PETUNJUK PELAKSANAAN DAN TEKNIS

JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN
DAN

ANGKA KREDITNYA

KEMENTERIAN KEHUTANAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM KEHUTANAN PUSAT PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Jakarta, 2011

KATA PENGANTAR

Ketentuan yang mengatur tenaga fungsional penyuluh kehutanan adalah Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang telah diubah melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.PAN/6/2005; Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/33/M.PAN/10/2006; dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 32 Tahun 2011. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan sangat berhubungan erat dengan petunjuk teknis dari Menteri Kehutanan. Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Kepala BKN Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Sedangkan petunjuk teknis jabatan fungsional penyuluh kehutanan mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 272/Kpts-II/2003 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Semoga buku Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dapat dijadikan p e d o m a n b a g i p e n y e l e n g g a r a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n .

Kepala Pusat

Ir. M. Ali Arsyad, M.Sc NIP. 19530511.198203.1.002

i

DAFTAR ISI
PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA I. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........... PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33/M.PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ............................................................................... PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. ........ KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ................................... KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ........................................................ PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA VII. KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. ....................................................................................... 121 - 319 Hal

1-

7

II.

9 - 12

III.

13 - 15

IV.

17 - 42

V.

43 - 68

VI.

69 - 121

ii

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIKROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.40/Menhut-II/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan, terdapat perubahan nomenklatur instansi Pembina teknis Penyuluh Kehutanan dari Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan menjadi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; bahwa dengan adanya perubahan nomenklatur tersebut berdampak pada pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga perlu dilakukan revisi, khususnya yang berkaitan dengan penilaian dan penetapan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan; bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a dan b di atas, maka perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri

b.

c.

1

Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/ M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3000) sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412); Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintahan Nomor 40 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 51. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5121); Peraturan Pemerintahan Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193);

2.

3.

4.

2

5. 6.

Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2010; Keputusan Presiden Nomor: 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006; Usul Menteri Kehutanan dengan surat Nomor: S.132/Menhut-IX/2011 tanggal 11 Maret 20011; Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor K.26-30/V.110-1115/93 tanggal 19 April 2011; MEMUTUSKAN:

7.

8. 9.

Memperhatikan :1. 2.

Menetapkan :

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 130/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA.

Pasal I Beberapa ketentuan dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/33/M.PAN/10/2006 diubah sebagai berikut:

3

selanjutnya disebut Tim Penilai Unit Kerja. pangkat Pengantur Muda Tingkat I. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. 4 . selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. d. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementrian Kehutanan. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Kepala Badan yang menangani penyuluhan kehutanan. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang IV/b dan pangkat Pembina Utama Muda. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. b. pangkat Pembina. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. pangkat Pembina. pangkat Pembina Tikat I. dan Kabupaten/Kota. Ketentuan Pasal 15. pangkat Penata Muda. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Penata Muda. pangkat Penata Tingkat I. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan bagi Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluhan Kehutanan Penyelia. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Muda. Golongan ruang III/a Pembina. dibantu oleh: a. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. pangkat Penata Tingkat I. b. (2) Dalam menjalankan tugas.1. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah: a. Provinsi. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Sekretaris Daerah Provinsi atau menunjuk pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama.

Seorang Sekretaris merangkap Anggota yang berasal dari unsur kepegawaian. unsur kepegawaian dan pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan (2) Susunan keanggotaan Tim Penilai sebagai berikut : a. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut: Pasal 16 (1) Tim Penilai Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terdiri dari unsur teknis yang membidangi penyuluhan kehutanan. 5 . Jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Sekretaris daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota. Seorang Ketua merangkap Anggota. Adalah : a. (4) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh: a. b. b. (3) Anggota tim penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d. paling kurang 2 (dua) orang berasal dari pejabat fungsional Penyuluh Kehutanan. Ketentuan Pasal 16. d. d. (5) Syarat untuk menjadi Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. c. Selanjutnya disebut Tim penilai Kabupaten /Kota. Tim Penilai Penyuluh Kehutanan Provinsi bagi Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan di provinsi. selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi. Kepala Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat . Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota. d. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan Kementerian Kehutanan untuk Tim Penilai Unit Kerja. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. 2.c. Sekretaris Daerah Provinsi atau Pejebat eselon II yang membidangi penyuluhan Kehutanan yang ditunjuk untuk Tim Penilai Provinsi. c.

pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Provinsi. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. diubah sehingga seluruhnya menjadi berbunyi sebagai berikut : Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. (8) Apabila Tim Penilai belum dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. golongan ruang IV/a di lingkungan Kementerian Kehutanan. pangkat Pembina. 6 . Pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang IV/c di lingkungan Kementerian Kehutanan. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. golongan ruang IV/b dan Pangkat Pembina Utama Muda. dan Kabupaten/Kota.b. c. 3. (7) Masa jabatan anggota Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Provinsi. Dapat aktif melakukan penilaian (6) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. c. Sekretaris Daerah Provinsi dan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota kepada Kepala Badan yang membidangi Penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan di Provinsi Kepada b. pangkat Penata Muda. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. pangkat Pembina Tingkat I. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai Unit Kerja. Pimpinan unit Kerja yang membidangi Penyuluhan Kehutanan di Kementerian Kehutanan kepada Sekretaris Badan yang membidangi penyuluhan kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Sekretaris Badan yang membidangi Penyuluhan Kehutanan. Ketentuan Pasal 19.

NE G S I ARA RA E. pangkat Penata Muda golongan raung III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. d. Pasal II Peraturan Menteri Negara Pemberdayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Pejabat yang membidangi kepegawaian setingkat eselon III pada unit kerja yang membidangi penyuluhan kehutanan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Penata Tingkat I. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 30 Mei 2011 ME E NT Menteri Negara NEG R I Pemberdayagunaan Aparatur Negara A Dan Reformasi Birokrasi. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing.E Mangindaan R A PEND A AY N DA R G UN UR R A AT K A E E F A N A PA R OR P RO SI UB MASI BI E LIK INDON 7 . pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Pembina. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang IV/a di lingkungan masing-masing. pangkat Pembina.Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat yang membidangi penyuluhan kehutanan yang ditunjuk untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana. golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama. Pangkat Pengatur Muda Tingkat I. pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Penata Muda golongan ruang III/d dan Penyuluh Kehutanan Pertama.

.

PAN/10/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041). Mengingat : 1.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. maka dipandang perlu mengubah Keputusan Menteri Pendayagunaan Apartur Negara Nomor: 130/KEP/M. khususnya untuk tingkat terampil yang di persyaratkan minimal Pendidikan Diploma III sulit dipenuhi karena adanya perubahan Institusi pendidikan. Menimbang : a. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55. sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169. b. 9 . bahwa dalam penerapan jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. NOMOR 130/KEP/M.MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/33 /M. bahwa dengan adanya perubahan institusi pendidikan sebagaimana dimaksud dalam butir a di atas.PAN/12/2002 tentang jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890).

Peraturan Pemerintah nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22. 5. 7. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547). 6. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017). 8.2. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193). sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2005(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 151). 3. Peraturan Pemerintah nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098). Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2823). Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11. 4. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263). Peraturan Pemerintahan Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . 10 . Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015). Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196. P e m i n d a h a n .

9. 3. 10. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2(dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. 2. dan Tata Kerja Kementerian Negara. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA Pasal I Mengubah ketentuan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 4. Memperhatikan :1. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M. golongan ruang II/b. 2. Fungsi Susunan Organisasi. Tugas.587/II. Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor : K26-30/V96-7/93 tanggal 5 September 2006. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil : 1. Berijazah paling rendah SMU/SMK sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan : Pangkat paling rendah Pengatur Muda Tingkat I. menjadi berbunyi sebagai berikut : " Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil atau Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli dapat dipertimbangkan setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Usul Sekertaris Jendral Depertemen Kehutanan Nomor S.peg/2006 tanggal 7 Juni 2006. 11 .PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.

pengembangan profesi. penyuluhan kehutanan. 5. Berijazah paling rendah Sarjana (S1)/Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksana Pekerjaan (DP3) atau prestasi kerja paling rendah bernilai baik dalam I (satu) tahun terakhir. adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. Tersedianya lowongan dalam formasi jabatan. 7. dan penunjang tugas penyuluhan kehutanan setelah ditetapkan oleh pejabatan yang berwenang menetapkan angka kredit." Pasal II Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan. 4. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D 12 N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI . Pangkat paling rendah Penata Muda. Paling tinggi usia 50 tahun.5. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. 6. Tersedia lowongan dalam formasi jabatan. 3. b. 6. dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh yang berasal dari pendidikan . golongan ruang III/a. Paling tinggi usia 50 tahun. Bagi Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli : 1. Paling singkat telah memiliki pengalaman bekerja selama 2 (dua) tahun di bidang penyuluhan kehutanan. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 7. Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA :12 Oktober 2006 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. 2.

Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55. 1.Lampiran II NOMOR TANGGAL : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60 /M. Menimbang : Bahwa dalam rangka mengembangkan jabatan fungsional jenjang ahli. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041).PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. Mengingat : 2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. dipandang perlu mengubah Lampiran I dan atau II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. 13 . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Tambahan lembaran Negara Nomor 4437).

Tambahan Lembaran Negara Nomor 32. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098).3. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. P e m i n d a h a n . Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 5. 14 . Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). setelah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). 8. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara. 4. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . 7. 6. 10. 9. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. Tugas Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.

Fungsi. RA M GU R PU N A A TU S PA R A N E B L I N ATAUFIQ O K IN D N IA E G A PEND A AY R E RA EFFENDI 15 . Pasal II Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005 tentang Perubahan Kelima Atas keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Susunan Organisasi. Kewenangan.khususnya sub unsur pendidikan sekolah dengan memperoleh Ijazah/gelar. Tugas.11. sehingga seluruhnya berubah menjadi berbunyi sebagai berikut : "Unsur pendidikan Ijazah Doktor menjadi 200 angka Kredit. Pasal I Mengubah ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Ditetapkan di Pada tanggal : Jakarta : 1 Juni 2005 NEG T E R IMENTERI NEGARA A EN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. Ijazah Pasca Sarjana menjadi 150 angka Kredit. Memperhatikan : Pertimbangan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat nomor WK26-30/V50-8/93 tanggal 29 April 2005. dan Ijazah Sarjana/D IV menjadi 100 angka kredit". MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYA GUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA.

.

Tambahan lembaran Negara Nomor 4437). 1. Mengingat : 2. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan lampiran I dan atau lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA. dipandang perlu mengatur ketentuan pelaksanaanya dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041).BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 28 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/60/M. Menimbang : bahwa dengan berlakunya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. 17 . Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125.

Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang We w e n a n g P e n g a n g k a ta n . 6.3. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara tahun 2002 Nomor 32. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4332). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098). 9. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 17). 5. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraTahun 2000 Nomor 196. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4263). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 122. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019). P e m i n d a h a n . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4193). 18 . Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547). Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 198. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara tahun 1977 Nomor 11. 8. 4. d a n Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 15.

Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 11.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Pasal 1 Ketentuan pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan ini. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. dilampirkan salinan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen. sebagaimana tersebut dalam Lampiran II Peraturan ini. Tugas.PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.10. 19 .PAN/6/2005 tentang Perubahan Atas Ketentuan Lampiran I dan atau Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA. sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2005. Pasal 2 Untuk memperjelas pelaksanaan Peraturan ini. Fungsi Kewenangan.

Pasal 3 Apabila dalam melaksanakan Peraturan ini dijumpai kesulitan agar ditanyakan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara untuk mendapatkan penyelesaian.PAN/6/2005 tanggal 1 Juni 2005 Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005 AN K E P E G A WA AB AD K E PA L Badan Kepegawaian Negara N NE GARA IA Kepala RE PU BLI S NE K I N D OPrapto IA Hadi 20 . Pasal 4 Peraturan Ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak ditetapkanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/60/M.

PAN/6/2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS KETENTUAN LAMPIRAN I DAN ATAU LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DAN ANGKA KREDITNYA I. adalah suatu kedudukan yang menunjukan tugas. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi Negara. tanggung jawab. PENDAHULUAN A. 5. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. Jabatan Karier. Jabatan Fungsional. 4. adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi syarat yang ditentukan. Jabatan Fungsional Tertentu. 3. Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu. 2. UMUM 1. adalah kedudukan yang menunjukan tugas. : 28 TAHUN 2005 : 28 DESEMBER 2005 KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR PER/60/M. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan untuk kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian dan/atau keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi. 21 . Jabatan Struktural. tanggung jawab. tanggung jawab.Lampiran I NOMOR TANGGAL PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA.

Angka Kredit. Penetapan jabatan dan angka kredit jabatan fungsional dilakukan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur Negara. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan. PENGERTIAN Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. khusus bagi yang pada saat melamar paling rendah memiliki dan menggunakan Ijazah antara lain Ijazah apoteker. Golongan ruang yang ditetapkan untuk pengangkatan sebagai calon Pegawai Negeri Sipil. 4. adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional dan digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat. 3.6. dengan memperhatikan usul dari pimpinan instansi pemerintah yang bersangkutan setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan teknis secara tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara. C. 2. Instansi Pembina jabatan fungsional. Pengangkatan Pertama. 5. TUJUAN Ketentuan dalam Peraturan ini sebagai petunjuk bagi instansi Pembina Jabatan Fungsional dan Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menjamin kelancaran dan keseragaman dalam penetapan pemberian Angka Kredit khususnya sub unsur pendidikan formal dengan memperoleh ijazah/gelar bagi jabatan fungsional tertentu. Pendidikan Formal. adalah instansi yang bertugas membina suatu jabatan fungsional menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. dan pendidikan tinggi. pendididkan menengah. adalah pengangkatan Pegawai negeri Sipil ke dalam jabatan fungsional tertentu melalui formasi Calon Pegawai Negeri Sipil. 6. adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar. B. 22 . adalah pengangkatan pegawai Negeri Sipil dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lain ke dalam jabatan fungsional tertentu.

Ijazah dokter. BESARAN ANGKA KREDIT Besaran angka kredit untuk Ijazah yang diperoleh dari pendidikan formal diubah sebagai berikut : ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT TERAMPIL No. adalah golongan ruang III/b. II. Propinsi. Jaksa Agung. Pimipinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan. Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh pejabat struktural eselon I dan bukan merupakan bagian dari Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara. adalah Gubernur. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. 9. 8. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah. 1 2 3 Pendidikan SLTA/DIPLOMA I DIPLOMA II DIPLOMA III / Sarjana Muda Angka Kredit Lama 25 50 50 Baru 25 40 60 ANGKA KREDIT PENDIDIKAN UNTUK TINGKAT AHLI No. dan Ijazah lain yang setara. adalah Bupati/Walikota. Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. Kepala Kepolisian Negara. 7. 1 2 3 Pendidikan Sarjana (S1) / DIPLOMA IV Dokter/Apoteker/Magister (S2) Doktor (S3) Angka Kredit Lama 75 100 150 Baru 100 150 200 23 . adalah Menteri.

Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda//Diploma III Mendapat tambahan angka kredit 20. TATA CARA PENGHITUNGAN ANGKA KREDIT Penetapan pemberian besaran angka kredit sebagaimana tersebut pada Angka Romawi II hanya berlaku untuk pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional dan bagi pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 75. Lahir Pendidikan CPNS PNS 24 . A. d. SLTA/Diploma I memperoleh penigkatan pendidikan/ijazah Diploma II Mendapat tambahan angka kredit 15. Magister (S2) memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Doktor (S3) Mendapat tambahan angka kredit 50. S a r j a n a M u d a / D i p l o m a I I I m e m p e r o l e h p e n i n g k a ta n pendididkan/ijazah Sarjana (S1) Mendapat tambahan angka kredit 40. h.III. e. Contoh 1 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl. b. Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan fungsional dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : a. Diploma II memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana (S1) mendapat tambahan angka kredit 60. : : Roby : 260004600 : Jakarta. 6 September 1959 : SLTA : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 g. Sarjana (S1) Diploma IV memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Mendapat tambahan angka kredit 50. c. Pejabat fungsional yang memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah. SLTA/Diploma I memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Sarjana Muda/Diploma III Mendapat Tambahan angka kredit 35. f.

telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105.02 Pembinaan Kepegawaian : 75. Slamet NIP : 260004500 Tempat/Tgl Lahir : Sukabumi 6 September 1959 Pendidikan : Sarjana (S1) Tahun 2004 CPNS : 1 Maret 1983 PNS : 1 Maret 1984 Pangkat/Golru/TMT : Penata. Contoh 2 : Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs.00 Jumlah : 245.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5. 25 . III/c TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah Magister (S2) Manajemen Sumber Daya Aparatur. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 25 Ijazah SLTA : 60 Angka Kredit yang diperhitungkan : 35 Saudara Roby mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 35 angka kredit • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Diploma III : 35 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian.05 Saudara Roby telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 245.05.- Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : Penata. : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2004 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Doploma III Administrasi Kepegawaian Negara. III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002.

1. 3 April 1978 26 . Slamet telah mengumpulkan angka kredit kumulatif 255. golongan ruang II/a. c.00 Jumlah : 255.02 Pembinaan Kepegawaian : 53. B.12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 5.17. Pangkat Paling rendah Pengatur Muda. Contoh : • Seorang Pengawal Negeri Sipil : Nama : Nining NIP : 260006810 Tempat/Tgl Lahir : Tangerang. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 Paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.17 Saudara Drs. Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat terampil harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. b.Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah Sarjana (S1) : 100 Ijazah Magister (S2) : 150 Angka Kredit yang diperhitungkan : 50 Saudara Drs. Pengangkatan Pertama Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional melalui pengangkatan pertama setelah berlakunya peraturan ini. Berijazah paling rendah SLTA/ DIPLOMA I sesuai dengan kompetensi jabatan fungsionalnya.03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25. Slamet mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 50 angka kredit • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Ijazah Magister (S2) : 50 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 45.

Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Drs.55 Saudari Nining dapat diangkat jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat terampil jenjang Analis Kepegawaian Pelaksana pangkat Pengatur. Tuparno NIP : 26006809 Tempat / Tgl Lahir : Kebumen. golongan ruang II/c dengan angka kredit 67.55.03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 67. III/a Jabatan : --Unit Kerja : Biro Kepegawaian 27 . Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : • Ijazah Diploma III : 60 • Diklat prajabatan : 1.- Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru Jabatan Unit Kerja : Diploma III : 1 Maret 2004 : 1 Mei 2005 : Pengatur. Pangkat paling rendah Penata Muda golongan ruang III/a. 3 April 1976 Pendidikan : Sarjana (S1) CPNS : 1 Maret 2004 PNS : 1 Mei 2005 Pangkat / Golru : Penata Muda. c. b.02 Pembinaan Kepegawaian : 2. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. II/c : --: Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. 2. Berijazah paling rendah Sarjana (S1) Diploma IV sesuai dengan kompetensi jabatan fungsional.5 • Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencana Kepegawaian : 3.

pengembangan profesi. Usia palking tinggi 50 (lima puluh) tahun atau 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun dari jabatan yang diduduki. pangkat ditetapkan sesuai dengan pangkat terakhir yang dimiliki sedangkan jabatan fungsional ditetapkan sesuai dengan besarnya angka kredit yang diperoleh dari pendidikan dan tugas pokok.pada awal bulan Juli 2005 yang bersangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian. C. dan kegiatan penunjang tugas Analis Kepegawaian sewaktu bertugas pada unit tersebut. Persyaratan Pengangkatan melalui Perpindahan Jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Maka penghitungan angka kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat Prajabatan : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama CPNS : Perencanaan Kepegawaian : 7. Pegawai negeri Sipil yang pindah dari jabatan struktural atau jabatan fungsional lainnya.05. 3 April 1960 : Sarjana (S1) 28 . Contoh : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan : : Drs. golongan ruang III/a dengan angka kredit 113.03 Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 1 Jumlah : 113. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 paling rendah bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. d. Memenuhi syarat ketentuan pengangkatan jabatan fungsional tingkat terampil atau tingkat ahli.02 Pembinaan Kepegawaian : 3.Sudarja : 260004809 : Kebumen. Memiliki pengalaman dalam bidangnya paling kurang 2 (dua) tahun. c. b.05 Saudara Drs Tuparno dapat diangkat dalam jabatan fungsional Analis Kepegawaian tingkat ahli jenjang Analis Kepegawaian Pertama pangkat Penata Muda. Pengangkatan melalui perpindahan jabatan Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan fungsional melalui perpindahan jabatan.

golongan ruang III/c dengan angka kredit 155. 1. 29 . Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli.05 Saudara Drs.- CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : 1 Maret 1984 : 1 Mei 1986 : Penata.05 D.03 Penunjang tugas Analisis Kepegawaian : 5. b. Golongan Ruang III/a. Persyaratan Perpindahan jabatan dari tingkat terampil ke tingkat ahli harus memenuhi syarat sebagai berikut: a. Telah lulus diklat fungsional tingkat ahli.00 Jumlah : 155.02 Pembinaan Kepegawaian : 23. c. Ijazah sesuai denngan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan. III/c TMT 1 April 2002 : Pengadministrasi : Biro Kepegawaian Pada awal bulan Juli 2005 yang besangkutan di usulkan untuk diangkat dalam jabatan Analisis Kepegawaian. dan memperoleh peningkatan pendidikan/ijazah sebelum tanggal 1 Juni 2005 dan belum dinilai angka kreditnya. pengangkatan kedalam jabatan fungsional tingkat ahli selain ijazah yang diperoleh harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan bagi jabatan fungsional tersebut. maka apabila yang bersangkutan akan pindah jabatan dari tingkat terampil menjadi tingkat ahli. juga harus memenuhi persyaratan lain yang ditentukan untuk menduduki jabatan fungsional tingkat ahli. Pegawai Negri Sipil yang menduduki jabatan fungsional tingkat terampil telah memiliki pangkat Penata Muda. golongan ruang III/a ke atas. d. Maka penghitungan angka Kreditnya sebagai berikut : Ijazah Sarjana (S1) : 100 Diklat fungsional tingkat ahli : 2 Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 25. Telah mencapai angka kredit kumulatif yang ditentukan. Telah menduduki pangkat minimal penata Muda. Sudarja dapat diangkat dalam jabatan fungsiomal Analisi Kepegawaian tingkat ahli. jejang Analis Kepegawaian Pertama pangkat penata.

Contoh : 1 • Seorang Pegawai Negeri Sipil: Nama : Rakimin NIP : 260005700 Tempat/Tgl Lahir : Jakarta 2 September 1971 Pendidikan : SLTA CPNS : 1 Maret 1990 PNS : 1 Mei 1991 Pangkat/Golru/TMT : Pengatur TK I, II/d TMT 1 April 2002 Jabatan : Analis Kepegawaian Pelaksana TMT 1 Desember 2001 Unit Kerja : Biro Kepegawaian Pada bulan Mei 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Kepegawaian. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan Ijazah SLTA : 25 Ijazah Sarja (S1) : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 75 Saudara Drs. Rakimin mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 75 angka kredit. Saudara Drs. Rakimin dapat dipindahkan dalam jabatan fungsional Analis kepegawaian tingkat ahli apabila sudah mencapai pakat Penata Muda, golongan ruang III/a, dan persyaratan lain melalui pencapaian angka kredit tambahan dari peningkatan pendidikan/ijazah. • Ijazah SLTA : 25 • Ijazah Sarjana (S1) : 75 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan kepegawaian : 25,02 Pembinaan Kepegawaian : 35,03 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian : 2,00 Jumlah : 164,05 Setelah Saudara Drs. Rakimin naik pangkat Penata Muda Golongan ruang III/a, dan telah lulus diklat fungsional tingkat ahli maka dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli dengan Pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a

30

jabatan Analis Kepegawaian Pertama, dengan Angka Kredit 164,05. Contoh : 2 • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Dadang : 260004502 : Sukabumi; 11 Juli 1959 : Diploma II Tahun 1998 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka Perhitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan • Ijazah Diploma II : 40 • Ijazah Sarjana (S1) : 100 • Angka Kredit yang diperhitungkan : 60 Saudara Drs. Dadang mendapatkan tambahan angka kredit untuk pendidikan adalah 60 angka kredit. • Ijazah Diploma II : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 60 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjangan tugas Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 270,17 Saudara Drs. Dadang dapat diangkat dalam jabatan analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian muda, dengan Angka Kredit 270,17. Contoh : 3 • Seorang Pegawai Negeri Sipil : Nama : Tatang NIP : 260004501

31

-

Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja

: Sukabumi,6 Oktober 1959 : Diploma III Tahun 1999 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Penyelia TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

Pada bulan Oktober 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Maka penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut : • Pendidikan : 60 • Ijazah Diploma III :100 • Ijasah Sarjana(S1) : 40 Saudara Drs. Tatang mendapatkan tambahan angka kredit untuk Pendidikan adalah 40 angka kredit • Ijazah Diploma III : 50 • Ijazah Sarjana (S1) : 40 • Diklat fungsional tingkat ahli : 2 • Pelaksanaan tugas pokok selama di Biro Kepegawaian : Perencanaan Kepegawaian : 65,02 Pembinaan Kepegawaian : 63,03 Ketatausahaan Kepegawaian : 25,12 • Penunjang tugas Analis Kepegawaian Jumlah : 250,17 Saudara Drs. Tatang dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian tingkat ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 250,17. Contoh 4 : • Seorang Pegawai Negeri Sipil Nama NIP Tempat/Tgl Lahir Pendidikan CPNS PNS Pangkat/Golru/TMT Jabatan Unit Kerja : : Roby : 260004600 : Jakarta, 6 September 1959 : Diploma III Tahun 2004 : 1 Maret 1983 : 1 Mei 1984 : Penata, III/c TMT 1 April 2002 : Analis Kepegawaian Muda TMT 1 Maret 2002 : Biro Kepegawaian

32

pada bulan 2005 yang bersangkutan memperoleh Ijazah Sarjana Administrasi Negara. Penghitungan angka kreditnya adalah sebagai berikut: • Pendidikan Diploma III : 60 • Pendidikan Sarjana : 100 Angka Kredit yang diperhitungkan : 40 Saudara Roby Mendapatkan tambahan angka kredit untuk kependidikan adalah 40 angka kredit. • Diploma III : 60 • Ijazah Sarjana : 40 • Diklat Tingkat Ahli : 2 • Pelaksanaan Tugas Pokok sampai dengan akhir penilaian, telah mendapatkan angka kredit adalah sebagai berikut : Perencanaan Kepegawaian : 105,02 Pembinaan Kepegawaian : 75,03 • Penunjang Analis Kepegawaian : 5,00 Jumlah : 287,05

IV. PENUTUP

Saudara Drs. Roby dapat diangkat dalam jabatan Analis Kepegawaian Tingkat Ahli, jenjang Analis Kepegawaian Muda, dengan Angka Kredit 287,05.

Demikian, apabila terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat dikoordinasikan dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara. Atas perhatian dan Kerja samanya diucapkan terimakasih. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2005
AD

AN

K E P E G A WA

K E PA L

Badan Kepegawaian Negara
N
NE
GARA

IA

Kepala

AB

RE

PU

BLI

S NE K I N D OPrapto

IA

Hadi

33

Contoh : A1

34

Contoh : A2

Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005

TMT

35

Contoh : B1 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT /TMT 36 .

Contoh : B2 Masa Penilaian : 1 Maret 2004 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 37 .

Contoh : C Masa Penilaian : 1 Oktober 1999 s/d 31 Juli 2005 DIANGKAT 38 .

Contoh : D1 39 .

Contoh : D2 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 c 40 .

Contoh : D3 Masa Penilaian : 1 Januari 2002 s/d 31 Oktober 2005 41 .

Contoh : D4 Masa Penilaian : 1 Juli 2005 s/d 31 Oktober 2005 Sarjana 42 .

Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri. 3. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. bahwa Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya tersebut ditetapkan dengan Keputusan Kepala BKN.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dipandang perlu mengatur petunjuk pelaksanaan jabatan Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah b. 2. 4.BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Nomor : 35 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Menimbang : a. 43 . Mengingat : 1. bahwa dengan ditetapkannya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999.

13. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003. 9. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2003. 7. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Kewenangan. Fungsi. 10. 8. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Tugas. 11. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 6. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 44 . 12. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya.

metodologi dan teknik analisis tertentu. adalah proses pengembangan pengetahuan. Angka Kredit. Penyuluh kehutanan. 3. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Angka Kredit. 45 . Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil.MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. 4. 5. Pejabat yang berwenang mengangkat. adalah Pejabat 2. tanggung jawab. mau dan mampu memahami. 7. sikap perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. 6. Penyuluh Kehutanan. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pengangkatan dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.

jumlah angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi telah dapat dipenuhi. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat. 8. Salinan atau fotocopy Ijazah/Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) dan atau keterangan/penghargaan yang pernah diterima (apabila ada) yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. c. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Instansi Pembina Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan. 11. g. BAB II USUL DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 2 (1) Usul penetapan angka kredit disampaikan apabila menurut perhitungan sementara dari Penyuluh Kehutanan. Surat pernyataan melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. 10. b. d. 9. (2) Setiap usul penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilampiri dengan : a.Pembina Kepegawaian masing-masing atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi. e. adalah Departemen Kehutanan. adalah Gubernur. adalah Menteri Kehutanan. Surat pernyataan melakukan kegiatan pemantauan. dilakukan 46 . Surat pernyataan melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. evaluasi dan pelaporan p e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n k e h u ta n a n d a n b u k t i f i s i k n y a . Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang tugas penyuluhan kehutanan dan bukti fisiknya. f. adalah Bupati/Walikota. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat berkenaan dengan Penyuluh Kehutanan.

(2) Hasil penilaian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (5) Apabila terdapat pergantian pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. dengan berpedoman pada Lampiran I dan Lampiran II Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 2) Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. Untuk kenaikan pangkat periode April. Pasal 3 (1) Setiap usul Penetapan Angka Kredit bagi Penyuluh Kehutanan harus dinilai secara seksama oleh Tim Penilai. b. 47 . maka pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat mendelegasikan kepada pejabat lain satu tingkat lebih rendah sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran I. maka spesimen tanda tangan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (3) disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. dan Tembusan disampaikan kepada : 1) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.PAN/12/2002. (4) Dalam rangka pengendalian dan tertib administrasi penetapan angka kredit. Untuk kenaikan pangkat periode Oktober. maka spesimen tanda tangan pejabat yang menggantikan disampaikan kepada Kepala BKN atau Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. 3) Pejabat lain yang dipandang perlu. angka kredit ditetapkan selambatlambatnya pada bulan Januari tahun yang bersangkutan.selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat sebagai berikut : a. (3) Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit berhalangan sehingga tidak dapat menetapkan angka kredit dalam batas waktu sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (3). Asli Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan kepada Kepala BKN/Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. dengan ketentuan : a. b. angka kredit ditetapkan selambat-lambatnya pada bulan Juli tahun yang bersangkutan.

dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain. PASAL 5 (1) Tugas pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : a. anggota Tim Penilai dalam diangkat dari pejabat lain yang mempunyai kompetensi dalam bidang penyuluhan kehutanan. Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. (2) Masa kerja keanggotaan Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya.BAB III TIM PENILAI Pasal 4 (1) Syarat pengangkatan untuk menjadi anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (3) Keputusan Menteri Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 3 0 / K E P / M . b. (4) Dalam hal komposisi jumlah anggota Tim Penilai seluruhnya atau sebagian tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan karena belum ada/tidak ada yang memenuhi syarat menjadi anggota Tim Penilai. b. c. Mempunyai kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada huruf a. (2) Tugas pokok Tim Penilai Pusat adalah : 48 . Sekurang-kurangnya menduduki jabatan/pangkat setingkat dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. (3) Anggota Tim Penilai yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa keanggotaan sebagaimana dimaksud ayat (1). dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 . y a i t u : a. dan Dapat aktif melakukan penilaian.

b. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/Kota masingmasing. (3) Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : a. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II di Kabupaten/Kota yang membidangi kehutanan. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membindangi kehutanan. yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dengan huruf a. dan Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain. (4) Tugas pokok Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah : a. 49 . atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. (5) Apabila Tim Penilai Propinsi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama dan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. b. b. Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di Propinsi yang membidangi kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Propinsi masing-masing. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a. yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud huruf a.a.

(2) Tugas pokok Tim Penilai Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. baik yang berkedudukan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau bukan Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan.(6) Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. dibentuk Sekretariat Tim Penilai yang dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai yang secara fungsional dijabat oleh pejabat di bidang kepegawaian.PAN/12/2002. (7) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang pensiun atau berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan berturut-turut. Ketua Tim Penilai dapat mengusulkan anggota pengganti yang memiliki kompetensi sesuai masa kerja yang tersisa kepada pejabat yang berwenang menetapkan Tim Penilai. (3) Tim Penilai Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Ketua Tim Penilai. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku Pimpinan Instansi Pembina jabatan Penyuluh Kehutanan. (8) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang turut dinilai. Pasal 7 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli. atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. (9) Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Sekretariat Jenderal. (2) Sekretariat Tim Penilai dibentuk dan ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang sebagaimana ditentukan dalam Pasal 15 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Tim Penilai Pusat. 50 . Ketua Tim Penilai dapat mengangkat pengganti anggota Tim Penilai yang bersangkutan. maka penilaian dan penetapan angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota lain yang terdekat. Pasal 6 (1) Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya.

3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. (5) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat dan Daerah yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I.3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. (4) Kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda. b. (6) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pusat yang menduduki jabatan : a. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. c. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. dapat dipertimbangkan apabila : a. b. golongan ruang IV/c ditetapkan dengan Keputusan Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. digunakan sebagai dasar untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan dan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. c.BAB IV KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT Pasal 8 (1) Penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2). dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. setiap kali dapat dipertimbangkan apabila : a. (3) Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. 51 . (2) Kenaikan jabatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi.

golongan ruang III/d. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda. b. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. dan b. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk. (8) Kenaikan pangkat pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan : a. dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. pangkat Penata Tingkat I. 52 . golongan ruang III/d. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I.golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang IV/b. golongan ruang III/d. golongan ruang IV/b. Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. b. golongan ruang II/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang III/d. (7) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah Propinsi yang menduduki jabatan : a. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. ditetapkan dengan Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN.

Pangkat Pembina. (2) Apabila kelebihan jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud ayat (1) memenuhi jumlah angka kredit untuk kenaikan jabatan 2 (dua) tingkat atau lebih dari jabatan terakhir yang diduduki.(9) Kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Kabupaten/Kota yang menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan. (3) Penyuluh Kehutanan yang naik jabatan sebagaimana dimaksud ayat 2 (dua). golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya. yang berasal dari kegiatan unsur utama. Pasal 9 (1) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. golongan ruang IV/b ditetapkan oleh Gubernur yang bersangkutan setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina Tingkat I. kelebihan angka kredit tersebut dapat diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. maka Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dapat diangkat dalam jenjang jabatan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki. b.3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. dengan ketentuan : a. setiap kali kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi disyaratkan mengumpulkan 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi tersebut. 53 . Setiap unsur penilaian dalam DP.

ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran IV. harus didasarkan pada formasi yang ditetapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara. 54 . Pasal 12 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tidak dapat merangkap jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain. Pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan.BAB V PENGANGKATAN. 2. pembebasan sementara dan pemberhentian dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Pengangkatan pertama kali dan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran II. Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 3. Pasal 11 (1) Untuk menjamin tingkat kinerja Penyuluh Kehutanan dalam mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan ketentuan sebagai berikut : 1. (2) Pengangkatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). maka pengangkatan Penyuluh Kehutanan harus memperhitungkan keseimbangan antara beban kerja dengan jumlah Penyuluh Kehutanan sesuai jenjang jabatannya. Pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana tersebut pada Lampiran III. PEMBEBASAN SEMENTARA DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 10 Pengangkatan.

e. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980. (6) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) huruf a. kecuali untuk persalinan ke empat dan seterusnya. (3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurangkurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan atau pengembangan profesi. atau Ditugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. ayat (2) dan ayat (3) didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan. (5) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). atau Cuti di luar tanggungan negara. b. (4) Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). c. d. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap 55 . atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. ayat (2) dan ayat (3) Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya apabila : a. atau Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat I. golongan ruang IV/b dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda.

b. Pasal 14 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : 1. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. 56 . tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan.melaksanakan tugas pokok. Sekurang-kurangnya telah 4 (empat) tahun dalam pangkat terakhir. (7) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP. selama pembebasan sementara dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya secara pilihan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku apabila : a. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (1).3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. 3. atau 2. tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. kecuali jenis hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat. atau Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2) dan ayat (3).

apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Pasal 16 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut pada Pasal 15 ayat (1) sampai dengan ayat (5). (3) Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. (2) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1966. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki. 57 .BAB VI PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN Pasal 15 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. (4) Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. (5) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.

Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun. dan Setiap unsur penilaian prestasi kerja (DP. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22. 58 .3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.BAB VII PERPINDAHAN JABATAN Pasal 17 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan atau perpindahan antara jabatan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a.PAN/12/2002. c. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dari jabatan terakhir yang didudukinya. b. Pasal 23 dan Pasal 24 Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. d. (2) Pangkat awal yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya. sedangkan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan ditetapkan sesuai dengan angka kredit yang diperoleh dari kegiatan unsur utama setelah melalui penilaian dan penetapan angka kredit dari pejabat yang berwenang.

pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. f. e. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. dan Fasilitas penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan. 59 . Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. antara lain melakukan : a. c. b. d. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. (2) Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 18 (1) Untuk menjamin adanya persamaan persepsi.

PAN/12/2002. (2) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana ditetapkan pada ayat (1) di atas ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit terakhir yang diperoleh Penyuluh Kehutanan. (3) Penyesuaian tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2003 dan harus sudah selesai ditetapkan selambat-lambatnya pada tanggal 31 Maret 2004. Pasal 20 Penyuluh Kehutanan yang telah memperoleh Ijazah Sarjana/Diploma IV.BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 19 (1) Dengan berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002. sebelum berlakunya Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. maka jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang didasarkan kepada Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988 harus disesuaikan ke dalam tingkat dan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dan ayat (2) dan Pasal 7 ayat (1) Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. 60 .PAN/12/2002 dapat diangkat dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli.

Pasal 23 Dengan berlakunya Keputusan ini maka Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 12/SE/1988 sebagaimana tercantum dalam Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala BAKN Nomor 348/MENHUT-11/1988 dan Nomor 12/SE/1988. Pasal 25 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di : J A K A R T A Pada tanggal : 12 Agustus 2003 KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BA PEGAW AIA N KE DA N GARA NE KEPALA EP UB L IK I N D O N HARDIJANTO ES IA R 61 .PAN/12/2002 sebagaimana tersebut pada Lampiran V. dilampirkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. dinyatakan tidak berlaku. Pasal 22 Untuk memperjelas dan mempermudah pelaksanaan Keputusan ini. untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.BAB X PENUTUP Pasal 21 Petunjuk Pelaksanaan yang belum cukup diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Kepala BKN. Pasal 24 Keputusan ini disampaikan kepada instansi terkait yang berkepentingan.

/ TMT..... Ditetapkan di : Pada tanggal : 62 ... / PANGKAT ......... Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit......... 4............. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan e Pengembangan penyuluhan kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL... I II III KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan penyuluhan kehutanan c Pelaksanaan penyuluhan kehutanan d Pemantauan. 5......... Kepala Biro Kepegawaian/ BKD yang bersangkutan *) *) coret yang tidak perlu... Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.... LAMA BARU JUMLAH ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan...... TEMBUSAN disampaikan kepada : 1.......... . s/d ......... Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan.. 3..... 2.. Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan...........CONTOH PENETAPAN ANGKA KREDIT LAMPIRAN I KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / / Masa Penilaian : .

.......... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003........... NOMOR : .......... 5.............. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002........... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................................................. dalam jabatan Penyuluh Kehutanan....... 7........... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999......./....... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994............. TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA/PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a............................ ......./.. 2.......... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ........ 63 ......... Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999... 3. b........... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001.... ......................................... tanggal ... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002......CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA KALI/ PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN KEPALA BADAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ................................... 6... Mengingat : 1............................... dipandang perlu mengangkat/ mengangkat kembali *) saudara .................... Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ...... 9..... 8................. 4.....................

............................ Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Unit kerja : ......................... ruang/TMT : ............. ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.......... dengan angka kredit sebesar ............... (diisi dengan angka dan huruf) ....................................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ..................... dalam jabatan ....... d... 2..... c. NIP : ................. Pangkat/Gol........... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a..................................................................................................................................................................... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu............................. *) coret yang tidak perlu............................ 5.. 4.......... N a m a : ............. b. 3.................. 64 ............. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya.... ...

. 3. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002.............CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN III KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ..................... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003................................... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002................... berdasarkan ...... NIP... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001............... 4......... ........................ Mengingat : 1........... ............................... dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan...................... 65 ................................................... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ............. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999....../.. pangkat/golongan ruang ................... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a................ NOMOR : .... 2. Bahwa saudara ...... 6................ ............ 5............ 7...... MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ../............. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ......... karena ...................... jabatan ............. Pegawai Negeri Sipil : b......................................................................... membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan............................

.................................................. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu.... KEDUA KETIGA : : ...... *) coret yang tidak perlu................... N a m a : ..... dari jabatan .......... 2........ 5....... .... Pangkat/Gol............................................ c................... Unit kerja : .... 3.. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya............... b..a........................... 4......... ruang/TMT : .............. d.................................................................................................. 66 .... ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya................................ Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.............. NIP : .....................................

............................. 67 ................ ......... 4....... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ...................... 5... NIP. pangkat/golongan ruang ................................./.......... NOMOR : .... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994..... terhitung mulai tanggal ...... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 Tahun 2002.................... 3............................... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003...... TENTANG PEMBERHENTIAN DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a...................................... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001.................... Mengingat : 1......... tanggal ...... 7......................................................../... jabatan ......... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. 2........................ telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor ......... 6......................................CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN IV KEPUTUSAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 35 Tahun 2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ............... Bahwa saudara .. .............. ............ Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .. b.............................../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka 1 (satu) tahun dibebaskan sementara*)............. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999... 8...........

.. 2... 3...................... .......... c................................. ............................... Pegawai Negeri Sipil : a................... d................. ASLI : Surat Keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.......MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .... *) coret yang tidak perlu......................................... 4............................................. Pangkat/Gol............................................................. ruang/TMT : . Unit kerja : ... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) Kepala Biro Kepegawaian/BKD yang bersangkutan *) Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit Kepala KPKN/KASDA yang bersangkutan *) Pejabat lain yang dipandang perlu.............................................................. Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya................... memberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan........................ 5. Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.. b.. 68 ....... N a m a : .. dari jabatan .............................. NIP : .......

dipandang perlu meninjau kembali ketentuan tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan A p a r a t u r N e g a r a N o m o r 1 6 / M E N PA N / 1 9 8 8 . Mengingat : 1.PAN/12/2002 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Menimbang : a. 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999. bahwa untuk maksud tersebut huruf a diatas. b. 3. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. 69 . bahwa dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil dan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. dipandang perlu menetapkan kembali Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 130/KEP/M.

4. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 6. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. 70 . Fungsi. Tugas. Kewenangan. 9. 10. Susunan Organisasi. 26 Tahun 2001. Kewenangan. 11. Usul Menteri Kehutanan dalam surat Nomor 1138/MENHUT-II/2002 tanggal 15 Juli 2002. Fungsi. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 7. 8.74-7/18 tanggal 23 Agustus 2002. sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah No. Memperhatikan : 1. 2. Keputusan Presiden Nomor 101 Tahun 2001 tentang Kedudukan.26-30/V. Tugas. dan Tata Kerja Menteri Negara sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2002. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Pertimbangan Kelapa Badan Kepegawaian Negara dengan suratnya Nomor K.

MEMUTUSKAN Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA. dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. Penyuluh Kehutanan. kawasan hutan. adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas. adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan. 71 . dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan penyuluhan kehutanan. 2. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. wewenang. tanggung jawab. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. Kehutanan. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. adalah jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. 3. metodologi dan teknik analisis tertentu. 4. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil.

Tim Penilai Angka Kredit. adalah proses pengembangan pengetahuan. Penyuluhan Kehutanan. adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan.5. 6. adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. 7. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. mau dan mampu memahami. 72 . melaksanakan dan mengelola usaha-usaha kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai kepedulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan lingkungannya. Angka kredit.

BAB II RUMPUN JABATAN. melaksanakan. KEDUDUKAN DAN TUGAS POKOK Pasal 2 Penyuluh Kehutanan termasuk dalam rumpun ilmu hayat. adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil. 73 . Pasal 3 (1) Penyuluh Kehutanan berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional penyuluhan kehutanan pada instansi pemerintah baik pusat maupun daerah. adalah menyiapkan. (2) Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. Pasal 4 Tugas pokok Penyuluh Kehutanan. mengembangkan.

Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan: 1. 2. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. Pengembangan penyuluhan kehutanan : 1. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan Kehutanan. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. meliputi : 1. 3. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. 3. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.BAB III UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 5 Unsur dan sub unsur kegiatan Penyuluh Kehutanan. 4. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. terdiri dari : a. 2. Pengembangan aspek kelembagaan/manajemen penyuluhan kehutanan. materi. c. 4. meliputi : 1. Pengembangan profesi : 1. d. 2. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pengembangan aspek teknik. 3. e. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 74 . metodologi. meliputi : 1. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Pendidikan. b. 2. Pemantauan. f. 2. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. 2. 3. Penyusunan program penyuluhan kehutanan. Persiapan penyuluhan kehutanan. Pendidikan dan pelatihan fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan.

Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. 6. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan.g. 75 . Memperoleh piagam kehormatan. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan. 5. Mengejar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. 4. 2. Penunjang penyuluhan kehutanan : 1. 7. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya. 3.

Penyuluh Kehutanan Muda. Pengatur Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. c. 3. (2) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) sesuai jenjang jabatan. Penyuluh Kehutanan Penyelia. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. b. Penata Muda. Penyuluh Kehuttanan Madya. Penata. golongan ruang II/c. Pengatur Muda Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. golongan ruang III/d. golongan ruang III/a. golongan ruang III/a. adalah : a. 2. 76 . terdiri dari : 1. adalah : a.BAB IV JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 6 (1) Jabatan Penyuluh Kehutanan terdiri dari Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. 2. Pasal 7 (1) Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. 2. b. Penata Muda. (2) Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. golongan ruang II/d. terdiri dari : 1. c. adalah : a. Penyuluh Kehutanan Pertama. (3) Jenjang pangkat Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (2) sesuai dengan jenjang Jabatan. golongan ruang III/c. Pengatur. terdiri dari : 1. Penyuluh Kehutanan Pertama. adalah : a. c. Penata Muda Tingkat I. Penata Tingkat I. golongan ruang III/b. golongan ruang II/b. terdiri dari : 1. Penyuluh Kehutanan Penyelia. b.

golongan ruang III/d. Pembina. terdiri dari : 1. 2. Pembina Utama Muda. 77 . golongan ruang IV/b. terdiri dari : 1. 3. 2. Penata Muda Tingkat I. Penata Tingkat I. c. golongan ruang IV/a. b. Penyuluh Kehutanan Muda. golongan ruang III/c.2. Penata. Pembina Tingkat I. Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang III/b. golongan ruang IV/c.

8. 12. 78 . Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. 10. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. 2. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. 7.BAB V RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI DALAM PEMBERIAN ANGKA KREDIT Pasal 8 (1) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flip chart (minimal 5 lembar). Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan tingkat pelaksana. Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. 9. 6. 5. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart/gambar. 11. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. sebagai berikut : a. yaitu : 1. 4. 3. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan.

Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 21. 23. 19. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran di tingkat BPP/ Kecamatan. 25. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. 14. 2. 16. Menjadi pembimbing/ instruktur widya karya atau perjalanan praktek studi banding tingkat desa dan kecamatan. Melaksanakan temu lapang. Menumbuhkan organisasi kelompok sasaran. 26. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan. b. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai dengan lanjut. 22. 79 . Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 27. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demplot). Melakukan kegiatan demonstrasi cara. 20. 24. Menyusun laporan Triwulan. 15. 17. 18. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan.13. Menyusun laporan bulanan. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. yaitu : 1. Menyusun laporan Tahunan.

Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. 4. 8. 7. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet (min 1000 kata). Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto (min 5 lbr). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet.3. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. 14. 12. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 16. 11. Menyusun rencana kerja tahunan. Mengolah data materi penyuluhan kehutanan. 10. 13. 5. 9. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 17. 80 . 6. 15. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain.

Melakukan temu usaha. 25. Melaksanakan kaji terap teknologi anjuran/uji coba. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 30. Sebagai pramu wicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten/Kota. 28.18. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk specimen. 31. 22. 23. 20. 21. Sebagai narasumber dalam temu teknis wilayah. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Lanjutan sampai dengan Madya. 26. 24. Memberikan bimbingan pada sekolah lapang. 81 . 32. 33. Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. 27. 29. Sebagai moderator dalam temu antar wilayah/teknis. Melakukan temu karya kepada anggota kelompok tani binaan. 19. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten/Kota. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan usahatani. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. kehutanan (demontrasi farm).

Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 40. yaitu : 1. Penyuluh Kehutanan Penyelia. 3. 82 . 4. 8. Menyusun rancangan identifikasi kebutuhan penyuluh kehutanan. 7. Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan (sekolah lapang/ magang). 39. Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. Menyusun panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Melakukan pemantauan/pengendalian penyelenggaran penyuluhan kehutanan. Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. 37. 35. 2. Menyusun laporan bulanan. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/Kota. Menyusun laporan tahunan. 36. Menjadi instruktur atau pembimbing kegiatan widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat Kabupaten/Kota. 6. 41. 5. Menyusun laporan triwulan. c.34. 38.

Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. 17. 18. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada kelompok sasaran. 12. 23. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. 22. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. Melakukan kegiatan demontrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). 13. 19. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. 16. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat / tokoh agama. 11. 14. 10. 83 . 21. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up. Melakukan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi.9. 20. Menganalisis data dalam menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. 15. Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran.

Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 84 . 27. 25. Menjadi instruktur atau pembimbing studi banding widyakarya tingkat Propinsi. 32. 35. Menyusun kurikulum kursus kelompok sasaran. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Propinsi. Mengolah. 38. 26. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 33. Sebagai pembaca naskah/ pemain tunggal dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. 34. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi. 28. menganalisis dan menyusun kepada laporan. Menyusun laporan triwulan. Melakukan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada tokoh masyarakat/ tokoh agama. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari Madya sampai dengan Utama. Melaksanakan penilaian lomba bidang kehutanan. 29. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran tingkat Kabupaten/Kota. Menyusun laporan bulanan. Merekomendasi/ tindak lanjut hasil pemantauan/ pengendalian penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 31. 30. 39.24. 37. data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan. 36.

Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. yaitu : 1. 10. 2. 3. Menyusun rencana kerja tahunan. 9. Penyuluh Kehutanan Pertama. 6. 4. 11. 5. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. 8.(2) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan kategori keahlian. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet (min 1000 kata). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide (min 10 lbr). 13. 85 . adalah sebagai berikut : a. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. 7. 12. Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.

Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 29. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan bulanan. 22. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain.14. 26. 27. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Nasional. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. 30. 25. Sebagai pramu wicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Nasional. 21. Melakukan temu karya kepada Pemda. 17. Pengusaha dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. 15. LSM. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi sebagai pembicara/penyaji. 24. 16. 23. Menyusun laporan tahunan. LSM. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 19. 18. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. M e n y u s u n m e t o d a / t e k n i k p e m a n t a u a n / p e n g e n d a l i a n penyelenggaraan penyuluhan kehutanan. 86 . Melaksanakan kegiatan widyakarya/karya wisata kepada Pemda. 20. 28. Sebagai pembicara kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi. Menyusun laporan triwulan.

11. Menyusun rencana kerja tahunan. Melakukan temu karya kepada perguruan tinggi. Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. cendekiawan. dan pemerintah pusat. 8.31. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada perguruan tinggi. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Membuat desain kaji terap/uji coba metoda penyuluhan kehutanan. dan pemerintah pusat. 9. cendekiawan. 14. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. materi. 6. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet. 7. 13. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 87 . 3. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide (min 10 lbr). Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk Video (rekaman) min 5 menit. 10. 4. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. 5. b. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan Muda : 1. 2. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. 12.

Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. 18. 26. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 24. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum).15. 17. 29. Menyusun laporan triwulan. 88 . Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnakan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 22. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Menyusun pedoman lomba bidang kehutanan. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 19. Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV. 23. 16. Sebagai pembahas dalam pendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 27. 30. 20. 28. 31. 21. Menyusun laporan bulanan. 25. Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya tingkat Nasional. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. Menyusun laporan tahunan. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran.

Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Internasional. sarana. 7. 8. 35. 4. 34. 89 . 10. 2. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/ folder. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani.32. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ metodologi. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 33. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. Menjadi instruktur atau pembimbing widyakarya atau perjalanan praktek studi banding tingkat internasional. 6. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 9. 5. c. materi. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan. Penyuluh Kehutanan Madya : 1. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 3. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet. Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster.

Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara melalui siaran radio/TV. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 14. Pasal 9 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam 90 . 13. 12. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. 20. 16. Menyusun laporan tahunan. 18. materi. 22. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan bulanan. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 15. 19. 21. 17.11. (3) Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan kegiatan pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan diberikan nilai angka kredit sebagaimana tercantum dalam Lampiran I bagi Penyuluh Kehutanan tingkat terampil dan Lampiran II bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan. Menyusun laporan triwulan. metodologi. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.

b. (3) Unsur penunjang. terdiri dari : a. Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II. dan f. (4) Rincian kegiatan Penyuluh Kehutanan dan angka kredit masing-masing unsur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 11 (1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian angka kredit terdiri dari : a. Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau satu tingkat dibawah jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan. b. Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I. adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan kehutanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf g. Pemantauan. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya. angka kredit yang diperoleh ditetapkan adalah sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya. ditetapkan sebagai berikut : a. c. Pengembangan penyuluhan kehutanan. angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I atau Lampiran II. (2) Unsur utama. b. adalah sebagai berikut : a. e. 91 . Pengembangan profesi. Persiapan penyuluhan kehutanan. Unsur penunjang. Pasal 10 Penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dan ayat (2).pasal 8 ayat (1) dan ayat (2). evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. d. Unsur utama. b. Pendidikan.

setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. pangkat Pembina Utama Muda. (2) Penyuluh Kehutanan Madya yang akan naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I. diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari kegiatan unsur pengembangan profesi. 92 . golongan ruang IV/c. b.Pasal 12 (1) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan tingkat terampil adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III dan bagi Penyuluh Kehutanan tingkat ahli adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan/pangkat berikutnya. pada tahun berikutnya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan dan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. dengan ketentuan : a. (6) Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/c. Sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. (3) Penyuluh Kehutanan yang memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angka kredit dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. (5) Penyuluh Kehutanan Penyelia. (4) Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat pada tahun pertama dalam masa jabatan/pangkat yang didudukinya. golongan ruang III/d. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang IV/b dan menjadi Pembina Utama Muda.

(2) Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama. 93 . 40% (empat puluh persen) untuk semua penulis pembantu.Pasal 13 (1) Penyuluh Kehutanan yang secara bersama-sama membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. b. pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut : a. sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang.

setiap Penyuluh Kehutanan diwajibkan mencatat atau menginventarisir seluruh kegiatan yang dilakukan. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masingmasing. (2) Apabila dari hasil catatan atau inventarisasi seluruh kegiatan sebagaimana dimaksud ayat (1) dipandang sudah dapat memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat/jabatan.BAB VI PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 14 (1) Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit. c. secara hirarkhi Penyuluh Kehutanan dapat mengajukan usul penilaian dan penetapan angka kredit. yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan dilakukan sekurangkurangnya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. b. 94 . Pasal 15 (1) Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah : a. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. d. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing.

b. c. Kehutanan Departemen Kehutanan. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk Tim Penilai Pusat. d. adalah : a. c. selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk Tim Penilai Sekretariat Jenderal. Seorang Wakil Ketua merangkap Anggota. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten/Kota bagi Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat. dibantu oleh : a. Pasal 16 (1) Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : a. d. Jabatan/pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi bagi Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi. untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. Seorang Sekretaris merangkap Anggota. Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk Tim Penilai Propinsi. c. Seorang Ketua merangkap Anggota. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Kepala Pusat Bina Penyuluhan. b. selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota. (3) Syarat untuk menjadi anggota Tim Penilai Penyuluh Kehutanan. b. 95 . selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi. d. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan bagi Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan.(2) Dalam menjalankan tugas. pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang Anggota. (2) Pembentukan dan susunan keanggotaan Tim Penilai ditetapkan oleh : a.

maka penilaian angka kredit Penyuluh Kehutanan dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan 96 . c. Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai Pengganti. b. (6) Apabila tim Penilai belum dapat dibentuk karena ketentuan anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi. Pasal 17 (1) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan kepada Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. ditetapkan oleh Menteri Kehutanan selaku pimpinan instansi pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan. Dapat aktif melakukan penilaian. (4) Apabila jumlah anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak dapat dipenuhi dari Penyuluh Kehutanan. adalah 3 (tiga) tahun. (5) Masa jabatan anggota Tim Penilai. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. (2) Apabila terdapat anggota Tim Penilai yang ikut dinilai. Tim Penilai Kabupaten/Kota yang terdekat atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan.b. maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh kehutanan. Pasal 19 Usul penetapan angka kredit diajukan oleh : a. Pasal 18 Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Penyuluh Kehutanan.

c.Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. tidak dapat diajukan keberatan oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membindangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan P e n y u l u h K e h u ta n a n M a d y a d i l i n g k u n g a n m a s i n g . 97 . digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. (2) Terhadap keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit.m a s i n g . Pasal 20 (1) Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Kepala Bagian Kepegawaian atau pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan masing-masing.

adalah : a. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. golongan ruang III/a. (3) Kualifikasi pendidikan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2). Serendah-rendahnya menduduki pangkat Penata Muda.BAB VII PEJABAT YANG BERWENANG MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN DALAM DAN DARI JABATAN Pasal 21 Pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Serendah-rendahnya berijazah Sarjana (S1) / Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. Berijazah Diploma II atau Diploma III sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. BAB VIII SYARAT PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Pasal 22 (1) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat terampil. golongan ruang II/b. 98 . sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. dan Setiap unsur dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. c. b. ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan. (2) Persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. d. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan. adalah Pejabat Pembina Kepegawaian yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. adalah : a. d. b. Serendah-rendahnya menduduki pangkat Pengatur Muda Tingkat I.

Pasal 25 Penyuluh Kehutanan tingkat terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. pengangkatan dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan harus pula : a. b. (2) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimiliki. Memiliki pengalaman di bidang penyuluhan kehutanan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun.Pasal 23 Disamping memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 22. dan c. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 atau Pasal 23. Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. dan jenjang jabatannya ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. b. Sesuai dengan formasi Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. Memenuhi jumlah angka kredit minimal yang ditentukan untuk jenjang jabatan/pangkatnya. dan Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan/pangkat yang akan didudukinya. 99 . Pasal 24 (1) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut : a. apabila: a. Ijazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan untuk Jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat ahli. dan b. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun berdasarkan jabatan terakhirnya. c.

atau Menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan.BAB IX PEMBEBASAN SEMENTARA. b. Penyuluh Kehutanan juga dibebaskan sementara dari jabatannya. golongan ruang IV/b. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN Pasal 26 (1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. golongan ruang III/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. c. (4) Di samping pembebasan sementara sebagaimana dimaksud ayat (1). dibebaska sementara dari jabatannya. golongan ruang III/d dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. (2) Penyuluh Kehutanan Penyelia. dan ayat (3). apabila : a. d. Ditugaskan secara penuh di luar Jabatan Penyuluh Kehutanan. ayat (2). pangkat Pembina Utama Muda. golongan ruang III/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. (3) Penyuluh Kehutanan Madya. apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. pangkat Penata Tingkat I. golongan ruang IV/c dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi. Menjalani cuti di luar tanggungan negara. pangkat Pembina Tingkat I. 100 . pangkat Penata Muda. pangkat Penata. golongan ruang II/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. e.

Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dan ayat (3). tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan. dapat menggunakan angka kredit terakhir yang dimilikinya dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diperoleh selama tidak menduduki Jabatann Penyuluh Kehutanan. atau Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat. Pasal 28 Penyuluh Kehutanan diberhentikan dari jabatannya apabila : a. dapat diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan. b.Pasal 27 (1) Penyuluh Kehutanan yang telah selesai menjalani masa pembebasan sementara sebagaimana dimaksud Pasal 26. c. (2) Pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud ayat (1). Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1). tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi. 101 .

BAB X KETENTUAN PERALIHAN Pasal 29 Keputusan pejabat yang berwenang mengangkat. masih dinilai berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan sebelum Keputusan ini ditetapkan. dinyatakan tetap berlaku. memindahkan. Pasal 30 Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan yang telah dilakukan Penyuluh Kehutanan sampai dengan ditetapkannya petunjuk pelaksanaan Keputusan ini. 102 .

(2) Penyesuaian jenjang jabatan menurut Keputusan ini didasarkan kepada hasil penetapan angka kredit yang terakhir. Penyuluh Kehutanan dapat dipindahkan ke jabatan struktural atau jabatan fungsional lain.BAB XI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 31 (1) Dengan berlakunya Keputusan ini. Pasal 32 Untuk kepentingan dinas dan/atau dalam rangka menambah pengetahuan. maka nama dan jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. sepanjang memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan. dan pengembangan karier. pengalaman. 103 . disesuaikan dengan nama dan jenjang jabatan menurut Keputusan ini.

Pasal 34 Dengan berlakunya Keputusan ini.BAB XII PENUTUP Pasal 33 Apabila ada perubahan mendasar dalam pelaksanaan tugas pokok penyuluhan kehutanan sehingga ketentuan dalam Keputusan ini tidak sesuai lagi. Pasal 36 Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Pada tanggal ENTER : Jakarta : 3 Desember 2002 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA M U P UN A U B A N A PA R A T E LIK IN D ON 104 R PEISAL TAMIN SI NEG A ARA I PENDA YA RE G . maka Keputusan ini dapat ditinjau kembali. maka Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 16/MENPAN/1988 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 35 Petunjuk pelaksanaan Keputusan ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara.

Sekunder Mengelola data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat a.16 0.16 0. 4. Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap laporan Setiap laporan 3 4 5 6 60 40 15 9 6 3 2 1 0. 5. 4.03 NO. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. 6. Propinsi Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan Menyusun / membual peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknulogi kehutanan Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan Memandu penyusunan rencan tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Setiap rencana 105 0. 3.31 0. Desa dan Kecamatan b. 2.09 0.960 jam Lamanya 481-640 jam Lamanya 161. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B. Sarjana muda/Diploma III Diploma II Lamanya lebih dari 960 jam Lamanya 641. Primer b.480 jam Lamanya 81.12 PK Pelaksana PK Pelaksana Lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan 3. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap buku Setiap peta Setiap naskah 0. 7. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat A. 1.03 0.02 PK Pelaksana . SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pelaksana Lanjutan PK Pelaksana 1 I II PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 2.80 jam Pengumpulkan data dan informasi wilayah kerja a. 6.160 jam Lamanya 30.32 0.07 0. Kabupaten/Kota c. 5. 1.LAMPIRAN I : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.

Media papan 1). Seri foto (min 5 lbr) 3).10 PK Penyelia PK Pelaksa Lanjutan PK Penyelia PK Penyelia Setiap konsep program Setiap konsep Setiap konsep Setiap naskah program PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan 2 3 4 5 6 7 C.32 0.106 1 B. penyuluh kehutanan penyelia 2.19 0. Menganalisis data 2. Kelompok sasaran lain 1.02 0. Merumuskan hasil identifikasi 2.05 0. Mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan 1). Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.01 0. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0.08 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN D.09 0.07 0.03 0. Flip chart (min 5 lbr) 4).40 0.17 0. Menyusun rencana identfikasi b.04 0.10 0. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan 2. Mengolah data c. Identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan a. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a.Mengumpulkan data b. Menyusun /membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a.39 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap RDK/RDKK Setiap RDK/RDKK Setiap buku Setiap kerja acuan Setiap paket Setiap paket Setiap paket 0. Memandu Penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) Dan Rencana Definitif Kebutuhan kelompok (RDKK): a. Media terproyeksi/audiovisual 1).08 0. Chart/gambar b. Slide .07 0. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan b. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi 1. Penyuluh kehutanan pelaksana b. Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan a. Penyusunan program penyuluhan kehutanan Setiap rancangan Setiap laporan Setiap laporan 0.04 0.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK P elaksana PK Pelaksana PK Penyelia 1. Kelompok wanatani b. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiata(sekolah lapang/ magang) 1.10 0. Sebagai penyaji 2). Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan a. Sebagai pembahas c. Melaksanakan kajian identifikasi c.08 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.14 0. Foto 2). Penyusunan materi penyuluhan kehutanan Setiap lembar Setiap paket Setiap paket Setiap gambar Setiap naskah 0.

81 2 3 4 5 6 7 Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap unit 0. Realita 1). oleh . Mock up Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran oleh a. oleh . Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap naskah instrumen Setiap kali 0. Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kaji terap teknologi anjuran/uji coba Melakukan demontrasi(percontohan) a.03 0. Spesimen 5).56 0. Model 4).04 0. Penyuluhan kehutanan penyelia Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran oleh a. Brosur / booklet (min 1000 kata).1 Setiap naskah PK Penyelia 0.Penyuluh Kehutanan Pelaksana lanjutan . Demontrasi hasil . Maket 2). Demontrasi cara b.30 PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia B.01 0.80 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.03 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana 107 2).Penyuluh kehutanan penyelia 4).Penyuluh kehutanan pelaksanaan lanjutan . oleh .Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan .16 0. Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.30 0. Siaran sandiwara di radio /TV c. Menyusun dan membuat selembaran /pamflet.28 0.08 0.16 0. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1.75 0. Penyuluh kehutanan pelaksana b.Penyuluh kehutanan penyelia 3). 4. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan c.28 0. Poster. 3. Media cetak 1).07 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 2.38 0. Diorama 3). Penyuluh kehutanan pelaksana b.04 0.Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan . oleh .Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 2).Penyuluh kehutanan penyelia d.16 0.15 0. Leaflet/folder.60 0.56 0.

Melaksanakan kegiatan pameran kehutanan 1). Tingkat Propinsi b. Kelompok tani binaan b.18 0. Ceramah umum 1).06 0. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/pembimbing) a. Melaksanakan temu tenis antar wilayah / fungsi a.02 0. Tingkat desa dan kecamatan b.05 0. Tingkat propinsi 12.05 0.04 0. Tingkat BPP/kecamatan b.22 0. Tingkat Kabupaten dan Kotamadya . Melaksanakan kegiatan widyakarya/karyawisata kepada: a.Sebagai pembuat karya/desain . Tingkat kabupaten/kotamadya c. Percontohan usahatani kehutanan (demontrasi fram) 3). Tingkat propinsi 8.02 0. Melaksanakan temu lapang 6.27 0. Tingkat Kabupaten / Kotamadya 3).08 0.48 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Kelompok tani binaan b. Tingkat kabupaten c. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk a.12 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 1). Melakukan temu karya kepada: a. Melakukan temu usaha 10. Tingkat Desa dan Kecamatan 2).Sebagai pramu wicara 2).08 0. Sebagai moderator b. Tokoh masyarakat/agama 11. Percontohan petak (demontrasi plot) 2).16 Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Pelasana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Percontohan wilayah (demontrasi area) 5. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran a.08 0. Sebagai narasumber 7.18 0.04 0.02 0.06 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan 1 .07 0.03 0. Tokoh masyarakat/agama 9. Tingkat Propinsi Setiap kali Setiap kali 0.09 0.108 2 Setiap unit Setiap unit Setiap unit Setiap kali 0.06 0.03 0.

Pemula .menganalis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1.Melaksanakan penilaian lomba 1. Mengolah.48 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut Setiap laporan Setiap laporan 0.03 0. Penyuluh kehutanan penyelia 15.Sebagai pembaca naskah/pemain tunggal 14.54 PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PEMANTULAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN B. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada: a.32 0.01 0. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari : a. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang 1. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV A. Penyuluh kehutanan pelaksana 2). Lanjut .01 0. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 109 . Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3). Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 2.01 0.06 0. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio /TV: .30 PK Penyelia PK Penyelia 0.04 PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan .04 0.16 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0. Madya . Penyuluh kehutanan penyelia b. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjutan 3). Menumbuhkan kelompok 2.03 0.madya c.05 0.Sebagai pembuat karya/desain 13.05 0.utama 3.1 Setiap kali 0.09 Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap gbpp Setiap kali PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Penyelia PK Pelaksana lanjutan PK Pelaksana PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia C. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan C.02 0.04 0. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan a.08 0. Penyuluh kehutanan pelaksana 2). Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran a. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sebagai berikut . Bulanan 1. Memberikan bimbingan teknis/kursus kepada kelompok sasaran : a. Perorangan oleh : 1).20 0. Kelompok Sasaran lain oleh : 1).05 Setiap kali 2 3 4 5 6 7 Setiap orang Setiap orang Setiap orang 0. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.06 0. Menyusun kurikulum kursus b. Pengolahan data hasil pemantauan/pengendalian 3. Melakukan pemantauan/pengendalian 2.lanjut b. Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantau an/pengedaian 1.

Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .08 2 3 4 5 6 7 V Setiap buku Setiap naskah PENGEMBANGAN PROFESI A. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan 12. Membuat buku pedoman /petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan PENUNJANG PENYULUH A.04 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang VI D. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3.00 3.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah 8.50 5.02 0. Dalam bentuk makalah 4.50 2. Mengajar/melatih di bidang KEHUTANAN penyuluhan kehutanan 1. Karya tulis tinjauan atau alasan ilmiah gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan a.50 6. Triwulan 1. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a.nilai pembaharuan 2.00 0.15 0. Penyuluh kehutanan penyelia c.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya 7.00 4.50 2.50 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Tahunan 1. Dalam bentuk buku yang diterbikan secara nasional b. Penyuluh kehutanan pelaksana 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3. Dalam bentuk buku b. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan C.30 0. Penyuluh kehutanan pelaksana lanjut 3. Dalam buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan . Penyuluh kehutanan pelaksana 2.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang B.06 0. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengkajian /survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi a. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam Pelajaran 2. Penyuluh kehutanan penyelia 1.12 0. Penyuluh kehutanan penyelia b.06 0. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 2. Merumuskan sisyem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai .nilai penyempurnaan pebaikan Membuat buku pedoman/petunjuk pelasana/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan Mengajar/melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan .110 1 Setiap laporan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia PK Pelaksana PK Pelaksana lanjutan PK Penyelia Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0.

Tingkat propinsi. Diploma II 2. Pengurus aktif b.00 1. Dalam bentuk buku b.50 0.sebagai : a. Tingkat nasional/internasional. Anggota aktif 1. 20 (dua puluh) tahun c.00 2. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Mengikuti seminar/lokakarya atau simposium sebagai a.00 15.sebagai: a.00 0.50 0. Gelar kehormatan akademis 3. Anggota aktif 2.50 1. Menterjemahkan /menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap buku 3.00 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VII C. Terjemahan/saudara di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. Pengurus aktif b. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasi : a. Moderator c. Peserta Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan Memperoleh keserjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. Sarjana/diploma IV 1.00 1. Pembahas d. Dalam majalah ilmuan yang diakui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2.00 2. 30 (tiga puluh) tahun b. FEISAL TAMIM 111 .50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang D.00 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Menjadi anggota Tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. 10 (sepuluh) tahun 2. Pemasaran b.1 PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN B.50 3.00 0.00 5.00 2.00 2. Dalam bentuk makalah 3.00 1. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G. Sarjana muda/diploma III 3. Mengikuti seminar/lokakarya di bidang penyuluhan kehuta nan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 3.00 1. Narasumber e.35 Setiap makalah Setiap makalah Setiap naskah 3.50 Semua jenjang 7. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Memperoleh piagam kehormatan 1.00 4. Tanda kehormatan satyalancana karya satya a.

12 0. Sebagai pembahas c.04 PK Pertama . Penyusunan program penyuluhan kehutanan C. Dokter 2. Pendidikan dan gelar fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan(STTP) atau sertipikat PERSIAPAN Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap ijazah Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap sertifikat Setiap naskah instrumen Setiap laporan Setiap konsep Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap naskah 3 4 5 6 LAMPIRAN II : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M.36 0.16 0. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Lamanya antara 30-80 jam 1. Lamanya lebih dari 950 jam 2. Sebagai nara sumber 1. Lamanya antara 81-160 jam 6.36 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang PK Pertama PK Muda PK Madya PK Madya PK Madya PK Muda PK Madya B.07 0. Mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan : 1. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani b. Sarjana / Diploma IV 1. Lamanya antara 481-640 jam 4. Sebagai narasumber 3. Menyusun instrumen identifikasi 2. Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1. Menganalisis data potensi wilayah dan agroenkosistem serta kebutuhan teknologic kehutanan 3.12 0. Menyusun rancang bangun rekayasa usaha wanatani : a. Sebagai penyaji 2. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 NO.80 0. Pendidikan sekolah dengan memperoleh ijazah/gelar B. Lamanya antara 641-960 jam 3. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluh sesuai dengan jenjang jabatan Setiap konsep 0.112 RINCIAN KEGIATAN PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI DAN ANGKA KREDITNYA UNSUR 2 PENDIDIKAN A. pasca sarjana 3. Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan a. Lamanya antara 161-480 jam 5. Mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani 1. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 150 100 75 15 9 6 3 2 1 0. SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN SATUAN HASIL ANGKA KREDIT PELAKSANA 7 1 I II A.

08 0.Penyuluh kehutanan pertama . Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan A.8 0.84 0.Penyuluh kehutanan pertama .penyuluh kehutanan madya 113 .oleh .15 0.oleh .07 Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja Setiap rencana kerja 0.Penyuluh kehutanan muda .45 0. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan untuk/dalam bentuk a.60 0.30 0.40 0. Selebaran/pamflet. Media papan 1).Penyuluh kehutanan madya 3).Penyuluh kehutanan muda . Menyusun rancangan sarana penyuluhan 1.28 0. Seri slide (min 10 lbr) 3). Menyusun instrumen 2.1 a. Penyuluh kehutanan pertama b.90 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya 1.32 0.Penyuluh kehutanan madya 4). Vidio (rekaman) min 5 menit 5). Brosur/booklet.39 0. OHP transparan 2).30 0. Poster.16 0. Sound slide (min 10 lbr) 4). Siaran radio TV c. Media terproyeksi/audiovisual 1).oleh .60 0. Penyuluh kehutanan madya PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Pertama Setiap recana kerja Setiap paket 0.Penyuluh kehutanan muda .penyuluh kehutanan muda . Penyusunan materi penyuluhan kehutanan PK Pertama PK Pertama PK Pertama PK Muda PK Muda PK Muda Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap 1 x terbit Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.58 2 3 4 5 6 7 III PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap papan dis Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah Setiap naskah 0.Penyuluh kehutanan madya 2).Penyuluh kehutanan pertama .2 0.Penyuluh kehutanan pertama . Bulletin boart (papan bulletin) b.60 D. Media cetak 1).56 0.oleh . Leaflet/folder. Mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan: a.06 0. Penyuluh kehutanan muda c.19 0.5 0.

Tingkat nasional 4.08 0.16 1.Pemuda. Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya . Perorangan oleh : 1.18 0. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara 9. Tingkat nasional b.Sebagai pramuwicara 8. Penyuluh kehutanan pertama Setiap orang 0.18 PK Muda PK Madya Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali pameran Setiap kali Setiap kali 0. Melaksakan kegiatan pameran kehutanan 1. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a.16 3 4 5 6 7 Setiap laporan Setiap laporan 0. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/ kampanye dalam bentuk : a.Sebagai pembuat karya/desain .09 0.64 0.59 0.06 0. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainya . LSM.114 2 B. Melakukan kaji terap teknologi anjuran / uji coba a. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi 2. cendikiawan.Pemda.80 PK Muda PK Madya Setiap laporan Setiap laporan 0.10 0. Tingkat internasional 7.perguruan tinggi.18 PK Pertama PK Muda PK Pertama PK Muda PK Madya 1. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karya wisata kepada : . Ceramah umum 1.Perguruan tinggi. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan Setiap desain Setiap laporan PK Muda PK Muda PK Petama PK Pertama PK Pertama PK Madya 0. Membuat desain kaji terap/uji coba b. LSM.03 PK Pertama 1 .Sebagai pramuwicara 2. Melakukan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran : a.16 PK Pertama PK Muda Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap kali 0. pemerintah pusat 5. pemerintah pusat 6. Melakukan penyuluhan melalui siaran radio/ TV a. Tingkat propinsi .08 0. Sebagai pembicara / penyaji 3. Tingkat internasional b. cendikiawan.06 0. Melakukan temu karya kepada : . Tingkat nasional . Tingkat nasional 2. Melaksanakan temu teknis antar wilayah/fungsi : a. Sebagai sutradara b. Melaksanakan kegiatan widyakarya ( perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing a.08 0.24 0.

04 0. Memberikan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran sebagai : a.1 Setiap orang Setiap orang PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap kelompok 0. Penyuluh kehutanan madya b. Berperan serta dalam perlombaan keterampilan badang kehutanan sebagai berikut : a. Penyuluh kehutanan madya 10.12 0. Triwulan a. Pentusunan pedoman penilaian lomba 1.06 0. Menyusun laporan pejabat fungsional penyuluh kehutanan : a. Sebagai penyaji b.06 0. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran IV.08 0.44 0. Penyuluh kehutanan pertama b. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap pedoman Setiap naskah 0. Menyusun materi kursus 1. Penyuluh kehutanan muda c.08 0. Penyuluh kehutanan madya b.09 0. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran : a. Menumbuhkan gabungan kelompok/asosiasi b.27 PK Muda PK Pertama PK Muda PK Muda C. Penyuluh kehutanan muda c.08 0. Penyuluh kehutanan muda 3. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan B.09 2 3 4 5 6 7 Setiap modul Setiap kelompok Setiap kelompok Setiap pksu perusahaan 0. Menyusun metode/ teknik pemantauan/pengendalian 1.21 0.12 0.60 0.04 0. Kelompok sasaran lain oleh : 1. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Sebagai nara sumber/ pengisi acara diskusi/ wawancara c. Sebagai pembahas 2.14 PK Muda PK Madya PK Muda PK Muda C.12 PK Pertama PK Muda PK Madya 115 2. Penyuluh kehutanan madya Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan 0. Penyuluh kehutanan pertama 2. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran 3. Bulanan a.18 PK Pertama PK Muda PK Madya . Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan 1. Penyuluh kehutanan pertama b. Mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan : a.08 0.12 0. A.38 PK Muda PK Pertama PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Setiap kali Setiap kali Setiap kali Setiap laporan 0. Menumbuhkan koperasi/ kelembagaan formal ( badan hukum ) 2. Penyuluh kehutanan muda 3.

116 1 Setiap laporan Setiap laporan Setiap laporan PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0.95 1.45 0. Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan a. Mendiskusikan konsep pengembangan teknik/ materi. penyuluh kehutanan madya 1. Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan c.15 0. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumus Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan 0. Pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan : a. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan c. Menyiap konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b. Pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan : a. penyuluh kehutanan muda c. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c. Pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan : a.40 0. Mengembangkan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan kehutanan c.69 0.37 0. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan . Penyuluh kehutanan pertama b. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitorin dan evaluasi penyuluhan kehutanan 1. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan b.42 0. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 2.50 0. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan 2.20 1.30 0. Menyempurnakan konsep pengembangan perecanaan penyuluhan kehutanan 3. Tahunan a. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan 4.90 0. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi.36 0. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan b.46 0.84 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Muda PK Madya B.45 2 3 4 5 6 7 V PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan b. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan c.80 1.08 PK Pertama PK Muda PK Madya PK Pertama PK Muda PK Madya Setiap konsep Setiap laporan Setiap naskah rumusan Setiap konsep Setiap laporan 0. materi.

50 2. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan A.50 5. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh lembaga ilmu pengetahuan indonesia 2. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan 1.00 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan 3. Menterjemahkan/ menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan 117 Mengajar/ melatih yang berkaitan dengan bidang penyuluhan kehutanan 1.50 Semua jenjang Semua jenjang .00 3. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan 2. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasansendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang di publikasi : a.04 7. Dalam buku makalah Setiap buku Setiap makalah 3.00 Semua jenjang Semua jenjang Setiap buku Setiap naskah Setiap naskah Setiap karya Tiap rumusan Tiap rumusan Setiap buku petunjuk Setiap 2 jam pelajaran Setiap buku Setiap naskah 7.00 1. Dalam bentuk makalah 4. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan Membuat buku pedoman/ petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan VII PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN D. Dalam majalah ilmiah yang diakuioleh LIPI 2.00 3.50 2. materi .00 0. Dalam bentuk buku b. Dalam majalah ilmiah yang di akui oleh LIPI 3.00 4. Terjemahan/saduran di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasi : a. Menyempurnakan pengembangan teknik/metodologi.00 Semua jenjang Semua jenjang A. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan C.50 Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang B. gagasan dan atau ulasan ilmidalam pertemuan ilmiah Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan 1. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b.50 1.72 Semua jenjang 2 3 4 5 6 7 VI PENGEMBANGAN PROFESI Setiap buku Setiap naskah 12. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/ pengkaji an/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasi : a.50 6.1 Setiap naskah rumusan 0. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang di publikasi : a. Dalam bentuk buku yang di terbitkan dan diedarkan secara nasional b. Mengajar/ melatih di bidang penyuluhan kehutanan B. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan Setiap buku Setiap naskah 8. Dalam bentuk buku b.

sebagai : a. Narasumber e. Pembahas d. FEISAL TAMIM Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap kegiatan Setiap tahun Setiap gelar Setiap gelar Setiap gelar Setiap tahun Setiap tahun 0.00 15. Memperoleh piagam kehormatan Menjadi aggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1.00 1.00 2. Sarjana/D IV 2.00 2. Menjadi angota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan G.00 Setiap jenjang Setiap jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. Tiada kehormatan satyalencana karya satya : a. Mengikuti seminar/ lokakarya atau simposium sebagai : a. Moderator c. 10(sepuluh) tahun 2.50 Setiap tahun Setiap tahun Setiap piagam Setiap piagam Setiap piagam Setiap gelar 0.00 1. Pasca sarjana 3. Doktor 1.118 2 Setiap naskah Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Semua jenjang Setiap jenjang 5.00 1.00 0. Gelar kehormatan akademis 1 PARAF ORGANISASI Sesmen Deputi I Deputi II Deputi III Deputi IV Deputi V Deputi VI . Memperoleh gelar kesarjanaan lainya F. 30(tiga puluh) b. Peserta 3 4 5 6 7 D.50 3.35 3. 20(dua puluh) c. Pemasaran b. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluhan kehutanan E. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan 1. Tingkat nasional/internasional.00 2.00 15.00 2.50 C.50 0. Tingkat propinsi. sebagai : a. Pengurus aktif b.00 1. anggota aktif 2. Anggota aktif 1. Pengurus aktif b.00 1. Mengikuti seminar/ lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan 3.

LAMPIRAN III : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT TERAMPIL JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. Pendidikan B. Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 40 8 JUMLAH 12 60 16 80 20 120 160 240 2 30 100 150 40 200 60 300 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD. FEISAL TAMIM 119 . Penyuluh Kehutanan Pelaksana II / b II / c II / d III / a UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan Penyelia III / b III / c III / d 1 > 80% 32 48 64 80 UNSUR UTAMA A. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. P e m a n ta u a n . Persiapan penyuluhan kehutanan C.

PAN/12/2002 TANGGAL : 3 DESEMBER 2002 1 > 80% 80 120 160 UNSUR UTAMA A. Penyuluh Kehutanan Muda III / c III / d III / a III / b UNSUR PERSENTASE Penyuluh Kehutanan Pertama Penyuluh Kehutanan Madya IV / a IV / b IV / c LAMPIRAN IV : KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : 130/KEP/M. Pendidikan B. FEISAL TAMIM . e v a l u a s i d a n pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan E. P e l a k s a n a a n p e n y u l u h a n kehutanan D. Persiapan penyuluhan kehutanan C.120 JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENYULUH KEHUTANAN TINGKAT AHLI JENJANG JABATAN/GOLONGAN RUANG/ANGKA KREDIT NO. P e m a n ta u a n . Pengembangan profesi UNSUR PENUNJANG Kegiatan yang mendukung pelaksanaan penyuluhan kehutanan > 20% 100% 100 20 JUMLAH 30 150 40 200 60 240 320 440 560 2 80 300 400 110 550 140 700 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TTD.

2.MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. Mengingat : 1. b. bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 130/KEP/M. 5. 121 . Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahur 1999. 3. bahwa dalam rangka tertib administrasi kepegawaian dan kelancaran kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan serta untuk mendukung pengembangan karier Penyuluh Kehutanan.PAN/12/2002 telah ditetapkan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Nomor 12 Tahun 2002 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 Jo.II/2003 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI KEHUTANAN Menimbang : a. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. 4. dipandang perlu menetapkan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dengan Keputusan Menteri Kehutanan.

Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil.6. 15. Fungsi. Dengan ditetapkannya keputusan ini. maka : Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 41/Kpts-II/1990 tentang Petunjuk Pelaksanaan Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan. 10. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 228/M Tahun 2001. Tugas. 13. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor l23/Kpts-11/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kehutanan. 7. 12.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. Pemindahan. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 375/Kpts-II/1995 tentang Kedudukan dan Tata Kerja Penyuluh Kehutanan. Kewenangan. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nornor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan. 8. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 1 30/KEP/M. 122 . terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001. 9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah. 14. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 jo. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : KEDUA : Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. 11.

9. KETIGA KEEMPAT KELIMA : : : Petunjuk Teknis yang belum diatur dalam Keputusan ini akan diatur kemudian oleh Menteri Kehutanan. Para Bupati seluruh Indonesia. 4. Menteri Kelautan dan Perikanan. Para Gubernur seluruh Indonesia. Kepala Unit Pelaksana Teknis di Iingkungan Departemen Kehutanan di seluruh Indonesia. Menteri Pertanian. Kepala Badan Kepegawaian Negara. Menteri Negara Lingkungan Hidup. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. 123 .- Surat Edaran Bersama Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 348/MENHUT-II/1988 dan Nomor 12/SE/1988 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Penyuluh Kehutanan dinyatakan tidak berlaku. 2. 8. Keputusan ini disampaikan kepada yang berkepentingan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Para Pimpinan Unit Kerja Eselon / Lingkup Departemen Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. 3. Para Walikota seluruh Indonesia. 12. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja yang membidangi kehutanan Propinsi seluruh Indonesia. Menteri Kehakiman dan HAM. 14. 7. 10. 6. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN MUHAMMAD PRAKOSA Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.: 1. 13. Menteri Dalam Negeri. 5. 11.

Lampiran Nomor Tanggal : : : Keputusan Menteri Kehutanan 272/Kptd-II/2003 12 Agustus 2003 PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN DAN ANGKA KREDITNYA BAB I PENDAHULUAN A. Sebagai penjabaran dan pelaksanaan operasional keputusan-keputusan tersebut. 3. 2. sehingga pengembangan karier Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan dengan baik. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (PNS) antara lain dinyatakan bahwa untuk meningkatkan mutu profesionalisme dan pembinaan karier PNS perlu ditetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 4. telah ditetapkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya dan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 35 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. tim penilai. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan semua ketentuan yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian dan kegiatan teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Untuk mewadahi keberadaan dan sebagai landasan bagi penetapan jabatan fungsional tersebut. Sebagai Pelaksanaan dari Keputusan Presiden tersebut. Latar Belakang 1. pengelola kepegawaian. B. Maksud Petunjuk teknis ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Penyuluh Kehutanan. telah ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil. 124 . disusun Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya yang mengatur hal-hal yang berkenaan dengan pengelolaan administrasi kepegawaian dan rincian kegiatan teknis di bidang penyuluhan Kehutanan. Maksud dan Tujuan 1.

tanggung jawab. pembinaan dan pengembangan Penyuluh Kehutanan. wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasi Iingkup kehutanan untuk melakukan penyuluhan kehutanan. Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan satuan nilai dan hasil penilaian butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang telah dicapai oleh Penyuluh Kehutanan yang telah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. Pengertian-pengertian Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan: 1. metodologi dan teknik analisis tertentu. 3. Ruang Lingkup Ruang Iingkup petunjuk teknis ini mencakup tugas pokok. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah blanko yang berisi keterangan perorangan Penyuluh Kehutanan dan butir kegiatan yang dinilai dan harus diisi oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka penetapan angka kredit. 6. Penyuluh kehutanan Tingkat AhIi adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan. Penyuluh Kehutanan adalah PNS yang diberi tugas. 5. Tujuan Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk mempermudah dan menyeragamkan. penilaian dan penetapan angka kredit. rincian dan tolok ukur kegiatan. sub unsur dan butir kegiatan. pembebasan sementara. pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. pemahaman pelaksanaan penyuluhan kehutanan. pengangkatan kembali. 125 . Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil adalah Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu. pengangkatan dalam jabatan.2. sehingga dapat memperlancar tugas-tugas Penyuluh Kehutanan. C. 2. pengusulan. kenaikan jabatan dan pangkat. tim penilai. unsur. pengelola kepegawaian. 4. pemberhentian. D. Angka Kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi kerja yang telah dicapai oleh seorang Penyuluh Kehutanan dalam mengerjakan butir kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan.

8. 14. 12. 15. mau dan mampu memahami. 9. 13.7. melaksanakan dan mengelola usaha-usaha 126 . 11. Tim Penilai Propinsi dan Tim Penilai Kabupaten / Kota dalam melakukan penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan. Pejabat Penetap Angka Kredit adalah Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan. Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Kepala Pusat Guna Penyuluhan Kehutanan untuk membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. Penyuluhan Kehutanan adalah proses pengembangan pengetahuan. Tim Penilai Propinsi adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Propinsi dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan propinsi. Tim Penilai Teknis adalah Tim yang dibentuk oleh pejabat yang berwenang untuk memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. Pejabat Pengusul adalah Pejabat yang berwenang mengusulkan penetapan angka kredit Penyuluh Kehutanan. 10. Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim yang dibentuk oleh Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota untuk membantu Kepala Dinas Kehutanan atau pejabat eselon II yang membidangi kehutanan di Kabupaten/Kota dalam menetapkan angka kredit bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Kabupaten/ Kota Sekretariat Tim Penilai adalah Sekretariat yang dibentuk untuk membantu Tim Penilai Sekretariat Jenderal. sikap dan perilaku kelompok masyarakat sasaran agar mereka tahu. Tim Penilai Pusat. Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan yang dibentuk oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan dalam menetapkan angka kredit bagi pejabat Penyuluh Kehutanan Madya di ingkungan Departemen Kehutanan.

Leaflet/ Folder adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam bentuk lembaran/ lipatan kertas yang berisi tulisan dengan kalimatkalimat yang singkat. Masyarakat Sasaran Penyuluhan Kehutanan adalah masyarakat sasaran yang berdomisili di sekitar dan di dalam hutan dan atau masyarakat sasaran yang memiliki aktivitas yang berhubungan dengan pembangunan kehutanan. 24.16. padat. yang menggambarkan keadaan sekarang. Pendidikan dan Pelatihan Kedinasan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah pendidikan/pelatihan teknis dan fungsional Penyuluhan Kehutanan. kehutanan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sekaligus mempunyai keperdulian dan berpartisipasi aktif dalam pelestarian hutan dan Iingkungan. masalah-masalah dan alternatif pemecahannya serta cara mencapai tujuan yang disusun secara partisipatif. disusun secara berurutan atau berangkai berisi petunjuk / informasi kehutanan dengan jumlah rangkaian minimal 5 lembar. 18. mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar. sistematis dan tertulis setiap tahun. tujuan yang ingin dicapai. yang mencantumkan hal-hal yang perlu disiapkan dalam berinteraksi dengan masyarakat sasaran kehutanan diwilayah kerjanya. Programa Penyuluhan Kehutanan adalah rencana kerja tentang kegiatan penyuluhan kehutanan yang memadukan aspirasi masyarakat sasaran kehutanan dengan potensi wilayah dan program pembangunan kehutanan. Rencana Kerja Penyuluh Kehutanan adalah rencana kegiatan yang disusun oleh para Penyuluh Kehutanan berdasarkan programa penyuluhan kehutanan setempat. Flip Chart / Peta Singkap adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran-lembaran kertas. 127 . Chart/ Gambar adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas atau bahan sejenis yang menggambarkan konsep pemikiran tentang proses pencapaian suatu kegiatan dalam pembangunan kehutanan. 17. Materi Penyuluhan Kehutanan adalah bahan yang disiapkan oleh Penyuluh Kehutanan dalam rangka pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang berisikan informasi teknis maupun non teknis tentang pembangunan kehutanan. 20. 22. 23. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Penyuluhan Kehutanan adalah surat tamat pendidikan dan pelatihan yang diperoleh Penyuluh Kehutanan karena mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional. 19. 21.

25. Brosur adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah 5-15 halaman, berisi tulisan dengan kalimat singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. 26. Selebaran adalah materi, penyuluhan kehutanan berupa lembaran kertas yang berisi tulisan dengan kalimat-kalimat yang singkat, padat, mudah dimengerti dengan atau tanpa gambar- gambar untuk disebarluaskan kepada masyarakat sasaran. 27. Poster adalah materi penyuluhan kehutanan berupa cetakan dalam sehelai kertas atau selembar papan yang berisikan gambar-gambar dengan sedikit kata yang jelas artinya, tepat pesannya, dapat dengan mudah dibaca pada jarak kurang dari 3 meter. Gambar dapat berupa lukisan, ilustrasi, kartun, atau foto. 28. Booklet adalah materi penyuluhan kehutanan yang berupa cetakan dalam buku kecil dengan jumlah lebih dari 15 halaman, berisi tulisan,yang mudah dimengerti dan gambar-gambar/ foto serta dapat dilengkapi dengan grafik, tabel dan lain-lain. 29. Transparansi adalah materi penyuluhan kehutanan berupa lembaran transparan untuk digunakan pada OHP, berisi petunjuk/ informasi di bidang kehutanan yang dibuat secara manual atau menggunakan komputer, disajikan sebagai alat bantu dalam ceramah, pelatihan, atau kegiatan penyuluhan kehutanan. 30. Seri Foto adalah materi penyuluhan kehutanan berupa rangkaian fotofoto yang disusun secara berurutan sehingga menjadi suatu kesatuan cerita/ gagasan kegiatan di bidang kehutanan. 31. Slide adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 32. Slide Suara (sound slide) adalah materi penyuluhan kehutanan berupa seri slide (film positif), merupakan kumpulan slide yang berurutan menjadi suatu cerita, kegiatan atau kejadian, disertai dengan komentar (suara) dan atau tulisan/ teks dalam rekaman, yang pembuatannya dapat diprogram dengan komputer, dan dapat diputar melalui satu atau beberapa slide proyektor. 33. Film / Kaset Video / Video Disk adalah materi penyuluhan kehutanan berisi rangkaian cerita yang dibuat dalam pita film (16mm atau lainnya) dan diputar dengan proyektor film, atau pada pita video catridge yang diputar pada video player, atau pada Video Compact Disc (VCD) yang diputar pada VCD player atau pada Digital Video Disc (DVD) yang diputar pada DVD player. 34. Naskah Radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan adalah materi penyuluhan

128

35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43.

44.

45.

46.

kehutanan berupa tulisan/ naskah atau skenario yang akan dibacakan atau diperagakan dalam siaran radio/ TV/ Seni Budaya/ Pertunjukan. Instrumen/ dentifikasi adalah alat bantu survey didalam kegiatan identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan, berupa blanko isian/ kuesioner. Instrumen Materi Penyuluhan Kehutanan adalah alat bantu survey untuk mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Papan Buletin / Bulletin Board adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa papan informasi tentang kegiatan pembangunan kehutanan. Maket adalah alat bantu penyuluhan kehutanan berupa miniatur tentang gambaran kondisi fisik suatu kegiatan pembangunan kehutanan, dalam suatu wilayah. Diorama adalah penggambaran secara nyata tentang sesuatu kegiatan/peristiwa pembangunan kehutanan dalam bentuk tiga dimensi dengan latar belakang yang dilukis. Model adalah tiruan benda dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil dan benda aslinya yang digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Mock-up adalah tiruan benda/bagiannya yang dibuat sesuai dengan aslinya, digunakan sebagai alat peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Specimen adalah benda asli yang telah diawetkan, karena benda asli sulit didapatkan, digunakan sebagai alat bantu/peraga dalam kegiatan penyuluhan kehutanan. Metode Penyuluhan Kehutanan adalah cara atau teknik penyampaian materi (isi pesan) penyuluhan kehutanan oleh Penyuluh Kehutanan kepada masyarakat sasaran baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka mengerti, mau dan mampu menerapkan inovasi baru. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada anggota kelompok sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi anggota kelompok sasaran dalam rangka membantu mereka untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Kunjungan tatap muka/ anjangsana pada kelompok masyarakat sasaran penyuluhan kehutanan adalah metode penyuluhan kehutanan langsung dengan mendatangi pertemuan kelompok baik yang rutin maupun yang insidentil dalam rangka membantu kelompok dimaksud dalam rangka membantu untuk mengidentifikasi dan atau pemecahan permasalahan usahanya. Uji coba lapang paket teknologi spesifik lokalita disebut juga kaji terap adalah metode penyuluhan kehutanan untuk mencoba suatu teknologi kehutanan yang dilaksanakan oleh masyarakat sasaran, sebagai

129

47.

48.

49.

50.

51.

52.

53.

54.

tindak lanjut dan hasil pengkajian/pengujian teknologi anjuran. teknologi hasil galian sendiri atau dari berbagai sumber teknologi lainnya, untuk mendapatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan/lokasi usahanya dilakukan sebelum demonstrasi. Pengkajian/pengujian Teknologi Anjuran adalah kegiatan pengembangan penelitian sebelum dilakukan uji coba lapang (kaji terap) dari suatu teknologi hasil penelitian yang dilakukan dilahan percontohan (Balai Penelitian Kehutanan, Unit Pelaksana Teknis, Dinas ;dll). Demonstrasi Cara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan yang telah terbukti menguntungkan bagi masyarakat sasaran sasaran. Demonstrasi Hasil adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi kehutanan atau teknologi lainnya yang sudah spesiflk lokasi, dapat berupa: a. Demontrasi plot yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh perorangan. b. Demontrasi Farm yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh kelompok tani/ masyarakat sasaran. c. Demontrasi Area yaitu demontrasi yang dilaksanakan oleh gabungan kelompok tani / masyarakat sasaran. Temu Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar peneliti, penyuluh dan para petani /masyarakat sasaran untuk saling tukar menukar teknologi informasi sehingga ditemukan teknologi yang akan dikembangkan sesuai dengan potensi wilayah. Temu Teknis antar Wilayah/Fungsi disebut juga Temu Tugas adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan berkala antara Penyuluh Kehutanan dengan Penyuluh Kehutanan atau antara Penyuluh Kehutanan, peneliti, aparat pengaturan dan pelayanan untuk meningkatkan pelayanan kepada petani / masyarakat sasaran dalam mengembangkan usahanya. Temu Wicara adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antara petani/masyarakat sasaran dengan pemerintah, untuk bertukar informasi mengenai kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan kehutanan, serta partisipasi dan peran serta petani/masyarakat sasaran dalam pembangunan kehutanan. Temu Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan antar petani/ masyarakat sasaran, untuk bertukar pikiran dan pengalaman, saling belajar, saling mengajarkan keterampilan dan pengetahuan untuk diterapkan oleh petani/ masyarakat sasaran. Temu Usaha adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan

130

55.

56.

57.

58.

59.

60.

61.

62.

pertemuan antar petani masyarakat sasaran dengan pengusaha di bidang kehutanan dalam rangka informasi usaha, promosi usaha, transaksi usaha, perluasan pasar dan kemitraan usaha. Widya Wisata adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya, dengan prinsip belajar dan melihat. Widya Karya adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani/masyarakat sasaran untuk mempraktekkan hasil suatu pengajaran atau melakukan suatu karya bermanfaat di tempat yang dituju. Sarasehan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan pertemuan sebagai forum konsultasi antara kelompok tani/masyarakat sasaran dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara periodik atau insidentil sesuai dengan keperluan untuk membicarakan, memusyawarahkan dan menyepakati pemecahan berbagai permasalahan pembangunan kehutanan. Kursus Tani adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar yang terstruktur yang khusus diperuntukkan bagi petani dan keluarganya, yang diselenggarakan secara sistematis dan teratur, dan dalam jangka waktu tertentu. Sekolah Lapang adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan proses belajar mengajar dengan partisipasi aktif, mencari dan menemukan fakta sendiri, menganalisa dan mendiskusikan diantara anggota kelompok tani/ kelompok sendiri, serta mengambil keputusan bersama bagaimana tindakan selanjutnya, dengan prinsip belajar berdasarkan pengaIaman pada suatu periode usahanya yang dipandu oleh petani/kelompok sendiri dan Penyuluh Kehutanan dalam suatu periode usahanya. Pameran adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model, contoh, barang, peta, grafik, gambar, poster, benda hidup, dan sebagainya secara sistematis pada suatu tempat tertentu, dalam rangka promosi usahanya. Perlombaan adalah metode penyuluhan kehutanan berupa kegiatan membandingkan keberhasilan usahatani petani untuk menumbuhkan persaingan sehat diantara para petani beserta keluarganya dalam mengejar suatu prestasi yang diinginkan, sebagai salah satu usaha untuk mendorong agar mau dan mampu meningkatkan usahatani dan kesejahteraannya. Pengembangan Profesi adalah metode penyuluhan kehutanan dalam rangka mengembangkan dari melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan untuk meningkatkan mutu penyuluhan kehutanan dan

131

63.

64.

65.

66.

67. 68.

69. 70.

71.

72. 73.

profesionalisme penyuluh kehutanan serta dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pembangunan kehutanan. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Petani adalah kegiatan yang dilakukan Penyuluh Kehutanan untuk menumbuhkan, mengarahkan, dan mendorong kemampuan para petani agar dapat memecahkan masalah yang mereka hadapi secara mandiri. Karya Tulis llmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seseorang atau lebih yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan tersebut secara sistematis melalui identifikasi, diskripsi dan analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran pemecahannya. Karya Tulis llmiah hasil Penelitian/ Pengkajian/ Survei/ Evaluasi adalah suatu karya tulis yang membahas tentang suatu pokok bahasan yang merupakan hasil penelitian/ pengkajian/ survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan. Makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah adalah suatu karya tulis yang berdasarkan kaidah ilmu disusun oleh seorang atau Iebih yang membahas suatu pokok persoalan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu kehutanan. Pertemuan llmiah adalah pertemuan yang dilaksanakan untuk membahas suatu masalah yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Saduran adalah naskah yang disusun berdasarkan tulisan orang lain yang telah diubah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berlaku tanpa menghilangkan atau mengubah gagasan penulis asli dilakukan oleh seorang atau lebih. Terjemahan adalah naskah yang berasal dari tulisan orang lain yang dialih bahasakan ke dalam bahasa lain dilakukan oleh seorang atau lebih. Penulis Utama adalah seseorang yang memprakarsai penulisan, pemilik ide tentang hal-hal yang akan ditulis, pembuat pokok-pokok tulisan, pembuat outline, penyusunan serta pembuatan konsep akhir dan tulisan tersebut, sehingga nama yang bersangkutan tertera pada urutan pertama atau dinyatakan secara jelas sebagai penulis utama. Penulis Pembantu adalah seseorang yang memberikan bantuan kepada penulis utama misalnya dalam hal mengumpulkan data, mengolah data, menganalisa data, menyempurnakan konsep/ penambahan bahan materi dan penunjang. Pendukung Penyuluhan Kehutanan adalah kegiatan Penyuluhan Kehutanan yang dapat menunjang penyelenggaraan tugas, wewenang dan tanggung jawab Penyuluh Kehutanan. Membimbing Penyuluh Kehutanan adalah kegiatan yang bersifat memberi contoh, memberi dukungan dan memberi petunjuk kepada

132

74. 75. 76. 77. 78.

Penyuluh Kehutanan yang menduduki, jabatan/pangkat/golongan yang Iebih rendah. Seminar adalah suatu bentuk pertemuan ilmiah untuk membahas masalah tertentu dalam penyuluhan kehutanan untuk memperoleh suatu kesimpulan berdasarkan suatu pendapat bersama. Lokakarya adalah salah satu bentuk pertemuan untuk membahas masalah tertentu dalam bidang kehutanan untuk memperoleh hasil tertentu yang perlu ditindaklanjuti. Penghargaan adalah kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah (Pusat, Propinsi, Kabupaten/ Kota), Organisasi/ Lembaga Nasional/ Internasional. Organisasi Profesi adalah organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada disiplin ilmu pengetahuan di bidang kehutanan dan etika profesi di bidang penyuluhan kehutanan. Kelas Kemampuan Kelompok adalah ukuran kemajuan kelompok tani dari pemula, lanjut, madya sampai utama.

133

b. Pengembangan penyuluhan kehutanan. Penerapan metode penyuluhan kehutanan. mengembangkan. Pengembangan swadaya dan swakarya kelompok sasaran. Persiapan penyuluhan kehutanan. Pendidikan. Membuat laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. meliputi: a. fungsional bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. melaksanakan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Penyusunan program penyuluhan kehutanan.BAB II JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A. c. b. terdiri atas unsur dan sub unsur: 1. 3. meliputi: a. 2. Penyusunan rencana kerja penyuluhan kehutanan. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah / gelar. Pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b. meliputi: a. 5. meliputi: a. d. memantau dan mengevaluasi serta melaporkan kegiatan penyuluhan kehutanan. c. Memantau pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 134 . Pendidikan dan pelatihan kedinasan. Pengembangan aspek kelembagaan/ manajemen penyuluhan kehutanan. Bidang Kegiatan Bidang kegiatan Penyuluh Kehutanan. B. Pemantauan. Penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan kehutanan. c. meliputi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. b. Tugas Pokok Tugas Pokok Penyuluh Kehutanan adalah menyiapkan. 4.

Pengembangan aspek teknik. Penunjang penyuluhan kehutanan. Mengikuti seminar/ lokakarya dibidang penyuluhan kehutanan. 2) Belum digunakan dalam penilaian yang disyaratkan dengan dilengkapi surat keterangan dari atasan yang bersangkutan. Institut. d. 135 . Sekolah Tinggi. Institut. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan. Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. meliputi: a. Rincian dan Tolok Ukur Kegiatan Rincian butir kegiatan yang dapat dinilai dengan angka kredit adalah sebagai berikut: 1. meliputi: a. Mengajar dan melatih dibidang penyuluhan kehutanan. e. 7. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/ gelar. 6. metodelogi. Tolok Ukur: 1) Memperoleh ijazah/ gelar perguruan tinggi dari Universitas. c. g. C. d. atau 3) Belum digunakan dalam keputusan penyesuaian jabatan/ kepangkatan yang bersangkutan. b. c. Akademi/ Diploma) atau perguruan tinggi umum dengan jurusan kehutanan atau yang serumpun. Membuat karya tulis/ karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain dibidang penyuluhan kehutanan. Memperoleh gelar kesarjanaan lainya. f. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh Perguruan Tiriggi di bidang kehutanan (Universitas. Menjadi anggota organisasi profesi dibidang penyuluhan kehutanan. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Akademi/ Diploma bidang kehutanan atau yang serumpun. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Memperoleh piagam kehormatan. materi.b. b. yang dinyatakan dengan surat keterangan dari atasannya. Membuat buku pedoman / petunjuk pelaksanaan / petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Pendidikan a. Pengembangan profesi.

2) Pasca Sarjana (S2). b. 4) Sarjana Muda/D-III. geografi. Pemberian Angka Kredit: 1) Apabila memperoleh ijazah/gelar yang lebih tinggi dan sesuai dengan bidang tugas penyuluhan. Mengikuti pendidikan dan pelatihan kedinasan dan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat. pertamanan. atau 3) Tim Penilai ljazah Luar Negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan perguruan tinggi luar negeri. kehutanan. peternakan. pangan. Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap ijazah adalah sebagai berikut: 1) Doktor yaitu 150 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. yaitu 75 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. atau 2) Koordinator Perguruan Tinggi Swasta atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Swasta. 5) Diploma II. yaitu 40 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dari gelar sebelumnya. 2) Memperoleh ijazah/ gelar Doktor / Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV / Diploma Ill / Diploma II di bidang: penyuluhan. apabila merupakan 136 . tanaman. yaitu 60 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya. maka angka kredit yang diberikan adalah sebesar selisih angka kredit yang pernah diberikan (ijazah lama) dengan angka kredit ijazah/ gelar yang Iebih tinggi tersebut. biologi. dan hortikultura dan perkebunan atau yang serumpun. 3) Sarjana/D-IV. Tolok Ukur: 1) Pendidikan dan pelatihan dibeni angka kredit. yaitu 100 dikurangi angka kredit yang telah diperoleh dan gelar sebelumnya.Bukti fisik: Foto copy ijazah/gelar Doktor/ Pasca Sarjana / Sarjana / Diploma IV/ Diploma Ill/ Diploma II yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang: 1) Dekan Perguruan Tinggi / Direktur Program Pasca Sarjana atau pejabat yang ditunjuk untuk melegalisir ijazah Perguruan Tinggi Negeri. agribisnis.

Tolok Ukur : Data sekunder yang dikumpulkan dalam rangka identif'ikasi potensi wilayah desa dan kecamatan. Penyuluh Kehutanan Terampil a. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap STTPL/sertifikat. Bukti Fisik: Foto copy STTPL/sertifikat yang dilegalisir oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan. Pelaksanaan. dan Penyelenggaraan Diklat oleh Pemerintah atau swasta dalam dan luar negeri yang diakui dan dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan dari pihak yang berwenang. nilai 1 2. Pendidikan dan pelatihan tersebut harus memuat : Jangka waktu pelaksanaan. Pemantauan. nilai 9 3) Lamanya antara 481-640 jam. Persiapan.1. 137 . yaitu: 1) Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja. nilai 15 2) Lamanya antara 641-960 jam.II/d).2) 3) pendidikan/ pelatihan teknis penjenjangan dan fungsional bagi penyuluh kehutanan. dan 10 jam untuk praktek (@45 menit). tanggal. nilai 2 6) Lamanya antara 30. Pelaporan dan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan 2. maka jumlah jam dihitung dan jumlah hari dikalikan 8 (delapan) jam pelatihan untuk teori. Apabila jumlah jam pelatihan tidak dicantumkan. Penyuluh Kehutanan Pelaksana (Il/b . han atau jumlah jam pelatihan. nilai 3 5) Lamanya antara 81-160 jam. nilai 6 4) Lamanya antara 161-480 jam.80 jam. Evaluasi. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data sekunder wilayah kerja tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran V. adalah sebagai berikut: 1) Lamanya Iebih dari 960 jam. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy data sekunder wilayah kerja setingkat desa dan kecamatan sesuai panduan / pedoman.

Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran sesuai Lampiran V.03. 138 . Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan sesuai Lampiran V.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan.03. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 3) Memandu penyusuran rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran Tolok Ukur: Pemanduan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi k e h u ta n a n t i n g k a t d e s a d a n k e c a m a ta n .02 4) Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan yang telah diolah dari data sekunder. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk copy laporan yang dilampiri rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana. yaitu 0. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan.

139 . b) Bukti hasil pelaksanaan kajian tersebut dalam bentuk laporan. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai Lampiran V. yaitu 0. yaltu 0. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. 5) Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan.01. 6) Pemanduan penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok wanatani. BuktiFisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran V. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK).Tolok Ukur Pelaksanaan kajian identiflkasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur Rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai pedoman. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan.08. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai Lampiran V. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.

b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy dokumen data. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart.02. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap lembar foto. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.03.Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat diberikan setiap kali pemanduan kelompok wanatani. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ 140 . 7) Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan.04. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart (minimal 5 lembar). Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. Tolok Ukur: Data untuk persiapan penyusunan materi peryuluhan kehutanan. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk foto.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap 141 . yaitu 0.pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk flipchart sesuai dengan Lampiran V. Tolak Ukur: Kunjungan tatap muka/anjangsana kepada kelompok sasaran. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu : 0. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy chart/ gambar. 11) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap chart/ gambar. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 5 lembar flipchart. Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar sesuai dengan Lampiran V.09.01 12) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk chart / gambar. yaitu 0.10. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk chart / gambar.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi cara (percontohan) sesuai dengan Lampiran I.muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu lapang sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Tolok Ukur: Demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot) yang dilakukan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot ) sesuai dengan Lampiran I. 14) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.03.03. 142 . 13) Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) Tolok Ukur: Demonstrasi cara (percontohan) yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Kegiatan temu lapang yang dilakukan. yaitu 0.03. yaitu 0. 15) Melaksanakan temu lapang.02. yaitu 0.

03. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara/ sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan yang dilakukan.16) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/ kecamatan.02. 18) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0.04. 143 . 17) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 19) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagal instruktur / pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. Tolok Ukur: Widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara/sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat BPP / kecamatan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali widya karya/karya wisata.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.06. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.02.Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan. 20) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan yang dilakukan. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat desa dan kecamatan kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. 144 . yaitu 0.

Tolok Ukur: Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran.01. Pemberian Angka Kredlt: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut.03.01. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 22) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. yaitu 0. 23) Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/ menumbuhkan kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. yaitu 0. 145 . Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan kelompok sasaran sesuai dengari Lampiran I. 24) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I.

Bukti Fisik: Copy laporan bulanan yang dibuat. Penyuluh Kehutanan Pelaksana Lanjutan (Ill/a. 27) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 25) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.02. yaitu 0. Bukti Fisik: Copy laporan tahunan yang dibuat. yaitu 0. Bukti Fisik: Copy laporan triwulan yang dibuat. Tolok Ukur: Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.02.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Tolok Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.01. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b. yaitu 0. Tolok Ukur: Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. 26) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.06.Ill/b). yaitu: 146 . Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan.

16. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk laporan. yaitu 0. Tolok Ukur: Data primer dan informasi wilayah kerja yang dikumpulkan. Tolok Ukur: Data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota yang telah diolah. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data potensi wilayah dan argoekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. 2) Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ kota. Tolok Ukur: Rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan yang disusun tingkat Kabupaten/ Kota yang disusun. 3) Merekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa laporan data primer wilayah kerja yang disusun. 147 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.07.1) Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja. yaitu 0. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengumpulan data primer dan informasi wilayah kerja sesuai dengan Lampiran V.

09.Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan rekapitulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten/ Kota sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan dalam skala 1: 25. 4) Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan. b) Bukti hasil berupa rekapitulasi rencana usaha wanatani Wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0.000 atau skala 1: 10. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 5) Menyusun/ membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Tolok Ukur: Peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan di wilayah kerjanya yang disusun/ dibuat dengan skala 1: 25. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan monografi wilayah kerja penyuluhan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Monografi wilayah kerja penyuluhan yang disusun.000 atau 1: 10.000 sesuai dengan lampiran V.32.000. b) Bukti hasil laporan pelaksanaan kegiatan tersebut berupa copy monografi wilayah kerja penyuluhan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. yaitu 0. 148 .

Tolok Ukur: Hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan yang dirumuskan. yaitu 0.Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap peta. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan hasil identilikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur: Bertindak sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan.12. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan perumusan kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 6) Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan. yaitu 0. Tolok Ukur: Rumusan kebutuhan teknologi kehutanan yang dianjurkan sesuai dengan agroekosistemnya dan sosial budaya setempat. yaitu 0. 149 .05. 8) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan.31. 7) Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan.

9) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan yang disusun.04. RDKK. yaitu 0. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0. yaitu 0.Bukti Fisik: Surat Keterangan sebagai penyaji dalam pertemuan diskusi konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV.19. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan setiap RDK. RDKK. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan (RKPK) Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. 150 . 11) Mengolah data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan.08. Tolok Ukur: Pemanduan penyusunan RDK. 10) Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang sejenis lainnya dari kelompok sasaran lain. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok wanatani sesuai dengan Lampiran V. kelompok sasaran lain. b) Bukti hasil pekerjaan berupa laporan pemanduan penyusunan rencana kegiatan kelompok sasaran lain.

Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pengolahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. dsb. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket.Tolok Ukur: Hasil olahan data dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet baik yang tercetak. Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto sesuai dengan Lampiran V. gambar. 151 . yaitu : 0. 13) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran / pamflet. yaitu 0.07 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media papan dalam bentuk seri foto Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri foto setiap paket minimal 5 lembar. tulisan tangan. yaitu 0. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.15. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket. foto copy. Bukti Fisik : Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V.07.

Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1000 kata. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0.Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet (minimal 1000 kata). Bukti Fisik a) Surat Keterangan melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V.28.3.28. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leafiet/ folder. b) Bukti hasil pekerjaan berupa materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet atau copynya. 152 . Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.

Bukti Fisik : Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. yaitu 0. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk maket.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk maket. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 153 .04. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran yang dilakukan.04. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk spesimen. Bukti Fisik: Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. 19) Melakukan kunjungan tatap muka/ anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. yaitu 0.16. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk spesimen.

Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. yaitu 0. 154 .08. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.08.38. 21) Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba Tolok Ukur: Kaji terap/uji coba yang dilakukan. 22) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil percontohan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Tolok Ukur: Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. yaitu 0. 23) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai moderator.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik: Bukti hasil berupa laporan pelaksanaan kegiatan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Demonstrasi hasil percontohan yang dilakukan.

05. yaitu 0. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV.05. 26) Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan.Tolok Ukur: Bertindak sebagai moderator dalam temu teknis antar wilayah / fungsi. Tolok Ukur: Kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat kabupaten/ kota yang dilakukan. Bukti Fisik: Surat keterangan bertindak sebagai moderator sesuai dengan Lampirari IV. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I. 155 . 25) Melakukan temu wicara / sarasehan kelompok sasaran tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Temu karya kepada kelompok tani binaan yang dilakukan.04. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 24) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi sebagai narasumber Tolok Ukur: Bertindak sebagai narasumber dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat dberikan untuk setiap kali.

09.Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi peserta/ panitia dalam temu usaha sesuai dengan Lampiran II.08. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya (perjalanan 156 . Tolok Ukur: Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kotamadya kepada kelompok tani binaan. 27) Melakukan temu usaha Tolok Ukur: Menjadi peserta / panitia dalam temu usaha. Tolok Ukur: Widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan yang dilakukan. 28) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada kelompok tani binaan. yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya/ karya wisata kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. 29) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur (pembimbing) tingkat Kabupaten / Kota. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.07. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. sebagai pramuwicara. 157 . 30) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten/ Kota.08. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran I.06. Bukti Fisik: Surat keterangan menjadi pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota sesuai dengan Lampiran II. Tolok Ukur: Penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Kabupaten / Kota yang dilakukan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.06.praktek studi banding) tingkat Kabupaten/ Kota kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampiran I. 31) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. 32) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. yaitu 0. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota. yaitu 0.

Bukti Fisik: Surat keterangan melaksanakan bimbingan teknis/ kursus kepada sekolah lapang sesuai dengan Lampiran V. 35) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. 33) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 34) Melaksanakan bimbingan teknis/ kursus pada sekolah lapang.04. yaitu 0.Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi/ pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. yaitu 0. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur: Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan.16. 158 . Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur: Bimbingan teknis / kursus pada sekolah lapang yang dilaksanakan.03.

Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok ukur Data olahan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik: Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan mengolah data pemantau/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolak ukur : Pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang telah dilakukan. yaitu 0.05. 37) Mengolah data hasil pemantauan/ pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan.04. Tolok Ukur: Data dan informasi hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan 159 . 36) Melakukan pemantauan / pengendalian pelaksanaan penyuluhan kehutanan.06. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. yaitu 0.Tolok Ukur: Terselenggaranya proses peningkatan kemampuan kelompok sasaran dari lanjut sampai madya. 38) Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.

c. yaitu: Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0.15. yaitu 0. Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang Bukti Fisik : ditentukan. kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit: d) Penyelenggaraan penyuluhan. Fisik: Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang disusun a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan Pemberian Angkarancangan identifikasi penyuluhan penyusunan Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. kebutuhan teknologi kehutanan tingkat Propinsi. 160 161 .16. kehutanan Ukur: Tolok Ukur : Laporan triwulan yang kebutuhan penyuluhan kehutanan Rancangan identifikasi dibuat sesuai dengan format yang ditentukan.05. AngkaFisik: yang dapat diberikan untuk setiap laporan. masyarakat sasaran. c) Ketepatan materi yang disusun. Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data potensi Bukti Fisik: wilayah agroekosistem dan kebutuhan teknologi kehutanan Copy laporan bulanan dengan Lampiran I. 40) Membuat rancangan identifikasi kebutuhan penyuluhan 2) Menyusunlaporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.Ill/d). Laporan pelaksanaan kegiatan pengumpulan data sesuai dengan Lampiran I.06. dokumen dan copynya rancangan identifikasi kebutuhan 41) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh penyuluhan kehutanan. 0. Informasi potensi wilayah agroekosistem dan kebutuhan Tolok Ukur: teknologi kehutanan tingkat propinsi sesuai pedoman. 39) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh Tolok Ukur kehutanan.04. format yang ditentukan. kehutanan.14. tingkat propinsi sesuai yang disusun Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 1) Mengolah data potensi wilayah agroekosistem dan yaitu 0. Bukti kredit yaitu 0. yang disusun. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. b) Bukti hasil pelaksanaan kegiatan tersebut berupa yaitu 0. Penyuluh Kehutanan Penyelia (Ill/c . Bukti Fisik: alat bantu dan metode penyuluhan b) Efektivitas Copy laporan tahunanpenyuluhan. Tolokdikumpulkan pada aspek: yang Ukur: Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan sikap (PKS) a) Perubahan pengetahuan keterampilan.

10. b) Bukti hasil berupa copy naskah rumusan pembahasan k o n s e p p r o g r a m a p e n y u l u h a n k e h u ta n a n . Merumuskan programa penyuluhan kehutanan hasil diskusi. yaitu 0. Tolok Ukur: Konsep programa penyuluhan kehutanan yang disusun. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep programa. yaitu 0.3) Menyusun konsep programa penyuluhan kehutanan. 4) Sebagai pembahas mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan.10.17. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Tolok Ukur: Bertindak sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. b) Bukti hasil berupa copy konsep programa penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep programa penyuIuhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan pelaksanaan kegiatan perumusan konsep programa penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Rumusan hasil pembahasan konsep programa penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah programa. 5) 162 .

Tolak Ukur : Panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan yang disusun. yaitu 0. Tolok Ukur: Rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan yang disusun.39. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy kerangka acuan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kerangka acuan pelaksanaan sekolah lapang/ magang sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 7) Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan Rencana Kerja tahunan Penyuluh Kehutanan sesuai dengan Lamporan V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku panduan. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK). 8) Menyusun kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang Tolok Ukur: Kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy buku panduan.40.6) Penyusunan rencana kerja tahunan penyuluh kehutanan. 163 . yaitu 0.

b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. yaitu 0. yaitu : 0. 9) Menganalisis data materi penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide. Tolok Ukur : Hasil analisis data materi penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur: Naskah penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap paket. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk siaran sandiwara di radio/TV.32. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy naskah materi slide.08. yaitu: 0. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan analisis data materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media terproyeksi / audio visual dalam bentuk slide.Pemberian Angka Kredit: Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap kerangka acuan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk slide sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan 164 .12.

yaitu 1. 13) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk leaflet / folder. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk poster. b) Bukti hasil berupa copy leaflet folder yang disusun. 12) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk selebaran/ pamflet. Bukti Fisik a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet folder.dalam bentuk siaran sandiwara di radio/ TV sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik: a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet sesuai dengan Lampiran V. 165 .6.3. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/ pamflet. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran sandiwara di radio/TV Pemberian Angka kredit: Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat di berikan untuk setiap naskah.81.

Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet minimal 1. b) Bukti hasil berupa naskah diorama. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama. 16) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk diorama.56. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun.Tolok Ukur : Materi periyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk diorama sesuai dengan Lampiran V. BuktiFisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy brosur / booklet yang disusun. 15) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa media cetak dalam bentuk brosur / booklet. 166 . Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0.8. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 0.000 kata. yaitu 0.56.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.16. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model. 19) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan model.07. 167 . yaitu 0. yaitu 0.17) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk model. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan / pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa naskah pembuatan mock up.75. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : a) Surat Keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk model sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada anggota kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada anggota kelompok sasaran. 18) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan berupa realita dalam bentuk mock up. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk mock up.

22. 168 . Tolok Ukur : Demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) yang dilakukan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 22) Melaksanakan temu wicara / sarasehan dengan kelompok sasaran tingkat Propinsi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I.16. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan melakukan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area) sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Kegiatan temu wicara / sarasehan yang dilakukan.27. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Pemberian Angka Kredit : Angka . yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran. 21) Melakukan kegiatan demonstrasi hasil (percontohan) wilayah (demonstrasi area).kredit yang dapat diberikan untuk setiap unit.20) Melakukan kunjungan tatap muka / anjangsana kepada kelompok sasaran.

25) Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan praktek studi banding) sebagai instruktur / pembimbing tingkat Propinsi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Surat Keterangan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widya karya / perjalanan praktek studi banding tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan sesuai dengan Lampran Ill. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 24) Melaksanakan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama. 169 . yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I.18. Tolok Ukur : Widya karya / karya wisata kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan.16. yaitu 0. Tolok Ukur : Temu karya kepada tokoh masyarakat / agama yang dilakukan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan temu karya kepada tokoh masyarakat / agama sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam widya karya (perjalanan praktek studi banding) tingkat Propinsi kepada kelompok tani binaan.23) Melakukan temu kaya kepada tokoh masyarakat / agama.

Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V.12. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai pembuat karya / desain pameran kehutanan sesuai dengan Lampiran V. 170 . Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. Tolok Ukur : Penyuluhan pada pertemuan secara missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi yang dilaksanakan.48. yaitu 0.18. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 28) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Propinsi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan pada pertemuan secara massal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran I. 27) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat Kabupaten / Kota Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan yang telah disusun. 26) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara misal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Propinsi.

06. 29) Sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I.05.b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran kehutanan. 31) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. Tolok Ukur : Naskah / skenario siaran radio/TV yang telah disiarkan / ditayangkan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.30. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. 30) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. b) Kaset rekaman atau copy naskah siaran radio/TV. 171 . yaitu 0. yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pembaca naskah / pemain tunggal dalam siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.

09. 32) Sebagai penyusun kurikulum dalam memberikan bimbingan teknis kursus kepada kelompok sasaran.08. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan kurikulum kursus kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran V. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan peningkatan kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. b) Copy kurikulum kursus yang disusun. Tolok Ukur : Kurikulum kursus kepada kelompok sasaran yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali .48. 34) Melaksanakan penilaian lomba dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. Tolok Ukur : Terjadinya peningkatan kemampuan kelompok sasaran dan madya menjadi utama sesuai pedoman / aturan. yaitu 0. yaitu 0.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. 172 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 33) Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan tingkat madya sampai ke tingkat utama. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampiran I.

Tolok ukur : Rekomendasi tindak lanjut hasil pemantaun / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun. b) Copy laporan kegiatan penilaian dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan. c) Ketepatan materi penyuluhan. yaitu 0. 36) Mengolah. keterampilan. dan sikap masyarakat sasaran. b) Efektivitas alat bantu dan metode penyuluhan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan menjadi penilai dalam perlombaan keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran II. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pengolahan data sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 173 .2.32 35) Menyusun rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan l/ pengendalian penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. d) Pelaksanaan penyuluhan. Tolok Ukur : Konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan yang diolah mencakup aspek.Tolok Ukur : HasiI penilaian perlombaan keterampilan bidang kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. antara lain: a) Perubahan pengetahuan. menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.

Bukti Fisik : Copy laporan bulanan yang dibuat. yaitu 0.12. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.3.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.54. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 174 . Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. 37) Membuat laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0.08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 39) Membuat laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Bukti Fisik : Copy laporan tahunan yang dibuat. Bukti Fisik : Copy laporan triwulan yang dibuat. 38) Membuat laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai dengan format yang ditentukan. yaitu 0. yaitu 0.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah instrumen.III/b). Penyuluhan Kehutanan Pertama (III/a . 3) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep Programa Penyuluhan Kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 2) Menganalisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. yaitu 0. 175 . Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam mendiskusikan Konsep Programa Penyuluhan Kehutanan.07. Bukti Fisik : Surat Keterangan bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. yaitu 0. Tolok Ukur : Hasil analisis data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.2.16. yaitu : 1) Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Tolok Ukur : Instrumen identifikasi yang disusun. PenyuIuh Kehutanan AhIi : a. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dentifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan sesuai Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap kali sebagai narasumber. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap data/ laporan.04.2.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap paket.32. yaitu 0.4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Pertama. Bukti Fisik : a) Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan sesuai dengan Lampiran 1. 176 . b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy rencana kerja tahunan. Tolok Ukur : Rancangan sarana penyuluhan yang telah disusun. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk bulletin board (papan buletin). Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Instrumen yang disusun dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun.07. 6) Menyusun instrumen dalam rangka penyusunan materi penyuluhan kehutanan. 5) Menyusun rancangan sarana penyuluhan.19. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rancangan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyusun rancangan sarana penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran 1.

16. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan bulletin board (papan buletin) sesuai dengan Lampiran V. b) Foto copy naskah/materi seri slide yang disusun.06. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Foto copy naskah / materi OHP transparan yang disusun. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk OHP transparan.08. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk OHP transparan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan OHP transparan sesuai dengan Lampiran V.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang terpasang pada bulletin board (papan buletin). yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk seri slide minimal 10 lembar. 177 . yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan seri slide sesuai dengan Lampiran V. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk seri slide. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap papan.

b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/ pamflet yang disusun.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran pamflet yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 11) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet/folder. 12) Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan datam bentuk poster. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit.15. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. 178 . yaitu 0.28. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet/folder Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V.

yaitu 0. 15) Melakukan temu wicara/ sarasehan tingkat nasional dengan kelompok sasaran.06. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.b) Bukti hasil berupa copy rancangan/naskah poster yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam temu wicara / sarasehan tingkat nasional. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur/ booklet (minimal 1000 kata). 14) Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu teknis sebagai pembicara / penyaji sesuai dengan Lampiran II. b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur/ booklet yang disusun. 179 . sebagai pembicara / penyaji. yaitu 0. 13) Menyusun/ membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur booklet.28.3. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembicara/penyaji pada temu teknis antar wilayah / fungsi. yaitu 0.

Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta/panitia dalam temu karya dengan Pemda.09. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan Pemda. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. LSM. LSM. yaitu 0. LSM.08. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta/panitia sesuai dengan Lampiran II. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. LSM. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan Iainnya. 16) Melakukan temu karya dengan Pemda.08. LSM. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu karya dengan Pemda. yaitu 0. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali kegiatan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 180 . pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. 17) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada Pemda. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. LSM.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan temu wicara / sarasehan tingkat nasional sebagai peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

20) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. 19) Sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada perorangan.1.03. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. 181 .18) Sebagai pramuwicara datam pameran kehutanan tingkat Propinsi. yaitu 0.08. yaitu 0. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran Ill. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai pramuwicara dalam pameran kehutanan tingkat Propinsi sesuai dengan Lampiran Ill.

38. yaitu 0. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.09. 23) Menyusun metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk naskah. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok.21) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan konsultasi/ pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I.04. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 182 . 22) Menumbuhkan gabungan kelompok / asosiasi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyusunan metoda / teknik pemantauan / pengendalian penyuluhan kehutanan sesuai Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan organisasi gabungan / asosiasi kelompok sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran dan tumbuhnya gabungan kelompok / asosiasi kelompok sasaran. Tolok Ukur : Bertindak sebagai konsultan penyuluhan kepada kelompok sasaran.

183 . Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Tolok Ukur : Konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan yang disiapkan. 27) Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan.15.06 26) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional.04.24) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. 25) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. yaitu 0.

yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. 184 .5. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembngan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 28) Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.4. 30) Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan yang disiapkan. yaitu 0. Tolok Ukur : Konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan yang disiapkan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Tolok Ukur : Konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan yang disiapkan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. 29) Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan.46. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep.

sarana. dan alat bantu penyuluhan kehutanan yang disusun. yaitu 0. metodologi. b) Bukti hasil pekerjaan berupa konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.36. 31) Menyusun rancangan pengembangan teknik / metodologi. metode. metodologi. b. sarana. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas pada acara diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 2) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. 185 . dan alat bantu penyuluhan kehutanan Tolok Ukur : Rancangan pengembangan aspek teknik. yaitu 0.III/d). materi. materi. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan menyusun rancangan pengembangan aspek teknik.37.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Tolok Ukur : Konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani yang telah disusun. Penyuluh Kehutanan Muda (Ill/c .36. yaitu : 1) Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap konsep. yaitu 0. sarana.

4.8. yaitu 0.39. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun berupa sound slide minimal 10 lembar. b) Bukti hasil berupa copy naskah sound slide yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.Bukti Fisik : Surat keterangaa menjadi pembahas sesuai dengan Lampiran IV. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk video rekaman 186 . yaitu 0. yaitu 0. 3) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda. b) Bukti hasil pekerjaan berupa rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda (RKPK). 4) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk sound slide. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan sound slide sesuai dengan/ pembuatan Lampiran V. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Muda sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan yang disusun.

6. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk siaran radio/TV Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamflet. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 187 . b) Bukti hasil berupa copy naskah siaran radio/TV materi penyuluhan kehutanan yang disusun.Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk video rekaman minimal 5 menit. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah video rekaman yang disusun. 6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk siaran radio/TV. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran/pamflet sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan video rekaman sesuai dengan Lampiran V. yaitu 0.6.

188 . b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. yaitu 0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaltu 0. yaitu 0. 9) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster.3 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V.56. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet) folder. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet. 10) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet.56. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. cendekiawan.64. 11) Membuat desain kaji terap/uji coba metode penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembuatan desain kaji terap/ uji coba sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Desain kaji terap / uji coba yang dibuat. Bukti Fisik : Laporan pelaksariaan kegiatan pemantauan dan evaluasi hasil kaji terap teknologi sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0.6.16. pemerintah pusat. dan pemerintah pusat. b) Bukti hasil berupa copy brosur/booklet yang disusun.Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/booklet sesuai dengan Lampiran V. 189 . 13) Melaksanakan kegiatan widyakarya / karyawisata kepada perguruan tinggi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap desain. cendekiawan. Tolok Ukur : Hasil pemantauan dan evaluasi kaji terap teknologi. 12) Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.

16. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 190 . minimal dihadiri 50 orang. b) Laporan pelaksanaan kegiatan instruktur / pembimbing widyakarya. b) Laporan pelaksanaan kegiatan ceramah umum. yaitu 0.Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya / karyawisata dengan perguruan tinggi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaltu 0. 15) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan missal / kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat Nasional. Tolok Ukur : Terselenggaranya ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan tingkat nasional. pemerintah pusat sebagai Peserta / panitia sesuai dengan Lampiran II.06. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.16. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat nasional. Bukti Fislk : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan widyakarya tingkat nasional sebagai instruktur / pembimbing sesuai dengan Lampiran Ill. yaitu 0. 14) Menjadi instruktur / pembimbing kegiatan widyakarya tingkat nasional. cendekiawan. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan ceramah umum dalam kegiatan penyuluhan pada pertemuan massal / kampanye tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V.

Tolok Ukur : Karya / desain pameran kehutanan tingkat nasional yang dibuat. yaitu 0. yaitu 0. b) Bukti hasil berupa copy naskah skenario siaran penyuluhan.24.59. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali pameran. Tolok Ukur : Terselenggaranya penyiaran / penayangan penyuluhan melalui siaran radio/TV. 17) Sebagai sutradara kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/TV.16) Sebagai pembuat karya / desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai sutradara dalam penyuluhan melalui siaran radio / TV sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya / desain untuk pameran kehutanan tingkat nasional sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan yang dilakukan. 18) Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada perorangan. b) Bukti hasil berupa copy naskah karya / desain pameran. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang 191 .

Bukti Fisik : a) Surat keterangan pelaksanaan kegiatan penyusunan materi kursus sesuai dengan Lampiran V.44. 192 . Tolok Ukur : Konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain yang dilakukan. yaitu 0. Tolok Ukur : Materi kursus yang disusun dalam bentuk modul. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain sesuai dengan Lampirari I. 19) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran lain.08. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 20) Menyusun materi kursus kelompok sasaran penyuluhan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap modul. yaitu 0.06. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang. yaitu 0. b) Bukti hasil pekerjaan berupa copy modul. 21) Menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum).tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan organisasi kelompok sasaran / menumbuhkan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum).

Tolok Ukur : Terselenggaranya proses pembentukan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran.21. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. 23) Menyusul pedoman lomba bidang kehutanan. yaitu 0.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan pembentukan koperasi / kelembagaan formal (badan hukum) sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Pemberian Angka kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap pedoman.27. 24) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan.6. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penumbuhan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/ pemasaran sesuai dengan Lampiran I Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk tahapan proses setiap Perjanjian Kerja Sama Usaha (PKSU) perusahaan. 193 . 22) Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan / pemasaran. Tolok Ukur : Pedoman lomba yang disusun. b) Bukti hasil berupa copy pedoman yang disusun. Bukti Fisik : a) Surat keterangan sebagai penyusun pedoman penilaian lomba keterampilan bidang kehutanan sesuai dengan Lampiran V.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. 26) Merumuskan hasil diskusi dan menyempurnaan Iaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 25) Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. yaitu 0. 194 .14.08. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV.Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. 27) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.08. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai pembahas dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Rumusan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan peIaksanan penyuluhan kehutanan.

30.12 29) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.Bukti Fisik : Copy Iaporan yang dibuat. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 30) Mendiskusikan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 195 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. yaitu 0.08 28) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan Tolok Ukur : Laporan triwulan yang ctibuat sesuai format yang ditentukan Bukti Fisik : Copy laporan yang dibuat. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap Iaporan.42.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan.31) Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. 196 . yaitu 0. pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan system monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.80.46.96. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan. 32) Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 33) Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan diskusi konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I.

materi. sarana. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. sarana. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 2) Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. metodologi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan.34) Mendiskusikan konsep pengembangan teknik. c. yaltu: 1) Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan hasil diskusi konsep pengembangan teknik. 197 . yaitu 0.IV/c). metodologi. materi. sarana. Tolok Ukur : Hasil diskusi konsep pengembangan teknik. Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai narasumber sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.12. yaitu 0. yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penyaji dalam diskusi konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani Bukti Fisik : Surat keterangan telah bertindak sebagai penyaji sesuai dengan Lampiran IV. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali.12. Penyuluh Kehutanan Madya (IV/a . materi. metodologi.84.

36. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 1x terbit. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Hasil rumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Buku Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet sesuai dengan Lampiran V. 5) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk selebaran / pamflet. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan rancang bangun rekayasa usaha wanatani seuai dengan Lampiran I. 198 . Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rencana kerja tahunan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk selebaran / pamfiet. 4) Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan Madya. b) Bukti hasil berupa copy naskah selebaran/pamflet yang disusun. Tolok Ukur : Rencana kerja tahunan Penyuluh Kehutanan yang disusun.3) Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. yaitu 0.45. yaitu 0.58. b) Bukti hasil berupa copy Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Kehutanan (RKPK).

Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk brosur / booklet.84. yaitu 0. yaitu 0. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur/ booklet sesuai dengan Lampiran V. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk poster. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder sesuai dengan Lampiran V. b) Bukti hasil berupa copy naskah poster yang disusun. 8) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk brosur / booklet. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. b) Bukti hasil berupa copy naskah leaflet / folder yang disusun. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.84. Bukti Fisik : a) Surat keterangan telah melakukan kegiatan penyusunan/ pembuatan materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster sesuai dengan Lampiran V. 199 .6) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk leaflet / folder. 7) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk poster. Tolok Ukur : Materi penyuluhan kehutanan yang disusun dalam bentuk leaflet / folder.

9) Melakukan kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. pemerintah pusat.9. Tolok Ukur : Bertindak sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional. cendekiawan dan pemerintah pusat. dan pemerintah pusat sesuai dengan lampiran II. cendekiawan.b) Bukti hasil berupa copy naskah brosur / booklet yang disusun.18. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. 10) Menjadi instruktur/pembimbing widyakarya atau praktek studi banding tingkat internasional. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. Tolok Ukur : Bertindak sebagai penceramah pada pertemuan missal / 200 . Bukti Fisik : Surat keterangan menjadi peserta/panitia dalam kegiatan temu karya kepada perguruan tinggi. cendekiawan. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan melaksanakan kegiatan sebagai instruktur / pembimbing dalam kegiatan widyakarya tingkat internasional sesuai dengan lampiran I. Tolok Ukur : Bertindak sebagai peserta / panitia dalam kegiatan temu karya kepeda perguruan tinggi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. yaitu 1. 11) Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara missal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional.80. yaitu 0.

Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan sesuai dengan Lampiran I. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional sesuai dengan Lampiran I. 13) Memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada perorangan. 14) Menyusun / membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk kepada kelompok sasaran lain.18. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada perorangan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 201 . yaitu 0. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara melalui siaran radio/TV. 12) Sebagai narasumber/pengisi acara diskusi / wawancara. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / Pengisi acara diskusi / wawancara dalam penyuluhan melalui siaran radio/ TV sesuai dengan Lampiran IV. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap orang.18.09.kampanye tingkat internasional yang dihadiri minimal 50 orang.

16) Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. yaitu 0. Bukti Fisik : Foto copy Iaporan yang dibuat. 202 .12.12. 15) Sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Laporan bulanan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan.Tolok Ukur : Terlaksananya konsultasi / pemecahan masalah yang berhubungan dengan bidang tugas penyuluhan kehutanan kepada kelompok sasaran lain. Bukti Fisik : Surat keterangan telah melakukan kegiatan sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran IV. Tolok Ukur : Bertindak sebagai narasumber / pengisi acara diskusi / wawancara dalam diskusi konsep laporan hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan memberikan konsultasi / pemecahan masalah kepada kelompok sasaran sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali. yaitu 0. 17) Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.12. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kelompok. yaitu 0.

69.18. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. 19) Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. 20) Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan.45. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap laporan. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Tolok Ukur : HasiI rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Laporan tahunan yang dibuat sesuai format yang ditentukan. yaitu 0. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep 203 . Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat. Bukti Fisik : Foto copy laporan yang dibuat. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. 18) Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan.Tolok Ukur : Laporan triwulan yang dibuat sesuai format yang ditentukan.

Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan teknik / metodologi. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. materi sarana. yaitu 1.2.9.08. 204 . 22) Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. 23) Menyempurnakan konsep pengembangan teknik. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. metodologi. materi. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil rumusan berupa naskah penyempurnaan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 21) Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. yaitu 0. sarana.pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumus yaitu 1.

Pemberian Angka Kedit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah rumusan. Pengembangan Profesi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang melakukan kegiatan pengembangan profesi. 1. yaitu 12. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). yaitu 0. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. dan alat bantu penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. diberikan angka kredit sesuai ketentuan yang berlaku.5.72. 2) Buku tersebut diedarkan secara Nasional sebagai referensi. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan. metodologi. Sedangkan Penyuluh kehutanan Madya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 12 (dua belas) dari kegiatan unsur pengembangan profesi untuk kenaikan jabatan / pangkat yang berlaku. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei / evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran V. sarana.Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan penyempurnaan konsep pengembangan teknik. 2) Bukti hasil berupa buku yang diterbitkan asli atau copynya yang disahkan oleh Kepala/ Pimpinan unit kerja bidang Penyuluh Kehutanan. 3. atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah. materi. Membuat karya tulis ilmiah hasil penelitian / pengkajian / survei/ evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan 205 .

Bukti Fisik : 1) Surat keterangan melakukan kegiatan karya tulis ilmiah hasil penehitian / pengkajian / survei / evaluasi dalam bentuk tulisan yang dimuat di majalah ilmiah sesuai dengan Lampiran V. atau pihak lain yang diakui oleh LIPI. 2) Pembahasan bidang penyuluhan kehutanan dengan identifikasi penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. yaitu 6. Tolok Ukur : 1) Karya tuhis ilmiah yang dimuat di majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah diterbitkan oleh penerbit yang memiliki izin usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk disebarluaskan secara nasional sebagai referensi dengan identitas penulisnya.dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI / Departemen yang bersangkutan. 2. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2) Bukti hasil berupa majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan / dilegalisir oleh pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan. Bukti Fisik : Buku cetakan asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuhuhan kehutanan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang 206 . 2) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya.

2) Buku tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis lainnya. Tolok Ukur : 1) Karya tulis ilmiah yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Pemerintah atau pihak lain yang diakui LIPI. yaitu 4. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yang dihasilkan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan a. b. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil karya sendiri di bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan tetapi didokumentasikan diperpustakaan sesuai dengan Lampiran V. 2) Majalah tersebut merupakan penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum pernah ditulis penulis Iainnya. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI/Departemen yang bersangkutan. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). 3. Apabila ditulis oleh tim (kelompok). Dalam bentuk buku Tolok Ukur : 1) Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan llmiah hasil gagasan sendiri yang didokumentasikan di perpustakaan instansi / unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi/ kabupaten / kota / kecamatan. yaitu 8.dihasilkan. 2) Buku hasil pekerjaan berupa buku asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 207 . Bukti Fisik : Majalah asli atau copy karya tulis di majalah yang disahkan oleh pimpinan unit kerja penyuluhan kehutanan.

b. Surat Keterangan telah melakukan kegiatan menyampaikan prasaran dalam pertemuan bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah panitia / penyelenggara sesuai dengan Lampiran II. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. 208 . Dalam bentuk makalah. Tolok Ukur : 1) Makalah tersebut membahas tentang penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis belum pernah ditulis penulis Iainnya. Bukti Fisik : a. Pertemuan ilmiah tersebut menghasilkan rekomendasi antara lain berasal dari gagasan pemrasaran. b. 2) Bukti hasil berupa makatah asli atau copynya yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Bukti hasil berupa makalah asli atau copynya yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah. yaitu 3. Tolok Ukur : a. b.5 Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penuh pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 4. penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku yang dihasilkan. Bukti Fisik : 1) Surat keterangan telah melakukan kegiatan pembuatan makalah dan pimpinan unit kerja penyuluh kehutanan sesuai dengan Lampiran V. Makalah prasaran yang membahas bidang penyuhuhan kehutanan dengan identitas penulisnya. yaitu 7. 2) Didokumentasikan di perpustakaan unit kerja penyuluh kehutanan pada kantor pusat / propinsi / kabupaten / kota/ kecamatan. Apabila ditulis oleh tim (keIompok).

Tolok Ukur : Hasil karya pengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Bukti Fisik : a. Laporan pelaksanaan kegiatan mengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan sesuai dengan Lampiran I. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung niIai-nilai penyempurnaan atau perbaikan.5. Bukti Fisik : Laporan pelaksanaan kegiatan perumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan sesuai dengan Lampiran I. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan a.5. yaitu 2. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap rumusan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap karya. Bukti hasil pekerjaan berupa naskah tulisan dan atau contoh alat teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan hasil pengembangan. b. 6.0. Tolok Ukur : Hasil rumusan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. yaitu 5. yaitu 2. 209 . b. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah. 5. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan.

.

yaitu 3. Tolok Ukur : a) Diterbitkan oleh penerbit yang memiliki usaha penerbitan atau diterbitkan oleh lembaga pemerintah untuk diedarkan secara nasional sebagai referensi.0.04. Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. b) Buku tersebut belum ada yang menterjemahkan / menyadurnya. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah.5. a. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: 1). Bukti Fisik : Majalah cetakan hasil saduran / terjemahan dan buku yang disadur / diterjemahkan asli atau copy disahkan oleh pimpinan unit kerja. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. 2. 211 . Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah ilmiah yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah / swasta dan terdaftar pada LIPI.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap 2 (dua) jam pelajaran. yaitu 7. Bukti Fisik : Buku cetakan hasil yang disadur/terjemahan dan buku yang disadur / diterjermahkan asli atau copy yang disahkan oleh pimpinan unit kerja. yaitu 0. b) Majalah tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. 2) Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap buku. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. Tolok Ukur : a) Terjemahan/saduran yang dimuat dalam majalah yang diterbitkan oleh instansi atau organisasi profesi. 212 . yaitu 1. propinsi. b) Buku hasil cetakan/saduran terjemahan atau foto copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. Tolok Ukur : a) Buku tersebut didokumentasikan di perpustakaan unit kerja yang berada di pusat. yaitu 3. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap makalah. Bukti Fisik : a) Surat keterangan melakukan terjemahan / saduran sesuai dengan Lampiran V.0. 2). Dalam bentuk makalah. b) Buku tersebut membahas penyuluhan kehutanan dengan identitas penulis dan belum ada yang menterjemahkan / menyadur. b) Buku hasil cetakan / saduran terjemahan dan buku yang diterjemahkan asli atau copynya yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja.b.5. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. kecamatan. kabupaten/kota. Apabila ditulis oleh tim (kelompok) penulis utama 60% dan penulis pembantu 40% dibagi jumlah penulis pembantunya. Terjemahan / saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan : 1) Dalam bentuk buku.

5. Membuat abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan Tolok Ukur : 1) Abstrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan yang resmi baik swasta maupun pemerintah. yaitu 3. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. Bukti Fisik : Abstrak tulisan ilmiah asli atau copy yang disyahkan oleh pimpinan unit kerja. Pemrasaran Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. c) Penyaji dan pembahas makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraaan/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan Peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. 213 . b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dari penyelenggara. Pemberian Angka Kredit : Angka Kredit yang dapat diberikan untuk setiap naskah yaitu 1. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan.c. 3) Mengikuti seminar / lokakarya di bidang penyuluhan kehutanan a) Mengikuti Seminar / lokakarya atau simposium sebagai: 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar. 2) Belum ada pihak lain yang membuatnya.0.

b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. 214 . c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten / kota. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kali mengikuti seminar.0. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. b) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Pembahas Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan.2. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. yaitu 2. Bukti Fisik : a) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. 3. Moderator Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota.

d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. Peserta Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. d) Menghasilkan sejumlah kesimpulan. (2) Sertifikat asli mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. 4.0.Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. 5. b) Diselenggarakan oleh instansi / lembaga / organisasi profesi minimal tingkat kabupaten/kota. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggaraan seminar bahwa penyuluh kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran IV. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan.0. c) Penyaji dan pembahas sejumlah makalah adalah para pakar / ahli di bidang kehutanan. Narasumber Tolok Ukur : a) Materi yang dibahas adalah ilmu pengetahuan atau teknologi. Bukti Fisik : (1) S u r a t k e t e r a n g a n m e n g i k u t i s e m i n a r d a r i penyelenggara/ panitia seminar bahwa penyuluh 215 . yaitu 2. yaitu 2. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. atau seni sesuai dengan tugas penyuluh kehutanan yang bersangkutan.

5) Memperoleh gelar kesarjanaan Iainnya a). Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh : a) Dekan/ketua sekolah tinggi apabda lulusan perguruan tinggi negeri. yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap kegiatan. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. yaitu 1. Bukti Fisik : Copy atau salinan surat keputusan keanggotaan tim penilai yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun.5. Tolok Ukur : a) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu ) tahun. 4) Menjadi anggota tim penilai jabatan penyuluh kehutanan. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya 1. (2) Sertifikat mengikuti seminar yang dikeluarkan dan penyelenggara. apabila lulusan perguruan tinggi swasta.0. Sarjana/D IV Tolok Ukur : Gelar sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesejahteraan di luar bidang tugasnya/ selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama.kehutanan yang bersangkutan menghadiri secara penuh dan berperan serta sesuai dengan peranannya dalam seminar tersebut sesuai dengan Lampiran II. b) Ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. 216 . c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar yang diperolehnya. yaitu 5. yaitu 10. Bukti Fisik : Foto copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan / direktur program Pasca Sarjana / rektor Perguruan tinggi apabila lulusan perguruan tinggi negeri. Bukti Fisik : Copy ijazah yang telah disyahkan oleh: a) Dekan/ketua sekolah tinggi direktur program pasca sarjana apabila lulusan perguruan tinggi negeri. 2. 3 Doktor Tolok Ukur : Gelar Doktor yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang / selain bukti kegiatan pendidikan sebagai unsur utama.0. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. apabila lulusan perguruan tinggi swasta.0. c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar. apabila lulusan perguruan tinggi swasta. Pasca Sarjana Tolok Ukur : Gelar Pasca Sarjana yang diperoleh lagi disamping gelar yang telah diperolehnya atau kesarjanaan di luar bidang tugasnya / selain butir kegiatan pendidikan sebagai unsur utama. b) Koordinator perguruan tinggi swasta. 217 . c) Tim penilai ijazah luar negeri pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional untuk lulusan di perguruan tinggi luar negeri.

218 . yaitu 0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut.0 2.5.0 6) Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan a).Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap gelar. Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut.5. Tingkat Propinsi. yaitu 1. b). Pengurus aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai ketua dan sekretaris organisasi profesi. Pembedan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. yaitu 15. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. yaitu 0. sebagai : 1. Tingkat nasional/intemasional. sebagai: 1. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi.

Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap tahun. Bukti Fisik : Surat keterangan yang dikeluarkan oleh pimpinan organisasi profesi tersebut. 20 (dua puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh) tahun yang syah. Anggota aktif Tolok Ukur : Duduk sebagai anggota organisasi profesi.2. 30 (tiga puluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga putuh) tahun yang syah. Tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya : 1.0. yaltu 2.35. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 30 (tiga puluh). 7) Memperoleh piagam penghormatan a). Pembenan Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam yaitu 3.0. Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat dibenkan untuk setiap piagam. 219 . 2. 3. 10 (sepuluh) tahun Tolok Ukur : Memiliki tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh) tahun yang syah. yaitu 0. Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 20 (dua puluh).

0. Pemberian Angka KredIt : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap piagam. Bukti Fisik : Copy sertifikat pemberian gelar akademis.Bukti Fisik : Copy sertifikat piagam penghargaan tanda kehormatan satya lancana karya satya 10 (sepuluh). Pemberian Angka Kredit : Angka kredit yang dapat diberikan untuk setiap gelar. b) Gelar kehormatan akademis Tolok Ukur : Gelar kehormatan akademis yang sah.0. 220 . yaitu 1. yaitu 15.

DUPAK yang telah diisi / dibuat oleh Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan beserta Iampirannya disampaikan kepada Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala UPT yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. 221 . Pengajuan DUPAK Iingkup Departemen Kehutanan sebagai berikut: 1) Penyuluh Kehutanan Madya : Bagi yang bekerja di UPT dan Pusat. b. b) Bagi yang bekerja di Pusat. PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT A. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Pejabat Eselon III yang membidangi administrasi kepegawaian yang bersangkutan kepada Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. c. Pengajuan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) 1. Apabila DUPAK dan Iampirannya telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Tatacara Pengajuan DUPAK a. 2) Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Muda : a) Bagi yang bekerja di UPT.BAB III PENGAJUAN DUPAK. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan oleh Kepala Bagian Kepegawaian atau Pejabat Eselon III yang membidangi kepegawaian kepada Kepala Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. Pejabat Pengusul setelah menerima berkas DUPAK beserta Iampirannya. DUPAK beserta Iampirannya disampaikan kepada Sekretaris Jendral melalui Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. d. dan menyampaikan DUPAK beserta Iampirannya tersebut kepada Pejabat Penetap Angka Kredit. Pengajuan DUPAK bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana s/d Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama s/d Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi / Kabupaten / Kota. memeriksa kelengkapan persyaratannya. maka Pejabat Pengusul membubuhkan tanda tangannya pada formulir DUPAK yang bersangkutan.

3. dari/atau 2) Copy ijazah / STTPL yang pemah diterima yang disahkan / dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) dilampiri dengan : 1) Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang meliputi : a) Persiapan penyuluhan kehutanan (contoh Iihat Lampiran VIII) disertai bukti fisiknya. atau paling lama satu tahun sekali. Apabila penyampaian DUPAK beserta Iampirannya melewati batas waktu yang telah ditetapkan. 222 . 3) Copy keputusan pengangkatan dan kepangkatan Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Waktu Pengajuan DUPAK Pengajuan DUPAK Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran X) disertai bukti fisiknya. dan/atau d) Pengembangan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XI) disertai bukti fisiknya. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan AhIi (contoh lihat Lampiran VII a-c) c. dan/atau b) Pelaksanaan penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran IX) disertai bukti fisiknya. akan dinilai pada periode penilaian angka kredit berikutnya. dan / atau f) Penunjang penyuluhan kehutanan (contoh lihat Lampiran XIII) disertai bukti fisiknya. yaitu pada setiap bulan Januari untuk DUPAK periode JuIi sampai dengan Desember tahun sebelumnya dan bulan JuIi untuk DUPAK periode Januari sampai dengan Juni tahun yang bersangkutan. Penyampaian DUPAK beserta Iampirannya kepada Pejabat Pengusul dan Pejabat Penetap Angka Kredit harus mengikuti tata waktu pengusulan sebagaimana tercantum dalam butir 3.e. Mengisi format DUPAK Penyuluh Kehutanan Terampil (contoh Iihat Lampiran VI a-c) b. dan/atau c) Pemantauan. dan/atau e) Pengembangan profesi (contoh lihat Lampiran XII) disertai bukti fisiknya. Persyaratan Persyaratan pengajuan DUPAK adalah: a. 2.

Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Sekretariat Jenderal Departemen Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Sekretariat Jenderal bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Sekretaris Jendral Departemen Kehutanan. b. c. Pada bulan Januari untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan April tahun berjalan. 223 . B. Kepala Bidang / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/Unit Kerja yang bersangkutan. b. Tim Penilai a.4. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. 2./ I Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Waktu Penilaian Angka Kredit Penilaian Angka Kredit Penyuluh Kehutanan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. Pada bulan Juli untuk usulan kenaikan pangkat periode bulan Oktober tahun berjalan. Kepala Bagian / Pejabat Eselon Ill yang membidangi administrasi kepegawaian pada Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di tingkat Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas/ Unit Kerja yang bersangkutan. Pejabat Pengusul Pejabat yang berwenang mengajukan Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah : a. Penilaian Angka Kredit 1. yaitu : a.

d. c.b. Tugas Pokok Tim Penilai Pusat adalah : 1) Membantu Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. Tugas Pokok Tim Penilai Sekretariat Jenderal adalah : 1) Membantu Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Madya dilingkungan Departemen Kehutanan. b. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Kabupaten / Kota selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten / Kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan di Kabupaten / Kota ditetapkan oleh Kepata Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. 3. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Propinsi selanjutnya disebut Tim Penilai Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di Iingkup Dinas/ Unit Kerja yang membidangi Kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi ditetapkan oleh Kepala Dinas / Pejabat Eselon II Unit Kerja yang bersangkutan. Tugas Tim Penilai a. Tim Penilai Angka Kredit Penyuluh Kehutanan Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan ditetapkan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan. dan 224 . dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1).

Susunan Keanggotaan Tim Penilai a. d. Tugas pokok Tem Penilai Kabupaten / Kota adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Kebupaten / Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di l i n g k u n g a n K a b u pa t e n / K o ta m a s i n g . Tugas pokok Tim Penilai Propinsi adalah : 1) Membantu Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau pejabat eselon II di propinsi yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan dalam menetapkan angka kredit Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia serta Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan propinsi masingmasing. dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Propinsi atau Pejabat Eselon II di propinsi yang membidangi Kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1).m a s i n g . 4.2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). c. d a n 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten/Kota atau Pejabat Eselon II di Kabupaten / Kota yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka kredit sebagaimana dimaksud pada butir 1). Anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan adalah Penyuluh Kehutanan dengan susunan sebagai berikut : 1) Seorang Ketua merangkap anggota 2) Seorang Wakil ketua merangkap anggota 3) Seorang Sekretaris merangkap anggota 4) Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota 225 .

maka Tim Penilai dapat diangkat dan Pegawai Negeri Sipil lain yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan. harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1) Jabatan / pangkat serendah-rendahnya sama dengan jabatan/ pangkat Penyuluh Kehutanan yang dinilai. Apabila Tim Penilai Propinisi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. dibentuk 226 . atau kepada Tim Penilai di lingkungan Departemen Kehutanan. 5. d. Syarat Keanggotaan Tim Penilai Untuk dapat diangkat sebagai anggota Tim Penilai. b. atau kepada Tim Penilai Propinsi yang bersangkutan. Untuk membantu Tim Penilai dalam melaksanakan tugasnya. Sekretariat Tim Penilai a. atau kepada Tim Penilai di lingkungari Departemen Kehutanan. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupateri / Kota lain yang terdekat. c. 2) Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Penyuluh Kehutanan.b. Apabila Tim Penilai Kabupaten / Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi kriteria Tim Penilai yang ditentukan. Syarat Dan Masa Jabatan Keanggotaan Tim Penilai a. Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai 1) Masa jabatan keanggotaan Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun. 3) Dapat aktif melakukan penilaian. maka penilaian angka kredit dapat dimintakan kepada Tim Penilai Propinsi lain yang terdekat. 2) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) kali masa jabatan berturut-turut dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) kali masa jabatan. maka ketua Tim Penilai dapat mengusulkan pengganti anggota Tim Penilai dimaksud kepada pejabat yang bewenang menetapkan Tim Penilai. Apabila jumlah Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas tidak dapat dipenuhi dan Penyuluh Kehutanan. 3) Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai yang berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan atau pensiun. 6.

2) Menyampaikan DUPAK untuk penilaian kepada Ketua Tim Penilai melalui sekretaris Tim Penilai sesuai dengan batas waktu yang te!ah ditetapkan. c. 3) Menyiapkan undangan rapat penilaian angka kredit. diproses oleh Sekretariat Tim Penilai untuk dicatat dan diperiksa kelengkapannya kemudian dilaporkan kepada Ketua Tim Penilai angka kredit untuk dinilai. sekretariat Tim Penilai yang ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. Ketua Tim Penilai menugaskan seluruh anggota Tim Penilai untuk melakukan penilai terhadap seluruh berkas DUPAK. 7. 5) Memproses hasil penilaian angka kredit oleh Tim Penilai dalam bentuk Rekapitulasi Penilaian Angka Kredit (REPAK). b. Sekretariat Tim Penilai mempunyai tugas memberikan pelayanan administrasi untuk kelancaran pelaksanaan tugas Tim Penilai. 4) Menyiapkan bahan laporan dan berita acara hasil rapat Tim Penilai. Untuk menjamin obyektivitas penilaian angka kredit. c. d. dan memeriksa dengan seksama kelengkapan lampiran DUPAKnya. Anggota Tim Penilai yang ditugaskan melakukan penilaian sebagaimana dimaksud butir b. sebagai berikut : 1) Menerima dan mencatat Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Penyuluh Kehutanan yang diterima. Berkas DUPAK beserta lampiran bukti/dokumen yang diterima oleh Tim Penilai. Tim Penilai mengadakan rapat pembahasan hasil penilaian tersebut. Rapat pembahasan hasil penilaian angka kredit (rapat Tim Penilai) 227 . Hasil Penilaian Angka Kredit (WILPAK) dan Penetapan Angka Kredit (PAK) untuk ditandatangani oleh para pejabat yang bersangkutan. e. 6) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Ketua Tim Penilai dalam rangka pelaksanaan penilaian. Sekretariat Tim Penilai dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai dengan anggota yang secara fungsional menangani administrasi kepegawaian dan atau pelayanan Penyuluh Kehutanan. maka setiap berkas DUPAK dinilai oleh 2 (dua) anggota Tim Penilai. melakukan penilaiani secara sendirisendiri. Setelah semua DUPAK dilakukan penilaian.b. Tata Cara Penilaian Penilaian angka kredit dilakukan dengan tatacara sebagai berikut : a. f.

selanjutnya diproses sebagai berikut: 1) Bagi Penyuluh Kehutanan yang belum mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. h. maka Ketua Tim Penilai dapat membentuk Tim Penilai Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli sesuai keperluan. l. maka nilai atau angka kredit yang diberikan kepada penyuluh kehutanan yang bersangkutan dapat diproses lebih lanjut untuk penetapan angka kredit. Rapat dipimpin oleh ketua Tim Penilai. 2) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan / pangkat setingkat lebih tinggi. m. Apabila seluruh anggota Tim Penilai yang hadir dapat menerirna hasil penilaian. Hasil penilaian yang telah disetujui oleh anggota Tim Penilai dalam rapat tim. g. maka ketua tim menuangkan hasil penilaian dalam formulir Penetapan Angka Kredit (PAK) dengan menggunakan formulir seperti contoh pada Lampiran XV. Apabila DUPAK yang dinilai berasal dari anggota Tim Penilai. Hasil penilaian terakhir adalah niliai rata-rata dari hasil penilaian 2 (dua) orang penilai yang bersangkutan. j. apabila berhalangan dapat dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Penilai dan apabila wakil ketua berhalangan. maka ketua tim memberitahukan hasil penilaian kepada pejabat pengusul dengan menggunakan formulir hasil Penilaian Angka Kredit (HAPAK) seperti contoh pada Lampiran XIV.dianggap sah apabila dihadiri oleh paling sedikit % (tiga per empat) dari seluruh anggota Tim Penilai. k. 3) Bagi Penyuluh Kehutanan yang telah mencapai batas pangkat maksimal (III/d untuk Penyuluh Kehutanan Terampil dan IV/c untuk Penyuluh Kehutanan Ahli) tetap dilakukan penilaian angka kredit sesuai DUPAK yang diusulkan menurut ketentuan dan hasil PAK nya disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. Apabila di dalam penilaian DUPAK terdapat unsur-unsur yang dinilai memerlukan keterangan / klarifikasi dan para ahli. Hasil penilaian angka kredit yang dituangkan dalam formulir PAK tersebut dibuat sekurang-kurangnya rangkap 3 (tiga) dan diserahkan oleh Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. maka rapat dapat dipimpin oleh Sekretaris Tim Penilai. 228 . i. maka yang bersangkutan tidak boleh hadir dalam rapat Tim Penilai dan Ketua dapat menunjuk anggota tim pengganti.

Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Propinsi yang bersangkutan. C. adalah: a. maka Penyuluh Kehutanan yang satu tingkat di atas atau di bawah Jenjang jabatan dapat melakukan tugas tersebut berdasarkan penugasan tertulis dari Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut : a. Kepala Dinas Kehutanan / Pejabat Eselon II unit kerja yang membidangi kehutanan penyelenggaraan kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di kabupaten / kota bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. 229 . d. Pejabat Penetapan Angka Kredit Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. b. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di atas jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80% (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. Penyuluh Kehutanan yang melaksanakan tugas di bawah jenjang jabatannya angka kredit yang diperoleh ditetapkan sama dengan angka kredit setiap butir kegiatan sebagaimana yang telah ditetapkan. b.8. c. Penetapan Angka Kredit 1. Tatacara Penetapan Angka Kredit a. Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. Berkat usulan Penetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan oleh 2. Ketentuan Lain Apabila pada suatu Unit Kerja tidak terdapat Penyuluh Kehutanan dengan Jenjang jabatan yang sesuai untuk melaksanakan tugasnya.

Ketua Tim Penilai kepada Pejabat Penetap Angka Kredit untuk ditandatangani. c. oleh Sekretariat Tim Penilai diteruskan kepada : 1) Kepala BKN / Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan (asli). 2) Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). 230 . 5) Arsip Tim Penilai yang bersangkutan. PAK yang telah ditetapkan. maka hasil penilaian tersebut ditetapkan sebagai Penetapan Angka Kredit (PAK) d a n p e n e ta pa n n y a t i d a k d a pa t d i a j u k a n k e b e r a ta n . 4) Pejabat lain yang dipandang perlu (tembusan). 3) Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (tembusan). Dengan ditandatanganinya hasil penilaian angka kredit.b.

Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma Ill. b. 2. Menteri Kehutanan. Bupati/Walikota atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Persyaratan a. 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. Pengangkatan Pertama Kali 1. 231 . d. Gubernur atau Pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang Il/b.BAB IV PENGANGKATAN DALAM JABATAN A.l. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. c.

Joko. 4) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya benilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. b. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.4) b. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan kedinasan dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah 232 . Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan. angka kredit yang dimiliki sesuai dengan PAK yang telah ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan unsur Pendidikan/ljazah bidang pertanian (nilai angka kredit 60). diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 160 jam (nilai angka kredit : 2) dan unsur utama lain (nilai angka kredit: 10). Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat pertama kali ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama lainnya. golongan ruang Ill/a. Saudara lr. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. pendidikan terakhir Diploma Ill Pertanian. Ketentuan lain tentang pengangkatan pertama kali a. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. 3. sehingga jika dijumlahkan sebesar 72 Dengan demikian. pendidikan terakhir Sarjana Kehutanan. Contoh pengangkatan pertama kali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan : Saudari Sari. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan lI/b dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana dengan angka kredit sebesar 72. pangkat Penata Muda golongan II/a. pangkat Pengatur Muda Tingkat I golongan Il/b.

Keputusan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan sebagaimana contoh Lampiran XVI. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang 2. 233 . b. 4. b. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Penyuluh Kehutanan adalah : a. diklat fungsional Penyuluh Kehutanan 200 jam (nilai angka kredit: 3) dan unsur utama lain (nilai angka kredit : 25).bidang kehutanan (nilai angka kredit : 75). B. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Perpindahan Jabatan 1. Tatacara pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat / Propinsi / Kabupaten / Kota yang bersangkutan. c. Tatacara pelaksanaan pengangkatan pertama kali sebagai Penyuluh Kehutanan a. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya di Lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. maka yang bersangkutan dapat diangkat dalam jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan dengan pangkat yang sama golongan II/a dengan jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama dengan angka kredit sebesar 103. Persyaratan a. sehingga jika dijumlahkan sebesar 103. Dengan demikian.

Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan dapat dilakukan setelah memperhitungkan kebutuhan jumlah Penyuluh Kehutanan pada unit kerja yang bersangkutan.akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Terampil dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Diploma II atau Diploma III. golongan ruang Il/b. 234 . 2) Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tk. setelah ditetapkan oleh Pejabat Penetap Angka Kredit. golongan ruang Ill/a. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. 4) Memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan kehutanan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun berturut-turut. b. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 3) Telah mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional dibidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus. 2) Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 ( lima ) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. 5) Berusia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun dan jabatan terakhir yang didudukinya. Ketentuan lain tentang perpindahan jabatan a.I. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pegawai Negeri Sipil yang akan diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Ahli dan jabatan lain adalah : 1) Berijazah serendah-rendahnya Sarjana atau Diploma IV. b. Jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang diangkat dari jabatan lain ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimilikinya yang berasal dari pendidikan dan unsur utama Iainnya. 6) Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 3. 3) Telah mengikuti dan Iulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh sertifikat tanda lulus.

Tata cara pelaksanaan pengangkatan dan jabatan lain a. Pejabat yang berwenang menetapkan penyesuaian jabatan adalah: a. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Iingkungan Departemen Kehutanan. C. c. Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan disesuaikan dari jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan yang lama ke dalam jenjang jabatan Penyuluh Kehutanan yang baru sesuai lampiran Lampiran XVIII. Penetapan jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jenjang jabatan lama ke dalam jenjang jabatan baru sebagaimana tersebut dalam angka 1. Penyesuaian Jabatan 1. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dengan format sebagaimana Contoh Lampiran XIX. 6. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. 5. Pangkat dan golongan ruang Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan ruang berdasarkan Keputusan pangkat terakhir yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Tatacara pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan diatur oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat/ Propinsi/ Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. didasarkan pada jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Penyesuaian Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dari jabatan lama ke dalam jabatan baru mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2003 sampai dengan 31 Maret 2004. b. 235 . 4. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan.4. Keputusan pengangkatan sebagai Penyuluh Kehutanan melalui perpindahan jabatan sebagaimana contoh Lampiran XVII. b. 3. 2.

Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran III dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi.PAN/12/2002 dengan ketentuan: 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. c. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Bupati/Walikota atau pejabat yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan/penyuluhan kehutanan di lingkup Kabupaten/ Kota y a n g b e r s a n g k u ta n s e s u a i k e t e n t u a n y a n g b e r l a k u . 2. b. Persyaratan Kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. b. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 236 . Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan jabatan a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir. 3. c. b. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku.BAB V KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT A. Kenaikan Jabatan 1. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan adalah: a.

3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / Unit Kerja pada Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan jabatan berikutnya. 2) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkup Dinas / unit kerja pada Propinsi yang bersangkutan. 4) Copy DP-3 satu tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 2) Copy SK jabatan fungsional terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 3) Memenuhi jumlah angka kredit yang ditentukan untuk jabatan yang akan didudukinya.c. 4. Tata cara pelaksanaan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan a. 237 . 2) Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan untuk jabatan Penyuluh Kehutanan tingkat AhIi. 3) PAK terakhir asli. d. Penyuluh Kehutanan yang diangkat dalam jenjang Jabatan yang lebih tinggi wajib mengikuti diklat peningkatan profesi yang akan diatur Iebih lanjut dengan Keputusan tersendiri. dan selanjutnya dikirim kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Departemen Kehutanan. kehutanan atau yang serumpun. dengan ketentuan: 1) ljazah yang dimiliki sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. dengan ketentuan pelaksanaan diklat peningkatan profesi tersebut secara efektif dilaksanakan setelah 2 (dua) tahun sejak Keputusan ini ditetapkan. yaitu bidang penyuluhan. Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/ Diploma IV dapat diangkat dalam jabatan Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan dengan melengkapi berkas yang dipersyaratkan yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.

2. Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi: c. d. Pejabat-pejabat tersebut pada huruf a di atas setelah menerima berkas usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir. kemudian menyampaikan usul kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan kepada: 1) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan untuk lingkup Departemen Kehutanan. Presiden setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir. Persyaratan Kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan dapat dipertimbangkan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: a.b. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan kenaikan pangkat Penyuluh Kehutanan. Dinas / Unit Kerja yang membidangi kehutanan/ penyelenggaraan penyuluhan kehutanan Propinsi / Kabupaten / Kota. dan b. 238 . Kenaikan Pangkat 1. selanjutnya memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditetapkan. bagi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Tingkat golongan ruang IV/b untuk menjadi Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c di lingkungan Departemen Kehutanan. Keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan (asli) melalui pimpinan unit kerjanya. adalah: a. B. 2) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk untuk Iingkup Propinsi. 3) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk untuk lingkup Kabupaten/Kota. selanjutnya pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas menerbitkan keputusan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila usulan kenaikan jabatan Penyuluh Kehutanan telah memenuhi persyaratan. c.

golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. bagi : 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang Il/b untuk menjadi Pengatur. golongan ruang III/a untuk menjadi Penata Muda tingkat I. 239 . golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dan Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. 3) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata Tingkat I. Menteri Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala BKN. golongan ruang III/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. golongan ruang IV/a dan pangkat Pembina. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang IV/b di Iingkungan Propinsi yang bersangkutan. golongan IV/a untuk menjadi Pembina Tingkat I. golongan ruang III/d untuk menjadi Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina.b. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina. dan 2) Penyuluh Kehutanan Tingkat Ahli mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk setelah mendapat pertimbangan teknis Kepala Kantor Regional BKN yang bersangkutan. golongan ruang II/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Tingkat Terampil mulai dari Penyuluh c. golongan ruang IV/b di lingkungan Departemen Kehutanan. golongan ruang IV/b di Iingkungan Kabupaten/ Kota dalam Propinsi yang bersangkutan. golongan ruang lI/b untuk menjadi Pengatur. d. golongan ruang lII/d di lingkungan Departemen Kehutanan. golongan ruang lII/d di lingkungan Propinsi yang bersangkutan.

b. golongan ruang II /b untuk menjadi Pengatur golongan ruang Il/c sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata golongan ruang Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. 3) Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. 4) Sekurang-kurangnya memenuhi jumlah angka kredit kumulatif minimal yang ditentukan untuk pangkat Penata Muda. Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Penyuluh Kehutanan untuk memperoleh kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran Ill dan IV Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara N o m o r 1 3 0 / K E P / M . golongan Ill/c untuk menjadi Penata Tingkat I. Ketentuan-ketentuan lain tentang kenaikan pangkat a. c. golongan ruang Ill/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/ Kota yang bersangkutan. 3. Penyuluh Kehutanan Tingkat AhIi mulai dari Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda. PA N / 1 2 / 2 0 0 2 d e n g a n k e t e n t u a n : 1) Sekurang-kurangnya 80 % (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama. golongan ruang Ill/a untuk menjadi Penata Muda Tingkat I. Penyuluh Kehutanan yang mempunyai angka kredit melebihi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. 5) Mengikuti dan lulus ujian penyesuaian kenaikan pangkat. kelebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaikan pangkat berikutnya.2) Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang llI/d di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. golongan ruang Ill/a. Penyuluh Kehutanan yang menduduki pangkat Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d ke bawah yang memperoleh ijazah S1/D-IV dapat dipertimbangkan kenaikan pangkatnya sebagai penyesuaian ijazah dengan ketentuan : 1) Kualifikasi ijazah harus sesuai dengan tugas pokoknya. 240 . 2) Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam pangkat terakhir. 2) Sebanyak-banyaknya 20 % (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang.

selanjutnya menyampaikan kepada Instansi induk masing-masing untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.4. 6) Daftar Riwayat Pekerjaan. 2) PAK (asli) terakhir. 3) Copy surat keputusan pangkat terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. 4) Copy DP3 dua tahun terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. Tata cara usulan kenaikan pangkat Pimpinan unit kerja yang bersangkutan setelah melengkapi usul kenaikan pangkat yang terdiri dari: 1) Copy Kartu Pegawai. 241 . 5) Daftar Riwayat Hidup (bagi yang pindah golongan).

a) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di Iingkup Departemen Kehutanan. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pembebasan sementara penyuluh Kehutanan adalah. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Madya. pangkat Pembina Tingkat I. Alasan pembebasan sementara Penyuluh Kehutanan dibebaskan sementara dari jabatannya apabila: a. c) Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya. golongan ruang IV/c. pangkat Penata Muda. b) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan. pangkat Penata Tingkat I. pangkat Pengatur Muda Tingkat I. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama. 2. b. 242 . golongan ruang lI/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia. golongan ruang III/d. golongan ruang IV/b. Pembebasan Sementara dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. pangkat Pembina Utama Muda. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat terakhir untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setiap tahun sejak menduduki jabatan/pangkatnya tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) dari kegiatan penyuluhan kehutanan dan/atau pengembangan profesi yaitu bagi Penyuluh Kehutanan Penyelia. PENGANGKATAN KEMBALI DAN PEMBERHENTIAN A.BAB VI PEMBEBASAN SEMENTARA. c. pangkat Penata.

Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pembebasan sementara yang terdiri dari : 1) Copy SK pangkat terakhir 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir dan. 4. 5) Copy SK hukuman disiplin atau. b. 4) Copy SK tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan atau. e. atau Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf g di atas. 3. h. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf d di atas. atau Sedang menjalankan tugas belajar Iebih dari 6 (enam) bulan dibedakan dengan lzin belajar.d. Ketentuan lain a. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah ijazah pendidikan yang bersangkutan. 243 . g. atau Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. c. Pembebasan sementara bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf h di atas. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada angka 2 huruf e dan f di atas. b dan c di atas didahului dengan peringatan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu pembebasan sementara diberlakukan oleh Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat. b. selama menjalani masa hukuman disiplin tetap melaksanakan tugas pokoknya tetapi kegiatan tersebut tidak dapat dinilai angka kreditnya. 6) Copy SK cuti di luar tanggungan negara atau. atau Cuti di luar tanggungan negara. d. 3) Copy Surat/SK Penugasan di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan atau. Tatacara Penetapan Pembebasan Sementara a. kegiatan yang dapat dinilai angka kreditnya selama yang bersangkutan dibebaskan sementara adalah dari unsur pendidikan. pengembangan profesi dan penunjang penyuluhan kehutanan. f. kegiatan yang dilakukan selama dibebaskan sementara tidak dapat dinilai angka kreditnya.

4) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/Kota bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Kabupaten/Kota yang bersangkutan. d. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada huruf b butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali Penyuluh Kehutanan adalah: a. 3) Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampiran XX. b.7) Copy SK pemberhentian sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil. c. 2) Sekretaris Direktorat Jenderal/Badan Iingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. Pengangkatan Kembali 1. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bertugas di lingkup Departemen Kehutanan. 244 . Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di lingkungan Propinsi yang bersangkutan c. B. mengajukan usul pembebasan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Penyuluh Kehutanan yang telah selesai tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Pensyaratan pengangkatan kembali a. 245 . e. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut pada butir A angka 2 huruf a. c. diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani cuti. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementana berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. selanjutnya menyampaikan kepada: 1) Kepala Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan 3. Tata cara penetapan pengangkatan kembali sebagai Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan setelah melengkapi usul pengangkatan kembali yang terdiri dari: 1) Copy SK pangkat terakhir. apabila telah selesai melaksanakan tugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Penyuluh Kehutanan yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dari tingkat berat berupa penurunan pangkat. b. 4) Copy Surat/ SK Pemberhentian dan jabatan struktural/jabatan fungsional lain di luar jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan. atau 7) Surat keterangan selesai menjalani hukuman disiplin. 3) Copy PAK terakhir. b dan c diangkat kembali setelah yang bersangkutan memenuhi angka kredit minimal yang dipersyaratkan. f. Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat diangkat kembali dalam jabatannya. Penyuluh Kehutanan yang dibebaskan sementara karena cuti di luar tanggungan negara dan telah diangkat kembali pada instansi semula. d. atau 5) Surat keterangan selesai melaksanakan tugas belajar. apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana pencobaan. atau 8) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang selesai menjalani cuti di luar tanggungan negara.2. dapat dipertimbangkan untuk diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan setelah selesai menjalani hukuman disiplin. dapat diangkat kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. atau 6) Copy SK pengangkatan kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil bagi yang diberhentikan sementara dari PNS. 2) Copy SK jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan terakhir.

jabatan Penyuluh Kehutanan Muda pangkat Penata. Contoh dalam memproses Pengangkatan Kembali: Sdr. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Propinsi bagi Penyuluh Kehutanan di lingkup Propinsi yang bersangkutan. Kepala Dinas Kehutanan / Unit Kerja Eselon II yang membidangi kehutanan / penyelenggaraan penyuluhan kehutanan di Kabupaten/ Kota bagi Penyuluh Kehutanan di Iingkup Kabupaten / Kota yang bersangkutan. 4. golongan ruang III/d dari jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Muda. Ir. Ketentuan lain Pegawai Negeni Sipil yang diangkat kembali dalam Jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a sampai dengan f. Agus. Agus menjadi sebesar 235 (210 + 25). Ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang III/d dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 25.2) 3) 4) 5) 6) yang bekerja di kantor Pusat Bina Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan. Dalam hal yang demikian. Ir. jabatannya ditetapkan berdasarkan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dari prestasi di bidang penyuluhan kehutanan yang diporoleh selama yang bersangkutan tidak menduduki jabatan Penyuluh Kehutanan. mengajukan usul pembebasan sementara dan jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. golongan ruang Ill/c dengan angka kredit sebesar 210 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. 246 . pangkat yang digunakan adalah Penata Tingkat I. sehingga PAK terakhir Sdr. Pejabat yang berwenang menetapkan pengangkatan kembali dalam jabatan Penyuluh Kehutanan dengan menggunakan contoh formulir sebagaimana Lampinan XXI. Sekretaris Direktorat Jenderal/ Badan lingkup Departemen Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan yang bekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kehutanan. Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. lr. Agus. Pejabat sebagaimana tersebut di atas pada angka 3 butir 1) sampai dengan 4) setelah meneliti dan memeriksa kelengkapan dan kebenaran persyaratan yang ditentukan.

jabatan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda Tingkat I. b. Pejabat yang berwenang Pejabat yang berwenang menetapkan keputusan pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan adalah: a. kecuali hukuman disiplin berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wiiayah Propinsi yang bersangkutan. goIongan ruang Ill/b dengan angka kredit sebesar 160 dibebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan. d. maka untuk pengangkatan kembali Sdr. Bupati / Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. sehingga PAK terakhir Sdri. pangkat yang digunakan adalah Penata. atau 2. Alasan pemberhentian Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari jabatan Penyuluh Kehutanan. Anita menjadi sebesar 180 (160 + 20). Di luar jabatan Penyuluh Kehutanan. Menteri Kehutanan bagi Penyuluh Kehutanan Madya di lingkungan Departemen Kehutanan. Pemberhentian dari Jabatan Penyuluh Kehutanan 1. Dalam hal yang demikian. Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. golongan ruang Ill/c dan jenjang jabatan sebagai Penyuluh Kehutanan Pertama. c. 247 . ia memperoleh kenaikan pangkat ke golongan ruang Ill/c dan selama bertugas di luar jabatan Penyuluh Kehutanan dapat mengumpulkan angka kredit dan prestasi di bidang Penyuluhan Kehutanan sebesar 20. Ir. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di Iingkungan Departemen Kehutanan. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/ Kota yang bersangkutan.Sdri. C. dilakukan apabila yang bersangkutan: a. lr. Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Dijatuhi hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil dengan tingkat hukuman disiplin berat dan telah memipunyai kekuatan hukum yang tetap. Ir. Anita. Anita.

b. pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b. 4) Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan 248 . dilampiri dengan: 1) Copy keputusan pangkat terakhir. atau 4) Penetapan Angka Kredit (PAK) terakhir. 2) Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata Tingkat I. dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. dan 3) Copy keputusan hukuman disiplin. Tatacara penetapan pemberhentian dan jabatan Penyuluh Kehutanan a.b. Pimpinan unit kerja Penyuluh Kehutanan mengusulkan bahwa Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan telah memenuhi ketentuan untuk diberhentikan dari jabatan Penyuluh Kehutanan sebagaimana tersebut dalam butir 2 di atas. 3) Penyuluh Kehutanan Madya pangkat Pembina Utama Muda. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Propinsi yang bersangkutan. Usul pemberhentian dari jabatan Penyuluh Kehutanan tersebut selanjutnya disampaikan kepada: 1) Menteri Kehutanan. bagi Penyuluh Kehutanan Madya di Iingkungan Departemen Kehutanan. Tidak dapat memenuhi angka kredit yang ditentukan. 3) Gubernur atau pejabat Iain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. golongan ruang lll/d dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. 2) Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai peraturan perundangan yang berlaku. bagi: 1) Penyuluh Kehutanan Pelaksana pangkat Pengatur Muda tingkat I golongan ruang Il/b sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia pangkat Penata. 3. bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Muda di lingkungan Departemen Kehutanan. dan 2) Copy keputusan jabatan Penyuluh Kehutanan terakhir. golongan ruang lV/c dalam waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara. golongan ruang Ill/c dan Penyuluh Kehutanan Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang Ill/a sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya.

bagi Penyuluh Kehutanan Pelaksana sampai dengan Penyuluh Kehutanan Penyelia dan Penyuluh Kehutanan Pertama sampai dengan Penyuluh Kehutanan Madya yang bertugas di wilayah Kabupaten/kota yang bersangkutan. Pejabat sebagaimana tersebut pada huruf b di atas selanjutnya memproses usul pemberhentian sebagai Penyuluh Kehutanan dan menetapkannya dalam suatu keputusan sesuai ketentuan yang berlaku dengan menggunakan formulir sebagaimana contoh Lampiran XXII. Keputusan tersebut disampaikan kepada Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan melalui pimpinan unit kerjanya sesuai dengan prosedur yang berlaku.perundangan yang berlaku. 249 . d. c.

2. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.BAB VII KETENTUAN PERALIHAN 1. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan setelah masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan. Prestasi kerja Penyuluh Kehutanan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan kehutanan sampai dengan masa penyesuaian nama dan jenjang jabatan.PAN/12/2002. angka kredit dihitung berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16/MENPAN/1988. 250 .

Untuk meningkatkan kemampuan Penyuluh Kehutanan secara profesional sesuai kompetensi jabatan. b.BAB VIII KETENTUAN LAIN-LAIN 1. Penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. Dilugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh Kehutanan. Penetapan standar kompetensi jabatan Penyuluh Kehutanan. MUHAMMAD PRAKOSA 251 . Penyuluh Kehutanan yang sedang dibebaskan sementara karena : a. Penyusunan formasi jabatan Penyuluh Kehutanan. Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina. mencapai batas usia pensiun Pegawai Negeri Sipil. maka Departemen Kehutanan selaku Instansi Pembina Jabatan Penyuluh Kehutanan melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat yang berkepentingan dan Penyuluh Kehutanan. e. Cuti diluar tanggungan negara. pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan Penyuluh Kehutanan. antara lain melakukan: a. diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan mendapatkan hak-hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat (kecuali pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil). c. Untuk menjamin adanya persamaan persepsi. atau c. Pengembangan sistem informasi jabatan Penyuluh Kehutanan. dan f. Fasilitasi penyusunan dan penetapan etika profesi Penyuluh Kehutanan Ditetapkan di : Jakarta Tanggal : 12 Agustus 2003 MENTERI KEHUTANAN 3. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/ teknis fungsional bagi Penyuluh Kehutanan. b. 2.

………………………....……………......……...…………….. .... ...........…...…..…………....…... : ………………………......…..... : ………………………...... : ………………………...... .. / ……. : …………......................…………….…………….. 4. ......…...…………….………..…...... 252 . . : ………………………...……………....... .….. 3.….….... Nama dan NIP b. Mengetahui (Pimpinan Unit Kerja) (Penyuluh Kehutanan ybs) Catatan: Laporan hasil pekerjaan dilampirkan dengan identitas penyusunnya.....…. ………………………..... Jabatan d...... . …………. 2... : ……………………….…. ......…………….....…...... 6. ……………………….... ……………………….. ..... : ……………………….. : ……………………….. Waktu Pelaksanaan b.….…...…….. .. ........ Penyuluh Kehutanan a.. Pangkat / Golongan c.... / ……...………..……………..…………….. Unit Kerja Dasar Pelaksanaan Nama Kegiatan Tujuan Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan a... Tempat/ Lokasi c...... Peserta Hasil Kegiatan : …………... : ………………………...….…………….......…..……………....…………. 5........ tanggal …………..... .. ....……………......CONTOH LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN…………………………………… 1... .........…………….... : ………………………...........…………….. : ………………………....

.....di……….......…………………… 253 . Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.....……………......... ………………………………………………………….....……………….......…………..CONTOH SURAT KETERANGAN KEIKUTSERTAAN DALAM KEPANITIAAN LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara………....……………………. : …………………….... ………………………………….…………………………………………….........……...................... : ……………….... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : ………………...…….......……...……………………………………………........……………....sebagai……......……/ …………..... Telah melakukan kegiatan…………………………………............... …………… tanggal……….......…… Ketua Panitia/ Penyelenggara ..…. pada tanggal …………......... : …………………….........……............……/ ……....………….

...... dsb agar dicantumkah jumlah jam pelajarannya. jam pada tanggal …………... …………… tanggal………......……………………....…… Ketua Panitia/ Penyelenggara . (mengajar / memadu kursus tani / sekolah lapangan..... 254 .………………/ …………..................…………. pramuwicara.... Telah melakukan kegiatan………………………….......………………………….......……..............CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI INSTRUKTUR/ PEMBIMBING LAMPIRAN III KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara…………………………...…………………… Catatan: Kegiatan mengajar / kursus...…….. pameran. : ……............... dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………….........……………. membimbing penyuluh kehutanan) selama…….…………………………... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya.........………/ …………...……. …………………………………………………….........................… di…………….....…. : …………………….... : …………………….

.... Dengan judul ……………………………………. dengan ini menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………......... ……………………………………….………...………................. : ……………………... Telah bertindak sebagai pembicara ( pembahas / moderator / penyaji / narasumber) (terlampir) dalam ………………………………......……………….…… Ketua Panitia/ Penyelenggara .……….……………………................. pada tanggal …………………............…………/ ……... …………… tanggal………......CONTOH SURAT KETERANGAN SEBAGAI PEMBAHAS..... di ……………...………………………………………....…………...........…/ ……….... : …………………..............……………………...........…………………… 255 ..... : ……………………..... MODERATOR.....……………………… Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya... PENYAJI DAN NARASUMBER LAMPIRAN IV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Panitia/penyelenggara……………..……………………………………….

.. Telah melakukan kegiatan ........... : ……………………..………………......... : ………………….................………... di ................…………/ …….......... Demikian surat keterangan ini dibuat untuk digunakan sesuai dengan keperluannya................... Menerangkan bahwa Penyuluh Kehutanan : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………............……….............. …………… tanggal………............................…… Pimpinan Unit Kerja / Pejabat Yang Ditunjuk 256 ............ : ………………….......…/ ………..…………/ ……...... : ……………………........ : …………………….………...........CONTOH SURAT KETERANGAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN LAMPIRAN V KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT KETERANGAN Kami yang bertanda tangan dibawah ini : Nama dan NIP Pangkat/ Golongan Jabatan Unit Kerja : …………...................... : …………………….....................…………......... yang dilaksanakan pada tanggal ....………………......…/ ……….....………….................……….........………....……….........

. 6..80 jam JUMLAH I 257 ..... Lamanya antara 481 . tanggal .. D II B..........960 jam 3. Lamanya lebih dari 960 jam 2..... 4.... Unit Kerja : 1..480 jam 5..... Sarjana Muda/ D III 2. Lamanya antara 161 ....... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.. Lamanya antara 81 ... 7.. 3. 8. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A. 5. Lamanya antara 30 .. 9.. s/d .....160 jam 6.. Lamanya antara 641 . NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. 2.640 jam 4......CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LAMPIRAN VIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA NOMOR : Masa penilaian.

Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran/menumbuhkan kelompok sasaran. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat BPP/kecamatan. 9. 5. 6. 2. 3. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Melaksanakan kajian identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan C. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Chart/Gambar B. Memandu penyusunan rencana tahunan usaha wanatani kelompok sasaran. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat desa dan kecamatan. 7. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. 2. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Kelompok sasaran 2. 4. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat desa dan kecamatan. Flipchart c. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Mengumpulkan data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 258 . Anggota kelompok sasaran b. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Foto b. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massa/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat desa dan kecamatan. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 10. Mengumpulkan data sekunder dan informasi wilayah kerja 2. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 8. B. Kelompok sasaran lain C. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Perorangan b. Melaksanakan temu lapang. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. 2.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melakukan kegiatan demonstrasi cara (percontohan) 3.

2. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 3. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. JUMLAH IV V. b.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. JUMLAH V 259 . Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. B. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam bentuk majalah. 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. PENGEMBANGAN PROFESI A. 2. D. Menyampaikan prasarana berupa tinjauan. C. 1. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk buku. PEMANTAUAN. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. 4. b.

Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. G.1 2 3 4 5 6 7 8 UNSUR PENUNJANG VI. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. D. Dalam bentuk makalah. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. sebagai: 1. E. b. Memperoleh piagam kehormatan 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Pemrasaran. 30 (tiga puluh) tahun. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Dalam bentuk buku. Pengurus aktif. Anggota aktif. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. JUMLAH VI 260 . 4. 5. 2. C. 2. Peserta. sebagai : a. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. 2. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Anggota aktif. Sarjana/Diploma IV F. Pengurus aktif. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. b. Gelar kehormatan akademis. 3. 2. Sarjana Muda/Diploma III 3. c. Moderator. Pembahas. 20 (dua puluh) tahun. b. B. Tingkat Propinsi. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. b. 3. 1. 10 (sepuluh) tahun. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. b. Diploma II 2. Narasumber.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 261 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

. Tanggal . Pejabat Penilai ( .... 2...... Tanggal .... ) NIP................................. ) NIP................. ) NIP....... Catatan Tim Penilai ......... Tanggal .. Pejabat Pengusul ( ............................. Ketua Tim Penilai ( ..... Catatan Pejabat Penilai ........................ .........1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.............. 262 ......................... 3............... Dst . 4..............................

D II B....... Lamanya antara 641 .... Unit Kerja : 1. Sarjana Muda/ D III 2..... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1... 7..... 2.. Lamanya antara 81 ......160 jam 6. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1...480 jam 5.960 jam 3.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN LAMPIRAN VIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PELAKSANA LANJUTAN NOMOR : Masa penilaian. s/d .... 4.... Lamanya antara 481 .80 jam JUMLAH 263 ..... 5. 8.... 3. tanggal ..640 jam 4... 6. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A... Lamanya antara 30 . Lamanya lebih dari 960 jam 2.. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. 9.... Lamanya antara 161 ...

Mengolah data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan. Menyusun monografi wilayah kerja penyuluhan 5. Sebagai moderator b. 4. Brosur/booklet (min 1000 kata) f. 7. Melaksanakan temu teknis antar wilayah / fungsi : a. 2. Anggota kelompok sasaran b. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Specimen B. 2. Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kelompok sasaran lain. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan 1. Melakukan temu usaha. C. 3. 6. Merumuskan hasil identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. 6. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. 8. 3 4 5 6 7 8 III 264 . Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruktur/pembimbing) tingkat kabupaten/kota. Melakukan kaji terap teknologi anjuran/ uji coba 3. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep programa penyuluhan kehutanan. Menyusun/membuat peta tematik tentang kondisi dan potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 2. 9. Selebaran/ pamflet c. Sebagai narasumber 5. Melakukan temu karya kepada kelompok tani binaan. 4. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada kelompok tani binaan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Seri foto b. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Merekaputulasi rencana usaha wanatani wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. Maket g. Mengumpulkan data primer dan informasi wilayah kerja 2. Leaflet/folder d. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil usahatani kehutanan (demonstrasi farm). Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat kabupaten/kota. Kelompok sasaran 2. Poster e. Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Merumuskan kebutuhan teknologi kehutanan. B. Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat kabupaten/kota.

11. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. b. 265 . 12. b. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. 2. JUMLAH III PEMANTAUAN. Melakukan pemantauan/pengendalian 2. C. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Perorangan b. 5. B. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. 1.1 2 10. D. Mengumpulkan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 4. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat kabupaten/kota. 6. Kelompok sasaran lain 13. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 2. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Mengolah data hasil pemantauan/pengendalian 3. 4. Dalam bentuk majalah. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. V. Melaksanakan bimbingan pada sekolah lapang C. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dan lanjut sampai madya. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. b. Dalam bentuk buku.

................ ) NIP............. Tanggal .......1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.......... 266 .. ) NIP......... Catatan Pejabat Penilai .. Pejabat Pengusul ( ... Tanggal . Ketua Tim Penilai ( .. ................. Dst ................................... ) NIP............................... 3...... 2................... Tanggal ........... 4........... Pejabat Penilai ( .................................... Catatan Tim Penilai .....

1 2 3 4 5 6 7 8 VII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VII) 267 .

... 3................................... 2....................... 4.............................................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1. Ketua Tim Penilai ( ... Pejabat Penilai ( ... Tanggal .... Tanggal ...... ...................... Dst ................... Catatan Tim Penilai ........... Catatan Pejabat Penilai ... Tanggal ..... ) NIP. ) NIP................ 268 ..... Pejabat Pengusul ( .... ) NIP...........................

..640 jam 4.... Lamanya lebih dari 960 jam 2..... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.80 jam JUMLAH I 269 . D II B.. Lamanya antara 81 . Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1. Lamanya antara 30 ... 4. 9.... Unit Kerja : 1.. 7.960 jam 3... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Sarjana Muda/ D III 2..160 jam 6...... tanggal ... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1.480 jam 5. s/d .. Lamanya antara 481 . 6.. 2. Lamanya antara 161 . 8. 3. 5.......CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA LAMPIRAN VIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PENYELIA NOMOR : Masa penilaian.. Lamanya antara 641 ................. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1.

Menyusun konsep program penyuluhan kehutanan. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : 1. 8. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Kehutanan. 2. B. Menganalisis data dalam rangka persiapan penyusunan materi penyuluhan kehutanan.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Brosur/booklet g. 3. 3 4 5 6 7 8 III 270 . Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat kabupaten/kota. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. 7. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan wilayah (demonstrasi area). Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Model i. 2. Melaksanakan kegiatan widya karya/karya wisata kepada tokoh masyarakat/agama. 2. Poster f. Diorama h. Kelompok sasaran 2. Melaksanakan kegiatan widya karya (perjalanan pendek study banding sebagai instruksi/pembimbing) tingkat propinsi. Selebaran/pamflet d. Siaran sandiwara di radio/TV c. 3. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 5. 1. D. 6. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat propinsi. Slide b. Penyusunan panduan pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 4. Penyusunan kerangka acuan pelaksanaan kegiatan sekolah lapang/ magang. 4. Leaflet/folder e. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Mengolah data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan tingkat propinsi. C. Menyusun rencana identifikasi kebutuhan penyuluhan kehutanan. Merumuskan program penyuluhan kehutanan hasil diskusi. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat propinsi. Melakukan temu karya kepada tokoh masyarakat/agama. Anggota kelompok sasaran b. Melakukan kunjungan tatap muka/anjangsana kepada a. Mock up B.

4. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. JUMLAH III PEMANTAUAN. Dalam bentuk buku. Menyusun kurikulum kegiatan bimbingan teknis/kurus kepada kelompok sasaran. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. C. 1. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. 271 . menganalisis dan menyusun konsep laporan data hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. JUMLAH V 3 4 5 6 7 8 IV. 4. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. B. b. b. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 2. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Memberikan rekomendasi tindak lanjut hasil pemantauan/pengendalian. C. 5. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 2. Mengolah. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. V. 2. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. D. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Melaksanakan penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. b. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. 2. Dalam bentuk majalah.1 2 9. Meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dari pemula sampai lanjut. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. 3.

20 (dua puluh) tahun. Dalam bentuk buku. Narasumber. 2. 3. JUMLAH VI 272 .1 2 3 4 5 6 7 8 B. Pembahas. Peserta. sebagai: 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan: a. Sarjana Muda/Diploma III 3. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. b. Anggota aktif. Moderator. D. Tingkat Propinsi. Memperoleh piagam kehormatan 1. 4. G. Gelar kehormatan akademis. 1. sebagai : a. Sarjana/Diploma IV F. E. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Pengurus aktif. 2. Pengurus aktif. c. b. 10 (sepuluh) tahun. Dalam bentuk makalah. Diploma II 2. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. b. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. 2. C. Anggota aktif. 5. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. 3. b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. 2. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Pemrasaran. 30 (tiga puluh) tahun. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. b.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG 273 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

.................. 2.. 3..... Catatan Pejabat Penilai . 4.......... ) NIP..................... ) NIP. Dst ................ Tanggal .................. Tanggal ..... Catatan Tim Penilai ... Tanggal ............................................................1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1...... .. Ketua Tim Penilai ( ............. ) NIP........ Pejabat Pengusul ( ................................. 274 ..... Pejabat Penilai ( .........

. Lamanya lebih dari 960 jam 2... Lamanya antara 161 . Lamanya antara 641 .. KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.... 8.. 7. 9....160 jam 6. Pasca Sarjana 3. 6........ Lamanya antara 30 . 3. tanggal ..... Unit Kerja : 1.. Doktor 2.. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.80 jam JUMLAH I 275 . 2... Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1...480 jam 5. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1...... Lamanya antara 481 ... 5... s/d ....... Sarjana / D IV B..960 jam 3. 4.. Lamanya antara 81 ...CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA LAMPIRAN VIIa KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN PERTAMA NOMOR : Masa penilaian.640 jam 4.....

2. Selebaran/pamflet e. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. 3. 4. Brosur/booklet B. Melakukan temu karya kepada Pemda.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Tingkat propinsi. Poster g. B. Leaflet/folder f. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk a. 6. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa gabungan kelompok / asosiasi. Bulletin board (papan buletin) b. Tingkat nasional. Melakukan kegiatan demonstrasi hasil percontohan petak (demonstrasi plot). Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan Menyusun instrumen identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan. Melakukan temu wicara/sarasehan kelompok sasaran tingkat nasional. Menyusun instrument dalam rangka mengumpulkan dan menyiapkan materi penyuluhan kehutanan. Sebagai pramuwicara dalam kegiatan pameran kehutanan : a. Seri slide d. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan kehutanan. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan Menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan kehutanan sesuai jenjang jabatan D. Perorangan b. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 276 . b. Menyusun rancangan sarana penyuluhan. Kelompok sasaran lain C. Penyusunan program Penyuluhan kehutanan : Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep program penyuluhan kehutanan. Memberikan konsultasi/pemecahan masalah kepada : a. LSM. 2. 5. OHP transparan c. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Sebagai pembicara/penyaji dalam temu teknis antar wilayah/fungsi. C.

Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Materi. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Dalam bentuk buku. 3. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. Menyiapkan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Metodologi. B. JUMLAH IV V. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Menyiapkan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. Menyiapkan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. 3. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Sarana. b. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. 4. materi. 2. b. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. PEMANTAUAN.1 2 3 4 5 6 7 8 IV. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan : a. B. PENGEMBANGAN PROFESI A. Menyusun metode/teknik pemantauan/pengendalian. JUMLAH V VI. Menyiapkan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. C. 277 . 2. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. b. 1. 2. 1. Dalam bentuk majalah. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Menyusun rancangan pengembangan teknik/metodologi. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. 4. Pengembangan Aspek Teknik. dan Alat Baru Penyuluhan Kehutanan. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. 4. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah.

Pembahas.1 2 3 4 5 6 7 8 D. 2. 1. D. Tingkat Propinsi. 2. C. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Anggota aktif. b. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. b. 30 (tiga puluh) tahun. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 4. 3. JUMLAH VII 278 . E. sebagai : a. Pengurus aktif. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Dalam bentuk buku. Sarjana/Diploma IV F. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. b. Peserta. Sarjana Muda/Diploma III 3. Pengurus aktif. Anggota aktif. Pemrasaran. Dalam bentuk makalah. 2. sebagai: 1. Gelar kehormatan akademis. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. 3. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. c. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. 10 (sepuluh) tahun. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. b. 20 (dua puluh) tahun. Memperoleh piagam kehormatan 1. Diploma II 2. b. 2. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. G. Moderator. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. 5. Narasumber. B.

BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 279 .1 2 3 4 5 6 7 8 VII.

............... 4........................................ ) NIP................. Dst ......... 280 ....... 3........ Tanggal ..... Tanggal ............ Ketua Tim Penilai ( .............................. Catatan Tim Penilai ...... ) NIP.................................. Pejabat Pengusul ( . ) NIP....... .........1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.. 2.......... Pejabat Penilai ( .. Catatan Pejabat Penilai ................ Tanggal ......

..CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MUDA LAMPIRAN VIIb KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MUDA NOMOR : Masa penilaian.. Lamanya antara 481 . 6.960 jam 3.. Lamanya antara 641 . Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1... NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1...... 4.. tanggal ... Unit Kerja : 1....... Pasca Sarjana 3... 8.... Lamanya antara 161 .. 3... UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.. Doktor 2.160 jam 6......480 jam 5.... Lamanya antara 30 ...80 jam JUMLAH I 281 .. 9. 5... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Lamanya lebih dari 960 jam 2.. Sarjana / D IV B. 2........ s/d . 7..640 jam 4. Lamanya antara 81 .

5. Leaflet/ folder f. Brosur/ Booklet B. Membuat desain kaji terap teknologi anjuran/ uji coba. Sebagai pembuat karya/ desain dalam kegiatan pameran kehutanan tingkat nasional.1 II 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Selebaran/ pamflet e. Menyusun materi kursus dalam kegiatan bimbingan teknis/ kursus kepada kelompok sasaran. JUMLAH III 3 4 5 6 7 8 III 282 . 3. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat nasional. 2. Siaran radio/ TV d. Menganalisa data potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 2. Video c. cendekiawan. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Sebagai sutradara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. 7. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat nasional. Perorangan b. Menyusun pedoman penilaian lomba ketrampilan bidang kehutanan. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. pemerintah pusat. B. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Kelompok sasaran lain 9. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. Mendorong pembentukan organisasi kelompok sasaran berupa koperasi/ kelembagaan formal (badan hukum) 2. 3. Melaksanakan kegiatan widyakarya/ karyawisata kepada Perguruan Tinggi. 4. 6. 8. C. Poster g. Menumbuhkan kemitraan usaha kelompok sasaran dengan perusahaan pengelolaan/pemasaran. Sound slide b. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Pengembangan Swadaya dan Swakarya Kelompok Sasaran 1. Memantau dan mengevaluasi hasil kaji terap teknologi.

1. 2. Sebagai pembahas dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan. 2 PEMANTAUAN. 3. Mendiskusikan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. Materi. VI. 2. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. B. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. 4. 283 . Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 3. Sarana. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Sebagai penyaji dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. JUMLAH V PENGEMBANGAN PROFESI A.1 IV. b. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. B. Dalam bentuk majalah. 1. Mendiskusikan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Merumuskan hasil diskusi dan penyempurnaan laporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan. 3 4 5 6 7 8 V. materi. 6. b. Dalam bentuk buku. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. 4. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1. b. 4. 5. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. Metodologi. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Mendiskusikan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. 2. Pengembangan Aspek Teknik. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan.

E. Pengurus aktif. 4. 2. b. JUMLAH VII 284 . Dalam bentuk makalah. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai penyempurnaan atau perbaikan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Dalam bentuk buku. Sarjana Muda/Diploma III 3. 5. Pengurus aktif. sebagai : a. Moderator. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. b. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. b. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Peserta. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. c. 3. b. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Anggota aktif. C. 2. 3. JUMLAH VI UNSUR PENUNJANG VII. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilai-nilai pembaharuan. Tingkat Propinsi. B. b. Diploma II 2. 30 (tiga puluh) tahun. Anggota aktif. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a. 2. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Sarjana/Diploma IV F. Narasumber. G. D. Pembahas. D. sebagai: 1. 2. 1. Gelar kehormatan akademis. 10 (sepuluh) tahun. 20 (dua puluh) tahun. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Memperoleh piagam kehormatan 1. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Pemrasaran. 2.1 2 3 4 5 6 7 8 C.

1 2 3 4 5 6 7 8 VIII. BUTIR KEGIATAN 1 (SATU) TINGKAT DI ATAS/DI BAWAH JENJANG JABATAN JUMLAH VIII JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI + VIII) 285 .

.. Ketua Tim Penilai ( ................ ) NIP..1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1.............................. 286 ................................ Catatan Pejabat Penilai .. Dst .................... Tanggal .............................. Catatan Tim Penilai ............. ) NIP..... ............. 4.. Pejabat Penilai ( ......... ) NIP............... 3. Pejabat Pengusul ( ............. Tanggal ..... Tanggal ................ 2..........

160 jam 6... Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar 1. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) atau sertifikat 1.. Sarjana / D IV B... 8. tanggal .. s/d ....480 jam 5.. Lamanya antara 81 .. Lamanya antara 161 .. Lamanya antara 30 . Lamanya antara 641 ......80 jam JUMLAH I 287 ........ Unit Kerja : 1.. Doktor 2.. 3. NO 1 UNSUR YANG DINILAI 2 Lama Baru Jumlah Lama Baru Jumlah ANGKA KREDIT MENURUT UNIT KERJA/ TIM PENILAI PENGUSUL 3 4 5 6 7 8 I 1... Lamanya lebih dari 960 jam 2....... 7..... KETERANGAN PERORANGAN Nama : NIP : Nomor Seri KARPEG : Tempat dan Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Pendidikan yang diperhitungkan angka kreditnya : Pangkat/ Golongan Ruang/ TMT : Jenjang Jabatan Penyuluh Kehutanan : Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10.. UNSUR UTAMA PENDIDIKAN A.. 4......960 jam 3. 5.CONTOH : DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN MADYA LAMPIRAN VIIc KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MADYA NOMOR : Masa penilaian. Lamanya antara 481 ... Pasca Sarjana 3.640 jam 4. 9... 2. 6...

Merumuskan rancang bangun rekayasa usaha wanatani. IV. 3. 4. 5. Melaksanakan penyuluhan pada pertemuan secara massal/ kampanye dalam bentuk ceramah umum tingkat internasional. Sebagai narasumber dalam mendiskusikan konsep hasil pelaksanaan penyuluhan kehutanan. Menyusun laporan tahunan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Sebagai narasumber/ pengisi acara/ diskusi/ wawancara dalam kegiatan penyuluhan melalui siaran radio/ TV. Selebaran/ pamflet b. 4. Pemerintah Pusat. Melaksanakan kegiatan widyakarya (perjalanan praktek studi banding sebagai instruktur/ pembimbing) tingkat internasional. Memberikan konsultasi/ pemecahan masalah kepada : a. Identifikasi potensi wilayah dan agroekosistem serta kebutuhan teknologi kehutanan 1. Perorangan b. Penyusunan Materi Penyuluhan Kehutanan 1. Penerapan Metode Penyuluhan Kehutanan 1. Melakukan temu karya kepada Perguruan Tinggi. 4. 3. Brosur/ Booklet B. 2. Sebagai penyaji dalam pendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani.1 II. B. 288 . JUMLAH II PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyusun laporan bulanan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Menyusun/membuat materi penyuluhan kehutanan dalam bentuk : a. 2 PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Menyusun laporan triwulan pejabat fungsional penyuluh kehutanan. Kelompok sasaran lain JUMLAH III PEMANTAUAN. 2. Poster d. JUMLAH IV 3 4 5 6 7 8 III. 2. cendikiawan. Menyusun konsep rancang bangun rekayasa usha wanatani. Sebagai nara sumber dalam mendiskusikan konsep rancang bangun rekayasa usaha wanatani. Leaflet/ folder c. Penyusunan Rencana Kerja Penyuluhan Kehutanan : Menyusun rencana kerja tahunan Penyuluhan Kehutanan sesuai jenjang jabatan. 3. EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN 1.

2. b. 2. Menyempurnakan konsep pengembangan sistem monitoring dan evaluasi penyuluhan kehutanan. Materi. PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN A. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan kehutanan. Menyampaikan prasaran berupa tinjauan. 4. 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI 3. 1. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai penyempurnaan atau perbaikan. B. Dalam bentuk majalah. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan yang mengandung nilainilai pembaharuan.1 2 3 4 5 6 7 8 V. VI. sarana dan alat bantu penyuluhan kehutanan. Dalam bentuk buku. Menyempurnakan konsep pengembangan prosedur kerja penyuluhan kehutanan. Merumuskan sistem penyuluhan kehutanan : 1. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Pengembangan Aspek Kelembagaan/ Manajemen Penyuluhan Kehutanan. 3. Mendiskusikan rancangan pengembangan teknik/ metodologi. JUMLAH VI 289 . B. D. Metodologi. 4. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. C. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan kehutanan. b. JUMLAH IV PENGEMBANGAN PROFESI A. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Menyempurnakan konsep pengembangan kebijakan penyuluhan kehutanan. b. gagasan dan atau ulasan ilmiah dalam pertemuan ilmiah. dan Alat Bantu Penyuluhan Kehutanan. Karya tulis ilmiah hasil penelitian/pengujian/survei evaluasi di bidang penyuluhan kehutanan yang dipublikasikan : a. Membuat buku pedoman/petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis di bidang penyuluhan kehutanan. Sarana. Menyempurnakan konsep pengembangan perencanaan penyuluhan kehutanan. Karya tulis ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang penyuluhan kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. materi. Pengembangan Aspek Teknik. 2.

Dalam bentuk buku. Diploma II 2. Peserta. E. Tingkat Propinsi. Pemrasaran. b. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Penyuluh Kehutanan. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang tidak dipublikasikan: a. Memperoleh piagam kehormatan 1. 4. b. 30 (tiga puluh) tahun. Menterjemahkan/menyadur buku dan bahan-bahan lain di bidang penyuluhan kehutanan. Menjadi anggota organisasi profesi di bidang penyuluhan kehutanan : 1. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. 3.1 2 3 4 5 6 7 8 VII. Terjemahan/saduran di bidang kehutanan yang dipublikasikan : a. Dalam bentuk makalah. Pengurus aktif. Anggota aktif. Mengajar/melatih di bidang penyuluhan kehutanan. Pembahas. Memperoleh ijazah/gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1. 2. 2. UNSUR PENUNJANG PENUNJANG PENYULUHAN KEHUTANAN A. C. b. JUMLAH VII 290 . 2. 20 (dua puluh) tahun. Mengikuti seminar/lokakarya/simposium di bidang penyuluhan kehutanan. Moderator. b. 10 (sepuluh) tahun. c. Pengurus aktif. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional. Gelar kehormatan akademis. 5. Narasumber. sebagai : a. D. 3. G. Anggota aktif. Membuat asbtrak tulisan ilmiah yang dimuat dalam penerbitan. Sarjana Muda/Diploma III 3. B. 2. sebagai: 1. Tingkat Nasional/Internasional sebagai : a. b. 1. Sarjana/Diploma IV F. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya : a.

. ) NIP................... Pejabat Penilai ( .. Catatan Tim Penilai ....................................... Catatan Pejabat Penilai ..............1 2 3 4 5 6 7 8 LAMPIRAN USUL / BAHAN YANG DINILAI 1............... 3... ................. Tanggal ..... ) NIP............ Pejabat Pengusul ( ...... Tanggal ......... 2................. ) NIP....................... Tanggal . 291 ... Ketua Tim Penilai ( ..... 4....................... Dst ......................

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN VIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PERSIAPAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan persiapan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

292

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

293

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN IX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN TELAH MELAKUKAN KEGIATAN PENYULUHAN KEHUTANAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

294

Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :
NO 1 1 2 3 dst. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.K 6 KET/BUKTI FISIK 7

.................., ........................ Atasan langsung,

295

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN EVALUASI DAN PELAPORAN PENYULUHAN KEHUTANAN

LAMPIRAN X KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN PELAKSANAAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : .................................................................................. : ..................................................................................

Telah melakukan kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyuluhan kehutanan, sebagai berikut :

296

NO 1 1 2 3 dst.

URAIAN KEGIATAN 2

TGL 3

SATUAN JML HASIL 4 5

JML A.K 6

KET/BUKTI FISIK 7

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.................., ........................ Atasan langsung,

297

........................................................................................................................... : .........................................................................................................................................................................................................................CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN LAMPIRAN XI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : ............................................................................................. : ..... : .......................................................................... : ............................................. : ................. : .............................................. : : ....................................... : .................................................................................. : .................................................................................. : ................. : .............................................................................. 298 ...................................................................

URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A.......... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya...... sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst. Atasan langsung......K 6 KET/BUKTI FISIK 7 .....Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan........ 299 . ............

....CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI LAMPIRAN XII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja Menyatakan bahwa Nama NIP Pangkat / Golongan Ruang Jabatan Unit Kerja : .............................................................................. : .................................................................. 300 ......... : ................................................................................. : : ............................ : ................................ : ......................... : ....................................................................................................................................................................................................................................................................................... : ................................................................................................................................................................. : ....................... : .......... : .................................................. : ...........................................................................................................................................

. 301 . sebagai berikut : NO 1 1 2 3 dst........... Atasan langsung..........K 6 KET/BUKTI FISIK 7 . URAIAN KEGIATAN 2 TGL 3 SATUAN JML HASIL 4 5 JML A........ ....... Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.Telah melakukan kegiatan pelaksanaan penyuluhan kehutanan.........

CONTOH SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS PENYULUHAN KEHUTANAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Menyatakan bahwa : Nama : ............................................................................................................................ NIP : ............................................................................................................................ Pangkat : ............................................................................................................................ Ruang : ............................................................................................................................ Jabatan : ............................................................................................................................ Unit Kerja : ............................................................................................................................ Telah melakukan kegiatan penunjang tugas Penyuluh Kehutanan, sebagai berikut : No. 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. ..................., ...................... 2003 (Nama Jabatan) ........................ Kegiatan Penunjang Penyuluh Kehutanan 2 Jenis/Bentuk Kegiatan 3 Jumlah yang dinilai/Kegiatan 4 Pada/ Tempat 5 Keterangan 6

( ........................................ ) NIP

302

CONTOH HASIL PENILAIAN AK HASIL PENILAIAN ANGKA KREDIT PERIODE : ................. S/D .....................

LAMPIRAN XIV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003

Nama NIP Pangkat / Gol. Jabatan Unit Kerja
UNSUR KODE KEGIATAN 4 5 6 7 ANGKA KREDIT KODE KEGIATAN 2 UNSUR UTAMA II III Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan IV Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan V VI Pengembangan Profesi JUMLAH (I + II + III + IV + V + VI) UNSUR PENUNJANG JUMLAH (VI) Total (I + II + III + IV + V + VI) VII Penunjang Penyuluhan Kehutanan Pengembangan Penyuluhan Kehutanan Persiapan Penyuluhan Kehutanan I PENDIDIKAN 3 SUB UNSUR USULAN PENILAIAN USULAN PENILAIAN ANGKA KREDIT

: : : : :

.................................................. .................................................. .................................................. .................................................. ..................................................
KETERANGAN 8

NO

1

A

B

.................., .......................................... KETUA TIM PENILAI ...........................

303

( ......................................... ) NIP. .....................................

CONTOH : PENETAPAN ANGKA KREDIT PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XV KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 PENETAPAN ANGKA KREDIT Nomor : / / /

Masa Penilaian : ........................ s/d ............................
KETERANGAN PERORANGAN 1 Nama 2 NIP 3 Nomor Seri KARPEG 4 Pangkat / Golongan Ruang / TMT 5 Tempat dan Tanggal Lahir 6 Jenis Kelamin 7 Pendidikan Tertinggi 8 Jabatan Fungsional / TMT 9 Unit Kerja PENETAPAN ANGKA KREDIT 1 UNSUR UTAMA a 1) Pendidikan sekolah dan memperoleh gelar / Ijazah 2) Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang penyuluhan kehutanan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL) b Persiapan Penyuluhan Kehutanan c Pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan d Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Penyuluhan Kehutanan e Pengembangan Penyuluhan Kehutanan f Pengembangan profesi Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ........ / PANGKAT .......... / TMT .......... ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan. TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu. Ditetapkan di : Pada tanggal :

304

Jumlah Unsur Utama 2 UNSUR PENUNJANG Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang III DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL ......./PANGKAT ..................../ TMT ............................. Ditetapkan di : Pada tanggal :

ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN atau Kanreg BKN yang bersangkutan.

TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 2. Pimpinan Unit Kerja Penyuluh Kehutanan yang bersangkutan. 3. Sekretaris Tim Penilai Kehutanan yang bersangkutan. 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit. 5. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan. *) *) coret yang tidak perlu.

305

CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN

LAMPIRAN XVI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003

KEPUTUSAN .......................... NOMOR : ............. / ....... / .......... TENTANG PENGANGKATAN PERTAMA DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .................... tanggal .......................... dipandang perlu mengangkat saudara .......................... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan. ............................................................... ...............................................................

b. Mengingat : 1.

Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003; 6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999; 7. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002; 8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .....................................; 9. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .....................................; 10. Keputusan Menteri Kehutanan nomor .................................

306

MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....................................... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a. Nama : ................................................... b. NIP : ................................................... c. Pangkat/Gol. : ................................................... Ruang/TMT d. Unit Kerja : ....................... dari jabatan ..................... dengan angka kredit sebesar .................. (diisi dengan angka dan huruf) .................................................................................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Pada tanggal : :

KEDUA KETIGA

: :

Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit. 4. Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5. Pejabat lain yang dipandang perlu. *) coret yang tidak perlu.

307

.. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999........ Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002......... dalam jabatan Penyuluh Kehutanan............................... dipandang perlu mengangkat saudara ...... .... / ......... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994........................... tanggal .................................. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003........ 3............. 308 .... b. Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ........ 5.............. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001................... 10....... NOMOR : .....CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN MELALUI PERPINDAHAN JABATAN LAMPIRAN XVII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ..... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.............................. 9................. 6................ 4.................................... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999............................... / .... 8..... Keputusan Menteri Kehutanan nomor ..... 7..... TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a.... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ....... .... Mengingat : 1. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor .. 2...

..... mengangkat Pegawai Negeri Sipil : a.. NIP : ..............MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ........... *) coret yang tidak perlu......... 309 ........................................ c......... Unit Kerja : .......... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya..... dengan angka kredit sebesar ........... dari jabatan ........................ Pangkat/Gol....... : .......................... 4... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5... Pejabat lain yang dipandang perlu.... b................... Nama : ................. (diisi dengan angka dan huruf) ..... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit................ Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2.................................. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3............................................................... Ruang/TMT d.................... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.........

< 150 150 .< 550 550 .< 600 700 CONTOH TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XVIII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR : 272/Kpts-II/2003 TANGGAL : 12 Agustus 2003 TABEL PENYESUAIAN JENJANG JABATAN PENYULUH KEHUTANAN A.< 60 60 . I.< 300 300 JABATAN LAMA Ajun Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Utama Pratama Penyuluh Kehutanan Utama Muda Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Muda JABATAN BARU Penyuluh Kehutanan Pertama PANGKAT/GOLONGAN Penata Muda III/a Penata Muda Tk. III/b Penata III/c Penata Tk. PENYULUH KEHUTANAN TERAMPIL NO.< 400 400 . 1 2 3 4 5 6 7 . II/c Pengatur Tk. 1 2 3 4 5 6 7 B. I. III/d Pembina IV/a Pembina Tk. III/a Penata Muda Tk. PENYULUH KEHUTANAN AHLI NO.< 300 300 . II/b JABATAN BARU PANGKAT/GOLONGAN ANGKA KREDIT 40 . I. III/b Penyuluh Kehutanan Penyelia Penata. II/d Penyuluh Kehutanan Pelaksanaan Lanjutan Penata Muda. III/d Asisten Penyuluh Kehutanan Ajun Penyuluh Kehutanan Muda Ajun Penyuluh Kehutanan Madya Ajun Penyuluh Kehutanan Penyuluh Kehutanan Pratama Penyuluh Kehutanan Madya Pengatur Muta Tk. III/c Penata Tk. I.< 200 200 . I.< 150 150 . IV/b Pembina Utama Muda IV/c ANGKA KREDIT 100 . I. I.310 JABATAN LAMA Asisten Penyuluh Kehutanan Madya Penyuluh Kehutanan Pelaksana Pengatur.< 100 100 .< 80 80 .< 200 200 .

PAN/12/2002 tanggal 3 Desember 2002.. 311 . 1..... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3098) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2001 ( L e m b a r a n N e g a r a Ta h u n 2 0 0 1 N o m o r 4 9 ) . Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahunan 1999 Nomor 60. 4. Ta m b a h a n L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3 8 3 9 ) . TENTANG PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) Menimbang : bahwa yang namanya tersebut dalam Lampiran Keputusan ini memenuhi syarat untuk penyesuaian dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan angka kreditnya sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M......CONTOH PENYESUAIAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XIX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN MENTERI/GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA *) NOMOR : . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). Mengingat : 2..... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 22.. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3547)....... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 43 tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169..... 3..... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1977 Nomor 11....

Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 193...PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Angka Kreditnya. 12. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4017). 8... 6... Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan.. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nommor 198... Kewenangan.. 312 ... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 196. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departeman.. Memperhatikan : Usul Direktur/Kepala Unit Diklat Nomor ... Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen..... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4014). Tambahan Lembaran Negara Nomor 4015)... 11. Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil. 9.. 10.. 7.... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4019).5.. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 194. Tugas.. sebagaimana telah diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 9 Tahun 2003 Tentang Wewenang Pengangkatan.. Fungsi. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan....

.... akan diadakan perbaikan seperlunya.. KEDUA : KETIGA : Keputusan ini diberikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan dipergunakan sebagaimana mestinya... Menteri/Kepala LPND/Gubernur/ Bupati/Walikota *) Sekretaris Jendral / Sekretaris Utama/Sekretaris Daerah *) 313 ........MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ...... kepadanya diberikan tunjangan jabatan sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.....n.. Ditetapkan di Pada tanggal : : a... Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini.... Penyuluh Kehutanan yang namanya tersebut dalam lajur 2 disesuaikan jabatannya dari jabatan lama sebagaimana tersebut dalam lajur 3 ke dalam jabatan baru sebagaimana tersebut dalam lajur 4 keputusan ini.. Bagi Penyuluh Kehutanan sebagaimana dimaksud dengan diktum PERTAMA..

.................................................................................................. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001................................. karena ........................... .......... Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M.......PAN/12/2002... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003........................... ...... / ....... pangkat/golongan ruang ............................... 6... / ............................................. 7............ 9............... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002.......................... TENTANG PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a............. .......................... ............................ b.................................... jabatan ............. Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002..................... NOMOR : ....... 314 .......... NIP.................... 8................ Keputusan Menteri Kehutanan nomor ......................... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999................ Bahwa saudara ................................. 3........ ......... ................... 2...................CONTOH KEPUTUSAN PEMBEBASAN SEMENTARA DARI JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XX KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ......................................... 4........................ dipandang perlu membebaskan sementara dari jabatan Penyuluh Kehutanan................. Mengingat : 1... .......................................... berdasarkan . 5................... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ...

........................................................ Pejabat lain yang dipandang perlu...... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan pegawai negeri sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.......... Pangkat/Gol............................... 315 ........................... NIP : ......... Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2.... Nama : ... *) coret yang tidak perlu.. mengangkat/mengangkat kembali Pegawai Negeri Sipil : a....... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya....... Unit Kerja : ............ dari jabatan .............. b. Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit...... : .................................... 4................... c...... dengan angka kredit sebesar .... (diisi dengan angka dan huruf) ... KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1....................................... Ruang/TMT d..... Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5..........MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ................................ Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3.....................

............................ ....... tanggal ........ dalam jabatan Penyuluh Kehutanan............ Sebagai pelaksanaan dari Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ...... Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999...... Keputusan Menteri Kehutanan Nomor .... NOMOR : ........................... / .... Mengingat : 1. 8............. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999...... 5.... TENTANG PENGANGKATAN DALAM PENGANGKATAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a............. 7................................ Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001............... 316 ................. 6...... 9. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor ......... Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002. b......... 3.... Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994.................................... dipandang perlu mengangkat kembali Saudara ............................... 4.... 10........................... .............................CONTOH KEPUTUSAN PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXI KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN .... 2.... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor ... / ...........

.. mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a............. Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2................. 4........................ Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5........... NIP : .. dari jabatan ...... ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.... dengan angka kredit sebesar ....................... Nama : ........ 317 ............................ Unit Kerja : ........... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit.............. b.... Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3.................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya......................MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .... Pangkat/Gol... (diisi dengan angka dan huruf) ........................................................................ c............... Ruang/TMT d..................... *) coret yang tidak perlu. : ... Ditetapkan di Pada tanggal : : KEDUA KETIGA : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1........ Pejabat lain yang dipandang perlu..................

.. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor ........... / ........ Mengingat : 1........... 3............. Bahwa saudara ............ .............. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003.... 4..................... Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 jo Undang-undang nomor 43 tahun 1999..... Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2002. 2.......... 9.....................PAN/12/2002....................../dinyatakan tidak dapat mengumpulkan angka kredit dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara *). tanggal ...... Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor .............. 6.......... Keputusan Presiden Nomor 102 Tahun 2001 jo Keputusan Presiden Nomor 45 tahun 2002.. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994................... 7.................. terhitung mulai tanggal .. telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang Nomor ............................................ jabatan ..................... ............. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 130/KEP/M................................................ Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 jo Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2001............ 8...... NOMOR : ........ NIP.............. 5.. TENTANG PEMBERHENTIAN DALAM JABATAN PENYULUH KEHUTANAN Menimbang : a................................. pangkat/golongan ruang .......................................... 318 ......................CONTOH KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DARI PENYULUH KEHUTANAN LAMPIRAN XXII KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN Nomor : 272/Kpts-II/2003 Tanggal : 12 Agustus 2003 KEPUTUSAN ........ b........................ / ............. .

.............................. Unit Kerja : ........ *) coret yang tidak perlu............................. dari jabatan . Pejabat lain yang dipandang perlu.. Pangkat/Gol.. KEDUA KETIGA : : Ditetapkan di Pada tanggal : : Tembusan : Keputusan ini disampaikan dengan hormat kepada : 1.............................................. ASLI : Surat keputusan ini disampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan untuk diketahui dan diindahkan sebagaimana mestinya.. 4....................... Nama : ...... mengangkat/mengangkat kembali *) Pegawai Negeri Sipil : a.................. Kepala Biro Kepegawaian / BKD yang bersangkutan *) 3..MEMUTUSKAN PERTAMA : Terhitung mulai tanggal ....... Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit............................................... dengan angka kredit sebesar ........................ Kepala KPKN / KASDA yang bersangkutan *) 5............ Kepala BKN / Kanreg BKN yang bersangkutan *) 2......... (diisi dengan angka dan huruf) .......... : ...... Ruang/TMT d. NIP : .......................................................... Apabila kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan dan perhitungan kembali sebagaimana mestinya.......... c...... b....... 319 ....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful