PETUNJUK PELAKSANAAN DAN TEKNIS

JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN
DAN

ANGKA KREDITNYA

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Jakarta, 2011

KATA PENGANTAR

Ketentuan yang mengatur tenaga fungsional penyuluh kehutanan adalah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang telah diubah melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005; Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/33/M.PAN/10/2006; dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 32 Tahun 2011. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan sangat berhubungan erat dengan petunjuk teknis dari Menteri Kehutanan. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Kepala BKN Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Sedangkan petunjuk teknis jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 272/Kpts-II/2003 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Semoga buku Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dapat dijadikan p e d o m a n b a g i p e n y e l e n g g a r a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n .

Kepala Pusat

Ir. M. Ali Arsyad, M.Sc NIP. 19530511.198203.1.002

i

DAFTAR ISI
PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA I. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........... PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33/M.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ............................................................................... PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ........ KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ................................... KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA VII. KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ....................................................................................... 121 - 319 Hal

1-

7

II.

9 - 12

III.

13 - 15

IV.

17 - 42

V.

43 - 68

VI.

69 - 121

ii

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIKROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.40/Menhut-II/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan, terdapat perubahan nomenklatur instansi Pembina teknis Penyuluh Kehutanan dari Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan menjadi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; bahwa dengan adanya perubahan nomenklatur tersebut berdampak pada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga perlu dilakukan revisi, khususnya yang berkaitan dengan penilaian dan penetapan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan; bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a dan b di atas, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri

b.

c.

1

Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/ M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3000) sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412); Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintahan Nomor 40 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 51. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5121); Peraturan Pemerintahan Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193);

2.

3.

4.

2

5. 6.

Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010; Keputusan Presiden Nomor: 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006; Usul Menteri Kehutanan dengan surat Nomor: S.132/Menhut-IX/2011 tanggal 11 Maret 20011; Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor K.26-30/V.110-1115/93 tanggal 19 April 2011; MEMUTUSKAN:

7.

8. 9.

Memperhatikan :1. 2.

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA.

Pasal I Beberapa ketentuan dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006 diubah sebagai berikut:

3

pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementrian Kehutanan. Sekretaris Daerah Provinsi atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluhan Kehutanan Penyelia. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Muda. (2) Dalam menjalankan tugas. pangkat Pembina.1. Ketentuan Pasal 15. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan. Golongan ruang III/a Pembina. golongan ruang IV/b dan pangkat Pembina Utama Muda. Provinsi. pangkat Pengantur Muda Tingkat I. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. b. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. pangkat Penata Tingkat I. 4 . pangkat Pengatur Muda Tingkat I. pangkat Penata Tingkat I. selanjutnya disebut Tim Penilai Unit Kerja. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. c. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah: a. pangkat Penata Muda. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Kepala Badan yang menangani penyuluhan kehutanan. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. dan Kabupaten/Kota. pangkat Pembina. pangkat Pembina Tikat I. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya. d. dibantu oleh: a. b. pangkat Pengatur Muda Tingkat I.

b. d. c. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota.c. d. d. Seorang Ketua merangkap Anggota. Ketentuan Pasal 16. (5) Syarat untuk menjadi Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. c. selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat . diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 16 (1) Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terdiri dari unsur teknis yang membidangi penyuluhan kehutanan. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota. (4) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh: a. Adalah : a. Seorang Sekretaris merangkap Anggota yang berasal dari unsur kepegawaian. 5 . Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Sekretaris daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota. unsur kepegawaian dan pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan (2) Susunan keanggotaan Tim Penilai sebagai berikut : a. Jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Unit Kerja. Sekretaris Daerah Provinsi atau Pejebat eselon II yang membidangi penyuluhan Kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Provinsi. paling kurang 2 (dua) orang berasal dari pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan. 2. Selanjutnya disebut Tim penilai Kabupaten /Kota. b. (3) Anggota tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Provinsi bagi Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di provinsi.

golongan ruang IV/a di lingkungan Kementerian Kehutanan. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai Unit Kerja. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. 6 . pangkat Pembina Tingkat I. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut : Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. Pimpinan unit Kerja yang membidangi Penyuluhan Kehutanan di Kementerian Kehutanan kepada Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Sekretaris Badan yang membidangi Penyuluhan Kehutanan. (7) Masa jabatan anggota Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. c. pangkat Pembina. c. pangkat Pengatur Muda Tingkat I.b. Provinsi. pangkat Penata Muda. Pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. (8) Apabila Tim Penilai belum dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. Ketentuan Pasal 19. golongan ruang IV/b dan Pangkat Pembina Utama Muda. dan Kabupaten/Kota. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. 3. Sekretaris Daerah Provinsi dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota kepada Kepala Badan yang membidangi Penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Provinsi. Dapat aktif melakukan penilaian (6) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan di Provinsi Kepada b.

golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Muda golongan raung III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Pembina. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 30 Mei 2011 ME E NT Menteri Negara NEG R I Pemberdayagunaan Aparatur Negara A Dan Reformasi Birokrasi. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. NE G S I ARA RA E. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. d. pangkat Penata Muda golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana.Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. pangkat Pembina. Pasal II Peraturan Menteri Negara Pemberdayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya.E Mangindaan R A PEND A AY N DA R G UN UR R A AT K A E E F A N A PA R OR P RO SI UB MASI BI E LIK INDON 7 . Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. pangkat Penata Tingkat I.

.

PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. NOMOR 130/KEP/M.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041). khususnya untuk tingkat terampil yang di persyaratkan minimal Pendidikan Diploma III sulit dipenuhi karena adanya perubahan Institusi pendidikan.PAN/12/2002 tentang jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Menimbang : a. 9 .MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33 /M. bahwa dengan adanya perubahan institusi pendidikan sebagaimana dimaksud dalam butir a di atas. sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55. bahwa dalam penerapan jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. maka dipandang perlu mengubah Keputusan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara Nomor: 130/KEP/M. b. Mengingat : 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890).

Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332). sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 151). d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098). 7. Peraturan Pemerintah nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22. 6. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32. 3. 10 . 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547). P e m i n d a h a n . Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2823). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122. Peraturan Pemerintah nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015). 8. Peraturan Pemerintahan Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017).2. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193).

peg/2006 tanggal 7 Juni 2006. Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor : K26-30/V96-7/93 tanggal 5 September 2006. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA Pasal I Mengubah ketentuan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 2. dan Tata Kerja Kementerian Negara. 11 . Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil : 1. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2(dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. Memperhatikan :1. golongan ruang II/b. Fungsi Susunan Organisasi. Berijazah paling rendah SMU/SMK sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan : Pangkat paling rendah Pengatur Muda Tingkat I. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 2.587/II. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. Tugas. Usul Sekertaris Jendral Depertemen Kehutanan Nomor S.9. 4. menjadi berbunyi sebagai berikut : " Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil atau Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli dapat dipertimbangkan setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. 10. 3.

pengembangan profesi. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA :12 Oktober 2006 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. penyuluhan kehutanan. b. golongan ruang III/a. adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. 6. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D 12 N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI . 3. Tersedianya lowongan dalam formasi jabatan. Paling tinggi usia 50 tahun. Tersedia lowongan dalam formasi jabatan. Paling tinggi usia 50 tahun. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh yang berasal dari pendidikan . 7. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli : 1. 7. 6. 4.5. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksana Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam I (satu) tahun terakhir." Pasal II Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan. Berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. 2. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2 (dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. dan penunjang tugas penyuluhan kehutanan setelah ditetapkan oleh pejabatan yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Pangkat paling rendah Penata Muda.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Menimbang : Bahwa dalam rangka mengembangkan jabatan fungsional jenjang ahli. Tambahan lembaran Negara Nomor 4437).Lampiran II NOMOR TANGGAL : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60 /M. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. 1. 13 .PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. dipandang perlu mengubah Lampiran I dan atau II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Mengingat : 2.

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 5. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. 6. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). P e m i n d a h a n . 7. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). 14 . d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). 4. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n .3. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Tambahan Lembaran Negara Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Tugas Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). 9. setelah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019).

Memperhatikan : Pertimbangan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat nomor WK26-30/V50-8/93 tanggal 29 April 2005. dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 1 Juni 2005 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Fungsi. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI 15 . Susunan Organisasi. dan Ijazah Sarjana/D IV menjadi 100 angka kredit". Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perubahan Kelima Atas keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. sehingga seluruhnya berubah menjadi berbunyi sebagai berikut : "Unsur pendidikan Ijazah Doktor menjadi 200 angka Kredit. Pasal II Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.11. Ijazah Pasca Sarjana menjadi 150 angka Kredit. Pasal I Mengubah ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYA GUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. Tugas.khususnya sub unsur pendidikan sekolah dengan memperoleh Ijazah/gelar. Kewenangan.

.

dipandang perlu mengatur ketentuan pelaksanaanya dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M. Menimbang : bahwa dengan berlakunya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). 1. 17 . Mengingat : 2.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan lampiran I dan atau lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Tambahan lembaran Negara Nomor 4437).

Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. 18 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). P e m i n d a h a n . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 6. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . 4. 5.3. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). 8. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17).

PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. Tugas. Pasal 1 Ketentuan pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. 11. Fungsi Kewenangan.10. 19 . Pasal 2 Untuk memperjelas pelaksanaan Peraturan ini. sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan ini.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. dilampirkan salinan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Peraturan ini.

PAN/6/2005 tanggal 1 Juni 2005 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005 AN K E P E G A WA AB AD K E PA L Badan Kepegawaian Negara N NE GARA IA Kepala RE PU BLI S NE K I N D OPrapto IA Hadi 20 .Pasal 3 Apabila dalam melaksanakan Peraturan ini dijumpai kesulitan agar ditanyakan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk mendapatkan penyelesaian. Pasal 4 Peraturan Ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak ditetapkanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.

: 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. tanggung jawab. adalah suatu kedudukan yang menunjukan tugas. 4. 3. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan untuk kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi Negara. Jabatan Fungsional. 5. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. tanggung jawab. Jabatan Karier. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian dan/atau keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi. adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi syarat yang ditentukan. UMUM 1. adalah kedudukan yang menunjukan tugas.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA I. Jabatan Fungsional Tertentu. tanggung jawab.Lampiran I NOMOR TANGGAL PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. Jabatan Struktural. 2. 21 . PENDAHULUAN A.

adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. Penetapan jabatan dan angka kredit jabatan fungsional dilakukan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur Negara. Instansi Pembina jabatan fungsional. adalah instansi yang bertugas membina suatu jabatan fungsional menurut peraturan perundangundangan yang berlaku.6. C. Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. 22 . TUJUAN Ketentuan dalam Peraturan ini sebagai petunjuk bagi instansi Pembina Jabatan Fungsional dan Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menjamin kelancaran dan keseragaman dalam penetapan pemberian Angka Kredit khususnya sub unsur pendidikan formal dengan memperoleh ijazah/gelar bagi jabatan fungsional tertentu. adalah pengangkatan Pegawai negeri Sipil ke dalam jabatan fungsional tertentu melalui formasi Calon Pegawai Negeri Sipil. Angka Kredit. 6. adalah pengangkatan pegawai Negeri Sipil dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lain ke dalam jabatan fungsional tertentu. dengan memperhatikan usul dari pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan teknis secara tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara. dan pendidikan tinggi. PENGERTIAN Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. 4. 3. B. 5. adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat. Pendidikan Formal. pendididkan menengah. 2. khusus bagi yang pada saat melamar paling rendah memiliki dan menggunakan Ijazah antara lain Ijazah apoteker. Pengangkatan Pertama. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan.

Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. II. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. adalah Gubernur. Propinsi. adalah golongan ruang III/b. dan Ijazah lain yang setara. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah. 1 2 3 Pendidikan Sarjana (S1) / DIPLOMA IV Dokter/Apoteker/Magister (S2) Doktor (S3) Angka Kredit Lama 75 100 150 Baru 100 150 200 23 . 9. Jaksa Agung. adalah Bupati/Walikota. BESARAN ANGKA KREDIT Besaran angka kredit untuk Ijazah yang diperoleh dari pendidikan formal diubah sebagai berikut : ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT TERAMPIL No. adalah Menteri. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. 7. 1 2 3 Pendidikan SLTA/DIPLOMA I DIPLOMA II DIPLOMA III / Sarjana Muda Angka Kredit Lama 25 50 50 Baru 25 40 60 ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT AHLI No. Pimipinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan. 8.Ijazah dokter. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh pejabat struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen. Kepala Kepolisian Negara.

c. : : Roby : 260004600 : Jakarta. SLTA/Diploma I memperoleh penigkatan pendidikan/ijazah Diploma II Mendapat tambahan angka kredit 15. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 75. h. Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : a. Contoh 1 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl. Sarjana (S1) Diploma IV memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Mendapat tambahan angka kredit 50. Magister (S2) memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Doktor (S3) Mendapat tambahan angka kredit 50. e. A. TATA CARA PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT Penetapan pemberian besaran angka kredit sebagaimana tersebut pada Angka Romawi II hanya berlaku untuk pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional dan bagi pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah.III. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda/Diploma III Mendapat Tambahan angka kredit 35. 6 September 1959 : SLTA : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 g. Pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. S a r j a n a M u d a / D i p l o m a I I I m e m p e r o l e h p e n i n g k a ta n pendididkan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 40. b. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda//Diploma III Mendapat tambahan angka kredit 20. d. Lahir Pendidikan CPNS PNS 24 . f. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) mendapat tambahan angka kredit 60.

05.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002. III/c TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Manajemen Sumber Daya Aparatur. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 25 Ijazah SLTA : 60 Angka Kredit yang diperhitungkan : 35 Saudara Roby mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 35 angka kredit • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Diploma III : 35 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian. Contoh 2 : Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs.02 Pembinaan Kepegawaian : 75. Slamet NIP : 260004500 Tempat/Tgl Lahir : Sukabumi 6 September 1959 Pendidikan : Sarjana (S1) Tahun 2004 CPNS : 1 Maret 1983 PNS : 1 Maret 1984 Pangkat/Golru/TMT : Penata.05 Saudara Roby telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 245.00 Jumlah : 245. 25 .- Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : Penata. : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2004 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Doploma III Administrasi Kepegawaian Negara. telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105.

Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat terampil harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. Slamet mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 50 angka kredit • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Ijazah Magister (S2) : 50 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 45. 1. Contoh : • Seorang Pengawal Negeri Sipil : Nama : Nining NIP : 260006810 Tempat/Tgl Lahir : Tangerang.03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 Paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. golongan ruang II/a. 3 April 1978 26 .12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5.Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah Sarjana (S1) : 100 Ijazah Magister (S2) : 150 Angka Kredit yang diperhitungkan : 50 Saudara Drs.17. Berijazah paling rendah SLTA/ DIPLOMA I sesuai dengan kompetensi jabatan fungsionalnya.00 Jumlah : 255. Pengangkatan Pertama Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional melalui pengangkatan pertama setelah berlakunya peraturan ini. b. B.17 Saudara Drs. Pangkat Paling rendah Pengatur Muda. Slamet telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 255.02 Pembinaan Kepegawaian : 53. c.

golongan ruang II/c dengan angka kredit 67. Tuparno NIP : 26006809 Tempat / Tgl Lahir : Kebumen. Berijazah paling rendah Sarjana (S1) Diploma IV sesuai dengan kompetensi jabatan fungsional. III/a Jabatan : --Unit Kerja : Biro Kepegawaian 27 . 2. c.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 67. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. b.55. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs. Pangkat paling rendah Penata Muda golongan ruang III/a.5 • Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencana Kepegawaian : 3. 3 April 1976 Pendidikan : Sarjana (S1) CPNS : 1 Maret 2004 PNS : 1 Mei 2005 Pangkat / Golru : Penata Muda. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Ijazah Diploma III : 60 • Diklat prajabatan : 1. II/c : --: Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian.02 Pembinaan Kepegawaian : 2.- Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru Jabatan Unit Kerja : Diploma III : 1 Maret 2004 : 1 Mei 2005 : Pengatur.55 Saudari Nining dapat diangkat jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat terampil jenjang Analis Kepegawaian Pelaksana pangkat Pengatur.

Memiliki pengalaman dalam bidangnya paling kurang 2 (dua) tahun. Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan : : Drs. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan fungsional melalui perpindahan jabatan. Usia palking tinggi 50 (lima puluh) tahun atau 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun dari jabatan yang diduduki.Sudarja : 260004809 : Kebumen.05 Saudara Drs Tuparno dapat diangkat dalam jabatan fungsional Analis Kepegawaian tingkat ahli jenjang Analis Kepegawaian Pertama pangkat Penata Muda. pengembangan profesi. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Persyaratan Pengangkatan melalui Perpindahan Jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Memenuhi syarat ketentuan pengangkatan jabatan fungsional tingkat terampil atau tingkat ahli.02 Pembinaan Kepegawaian : 3. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat Prajabatan : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencanaan Kepegawaian : 7. pangkat ditetapkan sesuai dengan pangkat terakhir yang dimiliki sedangkan jabatan fungsional ditetapkan sesuai dengan besarnya angka kredit yang diperoleh dari pendidikan dan tugas pokok. dan kegiatan penunjang tugas Analis Kepegawaian sewaktu bertugas pada unit tersebut. d.03 Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 113. C. c.pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. Pegawai negeri Sipil yang pindah dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lainnya.05. b. golongan ruang III/a dengan angka kredit 113. 3 April 1960 : Sarjana (S1) 28 .

Telah lulus diklat fungsional tingkat ahli. golongan ruang III/c dengan angka kredit 155.03 Penunjang tugas Analisis Kepegawaian : 5.- CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : 1 Maret 1984 : 1 Mei 1986 : Penata. b. Persyaratan Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. 29 . pengangkatan kedalam jabatan fungsional tingkat ahli selain ijazah yang diperoleh harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan bagi jabatan fungsional tersebut.05 D. d. golongan ruang III/a ke atas. Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli. Golongan Ruang III/a. 1.02 Pembinaan Kepegawaian : 23. maka apabila yang bersangkutan akan pindah jabatan dari tingkat terampil menjadi tingkat ahli. III/c TMT 1 April 2002 : Pengadministrasi : Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang besangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analisis Kepegawaian. juga harus memenuhi persyaratan lain yang ditentukan untuk menduduki jabatan fungsional tingkat ahli. Telah mencapai angka kredit kumulatif yang ditentukan. Maka penghitungan angka Kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat fungsional tingkat ahli : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 25. Pegawai Negri Sipil yang menduduki jabatan fungsional tingkat terampil telah memiliki pangkat Penata Muda. jejang Analis Kepegawaian Pertama pangkat penata. Telah menduduki pangkat minimal penata Muda. Ijazah sesuai denngan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah sebelum tanggal 1 Juni 2005 dan belum dinilai angka kreditnya. Sudarja dapat diangkat dalam jabatan fungsiomal Analisi Kepegawaian tingkat ahli.05 Saudara Drs.00 Jumlah : 155. c.

Contoh : 1 • Seorang Pegawai Negeri Sipil: Nama : Rakimin NIP : 260005700 Tempat/Tgl Lahir : Jakarta 2 September 1971 Pendidikan : SLTA CPNS : 1 Maret 1990 PNS : 1 Mei 1991 Pangkat/Golru/TMT : Pengatur TK I, II/d TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Pelaksana TMT 1 Desember 2001 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Kepegawaian. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah SLTA : 25 Ijazah Sarja (S1) : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 75 Saudara Drs. Rakimin mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 75 angka kredit. Saudara Drs. Rakimin dapat dipindahkan dalam jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat ahli apabila sudah mencapai pakat Penata Muda, golongan ruang III/a, dan persyaratan lain melalui pencapaian angka kredit tambahan dari peningkatan pendidikan/ijazah. • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan kepegawaian : 25,02 Pembinaan Kepegawaian : 35,03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 2,00 Jumlah : 164,05 Setelah Saudara Drs. Rakimin naik pangkat Penata Muda Golongan ruang III/a, dan telah lulus diklat fungsional tingkat ahli maka dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli dengan Pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a

30

jabatan Analis Kepegawaian Pertama, dengan Angka Kredit 164,05. Contoh : 2 • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Dadang : 260004502 : Sukabumi; 11 Juli 1959 : Diploma II Tahun 1998 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka Perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan • Ijazah Diploma II : 40 • Ijazah Sarjana (S1) : 100 • Angka Kredit yang diperhitungkan : 60 Saudara Drs. Dadang mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 60 angka kredit. • Ijazah Diploma II : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 60 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjangan tugas Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 270,17 Saudara Drs. Dadang dapat diangkat dalam jabatan analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian muda, dengan Angka Kredit 270,17. Contoh : 3 • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Tatang NIP : 260004501

31

-

Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja

: Sukabumi,6 Oktober 1959 : Diploma III Tahun 1999 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 60 • Ijazah Diploma III :100 • Ijasah Sarjana(S1) : 40 Saudara Drs. Tatang mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 40 angka kredit • Ijazah Diploma III : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 40 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian Jumlah : 250,17 Saudara Drs. Tatang dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 250,17. Contoh 4 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Roby : 260004600 : Jakarta, 6 September 1959 : Diploma III Tahun 2004 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

32

pada bulan 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut: • Pendidikan Diploma III : 60 • Pendidikan Sarjana : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 40 Saudara Roby Mendapatkan tambahan angka kredit untuk kependidikan adalah 40 angka kredit. • Diploma III : 60 • Ijazah Sarjana : 40 • Diklat Tingkat Ahli : 2 • Pelaksanaan Tugas Pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105,02 Pembinaan Kepegawaian : 75,03 • Penunjang Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 287,05

IV. PENUTUP

Saudara Drs. Roby dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian Tingkat Ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 287,05.

Demikian, apabila terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat dikoordinasikan dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Atas perhatian dan Kerja samanya diucapkan terimakasih. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005
AD

AN

K E P E G A WA

K E PA L

Badan Kepegawaian Negara
N
NE
GARA

IA

Kepala

AB

RE

PU

BLI

S NE K I N D OPrapto

IA

Hadi

33

Contoh : A1

34

Contoh : A2

Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005

TMT

35

Contoh : B1 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT /TMT 36 .

Contoh : B2 Masa Penilaian : 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 37 .

Contoh : C Masa Penilaian : 1 Oktober 1999 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 38 .

Contoh : D1 39 .

Contoh : D2 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 c 40 .

Contoh : D3 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 41 .

Contoh : D4 Masa Penilaian : 1 Juli 2005 s/d 31 Oktober 2005 Sarjana 42 .

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah b.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dipandang perlu mengatur petunjuk pelaksanaan jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Nomor : 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 4. Mengingat : 1. 2. 3. bahwa Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya tersebut ditetapkan dengan Keputusan Kepala BKN. 43 . Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.

Fungsi. 12. 6. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 7. Kewenangan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2003. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 9. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 10. 11.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. Tugas. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003. 44 . 13.

Angka Kredit. tanggung jawab. adalah Pejabat 2. 3. Tim Penilai Angka Kredit. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. 5. 6. mau dan mampu memahami. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. sikap perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. 7. Pejabat yang berwenang mengangkat. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. adalah proses pengembangan pengetahuan. metodologi dan teknik analisis tertentu. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. 45 . BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. Penyuluh kehutanan. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. 4. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pengangkatan dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.

Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan.Pembina Kepegawaian masing-masing atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. c. 8. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. evaluasi dan pelaporan p e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n d a n b u k t i f i s i k n y a . Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. adalah Gubernur. (2) Setiap usul penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilampiri dengan : a. f. Salinan atau fotocopy Ijazah/Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) dan atau keterangan/penghargaan yang pernah diterima (apabila ada) yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat berkenaan dengan Penyuluh Kehutanan. adalah Departemen Kehutanan. BAB II USUL DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 2 (1) Usul penetapan angka kredit disampaikan apabila menurut perhitungan sementara dari Penyuluh Kehutanan. d. 10. Surat pernyataan melakukan kegiatan pemantauan. adalah Bupati/Walikota. adalah Menteri Kehutanan. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat. dilakukan 46 . Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang tugas penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. b. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi. jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi telah dapat dipenuhi. 11. 9. g. Surat pernyataan melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. e. Surat pernyataan melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya.

2) Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. Pasal 3 (1) Setiap usul Penetapan Angka Kredit bagi Penyuluh Kehutanan harus dinilai secara seksama oleh Tim Penilai.PAN/12/2002. 3) Pejabat lain yang dipandang perlu. Asli Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan kepada Kepala BKN/Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. (5) Apabila terdapat pergantian pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. maka spesimen tanda tangan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (3) disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. dengan ketentuan : a. Untuk kenaikan pangkat periode April. (3) Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit berhalangan sehingga tidak dapat menetapkan angka kredit dalam batas waktu sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (3). maka spesimen tanda tangan pejabat yang menggantikan disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. (4) Dalam rangka pengendalian dan tertib administrasi penetapan angka kredit.selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat sebagai berikut : a. b. maka pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat mendelegasikan kepada pejabat lain satu tingkat lebih rendah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Untuk kenaikan pangkat periode Oktober. b. angka kredit ditetapkan selambat-lambatnya pada bulan Juli tahun yang bersangkutan.PAN/12/2002. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran I. angka kredit ditetapkan selambatlambatnya pada bulan Januari tahun yang bersangkutan. (2) Hasil penilaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). 47 . dan Tembusan disampaikan kepada : 1) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. dengan berpedoman pada Lampiran I dan Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.

Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. y a i t u : a.BAB III TIM PENILAI Pasal 4 (1) Syarat pengangkatan untuk menjadi anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (3) Keputusan Menteri Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 3 0 / K E P / M . dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain. (3) Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa keanggotaan sebagaimana dimaksud ayat (1). b. (2) Masa kerja keanggotaan Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. b. Mempunyai kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 . yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada huruf a. (2) Tugas pokok Tim Penilai Pusat adalah : 48 . Sekurang-kurangnya menduduki jabatan/pangkat setingkat dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. PASAL 5 (1) Tugas pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : a. anggota Tim Penilai dalam diangkat dari pejabat lain yang mempunyai kompetensi dalam bidang penyuluhan kehutanan. (4) Dalam hal komposisi jumlah anggota Tim Penilai seluruhnya atau sebagian tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan karena belum ada/tidak ada yang memenuhi syarat menjadi anggota Tim Penilai. c. dan Dapat aktif melakukan penilaian. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan.

maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. 49 . b. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama dan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan.a. b. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. (4) Tugas pokok Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah : a. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. (3) Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : a. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membindangi kehutanan. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dengan huruf a. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Propinsi masing-masing. b. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/Kota masingmasing. (5) Apabila Tim Penilai Propinsi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan.

Pasal 6 (1) Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. (8) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang turut dinilai. (7) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang pensiun atau berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. (2) Sekretariat Tim Penilai dibentuk dan ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Pasal 7 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli. Ketua Tim Penilai dapat mengusulkan anggota pengganti yang memiliki kompetensi sesuai masa kerja yang tersisa kepada pejabat yang berwenang menetapkan Tim Penilai. (3) Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai.(6) Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan.PAN/12/2002. (9) Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku Pimpinan Instansi Pembina jabatan Penyuluh Kehutanan. baik yang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau bukan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota lain yang terdekat. 50 . Tim Penilai Pusat. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat pengganti anggota Tim Penilai yang bersangkutan. dibentuk Sekretariat Tim Penilai yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai yang secara fungsional dijabat oleh pejabat di bidang kepegawaian. (2) Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan.

Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. b. (3) Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. golongan ruang IV/c ditetapkan dengan Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. c. (6) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat yang menduduki jabatan : a. c.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. (5) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. digunakan sebagai dasar untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan.BAB IV KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT Pasal 8 (1) Penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2). setiap kali dapat dipertimbangkan apabila : a. (2) Kenaikan jabatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. dapat dipertimbangkan apabila : a. 51 . (4) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. b. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.

Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. (7) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Propinsi yang menduduki jabatan : a. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/d. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang III/d. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. b. (8) Kenaikan pangkat pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan : a. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. dan b. golongan ruang III/d. b. golongan ruang IV/b.golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang IV/b. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 52 .

Pangkat Pembina. golongan ruang IV/b ditetapkan oleh Gubernur yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. kelebihan angka kredit tersebut dapat diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya. dengan ketentuan : a.3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. yang berasal dari kegiatan unsur utama. (2) Apabila kelebihan jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (1) memenuhi jumlah angka kredit untuk kenaikan jabatan 2 (dua) tingkat atau lebih dari jabatan terakhir yang diduduki. setiap kali kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi disyaratkan mengumpulkan 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi tersebut.(9) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. Pasal 9 (1) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. 53 . (3) Penyuluh Kehutanan yang naik jabatan sebagaimana dimaksud ayat 2 (dua). golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina Tingkat I. maka Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dapat diangkat dalam jenjang jabatan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki. Setiap unsur penilaian dalam DP. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan. b.

BAB V PENGANGKATAN. ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran IV. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Pasal 11 (1) Untuk menjamin tingkat kinerja Penyuluh Kehutanan dalam mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. maka pengangkatan Penyuluh Kehutanan harus memperhitungkan keseimbangan antara beban kerja dengan jumlah Penyuluh Kehutanan sesuai jenjang jabatannya. 2. Pasal 12 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tidak dapat merangkap jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain. pembebasan sementara dan pemberhentian dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran III. Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 54 . Pengangkatan pertama kali dan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran II. PEMBEBASAN SEMENTARA DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 10 Pengangkatan. 3. Pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan. harus didasarkan pada formasi yang ditetapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara. (2) Pengangkatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

kecuali untuk persalinan ke empat dan seterusnya. atau Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. b. ayat (2) dan ayat (3) Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya apabila : a. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. (3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. ayat (2) dan ayat (3) didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan.golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. c. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. atau Ditugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. (6) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap 55 . (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. e. golongan ruang IV/b dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. d. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980. (5) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (4) Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). atau Cuti di luar tanggungan negara.

b. selama pembebasan sementara dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya secara pilihan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku apabila : a. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap.melaksanakan tugas pokok. Pasal 14 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : 1. 3. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1). atau Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) dan ayat (3). tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. 56 . tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. atau 2. tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. (7) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. kecuali jenis hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP.

BAB VI PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN Pasal 15 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. (4) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. (5) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 57 . apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. (2) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. Pasal 16 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut pada Pasal 15 ayat (1) sampai dengan ayat (5). dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. (3) Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki.

Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. 58 . sedangkan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh dari kegiatan unsur utama setelah melalui penilaian dan penetapan angka kredit dari pejabat yang berwenang. d. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja (DP.PAN/12/2002.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Pasal 23 dan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. b. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya. (2) Pangkat awal yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya.BAB VII PERPINDAHAN JABATAN Pasal 17 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan atau perpindahan antara jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. c.

e. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. dan Fasilitas penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. d. f.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 18 (1) Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. 59 . maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. (2) Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. c. antara lain melakukan : a. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. b. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina.

(3) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2003 dan harus sudah selesai ditetapkan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret 2004. sebelum berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 60 . (2) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana ditetapkan pada ayat (1) di atas ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit terakhir yang diperoleh Penyuluh Kehutanan.PAN/12/2002.PAN/12/2002 dapat diangkat dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. maka jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang didasarkan kepada Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988 harus disesuaikan ke dalam tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 7 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19 (1) Dengan berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Pasal 20 Penyuluh Kehutanan yang telah memperoleh Ijazah Sarjana/Diploma IV.PAN/12/2002.

PAN/12/2002 sebagaimana tersebut pada Lampiran V. Pasal 24 Keputusan ini disampaikan kepada instansi terkait yang berkepentingan. dilampirkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Pasal 25 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.BAB X PENUTUP Pasal 21 Petunjuk Pelaksanaan yang belum cukup diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Kepala BKN. untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Pasal 23 Dengan berlakunya Keputusan ini maka Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 12/SE/1988 sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala BAKN Nomor 348/MENHUT-11/1988 dan Nomor 12/SE/1988. Pasal 22 Untuk memperjelas dan mempermudah pelaksanaan Keputusan ini. Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 12 Agustus 2003 KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BA PEGAW AIA N KE DA N GARA NE KEPALA EP UB L IK I N D O N HARDIJANTO ES IA R 61 . dinyatakan tidak berlaku.

TEMBUSAN disampaikan kepada : 1.. Ditetapkan di : Pada tanggal : 62 .. 2........... .CONTOH PENETAPAN ANGKA KREDIT LAMPIRAN I KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / / Masa Penilaian : ................ I II III KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan penyuluhan kehutanan c Pelaksanaan penyuluhan kehutanan d Pemantauan. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 4.... 5. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.......... LAMA BARU JUMLAH ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan....... Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan e Pengembangan penyuluhan kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL..... / PANGKAT ..... s/d . Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan..... 3..................... Kepala Biro Kepegawaian/ BKD yang bersangkutan *) *) coret yang tidak perlu... / TMT........

......................... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002...................................... b. 2.. dalam jabatan Penyuluh Kehutanan..... Mengingat : 1......... 9........CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA KALI/ PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN KEPALA BADAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ........ ............./. TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA/PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a... tanggal ........ 8... 4.. 5................................ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.... 63 ......./.......................................... 7......... 6........ NOMOR : ................................... dipandang perlu mengangkat/ mengangkat kembali *) saudara ............................... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ............ 3...... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .................. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999..... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001.................... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999................... .......................... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002...... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .............. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994..

... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a.. (diisi dengan angka dan huruf) .................... dalam jabatan ............ 3................. c.. ....................................... b........................ dengan angka kredit sebesar ................... 64 ................................ ruang/TMT : ..... 2... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya......................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya..................................................... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1............................... Pangkat/Gol.................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu....................................................... Unit kerja : ....... 5................ d..... *) coret yang tidak perlu........................... N a m a : ................................. 4........ NIP : .....

........ NIP........ berdasarkan ....... 65 ................................ 3......... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ................ ......... pangkat/golongan ruang .............................. 6....... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a...... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001...................... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002..... membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan............................. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002... ...................................................................... 4. 7..................... Bahwa saudara ......................../.................... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .............................../.............. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.............. dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan........................................................ jabatan ...... NOMOR : ..... karena ............. 5.. Mengingat : 1............................. .... MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ........ Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999... Pegawai Negeri Sipil : b.CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN III KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ............... 2.......

.. N a m a : ..................................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu................................ d. KEDUA KETIGA : : .................................................. ruang/TMT : ................. Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1................. 3............ Unit kerja : ...................................................................... *) coret yang tidak perlu...................................... 2.............. ........ b................................a... NIP : .. Pangkat/Gol................................ 66 ..... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya.............. dari jabatan .. 4.................................. 5......... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. c..

............................./.......................................... 5... tanggal .......................................... 67 .. TENTANG PEMBERHENTIAN DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a...... terhitung mulai tanggal ......... pangkat/golongan ruang ............ 8........ Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994.................... Bahwa saudara ....................... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002................. ................. b.............................. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002.............. ............. Mengingat : 1................................ 6... jabatan .. 7...... NIP................... NOMOR : ....................... telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor .. .../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka 1 (satu) tahun dibebaskan sementara*)...... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ............. 3..........................CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN IV KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .../............. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001.. 4................. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999......................................... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.... 2.......... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ......

.... 2... Pegawai Negeri Sipil : a. ............................................................ 5........ 4................... ............................................ *) coret yang tidak perlu......... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.................. dari jabatan . ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.... Unit kerja : .... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya.......... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu............. d.............................................................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal . Pangkat/Gol................ NIP : .... b.................. 3........................................................................... N a m a : ....... ruang/TMT : .................... c............ 68 ........................... memberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan................

PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Menimbang : a. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. bahwa untuk maksud tersebut huruf a diatas. bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil dan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. dipandang perlu menetapkan kembali Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. b.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. dipandang perlu meninjau kembali ketentuan tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 6 / M E N PA N / 1 9 8 8 . 69 . Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999. 3. 2.

Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Fungsi. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Tugas. Fungsi. Usul Menteri Kehutanan dalam surat Nomor 1138/MENHUT-II/2002 tanggal 15 Juli 2002. 6. Memperhatikan : 1. 5. 8. Tugas. Keputusan Presiden Nomor 101 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 10. 2.74-7/18 tanggal 23 Agustus 2002. 11. Pertimbangan Kelapa Badan Kepegawaian Negara dengan suratnya Nomor K.26-30/V. 70 .4. Kewenangan. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Susunan Organisasi. 26 Tahun 2001. Kewenangan. dan Tata Kerja Menteri Negara sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2002. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. 9. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No.

wewenang. adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan. dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. metodologi dan teknik analisis tertentu. kawasan hutan. 4. 3. dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. Kehutanan. Penyuluh Kehutanan.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. tanggung jawab. 71 . BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. 2. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil.

adalah proses pengembangan pengetahuan. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.5. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. 7. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. mau dan mampu memahami. Tim Penilai Angka Kredit. 6. 72 . Angka kredit. Penyuluhan Kehutanan. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan.

Pasal 4 Tugas pokok Penyuluh Kehutanan. 73 . mengembangkan. melaksanakan. adalah menyiapkan. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan.BAB II RUMPUN JABATAN. (2) Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 3 (1) Penyuluh Kehutanan berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional penyuluhan kehutanan pada instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK Pasal 2 Penyuluh Kehutanan termasuk dalam rumpun ilmu hayat. adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.

d. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan.BAB III UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 5 Unsur dan sub unsur kegiatan Penyuluh Kehutanan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. 2. Persiapan penyuluhan kehutanan. f. Pengembangan aspek kelembagaan/manajemen penyuluhan kehutanan. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 4. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pendidikan dan pelatihan fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. 3. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan Kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 2. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. terdiri dari : a. 74 . 2. Pengembangan aspek teknik. meliputi : 1. c. 3. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Pemantauan. Pendidikan. meliputi : 1. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan: 1. 3. 2. Pengembangan penyuluhan kehutanan : 1. meliputi : 1. materi. 3. 4. 2. 2. b. metodologi. e. Pengembangan profesi : 1.

3. 7. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 75 .g. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Memperoleh piagam kehormatan. Mengejar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. 2. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. 6. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan. 4. 5. Penunjang penyuluhan kehutanan : 1.

c. Penata. (2) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) sesuai jenjang jabatan. Pengatur. Pengatur Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. adalah : a. Penata Muda Tingkat I. b. Pasal 7 (1) Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Penyuluh Kehutanan Pertama. terdiri dari : 1. Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang II/b. Penata Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Penyelia. b. Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang II/c.BAB IV JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 6 (1) Jabatan Penyuluh Kehutanan terdiri dari Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. adalah : a. 2. c. Penata Muda. terdiri dari : 1. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. golongan ruang III/c. adalah : a. 3. Penata Muda. terdiri dari : 1. Penyuluh Kehutanan Muda. golongan ruang III/d. c. terdiri dari : 1. adalah : a. golongan ruang III/a. golongan ruang III/a. golongan ruang III/b. 76 . Penyuluh Kehuttanan Madya. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. b. Penyuluh Kehutanan Penyelia. (3) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (2) sesuai dengan jenjang Jabatan. golongan ruang II/d. 2. 2. (2) Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi.

terdiri dari : 1. b. golongan ruang III/d. Penata Tingkat I. c. Penata Muda Tingkat I. 2. golongan ruang IV/b. 3. Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/a. golongan ruang III/b. golongan ruang IV/c. 2. Penata. 77 . Pembina Utama Muda. golongan ruang III/c. Pembina.2. terdiri dari : 1. Pembina Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Muda.

2. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. 7. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan tingkat pelaksana. 12. 10. 8. 4. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart/gambar. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. yaitu : 1. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto.BAB V RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI DALAM PEMBERIAN ANGKA KREDIT Pasal 8 (1) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. sebagai berikut : a. 9. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flip chart (minimal 5 lembar). Penyuluh Kehutanan Pelaksana. 5. 11. Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 3. 78 . 6. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan.

Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Menumbuhkan organisasi kelompok sasaran. yaitu : 1. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. 26. 15. Menjadi pembimbing/ instruktur widya karya atau perjalanan praktek studi banding tingkat desa dan kecamatan. 79 . Melakukan kegiatan demonstrasi cara. 17. 21. 25. 24. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. 23. 16. Menyusun laporan Triwulan. Menyusun laporan bulanan. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai dengan lanjut. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. 2. Melaksanakan temu lapang. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran di tingkat BPP/ Kecamatan. Menyusun laporan Tahunan. 20. 18. 19. 27.13. 22. 14. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demplot). b.

16. 8. 15. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. Menyusun rencana kerja tahunan. Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 14. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. 6. 7. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. 10. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 4. 9. 17. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 12. 80 . Mengolah data materi penyuluhan kehutanan. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. 13.3. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet (min 1000 kata). 5. 11. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto (min 5 lbr). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder.

19. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 28. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten/Kota. 27. 23. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Melakukan temu usaha. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Lanjutan sampai dengan Madya. Melaksanakan kaji terap teknologi anjuran/uji coba. 31. 26. kehutanan (demontrasi farm). 20. Sebagai pramu wicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. 29. 32. 21.18. Sebagai moderator dalam temu antar wilayah/teknis. Memberikan bimbingan pada sekolah lapang. 30. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan usahatani. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Melakukan temu karya kepada anggota kelompok tani binaan. 22. 33. 24. 25. Sebagai narasumber dalam temu teknis wilayah. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. 81 . Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk specimen.

Menyusun laporan triwulan. Menjadi instruktur atau pembimbing kegiatan widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat Kabupaten/Kota. 7. 82 .34. 4. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. 3. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. Menyusun rancangan identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. 2. 37. c. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Melakukan pemantauan/pengendalian penyelenggaran penyuluhan kehutanan. 8. 41. 5. Menyusun laporan bulanan. 6. 38. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/Kota. 35. Menyusun panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. 36. Penyuluh Kehutanan Penyelia. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. 39. Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan (sekolah lapang/ magang). yaitu : 1. 40. Menyusun laporan tahunan.

22. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. 11. 21. 20. 10. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. 12. Melakukan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. Menganalisis data dalam menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat / tokoh agama. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. 17. 14. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. 15. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. 16. 18. 23.9. 13. 19. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 83 .

Merekomendasi/ tindak lanjut hasil pemantauan/ pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 37. data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 38. 31. Melaksanakan penilaian lomba bidang kehutanan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. 34. Menyusun kurikulum kursus kelompok sasaran. 84 . 35. Menjadi instruktur atau pembimbing studi banding widyakarya tingkat Propinsi. menganalisis dan menyusun kepada laporan. 33. 28. 29. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Kabupaten/Kota. 25. Melakukan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada tokoh masyarakat/ tokoh agama. 32. 39. Mengolah. Menyusun laporan bulanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 36. 26. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Madya sampai dengan Utama. 30. 27.24. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Menyusun laporan tahunan. Menyusun laporan triwulan. Sebagai pembaca naskah/ pemain tunggal dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Propinsi.

Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan.(2) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan kategori keahlian. 10. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). Menyusun rencana kerja tahunan. 6. 3. 4. Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 8. 12. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. adalah sebagai berikut : a. Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Penyuluh Kehutanan Pertama. 9. 11. Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 13. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet (min 1000 kata). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide (min 10 lbr). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. yaitu : 1. 7. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 5. 2. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. 85 .

Melakukan temu karya kepada Pemda. 24. 15. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 28. 16. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 21. Sebagai pramu wicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Nasional. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Nasional.14. Menyusun laporan bulanan. 19. 27. 17. 86 . Menyusun laporan tahunan. 22. 18. 26. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. M e n y u s u n m e t o d a / t e k n i k p e m a n t a u a n / p e n g e n d a l i a n penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. LSM. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi sebagai pembicara/penyaji. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. 25. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 30. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada Pemda. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 20. LSM. 29. 23. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Sebagai pembicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. Menyusun laporan triwulan.

87 . 11. 2. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. 5. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. 9. 4. cendekiawan. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada perguruan tinggi. b. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk Video (rekaman) min 5 menit. 13. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide (min 10 lbr). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. dan pemerintah pusat. Melakukan temu karya kepada perguruan tinggi.31. 12. 10. cendekiawan. Menyusun rencana kerja tahunan. Membuat desain kaji terap/uji coba metoda penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. materi. 8. 7. dan pemerintah pusat. Penyuluh Kehutanan Muda : 1. 3. 14. 6. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan.

29. 31. Menyusun laporan tahunan. 26. Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV.15. 28. Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnakan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 25. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 19. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. 18. 30. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya tingkat Nasional. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 16. 24. Sebagai pembahas dalam pendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran. 88 . 21. 17. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. 20. 23. 27. Menyusun laporan bulanan. Menyusun laporan triwulan. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum). Menyusun pedoman lomba bidang kehutanan. 22. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan.

9. 33. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat internasional. 5. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. 2. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ metodologi. 34. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 35. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 4. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. materi. 7. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. 89 . 10. 8. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. c. sarana. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Internasional.32. 6. 3. Penyuluh Kehutanan Madya : 1. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.

22. Pasal 9 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam 90 . 14.11. 18. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 17. 20. Menyusun laporan tahunan. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 13. 12. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 19. Menyusun laporan bulanan. 15. materi. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. (3) Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan kegiatan pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan diberikan nilai angka kredit sebagaimana tercantum dalam Lampiran I bagi Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Lampiran II bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. metodologi. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara melalui siaran radio/TV. Menyusun laporan triwulan. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 16. 21.

(4) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan dan angka kredit masing-masing unsur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan f. Pengembangan penyuluhan kehutanan. angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b. ditetapkan sebagai berikut : a. Pendidikan. terdiri dari : a. b. Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau satu tingkat dibawah jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan. (2) Unsur utama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 91 . Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. Pemantauan. Pasal 10 Penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). Unsur utama. d. adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan kehutanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf g. Unsur penunjang. adalah sebagai berikut : a. (3) Unsur penunjang. Pasal 11 (1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian angka kredit terdiri dari : a. e. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II.pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). Pengembangan profesi. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya. b. Persiapan penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya. c. angka kredit yang diperoleh ditetapkan adalah sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. b.

Sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. b. 92 . (4) Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat pada tahun pertama dalam masa jabatan/pangkat yang didudukinya. pada tahun berikutnya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. pangkat Pembina Utama Muda. (6) Penyuluh Kehutanan Madya.Pasal 12 (1) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III dan bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV. golongan ruang IV/b dan menjadi Pembina Utama Muda. golongan ruang IV/c. dengan ketentuan : a. golongan ruang III/d. (2) Penyuluh Kehutanan Madya yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I. Sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari kegiatan unsur pengembangan profesi. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. pangkat Penata Tingkat I. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. (5) Penyuluh Kehutanan Penyelia. (3) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. golongan ruang IV/c.

93 . b. (2) Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama. pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut : a. sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang.Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan yang secara bersama-sama membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. 40% (empat puluh persen) untuk semua penulis pembantu.

Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah : a. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilakukan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. d. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masingmasing. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. secara hirarkhi Penyuluh Kehutanan dapat mengajukan usul penilaian dan penetapan angka kredit. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. 94 . c. yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil.BAB VI PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 14 (1) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit. b. setiap Penyuluh Kehutanan diwajibkan mencatat atau menginventarisir seluruh kegiatan yang dilakukan. (2) Apabila dari hasil catatan atau inventarisasi seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud ayat (1) dipandang sudah dapat memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat/jabatan.

Seorang Sekretaris merangkap Anggota. selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal. d. c. selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang Anggota. Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk Tim Penilai Propinsi. d. b. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Kepala Pusat Bina Penyuluhan. 95 . d. Pasal 16 (1) Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : a. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. (2) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh : a. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Syarat untuk menjadi anggota Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. Seorang Ketua merangkap Anggota. Kehutanan Departemen Kehutanan.(2) Dalam menjalankan tugas. b. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat. c. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi bagi Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi. selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota. dibantu oleh : a. c. untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan bagi Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan. adalah : a. b. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk Tim Penilai Sekretariat Jenderal.

Pasal 18 Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. (6) Apabila tim Penilai belum dapat dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. (2) Apabila terdapat anggota Tim Penilai yang ikut dinilai. ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku pimpinan instansi pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan. Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. c.b. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh kehutanan. adalah 3 (tiga) tahun. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. Dapat aktif melakukan penilaian. (4) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan kepada Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi. b. Pasal 17 (1) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. (5) Masa jabatan anggota Tim Penilai. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan 96 . Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai Pengganti.

digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing. 97 . d. c. tidak dapat diajukan keberatan oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. Pasal 20 (1) Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membindangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan P e n y u l u h K e h u ta n a n M a d y a d i l i n g k u n g a n m a s i n g . (2) Terhadap keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit.m a s i n g .Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan.

ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan. b. adalah : a. golongan ruang III/a. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. 98 . Berijazah Diploma II atau Diploma III sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. BAB VIII SYARAT PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Pasal 22 (1) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. golongan ruang II/b. (2) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. d. (3) Kualifikasi pendidikan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2). b. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Serendah-rendahnya berijazah Sarjana (S1) / Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. adalah Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3).BAB VII PEJABAT YANG BERWENANG MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 21 Pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. adalah : a. c. d.

Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 atau Pasal 23. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. b. Sesuai dengan formasi Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. dan Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan/pangkat yang akan didudukinya. dan jenjang jabatannya ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. c. apabila: a.Pasal 23 Disamping memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 22. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun berdasarkan jabatan terakhirnya. Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Ijazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Memenuhi jumlah angka kredit minimal yang ditentukan untuk jenjang jabatan/pangkatnya. 99 . dan c. b. dan b. pengangkatan dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan harus pula : a. Pasal 25 Penyuluh Kehutanan tingkat terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli.

PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN Pasal 26 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana. atau Menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia. Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya.BAB IX PEMBEBASAN SEMENTARA. d. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. dibebaska sementara dari jabatannya. pangkat Pembina Utama Muda. pangkat Penata Tingkat I. 100 . pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. c. b. Menjalani cuti di luar tanggungan negara. pangkat Penata Muda. pangkat Pembina Tingkat I. apabila : a. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. (3) Penyuluh Kehutanan Madya. ayat (2). (4) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud ayat (1). Ditugaskan secara penuh di luar Jabatan Penyuluh Kehutanan. dan ayat (3). golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. e. pangkat Penata. golongan ruang IV/b.

Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dan ayat (3). tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1). kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat. atau Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. b. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan.Pasal 27 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani masa pembebasan sementara sebagaimana dimaksud Pasal 26. Pasal 28 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : a. (2) Pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). 101 . c. dapat menggunakan angka kredit terakhir yang dimilikinya dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diperoleh selama tidak menduduki Jabatann Penyuluh Kehutanan. dapat diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan.

BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 29 Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. memindahkan. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan. Pasal 30 Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan yang telah dilakukan Penyuluh Kehutanan sampai dengan ditetapkannya petunjuk pelaksanaan Keputusan ini. masih dinilai berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. dinyatakan tetap berlaku. 102 .

disesuaikan dengan nama dan jenjang jabatan menurut Keputusan ini. maka nama dan jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. Penyuluh Kehutanan dapat dipindahkan ke jabatan struktural atau jabatan fungsional lain. Pasal 32 Untuk kepentingan dinas dan/atau dalam rangka menambah pengetahuan. sepanjang memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan. (2) Penyesuaian jenjang jabatan menurut Keputusan ini didasarkan kepada hasil penetapan angka kredit yang terakhir. 103 . pengalaman.BAB XI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 31 (1) Dengan berlakunya Keputusan ini. dan pengembangan karier.

Pasal 35 Petunjuk pelaksanaan Keputusan ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Pasal 34 Dengan berlakunya Keputusan ini. Ditetapkan di Pada tanggal ENTER : Jakarta : 3 Desember 2002 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA M U P UN A U B A N A PA R A T E LIK IN D ON 104 R PEISAL TAMIN SI NEG A ARA I PENDA YA RE G . maka Keputusan ini dapat ditinjau kembali.BAB XII PENUTUP Pasal 33 Apabila ada perubahan mendasar dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan kehutanan sehingga ketentuan dalam Keputusan ini tidak sesuai lagi. Pasal 36 Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. maka Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 16/MENPAN/1988 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Kabupaten/Kota c. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat A.03 0.32 0. 5. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. 3. 2.02 PK Pelaksana . Sekunder Mengelola data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat a. 7. Sarjana muda/Diploma III Diploma II Lamanya lebih dari 960 jam Lamanya 641.480 jam Lamanya 81.09 0.960 jam Lamanya 481-640 jam Lamanya 161.LAMPIRAN I : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. Primer b.31 0. Propinsi Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan Menyusun / membual peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknulogi kehutanan Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan Memandu penyusunan rencan tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Setiap rencana 105 0. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap buku Setiap peta Setiap naskah 0.16 0.12 PK Pelaksana PK Pelaksana Lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan 3. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pelaksana Lanjutan PK Pelaksana 1 I II PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 1. 4.16 0. Desa dan Kecamatan b. Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap laporan Setiap laporan 3 4 5 6 60 40 15 9 6 3 2 1 0. 1.07 0. 2.80 jam Pengumpulkan data dan informasi wilayah kerja a. 4. 6.03 NO. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B.160 jam Lamanya 30. 5. 6.

Seri foto (min 5 lbr) 3).05 0.19 0. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan Setiap lembar Setiap paket Setiap paket Setiap gambar Setiap naskah 0. Foto 2). Penyusunan program penyuluhan kehutanan Setiap rancangan Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b.04 0. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi 1. Mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan 1).14 0. Sebagai penyaji 2).106 1 B.39 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap RDK/RDKK Setiap RDK/RDKK Setiap buku Setiap kerja acuan Setiap paket Setiap paket Setiap paket 0. Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan a. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan b.10 PK Penyelia PK Pelaksa Lanjutan PK Penyelia PK Penyelia Setiap konsep program Setiap konsep Setiap konsep Setiap naskah program PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan 2 3 4 5 6 7 C. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0. penyuluh kehutanan penyelia 2. Melaksanakan kajian identifikasi c. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan a. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiata(sekolah lapang/ magang) 1. Menyusun /membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a.04 0.08 0. Slide . Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.02 0.32 0. Menyusun rencana identfikasi b.10 0.07 0.03 0.01 0. Identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan a. Media papan 1).07 0.09 0. Merumuskan hasil identifikasi 2. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.10 0. Media terproyeksi/audiovisual 1). Kelompok wanatani b. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan 2. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a.Mengumpulkan data b. Chart/gambar b.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK P elaksana PK Pelaksana PK Penyelia 1. Kelompok sasaran lain 1. Memandu Penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) Dan Rencana Definitif Kebutuhan kelompok (RDKK): a.40 0.08 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN D. Menganalisis data 2. Mengolah data c.08 0.17 0. Sebagai pembahas c. Flip chart (min 5 lbr) 4).

Demontrasi cara b.16 0.75 0.56 0.56 0. Demontrasi hasil .01 0. oleh .04 0.Penyuluh kehutanan penyelia 3). Mock up Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran oleh a.Penyuluh kehutanan penyelia d. Penyuluh kehutanan pelaksana b. oleh . Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.03 0.07 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 2.16 0.Penyuluh kehutanan pelaksanaan lanjutan .16 0.08 0.30 PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia B.03 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana 107 2). Leaflet/folder. 3.28 0.80 0. oleh . 4. Poster. Model 4).Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan .60 0.30 0.1 Setiap naskah PK Penyelia 0. Menyusun dan membuat selembaran /pamflet.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan . Brosur / booklet (min 1000 kata).28 0.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 2). Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran oleh a. Diorama 3).81 2 3 4 5 6 7 Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit 0. Maket 2). Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kaji terap teknologi anjuran/uji coba Melakukan demontrasi(percontohan) a. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c. Siaran sandiwara di radio /TV c. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap naskah instrumen Setiap kali 0.04 0.Penyuluh kehutanan penyelia 4). Media cetak 1). Penyuluh kehutanan pelaksana b. oleh .15 0.38 0. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Realita 1).Penyuluh Kehutanan Pelaksana lanjutan . Spesimen 5). Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.

Tingkat Desa dan Kecamatan 2).22 0.Sebagai pramu wicara 2).27 0. Percontohan wilayah (demontrasi area) 5.02 0. Melakukan temu usaha 10. Ceramah umum 1).08 0. Tingkat Kabupaten / Kotamadya 3).12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 1). Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk a. Tingkat Propinsi Setiap kali Setiap kali 0. Tingkat desa dan kecamatan b.108 2 Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap kali 0. Tingkat kabupaten c.02 0. Kelompok tani binaan b. Tingkat BPP/kecamatan b.04 0.18 0. Melakukan temu karya kepada: a.18 0.04 0.07 0.08 0. Tingkat propinsi 8. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran a. Sebagai moderator b.Sebagai pembuat karya/desain . Percontohan usahatani kehutanan (demontrasi fram) 3). Tokoh masyarakat/agama 9.05 0.06 0. Tingkat propinsi 12.02 0.03 0.03 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada: a. Tokoh masyarakat/agama 11. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/pembimbing) a. Tingkat Propinsi b.08 0.16 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelasana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Sebagai narasumber 7. Tingkat Kabupaten dan Kotamadya . Percontohan petak (demontrasi plot) 2). Kelompok tani binaan b. Melaksanakan kegiatan pameran kehutanan 1).48 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Tingkat kabupaten/kotamadya c. Melaksanakan temu tenis antar wilayah / fungsi a. Melaksanakan temu lapang 6.06 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan 1 .06 0.09 0.05 0.

02 0. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 2. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio /TV: .20 0. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantau an/pengedaian 1. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sebagai berikut .Melaksanakan penilaian lomba 1. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 109 .01 0. Bulanan 1. Penyuluh kehutanan pelaksana 2). Mengolah. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut Setiap laporan Setiap laporan 0.menganalis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1.utama 3.06 0.1 Setiap kali 0.54 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PEMANTULAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN B. Perorangan oleh : 1). Memberikan bimbingan teknis/kursus kepada kelompok sasaran : a.04 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3).30 PK Penyelia PK Penyelia 0. Pemula . Menyusun kurikulum kursus b.Sebagai pembuat karya/desain 13.05 Setiap kali 2 3 4 5 6 7 Setiap orang Setiap orang Setiap orang 0. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran a.08 0. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada: a. Menumbuhkan kelompok 2. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan a. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3).01 0. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian 3.madya c.lanjut b. Madya .48 0. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari : a.06 0.03 0.32 0. Lanjut .04 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan . Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang 1.03 0. Penyuluh kehutanan penyelia b.Sebagai pembaca naskah/pemain tunggal 14. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2). Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Kelompok Sasaran lain oleh : 1).04 0. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan C. Penyuluh kehutanan penyelia 15.09 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap gbpp Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia C. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV A.05 0.01 0.16 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0.05 0.

06 0.nilai pembaharuan 2. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan 12. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3. Dalam bentuk buku b. Dalam bentuk buku yang diterbikan secara nasional b. Triwulan 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Dalam buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.50 6. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2.06 0. Penyuluh kehutanan penyelia b.04 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang VI D. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan C.50 2. Penyuluh kehutanan penyelia 1.50 1.15 0.110 1 Setiap laporan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.50 5.nilai penyempurnaan pebaikan Membuat buku pedoman/petunjuk pelasana/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan Mengajar/melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan . Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang B. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengkajian /survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi a. Mengajar/melatih di bidang KEHUTANAN penyuluhan kehutanan 1.00 0. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan .02 0.30 0.00 3.08 2 3 4 5 6 7 V Setiap buku Setiap naskah PENGEMBANGAN PROFESI A. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Tahunan 1.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah 8. Merumuskan sisyem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .12 0.50 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya 7. Penyuluh kehutanan penyelia c. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam Pelajaran 2. Karya tulis tinjauan atau alasan ilmiah gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan a. Dalam bentuk makalah 4. Membuat buku pedoman /petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan PENUNJANG PENYULUH A.00 4.

50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang D. Sarjana muda/diploma III 3. Peserta Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan Memperoleh keserjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. 20 (dua puluh) tahun c. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Mengikuti seminar/lokakarya atau simposium sebagai a.00 2. Tingkat propinsi. Anggota aktif 2. Narasumber e. Gelar kehormatan akademis 3.00 1. Anggota aktif 1.50 0.00 2.35 Setiap makalah Setiap makalah Setiap naskah 3.00 0. Memperoleh piagam kehormatan 1. Tanda kehormatan satyalancana karya satya a. 10 (sepuluh) tahun 2. Moderator c.00 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b.00 1.50 3. 30 (tiga puluh) tahun b. Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasi : a.00 15. Menterjemahkan /menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap buku 3. Terjemahan/saudara di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Pemasaran b. Dalam bentuk makalah 3.00 0.00 4. Diploma II 2.sebagai: a. Dalam majalah ilmuan yang diakui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2.50 0.00 1. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehuta nan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 3. Sarjana/diploma IV 1. Pengurus aktif b. Pembahas d.00 2. FEISAL TAMIM 111 .00 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VII C. Pengurus aktif b. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G.00 5. Tingkat nasional/internasional.00 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD.50 1.00 1. Dalam bentuk buku b. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F.sebagai : a.50 Semua jenjang 7.1 PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN B.

Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1.80 0. Lamanya antara 81-160 jam 6. Lamanya antara 30-80 jam 1. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 NO. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat PERSIAPAN Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap naskah instrumen Setiap laporan Setiap konsep Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap naskah 3 4 5 6 LAMPIRAN II : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.36 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pertama PK Muda PK Madya PK Madya PK Madya PK Muda PK Madya B. Mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1.12 0. Lamanya antara 481-640 jam 4. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Lamanya antara 641-960 jam 3.07 0.04 PK Pertama . Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 150 100 75 15 9 6 3 2 1 0. Lamanya antara 161-480 jam 5. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani b. Sebagai narasumber 3. Menyusun rancang bangun rekayasa usaha wanatani : a. Lamanya lebih dari 950 jam 2. Sebagai penyaji 2.12 0.36 0. Sebagai pembahas c. Sebagai nara sumber 1. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan : 1. Dokter 2. Menganalisis data potensi wilayah dan agroenkosistem serta kebutuhan teknologic kehutanan 3.112 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. Menyusun instrumen identifikasi 2. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B. Sarjana / Diploma IV 1. pasca sarjana 3. Penyusunan program penyuluhan kehutanan C. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 1 I II A.16 0. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan Setiap konsep 0.

oleh . Bulletin boart (papan bulletin) b.oleh . Seri slide (min 10 lbr) 3).15 0.39 0.Penyuluh kehutanan muda .56 0.90 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya 1.oleh . Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.84 0.16 0. Penyuluh kehutanan pertama b.Penyuluh kehutanan madya 4).Penyuluh kehutanan pertama .2 0.58 2 3 4 5 6 7 III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap papan dis Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.60 D. Penyuluh kehutanan madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Pertama Setiap recana kerja Setiap paket 0. Brosur/booklet.Penyuluh kehutanan pertama .Penyuluh kehutanan madya 3). OHP transparan 2).penyuluh kehutanan madya 113 . Siaran radio TV c.60 0.Penyuluh kehutanan pertama . Poster. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan PK Pertama PK Pertama PK Pertama PK Muda PK Muda PK Muda Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.40 0.30 0. Media cetak 1).1 a.30 0. Leaflet/folder.Penyuluh kehutanan muda . Vidio (rekaman) min 5 menit 5). Sound slide (min 10 lbr) 4). Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan: a.Penyuluh kehutanan muda .oleh .32 0.8 0.28 0.Penyuluh kehutanan madya 2).07 Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0. Selebaran/pamflet.19 0.08 0.45 0. Menyusun instrumen 2.penyuluh kehutanan muda .Penyuluh kehutanan pertama .5 0.60 0. Menyusun rancangan sarana penyuluhan 1. Penyuluh kehutanan muda c. Media papan 1).06 0. Media terproyeksi/audiovisual 1). Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan untuk/dalam bentuk a.

Ceramah umum 1. Penyuluh kehutanan pertama Setiap orang 0. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya . Melakukan kaji terap teknologi anjuran / uji coba a.Pemuda.114 2 B. Melaksakan kegiatan pameran kehutanan 1. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada : .Sebagai pramuwicara 2. Melaksanakan kegiatan widyakarya ( perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing a.Sebagai pembuat karya/desain .08 0. pemerintah pusat 6.09 0.06 0.59 0. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio/ TV a.Sebagai pramuwicara 8.16 1.Pemda.80 PK Muda PK Madya Setiap laporan Setiap laporan 0. Sebagai sutradara b. Tingkat internasional b. Sebagai pembicara / penyaji 3.03 PK Pertama 1 .10 0.perguruan tinggi. Perorangan oleh : 1. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/ kampanye dalam bentuk : a.08 0. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan Setiap desain Setiap laporan PK Muda PK Muda PK Petama PK Pertama PK Pertama PK Madya 0.24 0.16 PK Pertama PK Muda Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0. Melakukan temu karya kepada : . Membuat desain kaji terap/uji coba b.18 PK Pertama PK Muda PK Pertama PK Muda PK Madya 1. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi : a.16 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan 0.Perguruan tinggi. Tingkat nasional 4. Tingkat nasional 2. LSM.18 0. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi 2. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya .06 0.18 PK Muda PK Madya Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali Setiap kali 0. Tingkat nasional b. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara 9. pemerintah pusat 5. Tingkat propinsi .08 0. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran : a. cendikiawan.64 0. Tingkat nasional . cendikiawan. Tingkat internasional 7.

08 0. Penyuluh kehutanan muda c. Penyuluh kehutanan pertama b.18 PK Pertama PK Muda PK Madya . Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan B. Bulanan a. Penyuluh kehutanan pertama 2. Menyusun materi kursus 1. Menyusun metode/ teknik pemantauan/pengendalian 1.08 0.09 2 3 4 5 6 7 Setiap modul Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap pksu perusahaan 0. Penyuluh kehutanan muda c. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi b.06 0. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal ( badan hukum ) 2.09 0.04 0. Penyuluh kehutanan madya b.06 0.12 0.1 Setiap orang Setiap orang PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0.38 PK Muda PK Pertama PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap laporan 0.27 PK Muda PK Pertama PK Muda PK Muda C.44 0.21 0. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran 3. A. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan badang kehutanan sebagai berikut : a. Kelompok sasaran lain oleh : 1. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan : a.08 0. Penyuluh kehutanan muda 3. Sebagai pembahas 2. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran : a.12 0. Sebagai penyaji b. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1.12 0. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara c. Penyuluh kehutanan madya Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan muda 3. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV.04 0. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan madya 10. Mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan : a. Pentusunan pedoman penilaian lomba 1.08 0. Penyuluh kehutanan pertama b. Triwulan a.14 PK Muda PK Madya PK Muda PK Muda C. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap pedoman Setiap naskah 0.12 PK Pertama PK Muda PK Madya 115 2.60 0. Memberikan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran sebagai : a. Penyuluh kehutanan madya b.

Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan b.46 0. Menyiap konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b.45 0.90 0. Pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan : a. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan c.15 0. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan b.84 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Muda PK Madya B. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 2. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitorin dan evaluasi penyuluhan kehutanan 1. Penyuluh kehutanan pertama b. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b. Menyempurnakan konsep pengembangan perecanaan penyuluhan kehutanan 3.37 0. Pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan : a. Pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan : a.45 2 3 4 5 6 7 V PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan a.36 0.40 0. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan . Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ materi.50 0. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumus Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan 2.80 1. penyuluh kehutanan madya 1.95 1. Tahunan a. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan 4.20 1. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan c. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c.69 0.08 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan Setiap konsep Setiap laporan 0.116 1 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0.30 0. penyuluh kehutanan muda c.42 0. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan c. materi.

Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasansendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang di publikasi : a. Dalam bentuk buku b.00 3. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan.50 Semua jenjang Semua jenjang .00 3.72 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VI PENGEMBANGAN PROFESI Setiap buku Setiap naskah 12. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/ pengkaji an/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam pelajaran Setiap buku Setiap naskah 7. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan 2.04 7. Menterjemahkan/ menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan 117 Mengajar/ melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan 1. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a. Dalam majalah ilmiah yang diakuioleh LIPI 2.00 0. Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan A.00 1. materi . Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang di publikasi : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3.50 6.50 2.50 5.00 4. Terjemahan/saduran di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasi : a.50 1. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh LIPI 3. Menyempurnakan pengembangan teknik/metodologi.00 2. Mengajar/ melatih di bidang penyuluhan kehutanan B. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan C. Dalam bentuk buku b. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2.50 2. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 1. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap naskah 8.1 Setiap naskah rumusan 0.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang B. Dalam bentuk makalah 4. Dalam buku makalah Setiap buku Setiap makalah 3. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan VII PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN D. gagasan dan atau ulasan ilmidalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan 1.00 Semua jenjang Semua jenjang A. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b.

00 0.00 2.00 2. Tingkat propinsi. sebagai : a. Tiada kehormatan satyalencana karya satya : a. Peserta 3 4 5 6 7 D. Doktor 1. FEISAL TAMIM Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun 0.35 3. Sarjana/D IV 2. 30(tiga puluh) b.50 C.00 1. anggota aktif 2.00 2.50 Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 0. 10(sepuluh) tahun 2. Menjadi angota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G. sebagai : a. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E.00 1. Moderator c. Pengurus aktif b. Gelar kehormatan akademis 1 PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI . 20(dua puluh) c.118 2 Setiap naskah Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Setiap jenjang 5. Anggota aktif 1. Mengikuti seminar/ lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan 3.50 0.00 1.00 15. Memperoleh piagam kehormatan Menjadi aggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Pembahas d. Tingkat nasional/internasional.00 2.50 3. Pasca sarjana 3.00 15.00 1. Mengikuti seminar/ lokakarya atau simposium sebagai : a.00 1. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan 1. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F. Pengurus aktif b.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Narasumber e. Pemasaran b.

Pendidikan B. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. FEISAL TAMIM 119 . P e m a n ta u a n . Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 40 8 JUMLAH 12 60 16 80 20 120 160 240 2 30 100 150 40 200 60 300 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E.LAMPIRAN III : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Persiapan penyuluhan kehutanan C. Penyuluh Kehutanan Pelaksana II / b II / c II / d III / a UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan Penyelia III / b III / c III / d 1 > 80% 32 48 64 80 UNSUR UTAMA A.

Pendidikan B. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 1 > 80% 80 120 160 UNSUR UTAMA A. FEISAL TAMIM . Persiapan penyuluhan kehutanan C. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. Penyuluh Kehutanan Muda III / c III / d III / a III / b UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Pertama Penyuluh Kehutanan Madya IV / a IV / b IV / c LAMPIRAN IV : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.120 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. P e m a n ta u a n . Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 100 20 JUMLAH 30 150 40 200 60 240 320 440 560 2 80 300 400 110 550 140 700 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD.

MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahur 1999. b. Mengingat : 1. bahwa dalam rangka tertib administrasi kepegawaian dan kelancaran kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan serta untuk mendukung pengembangan karier Penyuluh Kehutanan. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI KEHUTANAN Menimbang : a. 121 . dipandang perlu menetapkan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Kehutanan. Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M. 5. 4.PAN/12/2002 telah ditetapkan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 Jo. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 jo. 8. 9. 122 . 15. terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001. Tugas. Fungsi. 7. 12. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 13. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nornor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Dengan ditetapkannya keputusan ini. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/M Tahun 2001. Pemindahan. maka : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 41/Kpts-II/1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan. 10. Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil.6. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor l23/Kpts-11/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 375/Kpts-II/1995 tentang Kedudukan dan Tata Kerja Penyuluh Kehutanan. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : KEDUA : Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. 14. Kewenangan. 11. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 1 30/KEP/M.

Kepala Badan Kepegawaian Negara. 10. 11. 4. 13. Para Gubernur seluruh Indonesia. 14. Menteri Dalam Negeri. 5. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia.: 1. 2. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Menteri Pertanian. Menteri Kelautan dan Perikanan. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN MUHAMMAD PRAKOSA Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. 6. KETIGA KEEMPAT KELIMA : : : Petunjuk Teknis yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Menteri Kehutanan. 123 . Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Propinsi seluruh Indonesia. 9. 3.- Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 348/MENHUT-II/1988 dan Nomor 12/SE/1988 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku. 7. 12. Para Pimpinan Unit Kerja Eselon / Lingkup Departemen Kehutanan. Kepala Unit Pelaksana Teknis di Iingkungan Departemen Kehutanan di seluruh Indonesia. 8. Para Bupati seluruh Indonesia. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Menteri Negara Lingkungan Hidup. Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Para Walikota seluruh Indonesia. Menteri Kehakiman dan HAM.

Sebagai penjabaran dan pelaksanaan operasional keputusan-keputusan tersebut. sehingga pengembangan karier Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan dengan baik. 2.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. tim penilai. 124 . 4. 3. Latar Belakang 1. Sebagai Pelaksanaan dari Keputusan Presiden tersebut. telah ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Maksud dan Tujuan 1. Maksud Petunjuk teknis ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Penyuluh Kehutanan. Untuk mewadahi keberadaan dan sebagai landasan bagi penetapan jabatan fungsional tersebut. telah ditetapkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS) antara lain dinyatakan bahwa untuk meningkatkan mutu profesionalisme dan pembinaan karier PNS perlu ditetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. disusun Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang mengatur hal-hal yang berkenaan dengan pengelolaan administrasi kepegawaian dan rincian kegiatan teknis di bidang penyuluhan Kehutanan. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan semua ketentuan yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian dan kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan.Lampiran Nomor Tanggal : : : Keputusan Menteri Kehutanan 272/Kptd-II/2003 12 Agustus 2003 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA BAB I PENDAHULUAN A. pengelola kepegawaian. B.

Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan satuan nilai dan hasil penilaian butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang telah dicapai oleh Penyuluh Kehutanan yang telah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. pembebasan sementara. pengangkatan kembali. pengusulan. C. pengangkatan dalam jabatan. pengelola kepegawaian. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi Iingkup kehutanan untuk melakukan penyuluhan kehutanan. Ruang Lingkup Ruang Iingkup petunjuk teknis ini mencakup tugas pokok. Penyuluh Kehutanan adalah PNS yang diberi tugas. 5. Pengertian-pengertian Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan: 1. Penyuluh kehutanan Tingkat AhIi adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. D. penilaian dan penetapan angka kredit. rincian dan tolok ukur kegiatan. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 3. sub unsur dan butir kegiatan. 125 . sehingga dapat memperlancar tugas-tugas Penyuluh Kehutanan. 4. tim penilai. tanggung jawab. pemberhentian. pemahaman pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan butir kegiatan yang dinilai dan harus diisi oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka penetapan angka kredit. metodologi dan teknik analisis tertentu. 2. 6.2. Tujuan Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk mempermudah dan menyeragamkan. pembinaan dan pengembangan Penyuluh Kehutanan. unsur. kenaikan jabatan dan pangkat.

8. 11. 12. Tim Penilai Propinsi adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan propinsi. Tim Penilai Pusat. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten / Kota dalam melakukan penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan. Pejabat Pengusul adalah Pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan.7. Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/ Kota Sekretariat Tim Penilai adalah Sekretariat yang dibentuk untuk membantu Tim Penilai Sekretariat Jenderal. 14. 15. 9. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha 126 . Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Kepala Pusat Guna Penyuluhan Kehutanan untuk membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. 13. Penyuluhan Kehutanan adalah proses pengembangan pengetahuan. Tim Penilai Teknis adalah Tim yang dibentuk oleh pejabat yang berwenang untuk memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. mau dan mampu memahami. Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Madya di ingkungan Departemen Kehutanan. 10. Pejabat Penetap Angka Kredit adalah Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu.

Materi Penyuluhan Kehutanan adalah bahan yang disiapkan oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang berisikan informasi teknis maupun non teknis tentang pembangunan kehutanan. Pendidikan dan Pelatihan Kedinasan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah pendidikan/pelatihan teknis dan fungsional Penyuluhan Kehutanan. tujuan yang ingin dicapai. Chart/ Gambar adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas atau bahan sejenis yang menggambarkan konsep pemikiran tentang proses pencapaian suatu kegiatan dalam pembangunan kehutanan. 21. kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai keperdulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan Iingkungan. 17. disusun secara berurutan atau berangkai berisi petunjuk / informasi kehutanan dengan jumlah rangkaian minimal 5 lembar. 19. Masyarakat Sasaran Penyuluhan Kehutanan adalah masyarakat sasaran yang berdomisili di sekitar dan di dalam hutan dan atau masyarakat sasaran yang memiliki aktivitas yang berhubungan dengan pembangunan kehutanan. yang mencantumkan hal-hal yang perlu disiapkan dalam berinteraksi dengan masyarakat sasaran kehutanan diwilayah kerjanya.16. Flip Chart / Peta Singkap adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran-lembaran kertas. masalah-masalah dan alternatif pemecahannya serta cara mencapai tujuan yang disusun secara partisipatif. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah surat tamat pendidikan dan pelatihan yang diperoleh Penyuluh Kehutanan karena mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional. Leaflet/ Folder adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam bentuk lembaran/ lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimatkalimat yang singkat. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. yang menggambarkan keadaan sekarang. 127 . sistematis dan tertulis setiap tahun. Programa Penyuluhan Kehutanan adalah rencana kerja tentang kegiatan penyuluhan kehutanan yang memadukan aspirasi masyarakat sasaran kehutanan dengan potensi wilayah dan program pembangunan kehutanan. 24. 20. 22. Rencana Kerja Penyuluh Kehutanan adalah rencana kegiatan yang disusun oleh para Penyuluh Kehutanan berdasarkan programa penyuluhan kehutanan setempat. 23. padat. 18.

25. Brosur adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah 5-15 halaman, berisi tulisan dengan kalimat singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. 26. Selebaran adalah materi, penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar- gambar untuk disebarluaskan kepada masyarakat sasaran. 27. Poster adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam sehelai kertas atau selembar papan yang berisikan gambar-gambar dengan sedikit kata yang jelas artinya, tepat pesannya, dapat dengan mudah dibaca pada jarak kurang dari 3 meter. Gambar dapat berupa lukisan, ilustrasi, kartun, atau foto. 28. Booklet adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah lebih dari 15 halaman, berisi tulisan,yang mudah dimengerti dan gambar-gambar/ foto serta dapat dilengkapi dengan grafik, tabel dan lain-lain. 29. Transparansi adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran transparan untuk digunakan pada OHP, berisi petunjuk/ informasi di bidang kehutanan yang dibuat secara manual atau menggunakan komputer, disajikan sebagai alat bantu dalam ceramah, pelatihan, atau kegiatan penyuluhan kehutanan. 30. Seri Foto adalah materi penyuluhan kehutanan berupa rangkaian fotofoto yang disusun secara berurutan sehingga menjadi suatu kesatuan cerita/ gagasan kegiatan di bidang kehutanan. 31. Slide adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 32. Slide Suara (sound slide) adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, disertai dengan komentar (suara) dan atau tulisan/ teks dalam rekaman, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer, dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 33. Film / Kaset Video / Video Disk adalah materi penyuluhan kehutanan berisi rangkaian cerita yang dibuat dalam pita film (16mm atau lainnya) dan diputar dengan proyektor film, atau pada pita video catridge yang diputar pada video player, atau pada Video Compact Disc (VCD) yang diputar pada VCD player atau pada Digital Video Disc (DVD) yang diputar pada DVD player. 34. Naskah Radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan adalah materi penyuluhan

128

35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43.

44.

45.

46.

kehutanan berupa tulisan/ naskah atau skenario yang akan dibacakan atau diperagakan dalam siaran radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan. Instrumen/ dentifikasi adalah alat bantu survey didalam kegiatan identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan, berupa blanko isian/ kuesioner. Instrumen Materi Penyuluhan Kehutanan adalah alat bantu survey untuk mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Papan Buletin / Bulletin Board adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa papan informasi tentang kegiatan pembangunan kehutanan. Maket adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa miniatur tentang gambaran kondisi fisik suatu kegiatan pembangunan kehutanan, dalam suatu wilayah. Diorama adalah penggambaran secara nyata tentang sesuatu kegiatan/peristiwa pembangunan kehutanan dalam bentuk tiga dimensi dengan latar belakang yang dilukis. Model adalah tiruan benda dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil dan benda aslinya yang digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Mock-up adalah tiruan benda/bagiannya yang dibuat sesuai dengan aslinya, digunakan sebagai alat peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Specimen adalah benda asli yang telah diawetkan, karena benda asli sulit didapatkan, digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Metode Penyuluhan Kehutanan adalah cara atau teknik penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan kehutanan oleh Penyuluh Kehutanan kepada masyarakat sasaran baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka mengerti, mau dan mampu menerapkan inovasi baru. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada anggota kelompok sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi anggota kelompok sasaran dalam rangka membantu mereka untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada kelompok masyarakat sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi pertemuan kelompok baik yang rutin maupun yang insidentil dalam rangka membantu kelompok dimaksud dalam rangka membantu untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Uji coba lapang paket teknologi spesifik lokalita disebut juga kaji terap adalah metode penyuluhan kehutanan untuk mencoba suatu teknologi kehutanan yang dilaksanakan oleh masyarakat sasaran, sebagai

129

47.

48.

49.

50.

51.

52.

53.

54.

tindak lanjut dan hasil pengkajian/pengujian teknologi anjuran. teknologi hasil galian sendiri atau dari berbagai sumber teknologi lainnya, untuk mendapatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan/lokasi usahanya dilakukan sebelum demonstrasi. Pengkajian/pengujian Teknologi Anjuran adalah kegiatan pengembangan penelitian sebelum dilakukan uji coba lapang (kaji terap) dari suatu teknologi hasil penelitian yang dilakukan dilahan percontohan (Balai Penelitian Kehutanan, Unit Pelaksana Teknis, Dinas ;dll). Demonstrasi Cara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan yang telah terbukti menguntungkan bagi masyarakat sasaran sasaran. Demonstrasi Hasil adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan atau teknologi lainnya yang sudah spesiflk lokasi, dapat berupa: a. Demontrasi plot yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh perorangan. b. Demontrasi Farm yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh kelompok tani/ masyarakat sasaran. c. Demontrasi Area yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh gabungan kelompok tani / masyarakat sasaran. Temu Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar peneliti, penyuluh dan para petani /masyarakat sasaran untuk saling tukar menukar teknologi informasi sehingga ditemukan teknologi yang akan dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah. Temu Teknis antar Wilayah/Fungsi disebut juga Temu Tugas adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan berkala antara Penyuluh Kehutanan dengan Penyuluh Kehutanan atau antara Penyuluh Kehutanan, peneliti, aparat pengaturan dan pelayanan untuk meningkatkan pelayanan kepada petani / masyarakat sasaran dalam mengembangkan usahanya. Temu Wicara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antara petani/masyarakat sasaran dengan pemerintah, untuk bertukar informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan kehutanan, serta partisipasi dan peran serta petani/masyarakat sasaran dalam pembangunan kehutanan. Temu Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar petani/ masyarakat sasaran, untuk bertukar pikiran dan pengalaman, saling belajar, saling mengajarkan keterampilan dan pengetahuan untuk diterapkan oleh petani/ masyarakat sasaran. Temu Usaha adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan

130

55.

56.

57.

58.

59.

60.

61.

62.

pertemuan antar petani masyarakat sasaran dengan pengusaha di bidang kehutanan dalam rangka informasi usaha, promosi usaha, transaksi usaha, perluasan pasar dan kemitraan usaha. Widya Wisata adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya, dengan prinsip belajar dan melihat. Widya Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk mempraktekkan hasil suatu pengajaran atau melakukan suatu karya bermanfaat di tempat yang dituju. Sarasehan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan sebagai forum konsultasi antara kelompok tani/masyarakat sasaran dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara periodik atau insidentil sesuai dengan keperluan untuk membicarakan, memusyawarahkan dan menyepakati pemecahan berbagai permasalahan pembangunan kehutanan. Kursus Tani adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar yang terstruktur yang khusus diperuntukkan bagi petani dan keluarganya, yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur, dan dalam jangka waktu tertentu. Sekolah Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar dengan partisipasi aktif, mencari dan menemukan fakta sendiri, menganalisa dan mendiskusikan diantara anggota kelompok tani/ kelompok sendiri, serta mengambil keputusan bersama bagaimana tindakan selanjutnya, dengan prinsip belajar berdasarkan pengaIaman pada suatu periode usahanya yang dipandu oleh petani/kelompok sendiri dan Penyuluh Kehutanan dalam suatu periode usahanya. Pameran adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model, contoh, barang, peta, grafik, gambar, poster, benda hidup, dan sebagainya secara sistematis pada suatu tempat tertentu, dalam rangka promosi usahanya. Perlombaan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan membandingkan keberhasilan usahatani petani untuk menumbuhkan persaingan sehat diantara para petani beserta keluarganya dalam mengejar suatu prestasi yang diinginkan, sebagai salah satu usaha untuk mendorong agar mau dan mampu meningkatkan usahatani dan kesejahteraannya. Pengembangan Profesi adalah metode penyuluhan kehutanan dalam rangka mengembangkan dari melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk meningkatkan mutu penyuluhan kehutanan dan

131

63.

64.

65.

66.

67. 68.

69. 70.

71.

72. 73.

profesionalisme penyuluh kehutanan serta dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pembangunan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Petani adalah kegiatan yang dilakukan Penyuluh Kehutanan untuk menumbuhkan, mengarahkan, dan mendorong kemampuan para petani agar dapat memecahkan masalah yang mereka hadapi secara mandiri. Karya Tulis llmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seseorang atau lebih yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi, diskripsi dan analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. Karya Tulis llmiah hasil Penelitian/ Pengkajian/ Survei/ Evaluasi adalah suatu karya tulis yang membahas tentang suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian/ pengkajian/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan. Makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah suatu karya tulis yang berdasarkan kaidah ilmu disusun oleh seorang atau Iebih yang membahas suatu pokok persoalan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu kehutanan. Pertemuan llmiah adalah pertemuan yang dilaksanakan untuk membahas suatu masalah yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Saduran adalah naskah yang disusun berdasarkan tulisan orang lain yang telah diubah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berlaku tanpa menghilangkan atau mengubah gagasan penulis asli dilakukan oleh seorang atau lebih. Terjemahan adalah naskah yang berasal dari tulisan orang lain yang dialih bahasakan ke dalam bahasa lain dilakukan oleh seorang atau lebih. Penulis Utama adalah seseorang yang memprakarsai penulisan, pemilik ide tentang hal-hal yang akan ditulis, pembuat pokok-pokok tulisan, pembuat outline, penyusunan serta pembuatan konsep akhir dan tulisan tersebut, sehingga nama yang bersangkutan tertera pada urutan pertama atau dinyatakan secara jelas sebagai penulis utama. Penulis Pembantu adalah seseorang yang memberikan bantuan kepada penulis utama misalnya dalam hal mengumpulkan data, mengolah data, menganalisa data, menyempurnakan konsep/ penambahan bahan materi dan penunjang. Pendukung Penyuluhan Kehutanan adalah kegiatan Penyuluhan Kehutanan yang dapat menunjang penyelenggaraan tugas, wewenang dan tanggung jawab Penyuluh Kehutanan. Membimbing Penyuluh Kehutanan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh, memberi dukungan dan memberi petunjuk kepada

132

74. 75. 76. 77. 78.

Penyuluh Kehutanan yang menduduki, jabatan/pangkat/golongan yang Iebih rendah. Seminar adalah suatu bentuk pertemuan ilmiah untuk membahas masalah tertentu dalam penyuluhan kehutanan untuk memperoleh suatu kesimpulan berdasarkan suatu pendapat bersama. Lokakarya adalah salah satu bentuk pertemuan untuk membahas masalah tertentu dalam bidang kehutanan untuk memperoleh hasil tertentu yang perlu ditindaklanjuti. Penghargaan adalah kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah (Pusat, Propinsi, Kabupaten/ Kota), Organisasi/ Lembaga Nasional/ Internasional. Organisasi Profesi adalah organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada disiplin ilmu pengetahuan di bidang kehutanan dan etika profesi di bidang penyuluhan kehutanan. Kelas Kemampuan Kelompok adalah ukuran kemajuan kelompok tani dari pemula, lanjut, madya sampai utama.

133

Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemantauan. melaksanakan. fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. terdiri atas unsur dan sub unsur: 1. b. b. Pendidikan dan pelatihan kedinasan. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Tugas Pokok Tugas Pokok Penyuluh Kehutanan adalah menyiapkan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. meliputi: a. 134 . Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Persiapan penyuluhan kehutanan. Pengembangan penyuluhan kehutanan. 5. b. meliputi: a. 4.BAB II JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. B. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. c. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah / gelar. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan. mengembangkan. Pendidikan. Bidang Kegiatan Bidang kegiatan Penyuluh Kehutanan. 2. meliputi: a. meliputi: a. d. 3. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. c. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. c.

Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. 2) Belum digunakan dalam penilaian yang disyaratkan dengan dilengkapi surat keterangan dari atasan yang bersangkutan. Tolok Ukur: 1) Memperoleh ijazah/ gelar perguruan tinggi dari Universitas. atau 3) Belum digunakan dalam keputusan penyesuaian jabatan/ kepangkatan yang bersangkutan. d. Pengembangan aspek teknik. Penunjang penyuluhan kehutanan. g. e. Institut. Mengikuti seminar/ lokakarya dibidang penyuluhan kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. metodelogi. Rincian dan Tolok Ukur Kegiatan Rincian butir kegiatan yang dapat dinilai dengan angka kredit adalah sebagai berikut: 1. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. Pendidikan a. f. d. meliputi: a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. Membuat karya tulis/ karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Mengajar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. Pengembangan profesi. c. Sekolah Tinggi. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya. materi. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh Perguruan Tiriggi di bidang kehutanan (Universitas. b. yang dinyatakan dengan surat keterangan dari atasannya. c. b. C. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain dibidang penyuluhan kehutanan. Akademi/ Diploma bidang kehutanan atau yang serumpun. Akademi/ Diploma) atau perguruan tinggi umum dengan jurusan kehutanan atau yang serumpun. meliputi: a. Membuat buku pedoman / petunjuk pelaksanaan / petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Memperoleh piagam kehormatan.b. Institut. 6. 7. 135 .

2) Memperoleh ijazah/ gelar Doktor / Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV / Diploma Ill / Diploma II di bidang: penyuluhan. yaitu 100 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. agribisnis. Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap ijazah adalah sebagai berikut: 1) Doktor yaitu 150 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. atau 2) Koordinator Perguruan Tinggi Swasta atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Swasta. biologi. Tolok Ukur: 1) Pendidikan dan pelatihan dibeni angka kredit. kehutanan. 4) Sarjana Muda/D-III. pangan. maka angka kredit yang diberikan adalah sebesar selisih angka kredit yang pernah diberikan (ijazah lama) dengan angka kredit ijazah/ gelar yang Iebih tinggi tersebut. tanaman. yaitu 40 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. pertamanan.Bukti fisik: Foto copy ijazah/gelar Doktor/ Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV/ Diploma Ill/ Diploma II yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang: 1) Dekan Perguruan Tinggi / Direktur Program Pasca Sarjana atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Negeri. dan hortikultura dan perkebunan atau yang serumpun. 2) Pasca Sarjana (S2). Pemberian Angka Kredit: 1) Apabila memperoleh ijazah/gelar yang lebih tinggi dan sesuai dengan bidang tugas penyuluhan. peternakan. geografi. yaitu 60 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. 3) Sarjana/D-IV. 5) Diploma II. Mengikuti pendidikan dan pelatihan kedinasan dan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. apabila merupakan 136 . b. yaitu 75 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. atau 3) Tim Penilai ljazah Luar Negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri.

nilai 6 4) Lamanya antara 161-480 jam. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap STTPL/sertifikat. dan 10 jam untuk praktek (@45 menit).1. Persiapan. Penyuluh Kehutanan Terampil a. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data sekunder wilayah kerja tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran V.2) 3) pendidikan/ pelatihan teknis penjenjangan dan fungsional bagi penyuluh kehutanan. nilai 1 2. adalah sebagai berikut: 1) Lamanya Iebih dari 960 jam. 137 . Evaluasi. maka jumlah jam dihitung dan jumlah hari dikalikan 8 (delapan) jam pelatihan untuk teori. nilai 9 3) Lamanya antara 481-640 jam. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy data sekunder wilayah kerja setingkat desa dan kecamatan sesuai panduan / pedoman. Pemantauan. nilai 2 6) Lamanya antara 30. Pelaksanaan. Apabila jumlah jam pelatihan tidak dicantumkan. dan Penyelenggaraan Diklat oleh Pemerintah atau swasta dalam dan luar negeri yang diakui dan dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan dari pihak yang berwenang. Bukti Fisik: Foto copy STTPL/sertifikat yang dilegalisir oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan. nilai 15 2) Lamanya antara 641-960 jam.80 jam. nilai 3 5) Lamanya antara 81-160 jam. Penyuluh Kehutanan Pelaksana (Il/b . Tolok Ukur : Data sekunder yang dikumpulkan dalam rangka identif'ikasi potensi wilayah desa dan kecamatan. yaitu: 1) Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. han atau jumlah jam pelatihan. Pendidikan dan pelatihan tersebut harus memuat : Jangka waktu pelaksanaan. Pelaporan dan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan 2.II/d). tanggal.

b) Bukti hasil berupa pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi k e h u ta n a n t i n g k a t d e s a d a n k e c a m a ta n . 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan.03. yaitu 0.03. yaitu 0.02 4) Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran sesuai Lampiran V. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan yang telah diolah dari data sekunder. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk copy laporan yang dilampiri rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. 138 . yaitu 0.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. 3) Memandu penyusuran rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Tolok Ukur: Pemanduan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan sesuai Lampiran V. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai Lampiran V. Tolok Ukur Rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai pedoman. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan.08. 5) Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. 6) Pemanduan penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. b) Bukti hasil pelaksanaan kajian tersebut dalam bentuk laporan. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai Lampiran V. 139 . yaltu 0. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani. yaitu 0.Tolok Ukur Pelaksanaan kajian identiflkasi kebutuhan penyuluhan kehutanan.01. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK). BuktiFisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran V.

Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart.02. yaitu 0. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.04. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ 140 . 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart (minimal 5 lembar). b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy dokumen data. yaitu 0.03. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap lembar foto. Tolok Ukur: Data untuk persiapan penyusunan materi peryuluhan kehutanan. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 7) Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan setiap kali pemanduan kelompok wanatani.

Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap chart/ gambar. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy chart/ gambar. Tolak Ukur: Kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 5 lembar flipchart. yaitu : 0. 11) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk chart / gambar. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.10. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap 141 . Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar sesuai dengan Lampiran V.01 12) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart sesuai dengan Lampiran V.09.

142 .02. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.03. Tolok Ukur: Demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot) yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu lapang sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 14) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Tolok Ukur: Kegiatan temu lapang yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi cara (percontohan) sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot ) sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. yaitu 0.03.03. 15) Melaksanakan temu lapang. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 13) Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) Tolok Ukur: Demonstrasi cara (percontohan) yang dilakukan.muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.

02. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.03. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.04. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali widya karya/karya wisata. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP / kecamatan sesuai dengan Lampiran I. 143 . Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. yaitu 0.16) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan. 18) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 17) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 19) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagal instruktur / pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. Tolok Ukur: Widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.

yaitu 0.Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. 144 .06. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. 21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan.02. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 20) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 24) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan kelompok sasaran sesuai dengari Lampiran I. 22) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 145 . Tolok Ukur: Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran.03. yaitu 0. Pemberian Angka Kredlt: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. 23) Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/ menumbuhkan kelompok sasaran.01.01.

Bukti Fisik: Copy laporan bulanan yang dibuat.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 25) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.Ill/b). Tolok Ukur: Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Tolok Ukur: Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.01. yaitu: 146 . 26) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.02. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b. 27) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu 0. Bukti Fisik: Copy laporan triwulan yang dibuat.06. Bukti Fisik: Copy laporan tahunan yang dibuat. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan (Ill/a.02. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan. yaitu 0.

Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota yang telah diolah.16. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data primer dan informasi wilayah kerja sesuai dengan Lampiran V.1) Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. 3) Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Tolok Ukur: Rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan yang disusun tingkat Kabupaten/ Kota yang disusun. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan data primer wilayah kerja yang disusun.07. yaitu 0. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ kota. Tolok Ukur: Data primer dan informasi wilayah kerja yang dikumpulkan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk laporan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 147 .

148 . yaitu 0. 5) Menyusun/ membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.32.000 atau skala 1: 10. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan dalam skala 1: 25.000 sesuai dengan lampiran V. Tolok Ukur: Monografi wilayah kerja penyuluhan yang disusun. 4) Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan.000 atau 1: 10. Tolok Ukur: Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan di wilayah kerjanya yang disusun/ dibuat dengan skala 1: 25. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa rekapitulasi rencana usaha wanatani Wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten / Kota.Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil laporan pelaksanaan kegiatan tersebut berupa copy monografi wilayah kerja penyuluhan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.000.09. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan monografi wilayah kerja penyuluhan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku.

Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 7) Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan.12. 6) Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan.05. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 8) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. yaitu 0. 149 . Tolok Ukur: Hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan yang dirumuskan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur: Rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan sesuai dengan agroekosistemnya dan sosial budaya setempat. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan hasil identilikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan.Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap peta.31. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Tolok Ukur: Bertindak sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan.

b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok sasaran lain.08. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 9) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan yang disusun. kelompok sasaran lain. RDKK.19. 11) Mengolah data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. yaitu 0. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK) Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan RDK. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan setiap RDK. 150 . RDKK.Bukti Fisik: Surat Keterangan sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.04. 10) Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang sejenis lainnya dari kelompok sasaran lain.

13) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran / pamflet. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.07 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk seri foto Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto setiap paket minimal 5 lembar. 151 . Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto sesuai dengan Lampiran V. foto copy. yaitu 0. tulisan tangan. Bukti Fisik : Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. dsb.15.Tolok Ukur: Hasil olahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. yaitu 0. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet baik yang tercetak. gambar.07. yaitu : 0. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket.

Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. 152 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V.28.Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. b) Bukti hasil pekerjaan berupa materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet atau copynya. yaitu 0. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1000 kata. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leafiet/ folder. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet (minimal 1000 kata). 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster.28.3.

Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. yaitu 0. 19) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk spesimen. 153 .04. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran yang dilakukan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.16. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen sesuai dengan Lampiran V.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk maket.04. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.

20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.08. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil percontohan sesuai dengan Lampiran I.38. 22) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 21) Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba Tolok Ukur: Kaji terap/uji coba yang dilakukan. 23) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai moderator. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil percontohan yang dilakukan.08. yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik: Bukti hasil berupa laporan pelaksanaan kegiatan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. 154 . yaitu 0.

Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. 24) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai narasumber Tolok Ukur: Bertindak sebagai narasumber dalam temu teknis antar wilayah/fungsi.05. 26) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.Tolok Ukur: Bertindak sebagai moderator dalam temu teknis antar wilayah / fungsi. yaitu 0.05. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat kabupaten/ kota yang dilakukan. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai moderator sesuai dengan Lampirari IV. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat dberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0.04. 155 . 25) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.

27) Melakukan temu usaha Tolok Ukur: Menjadi peserta / panitia dalam temu usaha. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.09. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kotamadya kepada kelompok tani binaan.07. 29) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur (pembimbing) tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 28) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan.Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi peserta/ panitia dalam temu usaha sesuai dengan Lampiran II.08. Tolok Ukur: Widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan 156 .

Tolok Ukur: Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. 32) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 30) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/ Kota.08. yaitu 0.praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kota kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I.06. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten / Kota yang dilakukan. yaitu 0. sebagai pramuwicara. 157 . Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran II. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I.06. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 31) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota.

16. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. yaitu 0. Bukti Fisik: Surat keterangan melaksanakan bimbingan teknis/ kursus kepada sekolah lapang sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 35) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 158 . 33) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain.04. 34) Melaksanakan bimbingan teknis/ kursus pada sekolah lapang.Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Tolok Ukur: Bimbingan teknis / kursus pada sekolah lapang yang dilaksanakan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan.03.

Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Data dan informasi hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 159 . Tolak ukur : Pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang telah dilakukan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.06. 38) Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 37) Mengolah data hasil pemantauan/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. 36) Melakukan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan.05. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.04.Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. Tolok ukur Data olahan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan mengolah data pemantau/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.

0. format yang ditentukan.15. Laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan data sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. dokumen dan copynya rancangan identifikasi kebutuhan 41) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh penyuluhan kehutanan. yaitu: Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit: d) Penyelenggaraan penyuluhan. Bukti kredit yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.14. c) Ketepatan materi yang disusun. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa yaitu 0. tingkat propinsi sesuai yang disusun Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 39) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh Tolok Ukur kehutanan. kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. Tolokdikumpulkan pada aspek: yang Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan sikap (PKS) a) Perubahan pengetahuan keterampilan. AngkaFisik: yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 40) Membuat rancangan identifikasi kebutuhan penyuluhan 2) Menyusunlaporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yang disusun. Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data potensi Bukti Fisik: wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan Copy laporan bulanan dengan Lampiran I.05. kehutanan Ukur: Tolok Ukur : Laporan triwulan yang kebutuhan penyuluhan kehutanan Rancangan identifikasi dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. 160 161 . masyarakat sasaran.16. Informasi potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan Tolok Ukur: teknologi kehutanan tingkat propinsi sesuai pedoman. Fisik: Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang disusun a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan Pemberian Angkarancangan identifikasi penyuluhan penyusunan Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. kehutanan. Penyuluh Kehutanan Penyelia (Ill/c .06.04.Ill/d). Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang Bukti Fisik : ditentukan.c. Bukti Fisik: alat bantu dan metode penyuluhan b) Efektivitas Copy laporan tahunanpenyuluhan. 1) Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan yaitu 0.

3) Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur: Konsep programa penyuluhan kehutanan yang disusun. 5) 162 .10.17. b) Bukti hasil berupa copy konsep programa penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep programa penyuIuhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah programa. Tolok Ukur : Rumusan hasil pembahasan konsep programa penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep programa.10. b) Bukti hasil berupa copy naskah rumusan pembahasan k o n s e p p r o g r a m a p e n y u l u h a n k e h u ta n a n . 4) Sebagai pembahas mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan pelaksanaan kegiatan perumusan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.

Tolak Ukur : Panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan yang disusun. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku panduan. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kerangka acuan pelaksanaan sekolah lapang/ magang sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan yang disusun. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy kerangka acuan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy buku panduan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 8) Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang Tolok Ukur: Kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang.40.6) Penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan.39. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Rencana Kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lamporan V. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. 7) Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. 163 .

11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV.12. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk slide. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. yaitu: 0.32. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan 164 . Tolok Ukur : Hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan.08. yaitu : 0. Tolok Ukur: Naskah penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap paket. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy naskah materi slide. 9) Menganalisis data materi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan analisis data materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V.

b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran sandiwara di radio/TV Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. yaitu 0. 13) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran/ pamflet. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster.3.dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. yaitu 1. 165 . b) Bukti hasil berupa copy leaflet folder yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet.81.6. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet folder. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.

BuktiFisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet sesuai dengan Lampiran V.000 kata. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy brosur / booklet yang disusun. b) Bukti hasil berupa naskah diorama. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama sesuai dengan Lampiran V. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet. 166 . 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk diorama.56.56.Tolok Ukur : Materi periyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama.8. yaitu 0. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun.

yaitu 0.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk model. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan mock up. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.75. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.07. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 19) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. yaitu 0.16. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan model. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 167 . yaitu 0. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk mock up.

yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit : Angka . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 168 . Tolok Ukur : Kegiatan temu wicara / sarasehan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.27.16. 22) Melaksanakan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. 21) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.22.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I.

24) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama.23) Melakukan temu kaya kepada tokoh masyarakat / agama. Tolok Ukur : Widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan. 25) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) sebagai instruktur / pembimbing tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.18.16. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widya karya / perjalanan praktek studi banding tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampran Ill. yaitu 0. 169 . yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan. Tolok Ukur : Temu karya kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan.

12. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. 170 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V.48. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. 26) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara misal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Penyuluhan pada pertemuan secara missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi yang dilaksanakan. yaitu 0. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 28) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. 27) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I.18.

05. Tolok Ukur : Naskah / skenario siaran radio/TV yang telah disiarkan / ditayangkan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. 171 . yaitu 0. 29) Sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan.30. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.06.b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. 31) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. yaitu 0. 30) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. b) Kaset rekaman atau copy naskah siaran radio/TV.

Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. Tolok Ukur : Terjadinya peningkatan kemampuan kelompok sasaran dan madya menjadi utama sesuai pedoman / aturan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali . 34) Melaksanakan penilaian lomba dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. yaitu 0. 33) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan tingkat madya sampai ke tingkat utama. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.09.08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kurikulum kursus kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran V.48. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 32) Sebagai penyusun kurikulum dalam memberikan bimbingan teknis kursus kepada kelompok sasaran. yaitu 0. 172 . Tolok Ukur : Kurikulum kursus kepada kelompok sasaran yang disusun. b) Copy kurikulum kursus yang disusun.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan menjadi penilai dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran II.2. keterampilan. b) Efektivitas alat bantu dan metode penyuluhan. yaitu 0. Tolok Ukur : Konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang diolah mencakup aspek. c) Ketepatan materi penyuluhan. antara lain: a) Perubahan pengetahuan. d) Pelaksanaan penyuluhan. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data sesuai dengan Lampiran I. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.Tolok Ukur : HasiI penilaian perlombaan keterampilan bidang kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.32 35) Menyusun rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan l/ pengendalian penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. dan sikap masyarakat sasaran. Tolok ukur : Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantaun / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun. b) Copy laporan kegiatan penilaian dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. 173 . 36) Mengolah.

12.08. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 39) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.3. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 174 . Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Copy laporan tahunan yang dibuat. 37) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu 0. yaitu 0.54. Bukti Fisik : Copy laporan bulanan yang dibuat.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 38) Membuat laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.

III/b).16.2. 3) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep Programa Penyuluhan Kehutanan. 2) Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.04.07. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap kali sebagai narasumber. PenyuIuh Kehutanan AhIi : a. Bukti Fisik : Surat Keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. 175 . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. yaitu : 1) Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Tolok Ukur : Instrumen identifikasi yang disusun. yaitu 0. Penyuluhan Kehutanan Pertama (III/a . Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dentifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai Lampiran I.2. Tolok Ukur : Hasil analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah instrumen. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap data/ laporan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam mendiskusikan Konsep Programa Penyuluhan Kehutanan. yaitu 0.

176 . Tolok Ukur : Instrumen yang disusun dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan.19. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 5) Menyusun rancangan sarana penyuluhan. 6) Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan sesuai dengan Lampiran 1. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun.4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Pertama. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyusun rancangan sarana penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran 1. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan. Tolok Ukur : Rancangan sarana penyuluhan yang telah disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rancangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan yaitu 0.07. yaitu 0.32.

08. b) Foto copy naskah / materi OHP transparan yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.06. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan seri slide sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap papan. yaitu 0. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. yaitu 0.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang terpasang pada bulletin board (papan buletin). Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk seri slide minimal 10 lembar. b) Foto copy naskah/materi seri slide yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan OHP transparan sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan bulletin board (papan buletin) sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk OHP transparan. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. 177 .16. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. 178 . 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. 12) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan datam bentuk poster.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V.28. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran pamflet yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet/folder Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V.15.

Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembicara/penyaji pada temu teknis antar wilayah / fungsi. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu teknis sebagai pembicara / penyaji sesuai dengan Lampiran II. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam temu wicara / sarasehan tingkat nasional. yaitu 0. sebagai pembicara / penyaji. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur/ booklet (minimal 1000 kata).28.3.b) Bukti hasil berupa copy rancangan/naskah poster yang dibuat. 15) Melakukan temu wicara/ sarasehan tingkat nasional dengan kelompok sasaran. b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur/ booklet yang disusun.06. 13) Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. yaitu 0. 179 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 14) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.08.08. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. yaitu 0. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan Iainnya. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta/panitia sesuai dengan Lampiran II. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. LSM. 17) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. LSM. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu karya dengan Pemda. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. 16) Melakukan temu karya dengan Pemda.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat nasional sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta/panitia dalam temu karya dengan Pemda. LSM. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali kegiatan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan Pemda.09. yaitu 0. yaitu 0. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. 180 .

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. 181 . Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada perorangan. yaitu 0.18) Sebagai pramuwicara datam pameran kehutanan tingkat Propinsi. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran Ill. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran Ill. 19) Sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. 20) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan.03.1.08. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi.

04. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada kelompok sasaran.09.21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran I.38. 23) Menyusun metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk naskah. 22) Menumbuhkan gabungan kelompok / asosiasi. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran dan tumbuhnya gabungan kelompok / asosiasi kelompok sasaran. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan organisasi gabungan / asosiasi kelompok sesuai dengan Lampiran I. 182 . yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.

183 . Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 27) Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.04.24) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional. 25) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.15. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. yaitu 0.06 26) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional.

Tolok Ukur : Konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan yang disiapkan. yaitu 0. yaitu 0. 29) Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan.5. 184 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Tolok Ukur : Konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.46. yaitu 0. 30) Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 28) Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembngan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.4.

Penyuluh Kehutanan Muda (Ill/c . metode. yaitu 0. materi. yaitu 0. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.III/d). sarana.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. dan alat bantu penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Rancangan pengembangan aspek teknik. Tolok Ukur : Konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani yang telah disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. yaitu 0. sarana. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan menyusun rancangan pengembangan aspek teknik.36. b) Bukti hasil pekerjaan berupa konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. b. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. materi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas pada acara diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.37. 2) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. dan alat bantu penyuluhan kehutanan yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani sesuai dengan Lampiran V. yaitu : 1) Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. metodologi. sarana. metodologi. 185 . 31) Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi.36.

5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk video rekaman 186 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan.Bukti Fisik : Surat keterangaa menjadi pembahas sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah sound slide yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan sound slide sesuai dengan/ pembuatan Lampiran V. yaitu 0.8.39.4. b) Bukti hasil pekerjaan berupa rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda (RKPK). Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun. 3) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun berupa sound slide minimal 10 lembar. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 4) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide.

7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk siaran radio/TV Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk video rekaman minimal 5 menit. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamflet. yaitu 0.6. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan video rekaman sesuai dengan Lampiran V. 6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV.6. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran radio/TV materi penyuluhan kehutanan yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah video rekaman yang disusun. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. 187 .

56. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.3 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. 188 . Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet) folder. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit.56. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. yaltu 0.

b) Bukti hasil berupa copy brosur/booklet yang disusun. dan pemerintah pusat.Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembuatan desain kaji terap/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. cendekiawan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi.64. yaitu 0. 13) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada perguruan tinggi. cendekiawan. Tolok Ukur : Desain kaji terap / uji coba yang dibuat. Bukti Fisik : Laporan pelaksariaan kegiatan pemantauan dan evaluasi hasil kaji terap teknologi sesuai dengan Lampiran I. pemerintah pusat. 12) Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. 189 . Tolok Ukur : Hasil pemantauan dan evaluasi kaji terap teknologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap desain. 11) Membuat desain kaji terap/uji coba metode penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.16.6. yaitu 0.

Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. minimal dihadiri 50 orang.06. 14) Menjadi instruktur / pembimbing kegiatan widyakarya tingkat nasional. yaltu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat nasional. b) Laporan pelaksanaan kegiatan instruktur / pembimbing widyakarya. Bukti Fislk : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya tingkat nasional sebagai instruktur / pembimbing sesuai dengan Lampiran Ill. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Terselenggaranya ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan tingkat nasional. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan pada pertemuan massal / kampanye tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Laporan pelaksanaan kegiatan ceramah umum. 15) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Nasional. yaitu 0.16. pemerintah pusat sebagai Peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.16. cendekiawan. 190 .

Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan yang dilakukan. yaitu 0. Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan tingkat nasional yang dibuat.24.59.16) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang 191 . Tolok Ukur : Terselenggaranya penyiaran / penayangan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai sutradara dalam penyuluhan melalui siaran radio / TV sesuai dengan Lampiran V. 18) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. 17) Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. b) Bukti hasil berupa copy naskah skenario siaran penyuluhan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya / desain untuk pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan pelaksanaan kegiatan penyusunan materi kursus sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. 19) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain.06. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran / menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). 21) Menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy modul. Tolok Ukur : Materi kursus yang disusun dalam bentuk modul. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. yaitu 0. yaitu 0. 20) Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap modul. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampirari I.08.44. 192 .

b) Bukti hasil berupa copy pedoman yang disusun. 24) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penumbuhan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran sesuai dengan Lampiran I Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk tahapan proses setiap Perjanjian Kerja Sama Usaha (PKSU) perusahaan. yaitu 0. 23) Menyusul pedoman lomba bidang kehutanan. yaitu 0.27.6. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai penyusun pedoman penilaian lomba keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.21. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 193 . Tolok Ukur : Pedoman lomba yang disusun. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap pedoman.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum) sesuai dengan Lampiran I. 22) Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran.

yaitu 0. 26) Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnaan Iaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 194 .08.08. Tolok Ukur : Rumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan peIaksanan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.14. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. 25) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. 27) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.

30. yaitu 0.42.08 28) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang ctibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. 195 . Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. 30) Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan.12 29) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 32) Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan system monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. yaitu 0.80. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.46.31) Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.96. 196 . Bukti Fisik : Laporan. 33) Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji sesuai dengan Lampiran IV. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan teknik. sarana. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.12. 2) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. metodologi. yaitu 0. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.IV/c). yaitu 0. 197 .12. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaltu: 1) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.34) Mendiskusikan konsep pengembangan teknik. sarana. materi. sarana. materi. materi. metodologi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan hasil diskusi konsep pengembangan teknik. c.84. metodologi. Penyuluh Kehutanan Madya (IV/a . yaitu 0.

198 . b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun.3) Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani.45. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.58. yaitu 0. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan yang disusun. yaitu 0. 4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya. Buku Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet sesuai dengan Lampiran V.36. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. Tolok Ukur : Hasil rumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani seuai dengan Lampiran I.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V.84. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V.84. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet / folder. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. yaitu 0.6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. 199 .

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.80. 10) Menjadi instruktur/pembimbing widyakarya atau praktek studi banding tingkat internasional. cendekiawan. dan pemerintah pusat sesuai dengan lampiran II. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penceramah pada pertemuan missal / 200 .9. 11) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara missal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional. Bukti Fisik : Laporan melaksanakan kegiatan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional sesuai dengan lampiran I. yaitu 0. cendekiawan dan pemerintah pusat. cendekiawan. pemerintah pusat.b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur / booklet yang disusun. 9) Melakukan kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan temu karya kepeda perguruan tinggi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.18. yaitu 1. Bukti Fisik : Surat keterangan menjadi peserta/panitia dalam kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi.

yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.18. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / Pengisi acara diskusi / wawancara dalam penyuluhan melalui siaran radio/ TV sesuai dengan Lampiran IV. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. 12) Sebagai narasumber/pengisi acara diskusi / wawancara. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara melalui siaran radio/TV. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 13) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. yaitu 0.18. yaitu 0.09. 201 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.kampanye tingkat internasional yang dihadiri minimal 50 orang. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk kepada kelompok sasaran lain.

yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.12. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 16) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.12. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain.12. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 202 . Bukti Fisik : Foto copy Iaporan yang dibuat. 15) Sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 17) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.

Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 18) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0.Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.69. yaitu 0.18. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat. 20) Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep 203 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 19) Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat.45.

08.pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 1.9. yaitu 0. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 204 . metodologi. 21) Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 23) Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan teknik / metodologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumus yaitu 1. materi sarana. materi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan.2. sarana. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 22) Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan.

2) Bukti hasil berupa buku yang diterbitkan asli atau copynya yang disahkan oleh Kepala/ Pimpinan unit kerja bidang Penyuluh Kehutanan. 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). materi. 2) Buku tersebut diedarkan secara Nasional sebagai referensi. Pengembangan Profesi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang melakukan kegiatan pengembangan profesi.72. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. yaitu 12.5. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. diberikan angka kredit sesuai ketentuan yang berlaku. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan teknik. 3. metodologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan. Pemberian Angka Kedit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. yaitu 0. b. atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah. sarana. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan 205 . Sedangkan Penyuluh kehutanan Madya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 12 (dua belas) dari kegiatan unsur pengembangan profesi untuk kenaikan jabatan / pangkat yang berlaku.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. 2. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang 206 . Bukti Fisik : Buku cetakan asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuhuhan kehutanan. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk disebarluaskan secara nasional sebagai referensi dengan identitas penulisnya. 2) Pembahasan bidang penyuluhan kehutanan dengan identifikasi penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya.dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI / Departemen yang bersangkutan. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2) Bukti hasil berupa majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan / dilegalisir oleh pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penehitian / pengkajian / survei / evaluasi dalam bentuk tulisan yang dimuat di majalah ilmiah sesuai dengan Lampiran V. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). atau pihak lain yang diakui oleh LIPI. 2) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. yaitu 6. Tolok Ukur : 1) Karya tuhis ilmiah yang dimuat di majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a.

Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil karya sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan diperpustakaan sesuai dengan Lampiran V. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. yaitu 8.dihasilkan. 2) Buku hasil pekerjaan berupa buku asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. yaitu 4. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI/Departemen yang bersangkutan. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah atau pihak lain yang diakui LIPI. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Bukti Fisik : Majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Dalam bentuk buku Tolok Ukur : 1) Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan llmiah hasil gagasan sendiri yang didokumentasikan di perpustakaan instansi / unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi/ kabupaten / kota / kecamatan. 2) Buku tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. 2) Majalah tersebut merupakan penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis Iainnya. 3. 207 . b.

yaitu 3. 2) Didokumentasikan di perpustakaan unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi / kabupaten / kota/ kecamatan. Bukti Fisik : a. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. 4. Dalam bentuk makalah. Makalah prasaran yang membahas bidang penyuhuhan kehutanan dengan identitas penulisnya. b. Surat Keterangan telah melakukan kegiatan menyampaikan prasaran dalam pertemuan bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah panitia / penyelenggara sesuai dengan Lampiran II.5 Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penuh pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2) Bukti hasil berupa makatah asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. Pertemuan ilmiah tersebut menghasilkan rekomendasi antara lain berasal dari gagasan pemrasaran. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah. 208 . b. Tolok Ukur : 1) Makalah tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis belum pernah ditulis penulis Iainnya. b. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Tolok Ukur : a. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan makalah dan pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan sesuai dengan Lampiran V.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. yaitu 7. Apabila ditulis oleh tim (keIompok).

5. Tolok Ukur : Hasil karya pengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap karya.5. yaitu 2. yaitu 2. 5.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan sesuai dengan Lampiran I. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung niIai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Bukti hasil pekerjaan berupa naskah tulisan dan atau contoh alat teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan hasil pengembangan. 6. 209 . Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan a. b. Bukti Fisik : a. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rumusan. yaitu 5. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Laporan pelaksanaan kegiatan mengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.0.

.

Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: 1). yaitu 7. 2) Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 2 (dua) jam pelajaran. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah / swasta dan terdaftar pada LIPI. a. 2. 211 . Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya.04. Bukti Fisik : Buku cetakan hasil yang disadur/terjemahan dan buku yang disadur / diterjermahkan asli atau copy yang disahkan oleh pimpinan unit kerja.0. yaitu 3. yaitu 0.5. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. Tolok Ukur : a) Diterbitkan oleh penerbit yang memiliki usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk diedarkan secara nasional sebagai referensi. b) Buku tersebut belum ada yang menterjemahkan / menyadurnya. b) Majalah tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Majalah cetakan hasil saduran / terjemahan dan buku yang disadur / diterjemahkan asli atau copy disahkan oleh pimpinan unit kerja.

b) Buku hasil cetakan / saduran terjemahan dan buku yang diterjemahkan asli atau copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. Dalam bentuk makalah. yaitu 3.5. kecamatan. yaitu 1.0. Tolok Ukur : a) Buku tersebut didokumentasikan di perpustakaan unit kerja yang berada di pusat. 212 . Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah yang diterbitkan oleh instansi atau organisasi profesi. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan : 1) Dalam bentuk buku. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah.b. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. propinsi. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. b) Buku hasil cetakan/saduran terjemahan atau foto copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. 2). kabupaten/kota.

2) Belum ada pihak lain yang membuatnya. c) Penyaji dan pembahas makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. 3) Mengikuti seminar / lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan a) Mengikuti Seminar / lokakarya atau simposium sebagai: 1. Pemrasaran Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi.0. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Tolok Ukur : 1) Abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan yang resmi baik swasta maupun pemerintah.5. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. Bukti Fisik : Abstrak tulisan ilmiah asli atau copy yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. 213 .c. Pemberian Angka Kredit : Angka Kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. yaitu 3. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraaan/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan Peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dari penyelenggara.

c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Moderator Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. 214 . d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan.2. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. yaitu 2. 3. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. Pembahas Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan.0.

Peserta Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi.0.0. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh 215 . yaitu 2. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. 5. 4. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. (2) Sertifikat asli mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraan seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. Narasumber Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. yaitu 2.

216 . Sarjana/D IV Tolok Ukur : Gelar sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesejahteraan di luar bidang tugasnya/ selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. Tolok Ukur : a) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu ) tahun. 5) Memperoleh gelar kesarjanaan Iainnya a).0. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy atau salinan surat keputusan keanggotaan tim penilai yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. b) Ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. (2) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. 4) Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. yaitu 1. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan.5. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh : a) Dekan/ketua sekolah tinggi apabda lulusan perguruan tinggi negeri.kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran II.

2. 3 Doktor Tolok Ukur : Gelar Doktor yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang / selain bukti kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. apabila lulusan perguruan tinggi swasta.0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar yang diperolehnya. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. 217 .0. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. Pasca Sarjana Tolok Ukur : Gelar Pasca Sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang tugasnya / selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. Bukti Fisik : Foto copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan / direktur program Pasca Sarjana / rektor Perguruan tinggi apabila lulusan perguruan tinggi negeri. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan/ketua sekolah tinggi direktur program pasca sarjana apabila lulusan perguruan tinggi negeri. yaitu 5. yaitu 10. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun.0 6) Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan a).0 2. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap gelar. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. 218 . Tingkat nasional/intemasional.5. sebagai: 1. yaitu 15. Tingkat Propinsi. yaitu 0. yaitu 1.5. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. sebagai : 1. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. yaitu 0. Pembedan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. b). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun.

Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga puluh). 10 (sepuluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh) tahun yang syah. 20 (dua puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh) tahun yang syah. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam yaitu 3. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap piagam. 2.0. 219 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. 7) Memperoleh piagam penghormatan a). Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh). Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. 30 (tiga puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga putuh) tahun yang syah.35.2. yaltu 2. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi. yaitu 0. Tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya : 1.0. 3.

Bukti Fisik : Copy sertifikat pemberian gelar akademis. b) Gelar kehormatan akademis Tolok Ukur : Gelar kehormatan akademis yang sah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar. yaitu 15.0. Pemberian Angka KredIt : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam.0.Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh). 220 . yaitu 1.

memeriksa kelengkapan persyaratannya. Pengajuan DUPAK bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi / Kabupaten / Kota. Pengajuan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan kepada Sekretaris Jendral melalui Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. 221 . maka Pejabat Pengusul membubuhkan tanda tangannya pada formulir DUPAK yang bersangkutan. dan menyampaikan DUPAK beserta Iampirannya tersebut kepada Pejabat Penetap Angka Kredit. b) Bagi yang bekerja di Pusat. Apabila DUPAK dan Iampirannya telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala Bagian Kepegawaian atau Pejabat Eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Pejabat Eselon III yang membidangi administrasi kepegawaian yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. c. Tatacara Pengajuan DUPAK a. b. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala UPT yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. DUPAK yang telah diisi / dibuat oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan beserta Iampirannya disampaikan kepada Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2) Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Muda : a) Bagi yang bekerja di UPT. PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT A. Pengajuan DUPAK Iingkup Departemen Kehutanan sebagai berikut: 1) Penyuluh Kehutanan Madya : Bagi yang bekerja di UPT dan Pusat. d. Pejabat Pengusul setelah menerima berkas DUPAK beserta Iampirannya.BAB III PENGAJUAN DUPAK.

Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) dilampiri dengan : 1) Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang meliputi : a) Persiapan penyuluhan kehutanan (contoh Iihat Lampiran VIII) disertai bukti fisiknya.e. Apabila penyampaian DUPAK beserta Iampirannya melewati batas waktu yang telah ditetapkan. dan/atau d) Pengembangan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XI) disertai bukti fisiknya. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan Terampil (contoh Iihat Lampiran VI a-c) b. dan/atau c) Pemantauan. 222 . akan dinilai pada periode penilaian angka kredit berikutnya. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran X) disertai bukti fisiknya. 2. Penyampaian DUPAK beserta Iampirannya kepada Pejabat Pengusul dan Pejabat Penetap Angka Kredit harus mengikuti tata waktu pengusulan sebagaimana tercantum dalam butir 3. dan/atau e) Pengembangan profesi (contoh lihat Lampiran XII) disertai bukti fisiknya. dan/atau b) Pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran IX) disertai bukti fisiknya. 3) Copy keputusan pengangkatan dan kepangkatan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. yaitu pada setiap bulan Januari untuk DUPAK periode JuIi sampai dengan Desember tahun sebelumnya dan bulan JuIi untuk DUPAK periode Januari sampai dengan Juni tahun yang bersangkutan. dari/atau 2) Copy ijazah / STTPL yang pemah diterima yang disahkan / dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. atau paling lama satu tahun sekali. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan AhIi (contoh lihat Lampiran VII a-c) c. Persyaratan Persyaratan pengajuan DUPAK adalah: a. dan / atau f) Penunjang penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XIII) disertai bukti fisiknya. 3. Waktu Pengajuan DUPAK Pengajuan DUPAK Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun.

dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan.4. Kepala Bidang / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Pejabat Pengusul Pejabat yang berwenang mengajukan Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah : a. 223 . c. Tim Penilai a. Pada bulan Juli untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan Oktober tahun berjalan. Waktu Penilaian Angka Kredit Penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/ Unit Kerja yang bersangkutan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Sekretaris Jendral Departemen Kehutanan. b. Pada bulan Januari untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan April tahun berjalan. Penilaian Angka Kredit 1. yaitu : a. Kepala Bagian / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. 2. b./ I Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. B.

Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di Iingkup Dinas/ Unit Kerja yang membidangi Kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi ditetapkan oleh Kepala Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. d. Tugas Pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : 1) Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya dilingkungan Departemen Kehutanan.b. dan 224 . Tugas Pokok Tim Penilai Pusat adalah : 1) Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. c. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten / Kota selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten / Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan di Kabupaten / Kota ditetapkan oleh Kepata Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. 3. b. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Tugas Tim Penilai a.

m a s i n g . Tugas pokok Tem Penilai Kabupaten / Kota adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kebupaten / Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di l i n g k u n g a n K a b u pa t e n / K o ta m a s i n g . dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau Pejabat Eselon II di propinsi yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). 4. Susunan Keanggotaan Tim Penilai a. Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di propinsi yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan propinsi masingmasing. Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : 1) Seorang Ketua merangkap anggota 2) Seorang Wakil ketua merangkap anggota 3) Seorang Sekretaris merangkap anggota 4) Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota 225 . d.2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). c. d a n 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten / Kota yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1).

2) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) kali masa jabatan berturut-turut dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) kali masa jabatan. 3) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan atau pensiun. dibentuk 226 .b. Syarat Dan Masa Jabatan Keanggotaan Tim Penilai a. Apabila Tim Penilai Propinisi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. maka ketua Tim Penilai dapat mengusulkan pengganti anggota Tim Penilai dimaksud kepada pejabat yang bewenang menetapkan Tim Penilai. Sekretariat Tim Penilai a. 3) Dapat aktif melakukan penilaian. harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Jabatan / pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. 6. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupateri / Kota lain yang terdekat. Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai 1) Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. maka Tim Penilai dapat diangkat dan Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. b. Apabila Tim Penilai Kabupaten / Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. Syarat Keanggotaan Tim Penilai Untuk dapat diangkat sebagai anggota Tim Penilai. Apabila jumlah Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas tidak dapat dipenuhi dan Penyuluh Kehutanan. 2) Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. 5. d. atau kepada Tim Penilai di lingkungari Departemen Kehutanan. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. c.

Untuk menjamin obyektivitas penilaian angka kredit. b. Hasil Penilaian Angka Kredit (WILPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk ditandatangani oleh para pejabat yang bersangkutan. diproses oleh Sekretariat Tim Penilai untuk dicatat dan diperiksa kelengkapannya kemudian dilaporkan kepada Ketua Tim Penilai angka kredit untuk dinilai. e. Berkas DUPAK beserta lampiran bukti/dokumen yang diterima oleh Tim Penilai. 6) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim Penilai dalam rangka pelaksanaan penilaian. 2) Menyampaikan DUPAK untuk penilaian kepada Ketua Tim Penilai melalui sekretaris Tim Penilai sesuai dengan batas waktu yang te!ah ditetapkan. Sekretariat Tim Penilai mempunyai tugas memberikan pelayanan administrasi untuk kelancaran pelaksanaan tugas Tim Penilai. 3) Menyiapkan undangan rapat penilaian angka kredit. c. d. Tata Cara Penilaian Penilaian angka kredit dilakukan dengan tatacara sebagai berikut : a. maka setiap berkas DUPAK dinilai oleh 2 (dua) anggota Tim Penilai. sebagai berikut : 1) Menerima dan mencatat Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Penyuluh Kehutanan yang diterima. c. 7. Tim Penilai mengadakan rapat pembahasan hasil penilaian tersebut. Setelah semua DUPAK dilakukan penilaian. Rapat pembahasan hasil penilaian angka kredit (rapat Tim Penilai) 227 .b. dan memeriksa dengan seksama kelengkapan lampiran DUPAKnya. Sekretariat Tim Penilai dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai dengan anggota yang secara fungsional menangani administrasi kepegawaian dan atau pelayanan Penyuluh Kehutanan. 5) Memproses hasil penilaian angka kredit oleh Tim Penilai dalam bentuk Rekapitulasi Penilaian Angka Kredit (REPAK). Anggota Tim Penilai yang ditugaskan melakukan penilaian sebagaimana dimaksud butir b. sekretariat Tim Penilai yang ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. Ketua Tim Penilai menugaskan seluruh anggota Tim Penilai untuk melakukan penilai terhadap seluruh berkas DUPAK. melakukan penilaiani secara sendirisendiri. 4) Menyiapkan bahan laporan dan berita acara hasil rapat Tim Penilai. f.

m. l. Rapat dipimpin oleh ketua Tim Penilai. maka Ketua Tim Penilai dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli sesuai keperluan. maka yang bersangkutan tidak boleh hadir dalam rapat Tim Penilai dan Ketua dapat menunjuk anggota tim pengganti. Apabila DUPAK yang dinilai berasal dari anggota Tim Penilai.dianggap sah apabila dihadiri oleh paling sedikit % (tiga per empat) dari seluruh anggota Tim Penilai. g. maka ketua tim menuangkan hasil penilaian dalam formulir Penetapan Angka Kredit (PAK) dengan menggunakan formulir seperti contoh pada Lampiran XV. 228 . i. apabila berhalangan dapat dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Penilai dan apabila wakil ketua berhalangan. 2) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. Hasil penilaian angka kredit yang dituangkan dalam formulir PAK tersebut dibuat sekurang-kurangnya rangkap 3 (tiga) dan diserahkan oleh Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. maka rapat dapat dipimpin oleh Sekretaris Tim Penilai. h. maka ketua tim memberitahukan hasil penilaian kepada pejabat pengusul dengan menggunakan formulir hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) seperti contoh pada Lampiran XIV. j. Hasil penilaian terakhir adalah niliai rata-rata dari hasil penilaian 2 (dua) orang penilai yang bersangkutan. selanjutnya diproses sebagai berikut: 1) Bagi Penyuluh Kehutanan yang belum mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. maka nilai atau angka kredit yang diberikan kepada penyuluh kehutanan yang bersangkutan dapat diproses lebih lanjut untuk penetapan angka kredit. k. Apabila di dalam penilaian DUPAK terdapat unsur-unsur yang dinilai memerlukan keterangan / klarifikasi dan para ahli. Apabila seluruh anggota Tim Penilai yang hadir dapat menerirna hasil penilaian. Hasil penilaian yang telah disetujui oleh anggota Tim Penilai dalam rapat tim. 3) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai batas pangkat maksimal (III/d untuk Penyuluh Kehutanan Terampil dan IV/c untuk Penyuluh Kehutanan Ahli) tetap dilakukan penilaian angka kredit sesuai DUPAK yang diusulkan menurut ketentuan dan hasil PAK nya disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.

c. b. maka Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau di bawah Jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Berkat usulan Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan oleh 2. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan penyelenggaraan kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di kabupaten / kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. Pejabat Penetapan Angka Kredit Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit.8. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. d. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sama dengan angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Propinsi yang bersangkutan. Ketentuan Lain Apabila pada suatu Unit Kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan Jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugasnya. b. C. 229 . adalah: a. Penetapan Angka Kredit 1. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Tatacara Penetapan Angka Kredit a. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan.

3) Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). maka hasil penilaian tersebut ditetapkan sebagai Penetapan Angka Kredit (PAK) d a n p e n e ta pa n n y a t i d a k d a pa t d i a j u k a n k e b e r a ta n . PAK yang telah ditetapkan. 2) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). 4) Pejabat lain yang dipandang perlu (tembusan). oleh Sekretariat Tim Penilai diteruskan kepada : 1) Kepala BKN / Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan (asli). 230 . Dengan ditandatanganinya hasil penilaian angka kredit. Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. c. 5) Arsip Tim Penilai yang bersangkutan.b.

231 .BAB IV PENGANGKATAN DALAM JABATAN A. Persyaratan a. Menteri Kehutanan. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus.l. c. Gubernur atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. golongan ruang Il/b. Pengangkatan Pertama Kali 1. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. Bupati/Walikota atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. d. b. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma Ill. 2.

Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit.4) b. pangkat Pengatur Muda Tingkat I golongan Il/b. pangkat Penata Muda golongan II/a. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah 232 . 3. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan lI/b dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana dengan angka kredit sebesar 72. golongan ruang Ill/a. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 4) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya benilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Ketentuan lain tentang pengangkatan pertama kali a. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah bidang pertanian (nilai angka kredit 60). 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. Saudara lr. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. b. pendidikan terakhir Sarjana Kehutanan. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat pertama kali ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama lainnya.Joko. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 160 jam (nilai angka kredit : 2) dan unsur utama lain (nilai angka kredit: 10). Contoh pengangkatan pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan : Saudari Sari. sehingga jika dijumlahkan sebesar 72 Dengan demikian. pendidikan terakhir Diploma Ill Pertanian.

Dengan demikian. 233 . Tatacara pelaksanaan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan a. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang 2. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 200 jam (nilai angka kredit: 3) dan unsur utama lain (nilai angka kredit : 25). Perpindahan Jabatan 1. 4. sehingga jika dijumlahkan sebesar 103. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan II/a dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama dengan angka kredit sebesar 103. b. b.bidang kehutanan (nilai angka kredit : 75). Keputusan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan sebagaimana contoh Lampiran XVI. Persyaratan a. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Tatacara pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat / Propinsi / Kabupaten / Kota yang bersangkutan. c. B.

Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. golongan ruang Il/b. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. golongan ruang Ill/a. b. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. Ketentuan lain tentang perpindahan jabatan a. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus.akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma III. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 3.I. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. 3) Telah mengikuti dan Iulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat dari jabatan lain ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama Iainnya. 234 . 5) Berusia setinggi-tingginya 5 ( lima ) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. b.

b. Pangkat dan golongan ruang Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan ruang berdasarkan Keputusan pangkat terakhir yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan disesuaikan dari jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang lama ke dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang baru sesuai lampiran Lampiran XVIII. Tata cara pelaksanaan pengangkatan dan jabatan lain a. Tatacara pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat/ Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. c. Penyesuaian Jabatan 1. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Iingkungan Departemen Kehutanan. Pejabat yang berwenang menetapkan penyesuaian jabatan adalah: a. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jabatan lama ke dalam jabatan baru mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2003 sampai dengan 31 Maret 2004. 4. Keputusan pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan sebagaimana contoh Lampiran XVII. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dengan format sebagaimana Contoh Lampiran XIX. didasarkan pada jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. 5. 235 . 6. Penetapan jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jenjang jabatan lama ke dalam jenjang jabatan baru sebagaimana tersebut dalam angka 1. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. b. C.4. 3. 2.

b. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. 2. 236 . Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. 3. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan jabatan a. c. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan adalah: a. b. c. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. Kenaikan Jabatan 1. Persyaratan Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan/penyuluhan kehutanan di lingkup Kabupaten/ Kota y a n g b e r s a n g k u ta n s e s u a i k e t e n t u a n y a n g b e r l a k u .BAB V KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT A. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran III dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 dengan ketentuan: 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. b. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir.

d. 4) Copy DP-3 satu tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dengan melengkapi berkas yang dipersyaratkan yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli. 2) Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat AhIi. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja pada Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. 3) PAK terakhir asli. Tata cara pelaksanaan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan a. dan selanjutnya dikirim kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan.c. 3) Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan yang akan didudukinya. dengan ketentuan: 1) ljazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. kehutanan atau yang serumpun. 2) Copy SK jabatan fungsional terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 237 . Penyuluh Kehutanan yang diangkat dalam jenjang Jabatan yang lebih tinggi wajib mengikuti diklat peningkatan profesi yang akan diatur Iebih lanjut dengan Keputusan tersendiri. dengan ketentuan pelaksanaan diklat peningkatan profesi tersebut secara efektif dilaksanakan setelah 2 (dua) tahun sejak Keputusan ini ditetapkan. 2) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / unit kerja pada Propinsi yang bersangkutan. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan berikutnya. 4. yaitu bidang penyuluhan.

238 . dan b. Keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (asli) melalui pimpinan unit kerjanya. selanjutnya memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditetapkan. adalah: a. kemudian menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan kepada: 1) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk lingkup Departemen Kehutanan. Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan Propinsi / Kabupaten / Kota. Pejabat-pejabat tersebut pada huruf a di atas setelah menerima berkas usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. Persyaratan Kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. 3) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk untuk lingkup Kabupaten/Kota. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi: c. Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. 2. B. c. selanjutnya pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas menerbitkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. bagi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c di lingkungan Departemen Kehutanan. Apabila usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan telah memenuhi persyaratan.b. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Kenaikan Pangkat 1. 2) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk untuk Iingkup Propinsi. d.

golongan ruang lI/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang lII/d di lingkungan Departemen Kehutanan. 3) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang IV/b di Iingkungan Kabupaten/ Kota dalam Propinsi yang bersangkutan. d. 239 . golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. bagi : 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. dan 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang lII/d di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan ruang Il/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda tingkat I. golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN.b. golongan ruang IV/b di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang IV/b di lingkungan Departemen Kehutanan. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dari Penyuluh c.

Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. 5) Mengikuti dan lulus ujian penyesuaian kenaikan pangkat. golongan ruang II /b untuk menjadi Pengatur golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. b. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Penyuluh Kehutanan yang menduduki pangkat Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d ke bawah yang memperoleh ijazah S1/D-IV dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya sebagai penyesuaian ijazah dengan ketentuan : 1) Kualifikasi ijazah harus sesuai dengan tugas pokoknya. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan pangkat a. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. 4) Sekurang-kurangnya memenuhi jumlah angka kredit kumulatif minimal yang ditentukan untuk pangkat Penata Muda. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. 3. 2) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. golongan Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Tingkat AhIi mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda.2) Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran Ill dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara N o m o r 1 3 0 / K E P / M . 3) Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 d e n g a n k e t e n t u a n : 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. 240 . c. golongan ruang Ill/a.

3) Copy surat keputusan pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 6) Daftar Riwayat Pekerjaan.4. 4) Copy DP3 dua tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 241 . selanjutnya menyampaikan kepada Instansi induk masing-masing untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. 2) PAK (asli) terakhir. Tata cara usulan kenaikan pangkat Pimpinan unit kerja yang bersangkutan setelah melengkapi usul kenaikan pangkat yang terdiri dari: 1) Copy Kartu Pegawai. 5) Daftar Riwayat Hidup (bagi yang pindah golongan).

b) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang lI/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Penyelia. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Madya. 2. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. a) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di Iingkup Departemen Kehutanan. pangkat Pembina Tingkat I. pangkat Penata Muda. golongan ruang IV/c. golongan ruang IV/b. golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. b.BAB VI PEMBEBASAN SEMENTARA. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN A. pangkat Penata. pangkat Penata Tingkat I. 242 . Pembebasan Sementara dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. c) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang III/d. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pembebasan sementara penyuluh Kehutanan adalah. c. pangkat Pembina Utama Muda. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Alasan pembebasan sementara Penyuluh Kehutanan dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: a.

atau Sedang menjalankan tugas belajar Iebih dari 6 (enam) bulan dibedakan dengan lzin belajar. 3. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah dari unsur pendidikan. b dan c di atas didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan oleh Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan. Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a. 3) Copy Surat/SK Penugasan di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan atau. f. 4. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf d di atas. b. d. 243 . 4) Copy SK tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan atau. 6) Copy SK cuti di luar tanggungan negara atau. Ketentuan lain a. kegiatan yang dilakukan selama dibebaskan sementara tidak dapat dinilai angka kreditnya. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pembebasan sementara yang terdiri dari : 1) Copy SK pangkat terakhir 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir dan. 5) Copy SK hukuman disiplin atau. h. e. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf e dan f di atas. g. pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf h di atas. c. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah ijazah pendidikan yang bersangkutan. b. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf g di atas. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. atau Cuti di luar tanggungan negara.d. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap melaksanakan tugas pokoknya tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. Tatacara Penetapan Pembebasan Sementara a. atau Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Penyuluh Kehutanan.

mengajukan usul pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada huruf b butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di lingkup Departemen Kehutanan. 4) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Pengangkatan Kembali 1. B. 2) Sekretaris Direktorat Jenderal/Badan Iingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. 244 . b. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampiran XX. c. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali Penyuluh Kehutanan adalah: a. d. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan c.7) Copy SK pemberhentian sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan.

Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada butir A angka 2 huruf a. Penyuluh Kehutanan yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dari tingkat berat berupa penurunan pangkat. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana pencobaan. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani hukuman disiplin. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani cuti. atau 5) Surat keterangan selesai melaksanakan tugas belajar. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan 3. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir. b dan c diangkat kembali setelah yang bersangkutan memenuhi angka kredit minimal yang dipersyaratkan. Pensyaratan pengangkatan kembali a. e. atau 8) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang selesai menjalani cuti di luar tanggungan negara. b. Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 245 . Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. 3) Copy PAK terakhir. atau 7) Surat keterangan selesai menjalani hukuman disiplin. d. atau 6) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang diberhentikan sementara dari PNS. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementana berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. 4) Copy Surat/ SK Pemberhentian dan jabatan struktural/jabatan fungsional lain di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. Tata cara penetapan pengangkatan kembali sebagai Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pengangkatan kembali yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir. f. Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan.2. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. c.

Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang III/d dari jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Muda. jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. Ir. lr. Agus. 246 . Ir. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diporoleh selama yang bersangkutan tidak menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan. Dalam hal yang demikian. golongan ruang Ill/c dengan angka kredit sebesar 210 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan.2) 3) 4) 5) 6) yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. Contoh dalam memproses Pengangkatan Kembali: Sdr. Ketentuan lain Pegawai Negeni Sipil yang diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a sampai dengan f. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang III/d dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 25. Agus menjadi sebesar 235 (210 + 25). Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan di Iingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. sehingga PAK terakhir Sdr. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. Agus. pangkat yang digunakan adalah Penata Tingkat I. mengajukan usul pembebasan sementara dan jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampinan XXI. 4. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada angka 3 butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. Sekretaris Direktorat Jenderal/ Badan lingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan.

dilakukan apabila yang bersangkutan: a. Alasan pemberhentian Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari jabatan Penyuluh Kehutanan. sehingga PAK terakhir Sdri. Anita. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil dengan tingkat hukuman disiplin berat dan telah memipunyai kekuatan hukum yang tetap. Anita menjadi sebesar 180 (160 + 20). bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wiiayah Propinsi yang bersangkutan. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. pangkat yang digunakan adalah Penata. jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda Tingkat I. Pemberhentian dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. Anita. goIongan ruang Ill/b dengan angka kredit sebesar 160 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. b. d. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. 247 . Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Menteri Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang Ill/c dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 20. Ir. Ir. Dalam hal yang demikian. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan adalah: a. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. golongan ruang Ill/c dan jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama. atau 2. lr. c. C.Sdri.

golongan ruang lV/c dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda tingkat I golongan ruang Il/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. dan 3) Copy keputusan hukuman disiplin. 3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. Tatacara penetapan pemberhentian dan jabatan Penyuluh Kehutanan a. 2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I.b. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan mengusulkan bahwa Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan telah memenuhi ketentuan untuk diberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut dalam butir 2 di atas. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. 2) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Usul pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut selanjutnya disampaikan kepada: 1) Menteri Kehutanan. golongan ruang lll/d dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Departemen Kehutanan. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. atau 4) Penetapan Angka Kredit (PAK) terakhir. b. 4) Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan 248 . dan 2) Copy keputusan jabatan Penyuluh Kehutanan terakhir. 3) Gubernur atau pejabat Iain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. dilampiri dengan: 1) Copy keputusan pangkat terakhir. 3. Tidak dapat memenuhi angka kredit yang ditentukan.

d. Keputusan tersebut disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas selanjutnya memproses usul pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan dan menetapkannya dalam suatu keputusan sesuai ketentuan yang berlaku dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh Lampiran XXII.perundangan yang berlaku. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/kota yang bersangkutan. 249 . c.

Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan sampai dengan masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan setelah masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan. 250 .PAN/12/2002. 2.

Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. Penyuluh Kehutanan yang sedang dibebaskan sementara karena : a. Cuti diluar tanggungan negara. atau c. 2. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. dan f.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN 1. Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. d. MUHAMMAD PRAKOSA 251 . antara lain melakukan: a. e. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. c. b. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat (kecuali pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil). Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan mendapatkan hak-hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. mencapai batas usia pensiun Pegawai Negeri Sipil. Fasilitasi penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN 3. b. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. Dilugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan.

. .…....……........ : ………………………...... : ………………………... 6..........…………. 2...………….……………. / ……........ ...... .…………….... .... : ……………………….. . Peserta Hasil Kegiatan : …………...... : ………………………..….. / …….. : ………………………... ....... ………….……. Pangkat / Golongan c.... : ……………………….. ..……………..... ...CONTOH LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN…………………………………… 1.….... Nama dan NIP b.....….... Unit Kerja Dasar Pelaksanaan Nama Kegiatan Tujuan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan a.. 3...….. 5...…........….. . ……………………….…. 252 .. : ………………………....……………..........…. .........…..... Tempat/ Lokasi c. ..... ………………………. : ……………………….... : ………………………... 4....……………. Waktu Pelaksanaan b.……………. Jabatan d.. ……………………….......…. : ……………………….. tanggal ………….........…………….......…. ...……………..........…...……………... : …………...…………….….………...……………...…………….....……………. ...…………….....…... ………………………..........…...... Mengetahui (Pimpinan Unit Kerja) (Penyuluh Kehutanan ybs) Catatan: Laporan hasil pekerjaan dilampirkan dengan identitas penyusunnya.……….. ..... Penyuluh Kehutanan a.................

..……………........ …………… tanggal………...............….........……............. : ……………………....……/ …….…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ................……………………………………………........ : ……………………...……. Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.. …………………………………………………………...…………...........……....sebagai……..…………………… 253 ....di………..........……………………... pada tanggal ………….............. : ………………..……………....…………………………………………….... Telah melakukan kegiatan…………………………………....………………................ dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………………. …………………………………..CONTOH SURAT KETERANGAN KEIKUTSERTAAN DALAM KEPANITIAAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara………...………….....……/ …………..……......

……............... pameran. : ……………………..……......... jam pada tanggal ………….................... ……………………………………………………... membimbing penyuluh kehutanan) selama……....………/ ………….… di……………..…………………… Catatan: Kegiatan mengajar / kursus.. pramuwicara.…………….................…………………………........…......………………………….. dsb agar dicantumkah jumlah jam pelajarannya....... (mengajar / memadu kursus tani / sekolah lapangan... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.. …………… tanggal……….......... Telah melakukan kegiatan…………………………...………………/ …………... : ……………………..…….……………………. dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ……………...... : ……............... 254 .....CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI INSTRUKTUR/ PEMBIMBING LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara………………………….....…………..…… Ketua Panitia/ Penyelenggara .......

………………..............................……………………………………….....…………... di ……………... PENYAJI DAN NARASUMBER LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……………. …………… tanggal………... Telah bertindak sebagai pembicara ( pembahas / moderator / penyaji / narasumber) (terlampir) dalam ……………………………….............CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI PEMBAHAS..…………………….……………………… Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.…/ ………...............…………/ …….. ………………………………………..........……………………......………. pada tanggal …………………......... Dengan judul ……………………………………...... : ……………………. : …………………...……………………………………….. : ……………………........…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ....………......…………………… 255 ......... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………….. MODERATOR.....……….......

........ …………… tanggal……….................. : …………………….....……….......... : …………………...………..………………............... : …………………........…………/ ……......………................…/ ………...…… Pimpinan Unit Kerja / Pejabat Yang Ditunjuk 256 .…………/ ……...…………... : ……………………....CONTOH SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………….………. Telah melakukan kegiatan ......... di ....................................................…………...........………. : ……………………......………................... Menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………….....………………......................................…/ ………................................. Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya..... yang dilaksanakan pada tanggal ... : …………………….......

...80 jam JUMLAH I 257 .......... D II B. Lamanya antara 30 . Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. Sarjana Muda/ D III 2.160 jam 6... 6. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A... 3.. 7... Unit Kerja : 1.. Lamanya lebih dari 960 jam 2. 2... 8.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LAMPIRAN VIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA NOMOR : Masa penilaian..480 jam 5. Lamanya antara 161 . NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1... 9.. Lamanya antara 81 ....... 4.... s/d .. Lamanya antara 641 .. tanggal ..640 jam 4...960 jam 3. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10... Lamanya antara 481 .... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1...... 5..

Melaksanakan temu lapang. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja 2. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Flipchart c. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. 4. 2. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. Kelompok sasaran lain C. 9. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/kecamatan. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/menumbuhkan kelompok sasaran. 10. Perorangan b. 7. Kelompok sasaran 2. B. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Chart/Gambar B. 6. Anggota kelompok sasaran b. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) 3. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 5. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran. 3. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 258 . Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan C. 2. 8. Foto b. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan.

Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 4.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. 1. 2. Menyampaikan prasarana berupa tinjauan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. B. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. PEMANTAUAN. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Dalam bentuk buku. b. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 2. PENGEMBANGAN PROFESI A. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam bentuk majalah. JUMLAH IV V. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. JUMLAH V 259 . 3. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. D. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. b. C. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. b.

Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Anggota aktif. b. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. sebagai : a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Narasumber. 10 (sepuluh) tahun. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Peserta. b. Anggota aktif. 5. b. G. 2. Dalam bentuk makalah. 2. Memperoleh piagam kehormatan 1. D. Gelar kehormatan akademis. Sarjana Muda/Diploma III 3. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. C. Tingkat Propinsi. Moderator. Pengurus aktif. Dalam bentuk buku. 4. 2. b. sebagai: 1. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Pengurus aktif.1 2 3 4 5 6 7 8 UNSUR PENUNJANG VI. Pembahas. E. B. Sarjana/Diploma IV F. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. 3. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. JUMLAH VI 260 . 1. Diploma II 2. c. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. b. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 3. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 20 (dua puluh) tahun. Pemrasaran. 30 (tiga puluh) tahun.

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 261 .

.................................... 2.... Tanggal ................. Pejabat Pengusul ( ............. Ketua Tim Penilai ( ....... Pejabat Penilai ( .......... 262 ............. ) NIP.... Catatan Pejabat Penilai ........... ..... 3... 4.............. Catatan Tim Penilai ........... Tanggal ................... ) NIP..... Dst ...1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.... ) NIP........... Tanggal ..............................................

D II B... 5...........640 jam 4. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. 3.. Unit Kerja : 1. Lamanya antara 481 . UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A........ Lamanya antara 161 ... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.. Lamanya antara 641 . KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN LAMPIRAN VIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN NOMOR : Masa penilaian... 4. Lamanya antara 81 .160 jam 6.. Sarjana Muda/ D III 2. s/d ...... 6..... 7. 8. tanggal .. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.80 jam JUMLAH 263 .... 2. Lamanya lebih dari 960 jam 2.....960 jam 3. Lamanya antara 30 ...... 9....480 jam 5.

2. 9. 4. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. 4. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruktur/pembimbing) tingkat kabupaten/kota. Merekaputulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Kelompok sasaran 2. 2. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja 2. 6. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 3. Melakukan temu usaha. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi : a. B. Selebaran/ pamflet c. 2. 7.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba 3. 6. Leaflet/folder d. Maket g. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat kabupaten/kota. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan 5. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. Sebagai narasumber 5. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. 8. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Anggota kelompok sasaran b. Poster e. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat kabupaten/kota. Brosur/booklet (min 1000 kata) f. Mengolah data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. C. Seri foto b. 3 4 5 6 7 8 III 264 . Specimen B. Sebagai moderator b.

b. b. B. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 12. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat kabupaten/kota.1 2 10. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Dalam bentuk majalah. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 265 . Perorangan b. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Kelompok sasaran lain 13. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. 6. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. 5. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. b. 4. 11. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang C. Dalam bentuk buku. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. D. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan lanjut sampai madya. JUMLAH III PEMANTAUAN. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. C. V. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 2. Mengolah data hasil pemantauan/pengendalian 3. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. 1. 2. 4. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota.

............ Pejabat Penilai ( ....... Dst . 4........... Catatan Tim Penilai . 266 ....... Tanggal ..... 3....................... Pejabat Pengusul ( ................................ ) NIP.. Catatan Pejabat Penilai .............. Tanggal .... Ketua Tim Penilai ( ......1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.... ........... ) NIP.............................................. Tanggal ..... ) NIP...................... 2.......................

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 267 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

............................................ ..... 3..................... ) NIP... Pejabat Penilai ( ... Catatan Pejabat Penilai ..... Tanggal .................. Tanggal .1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1....... 268 .... Ketua Tim Penilai ( ............. Catatan Tim Penilai ............ ) NIP......................... 2...... Dst ...... Tanggal ..... 4....................... Pejabat Pengusul ( .............. ) NIP.....................

.. 9. 7.. 6.... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.....CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA LAMPIRAN VIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA NOMOR : Masa penilaian.. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.. s/d .... 5.480 jam 5..... Lamanya antara 81 ... tanggal .160 jam 6...960 jam 3... Lamanya antara 161 ..... 8. Unit Kerja : 1. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. Lamanya antara 481 .. Sarjana Muda/ D III 2...... Lamanya antara 30 ....80 jam JUMLAH I 269 . KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. D II B... Lamanya lebih dari 960 jam 2. 2.....640 jam 4... 3.... Lamanya antara 641 . 4...

2. Selebaran/pamflet d. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi. 6. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat propinsi. B. Menyusun rencana identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. D. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. 7. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat propinsi. 4. 8. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat/agama. Brosur/booklet g. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. 4. Menganalisis data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 5. Slide b. Diorama h. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat propinsi. Model i. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada tokoh masyarakat/agama. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat propinsi. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. 2. Mock up B. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. 3. 3 4 5 6 7 8 III 270 . Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). 3. Poster f. Kelompok sasaran 2.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Anggota kelompok sasaran b. C. 1. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Siaran sandiwara di radio/TV c. 2. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. Leaflet/folder e. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a.

b. Menyusun kurikulum kegiatan bimbingan teknis/kurus kepada kelompok sasaran. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. JUMLAH III PEMANTAUAN. Dalam bentuk majalah.1 2 9. b. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. C. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 1. b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. 2. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. 271 . Memberikan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan/pengendalian. C. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. V. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. D. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 3. 2. 4. 2. 5. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Melaksanakan penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. 4. Dalam bentuk buku. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Mengolah. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. 2. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. B.

Memperoleh piagam kehormatan 1. 20 (dua puluh) tahun. 2. 30 (tiga puluh) tahun. Tingkat Propinsi. 1. c. b. Dalam bentuk buku. 3. C. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. b. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Anggota aktif. Sarjana/Diploma IV F. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. G. 2. JUMLAH VI 272 . Pengurus aktif. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Diploma II 2. 2. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Anggota aktif. Gelar kehormatan akademis. Pembahas. 4. E. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. D. sebagai: 1. 3. Peserta. Narasumber. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: a. b. Pengurus aktif. Moderator. Pemrasaran. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. sebagai : a. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. 5. b. b. Sarjana Muda/Diploma III 3.1 2 3 4 5 6 7 8 B. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. 10 (sepuluh) tahun. Dalam bentuk makalah.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG 273 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

....................... Pejabat Penilai ( ......................... ) NIP.. Catatan Tim Penilai .................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.. Tanggal ...................... Ketua Tim Penilai ( ....... Dst ................. Catatan Pejabat Penilai ..... . Tanggal ......................... 4................... ) NIP....... 274 ........ ) NIP................. Pejabat Pengusul ( ............. 2......... 3...... Tanggal ...........

.. tanggal . Lamanya antara 161 . 3..80 jam JUMLAH I 275 .. Lamanya antara 30 ..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA LAMPIRAN VIIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA NOMOR : Masa penilaian. Doktor 2.. 2.. Lamanya antara 81 . Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.. Sarjana / D IV B......... 8..640 jam 4... Lamanya antara 641 .. 7...... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1...... 5. Pasca Sarjana 3. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.. s/d ... Unit Kerja : 1.960 jam 3. 4.480 jam 5.... Lamanya antara 481 .. Lamanya lebih dari 960 jam 2. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.. 9...160 jam 6. 6.........

Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Leaflet/folder f. Brosur/booklet B. b. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 276 . B. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai jenjang jabatan D. Tingkat propinsi. 3. Melakukan temu karya kepada Pemda. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. OHP transparan c. Kelompok sasaran lain C. LSM. Seri slide d. 6. 2. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Bulletin board (papan buletin) b. Perorangan b. Poster g. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. 5. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Menyusun instrument dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. C. Tingkat nasional. Sebagai pembicara/penyaji dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan : a. Selebaran/pamflet e. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat nasional. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa gabungan kelompok / asosiasi. 4. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. 2.

Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. 1. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. materi. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. PEMANTAUAN. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. Dalam bentuk buku.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 3. 2. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. C. dan Alat Baru Penyuluhan Kehutanan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Pengembangan Aspek Teknik. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 4. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 2. 3. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Dalam bentuk majalah. JUMLAH V VI. 2. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Materi. PENGEMBANGAN PROFESI A. Metodologi. b. B. b. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 4. Menyusun metode/teknik pemantauan/pengendalian. b. B. 4. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 277 . Sarana. 1. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. JUMLAH IV V. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional.

2. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. c. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Anggota aktif. Pengurus aktif. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Narasumber. Moderator. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. D. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Gelar kehormatan akademis. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. B. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. b. b. 4. 3. 10 (sepuluh) tahun. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. b. Dalam bentuk buku. Sarjana Muda/Diploma III 3. sebagai : a. 20 (dua puluh) tahun. Tingkat Propinsi. 5. 3. sebagai: 1. Anggota aktif. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. E. Pembahas. JUMLAH VII 278 . b. Diploma II 2. Dalam bentuk makalah. Pemrasaran. G. 2. C. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Sarjana/Diploma IV F. 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 30 (tiga puluh) tahun. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. b. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Pengurus aktif. Memperoleh piagam kehormatan 1.1 2 3 4 5 6 7 8 D. Peserta. 2.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 279 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

.. Pejabat Pengusul ( ................................ ) NIP................................ Tanggal .. 4.............1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1......... 280 ................. Catatan Tim Penilai ... Pejabat Penilai ( ... Tanggal ........ Ketua Tim Penilai ( ............................................. Tanggal ........ 3. Dst ....... 2... .................... ) NIP.......... Catatan Pejabat Penilai ... ) NIP..................

.... 3. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. Lamanya antara 481 ...... Lamanya antara 30 .. Doktor 2.. 4. Lamanya lebih dari 960 jam 2.. 2. 9... Pasca Sarjana 3...... 5.. Sarjana / D IV B....480 jam 5. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.. s/d . NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1....960 jam 3....80 jam JUMLAH I 281 .. 8....... Lamanya antara 641 .160 jam 6. Lamanya antara 161 ...... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. 6.... Unit Kerja : 1..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MUDA LAMPIRAN VIIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MUDA NOMOR : Masa penilaian..... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.640 jam 4. Lamanya antara 81 . tanggal .. 7.

Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. 3. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat nasional. Perorangan b. Menyusun pedoman penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum) 2. 2. Video c. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. B. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 4. Menyusun materi kursus dalam kegiatan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran. Brosur/ Booklet B. 3. Sebagai sutradara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Poster g. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. Selebaran/ pamflet e. 5. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Sound slide b. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karyawisata kepada Perguruan Tinggi. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. Membuat desain kaji terap teknologi anjuran/ uji coba. Siaran radio/ TV d. Menganalisa data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. 8. C. 7. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 282 . cendekiawan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Kelompok sasaran lain 9. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Leaflet/ folder f. 6. pemerintah pusat. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1.

Pengembangan Aspek Teknik. b. b. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b. Materi. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. B. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. 1. 2. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. 3. Dalam bentuk buku. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. JUMLAH V PENGEMBANGAN PROFESI A. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. materi. 1. 2 PEMANTAUAN. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. VI. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 3. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 4. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1.1 IV. 2. 283 . Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Dalam bentuk majalah. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. B. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 4. Sarana. 6. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 3 4 5 6 7 8 V. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 4. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 5. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Metodologi. 2.

2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Moderator. Pengurus aktif. 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 4. 5. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. 3. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Tingkat Propinsi. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. b. D. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. b. Dalam bentuk makalah. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Sarjana/Diploma IV F. b. Pembahas. Peserta. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 3. b. sebagai : a. Dalam bentuk buku. Anggota aktif. 2. D. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Pengurus aktif. 2. E. Gelar kehormatan akademis. sebagai: 1. C. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. 20 (dua puluh) tahun. Narasumber. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. 2. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. Diploma II 2. G. 10 (sepuluh) tahun. c. 30 (tiga puluh) tahun.1 2 3 4 5 6 7 8 C. Anggota aktif. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b. JUMLAH VII 284 . Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Sarjana Muda/Diploma III 3. Pemrasaran. Memperoleh piagam kehormatan 1. B.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 285 .1 2 3 4 5 6 7 8 VIII.

.......................... ) NIP................. 3........................... Dst ..... Catatan Tim Penilai . 286 ....... Pejabat Pengusul ( .... ) NIP..1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1............ Catatan Pejabat Penilai ............................. 4............. Tanggal ................................ ............... ) NIP........................ Tanggal ..... Tanggal ........... Ketua Tim Penilai ( . 2... Pejabat Penilai ( ..

.80 jam JUMLAH I 287 .. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A...... 7.. Lamanya antara 641 ....640 jam 4... 8.. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1... Unit Kerja : 1.. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MADYA LAMPIRAN VIIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MADYA NOMOR : Masa penilaian. Lamanya antara 481 ....... s/d ..... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.. tanggal . Pasca Sarjana 3.160 jam 6. Lamanya antara 81 .... Lamanya antara 161 ..... 3..... 9.. 4. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.. 5...480 jam 5. Sarjana / D IV B.. Lamanya antara 30 . Doktor 2. 2. 6.960 jam 3... Lamanya lebih dari 960 jam 2.....

Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat internasional. cendikiawan. Kelompok sasaran lain JUMLAH III PEMANTAUAN. 3. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1.1 II. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. IV. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. 2. 4. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Brosur/ Booklet B. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 2. 4. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. JUMLAH IV 3 4 5 6 7 8 III. Perorangan b. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Melakukan temu karya kepada Perguruan Tinggi. 2. 4. Poster d. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. B. 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 5. Sebagai narasumber/ pengisi acara/ diskusi/ wawancara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usha wanatani. 3. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. Selebaran/ pamflet b. 288 . Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 3. Pemerintah Pusat. Leaflet/ folder c. Sebagai penyaji dalam pendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.

1. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Pengembangan Aspek Teknik. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Sarana. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. VI. 2. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. materi. Dalam bentuk buku. JUMLAH VI 289 . Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. 4. C. 1. D. 4. b. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 2. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. 2. 3. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. B. b. Materi. Dalam bentuk majalah. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. B. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. b. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Metodologi.1 2 3 4 5 6 7 8 V.

Moderator. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Gelar kehormatan akademis. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. Pengurus aktif. Sarjana/Diploma IV F. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. sebagai: 1. 2. 5. 2. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Sarjana Muda/Diploma III 3. JUMLAH VII 290 . Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Pemrasaran. 20 (dua puluh) tahun. 3. sebagai : a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b. Anggota aktif. 4. Tingkat Propinsi. Dalam bentuk buku. b. b. Memperoleh piagam kehormatan 1. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Peserta. Anggota aktif.1 2 3 4 5 6 7 8 VII. E. Pembahas. Narasumber. D. 10 (sepuluh) tahun. c. 2. UNSUR PENUNJANG PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. 3. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. b. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk makalah. Pengurus aktif. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. G. b. 30 (tiga puluh) tahun. B. C. Diploma II 2. 2. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a.

2....... 291 ..................... 3.... Tanggal ...... ) NIP.............. 4... Catatan Pejabat Penilai ............ Pejabat Pengusul ( ......................... Tanggal ............................ ......... Ketua Tim Penilai ( ................. Pejabat Penilai ( .............. Tanggal ... Catatan Tim Penilai . ) NIP.....................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1............... ) NIP...... Dst ..............................

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

292

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

293

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

294

Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :
NO 1 1 2 3 dst. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.K 6 KET/BUKTI FISIK 7

.................., ........................ Atasan langsung,

295

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

296

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

297

........ : ..... : .......................................... : .................................. : ................................................................................................................................................................... : ..................................................................................... : ................................................................................................................................................................................................................................................... : ..... : ................................................................................................ : : ........................................................... : .................................. : ...............................................................................CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ... 298 .................................................................................................................................

.. ....... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst... Atasan langsung..... URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A..... 299 ..........Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan............K 6 KET/BUKTI FISIK 7 .

....................................................................... : ............................................................................................... : ..................................................................................................................................CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ..................................................................................................... : ............... 300 .............................. : .............................................. : ................................................ : ......................................................................................................................................................... : ............................................... : ................................................. : ................................................................................................................ : : ........................................................................ : ................

.............. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.. Atasan langsung... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya............. sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst.Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.K 6 KET/BUKTI FISIK 7 ........ 301 ...... .

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Menyatakan bahwa : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Telah melakukan kegiatan penunjang tugas Penyuluh Kehutanan, sebagai berikut : No. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. ..................., ...................... 2003 (Nama Jabatan) ........................ Kegiatan Penunjang Penyuluh Kehutanan 2 Jenis/Bentuk Kegiatan 3 Jumlah yang dinilai/Kegiatan 4 Pada/ Tempat 5 Keterangan 6

( ........................................ ) NIP

302

CONTOH HASIL PENILAIAN AK HASIL PENILAIAN ANGKA KREDIT PERIODE : ................. S/D .....................

LAMPIRAN XIV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003

Nama NIP Pangkat / Gol. Jabatan Unit Kerja
UNSUR KODE KEGIATAN 4 5 6 7 ANGKA KREDIT KODE KEGIATAN 2 UNSUR UTAMA II III Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan IV Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan V VI Pengembangan Profesi JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI) UNSUR PENUNJANG JUMLAH (VI) Total (I + II + III + IV + V + VI) VII Penunjang Penyuluhan Kehutanan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Persiapan Penyuluhan Kehutanan I PENDIDIKAN 3 SUB UNSUR USULAN PENILAIAN USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT

: : : : :

.................................................. .................................................. .................................................. .................................................. ..................................................
KETERANGAN 8

NO

1

A

B

.................., .......................................... KETUA TIM PENILAI ...........................

303

( ......................................... ) NIP. .....................................

CONTOH : PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / /

Masa Penilaian : ........................ s/d ............................
KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar / Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan Penyuluhan Kehutanan c Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan d Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan e Pengembangan Penyuluhan Kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ........ / PANGKAT .......... / TMT .......... ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan. TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu. Ditetapkan di : Pada tanggal :

304

Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ......./PANGKAT ..................../ TMT ............................. Ditetapkan di : Pada tanggal :

ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.

TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu.

305

CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XVI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

KEPUTUSAN .......................... NOMOR : ............. / ....... / .......... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................... tanggal .......................... dipandang perlu mengangkat saudara .......................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. ............................................................... ...............................................................

b. Mengingat : 1.

Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003; 6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999; 7. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002; 8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .....................................; 9. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .....................................; 10. Keputusan Menteri Kehutanan nomor .................................

306

MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....................................... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a. Nama : ................................................... b. NIP : ................................................... c. Pangkat/Gol. : ................................................... Ruang/TMT d. Unit Kerja : ....................... dari jabatan ..................... dengan angka kredit sebesar .................. (diisi dengan angka dan huruf) .................................................................................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Pada tanggal : :

KEDUA KETIGA

: :

Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. 4. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5. Pejabat lain yang dipandang perlu. *) coret yang tidak perlu.

307

/ .. b.. Mengingat : 1............ / . Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ................................................. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999.. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994.......... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002......... 5. NOMOR : ...... TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a...... 308 ...... .................... .. 3. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002..... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003............................ 6........... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.................... 9. 8... dipandang perlu mengangkat saudara ....... 4............. tanggal ............... 7.........CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MELALUI PERPINDAHAN JABATAN LAMPIRAN XVII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ........................... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ..................... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999........ Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ....... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001....... 2........................................ 10......................... Keputusan Menteri Kehutanan nomor ........

ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya...... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1............. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2. c..... dari jabatan ................................... Pangkat/Gol......... Ruang/TMT d..MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ..................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya...... 4........ NIP : .......... Nama : . 309 ........... dengan angka kredit sebesar ..... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3........... Pejabat lain yang dipandang perlu............... *) coret yang tidak perlu........................... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5......................................................... Unit Kerja : .............................................. (diisi dengan angka dan huruf) ...... : ................................... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a............ b...........................

I.< 300 300 JABATAN LAMA Ajun Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Utama Pratama Penyuluh Kehutanan Utama Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Muda JABATAN BARU Penyuluh Kehutanan Pertama PANGKAT/GOLONGAN Penata Muda III/a Penata Muda Tk. III/a Penata Muda Tk. I.< 100 100 . I.< 550 550 .< 400 400 .< 300 300 . 1 2 3 4 5 6 7 B. I. 1 2 3 4 5 6 7 .< 60 60 . III/c Penata Tk. III/b Penata III/c Penata Tk. I. III/d Pembina IV/a Pembina Tk. II/d Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan Lanjutan Penata Muda.< 200 200 .< 200 200 .310 JABATAN LAMA Asisten Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Pelaksana Pengatur. III/b Penyuluh Kehutanan Penyelia Penata.< 150 150 . IV/b Pembina Utama Muda IV/c ANGKA KREDIT 100 . I.< 150 150 .< 600 700 CONTOH TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XVIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A.< 80 80 . III/d Asisten Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Muda Ajun Penyuluh Kehutanan Madya Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Madya Pengatur Muta Tk. PENYULUH KEHUTANAN AHLI NO. PENYULUH KEHUTANAN TERAMPIL NO. II/c Pengatur Tk. I. II/b JABATAN BARU PANGKAT/GOLONGAN ANGKA KREDIT 40 .

Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890)... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22.. 4.. Ta m b a h a n L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3 8 3 9 ) . Mengingat : 2. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 43 tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. 311 . 3..........CONTOH PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XIX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) NOMOR : ....... TENTANG PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) Menimbang : bahwa yang namanya tersebut dalam Lampiran Keputusan ini memenuhi syarat untuk penyesuaian dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan angka kreditnya sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M......... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001 ( L e m b a r a n N e g a r a Ta h u n 2 0 0 1 N o m o r 4 9 ) .. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahunan 1999 Nomor 60. 1..PAN/12/2002 tanggal 3 Desember 2002..... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 11..

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 196.. Kewenangan. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departeman...... 312 ... 12.. Fungsi. sebagaimana telah diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen.... 9.. 10.... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). 11..5... Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan..PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194.. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nommor 198.... Memperhatikan : Usul Direktur/Kepala Unit Diklat Nomor ... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4014).... Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 193. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019).... Tugas. 7. 8. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 6.

...... Bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dengan diktum PERTAMA............MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ... akan diadakan perbaikan seperlunya... Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini... Menteri/Kepala LPND/Gubernur/ Bupati/Walikota *) Sekretaris Jendral / Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah *) 313 ... kepadanya diberikan tunjangan jabatan sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.... Ditetapkan di Pada tanggal : : a.n... KEDUA : KETIGA : Keputusan ini diberikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Penyuluh Kehutanan yang namanya tersebut dalam lajur 2 disesuaikan jabatannya dari jabatan lama sebagaimana tersebut dalam lajur 3 ke dalam jabatan baru sebagaimana tersebut dalam lajur 4 keputusan ini..

................... .........................PAN/12/2002.......... 4............................................................... 5....... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002............................... 6.......................................... 9............. NIP......................... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001............................................. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003............. ............... karena ......... 8....... . / ..... berdasarkan .......... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M........................ . Keputusan Menteri Kehutanan nomor ........... ...................................................... dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan.......................... ....................... pangkat/golongan ruang ....................... NOMOR : ......... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999................ b..................... jabatan .......... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ....................... Mengingat : 1........ Bahwa saudara ..... 2..................CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ................................................ TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a................................................... 7............ 314 .................... ............. 3....... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002......................................... / ...............

......................... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5.......... NIP : ...... Nama : ....... *) coret yang tidak perlu.. : ... KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1......... dari jabatan ..... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya........................ dengan angka kredit sebesar .......... Pangkat/Gol.....MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .............................. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3................................... c......... Pejabat lain yang dipandang perlu...... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2......... 315 ................ b..................................................................... Unit Kerja : ........ Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit..... 4................. (diisi dengan angka dan huruf) ........... mengangkat/mengangkat kembali Pegawai Negeri Sipil : a.......................... Ruang/TMT d................. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya......

.......... 10. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003......................... 8............ TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a..... / ................................ 316 . Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ........... dipandang perlu mengangkat kembali Saudara ... 4... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.......... 3... 5................ Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002..... 6.. / .... tanggal .. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ........................ 9.....CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ................. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001................. NOMOR : . . Mengingat : 1................................ Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999................................ Keputusan Menteri Kehutanan Nomor .......... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999............ b....... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan....... 2............. ........................................... 7............... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994.

................ Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3........... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya....................................... Unit Kerja : .......... 4.............. Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1................. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.................................... Nama : ........................... Ruang/TMT d...... c... dari jabatan ................. Pejabat lain yang dipandang perlu... 317 ....... dengan angka kredit sebesar ...MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .................. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5... : ........... NIP : .......... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.. mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2......... (diisi dengan angka dan huruf) .......................... Pangkat/Gol........... *) coret yang tidak perlu............ b........................................

....................................................... / ....... / .......................... NIP. 3......... 6. 8.... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ... 4............................... NOMOR : .. pangkat/golongan ruang ............... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002. 5.................... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994..... Mengingat : 1................ Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003............ telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor ........ 9....................... TENTANG PEMBERHENTIAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a....................................................... terhitung mulai tanggal . Keputusan Menteri Kehutanan Nomor ................... 7.................................. 318 .......... .. .......CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ... ............................ Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999....... Bahwa saudara . b....... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002......... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. jabatan ................... tanggal ........................PAN/12/2002......./dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara *)........................................... 2.............. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001........

.... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit....................MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ............. dengan angka kredit sebesar ......... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya............................... *) coret yang tidak perlu...... 319 .............. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2................ Unit Kerja : ........ : ...... Ruang/TMT d..................... NIP : .. b................... KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1...... dari jabatan ..................... (diisi dengan angka dan huruf) ....... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3.... Pangkat/Gol........................... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya............... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5..................... 4..................................................... c...... Nama : .................... Pejabat lain yang dipandang perlu... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a..................