P. 1
Buku Kehutanan Penyuluh

Buku Kehutanan Penyuluh

|Views: 336|Likes:
Published by Adi Bae

More info:

Published by: Adi Bae on Dec 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2015

pdf

text

original

PETUNJUK PELAKSANAAN DAN TEKNIS

JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN
DAN

ANGKA KREDITNYA

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Jakarta, 2011

KATA PENGANTAR

Ketentuan yang mengatur tenaga fungsional penyuluh kehutanan adalah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang telah diubah melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005; Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/33/M.PAN/10/2006; dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 32 Tahun 2011. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan sangat berhubungan erat dengan petunjuk teknis dari Menteri Kehutanan. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Kepala BKN Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Sedangkan petunjuk teknis jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 272/Kpts-II/2003 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Semoga buku Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dapat dijadikan p e d o m a n b a g i p e n y e l e n g g a r a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n .

Kepala Pusat

Ir. M. Ali Arsyad, M.Sc NIP. 19530511.198203.1.002

i

DAFTAR ISI
PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA I. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........... PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33/M.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ............................................................................... PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ........ KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ................................... KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA VII. KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ....................................................................................... 121 - 319 Hal

1-

7

II.

9 - 12

III.

13 - 15

IV.

17 - 42

V.

43 - 68

VI.

69 - 121

ii

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIKROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.40/Menhut-II/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan, terdapat perubahan nomenklatur instansi Pembina teknis Penyuluh Kehutanan dari Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan menjadi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; bahwa dengan adanya perubahan nomenklatur tersebut berdampak pada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga perlu dilakukan revisi, khususnya yang berkaitan dengan penilaian dan penetapan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan; bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a dan b di atas, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri

b.

c.

1

Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/ M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3000) sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412); Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintahan Nomor 40 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 51. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5121); Peraturan Pemerintahan Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193);

2.

3.

4.

2

5. 6.

Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010; Keputusan Presiden Nomor: 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006; Usul Menteri Kehutanan dengan surat Nomor: S.132/Menhut-IX/2011 tanggal 11 Maret 20011; Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor K.26-30/V.110-1115/93 tanggal 19 April 2011; MEMUTUSKAN:

7.

8. 9.

Memperhatikan :1. 2.

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA.

Pasal I Beberapa ketentuan dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006 diubah sebagai berikut:

3

pangkat Penata Muda. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Sekretaris Daerah Provinsi atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluhan Kehutanan Penyelia. Provinsi. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Pembina. d.1. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. selanjutnya disebut Tim Penilai Unit Kerja. Ketentuan Pasal 15. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementrian Kehutanan. (2) Dalam menjalankan tugas. pangkat Penata Muda. Golongan ruang III/a Pembina. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah: a. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan. pangkat Pembina. pangkat Penata Muda. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Pengantur Muda Tingkat I. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Kepala Badan yang menangani penyuluhan kehutanan. dan Kabupaten/Kota. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. c. golongan ruang IV/b dan pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. 4 . golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. dibantu oleh: a. pangkat Pembina Tikat I. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. b. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing.

Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Unit Kerja. d. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Provinsi bagi Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di provinsi. Adalah : a. Sekretaris Daerah Provinsi atau Pejebat eselon II yang membidangi penyuluhan Kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Provinsi. d. Selanjutnya disebut Tim penilai Kabupaten /Kota. b. 5 . Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. b. c. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat . diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 16 (1) Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terdiri dari unsur teknis yang membidangi penyuluhan kehutanan. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Sekretaris daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota. (4) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh: a. 2. (5) Syarat untuk menjadi Tim Penilai Penyuluh Kehutanan.c. selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. c. Seorang Sekretaris merangkap Anggota yang berasal dari unsur kepegawaian. Seorang Ketua merangkap Anggota. Jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Ketentuan Pasal 16. unsur kepegawaian dan pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan (2) Susunan keanggotaan Tim Penilai sebagai berikut : a. d. paling kurang 2 (dua) orang berasal dari pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan. (3) Anggota tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d.

3. pangkat Pembina. Sekretaris Badan yang membidangi Penyuluhan Kehutanan. c. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut : Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan di Provinsi Kepada b. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai Unit Kerja. Provinsi. 6 . golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan.b. Dapat aktif melakukan penilaian (6) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. (7) Masa jabatan anggota Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. (8) Apabila Tim Penilai belum dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. pangkat Pembina Tingkat I. Sekretaris Daerah Provinsi dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota kepada Kepala Badan yang membidangi Penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya. Pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. dan Kabupaten/Kota. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang IV/b dan Pangkat Pembina Utama Muda. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementerian Kehutanan. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. c. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Provinsi. Pimpinan unit Kerja yang membidangi Penyuluhan Kehutanan di Kementerian Kehutanan kepada Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Penata Muda. Ketentuan Pasal 19. pangkat Pengatur Muda Tingkat I.

pangkat Pembina. Pasal II Peraturan Menteri Negara Pemberdayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. pangkat Penata Tingkat I.Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana.E Mangindaan R A PEND A AY N DA R G UN UR R A AT K A E E F A N A PA R OR P RO SI UB MASI BI E LIK INDON 7 . golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Muda golongan raung III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. NE G S I ARA RA E. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. pangkat Penata Muda golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 30 Mei 2011 ME E NT Menteri Negara NEG R I Pemberdayagunaan Aparatur Negara A Dan Reformasi Birokrasi. d. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Pembina.

.

Menimbang : a. khususnya untuk tingkat terampil yang di persyaratkan minimal Pendidikan Diploma III sulit dipenuhi karena adanya perubahan Institusi pendidikan.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890). 9 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041). NOMOR 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Mengingat : 1. sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169.MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33 /M.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55. bahwa dalam penerapan jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. maka dipandang perlu mengubah Keputusan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara Nomor: 130/KEP/M. bahwa dengan adanya perubahan institusi pendidikan sebagaimana dimaksud dalam butir a di atas. b.

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098). 7. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2823). Peraturan Pemerintah nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193).2. 5. 6. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 151). Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32. Peraturan Pemerintah nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019). 3. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017). 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015). Peraturan Pemerintahan Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . 10 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547). P e m i n d a h a n .

9. Usul Sekertaris Jendral Depertemen Kehutanan Nomor S. Fungsi Susunan Organisasi. Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor : K26-30/V96-7/93 tanggal 5 September 2006.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA Pasal I Mengubah ketentuan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 11 . Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. golongan ruang II/b. 3. 2.peg/2006 tanggal 7 Juni 2006. Tugas. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil : 1. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M.587/II. Berijazah paling rendah SMU/SMK sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan : Pangkat paling rendah Pengatur Muda Tingkat I. 2. 10. dan Tata Kerja Kementerian Negara. menjadi berbunyi sebagai berikut : " Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil atau Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli dapat dipertimbangkan setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Memperhatikan :1. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 4. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2(dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan.

(2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Paling tinggi usia 50 tahun. 6. 3. dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh yang berasal dari pendidikan . 7. pengembangan profesi. 4. 7. 5. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D 12 N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI . Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksana Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam I (satu) tahun terakhir. Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA :12 Oktober 2006 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Tersedianya lowongan dalam formasi jabatan. penyuluhan kehutanan. adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. Pangkat paling rendah Penata Muda. Tersedia lowongan dalam formasi jabatan. Berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. b. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli : 1. 6.5. dan penunjang tugas penyuluhan kehutanan setelah ditetapkan oleh pejabatan yang berwenang menetapkan angka kredit. golongan ruang III/a." Pasal II Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan. 2. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2 (dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. Paling tinggi usia 50 tahun.

PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). dipandang perlu mengubah Lampiran I dan atau II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.Lampiran II NOMOR TANGGAL : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60 /M. Mengingat : 2. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). Menimbang : Bahwa dalam rangka mengembangkan jabatan fungsional jenjang ahli. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). 13 . 1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). 14 . Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). 7. P e m i n d a h a n . Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). 8. 10. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Tambahan Lembaran Negara Nomor 32.3. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. 6. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . 4. Tugas Fungsi. 9. setelah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17).

Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 1 Juni 2005 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. dan Ijazah Sarjana/D IV menjadi 100 angka kredit". Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perubahan Kelima Atas keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. sehingga seluruhnya berubah menjadi berbunyi sebagai berikut : "Unsur pendidikan Ijazah Doktor menjadi 200 angka Kredit. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI 15 . dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. Memperhatikan : Pertimbangan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat nomor WK26-30/V50-8/93 tanggal 29 April 2005.11. Tugas. Pasal II Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.khususnya sub unsur pendidikan sekolah dengan memperoleh Ijazah/gelar. Kewenangan. Fungsi. Ijazah Pasca Sarjana menjadi 150 angka Kredit. Pasal I Mengubah ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Susunan Organisasi. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYA GUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA.

.

Mengingat : 2. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). dipandang perlu mengatur ketentuan pelaksanaanya dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). 1.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan lampiran I dan atau lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M. Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). Menimbang : bahwa dengan berlakunya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. 17 .PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA.

18 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). 9. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22.3. 8. P e m i n d a h a n . Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. 5. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. 7. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). 4. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. 6. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193).

PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Fungsi Kewenangan. Tugas. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. Pasal 2 Untuk memperjelas pelaksanaan Peraturan ini. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005. Pasal 1 Ketentuan pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. dilampirkan salinan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. 11. sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan ini.10. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Peraturan ini. 19 .

Pasal 4 Peraturan Ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak ditetapkanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.Pasal 3 Apabila dalam melaksanakan Peraturan ini dijumpai kesulitan agar ditanyakan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk mendapatkan penyelesaian.PAN/6/2005 tanggal 1 Juni 2005 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005 AN K E P E G A WA AB AD K E PA L Badan Kepegawaian Negara N NE GARA IA Kepala RE PU BLI S NE K I N D OPrapto IA Hadi 20 .

Jabatan Struktural.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA I. Jabatan Karier.Lampiran I NOMOR TANGGAL PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. adalah suatu kedudukan yang menunjukan tugas. Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. Jabatan Fungsional Tertentu. 21 . wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian dan/atau keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan untuk kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi syarat yang ditentukan. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. 2. PENDAHULUAN A. 4. 5. UMUM 1. 3. tanggung jawab. tanggung jawab. tanggung jawab. Jabatan Fungsional. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi Negara. : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M.

adalah pengangkatan Pegawai negeri Sipil ke dalam jabatan fungsional tertentu melalui formasi Calon Pegawai Negeri Sipil. khusus bagi yang pada saat melamar paling rendah memiliki dan menggunakan Ijazah antara lain Ijazah apoteker. TUJUAN Ketentuan dalam Peraturan ini sebagai petunjuk bagi instansi Pembina Jabatan Fungsional dan Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menjamin kelancaran dan keseragaman dalam penetapan pemberian Angka Kredit khususnya sub unsur pendidikan formal dengan memperoleh ijazah/gelar bagi jabatan fungsional tertentu. adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat. pendididkan menengah. Pengangkatan Pertama. adalah pengangkatan pegawai Negeri Sipil dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lain ke dalam jabatan fungsional tertentu. 3. Pendidikan Formal. 2. 4. Penetapan jabatan dan angka kredit jabatan fungsional dilakukan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur Negara. Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil.6. adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. B. dengan memperhatikan usul dari pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan teknis secara tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara. 6. 5. C. Instansi Pembina jabatan fungsional. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan. Angka Kredit. PENGERTIAN Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. 22 . adalah instansi yang bertugas membina suatu jabatan fungsional menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. dan pendidikan tinggi.

adalah Gubernur. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh pejabat struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen. adalah Menteri. Kepala Kepolisian Negara. 1 2 3 Pendidikan SLTA/DIPLOMA I DIPLOMA II DIPLOMA III / Sarjana Muda Angka Kredit Lama 25 50 50 Baru 25 40 60 ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT AHLI No. II. Propinsi. Pimipinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan. 9. dan Ijazah lain yang setara. Jaksa Agung. adalah Bupati/Walikota. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah.Ijazah dokter. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. 8. adalah golongan ruang III/b. BESARAN ANGKA KREDIT Besaran angka kredit untuk Ijazah yang diperoleh dari pendidikan formal diubah sebagai berikut : ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT TERAMPIL No. 7. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. 1 2 3 Pendidikan Sarjana (S1) / DIPLOMA IV Dokter/Apoteker/Magister (S2) Doktor (S3) Angka Kredit Lama 75 100 150 Baru 100 150 200 23 .

6 September 1959 : SLTA : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 g. e. SLTA/Diploma I memperoleh penigkatan pendidikan/ijazah Diploma II Mendapat tambahan angka kredit 15. Pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. h. Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : a. Lahir Pendidikan CPNS PNS 24 . c. d. b. Magister (S2) memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Doktor (S3) Mendapat tambahan angka kredit 50. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda//Diploma III Mendapat tambahan angka kredit 20. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda/Diploma III Mendapat Tambahan angka kredit 35. : : Roby : 260004600 : Jakarta.III. TATA CARA PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT Penetapan pemberian besaran angka kredit sebagaimana tersebut pada Angka Romawi II hanya berlaku untuk pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional dan bagi pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. A. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 75. f. Contoh 1 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl. S a r j a n a M u d a / D i p l o m a I I I m e m p e r o l e h p e n i n g k a ta n pendididkan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 40. Sarjana (S1) Diploma IV memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Mendapat tambahan angka kredit 50. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) mendapat tambahan angka kredit 60.

03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 25 Ijazah SLTA : 60 Angka Kredit yang diperhitungkan : 35 Saudara Roby mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 35 angka kredit • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Diploma III : 35 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian.05.02 Pembinaan Kepegawaian : 75. 25 . III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002.- Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : Penata. : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2004 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Doploma III Administrasi Kepegawaian Negara. telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105. Slamet NIP : 260004500 Tempat/Tgl Lahir : Sukabumi 6 September 1959 Pendidikan : Sarjana (S1) Tahun 2004 CPNS : 1 Maret 1983 PNS : 1 Maret 1984 Pangkat/Golru/TMT : Penata.00 Jumlah : 245. III/c TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Manajemen Sumber Daya Aparatur.05 Saudara Roby telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 245. Contoh 2 : Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs.

Contoh : • Seorang Pengawal Negeri Sipil : Nama : Nining NIP : 260006810 Tempat/Tgl Lahir : Tangerang. golongan ruang II/a. 1. Slamet mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 50 angka kredit • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Ijazah Magister (S2) : 50 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 45.Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah Sarjana (S1) : 100 Ijazah Magister (S2) : 150 Angka Kredit yang diperhitungkan : 50 Saudara Drs. b. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat terampil harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. c. B.12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. Pangkat Paling rendah Pengatur Muda.17.03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25.02 Pembinaan Kepegawaian : 53. Pengangkatan Pertama Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional melalui pengangkatan pertama setelah berlakunya peraturan ini. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 Paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Berijazah paling rendah SLTA/ DIPLOMA I sesuai dengan kompetensi jabatan fungsionalnya. Slamet telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 255.17 Saudara Drs.00 Jumlah : 255. 3 April 1978 26 .

c. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs.02 Pembinaan Kepegawaian : 2. II/c : --: Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. Berijazah paling rendah Sarjana (S1) Diploma IV sesuai dengan kompetensi jabatan fungsional. b. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.55 Saudari Nining dapat diangkat jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat terampil jenjang Analis Kepegawaian Pelaksana pangkat Pengatur. Tuparno NIP : 26006809 Tempat / Tgl Lahir : Kebumen.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 67. 3 April 1976 Pendidikan : Sarjana (S1) CPNS : 1 Maret 2004 PNS : 1 Mei 2005 Pangkat / Golru : Penata Muda.5 • Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencana Kepegawaian : 3. 2. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. golongan ruang II/c dengan angka kredit 67. III/a Jabatan : --Unit Kerja : Biro Kepegawaian 27 . Pangkat paling rendah Penata Muda golongan ruang III/a.55.- Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru Jabatan Unit Kerja : Diploma III : 1 Maret 2004 : 1 Mei 2005 : Pengatur. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Ijazah Diploma III : 60 • Diklat prajabatan : 1.

03 Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 113. Memiliki pengalaman dalam bidangnya paling kurang 2 (dua) tahun. golongan ruang III/a dengan angka kredit 113. Persyaratan Pengangkatan melalui Perpindahan Jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a.pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. c.05. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan fungsional melalui perpindahan jabatan. 3 April 1960 : Sarjana (S1) 28 . C. Pegawai negeri Sipil yang pindah dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lainnya. pengembangan profesi. d. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat Prajabatan : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencanaan Kepegawaian : 7. b. Usia palking tinggi 50 (lima puluh) tahun atau 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun dari jabatan yang diduduki. Memenuhi syarat ketentuan pengangkatan jabatan fungsional tingkat terampil atau tingkat ahli.05 Saudara Drs Tuparno dapat diangkat dalam jabatan fungsional Analis Kepegawaian tingkat ahli jenjang Analis Kepegawaian Pertama pangkat Penata Muda.02 Pembinaan Kepegawaian : 3. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan : : Drs.Sudarja : 260004809 : Kebumen. dan kegiatan penunjang tugas Analis Kepegawaian sewaktu bertugas pada unit tersebut. pangkat ditetapkan sesuai dengan pangkat terakhir yang dimiliki sedangkan jabatan fungsional ditetapkan sesuai dengan besarnya angka kredit yang diperoleh dari pendidikan dan tugas pokok.

Pegawai Negri Sipil yang menduduki jabatan fungsional tingkat terampil telah memiliki pangkat Penata Muda. Golongan Ruang III/a. pengangkatan kedalam jabatan fungsional tingkat ahli selain ijazah yang diperoleh harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan bagi jabatan fungsional tersebut. Telah mencapai angka kredit kumulatif yang ditentukan. juga harus memenuhi persyaratan lain yang ditentukan untuk menduduki jabatan fungsional tingkat ahli. c. Maka penghitungan angka Kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat fungsional tingkat ahli : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 25. Telah menduduki pangkat minimal penata Muda.05 Saudara Drs.05 D. golongan ruang III/a ke atas. golongan ruang III/c dengan angka kredit 155. III/c TMT 1 April 2002 : Pengadministrasi : Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang besangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analisis Kepegawaian. Ijazah sesuai denngan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan.00 Jumlah : 155. dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah sebelum tanggal 1 Juni 2005 dan belum dinilai angka kreditnya.- CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : 1 Maret 1984 : 1 Mei 1986 : Penata. 29 . d. Persyaratan Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut: a.02 Pembinaan Kepegawaian : 23. maka apabila yang bersangkutan akan pindah jabatan dari tingkat terampil menjadi tingkat ahli.03 Penunjang tugas Analisis Kepegawaian : 5. Telah lulus diklat fungsional tingkat ahli. Sudarja dapat diangkat dalam jabatan fungsiomal Analisi Kepegawaian tingkat ahli. Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli. jejang Analis Kepegawaian Pertama pangkat penata. 1. b.

Contoh : 1 • Seorang Pegawai Negeri Sipil: Nama : Rakimin NIP : 260005700 Tempat/Tgl Lahir : Jakarta 2 September 1971 Pendidikan : SLTA CPNS : 1 Maret 1990 PNS : 1 Mei 1991 Pangkat/Golru/TMT : Pengatur TK I, II/d TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Pelaksana TMT 1 Desember 2001 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Kepegawaian. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah SLTA : 25 Ijazah Sarja (S1) : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 75 Saudara Drs. Rakimin mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 75 angka kredit. Saudara Drs. Rakimin dapat dipindahkan dalam jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat ahli apabila sudah mencapai pakat Penata Muda, golongan ruang III/a, dan persyaratan lain melalui pencapaian angka kredit tambahan dari peningkatan pendidikan/ijazah. • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan kepegawaian : 25,02 Pembinaan Kepegawaian : 35,03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 2,00 Jumlah : 164,05 Setelah Saudara Drs. Rakimin naik pangkat Penata Muda Golongan ruang III/a, dan telah lulus diklat fungsional tingkat ahli maka dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli dengan Pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a

30

jabatan Analis Kepegawaian Pertama, dengan Angka Kredit 164,05. Contoh : 2 • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Dadang : 260004502 : Sukabumi; 11 Juli 1959 : Diploma II Tahun 1998 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka Perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan • Ijazah Diploma II : 40 • Ijazah Sarjana (S1) : 100 • Angka Kredit yang diperhitungkan : 60 Saudara Drs. Dadang mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 60 angka kredit. • Ijazah Diploma II : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 60 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjangan tugas Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 270,17 Saudara Drs. Dadang dapat diangkat dalam jabatan analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian muda, dengan Angka Kredit 270,17. Contoh : 3 • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Tatang NIP : 260004501

31

-

Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja

: Sukabumi,6 Oktober 1959 : Diploma III Tahun 1999 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 60 • Ijazah Diploma III :100 • Ijasah Sarjana(S1) : 40 Saudara Drs. Tatang mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 40 angka kredit • Ijazah Diploma III : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 40 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian Jumlah : 250,17 Saudara Drs. Tatang dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 250,17. Contoh 4 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Roby : 260004600 : Jakarta, 6 September 1959 : Diploma III Tahun 2004 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

32

pada bulan 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut: • Pendidikan Diploma III : 60 • Pendidikan Sarjana : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 40 Saudara Roby Mendapatkan tambahan angka kredit untuk kependidikan adalah 40 angka kredit. • Diploma III : 60 • Ijazah Sarjana : 40 • Diklat Tingkat Ahli : 2 • Pelaksanaan Tugas Pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105,02 Pembinaan Kepegawaian : 75,03 • Penunjang Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 287,05

IV. PENUTUP

Saudara Drs. Roby dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian Tingkat Ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 287,05.

Demikian, apabila terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat dikoordinasikan dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Atas perhatian dan Kerja samanya diucapkan terimakasih. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005
AD

AN

K E P E G A WA

K E PA L

Badan Kepegawaian Negara
N
NE
GARA

IA

Kepala

AB

RE

PU

BLI

S NE K I N D OPrapto

IA

Hadi

33

Contoh : A1

34

Contoh : A2

Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005

TMT

35

Contoh : B1 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT /TMT 36 .

Contoh : B2 Masa Penilaian : 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 37 .

Contoh : C Masa Penilaian : 1 Oktober 1999 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 38 .

Contoh : D1 39 .

Contoh : D2 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 c 40 .

Contoh : D3 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 41 .

Contoh : D4 Masa Penilaian : 1 Juli 2005 s/d 31 Oktober 2005 Sarjana 42 .

bahwa dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 3. bahwa Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya tersebut ditetapkan dengan Keputusan Kepala BKN.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dipandang perlu mengatur petunjuk pelaksanaan jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 43 . 2. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Nomor : 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Menimbang : a. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah b. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri. Mengingat : 1. 4. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999.

11. 13. Fungsi. 8. 7. 6. 44 . Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. 9. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003. 12. Kewenangan. Tugas. 10. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2003. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.

melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. 3. adalah Pejabat 2. mau dan mampu memahami. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. metodologi dan teknik analisis tertentu. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pengangkatan dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Tim Penilai Angka Kredit. Pejabat yang berwenang mengangkat. Penyuluh Kehutanan. 4. 5. 45 . 6. Penyuluh kehutanan. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. 7. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. tanggung jawab. sikap perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. adalah proses pengembangan pengetahuan. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. Angka Kredit.

(3) Penilaian dan penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat. Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan. 10. adalah Menteri Kehutanan. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat berkenaan dengan Penyuluh Kehutanan. 9. 8. (2) Setiap usul penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilampiri dengan : a. 11. c. e. jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi telah dapat dipenuhi. f. adalah Departemen Kehutanan. Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang tugas penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. d. Surat pernyataan melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. BAB II USUL DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 2 (1) Usul penetapan angka kredit disampaikan apabila menurut perhitungan sementara dari Penyuluh Kehutanan. Surat pernyataan melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. dilakukan 46 . Salinan atau fotocopy Ijazah/Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) dan atau keterangan/penghargaan yang pernah diterima (apabila ada) yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. g. Surat pernyataan melakukan kegiatan pemantauan. adalah Gubernur. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. adalah Bupati/Walikota. b.Pembina Kepegawaian masing-masing atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. evaluasi dan pelaporan p e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n d a n b u k t i f i s i k n y a . Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya.

3) Pejabat lain yang dipandang perlu. dengan berpedoman pada Lampiran I dan Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 2) Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. (4) Dalam rangka pengendalian dan tertib administrasi penetapan angka kredit. (3) Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit berhalangan sehingga tidak dapat menetapkan angka kredit dalam batas waktu sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (3). maka spesimen tanda tangan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (3) disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. dan Tembusan disampaikan kepada : 1) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 47 . dengan ketentuan : a. Untuk kenaikan pangkat periode Oktober.selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat sebagai berikut : a. b. maka pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat mendelegasikan kepada pejabat lain satu tingkat lebih rendah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran I. Pasal 3 (1) Setiap usul Penetapan Angka Kredit bagi Penyuluh Kehutanan harus dinilai secara seksama oleh Tim Penilai. b. Untuk kenaikan pangkat periode April.PAN/12/2002. angka kredit ditetapkan selambat-lambatnya pada bulan Juli tahun yang bersangkutan. (2) Hasil penilaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (5) Apabila terdapat pergantian pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit.PAN/12/2002. angka kredit ditetapkan selambatlambatnya pada bulan Januari tahun yang bersangkutan. maka spesimen tanda tangan pejabat yang menggantikan disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. Asli Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan kepada Kepala BKN/Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan.

BAB III TIM PENILAI Pasal 4 (1) Syarat pengangkatan untuk menjadi anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (3) Keputusan Menteri Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 3 0 / K E P / M . dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Sekurang-kurangnya menduduki jabatan/pangkat setingkat dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 . anggota Tim Penilai dalam diangkat dari pejabat lain yang mempunyai kompetensi dalam bidang penyuluhan kehutanan. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada huruf a. (2) Masa kerja keanggotaan Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. PASAL 5 (1) Tugas pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : a. Mempunyai kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. (3) Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa keanggotaan sebagaimana dimaksud ayat (1). y a i t u : a. (2) Tugas pokok Tim Penilai Pusat adalah : 48 . c. Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. b. b. (4) Dalam hal komposisi jumlah anggota Tim Penilai seluruhnya atau sebagian tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan karena belum ada/tidak ada yang memenuhi syarat menjadi anggota Tim Penilai. dan Dapat aktif melakukan penilaian. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain.

dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/Kota masingmasing.a. (3) Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : a. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membindangi kehutanan. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dengan huruf a. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. b. b. (5) Apabila Tim Penilai Propinsi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. 49 . yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama dan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Propinsi masing-masing. b. (4) Tugas pokok Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah : a.

(2) Sekretariat Tim Penilai dibentuk dan ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat pengganti anggota Tim Penilai yang bersangkutan. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku Pimpinan Instansi Pembina jabatan Penyuluh Kehutanan.(6) Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. Ketua Tim Penilai dapat mengusulkan anggota pengganti yang memiliki kompetensi sesuai masa kerja yang tersisa kepada pejabat yang berwenang menetapkan Tim Penilai. (8) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang turut dinilai. baik yang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau bukan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan.PAN/12/2002. dibentuk Sekretariat Tim Penilai yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai yang secara fungsional dijabat oleh pejabat di bidang kepegawaian. (9) Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Sekretariat Jenderal. (7) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang pensiun atau berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut. 50 . Pasal 6 (1) Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. (2) Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota lain yang terdekat. Tim Penilai Pusat. Pasal 7 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli. (3) Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai.

c. (5) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. setiap kali dapat dipertimbangkan apabila : a.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. 51 . dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. (2) Kenaikan jabatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. (6) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat yang menduduki jabatan : a. digunakan sebagai dasar untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan.BAB IV KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT Pasal 8 (1) Penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2). sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. b. b. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. (3) Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. c. golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda. dapat dipertimbangkan apabila : a. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. golongan ruang IV/c ditetapkan dengan Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. (4) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda.golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/d. setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. golongan ruang IV/b. b. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. (7) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Propinsi yang menduduki jabatan : a. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. (8) Kenaikan pangkat pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan : a. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda. golongan ruang III/d. 52 . dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. dan b. golongan ruang IV/b. golongan ruang III/d. Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk. golongan ruang III/d. b. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I.

(2) Apabila kelebihan jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (1) memenuhi jumlah angka kredit untuk kenaikan jabatan 2 (dua) tingkat atau lebih dari jabatan terakhir yang diduduki. b. (3) Penyuluh Kehutanan yang naik jabatan sebagaimana dimaksud ayat 2 (dua). golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina Tingkat I. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan. Pangkat Pembina. kelebihan angka kredit tersebut dapat diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya. dengan ketentuan : a. yang berasal dari kegiatan unsur utama.(9) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. 53 . maka Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dapat diangkat dalam jenjang jabatan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki. setiap kali kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi disyaratkan mengumpulkan 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi tersebut. golongan ruang IV/b ditetapkan oleh Gubernur yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. Setiap unsur penilaian dalam DP.3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Pasal 9 (1) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi.

54 . Pasal 11 (1) Untuk menjamin tingkat kinerja Penyuluh Kehutanan dalam mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat. harus didasarkan pada formasi yang ditetapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara. maka pengangkatan Penyuluh Kehutanan harus memperhitungkan keseimbangan antara beban kerja dengan jumlah Penyuluh Kehutanan sesuai jenjang jabatannya. Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata.BAB V PENGANGKATAN. 3. ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran IV. 2. (2) Pengangkatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pengangkatan pertama kali dan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran II. Pasal 12 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tidak dapat merangkap jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran III. PEMBEBASAN SEMENTARA DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 10 Pengangkatan. Pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan. pembebasan sementara dan pemberhentian dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan.

selama menjalani masa hukuman disiplin tetap 55 . (3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. atau Cuti di luar tanggungan negara. (5) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. kecuali untuk persalinan ke empat dan seterusnya. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. (6) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a. b. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. ayat (2) dan ayat (3) didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan. d. atau Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. (4) Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). ayat (2) dan ayat (3) Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya apabila : a. golongan ruang IV/b dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. e. atau Ditugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. c.golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda.

melaksanakan tugas pokok. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. selama pembebasan sementara dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya secara pilihan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku apabila : a. kecuali jenis hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1). (7) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. atau 2. 3. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir. atau Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) dan ayat (3).3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Pasal 14 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : 1. 56 . tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. b.

BAB VI PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN Pasal 15 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. (2) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. (3) Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. (5) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki. 57 . dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. (4) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. Pasal 16 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut pada Pasal 15 ayat (1) sampai dengan ayat (5).

58 .PAN/12/2002. sedangkan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh dari kegiatan unsur utama setelah melalui penilaian dan penetapan angka kredit dari pejabat yang berwenang. c. Pasal 23 dan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. d. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya. (2) Pangkat awal yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. b.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.BAB VII PERPINDAHAN JABATAN Pasal 17 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan atau perpindahan antara jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja (DP. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22.

maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 18 (1) Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. c. b. (2) Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. 59 . Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. e. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. antara lain melakukan : a. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. d. dan Fasilitas penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan. f.

maka jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang didasarkan kepada Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988 harus disesuaikan ke dalam tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 7 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 dapat diangkat dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli.BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19 (1) Dengan berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. (3) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2003 dan harus sudah selesai ditetapkan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret 2004.PAN/12/2002. Pasal 20 Penyuluh Kehutanan yang telah memperoleh Ijazah Sarjana/Diploma IV. sebelum berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. (2) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana ditetapkan pada ayat (1) di atas ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit terakhir yang diperoleh Penyuluh Kehutanan. 60 .PAN/12/2002.

untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.BAB X PENUTUP Pasal 21 Petunjuk Pelaksanaan yang belum cukup diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Kepala BKN. Pasal 24 Keputusan ini disampaikan kepada instansi terkait yang berkepentingan. Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 12 Agustus 2003 KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BA PEGAW AIA N KE DA N GARA NE KEPALA EP UB L IK I N D O N HARDIJANTO ES IA R 61 . dinyatakan tidak berlaku. Pasal 25 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.PAN/12/2002 sebagaimana tersebut pada Lampiran V. Pasal 23 Dengan berlakunya Keputusan ini maka Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 12/SE/1988 sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala BAKN Nomor 348/MENHUT-11/1988 dan Nomor 12/SE/1988. Pasal 22 Untuk memperjelas dan mempermudah pelaksanaan Keputusan ini. dilampirkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.

....... evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan e Pengembangan penyuluhan kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL....... Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. Ditetapkan di : Pada tanggal : 62 ... I II III KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan penyuluhan kehutanan c Pelaksanaan penyuluhan kehutanan d Pemantauan..... / TMT. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. / PANGKAT ... 4. Kepala Biro Kepegawaian/ BKD yang bersangkutan *) *) coret yang tidak perlu. LAMA BARU JUMLAH ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.... .......... 5................... Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan..... s/d . Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 3..........CONTOH PENETAPAN ANGKA KREDIT LAMPIRAN I KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / / Masa Penilaian : .. TEMBUSAN disampaikan kepada : 1.......................

.... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999.............. dipandang perlu mengangkat/ mengangkat kembali *) saudara ........ dalam jabatan Penyuluh Kehutanan... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999. NOMOR : ...... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002......................../....................................................... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ............ Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ....CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA KALI/ PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN KEPALA BADAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ..... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994.. 6............ Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ... ......../...... 7........................................................................ 4...... 8... 63 . 2............. TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA/PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a........................ Mengingat : 1... 9............................... 3........................... tanggal .... b........... 5................ Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002......... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001............... .. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003..................

......... *) coret yang tidak perlu..... dalam jabatan ........................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya........................ 5........ 4.. 64 . ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya............................... ruang/TMT : ................. 2............. d........................................... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a..... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.....................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ........................ Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu. b.. ........... N a m a : ................................ NIP : .................................................................... c................................ dengan angka kredit sebesar ...................................... (diisi dengan angka dan huruf) ........ Pangkat/Gol............ 3................... Unit kerja : ..........

......... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002............................... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999................. ...... ....... 5....... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001................... 6........ Bahwa saudara .... berdasarkan .......................... 2.................. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ........... membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan.......................................... 3................................................................................................................ NOMOR : ............................... Mengingat : 1. 65 ./.. karena ...... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ............ pangkat/golongan ruang ........................... 4. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.. dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan.. Pegawai Negeri Sipil : b......................... jabatan ................./.................. NIP........... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002.CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN III KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ........ 7.......................................... .......

........ ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.......... 66 ........... 3............... dari jabatan ..... b...............a............................................ Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu.............. KEDUA KETIGA : : ............. ruang/TMT : ................... *) coret yang tidak perlu............................................ 5...................................................... Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1................... N a m a : .................................................................... Unit kerja : .......... 4......... d.............. Pangkat/Gol....... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya... .............. 2.......... NIP : ......................... c...

.............................................. tanggal .........../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka 1 (satu) tahun dibebaskan sementara*).............. pangkat/golongan ruang .CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN IV KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ........................... 8.. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002............................................. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003. TENTANG PEMBERHENTIAN DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a...................................... NOMOR : .... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999.... Bahwa saudara ................. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ................./........... 5....... 67 .... Mengingat : 1... telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor .. ........... 3...... jabatan ....... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002.. ....................... 2......... 7... 4. ................................../. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001................... b........ NIP......................... 6....................... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994........ Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ........................................................ terhitung mulai tanggal ............................

.. Pegawai Negeri Sipil : a............ Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya.... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1..........MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ..... 4.............. NIP : ..... d..... ruang/TMT : ..................... N a m a : .. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu...................... 5............ memberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan........ ............................... dari jabatan .................................................... c.................................................... 2...... Pangkat/Gol.................... Unit kerja : ................................. 68 .. . b.......... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya...................................... 3..................................... *) coret yang tidak perlu...................................................

bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil dan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. dipandang perlu menetapkan kembali Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. dipandang perlu meninjau kembali ketentuan tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 6 / M E N PA N / 1 9 8 8 . Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999. Mengingat : 1. b. 2. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. bahwa untuk maksud tersebut huruf a diatas. 3.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. 69 .PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Menimbang : a.

2. 5. Pertimbangan Kelapa Badan Kepegawaian Negara dengan suratnya Nomor K. Susunan Organisasi. Keputusan Presiden Nomor 101 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 6. 70 .74-7/18 tanggal 23 Agustus 2002. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No. Kewenangan. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.4. 7. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 10. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. Fungsi. Usul Menteri Kehutanan dalam surat Nomor 1138/MENHUT-II/2002 tanggal 15 Juli 2002. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan.26-30/V. Tugas. dan Tata Kerja Menteri Negara sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2002. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. 8. 26 Tahun 2001. Tugas. Memperhatikan : 1. 11. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Fungsi. Kewenangan.

Kehutanan. Penyuluh Kehutanan. dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. metodologi dan teknik analisis tertentu. 2. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. 71 . 4. adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan. tanggung jawab. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. 3. kawasan hutan. wewenang. dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu.

adalah proses pengembangan pengetahuan. Penyuluhan Kehutanan. Tim Penilai Angka Kredit.5. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. 7. 6. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. 72 . mau dan mampu memahami. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. Angka kredit.

Pasal 3 (1) Penyuluh Kehutanan berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional penyuluhan kehutanan pada instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. adalah menyiapkan. melaksanakan. adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil. 73 .BAB II RUMPUN JABATAN. Pasal 4 Tugas pokok Penyuluh Kehutanan. mengembangkan. (2) Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK Pasal 2 Penyuluh Kehutanan termasuk dalam rumpun ilmu hayat.

74 . Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 2. f. Pengembangan aspek teknik. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. Persiapan penyuluhan kehutanan. meliputi : 1. Pemantauan. Pengembangan aspek kelembagaan/manajemen penyuluhan kehutanan. c. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. 2. meliputi : 1. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan: 1. d.BAB III UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 5 Unsur dan sub unsur kegiatan Penyuluh Kehutanan. 3. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan Kehutanan. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. 4. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 4. metodologi. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pendidikan dan pelatihan fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pengembangan penyuluhan kehutanan : 1. b. 2. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. 2. 3. meliputi : 1. 3. 2. terdiri dari : a. Pengembangan profesi : 1. 2. Pendidikan. 3. materi. e.

4. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan.g. Mengejar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. 3. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. 6. 7. 2. Penunjang penyuluhan kehutanan : 1. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan. 75 . 5. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Memperoleh piagam kehormatan.

2. Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang III/c. Pengatur Tingkat I. adalah : a. terdiri dari : 1. Penyuluh Kehuttanan Madya. golongan ruang II/c. b. c. (3) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (2) sesuai dengan jenjang Jabatan. golongan ruang III/a. Penyuluh Kehutanan Penyelia. Pengatur Muda Tingkat I. Penata. Penyuluh Kehutanan Penyelia. adalah : a. Pasal 7 (1) Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. golongan ruang III/b. golongan ruang III/a. b. 2. 2. golongan ruang III/d. 76 . Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. golongan ruang II/d. 3. c. terdiri dari : 1. adalah : a. terdiri dari : 1. (2) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) sesuai jenjang jabatan. terdiri dari : 1. Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang II/b. Pengatur. b. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. (2) Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. adalah : a. Penata Muda. Penyuluh Kehutanan Muda. c.BAB IV JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 6 (1) Jabatan Penyuluh Kehutanan terdiri dari Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Penata Muda Tingkat I. Penata Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Penata Muda.

terdiri dari : 1. Pembina. Pembina Tingkat I. golongan ruang III/d. 3. golongan ruang IV/c. Penata Muda Tingkat I. c. b.2. golongan ruang IV/b. golongan ruang IV/a. 2. golongan ruang III/b. 2. Penyuluh Kehutanan Muda. Penyuluh Kehutanan Madya. terdiri dari : 1. Penata. Penata Tingkat I. 77 . golongan ruang III/c. Pembina Utama Muda.

10. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. yaitu : 1. 5. 8. 11. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. 78 . Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan tingkat pelaksana. 4. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran.BAB V RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI DALAM PEMBERIAN ANGKA KREDIT Pasal 8 (1) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart/gambar. sebagai berikut : a. 2. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 12. Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. 7. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flip chart (minimal 5 lembar). 9. 3. 6.

24. 25. 26. Menyusun laporan Triwulan. 21. Menyusun laporan Tahunan. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 14. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demplot). Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai dengan lanjut. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. b. Menumbuhkan organisasi kelompok sasaran.13. Menyusun laporan bulanan. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran di tingkat BPP/ Kecamatan. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. 22. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 17. 15. 79 . Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. 20. 2. 16. Melakukan kegiatan demonstrasi cara. 23. 19. Menjadi pembimbing/ instruktur widya karya atau perjalanan praktek studi banding tingkat desa dan kecamatan. 18. 27. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. yaitu : 1. Melaksanakan temu lapang.

12. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. 4. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. 5. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 6. 10. 13. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 8. 14. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. 17. 80 . Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto (min 5 lbr).3. 7. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. 15. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet (min 1000 kata). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. 16. 9. Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun rencana kerja tahunan. Mengolah data materi penyuluhan kehutanan. 11.

30. 28. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. 81 . Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Lanjutan sampai dengan Madya. 25. Melakukan temu karya kepada anggota kelompok tani binaan. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 32. 29. kehutanan (demontrasi farm). 31. Melaksanakan kaji terap teknologi anjuran/uji coba. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan usahatani. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten/Kota. Melakukan temu usaha. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 27. 26. 23. 20. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. Sebagai moderator dalam temu antar wilayah/teknis. Memberikan bimbingan pada sekolah lapang.18. Sebagai pramu wicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. 24. 33. Sebagai narasumber dalam temu teknis wilayah. 19. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk specimen. 22. 21.

Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/Kota. Menyusun rancangan identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. Melakukan pemantauan/pengendalian penyelenggaran penyuluhan kehutanan. 6. 2. Menyusun panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. 35. 7. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. 41. 8. 3. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. c. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 38. Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan.34. 5. 39. Menyusun laporan triwulan. 4. Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan (sekolah lapang/ magang). 82 . 40. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Penyuluh Kehutanan Penyelia. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan bulanan. Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. 36. Menjadi instruktur atau pembimbing kegiatan widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat Kabupaten/Kota. yaitu : 1. Menyusun laporan tahunan. 37.

18. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. 12. 23.9. 11. 14. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. 19. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. 10. 21. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). 13. 20. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Menganalisis data dalam menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. 16. 83 . Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. 22. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. 17. 15. Melakukan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat / tokoh agama. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet.

30. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Kabupaten/Kota. 38. 32. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Madya sampai dengan Utama. 34. 29. 26. 27. 35. Melakukan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada tokoh masyarakat/ tokoh agama. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Melaksanakan penilaian lomba bidang kehutanan. 33. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Menyusun kurikulum kursus kelompok sasaran. 84 . Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. 36. menganalisis dan menyusun kepada laporan. 39. Menyusun laporan tahunan. Sebagai pembaca naskah/ pemain tunggal dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Menyusun laporan triwulan. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Propinsi. data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 37. Menyusun laporan bulanan. Menjadi instruktur atau pembimbing studi banding widyakarya tingkat Propinsi. Merekomendasi/ tindak lanjut hasil pemantauan/ pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. Mengolah. 28.24. 31. 25.

7. 12. 6. 9. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. 8. 13. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. 11. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. adalah sebagai berikut : a. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 5. 4. 85 .(2) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan kategori keahlian. yaitu : 1. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide (min 10 lbr). Penyuluh Kehutanan Pertama. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet (min 1000 kata). 10. Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 3. 2. Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Menyusun rencana kerja tahunan.

Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi sebagai pembicara/penyaji. 20. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi. 22.14. 24. Menyusun laporan bulanan. LSM. Melakukan temu karya kepada Pemda. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. Sebagai pramu wicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Nasional. Menyusun laporan triwulan. 86 . Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 16. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Nasional. 29. 25. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada Pemda. LSM. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 23. Sebagai pembicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. 30. 27. 17. M e n y u s u n m e t o d a / t e k n i k p e m a n t a u a n / p e n g e n d a l i a n penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 18. 28. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. 19. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan. 26. 15. 21.

Sebagai pembahas dalam mendiskusikan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada perguruan tinggi. 11. Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide (min 10 lbr). 87 . 9. 12. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. b. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet. 10. 4. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. 3. dan pemerintah pusat. cendekiawan. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk Video (rekaman) min 5 menit. Melakukan temu karya kepada perguruan tinggi. 7. 5. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. Menyusun rencana kerja tahunan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. 8. 13. 6. materi. 14. 2. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. dan pemerintah pusat. Membuat desain kaji terap/uji coba metoda penyuluhan kehutanan.31. Penyuluh Kehutanan Muda : 1. cendekiawan.

19. 20. Menyusun laporan bulanan. Sebagai pembahas dalam pendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum). Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. 24. 30. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran. Menyusun pedoman lomba bidang kehutanan. Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Menyusun laporan triwulan. 22. 31. 16. Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnakan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. 29.15. 88 . 23. 27. 25. 18. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya tingkat Nasional. 28. 21. 26. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 17. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. Menyusun laporan tahunan. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.

materi. 3. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. 7. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat internasional. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Penyuluh Kehutanan Madya : 1. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 10. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. 9. 34. c.32. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 33. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. sarana. 5. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. 8. 2. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. 4. 35. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 6. 89 . Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ metodologi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Internasional.

Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 22. 12. Menyusun laporan bulanan. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara melalui siaran radio/TV. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Menyusun laporan triwulan. metodologi. Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. 20. materi. 16. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 17. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.11. 15. (3) Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan kegiatan pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan diberikan nilai angka kredit sebagaimana tercantum dalam Lampiran I bagi Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Lampiran II bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Pasal 9 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam 90 . Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 19. 13. 21. 14. 18. Menyusun laporan tahunan.

(4) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan dan angka kredit masing-masing unsur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 10 Penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). Pengembangan profesi. Unsur utama. 91 . Unsur penunjang. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II. Pasal 11 (1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian angka kredit terdiri dari : a. (3) Unsur penunjang.pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). Persiapan penyuluhan kehutanan. ditetapkan sebagai berikut : a. e. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. terdiri dari : a. Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau satu tingkat dibawah jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan. (2) Unsur utama. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b. b. b. Pendidikan. d. Pemantauan. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya. c. b. angka kredit yang diperoleh ditetapkan adalah sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya. dan f. angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. Pengembangan penyuluhan kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan kehutanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf g. adalah sebagai berikut : a.

92 . golongan ruang III/d. (5) Penyuluh Kehutanan Penyelia. (6) Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Pembina Utama Muda. dengan ketentuan : a. diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari kegiatan unsur pengembangan profesi. (2) Penyuluh Kehutanan Madya yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I. pangkat Penata Tingkat I. Sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. golongan ruang IV/c. golongan ruang IV/c. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. golongan ruang IV/b dan menjadi Pembina Utama Muda. (3) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. b. Sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. (4) Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat pada tahun pertama dalam masa jabatan/pangkat yang didudukinya. pada tahun berikutnya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.Pasal 12 (1) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III dan bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi.

60% (enam puluh persen) bagi penulis utama.Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan yang secara bersama-sama membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. 93 . pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut : a. b. 40% (empat puluh persen) untuk semua penulis pembantu. sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang. (2) Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b.

secara hirarkhi Penyuluh Kehutanan dapat mengajukan usul penilaian dan penetapan angka kredit. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masingmasing. (2) Apabila dari hasil catatan atau inventarisasi seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud ayat (1) dipandang sudah dapat memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat/jabatan. 94 .BAB VI PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 14 (1) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. c. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilakukan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah : a. setiap Penyuluh Kehutanan diwajibkan mencatat atau menginventarisir seluruh kegiatan yang dilakukan. d. b.

(3) Syarat untuk menjadi anggota Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang Anggota. d. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk Tim Penilai Sekretariat Jenderal. 95 . selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota. d. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Kepala Pusat Bina Penyuluhan. Kehutanan Departemen Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk Tim Penilai Propinsi. Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. b. c. d. Seorang Ketua merangkap Anggota. selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi bagi Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi. c. adalah : a. c. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. Pasal 16 (1) Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : a. b. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan bagi Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat. selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi. dibantu oleh : a. untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. (2) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh : a. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. b. Seorang Sekretaris merangkap Anggota.(2) Dalam menjalankan tugas.

c. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai Pengganti. adalah 3 (tiga) tahun. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. (5) Masa jabatan anggota Tim Penilai. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan 96 . (4) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh kehutanan. Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a.b. b. ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku pimpinan instansi pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan. Dapat aktif melakukan penilaian. Pasal 17 (1) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. (6) Apabila tim Penilai belum dapat dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan kepada Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. (2) Apabila terdapat anggota Tim Penilai yang ikut dinilai. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi. Pasal 18 Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Penyuluh Kehutanan.

(2) Terhadap keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 97 .m a s i n g . c. Pasal 20 (1) Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. d. digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membindangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan P e n y u l u h K e h u ta n a n M a d y a d i l i n g k u n g a n m a s i n g . Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. tidak dapat diajukan keberatan oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan.

adalah : a. golongan ruang III/a. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur Muda Tingkat I. ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan. (2) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. c. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). golongan ruang II/b. Serendah-rendahnya berijazah Sarjana (S1) / Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. 98 . b. (3) Kualifikasi pendidikan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2). adalah : a. Berijazah Diploma II atau Diploma III sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. b. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. c. d. d. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). BAB VIII SYARAT PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Pasal 22 (1) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil.BAB VII PEJABAT YANG BERWENANG MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 21 Pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. adalah Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan.

Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun berdasarkan jabatan terakhirnya. b. dan b. 99 . Sesuai dengan formasi Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 atau Pasal 23. Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. c. Memenuhi jumlah angka kredit minimal yang ditentukan untuk jenjang jabatan/pangkatnya. dan c. apabila: a. b. dan jenjang jabatannya ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. Ijazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. dan Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan/pangkat yang akan didudukinya.Pasal 23 Disamping memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 22. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Pasal 25 Penyuluh Kehutanan tingkat terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. pengangkatan dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan harus pula : a.

ayat (2). golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. pangkat Penata Tingkat I. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia. 100 . PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN Pasal 26 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang IV/b. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. pangkat Pembina Utama Muda. pangkat Penata. e. dan ayat (3). golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. b. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. (3) Penyuluh Kehutanan Madya. Menjalani cuti di luar tanggungan negara. golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. d. (4) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud ayat (1). Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya. atau Menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan.BAB IX PEMBEBASAN SEMENTARA. apabila : a. pangkat Penata Muda. c. Ditugaskan secara penuh di luar Jabatan Penyuluh Kehutanan. dibebaska sementara dari jabatannya. pangkat Pembina Tingkat I.

dapat diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat. c. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dan ayat (3). atau Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. (2) Pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. dapat menggunakan angka kredit terakhir yang dimilikinya dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diperoleh selama tidak menduduki Jabatann Penyuluh Kehutanan. b. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1).Pasal 27 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani masa pembebasan sementara sebagaimana dimaksud Pasal 26. Pasal 28 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : a. 101 .

BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 29 Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. Pasal 30 Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan yang telah dilakukan Penyuluh Kehutanan sampai dengan ditetapkannya petunjuk pelaksanaan Keputusan ini. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan. dinyatakan tetap berlaku. masih dinilai berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. 102 . memindahkan.

sepanjang memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan.BAB XI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 31 (1) Dengan berlakunya Keputusan ini. (2) Penyesuaian jenjang jabatan menurut Keputusan ini didasarkan kepada hasil penetapan angka kredit yang terakhir. dan pengembangan karier. Penyuluh Kehutanan dapat dipindahkan ke jabatan struktural atau jabatan fungsional lain. pengalaman. Pasal 32 Untuk kepentingan dinas dan/atau dalam rangka menambah pengetahuan. 103 . maka nama dan jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. disesuaikan dengan nama dan jenjang jabatan menurut Keputusan ini.

BAB XII PENUTUP Pasal 33 Apabila ada perubahan mendasar dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan kehutanan sehingga ketentuan dalam Keputusan ini tidak sesuai lagi. maka Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 16/MENPAN/1988 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku lagi. maka Keputusan ini dapat ditinjau kembali. Pasal 34 Dengan berlakunya Keputusan ini. Pasal 35 Petunjuk pelaksanaan Keputusan ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Pasal 36 Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Pada tanggal ENTER : Jakarta : 3 Desember 2002 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA M U P UN A U B A N A PA R A T E LIK IN D ON 104 R PEISAL TAMIN SI NEG A ARA I PENDA YA RE G .

2. 2. Sarjana muda/Diploma III Diploma II Lamanya lebih dari 960 jam Lamanya 641.12 PK Pelaksana PK Pelaksana Lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan 3. Sekunder Mengelola data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat a. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pelaksana Lanjutan PK Pelaksana 1 I II PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1.80 jam Pengumpulkan data dan informasi wilayah kerja a. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat A. Kabupaten/Kota c. 5. 6. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap buku Setiap peta Setiap naskah 0.16 0. 1. 6.960 jam Lamanya 481-640 jam Lamanya 161.07 0.480 jam Lamanya 81.03 NO.02 PK Pelaksana .09 0.32 0. 4. 4. Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap laporan Setiap laporan 3 4 5 6 60 40 15 9 6 3 2 1 0.03 0. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B.LAMPIRAN I : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.16 0. 1. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. 5.160 jam Lamanya 30. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2.31 0. 7. Propinsi Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan Menyusun / membual peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknulogi kehutanan Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan Memandu penyusunan rencan tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Setiap rencana 105 0. 3. Primer b. Desa dan Kecamatan b.

Sebagai penyaji 2). Melaksanakan kajian identifikasi c.106 1 B.07 0. Mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan 1). Foto 2).02 0. Penyusunan program penyuluhan kehutanan Setiap rancangan Setiap laporan Setiap laporan 0.Mengumpulkan data b. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan 2. Media terproyeksi/audiovisual 1). Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan a.39 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap RDK/RDKK Setiap RDK/RDKK Setiap buku Setiap kerja acuan Setiap paket Setiap paket Setiap paket 0.07 0.05 0.08 0. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi 1.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK P elaksana PK Pelaksana PK Penyelia 1. Menyusun /membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Sebagai pembahas c. Kelompok sasaran lain 1. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0. Chart/gambar b.19 0.32 0. Menyusun rencana identfikasi b.09 0. Seri foto (min 5 lbr) 3).04 0. Menganalisis data 2.08 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN D.08 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b. Flip chart (min 5 lbr) 4).17 0. Mengolah data c.14 0. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan b. Slide .40 0. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan Setiap lembar Setiap paket Setiap paket Setiap gambar Setiap naskah 0. penyuluh kehutanan penyelia 2.04 0. Kelompok wanatani b. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.01 0. Merumuskan hasil identifikasi 2.03 0. Media papan 1). Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan a. Identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan a. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiata(sekolah lapang/ magang) 1.10 0.10 PK Penyelia PK Pelaksa Lanjutan PK Penyelia PK Penyelia Setiap konsep program Setiap konsep Setiap konsep Setiap naskah program PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan 2 3 4 5 6 7 C. Memandu Penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) Dan Rencana Definitif Kebutuhan kelompok (RDKK): a.10 0.

03 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana 107 2).01 0.Penyuluh Kehutanan Pelaksana lanjutan .04 0. Poster. Media cetak 1). Leaflet/folder.30 PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia B.56 0. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Demontrasi cara b.Penyuluh kehutanan penyelia d.08 0. Brosur / booklet (min 1000 kata). Penyuluh kehutanan pelaksana b. Diorama 3).16 0.56 0. Realita 1).28 0.07 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 2.38 0. oleh . Maket 2). Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 2).Penyuluh kehutanan penyelia 3). oleh .04 0. Model 4). Spesimen 5).Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan .16 0. 3. Mock up Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran oleh a.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan .75 0. oleh .80 0. oleh .03 0.Penyuluh kehutanan pelaksanaan lanjutan . Demontrasi hasil . Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.28 0. Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kaji terap teknologi anjuran/uji coba Melakukan demontrasi(percontohan) a.30 0. Menyusun dan membuat selembaran /pamflet.15 0.81 2 3 4 5 6 7 Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit 0.1 Setiap naskah PK Penyelia 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b. 4.16 0. Siaran sandiwara di radio /TV c. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap naskah instrumen Setiap kali 0.60 0.Penyuluh kehutanan penyelia 4). Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran oleh a.

16 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelasana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.08 0.06 0.02 0. Tingkat Desa dan Kecamatan 2).03 0. Tingkat Kabupaten / Kotamadya 3).02 0.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 1). Sebagai narasumber 7.108 2 Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap kali 0. Percontohan petak (demontrasi plot) 2). Kelompok tani binaan b.27 0.08 0. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk a. Percontohan wilayah (demontrasi area) 5. Melakukan temu usaha 10. Melaksanakan kegiatan pameran kehutanan 1). Tingkat desa dan kecamatan b.18 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada: a. Tingkat kabupaten/kotamadya c.22 0. Tingkat kabupaten c. Percontohan usahatani kehutanan (demontrasi fram) 3).48 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Melakukan temu karya kepada: a. Tingkat Kabupaten dan Kotamadya . Tingkat BPP/kecamatan b.05 0. Tingkat Propinsi Setiap kali Setiap kali 0. Tingkat Propinsi b.05 0. Tokoh masyarakat/agama 9. Kelompok tani binaan b. Tingkat propinsi 8.06 0.04 0.06 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan 1 .04 0. Melaksanakan temu tenis antar wilayah / fungsi a.Sebagai pramu wicara 2).07 0.03 0.18 0. Ceramah umum 1).02 0. Sebagai moderator b.08 0. Tingkat propinsi 12. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/pembimbing) a.09 0. Tokoh masyarakat/agama 11. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran a. Melaksanakan temu lapang 6.Sebagai pembuat karya/desain .

01 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2). Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3).menganalis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sebagai berikut .lanjut b.01 0. Pemula . Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3).05 0. Lanjut .01 0. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian 3. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran a. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 109 .Sebagai pembaca naskah/pemain tunggal 14. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada: a. Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantau an/pengedaian 1.06 0.32 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2.02 0.05 0.1 Setiap kali 0.03 0. Perorangan oleh : 1). Kelompok Sasaran lain oleh : 1).30 PK Penyelia PK Penyelia 0.utama 3. Melakukan pemantauan/pengendalian 2.Melaksanakan penilaian lomba 1.16 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0.madya c. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.04 0.Sebagai pembuat karya/desain 13.48 0. Madya .20 0.05 Setiap kali 2 3 4 5 6 7 Setiap orang Setiap orang Setiap orang 0.09 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap gbpp Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia C. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio /TV: .04 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan .08 0.06 0. Mengolah. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan a. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut Setiap laporan Setiap laporan 0. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan C. Penyuluh kehutanan penyelia b. Penyuluh kehutanan penyelia 15. Penyuluh kehutanan pelaksana 2). Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 2. Bulanan 1. Memberikan bimbingan teknis/kursus kepada kelompok sasaran : a.03 0. Menyusun kurikulum kursus b. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV A. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang 1. Menumbuhkan kelompok 2.04 0. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari : a.54 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PEMANTULAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN B.

12 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2.30 0. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2.15 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang B.06 0. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan .50 2. Membuat buku pedoman /petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan PENUNJANG PENYULUH A.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya 7. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3.110 1 Setiap laporan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Mengajar/melatih di bidang KEHUTANAN penyuluhan kehutanan 1.08 2 3 4 5 6 7 V Setiap buku Setiap naskah PENGEMBANGAN PROFESI A. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam Pelajaran 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .50 2.00 3. Penyuluh kehutanan penyelia b. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan 12.00 0.50 5. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengkajian /survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi a. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3.50 6. Dalam bentuk buku b.nilai pembaharuan 2.02 0. Dalam bentuk makalah 4. Penyuluh kehutanan penyelia 1. Penyuluh kehutanan penyelia c. Karya tulis tinjauan atau alasan ilmiah gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan a. Tahunan 1.04 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang VI D. Dalam bentuk buku yang diterbikan secara nasional b.50 1.nilai penyempurnaan pebaikan Membuat buku pedoman/petunjuk pelasana/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan Mengajar/melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan . Dalam buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Merumuskan sisyem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .06 0. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan C. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Triwulan 1.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah 8.00 4.

Anggota aktif 1. Menterjemahkan /menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap buku 3. Anggota aktif 2. Tingkat propinsi.50 1.sebagai : a. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F.00 1.00 2. Narasumber e.00 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Sarjana/diploma IV 1. 10 (sepuluh) tahun 2.50 Semua jenjang 7. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasi : a. Pemasaran b. Dalam bentuk makalah 3. Dalam bentuk buku b.50 0. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.00 15. Diploma II 2.00 5.00 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VII C.35 Setiap makalah Setiap makalah Setiap naskah 3. 20 (dua puluh) tahun c. Moderator c. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehuta nan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 3. Terjemahan/saudara di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Tanda kehormatan satyalancana karya satya a.00 0.00 2. Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E.00 1.00 1.00 0. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Mengikuti seminar/lokakarya atau simposium sebagai a. Pembahas d. Peserta Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan Memperoleh keserjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1.00 4.50 3.50 0.sebagai: a. Sarjana muda/diploma III 3.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang D.00 1.1 PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN B. Memperoleh piagam kehormatan 1. Tingkat nasional/internasional. Pengurus aktif b. Gelar kehormatan akademis 3. Pengurus aktif b. 30 (tiga puluh) tahun b.00 2.00 2. FEISAL TAMIM 111 . Dalam majalah ilmuan yang diakui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2.

12 0. Sebagai narasumber 3. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 150 100 75 15 9 6 3 2 1 0.04 PK Pertama . Lamanya antara 481-640 jam 4. Menganalisis data potensi wilayah dan agroenkosistem serta kebutuhan teknologic kehutanan 3. Lamanya antara 81-160 jam 6. Sebagai penyaji 2. Penyusunan program penyuluhan kehutanan C.07 0. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat PERSIAPAN Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap naskah instrumen Setiap laporan Setiap konsep Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap naskah 3 4 5 6 LAMPIRAN II : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan : 1. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Dokter 2. Lamanya antara 161-480 jam 5. pasca sarjana 3. Lamanya lebih dari 950 jam 2. Lamanya antara 30-80 jam 1. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1.36 0.36 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pertama PK Muda PK Madya PK Madya PK Madya PK Muda PK Madya B. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 1 I II A. Sebagai pembahas c. Menyusun instrumen identifikasi 2.112 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A.12 0. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1.16 0. Lamanya antara 641-960 jam 3. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani b.80 0. Sebagai nara sumber 1. Menyusun rancang bangun rekayasa usaha wanatani : a. Sarjana / Diploma IV 1. Mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan Setiap konsep 0. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 NO.

oleh .30 0. Media cetak 1).58 2 3 4 5 6 7 III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap papan dis Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.oleh . Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.84 0. Seri slide (min 10 lbr) 3). Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan untuk/dalam bentuk a.07 Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0.39 0.1 a.Penyuluh kehutanan muda . Media terproyeksi/audiovisual 1).Penyuluh kehutanan pertama .06 0.Penyuluh kehutanan muda .90 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya 1. Poster.19 0.oleh .penyuluh kehutanan muda . Penyuluh kehutanan pertama b.8 0. Menyusun instrumen 2.Penyuluh kehutanan madya 3).08 0. Penyuluh kehutanan muda c.Penyuluh kehutanan muda . Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan: a. Siaran radio TV c.15 0.oleh .16 0. Media papan 1). Penyuluh kehutanan madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Pertama Setiap recana kerja Setiap paket 0.60 D.60 0. Brosur/booklet. Vidio (rekaman) min 5 menit 5).45 0.Penyuluh kehutanan pertama .penyuluh kehutanan madya 113 .Penyuluh kehutanan pertama .40 0. OHP transparan 2).30 0. Menyusun rancangan sarana penyuluhan 1. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan PK Pertama PK Pertama PK Pertama PK Muda PK Muda PK Muda Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.28 0.Penyuluh kehutanan madya 2).Penyuluh kehutanan pertama . Bulletin boart (papan bulletin) b. Selebaran/pamflet.Penyuluh kehutanan madya 4).60 0.56 0.2 0. Leaflet/folder. Sound slide (min 10 lbr) 4).5 0.32 0.

Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada : .18 0.08 0. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi : a. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran : a. Tingkat nasional .24 0. cendikiawan. LSM.06 0. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan Setiap desain Setiap laporan PK Muda PK Muda PK Petama PK Pertama PK Pertama PK Madya 0.80 PK Muda PK Madya Setiap laporan Setiap laporan 0. Melakukan kaji terap teknologi anjuran / uji coba a.Perguruan tinggi.16 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan 0.18 PK Pertama PK Muda PK Pertama PK Muda PK Madya 1. Tingkat nasional 2.Pemuda.08 0.59 0.08 0.64 0. Penyuluh kehutanan pertama Setiap orang 0. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio/ TV a.Sebagai pramuwicara 2. Melaksakan kegiatan pameran kehutanan 1. Ceramah umum 1.16 1.03 PK Pertama 1 . Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara 9. Melaksanakan kegiatan widyakarya ( perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing a. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Tingkat internasional 7.10 0. Melakukan temu karya kepada : . Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/ kampanye dalam bentuk : a. cendikiawan. Sebagai pembicara / penyaji 3.Sebagai pembuat karya/desain . Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya . Tingkat nasional 4. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi 2. LSM. Tingkat propinsi .114 2 B.perguruan tinggi. pemerintah pusat 6.09 0. Sebagai sutradara b.Pemda.18 PK Muda PK Madya Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali Setiap kali 0.Sebagai pramuwicara 8. Perorangan oleh : 1. Tingkat internasional b.06 0. pemerintah pusat 5. Membuat desain kaji terap/uji coba b. Tingkat nasional b.16 PK Pertama PK Muda Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya .

Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan B. Penyuluh kehutanan pertama 2. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal ( badan hukum ) 2. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran : a.12 0.38 PK Muda PK Pertama PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap laporan 0. A.60 0. Penyuluh kehutanan pertama b. Menyusun metode/ teknik pemantauan/pengendalian 1. Penyuluh kehutanan madya b. Mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan : a.08 0. Kelompok sasaran lain oleh : 1. Penyuluh kehutanan muda 3.08 0.27 PK Muda PK Pertama PK Muda PK Muda C. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara c. Penyuluh kehutanan muda c.04 0. Menyusun materi kursus 1.14 PK Muda PK Madya PK Muda PK Muda C. Bulanan a. Memberikan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran sebagai : a. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan badang kehutanan sebagai berikut : a. Sebagai penyaji b. Penyuluh kehutanan muda c. Penyuluh kehutanan pertama b.12 PK Pertama PK Muda PK Madya 115 2.08 0. Penyuluh kehutanan madya Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.06 0. Pentusunan pedoman penilaian lomba 1. Penyuluh kehutanan muda 3.1 Setiap orang Setiap orang PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0.06 0. Sebagai pembahas 2. Penyuluh kehutanan madya b. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran 3.08 0. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1.04 0. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi b. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap pedoman Setiap naskah 0. Penyuluh kehutanan madya 10.44 0.18 PK Pertama PK Muda PK Madya . Triwulan a.12 0.21 0.09 0.12 0. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan : a. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.09 2 3 4 5 6 7 Setiap modul Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap pksu perusahaan 0. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV.

37 0. materi.50 0. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan c. penyuluh kehutanan madya 1. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan b.36 0. Penyuluh kehutanan pertama b. Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan a.45 2 3 4 5 6 7 V PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A.45 0.20 1.30 0.15 0.46 0. penyuluh kehutanan muda c. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan c.84 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Muda PK Madya B.116 1 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0.08 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan Setiap konsep Setiap laporan 0. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan b.42 0. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 2.40 0. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan 2.95 1. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan c.90 0. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumus Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ materi. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan .80 1. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c.69 0. Pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan : a. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitorin dan evaluasi penyuluhan kehutanan 1. Menyempurnakan konsep pengembangan perecanaan penyuluhan kehutanan 3. Tahunan a. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Menyiap konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan 4. Pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan : a. Pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan : a.

Dalam bentuk buku b. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang di publikasi : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan 2.50 2. Dalam bentuk makalah 4. Dalam buku makalah Setiap buku Setiap makalah 3. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3.50 5.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang B.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam pelajaran Setiap buku Setiap naskah 7.72 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VI PENGEMBANGAN PROFESI Setiap buku Setiap naskah 12. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 1.50 2.50 6. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan C.00 1. gagasan dan atau ulasan ilmidalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan 1. Dalam bentuk buku b.50 Semua jenjang Semua jenjang . Karya tulis ilmiah hasil penelitian/ pengkaji an/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b.00 0.00 3. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b.1 Setiap naskah rumusan 0. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh LIPI 3.04 7.00 Semua jenjang Semua jenjang A. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap naskah 8. Terjemahan/saduran di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasi : a. Mengajar/ melatih di bidang penyuluhan kehutanan B. Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan A. materi . Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan VII PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN D.00 4.50 1. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasansendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang di publikasi : a.00 2. Menterjemahkan/ menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan 117 Mengajar/ melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan 1.00 3. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a. Dalam majalah ilmiah yang diakuioleh LIPI 2. Menyempurnakan pengembangan teknik/metodologi.

00 2. 10(sepuluh) tahun 2.00 15. anggota aktif 2.118 2 Setiap naskah Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Setiap jenjang 5. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. Tingkat nasional/internasional. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F. FEISAL TAMIM Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun 0.00 1. Menjadi angota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G.00 2. Pengurus aktif b.00 2.00 2. Mengikuti seminar/ lokakarya atau simposium sebagai : a. Narasumber e. Gelar kehormatan akademis 1 PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI .00 15.50 C. Pembahas d. sebagai : a.50 0. Mengikuti seminar/ lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan 3. Pemasaran b. Memperoleh piagam kehormatan Menjadi aggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Moderator c. Doktor 1.00 0.00 1. sebagai : a. Pengurus aktif b.00 1.50 3. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan 1. Tingkat propinsi.00 1.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Pasca sarjana 3. 30(tiga puluh) b.00 1. 20(dua puluh) c. Tiada kehormatan satyalencana karya satya : a.50 Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 0.35 3. Peserta 3 4 5 6 7 D. Anggota aktif 1. Sarjana/D IV 2.

Persiapan penyuluhan kehutanan C. FEISAL TAMIM 119 . PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 40 8 JUMLAH 12 60 16 80 20 120 160 240 2 30 100 150 40 200 60 300 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Penyuluh Kehutanan Pelaksana II / b II / c II / d III / a UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan Penyelia III / b III / c III / d 1 > 80% 32 48 64 80 UNSUR UTAMA A.LAMPIRAN III : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Pendidikan B. P e m a n ta u a n .

120 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. Penyuluh Kehutanan Muda III / c III / d III / a III / b UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Pertama Penyuluh Kehutanan Madya IV / a IV / b IV / c LAMPIRAN IV : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Pendidikan B. Persiapan penyuluhan kehutanan C. FEISAL TAMIM . P e m a n ta u a n . e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 100 20 JUMLAH 30 150 40 200 60 240 320 440 560 2 80 300 400 110 550 140 700 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 1 > 80% 80 120 160 UNSUR UTAMA A. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D.

Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahur 1999.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI KEHUTANAN Menimbang : a. b.MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 4. 5. Mengingat : 1. bahwa dalam rangka tertib administrasi kepegawaian dan kelancaran kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan serta untuk mendukung pengembangan karier Penyuluh Kehutanan. bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M. dipandang perlu menetapkan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Kehutanan. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 3.PAN/12/2002 telah ditetapkan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 121 . Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 Jo. 2. Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001. Fungsi. Kewenangan. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/M Tahun 2001.6. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : KEDUA : Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Dengan ditetapkannya keputusan ini. 10. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 8. Pemindahan. 15. 13. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 1 30/KEP/M. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 jo. maka : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 41/Kpts-II/1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan. 12. 122 . Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nornor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 14.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor l23/Kpts-11/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. 9. Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. 7. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 375/Kpts-II/1995 tentang Kedudukan dan Tata Kerja Penyuluh Kehutanan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah. Tugas. 11.

5. 9. Para Pimpinan Unit Kerja Eselon / Lingkup Departemen Kehutanan.: 1. 7. 10. 14. 6. 4.- Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 348/MENHUT-II/1988 dan Nomor 12/SE/1988 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku. Menteri Negara Lingkungan Hidup. Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Para Bupati seluruh Indonesia. 2. Para Gubernur seluruh Indonesia. 3. 13. Kepala Badan Kepegawaian Negara. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Menteri Pertanian. 12. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Propinsi seluruh Indonesia. 8. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN MUHAMMAD PRAKOSA Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. Kepala Unit Pelaksana Teknis di Iingkungan Departemen Kehutanan di seluruh Indonesia. Menteri Kehakiman dan HAM. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. Para Walikota seluruh Indonesia. KETIGA KEEMPAT KELIMA : : : Petunjuk Teknis yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Menteri Kehutanan. Menteri Dalam Negeri. 11. Menteri Kelautan dan Perikanan. 123 .

Maksud Petunjuk teknis ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Penyuluh Kehutanan. Untuk mewadahi keberadaan dan sebagai landasan bagi penetapan jabatan fungsional tersebut.Lampiran Nomor Tanggal : : : Keputusan Menteri Kehutanan 272/Kptd-II/2003 12 Agustus 2003 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA BAB I PENDAHULUAN A. pengelola kepegawaian. Maksud dan Tujuan 1. B. 4. tim penilai. 2. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan semua ketentuan yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian dan kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 124 . Sebagai Pelaksanaan dari Keputusan Presiden tersebut. Latar Belakang 1. disusun Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang mengatur hal-hal yang berkenaan dengan pengelolaan administrasi kepegawaian dan rincian kegiatan teknis di bidang penyuluhan Kehutanan. sehingga pengembangan karier Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan dengan baik.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS) antara lain dinyatakan bahwa untuk meningkatkan mutu profesionalisme dan pembinaan karier PNS perlu ditetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. telah ditetapkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 3. Sebagai penjabaran dan pelaksanaan operasional keputusan-keputusan tersebut. telah ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.

125 . D. Pengertian-pengertian Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan: 1. 6. pembebasan sementara. sub unsur dan butir kegiatan. kenaikan jabatan dan pangkat. rincian dan tolok ukur kegiatan. pengangkatan dalam jabatan. 5. unsur. pengusulan. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. pembinaan dan pengembangan Penyuluh Kehutanan. sehingga dapat memperlancar tugas-tugas Penyuluh Kehutanan. Tujuan Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk mempermudah dan menyeragamkan. penilaian dan penetapan angka kredit. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi Iingkup kehutanan untuk melakukan penyuluhan kehutanan. tanggung jawab. pemahaman pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 3. Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan satuan nilai dan hasil penilaian butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang telah dicapai oleh Penyuluh Kehutanan yang telah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. Penyuluh kehutanan Tingkat AhIi adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. pengangkatan kembali. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. C.2. tim penilai. metodologi dan teknik analisis tertentu. pemberhentian. Penyuluh Kehutanan adalah PNS yang diberi tugas. 4. 2. pengelola kepegawaian. Ruang Lingkup Ruang Iingkup petunjuk teknis ini mencakup tugas pokok. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan butir kegiatan yang dinilai dan harus diisi oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka penetapan angka kredit. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing.

13. 15. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten / Kota dalam melakukan penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan. 8. Tim Penilai Pusat. Penyuluhan Kehutanan adalah proses pengembangan pengetahuan. Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Kepala Pusat Guna Penyuluhan Kehutanan untuk membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. Tim Penilai Propinsi adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan propinsi. mau dan mampu memahami.7. Pejabat Penetap Angka Kredit adalah Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan. 10. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha 126 . sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. 9. Pejabat Pengusul adalah Pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan. 14. 11. Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/ Kota Sekretariat Tim Penilai adalah Sekretariat yang dibentuk untuk membantu Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Tim Penilai Teknis adalah Tim yang dibentuk oleh pejabat yang berwenang untuk memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Madya di ingkungan Departemen Kehutanan. 12.

21.16. Programa Penyuluhan Kehutanan adalah rencana kerja tentang kegiatan penyuluhan kehutanan yang memadukan aspirasi masyarakat sasaran kehutanan dengan potensi wilayah dan program pembangunan kehutanan. disusun secara berurutan atau berangkai berisi petunjuk / informasi kehutanan dengan jumlah rangkaian minimal 5 lembar. 23. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. sistematis dan tertulis setiap tahun. Chart/ Gambar adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas atau bahan sejenis yang menggambarkan konsep pemikiran tentang proses pencapaian suatu kegiatan dalam pembangunan kehutanan. 17. Leaflet/ Folder adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam bentuk lembaran/ lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimatkalimat yang singkat. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah surat tamat pendidikan dan pelatihan yang diperoleh Penyuluh Kehutanan karena mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional. masalah-masalah dan alternatif pemecahannya serta cara mencapai tujuan yang disusun secara partisipatif. yang mencantumkan hal-hal yang perlu disiapkan dalam berinteraksi dengan masyarakat sasaran kehutanan diwilayah kerjanya. kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai keperdulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan Iingkungan. 18. 19. yang menggambarkan keadaan sekarang. tujuan yang ingin dicapai. Rencana Kerja Penyuluh Kehutanan adalah rencana kegiatan yang disusun oleh para Penyuluh Kehutanan berdasarkan programa penyuluhan kehutanan setempat. 24. Flip Chart / Peta Singkap adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran-lembaran kertas. 20. Materi Penyuluhan Kehutanan adalah bahan yang disiapkan oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang berisikan informasi teknis maupun non teknis tentang pembangunan kehutanan. padat. Masyarakat Sasaran Penyuluhan Kehutanan adalah masyarakat sasaran yang berdomisili di sekitar dan di dalam hutan dan atau masyarakat sasaran yang memiliki aktivitas yang berhubungan dengan pembangunan kehutanan. 127 . Pendidikan dan Pelatihan Kedinasan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah pendidikan/pelatihan teknis dan fungsional Penyuluhan Kehutanan. 22.

25. Brosur adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah 5-15 halaman, berisi tulisan dengan kalimat singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. 26. Selebaran adalah materi, penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar- gambar untuk disebarluaskan kepada masyarakat sasaran. 27. Poster adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam sehelai kertas atau selembar papan yang berisikan gambar-gambar dengan sedikit kata yang jelas artinya, tepat pesannya, dapat dengan mudah dibaca pada jarak kurang dari 3 meter. Gambar dapat berupa lukisan, ilustrasi, kartun, atau foto. 28. Booklet adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah lebih dari 15 halaman, berisi tulisan,yang mudah dimengerti dan gambar-gambar/ foto serta dapat dilengkapi dengan grafik, tabel dan lain-lain. 29. Transparansi adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran transparan untuk digunakan pada OHP, berisi petunjuk/ informasi di bidang kehutanan yang dibuat secara manual atau menggunakan komputer, disajikan sebagai alat bantu dalam ceramah, pelatihan, atau kegiatan penyuluhan kehutanan. 30. Seri Foto adalah materi penyuluhan kehutanan berupa rangkaian fotofoto yang disusun secara berurutan sehingga menjadi suatu kesatuan cerita/ gagasan kegiatan di bidang kehutanan. 31. Slide adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 32. Slide Suara (sound slide) adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, disertai dengan komentar (suara) dan atau tulisan/ teks dalam rekaman, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer, dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 33. Film / Kaset Video / Video Disk adalah materi penyuluhan kehutanan berisi rangkaian cerita yang dibuat dalam pita film (16mm atau lainnya) dan diputar dengan proyektor film, atau pada pita video catridge yang diputar pada video player, atau pada Video Compact Disc (VCD) yang diputar pada VCD player atau pada Digital Video Disc (DVD) yang diputar pada DVD player. 34. Naskah Radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan adalah materi penyuluhan

128

35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43.

44.

45.

46.

kehutanan berupa tulisan/ naskah atau skenario yang akan dibacakan atau diperagakan dalam siaran radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan. Instrumen/ dentifikasi adalah alat bantu survey didalam kegiatan identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan, berupa blanko isian/ kuesioner. Instrumen Materi Penyuluhan Kehutanan adalah alat bantu survey untuk mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Papan Buletin / Bulletin Board adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa papan informasi tentang kegiatan pembangunan kehutanan. Maket adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa miniatur tentang gambaran kondisi fisik suatu kegiatan pembangunan kehutanan, dalam suatu wilayah. Diorama adalah penggambaran secara nyata tentang sesuatu kegiatan/peristiwa pembangunan kehutanan dalam bentuk tiga dimensi dengan latar belakang yang dilukis. Model adalah tiruan benda dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil dan benda aslinya yang digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Mock-up adalah tiruan benda/bagiannya yang dibuat sesuai dengan aslinya, digunakan sebagai alat peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Specimen adalah benda asli yang telah diawetkan, karena benda asli sulit didapatkan, digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Metode Penyuluhan Kehutanan adalah cara atau teknik penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan kehutanan oleh Penyuluh Kehutanan kepada masyarakat sasaran baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka mengerti, mau dan mampu menerapkan inovasi baru. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada anggota kelompok sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi anggota kelompok sasaran dalam rangka membantu mereka untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada kelompok masyarakat sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi pertemuan kelompok baik yang rutin maupun yang insidentil dalam rangka membantu kelompok dimaksud dalam rangka membantu untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Uji coba lapang paket teknologi spesifik lokalita disebut juga kaji terap adalah metode penyuluhan kehutanan untuk mencoba suatu teknologi kehutanan yang dilaksanakan oleh masyarakat sasaran, sebagai

129

47.

48.

49.

50.

51.

52.

53.

54.

tindak lanjut dan hasil pengkajian/pengujian teknologi anjuran. teknologi hasil galian sendiri atau dari berbagai sumber teknologi lainnya, untuk mendapatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan/lokasi usahanya dilakukan sebelum demonstrasi. Pengkajian/pengujian Teknologi Anjuran adalah kegiatan pengembangan penelitian sebelum dilakukan uji coba lapang (kaji terap) dari suatu teknologi hasil penelitian yang dilakukan dilahan percontohan (Balai Penelitian Kehutanan, Unit Pelaksana Teknis, Dinas ;dll). Demonstrasi Cara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan yang telah terbukti menguntungkan bagi masyarakat sasaran sasaran. Demonstrasi Hasil adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan atau teknologi lainnya yang sudah spesiflk lokasi, dapat berupa: a. Demontrasi plot yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh perorangan. b. Demontrasi Farm yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh kelompok tani/ masyarakat sasaran. c. Demontrasi Area yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh gabungan kelompok tani / masyarakat sasaran. Temu Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar peneliti, penyuluh dan para petani /masyarakat sasaran untuk saling tukar menukar teknologi informasi sehingga ditemukan teknologi yang akan dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah. Temu Teknis antar Wilayah/Fungsi disebut juga Temu Tugas adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan berkala antara Penyuluh Kehutanan dengan Penyuluh Kehutanan atau antara Penyuluh Kehutanan, peneliti, aparat pengaturan dan pelayanan untuk meningkatkan pelayanan kepada petani / masyarakat sasaran dalam mengembangkan usahanya. Temu Wicara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antara petani/masyarakat sasaran dengan pemerintah, untuk bertukar informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan kehutanan, serta partisipasi dan peran serta petani/masyarakat sasaran dalam pembangunan kehutanan. Temu Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar petani/ masyarakat sasaran, untuk bertukar pikiran dan pengalaman, saling belajar, saling mengajarkan keterampilan dan pengetahuan untuk diterapkan oleh petani/ masyarakat sasaran. Temu Usaha adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan

130

55.

56.

57.

58.

59.

60.

61.

62.

pertemuan antar petani masyarakat sasaran dengan pengusaha di bidang kehutanan dalam rangka informasi usaha, promosi usaha, transaksi usaha, perluasan pasar dan kemitraan usaha. Widya Wisata adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya, dengan prinsip belajar dan melihat. Widya Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk mempraktekkan hasil suatu pengajaran atau melakukan suatu karya bermanfaat di tempat yang dituju. Sarasehan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan sebagai forum konsultasi antara kelompok tani/masyarakat sasaran dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara periodik atau insidentil sesuai dengan keperluan untuk membicarakan, memusyawarahkan dan menyepakati pemecahan berbagai permasalahan pembangunan kehutanan. Kursus Tani adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar yang terstruktur yang khusus diperuntukkan bagi petani dan keluarganya, yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur, dan dalam jangka waktu tertentu. Sekolah Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar dengan partisipasi aktif, mencari dan menemukan fakta sendiri, menganalisa dan mendiskusikan diantara anggota kelompok tani/ kelompok sendiri, serta mengambil keputusan bersama bagaimana tindakan selanjutnya, dengan prinsip belajar berdasarkan pengaIaman pada suatu periode usahanya yang dipandu oleh petani/kelompok sendiri dan Penyuluh Kehutanan dalam suatu periode usahanya. Pameran adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model, contoh, barang, peta, grafik, gambar, poster, benda hidup, dan sebagainya secara sistematis pada suatu tempat tertentu, dalam rangka promosi usahanya. Perlombaan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan membandingkan keberhasilan usahatani petani untuk menumbuhkan persaingan sehat diantara para petani beserta keluarganya dalam mengejar suatu prestasi yang diinginkan, sebagai salah satu usaha untuk mendorong agar mau dan mampu meningkatkan usahatani dan kesejahteraannya. Pengembangan Profesi adalah metode penyuluhan kehutanan dalam rangka mengembangkan dari melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk meningkatkan mutu penyuluhan kehutanan dan

131

63.

64.

65.

66.

67. 68.

69. 70.

71.

72. 73.

profesionalisme penyuluh kehutanan serta dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pembangunan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Petani adalah kegiatan yang dilakukan Penyuluh Kehutanan untuk menumbuhkan, mengarahkan, dan mendorong kemampuan para petani agar dapat memecahkan masalah yang mereka hadapi secara mandiri. Karya Tulis llmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seseorang atau lebih yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi, diskripsi dan analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. Karya Tulis llmiah hasil Penelitian/ Pengkajian/ Survei/ Evaluasi adalah suatu karya tulis yang membahas tentang suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian/ pengkajian/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan. Makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah suatu karya tulis yang berdasarkan kaidah ilmu disusun oleh seorang atau Iebih yang membahas suatu pokok persoalan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu kehutanan. Pertemuan llmiah adalah pertemuan yang dilaksanakan untuk membahas suatu masalah yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Saduran adalah naskah yang disusun berdasarkan tulisan orang lain yang telah diubah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berlaku tanpa menghilangkan atau mengubah gagasan penulis asli dilakukan oleh seorang atau lebih. Terjemahan adalah naskah yang berasal dari tulisan orang lain yang dialih bahasakan ke dalam bahasa lain dilakukan oleh seorang atau lebih. Penulis Utama adalah seseorang yang memprakarsai penulisan, pemilik ide tentang hal-hal yang akan ditulis, pembuat pokok-pokok tulisan, pembuat outline, penyusunan serta pembuatan konsep akhir dan tulisan tersebut, sehingga nama yang bersangkutan tertera pada urutan pertama atau dinyatakan secara jelas sebagai penulis utama. Penulis Pembantu adalah seseorang yang memberikan bantuan kepada penulis utama misalnya dalam hal mengumpulkan data, mengolah data, menganalisa data, menyempurnakan konsep/ penambahan bahan materi dan penunjang. Pendukung Penyuluhan Kehutanan adalah kegiatan Penyuluhan Kehutanan yang dapat menunjang penyelenggaraan tugas, wewenang dan tanggung jawab Penyuluh Kehutanan. Membimbing Penyuluh Kehutanan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh, memberi dukungan dan memberi petunjuk kepada

132

74. 75. 76. 77. 78.

Penyuluh Kehutanan yang menduduki, jabatan/pangkat/golongan yang Iebih rendah. Seminar adalah suatu bentuk pertemuan ilmiah untuk membahas masalah tertentu dalam penyuluhan kehutanan untuk memperoleh suatu kesimpulan berdasarkan suatu pendapat bersama. Lokakarya adalah salah satu bentuk pertemuan untuk membahas masalah tertentu dalam bidang kehutanan untuk memperoleh hasil tertentu yang perlu ditindaklanjuti. Penghargaan adalah kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah (Pusat, Propinsi, Kabupaten/ Kota), Organisasi/ Lembaga Nasional/ Internasional. Organisasi Profesi adalah organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada disiplin ilmu pengetahuan di bidang kehutanan dan etika profesi di bidang penyuluhan kehutanan. Kelas Kemampuan Kelompok adalah ukuran kemajuan kelompok tani dari pemula, lanjut, madya sampai utama.

133

c. b. Pendidikan. terdiri atas unsur dan sub unsur: 1. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. Pendidikan dan pelatihan kedinasan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. c. b. meliputi: a.BAB II JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. 3. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. meliputi: a. Bidang Kegiatan Bidang kegiatan Penyuluh Kehutanan. Persiapan penyuluhan kehutanan. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. b. meliputi: a. 134 . Pengembangan penyuluhan kehutanan. 2. melaksanakan. 5. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. c. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. B. 4. Pemantauan. d. fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan. mengembangkan. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah / gelar. Tugas Pokok Tugas Pokok Penyuluh Kehutanan adalah menyiapkan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan.

Rincian dan Tolok Ukur Kegiatan Rincian butir kegiatan yang dapat dinilai dengan angka kredit adalah sebagai berikut: 1. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Akademi/ Diploma) atau perguruan tinggi umum dengan jurusan kehutanan atau yang serumpun. Institut. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh Perguruan Tiriggi di bidang kehutanan (Universitas. Sekolah Tinggi. d. d. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. atau 3) Belum digunakan dalam keputusan penyesuaian jabatan/ kepangkatan yang bersangkutan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain dibidang penyuluhan kehutanan.b. 135 . Mengajar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya. materi. 2) Belum digunakan dalam penilaian yang disyaratkan dengan dilengkapi surat keterangan dari atasan yang bersangkutan. Penunjang penyuluhan kehutanan. f. Memperoleh piagam kehormatan. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. C. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. e. g. meliputi: a. 7. b. b. Membuat karya tulis/ karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. c. Membuat buku pedoman / petunjuk pelaksanaan / petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Pengembangan aspek teknik. Mengikuti seminar/ lokakarya dibidang penyuluhan kehutanan. c. Institut. Pendidikan a. Tolok Ukur: 1) Memperoleh ijazah/ gelar perguruan tinggi dari Universitas. Pengembangan profesi. yang dinyatakan dengan surat keterangan dari atasannya. 6. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. Akademi/ Diploma bidang kehutanan atau yang serumpun. metodelogi. meliputi: a.

kehutanan. atau 3) Tim Penilai ljazah Luar Negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri. dan hortikultura dan perkebunan atau yang serumpun. maka angka kredit yang diberikan adalah sebesar selisih angka kredit yang pernah diberikan (ijazah lama) dengan angka kredit ijazah/ gelar yang Iebih tinggi tersebut. apabila merupakan 136 . biologi. 3) Sarjana/D-IV. yaitu 60 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. yaitu 100 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya.Bukti fisik: Foto copy ijazah/gelar Doktor/ Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV/ Diploma Ill/ Diploma II yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang: 1) Dekan Perguruan Tinggi / Direktur Program Pasca Sarjana atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Negeri. 5) Diploma II. geografi. Mengikuti pendidikan dan pelatihan kedinasan dan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. b. tanaman. peternakan. yaitu 40 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap ijazah adalah sebagai berikut: 1) Doktor yaitu 150 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. 2) Pasca Sarjana (S2). pertamanan. atau 2) Koordinator Perguruan Tinggi Swasta atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Swasta. Tolok Ukur: 1) Pendidikan dan pelatihan dibeni angka kredit. 2) Memperoleh ijazah/ gelar Doktor / Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV / Diploma Ill / Diploma II di bidang: penyuluhan. agribisnis. yaitu 75 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. 4) Sarjana Muda/D-III. pangan. Pemberian Angka Kredit: 1) Apabila memperoleh ijazah/gelar yang lebih tinggi dan sesuai dengan bidang tugas penyuluhan.

han atau jumlah jam pelatihan. nilai 9 3) Lamanya antara 481-640 jam. Pemantauan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy data sekunder wilayah kerja setingkat desa dan kecamatan sesuai panduan / pedoman. tanggal. Penyuluh Kehutanan Terampil a. Persiapan. nilai 3 5) Lamanya antara 81-160 jam.1. Pelaporan dan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan 2. nilai 2 6) Lamanya antara 30. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap STTPL/sertifikat. dan 10 jam untuk praktek (@45 menit). adalah sebagai berikut: 1) Lamanya Iebih dari 960 jam. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data sekunder wilayah kerja tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran V. Pendidikan dan pelatihan tersebut harus memuat : Jangka waktu pelaksanaan. Penyuluh Kehutanan Pelaksana (Il/b . nilai 6 4) Lamanya antara 161-480 jam. Tolok Ukur : Data sekunder yang dikumpulkan dalam rangka identif'ikasi potensi wilayah desa dan kecamatan. yaitu: 1) Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. dan Penyelenggaraan Diklat oleh Pemerintah atau swasta dalam dan luar negeri yang diakui dan dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan dari pihak yang berwenang. Pelaksanaan. nilai 15 2) Lamanya antara 641-960 jam. nilai 1 2. Evaluasi.II/d).80 jam. Apabila jumlah jam pelatihan tidak dicantumkan. Bukti Fisik: Foto copy STTPL/sertifikat yang dilegalisir oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan.2) 3) pendidikan/ pelatihan teknis penjenjangan dan fungsional bagi penyuluh kehutanan. 137 . maka jumlah jam dihitung dan jumlah hari dikalikan 8 (delapan) jam pelatihan untuk teori.

03. b) Bukti hasil berupa pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi k e h u ta n a n t i n g k a t d e s a d a n k e c a m a ta n . yaitu 0. yaitu 0. 138 . Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran sesuai Lampiran V. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan yang telah diolah dari data sekunder. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk copy laporan yang dilampiri rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan.02 4) Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan sesuai Lampiran V.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan.03. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana. 3) Memandu penyusuran rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Tolok Ukur: Pemanduan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. yaitu 0.

6) Pemanduan penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. yaitu 0. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai Lampiran V. b) Bukti hasil pelaksanaan kajian tersebut dalam bentuk laporan. 5) Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. 139 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaltu 0. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja.Tolok Ukur Pelaksanaan kajian identiflkasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. BuktiFisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran V.08. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai Lampiran V. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK).01. Tolok Ukur Rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai pedoman.

yaitu 0. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart.04.02. 7) Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy dokumen data.03. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap lembar foto. Tolok Ukur: Data untuk persiapan penyusunan materi peryuluhan kehutanan.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan setiap kali pemanduan kelompok wanatani. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart (minimal 5 lembar). Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ 140 .

10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk chart / gambar. yaitu 0. 11) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy chart/ gambar.01 12) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.09. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolak Ukur: Kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar. yaitu : 0. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap 141 .10. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran.pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 5 lembar flipchart. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap chart/ gambar.

14) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). 13) Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) Tolok Ukur: Demonstrasi cara (percontohan) yang dilakukan.muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Kegiatan temu lapang yang dilakukan. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot ) sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Tolok Ukur: Demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot) yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu lapang sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.02.03.03. yaitu 0.03. 142 . 15) Melaksanakan temu lapang. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi cara (percontohan) sesuai dengan Lampiran I.

Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. 143 . 17) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 18) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. 19) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagal instruktur / pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.03. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP / kecamatan sesuai dengan Lampiran I.16) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali widya karya/karya wisata. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.04. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan yang dilakukan.02.

Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran I.02. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 144 . yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan yang dilakukan. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 20) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan.06. 21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan.

22) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain.03. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan kelompok sasaran sesuai dengari Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 24) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. 145 . yaitu 0.01. Pemberian Angka Kredlt: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. 23) Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/ menumbuhkan kelompok sasaran. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I.01. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran. yaitu 0.

b. Bukti Fisik: Copy laporan bulanan yang dibuat.01. 26) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Bukti Fisik: Copy laporan triwulan yang dibuat.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik: Copy laporan tahunan yang dibuat. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. yaitu 0. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan (Ill/a. 25) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.06.02. yaitu: 146 . Tolok Ukur: Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.02. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan.Ill/b). Tolok Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Tolok Ukur: Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. 27) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.

Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data primer dan informasi wilayah kerja sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan data primer wilayah kerja yang disusun.1) Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. 3) Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Tolok Ukur: Data primer dan informasi wilayah kerja yang dikumpulkan. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ kota. Tolok Ukur: Rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan yang disusun tingkat Kabupaten/ Kota yang disusun. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V.07.16. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk laporan. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 147 . yaitu 0. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota yang telah diolah. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

b) Bukti hasil laporan pelaksanaan kegiatan tersebut berupa copy monografi wilayah kerja penyuluhan. yaitu 0. Tolok Ukur: Monografi wilayah kerja penyuluhan yang disusun. 5) Menyusun/ membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.000 atau 1: 10.000 sesuai dengan lampiran V. b) Bukti hasil berupa rekapitulasi rencana usaha wanatani Wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan dalam skala 1: 25. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku.Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.09. 4) Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan monografi wilayah kerja penyuluhan sesuai dengan Lampiran V. 148 .000 atau skala 1: 10. Tolok Ukur: Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan di wilayah kerjanya yang disusun/ dibuat dengan skala 1: 25.000.32.

Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan sesuai dengan agroekosistemnya dan sosial budaya setempat. yaitu 0. 8) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan hasil identilikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.12.05. 6) Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. yaitu 0. 149 .31. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan.Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap peta. Tolok Ukur: Bertindak sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 7) Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan yang dirumuskan.

150 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan setiap RDK. RDKK.Bukti Fisik: Surat Keterangan sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lampiran V. RDKK. yaitu 0.08. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK) Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. yaitu 0. 9) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan yang disusun. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan RDK. 10) Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang sejenis lainnya dari kelompok sasaran lain.04. 11) Mengolah data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. yaitu 0.19. kelompok sasaran lain. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok sasaran lain. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.

14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. Bukti Fisik : Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. gambar.Tolok Ukur: Hasil olahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. foto copy.15. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet baik yang tercetak.07 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk seri foto Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto setiap paket minimal 5 lembar.07. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. tulisan tangan. 151 . yaitu 0. 13) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran / pamflet. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. yaitu : 0. dsb.

Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leafiet/ folder. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. yaitu 0.28. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0.28.3. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet (minimal 1000 kata). Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1000 kata. 152 . Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet atau copynya. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster.Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder.

153 . Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran yang dilakukan.16.04.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk maket. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.04. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk spesimen. 19) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.

20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. 22) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan usahatani kehutanan (demonstrasi farm).38. yaitu 0. 154 . Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil percontohan yang dilakukan.08. 21) Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba Tolok Ukur: Kaji terap/uji coba yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil percontohan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.08. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 23) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai moderator. Bukti Fisik: Bukti hasil berupa laporan pelaksanaan kegiatan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

05. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai moderator sesuai dengan Lampirari IV. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan.05. 155 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. 24) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai narasumber Tolok Ukur: Bertindak sebagai narasumber dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I. 25) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0.04. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. 26) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat kabupaten/ kota yang dilakukan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat dberikan untuk setiap kali.Tolok Ukur: Bertindak sebagai moderator dalam temu teknis antar wilayah / fungsi.

Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan 156 .Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi peserta/ panitia dalam temu usaha sesuai dengan Lampiran II. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. 28) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan.09. Tolok Ukur: Widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan.07. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kotamadya kepada kelompok tani binaan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 27) Melakukan temu usaha Tolok Ukur: Menjadi peserta / panitia dalam temu usaha.08. 29) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur (pembimbing) tingkat Kabupaten / Kota.

yaitu 0. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten / Kota yang dilakukan. 31) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0.08. sebagai pramuwicara. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 30) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/ Kota. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 32) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota.06.praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kota kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. 157 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.06. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran II.

yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. 158 . 35) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. Tolok Ukur: Bimbingan teknis / kursus pada sekolah lapang yang dilaksanakan.16. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. 33) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Surat keterangan melaksanakan bimbingan teknis/ kursus kepada sekolah lapang sesuai dengan Lampiran V.03. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.04. yaitu 0.Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 34) Melaksanakan bimbingan teknis/ kursus pada sekolah lapang. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.

Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 38) Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 37) Mengolah data hasil pemantauan/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 36) Melakukan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan.06. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.04. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan mengolah data pemantau/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok ukur Data olahan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolak ukur : Pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang telah dilakukan. Tolok Ukur: Data dan informasi hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 159 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. yaitu 0.Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya.05.

tingkat propinsi sesuai yang disusun Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu: Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit: d) Penyelenggaraan penyuluhan. c) Ketepatan materi yang disusun.16. format yang ditentukan. kehutanan sesuai dengan Lampiran V.04.c. 0. yaitu 0.14. kehutanan. Informasi potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan Tolok Ukur: teknologi kehutanan tingkat propinsi sesuai pedoman. Bukti kredit yaitu 0. Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang Bukti Fisik : ditentukan. kehutanan Ukur: Tolok Ukur : Laporan triwulan yang kebutuhan penyuluhan kehutanan Rancangan identifikasi dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yang disusun. Laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan data sesuai dengan Lampiran I.06. kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. masyarakat sasaran.15. yaitu 0. Bukti Fisik: alat bantu dan metode penyuluhan b) Efektivitas Copy laporan tahunanpenyuluhan. Tolokdikumpulkan pada aspek: yang Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan sikap (PKS) a) Perubahan pengetahuan keterampilan. 39) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh Tolok Ukur kehutanan.Ill/d). Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data potensi Bukti Fisik: wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan Copy laporan bulanan dengan Lampiran I. 1) Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan yaitu 0. dokumen dan copynya rancangan identifikasi kebutuhan 41) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh penyuluhan kehutanan.05. Penyuluh Kehutanan Penyelia (Ill/c . AngkaFisik: yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 40) Membuat rancangan identifikasi kebutuhan penyuluhan 2) Menyusunlaporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa yaitu 0. 160 161 . Fisik: Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang disusun a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan Pemberian Angkarancangan identifikasi penyuluhan penyusunan Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

10. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah programa. b) Bukti hasil berupa copy naskah rumusan pembahasan k o n s e p p r o g r a m a p e n y u l u h a n k e h u ta n a n . Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan pelaksanaan kegiatan perumusan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. b) Bukti hasil berupa copy konsep programa penyuluhan kehutanan.17.10. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.3) Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Rumusan hasil pembahasan konsep programa penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Konsep programa penyuluhan kehutanan yang disusun. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep programa. 5) 162 . yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep programa penyuIuhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. 4) Sebagai pembahas mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan.

39. Tolak Ukur : Panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. 7) Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan.6) Penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan.40. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku panduan. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). 8) Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang Tolok Ukur: Kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kerangka acuan pelaksanaan sekolah lapang/ magang sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Rencana Kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lamporan V. Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan yang disusun. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy kerangka acuan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy buku panduan. 163 .

Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan analisis data materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk slide. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. 9) Menganalisis data materi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap paket.08.32. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy naskah materi slide. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. yaitu : 0. Tolok Ukur: Naskah penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV. yaitu: 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. Tolok Ukur : Hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan 164 .12.

Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran sandiwara di radio/TV Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran/ pamflet. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. 165 . Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet folder. b) Bukti hasil berupa copy leaflet folder yang disusun.3. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. 13) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder.81. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah.dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV sesuai dengan Lampiran V.6. yaitu 1.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. b) Bukti hasil berupa naskah diorama. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk diorama. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet sesuai dengan Lampiran V.56. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. BuktiFisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V.Tolok Ukur : Materi periyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1. yaitu 0.8.56. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama.000 kata. 166 . Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy brosur / booklet yang disusun.

07. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up.16. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk mock up.75. 19) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. yaitu 0. 167 . Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk model. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan mock up. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan model. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 168 . Tolok Ukur : Kegiatan temu wicara / sarasehan yang dilakukan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) yang dilakukan. yaitu 0. yaitu 0. 21) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.22. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.16.27. Pemberian Angka Kredit : Angka . 22) Melaksanakan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.

Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan.16. 24) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 169 . yaitu 0. 25) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) sebagai instruktur / pembimbing tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.18. Tolok Ukur : Widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I.23) Melakukan temu kaya kepada tokoh masyarakat / agama. Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widya karya / perjalanan praktek studi banding tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampran Ill. Tolok Ukur : Temu karya kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. 170 . Tolok Ukur : Penyuluhan pada pertemuan secara missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi yang dilaksanakan. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 26) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara misal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 28) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. yaitu 0. 27) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V.12. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. yaitu 0.18.48.

05. b) Kaset rekaman atau copy naskah siaran radio/TV. yaitu 0. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang.06. yaitu 0. 31) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.30. 171 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 29) Sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV. 30) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Naskah / skenario siaran radio/TV yang telah disiarkan / ditayangkan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan.

32) Sebagai penyusun kurikulum dalam memberikan bimbingan teknis kursus kepada kelompok sasaran.09. Tolok Ukur : Terjadinya peningkatan kemampuan kelompok sasaran dan madya menjadi utama sesuai pedoman / aturan. b) Copy kurikulum kursus yang disusun. yaitu 0.48.08. 34) Melaksanakan penilaian lomba dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 33) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan tingkat madya sampai ke tingkat utama. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kurikulum kursus kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran V.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali . yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 172 . Tolok Ukur : Kurikulum kursus kepada kelompok sasaran yang disusun. yaitu 0.

d) Pelaksanaan penyuluhan.2. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data sesuai dengan Lampiran I. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. keterampilan. Tolok ukur : Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantaun / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun. dan sikap masyarakat sasaran. Tolok Ukur : Konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang diolah mencakup aspek. yaitu 0. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Copy laporan kegiatan penilaian dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. 173 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan menjadi penilai dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran II. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.32 35) Menyusun rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan l/ pengendalian penyuluhan kehutanan. c) Ketepatan materi penyuluhan.Tolok Ukur : HasiI penilaian perlombaan keterampilan bidang kehutanan. antara lain: a) Perubahan pengetahuan. b) Efektivitas alat bantu dan metode penyuluhan. 36) Mengolah.

Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang dibuat. Bukti Fisik : Copy laporan bulanan yang dibuat. 39) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu 0.12. yaitu 0.08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.54. 38) Membuat laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. 174 . yaitu 0. 37) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.3. Bukti Fisik : Copy laporan tahunan yang dibuat.

07.III/b). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap data/ laporan. 2) Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. PenyuIuh Kehutanan AhIi : a.04. Bukti Fisik : Surat Keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam mendiskusikan Konsep Programa Penyuluhan Kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dentifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai Lampiran I.2. yaitu : 1) Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Tolok Ukur : Instrumen identifikasi yang disusun. yaitu 0. 3) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep Programa Penyuluhan Kehutanan. 175 .2. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap kali sebagai narasumber.16. Tolok Ukur : Hasil analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah instrumen. Penyuluhan Kehutanan Pertama (III/a .

176 . yaitu 0. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin).32.19. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rancangan.4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Pertama. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyusun rancangan sarana penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran 1. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan. Bukti Fisik : a) Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan sesuai dengan Lampiran 1. Tolok Ukur : Rancangan sarana penyuluhan yang telah disusun. 6) Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Instrumen yang disusun dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. 5) Menyusun rancangan sarana penyuluhan. yaitu 0.07.

Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk OHP transparan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang terpasang pada bulletin board (papan buletin). Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan bulletin board (papan buletin) sesuai dengan Lampiran V. 177 . 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap papan. b) Foto copy naskah / materi OHP transparan yang disusun. yaitu 0. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk seri slide minimal 10 lembar. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide. yaitu 0. yaitu 0.08. b) Foto copy naskah/materi seri slide yang disusun.06.16. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan seri slide sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan OHP transparan sesuai dengan Lampiran V.

b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. yaitu 0.28. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.15. 178 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet/folder Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. 12) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan datam bentuk poster. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran pamflet yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet.

28. yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu teknis sebagai pembicara / penyaji sesuai dengan Lampiran II. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur/ booklet (minimal 1000 kata). yaitu 0.b) Bukti hasil berupa copy rancangan/naskah poster yang dibuat. 14) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 15) Melakukan temu wicara/ sarasehan tingkat nasional dengan kelompok sasaran. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembicara/penyaji pada temu teknis antar wilayah / fungsi. 179 . sebagai pembicara / penyaji. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam temu wicara / sarasehan tingkat nasional. b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur/ booklet yang disusun.06. 13) Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet sesuai dengan Lampiran V.3.

Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan Pemda. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta/panitia sesuai dengan Lampiran II. 180 . pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. LSM.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat nasional sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali kegiatan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. LSM. 16) Melakukan temu karya dengan Pemda.09. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta/panitia dalam temu karya dengan Pemda. yaitu 0. LSM. 17) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu karya dengan Pemda. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan Iainnya. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. LSM. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.08. LSM.08. yaitu 0.

yaitu 0.03.1. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran Ill. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada perorangan. 181 . Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran Ill. 20) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran.08. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi. yaitu 0. 19) Sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional.18) Sebagai pramuwicara datam pameran kehutanan tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. yaitu 0.

yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan organisasi gabungan / asosiasi kelompok sesuai dengan Lampiran I. 23) Menyusun metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk naskah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran I. 22) Menumbuhkan gabungan kelompok / asosiasi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.04. 182 .38.09. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran dan tumbuhnya gabungan kelompok / asosiasi kelompok sasaran.21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.

15. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. yaitu 0. 183 .24) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 27) Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. 25) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional.06 26) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional. Tolok Ukur : Konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan yang disiapkan.04. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. yaitu 0.

Tolok Ukur : Konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.5.46. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. 28) Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. yaitu 0. 30) Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan yang disiapkan.4. Tolok Ukur : Konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembngan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 29) Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 184 . yaitu 0.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan menyusun rancangan pengembangan aspek teknik. yaitu 0. dan alat bantu penyuluhan kehutanan yang disusun. yaitu : 1) Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Tolok Ukur : Konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani yang telah disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani sesuai dengan Lampiran V.36. sarana.III/d). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. sarana. 2) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. b. metode. sarana. materi. yaitu 0. materi. 185 . dan alat bantu penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Rancangan pengembangan aspek teknik.37. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas pada acara diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. b) Bukti hasil pekerjaan berupa konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Penyuluh Kehutanan Muda (Ill/c . yaitu 0. metodologi. metodologi. 31) Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi.36.

4. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.Bukti Fisik : Surat keterangaa menjadi pembahas sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun berupa sound slide minimal 10 lembar. 3) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan sound slide sesuai dengan/ pembuatan Lampiran V. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun. b) Bukti hasil pekerjaan berupa rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda (RKPK). 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk video rekaman 186 .8. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. yaitu 0. yaitu 0.39. 4) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide. b) Bukti hasil berupa copy naskah sound slide yang disusun.

7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan video rekaman sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran radio/TV materi penyuluhan kehutanan yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk video rekaman minimal 5 menit. 6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV.6. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk siaran radio/TV Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.6. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. yaitu 0. 187 . b) Bukti hasil berupa copy naskah video rekaman yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamflet.

9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.56. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet) folder.3 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. yaltu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. 188 .Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet.56.

Bukti Fisik : Laporan pelaksariaan kegiatan pemantauan dan evaluasi hasil kaji terap teknologi sesuai dengan Lampiran I. pemerintah pusat. Tolok Ukur : Desain kaji terap / uji coba yang dibuat. dan pemerintah pusat. b) Bukti hasil berupa copy brosur/booklet yang disusun.6.Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet sesuai dengan Lampiran V. 189 . cendekiawan. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. cendekiawan. 11) Membuat desain kaji terap/uji coba metode penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembuatan desain kaji terap/ uji coba sesuai dengan Lampiran I.64.16. Tolok Ukur : Hasil pemantauan dan evaluasi kaji terap teknologi. 13) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada perguruan tinggi. 12) Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap desain. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi.

cendekiawan. Bukti Fislk : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya tingkat nasional sebagai instruktur / pembimbing sesuai dengan Lampiran Ill. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat nasional.16. pemerintah pusat sebagai Peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. b) Laporan pelaksanaan kegiatan instruktur / pembimbing widyakarya. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan pada pertemuan massal / kampanye tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. 15) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Nasional. 14) Menjadi instruktur / pembimbing kegiatan widyakarya tingkat nasional. yaitu 0. minimal dihadiri 50 orang. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. 190 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Terselenggaranya ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan tingkat nasional.06. b) Laporan pelaksanaan kegiatan ceramah umum.16.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. yaltu 0.

b) Bukti hasil berupa copy naskah skenario siaran penyuluhan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya / desain untuk pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V.16) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. yaitu 0. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan yang dilakukan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai sutradara dalam penyuluhan melalui siaran radio / TV sesuai dengan Lampiran V. 17) Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan tingkat nasional yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.59. 18) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Tolok Ukur : Terselenggaranya penyiaran / penayangan penyuluhan melalui siaran radio/TV. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran.24. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang 191 .

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran / menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum).44. 192 . 20) Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. yaitu 0.06. 21) Menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy modul.tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur : Materi kursus yang disusun dalam bentuk modul. yaitu 0. yaitu 0. 19) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Bukti Fisik : a) Surat keterangan pelaksanaan kegiatan penyusunan materi kursus sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap modul. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampirari I. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan.08.

27. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap pedoman. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.21. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai penyusun pedoman penilaian lomba keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Tolok Ukur : Pedoman lomba yang disusun. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum) sesuai dengan Lampiran I. 23) Menyusul pedoman lomba bidang kehutanan.6. 24) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 193 . b) Bukti hasil berupa copy pedoman yang disusun. 22) Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penumbuhan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran sesuai dengan Lampiran I Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk tahapan proses setiap Perjanjian Kerja Sama Usaha (PKSU) perusahaan.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Tolok Ukur : Rumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan peIaksanan penyuluhan kehutanan. 25) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.08.08. 194 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 26) Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnaan Iaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. 27) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. yaitu 0.14.

Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. 195 .12 29) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan.Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.42.08 28) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang ctibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. 30) Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.30. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.

pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan system monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.80. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 196 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 33) Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan.46. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.96.31) Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 32) Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan.

c. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. yaitu 0. metodologi.34) Mendiskusikan konsep pengembangan teknik. 197 .12. sarana.12. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. materi. Penyuluh Kehutanan Madya (IV/a . yaitu 0. materi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. sarana. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 2) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.IV/c). Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. yaltu: 1) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.84. materi. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan teknik. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan hasil diskusi konsep pengembangan teknik. yaitu 0. metodologi. sarana. metodologi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani seuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Tolok Ukur : Hasil rumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 198 . yaitu 0. Buku Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet sesuai dengan Lampiran V.45. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan yang disusun.3) Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya sesuai dengan Lampiran V.58.36. 4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya.

84. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet / folder. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet.84. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. 199 .

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. cendekiawan. 10) Menjadi instruktur/pembimbing widyakarya atau praktek studi banding tingkat internasional. Bukti Fisik : Laporan melaksanakan kegiatan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional sesuai dengan lampiran I. yaitu 0. cendekiawan. dan pemerintah pusat sesuai dengan lampiran II.18. pemerintah pusat.b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur / booklet yang disusun. cendekiawan dan pemerintah pusat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.80. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional. Bukti Fisik : Surat keterangan menjadi peserta/panitia dalam kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.9. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan temu karya kepeda perguruan tinggi. yaitu 1. 9) Melakukan kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penceramah pada pertemuan missal / 200 . 11) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara missal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional.

14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk kepada kelompok sasaran lain.18. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / Pengisi acara diskusi / wawancara dalam penyuluhan melalui siaran radio/ TV sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang.09. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara melalui siaran radio/TV. 12) Sebagai narasumber/pengisi acara diskusi / wawancara. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 201 . 13) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.18. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.kampanye tingkat internasional yang dihadiri minimal 50 orang.

12. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 16) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik : Foto copy Iaporan yang dibuat. 202 . 15) Sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 17) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.12. yaitu 0.12. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.

18. yaitu 0. 20) Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat.69. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep 203 . 19) Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 18) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.45. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat.Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.

204 .08.2. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan teknik / metodologi.pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 21) Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. materi.9. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. materi sarana. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. metodologi. yaitu 1. 22) Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. yaitu 0. 23) Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumus yaitu 1. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. sarana.

Apabila ditulis oleh tim (kelompok). penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. sarana. 1. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan 205 . diberikan angka kredit sesuai ketentuan yang berlaku. metodologi. Pengembangan Profesi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang melakukan kegiatan pengembangan profesi. b. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Sedangkan Penyuluh kehutanan Madya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 12 (dua belas) dari kegiatan unsur pengembangan profesi untuk kenaikan jabatan / pangkat yang berlaku. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan.72. 3.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan teknik. atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah. Pemberian Angka Kedit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. materi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 2) Bukti hasil berupa buku yang diterbitkan asli atau copynya yang disahkan oleh Kepala/ Pimpinan unit kerja bidang Penyuluh Kehutanan. 2) Buku tersebut diedarkan secara Nasional sebagai referensi. yaitu 12.5. yaitu 0. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.

penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya.dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI / Departemen yang bersangkutan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. Tolok Ukur : 1) Karya tuhis ilmiah yang dimuat di majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah. 2. yaitu 6. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penehitian / pengkajian / survei / evaluasi dalam bentuk tulisan yang dimuat di majalah ilmiah sesuai dengan Lampiran V. 2) Pembahasan bidang penyuluhan kehutanan dengan identifikasi penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). 2) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk disebarluaskan secara nasional sebagai referensi dengan identitas penulisnya. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 2) Bukti hasil berupa majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan / dilegalisir oleh pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang 206 . Bukti Fisik : Buku cetakan asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuhuhan kehutanan. atau pihak lain yang diakui oleh LIPI.

b. yaitu 4. 2) Majalah tersebut merupakan penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis Iainnya. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI/Departemen yang bersangkutan. 207 . penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah atau pihak lain yang diakui LIPI. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). 2) Buku hasil pekerjaan berupa buku asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan.dihasilkan. 3. Dalam bentuk buku Tolok Ukur : 1) Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan llmiah hasil gagasan sendiri yang didokumentasikan di perpustakaan instansi / unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi/ kabupaten / kota / kecamatan. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil karya sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan diperpustakaan sesuai dengan Lampiran V. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Bukti Fisik : Majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. 2) Buku tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. yaitu 8.

208 .5 Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penuh pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. Makalah prasaran yang membahas bidang penyuhuhan kehutanan dengan identitas penulisnya. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2) Bukti hasil berupa makatah asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. Dalam bentuk makalah. Bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan makalah dan pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan sesuai dengan Lampiran V. b. Surat Keterangan telah melakukan kegiatan menyampaikan prasaran dalam pertemuan bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah panitia / penyelenggara sesuai dengan Lampiran II. Bukti Fisik : a. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. yaitu 3. Tolok Ukur : 1) Makalah tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis belum pernah ditulis penulis Iainnya. 2) Didokumentasikan di perpustakaan unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi / kabupaten / kota/ kecamatan. Tolok Ukur : a. Pertemuan ilmiah tersebut menghasilkan rekomendasi antara lain berasal dari gagasan pemrasaran. Apabila ditulis oleh tim (keIompok). b. 4. yaitu 7. b. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah.

Bukti hasil pekerjaan berupa naskah tulisan dan atau contoh alat teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan hasil pengembangan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan sesuai dengan Lampiran I. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung niIai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan a.5. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. b. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Tolok Ukur : Hasil karya pengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. yaitu 5. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. yaitu 2. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rumusan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.5. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap karya.0. 5. 6. Laporan pelaksanaan kegiatan mengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. b. yaitu 2. Bukti Fisik : a. 209 .

.

2) Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. b) Buku tersebut belum ada yang menterjemahkan / menyadurnya. a.0. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah / swasta dan terdaftar pada LIPI. 2. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 211 . Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 2 (dua) jam pelajaran.5. yaitu 0. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: 1). Bukti Fisik : Majalah cetakan hasil saduran / terjemahan dan buku yang disadur / diterjemahkan asli atau copy disahkan oleh pimpinan unit kerja.04. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. yaitu 3. Bukti Fisik : Buku cetakan hasil yang disadur/terjemahan dan buku yang disadur / diterjermahkan asli atau copy yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. Tolok Ukur : a) Diterbitkan oleh penerbit yang memiliki usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk diedarkan secara nasional sebagai referensi. b) Majalah tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 7.

2). 212 . kabupaten/kota. b) Buku hasil cetakan/saduran terjemahan atau foto copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. yaitu 1. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah yang diterbitkan oleh instansi atau organisasi profesi. propinsi. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. b) Buku hasil cetakan / saduran terjemahan dan buku yang diterjemahkan asli atau copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. yaitu 3. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya.b. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. Dalam bentuk makalah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. kecamatan. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan : 1) Dalam bentuk buku.5. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur.0. Tolok Ukur : a) Buku tersebut didokumentasikan di perpustakaan unit kerja yang berada di pusat. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur.

2) Belum ada pihak lain yang membuatnya. Pemberian Angka Kredit : Angka Kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 1. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan.5.c. yaitu 3. Pemrasaran Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. c) Penyaji dan pembahas makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan.0. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Bukti Fisik : Abstrak tulisan ilmiah asli atau copy yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. 213 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Tolok Ukur : 1) Abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan yang resmi baik swasta maupun pemerintah. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraaan/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan Peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dari penyelenggara. 3) Mengikuti seminar / lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan a) Mengikuti Seminar / lokakarya atau simposium sebagai: 1.

Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar.2. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Moderator Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan.0. 3. yaitu 2. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. Pembahas Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. 214 .

yaitu 2. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraan seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota.0. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. 4. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan.0. Peserta Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. yaitu 2. 5. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. Narasumber Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh 215 . d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. (2) Sertifikat asli mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. b) Ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. 4) Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. 5) Memperoleh gelar kesarjanaan Iainnya a).5. Tolok Ukur : a) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu ) tahun.kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran II.0. (2) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. Bukti Fisik : Copy atau salinan surat keputusan keanggotaan tim penilai yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh : a) Dekan/ketua sekolah tinggi apabda lulusan perguruan tinggi negeri. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. 216 . yaitu 0. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. yaitu 1. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. Sarjana/D IV Tolok Ukur : Gelar sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesejahteraan di luar bidang tugasnya/ selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar yang diperolehnya. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. Pasca Sarjana Tolok Ukur : Gelar Pasca Sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang tugasnya / selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama.0. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar. 217 . yaitu 5. 2. 3 Doktor Tolok Ukur : Gelar Doktor yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang / selain bukti kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. yaitu 10. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. Bukti Fisik : Foto copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan / direktur program Pasca Sarjana / rektor Perguruan tinggi apabila lulusan perguruan tinggi negeri. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan/ketua sekolah tinggi direktur program pasca sarjana apabila lulusan perguruan tinggi negeri.0.

Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. b).0 2. Tingkat nasional/intemasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. yaitu 0. 218 .0 6) Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan a).Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap gelar. yaitu 0. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. yaitu 15.5. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. Pembedan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. yaitu 1. Tingkat Propinsi. sebagai : 1.5. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. sebagai: 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun.

0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun.0. Tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya : 1. yaitu 0.35. 3. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. 7) Memperoleh piagam penghormatan a). 219 . 20 (dua puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh) tahun yang syah. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh). Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga puluh).2. 10 (sepuluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh) tahun yang syah. 2. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. yaltu 2. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap piagam. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam yaitu 3. 30 (tiga puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga putuh) tahun yang syah.

yaitu 15. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar. Pemberian Angka KredIt : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam.0.0.Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh). 220 . b) Gelar kehormatan akademis Tolok Ukur : Gelar kehormatan akademis yang sah. yaitu 1. Bukti Fisik : Copy sertifikat pemberian gelar akademis.

Apabila DUPAK dan Iampirannya telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala Bagian Kepegawaian atau Pejabat Eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. dan menyampaikan DUPAK beserta Iampirannya tersebut kepada Pejabat Penetap Angka Kredit. Pengajuan DUPAK bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi / Kabupaten / Kota. b. PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT A. maka Pejabat Pengusul membubuhkan tanda tangannya pada formulir DUPAK yang bersangkutan. 2) Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Muda : a) Bagi yang bekerja di UPT.BAB III PENGAJUAN DUPAK. c. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan kepada Sekretaris Jendral melalui Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. memeriksa kelengkapan persyaratannya. Pengajuan DUPAK Iingkup Departemen Kehutanan sebagai berikut: 1) Penyuluh Kehutanan Madya : Bagi yang bekerja di UPT dan Pusat. d. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Pejabat Eselon III yang membidangi administrasi kepegawaian yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. DUPAK yang telah diisi / dibuat oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan beserta Iampirannya disampaikan kepada Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. Pengajuan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. 221 . b) Bagi yang bekerja di Pusat. Tatacara Pengajuan DUPAK a. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala UPT yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. Pejabat Pengusul setelah menerima berkas DUPAK beserta Iampirannya.

Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan AhIi (contoh lihat Lampiran VII a-c) c. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) dilampiri dengan : 1) Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang meliputi : a) Persiapan penyuluhan kehutanan (contoh Iihat Lampiran VIII) disertai bukti fisiknya. dan/atau d) Pengembangan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XI) disertai bukti fisiknya. akan dinilai pada periode penilaian angka kredit berikutnya. dan / atau f) Penunjang penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XIII) disertai bukti fisiknya. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan Terampil (contoh Iihat Lampiran VI a-c) b. 3) Copy keputusan pengangkatan dan kepangkatan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 3. dan/atau e) Pengembangan profesi (contoh lihat Lampiran XII) disertai bukti fisiknya. dan/atau b) Pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran IX) disertai bukti fisiknya. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran X) disertai bukti fisiknya. 2. 222 .e. dari/atau 2) Copy ijazah / STTPL yang pemah diterima yang disahkan / dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Waktu Pengajuan DUPAK Pengajuan DUPAK Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. atau paling lama satu tahun sekali. Penyampaian DUPAK beserta Iampirannya kepada Pejabat Pengusul dan Pejabat Penetap Angka Kredit harus mengikuti tata waktu pengusulan sebagaimana tercantum dalam butir 3. dan/atau c) Pemantauan. yaitu pada setiap bulan Januari untuk DUPAK periode JuIi sampai dengan Desember tahun sebelumnya dan bulan JuIi untuk DUPAK periode Januari sampai dengan Juni tahun yang bersangkutan. Persyaratan Persyaratan pengajuan DUPAK adalah: a. Apabila penyampaian DUPAK beserta Iampirannya melewati batas waktu yang telah ditetapkan.

B. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/ Unit Kerja yang bersangkutan./ I Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. 223 . yaitu : a. Kepala Bagian / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Pejabat Pengusul Pejabat yang berwenang mengajukan Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah : a.4. c. Penilaian Angka Kredit 1. Pada bulan Juli untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan Oktober tahun berjalan. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. Pada bulan Januari untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan April tahun berjalan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Sekretaris Jendral Departemen Kehutanan. b. Tim Penilai a. Kepala Bidang / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Waktu Penilaian Angka Kredit Penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. 2. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. b.

dan 224 . 3. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). c. b. Tugas Pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : 1) Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya dilingkungan Departemen Kehutanan. d. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di Iingkup Dinas/ Unit Kerja yang membidangi Kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi ditetapkan oleh Kepala Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten / Kota selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten / Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan di Kabupaten / Kota ditetapkan oleh Kepata Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. Tugas Pokok Tim Penilai Pusat adalah : 1) Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan.b. Tugas Tim Penilai a.

Susunan Keanggotaan Tim Penilai a. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau Pejabat Eselon II di propinsi yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di propinsi yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan propinsi masingmasing. d a n 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten / Kota yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). 4.2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Tugas pokok Tem Penilai Kabupaten / Kota adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kebupaten / Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di l i n g k u n g a n K a b u pa t e n / K o ta m a s i n g .m a s i n g . d. c. Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : 1) Seorang Ketua merangkap anggota 2) Seorang Wakil ketua merangkap anggota 3) Seorang Sekretaris merangkap anggota 4) Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota 225 .

Syarat Dan Masa Jabatan Keanggotaan Tim Penilai a.b. 5. Apabila Tim Penilai Propinisi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. Apabila Tim Penilai Kabupaten / Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. 6. 3) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan atau pensiun. atau kepada Tim Penilai di lingkungari Departemen Kehutanan. c. Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. 2) Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. maka Tim Penilai dapat diangkat dan Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Jabatan / pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Sekretariat Tim Penilai a. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. Syarat Keanggotaan Tim Penilai Untuk dapat diangkat sebagai anggota Tim Penilai. b. maka ketua Tim Penilai dapat mengusulkan pengganti anggota Tim Penilai dimaksud kepada pejabat yang bewenang menetapkan Tim Penilai. 3) Dapat aktif melakukan penilaian. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupateri / Kota lain yang terdekat. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) kali masa jabatan berturut-turut dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) kali masa jabatan. dibentuk 226 . d. Apabila jumlah Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas tidak dapat dipenuhi dan Penyuluh Kehutanan. Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai 1) Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun.

diproses oleh Sekretariat Tim Penilai untuk dicatat dan diperiksa kelengkapannya kemudian dilaporkan kepada Ketua Tim Penilai angka kredit untuk dinilai. Rapat pembahasan hasil penilaian angka kredit (rapat Tim Penilai) 227 . 6) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim Penilai dalam rangka pelaksanaan penilaian. sekretariat Tim Penilai yang ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. e. 7. Tim Penilai mengadakan rapat pembahasan hasil penilaian tersebut.b. b. maka setiap berkas DUPAK dinilai oleh 2 (dua) anggota Tim Penilai. sebagai berikut : 1) Menerima dan mencatat Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Penyuluh Kehutanan yang diterima. c. Setelah semua DUPAK dilakukan penilaian. 5) Memproses hasil penilaian angka kredit oleh Tim Penilai dalam bentuk Rekapitulasi Penilaian Angka Kredit (REPAK). melakukan penilaiani secara sendirisendiri. 4) Menyiapkan bahan laporan dan berita acara hasil rapat Tim Penilai. dan memeriksa dengan seksama kelengkapan lampiran DUPAKnya. Anggota Tim Penilai yang ditugaskan melakukan penilaian sebagaimana dimaksud butir b. f. Berkas DUPAK beserta lampiran bukti/dokumen yang diterima oleh Tim Penilai. 2) Menyampaikan DUPAK untuk penilaian kepada Ketua Tim Penilai melalui sekretaris Tim Penilai sesuai dengan batas waktu yang te!ah ditetapkan. Untuk menjamin obyektivitas penilaian angka kredit. d. Sekretariat Tim Penilai mempunyai tugas memberikan pelayanan administrasi untuk kelancaran pelaksanaan tugas Tim Penilai. c. 3) Menyiapkan undangan rapat penilaian angka kredit. Tata Cara Penilaian Penilaian angka kredit dilakukan dengan tatacara sebagai berikut : a. Sekretariat Tim Penilai dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai dengan anggota yang secara fungsional menangani administrasi kepegawaian dan atau pelayanan Penyuluh Kehutanan. Ketua Tim Penilai menugaskan seluruh anggota Tim Penilai untuk melakukan penilai terhadap seluruh berkas DUPAK. Hasil Penilaian Angka Kredit (WILPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk ditandatangani oleh para pejabat yang bersangkutan.

apabila berhalangan dapat dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Penilai dan apabila wakil ketua berhalangan. maka ketua tim menuangkan hasil penilaian dalam formulir Penetapan Angka Kredit (PAK) dengan menggunakan formulir seperti contoh pada Lampiran XV. 2) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. Rapat dipimpin oleh ketua Tim Penilai. Apabila DUPAK yang dinilai berasal dari anggota Tim Penilai. maka Ketua Tim Penilai dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli sesuai keperluan. j. k. h. g. maka nilai atau angka kredit yang diberikan kepada penyuluh kehutanan yang bersangkutan dapat diproses lebih lanjut untuk penetapan angka kredit. Hasil penilaian yang telah disetujui oleh anggota Tim Penilai dalam rapat tim. 3) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai batas pangkat maksimal (III/d untuk Penyuluh Kehutanan Terampil dan IV/c untuk Penyuluh Kehutanan Ahli) tetap dilakukan penilaian angka kredit sesuai DUPAK yang diusulkan menurut ketentuan dan hasil PAK nya disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. m. Apabila di dalam penilaian DUPAK terdapat unsur-unsur yang dinilai memerlukan keterangan / klarifikasi dan para ahli.dianggap sah apabila dihadiri oleh paling sedikit % (tiga per empat) dari seluruh anggota Tim Penilai. maka yang bersangkutan tidak boleh hadir dalam rapat Tim Penilai dan Ketua dapat menunjuk anggota tim pengganti. selanjutnya diproses sebagai berikut: 1) Bagi Penyuluh Kehutanan yang belum mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. Hasil penilaian angka kredit yang dituangkan dalam formulir PAK tersebut dibuat sekurang-kurangnya rangkap 3 (tiga) dan diserahkan oleh Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. l. i. Apabila seluruh anggota Tim Penilai yang hadir dapat menerirna hasil penilaian. Hasil penilaian terakhir adalah niliai rata-rata dari hasil penilaian 2 (dua) orang penilai yang bersangkutan. maka rapat dapat dipimpin oleh Sekretaris Tim Penilai. 228 . maka ketua tim memberitahukan hasil penilaian kepada pejabat pengusul dengan menggunakan formulir hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) seperti contoh pada Lampiran XIV.

Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan.8. Tatacara Penetapan Angka Kredit a. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. b. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan penyelenggaraan kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di kabupaten / kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. adalah: a. c. Pejabat Penetapan Angka Kredit Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Penetapan Angka Kredit 1. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. b. Berkat usulan Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan oleh 2. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sama dengan angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. 229 . Ketentuan Lain Apabila pada suatu Unit Kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan Jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugasnya. C. d. maka Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau di bawah Jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Propinsi yang bersangkutan.

Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. 2) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). 5) Arsip Tim Penilai yang bersangkutan. 230 . 4) Pejabat lain yang dipandang perlu (tembusan). oleh Sekretariat Tim Penilai diteruskan kepada : 1) Kepala BKN / Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan (asli). PAK yang telah ditetapkan. c. Dengan ditandatanganinya hasil penilaian angka kredit. 3) Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan).b. maka hasil penilaian tersebut ditetapkan sebagai Penetapan Angka Kredit (PAK) d a n p e n e ta pa n n y a t i d a k d a pa t d i a j u k a n k e b e r a ta n .

d. golongan ruang Il/b.l. 231 . Persyaratan a.BAB IV PENGANGKATAN DALAM JABATAN A. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Pengangkatan Pertama Kali 1. c. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. b. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma Ill. Gubernur atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. Menteri Kehutanan. 2. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. Bupati/Walikota atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan.

Joko. pangkat Pengatur Muda Tingkat I golongan Il/b. 4) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya benilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.4) b. pendidikan terakhir Sarjana Kehutanan. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah 232 . diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 160 jam (nilai angka kredit : 2) dan unsur utama lain (nilai angka kredit: 10). Saudara lr. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat pertama kali ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama lainnya. Contoh pengangkatan pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan : Saudari Sari. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. golongan ruang Ill/a. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan lI/b dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana dengan angka kredit sebesar 72. pendidikan terakhir Diploma Ill Pertanian. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah bidang pertanian (nilai angka kredit 60). Ketentuan lain tentang pengangkatan pertama kali a. 3. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. pangkat Penata Muda golongan II/a. b. sehingga jika dijumlahkan sebesar 72 Dengan demikian.

233 . b. B. c. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 200 jam (nilai angka kredit: 3) dan unsur utama lain (nilai angka kredit : 25). Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang 2. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Perpindahan Jabatan 1. b. Persyaratan a. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Tatacara pelaksanaan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan a.bidang kehutanan (nilai angka kredit : 75). 4. Dengan demikian. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan II/a dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama dengan angka kredit sebesar 103. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Tatacara pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat / Propinsi / Kabupaten / Kota yang bersangkutan. sehingga jika dijumlahkan sebesar 103. Keputusan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan sebagaimana contoh Lampiran XVI. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a.

3. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. Ketentuan lain tentang perpindahan jabatan a. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. 3) Telah mengikuti dan Iulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. b. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. golongan ruang Ill/a. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 ( lima ) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda.I. 234 . b. golongan ruang Il/b.akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma III. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat dari jabatan lain ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama Iainnya. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk.

235 . b. Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan disesuaikan dari jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang lama ke dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang baru sesuai lampiran Lampiran XVIII. 2. 3. Pangkat dan golongan ruang Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan ruang berdasarkan Keputusan pangkat terakhir yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Iingkungan Departemen Kehutanan. Penyesuaian Jabatan 1. b. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. c. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. C. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jabatan lama ke dalam jabatan baru mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2003 sampai dengan 31 Maret 2004. 4.4. Penetapan jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jenjang jabatan lama ke dalam jenjang jabatan baru sebagaimana tersebut dalam angka 1. Tata cara pelaksanaan pengangkatan dan jabatan lain a. Tatacara pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat/ Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dengan format sebagaimana Contoh Lampiran XIX. didasarkan pada jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Pejabat yang berwenang menetapkan penyesuaian jabatan adalah: a. Keputusan pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan sebagaimana contoh Lampiran XVII. 6. 5.

c. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. 236 . Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran III dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan jabatan a. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. 3. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. b. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. c. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. Persyaratan Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a.BAB V KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT A.PAN/12/2002 dengan ketentuan: 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. b. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan adalah: a. Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan/penyuluhan kehutanan di lingkup Kabupaten/ Kota y a n g b e r s a n g k u ta n s e s u a i k e t e n t u a n y a n g b e r l a k u . 2. b. Kenaikan Jabatan 1.

237 . 2) Copy SK jabatan fungsional terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. dengan ketentuan pelaksanaan diklat peningkatan profesi tersebut secara efektif dilaksanakan setelah 2 (dua) tahun sejak Keputusan ini ditetapkan. kehutanan atau yang serumpun. Penyuluh Kehutanan yang diangkat dalam jenjang Jabatan yang lebih tinggi wajib mengikuti diklat peningkatan profesi yang akan diatur Iebih lanjut dengan Keputusan tersendiri. 2) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / unit kerja pada Propinsi yang bersangkutan. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan berikutnya. d. yaitu bidang penyuluhan. dan selanjutnya dikirim kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli. 4. 3) PAK terakhir asli. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dengan melengkapi berkas yang dipersyaratkan yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja pada Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Tata cara pelaksanaan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan a.c. dengan ketentuan: 1) ljazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. 4) Copy DP-3 satu tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 2) Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat AhIi. 3) Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan yang akan didudukinya.

Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi: c. dan b. 3) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk untuk lingkup Kabupaten/Kota. kemudian menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan kepada: 1) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk lingkup Departemen Kehutanan. B. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. Keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (asli) melalui pimpinan unit kerjanya. Persyaratan Kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. adalah: a. Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan Propinsi / Kabupaten / Kota. 2) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk untuk Iingkup Propinsi. d. c. Pejabat-pejabat tersebut pada huruf a di atas setelah menerima berkas usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan. selanjutnya pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas menerbitkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan telah memenuhi persyaratan. 2. Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. 238 .b. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Kenaikan Pangkat 1. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. bagi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c di lingkungan Departemen Kehutanan. selanjutnya memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditetapkan.

239 . golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan ruang lI/b untuk menjadi Pengatur. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. d. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dari Penyuluh c. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. bagi : 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. 3) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang IV/b di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina. golongan ruang lII/d di lingkungan Departemen Kehutanan. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda tingkat I. 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang Il/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang IV/b di Iingkungan Kabupaten/ Kota dalam Propinsi yang bersangkutan. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang lII/d di lingkungan Propinsi yang bersangkutan.b. dan 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang IV/b di lingkungan Departemen Kehutanan.

5) Mengikuti dan lulus ujian penyesuaian kenaikan pangkat. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. 3. golongan ruang II /b untuk menjadi Pengatur golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. c. golongan ruang Ill/a. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. b. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan pangkat a.2) Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 240 . golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 d e n g a n k e t e n t u a n : 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. 4) Sekurang-kurangnya memenuhi jumlah angka kredit kumulatif minimal yang ditentukan untuk pangkat Penata Muda. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran Ill dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara N o m o r 1 3 0 / K E P / M . 2) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. 3) Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Penyuluh Kehutanan Tingkat AhIi mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. Penyuluh Kehutanan yang menduduki pangkat Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d ke bawah yang memperoleh ijazah S1/D-IV dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya sebagai penyesuaian ijazah dengan ketentuan : 1) Kualifikasi ijazah harus sesuai dengan tugas pokoknya. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I.

241 . 5) Daftar Riwayat Hidup (bagi yang pindah golongan). selanjutnya menyampaikan kepada Instansi induk masing-masing untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Tata cara usulan kenaikan pangkat Pimpinan unit kerja yang bersangkutan setelah melengkapi usul kenaikan pangkat yang terdiri dari: 1) Copy Kartu Pegawai. 3) Copy surat keputusan pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.4. 4) Copy DP3 dua tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 2) PAK (asli) terakhir. 6) Daftar Riwayat Pekerjaan.

golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. b) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. pangkat Pembina Utama Muda. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Penyelia. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN A. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pembebasan sementara penyuluh Kehutanan adalah. c. 242 . b. pangkat Penata. golongan ruang IV/c.BAB VI PEMBEBASAN SEMENTARA. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Pembebasan Sementara dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. Alasan pembebasan sementara Penyuluh Kehutanan dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: a. golongan ruang IV/b. golongan ruang III/d. golongan ruang lI/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Muda. a) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di Iingkup Departemen Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Madya. 2. pangkat Pembina Tingkat I. c) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Pengatur Muda Tingkat I.

selama menjalani masa hukuman disiplin tetap melaksanakan tugas pokoknya tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. Tatacara Penetapan Pembebasan Sementara a. Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a. 6) Copy SK cuti di luar tanggungan negara atau. 5) Copy SK hukuman disiplin atau. 4. b.d. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf d di atas. atau Sedang menjalankan tugas belajar Iebih dari 6 (enam) bulan dibedakan dengan lzin belajar. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf h di atas. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. atau Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. 4) Copy SK tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan atau. g. d. Ketentuan lain a. 243 . kegiatan yang dilakukan selama dibebaskan sementara tidak dapat dinilai angka kreditnya. f. b. 3) Copy Surat/SK Penugasan di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan atau. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pembebasan sementara yang terdiri dari : 1) Copy SK pangkat terakhir 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir dan. e. b dan c di atas didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan oleh Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan. c. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf g di atas. atau Cuti di luar tanggungan negara. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah dari unsur pendidikan. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf e dan f di atas. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. 3. pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan. h. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah ijazah pendidikan yang bersangkutan.

d.7) Copy SK pemberhentian sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada huruf b butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. 244 . Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali Penyuluh Kehutanan adalah: a. b. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. B. 2) Sekretaris Direktorat Jenderal/Badan Iingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. mengajukan usul pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. c. Pengangkatan Kembali 1. 4) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di lingkup Departemen Kehutanan. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampiran XX. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan c.

2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani cuti. d. 245 . selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan 3. atau 5) Surat keterangan selesai melaksanakan tugas belajar. 3) Copy PAK terakhir. b dan c diangkat kembali setelah yang bersangkutan memenuhi angka kredit minimal yang dipersyaratkan.2. e. f. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani hukuman disiplin. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana pencobaan. Penyuluh Kehutanan yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dari tingkat berat berupa penurunan pangkat. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada butir A angka 2 huruf a. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. atau 8) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang selesai menjalani cuti di luar tanggungan negara. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. atau 6) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang diberhentikan sementara dari PNS. c. Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. Tata cara penetapan pengangkatan kembali sebagai Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pengangkatan kembali yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir. atau 7) Surat keterangan selesai menjalani hukuman disiplin. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementana berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. b. 4) Copy Surat/ SK Pemberhentian dan jabatan struktural/jabatan fungsional lain di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. Pensyaratan pengangkatan kembali a.

Ir. mengajukan usul pembebasan sementara dan jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. lr. Ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang III/d dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 25. Agus. Sekretaris Direktorat Jenderal/ Badan lingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. golongan ruang Ill/c dengan angka kredit sebesar 210 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan di Iingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. 4. jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. Dalam hal yang demikian. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Contoh dalam memproses Pengangkatan Kembali: Sdr. Ir. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diporoleh selama yang bersangkutan tidak menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan. golongan ruang III/d dari jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Muda. pangkat yang digunakan adalah Penata Tingkat I. Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampinan XXI.2) 3) 4) 5) 6) yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. Ketentuan lain Pegawai Negeni Sipil yang diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a sampai dengan f. sehingga PAK terakhir Sdr. Agus menjadi sebesar 235 (210 + 25). Agus. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada angka 3 butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. 246 . Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan.

ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang Ill/c dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 20. Pemberhentian dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda Tingkat I.Sdri. goIongan ruang Ill/b dengan angka kredit sebesar 160 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Anita. golongan ruang Ill/c dan jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Menteri Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. C. atau 2. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wiiayah Propinsi yang bersangkutan. Ir. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. Alasan pemberhentian Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari jabatan Penyuluh Kehutanan. c. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. dilakukan apabila yang bersangkutan: a. d. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil dengan tingkat hukuman disiplin berat dan telah memipunyai kekuatan hukum yang tetap. sehingga PAK terakhir Sdri. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. pangkat yang digunakan adalah Penata. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Ir. 247 . Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan adalah: a. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. b. Anita. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. Dalam hal yang demikian. lr. Anita menjadi sebesar 180 (160 + 20).

3) Gubernur atau pejabat Iain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku.b. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan mengusulkan bahwa Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan telah memenuhi ketentuan untuk diberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut dalam butir 2 di atas. 3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. dan 2) Copy keputusan jabatan Penyuluh Kehutanan terakhir. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda tingkat I golongan ruang Il/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. Usul pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut selanjutnya disampaikan kepada: 1) Menteri Kehutanan. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Departemen Kehutanan. Tidak dapat memenuhi angka kredit yang ditentukan. 3. dan 3) Copy keputusan hukuman disiplin. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. 2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. atau 4) Penetapan Angka Kredit (PAK) terakhir. b. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. 4) Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan 248 . Tatacara penetapan pemberhentian dan jabatan Penyuluh Kehutanan a. golongan ruang lV/c dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. golongan ruang lll/d dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. dilampiri dengan: 1) Copy keputusan pangkat terakhir. 2) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

perundangan yang berlaku. d. Keputusan tersebut disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya sesuai dengan prosedur yang berlaku. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/kota yang bersangkutan. Pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas selanjutnya memproses usul pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan dan menetapkannya dalam suatu keputusan sesuai ketentuan yang berlaku dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh Lampiran XXII. 249 . c.

Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan setelah masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan.PAN/12/2002. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan sampai dengan masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. 250 . 2. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988.

c. MUHAMMAD PRAKOSA 251 . Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. e.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN 1. dan f. mencapai batas usia pensiun Pegawai Negeri Sipil. diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan mendapatkan hak-hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Fasilitasi penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN 3. Dilugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang sedang dibebaskan sementara karena : a. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. 2. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Cuti diluar tanggungan negara. b. d. atau c. Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. antara lain melakukan: a. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat (kecuali pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil). b. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan.

.......……………......…... : ………………………... ....….……........……………........……………. 4....................…………….... .…......….... Peserta Hasil Kegiatan : …………........ : ………………………. : ………………………....... 2... ……………………….. ..…………….. Pangkat / Golongan c.……………...……………... : ………………………....... ..... Unit Kerja Dasar Pelaksanaan Nama Kegiatan Tujuan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan a.... .. ……………………….…………….…………......CONTOH LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN…………………………………… 1. .. …………... 5..... Tempat/ Lokasi c... . ……………………….….……………..... ...……………. Waktu Pelaksanaan b. 6............….........…. ........….…. : ………………………. Nama dan NIP b...... / ……..……………....…………..……………. : ………………………..…... 3.. : ……………………….. : ………….…...…. Jabatan d. .....…..…....... 252 ..…..... : ……………………….……………..... ………………………....... Penyuluh Kehutanan a... / ……....…….... tanggal ………….. Mengetahui (Pimpinan Unit Kerja) (Penyuluh Kehutanan ybs) Catatan: Laporan hasil pekerjaan dilampirkan dengan identitas penyusunnya.... ..………..………. : ………………………... .... . .............….... : ………………………..……………....

.……………….…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………………...................... : ……………….. : …………………….....sebagai……................…………………….…………………………………………….……..……………......... ………………………………….......... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya...........…......……/ …………...……/ ……..……... ………………………………………………………….............…….CONTOH SURAT KETERANGAN KEIKUTSERTAAN DALAM KEPANITIAAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara………....... Telah melakukan kegiatan………………………………….....……………..........…….…………………… 253 .....di……….…………............ pada tanggal …………..…………………………………………….... : …………………….. …………… tanggal………...............…………......

.…………………… Catatan: Kegiatan mengajar / kursus.. : ……………………..........………………………….... …………… tanggal………............... : ……....………/ ………….…….....…….. dsb agar dicantumkah jumlah jam pelajarannya.…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ..... membimbing penyuluh kehutanan) selama…….......................… di……………. Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.….. : ……………………..………………/ …………...... (mengajar / memadu kursus tani / sekolah lapangan.....…………………………....……...... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………….............. ……………………………………………………...........…………………….CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI INSTRUKTUR/ PEMBIMBING LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara…………………………........... pramuwicara....…………...……………........ 254 .. pameran........ jam pada tanggal ………….. Telah melakukan kegiatan………………………….

..………………………………………..…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ..........…………………… 255 ............…………/ ……...CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI PEMBAHAS........ : ……………………. ………………………………………........ MODERATOR.....………............... …………… tanggal………... Dengan judul ……………………………………...……………….......……………………… Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya. Telah bertindak sebagai pembicara ( pembahas / moderator / penyaji / narasumber) (terlampir) dalam ………………………………....………. dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………...…/ ………...........……….………………………………………........ di …………….. : ……………………..... PENYAJI DAN NARASUMBER LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……………...............…………………….....…………................ : …………………...……………………... pada tanggal ………………….

..... : …………………..................................…/ ………............... : …………………….......... Telah melakukan kegiatan ..………................ yang dilaksanakan pada tanggal ..…………/ ……...……….. : ……………………..........…………...……….....………..... Menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………....CONTOH SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya. …………… tanggal………..........……….....................……….............………….....………………...........…/ ………................. di ...... : ………………….......……………….....................................…………/ ……..…… Pimpinan Unit Kerja / Pejabat Yang Ditunjuk 256 ....................... : …………………….............. : ……………………..........

640 jam 4.80 jam JUMLAH I 257 . 2... Lamanya antara 641 .. Lamanya antara 81 ... 6.. 9....160 jam 6..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LAMPIRAN VIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA NOMOR : Masa penilaian.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.. Lamanya antara 481 ..... 5...960 jam 3. 4... Unit Kerja : 1. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.......... 8.... Lamanya antara 161 ....... s/d . Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. Sarjana Muda/ D III 2.. Lamanya lebih dari 960 jam 2.... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.. 3. 7. tanggal .. D II B... Lamanya antara 30 .....480 jam 5..

Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 258 . Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Anggota kelompok sasaran b. 2. Kelompok sasaran lain C. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) 3. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/kecamatan. 9. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. 2. Flipchart c. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. Melaksanakan temu lapang. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/menumbuhkan kelompok sasaran. 4.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 10. 6. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan C. Kelompok sasaran 2. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Foto b. Perorangan b. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. 8. Chart/Gambar B. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. 5. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. 7. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. 3. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja 2. B.

Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. 2. 2. C. 3. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. b. 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 2. b. PENGEMBANGAN PROFESI A. B. Menyampaikan prasarana berupa tinjauan. 4. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. D. Dalam bentuk majalah. PEMANTAUAN. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. JUMLAH IV V. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. JUMLAH V 259 . Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk buku. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan.

b. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. 20 (dua puluh) tahun. Anggota aktif. Pemrasaran. 2. c. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. JUMLAH VI 260 . 3. Dalam bentuk buku. 2. sebagai: 1. 5. 2. Pembahas. Sarjana/Diploma IV F.1 2 3 4 5 6 7 8 UNSUR PENUNJANG VI. E. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Sarjana Muda/Diploma III 3. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk makalah. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Narasumber. b. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Moderator. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Memperoleh piagam kehormatan 1. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. b. D. 1. 4. Diploma II 2. 3. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 10 (sepuluh) tahun. Peserta. B. Pengurus aktif. Tingkat Propinsi. Gelar kehormatan akademis. b. 2. C. sebagai : a. G. Anggota aktif. 30 (tiga puluh) tahun. Pengurus aktif. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. b.

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 261 .

.. 3....... Pejabat Pengusul ( ...................................... Ketua Tim Penilai ( ................. 2.... Tanggal ..... Dst ...1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1............ Tanggal ......................... ) NIP.................... ) NIP............. Catatan Tim Penilai ........ Catatan Pejabat Penilai . Pejabat Penilai ( ........................ 4....... ) NIP.... Tanggal ................. .... 262 .........................

3......80 jam JUMLAH 263 ... 4... 6.. Lamanya antara 81 ......CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN LAMPIRAN VIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN NOMOR : Masa penilaian... tanggal .480 jam 5.. 5...... D II B.. Lamanya antara 30 .... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Sarjana Muda/ D III 2.160 jam 6. Unit Kerja : 1.. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.. Lamanya lebih dari 960 jam 2... 8......... Lamanya antara 641 .... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. 2. Lamanya antara 481 .. Lamanya antara 161 . 9.960 jam 3.. 7..... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. s/d ..640 jam 4.

Melakukan kegiatan demonstrasi hasil usahatani kehutanan (demonstrasi farm). 4. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja 2. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. 6. 3 4 5 6 7 8 III 264 . Sebagai moderator b. Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba 3. 2. Specimen B. Maket g. 7. 2. Brosur/booklet (min 1000 kata) f. Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi : a. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. C. Mengolah data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan 5. 2. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 3. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Poster e. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat kabupaten/kota. Sebagai narasumber 5. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. B. Kelompok sasaran 2. Merekaputulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Leaflet/folder d. 8. Seri foto b. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruktur/pembimbing) tingkat kabupaten/kota. 4. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Melakukan temu usaha. Selebaran/ pamflet c. Anggota kelompok sasaran b. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat kabupaten/kota. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 9. 6.

Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. D. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Kelompok sasaran lain 13. 2. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan lanjut sampai madya. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Mengolah data hasil pemantauan/pengendalian 3. 2. 5. 4. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat kabupaten/kota. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 11. C. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. 1. V. Dalam bentuk buku. 265 . Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang C. B. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. 6.1 2 10. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 4. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk majalah. b. JUMLAH III PEMANTAUAN. b. 12. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Perorangan b. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan.

.. Catatan Tim Penilai ....... ) NIP..1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1............ Pejabat Penilai ( .............. 2................ Ketua Tim Penilai ( .... ) NIP........................... Dst ........................................... Pejabat Pengusul ( . Tanggal ............. Tanggal .. Catatan Pejabat Penilai ....... 266 .................. 4. ) NIP..................... .............. Tanggal ....... 3.........................

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 267 .

Pejabat Pengusul ( ........ Ketua Tim Penilai ( .......................................................... ) NIP.... 268 ...................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1..... Pejabat Penilai ( ........ ) NIP............. 3............ Catatan Pejabat Penilai ........... ) NIP.. Dst .... Catatan Tim Penilai .................. ........... 4........ Tanggal ....... 2............................................ Tanggal .. Tanggal ..

.. Lamanya antara 481 ... 5... 2.... tanggal . Unit Kerja : 1.80 jam JUMLAH I 269 .160 jam 6..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA LAMPIRAN VIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA NOMOR : Masa penilaian.... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1... Lamanya antara 641 . s/d .. Lamanya antara 81 ...... Lamanya lebih dari 960 jam 2.. 9.. 8.....480 jam 5.. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10...... 7. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A..640 jam 4. Lamanya antara 161 ........ 4..... Sarjana Muda/ D III 2.. 6.. 3. Lamanya antara 30 .960 jam 3. D II B.....

Poster f. Anggota kelompok sasaran b. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat propinsi. 2. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat propinsi. 2. C. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. Slide b. Model i. Siaran sandiwara di radio/TV c. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. B. 7. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat propinsi. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Selebaran/pamflet d. 3 4 5 6 7 8 III 270 . 5. 8. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada tokoh masyarakat/agama.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2. D. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat/agama. Menyusun rencana identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). 4. Diorama h. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. 6. Brosur/booklet g. 3. 3. Menganalisis data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan. Leaflet/folder e. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat propinsi. 1. 4. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. Mock up B. Kelompok sasaran 2.

Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. 271 . Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam bentuk buku. 2. 2. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.1 2 9. B. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Mengolah. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. b. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. b. D. 4. Melaksanakan penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. C. 4. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. 2. C. JUMLAH III PEMANTAUAN. Dalam bentuk majalah. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Memberikan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan/pengendalian. 1. 5. Menyusun kurikulum kegiatan bimbingan teknis/kurus kepada kelompok sasaran. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. b. 3. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. V.

Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: a. 10 (sepuluh) tahun. 2. 2. 4. Anggota aktif. sebagai : a. Diploma II 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. b. c. Pemrasaran. 3. G. Anggota aktif. Tingkat Propinsi. 5. E. Pengurus aktif. b. Gelar kehormatan akademis. 2. JUMLAH VI 272 . Memperoleh piagam kehormatan 1. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. D. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Pembahas. 1. b. Pengurus aktif. b. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Sarjana/Diploma IV F. Peserta. 30 (tiga puluh) tahun. b. 3. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. sebagai: 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Moderator. Sarjana Muda/Diploma III 3. 20 (dua puluh) tahun. C.1 2 3 4 5 6 7 8 B. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. 2. Narasumber. Dalam bentuk makalah. Dalam bentuk buku.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG 273 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

...1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1............ Dst ..... Catatan Pejabat Penilai .... ) NIP. Tanggal ............. 2........... Catatan Tim Penilai .... Tanggal ...... ) NIP........................ 274 ............................................... Tanggal ...... 4..... ............. Pejabat Pengusul ( ................................... 3............. Pejabat Penilai ( .................. ) NIP....... Ketua Tim Penilai ( .........

UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A..... Lamanya antara 161 ....80 jam JUMLAH I 275 ...... Lamanya antara 641 .. Lamanya antara 30 ..... Sarjana / D IV B. Lamanya lebih dari 960 jam 2.. 5. 4..... Doktor 2....640 jam 4.. Unit Kerja : 1... 2... Lamanya antara 81 ....CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA LAMPIRAN VIIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA NOMOR : Masa penilaian.. 8..... 3....... 9.160 jam 6.480 jam 5... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.. Pasca Sarjana 3. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1... tanggal . Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.960 jam 3.. 7. s/d . KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. 6. Lamanya antara 481 ..

Tingkat propinsi. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat nasional. 6. LSM. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Leaflet/folder f. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa gabungan kelompok / asosiasi. Perorangan b. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Sebagai pembicara/penyaji dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. b. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai jenjang jabatan D. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Brosur/booklet B. Menyusun instrument dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Bulletin board (papan buletin) b. Seri slide d. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. 4. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. 2. Poster g. 2. Kelompok sasaran lain C. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Selebaran/pamflet e. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Tingkat nasional. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 276 . 3.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan : a. C. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Melakukan temu karya kepada Pemda. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. 5. B. OHP transparan c.

Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. 3. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Sarana. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 4. 1.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Metodologi. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. b. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. JUMLAH V VI. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. B. Menyusun metode/teknik pemantauan/pengendalian. b. B. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. dan Alat Baru Penyuluhan Kehutanan. 4. 277 . Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Dalam bentuk buku. PENGEMBANGAN PROFESI A. JUMLAH IV V. materi. 2. PEMANTAUAN. C. b. 2. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 2. 4. 1. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Materi. Dalam bentuk majalah. 3. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pengembangan Aspek Teknik.

Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Dalam bentuk buku. 5. sebagai : a. Tingkat Propinsi. b. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Peserta. c. b. 1. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a.1 2 3 4 5 6 7 8 D. Pembahas. Memperoleh piagam kehormatan 1. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 2. JUMLAH VII 278 . Pemrasaran. 10 (sepuluh) tahun. Anggota aktif. 2. G. 20 (dua puluh) tahun. Sarjana Muda/Diploma III 3. Diploma II 2. E. Anggota aktif. Narasumber. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. b. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. b. b. Pengurus aktif. 4. sebagai: 1. D. Dalam bentuk makalah. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Pengurus aktif. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. 2. 30 (tiga puluh) tahun. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. 2. C. 3. Moderator. 3. Gelar kehormatan akademis. Sarjana/Diploma IV F. B.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 279 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

. ) NIP....... 280 ......... ) NIP.........1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1................................. Catatan Tim Penilai ...... 3.............................. Pejabat Pengusul ( ................ ) NIP.................. Tanggal .................... Ketua Tim Penilai ( ......... Pejabat Penilai ( . Catatan Pejabat Penilai .. 4............ Tanggal ....... Tanggal ...... ....................................... 2.. Dst .........

. Lamanya antara 641 .80 jam JUMLAH I 281 . Lamanya antara 161 ..... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1... Lamanya antara 81 ....... Lamanya antara 481 ...640 jam 4..480 jam 5. 7. 9.......160 jam 6. Lamanya antara 30 .... 5..... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. Unit Kerja : 1. 3..960 jam 3... Pasca Sarjana 3. Sarjana / D IV B. 4.. 6.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MUDA LAMPIRAN VIIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MUDA NOMOR : Masa penilaian.. s/d ... 2....... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.... Doktor 2...... tanggal . 8. Lamanya lebih dari 960 jam 2.

Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum) 2. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Brosur/ Booklet B. 3. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Poster g. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. cendekiawan. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 282 . B. 5. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat nasional. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Sebagai sutradara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Menyusun materi kursus dalam kegiatan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran. 3. Video c. Menyusun pedoman penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. C. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran. 7. Kelompok sasaran lain 9. 8. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 6. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. 2. Perorangan b. Selebaran/ pamflet e. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Siaran radio/ TV d. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. 4. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karyawisata kepada Perguruan Tinggi. Membuat desain kaji terap teknologi anjuran/ uji coba. Menganalisa data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. pemerintah pusat. Leaflet/ folder f. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. Sound slide b.

Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. 5. materi. 4. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. 4. b. Metodologi. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. VI. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Sarana. Dalam bentuk buku. 6. 3. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. B. 3 4 5 6 7 8 V. 3. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. 2. Dalam bentuk majalah. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. B. b. Materi. Pengembangan Aspek Teknik. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 2.1 IV. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2. JUMLAH V PENGEMBANGAN PROFESI A. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 2 PEMANTAUAN. b. 283 . EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 1. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 4. 1.

Diploma II 2. Sarjana Muda/Diploma III 3. 20 (dua puluh) tahun. 30 (tiga puluh) tahun. 3. sebagai: 1.1 2 3 4 5 6 7 8 C. 2. b. Peserta. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 5. Pemrasaran. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Sarjana/Diploma IV F. Pengurus aktif. 4. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Tingkat Propinsi. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. 2. Pengurus aktif. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. JUMLAH VII 284 . Dalam bentuk makalah. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. b. sebagai : a. 3. 1. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. E. b. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 2. c. Anggota aktif. 2. b. D. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. B. Pembahas. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. C. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku. D. Memperoleh piagam kehormatan 1. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Anggota aktif. 2. b. 10 (sepuluh) tahun. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Moderator. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. G. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Gelar kehormatan akademis. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Narasumber. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan.

1 2 3 4 5 6 7 8 VIII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 285 .

................ Pejabat Penilai ( .... Catatan Tim Penilai ....... 3.................................................... Tanggal ............... ) NIP.... 286 ............. 2.1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1........... 4. Catatan Pejabat Penilai .... ) NIP............................. Tanggal ....... ................. Ketua Tim Penilai ( ... Tanggal ..... Dst ........ ) NIP........................ Pejabat Pengusul ( ...............

80 jam JUMLAH I 287 ... 5...960 jam 3. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. Lamanya lebih dari 960 jam 2..... 9... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.. Lamanya antara 81 .640 jam 4..... Sarjana / D IV B..160 jam 6.....480 jam 5.. tanggal .. Lamanya antara 30 .. Lamanya antara 641 .... Lamanya antara 481 . Pasca Sarjana 3.. 8........ Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A... 3. 4... Doktor 2... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.... 6.. s/d .... Lamanya antara 161 . 7..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MADYA LAMPIRAN VIIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MADYA NOMOR : Masa penilaian. Unit Kerja : 1. 2..

Sebagai narasumber/ pengisi acara/ diskusi/ wawancara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. 3. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usha wanatani. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Leaflet/ folder c. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. IV. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 5. JUMLAH IV 3 4 5 6 7 8 III.1 II. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 4. 2. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat internasional. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 288 . Brosur/ Booklet B. Perorangan b. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Poster d. Kelompok sasaran lain JUMLAH III PEMANTAUAN. 4. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 2. 3. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Melakukan temu karya kepada Perguruan Tinggi. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. cendikiawan. B. Pemerintah Pusat. 3. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 4. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Sebagai penyaji dalam pendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. 2. Selebaran/ pamflet b.

Metodologi. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 2. D. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam bentuk buku. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. C. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. 4. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 4. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Materi. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. b. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. b. 1. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. JUMLAH VI 289 . Pengembangan Aspek Teknik. 2. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. materi. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. B. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 2.1 2 3 4 5 6 7 8 V. Dalam bentuk majalah. b. VI. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. 3. Sarana. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 1. B.

Sarjana/Diploma IV F. sebagai : a. 2. Tingkat Propinsi. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. UNSUR PENUNJANG PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 3. Peserta. G. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. b. Pemrasaran. Pengurus aktif. c. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. b. 30 (tiga puluh) tahun. B. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. 5. Narasumber. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. 20 (dua puluh) tahun. Pembahas. Gelar kehormatan akademis. 2. Dalam bentuk makalah. C. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. 1. 3. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. b. JUMLAH VII 290 . Memperoleh piagam kehormatan 1. Anggota aktif. D. Pengurus aktif. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. 4. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Diploma II 2. 2.1 2 3 4 5 6 7 8 VII. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. sebagai: 1. 10 (sepuluh) tahun. E. Dalam bentuk buku. Anggota aktif. b. Moderator. b. 2. Sarjana Muda/Diploma III 3.

.. 291 .....1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1... Catatan Tim Penilai ............................. ) NIP........ ) NIP.................... ) NIP.... 2. Catatan Pejabat Penilai ....................................... Tanggal ...... 3... Tanggal ...................... 4.... Pejabat Penilai ( ......... Dst ...................... . Ketua Tim Penilai ( ........................... Pejabat Pengusul ( .................. Tanggal .............

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

292

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

293

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

294

Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :
NO 1 1 2 3 dst. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.K 6 KET/BUKTI FISIK 7

.................., ........................ Atasan langsung,

295

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

296

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

297

............... : .......................................................................... : ...................................................................... : ............................................................................. : ........................................................................................................................................... : ........ : ....................................................................................................................................................................................... : ....................................................................................................... : : ................................ : ........................................................................................................CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .............................................. 298 ........................................................................................ : ............................................ : ..

.. ..Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan......................... 299 ... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst.... URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.....K 6 KET/BUKTI FISIK 7 . Atasan langsung.. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.....

.............................................................. 300 .......................CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ............................................................................................................................. : ......................................................................................................... : .................................................................................................. : ...................................................................... : .................................................................................................................................................. : .......................................... : ................................................................................ : ................... : ......................... : : ............................. : ................................................................................................................. : ................................................

. ... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst...... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya....... Atasan langsung..Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A........... 301 ...K 6 KET/BUKTI FISIK 7 ..............

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Menyatakan bahwa : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Telah melakukan kegiatan penunjang tugas Penyuluh Kehutanan, sebagai berikut : No. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. ..................., ...................... 2003 (Nama Jabatan) ........................ Kegiatan Penunjang Penyuluh Kehutanan 2 Jenis/Bentuk Kegiatan 3 Jumlah yang dinilai/Kegiatan 4 Pada/ Tempat 5 Keterangan 6

( ........................................ ) NIP

302

CONTOH HASIL PENILAIAN AK HASIL PENILAIAN ANGKA KREDIT PERIODE : ................. S/D .....................

LAMPIRAN XIV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003

Nama NIP Pangkat / Gol. Jabatan Unit Kerja
UNSUR KODE KEGIATAN 4 5 6 7 ANGKA KREDIT KODE KEGIATAN 2 UNSUR UTAMA II III Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan IV Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan V VI Pengembangan Profesi JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI) UNSUR PENUNJANG JUMLAH (VI) Total (I + II + III + IV + V + VI) VII Penunjang Penyuluhan Kehutanan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Persiapan Penyuluhan Kehutanan I PENDIDIKAN 3 SUB UNSUR USULAN PENILAIAN USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT

: : : : :

.................................................. .................................................. .................................................. .................................................. ..................................................
KETERANGAN 8

NO

1

A

B

.................., .......................................... KETUA TIM PENILAI ...........................

303

( ......................................... ) NIP. .....................................

CONTOH : PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / /

Masa Penilaian : ........................ s/d ............................
KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar / Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan Penyuluhan Kehutanan c Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan d Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan e Pengembangan Penyuluhan Kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ........ / PANGKAT .......... / TMT .......... ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan. TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu. Ditetapkan di : Pada tanggal :

304

Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ......./PANGKAT ..................../ TMT ............................. Ditetapkan di : Pada tanggal :

ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.

TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu.

305

CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XVI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

KEPUTUSAN .......................... NOMOR : ............. / ....... / .......... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................... tanggal .......................... dipandang perlu mengangkat saudara .......................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. ............................................................... ...............................................................

b. Mengingat : 1.

Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003; 6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999; 7. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002; 8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .....................................; 9. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .....................................; 10. Keputusan Menteri Kehutanan nomor .................................

306

MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....................................... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a. Nama : ................................................... b. NIP : ................................................... c. Pangkat/Gol. : ................................................... Ruang/TMT d. Unit Kerja : ....................... dari jabatan ..................... dengan angka kredit sebesar .................. (diisi dengan angka dan huruf) .................................................................................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Pada tanggal : :

KEDUA KETIGA

: :

Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. 4. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5. Pejabat lain yang dipandang perlu. *) coret yang tidak perlu.

307

............. 8...................................... TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a....................... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999........... . 6............................ Keputusan Menteri Kehutanan nomor .......... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ....... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994.............. tanggal .... ................... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor . Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999.................. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.. / ... 2.............. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ........ NOMOR : . dalam jabatan Penyuluh Kehutanan......... 308 .. 9... 5......CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MELALUI PERPINDAHAN JABATAN LAMPIRAN XVII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ........ b..... Mengingat : 1..... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001. 3..... dipandang perlu mengangkat saudara .......... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002. / ........................... 4................ 10.................................................... 7................

............................ ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya....................................... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit......... Pangkat/Gol...... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a......... Ruang/TMT d.......... NIP : ........... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya..... : ...................... 309 ............. dengan angka kredit sebesar ................ *) coret yang tidak perlu.. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2............................................................ c.. (diisi dengan angka dan huruf) ....................... dari jabatan ...... 4........................................ Pejabat lain yang dipandang perlu............... Unit Kerja : . Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. b..... Nama : ........................... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5...MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ..............

< 200 200 . I. III/a Penata Muda Tk. I. I. II/d Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan Lanjutan Penata Muda.< 200 200 . II/b JABATAN BARU PANGKAT/GOLONGAN ANGKA KREDIT 40 . I.< 80 80 .< 100 100 . IV/b Pembina Utama Muda IV/c ANGKA KREDIT 100 .< 150 150 . I.< 60 60 . II/c Pengatur Tk. I. 1 2 3 4 5 6 7 .< 300 300 JABATAN LAMA Ajun Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Utama Pratama Penyuluh Kehutanan Utama Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Muda JABATAN BARU Penyuluh Kehutanan Pertama PANGKAT/GOLONGAN Penata Muda III/a Penata Muda Tk.< 300 300 . III/d Pembina IV/a Pembina Tk. III/c Penata Tk. III/b Penata III/c Penata Tk.< 550 550 .< 400 400 . III/d Asisten Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Muda Ajun Penyuluh Kehutanan Madya Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Madya Pengatur Muta Tk.< 150 150 . 1 2 3 4 5 6 7 B. III/b Penyuluh Kehutanan Penyelia Penata.< 600 700 CONTOH TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XVIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. PENYULUH KEHUTANAN AHLI NO.310 JABATAN LAMA Asisten Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Pelaksana Pengatur. PENYULUH KEHUTANAN TERAMPIL NO. I.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 43 tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169............ Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890)...CONTOH PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XIX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) NOMOR : .. 1. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 11. TENTANG PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) Menimbang : bahwa yang namanya tersebut dalam Lampiran Keputusan ini memenuhi syarat untuk penyesuaian dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan angka kreditnya sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahunan 1999 Nomor 60..... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55... Ta m b a h a n L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3 8 3 9 ) .PAN/12/2002 tanggal 3 Desember 2002. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001 ( L e m b a r a n N e g a r a Ta h u n 2 0 0 1 N o m o r 4 9 ) ... 4.. Mengingat : 2... 311 .... 3.... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547)..

Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194.. 8. Kewenangan.. sebagaimana telah diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan.. 11. Tugas.5. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 193... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 7. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015).. 312 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4014).... 10. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 196..... Memperhatikan : Usul Direktur/Kepala Unit Diklat Nomor . 6.. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departeman........ Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil... Fungsi. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan.. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.... Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nommor 198...PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019)... 9.. 12..

..n.... KEDUA : KETIGA : Keputusan ini diberikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya... Penyuluh Kehutanan yang namanya tersebut dalam lajur 2 disesuaikan jabatannya dari jabatan lama sebagaimana tersebut dalam lajur 3 ke dalam jabatan baru sebagaimana tersebut dalam lajur 4 keputusan ini. Bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dengan diktum PERTAMA... akan diadakan perbaikan seperlunya. Menteri/Kepala LPND/Gubernur/ Bupati/Walikota *) Sekretaris Jendral / Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah *) 313 ....... Ditetapkan di Pada tanggal : : a....MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .. Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini. kepadanya diberikan tunjangan jabatan sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.............

.... b..... pangkat/golongan ruang ................................................................... berdasarkan .................................... ..................... 2................................................................................................... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001.................................................................... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ........ .. 314 ..................................... karena ........... Bahwa saudara .............. / .................. ..... 5.......... ............ jabatan ........ Keputusan Menteri Kehutanan nomor ....................... NIP.............. dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan....................................PAN/12/2002...... ....................... / ...................... Mengingat : 1............ ........... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002. 3............. NOMOR : .........CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ...................... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.............................. 8....................................... .. 4................ 6........ Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002...................................... 7...... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999.... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.............. 9........................ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.....................

........................MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .... 315 .... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.............................................. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2... Pangkat/Gol.... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........ dengan angka kredit sebesar .......................... : .......... c............................... dari jabatan .................................... 4..................... KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.. (diisi dengan angka dan huruf) ........................................ NIP : . Ruang/TMT d.. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5............ *) coret yang tidak perlu.......................... Unit Kerja : ... Nama : ..... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.......... Pejabat lain yang dipandang perlu......... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3...... mengangkat/mengangkat kembali Pegawai Negeri Sipil : a..... b................................

tanggal .................... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor . Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999....... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994............................................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan......... 2............... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999................ dipandang perlu mengangkat kembali Saudara ............ 9............... .... 3........... 8...................... NOMOR : ....... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002...... TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a......................... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ............. 4.... / .. b..CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ....... 10.. / . 316 ............. 6............................................. Mengingat : 1.. .......... 5.. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ........... 7........ Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002................ Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003..... Keputusan Menteri Kehutanan Nomor .......................

Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya................................ b...............................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ........ *) coret yang tidak perlu......... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2..... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.. 317 ............................. mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a................................................................ Nama : ................. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5............... : ............... Pangkat/Gol..... (diisi dengan angka dan huruf) . dari jabatan ................. Ruang/TMT d.... c............................ Unit Kerja : . 4.. NIP : ................................ Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit......... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3............ dengan angka kredit sebesar ........ Pejabat lain yang dipandang perlu......................

2....... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001......... 3...... 7................ b......................................................... / .....................PAN/12/2002....... NIP............................. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003. 8.. .......... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ........ Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999................................... telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor ....... / ................. 318 ... 9.............. ........... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.................. 6....... Mengingat : 1............ Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002................ 5........ 4.............. tanggal .....CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .... jabatan .......................... Keputusan Menteri Kehutanan Nomor ........... pangkat/golongan ruang ................... .............. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002... Bahwa saudara ........... TENTANG PEMBERHENTIAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a......../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara *)......................................... terhitung mulai tanggal .................................................. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994........ NOMOR : ...

dengan angka kredit sebesar ..... NIP : . 4............................. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3......... Unit Kerja : ...... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a......................... c. KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1......... *) coret yang tidak perlu................ Pejabat lain yang dipandang perlu.... 319 ..................... (diisi dengan angka dan huruf) ...... dari jabatan ..... : ...MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....................... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5...................................... Nama : .................. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya............ Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.......................................... Pangkat/Gol................. Ruang/TMT d................................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2.................... b...................... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya...

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->