PETUNJUK PELAKSANAAN DAN TEKNIS

JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN
DAN

ANGKA KREDITNYA

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Jakarta, 2011

KATA PENGANTAR

Ketentuan yang mengatur tenaga fungsional penyuluh kehutanan adalah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang telah diubah melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005; Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/33/M.PAN/10/2006; dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 32 Tahun 2011. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan sangat berhubungan erat dengan petunjuk teknis dari Menteri Kehutanan. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Kepala BKN Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Sedangkan petunjuk teknis jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 272/Kpts-II/2003 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Semoga buku Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dapat dijadikan p e d o m a n b a g i p e n y e l e n g g a r a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n .

Kepala Pusat

Ir. M. Ali Arsyad, M.Sc NIP. 19530511.198203.1.002

i

DAFTAR ISI
PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA I. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........... PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33/M.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ............................................................................... PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ........ KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ................................... KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA VII. KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ....................................................................................... 121 - 319 Hal

1-

7

II.

9 - 12

III.

13 - 15

IV.

17 - 42

V.

43 - 68

VI.

69 - 121

ii

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIKROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.40/Menhut-II/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan, terdapat perubahan nomenklatur instansi Pembina teknis Penyuluh Kehutanan dari Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan menjadi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; bahwa dengan adanya perubahan nomenklatur tersebut berdampak pada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga perlu dilakukan revisi, khususnya yang berkaitan dengan penilaian dan penetapan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan; bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a dan b di atas, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri

b.

c.

1

Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/ M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3000) sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412); Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintahan Nomor 40 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 51. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5121); Peraturan Pemerintahan Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193);

2.

3.

4.

2

5. 6.

Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010; Keputusan Presiden Nomor: 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006; Usul Menteri Kehutanan dengan surat Nomor: S.132/Menhut-IX/2011 tanggal 11 Maret 20011; Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor K.26-30/V.110-1115/93 tanggal 19 April 2011; MEMUTUSKAN:

7.

8. 9.

Memperhatikan :1. 2.

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA.

Pasal I Beberapa ketentuan dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006 diubah sebagai berikut:

3

pangkat Pembina. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Pembina Tikat I. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Sekretaris Daerah Provinsi atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluhan Kehutanan Penyelia. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya. dan Kabupaten/Kota. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. b. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Provinsi. golongan ruang IV/b dan pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan. b. pangkat Pembina. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. (2) Dalam menjalankan tugas. Ketentuan Pasal 15. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. 4 . dibantu oleh: a. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pangkat Penata Tingkat I. pangkat Penata Muda. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Kepala Badan yang menangani penyuluhan kehutanan. pangkat Penata Tingkat I. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah: a. selanjutnya disebut Tim Penilai Unit Kerja. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. c. pangkat Penata Muda. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. d. Golongan ruang III/a Pembina. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementrian Kehutanan. pangkat Pengantur Muda Tingkat I.1. pangkat Penata Muda. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana.

b. 2. Seorang Sekretaris merangkap Anggota yang berasal dari unsur kepegawaian. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat . Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Provinsi bagi Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di provinsi. (4) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh: a. c. Sekretaris Daerah Provinsi atau Pejebat eselon II yang membidangi penyuluhan Kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Provinsi. b. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Sekretaris daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota.c. d. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 16 (1) Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terdiri dari unsur teknis yang membidangi penyuluhan kehutanan. (5) Syarat untuk menjadi Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. d. Adalah : a. paling kurang 2 (dua) orang berasal dari pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan. d. c. unsur kepegawaian dan pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan (2) Susunan keanggotaan Tim Penilai sebagai berikut : a. 5 . Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota. Ketentuan Pasal 16. (3) Anggota tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. Seorang Ketua merangkap Anggota. Selanjutnya disebut Tim penilai Kabupaten /Kota. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Unit Kerja.

Ketentuan Pasal 19. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. dan Kabupaten/Kota. Sekretaris Badan yang membidangi Penyuluhan Kehutanan. c. pangkat Pembina.b. pangkat Pembina Tingkat I. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. c. pangkat Penata Muda. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. 3. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementerian Kehutanan. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan di Provinsi Kepada b. golongan ruang IV/b dan Pangkat Pembina Utama Muda. (7) Masa jabatan anggota Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Provinsi. Dapat aktif melakukan penilaian (6) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. Pimpinan unit Kerja yang membidangi Penyuluhan Kehutanan di Kementerian Kehutanan kepada Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Provinsi. Sekretaris Daerah Provinsi dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota kepada Kepala Badan yang membidangi Penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. 6 . pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai Unit Kerja. (8) Apabila Tim Penilai belum dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut : Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a.

d. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 30 Mei 2011 ME E NT Menteri Negara NEG R I Pemberdayagunaan Aparatur Negara A Dan Reformasi Birokrasi. NE G S I ARA RA E. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Pembina. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Pasal II Peraturan Menteri Negara Pemberdayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.E Mangindaan R A PEND A AY N DA R G UN UR R A AT K A E E F A N A PA R OR P RO SI UB MASI BI E LIK INDON 7 . pangkat Pembina. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Muda golongan raung III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama.Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Penata Muda golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Tingkat I. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I.

.

maka dipandang perlu mengubah Keputusan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara Nomor: 130/KEP/M. bahwa dalam penerapan jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. 9 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. NOMOR 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Menimbang : a. bahwa dengan adanya perubahan institusi pendidikan sebagaimana dimaksud dalam butir a di atas. sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169. b.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041).MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33 /M. khususnya untuk tingkat terampil yang di persyaratkan minimal Pendidikan Diploma III sulit dipenuhi karena adanya perubahan Institusi pendidikan. Mengingat : 1.

Peraturan Pemerintah nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017). 3. Peraturan Pemerintah nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198. 7. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2823).2. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015). Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547). 5. P e m i n d a h a n . Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019). 10 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332). d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263). Peraturan Pemerintahan Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . 8. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 151). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098). 6.

9. Tugas.587/II. Berijazah paling rendah SMU/SMK sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan : Pangkat paling rendah Pengatur Muda Tingkat I. 2. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2(dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. 11 . Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 3. menjadi berbunyi sebagai berikut : " Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil atau Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli dapat dipertimbangkan setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Fungsi Susunan Organisasi. 4. dan Tata Kerja Kementerian Negara. Usul Sekertaris Jendral Depertemen Kehutanan Nomor S. Memperhatikan :1. 10.peg/2006 tanggal 7 Juni 2006.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA Pasal I Mengubah ketentuan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. 2.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor : K26-30/V96-7/93 tanggal 5 September 2006. golongan ruang II/b. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil : 1.

2. golongan ruang III/a." Pasal II Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan. Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA :12 Oktober 2006 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. 7. penyuluhan kehutanan. 5. adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. 7. Tersedianya lowongan dalam formasi jabatan. 6. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli : 1. Paling tinggi usia 50 tahun. pengembangan profesi. Pangkat paling rendah Penata Muda. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksana Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam I (satu) tahun terakhir. Berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. dan penunjang tugas penyuluhan kehutanan setelah ditetapkan oleh pejabatan yang berwenang menetapkan angka kredit. 3. b. dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh yang berasal dari pendidikan .5. Paling tinggi usia 50 tahun. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D 12 N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI . Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2 (dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. Tersedia lowongan dalam formasi jabatan. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 6. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 4.

Lampiran II NOMOR TANGGAL : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60 /M. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). Mengingat : 2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. 13 . 1. Menimbang : Bahwa dalam rangka mengembangkan jabatan fungsional jenjang ahli. dipandang perlu mengubah Lampiran I dan atau II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041).

Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. 6. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). setelah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). 9. P e m i n d a h a n . Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). 14 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). 4. Tambahan Lembaran Negara Nomor 32. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara. Tugas Fungsi. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32.3. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. 8. 7.

Pasal I Mengubah ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. sehingga seluruhnya berubah menjadi berbunyi sebagai berikut : "Unsur pendidikan Ijazah Doktor menjadi 200 angka Kredit. Pasal II Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYA GUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. Kewenangan. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 1 Juni 2005 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA.11. Memperhatikan : Pertimbangan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat nomor WK26-30/V50-8/93 tanggal 29 April 2005. Susunan Organisasi. Ijazah Pasca Sarjana menjadi 150 angka Kredit. Tugas. Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perubahan Kelima Atas keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Fungsi. dan Ijazah Sarjana/D IV menjadi 100 angka kredit". RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI 15 .khususnya sub unsur pendidikan sekolah dengan memperoleh Ijazah/gelar. dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen.

.

17 .PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan lampiran I dan atau lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Menimbang : bahwa dengan berlakunya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. Mengingat : 2. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. 1. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. dipandang perlu mengatur ketentuan pelaksanaanya dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M.

Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. 9. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. 4. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 7. 18 . Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. 5. 6. 8. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. P e m i n d a h a n .3. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32.

Pasal 2 Untuk memperjelas pelaksanaan Peraturan ini. dilampirkan salinan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.10. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005. 19 . MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. 11. Tugas. sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan ini. Fungsi Kewenangan.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Pasal 1 Ketentuan pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Peraturan ini.

PAN/6/2005 tanggal 1 Juni 2005 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005 AN K E P E G A WA AB AD K E PA L Badan Kepegawaian Negara N NE GARA IA Kepala RE PU BLI S NE K I N D OPrapto IA Hadi 20 .Pasal 3 Apabila dalam melaksanakan Peraturan ini dijumpai kesulitan agar ditanyakan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk mendapatkan penyelesaian. Pasal 4 Peraturan Ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak ditetapkanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.

wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan untuk kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit. 2. Jabatan Fungsional. 3. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian dan/atau keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi. Jabatan Fungsional Tertentu.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA I. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. 21 . PENDAHULUAN A. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. tanggung jawab. 5. Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi Negara. Jabatan Karier. UMUM 1. tanggung jawab. 4. adalah suatu kedudukan yang menunjukan tugas. adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi syarat yang ditentukan. tanggung jawab.Lampiran I NOMOR TANGGAL PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. Jabatan Struktural.

Penetapan jabatan dan angka kredit jabatan fungsional dilakukan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur Negara. 3. Pendidikan Formal. TUJUAN Ketentuan dalam Peraturan ini sebagai petunjuk bagi instansi Pembina Jabatan Fungsional dan Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menjamin kelancaran dan keseragaman dalam penetapan pemberian Angka Kredit khususnya sub unsur pendidikan formal dengan memperoleh ijazah/gelar bagi jabatan fungsional tertentu. pendididkan menengah. PENGERTIAN Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. khusus bagi yang pada saat melamar paling rendah memiliki dan menggunakan Ijazah antara lain Ijazah apoteker. adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat. Angka Kredit. adalah pengangkatan Pegawai negeri Sipil ke dalam jabatan fungsional tertentu melalui formasi Calon Pegawai Negeri Sipil. dengan memperhatikan usul dari pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan teknis secara tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara. 4. Instansi Pembina jabatan fungsional. dan pendidikan tinggi. 5. adalah pengangkatan pegawai Negeri Sipil dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lain ke dalam jabatan fungsional tertentu. Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. C.6. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan. B. Pengangkatan Pertama. 6. adalah instansi yang bertugas membina suatu jabatan fungsional menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. 2. 22 .

II. BESARAN ANGKA KREDIT Besaran angka kredit untuk Ijazah yang diperoleh dari pendidikan formal diubah sebagai berikut : ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT TERAMPIL No. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh pejabat struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen. adalah golongan ruang III/b. Propinsi. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. 1 2 3 Pendidikan Sarjana (S1) / DIPLOMA IV Dokter/Apoteker/Magister (S2) Doktor (S3) Angka Kredit Lama 75 100 150 Baru 100 150 200 23 . 1 2 3 Pendidikan SLTA/DIPLOMA I DIPLOMA II DIPLOMA III / Sarjana Muda Angka Kredit Lama 25 50 50 Baru 25 40 60 ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT AHLI No. Pimipinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan. 8. 9. 7. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah. adalah Bupati/Walikota. dan Ijazah lain yang setara. Kepala Kepolisian Negara. adalah Menteri. Jaksa Agung.Ijazah dokter. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. adalah Gubernur.

SLTA/Diploma I memperoleh penigkatan pendidikan/ijazah Diploma II Mendapat tambahan angka kredit 15. Contoh 1 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl. A.III. Magister (S2) memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Doktor (S3) Mendapat tambahan angka kredit 50. b. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda/Diploma III Mendapat Tambahan angka kredit 35. S a r j a n a M u d a / D i p l o m a I I I m e m p e r o l e h p e n i n g k a ta n pendididkan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 40. 6 September 1959 : SLTA : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 g. e. Sarjana (S1) Diploma IV memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Mendapat tambahan angka kredit 50. h. TATA CARA PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT Penetapan pemberian besaran angka kredit sebagaimana tersebut pada Angka Romawi II hanya berlaku untuk pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional dan bagi pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) mendapat tambahan angka kredit 60. c. Lahir Pendidikan CPNS PNS 24 . : : Roby : 260004600 : Jakarta. Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : a. f. Pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda//Diploma III Mendapat tambahan angka kredit 20. d. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 75.

03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. Slamet NIP : 260004500 Tempat/Tgl Lahir : Sukabumi 6 September 1959 Pendidikan : Sarjana (S1) Tahun 2004 CPNS : 1 Maret 1983 PNS : 1 Maret 1984 Pangkat/Golru/TMT : Penata. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 25 Ijazah SLTA : 60 Angka Kredit yang diperhitungkan : 35 Saudara Roby mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 35 angka kredit • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Diploma III : 35 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian. Contoh 2 : Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs. telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105.- Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : Penata. III/c TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Manajemen Sumber Daya Aparatur. III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002.00 Jumlah : 245. 25 .05 Saudara Roby telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 245. : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2004 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Doploma III Administrasi Kepegawaian Negara.05.02 Pembinaan Kepegawaian : 75.

17.Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah Sarjana (S1) : 100 Ijazah Magister (S2) : 150 Angka Kredit yang diperhitungkan : 50 Saudara Drs.02 Pembinaan Kepegawaian : 53.03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25. 3 April 1978 26 .12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 Paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. golongan ruang II/a. 1. b. Contoh : • Seorang Pengawal Negeri Sipil : Nama : Nining NIP : 260006810 Tempat/Tgl Lahir : Tangerang.17 Saudara Drs. Pangkat Paling rendah Pengatur Muda. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat terampil harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. Slamet telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 255.00 Jumlah : 255. Berijazah paling rendah SLTA/ DIPLOMA I sesuai dengan kompetensi jabatan fungsionalnya. Slamet mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 50 angka kredit • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Ijazah Magister (S2) : 50 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 45. B. c. Pengangkatan Pertama Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional melalui pengangkatan pertama setelah berlakunya peraturan ini.

55.02 Pembinaan Kepegawaian : 2. 2. golongan ruang II/c dengan angka kredit 67.- Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru Jabatan Unit Kerja : Diploma III : 1 Maret 2004 : 1 Mei 2005 : Pengatur. II/c : --: Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Ijazah Diploma III : 60 • Diklat prajabatan : 1. Pangkat paling rendah Penata Muda golongan ruang III/a. Tuparno NIP : 26006809 Tempat / Tgl Lahir : Kebumen. 3 April 1976 Pendidikan : Sarjana (S1) CPNS : 1 Maret 2004 PNS : 1 Mei 2005 Pangkat / Golru : Penata Muda. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. c. b. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut : a.5 • Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencana Kepegawaian : 3.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 67.55 Saudari Nining dapat diangkat jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat terampil jenjang Analis Kepegawaian Pelaksana pangkat Pengatur. Berijazah paling rendah Sarjana (S1) Diploma IV sesuai dengan kompetensi jabatan fungsional. III/a Jabatan : --Unit Kerja : Biro Kepegawaian 27 .

05. Memiliki pengalaman dalam bidangnya paling kurang 2 (dua) tahun. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan : : Drs.03 Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 113. c. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan fungsional melalui perpindahan jabatan.05 Saudara Drs Tuparno dapat diangkat dalam jabatan fungsional Analis Kepegawaian tingkat ahli jenjang Analis Kepegawaian Pertama pangkat Penata Muda. dan kegiatan penunjang tugas Analis Kepegawaian sewaktu bertugas pada unit tersebut. Usia palking tinggi 50 (lima puluh) tahun atau 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun dari jabatan yang diduduki. 3 April 1960 : Sarjana (S1) 28 .Sudarja : 260004809 : Kebumen. C. pangkat ditetapkan sesuai dengan pangkat terakhir yang dimiliki sedangkan jabatan fungsional ditetapkan sesuai dengan besarnya angka kredit yang diperoleh dari pendidikan dan tugas pokok. Persyaratan Pengangkatan melalui Perpindahan Jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. b. Memenuhi syarat ketentuan pengangkatan jabatan fungsional tingkat terampil atau tingkat ahli. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat Prajabatan : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencanaan Kepegawaian : 7. Pegawai negeri Sipil yang pindah dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lainnya.pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. d. pengembangan profesi.02 Pembinaan Kepegawaian : 3. golongan ruang III/a dengan angka kredit 113.

Pegawai Negri Sipil yang menduduki jabatan fungsional tingkat terampil telah memiliki pangkat Penata Muda. III/c TMT 1 April 2002 : Pengadministrasi : Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang besangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analisis Kepegawaian. Sudarja dapat diangkat dalam jabatan fungsiomal Analisi Kepegawaian tingkat ahli. Maka penghitungan angka Kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat fungsional tingkat ahli : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 25. Ijazah sesuai denngan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. 29 . Telah menduduki pangkat minimal penata Muda.02 Pembinaan Kepegawaian : 23. Golongan Ruang III/a. pengangkatan kedalam jabatan fungsional tingkat ahli selain ijazah yang diperoleh harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan bagi jabatan fungsional tersebut.03 Penunjang tugas Analisis Kepegawaian : 5.- CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : 1 Maret 1984 : 1 Mei 1986 : Penata. juga harus memenuhi persyaratan lain yang ditentukan untuk menduduki jabatan fungsional tingkat ahli. jejang Analis Kepegawaian Pertama pangkat penata. 1. Telah lulus diklat fungsional tingkat ahli. Persyaratan Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah sebelum tanggal 1 Juni 2005 dan belum dinilai angka kreditnya. c. b.05 Saudara Drs.05 D. maka apabila yang bersangkutan akan pindah jabatan dari tingkat terampil menjadi tingkat ahli. Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli. d.00 Jumlah : 155. golongan ruang III/c dengan angka kredit 155. Telah mencapai angka kredit kumulatif yang ditentukan. golongan ruang III/a ke atas.

Contoh : 1 • Seorang Pegawai Negeri Sipil: Nama : Rakimin NIP : 260005700 Tempat/Tgl Lahir : Jakarta 2 September 1971 Pendidikan : SLTA CPNS : 1 Maret 1990 PNS : 1 Mei 1991 Pangkat/Golru/TMT : Pengatur TK I, II/d TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Pelaksana TMT 1 Desember 2001 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Kepegawaian. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah SLTA : 25 Ijazah Sarja (S1) : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 75 Saudara Drs. Rakimin mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 75 angka kredit. Saudara Drs. Rakimin dapat dipindahkan dalam jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat ahli apabila sudah mencapai pakat Penata Muda, golongan ruang III/a, dan persyaratan lain melalui pencapaian angka kredit tambahan dari peningkatan pendidikan/ijazah. • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan kepegawaian : 25,02 Pembinaan Kepegawaian : 35,03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 2,00 Jumlah : 164,05 Setelah Saudara Drs. Rakimin naik pangkat Penata Muda Golongan ruang III/a, dan telah lulus diklat fungsional tingkat ahli maka dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli dengan Pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a

30

jabatan Analis Kepegawaian Pertama, dengan Angka Kredit 164,05. Contoh : 2 • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Dadang : 260004502 : Sukabumi; 11 Juli 1959 : Diploma II Tahun 1998 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka Perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan • Ijazah Diploma II : 40 • Ijazah Sarjana (S1) : 100 • Angka Kredit yang diperhitungkan : 60 Saudara Drs. Dadang mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 60 angka kredit. • Ijazah Diploma II : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 60 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjangan tugas Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 270,17 Saudara Drs. Dadang dapat diangkat dalam jabatan analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian muda, dengan Angka Kredit 270,17. Contoh : 3 • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Tatang NIP : 260004501

31

-

Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja

: Sukabumi,6 Oktober 1959 : Diploma III Tahun 1999 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 60 • Ijazah Diploma III :100 • Ijasah Sarjana(S1) : 40 Saudara Drs. Tatang mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 40 angka kredit • Ijazah Diploma III : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 40 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian Jumlah : 250,17 Saudara Drs. Tatang dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 250,17. Contoh 4 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Roby : 260004600 : Jakarta, 6 September 1959 : Diploma III Tahun 2004 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

32

pada bulan 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut: • Pendidikan Diploma III : 60 • Pendidikan Sarjana : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 40 Saudara Roby Mendapatkan tambahan angka kredit untuk kependidikan adalah 40 angka kredit. • Diploma III : 60 • Ijazah Sarjana : 40 • Diklat Tingkat Ahli : 2 • Pelaksanaan Tugas Pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105,02 Pembinaan Kepegawaian : 75,03 • Penunjang Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 287,05

IV. PENUTUP

Saudara Drs. Roby dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian Tingkat Ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 287,05.

Demikian, apabila terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat dikoordinasikan dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Atas perhatian dan Kerja samanya diucapkan terimakasih. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005
AD

AN

K E P E G A WA

K E PA L

Badan Kepegawaian Negara
N
NE
GARA

IA

Kepala

AB

RE

PU

BLI

S NE K I N D OPrapto

IA

Hadi

33

Contoh : A1

34

Contoh : A2

Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005

TMT

35

Contoh : B1 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT /TMT 36 .

Contoh : B2 Masa Penilaian : 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 37 .

Contoh : C Masa Penilaian : 1 Oktober 1999 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 38 .

Contoh : D1 39 .

Contoh : D2 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 c 40 .

Contoh : D3 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 41 .

Contoh : D4 Masa Penilaian : 1 Juli 2005 s/d 31 Oktober 2005 Sarjana 42 .

Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri. 2. bahwa dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 4. Mengingat : 1.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Nomor : 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Menimbang : a. bahwa Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya tersebut ditetapkan dengan Keputusan Kepala BKN. 43 . Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. 3. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dipandang perlu mengatur petunjuk pelaksanaan jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah b.

beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Fungsi. 12. 7. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Kewenangan. 11. 8. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 6. Tugas. 9. 13. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2003. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 44 . Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.

adalah Pejabat 2. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. mau dan mampu memahami. Penyuluh kehutanan. Penyuluh Kehutanan. 7. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. 6. metodologi dan teknik analisis tertentu. Angka Kredit. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. sikap perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. 4. adalah proses pengembangan pengetahuan. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. Tim Penilai Angka Kredit. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. 3. 5. 45 . adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pengangkatan dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Pejabat yang berwenang mengangkat. tanggung jawab.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA.

dilakukan 46 . adalah Menteri Kehutanan. b. d. adalah Departemen Kehutanan. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat. (2) Setiap usul penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilampiri dengan : a. BAB II USUL DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 2 (1) Usul penetapan angka kredit disampaikan apabila menurut perhitungan sementara dari Penyuluh Kehutanan. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. evaluasi dan pelaporan p e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n d a n b u k t i f i s i k n y a . Surat pernyataan melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. 11. Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang tugas penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Surat pernyataan melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. adalah Bupati/Walikota. c. Surat pernyataan melakukan kegiatan pemantauan. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi. 10. f. e. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. g. Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan.Pembina Kepegawaian masing-masing atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Salinan atau fotocopy Ijazah/Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) dan atau keterangan/penghargaan yang pernah diterima (apabila ada) yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi telah dapat dipenuhi. adalah Gubernur. 8. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat berkenaan dengan Penyuluh Kehutanan. 9.

Asli Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan kepada Kepala BKN/Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan.selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat sebagai berikut : a. b. (3) Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit berhalangan sehingga tidak dapat menetapkan angka kredit dalam batas waktu sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (3). dengan ketentuan : a.PAN/12/2002. maka spesimen tanda tangan pejabat yang menggantikan disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. (5) Apabila terdapat pergantian pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. angka kredit ditetapkan selambat-lambatnya pada bulan Juli tahun yang bersangkutan. b. Pasal 3 (1) Setiap usul Penetapan Angka Kredit bagi Penyuluh Kehutanan harus dinilai secara seksama oleh Tim Penilai. Untuk kenaikan pangkat periode Oktober. (2) Hasil penilaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).PAN/12/2002. Untuk kenaikan pangkat periode April. maka spesimen tanda tangan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (3) disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. dengan berpedoman pada Lampiran I dan Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. dan Tembusan disampaikan kepada : 1) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran I. 3) Pejabat lain yang dipandang perlu. angka kredit ditetapkan selambatlambatnya pada bulan Januari tahun yang bersangkutan. 2) Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 47 . (4) Dalam rangka pengendalian dan tertib administrasi penetapan angka kredit. maka pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat mendelegasikan kepada pejabat lain satu tingkat lebih rendah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.

anggota Tim Penilai dalam diangkat dari pejabat lain yang mempunyai kompetensi dalam bidang penyuluhan kehutanan. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada huruf a.BAB III TIM PENILAI Pasal 4 (1) Syarat pengangkatan untuk menjadi anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (3) Keputusan Menteri Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 3 0 / K E P / M . Mempunyai kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. (2) Masa kerja keanggotaan Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 . y a i t u : a. b. dan Dapat aktif melakukan penilaian. Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. (3) Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa keanggotaan sebagaimana dimaksud ayat (1). Sekurang-kurangnya menduduki jabatan/pangkat setingkat dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. (4) Dalam hal komposisi jumlah anggota Tim Penilai seluruhnya atau sebagian tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan karena belum ada/tidak ada yang memenuhi syarat menjadi anggota Tim Penilai. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. (2) Tugas pokok Tim Penilai Pusat adalah : 48 . PASAL 5 (1) Tugas pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : a. b. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain. c.

yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a.a. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. b. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. (4) Tugas pokok Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah : a. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/Kota masingmasing. (3) Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : a. b. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membindangi kehutanan. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Propinsi masing-masing. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dengan huruf a. (5) Apabila Tim Penilai Propinsi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. 49 . dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain. b. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama dan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan.

Ketua Tim Penilai dapat mengusulkan anggota pengganti yang memiliki kompetensi sesuai masa kerja yang tersisa kepada pejabat yang berwenang menetapkan Tim Penilai. baik yang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau bukan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. Pasal 6 (1) Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. dibentuk Sekretariat Tim Penilai yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai yang secara fungsional dijabat oleh pejabat di bidang kepegawaian. (2) Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. (9) Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Sekretariat Jenderal. (7) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang pensiun atau berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut. 50 .PAN/12/2002. Pasal 7 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota lain yang terdekat. (8) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang turut dinilai. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku Pimpinan Instansi Pembina jabatan Penyuluh Kehutanan.(6) Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat pengganti anggota Tim Penilai yang bersangkutan. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. (3) Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. Tim Penilai Pusat. (2) Sekretariat Tim Penilai dibentuk dan ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.

golongan ruang IV/c ditetapkan dengan Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. dapat dipertimbangkan apabila : a. digunakan sebagai dasar untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. (4) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. c. b.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. c.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. setiap kali dapat dipertimbangkan apabila : a. (5) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. b. golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. (3) Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. 51 . Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.BAB IV KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT Pasal 8 (1) Penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2). Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. (2) Kenaikan jabatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. (6) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat yang menduduki jabatan : a.

golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. (8) Kenaikan pangkat pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan : a. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/d. 52 . dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. dan b. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. b. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. (7) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Propinsi yang menduduki jabatan : a. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda. golongan ruang IV/b. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang III/d. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. pangkat Penata Tingkat I. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang III/d. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. b. golongan ruang III/d. ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk. golongan ruang IV/b.

Pangkat Pembina. 53 . b. Pasal 9 (1) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi.(9) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan. Setiap unsur penilaian dalam DP. maka Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dapat diangkat dalam jenjang jabatan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki. (2) Apabila kelebihan jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (1) memenuhi jumlah angka kredit untuk kenaikan jabatan 2 (dua) tingkat atau lebih dari jabatan terakhir yang diduduki. setiap kali kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi disyaratkan mengumpulkan 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi tersebut. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/b ditetapkan oleh Gubernur yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. (3) Penyuluh Kehutanan yang naik jabatan sebagaimana dimaksud ayat 2 (dua). golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina Tingkat I. dengan ketentuan : a. kelebihan angka kredit tersebut dapat diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. yang berasal dari kegiatan unsur utama.3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

maka pengangkatan Penyuluh Kehutanan harus memperhitungkan keseimbangan antara beban kerja dengan jumlah Penyuluh Kehutanan sesuai jenjang jabatannya. 3. Pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan ketentuan sebagai berikut : 1. pembebasan sementara dan pemberhentian dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran III. 54 . Pasal 12 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tidak dapat merangkap jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain. (2) Pengangkatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pengangkatan pertama kali dan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran II. harus didasarkan pada formasi yang ditetapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara. ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran IV. PEMBEBASAN SEMENTARA DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 10 Pengangkatan. Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata.BAB V PENGANGKATAN. Pasal 11 (1) Untuk menjamin tingkat kinerja Penyuluh Kehutanan dalam mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat. 2.

(5) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). golongan ruang IV/b dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. e. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. atau Cuti di luar tanggungan negara. atau Ditugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. atau Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. kecuali untuk persalinan ke empat dan seterusnya. (6) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap 55 . d. c. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966.golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. (4) Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). (3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. ayat (2) dan ayat (3) Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya apabila : a. b. ayat (2) dan ayat (3) didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980.

kecuali jenis hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1). atau Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) dan ayat (3). 56 . Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. 3. atau 2. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. Pasal 14 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : 1. b. tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. (7) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan.melaksanakan tugas pokok. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir. selama pembebasan sementara dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya secara pilihan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku apabila : a. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.

apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. (3) Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan.BAB VI PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN Pasal 15 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. (2) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. 57 . (5) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Pasal 16 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut pada Pasal 15 ayat (1) sampai dengan ayat (5). (4) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula.

sedangkan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh dari kegiatan unsur utama setelah melalui penilaian dan penetapan angka kredit dari pejabat yang berwenang.BAB VII PERPINDAHAN JABATAN Pasal 17 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan atau perpindahan antara jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. c. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja (DP. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya.PAN/12/2002.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22. Pasal 23 dan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. b. d. (2) Pangkat awal yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya. 58 .

dan Fasilitas penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. f. d. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. 59 . antara lain melakukan : a.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 18 (1) Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. c. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. b. (2) Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. e.

BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19 (1) Dengan berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. maka jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang didasarkan kepada Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988 harus disesuaikan ke dalam tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 7 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Pasal 20 Penyuluh Kehutanan yang telah memperoleh Ijazah Sarjana/Diploma IV. (3) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2003 dan harus sudah selesai ditetapkan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret 2004.PAN/12/2002. sebelum berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 60 .PAN/12/2002. (2) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana ditetapkan pada ayat (1) di atas ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit terakhir yang diperoleh Penyuluh Kehutanan.PAN/12/2002 dapat diangkat dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli.

dinyatakan tidak berlaku.BAB X PENUTUP Pasal 21 Petunjuk Pelaksanaan yang belum cukup diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Kepala BKN. dilampirkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Pasal 23 Dengan berlakunya Keputusan ini maka Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 12/SE/1988 sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala BAKN Nomor 348/MENHUT-11/1988 dan Nomor 12/SE/1988. Pasal 24 Keputusan ini disampaikan kepada instansi terkait yang berkepentingan.PAN/12/2002 sebagaimana tersebut pada Lampiran V. Pasal 25 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 12 Agustus 2003 KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BA PEGAW AIA N KE DA N GARA NE KEPALA EP UB L IK I N D O N HARDIJANTO ES IA R 61 . Pasal 22 Untuk memperjelas dan mempermudah pelaksanaan Keputusan ini.

. Ditetapkan di : Pada tanggal : 62 . TEMBUSAN disampaikan kepada : 1............. Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan......... evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan e Pengembangan penyuluhan kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL... Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit....... / PANGKAT ..... 3......... 5................. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan... I II III KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan penyuluhan kehutanan c Pelaksanaan penyuluhan kehutanan d Pemantauan. ..... / TMT.....CONTOH PENETAPAN ANGKA KREDIT LAMPIRAN I KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / / Masa Penilaian : ... Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan....... 4.... Kepala Biro Kepegawaian/ BKD yang bersangkutan *) *) coret yang tidak perlu. LAMA BARU JUMLAH ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan..... s/d ..... 2..

........ Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................... 3./....... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.............. 5.............. ....... dipandang perlu mengangkat/ mengangkat kembali *) saudara ............. NOMOR : ..... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001...... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ..................... 9.............. 6............................. tanggal ................... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002.......... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999.................. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994......................... 7................. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ..... ....................... 2..... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA/PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a....... b. 4............................/. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999.......... 63 ........................ 8....CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA KALI/ PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN KEPALA BADAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ......................... Mengingat : 1......... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002................. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003...............

................. ruang/TMT : . N a m a : ............................................................................... 2.......... d.............................. c................... 64 ............................................................. mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a.............................................. 5.....MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ...... dengan angka kredit sebesar . b. Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.................. 4....................... ................ Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya........ 3. ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.......... (diisi dengan angka dan huruf) ...................... *) coret yang tidak perlu................................. Unit kerja : .............................................................. Pangkat/Gol.. dalam jabatan .. NIP : .....

........................ 6../......... Mengingat : 1..... 7.. membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan........................... NOMOR : ....................................... pangkat/golongan ruang ..... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .......... dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan.. Bahwa saudara ........................................................ Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002.............................................. 2.... berdasarkan ......./.... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003...... MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ........... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001.......CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN III KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ................... jabatan .................. ..... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a............ karena ........................................... 5........................................... 65 .. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999................ Pegawai Negeri Sipil : b. . Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002....................................... 4.... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .... 3................................................... .. NIP.........

....... Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1........................ ruang/TMT : .... Unit kerja : .............a................................. N a m a : .. b.......... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya..................... 5................... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.. 3................................. d................. 2..... KEDUA KETIGA : : ................... ............ Pangkat/Gol............................................................................................ NIP : .............. c............... 66 .... 4...................................... *) coret yang tidak perlu.. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu.................................... dari jabatan ............

....... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994... pangkat/golongan ruang . NIP................................... .......................................... tanggal .................. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.. jabatan ....................../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka 1 (satu) tahun dibebaskan sementara*).. 4.. NOMOR : .......... 2.... ............... b........... terhitung mulai tanggal .................................. 6.......................... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001...... 5..................../............ telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor ........................ 8..... Mengingat : 1........................................ TENTANG PEMBERHENTIAN DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a........................... ................................... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ............CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN IV KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ............ Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002......... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002.................. 67 .. 3...... Bahwa saudara .. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ................. 7...................../...............

............... 5......................................... b............................. .................... 3................ c................................... NIP : .. Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1......... memberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya... N a m a : ....................................... ........ dari jabatan ............. Unit kerja : ..................................................................... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya..........................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ........ *) coret yang tidak perlu. Pegawai Negeri Sipil : a....... d....... 4............ Pangkat/Gol............................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu........................................ ruang/TMT : .. 2................. 68 ....

3. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Mengingat : 1. dipandang perlu menetapkan kembali Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. 69 . bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil dan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. bahwa untuk maksud tersebut huruf a diatas. dipandang perlu meninjau kembali ketentuan tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 6 / M E N PA N / 1 9 8 8 . 2. b.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Menimbang : a. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999.

dan Tata Kerja Menteri Negara sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2002. 6. 5. Pertimbangan Kelapa Badan Kepegawaian Negara dengan suratnya Nomor K. 8. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan.4. Susunan Organisasi. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. 7. Tugas.26-30/V. Keputusan Presiden Nomor 101 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.74-7/18 tanggal 23 Agustus 2002. Fungsi. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. 11. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. 70 . Fungsi. Usul Menteri Kehutanan dalam surat Nomor 1138/MENHUT-II/2002 tanggal 15 Juli 2002. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 2. Kewenangan. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No. Memperhatikan : 1. 26 Tahun 2001. Kewenangan. Tugas. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. 9.

Kehutanan. kawasan hutan. wewenang. metodologi dan teknik analisis tertentu. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. tanggung jawab. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. 2. 4. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. 71 . adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. 3. Penyuluh Kehutanan. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan.

6. 7. Penyuluhan Kehutanan. adalah proses pengembangan pengetahuan.5. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. Angka kredit. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. Tim Penilai Angka Kredit. mau dan mampu memahami. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. 72 . adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.

melaksanakan. adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil. mengembangkan. Pasal 4 Tugas pokok Penyuluh Kehutanan. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. Pasal 3 (1) Penyuluh Kehutanan berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional penyuluhan kehutanan pada instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK Pasal 2 Penyuluh Kehutanan termasuk dalam rumpun ilmu hayat. adalah menyiapkan. 73 .BAB II RUMPUN JABATAN. (2) Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

Pengembangan penyuluhan kehutanan : 1. 3. 2. Persiapan penyuluhan kehutanan. 2. 74 . Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan: 1. 3. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pendidikan dan pelatihan fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. 2. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. f. 3. terdiri dari : a. 3. Pengembangan profesi : 1. materi. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. Pemantauan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan Kehutanan. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. c. 4. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. metodologi. meliputi : 1. meliputi : 1. Pengembangan aspek teknik. d. Pengembangan aspek kelembagaan/manajemen penyuluhan kehutanan. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. 4. e. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pendidikan. 2. meliputi : 1. 2.BAB III UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 5 Unsur dan sub unsur kegiatan Penyuluh Kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 2. b.

Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 7. Mengejar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. 75 . Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. Penunjang penyuluhan kehutanan : 1. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan. 6.g. 3. 4. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Memperoleh piagam kehormatan. 2. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. 5.

golongan ruang II/b. terdiri dari : 1. Penata Muda. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. terdiri dari : 1. Penyuluh Kehutanan Pertama. Penyuluh Kehutanan Muda. golongan ruang III/b. golongan ruang III/c. Pengatur. Pasal 7 (1) Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. Penata Tingkat I. adalah : a. (3) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (2) sesuai dengan jenjang Jabatan. Penyuluh Kehutanan Penyelia. c. golongan ruang III/a. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. golongan ruang II/c. adalah : a. 2. Penyuluh Kehutanan Pertama. Penyuluh Kehutanan Penyelia. terdiri dari : 1. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. b. c. terdiri dari : 1. golongan ruang III/d. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. 76 . 2. b.BAB IV JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 6 (1) Jabatan Penyuluh Kehutanan terdiri dari Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. adalah : a. 3. Pengatur Muda Tingkat I. (2) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) sesuai jenjang jabatan. (2) Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. golongan ruang II/d. Penata. Pengatur Tingkat I. Penata Muda. Penata Muda Tingkat I. b. golongan ruang III/a. 2. adalah : a. Penyuluh Kehuttanan Madya. c.

golongan ruang IV/c. 2. Penata. Penata Muda Tingkat I. Pembina Utama Muda. Penyuluh Kehutanan Muda. b. 3. Penata Tingkat I. terdiri dari : 1. golongan ruang IV/a. c. terdiri dari : 1. golongan ruang III/b. golongan ruang III/c. Pembina Tingkat I. 77 . Pembina.2. golongan ruang IV/b. Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang III/d. 2.

Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. 8. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. 10. 3.BAB V RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI DALAM PEMBERIAN ANGKA KREDIT Pasal 8 (1) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flip chart (minimal 5 lembar). Penyuluh Kehutanan Pelaksana. 7. 78 . sebagai berikut : a. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan tingkat pelaksana. 12. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 5. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 9. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart/gambar. 11. 4. 2. yaitu : 1. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. 6. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani.

13. Menyusun laporan bulanan. 21. Menjadi pembimbing/ instruktur widya karya atau perjalanan praktek studi banding tingkat desa dan kecamatan. 15. 19. Menumbuhkan organisasi kelompok sasaran. 18. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. Melaksanakan temu lapang. 16. b. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran di tingkat BPP/ Kecamatan. 22. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai dengan lanjut. 79 . 17. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. 20. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. Menyusun laporan Tahunan. 25. 14. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 2. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Menyusun laporan Triwulan. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demplot). Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan. 26. yaitu : 1. 24. Melakukan kegiatan demonstrasi cara. 23. 27.

8. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. Mengolah data materi penyuluhan kehutanan. 5. 13. 16. 9. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Menyusun rencana kerja tahunan. 15. 4. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 7. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. 12. 14. 80 . 17. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto (min 5 lbr). Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 10. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet (min 1000 kata). Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 6. 11. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster.3.

Sebagai moderator dalam temu antar wilayah/teknis. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. 20.18. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan usahatani. 30. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Lanjutan sampai dengan Madya. kehutanan (demontrasi farm). 26. Sebagai pramu wicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. 32. 27. 28. 25. 24. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten/Kota. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. 29. 31. 23. 22. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk specimen. 21. Memberikan bimbingan pada sekolah lapang. Melakukan temu usaha. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 33. Melaksanakan kaji terap teknologi anjuran/uji coba. Melakukan temu karya kepada anggota kelompok tani binaan. 19. 81 . Sebagai narasumber dalam temu teknis wilayah. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran.

Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 82 . Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 37. Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan bulanan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/Kota. Penyuluh Kehutanan Penyelia. 39. yaitu : 1. Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. Menyusun rancangan identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. Menyusun laporan triwulan. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. 2. 36. Menyusun panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan (sekolah lapang/ magang). 7. 6.34. 40. 35. 8. Menjadi instruktur atau pembimbing kegiatan widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat Kabupaten/Kota. 3. Menyusun laporan tahunan. Melakukan pemantauan/pengendalian penyelenggaran penyuluhan kehutanan. 4. c. 5. 41. 38. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi.

17. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Melakukan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. 20. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. 21. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. 11. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. 10. 18. Menganalisis data dalam menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. 14. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat / tokoh agama. 15. 83 . 19. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 13. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). 22. 12. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. 23. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. 16.9.

Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Madya sampai dengan Utama. Menjadi instruktur atau pembimbing studi banding widyakarya tingkat Propinsi. 27. 39. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 28. 26. 84 . Sebagai pembaca naskah/ pemain tunggal dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. 29. 30. Menyusun laporan triwulan. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Kabupaten/Kota. 38. 33. 36. Menyusun kurikulum kursus kelompok sasaran. 37. 25. data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. menganalisis dan menyusun kepada laporan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Propinsi. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. Melaksanakan penilaian lomba bidang kehutanan. Merekomendasi/ tindak lanjut hasil pemantauan/ pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 35. Melakukan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada tokoh masyarakat/ tokoh agama.24. 32. Menyusun laporan bulanan. Menyusun laporan tahunan. 31. Mengolah. 34.

12. 8. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 6. yaitu : 1. 2. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet (min 1000 kata). Penyuluh Kehutanan Pertama. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide (min 10 lbr). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. adalah sebagai berikut : a. 3. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. 13.(2) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan kategori keahlian. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 5. 10. Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 11. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 4. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. 85 . Menyusun rencana kerja tahunan. 7. 9.

Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 18. 24. LSM.14. 30. 15. 28. 19. 86 . Menyusun laporan tahunan. Melakukan temu karya kepada Pemda. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. LSM. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. Sebagai pramu wicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Nasional. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada Pemda. 23. Menyusun laporan bulanan. M e n y u s u n m e t o d a / t e k n i k p e m a n t a u a n / p e n g e n d a l i a n penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Nasional. 20. 29. Sebagai pembicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 17. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 25. 26. 16. 21. 22. 27. Menyusun laporan triwulan. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi sebagai pembicara/penyaji.

sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 13. dan pemerintah pusat. b. 87 . 14. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada perguruan tinggi. 11. 8. cendekiawan. 10. Penyuluh Kehutanan Muda : 1. 6. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Melakukan temu karya kepada perguruan tinggi. Membuat desain kaji terap/uji coba metoda penyuluhan kehutanan.31. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk Video (rekaman) min 5 menit. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. cendekiawan. Menyusun rencana kerja tahunan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide (min 10 lbr). 7. 2. dan pemerintah pusat. Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. 3. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. 5. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet. 12. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. materi. 9. 4.

Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 18. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 30. Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Sebagai pembahas dalam pendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 31. 23. 29. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum). 27. 24. Menyusun laporan bulanan. 16. Menyusun laporan triwulan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnakan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 17. Menyusun laporan tahunan.15. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. 21. 22. 19. Menyusun pedoman lomba bidang kehutanan. 88 . 26. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya tingkat Nasional. 20. 28. 25. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.

10. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat internasional. 34. 8. sarana. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. 2. c. 9. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 35. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Penyuluh Kehutanan Madya : 1. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ metodologi. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani.32. 33. 5. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 6. 7. materi. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 3. 4. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Internasional. 89 .

Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 13. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 16. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 19. Menyusun laporan bulanan. 14. 17. (3) Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan kegiatan pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan diberikan nilai angka kredit sebagaimana tercantum dalam Lampiran I bagi Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Lampiran II bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. 18. 12. Pasal 9 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam 90 . Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara melalui siaran radio/TV. 21. 22. metodologi. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan. materi. 15. 20.11. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan triwulan. Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.

Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya. Unsur utama. (3) Unsur penunjang. adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan kehutanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf g. Pendidikan. Pengembangan penyuluhan kehutanan. 91 . b. b. (4) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan dan angka kredit masing-masing unsur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau satu tingkat dibawah jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. dan f. Pasal 10 Penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). Pengembangan profesi. (2) Unsur utama. Pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. ditetapkan sebagai berikut : a. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II. angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. b. c. Pasal 11 (1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian angka kredit terdiri dari : a. e. d. adalah sebagai berikut : a.pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). Persiapan penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya. b. angka kredit yang diperoleh ditetapkan adalah sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. terdiri dari : a. Unsur penunjang. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I.

setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. 92 . Sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang.Pasal 12 (1) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III dan bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV. golongan ruang IV/c. pada tahun berikutnya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang III/d. (6) Penyuluh Kehutanan Madya. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. dengan ketentuan : a. diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari kegiatan unsur pengembangan profesi. Sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. (4) Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat pada tahun pertama dalam masa jabatan/pangkat yang didudukinya. (2) Penyuluh Kehutanan Madya yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang IV/b dan menjadi Pembina Utama Muda. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang IV/c. (5) Penyuluh Kehutanan Penyelia. b. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. (3) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi.

pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut : a. 40% (empat puluh persen) untuk semua penulis pembantu. 93 . (2) Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. b.Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan yang secara bersama-sama membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama. sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang.

c. (2) Apabila dari hasil catatan atau inventarisasi seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud ayat (1) dipandang sudah dapat memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat/jabatan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan.BAB VI PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 14 (1) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit. yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil. b. Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah : a. secara hirarkhi Penyuluh Kehutanan dapat mengajukan usul penilaian dan penetapan angka kredit. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masingmasing. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. d. 94 . setiap Penyuluh Kehutanan diwajibkan mencatat atau menginventarisir seluruh kegiatan yang dilakukan. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilakukan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing.

Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk Tim Penilai Propinsi. Kehutanan Departemen Kehutanan. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. Seorang Sekretaris merangkap Anggota. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat. selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi. dibantu oleh : a. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk Tim Penilai Sekretariat Jenderal. c. Pasal 16 (1) Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : a. c. (3) Syarat untuk menjadi anggota Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. b. 95 . d. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. c. selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal. d. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Kepala Pusat Bina Penyuluhan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi bagi Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang Anggota. (2) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh : a. b. selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota. d.(2) Dalam menjalankan tugas. Seorang Ketua merangkap Anggota. adalah : a. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan bagi Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. b.

Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan kepada Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan.b. Pasal 18 Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. b. ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku pimpinan instansi pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan. (2) Apabila terdapat anggota Tim Penilai yang ikut dinilai. Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai Pengganti. c. (4) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. (6) Apabila tim Penilai belum dapat dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan 96 . Dapat aktif melakukan penilaian. (5) Masa jabatan anggota Tim Penilai. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh kehutanan. Pasal 17 (1) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. adalah 3 (tiga) tahun.

Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membindangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan P e n y u l u h K e h u ta n a n M a d y a d i l i n g k u n g a n m a s i n g . c. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. 97 .m a s i n g . tidak dapat diajukan keberatan oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. (2) Terhadap keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Pasal 20 (1) Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.

BAB VII PEJABAT YANG BERWENANG MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 21 Pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. (2) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. (3) Kualifikasi pendidikan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2). dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. b. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur Muda Tingkat I. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). d. adalah : a. d. adalah : a. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. golongan ruang III/a. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. golongan ruang II/b. 98 . c. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda. Serendah-rendahnya berijazah Sarjana (S1) / Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan. BAB VIII SYARAT PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Pasal 22 (1) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. b. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. c. Berijazah Diploma II atau Diploma III sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. adalah Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

b. Pasal 25 Penyuluh Kehutanan tingkat terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. 99 . apabila: a. Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a.Pasal 23 Disamping memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 22. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. b. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. dan c. Sesuai dengan formasi Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. pengangkatan dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan harus pula : a. dan b. Memenuhi jumlah angka kredit minimal yang ditentukan untuk jenjang jabatan/pangkatnya. dan Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan/pangkat yang akan didudukinya. dan jenjang jabatannya ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 atau Pasal 23. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun berdasarkan jabatan terakhirnya. c. Ijazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli.

apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN Pasal 26 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana. dan ayat (3). 100 . golongan ruang IV/b. pangkat Penata. atau Menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. apabila : a. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. ayat (2). d. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil.BAB IX PEMBEBASAN SEMENTARA. e. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Penata Muda. pangkat Pembina Utama Muda. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. (3) Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. Ditugaskan secara penuh di luar Jabatan Penyuluh Kehutanan. b. Menjalani cuti di luar tanggungan negara. (4) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud ayat (1). pangkat Pembina Tingkat I. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. c. dibebaska sementara dari jabatannya. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia.

atau Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. (2) Pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). c. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dan ayat (3). tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. dapat menggunakan angka kredit terakhir yang dimilikinya dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diperoleh selama tidak menduduki Jabatann Penyuluh Kehutanan. Pasal 28 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : a. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat.Pasal 27 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani masa pembebasan sementara sebagaimana dimaksud Pasal 26. dapat diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan. 101 . Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1). b.

memindahkan.BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 29 Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. 102 . masih dinilai berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. Pasal 30 Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan yang telah dilakukan Penyuluh Kehutanan sampai dengan ditetapkannya petunjuk pelaksanaan Keputusan ini. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan. dinyatakan tetap berlaku.

dan pengembangan karier. maka nama dan jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. sepanjang memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan. (2) Penyesuaian jenjang jabatan menurut Keputusan ini didasarkan kepada hasil penetapan angka kredit yang terakhir. Pasal 32 Untuk kepentingan dinas dan/atau dalam rangka menambah pengetahuan. pengalaman.BAB XI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 31 (1) Dengan berlakunya Keputusan ini. 103 . Penyuluh Kehutanan dapat dipindahkan ke jabatan struktural atau jabatan fungsional lain. disesuaikan dengan nama dan jenjang jabatan menurut Keputusan ini.

Pasal 34 Dengan berlakunya Keputusan ini. maka Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 16/MENPAN/1988 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku lagi. Ditetapkan di Pada tanggal ENTER : Jakarta : 3 Desember 2002 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA M U P UN A U B A N A PA R A T E LIK IN D ON 104 R PEISAL TAMIN SI NEG A ARA I PENDA YA RE G . maka Keputusan ini dapat ditinjau kembali. Pasal 36 Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Pasal 35 Petunjuk pelaksanaan Keputusan ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara.BAB XII PENUTUP Pasal 33 Apabila ada perubahan mendasar dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan kehutanan sehingga ketentuan dalam Keputusan ini tidak sesuai lagi.

03 0. 5.07 0. Kabupaten/Kota c. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap buku Setiap peta Setiap naskah 0. Propinsi Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan Menyusun / membual peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknulogi kehutanan Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan Memandu penyusunan rencan tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Setiap rencana 105 0. Sarjana muda/Diploma III Diploma II Lamanya lebih dari 960 jam Lamanya 641.16 0. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. 6. Sekunder Mengelola data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat a. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. 4. 6.960 jam Lamanya 481-640 jam Lamanya 161. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat A. 1.09 0. 4. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B. Primer b. 1. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pelaksana Lanjutan PK Pelaksana 1 I II PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap laporan Setiap laporan 3 4 5 6 60 40 15 9 6 3 2 1 0. 3.03 NO. Desa dan Kecamatan b.480 jam Lamanya 81.31 0.12 PK Pelaksana PK Pelaksana Lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan 3.02 PK Pelaksana .LAMPIRAN I : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. 5.32 0.80 jam Pengumpulkan data dan informasi wilayah kerja a.16 0. 7.160 jam Lamanya 30. 2. 2.

39 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap RDK/RDKK Setiap RDK/RDKK Setiap buku Setiap kerja acuan Setiap paket Setiap paket Setiap paket 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c. Mengolah data c. Kelompok sasaran lain 1. Menyusun /membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan 1). Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi 1. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.10 0. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiata(sekolah lapang/ magang) 1. Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan a. Menyusun rencana identfikasi b. Sebagai pembahas c.17 0.07 0. Menganalisis data 2.40 0.03 0. Identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan a. Kelompok wanatani b. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a.09 0.Mengumpulkan data b. Foto 2).14 0.32 0.08 0. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan b. Memandu Penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) Dan Rencana Definitif Kebutuhan kelompok (RDKK): a.07 0.08 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b.05 0.08 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN D.04 0. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan a. Sebagai penyaji 2). Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK P elaksana PK Pelaksana PK Penyelia 1.01 0. Media terproyeksi/audiovisual 1). Merumuskan hasil identifikasi 2.02 0.04 0. Melaksanakan kajian identifikasi c. Slide .10 PK Penyelia PK Pelaksa Lanjutan PK Penyelia PK Penyelia Setiap konsep program Setiap konsep Setiap konsep Setiap naskah program PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan 2 3 4 5 6 7 C. Chart/gambar b. Penyusunan program penyuluhan kehutanan Setiap rancangan Setiap laporan Setiap laporan 0.19 0. penyuluh kehutanan penyelia 2. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan Setiap lembar Setiap paket Setiap paket Setiap gambar Setiap naskah 0. Seri foto (min 5 lbr) 3).106 1 B. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan 2. Media papan 1). Flip chart (min 5 lbr) 4).10 0.

28 0. Brosur / booklet (min 1000 kata). Spesimen 5).Penyuluh kehutanan pelaksanaan lanjutan . Model 4).Penyuluh kehutanan penyelia 3). Media cetak 1). Maket 2).04 0.03 0.80 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b.28 0. Menyusun dan membuat selembaran /pamflet. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap naskah instrumen Setiap kali 0. 4.16 0. oleh .Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 2). Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran oleh a.60 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.01 0.38 0. Siaran sandiwara di radio /TV c.07 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 2. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c. Demontrasi cara b. Realita 1). Poster. Leaflet/folder.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan .56 0.Penyuluh Kehutanan Pelaksana lanjutan .08 0. Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kaji terap teknologi anjuran/uji coba Melakukan demontrasi(percontohan) a. Demontrasi hasil .75 0. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b.1 Setiap naskah PK Penyelia 0.81 2 3 4 5 6 7 Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit 0.30 0.03 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana 107 2). oleh . Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1.Penyuluh kehutanan penyelia 4).Penyuluh kehutanan penyelia d.56 0.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan .30 PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia B. Diorama 3). oleh .16 0.15 0.16 0. 3.04 0. Mock up Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran oleh a. oleh .

04 0. Tingkat Propinsi b.Sebagai pramu wicara 2).07 0. Melaksanakan temu lapang 6. Tokoh masyarakat/agama 9.27 0. Tingkat desa dan kecamatan b. Tingkat kabupaten/kotamadya c.06 0.02 0.09 0. Tingkat propinsi 12. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada: a.18 0.06 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan 1 . Tokoh masyarakat/agama 11. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran a. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/pembimbing) a.22 0.08 0. Tingkat Desa dan Kecamatan 2). Melaksanakan temu tenis antar wilayah / fungsi a.16 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelasana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.02 0. Sebagai narasumber 7. Ceramah umum 1).08 0. Melakukan temu usaha 10.06 0.02 0. Tingkat BPP/kecamatan b. Percontohan petak (demontrasi plot) 2). Melakukan temu karya kepada: a.18 0. Kelompok tani binaan b.48 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Percontohan wilayah (demontrasi area) 5.04 0. Tingkat propinsi 8. Tingkat kabupaten c. Sebagai moderator b. Kelompok tani binaan b. Tingkat Kabupaten dan Kotamadya .12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 1). Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk a.05 0.03 0. Tingkat Propinsi Setiap kali Setiap kali 0.Sebagai pembuat karya/desain .108 2 Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap kali 0. Tingkat Kabupaten / Kotamadya 3). Percontohan usahatani kehutanan (demontrasi fram) 3). Melaksanakan kegiatan pameran kehutanan 1).03 0.05 0.08 0.

06 0. Perorangan oleh : 1). Penyuluh kehutanan penyelia 15.Sebagai pembuat karya/desain 13.utama 3.01 0.04 0.03 0. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran a. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 2.Sebagai pembaca naskah/pemain tunggal 14. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3).54 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PEMANTULAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN B. Penyuluh kehutanan pelaksana 2). Madya .03 0.05 Setiap kali 2 3 4 5 6 7 Setiap orang Setiap orang Setiap orang 0.04 0. Menumbuhkan kelompok 2.menganalis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1. Menyusun kurikulum kursus b.20 0. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV A. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan C.05 0. Mengolah. Memberikan bimbingan teknis/kursus kepada kelompok sasaran : a.05 0.01 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3).06 0.32 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Kelompok Sasaran lain oleh : 1). Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan penyelia b.48 0. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang 1. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian 3.1 Setiap kali 0.lanjut b. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada: a.01 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2).Melaksanakan penilaian lomba 1.08 0.09 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap gbpp Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia C. Bulanan 1. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio /TV: .02 0. Lanjut . Melakukan pemantauan/pengendalian 2. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sebagai berikut .16 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0.30 PK Penyelia PK Penyelia 0.madya c. Pemula .04 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan . Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari : a. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan a. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 109 . Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantau an/pengedaian 1.

12 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Mengajar/melatih di bidang KEHUTANAN penyuluhan kehutanan 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3.00 4.50 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya 7.50 6.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah 8. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3. Tahunan 1.110 1 Setiap laporan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.00 0. Dalam bentuk buku b. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Merumuskan sisyem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai . Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengkajian /survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi a. Dalam bentuk makalah 4. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan 12.06 0. Penyuluh kehutanan penyelia c. Triwulan 1.50 5. Penyuluh kehutanan penyelia 1.08 2 3 4 5 6 7 V Setiap buku Setiap naskah PENGEMBANGAN PROFESI A. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam Pelajaran 2.nilai pembaharuan 2. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Dalam buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Membuat buku pedoman /petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan PENUNJANG PENYULUH A. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3.15 0. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai . Penyuluh kehutanan penyelia b. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan .06 0.50 2. Karya tulis tinjauan atau alasan ilmiah gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan a.00 3.50 1.nilai penyempurnaan pebaikan Membuat buku pedoman/petunjuk pelasana/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan Mengajar/melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan .02 0. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan C.30 0.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang B. Dalam bentuk buku yang diterbikan secara nasional b.04 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang VI D.

Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasi : a. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehuta nan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 3. Pengurus aktif b.00 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD.50 0. Tingkat nasional/internasional. Sarjana muda/diploma III 3.50 0.00 5. 20 (dua puluh) tahun c. Sarjana/diploma IV 1.00 2. Tingkat propinsi. Gelar kehormatan akademis 3.sebagai: a. Menterjemahkan /menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap buku 3. Dalam bentuk makalah 3.35 Setiap makalah Setiap makalah Setiap naskah 3. 10 (sepuluh) tahun 2.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang D. Diploma II 2. Moderator c.00 2. Pengurus aktif b. FEISAL TAMIM 111 .00 0. Pemasaran b.00 1. Anggota aktif 2. Memperoleh piagam kehormatan 1. Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. Pembahas d.50 3.00 0.50 1.00 4.00 2. Narasumber e.00 1. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Mengikuti seminar/lokakarya atau simposium sebagai a. Dalam majalah ilmuan yang diakui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2.00 1.00 15. Terjemahan/saudara di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Dalam bentuk buku b. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F. Tanda kehormatan satyalancana karya satya a.sebagai : a.00 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VII C.00 1. Peserta Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan Memperoleh keserjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Anggota aktif 1. 30 (tiga puluh) tahun b. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G.1 PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN B.00 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.50 Semua jenjang 7.

Mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1.07 0. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Sarjana / Diploma IV 1. Lamanya antara 481-640 jam 4.36 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pertama PK Muda PK Madya PK Madya PK Madya PK Muda PK Madya B. Sebagai narasumber 3. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan Setiap konsep 0. Sebagai nara sumber 1. Menyusun rancang bangun rekayasa usaha wanatani : a.04 PK Pertama . Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 150 100 75 15 9 6 3 2 1 0. Lamanya lebih dari 950 jam 2. Lamanya antara 161-480 jam 5. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani b. Penyusunan program penyuluhan kehutanan C.16 0.112 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. Lamanya antara 641-960 jam 3.12 0.36 0. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1. pasca sarjana 3. Lamanya antara 30-80 jam 1.12 0. Sebagai penyaji 2. Dokter 2. Mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan : 1.80 0. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 1 I II A. Menyusun instrumen identifikasi 2. Menganalisis data potensi wilayah dan agroenkosistem serta kebutuhan teknologic kehutanan 3. Lamanya antara 81-160 jam 6. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 NO. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat PERSIAPAN Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap naskah instrumen Setiap laporan Setiap konsep Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap naskah 3 4 5 6 LAMPIRAN II : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Sebagai pembahas c.

Leaflet/folder.07 Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0. Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan: a.60 0.60 0.oleh . OHP transparan 2).08 0. Bulletin boart (papan bulletin) b. Media cetak 1).30 0. Seri slide (min 10 lbr) 3). Siaran radio TV c.40 0.penyuluh kehutanan muda .penyuluh kehutanan madya 113 . Brosur/booklet.8 0.56 0. Media terproyeksi/audiovisual 1). Menyusun instrumen 2.19 0. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.30 0.Penyuluh kehutanan madya 2).28 0. Menyusun rancangan sarana penyuluhan 1.oleh .58 2 3 4 5 6 7 III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap papan dis Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.32 0. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan PK Pertama PK Pertama PK Pertama PK Muda PK Muda PK Muda Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.84 0. Media papan 1). Sound slide (min 10 lbr) 4). Vidio (rekaman) min 5 menit 5).60 D.2 0.39 0. Penyuluh kehutanan muda c.15 0.06 0.oleh . Poster.Penyuluh kehutanan muda .Penyuluh kehutanan madya 4). Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan untuk/dalam bentuk a. Selebaran/pamflet.90 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya 1.Penyuluh kehutanan muda .Penyuluh kehutanan pertama .oleh . Penyuluh kehutanan pertama b.1 a.5 0.Penyuluh kehutanan madya 3).45 0.Penyuluh kehutanan pertama .Penyuluh kehutanan muda .16 0. Penyuluh kehutanan madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Pertama Setiap recana kerja Setiap paket 0.Penyuluh kehutanan pertama .Penyuluh kehutanan pertama .

pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya . LSM.64 0. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Melakukan kaji terap teknologi anjuran / uji coba a.Perguruan tinggi. Perorangan oleh : 1.06 0. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/ kampanye dalam bentuk : a. Tingkat internasional 7. Sebagai sutradara b. Melakukan temu karya kepada : .09 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya ( perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing a. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan Setiap desain Setiap laporan PK Muda PK Muda PK Petama PK Pertama PK Pertama PK Madya 0.Sebagai pramuwicara 8.59 0. cendikiawan.16 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan 0.18 PK Pertama PK Muda PK Pertama PK Muda PK Madya 1. Tingkat nasional b. Tingkat nasional 4.08 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada : . Tingkat internasional b.06 0. Tingkat nasional 2. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi : a.08 0.80 PK Muda PK Madya Setiap laporan Setiap laporan 0. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara 9.perguruan tinggi.Sebagai pembuat karya/desain . Melaksakan kegiatan pameran kehutanan 1. Membuat desain kaji terap/uji coba b. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya .Sebagai pramuwicara 2.16 PK Pertama PK Muda Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0.10 0. Sebagai pembicara / penyaji 3. cendikiawan.24 0.08 0.Pemda.16 1. pemerintah pusat 6.18 PK Muda PK Madya Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali Setiap kali 0. LSM.18 0. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi 2.Pemuda. Tingkat propinsi .114 2 B. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio/ TV a.03 PK Pertama 1 . Tingkat nasional . Penyuluh kehutanan pertama Setiap orang 0. pemerintah pusat 5. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran : a. Ceramah umum 1.

Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1. Penyuluh kehutanan muda 3. Penyuluh kehutanan pertama b. Bulanan a.08 0. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran 3. Penyuluh kehutanan muda c.1 Setiap orang Setiap orang PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0.21 0. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi b. Penyuluh kehutanan madya b. Menyusun metode/ teknik pemantauan/pengendalian 1.27 PK Muda PK Pertama PK Muda PK Muda C. Penyuluh kehutanan muda 3. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal ( badan hukum ) 2.38 PK Muda PK Pertama PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap laporan 0.44 0. Memberikan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran sebagai : a.60 0. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV. Penyuluh kehutanan madya b. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan : a.04 0.18 PK Pertama PK Muda PK Madya .08 0. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan B. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara c. Penyuluh kehutanan madya 10. Penyuluh kehutanan madya Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.06 0.08 0. Triwulan a.08 0.14 PK Muda PK Madya PK Muda PK Muda C.12 0.04 0. Sebagai penyaji b. Pentusunan pedoman penilaian lomba 1.06 0. Menyusun materi kursus 1. Sebagai pembahas 2.12 PK Pertama PK Muda PK Madya 115 2. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan badang kehutanan sebagai berikut : a.12 0. Penyuluh kehutanan pertama b.09 0. Mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan : a.12 0. Penyuluh kehutanan pertama 2.09 2 3 4 5 6 7 Setiap modul Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap pksu perusahaan 0. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap pedoman Setiap naskah 0. Kelompok sasaran lain oleh : 1. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran : a. Penyuluh kehutanan muda c. A.

Menyempurnakan konsep pengembangan perecanaan penyuluhan kehutanan 3.37 0. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan b.36 0.50 0. Menyiap konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c. Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan a.15 0. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan 4.42 0. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan b. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumus Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0. penyuluh kehutanan madya 1.45 2 3 4 5 6 7 V PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. materi. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 2.30 0. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan 2.116 1 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan c. penyuluh kehutanan muda c. Penyuluh kehutanan pertama b.46 0. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan c.40 0. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan . Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c. Pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan : a.69 0. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitorin dan evaluasi penyuluhan kehutanan 1. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ materi.95 1.20 1.08 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan Setiap konsep Setiap laporan 0.84 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Muda PK Madya B.90 0. Pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan : a. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan c. Pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan : a.80 1. Tahunan a.45 0.

00 3. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang di publikasi : a. Mengajar/ melatih di bidang penyuluhan kehutanan B. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/ pengkaji an/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a.50 5. Terjemahan/saduran di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasi : a.00 Semua jenjang Semua jenjang A. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 1. Menterjemahkan/ menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan 117 Mengajar/ melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan 1.00 3. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan 2. materi .50 2.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam pelajaran Setiap buku Setiap naskah 7.00 0. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasansendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang di publikasi : a. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh LIPI 3.72 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VI PENGEMBANGAN PROFESI Setiap buku Setiap naskah 12. gagasan dan atau ulasan ilmidalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3. Dalam buku makalah Setiap buku Setiap makalah 3. Dalam bentuk buku b. Dalam bentuk makalah 4.50 Semua jenjang Semua jenjang .00 2. Dalam majalah ilmiah yang diakuioleh LIPI 2. Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan A.50 1.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang B.50 6. Dalam bentuk buku b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan VII PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN D. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b.50 2.00 1.1 Setiap naskah rumusan 0.00 4. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2.04 7. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Menyempurnakan pengembangan teknik/metodologi. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan C. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap naskah 8.

Tingkat propinsi. 10(sepuluh) tahun 2. anggota aktif 2. Peserta 3 4 5 6 7 D. Pembahas d. Tingkat nasional/internasional. Gelar kehormatan akademis 1 PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI . FEISAL TAMIM Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun 0. Doktor 1. Mengikuti seminar/ lokakarya atau simposium sebagai : a. sebagai : a.00 1. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Anggota aktif 1. 20(dua puluh) c.50 0.118 2 Setiap naskah Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Setiap jenjang 5.00 15.00 15.00 2.00 0. Pasca sarjana 3. Mengikuti seminar/ lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan 3.00 2. Sarjana/D IV 2. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan 1. Memperoleh piagam kehormatan Menjadi aggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Moderator c.00 2. Narasumber e.00 1. Pemasaran b.50 Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 0. Tiada kehormatan satyalencana karya satya : a.50 3.35 3. sebagai : a.00 2. Menjadi angota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G.00 1. 30(tiga puluh) b. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. Pengurus aktif b. Pengurus aktif b.50 C.00 1.00 1.

FEISAL TAMIM 119 . Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 40 8 JUMLAH 12 60 16 80 20 120 160 240 2 30 100 150 40 200 60 300 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. Penyuluh Kehutanan Pelaksana II / b II / c II / d III / a UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan Penyelia III / b III / c III / d 1 > 80% 32 48 64 80 UNSUR UTAMA A. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. Pendidikan B. P e m a n ta u a n .LAMPIRAN III : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Persiapan penyuluhan kehutanan C.

PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 1 > 80% 80 120 160 UNSUR UTAMA A. FEISAL TAMIM . Pendidikan B. P e m a n ta u a n . Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 100 20 JUMLAH 30 150 40 200 60 240 320 440 560 2 80 300 400 110 550 140 700 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. Persiapan penyuluhan kehutanan C. Penyuluh Kehutanan Muda III / c III / d III / a III / b UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Pertama Penyuluh Kehutanan Madya IV / a IV / b IV / c LAMPIRAN IV : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.120 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E.

3. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 Jo.PAN/12/2002 telah ditetapkan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 4.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI KEHUTANAN Menimbang : a. b. 121 . Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. bahwa dalam rangka tertib administrasi kepegawaian dan kelancaran kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan serta untuk mendukung pengembangan karier Penyuluh Kehutanan. Mengingat : 1.MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahur 1999. dipandang perlu menetapkan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Kehutanan. 2. bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.

11. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Pemindahan. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 jo. Kewenangan. 9. Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nornor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. 8. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/M Tahun 2001.6. 15. 7. 12. 14. Dengan ditetapkannya keputusan ini. maka : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 41/Kpts-II/1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan. 13. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. 10. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : KEDUA : Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Tugas. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 1 30/KEP/M. terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor l23/Kpts-11/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Fungsi.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 375/Kpts-II/1995 tentang Kedudukan dan Tata Kerja Penyuluh Kehutanan. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 122 . Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah.

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.: 1. Menteri Pertanian. 5. Para Gubernur seluruh Indonesia. 12. 3. 2. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. 11. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN MUHAMMAD PRAKOSA Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. 10. Menteri Negara Lingkungan Hidup. 14. Para Pimpinan Unit Kerja Eselon / Lingkup Departemen Kehutanan. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Para Walikota seluruh Indonesia. 4. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Propinsi seluruh Indonesia. 9. 7. Menteri Kehakiman dan HAM. 13.- Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 348/MENHUT-II/1988 dan Nomor 12/SE/1988 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku. KETIGA KEEMPAT KELIMA : : : Petunjuk Teknis yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Menteri Kehutanan. 8. Menteri Dalam Negeri. 123 . Menteri Kelautan dan Perikanan. Para Bupati seluruh Indonesia. Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kepala Badan Kepegawaian Negara. 6. Kepala Unit Pelaksana Teknis di Iingkungan Departemen Kehutanan di seluruh Indonesia.

Latar Belakang 1. telah ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 2. tim penilai. 124 . B. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS) antara lain dinyatakan bahwa untuk meningkatkan mutu profesionalisme dan pembinaan karier PNS perlu ditetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. disusun Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang mengatur hal-hal yang berkenaan dengan pengelolaan administrasi kepegawaian dan rincian kegiatan teknis di bidang penyuluhan Kehutanan. Maksud Petunjuk teknis ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Penyuluh Kehutanan.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. telah ditetapkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Sebagai penjabaran dan pelaksanaan operasional keputusan-keputusan tersebut. sehingga pengembangan karier Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan dengan baik. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan semua ketentuan yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian dan kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 3. Maksud dan Tujuan 1. Untuk mewadahi keberadaan dan sebagai landasan bagi penetapan jabatan fungsional tersebut. 4. Sebagai Pelaksanaan dari Keputusan Presiden tersebut.Lampiran Nomor Tanggal : : : Keputusan Menteri Kehutanan 272/Kptd-II/2003 12 Agustus 2003 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA BAB I PENDAHULUAN A. pengelola kepegawaian.

tanggung jawab. 5. pengelola kepegawaian. sehingga dapat memperlancar tugas-tugas Penyuluh Kehutanan. sub unsur dan butir kegiatan. 3. tim penilai. 125 . Ruang Lingkup Ruang Iingkup petunjuk teknis ini mencakup tugas pokok. C.2. Penyuluh kehutanan Tingkat AhIi adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. pemberhentian. 2. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan butir kegiatan yang dinilai dan harus diisi oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka penetapan angka kredit. Pengertian-pengertian Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan: 1. 6. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. pemahaman pelaksanaan penyuluhan kehutanan. D. pengangkatan dalam jabatan. penilaian dan penetapan angka kredit. Tujuan Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk mempermudah dan menyeragamkan. unsur. kenaikan jabatan dan pangkat. pengusulan. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi Iingkup kehutanan untuk melakukan penyuluhan kehutanan. rincian dan tolok ukur kegiatan. Penyuluh Kehutanan adalah PNS yang diberi tugas. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. pengangkatan kembali. pembebasan sementara. Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan satuan nilai dan hasil penilaian butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang telah dicapai oleh Penyuluh Kehutanan yang telah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. 4. pembinaan dan pengembangan Penyuluh Kehutanan. metodologi dan teknik analisis tertentu.

Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten / Kota dalam melakukan penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan. 9. 11. Tim Penilai Propinsi adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan propinsi.7. mau dan mampu memahami. Pejabat Pengusul adalah Pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan. 14. 13. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. 10. Tim Penilai Teknis adalah Tim yang dibentuk oleh pejabat yang berwenang untuk memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. 12. Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Kepala Pusat Guna Penyuluhan Kehutanan untuk membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. Tim Penilai Pusat. 15. Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/ Kota Sekretariat Tim Penilai adalah Sekretariat yang dibentuk untuk membantu Tim Penilai Sekretariat Jenderal. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha 126 . Pejabat Penetap Angka Kredit adalah Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan. Penyuluhan Kehutanan adalah proses pengembangan pengetahuan. 8. Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Madya di ingkungan Departemen Kehutanan.

127 . Rencana Kerja Penyuluh Kehutanan adalah rencana kegiatan yang disusun oleh para Penyuluh Kehutanan berdasarkan programa penyuluhan kehutanan setempat. 21. kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai keperdulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan Iingkungan. Flip Chart / Peta Singkap adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran-lembaran kertas. Programa Penyuluhan Kehutanan adalah rencana kerja tentang kegiatan penyuluhan kehutanan yang memadukan aspirasi masyarakat sasaran kehutanan dengan potensi wilayah dan program pembangunan kehutanan. 23. 19. Pendidikan dan Pelatihan Kedinasan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah pendidikan/pelatihan teknis dan fungsional Penyuluhan Kehutanan. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. 20.16. 24. Materi Penyuluhan Kehutanan adalah bahan yang disiapkan oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang berisikan informasi teknis maupun non teknis tentang pembangunan kehutanan. tujuan yang ingin dicapai. Leaflet/ Folder adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam bentuk lembaran/ lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimatkalimat yang singkat. masalah-masalah dan alternatif pemecahannya serta cara mencapai tujuan yang disusun secara partisipatif. disusun secara berurutan atau berangkai berisi petunjuk / informasi kehutanan dengan jumlah rangkaian minimal 5 lembar. yang menggambarkan keadaan sekarang. 18. padat. Chart/ Gambar adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas atau bahan sejenis yang menggambarkan konsep pemikiran tentang proses pencapaian suatu kegiatan dalam pembangunan kehutanan. 22. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah surat tamat pendidikan dan pelatihan yang diperoleh Penyuluh Kehutanan karena mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional. yang mencantumkan hal-hal yang perlu disiapkan dalam berinteraksi dengan masyarakat sasaran kehutanan diwilayah kerjanya. 17. sistematis dan tertulis setiap tahun. Masyarakat Sasaran Penyuluhan Kehutanan adalah masyarakat sasaran yang berdomisili di sekitar dan di dalam hutan dan atau masyarakat sasaran yang memiliki aktivitas yang berhubungan dengan pembangunan kehutanan.

25. Brosur adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah 5-15 halaman, berisi tulisan dengan kalimat singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. 26. Selebaran adalah materi, penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar- gambar untuk disebarluaskan kepada masyarakat sasaran. 27. Poster adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam sehelai kertas atau selembar papan yang berisikan gambar-gambar dengan sedikit kata yang jelas artinya, tepat pesannya, dapat dengan mudah dibaca pada jarak kurang dari 3 meter. Gambar dapat berupa lukisan, ilustrasi, kartun, atau foto. 28. Booklet adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah lebih dari 15 halaman, berisi tulisan,yang mudah dimengerti dan gambar-gambar/ foto serta dapat dilengkapi dengan grafik, tabel dan lain-lain. 29. Transparansi adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran transparan untuk digunakan pada OHP, berisi petunjuk/ informasi di bidang kehutanan yang dibuat secara manual atau menggunakan komputer, disajikan sebagai alat bantu dalam ceramah, pelatihan, atau kegiatan penyuluhan kehutanan. 30. Seri Foto adalah materi penyuluhan kehutanan berupa rangkaian fotofoto yang disusun secara berurutan sehingga menjadi suatu kesatuan cerita/ gagasan kegiatan di bidang kehutanan. 31. Slide adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 32. Slide Suara (sound slide) adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, disertai dengan komentar (suara) dan atau tulisan/ teks dalam rekaman, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer, dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 33. Film / Kaset Video / Video Disk adalah materi penyuluhan kehutanan berisi rangkaian cerita yang dibuat dalam pita film (16mm atau lainnya) dan diputar dengan proyektor film, atau pada pita video catridge yang diputar pada video player, atau pada Video Compact Disc (VCD) yang diputar pada VCD player atau pada Digital Video Disc (DVD) yang diputar pada DVD player. 34. Naskah Radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan adalah materi penyuluhan

128

35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43.

44.

45.

46.

kehutanan berupa tulisan/ naskah atau skenario yang akan dibacakan atau diperagakan dalam siaran radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan. Instrumen/ dentifikasi adalah alat bantu survey didalam kegiatan identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan, berupa blanko isian/ kuesioner. Instrumen Materi Penyuluhan Kehutanan adalah alat bantu survey untuk mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Papan Buletin / Bulletin Board adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa papan informasi tentang kegiatan pembangunan kehutanan. Maket adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa miniatur tentang gambaran kondisi fisik suatu kegiatan pembangunan kehutanan, dalam suatu wilayah. Diorama adalah penggambaran secara nyata tentang sesuatu kegiatan/peristiwa pembangunan kehutanan dalam bentuk tiga dimensi dengan latar belakang yang dilukis. Model adalah tiruan benda dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil dan benda aslinya yang digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Mock-up adalah tiruan benda/bagiannya yang dibuat sesuai dengan aslinya, digunakan sebagai alat peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Specimen adalah benda asli yang telah diawetkan, karena benda asli sulit didapatkan, digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Metode Penyuluhan Kehutanan adalah cara atau teknik penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan kehutanan oleh Penyuluh Kehutanan kepada masyarakat sasaran baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka mengerti, mau dan mampu menerapkan inovasi baru. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada anggota kelompok sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi anggota kelompok sasaran dalam rangka membantu mereka untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada kelompok masyarakat sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi pertemuan kelompok baik yang rutin maupun yang insidentil dalam rangka membantu kelompok dimaksud dalam rangka membantu untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Uji coba lapang paket teknologi spesifik lokalita disebut juga kaji terap adalah metode penyuluhan kehutanan untuk mencoba suatu teknologi kehutanan yang dilaksanakan oleh masyarakat sasaran, sebagai

129

47.

48.

49.

50.

51.

52.

53.

54.

tindak lanjut dan hasil pengkajian/pengujian teknologi anjuran. teknologi hasil galian sendiri atau dari berbagai sumber teknologi lainnya, untuk mendapatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan/lokasi usahanya dilakukan sebelum demonstrasi. Pengkajian/pengujian Teknologi Anjuran adalah kegiatan pengembangan penelitian sebelum dilakukan uji coba lapang (kaji terap) dari suatu teknologi hasil penelitian yang dilakukan dilahan percontohan (Balai Penelitian Kehutanan, Unit Pelaksana Teknis, Dinas ;dll). Demonstrasi Cara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan yang telah terbukti menguntungkan bagi masyarakat sasaran sasaran. Demonstrasi Hasil adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan atau teknologi lainnya yang sudah spesiflk lokasi, dapat berupa: a. Demontrasi plot yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh perorangan. b. Demontrasi Farm yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh kelompok tani/ masyarakat sasaran. c. Demontrasi Area yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh gabungan kelompok tani / masyarakat sasaran. Temu Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar peneliti, penyuluh dan para petani /masyarakat sasaran untuk saling tukar menukar teknologi informasi sehingga ditemukan teknologi yang akan dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah. Temu Teknis antar Wilayah/Fungsi disebut juga Temu Tugas adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan berkala antara Penyuluh Kehutanan dengan Penyuluh Kehutanan atau antara Penyuluh Kehutanan, peneliti, aparat pengaturan dan pelayanan untuk meningkatkan pelayanan kepada petani / masyarakat sasaran dalam mengembangkan usahanya. Temu Wicara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antara petani/masyarakat sasaran dengan pemerintah, untuk bertukar informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan kehutanan, serta partisipasi dan peran serta petani/masyarakat sasaran dalam pembangunan kehutanan. Temu Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar petani/ masyarakat sasaran, untuk bertukar pikiran dan pengalaman, saling belajar, saling mengajarkan keterampilan dan pengetahuan untuk diterapkan oleh petani/ masyarakat sasaran. Temu Usaha adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan

130

55.

56.

57.

58.

59.

60.

61.

62.

pertemuan antar petani masyarakat sasaran dengan pengusaha di bidang kehutanan dalam rangka informasi usaha, promosi usaha, transaksi usaha, perluasan pasar dan kemitraan usaha. Widya Wisata adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya, dengan prinsip belajar dan melihat. Widya Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk mempraktekkan hasil suatu pengajaran atau melakukan suatu karya bermanfaat di tempat yang dituju. Sarasehan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan sebagai forum konsultasi antara kelompok tani/masyarakat sasaran dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara periodik atau insidentil sesuai dengan keperluan untuk membicarakan, memusyawarahkan dan menyepakati pemecahan berbagai permasalahan pembangunan kehutanan. Kursus Tani adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar yang terstruktur yang khusus diperuntukkan bagi petani dan keluarganya, yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur, dan dalam jangka waktu tertentu. Sekolah Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar dengan partisipasi aktif, mencari dan menemukan fakta sendiri, menganalisa dan mendiskusikan diantara anggota kelompok tani/ kelompok sendiri, serta mengambil keputusan bersama bagaimana tindakan selanjutnya, dengan prinsip belajar berdasarkan pengaIaman pada suatu periode usahanya yang dipandu oleh petani/kelompok sendiri dan Penyuluh Kehutanan dalam suatu periode usahanya. Pameran adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model, contoh, barang, peta, grafik, gambar, poster, benda hidup, dan sebagainya secara sistematis pada suatu tempat tertentu, dalam rangka promosi usahanya. Perlombaan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan membandingkan keberhasilan usahatani petani untuk menumbuhkan persaingan sehat diantara para petani beserta keluarganya dalam mengejar suatu prestasi yang diinginkan, sebagai salah satu usaha untuk mendorong agar mau dan mampu meningkatkan usahatani dan kesejahteraannya. Pengembangan Profesi adalah metode penyuluhan kehutanan dalam rangka mengembangkan dari melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk meningkatkan mutu penyuluhan kehutanan dan

131

63.

64.

65.

66.

67. 68.

69. 70.

71.

72. 73.

profesionalisme penyuluh kehutanan serta dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pembangunan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Petani adalah kegiatan yang dilakukan Penyuluh Kehutanan untuk menumbuhkan, mengarahkan, dan mendorong kemampuan para petani agar dapat memecahkan masalah yang mereka hadapi secara mandiri. Karya Tulis llmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seseorang atau lebih yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi, diskripsi dan analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. Karya Tulis llmiah hasil Penelitian/ Pengkajian/ Survei/ Evaluasi adalah suatu karya tulis yang membahas tentang suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian/ pengkajian/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan. Makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah suatu karya tulis yang berdasarkan kaidah ilmu disusun oleh seorang atau Iebih yang membahas suatu pokok persoalan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu kehutanan. Pertemuan llmiah adalah pertemuan yang dilaksanakan untuk membahas suatu masalah yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Saduran adalah naskah yang disusun berdasarkan tulisan orang lain yang telah diubah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berlaku tanpa menghilangkan atau mengubah gagasan penulis asli dilakukan oleh seorang atau lebih. Terjemahan adalah naskah yang berasal dari tulisan orang lain yang dialih bahasakan ke dalam bahasa lain dilakukan oleh seorang atau lebih. Penulis Utama adalah seseorang yang memprakarsai penulisan, pemilik ide tentang hal-hal yang akan ditulis, pembuat pokok-pokok tulisan, pembuat outline, penyusunan serta pembuatan konsep akhir dan tulisan tersebut, sehingga nama yang bersangkutan tertera pada urutan pertama atau dinyatakan secara jelas sebagai penulis utama. Penulis Pembantu adalah seseorang yang memberikan bantuan kepada penulis utama misalnya dalam hal mengumpulkan data, mengolah data, menganalisa data, menyempurnakan konsep/ penambahan bahan materi dan penunjang. Pendukung Penyuluhan Kehutanan adalah kegiatan Penyuluhan Kehutanan yang dapat menunjang penyelenggaraan tugas, wewenang dan tanggung jawab Penyuluh Kehutanan. Membimbing Penyuluh Kehutanan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh, memberi dukungan dan memberi petunjuk kepada

132

74. 75. 76. 77. 78.

Penyuluh Kehutanan yang menduduki, jabatan/pangkat/golongan yang Iebih rendah. Seminar adalah suatu bentuk pertemuan ilmiah untuk membahas masalah tertentu dalam penyuluhan kehutanan untuk memperoleh suatu kesimpulan berdasarkan suatu pendapat bersama. Lokakarya adalah salah satu bentuk pertemuan untuk membahas masalah tertentu dalam bidang kehutanan untuk memperoleh hasil tertentu yang perlu ditindaklanjuti. Penghargaan adalah kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah (Pusat, Propinsi, Kabupaten/ Kota), Organisasi/ Lembaga Nasional/ Internasional. Organisasi Profesi adalah organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada disiplin ilmu pengetahuan di bidang kehutanan dan etika profesi di bidang penyuluhan kehutanan. Kelas Kemampuan Kelompok adalah ukuran kemajuan kelompok tani dari pemula, lanjut, madya sampai utama.

133

Pendidikan dan pelatihan kedinasan. meliputi: a. 134 .BAB II JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. c. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah / gelar. melaksanakan. Tugas Pokok Tugas Pokok Penyuluh Kehutanan adalah menyiapkan. 4. Pendidikan. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. b. meliputi: a. 3. terdiri atas unsur dan sub unsur: 1. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Persiapan penyuluhan kehutanan. 5. meliputi: a. meliputi: a. b. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. mengembangkan. c. Pemantauan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. c. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. Pengembangan penyuluhan kehutanan. b. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. Bidang Kegiatan Bidang kegiatan Penyuluh Kehutanan. 2. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan. d. B. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. b. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan.

Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. Mengikuti seminar/ lokakarya dibidang penyuluhan kehutanan. Institut. Memperoleh piagam kehormatan. Mengajar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. Rincian dan Tolok Ukur Kegiatan Rincian butir kegiatan yang dapat dinilai dengan angka kredit adalah sebagai berikut: 1. 6. e. f. atau 3) Belum digunakan dalam keputusan penyesuaian jabatan/ kepangkatan yang bersangkutan. Pendidikan a. meliputi: a. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. materi. Tolok Ukur: 1) Memperoleh ijazah/ gelar perguruan tinggi dari Universitas. yang dinyatakan dengan surat keterangan dari atasannya. b. Sekolah Tinggi. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. Akademi/ Diploma) atau perguruan tinggi umum dengan jurusan kehutanan atau yang serumpun. C. c. meliputi: a. Pengembangan profesi. Institut. 2) Belum digunakan dalam penilaian yang disyaratkan dengan dilengkapi surat keterangan dari atasan yang bersangkutan. 7. Membuat buku pedoman / petunjuk pelaksanaan / petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. g. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh Perguruan Tiriggi di bidang kehutanan (Universitas. d. metodelogi. 135 .b. d. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya. Membuat karya tulis/ karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. b. Penunjang penyuluhan kehutanan. Akademi/ Diploma bidang kehutanan atau yang serumpun. c. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain dibidang penyuluhan kehutanan. Pengembangan aspek teknik.

Bukti fisik: Foto copy ijazah/gelar Doktor/ Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV/ Diploma Ill/ Diploma II yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang: 1) Dekan Perguruan Tinggi / Direktur Program Pasca Sarjana atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Negeri. Tolok Ukur: 1) Pendidikan dan pelatihan dibeni angka kredit. peternakan. 4) Sarjana Muda/D-III. yaitu 100 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. agribisnis. maka angka kredit yang diberikan adalah sebesar selisih angka kredit yang pernah diberikan (ijazah lama) dengan angka kredit ijazah/ gelar yang Iebih tinggi tersebut. 3) Sarjana/D-IV. tanaman. biologi. dan hortikultura dan perkebunan atau yang serumpun. yaitu 40 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. b. 5) Diploma II. atau 3) Tim Penilai ljazah Luar Negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri. apabila merupakan 136 . pertamanan. geografi. 2) Pasca Sarjana (S2). yaitu 60 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. 2) Memperoleh ijazah/ gelar Doktor / Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV / Diploma Ill / Diploma II di bidang: penyuluhan. kehutanan. Pemberian Angka Kredit: 1) Apabila memperoleh ijazah/gelar yang lebih tinggi dan sesuai dengan bidang tugas penyuluhan. Mengikuti pendidikan dan pelatihan kedinasan dan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. pangan. yaitu 75 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap ijazah adalah sebagai berikut: 1) Doktor yaitu 150 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. atau 2) Koordinator Perguruan Tinggi Swasta atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Swasta.

tanggal. maka jumlah jam dihitung dan jumlah hari dikalikan 8 (delapan) jam pelatihan untuk teori.1. Pelaksanaan. dan 10 jam untuk praktek (@45 menit).2) 3) pendidikan/ pelatihan teknis penjenjangan dan fungsional bagi penyuluh kehutanan. nilai 15 2) Lamanya antara 641-960 jam. Apabila jumlah jam pelatihan tidak dicantumkan. Persiapan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap STTPL/sertifikat. Evaluasi. dan Penyelenggaraan Diklat oleh Pemerintah atau swasta dalam dan luar negeri yang diakui dan dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan dari pihak yang berwenang. Tolok Ukur : Data sekunder yang dikumpulkan dalam rangka identif'ikasi potensi wilayah desa dan kecamatan. han atau jumlah jam pelatihan. nilai 9 3) Lamanya antara 481-640 jam. Pelaporan dan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan 2. adalah sebagai berikut: 1) Lamanya Iebih dari 960 jam. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy data sekunder wilayah kerja setingkat desa dan kecamatan sesuai panduan / pedoman. Penyuluh Kehutanan Terampil a. nilai 6 4) Lamanya antara 161-480 jam. Pendidikan dan pelatihan tersebut harus memuat : Jangka waktu pelaksanaan.II/d).80 jam. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data sekunder wilayah kerja tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran V. Penyuluh Kehutanan Pelaksana (Il/b . Pemantauan. yaitu: 1) Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. Bukti Fisik: Foto copy STTPL/sertifikat yang dilegalisir oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan. 137 . nilai 2 6) Lamanya antara 30. nilai 3 5) Lamanya antara 81-160 jam. nilai 1 2.

Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk copy laporan yang dilampiri rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan sesuai Lampiran V. b) Bukti hasil berupa pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi k e h u ta n a n t i n g k a t d e s a d a n k e c a m a ta n . 3) Memandu penyusuran rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Tolok Ukur: Pemanduan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. 138 . yaitu 0. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan yang telah diolah dari data sekunder. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran sesuai Lampiran V. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.03. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan.02 4) Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.03.

Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. Tolok Ukur Rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai pedoman.Tolok Ukur Pelaksanaan kajian identiflkasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai Lampiran V. b) Bukti hasil pelaksanaan kajian tersebut dalam bentuk laporan. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani. 139 . b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.08.01. yaltu 0. 5) Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai Lampiran V. BuktiFisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran V. 6) Pemanduan penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK).

8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan setiap kali pemanduan kelompok wanatani. Tolok Ukur: Data untuk persiapan penyusunan materi peryuluhan kehutanan.02. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. 7) Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart (minimal 5 lembar). Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ 140 . yaitu 0.03. yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.04. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy dokumen data. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap lembar foto. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto sesuai dengan Lampiran V.

Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu : 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap 141 . Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 5 lembar flipchart. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap chart/ gambar.10. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolak Ukur: Kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk chart / gambar.01 12) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar sesuai dengan Lampiran V. 11) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy chart/ gambar.09.

Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot ) sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Kegiatan temu lapang yang dilakukan. 142 . yaitu 0. yaitu 0.03. 14) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). 13) Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) Tolok Ukur: Demonstrasi cara (percontohan) yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 15) Melaksanakan temu lapang. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi cara (percontohan) sesuai dengan Lampiran I.muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.02. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.03. Tolok Ukur: Demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot) yang dilakukan.03. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu lapang sesuai dengan Lampiran I.

04. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP / kecamatan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 17) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. 19) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagal instruktur / pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan.16) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.03. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali widya karya/karya wisata.02. 18) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 143 . yaitu 0.

yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. 144 .Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan yang dilakukan. 20) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan.06.02. yaitu 0.

yaitu 0. 22) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang.01. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran. 145 . Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I.01. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. 23) Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/ menumbuhkan kelompok sasaran. 24) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Pemberian Angka Kredlt: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan kelompok sasaran sesuai dengari Lampiran I. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.03.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 25) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.01. Bukti Fisik: Copy laporan bulanan yang dibuat.Ill/b). yaitu: 146 . Tolok Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.02. Bukti Fisik: Copy laporan tahunan yang dibuat. 26) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: Copy laporan triwulan yang dibuat. b. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.06. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan (Ill/a. yaitu 0. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur: Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. 27) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.02. Tolok Ukur: Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.

3) Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota yang telah diolah. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data primer dan informasi wilayah kerja sesuai dengan Lampiran V. 147 .16. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk laporan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ kota. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan data primer wilayah kerja yang disusun. Tolok Ukur: Rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan yang disusun tingkat Kabupaten/ Kota yang disusun.07. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur: Data primer dan informasi wilayah kerja yang dikumpulkan.1) Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja.

09. Tolok Ukur: Monografi wilayah kerja penyuluhan yang disusun. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Bukti hasil berupa rekapitulasi rencana usaha wanatani Wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. b) Bukti hasil laporan pelaksanaan kegiatan tersebut berupa copy monografi wilayah kerja penyuluhan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan monografi wilayah kerja penyuluhan sesuai dengan Lampiran V.000 atau 1: 10. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan dalam skala 1: 25. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. 148 .Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. yaitu 0.000. 5) Menyusun/ membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Tolok Ukur: Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan di wilayah kerjanya yang disusun/ dibuat dengan skala 1: 25. 4) Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan.000 sesuai dengan lampiran V.32.000 atau skala 1: 10.

Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.31. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. yaitu 0. 7) Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan hasil identilikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan sesuai dengan agroekosistemnya dan sosial budaya setempat. 6) Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. 8) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran V.05.Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap peta.12. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan. yaitu 0. 149 . Tolok Ukur: Hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan yang dirumuskan. Tolok Ukur: Bertindak sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan.

b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK) Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan setiap RDK.Bukti Fisik: Surat Keterangan sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok sasaran lain. yaitu 0. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan RDK. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. 10) Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang sejenis lainnya dari kelompok sasaran lain. yaitu 0.19. kelompok sasaran lain. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. RDKK. 150 .08. 11) Mengolah data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan.04. RDKK. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai dengan Lampiran V. 9) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan yang disusun.

yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. 13) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran / pamflet. yaitu 0.15. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto sesuai dengan Lampiran V. 151 . 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. foto copy. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet baik yang tercetak. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket.Tolok Ukur: Hasil olahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. dsb. gambar. yaitu : 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket.07. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.07 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk seri foto Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto setiap paket minimal 5 lembar. tulisan tangan.

Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leafiet/ folder. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V.3. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V. 152 . 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet (minimal 1000 kata).28. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster.28. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet atau copynya. yaitu 0. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1000 kata. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.04. 153 . Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran yang dilakukan.16.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk maket. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen. yaitu 0. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk spesimen. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.04. 19) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen sesuai dengan Lampiran V.

23) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai moderator. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil percontohan yang dilakukan.08. 154 . yaitu 0. 22) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil percontohan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Bukti hasil berupa laporan pelaksanaan kegiatan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba sesuai dengan Lampiran I.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. yaitu 0. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.08. 21) Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba Tolok Ukur: Kaji terap/uji coba yang dilakukan.38.

25) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat dberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0.04.05. yaitu 0. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan.Tolok Ukur: Bertindak sebagai moderator dalam temu teknis antar wilayah / fungsi. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat kabupaten/ kota yang dilakukan. yaitu 0. 24) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai narasumber Tolok Ukur: Bertindak sebagai narasumber dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. 155 . Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai moderator sesuai dengan Lampirari IV. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I.05. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 26) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan.

29) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur (pembimbing) tingkat Kabupaten / Kota.09. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan 156 . Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 28) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 27) Melakukan temu usaha Tolok Ukur: Menjadi peserta / panitia dalam temu usaha. yaitu 0.07. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi peserta/ panitia dalam temu usaha sesuai dengan Lampiran II.08. yaitu 0. Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kotamadya kepada kelompok tani binaan. Tolok Ukur: Widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan.

Tolok Ukur: Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. 32) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. yaitu 0. 30) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/ Kota. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten / Kota yang dilakukan.praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kota kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.08. yaitu 0. sebagai pramuwicara. 31) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I.06. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran II.06. 157 .

35) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 33) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain.16.Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Bukti Fisik: Surat keterangan melaksanakan bimbingan teknis/ kursus kepada sekolah lapang sesuai dengan Lampiran V. 34) Melaksanakan bimbingan teknis/ kursus pada sekolah lapang. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.03. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Bimbingan teknis / kursus pada sekolah lapang yang dilaksanakan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. 158 .04.

06. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan mengolah data pemantau/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 36) Melakukan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 37) Mengolah data hasil pemantauan/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolak ukur : Pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang telah dilakukan. Tolok Ukur: Data dan informasi hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 159 .04. yaitu 0.05.Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 38) Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Tolok ukur Data olahan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.

Tolokdikumpulkan pada aspek: yang Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan sikap (PKS) a) Perubahan pengetahuan keterampilan. yaitu 0. 160 161 . dokumen dan copynya rancangan identifikasi kebutuhan 41) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh penyuluhan kehutanan. Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data potensi Bukti Fisik: wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan Copy laporan bulanan dengan Lampiran I. kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. kehutanan sesuai dengan Lampiran V. c) Ketepatan materi yang disusun. 40) Membuat rancangan identifikasi kebutuhan penyuluhan 2) Menyusunlaporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang Bukti Fisik : ditentukan. 1) Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: d) Penyelenggaraan penyuluhan.16.05.15. format yang ditentukan. Informasi potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan Tolok Ukur: teknologi kehutanan tingkat propinsi sesuai pedoman. yang disusun. yaitu: Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.06. Bukti kredit yaitu 0. 39) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh Tolok Ukur kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik: alat bantu dan metode penyuluhan b) Efektivitas Copy laporan tahunanpenyuluhan. kehutanan Ukur: Tolok Ukur : Laporan triwulan yang kebutuhan penyuluhan kehutanan Rancangan identifikasi dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.c. 0. Penyuluh Kehutanan Penyelia (Ill/c .04.14. AngkaFisik: yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa yaitu 0. masyarakat sasaran. Laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan data sesuai dengan Lampiran I. tingkat propinsi sesuai yang disusun Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Ill/d). kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Fisik: Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang disusun a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan Pemberian Angkarancangan identifikasi penyuluhan penyusunan Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

Bukti Fisik : a) Surat Keterangan pelaksanaan kegiatan perumusan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 4) Sebagai pembahas mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan.10. Tolok Ukur : Rumusan hasil pembahasan konsep programa penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep programa penyuIuhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.3) Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan.10. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep programa. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. b) Bukti hasil berupa copy konsep programa penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah programa. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur: Konsep programa penyuluhan kehutanan yang disusun. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah rumusan pembahasan k o n s e p p r o g r a m a p e n y u l u h a n k e h u ta n a n .17. 5) 162 . yaitu 0.

b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy buku panduan. 7) Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Tolak Ukur : Panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan yang disusun. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy kerangka acuan. 163 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. yaitu 0. Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan yang disusun. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku panduan. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Rencana Kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lamporan V. 8) Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang Tolok Ukur: Kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.40.39. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kerangka acuan pelaksanaan sekolah lapang/ magang sesuai dengan Lampiran V.6) Penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan.

yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide sesuai dengan Lampiran V.08.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan.32. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk slide. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan analisis data materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 9) Menganalisis data materi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan 164 .12. Tolok Ukur: Naskah penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap paket. yaitu : 0. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy naskah materi slide. yaitu: 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan.

81. yaitu 1. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran sandiwara di radio/TV Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.6. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster.3. 165 . Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. yaitu 0. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy leaflet folder yang disusun. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV sesuai dengan Lampiran V. 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran/ pamflet. 13) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet folder.

yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1. b) Bukti hasil berupa copy brosur / booklet yang disusun. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0.56. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. 166 . 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk diorama. BuktiFisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.Tolok Ukur : Materi periyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun.000 kata.56.8. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa naskah diorama.

b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan mock up. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 167 .07. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model sesuai dengan Lampiran V.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk model. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up sesuai dengan Lampiran V.75. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan model. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk mock up. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. yaitu 0. 19) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model.16.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. 21) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area). 22) Melaksanakan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) yang dilakukan.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. yaitu 0.kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) sesuai dengan Lampiran I.27. 168 .16. yaitu 0.22. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Kegiatan temu wicara / sarasehan yang dilakukan.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Temu karya kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan. Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widya karya / perjalanan praktek studi banding tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampran Ill. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I.23) Melakukan temu kaya kepada tokoh masyarakat / agama. 24) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama.16. 25) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) sebagai instruktur / pembimbing tingkat Propinsi. Tolok Ukur : Widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan. 169 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.18. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan.

18. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 28) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. 27) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. 170 . Tolok Ukur : Penyuluhan pada pertemuan secara missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi yang dilaksanakan.48. yaitu 0.12. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I. 26) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara misal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.

yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 171 . 30) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Tolok Ukur : Naskah / skenario siaran radio/TV yang telah disiarkan / ditayangkan. 29) Sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV.06. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V.05. 31) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. b) Kaset rekaman atau copy naskah siaran radio/TV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.30.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. 32) Sebagai penyusun kurikulum dalam memberikan bimbingan teknis kursus kepada kelompok sasaran. 33) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan tingkat madya sampai ke tingkat utama.09. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kurikulum kursus kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran V.08. Tolok Ukur : Terjadinya peningkatan kemampuan kelompok sasaran dan madya menjadi utama sesuai pedoman / aturan. Tolok Ukur : Kurikulum kursus kepada kelompok sasaran yang disusun.48. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 34) Melaksanakan penilaian lomba dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. b) Copy kurikulum kursus yang disusun. 172 . yaitu 0. yaitu 0.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan menjadi penilai dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran II. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. d) Pelaksanaan penyuluhan. Tolok ukur : Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantaun / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun.32 35) Menyusun rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan l/ pengendalian penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang diolah mencakup aspek. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. c) Ketepatan materi penyuluhan. b) Efektivitas alat bantu dan metode penyuluhan. keterampilan. b) Copy laporan kegiatan penilaian dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Tolok Ukur : HasiI penilaian perlombaan keterampilan bidang kehutanan. antara lain: a) Perubahan pengetahuan. 173 . yaitu 0. 36) Mengolah.2. dan sikap masyarakat sasaran.

3. Bukti Fisik : Copy laporan bulanan yang dibuat. 39) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.12. Bukti Fisik : Copy laporan tahunan yang dibuat. yaitu 0. 37) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.08. 38) Membuat laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. 174 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang dibuat. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.54.

yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam mendiskusikan Konsep Programa Penyuluhan Kehutanan. yaitu 0.07.04. 2) Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap data/ laporan. PenyuIuh Kehutanan AhIi : a. Bukti Fisik : Surat Keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV.2. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 175 . Penyuluhan Kehutanan Pertama (III/a .16. yaitu : 1) Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Tolok Ukur : Instrumen identifikasi yang disusun.III/b). Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dentifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah instrumen. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap kali sebagai narasumber. 3) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep Programa Penyuluhan Kehutanan. Tolok Ukur : Hasil analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.2.

176 . b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rancangan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyusun rancangan sarana penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran 1. 5) Menyusun rancangan sarana penyuluhan. yaitu 0.4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Pertama. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun.32.19. Tolok Ukur : Rancangan sarana penyuluhan yang telah disusun. Tolok Ukur : Instrumen yang disusun dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan sesuai dengan Lampiran 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan yaitu 0. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin).07. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. 6) Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan.

08. b) Foto copy naskah / materi OHP transparan yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap papan.16. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan seri slide sesuai dengan Lampiran V. b) Foto copy naskah/materi seri slide yang disusun. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan bulletin board (papan buletin) sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan OHP transparan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk OHP transparan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang terpasang pada bulletin board (papan buletin). yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk seri slide minimal 10 lembar. 177 . 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide.06. yaitu 0. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet.

178 .15. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet/folder Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. 12) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan datam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran pamflet yang disusun. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster.28.

3. 13) Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet. sebagai pembicara / penyaji. 14) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur/ booklet (minimal 1000 kata). 15) Melakukan temu wicara/ sarasehan tingkat nasional dengan kelompok sasaran. 179 . Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembicara/penyaji pada temu teknis antar wilayah / fungsi. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.28. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam temu wicara / sarasehan tingkat nasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur/ booklet yang disusun.06. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu teknis sebagai pembicara / penyaji sesuai dengan Lampiran II. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet sesuai dengan Lampiran V.b) Bukti hasil berupa copy rancangan/naskah poster yang dibuat.

Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat nasional sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. LSM. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan Pemda.08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. LSM.08. 16) Melakukan temu karya dengan Pemda. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. LSM. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta/panitia dalam temu karya dengan Pemda. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali kegiatan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta/panitia sesuai dengan Lampiran II. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. LSM. 17) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. yaitu 0. 180 . pengusaha dan organisasi kemasyarakatan Iainnya.09. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu karya dengan Pemda. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. LSM.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran.1. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada perorangan.18) Sebagai pramuwicara datam pameran kehutanan tingkat Propinsi. yaitu 0. 19) Sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional. 20) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran Ill. 181 . yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran Ill.08. yaitu 0.03.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan organisasi gabungan / asosiasi kelompok sesuai dengan Lampiran I.21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain.38. yaitu 0. 182 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran I.09. 23) Menyusun metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk naskah. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran dan tumbuhnya gabungan kelompok / asosiasi kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.04. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada kelompok sasaran. 22) Menumbuhkan gabungan kelompok / asosiasi.

Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. 183 . Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.15. Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat.06 26) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 27) Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. 25) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.04. yaitu 0.24) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional.

46.4. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembngan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 28) Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. 29) Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan.5. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. yaitu 0. 184 . Tolok Ukur : Konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan yang disiapkan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. yaitu 0. 30) Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.

36. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. yaitu : 1) Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani sesuai dengan Lampiran V. 185 .37. materi.36. metode. metodologi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan yang disusun. sarana. dan alat bantu penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Rancangan pengembangan aspek teknik. metodologi. sarana.III/d). 31) Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas pada acara diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. materi. Penyuluh Kehutanan Muda (Ill/c . yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan menyusun rancangan pengembangan aspek teknik. sarana.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. 2) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. b) Bukti hasil pekerjaan berupa konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. yaitu 0. b. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Tolok Ukur : Konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani yang telah disusun.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 3) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda.8.Bukti Fisik : Surat keterangaa menjadi pembahas sesuai dengan Lampiran IV. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun berupa sound slide minimal 10 lembar. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan sound slide sesuai dengan/ pembuatan Lampiran V. 4) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.4. b) Bukti hasil berupa copy naskah sound slide yang disusun. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk video rekaman 186 . b) Bukti hasil pekerjaan berupa rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda (RKPK).39.

b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. 6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk siaran radio/TV Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V.6. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan video rekaman sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. 187 . b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran radio/TV materi penyuluhan kehutanan yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah video rekaman yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamflet.6.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk video rekaman minimal 5 menit. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. yaltu 0. 188 . 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet) folder.56. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. yaitu 0.56.3 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun.

cendekiawan. yaitu 0. cendekiawan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 11) Membuat desain kaji terap/uji coba metode penyuluhan kehutanan. dan pemerintah pusat. Bukti Fisik : Laporan pelaksariaan kegiatan pemantauan dan evaluasi hasil kaji terap teknologi sesuai dengan Lampiran I. 13) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada perguruan tinggi. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. 12) Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. yaitu 0. 189 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembuatan desain kaji terap/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. b) Bukti hasil berupa copy brosur/booklet yang disusun.16.Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.6. pemerintah pusat. Tolok Ukur : Hasil pemantauan dan evaluasi kaji terap teknologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap desain.64. Tolok Ukur : Desain kaji terap / uji coba yang dibuat.

minimal dihadiri 50 orang.06. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. pemerintah pusat sebagai Peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. b) Laporan pelaksanaan kegiatan ceramah umum.16. 190 . Bukti Fislk : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya tingkat nasional sebagai instruktur / pembimbing sesuai dengan Lampiran Ill. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.16. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan pada pertemuan massal / kampanye tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat nasional. Tolok Ukur : Terselenggaranya ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan tingkat nasional. b) Laporan pelaksanaan kegiatan instruktur / pembimbing widyakarya. yaitu 0.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. 14) Menjadi instruktur / pembimbing kegiatan widyakarya tingkat nasional. cendekiawan. 15) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Nasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaltu 0.

18) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya / desain untuk pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. yaitu 0. yaitu 0.59. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai sutradara dalam penyuluhan melalui siaran radio / TV sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan tingkat nasional yang dibuat. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan yang dilakukan.24. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.16) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Tolok Ukur : Terselenggaranya penyiaran / penayangan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang 191 . b) Bukti hasil berupa copy naskah skenario siaran penyuluhan. 17) Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV.

Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran / menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan pelaksanaan kegiatan penyusunan materi kursus sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy modul. 19) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampirari I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap modul.44.tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. yaitu 0. 21) Menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). yaitu 0. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. 20) Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. Tolok Ukur : Materi kursus yang disusun dalam bentuk modul.08. 192 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.06.

yaitu 0.6. 193 . yaitu 0. 24) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap pedoman.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum) sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penumbuhan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran sesuai dengan Lampiran I Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk tahapan proses setiap Perjanjian Kerja Sama Usaha (PKSU) perusahaan. 23) Menyusul pedoman lomba bidang kehutanan. 22) Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran.21. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai penyusun pedoman penilaian lomba keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Pedoman lomba yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy pedoman yang disusun. yaitu 0.27.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 26) Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnaan Iaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.14. yaitu 0. Tolok Ukur : Rumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan peIaksanan penyuluhan kehutanan.08. 25) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. 27) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. 194 .08. yaitu 0.

Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. 195 . Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat.08 28) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang ctibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat.30. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 30) Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.42.12 29) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.80. 196 . 32) Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 33) Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan.31) Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.46. pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan system monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.96.

materi. sarana. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.12. metodologi. 197 . Penyuluh Kehutanan Madya (IV/a . dan alat bantu penyuluhan kehutanan. yaitu 0. materi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji sesuai dengan Lampiran IV. 2) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.84. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan teknik. metodologi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. c.IV/c). sarana. sarana. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. materi. metodologi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan hasil diskusi konsep pengembangan teknik. yaltu: 1) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.12. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.34) Mendiskusikan konsep pengembangan teknik.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. yaitu 0. 198 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani seuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Buku Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Hasil rumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani.45. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. yaitu 0.58. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan yang disusun.3) Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya sesuai dengan Lampiran V.36. 4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya.

84. 199 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun.6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet / folder.84. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V.

18. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penceramah pada pertemuan missal / 200 . yaitu 0. 10) Menjadi instruktur/pembimbing widyakarya atau praktek studi banding tingkat internasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional. Bukti Fisik : Surat keterangan menjadi peserta/panitia dalam kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi.9. cendekiawan dan pemerintah pusat. pemerintah pusat. cendekiawan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 1. 11) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara missal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 9) Melakukan kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan temu karya kepeda perguruan tinggi. dan pemerintah pusat sesuai dengan lampiran II. cendekiawan. Bukti Fisik : Laporan melaksanakan kegiatan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional sesuai dengan lampiran I.b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur / booklet yang disusun.80.

yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.18.18. yaitu 0.kampanye tingkat internasional yang dihadiri minimal 50 orang. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara melalui siaran radio/TV. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk kepada kelompok sasaran lain. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / Pengisi acara diskusi / wawancara dalam penyuluhan melalui siaran radio/ TV sesuai dengan Lampiran IV. 12) Sebagai narasumber/pengisi acara diskusi / wawancara. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 13) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. 201 .09. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan.

Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 16) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 17) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. 15) Sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Foto copy Iaporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.12.12. 202 . Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.12. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. yaitu 0.

yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat.69. yaitu 0.Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat. 18) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.18. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. yaitu 0. 19) Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.45. 20) Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep 203 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. 21) Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. yaitu 1. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan teknik / metodologi.2. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. materi sarana. materi. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.08. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 23) Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. metodologi. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumus yaitu 1. 22) Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan.9. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. sarana. 204 .pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.

Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Pemberian Angka Kedit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan 205 . 2) Buku tersebut diedarkan secara Nasional sebagai referensi. diberikan angka kredit sesuai ketentuan yang berlaku. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 2) Bukti hasil berupa buku yang diterbitkan asli atau copynya yang disahkan oleh Kepala/ Pimpinan unit kerja bidang Penyuluh Kehutanan.5. 1. b. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pengembangan Profesi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang melakukan kegiatan pengembangan profesi. yaitu 0. metodologi. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah. yaitu 12. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). 3.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan teknik. sarana. materi.72. Sedangkan Penyuluh kehutanan Madya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 12 (dua belas) dari kegiatan unsur pengembangan profesi untuk kenaikan jabatan / pangkat yang berlaku.

yaitu 6. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang 206 . Tolok Ukur : 1) Karya tuhis ilmiah yang dimuat di majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a.dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI / Departemen yang bersangkutan. atau pihak lain yang diakui oleh LIPI. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. 2) Bukti hasil berupa majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan / dilegalisir oleh pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penehitian / pengkajian / survei / evaluasi dalam bentuk tulisan yang dimuat di majalah ilmiah sesuai dengan Lampiran V. 2. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk disebarluaskan secara nasional sebagai referensi dengan identitas penulisnya. Bukti Fisik : Buku cetakan asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuhuhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). 2) Pembahasan bidang penyuluhan kehutanan dengan identifikasi penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya.

yaitu 4. 2) Buku tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. 207 . Dalam bentuk buku Tolok Ukur : 1) Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan llmiah hasil gagasan sendiri yang didokumentasikan di perpustakaan instansi / unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi/ kabupaten / kota / kecamatan. 3. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah atau pihak lain yang diakui LIPI. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Bukti Fisik : Majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. 2) Buku hasil pekerjaan berupa buku asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan.dihasilkan. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). 2) Majalah tersebut merupakan penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis Iainnya. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI/Departemen yang bersangkutan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. yaitu 8. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil karya sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan diperpustakaan sesuai dengan Lampiran V.

yaitu 7. 208 . Bukti Fisik : a. Pertemuan ilmiah tersebut menghasilkan rekomendasi antara lain berasal dari gagasan pemrasaran. Surat Keterangan telah melakukan kegiatan menyampaikan prasaran dalam pertemuan bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah panitia / penyelenggara sesuai dengan Lampiran II. Dalam bentuk makalah. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2) Bukti hasil berupa makatah asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. yaitu 3. Makalah prasaran yang membahas bidang penyuhuhan kehutanan dengan identitas penulisnya. 4. Tolok Ukur : 1) Makalah tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis belum pernah ditulis penulis Iainnya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. 2) Didokumentasikan di perpustakaan unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi / kabupaten / kota/ kecamatan. Apabila ditulis oleh tim (keIompok). b. b. b. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan makalah dan pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah. Tolok Ukur : a.5 Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penuh pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya.

6. yaitu 5. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 5. yaitu 2. 209 .5. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rumusan.5. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung niIai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan a. Tolok Ukur : Hasil karya pengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. b.0. Bukti hasil pekerjaan berupa naskah tulisan dan atau contoh alat teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan hasil pengembangan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a. b. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap karya. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Laporan pelaksanaan kegiatan mengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.

.

Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. b) Majalah tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. a.04. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: 1). Bukti Fisik : Majalah cetakan hasil saduran / terjemahan dan buku yang disadur / diterjemahkan asli atau copy disahkan oleh pimpinan unit kerja. 211 . yaitu 3. b) Buku tersebut belum ada yang menterjemahkan / menyadurnya. 2. 2) Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. yaitu 0. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional.0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 2 (dua) jam pelajaran. Bukti Fisik : Buku cetakan hasil yang disadur/terjemahan dan buku yang disadur / diterjermahkan asli atau copy yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah / swasta dan terdaftar pada LIPI. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya.5. Tolok Ukur : a) Diterbitkan oleh penerbit yang memiliki usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk diedarkan secara nasional sebagai referensi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 7.

b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. 2). kecamatan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah yang diterbitkan oleh instansi atau organisasi profesi.0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. b) Buku hasil cetakan / saduran terjemahan dan buku yang diterjemahkan asli atau copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. b) Buku hasil cetakan/saduran terjemahan atau foto copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. yaitu 3. kabupaten/kota. propinsi. 212 . Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan : 1) Dalam bentuk buku. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah.5. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. yaitu 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. Dalam bentuk makalah.b. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Tolok Ukur : a) Buku tersebut didokumentasikan di perpustakaan unit kerja yang berada di pusat.

213 . d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan.5. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. Bukti Fisik : Abstrak tulisan ilmiah asli atau copy yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja.c. Pemrasaran Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. c) Penyaji dan pembahas makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Tolok Ukur : 1) Abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan yang resmi baik swasta maupun pemerintah. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraaan/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan Peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dari penyelenggara. 3) Mengikuti seminar / lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan a) Mengikuti Seminar / lokakarya atau simposium sebagai: 1. yaitu 3. 2) Belum ada pihak lain yang membuatnya. Pemberian Angka Kredit : Angka Kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 1.0.

yaitu 2. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Moderator Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Pembahas Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV.2. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar.0. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. 3. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. 214 . b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. 5. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. yaitu 2. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh 215 .0. yaitu 2.0. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. Peserta Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. 4. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraan seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. Narasumber Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. (2) Sertifikat asli mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota.

(2) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. Sarjana/D IV Tolok Ukur : Gelar sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesejahteraan di luar bidang tugasnya/ selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama.kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran II. 5) Memperoleh gelar kesarjanaan Iainnya a). 4) Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. b) Ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. 216 . yaitu 0. yaitu 1. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. Tolok Ukur : a) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu ) tahun. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri.5. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Bukti Fisik : Copy atau salinan surat keputusan keanggotaan tim penilai yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.0. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh : a) Dekan/ketua sekolah tinggi apabda lulusan perguruan tinggi negeri.

yaitu 5. apabila lulusan perguruan tinggi swasta.0. apabila lulusan perguruan tinggi swasta.0. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan/ketua sekolah tinggi direktur program pasca sarjana apabila lulusan perguruan tinggi negeri. Bukti Fisik : Foto copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan / direktur program Pasca Sarjana / rektor Perguruan tinggi apabila lulusan perguruan tinggi negeri. 217 . Pasca Sarjana Tolok Ukur : Gelar Pasca Sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang tugasnya / selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar yang diperolehnya. 3 Doktor Tolok Ukur : Gelar Doktor yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang / selain bukti kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. 2. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. yaitu 10.

5. b). sebagai : 1.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap gelar. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. yaitu 1. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. 218 . Tingkat Propinsi.0 6) Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan a). Pembedan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. sebagai: 1. Tingkat nasional/intemasional. yaitu 0. yaitu 15.5.0 2. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. yaitu 0.

7) Memperoleh piagam penghormatan a). 20 (dua puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh) tahun yang syah. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. 10 (sepuluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh) tahun yang syah.35.0. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh). 30 (tiga puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga putuh) tahun yang syah. 3. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. 219 . Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam yaitu 3. Tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya : 1. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga puluh). yaltu 2.0. yaitu 0. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap piagam. 2.2.

b) Gelar kehormatan akademis Tolok Ukur : Gelar kehormatan akademis yang sah.Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh). yaitu 1. Pemberian Angka KredIt : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam.0.0. Bukti Fisik : Copy sertifikat pemberian gelar akademis. 220 . yaitu 15. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar.

DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Pejabat Eselon III yang membidangi administrasi kepegawaian yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. 221 . Pengajuan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. b) Bagi yang bekerja di Pusat. dan menyampaikan DUPAK beserta Iampirannya tersebut kepada Pejabat Penetap Angka Kredit. Pengajuan DUPAK Iingkup Departemen Kehutanan sebagai berikut: 1) Penyuluh Kehutanan Madya : Bagi yang bekerja di UPT dan Pusat. DUPAK yang telah diisi / dibuat oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan beserta Iampirannya disampaikan kepada Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT A. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala Bagian Kepegawaian atau Pejabat Eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. Pejabat Pengusul setelah menerima berkas DUPAK beserta Iampirannya. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan kepada Sekretaris Jendral melalui Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. 2) Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Muda : a) Bagi yang bekerja di UPT. memeriksa kelengkapan persyaratannya. maka Pejabat Pengusul membubuhkan tanda tangannya pada formulir DUPAK yang bersangkutan. Tatacara Pengajuan DUPAK a. Pengajuan DUPAK bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi / Kabupaten / Kota. d. b. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala UPT yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. Apabila DUPAK dan Iampirannya telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan.BAB III PENGAJUAN DUPAK. c.

3. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) dilampiri dengan : 1) Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang meliputi : a) Persiapan penyuluhan kehutanan (contoh Iihat Lampiran VIII) disertai bukti fisiknya. dan/atau b) Pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran IX) disertai bukti fisiknya. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran X) disertai bukti fisiknya. akan dinilai pada periode penilaian angka kredit berikutnya. 2. atau paling lama satu tahun sekali.e. Apabila penyampaian DUPAK beserta Iampirannya melewati batas waktu yang telah ditetapkan. dan/atau c) Pemantauan. dan/atau d) Pengembangan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XI) disertai bukti fisiknya. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan Terampil (contoh Iihat Lampiran VI a-c) b. 222 . Waktu Pengajuan DUPAK Pengajuan DUPAK Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. dari/atau 2) Copy ijazah / STTPL yang pemah diterima yang disahkan / dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. dan/atau e) Pengembangan profesi (contoh lihat Lampiran XII) disertai bukti fisiknya. yaitu pada setiap bulan Januari untuk DUPAK periode JuIi sampai dengan Desember tahun sebelumnya dan bulan JuIi untuk DUPAK periode Januari sampai dengan Juni tahun yang bersangkutan. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan AhIi (contoh lihat Lampiran VII a-c) c. Penyampaian DUPAK beserta Iampirannya kepada Pejabat Pengusul dan Pejabat Penetap Angka Kredit harus mengikuti tata waktu pengusulan sebagaimana tercantum dalam butir 3. Persyaratan Persyaratan pengajuan DUPAK adalah: a. dan / atau f) Penunjang penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XIII) disertai bukti fisiknya. 3) Copy keputusan pengangkatan dan kepangkatan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.

2. 223 . Waktu Penilaian Angka Kredit Penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. b. Penilaian Angka Kredit 1./ I Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. b. yaitu : a. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Sekretaris Jendral Departemen Kehutanan. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/ Unit Kerja yang bersangkutan. B. Tim Penilai a. Pada bulan Juli untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan Oktober tahun berjalan. Kepala Bidang / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Pejabat Pengusul Pejabat yang berwenang mengajukan Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah : a. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan.4. Pada bulan Januari untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan April tahun berjalan. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. c. Kepala Bagian / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia.

Tugas Pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : 1) Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya dilingkungan Departemen Kehutanan. Tugas Tim Penilai a. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. dan 224 . c. Tugas Pokok Tim Penilai Pusat adalah : 1) Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten / Kota selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten / Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan di Kabupaten / Kota ditetapkan oleh Kepata Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. 3. d. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di Iingkup Dinas/ Unit Kerja yang membidangi Kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi ditetapkan oleh Kepala Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan.b. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). b.

d.m a s i n g .2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). c. Susunan Keanggotaan Tim Penilai a. Tugas pokok Tem Penilai Kabupaten / Kota adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kebupaten / Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di l i n g k u n g a n K a b u pa t e n / K o ta m a s i n g . Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : 1) Seorang Ketua merangkap anggota 2) Seorang Wakil ketua merangkap anggota 3) Seorang Sekretaris merangkap anggota 4) Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota 225 . 4. d a n 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten / Kota yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau Pejabat Eselon II di propinsi yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di propinsi yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan propinsi masingmasing.

harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Jabatan / pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. atau kepada Tim Penilai di lingkungari Departemen Kehutanan. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. maka ketua Tim Penilai dapat mengusulkan pengganti anggota Tim Penilai dimaksud kepada pejabat yang bewenang menetapkan Tim Penilai. Apabila jumlah Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas tidak dapat dipenuhi dan Penyuluh Kehutanan. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat.b. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. 3) Dapat aktif melakukan penilaian. Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. Apabila Tim Penilai Propinisi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. 3) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan atau pensiun. 2) Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. 6. maka Tim Penilai dapat diangkat dan Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Syarat Keanggotaan Tim Penilai Untuk dapat diangkat sebagai anggota Tim Penilai. b. 5. Apabila Tim Penilai Kabupaten / Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. Syarat Dan Masa Jabatan Keanggotaan Tim Penilai a. dibentuk 226 . Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai 1) Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) kali masa jabatan berturut-turut dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) kali masa jabatan. d. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupateri / Kota lain yang terdekat. c. Sekretariat Tim Penilai a.

Rapat pembahasan hasil penilaian angka kredit (rapat Tim Penilai) 227 . dan memeriksa dengan seksama kelengkapan lampiran DUPAKnya. Berkas DUPAK beserta lampiran bukti/dokumen yang diterima oleh Tim Penilai. 2) Menyampaikan DUPAK untuk penilaian kepada Ketua Tim Penilai melalui sekretaris Tim Penilai sesuai dengan batas waktu yang te!ah ditetapkan.b. Ketua Tim Penilai menugaskan seluruh anggota Tim Penilai untuk melakukan penilai terhadap seluruh berkas DUPAK. maka setiap berkas DUPAK dinilai oleh 2 (dua) anggota Tim Penilai. 5) Memproses hasil penilaian angka kredit oleh Tim Penilai dalam bentuk Rekapitulasi Penilaian Angka Kredit (REPAK). c. Untuk menjamin obyektivitas penilaian angka kredit. Hasil Penilaian Angka Kredit (WILPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk ditandatangani oleh para pejabat yang bersangkutan. sebagai berikut : 1) Menerima dan mencatat Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Penyuluh Kehutanan yang diterima. 7. e. d. 3) Menyiapkan undangan rapat penilaian angka kredit. Sekretariat Tim Penilai dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai dengan anggota yang secara fungsional menangani administrasi kepegawaian dan atau pelayanan Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai mengadakan rapat pembahasan hasil penilaian tersebut. Tata Cara Penilaian Penilaian angka kredit dilakukan dengan tatacara sebagai berikut : a. 6) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim Penilai dalam rangka pelaksanaan penilaian. melakukan penilaiani secara sendirisendiri. c. Anggota Tim Penilai yang ditugaskan melakukan penilaian sebagaimana dimaksud butir b. Sekretariat Tim Penilai mempunyai tugas memberikan pelayanan administrasi untuk kelancaran pelaksanaan tugas Tim Penilai. 4) Menyiapkan bahan laporan dan berita acara hasil rapat Tim Penilai. f. sekretariat Tim Penilai yang ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. Setelah semua DUPAK dilakukan penilaian. diproses oleh Sekretariat Tim Penilai untuk dicatat dan diperiksa kelengkapannya kemudian dilaporkan kepada Ketua Tim Penilai angka kredit untuk dinilai. b.

selanjutnya diproses sebagai berikut: 1) Bagi Penyuluh Kehutanan yang belum mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi.dianggap sah apabila dihadiri oleh paling sedikit % (tiga per empat) dari seluruh anggota Tim Penilai. Hasil penilaian yang telah disetujui oleh anggota Tim Penilai dalam rapat tim. Apabila di dalam penilaian DUPAK terdapat unsur-unsur yang dinilai memerlukan keterangan / klarifikasi dan para ahli. maka ketua tim menuangkan hasil penilaian dalam formulir Penetapan Angka Kredit (PAK) dengan menggunakan formulir seperti contoh pada Lampiran XV. m. 2) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. Hasil penilaian terakhir adalah niliai rata-rata dari hasil penilaian 2 (dua) orang penilai yang bersangkutan. 3) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai batas pangkat maksimal (III/d untuk Penyuluh Kehutanan Terampil dan IV/c untuk Penyuluh Kehutanan Ahli) tetap dilakukan penilaian angka kredit sesuai DUPAK yang diusulkan menurut ketentuan dan hasil PAK nya disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. maka yang bersangkutan tidak boleh hadir dalam rapat Tim Penilai dan Ketua dapat menunjuk anggota tim pengganti. Apabila seluruh anggota Tim Penilai yang hadir dapat menerirna hasil penilaian. g. k. maka rapat dapat dipimpin oleh Sekretaris Tim Penilai. apabila berhalangan dapat dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Penilai dan apabila wakil ketua berhalangan. Rapat dipimpin oleh ketua Tim Penilai. j. Apabila DUPAK yang dinilai berasal dari anggota Tim Penilai. 228 . l. h. i. maka Ketua Tim Penilai dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli sesuai keperluan. maka nilai atau angka kredit yang diberikan kepada penyuluh kehutanan yang bersangkutan dapat diproses lebih lanjut untuk penetapan angka kredit. Hasil penilaian angka kredit yang dituangkan dalam formulir PAK tersebut dibuat sekurang-kurangnya rangkap 3 (tiga) dan diserahkan oleh Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. maka ketua tim memberitahukan hasil penilaian kepada pejabat pengusul dengan menggunakan formulir hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) seperti contoh pada Lampiran XIV.

adalah: a. 229 . C. Tatacara Penetapan Angka Kredit a. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan penyelenggaraan kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di kabupaten / kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan.8. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Propinsi yang bersangkutan. Ketentuan Lain Apabila pada suatu Unit Kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan Jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugasnya. Pejabat Penetapan Angka Kredit Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. b. Penetapan Angka Kredit 1. d. maka Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau di bawah Jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sama dengan angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. c. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. b. Berkat usulan Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan oleh 2.

c. oleh Sekretariat Tim Penilai diteruskan kepada : 1) Kepala BKN / Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan (asli).b. 5) Arsip Tim Penilai yang bersangkutan. maka hasil penilaian tersebut ditetapkan sebagai Penetapan Angka Kredit (PAK) d a n p e n e ta pa n n y a t i d a k d a pa t d i a j u k a n k e b e r a ta n . 230 . Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. 2) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). PAK yang telah ditetapkan. Dengan ditandatanganinya hasil penilaian angka kredit. 4) Pejabat lain yang dipandang perlu (tembusan). 3) Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan).

Persyaratan a. 231 . b. Pengangkatan Pertama Kali 1.BAB IV PENGANGKATAN DALAM JABATAN A. golongan ruang Il/b. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk.l. Bupati/Walikota atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma Ill. d. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Menteri Kehutanan. Gubernur atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. 2. c. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a.

pendidikan terakhir Sarjana Kehutanan. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. pangkat Pengatur Muda Tingkat I golongan Il/b. sehingga jika dijumlahkan sebesar 72 Dengan demikian. pangkat Penata Muda golongan II/a. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan lI/b dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana dengan angka kredit sebesar 72. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. Contoh pengangkatan pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan : Saudari Sari. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah bidang pertanian (nilai angka kredit 60). setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. pendidikan terakhir Diploma Ill Pertanian. golongan ruang Ill/a. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. b. 4) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya benilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah 232 .4) b. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 160 jam (nilai angka kredit : 2) dan unsur utama lain (nilai angka kredit: 10).Joko. 3. Ketentuan lain tentang pengangkatan pertama kali a. Saudara lr. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat pertama kali ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama lainnya.

Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Tatacara pelaksanaan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan a. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 200 jam (nilai angka kredit: 3) dan unsur utama lain (nilai angka kredit : 25). Perpindahan Jabatan 1. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. 233 . sehingga jika dijumlahkan sebesar 103. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang 2. B. Dengan demikian. c. Persyaratan a. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. 4. b. Tatacara pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat / Propinsi / Kabupaten / Kota yang bersangkutan. b.bidang kehutanan (nilai angka kredit : 75). Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan II/a dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama dengan angka kredit sebesar 103. Keputusan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan sebagaimana contoh Lampiran XVI.

5) Berusia setinggi-tingginya 5 ( lima ) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. Ketentuan lain tentang perpindahan jabatan a. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk.I. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. golongan ruang Il/b. 234 . 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. b. 3) Telah mengikuti dan Iulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut.akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma III. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat dari jabatan lain ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama Iainnya. b. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. golongan ruang Ill/a. 3. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus.

Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan.4. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Iingkungan Departemen Kehutanan. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jabatan lama ke dalam jabatan baru mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2003 sampai dengan 31 Maret 2004. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dengan format sebagaimana Contoh Lampiran XIX. 2. 235 . Keputusan pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan sebagaimana contoh Lampiran XVII. Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan disesuaikan dari jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang lama ke dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang baru sesuai lampiran Lampiran XVIII. 5. 3. Tatacara pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat/ Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. didasarkan pada jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Penyesuaian Jabatan 1. Tata cara pelaksanaan pengangkatan dan jabatan lain a. Pangkat dan golongan ruang Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan ruang berdasarkan Keputusan pangkat terakhir yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. c. Penetapan jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jenjang jabatan lama ke dalam jenjang jabatan baru sebagaimana tersebut dalam angka 1. 6. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. b. b. 4. C. Pejabat yang berwenang menetapkan penyesuaian jabatan adalah: a.

Persyaratan Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan jabatan a. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. 236 .BAB V KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT A. b. c. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan adalah: a. 3. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. 2. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. b. b.PAN/12/2002 dengan ketentuan: 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. c. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Kenaikan Jabatan 1. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran III dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan/penyuluhan kehutanan di lingkup Kabupaten/ Kota y a n g b e r s a n g k u ta n s e s u a i k e t e n t u a n y a n g b e r l a k u .

yaitu bidang penyuluhan. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan berikutnya.c. 2) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / unit kerja pada Propinsi yang bersangkutan. d. Tata cara pelaksanaan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan a. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli. dengan ketentuan pelaksanaan diklat peningkatan profesi tersebut secara efektif dilaksanakan setelah 2 (dua) tahun sejak Keputusan ini ditetapkan. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja pada Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. dengan ketentuan: 1) ljazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. 3) Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan yang akan didudukinya. kehutanan atau yang serumpun. Penyuluh Kehutanan yang diangkat dalam jenjang Jabatan yang lebih tinggi wajib mengikuti diklat peningkatan profesi yang akan diatur Iebih lanjut dengan Keputusan tersendiri. 4) Copy DP-3 satu tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 2) Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat AhIi. 3) PAK terakhir asli. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dengan melengkapi berkas yang dipersyaratkan yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 237 . dan selanjutnya dikirim kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. 2) Copy SK jabatan fungsional terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 4.

2) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk untuk Iingkup Propinsi. Kenaikan Pangkat 1. dan b. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. c. selanjutnya pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas menerbitkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Pejabat-pejabat tersebut pada huruf a di atas setelah menerima berkas usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan. Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan Propinsi / Kabupaten / Kota. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Persyaratan Kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. adalah: a. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi: c. Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. 2. 3) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk untuk lingkup Kabupaten/Kota. B. selanjutnya memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditetapkan. bagi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c di lingkungan Departemen Kehutanan. Apabila usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan telah memenuhi persyaratan. 238 . Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. kemudian menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan kepada: 1) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk lingkup Departemen Kehutanan.b. d. Keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (asli) melalui pimpinan unit kerjanya.

golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda tingkat I. dan 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. 239 . golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. bagi : 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang IV/b di lingkungan Departemen Kehutanan. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang lI/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang IV/b di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I.b. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang Il/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan ruang IV/b di Iingkungan Kabupaten/ Kota dalam Propinsi yang bersangkutan. d. golongan ruang lII/d di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang lII/d di lingkungan Departemen Kehutanan. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dari Penyuluh c. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. 3) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I.

b. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. 5) Mengikuti dan lulus ujian penyesuaian kenaikan pangkat.2) Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. golongan ruang II /b untuk menjadi Pengatur golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. 3) Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. golongan ruang Ill/a. c. 240 . golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran Ill dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara N o m o r 1 3 0 / K E P / M . 3. Penyuluh Kehutanan yang menduduki pangkat Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d ke bawah yang memperoleh ijazah S1/D-IV dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya sebagai penyesuaian ijazah dengan ketentuan : 1) Kualifikasi ijazah harus sesuai dengan tugas pokoknya. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 d e n g a n k e t e n t u a n : 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. 2) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir. Penyuluh Kehutanan Tingkat AhIi mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan pangkat a. golongan Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. 4) Sekurang-kurangnya memenuhi jumlah angka kredit kumulatif minimal yang ditentukan untuk pangkat Penata Muda.

241 . 3) Copy surat keputusan pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.4. 6) Daftar Riwayat Pekerjaan. Tata cara usulan kenaikan pangkat Pimpinan unit kerja yang bersangkutan setelah melengkapi usul kenaikan pangkat yang terdiri dari: 1) Copy Kartu Pegawai. 2) PAK (asli) terakhir. 4) Copy DP3 dua tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. selanjutnya menyampaikan kepada Instansi induk masing-masing untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. 5) Daftar Riwayat Hidup (bagi yang pindah golongan).

Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata. c. golongan ruang lI/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. b. pangkat Pembina Tingkat I. Alasan pembebasan sementara Penyuluh Kehutanan dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: a. golongan ruang IV/c. pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang IV/b. 242 . c) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN A. 2. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Penata Tingkat I.BAB VI PEMBEBASAN SEMENTARA. golongan ruang III/d. a) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di Iingkup Departemen Kehutanan. pangkat Penata Muda. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Pembebasan Sementara dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pembebasan sementara penyuluh Kehutanan adalah. golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. b) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan.

4. 243 . kegiatan yang dilakukan selama dibebaskan sementara tidak dapat dinilai angka kreditnya. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf d di atas. b. pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan. f. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf h di atas. b dan c di atas didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan oleh Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan. Ketentuan lain a. Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a. c. 6) Copy SK cuti di luar tanggungan negara atau. 3) Copy Surat/SK Penugasan di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan atau. Tatacara Penetapan Pembebasan Sementara a. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap melaksanakan tugas pokoknya tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah ijazah pendidikan yang bersangkutan. atau Sedang menjalankan tugas belajar Iebih dari 6 (enam) bulan dibedakan dengan lzin belajar. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pembebasan sementara yang terdiri dari : 1) Copy SK pangkat terakhir 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir dan. 4) Copy SK tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan atau. atau Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. h.d. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf e dan f di atas. 5) Copy SK hukuman disiplin atau. atau Cuti di luar tanggungan negara. b. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. 3. e. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah dari unsur pendidikan. g. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf g di atas. d.

B. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali Penyuluh Kehutanan adalah: a. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampiran XX. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. c. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada huruf b butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. b. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di lingkup Departemen Kehutanan.7) Copy SK pemberhentian sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. mengajukan usul pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan c. 4) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Kabupaten/Kota yang bersangkutan. 244 . d. Pengangkatan Kembali 1. 2) Sekretaris Direktorat Jenderal/Badan Iingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan.

f. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani hukuman disiplin. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir. 245 . dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. b dan c diangkat kembali setelah yang bersangkutan memenuhi angka kredit minimal yang dipersyaratkan. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada butir A angka 2 huruf a. atau 5) Surat keterangan selesai melaksanakan tugas belajar. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana pencobaan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani cuti. d. Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. e. Pensyaratan pengangkatan kembali a. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. atau 6) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang diberhentikan sementara dari PNS. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementana berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966.2. Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan 3. atau 8) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang selesai menjalani cuti di luar tanggungan negara. c. 3) Copy PAK terakhir. atau 7) Surat keterangan selesai menjalani hukuman disiplin. 4) Copy Surat/ SK Pemberhentian dan jabatan struktural/jabatan fungsional lain di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dari tingkat berat berupa penurunan pangkat. Tata cara penetapan pengangkatan kembali sebagai Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pengangkatan kembali yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir. b.

Ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang III/d dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 25. 246 . sehingga PAK terakhir Sdr. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada angka 3 butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. Sekretaris Direktorat Jenderal/ Badan lingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan di Iingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. Ir. Ketentuan lain Pegawai Negeni Sipil yang diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a sampai dengan f. pangkat yang digunakan adalah Penata Tingkat I.2) 3) 4) 5) 6) yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Dalam hal yang demikian. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. golongan ruang III/d dari jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Muda. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diporoleh selama yang bersangkutan tidak menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan. golongan ruang Ill/c dengan angka kredit sebesar 210 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. lr. mengajukan usul pembebasan sementara dan jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Ir. Agus. 4. Agus menjadi sebesar 235 (210 + 25). Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampinan XXI. jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. Agus. Contoh dalam memproses Pengangkatan Kembali: Sdr. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan.

Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan adalah: a. Menteri Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. dilakukan apabila yang bersangkutan: a. goIongan ruang Ill/b dengan angka kredit sebesar 160 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Anita. Dalam hal yang demikian. d. atau 2. Anita menjadi sebesar 180 (160 + 20). sehingga PAK terakhir Sdri. Ir. ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang Ill/c dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 20. Alasan pemberhentian Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Pemberhentian dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/ Kota yang bersangkutan.Sdri. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil dengan tingkat hukuman disiplin berat dan telah memipunyai kekuatan hukum yang tetap. 247 . pangkat yang digunakan adalah Penata. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. lr. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wiiayah Propinsi yang bersangkutan. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Ir. C. golongan ruang Ill/c dan jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama. Anita. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. c. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. b. jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda Tingkat I. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan.

Tatacara penetapan pemberhentian dan jabatan Penyuluh Kehutanan a. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. dilampiri dengan: 1) Copy keputusan pangkat terakhir. b. 3) Gubernur atau pejabat Iain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. golongan ruang lll/d dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. Tidak dapat memenuhi angka kredit yang ditentukan. 3. golongan ruang lV/c dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan mengusulkan bahwa Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan telah memenuhi ketentuan untuk diberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut dalam butir 2 di atas. 4) Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan 248 . dan 2) Copy keputusan jabatan Penyuluh Kehutanan terakhir. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Departemen Kehutanan. 2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. atau 4) Penetapan Angka Kredit (PAK) terakhir. 2) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. Usul pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut selanjutnya disampaikan kepada: 1) Menteri Kehutanan. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda tingkat I golongan ruang Il/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. dan 3) Copy keputusan hukuman disiplin. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan.b. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan.

249 . c. d.perundangan yang berlaku. Pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas selanjutnya memproses usul pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan dan menetapkannya dalam suatu keputusan sesuai ketentuan yang berlaku dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh Lampiran XXII. Keputusan tersebut disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya sesuai dengan prosedur yang berlaku. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/kota yang bersangkutan.

2. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan setelah masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan. 250 .BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan sampai dengan masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988.PAN/12/2002.

diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan mendapatkan hak-hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. c. Dilugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. 2. Fasilitasi penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN 3. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. mencapai batas usia pensiun Pegawai Negeri Sipil. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. b. antara lain melakukan: a. d. Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. e. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. atau c. Cuti diluar tanggungan negara. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN 1. MUHAMMAD PRAKOSA 251 . Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat (kecuali pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil). pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. b. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang sedang dibebaskan sementara karena : a. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. dan f.

Pangkat / Golongan c.….. 4...…... …………... . . ……………………….. .…..…………….....……………...... 252 ..……………...... Tempat/ Lokasi c.. Penyuluh Kehutanan a..…..............…...……………....…. ……………………….…..……………..…………... : ………………………...... ... ………………………............…………….... : ………………………....….........….…………….. : ………………………... : ………………………. 5...........CONTOH LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN…………………………………… 1...... : ………………………....……………....………...... : ………………………..... : ……………………….…………….…………….... tanggal …………. 2.……......... .............. . Peserta Hasil Kegiatan : …………..... Waktu Pelaksanaan b. ...... Jabatan d........... ... 3. ………………………. ...…………….... 6.. ....….…..……………. Mengetahui (Pimpinan Unit Kerja) (Penyuluh Kehutanan ybs) Catatan: Laporan hasil pekerjaan dilampirkan dengan identitas penyusunnya.... Unit Kerja Dasar Pelaksanaan Nama Kegiatan Tujuan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan a....... . : ………………………......... Nama dan NIP b..….... ..... / ……...……………...... : ………………………...... / ……....….. : ……………………….....……………...... ... .….…….………….. : …………....….……….…...

.........sebagai……......... : ……………………........…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ..…….... : ……………………....di……….…………….......…………………… 253 ..……/ ……........…........... …………………………………………………………. : ………………....................……………………………………………....CONTOH SURAT KETERANGAN KEIKUTSERTAAN DALAM KEPANITIAAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……….. pada tanggal …………... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya. …………… tanggal……….…………………….......…………............……………………………………………..…….......……............ Telah melakukan kegiatan………………………………….... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ……………….......………………......……........……/ …………..…………….…………....... …………………………………..........

...………………/ …………........……………………............………….... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ……………... : ……............ …………… tanggal………......… di……………...... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya... jam pada tanggal ………….....……...........CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI INSTRUKTUR/ PEMBIMBING LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara…………………………. : ……………………... pameran.. membimbing penyuluh kehutanan) selama…….. dsb agar dicantumkah jumlah jam pelajarannya........…..... 254 . : ……………………...…….…………………… Catatan: Kegiatan mengajar / kursus... (mengajar / memadu kursus tani / sekolah lapangan......... Telah melakukan kegiatan………………………….. ……………………………………………………....…….................……………...... pramuwicara...…………………………...........………………………….....………/ ………….…… Ketua Panitia/ Penyelenggara .....

..... …………… tanggal………....…………/ …….........………………..………………………………………......... di …………….........……………………… Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya..…………………… 255 .. Telah bertindak sebagai pembicara ( pembahas / moderator / penyaji / narasumber) (terlampir) dalam ……………………………….... MODERATOR..CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI PEMBAHAS.......…………………….………...……………………...……….. : …………………............………………………………………... Dengan judul …………………………………….....…/ ……….............. dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………....…………..………........ ………………………………………......... pada tanggal …………………...... PENYAJI DAN NARASUMBER LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……………... : ……………………...........…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ..... : ……………………............

...…… Pimpinan Unit Kerja / Pejabat Yang Ditunjuk 256 ...................…/ ………....…………...CONTOH SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………..………………......………………............................ …………… tanggal………...... Menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………......………. : ……………………............………...…………...………...………................. di .......…………/ …….. : …………………….................... : …………………..........................................…………/ ……..... yang dilaksanakan pada tanggal ........................ Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya...... : …………………….. Telah melakukan kegiatan .................……….........…/ ………....... : ……………………...................... : …………………..………...............

....... Unit Kerja : 1....... Lamanya antara 161 . 3.. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.. 2. Lamanya antara 81 . D II B. 5.. Lamanya antara 641 . Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.. 7.. Lamanya lebih dari 960 jam 2. tanggal ....960 jam 3. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1..... 4. Lamanya antara 481 . Lamanya antara 30 ... 9.. Sarjana Muda/ D III 2..... 8..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LAMPIRAN VIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA NOMOR : Masa penilaian.. s/d ......160 jam 6. 6.480 jam 5...80 jam JUMLAH I 257 . KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10...640 jam 4.... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1......

Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Chart/Gambar B. 6. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. 3. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Perorangan b. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Anggota kelompok sasaran b. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran. Foto b. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. 9. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 258 . 4. 7. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Melaksanakan temu lapang. Flipchart c. 8. 2. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/menumbuhkan kelompok sasaran. 2. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/kecamatan. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan C. B. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Kelompok sasaran 2. 5. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja 2. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). 10. Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) 3. 2. Kelompok sasaran lain C.

Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. b. D. PENGEMBANGAN PROFESI A. 4.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. C. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Dalam bentuk majalah. b. 1. Dalam bentuk buku. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. JUMLAH IV V. JUMLAH V 259 . Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 2. PEMANTAUAN. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. 2. B. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. b. 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Menyampaikan prasarana berupa tinjauan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. 3. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan.

Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Sarjana/Diploma IV F. Diploma II 2. b. Pengurus aktif. Narasumber. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. D. c. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Gelar kehormatan akademis. 2. 3. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. sebagai : a. 2. Memperoleh piagam kehormatan 1. 10 (sepuluh) tahun. Dalam bentuk makalah. Moderator. sebagai: 1. 3. Pembahas. 4. C. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. 1. Dalam bentuk buku. E. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2. 2. Pengurus aktif. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Peserta. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. b. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Pemrasaran. Tingkat Propinsi. JUMLAH VI 260 . b. Anggota aktif.1 2 3 4 5 6 7 8 UNSUR PENUNJANG VI. G. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 5. 30 (tiga puluh) tahun. Sarjana Muda/Diploma III 3. b. B. Anggota aktif. b. 20 (dua puluh) tahun. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 261 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

........................ ) NIP. Dst ................... Tanggal .......1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1......... Pejabat Pengusul ( ............... ) NIP.......... Catatan Pejabat Penilai .................................. Catatan Tim Penilai . 2.......... ) NIP.... Tanggal ............. Pejabat Penilai ( ............................ Ketua Tim Penilai ( ...................... 262 .... 4...... ...... 3................... Tanggal ....

.. Lamanya antara 481 .......... 7....CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN LAMPIRAN VIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN NOMOR : Masa penilaian. Lamanya antara 161 .... Lamanya antara 30 .. 2..640 jam 4...... Lamanya lebih dari 960 jam 2. Sarjana Muda/ D III 2.....80 jam JUMLAH 263 . 5... 4. tanggal .480 jam 5.... D II B.. Lamanya antara 641 .160 jam 6. Unit Kerja : 1. 9.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1. 8. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. 3.. 6... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1... Lamanya antara 81 .......960 jam 3. s/d ...

Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja 2. Sebagai moderator b. 9. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Leaflet/folder d. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Melakukan temu usaha. Selebaran/ pamflet c. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Maket g. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. 3. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruktur/pembimbing) tingkat kabupaten/kota. Merekaputulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 4. Sebagai narasumber 5. C. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Brosur/booklet (min 1000 kata) f. Poster e. Specimen B. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 7. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan 5. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 6.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Mengolah data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 3 4 5 6 7 8 III 264 . Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat kabupaten/kota. 2. 2. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat kabupaten/kota. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi : a. 2. Kelompok sasaran 2. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Anggota kelompok sasaran b. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Seri foto b. Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba 3. 8. 6. 4. B.

5. 4. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. b. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. V. 265 . Melakukan pemantauan/pengendalian 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 12. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang C. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Perorangan b. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. 4. JUMLAH III PEMANTAUAN. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat kabupaten/kota. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. D. B. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Dalam bentuk majalah. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan lanjut sampai madya. b. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 2. 2. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. 6. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 1. 11. Kelompok sasaran lain 13. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. b.1 2 10. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Mengolah data hasil pemantauan/pengendalian 3. C.

) NIP........... Catatan Tim Penilai .. ) NIP... ) NIP......... Pejabat Pengusul ( ...... Tanggal ....................... 3.............................. Tanggal ................... Pejabat Penilai ( .......... Tanggal .......... Dst .......... 266 .......... 2........................................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1................... .. Catatan Pejabat Penilai .. Ketua Tim Penilai ( ................. 4.............

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 267 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

.. . ) NIP.................. 2. Catatan Pejabat Penilai ................. 3............ 4..... Tanggal ....... ) NIP........................ ) NIP....... Ketua Tim Penilai ( ............ Pejabat Pengusul ( ............................................................ Tanggal ........... Pejabat Penilai ( ......... Dst .................... 268 ...... Tanggal ............... Catatan Tim Penilai ....1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.....

D II B...960 jam 3...CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA LAMPIRAN VIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA NOMOR : Masa penilaian... s/d ........... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Lamanya antara 641 .. Sarjana Muda/ D III 2...640 jam 4.. 7....... 5.80 jam JUMLAH I 269 .. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. Lamanya antara 30 . tanggal .. 2. 8. Lamanya antara 81 .... Lamanya antara 481 ... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A..... 6. Unit Kerja : 1...... Lamanya antara 161 . Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1..480 jam 5.. 3. 9. 4. Lamanya lebih dari 960 jam 2.. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.160 jam 6.......

8. Model i. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada tokoh masyarakat/agama. Kelompok sasaran 2. Siaran sandiwara di radio/TV c. Poster f. B. Menyusun rencana identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. 2. 2. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat/agama. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi. 3. 3 4 5 6 7 8 III 270 . Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat propinsi. Slide b. Selebaran/pamflet d. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat propinsi. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. 4. Diorama h. 2. Anggota kelompok sasaran b. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat propinsi. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. 6. Mock up B. 3. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). 4. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. Brosur/booklet g. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. D.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Leaflet/folder e. Menganalisis data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 1. C. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat propinsi. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 7. 5.

Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. JUMLAH III PEMANTAUAN. D.1 2 9. 2. Menyusun kurikulum kegiatan bimbingan teknis/kurus kepada kelompok sasaran. 1. C. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Dalam bentuk majalah. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. 271 . B. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Melaksanakan penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. 2. 5. 2. Dalam bentuk buku. 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. b. 4. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Mengolah. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. V. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Memberikan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan/pengendalian. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 4. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. C. 3.

4. C. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Sarjana/Diploma IV F. b. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Gelar kehormatan akademis. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Pengurus aktif. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Narasumber. 3. Peserta. D. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Tingkat Propinsi. 2. 30 (tiga puluh) tahun. sebagai : a.1 2 3 4 5 6 7 8 B. 10 (sepuluh) tahun. Dalam bentuk buku. sebagai: 1. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. 20 (dua puluh) tahun. 2. Anggota aktif. 5. Dalam bentuk makalah. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Pengurus aktif. JUMLAH VI 272 . 1. Diploma II 2. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Memperoleh piagam kehormatan 1. 3. b. 2. Sarjana Muda/Diploma III 3. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Moderator. b. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: a. Anggota aktif. Pembahas. c. G. Pemrasaran. b. b. E. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG 273 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

................ 274 ....1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1................ ) NIP....... Catatan Tim Penilai . Tanggal ... ) NIP................. Catatan Pejabat Penilai ............... Tanggal .................... Pejabat Penilai ( ...................... ) NIP.............. Tanggal ........... 3..... 4............................ Pejabat Pengusul ( .............................. .. Dst ... 2... Ketua Tim Penilai ( ...................

8. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1..... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1...... 2. Lamanya lebih dari 960 jam 2.. Sarjana / D IV B....160 jam 6.. Pasca Sarjana 3.. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. Lamanya antara 481 . 6... 9....640 jam 4. Doktor 2..80 jam JUMLAH I 275 .. s/d ......... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10...960 jam 3. Lamanya antara 81 .......CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA LAMPIRAN VIIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA NOMOR : Masa penilaian. Lamanya antara 161 .. Unit Kerja : 1.480 jam 5. Lamanya antara 641 ....... 3.... 4. Lamanya antara 30 .. tanggal . 7.. 5..

Menyusun instrument dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Melakukan temu karya kepada Pemda. 4. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai jenjang jabatan D. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan : a. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat nasional. C. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa gabungan kelompok / asosiasi. 3. Tingkat nasional. 2. 6. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 276 . b. OHP transparan c. Bulletin board (papan buletin) b. Seri slide d. 5. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2. Brosur/booklet B. Kelompok sasaran lain C. Perorangan b. B. Tingkat propinsi. Leaflet/folder f. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Selebaran/pamflet e. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Sebagai pembicara/penyaji dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. LSM.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Poster g. Menyusun rancangan sarana penyuluhan.

Dalam bentuk buku. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Menyusun metode/teknik pemantauan/pengendalian. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 2. C. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. Metodologi. materi. 4. b. 2. JUMLAH IV V. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. JUMLAH V VI. Pengembangan Aspek Teknik. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. 2. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. b. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. 277 . Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. PEMANTAUAN. 4. Sarana. dan Alat Baru Penyuluhan Kehutanan. Materi. 4. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. B. 3. PENGEMBANGAN PROFESI A. Dalam bentuk majalah. 1. B. 3. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan.

Diploma II 2.1 2 3 4 5 6 7 8 D. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. sebagai: 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Dalam bentuk makalah. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 2. sebagai : a. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Pengurus aktif. 30 (tiga puluh) tahun. Pengurus aktif. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Gelar kehormatan akademis. B. Dalam bentuk buku. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. C. 2. Memperoleh piagam kehormatan 1. G. E. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Narasumber. Sarjana Muda/Diploma III 3. JUMLAH VII 278 . 5. 3. 2. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. D. c. Pembahas. Peserta. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 10 (sepuluh) tahun. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. 2. 3. Moderator. Anggota aktif. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 20 (dua puluh) tahun. Tingkat Propinsi. b. b. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. b. Pemrasaran. 1. b. b. Anggota aktif. Sarjana/Diploma IV F. 4.

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 279 .

.................................. Tanggal .......... Catatan Tim Penilai ......1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1........................ Tanggal ............ ) NIP. 280 ..................... ) NIP... Catatan Pejabat Penilai ..... 4.......................... ........ 3. Dst ....................... ) NIP......... Pejabat Penilai ( .................. Tanggal ........ Pejabat Pengusul ( ............ Ketua Tim Penilai ( ............ 2...

640 jam 4... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. 8... s/d ...480 jam 5......... Doktor 2..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MUDA LAMPIRAN VIIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MUDA NOMOR : Masa penilaian. 3. Lamanya antara 161 . KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10...... Lamanya antara 481 .. 9. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1....... Unit Kerja : 1...... 4. 7... Lamanya lebih dari 960 jam 2.. Sarjana / D IV B. 6.. Pasca Sarjana 3.. 5. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1....80 jam JUMLAH I 281 . Lamanya antara 81 .. Lamanya antara 641 .....960 jam 3.. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.160 jam 6... 2. tanggal . Lamanya antara 30 ....

Brosur/ Booklet B. 7. 3. C. Sebagai sutradara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. 6. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat nasional. 8. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karyawisata kepada Perguruan Tinggi. Poster g. 2. 3. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran. Kelompok sasaran lain 9. Membuat desain kaji terap teknologi anjuran/ uji coba. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. B. Menganalisa data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. Perorangan b. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. Video c. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. 5. Leaflet/ folder f. Sound slide b. 4. Menyusun materi kursus dalam kegiatan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. pemerintah pusat. Menyusun pedoman penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 282 . Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. Siaran radio/ TV d. cendekiawan. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum) 2. Selebaran/ pamflet e.

gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 1. B. Dalam bentuk majalah.1 IV. 2. 2 PEMANTAUAN. Metodologi. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 2. 4. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. B. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Sarana. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 2. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. b. 5. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 283 . Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. b. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. materi. VI. 4. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pengembangan Aspek Teknik. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku. b. 3. 1. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan. 3. 6. 4. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. JUMLAH V PENGEMBANGAN PROFESI A. 3 4 5 6 7 8 V. Materi.

Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Pengurus aktif. 3. Dalam bentuk makalah. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. b. 2. sebagai : a. Pembahas. 2. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. G.1 2 3 4 5 6 7 8 C. Tingkat Propinsi. Sarjana/Diploma IV F. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Moderator. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b. 10 (sepuluh) tahun. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. 3. JUMLAH VII 284 . D. 2. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. b. D. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. B. Anggota aktif. Narasumber. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 1. 2. b. Diploma II 2. C. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. 30 (tiga puluh) tahun. 4. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. 2. 5. Peserta. Dalam bentuk buku. Memperoleh piagam kehormatan 1. Gelar kehormatan akademis. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. 20 (dua puluh) tahun. sebagai: 1. b. Anggota aktif. Pengurus aktif. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Pemrasaran. c. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Sarjana Muda/Diploma III 3. E.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 285 .1 2 3 4 5 6 7 8 VIII.

.. 4. Tanggal ............... 2...................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1....................... 3..... Tanggal ........ Catatan Tim Penilai ............... ........ Catatan Pejabat Penilai ..... Dst ............................ Pejabat Pengusul ( .......................................... Ketua Tim Penilai ( ............... ) NIP. ) NIP.. Pejabat Penilai ( .... 286 ................................ ) NIP..... Tanggal ......

....640 jam 4... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Lamanya antara 161 ......960 jam 3..... Lamanya lebih dari 960 jam 2. 2. 6. Lamanya antara 30 .... Lamanya antara 81 . Lamanya antara 641 .. 7... 9. 4.. Lamanya antara 481 . Sarjana / D IV B.480 jam 5..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MADYA LAMPIRAN VIIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MADYA NOMOR : Masa penilaian.. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. Unit Kerja : 1.. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1... tanggal ... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1..80 jam JUMLAH I 287 ...... 5. 8.. Doktor 2...160 jam 6. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.......... s/d ... 3... Pasca Sarjana 3.

Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Leaflet/ folder c. 2. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. IV. 2. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 4. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usha wanatani. 3. Brosur/ Booklet B. Poster d. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat internasional. JUMLAH IV 3 4 5 6 7 8 III. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. 4. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. Sebagai penyaji dalam pendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 3. cendikiawan. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 288 . Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Sebagai narasumber/ pengisi acara/ diskusi/ wawancara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Kelompok sasaran lain JUMLAH III PEMANTAUAN. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemerintah Pusat. Perorangan b. 2. Selebaran/ pamflet b. 4. 5. Melakukan temu karya kepada Perguruan Tinggi. 3. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a.1 II. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. B.

PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. b. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 2. VI. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. materi. JUMLAH VI 289 . Dalam bentuk majalah. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Pengembangan Aspek Teknik. 4. 2.1 2 3 4 5 6 7 8 V. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. 3. C. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. b. Materi. 4. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Metodologi. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. D. B. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. Dalam bentuk buku. 1. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Sarana. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. B. 2.

Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. 1. c. Moderator. 10 (sepuluh) tahun. 2. Peserta. Pemrasaran. b. b. 30 (tiga puluh) tahun. 3. Narasumber. Anggota aktif. Dalam bentuk makalah. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. UNSUR PENUNJANG PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. JUMLAH VII 290 . 5. Dalam bentuk buku. sebagai : a. E. 2. D. Sarjana Muda/Diploma III 3. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. 2. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Tingkat Propinsi. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Diploma II 2. Memperoleh piagam kehormatan 1. C. G. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. b. 4. Anggota aktif. Pembahas. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional.1 2 3 4 5 6 7 8 VII. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. b. 2. Gelar kehormatan akademis. Sarjana/Diploma IV F. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. B. sebagai: 1. Pengurus aktif. 20 (dua puluh) tahun. Pengurus aktif. b. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. 3.

............... 2.. Pejabat Penilai ( .............. ) NIP........ ................ Tanggal .............. 4....................................... 291 .. Dst . Tanggal ......... Catatan Tim Penilai .... Ketua Tim Penilai ( ....... 3........1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1........................... Pejabat Pengusul ( ...... ) NIP... Tanggal ....... ) NIP....................................... Catatan Pejabat Penilai ...............

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

292

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

293

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

294

Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :
NO 1 1 2 3 dst. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.K 6 KET/BUKTI FISIK 7

.................., ........................ Atasan langsung,

295

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

296

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

297

......... : ... 298 ...................................................................................................................................................................................... : ............................................................................................................. : .............................. : ... : ........................................................................................................... : ... : ......................................................................................................................................................................................... : ......................................... : .............CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ...................................................................... : : ................................................................................................................ : ......................................................................................................................

....... 299 ... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst..... URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A............... Atasan langsung... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya...K 6 KET/BUKTI FISIK 7 .Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.... ........

.............................................................................................................................................................................................. 300 ................................................................................................ : : ................................ : .......................................................................................... : .......................................... : ...................................... : ........................ : ........................................CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ................................................................ : ............................................................................ : ...................................................................................................................................................................................... : ................................... : ........................ : ....................................................

.... 301 ........Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.... Atasan langsung................... ... URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.K 6 KET/BUKTI FISIK 7 .... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst.....

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Menyatakan bahwa : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Telah melakukan kegiatan penunjang tugas Penyuluh Kehutanan, sebagai berikut : No. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. ..................., ...................... 2003 (Nama Jabatan) ........................ Kegiatan Penunjang Penyuluh Kehutanan 2 Jenis/Bentuk Kegiatan 3 Jumlah yang dinilai/Kegiatan 4 Pada/ Tempat 5 Keterangan 6

( ........................................ ) NIP

302

CONTOH HASIL PENILAIAN AK HASIL PENILAIAN ANGKA KREDIT PERIODE : ................. S/D .....................

LAMPIRAN XIV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003

Nama NIP Pangkat / Gol. Jabatan Unit Kerja
UNSUR KODE KEGIATAN 4 5 6 7 ANGKA KREDIT KODE KEGIATAN 2 UNSUR UTAMA II III Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan IV Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan V VI Pengembangan Profesi JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI) UNSUR PENUNJANG JUMLAH (VI) Total (I + II + III + IV + V + VI) VII Penunjang Penyuluhan Kehutanan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Persiapan Penyuluhan Kehutanan I PENDIDIKAN 3 SUB UNSUR USULAN PENILAIAN USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT

: : : : :

.................................................. .................................................. .................................................. .................................................. ..................................................
KETERANGAN 8

NO

1

A

B

.................., .......................................... KETUA TIM PENILAI ...........................

303

( ......................................... ) NIP. .....................................

CONTOH : PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / /

Masa Penilaian : ........................ s/d ............................
KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar / Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan Penyuluhan Kehutanan c Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan d Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan e Pengembangan Penyuluhan Kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ........ / PANGKAT .......... / TMT .......... ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan. TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu. Ditetapkan di : Pada tanggal :

304

Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ......./PANGKAT ..................../ TMT ............................. Ditetapkan di : Pada tanggal :

ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.

TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu.

305

CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XVI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

KEPUTUSAN .......................... NOMOR : ............. / ....... / .......... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................... tanggal .......................... dipandang perlu mengangkat saudara .......................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. ............................................................... ...............................................................

b. Mengingat : 1.

Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003; 6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999; 7. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002; 8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .....................................; 9. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .....................................; 10. Keputusan Menteri Kehutanan nomor .................................

306

MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....................................... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a. Nama : ................................................... b. NIP : ................................................... c. Pangkat/Gol. : ................................................... Ruang/TMT d. Unit Kerja : ....................... dari jabatan ..................... dengan angka kredit sebesar .................. (diisi dengan angka dan huruf) .................................................................................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Pada tanggal : :

KEDUA KETIGA

: :

Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. 4. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5. Pejabat lain yang dipandang perlu. *) coret yang tidak perlu.

307

........... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan................................ Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ................. 5... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994............................. dipandang perlu mengangkat saudara .............. tanggal ................ Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999................. 4...................... 6............ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003......... NOMOR : ................. Keputusan Menteri Kehutanan nomor .......... / ........ . 8............. b.. Mengingat : 1. / . TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a..... 9......... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001...................... 7.............. . Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ... 2... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ............................... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002................. 10............ Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.....CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MELALUI PERPINDAHAN JABATAN LAMPIRAN XVII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ......... 3.......... 308 .......

.................... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit...MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ..... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2...... NIP : . c.... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........................ Nama : ....... b... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5............................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya..... Unit Kerja : ....................................... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3........................................................ dengan angka kredit sebesar ............. 4......... (diisi dengan angka dan huruf) ...................... *) coret yang tidak perlu. dari jabatan ............................... : ........................ Pangkat/Gol............ Ruang/TMT d............... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a... 309 ............. Pejabat lain yang dipandang perlu......

I. I.< 60 60 .< 300 300 JABATAN LAMA Ajun Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Utama Pratama Penyuluh Kehutanan Utama Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Muda JABATAN BARU Penyuluh Kehutanan Pertama PANGKAT/GOLONGAN Penata Muda III/a Penata Muda Tk. I. PENYULUH KEHUTANAN TERAMPIL NO. I. II/d Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan Lanjutan Penata Muda.< 200 200 .< 100 100 .< 550 550 .< 150 150 . III/d Pembina IV/a Pembina Tk.< 400 400 . III/a Penata Muda Tk. 1 2 3 4 5 6 7 B. II/b JABATAN BARU PANGKAT/GOLONGAN ANGKA KREDIT 40 . 1 2 3 4 5 6 7 . III/c Penata Tk.310 JABATAN LAMA Asisten Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Pelaksana Pengatur. III/b Penata III/c Penata Tk. III/b Penyuluh Kehutanan Penyelia Penata.< 200 200 .< 80 80 .< 600 700 CONTOH TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XVIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. I.< 300 300 . PENYULUH KEHUTANAN AHLI NO. IV/b Pembina Utama Muda IV/c ANGKA KREDIT 100 . I. I.< 150 150 . II/c Pengatur Tk. III/d Asisten Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Muda Ajun Penyuluh Kehutanan Madya Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Madya Pengatur Muta Tk.

Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22... TENTANG PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) Menimbang : bahwa yang namanya tersebut dalam Lampiran Keputusan ini memenuhi syarat untuk penyesuaian dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan angka kreditnya sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.. Mengingat : 2. Ta m b a h a n L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3 8 3 9 ) .. 311 ..... 1.PAN/12/2002 tanggal 3 Desember 2002. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 43 tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169........ Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 11....... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001 ( L e m b a r a n N e g a r a Ta h u n 2 0 0 1 N o m o r 4 9 ) ... 4.. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547).. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahunan 1999 Nomor 60. 3.....CONTOH PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XIX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) NOMOR : ....

. 312 ..5. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.... Kewenangan... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019).. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departeman.. 7.. Tugas.. Fungsi.. 6... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M... Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nommor 198. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. 11... 10..PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 196.... Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen.. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan.. Memperhatikan : Usul Direktur/Kepala Unit Diklat Nomor ..... Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 193... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). 9.... 12.. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. sebagaimana telah diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4014). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017).. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.

...MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ......n.. Menteri/Kepala LPND/Gubernur/ Bupati/Walikota *) Sekretaris Jendral / Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah *) 313 .. Ditetapkan di Pada tanggal : : a. KEDUA : KETIGA : Keputusan ini diberikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya.. Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini... akan diadakan perbaikan seperlunya.. Penyuluh Kehutanan yang namanya tersebut dalam lajur 2 disesuaikan jabatannya dari jabatan lama sebagaimana tersebut dalam lajur 3 ke dalam jabatan baru sebagaimana tersebut dalam lajur 4 keputusan ini.......... kepadanya diberikan tunjangan jabatan sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.... Bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dengan diktum PERTAMA......

....................... b........... NOMOR : ................ Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999....................................................... 9................. ..... 7.... pangkat/golongan ruang .... 4............. ....................................... / ................................. Keputusan Menteri Kehutanan nomor . ......... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a...................................... NIP..... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003............... 6...................... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ........................ ............. jabatan ...................................... dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan.............................................................. berdasarkan ................CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ................................................. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002........ 314 ......................................................... / ........ ..... karena ...............PAN/12/2002............... 8...................... ....... ................ 5....... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M............ 2.......................... Mengingat : 1.... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001..................... 3........................ Bahwa saudara ........................... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.................................

.................. *) coret yang tidak perlu................................ : ..................... Pejabat lain yang dipandang perlu. 4. Ruang/TMT d........ ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya............... NIP : ..... mengangkat/mengangkat kembali Pegawai Negeri Sipil : a.. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5........... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3....................... b...... (diisi dengan angka dan huruf) ...... dengan angka kredit sebesar ............. Nama : ......... Pangkat/Gol............ Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.......... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit........................... 315 ..................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2....MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ................. c................. Unit Kerja : ........................................... KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.............................................. dari jabatan ..

............... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ......... 10...... 8....................... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999............... NOMOR : .......... 9..CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ...... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.............. 5........... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.............. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.......... 4................... / ....................... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994. . b........................... TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a....... Keputusan Menteri Kehutanan Nomor .... Mengingat : 1.... / ............ 3......... 6...... 2........................ 7.................................. ................. dipandang perlu mengangkat kembali Saudara ............. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002... 316 .. tanggal .... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001.............................. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999..

........................................... 4........ dari jabatan ........... b............................ (diisi dengan angka dan huruf) .................... Pejabat lain yang dipandang perlu...... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1........ Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5..... Nama : ....................... Pangkat/Gol....... : ........................ *) coret yang tidak perlu...... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3........ mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a..................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2........................................ Unit Kerja : ....... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya..... Ruang/TMT d.......... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.......... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya... c.....MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .......................................... 317 ...... dengan angka kredit sebesar ................. NIP : .......

... 4..........CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ............... / ..................... NOMOR : ............... 6.................. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002. b...................../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara *).... TENTANG PEMBERHENTIAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a............. / ... terhitung mulai tanggal ...... 8... 7......... pangkat/golongan ruang ............................... 2. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor ............................................ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003..................................................... telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor ................... Bahwa saudara ....... jabatan ... ..... 318 ........ 5............................ 9...... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999...PAN/12/2002. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ... .......... 3......................... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994..... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001.............................................. Mengingat : 1......................... tanggal ............ ....................... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002................... NIP.... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M...............

................... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.......... Pangkat/Gol. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya...................................................... *) coret yang tidak perlu................... (diisi dengan angka dan huruf) .........................MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ... dari jabatan ............. Nama : ..................... c.. KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1........................ b... 4............. 319 ............. : .... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya............. NIP : .................... Unit Kerja : ............. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3................................. mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5.............. Ruang/TMT d.......... Pejabat lain yang dipandang perlu.................. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2..... dengan angka kredit sebesar ...................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful