untuk memungkinkan ditangani lebih lanjut. Berhati-hatilah agar tidak menggunakan pateri terlalu banyak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->