PETUNJUK PELAKSANAAN DAN TEKNIS

JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN
DAN

ANGKA KREDITNYA

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Jakarta, 2011

KATA PENGANTAR

Ketentuan yang mengatur tenaga fungsional penyuluh kehutanan adalah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang telah diubah melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005; Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/33/M.PAN/10/2006; dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 32 Tahun 2011. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan sangat berhubungan erat dengan petunjuk teknis dari Menteri Kehutanan. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Kepala BKN Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Sedangkan petunjuk teknis jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 272/Kpts-II/2003 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Semoga buku Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dapat dijadikan p e d o m a n b a g i p e n y e l e n g g a r a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n .

Kepala Pusat

Ir. M. Ali Arsyad, M.Sc NIP. 19530511.198203.1.002

i

DAFTAR ISI
PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA I. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........... PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33/M.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ............................................................................... PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ........ KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ................................... KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA VII. KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ....................................................................................... 121 - 319 Hal

1-

7

II.

9 - 12

III.

13 - 15

IV.

17 - 42

V.

43 - 68

VI.

69 - 121

ii

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIKROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.40/Menhut-II/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan, terdapat perubahan nomenklatur instansi Pembina teknis Penyuluh Kehutanan dari Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan menjadi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; bahwa dengan adanya perubahan nomenklatur tersebut berdampak pada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga perlu dilakukan revisi, khususnya yang berkaitan dengan penilaian dan penetapan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan; bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a dan b di atas, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri

b.

c.

1

Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/ M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3000) sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412); Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintahan Nomor 40 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 51. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5121); Peraturan Pemerintahan Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193);

2.

3.

4.

2

5. 6.

Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010; Keputusan Presiden Nomor: 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006; Usul Menteri Kehutanan dengan surat Nomor: S.132/Menhut-IX/2011 tanggal 11 Maret 20011; Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor K.26-30/V.110-1115/93 tanggal 19 April 2011; MEMUTUSKAN:

7.

8. 9.

Memperhatikan :1. 2.

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA.

Pasal I Beberapa ketentuan dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006 diubah sebagai berikut:

3

pangkat Pengantur Muda Tingkat I. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluhan Kehutanan Penyelia. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Kepala Badan yang menangani penyuluhan kehutanan. d. golongan ruang IV/b dan pangkat Pembina Utama Muda. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. dan Kabupaten/Kota. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah: a. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. selanjutnya disebut Tim Penilai Unit Kerja. Ketentuan Pasal 15. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Sekretaris Daerah Provinsi atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Golongan ruang III/a Pembina. (2) Dalam menjalankan tugas. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Pembina Tikat I. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementrian Kehutanan. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Penata Tingkat I.1. pangkat Pembina. pangkat Penata Muda. pangkat Pembina. pangkat Penata Muda. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. b. b. pangkat Penata Tingkat I. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya. c. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. dibantu oleh: a. pangkat Penata Muda. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Provinsi. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. 4 . pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(5) Syarat untuk menjadi Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. d. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Provinsi bagi Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di provinsi. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. c. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Sekretaris daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota. selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi. b. (3) Anggota tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d. d. 2. Jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Selanjutnya disebut Tim penilai Kabupaten /Kota. paling kurang 2 (dua) orang berasal dari pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan.c. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota. Seorang Sekretaris merangkap Anggota yang berasal dari unsur kepegawaian. (4) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh: a. Sekretaris Daerah Provinsi atau Pejebat eselon II yang membidangi penyuluhan Kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Provinsi. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 16 (1) Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terdiri dari unsur teknis yang membidangi penyuluhan kehutanan. 5 . Ketentuan Pasal 16. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Unit Kerja. c. Seorang Ketua merangkap Anggota. b. Adalah : a. unsur kepegawaian dan pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan (2) Susunan keanggotaan Tim Penilai sebagai berikut : a. d. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat .

3. Pimpinan unit Kerja yang membidangi Penyuluhan Kehutanan di Kementerian Kehutanan kepada Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. c. Provinsi. Sekretaris Badan yang membidangi Penyuluhan Kehutanan. golongan ruang IV/b dan Pangkat Pembina Utama Muda. (8) Apabila Tim Penilai belum dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. c. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Provinsi.b. pangkat Penata Muda. pangkat Pembina. Dapat aktif melakukan penilaian (6) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. Sekretaris Daerah Provinsi dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota kepada Kepala Badan yang membidangi Penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya. 6 . diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut : Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. pangkat Pembina Tingkat I. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan di Provinsi Kepada b. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai Unit Kerja. (7) Masa jabatan anggota Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. Ketentuan Pasal 19. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. dan Kabupaten/Kota. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementerian Kehutanan.

golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Pembina. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 30 Mei 2011 ME E NT Menteri Negara NEG R I Pemberdayagunaan Aparatur Negara A Dan Reformasi Birokrasi. pangkat Penata Tingkat I. NE G S I ARA RA E. pangkat Penata Muda golongan raung III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Tingkat I.E Mangindaan R A PEND A AY N DA R G UN UR R A AT K A E E F A N A PA R OR P RO SI UB MASI BI E LIK INDON 7 . golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. pangkat Penata Muda golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama.Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Pembina. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. d. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Pasal II Peraturan Menteri Negara Pemberdayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia.

.

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041).PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. 9 . b. bahwa dalam penerapan jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55.MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33 /M. Mengingat : 1.PAN/12/2002 tentang jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. maka dipandang perlu mengubah Keputusan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara Nomor: 130/KEP/M. NOMOR 130/KEP/M. bahwa dengan adanya perubahan institusi pendidikan sebagaimana dimaksud dalam butir a di atas. khususnya untuk tingkat terampil yang di persyaratkan minimal Pendidikan Diploma III sulit dipenuhi karena adanya perubahan Institusi pendidikan. Menimbang : a.

10 . d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263). P e m i n d a h a n . 5. Peraturan Pemerintah nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 151). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019). Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2823). Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017). 4. Peraturan Pemerintah nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194. 3. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32. 8. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015). Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122.2. 7. 6. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098). Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196. Peraturan Pemerintahan Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n .

Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.9. Memperhatikan :1. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 2. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. golongan ruang II/b. dan Tata Kerja Kementerian Negara. 3. 11 . Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil : 1. Fungsi Susunan Organisasi. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2(dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. Berijazah paling rendah SMU/SMK sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan : Pangkat paling rendah Pengatur Muda Tingkat I. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.587/II.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA Pasal I Mengubah ketentuan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. menjadi berbunyi sebagai berikut : " Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil atau Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli dapat dipertimbangkan setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor : K26-30/V96-7/93 tanggal 5 September 2006.peg/2006 tanggal 7 Juni 2006. Usul Sekertaris Jendral Depertemen Kehutanan Nomor S. 4. 2. 10. Tugas.

pengembangan profesi. dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh yang berasal dari pendidikan . 5. 2. Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA :12 Oktober 2006 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. 7. Tersedianya lowongan dalam formasi jabatan. Pangkat paling rendah Penata Muda. dan penunjang tugas penyuluhan kehutanan setelah ditetapkan oleh pejabatan yang berwenang menetapkan angka kredit. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksana Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam I (satu) tahun terakhir. golongan ruang III/a. penyuluhan kehutanan." Pasal II Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan.5. 3. adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. 6. 7. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Tersedia lowongan dalam formasi jabatan. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. 4. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli : 1. b. 6. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D 12 N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI . Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2 (dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. Paling tinggi usia 50 tahun. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. Paling tinggi usia 50 tahun.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). dipandang perlu mengubah Lampiran I dan atau II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.Lampiran II NOMOR TANGGAL : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60 /M. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). 13 . Menimbang : Bahwa dalam rangka mengembangkan jabatan fungsional jenjang ahli. Mengingat : 2. Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. 1.

9. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). 10. Tambahan Lembaran Negara Nomor 32.3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. 14 . P e m i n d a h a n . 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). 7. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . setelah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). 4. 8. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). Tugas Fungsi. 6.

11. Susunan Organisasi. sehingga seluruhnya berubah menjadi berbunyi sebagai berikut : "Unsur pendidikan Ijazah Doktor menjadi 200 angka Kredit. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYA GUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. Pasal II Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Tugas. Kewenangan. Memperhatikan : Pertimbangan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat nomor WK26-30/V50-8/93 tanggal 29 April 2005.khususnya sub unsur pendidikan sekolah dengan memperoleh Ijazah/gelar. dan Ijazah Sarjana/D IV menjadi 100 angka kredit". Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perubahan Kelima Atas keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Pasal I Mengubah ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI 15 . Ijazah Pasca Sarjana menjadi 150 angka Kredit. dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. Fungsi. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 1 Juni 2005 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA.

.

sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. Menimbang : bahwa dengan berlakunya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. 1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Tambahan lembaran Negara Nomor 4437).PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. Mengingat : 2.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M. 17 . dipandang perlu mengatur ketentuan pelaksanaanya dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan lampiran I dan atau lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). 4. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. 7. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . 9.3. 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). 8. 18 . Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. P e m i n d a h a n . sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). 6. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15.

sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Peraturan ini.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Pasal 1 Ketentuan pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. 11. Tugas.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. dilampirkan salinan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Fungsi Kewenangan. sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan ini. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005.10. Pasal 2 Untuk memperjelas pelaksanaan Peraturan ini.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. 19 .PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen.

Pasal 4 Peraturan Ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak ditetapkanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.Pasal 3 Apabila dalam melaksanakan Peraturan ini dijumpai kesulitan agar ditanyakan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk mendapatkan penyelesaian.PAN/6/2005 tanggal 1 Juni 2005 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005 AN K E P E G A WA AB AD K E PA L Badan Kepegawaian Negara N NE GARA IA Kepala RE PU BLI S NE K I N D OPrapto IA Hadi 20 .

PENDAHULUAN A. Jabatan Fungsional Tertentu. Jabatan Karier. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian dan/atau keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi. 4. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi Negara. Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. adalah suatu kedudukan yang menunjukan tugas.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA I. tanggung jawab. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. Jabatan Fungsional. 2. 21 . : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. Jabatan Struktural. 5. tanggung jawab. tanggung jawab. adalah kedudukan yang menunjukan tugas.Lampiran I NOMOR TANGGAL PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. UMUM 1. adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi syarat yang ditentukan. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan untuk kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit. 3.

3. Penetapan jabatan dan angka kredit jabatan fungsional dilakukan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur Negara. dengan memperhatikan usul dari pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan teknis secara tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara. adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat. 6. 2. 5. Pengangkatan Pertama. adalah pengangkatan pegawai Negeri Sipil dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lain ke dalam jabatan fungsional tertentu. TUJUAN Ketentuan dalam Peraturan ini sebagai petunjuk bagi instansi Pembina Jabatan Fungsional dan Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menjamin kelancaran dan keseragaman dalam penetapan pemberian Angka Kredit khususnya sub unsur pendidikan formal dengan memperoleh ijazah/gelar bagi jabatan fungsional tertentu. PENGERTIAN Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. khusus bagi yang pada saat melamar paling rendah memiliki dan menggunakan Ijazah antara lain Ijazah apoteker. adalah pengangkatan Pegawai negeri Sipil ke dalam jabatan fungsional tertentu melalui formasi Calon Pegawai Negeri Sipil. Pendidikan Formal. adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan. pendididkan menengah. 4.6. 22 . C. dan pendidikan tinggi. Instansi Pembina jabatan fungsional. B. adalah instansi yang bertugas membina suatu jabatan fungsional menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. Angka Kredit.

7. adalah Bupati/Walikota. adalah Menteri. Jaksa Agung. adalah Gubernur. BESARAN ANGKA KREDIT Besaran angka kredit untuk Ijazah yang diperoleh dari pendidikan formal diubah sebagai berikut : ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT TERAMPIL No. 1 2 3 Pendidikan SLTA/DIPLOMA I DIPLOMA II DIPLOMA III / Sarjana Muda Angka Kredit Lama 25 50 50 Baru 25 40 60 ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT AHLI No. 9. Kepala Kepolisian Negara. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. adalah golongan ruang III/b. dan Ijazah lain yang setara. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh pejabat struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen. Propinsi. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara.Ijazah dokter. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. II. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah. 8. Pimipinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan. 1 2 3 Pendidikan Sarjana (S1) / DIPLOMA IV Dokter/Apoteker/Magister (S2) Doktor (S3) Angka Kredit Lama 75 100 150 Baru 100 150 200 23 .

Contoh 1 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) mendapat tambahan angka kredit 60. c. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda/Diploma III Mendapat Tambahan angka kredit 35. SLTA/Diploma I memperoleh penigkatan pendidikan/ijazah Diploma II Mendapat tambahan angka kredit 15. Lahir Pendidikan CPNS PNS 24 . Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : a. f. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda//Diploma III Mendapat tambahan angka kredit 20. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 75.III. A. S a r j a n a M u d a / D i p l o m a I I I m e m p e r o l e h p e n i n g k a ta n pendididkan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 40. Magister (S2) memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Doktor (S3) Mendapat tambahan angka kredit 50. d. h. Sarjana (S1) Diploma IV memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Mendapat tambahan angka kredit 50. Pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. e. 6 September 1959 : SLTA : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 g. b. TATA CARA PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT Penetapan pemberian besaran angka kredit sebagaimana tersebut pada Angka Romawi II hanya berlaku untuk pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional dan bagi pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. : : Roby : 260004600 : Jakarta.

00 Jumlah : 245. : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2004 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Doploma III Administrasi Kepegawaian Negara.02 Pembinaan Kepegawaian : 75. Contoh 2 : Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs. telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 25 Ijazah SLTA : 60 Angka Kredit yang diperhitungkan : 35 Saudara Roby mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 35 angka kredit • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Diploma III : 35 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. III/c TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Manajemen Sumber Daya Aparatur. 25 .05 Saudara Roby telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 245.05. III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002. Slamet NIP : 260004500 Tempat/Tgl Lahir : Sukabumi 6 September 1959 Pendidikan : Sarjana (S1) Tahun 2004 CPNS : 1 Maret 1983 PNS : 1 Maret 1984 Pangkat/Golru/TMT : Penata.- Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : Penata.

Contoh : • Seorang Pengawal Negeri Sipil : Nama : Nining NIP : 260006810 Tempat/Tgl Lahir : Tangerang.12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. Slamet mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 50 angka kredit • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Ijazah Magister (S2) : 50 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 45.00 Jumlah : 255. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat terampil harus memenuhi syarat sebagai berikut : a.Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah Sarjana (S1) : 100 Ijazah Magister (S2) : 150 Angka Kredit yang diperhitungkan : 50 Saudara Drs. 1. b. Pangkat Paling rendah Pengatur Muda. golongan ruang II/a.17. 3 April 1978 26 .17 Saudara Drs. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 Paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. B. Berijazah paling rendah SLTA/ DIPLOMA I sesuai dengan kompetensi jabatan fungsionalnya. Slamet telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 255. Pengangkatan Pertama Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional melalui pengangkatan pertama setelah berlakunya peraturan ini.02 Pembinaan Kepegawaian : 53.03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25. c.

55 Saudari Nining dapat diangkat jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat terampil jenjang Analis Kepegawaian Pelaksana pangkat Pengatur. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Berijazah paling rendah Sarjana (S1) Diploma IV sesuai dengan kompetensi jabatan fungsional. 3 April 1976 Pendidikan : Sarjana (S1) CPNS : 1 Maret 2004 PNS : 1 Mei 2005 Pangkat / Golru : Penata Muda.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 67. golongan ruang II/c dengan angka kredit 67. b. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs. III/a Jabatan : --Unit Kerja : Biro Kepegawaian 27 . Pangkat paling rendah Penata Muda golongan ruang III/a.55. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. 2. Tuparno NIP : 26006809 Tempat / Tgl Lahir : Kebumen. c.- Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru Jabatan Unit Kerja : Diploma III : 1 Maret 2004 : 1 Mei 2005 : Pengatur.02 Pembinaan Kepegawaian : 2. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Ijazah Diploma III : 60 • Diklat prajabatan : 1. II/c : --: Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian.5 • Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencana Kepegawaian : 3.

Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. 3 April 1960 : Sarjana (S1) 28 . C. Memiliki pengalaman dalam bidangnya paling kurang 2 (dua) tahun.03 Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 113. b.02 Pembinaan Kepegawaian : 3. d. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat Prajabatan : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencanaan Kepegawaian : 7.pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan : : Drs.05. Memenuhi syarat ketentuan pengangkatan jabatan fungsional tingkat terampil atau tingkat ahli. pengembangan profesi. Pegawai negeri Sipil yang pindah dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lainnya.Sudarja : 260004809 : Kebumen. Usia palking tinggi 50 (lima puluh) tahun atau 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun dari jabatan yang diduduki. pangkat ditetapkan sesuai dengan pangkat terakhir yang dimiliki sedangkan jabatan fungsional ditetapkan sesuai dengan besarnya angka kredit yang diperoleh dari pendidikan dan tugas pokok. c. dan kegiatan penunjang tugas Analis Kepegawaian sewaktu bertugas pada unit tersebut. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan fungsional melalui perpindahan jabatan.05 Saudara Drs Tuparno dapat diangkat dalam jabatan fungsional Analis Kepegawaian tingkat ahli jenjang Analis Kepegawaian Pertama pangkat Penata Muda. Persyaratan Pengangkatan melalui Perpindahan Jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. golongan ruang III/a dengan angka kredit 113.

golongan ruang III/a ke atas. III/c TMT 1 April 2002 : Pengadministrasi : Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang besangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analisis Kepegawaian. Telah mencapai angka kredit kumulatif yang ditentukan. maka apabila yang bersangkutan akan pindah jabatan dari tingkat terampil menjadi tingkat ahli. golongan ruang III/c dengan angka kredit 155.05 Saudara Drs. 29 . Pegawai Negri Sipil yang menduduki jabatan fungsional tingkat terampil telah memiliki pangkat Penata Muda. Sudarja dapat diangkat dalam jabatan fungsiomal Analisi Kepegawaian tingkat ahli. Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli. 1. Ijazah sesuai denngan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. Golongan Ruang III/a. juga harus memenuhi persyaratan lain yang ditentukan untuk menduduki jabatan fungsional tingkat ahli. dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah sebelum tanggal 1 Juni 2005 dan belum dinilai angka kreditnya. Persyaratan Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. Telah menduduki pangkat minimal penata Muda. pengangkatan kedalam jabatan fungsional tingkat ahli selain ijazah yang diperoleh harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan bagi jabatan fungsional tersebut.02 Pembinaan Kepegawaian : 23. c.03 Penunjang tugas Analisis Kepegawaian : 5. d. Telah lulus diklat fungsional tingkat ahli. b.00 Jumlah : 155.- CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : 1 Maret 1984 : 1 Mei 1986 : Penata. jejang Analis Kepegawaian Pertama pangkat penata. Maka penghitungan angka Kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat fungsional tingkat ahli : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 25.05 D.

Contoh : 1 • Seorang Pegawai Negeri Sipil: Nama : Rakimin NIP : 260005700 Tempat/Tgl Lahir : Jakarta 2 September 1971 Pendidikan : SLTA CPNS : 1 Maret 1990 PNS : 1 Mei 1991 Pangkat/Golru/TMT : Pengatur TK I, II/d TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Pelaksana TMT 1 Desember 2001 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Kepegawaian. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah SLTA : 25 Ijazah Sarja (S1) : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 75 Saudara Drs. Rakimin mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 75 angka kredit. Saudara Drs. Rakimin dapat dipindahkan dalam jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat ahli apabila sudah mencapai pakat Penata Muda, golongan ruang III/a, dan persyaratan lain melalui pencapaian angka kredit tambahan dari peningkatan pendidikan/ijazah. • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan kepegawaian : 25,02 Pembinaan Kepegawaian : 35,03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 2,00 Jumlah : 164,05 Setelah Saudara Drs. Rakimin naik pangkat Penata Muda Golongan ruang III/a, dan telah lulus diklat fungsional tingkat ahli maka dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli dengan Pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a

30

jabatan Analis Kepegawaian Pertama, dengan Angka Kredit 164,05. Contoh : 2 • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Dadang : 260004502 : Sukabumi; 11 Juli 1959 : Diploma II Tahun 1998 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka Perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan • Ijazah Diploma II : 40 • Ijazah Sarjana (S1) : 100 • Angka Kredit yang diperhitungkan : 60 Saudara Drs. Dadang mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 60 angka kredit. • Ijazah Diploma II : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 60 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjangan tugas Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 270,17 Saudara Drs. Dadang dapat diangkat dalam jabatan analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian muda, dengan Angka Kredit 270,17. Contoh : 3 • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Tatang NIP : 260004501

31

-

Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja

: Sukabumi,6 Oktober 1959 : Diploma III Tahun 1999 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 60 • Ijazah Diploma III :100 • Ijasah Sarjana(S1) : 40 Saudara Drs. Tatang mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 40 angka kredit • Ijazah Diploma III : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 40 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian Jumlah : 250,17 Saudara Drs. Tatang dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 250,17. Contoh 4 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Roby : 260004600 : Jakarta, 6 September 1959 : Diploma III Tahun 2004 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

32

pada bulan 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut: • Pendidikan Diploma III : 60 • Pendidikan Sarjana : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 40 Saudara Roby Mendapatkan tambahan angka kredit untuk kependidikan adalah 40 angka kredit. • Diploma III : 60 • Ijazah Sarjana : 40 • Diklat Tingkat Ahli : 2 • Pelaksanaan Tugas Pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105,02 Pembinaan Kepegawaian : 75,03 • Penunjang Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 287,05

IV. PENUTUP

Saudara Drs. Roby dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian Tingkat Ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 287,05.

Demikian, apabila terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat dikoordinasikan dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Atas perhatian dan Kerja samanya diucapkan terimakasih. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005
AD

AN

K E P E G A WA

K E PA L

Badan Kepegawaian Negara
N
NE
GARA

IA

Kepala

AB

RE

PU

BLI

S NE K I N D OPrapto

IA

Hadi

33

Contoh : A1

34

Contoh : A2

Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005

TMT

35

Contoh : B1 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT /TMT 36 .

Contoh : B2 Masa Penilaian : 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 37 .

Contoh : C Masa Penilaian : 1 Oktober 1999 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 38 .

Contoh : D1 39 .

Contoh : D2 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 c 40 .

Contoh : D3 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 41 .

Contoh : D4 Masa Penilaian : 1 Juli 2005 s/d 31 Oktober 2005 Sarjana 42 .

bahwa Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya tersebut ditetapkan dengan Keputusan Kepala BKN. Mengingat : 1. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah b. 43 . 3. bahwa dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dipandang perlu mengatur petunjuk pelaksanaan jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Nomor : 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Menimbang : a. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999. 4.

PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Tugas. 9. Fungsi. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 12. Kewenangan. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 6. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 11. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2003. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 5.beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003. 8. 7. 44 . Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 13. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil.

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pengangkatan dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. adalah Pejabat 2. Tim Penilai Angka Kredit. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Penyuluh kehutanan. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. mau dan mampu memahami. 4. 7. sikap perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. metodologi dan teknik analisis tertentu.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. 3. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. Angka Kredit. 5. tanggung jawab. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. adalah proses pengembangan pengetahuan. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Pejabat yang berwenang mengangkat. 45 . 6. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. Penyuluh Kehutanan.

Surat pernyataan melakukan kegiatan pemantauan. c. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. adalah Gubernur. dilakukan 46 .Pembina Kepegawaian masing-masing atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Surat pernyataan melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. evaluasi dan pelaporan p e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n d a n b u k t i f i s i k n y a . (3) Penilaian dan penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. adalah Menteri Kehutanan. e. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. d. jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi telah dapat dipenuhi. adalah Departemen Kehutanan. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat berkenaan dengan Penyuluh Kehutanan. (2) Setiap usul penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilampiri dengan : a. g. adalah Bupati/Walikota. Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan. Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang tugas penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. 11. 10. 8. 9. b. Salinan atau fotocopy Ijazah/Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) dan atau keterangan/penghargaan yang pernah diterima (apabila ada) yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. f. BAB II USUL DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 2 (1) Usul penetapan angka kredit disampaikan apabila menurut perhitungan sementara dari Penyuluh Kehutanan. Surat pernyataan melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya.

Untuk kenaikan pangkat periode April. maka spesimen tanda tangan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (3) disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. dengan ketentuan : a.PAN/12/2002. Untuk kenaikan pangkat periode Oktober. maka pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat mendelegasikan kepada pejabat lain satu tingkat lebih rendah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. b.selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat sebagai berikut : a. maka spesimen tanda tangan pejabat yang menggantikan disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. (5) Apabila terdapat pergantian pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. Asli Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan kepada Kepala BKN/Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. b. (3) Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit berhalangan sehingga tidak dapat menetapkan angka kredit dalam batas waktu sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (3). (2) Hasil penilaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 3) Pejabat lain yang dipandang perlu. (4) Dalam rangka pengendalian dan tertib administrasi penetapan angka kredit.PAN/12/2002. 47 . 2) Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. angka kredit ditetapkan selambat-lambatnya pada bulan Juli tahun yang bersangkutan. angka kredit ditetapkan selambatlambatnya pada bulan Januari tahun yang bersangkutan. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran I. Pasal 3 (1) Setiap usul Penetapan Angka Kredit bagi Penyuluh Kehutanan harus dinilai secara seksama oleh Tim Penilai. dan Tembusan disampaikan kepada : 1) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. dengan berpedoman pada Lampiran I dan Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.

BAB III TIM PENILAI Pasal 4 (1) Syarat pengangkatan untuk menjadi anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (3) Keputusan Menteri Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 3 0 / K E P / M . anggota Tim Penilai dalam diangkat dari pejabat lain yang mempunyai kompetensi dalam bidang penyuluhan kehutanan. Sekurang-kurangnya menduduki jabatan/pangkat setingkat dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. y a i t u : a. dan Dapat aktif melakukan penilaian. (2) Masa kerja keanggotaan Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 . Mempunyai kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. c. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada huruf a. b. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain. (3) Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa keanggotaan sebagaimana dimaksud ayat (1). b. PASAL 5 (1) Tugas pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : a. (4) Dalam hal komposisi jumlah anggota Tim Penilai seluruhnya atau sebagian tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan karena belum ada/tidak ada yang memenuhi syarat menjadi anggota Tim Penilai. Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. (2) Tugas pokok Tim Penilai Pusat adalah : 48 .

yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama dan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. b. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membindangi kehutanan. b. (3) Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : a. (5) Apabila Tim Penilai Propinsi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. (4) Tugas pokok Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah : a. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Propinsi masing-masing. b. 49 . dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dengan huruf a. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/Kota masingmasing.a.

(6) Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. Tim Penilai Pusat.PAN/12/2002. (9) Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Pasal 7 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli. (2) Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. Pasal 6 (1) Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. (2) Sekretariat Tim Penilai dibentuk dan ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku Pimpinan Instansi Pembina jabatan Penyuluh Kehutanan. 50 . (7) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang pensiun atau berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. (3) Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. dibentuk Sekretariat Tim Penilai yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai yang secara fungsional dijabat oleh pejabat di bidang kepegawaian. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. baik yang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau bukan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. Ketua Tim Penilai dapat mengusulkan anggota pengganti yang memiliki kompetensi sesuai masa kerja yang tersisa kepada pejabat yang berwenang menetapkan Tim Penilai. (8) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang turut dinilai. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota lain yang terdekat. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat pengganti anggota Tim Penilai yang bersangkutan.

golongan ruang IV/c ditetapkan dengan Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. b. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. digunakan sebagai dasar untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. (5) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. (6) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat yang menduduki jabatan : a. b. c.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.BAB IV KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT Pasal 8 (1) Penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2). (2) Kenaikan jabatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. setiap kali dapat dipertimbangkan apabila : a. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. c. (4) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dapat dipertimbangkan apabila : a. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. 51 .3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. (3) Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

golongan ruang III/d. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. b. (7) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Propinsi yang menduduki jabatan : a. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan.golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/b. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. dan b. golongan ruang III/d. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. 52 . dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang III/d. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk. b. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. pangkat Penata Tingkat I. (8) Kenaikan pangkat pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan : a. golongan ruang III/d. golongan ruang IV/b. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN.

golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina Tingkat I. yang berasal dari kegiatan unsur utama. Pangkat Pembina. (3) Penyuluh Kehutanan yang naik jabatan sebagaimana dimaksud ayat 2 (dua). b. dengan ketentuan : a. Setiap unsur penilaian dalam DP. golongan ruang IV/b ditetapkan oleh Gubernur yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. setiap kali kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi disyaratkan mengumpulkan 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi tersebut. 53 . Pasal 9 (1) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. kelebihan angka kredit tersebut dapat diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan. (2) Apabila kelebihan jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (1) memenuhi jumlah angka kredit untuk kenaikan jabatan 2 (dua) tingkat atau lebih dari jabatan terakhir yang diduduki.(9) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I.3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya. maka Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dapat diangkat dalam jenjang jabatan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki.

3. 54 . Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Pasal 11 (1) Untuk menjamin tingkat kinerja Penyuluh Kehutanan dalam mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. Pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran III. maka pengangkatan Penyuluh Kehutanan harus memperhitungkan keseimbangan antara beban kerja dengan jumlah Penyuluh Kehutanan sesuai jenjang jabatannya. Pasal 12 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tidak dapat merangkap jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain. ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran IV. pembebasan sementara dan pemberhentian dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Pengangkatan pertama kali dan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran II. (2) Pengangkatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 2.BAB V PENGANGKATAN. Pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan. PEMBEBASAN SEMENTARA DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 10 Pengangkatan. harus didasarkan pada formasi yang ditetapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara.

atau Cuti di luar tanggungan negara. ayat (2) dan ayat (3) Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya apabila : a. (4) Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap 55 . d. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. (3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. kecuali untuk persalinan ke empat dan seterusnya. (6) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a. (5) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). atau Ditugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I.golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. ayat (2) dan ayat (3) didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980. c. e. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. golongan ruang IV/b dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. b. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. atau Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan.

3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.melaksanakan tugas pokok. Pasal 14 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : 1. (7) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. atau Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) dan ayat (3). 3. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. atau 2. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. b. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. kecuali jenis hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1). tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. selama pembebasan sementara dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya secara pilihan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku apabila : a. 56 .

diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. (2) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Pasal 16 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut pada Pasal 15 ayat (1) sampai dengan ayat (5). (3) Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki. (4) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. 57 . dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. (5) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan.BAB VI PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN Pasal 15 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat.

3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. b. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya. 58 . dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja (DP.BAB VII PERPINDAHAN JABATAN Pasal 17 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan atau perpindahan antara jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a.PAN/12/2002. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22. d. Pasal 23 dan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. c. sedangkan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh dari kegiatan unsur utama setelah melalui penilaian dan penetapan angka kredit dari pejabat yang berwenang. (2) Pangkat awal yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya.

(2) Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. 59 . Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. dan Fasilitas penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. d.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 18 (1) Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. e. f. b. antara lain melakukan : a. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. c. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan.

(3) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2003 dan harus sudah selesai ditetapkan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret 2004. maka jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang didasarkan kepada Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988 harus disesuaikan ke dalam tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 7 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. (2) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana ditetapkan pada ayat (1) di atas ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit terakhir yang diperoleh Penyuluh Kehutanan.PAN/12/2002. 60 . Pasal 20 Penyuluh Kehutanan yang telah memperoleh Ijazah Sarjana/Diploma IV.PAN/12/2002. sebelum berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 dapat diangkat dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli.BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19 (1) Dengan berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.

Pasal 23 Dengan berlakunya Keputusan ini maka Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 12/SE/1988 sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala BAKN Nomor 348/MENHUT-11/1988 dan Nomor 12/SE/1988. Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 12 Agustus 2003 KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BA PEGAW AIA N KE DA N GARA NE KEPALA EP UB L IK I N D O N HARDIJANTO ES IA R 61 . Pasal 22 Untuk memperjelas dan mempermudah pelaksanaan Keputusan ini. Pasal 25 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Pasal 24 Keputusan ini disampaikan kepada instansi terkait yang berkepentingan. dinyatakan tidak berlaku.BAB X PENUTUP Pasal 21 Petunjuk Pelaksanaan yang belum cukup diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Kepala BKN. dilampirkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.PAN/12/2002 sebagaimana tersebut pada Lampiran V.

..... TEMBUSAN disampaikan kepada : 1...... Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan........... Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan........ 5...... 3. Kepala Biro Kepegawaian/ BKD yang bersangkutan *) *) coret yang tidak perlu........ s/d . I II III KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan penyuluhan kehutanan c Pelaksanaan penyuluhan kehutanan d Pemantauan....... 4. ...... Ditetapkan di : Pada tanggal : 62 .............. 2......... evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan e Pengembangan penyuluhan kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL........... / PANGKAT .. / TMT..CONTOH PENETAPAN ANGKA KREDIT LAMPIRAN I KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / / Masa Penilaian : ... LAMA BARU JUMLAH ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan... Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit.

...................................... ...... 63 ..... Mengingat : 1........... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002.. 8............ dipandang perlu mengangkat/ mengangkat kembali *) saudara ......... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ......... 7..... 3.............. NOMOR : .......................................... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999..................... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994.............................. 6.......... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................... b. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.... tanggal ....................../................. 4................ dalam jabatan Penyuluh Kehutanan............................................. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002.......... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA/PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a..... 9....... 5...CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA KALI/ PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN KEPALA BADAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .......... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001........... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999....../. 2......... .

............. Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.............................................. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu.. 64 ........ dengan angka kredit sebesar ........ 5................ 2............ NIP : ........................................... dalam jabatan ................................. d................... ruang/TMT : ............................. *) coret yang tidak perlu.... Pangkat/Gol............................ b........... 3............................................. Unit kerja : ................................ .........MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ............... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a.............. c... (diisi dengan angka dan huruf) . ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. N a m a : ............................................. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya......................................... 4.

..................... 4. TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.................. ... 65 .... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002.......................... NOMOR : ......... berdasarkan ............. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999..................................................... pangkat/golongan ruang .......... Mengingat : 1.................. Pegawai Negeri Sipil : b........ 7....................................... MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .... jabatan ............................................................. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002............................. membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan........... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001..... NIP.......CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN III KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ... 3............................... karena ........... dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan.. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor . ................................... 5.. Bahwa saudara ................................................ 6.... 2....... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ........./........ ../.................. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003..............

........ b.. dari jabatan .............. NIP : ............ Unit kerja : ........a......... *) coret yang tidak perlu....... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu.............................................. 3. ruang/TMT : ..... ........................................................... Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.......................................... 2............ 66 ......... Pangkat/Gol...................... c... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya.... 4.............. d......................................... 5.......................... N a m a : .............. KEDUA KETIGA : : ............ ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya................................................................

..................................................................... 67 . Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002........../............. .. .... telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor .... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ....... 2............................/.............. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .......... b.......... Mengingat : 1... pangkat/golongan ruang ........ 4... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002. tanggal ............... 8............... NOMOR : .............................. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994......... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001....... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003........................................ Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999............................CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN IV KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ... 5.......... . 6...................... terhitung mulai tanggal ......................................... 3.......... Bahwa saudara ... NIP................................................. 7..... jabatan ........... TENTANG PEMBERHENTIAN DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a............/dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka 1 (satu) tahun dibebaskan sementara*)....................

......... dari jabatan ............ 5.................................... N a m a : .. .. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu.................................................... Pangkat/Gol.......................................... 4....... b........... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya................................................ 68 .............. Pegawai Negeri Sipil : a....................................... memberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan...... ... 3......... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya............... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.................... Unit kerja : ........... ruang/TMT : .................... d.............. c.................. *) coret yang tidak perlu.............................. 2....MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ........ NIP : .......................

2. Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil dan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 69 . Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Menimbang : a. b. dipandang perlu meninjau kembali ketentuan tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 6 / M E N PA N / 1 9 8 8 . bahwa untuk maksud tersebut huruf a diatas. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. 3. dipandang perlu menetapkan kembali Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.

Usul Menteri Kehutanan dalam surat Nomor 1138/MENHUT-II/2002 tanggal 15 Juli 2002.4. 26 Tahun 2001. Tugas. Kewenangan. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Fungsi. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. 5. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002.26-30/V. Keputusan Presiden Nomor 101 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 70 . Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. dan Tata Kerja Menteri Negara sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2002. 9. Kewenangan. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 10. 11. 2. Memperhatikan : 1. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No. 8. Fungsi. Pertimbangan Kelapa Badan Kepegawaian Negara dengan suratnya Nomor K. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil.74-7/18 tanggal 23 Agustus 2002. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. Tugas. 6. Susunan Organisasi. 7.

adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan. 2. 4. 71 . dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. 3. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. wewenang. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Kehutanan. metodologi dan teknik analisis tertentu. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. tanggung jawab. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. Penyuluh Kehutanan. kawasan hutan.

5. adalah proses pengembangan pengetahuan. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 72 . sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Penyuluhan Kehutanan. Angka kredit. Tim Penilai Angka Kredit. 6. 7. mau dan mampu memahami. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya.

KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK Pasal 2 Penyuluh Kehutanan termasuk dalam rumpun ilmu hayat. 73 . (2) Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil. Pasal 4 Tugas pokok Penyuluh Kehutanan. melaksanakan. mengembangkan. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan.BAB II RUMPUN JABATAN. adalah menyiapkan. Pasal 3 (1) Penyuluh Kehutanan berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional penyuluhan kehutanan pada instansi pemerintah baik pusat maupun daerah.

Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. f. 3. 2. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. meliputi : 1. e. Pengembangan profesi : 1. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 3. Pengembangan penyuluhan kehutanan : 1. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. 2. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 3. 2. c. Persiapan penyuluhan kehutanan. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Pemantauan. 4. metodologi. 2. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan: 1. Pengembangan aspek teknik.BAB III UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 5 Unsur dan sub unsur kegiatan Penyuluh Kehutanan. materi. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. 4. meliputi : 1. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan Kehutanan. Pendidikan dan pelatihan fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. Pengembangan aspek kelembagaan/manajemen penyuluhan kehutanan. 2. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 74 . Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. terdiri dari : a. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pendidikan. 3. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. meliputi : 1. b. d. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.

3. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. 6. 4. Penunjang penyuluhan kehutanan : 1. Memperoleh piagam kehormatan. 75 . Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 7. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan.g. 2. Mengejar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan. 5.

Pengatur Tingkat I. b. Penata Muda. Penata Muda Tingkat I. 2. terdiri dari : 1. Penata Muda. Penyuluh Kehuttanan Madya. c. c. terdiri dari : 1. Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang II/c. (2) Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. Pengatur Muda Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Muda. 76 .BAB IV JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 6 (1) Jabatan Penyuluh Kehutanan terdiri dari Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. terdiri dari : 1. Penyuluh Kehutanan Pertama. Penata. golongan ruang II/d. terdiri dari : 1. b. adalah : a. adalah : a. Pengatur. c. golongan ruang II/b. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. 3. Pasal 7 (1) Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang III/b. Penata Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. (2) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) sesuai jenjang jabatan. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Penyuluh Kehutanan Pertama. 2. golongan ruang III/a. golongan ruang III/d. b. adalah : a. adalah : a. golongan ruang III/a. 2. golongan ruang III/c. (3) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (2) sesuai dengan jenjang Jabatan.

Penyuluh Kehutanan Madya. 2. golongan ruang IV/b. Pembina Utama Muda.2. Penyuluh Kehutanan Muda. terdiri dari : 1. 77 . golongan ruang IV/a. 3. Pembina Tingkat I. c. Penata Muda Tingkat I. Pembina. Penata. golongan ruang III/d. golongan ruang III/b. golongan ruang III/c. terdiri dari : 1. 2. Penata Tingkat I. b. golongan ruang IV/c.

Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan tingkat pelaksana. 3. 10. 4. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flip chart (minimal 5 lembar).BAB V RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI DALAM PEMBERIAN ANGKA KREDIT Pasal 8 (1) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. sebagai berikut : a. 9. yaitu : 1. 5. Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 11. 78 . 6. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. 7. 8. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. 2. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 12. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart/gambar.

17. 19. 2. Menyusun laporan Triwulan. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan. Melakukan kegiatan demonstrasi cara. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran di tingkat BPP/ Kecamatan. yaitu : 1. 18. 14. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 22. 79 . 15. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. 16. 20. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. 23. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demplot). Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. Menjadi pembimbing/ instruktur widya karya atau perjalanan praktek studi banding tingkat desa dan kecamatan. Menyusun laporan bulanan.13. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai dengan lanjut. 27. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. Melaksanakan temu lapang. 24. 26. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. b. Menumbuhkan organisasi kelompok sasaran. 21. Menyusun laporan Tahunan. 25.

Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. 15. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet (min 1000 kata). 12. 80 . Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan.3. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto (min 5 lbr). Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 7. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. 4. 14. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. 16. 17. 13. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. 8. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. 5. Menyusun rencana kerja tahunan. 6. 11. 9. 10. Mengolah data materi penyuluhan kehutanan.

Melaksanakan kaji terap teknologi anjuran/uji coba. 22. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 27. 23. 28. 20. Memberikan bimbingan pada sekolah lapang. 33. kehutanan (demontrasi farm). Sebagai pramu wicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. 30. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk specimen. 29. 32. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. 81 . 25. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten/Kota. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan usahatani. 31. Sebagai moderator dalam temu antar wilayah/teknis. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. 24. Melakukan temu usaha. 21. 19. Sebagai narasumber dalam temu teknis wilayah. 26.18. Melakukan temu karya kepada anggota kelompok tani binaan. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Lanjutan sampai dengan Madya.

Menyusun laporan tahunan. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. 36. 2. 39. 5. 6. 38. Penyuluh Kehutanan Penyelia. Melakukan pemantauan/pengendalian penyelenggaran penyuluhan kehutanan.34. Menyusun rancangan identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. 35. Menyusun laporan bulanan. yaitu : 1. Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. 40. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. Menyusun panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 37. Menjadi instruktur atau pembimbing kegiatan widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat Kabupaten/Kota. 7. 41. 8. Menyusun laporan triwulan. Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan (sekolah lapang/ magang). Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/Kota. c. 3. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 82 . 4.

19. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. 13. 17. 16. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. 83 . Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. 11. 14. 18. 22. 12. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat / tokoh agama. Menganalisis data dalam menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area).9. 21. 23. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 20. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. Melakukan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. 10. 15.

Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Madya sampai dengan Utama. data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Propinsi. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 35. Melakukan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada tokoh masyarakat/ tokoh agama. 25. 84 . Menjadi instruktur atau pembimbing studi banding widyakarya tingkat Propinsi. 37. 36.24. 38. 39. 34. 29. 27. Mengolah. 33. Merekomendasi/ tindak lanjut hasil pemantauan/ pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 30. menganalisis dan menyusun kepada laporan. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Kabupaten/Kota. Sebagai pembaca naskah/ pemain tunggal dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Melaksanakan penilaian lomba bidang kehutanan. Menyusun laporan triwulan. Menyusun laporan bulanan. 28. Menyusun kurikulum kursus kelompok sasaran. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. 31. 32. 26. Menyusun laporan tahunan.

(2) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan kategori keahlian. 8. 10. Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 3. 5. adalah sebagai berikut : a. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). Penyuluh Kehutanan Pertama. 13. 12. 9. Menyusun rencana kerja tahunan. Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 6. 7. 2. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet (min 1000 kata). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. 11. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide (min 10 lbr). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. yaitu : 1. 4. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 85 .

19. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Menyusun laporan bulanan. LSM. 20. 18. Melakukan temu karya kepada Pemda. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. 25. Menyusun laporan triwulan. 27. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Sebagai pembicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Nasional. 16. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. 21. 24. 30. LSM. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 15. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi sebagai pembicara/penyaji. M e n y u s u n m e t o d a / t e k n i k p e m a n t a u a n / p e n g e n d a l i a n penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 17. 28.14. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Sebagai pramu wicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Nasional. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 86 . 22. 23. Menyusun laporan tahunan. 26. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada Pemda. 29.

3. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. cendekiawan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 2. 5. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. 13. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk Video (rekaman) min 5 menit. 7. 14. 4. materi. 10. 9. dan pemerintah pusat. 8. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. 12. dan pemerintah pusat. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada perguruan tinggi. b. Penyuluh Kehutanan Muda : 1. 87 . 11. Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. 6. Menyusun rencana kerja tahunan. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster.31. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide (min 10 lbr). cendekiawan. Membuat desain kaji terap/uji coba metoda penyuluhan kehutanan. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Melakukan temu karya kepada perguruan tinggi.

Menyusun laporan bulanan. Menyusun laporan triwulan. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum). Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya tingkat Nasional. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 27. 17. Sebagai pembahas dalam pendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 26. Menyusun pedoman lomba bidang kehutanan. Menyusun laporan tahunan. 22. 16. 25. 23. Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnakan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 31. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 21. 29. Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. 88 . 30. 24. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV.15. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. 28. 18. 19. 20.

6. 5. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 35. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 4. materi.32. 7. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 9. 34. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. 10. 33. Penyuluh Kehutanan Madya : 1. 2. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. c. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ metodologi. 8. 89 . Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat internasional. 3. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Internasional. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. sarana.

Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 14. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara melalui siaran radio/TV. materi. (3) Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan kegiatan pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan diberikan nilai angka kredit sebagaimana tercantum dalam Lampiran I bagi Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Lampiran II bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. 18. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 13. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 22. Menyusun laporan bulanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 21. Menyusun laporan triwulan. 12. 15. Menyusun laporan tahunan. metodologi. 20. 16.11. Pasal 9 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam 90 . 17. 19.

Unsur utama. b. (2) Unsur utama. b. Pasal 11 (1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian angka kredit terdiri dari : a. d. e. Unsur penunjang. c. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya. adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan kehutanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf g. Pemantauan.pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). (3) Unsur penunjang. ditetapkan sebagai berikut : a. Pendidikan. (4) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan dan angka kredit masing-masing unsur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pengembangan penyuluhan kehutanan. dan f. angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. terdiri dari : a. Persiapan penyuluhan kehutanan. 91 . Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b. Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau satu tingkat dibawah jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan. Pasal 10 Penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). adalah sebagai berikut : a. Pengembangan profesi. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II. b. angka kredit yang diperoleh ditetapkan adalah sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II.

kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. (3) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. 92 . golongan ruang III/d. golongan ruang IV/b dan menjadi Pembina Utama Muda. (5) Penyuluh Kehutanan Penyelia. dengan ketentuan : a. pada tahun berikutnya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. Sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama.Pasal 12 (1) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III dan bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV. golongan ruang IV/c. diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari kegiatan unsur pengembangan profesi. (6) Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Tingkat I. (4) Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat pada tahun pertama dalam masa jabatan/pangkat yang didudukinya. golongan ruang IV/c. pangkat Pembina Utama Muda. (2) Penyuluh Kehutanan Madya yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I. b. Sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang.

b. (2) Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. 93 . pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut : a. sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang. 40% (empat puluh persen) untuk semua penulis pembantu. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama.Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan yang secara bersama-sama membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan.

b. (2) Apabila dari hasil catatan atau inventarisasi seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud ayat (1) dipandang sudah dapat memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat/jabatan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing.BAB VI PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 14 (1) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit. secara hirarkhi Penyuluh Kehutanan dapat mengajukan usul penilaian dan penetapan angka kredit. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masingmasing. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilakukan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. d. Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah : a. 94 . Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. c. setiap Penyuluh Kehutanan diwajibkan mencatat atau menginventarisir seluruh kegiatan yang dilakukan.

Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. d. (3) Syarat untuk menjadi anggota Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Kehutanan Departemen Kehutanan. c. selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal. b. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi bagi Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi. d. c. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Dalam menjalankan tugas. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk Tim Penilai Propinsi. dibantu oleh : a. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Kepala Pusat Bina Penyuluhan. Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. 95 . Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat. Seorang Ketua merangkap Anggota. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. b. c. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi. b. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan bagi Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan. (2) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh : a. Pasal 16 (1) Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : a. Seorang Sekretaris merangkap Anggota. untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang Anggota. d. adalah : a. selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota.

b. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan 96 .b. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai Pengganti. Pasal 18 Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. (4) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan kepada Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi. adalah 3 (tiga) tahun. c. (6) Apabila tim Penilai belum dapat dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. Pasal 17 (1) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. (2) Apabila terdapat anggota Tim Penilai yang ikut dinilai. ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku pimpinan instansi pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh kehutanan. Dapat aktif melakukan penilaian. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. (5) Masa jabatan anggota Tim Penilai.

(2) Terhadap keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. tidak dapat diajukan keberatan oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.m a s i n g . d. 97 .Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Pasal 20 (1) Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membindangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan P e n y u l u h K e h u ta n a n M a d y a d i l i n g k u n g a n m a s i n g . c.

Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda. c. (3) Kualifikasi pendidikan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2). d. (2) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. BAB VIII SYARAT PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Pasal 22 (1) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). Serendah-rendahnya berijazah Sarjana (S1) / Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. golongan ruang II/b. b. Berijazah Diploma II atau Diploma III sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 98 . adalah : a. adalah : a. c. ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan. b. golongan ruang III/a. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. adalah Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d.BAB VII PEJABAT YANG BERWENANG MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 21 Pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan.

dan jenjang jabatannya ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.Pasal 23 Disamping memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 22. Memenuhi jumlah angka kredit minimal yang ditentukan untuk jenjang jabatan/pangkatnya. b. Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. dan Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan/pangkat yang akan didudukinya. b. dan c. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. 99 . Ijazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. c. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun berdasarkan jabatan terakhirnya. pengangkatan dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan harus pula : a. dan b. apabila: a. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 atau Pasal 23. Sesuai dengan formasi Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Pasal 25 Penyuluh Kehutanan tingkat terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli.

golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. dibebaska sementara dari jabatannya. atau Menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Ditugaskan secara penuh di luar Jabatan Penyuluh Kehutanan. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN Pasal 26 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana. (3) Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/b. d. pangkat Pembina Tingkat I. 100 . apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. pangkat Penata Tingkat I. dan ayat (3). (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia. e. c. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. pangkat Penata. (4) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud ayat (1). Menjalani cuti di luar tanggungan negara. pangkat Pembina Utama Muda. ayat (2). golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. b. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. apabila : a. pangkat Penata Muda.BAB IX PEMBEBASAN SEMENTARA.

tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. c. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat. Pasal 28 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : a. atau Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dan ayat (3). b. dapat diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1). tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. 101 .Pasal 27 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani masa pembebasan sementara sebagaimana dimaksud Pasal 26. (2) Pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). dapat menggunakan angka kredit terakhir yang dimilikinya dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diperoleh selama tidak menduduki Jabatann Penyuluh Kehutanan.

dinyatakan tetap berlaku. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan. Pasal 30 Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan yang telah dilakukan Penyuluh Kehutanan sampai dengan ditetapkannya petunjuk pelaksanaan Keputusan ini.BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 29 Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. memindahkan. 102 . masih dinilai berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988.

Penyuluh Kehutanan dapat dipindahkan ke jabatan struktural atau jabatan fungsional lain. disesuaikan dengan nama dan jenjang jabatan menurut Keputusan ini.BAB XI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 31 (1) Dengan berlakunya Keputusan ini. 103 . pengalaman. (2) Penyesuaian jenjang jabatan menurut Keputusan ini didasarkan kepada hasil penetapan angka kredit yang terakhir. sepanjang memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan. maka nama dan jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. dan pengembangan karier. Pasal 32 Untuk kepentingan dinas dan/atau dalam rangka menambah pengetahuan.

maka Keputusan ini dapat ditinjau kembali. maka Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 16/MENPAN/1988 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 34 Dengan berlakunya Keputusan ini.BAB XII PENUTUP Pasal 33 Apabila ada perubahan mendasar dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan kehutanan sehingga ketentuan dalam Keputusan ini tidak sesuai lagi. Pasal 36 Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Pasal 35 Petunjuk pelaksanaan Keputusan ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Ditetapkan di Pada tanggal ENTER : Jakarta : 3 Desember 2002 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA M U P UN A U B A N A PA R A T E LIK IN D ON 104 R PEISAL TAMIN SI NEG A ARA I PENDA YA RE G .

Propinsi Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan Menyusun / membual peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknulogi kehutanan Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan Memandu penyusunan rencan tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Setiap rencana 105 0.03 NO. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pelaksana Lanjutan PK Pelaksana 1 I II PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Desa dan Kecamatan b.02 PK Pelaksana . 5. 6. 3. Sekunder Mengelola data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat a.03 0. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap buku Setiap peta Setiap naskah 0. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. 1. 4. 5.32 0.960 jam Lamanya 481-640 jam Lamanya 161.16 0. 4. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat A. Primer b.07 0.16 0. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2.160 jam Lamanya 30.80 jam Pengumpulkan data dan informasi wilayah kerja a.09 0. 6. Sarjana muda/Diploma III Diploma II Lamanya lebih dari 960 jam Lamanya 641. 7. 2. Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap laporan Setiap laporan 3 4 5 6 60 40 15 9 6 3 2 1 0.31 0. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B. 2.480 jam Lamanya 81.LAMPIRAN I : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. 1.12 PK Pelaksana PK Pelaksana Lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan 3. Kabupaten/Kota c.

10 0. Seri foto (min 5 lbr) 3). Slide . Menyusun /membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Sebagai penyaji 2). Foto 2).05 0. Sebagai pembahas c. Flip chart (min 5 lbr) 4). Chart/gambar b.40 0. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan Setiap lembar Setiap paket Setiap paket Setiap gambar Setiap naskah 0. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan b. Media terproyeksi/audiovisual 1). Identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan a. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan a. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0. Penyusunan program penyuluhan kehutanan Setiap rancangan Setiap laporan Setiap laporan 0.14 0.08 0. Melaksanakan kajian identifikasi c.07 0. Mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan 1). Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi 1.Mengumpulkan data b. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.10 PK Penyelia PK Pelaksa Lanjutan PK Penyelia PK Penyelia Setiap konsep program Setiap konsep Setiap konsep Setiap naskah program PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan 2 3 4 5 6 7 C.08 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN D. Kelompok sasaran lain 1.04 0.19 0. Menyusun rencana identfikasi b. Media papan 1).106 1 B. Mengolah data c. penyuluh kehutanan penyelia 2.32 0.04 0. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan 2. Kelompok wanatani b. Menganalisis data 2.10 0.01 0.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK P elaksana PK Pelaksana PK Penyelia 1. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.02 0. Merumuskan hasil identifikasi 2. Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan a.03 0.07 0.39 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap RDK/RDKK Setiap RDK/RDKK Setiap buku Setiap kerja acuan Setiap paket Setiap paket Setiap paket 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b.17 0. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a.08 0.09 0. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiata(sekolah lapang/ magang) 1. Memandu Penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) Dan Rencana Definitif Kebutuhan kelompok (RDKK): a.

28 0. oleh . Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.56 0.Penyuluh kehutanan pelaksanaan lanjutan . Spesimen 5).56 0. Brosur / booklet (min 1000 kata). Mock up Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran oleh a. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap naskah instrumen Setiap kali 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b.16 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b. Leaflet/folder.30 PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia B.03 0. Maket 2).Penyuluh kehutanan penyelia d.Penyuluh kehutanan penyelia 3).16 0. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. 4.15 0.Penyuluh Kehutanan Pelaksana lanjutan . Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.Penyuluh kehutanan penyelia 4). Diorama 3). Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1.16 0. Realita 1).Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 2). Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran oleh a.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan . 3.80 0. Siaran sandiwara di radio /TV c. Demontrasi hasil .04 0.1 Setiap naskah PK Penyelia 0.38 0.07 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 2.75 0. Menyusun dan membuat selembaran /pamflet.03 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana 107 2). oleh . Poster. Media cetak 1). oleh .Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan .28 0.01 0. Demontrasi cara b. Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kaji terap teknologi anjuran/uji coba Melakukan demontrasi(percontohan) a. Model 4).81 2 3 4 5 6 7 Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit 0. oleh .04 0.08 0.30 0.60 0.

08 0. Kelompok tani binaan b. Tingkat Propinsi Setiap kali Setiap kali 0. Tokoh masyarakat/agama 11.07 0. Tingkat propinsi 8. Tingkat desa dan kecamatan b.05 0.02 0. Melakukan temu karya kepada: a. Tingkat Propinsi b.08 0.02 0. Percontohan usahatani kehutanan (demontrasi fram) 3). Tingkat Kabupaten / Kotamadya 3). Tingkat BPP/kecamatan b.04 0. Melaksanakan kegiatan pameran kehutanan 1).16 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelasana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Tingkat propinsi 12.09 0.03 0. Melakukan temu usaha 10. Tokoh masyarakat/agama 9. Melaksanakan temu tenis antar wilayah / fungsi a. Sebagai moderator b. Tingkat Kabupaten dan Kotamadya . Melaksanakan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada: a.22 0.06 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan 1 .12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 1). Tingkat kabupaten/kotamadya c.27 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/pembimbing) a.06 0. Ceramah umum 1).48 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.08 0. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk a.03 0. Kelompok tani binaan b.18 0.04 0. Percontohan wilayah (demontrasi area) 5. Tingkat Desa dan Kecamatan 2). Tingkat kabupaten c. Sebagai narasumber 7.Sebagai pembuat karya/desain .05 0.108 2 Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap kali 0. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran a. Melaksanakan temu lapang 6. Percontohan petak (demontrasi plot) 2).Sebagai pramu wicara 2).06 0.18 0.02 0.

05 0.04 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan .1 Setiap kali 0.01 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2).menganalis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio /TV: .20 0. Mengolah. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian 3.30 PK Penyelia PK Penyelia 0. Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantau an/pengedaian 1. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut Setiap laporan Setiap laporan 0. Kelompok Sasaran lain oleh : 1). Perorangan oleh : 1). Penyuluh kehutanan pelaksana 2).Melaksanakan penilaian lomba 1.02 0. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada: a.09 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap gbpp Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia C.04 0.lanjut b.Sebagai pembuat karya/desain 13. Bulanan 1. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari : a. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran a.Sebagai pembaca naskah/pemain tunggal 14.01 0. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 2. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.madya c.05 0. Pemula .utama 3.03 0.03 0.48 0. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan a. Penyuluh kehutanan penyelia b. Penyuluh kehutanan pelaksana 2.06 0.54 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PEMANTULAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN B. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3). Madya . Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang 1. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 109 . Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan C. Menyusun kurikulum kursus b. Memberikan bimbingan teknis/kursus kepada kelompok sasaran : a. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sebagai berikut . Melakukan pemantauan/pengendalian 2.08 0. Lanjut .16 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3).01 0. Penyuluh kehutanan penyelia 15.04 0.05 Setiap kali 2 3 4 5 6 7 Setiap orang Setiap orang Setiap orang 0. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV A. Menumbuhkan kelompok 2.06 0.32 0.

50 1.50 2. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3. Penyuluh kehutanan penyelia 1. Penyuluh kehutanan penyelia c. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3.50 5. Karya tulis tinjauan atau alasan ilmiah gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan a. Triwulan 1.110 1 Setiap laporan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.04 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang VI D. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan C.50 2.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah 8.15 0. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai . Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Dalam bentuk makalah 4. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan . Tahunan 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3.08 2 3 4 5 6 7 V Setiap buku Setiap naskah PENGEMBANGAN PROFESI A. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam Pelajaran 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengkajian /survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi a.nilai pembaharuan 2.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya 7.06 0. Mengajar/melatih di bidang KEHUTANAN penyuluhan kehutanan 1. Penyuluh kehutanan penyelia b. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan 12. Membuat buku pedoman /petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan PENUNJANG PENYULUH A. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3.00 0. Merumuskan sisyem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .02 0.nilai penyempurnaan pebaikan Membuat buku pedoman/petunjuk pelasana/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan Mengajar/melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan .00 Setiap jenjang Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang B. Dalam bentuk buku yang diterbikan secara nasional b.00 3.00 4.50 6.30 0.12 0. Dalam bentuk buku b.06 0. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Dalam buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.

sebagai: a.50 Semua jenjang 7. 30 (tiga puluh) tahun b. FEISAL TAMIM 111 .00 4.50 0. Gelar kehormatan akademis 3.sebagai : a. 20 (dua puluh) tahun c.00 5.00 2.00 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VII C.00 1. Peserta Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan Memperoleh keserjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. Anggota aktif 1.00 2.00 0.50 0.00 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Tingkat propinsi.00 2. Sarjana muda/diploma III 3.00 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Dalam bentuk makalah 3.00 15. Narasumber e. Dalam bentuk buku b. Diploma II 2. Pengurus aktif b. Dalam majalah ilmuan yang diakui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2. Pemasaran b. Pengurus aktif b.1 PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN B. Sarjana/diploma IV 1.35 Setiap makalah Setiap makalah Setiap naskah 3. Memperoleh piagam kehormatan 1.00 1. Tanda kehormatan satyalancana karya satya a.00 2. Menterjemahkan /menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap buku 3. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasi : a.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang D.00 0. Pembahas d.50 3. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehuta nan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 3. Terjemahan/saudara di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a.50 1.00 1. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G. Tingkat nasional/internasional. Moderator c. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Mengikuti seminar/lokakarya atau simposium sebagai a. Anggota aktif 2. 10 (sepuluh) tahun 2.

112 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. Mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani b.36 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pertama PK Muda PK Madya PK Madya PK Madya PK Muda PK Madya B. Mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan : 1.07 0. Dokter 2. Lamanya lebih dari 950 jam 2. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B. Menganalisis data potensi wilayah dan agroenkosistem serta kebutuhan teknologic kehutanan 3.12 0. Menyusun rancang bangun rekayasa usaha wanatani : a. Lamanya antara 641-960 jam 3. Lamanya antara 481-640 jam 4. Menyusun instrumen identifikasi 2. pasca sarjana 3. Sebagai penyaji 2.36 0. Lamanya antara 30-80 jam 1. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan Setiap konsep 0. Sebagai pembahas c.04 PK Pertama . Lamanya antara 81-160 jam 6.12 0. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 1 I II A. Lamanya antara 161-480 jam 5. Penyusunan program penyuluhan kehutanan C. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1.16 0. Sebagai narasumber 3.80 0. Sarjana / Diploma IV 1. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 NO. Sebagai nara sumber 1. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 150 100 75 15 9 6 3 2 1 0. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat PERSIAPAN Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap naskah instrumen Setiap laporan Setiap konsep Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap naskah 3 4 5 6 LAMPIRAN II : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.

Penyuluh kehutanan pertama .84 0.60 0.30 0.19 0. Penyuluh kehutanan madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Pertama Setiap recana kerja Setiap paket 0.60 0. Selebaran/pamflet.Penyuluh kehutanan madya 4). Penyuluh kehutanan pertama b.Penyuluh kehutanan madya 3). Leaflet/folder.Penyuluh kehutanan muda .Penyuluh kehutanan madya 2). Menyusun instrumen 2. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.Penyuluh kehutanan pertama .28 0.oleh . Media cetak 1).5 0. Media terproyeksi/audiovisual 1).07 Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0. Bulletin boart (papan bulletin) b.30 0.penyuluh kehutanan muda . Poster. Seri slide (min 10 lbr) 3). Vidio (rekaman) min 5 menit 5). Menyusun rancangan sarana penyuluhan 1. Brosur/booklet.58 2 3 4 5 6 7 III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap papan dis Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.oleh .56 0.15 0.2 0.oleh .60 D. Sound slide (min 10 lbr) 4).Penyuluh kehutanan pertama . Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan: a.08 0.32 0.8 0.oleh .penyuluh kehutanan madya 113 .Penyuluh kehutanan pertama .16 0. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan PK Pertama PK Pertama PK Pertama PK Muda PK Muda PK Muda Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0. Media papan 1).40 0.06 0.Penyuluh kehutanan muda .45 0.Penyuluh kehutanan muda . Penyuluh kehutanan muda c. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan untuk/dalam bentuk a. OHP transparan 2). Siaran radio TV c.1 a.39 0.90 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya 1.

80 PK Muda PK Madya Setiap laporan Setiap laporan 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada : .18 PK Muda PK Madya Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali Setiap kali 0. Tingkat nasional 4.08 0. Sebagai pembicara / penyaji 3.Sebagai pramuwicara 8. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi 2.16 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan 0.114 2 B.Perguruan tinggi.09 0. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya . Melaksakan kegiatan pameran kehutanan 1.64 0. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya . cendikiawan.03 PK Pertama 1 .06 0. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan Setiap desain Setiap laporan PK Muda PK Muda PK Petama PK Pertama PK Pertama PK Madya 0. Melakukan kaji terap teknologi anjuran / uji coba a.18 0. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi : a.59 0.06 0. pemerintah pusat 6. LSM.Sebagai pembuat karya/desain . Melakukan penyuluhan melalui siaran radio/ TV a.Sebagai pramuwicara 2. Melaksanakan kegiatan widyakarya ( perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing a. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/ kampanye dalam bentuk : a. Membuat desain kaji terap/uji coba b.08 0. Perorangan oleh : 1.10 0. Penyuluh kehutanan pertama Setiap orang 0. cendikiawan. Tingkat propinsi . pemerintah pusat 5. Ceramah umum 1. LSM.18 PK Pertama PK Muda PK Pertama PK Muda PK Madya 1.Pemda. Tingkat internasional 7. Tingkat nasional . Tingkat internasional b. Tingkat nasional b.perguruan tinggi.Pemuda. Sebagai sutradara b.24 0. Melakukan temu karya kepada : . Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara 9. Tingkat nasional 2. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran : a.16 PK Pertama PK Muda Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0.08 0.16 1. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a.

Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal ( badan hukum ) 2. Penyuluh kehutanan muda 3.08 0. Penyuluh kehutanan madya b.12 0.06 0. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan B. Triwulan a. Bulanan a.60 0. Penyuluh kehutanan madya 10. Penyuluh kehutanan madya b.08 0. Penyuluh kehutanan muda c. Mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan : a. Menyusun metode/ teknik pemantauan/pengendalian 1.08 0.06 0. Penyuluh kehutanan pertama b. Penyuluh kehutanan muda c. Kelompok sasaran lain oleh : 1.09 2 3 4 5 6 7 Setiap modul Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap pksu perusahaan 0. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara c. Menyusun materi kursus 1. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran 3. A. Penyuluh kehutanan madya Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.12 0. Pentusunan pedoman penilaian lomba 1.04 0. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.27 PK Muda PK Pertama PK Muda PK Muda C.14 PK Muda PK Madya PK Muda PK Muda C.38 PK Muda PK Pertama PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap laporan 0. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi b.12 0.04 0.09 0. Sebagai pembahas 2. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan : a. Penyuluh kehutanan pertama b. Penyuluh kehutanan pertama 2.44 0. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran : a.1 Setiap orang Setiap orang PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0.21 0. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap pedoman Setiap naskah 0. Sebagai penyaji b.18 PK Pertama PK Muda PK Madya . Berperan serta dalam perlombaan keterampilan badang kehutanan sebagai berikut : a.12 PK Pertama PK Muda PK Madya 115 2. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV.08 0. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1. Penyuluh kehutanan muda 3. Memberikan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran sebagai : a.

20 1. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c. materi.90 0. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan c. Penyuluh kehutanan pertama b. Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan a.84 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Muda PK Madya B.40 0. Menyempurnakan konsep pengembangan perecanaan penyuluhan kehutanan 3.69 0. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b. Pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan : a. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan .15 0.46 0. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan b. Pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan : a.08 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan Setiap konsep Setiap laporan 0.42 0. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumus Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan c. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 2. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ materi. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan b. Pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan : a. penyuluh kehutanan muda c. penyuluh kehutanan madya 1.30 0. Tahunan a.45 2 3 4 5 6 7 V PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A.80 1.37 0.50 0. Menyiap konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b.116 1 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan 2.95 1. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitorin dan evaluasi penyuluhan kehutanan 1.45 0. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan c. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan 4.36 0. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi.

50 2. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Menyempurnakan pengembangan teknik/metodologi. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 1. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh LIPI 3.50 5. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan C.00 Semua jenjang Semua jenjang A. Menterjemahkan/ menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan 117 Mengajar/ melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan 1. Dalam majalah ilmiah yang diakuioleh LIPI 2. Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan A. materi . Mengajar/ melatih di bidang penyuluhan kehutanan B. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3.00 0.72 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VI PENGEMBANGAN PROFESI Setiap buku Setiap naskah 12. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b.04 7. Terjemahan/saduran di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasi : a.50 6. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a. Dalam bentuk buku b.00 3. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap naskah 8.50 Semua jenjang Semua jenjang .00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam pelajaran Setiap buku Setiap naskah 7. Dalam bentuk makalah 4. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang di publikasi : a. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/ pengkaji an/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a.00 4.50 1.1 Setiap naskah rumusan 0. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan 2.50 2.00 2. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2. Dalam bentuk buku b. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasansendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang di publikasi : a.00 1.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang B. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan VII PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN D. gagasan dan atau ulasan ilmidalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan 1. Dalam buku makalah Setiap buku Setiap makalah 3.00 3.

Moderator c.50 3. Tingkat propinsi. Tingkat nasional/internasional.00 1. 20(dua puluh) c. Menjadi angota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G.35 3. Gelar kehormatan akademis 1 PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI . Mengikuti seminar/ lokakarya atau simposium sebagai : a.00 1.50 Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 0. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan 1.00 1. Anggota aktif 1. 10(sepuluh) tahun 2.50 C. Narasumber e. anggota aktif 2. Mengikuti seminar/ lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan 3.00 15.00 15. Memperoleh piagam kehormatan Menjadi aggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD.00 2.00 2. 30(tiga puluh) b. Pasca sarjana 3.00 1.00 0.50 0.00 1. sebagai : a.118 2 Setiap naskah Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Setiap jenjang 5. sebagai : a. Pemasaran b. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. Sarjana/D IV 2. Doktor 1. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F. Peserta 3 4 5 6 7 D.00 2. Tiada kehormatan satyalencana karya satya : a.00 2. FEISAL TAMIM Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun 0. Pengurus aktif b. Pembahas d. Pengurus aktif b.

e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. Penyuluh Kehutanan Pelaksana II / b II / c II / d III / a UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan Penyelia III / b III / c III / d 1 > 80% 32 48 64 80 UNSUR UTAMA A.LAMPIRAN III : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. FEISAL TAMIM 119 . P e m a n ta u a n . P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 40 8 JUMLAH 12 60 16 80 20 120 160 240 2 30 100 150 40 200 60 300 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Persiapan penyuluhan kehutanan C. Pendidikan B. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO.

Persiapan penyuluhan kehutanan C. P e m a n ta u a n . Penyuluh Kehutanan Muda III / c III / d III / a III / b UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Pertama Penyuluh Kehutanan Madya IV / a IV / b IV / c LAMPIRAN IV : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.120 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. FEISAL TAMIM . Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 100 20 JUMLAH 30 150 40 200 60 240 320 440 560 2 80 300 400 110 550 140 700 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 1 > 80% 80 120 160 UNSUR UTAMA A. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. Pendidikan B.

4. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. dipandang perlu menetapkan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Kehutanan. Mengingat : 1. 5.MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts.PAN/12/2002 telah ditetapkan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI KEHUTANAN Menimbang : a. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 Jo. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M. 121 . b. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahur 1999. Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. bahwa dalam rangka tertib administrasi kepegawaian dan kelancaran kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan serta untuk mendukung pengembangan karier Penyuluh Kehutanan. 3. 2.

Dengan ditetapkannya keputusan ini. 10. 11. Tugas. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 1 30/KEP/M. 9. Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 13. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : KEDUA : Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 122 . 15.6. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/M Tahun 2001. Fungsi.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Kewenangan. maka : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 41/Kpts-II/1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor l23/Kpts-11/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. 14. 7. Pemindahan. 12. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 jo. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nornor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 375/Kpts-II/1995 tentang Kedudukan dan Tata Kerja Penyuluh Kehutanan. 8.

14. Menteri Kelautan dan Perikanan. 8. Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Para Pimpinan Unit Kerja Eselon / Lingkup Departemen Kehutanan. KETIGA KEEMPAT KELIMA : : : Petunjuk Teknis yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Menteri Kehutanan. Menteri Dalam Negeri. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Propinsi seluruh Indonesia. 6. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. 3. 2. 4. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. 12. Menteri Kehakiman dan HAM. Kepala Unit Pelaksana Teknis di Iingkungan Departemen Kehutanan di seluruh Indonesia.- Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 348/MENHUT-II/1988 dan Nomor 12/SE/1988 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 5. Para Walikota seluruh Indonesia. Para Gubernur seluruh Indonesia. Menteri Pertanian.: 1. 13. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN MUHAMMAD PRAKOSA Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. Menteri Negara Lingkungan Hidup. 7. Kepala Badan Kepegawaian Negara. Para Bupati seluruh Indonesia. 11. 123 . 10. 9.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS) antara lain dinyatakan bahwa untuk meningkatkan mutu profesionalisme dan pembinaan karier PNS perlu ditetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. telah ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Sebagai Pelaksanaan dari Keputusan Presiden tersebut. 2. sehingga pengembangan karier Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan dengan baik.Lampiran Nomor Tanggal : : : Keputusan Menteri Kehutanan 272/Kptd-II/2003 12 Agustus 2003 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1. B. 4. 3. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan semua ketentuan yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian dan kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Sebagai penjabaran dan pelaksanaan operasional keputusan-keputusan tersebut. Maksud dan Tujuan 1. Untuk mewadahi keberadaan dan sebagai landasan bagi penetapan jabatan fungsional tersebut. 124 . tim penilai.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. pengelola kepegawaian. disusun Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang mengatur hal-hal yang berkenaan dengan pengelolaan administrasi kepegawaian dan rincian kegiatan teknis di bidang penyuluhan Kehutanan. Maksud Petunjuk teknis ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Penyuluh Kehutanan. telah ditetapkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.

Ruang Lingkup Ruang Iingkup petunjuk teknis ini mencakup tugas pokok. Penyuluh kehutanan Tingkat AhIi adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. Tujuan Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk mempermudah dan menyeragamkan. Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan satuan nilai dan hasil penilaian butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang telah dicapai oleh Penyuluh Kehutanan yang telah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. pemahaman pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 6. pemberhentian. 4. pengusulan. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan butir kegiatan yang dinilai dan harus diisi oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka penetapan angka kredit.2. tim penilai. kenaikan jabatan dan pangkat. D. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. 2. rincian dan tolok ukur kegiatan. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi Iingkup kehutanan untuk melakukan penyuluhan kehutanan. 3. pembebasan sementara. metodologi dan teknik analisis tertentu. pengangkatan kembali. C. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. penilaian dan penetapan angka kredit. sehingga dapat memperlancar tugas-tugas Penyuluh Kehutanan. 125 . unsur. pengelola kepegawaian. pembinaan dan pengembangan Penyuluh Kehutanan. 5. pengangkatan dalam jabatan. Penyuluh Kehutanan adalah PNS yang diberi tugas. tanggung jawab. sub unsur dan butir kegiatan. Pengertian-pengertian Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan: 1.

15. 9. Penyuluhan Kehutanan adalah proses pengembangan pengetahuan. 12. Tim Penilai Propinsi adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan propinsi. Tim Penilai Teknis adalah Tim yang dibentuk oleh pejabat yang berwenang untuk memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. 13. mau dan mampu memahami. 14. Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Madya di ingkungan Departemen Kehutanan.7. Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Kepala Pusat Guna Penyuluhan Kehutanan untuk membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. 11. Pejabat Penetap Angka Kredit adalah Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten / Kota dalam melakukan penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/ Kota Sekretariat Tim Penilai adalah Sekretariat yang dibentuk untuk membantu Tim Penilai Sekretariat Jenderal. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. Tim Penilai Pusat. Pejabat Pengusul adalah Pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan. 10. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha 126 . 8.

tujuan yang ingin dicapai. 127 . Materi Penyuluhan Kehutanan adalah bahan yang disiapkan oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang berisikan informasi teknis maupun non teknis tentang pembangunan kehutanan. Chart/ Gambar adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas atau bahan sejenis yang menggambarkan konsep pemikiran tentang proses pencapaian suatu kegiatan dalam pembangunan kehutanan. 22. disusun secara berurutan atau berangkai berisi petunjuk / informasi kehutanan dengan jumlah rangkaian minimal 5 lembar. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. sistematis dan tertulis setiap tahun. masalah-masalah dan alternatif pemecahannya serta cara mencapai tujuan yang disusun secara partisipatif. 17. padat. 20. Rencana Kerja Penyuluh Kehutanan adalah rencana kegiatan yang disusun oleh para Penyuluh Kehutanan berdasarkan programa penyuluhan kehutanan setempat. yang mencantumkan hal-hal yang perlu disiapkan dalam berinteraksi dengan masyarakat sasaran kehutanan diwilayah kerjanya. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah surat tamat pendidikan dan pelatihan yang diperoleh Penyuluh Kehutanan karena mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional. 24. yang menggambarkan keadaan sekarang. 19. Leaflet/ Folder adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam bentuk lembaran/ lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimatkalimat yang singkat.16. 18. Programa Penyuluhan Kehutanan adalah rencana kerja tentang kegiatan penyuluhan kehutanan yang memadukan aspirasi masyarakat sasaran kehutanan dengan potensi wilayah dan program pembangunan kehutanan. 21. kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai keperdulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan Iingkungan. Flip Chart / Peta Singkap adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran-lembaran kertas. 23. Masyarakat Sasaran Penyuluhan Kehutanan adalah masyarakat sasaran yang berdomisili di sekitar dan di dalam hutan dan atau masyarakat sasaran yang memiliki aktivitas yang berhubungan dengan pembangunan kehutanan. Pendidikan dan Pelatihan Kedinasan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah pendidikan/pelatihan teknis dan fungsional Penyuluhan Kehutanan.

25. Brosur adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah 5-15 halaman, berisi tulisan dengan kalimat singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. 26. Selebaran adalah materi, penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar- gambar untuk disebarluaskan kepada masyarakat sasaran. 27. Poster adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam sehelai kertas atau selembar papan yang berisikan gambar-gambar dengan sedikit kata yang jelas artinya, tepat pesannya, dapat dengan mudah dibaca pada jarak kurang dari 3 meter. Gambar dapat berupa lukisan, ilustrasi, kartun, atau foto. 28. Booklet adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah lebih dari 15 halaman, berisi tulisan,yang mudah dimengerti dan gambar-gambar/ foto serta dapat dilengkapi dengan grafik, tabel dan lain-lain. 29. Transparansi adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran transparan untuk digunakan pada OHP, berisi petunjuk/ informasi di bidang kehutanan yang dibuat secara manual atau menggunakan komputer, disajikan sebagai alat bantu dalam ceramah, pelatihan, atau kegiatan penyuluhan kehutanan. 30. Seri Foto adalah materi penyuluhan kehutanan berupa rangkaian fotofoto yang disusun secara berurutan sehingga menjadi suatu kesatuan cerita/ gagasan kegiatan di bidang kehutanan. 31. Slide adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 32. Slide Suara (sound slide) adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, disertai dengan komentar (suara) dan atau tulisan/ teks dalam rekaman, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer, dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 33. Film / Kaset Video / Video Disk adalah materi penyuluhan kehutanan berisi rangkaian cerita yang dibuat dalam pita film (16mm atau lainnya) dan diputar dengan proyektor film, atau pada pita video catridge yang diputar pada video player, atau pada Video Compact Disc (VCD) yang diputar pada VCD player atau pada Digital Video Disc (DVD) yang diputar pada DVD player. 34. Naskah Radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan adalah materi penyuluhan

128

35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43.

44.

45.

46.

kehutanan berupa tulisan/ naskah atau skenario yang akan dibacakan atau diperagakan dalam siaran radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan. Instrumen/ dentifikasi adalah alat bantu survey didalam kegiatan identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan, berupa blanko isian/ kuesioner. Instrumen Materi Penyuluhan Kehutanan adalah alat bantu survey untuk mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Papan Buletin / Bulletin Board adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa papan informasi tentang kegiatan pembangunan kehutanan. Maket adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa miniatur tentang gambaran kondisi fisik suatu kegiatan pembangunan kehutanan, dalam suatu wilayah. Diorama adalah penggambaran secara nyata tentang sesuatu kegiatan/peristiwa pembangunan kehutanan dalam bentuk tiga dimensi dengan latar belakang yang dilukis. Model adalah tiruan benda dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil dan benda aslinya yang digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Mock-up adalah tiruan benda/bagiannya yang dibuat sesuai dengan aslinya, digunakan sebagai alat peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Specimen adalah benda asli yang telah diawetkan, karena benda asli sulit didapatkan, digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Metode Penyuluhan Kehutanan adalah cara atau teknik penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan kehutanan oleh Penyuluh Kehutanan kepada masyarakat sasaran baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka mengerti, mau dan mampu menerapkan inovasi baru. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada anggota kelompok sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi anggota kelompok sasaran dalam rangka membantu mereka untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada kelompok masyarakat sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi pertemuan kelompok baik yang rutin maupun yang insidentil dalam rangka membantu kelompok dimaksud dalam rangka membantu untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Uji coba lapang paket teknologi spesifik lokalita disebut juga kaji terap adalah metode penyuluhan kehutanan untuk mencoba suatu teknologi kehutanan yang dilaksanakan oleh masyarakat sasaran, sebagai

129

47.

48.

49.

50.

51.

52.

53.

54.

tindak lanjut dan hasil pengkajian/pengujian teknologi anjuran. teknologi hasil galian sendiri atau dari berbagai sumber teknologi lainnya, untuk mendapatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan/lokasi usahanya dilakukan sebelum demonstrasi. Pengkajian/pengujian Teknologi Anjuran adalah kegiatan pengembangan penelitian sebelum dilakukan uji coba lapang (kaji terap) dari suatu teknologi hasil penelitian yang dilakukan dilahan percontohan (Balai Penelitian Kehutanan, Unit Pelaksana Teknis, Dinas ;dll). Demonstrasi Cara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan yang telah terbukti menguntungkan bagi masyarakat sasaran sasaran. Demonstrasi Hasil adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan atau teknologi lainnya yang sudah spesiflk lokasi, dapat berupa: a. Demontrasi plot yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh perorangan. b. Demontrasi Farm yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh kelompok tani/ masyarakat sasaran. c. Demontrasi Area yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh gabungan kelompok tani / masyarakat sasaran. Temu Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar peneliti, penyuluh dan para petani /masyarakat sasaran untuk saling tukar menukar teknologi informasi sehingga ditemukan teknologi yang akan dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah. Temu Teknis antar Wilayah/Fungsi disebut juga Temu Tugas adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan berkala antara Penyuluh Kehutanan dengan Penyuluh Kehutanan atau antara Penyuluh Kehutanan, peneliti, aparat pengaturan dan pelayanan untuk meningkatkan pelayanan kepada petani / masyarakat sasaran dalam mengembangkan usahanya. Temu Wicara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antara petani/masyarakat sasaran dengan pemerintah, untuk bertukar informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan kehutanan, serta partisipasi dan peran serta petani/masyarakat sasaran dalam pembangunan kehutanan. Temu Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar petani/ masyarakat sasaran, untuk bertukar pikiran dan pengalaman, saling belajar, saling mengajarkan keterampilan dan pengetahuan untuk diterapkan oleh petani/ masyarakat sasaran. Temu Usaha adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan

130

55.

56.

57.

58.

59.

60.

61.

62.

pertemuan antar petani masyarakat sasaran dengan pengusaha di bidang kehutanan dalam rangka informasi usaha, promosi usaha, transaksi usaha, perluasan pasar dan kemitraan usaha. Widya Wisata adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya, dengan prinsip belajar dan melihat. Widya Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk mempraktekkan hasil suatu pengajaran atau melakukan suatu karya bermanfaat di tempat yang dituju. Sarasehan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan sebagai forum konsultasi antara kelompok tani/masyarakat sasaran dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara periodik atau insidentil sesuai dengan keperluan untuk membicarakan, memusyawarahkan dan menyepakati pemecahan berbagai permasalahan pembangunan kehutanan. Kursus Tani adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar yang terstruktur yang khusus diperuntukkan bagi petani dan keluarganya, yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur, dan dalam jangka waktu tertentu. Sekolah Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar dengan partisipasi aktif, mencari dan menemukan fakta sendiri, menganalisa dan mendiskusikan diantara anggota kelompok tani/ kelompok sendiri, serta mengambil keputusan bersama bagaimana tindakan selanjutnya, dengan prinsip belajar berdasarkan pengaIaman pada suatu periode usahanya yang dipandu oleh petani/kelompok sendiri dan Penyuluh Kehutanan dalam suatu periode usahanya. Pameran adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model, contoh, barang, peta, grafik, gambar, poster, benda hidup, dan sebagainya secara sistematis pada suatu tempat tertentu, dalam rangka promosi usahanya. Perlombaan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan membandingkan keberhasilan usahatani petani untuk menumbuhkan persaingan sehat diantara para petani beserta keluarganya dalam mengejar suatu prestasi yang diinginkan, sebagai salah satu usaha untuk mendorong agar mau dan mampu meningkatkan usahatani dan kesejahteraannya. Pengembangan Profesi adalah metode penyuluhan kehutanan dalam rangka mengembangkan dari melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk meningkatkan mutu penyuluhan kehutanan dan

131

63.

64.

65.

66.

67. 68.

69. 70.

71.

72. 73.

profesionalisme penyuluh kehutanan serta dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pembangunan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Petani adalah kegiatan yang dilakukan Penyuluh Kehutanan untuk menumbuhkan, mengarahkan, dan mendorong kemampuan para petani agar dapat memecahkan masalah yang mereka hadapi secara mandiri. Karya Tulis llmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seseorang atau lebih yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi, diskripsi dan analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. Karya Tulis llmiah hasil Penelitian/ Pengkajian/ Survei/ Evaluasi adalah suatu karya tulis yang membahas tentang suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian/ pengkajian/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan. Makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah suatu karya tulis yang berdasarkan kaidah ilmu disusun oleh seorang atau Iebih yang membahas suatu pokok persoalan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu kehutanan. Pertemuan llmiah adalah pertemuan yang dilaksanakan untuk membahas suatu masalah yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Saduran adalah naskah yang disusun berdasarkan tulisan orang lain yang telah diubah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berlaku tanpa menghilangkan atau mengubah gagasan penulis asli dilakukan oleh seorang atau lebih. Terjemahan adalah naskah yang berasal dari tulisan orang lain yang dialih bahasakan ke dalam bahasa lain dilakukan oleh seorang atau lebih. Penulis Utama adalah seseorang yang memprakarsai penulisan, pemilik ide tentang hal-hal yang akan ditulis, pembuat pokok-pokok tulisan, pembuat outline, penyusunan serta pembuatan konsep akhir dan tulisan tersebut, sehingga nama yang bersangkutan tertera pada urutan pertama atau dinyatakan secara jelas sebagai penulis utama. Penulis Pembantu adalah seseorang yang memberikan bantuan kepada penulis utama misalnya dalam hal mengumpulkan data, mengolah data, menganalisa data, menyempurnakan konsep/ penambahan bahan materi dan penunjang. Pendukung Penyuluhan Kehutanan adalah kegiatan Penyuluhan Kehutanan yang dapat menunjang penyelenggaraan tugas, wewenang dan tanggung jawab Penyuluh Kehutanan. Membimbing Penyuluh Kehutanan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh, memberi dukungan dan memberi petunjuk kepada

132

74. 75. 76. 77. 78.

Penyuluh Kehutanan yang menduduki, jabatan/pangkat/golongan yang Iebih rendah. Seminar adalah suatu bentuk pertemuan ilmiah untuk membahas masalah tertentu dalam penyuluhan kehutanan untuk memperoleh suatu kesimpulan berdasarkan suatu pendapat bersama. Lokakarya adalah salah satu bentuk pertemuan untuk membahas masalah tertentu dalam bidang kehutanan untuk memperoleh hasil tertentu yang perlu ditindaklanjuti. Penghargaan adalah kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah (Pusat, Propinsi, Kabupaten/ Kota), Organisasi/ Lembaga Nasional/ Internasional. Organisasi Profesi adalah organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada disiplin ilmu pengetahuan di bidang kehutanan dan etika profesi di bidang penyuluhan kehutanan. Kelas Kemampuan Kelompok adalah ukuran kemajuan kelompok tani dari pemula, lanjut, madya sampai utama.

133

b. meliputi: a. terdiri atas unsur dan sub unsur: 1. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. Pemantauan. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. Bidang Kegiatan Bidang kegiatan Penyuluh Kehutanan. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. 3. c. meliputi: a. meliputi: a. b. 4. b. b. meliputi: a. c. c. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Persiapan penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. melaksanakan. fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. Tugas Pokok Tugas Pokok Penyuluh Kehutanan adalah menyiapkan. B. 134 . mengembangkan. Pendidikan dan pelatihan kedinasan. 5. Pendidikan. Pengembangan penyuluhan kehutanan. d.BAB II JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. meliputi: a. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah / gelar. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 2. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan.

Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. Membuat buku pedoman / petunjuk pelaksanaan / petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: 1) Memperoleh ijazah/ gelar perguruan tinggi dari Universitas. f. Pengembangan profesi.b. C. Membuat karya tulis/ karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Akademi/ Diploma) atau perguruan tinggi umum dengan jurusan kehutanan atau yang serumpun. 135 . Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh Perguruan Tiriggi di bidang kehutanan (Universitas. Mengajar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. 7. meliputi: a. Memperoleh piagam kehormatan. d. g. b. 6. e. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. materi. meliputi: a. c. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya. metodelogi. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain dibidang penyuluhan kehutanan. Sekolah Tinggi. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Institut. Pendidikan a. d. Penunjang penyuluhan kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pengembangan aspek teknik. 2) Belum digunakan dalam penilaian yang disyaratkan dengan dilengkapi surat keterangan dari atasan yang bersangkutan. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. Mengikuti seminar/ lokakarya dibidang penyuluhan kehutanan. Akademi/ Diploma bidang kehutanan atau yang serumpun. c. Rincian dan Tolok Ukur Kegiatan Rincian butir kegiatan yang dapat dinilai dengan angka kredit adalah sebagai berikut: 1. Institut. yang dinyatakan dengan surat keterangan dari atasannya. b. atau 3) Belum digunakan dalam keputusan penyesuaian jabatan/ kepangkatan yang bersangkutan.

2) Pasca Sarjana (S2). 5) Diploma II. 3) Sarjana/D-IV. Tolok Ukur: 1) Pendidikan dan pelatihan dibeni angka kredit. yaitu 75 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. apabila merupakan 136 . pangan. atau 2) Koordinator Perguruan Tinggi Swasta atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Swasta. biologi. 4) Sarjana Muda/D-III. Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap ijazah adalah sebagai berikut: 1) Doktor yaitu 150 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. 2) Memperoleh ijazah/ gelar Doktor / Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV / Diploma Ill / Diploma II di bidang: penyuluhan. yaitu 40 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. geografi. yaitu 60 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. tanaman. Mengikuti pendidikan dan pelatihan kedinasan dan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. pertamanan. b. atau 3) Tim Penilai ljazah Luar Negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri. dan hortikultura dan perkebunan atau yang serumpun. yaitu 100 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. kehutanan.Bukti fisik: Foto copy ijazah/gelar Doktor/ Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV/ Diploma Ill/ Diploma II yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang: 1) Dekan Perguruan Tinggi / Direktur Program Pasca Sarjana atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Negeri. peternakan. Pemberian Angka Kredit: 1) Apabila memperoleh ijazah/gelar yang lebih tinggi dan sesuai dengan bidang tugas penyuluhan. agribisnis. maka angka kredit yang diberikan adalah sebesar selisih angka kredit yang pernah diberikan (ijazah lama) dengan angka kredit ijazah/ gelar yang Iebih tinggi tersebut.

dan Penyelenggaraan Diklat oleh Pemerintah atau swasta dalam dan luar negeri yang diakui dan dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan dari pihak yang berwenang.II/d). nilai 2 6) Lamanya antara 30. tanggal. Apabila jumlah jam pelatihan tidak dicantumkan. dan 10 jam untuk praktek (@45 menit).1. Penyuluh Kehutanan Terampil a. nilai 9 3) Lamanya antara 481-640 jam. Penyuluh Kehutanan Pelaksana (Il/b . yaitu: 1) Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. Pendidikan dan pelatihan tersebut harus memuat : Jangka waktu pelaksanaan.2) 3) pendidikan/ pelatihan teknis penjenjangan dan fungsional bagi penyuluh kehutanan. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data sekunder wilayah kerja tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran V. Pelaporan dan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan 2. maka jumlah jam dihitung dan jumlah hari dikalikan 8 (delapan) jam pelatihan untuk teori. Bukti Fisik: Foto copy STTPL/sertifikat yang dilegalisir oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan. adalah sebagai berikut: 1) Lamanya Iebih dari 960 jam. Tolok Ukur : Data sekunder yang dikumpulkan dalam rangka identif'ikasi potensi wilayah desa dan kecamatan. nilai 3 5) Lamanya antara 81-160 jam. han atau jumlah jam pelatihan. Pelaksanaan. Persiapan. nilai 6 4) Lamanya antara 161-480 jam. Pemantauan. 137 . nilai 1 2. Evaluasi. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy data sekunder wilayah kerja setingkat desa dan kecamatan sesuai panduan / pedoman. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap STTPL/sertifikat. nilai 15 2) Lamanya antara 641-960 jam.80 jam.

Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran sesuai Lampiran V. 138 . Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan yang telah diolah dari data sekunder.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan.03. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. b) Bukti hasil berupa pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi k e h u ta n a n t i n g k a t d e s a d a n k e c a m a ta n .02 4) Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan sesuai Lampiran V. yaitu 0. yaitu 0. 3) Memandu penyusuran rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Tolok Ukur: Pemanduan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk copy laporan yang dilampiri rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. yaitu 0.03. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana.

08. yaitu 0. BuktiFisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran V. Tolok Ukur Rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai pedoman. 6) Pemanduan penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK). 5) Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan. 139 . yaltu 0. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai Lampiran V.Tolok Ukur Pelaksanaan kajian identiflkasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai Lampiran V.01. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Bukti hasil pelaksanaan kajian tersebut dalam bentuk laporan.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap lembar foto.02. Tolok Ukur: Data untuk persiapan penyusunan materi peryuluhan kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto.04. 7) Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart (minimal 5 lembar). Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy dokumen data. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ 140 . Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan setiap kali pemanduan kelompok wanatani.03. yaitu 0.

pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart sesuai dengan Lampiran V.10. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran.01 12) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 5 lembar flipchart. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap 141 . yaitu : 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk chart / gambar. Tolak Ukur: Kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.09. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap chart/ gambar. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. 11) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy chart/ gambar.

02. yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi cara (percontohan) sesuai dengan Lampiran I.muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 13) Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) Tolok Ukur: Demonstrasi cara (percontohan) yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot ) sesuai dengan Lampiran I. 15) Melaksanakan temu lapang. 14) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.03. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu lapang sesuai dengan Lampiran I. 142 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Kegiatan temu lapang yang dilakukan.03.03. Tolok Ukur: Demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot) yang dilakukan.

19) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagal instruktur / pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. 143 .04. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali widya karya/karya wisata. 17) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.03. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan yang dilakukan. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP / kecamatan sesuai dengan Lampiran I. 18) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. yaitu 0.16) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan.02. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. yaitu 0. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran I. 20) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.06. 144 . Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan.02.Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan. yaitu 0. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan kelompok sasaran sesuai dengari Lampiran I. Pemberian Angka Kredlt: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 22) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. 23) Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/ menumbuhkan kelompok sasaran. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran.01.03. 145 .01. yaitu 0. yaitu 0. 24) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. yaitu 0.

Bukti Fisik: Copy laporan tahunan yang dibuat. 27) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 25) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. b. yaitu 0. yaitu: 146 .06.Ill/b). 26) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.02. yaitu 0. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan (Ill/a.02. Tolok Ukur: Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu 0.01. Bukti Fisik: Copy laporan triwulan yang dibuat. Bukti Fisik: Copy laporan bulanan yang dibuat. Tolok Ukur: Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan.

Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota yang telah diolah. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.07. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk laporan. 147 . 3) Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.16. Tolok Ukur: Data primer dan informasi wilayah kerja yang dikumpulkan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur: Rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan yang disusun tingkat Kabupaten/ Kota yang disusun. yaitu 0. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan data primer wilayah kerja yang disusun. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ kota.1) Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data primer dan informasi wilayah kerja sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V.

000 atau skala 1: 10. 148 . yaitu 0. yaitu 0.000.000 sesuai dengan lampiran V. Tolok Ukur: Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan di wilayah kerjanya yang disusun/ dibuat dengan skala 1: 25.09. b) Bukti hasil laporan pelaksanaan kegiatan tersebut berupa copy monografi wilayah kerja penyuluhan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. Tolok Ukur: Monografi wilayah kerja penyuluhan yang disusun.000 atau 1: 10. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan dalam skala 1: 25. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 4) Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan.Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. 5) Menyusun/ membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan monografi wilayah kerja penyuluhan sesuai dengan Lampiran V.32. b) Bukti hasil berupa rekapitulasi rencana usaha wanatani Wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten / Kota.

Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran V.05.12. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. 149 . yaitu 0. Tolok Ukur: Rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan sesuai dengan agroekosistemnya dan sosial budaya setempat. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan. Tolok Ukur: Bertindak sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan.Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap peta.31. yaitu 0. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan hasil identilikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 8) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 7) Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 6) Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Tolok Ukur: Hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan yang dirumuskan. yaitu 0.

Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan RDK. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan setiap RDK. 10) Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang sejenis lainnya dari kelompok sasaran lain. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 9) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan yang disusun. yaitu 0. RDKK.08. yaitu 0.Bukti Fisik: Surat Keterangan sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. RDKK. 11) Mengolah data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai dengan Lampiran V.04. 150 .19. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK) Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. kelompok sasaran lain. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok sasaran lain. yaitu 0.

tulisan tangan.Tolok Ukur: Hasil olahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto sesuai dengan Lampiran V. gambar. dsb.07 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk seri foto Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto setiap paket minimal 5 lembar. 151 .15. yaitu 0. foto copy. yaitu : 0. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 13) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran / pamflet. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. Bukti Fisik : Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V.07. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet baik yang tercetak. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. yaitu 0.

28.3. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1000 kata. 152 .28. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leafiet/ folder. yaitu 0. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet (minimal 1000 kata).Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil pekerjaan berupa materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet atau copynya. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V.

04.16. 153 . 19) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket sesuai dengan Lampiran V. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk spesimen. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. yaitu 0. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran yang dilakukan. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk maket. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. yaitu 0.04.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 22) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil percontohan sesuai dengan Lampiran I.08. Bukti Fisik: Bukti hasil berupa laporan pelaksanaan kegiatan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. yaitu 0. 154 . Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 23) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai moderator.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.38.08. yaitu 0. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil percontohan yang dilakukan. yaitu 0. 21) Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba Tolok Ukur: Kaji terap/uji coba yang dilakukan.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat dberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. 26) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan.04. 25) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0.05. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 155 . Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. yaitu 0. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat kabupaten/ kota yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I.Tolok Ukur: Bertindak sebagai moderator dalam temu teknis antar wilayah / fungsi. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai moderator sesuai dengan Lampirari IV.05. 24) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai narasumber Tolok Ukur: Bertindak sebagai narasumber dalam temu teknis antar wilayah/fungsi.

yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.08. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.07. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan.Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 29) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur (pembimbing) tingkat Kabupaten / Kota. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan 156 . Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi peserta/ panitia dalam temu usaha sesuai dengan Lampiran II. 27) Melakukan temu usaha Tolok Ukur: Menjadi peserta / panitia dalam temu usaha. yaitu 0. Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kotamadya kepada kelompok tani binaan. 28) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan.09.

Tolok Ukur: Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0.06. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten / Kota yang dilakukan. sebagai pramuwicara. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.06.08. 31) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota.praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kota kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. 30) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/ Kota. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran II. 32) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. 157 .

33) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Bukti Fisik: Surat keterangan melaksanakan bimbingan teknis/ kursus kepada sekolah lapang sesuai dengan Lampiran V. 34) Melaksanakan bimbingan teknis/ kursus pada sekolah lapang. 158 . Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. yaitu 0. yaitu 0.04. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur: Bimbingan teknis / kursus pada sekolah lapang yang dilaksanakan. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. 35) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya.Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I.03. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.16.

06. yaitu 0. Tolok ukur Data olahan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 38) Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 37) Mengolah data hasil pemantauan/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur: Data dan informasi hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 159 .04. yaitu 0.05.Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. Tolak ukur : Pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang telah dilakukan. 36) Melakukan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan mengolah data pemantau/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

yang disusun. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 0. Bukti Fisik: alat bantu dan metode penyuluhan b) Efektivitas Copy laporan tahunanpenyuluhan. AngkaFisik: yang dapat diberikan untuk setiap laporan.14.05. Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data potensi Bukti Fisik: wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan Copy laporan bulanan dengan Lampiran I. yaitu 0.c. yaitu 0.04. tingkat propinsi sesuai yang disusun Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. kehutanan Ukur: Tolok Ukur : Laporan triwulan yang kebutuhan penyuluhan kehutanan Rancangan identifikasi dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit: d) Penyelenggaraan penyuluhan. Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang Bukti Fisik : ditentukan. 39) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh Tolok Ukur kehutanan. Tolokdikumpulkan pada aspek: yang Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan sikap (PKS) a) Perubahan pengetahuan keterampilan. c) Ketepatan materi yang disusun. yaitu: Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti kredit yaitu 0.Ill/d). b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa yaitu 0.06. kehutanan sesuai dengan Lampiran V. masyarakat sasaran. Penyuluh Kehutanan Penyelia (Ill/c . format yang ditentukan. Informasi potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan Tolok Ukur: teknologi kehutanan tingkat propinsi sesuai pedoman. kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. 160 161 . dokumen dan copynya rancangan identifikasi kebutuhan 41) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh penyuluhan kehutanan. kehutanan.16. 1) Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan yaitu 0.15. 40) Membuat rancangan identifikasi kebutuhan penyuluhan 2) Menyusunlaporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan data sesuai dengan Lampiran I. Fisik: Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang disusun a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan Pemberian Angkarancangan identifikasi penyuluhan penyusunan Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

Bukti Fisik : a) Surat Keterangan pelaksanaan kegiatan perumusan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Konsep programa penyuluhan kehutanan yang disusun. 4) Sebagai pembahas mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. yaitu 0.10. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah programa. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi.10. b) Bukti hasil berupa copy konsep programa penyuluhan kehutanan. yaitu 0. 5) 162 . b) Bukti hasil berupa copy naskah rumusan pembahasan k o n s e p p r o g r a m a p e n y u l u h a n k e h u ta n a n . Tolok Ukur : Rumusan hasil pembahasan konsep programa penyuluhan kehutanan.17.3) Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep programa. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep programa penyuIuhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.40. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy buku panduan. 163 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku panduan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kerangka acuan pelaksanaan sekolah lapang/ magang sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK).39. yaitu 0.6) Penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan. Tolak Ukur : Panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan yang disusun. Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan yang disusun. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Rencana Kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lamporan V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy kerangka acuan. 8) Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang Tolok Ukur: Kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. 7) Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan.

b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide sesuai dengan Lampiran V. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. yaitu: 0. yaitu 0. 9) Menganalisis data materi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan 164 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. yaitu : 0. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan analisis data materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk slide.08. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap paket.12.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. Tolok Ukur : Hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan.32. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. Tolok Ukur: Naskah penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy naskah materi slide.

yaitu 1. yaitu 0. 13) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. yaitu 0.dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet folder. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran sandiwara di radio/TV Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.6. 165 . Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah.81. 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran/ pamflet. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster.3. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy leaflet folder yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet.

b) Bukti hasil berupa naskah diorama.Tolok Ukur : Materi periyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.56. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. 166 . 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk diorama. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet sesuai dengan Lampiran V. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet.000 kata. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. BuktiFisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V.8. b) Bukti hasil berupa copy brosur / booklet yang disusun.56. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama sesuai dengan Lampiran V.

07.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk model.75. 167 . Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. 19) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan model. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan mock up. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk mock up. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up.16.

27. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.22. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) yang dilakukan. yaitu 0. 21) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area). yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Kegiatan temu wicara / sarasehan yang dilakukan. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. yaitu 0.16.kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Pemberian Angka Kredit : Angka . 168 .20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. 22) Melaksanakan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi.

yaitu 0. 169 .23) Melakukan temu kaya kepada tokoh masyarakat / agama.18.16. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. 25) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) sebagai instruktur / pembimbing tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan. 24) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama. Tolok Ukur : Widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widya karya / perjalanan praktek studi banding tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampran Ill. Tolok Ukur : Temu karya kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan. yaitu 0.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. Tolok Ukur : Penyuluhan pada pertemuan secara missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi yang dilaksanakan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 170 .18.48. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. 28) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi.12. 26) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara misal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. yaitu 0. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. 27) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Tolok Ukur : Naskah / skenario siaran radio/TV yang telah disiarkan / ditayangkan. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.06. b) Kaset rekaman atau copy naskah siaran radio/TV. yaitu 0.05.b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 29) Sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV. 171 . Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan.30. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. 30) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 31) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.

48. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. 172 . 32) Sebagai penyusun kurikulum dalam memberikan bimbingan teknis kursus kepada kelompok sasaran. yaitu 0. 34) Melaksanakan penilaian lomba dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur : Terjadinya peningkatan kemampuan kelompok sasaran dan madya menjadi utama sesuai pedoman / aturan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali . Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kurikulum kursus kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran V. 33) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan tingkat madya sampai ke tingkat utama. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. b) Copy kurikulum kursus yang disusun. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.09. Tolok Ukur : Kurikulum kursus kepada kelompok sasaran yang disusun.08.

keterampilan.2. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.32 35) Menyusun rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan l/ pengendalian penyuluhan kehutanan. antara lain: a) Perubahan pengetahuan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. b) Efektivitas alat bantu dan metode penyuluhan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 173 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. 36) Mengolah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan menjadi penilai dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran II. Tolok Ukur : Konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang diolah mencakup aspek. d) Pelaksanaan penyuluhan. c) Ketepatan materi penyuluhan. dan sikap masyarakat sasaran. b) Copy laporan kegiatan penilaian dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. Tolok ukur : Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantaun / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun.Tolok Ukur : HasiI penilaian perlombaan keterampilan bidang kehutanan.

yaitu 0. Bukti Fisik : Copy laporan bulanan yang dibuat. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.54.08. 38) Membuat laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. 39) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang dibuat.12.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.3. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Copy laporan tahunan yang dibuat. 37) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0. 174 .

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap kali sebagai narasumber. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah instrumen. yaitu : 1) Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Tolok Ukur : Instrumen identifikasi yang disusun. yaitu 0. Penyuluhan Kehutanan Pertama (III/a .III/b). Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran I.2.2.07. 3) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep Programa Penyuluhan Kehutanan.16. 2) Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Tolok Ukur : Hasil analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap data/ laporan. PenyuIuh Kehutanan AhIi : a. Bukti Fisik : Surat Keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam mendiskusikan Konsep Programa Penyuluhan Kehutanan.04. 175 . yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dentifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai Lampiran I.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan yaitu 0. 6) Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rancangan.32. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyusun rancangan sarana penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran 1. Tolok Ukur : Rancangan sarana penyuluhan yang telah disusun. 176 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket.4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Pertama. 5) Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun.07. Bukti Fisik : a) Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan sesuai dengan Lampiran 1. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. yaitu 0.19. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan. Tolok Ukur : Instrumen yang disusun dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan.

10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk OHP transparan. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk seri slide minimal 10 lembar. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan bulletin board (papan buletin) sesuai dengan Lampiran V.16. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan OHP transparan sesuai dengan Lampiran V. b) Foto copy naskah/materi seri slide yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. yaitu 0.06.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang terpasang pada bulletin board (papan buletin). 177 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan seri slide sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide. b) Foto copy naskah / materi OHP transparan yang disusun.08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap papan.

Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet/folder Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun.15. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. yaitu 0. yaitu 0. 12) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan datam bentuk poster. 178 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit.28. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran pamflet yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster.

b) Bukti hasil berupa copy rancangan/naskah poster yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 13) Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam temu wicara / sarasehan tingkat nasional. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu teknis sebagai pembicara / penyaji sesuai dengan Lampiran II. yaitu 0. 15) Melakukan temu wicara/ sarasehan tingkat nasional dengan kelompok sasaran. b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur/ booklet yang disusun. 179 . 14) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. sebagai pembicara / penyaji. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.3. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembicara/penyaji pada temu teknis antar wilayah / fungsi.28. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur/ booklet (minimal 1000 kata). yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet sesuai dengan Lampiran V.06.

09. yaitu 0.08. LSM. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu karya dengan Pemda. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 16) Melakukan temu karya dengan Pemda. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II.08. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. LSM. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali kegiatan. LSM.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat nasional sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta/panitia sesuai dengan Lampiran II. 17) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. LSM. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan Pemda. LSM. 180 . Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan Iainnya. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta/panitia dalam temu karya dengan Pemda.

1. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran Ill. yaitu 0. 19) Sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional.03. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. 20) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran Ill. 181 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.18) Sebagai pramuwicara datam pameran kehutanan tingkat Propinsi. yaitu 0.08.

21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan organisasi gabungan / asosiasi kelompok sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 23) Menyusun metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk naskah. 182 .09. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran dan tumbuhnya gabungan kelompok / asosiasi kelompok sasaran.04. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran I.38. 22) Menumbuhkan gabungan kelompok / asosiasi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada kelompok sasaran.

25) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional. yaitu 0. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.24) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. 183 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat.15.06 26) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional. Tolok Ukur : Konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. yaitu 0.04. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 27) Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat.

5. 30) Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan yang disiapkan. yaitu 0.46. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan yang disiapkan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. yaitu 0.4. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 28) Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 184 . Tolok Ukur : Konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembngan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 29) Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.

III/d). sarana. yaitu 0. 185 . metodologi. sarana. Tolok Ukur : Konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani yang telah disusun. metodologi. Penyuluh Kehutanan Muda (Ill/c .37.36. b) Bukti hasil pekerjaan berupa konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. materi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. materi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 2) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.36. dan alat bantu penyuluhan kehutanan yang disusun. b. yaitu : 1) Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. yaitu 0. sarana. 31) Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Rancangan pengembangan aspek teknik. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani sesuai dengan Lampiran V. metode. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan menyusun rancangan pengembangan aspek teknik.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas pada acara diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.

5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk video rekaman 186 . Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun berupa sound slide minimal 10 lembar. b) Bukti hasil berupa copy naskah sound slide yang disusun.39. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan sound slide sesuai dengan/ pembuatan Lampiran V. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun. yaitu 0. 4) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. 3) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda sesuai dengan Lampiran V.Bukti Fisik : Surat keterangaa menjadi pembahas sesuai dengan Lampiran IV.8.4. b) Bukti hasil pekerjaan berupa rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda (RKPK). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamflet. b) Bukti hasil berupa copy naskah video rekaman yang disusun. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan video rekaman sesuai dengan Lampiran V.6. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk siaran radio/TV Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. 187 .6. 6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran radio/TV materi penyuluhan kehutanan yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk video rekaman minimal 5 menit.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet) folder. 188 . yaitu 0.56. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. yaltu 0.3 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.56. yaitu 0.

64. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembuatan desain kaji terap/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. 11) Membuat desain kaji terap/uji coba metode penyuluhan kehutanan. 12) Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. Bukti Fisik : Laporan pelaksariaan kegiatan pemantauan dan evaluasi hasil kaji terap teknologi sesuai dengan Lampiran I. cendekiawan. Tolok Ukur : Desain kaji terap / uji coba yang dibuat. yaitu 0. 13) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada perguruan tinggi.6. pemerintah pusat. b) Bukti hasil berupa copy brosur/booklet yang disusun. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. yaitu 0.16. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap desain. dan pemerintah pusat. 189 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. cendekiawan. Tolok Ukur : Hasil pemantauan dan evaluasi kaji terap teknologi.

Tolok Ukur : Terselenggaranya ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan tingkat nasional. yaltu 0. yaitu 0. Bukti Fislk : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya tingkat nasional sebagai instruktur / pembimbing sesuai dengan Lampiran Ill. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan pada pertemuan massal / kampanye tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V.06.16. cendekiawan.16. 15) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Nasional. 14) Menjadi instruktur / pembimbing kegiatan widyakarya tingkat nasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Laporan pelaksanaan kegiatan ceramah umum. minimal dihadiri 50 orang. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 190 .Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. b) Laporan pelaksanaan kegiatan instruktur / pembimbing widyakarya. pemerintah pusat sebagai Peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat nasional.

Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 18) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang 191 . 17) Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV.59. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai sutradara dalam penyuluhan melalui siaran radio / TV sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah skenario siaran penyuluhan. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya / desain untuk pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan tingkat nasional yang dibuat.24. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Tolok Ukur : Terselenggaranya penyiaran / penayangan penyuluhan melalui siaran radio/TV.16) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional.

Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran / menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). 19) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampirari I. Bukti Fisik : a) Surat keterangan pelaksanaan kegiatan penyusunan materi kursus sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.06. yaitu 0. 21) Menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). 20) Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang.tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy modul. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. 192 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap modul.44. Tolok Ukur : Materi kursus yang disusun dalam bentuk modul.08.

yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penumbuhan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran sesuai dengan Lampiran I Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk tahapan proses setiap Perjanjian Kerja Sama Usaha (PKSU) perusahaan. 22) Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy pedoman yang disusun. 193 .27. 24) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum) sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai penyusun pedoman penilaian lomba keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.6. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap pedoman. 23) Menyusul pedoman lomba bidang kehutanan.21. Tolok Ukur : Pedoman lomba yang disusun. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran.

26) Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnaan Iaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.14. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0.08. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Rumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan peIaksanan penyuluhan kehutanan. 25) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 27) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. 194 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.08.

Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat.42. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. yaitu 0. 30) Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat.30. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.12 29) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. yaitu 0. 195 .08 28) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang ctibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.

yaitu 0. 196 .46. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.80. 32) Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan.96.31) Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 33) Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan system monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.

197 . sarana. yaitu 0. sarana. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji sesuai dengan Lampiran IV.IV/c). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. materi.34) Mendiskusikan konsep pengembangan teknik. materi. Penyuluh Kehutanan Madya (IV/a . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan hasil diskusi konsep pengembangan teknik. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. yaitu 0. metodologi.12. sarana.12. materi. yaltu: 1) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. metodologi. metodologi. c. 2) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.84. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan teknik. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. Buku Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet sesuai dengan Lampiran V.36. 4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya. Tolok Ukur : Hasil rumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya sesuai dengan Lampiran V. 198 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani seuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan yang disusun. yaitu 0. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.45.3) Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet.58.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet / folder. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V.84. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun.6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. yaitu 0. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.84. 199 . yaitu 0.

Bukti Fisik : Laporan melaksanakan kegiatan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional sesuai dengan lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. dan pemerintah pusat sesuai dengan lampiran II. 10) Menjadi instruktur/pembimbing widyakarya atau praktek studi banding tingkat internasional. cendekiawan.9. cendekiawan dan pemerintah pusat. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional.80. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penceramah pada pertemuan missal / 200 . yaitu 1. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan temu karya kepeda perguruan tinggi. 9) Melakukan kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 11) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara missal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. cendekiawan.b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur / booklet yang disusun. yaitu 0. pemerintah pusat.18. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Surat keterangan menjadi peserta/panitia dalam kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.18. yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / Pengisi acara diskusi / wawancara dalam penyuluhan melalui siaran radio/ TV sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. yaitu 0. 12) Sebagai narasumber/pengisi acara diskusi / wawancara. 201 . Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara melalui siaran radio/TV.kampanye tingkat internasional yang dihadiri minimal 50 orang. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.09. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk kepada kelompok sasaran lain. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.18. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional sesuai dengan Lampiran I. 13) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan.

12. 202 . yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Foto copy Iaporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. yaitu 0. 17) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. 16) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 15) Sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.12.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.12.

yaitu 0.69.Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat.18. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.45. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 18) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 20) Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep 203 . Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat. 19) Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.

2. sarana.08. yaitu 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 23) Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. 21) Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan.9.pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. materi sarana. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan teknik / metodologi. yaitu 0. 22) Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 204 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumus yaitu 1. metodologi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. materi.

1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. metodologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan 205 . materi. b. Pengembangan Profesi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang melakukan kegiatan pengembangan profesi. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Pemberian Angka Kedit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a.5. yaitu 0. sarana.72. yaitu 12. Sedangkan Penyuluh kehutanan Madya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 12 (dua belas) dari kegiatan unsur pengembangan profesi untuk kenaikan jabatan / pangkat yang berlaku. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 2) Bukti hasil berupa buku yang diterbitkan asli atau copynya yang disahkan oleh Kepala/ Pimpinan unit kerja bidang Penyuluh Kehutanan. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan teknik. 2) Buku tersebut diedarkan secara Nasional sebagai referensi. diberikan angka kredit sesuai ketentuan yang berlaku. atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah. 3.

Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk disebarluaskan secara nasional sebagai referensi dengan identitas penulisnya.dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI / Departemen yang bersangkutan. Bukti Fisik : Buku cetakan asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuhuhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. 2. atau pihak lain yang diakui oleh LIPI. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penehitian / pengkajian / survei / evaluasi dalam bentuk tulisan yang dimuat di majalah ilmiah sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : 1) Karya tuhis ilmiah yang dimuat di majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 2) Pembahasan bidang penyuluhan kehutanan dengan identifikasi penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang 206 . 2) Bukti hasil berupa majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan / dilegalisir oleh pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan. yaitu 6.

b. 2) Buku hasil pekerjaan berupa buku asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. 207 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. Bukti Fisik : Majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku Tolok Ukur : 1) Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan llmiah hasil gagasan sendiri yang didokumentasikan di perpustakaan instansi / unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi/ kabupaten / kota / kecamatan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI/Departemen yang bersangkutan. yaitu 4. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2) Buku tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. 2) Majalah tersebut merupakan penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis Iainnya. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 3. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). yaitu 8.dihasilkan. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah atau pihak lain yang diakui LIPI. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil karya sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan diperpustakaan sesuai dengan Lampiran V.

5 Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penuh pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 208 . Pertemuan ilmiah tersebut menghasilkan rekomendasi antara lain berasal dari gagasan pemrasaran. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. b. Apabila ditulis oleh tim (keIompok). gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 2) Bukti hasil berupa makatah asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. Dalam bentuk makalah. Tolok Ukur : a. Tolok Ukur : 1) Makalah tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis belum pernah ditulis penulis Iainnya. b. Bukti Fisik : a. b. 4. yaitu 3.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. yaitu 7. Makalah prasaran yang membahas bidang penyuhuhan kehutanan dengan identitas penulisnya. Bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah. Surat Keterangan telah melakukan kegiatan menyampaikan prasaran dalam pertemuan bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah panitia / penyelenggara sesuai dengan Lampiran II. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan makalah dan pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 2) Didokumentasikan di perpustakaan unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi / kabupaten / kota/ kecamatan.

Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rumusan.5. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Bukti hasil pekerjaan berupa naskah tulisan dan atau contoh alat teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan hasil pengembangan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan a. 209 .5. yaitu 2. 6. Bukti Fisik : a. yaitu 2. 5. yaitu 5.0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Hasil karya pengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan sesuai dengan Lampiran I. Laporan pelaksanaan kegiatan mengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. b. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap karya. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung niIai-nilai penyempurnaan atau perbaikan.

.

b) Buku tersebut belum ada yang menterjemahkan / menyadurnya.5. yaitu 3.0. a. Bukti Fisik : Buku cetakan hasil yang disadur/terjemahan dan buku yang disadur / diterjermahkan asli atau copy yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. yaitu 7. Bukti Fisik : Majalah cetakan hasil saduran / terjemahan dan buku yang disadur / diterjemahkan asli atau copy disahkan oleh pimpinan unit kerja. 211 . yaitu 0. 2) Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 2.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 2 (dua) jam pelajaran. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Tolok Ukur : a) Diterbitkan oleh penerbit yang memiliki usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk diedarkan secara nasional sebagai referensi. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan.04. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah / swasta dan terdaftar pada LIPI. b) Majalah tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: 1). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.

propinsi.5.0. yaitu 1. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah yang diterbitkan oleh instansi atau organisasi profesi. b) Buku hasil cetakan / saduran terjemahan dan buku yang diterjemahkan asli atau copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. 212 . Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan : 1) Dalam bentuk buku. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. yaitu 3. 2). Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. kabupaten/kota. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. Dalam bentuk makalah. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Tolok Ukur : a) Buku tersebut didokumentasikan di perpustakaan unit kerja yang berada di pusat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya.b. kecamatan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. b) Buku hasil cetakan/saduran terjemahan atau foto copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja.

Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Tolok Ukur : 1) Abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan yang resmi baik swasta maupun pemerintah. 2) Belum ada pihak lain yang membuatnya.5.0. yaitu 3. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraaan/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan Peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. Pemrasaran Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. c) Penyaji dan pembahas makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dari penyelenggara. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. 3) Mengikuti seminar / lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan a) Mengikuti Seminar / lokakarya atau simposium sebagai: 1.c. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. Pemberian Angka Kredit : Angka Kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 1. 213 . Bukti Fisik : Abstrak tulisan ilmiah asli atau copy yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja.

b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan.0. Pembahas Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. yaitu 2. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara.2. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. 3. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. 214 . Moderator Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV.

0. yaitu 2. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. 4. yaitu 2. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Peserta Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Narasumber Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. (2) Sertifikat asli mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan.0. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh 215 . Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraan seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. 5. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan.

Sarjana/D IV Tolok Ukur : Gelar sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesejahteraan di luar bidang tugasnya/ selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. 5) Memperoleh gelar kesarjanaan Iainnya a). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. 216 . (2) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh : a) Dekan/ketua sekolah tinggi apabda lulusan perguruan tinggi negeri. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. b) Ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. 4) Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. yaitu 1. yaitu 0. Tolok Ukur : a) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu ) tahun. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. Bukti Fisik : Copy atau salinan surat keputusan keanggotaan tim penilai yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.0. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. apabila lulusan perguruan tinggi swasta.kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran II.5.

yaitu 10. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar. 2. Pasca Sarjana Tolok Ukur : Gelar Pasca Sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang tugasnya / selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. 217 . c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. Bukti Fisik : Foto copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan / direktur program Pasca Sarjana / rektor Perguruan tinggi apabila lulusan perguruan tinggi negeri. apabila lulusan perguruan tinggi swasta.0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar yang diperolehnya. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. 3 Doktor Tolok Ukur : Gelar Doktor yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang / selain bukti kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan/ketua sekolah tinggi direktur program pasca sarjana apabila lulusan perguruan tinggi negeri. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. yaitu 5. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri.0.

5. yaitu 0. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. sebagai: 1. 218 .5. sebagai : 1. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. Tingkat nasional/intemasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Pembedan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. b).0 6) Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan a). yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut.0 2. yaitu 15.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap gelar. Tingkat Propinsi. yaitu 1.

35. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. yaitu 0. 20 (dua puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh) tahun yang syah. 7) Memperoleh piagam penghormatan a). Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh). Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut.2. 10 (sepuluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh) tahun yang syah. yaltu 2. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap piagam. 30 (tiga puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga putuh) tahun yang syah. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam yaitu 3. 3. 2. Tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya : 1. 219 .0. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga puluh).0.

yaitu 15. b) Gelar kehormatan akademis Tolok Ukur : Gelar kehormatan akademis yang sah. Bukti Fisik : Copy sertifikat pemberian gelar akademis. yaitu 1.0. 220 .Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh). Pemberian Angka KredIt : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam.0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar.

BAB III PENGAJUAN DUPAK. 2) Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Muda : a) Bagi yang bekerja di UPT. memeriksa kelengkapan persyaratannya. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan kepada Sekretaris Jendral melalui Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. b) Bagi yang bekerja di Pusat. Pengajuan DUPAK Iingkup Departemen Kehutanan sebagai berikut: 1) Penyuluh Kehutanan Madya : Bagi yang bekerja di UPT dan Pusat. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala Bagian Kepegawaian atau Pejabat Eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. Pejabat Pengusul setelah menerima berkas DUPAK beserta Iampirannya. Apabila DUPAK dan Iampirannya telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Pejabat Eselon III yang membidangi administrasi kepegawaian yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. maka Pejabat Pengusul membubuhkan tanda tangannya pada formulir DUPAK yang bersangkutan. Tatacara Pengajuan DUPAK a. PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT A. b. dan menyampaikan DUPAK beserta Iampirannya tersebut kepada Pejabat Penetap Angka Kredit. Pengajuan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. DUPAK yang telah diisi / dibuat oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan beserta Iampirannya disampaikan kepada Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. Pengajuan DUPAK bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi / Kabupaten / Kota. c. d. 221 . DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala UPT yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan.

Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) dilampiri dengan : 1) Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang meliputi : a) Persiapan penyuluhan kehutanan (contoh Iihat Lampiran VIII) disertai bukti fisiknya.e. dan/atau b) Pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran IX) disertai bukti fisiknya. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran X) disertai bukti fisiknya. yaitu pada setiap bulan Januari untuk DUPAK periode JuIi sampai dengan Desember tahun sebelumnya dan bulan JuIi untuk DUPAK periode Januari sampai dengan Juni tahun yang bersangkutan. dan/atau d) Pengembangan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XI) disertai bukti fisiknya. Persyaratan Persyaratan pengajuan DUPAK adalah: a. atau paling lama satu tahun sekali. 2. 222 . Waktu Pengajuan DUPAK Pengajuan DUPAK Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. 3) Copy keputusan pengangkatan dan kepangkatan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Apabila penyampaian DUPAK beserta Iampirannya melewati batas waktu yang telah ditetapkan. dan/atau c) Pemantauan. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan AhIi (contoh lihat Lampiran VII a-c) c. dari/atau 2) Copy ijazah / STTPL yang pemah diterima yang disahkan / dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 3. akan dinilai pada periode penilaian angka kredit berikutnya. dan / atau f) Penunjang penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XIII) disertai bukti fisiknya. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan Terampil (contoh Iihat Lampiran VI a-c) b. dan/atau e) Pengembangan profesi (contoh lihat Lampiran XII) disertai bukti fisiknya. Penyampaian DUPAK beserta Iampirannya kepada Pejabat Pengusul dan Pejabat Penetap Angka Kredit harus mengikuti tata waktu pengusulan sebagaimana tercantum dalam butir 3.

b. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Pejabat Pengusul Pejabat yang berwenang mengajukan Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah : a. yaitu : a. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. Kepala Bagian / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/ Unit Kerja yang bersangkutan. c. Tim Penilai a./ I Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Sekretaris Jendral Departemen Kehutanan. 223 . B. Waktu Penilaian Angka Kredit Penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. Pada bulan Januari untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan April tahun berjalan. Penilaian Angka Kredit 1. b.4. Pada bulan Juli untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan Oktober tahun berjalan. 2. Kepala Bidang / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia.

Tugas Tim Penilai a. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten / Kota selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten / Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan di Kabupaten / Kota ditetapkan oleh Kepata Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan.b. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di Iingkup Dinas/ Unit Kerja yang membidangi Kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi ditetapkan oleh Kepala Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. b. dan 224 . d. 3. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. Tugas Pokok Tim Penilai Pusat adalah : 1) Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. c. Tugas Pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : 1) Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya dilingkungan Departemen Kehutanan.

Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : 1) Seorang Ketua merangkap anggota 2) Seorang Wakil ketua merangkap anggota 3) Seorang Sekretaris merangkap anggota 4) Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota 225 . d a n 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten / Kota yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1).2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1).m a s i n g . 4. c. Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di propinsi yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan propinsi masingmasing. Tugas pokok Tem Penilai Kabupaten / Kota adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kebupaten / Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di l i n g k u n g a n K a b u pa t e n / K o ta m a s i n g . d. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau Pejabat Eselon II di propinsi yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Susunan Keanggotaan Tim Penilai a.

dibentuk 226 . maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupateri / Kota lain yang terdekat. 5. 3) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan atau pensiun. Sekretariat Tim Penilai a. Syarat Keanggotaan Tim Penilai Untuk dapat diangkat sebagai anggota Tim Penilai. Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya.b. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. Apabila Tim Penilai Kabupaten / Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. maka Tim Penilai dapat diangkat dan Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Apabila Tim Penilai Propinisi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. Syarat Dan Masa Jabatan Keanggotaan Tim Penilai a. 6. d. b. 3) Dapat aktif melakukan penilaian. c. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) kali masa jabatan berturut-turut dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) kali masa jabatan. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai 1) Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Jabatan / pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Apabila jumlah Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas tidak dapat dipenuhi dan Penyuluh Kehutanan. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. 2) Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. maka ketua Tim Penilai dapat mengusulkan pengganti anggota Tim Penilai dimaksud kepada pejabat yang bewenang menetapkan Tim Penilai. atau kepada Tim Penilai di lingkungari Departemen Kehutanan.

4) Menyiapkan bahan laporan dan berita acara hasil rapat Tim Penilai. 3) Menyiapkan undangan rapat penilaian angka kredit. Sekretariat Tim Penilai mempunyai tugas memberikan pelayanan administrasi untuk kelancaran pelaksanaan tugas Tim Penilai. Untuk menjamin obyektivitas penilaian angka kredit. diproses oleh Sekretariat Tim Penilai untuk dicatat dan diperiksa kelengkapannya kemudian dilaporkan kepada Ketua Tim Penilai angka kredit untuk dinilai. Berkas DUPAK beserta lampiran bukti/dokumen yang diterima oleh Tim Penilai. d. Tata Cara Penilaian Penilaian angka kredit dilakukan dengan tatacara sebagai berikut : a. sekretariat Tim Penilai yang ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. Anggota Tim Penilai yang ditugaskan melakukan penilaian sebagaimana dimaksud butir b. dan memeriksa dengan seksama kelengkapan lampiran DUPAKnya. Rapat pembahasan hasil penilaian angka kredit (rapat Tim Penilai) 227 . 7. c. Setelah semua DUPAK dilakukan penilaian. f. Ketua Tim Penilai menugaskan seluruh anggota Tim Penilai untuk melakukan penilai terhadap seluruh berkas DUPAK. c. b. sebagai berikut : 1) Menerima dan mencatat Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Penyuluh Kehutanan yang diterima.b. Hasil Penilaian Angka Kredit (WILPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk ditandatangani oleh para pejabat yang bersangkutan. e. Tim Penilai mengadakan rapat pembahasan hasil penilaian tersebut. Sekretariat Tim Penilai dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai dengan anggota yang secara fungsional menangani administrasi kepegawaian dan atau pelayanan Penyuluh Kehutanan. 6) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim Penilai dalam rangka pelaksanaan penilaian. 2) Menyampaikan DUPAK untuk penilaian kepada Ketua Tim Penilai melalui sekretaris Tim Penilai sesuai dengan batas waktu yang te!ah ditetapkan. 5) Memproses hasil penilaian angka kredit oleh Tim Penilai dalam bentuk Rekapitulasi Penilaian Angka Kredit (REPAK). maka setiap berkas DUPAK dinilai oleh 2 (dua) anggota Tim Penilai. melakukan penilaiani secara sendirisendiri.

2) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. i. apabila berhalangan dapat dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Penilai dan apabila wakil ketua berhalangan. k. maka Ketua Tim Penilai dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli sesuai keperluan. selanjutnya diproses sebagai berikut: 1) Bagi Penyuluh Kehutanan yang belum mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. Apabila DUPAK yang dinilai berasal dari anggota Tim Penilai. Apabila di dalam penilaian DUPAK terdapat unsur-unsur yang dinilai memerlukan keterangan / klarifikasi dan para ahli. Hasil penilaian yang telah disetujui oleh anggota Tim Penilai dalam rapat tim. maka ketua tim menuangkan hasil penilaian dalam formulir Penetapan Angka Kredit (PAK) dengan menggunakan formulir seperti contoh pada Lampiran XV. g. j. maka rapat dapat dipimpin oleh Sekretaris Tim Penilai. 228 . h. Rapat dipimpin oleh ketua Tim Penilai. maka ketua tim memberitahukan hasil penilaian kepada pejabat pengusul dengan menggunakan formulir hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) seperti contoh pada Lampiran XIV.dianggap sah apabila dihadiri oleh paling sedikit % (tiga per empat) dari seluruh anggota Tim Penilai. maka nilai atau angka kredit yang diberikan kepada penyuluh kehutanan yang bersangkutan dapat diproses lebih lanjut untuk penetapan angka kredit. maka yang bersangkutan tidak boleh hadir dalam rapat Tim Penilai dan Ketua dapat menunjuk anggota tim pengganti. 3) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai batas pangkat maksimal (III/d untuk Penyuluh Kehutanan Terampil dan IV/c untuk Penyuluh Kehutanan Ahli) tetap dilakukan penilaian angka kredit sesuai DUPAK yang diusulkan menurut ketentuan dan hasil PAK nya disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. m. Hasil penilaian angka kredit yang dituangkan dalam formulir PAK tersebut dibuat sekurang-kurangnya rangkap 3 (tiga) dan diserahkan oleh Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. Apabila seluruh anggota Tim Penilai yang hadir dapat menerirna hasil penilaian. Hasil penilaian terakhir adalah niliai rata-rata dari hasil penilaian 2 (dua) orang penilai yang bersangkutan. l.

Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sama dengan angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. 229 . Pejabat Penetapan Angka Kredit Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. C. Berkat usulan Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan oleh 2. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. adalah: a. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. maka Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau di bawah Jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut : a. d. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Propinsi yang bersangkutan. b. Penetapan Angka Kredit 1. c. Ketentuan Lain Apabila pada suatu Unit Kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan Jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugasnya. b. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan penyelenggaraan kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di kabupaten / kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. Tatacara Penetapan Angka Kredit a.8.

Dengan ditandatanganinya hasil penilaian angka kredit. 2) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). c. 4) Pejabat lain yang dipandang perlu (tembusan). 230 . PAK yang telah ditetapkan. maka hasil penilaian tersebut ditetapkan sebagai Penetapan Angka Kredit (PAK) d a n p e n e ta pa n n y a t i d a k d a pa t d i a j u k a n k e b e r a ta n . Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. 3) Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). oleh Sekretariat Tim Penilai diteruskan kepada : 1) Kepala BKN / Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan (asli). 5) Arsip Tim Penilai yang bersangkutan.b.

3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk.BAB IV PENGANGKATAN DALAM JABATAN A. Bupati/Walikota atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. 231 . d. Persyaratan a. b. Menteri Kehutanan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma Ill. c. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan.l. Pengangkatan Pertama Kali 1. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Gubernur atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang Il/b. 2.

Ketentuan lain tentang pengangkatan pertama kali a. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan.Joko. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 160 jam (nilai angka kredit : 2) dan unsur utama lain (nilai angka kredit: 10).4) b. Contoh pengangkatan pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan : Saudari Sari. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah 232 . 3. sehingga jika dijumlahkan sebesar 72 Dengan demikian. pangkat Penata Muda golongan II/a. b. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan lI/b dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana dengan angka kredit sebesar 72. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. pendidikan terakhir Sarjana Kehutanan. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah bidang pertanian (nilai angka kredit 60). pendidikan terakhir Diploma Ill Pertanian. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat pertama kali ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama lainnya. golongan ruang Ill/a. pangkat Pengatur Muda Tingkat I golongan Il/b. 4) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya benilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. Saudara lr.

Tatacara pelaksanaan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan a. Dengan demikian. B. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. 4. Keputusan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan sebagaimana contoh Lampiran XVI. b. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Persyaratan a. c. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan II/a dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama dengan angka kredit sebesar 103. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Perpindahan Jabatan 1. b. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang 2.bidang kehutanan (nilai angka kredit : 75). diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 200 jam (nilai angka kredit: 3) dan unsur utama lain (nilai angka kredit : 25). Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. 233 . sehingga jika dijumlahkan sebesar 103. Tatacara pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat / Propinsi / Kabupaten / Kota yang bersangkutan.

234 . 3. 3) Telah mengikuti dan Iulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.I. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat dari jabatan lain ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama Iainnya. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 ( lima ) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. golongan ruang Il/b. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan.akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma III. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. b. Ketentuan lain tentang perpindahan jabatan a. golongan ruang Ill/a. b. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit.

b. Penetapan jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jenjang jabatan lama ke dalam jenjang jabatan baru sebagaimana tersebut dalam angka 1. 3. b. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dengan format sebagaimana Contoh Lampiran XIX. Pejabat yang berwenang menetapkan penyesuaian jabatan adalah: a. 235 . Pangkat dan golongan ruang Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan ruang berdasarkan Keputusan pangkat terakhir yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. C. 5. Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan disesuaikan dari jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang lama ke dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang baru sesuai lampiran Lampiran XVIII. didasarkan pada jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Penyesuaian Jabatan 1. Keputusan pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan sebagaimana contoh Lampiran XVII. c. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan.4. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Iingkungan Departemen Kehutanan. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. 2. Tatacara pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat/ Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jabatan lama ke dalam jabatan baru mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2003 sampai dengan 31 Maret 2004. 4. 6. Tata cara pelaksanaan pengangkatan dan jabatan lain a.

PAN/12/2002 dengan ketentuan: 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. b. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan jabatan a. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi.BAB V KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT A. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan adalah: a. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran III dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan/penyuluhan kehutanan di lingkup Kabupaten/ Kota y a n g b e r s a n g k u ta n s e s u a i k e t e n t u a n y a n g b e r l a k u . 3. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. c. b. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. Persyaratan Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. 2. 236 . b. Kenaikan Jabatan 1. c.

3) Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan yang akan didudukinya. 2) Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat AhIi. 2) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / unit kerja pada Propinsi yang bersangkutan. 4. Tata cara pelaksanaan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan a. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan berikutnya. 3) PAK terakhir asli. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli. Penyuluh Kehutanan yang diangkat dalam jenjang Jabatan yang lebih tinggi wajib mengikuti diklat peningkatan profesi yang akan diatur Iebih lanjut dengan Keputusan tersendiri. 2) Copy SK jabatan fungsional terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 4) Copy DP-3 satu tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. dengan ketentuan: 1) ljazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. dengan ketentuan pelaksanaan diklat peningkatan profesi tersebut secara efektif dilaksanakan setelah 2 (dua) tahun sejak Keputusan ini ditetapkan.c. 237 . dan selanjutnya dikirim kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. kehutanan atau yang serumpun. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dengan melengkapi berkas yang dipersyaratkan yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. d. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja pada Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. yaitu bidang penyuluhan.

Persyaratan Kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. Pejabat-pejabat tersebut pada huruf a di atas setelah menerima berkas usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan. Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan Propinsi / Kabupaten / Kota. bagi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c di lingkungan Departemen Kehutanan. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi: c. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN.b. 238 . kemudian menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan kepada: 1) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk lingkup Departemen Kehutanan. adalah: a. 2) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk untuk Iingkup Propinsi. Kenaikan Pangkat 1. 2. 3) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk untuk lingkup Kabupaten/Kota. dan b. d. Apabila usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan telah memenuhi persyaratan. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. selanjutnya pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas menerbitkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. selanjutnya memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditetapkan. B. Keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (asli) melalui pimpinan unit kerjanya. c.

d. golongan ruang lI/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda tingkat I. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang IV/b di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan. bagi : 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. dan 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dari Penyuluh c. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. golongan ruang lII/d di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang lII/d di lingkungan Departemen Kehutanan. 3) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. golongan ruang Il/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I.b. 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan ruang IV/b di lingkungan Departemen Kehutanan. 239 . Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang IV/b di Iingkungan Kabupaten/ Kota dalam Propinsi yang bersangkutan. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN.

Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. golongan Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran Ill dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara N o m o r 1 3 0 / K E P / M . 2) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir. b. 4) Sekurang-kurangnya memenuhi jumlah angka kredit kumulatif minimal yang ditentukan untuk pangkat Penata Muda. c. 240 . kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 d e n g a n k e t e n t u a n : 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Tingkat AhIi mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang II /b untuk menjadi Pengatur golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan pangkat a. 5) Mengikuti dan lulus ujian penyesuaian kenaikan pangkat. golongan ruang Ill/a. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. 3) Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Penyuluh Kehutanan yang menduduki pangkat Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d ke bawah yang memperoleh ijazah S1/D-IV dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya sebagai penyesuaian ijazah dengan ketentuan : 1) Kualifikasi ijazah harus sesuai dengan tugas pokoknya. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang.2) Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 3.

5) Daftar Riwayat Hidup (bagi yang pindah golongan). 4) Copy DP3 dua tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 241 . 6) Daftar Riwayat Pekerjaan. 2) PAK (asli) terakhir. 3) Copy surat keputusan pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Tata cara usulan kenaikan pangkat Pimpinan unit kerja yang bersangkutan setelah melengkapi usul kenaikan pangkat yang terdiri dari: 1) Copy Kartu Pegawai. selanjutnya menyampaikan kepada Instansi induk masing-masing untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.4.

Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Pembebasan Sementara dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Pembina Tingkat I. golongan ruang IV/b. c) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. 242 . pangkat Penata. a) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di Iingkup Departemen Kehutanan. golongan ruang IV/c. 2. Alasan pembebasan sementara Penyuluh Kehutanan dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: a. c. b) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang III/d.BAB VI PEMBEBASAN SEMENTARA. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN A. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang lI/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pembebasan sementara penyuluh Kehutanan adalah. pangkat Penata Muda. b. pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Pengatur Muda Tingkat I.

d. e. d. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan. h. atau Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap melaksanakan tugas pokoknya tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. 3. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf g di atas. Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf h di atas. 243 . Ketentuan lain a. 4) Copy SK tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan atau. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf d di atas. b. 5) Copy SK hukuman disiplin atau. atau Sedang menjalankan tugas belajar Iebih dari 6 (enam) bulan dibedakan dengan lzin belajar. kegiatan yang dilakukan selama dibebaskan sementara tidak dapat dinilai angka kreditnya. f. 6) Copy SK cuti di luar tanggungan negara atau. b. atau Cuti di luar tanggungan negara. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pembebasan sementara yang terdiri dari : 1) Copy SK pangkat terakhir 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir dan. Tatacara Penetapan Pembebasan Sementara a. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf e dan f di atas. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah ijazah pendidikan yang bersangkutan. 3) Copy Surat/SK Penugasan di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan atau. b dan c di atas didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan oleh Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah dari unsur pendidikan. 4. c. g.

Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali Penyuluh Kehutanan adalah: a. B. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada huruf b butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan c. 4) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Kabupaten/Kota yang bersangkutan. 2) Sekretaris Direktorat Jenderal/Badan Iingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. b. Pengangkatan Kembali 1. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampiran XX.7) Copy SK pemberhentian sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. 244 . d. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di lingkup Departemen Kehutanan. c. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. mengajukan usul pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan.

b dan c diangkat kembali setelah yang bersangkutan memenuhi angka kredit minimal yang dipersyaratkan. Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. 245 . atau 8) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang selesai menjalani cuti di luar tanggungan negara. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. atau 7) Surat keterangan selesai menjalani hukuman disiplin. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani hukuman disiplin. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan 3.2. atau 6) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang diberhentikan sementara dari PNS. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana pencobaan. Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. f. Penyuluh Kehutanan yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dari tingkat berat berupa penurunan pangkat. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada butir A angka 2 huruf a. 3) Copy PAK terakhir. atau 5) Surat keterangan selesai melaksanakan tugas belajar. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. d. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani cuti. 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir. b. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementana berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. c. Tata cara penetapan pengangkatan kembali sebagai Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pengangkatan kembali yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir. Pensyaratan pengangkatan kembali a. e. 4) Copy Surat/ SK Pemberhentian dan jabatan struktural/jabatan fungsional lain di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan.

Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada angka 3 butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. Sekretaris Direktorat Jenderal/ Badan lingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. Contoh dalam memproses Pengangkatan Kembali: Sdr. 246 . jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diporoleh selama yang bersangkutan tidak menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan.2) 3) 4) 5) 6) yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. Agus. Agus menjadi sebesar 235 (210 + 25). maka untuk pengangkatan kembali Sdr. lr. Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampinan XXI. Ir. mengajukan usul pembebasan sementara dan jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Ketentuan lain Pegawai Negeni Sipil yang diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a sampai dengan f. golongan ruang III/d dari jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Muda. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Agus. Ir. jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. pangkat yang digunakan adalah Penata Tingkat I. 4. Dalam hal yang demikian. Ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang III/d dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 25. golongan ruang Ill/c dengan angka kredit sebesar 210 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan di Iingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. sehingga PAK terakhir Sdr. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan.

c.Sdri. sehingga PAK terakhir Sdri. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. Pemberhentian dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. d. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. dilakukan apabila yang bersangkutan: a. golongan ruang Ill/c dan jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil dengan tingkat hukuman disiplin berat dan telah memipunyai kekuatan hukum yang tetap. atau 2. b. lr. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wiiayah Propinsi yang bersangkutan. Menteri Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Alasan pemberhentian Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari jabatan Penyuluh Kehutanan. goIongan ruang Ill/b dengan angka kredit sebesar 160 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Dalam hal yang demikian. Anita menjadi sebesar 180 (160 + 20). Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. pangkat yang digunakan adalah Penata. ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang Ill/c dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 20. Ir. Anita. C. Anita. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. 247 . Ir. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan adalah: a. jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda Tingkat I.

dan 3) Copy keputusan hukuman disiplin.b. Tidak dapat memenuhi angka kredit yang ditentukan. 2) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. golongan ruang lll/d dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. dilampiri dengan: 1) Copy keputusan pangkat terakhir. Usul pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut selanjutnya disampaikan kepada: 1) Menteri Kehutanan. 2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang lV/c dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. 3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. b. atau 4) Penetapan Angka Kredit (PAK) terakhir. 4) Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan 248 . bagi Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Departemen Kehutanan. Tatacara penetapan pemberhentian dan jabatan Penyuluh Kehutanan a. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda tingkat I golongan ruang Il/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. 3. dan 2) Copy keputusan jabatan Penyuluh Kehutanan terakhir. 3) Gubernur atau pejabat Iain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan mengusulkan bahwa Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan telah memenuhi ketentuan untuk diberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut dalam butir 2 di atas. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara.

Pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas selanjutnya memproses usul pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan dan menetapkannya dalam suatu keputusan sesuai ketentuan yang berlaku dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh Lampiran XXII. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/kota yang bersangkutan.perundangan yang berlaku. d. Keputusan tersebut disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya sesuai dengan prosedur yang berlaku. c. 249 .

250 . angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan sampai dengan masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan. 2.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1.PAN/12/2002. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan setelah masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988.

Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. b. Dilugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat (kecuali pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil). d. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. e. MUHAMMAD PRAKOSA 251 . Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan mendapatkan hak-hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. atau c. Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. mencapai batas usia pensiun Pegawai Negeri Sipil. Fasilitasi penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN 3. Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN 1. antara lain melakukan: a. Cuti diluar tanggungan negara. c. dan f. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. b. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. 2. Penyuluh Kehutanan yang sedang dibebaskan sementara karena : a. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan.

.. : ………………………........…........ ………………………....…. tanggal ………….……………. Unit Kerja Dasar Pelaksanaan Nama Kegiatan Tujuan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan a..…......……………..…………….. : ………….. Peserta Hasil Kegiatan : …………. . …………..….. ……………………….……………...…. Waktu Pelaksanaan b......……………. 252 ..... : ………………………....... ....... : ……………………….............. ……………………….......CONTOH LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN…………………………………… 1..... Nama dan NIP b..... 5...……………...…….. 6...... Penyuluh Kehutanan a.…. ...…………….....…………….……. / …….. Tempat/ Lokasi c...…..... ........…....... ..….……………...............……………...………. : ………………………................... .....…...…........……………..….…. 3........... ……………………….. ....…………. 2. 4......... Jabatan d.. ...……….... ..……………. : ………………………. : ……………………….........…. ....….……………. : ……………………….. Mengetahui (Pimpinan Unit Kerja) (Penyuluh Kehutanan ybs) Catatan: Laporan hasil pekerjaan dilampirkan dengan identitas penyusunnya.. : ………………………. Pangkat / Golongan c... . ... / ……... .....……………. : ………………………... : ……………………….…………. ...…......

........................ dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………………..... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.... pada tanggal ………….……/ …….......…… Ketua Panitia/ Penyelenggara .... ………………………………….………….......... : …………………….………………....... Telah melakukan kegiatan………………………………….....……......... : ………………... …………… tanggal……….. : ……………………............…………….............sebagai…….……......…………………….......…………………………………………….……..…………………………………………….... …………………………………………………………...........................…………...CONTOH SURAT KETERANGAN KEIKUTSERTAAN DALAM KEPANITIAAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……….…………………… 253 ...……/ …………...……...di……….…………….....….......

………………/ …………........ : ……………………..…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ...... membimbing penyuluh kehutanan) selama……. 254 ......…………………………....…………... (mengajar / memadu kursus tani / sekolah lapangan.....CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI INSTRUKTUR/ PEMBIMBING LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara…………………………. : ……. pameran.…….... jam pada tanggal …………...........……………............………………………….......................….. Telah melakukan kegiatan………………………….. Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.........……....... dsb agar dicantumkah jumlah jam pelajarannya......…………………… Catatan: Kegiatan mengajar / kursus.... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ……………...………/ ………….....… di……………..……........ …………… tanggal………. ……………………………………………………......…………………….... pramuwicara.............. : ……………………....

: …………………....…………/ …….... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………….... pada tanggal …………………..……………………… Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.…………..............…………………… 255 ...........…/ ……….....………………………………………. ………………………………………............ PENYAJI DAN NARASUMBER LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……………. : ……………………........ Dengan judul ……………………………………...……………………..................... …………… tanggal………...………………..……….............. MODERATOR...………. di ……………..…… Ketua Panitia/ Penyelenggara .......... Telah bertindak sebagai pembicara ( pembahas / moderator / penyaji / narasumber) (terlampir) dalam ………………………………..CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI PEMBAHAS....………..……………………..……………………………………….. : ……………………....................

......………..................... : ……………………..... Telah melakukan kegiatan ..........……….... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya...……………….....…/ ………....................…/ ……….. yang dilaksanakan pada tanggal ..........................................………........…………... : ……………………........………....……….........................…………/ ……... …………… tanggal………...............………............ : …………………….. : …………………..........…………........ di ..................... Menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………..…………/ ……..............CONTOH SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………...........………………........ : ……………………... : …………………...............…… Pimpinan Unit Kerja / Pejabat Yang Ditunjuk 256 ......

7.80 jam JUMLAH I 257 . Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1..... 6.... Lamanya antara 161 ..... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.160 jam 6.... Lamanya lebih dari 960 jam 2. Lamanya antara 641 ...CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LAMPIRAN VIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA NOMOR : Masa penilaian.. tanggal . Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1............ UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.... 8. Lamanya antara 481 .640 jam 4. Lamanya antara 30 ..960 jam 3. Lamanya antara 81 .. Unit Kerja : 1.... 9... s/d .... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.. D II B.. 3.480 jam 5. 4. Sarjana Muda/ D III 2. 5....... 2...

2.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Anggota kelompok sasaran b. 8. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Kelompok sasaran 2. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/kecamatan. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja 2. Perorangan b. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Foto b. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). 2. 2. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/menumbuhkan kelompok sasaran. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Melaksanakan temu lapang. Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) 3. 6. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. 9. Flipchart c. 3. Chart/Gambar B. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. B. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. 7. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan C. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 5. 4. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. 10. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 258 . Kelompok sasaran lain C.

JUMLAH IV V. b. PENGEMBANGAN PROFESI A. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. 4. Dalam bentuk buku. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 2. Menyampaikan prasarana berupa tinjauan. JUMLAH V 259 . 3. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. C. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. 1. D. B. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. PEMANTAUAN. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk majalah. 2.

3. E. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. 3. b. 2. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Pengurus aktif. Gelar kehormatan akademis. sebagai: 1. G. Anggota aktif. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. b. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Sarjana/Diploma IV F. B. Dalam bentuk buku. Peserta. Moderator. 5. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. D. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. b. 20 (dua puluh) tahun.1 2 3 4 5 6 7 8 UNSUR PENUNJANG VI. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Pembahas. Narasumber. C. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Pengurus aktif. Anggota aktif. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 4. Memperoleh piagam kehormatan 1. 30 (tiga puluh) tahun. Diploma II 2. 2. Sarjana Muda/Diploma III 3. Dalam bentuk makalah. 2. c. b. JUMLAH VI 260 . 2. sebagai : a. b. 10 (sepuluh) tahun. 1. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Tingkat Propinsi. Pemrasaran. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 261 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

.... Pejabat Penilai ( ............. Pejabat Pengusul ( ......... Tanggal ......... ) NIP...................... 262 .. Tanggal ........................... 2............... ) NIP. Tanggal .................... ................ Catatan Pejabat Penilai ................ ) NIP..........................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1................................ Ketua Tim Penilai ( .. 4.. Dst ...... Catatan Tim Penilai ... 3...........

UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. Lamanya antara 30 . 6.480 jam 5.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN LAMPIRAN VIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN NOMOR : Masa penilaian.. 3... 8.. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. tanggal . Lamanya antara 641 . Lamanya antara 81 . 9....... Lamanya antara 481 ..... D II B.. 2..160 jam 6.. s/d ........ NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Lamanya antara 161 ....960 jam 3. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.....640 jam 4. 7.. 5... Sarjana Muda/ D III 2. 4. Unit Kerja : 1........ Lamanya lebih dari 960 jam 2.......80 jam JUMLAH 263 .....

Poster e. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Specimen B. Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi : a. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Brosur/booklet (min 1000 kata) f. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. 3 4 5 6 7 8 III 264 . Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. C. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan 5. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 2. Anggota kelompok sasaran b. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruktur/pembimbing) tingkat kabupaten/kota. Sebagai moderator b. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat kabupaten/kota. Merekaputulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Selebaran/ pamflet c. 8. Maket g. Mengolah data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 6. Sebagai narasumber 5. Melakukan temu usaha. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat kabupaten/kota. 3. 4. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. 4. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. 6. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. Seri foto b. Leaflet/folder d. B. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 7. 2. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja 2. Kelompok sasaran 2. 2. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba 3. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 9.

Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. b. 4. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 265 . V. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. D. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang C. JUMLAH III PEMANTAUAN. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 4. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan lanjut sampai madya. 11. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional.1 2 10. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. b. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat kabupaten/kota. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Perorangan b. 12. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Kelompok sasaran lain 13. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam bentuk majalah. Mengolah data hasil pemantauan/pengendalian 3. C. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. B. Dalam bentuk buku. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 1. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 6. 2. b. 5. 2. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a.

....... ) NIP... 4....................................... Pejabat Penilai ( .. 2............................ Catatan Pejabat Penilai ........ Tanggal ............... Ketua Tim Penilai ( .......................................... 266 ............. 3.............. ) NIP....... Tanggal ....... Pejabat Pengusul ( ................ ........ Dst .....1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.......... Tanggal .... ) NIP...... Catatan Tim Penilai ..

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 267 .

.... Dst ......................... Catatan Tim Penilai ............ Ketua Tim Penilai ( .. Tanggal ........................................ Tanggal .................. ) NIP............. ............ ) NIP... 4.... Tanggal ...........1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1....... Pejabat Pengusul ( .. Catatan Pejabat Penilai ................ 2........... 3.. 268 .. ) NIP.......................... Pejabat Penilai ( ..........................

Unit Kerja : 1.... Lamanya antara 641 ... Lamanya antara 30 ...... 2. 9.80 jam JUMLAH I 269 ... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1..........640 jam 4. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. tanggal .160 jam 6.. s/d ..... 4. Lamanya antara 81 . Sarjana Muda/ D III 2. 6..480 jam 5..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA LAMPIRAN VIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA NOMOR : Masa penilaian...960 jam 3.. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. 5... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. 3.... Lamanya antara 481 . D II B.. 7...... Lamanya lebih dari 960 jam 2.... 8.... Lamanya antara 161 .

5. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat propinsi. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. C. Menyusun rencana identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 2. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Model i. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat propinsi. Kelompok sasaran 2. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat propinsi. 3. 3. Diorama h. Menganalisis data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan. B. Mock up B. D. 4. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. 2. 3 4 5 6 7 8 III 270 . Slide b. 4. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Siaran sandiwara di radio/TV c. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan. 2. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada tokoh masyarakat/agama. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi. 6. 1. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Brosur/booklet g. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat propinsi. Selebaran/pamflet d. Poster f. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat/agama. 7. Anggota kelompok sasaran b. Leaflet/folder e. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. 8. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a.

Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Mengolah. 5. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Melaksanakan penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. Dalam bentuk buku. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Memberikan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan/pengendalian. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. D. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. B. C. Dalam bentuk majalah. V. b. 271 . Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 2. JUMLAH III PEMANTAUAN.1 2 9. b. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 2. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. C. 4. Menyusun kurikulum kegiatan bimbingan teknis/kurus kepada kelompok sasaran. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 1. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. 4. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. 2. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 3. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan.

Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: a. 4. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. sebagai : a. Pemrasaran. JUMLAH VI 272 . Sarjana/Diploma IV F. b. 2. Pengurus aktif. E. 2. D. C. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. 2. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Moderator. Pembahas. Anggota aktif. Dalam bentuk buku. Tingkat Propinsi. G. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. 1. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. 2. Pengurus aktif. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. b. Sarjana Muda/Diploma III 3.1 2 3 4 5 6 7 8 B. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Gelar kehormatan akademis. 3. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. b. 3. 20 (dua puluh) tahun. c. 5. sebagai: 1. Diploma II 2. 10 (sepuluh) tahun. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. b. 30 (tiga puluh) tahun. Peserta. Narasumber. Dalam bentuk makalah. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Memperoleh piagam kehormatan 1. b. Anggota aktif.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG 273 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

... ) NIP.... Dst ................................. Ketua Tim Penilai ( .........................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.............................. Catatan Tim Penilai ....... Tanggal ... ) NIP.... Pejabat Penilai ( ....... Pejabat Pengusul ( ..... Tanggal ....................... 4.... ...... 2........... 3. Catatan Pejabat Penilai ........... ) NIP............. Tanggal ......... 274 .....................................

KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10... Unit Kerja : 1...160 jam 6... Lamanya antara 641 ... 8.960 jam 3. 5. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. 2.... Lamanya lebih dari 960 jam 2.. Lamanya antara 481 ........ Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1....640 jam 4... Lamanya antara 161 .... tanggal . Pasca Sarjana 3. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1....... Doktor 2.. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.480 jam 5.. 9..... Lamanya antara 81 .... s/d .CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA LAMPIRAN VIIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA NOMOR : Masa penilaian.. Lamanya antara 30 . 6.. 7..... 3.80 jam JUMLAH I 275 .. Sarjana / D IV B.. 4..

Sebagai pembicara/penyaji dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. Melakukan temu karya kepada Pemda. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Leaflet/folder f. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai jenjang jabatan D. 2. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Seri slide d. B. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. C. 4. OHP transparan c. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan : a. Tingkat nasional. 5. 6. LSM. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat nasional. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 276 . Tingkat propinsi. Kelompok sasaran lain C. Selebaran/pamflet e. Menyusun instrument dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa gabungan kelompok / asosiasi. Perorangan b. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. b. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Bulletin board (papan buletin) b. 3. Brosur/booklet B. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 2. Poster g.

4. 277 . Dalam bentuk majalah. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Menyusun metode/teknik pemantauan/pengendalian. Metodologi. PEMANTAUAN. C. b. 4. 3. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 1. B. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. dan Alat Baru Penyuluhan Kehutanan. PENGEMBANGAN PROFESI A. 3. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Materi. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Sarana. JUMLAH IV V. 4. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 1. materi. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam bentuk buku. B. 2. 2. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pengembangan Aspek Teknik. JUMLAH V VI. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. b. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. b. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. 2.

Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. B. Sarjana/Diploma IV F. Tingkat Propinsi. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. sebagai: 1. Dalam bentuk makalah. Anggota aktif. 2. C. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Pemrasaran. 2. 3. 20 (dua puluh) tahun. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Dalam bentuk buku. Memperoleh piagam kehormatan 1. b. Diploma II 2. 4. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. 1. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. b. Moderator. b. b. JUMLAH VII 278 . Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. G. Anggota aktif. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Pengurus aktif. 2. Narasumber. Pengurus aktif. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. 10 (sepuluh) tahun. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. c. Pembahas. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. 2. 3. Peserta. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1.1 2 3 4 5 6 7 8 D. Sarjana Muda/Diploma III 3. 30 (tiga puluh) tahun. Gelar kehormatan akademis. 5. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. sebagai : a. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. E. D.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 279 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

.... ) NIP... Ketua Tim Penilai ( .......1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1........ ) NIP............ Catatan Pejabat Penilai .... 280 ................ Pejabat Penilai ( .................. Catatan Tim Penilai ... 2...... ........... ) NIP...................................... Pejabat Pengusul ( ........ Tanggal ................... 4.................................. Dst .................. 3. Tanggal ..................... Tanggal .....

Pasca Sarjana 3.... 8. Lamanya antara 641 . Unit Kerja : 1.... 5... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.. 4. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10......480 jam 5...960 jam 3. 7...CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MUDA LAMPIRAN VIIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MUDA NOMOR : Masa penilaian... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. Sarjana / D IV B.... 6.... tanggal .. s/d .. Doktor 2. 2.........640 jam 4. 9.. Lamanya lebih dari 960 jam 2..80 jam JUMLAH I 281 .. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1........ Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1. 3... Lamanya antara 481 ... Lamanya antara 161 .160 jam 6.. Lamanya antara 81 . Lamanya antara 30 .

8. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. 2. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran. Menganalisa data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 282 . Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. Siaran radio/ TV d. Perorangan b. cendekiawan. Selebaran/ pamflet e. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum) 2.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Video c. 3. 5. 4. C. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karyawisata kepada Perguruan Tinggi. Sound slide b. 7. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Poster g. Sebagai sutradara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. pemerintah pusat. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. B. Menyusun materi kursus dalam kegiatan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat nasional. Brosur/ Booklet B. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Leaflet/ folder f. 3. 6. Kelompok sasaran lain 9. Membuat desain kaji terap teknologi anjuran/ uji coba. Menyusun pedoman penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional.

b. 2. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 4. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. b. Materi. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2. 4. 5. Pengembangan Aspek Teknik. 4. VI. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 6. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. B. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 3. 2 PEMANTAUAN. materi. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Metodologi. 283 . JUMLAH V PENGEMBANGAN PROFESI A. B. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan.1 IV. 1. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 1. Dalam bentuk buku. 2. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 3 4 5 6 7 8 V. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. b. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. Sarana. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 3. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk majalah. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan.

Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. JUMLAH VII 284 . Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. E. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Moderator. sebagai : a. 20 (dua puluh) tahun. b. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 2. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Tingkat Propinsi. sebagai: 1. Anggota aktif. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan.1 2 3 4 5 6 7 8 C. Pengurus aktif. c. B. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. G. Gelar kehormatan akademis. Diploma II 2. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. C. Memperoleh piagam kehormatan 1. b. 4. D. b. Anggota aktif. 3. b. Pengurus aktif. Pemrasaran. 2. 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. 2. 30 (tiga puluh) tahun. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Narasumber. 5. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. 3. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Dalam bentuk buku. D. 2. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Dalam bentuk makalah. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Peserta. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. 10 (sepuluh) tahun. Sarjana/Diploma IV F. Sarjana Muda/Diploma III 3. b. Pembahas. 2.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 285 .1 2 3 4 5 6 7 8 VIII.

...... ) NIP.. ) NIP.. 4............. Tanggal ................................ ) NIP............ Pejabat Pengusul ( ....... Dst ... Pejabat Penilai ( .............. 2............................. Ketua Tim Penilai ( ... Tanggal .............................. 286 . Catatan Tim Penilai .............................. .... Tanggal . 3................ Catatan Pejabat Penilai ....1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1...........................

Sarjana / D IV B. Lamanya antara 481 ... 4.. 3... 9........ tanggal ... Pasca Sarjana 3. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1. 7... Lamanya antara 641 ..960 jam 3. 8....80 jam JUMLAH I 287 . Lamanya antara 30 ... s/d ..480 jam 5.. Doktor 2. Lamanya antara 81 ...... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. 5.... 6..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MADYA LAMPIRAN VIIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MADYA NOMOR : Masa penilaian. Lamanya antara 161 ........ 2..640 jam 4.. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. Lamanya lebih dari 960 jam 2.160 jam 6..... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10... Unit Kerja : 1....

cendikiawan. Kelompok sasaran lain JUMLAH III PEMANTAUAN. 2. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Brosur/ Booklet B. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 4. Leaflet/ folder c. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usha wanatani. B. 4. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 3. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. Poster d. Selebaran/ pamflet b. 2. 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2. JUMLAH IV 3 4 5 6 7 8 III. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 5. 3. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. 4. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1.1 II. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. Pemerintah Pusat. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Sebagai narasumber/ pengisi acara/ diskusi/ wawancara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Melakukan temu karya kepada Perguruan Tinggi. Sebagai penyaji dalam pendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 3. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat internasional. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. IV. Perorangan b. 288 . Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.

B. 4. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Pengembangan Aspek Teknik. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. B. 1. VI.1 2 3 4 5 6 7 8 V. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. 4. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Metodologi. materi. Dalam bentuk buku. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Dalam bentuk majalah. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. 3. JUMLAH VI 289 . b. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 2. b. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. b. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Sarana. Materi. C. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 2. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. D. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan.

Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Sarjana Muda/Diploma III 3. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Memperoleh piagam kehormatan 1. Tingkat Propinsi. Pemrasaran. 2. b. UNSUR PENUNJANG PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. 10 (sepuluh) tahun. 2. Moderator. D. sebagai : a. 2. Dalam bentuk makalah. 2. 30 (tiga puluh) tahun. 4. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Narasumber. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Anggota aktif. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. JUMLAH VII 290 . Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 3. Peserta. c. Diploma II 2. 5.1 2 3 4 5 6 7 8 VII. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. sebagai: 1. Gelar kehormatan akademis. b. b. b. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Anggota aktif. b. 1. Dalam bentuk buku. G. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. B. Pengurus aktif. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. 20 (dua puluh) tahun. E. Pembahas. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Pengurus aktif. 3. C. Sarjana/Diploma IV F.

.................... 291 ..................... 2.. Pejabat Pengusul ( .......... ...... 3.... ) NIP............ Tanggal ............ Dst . Catatan Pejabat Penilai ............................ ) NIP............. 4.............. Pejabat Penilai ( .. Catatan Tim Penilai .. Tanggal ....................................... Ketua Tim Penilai ( ...... Tanggal .... ) NIP.....................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1...................

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

292

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

293

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

294

Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :
NO 1 1 2 3 dst. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.K 6 KET/BUKTI FISIK 7

.................., ........................ Atasan langsung,

295

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

296

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

297

...................... : ................................................ : : ....................................................... : .................................................................................................................................CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ..... : ................................................................................................ : .................................................... 298 ....................................... : ............................................................................................................................................................................................................................................................................... : ................................................................................................................................................................................................ : ........ : ......... : ............................ : ...............................

...........Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan................. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Atasan langsung. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A......... 299 .K 6 KET/BUKTI FISIK 7 .... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst.... .

............................................................ : ........ : ................... : ....................................................... : .............................................. : : .................................................................... 300 ...................................................... : .............................................................................................................................................................................. : .....................CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ............................................................................... : .................................................................................................................................................................................................................. : .................................... : ............................................................................................................................. : ..............................

..... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya..... ....Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst......K 6 KET/BUKTI FISIK 7 ....... 301 ....... URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.......... Atasan langsung..

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Menyatakan bahwa : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Telah melakukan kegiatan penunjang tugas Penyuluh Kehutanan, sebagai berikut : No. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. ..................., ...................... 2003 (Nama Jabatan) ........................ Kegiatan Penunjang Penyuluh Kehutanan 2 Jenis/Bentuk Kegiatan 3 Jumlah yang dinilai/Kegiatan 4 Pada/ Tempat 5 Keterangan 6

( ........................................ ) NIP

302

CONTOH HASIL PENILAIAN AK HASIL PENILAIAN ANGKA KREDIT PERIODE : ................. S/D .....................

LAMPIRAN XIV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003

Nama NIP Pangkat / Gol. Jabatan Unit Kerja
UNSUR KODE KEGIATAN 4 5 6 7 ANGKA KREDIT KODE KEGIATAN 2 UNSUR UTAMA II III Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan IV Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan V VI Pengembangan Profesi JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI) UNSUR PENUNJANG JUMLAH (VI) Total (I + II + III + IV + V + VI) VII Penunjang Penyuluhan Kehutanan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Persiapan Penyuluhan Kehutanan I PENDIDIKAN 3 SUB UNSUR USULAN PENILAIAN USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT

: : : : :

.................................................. .................................................. .................................................. .................................................. ..................................................
KETERANGAN 8

NO

1

A

B

.................., .......................................... KETUA TIM PENILAI ...........................

303

( ......................................... ) NIP. .....................................

CONTOH : PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / /

Masa Penilaian : ........................ s/d ............................
KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar / Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan Penyuluhan Kehutanan c Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan d Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan e Pengembangan Penyuluhan Kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ........ / PANGKAT .......... / TMT .......... ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan. TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu. Ditetapkan di : Pada tanggal :

304

Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ......./PANGKAT ..................../ TMT ............................. Ditetapkan di : Pada tanggal :

ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.

TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu.

305

CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XVI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

KEPUTUSAN .......................... NOMOR : ............. / ....... / .......... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................... tanggal .......................... dipandang perlu mengangkat saudara .......................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. ............................................................... ...............................................................

b. Mengingat : 1.

Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003; 6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999; 7. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002; 8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .....................................; 9. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .....................................; 10. Keputusan Menteri Kehutanan nomor .................................

306

MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....................................... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a. Nama : ................................................... b. NIP : ................................................... c. Pangkat/Gol. : ................................................... Ruang/TMT d. Unit Kerja : ....................... dari jabatan ..................... dengan angka kredit sebesar .................. (diisi dengan angka dan huruf) .................................................................................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Pada tanggal : :

KEDUA KETIGA

: :

Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. 4. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5. Pejabat lain yang dipandang perlu. *) coret yang tidak perlu.

307

8. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001........ TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.....CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MELALUI PERPINDAHAN JABATAN LAMPIRAN XVII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .................. ......................... b............ Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999. tanggal ........ Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor . / .... 308 ............ .. / ..... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999........................................................................... 2. 6. dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Keputusan Menteri Kehutanan nomor ................. 5...... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor . Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ............ Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002............................................. 4...... dipandang perlu mengangkat saudara .. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994...... NOMOR : ............. 10. 3... Mengingat : 1................................................ 7....... 9......... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002..........................

.......... : ........................... Ruang/TMT d.............. Pangkat/Gol........ dari jabatan .... dengan angka kredit sebesar ................. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5.. 4............... Pejabat lain yang dipandang perlu.............. 309 ... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3..... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2.............. Nama : .................................................................... b..............MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ............ *) coret yang tidak perlu........................... (diisi dengan angka dan huruf) .. NIP : ........... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya............ Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya..... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit....... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a..................... c........................ Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1....... Unit Kerja : ...........................

III/d Pembina IV/a Pembina Tk. I. I. 1 2 3 4 5 6 7 . I.< 400 400 . II/c Pengatur Tk.< 300 300 . III/b Penata III/c Penata Tk.< 150 150 . PENYULUH KEHUTANAN TERAMPIL NO. II/b JABATAN BARU PANGKAT/GOLONGAN ANGKA KREDIT 40 . IV/b Pembina Utama Muda IV/c ANGKA KREDIT 100 .< 80 80 .310 JABATAN LAMA Asisten Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Pelaksana Pengatur.< 200 200 .< 150 150 . III/d Asisten Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Muda Ajun Penyuluh Kehutanan Madya Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Madya Pengatur Muta Tk.< 550 550 .< 600 700 CONTOH TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XVIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. III/c Penata Tk.< 60 60 . III/b Penyuluh Kehutanan Penyelia Penata. 1 2 3 4 5 6 7 B. I. II/d Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan Lanjutan Penata Muda.< 300 300 JABATAN LAMA Ajun Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Utama Pratama Penyuluh Kehutanan Utama Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Muda JABATAN BARU Penyuluh Kehutanan Pertama PANGKAT/GOLONGAN Penata Muda III/a Penata Muda Tk. I. I. III/a Penata Muda Tk. PENYULUH KEHUTANAN AHLI NO.< 100 100 . I.< 200 200 .

.PAN/12/2002 tanggal 3 Desember 2002. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547)........... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 43 tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169.. TENTANG PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) Menimbang : bahwa yang namanya tersebut dalam Lampiran Keputusan ini memenuhi syarat untuk penyesuaian dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan angka kreditnya sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001 ( L e m b a r a n N e g a r a Ta h u n 2 0 0 1 N o m o r 4 9 ) ..... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55... Mengingat : 2.CONTOH PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XIX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) NOMOR : .. 311 .. Ta m b a h a n L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3 8 3 9 ) . Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 11.. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahunan 1999 Nomor 60..... 3...... 4.. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890).. 1. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22.

.. 7. 312 ... sebagaimana telah diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan.... Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen.. 9.. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departeman. Kewenangan. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nommor 198...... Memperhatikan : Usul Direktur/Kepala Unit Diklat Nomor ... Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 193. 6. 11. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017)... Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.. 12. Fungsi. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan.. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan..... 10... Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4014).5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Tugas..PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 196.. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019)....

.. Bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dengan diktum PERTAMA........ Ditetapkan di Pada tanggal : : a. kepadanya diberikan tunjangan jabatan sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku...MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ............. akan diadakan perbaikan seperlunya.....n.. Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini.. KEDUA : KETIGA : Keputusan ini diberikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya.. Menteri/Kepala LPND/Gubernur/ Bupati/Walikota *) Sekretaris Jendral / Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah *) 313 .. Penyuluh Kehutanan yang namanya tersebut dalam lajur 2 disesuaikan jabatannya dari jabatan lama sebagaimana tersebut dalam lajur 3 ke dalam jabatan baru sebagaimana tersebut dalam lajur 4 keputusan ini.

................... .... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001............... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.............................. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003....... jabatan ........ ................... 9................................................................ Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999.............. pangkat/golongan ruang .........................................CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ................... dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002.. .... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M..................................................... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a............... berdasarkan ........ b.................................................. NOMOR : ........ Keputusan Menteri Kehutanan nomor .. .... Mengingat : 1... / ............. Bahwa saudara .............................. 6......................... 7....................... 3............... 2.................................... .................................. ................ 4............... NIP............ ..................................... / ........................................... 314 .............. karena ............... 8.........PAN/12/2002.................................................. 5....... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .................................

...................................... dari jabatan .. *) coret yang tidak perlu. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5............................ (diisi dengan angka dan huruf) .............. NIP : .MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ..... Pejabat lain yang dipandang perlu... Ruang/TMT d........... mengangkat/mengangkat kembali Pegawai Negeri Sipil : a............ Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3.. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2......... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........................................ KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.... b... 315 .................................. Pangkat/Gol........................... Nama : .... Unit Kerja : ....... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit....... 4......................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.................................... dengan angka kredit sebesar ......... c........................................... : .....

316 ............ Keputusan Menteri Kehutanan Nomor ... ...... 9. / .................. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .......... b............. 7..... 5.......................... 3........................................................................................ Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002......................... tanggal ..... 2..................................... 4... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001.... 6..... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999.......... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.......... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.... ........ Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.................. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994.......... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999.......CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ........... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .......... NOMOR : ............ 8.. / .... dipandang perlu mengangkat kembali Saudara ...... TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a..... Mengingat : 1.

................................. Nama : ................... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.............. Pejabat lain yang dipandang perlu................... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3..... NIP : ...... dari jabatan .......................... 4..................... dengan angka kredit sebesar .................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya......... Pangkat/Gol..... Unit Kerja : .... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5..................... b.............. (diisi dengan angka dan huruf) ...................... c. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.. 317 ..................................... Ruang/TMT d..... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2............................. *) coret yang tidak perlu............. : ..... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.......... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a....................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ..........

. ......... 9............. jabatan .......... NIP....... 5...... Keputusan Menteri Kehutanan Nomor .......................................... TENTANG PEMBERHENTIAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a...... .......................... tanggal ......... 6............. 318 ................ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003......................... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994... Mengingat : 1................ / .............................. NOMOR : ....... Bahwa saudara ............. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999................... terhitung mulai tanggal ........ Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .... 8.... 2........ 7.................................... b....... 4.....................CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .. pangkat/golongan ruang .. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001.................................. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002....../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara *)..........PAN/12/2002.... 3.................. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002.................... / . Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M............... telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor ............................................................... ....

.... Ruang/TMT d....... 319 .......... Unit Kerja : . : ..................................................... Pejabat lain yang dipandang perlu.......................................... b...... dengan angka kredit sebesar ................................................................ Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5................................ Pangkat/Gol............ *) coret yang tidak perlu...................... Nama : ............ Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2.. KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a. c.. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.........MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya.. dari jabatan ...................... 4........ NIP : . Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3............. (diisi dengan angka dan huruf) ....................................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful