PETUNJUK PELAKSANAAN DAN TEKNIS

JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN
DAN

ANGKA KREDITNYA

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Jakarta, 2011

KATA PENGANTAR

Ketentuan yang mengatur tenaga fungsional penyuluh kehutanan adalah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang telah diubah melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005; Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/33/M.PAN/10/2006; dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 32 Tahun 2011. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan sangat berhubungan erat dengan petunjuk teknis dari Menteri Kehutanan. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Kepala BKN Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Sedangkan petunjuk teknis jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 272/Kpts-II/2003 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Semoga buku Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dapat dijadikan p e d o m a n b a g i p e n y e l e n g g a r a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n .

Kepala Pusat

Ir. M. Ali Arsyad, M.Sc NIP. 19530511.198203.1.002

i

DAFTAR ISI
PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA I. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........... PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33/M.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ............................................................................... PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ........ KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ................................... KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA VII. KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ....................................................................................... 121 - 319 Hal

1-

7

II.

9 - 12

III.

13 - 15

IV.

17 - 42

V.

43 - 68

VI.

69 - 121

ii

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIKROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.40/Menhut-II/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan, terdapat perubahan nomenklatur instansi Pembina teknis Penyuluh Kehutanan dari Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan menjadi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; bahwa dengan adanya perubahan nomenklatur tersebut berdampak pada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga perlu dilakukan revisi, khususnya yang berkaitan dengan penilaian dan penetapan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan; bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a dan b di atas, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri

b.

c.

1

Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/ M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3000) sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412); Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintahan Nomor 40 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 51. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5121); Peraturan Pemerintahan Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193);

2.

3.

4.

2

5. 6.

Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010; Keputusan Presiden Nomor: 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006; Usul Menteri Kehutanan dengan surat Nomor: S.132/Menhut-IX/2011 tanggal 11 Maret 20011; Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor K.26-30/V.110-1115/93 tanggal 19 April 2011; MEMUTUSKAN:

7.

8. 9.

Memperhatikan :1. 2.

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA.

Pasal I Beberapa ketentuan dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006 diubah sebagai berikut:

3

pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 4 . golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. Provinsi. c. Sekretaris Daerah Provinsi atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana.1. b. pangkat Penata Muda. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. Ketentuan Pasal 15. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Kepala Badan yang menangani penyuluhan kehutanan. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Pembina. golongan ruang IV/b dan pangkat Pembina Utama Muda. d. Golongan ruang III/a Pembina. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Muda. b. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluhan Kehutanan Penyelia. dibantu oleh: a. pangkat Penata Tingkat I. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan. pangkat Penata Tingkat I. (2) Dalam menjalankan tugas. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Muda. dan Kabupaten/Kota. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Pengantur Muda Tingkat I. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementrian Kehutanan. selanjutnya disebut Tim Penilai Unit Kerja. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah: a. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. pangkat Pembina Tikat I. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. pangkat Pembina.

c. unsur kepegawaian dan pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan (2) Susunan keanggotaan Tim Penilai sebagai berikut : a. Adalah : a. (4) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh: a. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Sekretaris daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota. Sekretaris Daerah Provinsi atau Pejebat eselon II yang membidangi penyuluhan Kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Provinsi. Selanjutnya disebut Tim penilai Kabupaten /Kota. d. selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi. c. Seorang Sekretaris merangkap Anggota yang berasal dari unsur kepegawaian. 5 . b. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 16 (1) Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terdiri dari unsur teknis yang membidangi penyuluhan kehutanan. Ketentuan Pasal 16. d. d. c. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat . Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Provinsi bagi Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di provinsi. (5) Syarat untuk menjadi Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. paling kurang 2 (dua) orang berasal dari pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. Jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Unit Kerja. 2. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. Seorang Ketua merangkap Anggota. b. (3) Anggota tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota.

diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut : Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai Unit Kerja. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 6 . dan Kabupaten/Kota. pangkat Pembina. Sekretaris Badan yang membidangi Penyuluhan Kehutanan. 3. c. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan di Provinsi Kepada b. Ketentuan Pasal 19. Provinsi. Dapat aktif melakukan penilaian (6) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. Sekretaris Daerah Provinsi dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota kepada Kepala Badan yang membidangi Penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya. c. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. (7) Masa jabatan anggota Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun.b. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementerian Kehutanan. Pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Provinsi. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Pimpinan unit Kerja yang membidangi Penyuluhan Kehutanan di Kementerian Kehutanan kepada Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Pembina Tingkat I. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Muda. (8) Apabila Tim Penilai belum dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. golongan ruang IV/b dan Pangkat Pembina Utama Muda.

golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 30 Mei 2011 ME E NT Menteri Negara NEG R I Pemberdayagunaan Aparatur Negara A Dan Reformasi Birokrasi. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. d. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. pangkat Penata Muda golongan raung III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Pasal II Peraturan Menteri Negara Pemberdayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama.E Mangindaan R A PEND A AY N DA R G UN UR R A AT K A E E F A N A PA R OR P RO SI UB MASI BI E LIK INDON 7 . pangkat Pembina. pangkat Penata Muda golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. NE G S I ARA RA E.Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Pembina.

.

sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169. NOMOR 130/KEP/M.MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33 /M. 9 . b. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041). maka dipandang perlu mengubah Keputusan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara Nomor: 130/KEP/M. khususnya untuk tingkat terampil yang di persyaratkan minimal Pendidikan Diploma III sulit dipenuhi karena adanya perubahan Institusi pendidikan. bahwa dengan adanya perubahan institusi pendidikan sebagaimana dimaksud dalam butir a di atas. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890). Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Menimbang : a.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA.PAN/12/2002 tentang jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. bahwa dalam penerapan jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan.

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32. 6. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017). 7. P e m i n d a h a n . sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 151). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332). 3. Peraturan Pemerintah nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2823). 10 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015). Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263). 8. Peraturan Pemerintahan Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193). 4. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547). Peraturan Pemerintah nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194. 5.2.

11 . Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.9. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 4.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA Pasal I Mengubah ketentuan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 2. Memperhatikan :1. 2.587/II. Usul Sekertaris Jendral Depertemen Kehutanan Nomor S. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. 3. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil : 1. golongan ruang II/b.peg/2006 tanggal 7 Juni 2006. menjadi berbunyi sebagai berikut : " Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil atau Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli dapat dipertimbangkan setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. 10. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2(dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. Tugas. Fungsi Susunan Organisasi. dan Tata Kerja Kementerian Negara. Berijazah paling rendah SMU/SMK sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan : Pangkat paling rendah Pengatur Muda Tingkat I. Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor : K26-30/V96-7/93 tanggal 5 September 2006. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M.

Pangkat paling rendah Penata Muda. 7. 6. Tersedianya lowongan dalam formasi jabatan. Tersedia lowongan dalam formasi jabatan. 6. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli : 1. 4. 3. 7. Paling tinggi usia 50 tahun. adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. Berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. Paling tinggi usia 50 tahun. penyuluhan kehutanan. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D 12 N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI . b. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh yang berasal dari pendidikan .5. golongan ruang III/a. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA :12 Oktober 2006 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. pengembangan profesi. 5. 2. dan penunjang tugas penyuluhan kehutanan setelah ditetapkan oleh pejabatan yang berwenang menetapkan angka kredit. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksana Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam I (satu) tahun terakhir." Pasal II Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2 (dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

Tambahan lembaran Negara Nomor 4437).Lampiran II NOMOR TANGGAL : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60 /M. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. 13 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Menimbang : Bahwa dalam rangka mengembangkan jabatan fungsional jenjang ahli.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. 1. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. dipandang perlu mengubah Lampiran I dan atau II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). Mengingat : 2.

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Tambahan Lembaran Negara Nomor 32. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Tugas Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 4. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). 6. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). setelah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17).3. P e m i n d a h a n . 8. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 14 . Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). 10. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). 7. 9. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332).

MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYA GUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. Pasal I Mengubah ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Kewenangan. Pasal II Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Memperhatikan : Pertimbangan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat nomor WK26-30/V50-8/93 tanggal 29 April 2005. dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen.11. Ijazah Pasca Sarjana menjadi 150 angka Kredit. Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perubahan Kelima Atas keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. sehingga seluruhnya berubah menjadi berbunyi sebagai berikut : "Unsur pendidikan Ijazah Doktor menjadi 200 angka Kredit. Fungsi. dan Ijazah Sarjana/D IV menjadi 100 angka kredit". RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI 15 . Tugas. Susunan Organisasi. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 1 Juni 2005 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA.khususnya sub unsur pendidikan sekolah dengan memperoleh Ijazah/gelar.

.

sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. 1. Menimbang : bahwa dengan berlakunya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan lampiran I dan atau lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. dipandang perlu mengatur ketentuan pelaksanaanya dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M. 17 . Mengingat : 2.

8. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). 5. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. 18 . 9. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). 7. P e m i n d a h a n . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). 4.3. 6. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122.

PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Fungsi Kewenangan. 19 .10. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Tugas.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Pasal 2 Untuk memperjelas pelaksanaan Peraturan ini. dilampirkan salinan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Pasal 1 Ketentuan pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005. 11. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Peraturan ini.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan ini.

Pasal 4 Peraturan Ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak ditetapkanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005 tanggal 1 Juni 2005 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005 AN K E P E G A WA AB AD K E PA L Badan Kepegawaian Negara N NE GARA IA Kepala RE PU BLI S NE K I N D OPrapto IA Hadi 20 .Pasal 3 Apabila dalam melaksanakan Peraturan ini dijumpai kesulitan agar ditanyakan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk mendapatkan penyelesaian.

Jabatan Fungsional Tertentu. 2. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan untuk kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit. tanggung jawab. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian dan/atau keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. UMUM 1.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA I. : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. tanggung jawab. 5. 4. 3. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu.Lampiran I NOMOR TANGGAL PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. PENDAHULUAN A. tanggung jawab. Jabatan Struktural. 21 . adalah suatu kedudukan yang menunjukan tugas. Jabatan Fungsional. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi Negara. adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi syarat yang ditentukan. Jabatan Karier.

6. adalah pengangkatan pegawai Negeri Sipil dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lain ke dalam jabatan fungsional tertentu. 3.6. Angka Kredit. 22 . Pengangkatan melalui perpindahan jabatan. PENGERTIAN Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. pendididkan menengah. dan pendidikan tinggi. 5. adalah pengangkatan Pegawai negeri Sipil ke dalam jabatan fungsional tertentu melalui formasi Calon Pegawai Negeri Sipil. adalah instansi yang bertugas membina suatu jabatan fungsional menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. khusus bagi yang pada saat melamar paling rendah memiliki dan menggunakan Ijazah antara lain Ijazah apoteker. TUJUAN Ketentuan dalam Peraturan ini sebagai petunjuk bagi instansi Pembina Jabatan Fungsional dan Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menjamin kelancaran dan keseragaman dalam penetapan pemberian Angka Kredit khususnya sub unsur pendidikan formal dengan memperoleh ijazah/gelar bagi jabatan fungsional tertentu. Pendidikan Formal. B. Penetapan jabatan dan angka kredit jabatan fungsional dilakukan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur Negara. 2. dengan memperhatikan usul dari pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan teknis secara tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara. Instansi Pembina jabatan fungsional. C. 4. Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. Pengangkatan Pertama. adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat.

Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. dan Ijazah lain yang setara. II. 7. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh pejabat struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen. Jaksa Agung. adalah Menteri. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Kepala Kepolisian Negara. adalah Gubernur. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. adalah golongan ruang III/b. 9. Pimipinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan. 1 2 3 Pendidikan SLTA/DIPLOMA I DIPLOMA II DIPLOMA III / Sarjana Muda Angka Kredit Lama 25 50 50 Baru 25 40 60 ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT AHLI No.Ijazah dokter. 8. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. 1 2 3 Pendidikan Sarjana (S1) / DIPLOMA IV Dokter/Apoteker/Magister (S2) Doktor (S3) Angka Kredit Lama 75 100 150 Baru 100 150 200 23 . adalah Bupati/Walikota. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah. Propinsi. BESARAN ANGKA KREDIT Besaran angka kredit untuk Ijazah yang diperoleh dari pendidikan formal diubah sebagai berikut : ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT TERAMPIL No.

h. Contoh 1 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda//Diploma III Mendapat tambahan angka kredit 20. Pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. e. TATA CARA PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT Penetapan pemberian besaran angka kredit sebagaimana tersebut pada Angka Romawi II hanya berlaku untuk pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional dan bagi pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 75.III. b. 6 September 1959 : SLTA : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 g. f. Sarjana (S1) Diploma IV memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Mendapat tambahan angka kredit 50. c. Lahir Pendidikan CPNS PNS 24 . S a r j a n a M u d a / D i p l o m a I I I m e m p e r o l e h p e n i n g k a ta n pendididkan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 40. A. SLTA/Diploma I memperoleh penigkatan pendidikan/ijazah Diploma II Mendapat tambahan angka kredit 15. d. : : Roby : 260004600 : Jakarta. Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : a. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) mendapat tambahan angka kredit 60. Magister (S2) memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Doktor (S3) Mendapat tambahan angka kredit 50. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda/Diploma III Mendapat Tambahan angka kredit 35.

Slamet NIP : 260004500 Tempat/Tgl Lahir : Sukabumi 6 September 1959 Pendidikan : Sarjana (S1) Tahun 2004 CPNS : 1 Maret 1983 PNS : 1 Maret 1984 Pangkat/Golru/TMT : Penata.02 Pembinaan Kepegawaian : 75. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 25 Ijazah SLTA : 60 Angka Kredit yang diperhitungkan : 35 Saudara Roby mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 35 angka kredit • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Diploma III : 35 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian. III/c TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Manajemen Sumber Daya Aparatur.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. 25 . telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105.05 Saudara Roby telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 245.00 Jumlah : 245.- Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : Penata. : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2004 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Doploma III Administrasi Kepegawaian Negara. Contoh 2 : Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs. III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002.05.

Pangkat Paling rendah Pengatur Muda. Contoh : • Seorang Pengawal Negeri Sipil : Nama : Nining NIP : 260006810 Tempat/Tgl Lahir : Tangerang.00 Jumlah : 255. Pengangkatan Pertama Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional melalui pengangkatan pertama setelah berlakunya peraturan ini.Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah Sarjana (S1) : 100 Ijazah Magister (S2) : 150 Angka Kredit yang diperhitungkan : 50 Saudara Drs. Berijazah paling rendah SLTA/ DIPLOMA I sesuai dengan kompetensi jabatan fungsionalnya.12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. c. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat terampil harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. b. 3 April 1978 26 .17. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 Paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. golongan ruang II/a.17 Saudara Drs. 1. Slamet mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 50 angka kredit • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Ijazah Magister (S2) : 50 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 45.02 Pembinaan Kepegawaian : 53. Slamet telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 255. B.03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25.

Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Berijazah paling rendah Sarjana (S1) Diploma IV sesuai dengan kompetensi jabatan fungsional.5 • Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencana Kepegawaian : 3.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 67. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs. b. 2.55 Saudari Nining dapat diangkat jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat terampil jenjang Analis Kepegawaian Pelaksana pangkat Pengatur. golongan ruang II/c dengan angka kredit 67. Pangkat paling rendah Penata Muda golongan ruang III/a. III/a Jabatan : --Unit Kerja : Biro Kepegawaian 27 . Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Ijazah Diploma III : 60 • Diklat prajabatan : 1.55. Tuparno NIP : 26006809 Tempat / Tgl Lahir : Kebumen. c.02 Pembinaan Kepegawaian : 2. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. II/c : --: Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. 3 April 1976 Pendidikan : Sarjana (S1) CPNS : 1 Maret 2004 PNS : 1 Mei 2005 Pangkat / Golru : Penata Muda.- Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru Jabatan Unit Kerja : Diploma III : 1 Maret 2004 : 1 Mei 2005 : Pengatur.

pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat Prajabatan : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencanaan Kepegawaian : 7. Memiliki pengalaman dalam bidangnya paling kurang 2 (dua) tahun.05 Saudara Drs Tuparno dapat diangkat dalam jabatan fungsional Analis Kepegawaian tingkat ahli jenjang Analis Kepegawaian Pertama pangkat Penata Muda.03 Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 113. d. Usia palking tinggi 50 (lima puluh) tahun atau 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun dari jabatan yang diduduki.05.02 Pembinaan Kepegawaian : 3. golongan ruang III/a dengan angka kredit 113. pangkat ditetapkan sesuai dengan pangkat terakhir yang dimiliki sedangkan jabatan fungsional ditetapkan sesuai dengan besarnya angka kredit yang diperoleh dari pendidikan dan tugas pokok. dan kegiatan penunjang tugas Analis Kepegawaian sewaktu bertugas pada unit tersebut. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan : : Drs. Pegawai negeri Sipil yang pindah dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lainnya. 3 April 1960 : Sarjana (S1) 28 . Pengangkatan melalui perpindahan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan fungsional melalui perpindahan jabatan. c. b. Memenuhi syarat ketentuan pengangkatan jabatan fungsional tingkat terampil atau tingkat ahli. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.Sudarja : 260004809 : Kebumen. pengembangan profesi. C. Persyaratan Pengangkatan melalui Perpindahan Jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a.

Maka penghitungan angka Kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat fungsional tingkat ahli : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 25.02 Pembinaan Kepegawaian : 23. Golongan Ruang III/a. Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli. dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah sebelum tanggal 1 Juni 2005 dan belum dinilai angka kreditnya.03 Penunjang tugas Analisis Kepegawaian : 5. 1. Telah menduduki pangkat minimal penata Muda.05 Saudara Drs.00 Jumlah : 155. Sudarja dapat diangkat dalam jabatan fungsiomal Analisi Kepegawaian tingkat ahli.05 D. III/c TMT 1 April 2002 : Pengadministrasi : Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang besangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analisis Kepegawaian. juga harus memenuhi persyaratan lain yang ditentukan untuk menduduki jabatan fungsional tingkat ahli. d. Pegawai Negri Sipil yang menduduki jabatan fungsional tingkat terampil telah memiliki pangkat Penata Muda. Persyaratan Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut: a.- CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : 1 Maret 1984 : 1 Mei 1986 : Penata. pengangkatan kedalam jabatan fungsional tingkat ahli selain ijazah yang diperoleh harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan bagi jabatan fungsional tersebut. c. golongan ruang III/a ke atas. maka apabila yang bersangkutan akan pindah jabatan dari tingkat terampil menjadi tingkat ahli. Telah lulus diklat fungsional tingkat ahli. jejang Analis Kepegawaian Pertama pangkat penata. golongan ruang III/c dengan angka kredit 155. Ijazah sesuai denngan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. 29 . b. Telah mencapai angka kredit kumulatif yang ditentukan.

Contoh : 1 • Seorang Pegawai Negeri Sipil: Nama : Rakimin NIP : 260005700 Tempat/Tgl Lahir : Jakarta 2 September 1971 Pendidikan : SLTA CPNS : 1 Maret 1990 PNS : 1 Mei 1991 Pangkat/Golru/TMT : Pengatur TK I, II/d TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Pelaksana TMT 1 Desember 2001 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Kepegawaian. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah SLTA : 25 Ijazah Sarja (S1) : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 75 Saudara Drs. Rakimin mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 75 angka kredit. Saudara Drs. Rakimin dapat dipindahkan dalam jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat ahli apabila sudah mencapai pakat Penata Muda, golongan ruang III/a, dan persyaratan lain melalui pencapaian angka kredit tambahan dari peningkatan pendidikan/ijazah. • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan kepegawaian : 25,02 Pembinaan Kepegawaian : 35,03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 2,00 Jumlah : 164,05 Setelah Saudara Drs. Rakimin naik pangkat Penata Muda Golongan ruang III/a, dan telah lulus diklat fungsional tingkat ahli maka dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli dengan Pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a

30

jabatan Analis Kepegawaian Pertama, dengan Angka Kredit 164,05. Contoh : 2 • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Dadang : 260004502 : Sukabumi; 11 Juli 1959 : Diploma II Tahun 1998 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka Perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan • Ijazah Diploma II : 40 • Ijazah Sarjana (S1) : 100 • Angka Kredit yang diperhitungkan : 60 Saudara Drs. Dadang mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 60 angka kredit. • Ijazah Diploma II : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 60 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjangan tugas Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 270,17 Saudara Drs. Dadang dapat diangkat dalam jabatan analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian muda, dengan Angka Kredit 270,17. Contoh : 3 • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Tatang NIP : 260004501

31

-

Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja

: Sukabumi,6 Oktober 1959 : Diploma III Tahun 1999 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 60 • Ijazah Diploma III :100 • Ijasah Sarjana(S1) : 40 Saudara Drs. Tatang mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 40 angka kredit • Ijazah Diploma III : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 40 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian Jumlah : 250,17 Saudara Drs. Tatang dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 250,17. Contoh 4 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Roby : 260004600 : Jakarta, 6 September 1959 : Diploma III Tahun 2004 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

32

pada bulan 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut: • Pendidikan Diploma III : 60 • Pendidikan Sarjana : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 40 Saudara Roby Mendapatkan tambahan angka kredit untuk kependidikan adalah 40 angka kredit. • Diploma III : 60 • Ijazah Sarjana : 40 • Diklat Tingkat Ahli : 2 • Pelaksanaan Tugas Pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105,02 Pembinaan Kepegawaian : 75,03 • Penunjang Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 287,05

IV. PENUTUP

Saudara Drs. Roby dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian Tingkat Ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 287,05.

Demikian, apabila terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat dikoordinasikan dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Atas perhatian dan Kerja samanya diucapkan terimakasih. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005
AD

AN

K E P E G A WA

K E PA L

Badan Kepegawaian Negara
N
NE
GARA

IA

Kepala

AB

RE

PU

BLI

S NE K I N D OPrapto

IA

Hadi

33

Contoh : A1

34

Contoh : A2

Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005

TMT

35

Contoh : B1 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT /TMT 36 .

Contoh : B2 Masa Penilaian : 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 37 .

Contoh : C Masa Penilaian : 1 Oktober 1999 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 38 .

Contoh : D1 39 .

Contoh : D2 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 c 40 .

Contoh : D3 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 41 .

Contoh : D4 Masa Penilaian : 1 Juli 2005 s/d 31 Oktober 2005 Sarjana 42 .

bahwa dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. 2. bahwa Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya tersebut ditetapkan dengan Keputusan Kepala BKN.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dipandang perlu mengatur petunjuk pelaksanaan jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah b. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999. Mengingat : 1.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Nomor : 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Menimbang : a. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri. 43 .

Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2003. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. 11. Kewenangan. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 5. 8. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 13. 6. Fungsi. 12. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Tugas. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. 10. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 44 .

MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. Pejabat yang berwenang mengangkat. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. 6. Penyuluh kehutanan. Penyuluh Kehutanan. Angka Kredit. metodologi dan teknik analisis tertentu. mau dan mampu memahami. adalah Pejabat 2. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. tanggung jawab. 45 . adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. 3. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. 7. Tim Penilai Angka Kredit. 4. 5. sikap perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. adalah proses pengembangan pengetahuan. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pengangkatan dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu.

adalah Bupati/Walikota. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat. dilakukan 46 . Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang tugas penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Surat pernyataan melakukan kegiatan pemantauan. Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan. 8. 11. Surat pernyataan melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. BAB II USUL DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 2 (1) Usul penetapan angka kredit disampaikan apabila menurut perhitungan sementara dari Penyuluh Kehutanan. b. adalah Departemen Kehutanan. jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi telah dapat dipenuhi.Pembina Kepegawaian masing-masing atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. Salinan atau fotocopy Ijazah/Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) dan atau keterangan/penghargaan yang pernah diterima (apabila ada) yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. f. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat berkenaan dengan Penyuluh Kehutanan. g. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. e. Surat pernyataan melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. (2) Setiap usul penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilampiri dengan : a. adalah Menteri Kehutanan. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi. 10. 9. evaluasi dan pelaporan p e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n d a n b u k t i f i s i k n y a . adalah Gubernur. c. d.

PAN/12/2002. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran I. maka pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat mendelegasikan kepada pejabat lain satu tingkat lebih rendah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. dan Tembusan disampaikan kepada : 1) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 47 . dengan ketentuan : a. maka spesimen tanda tangan pejabat yang menggantikan disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. 2) Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3) Pejabat lain yang dipandang perlu. Untuk kenaikan pangkat periode April. (3) Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit berhalangan sehingga tidak dapat menetapkan angka kredit dalam batas waktu sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (3). Asli Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan kepada Kepala BKN/Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. maka spesimen tanda tangan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (3) disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan.selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat sebagai berikut : a. Untuk kenaikan pangkat periode Oktober. (4) Dalam rangka pengendalian dan tertib administrasi penetapan angka kredit. dengan berpedoman pada Lampiran I dan Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. b.PAN/12/2002. Pasal 3 (1) Setiap usul Penetapan Angka Kredit bagi Penyuluh Kehutanan harus dinilai secara seksama oleh Tim Penilai. angka kredit ditetapkan selambat-lambatnya pada bulan Juli tahun yang bersangkutan. (5) Apabila terdapat pergantian pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. (2) Hasil penilaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). b. angka kredit ditetapkan selambatlambatnya pada bulan Januari tahun yang bersangkutan.

Mempunyai kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. (4) Dalam hal komposisi jumlah anggota Tim Penilai seluruhnya atau sebagian tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan karena belum ada/tidak ada yang memenuhi syarat menjadi anggota Tim Penilai. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 . yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada huruf a. (2) Masa kerja keanggotaan Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. anggota Tim Penilai dalam diangkat dari pejabat lain yang mempunyai kompetensi dalam bidang penyuluhan kehutanan. (3) Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa keanggotaan sebagaimana dimaksud ayat (1). y a i t u : a.BAB III TIM PENILAI Pasal 4 (1) Syarat pengangkatan untuk menjadi anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (3) Keputusan Menteri Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 3 0 / K E P / M . b. b. dan Dapat aktif melakukan penilaian. c. (2) Tugas pokok Tim Penilai Pusat adalah : 48 . PASAL 5 (1) Tugas pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : a. Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain. Sekurang-kurangnya menduduki jabatan/pangkat setingkat dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan.

dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membindangi kehutanan. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Propinsi masing-masing. b. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dengan huruf a. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain. (4) Tugas pokok Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah : a. b. b. (3) Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : a. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat.a. (5) Apabila Tim Penilai Propinsi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. 49 . Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama dan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/Kota masingmasing.

PAN/12/2002. Tim Penilai Pusat. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku Pimpinan Instansi Pembina jabatan Penyuluh Kehutanan. (7) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang pensiun atau berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut. (2) Sekretariat Tim Penilai dibentuk dan ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. (8) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang turut dinilai. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat pengganti anggota Tim Penilai yang bersangkutan. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota lain yang terdekat. (9) Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Pasal 7 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli. (2) Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. Ketua Tim Penilai dapat mengusulkan anggota pengganti yang memiliki kompetensi sesuai masa kerja yang tersisa kepada pejabat yang berwenang menetapkan Tim Penilai. Pasal 6 (1) Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya.(6) Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. 50 . dibentuk Sekretariat Tim Penilai yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai yang secara fungsional dijabat oleh pejabat di bidang kepegawaian. baik yang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau bukan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. (3) Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai.

(3) Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. golongan ruang IV/c ditetapkan dengan Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. b. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. digunakan sebagai dasar untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. (5) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. b.BAB IV KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT Pasal 8 (1) Penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2). Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. c. setiap kali dapat dipertimbangkan apabila : a. 51 . (4) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. (6) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat yang menduduki jabatan : a. golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda. dapat dipertimbangkan apabila : a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. c. (2) Kenaikan jabatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP.

dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk. b. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. (7) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Propinsi yang menduduki jabatan : a. b.golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang IV/b. golongan ruang III/d. golongan ruang III/d. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. golongan ruang IV/b. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. (8) Kenaikan pangkat pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan : a. 52 . dan b. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang III/d. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda.

Setiap unsur penilaian dalam DP. maka Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dapat diangkat dalam jenjang jabatan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki. kelebihan angka kredit tersebut dapat diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya. setiap kali kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi disyaratkan mengumpulkan 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi tersebut. yang berasal dari kegiatan unsur utama.3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan. 53 . (2) Apabila kelebihan jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (1) memenuhi jumlah angka kredit untuk kenaikan jabatan 2 (dua) tingkat atau lebih dari jabatan terakhir yang diduduki. dengan ketentuan : a. b. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina Tingkat I. golongan ruang IV/b ditetapkan oleh Gubernur yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. Pasal 9 (1) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. Pangkat Pembina.(9) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. (3) Penyuluh Kehutanan yang naik jabatan sebagaimana dimaksud ayat 2 (dua).

(2) Pengangkatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 12 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tidak dapat merangkap jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain. 54 . Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. pembebasan sementara dan pemberhentian dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Pasal 11 (1) Untuk menjamin tingkat kinerja Penyuluh Kehutanan dalam mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat. 3. maka pengangkatan Penyuluh Kehutanan harus memperhitungkan keseimbangan antara beban kerja dengan jumlah Penyuluh Kehutanan sesuai jenjang jabatannya. harus didasarkan pada formasi yang ditetapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara. ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran IV. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan ketentuan sebagai berikut : 1. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. Pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran III.BAB V PENGANGKATAN. PEMBEBASAN SEMENTARA DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 10 Pengangkatan. 2. Pengangkatan pertama kali dan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran II.

golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. ayat (2) dan ayat (3) didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap 55 . golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi.golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. atau Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. d. c. atau Cuti di luar tanggungan negara. e. (3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang IV/b dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. b. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. atau Ditugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. (4) Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). (6) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a. kecuali untuk persalinan ke empat dan seterusnya. (5) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980. ayat (2) dan ayat (3) Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya apabila : a.

b. tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir. 3.melaksanakan tugas pokok. 56 .3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. atau Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) dan ayat (3). tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1). selama pembebasan sementara dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya secara pilihan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku apabila : a. atau 2. Pasal 14 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : 1. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. (7) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. kecuali jenis hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat.

dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. (3) Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. (4) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Pasal 16 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut pada Pasal 15 ayat (1) sampai dengan ayat (5). jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki. (5) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. (2) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966.BAB VI PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN Pasal 15 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. 57 . apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan.

PAN/12/2002. (2) Pangkat awal yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya. d.BAB VII PERPINDAHAN JABATAN Pasal 17 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan atau perpindahan antara jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. c. 58 . b. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja (DP. Pasal 23 dan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22. sedangkan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh dari kegiatan unsur utama setelah melalui penilaian dan penetapan angka kredit dari pejabat yang berwenang.

59 . f. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 18 (1) Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. b. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. c. dan Fasilitas penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan. antara lain melakukan : a. (2) Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. d. e. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan.

PAN/12/2002. sebelum berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Pasal 20 Penyuluh Kehutanan yang telah memperoleh Ijazah Sarjana/Diploma IV. 60 .PAN/12/2002 dapat diangkat dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli.PAN/12/2002. maka jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang didasarkan kepada Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988 harus disesuaikan ke dalam tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 7 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19 (1) Dengan berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. (2) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana ditetapkan pada ayat (1) di atas ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit terakhir yang diperoleh Penyuluh Kehutanan. (3) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2003 dan harus sudah selesai ditetapkan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret 2004.

PAN/12/2002 sebagaimana tersebut pada Lampiran V. dilampirkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. dinyatakan tidak berlaku. Pasal 22 Untuk memperjelas dan mempermudah pelaksanaan Keputusan ini.BAB X PENUTUP Pasal 21 Petunjuk Pelaksanaan yang belum cukup diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Kepala BKN. Pasal 23 Dengan berlakunya Keputusan ini maka Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 12/SE/1988 sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala BAKN Nomor 348/MENHUT-11/1988 dan Nomor 12/SE/1988. Pasal 24 Keputusan ini disampaikan kepada instansi terkait yang berkepentingan. untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Pasal 25 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 12 Agustus 2003 KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BA PEGAW AIA N KE DA N GARA NE KEPALA EP UB L IK I N D O N HARDIJANTO ES IA R 61 .

. 3............... evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan e Pengembangan penyuluhan kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL. Kepala Biro Kepegawaian/ BKD yang bersangkutan *) *) coret yang tidak perlu. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan...........CONTOH PENETAPAN ANGKA KREDIT LAMPIRAN I KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / / Masa Penilaian : ........... .. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit......... s/d .. I II III KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan penyuluhan kehutanan c Pelaksanaan penyuluhan kehutanan d Pemantauan... 2. 5.... TEMBUSAN disampaikan kepada : 1......... LAMA BARU JUMLAH ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.... / TMT................. / PANGKAT .. Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan....... Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. Ditetapkan di : Pada tanggal : 62 .... 4.

.............. 2.............................................. b... 9...... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ..... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994.... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .. .... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.. 7... ............ NOMOR : ................................ tanggal ..................................... 4....................... dipandang perlu mengangkat/ mengangkat kembali *) saudara ............................. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002../.... 8../...................... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA/PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.................................. 5.... Mengingat : 1.. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999...... 63 ............... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999.CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA KALI/ PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN KEPALA BADAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ...... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ..... 3...................................................................................... 6........

. dengan angka kredit sebesar ............. b......................... 4.................. mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a............................. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya.. N a m a : .. d......................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu.......................... NIP : ....... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1....................................................... 2... Unit kerja : .................... 3........ *) coret yang tidak perlu.................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ................ dalam jabatan ................ (diisi dengan angka dan huruf) ............... c.................. 5.......... Pangkat/Gol...................... 64 .......................... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya... ruang/TMT : ..................................................................................... .................

................................................... karena ........................................................ 7...... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003..... dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan.../..CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN III KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ................ ... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a......................... membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan............. .............. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001.........................../......... Bahwa saudara ....... berdasarkan ........ ............... NIP........................ Pegawai Negeri Sipil : b............................... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. Mengingat : 1..... 2............. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002... jabatan ............................ 65 .................................... 4.......... 3.. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .................................. 6. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ...... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .............. NOMOR : .. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999.................................. pangkat/golongan ruang ........... 5....................

. NIP : ......................... Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.................................... dari jabatan .... 3...................... Pangkat/Gol............... *) coret yang tidak perlu.............. N a m a : ...... Unit kerja : . c............ Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu................... 4................................................................................. 5.................. b..........................................a................. ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya... 66 ................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya................. ...................................... KEDUA KETIGA : : ....... ruang/TMT : . d....................... 2.............

............. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002................................ NIP............ Mengingat : 1........ pangkat/golongan ruang ................../.......... TENTANG PEMBERHENTIAN DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.... NOMOR : .... 3............ 2................................. 6...................................... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002...... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994......................... ........... tanggal .. 4......................... telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor ................. 7........................................................... ...... jabatan ....CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN IV KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ........... terhitung mulai tanggal ........./dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka 1 (satu) tahun dibebaskan sementara*)......... .. 5....... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001......................... 8.......... Bahwa saudara ............../.............................. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ..................... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ...... 67 .............. b..... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999..............

......... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu.......................... Pangkat/Gol.................................. 5.............. memberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan................................................. 2. ...................... 68 ..... N a m a : ...... NIP : ............... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya..............MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .............. ...................... *) coret yang tidak perlu............. 3..................... b........ Unit kerja : .... Pegawai Negeri Sipil : a..... 4.................................................. c.... ruang/TMT : ............ d........................... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1... dari jabatan ..... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya........................................................................

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. bahwa untuk maksud tersebut huruf a diatas. Mengingat : 1. bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil dan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. dipandang perlu meninjau kembali ketentuan tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 6 / M E N PA N / 1 9 8 8 . 69 . 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Menimbang : a.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. b. dipandang perlu menetapkan kembali Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. 3.

8. Usul Menteri Kehutanan dalam surat Nomor 1138/MENHUT-II/2002 tanggal 15 Juli 2002. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 26 Tahun 2001. Memperhatikan : 1.4. 11. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No. Kewenangan. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. 2. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. dan Tata Kerja Menteri Negara sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2002. Fungsi. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. Tugas. Susunan Organisasi. Kewenangan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. 9. 5. Pertimbangan Kelapa Badan Kepegawaian Negara dengan suratnya Nomor K.26-30/V. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Nomor 101 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 7. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 6.74-7/18 tanggal 23 Agustus 2002. Fungsi. Tugas. 70 . 10.

wewenang. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan. dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. 2. tanggung jawab. kawasan hutan. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. 71 . 3. Penyuluh Kehutanan. dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. metodologi dan teknik analisis tertentu.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. Kehutanan. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. 4. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil.

Angka kredit. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. adalah proses pengembangan pengetahuan. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. mau dan mampu memahami. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Penyuluhan Kehutanan.5. 7. 72 . 6. Tim Penilai Angka Kredit. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu.

Pasal 4 Tugas pokok Penyuluh Kehutanan. mengembangkan. adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil. KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK Pasal 2 Penyuluh Kehutanan termasuk dalam rumpun ilmu hayat. (2) Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). melaksanakan.BAB II RUMPUN JABATAN. 73 . Pasal 3 (1) Penyuluh Kehutanan berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional penyuluhan kehutanan pada instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. adalah menyiapkan. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan.

74 . Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. 2. Pengembangan penyuluhan kehutanan : 1. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 3. 2. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 3. d. Pengembangan aspek kelembagaan/manajemen penyuluhan kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. f. Pendidikan dan pelatihan fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. Pengembangan aspek teknik. meliputi : 1. c. 4. 4. e. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 2. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan.BAB III UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 5 Unsur dan sub unsur kegiatan Penyuluh Kehutanan. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. materi. 2. Pengembangan profesi : 1. meliputi : 1. 2. meliputi : 1. terdiri dari : a. 3. 3. metodologi. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan Kehutanan. Pendidikan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. Persiapan penyuluhan kehutanan. 2. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan: 1. b. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Pemantauan.

3. 5.g. 75 . 4. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Memperoleh piagam kehormatan. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan. 6. 7. Penunjang penyuluhan kehutanan : 1. 2. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. Mengejar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan.

Penata Tingkat I. (3) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (2) sesuai dengan jenjang Jabatan. c. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. adalah : a. Penyuluh Kehuttanan Madya. Penata Muda Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pertama. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Penata Muda. Penata. golongan ruang III/a. Pasal 7 (1) Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. golongan ruang III/d. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. Penyuluh Kehutanan Muda. b. 76 . Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang III/c. terdiri dari : 1. terdiri dari : 1. c. adalah : a. Pengatur. (2) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) sesuai jenjang jabatan.BAB IV JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 6 (1) Jabatan Penyuluh Kehutanan terdiri dari Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. golongan ruang III/b. adalah : a. terdiri dari : 1. b. adalah : a. (2) Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. 2. Pengatur Tingkat I. golongan ruang II/d. 2. golongan ruang III/a. Penyuluh Kehutanan Penyelia. 2. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. Penyuluh Kehutanan Pertama. b. c. terdiri dari : 1. golongan ruang II/b. 3. golongan ruang II/c. Penata Muda. Pengatur Muda Tingkat I.

Penyuluh Kehutanan Muda. 2. golongan ruang III/c. Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/b. golongan ruang IV/b. c. golongan ruang IV/a. 2. Pembina Utama Muda.2. Pembina. 77 . Penata. terdiri dari : 1. terdiri dari : 1. b. Penyuluh Kehutanan Madya. Penata Tingkat I. golongan ruang III/d. 3. golongan ruang IV/c. Pembina Tingkat I.

Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart/gambar. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. yaitu : 1. Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan tingkat pelaksana.BAB V RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI DALAM PEMBERIAN ANGKA KREDIT Pasal 8 (1) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. 8. 12. 11. Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flip chart (minimal 5 lembar). 10. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. 4. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 5. sebagai berikut : a. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. 78 . 7. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. 3. 9. 2. 6. Penyuluh Kehutanan Pelaksana.

18. Melakukan kegiatan demonstrasi cara. 14. 23. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran di tingkat BPP/ Kecamatan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. yaitu : 1. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demplot). 22. b. 20. Menjadi pembimbing/ instruktur widya karya atau perjalanan praktek studi banding tingkat desa dan kecamatan. Menyusun laporan bulanan. Menyusun laporan Triwulan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 15. Melaksanakan temu lapang. 79 . 2. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 16. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 24. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai dengan lanjut. Menumbuhkan organisasi kelompok sasaran. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. 25. 19. 17. 21. Menyusun laporan Tahunan.13. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. 27. 26. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja.

5. 80 . 16.3. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. 17. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 4. 7. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. 10. 14. Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. 13. 15. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. Mengolah data materi penyuluhan kehutanan. 9. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. 6. 11. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto (min 5 lbr). Menyusun rencana kerja tahunan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet (min 1000 kata). 12. 8. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.

Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk specimen. 25. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan usahatani. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Lanjutan sampai dengan Madya. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten/Kota. 26. 31. 28. 22. Memberikan bimbingan pada sekolah lapang. 20. 21. 19. Sebagai narasumber dalam temu teknis wilayah. 29. kehutanan (demontrasi farm). 32. Melakukan temu karya kepada anggota kelompok tani binaan. Melakukan temu usaha. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. 30.18. 27. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Sebagai moderator dalam temu antar wilayah/teknis. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. 33. 24. Melaksanakan kaji terap teknologi anjuran/uji coba. 81 . 23. Sebagai pramu wicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten/Kota.

Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/Kota. 39. 37. 82 . 35. Menyusun laporan bulanan.34. c. 4. 36. yaitu : 1. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan Penyelia. 7. Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. Menyusun panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. 41. 38. Melakukan pemantauan/pengendalian penyelenggaran penyuluhan kehutanan. 5. 8. Menyusun laporan triwulan. 2. 40. Menyusun laporan tahunan. Menjadi instruktur atau pembimbing kegiatan widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat Kabupaten/Kota. 6. Menyusun rancangan identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan (sekolah lapang/ magang). Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. 3.

Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. 16. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat / tokoh agama. 23. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. 20. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. 83 . 17. Menganalisis data dalam menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. 11. 15. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 22. 10. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. 13. 18. 14.9. 12. 19. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. 21. Melakukan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet.

Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Propinsi. Melakukan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada tokoh masyarakat/ tokoh agama. 38. 26. 34. 30. 32. 39. 33. 27. Menjadi instruktur atau pembimbing studi banding widyakarya tingkat Propinsi. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Madya sampai dengan Utama. Sebagai pembaca naskah/ pemain tunggal dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. Menyusun laporan tahunan. 28. data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. menganalisis dan menyusun kepada laporan. 25. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Kabupaten/Kota. Mengolah. 31. Menyusun laporan triwulan. 29. 36. Melaksanakan penilaian lomba bidang kehutanan.24. 35. Merekomendasi/ tindak lanjut hasil pemantauan/ pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. Menyusun kurikulum kursus kelompok sasaran. 37. Menyusun laporan bulanan. 84 .

(2) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan kategori keahlian. yaitu : 1. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 85 . 4. 11. adalah sebagai berikut : a. Menyusun rencana kerja tahunan. Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan Pertama. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet (min 1000 kata). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide (min 10 lbr). 3. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 5. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. 9. 10. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. 8. 2. 7. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 13. Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 12. 6. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin).

Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Menyusun laporan tahunan. 29. 15. Sebagai pramu wicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Nasional. 25. LSM. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 22. 16. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 18. Sebagai pembicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada Pemda. 26. Melakukan temu karya kepada Pemda. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 24. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi. 21. Menyusun laporan bulanan.14. 30. M e n y u s u n m e t o d a / t e k n i k p e m a n t a u a n / p e n g e n d a l i a n penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 20. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Nasional. 17. Menyusun laporan triwulan. 86 . 23. 28. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. 19. LSM. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi sebagai pembicara/penyaji. 27.

11. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. dan pemerintah pusat. 12. b. 10. 9. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. 6. cendekiawan. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada perguruan tinggi. 7. 2. Membuat desain kaji terap/uji coba metoda penyuluhan kehutanan. 4. Melakukan temu karya kepada perguruan tinggi. dan pemerintah pusat. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 14. Menyusun rencana kerja tahunan. 3. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide (min 10 lbr). 87 . Penyuluh Kehutanan Muda : 1. materi. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. 8. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. 5. 13. cendekiawan.31. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk Video (rekaman) min 5 menit.

16. Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnakan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 29. Menyusun laporan tahunan. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Sebagai pembahas dalam pendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan bulanan. 21. 27. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. 31. Menyusun pedoman lomba bidang kehutanan. Menyusun laporan triwulan. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 23. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya tingkat Nasional. 26. 88 . 28. Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. 24. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum). 20. 30. 22. 18. 19. 17. Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. 25. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran.15.

Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat internasional. 89 . 6. 33.32. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. sarana. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. 5. c. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 34. 3. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Penyuluh Kehutanan Madya : 1. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. materi. 35. 4. 2. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ metodologi. 7. 8. 10. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Internasional. 9. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.

Menyusun laporan bulanan.11. Menyusun laporan tahunan. 16. 18. Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. 12. 14. 21. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 15. 19. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. materi. 13. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pasal 9 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam 90 . Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara melalui siaran radio/TV. metodologi. 22. Menyusun laporan triwulan. 20. (3) Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan kegiatan pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan diberikan nilai angka kredit sebagaimana tercantum dalam Lampiran I bagi Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Lampiran II bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. 17. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan.

b. terdiri dari : a. angka kredit yang diperoleh ditetapkan adalah sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. Pasal 11 (1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian angka kredit terdiri dari : a. b. 91 . dan f. ditetapkan sebagai berikut : a. b. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. c. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II. (3) Unsur penunjang. (4) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan dan angka kredit masing-masing unsur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. (2) Unsur utama. angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. adalah sebagai berikut : a. adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan kehutanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf g. Unsur utama. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya. Persiapan penyuluhan kehutanan. b. e. Unsur penunjang. Pendidikan. Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau satu tingkat dibawah jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan. Pemantauan. Pengembangan penyuluhan kehutanan. Pengembangan profesi.pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). d. Pasal 10 Penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). Pelaksanaan penyuluhan kehutanan.

golongan ruang III/d. golongan ruang IV/c. (3) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. pangkat Penata Tingkat I. Sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi.Pasal 12 (1) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III dan bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV. pangkat Pembina Utama Muda. (5) Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang IV/c. diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari kegiatan unsur pengembangan profesi. b. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. Sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. dengan ketentuan : a. (6) Penyuluh Kehutanan Madya. (4) Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat pada tahun pertama dalam masa jabatan/pangkat yang didudukinya. 92 . (2) Penyuluh Kehutanan Madya yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I. pada tahun berikutnya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. golongan ruang IV/b dan menjadi Pembina Utama Muda.

sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang. b. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama. (2) Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut : a. 93 . 40% (empat puluh persen) untuk semua penulis pembantu.Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan yang secara bersama-sama membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan.

Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah : a. c. secara hirarkhi Penyuluh Kehutanan dapat mengajukan usul penilaian dan penetapan angka kredit. d. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil. setiap Penyuluh Kehutanan diwajibkan mencatat atau menginventarisir seluruh kegiatan yang dilakukan. b. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masingmasing.BAB VI PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 14 (1) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit. 94 . (2) Apabila dari hasil catatan atau inventarisasi seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud ayat (1) dipandang sudah dapat memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat/jabatan. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilakukan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun.

selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk Tim Penilai Propinsi. c. (2) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh : a. selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat. Kehutanan Departemen Kehutanan. d. adalah : a.(2) Dalam menjalankan tugas. Seorang Ketua merangkap Anggota. c. b. b. d. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Kepala Pusat Bina Penyuluhan. 95 . Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang Anggota. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. c. selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi bagi Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. b. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Syarat untuk menjadi anggota Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Pasal 16 (1) Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : a. Seorang Sekretaris merangkap Anggota. untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan bagi Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan. Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. d. dibantu oleh : a. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat.

(4) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. b. Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh kehutanan. ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku pimpinan instansi pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan. (5) Masa jabatan anggota Tim Penilai. Pasal 17 (1) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut.b. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Pasal 18 Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. (6) Apabila tim Penilai belum dapat dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan kepada Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. c. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan 96 . Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Dapat aktif melakukan penilaian. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai Pengganti. (2) Apabila terdapat anggota Tim Penilai yang ikut dinilai. adalah 3 (tiga) tahun.

tidak dapat diajukan keberatan oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. (2) Terhadap keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membindangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan P e n y u l u h K e h u ta n a n M a d y a d i l i n g k u n g a n m a s i n g . c. Pasal 20 (1) Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. 97 .m a s i n g .Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing.

(3) Kualifikasi pendidikan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2). b. (2) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur Muda Tingkat I. ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). adalah Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 98 . sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.BAB VII PEJABAT YANG BERWENANG MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 21 Pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. c. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda. BAB VIII SYARAT PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Pasal 22 (1) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. d. Serendah-rendahnya berijazah Sarjana (S1) / Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. d. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). adalah : a. golongan ruang III/a. golongan ruang II/b. c. Berijazah Diploma II atau Diploma III sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. b. adalah : a.

99 . Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun berdasarkan jabatan terakhirnya. pengangkatan dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan harus pula : a. dan Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan/pangkat yang akan didudukinya. dan c. b. Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. c. Memenuhi jumlah angka kredit minimal yang ditentukan untuk jenjang jabatan/pangkatnya. dan jenjang jabatannya ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. apabila: a. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Ijazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. b. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 atau Pasal 23.Pasal 23 Disamping memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 22. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. Pasal 25 Penyuluh Kehutanan tingkat terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. dan b. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. Sesuai dengan formasi Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.

golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. apabila : a. b. (3) Penyuluh Kehutanan Madya. atau Menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya. pangkat Pembina Utama Muda. Ditugaskan secara penuh di luar Jabatan Penyuluh Kehutanan. dan ayat (3). dibebaska sementara dari jabatannya. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. (4) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud ayat (1). e. apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/b. pangkat Penata Tingkat I. c. Menjalani cuti di luar tanggungan negara.BAB IX PEMBEBASAN SEMENTARA. d. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. pangkat Penata. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. ayat (2). (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN Pasal 26 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana. 100 . pangkat Pembina Tingkat I. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat.

dapat diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan.Pasal 27 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani masa pembebasan sementara sebagaimana dimaksud Pasal 26. Pasal 28 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : a. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dan ayat (3). b. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. atau Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. 101 . c. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1). (2) Pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). dapat menggunakan angka kredit terakhir yang dimilikinya dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diperoleh selama tidak menduduki Jabatann Penyuluh Kehutanan.

masih dinilai berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. dinyatakan tetap berlaku. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan. memindahkan.BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 29 Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. Pasal 30 Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan yang telah dilakukan Penyuluh Kehutanan sampai dengan ditetapkannya petunjuk pelaksanaan Keputusan ini. 102 .

Pasal 32 Untuk kepentingan dinas dan/atau dalam rangka menambah pengetahuan.BAB XI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 31 (1) Dengan berlakunya Keputusan ini. disesuaikan dengan nama dan jenjang jabatan menurut Keputusan ini. dan pengembangan karier. sepanjang memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan. 103 . maka nama dan jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. (2) Penyesuaian jenjang jabatan menurut Keputusan ini didasarkan kepada hasil penetapan angka kredit yang terakhir. pengalaman. Penyuluh Kehutanan dapat dipindahkan ke jabatan struktural atau jabatan fungsional lain.

Ditetapkan di Pada tanggal ENTER : Jakarta : 3 Desember 2002 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA M U P UN A U B A N A PA R A T E LIK IN D ON 104 R PEISAL TAMIN SI NEG A ARA I PENDA YA RE G . Pasal 35 Petunjuk pelaksanaan Keputusan ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara. maka Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 16/MENPAN/1988 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 36 Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.BAB XII PENUTUP Pasal 33 Apabila ada perubahan mendasar dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan kehutanan sehingga ketentuan dalam Keputusan ini tidak sesuai lagi. Pasal 34 Dengan berlakunya Keputusan ini. maka Keputusan ini dapat ditinjau kembali.

Kabupaten/Kota c.32 0.LAMPIRAN I : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap laporan Setiap laporan 3 4 5 6 60 40 15 9 6 3 2 1 0.07 0. 4. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap buku Setiap peta Setiap naskah 0. 3. Sekunder Mengelola data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat a.02 PK Pelaksana .03 NO. 4.480 jam Lamanya 81. Propinsi Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan Menyusun / membual peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknulogi kehutanan Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan Memandu penyusunan rencan tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Setiap rencana 105 0. 1.03 0. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A.80 jam Pengumpulkan data dan informasi wilayah kerja a.160 jam Lamanya 30. 2. 7. Sarjana muda/Diploma III Diploma II Lamanya lebih dari 960 jam Lamanya 641. 6. 5. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2.31 0.16 0. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pelaksana Lanjutan PK Pelaksana 1 I II PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Desa dan Kecamatan b.12 PK Pelaksana PK Pelaksana Lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan 3. 5.960 jam Lamanya 481-640 jam Lamanya 161. 2. 1. 6.16 0. Primer b.09 0. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat A. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B.

Chart/gambar b. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi 1.10 PK Penyelia PK Pelaksa Lanjutan PK Penyelia PK Penyelia Setiap konsep program Setiap konsep Setiap konsep Setiap naskah program PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan 2 3 4 5 6 7 C.09 0.08 0. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0. Seri foto (min 5 lbr) 3).14 0. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan b. Penyusunan program penyuluhan kehutanan Setiap rancangan Setiap laporan Setiap laporan 0.10 0.40 0.02 0. Identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan a. Menganalisis data 2. Foto 2). Menyusun /membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Kelompok sasaran lain 1.17 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b. Sebagai pembahas c. Sebagai penyaji 2). Mengolah data c. Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan a. Melaksanakan kajian identifikasi c.05 0. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.04 0. penyuluh kehutanan penyelia 2.10 0.08 0.19 0. Kelompok wanatani b. Media papan 1).106 1 B. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan 2. Media terproyeksi/audiovisual 1).39 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap RDK/RDKK Setiap RDK/RDKK Setiap buku Setiap kerja acuan Setiap paket Setiap paket Setiap paket 0. Mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan 1). Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiata(sekolah lapang/ magang) 1. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.32 0. Menyusun rencana identfikasi b.07 0.03 0.Mengumpulkan data b. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan a. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan Setiap lembar Setiap paket Setiap paket Setiap gambar Setiap naskah 0.04 0.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK P elaksana PK Pelaksana PK Penyelia 1. Flip chart (min 5 lbr) 4). Memandu Penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) Dan Rencana Definitif Kebutuhan kelompok (RDKK): a. Slide .08 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN D.01 0.07 0. Merumuskan hasil identifikasi 2.

16 0. Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kaji terap teknologi anjuran/uji coba Melakukan demontrasi(percontohan) a. Demontrasi hasil .04 0. Demontrasi cara b.16 0. Menyusun dan membuat selembaran /pamflet.08 0. oleh .60 0.Penyuluh Kehutanan Pelaksana lanjutan . Brosur / booklet (min 1000 kata).80 0. Media cetak 1). Poster.28 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.38 0.81 2 3 4 5 6 7 Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit 0.Penyuluh kehutanan penyelia 4). Realita 1).15 0. Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran oleh a. oleh . 4.28 0.56 0. Spesimen 5). Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.30 0.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan .03 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana 107 2). 3.16 0. Model 4). oleh . Penyuluh kehutanan pelaksana b.Penyuluh kehutanan pelaksanaan lanjutan .07 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 2. Maket 2). Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. oleh .56 0.01 0.03 0.1 Setiap naskah PK Penyelia 0. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Siaran sandiwara di radio /TV c.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan .Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 2).75 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b. Mock up Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran oleh a. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap naskah instrumen Setiap kali 0. Diorama 3).04 0.Penyuluh kehutanan penyelia 3).30 PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia B.Penyuluh kehutanan penyelia d. Leaflet/folder.

Sebagai pembuat karya/desain .03 0.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 1).27 0. Tingkat Propinsi b.05 0. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk a.18 0.Sebagai pramu wicara 2).08 0.02 0.22 0.02 0. Percontohan usahatani kehutanan (demontrasi fram) 3). Melaksanakan temu lapang 6. Tingkat BPP/kecamatan b. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada: a. Tingkat desa dan kecamatan b. Tingkat Desa dan Kecamatan 2). Tingkat Kabupaten / Kotamadya 3).18 0. Tingkat Propinsi Setiap kali Setiap kali 0.08 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/pembimbing) a.09 0.04 0. Tingkat kabupaten c.16 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelasana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Melaksanakan kegiatan pameran kehutanan 1).04 0. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran a. Kelompok tani binaan b. Tingkat propinsi 8.108 2 Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap kali 0.02 0. Melakukan temu usaha 10. Percontohan petak (demontrasi plot) 2). Melaksanakan temu tenis antar wilayah / fungsi a.08 0. Kelompok tani binaan b. Tingkat propinsi 12. Percontohan wilayah (demontrasi area) 5. Tokoh masyarakat/agama 11.06 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan 1 .48 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Tingkat Kabupaten dan Kotamadya .07 0.03 0.06 0. Tingkat kabupaten/kotamadya c.05 0. Ceramah umum 1). Melakukan temu karya kepada: a.06 0. Tokoh masyarakat/agama 9. Sebagai moderator b. Sebagai narasumber 7.

Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang 1.lanjut b. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 109 . Penyuluh kehutanan pelaksana 2).08 0. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sebagai berikut .06 0. Penyuluh kehutanan penyelia b.Sebagai pembuat karya/desain 13.05 0.09 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap gbpp Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia C. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada: a.02 0.06 0.32 0.01 0.03 0.05 0. Bulanan 1.54 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PEMANTULAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN B. Perorangan oleh : 1).menganalis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV A. Kelompok Sasaran lain oleh : 1).04 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan .30 PK Penyelia PK Penyelia 0.01 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2). Memberikan bimbingan teknis/kursus kepada kelompok sasaran : a. Menyusun kurikulum kursus b. Menumbuhkan kelompok 2.1 Setiap kali 0.03 0.05 Setiap kali 2 3 4 5 6 7 Setiap orang Setiap orang Setiap orang 0.04 0.16 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari : a.Sebagai pembaca naskah/pemain tunggal 14.01 0. Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantau an/pengedaian 1. Madya . Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian 3. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut Setiap laporan Setiap laporan 0.Melaksanakan penilaian lomba 1.04 0.20 0.madya c. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3). Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Pemula .utama 3. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 2. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan C. Penyuluh kehutanan penyelia 15. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan a. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio /TV: . Mengolah.48 0. Lanjut . Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran a. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3).

00 Setiap jenjang Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang B.06 0. Mengajar/melatih di bidang KEHUTANAN penyuluhan kehutanan 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2.15 0. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan 12. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam Pelajaran 2. Penyuluh kehutanan pelaksana 2.04 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang VI D.08 2 3 4 5 6 7 V Setiap buku Setiap naskah PENGEMBANGAN PROFESI A.50 5.00 3. Karya tulis tinjauan atau alasan ilmiah gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan a. Penyuluh kehutanan pelaksana 2.50 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3.110 1 Setiap laporan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3.50 2. Tahunan 1.nilai penyempurnaan pebaikan Membuat buku pedoman/petunjuk pelasana/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan Mengajar/melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan . Membuat buku pedoman /petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan PENUNJANG PENYULUH A. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan . Dalam buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Merumuskan sisyem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .00 4.50 1. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .nilai pembaharuan 2.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya 7. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3. Dalam bentuk buku yang diterbikan secara nasional b.02 0.00 0. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengkajian /survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi a. Penyuluh kehutanan penyelia c. Dalam bentuk buku b. Dalam bentuk makalah 4. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3. Penyuluh kehutanan penyelia 1.06 0.12 0. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan C.50 6. Triwulan 1. Penyuluh kehutanan penyelia b.30 0.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah 8.

10 (sepuluh) tahun 2.1 PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN B.00 2.00 0. Tanda kehormatan satyalancana karya satya a. Gelar kehormatan akademis 3. Pembahas d.00 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Dalam majalah ilmuan yang diakui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2. Sarjana muda/diploma III 3.00 15.00 2. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Mengikuti seminar/lokakarya atau simposium sebagai a.35 Setiap makalah Setiap makalah Setiap naskah 3. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasi : a. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G. Pengurus aktif b. Dalam bentuk makalah 3.00 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VII C.00 1. Terjemahan/saudara di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a.00 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.00 1. Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. Tingkat propinsi.sebagai : a. Sarjana/diploma IV 1. 20 (dua puluh) tahun c.00 2.00 2.00 0. Moderator c. Peserta Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan Memperoleh keserjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1.50 0. Anggota aktif 1.sebagai: a. Dalam bentuk buku b.50 1. Menterjemahkan /menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap buku 3.50 0. Diploma II 2. Pemasaran b.50 Semua jenjang 7.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang D.00 4. 30 (tiga puluh) tahun b. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F.00 5. Anggota aktif 2. Tingkat nasional/internasional.00 1. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehuta nan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 3. Pengurus aktif b. FEISAL TAMIM 111 . Narasumber e. Memperoleh piagam kehormatan 1.50 3.

Dokter 2.112 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 150 100 75 15 9 6 3 2 1 0. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Lamanya antara 81-160 jam 6. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 1 I II A. Mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1. Sebagai nara sumber 1. Lamanya antara 481-640 jam 4. Sarjana / Diploma IV 1. Lamanya antara 30-80 jam 1. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Penyusunan program penyuluhan kehutanan C. Mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan : 1. Sebagai penyaji 2.12 0. Sebagai narasumber 3. Sebagai pembahas c.12 0.04 PK Pertama . Lamanya lebih dari 950 jam 2.36 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pertama PK Muda PK Madya PK Madya PK Madya PK Muda PK Madya B.36 0. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 NO. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1.16 0. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat PERSIAPAN Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap naskah instrumen Setiap laporan Setiap konsep Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap naskah 3 4 5 6 LAMPIRAN II : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.80 0. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan Setiap konsep 0. Lamanya antara 161-480 jam 5.07 0. Menyusun rancang bangun rekayasa usaha wanatani : a. Lamanya antara 641-960 jam 3. Menyusun instrumen identifikasi 2. pasca sarjana 3. Menganalisis data potensi wilayah dan agroenkosistem serta kebutuhan teknologic kehutanan 3. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani b.

Penyuluh kehutanan madya 3).90 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya 1.60 0. Leaflet/folder. Penyuluh kehutanan muda c.07 Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0.84 0.oleh . Media terproyeksi/audiovisual 1).oleh . Media cetak 1). Menyusun instrumen 2.06 0.Penyuluh kehutanan muda . Penyuluh kehutanan madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Pertama Setiap recana kerja Setiap paket 0. Seri slide (min 10 lbr) 3).5 0. Media papan 1).Penyuluh kehutanan pertama .30 0. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan untuk/dalam bentuk a.60 D.Penyuluh kehutanan pertama .Penyuluh kehutanan madya 2).oleh .oleh .58 2 3 4 5 6 7 III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap papan dis Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.16 0.40 0.30 0.Penyuluh kehutanan madya 4). Siaran radio TV c.1 a.32 0.penyuluh kehutanan madya 113 . Bulletin boart (papan bulletin) b.08 0.28 0.39 0. Sound slide (min 10 lbr) 4). Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan: a.Penyuluh kehutanan muda .56 0. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.15 0. Menyusun rancangan sarana penyuluhan 1.penyuluh kehutanan muda . Penyusunan materi penyuluhan kehutanan PK Pertama PK Pertama PK Pertama PK Muda PK Muda PK Muda Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.45 0.Penyuluh kehutanan muda . Brosur/booklet.19 0. Selebaran/pamflet. OHP transparan 2).2 0.60 0. Vidio (rekaman) min 5 menit 5).Penyuluh kehutanan pertama . Penyuluh kehutanan pertama b. Poster.Penyuluh kehutanan pertama .8 0.

06 0.08 0. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran : a.08 0. Tingkat nasional 2. Sebagai pembicara / penyaji 3. Membuat desain kaji terap/uji coba b.Perguruan tinggi. pemerintah pusat 6. Melakukan kaji terap teknologi anjuran / uji coba a. Tingkat nasional . pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya . Melakukan penyuluhan melalui siaran radio/ TV a.80 PK Muda PK Madya Setiap laporan Setiap laporan 0.10 0.perguruan tinggi. Melakukan temu karya kepada : .18 PK Pertama PK Muda PK Pertama PK Muda PK Madya 1. LSM. Sebagai sutradara b.16 PK Pertama PK Muda Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0. Tingkat propinsi . Tingkat nasional 4.09 0. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan Setiap desain Setiap laporan PK Muda PK Muda PK Petama PK Pertama PK Pertama PK Madya 0.Pemda. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada : . Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara 9. Perorangan oleh : 1.114 2 B. Melaksanakan kegiatan widyakarya ( perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing a. pemerintah pusat 5.03 PK Pertama 1 . Ceramah umum 1. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a.Sebagai pembuat karya/desain .59 0.Pemuda.Sebagai pramuwicara 8.24 0.Sebagai pramuwicara 2. Tingkat internasional 7. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi : a. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya .16 1. LSM.06 0. Tingkat nasional b.18 0.08 0. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi 2. Melaksakan kegiatan pameran kehutanan 1. cendikiawan. Tingkat internasional b. Penyuluh kehutanan pertama Setiap orang 0. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/ kampanye dalam bentuk : a.16 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan 0. cendikiawan.18 PK Muda PK Madya Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali Setiap kali 0.64 0.

Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap pedoman Setiap naskah 0. Penyuluh kehutanan madya 10. Penyuluh kehutanan muda 3.18 PK Pertama PK Muda PK Madya .06 0. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran 3.44 0.08 0.08 0.12 0. Menyusun materi kursus 1. Penyuluh kehutanan pertama b. Penyuluh kehutanan madya Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan muda c. Penyuluh kehutanan muda c. Menyusun metode/ teknik pemantauan/pengendalian 1. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan badang kehutanan sebagai berikut : a. Penyuluh kehutanan pertama 2. Penyuluh kehutanan madya b. Penyuluh kehutanan madya b. Kelompok sasaran lain oleh : 1.06 0.09 2 3 4 5 6 7 Setiap modul Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap pksu perusahaan 0. Penyuluh kehutanan muda 3.27 PK Muda PK Pertama PK Muda PK Muda C.04 0.1 Setiap orang Setiap orang PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1. Sebagai penyaji b.38 PK Muda PK Pertama PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap laporan 0.09 0. Bulanan a. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.14 PK Muda PK Madya PK Muda PK Muda C. Pentusunan pedoman penilaian lomba 1.12 0. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran : a.08 0. A.04 0. Triwulan a. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan B. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV.08 0. Memberikan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran sebagai : a.21 0.60 0. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal ( badan hukum ) 2. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara c. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan : a. Penyuluh kehutanan pertama b.12 0. Mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan : a. Sebagai pembahas 2. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi b.12 PK Pertama PK Muda PK Madya 115 2.

Penyuluh kehutanan pertama b.90 0. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan b. penyuluh kehutanan madya 1. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan c. Menyiap konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ materi. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitorin dan evaluasi penyuluhan kehutanan 1. Pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan : a.42 0. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan 2. Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan a.46 0. penyuluh kehutanan muda c. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan c.69 0.116 1 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0.30 0.95 1.45 0.84 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Muda PK Madya B.37 0. Tahunan a.45 2 3 4 5 6 7 V PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b.08 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan Setiap konsep Setiap laporan 0. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi.80 1.50 0. Pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan : a. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan . Menyempurnakan konsep pengembangan perecanaan penyuluhan kehutanan 3. materi. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c.36 0. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 2. Pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan : a.40 0.20 1. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumus Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan c. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan b. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan 4.15 0.

Menyempurnakan pengembangan teknik/metodologi. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasansendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang di publikasi : a. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 1. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap naskah 8. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/ pengkaji an/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a.00 Semua jenjang Semua jenjang A.00 2. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2. Mengajar/ melatih di bidang penyuluhan kehutanan B. Dalam bentuk makalah 4. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh LIPI 3. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan C. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang di publikasi : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan VII PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN D. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a.04 7.50 5.72 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VI PENGEMBANGAN PROFESI Setiap buku Setiap naskah 12. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Dalam buku makalah Setiap buku Setiap makalah 3. gagasan dan atau ulasan ilmidalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan 1.50 2. materi . Menterjemahkan/ menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan 117 Mengajar/ melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan 1.50 6. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3.00 1. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan.00 4. Dalam majalah ilmiah yang diakuioleh LIPI 2.00 0. Dalam bentuk buku b.00 3. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan 2.50 Semua jenjang Semua jenjang . Terjemahan/saduran di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasi : a.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang B.50 2.00 3.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam pelajaran Setiap buku Setiap naskah 7. Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan A. Dalam bentuk buku b.50 1. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b.1 Setiap naskah rumusan 0.

Tingkat propinsi. Pengurus aktif b.50 3.00 0. sebagai : a. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan 1.00 1.35 3. Menjadi angota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G. Mengikuti seminar/ lokakarya atau simposium sebagai : a.00 15. Pasca sarjana 3.50 C. Anggota aktif 1. Gelar kehormatan akademis 1 PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI .00 15. anggota aktif 2. Pengurus aktif b. Pembahas d.00 2.50 0. Sarjana/D IV 2. FEISAL TAMIM Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun 0.00 1. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E.50 Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 0.00 1.00 1.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. sebagai : a. Memperoleh piagam kehormatan Menjadi aggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Narasumber e.118 2 Setiap naskah Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Setiap jenjang 5. Tingkat nasional/internasional. 20(dua puluh) c. Moderator c. 30(tiga puluh) b.00 1.00 2. Peserta 3 4 5 6 7 D. Pemasaran b. Tiada kehormatan satyalencana karya satya : a. Doktor 1. 10(sepuluh) tahun 2. Mengikuti seminar/ lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan 3. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F.00 2.00 2.

PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. FEISAL TAMIM 119 .LAMPIRAN III : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 40 8 JUMLAH 12 60 16 80 20 120 160 240 2 30 100 150 40 200 60 300 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Persiapan penyuluhan kehutanan C. Pendidikan B. P e m a n ta u a n . Penyuluh Kehutanan Pelaksana II / b II / c II / d III / a UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan Penyelia III / b III / c III / d 1 > 80% 32 48 64 80 UNSUR UTAMA A.

Penyuluh Kehutanan Muda III / c III / d III / a III / b UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Pertama Penyuluh Kehutanan Madya IV / a IV / b IV / c LAMPIRAN IV : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. FEISAL TAMIM . P e m a n ta u a n . Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 100 20 JUMLAH 30 150 40 200 60 240 320 440 560 2 80 300 400 110 550 140 700 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E.120 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. Pendidikan B. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 1 > 80% 80 120 160 UNSUR UTAMA A. Persiapan penyuluhan kehutanan C.

dipandang perlu menetapkan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Kehutanan. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 Jo. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. bahwa dalam rangka tertib administrasi kepegawaian dan kelancaran kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan serta untuk mendukung pengembangan karier Penyuluh Kehutanan. bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M. Mengingat : 1. 3. b. Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. 121 . Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahur 1999.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI KEHUTANAN Menimbang : a. 4.MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.PAN/12/2002 telah ditetapkan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.

terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001. 8. Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. 11. 122 .6. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 15. Fungsi. maka : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 41/Kpts-II/1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : KEDUA : Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah. Pemindahan. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 jo. 9. Kewenangan. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nornor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. 10. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. 13. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 375/Kpts-II/1995 tentang Kedudukan dan Tata Kerja Penyuluh Kehutanan. Dengan ditetapkannya keputusan ini. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 14. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/M Tahun 2001.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor l23/Kpts-11/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 1 30/KEP/M. 12. Tugas. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen.

12. Menteri Dalam Negeri. 4. Menteri Kelautan dan Perikanan. Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Propinsi seluruh Indonesia. 5. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.: 1. 7. 6. Para Gubernur seluruh Indonesia. Para Walikota seluruh Indonesia.- Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 348/MENHUT-II/1988 dan Nomor 12/SE/1988 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku. 9. Kepala Badan Kepegawaian Negara. 123 . KETIGA KEEMPAT KELIMA : : : Petunjuk Teknis yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Menteri Kehutanan. Menteri Kehakiman dan HAM. 8. 14. 10. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN MUHAMMAD PRAKOSA Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. Menteri Negara Lingkungan Hidup. Kepala Unit Pelaksana Teknis di Iingkungan Departemen Kehutanan di seluruh Indonesia. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Para Bupati seluruh Indonesia. Menteri Pertanian. 11. 2. Para Pimpinan Unit Kerja Eselon / Lingkup Departemen Kehutanan. 13. 3.

124 . sehingga pengembangan karier Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan dengan baik. telah ditetapkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.Lampiran Nomor Tanggal : : : Keputusan Menteri Kehutanan 272/Kptd-II/2003 12 Agustus 2003 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA BAB I PENDAHULUAN A. pengelola kepegawaian. Latar Belakang 1. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan semua ketentuan yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian dan kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 4. 2. Sebagai penjabaran dan pelaksanaan operasional keputusan-keputusan tersebut. disusun Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang mengatur hal-hal yang berkenaan dengan pengelolaan administrasi kepegawaian dan rincian kegiatan teknis di bidang penyuluhan Kehutanan. telah ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 3.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS) antara lain dinyatakan bahwa untuk meningkatkan mutu profesionalisme dan pembinaan karier PNS perlu ditetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Maksud Petunjuk teknis ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Penyuluh Kehutanan. Sebagai Pelaksanaan dari Keputusan Presiden tersebut. tim penilai. Maksud dan Tujuan 1. B. Untuk mewadahi keberadaan dan sebagai landasan bagi penetapan jabatan fungsional tersebut.

4. Tujuan Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk mempermudah dan menyeragamkan. pembinaan dan pengembangan Penyuluh Kehutanan. kenaikan jabatan dan pangkat. 3. Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan satuan nilai dan hasil penilaian butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang telah dicapai oleh Penyuluh Kehutanan yang telah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. 5. unsur. C. Penyuluh kehutanan Tingkat AhIi adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. pemberhentian. 125 . pengelola kepegawaian. pengangkatan dalam jabatan. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. tim penilai. 2. pengusulan. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan butir kegiatan yang dinilai dan harus diisi oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka penetapan angka kredit. D. Ruang Lingkup Ruang Iingkup petunjuk teknis ini mencakup tugas pokok. pemahaman pelaksanaan penyuluhan kehutanan. metodologi dan teknik analisis tertentu. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi Iingkup kehutanan untuk melakukan penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. rincian dan tolok ukur kegiatan. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. tanggung jawab. sub unsur dan butir kegiatan.2. penilaian dan penetapan angka kredit. Pengertian-pengertian Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan: 1. Penyuluh Kehutanan adalah PNS yang diberi tugas. 6. pengangkatan kembali. sehingga dapat memperlancar tugas-tugas Penyuluh Kehutanan. pembebasan sementara.

11. Pejabat Pengusul adalah Pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten / Kota dalam melakukan penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Propinsi adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan propinsi. Penyuluhan Kehutanan adalah proses pengembangan pengetahuan. 9. 15. 8.7. 12. mau dan mampu memahami. Tim Penilai Pusat. Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Kepala Pusat Guna Penyuluhan Kehutanan untuk membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. 14. 10. Tim Penilai Teknis adalah Tim yang dibentuk oleh pejabat yang berwenang untuk memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. 13. Pejabat Penetap Angka Kredit adalah Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Madya di ingkungan Departemen Kehutanan. Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/ Kota Sekretariat Tim Penilai adalah Sekretariat yang dibentuk untuk membantu Tim Penilai Sekretariat Jenderal. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha 126 .

sistematis dan tertulis setiap tahun. 17. Masyarakat Sasaran Penyuluhan Kehutanan adalah masyarakat sasaran yang berdomisili di sekitar dan di dalam hutan dan atau masyarakat sasaran yang memiliki aktivitas yang berhubungan dengan pembangunan kehutanan. padat. Chart/ Gambar adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas atau bahan sejenis yang menggambarkan konsep pemikiran tentang proses pencapaian suatu kegiatan dalam pembangunan kehutanan. 22. 20. Materi Penyuluhan Kehutanan adalah bahan yang disiapkan oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang berisikan informasi teknis maupun non teknis tentang pembangunan kehutanan. Programa Penyuluhan Kehutanan adalah rencana kerja tentang kegiatan penyuluhan kehutanan yang memadukan aspirasi masyarakat sasaran kehutanan dengan potensi wilayah dan program pembangunan kehutanan. 23. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah surat tamat pendidikan dan pelatihan yang diperoleh Penyuluh Kehutanan karena mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional. 127 .16. 24. Flip Chart / Peta Singkap adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran-lembaran kertas. 21. 19. disusun secara berurutan atau berangkai berisi petunjuk / informasi kehutanan dengan jumlah rangkaian minimal 5 lembar. yang mencantumkan hal-hal yang perlu disiapkan dalam berinteraksi dengan masyarakat sasaran kehutanan diwilayah kerjanya. Leaflet/ Folder adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam bentuk lembaran/ lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimatkalimat yang singkat. kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai keperdulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan Iingkungan. Pendidikan dan Pelatihan Kedinasan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah pendidikan/pelatihan teknis dan fungsional Penyuluhan Kehutanan. Rencana Kerja Penyuluh Kehutanan adalah rencana kegiatan yang disusun oleh para Penyuluh Kehutanan berdasarkan programa penyuluhan kehutanan setempat. 18. yang menggambarkan keadaan sekarang. tujuan yang ingin dicapai. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. masalah-masalah dan alternatif pemecahannya serta cara mencapai tujuan yang disusun secara partisipatif.

25. Brosur adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah 5-15 halaman, berisi tulisan dengan kalimat singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. 26. Selebaran adalah materi, penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar- gambar untuk disebarluaskan kepada masyarakat sasaran. 27. Poster adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam sehelai kertas atau selembar papan yang berisikan gambar-gambar dengan sedikit kata yang jelas artinya, tepat pesannya, dapat dengan mudah dibaca pada jarak kurang dari 3 meter. Gambar dapat berupa lukisan, ilustrasi, kartun, atau foto. 28. Booklet adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah lebih dari 15 halaman, berisi tulisan,yang mudah dimengerti dan gambar-gambar/ foto serta dapat dilengkapi dengan grafik, tabel dan lain-lain. 29. Transparansi adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran transparan untuk digunakan pada OHP, berisi petunjuk/ informasi di bidang kehutanan yang dibuat secara manual atau menggunakan komputer, disajikan sebagai alat bantu dalam ceramah, pelatihan, atau kegiatan penyuluhan kehutanan. 30. Seri Foto adalah materi penyuluhan kehutanan berupa rangkaian fotofoto yang disusun secara berurutan sehingga menjadi suatu kesatuan cerita/ gagasan kegiatan di bidang kehutanan. 31. Slide adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 32. Slide Suara (sound slide) adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, disertai dengan komentar (suara) dan atau tulisan/ teks dalam rekaman, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer, dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 33. Film / Kaset Video / Video Disk adalah materi penyuluhan kehutanan berisi rangkaian cerita yang dibuat dalam pita film (16mm atau lainnya) dan diputar dengan proyektor film, atau pada pita video catridge yang diputar pada video player, atau pada Video Compact Disc (VCD) yang diputar pada VCD player atau pada Digital Video Disc (DVD) yang diputar pada DVD player. 34. Naskah Radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan adalah materi penyuluhan

128

35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43.

44.

45.

46.

kehutanan berupa tulisan/ naskah atau skenario yang akan dibacakan atau diperagakan dalam siaran radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan. Instrumen/ dentifikasi adalah alat bantu survey didalam kegiatan identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan, berupa blanko isian/ kuesioner. Instrumen Materi Penyuluhan Kehutanan adalah alat bantu survey untuk mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Papan Buletin / Bulletin Board adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa papan informasi tentang kegiatan pembangunan kehutanan. Maket adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa miniatur tentang gambaran kondisi fisik suatu kegiatan pembangunan kehutanan, dalam suatu wilayah. Diorama adalah penggambaran secara nyata tentang sesuatu kegiatan/peristiwa pembangunan kehutanan dalam bentuk tiga dimensi dengan latar belakang yang dilukis. Model adalah tiruan benda dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil dan benda aslinya yang digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Mock-up adalah tiruan benda/bagiannya yang dibuat sesuai dengan aslinya, digunakan sebagai alat peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Specimen adalah benda asli yang telah diawetkan, karena benda asli sulit didapatkan, digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Metode Penyuluhan Kehutanan adalah cara atau teknik penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan kehutanan oleh Penyuluh Kehutanan kepada masyarakat sasaran baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka mengerti, mau dan mampu menerapkan inovasi baru. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada anggota kelompok sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi anggota kelompok sasaran dalam rangka membantu mereka untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada kelompok masyarakat sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi pertemuan kelompok baik yang rutin maupun yang insidentil dalam rangka membantu kelompok dimaksud dalam rangka membantu untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Uji coba lapang paket teknologi spesifik lokalita disebut juga kaji terap adalah metode penyuluhan kehutanan untuk mencoba suatu teknologi kehutanan yang dilaksanakan oleh masyarakat sasaran, sebagai

129

47.

48.

49.

50.

51.

52.

53.

54.

tindak lanjut dan hasil pengkajian/pengujian teknologi anjuran. teknologi hasil galian sendiri atau dari berbagai sumber teknologi lainnya, untuk mendapatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan/lokasi usahanya dilakukan sebelum demonstrasi. Pengkajian/pengujian Teknologi Anjuran adalah kegiatan pengembangan penelitian sebelum dilakukan uji coba lapang (kaji terap) dari suatu teknologi hasil penelitian yang dilakukan dilahan percontohan (Balai Penelitian Kehutanan, Unit Pelaksana Teknis, Dinas ;dll). Demonstrasi Cara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan yang telah terbukti menguntungkan bagi masyarakat sasaran sasaran. Demonstrasi Hasil adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan atau teknologi lainnya yang sudah spesiflk lokasi, dapat berupa: a. Demontrasi plot yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh perorangan. b. Demontrasi Farm yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh kelompok tani/ masyarakat sasaran. c. Demontrasi Area yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh gabungan kelompok tani / masyarakat sasaran. Temu Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar peneliti, penyuluh dan para petani /masyarakat sasaran untuk saling tukar menukar teknologi informasi sehingga ditemukan teknologi yang akan dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah. Temu Teknis antar Wilayah/Fungsi disebut juga Temu Tugas adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan berkala antara Penyuluh Kehutanan dengan Penyuluh Kehutanan atau antara Penyuluh Kehutanan, peneliti, aparat pengaturan dan pelayanan untuk meningkatkan pelayanan kepada petani / masyarakat sasaran dalam mengembangkan usahanya. Temu Wicara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antara petani/masyarakat sasaran dengan pemerintah, untuk bertukar informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan kehutanan, serta partisipasi dan peran serta petani/masyarakat sasaran dalam pembangunan kehutanan. Temu Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar petani/ masyarakat sasaran, untuk bertukar pikiran dan pengalaman, saling belajar, saling mengajarkan keterampilan dan pengetahuan untuk diterapkan oleh petani/ masyarakat sasaran. Temu Usaha adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan

130

55.

56.

57.

58.

59.

60.

61.

62.

pertemuan antar petani masyarakat sasaran dengan pengusaha di bidang kehutanan dalam rangka informasi usaha, promosi usaha, transaksi usaha, perluasan pasar dan kemitraan usaha. Widya Wisata adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya, dengan prinsip belajar dan melihat. Widya Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk mempraktekkan hasil suatu pengajaran atau melakukan suatu karya bermanfaat di tempat yang dituju. Sarasehan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan sebagai forum konsultasi antara kelompok tani/masyarakat sasaran dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara periodik atau insidentil sesuai dengan keperluan untuk membicarakan, memusyawarahkan dan menyepakati pemecahan berbagai permasalahan pembangunan kehutanan. Kursus Tani adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar yang terstruktur yang khusus diperuntukkan bagi petani dan keluarganya, yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur, dan dalam jangka waktu tertentu. Sekolah Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar dengan partisipasi aktif, mencari dan menemukan fakta sendiri, menganalisa dan mendiskusikan diantara anggota kelompok tani/ kelompok sendiri, serta mengambil keputusan bersama bagaimana tindakan selanjutnya, dengan prinsip belajar berdasarkan pengaIaman pada suatu periode usahanya yang dipandu oleh petani/kelompok sendiri dan Penyuluh Kehutanan dalam suatu periode usahanya. Pameran adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model, contoh, barang, peta, grafik, gambar, poster, benda hidup, dan sebagainya secara sistematis pada suatu tempat tertentu, dalam rangka promosi usahanya. Perlombaan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan membandingkan keberhasilan usahatani petani untuk menumbuhkan persaingan sehat diantara para petani beserta keluarganya dalam mengejar suatu prestasi yang diinginkan, sebagai salah satu usaha untuk mendorong agar mau dan mampu meningkatkan usahatani dan kesejahteraannya. Pengembangan Profesi adalah metode penyuluhan kehutanan dalam rangka mengembangkan dari melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk meningkatkan mutu penyuluhan kehutanan dan

131

63.

64.

65.

66.

67. 68.

69. 70.

71.

72. 73.

profesionalisme penyuluh kehutanan serta dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pembangunan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Petani adalah kegiatan yang dilakukan Penyuluh Kehutanan untuk menumbuhkan, mengarahkan, dan mendorong kemampuan para petani agar dapat memecahkan masalah yang mereka hadapi secara mandiri. Karya Tulis llmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seseorang atau lebih yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi, diskripsi dan analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. Karya Tulis llmiah hasil Penelitian/ Pengkajian/ Survei/ Evaluasi adalah suatu karya tulis yang membahas tentang suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian/ pengkajian/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan. Makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah suatu karya tulis yang berdasarkan kaidah ilmu disusun oleh seorang atau Iebih yang membahas suatu pokok persoalan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu kehutanan. Pertemuan llmiah adalah pertemuan yang dilaksanakan untuk membahas suatu masalah yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Saduran adalah naskah yang disusun berdasarkan tulisan orang lain yang telah diubah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berlaku tanpa menghilangkan atau mengubah gagasan penulis asli dilakukan oleh seorang atau lebih. Terjemahan adalah naskah yang berasal dari tulisan orang lain yang dialih bahasakan ke dalam bahasa lain dilakukan oleh seorang atau lebih. Penulis Utama adalah seseorang yang memprakarsai penulisan, pemilik ide tentang hal-hal yang akan ditulis, pembuat pokok-pokok tulisan, pembuat outline, penyusunan serta pembuatan konsep akhir dan tulisan tersebut, sehingga nama yang bersangkutan tertera pada urutan pertama atau dinyatakan secara jelas sebagai penulis utama. Penulis Pembantu adalah seseorang yang memberikan bantuan kepada penulis utama misalnya dalam hal mengumpulkan data, mengolah data, menganalisa data, menyempurnakan konsep/ penambahan bahan materi dan penunjang. Pendukung Penyuluhan Kehutanan adalah kegiatan Penyuluhan Kehutanan yang dapat menunjang penyelenggaraan tugas, wewenang dan tanggung jawab Penyuluh Kehutanan. Membimbing Penyuluh Kehutanan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh, memberi dukungan dan memberi petunjuk kepada

132

74. 75. 76. 77. 78.

Penyuluh Kehutanan yang menduduki, jabatan/pangkat/golongan yang Iebih rendah. Seminar adalah suatu bentuk pertemuan ilmiah untuk membahas masalah tertentu dalam penyuluhan kehutanan untuk memperoleh suatu kesimpulan berdasarkan suatu pendapat bersama. Lokakarya adalah salah satu bentuk pertemuan untuk membahas masalah tertentu dalam bidang kehutanan untuk memperoleh hasil tertentu yang perlu ditindaklanjuti. Penghargaan adalah kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah (Pusat, Propinsi, Kabupaten/ Kota), Organisasi/ Lembaga Nasional/ Internasional. Organisasi Profesi adalah organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada disiplin ilmu pengetahuan di bidang kehutanan dan etika profesi di bidang penyuluhan kehutanan. Kelas Kemampuan Kelompok adalah ukuran kemajuan kelompok tani dari pemula, lanjut, madya sampai utama.

133

meliputi: a. b. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan. 3. 134 . Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. c. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. c. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. 2. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. Pengembangan penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Tugas Pokok Tugas Pokok Penyuluh Kehutanan adalah menyiapkan. Bidang Kegiatan Bidang kegiatan Penyuluh Kehutanan. Pemantauan. fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. d. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. c. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. 5. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah / gelar. Pendidikan. 4. melaksanakan. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. mengembangkan. terdiri atas unsur dan sub unsur: 1. meliputi: a. b. Persiapan penyuluhan kehutanan. B. meliputi: a. b. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. Pendidikan dan pelatihan kedinasan.BAB II JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. b.

materi. d. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain dibidang penyuluhan kehutanan. e. Mengikuti seminar/ lokakarya dibidang penyuluhan kehutanan. Pengembangan profesi. metodelogi. Pengembangan aspek teknik. 135 . Institut. f. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh Perguruan Tiriggi di bidang kehutanan (Universitas. g. C. Sekolah Tinggi. c. b. yang dinyatakan dengan surat keterangan dari atasannya. Pendidikan a. Rincian dan Tolok Ukur Kegiatan Rincian butir kegiatan yang dapat dinilai dengan angka kredit adalah sebagai berikut: 1. Tolok Ukur: 1) Memperoleh ijazah/ gelar perguruan tinggi dari Universitas. meliputi: a. meliputi: a. Membuat karya tulis/ karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. Mengajar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. Akademi/ Diploma) atau perguruan tinggi umum dengan jurusan kehutanan atau yang serumpun. Membuat buku pedoman / petunjuk pelaksanaan / petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 6. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. Penunjang penyuluhan kehutanan. d. Akademi/ Diploma bidang kehutanan atau yang serumpun. Memperoleh piagam kehormatan. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. 2) Belum digunakan dalam penilaian yang disyaratkan dengan dilengkapi surat keterangan dari atasan yang bersangkutan. 7. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya. b. Institut.b. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. atau 3) Belum digunakan dalam keputusan penyesuaian jabatan/ kepangkatan yang bersangkutan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. c.

Bukti fisik: Foto copy ijazah/gelar Doktor/ Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV/ Diploma Ill/ Diploma II yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang: 1) Dekan Perguruan Tinggi / Direktur Program Pasca Sarjana atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Negeri. 2) Pasca Sarjana (S2). b. geografi. Tolok Ukur: 1) Pendidikan dan pelatihan dibeni angka kredit. 3) Sarjana/D-IV. yaitu 60 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. agribisnis. yaitu 100 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. 4) Sarjana Muda/D-III. yaitu 75 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. Mengikuti pendidikan dan pelatihan kedinasan dan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. apabila merupakan 136 . atau 2) Koordinator Perguruan Tinggi Swasta atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Swasta. kehutanan. yaitu 40 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap ijazah adalah sebagai berikut: 1) Doktor yaitu 150 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. 5) Diploma II. pangan. biologi. dan hortikultura dan perkebunan atau yang serumpun. atau 3) Tim Penilai ljazah Luar Negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri. pertamanan. 2) Memperoleh ijazah/ gelar Doktor / Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV / Diploma Ill / Diploma II di bidang: penyuluhan. peternakan. Pemberian Angka Kredit: 1) Apabila memperoleh ijazah/gelar yang lebih tinggi dan sesuai dengan bidang tugas penyuluhan. maka angka kredit yang diberikan adalah sebesar selisih angka kredit yang pernah diberikan (ijazah lama) dengan angka kredit ijazah/ gelar yang Iebih tinggi tersebut. tanaman.

yaitu: 1) Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy data sekunder wilayah kerja setingkat desa dan kecamatan sesuai panduan / pedoman. Evaluasi. Apabila jumlah jam pelatihan tidak dicantumkan. nilai 9 3) Lamanya antara 481-640 jam. Tolok Ukur : Data sekunder yang dikumpulkan dalam rangka identif'ikasi potensi wilayah desa dan kecamatan. Pendidikan dan pelatihan tersebut harus memuat : Jangka waktu pelaksanaan. nilai 3 5) Lamanya antara 81-160 jam.80 jam. Persiapan. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data sekunder wilayah kerja tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran V. Penyuluh Kehutanan Terampil a. Pelaksanaan. nilai 6 4) Lamanya antara 161-480 jam. Pemantauan. Bukti Fisik: Foto copy STTPL/sertifikat yang dilegalisir oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan.2) 3) pendidikan/ pelatihan teknis penjenjangan dan fungsional bagi penyuluh kehutanan. tanggal.II/d).1. maka jumlah jam dihitung dan jumlah hari dikalikan 8 (delapan) jam pelatihan untuk teori. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap STTPL/sertifikat. nilai 2 6) Lamanya antara 30. han atau jumlah jam pelatihan. nilai 1 2. Pelaporan dan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan 2. Penyuluh Kehutanan Pelaksana (Il/b . nilai 15 2) Lamanya antara 641-960 jam. adalah sebagai berikut: 1) Lamanya Iebih dari 960 jam. 137 . dan 10 jam untuk praktek (@45 menit). dan Penyelenggaraan Diklat oleh Pemerintah atau swasta dalam dan luar negeri yang diakui dan dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan dari pihak yang berwenang.

3) Memandu penyusuran rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Tolok Ukur: Pemanduan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran sesuai Lampiran V. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. 138 . Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana. yaitu 0.02 4) Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan.03. b) Bukti hasil berupa pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi k e h u ta n a n t i n g k a t d e s a d a n k e c a m a ta n .03. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk copy laporan yang dilampiri rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan sesuai Lampiran V. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan yang telah diolah dari data sekunder. yaitu 0.

b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK). yaltu 0. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai Lampiran V. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja.01.08. 139 . Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani. 6) Pemanduan penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Bukti hasil pelaksanaan kajian tersebut dalam bentuk laporan. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai Lampiran V. 5) Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. BuktiFisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran V. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan.Tolok Ukur Pelaksanaan kajian identiflkasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur Rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai pedoman.

yaitu 0.02. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap lembar foto. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ 140 . Tolok Ukur: Data untuk persiapan penyusunan materi peryuluhan kehutanan. yaitu 0. 7) Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy dokumen data. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart (minimal 5 lembar).04.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan setiap kali pemanduan kelompok wanatani. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto sesuai dengan Lampiran V.03.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 5 lembar flipchart. yaitu 0. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 11) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.10. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk chart / gambar.pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap chart/ gambar. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap 141 . yaitu : 0.01 12) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.09. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy chart/ gambar. Tolak Ukur: Kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. yaitu 0. 14) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot).03. Tolok Ukur: Demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot) yang dilakukan. 13) Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) Tolok Ukur: Demonstrasi cara (percontohan) yang dilakukan. yaitu 0. Tolok Ukur: Kegiatan temu lapang yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.03. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi cara (percontohan) sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 15) Melaksanakan temu lapang. 142 . Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu lapang sesuai dengan Lampiran I.02. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot ) sesuai dengan Lampiran I.03. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.

Tolok Ukur: Widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali widya karya/karya wisata. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan yang dilakukan. 18) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan.04. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. 19) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagal instruktur / pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. 143 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.02. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.03. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.16) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP / kecamatan sesuai dengan Lampiran I. 17) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 20) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan yang dilakukan.Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan.02. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.06. 144 . yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 145 . Pemberian Angka Kredlt: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.03. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran. 23) Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/ menumbuhkan kelompok sasaran. yaitu 0. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. 24) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.01. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I.01. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. yaitu 0. 22) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan kelompok sasaran sesuai dengari Lampiran I.

Tolok Ukur: Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu 0. 27) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 25) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan (Ill/a.Ill/b). Bukti Fisik: Copy laporan tahunan yang dibuat. Bukti Fisik: Copy laporan triwulan yang dibuat. Bukti Fisik: Copy laporan bulanan yang dibuat.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. b. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan.02. yaitu 0.02. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Tolok Ukur: Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. 26) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.06.01. yaitu: 146 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

3) Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota yang telah diolah. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk laporan.16. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.1) Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja.07. Tolok Ukur: Data primer dan informasi wilayah kerja yang dikumpulkan. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ kota. yaitu 0. Tolok Ukur: Rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan yang disusun tingkat Kabupaten/ Kota yang disusun. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 147 . b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan data primer wilayah kerja yang disusun. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data primer dan informasi wilayah kerja sesuai dengan Lampiran V.

000. 148 .000 atau skala 1: 10. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan monografi wilayah kerja penyuluhan sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil laporan pelaksanaan kegiatan tersebut berupa copy monografi wilayah kerja penyuluhan. 5) Menyusun/ membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.000 sesuai dengan lampiran V.09. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.32. Tolok Ukur: Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan di wilayah kerjanya yang disusun/ dibuat dengan skala 1: 25. 4) Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku.000 atau 1: 10. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan dalam skala 1: 25. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa rekapitulasi rencana usaha wanatani Wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0. Tolok Ukur: Monografi wilayah kerja penyuluhan yang disusun.Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V.

31. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan.Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap peta. 8) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 6) Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. 7) Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan hasil identilikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.05. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur: Hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan yang dirumuskan. 149 . Tolok Ukur: Bertindak sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan sesuai dengan agroekosistemnya dan sosial budaya setempat. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. yaitu 0.12.

yaitu 0. RDKK. yaitu 0. kelompok sasaran lain. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK) Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan RDK. RDKK. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. 11) Mengolah data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan.04.Bukti Fisik: Surat Keterangan sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai dengan Lampiran V. 10) Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang sejenis lainnya dari kelompok sasaran lain. 9) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan yang disusun. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok sasaran lain. 150 . Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan setiap RDK.19.08.

foto copy. yaitu : 0. yaitu 0.07 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk seri foto Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto setiap paket minimal 5 lembar. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. tulisan tangan. Bukti Fisik : Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.Tolok Ukur: Hasil olahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket.07. 151 . dsb. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. 13) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran / pamflet.15. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto sesuai dengan Lampiran V. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. gambar. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet baik yang tercetak.

28. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. yaitu 0. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet (minimal 1000 kata). Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leafiet/ folder. 152 . Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1000 kata.28. b) Bukti hasil pekerjaan berupa materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet atau copynya.Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder.3. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V.

04. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran yang dilakukan. 19) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. yaitu 0. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.16. 153 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk spesimen. yaitu 0.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk maket.04. yaitu 0.

Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil percontohan sesuai dengan Lampiran I.38. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.08.08. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik: Bukti hasil berupa laporan pelaksanaan kegiatan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. 23) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai moderator. yaitu 0. yaitu 0. 21) Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba Tolok Ukur: Kaji terap/uji coba yang dilakukan. 154 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil percontohan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. 22) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan usahatani kehutanan (demonstrasi farm). yaitu 0.

24) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai narasumber Tolok Ukur: Bertindak sebagai narasumber dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai moderator sesuai dengan Lampirari IV. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.05. 155 . yaitu 0.05. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. 25) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota.Tolok Ukur: Bertindak sebagai moderator dalam temu teknis antar wilayah / fungsi.04. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat kabupaten/ kota yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat dberikan untuk setiap kali. 26) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. 27) Melakukan temu usaha Tolok Ukur: Menjadi peserta / panitia dalam temu usaha. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan 156 . yaitu 0. yaitu 0.Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.09. Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kotamadya kepada kelompok tani binaan. 28) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. 29) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur (pembimbing) tingkat Kabupaten / Kota. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.07. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi peserta/ panitia dalam temu usaha sesuai dengan Lampiran II. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.08. Tolok Ukur: Widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan.

yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. sebagai pramuwicara. yaitu 0.08. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran II. 31) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0.06. 30) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/ Kota. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 32) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten / Kota yang dilakukan. 157 .praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kota kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.06.

33) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Surat keterangan melaksanakan bimbingan teknis/ kursus kepada sekolah lapang sesuai dengan Lampiran V.Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 158 . Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Bimbingan teknis / kursus pada sekolah lapang yang dilaksanakan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. 35) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. yaitu 0. yaitu 0.04. 34) Melaksanakan bimbingan teknis/ kursus pada sekolah lapang. yaitu 0.16.03. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang.

38) Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Tolok Ukur: Data dan informasi hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 159 .05. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.06. 36) Melakukan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 37) Mengolah data hasil pemantauan/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolak ukur : Pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang telah dilakukan.04. Tolok ukur Data olahan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan mengolah data pemantau/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.

AngkaFisik: yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data potensi Bukti Fisik: wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan Copy laporan bulanan dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Penyuluh Kehutanan Penyelia (Ill/c .15. tingkat propinsi sesuai yang disusun Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Ill/d). Bukti Fisik: alat bantu dan metode penyuluhan b) Efektivitas Copy laporan tahunanpenyuluhan. 1) Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan yaitu 0. Bukti kredit yaitu 0. 39) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh Tolok Ukur kehutanan. dokumen dan copynya rancangan identifikasi kebutuhan 41) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh penyuluhan kehutanan. Informasi potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan Tolok Ukur: teknologi kehutanan tingkat propinsi sesuai pedoman. c) Ketepatan materi yang disusun. kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit: d) Penyelenggaraan penyuluhan.c.16. kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. format yang ditentukan. Tolokdikumpulkan pada aspek: yang Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan sikap (PKS) a) Perubahan pengetahuan keterampilan.05. yaitu: Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. masyarakat sasaran. kehutanan.04. yang disusun.06. 40) Membuat rancangan identifikasi kebutuhan penyuluhan 2) Menyusunlaporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 0. yaitu 0. Laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan data sesuai dengan Lampiran I. Fisik: Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang disusun a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan Pemberian Angkarancangan identifikasi penyuluhan penyusunan Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.14. 160 161 . kehutanan Ukur: Tolok Ukur : Laporan triwulan yang kebutuhan penyuluhan kehutanan Rancangan identifikasi dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu 0. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa yaitu 0. Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang Bukti Fisik : ditentukan.

Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Bukti hasil berupa copy konsep programa penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep programa. 4) Sebagai pembahas mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan.10. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan pelaksanaan kegiatan perumusan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 5) 162 . yaitu 0.17. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep programa penyuIuhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah programa. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. b) Bukti hasil berupa copy naskah rumusan pembahasan k o n s e p p r o g r a m a p e n y u l u h a n k e h u ta n a n .3) Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan.10. Tolok Ukur: Konsep programa penyuluhan kehutanan yang disusun. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Tolok Ukur : Rumusan hasil pembahasan konsep programa penyuluhan kehutanan.

6) Penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan. 7) Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan yang disusun. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy buku panduan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja.40.39. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Rencana Kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lamporan V. 163 . Tolak Ukur : Panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan yang disusun. 8) Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang Tolok Ukur: Kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kerangka acuan pelaksanaan sekolah lapang/ magang sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy kerangka acuan. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku panduan.

Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap paket. Tolok Ukur : Hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy naskah materi slide. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV.08.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan 164 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk slide. yaitu: 0.32. 9) Menganalisis data materi penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Naskah penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV.12. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan analisis data materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu : 0. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide.

b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. yaitu 1.81.dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. yaitu 0.6. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 165 . Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. 13) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran sandiwara di radio/TV Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet folder. b) Bukti hasil berupa copy leaflet folder yang disusun. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V.3. 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran/ pamflet. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster.

b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. BuktiFisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1.56.56. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.000 kata. 166 . b) Bukti hasil berupa naskah diorama. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk diorama. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0.8. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama sesuai dengan Lampiran V.Tolok Ukur : Materi periyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. b) Bukti hasil berupa copy brosur / booklet yang disusun.

yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk mock up. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan model. 19) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan mock up. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up sesuai dengan Lampiran V.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk model. yaitu 0. 167 .75. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model.16. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.07.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka . 22) Melaksanakan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi.16. Tolok Ukur : Kegiatan temu wicara / sarasehan yang dilakukan.kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. yaitu 0.27. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.22.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. 168 . Tolok Ukur : Demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) yang dilakukan. 21) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area). yaitu 0.

Tolok Ukur : Temu karya kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan. 169 . 24) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. 25) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) sebagai instruktur / pembimbing tingkat Propinsi.23) Melakukan temu kaya kepada tokoh masyarakat / agama.18.16. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widya karya / perjalanan praktek studi banding tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampran Ill. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan.

28) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.48. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V.18.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. 26) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara misal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. 170 .12. Tolok Ukur : Penyuluhan pada pertemuan secara missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi yang dilaksanakan. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. 27) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I.

yaitu 0. 30) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Tolok Ukur : Naskah / skenario siaran radio/TV yang telah disiarkan / ditayangkan. b) Kaset rekaman atau copy naskah siaran radio/TV.06. 29) Sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan.30. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V.b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. 171 .05. 31) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.

Tolok Ukur : Kurikulum kursus kepada kelompok sasaran yang disusun.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.08. b) Copy kurikulum kursus yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kurikulum kursus kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran V. 34) Melaksanakan penilaian lomba dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. Tolok Ukur : Terjadinya peningkatan kemampuan kelompok sasaran dan madya menjadi utama sesuai pedoman / aturan.09. 172 .48. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 32) Sebagai penyusun kurikulum dalam memberikan bimbingan teknis kursus kepada kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 33) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan tingkat madya sampai ke tingkat utama. yaitu 0.

dan sikap masyarakat sasaran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 173 . b) Efektivitas alat bantu dan metode penyuluhan. Tolok ukur : Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantaun / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun. yaitu 0. keterampilan. c) Ketepatan materi penyuluhan. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 36) Mengolah.32 35) Menyusun rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan l/ pengendalian penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang diolah mencakup aspek. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Tolok Ukur : HasiI penilaian perlombaan keterampilan bidang kehutanan. d) Pelaksanaan penyuluhan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data sesuai dengan Lampiran I.2. b) Copy laporan kegiatan penilaian dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan menjadi penilai dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran II. antara lain: a) Perubahan pengetahuan.

12.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 39) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 37) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy laporan tahunan yang dibuat. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy laporan bulanan yang dibuat.08. Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang dibuat. yaitu 0. 38) Membuat laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu 0.54.3. 174 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.

2) Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. yaitu 0. PenyuIuh Kehutanan AhIi : a. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap kali sebagai narasumber. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dentifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai Lampiran I.07.2.2. yaitu : 1) Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Tolok Ukur : Instrumen identifikasi yang disusun. 3) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep Programa Penyuluhan Kehutanan.III/b). Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam mendiskusikan Konsep Programa Penyuluhan Kehutanan.04. Penyuluhan Kehutanan Pertama (III/a . Bukti Fisik : Surat Keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap data/ laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah instrumen. Tolok Ukur : Hasil analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.16. 175 .

Bukti Fisik : a) Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan sesuai dengan Lampiran 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan yaitu 0.32. 6) Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin).07. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyusun rancangan sarana penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran 1. 5) Menyusun rancangan sarana penyuluhan. yaitu 0.4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Pertama.19. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 176 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rancangan. Tolok Ukur : Instrumen yang disusun dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan. Tolok Ukur : Rancangan sarana penyuluhan yang telah disusun.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan seri slide sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk OHP transparan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0.08.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang terpasang pada bulletin board (papan buletin).16. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk seri slide minimal 10 lembar. yaitu 0. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan bulletin board (papan buletin) sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap papan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan OHP transparan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. b) Foto copy naskah/materi seri slide yang disusun. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide. b) Foto copy naskah / materi OHP transparan yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.06. 177 . 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan.

28. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet/folder Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran pamflet yang disusun.15. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. 12) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan datam bentuk poster. yaitu 0. 178 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam temu wicara / sarasehan tingkat nasional. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembicara/penyaji pada temu teknis antar wilayah / fungsi. b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur/ booklet yang disusun. 179 . 13) Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet.28. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu teknis sebagai pembicara / penyaji sesuai dengan Lampiran II.06. 15) Melakukan temu wicara/ sarasehan tingkat nasional dengan kelompok sasaran. 14) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi. yaitu 0.b) Bukti hasil berupa copy rancangan/naskah poster yang dibuat. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur/ booklet (minimal 1000 kata).3. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet sesuai dengan Lampiran V. sebagai pembicara / penyaji. yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali kegiatan. LSM.08. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta/panitia dalam temu karya dengan Pemda. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.08.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat nasional sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II.09. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. yaitu 0. LSM. yaitu 0. LSM. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta/panitia sesuai dengan Lampiran II. 16) Melakukan temu karya dengan Pemda. LSM. LSM. 180 . yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu karya dengan Pemda. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan Pemda. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan Iainnya. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. 17) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.

Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran Ill. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada perorangan.18) Sebagai pramuwicara datam pameran kehutanan tingkat Propinsi. 20) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran.08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. yaitu 0. 181 . 19) Sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi. yaitu 0.03. yaitu 0.1. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran Ill. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.

04. yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan organisasi gabungan / asosiasi kelompok sesuai dengan Lampiran I.09. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 22) Menumbuhkan gabungan kelompok / asosiasi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 182 . 23) Menyusun metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk naskah.38. yaitu 0.21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran dan tumbuhnya gabungan kelompok / asosiasi kelompok sasaran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat.04. 183 . Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 27) Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. yaitu 0.06 26) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional. 25) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional.24) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional.15. Tolok Ukur : Konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan yang disiapkan.

Tolok Ukur : Konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan yang disiapkan.5. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembngan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 30) Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan yang disiapkan. yaitu 0.4. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. yaitu 0. 29) Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan.46. Tolok Ukur : Konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 28) Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 184 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.

dan alat bantu penyuluhan kehutanan yang disusun. dan alat bantu penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Rancangan pengembangan aspek teknik. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. yaitu 0.36. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan menyusun rancangan pengembangan aspek teknik. 185 . 31) Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi.36. metodologi. materi. Tolok Ukur : Konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani yang telah disusun. sarana. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas pada acara diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. b. metode. materi. metodologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani sesuai dengan Lampiran V. sarana. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. yaitu : 1) Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 2) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. sarana.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.37. Penyuluh Kehutanan Muda (Ill/c .III/d). yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun.Bukti Fisik : Surat keterangaa menjadi pembahas sesuai dengan Lampiran IV. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk video rekaman 186 . 3) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda.4. yaitu 0.8. b) Bukti hasil berupa copy naskah sound slide yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. 4) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.39. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun berupa sound slide minimal 10 lembar. b) Bukti hasil pekerjaan berupa rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda (RKPK). Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan sound slide sesuai dengan/ pembuatan Lampiran V.

yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.6. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan video rekaman sesuai dengan Lampiran V. 187 . b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy naskah video rekaman yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran radio/TV materi penyuluhan kehutanan yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamflet. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet.6. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk siaran radio/TV Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. 6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk video rekaman minimal 5 menit. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.

Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. yaltu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0.56. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. 188 .56. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet.3 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet) folder.

12) Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. dan pemerintah pusat. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. b) Bukti hasil berupa copy brosur/booklet yang disusun. 13) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada perguruan tinggi. cendekiawan.Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembuatan desain kaji terap/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Desain kaji terap / uji coba yang dibuat.64. Bukti Fisik : Laporan pelaksariaan kegiatan pemantauan dan evaluasi hasil kaji terap teknologi sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 11) Membuat desain kaji terap/uji coba metode penyuluhan kehutanan. 189 . yaitu 0. pemerintah pusat. cendekiawan. yaitu 0. Tolok Ukur : Hasil pemantauan dan evaluasi kaji terap teknologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.6. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap desain.16. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.

06. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 190 . yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. minimal dihadiri 50 orang. pemerintah pusat sebagai Peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. yaltu 0. 15) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Nasional. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat nasional. Bukti Fislk : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya tingkat nasional sebagai instruktur / pembimbing sesuai dengan Lampiran Ill. cendekiawan. b) Laporan pelaksanaan kegiatan instruktur / pembimbing widyakarya. yaitu 0.16. Tolok Ukur : Terselenggaranya ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan tingkat nasional. 14) Menjadi instruktur / pembimbing kegiatan widyakarya tingkat nasional. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan pada pertemuan massal / kampanye tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.16. b) Laporan pelaksanaan kegiatan ceramah umum.

16) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai sutradara dalam penyuluhan melalui siaran radio / TV sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang 191 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran. 18) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. b) Bukti hasil berupa copy naskah skenario siaran penyuluhan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya / desain untuk pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. 17) Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Tolok Ukur : Terselenggaranya penyiaran / penayangan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan yang dilakukan. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan tingkat nasional yang dibuat.59.24.

08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang.44. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap modul. yaitu 0. 21) Menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran / menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). Tolok Ukur : Materi kursus yang disusun dalam bentuk modul. 19) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. yaitu 0.06. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampirari I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy modul. Bukti Fisik : a) Surat keterangan pelaksanaan kegiatan penyusunan materi kursus sesuai dengan Lampiran V.tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. 192 . 20) Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai penyusun pedoman penilaian lomba keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran V.6.21. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penumbuhan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran sesuai dengan Lampiran I Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk tahapan proses setiap Perjanjian Kerja Sama Usaha (PKSU) perusahaan. 24) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.27.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum) sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 23) Menyusul pedoman lomba bidang kehutanan. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy pedoman yang disusun. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap pedoman. 193 . yaitu 0. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran. Tolok Ukur : Pedoman lomba yang disusun. yaitu 0. 22) Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.

27) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 26) Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnaan Iaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. 194 . yaitu 0. yaitu 0. 25) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Rumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan peIaksanan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.08. yaitu 0.14.Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.

Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.42. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.08 28) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang ctibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. yaitu 0. 195 . Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.12 29) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.30. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. 30) Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

32) Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan.46. 33) Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan system monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.80. 196 .31) Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. yaitu 0.96. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.

dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.34) Mendiskusikan konsep pengembangan teknik. Penyuluh Kehutanan Madya (IV/a .12. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV.12. yaitu 0. metodologi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. materi. materi. c. 2) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. metodologi. sarana. yaltu: 1) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.84. yaitu 0. metodologi. 197 . dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji sesuai dengan Lampiran IV. sarana. materi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan teknik. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.IV/c). yaitu 0. sarana. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan hasil diskusi konsep pengembangan teknik.

Buku Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet sesuai dengan Lampiran V. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. yaitu 0.45. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. Tolok Ukur : Hasil rumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani seuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet.36. yaitu 0. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan yang disusun. 4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit.3) Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 198 .58.

8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet / folder. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. 199 . Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet.6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun.84. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster.84. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V.

18.9. 10) Menjadi instruktur/pembimbing widyakarya atau praktek studi banding tingkat internasional. Bukti Fisik : Surat keterangan menjadi peserta/panitia dalam kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. dan pemerintah pusat sesuai dengan lampiran II. yaitu 1. yaitu 0. 9) Melakukan kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi.80. cendekiawan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penceramah pada pertemuan missal / 200 . cendekiawan dan pemerintah pusat. cendekiawan. yaitu 0.b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur / booklet yang disusun. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan temu karya kepeda perguruan tinggi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. pemerintah pusat. 11) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara missal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. Bukti Fisik : Laporan melaksanakan kegiatan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional sesuai dengan lampiran I.

201 . yaitu 0. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk kepada kelompok sasaran lain.09. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara melalui siaran radio/TV.18. 13) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan.18. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.kampanye tingkat internasional yang dihadiri minimal 50 orang. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / Pengisi acara diskusi / wawancara dalam penyuluhan melalui siaran radio/ TV sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0. 12) Sebagai narasumber/pengisi acara diskusi / wawancara. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional sesuai dengan Lampiran I.

12.12. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 15) Sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 17) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.12. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Foto copy Iaporan yang dibuat. 16) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0. 202 . yaitu 0.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.45. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 18) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat.69. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. 19) Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.18. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep 203 . 20) Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan.

08. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. yaitu 1. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.9. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. metodologi. 204 . dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 23) Menyempurnakan konsep pengembangan teknik.pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.2. materi. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan teknik / metodologi. sarana. yaitu 0. materi sarana. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 21) Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumus yaitu 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. 22) Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan.

Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan teknik. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pengembangan Profesi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang melakukan kegiatan pengembangan profesi. diberikan angka kredit sesuai ketentuan yang berlaku. atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah. sarana. 3. yaitu 12. materi. metodologi. b. yaitu 0. Sedangkan Penyuluh kehutanan Madya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 12 (dua belas) dari kegiatan unsur pengembangan profesi untuk kenaikan jabatan / pangkat yang berlaku. 1.5. 2) Bukti hasil berupa buku yang diterbitkan asli atau copynya yang disahkan oleh Kepala/ Pimpinan unit kerja bidang Penyuluh Kehutanan. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kedit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan 205 . Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2) Buku tersebut diedarkan secara Nasional sebagai referensi.72.

yaitu 6. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 2) Pembahasan bidang penyuluhan kehutanan dengan identifikasi penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. atau pihak lain yang diakui oleh LIPI. Tolok Ukur : 1) Karya tuhis ilmiah yang dimuat di majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah. 2.dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI / Departemen yang bersangkutan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang 206 . penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk disebarluaskan secara nasional sebagai referensi dengan identitas penulisnya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. Bukti Fisik : Buku cetakan asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuhuhan kehutanan. 2) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. 2) Bukti hasil berupa majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan / dilegalisir oleh pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penehitian / pengkajian / survei / evaluasi dalam bentuk tulisan yang dimuat di majalah ilmiah sesuai dengan Lampiran V. Apabila ditulis oleh tim (kelompok).

yaitu 4. 2) Majalah tersebut merupakan penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis Iainnya. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI/Departemen yang bersangkutan. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 207 . Apabila ditulis oleh tim (kelompok). penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 3. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah atau pihak lain yang diakui LIPI. 2) Buku hasil pekerjaan berupa buku asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. 2) Buku tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a.dihasilkan. b. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). yaitu 8. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil karya sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan diperpustakaan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. Dalam bentuk buku Tolok Ukur : 1) Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan llmiah hasil gagasan sendiri yang didokumentasikan di perpustakaan instansi / unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi/ kabupaten / kota / kecamatan.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. b. b. yaitu 7. 2) Bukti hasil berupa makatah asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. yaitu 3.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. Surat Keterangan telah melakukan kegiatan menyampaikan prasaran dalam pertemuan bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah panitia / penyelenggara sesuai dengan Lampiran II. 4. Makalah prasaran yang membahas bidang penyuhuhan kehutanan dengan identitas penulisnya. 2) Didokumentasikan di perpustakaan unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi / kabupaten / kota/ kecamatan. Bukti Fisik : a. Apabila ditulis oleh tim (keIompok). b. Tolok Ukur : 1) Makalah tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis belum pernah ditulis penulis Iainnya.5 Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penuh pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Dalam bentuk makalah. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Pertemuan ilmiah tersebut menghasilkan rekomendasi antara lain berasal dari gagasan pemrasaran. Bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan makalah dan pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 208 . Tolok Ukur : a. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah.

Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan a. 209 . Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. yaitu 2. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap karya. b. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 5. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. b. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rumusan.5.5. yaitu 2. Bukti hasil pekerjaan berupa naskah tulisan dan atau contoh alat teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan hasil pengembangan. Tolok Ukur : Hasil karya pengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Bukti Fisik : a. Laporan pelaksanaan kegiatan mengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 5. 6. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung niIai-nilai penyempurnaan atau perbaikan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.0.

.

211 . yaitu 7.5. Bukti Fisik : Majalah cetakan hasil saduran / terjemahan dan buku yang disadur / diterjemahkan asli atau copy disahkan oleh pimpinan unit kerja. yaitu 0.04. b) Buku tersebut belum ada yang menterjemahkan / menyadurnya. Tolok Ukur : a) Diterbitkan oleh penerbit yang memiliki usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk diedarkan secara nasional sebagai referensi. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b) Majalah tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 2 (dua) jam pelajaran. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: 1). yaitu 3. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2. Bukti Fisik : Buku cetakan hasil yang disadur/terjemahan dan buku yang disadur / diterjermahkan asli atau copy yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. a. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah / swasta dan terdaftar pada LIPI.0. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. 2) Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI.

kecamatan. 2). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan : 1) Dalam bentuk buku. 212 . kabupaten/kota.0. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Tolok Ukur : a) Buku tersebut didokumentasikan di perpustakaan unit kerja yang berada di pusat. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. b) Buku hasil cetakan/saduran terjemahan atau foto copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Dalam bentuk makalah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur.5. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. propinsi. yaitu 3.b. b) Buku hasil cetakan / saduran terjemahan dan buku yang diterjemahkan asli atau copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah yang diterbitkan oleh instansi atau organisasi profesi. yaitu 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah.

5. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. 213 . Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Tolok Ukur : 1) Abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan yang resmi baik swasta maupun pemerintah. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dari penyelenggara. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. 2) Belum ada pihak lain yang membuatnya. c) Penyaji dan pembahas makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan.c. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraaan/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan Peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka Kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 1. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Pemrasaran Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. yaitu 3.0. 3) Mengikuti seminar / lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan a) Mengikuti Seminar / lokakarya atau simposium sebagai: 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. Bukti Fisik : Abstrak tulisan ilmiah asli atau copy yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja.

Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV.2. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara.0. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. yaitu 2. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. Pembahas Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. 214 . b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. 3. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Moderator Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan.

atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. 5.0. (2) Sertifikat asli mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. yaitu 2. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota.0. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraan seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. 4. Peserta Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. yaitu 2. Narasumber Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh 215 .

216 . c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. apabila lulusan perguruan tinggi swasta.5. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. 5) Memperoleh gelar kesarjanaan Iainnya a). b) Ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Bukti Fisik : Copy atau salinan surat keputusan keanggotaan tim penilai yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. yaitu 1. Tolok Ukur : a) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu ) tahun. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh : a) Dekan/ketua sekolah tinggi apabda lulusan perguruan tinggi negeri. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Sarjana/D IV Tolok Ukur : Gelar sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesejahteraan di luar bidang tugasnya/ selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. 4) Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. (2) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara.kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran II. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan.0.

Bukti Fisik : Foto copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan / direktur program Pasca Sarjana / rektor Perguruan tinggi apabila lulusan perguruan tinggi negeri. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar yang diperolehnya. apabila lulusan perguruan tinggi swasta.0. 2. Pasca Sarjana Tolok Ukur : Gelar Pasca Sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang tugasnya / selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. 3 Doktor Tolok Ukur : Gelar Doktor yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang / selain bukti kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. yaitu 5. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan/ketua sekolah tinggi direktur program pasca sarjana apabila lulusan perguruan tinggi negeri.0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar. 217 . apabila lulusan perguruan tinggi swasta. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. yaitu 10.

Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi.0 6) Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan a). sebagai: 1. b). Pembedan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. sebagai : 1. yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut.5. Tingkat nasional/intemasional. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap gelar. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi.0 2. 218 . Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Tingkat Propinsi. yaitu 1.5. yaitu 15. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam yaitu 3. yaltu 2. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut.0. 219 . 2.2. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh). 10 (sepuluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh) tahun yang syah. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. 30 (tiga puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga putuh) tahun yang syah. Tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya : 1.35. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap piagam. 3.0. 7) Memperoleh piagam penghormatan a). Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga puluh). 20 (dua puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh) tahun yang syah. yaitu 0.

Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh). yaitu 1. Bukti Fisik : Copy sertifikat pemberian gelar akademis. yaitu 15.0.0. 220 . Pemberian Angka KredIt : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam. b) Gelar kehormatan akademis Tolok Ukur : Gelar kehormatan akademis yang sah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar.

DUPAK beserta Iampirannya disampaikan kepada Sekretaris Jendral melalui Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan.BAB III PENGAJUAN DUPAK. dan menyampaikan DUPAK beserta Iampirannya tersebut kepada Pejabat Penetap Angka Kredit. b) Bagi yang bekerja di Pusat. Pejabat Pengusul setelah menerima berkas DUPAK beserta Iampirannya. b. DUPAK yang telah diisi / dibuat oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan beserta Iampirannya disampaikan kepada Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 221 . DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Pejabat Eselon III yang membidangi administrasi kepegawaian yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. c. PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT A. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala UPT yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala Bagian Kepegawaian atau Pejabat Eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. Tatacara Pengajuan DUPAK a. d. maka Pejabat Pengusul membubuhkan tanda tangannya pada formulir DUPAK yang bersangkutan. Apabila DUPAK dan Iampirannya telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Pengajuan DUPAK bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi / Kabupaten / Kota. Pengajuan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. Pengajuan DUPAK Iingkup Departemen Kehutanan sebagai berikut: 1) Penyuluh Kehutanan Madya : Bagi yang bekerja di UPT dan Pusat. memeriksa kelengkapan persyaratannya. 2) Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Muda : a) Bagi yang bekerja di UPT.

2. 222 . dan/atau e) Pengembangan profesi (contoh lihat Lampiran XII) disertai bukti fisiknya. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan Terampil (contoh Iihat Lampiran VI a-c) b. dan/atau c) Pemantauan. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) dilampiri dengan : 1) Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang meliputi : a) Persiapan penyuluhan kehutanan (contoh Iihat Lampiran VIII) disertai bukti fisiknya. Persyaratan Persyaratan pengajuan DUPAK adalah: a. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan AhIi (contoh lihat Lampiran VII a-c) c. Penyampaian DUPAK beserta Iampirannya kepada Pejabat Pengusul dan Pejabat Penetap Angka Kredit harus mengikuti tata waktu pengusulan sebagaimana tercantum dalam butir 3. dan / atau f) Penunjang penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XIII) disertai bukti fisiknya.e. 3) Copy keputusan pengangkatan dan kepangkatan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. yaitu pada setiap bulan Januari untuk DUPAK periode JuIi sampai dengan Desember tahun sebelumnya dan bulan JuIi untuk DUPAK periode Januari sampai dengan Juni tahun yang bersangkutan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran X) disertai bukti fisiknya. dan/atau b) Pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran IX) disertai bukti fisiknya. atau paling lama satu tahun sekali. Waktu Pengajuan DUPAK Pengajuan DUPAK Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. dari/atau 2) Copy ijazah / STTPL yang pemah diterima yang disahkan / dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. akan dinilai pada periode penilaian angka kredit berikutnya. 3. Apabila penyampaian DUPAK beserta Iampirannya melewati batas waktu yang telah ditetapkan. dan/atau d) Pengembangan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XI) disertai bukti fisiknya.

2. Pada bulan Juli untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan Oktober tahun berjalan. Waktu Penilaian Angka Kredit Penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun.4. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Sekretaris Jendral Departemen Kehutanan. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. 223 . dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. yaitu : a. Pada bulan Januari untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan April tahun berjalan./ I Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/ Unit Kerja yang bersangkutan. Kepala Bagian / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Tim Penilai a. Kepala Bidang / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. b. b. Pejabat Pengusul Pejabat yang berwenang mengajukan Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah : a. B. c. Penilaian Angka Kredit 1.

Tugas Tim Penilai a. Tugas Pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : 1) Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya dilingkungan Departemen Kehutanan. b. c. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). 3.b. d. dan 224 . Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di Iingkup Dinas/ Unit Kerja yang membidangi Kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi ditetapkan oleh Kepala Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. Tugas Pokok Tim Penilai Pusat adalah : 1) Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten / Kota selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten / Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan di Kabupaten / Kota ditetapkan oleh Kepata Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan.

d.2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1).m a s i n g . c. Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di propinsi yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan propinsi masingmasing. 4. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau Pejabat Eselon II di propinsi yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Susunan Keanggotaan Tim Penilai a. Tugas pokok Tem Penilai Kabupaten / Kota adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kebupaten / Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di l i n g k u n g a n K a b u pa t e n / K o ta m a s i n g . Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : 1) Seorang Ketua merangkap anggota 2) Seorang Wakil ketua merangkap anggota 3) Seorang Sekretaris merangkap anggota 4) Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota 225 . d a n 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten / Kota yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1).

b. 5. 2) Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. maka Tim Penilai dapat diangkat dan Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. dibentuk 226 . atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. Sekretariat Tim Penilai a. Apabila Tim Penilai Propinisi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. maka ketua Tim Penilai dapat mengusulkan pengganti anggota Tim Penilai dimaksud kepada pejabat yang bewenang menetapkan Tim Penilai. Apabila jumlah Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas tidak dapat dipenuhi dan Penyuluh Kehutanan. Syarat Dan Masa Jabatan Keanggotaan Tim Penilai a. b. 3) Dapat aktif melakukan penilaian. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. c. Syarat Keanggotaan Tim Penilai Untuk dapat diangkat sebagai anggota Tim Penilai. Apabila Tim Penilai Kabupaten / Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupateri / Kota lain yang terdekat. Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai 1) Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. d. harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Jabatan / pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. 3) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan atau pensiun. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) kali masa jabatan berturut-turut dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) kali masa jabatan. 6. atau kepada Tim Penilai di lingkungari Departemen Kehutanan. Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya.

diproses oleh Sekretariat Tim Penilai untuk dicatat dan diperiksa kelengkapannya kemudian dilaporkan kepada Ketua Tim Penilai angka kredit untuk dinilai. melakukan penilaiani secara sendirisendiri. dan memeriksa dengan seksama kelengkapan lampiran DUPAKnya. d. 5) Memproses hasil penilaian angka kredit oleh Tim Penilai dalam bentuk Rekapitulasi Penilaian Angka Kredit (REPAK). Setelah semua DUPAK dilakukan penilaian. 2) Menyampaikan DUPAK untuk penilaian kepada Ketua Tim Penilai melalui sekretaris Tim Penilai sesuai dengan batas waktu yang te!ah ditetapkan. sekretariat Tim Penilai yang ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. Berkas DUPAK beserta lampiran bukti/dokumen yang diterima oleh Tim Penilai. b. Untuk menjamin obyektivitas penilaian angka kredit. Sekretariat Tim Penilai mempunyai tugas memberikan pelayanan administrasi untuk kelancaran pelaksanaan tugas Tim Penilai. 4) Menyiapkan bahan laporan dan berita acara hasil rapat Tim Penilai.b. maka setiap berkas DUPAK dinilai oleh 2 (dua) anggota Tim Penilai. Hasil Penilaian Angka Kredit (WILPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk ditandatangani oleh para pejabat yang bersangkutan. Ketua Tim Penilai menugaskan seluruh anggota Tim Penilai untuk melakukan penilai terhadap seluruh berkas DUPAK. Rapat pembahasan hasil penilaian angka kredit (rapat Tim Penilai) 227 . Anggota Tim Penilai yang ditugaskan melakukan penilaian sebagaimana dimaksud butir b. Tim Penilai mengadakan rapat pembahasan hasil penilaian tersebut. Tata Cara Penilaian Penilaian angka kredit dilakukan dengan tatacara sebagai berikut : a. 7. sebagai berikut : 1) Menerima dan mencatat Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Penyuluh Kehutanan yang diterima. c. Sekretariat Tim Penilai dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai dengan anggota yang secara fungsional menangani administrasi kepegawaian dan atau pelayanan Penyuluh Kehutanan. e. c. f. 3) Menyiapkan undangan rapat penilaian angka kredit. 6) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim Penilai dalam rangka pelaksanaan penilaian.

maka ketua tim menuangkan hasil penilaian dalam formulir Penetapan Angka Kredit (PAK) dengan menggunakan formulir seperti contoh pada Lampiran XV. maka Ketua Tim Penilai dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli sesuai keperluan. 228 . h. maka yang bersangkutan tidak boleh hadir dalam rapat Tim Penilai dan Ketua dapat menunjuk anggota tim pengganti. 3) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai batas pangkat maksimal (III/d untuk Penyuluh Kehutanan Terampil dan IV/c untuk Penyuluh Kehutanan Ahli) tetap dilakukan penilaian angka kredit sesuai DUPAK yang diusulkan menurut ketentuan dan hasil PAK nya disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. maka rapat dapat dipimpin oleh Sekretaris Tim Penilai. m. selanjutnya diproses sebagai berikut: 1) Bagi Penyuluh Kehutanan yang belum mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. l. j. Apabila DUPAK yang dinilai berasal dari anggota Tim Penilai. Apabila seluruh anggota Tim Penilai yang hadir dapat menerirna hasil penilaian. 2) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. Hasil penilaian angka kredit yang dituangkan dalam formulir PAK tersebut dibuat sekurang-kurangnya rangkap 3 (tiga) dan diserahkan oleh Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. Apabila di dalam penilaian DUPAK terdapat unsur-unsur yang dinilai memerlukan keterangan / klarifikasi dan para ahli. apabila berhalangan dapat dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Penilai dan apabila wakil ketua berhalangan.dianggap sah apabila dihadiri oleh paling sedikit % (tiga per empat) dari seluruh anggota Tim Penilai. Rapat dipimpin oleh ketua Tim Penilai. maka ketua tim memberitahukan hasil penilaian kepada pejabat pengusul dengan menggunakan formulir hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) seperti contoh pada Lampiran XIV. g. i. Hasil penilaian terakhir adalah niliai rata-rata dari hasil penilaian 2 (dua) orang penilai yang bersangkutan. k. maka nilai atau angka kredit yang diberikan kepada penyuluh kehutanan yang bersangkutan dapat diproses lebih lanjut untuk penetapan angka kredit. Hasil penilaian yang telah disetujui oleh anggota Tim Penilai dalam rapat tim.

adalah: a. b.8. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sama dengan angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Propinsi yang bersangkutan. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. b. d. C. Berkat usulan Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan oleh 2. Pejabat Penetapan Angka Kredit Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan penyelenggaraan kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di kabupaten / kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. c. Ketentuan Lain Apabila pada suatu Unit Kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan Jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugasnya. 229 . Penetapan Angka Kredit 1. Tatacara Penetapan Angka Kredit a. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. maka Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau di bawah Jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut : a.

3) Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). 2) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. PAK yang telah ditetapkan. Dengan ditandatanganinya hasil penilaian angka kredit. oleh Sekretariat Tim Penilai diteruskan kepada : 1) Kepala BKN / Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan (asli). 230 . 4) Pejabat lain yang dipandang perlu (tembusan).b. c. 5) Arsip Tim Penilai yang bersangkutan. maka hasil penilaian tersebut ditetapkan sebagai Penetapan Angka Kredit (PAK) d a n p e n e ta pa n n y a t i d a k d a pa t d i a j u k a n k e b e r a ta n .

Gubernur atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. c. b. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma Ill. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 231 . golongan ruang Il/b. Persyaratan a. d. Pengangkatan Pertama Kali 1. Menteri Kehutanan. 2. Bupati/Walikota atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a.l.BAB IV PENGANGKATAN DALAM JABATAN A.

angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah 232 . Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan lI/b dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana dengan angka kredit sebesar 72. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. sehingga jika dijumlahkan sebesar 72 Dengan demikian.4) b. b. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. Ketentuan lain tentang pengangkatan pertama kali a. 4) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya benilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. pendidikan terakhir Sarjana Kehutanan. Contoh pengangkatan pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan : Saudari Sari. pangkat Pengatur Muda Tingkat I golongan Il/b. pendidikan terakhir Diploma Ill Pertanian. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 160 jam (nilai angka kredit : 2) dan unsur utama lain (nilai angka kredit: 10). Saudara lr. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah bidang pertanian (nilai angka kredit 60). 3. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat pertama kali ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama lainnya.Joko. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. golongan ruang Ill/a. pangkat Penata Muda golongan II/a.

Perpindahan Jabatan 1. 233 . Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Keputusan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan sebagaimana contoh Lampiran XVI. Persyaratan a. Tatacara pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat / Propinsi / Kabupaten / Kota yang bersangkutan. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang 2. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 200 jam (nilai angka kredit: 3) dan unsur utama lain (nilai angka kredit : 25). 4.bidang kehutanan (nilai angka kredit : 75). b. c. sehingga jika dijumlahkan sebesar 103. Tatacara pelaksanaan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan a. b. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan II/a dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama dengan angka kredit sebesar 103. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. B.

Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. b. 234 . 3. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Ketentuan lain tentang perpindahan jabatan a. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. 3) Telah mengikuti dan Iulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. golongan ruang Ill/a. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut.akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma III. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit.I. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat dari jabatan lain ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama Iainnya. b. golongan ruang Il/b. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 ( lima ) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya.

Penyesuaian Jabatan 1.4. C. Keputusan pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan sebagaimana contoh Lampiran XVII. Pejabat yang berwenang menetapkan penyesuaian jabatan adalah: a. 4. didasarkan pada jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. 3. 235 . Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Penetapan jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jenjang jabatan lama ke dalam jenjang jabatan baru sebagaimana tersebut dalam angka 1. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jabatan lama ke dalam jabatan baru mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2003 sampai dengan 31 Maret 2004. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dengan format sebagaimana Contoh Lampiran XIX. b. c. Pangkat dan golongan ruang Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan ruang berdasarkan Keputusan pangkat terakhir yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. 6. b. Tatacara pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat/ Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. Tata cara pelaksanaan pengangkatan dan jabatan lain a. 2. 5. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Iingkungan Departemen Kehutanan. Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan disesuaikan dari jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang lama ke dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang baru sesuai lampiran Lampiran XVIII.

Persyaratan Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Kenaikan Jabatan 1. c. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan jabatan a. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. b. b. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 3. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir.PAN/12/2002 dengan ketentuan: 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama.BAB V KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT A. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran III dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. 236 . 2. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan adalah: a. Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan/penyuluhan kehutanan di lingkup Kabupaten/ Kota y a n g b e r s a n g k u ta n s e s u a i k e t e n t u a n y a n g b e r l a k u . b. c.

Penyuluh Kehutanan yang diangkat dalam jenjang Jabatan yang lebih tinggi wajib mengikuti diklat peningkatan profesi yang akan diatur Iebih lanjut dengan Keputusan tersendiri. 2) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / unit kerja pada Propinsi yang bersangkutan. dengan ketentuan: 1) ljazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. 237 . 4) Copy DP-3 satu tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. dan selanjutnya dikirim kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan.c. 3) Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan yang akan didudukinya. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dengan melengkapi berkas yang dipersyaratkan yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. d. kehutanan atau yang serumpun. dengan ketentuan pelaksanaan diklat peningkatan profesi tersebut secara efektif dilaksanakan setelah 2 (dua) tahun sejak Keputusan ini ditetapkan. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja pada Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. 3) PAK terakhir asli. yaitu bidang penyuluhan. 4. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan berikutnya. 2) Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat AhIi. Tata cara pelaksanaan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan a. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli. 2) Copy SK jabatan fungsional terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.

B. selanjutnya memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditetapkan. 3) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk untuk lingkup Kabupaten/Kota. Keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (asli) melalui pimpinan unit kerjanya. 238 . Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi: c. dan b. c. kemudian menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan kepada: 1) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk lingkup Departemen Kehutanan. Pejabat-pejabat tersebut pada huruf a di atas setelah menerima berkas usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan. Kenaikan Pangkat 1. bagi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c di lingkungan Departemen Kehutanan. Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. d. Apabila usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan telah memenuhi persyaratan. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. selanjutnya pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas menerbitkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. 2) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk untuk Iingkup Propinsi. Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan Propinsi / Kabupaten / Kota. Persyaratan Kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.b. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. 2. adalah: a.

d. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda tingkat I. golongan ruang lI/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang IV/b di Iingkungan Kabupaten/ Kota dalam Propinsi yang bersangkutan. 239 . golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. 3) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. golongan ruang IV/b di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan.b. dan 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang lII/d di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. bagi : 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/b di lingkungan Departemen Kehutanan. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dari Penyuluh c. golongan ruang Il/b untuk menjadi Pengatur. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. golongan ruang lII/d di lingkungan Departemen Kehutanan. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina.

Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan pangkat a. golongan Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 d e n g a n k e t e n t u a n : 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. Penyuluh Kehutanan Tingkat AhIi mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. 4) Sekurang-kurangnya memenuhi jumlah angka kredit kumulatif minimal yang ditentukan untuk pangkat Penata Muda. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. 2) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir.2) Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang II /b untuk menjadi Pengatur golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. c. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. b. 240 . Penyuluh Kehutanan yang menduduki pangkat Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d ke bawah yang memperoleh ijazah S1/D-IV dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya sebagai penyesuaian ijazah dengan ketentuan : 1) Kualifikasi ijazah harus sesuai dengan tugas pokoknya. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran Ill dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara N o m o r 1 3 0 / K E P / M . 5) Mengikuti dan lulus ujian penyesuaian kenaikan pangkat. 3) Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. golongan ruang Ill/a. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. 3.

selanjutnya menyampaikan kepada Instansi induk masing-masing untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. 2) PAK (asli) terakhir. 6) Daftar Riwayat Pekerjaan. 4) Copy DP3 dua tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Tata cara usulan kenaikan pangkat Pimpinan unit kerja yang bersangkutan setelah melengkapi usul kenaikan pangkat yang terdiri dari: 1) Copy Kartu Pegawai.4. 5) Daftar Riwayat Hidup (bagi yang pindah golongan). 3) Copy surat keputusan pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 241 .

pangkat Penata Tingkat I. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Madya.BAB VI PEMBEBASAN SEMENTARA. golongan ruang IV/c. c. b) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. a) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di Iingkup Departemen Kehutanan. pangkat Penata Muda. golongan ruang lI/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Penata. c) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN A. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Penyelia. b. golongan ruang IV/b. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pembebasan sementara penyuluh Kehutanan adalah. golongan ruang III/d. pangkat Pembina Utama Muda. pangkat Pembina Tingkat I. 2. golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Pembebasan Sementara dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Alasan pembebasan sementara Penyuluh Kehutanan dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: a. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. 242 .

d. 4) Copy SK tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan atau. b. d. kegiatan yang dilakukan selama dibebaskan sementara tidak dapat dinilai angka kreditnya. b. f. Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a. 243 . kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah ijazah pendidikan yang bersangkutan. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf e dan f di atas. 3. e. b dan c di atas didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan oleh Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap melaksanakan tugas pokoknya tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. Tatacara Penetapan Pembebasan Sementara a. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pembebasan sementara yang terdiri dari : 1) Copy SK pangkat terakhir 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir dan. atau Cuti di luar tanggungan negara. c. Ketentuan lain a. 5) Copy SK hukuman disiplin atau. pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. atau Sedang menjalankan tugas belajar Iebih dari 6 (enam) bulan dibedakan dengan lzin belajar. h. atau Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf h di atas. 4. 3) Copy Surat/SK Penugasan di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan atau. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf g di atas. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah dari unsur pendidikan. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf d di atas. 6) Copy SK cuti di luar tanggungan negara atau. g.

244 . Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampiran XX. c. d. Pengangkatan Kembali 1. 4) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Kabupaten/Kota yang bersangkutan. B. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan c. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada huruf b butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali Penyuluh Kehutanan adalah: a. 2) Sekretaris Direktorat Jenderal/Badan Iingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di lingkup Departemen Kehutanan.7) Copy SK pemberhentian sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. mengajukan usul pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. b.

apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana pencobaan. f. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani cuti. Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. Tata cara penetapan pengangkatan kembali sebagai Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pengangkatan kembali yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir. Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. e. atau 6) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang diberhentikan sementara dari PNS.2. 4) Copy Surat/ SK Pemberhentian dan jabatan struktural/jabatan fungsional lain di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. 245 . Penyuluh Kehutanan yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dari tingkat berat berupa penurunan pangkat. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada butir A angka 2 huruf a. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. b dan c diangkat kembali setelah yang bersangkutan memenuhi angka kredit minimal yang dipersyaratkan. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani hukuman disiplin. atau 8) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang selesai menjalani cuti di luar tanggungan negara. atau 5) Surat keterangan selesai melaksanakan tugas belajar. c. d. Pensyaratan pengangkatan kembali a. 3) Copy PAK terakhir. b. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan 3. atau 7) Surat keterangan selesai menjalani hukuman disiplin. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementana berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966.

Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Agus. Contoh dalam memproses Pengangkatan Kembali: Sdr. Sekretaris Direktorat Jenderal/ Badan lingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. Dalam hal yang demikian. 4. jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. pangkat yang digunakan adalah Penata Tingkat I.2) 3) 4) 5) 6) yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan di Iingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampinan XXI. Agus menjadi sebesar 235 (210 + 25). Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada angka 3 butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. Ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang III/d dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 25. lr. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diporoleh selama yang bersangkutan tidak menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan. Ir. sehingga PAK terakhir Sdr. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang III/d dari jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Muda. golongan ruang Ill/c dengan angka kredit sebesar 210 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. mengajukan usul pembebasan sementara dan jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Agus. Ir. 246 . Ketentuan lain Pegawai Negeni Sipil yang diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a sampai dengan f. maka untuk pengangkatan kembali Sdr.

Anita. c. C. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil dengan tingkat hukuman disiplin berat dan telah memipunyai kekuatan hukum yang tetap. lr. Anita menjadi sebesar 180 (160 + 20). jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda Tingkat I. Dalam hal yang demikian. Menteri Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Ir. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wiiayah Propinsi yang bersangkutan. Alasan pemberhentian Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Ir. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku.Sdri. ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang Ill/c dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 20. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. d. pangkat yang digunakan adalah Penata. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. b. golongan ruang Ill/c dan jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama. Anita. Pemberhentian dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. atau 2. 247 . sehingga PAK terakhir Sdri. dilakukan apabila yang bersangkutan: a. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. goIongan ruang Ill/b dengan angka kredit sebesar 160 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan adalah: a. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

3. golongan ruang lV/c dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. golongan ruang lll/d dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. Tatacara penetapan pemberhentian dan jabatan Penyuluh Kehutanan a. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Departemen Kehutanan. 2) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. atau 4) Penetapan Angka Kredit (PAK) terakhir. 3) Gubernur atau pejabat Iain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku.b. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan mengusulkan bahwa Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan telah memenuhi ketentuan untuk diberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut dalam butir 2 di atas. Tidak dapat memenuhi angka kredit yang ditentukan. b. dan 2) Copy keputusan jabatan Penyuluh Kehutanan terakhir. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda tingkat I golongan ruang Il/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. 2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. 4) Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan 248 . dan 3) Copy keputusan hukuman disiplin. 3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. Usul pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut selanjutnya disampaikan kepada: 1) Menteri Kehutanan. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. dilampiri dengan: 1) Copy keputusan pangkat terakhir.

Pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas selanjutnya memproses usul pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan dan menetapkannya dalam suatu keputusan sesuai ketentuan yang berlaku dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh Lampiran XXII. c. Keputusan tersebut disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya sesuai dengan prosedur yang berlaku. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/kota yang bersangkutan. d. 249 .perundangan yang berlaku.

250 . Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan setelah masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan. 2. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan sampai dengan masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988.PAN/12/2002.

Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. Dilugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. d. e. dan f. atau c. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. c. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Fasilitasi penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN 3. MUHAMMAD PRAKOSA 251 . mencapai batas usia pensiun Pegawai Negeri Sipil. Cuti diluar tanggungan negara. b. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. 2. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan mendapatkan hak-hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN 1. Penyuluh Kehutanan yang sedang dibebaskan sementara karena : a. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat (kecuali pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil). Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. b. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. antara lain melakukan: a.

252 ......…... 4. ......... : ………………………. . ……………………….............….. Jabatan d...... .... ...... .....……………....……………...…....…..……. 3. Penyuluh Kehutanan a.…....…………….…...……………..……………..……………......……………... Mengetahui (Pimpinan Unit Kerja) (Penyuluh Kehutanan ybs) Catatan: Laporan hasil pekerjaan dilampirkan dengan identitas penyusunnya.. / ……. .....……...……………..….. ………………………. : ……………………….. …………....... : ………………………. : ……………………….. .. : ……………………….....…………….…………. ……………………….. / ……. Nama dan NIP b.. Tempat/ Lokasi c. Pangkat / Golongan c.. : ………………………..……………...……………....... .. tanggal …………...... Unit Kerja Dasar Pelaksanaan Nama Kegiatan Tujuan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan a. ....……….......…...... .......... ………………………........... Peserta Hasil Kegiatan : …………...………….…..……………....……….......….. ... 6............. : ……………………….. 5. : ………………………...... .. : ………………………..........…..... : ………….…………….......….. : ………………………................CONTOH LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN…………………………………… 1. Waktu Pelaksanaan b. ..... ...…. 2...……………...….....…..…..

.....................…………………………………………….... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………………...... : ………………..... : …………………….……………………...………….... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya..................……/ ……..……………....……........CONTOH SURAT KETERANGAN KEIKUTSERTAAN DALAM KEPANITIAAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara………........ pada tanggal …………........…...... Telah melakukan kegiatan…………………………………....…….....……/ …………........…………...…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ........ : …………………….…………….…………………………………………….……............……………….......…………………… 253 .....……......di……….. …………………………………....... …………………………………………………………... …………… tanggal………....sebagai…….......

……................ 254 ..…… Ketua Panitia/ Penyelenggara .....……......………….............………/ …………..........…………………………...….... dsb agar dicantumkah jumlah jam pelajarannya..CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI INSTRUKTUR/ PEMBIMBING LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara…………………………........... …………… tanggal………. dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………….......…………………… Catatan: Kegiatan mengajar / kursus. : …………………….. Telah melakukan kegiatan………………………….......… di…………….. ……………………………………………………............…………………………... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.....……………………...... (mengajar / memadu kursus tani / sekolah lapangan...………………/ ………….....…………….. pameran.......... : …….... membimbing penyuluh kehutanan) selama……......……... jam pada tanggal ………….. pramuwicara... : …………………….........

. ………………………………………......…………/ ……......…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ........………………………………………...…………………… 255 .....………..... Dengan judul …………………………………….……………………. MODERATOR................. di …………….......……………………..………........…/ ………....... pada tanggal …………………... PENYAJI DAN NARASUMBER LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……………..... : …………………...........……………….........CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI PEMBAHAS. …………… tanggal……….......……………………… Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.………............………………………………………..…………... : ……………………... : ……………………................. dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………...... Telah bertindak sebagai pembicara ( pembahas / moderator / penyaji / narasumber) (terlampir) dalam ……………………………….

: ……………………....……………….........................................……….................……….……….............…/ ………......... : ………………….......………….......…/ ………...... : …………………….........……….... : ……………………............................................ di ......... yang dilaksanakan pada tanggal ...................…… Pimpinan Unit Kerja / Pejabat Yang Ditunjuk 256 .. Menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………..…………......CONTOH SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………........ : ……………………...............……………….. …………… tanggal………................ Telah melakukan kegiatan .......…………/ ……..........…………/ ……....………... : …………………................. Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya........………......

. 8..960 jam 3. 9...... 3...... 2..... 6. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Lamanya lebih dari 960 jam 2.....640 jam 4.. Lamanya antara 81 .. s/d ..80 jam JUMLAH I 257 .. tanggal .CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LAMPIRAN VIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA NOMOR : Masa penilaian...160 jam 6. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. 5.. 4. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.... Sarjana Muda/ D III 2.... Unit Kerja : 1.. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A... D II B... Lamanya antara 481 . Lamanya antara 30 . Lamanya antara 641 ... 7.......480 jam 5. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.... Lamanya antara 161 ...

3. 8. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Flipchart c. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. 2. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. 2. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 258 . Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot).1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. B. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja 2. Kelompok sasaran lain C. Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) 3. Chart/Gambar B. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melaksanakan temu lapang. 7. 2. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Anggota kelompok sasaran b. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Foto b. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. 6. 9. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran. 4. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/menumbuhkan kelompok sasaran. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/kecamatan. Perorangan b. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan C. 10. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. 5. Kelompok sasaran 2. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran.

gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. PENGEMBANGAN PROFESI A. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 3. PEMANTAUAN. 2. Dalam bentuk majalah. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. b. 2. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. 1. Menyampaikan prasarana berupa tinjauan. B. Dalam bentuk buku. JUMLAH V 259 . Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 4. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b. 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. C. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. JUMLAH IV V. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. D.

Pengurus aktif. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk makalah. Tingkat Propinsi. Anggota aktif. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. 30 (tiga puluh) tahun. sebagai : a. Gelar kehormatan akademis. 2. Narasumber. Pengurus aktif. 1. c. B. G. 2. 10 (sepuluh) tahun. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Moderator. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. 2. Memperoleh piagam kehormatan 1. D. Pembahas. b. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Sarjana Muda/Diploma III 3. Anggota aktif. sebagai: 1. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. 3. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. b. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. 20 (dua puluh) tahun. Dalam bentuk buku. b. 2. JUMLAH VI 260 .1 2 3 4 5 6 7 8 UNSUR PENUNJANG VI. Sarjana/Diploma IV F. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Peserta. E. 4. b. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 5. C. Pemrasaran. 3. Diploma II 2. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. b. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 261 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

.............. 4............................. Pejabat Pengusul ( ......... 262 .................... Catatan Tim Penilai ......... ) NIP........ 3......... .. Tanggal ....... Pejabat Penilai ( ............. Tanggal ................... Catatan Pejabat Penilai ......... ) NIP....1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1................. Ketua Tim Penilai ( ... Dst .............. Tanggal ....... 2.............................. ) NIP.............

NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.. Unit Kerja : 1. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.. Lamanya antara 641 ... Lamanya lebih dari 960 jam 2... Lamanya antara 81 .....80 jam JUMLAH 263 . 2. s/d . 3. 6... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.160 jam 6.. tanggal ....... 9... Lamanya antara 481 .. Sarjana Muda/ D III 2.....960 jam 3. 7... 4..640 jam 4......... 8.. 5.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN LAMPIRAN VIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN NOMOR : Masa penilaian.480 jam 5.... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10... Lamanya antara 30 . D II B.... Lamanya antara 161 .....

Anggota kelompok sasaran b. Kelompok sasaran 2. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat kabupaten/kota. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 7. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. 9. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruktur/pembimbing) tingkat kabupaten/kota. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. 6. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi : a. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan 5. 4. 2. Poster e. Sebagai narasumber 5. Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba 3. 3. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja 2. Selebaran/ pamflet c. 2. 2. Leaflet/folder d. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 3 4 5 6 7 8 III 264 . Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. Melakukan temu usaha. Merekaputulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 6. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 4. Sebagai moderator b. B. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Specimen B. Seri foto b. Maket g. 8. Brosur/booklet (min 1000 kata) f. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. C. Mengolah data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat kabupaten/kota.

C. Dalam bentuk buku. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 4. JUMLAH III PEMANTAUAN. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang C. 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional.1 2 10. 265 . b. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. 5. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Kelompok sasaran lain 13. Dalam bentuk majalah. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 2. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat kabupaten/kota. 4. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. B. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. V. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 12. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Mengolah data hasil pemantauan/pengendalian 3. 11. 6. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan lanjut sampai madya. 1. Perorangan b. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. D. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah.

........... Dst . ) NIP. 4. Catatan Tim Penilai ... ) NIP................................ 266 ...... 2...... ) NIP.................. Tanggal ....1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.......... 3.. Tanggal ................... Pejabat Pengusul ( ............... Tanggal .......... Catatan Pejabat Penilai ....................................................... ............... Ketua Tim Penilai ( ..................... Pejabat Penilai ( ......

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 267 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

.............................. 3. Pejabat Pengusul ( ....... ......... Tanggal ...... 2......................... Pejabat Penilai ( ................................... Tanggal ......... Ketua Tim Penilai ( .... Catatan Tim Penilai ... Catatan Pejabat Penilai . Tanggal ....................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1. ) NIP................. 268 .......................................... ) NIP... Dst ....... ) NIP........... 4.....

9.480 jam 5. 7. 8. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.......... Lamanya antara 481 . 3... Lamanya antara 161 .CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA LAMPIRAN VIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA NOMOR : Masa penilaian...... 4... Lamanya antara 641 . tanggal ...... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1...160 jam 6.. s/d ... Lamanya antara 81 ...960 jam 3...80 jam JUMLAH I 269 . 2...... 5.. Lamanya lebih dari 960 jam 2. Unit Kerja : 1.. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.. Sarjana Muda/ D III 2.... D II B.640 jam 4.. 6..... Lamanya antara 30 . KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.

4. 2. Mock up B. C. 2. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat propinsi. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat/agama. Menganalisis data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. B. 3 4 5 6 7 8 III 270 . Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. 7. 3. 2. Menyusun rencana identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Model i.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 8. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat propinsi. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. D. 3. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Brosur/booklet g. 1. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Leaflet/folder e. Anggota kelompok sasaran b. Kelompok sasaran 2. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat propinsi. Poster f. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. 4. Slide b. Siaran sandiwara di radio/TV c. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Diorama h. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat propinsi. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada tokoh masyarakat/agama. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Selebaran/pamflet d. 6. 5. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1.

B. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. b. Dalam bentuk majalah. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Dalam bentuk buku. b. V. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 2. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah.1 2 9. 4. C. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 4. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 5. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. C. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 3. 1. 271 . Memberikan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan/pengendalian. 2. 2. JUMLAH III PEMANTAUAN. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. D. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyusun kurikulum kegiatan bimbingan teknis/kurus kepada kelompok sasaran. Mengolah. b. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Melaksanakan penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan.

30 (tiga puluh) tahun. 2. Anggota aktif. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 1. b. 3. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Moderator. Diploma II 2. sebagai : a. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Tingkat Propinsi. 2. Memperoleh piagam kehormatan 1. sebagai: 1. c. E. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. 2. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: a. Dalam bentuk makalah.1 2 3 4 5 6 7 8 B. Peserta. Pembahas. Dalam bentuk buku. Sarjana Muda/Diploma III 3. Gelar kehormatan akademis. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Pengurus aktif. Pemrasaran. b. JUMLAH VI 272 . Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. b. 3. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. 5. D. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b. 4. Narasumber. 20 (dua puluh) tahun. 2. Sarjana/Diploma IV F. 10 (sepuluh) tahun. b. G. C. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Anggota aktif. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Pengurus aktif.

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG 273 .

.......................................................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1........ Tanggal ................. .................. ) NIP... ) NIP............ Pejabat Penilai ( ............ Tanggal .. Catatan Tim Penilai .... 3.. Tanggal ............ 274 ..... ) NIP... 4............ 2..................... Catatan Pejabat Penilai ....................................... Pejabat Pengusul ( .... Dst . Ketua Tim Penilai ( ......

2.640 jam 4. Lamanya lebih dari 960 jam 2.480 jam 5. 8...... 7.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10... Unit Kerja : 1... 9.. Lamanya antara 81 .. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.. Sarjana / D IV B. s/d . Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.... 3. 5. tanggal ..960 jam 3.........CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA LAMPIRAN VIIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA NOMOR : Masa penilaian. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.... Pasca Sarjana 3...80 jam JUMLAH I 275 ... Lamanya antara 481 .. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.. Lamanya antara 161 ... 4....... Doktor 2......160 jam 6. 6. Lamanya antara 30 ... Lamanya antara 641 ...

5. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat nasional. 3. Bulletin board (papan buletin) b.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Tingkat propinsi. Tingkat nasional. Melakukan temu karya kepada Pemda. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 276 . OHP transparan c. b. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Kelompok sasaran lain C. Seri slide d. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. LSM. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. 2. 4. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. B. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Selebaran/pamflet e. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa gabungan kelompok / asosiasi. Menyusun instrument dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Leaflet/folder f. 6. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan : a. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Brosur/booklet B. 2. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai jenjang jabatan D. C. Sebagai pembicara/penyaji dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Poster g. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Perorangan b.

Dalam bentuk buku. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Dalam bentuk majalah. PEMANTAUAN. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. JUMLAH V VI. Metodologi. PENGEMBANGAN PROFESI A. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. dan Alat Baru Penyuluhan Kehutanan. 4. Materi.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. 1. 2. 3. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. B. 4. b. Pengembangan Aspek Teknik. 3. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun metode/teknik pemantauan/pengendalian. 2. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 1. C. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 277 . b. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. B. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. JUMLAH IV V. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. b. materi. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 2. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Sarana. 4.

Diploma II 2. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. 5. D. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Sarjana/Diploma IV F. Gelar kehormatan akademis. b. Peserta. c. 1. Tingkat Propinsi. JUMLAH VII 278 . Anggota aktif. sebagai : a.1 2 3 4 5 6 7 8 D. 4. b. Dalam bentuk buku. Sarjana Muda/Diploma III 3. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. b. 20 (dua puluh) tahun. Pemrasaran. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. 10 (sepuluh) tahun. Memperoleh piagam kehormatan 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Dalam bentuk makalah. 2. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Moderator. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. b. G. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 3. E. 2. Anggota aktif. b. 3. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. 2. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Pengurus aktif. Pembahas. C. Pengurus aktif. 30 (tiga puluh) tahun. Narasumber. B. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 2. sebagai: 1.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 279 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

.. Dst ........ ) NIP....... Catatan Pejabat Penilai ......... Pejabat Pengusul ( ...................... ............................................. ) NIP...........................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.. Tanggal .................. Pejabat Penilai ( ........ 280 . 4.. Ketua Tim Penilai ( ..... 3.............. Tanggal .... Catatan Tim Penilai . Tanggal .................................................. 2... ) NIP........

.. tanggal ... Lamanya lebih dari 960 jam 2.. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.160 jam 6.... Pasca Sarjana 3.... Lamanya antara 81 .CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MUDA LAMPIRAN VIIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MUDA NOMOR : Masa penilaian. Lamanya antara 481 ... 6.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.480 jam 5.. 3. 2..960 jam 3..... 9. 7... s/d ....... Lamanya antara 161 ....640 jam 4... 8.. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.. Unit Kerja : 1. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.. 4... Sarjana / D IV B. Lamanya antara 30 .. Lamanya antara 641 . Doktor 2..80 jam JUMLAH I 281 ........ 5...

3. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 4. 8. Selebaran/ pamflet e. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum) 2. C. 5. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran. pemerintah pusat. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karyawisata kepada Perguruan Tinggi. Sound slide b. Poster g. Menganalisa data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Membuat desain kaji terap teknologi anjuran/ uji coba. 7. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. 3. Menyusun pedoman penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. 2. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat nasional. Video c. Sebagai sutradara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Brosur/ Booklet B. B. cendekiawan. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Siaran radio/ TV d. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Menyusun materi kursus dalam kegiatan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. 6. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Perorangan b. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 282 . Kelompok sasaran lain 9. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Leaflet/ folder f. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan.

Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk majalah. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 6. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 3. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a.1 IV. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. b. Dalam bentuk buku. VI. 4. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. B. Metodologi. 2. 5. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. materi. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Pengembangan Aspek Teknik. B. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 2. 1. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan. 3 4 5 6 7 8 V. Materi. 1. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. Sarana. 2. b. 4. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 4. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. JUMLAH V PENGEMBANGAN PROFESI A. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. b. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. 3. 2 PEMANTAUAN. 283 .

Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. b. G. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. 2. Pemrasaran. 20 (dua puluh) tahun. Tingkat Propinsi. b. Sarjana/Diploma IV F. c. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Pengurus aktif. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. 2. 2. D. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. D. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. b. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. sebagai : a. C. Narasumber. B. Diploma II 2. sebagai: 1. Memperoleh piagam kehormatan 1. Pengurus aktif.1 2 3 4 5 6 7 8 C. Dalam bentuk makalah. Peserta. 4. 3. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. 30 (tiga puluh) tahun. Gelar kehormatan akademis. b. Sarjana Muda/Diploma III 3. 5. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Moderator. Pembahas. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. 2. E. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam bentuk buku. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. b. JUMLAH VII 284 . 1. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Anggota aktif. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. 2. 3. Anggota aktif. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. 10 (sepuluh) tahun. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 285 .1 2 3 4 5 6 7 8 VIII.

........ 2....... Dst ......... Tanggal ..... Tanggal ............................ Pejabat Pengusul ( ...........................................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1........... ) NIP....... Pejabat Penilai ( ...................... 4........ ) NIP.. 286 ....................... Catatan Tim Penilai .......... Catatan Pejabat Penilai .... ......................... Ketua Tim Penilai ( . ) NIP.... Tanggal ......... 3..........

3. 7... Doktor 2......160 jam 6. Lamanya lebih dari 960 jam 2.... 4.80 jam JUMLAH I 287 . Pasca Sarjana 3. tanggal ... s/d ..... Lamanya antara 30 .....960 jam 3.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.. Lamanya antara 481 ... 2. 8. Sarjana / D IV B. Unit Kerja : 1.. 5...CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MADYA LAMPIRAN VIIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MADYA NOMOR : Masa penilaian.480 jam 5. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1......... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1. 9....... 6.. Lamanya antara 81 ...640 jam 4.. Lamanya antara 641 .. Lamanya antara 161 .... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A...

1 II. 2. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. IV. Sebagai narasumber/ pengisi acara/ diskusi/ wawancara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. 3. Poster d. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 3. Melakukan temu karya kepada Perguruan Tinggi. 2. cendikiawan. Selebaran/ pamflet b. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. 2. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. 3. 4. 4. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Perorangan b. Kelompok sasaran lain JUMLAH III PEMANTAUAN. Leaflet/ folder c. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. JUMLAH IV 3 4 5 6 7 8 III. 4. B. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Sebagai penyaji dalam pendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Brosur/ Booklet B. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat internasional. Pemerintah Pusat. 288 . Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 5. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usha wanatani. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.

C. 2. Materi. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. JUMLAH VI 289 . Dalam bentuk buku. b. 1. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. 2. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. VI. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Pengembangan Aspek Teknik. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. D. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk majalah. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. 3. 1. 4. Sarana. b. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. B. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. materi. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. b.1 2 3 4 5 6 7 8 V. Metodologi. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. B. 4. 2.

E. 10 (sepuluh) tahun. 2. 2. b. Pembahas. UNSUR PENUNJANG PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A.1 2 3 4 5 6 7 8 VII. 3. 4. Gelar kehormatan akademis. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Moderator. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Pemrasaran. 5. 30 (tiga puluh) tahun. Peserta. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. C. b. Narasumber. Sarjana Muda/Diploma III 3. B. 2. D. sebagai: 1. 2. Memperoleh piagam kehormatan 1. JUMLAH VII 290 . b. Anggota aktif. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Pengurus aktif. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk makalah. 20 (dua puluh) tahun. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Tingkat Propinsi. 1. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Diploma II 2. sebagai : a. c. Dalam bentuk buku. Anggota aktif. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. G. b. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Pengurus aktif. Sarjana/Diploma IV F. 3. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. b.

...... Ketua Tim Penilai ( ................. ) NIP............. Pejabat Penilai ( ..... Tanggal ..... 3........ 4...................... Pejabat Pengusul ( ........... ) NIP................................. Catatan Tim Penilai ....... Tanggal .......... Catatan Pejabat Penilai ............. Dst ... 291 ................................. Tanggal ... ........1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1....... 2... ) NIP.............................

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

292

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

293

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

294

Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :
NO 1 1 2 3 dst. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.K 6 KET/BUKTI FISIK 7

.................., ........................ Atasan langsung,

295

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

296

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

297

......... : .......................................................................................................................................................................... 298 ................ : ................................................... : .................................... : ............................................................................................................................ : : ...................................... : ................................................................................................................................................................................ : ................................................................. : ............................................................................................................ : ... : ...................................................................................................................................................... : ..CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .....................................

........ URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A..........K 6 KET/BUKTI FISIK 7 . Atasan langsung... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst................ Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.. 299 .... .Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan....

..............CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ............................................................................................................................................. : ....................... : .................................. : ........................................................... : .................................................... : ....................................................................................................................... 300 ............ : ....................................... : .............................................................................................................. : ............................................................................................... : .......................................................................................................................................................................... : ........................................................ : : .............................................................

.. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A... 301 ....Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan............. sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst.K 6 KET/BUKTI FISIK 7 ... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.. Atasan langsung........... ..........

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Menyatakan bahwa : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Telah melakukan kegiatan penunjang tugas Penyuluh Kehutanan, sebagai berikut : No. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. ..................., ...................... 2003 (Nama Jabatan) ........................ Kegiatan Penunjang Penyuluh Kehutanan 2 Jenis/Bentuk Kegiatan 3 Jumlah yang dinilai/Kegiatan 4 Pada/ Tempat 5 Keterangan 6

( ........................................ ) NIP

302

CONTOH HASIL PENILAIAN AK HASIL PENILAIAN ANGKA KREDIT PERIODE : ................. S/D .....................

LAMPIRAN XIV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003

Nama NIP Pangkat / Gol. Jabatan Unit Kerja
UNSUR KODE KEGIATAN 4 5 6 7 ANGKA KREDIT KODE KEGIATAN 2 UNSUR UTAMA II III Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan IV Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan V VI Pengembangan Profesi JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI) UNSUR PENUNJANG JUMLAH (VI) Total (I + II + III + IV + V + VI) VII Penunjang Penyuluhan Kehutanan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Persiapan Penyuluhan Kehutanan I PENDIDIKAN 3 SUB UNSUR USULAN PENILAIAN USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT

: : : : :

.................................................. .................................................. .................................................. .................................................. ..................................................
KETERANGAN 8

NO

1

A

B

.................., .......................................... KETUA TIM PENILAI ...........................

303

( ......................................... ) NIP. .....................................

CONTOH : PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / /

Masa Penilaian : ........................ s/d ............................
KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar / Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan Penyuluhan Kehutanan c Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan d Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan e Pengembangan Penyuluhan Kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ........ / PANGKAT .......... / TMT .......... ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan. TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu. Ditetapkan di : Pada tanggal :

304

Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ......./PANGKAT ..................../ TMT ............................. Ditetapkan di : Pada tanggal :

ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.

TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu.

305

CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XVI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

KEPUTUSAN .......................... NOMOR : ............. / ....... / .......... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................... tanggal .......................... dipandang perlu mengangkat saudara .......................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. ............................................................... ...............................................................

b. Mengingat : 1.

Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003; 6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999; 7. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002; 8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .....................................; 9. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .....................................; 10. Keputusan Menteri Kehutanan nomor .................................

306

MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....................................... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a. Nama : ................................................... b. NIP : ................................................... c. Pangkat/Gol. : ................................................... Ruang/TMT d. Unit Kerja : ....................... dari jabatan ..................... dengan angka kredit sebesar .................. (diisi dengan angka dan huruf) .................................................................................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Pada tanggal : :

KEDUA KETIGA

: :

Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. 4. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5. Pejabat lain yang dipandang perlu. *) coret yang tidak perlu.

307

........... 8......... 6..... / .......... b......................... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor . 7......................... 4. tanggal .............. 3.......... 9............. Keputusan Menteri Kehutanan nomor ............. 308 .. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999........... .......... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan........... NOMOR : ...... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001............ .............. / .................................. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ................... 10......... 2......... dipandang perlu mengangkat saudara ................................. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994... 5.....................CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MELALUI PERPINDAHAN JABATAN LAMPIRAN XVII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ................. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999........... Mengingat : 1.......... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002....... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor . TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a..

............................................................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .... b... Pejabat lain yang dipandang perlu........ Ruang/TMT d................................................ Nama : ..... dari jabatan ............................... NIP : .............................. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2........... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a...... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya..................................................... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Pangkat/Gol....... 4............... dengan angka kredit sebesar .. c.. 309 ................... (diisi dengan angka dan huruf) ... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........ *) coret yang tidak perlu........................ : ................. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5...... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. Unit Kerja : .....

I.< 200 200 . III/b Penyuluh Kehutanan Penyelia Penata. I. 1 2 3 4 5 6 7 B. I. III/d Pembina IV/a Pembina Tk. II/c Pengatur Tk. III/a Penata Muda Tk.< 300 300 .< 550 550 . III/d Asisten Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Muda Ajun Penyuluh Kehutanan Madya Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Madya Pengatur Muta Tk. II/b JABATAN BARU PANGKAT/GOLONGAN ANGKA KREDIT 40 .310 JABATAN LAMA Asisten Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Pelaksana Pengatur.< 100 100 . II/d Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan Lanjutan Penata Muda. PENYULUH KEHUTANAN AHLI NO. III/c Penata Tk.< 400 400 .< 80 80 .< 300 300 JABATAN LAMA Ajun Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Utama Pratama Penyuluh Kehutanan Utama Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Muda JABATAN BARU Penyuluh Kehutanan Pertama PANGKAT/GOLONGAN Penata Muda III/a Penata Muda Tk. I.< 150 150 . 1 2 3 4 5 6 7 . I.< 60 60 . PENYULUH KEHUTANAN TERAMPIL NO. I. IV/b Pembina Utama Muda IV/c ANGKA KREDIT 100 . III/b Penata III/c Penata Tk.< 600 700 CONTOH TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XVIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. I.< 200 200 .< 150 150 .

.. Mengingat : 2.... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001 ( L e m b a r a n N e g a r a Ta h u n 2 0 0 1 N o m o r 4 9 ) .. 311 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890).. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547)........CONTOH PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XIX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) NOMOR : ..... Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahunan 1999 Nomor 60.PAN/12/2002 tanggal 3 Desember 2002.... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 43 tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 11..... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. Ta m b a h a n L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3 8 3 9 ) . 3. 4. 1... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. TENTANG PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) Menimbang : bahwa yang namanya tersebut dalam Lampiran Keputusan ini memenuhi syarat untuk penyesuaian dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan angka kreditnya sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M......

. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019)... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil... 6. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan.. Tugas.5..... Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 193.. Kewenangan... Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. 9. Fungsi. 312 . Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 196. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departeman.. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017).. 11.. 12. 7...PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.. 10. sebagaimana telah diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan... Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan..... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4014). 8..... Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nommor 198.. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015)... Memperhatikan : Usul Direktur/Kepala Unit Diklat Nomor ....

Penyuluh Kehutanan yang namanya tersebut dalam lajur 2 disesuaikan jabatannya dari jabatan lama sebagaimana tersebut dalam lajur 3 ke dalam jabatan baru sebagaimana tersebut dalam lajur 4 keputusan ini....MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ... KEDUA : KETIGA : Keputusan ini diberikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya..... Menteri/Kepala LPND/Gubernur/ Bupati/Walikota *) Sekretaris Jendral / Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah *) 313 .......n..... Ditetapkan di Pada tanggal : : a. akan diadakan perbaikan seperlunya........ Bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dengan diktum PERTAMA..... kepadanya diberikan tunjangan jabatan sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.. Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini.

................. 9..... ................................................................................................... .......... 4............... Keputusan Menteri Kehutanan nomor ..... karena ....... ...... Bahwa saudara .................................................PAN/12/2002......... 5........................... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003............................................ 7........ pangkat/golongan ruang ....................................................... ... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001................ ...CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ............... b.... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002.. 314 .... / ...................... berdasarkan ............ jabatan .. / ..... ...................................... NIP........................................ NOMOR : .............. 6........................ ................................................. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999............................................ 3......... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002................................. 8.......... 2........................................................ Mengingat : 1................... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a......... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M................... dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan........

.. Ruang/TMT d............................ Unit Kerja : .............................. Nama : ................................................. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3.....MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2... *) coret yang tidak perlu.... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5... KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.................. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit........... 4.................... : ............ Pangkat/Gol.................................... Pejabat lain yang dipandang perlu....... dari jabatan . Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya....... NIP : ....... mengangkat/mengangkat kembali Pegawai Negeri Sipil : a....... b............................. (diisi dengan angka dan huruf) ................... dengan angka kredit sebesar .... 315 ................ ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya... c..........................

............... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002...... ......... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.......CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN . 10................. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .... NOMOR : . Mengingat : 1. 4...... 316 ......... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994. b................... 9...... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan................. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001................. 5....................... 6.... 2......... 7......... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ......................... dipandang perlu mengangkat kembali Saudara ........................................................ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003................................ .......... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .... / ..... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999....................... TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a............................ / ...... 3.. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor .... tanggal ...... 8.

............ Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2...... dari jabatan .. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3.............. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.. dengan angka kredit sebesar ...... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a.................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .......... : ........................................................... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1............... NIP : .................................. c.... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya. Pangkat/Gol............. 4... Unit Kerja : ......... 317 ........................ Ruang/TMT d................... *) coret yang tidak perlu.................................................. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5. Nama : .............. (diisi dengan angka dan huruf) ........................ b. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya................... Pejabat lain yang dipandang perlu...........

.. 3................ TENTANG PEMBERHENTIAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001.......................................... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003...... 2........................................................................... NOMOR : . 318 ........ Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ...... b......./dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara *)....... terhitung mulai tanggal ... jabatan . telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor ........................................ 9. .......... ..... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002................. NIP..... pangkat/golongan ruang ..................... 6.... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994...... 8. 4........ Mengingat : 1............... Bahwa saudara ............ tanggal .................. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002..... 7........................................... / ........... ........ 5.................. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor ..................PAN/12/2002........... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M...................................... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999................................ / ...CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .............

................................. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya.......... *) coret yang tidak perlu..... 4.... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a................. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3................ Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit..... 319 ......... Ruang/TMT d.................... Nama : .. dengan angka kredit sebesar .MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ................ KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2....... (diisi dengan angka dan huruf) .. c....................... Unit Kerja : ............................................................................. Pejabat lain yang dipandang perlu................ ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya............... dari jabatan ................ NIP : . Pangkat/Gol.................... : ................. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5.................. b...................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful