TOPIK 1 DASAR DASAR KELISTRIKAN

1.0 KONSEP DASAR

Gambar 1

Apa yang dimaksud dengan listrik? Kita seringkali berkata bahwa lampu senter, bor dan motor listrik itu mengandung sesuatu yang disebut listrik. Tapi kalau itu komputer atau televisi maka kita menyebutnya sebagai peralatan elektronik. Jadi apakah perbedaan antara listrik dengan elektronik? Sesuatu yang berkerja dengan kelistrikan disebut listrik, termasuk senter dan bor listrik tadi, tetapi tidak semua rangkaian listrik menggunakan komponen elektronik. Istilah elektronik mengacu pada peralatan yang tersusun dari komponen-komponen yang terbuat dari bahan-bahan semikonduktor dan disebut komponen elektronik. Dinamakan komponen elektronik karena cara kerjanya bergantung pada aliranaliran elektron didalam bahan komponen ini. Untuk lebih mengerti kelistrikan, dibutuhkan pengetahuan mendasar tentang bentuk dasar atom dari suatu bahan. Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Terdapat tiga bentuk zat yaitu padat, cair, dan gas. Buku ini akan meyajikan pemahaman mendasar mengenai teori, prinsip-prinsip yang dibutuhkan sebelum kita belajar dan bekerja dengan rangkaian listrik dan komponennya. Bahan dan Unsur

Zat yang menempati ruang, akan terpengaruh oleh gaya gravitasi karena ia memiliki berat. Suatu bahan terdiri dari partikel-partikel yang sangat kecil yang membentuk sebuah atom. Kira-kira ada 100 jenis atom yang terjadi secara alamiah yang disebut unsur-unsur. Suatu unsur didefinisikan sebagai suatu zat yang tidak dapat diuraikan lagi dengan reaksi kimia. Contoh dari unsur adalah tembaga, timah, besi, emas dan perak. Selain unsur-unsur alamiah diatas, ada 14 jenis unsur lagi yang telah dihasilkan dari percobaanpercobaan laboratorium. Semua unsur-unsur tersebut dapat digabungkan atau direaksikan untuk menghasilkan senyawa-senyawa yang jumlahnya setiap hari semakin bertambah tak terhitung banyaknya. Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang masih memiliki karakter yang sama dengan unsur tersebut. Kata atom berasal dari bahasa yunani yang berarti partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Atom Meskipun atom tidak dapat dilihat, atom adalah stuktur hipotetis yang penjelasannya sesuai dengan hasil eksperimen yang dapat terukur secara akurat. Ukuran dan perpindahan muatan listrik yang juga tidak dapat dilihat yang terdapat pada atom-atom dapat diketahui dari seberapa besar mereka dibelokkan oleh suatu gaya yang diketahui besarnya. Atom dapat digambarkan seperti sebuah sistem matahari atau solar system dimana planet-planet yang sama dengan muatan-muatan listrik mengitari matahari yang dianggap sama dengan inti atom. Penggambaran seperti ini disebut “model atom tata surya” yang diusulkan oleh Neils Borh pada tahun 1913.

Gambar 2 Atom

Inti dari sebuah atom (gambar 2) yang disebut sebagai nukleus terdiri dari partikel-partikel yang disebut neutron dan proton. Benda-benda yang mengelilingi setiap nukleus adalah partikel-partikel kecil yang disebut elektron. Normalnya didalam suatu atom, jumlah antara proton dan elektron sama banyaknya. Jumlah elektron atau proton itu ditunjukkan dengan “nomor atom”. “Berat atom” dari suatu unsur adalah berat total dari proton dan neutron.

Gambar 3 Neutron, Proton, Elektron

Gambar 3 menunjukan bentuk dari dua atom yang sederhana:  Hidrogen berisi 1 proton yang terletak pada nukleus yang diseimbangkan dengan 1 elektron pada orbit atau kulitnya. Nomor atom untuk sebuah atom hidrogen adalah 1 dan berat atom adalah 1(1proton).

Helium memiliki 2 proton didalam nukleus-nya dan di seimbangkan dengan 2 elektron pada orbitnya. Nomor atom untuk helium adalah 2 dan berat atomnya 4 (2 proton + 2 neutron). Para ilmuwan telah menemukan bahwa ada banyak partikel di dalam sebuah atom, tetapi pada bahasan dasar kelistrikan ini, hanya tiga yang perlu dibahas yaitu elektron, proton, dan neutron. Sebuah atom tembaga dapat digunakan sebagai contoh.

Gambar 4 – Atom Tembaga

Ukuran nukleus pada atom lebih besar dari pada elektron, namun karena kecilnya kita tidak bisa mengukurnya secara langsung. Pada atom tembaga (gambar 4), nukleus terdiri 29 proton (+) dan 35 neutron dan memiliki 29 elektron (-) yang mengelilingi nukleus. Nomor atom pada tembaga adalah 29 dan berat atom adalah 64. Aliran Elektron

Gambar 5 Aliran elektron Jika sebuah kawat tembaga yang dihubungkan dari kutub positif ke kutub negatif sumber, seperti pada sebuah baterai (gambar 5), elektron-elektron (-) pada atom-atom tembaga akan terdorong keluar dari orbit atom dan ditarik menuju kutub positif baterai. Atom yang tertinggal sekarang menjadi bermuatan listrik positif (+) karena ia telah kekurangan elektron. Atom ini dapat menarik elektron dari atom disebelahnya Atom-atom disebelahnya lagi juga dapat menerima elektron dari atom-atom disekitarnya dan seterusnya sampai atom terakhir menerima elektron dari kutub negatif baterai. Hasil dari reaksi berantai inilah yang menyebabkan elektron dapat mengalir dari kutub negatif menuju kutub positif. Aliran eletron akan berlanjut terus selama muatan positif dan negatif baterai dipertahankan agar tetap selalu ada dikedua ujung kawat. Energi Listrik Ada dua macam gaya yang bekerja pada setiap atom. Dalam keadaan kondisi normal kedua gaya ini seimbang. Kedua gaya tersebut adalah gaya gravitasi atau gaya sentrifugal dan gaya tarik-menarik antara muatan positif dan muatan negatif. Selain memiliki masa, proton dan elektron juga membawa muatan listrik, dan gaya tarik-menarik antara keduanya itu adalah akibat muatan-muatan listrik yang dibawanya. Tidak seperti gaya gravitasi yang selalu tarik menarik, gaya listrik selain dapat saling tarikmenarik juga tolak-menolak. Proton dan elektron akan saling tarik-menarik, sedangkan antara proton dengan proton lainnya atau antara elektron dengan elektrokan lainnya akan saling tolak menolak.

Gambar 6 Gaya diantara benda-benda bermuatan

Jadi ada dua muatan listrik. Proton disebut bermuatan positif (+) dan elektron disebut bermuatan negatif (-). Neutron sebagaimana arti namanya, bermuatan netral. Kualitas pembeda sifat kelistrikan yang didasarkan pada jenis muatan ini disebut “polaritas”. Inilah yang membentuk hukum-hukum dasar kelistrikan. “Muatan-muatan yang SAMA akan saling tolak menolak dan yang TIDAK SAMA akan saling tarik menarik (Gambar 6)”. Benda-benda Bermuatan Listrik

Besar beda potensial pada semua muatan didalam medan elektrostatik dihubungkan dengan besaran yang disebut tenaga elektromotif (EMF). antara lain dengan gesekan. Tertariknya kertas pada sebuah sisir yang telah digosok dengan kain wol adalah salah satu contoh dimana tegangan dapat dihasilkan dengan . reaksi kimia dan dengan induksi elektromagnetik. Gambar 8 Pola medan elektrosatik dua benda yang bermuatan negatif Ketika dua kutub dengan muatan yang sejenis diletakkan berdekatan satu sama lain. Kemampuan untuk menarik atau menolak ini disebut “potensial”. garis-garis gaya tersebut akan saling tolak menolak seperti ditunjukan pada gambar 8.1 ISTILAH-ISTILAH DALAM KELISTRIKAN Beda potensial Karena adanya gaya dari medan elektrostatik. Ada banyak cara untuk menghasilkan tegangan listrik. Dimana saja terdapat perbedaan muatan maka disitu juga terjadi beda potensial. sinar matahari. Cara konvensional dalam menggambarkan garisgaris ini adalah dengan anak panah-anak panah yang bermula dari muatan positif dan menuju muatan negatif. yang mengelilingi setiap benda bermuatan. yaitu baterai pertama yang mengunakan sel. seorang ahli ilmu pengetahuan yang berkebangsaan Italia dan penemu dari "Voltaic Pile". Satuan dari beda potensial diberi lambang "Volt"(E) berasal dari nama Alessandro Volta. 1. Gambar 7 menunjukan gaya antara partikel bermuatan positif dan negatif yang digambarkan sebagai garis-garis gaya medan elektrostatik yang bermula pada partikel bermuatan positif dan berakhir pada partikel bermuatan negatif.Gambar 7 Pola medan elektrostatik disekitar partikel-partikel yang bermuatan tidak sama Gaya tarik menarik atau tolak menolak dari muatan listrik yang disebabkan oleh sesuatu yang tidak dapat dilihat ini dapat dibayangkan sebagai suatu medan listrik. sebuah muatan listrik memiliki kemampuan untuk menggerakkan muatan lain dengan cara saling tarik menarik atau tolak menolak. mengindikasikan kemampuan untuk melakukan kerja dengan cara mendorong elektron untuk berpindah. Karena satuan yang digunakan untuk menyatakan tegangan adalah voltage (volt) maka beda potensial juga sering disebut "voltase“. Lambang dari potensial adalah V.

Induksi ini disebut dengan EMF balik atau EMF induksi. berbentuk lingkaran-lingkaran kosentris. Gerakan muatan-muatan ini didefinisikan sebagai arus listrik (gambar 9). Ditulis dalam notasi ilmiah. Ampere adalah suatu ukuran rata-rata dari muatan-muatan yang mengalir didalam sebuah penghantar. satu coulomb = 6.28 milyar elektron yang melewati penghantar tersebut dalam satu detik.cara gesekan. EMF Induksi (Counter EMF) Garis-garis gaya magnetik yang keluar dari sebuah kawat. Teori lain yang masih membutuhkan penjelasan menganggap bahwa terjadi "gerakan“ di dalam penghantar.28 x 1018 buah elektron atau proton. Anggapan Konvensional dan Aliran Elektron . Dalam terminologi yang lebih sederhana. Pada seutas kawat yang lurus. Seorang ilmuwan Perancis yang bernama Charles Coulomb telah menyekidiki hukum gaya-gaya diantara benda-benda bermuatan. Ia akan ditolak oleh muatan negatif lainnya dan akan ditarik oleh muatan positif. Fenomena ini terjadi karena adanya arus yang mengalir didalam kawat dan menghasilkan medan magnetik. misalnya didalam sepotong penghantar tembaga. satu ampere adalah suatu arus listrik dari 6. pembahasan terutama pada adanya gaya-gaya di antara muatan-muatan. Simbol satuannya adalah "A“. Polaritas dari EMF induksi akan selalu berlawanan dengan polaritas yang menghasilkannya Coulomb Diperlukan suatu satuan ukuran untuk menyatakan besar muatan listrik. adalah sebuah contoh dimana tegangan dibangkitkan dari energi matahari. Besar muatan listrik diyatakan dalam “Ampere”. Jika penghantar dibentuk menjadi sebuah kumparan. EMF induksi dinyatakan dengan sebuah hukum yang disebut hukum Lenz. garis-garis medan memiliki sedikit pengaruh karena mereka tidak melintasi kawat-kawat lain. Arus Gambar 9 Arus listrik pada sebuah penghantar Di dalam teori-teori elektrostatik seperti yang telah dibahas sebelumnya. Satu ampere didefinisikan sebagai mengalirnya muatan sebesar satu coulomb dalam satu detik. garis-garis gaya magnet ini akan menginduksi balik kumparan itu sendiri (self-induction). dari sebuah kalkulator. dan sebagai penghormatan kepadanya maka satuan muatan listrik adalah "coulomb“. Adanya medan elektrostatik. akan menarik sebuah elektron dengan cara yang sama seperti yang terjadi pada benda-benda bermuatan negatif. Gerakan-gerakan kecil elektron inilah yang membentuk arus listrik (gambar 9). Dengan sinar matahari seperti pada fotosel.

Apabila sifat menahan ini kecil maka bahan tersebut disebut konduktor. Aliran elektron berlawanan dengan arah aliran arus konvensional dan biasanya disebuh "arus elektron“ (gambar 10).Gambar 10 Arus elektron dan arus konvensional Ada dua penjelasan mengenai arus yang mengalir melalui sebuah penghantar. maka pada saat itu juga energi listrik diubah menjadi bentuk energi lain seperti panas. maka jumlah arus yang mengalir dalam suatu bahan bergantung pada jenis dan dimensi fisik bahan tersebut. untuk menjelaskan komposisi dari suatu zat. maka telah dibuktikan bahwa aliran arus yang mengalir didalam penghantar sebetulnya adalah aliran muatan negatif atau aliran elektron. kawat dan hubunganhubungan. Teori yang menjelaskan adanya aliran arus dengan cara ini disebut "Teori arus konvensional“ (Gambar 10). komponen-komponen. Kedua teori di atas dapat digunakan. gas dan semikonduktor. Suatu bahan disebut memiliki tahanan sebesar satu ohm apabila ada suatu beda potensial sebesar satu volt yang melintasi bahan itu akan menghasilkan arus sebesar satu ampere. Sebelum diketemukannya “teori atom”. cahaya atau gerakan mekanis. Tahanan George Simon Ohm telah menemukan bahwa untuk nilai suatu tegangan yang konstan. para ahli ilmu pengetahuan telah lama mendefinisikan arus sebagai gerakan muatan-muatan positif di dalam penghantar yang berasal dari titik yang berpolaritas positif menuju titik yang berpolaritas negatif. Dengan menerapkan teori atom. Ada beberapa contoh yang benarbenar menunjukkan bahwa arus listrik merupakan gerakan muatan-muatan positif seperti yang terjadi didalam cairan. sifat menahan besar maka bahan tersebut disebut isolator. Semua bahan menunjukkan adanya sifat "resistansi“ atau menahan aliran elektron. Ketika suatu tahanan menahan arus listrik. sehingga teori inilah yang akan digunakan di dalam modul ini. Tahanan listrik akan selalu ada di setiap rangkaian listrik. tapi teori "arus konvensional“ yang menyatakan arus mengalir dari kutub positif menuju kutub negatif ternyata telah lebih dulu menjadi populer. Besar resistansi suatu penghantar ditentukan oleh empat faktor : . jika sebaliknya. Ohm adalah satuan tahanan listrik dan huruf yunani (Ω) diambil sebagai simbolnya. Aggapan ini masih tetap dipegang oleh beberapa badan standar teknik dan didalam beberapa textbook.

Semakin rendah tahanan (diameter sebuah pipa besar mengijinkan lebih banyak air yang lewat). asal panjangnya dibuat tetap. . Semakin kecil tahanannya terhadap arus (Gambar 11).Gambar 11 Struktur Atom 1. Gambar 13 Perbandingan luas penampang penghantar-penghantar 3. Semakin luas penampang dari konduktor. Jika sebuah kawat di panjangkan dua kali (Gambar 12) maka besar tahanan antara kedua ujungnya akan bertambah dua kali juga. maka besar resistansi akan menjadi dua kali. Panjang. Dengan membagi dua luas penampang suatu kawat (gambar 13). Semakin panjang sebuah penghantar dengan luas penampang yang sama. Semakin banyak elektron bebas yang dimiliki sebuah material. Luas (luas penampang). Struktur atom (adanya elektron bebas). Gambar 12 Resistansi 2. semakin besar tahanannya.

1 farad = 1F 1 microfarad = 1µF = 0. penemu prinsip ini). Farad Kemampuan sebuah kapasitor untuk meyimpan elekton disebut kapasitansi. Gambar 14 menunjukan tahanan yang meningkat ketika temperatur bertambah. Jumlah periode ini dinyatakan dalam satuan Hertz. Satu farad adalah kemampuan untuk menyimpan 6. semakin tinggi temperature semakin tinggi tahanan. Kapasitansi diukur dalam farad (sebagai penghargaan terhadap Michael Faraday.Gambar 14 Perubahan nilai resistansi terhadap temperature 4. Oleh karena itu.000000000001F Hertz Sebuah alternator menghasilkan arus bolak-balik yang polaritasnya bergantian diantara nilai positif dan negatif dalam suatu siklus atau periode.2 RANGKAIAN-RANGKAIAN LISTRIK DAN HUKUM-HUKUMNYA . Kebanyakan kapasitor yang dibuat memiliki nilai kapasitansi yang jauh lebih kecil dari nilai ini. Untuk hampir semua bahan. Temperature.000001F 1 picofarad = 1pF = 0.28 Milyar elektron pada 1-Volt beda muatan. 1. satuannya biasanya dinyatakan dalam picofarad (sepertrilyun farad) dan microfarad (sepersejuta farad).

Gambar 15 Rangkaian seri dan paralel Sebuah rangkaian listrik adalah suatu lintasan atau suatu kelompok yang memiliki lintasan-lintasan yang saling berhubungan. Rangkaian dasar seri dan paralel ini dapat digabungkan untuk membentuk rangkaian yang lebih kompleks. Rangkaian listrik adalah suatu lintasan tertutup (rangkaian tertutup) yang didalamnya terdapat suatu sumber tegangan atau disebut sumber saja. Hukum Kirchoff Tegangan (KVL = Kirchoff Volatge Law) menyatakan bahwa jumlah aljabar emf dan jatuh tegangan diseluruh rangkaian tertutup akan sama dengan nol. Hukum Arus Kirchoff (KCL = Kirchoff Current Law) menyatakan bahwa jumlah aljabar dari arus-arus yang mengalir pada suatu titik sambungan pada sebuah rangkaian listrik sama dengan nol. Gustav Kirchoff mengembangkan dua hukum untuk menganalisa rangkaian-rangkaian listrik. yaitu rangkaian seri dan paralel (gambar 15). Namun rangkaian-rangkaian gabungan ini dapat disederhanakan dan dianalisis menjadi dua rangkaian dasar tersebut. arus dan resistansi) yaitu : Arus didalam suatu rangkaian listrik berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan resistansi. Hubungan diatas dapat diringkas dengan pesaman matematika Arus  Tegangan Hambatan Atau dinyatakan dalam satuan listrik Ampere  Volt Ohm . Hukum-hukum tersebut adalah Hukum Kirchoff dan Hukum Ohm. Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa pada suatu titik tertentu dalam rangkaian tertutup. Ada dua jenis rangkaian dasar. 2. Hukum-hukum Rangkaian Listrik Penting untuk memahami hukum-hukum yang dibutuhkan untuk menganalisis dan mendiagnosa rangkaian-rangkaian listrik. George Simon Ohm menemukan adanya suatu hubungan antara tiga parameter kelistrikan (tegangan. jika kita melintasi seluruh rangkian dan menjumlahkan semua beda potensial yang terdapat diseluruh bagianbagian rangkaian sampai kita menemukan titik yang sama dimana kita mulai maka jumlah tegangan seluruhnya akan sama dengan nol. Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa jumlah aljabar arus-arus yang memasuki suatu titik sambungan akan selalu sama dengan jumlah arus yang meninggalkan titik sambungan itu (tidak ada yang berkurang). Hukum-hukum tersebut dinyatakan sebagai berikut : 1.

Penghantar Perak Tembaga Emas Aluminium Seng Kuningan Besi Timah Daya Hantar (dibanding Tembaga) 1.243 0. Beda dengan alumunium. emas. Besar tekanan listrik atau tegangan yang dibutuhkan untuk memindahkan elektron-elektron melalui suatu bahan bergantung pada seberapa banyak elektron bebas yang dimilikinya. Huhum OHM akan dibahas lebih detail dalam Topik 3. alumunium dan tungsten.Pada saat kita menggunakan persamaan-persamaan matematika untuk menyatakan hubungan antara besaran-besaran listrik. cromium. Tegangan di wakili dengan huruf E (emf = electromotive force = gaya gerak listrik) dan arus diwakili dengan huruf I (Intensitas muatan). Contoh-contoh isolator adalah karet. tapi harganya jauh lebih mahal. kita mewakilinya dengan menuliskan satu huruf tunggal. akan tetapi harganya mahal. Tabel 1 menunjukkan beberapa konduktor yang umum dijumpai dan daya hantarnya dibanding tembaga. Emas juga lebih baik dari tembaga dan juga tidak bisa berkarat. ia akan luluh (breakdown) apabila tegangan yang diterapkan padanya sangat tinggi dan membuatnya menjadi bersifat seperti konduktor yang bisa menghantarkan arus listrik Karet Mika Lilin Plastik Kaca Fibreglass . Mereka bergerak dari satu atom ke atom lainnya. Walaupun isolator itu sangat baik. mengenai Rangkaian-rangkaian Listrik. Tahanan diwakili dengan huruf R atau simbol Omega (Ω).707 0. Isolator yang baik dapat menahan elektron-elektron tetap dalam orbitnya. Penghantar Listrik Pada peralatan listrik. Sebetulnya semua bahan termasuk isolator ini bisa dibuat bersifat mengalirkan arus dengan membuat tegangan setinggi-tingginya sehingga mampu mengubah sifat isolatornya.064 1. kayu.018 Table 1 – Perbandingan Daya Hantar Beberapa Penghantar yang biasa digunakan Daya hantar pada sebuah bahan menentukan seberapa baik sifat konduktor sebuah bahan.178 0. tapi harganya lebih murah.000 0. Penyekat Listrik (Isolator) Bahan-bahan lain yang bersifat menghambat elektron untuk mengalir disebut “isolator”. Beberapa bahan mempunyai sifat mudah menghantarkan elektron dan disebut suatu “konduktor yang baik”. Perak adalah logam dengan sifat konduktor yang lebih baik dari tembaga. Suatu bahan bisa disebut konduktor yang baik jika ia memiliki banyak elektron bebas. Contoh bahan yang merupakan konduktor yang baik adalah perak.659 0. elektron-elektron mengalir disepanjang lintasan yang disebut penghantar atau kawat. plastik dan keramik. ia tidak sebaik tembaga. tembaga.288 0.

sebagaimana yang dikenal saat ini. sangat penting untuk menjaga isolator dan kontak-kontak agar tetap selalu bersih. Alami 2. Meskipun terdapat beberapa perangkat listrik yang tidak menggunakan daya tarik magnet. Magnet-magnet ini digunakan pada kompas-kompas primitif yang disebut "lodestone“. medan magnet memungkinkan starter motor untuk mengubah energi listrik dari sebuah baterai menjadi energi mekanis untuk menggerakkan mesin. Karena magnetite ini memiliki sifat kemagnetan yang ada secara alami maka lodestone juga digolongkan sebagai magnet-magnet "alami“. Walaupun tidak terjadi breakdown pada isolator.3 KEMAGNETAN Gambar 16 Magnet Daya tarik magnet adalah bentuk gaya lain yang menyebabkan elektron mengalir. 1. Elektromagnet Magnet Alami Orang-orang cina telah menemukan magnet semenjak tahun 2637 sebelum masehi. Ada beberapa hal yang sebaiknya disadari dalam pembahasan mengenai isolator ini. maka mereka dapat menimbulkan masalah. Dengan menggunakan medan magnet. dan berasal dari potongan-potongan bijih besi yang dikenal dengan sebutan magnetite. Magnet buatan (Gambar 16) 3. kebanyakan sistem kita. Ada tiga jenis magnet dasar: 1. Kemagnetan adalah penghubung antara energi mekanik dan listrik. Sebaliknya. Kotoran dan uap air dapat menjadi penghantar listrik disekitar sebuah isolator. Suatu pemahaman dasar mengenai daya tarik magnet juga diperlukan untuk mempelajari kelistrikan. Magnet Buatan Magnet buatan adalah jenis magnet yang dibuat oleh manusia yang biasanya dihasilkan dari batanganbatangan logam yang dikenakan pada suatu medan magnet yang sangat kuat. Oleh karena itu.Porselin Bakelit Kayu kering Udara Table 2 Penyekat yang umumnya dijumpai Tabel 2 menunujukkan beberapa isolator yang bisa kita jumpai. menggunakan daya tarik magnet. Jika terdapat kotoran atau uap air pada isolator. alternator mengubah sejumlah tenaga mekanis yang dihasilkan oleh mesin menjadi gaya elektromotif (EMF). tapi kotoran dan uap air dapat menyediakan jalan bagi elektron hingga ia bisa mengalir. . Kebanyakan peralatan listrik bergantung langsung atau tidak langsung pada daya tarik magnet.

sepotong gelas diletakkan pada sebuah magnet dan serbuk-serbuk besi ditaburkan di atasnya. Ketika glass cover diketuk secara perlahan-lahan. Semakin besar ukuran magnet maka semakin banyak garis-garis gaya yang terjadi dan area yang diliputi oleh medan magnet juga semakin besar. serbuk-serbuk ini akan bergerak dan membentuk suatu pola tertentu yang menggambarkan pola medan gaya magnet yang ada disekitar magnet tersebut. Gaya-gaya ini disebut “medan magnet“. Ia menemukan bahwa suatu arus listrik yang mengalir pada sepotong penghantar dapat menghasilkan medan magnet disekitar penghantar tersebut. berjalan melintasi ruang disekitar magnet dan menuju kutub selatan magnet sehingga membentuk suatu garis tertutup.4 ISTILAH-ISTILAH DALAM KEMAGNETAN Kutub Magnet dan Medan Magnet Gambar 17. Sama dengan muatan-muatan listrik yang sejenis akan tolak-menolak dan yang berlawanan akan saling tarikmenarik. Pola garis-garis medan magnet pada yang dibentuk oleh serbuk-serbuk besi disekitar sebuah magnet batang Setiap magnet memiliki dua titik yang saling berseberangan satu sama lain dan titik ini mampu menarik butiran-butiran besi.Elektromagnet Seorang ilmuwan Denmark bernama Oersted. Dari sinilah prinsip elektromagnet dapat digunakan untuk berbagai aplikasi dimana suatu medan magnet dapat dihasilkan dengan cara "memutuskan“ atau "menyambung“ aliran listrik 1. yaitu kutub utara dan selatan. Sebuah magnet dapat dengan mudah menarik serpihan besi karena adanya gaya-gaya disekitar magnet. Walaupun medan magnet ini tidak dapat dilihat tapi kita dapat menampakkannya dengan menaburkan serpihan-serpihan besi pada sepotong pelat kaca atau selembar kertas diatas sebatang magnet dan disitu akan terlihat garis-garis yang menggambarkan bagaimana bentuk garis-garis gaya pada magnet tersebut. Garis Medan Magnet . Pada gambar 17. telah menemukan suatu hubungan antara kemagnetan dan arus listrik. Titik-titik ini disebut “kutub-kutub” magnet. maka kutub yang sejenis juga akan saling tolak menolak dan yang tidak sejenis juga akan tarik-menarik. Medan ini terlihat seperti tersusun oleh garis-garis gaya yang bermula dari kutub utara magnet.

Selama arus mengalir melalui kawat. Sayangnya. Kerapatan fluks adalah jumlah garis-garis gaya magnet persatuan luas yang tegak lurus terhadap arah fluks. Hasilnya adalah sebuah pola medan magnet dengan kutub utara dan selatan seperti yang ditunjukkan pada gambar 20. Gambar 20 Pola medan magnet yang melingkar Namun. garis-garis fluks akan lebih mudah melintasi bahan-bahan yang dapat dijadikan magnet daripada bahan-bahan yang tidak. maka masing-masing medan magnet yang melingkar tersebut akan saling menyatu. Karena bentuk garis-garis gaya magnet ini melingkar. Gaya Magnet Gambar 19 Lingkaran-lingkaran kecil gaya magnet Garis-garis gaya magnet mampu melintasi semua bahan. Pola garis-garis gaya magnet Setelah melihat medan magnet dengan menggunakan serbuk-serbuk besi. Udara adalah contoh bahan yang ber-reluktansi tinggi sedangkan besi adalah contoh bahan yang ber-reluktansi rendah. Di dalam magnet sendiri. arah garis-garis gaya diluar magnet adalah dari kutub utara magnet menuju kutub selatan magnet.Gambar 18. Gambar 19 menunjukkan garis-garis gaya magnet yang terbentuk disekitar kawat. medan tersebut digambarkan lagi dengan lebih jelas seperti pada gambar 18. Satuannya adalah jumlah garis per sentimeter persegi dalam sistem metrik atau jumlah garis per inchi persegi dalam satuan Inggris. yang merupakan pembangkit medan magnet. arah garis-garis gaya adalah dari utara ke selatan Garis-garis Fluks Magnetik Sekumpulan garis-garis gaya magnet yang dianggap mengalir keluar dari kutub utara magnet disebut fluks magnetik. Bahan-bahan yang sulit dilintasi garis-garis fluks disebut memiliki “relukstansi magnetik yang tinggi”. jika seutas kawat ini dililit menjadi kumparan. maka ia akan bersifat seperti sebuah magnet batang. Satu garis per satu sentimeter persegi disebut satu gauss. maka tidak ada titik yang disebut kutub utara atau kutub selatan. tidak ada bahan yang dapat menahan atau sebagai isolator terhadap gaya-gaya magnet. Medan elektromagnetik akan selalu ada selama arus mengalir. medan magnet yang dihasilkan . Namun. Jika arus listrik mengalir melalui seutas kawat maka akan tercipta garis-garis gaya magnet disekitar magnet tersebut. Pada gambar ini.

Pada generator.dengan seutas kawat lurus tidak menghasilkan kemagnetan yang cukup untuk melakukan kerja. Besar kemagnetannya berbanding lurus dengan banyaknya jumlah lilitan yang membentuk kumparan dan besarnya arus yang mengalir melalui lilitan tersebut. Oleh karena itu. namun dengan cara kerja yang berbeda-beda. Metode ini adalah prinsip operasi yang digunakan pada sensor-sensor kecepatan. maka besar kemagnetan akan sangat meningkat. Untuk memperbesar medan elektromagnetik ini. Jika kumparan ini dililit disepanjang inti logam. generator dan alternator. dibuat sebaliknya magnet diam sedangkan kawat-kawat berputar. Apabila gerakan-gerakan ini dibuat ke arah yang berlawanan maka arus juga akan mengalir dengan arah berlawanan. Keduanya beroperasi berdasarkan prinsip elektromagnetik. Sedangkan pada alternator. maka tegangan akan terinduksi didalam penghantar. kumparan-kumparan dibuat berputar sedangkan medan magnet tetap diam. seperti pada magnet sepatu kuda maka akan timbul tegangan induksi. Jenis-jenis elektromagnet yang biasanya digunakan pada peralatan bergerak adalah relay-relay dan solenoid. medan magnet dibuat berputar disekeliling kumparan-kumparan yang diam.5 INDUKSI ELEKTROMAGNETIK Gambar 21. dengan membalik-balik gerakan akan dihasilkan arus bolak-balik (Alternating Current = AC). Apabila terjadi gerakan-gerakan relatif antara kawat dan medan magnet (baik medan magnet yang bergerak atau kawat yang bergerak). Besar tegangan induksi bergantung pada beberapa faktor berikut :    Besar medan magnet Besar kecepatan relatif gerakan antara kumparan dan medan magnet Jumlah konduktor didalam kumparan . kawat-kawat tetap diam sedangkan magnet dibuat berputar. Induksi Elektromagnetik Fenomena terciptanya medan magnet dengan arus listrik juga bisa terbalik. maka arus juga akan terhenti. maka tegangan yang diinduksi akan semakin besar. Jika kawat dililit mejadi suatu kumparan. Pada beberapa aplikasi. beberapa penghantar dililit menjadi suatu kumparan. Jika seutas kawat bergerak melintasi medan magnet. misalnya besi. Cara ini dikenal sebagai proses “induksi elektromagnetik” (gambar 21). Cara ini akan meningkatkan efek induksi elektromagnetik sehingga mampu membangkitkan daya listrik yang berguna dengan ukuran alat yang relatif lebih kompak. Tegangan induksi ini akan menghasilkan aliran arus. Katika gerakan berhenti. Peristiwa induksi ini terjadi ketika seutas kawat (atau penghantar) memotong garis-garis fluks suatu medan magnet. Pada keadaan sebenarnya. Kita dapat menciptakan arus listrik dengan menggunakan medan magnet dengan cara “menginduksi” suatu tegangan pada sepotong penghantar. 1. kawat-kawat dapat dililit sehingga membentuk sebuah kumparan. Pada aplikasi lain.

ditunjukkan sebuah generator arus searah (DC) sederhana yang menggambarkan sebuah penghantar bergerak melintasi medan magnet yang diam untuk menghasilkan tegangan dan arus. Sebuah kumparan yang berputar diantara kutub utara dan selatan medan magnet. Arus yang mengalir didalam kawat menghasilkan medan magnet yang semakin meningkat atau semakin menurun seirama dengan perubahan arus yang naik turun.Ada tiga cara untuk membangkitkan tegangan dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Mutual Induction (Induksi Bersama) . Generator DC Pada gambar 22. Akibatnya akan timbul tegangan induksi didalam penghantar. Gambar 23 menggambarkan proses ini yang terjadi didalam sebuah kumparan. Self-Induction (Induksi Diri) Gambar 23. yaitu :    Pembangkitan tegangan (Generated Voltage) Induksi Diri (Self-Induction) Induksi Bersama (Mutual-Induction) Generated Voltage (Pembangkitan Tegangan) Gambar 22. Self-Induction yang terjadi pada sebuah kumparan Self-induction terjadi didalam kawat apabila arus yang mengalir didalam kawat tersebut berubah.

0 KABEL / WIRE Jenis-jenis Kabel . Ketika arus AC mengalir melalui kumparan L1 maka medan magnet yang melintasi kumparan L2 akan menginduksi tegangan dan menghasilkan arus yang mengalir didalam kumparan L2. Mutual induction yang terjadi diantara dua buah kumparan Mutual induction terjadi ketika suatu perubahan arus dalam suatu kawat mengiduksi tegangan pada kawat didekatnya. Gambar 24 menggambarkan dua buah induktor yang berdekatan.Gambar 24. TOPIK 2 KOMPONEN KOMPONEN LISTRIK 2. Transformator adalah contoh alat yang bekerja berdasarkan prinsip mutual induction.

 Twisted/Shielded Cable Sepasang kabel kecil.4 53.325 0.000407 0. biasanya terdiri dari helaian-helaian (stranded). termasuk:  Tembaga Jenis yang paling umum.4 33. Kebanyakan kabel dibentuk dari helaian atau stranded yaitu kumpulan kawat-kawat kecil yang dililit bersama-sama (Gambar 25).000161 0.0 67. Wire Gauge Di Amerika Serikat.26 8. Ukuran kabel menentukan berapa banyak arus yang dapat dibawanya. Kabel sering juga disebut lead. AWG 4/0 = 0000 3/0 = 000 2/0 = 00 1/0 = 0 1 2 3 Ø (inci) 0.000256 0.460 0.000647 . komputer. Kabel dari tembaga dapat berbentuk kabel tunggal.83 Ø (mm) 107 85.7 2 Resistansi (Ohm/m) 0. Akan tetapi.258 0.54 5.000203 0. yang dililit bersama-sama dapat mengurangi interferensi gelombang radio dan elektromagnetik banyak digunakan dalam rangkaian sinyal-sinyal komunikasi. Ukuran kabel dapat mengikuti beberapa standar yang berbeda:   Berdasarkan standar yang disebut American Wire Gauge (AWG) (biasanya cukup disebut dengan istilah “gauge” kabel).25 7.229 Ø (mm) 11.6 26.4 9. Ada banyak jenis kabel yang digunakan dalam aplikasi-aplikasi otomotif. rangkaian listrik dan elektronik dibuat dengan ukuran tertentu dan ukuran panjang konduktor untuk menyediakan jalur-jalur untuk aliran arus juga dibuat dengan ukuran tertentu pula.289 0. Berdasarkan standar metrik.7 10.  Fusible link (kawat sekering) Ini adalah perangkat pelindung rangkaian yang terbuat dari kawat yang lebih kecil daripada rangkaian lainnya yang tujuannya untuk melindungi kabel dari beban yang berlebihan.Gambar 25 Kabel adalah penghantar untuk rangkaian-rangkaian listrik.5 42.365 0.000323 0. Tabel 3 – Tabel Konversi dari AWG ke Metrik Beserta Nilai Resistansinya No.35 6. modulmodul kontrol elektronik dan komponen-komponen elektronik lainnya.410 0.000513 0.

99203 0.00323 0.62 1.75 1 105 2.00130 0. Wiring Harness Banyak kabel diikat bersama-sama dalam kelompok-kelompok dengan satu connector atau lebih pada masing-masing ujungnya.00817 0.66 3.128 0.4 5 6 7 8 9 10 0.59 21.63 5.26 2.4 Ukuran Metrik Standar Terdekat 2 (mm ) 0.00817 0.00127 0.02 0.58 1.00163 0. .91 2.500 26. Sebuah harness dapat terdiri dari kabel-kabel yang memiliki rangkaian dari sistem yang berbeda-beda. Kelompok-kelompok ini disebut wire harness.00103 0.01296 0.182 0.1 *Maks Arus yang Dianjurkan (Amp) 7 11 12 13 15 20 24 32 59 87 * Berdasarkan pada kenaikan temperatur maksimum 36 F (20 C) di atas temperatur sekitar Dalam Tabel 4 diasumsikan bahwa temperatur sekitar maksimum adalah 1500F (650C). Contohnya adalah harness yang dimasukkan ke dalam headlight switch assembly.3 4. dan lampu sorot dekat dan jauh. Ketika menggunakan AWG.400 16.00328 Ketika memperbaiki atau mengganti rangkaian kabel pada mesin.144 0.1 16.5 0.8 13.620 2. yang terdiri dari kabel-kabel antara lain untuk lampu parkir.75 1.300 Resistansi (Ω/1000 kaki @ 0 77 F) 16.35 0.162 0.4 3.00260 0.0203 Resistansi (Ω/1000 meter @ 0 25 C) 50 36 21 18 12.204 0.4 6051 4. CATATAN: Anggap kabel PVC yang diisolasi adalah produk yang tahan panas sampai temperatur 1850F (850C ).5 8.19 4. gunakanlah kabel dengan ukuran dan panjang yang tepat.64 0.00206 0.3 7.0008 0.530 10.102 5.3 10.0005 0.11 3.09 2. lampu belakang. Tabel 4-Dimensi dan resistansi kabel dalam ukuran AWG American Wire Gauge (AWG) 22 20 18 16 14 12 10 8 6 Profil Melintang (circular mil) 642 1.2 1. ingatlah bahwa nomor-nomor gauge yang lebih kecil menunjukkan ukuranukuran kabel yang lebih besar dan nomor-nomor gauge yang lebih besar menunjukkan ukuran-ukuran yang lebih kecil.36 6.5 10.114 0.26 0.580 4.020 1.110 6.000815 0.5 4 6 10 16 0 0 Profil Melintang (inci) 0.62 4. Tabel di atas mengilustrasikan besar resistansi untuk berbagai ukuran konduktor.

Klip (plastik) dan clamp (logam) menghubungkan harness dengan mesin.Gambar 26 Beberapa harness wire dibungkus dengan kabel (conduit) plastik atau kabel serat non-konduktif (Gambar 26). dingin. connector. ada juga harness wire yang dibungkus dengan tape. pin dan socket. 2. arus listrik akan mengalir. Ketika kedua bagian ini dihubungkan. . melakukan servis pada connector menjadi tugas yang penting. Dengan semakin meningkatnya penggunaan ini maka meningkat pula perawatan yang harus dilakukan terhadap kabel. Faktor penting lainnya yang turut memberikan kontribusi bagi peningkatan perbaikan adalah lingkungan yang buruk dimana connector tersebut digunakan. lembab dan di antara bahan-bahan kimia. Satu bagian dari pasangan ini menampung pin dan yang lainnya menampung socket. Skematik listrik Caterpillar memberikan lokasi-lokasi wire harness untuk membantu memudahkan Anda mencari harness khusus pada suatu mesin. baik itu kondisi yang panas. Untuk melakukan hal ini. kotor. Keterangan Service Umum / General Service Comments Dengan semakin meningkatnya penggunaan sistem elektronik dalam aplikasi-aplikasi otomotif. Gambar-gambar skematik listrik Caterpillar akan dibahas kemudian. Connector digunakan agar komponen-komponen dapat dilepaskan dengan mudah. connector harus memiliki bagian-bagian yang bertemu (plug dan receptacle). Selain itu. Conduit berbentuk tabung yang dibelah membujur agar mudah mencapai harness wire. Connector harus dapat beroperasi dalam kondisi yang sangat ekstrim.1 CONNECTOR Gambar 27 Tujuan connector adalah untuk mengalirkan arus dari satu kabel ke kabel lainnya (Gambar 27). berdebu.

maka terdapat kondisi yang dikenal dengan istilah asperity (permukaan yang kasar). Ketika keduanya dipasang bersama maka keduanya cenderung akan “saling menggosok” yang pada dasarnya akan memuluskan sejumlah tonjolan dan lekukan yang tercipta oleh kondisi asperity. para teknisi perlu waspada bahwa saat melepaskan dan memasang kembali connector selama proses troubleshooting dapat memberikan informasi diagnosa yang salah. kontak tembaga yang memiliki resistansi rendah dilapisi dengan timah. Contaminant Contaminant adalah faktor lain yang turut memberikan kontribusi bagi adanya resistansi di dalam connector. Hal yang dianjurkan untuk dilakukan adalah kemungkinan perlunya mengukur resistansi di antara bagian pasangan connector ketika mendiagnosa kegagalan fungsi pada kontrol listrik. Tembaga memiliki resistansi yang rendah tetapi keras. Perataan permukaan terjadi ketika pin dan kontak dilapisi dengan timah. Jenis connector berikut akan dibahas dengan rinci:    Vehicular Environment (VE) Connector Sure-Seal Connector Deutsch Connector (seri HD10. Setiap jenis berbeda dalam cara service dan perbaikannya. adanya resistansi di sepanjang connector dapat menciptakan kegagalan fungsi dalam kontrol-kontrol elektronik. Karena permukaan pin dan socket tidak mulus (terdiri dari tonjolan dan lekukan). Beberapa jenis connector berikut ini digunakan di semua sistem listrik dan elektronik pada mesin-mesin otomotif. misalnya dapat menyebabkan kegagalan fungsi akibat meningkatnya resistansi. Elektron dipaksa berkumpul di bagian puncak (lihat gambar 8). Juga. Logam-logam lain. sebenarnya hanya kira-kira satu persen dari permukaan tersebut yang benar-benar bersentuhan terhadap satu sama lain (Gambar 28). Timah adalah bahan yang cukup lunak untuk memungkinkan terjadinya “perataan permukaan” tetapi logam ini memiliki resistansi yang relatif tinggi. misalnya emas dan perak adalah bahan plating yang sangat bagus tetapi sangat mahal untuk digunakan. DT. Ketika bagian-bagian permukaan saling terkena kontak. Beberapa kondisi buruk yang menggunakan bahan kimia. Para teknisi perlu waspada bahwa connector dapat dan memang bisa menyebabkan banyak masalah diagnostik. sehingga menciptakan resistansi di antara bagian-bagian yang terkena kontak. Plating Agar dapat mencapai tingkat resistansi minimum dalam pin dan socket. perhatian harus diberikan terhadap cara. CE dan DRC). tekanan dan jenis logam yang digunakan dalam pembuatan pin dan kontak. Dalam upaya untuk meminimalkan resistansi dan mengurangi asperity. .Gambar 28 Connect or Pin dan socket memiliki resistansi dan memberikan sedikit penolakan terhadap arus listrik yang mengalir. Meskipun proses ini tampaknya tidak terlalu signifikan terhadap pengoperasian kontrol elektronik.

hal yang dianjurkan untuk dilakukan adalah menyolder kontak tersebut guna memberikan kontak listrik yang bagus. bagian badan connector dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat dimasukkan dengan pas. Sebaiknya selalul gunakan rosin core solder pada setiap sambungan listrik. Connector housing ini menyediakan ruang untuk pemasangan yang akurat di antara kedua bagian pasangan. tetapi sebagai pengganti penggunaan guide key atau key way. tetapi mungkin masih ada produkproduk lama yang menggunakannya dan memerlukan service oleh teknisi lapangan/bengkel.VE Connector Gambar 29 VE connector (Gambar 29) dahulu digunakan terutama sekali pada harness listrik mesin Caterpillar awal dimana temperatur tinggi. Jangan menggunakan peralatan pelepas logam ini untuk jenis connector lainnya. Saat itu connector memerlukan peralatan pelepas logam khusus untuk melepaskan kontak. . Sure-Seal Connector Gambar 30 Sure-seal connector digunakan secara luas pada mesin-mesin Caterpillar (Gambar 30). Part number untuk spare plug dan receptacle housing dan contact terdapat dalam Instruksi Khusus: Using of 6V3000 sure seal kit (Form SMHS7531). apabila peralatan tersebut diputar saat sedang melepaskan retaining clip. Informasi khusus yang berhubungan dengan proses yang diperlukan untuk memasang kontak-kontak pada VE connector (pin dan socket) terdapat dalam Instruksi Khusus: Penggunaan Kelompok Peralatan VE Connector (Form SEHS8038). Tapi peralatan ini dapat merusak mekanisme penguncian connector. Sure-seal connector terbatas hanya pada kapasitas 10 kontak (pin dan socket). Setelah menjepit kabel pada kontak. jumlah kontak yang lebih besar atau kapasitas pembawa arus yang lebih tinggi diperlukan. Jenis connector ini tidak digunakan lagi untuk produk yang sekarang.

dan No. 5. 16. 14. 18. Sealing plug ini akan membantu mencegah uap lembab memasuki housing. 16 dan dapat dipasang dengan kabel AWG No. Connector Seri Deutsch Heavy Duty (HD10) Gambar 31 Konektor HD10 (lihat Gambar 31) adalah konektor thermoplastik berbentuk silinder yang menggunakan kontak jenis crimp yang dapat dilepaskan dengan cepat dan mudah. Perangkat untuk perbaikan Deutsch connector adalah perangkat dengan part number 4C3806. HD10 menggunakan kontak campuran tembaga padat jenis crimp (ukuran No. Lubang apa pun di dalam housing yang tidak digunakan untuk contact assembly harus diisi dengan Sealing Plug 9G3695. Prosedur-prosedur untuk membuat terminasi Deutsch konektor menyarankan bahwa TIDAK DIPERLUKAN PENYOLDERAN apabila kontak-kontaknya telah dijepit dengan benar. Gunakan alkohol multiguna sebagai pelumas ketika memasang contact. Rangka thermoplastik tersedia dalam konfigurasi-konfigurasi thread atau tanpa thread dengan menggunakan contact yang dimasukkan berdasarkan pengaturan 3. Caterpillar part number 1U5805. Ukuran kontak adalah No. Prosedur untuk mempersiapkan kabel dan menjepit kontak adalah sama untuk semua Deutsch connector dan dijelaskan dalam Instruksi Khusus: Servicing DT Connectors (SEHS9615). Ujung kontak jenis ini di-crimp dengan menggunakan peralatan Deutsch Crimp. Konektor Seri Deutsch Transportation (DT) Gambar 32 .Gunakan peralatan khusus (6V3001) untuk menjepit contact dan mengupas kabel. 6 dan 9. Sure-Seal Connector memerlukan penggunaan peralatan khusus 6V3008 untuk memasang contact. Peralatan khusus ini tidak diperlukan pada saat melepaskan pin contact. 16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus operasi yang tinggi secara berkelanjutan tanpa mengalami kelebihan panas (overheating). Prosedur pelepasan berbeda dari konektor yang satu dengan konektor yang lainnya dan akan dijelaskan dalam masingmasing bagian.

12 – No. 14. 16 dan dapat dihubungkan dengan kabel AWG No. sedangkan untuk kontak No. DT connector berbeda dengan Deutsch connector lainnya dalam hal bentuk dan konstruksinya. Kontak diterminasi crimp dengan menggunakan peralatan Deutsch Crimp. atau di-stamp dan dibentuk (harganya tidak terlalu mahal).4 – No. Caterpillar part number 1U5804. receptacle wedge dan silicone seal. Crimping tool untuk kontak ukuran No. Connector seri CE dapat menampung antara 7 dan 37 kontak. Ukuran kontak adalah No. Untuk penjelasan lebih rinci mengenai cara memperbaiki DT connector. 9U7246.10 adalah 4C4075 Hand Crimp Tool Assembly. Connector DT menggunakan kontak campuran tembaga padat jenis crimp (ukuran No. Perangkat untuk memperbaiki DT connector adalah Caterpillar part No. konektor yang memiliki 37 kontak sering digunakan pada berbagai modul kontrol elektronik. 16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus operasi tinggi secara terus menerus tanpa mengalami kelebihan panas (overheating). 8 dan 12.18 menggunakan peralatan yang sama dengan yang digunakan pada konektor Seri HD dan DT (1U5804). Larutan pembersih yang dianjurkan untuk digunakan pada semua Deutsch contact adalah alkohol denatur. 3. Referensi SEHS9065 8T5319 Removal Tool GP 4C4075 Crimp Tool GP 1U5804 Crimp Tool GP Deutsch Rectangular Connector (DRC) . 4.Connector DT (Gambar 32) adalah connector jenis thermoplastic yang menggunakan contact jenis crimp yang dapat dilepaskan dengan cepat dan mudah serta tidak memerlukan peralatan khusus. lihat Instruksi Khusus: Servicing DT Connector (SEHS9615). Caterpillar Environmental Connector (CE) Gambar 33 CE connector adalah connector untuk aplikasi khusus (Gambar 33). Housing-nya tersedia dalam beberapa konfigurasi yang menggunakan susunan contact 2. 16 dan 18. DT berbentuk empat persegi panjang atau segitiga dan memiliki plug wedge yang dapat diperbaiki. CE connector menggunakan dua peralatan untuk membuat crimping. 6.

Gambar 34

DRC konektor (Gambar 34) memiliki housing thermoplastic empat persegi panjang dan diisolasi lengkap. DRC paling cocok dan kompatibel dengan modul-modul kontrol elektronik eksternal dan internal. Konektor jenis in dirancang dengan jumlah terminal yang banyak. Jumlah terminasi kontak yang tersedia adalah No. 24, No. 40 dan No. 70. Ukuran kontak adalah No. 16 dan dapat dihubungkan dengan kabel AWG No. 16 dan No. 18. Konektor jenis ini menggunakan kontak yang terbuat dari campuran tembaga jenis crimp (ukuran No. 16) yang memiliki kemampuan untuk membawa beban arus operasi tinggi secara terus menerus tanpa mengalami kelebihan panas (overheating) dan telah di-stamp serta dibentuk (harganya tidak terlalu mahal). Kontak ini diterminasi dengan crimp dengan menggunakan Deutsch Crimp Tool, Caterpillar part no. 1U5805. Konektor ini memiliki kunci “clocking” agar pemasangannya benar dan dikencangkan dengan aman oleh stainless steel jackscrew. Untuk memasang bagian-bagian konektor diperlukan Wrench HEX berukuran 4 mm (5/32in). Torsi yang dianjurkan untuk mengencangkan jackscrew adalah 25 in.pound.

CATATAN:

Prosedur pelepasan dan pemasangan konektor DRC sama dengan prosedur yang ada pada seri HD10.

2.2

TERMINAL

Gambar 35 Contoh terminal kabel (a) terminal crimp jenis slide (b) bullet connector (c) crimp dan terminal yang disolder

Ada beberapa jenis terminal yang sering digunakan. Beberapa jenis terminal, diperlihatkan dalam Gambar 35. Kebanyakan terminal, baik yang asli maupun yang dapat diganti, dihubungkan dengan ujung konduktor dengan cara dijepit atau disolder.

Gambar 36 – Perangkat peralatan crimping dan berapa jenis Terminal

2.3

MEMBENTUK SUATU HUBUNGAN LISTRIK TANPA PROSES PENYOLDERAN

Ketika mengelupas kabel listrik dan menyambung konektor yang tidak perlu disolder, hal-hal berikut harus dipertimbangkan. Pemeriksaan Safety   Jangan pernah menggunakan pisau tajam untuk membuka isolasi. Pisau tajam dapat memotong kabel atau dapat menyebabkan cidera. Tang (Plier) untuk mengelupas kabel memiliki bagian pinggir yang tajam dan memerlukan cengkeraman yang kuat. Berhati-hatilah agar tidak membuat kulit Anda terjepit di antara rahangrahangnya. Ketika melepaskan isolasi dari kabel, doronglah menjauh bukan ke arah badan Anda. Kabel listrik yang digunakan dalam pemasangan harness kabel otomotif dibungkus dengan lapisan isolasi plastik. Ketika kabel listrik disambungkan dengan kabel-kabel lain atau dihubungkan pada suatu terminal, isolasinya harus dilepaskan. Peralatan untuk mengelupas kabel terdiri dari berbagai konfigurasi. Peralatan-peralatan ini melakukan tugas yang sama. Jenis peralatan yang digunakan akan bergantung pada jumlah dan jenis kabel listrik yang akan diperbaiki. Terminal-terminal yang tidak perlu disolder memerlukan sambungan yang bersih dan kencang, sehingga pastikan bahwa kabel dan sambungan bersih sebelum dipasang pada terminal. Gunakan sambungan yang ukurannya cocok dengan kabel.

   

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

 

 

Jangan menggunakan side cutter, plier atau pisau untuk mengelupas kabel. Penggunaan peralatan ini akan merusak beberapa dari strand kabel dan dapat memutuskan kabel di dalam isolasi. Untuk memastikan agar kabel tetap menyatu setelah dikelupas, puntirlah sedikit. Jangan memuntir kabel terlalu banyak karena bila terpuntir terlalu banyak dapat menimbulkan sambungan yang buruk antara kabel dengan terminal. Gunakan crimping tool yang benar untuk sambungan. Menggunakan jenis peralatan yang salah akan menyebabkan sambungan memiliki cengkeraman yang tidak baik pada kabel.

1. Memilih Terminal

Gambar 37

Ada beberapa jenis dan ukuran terminal kabel, tetapi prosedur untuk memasangnya semuanya sama. Diatas diperlihatkan crimp terminal jenis bullet (Gambar 37).

Gambar 38

Pastikan untuk memilih ukuran terminal yang benar untuk sebuah kabel tertentu dan juga pastikan terminal tersebut memiliki tingkat voltase/amper yang benar untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan (Gambar 38).

2. Mengelupas Kabel

Gambar 39

Kelupaslah isolasi kabel dalam jumlah yang tepat dari (Gambar 39). Selalu gunakan peralatan pengelupas yang benar dan dengan kondisi yang baik. 3. Selalu Menggunakan Stripping Tools yang benar

Gambar 40

Tujuan penggunaan peralatan pengelupas kabel (stripping tools) adalah untuk memungkinkan pengelupasan isolasi dari sekeliling kawat tembaga tanpa merusak kabel atau tanpa menyebabkan cidera (Gambar 40).

Gambar 41

Menggunakan side cutter atau plier (Gambar 41) bisa berbahaya. Peralatan-peralatan ini tidak terlalu efektif karena cenderung untuk memotong serabut-serabut kawat.

Gambar 42 Ini dikenal dengan istilah membentuk kawat seperti bentuk jari-jari (ringing the wire) (Gambar 42). 4. 5. . Peralatan pengelupas kabel (wire stripper) dapat mengelupas isolasi dari berbagai ukuran kabel. Pilihlah Gauge Hole yang Benar Gambar 43 Menggunakan peralatan yang benar adalah jauh lebih aman dan lebih efektif. Pada wire stripper dalam Gambar 43 di atas. maka wire stripper akan memotong isolasi tetapi tidak sampai memotong kawat tembaga (Gambar 44). yang dapat secara efektif mengurangi kapasitas pembawa arus pada kabel. Pilihlah lubang di dalam stripper yang terdekat dengan diameter batang kabel yang akan dikelupas. Memotong Isolasi / Cut the Insulation Gambar 44 Tempatkan kabel di dalam lubang dan tutuplah rahang (jaw) dengan kuat di sekelilingnya untuk memotong isolasi. ukuran lubang alat pengelupas kabel ditunjukkan pada rahangnya. Apabila Anda telah memilih ukuran yang benar.

6.Gambar 45 Lepas isolasi seperlunya untuk melakukan pekerjaan. Mengelupas Isolasi / Remove the Insulation Gambar 46 Beberapa alat pengelupas kabel (stripper) memotong dan mengelupas isolasi secara otomatis.2 sentimeter (setengah inci) sekaligus dapat juga meregangkan dan merusak batang kawat (Gambar 45). Gambar 47 Untuk memastikan agar helaian-helaian kabel tetap menyatu. Isolasi yang dikelupas terlalu sedikit mungkin tidak akan memberikan sambungan yang baik dan bila dikelupas terlalu banyak dapat menyebabkan kabel mengalami hubung singkat dengan rangkaian-rangkaian lainnya atau pada kabel ground. Mengelupas isolasi lebih dari 1. Ketika menggunakan stripper jenis ini. tariklah kabel dengan kuat untuk mengelupas isolasi. Ada pula alat yang memotong dan sekaligus menahan kabel dengan kuat (Gambar 46). Menempatkan terminal pada kabel . 7. puntirlah sedikit (Gambar 47).

Jenis-jenis Terminal Alternatif Gambar 50 Beberapa jenis crimp terminal tidak memiliki komponen isolasi yang dipasang padanya.Gambar 48 Sambungan akan lebih baik apabila helaian-helaian kawat terpuntir sedikit sebelum memasukkannya melalui terminal (Gambar 48). selalu pastikan bahwa hanya bagian „core‟ dari kabel yang akan dijepit memanjang melalui „core wing‟ di dalam terminal (Gambar 51). memasukkan kabel ke dalam terminal bisa menjadi sulit apabila semua kabel hanya berupa helaian-helaian yang longgar. 8. puntirlah kabel secukupnya untuk membantu agar kabel dapat masuk dengan mudah. Ketika dijepit. Akan tetapi. Dalam kasus seperti ini. Gambar 49 Oleh karena itu. Jenis-jenis ini terdiri dari dua bagian dan insulator disediakan sebagai komponen terpisah (Gambar 50). . Tempatkan bullet atau terminal pada kabel (Gambar 49). keadaan ini akan menghasilkan area kontak permukaan yang lebih luas antara terminal dengan kabel.

Pliers memiliki kecenderungan memotong sambungan dan dapat menimbulkan kesulitan saat digunakan. Anvil ini biasanya diberi kode warna sehingga mudah untuk mencocokkan terminal dengan ukuran anvil yang benar. Memilih Crimping Anvil Gambar 52 Gunakan perkakas untuk menjepit (crimping tool) yang benar untuk pin atau core crimping. tetapi jangan menggunakan tenaga berlebihan karena ini dapat membengkokkan pin atau terminal (Gambar 53). 10. Menjepit / Crimping Gambar 53 Jepitlah bagian „core‟ terlebih dahulu. bukan untuk kontak listrik.Gambar 51 9. JANGAN menggunakan pliers. sehingga tidak perlu menjepit bagian ini terlalu keras. Lalu jepitlah insulation wing atau bagian isolasi. Tekanlah dengan kuat sehingga dapat diperoleh kontak listrik yang baik. Jepitan pada isolasi kabel ini adalah untuk menahan kabel di tempatnya. Pilihlah anvil yang benar pada peralatan untuk menjepit connector atau terminal yang dipilih. .

sistem ini diperlihatkan dengan menghubungkan switch yang terhubung dengan garis putus-putus (DPST dan DPDT dalam Gambar 56). Kontak switch ditutup atau dibuka melalui cara-cara eksternal. Switch yang diperlihatkan dalam Gambar 56 dioperasikan secara mekanis dengan menggerakkan tuas atau toggle pada switch. Single-Pole Double Throw (SPDT). Dalam skematik. misalnya Single-Pole Single-Throw (SPST). switch dihubungkan sehingga switch tersebut selalu membuka dan menutup pada saat yang bersamaan. Beberapa jenis switch yang umum digunakan pada mesin-mesin Caterpillar adalah:  Toggle .Gambar 54 Tariklah sedikit untuk memastikan bahwa sambungan akan kuat saat digunakan (Gambar 54). misalnya tuas yang menggerakkan limit switch atau yang digerakkan melalui tekanan. DoublePole Single-Throw (DPST) dan Double-Pole Double-Throw (DPDT).4 SWITCH Gambar 55 Switch (Gambar 55) adalah perangkat yang digunakan untuk menyambung atau memutuskan jalur arus listrik. Switch jenis lain yang juga dioperasikan secara mekanis adalah limit switch dan pressure switch. Umumnya switch ditempatkan di antara dua konduktor (atau kabel). 2. Gambar 56 Juga ada banyak cara untuk mengoperasikan switch. Kadang-kadang. Ada banyak jenis switch yang berbeda.

Gambar 57 Gambar 57 memperlihatkan skematik internal pada switch jenis key start. Contoh dari switch lebih rumit yang digunakan pada mesin-mesin Caterpillar adalah key start switch. Apabila terdapat arus berlebihan dalam rangkaian. bukan komponen-komponen lain. dan posisi mati (OFF). Jenis switch ini mengontrol beberapa fungsi yang berbeda. posisi pengoperasian (RUN). Jenis switch ini dapat mengontrol komponenkomponen lain dan/atau mengalirkan listrik ke beberapa komponen pada saat yang bersamaan. 2. akan menyebabkan panas dan panas inilah yang menyebabkan pelindung rangkaian (switch protector) membuka sebelum terjadi kerusakan pada kabel. Perhatikan bahwa pelindungan rangkaian (Gambar 58) dirancang untuk melindungi kabel.5 PELINDUNG RANGKAIAN Gambar 58 Sekering (fuse) dan fusible link adalah pelindung rangkaian. posisi menyalakan (START). misalnya transistor untuk menghidupkan dan mematikan sinyal-sinyal jarak jauh (remote signal).        Rotary Rocker Push-On Pressure Magnetic Key Start Limit Cut-out Beberapa switch lebih rumit daripada yang lainnya. Mesin-mesin Caterpillar menggunakan switch magnetik untuk mengukur sinyal-sinyal kecepatan atau switch elektronik yang terdiri dari komponenkomponen elektronik internal. misalnya sebagai posisi asesoris (ACC). Hal ini memiliki dampak yang sama seperti mematikan switch. Fuse dan circuit .

Fusible link adalah bagian pendek dari kabel yang diisolasi yang ukurannya lebih tipis daripada kabel di dalam rangkaian yang dilindunginya. jangan menggunakan fusible link yang berukuran lebih panjang dari 225 mm (kira-kira 9 inci). Fusible link lazim digunakan pada kabel penyalaan (ignition lead) dari terminal positif baterai. Apabila ujung tersebut meregang seperti karet gelang. Kabel yang panjang cenderung menahan panas lebih lama dan mungkin tidak akan putus pada spesifikasi yang ditentukan. Jenis ini disebut circuit breaker “cycling”. Sekering diklasifikasikan berdasarkan jumlah amper yang dapat dialirinya sebelum membuka. Sekering dibuat dari potongan logam tipis atau kabel di dalam holder yang terbuat dari kaca atau plastik. logam akan meleleh dan rangkaian akan membuka. Circuit Breaker Pemutus arus (circuit breaker) hampir sama dengan sekering. Sekering dari plastik dibuat dalam warna yang berbeda-beda untuk menunjukkan peringkat sekering (fuse rating) dan tanda peringkat sekering juga dibentuk atau dicap pada bagian atas sekering. misalnya switch untuk lampu depan. Apabila pelindung rangkaian membuka secara berulang-ulang. Beberapa circuit breaker diatur ulang secara otomatis. Kelebihan arus dapat menyebabkan kabel di dalam link meleleh. Sekering harus diganti setelah membuka. Jika aliran arus listrik menjadi lebih tinggi daripada kemampuan sekering. Akan tetapi. Circuit breaker dipasang di dalam komponen-komponen Caterpillar. arus yang tinggi akan menyebabkan circuit breaker mengalami “trip” sehingga membuka rangkaian. fusibel link harus diganti setelah putus. Petunjuk untuk mengetahui bahwa fusible link telah putus dilakukan dengan menarik kedua ujungnya. . maka kabel pasti sudah meleleh dan link tidak lagi berfungsi dengan baik. (Isolasi fusible link adalah lebih tebal daripada isolasi kabel biasa sehingga link yang meleleh dapat lengket pada isolasi tersebut setelah putus. Seperti halnya dengan sekering. Fuse Gambar 59 Sekering (fuse) adalah pelindung rangkaian yang paling umum (Gambar 59). maka ada kemungkinan bahwa terdapat masalah listrik serius yang perlu diperbaiki.) CATATAN: Ketika mengganti fusible link. Circuit breaker dapat diatur ulang secara manual setelah kondisi kelebihan arus diatasi.breaker dapat membantu mendiagnosa masalah-masalah yang terdapat dalam rangkaian.

apabila terjadi kelebihan beban. bentuknya akan kembali seperti semula. Ketika logam menjadi dingin. dan menutup contact. dan sepasang contact terbuka untuk menghentikan aliran arus. akan menjaga contact terbuka dan rangkaian terputus meskipun bimetal blade akan mencoba meluruskannya saat menjadi dingin. Strip akan menjadi bengkok.Gambar 60 Thermal circuit breaker dengan tombol reset diperlihatkan dalam Gambar 60. Circuit breaker yang mengatur ulang secara otomatis disebut juga “cycling” karena circuit breaker ini membuka dan menutup berdasarkan siklus sampai arus kembali pada tingkat normal. Akan tetapi. Circuit breaker jenis ini memiliki bimetal blade yang mengalirkan arus ketika contact tertutup. .‟ Gambar 61 Cycling circuit breaker terbuat dari strip yang terdiri dari dua potongan logam yang berbeda. Circuit breaker jenis ini juga disebut circuit breaker „non-cyling. Arus listrik yang lebih tinggi daripada kapasitas circuit breaker membuat kedua logam berubah bentuk secara tidak merata. Ujung-ujungnya hanya akan menutup ketika tombol ditekan untuk mengatur ulang circuit breaker. Aliran arus dapat mengalir kembali (Gambar 61). panas dari arus yang berlebihan akan menyebabkan bimetal blade menjadi bengkok dan membuka contact untuk memutuskan rangkaian. Spring toggle. yang biasanya membantu menjaga contact tetap tertutup.

Ketika terjadi trip. polymer mengembang. sepasang contact. Gambar 63 memperlihatkan komponen-komponen yang biasanya terdapat dalam relay. Partikel-partikel karbon memberikan jalur konduksi bagi aliran arus. gaya magnet mendorong atau menarik core ke dalam coil sehingga menciptakan gerakan-gerakan linear atau maju-mundur. Armature adalah alat yang dapat digerakkan yang memungkinkan contact membuka dan menutup. material ini berbentuk kristal padat. Ketika arus listrik dalam jumlah kecil mengalir di dalam coil. medan magnet yang timbul menyebabkan kontak relay menutup.7 SOLENOID Gambar 64 – Start Solenoid Sederhana Solenoid adalah perangkat lain yang menggunakan daya elektromagnet. NTC terbuat dari polymer yang memiliki daya hantar konduksi. Ketika material dipanaskan. alat ini tetap berada dalam keadaan ”rangkaian terbuka” (open circuit) selama voltase tetap diaplikasikan pada rangkaian. Seperti halnya dengan relay. Dalam keadaan yang mengembang ini ada beberapa jalur untuk arus. misalnya. Relay terdiri dari electromagnetic coil. Ketika arus mengalir melalui coil. . solenoid juga memiliki coil seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 64. Dalam keadaan normalnya. NTC hanya akan mengatur ulang (reset) ketika voltase dihilangkan dan polymer menjadi dingin. starter. dengan banyak partikel-partikel karbon yang dipadatkan bersama. 2.6 RELAY Gambar 63 – Relay Sederhana Relay adalah switch yang dikontrol oleh listrik. NTC adalah alat yang tidak memiliki bagian-bagian yang bergerak. 2.Gambar 62 Negative Temperature Coefficient (NTC) adalah jenis circuit breaker khusus yang disebut thermistor (atau thermal resistor). Sebuah simbol skematik untuk NTC diperlihatkan dalam Gambar 62. dan sebuah angker dinamo (armature). sehingga memberikan jalur arus yang lebih besar untuk mengoperasikan komponen lainnya. memisahkan rangkaian-rangkaian karbon.

Ujung dengan pita-pita warna harus berada di sisi kiri saat dibaca. Resistor semacam itu memiliki toleransi 20% dari nilai resistansi.8 RESISTOR Gambar 65 Kadang-kadang perlu untuk mengurangi jumlah tegangan atau arus pada titik tertentu dalam suatu rangkaian. Oleh karena itu. resistor tidak boleh diganti dengan nilai toleransi yang lebih tinggi Peringkat Resistor / Resistors Rating . Beberapa rangkaian dirancang dengan nilai-nilai resistansi yang sangat tepat dan tidak akan beroperasi dengan semestinya jika tidak dirancang dengan nilai resistansi demikian. yang mengacu pada berapa nilai resistor sesungguhnya yang dapat diubah-ubah dari peringkat yang telah ditentukan. Cara termudah untuk mengurangi tegangan atau arus yang disuplai pada suatu beban adalah dengan meningkatkan resistansi. 2. Gambar 65 memperlihatkan bagan kode warna untuk mengidentifikasi resistor. Hal ini dilakukan dengan menambah resistor. Resistor terdiri dari dua jenis:  Tetap  Variabel Penggunaan resistor yang umum dalam rangkaian listrik adalah pada sistem audio dan rangkaian pengontrol suhu. Pita-pita tersebut dibaca dari kiri ke kanan. yang menggunakan beberapa resistor yang dipasang kabel untuk mengubah-ubah voltase. atau mengontrol shift di dalam transmisi otomatis. Pita-pita tersebut harus berada lebih dekat dengan satu ujung resistor daripada yang lainnya. Pita warna terakhir menunjukkan Toleransi Resistor (Resistor Tolerance). Resistor diklasifikasikan dalam ohm (untuk jumlah resistansi yang disediakan pada rangkaian) dan watt (untuk jumlah panas yang dapat dipancarkannya).Solenoid digunakan untuk menghidupkan starter motor. Beberapa resistor tidak memiliki pita dalam posisi terakhir ini. Penentuan nilai resistansi sebuah resistor ditentukan dengan melihat pada pita warnanya. dengan perhitungan dalam bentuk persentase peringkat total.

Hal ini dapat menciptakan panas yang harus dapat dikeluarkan oleh resistor. Watt adalah ukuran jumlah daya yang dapat ditahan oleh resistor. Resistor juga diklasifikasikan berdasarkan berapa banyak Ohm resistansi yang dapat diciptakannya. Resistor dan komponen-komponen lainnya dapat mengalami kerusakan dengan adanya kelebihan aliran arus dan/atau panas apabila peringkat resistansi atau watt tidak benar. ¼ watt. 1 watt dan 2 watt. Saat arus mengalir melalui bahan resistor yang lebih besar. Resistor Variabel Gambar 67 Jenis-jenis resistor yang dibahas sejauh ini adalah jenis yang nilainya tetap. Saat arus mengalir melalui bahan resistor yang lebih kecil. arus meningkat. Ini berarti bahwa besar resistansinya tidak dapat diatur/disesuaikan. . Panas yang berlebihan dapat mengubah resistor sehingga peringkat dan toleransinya tidak lagi berada dalam kisaran yang telah ditentukan. Kontrol menggerakkan kontak pada permukaan resistor. resistor harus memiliki peringkat watt dan juga peringkat resistansi yang benar. arus menurun. Gambar 66 memperlihatkan contoh jumlah watt pada resistor. ½ watt. Agar rangkaian (circuit) dapat berfungsi dengan semestinya. friksi listrik meningkat di dalamnya. Resistor jenis lainnya adalah jenis variabel (Gambar 67). Jumlah watt resistor dengan komposisi karbon dapat diidentifikasi berdasarkan ukurannya. Ini berarti bahwa resistansinya dapat diubah dengan mengatur kontrol. Peringkat yang paling lazim adalah 1/10 watt. Semakin besar watt maka semakin panas yang dapat ditahan oleh resistor.Gambar 66 Karena resistor menahan aliran arus.

Resistor variabel dapat berbentuk linear dan non-linear. juga disebut pot. resistansinya meningkat menjadi seperempat dari nilai maksimumnya. Gambar 69 Jenis resistor variabel lainnya adalah potentiometer.Jumlah perbedaan dan jumlah posisi resistansi bergantung pada bagaimana variabel resistor dibentuk. Potentiometer. Ketika kontrol diatur pada seperempat dari pergerakannya. sementara yang lainnya memiliki kisaran yang tak terbatas antara nilai minimum dan maksimumnya. Sifat ini dapat bermanfaat dalam rangkaian-rangkaian listrik tertentu. Resistansi linear resistor meningkat secara merata. ketika kontrol diatur hingga setengah dari pergerakannya. Fuel sender sebagai contoh mengukur nilai resistansi sistem khusus yang sesuai dengan kondisi sistem tersebut. Resistansi output diukur pada modul tampilan utama dan nilainya sesuai dengan kedalaman bahan bakar di dalam tangki. Gambar 69 memperlihatkan potentiometer yang digunakan dalam sistem bahan bakar. Pada temperatur yang lebih tinggi resistansi dari karbon berkurang. Potentiometer memungkinkan dua jalur untuk aliran arus dan dapat dikontrol baik secara manual maupun mekanis. Ada yang hanya memiliki dua nilai resistansi yang berbeda. bukan bertambah. Ada banyak jenis variabel resistor. Beberapa di antaranya disebut rheostat. rheostat digunakan untuk mengontrol tingkat cahaya pada lampulampu instrumen. Potentiometer dapat juga dirancang untuk berfungsi sebagai rheostat. Thermistor Thermistor (thermal resistor) adalah jenis resistor variabel yang beroperasi tanpa kontrol oleh manusia. Thermistor dibuat dari karbon. Elemen-elemen thermistor digunakan secara luas dalam sensor pada mesin-mesin Caterpillar untuk mengukur temperatur sistem. Resistor yang Gagal Berfungsi / Failed Resistor . potentiometer atau thermistor. Gambar 68 Rheostat (Gambar 68) biasanya memiliki dua terminal dan memungkinkan arus mengalir dalam satu jalur. Pada mesin-mesin Caterpillar. memiliki tiga terminal dan bekerja dengan membagi tegangan di antara kedua kaki terminal. resistansi meningkat menjadi setengah dari nilai maksimumnya.

dan sebagai filter (penghalusan). plastik dan keramik. Biasanya hal ini berlangsung dengan cepat. jangan menggunakan kapasitor dengan rating tegangan yang lebih rendah. Selain diukur dalam satuan farad. Hal ini berlanjut terus sampai muatan listrik pada kapasitor dan sumber tegangan sama. kertas. termasuk tegangan yang diaplikasikan dan ukuran kapasitor. Kapasitor kemudian dapat menahan muatannya ketika sambungannya diputuskan dari sumber tegangan. Satuan ini menetapkan berapa banyak elektron yang dapat disimpan oleh kapasitor. Hal ini dapat terlihat dengan jelas saat kurangnya respons di sebagian dari travel pada resistor. Variabel resistor. kapasitor juga memiliki rating tegangan maksimum yang dapat ditanganinya. sebaliknya. arus listrik berhenti mengalir. Dengan dua pelat yang dipisahkan oleh dielektrik. dan pelat positif masih mengalami kekurangan jumlah elektron. 1 Farad menyatakan jumlah elektron yang sangat banyak. tidak ada tempat bagi elektron-elektron untuk pergi. Kapasitor diukur dengan satuan “micro-farad” (F) (micro-farad adalah sepersejuta farad). Ketika kapasitor dimuati dengan listrik pada potential yang sama dengan sumber tegangan. dapat memperlihatkan bagian rata (flat spot) dimana bagian-bagian yang bergerak saling bergesekan terhadap satu sama lain dan menyebabkan keausan. Ketika mengganti kapasitor. Metode-metode konstruksi bervariasi. Ada tiga faktor yang menentukan kapasitas sebuah kapasitor: . Pelat negatif mempertahankan elektron-elektronnya yang telah terakumulasi. yaitu elektron-elektron terakumulasi pada permukaan pelat yang dihubungkan ke terminal negatif dan bergerak menjauh dari pelat yang dihubungkan ke terminal positif. tetapi kapasitor sederhana dapat dibuat dari dua pelat bahan yang mengandung daya konduksi yang dipisahkan oleh bahan isolasi yang disebut “dielektrik”. sebagai timer circuit (supresi). Bahan-bahan dielektrik yang umum adalah udara. Beginilah cara kapasitor menyimpan energi. Apabila kapasitor ditempatkan dalam rangkaian dengan sumber tegangan. capacitor digunakan untuk menyimpan energi. Seberapa cepat hal ini terjadi bergantung pada beberapa faktor.9 KAPASITOR Gambar 70 Kapasitor adalah perangkat yang dapat menyimpan muatan listrik. atau tidak membiarkan terlalu banyak arus mengalir. Pengukuran kemampuan menyimpan energi ini disebut “capacitance”. 2. arus mengalir dalam rangkaian secara singkat sementara kapasitor “mengisi muatan”. Dalam sistem-sistem listrik Caterpillar. Penyimpanan Energi Kapasitor Pada sejumlah rangkaian.Resistor jenis “tetap” berfungsi dengan mengalirkan arus dalam jumlah yang benar atau tidak mengalirkan arus sama sekali. Pengukuran Kapasitor Kapasitor diukur berdasarkan satuan yang disebut “farad” (dilambangkan dengan simbol “F”). sehingga menciptakan medan listrik yang selanjutnya dapat menyimpan energi. kapasitor dapat menggantikan baterai.

tetapi tidak menghasilkannya). Ketika digunakan untuk mengalirkan arus walaupun dalam jumlah kecil. Cara ini akan menetralkan muatan listrik yang mungkin masih tersisa. Hal ini akan menghasilkan cahaya. Kawat pijar harus beroperasi dalam lingkungan yang bebas oksigen untuk mencegahnya agar tidak mengalami oksidasi dan cepat terbakar. tetapi mengandung inert gas dalam jumlah kecil. Kawat pijar dilindungi oleh penutup kaca yang sama sekali hampa udara. total capacitance ditentukan oleh rumus berikut: CATATAN: Sebaiknya kedua terminal kapasitor dihubung-singkatkan sebelum menghubungkannya dengan rangkaian atau meter. total capacitance ditentukan oleh rumus berikut: CT = C1+C2+C3 Jika kapasitor dalam seri. Kapasitor yang bermuatan dapat mengirimkan energi simpanannya sama seperti yang dapat dilakukan oleh baterai (meskipun penting untuk dicatat bahwa. tidak seperti baterai. 2. Jenis-jenis Lampu Bohlam . Total Capacitance Gambar 71 Total Capacitance sebuah rangkaian bergantung pada bagaimana kapasitor dirancang dalam rangkaian (Gambar 71).10 LAMPU BOHLAM Lampu bohlam terdiri dari elemen kawat pijar halus yang tahan terhadap temperatur tinggi oleh arus listrik yang melewatinya. kapasitor memiliki potential untuk menyimpan tegangan sampai beberapa minggu lamanya.   Luas pelat-pelat yang memiliki daya konduksi Jarak di antara pelat-pelat yang memiliki daya konduksi Bahan yang digunakan sebagai dielektrik. kapasitor menyimpan listrik. Jika kapasitor dalam bentuk paralel.

. Lampu bohlam yang umum memiliki penutup yang dipasang dengan brass cap. Sealed Beam Gambar 73 – Sealed Beam a. Lampu bohlam panel Lampu ini terdiri dari lampu kecil yang digunakan terutama sekali untuk penerangan instrumen dan lampu indikator (Gambar 72e). sedangkan yang lainnya tidak memiliki metal cap dan dipasang dengan didorong langsung ke dalam bulb socket (Gambar 72f). lampu pelat nomor dan aplikasi-aplikasi serupa. Beberapa lampu bohlam memiliki dua kawat pijar. Kawat-kawat kecil pada bagian dasar penutup kaca digunakan sebagai kontak. Hal ini memiliki keuntungan dimana uap air sama sekali tidak dapat masuk yang apabila masuk dapat merusak permukaan yang memantul. festoon e. quartz halogen d. dan seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 72a di atas. Kawat pijar disediakan dengan volume gas yang lebih besar daripada lampu bohlam biasa dan difokuskan dengan benar. Screw base (lampu bohlam tidak dibuat pada skala yang sama) Berbagai jenis lampu bohlam diperlihatkan dalam Gambar 72. kawat pijar (filament) tunggal c. kawat pijar ganda dengan offset pin b. Sejumlah lampu bohlam panel memiliki bayonet fitting jenis miniatur.Sealed beam berukuran lebih besar untuk lampu depan tunggal Sealed beam digunakan untuk lampu depan dan memiliki reflector.Gambar 72 – Jenis-jenis lampu bohlam a. b. panel f. pin di dalam cap sering dibuat serong agar kawat pijar dapat dipasang dalam posisi yang benar. panel tanpa penutup g. Lampu bohlam ini digunakan untuk penerangan bagian dalam. Lampu bohlam festoon Lampu bohlam ini terdiri dari silinder kaca kecil dengan kawat pijar yang dipasang pada metal cap di masing-masing ujung (Gambar 72d). lensa dan kawat pijar yang disekat bersama sebagai satu unit (Gambar 73). Sealed beam untuk lampu depan ganda. Cap ini dilengkapi dengan pin yang memungkinkan lampu bohlam dipasang ke dalam bayonet socket.

Jumlah watt pada lampu bohlam Daya listrik diukur dengan watt. Pengaturannya diperlihatkan dalam Gambar 74. Penguapan juga mengurangi ukuran kawat pijar yang pada akhirnya tidak dapat lagi mengalirkan arus dan dengan demikian terbakar. Lampu bohlam quartz halogen Lampu bohlam ini digunakan untuk lampu depan dan lampu mengemudi. Oleh karena itu. dalam lampu bohlam halogen. Dalam lampu bohlam biasa. Lampu jenis ini memiliki kwarsa kecil atau penutup kaca keras. Ukuran ini kadang-kadang digunakan untuk lampu-lampu bohlam berukuran kecil. . Misalnya. Satu watt sama dengan 1 volt x 1 amper. sebuah lampu bohlam yang memiliki tegangan 12 volt yang menarik arus 3 amper dari baterai maka lampu bohlam ini memiliki daya 36 watt. bagian-bagian kecil dari kawat pijar menguap saat digunakan dan uap ini mengendap pada penutup kaca sebagai lapisan hitam tipis. Uap air dari tangan atau jari-jari yang bercampur dengan temperatur operasi yang tinggi membuat kwarsa atau penutup kaca keras cenderung mengalami keretakan. Jumlah watt sebuah lampu bohlam lampu depan yang rendah memiliki kira-kira 50 hingga 55 watt. tetapi sekarang telah digantikan dengan lampu bohlam sealed beam dan halogen.5 amper dari sistem. Akan tetapi. digunakan kwarsa atau penutup kaca keras. yang diisi dengan tambahan gas halogen khusus (Gambar 72c). Candlepower (CP) lampu bohlam Ini adalah ukuran penerangan sebuah lampu bohlam. daya listrik sebuah lampu bohlam diketahui dengan mengalikan volt dan amper. Misalnya. jumlah watt sebuah lampu bohlam melambangkan daya listrik dari lampu bohlam tersebut. lampu bohlam 42 watt yang beroperasi dalam sistem 12 volt akan menarik arus 3. Temperatur yang lebih tinggi diperlukan untuk proses ini. Oleh karena itu. gas halogen mengendapkan material kawat pijar yang menguap kembali ke kawat pijar lampu bohlam dan meningkatkan daya pakai lampu bohlam. lampu instrumen dapat dispesifikasikan sebagai lampu bohlam 2 CP. Temperatur yang lebih tinggi juga memberikan cahaya yang lebih terang. dan oleh karena itu. Harus berhati-hati ketika memasang lampu bohlam halogen kwarsa. Lampu bohlam dengan watt yang lebih tinggi akan menyala lebih terang dan beroperasi pada temperatur yang lebih tinggi.Lampu bohlam prefocus Gambar 74 – Lampu depan semi-sealed beam menggunakan lampu bohlam prefocus Jenis lampu bohlam ini digunakan dengan lampu depan jenis semi-sealed. Demikian pula. Jumlah watt pada lampu bohlam biasanya tertera di bagian logam dari lampu bohlam tersebut.

indikator adalah lampu yang memperlihatkan apakah suatu unit beroperasi atau tidak. sepanjang yang menyangkut operasi dasar. Sender unit sama dengan yang digunakan pada instrumeninstrumen yang dioperasikan dengan magnetik.11 INSTRUMEN Ada sejumlah instrumen dan indikator yang digunakan dalam kendaraan otomotif. Instrumen. Alat pengukur thermal memiliki dash unit dan sender unit. Alat pengukur thermal juga disebut sebagai alat pengukur jenis bimetal karena alat pengukur ini beroperasi melalui pemanasan keping bimetal yang menggerakkan pointer. Selain peralatan visual. Ada sejumlah jenis instrumen dan alat pengukur yang berbeda. dampak magnetik suatu arus listrik melalui konduktor atau coil digunakan untuk mengoperasikan pointer pada suatu skala. tetapi banyak alat pengukur. misalnya alat pengukur bahan bakar dan alat pengukur temperatur. dan unit pengirim jarak jauh (remote sender unit) di sejumlah bagian lainnya dalam kendaraan. beberapa kendaraan memiliki sistem peringatan suara. Contoh alat pengukur ini adalah:     Alat pengukur temperatur magnetik Alat pengukur tekanan oli magnetik Voltmeter Ammeter Instrumen dengan Operasi Thermal Banyak alat pengukur otomotif dari jenis thermal (panas). Contohnya adalah:     Alat pengukur bahan bakar thermal Alat pengukur temperatur thermal Alat pengatur voltase konstan Alat pengukur temperatur Instrumen Elektronik Digital . sementara lampu peringatan digunakan untuk memperlihatkan kepada pengemudi bahwa terdapat suatu masalah. tetapi terdapat sedikit sekali perbedaan di antara lampu indikator dan lampu peringatan karena keduanya memiliki fungsi yang serupa. terdiri dari dua bagian: unit dash yang dipasang di dalam panel instrumen. Prinsip ini digunakan untuk alat pengukur bahan bakar dan alat pengukur temperatur. Umumnya.2. Ammeter dan voltmeter adalah unit dash. yang beroperasi berdasarkan dampak pemanasan suatu arus listrik. yaitu:     Operasi magnetik Operasi thermal Operasi elektronik Operasi mekanis Instrumen-instrumen dengan operasi magnetik Dalam instrumen yang dioperasikan secara magnetik. yang beberapa di antaranya disebut sebagai alat pengukur (gauge) digunakan untuk memberikan bacaan yang sesungguhnya misalnya besar tekanan. sementara lampu indikator memberikan informasi dengan menggunakan lampu yang berada dalam posisi menyala (On) atau mati (Off). Bunyi buzzer atau suara musik digunakan untuk menarik perhatian pengemudi apabila pintu terbuka sedikit atau lampu depan dalam keadaan menyala. kecepatan dll. Beberapa indikator disebut juga sebagai lampu peringatan.

misalnya. Alat pengukur untuk air receiver dan peralatan bengkel lainnya biasanya dari jenis ini. dan begitu pula sebaliknya. Lampu indikator high-beam. Dalam beberapa kasus. Dalam sejumlah kasus. digital speedometer. Lampu Indikator dan Lampu Peringatan Meskipun terdapat perbedaan yang jelas antara lampu indikator dan lampu peringatan. yang kemudian memberikan output yang benar untuk mengoperasikan instrumen. Beberapa dari lampu ini biasanya dalam keadaan „off‟ dan menyala ketika terdapat kondisi-kondisi tertentu.Gambar 75 Suatu panel instrumen dengan instrumen elektronik digital diilustrasikan dalam Gambar 75. meskipun untuk penggunaan otomotif. odometer dan trip meter. alat pengukur temperatur dan sejumlah indikator dan lampu peringatan. Alat Pengukur Mekanis Gambar 76 Beberapa alat pengukur dioperasikan dengan cara mekanis. lampu indikator hanya merupakan lampu kecil yang ditambahkan pada suatu rangkaian (circuit). lampu peringatan dapat dianggap sebagai lampu indikator. . Sensor memberikan input pada mikroprosesor. Panel memiliki alat pengukur bahan bakar. Sejumlah lampu peringatan dioperasikan sesuai dengan switch-nya masing-masing. Bourdon tube gauge adalah alat pengukur tekanan yang dapat digunakan sebagai alat pengukur tekanan oli atau alat pengukur tekanan udara. menyala setiap kali lampu depan dinyalakan dalam posisi high beam. alat pengukur jenis ini umumnya sudah digantikan oleh jenis-jenis alat pengukur lainnya. Lampu indikator flasher. Beberapa yang lainnya biasanya dalam keadaan „on‟ dan dimatikan ketika terdapat kondisi yang berubah. Dalam hal ini tidak diperlukan switch tambahan karena lampu indikator menyala setiap kali rangkaian tertentu beroperasi. diode tachometer yang memancarkan sinar. Choke dan rem parkir memiliki switch yang berada dalam posisi „on‟ ketika kontrol tertentu dioperasikan. Tampilan instrumen seluruhnya dalam bentuk elektronik. keduanya memiliki fungsi yang serupa. Tindakan ini menyalakan lampu peringatan yang tetap dalam posisi menyala („on‟) sampai kontrol tersebut dikembalikan pada posisi normal dan switch dimatikan. dengan fungsi-fungsi penanganan mikroprosesor (komputer) untuk tampilannya. lampu indikator transmission overdrive dan lampu indikator melelehkan salju pada jendela belakang adalah contoh-contoh lainnya.

TOPIK 3 RANGKAIAN LISTRIK 3.0 KOMPONEN-KOMPONEN DASAR RANGKAIAN Gambar 77 .

arus naik Jika tegangan menurun. „Aliran‟ arus melaksanakan tugasnya. Aturan-aturan Umum Hukum Ohm Pada tahun 1827 George Simon Ohm menetapkan dasar pemikiran matematika mengenai listrik.Rangkaian (circuit) adalah jalur bagi arus listrik. Dari persamaan Hukum Ohm. Karena kebanyakan rangkaian listrik dalam mesin-mesin bergerak menggunakan sumber listrik berdaya 12 atau 24 Volt. Ujung-ujung ini disebut “power” dan “ground”. dan resistansi adalah yang menentang aliran arus. Aturan-aturan yang diperlukan untuk memahami. . arus dan resistansi di dalam suatu rangkaian. Arus mengalir dari satu ujung rangkaian ke ujung rangkaian lainnya ketika ujung-ujung tersebut dihubungkan ke muatan positif dan negatif (rangkaian tertutup). Hukum Ohm menyatakan bahwa: “Aliran arus di dalam suatu rangkaian berbanding langsung dengan tegangan rangkaian dan berbanding terbalik dengan resistansi rangkaian”. Hukum Ohm adalah hukum dasar mengenai listrik yang menghubungkan kuantitas voltase atau tegangan. arus naik Rumus Hukum Ohm Hukum Ohm dinyatakan sebagai rumus aljabar dimana: “E” singkatan dari gaya elektromotif (Volt) “I” singkat dari intensitas (Amper) “R” singkatan dari resistansi (Ohm). Setiap rangkaian listrik harus memiliki komponen-komponen berikut: Sumber power     Alat pelindung (sekering atau pemutus arus) Beban misalnya lampu Perangkat pengontrol (switch) Konduktor Komponen-komponen ini dihubungkan bersama dengan konduktor untuk membentuk suatu rangkaian listrik yang lengkap. arus turun Jika resistansi menurun. maka resistansi di dalam rangkaian menentukan arusnya. memprediksi dan menghitung perilaku rangkaian listrik dikelompokkan berdasarkan hukum yang berjudul “Hukum Ohm”. Tegangan adalah „tekanan‟ yang menggerakkan arus. Ini berarti bahwa jumlah aliran arus di dalam suatu rangkaian bergantung pada berapa banyak tegangan dan resistansi yang ada di dalam rangkaian. aturanaturan umum berikut berlaku: Asumsikan bahwa resistansi tidak berubah:     Jika tegangan meningkat. Apabila terjadi pemutusan di suatu tempat di dalam rangkaian maka arus listrik tidak dapat mengalir. arus turun Asumsikan bahwa tegangan tidak berubah: Jika resistansi meningkat.

Tegangan Tidak Diketahui Gambar 80 Menghitung voltase yang tidak diketahui Dalam rangkaian ini. Aliran arus melalui rangkaian adalah 6 Amper. Resistansi beban adalah 2 Ohm. Huruf-huruf lainnya memberikan rumus untuk mengetahui kuantitas yang tidak diketahui. bagi tegangan dengan arus (R = E  I). maka rumus untuk menghitung . nilai tegangan sumber tidak diketahui. Misalnya:    Untuk mengetahui voltase atau tegangan. kalikan arus dengan resistansi (E = I x R) Untuk mengetahui arus. maka bagian ketiga dapat dihitung. Lingkaran Rumus Hukum Ohm Gambar 79 Lingkaran Rumus Pemecahan Hukum Ohm Lingkaran rumus Hukum Ohm adalah cara mudah untuk mengingat cara menghitung bagian mana pun dari rumus. Karena tegangan tidak diketahui. bagi tegangan dengan resistansi (I = E  R) Untuk mengetahui resistansi. Untuk menggunakan lingkaran rumus tutuplah huruf yang tidak diketahui.Gambar 78 Apabila dua bagian dari Rumus Hukum Ohm diketahui.

Rumus untuk menghitung resistansi adalah tegangan dibagi dengan arus. voltase sumber dalam rangkaian ini adalah 12 Volt. Oleh karena itu. . yaitu 12 Volt dibagi 6 Amper sama dengan 2 Ohm. Resistansi beban adalah 2 Ohm dan tegangan sumber adalah 12 Volt. nilai resistansi tidak diketahui. angka untuk menyatakan ukuran atau kuantitas item yang sedang diukur dapat diketahui. resistansinya di dalam rangkaian adalah 2 Ohm. Arus Tidak Diketahui Gambar 82 Menghitung arus yang tidak diketahui Dalam rangkaian ini arus tidak diketahui. 12 Volt dibagi dengan 2 Ohm adalah 6 Amper. 3. unit atau ungkapan untuk menguraikan apa yang dimaksud dengan angka tersebut selalu tersedia.1 METRIC PREFIX Ketika mengukur sesuatu. Jadi.tegangan adalah arus dikalikan dengan resistansi. Oleh karena itu. Resistansi Tidak Diketahui Gambar 81 – Menghitung resistansi yang tidak diketahui Dalam rangkaian ini. Oleh karena itu. Jadi. Selain menggunakan angka. Angka-angka digunakan untuk menyatakan hasil dari perhitungan-perhitungan sederhana. Rumus untuk menghitung arus adalah tegangan dibagi dengan resistansi. aliran arus dalam rangkaian ini adalah 6 Amper. Aliran arus melalui rangkaian adalah 6 Amper dan voltase sumber adalah 12 Volt. kalikan 6 Amper dengan 2 Ohm maka akan didapat 12 Volt.

Prefix yang paling lazim dalam pengkajian teori listrik dasar adalah Mega (jutaan).000.5 Mega ohm akan menjadi 3.5 kilo volt).000 Contoh: 8MΩ x 1. (1.Unit Dasar Unit dasar adalah unit standar. Misalnya. Kilo .000 ___  1. Nama adalah awalan dan ditempatkan pada awal unit dasar. pindahkan titik desimal enam tempat ke kanan.000 Ohm. bergantung pada apakah yang diperlukan adalah angka yang lebih besar atau lebih kecil. Sistem ini disebut Sistem Unit Internasional (SI).000 ___m  1. Prefix Angka-angka dasar dikalikan atau dibagi dengan faktor 10. Dalam sistem metrik hanya ada beberapa unit dasar yang digunakan untuk pengukuran listrik.000. Dalam aplikasi-aplikasi listrik dan elektronik kita bekerja dalam jumlah dalam kuantitas yang sangat besar atau sangat kecil. Mili (per ribuan) dan Mikro (per juta) (Tabel 5).000V Cointoh: 400mV  1.500.000. Misalnya: Tegangan listrik 1500 Volt akan dinyatakan dalam pangkat 10 yaitu: 1. Awalan (prefix) ditambahkan pada unit dasar untuk mengubah unit pengukuran. Satu Mega ohm sama dengan satu juta Ohm. Tabel 6 –Prefix yang biasanya digunakan dalam dunia kelistrikan mega kilo Mili Mikro ___M x 1. Volt. Untuk mengubah nilai apa pun dari Mega ohm ke Ohm.000 =.000 ___k x 1. 3.000. Kilo (ribuan).000036A Mega Mega artinya satu juta dan disingkat dengan huruf besar “M”. Ohm dan Amper adalah unit-unit dasar primer yang digunakan dalam aplikasi-aplikasi listrik.000 = 8.5 x 1000 = 1500 Awalan k (untuk kilo) sama dengan 1000.000Ω Contoh: 16kV x 1. sehingga penggunaan metrix prefix bermanfaat. Tabel 5 – Metric Prefix Prefix mega kilo mili mikro Simbol M k m  Pangkat dari 10 6 10 3 10 -3 10 -6 10 Unit-unit sistem metrik terdiri dari sistem pengukuran yang diakui internasional di seluruh dunia.000 =.5 kV. yaitu unit tanpa awalan (prefix). sehingga pernyataan untuk 1500 Volt dinyatakan sebagai 1.000.000 – 16.4 V Contoh: 36  1.5 x 103 atau 1.

Contoh lain dari peralatan yang memiliki pemakaian watt adalah speaker. Misalnya. resistansi adalah yang menggunakan daya listrik. 355 mikroamper adalah 0. sejumlah motor dan kebanyakan peralatan rumah tangga. sebuah hair dryer dapat menarik arus hampir 10 Amper. Rumus dasar untuk daya (power) adalah: Daya = Arus x tegangan (P = I x V) Watt = Amper x Volt (W = A x V) Dalam setiap rangkaian. Mili Mili artinya seper seribu dan disingkat dengan huruf kecil “m”.000 Ohm.4 kW. Satu mikroamper adalah sama dengan seper sejuta amper.000355 Amper. Pemakaian daya dinyatakan dalam watt. resistor. Dalam suatu rangkaian.2 DAYA / POWER Daya adalah ukuran tingkat energi yang dihasilkan atau digunakan dan daya adalah cara lain untuk mengukur rangkaian listrik. insulator. voltase dan arus ditentukan oleh Rumus Daya. 746 Watt = 1 tenaga kuda (horsepower) Unit pengukuran untuk daya adalah Watt. Misalnya. Daya adalah produk arus dikalikan dengan tegangan.000355 Amper.3 TEORI RANGKAIAN DASAR Ada tiga jenis dasar rangkaian dan hukum yang berlaku bagi masing-masing dari jenis rangkaian akan diulas:  Rangkaian Seri  Rangkaian Paralel  Rangkaian Seri-Paralel Rangkaian Seri / Series Circuit . pindahkan titik desimal tiga tempat ke kiri. Voltase normal yang terdapat di dalam rumah tangga adalah kira-kira 240 Volt. Dengan mengalikan 10 dengan 240 maka akan diketahui bahwa daya yang digunakan oleh hair dryer adalah kira-kira 2400 watt atau 2. Misalnya. Mikro Mikro artinya seper sejuta dan disingkat dengan simbol “”. tegangan dikalikan dengan arus digunakan untuk mengetahui beberapa banyak daya yang dipakai.355 miliamper akan menjadi 0. ingatlah bahwa banyak jenis peralatan memiliki resistansi seperti misalnya konduktor. Untuk mengubah nilai apa pun dari mikroamper ke Amper. Akan tetapi. 3. Misalnya 0. 0. Apabila arus turun. Dalam peralatan listrik. Satu kilo ohm sama dengan 1. Dalam rangkaian listrik. Satu mili amper adalah seper seribu amper. apabila voltase atau arus meningkat. Banyak peralatan listrik diklasifikasikan berdasarkan berapa banyak daya listrik yang digunakan.657 kilo-ohm menjadi 657 Ohm. pindahkan titik desimal enam tempat ke kiri. tingkat output tenaga kuda (output horsepower rating) adalah ukuran dari kemampuannya untuk melakukan pekerjaan mekanis. Rumus daya sama dengan rumus Hukum Ohm. pindahkan titik desimal tiga tempat ke kanan. daya turun. Satu Watt sama dengan satu Amper dikalikan dengan satu Volt. 3. coil dan motor. Dalam suatu engine. Untuk mengubah nilai apa pun dari miliamper ke Amper. daya adalah ukuran tingkat dimana energi listrik diubah menjadi panas oleh elemen-elemen resistive yang ada di dalam konduktor. bukan berapa banyak daya listrik yang dihasilkannya. Untuk mengubah nilai apa pun dari kilo-ohm ke Ohm. Hubungan antara daya. Lampu bohlam diklasifikasikan berdasarkan jumlah watt yang digunakan. dayanya meningkat.Kilo artinya seribu dan disingkat dengan huruf kecil “k”. Mungkin pemakaian Watt yang paling lazim adalah pada lampu bohlam.

Mengaplikasikan Aturan-aturan Ini / Applying the Rules Gambar 84 Rangkaian Seri Rangkaian dalam Gambar 84 terdiri dari berbagai peralatan dan komponen. Karena dua dari nilai-nilai rangkaian diberikan. masing-masing peralatan listrik dihubungkan ke peralatan listrik lainnya sedemikian rupa sehingga hanya ada satu jalur untuk mengalirkan arus. termasuk sumber daya 24 Volt. maka satu-satunya nilai yang masih tersisa untuk dihitung adalah aliran arus. apabila hukum dasar rangkaian seri diaplikasikan. Dalam rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 83. Rumus berikut digunakan untuk mengetahui total resistansi: Rt = R1 + R2 + R3 Rt = 3Ω + 3Ω + 6Ω = 12 Ohm Karena tegangan untuk sumber daya yang diberikan adalah 24 Volt dan resistansi rangkaian telah dihitung dengan hasil 12Ω. menghitung nilai yang tidak diketahui adalah mudah. Total arus rangkaian dihitung dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm dan dengan menulis rumus berikut: I=ER I = 24V / 12Ω = 2 Amper . Dalam rangkaian seri.Gambar 83 Rangkaian Seri Rangkaian seri adalah jenis rangkaian yang paling sederhana. Aturan-aturan berikut berlaku bagi semua rangkaian seri: Pada titik apa pun di dalam rangkaian. arus mengalir dari baterai (+) melalui sebuah sekering (alat pelindung) dan switch (perangkat pengontrol) ke lampu (beban) dan kemudian kembali ke frame ground. Langkah pertama adalah menentukan total resistansi rangkaian. nilai arus adalah sama Total resistansi rangkaian adalah sama dengan jumlah seluruh resistansi individual dan disebut resistansi ekuivalen Penurunan tegangan di semua beban rangkaian adalah sama dengan tegangan sumber yang digunakan. Semua peralatan dan komponen rangkaian dihubungkan dalam seri. Cara mudah untuk menyatakan aturan yang berlaku pada rangkaian seri ini adalah :    Tegangan total adalah JUMLAH dari semua penurunan tegangan Resistansi total adalah JUMLAH dari semua resistansi masing-masing Arus total adalah SAMA pada suatu titik tertentu dalam rangkaian.

arus mengalir dari baterai melalui sekering dan switch. masing-masing memiliki satu lampu. Dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm. Penurunan tegangan tersebut adalah: E1 = 2A x 3Ω = 6V E2 = 2A x 3Ω = 6V E3 = 2A x 6Ω = 12V Semua nilai rangkaian sekarang sudah dihitung. Total resistansi selalu lebih sedikit daripada resistansi terkecil di dalam cabang mana pun. Total arus di dalam rangkaian sama dengan jumlah arus dalam cabang. periksalah masing-masing jawaban. Menerapkan Aturan-aturan / Applying the Rules Gambar 86 Rangkaian . Karena semua cabang dihubungkan pada terminal positif dan negatif yang sama. dan kemudian terbagi menjadi dua cabang. dan SELALU lebih sedikit dibandingkan dengan resistansi terkecil di dalam satu cabang. Aturan-aturan berikut berlaku untuk rangkaian paralel:    Voltase di masing-masing cabang paralel adalah sama Total arus di masing-masing cabang adalah sama Total resistansi ekivalen sama dengan tegangan sumber dibagi dengan total arus. Dengan menggunakan rumus E = I x R untuk setiap resistor maka akan diketahui penurunan tegangan di masing-masing beban.Langkah selanjutnya adalah memasukkan nilai untuk aliran arus ke dalam beban resistive. Rangkaian Paralel / Parallel Circuit Gambar 85 Rangkaian Paralel Rangkaian paralel adalah lebih rumit daripada rangkaian seri karena terdapat lebih dari satu jalur untuk mengalirkan arus. Salah satu aturan untuk rangkaian seri menyatakan bahwa arus SAMA pada suatu titik tertentu. bergantung pada resistansinya. maka semua jalur ini memiliki tegangan yang sama dan masing-masing cabang mengalami penurunan tegangan dalam jumlah yang sama. Aliran arus di dalam masing-masing cabang bisa jadi berbeda. Masing-masing cabang dihubungkan ke frame ground. terlepas berapa pun resistansi yang terdapat di dalam cabang. Setiap jalur arus disebut cabang (branch). Dalam rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 85. Cara mudah untuk menyatakan aturan-aturan paralel adalah:    Tegangan untuk semua cabang adalah SAMA Arus adalah JUMLAH dari arus masing-masing cabang Resistansi ekivalen adalah selalu LEBIH KECIL daripada resistansi terkecil di masing-masing cabang.

Rumus I = E/R digunakan untuk menghitung arus di masing-masing cabang yaitu 6 Amper. termasuk sumber tegangan 24 Volt. Rumus berikut digunakan untuk menghitung total resistansi. masing-masing dengan lampu yang memiliki resistansi 4Ω. Menghitung Aliran Arus dalam Rangkaian Paralel / Solving Current Flow Gambar 87 Rangkaian Paralel Rangkaian yang diperlihatkan dalam Gambar 87 adalah contoh rangkaian arus searah (DC) dengan tiga cabang paralel dan sebuah ammeter yang dihubungkan secara seri pada cabang-cabang paralel (semua aliran arus di dalam rangkaian harus melewati ammeter).25 = 0. salah satu aturan untuk rangkaian paralel menyatakan bahwa tegangan di semua cabang paralel adalah SAMA. Oleh karena itu. maka rumus untuk total arus adalah It = I1 + I2 + I3 = 6 + 6 + 6 = 18 Amper.5 = 2 Ohm Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya. . Langkah pertama dalam mengembangkan rangkaian ekivalen adalah dengan mengaplikasikan aturanaturan dasar untuk mengetahui total resistansi kedua cabang paralel. dimana: I =ER I1 = E1  R1 = 24  4 = 6 Amper I2 = E2  R2 = 24 + 4 = 6 Amper I3 = E3  R3 = 24  4 = 6 Amper Karena aliran arus di dalam cabang-cabang paralel adalah JUMLAH semua arus di cabang. Dengan mengaplikasikan aturan-aturan dasar untuk rangkaian paralel (tegangan di semua cabang SAMA) maka nilai arus yang tidak diketahui di masing-masing cabang dapat dihitung dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm. 1/Rt = 1/R1 + 1/R2 = ¼ +¼ = 0.Rangkaian dalam Gambar 86 terdiri dari berbagai peralatan dan komponen. Dalam kasus khusus ini. Ingat bahwa total resistansi gabungan cabang adalah lebih kecil daripada resistansi terkecil dari masing-masing cabang. total resistansi adalah kurang dari 4Ω.5 Rt = 1  0. Sebelum menerapkan hukum-hukum dasar rangkaian paralel perlu untuk terlebih dahulu mengetahui resistansi ekivalen guna mengganti kedua cabang paralel 4 Ohm. aliran arus di masing-masing cabang adalah sama karena nilai-nilai resistansi sama. maka aliran arus masing-masing dapat dihitung dengan menggunakan Hukum Ohm. Dengan daya 24 Volt diaplikasikan pada masing-masing cabang. Dengan voltase sumber diketahui 24 Volt dan total arus yang dihitung adalah 18 Amper maka total resistansi rangkaian setelah dihitung adalah 1 Ohm. Rangkaian di atas memiliki dua cabang paralel.25 + 0. Resistansi di setiap lampu diberikan bersama dengan nilai tegangan sumbernya. (Rt = E t  I t).

Gantilah kombinasi-kombinasi resistor seri-dan paralel langkah demi langkah. Periksalah rangkaian dengan cermat dan kemudian tentukan jalur atau jalur-jalur yang dapat dialiri arus melalui rangkaian sebelum kembali ke sumber. Gunakan aturan-aturan seri sederhana untuk menghitung nilai-nilai yang tidak diketahui. Rangkaian seri-paralel (ekuivalen) yang digambar ulang dengan benar akan terdiri hanya SATU resistor seri pada ujungnya. Dengan menggunakan rumus berikut. Kembali ke rangkaian asli dan masukkan nilai-nilai yang sudah diketahui. hitunglah resistansi ekuivalen (Re) paralel. Gunakan Hukum Ohm untuk menghitung nilai-nilai lainnya.Rangkaian Seri-Paralel / Series – Parallel Circuits Gambar 88 Rangkaian Seri-Paralel Rangkaian seri-paralel yang diperlihatkan dalam Gambar 88 terdiri dari satu bagian seri dan satu bagian paralel. Meskipun beberapa rangkaian seri-paralel tampak sangat rumit. Untuk menghitung soal ini Anda perlu menentukan resistansi ekuivalen untuk cabang paralel. Menghitung Soal Seri-Paralel 2 R1 R2 6 R3 3 12V Gambar 89 Rangkaian Seri-Paralel Rangkaian seri-paralel yang diperlihatkan dalam Gambar 89 memperlihatkan resistor 2Ω dalam seri dengan sebuah cabang paralel yang terdiri dari resistor 6Ω dan resistor 3Ω. mulailah pada titik terjauh dari sumber tegangan. Tip-tip berikut akan membuat perhitungan rangkaian seri-paralel tidak terlalu rumit. Ketika menyederhanakan rangkaian seri-paralel. pada dasarnya rangkaian ini dapat dihitung dengan mudah dengan menggunakan metode yang logis. Semua aturan yang dibahas sebelumnya mengenai rangkaian seri dan paralel berlaku ketika mencari nilai-nilai rangkaian yang tidak diketahui. atau Menerapkan Aturan-aturan / Applying the Rules . Gambarlah kembali rangkaian rumit untuk disederhanakan tampilannya.

Metode-metode Lain dan Tip-tip untuk Menghitung Rangkaian Seri-Paralel yang Rumit . 6V 3A 2Ω R1 R2 6V 1A R3 6Ω 6V 2A 3Ω 12V Gambar 91 Rangkaian Perhitungan rangkaian menunjukkan bahwa total aliran arus dalam rangkaian adalah 3 Amper. arus listrik dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Lihat rangkaian seri-paralel awal dan tempatkan nilai-nilai yang sudah diketahui. Karena semua aliran arus yang meninggalkan sumber harus kembali kita mengetahui bahwa 3 Amper harus mengalir melalui R1. Dengan menggunakan aturan-aturan untuk rangkaian seri. total resistansi rangkaian sekarang dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Nilai sisanya yang belum diketahui adalah arus. Dengan menggunakan Hukum Ohm untuk cabang paralel maka diketahui bahwa 1 Amper mengalir melalui R2. Kemudian hitunglah total rangkaian dengan menggunakan aturan-aturan Hukum Ohm sederhana untuk rangkaian seri. Maka sekarang kita bisa menghitung turunnya voltase pada R1 dengan menggunakan rumus E = I x R = 3A x 2Ω = 6 Volt Apabila resistor R1 menggunakan 6 Volt. dan 2 Amper mengalir melalui R3 sebelum bergabung menjadi total arus rangkaian 3 Amper yang kembali ke bagian negatif dari sumber power (Gambar 91). Sekali lagi dengan menggunakan Lingkaran Hukum Ohm.Gambar 90 Rangkaian Seri-paralel Gambarlah kembali Gambar 90 dengan menyisipkan resistansi ekuivalen untuk cabang paralel. maka voltase sumber sisanya (6V) diaplikasikan pada kedua cabang paralel.

Langkah 1: Gambar 93 – Langkah 1 Telusurilah aliran arus baterai dari bagian (+) ke baterai bagian (-). yaitu: 1 1 1 R1 * R2 atau (disebut product over sum method) Re    Re R1 R2 R1  R2 Jika rangkaian hanya memiliki dua cabang. langkah selanjutnya adalah menggambar rangkaian serupa untuk cabang-cabang paralel. Di TP1 arus dibagi di antara dua cabang paralel dan kemudian digabungkan kembali di TP2 sebelum mengalir melalui resistor seri R3 dan kembali ke ground. dengan menggambar rangkaian yang sama (equivalent circuit) dan mengurangi rangkaian hingga menjadi bentuk yang paling sederhana (rangkaian seri) maka akan menghasilkan informasi yang diperlukan untuk disejajarkan dengan rangkaian asli. Sekarang jalur aliran arus telah diidentifikasi. Langkah 3: . Terlepas betapapun terlihat rumit suatu rangkaian. Semua arus yang meninggalkan sumber tersedia di TP1 (test point 1). maka metode jumlah atas produk (product over sum method) adalah rumus yang paling mudah. Langkah 2: P Gambar 94 – Langkah 2 Dengan menggunakan Hukum Ohm hitunglah resistansi ekuivalen untuk cabang paralel.Gambar 92 Rangkaian Seri-Paralel yang Rumit Sebagaimana dinyatakan sebelumnya. Ada dua metode (rumus) yang tersedia untuk menghitung resistansi cabang paralel. dengan memeriksa jalur secara seksama untuk aliran arus dan kemudian menggambar kembali rangkaian dapat dengan mudah memecahkan rangkaian-rangkaian yang rumit.

yang diperlihatkan sebagai Re dan R3. TOPIK 4 ELECTRICAL SCHEMATIC 4.0 SCHEMATIC .Gambar 95 – Langkah 3 Gambarlah kembali rangkaian dengan mengganti nilai Re untuk melambangkan resistansi ekuivalen. Rangkaian sekarang memiliki dua resistor dalam seri. Selanjutnya sederhanakan rangkaian dengan menggabungkan Re dan R3 sebagai resistansi tunggal yang disebut Rt.

. Simbol-simbol skematik digunakan secara luas dalam terbitan-terbitan Caterpilar untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang berhubungan dengan listrik. Beberapa fitur di depan skematik adalah:        Kode-kode warna untuk mengidentifikasi rangkaian Kode-kode singkatan warna Keterangan simbol Informasi mengenai wiring harness Catatan dan kondisi-kondisi skematik Grid design untuk lokasi komponen Nomor-nomor part komponen Garis-garis “berwarna” melambangkan rangkaian alat. Informasi tersebut dicetak pada bagian depan dan belakang skematik. Fitur-fitur Skematik Skematik listrik Caterpillar memiliki informasi yang sangat berharga. Teknisi harus sangat terampil dalam membaca dan menginterpretasikan semua informasi yang terkandung di bagian-bagian skematik.Gambar 96 Skematik pada dasarnya adalah gambar-gambar garis yang menjelaskan bagiamana suatu sistem berfungsi dengan menggunakan simbol-simbol dan garis-garis penghubung. Suatu metode langkah demi langkah yang logis dalam menggunakan diagram-diagram skematik untuk troubleshooting dimulai dengan pemahaman teknisi tentang sistem yang lengkap. Skematik digunakan oleh para teknisi untuk mengetahui bagaimana suatu sistem berfungsi dan untuk membantu dalam memperbaiki sistem yang telah mengalami kegagalan fungsi. Simbol-simbol digunakan untuk melambangkan peralatan atau komponen-komponen baik dalam sistem listrik dan elektronik yang sederhana maupun rumit. Simbol-simbol skematik memberikan banyak sekali informasi dalam ruang yang kecil dan pembacaan simbol-simbol skematik memerlukan keterampilan dan latihan yang sangat tinggi. Gunakan kode identifikasi warna yang terletak di skematik untuk mengetahui rangkaian.

Machine Electrical Schematic dengan Format Baru Format Lama Format Baru Gambar 97 Sejumlah mesin Caterpillar menggunakan format baru untuk skematik sistem listrik. CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh dari sistem identifikasi yang baru. Gambar 97 memperlihatkan format identifikasi kabel yang baru.Garis-garis tebal “ganda” adalah untuk mengidentifikasi rangkaian dan komponen-komponen yang terletak di pos operator. kawat. Garis (hitam tipis) digunakan untuk mengidentifikasi alat. connector. Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. nomor kabel dalam harness (5). CATATAN: Lihat keterangan simbol pada skematika. kode identifikasi harness (H). Connector Format Lama Format Baru . kabel atau komponen. Label mencakup identifikasi rangkaian. Format baru tersebut disebut PRO/E dan memberikan informasi tambahan untuk kawat. nomor label kabel (169). komponen dan simbol sambungan. kode warna (PK) dan ukuran kabel (18).

CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi yang baru. kode pemberian seri (P-12) dimana “P” adalah singkatan dari “part” dan “1” melambangkan posisi harness (bagian nomor “12” dalam harness “H”. dan nomor bagian komponen (113-8490). mengidentifikasi assembly sebagai connector (C). dan mencantumkan part number connector (3E3382). CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi yang baru. Simbol sambungan yang sebelumnya hanya menggunakan titik (filled-in dot) untuk menunjukkan sambungan. Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. Format PRO/E untuk sambungan-sambungan (splice) menggunakan dua titik penghubung untuk menunjukkan di bagian mana kabel keluar. Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. mengidentifikasi nomor connector dalam harness (7). . Komponen-komponen Format Lama Format Baru Gambar 99 Gambar 99 menunjukkan metode pemberian label komponen skematik yang lama dan memperlihatkan nama yang jelas dan part number komponen.Gambar 98 Format identifikasi connector yang baru (Gambar 98) mencakup kode identifikasi harness (H). Skematik yang digambar dalam format PRO/E berisikan huruf identifikasi harness (H).

CATATAN: Kode-kode yang diperlihatkan adalah contoh mengenai sistem identifikasi yang baru. Untuk mempermudah pekerjaan dengan angka-angka yang lebih besar. Beberapa fitur di bagian belakang skematik mencakup: Simbol-simbol dan identifikasi skematik harness dan kabel listrik Simbol-simbol dan definisi skematik listrik Bagan keterangan kabel      Buku manual service listrik terkait Bagan lokasi harness connector Spesifikasi-spesifikasi switch mesin dalam posisi “off” Lokasi-lokasi harness connector dan komponen mesin. Lihat skematik listrik yang sesuai untuk rincian lebih lanjut dan informasi yang akurat. Meskipun teknisi service dapat menggunakan analog multimeter dan mengetes lampu. digital multimeter menggunakan sistem metrik. . diidentifikasi sebagai garis bayangan hitam mesin Daftar component identifier (CID) dan konversi kode flash Bagan lokasi komponen Spesifikasi-spesifikasi resistor dan solenoid Daftar Failure Mode Identifier (FMI) TOPIK 5 DIGITAL MULTIMETER 5. digital multimeter melaksanakan pengukuran-pengukuran yang lebih rumit pada sistem elektronik yang lebih baru.0 PENGENALAN TERHADAP DIGITAL MULTIMETER Gambar 100 Digital Multimeter 9U7330 Topik ini mencakup fungsi-fungsi dasar dan pengoperasian digital mulimeter (Gambar 100).

semua segmen tampilan dan indikator (annunciator) tampil secara singkat selama pengetesan. maka update adalah tiga kali per detik. Tombol Tekan . Tampilan meng-update empat kali per detik. Gambar 101 Digital Multimeter 9U7330 Meter (Gambar 101) memiliki empat bagian utama:     Liquid-crystal-display Tombol tekan Switch dengan fungsi rotary dial Lead meter input Liquid Crystal Display Gambar 102 Liquid crystal display pada Digital Multimeter Tampilan kristal cair (LCD) pada meter (Gambar 102) menggunakan segmen-segmen tampilan dan indikator. debu dan uap air. Tampilan juga menggunakan indikator untuk menyingkat berbagai status tampilan (display mode) dan fungsi-fungsi meter.Digital multimeter adalah alat yang sangat akurat dan digunakan untuk mencari nilai yang sangat tepat untuk besaran tegangan. kecuali ketika bacaan frekuensi dilakukan. Ketika meter dihidupkan (ON). Bacaan digital ditampilkan pada tampilan 4000-count dengan indikasi muatan kutub () dan penempatan titik desimal otomatis. Tampilan analog adalah pointer 32 segmen yang meng-update 40 kali per detik. Segmen-segmen tampilan memiliki pointer yang “bergulung” di seluruh segmen yang menunjukkan adanya perubahan pengukuran. Digital multimeter diberi tenaga oleh baterai alkalin 9 Volt dan dilindungi terhadap kotoran. arus atau resistansi.

bagian berikutnya akan ditampilkan. Topik ini akan mencakup hanya tombol kisaran (range button). Meter Lead Input . Rotary Switch Gambar 104 Rotary Switch Berbagai fungsi meter dipilih dengan memutar rotary switch pada meter (Gambar 104). Posisi atas digunakan untuk mengukur resistansi. Ketika tombol dihidupkan untuk pertama kali dan pengukuran dilakukan. mili-Amper dan mikro-Amper.Gambar 103 Tombol tekan pada digital multimeter Tombol pada meter (Gambar 103) digunakan untuk melaksanakan fungsi-fungsi tambahan. Setiap kali rotary switch digerakkan dari posisi OFF ke penyetelan fungsi. Posisi berikutnya akan memungkinkan meter untuk memeriksa diode. Dengan menggerakkan meter sesuai dengan arah jarum jam dari tombol OFF. Dengan menekan tombol kisaran maka akan menempatkan meter dalam mode kisaran manual dan menampilkan skala kisaran di bagian kanan bawah. voltase langsung (DC) dan DC millivolt. Tombol-tombol tambahan akan dicakup kemudian dalam kursus karena tombol-tombol ini berlaku untuk jenis pengukuran yang dilakukan. Setiap kali tombol kisaran ditekan. Dua posisi terakhir digunakan untuk mengukur arus AC dan DC dalam Amper. meter secara otomatis memilih suatu kisaran dan menampilkan kata AUTO di bagian kiri atas. Tekan dan tahan tombol kisaran untuk kembali ke mode kisaran auto (auto range mode). Tombol berwarna kuning dapat digunakan untuk menerangi bagian belakang tampilan meter. ketiga posisi pertama pada rotary switch digunakan untuk mengukur voltase arus bolak balik (AC). semua segmen dan indikator tampilan menyala sebagai bagian dari pengetesan otomatis rutin.

bacaan voltase yang melampaui kisaran dipilih. Posisi berikutnya ke kanan adalah untuk mengukur miliamper atau mikroamper. Lead berwarna hitam atau negatif akan selalu berada dalam terminal COM. tampilan OL akan terlihat (Gambar 106). pada bagian paling kiri meter adalah untuk mengukur Amper. Mengukur Tegangan AC/DC .01 1.0mA 0. Kondisi-kondisi berikut dapat mengarah pada tampilan kelebihan beban (overload display):   Dalam kisaran auto (auto-range). Terminal input pada bagian kanan meter adalah untuk mengukur voltase. Overload Display Indicator Gambar 106 Overload Display Saat melakukan pengukuran. Apabila tidak yakin mengenai amper suatu rangkaian. Input Terminal dan Batasan-batasan Tabel 7 Fungsi AC Volt DC Volt mVolt Ohm AC/DC Amp mA/A Bacaan Min 0. Dalam kisaran manual (manual range). resistansi dan pengetesan diode. bacaan resistansi tinggi menunjukkan rangkaian terbuka.01mA 0.Gambar 105 Multimeter Input Jack Bergantung pada pengukuran yang akan dilakukan. OL menunjukkan bahwa nilai yang sedang diukur berada diluar batas kisaran yang dipilih. bacaan tampilan minimum. Terminal input pertama. COM atau terminal umum digunakan untuk sebagian besar pengukuran. Input ini dipasang fuse pada 10 Amper.01mV 0. Lead positif dapat diarahkan pada input-input merah mana pun. mulailah dengan lead berwarna merah pada meter dalam input jack 10 amper (kisaran tertinggi).1 Bacaan Maks 1000 V 1000 V 400.0 mA 4000 A Input Maks 1000 V 1000 V 1000 V 1000 V 600 V 600 V 600 V Tabel 7 memperlihatkan fungsi-fungsi meter.0 A 400.0001V 0. Tidak lebih dari 400 miliamper dapat diukur ketika rotary switch berada dalam posisi ini.01mV 0.0 mV 40. meter lead harus ditempatkan dalam terminalterminal yang benar (Gambar 105). Perhatikan bagian dalam terminal-terminal input diberi kode warna merah atau hitam.00 M 10. bacaan resistansi tinggi menunjukkan rangkaian terbuka atau skala yang tidak benar dipilih Dalam kisaran manual. bacaan tampilan maksimum dan input maksimum untuk Digital Multimeter 9U7330.

01% dalam lima kisaran voltase AC/DC dengan impedansi input kira-kira 10 mv ketika dihubungkan secara paralel. Apabila meter membaca penurunan tegangan kurang dari 12 Volt. Apabila terdapat bacaan tegangan pada switch ini. sehingga switch harus diganti.Gambar 107 Digital Multimeter 9U7330 Ketika menggunakan multimeter untuk melakukan pengukuran voltase. . ini menunjukkan bahwa resistansi yang tidak diinginkan terdapat di dalam rangkaian. maka ini menunjukkan bahwa switch contact mengalami kerusakan. lakukan langkah-langkah berikut: Pastikan rangkaian dalam keadaan menyala (ON). Mengukur Penurunan Tegangan Gambar 108 Mengukur penurunan tegangan Perhatikan rangkaian dalam Gambar 108. penting untuk diingat bahwa voltmeter harus selalu dihubungkan secara paralel dengan beban atau rangkaian yang sedang dites. Suatu proses yang logis adalah dengan mengukur penurunan tegangan di switch contact tertutup. Dengan sumber daya 12 Volt yang dihubungkan ke beban. Tempatkan lead hitam meter pada bagian rendah (low) atau return side komponen atau rangkaian yang sedang diukur Tempatkan lead merah meter pada bagian bertegangan tinggi (high) atau bagian positif dari komponen atau rangkaian yang sedang diukur. Keakuratan multimeter 9U7330 adalah kira-kira 0. Kabel pengetesan (test lead) dihubungkan secara paralel pada beban rangkaian (circuit load).     Tempatkan lead hitam meter pada COM input port dan lead merah meter pada Volt/OHM input port. meter harus membaca penurunan tegangan sama dengan tegangan sumber atau 12 Volt. Tempatkan rotary switch dalam posisi AC atau DC yang diinginkan. Untuk mengukur voltase.

Ini berarti bahwa alat pengukur ini tidak akan meningkatkan aliran arus secara signifikan di dalam rangkaian yang sedang diukur. Untuk mengubah di antara pengukuran arus bolak balik (AC) dan arus searah (DC). bacaan meter tidak akan sama persis dengan voltase sumber power. Buffer ini dirancang untuk menangani “lonjakan” arus ketika rangkaian dihidupkan pertama kali. komputer dan mikroprosesor. gunakan tombol tekan BIRU (Gambar 109). internal shunt resistor pada meter akan menghasilkan tegangan di terminal meter yang disebut “tegangan beban”. Ketika mengukur arus. Pengukuran voltase harus selalu dilakukan dengan rangkaian dalam keadaan memiliki power. Digital Multimeter 9U7330 adalah ideal untuk digunakan dalam rangkaian-rangkaian yang dikontrol oleh peralatan padat seperti komponen-komponen elektronik. Mengukur Arus AC/DC Gambar 109 Digital Multimeter 9U7330 Ketika menggunakan multimeter untuk melakukan pengukuran arus. Arus yang dihasilkan tegangan beban ini sangat rendah. karena kabel masing-masing akan memberikan sedikit resistansi. Meter memiliki “buffer” yang memungkinkannya untuk mengukur dengan cepat aliran arus yang lebih tinggi dari 10A. Hubungkan lead merah ke dalam mA/A input hanya setelah diketahui arus berada di bawah tingkat arus maksimum pada input mA/A (400 mA). . CATATAN: Lead harus selalu dihubungkan dalam SERI dengan beban atau rangkaian ketika mengukur aliran arus. Meter ini sebetulnya bisa membaca arus sampai 20 Amper untuk jangka waktu tidak lebih dari 30 detik. Digital multimeter 9U7330 adalah alat pengukur dengan resistansi tinggi. Ketika mengukur arus di dalam rangkaian. tetapi bisa saja mempengaruhi ketepatan pengukuran. meter probe harus dihubungkan secara SERI dengan beban (load) atau rangkaian yang sedang dites. multimeter Fluke 87 dirancang dengan resistansi rendah untuk mencegah agar tidak menimbulkan dampak terhadap aliran arus di dalam rangkaian. Dalam kebanyakan aplikasi praktek. selalu mulai dengan lead merah multimeter di dalam Amp input (10A fused) pada meter. Ketika mengukur aliran arus.CATATAN: Dalam pengukuran yang sesungguhnya.1 Volt adalah angka yang dapat diterima untuk kondisi-kondisi kabel rangkaian normal. penurunan voltase 0.

lakukan langkah-langkah berikut:      Tempatkan multimeter input lead berwarna hitam di dalam COM port dan input lead merah di dalam A (Amp) port. sehingga amper rangkaian mengalir melalui meter. fuse akan “membuka”.Mengukur Arus Gambar 110 Mengukur Aliran Arus Untuk mengukur arus (Gambar 110). CATATAN: Apabila aliran arus melampaui tingkat fuse di dalam meter. dianjurkan dengan “menarik” fuse. . Mengukur Resistansi Gambar 111 Mengukur Resistansi Ketika menggunakan multimeter untuk mengukur resistansi (Gambar 111). Tempatkan lead dalam SERI dengan rangkaian. adalah perlu untuk mematikan daya listrik pada rangkaian dan membuang muatan semua capacitor sebelum mencoba melakukan pengukuran di dalam rangkaian. atau dengan “membuka” switch. Tempatkan Rotary Switch pada posisi mA/A Bukalah rangkaian yang akan dites. Gunakan power pada rangkaian. maka mustahil untuk mendapatkan pengukuran yang akurat. Apabila masih terdapat tegangan eksternal di seluruh komponen yang sedang dites.

Kegagalan fungsi pada rangkaian dapat diperlihatkan pada alat bantu pelatihan atau pada kendaraan. Penting untuk diingat. Untuk mengetahui kesalahan yang sesungguhnya.0 KEGAGALAN FUNGSI RANGKAIAN / CIRCUIT FAULT Topik ini menguraikan kegagalan fungsi pada rangkaian seri. pasanglah test lead bersama dan bacalah nilai yang ditampilkan pada meter. Tempatkan rotary selector di dalam posisi Ω. Ada beberapa cara dimana rangkaian dapat mengalami kegagalan fungsi: .2 Ohm untuk pasangan test lead standar. Gunakan (REL) mode pada 9U7330 untuk mengurangi secara otomatis resistansi lead dari pengukuran yang sesungguhnya. ikuti langkah-langkah berikut: Pastikan daya pada rangkaian atau komponen dimatikan (OFF).    Tempatkan lead merah di dalam jack yang berlabel Volt/Ohm dan lead hitam di dalam jack yang bertanda COM. maka perlu mengisolasi rangkaian atau komponen dari jalur-jalur lain. CATATAN: Penting untuk diingat agar jari-jari Anda tidak menyentuh bagian-bagian ujung meter lead ketika melaksanakan pengukuran resistansi. paralel dan seri-paralel. resistansi yang diperlihatkan oleh meter adalah total resistansi melalui semua kemungkinan jalur di antara dua pengetesan meter (meter probe). Selain itu. Tempatkan lead meter MENYILANG pada komponen atau rangkaian yang sedang diukur.1 hingga 0.Digital multimeter mengukur resistansi dengan melewati arus yang sudah diketahui melalui rangkaian atau komponen dan mengukur penurunan tegangan masing-masing. Meter kemudian menghitung secara internal resistansi yang menggunakan rumus Hukum Ohm R = E  I. resistansi dari test lead dapat mempengaruhi keakuratan ketika meter berada pada kisaran terendahnya (400 Ohm). TOPIK 6 KEGAGALAN FUNGSI RANGKAIAN/CIRCIT FAULT 6. Agar dapat mengukur sebagian besar rangkaian atau komponen secara akurat. Untuk mengukur resistansi secara akurat. Resistansi badan anda dapat mempengaruhi pengukuran. Kesalahan yang diantisipasi adalah kira-kira 0.

Selain itu. maka tidak satu beban atau komponen pun yang akan berfungsi. maka contact akan membuka. Gambar 112 memperlihatkan switch yang berfungsi sebagai rangkaian yang terbuka. fuse.     Terbuka (Open) Hubung singkat (Short) Rangkaian yang Dibumikan (Ground) Resistansi tinggi (High resistance) Intermittence Terbuka (Open) Gambar 112 Rangkaian Terbuka Keadaan “terbuka” di bagian mana pun dalam suatu rangkaian dapat mengakibatkan tidak ada aliran arus di dalam rangkaian seri atau bagian dari rangkaian paralel. Apabila voltase sumber tersedia pada sambungan di depan switch dan tidak tersedia pada bagian switch yang bermuatan. mengidentifikasi keadaan terbuka bergantung pada di mana lokasi tersebut terjadi. Rangkaian yang terbuka dapat diakibatkan oleh komponen yang mengalami kegagalan fungsi misalnya switch. semua cabang paralel tidak akan beroperasi. atau kabel putus serta connector rusak. sehingga tidak ada aliran melalui dua beban. Apabila tersedia voltase pada bagian beban (load side) maka perlu untuk terus memeriksa rangkaian sampai keadaan terbuka teridentifikasi. Troubleshooting pada rangkaian yang terbuka mudah dilakukan menggunakan multimeter dengan mengukur voltase sumber. Akibatnya. Dalam rangkaian paralel. Lokasi fisik rangkaian yang “terbuka” menentukan bagaimana rangkaian akan terbaca. keadaan terbuka di dalam jalur tanah kembali (return ground path) akan memiliki dampak yang sama seperti keadaan terbuka di dalam kabel utama. Apabila terjadi di dalam kabel utama. Gambar 113 Keadaan Terbuka (open) di Kabel Utama & Cabang Paralel .

maka dianjurkan bahwa fuse atau alat tersebut diperiksa secara visual. mulai dari lokasi termudah dan terus ke arah sumber voltase. beban. Karena kebanyakan rangkaian dilindungi dengan sejenis fuse atau alat pelindung rangkaian. switch.Apabila terjadi keadaan terbuka di salah satu cabang (branch) di bawah kabel utama. tetapi sebelum beban rangkaian (lampu). Dengan menggunakan multimeter dan skematik listrik akan mengetahui apakah sistem atau voltase sumber tersedia atau tidak. Gambar 113 memperlihatkan sebuah contoh keadaan terbuka di dalam kabel utama dan dalam cabang paralel. Hubung singkat pada tanah terjadi ketika aliran arus dihubungkan ke tanah sebelum waktunya. Dalam contoh ini. Ketika melakukan identifikasi pada rangkaian yang terbuka. Hasil dari jalur yang tidak diinginkan ini akan mengakibatkan sekering “putus” (atau pemutus arus mengalami trip) ketika switch dihidupkan. jalur resistansi rendah ke tanah terjadi setiap kali switch dihidupkan dan voltase sumber tersedia. Hal ini sering kali menjelaskan adanya hubungan listrik yang tidak diinginkan atau tidak benar dan dapat menarik arus yang lebih tinggi daripada yang diharapkan. Gambar 114 Hubung singkat sebelum beban rangkaian Gambar 114 memperlihatkan hubung singkat yang terjadi yang terletak setelah peralatan pelindung dan switch. misalnya peralatan pelindung. yang tersedia di dalam jalur rangkaian. biasanya disertai dengan resistansi sangat rendah terhadap aliran arus. hasilnya biasanya bahwa komponen mengalami kegagalan fungsi. Dampak hubung singkat terhadap tanah tergantung pada rancangan rangkaian dan lokasinya dalam kaitannya dengan komponen-komponen rangkaian lainnya. Dalam menjelaskan kegagalan fungsi yang disebabkan oleh hubung singkat listrik. Semua beban cabang lainnya akan beroperasi secara normal. . Hubung Singkat (Short) Hubung singkat di dalam suatu rangkaian adalah hubungan listrik langsung di antara dua titik. Hal ini biasanya terjadi ketika isolasi kabel rusak dan konduktor benar-benar terkena kontak dengan body mesin (machine ground). Pisahkan peralatan tersebut. hanya beban (load) yang terdapat pada cabang tersebut yang terkena dampak. dll. jenis-jenis hubung singkat biasanya diidentifikasi sebagai “hubung singkat pada tanah” atau “hubung singkat pada daya”. misalnya switch atau connector. Kemungkinan besar tempat lainnya yang harus diperiksa untuk mengetahui keadaan terbuka adalah pada komponen itu sendiri. Apabila pemeriksaan visual tidak mengungkapkan adanya kondisi terbuka. langkah selanjutnya adalah menentukan perangkat listrik lain apa. lepaskan alat tersebut dan lakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan bahwa alat berfungsi dengan baik. Apabila voltase tidak tersedia pada komponen.

Gejala-gejala hubung singkat terhadap daya listrik sekali lagi tergantung pada lokasi hubung singkat. Juga. Kabel-kabel yang aus atau rusak biasanya merupakan akar penyebab dari kondisi ini.Gambar 115 Hubung singkat sebelum switch Gambar 115 memperlihatkan hubung singkat ke tanah yang terjadi sebelum switch. misalnya ada komponen yang dialiri listrik padahal tidak seharusnya demikian. Akibat dari kondisi jenis ini umumnya menyebabkan satu rangkaian atau kedua rangkaian tidak beroperasi dengan semestinya. kondisi ini jarang menyebalan peralatan pelindung “membuka” atau merusak komponen-komponen lain. Seperti yang telah dibahas sebelumnya. Rangkaian yang Dibumikan (Ground) Rangkaian yang mengalami ground biasanya mengakibatkan komponen tidak berfungsi. Resistansi Tinggi . dampak terhadap rangkaian ditentukan oleh di mana kondisi ground terjadi. kondisi yang mengalami ground menunjukkan bahwa rangkaian memiliki jalur yang tidak diinginkan ke rangka mesin. Sebagaimana telah dinyatakan. Dalam situasi ini. sekering (fuse) akan “putus” setiap kali voltase rangkaian dialirkan. Kondisi ini sering disebut sebagai “hubung singkat mati” (dead short). Gambar 116 Hubung singkat sebelum alat pengontrol Hubung singkat pada daya atau suplai daya terjadi ketika satu rangkaian dipasang pada rangkaian lainnya (Gambar 116).

Ketika dua potong logam dipateri bersama. jangan menggunakannya saat berdiri di dalam air atau alat pendingin mesin. Dampak terhadap rangkaian biasanya menyebabkan komponen-komponen tidak berfungsi atau komponen tidak berfungsi sesuai dengan spesifikasi. Masalah ini biasanya mengakibatkan lampu berkelap-kelip. Pematrian menciptakan sambungan listrik yang kuat dan dapat diandalkan. Jangan memakai pakaian yang terbuat dari nilon atau plastik. Pateri adalah campuran antara timah dan timbal dan biasanya mengandung flux pateri. 7. 3. TOPIK 7 MEMATRI /SOLDERING 7. Jangan menggunakan pateri pada rangkaian listrik yang beraliran listrik. atau komponen-komponen berfungsi sebentar-sebentar. Jangan menghirup asap yang keluar saat terjadi proses pematrian. Intermittence Kondisi intermittence terjadi ketika contact atau sambungan-sambungan menjadi longgar atau ketika bagian-bagian komponen internal rusak. 6. Meskipun sambungan listrik dapat dilakukan di antara dua kabel yang dijepit.0 MEMATERI / SOLDERING Memateri adalah proses menyambung dua logam dengan menggunakan campuran pateri. Asap ini dapat menyebabkan masalah sistem pernafasan. Pateri akan membakar dan membuat pakaian dari jenis bahan ini berlubang. Pastikan untuk selalu memegang soldering gun atau iron pada gagang yang berisolasi. Tindakan Pencegahan untuk Keselamatan Soldering gun atau iron beroperasi pada temperatur yang cukup tinggi untuk menyebabkan luka bakar yang serius. 4. Patuhilah tindakan-tindakan pencegahan untuk keselamatan berikut: 1. Penyebab umum dari resistansi tinggi adalah peningkatan korosi atau kotoran pada sambungan dan contact. Apabila soldering iron panas akibat aliran listrik. Bagian ujung besi pateri (soldering iron tip) harus dalam keadaan sangat panas agar dapat melelehkan pateri. 5. Apabila terkena kontak dengan ujung pateri maka akan menyebabkan luka bakar pada kulit. Proses pematrian bergantung pada pateri yang meleleh yang mengalir ke dalam semua cacat yang terdapat pada permukaan logam yang akan dipateri.Kegagalan fungsi pada rangkaian juga terjadi ketika tingkat resistansi menjadi terlalu tinggi. mungkin hal ini tidak sempurna atau cacat. lapisan tipis pateri menempel di antara kedua potong logam tersebut dan membuat sambungan listrik. dan tidak bisa diidentifikasi dengan mudah karena kondisi ini cenderung membaik sendiri ketika mesin dihentikan. Bagian logam harus selalu diletakkan pada tiang pateri (soldering stand) ketika tidak digunakan. Jangan sampai pateri panas tersemprot ke udara misalnya dengan menggerak-gerakkan hot gun atau iron atau sambungan yang dipateri panas. Masalah ini biasanya disebabkan oleh adanya getaran atau mesin yang bergerak. 8. 2. Jangan membiarkan bagian logam dari soldering gun atau iron bertumpu atau terkena kontak dengan bahan-bahan mudah terbakar. . Jangan memegang bagian logam yang tidak berisolasi.

yang dikenal sebagai pateri eutectic pada dasarnya tidak memiliki kisaran plastik. bergantung pada rasio timah dengan timbal. Pateri yang paling umum digunakan untuk pematrian dengan tangan dalam pekerjaan perbaikan listrik adalah jenis pateri dengan rasio 60/40 dan jenis pateri dengan rasio 63/37. Pateri jenis 50/50 mulai meleleh pada temperatur 1830C (3610F). yaitu campuran yang sebagian tembaga dan sebagian pateri. Pateri dan permukaan yang dikerjakan harus mencapai temperatur yang diperlukan sebelum mencoba memateri.1 SIFAT-SIFAT PATERI / PROPERTIES OF SOLDER Pateri adalah logam campuran. tetapi belum meleleh sepenuhnya sebelum temperatur mencapai 2160C (4200F). dan meleleh hampir seketika pada temperatur 1830C (3610F). Meskipun permukaan yang akan dipateri terlihat bersih. tidak cerah dan tidak mengkilat. reaksi larutan logam terjadi. Reaksi larutan ini disebut wetting dan membentuk pengikatan antar-logam di antara bagianbagian logam (Gambar 117). Pateri dengan rasio 63/37. Pateri dengan perbandingan 60/40 (60% timah / 40% timbal). kisarannya jauh lebih kecil daripada untuk pateri 50/50. tidak akan meleleh seketika. Perbandingan ini biasanya ditandai pada berbagai jenis pateri yang tersedia. maka harus berhati-hati untuk tidak memindahkan elemen-elemen sambungan selama masa pendinginan. sehingga membentuk immediate bond. Molekul-molekul pateri dan tembaga bercampur untuk membentuk campuran baru. Wetting Action Gambar 117 Wetting terjadi ketika pateri yang meleleh menembus suatu permukaan dari tembaga. Ketika pateri panas (hot solder) terkena kontak dengan permukaan tembaga. yang terbuat dari campuran antara timah dan timbal dalam perbandingan yang berbeda. akan selalu ada kemungkinan lapisan tipis oksida yang menutupinya. Wetting hanya dapat terjadi apabila permukaan tembaga bebas dari kontaminasi dan dari lapisan oksida yang terbentuk ketika logam terkena udara. pateri berada dalam keadaan plastik atau semicair. Di antara dua temperatur ini. Sambungan pateri yang terganggu tidak dapat diandalkan dan mungkin akan memerlukan pematrian ulang. Sambungan yang terganggu memiliki tampilan yang kasar. Karena kisaran plastik jenis 60/40. Pateri menjadi larut dan menembus permukaan tembaga. tidak beraturan dan terlihat kusam. Gerakan apa pun dapat menyebabkan masalah yang dikenal sebagai sambungan yang terganggu (disturbed joint). Agar penyatuan pateri dapat berjalan dengan baik. oksida di permukaan harus dibersihkan saat berlangsung proses pematrian dengan menggunakan flux.9. Pateri dengan perbandingan lebih banyak timah/timbal. Flux . 7. Pastikan bahwa semua prosedur perundang-undangan dan keselamatan diri dipahami dan dipatuhi ketika melaksanakan tugas-tugas pematrian. Kisaran plastik pateri berbeda-beda.

Flux harus dilelehkan pada temperatur lebih rendah dari temperatur leleh pateri sehingga flux dapat melakukan tugasnya sebelum terjadi pematrian. Ketika tidak digunakan. Flux menguap dengan sangat cepat sehingga flux harus dilelehkan untuk dialirkan ke permukaan bagian yang dikerjakan dan bukan hanya sekedar diuapkan oleh ujung hot iron untuk memberikan manfaat penuh dari tindakan fluxing. Unsur penting adalah mengontrol siklus panas pekerjaan. Permukaan ujung soldering iron harus terus menerus dilapisi dengan timah untuk memastikan agar dapat terjadi pemindahan panas yang baik dan untuk menghindari pemindahan kotoran-kotoran pada sambungan pateri. Soldering Iron Soldering iron dibuat dalam berbagai ukuran dan bentuk. Adalah reaksi flux yang membersihkan/menghilangkan oksida. dalam keadaan tidak dipanaskan. Flux harus diaplikasikan sehingga tidak terjadi kerusakan pada bagianbagian dan bahan-bahan di sekeliling. maka perlu menggunakan bahan-bahan yang disebut flux. iron (mata solder) harus tetap berada dalam holder-nya dengan ujungnya dalam keadaan bersih dan dilapisi dengan pateri dalam jumlah kecil. Pemilihan ukuran batang solder yang benar. Flux terdiri dari rosin alami atau sintetis dan kadang-kadang ditambah dengan bahan aditif kimia yang disebut activator. Rosin – Dapat diaktifkan dengan mudah dan larut dalam air. Untuk mengatasi lapisan oksidasi ini. Sebelum menggunakan soldering iron ujungnya harus dibersihkan dengan menyekanya menggunakan sponge basah. Ketika digunakan. dan berapa lama pekerjaan tetap panas adalah unsur yang perlu dikontrol untuk memastikan hasil sambungan pateri yang baik. Ada berbagai macam flux tersedia untuk banyak tujuan dan aplikasi. Massa ini dapat berbeda-beda pada kisaran yang lebar. Meskipun . Cored wire solder dan solder paste harus ditempatkan dalam posisi sedemikian rupa sehingga flux dapat mengalir dan menutupi sambungansambungan saat pateri meleleh. Thermal Mass Faktor pertama yang perlu dipertimbangkan ketika memateri adalah massa panas (thermal mass) relatif dari sambungan yang akan dipateri. Berapa cepat pekerjaan menjadi panas. Fungsi flux adalah untuk membersihkan oksida dan menjaganya tetap bersih selama proses pematrian. Jenis-jenis yang paling lazim adalah: Rosin – Tidak perlu dibersihkan. Kondisi Permukaan Faktor penting kedua ketika memateri adalah kondisi permukaan. Larutan dapat digunakan untuk membersihkan permukaan sebelum melakukan pematrian tetapi ini tidak cukup karena oksidasi di atas permukaan logam yang dipanaskan terbentuk dengan sangat cepat. Apabila ada oksida atau contaminant lainnya yang menutupi pad atau lead. Setiap sambungan memiliki massa panasnya masing-masing dan bagaimana gabungan massa ini dibandingkan dengan massa iron tip (mata solder) akan menentukan waktu dan kenaikan temperatur bagian yang dipateri. Mengontrol Panas Mengontrol temperatur soldering iron tip bukan merupakan unsur penting dalam pematrian. rosin flux tidak korosif dan tidak memiliki daya konduksi sehingga tidak akan mempengaruhi rangkaian. flux cair harus diaplikasikan dalam lapisan yang tipis dan merata pada permukaanpermukaan yang disambung dan sebelum diberikan panas. adalah faktor penting dalam mengontrol panas. dan juga mencegah terbentuknya oksida baru yang memungkinkan pateri membentuk pengikatan intermetallic yang diinginkan. berapa panasnya. Akan tetapi. dan ukuran tip atau mata solder yang benar.Sambungan-sambungan pateri yang baik hanya dapat diperoleh apabila permukaan yang akan dipateri benar-benar bersih. Hal ini dicapai akibat reaksi flux yang sangat korosif pada temperatur leleh pateri dan membuat flux mampu membersihkan oksida logam dengan cepat. maka akan terdapat hambatan terhadap aliran panas.

Melakukan Pematrian / Applying Solder Pada umumnya. Panas ditransfer melalui area kontak kecil di antara soldering iron tip dan pad. Pateri yang meleleh selalu mengalir dari area yang lebih dingin ke area yang lebih panas. iron tip ini mungkin tidak dapat menyediakan panas yang cukup pada sambungan untuk melelehkan pateri. Agar memiliki sambungan pateri yang kuat. Hal ini akan memungkinkan terjadinya peningkatan thermal yang cepat di bagian-bagian yang dipateri. Sebelum pateri diaplikasikan. Pematrian yang tidak benar akan memperlihatkan bentuk yang lebih tebal. Thermal Linkage Gambar 118 Minimal thermal linkage akibat pateri yang tidak cukup di antara pad dan soldering iron tip Faktor ketiga yang perlu dipertimbangkan adalah thermal linkage. yang akan memungkinkan gravitasi membantu pateri mengalir. temperatur permukaan bagian-bagian yang sedang dipateri harus ditinggikan di atas titik leleh pateri. dan membentuk bagian pinggir yang tipis. Apabila memungkinkan. Solder bridge ini memberikan thermal linkage dan memastikan transfer panas secara cepat pada bidang pekerjaan. gunakan pateri pada bagian atas sambungan sehingga permukaan sambungan dan bukan iron yang akan melelehkan pateri. Area thermal linkage ini adalah kecil. Pateri yang diaplikasikan pada permukaan yang bersih. Ini adalah bidang kontak di antara iron tip dan pekerjaan. area kontak lebih besar dengan menempatkan pateri pada titik kontak dalam jumlah kecil. Tip ini juga terkena kontak dengan pad dan komponen sehingga meningkatkan thermal linkage lebih lanjut. bagian-bagian yang sedang dipateri harus ditahan di tempatnya sampai pateri menjadi padat. Gambar 118 memperlihatkan gambar soldering iron tip yang sedang memateri sebuah lead komponen. tidak beraturan dan tidak rata.iron tip memiliki ukuran dan temperatur yang benar. Dalam kasus ini. Memilih cored solder dengan ukuran diameter yang benar akan membantu mengontrol jumlah . Gambar 119 Solder bridge memberikan thermal linkage untuk mentransfer panas ke dalam pad dan lead komponen Gambar 119 juga memperlihatkan gambar soldering iron tip yang sedang memateri lead komponen. soldering iron tip harus diaplikasikan pada titik massa maksimum sambungan. Jangan melelehkan pateri pada iron tip dan membiarkannya mengalir ke permukaan yang lebih dingin dari temperatur didih pateri. diaplikasikan dengan flux dan yang dipanaskan dengan benar akan meleleh dan mengalir tanpa kontak langsung dengan sumber panas dan memberikan permukaan yang mulus dan rata.

Gunakan diameter kecil untuk sambungan kecil. memar. Transisi yang mulus dari pad ke lead komponen harus terlihat jelas. Pastikan bahwa pateri mencakup konduktor yang terbuka. Cara-cara mekanis misalnya dengan menggoyang-goyangkan. Kualitas Pekerjaan / Quality of Work Gambar 120 Pateri menyatu dengan permukaan yang dipateri. Celah yang bersih dan mulus atau bagian permukaan tidak rata di fillet atau lapisan pateri dapat diterima. longgar. Solder Ulang Haruslah berhati-hati untuk menghindari perlunya melakukan pematrian ulang. tetapi tidak pada insulator apabila menggunakan clip. menyikat dan metode-metode aplikasi lainnya dapat digunakan bersama dengan larutan pembersih.pateri yang digunakan pada sambungan. Pembersihan setelah Solder Ketika diperlukan pembersihan. yang akan menjadi cukup panas untuk melelehkan pateri. larutan dan metode-metode yang digunakan tidak boleh mempengaruhi bagianbagian. Apabila pemanasan ulang tidak memperbaiki kondisi yang rusak. menyemprot. pateri harus dibersihkan dan sambungan dipateri kembali. Sejumlah flux mungkin memerlukan tindakan pembersihan yang lebih segera untuk mempermudah pembersihan yang memadai. Bekas-bekas probe dari test pin dapat diterima asalkan tandatanda tersebut tidak mempengaruhi keutuhan sambungan pateri. Jangan memanaskan pateri langsung. yang menunjukkan adanya penyatuan metalurgi dan kesinambungan metalik dari pateri ke permukaan (Gambar 120). Sambungan pateri yang dapat diterima harus memperlihatkan bukti adanya wetting dan sambungan yang kuat ketika pateri menyatu dengan permukaan yang dipateri. tetapi tidak boleh lebih dari satu jam setelah memateri. kerikil halus. Setelah melakukan pembersihan. ikutilah pedoman-pedoman berikut:  Gunakan perkakas pemateri untuk memanaskan terminal atau clip. Pastikan bahwa terdapat solder fillet di antara core (konduktor) dan terminal atau clip. Pateri harus membentuk sudut kontak kecil.  . sambungan. Sambungan pateri dalam keadaan dingin atau rusak biasanya hanya memerlukan pemanasan ulang dan pengaliran kembali pateri dengan ditambah flux dalam jumlah yang sesuai. dengan memastikan bahwa jari dan tangan tidak terkena kontak dengan permukaan yang panas. Ketika memateri. Ketika perlu melakukan pematrian ulang. dan diameter besar untuk sambungan besar. standar-standar kualitas untuk sambungan yang dipateri ulang harus sama dengan sambungan semula. Larutan pembersih. sehingga membentuk sudut kontak yang kecil Sambungan pateri harus memiliki bentuk yang mulus dan berkilau seperti satin. keringkan area yang dipateri dengan secukupnya. dan material yang sedang dibersihkan. ujung yang tajam. atau pekerjaan-pekerjaan yang memberikan hasil buruk lainnya. Sambungan harus bebas dari goresan-goresan. sisa flux harus dibersihkan secepat mungkin. Perkakas ini akan mentransfer panas melalui daya konduksi ke kabel. dan semua clip.

Hal ini melibatkan pengelupasan isolasi pada ujung-ujung kabel. atau hubungan mengalami korosi.      Perkakas / Tools Perkakas berikut dianjurkan untuk digunakan ketika mempersiapkan dan memateri kabel atau sambungan:  Diagonal pliers. Long-nose atau needle-nose pliers. atau menonjol pada insulator. Untuk memastikan bahwa kabel-kabel tidak terpisah. dimasukkan ke dalam terminal eye. kabel-kabel harus dipersiapkan dengan benar. ini dapat menyobek pita (tape) yang digunakan untuk mengisolasi perbaikan. Heat sink umumnya berupa clip yang dipasang pada lead di antara body suatu komponen dan titik terminal dimana panas diaplikasikan. yang dengan demikian juga diklasifikasikan secara tidak langsung berdasarkan jumlah panas yang dapat dihasilkannya. Gun dengan voltase 100 hingga 125 Watt adalah ukuran soldering gun yang paling populer. digunakan untuk menahan kabel sehingga ujung yang dikelupaskan dapat dipuntir di sekeliling terminal post. Soldering iron adalah perkakas standar dalam industri yang digunakan untuk memateri kabel bersama. Ada banyak jenis perkakas yang digunakan untuk tujuan ini. Sebelum kabel-kabel dapat dihubungkan dan dipateri. Heat sink digunakan untuk mencegah panas yang berlebihan (overheating) saat memateri atau melepas patrian bagian-bagian elektronik yang sensitif terhadap panas. Jangan menggunakan terlalu banyak pateri sehingga helaian kabel masing-masing tidak terlihat. Jangan membiarkan perkakas pemateri membakar terminal atau isolasi. Perkakas ini menyerap dan mengurangi jumlah panas yang dikonduksi oleh komponen. yang berkisar antara jenis sederhana yang terdapat pada diagonal plier hingga stripper yang lebih otomatis dengan berbagai ukuran yang dapat mengelupas isolasi dari berbagai diameter. Desoldering tool adalah perkakas yang menyederhanakan pekerjaan membersihkan lubang-lubang pateri dari pateri papan yang ditandai dengan goresan ketika lead komponen dibersihkan dari lubang-lubangnya. Apabila memateri di sekitar terminal.      Persiapan Kabel / Wire Preparation Dua kabel atau lebih yang memberikan jalur daya konduksi untuk listrik harus dihubungkan secara listrik. digunakan untuk memotong kabel lunak dan lead pada komponen-komponen. Jenis pekerjaan akan menentukan berapa ukuran iron yang harus digunakan. kabel-kabel tersebut dipateri di bagian sambungan (junction). Perkakas ini tidak boleh digunakan untuk memotong logam keras seperti besi atau baja. tetapi tidak semua bagian konduktor. Mungkin akan membantu apabila memiringkan ujung terminal kabel yang sedang diperbaiki sedikit ke atas untuk mencegah agar pateri tidak mengalir ke terminal. pastikan pateri mencakup konduktor. dll. Lubang-lubang tersebut harus bebas dari pateri sebelum terminal komponen baru dapat dimasukkan. Ada berbagai jenis stripper. yang lazim disebut sebagai side cutter. Wire stripper digunakan untuk membuang isolasi dari kabel pengait (hook-up wire). jenis pensil. . misalnya soldering gun. Ini berarti bahwa permukaan kabel yang tidak diisolasi pada satu kabel harus dihubungan secara mekanis pada permukaan kabel lainnya yang tidak diisolasi. Jangan meninggalkan helaian-helaian kabel menonjol dari titik yang disolder. Jangan memateri kabel di dalam rangakaian yang beraliran listrik. Jangan meninggalkan ujung-ujung pateri yang tajam. Soldering iron diklasifikasikan berdasarkan jumlah daya yang dikeluarkannya. Selalu putuskan hubungan daya listrik dari kabel dan kemudian lakukan perbaikan. sehingga memberikan terminal lead yang dapat disambung terhadap satu sama lain atau ke terminal post atau connector contact.

Ini adalah tindakan yang boros dan juga menyebabkan masalah apabila sambungan perlu dipateri ulang. Puntirlah kabel sehingga membentuk kait (hook) dan masukkan hook ke dalam lubang pada terminal strip. Apabila kabel memiliki bentuk yang mengkilat dan tidak tergores atau rusak. maka harus dibersihkan sebelum dipateri. Apabila kabel memiliki bentuk yang kusam atau gelap. Gambar 122 Gambar 122 memperlihatkan sambungan yang lazim dilakukan pada terminal strip. prosedur yang dianjurkan adalah memuntir masing-masing kabel dalam bentuk kait (hook). Jangan memutar kabel pada post beberapa kali. Gambar 123 Apabila dua kabel akan disambung. maka tidak diperlukan persiapan lebih lanjut. Langkah terakhir sebelum mematri kabel adalah melaksanakan tugas yang disebut “tinning”. Apabila menggunakan kabel-kabel yang terdiri dari helaian-helaian kabel. periksalah kabel apakah terdapat goresan dan perubahan warna.Setelah mengelupaskan isolasi. Kabel harus dihubungkan dengan aman pada post melalui ¾ hingga satu putaran penuh. Hubungan Mekanis / Mechanical Connection Gambar 121 Beberapa dari connector yang lebih umum adalah post terminal dan splice. Hal yang . Gabungkan kedua hook dan gunakan pateri pada sambungan. Gambar 121 memperlihatkan sambungan ke terminal post. maka kabel harus dipuntir dan ditempatkan pada ujung alat pemateri yang sudah dipanaskan dan dipanaskan pada temperatur yang cukup sehingga kabel dapat melelehkan pateri.

Gambar 124 Ketika menghubungkan komponen-komponen yang sensitif terhadap panas ke terminal post atau terminal strip hal yang dianjurkan untuk dilakukan adalah menggunakan heat sink device.dianjurkan untuk dilakukan adalah bahwa kabel-kabel dilakukan tinning terlebih dahulu sebelum memateri.2 CONTOH PROSEDUR PENYOLDERAN Petunjuk-petunjuk yang Membantu / Helpful Hints Pematrian yang baik adalah bagian dari keterampilan teknisi. Langkah-langkah Prosedur / Procedure Steps 1. Gunakan hanya pateri dalam jumlah yang cukup untuk membuat sambungan yang kuat. 5. Beberapa aturan pematrian dasar adalah sebagai berikut: 1. gunakan pada sambungan. 7. 6. Heat sink berfungsi sebagai beban panas (heat load) sehingga mengurangi transfer panas ke diode. Secara listrik. Pateri harus mengalir bebas dan memiliki benuk yang mengkilat dan mulus. kontak pateri harus memiliki resistansi rendah untuk memberikan transfer sinyal yang baik. Hanya rosin flux yang harus digunakan pada sambungan-sambungan listrik. Soldering tip harus dilakukan tinning dan bersih. 8. 2. Gunakan pateri pada sambungan. Gambar 124 memperlihatkan heat sink yang dihubungkan di antara silicon diode dan terminal post. Topanglah sambungan secara mekanis apabila memungkinkan 4. Gambar 123 memperlihatkan sambungan hook splice. Gunakan pateri resin-core atau yang sejenis. Sambungan pateri harus kuat secara mekanis agar tidak bergoyang atau bergetar yang dapat menyebabkan intermittence pada listrik. Lakukan pematrian dengan cepat dan jangan membiarkan komponen-komponen atau isolasi terbakar atau mengalami kelebihan panas. Keselamatan dan kehati-hatian . bukan pada gun atau iron tip. 9. Lalukan pra-tinning pada permukaan-permukaan besar sebelum mematerinya. Apabila flux tambahan digunakan. Logam-logam yang akan dipateri harus bersih. Jangan menggunakan pateri acid-core untuk sambungan listrik apa pun. 3. 7.

Gambar 126 2. Bagian ujung soldering iron harus cukup panas untuk melelehkan pateri logam. Gambar 127 Sementara soldering iron dipanaskan. Selalu gunakan perkakas pengelupas (stripping tool) yang benar dan yang berada dalam kondisi yang baik. buanglah isolasi pelindung dalam jumlah yang sesuai dari kabel. harus berhati-hati untuk memastikan agar tidak terjadi luka bakar (Gambar 125).Gambar 125 Ketika menggunakan soldering iron. Apabila sambungan akan disekat dengan heat shrink sleeve. Masukkan di atas ujung salah satu kabel sebelum menyambungnya (Gambar 127). 3. potonglah bagian dari material tubular ini cukup panjang untuk melapisi isolasi kabel di kedua sisi sambungan. Menyambung kabel secara mekanis . Menyambung: Persiapkan kabel-kabel yang akan disambung.

bersihkan sisa flux dari sambungan dengan kain lap dan larutan pembersih (Gambar 130). ada kemungkinan bahwa sambungan adalah kuat secara fisik tetapi mungkin tidak terdapat sambungan listrik yang baik. Juga penting sekali bahwa permukaan yang akan disambung dalam keadaan sangat bersih sebelum memateri atau kalau tidak akan terdapat sambungan yang tidak baik. Tempatkan soldering iron pada kabel-kabel yang disambung untuk memastikan hanya pateri dalam jumlah yang cukup yang dipateri pada kabel. Apabila terdapat kotoran di dalam pateri. dan kabel tidak langsung saling menyentuh satu sama lain. 5. Menggunakan Solder pada sambungan Gambar 129 Gunakan soldering iron untuk memanaskan kabel-kabel dan melelehkan sejumlah pateri. Hal ini dikenal dengan istilah „sambungan kering‟ (dry joint). 4. Membungkus sambungan . Apabila menggunakan terlalu banyak panas. Berhati-hatilah untuk tidak menggunakan pateri terlalu banyak. Gambar 130 Setelah selesai mematri. maka isolasi kabel akan meleleh (Gambar 129). Tinning terhadap kabel masing-masing sebelum dipateri akan membantu menghilangkan „sambungan kering‟.Gambar 128 Puntirlah kedua kabel untuk membuat sambungan mekanis yang baik di antara kedua kabel (Gambar 128).

sambungan yang lebih baik akan diperoleh apabila helaian-helaian kabel tidak terlalu terpuntir sebelum menempatkannya pada terminal. Apabila tidak tersedia heat shrink sleeve. Oleh karena itu. dan telah cukup dingin. . tempatkan insulator sleeve cover pada sambungan.Gambar 131 Setelah sambungan listrik dibuat. Jenis yang paling populer adalah sleeve yang membungkus secara otomatis apabila didekatkan pada sebuah sumber panas (Gambar 131). puntirlah semuanya secukupnya (Gambar 133) untuk membantu memasukkan kabel dalam keadaan bersih. Akan tetapi. Gambar 132 Jenis lainnya terdiri dari lem yang ketika dipanaskan meleleh ke dalam dan menyekat sambungan (Gambar 132 kiri). maka hal yang dapat dilakukan adalah menyekat dan melindungi sambungan dengan electrical insulating tape (Gambar 132 kanan). 6. Hal ini memberikan terminal permukaan yang lebih luas untuk terkena kontak dengan kabel ketika dipateri. mungkin akan menjadi sulit untuk memasukkan kabel-kabel ke dalam terminal apabila semuanya adalah helaian-helaian kabel yang longgar. Terminal: Memeriksa panjang sambungan Gambar 133 Untuk memateri kabel ke sebuah terminal connector. Ada beberapa jenis sleeve.

Dengan menggunakan resin cored solder.Gambar 134 Pasanglah bullet atau terminal pada kabel (Gambar 134) untuk memastikan bahwa bagian kabel yang isolasinya sudah dikelupas tidak menonjol melebihi bahu terminal yang diisolasi (Gambar 135). Gambar 137 Masukkan kabel kembali ke dalam terminal (Gambar 137) dan tempatkan iron pada terminal agar cukup panas untuk melelehkan lebih banyak pateri lagi di antara terminal dan kabel yang sudah dilapisi pateri . Tindakan ini disebut melakukan „tinning” pada kabel dan membantu membuat sambungan terakhir (Gambar 136). Lalu lepaskan bagian kabel dari terminal. Menggunakan Solder Gambar 136 Lapisi kabel dengan lapisan pateri persiapan yang tipis. maka tidak perlu mempersiapkan permukaan dengan bahan-bahan flux karena ini sudah digabungkan ke dalam core pateri. Gambar 135 7.

pasanglah insulator cover pada terminal (Gambar 139) dan sambungan ini siap digunakan (Gambar 140) Gambar 140 . dan apabila terminal terlalu panas maka isolasi kabel akan mulai meleleh. Menutupi terminal Gambar 139 Setelah sambungan listrik dibuat. Berhati-hatilah agar tidak menggunakan pateri terlalu banyak.(Gambar 138). Gambar 138 8. dan cukup dingin untuk memungkinkan ditangani lebih lanjut.