55PENGANGGURAN, INFLASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

Diajukan sebagai tugas kelompok Mata Kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi Oleh HAMBALI IDAH WAHIDAH KARINA PUJI FAUZIAH MEGA PUSPITA SARI M. FAUZI HIDAYAT NOVITA AGISTIA SORAYA ( ADMINISTRASI NEGARA-B Semester II )

FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2010/1431

2

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr.Wb Segala puji dan syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, kami telah berhasil menyelesaikan makalah ini, yang merupakan salah satu tugas dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi di jurusan Administrasi Negara. Kami menyadari bahwa dalam menyelesaikan makalah yang berjudul “Pengangguran, Inflasi dan Kebijakan Pemerintah” ini tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan. Sehubungan dengan hal tersebut, maka kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca guna kesempurnaan makalah ini. Atas selesainya penyusunan tugas ini, kami sampaikan rasa terima kasih yang setulus- tulusnya kepada semua pihak, yang telah memberikan bantuan atau dorongan, baik moril maupun materil. Rasa terima kasih ini terutama untuk Ibu Yulia Fithriany Rahmah sebagai dosen pembimbing dan kami sampaikan pula rasa terima kasih kepada rekan- rekan administrasi Negara B. Semoga semua amal yang telah diberikan kepada kami mendapatkan imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Akhir kata kami berharap, semoga makalah ini bermanfaat bagi pihak- pihak yang membutuhkannya. Wassalamualaikum Wr.Wb Bandung, April 2010 Penulis

3

Kebijakan Fiskal………….………..11 B.4 B.5 E.. Saran……………………………………………. INFLASI A.…………………….…………2 C.. Hubungan Kebijakan Fiskal dengan Kebijakan Moneter..….……………………….12 C..12 BAB III PENUTUP A.…….i DAFTAR ISI…………………………………………………………………….……2 D.5 D. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Inflasi…….. Tiga Aspek Penting dalam Definisi Inflasi………………..DAFTAR ISI KATA PENGANTAR……………………………………………………………..………………….14 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………..1 BAB II PEMBAHASAN 1.8 F..10 3..………………………………….……………………………………14 B..…………...ii BAB I PENDAHULUAN……………………………..….. PENGANGGURAN A...……………. Rumus Menghitung Tingkat Pengangguran………. Beberapa Hal Yang Menyebabkan Pengangguran…….... Jenis-Jenis Pengangguran………………………………....5 C.. Pengertian Inflasi……………………………………. Kebijakan Penanggulangan Inflasi…………………. Kurva Phillips……………...……….. Pengertian Pengangguran……………………………….iii 4 . Kebijakan Moneter………….…..…………………………………... KEBIJAKAN PEMERINTAH A. Kesimpulan……………………. Indeks Harga Konsumen dan Macam Inflasi…....4 2.……2 B.

BAB I PENDAHULUAN Dalam indikator ekonomi makro ada tiga hal terutama yang menjadi pokok permasalahan ekonomi makro. Inflasi mencerminkan stabilitas harga. Sedangkan daya beli masyarakat sangat bergantung kepada upah riil. Namun masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi. Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. ataupun masalah sosial politik di negara tersebut. yang secara bersamaan juga berkaitan dengan kemampuan daya beli. masalah ledakan penduduk. Namun masalah inflasi tidak hanya berkaitan dengan melonjaknya harga suatu barang dan jasa. Masalah pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun juga dialami oleh negara-negara maju. semakin rendah nilai suatu inflasi berarti semakin besar adanya kecenderungan ke arah stabilitas harga. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. 5 . Masalah ketiga adalah pengangguran. Inflasi sebenarnya tidak terlalu bermasalah jika kenaikan harga dibarengi dengan kenaikan upah riil. Kedua adalah masalah inflasi. Pertumbuhan ekonomi dapat dikategorikan baik jika angka pertumbuhan positif dan bukannya negatif. Memang masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Inflasi juga sangat berkaitan dengan purchasing power atau daya beli dari masyarakat. Pertama adalah masalah pertumbuhan ekonomi. Inflasi adalah indikator pergerakan harga-harga barang dan jasa secara umum.

6 .Melalui makalah inilah kamimencoba untuk mengangkat masalah pengangguran dengan segala dampaknya di Indonesia yang menurut pengamatan kami sudah semakin memprihatinkan terutama ketika negara kita terkena imbas dari krisis ekonomi sejak tahun 1997 .

Pengusaha yang selalu mengejar keuntungan dengan cara melakukan penghematan-penghematan. Adanya lapangan kerja yang dengan dipengaruhi musim h. Pendidikan dan keterampilan yang rendah c. dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan. siswa sekolan smp. politik dan keamanan suatu negara 7 . Rumus Menghitung Tingkat Pengangguran Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja. f. PENGANGGURAN A. sma. Tingkat Pengangguran = Jumlah pengangguran/ Jumlah Angkatan Kerja x 100% Beberapa hal yang menyebabkan pengangguran antara lain: a. Penerapan rasionalisasi g. B. Pengertian Pengangguran Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga. Ketidakstabilan perekonomian. Penduduk yang relatif banyak b. mahasiswa perguruan tinggi. Angkatan kerja tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta dunia kerja d. Teknologi yang semakin modern e.BAB II PEMBAHASAN 1.

Menurut jam kerja. informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan. Jenis. Pengangguran Siklikal Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja. Pengangguran Struktural / Structural Unemployment Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. terbagi atas : 8 . Menurut faktor penyebabnya.Jenis Pengangguran a. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam. 2. tukan jualan duren yang menanti musim durian. 3. terbagi atas : 1. Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu. 4.C. b. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.

1. terdiri atas : 1. Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karena ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Pengangguran terbuka adalah pengangguran yang benar-benar terlihat menganggurnya. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja. Pengangguran terbuka 2. tidak ada pekerjaan sama sekali. Pengusaha yang selalu mengejar keuntungan dengan cara melakukan penghematan-penghematan. c. Setengah pengangguran. Menurut ciri-cirinya. Angkatan kerja tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta dunia kerja l. Penerapan rasionalisasi o. Ketidakstabilan perekonomian. terdiri atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). Pengangguran musiman 4. Penduduk yang relatif banyak j. Pengangguran tersembunyi 3. Beberapa hal yang menyebabkan pengangguran antara lain: i. politik dan keamanan suatu negara 9 . Pendidikan dan keterampilan yang rendah k. n. Teknologi yang semakin modern m. 2. Adanya lapangan kerja yang dengan dipengaruhi musim p. Setengah menganggur D.

melainkan kenaikan haraga secara terusmenerus. orang banyak tidak bersemangat. Apabila inflasi itu ringan. biasanya justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian untuk berkembang lebih baik yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang menjadi bergairah bekerja atau ada insentif untuk bekerja. INFLASI A. dan digantikan dengan hoarding. maupun mengadakan investasi dan produksi. keadaan perekonomian menjadi kacau balau. papan dan lain-lain. melainkan kenaikan harga dari sebagian besar barang dan jasa.2. Jadi bukan harga satu atau dua macan barang saja. menabung. sandang. Pembedaan inflasi atas parah tidaknya berguna untuk melihat dampak dari inflasi yang bersangkutan. menabung. Untuk mengetahui tinggi rendahnya kenaikan harga atau laju kecepatan inflasi itu seringkali digunakan indeks harga. dalam masa inflasi yang parah yaitu pada saat terjadi hiperinflasi. Semua kelompok barang tersebut mengalami kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan angka indeks harga masing-masing. 10 . yaitu menyimpan dalam bentuk barang dan bukan uang. Selain iti. maupun mengadakan investasi. Dan perekonomian menjadi lesu. Sebaliknya. untuk meneliti laju inflasi biasanya macam barang dikelompokkan menjadi kelompok pangan. dan pula bukan hanya satu atau dua kali kenaikan harga. Tabungan akan semakin lenyap. Pengertian Inflasi adalah suatu keadaan di mana terdapat kenaikan harga umum secara terus-menerus.

Kenaikan harga barang impor d.Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi adalah sebagai berikut : a. Adanya kecenderungan harga-harga untuk meningkat. Penambahan penawaran uang dengan cara mencetak uang baru e. B. Peningkatan harga tersebut berlangsung terus-menerus. 11 . yaitu sebagai berikut : a. c. Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa b. dan perekonomian menjadi semakin parah keadaannya. Tiga aspek penting dalam definisi inflasi. Tuntutan kenaikan upah dari pekerja. dank arena itu uang semakin tidak berharga sehingga begitu diterima terus dibelanjakan lagi. jumlah barang dan jasa menjadi semakin langka dalam perekonomian. C. yang berarti tingkat harga yang meningkat bukan hanya pada satu waktu atau beberapa komoditas saja. Mencakup pengertian tingkat harga umum. yang berarti mungkin saja tingkat harga yang terjadi/actual pada waktu tertentu turun atau naik dibandingkan dengan sebelumnya. Nilai uang merosot terus. Keadaan ini akan semakin memperparah perekonomian.Sebagai akibat keseluruhan. sehingga harga tidak menjadi semakin reda kenaikannya. Kekacauan politik dan ekonomi seperti yang pernah terjadi di Indonesia tahun 1998. b. yang berarti bukan terjadi pada suatu waktu saja. akibatnya angka inflasi mencapai 70%. tetapi tetap menunjukkan kecenderungan yang meningkat. c. tetati justru akan menjadi semakin cepat.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Indeks harga konsumen adalah ukuran rata-rata perubahan harga dari suatu paket komoditas (commodity basket) dalam suatu kurun waktu tertentu atau antarwaktu. a. Inflasi ringan (kurang dari 10% per tahun) 2.Sebagai penghitungan penyesuaian Upah Minimum Kabupaten (UMK) d. Apabila inflasi itu ringan. Macam Inflasi 1.Mengetahui perkembangan harga barang dan jasa yang tergantung pada diagram timbangan IHK. biasanya justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian untuk berkembang lebih baik yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat 12 . Berdasarkan laju pertumbuhan Indeks Harga Konsumsi (IHK) atau menurut berdasarkan parah tidaknya inflasi terbagi atas : 1. terutama di bidang pembangunan ekonomi. c. Inflasi sedang (antara 10-30% per tahun) 3. 2.D.Sebagai pedoman untuk menentukan suatu kebijaksanaan yang akan datang. Inflasi berat (antara 30-100% per tahun) Pembedaan inflasi atas parah tidaknya berguna untuk melihat dampak dari inflasi yang bersangkutan. Indeks Harga Konsumen dan Macam Inflasi 1. b. Tujuan penghitungan IHK adalah sebagai berikut.Mempermudah pemantauan supply dan demand khususnya barang kebutuhan masyarakat yang ada di pasar.

orang banyak tidak bersemangat. sehingga harga tidak menjadi semakin reda kenaikannya. Inflasi permintaan (demand pull inflation) adalah inflasi yang disebabkan oleh adanya tarikan permintaan terhadap barang dan jasa. Tabungan akan semakin lenyap. maupun mengadakan investasi. inflasi terbagi atas : 1. menabung.1 13 . dan perekonomian menjadi semakin parah keadaannya. Nilai uang merosot terus. Sebaliknya. Tarikan permintaan ini biasanya disebabkan oleh adanya pembelanjaan defisit atau anggaran belanja pemerintah yang defisit (deficit financing). keadaan perekonomian menjadi kacau balau. 2. dalam masa inflasi yang parah yaitu pada saat terjadi hiperinflasi. Dan perekonomian menjadi lesu. Gambar 1. Berdasarkan dari penyebabnya. Sebagai akibat keseluruhan. yaitu menyimpan dalam bentuk barang dan bukan uang. jumlah barang dan jasa menjadi semakin langka dalam perekonomian. tetati justru akan menjadi semakin cepat. dank arena itu uang semakin tidak berharga sehingga begitu diterima terus dibelanjakan lagi.orang menjadi bergairah bekerja atau ada insentif untuk bekerja. Keadaan ini akan semakin memperparah perekonomian. sehingga mendorong harga untuk meningkat. dan digantikan dengan hoarding. menabung. maupun mengadakan investasi dan produksi.

Inflasi penawaran (cost push inflation) adalah inflasi yang ditimbulkan karena desakan kenaikan biaya produksi.t Kenaikan Harga karena Tarikan Permintaan 2. 14 . terutama kenaikan biaya tenaga kerja atau upah buruh.P D P1 P0 D1 S D1 S D 0 Dx=Sy Dx1=Sx1 X/S.

Inflasi spiral (spiral inflation) adalah inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga yang didorong oleh kenaikan upah. 15 .Gambar 1. Inflasi Impor atau Imported Inflation Inflasi jenis ini terjadi karena pengaruh inflasi dari luar negeri. dan diikuti oleh kenaikan upah lagi. dan diikuti oleh kenaikan harga lagi. yaitu akibat Adanya perdagangan antar Negara. 4.2 P D S1 S P1 P0 S1 S S D D O Dx1=Sy1 Dx=Sx Kenaikan Harga karena Dorongan Kenaikan Biaya Produksi Y 3.

laju inflasi rendah. laju inflasi tinggi. Kurva ini menunjukkan tanggapan tingkat pengangguran terhadap perubahan tingkat inflasi. mempunyai lereng yang negatif . Kurva Phillips Terdapat suatu trade-off antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran. di mana pada saat itu tingkat inflasi sama degan nol. Gambar 1.W.E.3 16 . Phillips pada tahun 1958 yang mulanya melukiskan hubungan antara tingkat perubahan upah dengan tingkat perubahan kesempatan kerja. 2. Keadaan ini pertama kali dikemukakan oleh A. Kurva Phillips mempunyai intersep pada sumbu horizontal pada tingkat pengangguran natural. 3. sedangkan bila tingkat pengangguran rendah. sehingga kurva ini turun dari kiri atas ke kanan bawah. yaitu bila tingkat pengangguran tinggi. Ini ditunjukkan oleh besar kecilnya lereng kurva Phillips tersebut. Kurva Phillips ini memiliki tiga ciri yaitu : 1.

Kurva Phillips itu akan bergeser ke luar bila pengambil keputusan mencoba mempertahankan tingkat pengangguran di bawah tingkat pengangguran natural. Selanjutnya Friedman dan Phelps seperti halnya dengan Phillips sendiri menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat pengangguran semakin cepat kenaikan tingkat upah dan harga.Tingkat Inflasi (%) Kurva Phillips O U Kurva Phillips Pengangguran (%) Kurva Phillips ini tidak selalu tetap letaknya. dan semakin tinggi inflasi akan semakin cepat pada kenaikan tingkat upah. tetapi seperti pendapat Friedman dan Phelps. dan sebaliknya bila tingkat pengangguran dibiarkan berada di atas tingkat pengangguran natural. 17 . bahw kurva Phillips tidak menunjukkan suatu hubungan jangka panjang yang stabil. maka kurva Phillips akan bergeser ke bawah.

Kebijakan Penanggulangan Inflasi Menurut kaum Klasik maupun Keynes inflasi tidak hanya berkaitan dengan uang beredar. untuk menanggulangi inflasi yang utama ialah menekan laju pertumbuhan jumlah uang yang beredar atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Jadi kebijakan penghasilan adalah kebijakan yang mencoba mengurangi kenaikan tingkat upah dan tingkat harga secara cepat. Kebijakan insentif perpajakan (tax incentive plan). Oleh karena itu. pengambil kebijakan berusaha menghilangkan inflasi secara cepat. Kebijakan drastis (cold turkey approach) yaitu menghendaki pengurangan jumlah uang beredar secara drastis. 2.F. namun dengan pendekatan ini peningkatan jumlah pengangguran menjadi lebih besar. dalam kebijakan ini pemerintah mengenakana pajak tambahan terhadap perusahaan-perusahaan yang menaikkan tingkat upah. tetapi juga akan menambah tingkat pengangguran. 4. Cara ini dapat di tempuh dengan berbagai kebijakan sebagai berikut: 1. Tindakan ini akan mengurangi laju peningkatan harga. dan justru mengurangi pajak terhadap perusahaan yang tidak melakukan kenaikan tingkat upah. Kebijakan bertahap (gradual approach) yaitu menghendaki pengurangan laju pertumbuhan jumlah uang yang beredar. Kebijakan penghasilan (income policy) yaitu menghendaki adanya penekanan tingkat upah secara cepat baik dengan perundang-undangan atau dengan himbauan. 18 . 3. tetepi juga dengan jumlah barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian.

meningkatkan dan mengurangi tingkat pajak. Pemerintah dapat mempengaruhi permintaan dalam perekonomian dengan menggunakan kebijakan fiskal yaitu dengan cara meningkatkan dan mengurangi pengeluaran pemerintah dan subsidi. sedangkan dengan kebijakan moneter pemerintah dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar.3. Hubungan antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal dapat dilukiskan pada gambar di bawah ini : 19 . sedangkan apabila terdapat kelebihan penawaran di atas permintaan akan terjadi deflasi dan pengangguran. Apabila terdapat kelebihan permintaan di atas penawaran akan dapat menimbulkan inflasi. Kebijakan Pemerintah Kebijakan fiskal dan kebijakan moneter umumnya dianggap sebagai kebijakan untuk mengelola sisi permintaan akan barang dan jasa dalam suatu perekonomian. pengenaan pajak ataupun jumlah uang yang beredar secara bersama-sama. atau dengan campuran dua kebijakan itu yaitu dengan mengubah pengeluaran. Kedua kebijakan ini menyangkut masalah pengelolaan permintaan dengan tujuan untuk mempertahankan produksi nasional suatu perekonomian atau suatu negara yang mendekati kesempatan kerja penuh (full employment) dan juga mempertahankan tingkat harga barang dan jasa pada tingkat yang sudah tercapai sekarang.

6. dan tingkat bunga akan mempengaruhi permintaan agregat. 2. Pada gilirannya permintaan agregat dan penawaran agregat itu akan menentukan keadaan di pasar barang dan jasa. 7. 3. Kebijakan fiskal akan mempunyai pengaruh terhadap permintaan agregat dan penawaran agregat. Kondisi pasar barang dan jasa itu akan menentukan tingkat harga dan pengerjaan dari faktor-faktor produksi. Kedua pasar tersebut akan menentukan tinggi rendahnya tingkat bunga.Kebijakan Moneter Pasar Uang & Surat Berharga Pendapatan Tingkat Bunga Permintaan agregat Kebijakan fiskal Penawaran agregat Pasar barang Harga barang & Kesempatan kerja Upah harapan Pada gambar di atas. 4. Kebijakan moneter akan mempengaruhi pasar uang dan pasar surat berharga. 20 . Selanjutnya tingkat harga dan kesempatan kerja akan menentukan tingkat pendapatan dan tingkat upah yang diharapkan. Keduanya akan mempunyai umpan balik yaitu terhadap permintaan agregat. 5. dapat di uraikan sebagai berikut : 1. dan upah harapan mempunyai umpan balik terhadap penawaran agregat dan pasar uang serta pasar surat berharga.

Hal ini disebabkan oleh adanya pendapatan negara yang umumnya masih sangat rendah. sedangkan kebutuhan untuk menyediakan barang dan jasa serta membelanjai keperluan lain sangat besar. Di bagian depan telah disebutkan bahwa dampak dari kedua macam pengeluaran pemerintah itu tidak sama. bantuan bencana alam dan sebagainya.1. walaupun keduanya memiliki dampak positif terhadap pendapatan nasional. Adapun pengeluaran pemerintah itu dapat dibedakan menjadi pengeluaran untuk pembelian barang dan jasa (exhaustive expenditure). dan pengeluaran transfer (transfer expenditure) seperti subsidi. 21 .Kebijakan Fiskal Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah dengan cara memanipulasi anggaran pendapatan dan belanja negara. kemudian menentukan tingkat pendapatannya paling tidak dapat menutup seluruh anggaran belanja yang telah ditetapkan tersebut. Pada umumnya pemerintah akan berusaha menentukan target belanja Negara. karena masing-masing jenis pengeluaran atau belanja pemerintah itu memiliki koefisien pengganda yang berlainan. Pada umumnya sangat sulit bagi negara yang sedang berkembang untuk menyesuaikan pengeluaran atau belanja negara terhadap pendapatannya. artinya pemerintah dapat meningkatkan atau menurunkan pendapatan negara atau belanja negara dengan tujuan untuk mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat pendapatan nasional.

Kebijakan atau politik pasar terbuka (open market operation) b. 22 . Selanjutnya instrument dari kebijakan itu dapat dibedakan menjadi tiga macam instrument yaitu : a. Sedangkan kalau pemerintah bermaksud mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan atau politik diskonto (rediscount policy) c. Kebijakan atau politik deking perbankan (legal reserve requirement) a) Kebijakan pasar terbuka Kebijakan moneter dengan pasar terbuka ini digunakan untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara pemerintah dalam hal ini bank sentral turut serta dalam jual beli surat berharga. pemerintah yaitu bank sentral menentukan tingkat atau suku bunga kredit terhadap dana yana dipinjam oleh bank-bank umum dari bank sentral. Kemudian bank umum dalam memberikan kredit kepada nasabah harus memungut bunga pinjaman pula. Supaya bank umum tidak menderita rugi maka ia harus memungut bunga dengn suku bung yang lebihtinggi daripada suku bunga yang dikenakan oleh bank sentral terhadap bank umum. Kalau pemerintah ingin menambah jumlah uang yang beredar. maka ia membeli surat berharga di pasar modal. Kebijakan Moneter Kebijakan moneter merupakan kebijakan yang mempengaruhi permintaan dan penawaran akan uang guna menjamin kestabilan ekonomi.1. Adapun kebijakan moneter ini secara umum dibedakan menjadi kebijakan uang ketat (tight money policy) dan kebijakan uang longgar (easy money policy). b) Kebijakan diskonto Dalam kebijakan diskonto ini. maka ia menjual surat berharga.

23 . Bank umum dalam memberikan kredit harus dideking dengan sejumlah kekayaan tertentu.c) Kebijakan deking atau cadangan perbankan Bank sentral sebagai banknya bank dapat mengatur bank-bank lain dalam melakukan pengendalian usahanya. Bank umum dalam memberikan kredit kepada para nasabah harus mengingat ketentuan yang diberikan oleh pemerintah yaitu bank sentral. khususnya dalam hal yang berkaitan dengan kestabilan ekonomi. seperti emas. valuta asing sertifikat bank Indonesia dan deposito berjangka dan uang inti.

kita telah menahami bahwa inflasi pada tingkat yang rendah akan berfungsi mendorong perkembangan perekonomian. dan dapat pula dengan insentif perpajakan dan kebijakan penghematan. Inflasi dapat disebabkan oleh tarikan permintaan yang biasanya timbul karena meningkatnya anggaran deficit pemerintah.BAB III PENUTUP Kesimpulan Dari berbagai uraian diatas mengenai macam dan sebab. 24 . dan inflasi dapat ditanggulangi secara cepat. Terdapat suatu trade-off antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran. Tindakan yang diambil dapat dengan mengurangi jumlah uang yang beredar. sebaliknya bila tingkat pengangguran ditekan tingkat inflasi akan menjadi lebih cepat. dan dapat pula dikarenakan oleh meningkatnya biaya produksi karena desakan kenaikan upah tenaga kerja oleh para organisasi buruh. dan alternative lain inflasi dapat ditanggulangi secara perlahan. padahal kedua keadaan itu sama-sama tidak menyenangkan bagi masyarakat. sedangkan inflasi pada laju yang tinggi justru akan menghambat perkembangan perekonomian. dengan himbauan. serta cara menanggulangi inflasi. tetapi penyembuhan inflasi menjadi tidak jelas walaupun dibarengi dengan tingkat pengangguran yang rendah. tingkat pengangguran meningkat. namun dibarengi dengan timbulnya angka pengangguran yang tinggi. atau dengan campuran dari semua kebijakan itu. Infalsi yang sudah berkembang cepat perlu ditanggulangi karena akan merusak struktur perekonomian. yaitu bila tingkat inflasi ditekan.

M.google.com 25 . Yogyakarta www.DAFTAR PUSTAKA Suparmoko. BPFE. Pengantar Ekonomika Makro. 1991.