PETUNJUK PELAKSANAAN DAN TEKNIS

JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN
DAN

ANGKA KREDITNYA

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Jakarta, 2011

KATA PENGANTAR

Ketentuan yang mengatur tenaga fungsional penyuluh kehutanan adalah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang telah diubah melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005; Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/33/M.PAN/10/2006; dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 32 Tahun 2011. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan sangat berhubungan erat dengan petunjuk teknis dari Menteri Kehutanan. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Kepala BKN Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Sedangkan petunjuk teknis jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 272/Kpts-II/2003 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Semoga buku Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dapat dijadikan p e d o m a n b a g i p e n y e l e n g g a r a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n .

Kepala Pusat

Ir. M. Ali Arsyad, M.Sc NIP. 19530511.198203.1.002

i

DAFTAR ISI
PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA I. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........... PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33/M.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ............................................................................... PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ........ KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ................................... KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA VII. KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ....................................................................................... 121 - 319 Hal

1-

7

II.

9 - 12

III.

13 - 15

IV.

17 - 42

V.

43 - 68

VI.

69 - 121

ii

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIKROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.40/Menhut-II/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan, terdapat perubahan nomenklatur instansi Pembina teknis Penyuluh Kehutanan dari Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan menjadi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; bahwa dengan adanya perubahan nomenklatur tersebut berdampak pada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga perlu dilakukan revisi, khususnya yang berkaitan dengan penilaian dan penetapan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan; bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a dan b di atas, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri

b.

c.

1

Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/ M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3000) sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412); Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintahan Nomor 40 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 51. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5121); Peraturan Pemerintahan Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193);

2.

3.

4.

2

5. 6.

Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010; Keputusan Presiden Nomor: 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006; Usul Menteri Kehutanan dengan surat Nomor: S.132/Menhut-IX/2011 tanggal 11 Maret 20011; Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor K.26-30/V.110-1115/93 tanggal 19 April 2011; MEMUTUSKAN:

7.

8. 9.

Memperhatikan :1. 2.

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA.

Pasal I Beberapa ketentuan dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006 diubah sebagai berikut:

3

pangkat Pembina Tikat I. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah: a. pangkat Penata Muda. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. pangkat Pengantur Muda Tingkat I. (2) Dalam menjalankan tugas. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya. c. b. dan Kabupaten/Kota. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. dibantu oleh: a. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. 4 . Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Kepala Badan yang menangani penyuluhan kehutanan. pangkat Penata Tingkat I. d. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. selanjutnya disebut Tim Penilai Unit Kerja. pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementrian Kehutanan. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pangkat Pembina. Sekretaris Daerah Provinsi atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Penata Muda. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluhan Kehutanan Penyelia. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Pembina. b. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana.1. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. Golongan ruang III/a Pembina. Provinsi. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang IV/b dan pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Ketentuan Pasal 15. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan.

Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat . selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi. Selanjutnya disebut Tim penilai Kabupaten /Kota. paling kurang 2 (dua) orang berasal dari pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 16 (1) Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terdiri dari unsur teknis yang membidangi penyuluhan kehutanan. Adalah : a.c. (4) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh: a. c. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Provinsi bagi Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di provinsi. (3) Anggota tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d. d. d. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. c. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota. b. d. 5 . Seorang Sekretaris merangkap Anggota yang berasal dari unsur kepegawaian. Seorang Ketua merangkap Anggota. b. (5) Syarat untuk menjadi Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Sekretaris Daerah Provinsi atau Pejebat eselon II yang membidangi penyuluhan Kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Provinsi. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. Jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Sekretaris daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota. Ketentuan Pasal 16. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Unit Kerja. unsur kepegawaian dan pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan (2) Susunan keanggotaan Tim Penilai sebagai berikut : a. 2.

golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Pimpinan unit Kerja yang membidangi Penyuluhan Kehutanan di Kementerian Kehutanan kepada Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana.b. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut : Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementerian Kehutanan. c. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 6 . 3. (8) Apabila Tim Penilai belum dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. pangkat Pembina. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. Provinsi. dan Kabupaten/Kota. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan di Provinsi Kepada b. c. (7) Masa jabatan anggota Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. Sekretaris Daerah Provinsi dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota kepada Kepala Badan yang membidangi Penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/b dan Pangkat Pembina Utama Muda. Dapat aktif melakukan penilaian (6) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Pembina Tingkat I. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai Unit Kerja. Pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Provinsi. Sekretaris Badan yang membidangi Penyuluhan Kehutanan. Ketentuan Pasal 19.

Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. NE G S I ARA RA E. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. pangkat Pembina. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing.Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. d. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Pasal II Peraturan Menteri Negara Pemberdayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. pangkat Penata Muda golongan raung III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Tingkat I.E Mangindaan R A PEND A AY N DA R G UN UR R A AT K A E E F A N A PA R OR P RO SI UB MASI BI E LIK INDON 7 . Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Penata Muda golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 30 Mei 2011 ME E NT Menteri Negara NEG R I Pemberdayagunaan Aparatur Negara A Dan Reformasi Birokrasi. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Pembina.

.

NOMOR 130/KEP/M. bahwa dalam penerapan jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55. Mengingat : 1. b.MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33 /M. Menimbang : a. maka dipandang perlu mengubah Keputusan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara Nomor: 130/KEP/M. bahwa dengan adanya perubahan institusi pendidikan sebagaimana dimaksud dalam butir a di atas.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. khususnya untuk tingkat terampil yang di persyaratkan minimal Pendidikan Diploma III sulit dipenuhi karena adanya perubahan Institusi pendidikan. 9 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890).PAN/12/2002 tentang jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041).PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA.

Peraturan Pemerintahan Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . 3. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196. P e m i n d a h a n . sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32. 8. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019).2. Peraturan Pemerintah nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547). 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098). Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2823). 10 . 6. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263). Peraturan Pemerintah nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015). sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 151). Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193). 7. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332).

Berijazah paling rendah SMU/SMK sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan : Pangkat paling rendah Pengatur Muda Tingkat I. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M.587/II. Fungsi Susunan Organisasi. Usul Sekertaris Jendral Depertemen Kehutanan Nomor S. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 4. Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor : K26-30/V96-7/93 tanggal 5 September 2006. 10.peg/2006 tanggal 7 Juni 2006. golongan ruang II/b. 2. dan Tata Kerja Kementerian Negara. menjadi berbunyi sebagai berikut : " Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil atau Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli dapat dipertimbangkan setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. 3. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2(dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA Pasal I Mengubah ketentuan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Tugas. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil : 1. 11 . 2.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Memperhatikan :1.9.

3. Paling tinggi usia 50 tahun. pengembangan profesi. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. dan penunjang tugas penyuluhan kehutanan setelah ditetapkan oleh pejabatan yang berwenang menetapkan angka kredit.5. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksana Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam I (satu) tahun terakhir. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D 12 N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI . Pangkat paling rendah Penata Muda. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Tersedia lowongan dalam formasi jabatan. Tersedianya lowongan dalam formasi jabatan. penyuluhan kehutanan. 5. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli : 1. adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. 7. b. 4. Berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan." Pasal II Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan. 6. dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh yang berasal dari pendidikan . Paling tinggi usia 50 tahun. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2 (dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. 7. 6. Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA :12 Oktober 2006 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. golongan ruang III/a. 2. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan.

1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). dipandang perlu mengubah Lampiran I dan atau II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041).PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. 13 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890).Lampiran II NOMOR TANGGAL : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60 /M. Menimbang : Bahwa dalam rangka mengembangkan jabatan fungsional jenjang ahli. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. Mengingat : 2.

Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.3. 9. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Tugas Fungsi. 4. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). 7. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). 6. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. P e m i n d a h a n . 10. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 14 . 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. Tambahan Lembaran Negara Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). setelah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). 8. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11.

Ijazah Pasca Sarjana menjadi 150 angka Kredit. Tugas. Susunan Organisasi. sehingga seluruhnya berubah menjadi berbunyi sebagai berikut : "Unsur pendidikan Ijazah Doktor menjadi 200 angka Kredit. Memperhatikan : Pertimbangan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat nomor WK26-30/V50-8/93 tanggal 29 April 2005.khususnya sub unsur pendidikan sekolah dengan memperoleh Ijazah/gelar. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI 15 . Fungsi. Pasal II Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perubahan Kelima Atas keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 1 Juni 2005 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. dan Ijazah Sarjana/D IV menjadi 100 angka kredit". Kewenangan. Pasal I Mengubah ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYA GUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA.11.

.

sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. Mengingat : 2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890).PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan lampiran I dan atau lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. Menimbang : bahwa dengan berlakunya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. dipandang perlu mengatur ketentuan pelaksanaanya dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara. 1.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M. 17 . Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125.

7. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). 9. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). 6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). P e m i n d a h a n . 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). 18 . Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32.3. 4. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547).

PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan ini. Fungsi Kewenangan. Pasal 2 Untuk memperjelas pelaksanaan Peraturan ini. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. Pasal 1 Ketentuan pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. dilampirkan salinan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.10. 19 . 11. sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Peraturan ini. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Tugas.

PAN/6/2005 tanggal 1 Juni 2005 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005 AN K E P E G A WA AB AD K E PA L Badan Kepegawaian Negara N NE GARA IA Kepala RE PU BLI S NE K I N D OPrapto IA Hadi 20 .Pasal 3 Apabila dalam melaksanakan Peraturan ini dijumpai kesulitan agar ditanyakan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk mendapatkan penyelesaian. Pasal 4 Peraturan Ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak ditetapkanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.

PENDAHULUAN A. Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. Jabatan Struktural. adalah suatu kedudukan yang menunjukan tugas. Jabatan Fungsional Tertentu. Jabatan Karier. UMUM 1. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian dan/atau keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi Negara. 5. Jabatan Fungsional. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan untuk kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA I. 3. tanggung jawab. 4. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. 2.Lampiran I NOMOR TANGGAL PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi syarat yang ditentukan. tanggung jawab. 21 . tanggung jawab.

C. B. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan. Angka Kredit. pendididkan menengah. Pengangkatan Pertama. PENGERTIAN Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. dengan memperhatikan usul dari pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan teknis secara tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara. adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat. 2. Instansi Pembina jabatan fungsional. 22 . 5. Penetapan jabatan dan angka kredit jabatan fungsional dilakukan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur Negara. 6. 4. 3. Pendidikan Formal.6. adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. TUJUAN Ketentuan dalam Peraturan ini sebagai petunjuk bagi instansi Pembina Jabatan Fungsional dan Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menjamin kelancaran dan keseragaman dalam penetapan pemberian Angka Kredit khususnya sub unsur pendidikan formal dengan memperoleh ijazah/gelar bagi jabatan fungsional tertentu. adalah pengangkatan Pegawai negeri Sipil ke dalam jabatan fungsional tertentu melalui formasi Calon Pegawai Negeri Sipil. adalah instansi yang bertugas membina suatu jabatan fungsional menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. adalah pengangkatan pegawai Negeri Sipil dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lain ke dalam jabatan fungsional tertentu. khusus bagi yang pada saat melamar paling rendah memiliki dan menggunakan Ijazah antara lain Ijazah apoteker. Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. dan pendidikan tinggi.

Ijazah dokter. adalah Menteri. 1 2 3 Pendidikan Sarjana (S1) / DIPLOMA IV Dokter/Apoteker/Magister (S2) Doktor (S3) Angka Kredit Lama 75 100 150 Baru 100 150 200 23 . adalah Bupati/Walikota. adalah Gubernur. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. Pimipinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan. BESARAN ANGKA KREDIT Besaran angka kredit untuk Ijazah yang diperoleh dari pendidikan formal diubah sebagai berikut : ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT TERAMPIL No. 8. 7. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. 1 2 3 Pendidikan SLTA/DIPLOMA I DIPLOMA II DIPLOMA III / Sarjana Muda Angka Kredit Lama 25 50 50 Baru 25 40 60 ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT AHLI No. 9. Kepala Kepolisian Negara. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Jaksa Agung. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh pejabat struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen. adalah golongan ruang III/b. Propinsi. II. dan Ijazah lain yang setara. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah.

SLTA/Diploma I memperoleh penigkatan pendidikan/ijazah Diploma II Mendapat tambahan angka kredit 15. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda/Diploma III Mendapat Tambahan angka kredit 35. Sarjana (S1) Diploma IV memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Mendapat tambahan angka kredit 50. c.III. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 75. S a r j a n a M u d a / D i p l o m a I I I m e m p e r o l e h p e n i n g k a ta n pendididkan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 40. Contoh 1 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl. Pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda//Diploma III Mendapat tambahan angka kredit 20. d. e. : : Roby : 260004600 : Jakarta. A. TATA CARA PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT Penetapan pemberian besaran angka kredit sebagaimana tersebut pada Angka Romawi II hanya berlaku untuk pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional dan bagi pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) mendapat tambahan angka kredit 60. h. Lahir Pendidikan CPNS PNS 24 . 6 September 1959 : SLTA : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 g. Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : a. b. Magister (S2) memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Doktor (S3) Mendapat tambahan angka kredit 50. f.

Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 25 Ijazah SLTA : 60 Angka Kredit yang diperhitungkan : 35 Saudara Roby mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 35 angka kredit • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Diploma III : 35 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian. 25 . : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2004 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Doploma III Administrasi Kepegawaian Negara.02 Pembinaan Kepegawaian : 75. telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105.05.- Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : Penata.05 Saudara Roby telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 245.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. Slamet NIP : 260004500 Tempat/Tgl Lahir : Sukabumi 6 September 1959 Pendidikan : Sarjana (S1) Tahun 2004 CPNS : 1 Maret 1983 PNS : 1 Maret 1984 Pangkat/Golru/TMT : Penata. III/c TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Manajemen Sumber Daya Aparatur. III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002.00 Jumlah : 245. Contoh 2 : Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs.

03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25.17 Saudara Drs. 3 April 1978 26 .17. Pangkat Paling rendah Pengatur Muda. Slamet mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 50 angka kredit • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Ijazah Magister (S2) : 50 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 45. Contoh : • Seorang Pengawal Negeri Sipil : Nama : Nining NIP : 260006810 Tempat/Tgl Lahir : Tangerang. Pengangkatan Pertama Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional melalui pengangkatan pertama setelah berlakunya peraturan ini. b. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat terampil harus memenuhi syarat sebagai berikut : a.12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5.Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah Sarjana (S1) : 100 Ijazah Magister (S2) : 150 Angka Kredit yang diperhitungkan : 50 Saudara Drs. 1. B. Slamet telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 255. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 Paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.02 Pembinaan Kepegawaian : 53. Berijazah paling rendah SLTA/ DIPLOMA I sesuai dengan kompetensi jabatan fungsionalnya. golongan ruang II/a.00 Jumlah : 255. c.

5 • Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencana Kepegawaian : 3. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Pangkat paling rendah Penata Muda golongan ruang III/a.55. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Ijazah Diploma III : 60 • Diklat prajabatan : 1. III/a Jabatan : --Unit Kerja : Biro Kepegawaian 27 . Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. 2.02 Pembinaan Kepegawaian : 2. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs.55 Saudari Nining dapat diangkat jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat terampil jenjang Analis Kepegawaian Pelaksana pangkat Pengatur.- Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru Jabatan Unit Kerja : Diploma III : 1 Maret 2004 : 1 Mei 2005 : Pengatur.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 67. 3 April 1976 Pendidikan : Sarjana (S1) CPNS : 1 Maret 2004 PNS : 1 Mei 2005 Pangkat / Golru : Penata Muda. golongan ruang II/c dengan angka kredit 67. II/c : --: Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. Tuparno NIP : 26006809 Tempat / Tgl Lahir : Kebumen. b. c. Berijazah paling rendah Sarjana (S1) Diploma IV sesuai dengan kompetensi jabatan fungsional.

pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian.05 Saudara Drs Tuparno dapat diangkat dalam jabatan fungsional Analis Kepegawaian tingkat ahli jenjang Analis Kepegawaian Pertama pangkat Penata Muda.03 Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 113. pangkat ditetapkan sesuai dengan pangkat terakhir yang dimiliki sedangkan jabatan fungsional ditetapkan sesuai dengan besarnya angka kredit yang diperoleh dari pendidikan dan tugas pokok. Pegawai negeri Sipil yang pindah dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lainnya. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan : : Drs. Memenuhi syarat ketentuan pengangkatan jabatan fungsional tingkat terampil atau tingkat ahli. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. 3 April 1960 : Sarjana (S1) 28 . Usia palking tinggi 50 (lima puluh) tahun atau 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun dari jabatan yang diduduki.05. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat Prajabatan : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencanaan Kepegawaian : 7.Sudarja : 260004809 : Kebumen. b. Persyaratan Pengangkatan melalui Perpindahan Jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. golongan ruang III/a dengan angka kredit 113.02 Pembinaan Kepegawaian : 3. dan kegiatan penunjang tugas Analis Kepegawaian sewaktu bertugas pada unit tersebut. Memiliki pengalaman dalam bidangnya paling kurang 2 (dua) tahun. pengembangan profesi. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan fungsional melalui perpindahan jabatan. d. c. C.

c. golongan ruang III/a ke atas. 1.00 Jumlah : 155. maka apabila yang bersangkutan akan pindah jabatan dari tingkat terampil menjadi tingkat ahli. Maka penghitungan angka Kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat fungsional tingkat ahli : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 25. jejang Analis Kepegawaian Pertama pangkat penata. Sudarja dapat diangkat dalam jabatan fungsiomal Analisi Kepegawaian tingkat ahli. III/c TMT 1 April 2002 : Pengadministrasi : Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang besangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analisis Kepegawaian. Pegawai Negri Sipil yang menduduki jabatan fungsional tingkat terampil telah memiliki pangkat Penata Muda. Golongan Ruang III/a. b. 29 .03 Penunjang tugas Analisis Kepegawaian : 5. dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah sebelum tanggal 1 Juni 2005 dan belum dinilai angka kreditnya. Telah menduduki pangkat minimal penata Muda.- CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : 1 Maret 1984 : 1 Mei 1986 : Penata. Ijazah sesuai denngan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. Persyaratan Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. pengangkatan kedalam jabatan fungsional tingkat ahli selain ijazah yang diperoleh harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan bagi jabatan fungsional tersebut. golongan ruang III/c dengan angka kredit 155. d.05 Saudara Drs. Telah lulus diklat fungsional tingkat ahli. juga harus memenuhi persyaratan lain yang ditentukan untuk menduduki jabatan fungsional tingkat ahli. Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli.05 D.02 Pembinaan Kepegawaian : 23. Telah mencapai angka kredit kumulatif yang ditentukan.

Contoh : 1 • Seorang Pegawai Negeri Sipil: Nama : Rakimin NIP : 260005700 Tempat/Tgl Lahir : Jakarta 2 September 1971 Pendidikan : SLTA CPNS : 1 Maret 1990 PNS : 1 Mei 1991 Pangkat/Golru/TMT : Pengatur TK I, II/d TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Pelaksana TMT 1 Desember 2001 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Kepegawaian. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah SLTA : 25 Ijazah Sarja (S1) : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 75 Saudara Drs. Rakimin mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 75 angka kredit. Saudara Drs. Rakimin dapat dipindahkan dalam jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat ahli apabila sudah mencapai pakat Penata Muda, golongan ruang III/a, dan persyaratan lain melalui pencapaian angka kredit tambahan dari peningkatan pendidikan/ijazah. • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan kepegawaian : 25,02 Pembinaan Kepegawaian : 35,03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 2,00 Jumlah : 164,05 Setelah Saudara Drs. Rakimin naik pangkat Penata Muda Golongan ruang III/a, dan telah lulus diklat fungsional tingkat ahli maka dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli dengan Pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a

30

jabatan Analis Kepegawaian Pertama, dengan Angka Kredit 164,05. Contoh : 2 • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Dadang : 260004502 : Sukabumi; 11 Juli 1959 : Diploma II Tahun 1998 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka Perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan • Ijazah Diploma II : 40 • Ijazah Sarjana (S1) : 100 • Angka Kredit yang diperhitungkan : 60 Saudara Drs. Dadang mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 60 angka kredit. • Ijazah Diploma II : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 60 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjangan tugas Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 270,17 Saudara Drs. Dadang dapat diangkat dalam jabatan analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian muda, dengan Angka Kredit 270,17. Contoh : 3 • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Tatang NIP : 260004501

31

-

Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja

: Sukabumi,6 Oktober 1959 : Diploma III Tahun 1999 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 60 • Ijazah Diploma III :100 • Ijasah Sarjana(S1) : 40 Saudara Drs. Tatang mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 40 angka kredit • Ijazah Diploma III : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 40 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian Jumlah : 250,17 Saudara Drs. Tatang dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 250,17. Contoh 4 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Roby : 260004600 : Jakarta, 6 September 1959 : Diploma III Tahun 2004 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

32

pada bulan 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut: • Pendidikan Diploma III : 60 • Pendidikan Sarjana : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 40 Saudara Roby Mendapatkan tambahan angka kredit untuk kependidikan adalah 40 angka kredit. • Diploma III : 60 • Ijazah Sarjana : 40 • Diklat Tingkat Ahli : 2 • Pelaksanaan Tugas Pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105,02 Pembinaan Kepegawaian : 75,03 • Penunjang Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 287,05

IV. PENUTUP

Saudara Drs. Roby dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian Tingkat Ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 287,05.

Demikian, apabila terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat dikoordinasikan dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Atas perhatian dan Kerja samanya diucapkan terimakasih. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005
AD

AN

K E P E G A WA

K E PA L

Badan Kepegawaian Negara
N
NE
GARA

IA

Kepala

AB

RE

PU

BLI

S NE K I N D OPrapto

IA

Hadi

33

Contoh : A1

34

Contoh : A2

Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005

TMT

35

Contoh : B1 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT /TMT 36 .

Contoh : B2 Masa Penilaian : 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 37 .

Contoh : C Masa Penilaian : 1 Oktober 1999 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 38 .

Contoh : D1 39 .

Contoh : D2 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 c 40 .

Contoh : D3 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 41 .

Contoh : D4 Masa Penilaian : 1 Juli 2005 s/d 31 Oktober 2005 Sarjana 42 .

4. 2. bahwa dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri. 43 .PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dipandang perlu mengatur petunjuk pelaksanaan jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Mengingat : 1. bahwa Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya tersebut ditetapkan dengan Keputusan Kepala BKN. 3. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Nomor : 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Menimbang : a. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah b.

Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 5. Fungsi. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 9. Tugas. 6. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 7.beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. 12. 10. 44 . Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. 8. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2003. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Kewenangan. 11. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 13. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.

45 . BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pengangkatan dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Pejabat yang berwenang mengangkat. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan. mau dan mampu memahami. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. 3. adalah Pejabat 2. tanggung jawab.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. 4. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. 7. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. 5. metodologi dan teknik analisis tertentu. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. Angka Kredit. sikap perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. Tim Penilai Angka Kredit. adalah proses pengembangan pengetahuan. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. 6. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. Penyuluh kehutanan.

dilakukan 46 . (3) Penilaian dan penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat. Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang tugas penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Salinan atau fotocopy Ijazah/Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) dan atau keterangan/penghargaan yang pernah diterima (apabila ada) yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. adalah Menteri Kehutanan. jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi telah dapat dipenuhi. g. c. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi. Surat pernyataan melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. f. 10. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat berkenaan dengan Penyuluh Kehutanan. 11. e. evaluasi dan pelaporan p e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n d a n b u k t i f i s i k n y a . adalah Gubernur. adalah Bupati/Walikota. BAB II USUL DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 2 (1) Usul penetapan angka kredit disampaikan apabila menurut perhitungan sementara dari Penyuluh Kehutanan. (2) Setiap usul penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilampiri dengan : a. Surat pernyataan melakukan kegiatan pemantauan. 9.Pembina Kepegawaian masing-masing atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. d. Surat pernyataan melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan. 8. adalah Departemen Kehutanan.

Pasal 3 (1) Setiap usul Penetapan Angka Kredit bagi Penyuluh Kehutanan harus dinilai secara seksama oleh Tim Penilai. angka kredit ditetapkan selambatlambatnya pada bulan Januari tahun yang bersangkutan. (2) Hasil penilaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dengan berpedoman pada Lampiran I dan Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. dan Tembusan disampaikan kepada : 1) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. (3) Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit berhalangan sehingga tidak dapat menetapkan angka kredit dalam batas waktu sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (3). angka kredit ditetapkan selambat-lambatnya pada bulan Juli tahun yang bersangkutan. 3) Pejabat lain yang dipandang perlu. Untuk kenaikan pangkat periode April. Untuk kenaikan pangkat periode Oktober. (4) Dalam rangka pengendalian dan tertib administrasi penetapan angka kredit. b. (5) Apabila terdapat pergantian pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. maka pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat mendelegasikan kepada pejabat lain satu tingkat lebih rendah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 2) Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat sebagai berikut : a.PAN/12/2002. Asli Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan kepada Kepala BKN/Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. dengan ketentuan : a. 47 .PAN/12/2002. b. maka spesimen tanda tangan pejabat yang menggantikan disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran I. maka spesimen tanda tangan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (3) disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan.

dan Dapat aktif melakukan penilaian.BAB III TIM PENILAI Pasal 4 (1) Syarat pengangkatan untuk menjadi anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (3) Keputusan Menteri Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 3 0 / K E P / M . dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada huruf a. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 . Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. PASAL 5 (1) Tugas pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : a. (3) Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa keanggotaan sebagaimana dimaksud ayat (1). Sekurang-kurangnya menduduki jabatan/pangkat setingkat dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. b. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. y a i t u : a. c. Mempunyai kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. anggota Tim Penilai dalam diangkat dari pejabat lain yang mempunyai kompetensi dalam bidang penyuluhan kehutanan. b. (2) Tugas pokok Tim Penilai Pusat adalah : 48 . (2) Masa kerja keanggotaan Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. (4) Dalam hal komposisi jumlah anggota Tim Penilai seluruhnya atau sebagian tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan karena belum ada/tidak ada yang memenuhi syarat menjadi anggota Tim Penilai.

(4) Tugas pokok Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah : a. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membindangi kehutanan. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. 49 . b. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dengan huruf a. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Propinsi masing-masing. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. b. Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama dan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. b.a. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/Kota masingmasing. (5) Apabila Tim Penilai Propinsi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. (3) Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : a.

Ketua Tim Penilai dapat mengusulkan anggota pengganti yang memiliki kompetensi sesuai masa kerja yang tersisa kepada pejabat yang berwenang menetapkan Tim Penilai. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota lain yang terdekat. (8) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang turut dinilai. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku Pimpinan Instansi Pembina jabatan Penyuluh Kehutanan. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. Pasal 6 (1) Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. (3) Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. (2) Sekretariat Tim Penilai dibentuk dan ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.(6) Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. Tim Penilai Pusat.PAN/12/2002. (7) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang pensiun atau berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut. dibentuk Sekretariat Tim Penilai yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai yang secara fungsional dijabat oleh pejabat di bidang kepegawaian. (9) Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Pasal 7 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli. 50 . atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. baik yang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau bukan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat pengganti anggota Tim Penilai yang bersangkutan. (2) Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu.

golongan ruang IV/c ditetapkan dengan Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. (5) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. digunakan sebagai dasar untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. (3) Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. dapat dipertimbangkan apabila : a. golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. setiap kali dapat dipertimbangkan apabila : a.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. c. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. b. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. b. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (6) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat yang menduduki jabatan : a. c. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. (4) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Kenaikan jabatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 51 .BAB IV KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT Pasal 8 (1) Penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2).

b. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/b. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. golongan ruang IV/b. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. (7) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Propinsi yang menduduki jabatan : a. Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. pangkat Penata Tingkat I. 52 . dan b. golongan ruang III/d. golongan ruang III/d.golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. (8) Kenaikan pangkat pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan : a. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/d. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. b.

Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan.3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. yang berasal dari kegiatan unsur utama. setiap kali kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi disyaratkan mengumpulkan 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi tersebut. maka Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dapat diangkat dalam jenjang jabatan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki. Pangkat Pembina. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina Tingkat I.(9) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya. (2) Apabila kelebihan jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (1) memenuhi jumlah angka kredit untuk kenaikan jabatan 2 (dua) tingkat atau lebih dari jabatan terakhir yang diduduki. golongan ruang IV/b ditetapkan oleh Gubernur yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. (3) Penyuluh Kehutanan yang naik jabatan sebagaimana dimaksud ayat 2 (dua). kelebihan angka kredit tersebut dapat diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. 53 . Setiap unsur penilaian dalam DP. Pasal 9 (1) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. b. dengan ketentuan : a.

3.BAB V PENGANGKATAN. ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran IV. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. PEMBEBASAN SEMENTARA DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 10 Pengangkatan. 2. Pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan. (2) Pengangkatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. harus didasarkan pada formasi yang ditetapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan ketentuan sebagai berikut : 1. pembebasan sementara dan pemberhentian dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. maka pengangkatan Penyuluh Kehutanan harus memperhitungkan keseimbangan antara beban kerja dengan jumlah Penyuluh Kehutanan sesuai jenjang jabatannya. 54 . Pasal 12 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tidak dapat merangkap jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain. Pasal 11 (1) Untuk menjamin tingkat kinerja Penyuluh Kehutanan dalam mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat. Pengangkatan pertama kali dan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran II. Pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran III.

atau Cuti di luar tanggungan negara. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. (6) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. ayat (2) dan ayat (3) Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya apabila : a. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap 55 . atau Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. d. (5) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980.golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. b. (4) Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). c. e. ayat (2) dan ayat (3) didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan. kecuali untuk persalinan ke empat dan seterusnya. golongan ruang IV/b dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. atau Ditugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. (3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966.

selama pembebasan sementara dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya secara pilihan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku apabila : a.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. kecuali jenis hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir. 56 . Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. atau Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) dan ayat (3). Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1). Pasal 14 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : 1. atau 2. b. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. 3. (7) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan.melaksanakan tugas pokok.

diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. (2) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966.BAB VI PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN Pasal 15 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. (4) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. (3) Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan. Pasal 16 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut pada Pasal 15 ayat (1) sampai dengan ayat (5). dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. (5) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki. 57 . dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.

Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya. Pasal 23 dan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. b. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22. sedangkan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh dari kegiatan unsur utama setelah melalui penilaian dan penetapan angka kredit dari pejabat yang berwenang. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. c. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja (DP. (2) Pangkat awal yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya. 58 .BAB VII PERPINDAHAN JABATAN Pasal 17 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan atau perpindahan antara jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a.PAN/12/2002. d.

e. antara lain melakukan : a. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. dan Fasilitas penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan. c. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. 59 . d. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. b. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. f. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. (2) Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 18 (1) Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan.

BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19 (1) Dengan berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. (3) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2003 dan harus sudah selesai ditetapkan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret 2004.PAN/12/2002. sebelum berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 dapat diangkat dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. 60 . Pasal 20 Penyuluh Kehutanan yang telah memperoleh Ijazah Sarjana/Diploma IV.PAN/12/2002. maka jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang didasarkan kepada Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988 harus disesuaikan ke dalam tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 7 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. (2) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana ditetapkan pada ayat (1) di atas ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit terakhir yang diperoleh Penyuluh Kehutanan.

dilampirkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Pasal 23 Dengan berlakunya Keputusan ini maka Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 12/SE/1988 sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala BAKN Nomor 348/MENHUT-11/1988 dan Nomor 12/SE/1988. untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. dinyatakan tidak berlaku. Pasal 25 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 12 Agustus 2003 KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BA PEGAW AIA N KE DA N GARA NE KEPALA EP UB L IK I N D O N HARDIJANTO ES IA R 61 . Pasal 22 Untuk memperjelas dan mempermudah pelaksanaan Keputusan ini.BAB X PENUTUP Pasal 21 Petunjuk Pelaksanaan yang belum cukup diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Kepala BKN. Pasal 24 Keputusan ini disampaikan kepada instansi terkait yang berkepentingan.PAN/12/2002 sebagaimana tersebut pada Lampiran V.

............... TEMBUSAN disampaikan kepada : 1... Ditetapkan di : Pada tanggal : 62 ........ Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit.. 2.. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan............... ......... evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan e Pengembangan penyuluhan kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL..... / TMT. 3.CONTOH PENETAPAN ANGKA KREDIT LAMPIRAN I KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / / Masa Penilaian : .... LAMA BARU JUMLAH ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.. I II III KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan penyuluhan kehutanan c Pelaksanaan penyuluhan kehutanan d Pemantauan.. s/d ..... Kepala Biro Kepegawaian/ BKD yang bersangkutan *) *) coret yang tidak perlu.... 5........... / PANGKAT ....... 4..... Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan....

......../.... NOMOR : .... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .................... Mengingat : 1........... 2.......... 63 .............. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .............................. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002................. tanggal ...................... 9........ Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999.... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994... 6........... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001............................. ..... 3................ Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999............ 8............ dipandang perlu mengangkat/ mengangkat kembali *) saudara ............ 5.......... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan...../....................................... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .........CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA KALI/ PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN KEPALA BADAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ........................................................ .... 7..... b... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA/PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.................. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002.......... 4........

.... 3.... (diisi dengan angka dan huruf) .... dalam jabatan .... dengan angka kredit sebesar . c. 2................... ruang/TMT : .................................................. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu..................... *) coret yang tidak perlu................. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya............................................. ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........ N a m a : ................................... b............. mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a.. 5............ Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1....................... d...............MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ................................................................ Unit kerja : ........ 64 .. Pangkat/Gol................................................................................ ........................................ 4...... NIP : .

.. Bahwa saudara ........... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002................. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999.... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002.......... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .............................................................. Pegawai Negeri Sipil : b.......... pangkat/golongan ruang ........ MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .... membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................. 6........................................ NOMOR : ............. berdasarkan .................. ..... karena ....... ....... 5......................................................... NIP.............. jabatan ................. 3........ 65 ... 2........ dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan....................... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003. Mengingat : 1................... 4... 7..................................../................................... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a................/................... ....... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001.............CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN III KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .................

................. NIP : .............................. 5...... KEDUA KETIGA : : ..... 66 ........ ruang/TMT : ............................................................................. ......... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu..... Pangkat/Gol.................................. *) coret yang tidak perlu....... b....................... Unit kerja : ....... 3................. dari jabatan ............................................ c..................... N a m a : ........... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya....................... 2............ d.......................... Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1..a................. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya............................ 4.....

...... tanggal ..... 8............ 7.... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002..... ....................... 67 .. ............ Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994............ jabatan ....................... NIP................................. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.............................. TENTANG PEMBERHENTIAN DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a......................................... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999....../...........CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN IV KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ......................... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002... 6........... telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor ........... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001................................ pangkat/golongan ruang ........................ 2..... terhitung mulai tanggal ...... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ................. b............... ..... 4..................................... 3.... Bahwa saudara ................. 5...................../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka 1 (satu) tahun dibebaskan sementara*)................/................. NOMOR : .......... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ............. Mengingat : 1....

.. memberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. ..................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya................................... dari jabatan ..................... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya......................................................................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1......... 5........... Pegawai Negeri Sipil : a.... *) coret yang tidak perlu..... 68 .......................... NIP : ...... d........................ 4......... Unit kerja : ............. 3................................................ ..................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu.......................... N a m a : ......... Pangkat/Gol... b........................... ruang/TMT : .................. c........... 2................

dipandang perlu meninjau kembali ketentuan tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 6 / M E N PA N / 1 9 8 8 . Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999. 2.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Menimbang : a. 69 . dipandang perlu menetapkan kembali Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. 3. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. b.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. bahwa untuk maksud tersebut huruf a diatas. bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil dan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.

Fungsi. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Nomor 101 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. 26 Tahun 2001. Fungsi. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Tugas. Memperhatikan : 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. 7.74-7/18 tanggal 23 Agustus 2002. Tugas. 10. Kewenangan.26-30/V. 2. Pertimbangan Kelapa Badan Kepegawaian Negara dengan suratnya Nomor K. 8. Susunan Organisasi. dan Tata Kerja Menteri Negara sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2002. 70 . 9. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. 6. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan.4. Kewenangan. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 5. 11. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Usul Menteri Kehutanan dalam surat Nomor 1138/MENHUT-II/2002 tanggal 15 Juli 2002.

adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. metodologi dan teknik analisis tertentu. adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan. wewenang. dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Kehutanan. 3. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. tanggung jawab. 4. kawasan hutan. dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. 71 . Penyuluh Kehutanan. 2.

Penyuluhan Kehutanan. adalah proses pengembangan pengetahuan. 7. Tim Penilai Angka Kredit. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. mau dan mampu memahami. Angka kredit. 6. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu.5. 72 . adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.

73 . adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.BAB II RUMPUN JABATAN. (2) Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). mengembangkan. melaksanakan. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. Pasal 3 (1) Penyuluh Kehutanan berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional penyuluhan kehutanan pada instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. Pasal 4 Tugas pokok Penyuluh Kehutanan. adalah menyiapkan. KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK Pasal 2 Penyuluh Kehutanan termasuk dalam rumpun ilmu hayat.

2. d. 3. 2. 2. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. materi. 4. Pemantauan. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. 3. 2. Persiapan penyuluhan kehutanan. 4. Pendidikan dan pelatihan fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. 3. c. b. Pengembangan penyuluhan kehutanan : 1. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan: 1. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. meliputi : 1. 2. metodologi. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 3. Pengembangan aspek teknik. Pengembangan profesi : 1. 2. f. terdiri dari : a. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. meliputi : 1. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. Pendidikan.BAB III UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 5 Unsur dan sub unsur kegiatan Penyuluh Kehutanan. Pengembangan aspek kelembagaan/manajemen penyuluhan kehutanan. e. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. 74 . Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan Kehutanan. meliputi : 1. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran.

75 . 4. 7. 6.g. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Memperoleh piagam kehormatan. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. Penunjang penyuluhan kehutanan : 1. 3. 5. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Mengejar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan.

Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. Penyuluh Kehutanan Pertama. 2. Penata Muda. c. terdiri dari : 1. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. c. Penata Muda. Penyuluh Kehutanan Penyelia. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Penata. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. Pengatur Tingkat I. 2. Penyuluh Kehutanan Muda. c. terdiri dari : 1. Penyuluh Kehuttanan Madya. b. (3) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (2) sesuai dengan jenjang Jabatan. Penyuluh Kehutanan Pertama. adalah : a. golongan ruang II/d. golongan ruang III/a. golongan ruang II/b. adalah : a. terdiri dari : 1. (2) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) sesuai jenjang jabatan. adalah : a. 3. Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/d. Penyuluh Kehutanan Penyelia. 76 . 2. terdiri dari : 1. Penata Tingkat I. b. golongan ruang III/c. Pengatur Muda Tingkat I. Pengatur.BAB IV JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 6 (1) Jabatan Penyuluh Kehutanan terdiri dari Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. golongan ruang III/b. golongan ruang III/a. b. golongan ruang II/c. Pasal 7 (1) Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. adalah : a. (2) Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi.

Pembina. Pembina Tingkat I.2. terdiri dari : 1. b. Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang III/c. Pembina Utama Muda. 3. Penyuluh Kehutanan Muda. 2. Penata. golongan ruang IV/a. Penata Tingkat I. 2. Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/b. golongan ruang IV/c. 77 . terdiri dari : 1. golongan ruang IV/b. golongan ruang III/d. c.

Penyuluh Kehutanan Pelaksana. 6. 9. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. 8. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 2. 4. 3. 78 . Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. yaitu : 1. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan tingkat pelaksana. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flip chart (minimal 5 lembar).BAB V RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI DALAM PEMBERIAN ANGKA KREDIT Pasal 8 (1) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. sebagai berikut : a. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. 11. Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 12. 7. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. 5. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart/gambar. 10.

14. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 20. 22. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan. 25. 27. Menyusun laporan bulanan. 15. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. Melakukan kegiatan demonstrasi cara. 21. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demplot). Menyusun laporan Tahunan. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran di tingkat BPP/ Kecamatan. 19.13. 23. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 17. Menjadi pembimbing/ instruktur widya karya atau perjalanan praktek studi banding tingkat desa dan kecamatan. 79 . Menumbuhkan organisasi kelompok sasaran. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. Melaksanakan temu lapang. 24. 18. yaitu : 1. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai dengan lanjut. 2. Menyusun laporan Triwulan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. 16. b. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 26. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan.

Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto (min 5 lbr). 11. 6. 16. Menyusun rencana kerja tahunan. 13. 8. 10. 5. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet (min 1000 kata). Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. 14. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 7. 4. 17. 15. 12. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 80 . Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. 9. Mengolah data materi penyuluhan kehutanan. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.3.

23. 30. 81 . Sebagai narasumber dalam temu teknis wilayah. 21. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 29. kehutanan (demontrasi farm). Sebagai moderator dalam temu antar wilayah/teknis. 22. 28. 25.18. Sebagai pramu wicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. 27. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten/Kota. 33. 26. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Melaksanakan kaji terap teknologi anjuran/uji coba. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. Melakukan temu usaha. 24. Memberikan bimbingan pada sekolah lapang. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan usahatani. 19. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk specimen. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 32. Melakukan temu karya kepada anggota kelompok tani binaan. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. 20. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Lanjutan sampai dengan Madya. 31.

Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 5. Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. Menyusun panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. 82 . Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. Melakukan pemantauan/pengendalian penyelenggaran penyuluhan kehutanan. 3. Menyusun laporan tahunan. Menyusun rancangan identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. Menjadi instruktur atau pembimbing kegiatan widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat Kabupaten/Kota. 37. c. yaitu : 1. 6. 36. 38. 35. 7. Menyusun laporan bulanan. Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan (sekolah lapang/ magang). 8. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/Kota. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 41. 40. 39. 2. 4. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. Menyusun laporan triwulan. Penyuluh Kehutanan Penyelia.34. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi.

21. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). 16. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat / tokoh agama. 83 . 13. 14. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 17. 22. 15. 20. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. Menganalisis data dalam menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. 18. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. 12. 23. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. 11.9. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. 10. 19. Melakukan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi.

34. 84 . 25. Menyusun laporan bulanan. Melaksanakan penilaian lomba bidang kehutanan. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Kabupaten/Kota.24. 30. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Propinsi. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Sebagai pembaca naskah/ pemain tunggal dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Madya sampai dengan Utama. 27. 37. Menyusun laporan tahunan. menganalisis dan menyusun kepada laporan. Merekomendasi/ tindak lanjut hasil pemantauan/ pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan triwulan. 39. 26. 38. 28. 31. Menjadi instruktur atau pembimbing studi banding widyakarya tingkat Propinsi. Mengolah. Melakukan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada tokoh masyarakat/ tokoh agama. 33. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 36. 35. 32. 29. Menyusun kurikulum kursus kelompok sasaran.

13. yaitu : 1. 10. 5. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. adalah sebagai berikut : a. Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan Pertama. Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Menyusun rencana kerja tahunan. 4. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide (min 10 lbr). 9. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster.(2) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan kategori keahlian. 11. 12. 2. 8. 3. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet (min 1000 kata). 7. 85 . 6.

Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. LSM. 28. 29. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada Pemda. M e n y u s u n m e t o d a / t e k n i k p e m a n t a u a n / p e n g e n d a l i a n penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 15. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan. Sebagai pramu wicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Nasional. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi. Menyusun laporan triwulan. LSM. Melakukan temu karya kepada Pemda. 25. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 17. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. 22. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi sebagai pembicara/penyaji. 27. 21. 86 .14. 18. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Nasional. 23. 26. 30. 24. Sebagai pembicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. 19. 20. Menyusun laporan bulanan. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 16.

87 . Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. dan pemerintah pusat. 9. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. dan pemerintah pusat. cendekiawan. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Penyuluh Kehutanan Muda : 1. Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. 12. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk Video (rekaman) min 5 menit. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 6. Menyusun rencana kerja tahunan. 4. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide (min 10 lbr).31. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada perguruan tinggi. 2. 10. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. materi. 11. Melakukan temu karya kepada perguruan tinggi. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. b. 5. 7. Membuat desain kaji terap/uji coba metoda penyuluhan kehutanan. 13. 8. cendekiawan. 3. 14.

24. Sebagai pembahas dalam pendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 29. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. 23. 18. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya tingkat Nasional. Menyusun laporan tahunan. 25. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran. 19. 22. 21. Menyusun laporan bulanan. 17. 28. Menyusun laporan triwulan. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Menyusun pedoman lomba bidang kehutanan. 27. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.15. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum). 20. 30. 26. 16. Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnakan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 88 . Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 31.

32. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. 6. 2. sarana. 8. 9. 33. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. Penyuluh Kehutanan Madya : 1. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 35. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat internasional. 89 . Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ metodologi. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. materi. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 3. c. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. 5. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. 4. 10. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Internasional. 34. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 7.

Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. (3) Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan kegiatan pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan diberikan nilai angka kredit sebagaimana tercantum dalam Lampiran I bagi Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Lampiran II bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. 21. Menyusun laporan bulanan. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 13. 12. 14. 20. 16. metodologi. 17. Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. materi. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara melalui siaran radio/TV. Menyusun laporan triwulan. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 22. 19. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 18. Pasal 9 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam 90 . Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan.11. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 15.

d. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. c. 91 . adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan kehutanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf g. Pengembangan profesi. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau satu tingkat dibawah jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan.pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). b. terdiri dari : a. (2) Unsur utama. Unsur utama. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II. (3) Unsur penunjang. Pasal 11 (1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian angka kredit terdiri dari : a. dan f. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya. ditetapkan sebagai berikut : a. angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. Persiapan penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. (4) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan dan angka kredit masing-masing unsur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 10 Penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). b. Pemantauan. b. Pendidikan. e. Unsur penunjang. angka kredit yang diperoleh ditetapkan adalah sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. adalah sebagai berikut : a. b. Pengembangan penyuluhan kehutanan.

pangkat Pembina Utama Muda. (2) Penyuluh Kehutanan Madya yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I. (5) Penyuluh Kehutanan Penyelia. pada tahun berikutnya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari kegiatan unsur pengembangan profesi. 92 . golongan ruang IV/c. golongan ruang III/d. golongan ruang IV/b dan menjadi Pembina Utama Muda. dengan ketentuan : a. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. pangkat Penata Tingkat I. (6) Penyuluh Kehutanan Madya. (3) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. b. (4) Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat pada tahun pertama dalam masa jabatan/pangkat yang didudukinya. Sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. golongan ruang IV/c. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. Sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi.Pasal 12 (1) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III dan bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV.

93 . (2) Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b.Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan yang secara bersama-sama membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut : a. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama. b. 40% (empat puluh persen) untuk semua penulis pembantu. sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang.

Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masingmasing. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. setiap Penyuluh Kehutanan diwajibkan mencatat atau menginventarisir seluruh kegiatan yang dilakukan. c.BAB VI PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 14 (1) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilakukan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. d. b. yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil. secara hirarkhi Penyuluh Kehutanan dapat mengajukan usul penilaian dan penetapan angka kredit. (2) Apabila dari hasil catatan atau inventarisasi seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud ayat (1) dipandang sudah dapat memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat/jabatan. Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah : a. 94 .

b. d. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. b. Pasal 16 (1) Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : a. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Kepala Pusat Bina Penyuluhan. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang Anggota. selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. d. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi bagi Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi. Kehutanan Departemen Kehutanan. (2) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh : a. selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat. c. adalah : a. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan bagi Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan. Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk Tim Penilai Propinsi.(2) Dalam menjalankan tugas. (3) Syarat untuk menjadi anggota Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Seorang Sekretaris merangkap Anggota. c. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk Tim Penilai Sekretariat Jenderal. 95 . dibantu oleh : a. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. d. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. b. c. Seorang Ketua merangkap Anggota.

maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh kehutanan. b. (4) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku pimpinan instansi pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan.b. (2) Apabila terdapat anggota Tim Penilai yang ikut dinilai. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan kepada Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai Pengganti. (6) Apabila tim Penilai belum dapat dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. Pasal 18 Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. Dapat aktif melakukan penilaian. Pasal 17 (1) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. adalah 3 (tiga) tahun. c. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan 96 . (5) Masa jabatan anggota Tim Penilai. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan.

Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Pasal 20 (1) Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. 97 . c. d. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membindangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan P e n y u l u h K e h u ta n a n M a d y a d i l i n g k u n g a n m a s i n g .m a s i n g . Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Terhadap keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. tidak dapat diajukan keberatan oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.

Serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur Muda Tingkat I. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. c. (3) Kualifikasi pendidikan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2).BAB VII PEJABAT YANG BERWENANG MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 21 Pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. adalah Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. golongan ruang III/a. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. (2) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan. d. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). BAB VIII SYARAT PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Pasal 22 (1) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. c. Serendah-rendahnya berijazah Sarjana (S1) / Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. d. adalah : a. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). Berijazah Diploma II atau Diploma III sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. adalah : a. b. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. golongan ruang II/b. b. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 98 .

Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun berdasarkan jabatan terakhirnya. Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. dan c. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. dan jenjang jabatannya ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. b. dan Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan/pangkat yang akan didudukinya. apabila: a. Memenuhi jumlah angka kredit minimal yang ditentukan untuk jenjang jabatan/pangkatnya. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. Ijazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli.Pasal 23 Disamping memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 22. 99 . b. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 atau Pasal 23. Sesuai dengan formasi Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Pasal 25 Penyuluh Kehutanan tingkat terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. dan b. c. pengangkatan dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan harus pula : a.

atau Menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. pangkat Penata Muda. (4) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud ayat (1). ayat (2). golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. dibebaska sementara dari jabatannya. golongan ruang IV/b. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi.BAB IX PEMBEBASAN SEMENTARA. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. pangkat Penata Tingkat I. 100 . c. e. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. dan ayat (3). (3) Penyuluh Kehutanan Madya. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN Pasal 26 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana. d. pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Pembina Tingkat I. Ditugaskan secara penuh di luar Jabatan Penyuluh Kehutanan. b. apabila : a. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. pangkat Penata. Menjalani cuti di luar tanggungan negara.

kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat. Pasal 28 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : a. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1). (2) Pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). b.Pasal 27 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani masa pembebasan sementara sebagaimana dimaksud Pasal 26. dapat diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan. c. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dan ayat (3). dapat menggunakan angka kredit terakhir yang dimilikinya dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diperoleh selama tidak menduduki Jabatann Penyuluh Kehutanan. 101 . atau Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap.

102 . membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan. masih dinilai berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. Pasal 30 Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan yang telah dilakukan Penyuluh Kehutanan sampai dengan ditetapkannya petunjuk pelaksanaan Keputusan ini. dinyatakan tetap berlaku.BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 29 Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. memindahkan.

Penyuluh Kehutanan dapat dipindahkan ke jabatan struktural atau jabatan fungsional lain. 103 . disesuaikan dengan nama dan jenjang jabatan menurut Keputusan ini. dan pengembangan karier. Pasal 32 Untuk kepentingan dinas dan/atau dalam rangka menambah pengetahuan. maka nama dan jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. (2) Penyesuaian jenjang jabatan menurut Keputusan ini didasarkan kepada hasil penetapan angka kredit yang terakhir.BAB XI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 31 (1) Dengan berlakunya Keputusan ini. sepanjang memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan. pengalaman.

BAB XII PENUTUP Pasal 33 Apabila ada perubahan mendasar dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan kehutanan sehingga ketentuan dalam Keputusan ini tidak sesuai lagi. Pasal 34 Dengan berlakunya Keputusan ini. Ditetapkan di Pada tanggal ENTER : Jakarta : 3 Desember 2002 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA M U P UN A U B A N A PA R A T E LIK IN D ON 104 R PEISAL TAMIN SI NEG A ARA I PENDA YA RE G . Pasal 35 Petunjuk pelaksanaan Keputusan ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara. maka Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 16/MENPAN/1988 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku lagi. maka Keputusan ini dapat ditinjau kembali. Pasal 36 Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

16 0. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. 3. 6.09 0. Desa dan Kecamatan b. 1. 1. 7. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. 5.03 NO.16 0.32 0. Primer b. 2. 4. 2. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap buku Setiap peta Setiap naskah 0.31 0.03 0.07 0.160 jam Lamanya 30.480 jam Lamanya 81. 4.02 PK Pelaksana . Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat A. Kabupaten/Kota c.LAMPIRAN I : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pelaksana Lanjutan PK Pelaksana 1 I II PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B. Sarjana muda/Diploma III Diploma II Lamanya lebih dari 960 jam Lamanya 641.80 jam Pengumpulkan data dan informasi wilayah kerja a.12 PK Pelaksana PK Pelaksana Lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan 3.960 jam Lamanya 481-640 jam Lamanya 161. Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap laporan Setiap laporan 3 4 5 6 60 40 15 9 6 3 2 1 0. Propinsi Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan Menyusun / membual peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknulogi kehutanan Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan Memandu penyusunan rencan tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Setiap rencana 105 0. 5. 6. Sekunder Mengelola data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat a.

Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan b. Menyusun /membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Penyusunan program penyuluhan kehutanan Setiap rancangan Setiap laporan Setiap laporan 0.04 0. Sebagai penyaji 2). Media terproyeksi/audiovisual 1).07 0. Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan a.39 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap RDK/RDKK Setiap RDK/RDKK Setiap buku Setiap kerja acuan Setiap paket Setiap paket Setiap paket 0.05 0. Merumuskan hasil identifikasi 2.Mengumpulkan data b.17 0. Chart/gambar b. Mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan 1). Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a.08 0. Kelompok wanatani b.04 0. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiata(sekolah lapang/ magang) 1. penyuluh kehutanan penyelia 2. Seri foto (min 5 lbr) 3). Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0. Sebagai pembahas c.10 0. Kelompok sasaran lain 1.01 0. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi 1.03 0. Media papan 1). Menganalisis data 2. Penyuluh kehutanan pelaksana b. Melaksanakan kajian identifikasi c. Menyusun rencana identfikasi b.10 0.106 1 B. Foto 2).09 0.10 PK Penyelia PK Pelaksa Lanjutan PK Penyelia PK Penyelia Setiap konsep program Setiap konsep Setiap konsep Setiap naskah program PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan 2 3 4 5 6 7 C. Memandu Penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) Dan Rencana Definitif Kebutuhan kelompok (RDKK): a. Flip chart (min 5 lbr) 4).08 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN D.02 0.08 0. Identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan a.40 0. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.19 0. Mengolah data c. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan Setiap lembar Setiap paket Setiap paket Setiap gambar Setiap naskah 0.07 0.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK P elaksana PK Pelaksana PK Penyelia 1. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan 2. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.32 0.14 0. Slide . Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan a.

Realita 1). Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kaji terap teknologi anjuran/uji coba Melakukan demontrasi(percontohan) a.30 0. Spesimen 5). Maket 2).60 0.16 0.56 0.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 2). Media cetak 1). oleh .Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan .07 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 2. Poster. Demontrasi hasil . Menyusun dan membuat selembaran /pamflet.03 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana 107 2).03 0.1 Setiap naskah PK Penyelia 0. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Model 4).56 0.28 0.30 PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia B. oleh .Penyuluh kehutanan penyelia d.28 0.75 0. 4.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan .08 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b. Penyuluh kehutanan pelaksana b.Penyuluh kehutanan pelaksanaan lanjutan . Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran oleh a.16 0.Penyuluh kehutanan penyelia 3). Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.Penyuluh kehutanan penyelia 4). Siaran sandiwara di radio /TV c.15 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.04 0. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Demontrasi cara b.01 0. oleh . oleh .80 0.81 2 3 4 5 6 7 Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit 0. Leaflet/folder. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap naskah instrumen Setiap kali 0.Penyuluh Kehutanan Pelaksana lanjutan .04 0. Diorama 3).38 0.16 0. Brosur / booklet (min 1000 kata). Mock up Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran oleh a. 3.

08 0. Tingkat Kabupaten / Kotamadya 3). Kelompok tani binaan b. Melaksanakan temu lapang 6.08 0.16 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelasana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.04 0.27 0. Tingkat Kabupaten dan Kotamadya . Tingkat desa dan kecamatan b.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 1).48 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Melakukan temu karya kepada: a.06 0. Tingkat Desa dan Kecamatan 2). Percontohan wilayah (demontrasi area) 5. Melakukan temu usaha 10. Sebagai moderator b. Tingkat BPP/kecamatan b.06 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan 1 .08 0. Melaksanakan kegiatan pameran kehutanan 1). Tingkat Propinsi b.02 0. Kelompok tani binaan b.03 0. Tingkat Propinsi Setiap kali Setiap kali 0.Sebagai pramu wicara 2). Percontohan usahatani kehutanan (demontrasi fram) 3). Melaksanakan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada: a. Tokoh masyarakat/agama 9.02 0.04 0.108 2 Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap kali 0. Tokoh masyarakat/agama 11.07 0.Sebagai pembuat karya/desain .03 0. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran a.18 0. Tingkat propinsi 12.22 0.06 0.18 0.02 0.05 0.09 0. Tingkat propinsi 8. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/pembimbing) a. Ceramah umum 1). Melaksanakan temu tenis antar wilayah / fungsi a. Percontohan petak (demontrasi plot) 2). Sebagai narasumber 7. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk a. Tingkat kabupaten c.05 0. Tingkat kabupaten/kotamadya c.

madya c. Kelompok Sasaran lain oleh : 1).20 0. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 109 . Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan a.16 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0.menganalis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1. Menumbuhkan kelompok 2.32 0.Sebagai pembuat karya/desain 13. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran a. Menyusun kurikulum kursus b. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada: a. Pemula . Penyuluh kehutanan penyelia 15.1 Setiap kali 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2.05 Setiap kali 2 3 4 5 6 7 Setiap orang Setiap orang Setiap orang 0.02 0.09 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap gbpp Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia C.48 0. Memberikan bimbingan teknis/kursus kepada kelompok sasaran : a. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 2.05 0.04 0. Bulanan 1. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3).Melaksanakan penilaian lomba 1. Madya .08 0. Lanjut .05 0. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio /TV: . Penyuluh kehutanan penyelia b. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang 1.30 PK Penyelia PK Penyelia 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut Setiap laporan Setiap laporan 0.03 0.utama 3. Penyuluh kehutanan pelaksana 2). Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari : a. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3).01 0.01 0. Mengolah.Sebagai pembaca naskah/pemain tunggal 14.06 0.06 0. Perorangan oleh : 1).04 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan . Berperan serta dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sebagai berikut .lanjut b. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian 3. Penyuluh kehutanan pelaksana 2).01 0. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan C. Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantau an/pengedaian 1. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV A.54 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PEMANTULAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN B.04 0.03 0.

04 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang VI D.30 0. Karya tulis tinjauan atau alasan ilmiah gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan a.15 0. Dalam bentuk buku b.00 3. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2. Penyuluh kehutanan pelaksana 2.02 0. Dalam bentuk buku yang diterbikan secara nasional b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .06 0.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya 7. Dalam bentuk makalah 4. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3. Dalam buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.50 6. Penyuluh kehutanan penyelia b. Penyuluh kehutanan penyelia c.50 2.nilai pembaharuan 2. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan C.50 2. Triwulan 1. Penyuluh kehutanan pelaksana 2.06 0.50 1. Mengajar/melatih di bidang KEHUTANAN penyuluhan kehutanan 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Merumuskan sisyem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .12 0.00 4.nilai penyempurnaan pebaikan Membuat buku pedoman/petunjuk pelasana/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan Mengajar/melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan .110 1 Setiap laporan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.00 0. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan .50 5.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah 8. Penyuluh kehutanan penyelia 1. Tahunan 1. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam Pelajaran 2.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang B. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan 12. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3. Membuat buku pedoman /petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan PENUNJANG PENYULUH A. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengkajian /survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi a. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a.08 2 3 4 5 6 7 V Setiap buku Setiap naskah PENGEMBANGAN PROFESI A.

20 (dua puluh) tahun c.00 0.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang D. Pembahas d. Sarjana muda/diploma III 3.1 PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN B.00 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VII C. 30 (tiga puluh) tahun b. Diploma II 2. Gelar kehormatan akademis 3. Narasumber e.00 4.00 1.50 Semua jenjang 7. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasi : a. Dalam bentuk makalah 3. Memperoleh piagam kehormatan 1.50 0.00 1. Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F. Tingkat nasional/internasional.00 1.sebagai : a. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Mengikuti seminar/lokakarya atau simposium sebagai a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.50 0.00 1. Tanda kehormatan satyalancana karya satya a. Menterjemahkan /menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap buku 3. FEISAL TAMIM 111 . Tingkat propinsi.00 2.00 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Pemasaran b.00 15. Anggota aktif 1. Sarjana/diploma IV 1.sebagai: a. Dalam majalah ilmuan yang diakui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2. Peserta Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan Memperoleh keserjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Pengurus aktif b.00 5. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G.00 2. Anggota aktif 2. Dalam bentuk buku b.35 Setiap makalah Setiap makalah Setiap naskah 3. 10 (sepuluh) tahun 2.50 1.50 3. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehuta nan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 3.00 0.00 2. Terjemahan/saudara di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Pengurus aktif b.00 2. Moderator c.

Mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan : 1. Menyusun instrumen identifikasi 2. Lamanya antara 81-160 jam 6. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani b. Sebagai pembahas c. Sebagai penyaji 2.07 0. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Dokter 2.12 0.80 0. Sebagai narasumber 3.112 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. Lamanya lebih dari 950 jam 2. Sarjana / Diploma IV 1. pasca sarjana 3.12 0. Menyusun rancang bangun rekayasa usaha wanatani : a. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 1 I II A. Penyusunan program penyuluhan kehutanan C.04 PK Pertama . PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 NO. Mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1.16 0. Lamanya antara 481-640 jam 4. Sebagai nara sumber 1. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan Setiap konsep 0. Menganalisis data potensi wilayah dan agroenkosistem serta kebutuhan teknologic kehutanan 3. Lamanya antara 161-480 jam 5. Lamanya antara 30-80 jam 1.36 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pertama PK Muda PK Madya PK Madya PK Madya PK Muda PK Madya B. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1. Lamanya antara 641-960 jam 3. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat PERSIAPAN Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap naskah instrumen Setiap laporan Setiap konsep Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap naskah 3 4 5 6 LAMPIRAN II : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 150 100 75 15 9 6 3 2 1 0.36 0.

07 Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0.5 0.oleh . Penyuluh kehutanan muda c.60 0.penyuluh kehutanan muda .Penyuluh kehutanan muda . Brosur/booklet.16 0.39 0.45 0.19 0.06 0.Penyuluh kehutanan madya 4).56 0.2 0. Selebaran/pamflet.Penyuluh kehutanan pertama .15 0.30 0.Penyuluh kehutanan madya 3). Siaran radio TV c.Penyuluh kehutanan muda . Menyusun instrumen 2.08 0.oleh .28 0. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan untuk/dalam bentuk a. Poster.40 0. Menyusun rancangan sarana penyuluhan 1. Vidio (rekaman) min 5 menit 5). Penyusunan materi penyuluhan kehutanan PK Pertama PK Pertama PK Pertama PK Muda PK Muda PK Muda Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.Penyuluh kehutanan pertama .84 0. Media terproyeksi/audiovisual 1).8 0.oleh .60 D.penyuluh kehutanan madya 113 .Penyuluh kehutanan pertama . Media papan 1). Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A. Penyuluh kehutanan madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Pertama Setiap recana kerja Setiap paket 0.oleh .32 0.Penyuluh kehutanan muda .58 2 3 4 5 6 7 III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap papan dis Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.Penyuluh kehutanan pertama . Bulletin boart (papan bulletin) b. Penyuluh kehutanan pertama b.Penyuluh kehutanan madya 2). Sound slide (min 10 lbr) 4).90 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya 1. Leaflet/folder. Seri slide (min 10 lbr) 3). Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan: a.1 a. Media cetak 1). OHP transparan 2).30 0.60 0.

06 0.24 0.64 0. pemerintah pusat 6.09 0. LSM. Tingkat nasional b. Melaksakan kegiatan pameran kehutanan 1. Melakukan kaji terap teknologi anjuran / uji coba a.10 0. Melakukan temu karya kepada : . Sebagai pembicara / penyaji 3. pemerintah pusat 5.Sebagai pramuwicara 2. Penyuluh kehutanan pertama Setiap orang 0. Ceramah umum 1. Sebagai sutradara b. Perorangan oleh : 1.16 1.18 0.80 PK Muda PK Madya Setiap laporan Setiap laporan 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya ( perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing a. Membuat desain kaji terap/uji coba b. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya .16 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan 0. Tingkat internasional 7. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada : .06 0.59 0. cendikiawan.114 2 B. cendikiawan.Pemuda.perguruan tinggi. Tingkat nasional 4.08 0.08 0.18 PK Muda PK Madya Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali Setiap kali 0.18 PK Pertama PK Muda PK Pertama PK Muda PK Madya 1. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/ kampanye dalam bentuk : a. Tingkat nasional . Tingkat internasional b. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran : a.Sebagai pramuwicara 8. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi 2. LSM. Tingkat nasional 2.Perguruan tinggi. Tingkat propinsi .Pemda. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi : a.03 PK Pertama 1 .Sebagai pembuat karya/desain . Melakukan penyuluhan melalui siaran radio/ TV a. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya . Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara 9.16 PK Pertama PK Muda Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0.08 0. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan Setiap desain Setiap laporan PK Muda PK Muda PK Petama PK Pertama PK Pertama PK Madya 0.

Pentusunan pedoman penilaian lomba 1.04 0.08 0. Kelompok sasaran lain oleh : 1. Mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan : a.12 0. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan B. Penyuluh kehutanan pertama b. Penyuluh kehutanan muda c. Penyuluh kehutanan muda 3. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV. Penyuluh kehutanan madya b. Penyuluh kehutanan madya 10. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan : a. Memberikan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran sebagai : a.38 PK Muda PK Pertama PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap laporan 0.12 0. Sebagai penyaji b. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi b. Penyuluh kehutanan muda c. Sebagai pembahas 2.04 0. Penyuluh kehutanan pertama 2.12 0.09 2 3 4 5 6 7 Setiap modul Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap pksu perusahaan 0.09 0.06 0.06 0. Triwulan a. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran : a. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal ( badan hukum ) 2.08 0. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran 3. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap pedoman Setiap naskah 0.08 0.27 PK Muda PK Pertama PK Muda PK Muda C. Penyuluh kehutanan pertama b.44 0. Penyuluh kehutanan madya b. Penyuluh kehutanan madya Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.1 Setiap orang Setiap orang PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0.60 0.08 0.21 0.18 PK Pertama PK Muda PK Madya .12 PK Pertama PK Muda PK Madya 115 2. Menyusun metode/ teknik pemantauan/pengendalian 1.14 PK Muda PK Madya PK Muda PK Muda C. Bulanan a. Menyusun materi kursus 1. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara c. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan badang kehutanan sebagai berikut : a. A. Penyuluh kehutanan muda 3.

40 0.45 2 3 4 5 6 7 V PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Penyuluh kehutanan pertama b. Pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan : a.95 1. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan c. Pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan : a. Menyempurnakan konsep pengembangan perecanaan penyuluhan kehutanan 3. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan c.90 0. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan . Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan c. Menyiap konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b.42 0. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan 2. materi. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 2. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ materi. penyuluh kehutanan madya 1. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan 4. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c.46 0. penyuluh kehutanan muda c. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c.116 1 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0.20 1.08 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan Setiap konsep Setiap laporan 0. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan b.84 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Muda PK Madya B.69 0.37 0.50 0. Tahunan a. Pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan : a.80 1.36 0. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumus Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitorin dan evaluasi penyuluhan kehutanan 1. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan b. Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan a.45 0.15 0.30 0. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b.

materi . Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2. Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan A.50 2.00 0. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 1.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang B. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh LIPI 3.50 6. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap naskah 8. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam pelajaran Setiap buku Setiap naskah 7. Menterjemahkan/ menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan 117 Mengajar/ melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang di publikasi : a. Mengajar/ melatih di bidang penyuluhan kehutanan B. gagasan dan atau ulasan ilmidalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan 1. Dalam bentuk makalah 4. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan C.1 Setiap naskah rumusan 0. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/ pengkaji an/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a. Dalam majalah ilmiah yang diakuioleh LIPI 2.00 Semua jenjang Semua jenjang A. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Menyempurnakan pengembangan teknik/metodologi. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b.04 7. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasansendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang di publikasi : a.00 1.72 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VI PENGEMBANGAN PROFESI Setiap buku Setiap naskah 12. Dalam bentuk buku b.50 1.00 2. Dalam buku makalah Setiap buku Setiap makalah 3.00 3.50 Semua jenjang Semua jenjang . Dalam bentuk buku b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan 2.00 4. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Terjemahan/saduran di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasi : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan VII PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN D. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3.00 3.50 5.50 2.

30(tiga puluh) b. 10(sepuluh) tahun 2.50 C.118 2 Setiap naskah Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Setiap jenjang 5. anggota aktif 2. Gelar kehormatan akademis 1 PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI . 20(dua puluh) c. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD.00 1.50 3.00 15.00 1. Pengurus aktif b. Mengikuti seminar/ lokakarya atau simposium sebagai : a.00 0. Pengurus aktif b.50 0.00 2. Mengikuti seminar/ lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan 3.00 1. Anggota aktif 1.00 2. Tingkat nasional/internasional.35 3. Pembahas d. sebagai : a. Pemasaran b. sebagai : a. Peserta 3 4 5 6 7 D.00 15. Doktor 1. Tiada kehormatan satyalencana karya satya : a. Memperoleh piagam kehormatan Menjadi aggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan 1. FEISAL TAMIM Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun 0. Sarjana/D IV 2. Tingkat propinsi. Moderator c.00 2. Menjadi angota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G. Narasumber e. Pasca sarjana 3. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F.00 1.00 2.00 1.50 Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 0.

Penyuluh Kehutanan Pelaksana II / b II / c II / d III / a UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan Penyelia III / b III / c III / d 1 > 80% 32 48 64 80 UNSUR UTAMA A.LAMPIRAN III : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. P e m a n ta u a n . e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. Pendidikan B. Persiapan penyuluhan kehutanan C. Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 40 8 JUMLAH 12 60 16 80 20 120 160 240 2 30 100 150 40 200 60 300 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. FEISAL TAMIM 119 .

FEISAL TAMIM . PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 1 > 80% 80 120 160 UNSUR UTAMA A.120 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. Pendidikan B. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. P e m a n ta u a n . Penyuluh Kehutanan Muda III / c III / d III / a III / b UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Pertama Penyuluh Kehutanan Madya IV / a IV / b IV / c LAMPIRAN IV : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 100 20 JUMLAH 30 150 40 200 60 240 320 440 560 2 80 300 400 110 550 140 700 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. Persiapan penyuluhan kehutanan C.

b. 3.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI KEHUTANAN Menimbang : a. 5.MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts. 121 . Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 4. bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 telah ditetapkan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahur 1999. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. bahwa dalam rangka tertib administrasi kepegawaian dan kelancaran kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan serta untuk mendukung pengembangan karier Penyuluh Kehutanan. Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. Mengingat : 1. 2. dipandang perlu menetapkan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Kehutanan. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 Jo.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nornor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. 15. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : KEDUA : Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 11. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. 14. 12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor l23/Kpts-11/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Pemindahan. Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. maka : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 41/Kpts-II/1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan.6.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 jo. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/M Tahun 2001. Tugas. 7. 122 . Fungsi. Kewenangan. Dengan ditetapkannya keputusan ini. 13. 9. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 375/Kpts-II/1995 tentang Kedudukan dan Tata Kerja Penyuluh Kehutanan. 10. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 1 30/KEP/M. terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001. 8.

14. 13.- Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 348/MENHUT-II/1988 dan Nomor 12/SE/1988 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku. Menteri Pertanian. Para Walikota seluruh Indonesia. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Propinsi seluruh Indonesia. Kepala Badan Kepegawaian Negara. Para Bupati seluruh Indonesia. Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Menteri Dalam Negeri. 6. 12. 4. 7. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. 3. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. 8. 5. Para Gubernur seluruh Indonesia. 9. 2. 10. Menteri Kelautan dan Perikanan. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 123 . Menteri Kehakiman dan HAM. Para Pimpinan Unit Kerja Eselon / Lingkup Departemen Kehutanan. Menteri Negara Lingkungan Hidup.: 1. Kepala Unit Pelaksana Teknis di Iingkungan Departemen Kehutanan di seluruh Indonesia. KETIGA KEEMPAT KELIMA : : : Petunjuk Teknis yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Menteri Kehutanan. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN MUHAMMAD PRAKOSA Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. 11.

Maksud Petunjuk teknis ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Penyuluh Kehutanan. tim penilai. 4. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan semua ketentuan yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian dan kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. telah ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. telah ditetapkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Sebagai Pelaksanaan dari Keputusan Presiden tersebut. 124 . sehingga pengembangan karier Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan dengan baik. B. pengelola kepegawaian. Sebagai penjabaran dan pelaksanaan operasional keputusan-keputusan tersebut.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Latar Belakang 1. disusun Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang mengatur hal-hal yang berkenaan dengan pengelolaan administrasi kepegawaian dan rincian kegiatan teknis di bidang penyuluhan Kehutanan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS) antara lain dinyatakan bahwa untuk meningkatkan mutu profesionalisme dan pembinaan karier PNS perlu ditetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.Lampiran Nomor Tanggal : : : Keputusan Menteri Kehutanan 272/Kptd-II/2003 12 Agustus 2003 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA BAB I PENDAHULUAN A. Untuk mewadahi keberadaan dan sebagai landasan bagi penetapan jabatan fungsional tersebut. Maksud dan Tujuan 1. 3. 2.

3. 125 . 2. 4. Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan satuan nilai dan hasil penilaian butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang telah dicapai oleh Penyuluh Kehutanan yang telah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. sehingga dapat memperlancar tugas-tugas Penyuluh Kehutanan. pembebasan sementara. penilaian dan penetapan angka kredit. C. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyuluh kehutanan Tingkat AhIi adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. tim penilai. tanggung jawab. Ruang Lingkup Ruang Iingkup petunjuk teknis ini mencakup tugas pokok. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. kenaikan jabatan dan pangkat. Penyuluh Kehutanan adalah PNS yang diberi tugas. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan butir kegiatan yang dinilai dan harus diisi oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka penetapan angka kredit. sub unsur dan butir kegiatan.2. pengangkatan dalam jabatan. 6. pembinaan dan pengembangan Penyuluh Kehutanan. pemahaman pelaksanaan penyuluhan kehutanan. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi Iingkup kehutanan untuk melakukan penyuluhan kehutanan. Tujuan Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk mempermudah dan menyeragamkan. 5. rincian dan tolok ukur kegiatan. pemberhentian. pengangkatan kembali. unsur. pengusulan. Pengertian-pengertian Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan: 1. metodologi dan teknik analisis tertentu. pengelola kepegawaian. D.

Pejabat Penetap Angka Kredit adalah Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Teknis adalah Tim yang dibentuk oleh pejabat yang berwenang untuk memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Madya di ingkungan Departemen Kehutanan. Pejabat Pengusul adalah Pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan. 11. 12. Penyuluhan Kehutanan adalah proses pengembangan pengetahuan.7. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha 126 . Tim Penilai Propinsi adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan propinsi. Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/ Kota Sekretariat Tim Penilai adalah Sekretariat yang dibentuk untuk membantu Tim Penilai Sekretariat Jenderal. 10. Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Kepala Pusat Guna Penyuluhan Kehutanan untuk membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. 9. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten / Kota dalam melakukan penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan. 15. 13. Tim Penilai Pusat. 8. mau dan mampu memahami. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. 14.

masalah-masalah dan alternatif pemecahannya serta cara mencapai tujuan yang disusun secara partisipatif. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. 17. Pendidikan dan Pelatihan Kedinasan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah pendidikan/pelatihan teknis dan fungsional Penyuluhan Kehutanan. Masyarakat Sasaran Penyuluhan Kehutanan adalah masyarakat sasaran yang berdomisili di sekitar dan di dalam hutan dan atau masyarakat sasaran yang memiliki aktivitas yang berhubungan dengan pembangunan kehutanan. 24. Rencana Kerja Penyuluh Kehutanan adalah rencana kegiatan yang disusun oleh para Penyuluh Kehutanan berdasarkan programa penyuluhan kehutanan setempat. yang menggambarkan keadaan sekarang. Chart/ Gambar adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas atau bahan sejenis yang menggambarkan konsep pemikiran tentang proses pencapaian suatu kegiatan dalam pembangunan kehutanan. Programa Penyuluhan Kehutanan adalah rencana kerja tentang kegiatan penyuluhan kehutanan yang memadukan aspirasi masyarakat sasaran kehutanan dengan potensi wilayah dan program pembangunan kehutanan. 18. 21. 23. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah surat tamat pendidikan dan pelatihan yang diperoleh Penyuluh Kehutanan karena mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional. Flip Chart / Peta Singkap adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran-lembaran kertas. sistematis dan tertulis setiap tahun. 20. 22. tujuan yang ingin dicapai. Materi Penyuluhan Kehutanan adalah bahan yang disiapkan oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang berisikan informasi teknis maupun non teknis tentang pembangunan kehutanan. Leaflet/ Folder adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam bentuk lembaran/ lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimatkalimat yang singkat. yang mencantumkan hal-hal yang perlu disiapkan dalam berinteraksi dengan masyarakat sasaran kehutanan diwilayah kerjanya. kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai keperdulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan Iingkungan. 127 . padat. 19. disusun secara berurutan atau berangkai berisi petunjuk / informasi kehutanan dengan jumlah rangkaian minimal 5 lembar.16.

25. Brosur adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah 5-15 halaman, berisi tulisan dengan kalimat singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. 26. Selebaran adalah materi, penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar- gambar untuk disebarluaskan kepada masyarakat sasaran. 27. Poster adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam sehelai kertas atau selembar papan yang berisikan gambar-gambar dengan sedikit kata yang jelas artinya, tepat pesannya, dapat dengan mudah dibaca pada jarak kurang dari 3 meter. Gambar dapat berupa lukisan, ilustrasi, kartun, atau foto. 28. Booklet adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah lebih dari 15 halaman, berisi tulisan,yang mudah dimengerti dan gambar-gambar/ foto serta dapat dilengkapi dengan grafik, tabel dan lain-lain. 29. Transparansi adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran transparan untuk digunakan pada OHP, berisi petunjuk/ informasi di bidang kehutanan yang dibuat secara manual atau menggunakan komputer, disajikan sebagai alat bantu dalam ceramah, pelatihan, atau kegiatan penyuluhan kehutanan. 30. Seri Foto adalah materi penyuluhan kehutanan berupa rangkaian fotofoto yang disusun secara berurutan sehingga menjadi suatu kesatuan cerita/ gagasan kegiatan di bidang kehutanan. 31. Slide adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 32. Slide Suara (sound slide) adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, disertai dengan komentar (suara) dan atau tulisan/ teks dalam rekaman, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer, dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 33. Film / Kaset Video / Video Disk adalah materi penyuluhan kehutanan berisi rangkaian cerita yang dibuat dalam pita film (16mm atau lainnya) dan diputar dengan proyektor film, atau pada pita video catridge yang diputar pada video player, atau pada Video Compact Disc (VCD) yang diputar pada VCD player atau pada Digital Video Disc (DVD) yang diputar pada DVD player. 34. Naskah Radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan adalah materi penyuluhan

128

35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43.

44.

45.

46.

kehutanan berupa tulisan/ naskah atau skenario yang akan dibacakan atau diperagakan dalam siaran radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan. Instrumen/ dentifikasi adalah alat bantu survey didalam kegiatan identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan, berupa blanko isian/ kuesioner. Instrumen Materi Penyuluhan Kehutanan adalah alat bantu survey untuk mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Papan Buletin / Bulletin Board adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa papan informasi tentang kegiatan pembangunan kehutanan. Maket adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa miniatur tentang gambaran kondisi fisik suatu kegiatan pembangunan kehutanan, dalam suatu wilayah. Diorama adalah penggambaran secara nyata tentang sesuatu kegiatan/peristiwa pembangunan kehutanan dalam bentuk tiga dimensi dengan latar belakang yang dilukis. Model adalah tiruan benda dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil dan benda aslinya yang digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Mock-up adalah tiruan benda/bagiannya yang dibuat sesuai dengan aslinya, digunakan sebagai alat peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Specimen adalah benda asli yang telah diawetkan, karena benda asli sulit didapatkan, digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Metode Penyuluhan Kehutanan adalah cara atau teknik penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan kehutanan oleh Penyuluh Kehutanan kepada masyarakat sasaran baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka mengerti, mau dan mampu menerapkan inovasi baru. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada anggota kelompok sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi anggota kelompok sasaran dalam rangka membantu mereka untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada kelompok masyarakat sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi pertemuan kelompok baik yang rutin maupun yang insidentil dalam rangka membantu kelompok dimaksud dalam rangka membantu untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Uji coba lapang paket teknologi spesifik lokalita disebut juga kaji terap adalah metode penyuluhan kehutanan untuk mencoba suatu teknologi kehutanan yang dilaksanakan oleh masyarakat sasaran, sebagai

129

47.

48.

49.

50.

51.

52.

53.

54.

tindak lanjut dan hasil pengkajian/pengujian teknologi anjuran. teknologi hasil galian sendiri atau dari berbagai sumber teknologi lainnya, untuk mendapatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan/lokasi usahanya dilakukan sebelum demonstrasi. Pengkajian/pengujian Teknologi Anjuran adalah kegiatan pengembangan penelitian sebelum dilakukan uji coba lapang (kaji terap) dari suatu teknologi hasil penelitian yang dilakukan dilahan percontohan (Balai Penelitian Kehutanan, Unit Pelaksana Teknis, Dinas ;dll). Demonstrasi Cara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan yang telah terbukti menguntungkan bagi masyarakat sasaran sasaran. Demonstrasi Hasil adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan atau teknologi lainnya yang sudah spesiflk lokasi, dapat berupa: a. Demontrasi plot yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh perorangan. b. Demontrasi Farm yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh kelompok tani/ masyarakat sasaran. c. Demontrasi Area yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh gabungan kelompok tani / masyarakat sasaran. Temu Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar peneliti, penyuluh dan para petani /masyarakat sasaran untuk saling tukar menukar teknologi informasi sehingga ditemukan teknologi yang akan dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah. Temu Teknis antar Wilayah/Fungsi disebut juga Temu Tugas adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan berkala antara Penyuluh Kehutanan dengan Penyuluh Kehutanan atau antara Penyuluh Kehutanan, peneliti, aparat pengaturan dan pelayanan untuk meningkatkan pelayanan kepada petani / masyarakat sasaran dalam mengembangkan usahanya. Temu Wicara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antara petani/masyarakat sasaran dengan pemerintah, untuk bertukar informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan kehutanan, serta partisipasi dan peran serta petani/masyarakat sasaran dalam pembangunan kehutanan. Temu Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar petani/ masyarakat sasaran, untuk bertukar pikiran dan pengalaman, saling belajar, saling mengajarkan keterampilan dan pengetahuan untuk diterapkan oleh petani/ masyarakat sasaran. Temu Usaha adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan

130

55.

56.

57.

58.

59.

60.

61.

62.

pertemuan antar petani masyarakat sasaran dengan pengusaha di bidang kehutanan dalam rangka informasi usaha, promosi usaha, transaksi usaha, perluasan pasar dan kemitraan usaha. Widya Wisata adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya, dengan prinsip belajar dan melihat. Widya Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk mempraktekkan hasil suatu pengajaran atau melakukan suatu karya bermanfaat di tempat yang dituju. Sarasehan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan sebagai forum konsultasi antara kelompok tani/masyarakat sasaran dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara periodik atau insidentil sesuai dengan keperluan untuk membicarakan, memusyawarahkan dan menyepakati pemecahan berbagai permasalahan pembangunan kehutanan. Kursus Tani adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar yang terstruktur yang khusus diperuntukkan bagi petani dan keluarganya, yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur, dan dalam jangka waktu tertentu. Sekolah Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar dengan partisipasi aktif, mencari dan menemukan fakta sendiri, menganalisa dan mendiskusikan diantara anggota kelompok tani/ kelompok sendiri, serta mengambil keputusan bersama bagaimana tindakan selanjutnya, dengan prinsip belajar berdasarkan pengaIaman pada suatu periode usahanya yang dipandu oleh petani/kelompok sendiri dan Penyuluh Kehutanan dalam suatu periode usahanya. Pameran adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model, contoh, barang, peta, grafik, gambar, poster, benda hidup, dan sebagainya secara sistematis pada suatu tempat tertentu, dalam rangka promosi usahanya. Perlombaan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan membandingkan keberhasilan usahatani petani untuk menumbuhkan persaingan sehat diantara para petani beserta keluarganya dalam mengejar suatu prestasi yang diinginkan, sebagai salah satu usaha untuk mendorong agar mau dan mampu meningkatkan usahatani dan kesejahteraannya. Pengembangan Profesi adalah metode penyuluhan kehutanan dalam rangka mengembangkan dari melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk meningkatkan mutu penyuluhan kehutanan dan

131

63.

64.

65.

66.

67. 68.

69. 70.

71.

72. 73.

profesionalisme penyuluh kehutanan serta dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pembangunan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Petani adalah kegiatan yang dilakukan Penyuluh Kehutanan untuk menumbuhkan, mengarahkan, dan mendorong kemampuan para petani agar dapat memecahkan masalah yang mereka hadapi secara mandiri. Karya Tulis llmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seseorang atau lebih yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi, diskripsi dan analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. Karya Tulis llmiah hasil Penelitian/ Pengkajian/ Survei/ Evaluasi adalah suatu karya tulis yang membahas tentang suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian/ pengkajian/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan. Makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah suatu karya tulis yang berdasarkan kaidah ilmu disusun oleh seorang atau Iebih yang membahas suatu pokok persoalan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu kehutanan. Pertemuan llmiah adalah pertemuan yang dilaksanakan untuk membahas suatu masalah yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Saduran adalah naskah yang disusun berdasarkan tulisan orang lain yang telah diubah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berlaku tanpa menghilangkan atau mengubah gagasan penulis asli dilakukan oleh seorang atau lebih. Terjemahan adalah naskah yang berasal dari tulisan orang lain yang dialih bahasakan ke dalam bahasa lain dilakukan oleh seorang atau lebih. Penulis Utama adalah seseorang yang memprakarsai penulisan, pemilik ide tentang hal-hal yang akan ditulis, pembuat pokok-pokok tulisan, pembuat outline, penyusunan serta pembuatan konsep akhir dan tulisan tersebut, sehingga nama yang bersangkutan tertera pada urutan pertama atau dinyatakan secara jelas sebagai penulis utama. Penulis Pembantu adalah seseorang yang memberikan bantuan kepada penulis utama misalnya dalam hal mengumpulkan data, mengolah data, menganalisa data, menyempurnakan konsep/ penambahan bahan materi dan penunjang. Pendukung Penyuluhan Kehutanan adalah kegiatan Penyuluhan Kehutanan yang dapat menunjang penyelenggaraan tugas, wewenang dan tanggung jawab Penyuluh Kehutanan. Membimbing Penyuluh Kehutanan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh, memberi dukungan dan memberi petunjuk kepada

132

74. 75. 76. 77. 78.

Penyuluh Kehutanan yang menduduki, jabatan/pangkat/golongan yang Iebih rendah. Seminar adalah suatu bentuk pertemuan ilmiah untuk membahas masalah tertentu dalam penyuluhan kehutanan untuk memperoleh suatu kesimpulan berdasarkan suatu pendapat bersama. Lokakarya adalah salah satu bentuk pertemuan untuk membahas masalah tertentu dalam bidang kehutanan untuk memperoleh hasil tertentu yang perlu ditindaklanjuti. Penghargaan adalah kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah (Pusat, Propinsi, Kabupaten/ Kota), Organisasi/ Lembaga Nasional/ Internasional. Organisasi Profesi adalah organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada disiplin ilmu pengetahuan di bidang kehutanan dan etika profesi di bidang penyuluhan kehutanan. Kelas Kemampuan Kelompok adalah ukuran kemajuan kelompok tani dari pemula, lanjut, madya sampai utama.

133

b. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. c. c. terdiri atas unsur dan sub unsur: 1. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan. Pemantauan. Tugas Pokok Tugas Pokok Penyuluh Kehutanan adalah menyiapkan. meliputi: a. 3. d. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Pendidikan.BAB II JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. mengembangkan. b. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. b. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. Pendidikan dan pelatihan kedinasan. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. meliputi: a. Pengembangan penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. meliputi: a. melaksanakan. Bidang Kegiatan Bidang kegiatan Penyuluh Kehutanan. b. c. meliputi: a. 4. 134 . fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. 5. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. B. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah / gelar. Persiapan penyuluhan kehutanan. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 2.

Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. Sekolah Tinggi. c. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. C. f. yang dinyatakan dengan surat keterangan dari atasannya. metodelogi. Membuat karya tulis/ karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Mengajar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. 7. b. Pengembangan aspek teknik. Mengikuti seminar/ lokakarya dibidang penyuluhan kehutanan. d. 135 . Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Pengembangan profesi. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. g. Memperoleh piagam kehormatan.b. Institut. d. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh Perguruan Tiriggi di bidang kehutanan (Universitas. meliputi: a. Akademi/ Diploma) atau perguruan tinggi umum dengan jurusan kehutanan atau yang serumpun. c. 6. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Rincian dan Tolok Ukur Kegiatan Rincian butir kegiatan yang dapat dinilai dengan angka kredit adalah sebagai berikut: 1. Akademi/ Diploma bidang kehutanan atau yang serumpun. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. e. materi. b. meliputi: a. Institut. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain dibidang penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: 1) Memperoleh ijazah/ gelar perguruan tinggi dari Universitas. 2) Belum digunakan dalam penilaian yang disyaratkan dengan dilengkapi surat keterangan dari atasan yang bersangkutan. atau 3) Belum digunakan dalam keputusan penyesuaian jabatan/ kepangkatan yang bersangkutan. Penunjang penyuluhan kehutanan. Pendidikan a. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya. Membuat buku pedoman / petunjuk pelaksanaan / petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan.

yaitu 60 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. atau 2) Koordinator Perguruan Tinggi Swasta atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Swasta. atau 3) Tim Penilai ljazah Luar Negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri. dan hortikultura dan perkebunan atau yang serumpun. 4) Sarjana Muda/D-III. 2) Memperoleh ijazah/ gelar Doktor / Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV / Diploma Ill / Diploma II di bidang: penyuluhan. Mengikuti pendidikan dan pelatihan kedinasan dan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. pertamanan. Tolok Ukur: 1) Pendidikan dan pelatihan dibeni angka kredit. yaitu 40 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya.Bukti fisik: Foto copy ijazah/gelar Doktor/ Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV/ Diploma Ill/ Diploma II yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang: 1) Dekan Perguruan Tinggi / Direktur Program Pasca Sarjana atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Negeri. 3) Sarjana/D-IV. yaitu 100 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. agribisnis. 5) Diploma II. biologi. apabila merupakan 136 . peternakan. tanaman. geografi. Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap ijazah adalah sebagai berikut: 1) Doktor yaitu 150 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. kehutanan. maka angka kredit yang diberikan adalah sebesar selisih angka kredit yang pernah diberikan (ijazah lama) dengan angka kredit ijazah/ gelar yang Iebih tinggi tersebut. yaitu 75 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. 2) Pasca Sarjana (S2). b. pangan. Pemberian Angka Kredit: 1) Apabila memperoleh ijazah/gelar yang lebih tinggi dan sesuai dengan bidang tugas penyuluhan.

II/d). Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap STTPL/sertifikat. han atau jumlah jam pelatihan. dan Penyelenggaraan Diklat oleh Pemerintah atau swasta dalam dan luar negeri yang diakui dan dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan dari pihak yang berwenang. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy data sekunder wilayah kerja setingkat desa dan kecamatan sesuai panduan / pedoman. tanggal. Penyuluh Kehutanan Terampil a. nilai 9 3) Lamanya antara 481-640 jam. Penyuluh Kehutanan Pelaksana (Il/b .2) 3) pendidikan/ pelatihan teknis penjenjangan dan fungsional bagi penyuluh kehutanan.1. nilai 6 4) Lamanya antara 161-480 jam. maka jumlah jam dihitung dan jumlah hari dikalikan 8 (delapan) jam pelatihan untuk teori. Pendidikan dan pelatihan tersebut harus memuat : Jangka waktu pelaksanaan. Pelaporan dan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan 2. nilai 3 5) Lamanya antara 81-160 jam. dan 10 jam untuk praktek (@45 menit). nilai 15 2) Lamanya antara 641-960 jam. Persiapan. Pemantauan. Evaluasi. Apabila jumlah jam pelatihan tidak dicantumkan. nilai 1 2. adalah sebagai berikut: 1) Lamanya Iebih dari 960 jam.80 jam. Pelaksanaan. yaitu: 1) Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. 137 . Tolok Ukur : Data sekunder yang dikumpulkan dalam rangka identif'ikasi potensi wilayah desa dan kecamatan. nilai 2 6) Lamanya antara 30. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data sekunder wilayah kerja tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik: Foto copy STTPL/sertifikat yang dilegalisir oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan.

3) Memandu penyusuran rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Tolok Ukur: Pemanduan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 138 . Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran sesuai Lampiran V. b) Bukti hasil berupa pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi k e h u ta n a n t i n g k a t d e s a d a n k e c a m a ta n . yaitu 0.02 4) Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan yang telah diolah dari data sekunder.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. yaitu 0.03. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan sesuai Lampiran V. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk copy laporan yang dilampiri rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran.03.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 5) Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani. Tolok Ukur Rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai pedoman. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai Lampiran V. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK).08. b) Bukti hasil pelaksanaan kajian tersebut dalam bentuk laporan. yaltu 0. BuktiFisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran V.Tolok Ukur Pelaksanaan kajian identiflkasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai Lampiran V.01. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan. 6) Pemanduan penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. 139 .

9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart (minimal 5 lembar). b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy dokumen data. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ 140 . yaitu 0. yaitu 0. yaitu 0.04. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Tolok Ukur: Data untuk persiapan penyusunan materi peryuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap lembar foto. 7) Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan.03.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan setiap kali pemanduan kelompok wanatani. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto.02. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart.

Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap 141 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar sesuai dengan Lampiran V.09.10.01 12) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. yaitu 0. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk chart / gambar. yaitu : 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy chart/ gambar. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap chart/ gambar. 11) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Tolak Ukur: Kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 5 lembar flipchart.

Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu lapang sesuai dengan Lampiran I. 14) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot).03.03. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Kegiatan temu lapang yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. 13) Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) Tolok Ukur: Demonstrasi cara (percontohan) yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot) yang dilakukan. 142 .03.02. yaitu 0. yaitu 0. yaitu 0.muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot ) sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi cara (percontohan) sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 15) Melaksanakan temu lapang.

Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.16) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali widya karya/karya wisata. 18) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.02. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. yaitu 0. 19) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagal instruktur / pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP / kecamatan sesuai dengan Lampiran I.03.04. 143 . 17) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.

Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan yang dilakukan. 144 . Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.06.Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. yaitu 0. 20) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan.02.

Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. 24) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut.03. 23) Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/ menumbuhkan kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. 22) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Pemberian Angka Kredlt: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan kelompok sasaran sesuai dengari Lampiran I. yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I.01. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang.01. yaitu 0. 145 .

Tolok Ukur: Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. 27) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0.01. Bukti Fisik: Copy laporan triwulan yang dibuat.02. yaitu 0.Ill/b).02. 26) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Tolok Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu: 146 . b. 25) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan.06. yaitu 0. Bukti Fisik: Copy laporan tahunan yang dibuat.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik: Copy laporan bulanan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan (Ill/a. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur: Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu 0.

3) Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Tolok Ukur: Data primer dan informasi wilayah kerja yang dikumpulkan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk laporan.16.07. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan data primer wilayah kerja yang disusun. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota yang telah diolah. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ kota. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data primer dan informasi wilayah kerja sesuai dengan Lampiran V.1) Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. 147 . yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur: Rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan yang disusun tingkat Kabupaten/ Kota yang disusun.

Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil laporan pelaksanaan kegiatan tersebut berupa copy monografi wilayah kerja penyuluhan. yaitu 0.000 sesuai dengan lampiran V. 4) Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan monografi wilayah kerja penyuluhan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. Tolok Ukur: Monografi wilayah kerja penyuluhan yang disusun.32. 148 . yaitu 0.000 atau skala 1: 10. b) Bukti hasil berupa rekapitulasi rencana usaha wanatani Wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.09. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan dalam skala 1: 25. Tolok Ukur: Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan di wilayah kerjanya yang disusun/ dibuat dengan skala 1: 25. 5) Menyusun/ membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.000.000 atau 1: 10.

8) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Bertindak sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan yang dirumuskan. 6) Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. yaitu 0. 149 . yaitu 0.Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap peta. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.31. yaitu 0.05.12. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan hasil identilikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan sesuai dengan agroekosistemnya dan sosial budaya setempat. 7) Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran V.

150 . Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai dengan Lampiran V.08. yaitu 0. RDKK.Bukti Fisik: Surat Keterangan sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 11) Mengolah data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok sasaran lain.04. 9) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan yang disusun. kelompok sasaran lain. RDKK. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.19. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan setiap RDK. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK) Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. yaitu 0. 10) Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang sejenis lainnya dari kelompok sasaran lain. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan RDK. yaitu 0.

Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. gambar. Bukti Fisik : Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V.Tolok Ukur: Hasil olahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. 151 . yaitu 0. foto copy. tulisan tangan. yaitu : 0. yaitu 0.07 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk seri foto Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto setiap paket minimal 5 lembar. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet baik yang tercetak. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket.07. 13) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran / pamflet. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket.15. dsb. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto sesuai dengan Lampiran V.

yaitu 0. 152 . 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster. b) Bukti hasil pekerjaan berupa materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet atau copynya. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1000 kata.3.Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leafiet/ folder. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0.28. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet (minimal 1000 kata).28. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0.

Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. 19) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk spesimen. yaitu 0. yaitu 0.16. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket sesuai dengan Lampiran V.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk maket. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran yang dilakukan. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.04.04. 153 . Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.08. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil percontohan sesuai dengan Lampiran I.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. 23) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai moderator.38.08. 22) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan usahatani kehutanan (demonstrasi farm). yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: Bukti hasil berupa laporan pelaksanaan kegiatan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. 21) Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba Tolok Ukur: Kaji terap/uji coba yang dilakukan. 154 . yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil percontohan yang dilakukan.

05.04. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 25) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat dberikan untuk setiap kali. 24) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai narasumber Tolok Ukur: Bertindak sebagai narasumber dalam temu teknis antar wilayah/fungsi.05. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan.Tolok Ukur: Bertindak sebagai moderator dalam temu teknis antar wilayah / fungsi. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat kabupaten/ kota yang dilakukan. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai moderator sesuai dengan Lampirari IV. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0. 155 . yaitu 0. yaitu 0. 26) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan.

07.09. yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan 156 .Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.08. 28) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 27) Melakukan temu usaha Tolok Ukur: Menjadi peserta / panitia dalam temu usaha. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi peserta/ panitia dalam temu usaha sesuai dengan Lampiran II. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. 29) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur (pembimbing) tingkat Kabupaten / Kota. Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kotamadya kepada kelompok tani binaan. yaitu 0.

yaitu 0. sebagai pramuwicara. 31) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. 30) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/ Kota. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.06. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I. 157 . yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kota kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran II. 32) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan.06. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten / Kota yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.08.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. 34) Melaksanakan bimbingan teknis/ kursus pada sekolah lapang. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. 33) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain.03. 35) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. 158 . yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Bukti Fisik: Surat keterangan melaksanakan bimbingan teknis/ kursus kepada sekolah lapang sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Bimbingan teknis / kursus pada sekolah lapang yang dilaksanakan.Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan.16. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan.04. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. 36) Melakukan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.04. Tolok ukur Data olahan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 38) Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.06. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur: Data dan informasi hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 159 . yaitu 0.05. 37) Mengolah data hasil pemantauan/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Tolak ukur : Pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang telah dilakukan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan mengolah data pemantau/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.

Laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan data sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti kredit yaitu 0. AngkaFisik: yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 160 161 .14. 39) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh Tolok Ukur kehutanan. kehutanan. Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data potensi Bukti Fisik: wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan Copy laporan bulanan dengan Lampiran I.15. Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang Bukti Fisik : ditentukan.16. format yang ditentukan. Fisik: Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang disusun a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan Pemberian Angkarancangan identifikasi penyuluhan penyusunan Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi.05. yaitu 0. c) Ketepatan materi yang disusun. tingkat propinsi sesuai yang disusun Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.04. Informasi potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan Tolok Ukur: teknologi kehutanan tingkat propinsi sesuai pedoman. dokumen dan copynya rancangan identifikasi kebutuhan 41) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan Penyelia (Ill/c . masyarakat sasaran. 1) Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan yaitu 0. Bukti Fisik: alat bantu dan metode penyuluhan b) Efektivitas Copy laporan tahunanpenyuluhan. kehutanan Ukur: Tolok Ukur : Laporan triwulan yang kebutuhan penyuluhan kehutanan Rancangan identifikasi dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.06. kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Tolokdikumpulkan pada aspek: yang Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan sikap (PKS) a) Perubahan pengetahuan keterampilan.Ill/d). yang disusun. yaitu 0. 0. yaitu: Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa yaitu 0. 40) Membuat rancangan identifikasi kebutuhan penyuluhan 2) Menyusunlaporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.c. Pemberian Angka Kredit: d) Penyelenggaraan penyuluhan.

Tolok Ukur: Bertindak sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. 4) Sebagai pembahas mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah programa. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep programa.3) Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil berupa copy naskah rumusan pembahasan k o n s e p p r o g r a m a p e n y u l u h a n k e h u ta n a n . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Rumusan hasil pembahasan konsep programa penyuluhan kehutanan.10. b) Bukti hasil berupa copy konsep programa penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan pelaksanaan kegiatan perumusan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 5) 162 . yaitu 0. Tolok Ukur: Konsep programa penyuluhan kehutanan yang disusun. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi.17. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep programa penyuIuhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.10.

8) Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang Tolok Ukur: Kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. 7) Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kerangka acuan pelaksanaan sekolah lapang/ magang sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.39. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Rencana Kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lamporan V. yaitu 0. Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan yang disusun.40. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy buku panduan.6) Penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). 163 . Tolak Ukur : Panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan yang disusun. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy kerangka acuan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku panduan.

yaitu : 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. yaitu: 0.12. Tolok Ukur : Hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan analisis data materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan.32. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap paket.08. Tolok Ukur: Naskah penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy naskah materi slide. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk slide. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. 9) Menganalisis data materi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan 164 .

yaitu 1. yaitu 0. yaitu 0.3. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun.dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran/ pamflet. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V.81. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy leaflet folder yang disusun. 13) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran sandiwara di radio/TV Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.6. 165 . Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet folder.

b) Bukti hasil berupa copy brosur / booklet yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama sesuai dengan Lampiran V. 166 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk diorama. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1. BuktiFisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V.56.8.000 kata. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun.Tolok Ukur : Materi periyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. b) Bukti hasil berupa naskah diorama.56. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama.

16.07.75.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk model. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 19) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 167 . yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up sesuai dengan Lampiran V. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk mock up. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan model. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan mock up.

yaitu 0.27. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I. 21) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area). Tolok Ukur : Kegiatan temu wicara / sarasehan yang dilakukan. yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.22.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) yang dilakukan.kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. 168 . 22) Melaksanakan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.16. Pemberian Angka Kredit : Angka . Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.

yaitu 0. Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widya karya / perjalanan praktek studi banding tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampran Ill. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan. 25) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) sebagai instruktur / pembimbing tingkat Propinsi. 24) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama. 169 .23) Melakukan temu kaya kepada tokoh masyarakat / agama. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I.16. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan. Tolok Ukur : Temu karya kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan.18.

yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.48. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. 28) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.12. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun.18. 27) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. Tolok Ukur : Penyuluhan pada pertemuan secara missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi yang dilaksanakan. 170 . b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. 26) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara misal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I.

05. yaitu 0.b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. b) Kaset rekaman atau copy naskah siaran radio/TV. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Naskah / skenario siaran radio/TV yang telah disiarkan / ditayangkan. yaitu 0. yaitu 0. 171 . 31) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.06. 30) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 29) Sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V.30. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.

Tolok Ukur : Kurikulum kursus kepada kelompok sasaran yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 172 . yaitu 0. 34) Melaksanakan penilaian lomba dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan.08. Tolok Ukur : Terjadinya peningkatan kemampuan kelompok sasaran dan madya menjadi utama sesuai pedoman / aturan.09. 33) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan tingkat madya sampai ke tingkat utama.48. b) Copy kurikulum kursus yang disusun. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. 32) Sebagai penyusun kurikulum dalam memberikan bimbingan teknis kursus kepada kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali . yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kurikulum kursus kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.

dan sikap masyarakat sasaran. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. keterampilan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 36) Mengolah. c) Ketepatan materi penyuluhan.Tolok Ukur : HasiI penilaian perlombaan keterampilan bidang kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.2. 173 . yaitu 0. yaitu 0. d) Pelaksanaan penyuluhan. Tolok Ukur : Konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang diolah mencakup aspek. Bukti Fisik : a) Surat keterangan menjadi penilai dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran II.32 35) Menyusun rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan l/ pengendalian penyuluhan kehutanan. b) Efektivitas alat bantu dan metode penyuluhan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. b) Copy laporan kegiatan penilaian dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. Tolok ukur : Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantaun / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun. antara lain: a) Perubahan pengetahuan.

12. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 174 . Bukti Fisik : Copy laporan bulanan yang dibuat.3. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang dibuat. yaitu 0. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. 37) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0. yaitu 0. 38) Membuat laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Bukti Fisik : Copy laporan tahunan yang dibuat. 39) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.08. yaitu 0.54.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap kali sebagai narasumber.07. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah instrumen. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dentifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai Lampiran I.III/b). Tolok Ukur : Hasil analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.2. Bukti Fisik : Surat Keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap data/ laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran I.04. PenyuIuh Kehutanan AhIi : a. 2) Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. yaitu 0.16. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam mendiskusikan Konsep Programa Penyuluhan Kehutanan. Penyuluhan Kehutanan Pertama (III/a . yaitu : 1) Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Tolok Ukur : Instrumen identifikasi yang disusun. 175 .2. 3) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep Programa Penyuluhan Kehutanan.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.07. Bukti Fisik : a) Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan sesuai dengan Lampiran 1. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rancangan. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun. 5) Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan yaitu 0.32. yaitu 0. Tolok Ukur : Instrumen yang disusun dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan.19. yaitu 0.4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Pertama. 6) Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. Tolok Ukur : Rancangan sarana penyuluhan yang telah disusun. 176 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyusun rancangan sarana penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran 1.

yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 177 . yaitu 0.06. b) Foto copy naskah/materi seri slide yang disusun.08. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan bulletin board (papan buletin) sesuai dengan Lampiran V. b) Foto copy naskah / materi OHP transparan yang disusun.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang terpasang pada bulletin board (papan buletin). 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide.16. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk OHP transparan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan seri slide sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap papan. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk seri slide minimal 10 lembar. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan OHP transparan sesuai dengan Lampiran V.

b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran pamflet yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. 178 . b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder.15. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. 12) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan datam bentuk poster. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet/folder Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V.28.

3. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembicara/penyaji pada temu teknis antar wilayah / fungsi. b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur/ booklet yang disusun. yaitu 0. 179 . sebagai pembicara / penyaji. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam temu wicara / sarasehan tingkat nasional.b) Bukti hasil berupa copy rancangan/naskah poster yang dibuat. 13) Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu teknis sebagai pembicara / penyaji sesuai dengan Lampiran II. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. 15) Melakukan temu wicara/ sarasehan tingkat nasional dengan kelompok sasaran.06. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.28. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur/ booklet (minimal 1000 kata). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 14) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.

LSM. 17) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan Iainnya. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan Pemda. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta/panitia sesuai dengan Lampiran II. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. yaitu 0. 180 . LSM.08. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat nasional sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali kegiatan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. LSM. yaitu 0.09. LSM. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu karya dengan Pemda. yaitu 0. LSM. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta/panitia dalam temu karya dengan Pemda. 16) Melakukan temu karya dengan Pemda.08. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

181 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran Ill.1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada perorangan. 19) Sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran.08. 20) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran Ill. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi.18) Sebagai pramuwicara datam pameran kehutanan tingkat Propinsi. yaitu 0.03. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan organisasi gabungan / asosiasi kelompok sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran I.04. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran dan tumbuhnya gabungan kelompok / asosiasi kelompok sasaran.09.38. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 22) Menumbuhkan gabungan kelompok / asosiasi. 23) Menyusun metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk naskah. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 182 . yaitu 0. yaitu 0.

Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. yaitu 0. 25) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional. 183 . yaitu 0. Tolok Ukur : Konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan yang disiapkan.06 26) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.15. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.24) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional. 27) Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.04. Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.

184 .46. 30) Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembngan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.4. Tolok Ukur : Konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan yang disiapkan. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Tolok Ukur : Konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 28) Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.5. yaitu 0. 29) Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.

dan alat bantu penyuluhan kehutanan yang disusun.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. b) Bukti hasil pekerjaan berupa konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. b. materi.III/d). sarana. materi. yaitu 0. 2) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. metode. metodologi. yaitu 0. sarana. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 31) Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Rancangan pengembangan aspek teknik. 185 . sarana. Penyuluh Kehutanan Muda (Ill/c . Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani sesuai dengan Lampiran V. yaitu : 1) Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas pada acara diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.37. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Tolok Ukur : Konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani yang telah disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.36. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan menyusun rancangan pengembangan aspek teknik. metodologi.36.

Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun. yaitu 0.39. b) Bukti hasil berupa copy naskah sound slide yang disusun. b) Bukti hasil pekerjaan berupa rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda (RKPK). 4) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide.Bukti Fisik : Surat keterangaa menjadi pembahas sesuai dengan Lampiran IV. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun berupa sound slide minimal 10 lembar. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk video rekaman 186 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan sound slide sesuai dengan/ pembuatan Lampiran V.4. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan.8. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. 3) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda.

7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan video rekaman sesuai dengan Lampiran V. 187 .6. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamflet. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran radio/TV materi penyuluhan kehutanan yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk siaran radio/TV Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.6.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk video rekaman minimal 5 menit. 6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. b) Bukti hasil berupa copy naskah video rekaman yang disusun. yaitu 0.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet) folder.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V.56. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet.3 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun.56. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. 188 . yaltu 0.

Tolok Ukur : Desain kaji terap / uji coba yang dibuat. yaitu 0. yaitu 0.64. Tolok Ukur : Hasil pemantauan dan evaluasi kaji terap teknologi. 11) Membuat desain kaji terap/uji coba metode penyuluhan kehutanan. 12) Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. cendekiawan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembuatan desain kaji terap/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. pemerintah pusat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksariaan kegiatan pemantauan dan evaluasi hasil kaji terap teknologi sesuai dengan Lampiran I. b) Bukti hasil berupa copy brosur/booklet yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. cendekiawan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap desain. 13) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada perguruan tinggi. dan pemerintah pusat.16. 189 .6. yaitu 0.Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet sesuai dengan Lampiran V.

15) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Nasional. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan pada pertemuan massal / kampanye tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Terselenggaranya ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan tingkat nasional. cendekiawan. yaitu 0. 190 .16. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. b) Laporan pelaksanaan kegiatan ceramah umum.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. yaltu 0.16. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat nasional. b) Laporan pelaksanaan kegiatan instruktur / pembimbing widyakarya. yaitu 0. pemerintah pusat sebagai Peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. Bukti Fislk : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya tingkat nasional sebagai instruktur / pembimbing sesuai dengan Lampiran Ill. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.06. 14) Menjadi instruktur / pembimbing kegiatan widyakarya tingkat nasional. minimal dihadiri 50 orang.

18) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. b) Bukti hasil berupa copy naskah skenario siaran penyuluhan.59. 17) Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang 191 . Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan tingkat nasional yang dibuat. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya / desain untuk pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Terselenggaranya penyiaran / penayangan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.16) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. yaitu 0. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan yang dilakukan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai sutradara dalam penyuluhan melalui siaran radio / TV sesuai dengan Lampiran V.24. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran.

yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap modul.08. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan.tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.44. Tolok Ukur : Materi kursus yang disusun dalam bentuk modul. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. 20) Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy modul. 192 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampirari I. Bukti Fisik : a) Surat keterangan pelaksanaan kegiatan penyusunan materi kursus sesuai dengan Lampiran V.06. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran / menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). 19) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 21) Menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum).

193 .6. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai penyusun pedoman penilaian lomba keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. 23) Menyusul pedoman lomba bidang kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penumbuhan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran sesuai dengan Lampiran I Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk tahapan proses setiap Perjanjian Kerja Sama Usaha (PKSU) perusahaan. 22) Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran.21. yaitu 0.27. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. b) Bukti hasil berupa copy pedoman yang disusun.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum) sesuai dengan Lampiran I. 24) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap pedoman. Tolok Ukur : Pedoman lomba yang disusun.

Tolok Ukur : Rumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan peIaksanan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0.14. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 194 . 27) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. 26) Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnaan Iaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.08. 25) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV.08.

12 29) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 195 . Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 30) Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.42. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.30. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. yaitu 0.08 28) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang ctibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

yaitu 0. 33) Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 32) Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.31) Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.46. pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan system monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 196 . Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan.96.80.

metodologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. metodologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. materi. materi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan hasil diskusi konsep pengembangan teknik. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.12. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 2) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. sarana. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan teknik. sarana. Penyuluh Kehutanan Madya (IV/a .34) Mendiskusikan konsep pengembangan teknik. materi. yaitu 0. c.IV/c). Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji sesuai dengan Lampiran IV. yaltu: 1) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. metodologi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. 197 .84.12. sarana. yaitu 0. yaitu 0.

45. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. Buku Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya. 198 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya sesuai dengan Lampiran V.3) Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani.36. Tolok Ukur : Hasil rumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. yaitu 0. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. yaitu 0.58. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani seuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan.

Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet.6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. 199 . yaitu 0.84. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet / folder. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.84. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster.

Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. dan pemerintah pusat sesuai dengan lampiran II. cendekiawan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan temu karya kepeda perguruan tinggi. pemerintah pusat.18. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.80. yaitu 1. Bukti Fisik : Surat keterangan menjadi peserta/panitia dalam kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. Bukti Fisik : Laporan melaksanakan kegiatan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional sesuai dengan lampiran I. cendekiawan. 11) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara missal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. cendekiawan dan pemerintah pusat.9. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur / booklet yang disusun. 9) Melakukan kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penceramah pada pertemuan missal / 200 . 10) Menjadi instruktur/pembimbing widyakarya atau praktek studi banding tingkat internasional. yaitu 0.

14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk kepada kelompok sasaran lain. 13) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. yaitu 0.18.kampanye tingkat internasional yang dihadiri minimal 50 orang. 12) Sebagai narasumber/pengisi acara diskusi / wawancara. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara melalui siaran radio/TV. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / Pengisi acara diskusi / wawancara dalam penyuluhan melalui siaran radio/ TV sesuai dengan Lampiran IV. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.09. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.18. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 201 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional sesuai dengan Lampiran I.

12. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Foto copy Iaporan yang dibuat. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. yaitu 0. 202 . 17) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.12. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 16) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 15) Sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.12. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat.45.69. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep 203 . 20) Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.18. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 19) Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 18) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan.

sarana. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. 21) Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. metodologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. dan alat bantu penyuluhan kehutanan.08.9. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. materi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumus yaitu 1. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan teknik / metodologi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 22) Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. yaitu 1. materi sarana.pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 204 . dan alat bantu penyuluhan kehutanan.2. 23) Menyempurnakan konsep pengembangan teknik.

metodologi. atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah. 2) Bukti hasil berupa buku yang diterbitkan asli atau copynya yang disahkan oleh Kepala/ Pimpinan unit kerja bidang Penyuluh Kehutanan. materi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan.72. yaitu 12. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 1. 2) Buku tersebut diedarkan secara Nasional sebagai referensi. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Sedangkan Penyuluh kehutanan Madya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 12 (dua belas) dari kegiatan unsur pengembangan profesi untuk kenaikan jabatan / pangkat yang berlaku. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. b. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pengembangan Profesi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang melakukan kegiatan pengembangan profesi.5. Pemberian Angka Kedit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. diberikan angka kredit sesuai ketentuan yang berlaku.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan teknik. yaitu 0. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 3. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan 205 . sarana.

Bukti Fisik : Buku cetakan asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuhuhan kehutanan. atau pihak lain yang diakui oleh LIPI. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya.dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI / Departemen yang bersangkutan. 2) Pembahasan bidang penyuluhan kehutanan dengan identifikasi penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penehitian / pengkajian / survei / evaluasi dalam bentuk tulisan yang dimuat di majalah ilmiah sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. Tolok Ukur : 1) Karya tuhis ilmiah yang dimuat di majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah. 2) Bukti hasil berupa majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan / dilegalisir oleh pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan. 2) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk disebarluaskan secara nasional sebagai referensi dengan identitas penulisnya. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). yaitu 6. 2. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang 206 .

b. yaitu 4. 2) Buku hasil pekerjaan berupa buku asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. 3. 207 . penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2) Majalah tersebut merupakan penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis Iainnya. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI/Departemen yang bersangkutan. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah atau pihak lain yang diakui LIPI. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil karya sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan diperpustakaan sesuai dengan Lampiran V. Dalam bentuk buku Tolok Ukur : 1) Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan llmiah hasil gagasan sendiri yang didokumentasikan di perpustakaan instansi / unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi/ kabupaten / kota / kecamatan.dihasilkan. 2) Buku tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. yaitu 8. Bukti Fisik : Majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a.

Apabila ditulis oleh tim (keIompok). gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Pertemuan ilmiah tersebut menghasilkan rekomendasi antara lain berasal dari gagasan pemrasaran. b. Makalah prasaran yang membahas bidang penyuhuhan kehutanan dengan identitas penulisnya. Dalam bentuk makalah. Bukti Fisik : a. b.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. 2) Bukti hasil berupa makatah asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 4. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan makalah dan pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan.5 Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penuh pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Tolok Ukur : 1) Makalah tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis belum pernah ditulis penulis Iainnya. 2) Didokumentasikan di perpustakaan unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi / kabupaten / kota/ kecamatan. Surat Keterangan telah melakukan kegiatan menyampaikan prasaran dalam pertemuan bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah panitia / penyelenggara sesuai dengan Lampiran II. yaitu 7. Bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah. yaitu 3. Tolok Ukur : a. b. 208 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah.

Tolok Ukur : Hasil karya pengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. b. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rumusan. b. Bukti Fisik : a. 5. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap karya. yaitu 2. Laporan pelaksanaan kegiatan mengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 209 . Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung niIai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. yaitu 5. yaitu 2.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.5. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan a.5. Bukti hasil pekerjaan berupa naskah tulisan dan atau contoh alat teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan hasil pengembangan.0. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 6.

.

Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: 1). Bukti Fisik : Majalah cetakan hasil saduran / terjemahan dan buku yang disadur / diterjemahkan asli atau copy disahkan oleh pimpinan unit kerja. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah / swasta dan terdaftar pada LIPI. Bukti Fisik : Buku cetakan hasil yang disadur/terjemahan dan buku yang disadur / diterjermahkan asli atau copy yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku.04. b) Majalah tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. yaitu 0. a. 2) Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 2. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 2 (dua) jam pelajaran.0.5. b) Buku tersebut belum ada yang menterjemahkan / menyadurnya. Tolok Ukur : a) Diterbitkan oleh penerbit yang memiliki usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk diedarkan secara nasional sebagai referensi. 211 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 3. yaitu 7.

Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. kecamatan. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan : 1) Dalam bentuk buku. yaitu 3. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V.5. kabupaten/kota. b) Buku hasil cetakan / saduran terjemahan dan buku yang diterjemahkan asli atau copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. yaitu 1. Tolok Ukur : a) Buku tersebut didokumentasikan di perpustakaan unit kerja yang berada di pusat. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah yang diterbitkan oleh instansi atau organisasi profesi.b. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. 2). Dalam bentuk makalah. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah.0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. b) Buku hasil cetakan/saduran terjemahan atau foto copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. 212 . propinsi.

c. Pemrasaran Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. 3) Mengikuti seminar / lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan a) Mengikuti Seminar / lokakarya atau simposium sebagai: 1.5. c) Penyaji dan pembahas makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Bukti Fisik : Abstrak tulisan ilmiah asli atau copy yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja.0. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dari penyelenggara. yaitu 3. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. Pemberian Angka Kredit : Angka Kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. 2) Belum ada pihak lain yang membuatnya. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Tolok Ukur : 1) Abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan yang resmi baik swasta maupun pemerintah. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. 213 . Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraaan/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan Peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV.

b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. yaitu 2. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. Pembahas Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. 214 . b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan.0.2. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. Moderator Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. 3.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. yaitu 2. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. 5. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraan seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. (2) Sertifikat asli mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh 215 . Narasumber Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. 4. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. yaitu 2. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. Peserta Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi.0.0.

Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh : a) Dekan/ketua sekolah tinggi apabda lulusan perguruan tinggi negeri.5. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. yaitu 1. Tolok Ukur : a) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu ) tahun. b) Ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. 216 . 4) Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan.kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran II. Sarjana/D IV Tolok Ukur : Gelar sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesejahteraan di luar bidang tugasnya/ selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. yaitu 0. 5) Memperoleh gelar kesarjanaan Iainnya a). Bukti Fisik : Copy atau salinan surat keputusan keanggotaan tim penilai yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. (2) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. b) Koordinator perguruan tinggi swasta.0.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar yang diperolehnya. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan/ketua sekolah tinggi direktur program pasca sarjana apabila lulusan perguruan tinggi negeri. yaitu 10. yaitu 5. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. Pasca Sarjana Tolok Ukur : Gelar Pasca Sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang tugasnya / selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar.0.0. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. 3 Doktor Tolok Ukur : Gelar Doktor yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang / selain bukti kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. Bukti Fisik : Foto copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan / direktur program Pasca Sarjana / rektor Perguruan tinggi apabila lulusan perguruan tinggi negeri. 2. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. 217 .

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap gelar.5. yaitu 15.5. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. sebagai: 1. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. yaitu 0. yaitu 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. 218 . sebagai : 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Pembedan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. b). Tingkat Propinsi.0 2.0 6) Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan a). Tingkat nasional/intemasional. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi.

Tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya : 1. 219 .0. yaltu 2. 20 (dua puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh) tahun yang syah. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap piagam. 10 (sepuluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh) tahun yang syah. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam yaitu 3. 3. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh).35. yaitu 0.2. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga puluh). 2. 7) Memperoleh piagam penghormatan a).0. 30 (tiga puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga putuh) tahun yang syah.

Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh). Pemberian Angka KredIt : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam. Bukti Fisik : Copy sertifikat pemberian gelar akademis. 220 .0.0. b) Gelar kehormatan akademis Tolok Ukur : Gelar kehormatan akademis yang sah. yaitu 15. yaitu 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar.

221 . d. Pengajuan DUPAK bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi / Kabupaten / Kota. Apabila DUPAK dan Iampirannya telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. dan menyampaikan DUPAK beserta Iampirannya tersebut kepada Pejabat Penetap Angka Kredit. PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT A. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala UPT yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan.BAB III PENGAJUAN DUPAK. b) Bagi yang bekerja di Pusat. memeriksa kelengkapan persyaratannya. b. DUPAK yang telah diisi / dibuat oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan beserta Iampirannya disampaikan kepada Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. maka Pejabat Pengusul membubuhkan tanda tangannya pada formulir DUPAK yang bersangkutan. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan kepada Sekretaris Jendral melalui Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Pejabat Eselon III yang membidangi administrasi kepegawaian yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. Pejabat Pengusul setelah menerima berkas DUPAK beserta Iampirannya. Pengajuan DUPAK Iingkup Departemen Kehutanan sebagai berikut: 1) Penyuluh Kehutanan Madya : Bagi yang bekerja di UPT dan Pusat. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala Bagian Kepegawaian atau Pejabat Eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. 2) Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Muda : a) Bagi yang bekerja di UPT. Pengajuan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. c. Tatacara Pengajuan DUPAK a.

yaitu pada setiap bulan Januari untuk DUPAK periode JuIi sampai dengan Desember tahun sebelumnya dan bulan JuIi untuk DUPAK periode Januari sampai dengan Juni tahun yang bersangkutan.e. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) dilampiri dengan : 1) Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang meliputi : a) Persiapan penyuluhan kehutanan (contoh Iihat Lampiran VIII) disertai bukti fisiknya. akan dinilai pada periode penilaian angka kredit berikutnya. 3) Copy keputusan pengangkatan dan kepangkatan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Waktu Pengajuan DUPAK Pengajuan DUPAK Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. dari/atau 2) Copy ijazah / STTPL yang pemah diterima yang disahkan / dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. dan / atau f) Penunjang penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XIII) disertai bukti fisiknya. Penyampaian DUPAK beserta Iampirannya kepada Pejabat Pengusul dan Pejabat Penetap Angka Kredit harus mengikuti tata waktu pengusulan sebagaimana tercantum dalam butir 3. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan AhIi (contoh lihat Lampiran VII a-c) c. 222 . atau paling lama satu tahun sekali. dan/atau d) Pengembangan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XI) disertai bukti fisiknya. dan/atau e) Pengembangan profesi (contoh lihat Lampiran XII) disertai bukti fisiknya. 2. Apabila penyampaian DUPAK beserta Iampirannya melewati batas waktu yang telah ditetapkan. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan Terampil (contoh Iihat Lampiran VI a-c) b. dan/atau b) Pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran IX) disertai bukti fisiknya. Persyaratan Persyaratan pengajuan DUPAK adalah: a. dan/atau c) Pemantauan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran X) disertai bukti fisiknya. 3.

b. 223 . Tim Penilai a. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. Pada bulan Januari untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan April tahun berjalan. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan.4. B. Kepala Bidang / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Waktu Penilaian Angka Kredit Penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. yaitu : a. c. 2. Pejabat Pengusul Pejabat yang berwenang mengajukan Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah : a. b. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/ Unit Kerja yang bersangkutan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Sekretaris Jendral Departemen Kehutanan./ I Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Pada bulan Juli untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan Oktober tahun berjalan. Kepala Bagian / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Penilaian Angka Kredit 1.

Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten / Kota selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten / Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan di Kabupaten / Kota ditetapkan oleh Kepata Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di Iingkup Dinas/ Unit Kerja yang membidangi Kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi ditetapkan oleh Kepala Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. b. Tugas Tim Penilai a. Tugas Pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : 1) Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya dilingkungan Departemen Kehutanan.b. d. Tugas Pokok Tim Penilai Pusat adalah : 1) Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. dan 224 . c. 3.

Tugas pokok Tem Penilai Kabupaten / Kota adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kebupaten / Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di l i n g k u n g a n K a b u pa t e n / K o ta m a s i n g . 4. Susunan Keanggotaan Tim Penilai a. c. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau Pejabat Eselon II di propinsi yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1).2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). d. Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : 1) Seorang Ketua merangkap anggota 2) Seorang Wakil ketua merangkap anggota 3) Seorang Sekretaris merangkap anggota 4) Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota 225 .m a s i n g . d a n 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten / Kota yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di propinsi yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan propinsi masingmasing.

Apabila jumlah Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas tidak dapat dipenuhi dan Penyuluh Kehutanan. 6. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupateri / Kota lain yang terdekat. 2) Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. d.b. Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. maka ketua Tim Penilai dapat mengusulkan pengganti anggota Tim Penilai dimaksud kepada pejabat yang bewenang menetapkan Tim Penilai. Syarat Keanggotaan Tim Penilai Untuk dapat diangkat sebagai anggota Tim Penilai. Sekretariat Tim Penilai a. 3) Dapat aktif melakukan penilaian. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. 5. 3) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan atau pensiun. dibentuk 226 . Syarat Dan Masa Jabatan Keanggotaan Tim Penilai a. maka Tim Penilai dapat diangkat dan Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai 1) Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) kali masa jabatan berturut-turut dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) kali masa jabatan. atau kepada Tim Penilai di lingkungari Departemen Kehutanan. Apabila Tim Penilai Propinisi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Jabatan / pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. c. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. Apabila Tim Penilai Kabupaten / Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. b.

Sekretariat Tim Penilai dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai dengan anggota yang secara fungsional menangani administrasi kepegawaian dan atau pelayanan Penyuluh Kehutanan. Anggota Tim Penilai yang ditugaskan melakukan penilaian sebagaimana dimaksud butir b. 4) Menyiapkan bahan laporan dan berita acara hasil rapat Tim Penilai. Tim Penilai mengadakan rapat pembahasan hasil penilaian tersebut. 2) Menyampaikan DUPAK untuk penilaian kepada Ketua Tim Penilai melalui sekretaris Tim Penilai sesuai dengan batas waktu yang te!ah ditetapkan. 3) Menyiapkan undangan rapat penilaian angka kredit. b.b. 5) Memproses hasil penilaian angka kredit oleh Tim Penilai dalam bentuk Rekapitulasi Penilaian Angka Kredit (REPAK). maka setiap berkas DUPAK dinilai oleh 2 (dua) anggota Tim Penilai. sekretariat Tim Penilai yang ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. 7. c. Tata Cara Penilaian Penilaian angka kredit dilakukan dengan tatacara sebagai berikut : a. dan memeriksa dengan seksama kelengkapan lampiran DUPAKnya. Hasil Penilaian Angka Kredit (WILPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk ditandatangani oleh para pejabat yang bersangkutan. diproses oleh Sekretariat Tim Penilai untuk dicatat dan diperiksa kelengkapannya kemudian dilaporkan kepada Ketua Tim Penilai angka kredit untuk dinilai. Setelah semua DUPAK dilakukan penilaian. Ketua Tim Penilai menugaskan seluruh anggota Tim Penilai untuk melakukan penilai terhadap seluruh berkas DUPAK. Untuk menjamin obyektivitas penilaian angka kredit. e. d. c. 6) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim Penilai dalam rangka pelaksanaan penilaian. f. sebagai berikut : 1) Menerima dan mencatat Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Penyuluh Kehutanan yang diterima. Sekretariat Tim Penilai mempunyai tugas memberikan pelayanan administrasi untuk kelancaran pelaksanaan tugas Tim Penilai. Rapat pembahasan hasil penilaian angka kredit (rapat Tim Penilai) 227 . melakukan penilaiani secara sendirisendiri. Berkas DUPAK beserta lampiran bukti/dokumen yang diterima oleh Tim Penilai.

maka yang bersangkutan tidak boleh hadir dalam rapat Tim Penilai dan Ketua dapat menunjuk anggota tim pengganti. g. Apabila di dalam penilaian DUPAK terdapat unsur-unsur yang dinilai memerlukan keterangan / klarifikasi dan para ahli. maka ketua tim memberitahukan hasil penilaian kepada pejabat pengusul dengan menggunakan formulir hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) seperti contoh pada Lampiran XIV. Hasil penilaian terakhir adalah niliai rata-rata dari hasil penilaian 2 (dua) orang penilai yang bersangkutan. h. maka Ketua Tim Penilai dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli sesuai keperluan. apabila berhalangan dapat dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Penilai dan apabila wakil ketua berhalangan. m. Apabila seluruh anggota Tim Penilai yang hadir dapat menerirna hasil penilaian. j. Rapat dipimpin oleh ketua Tim Penilai. i.dianggap sah apabila dihadiri oleh paling sedikit % (tiga per empat) dari seluruh anggota Tim Penilai. Hasil penilaian yang telah disetujui oleh anggota Tim Penilai dalam rapat tim. selanjutnya diproses sebagai berikut: 1) Bagi Penyuluh Kehutanan yang belum mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. Hasil penilaian angka kredit yang dituangkan dalam formulir PAK tersebut dibuat sekurang-kurangnya rangkap 3 (tiga) dan diserahkan oleh Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. 2) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. 228 . maka rapat dapat dipimpin oleh Sekretaris Tim Penilai. k. Apabila DUPAK yang dinilai berasal dari anggota Tim Penilai. maka nilai atau angka kredit yang diberikan kepada penyuluh kehutanan yang bersangkutan dapat diproses lebih lanjut untuk penetapan angka kredit. maka ketua tim menuangkan hasil penilaian dalam formulir Penetapan Angka Kredit (PAK) dengan menggunakan formulir seperti contoh pada Lampiran XV. l. 3) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai batas pangkat maksimal (III/d untuk Penyuluh Kehutanan Terampil dan IV/c untuk Penyuluh Kehutanan Ahli) tetap dilakukan penilaian angka kredit sesuai DUPAK yang diusulkan menurut ketentuan dan hasil PAK nya disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.

Berkat usulan Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan oleh 2. b. Penetapan Angka Kredit 1. adalah: a. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Ketentuan Lain Apabila pada suatu Unit Kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan Jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugasnya. c. Pejabat Penetapan Angka Kredit Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. maka Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau di bawah Jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. C. b. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Tatacara Penetapan Angka Kredit a. d. 229 .8. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan penyelenggaraan kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di kabupaten / kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Propinsi yang bersangkutan. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sama dengan angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan.

3) Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). 5) Arsip Tim Penilai yang bersangkutan.b. 4) Pejabat lain yang dipandang perlu (tembusan). PAK yang telah ditetapkan. 2) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). maka hasil penilaian tersebut ditetapkan sebagai Penetapan Angka Kredit (PAK) d a n p e n e ta pa n n y a t i d a k d a pa t d i a j u k a n k e b e r a ta n . Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. oleh Sekretariat Tim Penilai diteruskan kepada : 1) Kepala BKN / Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan (asli). c. 230 . Dengan ditandatanganinya hasil penilaian angka kredit.

Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. c. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 231 . Bupati/Walikota atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. golongan ruang Il/b.BAB IV PENGANGKATAN DALAM JABATAN A. Pengangkatan Pertama Kali 1. Gubernur atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma Ill. b. Persyaratan a. 2. Menteri Kehutanan.l. d. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a.

Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah 232 . pangkat Penata Muda golongan II/a. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah bidang pertanian (nilai angka kredit 60). setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. 3.Joko. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. golongan ruang Ill/a. pendidikan terakhir Sarjana Kehutanan. Ketentuan lain tentang pengangkatan pertama kali a. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 160 jam (nilai angka kredit : 2) dan unsur utama lain (nilai angka kredit: 10). 4) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya benilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. sehingga jika dijumlahkan sebesar 72 Dengan demikian. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan lI/b dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana dengan angka kredit sebesar 72.4) b. Contoh pengangkatan pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan : Saudari Sari. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat pertama kali ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama lainnya. pangkat Pengatur Muda Tingkat I golongan Il/b. b. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. Saudara lr. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. pendidikan terakhir Diploma Ill Pertanian.

sehingga jika dijumlahkan sebesar 103.bidang kehutanan (nilai angka kredit : 75). c. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 200 jam (nilai angka kredit: 3) dan unsur utama lain (nilai angka kredit : 25). b. Tatacara pelaksanaan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan a. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. Perpindahan Jabatan 1. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang 2. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan II/a dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama dengan angka kredit sebesar 103. Persyaratan a. Dengan demikian. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Keputusan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan sebagaimana contoh Lampiran XVI. B. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. 4. 233 . b. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Tatacara pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat / Propinsi / Kabupaten / Kota yang bersangkutan.

golongan ruang Il/b. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 ( lima ) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya.akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma III. Ketentuan lain tentang perpindahan jabatan a. 3. b. 234 . 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat dari jabatan lain ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama Iainnya. b. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. 3) Telah mengikuti dan Iulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut.I. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. golongan ruang Ill/a.

2.4. Keputusan pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan sebagaimana contoh Lampiran XVII. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. 235 . Tata cara pelaksanaan pengangkatan dan jabatan lain a. 6. C. Tatacara pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat/ Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan disesuaikan dari jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang lama ke dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang baru sesuai lampiran Lampiran XVIII. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dengan format sebagaimana Contoh Lampiran XIX. b. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. didasarkan pada jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Penetapan jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jenjang jabatan lama ke dalam jenjang jabatan baru sebagaimana tersebut dalam angka 1. c. 4. Penyesuaian Jabatan 1. 5. b. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Iingkungan Departemen Kehutanan. Pangkat dan golongan ruang Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan ruang berdasarkan Keputusan pangkat terakhir yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jabatan lama ke dalam jabatan baru mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2003 sampai dengan 31 Maret 2004. Pejabat yang berwenang menetapkan penyesuaian jabatan adalah: a. 3.

b.PAN/12/2002 dengan ketentuan: 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran III dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan adalah: a. Persyaratan Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. c. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. Kenaikan Jabatan 1. c. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan jabatan a. Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan/penyuluhan kehutanan di lingkup Kabupaten/ Kota y a n g b e r s a n g k u ta n s e s u a i k e t e n t u a n y a n g b e r l a k u . b. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. 3. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. b. 2.BAB V KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT A. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 236 .

2) Copy SK jabatan fungsional terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 3) PAK terakhir asli. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli. d.c. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja pada Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. 4) Copy DP-3 satu tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 3) Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan yang akan didudukinya. yaitu bidang penyuluhan. Penyuluh Kehutanan yang diangkat dalam jenjang Jabatan yang lebih tinggi wajib mengikuti diklat peningkatan profesi yang akan diatur Iebih lanjut dengan Keputusan tersendiri. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dengan melengkapi berkas yang dipersyaratkan yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 2) Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat AhIi. dengan ketentuan: 1) ljazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. kehutanan atau yang serumpun. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan berikutnya. 237 . 2) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / unit kerja pada Propinsi yang bersangkutan. 4. Tata cara pelaksanaan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan a. dengan ketentuan pelaksanaan diklat peningkatan profesi tersebut secara efektif dilaksanakan setelah 2 (dua) tahun sejak Keputusan ini ditetapkan. dan selanjutnya dikirim kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan.

dan b. 3) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk untuk lingkup Kabupaten/Kota. Persyaratan Kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Kenaikan Pangkat 1. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. Pejabat-pejabat tersebut pada huruf a di atas setelah menerima berkas usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan. 238 . B. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi: c. bagi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c di lingkungan Departemen Kehutanan. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. 2) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk untuk Iingkup Propinsi. adalah: a. d. c. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (asli) melalui pimpinan unit kerjanya. selanjutnya memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditetapkan.b. selanjutnya pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas menerbitkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan Propinsi / Kabupaten / Kota. Apabila usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan telah memenuhi persyaratan. kemudian menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan kepada: 1) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk lingkup Departemen Kehutanan. 2.

golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda tingkat I. golongan ruang lI/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang lII/d di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang Il/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang IV/b di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dari Penyuluh c. golongan ruang IV/b di lingkungan Departemen Kehutanan. 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. 3) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina. golongan ruang lII/d di lingkungan Departemen Kehutanan. bagi : 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang IV/b di Iingkungan Kabupaten/ Kota dalam Propinsi yang bersangkutan. d. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. dan 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I.b. 239 .

golongan ruang Ill/a. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. golongan ruang II /b untuk menjadi Pengatur golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.2) Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Penyuluh Kehutanan yang menduduki pangkat Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d ke bawah yang memperoleh ijazah S1/D-IV dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya sebagai penyesuaian ijazah dengan ketentuan : 1) Kualifikasi ijazah harus sesuai dengan tugas pokoknya. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. 4) Sekurang-kurangnya memenuhi jumlah angka kredit kumulatif minimal yang ditentukan untuk pangkat Penata Muda. golongan Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. 3) Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 d e n g a n k e t e n t u a n : 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. 5) Mengikuti dan lulus ujian penyesuaian kenaikan pangkat. c. Penyuluh Kehutanan Tingkat AhIi mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. 2) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran Ill dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara N o m o r 1 3 0 / K E P / M . golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. 240 . 3. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan pangkat a. b.

4) Copy DP3 dua tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 2) PAK (asli) terakhir.4. Tata cara usulan kenaikan pangkat Pimpinan unit kerja yang bersangkutan setelah melengkapi usul kenaikan pangkat yang terdiri dari: 1) Copy Kartu Pegawai. selanjutnya menyampaikan kepada Instansi induk masing-masing untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. 6) Daftar Riwayat Pekerjaan. 3) Copy surat keputusan pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 241 . 5) Daftar Riwayat Hidup (bagi yang pindah golongan).

pangkat Penata. pangkat Penata Muda. b) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang IV/c. b. golongan ruang IV/b. c. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Penata Tingkat I. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Madya. 242 .BAB VI PEMBEBASAN SEMENTARA. golongan ruang III/d. c) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Pembebasan Sementara dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pembebasan sementara penyuluh Kehutanan adalah. golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Pembina Tingkat I. pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang lI/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. a) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di Iingkup Departemen Kehutanan. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 2. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN A. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Alasan pembebasan sementara Penyuluh Kehutanan dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: a.

g. b dan c di atas didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan oleh Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan. 5) Copy SK hukuman disiplin atau. 243 . 4. pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan. atau Sedang menjalankan tugas belajar Iebih dari 6 (enam) bulan dibedakan dengan lzin belajar. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf d di atas. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap melaksanakan tugas pokoknya tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. Ketentuan lain a. c. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. h. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah dari unsur pendidikan. e. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf e dan f di atas. atau Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. kegiatan yang dilakukan selama dibebaskan sementara tidak dapat dinilai angka kreditnya. b. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf h di atas. b. Tatacara Penetapan Pembebasan Sementara a. 4) Copy SK tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan atau. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah ijazah pendidikan yang bersangkutan. atau Cuti di luar tanggungan negara.d. Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf g di atas. f. 3) Copy Surat/SK Penugasan di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan atau. 6) Copy SK cuti di luar tanggungan negara atau. 3. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pembebasan sementara yang terdiri dari : 1) Copy SK pangkat terakhir 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir dan. d.

7) Copy SK pemberhentian sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. c. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Pengangkatan Kembali 1. 4) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Kabupaten/Kota yang bersangkutan. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. d. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampiran XX. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di lingkup Departemen Kehutanan. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. mengajukan usul pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali Penyuluh Kehutanan adalah: a. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan c. 2) Sekretaris Direktorat Jenderal/Badan Iingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. 244 . Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada huruf b butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. b. B.

atau 6) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang diberhentikan sementara dari PNS. atau 7) Surat keterangan selesai menjalani hukuman disiplin. b. Penyuluh Kehutanan yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dari tingkat berat berupa penurunan pangkat. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan 3. Tata cara penetapan pengangkatan kembali sebagai Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pengangkatan kembali yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. e. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani cuti. 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementana berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. d. f.2. b dan c diangkat kembali setelah yang bersangkutan memenuhi angka kredit minimal yang dipersyaratkan. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. atau 8) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang selesai menjalani cuti di luar tanggungan negara. c. 3) Copy PAK terakhir. 245 . dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani hukuman disiplin. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada butir A angka 2 huruf a. 4) Copy Surat/ SK Pemberhentian dan jabatan struktural/jabatan fungsional lain di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. atau 5) Surat keterangan selesai melaksanakan tugas belajar. Pensyaratan pengangkatan kembali a. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana pencobaan.

lr. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada angka 3 butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. 4. Ir. pangkat yang digunakan adalah Penata Tingkat I. Ketentuan lain Pegawai Negeni Sipil yang diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a sampai dengan f. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. golongan ruang III/d dari jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Muda. Agus. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan di Iingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. Agus menjadi sebesar 235 (210 + 25). jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. Sekretaris Direktorat Jenderal/ Badan lingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. Agus.2) 3) 4) 5) 6) yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. Dalam hal yang demikian. 246 . Ir. Ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang III/d dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 25. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diporoleh selama yang bersangkutan tidak menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan. golongan ruang Ill/c dengan angka kredit sebesar 210 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. sehingga PAK terakhir Sdr. mengajukan usul pembebasan sementara dan jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Contoh dalam memproses Pengangkatan Kembali: Sdr. Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampinan XXI.

b. pangkat yang digunakan adalah Penata. Ir. 247 . jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda Tingkat I. Ir. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wiiayah Propinsi yang bersangkutan. c. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. d. Anita. golongan ruang Ill/c dan jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama. Pemberhentian dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang Ill/c dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 20. Dalam hal yang demikian. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan adalah: a. Anita menjadi sebesar 180 (160 + 20). C. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. dilakukan apabila yang bersangkutan: a. Alasan pemberhentian Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Menteri Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. sehingga PAK terakhir Sdri. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil dengan tingkat hukuman disiplin berat dan telah memipunyai kekuatan hukum yang tetap. atau 2. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Anita. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. goIongan ruang Ill/b dengan angka kredit sebesar 160 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. lr.Sdri. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/ Kota yang bersangkutan.

b. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda tingkat I golongan ruang Il/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. 4) Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan 248 . pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. b. 2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. golongan ruang lV/c dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. Usul pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut selanjutnya disampaikan kepada: 1) Menteri Kehutanan. 3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Departemen Kehutanan. 2) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. Tidak dapat memenuhi angka kredit yang ditentukan. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan mengusulkan bahwa Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan telah memenuhi ketentuan untuk diberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut dalam butir 2 di atas. dan 2) Copy keputusan jabatan Penyuluh Kehutanan terakhir. atau 4) Penetapan Angka Kredit (PAK) terakhir. Tatacara penetapan pemberhentian dan jabatan Penyuluh Kehutanan a. dan 3) Copy keputusan hukuman disiplin. 3. golongan ruang lll/d dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. dilampiri dengan: 1) Copy keputusan pangkat terakhir. 3) Gubernur atau pejabat Iain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

d. c. 249 . Keputusan tersebut disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas selanjutnya memproses usul pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan dan menetapkannya dalam suatu keputusan sesuai ketentuan yang berlaku dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh Lampiran XXII.perundangan yang berlaku. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/kota yang bersangkutan.

Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan sampai dengan masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan setelah masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan. 250 .PAN/12/2002. 2. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.

Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang sedang dibebaskan sementara karena : a. MUHAMMAD PRAKOSA 251 . mencapai batas usia pensiun Pegawai Negeri Sipil.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN 1. d. Fasilitasi penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN 3. atau c. b. dan f. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. antara lain melakukan: a. diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan mendapatkan hak-hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dilugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat (kecuali pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil). Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. c. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. e. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. b. Cuti diluar tanggungan negara. Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. 2.

.. Waktu Pelaksanaan b.... / ……...…..... Penyuluh Kehutanan a..........….... ..... : ……………………….. ..……………..……………............ tanggal …………....... : ……………………….. ..………….....……………. : ……………………….. 4..... ....…………......….. .... : ………………………....…………….. 6.......…... 5.………..…………….…….... : ………………………...…...……………...…………….........………..... ………………………. : ………………………...... ... 3....…..….. : ………….... 252 ... .. ……………………….….....….... Tempat/ Lokasi c.…........ ………………………..... Mengetahui (Pimpinan Unit Kerja) (Penyuluh Kehutanan ybs) Catatan: Laporan hasil pekerjaan dilampirkan dengan identitas penyusunnya..... .. : ………………………...……………. ………………………......... .…...…………….…………….……. ..... ...…... Unit Kerja Dasar Pelaksanaan Nama Kegiatan Tujuan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan a.... / …….……………..........…..……………..... ...... Jabatan d...... ...….. : ………………………... Pangkat / Golongan c.. Peserta Hasil Kegiatan : ………….. ………….......…. 2.…............. ..…………….CONTOH LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN…………………………………… 1..……………..... Nama dan NIP b... : ………………………. : ………………………..

..... …………………………………....................……..sebagai……....…….............. Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.... Telah melakukan kegiatan………………………………….... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………………............ : ……………….........….......... …………… tanggal………. …………………………………………………………......……/ …….....…………………… 253 .. : ……………………...CONTOH SURAT KETERANGAN KEIKUTSERTAAN DALAM KEPANITIAAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……….......……......…………...……………. : …………………….........…………………….. pada tanggal …………..............……/ …………..…….....…………..……………………………………………..…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ............…………………………………………….........………………...……………...di……….

...…………………………..CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI INSTRUKTUR/ PEMBIMBING LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara…………………………... jam pada tanggal …………....……........………………………….… di……………........ …………… tanggal……….. dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ……………......………/ ………….... : ……..…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ..……....…………………… Catatan: Kegiatan mengajar / kursus..…………............... 254 .………………/ ………….……………………......... dsb agar dicantumkah jumlah jam pelajarannya....……........................ pramuwicara........ : …………………….... ……………………………………………………............. : ……………………...... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya........ membimbing penyuluh kehutanan) selama……... (mengajar / memadu kursus tani / sekolah lapangan...... Telah melakukan kegiatan…………………………. pameran.....…..……………....

.....……………………… Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya........ …………… tanggal………......…………...………..………..……….........………………………………………....…………………….......... Dengan judul ……………………………………............…/ ……….....CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI PEMBAHAS..... MODERATOR....... : …………………….... : …………………….………………………………………......... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………….......…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ............... pada tanggal ………………….... ……………………………………….. : ………………….........…………………… 255 ...... di …………….... PENYAJI DAN NARASUMBER LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……………. Telah bertindak sebagai pembicara ( pembahas / moderator / penyaji / narasumber) (terlampir) dalam ……………………………….…………/ ……....……………….....……………………........

....... : ……………………......... Telah melakukan kegiatan .CONTOH SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………....................…………. : …………………….......…………/ ……................... di ..………. : …………………….........……….......................... …………… tanggal………...........………..................... : ……………………............…… Pimpinan Unit Kerja / Pejabat Yang Ditunjuk 256 .......…/ ………..........……………….. Menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………..………................................... yang dilaksanakan pada tanggal .... : …………………......…………/ …….........………............……….......………………................…/ ………... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya......…………....................... : …………………........

6........... 2... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. Lamanya antara 481 . KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10... Lamanya antara 641 ...... 3.960 jam 3... Unit Kerja : 1.. 8... Lamanya antara 81 .480 jam 5. 4.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LAMPIRAN VIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA NOMOR : Masa penilaian... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. Lamanya lebih dari 960 jam 2.. Sarjana Muda/ D III 2......... D II B. Lamanya antara 161 . NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.160 jam 6. s/d ... 9..80 jam JUMLAH I 257 ...640 jam 4....... 5.. 7.. Lamanya antara 30 . tanggal ..

2. 7. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Kelompok sasaran lain C. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 258 . B. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja 2. 2. Chart/Gambar B. Anggota kelompok sasaran b. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Perorangan b. Flipchart c. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/kecamatan. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Kelompok sasaran 2. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/menumbuhkan kelompok sasaran. 4. 2. Foto b. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) 3. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. 3. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Melaksanakan temu lapang. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan C. 8. 9. 10. 5. 6.

Menyampaikan prasarana berupa tinjauan. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. b. Dalam bentuk buku. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk majalah. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 3. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 2. C.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. b. 4. D. JUMLAH IV V. 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 2. PEMANTAUAN. JUMLAH V 259 . Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. B. PENGEMBANGAN PROFESI A. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.

C. Sarjana/Diploma IV F. 3. Diploma II 2. b. Gelar kehormatan akademis. Dalam bentuk buku. c. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Pembahas. 2. Anggota aktif. 2. Tingkat Propinsi. b. b. sebagai : a. sebagai: 1. 2.1 2 3 4 5 6 7 8 UNSUR PENUNJANG VI. B. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Pengurus aktif. Anggota aktif. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. E. Moderator. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Peserta. Sarjana Muda/Diploma III 3. 10 (sepuluh) tahun. Pengurus aktif. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Pemrasaran. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. 5. 30 (tiga puluh) tahun. G. D. Dalam bentuk makalah. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 3. b. Narasumber. 2. JUMLAH VI 260 . 20 (dua puluh) tahun. 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 4. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Memperoleh piagam kehormatan 1. b.

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 261 .

.............................. Catatan Pejabat Penilai ..... Tanggal .... ) NIP.......1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1................ Pejabat Pengusul ( .......................................... ....................... Catatan Tim Penilai .. Dst ......... 2. Ketua Tim Penilai ( .......... 4....................... Tanggal ..... Tanggal ......... Pejabat Penilai ( .... 3................................... 262 ........ ) NIP. ) NIP..

4. Lamanya antara 81 ......CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN LAMPIRAN VIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN NOMOR : Masa penilaian..960 jam 3......80 jam JUMLAH 263 . Lamanya antara 481 . 6..480 jam 5........ Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10...... 5.. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. Lamanya lebih dari 960 jam 2.... Lamanya antara 161 .. Lamanya antara 641 . 2.. 8... tanggal ... 3. Sarjana Muda/ D III 2... 7. D II B...160 jam 6. Lamanya antara 30 .. 9.. Unit Kerja : 1..... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. s/d ..640 jam 4...

Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruktur/pembimbing) tingkat kabupaten/kota. Seri foto b. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 3. Maket g. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Anggota kelompok sasaran b. Kelompok sasaran 2. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan 5. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Specimen B. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi : a. Sebagai narasumber 5. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Merekaputulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 7. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil usahatani kehutanan (demonstrasi farm). JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat kabupaten/kota. Melakukan temu usaha. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Brosur/booklet (min 1000 kata) f. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Poster e. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. C. Mengolah data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba 3. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 9. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat kabupaten/kota. 8. 2. Leaflet/folder d. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja 2. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. 2.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Selebaran/ pamflet c. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. 6. 4. 3 4 5 6 7 8 III 264 . Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Sebagai moderator b. 4. 2. B. 6.

Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan lanjut sampai madya. D. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 5. 4. 265 . Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.1 2 10. V. Mengolah data hasil pemantauan/pengendalian 3. Perorangan b. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. 11. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang C. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. 4. Dalam bentuk majalah. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. b. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat kabupaten/kota. 2. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Dalam bentuk buku. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. C. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. 6. 12. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 2. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. JUMLAH III PEMANTAUAN. Kelompok sasaran lain 13. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. B. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 1.

................ ) NIP....................... ) NIP.... Pejabat Pengusul ( ........ 3............ Tanggal ...................................................... Tanggal .... Catatan Pejabat Penilai ......... Catatan Tim Penilai .. 266 ........................ ) NIP...... Pejabat Penilai ( .............. 4................. . Tanggal ...... Ketua Tim Penilai ( .............. Dst ........1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1........ 2......

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 267 .

..... ) NIP............................... Tanggal .......... Catatan Pejabat Penilai .......1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.............. Pejabat Penilai ( ............................... Pejabat Pengusul ( ........................ Catatan Tim Penilai ...... Tanggal ... 268 ...... 3..................................... ) NIP.. 4............... Tanggal ..... Ketua Tim Penilai ( ..... ) NIP........... 2. .... Dst ...................

.......640 jam 4...... tanggal .... 4.. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A..960 jam 3.... Lamanya antara 30 . 3. Lamanya antara 161 .... Sarjana Muda/ D III 2... 2.... Lamanya antara 641 ..160 jam 6.. 7.. 6... s/d ..... D II B. Unit Kerja : 1.......CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA LAMPIRAN VIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA NOMOR : Masa penilaian. 8. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.. 5.. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.. 9..80 jam JUMLAH I 269 . Lamanya antara 81 . Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1. Lamanya antara 481 .. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Lamanya lebih dari 960 jam 2....480 jam 5.

C. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat propinsi. 3.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat propinsi. 4. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat/agama. Mock up B. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat propinsi. Menganalisis data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 4. Selebaran/pamflet d. Model i. 5. 6. 1. Menyusun rencana identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 3. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. Anggota kelompok sasaran b. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi. D. 2. Poster f. Slide b. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan. Diorama h. 3 4 5 6 7 8 III 270 . Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. 2. Leaflet/folder e. Brosur/booklet g. B. Siaran sandiwara di radio/TV c. 2. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan. 7. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada tokoh masyarakat/agama. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat propinsi. 8. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Kelompok sasaran 2.

Menyusun kurikulum kegiatan bimbingan teknis/kurus kepada kelompok sasaran. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 4. 3. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk majalah. B. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Melaksanakan penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. b. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. V. b. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 271 . 2. 5. 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. C. C. Memberikan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan/pengendalian. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. JUMLAH III PEMANTAUAN. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 1. Dalam bentuk buku. D. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. b. Mengolah.1 2 9. 4. 2. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.

D. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Pembahas. Memperoleh piagam kehormatan 1. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. 5. Sarjana/Diploma IV F. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Diploma II 2. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. c. Narasumber. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Peserta.1 2 3 4 5 6 7 8 B. Anggota aktif. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Pengurus aktif. 2. 2. C. Sarjana Muda/Diploma III 3. Tingkat Propinsi. Moderator. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. E. 3. 3. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. JUMLAH VI 272 . 10 (sepuluh) tahun. Gelar kehormatan akademis. b. b. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: a. sebagai : a. 2. 1. Dalam bentuk makalah. sebagai: 1. Dalam bentuk buku. b. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. b. Anggota aktif. Pemrasaran. Pengurus aktif. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 4. G. 2. 20 (dua puluh) tahun. 30 (tiga puluh) tahun. b.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG 273 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

.... Pejabat Pengusul ( ......................... Tanggal ..... Catatan Tim Penilai ............ ) NIP.... 2............ Tanggal ..... Dst ..... Pejabat Penilai ( .............. ) NIP........... ) NIP....................................... Catatan Pejabat Penilai .......................... 274 ............. ...... Tanggal .............1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1..................... Ketua Tim Penilai ( . 3.................. 4..

... 6.480 jam 5.. Lamanya antara 81 ....640 jam 4.. 4.160 jam 6... 3...... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10....960 jam 3... tanggal ... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1... 5...80 jam JUMLAH I 275 .. Doktor 2. Lamanya antara 161 . s/d .. Unit Kerja : 1... Sarjana / D IV B... 7... 9... Lamanya antara 30 ... 2... 8...CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA LAMPIRAN VIIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA NOMOR : Masa penilaian.. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.. Lamanya antara 641 ... Lamanya lebih dari 960 jam 2. Lamanya antara 481 .. Pasca Sarjana 3...

Bulletin board (papan buletin) b. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. 2. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Brosur/booklet B. OHP transparan c. 5. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa gabungan kelompok / asosiasi. LSM. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot).1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 276 . 2. b. 3. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat nasional. Kelompok sasaran lain C. Menyusun instrument dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Sebagai pembicara/penyaji dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Leaflet/folder f. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan : a. 6. Tingkat propinsi. Tingkat nasional. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Poster g. Selebaran/pamflet e. C. Melakukan temu karya kepada Pemda. B. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. 4. Seri slide d. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai jenjang jabatan D. Perorangan b.

1.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. 1. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. C. JUMLAH IV V. 3. Metodologi. Dalam bentuk buku. 4. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 277 . Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. PEMANTAUAN. Sarana. PENGEMBANGAN PROFESI A. JUMLAH V VI. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 2. Materi. dan Alat Baru Penyuluhan Kehutanan. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. B. b. materi. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 2. 2. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk majalah. B. 4. Pengembangan Aspek Teknik. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Menyusun metode/teknik pemantauan/pengendalian. 4. 3. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. b. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1.

PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. E. b. sebagai : a. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Moderator. G. Narasumber. 1. c. 2. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Pemrasaran. Peserta. Tingkat Propinsi. 2. b. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 30 (tiga puluh) tahun. Anggota aktif. Sarjana Muda/Diploma III 3. Anggota aktif. b. B. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Sarjana/Diploma IV F. b. Pembahas. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. 2. C. 3. 2. Dalam bentuk buku. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. sebagai: 1. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a.1 2 3 4 5 6 7 8 D. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Memperoleh piagam kehormatan 1. 4. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. b. 20 (dua puluh) tahun. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 5. JUMLAH VII 278 . Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Pengurus aktif. 3. Diploma II 2. D. 10 (sepuluh) tahun. Dalam bentuk makalah. Gelar kehormatan akademis. Pengurus aktif.

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 279 .

... 2................ .... ) NIP......... Pejabat Pengusul ( ............... Ketua Tim Penilai ( ........ ) NIP.... Dst ......... Tanggal ............. Pejabat Penilai ( ... Tanggal ......... Catatan Pejabat Penilai ................... 4........................ 280 ..................... ) NIP.... 3.................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.............. Catatan Tim Penilai .................................... Tanggal ........

Lamanya lebih dari 960 jam 2.. Sarjana / D IV B.640 jam 4.. s/d .. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. 5. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10...480 jam 5. 4......... Lamanya antara 641 ...CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MUDA LAMPIRAN VIIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MUDA NOMOR : Masa penilaian. 3.. 9.. 2..... Lamanya antara 481 ..... 7..... Lamanya antara 161 . UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.. Doktor 2....80 jam JUMLAH I 281 ..... Lamanya antara 30 .. Lamanya antara 81 ..960 jam 3. Unit Kerja : 1. Pasca Sarjana 3.... 6...... tanggal ... 8.. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.160 jam 6.

Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. 7. 6. 3. Poster g. 5. C. Membuat desain kaji terap teknologi anjuran/ uji coba. Perorangan b. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 282 . Leaflet/ folder f. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. 2. cendekiawan. B. pemerintah pusat. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat nasional. Siaran radio/ TV d. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum) 2. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 3. Menyusun materi kursus dalam kegiatan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran. Sound slide b. Selebaran/ pamflet e. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Kelompok sasaran lain 9. Sebagai sutradara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran. Brosur/ Booklet B. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menganalisa data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. Menyusun pedoman penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. 8. 4. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Video c. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karyawisata kepada Perguruan Tinggi. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1.

4. 1. 6. 283 . JUMLAH IV PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Materi. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 3. Pengembangan Aspek Teknik. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. b. 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. B. Dalam bentuk majalah. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 2 PEMANTAUAN. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. materi. 5. 4. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 2. VI. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. 2. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan.1 IV. 4. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan. b. B. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. JUMLAH V PENGEMBANGAN PROFESI A. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Metodologi. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 3. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku. 3 4 5 6 7 8 V. 1. Sarana. b.

Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. D. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. sebagai : a. E. C. 20 (dua puluh) tahun. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. 30 (tiga puluh) tahun. 1. 2. b. Anggota aktif. 3. Narasumber. Dalam bentuk buku. Sarjana Muda/Diploma III 3. 3. b. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a.1 2 3 4 5 6 7 8 C. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Tingkat Propinsi. Peserta. 2. b. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Pengurus aktif. Gelar kehormatan akademis. G. Diploma II 2. Pengurus aktif. B. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. b. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Anggota aktif. c. D. Memperoleh piagam kehormatan 1. Dalam bentuk makalah. 2. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. 2. 5. sebagai: 1. Pembahas. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 4. Moderator. Pemrasaran. 10 (sepuluh) tahun. JUMLAH VII 284 . Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Sarjana/Diploma IV F. 2.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 285 .1 2 3 4 5 6 7 8 VIII.

........ 4........................ Catatan Tim Penilai ................................... ................ ) NIP........... Tanggal . Pejabat Penilai ( .........1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1....... 3.......... Catatan Pejabat Penilai ... 2. Pejabat Pengusul ( ..... Tanggal .. 286 ................................................ ) NIP..... Dst ........................ Ketua Tim Penilai ( .... Tanggal ........ ) NIP...............

2. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.. Lamanya antara 481 .160 jam 6. Unit Kerja : 1. Lamanya lebih dari 960 jam 2. Lamanya antara 161 .. 6.... 9. Sarjana / D IV B....80 jam JUMLAH I 287 ... 7. Lamanya antara 30 .. 5.... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A....... s/d . KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10... tanggal .CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MADYA LAMPIRAN VIIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MADYA NOMOR : Masa penilaian... 8... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1........ Lamanya antara 641 .... 3.....480 jam 5. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. Pasca Sarjana 3.....960 jam 3. Lamanya antara 81 . 4. Doktor 2.....640 jam 4....

Perorangan b. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usha wanatani. Melakukan temu karya kepada Perguruan Tinggi. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 2. Kelompok sasaran lain JUMLAH III PEMANTAUAN. 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. B. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 3. Pemerintah Pusat. Selebaran/ pamflet b. 288 . IV. Brosur/ Booklet B. cendikiawan. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat internasional. Sebagai narasumber/ pengisi acara/ diskusi/ wawancara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. 4. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Poster d. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. 2. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. JUMLAH IV 3 4 5 6 7 8 III. 3. 4.1 II. Leaflet/ folder c. 4. Sebagai penyaji dalam pendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 2. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 5. 3. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.

Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. 3. 2. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk majalah. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. C.1 2 3 4 5 6 7 8 V. 4. 1. Materi. B. 2. Sarana. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. VI. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. D. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Metodologi. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. b. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 1. materi. Dalam bentuk buku. b. Pengembangan Aspek Teknik. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 4. B. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. b. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. JUMLAH VI 289 . Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. 2.

sebagai: 1. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Moderator. C. Sarjana/Diploma IV F. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. JUMLAH VII 290 . b. b. Sarjana Muda/Diploma III 3. Diploma II 2. Memperoleh piagam kehormatan 1. 30 (tiga puluh) tahun. 3. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 20 (dua puluh) tahun. 4. 1. Dalam bentuk buku. 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. sebagai : a. G. 2. 3. Narasumber. c. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 5. b. Pengurus aktif. b.1 2 3 4 5 6 7 8 VII. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Tingkat Propinsi. Dalam bentuk makalah. b. 2. Pengurus aktif. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. 2. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Peserta. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Pemrasaran. B. Pembahas. Gelar kehormatan akademis. Anggota aktif. UNSUR PENUNJANG PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Anggota aktif. E. 10 (sepuluh) tahun. D. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan.

................... Catatan Tim Penilai .... Tanggal ...... ) NIP... Tanggal ..... 3..................... ) NIP....................................... 4..................... ) NIP. Pejabat Penilai ( .1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1..................................... 2. Catatan Pejabat Penilai ...... Dst ............................ Pejabat Pengusul ( .. 291 ................ Ketua Tim Penilai ( ........ Tanggal ................ ..

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

292

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

293

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

294

Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :
NO 1 1 2 3 dst. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.K 6 KET/BUKTI FISIK 7

.................., ........................ Atasan langsung,

295

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

296

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

297

...........................................................................................CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ....................................................................................... : ............ : .......................................................................................... : ................................... : .............................................................................................................................................................................................................................................................................................. : : ............................................................................................................. : ........ : ............................ : ............................... : .... 298 ........ : ............................................................................................................................................................. : .......................................

..............Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan... URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst........... ...... Atasan langsung.K 6 KET/BUKTI FISIK 7 ....... 299 ..

................................................................................................................................... : ........ 300 ................................................................................ : ................. : .................................................................................. : : ..... : .. : ....CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ...................................................................................................... : ............................................................................................................................................. : .............................................................................................................................................................................................................................................................. : .................................................... : .................................... : .......................................................................

.K 6 KET/BUKTI FISIK 7 .. Atasan langsung......... URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A..Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan..... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst....... . Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya............. 301 .........

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Menyatakan bahwa : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Telah melakukan kegiatan penunjang tugas Penyuluh Kehutanan, sebagai berikut : No. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. ..................., ...................... 2003 (Nama Jabatan) ........................ Kegiatan Penunjang Penyuluh Kehutanan 2 Jenis/Bentuk Kegiatan 3 Jumlah yang dinilai/Kegiatan 4 Pada/ Tempat 5 Keterangan 6

( ........................................ ) NIP

302

CONTOH HASIL PENILAIAN AK HASIL PENILAIAN ANGKA KREDIT PERIODE : ................. S/D .....................

LAMPIRAN XIV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003

Nama NIP Pangkat / Gol. Jabatan Unit Kerja
UNSUR KODE KEGIATAN 4 5 6 7 ANGKA KREDIT KODE KEGIATAN 2 UNSUR UTAMA II III Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan IV Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan V VI Pengembangan Profesi JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI) UNSUR PENUNJANG JUMLAH (VI) Total (I + II + III + IV + V + VI) VII Penunjang Penyuluhan Kehutanan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Persiapan Penyuluhan Kehutanan I PENDIDIKAN 3 SUB UNSUR USULAN PENILAIAN USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT

: : : : :

.................................................. .................................................. .................................................. .................................................. ..................................................
KETERANGAN 8

NO

1

A

B

.................., .......................................... KETUA TIM PENILAI ...........................

303

( ......................................... ) NIP. .....................................

CONTOH : PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / /

Masa Penilaian : ........................ s/d ............................
KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar / Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan Penyuluhan Kehutanan c Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan d Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan e Pengembangan Penyuluhan Kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ........ / PANGKAT .......... / TMT .......... ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan. TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu. Ditetapkan di : Pada tanggal :

304

Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ......./PANGKAT ..................../ TMT ............................. Ditetapkan di : Pada tanggal :

ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.

TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu.

305

CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XVI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

KEPUTUSAN .......................... NOMOR : ............. / ....... / .......... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................... tanggal .......................... dipandang perlu mengangkat saudara .......................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. ............................................................... ...............................................................

b. Mengingat : 1.

Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003; 6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999; 7. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002; 8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .....................................; 9. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .....................................; 10. Keputusan Menteri Kehutanan nomor .................................

306

MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....................................... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a. Nama : ................................................... b. NIP : ................................................... c. Pangkat/Gol. : ................................................... Ruang/TMT d. Unit Kerja : ....................... dari jabatan ..................... dengan angka kredit sebesar .................. (diisi dengan angka dan huruf) .................................................................................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Pada tanggal : :

KEDUA KETIGA

: :

Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. 4. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5. Pejabat lain yang dipandang perlu. *) coret yang tidak perlu.

307

...CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MELALUI PERPINDAHAN JABATAN LAMPIRAN XVII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .................. 8.... NOMOR : ...... 7. 3......................... 308 .................. Keputusan Menteri Kehutanan nomor ........ 4....... 6............... Mengingat : 1................... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999.............. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.................... b............ Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .......... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ................ ........... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999....... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.......................... / .... 10.................... / ...... TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a................................. 2............................... .. tanggal ............ 9.. dipandang perlu mengangkat saudara ... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .... 5........... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002......... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001..

............... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1............ Pejabat lain yang dipandang perlu...................... : ....... Pangkat/Gol.... dengan angka kredit sebesar ................. (diisi dengan angka dan huruf) ............. Nama : .................................... Unit Kerja : ..........MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ...................... c.......... 4................ Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2........... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit............. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya............. b........... 309 .......... dari jabatan ........ Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5........... NIP : .. Ruang/TMT d.......... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3...... *) coret yang tidak perlu.................................................. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........................................

< 150 150 . PENYULUH KEHUTANAN TERAMPIL NO. I.< 400 400 . 1 2 3 4 5 6 7 B. III/a Penata Muda Tk. I.< 100 100 .< 550 550 . III/d Asisten Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Muda Ajun Penyuluh Kehutanan Madya Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Madya Pengatur Muta Tk. III/c Penata Tk.< 600 700 CONTOH TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XVIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. I.< 80 80 . II/b JABATAN BARU PANGKAT/GOLONGAN ANGKA KREDIT 40 .< 300 300 .< 300 300 JABATAN LAMA Ajun Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Utama Pratama Penyuluh Kehutanan Utama Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Muda JABATAN BARU Penyuluh Kehutanan Pertama PANGKAT/GOLONGAN Penata Muda III/a Penata Muda Tk. II/d Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan Lanjutan Penata Muda. III/b Penyuluh Kehutanan Penyelia Penata. I. PENYULUH KEHUTANAN AHLI NO. III/b Penata III/c Penata Tk. I. I. I. III/d Pembina IV/a Pembina Tk. IV/b Pembina Utama Muda IV/c ANGKA KREDIT 100 .< 150 150 .< 200 200 . 1 2 3 4 5 6 7 .< 200 200 .310 JABATAN LAMA Asisten Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Pelaksana Pengatur. II/c Pengatur Tk.< 60 60 .

3.CONTOH PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XIX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) NOMOR : ... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. 1... Mengingat : 2... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547)..PAN/12/2002 tanggal 3 Desember 2002..... 4.. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 11.. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001 ( L e m b a r a n N e g a r a Ta h u n 2 0 0 1 N o m o r 4 9 ) . 311 .... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 43 tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahunan 1999 Nomor 60...... TENTANG PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) Menimbang : bahwa yang namanya tersebut dalam Lampiran Keputusan ini memenuhi syarat untuk penyesuaian dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan angka kreditnya sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M......... Ta m b a h a n L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3 8 3 9 ) ....

Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019).... 8. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017).. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015).....5.. 10... 9.. Kewenangan.. 11.. 7. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil...... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.. 312 . Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 193. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4014). Fungsi.... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Memperhatikan : Usul Direktur/Kepala Unit Diklat Nomor . Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194.. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departeman... Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nommor 198.. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 196. 12... Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. sebagaimana telah diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan. Tugas.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya...... 6. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan..

.. Menteri/Kepala LPND/Gubernur/ Bupati/Walikota *) Sekretaris Jendral / Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah *) 313 ..........MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal . Penyuluh Kehutanan yang namanya tersebut dalam lajur 2 disesuaikan jabatannya dari jabatan lama sebagaimana tersebut dalam lajur 3 ke dalam jabatan baru sebagaimana tersebut dalam lajur 4 keputusan ini.n.. Ditetapkan di Pada tanggal : : a........ kepadanya diberikan tunjangan jabatan sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dengan diktum PERTAMA.......... Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini... akan diadakan perbaikan seperlunya.. KEDUA : KETIGA : Keputusan ini diberikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya.

......................... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001..................... 8.............. 7............... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003......................................... Bahwa saudara ......... 314 ..... b.............. .............................. 5.................... NIP.... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999............................. 3.................................................................... 2....... .... dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan.............................. ....................... / .. 9.................... 6..................................................................CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN . NOMOR : ....... Mengingat : 1......................... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002.. ....... karena ............... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a....................... 4.................................... jabatan .......................................PAN/12/2002.............................................................. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.... .................... Keputusan Menteri Kehutanan nomor ................... ........ ............. pangkat/golongan ruang ........ Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M........... / ............ berdasarkan ........................ Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ....................................

......... NIP : ........ KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1......... : ... c.......... Nama : ......................... Pangkat/Gol.......... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2....... Ruang/TMT d... *) coret yang tidak perlu......................... Unit Kerja : .......... dengan angka kredit sebesar ................ ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya...... dari jabatan ........ mengangkat/mengangkat kembali Pegawai Negeri Sipil : a....... 4............... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya..................... (diisi dengan angka dan huruf) ............................................ Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5............. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3......MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ................ 315 ........................................................ b. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit................................. Pejabat lain yang dipandang perlu.........

.......CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ............... / ..... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.. ............. ............. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002. TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999........... Mengingat : 1....... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001........ 6... 5................ 10... dipandang perlu mengangkat kembali Saudara ...... 9..... 8..... Keputusan Menteri Kehutanan Nomor ................... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994....................................... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ............ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003..... 4.... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999....... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ............................ NOMOR : ............................................ b............... 3.................. dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. tanggal . 316 ...................................... / .. 2...................... 7......

............... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2............. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya............. dari jabatan .............................................. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya..................... *) coret yang tidak perlu......... (diisi dengan angka dan huruf) ..... 317 ........... c........... 4.............. Unit Kerja : ...................... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ............ dengan angka kredit sebesar ............................. NIP : .. Pangkat/Gol............ Ruang/TMT d. Pejabat lain yang dipandang perlu.............................. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3........ : ..... b.... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.......... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a.................................................. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5........... Nama : ...............

..... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ................ Keputusan Menteri Kehutanan Nomor ..PAN/12/2002........... b.............. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001.. Bahwa saudara ..... ............... 6..................... 318 ............. NOMOR : . Mengingat : 1... / ................................ 8....... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994.......... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.... 4........../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara *)................. terhitung mulai tanggal .............. tanggal ............................. 9............ .................... / ...... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002............................................ Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M............................... ................. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002.................... 2................... jabatan ........................... TENTANG PEMBERHENTIAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a... 7... telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor .................... NIP............ Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999......... 5.....................CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .......................... pangkat/golongan ruang ........... 3......

.............. Ruang/TMT d.................. Pejabat lain yang dipandang perlu.............. NIP : .. 319 . (diisi dengan angka dan huruf) .......................................................... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3................MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .................... b. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.......................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2....................... : .. 4............. dengan angka kredit sebesar ... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5. KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1..... *) coret yang tidak perlu....... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a.... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya............................. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya...................... c...................... Unit Kerja : ................... Pangkat/Gol....... Nama : ............................ dari jabatan ...............