P. 1
KTSP

KTSP

|Views: 30|Likes:
Published by Mansur Anwar

More info:

Published by: Mansur Anwar on Dec 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2013

pdf

text

original

1

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (K T S P)

I.

PENDAHULUAN Pada tahun ajaran 2005/2006 setelah diberlakukannya kurikulum berbasis

kompetensi, setahun kemudian yaitu pada tahun ajaran 2006/2007 di terbitkan kebijakan baru mengenai pemberlakuan pengorganisasian kurikulum yang dikenal dengan istilah KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), dengan batas akhir penerapan di sekolah pada tahun ajaran 2009/2010. Kebijakan yang dimaksud adalah UU Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003, PP No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Permen No.22 tahun 2006 tantang Standar Isi, dan Permen No.23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Dimana kebijakan-kebijakan tersebut di atas merupakan landasan dalam pengembangan dan penyusunan KTSP. Efektifitas implementasi kurikulum (proses pembelajaran) sangat

dipengaruhi oleh empat komponen, yaitu; rumusan tujuan, penentuan materi/isi, pemilihan metode, dan evaluasi. Pengembangan pemikiran dan strategi pembelajaran dengan menggunakan empat komponen kurikulum tersebut, menghasilkan pola pembelajaran yang berbeda, yang disesuaikan dengan tuntutan psikologis anak, tuntutan masyarakat, dan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni. Selain dari pengaruh empat komponen tersebut, hal paling penting lainnya adalah posisi implementator dalam hal ini guru, guru dipandang perlu untu dapat memperhatikan berbagai perubahan cara pandang terhadap belajar dan mengajar

2

seiring dengan perubahan pada setiap aspek kehidupan, dalam rangka untuk melakukan langkah perbaikan dan penyesuaian disesuaikan dengan tuntutan jaman. Namun fakta dilapangan menunjukkan belum adanya perubahan yang signifikan dari berbagai perubahan kurikulum yang ada terhadap kualitas proses dan hasil pembelajaran siswa, terutama pada aspek relevansi kurikulum dan pembelajaran pada kondisi aktual. Hadirnya kurikulum berbasis kompetensi yang dikenal dengan istilah kurikulum 2004, memberikan nuansa baru yang ditanggapi dalam dua perfektif. Persfektif pertama, bahwa kurikulum tersebut membuat “dilema” bagi para guru, pasalnya bagaimana implementasi KBK dalam kondisi sesungguhnya untuk setiap mata pelajaran yang ada. Persfektif kedua, bahwa kurikulum KBK memberikan penguatan terhadap relevansi pembelajaran yang dilakukan di sekolah dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja/industri, yaitu dengan mengedepankan kompetensi minimal pada suatu “job” tertentu yang ada di lingkungan (masyarakat, dunia kerja/industri), baik untuk kebutuhan proses pembelajaran maupun output pembelajaran. Perkembangan terbaru saat ini adalah munculnya penerapan KTSP oleh lembaga penyelenggara pendidikan dilingkungan Dinas Pendidikan. Kehadiran KTSP tidak serta menjadi solusi alternatif bagi berbagai “dilema” yang menutupi pendidikan karena berbagai faktor. Penulis dalam hal ini mengidentifkasi beberapa hal yang berkaitan dengan hadirnya KTSP, yaitu diantaranya:

3

a. KTSP muncul tidak lama setelah terbitnya kurikulum 2004, sehingga di lapangan menimbulkan pertanyaan apakah ini kurikulum baru yang merupakan revisi terhadap kurikulum 2004. b. KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dikembangkan oleh sekolah (guru dan stakeholder lainnya), sementara “mereka” biasanya menerima segala sesuatu secara terpusat. c. Kesiapan data-data yang diprasyaratkan dalam KTSP belum sepenuhnya siap, karena dalam hal kecil guru pada umumnya tidak memiliki buku administrasi guru secara utuh. d. Bagaimana hubungan antara pembelajaran dengan menggunakan formula KTSP dengan tuntutan ujian nasional (UNAS)?, yang secara filosofis memang berbeda. e. Penyusunan dan pengembangan KTSP melibatkan banyak unsur,

diantaranya; guru-guru, unsur pimpinan sekolah, pengawas, dinas pendidikan/depag terkait, dan komite sekolah. Hal ini merupakan kesulitan tersendiri karena sulit untuk dipertemukan secara langsung. f. Adanya pengurangan jam pelajaran yang sangat dirasakan dampaknya bagi guru-guru di lembaga pendidikan swasta. g. Unsur standar pendukung pelaksanaan KTSP belum diterbitkan

seluruhnya saat ini baru terbit dua standar dari delapan standar yang ditetapkan, yaitu SKL (santdar kompetensi lulusan) dan SI (standar isi).

untuk dapat disesuaikan dan diterapkan.4 Terlepas dari sejumah “dilemma” yang ada sehubungan dengan ditetapkannya kebijakan mengenai penerapan KTSP. melalui peroses pembelajaran KTSP akan diuji apakah KTSP merupakan hal baru yang memberikan solusi pendidikan dalam jangka panjang atau mungkin hanya merupakan solusi sementara sebagai “project work” semata dalam dunia pendidikan. untuk memfokuskan pembahasan penulis merumuskan beberapa pertanyaan pokok. Apa yang dimaksud dengan KTSP dan Bagaimana hubungannya dengan KBK atau kurikulum 2004? 3. penulis dalam hal ini akan mengkaji secara khusus mengenai KTSP dipandang dari sudut akademik. harapan dan tantangan bagi penyelenggara pendidikan pada setiap jenjang pendidikan dalam penerapam KTSP. Bagaimana perkembangan inovasi kurikulum dan pembelajaran sebelumnya lahirnya KTSP? 2. Bagaimana prosedur pengembangan kurikulum dengan menggunakan format KTSP? . yang akan dijadikan landasan dalam melakukan pengkajian. diantaranya: 1. KTSP merupakan sebuah kebijakan yang harus dilakukan oleh setiap satuan pendidikan. Berdasarkan uraian di atas. saat ini tugas kita adalah memahami dan memaknai KTSP sebagai sebuah produk inovasi dalam pengorganisasian kurikulum saat ini. sehingga mudah-mudahan akan memberikan gambaran mengenai peluang.

dan merupakan suatu terobosan. Inovasi merupakan suatu ide yang dituangkan dan bersifat baru. Dan lingkup inovasi terdiri dari tiga bagian yaitu inivasi struktur (SD 5 tahun). dan confirmation (Rogers. walaupun sesungguhnya tidak ada sesuatu hal yang baru seutuhnya tetapi merupakan penyesuaian dan perbaikan dari hal yang telah ada. dan inovasi proses (e-learning) melalui tahapan konwledge. yang diperkuat dengan berbagai kebijakan pada masa inovasi tersebut diterapkan. ekonomis. perubahan nilai. decision. baru. praktis.5 II. PEMBAHASAN A. Karakteristik suatu inovasi adalah. implmentation. Perkembangan Inovasi-Inovasi Kurikulum dan Pembelajaran Perkembangan pendidikan di Indonesia ditandai dengan lahirnya berbagai inovasi pendidikan yang didalamnya terdapat inovasi kurikulum dan inovasi pembelajaran. Secara spesifik makalan ini menyajikan berbagai inovasi kurikulum dan pembelajaran yang telah dan sedang dilakukan hingga saat ini. persuasion.1983:164) Sebagai gambaran awal. secara garis besar perkembangan tersebut disajikan dalam tabel 1. sebagai berikut: . kreatif. inovasi materi (materi teknologi informasi dan komunikasi untuk SMU tahun 2004). berikut ini akan disajikan mengenai beberapa perkembangan kurikulum khususnya di Indonesia dimulai dari tahun 1968 hingga 2004 dan 2006 dengan spesifikasi orientasi dari masing kurikulum-kurikulum tersebut.

pembelajaran progresif. 1 Perkembangan Kurikulum Di Indonesia NO 1 2 3 4 TAHUN 1968 1975 1984 1994 FOKUS ORIENTASI Subject Matter (mata pelajaran) Terminal Objectives (TIU. perkembangan terakhir menunjukkan konsentrasi pendidikan untuk meningkatkan mutu dan relevansinya bagi masyarakat dan lingkungan. perubahan atau penyesuaian kurikulum tersebut relatif dilakukan dalam periode yang relatif konstan yaitu antara 8 hingga 10 tahun. perubahan mencakup aspek proses dan materi. dibawah ini ditambahkan dengan perkembangan pembelajaran sebagai bentuk inovasi. dan pembelajaran modern. dapat ditarik kesimpulan bahwa a). b). TIK) Keterampilan Proses (CBSA Project) Munculnya pembagian kamar antara kurikulum nasional dengan kurikulum muatan local 5 6 2004 2006 Kurikulum Berbasis Kompetensi Kurikulum berbasis lokal (daerah/satuan pendidikan) Dengan melihat pada isi tabel 1 di atas. Secara umum proses pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar yaitu pembelajaran tradisional. Kemudian untuk lebih menambah khasanah perkembangan. Untuk lebih jelasnya untuk membedakan ketiga perkembangan tersebut dalam kaitan dengan pembelajaran disajikan dalam tabel 2 sebagai berikut: . c).6 Tabel.

survey. minat Keinginan Siswa Discovery. siswa Siswa aktif dengan aktif bimbingan guru Oleh siswa. bakat. guru dan masyarakat Evaluasi Dikembangkan guru berdasarkan tuntutan pengetahuan Self evaluation Pembelajaran saat ini lebih cenderung diarahkan pada pembelajaran modern yaitu dengan menekankan pada aspek kebutuhan dan tuntutan masyarakat dalam lingkup yang luas. Problem Solving.7 Tabel. dunia industri. Meskipun dalam pelaksanaannya tidak menghilangkan unsur pembelajaran tradisional dan pembelajaran progresif namun lebih mengedepankan unsur modernnya atau dengan kata lain lebih meningkatkan relevansi selain dari mutu dan efektivitas pembelajaran. dsb. menunjukkan kepada kita bahwa telah terjadi pergeseran cara berfikir mengenai kurikulum dan pembelajaran yang perlu disikapi secara ilmiah. independent study Guru Berkuasa MODERN Penerapan Daerah kehidupan Masyarakat Karyawisata. pembelajaran proyek Tidak Berkuasa. kemah. seperti lingkungan masyarakat sekitar. Perkembangan kurikulum dan pembelajaran seperti uraian di atas. . Asosiasi PROGRESIF Perkembangan Pribadi Keutuhan. dunia kerja. 2 Perkembangan Pembelajaran ASPEK Tujuan Pendekatan Materi Metoda TRADISIONAL Transfer Unsur-unsur Text Book Formal Step.

. secara teoritik model pengembangan kurikulum yang sejalan dengan paradigma KTSP adalah model Tyler (objective model).8 Perkembangan terbaru dalam pendidikan dan kurikulum yaitu lahirnya kurikulum 2006 dengan diikuti populernya istilah KTSP. pernyataan tersebut didasari pada asumsi bahwa “ . Model kurikulum transmisi dari Miller-Seller.. school and teacher greater autonomy in curriculum decisions”. dan lain sebagainya. Trend munculnya SBCD adalah adanya desentralisasi dalam paradigma pengelolaan bidang kehidupan.. model grassroot dari Hilda Taba... penulis beranggapan bahwa KTSP adalah sebuah istilah/penamaan dari suatu bentuk pengelolaan dan pengorganisasian kurikulum sebagai implikasi dilaksanakannya otonomi daerah khususnya dalam bidang pendidikan. tingginya tuntutan terhadap profesionalisme guru. . dan prosedur penyusunan KTSP yang akan diuraikan pada bagian berikutnya dalam makalah ini. Brady mengatakan bahwa SBCD didalamnya “. Sebagai pengayaan informasi penulis mencoba mendekatkan antara KTSP dengan SBCD (School-Based Curriculum Development) yang diterapkan di Australia melalui tulisan Laurie Brady “Curriculum Development: Third Edition” (1990). Berdasarkan hal tersebut di atas.... that curriculum decisions should be made by the teacher who are implementing them and that decisions should be shared by all who are involved”.. prinsip-prinsip. Persepsi masyarakat pendidikan pada umumnya dalam memandang KTSP sebagai model baru kurikulum sebagai pengganti KBK (kurikulum 2004).... hipotesa penulis didasari pengertian KTSP...

dan keterlibatan guru secara langsung dalam proses pengembangan kurikulum. Mengubah aturan/pola guru yang tradisional (perubahan peran guru kearah profesionalisme). siswa dan masyarakat. 6. Lebih lanjut Brady mengatakan bahwa peran sekolah dalam proses pengembangan kurikulum adalah “ school must be involved in selecting content.9 perlunya kebebasan sekolah untuk menentukan dan mengembangkan program studi. 7. 3. Adanya perpindahan tanggung jawab dalam pembuatan keputusan kurikulum daripada memutuskan hubungan atau jalur dengan pusat. 2. Beberapa reaksi terhadap SBCD seperti ditulis Brady adalah: terasa berat melakukan perubahan peran guru dari pelaksana menjadi pengembang. Membutuhkan dukungan dari berbagai elemen terkait. 5. to meets its own objectives and to cuter for students of different level of maturation”. lemahnya . Merupakan proses kontinu dan dinamis dengan melibatkan guru. Menjalin hubungan antara beberapa sekolah dalam proses pengembangan kurikulum. lebih berorientasi pada selective dan adaptive dari pada creative. 4. having regard for available resources. Melibatkan sekolah dan guru dalam membuat keputusan pengembangan dan implementasi kurikulum. Beberapa karakteristik pelaksanaan SBCD di Australia adalah sebagai berikut: 1.

perencanaan dan struktur. penggunaan. (1999). yaitu. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Proses desentralisasi pendidikan (kurikulum) pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah. Menyarankan aspek-aspek pendidikan yang dapat didesentralisasikan. pengelolaan. yaitu suatu upaya untuk memotivasi guru terlibat dalam SBCD. Berdasarkan beberapa kutipan yang penulis ambil dalam bukunya Brady (1990). B. manajemen personalia. sistem pembelajaran. Burki et. dan support structure. serta sumber daya. masalah usia. Salah satu jenis keputusan yang . karena usia merefleksikan pengalaman mengajar.al. dan evaluasi KTSP yang sekarang sedang digalakan oleh pemerintah dalam hal ini adalah dinas pendidikan indonesia dari tingkat pusat hingga tingkat daerah. pemanfaatan. Melalui desentralisasi pendidikan (kurikulum) diharapkan masing-masing daerah memiliki peluang untuk mengembangkan pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah.(Masriam Bukit:2004). perlunya dukungan sekolah secara hirarkikal. Sehingga SBCD dapat menjadi salah satu rujukan dalam desain. pada hakekatnya terdapat beberapa kesamaan orientasi antara SBCD yang diungkap oleh Brady pada tahun 1990 dengan KTSP yang saat ini merupakan hal yang dianggap “kebaruan” dalam masyarakat pendidikan di Indonesia.10 keahlian/kemampuan guru dan kurangnya pengalaman dan pengetahuan mengenai pengembangan kurikulum yang disediakan di sekolah. insentif.

daerah. antara lain UU No. (Glatthom. dan penyelenggaraan audit kurikulum guna menjamin mutu. Terdapat sejumlah kegiatan strategis pada pengembangan kurikulum yang perlu dipersiapkan sehubungan dengan desentralisasi kurikulum. Bab III Pembagian Urusan Pemerintahan Pasal 14 Ayat 1 yang menegaskan bahwa Bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh Daerah Kabupaten dan Daerah/Kota antara lain pendidikan dan penyelenggaraan pendidikan. Tuntutan utama dari pendekatan desentralistik adalah tuntutan kemampuan setiap pengembang kurikulum yang harus menyebar dari tingkat pusat. peletakkan landasan-landasan. 1994) mengatakan terdapat sejumlah kegiatan yang menjadi tanggung jawab daerah. sampai pada tingkat satuan pendidikan di sekolah. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Hal ini merupakan implikasi dari keseluruhan pelaksanaan desentralisasi pendidikan di Indonesia yang didasarkan pada berbagai perundangan yang telah ditetapkan. yaitu: pembentukkan komite pengembangan kurikulum di daerah (jarkum).11 dapat didesentralisasikan dari aspek pembelajaran adalah pengembangan kurikulum. menyusun dan mengatur strategi implementasi yang efektif. perumusan panduan pengembangan kurikulum. Kurikulum yang ada sekarang dikembangkan dengan pengelolaan atau pendekatan desentralistik. daerah maupun pada unit satuan pendidikan . Kemampuan pengembangan kurikulum pada setiap tingkatan bukan mengikuti jenjang birokrasi tetapi merata dan tidak memiliki perbedaan yang jauh antara pengembang kurikulum tingkat pusat.

tim pengembangan kurikulum daerah cenderung menanti petunjuk pelaksanaan dari pusat. potensi dan karakteristik daerah. sosial budaya. dan karakteristik peserta didik. oleh karena itu dalam pengembangannya disesuaikan dengan karakteristik satuan pendidikan.19 Th. KTSP dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan yang telah disusun oleh BNSP (Badan Standar Nasional Pendidikan). masyarakat. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Perbedaan mendasar dari kurikulum 2004 dengan KTSP adalah khususnya dalam penyusunan dan pengembangan indikator pencapaian kompetensi ditentukan oleh satuan pendidikan dalam hal ini guru dengan mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan secara nasional. (PP No.2005. Kesenjangan yang selama ini terjadi sebagai akibat dari kurangnya pemahaman implementasi kurikulum pada tingkat daerah dan satuan pendidikan sehingga pada saat daerah diberi wewenang untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kondisi lingkungan dan sumber daya pendidikan di masing-masing daerah. Pasal 17). Pada hakekatnya KTSP merupakan inovasi dari pengorganisasian kurikulum yang dilimpahkan dari pusat ke daerah dalam hal ini lebih mengerucut pada level satuan pendidikan atau sekolah. Secara umum konten dan system .12 karena mereka memiliki fungsi masing-masing dalam skenario besar secara nasional.

Pola pembelajaran berbasis kompetensi dilakukan dengan melakukan langkah mengidentifikasi SKL yang telah ditetapkan oleh BNSP. dalam setiap bidang/mata pelajaran pada masing-masing satuan pendidikan. atau dengan kata lain pada tingkat/kelas/semester berapa penguasaan suatu kemampuan tersebut diharapkan dapat dikuasai. kemudian . yang tercermin dalam pernyataan kadar /tingkat penguasaan yang diharapkan dari peserta didik. oleh karenanya didalam pengembangan kurikulum mengacu pada standar kurikulum (standar kompetensi lulusan dan standar isi). khususnya untuk standar isi yang mencerminkan apa yang harus dipelajari dan dikuasai oleh peserta didik dan standar kompetensi kelulusan yang memperlihatkan standar perilaku atau kinerja (performance standards). oleh karena itu penguasaan kedua kurikulum tersebut saling berkaitan erat. Pernyataan Ibrahim (2002) tersebut sejalan dengan penerapan KTSP saat ini yang berorientasi pada penggunaan standar yang dikeluarkan oleh BNSP. Kurikulum 2004 ataupun 2006 berorientasi pada penggunaan standar.13 kompetensi pada kurikulum 2004 masih digunakan pada kurikulum 2006 atau KTSP. Menurut Ibrahim (2002:22) bahwa standar kurikulum dapat diartikan sebagai perangkat rumusan tentang apa yang harus dipelajari dan dikuasai siswa oleh peserta didik maupun kadar/tingkat penguasaan yang diharapkan dari peserta didik. terdapat pula dimensi waktu (when). yaitu kapan standar isi dan standar kelulusan tersebut harus dikuasai peserta didik. Selain dari dimensi standar apa yang harus dikuasai dan kadar penguasaan yang diharapkan.

agar dapat mencapai kualitas hasil dan proses pemelajaran. Standar Kompetensi Lulusan. Standar Isi. untuk menentukan kedalaman dan keluasan materi minimum yang harus dipelajari dan dikuasai peserta didik. metode. Secara ideal seharusnya didalam pengembangan KTSP perlu didukung oleh enam standar lainnya selain SI dan SKL seperti yang diamanatkan dalam UU Sisdiknas No. ataupun sumatif. Standar Pembiayaan. Standar Sarana Dan Prasarana.20 Tahun 2003. sebagai acuan proses pembelajaran terstandar yang harus dilakukan oleh satuan pendidikan sebagai bentuk pelayanan prima bagai peserta didik (masyarakat). Standar Proses. Standar Penilaian. menetapkan alat evaluasi (uji kompetensi). Standar Tenaga Kependidikan. juga untuk pelaksanaan sertifikasi pada uji kompetensi. media dan sumber-sumber belajar yang dibutuhkan. untuk menentukan performance yang diharapkan dari peserta didik setelah melalui proses pembelajaran. sebagai acuan dalam proses evaluasi baik formatif. standar ini dibutuhkan untuk dapat menjalankan proses pemelajaran yang membutuhkan srsna dan prasarana minimum yang harus disediakan oleh satuan pendidikan.14 mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar dengan mengacu pada standar isi yang telah ditetapka oleh BNSP. kemudian guru dan pihak-pihak terkait merumuskan indikator pancapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. digunakan sebagai prasyarat kemampuan minimum instruktur atau guru di dalam membimbing peserta didik untuk menempuh dan mencapai tujuan pembelajaran (standar kompetensi dan kompetensi dasar). merumuskan materi/bahan ajar. merupakan standar kebutuhan finansial untuk penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas dengan prinsip .

Romiszowski dikutif dalam Oemar H (2000:68-70) menuliskan langkah pengembangan kurikulum model sistematik dilakukan dengan 14 langkah. yang wajib dijadikan acuan dalam pengembangan dan penyusunan KTSP.15 transparansi dan akuntabilitas. Kegiatan merancang suatu program harus dimulai dari identifikasi tugas-tugas yang menjadi tuntutan suatu pekerjaan. karena model sistematik (system Approach) sangat relevan digunakan untuk mengembangkan kurikulum. . desain pembelajaran. sebagai berikut: I. III. Dan Standar Pengelolaan. Pada makalah ini jika penulis mengembangkan kurikulum implementatif khususnya di SMK lebih tertarik pada model pengembangan kurikulum sistemik dari Romiszowski. pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional melalui BNSP baru menerbitkan dua standar yaitu SKL. Menetapkan Kemampuan. Setiap kemampuan hendaknya didasarkan pada kriteria kognitif. standar ini adalah bentuk pelayanan utama yang dapat diketahui dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat pada setiap satuan pendidikan ataupun oleh masyarakat sebagai stakeholder pendidikan. Analisis Tugas. dan desian program khusus pelatihan. II. Mungkin dengan adanya berbagai keterbatasan baik secara politis. dan SI. serta produktif dan ekploratoris. Tugas-tugas yang telah ditetapkan secara dimensional dijabarkan menjadi seperangkat tugas yang lebih rinci. ekonomis. sosiologis. hukum dan lain sebagainya. afektif dan performance. Deskripsi Tugas.

dan keterampilan-keterampilan. Kriteria Keberhasilan.16 IV. Pemilihan Strategi Pengajaran. Perumusan tujuan koheren dengan kompetensi yang akan dikembangkan. Menentukan jenis pendidikan/latihan yang diperlukan untuk mengembangkan setiap kemampuan yang telah ditetapkan. IX. Langkah ini menekankan pada pengorganisasian materi pelajaran yang akan disampaikan untuk mencapai kemampuan yang telah ditentukan. validitas dan realibilitas alat ukur dan efektivitas sistem evaluasi yang dapat digunakan sebagai umpan balik untuk perbaikan dan penyesuaian program. X. Uji coba program yang telah didesain dimaksudkan untuk melihat kemungkinan terlaksananya program. jenis kesulitan yang pada akhirnya akan memberikan informasi balik untuk perbaikan program. sikap. Pada langkah ini ditentukan strategi dan metoda yang akan digunakan untuk mencapai tujuan kompetensi. Uji Coba Program. Evaluasi. VI. . Kebutuhan Pendidikan dan Latihan. VII. Spesifikasi Kemampuan. Sebagai indikator keberhasilan suatu program dibuktikan jika lulusan dapat menunjukkan kemampuan dalam melaksanakan tugas yang telah ditentukan. Setiap kemampuan dirinci menjadi pengetahuan. Evaluasi untuk mengecek sejauhmana efektivitas program. XI. V. Perumusan Tujuan Kompetensi/Kemampuan. VIII. Organisasi dan Isi.

Monitoring. Untuk lebih memperjelas keterkaitan tersebut dapat dikaji melalui prosedur pengembangan kurikulum dengan menggunakan format kurikulum KTSP. untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan program yang relevan dengan kebutuhan lapangan dan diadaptasikan dengan lingkungan organisasi. XIV. strategi dan peningkatan motivasi belajar peserta didik. BNSP tidak mengeluarkan standar isi terbaru. Pada tahap ini dirancang dan dianalisis langkahlangkah yang perlu ditempuh dalam upaya pelaksanaan program. sumber. Implementasi Program. oleh karena itu SMK masih berorientasi dan dapat menggunakan Standar Kompetensi Kerja Nasional tahun 2004 yang sesungguhnya diberlakukan untuk kurikulum 2004. Perbaikan dan penyesuaian program perlu dilaksanakan guna menjamin konsistensi dan koherensi serta monitoring sistem. selanjutnya memberikan umpan balik kepada orgnisasi. dengan mengacu pada pedoman penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan tahun 2006. . dan berbagai dokumen kurikulum 2004 untuk SMK. Perbaikan dan Penyesuaian (feedback).17 XII. Kegiatan monitoring untuk menghimpun informasi tentang pelaksanaan program. Secara khusus untuk satuan pendidikan sekolah menengah kejuruan. XIII.

. dan Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan Visi. dengan merumuskan apa yang harus dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan. dan tahap 3: suasana sekolah. Setiap tahapan dirumuskan dalam kalimat. bisa ditentukan missinya dimana missi dapat diartikan sebagai sejumlah langkah strategis untuk menuju dan mencapai sasaran dari visi yang telah dirumuskan. tahap 1: hasil belajar siswa. Komponen-Komponen KTSP a. dimana sekolah ditempatkan sebagai lembaga/organisasi pembelajaran dengan merumuskan seperti apa yang diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa. dan Misi Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan harus berorientasi ke depan.18 C. dikembangkan bersama oleh seluruh warga sekolah. berbasis nilai. Prosedur Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 1. kemudian dipindai setiap rumusan/kalimat untuk mendapatkan kata kunci. dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah. rumusan visi dari kata kunci tersebut secara singkat padat bermakna (kurang lebih tidak lebih dari 25 kata). keterampilan. Visi. Misi. merupakan perpaduan antara langkah strategis dan sesuatu yang dicita-citakan. dirumuskan dengan mempertimbangkan suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu. dinyatakan dalam kalimat yang padat bermakna. Penyusunan visi dalam KTSP melalui tiga tahap yaitu. dapat dijabarkan ke dalam tujuan dan indikator keberhasilannya. dan membumi (kontekstual). Tahap 2: suasana pembelajaran. berdasarkan Visi ini.

akhlak mulia. muatan lokal. penjurusan. pengaturan beban belajar. pengetahuan. Dan khususnya tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan. kenaikan kelas. kelompok mata pelajaran estetika. yaitu. Struktur dan Muatan KTSP Struktur dan Muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah seperti tertuang dalam SI meliputi lima kelompok mata pelajaran. kepribadian.19 Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan kelulusan. kepribadian. oleh raga dan kesehatan.Keluasan dan kedalaman pada setiap kelompok mata pelajaran sebagai beban belajar bagi setiap pesera didik pada satuan pendidikan. kepribadian. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. b. pengetahuan. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. pendidikan kecakapan hidup. akhlak mulia. Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan. kegiatan pengembangan diri. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. pengetahuan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. dan kelompok mata pelajaranjasmani. . serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. mata pelajaran. akhlak mulia.

2. dan nara sumber. kepala madrasah. komite madrasah. MA dan MAK terdiri atas guru. Tim penyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan SD. konselor.SMPLB. kepala sekolah. SMP. untuk setiap satuan pendidikan dapat menyusun kalender pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah. kebutuhan peserta didik dan masyarakat. kepala sekolah. Tim penyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan MI. komite . MTs. Tim penyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan khusus (SDLB. dengan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota.20 Kalender Pendidikan. konselor. dan SMALB) terdiri atas guru. karakteristik sekolah. dan disupervisi oleh dinas kabupaten/kota dan provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. komite sekolah. Prosedur Penyusunan KTSP Tim Penyusun Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan Provinsi untuk pendidikan menengah. SMA dan SMK terdiri atas guru. dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. konselor. dan disupervisi oleh departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama. dan nara sumber dengan kepala madrasah sebagai ketua merangkap anggota.

Langkah yang lebih rinci dari masing-masing kegiatan diatur dan diselenggarakan oleh tim penyusun. reviu dan revisi. Dokumen kurikulum tingkat satuan pendidikan MI. MA. dan SMK dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah serta diketahui oleh komite sekolah dan dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. Tahap kegiatan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draf. SMP. MTs. Dokumen kurikulum tingkat satuan pendidikan SDLB. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan/atau lokakarya sekolah/madrasah dan/atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. dan nara sumber dengan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota.21 sekolah. Pemberlakuan Dokumen kurikulum tingkat satuan pendidikan SD. serta finalisasi. dan SMALB dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah serta diketahui oleh komite sekolah dan dinas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. . dan MAK dinyatakan berlaku oleh kepala madrasah serta diketahui oleh komite madrasah dan oleh departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama. dan disupervisi oleh dinas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. SMPLB. SMA. Kegiatan Penyusunan Penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah.

kecerdasan. kecerdasan . dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. Penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh dinas pendidikan provinsi. Kompetensi Lulusan serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP . 2. Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi. Peningkatan potensi. berpedoman pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP. minat. yaitu: 1. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 38 Ayat 2). Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. (Lihat UU No. dan berpedoman pada Standar Isi dan Standar.22 Pengembangan KTSP Kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagai perwujudan dari kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Dalam penyusunan KTSP secara operasional perlu memperhatikan dan mengacu beberapa aspek di bawah ini.

Tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Tuntutan dunia kerja. Daerah memiliki keragaman potensi. Perkembangan ilmu pengetahuan. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan. emosional. Dinamika perkembangan global. Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama. dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah 8. Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja. kebutuhan. oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. dan keragaman karakteristik lingkungan. dan seni. Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional. 3. teknologi. dan seni. 7. spritual. Agama. 5. Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan. teknologi.23 intelektual. . tantangan. 6. khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain. 4.

. 12. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat. 10. Mata Pelajaran Mata pelajaran beserta alokasi waktu untuk masing-masing tingkat satuan pendidikan tertera pada struktur kurikulum yang tercantum dalam Standar Isi. misi. Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi.24 9. yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Kurikulum harus Negara Kesatuan Republik dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. tujuan. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. 11. Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender. dan ciri khas satuan pendidikan. kondisi. Muatan Lokal Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. Kesetaraan Jender. Karakteristik Satuan Pendidikan. Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Indonesia. termasuk keunggulan daerah. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.

atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor.25 Pengembangan Diri Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. . guru. SMA/MA/SMALB /SMK/MAK kategori standar. minat. Beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS) dapat digunakan oleh SMP/MTs/SMPLB kategori mandiri. belajar. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial. dan oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori standar. Pengembangan diri untuk satuan pendidikan khusus menekankan pada peningkatan kecakapan hidup dan kemandirian sesuai dengan kebutuhan peserta didik Pengaturan Beban Belajar Beban belajar dalam sistem paket digunakan oleh tingkat satuan pendidikan SD/MI/SDLB. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. dan pengembangan karier peserta didik. SMP/MTs/SMPLB baik kategori standar maupun mandiri. Beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS) digunakan oleh SMA/MA/SMALB/SMK/MAK kategori mandiri. bakat. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Khusus untuk sekolah menengah kejuruan pengembangan diri terutama ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan bimbingan karier.

40%. penjurusan.60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. 25 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.26 Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Penjurusan. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka. 20 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Alokasi waktu untuk tatap muka. Satu SKS pada SMP/MTs terdiri atas: 40 menit tatap muka. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SD/MI/SDLB 0% . Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. Kenaikan Kelas. SMP/MTs/SMPLB 0% . Satu SKS pada SMA/MA/SMK/MAK terdiri atas: 45 menit tatap muka. dan Kelulusan Kenaikan kelas.50% dan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK 0% . Alokasi waktu untuk praktik. penugasan terstruktur. . dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK yang menggunakan sistem SKS mengikuti aturan sebagai berikut. dan kelulusan mengacu kepada standar penilaian yang dikembangkan oleh BSNP. dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka.

Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan dan atau dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. yang mencakup kecakapan pribadi. Pelaksanaan. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.27 Pendidikan Kecakapan Hidup Kurikulum untuk SD/MI/SDLB. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan semua mata pelajaran. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. 3. SMK/SMAK dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. dan Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya?. Terdapat Lima tahapan Pengembangan Silabus: Perencanaan. Perbaikan. Silabus dan Rencana Program Pemelajaran Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok. Silabus menjawab pertanyaan mengenai Apa kompetensi yang harus dikuasai siswa?. SMP/MTs/SMPLB. Bagaimana cara mencapainya?. kegiatan pembelajaran. kecakapan sosial. kecakapan akademik dan/atau kecakapan vokasional. dan . SMA/MA/ SMALB. Pemantapan. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran.

Tahapan pengembangan silabus dilakukan oleh Para pengembang Silabus diantaranya adalah: Guru kelas/mata pelajaran. Kompetensi Dasar. emosional. kedalaman. Prinsip-prinsip pengembangan Silabus: Ilmiah. Identifikasi. Sistematis. Alokasi Waktu. Komponen Silabus terdiri dari.28 Penilaian Pelaksanaan. atau Dinas Pendidikan. Indikator. Materi Pokok. sosial. Relevan. Kelompok guru kelas/mata pelajaran. Konsisten. Penilaian. Fleksibel. dan Menyeluruh. intelektual. Kelompok kerja guru (PKG/MGMP). dan Relevan dimana cakupan. Aktual dan Konseptual. Memadai. Pengalaman Belajar. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. dan Sumber/Bahan/Alat Silabus (Format 1) Nama sekolah Mata pelajaran Kelas/semester Standar kompetensi Kompetensi Dasar Materi pokok Pengalaman Belajar Indikator Penilaian Alokasi waktu Sumber/bahan/alat : : : : I II . Standar Kompetensi. dan spritual peserta didik.

Mengidentifikasi Materi Pokok.29 Silabus (Format 2) Nama sekolah Mata pelajaran Kelas/semester : : : Standar Kompetensi Materi Pengalaman Indikator Penilaian Alokasi Sumber/ kompetensi Dasar pokok Belajar waktu bahan/ alat Langkah-langkah dalam pengembangan Silabus. Menentukan Sumber Belajar III. Mengisi Kolom Identifikasi. model grassroot dari Hilda Taba. KTSP adalah sebuah istilah/penamaan dari suatu bentuk pengelolaan dan pengorganisasian kurikulum sebagai implikasi dilaksanakannya otonomi daerah khususnya dalam bidang . Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar. secara teoritik model pengembangan kurikulum yang sejalan dengan paradigma KTSP adalah model Tyler (objective model). Menentukan Alokasi Waktu. Mengembangkan Pengalaman Belajar. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi. Merumuskan Indikator. Model kurikulum transmisi dari Miller-Seller. dan lain sebagainya. KESIMPULAN Perkembangan terbaru dalam pendidikan dan kurikulum yaitu lahirnya kurikulum 2006 dengan diikuti populernya istilah KTSP. Menentukan Jenis Penilaian.

tujuan program keahlian.30 pendidikan.2005. hipotesa penulis didasari pengertian KTSP. kalender pendidikan. Secara umum konten dan system kompetensi pada kurikulum 2004 masih digunakan pada kurikulum 2006 atau KTSP. (PP No.20 Tahun 2003. Isi KTSP adalah cover. struktur dan muatan KTSP. dan silabus-silabus . tujuan satuan pendidikan. Secara ideal seharusnya didalam pengembangan KTSP perlu didukung oleh enam standar lainnya selain SI dan SKL seperti yang diamanatkan dalam UU Sisdiknas No. dan Standar Pengelolaan. lembar penetapan. diagram pencapaian kompetensi. daftar isi.19 Th. Standar Sarana Dan Prasarana. Perbedaan mendasar dari kurikulum 2004 dengan KTSP adalah khususnya dalam penyusunan dan pengembangan indikator pencapaian kompetensi ditentukan oleh satuan pendidikan dalam hal ini guru dengan mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan secara nasional. Standar Tenaga Kependidikan. prinsip-prinsip. kata pengantar. visi dan misi. Pasal 17). Standar Isi. KTSP dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan yang telah disusun oleh BNSP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Standar Pembiayaan. Standar Penilaian. dan prosedur penyusunan KTSP. Standar Proses. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Standar Kompetensi Lulusan. standar kompetensi lulusan. oleh karena itu penguasaan kedua kurikulum tersebut saling berkaitan erat.

dan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global IV. Nomor 1. Permen No. Peran Wilayah Dalam Pengembangan Kurikulum. Pendidikan Kecakapan Hidup. M. Developing A Quality Curriculum. Jurnal Pendidikan. (1994). Jurnal HIPKIN. Permen No. Alexandria: ASCD. . Bandung. Brady. Februari 2004. (2002). Standar Kurikulum Satuan Pendidikan dan Implikasi bagi Pengembangan Kurikulum dan Evaluasi. Medya Duta. Oemar Hamalik. Kegiatan Penyusunan. Undang-Undang Republik Indonesia. Muatan Lokal Pengembangan Diri. Diffusion of Inovations: Third Edition. London. (1990). Mata Pelajaran. PP No. Pengembangan KTSP. London. Collier Macmillan Publishers. Curriculum Development: Third Edition. Kenaikan Kelas. Inovasi Kurikulum. Inovasi Pendidikan. (1994). Masriam Bukit. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA BNSP. Glatthom A. YP Permindo. 2004. dan Kelulusan. Bandung. Jakarta. Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Prentice Hall. Pengaturan Beban Belajar. Pemberlakuan. No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Sydney. Nomor 20 Tahun 2003. University Press UPI. (1983). Laurie. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenajang Pendidikan Dasar dan Menengah. Rogers.23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.31 Prosedur Penyusunan KTSP adalah: menetapkan Tim Penyusun.1 Tahun XXI tahun 2002. Everett. Bandung. Mimbar Pendidikan. Penjurusan.22 tahun 2006 tantang Standar Isi. Volume 1. (2006). Ibrahim.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->