PETUNJUK PELAKSANAAN DAN TEKNIS

JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN
DAN

ANGKA KREDITNYA

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Jakarta, 2011

KATA PENGANTAR

Ketentuan yang mengatur tenaga fungsional penyuluh kehutanan adalah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang telah diubah melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005; Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/33/M.PAN/10/2006; dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 32 Tahun 2011. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan sangat berhubungan erat dengan petunjuk teknis dari Menteri Kehutanan. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Kepala BKN Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Sedangkan petunjuk teknis jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 272/Kpts-II/2003 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Semoga buku Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dapat dijadikan p e d o m a n b a g i p e n y e l e n g g a r a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n .

Kepala Pusat

Ir. M. Ali Arsyad, M.Sc NIP. 19530511.198203.1.002

i

DAFTAR ISI
PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA I. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........... PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33/M.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ............................................................................... PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ........ KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ................................... KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA VII. KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ....................................................................................... 121 - 319 Hal

1-

7

II.

9 - 12

III.

13 - 15

IV.

17 - 42

V.

43 - 68

VI.

69 - 121

ii

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIKROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.40/Menhut-II/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan, terdapat perubahan nomenklatur instansi Pembina teknis Penyuluh Kehutanan dari Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan menjadi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; bahwa dengan adanya perubahan nomenklatur tersebut berdampak pada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga perlu dilakukan revisi, khususnya yang berkaitan dengan penilaian dan penetapan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan; bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a dan b di atas, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri

b.

c.

1

Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/ M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3000) sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412); Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintahan Nomor 40 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 51. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5121); Peraturan Pemerintahan Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193);

2.

3.

4.

2

5. 6.

Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010; Keputusan Presiden Nomor: 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006; Usul Menteri Kehutanan dengan surat Nomor: S.132/Menhut-IX/2011 tanggal 11 Maret 20011; Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor K.26-30/V.110-1115/93 tanggal 19 April 2011; MEMUTUSKAN:

7.

8. 9.

Memperhatikan :1. 2.

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA.

Pasal I Beberapa ketentuan dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006 diubah sebagai berikut:

3

golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. b. pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Pembina Tikat I. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. (2) Dalam menjalankan tugas. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. dan Kabupaten/Kota. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Pengantur Muda Tingkat I. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Pembina. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Penata Muda. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Kepala Badan yang menangani penyuluhan kehutanan. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang IV/b dan pangkat Pembina Utama Muda. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya. Provinsi. d. 4 . b. Golongan ruang III/a Pembina. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. c. dibantu oleh: a. pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementrian Kehutanan. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Sekretaris Daerah Provinsi atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Pembina. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluhan Kehutanan Penyelia.1. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. Ketentuan Pasal 15. selanjutnya disebut Tim Penilai Unit Kerja. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah: a.

d. 5 .c. Jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. b. 2. (3) Anggota tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d. Ketentuan Pasal 16. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. unsur kepegawaian dan pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan (2) Susunan keanggotaan Tim Penilai sebagai berikut : a. d. Selanjutnya disebut Tim penilai Kabupaten /Kota. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Provinsi bagi Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di provinsi. b. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Sekretaris daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota. d. (4) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh: a. (5) Syarat untuk menjadi Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. Seorang Ketua merangkap Anggota. Seorang Sekretaris merangkap Anggota yang berasal dari unsur kepegawaian. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Unit Kerja. c. Adalah : a. selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi. Sekretaris Daerah Provinsi atau Pejebat eselon II yang membidangi penyuluhan Kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Provinsi. paling kurang 2 (dua) orang berasal dari pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat . c. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 16 (1) Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terdiri dari unsur teknis yang membidangi penyuluhan kehutanan.

Sekretaris Daerah Provinsi dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota kepada Kepala Badan yang membidangi Penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementerian Kehutanan. c. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. Provinsi. dan Kabupaten/Kota. pangkat Pembina Tingkat I. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Provinsi. Dapat aktif melakukan penilaian (6) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut : Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. pangkat Pembina. Ketentuan Pasal 19. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai Unit Kerja.b. pangkat Penata Muda. Sekretaris Badan yang membidangi Penyuluhan Kehutanan. Pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. 6 . golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. (7) Masa jabatan anggota Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. c. 3. Pimpinan unit Kerja yang membidangi Penyuluhan Kehutanan di Kementerian Kehutanan kepada Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. (8) Apabila Tim Penilai belum dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. golongan ruang IV/b dan Pangkat Pembina Utama Muda. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan di Provinsi Kepada b.

pangkat Penata Tingkat I. pangkat Penata Muda golongan raung III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. NE G S I ARA RA E. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. d. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I.E Mangindaan R A PEND A AY N DA R G UN UR R A AT K A E E F A N A PA R OR P RO SI UB MASI BI E LIK INDON 7 . golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. Pasal II Peraturan Menteri Negara Pemberdayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Pembina. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Pembina. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 30 Mei 2011 ME E NT Menteri Negara NEG R I Pemberdayagunaan Aparatur Negara A Dan Reformasi Birokrasi. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia.Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Penata Muda golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama.

.

sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. bahwa dengan adanya perubahan institusi pendidikan sebagaimana dimaksud dalam butir a di atas. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041). khususnya untuk tingkat terampil yang di persyaratkan minimal Pendidikan Diploma III sulit dipenuhi karena adanya perubahan Institusi pendidikan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890). Menimbang : a. b. 9 . NOMOR 130/KEP/M. maka dipandang perlu mengubah Keputusan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara Nomor: 130/KEP/M.MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33 /M. Mengingat : 1.PAN/12/2002 tentang jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. bahwa dalam penerapan jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA.

7. Peraturan Pemerintah nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196. Peraturan Pemerintah nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015). 8. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019). 10 . Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017). Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098). 5. Peraturan Pemerintahan Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547). 6. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332). d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263). 3. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 151).2. P e m i n d a h a n . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193). Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2823).

Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor : K26-30/V96-7/93 tanggal 5 September 2006. dan Tata Kerja Kementerian Negara. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2(dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. menjadi berbunyi sebagai berikut : " Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil atau Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli dapat dipertimbangkan setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 2. 2. 3. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan.peg/2006 tanggal 7 Juni 2006. 11 . Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil : 1. Tugas. Memperhatikan :1. Usul Sekertaris Jendral Depertemen Kehutanan Nomor S.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA Pasal I Mengubah ketentuan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 4.9. 10. Fungsi Susunan Organisasi.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Berijazah paling rendah SMU/SMK sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan : Pangkat paling rendah Pengatur Muda Tingkat I. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. golongan ruang II/b.587/II.

golongan ruang III/a. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 7. 4. 5. dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh yang berasal dari pendidikan . Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA :12 Oktober 2006 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2 (dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. dan penunjang tugas penyuluhan kehutanan setelah ditetapkan oleh pejabatan yang berwenang menetapkan angka kredit. 6. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksana Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam I (satu) tahun terakhir. Pangkat paling rendah Penata Muda. 3. 7. 2. b." Pasal II Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan. penyuluhan kehutanan. Paling tinggi usia 50 tahun. pengembangan profesi. Berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. 6.5. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli : 1. Tersedia lowongan dalam formasi jabatan. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D 12 N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI . Paling tinggi usia 50 tahun. Tersedianya lowongan dalam formasi jabatan. adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan.

dipandang perlu mengubah Lampiran I dan atau II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Menimbang : Bahwa dalam rangka mengembangkan jabatan fungsional jenjang ahli.Lampiran II NOMOR TANGGAL : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60 /M. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. 13 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. Mengingat : 2. 1.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Tambahan Lembaran Negara Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. 9. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. 5.3. 10. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. 7. Tugas Fungsi. 6. setelah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. 14 . Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). 4. P e m i n d a h a n . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332).

Fungsi.11. Pasal I Mengubah ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Memperhatikan : Pertimbangan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat nomor WK26-30/V50-8/93 tanggal 29 April 2005. dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pasal II Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Susunan Organisasi. Tugas. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI 15 . Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perubahan Kelima Atas keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 1 Juni 2005 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. sehingga seluruhnya berubah menjadi berbunyi sebagai berikut : "Unsur pendidikan Ijazah Doktor menjadi 200 angka Kredit. Ijazah Pasca Sarjana menjadi 150 angka Kredit. Kewenangan. dan Ijazah Sarjana/D IV menjadi 100 angka kredit". MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYA GUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA.khususnya sub unsur pendidikan sekolah dengan memperoleh Ijazah/gelar.

.

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M. dipandang perlu mengatur ketentuan pelaksanaanya dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan lampiran I dan atau lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). Mengingat : 2. Menimbang : bahwa dengan berlakunya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. 1. 17 .

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. 18 . Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. 9. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). P e m i n d a h a n . d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . 7. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. 6. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122.3. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. 8. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). 4. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). 5.

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005. Fungsi Kewenangan. sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Peraturan ini.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. 19 . Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. dilampirkan salinan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.10. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Pasal 2 Untuk memperjelas pelaksanaan Peraturan ini. Tugas. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Pasal 1 Ketentuan pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan ini. 11.

PAN/6/2005 tanggal 1 Juni 2005 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005 AN K E P E G A WA AB AD K E PA L Badan Kepegawaian Negara N NE GARA IA Kepala RE PU BLI S NE K I N D OPrapto IA Hadi 20 .Pasal 3 Apabila dalam melaksanakan Peraturan ini dijumpai kesulitan agar ditanyakan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk mendapatkan penyelesaian. Pasal 4 Peraturan Ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak ditetapkanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.

21 . tanggung jawab. Jabatan Fungsional. Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. PENDAHULUAN A. adalah suatu kedudukan yang menunjukan tugas.Lampiran I NOMOR TANGGAL PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian dan/atau keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi. Jabatan Struktural. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi syarat yang ditentukan. 2. Jabatan Fungsional Tertentu. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi Negara. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. 3. Jabatan Karier. tanggung jawab. tanggung jawab.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA I. 4. UMUM 1. : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. 5. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan untuk kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit.

22 . adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. adalah instansi yang bertugas membina suatu jabatan fungsional menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. adalah pengangkatan Pegawai negeri Sipil ke dalam jabatan fungsional tertentu melalui formasi Calon Pegawai Negeri Sipil. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan. 3. Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. B. dengan memperhatikan usul dari pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan teknis secara tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara. adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat. khusus bagi yang pada saat melamar paling rendah memiliki dan menggunakan Ijazah antara lain Ijazah apoteker. 6. pendididkan menengah. Instansi Pembina jabatan fungsional.6. adalah pengangkatan pegawai Negeri Sipil dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lain ke dalam jabatan fungsional tertentu. 4. Penetapan jabatan dan angka kredit jabatan fungsional dilakukan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur Negara. 2. C. Pengangkatan Pertama. Angka Kredit. TUJUAN Ketentuan dalam Peraturan ini sebagai petunjuk bagi instansi Pembina Jabatan Fungsional dan Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menjamin kelancaran dan keseragaman dalam penetapan pemberian Angka Kredit khususnya sub unsur pendidikan formal dengan memperoleh ijazah/gelar bagi jabatan fungsional tertentu. 5. PENGERTIAN Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Pendidikan Formal. dan pendidikan tinggi.

Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh pejabat struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen. 1 2 3 Pendidikan SLTA/DIPLOMA I DIPLOMA II DIPLOMA III / Sarjana Muda Angka Kredit Lama 25 50 50 Baru 25 40 60 ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT AHLI No.Ijazah dokter. Propinsi. Pimipinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan. adalah Menteri. adalah Bupati/Walikota. Kepala Kepolisian Negara. 8. 9. 7. 1 2 3 Pendidikan Sarjana (S1) / DIPLOMA IV Dokter/Apoteker/Magister (S2) Doktor (S3) Angka Kredit Lama 75 100 150 Baru 100 150 200 23 . Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. BESARAN ANGKA KREDIT Besaran angka kredit untuk Ijazah yang diperoleh dari pendidikan formal diubah sebagai berikut : ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT TERAMPIL No. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Jaksa Agung. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. dan Ijazah lain yang setara. II. adalah Gubernur. adalah golongan ruang III/b.

A. 6 September 1959 : SLTA : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 g. b. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) mendapat tambahan angka kredit 60. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda/Diploma III Mendapat Tambahan angka kredit 35. Magister (S2) memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Doktor (S3) Mendapat tambahan angka kredit 50. h. Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : a. Sarjana (S1) Diploma IV memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Mendapat tambahan angka kredit 50. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda//Diploma III Mendapat tambahan angka kredit 20. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 75. Pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. : : Roby : 260004600 : Jakarta. SLTA/Diploma I memperoleh penigkatan pendidikan/ijazah Diploma II Mendapat tambahan angka kredit 15. S a r j a n a M u d a / D i p l o m a I I I m e m p e r o l e h p e n i n g k a ta n pendididkan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 40. Lahir Pendidikan CPNS PNS 24 . TATA CARA PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT Penetapan pemberian besaran angka kredit sebagaimana tersebut pada Angka Romawi II hanya berlaku untuk pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional dan bagi pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. d.III. c. Contoh 1 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl. f. e.

03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. III/c TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Manajemen Sumber Daya Aparatur. Slamet NIP : 260004500 Tempat/Tgl Lahir : Sukabumi 6 September 1959 Pendidikan : Sarjana (S1) Tahun 2004 CPNS : 1 Maret 1983 PNS : 1 Maret 1984 Pangkat/Golru/TMT : Penata. : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2004 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Doploma III Administrasi Kepegawaian Negara. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 25 Ijazah SLTA : 60 Angka Kredit yang diperhitungkan : 35 Saudara Roby mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 35 angka kredit • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Diploma III : 35 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian.00 Jumlah : 245.05. 25 . III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002.05 Saudara Roby telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 245.- Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : Penata.02 Pembinaan Kepegawaian : 75. telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105. Contoh 2 : Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs.

Pengangkatan Pertama Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional melalui pengangkatan pertama setelah berlakunya peraturan ini. Slamet mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 50 angka kredit • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Ijazah Magister (S2) : 50 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 45.12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5.02 Pembinaan Kepegawaian : 53. 3 April 1978 26 . B.17 Saudara Drs.Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah Sarjana (S1) : 100 Ijazah Magister (S2) : 150 Angka Kredit yang diperhitungkan : 50 Saudara Drs. Contoh : • Seorang Pengawal Negeri Sipil : Nama : Nining NIP : 260006810 Tempat/Tgl Lahir : Tangerang. golongan ruang II/a.00 Jumlah : 255. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat terampil harus memenuhi syarat sebagai berikut : a.03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25. 1. Pangkat Paling rendah Pengatur Muda. c. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 Paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. b.17. Slamet telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 255. Berijazah paling rendah SLTA/ DIPLOMA I sesuai dengan kompetensi jabatan fungsionalnya.

55 Saudari Nining dapat diangkat jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat terampil jenjang Analis Kepegawaian Pelaksana pangkat Pengatur.- Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru Jabatan Unit Kerja : Diploma III : 1 Maret 2004 : 1 Mei 2005 : Pengatur. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Ijazah Diploma III : 60 • Diklat prajabatan : 1. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs. b.5 • Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencana Kepegawaian : 3. golongan ruang II/c dengan angka kredit 67. Pangkat paling rendah Penata Muda golongan ruang III/a. Berijazah paling rendah Sarjana (S1) Diploma IV sesuai dengan kompetensi jabatan fungsional. Tuparno NIP : 26006809 Tempat / Tgl Lahir : Kebumen. c. III/a Jabatan : --Unit Kerja : Biro Kepegawaian 27 .03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 67. II/c : --: Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. 3 April 1976 Pendidikan : Sarjana (S1) CPNS : 1 Maret 2004 PNS : 1 Mei 2005 Pangkat / Golru : Penata Muda. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.02 Pembinaan Kepegawaian : 2.55. 2.

pengembangan profesi.03 Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 113. pangkat ditetapkan sesuai dengan pangkat terakhir yang dimiliki sedangkan jabatan fungsional ditetapkan sesuai dengan besarnya angka kredit yang diperoleh dari pendidikan dan tugas pokok. Persyaratan Pengangkatan melalui Perpindahan Jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a.02 Pembinaan Kepegawaian : 3. Memiliki pengalaman dalam bidangnya paling kurang 2 (dua) tahun. d. Usia palking tinggi 50 (lima puluh) tahun atau 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun dari jabatan yang diduduki. golongan ruang III/a dengan angka kredit 113. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.Sudarja : 260004809 : Kebumen. dan kegiatan penunjang tugas Analis Kepegawaian sewaktu bertugas pada unit tersebut. b.pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan fungsional melalui perpindahan jabatan. 3 April 1960 : Sarjana (S1) 28 .05. Memenuhi syarat ketentuan pengangkatan jabatan fungsional tingkat terampil atau tingkat ahli. c. C. Pegawai negeri Sipil yang pindah dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lainnya. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat Prajabatan : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencanaan Kepegawaian : 7.05 Saudara Drs Tuparno dapat diangkat dalam jabatan fungsional Analis Kepegawaian tingkat ahli jenjang Analis Kepegawaian Pertama pangkat Penata Muda. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan : : Drs.

03 Penunjang tugas Analisis Kepegawaian : 5. Persyaratan Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. golongan ruang III/c dengan angka kredit 155. Maka penghitungan angka Kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat fungsional tingkat ahli : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 25. III/c TMT 1 April 2002 : Pengadministrasi : Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang besangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analisis Kepegawaian. 1.- CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : 1 Maret 1984 : 1 Mei 1986 : Penata. golongan ruang III/a ke atas. b. Sudarja dapat diangkat dalam jabatan fungsiomal Analisi Kepegawaian tingkat ahli. Telah lulus diklat fungsional tingkat ahli.00 Jumlah : 155. pengangkatan kedalam jabatan fungsional tingkat ahli selain ijazah yang diperoleh harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan bagi jabatan fungsional tersebut. Pegawai Negri Sipil yang menduduki jabatan fungsional tingkat terampil telah memiliki pangkat Penata Muda.05 D. Ijazah sesuai denngan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. Telah menduduki pangkat minimal penata Muda. jejang Analis Kepegawaian Pertama pangkat penata. Telah mencapai angka kredit kumulatif yang ditentukan. 29 . dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah sebelum tanggal 1 Juni 2005 dan belum dinilai angka kreditnya.05 Saudara Drs. d. c. maka apabila yang bersangkutan akan pindah jabatan dari tingkat terampil menjadi tingkat ahli. Golongan Ruang III/a. Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli. juga harus memenuhi persyaratan lain yang ditentukan untuk menduduki jabatan fungsional tingkat ahli.02 Pembinaan Kepegawaian : 23.

Contoh : 1 • Seorang Pegawai Negeri Sipil: Nama : Rakimin NIP : 260005700 Tempat/Tgl Lahir : Jakarta 2 September 1971 Pendidikan : SLTA CPNS : 1 Maret 1990 PNS : 1 Mei 1991 Pangkat/Golru/TMT : Pengatur TK I, II/d TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Pelaksana TMT 1 Desember 2001 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Kepegawaian. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah SLTA : 25 Ijazah Sarja (S1) : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 75 Saudara Drs. Rakimin mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 75 angka kredit. Saudara Drs. Rakimin dapat dipindahkan dalam jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat ahli apabila sudah mencapai pakat Penata Muda, golongan ruang III/a, dan persyaratan lain melalui pencapaian angka kredit tambahan dari peningkatan pendidikan/ijazah. • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan kepegawaian : 25,02 Pembinaan Kepegawaian : 35,03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 2,00 Jumlah : 164,05 Setelah Saudara Drs. Rakimin naik pangkat Penata Muda Golongan ruang III/a, dan telah lulus diklat fungsional tingkat ahli maka dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli dengan Pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a

30

jabatan Analis Kepegawaian Pertama, dengan Angka Kredit 164,05. Contoh : 2 • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Dadang : 260004502 : Sukabumi; 11 Juli 1959 : Diploma II Tahun 1998 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka Perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan • Ijazah Diploma II : 40 • Ijazah Sarjana (S1) : 100 • Angka Kredit yang diperhitungkan : 60 Saudara Drs. Dadang mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 60 angka kredit. • Ijazah Diploma II : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 60 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjangan tugas Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 270,17 Saudara Drs. Dadang dapat diangkat dalam jabatan analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian muda, dengan Angka Kredit 270,17. Contoh : 3 • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Tatang NIP : 260004501

31

-

Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja

: Sukabumi,6 Oktober 1959 : Diploma III Tahun 1999 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 60 • Ijazah Diploma III :100 • Ijasah Sarjana(S1) : 40 Saudara Drs. Tatang mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 40 angka kredit • Ijazah Diploma III : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 40 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian Jumlah : 250,17 Saudara Drs. Tatang dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 250,17. Contoh 4 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Roby : 260004600 : Jakarta, 6 September 1959 : Diploma III Tahun 2004 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

32

pada bulan 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut: • Pendidikan Diploma III : 60 • Pendidikan Sarjana : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 40 Saudara Roby Mendapatkan tambahan angka kredit untuk kependidikan adalah 40 angka kredit. • Diploma III : 60 • Ijazah Sarjana : 40 • Diklat Tingkat Ahli : 2 • Pelaksanaan Tugas Pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105,02 Pembinaan Kepegawaian : 75,03 • Penunjang Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 287,05

IV. PENUTUP

Saudara Drs. Roby dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian Tingkat Ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 287,05.

Demikian, apabila terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat dikoordinasikan dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Atas perhatian dan Kerja samanya diucapkan terimakasih. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005
AD

AN

K E P E G A WA

K E PA L

Badan Kepegawaian Negara
N
NE
GARA

IA

Kepala

AB

RE

PU

BLI

S NE K I N D OPrapto

IA

Hadi

33

Contoh : A1

34

Contoh : A2

Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005

TMT

35

Contoh : B1 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT /TMT 36 .

Contoh : B2 Masa Penilaian : 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 37 .

Contoh : C Masa Penilaian : 1 Oktober 1999 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 38 .

Contoh : D1 39 .

Contoh : D2 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 c 40 .

Contoh : D3 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 41 .

Contoh : D4 Masa Penilaian : 1 Juli 2005 s/d 31 Oktober 2005 Sarjana 42 .

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Nomor : 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Menimbang : a. 2.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dipandang perlu mengatur petunjuk pelaksanaan jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. bahwa Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya tersebut ditetapkan dengan Keputusan Kepala BKN. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah b. 3. 4. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999. bahwa dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri. Mengingat : 1. 43 .

Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. 11. 7. 12. 8.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Kewenangan. 10. 6. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2003.beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003. 44 . Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Fungsi. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 5. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. 13. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Tugas.

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. adalah proses pengembangan pengetahuan. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pengangkatan dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Angka Kredit. Pejabat yang berwenang mengangkat.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. tanggung jawab. metodologi dan teknik analisis tertentu. Penyuluh Kehutanan. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. sikap perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. 4. mau dan mampu memahami. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Penyuluh kehutanan. Angka Kredit. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. 5. 45 . adalah Pejabat 2. 7. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. 3. 6.

Salinan atau fotocopy Ijazah/Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) dan atau keterangan/penghargaan yang pernah diterima (apabila ada) yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi telah dapat dipenuhi. evaluasi dan pelaporan p e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n d a n b u k t i f i s i k n y a . c. 9. adalah Gubernur. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat berkenaan dengan Penyuluh Kehutanan. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat. adalah Bupati/Walikota. Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang tugas penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. BAB II USUL DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 2 (1) Usul penetapan angka kredit disampaikan apabila menurut perhitungan sementara dari Penyuluh Kehutanan. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi. Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan. adalah Departemen Kehutanan. e. d. Surat pernyataan melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya.Pembina Kepegawaian masing-masing atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Surat pernyataan melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. f. dilakukan 46 . 8. Surat pernyataan melakukan kegiatan pemantauan. adalah Menteri Kehutanan. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. g. b. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. 10. (2) Setiap usul penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilampiri dengan : a. 11.

angka kredit ditetapkan selambatlambatnya pada bulan Januari tahun yang bersangkutan. Untuk kenaikan pangkat periode April. 2) Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3) Pejabat lain yang dipandang perlu.selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat sebagai berikut : a. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran I. dengan berpedoman pada Lampiran I dan Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Untuk kenaikan pangkat periode Oktober. angka kredit ditetapkan selambat-lambatnya pada bulan Juli tahun yang bersangkutan. Pasal 3 (1) Setiap usul Penetapan Angka Kredit bagi Penyuluh Kehutanan harus dinilai secara seksama oleh Tim Penilai. (4) Dalam rangka pengendalian dan tertib administrasi penetapan angka kredit.PAN/12/2002. maka spesimen tanda tangan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (3) disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. (5) Apabila terdapat pergantian pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. (2) Hasil penilaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). maka pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat mendelegasikan kepada pejabat lain satu tingkat lebih rendah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. dengan ketentuan : a. b.PAN/12/2002. Asli Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan kepada Kepala BKN/Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. b. maka spesimen tanda tangan pejabat yang menggantikan disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. 47 . dan Tembusan disampaikan kepada : 1) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. (3) Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit berhalangan sehingga tidak dapat menetapkan angka kredit dalam batas waktu sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (3).

y a i t u : a. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada huruf a. (2) Masa kerja keanggotaan Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. b. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain. b. (3) Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa keanggotaan sebagaimana dimaksud ayat (1). dan Dapat aktif melakukan penilaian. c. (2) Tugas pokok Tim Penilai Pusat adalah : 48 . (4) Dalam hal komposisi jumlah anggota Tim Penilai seluruhnya atau sebagian tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan karena belum ada/tidak ada yang memenuhi syarat menjadi anggota Tim Penilai. Mempunyai kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. PASAL 5 (1) Tugas pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : a. Sekurang-kurangnya menduduki jabatan/pangkat setingkat dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 . Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. anggota Tim Penilai dalam diangkat dari pejabat lain yang mempunyai kompetensi dalam bidang penyuluhan kehutanan.BAB III TIM PENILAI Pasal 4 (1) Syarat pengangkatan untuk menjadi anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (3) Keputusan Menteri Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 3 0 / K E P / M . dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan.

Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/Kota masingmasing. b. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Propinsi masing-masing. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. b. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dengan huruf a. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. (5) Apabila Tim Penilai Propinsi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan.a. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama dan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membindangi kehutanan. (3) Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : a. (4) Tugas pokok Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah : a. 49 . b.

Tim Penilai Pusat. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat pengganti anggota Tim Penilai yang bersangkutan. Pasal 6 (1) Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya.(6) Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. Pasal 7 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli. (8) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang turut dinilai. (7) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang pensiun atau berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota lain yang terdekat. 50 . Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku Pimpinan Instansi Pembina jabatan Penyuluh Kehutanan. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan.PAN/12/2002. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. (3) Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. Ketua Tim Penilai dapat mengusulkan anggota pengganti yang memiliki kompetensi sesuai masa kerja yang tersisa kepada pejabat yang berwenang menetapkan Tim Penilai. baik yang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau bukan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. (2) Sekretariat Tim Penilai dibentuk dan ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. (9) Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Sekretariat Jenderal. (2) Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. dibentuk Sekretariat Tim Penilai yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai yang secara fungsional dijabat oleh pejabat di bidang kepegawaian.

c. (2) Kenaikan jabatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda. (6) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat yang menduduki jabatan : a. dapat dipertimbangkan apabila : a. b. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. (4) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). c. b. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. (3) Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. 51 . Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. setiap kali dapat dipertimbangkan apabila : a. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP.BAB IV KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT Pasal 8 (1) Penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2). (5) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. digunakan sebagai dasar untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. golongan ruang IV/c ditetapkan dengan Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN.

(7) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Propinsi yang menduduki jabatan : a. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/d. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I.golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. dan b. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. b. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. 52 . Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. (8) Kenaikan pangkat pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan : a. golongan ruang III/d. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang IV/b. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk. setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. golongan ruang III/d. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. b. golongan ruang IV/b. Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang III/d. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I.

(9) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. setiap kali kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi disyaratkan mengumpulkan 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi tersebut. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan. (2) Apabila kelebihan jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (1) memenuhi jumlah angka kredit untuk kenaikan jabatan 2 (dua) tingkat atau lebih dari jabatan terakhir yang diduduki. golongan ruang IV/b ditetapkan oleh Gubernur yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. Pangkat Pembina.3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina Tingkat I. dengan ketentuan : a. b. 53 . Setiap unsur penilaian dalam DP. yang berasal dari kegiatan unsur utama. maka Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dapat diangkat dalam jenjang jabatan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki. kelebihan angka kredit tersebut dapat diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. (3) Penyuluh Kehutanan yang naik jabatan sebagaimana dimaksud ayat 2 (dua). golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya. Pasal 9 (1) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi.

2. Pengangkatan pertama kali dan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran II. Pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan. 54 . PEMBEBASAN SEMENTARA DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 10 Pengangkatan. (2) Pengangkatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 3. Pasal 12 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tidak dapat merangkap jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain. Pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran III. ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran IV.BAB V PENGANGKATAN. Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. harus didasarkan pada formasi yang ditetapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara. pembebasan sementara dan pemberhentian dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Pasal 11 (1) Untuk menjamin tingkat kinerja Penyuluh Kehutanan dalam mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat. maka pengangkatan Penyuluh Kehutanan harus memperhitungkan keseimbangan antara beban kerja dengan jumlah Penyuluh Kehutanan sesuai jenjang jabatannya.

Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980. kecuali untuk persalinan ke empat dan seterusnya. e. c. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. b. (6) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a. golongan ruang IV/b dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. (3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda.golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap 55 . ayat (2) dan ayat (3) didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan. (4) Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). (5) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. atau Cuti di luar tanggungan negara. atau Ditugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. atau Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. d. ayat (2) dan ayat (3) Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya apabila : a.

atau 2.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Pasal 14 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : 1. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. b. atau Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) dan ayat (3). 56 . (7) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. kecuali jenis hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat. selama pembebasan sementara dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya secara pilihan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku apabila : a. 3. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1).melaksanakan tugas pokok.

dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 57 . (4) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. Pasal 16 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut pada Pasal 15 ayat (1) sampai dengan ayat (5). dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. (3) Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. (2) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan.BAB VI PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN Pasal 15 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. (5) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan.

3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 58 . Pasal 23 dan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya. b. c.PAN/12/2002. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. (2) Pangkat awal yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22. d.BAB VII PERPINDAHAN JABATAN Pasal 17 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan atau perpindahan antara jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja (DP. sedangkan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh dari kegiatan unsur utama setelah melalui penilaian dan penetapan angka kredit dari pejabat yang berwenang.

59 . c. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. f. antara lain melakukan : a. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. d. (2) Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 18 (1) Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. e. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. dan Fasilitas penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan. b. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan.

60 .PAN/12/2002 dapat diangkat dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. (2) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana ditetapkan pada ayat (1) di atas ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit terakhir yang diperoleh Penyuluh Kehutanan. Pasal 20 Penyuluh Kehutanan yang telah memperoleh Ijazah Sarjana/Diploma IV. maka jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang didasarkan kepada Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988 harus disesuaikan ke dalam tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 7 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002. sebelum berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19 (1) Dengan berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002. (3) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2003 dan harus sudah selesai ditetapkan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret 2004.

Pasal 22 Untuk memperjelas dan mempermudah pelaksanaan Keputusan ini. Pasal 25 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.BAB X PENUTUP Pasal 21 Petunjuk Pelaksanaan yang belum cukup diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Kepala BKN. Pasal 24 Keputusan ini disampaikan kepada instansi terkait yang berkepentingan. untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Pasal 23 Dengan berlakunya Keputusan ini maka Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 12/SE/1988 sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala BAKN Nomor 348/MENHUT-11/1988 dan Nomor 12/SE/1988. dilampirkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. dinyatakan tidak berlaku.PAN/12/2002 sebagaimana tersebut pada Lampiran V. Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 12 Agustus 2003 KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BA PEGAW AIA N KE DA N GARA NE KEPALA EP UB L IK I N D O N HARDIJANTO ES IA R 61 .

. Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.... Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. I II III KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan penyuluhan kehutanan c Pelaksanaan penyuluhan kehutanan d Pemantauan.... LAMA BARU JUMLAH ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan............ Kepala Biro Kepegawaian/ BKD yang bersangkutan *) *) coret yang tidak perlu... 3.. 5.......... TEMBUSAN disampaikan kepada : 1.. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.... Ditetapkan di : Pada tanggal : 62 ...... / PANGKAT .......CONTOH PENETAPAN ANGKA KREDIT LAMPIRAN I KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / / Masa Penilaian : ................. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan..... s/d ............. 4. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan e Pengembangan penyuluhan kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL. 2. ......... / TMT...

. 2......... 5.................... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999. NOMOR : .......................... 6....... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002............................ 3......... 63 .. dalam jabatan Penyuluh Kehutanan........ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003....... 4................CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA KALI/ PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN KEPALA BADAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN . 9.................. 8................................................................. tanggal ... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001................... ................/...... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999. 7........... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ...... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .............. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002......... ..................... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994...... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA/PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a................................... dipandang perlu mengangkat/ mengangkat kembali *) saudara ............... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ........../............ b.... Mengingat : 1................

................................ 2....... 3. d.......................................... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a.......... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya........... 4.......... dalam jabatan ................. ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya................ Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu.....................................................................................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .............................................. Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1................... *) coret yang tidak perlu........ (diisi dengan angka dan huruf) .................................... c........... b... Unit kerja : .......... NIP : ................................... 5.............. N a m a : .. 64 . Pangkat/Gol.............. ruang/TMT : ............ dengan angka kredit sebesar .............. .......................

..................... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001............................... pangkat/golongan ruang ........................... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor . Mengingat : 1.............. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .../.. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ................/... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002...... 4.......................... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.. karena .............................. NOMOR : .............................. ............................. Pegawai Negeri Sipil : b............. 6........... 65 ..................................................................................... jabatan .......... Bahwa saudara ........... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a........ Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999.... berdasarkan ..... NIP.... 5. 7..................................... .. 3................... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002...... 2............ .................................................CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN III KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN . dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan.... membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan............

..... *) coret yang tidak perlu.............. ruang/TMT : ............... Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1............... 66 .............. 5............ N a m a : ......... c. 3................................. d........ Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu.......... Unit kerja : ....................................... ...... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya.......... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.................................... Pangkat/Gol................ b........... 4............. 2...... NIP : .............................................. dari jabatan ...........................a.................. KEDUA KETIGA : : ......................................................................

....... 6.......... ...../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka 1 (satu) tahun dibebaskan sementara*)..... Bahwa saudara ................ Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001............................................................. pangkat/golongan ruang ... 5............... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ............ Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994...... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor . tanggal ........ terhitung mulai tanggal ..................... ................ telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor ........ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.. NOMOR : .... 4. b.......... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999. 8........................................ jabatan ......... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002........................../........../...................... TENTANG PEMBERHENTIAN DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a...... ................................................................................CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN IV KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .......................... 3....... NIP............. 7................... 2... 67 .. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002................... Mengingat : 1........................

......... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya. d...................................... memberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan....................................... Pangkat/Gol.... c............ NIP : ............................. 4.......................... 3.............. b.... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1..... *) coret yang tidak perlu................... N a m a : ....................................... .............. ruang/TMT : .......... ........................ Unit kerja : .................... 5......... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya......................................................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu... 2.............MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ... Pegawai Negeri Sipil : a.................... dari jabatan .................................... 68 .......

3.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Menimbang : a. bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil dan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. dipandang perlu menetapkan kembali Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. 69 .MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. b. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999. dipandang perlu meninjau kembali ketentuan tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 6 / M E N PA N / 1 9 8 8 . 2. bahwa untuk maksud tersebut huruf a diatas. Mengingat : 1.

26 Tahun 2001. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil.4. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002.26-30/V. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Tugas. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Usul Menteri Kehutanan dalam surat Nomor 1138/MENHUT-II/2002 tanggal 15 Juli 2002. 6. Tugas. 2. 10. 5. Kewenangan. 8. 11. Fungsi. Susunan Organisasi. 70 . Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Pertimbangan Kelapa Badan Kepegawaian Negara dengan suratnya Nomor K. Memperhatikan : 1.74-7/18 tanggal 23 Agustus 2002. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. dan Tata Kerja Menteri Negara sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2002. Kewenangan. Keputusan Presiden Nomor 101 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Fungsi. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

4. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. Penyuluh Kehutanan. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. kawasan hutan.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. 3. 2. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. tanggung jawab. 71 . metodologi dan teknik analisis tertentu. Kehutanan. wewenang. adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan.

mau dan mampu memahami. 6. 72 .5. adalah proses pengembangan pengetahuan. Tim Penilai Angka Kredit. Penyuluhan Kehutanan. 7. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. Angka kredit. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu.

adalah menyiapkan.BAB II RUMPUN JABATAN. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. Pasal 4 Tugas pokok Penyuluh Kehutanan. (2) Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 73 . mengembangkan. Pasal 3 (1) Penyuluh Kehutanan berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional penyuluhan kehutanan pada instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. melaksanakan. KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK Pasal 2 Penyuluh Kehutanan termasuk dalam rumpun ilmu hayat. adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.

Pengembangan profesi : 1. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 3. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 3. Pengembangan penyuluhan kehutanan : 1. 4. 3. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. meliputi : 1. 3. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan Kehutanan. Pemantauan. 2. 74 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan: 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. materi. b. 2. 2. 2. Pengembangan aspek teknik. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. terdiri dari : a. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. f. Pendidikan. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. d. Pengembangan aspek kelembagaan/manajemen penyuluhan kehutanan. metodologi. meliputi : 1. e. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Persiapan penyuluhan kehutanan. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 4. meliputi : 1. Pendidikan dan pelatihan fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. 2. c.BAB III UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 5 Unsur dan sub unsur kegiatan Penyuluh Kehutanan. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. 2. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan.

g. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 5. 2. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Penunjang penyuluhan kehutanan : 1. 75 . 6. Mengejar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. 7. 3. Memperoleh piagam kehormatan. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan. 4.

golongan ruang II/c. terdiri dari : 1. terdiri dari : 1. golongan ruang III/a. Pengatur Muda Tingkat I. Penata Muda. c. Penata. adalah : a. Penata Muda. Penata Tingkat I. golongan ruang III/c. c. golongan ruang III/d. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. (2) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) sesuai jenjang jabatan. b. Pengatur Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang III/b. golongan ruang II/d. (3) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (2) sesuai dengan jenjang Jabatan. golongan ruang III/a. 3. 76 . Pasal 7 (1) Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. adalah : a. Pengatur. 2. Penata Muda Tingkat I. golongan ruang II/b. 2. b. adalah : a. adalah : a. Penyuluh Kehuttanan Madya.BAB IV JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 6 (1) Jabatan Penyuluh Kehutanan terdiri dari Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Penyuluh Kehutanan Penyelia. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. (2) Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. 2. terdiri dari : 1. b. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Penyuluh Kehutanan Pertama. terdiri dari : 1. c. Penyuluh Kehutanan Muda. Penyuluh Kehutanan Pertama.

Penata Tingkat I. c. terdiri dari : 1. b. golongan ruang III/c. 3. Penyuluh Kehutanan Muda. Penyuluh Kehutanan Madya. Penata. golongan ruang IV/a.2. 2. Pembina Utama Muda. Pembina. golongan ruang IV/c. 2. golongan ruang IV/b. golongan ruang III/d. Pembina Tingkat I. terdiri dari : 1. 77 . golongan ruang III/b. Penata Muda Tingkat I.

Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan tingkat pelaksana. Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 7. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flip chart (minimal 5 lembar). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart/gambar. 9. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. sebagai berikut : a. 3. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 10. 5. 11. 78 . 6. yaitu : 1. 12. 8. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. 4. 2.BAB V RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI DALAM PEMBERIAN ANGKA KREDIT Pasal 8 (1) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil.

Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demplot). Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. Menumbuhkan organisasi kelompok sasaran. 14. Melakukan kegiatan demonstrasi cara. Melaksanakan temu lapang. Menyusun laporan Triwulan. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran di tingkat BPP/ Kecamatan. Menyusun laporan Tahunan. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 2. 79 . 19.13. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. 15. Menjadi pembimbing/ instruktur widya karya atau perjalanan praktek studi banding tingkat desa dan kecamatan. 22. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Menyusun laporan bulanan. b. 17. 21. 16. 26. 20. 25. yaitu : 1. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai dengan lanjut. 27. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 18. 23. 24.

Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 9. 10. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. 5. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 13. 4. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. 80 . 12. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet (min 1000 kata). Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto (min 5 lbr). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. 16. 6. 8. 17. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder.3. 15. 11. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. 7. Menyusun rencana kerja tahunan. Mengolah data materi penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 14.

Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten/Kota. Melakukan temu usaha. 29. 23. Sebagai pramu wicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. Sebagai narasumber dalam temu teknis wilayah. 19. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. 24. 20. 26. 32. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 22. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk specimen. 31. Sebagai moderator dalam temu antar wilayah/teknis. 28. 27.18. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan usahatani. kehutanan (demontrasi farm). Melakukan temu karya kepada anggota kelompok tani binaan. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Lanjutan sampai dengan Madya. 33. Memberikan bimbingan pada sekolah lapang. 30. 21. 81 . 25. Melaksanakan kaji terap teknologi anjuran/uji coba. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan.

40. Menyusun rancangan identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. 5.34. 35. yaitu : 1. 3. Menyusun panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan triwulan. Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. 39. Menyusun laporan tahunan. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. Menjadi instruktur atau pembimbing kegiatan widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat Kabupaten/Kota. 38. Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 2. 82 . Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan (sekolah lapang/ magang). 4. c. Menyusun laporan bulanan. 41. 7. 8. 37. 36. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/Kota. Melakukan pemantauan/pengendalian penyelenggaran penyuluhan kehutanan. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Penyuluh Kehutanan Penyelia. 6.

Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. 83 . 16. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. 14. 17. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. 23. 13. 10. 12. 21.9. 20. 11. Menganalisis data dalam menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Melakukan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat / tokoh agama. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 22. 18. 15. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. 19. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up.

27. 84 . 31. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 32. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Melakukan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada tokoh masyarakat/ tokoh agama. Merekomendasi/ tindak lanjut hasil pemantauan/ pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. menganalisis dan menyusun kepada laporan.24. 36. 38. 30. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Kabupaten/Kota. 33. 35. Sebagai pembaca naskah/ pemain tunggal dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Madya sampai dengan Utama. Menyusun laporan tahunan. 26. Melaksanakan penilaian lomba bidang kehutanan. 34. 37. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Propinsi. 28. 25. Menjadi instruktur atau pembimbing studi banding widyakarya tingkat Propinsi. Menyusun kurikulum kursus kelompok sasaran. 29. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan triwulan. Menyusun laporan bulanan. Mengolah. 39.

13. yaitu : 1. 11. 5. 6. 10. Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. 9. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. 85 . Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 4. 3.(2) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan kategori keahlian. adalah sebagai berikut : a. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. 2. 7. Penyuluh Kehutanan Pertama. 8. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet (min 1000 kata). Menyusun rencana kerja tahunan. 12. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide (min 10 lbr).

24. Sebagai pramu wicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Nasional. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. M e n y u s u n m e t o d a / t e k n i k p e m a n t a u a n / p e n g e n d a l i a n penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 19. LSM. Menyusun laporan triwulan. LSM. Melakukan temu karya kepada Pemda. 27. 23. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 17. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. Menyusun laporan bulanan. 21. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi. Sebagai pembicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. 20. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada Pemda. 26. 28. 18. 25. 15. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi sebagai pembicara/penyaji. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan.14. 22. 16. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Nasional. 86 . 30. 29. Menyusun laporan tahunan.

4. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. cendekiawan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet. dan pemerintah pusat. 6. 5. Penyuluh Kehutanan Muda : 1. 3. materi. 12. Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. Menyusun rencana kerja tahunan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide (min 10 lbr). 7. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. 87 . 10. 13. 9. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 8. Melakukan temu karya kepada perguruan tinggi. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. cendekiawan. b. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. dan pemerintah pusat. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. 14. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 2. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk Video (rekaman) min 5 menit. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada perguruan tinggi. Membuat desain kaji terap/uji coba metoda penyuluhan kehutanan. 11.31.

23.15. 88 . Menyusun pedoman lomba bidang kehutanan. 31. 20. 24. 21. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 19. Sebagai pembahas dalam pendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 22. Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. Menyusun laporan tahunan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Menyusun laporan triwulan. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya tingkat Nasional. Menyusun laporan bulanan. 28. 30. Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnakan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 29. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. 16. 17. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran. 26. 25. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum). Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 27. 18.

10. 6. 34. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan Madya : 1. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Internasional. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. c. 35. materi. 3. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 2. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 33.32. sarana. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 7. 5. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat internasional. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. 89 . 4. 8. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 9. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ metodologi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan.

Menyusun laporan tahunan. 22. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 14.11. (3) Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan kegiatan pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan diberikan nilai angka kredit sebagaimana tercantum dalam Lampiran I bagi Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Lampiran II bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. 19. 21. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Pasal 9 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam 90 . 16. 15. Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. 18. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara melalui siaran radio/TV. 17. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. metodologi. 20. 13. 12. materi. Menyusun laporan triwulan. Menyusun laporan bulanan.

91 . Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan kehutanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf g. ditetapkan sebagai berikut : a. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II. b. Pasal 11 (1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian angka kredit terdiri dari : a. Pengembangan penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya. c. angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II.pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). Pemantauan. Unsur penunjang. (2) Unsur utama. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya. Pendidikan. e. Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau satu tingkat dibawah jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan. angka kredit yang diperoleh ditetapkan adalah sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. terdiri dari : a. b. Pengembangan profesi. Pasal 10 Penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). d. Unsur utama. adalah sebagai berikut : a. Persiapan penyuluhan kehutanan. (3) Unsur penunjang. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. b. (4) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan dan angka kredit masing-masing unsur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan f.

pangkat Penata Tingkat I. pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang IV/b dan menjadi Pembina Utama Muda. 92 . (2) Penyuluh Kehutanan Madya yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang III/d. Sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. (3) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. dengan ketentuan : a. diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari kegiatan unsur pengembangan profesi. golongan ruang IV/c. golongan ruang IV/c. (5) Penyuluh Kehutanan Penyelia. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. b. (6) Penyuluh Kehutanan Madya. pada tahun berikutnya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. (4) Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat pada tahun pertama dalam masa jabatan/pangkat yang didudukinya. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. Sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang.Pasal 12 (1) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III dan bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi.

sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang. (2) Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. 40% (empat puluh persen) untuk semua penulis pembantu. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama. b. 93 . pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut : a.Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan yang secara bersama-sama membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan.

(2) Apabila dari hasil catatan atau inventarisasi seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud ayat (1) dipandang sudah dapat memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat/jabatan. b. d. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masingmasing. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilakukan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil. secara hirarkhi Penyuluh Kehutanan dapat mengajukan usul penilaian dan penetapan angka kredit. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing.BAB VI PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 14 (1) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit. Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah : a. c. 94 . setiap Penyuluh Kehutanan diwajibkan mencatat atau menginventarisir seluruh kegiatan yang dilakukan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan.

dibantu oleh : a. b. Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. c. (2) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh : a. d. b. d. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Seorang Ketua merangkap Anggota. c. Kehutanan Departemen Kehutanan. Seorang Sekretaris merangkap Anggota. selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan bagi Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk Tim Penilai Propinsi. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. Pasal 16 (1) Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : a. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. d. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi bagi Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat. adalah : a. selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota. c. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Kepala Pusat Bina Penyuluhan. 95 . (3) Syarat untuk menjadi anggota Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang Anggota. b. selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi.(2) Dalam menjalankan tugas.

Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan kepada Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. adalah 3 (tiga) tahun. Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. (5) Masa jabatan anggota Tim Penilai. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh kehutanan. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai Pengganti. (4) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi. Pasal 18 Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Pasal 17 (1) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku pimpinan instansi pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan. b.b. (2) Apabila terdapat anggota Tim Penilai yang ikut dinilai. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan 96 . (6) Apabila tim Penilai belum dapat dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. c. Dapat aktif melakukan penilaian.

m a s i n g . Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membindangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan P e n y u l u h K e h u ta n a n M a d y a d i l i n g k u n g a n m a s i n g . tidak dapat diajukan keberatan oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. d. 97 . Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. Pasal 20 (1) Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c.Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. (2) Terhadap keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit.

adalah : a. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. Serendah-rendahnya berijazah Sarjana (S1) / Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.BAB VII PEJABAT YANG BERWENANG MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 21 Pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. (3) Kualifikasi pendidikan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2). d. adalah : a. b. BAB VIII SYARAT PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Pasal 22 (1) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. adalah Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. c. 98 . b. golongan ruang III/a. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur Muda Tingkat I. ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan. c. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda. Berijazah Diploma II atau Diploma III sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. (2) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. golongan ruang II/b.

dan Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan/pangkat yang akan didudukinya. 99 . (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. b. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 atau Pasal 23. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. dan b. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun berdasarkan jabatan terakhirnya. dan jenjang jabatannya ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.Pasal 23 Disamping memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 22. c. Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Ijazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. apabila: a. Sesuai dengan formasi Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. pengangkatan dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan harus pula : a. b. Memenuhi jumlah angka kredit minimal yang ditentukan untuk jenjang jabatan/pangkatnya. Pasal 25 Penyuluh Kehutanan tingkat terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. dan c.

apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. c. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia. (4) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud ayat (1). Menjalani cuti di luar tanggungan negara. golongan ruang IV/b. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi.BAB IX PEMBEBASAN SEMENTARA. Ditugaskan secara penuh di luar Jabatan Penyuluh Kehutanan. pangkat Pembina Tingkat I. ayat (2). PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN Pasal 26 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana. atau Menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. pangkat Penata Muda. b. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. d. pangkat Pembina Utama Muda. dibebaska sementara dari jabatannya. 100 . pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya. dan ayat (3). pangkat Penata. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. e. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. (3) Penyuluh Kehutanan Madya. apabila : a.

Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dan ayat (3). (2) Pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. b. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1). dapat menggunakan angka kredit terakhir yang dimilikinya dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diperoleh selama tidak menduduki Jabatann Penyuluh Kehutanan. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat. dapat diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. Pasal 28 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : a. 101 . atau Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.Pasal 27 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani masa pembebasan sementara sebagaimana dimaksud Pasal 26. c.

masih dinilai berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. Pasal 30 Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan yang telah dilakukan Penyuluh Kehutanan sampai dengan ditetapkannya petunjuk pelaksanaan Keputusan ini. memindahkan. 102 . dinyatakan tetap berlaku.BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 29 Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan.

pengalaman. sepanjang memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan. dan pengembangan karier. (2) Penyesuaian jenjang jabatan menurut Keputusan ini didasarkan kepada hasil penetapan angka kredit yang terakhir.BAB XI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 31 (1) Dengan berlakunya Keputusan ini. maka nama dan jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. 103 . Pasal 32 Untuk kepentingan dinas dan/atau dalam rangka menambah pengetahuan. disesuaikan dengan nama dan jenjang jabatan menurut Keputusan ini. Penyuluh Kehutanan dapat dipindahkan ke jabatan struktural atau jabatan fungsional lain.

maka Keputusan ini dapat ditinjau kembali. Pasal 36 Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. maka Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 16/MENPAN/1988 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 35 Petunjuk pelaksanaan Keputusan ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Pasal 34 Dengan berlakunya Keputusan ini.BAB XII PENUTUP Pasal 33 Apabila ada perubahan mendasar dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan kehutanan sehingga ketentuan dalam Keputusan ini tidak sesuai lagi. Ditetapkan di Pada tanggal ENTER : Jakarta : 3 Desember 2002 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA M U P UN A U B A N A PA R A T E LIK IN D ON 104 R PEISAL TAMIN SI NEG A ARA I PENDA YA RE G .

03 NO. 2. Primer b. 4.16 0. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B. 6.09 0.960 jam Lamanya 481-640 jam Lamanya 161.32 0.480 jam Lamanya 81. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat A.02 PK Pelaksana . 1. 4.31 0.160 jam Lamanya 30.80 jam Pengumpulkan data dan informasi wilayah kerja a. 5. Propinsi Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan Menyusun / membual peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknulogi kehutanan Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan Memandu penyusunan rencan tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Setiap rencana 105 0. 2.03 0. 6. Desa dan Kecamatan b.16 0.12 PK Pelaksana PK Pelaksana Lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan 3.07 0.LAMPIRAN I : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. 7. Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap laporan Setiap laporan 3 4 5 6 60 40 15 9 6 3 2 1 0. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pelaksana Lanjutan PK Pelaksana 1 I II PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. Kabupaten/Kota c. 5. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. 1. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap buku Setiap peta Setiap naskah 0. Sekunder Mengelola data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat a. Sarjana muda/Diploma III Diploma II Lamanya lebih dari 960 jam Lamanya 641. 3.

Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi 1. Kelompok sasaran lain 1. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0.32 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.07 0. Melaksanakan kajian identifikasi c.04 0. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.14 0.17 0. Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan a. Sebagai penyaji 2). penyuluh kehutanan penyelia 2. Foto 2).02 0. Kelompok wanatani b.40 0. Menyusun /membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK P elaksana PK Pelaksana PK Penyelia 1. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan a.08 0. Media terproyeksi/audiovisual 1). Slide . Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiata(sekolah lapang/ magang) 1.10 0. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan b. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Sebagai pembahas c. Mengolah data c.10 0.07 0. Chart/gambar b. Seri foto (min 5 lbr) 3).10 PK Penyelia PK Pelaksa Lanjutan PK Penyelia PK Penyelia Setiap konsep program Setiap konsep Setiap konsep Setiap naskah program PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan 2 3 4 5 6 7 C. Menganalisis data 2. Penyuluh kehutanan pelaksana b. Penyusunan program penyuluhan kehutanan Setiap rancangan Setiap laporan Setiap laporan 0.03 0.39 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap RDK/RDKK Setiap RDK/RDKK Setiap buku Setiap kerja acuan Setiap paket Setiap paket Setiap paket 0. Menyusun rencana identfikasi b. Mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan 1). Media papan 1).Mengumpulkan data b.08 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN D.106 1 B.08 0. Identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan a. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan Setiap lembar Setiap paket Setiap paket Setiap gambar Setiap naskah 0.04 0.01 0.19 0. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan 2.05 0. Flip chart (min 5 lbr) 4).09 0. Merumuskan hasil identifikasi 2. Memandu Penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) Dan Rencana Definitif Kebutuhan kelompok (RDKK): a.

07 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 2. Model 4).16 0.Penyuluh kehutanan penyelia 3).30 PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia B. Poster. Spesimen 5).1 Setiap naskah PK Penyelia 0. Demontrasi hasil . Penyuluh kehutanan pelaksana b. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap naskah instrumen Setiap kali 0. Brosur / booklet (min 1000 kata). 4. oleh . Diorama 3). Siaran sandiwara di radio /TV c. Maket 2). Penyuluh kehutanan pelaksana b.80 0. oleh .Penyuluh Kehutanan Pelaksana lanjutan . Menyusun dan membuat selembaran /pamflet. Mock up Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran oleh a.15 0. Leaflet/folder.30 0. oleh . Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.Penyuluh kehutanan penyelia 4).Penyuluh kehutanan pelaksanaan lanjutan .75 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.04 0. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1.16 0. oleh . Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran oleh a. Demontrasi cara b. Realita 1).38 0.56 0.81 2 3 4 5 6 7 Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit 0.03 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana 107 2).Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 2).Penyuluh kehutanan penyelia d. Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kaji terap teknologi anjuran/uji coba Melakukan demontrasi(percontohan) a.56 0.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan .28 0.08 0.01 0. 3.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan .60 0. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Media cetak 1).28 0.16 0.04 0.03 0.

Percontohan wilayah (demontrasi area) 5.03 0. Tingkat Propinsi Setiap kali Setiap kali 0.22 0. Tingkat kabupaten/kotamadya c. Tingkat desa dan kecamatan b.02 0. Kelompok tani binaan b. Ceramah umum 1).07 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/pembimbing) a.05 0.04 0. Tingkat propinsi 12.08 0.18 0. Tingkat Propinsi b.06 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan 1 .12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 1). Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk a.03 0. Tingkat BPP/kecamatan b.Sebagai pramu wicara 2). Tingkat kabupaten c. Tokoh masyarakat/agama 11. Kelompok tani binaan b. Sebagai narasumber 7.06 0. Percontohan petak (demontrasi plot) 2).16 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelasana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Tingkat Desa dan Kecamatan 2).18 0. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran a.27 0.04 0.08 0.108 2 Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap kali 0.06 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada: a. Tingkat Kabupaten dan Kotamadya .05 0.09 0.02 0. Percontohan usahatani kehutanan (demontrasi fram) 3). Tingkat Kabupaten / Kotamadya 3). Melaksanakan kegiatan pameran kehutanan 1). Melaksanakan temu tenis antar wilayah / fungsi a. Melakukan temu usaha 10.02 0.48 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Melakukan temu karya kepada: a.Sebagai pembuat karya/desain .08 0. Tingkat propinsi 8. Melaksanakan temu lapang 6. Tokoh masyarakat/agama 9. Sebagai moderator b.

Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV A. Mengolah. Melakukan pemantauan/pengendalian 2.02 0.01 0.1 Setiap kali 0. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 2. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut Setiap laporan Setiap laporan 0.05 0.08 0. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran a. Madya .03 0. Perorangan oleh : 1). Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantau an/pengedaian 1.30 PK Penyelia PK Penyelia 0. Pemula .03 0.05 0. Bulanan 1.04 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan . Kelompok Sasaran lain oleh : 1). Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan a. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3). Lanjut .01 0.01 0.utama 3. Penyuluh kehutanan penyelia b.09 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap gbpp Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia C. Penyuluh kehutanan pelaksana 2). Melakukan penyuluhan melalui siaran radio /TV: .54 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PEMANTULAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN B.04 0. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 109 .madya c.Sebagai pembaca naskah/pemain tunggal 14. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada: a.05 Setiap kali 2 3 4 5 6 7 Setiap orang Setiap orang Setiap orang 0.06 0. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian 3.lanjut b. Penyuluh kehutanan pelaksana 2). Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari : a. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang 1. Menumbuhkan kelompok 2. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sebagai berikut .Melaksanakan penilaian lomba 1. Menyusun kurikulum kursus b.16 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan C.menganalis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1. Penyuluh kehutanan penyelia 15.06 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3).32 0. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Memberikan bimbingan teknis/kursus kepada kelompok sasaran : a.20 0.48 0.Sebagai pembuat karya/desain 13.04 0.

08 2 3 4 5 6 7 V Setiap buku Setiap naskah PENGEMBANGAN PROFESI A.nilai penyempurnaan pebaikan Membuat buku pedoman/petunjuk pelasana/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan Mengajar/melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan .50 2. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3. Mengajar/melatih di bidang KEHUTANAN penyuluhan kehutanan 1.50 5. Karya tulis tinjauan atau alasan ilmiah gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan a.06 0. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan 12.12 0. Dalam bentuk makalah 4. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Penyuluh kehutanan penyelia 1.00 0.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya 7. Dalam bentuk buku b. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan C.06 0. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3.00 3. Dalam bentuk buku yang diterbikan secara nasional b.30 0. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan .50 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah 8. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai . Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3. Dalam buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Penyuluh kehutanan penyelia c. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam Pelajaran 2.15 0. Triwulan 1.00 4.02 0. Tahunan 1.04 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang VI D.nilai pembaharuan 2. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Membuat buku pedoman /petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan PENUNJANG PENYULUH A. Merumuskan sisyem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .00 Setiap jenjang Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang B.110 1 Setiap laporan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan penyelia b.50 2.50 6. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengkajian /survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi a.

Anggota aktif 2. Narasumber e. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F. Pemasaran b. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Pengurus aktif b. Pengurus aktif b.50 Semua jenjang 7.1 PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN B. Tingkat nasional/internasional. 20 (dua puluh) tahun c. Moderator c.00 2.00 4.00 15. Tanda kehormatan satyalancana karya satya a.00 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD.sebagai : a.00 1. 10 (sepuluh) tahun 2.00 5. Dalam bentuk makalah 3.50 0. Sarjana/diploma IV 1.00 1. FEISAL TAMIM 111 . Dalam bentuk buku b.00 2. Memperoleh piagam kehormatan 1.35 Setiap makalah Setiap makalah Setiap naskah 3.00 0. 30 (tiga puluh) tahun b.00 0.50 1.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang D. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasi : a.50 0.00 1. Dalam majalah ilmuan yang diakui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2. Terjemahan/saudara di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Pembahas d. Peserta Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan Memperoleh keserjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Mengikuti seminar/lokakarya atau simposium sebagai a.00 2.50 3.sebagai: a. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehuta nan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 3.00 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VII C. Sarjana muda/diploma III 3. Gelar kehormatan akademis 3. Diploma II 2. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G. Tingkat propinsi. Menterjemahkan /menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap buku 3. Anggota aktif 1.00 1.00 2. Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E.

80 0. Lamanya antara 30-80 jam 1.12 0. Lamanya antara 81-160 jam 6.36 0. Penyusunan program penyuluhan kehutanan C. Lamanya antara 641-960 jam 3. Menganalisis data potensi wilayah dan agroenkosistem serta kebutuhan teknologic kehutanan 3. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 NO. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a.16 0. Mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan : 1. Sebagai penyaji 2. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat PERSIAPAN Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap naskah instrumen Setiap laporan Setiap konsep Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap naskah 3 4 5 6 LAMPIRAN II : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.112 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. Lamanya antara 161-480 jam 5.12 0.07 0. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 150 100 75 15 9 6 3 2 1 0.36 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pertama PK Muda PK Madya PK Madya PK Madya PK Muda PK Madya B.04 PK Pertama . Menyusun rancang bangun rekayasa usaha wanatani : a. pasca sarjana 3. Sebagai nara sumber 1. Menyusun instrumen identifikasi 2. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 1 I II A. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani b. Lamanya lebih dari 950 jam 2. Dokter 2. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan Setiap konsep 0. Lamanya antara 481-640 jam 4. Sarjana / Diploma IV 1. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Sebagai narasumber 3. Sebagai pembahas c. Mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1.

58 2 3 4 5 6 7 III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap papan dis Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.06 0. Menyusun rancangan sarana penyuluhan 1. Leaflet/folder.Penyuluh kehutanan pertama .Penyuluh kehutanan madya 4).15 0.Penyuluh kehutanan madya 2). Siaran radio TV c.32 0.Penyuluh kehutanan pertama .30 0. Vidio (rekaman) min 5 menit 5). Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan untuk/dalam bentuk a.45 0. Penyuluh kehutanan madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Pertama Setiap recana kerja Setiap paket 0.90 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya 1. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan PK Pertama PK Pertama PK Pertama PK Muda PK Muda PK Muda Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.2 0.oleh . Selebaran/pamflet. OHP transparan 2).8 0.39 0.5 0. Menyusun instrumen 2.penyuluh kehutanan muda .07 Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0.1 a.Penyuluh kehutanan madya 3).oleh . Sound slide (min 10 lbr) 4).oleh . Penyuluh kehutanan pertama b. Media cetak 1). Media papan 1). Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.30 0.84 0.Penyuluh kehutanan pertama . Media terproyeksi/audiovisual 1). Penyuluh kehutanan muda c. Brosur/booklet. Seri slide (min 10 lbr) 3).08 0.60 D.40 0.Penyuluh kehutanan muda .penyuluh kehutanan madya 113 .19 0.28 0.oleh . Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan: a.Penyuluh kehutanan muda .60 0. Bulletin boart (papan bulletin) b.56 0.Penyuluh kehutanan pertama . Poster.16 0.60 0.Penyuluh kehutanan muda .

Tingkat nasional 2. Tingkat nasional b. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi : a. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. cendikiawan.Pemuda. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran : a.80 PK Muda PK Madya Setiap laporan Setiap laporan 0. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara 9.16 1.06 0. Tingkat propinsi .18 0.08 0. Sebagai sutradara b. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya .Sebagai pramuwicara 2. Melakukan temu karya kepada : .06 0.18 PK Pertama PK Muda PK Pertama PK Muda PK Madya 1.24 0. Tingkat nasional .09 0.08 0. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio/ TV a.16 PK Pertama PK Muda Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0.59 0. Tingkat internasional 7. Penyuluh kehutanan pertama Setiap orang 0. cendikiawan. Perorangan oleh : 1.03 PK Pertama 1 . LSM. pemerintah pusat 6. Melakukan kaji terap teknologi anjuran / uji coba a.Perguruan tinggi.perguruan tinggi. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/ kampanye dalam bentuk : a.Sebagai pembuat karya/desain . Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan Setiap desain Setiap laporan PK Muda PK Muda PK Petama PK Pertama PK Pertama PK Madya 0. Tingkat nasional 4. Sebagai pembicara / penyaji 3.Pemda. Melaksanakan kegiatan widyakarya ( perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing a. Membuat desain kaji terap/uji coba b.18 PK Muda PK Madya Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali Setiap kali 0.64 0. Melaksakan kegiatan pameran kehutanan 1.Sebagai pramuwicara 8.08 0.10 0. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi 2. pemerintah pusat 5.114 2 B. LSM. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada : . Tingkat internasional b. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya .16 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan 0. Ceramah umum 1.

Penyuluh kehutanan pertama b. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan B. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1.09 0.08 0.09 2 3 4 5 6 7 Setiap modul Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap pksu perusahaan 0. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi b. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara c. Pentusunan pedoman penilaian lomba 1. Bulanan a. Penyuluh kehutanan madya b.44 0.12 PK Pertama PK Muda PK Madya 115 2. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran : a.06 0.08 0. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan badang kehutanan sebagai berikut : a.12 0. Penyuluh kehutanan muda 3. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan : a. Mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan : a.04 0. Penyuluh kehutanan muda 3.27 PK Muda PK Pertama PK Muda PK Muda C.06 0. Penyuluh kehutanan madya Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan muda c. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal ( badan hukum ) 2.18 PK Pertama PK Muda PK Madya . Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap pedoman Setiap naskah 0. Penyuluh kehutanan pertama 2. Penyuluh kehutanan madya b.12 0. Penyuluh kehutanan madya 10. Menyusun metode/ teknik pemantauan/pengendalian 1.60 0. Penyuluh kehutanan pertama b.21 0.08 0. Penyuluh kehutanan muda c.04 0. Sebagai penyaji b.38 PK Muda PK Pertama PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap laporan 0.1 Setiap orang Setiap orang PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0.14 PK Muda PK Madya PK Muda PK Muda C. A.08 0.12 0. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV. Menyusun materi kursus 1. Kelompok sasaran lain oleh : 1. Triwulan a. Memberikan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran sebagai : a. Sebagai pembahas 2. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran 3.

Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan b. Pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan : a.42 0. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumus Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0.50 0. Penyuluh kehutanan pertama b.84 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Muda PK Madya B. Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan a. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi.20 1. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan c.46 0. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan . Pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan : a. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan 4. Menyempurnakan konsep pengembangan perecanaan penyuluhan kehutanan 3.90 0. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan 2. penyuluh kehutanan madya 1.116 1 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0. Pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan : a.45 2 3 4 5 6 7 V PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan b.69 0.15 0. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitorin dan evaluasi penyuluhan kehutanan 1.37 0. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan c. materi.30 0. Menyiap konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 2. Tahunan a.45 0.36 0.80 1.95 1.40 0. penyuluh kehutanan muda c.08 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan Setiap konsep Setiap laporan 0. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ materi. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan c.

Dalam bentuk makalah 4. Dalam bentuk buku b. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Dalam buku makalah Setiap buku Setiap makalah 3.00 2. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan C.50 Semua jenjang Semua jenjang .00 0. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang di publikasi : a.00 3. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang B.04 7. materi . Dalam bentuk buku b. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b.00 4.50 2.50 5. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasansendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang di publikasi : a.00 1. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/ pengkaji an/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a. Menyempurnakan pengembangan teknik/metodologi. Mengajar/ melatih di bidang penyuluhan kehutanan B. Terjemahan/saduran di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasi : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 1. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh LIPI 3. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2.50 2.72 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VI PENGEMBANGAN PROFESI Setiap buku Setiap naskah 12. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap naskah 8. Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan A. gagasan dan atau ulasan ilmidalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan 1.50 1.50 6. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan 2. Menterjemahkan/ menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan 117 Mengajar/ melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan 1.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam pelajaran Setiap buku Setiap naskah 7. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Dalam majalah ilmiah yang diakuioleh LIPI 2.1 Setiap naskah rumusan 0.00 Semua jenjang Semua jenjang A. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan VII PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN D.00 3.

Moderator c. Doktor 1. 10(sepuluh) tahun 2.50 C. Sarjana/D IV 2.00 2. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan 1. Pemasaran b.118 2 Setiap naskah Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Setiap jenjang 5.35 3. 20(dua puluh) c.50 Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 0. Memperoleh piagam kehormatan Menjadi aggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1.00 2.50 3. Pasca sarjana 3. sebagai : a. anggota aktif 2.00 15.00 0. Gelar kehormatan akademis 1 PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI .00 1. Narasumber e. Pembahas d. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F. 30(tiga puluh) b. FEISAL TAMIM Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun 0. Mengikuti seminar/ lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan 3. Menjadi angota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G. Peserta 3 4 5 6 7 D.50 0. Tiada kehormatan satyalencana karya satya : a.00 1.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD.00 1. Mengikuti seminar/ lokakarya atau simposium sebagai : a. Tingkat nasional/internasional. Pengurus aktif b.00 15.00 2.00 2. Tingkat propinsi.00 1. Pengurus aktif b. sebagai : a.00 1. Anggota aktif 1.

Penyuluh Kehutanan Pelaksana II / b II / c II / d III / a UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan Penyelia III / b III / c III / d 1 > 80% 32 48 64 80 UNSUR UTAMA A. FEISAL TAMIM 119 . Pendidikan B. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. P e m a n ta u a n . Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 40 8 JUMLAH 12 60 16 80 20 120 160 240 2 30 100 150 40 200 60 300 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Persiapan penyuluhan kehutanan C. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO.LAMPIRAN III : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.

120 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. Persiapan penyuluhan kehutanan C. Penyuluh Kehutanan Muda III / c III / d III / a III / b UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Pertama Penyuluh Kehutanan Madya IV / a IV / b IV / c LAMPIRAN IV : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 1 > 80% 80 120 160 UNSUR UTAMA A. Pendidikan B. FEISAL TAMIM . e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 100 20 JUMLAH 30 150 40 200 60 240 320 440 560 2 80 300 400 110 550 140 700 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. P e m a n ta u a n .

Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 121 . dipandang perlu menetapkan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Kehutanan. Mengingat : 1. bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 Jo. bahwa dalam rangka tertib administrasi kepegawaian dan kelancaran kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan serta untuk mendukung pengembangan karier Penyuluh Kehutanan. 2.MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahur 1999. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. b.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI KEHUTANAN Menimbang : a. Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. 4.PAN/12/2002 telah ditetapkan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 5.

10. Pemindahan. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor l23/Kpts-11/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 1 30/KEP/M. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/M Tahun 2001. maka : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 41/Kpts-II/1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nornor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah. 14.6. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 375/Kpts-II/1995 tentang Kedudukan dan Tata Kerja Penyuluh Kehutanan. 13. 8.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen. 7. 9. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Dengan ditetapkannya keputusan ini. Kewenangan. 11. Fungsi. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 jo. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : KEDUA : Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. Tugas. 12. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 15. terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 122 .

12. KETIGA KEEMPAT KELIMA : : : Petunjuk Teknis yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Menteri Kehutanan. 8. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Propinsi seluruh Indonesia. Menteri Kehakiman dan HAM. 11. 123 . 6. Menteri Kelautan dan Perikanan. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN MUHAMMAD PRAKOSA Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. Para Bupati seluruh Indonesia. Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. 4. Menteri Pertanian. 3. Menteri Negara Lingkungan Hidup. 13. 2. 14. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 10. Para Gubernur seluruh Indonesia. Para Pimpinan Unit Kerja Eselon / Lingkup Departemen Kehutanan.- Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 348/MENHUT-II/1988 dan Nomor 12/SE/1988 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku.: 1. 5. 9. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. Menteri Dalam Negeri. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Kepala Badan Kepegawaian Negara. Para Walikota seluruh Indonesia. 7. Kepala Unit Pelaksana Teknis di Iingkungan Departemen Kehutanan di seluruh Indonesia.

PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Untuk mewadahi keberadaan dan sebagai landasan bagi penetapan jabatan fungsional tersebut.Lampiran Nomor Tanggal : : : Keputusan Menteri Kehutanan 272/Kptd-II/2003 12 Agustus 2003 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA BAB I PENDAHULUAN A. disusun Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang mengatur hal-hal yang berkenaan dengan pengelolaan administrasi kepegawaian dan rincian kegiatan teknis di bidang penyuluhan Kehutanan. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan semua ketentuan yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian dan kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 4. Sebagai Pelaksanaan dari Keputusan Presiden tersebut. 124 . telah ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Maksud dan Tujuan 1. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS) antara lain dinyatakan bahwa untuk meningkatkan mutu profesionalisme dan pembinaan karier PNS perlu ditetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 2. tim penilai. B. Sebagai penjabaran dan pelaksanaan operasional keputusan-keputusan tersebut. telah ditetapkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Maksud Petunjuk teknis ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Penyuluh Kehutanan. 3. sehingga pengembangan karier Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan dengan baik. pengelola kepegawaian. Latar Belakang 1.

pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. pembebasan sementara. 2. Penyuluh kehutanan Tingkat AhIi adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan butir kegiatan yang dinilai dan harus diisi oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka penetapan angka kredit. sub unsur dan butir kegiatan.2. 3. metodologi dan teknik analisis tertentu. Pengertian-pengertian Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan: 1. 5. Penyuluh Kehutanan adalah PNS yang diberi tugas. sehingga dapat memperlancar tugas-tugas Penyuluh Kehutanan. tanggung jawab. penilaian dan penetapan angka kredit. rincian dan tolok ukur kegiatan. 125 . 4. pemahaman pelaksanaan penyuluhan kehutanan. C. pengelola kepegawaian. pengusulan. tim penilai. 6. pengangkatan kembali. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. Ruang Lingkup Ruang Iingkup petunjuk teknis ini mencakup tugas pokok. kenaikan jabatan dan pangkat. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi Iingkup kehutanan untuk melakukan penyuluhan kehutanan. pengangkatan dalam jabatan. pembinaan dan pengembangan Penyuluh Kehutanan. D. Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan satuan nilai dan hasil penilaian butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang telah dicapai oleh Penyuluh Kehutanan yang telah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. pemberhentian. unsur. Tujuan Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk mempermudah dan menyeragamkan. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.

Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/ Kota Sekretariat Tim Penilai adalah Sekretariat yang dibentuk untuk membantu Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Pejabat Penetap Angka Kredit adalah Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan. 11. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha 126 . Pejabat Pengusul adalah Pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten / Kota dalam melakukan penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan. 9. Tim Penilai Pusat. 13. 10. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. Penyuluhan Kehutanan adalah proses pengembangan pengetahuan. Tim Penilai Teknis adalah Tim yang dibentuk oleh pejabat yang berwenang untuk memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. 15. Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Madya di ingkungan Departemen Kehutanan.7. Tim Penilai Propinsi adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan propinsi. 14. mau dan mampu memahami. 12. 8. Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Kepala Pusat Guna Penyuluhan Kehutanan untuk membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan.

Programa Penyuluhan Kehutanan adalah rencana kerja tentang kegiatan penyuluhan kehutanan yang memadukan aspirasi masyarakat sasaran kehutanan dengan potensi wilayah dan program pembangunan kehutanan. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. 22. Flip Chart / Peta Singkap adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran-lembaran kertas. Chart/ Gambar adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas atau bahan sejenis yang menggambarkan konsep pemikiran tentang proses pencapaian suatu kegiatan dalam pembangunan kehutanan. 24. 23. sistematis dan tertulis setiap tahun. yang menggambarkan keadaan sekarang. padat. disusun secara berurutan atau berangkai berisi petunjuk / informasi kehutanan dengan jumlah rangkaian minimal 5 lembar. 19. yang mencantumkan hal-hal yang perlu disiapkan dalam berinteraksi dengan masyarakat sasaran kehutanan diwilayah kerjanya. kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai keperdulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan Iingkungan. Masyarakat Sasaran Penyuluhan Kehutanan adalah masyarakat sasaran yang berdomisili di sekitar dan di dalam hutan dan atau masyarakat sasaran yang memiliki aktivitas yang berhubungan dengan pembangunan kehutanan. Leaflet/ Folder adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam bentuk lembaran/ lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimatkalimat yang singkat. 17. Materi Penyuluhan Kehutanan adalah bahan yang disiapkan oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang berisikan informasi teknis maupun non teknis tentang pembangunan kehutanan. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah surat tamat pendidikan dan pelatihan yang diperoleh Penyuluh Kehutanan karena mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional. 127 . Pendidikan dan Pelatihan Kedinasan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah pendidikan/pelatihan teknis dan fungsional Penyuluhan Kehutanan.16. masalah-masalah dan alternatif pemecahannya serta cara mencapai tujuan yang disusun secara partisipatif. 21. tujuan yang ingin dicapai. Rencana Kerja Penyuluh Kehutanan adalah rencana kegiatan yang disusun oleh para Penyuluh Kehutanan berdasarkan programa penyuluhan kehutanan setempat. 20. 18.

25. Brosur adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah 5-15 halaman, berisi tulisan dengan kalimat singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. 26. Selebaran adalah materi, penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar- gambar untuk disebarluaskan kepada masyarakat sasaran. 27. Poster adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam sehelai kertas atau selembar papan yang berisikan gambar-gambar dengan sedikit kata yang jelas artinya, tepat pesannya, dapat dengan mudah dibaca pada jarak kurang dari 3 meter. Gambar dapat berupa lukisan, ilustrasi, kartun, atau foto. 28. Booklet adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah lebih dari 15 halaman, berisi tulisan,yang mudah dimengerti dan gambar-gambar/ foto serta dapat dilengkapi dengan grafik, tabel dan lain-lain. 29. Transparansi adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran transparan untuk digunakan pada OHP, berisi petunjuk/ informasi di bidang kehutanan yang dibuat secara manual atau menggunakan komputer, disajikan sebagai alat bantu dalam ceramah, pelatihan, atau kegiatan penyuluhan kehutanan. 30. Seri Foto adalah materi penyuluhan kehutanan berupa rangkaian fotofoto yang disusun secara berurutan sehingga menjadi suatu kesatuan cerita/ gagasan kegiatan di bidang kehutanan. 31. Slide adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 32. Slide Suara (sound slide) adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, disertai dengan komentar (suara) dan atau tulisan/ teks dalam rekaman, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer, dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 33. Film / Kaset Video / Video Disk adalah materi penyuluhan kehutanan berisi rangkaian cerita yang dibuat dalam pita film (16mm atau lainnya) dan diputar dengan proyektor film, atau pada pita video catridge yang diputar pada video player, atau pada Video Compact Disc (VCD) yang diputar pada VCD player atau pada Digital Video Disc (DVD) yang diputar pada DVD player. 34. Naskah Radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan adalah materi penyuluhan

128

35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43.

44.

45.

46.

kehutanan berupa tulisan/ naskah atau skenario yang akan dibacakan atau diperagakan dalam siaran radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan. Instrumen/ dentifikasi adalah alat bantu survey didalam kegiatan identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan, berupa blanko isian/ kuesioner. Instrumen Materi Penyuluhan Kehutanan adalah alat bantu survey untuk mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Papan Buletin / Bulletin Board adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa papan informasi tentang kegiatan pembangunan kehutanan. Maket adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa miniatur tentang gambaran kondisi fisik suatu kegiatan pembangunan kehutanan, dalam suatu wilayah. Diorama adalah penggambaran secara nyata tentang sesuatu kegiatan/peristiwa pembangunan kehutanan dalam bentuk tiga dimensi dengan latar belakang yang dilukis. Model adalah tiruan benda dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil dan benda aslinya yang digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Mock-up adalah tiruan benda/bagiannya yang dibuat sesuai dengan aslinya, digunakan sebagai alat peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Specimen adalah benda asli yang telah diawetkan, karena benda asli sulit didapatkan, digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Metode Penyuluhan Kehutanan adalah cara atau teknik penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan kehutanan oleh Penyuluh Kehutanan kepada masyarakat sasaran baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka mengerti, mau dan mampu menerapkan inovasi baru. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada anggota kelompok sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi anggota kelompok sasaran dalam rangka membantu mereka untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada kelompok masyarakat sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi pertemuan kelompok baik yang rutin maupun yang insidentil dalam rangka membantu kelompok dimaksud dalam rangka membantu untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Uji coba lapang paket teknologi spesifik lokalita disebut juga kaji terap adalah metode penyuluhan kehutanan untuk mencoba suatu teknologi kehutanan yang dilaksanakan oleh masyarakat sasaran, sebagai

129

47.

48.

49.

50.

51.

52.

53.

54.

tindak lanjut dan hasil pengkajian/pengujian teknologi anjuran. teknologi hasil galian sendiri atau dari berbagai sumber teknologi lainnya, untuk mendapatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan/lokasi usahanya dilakukan sebelum demonstrasi. Pengkajian/pengujian Teknologi Anjuran adalah kegiatan pengembangan penelitian sebelum dilakukan uji coba lapang (kaji terap) dari suatu teknologi hasil penelitian yang dilakukan dilahan percontohan (Balai Penelitian Kehutanan, Unit Pelaksana Teknis, Dinas ;dll). Demonstrasi Cara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan yang telah terbukti menguntungkan bagi masyarakat sasaran sasaran. Demonstrasi Hasil adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan atau teknologi lainnya yang sudah spesiflk lokasi, dapat berupa: a. Demontrasi plot yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh perorangan. b. Demontrasi Farm yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh kelompok tani/ masyarakat sasaran. c. Demontrasi Area yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh gabungan kelompok tani / masyarakat sasaran. Temu Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar peneliti, penyuluh dan para petani /masyarakat sasaran untuk saling tukar menukar teknologi informasi sehingga ditemukan teknologi yang akan dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah. Temu Teknis antar Wilayah/Fungsi disebut juga Temu Tugas adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan berkala antara Penyuluh Kehutanan dengan Penyuluh Kehutanan atau antara Penyuluh Kehutanan, peneliti, aparat pengaturan dan pelayanan untuk meningkatkan pelayanan kepada petani / masyarakat sasaran dalam mengembangkan usahanya. Temu Wicara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antara petani/masyarakat sasaran dengan pemerintah, untuk bertukar informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan kehutanan, serta partisipasi dan peran serta petani/masyarakat sasaran dalam pembangunan kehutanan. Temu Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar petani/ masyarakat sasaran, untuk bertukar pikiran dan pengalaman, saling belajar, saling mengajarkan keterampilan dan pengetahuan untuk diterapkan oleh petani/ masyarakat sasaran. Temu Usaha adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan

130

55.

56.

57.

58.

59.

60.

61.

62.

pertemuan antar petani masyarakat sasaran dengan pengusaha di bidang kehutanan dalam rangka informasi usaha, promosi usaha, transaksi usaha, perluasan pasar dan kemitraan usaha. Widya Wisata adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya, dengan prinsip belajar dan melihat. Widya Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk mempraktekkan hasil suatu pengajaran atau melakukan suatu karya bermanfaat di tempat yang dituju. Sarasehan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan sebagai forum konsultasi antara kelompok tani/masyarakat sasaran dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara periodik atau insidentil sesuai dengan keperluan untuk membicarakan, memusyawarahkan dan menyepakati pemecahan berbagai permasalahan pembangunan kehutanan. Kursus Tani adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar yang terstruktur yang khusus diperuntukkan bagi petani dan keluarganya, yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur, dan dalam jangka waktu tertentu. Sekolah Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar dengan partisipasi aktif, mencari dan menemukan fakta sendiri, menganalisa dan mendiskusikan diantara anggota kelompok tani/ kelompok sendiri, serta mengambil keputusan bersama bagaimana tindakan selanjutnya, dengan prinsip belajar berdasarkan pengaIaman pada suatu periode usahanya yang dipandu oleh petani/kelompok sendiri dan Penyuluh Kehutanan dalam suatu periode usahanya. Pameran adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model, contoh, barang, peta, grafik, gambar, poster, benda hidup, dan sebagainya secara sistematis pada suatu tempat tertentu, dalam rangka promosi usahanya. Perlombaan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan membandingkan keberhasilan usahatani petani untuk menumbuhkan persaingan sehat diantara para petani beserta keluarganya dalam mengejar suatu prestasi yang diinginkan, sebagai salah satu usaha untuk mendorong agar mau dan mampu meningkatkan usahatani dan kesejahteraannya. Pengembangan Profesi adalah metode penyuluhan kehutanan dalam rangka mengembangkan dari melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk meningkatkan mutu penyuluhan kehutanan dan

131

63.

64.

65.

66.

67. 68.

69. 70.

71.

72. 73.

profesionalisme penyuluh kehutanan serta dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pembangunan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Petani adalah kegiatan yang dilakukan Penyuluh Kehutanan untuk menumbuhkan, mengarahkan, dan mendorong kemampuan para petani agar dapat memecahkan masalah yang mereka hadapi secara mandiri. Karya Tulis llmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seseorang atau lebih yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi, diskripsi dan analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. Karya Tulis llmiah hasil Penelitian/ Pengkajian/ Survei/ Evaluasi adalah suatu karya tulis yang membahas tentang suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian/ pengkajian/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan. Makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah suatu karya tulis yang berdasarkan kaidah ilmu disusun oleh seorang atau Iebih yang membahas suatu pokok persoalan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu kehutanan. Pertemuan llmiah adalah pertemuan yang dilaksanakan untuk membahas suatu masalah yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Saduran adalah naskah yang disusun berdasarkan tulisan orang lain yang telah diubah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berlaku tanpa menghilangkan atau mengubah gagasan penulis asli dilakukan oleh seorang atau lebih. Terjemahan adalah naskah yang berasal dari tulisan orang lain yang dialih bahasakan ke dalam bahasa lain dilakukan oleh seorang atau lebih. Penulis Utama adalah seseorang yang memprakarsai penulisan, pemilik ide tentang hal-hal yang akan ditulis, pembuat pokok-pokok tulisan, pembuat outline, penyusunan serta pembuatan konsep akhir dan tulisan tersebut, sehingga nama yang bersangkutan tertera pada urutan pertama atau dinyatakan secara jelas sebagai penulis utama. Penulis Pembantu adalah seseorang yang memberikan bantuan kepada penulis utama misalnya dalam hal mengumpulkan data, mengolah data, menganalisa data, menyempurnakan konsep/ penambahan bahan materi dan penunjang. Pendukung Penyuluhan Kehutanan adalah kegiatan Penyuluhan Kehutanan yang dapat menunjang penyelenggaraan tugas, wewenang dan tanggung jawab Penyuluh Kehutanan. Membimbing Penyuluh Kehutanan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh, memberi dukungan dan memberi petunjuk kepada

132

74. 75. 76. 77. 78.

Penyuluh Kehutanan yang menduduki, jabatan/pangkat/golongan yang Iebih rendah. Seminar adalah suatu bentuk pertemuan ilmiah untuk membahas masalah tertentu dalam penyuluhan kehutanan untuk memperoleh suatu kesimpulan berdasarkan suatu pendapat bersama. Lokakarya adalah salah satu bentuk pertemuan untuk membahas masalah tertentu dalam bidang kehutanan untuk memperoleh hasil tertentu yang perlu ditindaklanjuti. Penghargaan adalah kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah (Pusat, Propinsi, Kabupaten/ Kota), Organisasi/ Lembaga Nasional/ Internasional. Organisasi Profesi adalah organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada disiplin ilmu pengetahuan di bidang kehutanan dan etika profesi di bidang penyuluhan kehutanan. Kelas Kemampuan Kelompok adalah ukuran kemajuan kelompok tani dari pemula, lanjut, madya sampai utama.

133

b. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Pengembangan penyuluhan kehutanan. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan. 2. meliputi: a. meliputi: a. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b. Pemantauan. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. b. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. 134 . 4. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. B.BAB II JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 3. c. Bidang Kegiatan Bidang kegiatan Penyuluh Kehutanan. Tugas Pokok Tugas Pokok Penyuluh Kehutanan adalah menyiapkan. Pendidikan. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. c. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. b. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah / gelar. d. mengembangkan. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. c. terdiri atas unsur dan sub unsur: 1. Pendidikan dan pelatihan kedinasan. 5. meliputi: a. melaksanakan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. Persiapan penyuluhan kehutanan. meliputi: a.

Pengembangan aspek teknik. b. Pendidikan a. 2) Belum digunakan dalam penilaian yang disyaratkan dengan dilengkapi surat keterangan dari atasan yang bersangkutan. atau 3) Belum digunakan dalam keputusan penyesuaian jabatan/ kepangkatan yang bersangkutan. Membuat karya tulis/ karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. metodelogi. Memperoleh piagam kehormatan. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain dibidang penyuluhan kehutanan. f. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya. c. 6. 7. Akademi/ Diploma) atau perguruan tinggi umum dengan jurusan kehutanan atau yang serumpun. Pengembangan profesi. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. Rincian dan Tolok Ukur Kegiatan Rincian butir kegiatan yang dapat dinilai dengan angka kredit adalah sebagai berikut: 1. Sekolah Tinggi. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. Mengikuti seminar/ lokakarya dibidang penyuluhan kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. e. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh Perguruan Tiriggi di bidang kehutanan (Universitas. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Institut. Akademi/ Diploma bidang kehutanan atau yang serumpun. g. C. d. Penunjang penyuluhan kehutanan. d.b. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. materi. Tolok Ukur: 1) Memperoleh ijazah/ gelar perguruan tinggi dari Universitas. b. meliputi: a. c. Membuat buku pedoman / petunjuk pelaksanaan / petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Institut. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. 135 . meliputi: a. yang dinyatakan dengan surat keterangan dari atasannya. Mengajar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan.

agribisnis. yaitu 40 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. pertamanan. tanaman. 4) Sarjana Muda/D-III. atau 2) Koordinator Perguruan Tinggi Swasta atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Swasta. yaitu 75 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. peternakan. 2) Memperoleh ijazah/ gelar Doktor / Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV / Diploma Ill / Diploma II di bidang: penyuluhan. Pemberian Angka Kredit: 1) Apabila memperoleh ijazah/gelar yang lebih tinggi dan sesuai dengan bidang tugas penyuluhan. b. atau 3) Tim Penilai ljazah Luar Negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri.Bukti fisik: Foto copy ijazah/gelar Doktor/ Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV/ Diploma Ill/ Diploma II yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang: 1) Dekan Perguruan Tinggi / Direktur Program Pasca Sarjana atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Negeri. Mengikuti pendidikan dan pelatihan kedinasan dan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. pangan. 5) Diploma II. apabila merupakan 136 . 2) Pasca Sarjana (S2). Tolok Ukur: 1) Pendidikan dan pelatihan dibeni angka kredit. kehutanan. 3) Sarjana/D-IV. yaitu 60 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. biologi. dan hortikultura dan perkebunan atau yang serumpun. maka angka kredit yang diberikan adalah sebesar selisih angka kredit yang pernah diberikan (ijazah lama) dengan angka kredit ijazah/ gelar yang Iebih tinggi tersebut. geografi. Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap ijazah adalah sebagai berikut: 1) Doktor yaitu 150 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. yaitu 100 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya.

Persiapan. tanggal. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data sekunder wilayah kerja tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran V. nilai 15 2) Lamanya antara 641-960 jam.2) 3) pendidikan/ pelatihan teknis penjenjangan dan fungsional bagi penyuluh kehutanan. Pemantauan.II/d).1. Pelaksanaan. Bukti Fisik: Foto copy STTPL/sertifikat yang dilegalisir oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan. Tolok Ukur : Data sekunder yang dikumpulkan dalam rangka identif'ikasi potensi wilayah desa dan kecamatan. nilai 9 3) Lamanya antara 481-640 jam. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy data sekunder wilayah kerja setingkat desa dan kecamatan sesuai panduan / pedoman. nilai 2 6) Lamanya antara 30. maka jumlah jam dihitung dan jumlah hari dikalikan 8 (delapan) jam pelatihan untuk teori. dan 10 jam untuk praktek (@45 menit). Evaluasi. adalah sebagai berikut: 1) Lamanya Iebih dari 960 jam. nilai 3 5) Lamanya antara 81-160 jam. han atau jumlah jam pelatihan. 137 . Penyuluh Kehutanan Pelaksana (Il/b . nilai 6 4) Lamanya antara 161-480 jam. yaitu: 1) Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. dan Penyelenggaraan Diklat oleh Pemerintah atau swasta dalam dan luar negeri yang diakui dan dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan dari pihak yang berwenang. nilai 1 2. Apabila jumlah jam pelatihan tidak dicantumkan.80 jam. Pendidikan dan pelatihan tersebut harus memuat : Jangka waktu pelaksanaan. Penyuluh Kehutanan Terampil a. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap STTPL/sertifikat. Pelaporan dan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan 2.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk copy laporan yang dilampiri rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan.03.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. 138 . yaitu 0. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran sesuai Lampiran V.02 4) Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 3) Memandu penyusuran rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Tolok Ukur: Pemanduan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan sesuai Lampiran V. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan yang telah diolah dari data sekunder. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana.03. b) Bukti hasil berupa pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi k e h u ta n a n t i n g k a t d e s a d a n k e c a m a ta n .

b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK). Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai Lampiran V. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 6) Pemanduan penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. b) Bukti hasil pelaksanaan kajian tersebut dalam bentuk laporan.08. BuktiFisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran V. Tolok Ukur Rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai pedoman. yaltu 0.01. 139 . Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. yaitu 0. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai Lampiran V.Tolok Ukur Pelaksanaan kajian identiflkasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan. 5) Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan.

Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.03. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. Tolok Ukur: Data untuk persiapan penyusunan materi peryuluhan kehutanan.04. yaitu 0. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart (minimal 5 lembar). Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ 140 .02. 7) Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan setiap kali pemanduan kelompok wanatani. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy dokumen data. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart. yaitu 0. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap lembar foto.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.09.pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap chart/ gambar. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap 141 . b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy chart/ gambar.10. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu : 0. Tolak Ukur: Kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran.01 12) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk chart / gambar. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 5 lembar flipchart. 11) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran.

Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot ) sesuai dengan Lampiran I. 142 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot) yang dilakukan.03.03. Tolok Ukur: Kegiatan temu lapang yang dilakukan. yaitu 0.02. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu lapang sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. yaitu 0.muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 15) Melaksanakan temu lapang.03. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 14) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 13) Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) Tolok Ukur: Demonstrasi cara (percontohan) yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi cara (percontohan) sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.

yaitu 0. 143 . Tolok Ukur: Widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. 18) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.03. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali widya karya/karya wisata.16) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP / kecamatan sesuai dengan Lampiran I.04. 19) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagal instruktur / pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. 17) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan yang dilakukan.02.

Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 144 .06. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.02. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. 21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. 20) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan.Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan yang dilakukan. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.

Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. 23) Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/ menumbuhkan kelompok sasaran. yaitu 0. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 22) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Pemberian Angka Kredlt: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. yaitu 0.03. 145 . Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang.01. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan kelompok sasaran sesuai dengari Lampiran I.01. 24) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut.

25) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu: 146 .Ill/b).02. Tolok Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Bukti Fisik: Copy laporan bulanan yang dibuat. Tolok Ukur: Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Bukti Fisik: Copy laporan tahunan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. b. 27) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan (Ill/a. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. yaitu 0. 26) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.06. Bukti Fisik: Copy laporan triwulan yang dibuat.02.01.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur: Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu 0.

Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. yaitu 0.16. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 147 . Tolok Ukur: Rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan yang disusun tingkat Kabupaten/ Kota yang disusun. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk laporan. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota yang telah diolah. Tolok Ukur: Data primer dan informasi wilayah kerja yang dikumpulkan.07.1) Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ kota. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan data primer wilayah kerja yang disusun. 3) Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data primer dan informasi wilayah kerja sesuai dengan Lampiran V.

5) Menyusun/ membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. b) Bukti hasil berupa rekapitulasi rencana usaha wanatani Wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.000 atau 1: 10.32. yaitu 0.000.Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.09. 148 .000 sesuai dengan lampiran V. Tolok Ukur: Monografi wilayah kerja penyuluhan yang disusun. 4) Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku.000 atau skala 1: 10. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan dalam skala 1: 25. b) Bukti hasil laporan pelaksanaan kegiatan tersebut berupa copy monografi wilayah kerja penyuluhan. Tolok Ukur: Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan di wilayah kerjanya yang disusun/ dibuat dengan skala 1: 25. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan monografi wilayah kerja penyuluhan sesuai dengan Lampiran V.

05. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan.12. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan hasil identilikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 7) Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur: Bertindak sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan yang dirumuskan. 8) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan.31.Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap peta. 6) Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Tolok Ukur: Rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan sesuai dengan agroekosistemnya dan sosial budaya setempat. yaitu 0. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 149 . b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan.

08.19. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.Bukti Fisik: Surat Keterangan sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok sasaran lain. yaitu 0. 150 . Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lampiran V. RDKK. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan RDK. kelompok sasaran lain. 11) Mengolah data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan.04. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK) Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. 9) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan yang disusun. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan setiap RDK. RDKK. 10) Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang sejenis lainnya dari kelompok sasaran lain. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.

yaitu 0. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet baik yang tercetak. 13) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran / pamflet. dsb. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. tulisan tangan. gambar. 151 . Bukti Fisik : Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V.07 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk seri foto Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto setiap paket minimal 5 lembar. yaitu : 0. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder.07. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket.15.Tolok Ukur: Hasil olahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. foto copy.

Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1000 kata. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leafiet/ folder. 152 . yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet atau copynya. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V.Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder.28. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster.28. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V.3. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet (minimal 1000 kata).

Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen. 153 .16. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.04. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen sesuai dengan Lampiran V. 19) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran yang dilakukan.04.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk maket. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk spesimen.

Tolok Ukur : Demonstrasi hasil percontohan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil percontohan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.38. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. 23) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai moderator. 22) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan usahatani kehutanan (demonstrasi farm).08. yaitu 0. 21) Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba Tolok Ukur: Kaji terap/uji coba yang dilakukan. Bukti Fisik: Bukti hasil berupa laporan pelaksanaan kegiatan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba sesuai dengan Lampiran I.08. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 154 .20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.

Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai moderator sesuai dengan Lampirari IV. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan.Tolok Ukur: Bertindak sebagai moderator dalam temu teknis antar wilayah / fungsi. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat kabupaten/ kota yang dilakukan.05. 24) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai narasumber Tolok Ukur: Bertindak sebagai narasumber dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat dberikan untuk setiap kali. 26) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. yaitu 0. 25) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota.04. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 155 .05. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.

Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.09. 28) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Tolok Ukur: Widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. 27) Melakukan temu usaha Tolok Ukur: Menjadi peserta / panitia dalam temu usaha. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kotamadya kepada kelompok tani binaan. yaitu 0. yaitu 0.07. 29) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur (pembimbing) tingkat Kabupaten / Kota. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi peserta/ panitia dalam temu usaha sesuai dengan Lampiran II. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan 156 .08.

praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kota kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.08. 31) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten / Kota yang dilakukan. yaitu 0. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran II. 32) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0. 30) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/ Kota. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I.06. sebagai pramuwicara. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 157 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.06.

Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. 33) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. yaitu 0.03. Bukti Fisik: Surat keterangan melaksanakan bimbingan teknis/ kursus kepada sekolah lapang sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. 35) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya.04. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur: Bimbingan teknis / kursus pada sekolah lapang yang dilaksanakan.Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. 34) Melaksanakan bimbingan teknis/ kursus pada sekolah lapang. 158 .16.

Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.06.04. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolak ukur : Pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang telah dilakukan.Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Data dan informasi hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 159 .05. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan mengolah data pemantau/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok ukur Data olahan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 38) Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 36) Melakukan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 37) Mengolah data hasil pemantauan/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.

Informasi potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan Tolok Ukur: teknologi kehutanan tingkat propinsi sesuai pedoman. 1) Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan yaitu 0.04. dokumen dan copynya rancangan identifikasi kebutuhan 41) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh penyuluhan kehutanan. kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. yaitu 0.15. yaitu: Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.06.c. masyarakat sasaran. 39) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh Tolok Ukur kehutanan. Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data potensi Bukti Fisik: wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan Copy laporan bulanan dengan Lampiran I.16. Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang Bukti Fisik : ditentukan.Ill/d). Bukti kredit yaitu 0. kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yang disusun. yaitu 0. kehutanan Ukur: Tolok Ukur : Laporan triwulan yang kebutuhan penyuluhan kehutanan Rancangan identifikasi dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. c) Ketepatan materi yang disusun. Laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan data sesuai dengan Lampiran I. Penyuluh Kehutanan Penyelia (Ill/c . Fisik: Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang disusun a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan Pemberian Angkarancangan identifikasi penyuluhan penyusunan Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.14. Pemberian Angka Kredit: d) Penyelenggaraan penyuluhan. AngkaFisik: yang dapat diberikan untuk setiap laporan. kehutanan. Bukti Fisik: alat bantu dan metode penyuluhan b) Efektivitas Copy laporan tahunanpenyuluhan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa yaitu 0. tingkat propinsi sesuai yang disusun Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 160 161 . format yang ditentukan.05. Tolokdikumpulkan pada aspek: yang Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan sikap (PKS) a) Perubahan pengetahuan keterampilan. 0. 40) Membuat rancangan identifikasi kebutuhan penyuluhan 2) Menyusunlaporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

Bukti Fisik : a) Surat Keterangan pelaksanaan kegiatan perumusan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 5) 162 .3) Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. yaitu 0.10. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Rumusan hasil pembahasan konsep programa penyuluhan kehutanan.17. Tolok Ukur: Konsep programa penyuluhan kehutanan yang disusun. 4) Sebagai pembahas mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil berupa copy naskah rumusan pembahasan k o n s e p p r o g r a m a p e n y u l u h a n k e h u ta n a n . Tolok Ukur: Bertindak sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah programa. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep programa penyuIuhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy konsep programa penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep programa. yaitu 0. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi.10.

7) Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan.6) Penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kerangka acuan pelaksanaan sekolah lapang/ magang sesuai dengan Lampiran V.40. Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan yang disusun. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy buku panduan.39. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku panduan. 8) Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang Tolok Ukur: Kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. 163 . Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Rencana Kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lamporan V. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy kerangka acuan. Tolak Ukur : Panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan yang disusun. yaitu 0.

Tolok Ukur: Naskah penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV.08. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap paket. yaitu : 0. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan analisis data materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk slide. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan 164 . b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy naskah materi slide. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. yaitu 0.12. yaitu: 0. 9) Menganalisis data materi penyuluhan kehutanan.32.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah.

12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran/ pamflet. yaitu 0.6. yaitu 1. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet folder. 13) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. 165 .81. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran sandiwara di radio/TV Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster. b) Bukti hasil berupa copy leaflet folder yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah.3.dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun.

000 kata.56. yaitu 0. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet.8. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama sesuai dengan Lampiran V. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk diorama.Tolok Ukur : Materi periyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. 166 . b) Bukti hasil berupa naskah diorama. BuktiFisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0.56. b) Bukti hasil berupa copy brosur / booklet yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet sesuai dengan Lampiran V.

Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up sesuai dengan Lampiran V. 19) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk model. yaitu 0.16. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk mock up. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 167 . Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan mock up.07. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan model. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up.75.

Tolok Ukur : Demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) yang dilakukan.kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.27. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.22. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.16. 21) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area). Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. 22) Melaksanakan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. 168 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka . Tolok Ukur : Kegiatan temu wicara / sarasehan yang dilakukan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.16. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widya karya / perjalanan praktek studi banding tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampran Ill. 25) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) sebagai instruktur / pembimbing tingkat Propinsi. 24) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan.18. Tolok Ukur : Widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan. yaitu 0. 169 .23) Melakukan temu kaya kepada tokoh masyarakat / agama. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Temu karya kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.

18. 26) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara misal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi.48. 170 . yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I. 27) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 28) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.12. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. Tolok Ukur : Penyuluhan pada pertemuan secara missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi yang dilaksanakan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 29) Sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV. 31) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan.06. yaitu 0. b) Kaset rekaman atau copy naskah siaran radio/TV. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 171 .30. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 30) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Tolok Ukur : Naskah / skenario siaran radio/TV yang telah disiarkan / ditayangkan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang.05.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. b) Copy kurikulum kursus yang disusun.48. 34) Melaksanakan penilaian lomba dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur : Kurikulum kursus kepada kelompok sasaran yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali .08. Tolok Ukur : Terjadinya peningkatan kemampuan kelompok sasaran dan madya menjadi utama sesuai pedoman / aturan. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kurikulum kursus kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran V. 172 . 33) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan tingkat madya sampai ke tingkat utama.09. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 32) Sebagai penyusun kurikulum dalam memberikan bimbingan teknis kursus kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.

yaitu 0. keterampilan. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.Tolok Ukur : HasiI penilaian perlombaan keterampilan bidang kehutanan.2. Tolok ukur : Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantaun / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun. b) Efektivitas alat bantu dan metode penyuluhan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan menjadi penilai dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran II. yaitu 0. Tolok Ukur : Konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang diolah mencakup aspek. antara lain: a) Perubahan pengetahuan. 173 . b) Copy laporan kegiatan penilaian dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.32 35) Menyusun rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan l/ pengendalian penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 36) Mengolah. d) Pelaksanaan penyuluhan. dan sikap masyarakat sasaran. c) Ketepatan materi penyuluhan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data sesuai dengan Lampiran I.

08. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. 37) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Bukti Fisik : Copy laporan tahunan yang dibuat. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 174 . Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang dibuat.3. 38) Membuat laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.54. 39) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.12. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy laporan bulanan yang dibuat. yaitu 0.

2. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah instrumen.III/b).07. Penyuluhan Kehutanan Pertama (III/a . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap kali sebagai narasumber. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran I.04. 2) Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap data/ laporan. yaitu 0. 3) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep Programa Penyuluhan Kehutanan. 175 . yaitu 0. Bukti Fisik : Surat Keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0. PenyuIuh Kehutanan AhIi : a. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam mendiskusikan Konsep Programa Penyuluhan Kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dentifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. yaitu : 1) Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Tolok Ukur : Instrumen identifikasi yang disusun.16.2.

yaitu 0. Tolok Ukur : Instrumen yang disusun dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan.32. 5) Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyusun rancangan sarana penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan. Tolok Ukur : Rancangan sarana penyuluhan yang telah disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. Bukti Fisik : a) Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan sesuai dengan Lampiran 1. 176 .4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Pertama.19. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rancangan. yaitu 0.07. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). 6) Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.

08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 177 . 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. b) Foto copy naskah/materi seri slide yang disusun. yaitu 0.16. yaitu 0. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap papan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan bulletin board (papan buletin) sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan seri slide sesuai dengan Lampiran V. b) Foto copy naskah / materi OHP transparan yang disusun. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk OHP transparan. yaitu 0.06.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang terpasang pada bulletin board (papan buletin). Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan OHP transparan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk seri slide minimal 10 lembar.

b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran pamflet yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V.28.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet/folder Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit.15. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. 12) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan datam bentuk poster. 178 . yaitu 0. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V.

b) Bukti hasil berupa copy rancangan/naskah poster yang dibuat. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur/ booklet (minimal 1000 kata). Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam temu wicara / sarasehan tingkat nasional.3. 15) Melakukan temu wicara/ sarasehan tingkat nasional dengan kelompok sasaran. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembicara/penyaji pada temu teknis antar wilayah / fungsi.06. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. 179 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. sebagai pembicara / penyaji. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu teknis sebagai pembicara / penyaji sesuai dengan Lampiran II. 13) Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet.28. 14) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi. b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur/ booklet yang disusun.

Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda.08. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu karya dengan Pemda. LSM.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat nasional sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. yaitu 0. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya.08. LSM. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 180 . pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta/panitia sesuai dengan Lampiran II. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta/panitia dalam temu karya dengan Pemda. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan Iainnya. LSM.09. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. 16) Melakukan temu karya dengan Pemda. 17) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali kegiatan. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. yaitu 0. LSM. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan Pemda. LSM.

Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran Ill. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. 19) Sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada perorangan. 181 .18) Sebagai pramuwicara datam pameran kehutanan tingkat Propinsi.1. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran Ill. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang.08. 20) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. yaitu 0.03. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi.

22) Menumbuhkan gabungan kelompok / asosiasi.09. yaitu 0.38. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 182 .04. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan organisasi gabungan / asosiasi kelompok sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 23) Menyusun metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk naskah. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran dan tumbuhnya gabungan kelompok / asosiasi kelompok sasaran.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat.15. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. yaitu 0. 27) Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 25) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional. 183 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Tolok Ukur : Konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan yang disiapkan.24) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat.06 26) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional.04. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Tolok Ukur : Konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 28) Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.5. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. yaitu 0. 29) Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 184 . 30) Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan yang disiapkan. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.46. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembngan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.4. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.

Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas pada acara diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. yaitu 0. metodologi. materi. b) Bukti hasil pekerjaan berupa konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. sarana. yaitu : 1) Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 185 . yaitu 0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. metode. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. b. 2) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. dan alat bantu penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Rancangan pengembangan aspek teknik. sarana. metodologi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan yang disusun. sarana. 31) Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan menyusun rancangan pengembangan aspek teknik. Penyuluh Kehutanan Muda (Ill/c .III/d). Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani sesuai dengan Lampiran V. materi.37.36.36. Tolok Ukur : Konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani yang telah disusun.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0.8.39. b) Bukti hasil pekerjaan berupa rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda (RKPK). 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk video rekaman 186 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan sound slide sesuai dengan/ pembuatan Lampiran V. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun berupa sound slide minimal 10 lembar.Bukti Fisik : Surat keterangaa menjadi pembahas sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda sesuai dengan Lampiran V. 4) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 3) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda. yaitu 0.4. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy naskah sound slide yang disusun.

yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah video rekaman yang disusun. 187 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. 6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV.6.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk video rekaman minimal 5 menit. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamflet. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk siaran radio/TV Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan video rekaman sesuai dengan Lampiran V.6. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran radio/TV materi penyuluhan kehutanan yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit.56. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet) folder.3 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. yaltu 0. 188 . Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster.56. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap desain.Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet sesuai dengan Lampiran V. dan pemerintah pusat. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembuatan desain kaji terap/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 189 . pemerintah pusat.64. 12) Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. yaitu 0. 11) Membuat desain kaji terap/uji coba metode penyuluhan kehutanan. yaitu 0. cendekiawan. cendekiawan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. Bukti Fisik : Laporan pelaksariaan kegiatan pemantauan dan evaluasi hasil kaji terap teknologi sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil pemantauan dan evaluasi kaji terap teknologi. 13) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada perguruan tinggi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy brosur/booklet yang disusun.16.6. yaitu 0. Tolok Ukur : Desain kaji terap / uji coba yang dibuat.

Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan pada pertemuan massal / kampanye tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.16. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat nasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.06. 190 . 14) Menjadi instruktur / pembimbing kegiatan widyakarya tingkat nasional. pemerintah pusat sebagai Peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. b) Laporan pelaksanaan kegiatan instruktur / pembimbing widyakarya. b) Laporan pelaksanaan kegiatan ceramah umum. minimal dihadiri 50 orang. cendekiawan. yaltu 0.16. Bukti Fislk : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya tingkat nasional sebagai instruktur / pembimbing sesuai dengan Lampiran Ill. Tolok Ukur : Terselenggaranya ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan tingkat nasional. 15) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Nasional.

b) Bukti hasil berupa copy naskah skenario siaran penyuluhan. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran. Tolok Ukur : Terselenggaranya penyiaran / penayangan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya / desain untuk pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai sutradara dalam penyuluhan melalui siaran radio / TV sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. 17) Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. 18) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. yaitu 0.24. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang 191 . Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan tingkat nasional yang dibuat.59. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan yang dilakukan.16) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional.

06. yaitu 0.tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy modul. yaitu 0. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran / menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampirari I.44. yaitu 0. 19) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. 21) Menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). Tolok Ukur : Materi kursus yang disusun dalam bentuk modul. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap modul.08. 20) Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan pelaksanaan kegiatan penyusunan materi kursus sesuai dengan Lampiran V. 192 . Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.

yaitu 0.6. b) Bukti hasil berupa copy pedoman yang disusun. 23) Menyusul pedoman lomba bidang kehutanan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.21.27. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai penyusun pedoman penilaian lomba keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap pedoman. yaitu 0. yaitu 0. 22) Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran. 193 .Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum) sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penumbuhan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran sesuai dengan Lampiran I Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk tahapan proses setiap Perjanjian Kerja Sama Usaha (PKSU) perusahaan. Tolok Ukur : Pedoman lomba yang disusun. 24) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Rumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan peIaksanan penyuluhan kehutanan. 27) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV.08. 25) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.08.14. 194 . yaitu 0. 26) Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnaan Iaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.

30. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.08 28) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang ctibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat.42. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 30) Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 195 . yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.12 29) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 33) Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan.46. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan system monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.80. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 32) Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan.31) Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan. 196 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.96. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. materi. Penyuluh Kehutanan Madya (IV/a . 197 .84. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan teknik. sarana. 2) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji sesuai dengan Lampiran IV. sarana.34) Mendiskusikan konsep pengembangan teknik. yaitu 0. materi. yaitu 0. c. sarana. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan hasil diskusi konsep pengembangan teknik. metodologi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. metodologi.IV/c). materi. yaltu: 1) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. yaitu 0.12.12. metodologi.

36. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani seuai dengan Lampiran I. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). yaitu 0. 198 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. yaitu 0.58. yaitu 0. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Tolok Ukur : Hasil rumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani.3) Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani.45. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan yang disusun. Buku Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet sesuai dengan Lampiran V. 4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya.

Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0.84. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V.6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. 199 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster.84. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet / folder. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V.

yaitu 0. dan pemerintah pusat sesuai dengan lampiran II. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan temu karya kepeda perguruan tinggi. 10) Menjadi instruktur/pembimbing widyakarya atau praktek studi banding tingkat internasional.9. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur / booklet yang disusun.18. cendekiawan. cendekiawan dan pemerintah pusat. pemerintah pusat. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : Surat keterangan menjadi peserta/panitia dalam kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penceramah pada pertemuan missal / 200 . yaitu 1. yaitu 0. 9) Melakukan kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. 11) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara missal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. Bukti Fisik : Laporan melaksanakan kegiatan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional sesuai dengan lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.80. cendekiawan.

kampanye tingkat internasional yang dihadiri minimal 50 orang. yaitu 0. 13) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara melalui siaran radio/TV. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / Pengisi acara diskusi / wawancara dalam penyuluhan melalui siaran radio/ TV sesuai dengan Lampiran IV. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.18.18. yaitu 0. 201 .09. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk kepada kelompok sasaran lain. 12) Sebagai narasumber/pengisi acara diskusi / wawancara.

Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 202 .Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. 16) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.12. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Foto copy Iaporan yang dibuat. yaitu 0.12. 15) Sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.12. 17) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.

Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. yaitu 0. 19) Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. yaitu 0. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.18. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.45. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan.69. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep 203 . 18) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 20) Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.

22) Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. materi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.9.2. materi sarana.08. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. yaitu 1. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan teknik / metodologi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 21) Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. yaitu 0. metodologi.pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 23) Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumus yaitu 1. sarana. 204 . Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan.

dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.5. diberikan angka kredit sesuai ketentuan yang berlaku.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan teknik. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. yaitu 0. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan. 1. Sedangkan Penyuluh kehutanan Madya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 12 (dua belas) dari kegiatan unsur pengembangan profesi untuk kenaikan jabatan / pangkat yang berlaku.72. Pengembangan Profesi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang melakukan kegiatan pengembangan profesi. 2) Bukti hasil berupa buku yang diterbitkan asli atau copynya yang disahkan oleh Kepala/ Pimpinan unit kerja bidang Penyuluh Kehutanan. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. b. 3. atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah. materi. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. metodologi. 2) Buku tersebut diedarkan secara Nasional sebagai referensi. Pemberian Angka Kedit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan 205 . sarana. yaitu 12.

Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). 2) Bukti hasil berupa majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan / dilegalisir oleh pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan. 2) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk disebarluaskan secara nasional sebagai referensi dengan identitas penulisnya. 2. yaitu 6. Bukti Fisik : Buku cetakan asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuhuhan kehutanan. atau pihak lain yang diakui oleh LIPI. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang 206 . penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Tolok Ukur : 1) Karya tuhis ilmiah yang dimuat di majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah. 2) Pembahasan bidang penyuluhan kehutanan dengan identifikasi penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya.dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI / Departemen yang bersangkutan. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penehitian / pengkajian / survei / evaluasi dalam bentuk tulisan yang dimuat di majalah ilmiah sesuai dengan Lampiran V. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan.

penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan.dihasilkan. 3. 207 . yaitu 8. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2) Buku hasil pekerjaan berupa buku asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah atau pihak lain yang diakui LIPI. Bukti Fisik : Majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. 2) Majalah tersebut merupakan penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis Iainnya. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI/Departemen yang bersangkutan. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil karya sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan diperpustakaan sesuai dengan Lampiran V. Dalam bentuk buku Tolok Ukur : 1) Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan llmiah hasil gagasan sendiri yang didokumentasikan di perpustakaan instansi / unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi/ kabupaten / kota / kecamatan. b. 2) Buku tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). yaitu 4.

Bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah. yaitu 3. Tolok Ukur : a.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. 2) Bukti hasil berupa makatah asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. Tolok Ukur : 1) Makalah tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis belum pernah ditulis penulis Iainnya.5 Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penuh pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. Apabila ditulis oleh tim (keIompok). Makalah prasaran yang membahas bidang penyuhuhan kehutanan dengan identitas penulisnya. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan makalah dan pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan sesuai dengan Lampiran V. b. Dalam bentuk makalah. 4. Bukti Fisik : a. b. 208 . b. Surat Keterangan telah melakukan kegiatan menyampaikan prasaran dalam pertemuan bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah panitia / penyelenggara sesuai dengan Lampiran II. yaitu 7. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Pertemuan ilmiah tersebut menghasilkan rekomendasi antara lain berasal dari gagasan pemrasaran. 2) Didokumentasikan di perpustakaan unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi / kabupaten / kota/ kecamatan. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap karya. 5. yaitu 2. Laporan pelaksanaan kegiatan mengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rumusan. yaitu 2.0. Tolok Ukur : Hasil karya pengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan a. 209 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan sesuai dengan Lampiran I. Bukti hasil pekerjaan berupa naskah tulisan dan atau contoh alat teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan hasil pengembangan. 6.5. yaitu 5. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung niIai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. b. b. Bukti Fisik : a.5.

.

0. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: 1). yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 211 . Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b) Majalah tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Bukti Fisik : Buku cetakan hasil yang disadur/terjemahan dan buku yang disadur / diterjermahkan asli atau copy yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. 2) Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. b) Buku tersebut belum ada yang menterjemahkan / menyadurnya. Tolok Ukur : a) Diterbitkan oleh penerbit yang memiliki usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk diedarkan secara nasional sebagai referensi. yaitu 3. yaitu 7.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 2 (dua) jam pelajaran. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah / swasta dan terdaftar pada LIPI.04. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Majalah cetakan hasil saduran / terjemahan dan buku yang disadur / diterjemahkan asli atau copy disahkan oleh pimpinan unit kerja. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku.5. a. 2.

Dalam bentuk makalah. kabupaten/kota. yaitu 1.5. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan : 1) Dalam bentuk buku. Tolok Ukur : a) Buku tersebut didokumentasikan di perpustakaan unit kerja yang berada di pusat. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. yaitu 3. b) Buku hasil cetakan / saduran terjemahan dan buku yang diterjemahkan asli atau copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja.b. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V.0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. 2). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. b) Buku hasil cetakan/saduran terjemahan atau foto copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. kecamatan. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah yang diterbitkan oleh instansi atau organisasi profesi. propinsi. 212 .

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar.5. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraaan/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan Peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dari penyelenggara. Bukti Fisik : Abstrak tulisan ilmiah asli atau copy yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. yaitu 3. 3) Mengikuti seminar / lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan a) Mengikuti Seminar / lokakarya atau simposium sebagai: 1.c. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. Pemrasaran Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. c) Penyaji dan pembahas makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Tolok Ukur : 1) Abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan yang resmi baik swasta maupun pemerintah. 2) Belum ada pihak lain yang membuatnya. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. Pemberian Angka Kredit : Angka Kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 1.0. 213 . d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan.

yaitu 2. 3. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan.2. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. 214 . b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota.0. Pembahas Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. Moderator Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota.

c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraan seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. 4. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. 5. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. yaitu 2. Peserta Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Narasumber Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. (2) Sertifikat asli mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. yaitu 2. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh 215 .0.0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan.

Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. (2) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. 5) Memperoleh gelar kesarjanaan Iainnya a). 4) Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. Sarjana/D IV Tolok Ukur : Gelar sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesejahteraan di luar bidang tugasnya/ selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh : a) Dekan/ketua sekolah tinggi apabda lulusan perguruan tinggi negeri. Bukti Fisik : Copy atau salinan surat keputusan keanggotaan tim penilai yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran II. apabila lulusan perguruan tinggi swasta.5.0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Tolok Ukur : a) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu ) tahun. b) Ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. 216 . yaitu 0. yaitu 1.

b) Koordinator perguruan tinggi swasta. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. 3 Doktor Tolok Ukur : Gelar Doktor yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang / selain bukti kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. 2. yaitu 5.0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar yang diperolehnya. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar. yaitu 10. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan/ketua sekolah tinggi direktur program pasca sarjana apabila lulusan perguruan tinggi negeri. Pasca Sarjana Tolok Ukur : Gelar Pasca Sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang tugasnya / selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama.0. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. Bukti Fisik : Foto copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan / direktur program Pasca Sarjana / rektor Perguruan tinggi apabila lulusan perguruan tinggi negeri. 217 .

218 .0 2. yaitu 0.5. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. Pembedan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Tingkat Propinsi. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Tingkat nasional/intemasional.0 6) Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan a).5. sebagai : 1. sebagai: 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap gelar. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. yaitu 15. b). yaitu 1. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga puluh). 2. yaitu 0. yaltu 2. 3. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap piagam. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. 30 (tiga puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga putuh) tahun yang syah. 10 (sepuluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh) tahun yang syah.0. 7) Memperoleh piagam penghormatan a). Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. 20 (dua puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh) tahun yang syah.35. Tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya : 1. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam yaitu 3. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh).0. 219 .2.

yaitu 1. Bukti Fisik : Copy sertifikat pemberian gelar akademis.0. yaitu 15.0. 220 . b) Gelar kehormatan akademis Tolok Ukur : Gelar kehormatan akademis yang sah.Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh). Pemberian Angka KredIt : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar.

Apabila DUPAK dan Iampirannya telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Pejabat Pengusul setelah menerima berkas DUPAK beserta Iampirannya. PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT A. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala Bagian Kepegawaian atau Pejabat Eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. Pengajuan DUPAK bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi / Kabupaten / Kota. Pengajuan DUPAK Iingkup Departemen Kehutanan sebagai berikut: 1) Penyuluh Kehutanan Madya : Bagi yang bekerja di UPT dan Pusat. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan kepada Sekretaris Jendral melalui Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. c. memeriksa kelengkapan persyaratannya. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Pejabat Eselon III yang membidangi administrasi kepegawaian yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. 221 . d. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala UPT yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. maka Pejabat Pengusul membubuhkan tanda tangannya pada formulir DUPAK yang bersangkutan. dan menyampaikan DUPAK beserta Iampirannya tersebut kepada Pejabat Penetap Angka Kredit. Tatacara Pengajuan DUPAK a.BAB III PENGAJUAN DUPAK. DUPAK yang telah diisi / dibuat oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan beserta Iampirannya disampaikan kepada Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. b. Pengajuan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. b) Bagi yang bekerja di Pusat. 2) Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Muda : a) Bagi yang bekerja di UPT.

dari/atau 2) Copy ijazah / STTPL yang pemah diterima yang disahkan / dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 3) Copy keputusan pengangkatan dan kepangkatan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. akan dinilai pada periode penilaian angka kredit berikutnya. yaitu pada setiap bulan Januari untuk DUPAK periode JuIi sampai dengan Desember tahun sebelumnya dan bulan JuIi untuk DUPAK periode Januari sampai dengan Juni tahun yang bersangkutan. Penyampaian DUPAK beserta Iampirannya kepada Pejabat Pengusul dan Pejabat Penetap Angka Kredit harus mengikuti tata waktu pengusulan sebagaimana tercantum dalam butir 3. 3. dan/atau e) Pengembangan profesi (contoh lihat Lampiran XII) disertai bukti fisiknya. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran X) disertai bukti fisiknya. dan/atau d) Pengembangan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XI) disertai bukti fisiknya.e. Waktu Pengajuan DUPAK Pengajuan DUPAK Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. atau paling lama satu tahun sekali. dan/atau c) Pemantauan. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan Terampil (contoh Iihat Lampiran VI a-c) b. 2. Persyaratan Persyaratan pengajuan DUPAK adalah: a. Apabila penyampaian DUPAK beserta Iampirannya melewati batas waktu yang telah ditetapkan. dan / atau f) Penunjang penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XIII) disertai bukti fisiknya. 222 . Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) dilampiri dengan : 1) Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang meliputi : a) Persiapan penyuluhan kehutanan (contoh Iihat Lampiran VIII) disertai bukti fisiknya. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan AhIi (contoh lihat Lampiran VII a-c) c. dan/atau b) Pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran IX) disertai bukti fisiknya.

dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/ Unit Kerja yang bersangkutan. 2. Penilaian Angka Kredit 1. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. 223 . Pejabat Pengusul Pejabat yang berwenang mengajukan Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah : a. b./ I Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Waktu Penilaian Angka Kredit Penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Sekretaris Jendral Departemen Kehutanan. yaitu : a. Tim Penilai a. b. B. c. Kepala Bagian / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Pada bulan Januari untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan April tahun berjalan.4. Pada bulan Juli untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan Oktober tahun berjalan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Kepala Bidang / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan.

dan 224 . Tugas Tim Penilai a. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. Tugas Pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : 1) Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya dilingkungan Departemen Kehutanan. Tugas Pokok Tim Penilai Pusat adalah : 1) Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan.b. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di Iingkup Dinas/ Unit Kerja yang membidangi Kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi ditetapkan oleh Kepala Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. c. b. d. 3. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten / Kota selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten / Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan di Kabupaten / Kota ditetapkan oleh Kepata Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan.

2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Tugas pokok Tem Penilai Kabupaten / Kota adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kebupaten / Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di l i n g k u n g a n K a b u pa t e n / K o ta m a s i n g . d. Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di propinsi yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan propinsi masingmasing. Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : 1) Seorang Ketua merangkap anggota 2) Seorang Wakil ketua merangkap anggota 3) Seorang Sekretaris merangkap anggota 4) Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota 225 . Susunan Keanggotaan Tim Penilai a. d a n 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten / Kota yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau Pejabat Eselon II di propinsi yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). 4. c.m a s i n g .

Apabila Tim Penilai Kabupaten / Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. maka Tim Penilai dapat diangkat dan Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan.b. Apabila jumlah Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas tidak dapat dipenuhi dan Penyuluh Kehutanan. 3) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan atau pensiun. maka ketua Tim Penilai dapat mengusulkan pengganti anggota Tim Penilai dimaksud kepada pejabat yang bewenang menetapkan Tim Penilai. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) kali masa jabatan berturut-turut dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) kali masa jabatan. Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai 1) Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupateri / Kota lain yang terdekat. d. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. Sekretariat Tim Penilai a. 3) Dapat aktif melakukan penilaian. 6. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. c. atau kepada Tim Penilai di lingkungari Departemen Kehutanan. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. dibentuk 226 . Syarat Dan Masa Jabatan Keanggotaan Tim Penilai a. Syarat Keanggotaan Tim Penilai Untuk dapat diangkat sebagai anggota Tim Penilai. Apabila Tim Penilai Propinisi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. 2) Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. 5. b. harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Jabatan / pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya.

sebagai berikut : 1) Menerima dan mencatat Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Penyuluh Kehutanan yang diterima. 6) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim Penilai dalam rangka pelaksanaan penilaian. f. Untuk menjamin obyektivitas penilaian angka kredit. b. 2) Menyampaikan DUPAK untuk penilaian kepada Ketua Tim Penilai melalui sekretaris Tim Penilai sesuai dengan batas waktu yang te!ah ditetapkan. sekretariat Tim Penilai yang ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. Tata Cara Penilaian Penilaian angka kredit dilakukan dengan tatacara sebagai berikut : a. Hasil Penilaian Angka Kredit (WILPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk ditandatangani oleh para pejabat yang bersangkutan. 3) Menyiapkan undangan rapat penilaian angka kredit.b. Anggota Tim Penilai yang ditugaskan melakukan penilaian sebagaimana dimaksud butir b. e. maka setiap berkas DUPAK dinilai oleh 2 (dua) anggota Tim Penilai. diproses oleh Sekretariat Tim Penilai untuk dicatat dan diperiksa kelengkapannya kemudian dilaporkan kepada Ketua Tim Penilai angka kredit untuk dinilai. Berkas DUPAK beserta lampiran bukti/dokumen yang diterima oleh Tim Penilai. c. melakukan penilaiani secara sendirisendiri. 5) Memproses hasil penilaian angka kredit oleh Tim Penilai dalam bentuk Rekapitulasi Penilaian Angka Kredit (REPAK). Setelah semua DUPAK dilakukan penilaian. 4) Menyiapkan bahan laporan dan berita acara hasil rapat Tim Penilai. 7. Tim Penilai mengadakan rapat pembahasan hasil penilaian tersebut. dan memeriksa dengan seksama kelengkapan lampiran DUPAKnya. Ketua Tim Penilai menugaskan seluruh anggota Tim Penilai untuk melakukan penilai terhadap seluruh berkas DUPAK. c. Rapat pembahasan hasil penilaian angka kredit (rapat Tim Penilai) 227 . Sekretariat Tim Penilai dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai dengan anggota yang secara fungsional menangani administrasi kepegawaian dan atau pelayanan Penyuluh Kehutanan. Sekretariat Tim Penilai mempunyai tugas memberikan pelayanan administrasi untuk kelancaran pelaksanaan tugas Tim Penilai. d.

i. g. Hasil penilaian angka kredit yang dituangkan dalam formulir PAK tersebut dibuat sekurang-kurangnya rangkap 3 (tiga) dan diserahkan oleh Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. j. Hasil penilaian yang telah disetujui oleh anggota Tim Penilai dalam rapat tim. apabila berhalangan dapat dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Penilai dan apabila wakil ketua berhalangan. maka yang bersangkutan tidak boleh hadir dalam rapat Tim Penilai dan Ketua dapat menunjuk anggota tim pengganti. maka ketua tim memberitahukan hasil penilaian kepada pejabat pengusul dengan menggunakan formulir hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) seperti contoh pada Lampiran XIV. Rapat dipimpin oleh ketua Tim Penilai. m. maka ketua tim menuangkan hasil penilaian dalam formulir Penetapan Angka Kredit (PAK) dengan menggunakan formulir seperti contoh pada Lampiran XV. Apabila di dalam penilaian DUPAK terdapat unsur-unsur yang dinilai memerlukan keterangan / klarifikasi dan para ahli. Hasil penilaian terakhir adalah niliai rata-rata dari hasil penilaian 2 (dua) orang penilai yang bersangkutan. k. l. h. maka nilai atau angka kredit yang diberikan kepada penyuluh kehutanan yang bersangkutan dapat diproses lebih lanjut untuk penetapan angka kredit. maka rapat dapat dipimpin oleh Sekretaris Tim Penilai. Apabila seluruh anggota Tim Penilai yang hadir dapat menerirna hasil penilaian. selanjutnya diproses sebagai berikut: 1) Bagi Penyuluh Kehutanan yang belum mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. 228 . 2) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. Apabila DUPAK yang dinilai berasal dari anggota Tim Penilai. 3) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai batas pangkat maksimal (III/d untuk Penyuluh Kehutanan Terampil dan IV/c untuk Penyuluh Kehutanan Ahli) tetap dilakukan penilaian angka kredit sesuai DUPAK yang diusulkan menurut ketentuan dan hasil PAK nya disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.dianggap sah apabila dihadiri oleh paling sedikit % (tiga per empat) dari seluruh anggota Tim Penilai. maka Ketua Tim Penilai dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli sesuai keperluan.

Penetapan Angka Kredit 1. 229 . Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan penyelenggaraan kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di kabupaten / kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. b. Berkat usulan Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan oleh 2. Tatacara Penetapan Angka Kredit a.8. maka Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau di bawah Jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut : a. adalah: a. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Pejabat Penetapan Angka Kredit Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sama dengan angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. b. C. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. c. Ketentuan Lain Apabila pada suatu Unit Kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan Jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugasnya. d. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Propinsi yang bersangkutan.

2) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). 230 . Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. 5) Arsip Tim Penilai yang bersangkutan. 3) Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan).b. maka hasil penilaian tersebut ditetapkan sebagai Penetapan Angka Kredit (PAK) d a n p e n e ta pa n n y a t i d a k d a pa t d i a j u k a n k e b e r a ta n . oleh Sekretariat Tim Penilai diteruskan kepada : 1) Kepala BKN / Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan (asli). Dengan ditandatanganinya hasil penilaian angka kredit. c. PAK yang telah ditetapkan. 4) Pejabat lain yang dipandang perlu (tembusan).

Gubernur atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. c. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. 2. golongan ruang Il/b. Pengangkatan Pertama Kali 1. Bupati/Walikota atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan.BAB IV PENGANGKATAN DALAM JABATAN A. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma Ill. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. b. 231 . Menteri Kehutanan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan.l. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Persyaratan a. d.

2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. 4) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya benilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. pendidikan terakhir Diploma Ill Pertanian. golongan ruang Ill/a. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan lI/b dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana dengan angka kredit sebesar 72. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. Ketentuan lain tentang pengangkatan pertama kali a. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah bidang pertanian (nilai angka kredit 60). b. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 160 jam (nilai angka kredit : 2) dan unsur utama lain (nilai angka kredit: 10).4) b. pangkat Penata Muda golongan II/a. Saudara lr. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. sehingga jika dijumlahkan sebesar 72 Dengan demikian. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah 232 . pangkat Pengatur Muda Tingkat I golongan Il/b. pendidikan terakhir Sarjana Kehutanan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. Contoh pengangkatan pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan : Saudari Sari. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat pertama kali ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama lainnya.Joko. 3. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

b. 4. Tatacara pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat / Propinsi / Kabupaten / Kota yang bersangkutan. Tatacara pelaksanaan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan a. sehingga jika dijumlahkan sebesar 103. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang 2. 233 . Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian. Keputusan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan sebagaimana contoh Lampiran XVI. Perpindahan Jabatan 1. Persyaratan a. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. c. B. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan II/a dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama dengan angka kredit sebesar 103. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 200 jam (nilai angka kredit: 3) dan unsur utama lain (nilai angka kredit : 25). b.bidang kehutanan (nilai angka kredit : 75).

3. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 234 . 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut.akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma III. b. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. golongan ruang Ill/a. golongan ruang Il/b.I. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat dari jabatan lain ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama Iainnya. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 ( lima ) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. b. 3) Telah mengikuti dan Iulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Ketentuan lain tentang perpindahan jabatan a. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda.

Keputusan pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan sebagaimana contoh Lampiran XVII. 4. Pangkat dan golongan ruang Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan ruang berdasarkan Keputusan pangkat terakhir yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Pejabat yang berwenang menetapkan penyesuaian jabatan adalah: a. 3. 6. didasarkan pada jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. b. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jabatan lama ke dalam jabatan baru mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2003 sampai dengan 31 Maret 2004. Penetapan jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jenjang jabatan lama ke dalam jenjang jabatan baru sebagaimana tersebut dalam angka 1. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. C. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dengan format sebagaimana Contoh Lampiran XIX. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. Tatacara pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat/ Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. 2.4. Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan disesuaikan dari jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang lama ke dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang baru sesuai lampiran Lampiran XVIII. Penyesuaian Jabatan 1. 5. 235 . Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Iingkungan Departemen Kehutanan. b. c. Tata cara pelaksanaan pengangkatan dan jabatan lain a.

Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan adalah: a. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. b.BAB V KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT A. 236 . Persyaratan Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. 2. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. Kenaikan Jabatan 1. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran III dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan jabatan a. 3. b. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. c. c. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. b.PAN/12/2002 dengan ketentuan: 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan/penyuluhan kehutanan di lingkup Kabupaten/ Kota y a n g b e r s a n g k u ta n s e s u a i k e t e n t u a n y a n g b e r l a k u .

dan selanjutnya dikirim kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Tata cara pelaksanaan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan a. Penyuluh Kehutanan yang diangkat dalam jenjang Jabatan yang lebih tinggi wajib mengikuti diklat peningkatan profesi yang akan diatur Iebih lanjut dengan Keputusan tersendiri. dengan ketentuan pelaksanaan diklat peningkatan profesi tersebut secara efektif dilaksanakan setelah 2 (dua) tahun sejak Keputusan ini ditetapkan. 237 . 2) Copy SK jabatan fungsional terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. yaitu bidang penyuluhan. kehutanan atau yang serumpun. 2) Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat AhIi. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dengan melengkapi berkas yang dipersyaratkan yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja pada Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. 3) Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan yang akan didudukinya.c. 4) Copy DP-3 satu tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 2) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / unit kerja pada Propinsi yang bersangkutan. 3) PAK terakhir asli. 4. dengan ketentuan: 1) ljazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli. d. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan berikutnya.

c. bagi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c di lingkungan Departemen Kehutanan. Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan Propinsi / Kabupaten / Kota. B. adalah: a. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. 2) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk untuk Iingkup Propinsi. selanjutnya memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditetapkan. selanjutnya pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas menerbitkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. kemudian menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan kepada: 1) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk lingkup Departemen Kehutanan. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi: c. d. dan b. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. Apabila usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan telah memenuhi persyaratan. Pejabat-pejabat tersebut pada huruf a di atas setelah menerima berkas usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan.b. Keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (asli) melalui pimpinan unit kerjanya. 3) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk untuk lingkup Kabupaten/Kota. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. 2. 238 . Kenaikan Pangkat 1. Persyaratan Kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a.

golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. 3) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dari Penyuluh c. d. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. dan 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang lII/d di lingkungan Departemen Kehutanan. golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. 239 . golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda tingkat I. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang lII/d di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. bagi : 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang IV/b di lingkungan Departemen Kehutanan. golongan ruang IV/b di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. golongan ruang Il/b untuk menjadi Pengatur.b. golongan ruang lI/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan ruang IV/b di Iingkungan Kabupaten/ Kota dalam Propinsi yang bersangkutan. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN.

5) Mengikuti dan lulus ujian penyesuaian kenaikan pangkat. golongan ruang II /b untuk menjadi Pengatur golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. 4) Sekurang-kurangnya memenuhi jumlah angka kredit kumulatif minimal yang ditentukan untuk pangkat Penata Muda. 2) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir.2) Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 240 . golongan ruang Ill/a. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan pangkat a. Penyuluh Kehutanan Tingkat AhIi mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran Ill dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara N o m o r 1 3 0 / K E P / M . 3. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. golongan Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. Penyuluh Kehutanan yang menduduki pangkat Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d ke bawah yang memperoleh ijazah S1/D-IV dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya sebagai penyesuaian ijazah dengan ketentuan : 1) Kualifikasi ijazah harus sesuai dengan tugas pokoknya. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. b. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. 3) Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. c. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 d e n g a n k e t e n t u a n : 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama.

5) Daftar Riwayat Hidup (bagi yang pindah golongan). 3) Copy surat keputusan pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 241 . Tata cara usulan kenaikan pangkat Pimpinan unit kerja yang bersangkutan setelah melengkapi usul kenaikan pangkat yang terdiri dari: 1) Copy Kartu Pegawai. 6) Daftar Riwayat Pekerjaan.4. 4) Copy DP3 dua tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. selanjutnya menyampaikan kepada Instansi induk masing-masing untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. 2) PAK (asli) terakhir.

c. pangkat Penata. Alasan pembebasan sementara Penyuluh Kehutanan dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: a. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. a) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di Iingkup Departemen Kehutanan. c) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang III/d. golongan ruang IV/c. 2. Pembebasan Sementara dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Pembina Utama Muda. pangkat Penata Muda. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Madya. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pembebasan sementara penyuluh Kehutanan adalah. golongan ruang IV/b. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN A. golongan ruang lI/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. b) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. pangkat Penata Tingkat I. 242 . Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Penyelia.BAB VI PEMBEBASAN SEMENTARA. b. pangkat Pembina Tingkat I.

g. 4. 3) Copy Surat/SK Penugasan di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan atau. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf h di atas. 5) Copy SK hukuman disiplin atau. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf d di atas. kegiatan yang dilakukan selama dibebaskan sementara tidak dapat dinilai angka kreditnya. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pembebasan sementara yang terdiri dari : 1) Copy SK pangkat terakhir 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir dan. atau Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf g di atas. c. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah dari unsur pendidikan. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf e dan f di atas. 243 . Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a.d. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap melaksanakan tugas pokoknya tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. 4) Copy SK tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan atau. b. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah ijazah pendidikan yang bersangkutan. 6) Copy SK cuti di luar tanggungan negara atau. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. h. atau Sedang menjalankan tugas belajar Iebih dari 6 (enam) bulan dibedakan dengan lzin belajar. e. b dan c di atas didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan oleh Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan. 3. f. atau Cuti di luar tanggungan negara. pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan. Tatacara Penetapan Pembebasan Sementara a. b. d. Ketentuan lain a.

4) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. d. 2) Sekretaris Direktorat Jenderal/Badan Iingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan c. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampiran XX. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali Penyuluh Kehutanan adalah: a. mengajukan usul pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. c. B. 244 . Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di lingkup Departemen Kehutanan. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. Pengangkatan Kembali 1.7) Copy SK pemberhentian sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada huruf b butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. b.

atau 7) Surat keterangan selesai menjalani hukuman disiplin. f. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada butir A angka 2 huruf a. Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. d.2. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana pencobaan. atau 6) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang diberhentikan sementara dari PNS. Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementana berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. Pensyaratan pengangkatan kembali a. Tata cara penetapan pengangkatan kembali sebagai Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pengangkatan kembali yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan 3. e. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. atau 8) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang selesai menjalani cuti di luar tanggungan negara. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani hukuman disiplin. atau 5) Surat keterangan selesai melaksanakan tugas belajar. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani cuti. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dari tingkat berat berupa penurunan pangkat. c. b dan c diangkat kembali setelah yang bersangkutan memenuhi angka kredit minimal yang dipersyaratkan. 3) Copy PAK terakhir. 4) Copy Surat/ SK Pemberhentian dan jabatan struktural/jabatan fungsional lain di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. b. 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir. 245 . dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.

Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada angka 3 butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. golongan ruang Ill/c dengan angka kredit sebesar 210 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diporoleh selama yang bersangkutan tidak menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan. 246 . Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Agus. Dalam hal yang demikian. lr. mengajukan usul pembebasan sementara dan jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. golongan ruang III/d dari jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Muda. Agus menjadi sebesar 235 (210 + 25). Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. Agus. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan di Iingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. Ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang III/d dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 25. jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. 4. Ir. Sekretaris Direktorat Jenderal/ Badan lingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. pangkat yang digunakan adalah Penata Tingkat I. Contoh dalam memproses Pengangkatan Kembali: Sdr. Ir. Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampinan XXI. sehingga PAK terakhir Sdr.2) 3) 4) 5) 6) yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. Ketentuan lain Pegawai Negeni Sipil yang diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a sampai dengan f. maka untuk pengangkatan kembali Sdr.

bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wiiayah Propinsi yang bersangkutan. b. Anita. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. atau 2. sehingga PAK terakhir Sdri. Anita. dilakukan apabila yang bersangkutan: a. ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang Ill/c dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 20. Alasan pemberhentian Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari jabatan Penyuluh Kehutanan. goIongan ruang Ill/b dengan angka kredit sebesar 160 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Dalam hal yang demikian. lr. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 247 . Pemberhentian dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. Menteri Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan.Sdri. C. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan adalah: a. Ir. jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda Tingkat I. Ir. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil dengan tingkat hukuman disiplin berat dan telah memipunyai kekuatan hukum yang tetap. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. golongan ruang Ill/c dan jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat yang digunakan adalah Penata. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. c. Anita menjadi sebesar 180 (160 + 20). d.

3) Gubernur atau pejabat Iain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan mengusulkan bahwa Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan telah memenuhi ketentuan untuk diberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut dalam butir 2 di atas. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. dan 3) Copy keputusan hukuman disiplin. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. 3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang lll/d dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. golongan ruang lV/c dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Departemen Kehutanan. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. dilampiri dengan: 1) Copy keputusan pangkat terakhir. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda tingkat I golongan ruang Il/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. Usul pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut selanjutnya disampaikan kepada: 1) Menteri Kehutanan.b. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. 2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. 4) Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan 248 . 2) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. dan 2) Copy keputusan jabatan Penyuluh Kehutanan terakhir. pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. 3. b. Tidak dapat memenuhi angka kredit yang ditentukan. Tatacara penetapan pemberhentian dan jabatan Penyuluh Kehutanan a. atau 4) Penetapan Angka Kredit (PAK) terakhir.

d. 249 . bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/kota yang bersangkutan. Pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas selanjutnya memproses usul pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan dan menetapkannya dalam suatu keputusan sesuai ketentuan yang berlaku dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh Lampiran XXII.perundangan yang berlaku. Keputusan tersebut disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya sesuai dengan prosedur yang berlaku. c.

PAN/12/2002. 2. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan sampai dengan masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan. 250 . angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan setelah masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan.

Penyuluh Kehutanan yang sedang dibebaskan sementara karena : a. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. Dilugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. mencapai batas usia pensiun Pegawai Negeri Sipil. b. e. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat (kecuali pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil). 2. dan f. d. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN 1. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. Fasilitasi penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN 3. atau c. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan mendapatkan hak-hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. MUHAMMAD PRAKOSA 251 . Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. Cuti diluar tanggungan negara. antara lain melakukan: a. b. Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. c.

.. : ……………………….....……………. .........…………….…………….……………....... ...……. : …………...…. Waktu Pelaksanaan b.....…....... 4....…………....... 2... ……………………….. : ……………………….. Peserta Hasil Kegiatan : ………….....…............…. 3...... 6....……………... : ……………………….…. Penyuluh Kehutanan a. Tempat/ Lokasi c........ . ……………………….. . . .…........ : ………………………. ………………………. : ………………………......... ...... ....…………….………….......... : ………………………...............……………....…………….….... .......…. 252 .. tanggal …………...….. Unit Kerja Dasar Pelaksanaan Nama Kegiatan Tujuan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan a.... Mengetahui (Pimpinan Unit Kerja) (Penyuluh Kehutanan ybs) Catatan: Laporan hasil pekerjaan dilampirkan dengan identitas penyusunnya.......……………. Nama dan NIP b..CONTOH LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN…………………………………… 1...………... Jabatan d. . ... .... …………..…..….…………….…..…………….. ...……………... Pangkat / Golongan c......…......……………....……………...... ..…... : ………………………........ : ……………………….….... ……………………….…...... / …….... / ……...........………..…….... : ………………………..... : ………………………. 5.

.......…............…………………………………………….... : ……………………...........……...……………….................…………............... Telah melakukan kegiatan………………………………….. : ………………....…….....sebagai…….……................... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.... …………… tanggal………...……………………..…………….……/ ………….........…………..…………………… 253 . …………………………………..……/ ……..di………..... : ……………………. ………………………………………………………….……………........ dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ……………….........……...........…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ......... pada tanggal …………...……………………………………………....CONTOH SURAT KETERANGAN KEIKUTSERTAAN DALAM KEPANITIAAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……….....

.. ……………………………………………………......... pramuwicara.…………………………..……………………..... pameran.. : ……......… di……………............………………/ ………….. Telah melakukan kegiatan………………………….... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ……………................... membimbing penyuluh kehutanan) selama…….......…….. Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya...……………..…….……...…………………… Catatan: Kegiatan mengajar / kursus......... dsb agar dicantumkah jumlah jam pelajarannya....................….... jam pada tanggal ………….... 254 ............... …………… tanggal………...………/ …………...…… Ketua Panitia/ Penyelenggara .. (mengajar / memadu kursus tani / sekolah lapangan.CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI INSTRUKTUR/ PEMBIMBING LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara…………………………............ : ……………………..…………... : ……………………...…………………………..

..………….……….………………………………………........... : …………………......………………………………………............. pada tanggal …………………... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………….……….......CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI PEMBAHAS. ………………………………………....... …………… tanggal………..... Telah bertindak sebagai pembicara ( pembahas / moderator / penyaji / narasumber) (terlampir) dalam ………………………………...............……………………..........…………/ ……............……………………......... di …………….……………………… Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya........…/ ………....... MODERATOR. Dengan judul …………………………………….... : ……………………...……………….......…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ... : …………………….....……….. PENYAJI DAN NARASUMBER LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……………..........…………………… 255 ...

............... : ……………………...................................……….........CONTOH SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………….... : …………………….……….................................. …………… tanggal………........ : …………………...…… Pimpinan Unit Kerja / Pejabat Yang Ditunjuk 256 ............………....…………/ ……........................ Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya..........…/ ……….... : ……………………....……………….. Telah melakukan kegiatan ....…………... yang dilaksanakan pada tanggal ....……………….………....................…/ ………..…………/ …….........................................…………..... di ......………........... Menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………...... : …………………….........……….......... : ………………….....

960 jam 3.. tanggal .......... s/d .80 jam JUMLAH I 257 . Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.. 8.. Lamanya lebih dari 960 jam 2....... 7... 2.. D II B.. Unit Kerja : 1....... 4.....CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LAMPIRAN VIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA NOMOR : Masa penilaian....... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1. 3. Lamanya antara 641 .. Sarjana Muda/ D III 2..160 jam 6.. Lamanya antara 30 . 6.. 5.640 jam 4.... Lamanya antara 481 . Lamanya antara 161 .. 9.480 jam 5. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. Lamanya antara 81 .

2. 2. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan C. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. 6. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). 8. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/menumbuhkan kelompok sasaran. 5. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 3. Perorangan b. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) 3. 9. B. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Kelompok sasaran 2. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Chart/Gambar B. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 10. Anggota kelompok sasaran b. Kelompok sasaran lain C. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 7. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/kecamatan. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Melaksanakan temu lapang. 4. Foto b. Flipchart c. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 258 . Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. 2. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja 2.

gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. C. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Menyampaikan prasarana berupa tinjauan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. B. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. D. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. JUMLAH IV V. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. b. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 2. 1. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 2. JUMLAH V 259 . b. Dalam bentuk buku. 3. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 2. 4. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Dalam bentuk majalah. PEMANTAUAN. PENGEMBANGAN PROFESI A. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a.

Gelar kehormatan akademis. 3. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Moderator. Sarjana Muda/Diploma III 3. Anggota aktif. JUMLAH VI 260 . Diploma II 2. Memperoleh piagam kehormatan 1. c. G. sebagai: 1. b. Dalam bentuk makalah. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 4. 3. 1. Dalam bentuk buku. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. 2. Sarjana/Diploma IV F. 5. Anggota aktif. 2. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. E. sebagai : a. 30 (tiga puluh) tahun. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Pengurus aktif. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. b. Pengurus aktif. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Tingkat Propinsi. C. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Pembahas. Peserta. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. 10 (sepuluh) tahun. b. b. 2. 20 (dua puluh) tahun. B. D. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Pemrasaran. Narasumber. b. 2.1 2 3 4 5 6 7 8 UNSUR PENUNJANG VI.

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 261 .

...... 2.. Ketua Tim Penilai ( ........................... 262 .... Catatan Tim Penilai .............. 4.......... ) NIP.................... Tanggal ........ Catatan Pejabat Penilai .. ) NIP......1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.... 3...... ) NIP.................... Tanggal . ....... Pejabat Penilai ( .......................................................... Tanggal ......... Pejabat Pengusul ( ... Dst .............................

8........ Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.. 9..160 jam 6.... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. s/d . Lamanya antara 161 . 4. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.640 jam 4......960 jam 3...... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. 5... 2... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.... Lamanya antara 641 . Lamanya antara 81 ..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN LAMPIRAN VIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN NOMOR : Masa penilaian. Unit Kerja : 1...... Sarjana Muda/ D III 2... 3. 6.. D II B....80 jam JUMLAH 263 ........ Lamanya antara 30 .. tanggal . Lamanya antara 481 . Lamanya lebih dari 960 jam 2.. 7..480 jam 5.

Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 2. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Sebagai moderator b. Seri foto b. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan 5. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. 6. Anggota kelompok sasaran b. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat kabupaten/kota. 6. 3. Mengolah data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi : a. 9. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat kabupaten/kota. Maket g. Brosur/booklet (min 1000 kata) f. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. 2. Melakukan temu usaha. C. Selebaran/ pamflet c. 4. Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba 3. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruktur/pembimbing) tingkat kabupaten/kota. Specimen B. B. 7. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Merekaputulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Kelompok sasaran 2. 2. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja 2. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Sebagai narasumber 5. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Leaflet/folder d. 8. Poster e. 3 4 5 6 7 8 III 264 . 4.

Mengolah data hasil pemantauan/pengendalian 3. B. b. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 5. V. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Perorangan b. Kelompok sasaran lain 13. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 4. 4. 11. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1.1 2 10. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. b. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. D. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. C. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 1. Dalam bentuk majalah. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan lanjut sampai madya. 12. 6. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat kabupaten/kota. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. b. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang C. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Dalam bentuk buku. JUMLAH III PEMANTAUAN. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. 265 . Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional.

...... Tanggal ............................ Pejabat Pengusul ( .................. 2...... Dst ............... Ketua Tim Penilai ( .. Tanggal ....... Catatan Pejabat Penilai .................................. Pejabat Penilai ( ... ) NIP..... 4.... ) NIP................... Catatan Tim Penilai .............................................. Tanggal ... 266 ........1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1............ 3.. ) NIP...... ............

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 267 .

................................. Pejabat Penilai ( ................... Ketua Tim Penilai ( . Catatan Pejabat Penilai ..... 2....................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1......... Tanggal ........ 268 ... ) NIP.......... 3..... Dst ..... Tanggal ..... Tanggal ................... Pejabat Pengusul ( ..... ....................... Catatan Tim Penilai .... ) NIP............ 4.............................................. ) NIP....

... 8. Unit Kerja : 1.640 jam 4. Sarjana Muda/ D III 2.. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1... 6.. 2... Lamanya antara 641 .......... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.480 jam 5.960 jam 3......160 jam 6. tanggal .. 5. 7... Lamanya antara 481 ... s/d ...... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. 4.... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA LAMPIRAN VIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA NOMOR : Masa penilaian.. Lamanya lebih dari 960 jam 2....80 jam JUMLAH I 269 . 9.. D II B......... Lamanya antara 161 . Lamanya antara 81 . 3... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. Lamanya antara 30 .

Menganalisis data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. Poster f. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan. Diorama h. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat propinsi. 1. Leaflet/folder e. 2. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. 4. 6. 5. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan. 3. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat/agama. 3. Menyusun rencana identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat propinsi. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 2. 3 4 5 6 7 8 III 270 . B. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Kelompok sasaran 2. Selebaran/pamflet d. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. 2. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat propinsi. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Mock up B. 8. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat propinsi. Brosur/booklet g. Siaran sandiwara di radio/TV c. C. Anggota kelompok sasaran b. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). D. 7. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada tokoh masyarakat/agama. 4. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Slide b. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Model i.

JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 2. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. b. Mengolah. 2. Dalam bentuk majalah. D. JUMLAH III PEMANTAUAN. 4. b. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. B. Menyusun kurikulum kegiatan bimbingan teknis/kurus kepada kelompok sasaran. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. 2. 3. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 271 . Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3.1 2 9. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. C. 2. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 4. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Melaksanakan penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. Dalam bentuk buku. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. 5. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. C. Memberikan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan/pengendalian. V. 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. b. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan.

Sarjana Muda/Diploma III 3. 3. Memperoleh piagam kehormatan 1. 5. Pemrasaran. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. C. Pengurus aktif. 2. Anggota aktif. D. Moderator. 30 (tiga puluh) tahun. 10 (sepuluh) tahun. c. Dalam bentuk buku. Peserta. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: a. Sarjana/Diploma IV F. Gelar kehormatan akademis. G. b. Pembahas. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Narasumber. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. sebagai: 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Dalam bentuk makalah. 3. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Tingkat Propinsi. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b. Anggota aktif. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 2. 4.1 2 3 4 5 6 7 8 B. E. sebagai : a. Pengurus aktif. 2. Diploma II 2. b. b. JUMLAH VI 272 . 20 (dua puluh) tahun. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 2. 1.

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG 273 .

...... Tanggal ................................ Tanggal . Pejabat Penilai ( ................ Tanggal ............. Catatan Pejabat Penilai .......... 274 ................................................ Pejabat Pengusul ( ................. Dst .... .1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1............ ) NIP................... Catatan Tim Penilai .... ) NIP................ Ketua Tim Penilai ( ........ 2..... ) NIP.. 4......... 3.............

.. 3.. Doktor 2. tanggal . Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.......... Pasca Sarjana 3....... 2... Lamanya antara 30 .160 jam 6. 7...640 jam 4. 9.. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1... Lamanya antara 641 .. Lamanya antara 161 . 8... Unit Kerja : 1... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10...960 jam 3....... Lamanya antara 481 .. 6. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. 5.. Lamanya lebih dari 960 jam 2. Lamanya antara 81 . Sarjana / D IV B....80 jam JUMLAH I 275 .480 jam 5..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA LAMPIRAN VIIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA NOMOR : Masa penilaian... 4.... s/d .

5. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. 6. 2. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Tingkat propinsi. Bulletin board (papan buletin) b. C. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Menyusun instrument dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melakukan temu karya kepada Pemda. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 276 . JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Perorangan b. Sebagai pembicara/penyaji dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. 4. B. Leaflet/folder f. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat nasional. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai jenjang jabatan D. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa gabungan kelompok / asosiasi. OHP transparan c. 3. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Seri slide d. Brosur/booklet B. 2. b. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan : a. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Kelompok sasaran lain C. Tingkat nasional. Selebaran/pamflet e. LSM. Poster g.

Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. 277 . 1. Dalam bentuk buku. 3. materi. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 2. JUMLAH IV V. 4. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. B. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. b. 4. Menyusun metode/teknik pemantauan/pengendalian. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. C. 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b. 3. b. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Metodologi. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. dan Alat Baru Penyuluhan Kehutanan. 1. Dalam bentuk majalah. JUMLAH V VI. B. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. 2. Pengembangan Aspek Teknik. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. PENGEMBANGAN PROFESI A. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Sarana. Materi. PEMANTAUAN. 4.

20 (dua puluh) tahun. b. Sarjana Muda/Diploma III 3. Memperoleh piagam kehormatan 1. E. Pengurus aktif. 30 (tiga puluh) tahun. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. 2. Gelar kehormatan akademis. sebagai: 1. Moderator. Tingkat Propinsi. 2. Narasumber. 3. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. B. 4. 2. b. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. C. 2. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Diploma II 2. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Dalam bentuk buku. b. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Anggota aktif. Sarjana/Diploma IV F. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Pengurus aktif. Dalam bentuk makalah. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. G. Pembahas. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Peserta. 3. Anggota aktif. sebagai : a. b. 1. c. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan.1 2 3 4 5 6 7 8 D. 10 (sepuluh) tahun. Pemrasaran. D. JUMLAH VII 278 . 5.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 279 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

................................... 3... ) NIP.. Dst ....... Tanggal . ... 280 .........................................................................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.... Pejabat Pengusul ( ...................... Catatan Pejabat Penilai .......... ) NIP....... Ketua Tim Penilai ( .. ) NIP........................ 2.. Tanggal ......... 4.................. Tanggal ... Pejabat Penilai ( .. Catatan Tim Penilai .........

tanggal . NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.....480 jam 5. Unit Kerja : 1. Lamanya antara 81 .640 jam 4.. Lamanya antara 641 .160 jam 6. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1. s/d ... 9. Doktor 2.... 2. Pasca Sarjana 3....960 jam 3.............CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MUDA LAMPIRAN VIIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MUDA NOMOR : Masa penilaian. 5. Sarjana / D IV B. Lamanya lebih dari 960 jam 2.......... Lamanya antara 481 ... 8. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. 6. 7... Lamanya antara 30 ........ 4.. Lamanya antara 161 . KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10... 3..80 jam JUMLAH I 281 ...

Perorangan b. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. cendekiawan. 4. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Brosur/ Booklet B. Siaran radio/ TV d. Sound slide b. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran. Sebagai sutradara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. 5. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karyawisata kepada Perguruan Tinggi.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Leaflet/ folder f. Video c. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat nasional. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 282 . Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Menyusun pedoman penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. 8. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. 3. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum) 2. Kelompok sasaran lain 9. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. pemerintah pusat. Selebaran/ pamflet e. 6. Menyusun materi kursus dalam kegiatan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran. Membuat desain kaji terap teknologi anjuran/ uji coba. B. Poster g. 7. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 2. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menganalisa data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. 3. C.

Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan. 3 4 5 6 7 8 V. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 2. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 5. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Sarana. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 283 . b. 3. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 1. 6. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 2. 4. 2. JUMLAH V PENGEMBANGAN PROFESI A. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. B. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. b. b. 2 PEMANTAUAN. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. materi. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. VI. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. 1. Metodologi. 3. 4.1 IV. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Pengembangan Aspek Teknik. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Dalam bentuk majalah. B. 4. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Materi.

Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Pengurus aktif. D. C. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Pemrasaran. Anggota aktif. 5. b. Tingkat Propinsi. 30 (tiga puluh) tahun. JUMLAH VII 284 . sebagai: 1. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. B. 10 (sepuluh) tahun. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Sarjana/Diploma IV F. sebagai : a. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Dalam bentuk makalah. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. D. Gelar kehormatan akademis. 2. Dalam bentuk buku. c. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. b. Pengurus aktif. Narasumber. b. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Diploma II 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. 3. b. 2. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. 4. b. Peserta. 20 (dua puluh) tahun. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. E. Moderator. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. 1. Anggota aktif. 3. Sarjana Muda/Diploma III 3. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 2. G. Pembahas. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 2.1 2 3 4 5 6 7 8 C. Memperoleh piagam kehormatan 1. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 285 .1 2 3 4 5 6 7 8 VIII.

. Tanggal .................... 286 .......... Ketua Tim Penilai ( ..... Catatan Pejabat Penilai .. ............. Tanggal ............. Pejabat Penilai ( . ) NIP....................... Catatan Tim Penilai . 2........................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.. ) NIP......... Tanggal .... 4.... Dst .......... Pejabat Pengusul ( .................. ) NIP.......................... 3..................................................

. 4.... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MADYA LAMPIRAN VIIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MADYA NOMOR : Masa penilaian. 7.. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1....... Doktor 2... 6.......80 jam JUMLAH I 287 . 9. 8. Lamanya antara 81 . 2..960 jam 3..640 jam 4...160 jam 6..... Lamanya lebih dari 960 jam 2..... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10..... Lamanya antara 30 .. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1. s/d .....480 jam 5. Sarjana / D IV B... Lamanya antara 161 . Lamanya antara 641 .. 3.. Unit Kerja : 1... Lamanya antara 481 ... Pasca Sarjana 3. tanggal .. 5.

Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Poster d. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Leaflet/ folder c. 4.1 II. 288 . 4. Sebagai narasumber/ pengisi acara/ diskusi/ wawancara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Selebaran/ pamflet b. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. 3. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. B. JUMLAH IV 3 4 5 6 7 8 III. 5. Melakukan temu karya kepada Perguruan Tinggi. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Kelompok sasaran lain JUMLAH III PEMANTAUAN. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat internasional. cendikiawan. 4. 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. IV. Pemerintah Pusat. 2. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 3. Sebagai penyaji dalam pendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usha wanatani. Brosur/ Booklet B. Perorangan b. 3. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. 2. 2.

2. D. 2. Dalam bentuk buku. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 3. VI. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam bentuk majalah. Sarana. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Metodologi. 1.1 2 3 4 5 6 7 8 V. Materi. b. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. 4. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 1. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. 4. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Pengembangan Aspek Teknik. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. materi. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. b. B. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. B. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. JUMLAH VI 289 . Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. C. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 2.

Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 5. 20 (dua puluh) tahun. Sarjana Muda/Diploma III 3. Pemrasaran. 30 (tiga puluh) tahun. 3. Pengurus aktif. E. 2. 1. Anggota aktif. Diploma II 2. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. b. JUMLAH VII 290 . Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. B. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. sebagai : a.1 2 3 4 5 6 7 8 VII. C. 4. Pembahas. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. 2. Moderator. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. D. Peserta. Tingkat Propinsi. Pengurus aktif. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Memperoleh piagam kehormatan 1. Dalam bentuk buku. 2. G. b. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. b. 10 (sepuluh) tahun. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Gelar kehormatan akademis. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. b. UNSUR PENUNJANG PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. 3. b. Dalam bentuk makalah. sebagai: 1. Narasumber. 2. Anggota aktif. Sarjana/Diploma IV F. c.

....1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1........................................................... ) NIP.................. Pejabat Pengusul ( .................. Catatan Tim Penilai ... 2............ 291 ........ Tanggal .. Pejabat Penilai ( ..... 3... ) NIP..... Catatan Pejabat Penilai ............................ Tanggal .......... Dst ................................ .... ) NIP............. 4. Ketua Tim Penilai ( ......... Tanggal ..

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

292

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

293

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

294

Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :
NO 1 1 2 3 dst. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.K 6 KET/BUKTI FISIK 7

.................., ........................ Atasan langsung,

295

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

296

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

297

............................................................................................. : .................... : .............. : ......................................... : : ................................................................................................................................................................................... 298 ........................................................................................ : ......................................................................................................................................... : ...................................CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ............................................................................................................................................ : ................................................................................................... : .................................................... : ........................................................ : ................... : ............

....... 299 ..K 6 KET/BUKTI FISIK 7 . sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst..................... Atasan langsung..... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. . URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A...Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan........

...................................................................................... : ........................................................................................................................................................................ : ............... : .................................................................................................... : ............... 300 ......................... : .............................................. : : ............................. : .............................................................................................................................................................................................................. : .........CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ........... : ............................................................ : ..................................................................... : ..................................................................................................................................................

.. sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst.Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan................ .... Atasan langsung.. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A............K 6 KET/BUKTI FISIK 7 ..... 301 ...... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Menyatakan bahwa : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Telah melakukan kegiatan penunjang tugas Penyuluh Kehutanan, sebagai berikut : No. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. ..................., ...................... 2003 (Nama Jabatan) ........................ Kegiatan Penunjang Penyuluh Kehutanan 2 Jenis/Bentuk Kegiatan 3 Jumlah yang dinilai/Kegiatan 4 Pada/ Tempat 5 Keterangan 6

( ........................................ ) NIP

302

CONTOH HASIL PENILAIAN AK HASIL PENILAIAN ANGKA KREDIT PERIODE : ................. S/D .....................

LAMPIRAN XIV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003

Nama NIP Pangkat / Gol. Jabatan Unit Kerja
UNSUR KODE KEGIATAN 4 5 6 7 ANGKA KREDIT KODE KEGIATAN 2 UNSUR UTAMA II III Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan IV Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan V VI Pengembangan Profesi JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI) UNSUR PENUNJANG JUMLAH (VI) Total (I + II + III + IV + V + VI) VII Penunjang Penyuluhan Kehutanan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Persiapan Penyuluhan Kehutanan I PENDIDIKAN 3 SUB UNSUR USULAN PENILAIAN USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT

: : : : :

.................................................. .................................................. .................................................. .................................................. ..................................................
KETERANGAN 8

NO

1

A

B

.................., .......................................... KETUA TIM PENILAI ...........................

303

( ......................................... ) NIP. .....................................

CONTOH : PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / /

Masa Penilaian : ........................ s/d ............................
KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar / Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan Penyuluhan Kehutanan c Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan d Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan e Pengembangan Penyuluhan Kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ........ / PANGKAT .......... / TMT .......... ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan. TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu. Ditetapkan di : Pada tanggal :

304

Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ......./PANGKAT ..................../ TMT ............................. Ditetapkan di : Pada tanggal :

ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.

TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu.

305

CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XVI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

KEPUTUSAN .......................... NOMOR : ............. / ....... / .......... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................... tanggal .......................... dipandang perlu mengangkat saudara .......................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. ............................................................... ...............................................................

b. Mengingat : 1.

Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003; 6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999; 7. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002; 8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .....................................; 9. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .....................................; 10. Keputusan Menteri Kehutanan nomor .................................

306

MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....................................... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a. Nama : ................................................... b. NIP : ................................................... c. Pangkat/Gol. : ................................................... Ruang/TMT d. Unit Kerja : ....................... dari jabatan ..................... dengan angka kredit sebesar .................. (diisi dengan angka dan huruf) .................................................................................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Pada tanggal : :

KEDUA KETIGA

: :

Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. 4. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5. Pejabat lain yang dipandang perlu. *) coret yang tidak perlu.

307

......... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994.... . TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a........................................ Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001....... 308 ... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ......... 9.............. / ...................... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ........................... Keputusan Menteri Kehutanan nomor ...... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002...... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003................ dalam jabatan Penyuluh Kehutanan............................... 4........................... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999............ Mengingat : 1....... NOMOR : ...................... ...............CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MELALUI PERPINDAHAN JABATAN LAMPIRAN XVII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ..... 7..... tanggal .... 10... 2.......... dipandang perlu mengangkat saudara ... 5... b........ Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999............................ 6. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002............ 3..... / ....... 8.........

.. b.................................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2................................... NIP : .. Pangkat/Gol.... Pejabat lain yang dipandang perlu.......... dengan angka kredit sebesar ....... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3...................... c............... *) coret yang tidak perlu........... 4.......... Unit Kerja : .......... Ruang/TMT d............................................ dari jabatan .......................... Nama : ... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5....... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a...... 309 ......... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1................... : .................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya...... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.............................................. (diisi dengan angka dan huruf) .

I. I.< 300 300 . IV/b Pembina Utama Muda IV/c ANGKA KREDIT 100 .< 150 150 . 1 2 3 4 5 6 7 B.< 60 60 . I. III/b Penyuluh Kehutanan Penyelia Penata. II/c Pengatur Tk.< 400 400 . I. II/d Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan Lanjutan Penata Muda.< 200 200 .310 JABATAN LAMA Asisten Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Pelaksana Pengatur.< 300 300 JABATAN LAMA Ajun Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Utama Pratama Penyuluh Kehutanan Utama Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Muda JABATAN BARU Penyuluh Kehutanan Pertama PANGKAT/GOLONGAN Penata Muda III/a Penata Muda Tk. III/d Asisten Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Muda Ajun Penyuluh Kehutanan Madya Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Madya Pengatur Muta Tk. PENYULUH KEHUTANAN AHLI NO. I.< 600 700 CONTOH TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XVIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. I. II/b JABATAN BARU PANGKAT/GOLONGAN ANGKA KREDIT 40 .< 150 150 . PENYULUH KEHUTANAN TERAMPIL NO. III/d Pembina IV/a Pembina Tk.< 80 80 . III/a Penata Muda Tk. III/c Penata Tk.< 200 200 .< 550 550 . III/b Penata III/c Penata Tk.< 100 100 . 1 2 3 4 5 6 7 . I.

. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 11... Ta m b a h a n L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3 8 3 9 ) .CONTOH PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XIX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) NOMOR : .. 3. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55.... Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahunan 1999 Nomor 60...... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 43 tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169.. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547).. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22.. TENTANG PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) Menimbang : bahwa yang namanya tersebut dalam Lampiran Keputusan ini memenuhi syarat untuk penyesuaian dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan angka kreditnya sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.... 1... 311 ... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001 ( L e m b a r a n N e g a r a Ta h u n 2 0 0 1 N o m o r 4 9 ) . Mengingat : 2....PAN/12/2002 tanggal 3 Desember 2002.. 4.........

Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 193... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil......... Fungsi.. Kewenangan.. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nommor 198... 11. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019)... 7. 8. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 10. Tugas. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 196. Memperhatikan : Usul Direktur/Kepala Unit Diklat Nomor . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015).. 9..5..... 6.. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen.... 312 . Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan.. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan... Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departeman. sebagaimana telah diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan.....PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4014).. 12.. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194.

.. Penyuluh Kehutanan yang namanya tersebut dalam lajur 2 disesuaikan jabatannya dari jabatan lama sebagaimana tersebut dalam lajur 3 ke dalam jabatan baru sebagaimana tersebut dalam lajur 4 keputusan ini..... kepadanya diberikan tunjangan jabatan sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. KEDUA : KETIGA : Keputusan ini diberikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya......MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....... Ditetapkan di Pada tanggal : : a.... Menteri/Kepala LPND/Gubernur/ Bupati/Walikota *) Sekretaris Jendral / Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah *) 313 .. akan diadakan perbaikan seperlunya. Bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dengan diktum PERTAMA..........n. Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini..

......................... 8..................CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ................................. 5........................ 3........................ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003................................. ........... 2...................... . Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M................. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999.................. 7........................... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.. NOMOR : ...................................... NIP.. 9..... / . Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002.......... Bahwa saudara .. 314 .......................... dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan....... Mengingat : 1............................. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001... berdasarkan ........................................................ Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .................... 4..................................................... ............... ........................................ Keputusan Menteri Kehutanan nomor .. .......... karena ............................................................................ ...... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002... pangkat/golongan ruang .. b......PAN/12/2002......................................... / .................................................. ......... 6............. jabatan .......................................

...... (diisi dengan angka dan huruf) ...... Ruang/TMT d.................. Nama : ......................................... 4................... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. *) coret yang tidak perlu................... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit........... Unit Kerja : ............... c................................ Pangkat/Gol........ 315 .............................. mengangkat/mengangkat kembali Pegawai Negeri Sipil : a.......... Pejabat lain yang dipandang perlu................. KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.............. : . Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5........ dari jabatan ............................................. b................ Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2.......... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya...... dengan angka kredit sebesar ............. NIP : ............... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya...MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ......

............................. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ....................... 7.............. / ................ 2...... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994....................... 316 ..................... Keputusan Menteri Kehutanan Nomor .. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999. ............... 9.......... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002........................... Mengingat : 1............................. 3....... 10.. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .............................. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001............ ..... 6..... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ..... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. / .................. dipandang perlu mengangkat kembali Saudara . NOMOR : .............. 5... TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.... 4...... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .... tanggal ..... b... 8....................

................................ Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. NIP : . dari jabatan ......................... Pangkat/Gol.......................... *) coret yang tidak perlu............. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2............. 317 ................................... b.......... (diisi dengan angka dan huruf) ..... Pejabat lain yang dipandang perlu.................................................. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit............... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a.........MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .................... dengan angka kredit sebesar .......... Unit Kerja : .................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya........ Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5........... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.. c.......... 4..... Nama : .................... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........ : .... Ruang/TMT d.................

..................... telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor ............................. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994..... TENTANG PEMBERHENTIAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a..... 4............................................... Keputusan Menteri Kehutanan Nomor ............................ 9.. 5............................ Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.... NIP............................... 7......................... NOMOR : ................. / . Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999....................... Bahwa saudara .. jabatan ..../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara *).. b....... 6.... pangkat/golongan ruang ............... terhitung mulai tanggal ...CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ............ tanggal .................. ............ Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001.....PAN/12/2002............ 318 ........ / ......................... ............. 3. 8................................................. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ........... 2........ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003........ .... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002...... Mengingat : 1....................................... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M....

....................... NIP : ......................... (diisi dengan angka dan huruf) ... *) coret yang tidak perlu........ dari jabatan ......... 319 ...... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya....... 4............ Ruang/TMT d.....................MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ..... b........ mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5.... Unit Kerja : ................ c...................... Nama : ................................. : ................................................... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........................ Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3............. Pangkat/Gol.......... Pejabat lain yang dipandang perlu................... KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1........................ dengan angka kredit sebesar .............. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2......

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful