BAB I PENDAHULUAN

1. 1

Latar Belakang Salah satu keuntungan penggunaan beton sebagai bahan bangunan adalah mudahnya dibentuk sesuai dengan keinginan arsitektural. Beton yang dapat dibentuk (plastis) pada saat pengadukan dapat dibentuk sesuai dengan bentuk yang kita inginkan. Dalam mewujudkan bentuk keinginaan tersebut pada pekerjaan beton diperlukan suatu pekerjaan bantu yang dikenal sebagai Pekerjaan Acuan dan Pekerjaan Perancah. Acuan dan Perancah merupakan cetakan atau wadah/mal dimana beton itu dituangkan sampai adukan beton itu akan memperoleh bentuk yang dikehendaki setelah beton tersebut menjadi keras. Beton yang sudah selesai tidak akan memperoleh permukaan yang lebih halus dari pada cetakannya. Tingkat keberhasilan beton dapat dicapai dari adukan beton tersebut dan sangat tergantung pada Acuan dan Perancah yang dipergunakan. Baik buruknya pekerjaan acuan dari perancah dapat mempengaruhi pula mutu beton yang dikerjakan. Pekerjaan acuan dan perancah yang kurang baik dapat menimbulkan kerugian seperti kehilangan air semen, perubahan dimensi, perubahan geometrik dari bangunan dan lain-lain. Acuan dan Perancah harus cukup kokoh untuk menahan bentuknya (beban yang terjadi), bila diisi dengan adukan beton yang cair, berat, dan dapat memberikan tekanan yang besar (hidrostatis head) terhadap acuan perancah tersebut. Sesuai dengan sifatnya sebagai bangunan membantu yang sifatnya sementara maka pekerjaan acuan dan perancah harus sederhana, mudah dibongkar tanpa menimbulkan kerusakan pada betonnya sendiri. Walaupun harus bersifat sederhana dan mudah dibongkar, acuan perancah harus kaku menerima beban beton dalam

1

keadaan basah dan beratnya sendiri sebelum beton mengeras dan berfungsi sebagai penahan beban. Kaku dan kuat dengan maksud tidak terjadi perubahan-perubahan seperti yang telah disebutkan di atas. Dalam Acuan Perancah II akan dibahas hampir sama dengan Acuan Perancah I seperti teknik pemsangan papan duga sebelum membangun suatu konstruksi ,kolom ,balok dan lain sebagainya. Perbedaan yang terdapat dari Acuan perancah 1 dan Acuan Perancah 2 antara lain seperti bahan dan peralatan yang digunakan serta caranya yang lebih trampil. Dalam pekerjaan Acuan Perancah II ini akan dibahas: 1. Kolom dengan menggunakan Rapid Klem 2. Kolom dengan menggunakan Plat Besi 3. Balok 4. Lantai 5. Dinding Beton 6. Tangga Pekerjaan tersebut merupakan sebagian pekerjaan Acuan Perancah. Dalam pekerjaan tersebut kita akan mendapatkan suatu ilmu dan teknik pengerjaan yang baru.

1. 2

Tujuan dan Manfaat Acuan dan Perancah merupakan suatu konstruksi yang berbahaya dan perlu pemahamanan yang tinggi. Pekerjaan acuan perancah merupakan suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pemahaman atau nalar yang tinggi. Dalam Acuan Perancah kita harus memperhatikan Instruktur yang menerangkan suatu pekerjaan, karena jika tidak kita tidak akan dapat paham bagaimana kita menyelsaikan suatu pekerjaan tersebut. Dalam pekerjaan Acuan Perancah ini kita harus dapat membaca suatu gambar konstruksi dan paham serta tahu bagaimana cara membuat pekerjaan ini selesai sesuai dengan yang kita harapkan. Acuan Perancah 2 ini memberikan suatu ilmu baru seperti cara membaca gambar dengan baik

2

dan benar dan kita harus dapat menuangkan gambar yang kita baca tersebut kedalam suatu pekerjaan konstruksi, kerja sama yang tinggi, serta kita harus dapat memikirkan dan memhami bagaimna menyelasaikan suatu pekerjaan konstruksi itu dengan teknik yang baik benar serta mudah dan cepat. Pekerjaan Acuan Perancah merupakan sutu pekerjaan yang berbahaya yang mana kita harus memperhatikan aturan-aturan yang terdapat dalam pekerjaan tersebut dan kita harus memiliki sikap displin yang tinggi dan kerja sama yang tinggi sesama teman serta harus memperhatikan keselamatan kerja. Adapun tujuan dari Acuan Perancah II ini antara lain:  Membentuk mahsiswa dapat membaca gambar suatu konstruksi dengan baik dan benar dan paham bagaimana menyelesaikannya dengan teknik yang benar  Membentuk mahasiswa berpikir bagaimana

menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi itu dengan baik dan benar  Membentuk mahasiswa memiliki sikap disiplin,rasa gotong royong yang tinggi dan saling menghormati sesama mahasiswa Kita harus memilki sikap disiplin yang tinggi dan kerja sama sesama pekerja agar tercipta suatu pekerjaan yang tadinya berbahaya dapat menjadian suatu pekerjaan yang tenang dan menyenangkan.

3

Untuk itu cetakan harus dibuat sedemikian rupa agar mudah dibongkar setelah beton mencapai umur.BAB II ACUAN PERANCAH 2 II.akan tetapi cukup kuat dan kaku selama dalam waktu penggunaan. 4 . 1 Defenisi Acuan Dan Perancah Cetakan beton juga sering disebut bekisting. 3 Syarat-Syarat Umum Acuan Dan Perancah Acuan merupakan konstruksi sementara yang akan dibongkar lagi setelah beton mencapai batas umur yang ditentukan. 2 Bagian Konstruksi Bagian-bagian pada acuan :    Papan cetakan Klem Skur Pengaku Acuan berfungsi sebagai konstruksi yang diinginkan Bagian-bagian pada perancah :     Tiang acuan Pengaku/penyokong Gelagar Pasak/baji Perancah berfungsi sebagai pembantu memperkuat bentuk konstruksi. adalah suatu konstruksi pembantu yang merupakan mal atau cetakan pada bagian sisi dan bawah dari betuk beton yang dikehendaki. II. Dapat dikatakan juga adalah suatu konstruksi sementara dari suatu bangunan yang fungsinya untuk mendapatkan konstruksi beton yang dikehendaki. II.

Beban Hidup Cetakan harus sanggup menahan beban hidup. Suatu cetakan.dan adanya faktor alam seperti terjadinya suatu gempa atau retakan.Depan 5 . antara lain : Beton. Dan pada memasukkan adonan beton.Atas Skoor Alas Steel Prop Paku steel Prop Agar Kuat Steel Prop dipakukan pada Alas Papan Skoor Dolken Alas Steel Prop Permukaanya Rata Propil Beton Detail A Cara Pengakuan Steel Prop T.adanya getaran dari vibrator saat meratakan beton. Detail A Steel Prop T. agar tidak terjadi perubahan dimensi dan beton dan bentuknya. tidak hanya kuat tapi juga bersifat kaku sehingga mampu menahan gaya horizontal yang dipasang skur/penyokong. Pengakuan pada Steel Prop kita gunakan alas papan yang permukaanya rata dan dipakukan agar kuat dan diskoor miring dan skor depan dengan menggunakan dolken.yaitu:orang yang berada di formwork untuk mengerjakan beton. harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :   Beban sendiri Cetakan harus sanggup menahan beban dari Formwork itu sendiri.cetakan tetap/tidak bergerak dan tidak akan mengganggu hasil atau sesuai dengan beton yang kita inginkan. 2) Kaku/Kokoh. AP (Acuan dan Perancah) itu sendiri.Syarat-syarat umum Acuan dan Perancah 1) Kuat. Cetakan harus kuat memikul beban vertikal. Untuk mendapatkan kekuatan dari perancah itu sendiri. pekerja dan alat-alat.

Acuan dan Perancah terbagi menjadi tiga kelompok : 1) Tradisioanal. 6) Bersih. Gabumgan dari tradisional dan full sistem. hal ini memungkinkan cetakan dapat digunakan berulang kali. Agar dapat menahan air semen yang keluar sehingga dapat menjaga mutu beton. Material sebagai acuan dan perancah juga bisa dipakai berkali-kali 5) Rapat/Rapi/Tidak Bocor. Apabila cetakan tidak bersih akan mempengaruhi kekuatan beton itu sendiri pada saat pengecoran. Untuk mendapatkan hasil pengecoran yang baik kecuali syarat-syarat di atas untuk cetakan juga harus diperhatikan bahwa cetakan harus bersih. 6 . 2) Semi Sistem. 4) Ekonomis dan Efisien. Selain tidak merusak beton yang sudah jadi. Acuan Perancah II Menggunakan Steel Prop sebagai Tiang Perancah 3) Mudah Dibongkar. Bahan yang dipakai adalah bahan lokal dan merupakan konstruksi yang turun temurun (kovensional).Papan Acuan Plywood Pengaku papan Penahan Cetakan Klem Penyatu Balok Pendukung 8/12 Balok Penyangga 8/12 Tiang Perancah (Steel Prop) Gambar.

sehingga kita kita harus tahu berapa tebal papan dan paku mana yang diguanakan. Pada Acuan Perancah II ini akan digunakan beberapa bahan /alat yang lain dengan Acuan Perancah I.karena dalam Konstruksi Acuan Perancah sangat berbahaya sehingga kita harus berhati-hati.paku tidak boleh tembus dalam cetakan. contoh: kolom 7 . Alat yang dipakai merupakan buatan pabrik yang digunakan pada pekerjaan besar seperti bangunan pencakar langit. Pada saat pemakuan . gedung-gedung berlantai banyak. contoh : lantai Acuan vertikal.diantaranya: Cetakan harus serapat mungkin . II.yaitu:  Kayu  Non Kayu  Plat Jepit besi  Rapid Klem  Schafolding  Veri System Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Acuan Perancah Dalam   Acuan Perancah perlu tetliti dan hati-hati dalam bekerja.3) Full Sistem. Cetakan harus kuat dan kaku serta harus datar dan tegak. Perhatikanlah Keselamatan Kerja. dll. 4 Perencanaan Konstruksi Acuan & Perancah  Pembebanan Acuan horizontal.    Cetakan harus bersih dari segala kotoran yang dapat mempengaruhi kekuatan mutu Beton.

727 8 .02 x 1 x 1 x 900 kg/m3 = 18 kg/m2 306 kg/m2 + .667 kgcm2 2 6.50 kg/cm2 2 = 666.Beban hidup q = 101 kg/m’ 10 = 200 kg/m2 506 kg/m2 + 2 L 2 Misal : Penyelesaian: q= RA = RB = Mmax = RA 2 = 101 kg/m’ – W= M = W.Contoh:  Pembebanan Horizontal.667kgm = 6.Berat acuan = t x 1 x 1 x = 0. 2 = = = Mmax = 2 2 = 2 .667 kgm = √ 2 = 0. untuk 1 m  Beban mati .Berat beton = t x 1 x 1 x .12 x 1 x 1 x 2400 kg/m3 = 288 kg/m2 = 0.

35 0.35 1.45 0.15 15 20 Suhu Beton (C°) 25 30 35 0.60 0.75 0.10 1. Faktor pengaruh kekentalan dan suhu diabaikan P. Beton pada saat dituangkan tidak langsung rata.50 0. Impect.60 P.arc = R = Laju kecepatan vertikal pengecoran (m/jam) d = Tebal beton (mm) dipertimbangkan jika d lengkung tidak mendesak lagi) 3. 8 1.65 0. Pembebanan Vertikal Perkiraan Tekanan yang dikembangkan oleh Beton Ada 4 tekanan yang mungkin berbeda: 1.80 1.60 0.st = K = nilai koreksi antara suhu dan slump 500mm (faktor Tabel Nilai K Kemantapan Penurunan (mm) 25 50 75 100 4. Hidrostatis Phs = P = tekanan beton h = tinggi beton = berat jenis beton (kg/m2) 2. Impect = P. P. pada waktu menghitung ditambahkan dengan P.00 1. Stiffering = P.55 0. imp = Bila tekanan jatuh Beton lebih dari 2m. K-C.40 0.60 0.45 0. arching = P. Apabila berat untuk beton lembek sangat 9 .90 0.30 0. P. membentuk lengkungan dan mendesak ke samping.

Vertikal pengecoran = 3 m/jam. desain = 44.  Pada Beton dengan campuran zat Plasticizer hanya Ph dapat dipertimbangkan.6 Kpa = P.2 Kpa = = = 144 Kpa = 54 Kpa = 44. st = P. dicor dengan beton normal 2400 kg/m3.berbeda dari nila 2400 kN/m maka suatu koreksi harus dibuat dengan rumus : R 2400 2 Keadaan Khusus:  Dengan campuran zat penghambat hanya Ph dan Pg dapat dipertimbangkan. slump 75 mm.  Pengecoran Beton dengan menggunakan pompa.6 = 54. maka 150% dari tekanan hidrostatik yang ada harus ditambahkan.maka tekanan hidrostatik sepanjang pipa keseluruhan harus dipertimbangkan. laju kec. Imp = = = = 54. Berapa tekanan beton terhadap acuan sewaktu pengecoran? Penyelesaian : P. suhu 30º.6 + 9.diaman ujung pipa berada didalam Beton. arc = P.  Pada Beton dengan kemantapan S> 80 mm (Turun) dan getaran luar hanya Ph dan Pv dapat dipertimbangkan. tinggi 6 m.hs = P. 2 Kpa 10 . dimana ujungnya berda dibeton.  Pada pengecoran Beton dengan pipa. Contoh : Pengecoran dinding 30 cm.

1 Bahan-Bahan A.BAB III BAHAN DAN ALAT III.Dalam Acuan Perancah ini akan digunakan balok kayu yang berukuran 8 X 12 cm dan papan yang difungsikan sebagai penguat atau skur dan klem. kayu-kayu tersebut harus cukup baik dan jangan terlalu basah bila kayu tersebut berkadar air tinggi 11 . 12 cm 8 cm Kayu yang digunakan antara lain.begitu juga dalam Acuan Perancah II ini kayu sangat diperlukan kegunaanya. o Papan o Balok o Kasau  o Sento o Dolken atau Gelam o Bambu Kayu Lokal Didalam pekerjaan acuan perancah dan perancah banyak dipergunakan kayu lokal. Kayu Kayu merupakan bahan utama dalam suatu konstruksi bangunan. Bahan-bahan yang digunakan pada Acuan Perancah 2 ini antara lain: 1. Bahan Utama Pada Acuan Perancah 2 ada sedikit perbedaan dengan Acuan Perancah 1. pada bahan yang digunakan.

Adapun ukuran-ukuran yang diperdagangkan dan sering digunakan untuk bekisting adalah dengan ukuran 3/20 x 400 cm. ukuran yang ada dioerdagangan dan sering digunakan untuk bekisting antara lain : 2/20 x 250 cm.  Kayu Kamper/Kapur Termasuk kelas kuat I-II dan kelas awet III dan macammacam ukuran yang ada di perdagangan dan dipergunakan untuk bekisting. 5/7 x 400 cm dan sebagainya. termasuk kelas kuat III-IV dan kelas awet V. // 45 kg/cm2. Mengenai ukuran-ukuran kayu terentang ini didalam perdagangan biasanya dengan ketebalan 2-3 cm.  Kayu Meranti Termasuk dalam kelas kuat II-IV. Macam-macam kayu yang digunakan untuk acuan :  Terentang. ialah 3/20 x 400 cm. 6/12 x 400 cm.  Kayu Kruing Jenis kayu kruing sama dengan kayu 7 kamfer. 12 . 6/12 x 400 cm.  Kayu Albasia.5x400)cm.dan mutu kayu sangat rendah maka cetakan akan mudah mengalami perubahan bentuk dan akan mudah melengkung sehingga hasil cetakan beton tidak memuaskan.5 cm dengan panjang 4 meter atau (23 /17.lebar kurang lebih 17. yang mempunyai //45-60 kg/cm2. Kayu yang biasanya digunakan untuk peranca dan acuan antara lain kayu kelas III dan kelas IV. 4/10 x 250 cm dan lain-lain. Kayu merupakan bahan yang penting dan kita harus dapat menyimpanya dengan baik. Mutu Kayu Kelas IV. 5/7 x 400 cm dan sebagainya. dan kelas awet II-IV.

Ukuran yang biasa digunakan dolken dalam perancah yaitu memeiliki diameter 6-10 cm dengan panjang (tinggi) 4m. Untuk penyimpanan papan harus diberi tumpuan .Ukuran kasau yang digunakan untuk acuan :4/6 –400 cm .Bagi kayu yang basah tiap satu papan diberi tumpuan teapi bagi papan yang kering tiap tumpukan 5 papan diberi tumpuan  Dolken (Gelam) Dolken biasa digunakan dalam perancah. 2. kayu manis. Plywood / Multiplex Pada Acuan Perancah II tidak hanya bahan yang dari alam saja yang digunakan tetapi juga digunakan bahan buatan. akan digunakan Plywood sebagai 13 . Dalam Acuan Perancah ini.Tabel I Daftar Kelas Kuat Kayu I II III IV V Jati/tectona grandis (kg/cm2) (kg/cm2) (kg/cm2) (kg/cm2) 150 130 40 20 100 85 25 12 75 60 45 8 50 45 10 5 130 110 30 15  Papan Papan harus disimpan dengan baik dan harus telindung dari pengaruh cuaca dan serangan serangga serta peresapan air tanah. dan dolken yang digunakan biasanya bersal dari jenis pinus akasia. kayu laut dan lain-lain.5/7-400 cm. Doken harus tahan akan cuaca .  Kasau Tidak berbeda dengn penyimpanan papan. yaitu plywood yang merupakan salah satu bahan utama dalam Acuan Perancah II ini.

Baja Tulangan Baja selain digunakan dalam pembuatan beton. 14 .8 cm.sedangkan papan mengalami perubahan akibat dari factor alam dan manusia seperti melentingnya suatu papan yang mempengaruhi kekuatan suatu beton Plywood biasanya digunakan pada pekerjaan yang cukup besar dan untuk permukaan beton yang tidak diplaster lagi tidak memerlukan finishing (exposed concret).22 m X 2. 3.Keunggulan dari cetakan dengan plywood anatara lain:     Hasil beton akan lebih baik dari pada cetakan papan Permukaannya telah rata dan halus sehingga tidak perlu untuk diketam Ukuran plywood telah memenuhi standard (1. Adapun plywood yang sering diperginakan di Indonesia khusus untuk acuan termasuk kelas II dan tebal 1. Digunakan Plywood sebagai cetakan karena permukaan dari plywood yang telah rata dan halus sehingga tidak perlu diketam lagi.bahannya . pada Acuan Perancah II ini baja tulangan digunakan sebagai alat penjepit pada pembuatan Kolom atau Balok dengan Rapid Klem. Untuk plywood berkualitas baik. sehingga dapat digunakan berkali-kali (yang baik dapat digunakan 10 kali). penggunaan paku yang sedit pada plywood dapat dilaksanakan kalau kestabilan konstruksi perencanaan nya dilaksanakan dengan baik.44 m) Plywood tidak mengalami perubahan bentuk plywood sendiri. agar pembongkaran dapat mudah dilakukan dan kemungkinan plywood rusak sangat kecil. Pada acuan yang menggunakan plywood diusahakan agar tidak banyak pemakuan. yang digunakan untuk cetakan.

b) Kekuatan paku berpenampang bulat diberikan dalam tebal II PKKI dibawah ini dan berlaku untuk tebal kayu seperti tertera pada daftar tersebut.   Kekuatan paku berpenampang bulat dapat dilihat dalam daftar A yang berlaku pula untuk tebal kayu yang akan di sambung.4.  Panjang paku yang digunakan tergantung dari tebal sambungan yang dibuat atau maximal sepanjang tebal sambungan.d. dapat dipakai rumus dibawah ini dengan mengingat syarat-syarat ukuran paku seperti tertera dalam table III. Dalam arah tegak lurus arah gaya 5.d. Hal ini untuk mempermudah didalam pembongkarannya. Paku tidak boleh melebihi tebal sambungan karena bagian ujung paku yang dibengkokkan akan menyuklitkan pekerjaan pembongkaran. Paku  Bentuk penampang paku yang digunakan dalam acuan dan perancah ialah yang berpenampang bulat. untuk tepi kayu yang dibebani 5. Jarak minimum pemakuan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : a. Dalam arah gaya 12. Kekuatan paku tersebut tidak tergantung dari besar sudut yaitu sudut antara arah gaya dan arah serat kayu. untuk jarak antar paku b. c) Untuk sambungan yang menyimpang tebal dari II. untuk jarak barisan paku Penggunaan sambungan dengan paku harus memenuhi persyaratan PKKI sebagai berikut : a) Paku yang dipergunakan dapat mempunyai penampang melintang yang berbentuk bulat persegi atau berakhir lurus.d.d. untuk jarak sampai tepi kayu 5.d. 15 . untuk tepi kayu yang tidak dibebani 10.

16 .kawat beton digunakan sebagai pengikat antara Steel Prop dengan skur (Karena Skur tidak dipakukan pada Steel Prop). Sambungan berpenampang Satu S=½bd S = 3. sebaiknya dibengkokkan tegaklurus arah serst. Benang Benang memliki fungsi sebagai pengatur kelurusan cetakan serta kesikuan. 5. S = 7 d2 b 7d 7d b Ket : S b D = gaya yang diperkenankan /paku = tebal paku = diameter paku (tebal II ) = kokoh desak kayu d) Ujung paku yang keluar dari sambungan. Kawat Beton Kawat Beton merupakan bahan pembantu dalam Acuan Perancah II ini. 6. f) Pada sambungan dengan paku .5 d 2 b 7d 7d b 2. asal pembengkokan tersebut tidak akan merusak kayu e) Apabila dalam suatu barisan terdapat lebih dari 10 batang paku maka kekuatan paku harus dikurangi dengan 10% dan jika lebih dari 20 batang harus dikurangi 20%.paling sedikit harus digunakan 4 batang paku. Sambungan berpenampang dua S = b d.1.

17 . 5. 3. Peralatan yang digunakan dalam Acuan Perancah 2. Peralatan Umum 1. Unting-Unting Unting-Unting digunakan sebagai penyemimbangan konstruksi dan pengatur kelurusan suatu konstruksi. Rol Meter/Meteran Rol Meter/Meteran digunakan sebagi alat ukur. 4. antara lain: A. 2. hanya ada beberapa alat yang berbeda atau belum digunakan dalam Acuan Perancah 1. 2 Alat Peralatan dalam Acuan Perancah 2 ini hampir sama dengan Acuan Perancah 1. WaterPass WaterPass digunakan sebagai pengatur kedataran.III. Pensil / Kapur Pensil / kapur digunakan sebagai bahan penanda atau batasan. Siku Siku digunakan sebagai penturs kesikuan.

8. Palu Cakar Palu Cakar digunakan untuk memukul dan menarik paku yang tertancap. 18 . 7. Circular Hand Saw (Gergaji Mesin) Secular Hand Saw memiliki fungsi hampir sama dengan gergaji tangan hanya perbedaannya terletak dari cara menggunakan .6. Gergaji Tangan Gergaji tangan digunakan sebagai pemotong kayu yang digunakan secara manual.kecepatan dan kekuatannya dalam memotong berbagai jenis kayu.

10. Linggis Linggis memiliki fungsi yang tidak terlalu banyak tetapi pada saat pembongkaran linggis digunakan untuk membongkar kolom atau balok yang susah dibongkar dengan palu.9. Gerobak dorong Gerobak dorong memiliki fungsi sebagai pembawa peralatan dan bahan. Slang Plastik Terbuat dari plastik benang yang diisi air digunakan untuk menentukan ketinggian dari ukuran yang satu ke ukuran yang lain 19 . 11. 12. Rol Kabel Rol kabel meiliki fungsi sebagi perantara jika menggunakan peratalan yang menggunkan arus listrik.

Peralatan Khusus Peralatan Khusus merupakan peralatan yang tidak pernah digunakan dalam Acuan Perancah I. akan tetapi plat besi lebih simple dari rapid klem karena plat besi hanya ditaruh dan kunci dengan plat besi yang berbentuk segitiga pada tiap lubang yang sesuai. Rapid Klem Rapid Klem merupkan alat penjepit dengan memsaukkan tulangan besi untuk penjepitnya dan dikunci hingga sesuatu yang akan diikat itu tidak bergerak lagi atau kuat.antara lain: 1. Plat Besi Plat Besi juga memiliki fungsi hampir sama dengan rapid klem.Atas T. T. Rapid Klem diikat dengan perantara kunci rapid klem yang diputar hingga kencang.Samping RAPID KLEM 2.B. Gambar Plat Baja dan Pengunci 20 .

Alat Perancah ini dapat disambung–sambung sesuai dengan kegunaannya. Kelebihan Steel Prop dari dolken .akan tetapi steel prop biasanya digunakan pada gedung yang tinggi. Schaffoelding Schaffoelding merupakan alat perancah yang terbuat dari baja. Schaffoelding ada 2 macam sesuai dengan tinggi standarnya:  Schaffoelding Besar Schaefolding merupakan alat perancah yang memiliki tinggi standard 170 cm.3.antara lain:  Steel Prop lebih simple dari dolken  Steel Prop memiliki bentuk yang sama sehingga mempermudah dlam penegakannya dan pengaturan kedatarannya  Ketinggian Steel dapat diatur sesuai dengan yang dinginkan sedangkan Dolken jika tinggnya kurang harus disambung.Steel Prop memiliki tinggi yang dapat diatur.Atas STEEL PROP (Tiang Perancah) 4. Alat Perancah ini digunakan untuk konstruksi besar dan ini dapat digunakan terus sampai alat perancah ini rusak.Depan T. Steel Prop Steel Prop memiliki fungsi yang sma dengan dolken pada Acuan Perancah I. Alat Perancah ini selain sebagai alat perancah juga memiliki fungsi lain yaitu sebagai tempat orang berkerja yang dialasnya dapat dipasang roda. 21 . T.

 Schaffoelding kecil Extra Folding merupakan tambahan scahefolding yang memiliki tinggi 90 cm Tampak Samping Tampak Depan 22 .

Pipa Penyambung Schaffoelding Pipa Penyambung ini digunakan jika kita ingin menyambung dengan schaffoelding yang lainnya.5. Tampak atas Extra Foelding yang berfungsi sebagai Alas Tampak atas Extra Foelding yang berfungsi sebagai tempat Balok Kayu 23 . Sambungan Schaffoelding 6. Extra Foelding Extra Foelding adalah suatu alat tambah dalam Schaffoelding yang berfungsi sebagai alas dan tempat balok sesuai dengan bentuknya.

kayu manis. borneo dsb. Plywood Penyimpanan plywood ini hampir sama dengan penyimpanan kayu-kayu yang lain. 3. kruing.dolken ini harus lebih tinggi dari mutunya papan acuan dan tahan terhadap cuaca. adapun ukuran dolken yang biasa digunakan untuk acuan dan perancah diameter 6-10 cm dengan panjang 4 m. tiap lapisan kayu harus diberi tumpuan. Jadi untuk keadaan yang memaksa penumpukan bisa diletakan diluar gudang. 4. tapi untuk kayu kering tiap lima lapis baru kita beri tumpuan. akasiah. Papan Papan disimpan dalam gudang dan harus terlindung dari cuaca. jenis pinus. Kasau Tidak banyak berbeda dengan penyimpanan papan kasau yang biasa digunakan termasuk jenis kamper. 24 . 2. Dolken Dolken yang biasa digunakan untuk perancah. tetapi untuk plywood juga bisa disimpan dalam posisi miring. dll. peresapan air tanah. Penumpukan ini tidak boleh diletakan langsung diatas lantai/tanah tetapi harus diberi tumpuan/ganjal sehingga kadar air dari papan tidak akan bertambah. Ukuran yang ada diperdagangan dan biasa digunkan 4/6 x 400 cm & 5/7 x 500 cm.BAB IV PENYIMPANAN BAHAN-BAHAN 1. kayu laut. meranti. Untuk penyimpanan kayu basah.

Untuk kayu basah hujan matahari kayu udara udara 2.Berdasarkan sifat kayu yang disimpan : 1. Multiplek Horizontal Vertikal 25 .

3. ken atau kasau 26 . Untuk kayu kering hujan Matahari udara udara 4.

27 . Perbedaan anatara keduanya terletak pada teknik pengerjaanya. Klom dengan Plat Besi relatif lebih mudah dan lebih cepat dari pada Kolom dengan Rapid Klem.ketelitianya dan kemudahannya.BAB V JOB SHEET Judul Job 1 Definisi : Praktek Kerja Acuan Perancah 2 : Membuat Kolom dengan Plat Besi : Kolom dengan plat besi dan kolom dengan rapid klem memiliki tujuan yang sama yaitu ingin memubuat cetakan kolom kuat rapat dan kaku serta mendapatkan hasil mutu beton yang baik. Plat Besi adalah suatu plat yang dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk pengeklem kolom dan dikunci pada lobang yang sesuai dan dikencangkan dengan palu. Dalam kolom dengan plat besi kita hanya memerlukan beberapa plat besi dan dipasang seusai dengan kebutuhanya dan dikunci dengan plat penguncinya. Kolom dengan Plat Besi lebih mudah pemasangannya daripada dengan Rapid Klem.

Rol Meter 28 . Paku 4. 2. Rol Kabel 15. Plat Besi dan Pengunci 13. CircularHandSaw 11. Palu Cakar 12. Papan 2/20 X 400 cm 3. WaterPass 14.Gambar Plat Baja dan Pengunci Tujuan : Pada Akhir pelajaran mahasiswa diharapkan dapat: 1. 4. Bahan dan Alat 1. Memahami cara-cara dan teknik pembauatn kolom dengan baik dan benar 3. Menggunakan bahan dan alat sesua dengan kebutuhan dan fungsi. Benang 5. Helm 2. Menggunakan plat besi sebagai pengklem cetakan kolom dengan baik dan benar. Siku 7. Plywood : 9. Pensil/Kapur 6. Gergaji Tangan 10. Unting-Unting 8. Membuat cetakan kolom dengan berbagai cara.

Buatlah jarak atau buatlah papan duga sebagai batas tempat bekerja sesuai dengan uk balok dan ditambah tebal multiplex 2 cm. Persiapkanlah bahan dan peralatan yang diperlukan didekat tempat kerja. 3.Intstruksi Umum : 1.Kolom + Tebal Plywood] 4. 3.40 cm Blok Beton Untuk Uk. Persiapkanlah bahan dan peralatan yang digunakan. Perhatikanlah Keselamatan Kerja 2. Buatlah cetakan kolom dengan 40X30 cm dengan menggunakan plywood cm dan 30 cm berada didalam cetakan. 29 . Titik AS 22 cm 22 cm Titik AS 17 cm 17 cm Untuk Uk. Buatlah jarak untuk pembuatan batas jarak yang akan digunakan untuk batas penegakan Kolom.30 cm Pembuatan Jarak Papan Duga dengan Blok Beton [Jarak= Uk. Dalam peersiapan penegakan Kolom dengan Plat Besi sma dengan cara Kolom dengan rapid klem. Perhatikanlah instruktur menerangkan cara pemasangan cetakan kolom dengan plat besi. 2. Langkah Kerja : 1. 4. Pahamilah bentuk gambar cetakan kolom dengan rapid klem. 5.

44 cm Benang Pembatas [Jarak Benang=Kolom+tebal Cetakan] 5.30 cm 2 buah 22 50 50 50 50 22 Cetakan Kolom uk.44 cm 2 buah 22 50 50 34 50 50 22 Cetakan Kolom uk.40 cm Cetakan Kolom Uk. 40 X 30 cm : Cetakan Kolom Uk.30 cm 30 30 44 . Buatlah cetakan kolom dan klem dengan jarak dari tepi 22 cm dan tengah 50 cm dari titik AS dengan kolom uk.

11. Periksakanlah pekerjaan pada Instruktur. Setelah dirakit tegakkanlah cetakan kolom tersebut sesuai dengan tempatnya. dan rangkailah plat besi tersebut dan kunci dengan plat pengunci dan pukul dengan palu pada lubang baji dengan kuat agar plat tersebut tidak bergerak / kaku. usahakan ketegakan kolom tidak berubah. 16.periksalah ketegakkannya dengan Unting-Unting. 7. 12. Usahakan plat besi tersebut kuat dan kaku dalam mengklem Kolom tersebut. 9. 13.rakitlah cetakan tersebut sehingga membentuk empat persegi panjang dengan uk. Setelah selesai. rapikanlah bahan dan peralatan yang digunakan dan simpan pada tempatnya. 8. Setelah rangkaian cetakan dipasang klem .6. Setelah Kolom tersebut dipasang dengan plat besi. 14. 10.30 X 40 X 244 cm. Untuk memperkuat sementara agar kolom tidak bergerak pasanglah skoor dengan memperhatikan Unting-Unting. Periksakanlah ketegakan Kolom dengan UntingUnting dan kedataran tiap papan klem dengan WaterPass. Setelah kolom tegak ditempatnya. 15. Pasanglah plat besi tersebut diatas papan klem. 31 . Pasangalah Plat Baji tersebut sebanyak 5 baris dan terletak diatas papan klem.

Depan 60 Plat Besi Plat Pengunci Cetakan Kolom Papan Klem Catatan : Dalam pemasangan Kolom dengan Plat Besi harus diperhatikan beberapa hal berikut:  Usahakan cetakan kolom harus serapat mungkin.  Usahakan pada saat penguncian harus kuat.Lubang baji Multiplex 2 cm Klem T.  Kolom harus tegak berdiri kuat dan kaku dan dapat menahan getaran beton.Atas L ±5 44 ±1.5 Plat besi T.berat beton dan beban manusia.gunakankanlah paku yang sesuai sehingga pada saat memaku paku tidak tembus (Paku tidak boleh tembus cetakan)  Untuk klem papan 30 cm dilebihkan 2 cm tepi kanan dan kiri dan klem 44 cm tetap 44 cm sesuai dengan lebar papan plywood yang digunakan.  Ketegakan kolom harus diperhatikan dan jangan sampai berubah. 32 .  Pada saat pemakuan klem .

Tampak Atas Plat Besi Multiplex 2cm Papan Klem Lubang Baji Kolom dengan Plat besi 33 .

Tampak Depan 50 22 50 Cetakan Kolom Plat Besi Papan Klem 50 50 Plat Pengunci 22 Gmb.Kolom dengan Plat Besi 34 .

Menegakkan kedudukan cetakan jika daerahnya tidak rata 5. Profil I 3. akan tetapi Cetakan Kolom yang menggunakan Rapid Klem relatif susah dalam pemasangan Rapid Klem dan berbahaya.sehingga kita harus teliti dalam merencanakan suatu kolom yang baik. Paku 6. Papan 2/20 X 400 cm : 4. Kolom yang dibuat cetakannya dengan pengakuan Rapid Klem sangat kuat cetakan tersebut. Menggunakan alat dan bahan dengan baik dan benar 3. sehingga kita harus dapat memahami cara atau teknik pemasangan Kolom dengan Rapid Klem. Blok Beton 5. Kolom merupakan bagian terpenting dalam suatu konstruksi. Tujuan : Pada akhir dari pelajaran Mahasiswa diharapkan dapat: 1. Menghitung bahan yang digunakan setiap kolom 4. Plywood 2. Membuat kolom yang lurus dan jika dilhat seperti garis lurus Bahan dan alat 1. tegak lurus dan kuat serta memiliki mutu yang baik. Membuat cetakan dengan baik dan benar serta rapi sesuai dengan bentuknya 2.Judul Job 2 Definisi : Praktek Kerja acuan Perancah 2 : Membuat Kolom dengan Rapid Klem : Kolom adalah tiang yang menahan suatu konstruksi bangunan. Rapid Klem adalah suatu alat yang dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat menjepit atau membuat kaku suatu cetakan dengan menjepit baja tulanang sebagai penjepitnya. Benang 35 .

Kolom + Tebal Plywood] Buatlah jarak untuk pembuatan batas jarak yang akan digunakan untuk batas penegakan Kolom. Unting-Unting 10.30 cm Pembuatan Jarak Papan Duga dengan Blok Beton [Jarak= Uk. Persiapkanlah bahan dan peralatan yang digunakan 3. Rol Meter 11. Gergaji Tangan 12. Pahamilah gambar kerja yang akan dilaksanakan Langkah Kerja : 1. Rapid Klem dan Pengunci 15.7. Perhatikanlah instruktur menerangkan 4. Siku 9. 2. Rol Kabel 16. 36 .40 cm Blok Beton Untuk Uk. WaterPass Instruksi Umum : 1. Circular Hand Saw 13. Titik AS 22 cm 22 cm Titik AS 17 cm 17 cm Untuk Uk. Buatlah jarak atau buatlah papan duga sebagai batas tempat bekerja sesuai dengan uk balok dan ditambah tebal plywood 2 cm. Perhatikanlah Keselamatan Kerja 2. Pensil/kapur 8. Persiapkanlah bahan dan peralatan yang diperlukan didekat tempat kerja. Palu Cakar 14.

Buatlah cetakan kolom dan klem dengan jarak dari tepi 22 cm dan tengah 50 cm dari titik AS dengan kolom uk. 44 cm 2 buah 22 50 34 50 50 50 22 Cetakan Kolom uk.40 cm Cetakan Kolom Uk. 40 X 30 cm : Cetakan Kolom Uk.30 cm 37 30 44 .44 cm Benang Pembatas [Jarak Benang=Kolom+tebal Cetakan] 3. 30 cm 2 buah 22 50 50 50 50 22 Cetakan Kolom uk.

rakitlah cetakan tersebut sehingga membentuk empat persegi panjang dengan uk. Setelah rangkaian cetakan dipasang klem .4. Untuk memperkuat sementara agar kolom tidak bergerak pasanglah skoor dengan memperhatikan Unting-Unting T. 5.periksalah ketegakkannya dengan Unting-Unting.Atas 40 cm 30 cm Multiplex 2 cm Klem 44 cm 2 cm [Tebal Multiplex] 30 cm 2 cm [Tebal Multiplex] 2. Setelah dirakit tegakkanlah cetakan kolom tersebut sesuai dengan tempatnya.44 m T. 6. 7.Depan T.30 X 40 X 244 cm. Setelah kolom tegak ditempatnya.samping 38 .

Atas Klem T. Baru setelah itu memasang kedua sisi yang lainnya dengan langkah sama. pasanglah balok penjepit. 39 . Selanjutnya setelah kolom berdiri tegak. Selanjutnya. Agar balok vertikal tersebut kuat. 9. Pada saat kita pasang tiap balok penjepit. setelah kita pasang balok vertikal. sebaiknya kita pasang skoor diantara keduanya. pasanglah balok vertikal pada kolom dan harus segaris jika tampak dari jauh. balok penjepit harus rata permukaanya dan periksakanlah dengan waterpass. 11. Jarak balok penjepit yang pertama 1525 cm dan jarak setelahnya diambil jarak 80 cm dari garis tengah (AS).8. Balok vertikal 8/12 T. pasanglah dua balok penjepit pada sisi dihdapannya dengan jalankedua balok tersebut dirangkai dengan rapid klem dan dikunci kuat dengan pengunci rapid klem.Depan Skoor Balok Vertikal Balok Vertikal 8/12 Balok Vertikal 8/12 10.

Depan 25 Balok Penjepit 8/12 Gmb.T.Balok Penjepit dengan Rapid Klem Rapid Klem dan Penjepit Tulangan Besi D.10mm Rapid Klem 30 Tiang Acuan Cetakan Kolom Klem Balok Penjepit 44 T.Atas Tulangan Dia.10 40 80 cm 80 cm .

 Untuk klem papan 30 cm dilebihkan 2 cm tepi kanan dan kiri dan klem 44 cm tetap 44 cm sesuai dengan lebar papan multiplex yang digunakan.12. Catatan : Dalam pemasangan Kolom dengan Rapid Klem harus diperhatikan beberapa hal berikut:  Usahakan cetakan kolom harus serapata mungkin. Setelah itu. Setelah kita telah memasang balok rapid klem seperti gambar.  Pada saat pemakuan klem.  Ketegakan kolom harus diperhatikan dan jangan sampai berubah. 13.  Kolom harus tegak berdiri kuat dan kaku dan dapat menahan getaran beton.  Untuk tulangan yang panjang diharapkan dibengkokkan kebawah untuk Keselamatan Kerja. gunakanlah paku yang sesuai sehingga pada saat memaku paku tidak tembus (Paku tidak boleh tembus cetakan). 41 . berat beton dan beban manusia.periksanlah pekerjaan kita pada instruktur. rapikanlah bahan dan peralatan dan simpan pada tempatnya.

Balok pada Acuan Perancah 2 ini berbeda dengan balok pada Acuan Perancah 1. perbedaan itu terdapat pada tiang perancah yang digunakan:  Balok pada Acuan Perancah 1 tiang perancah yang digunakan yaitu dolken.  Balok pada Acuan Perancah 1 lebih rumit pada saat penegakan Balok. sedangkan Steel Prop pada Acuan Perancah 2 tingginya dapat diatur daan dilahat kedataran dengan WaterPass agar memiliki tinggi yang sama. 42 . sedangkan pada Acuan Perancah 2 ini akan digunakan Steel Prop atau tiang perancah yang terbuta dari baja.Judul Job 3 Definisi : Praktek Kerja acuan Perancah 2 : Membuat Balok dengan Steel Prop : Balok dapat disebut kolom horizontal yang mana cetakan kolom dan balok memiliki cara yang sama serta memiliki fungsi sebagai penahan tekanan baik beban mati maupun beban hidup. karena kadang-kadang dolken yang digunakan tidak memiliki tinggi yang sama sehingga perlu disambung jika kurang.

WaterPass 11. Steel Prop 14. Menggunakan bahan dan peralatan dengan benar. Rol Meter 17. Balok 8/12X400 cm 3. Siku Instruksi Umum 43 . Menghitung kekuatan cetakan balok jika ada beban mati maupun hidup. Palu cakar 16. Perhatikanlah Keselamatan Kerja. Rol Kabel : 1.22 x 2. 3.Papan Acuan Multiplex 2mm Pengaku papan Penahan Cetakan Klem Penyatu Balok Pendukung 8/12 Balok Penyangga 8/12 Tiang Perancah (Steel Prop) Gambar. 4.44 M] 2. Paku 7. 2. Menghitung bahan yangdigunakan dengan benar. Gergaji Tangan 12. 1. Circular Hand Saw 13. Kawat Beton 1mm 6. Unting-Unting 10. Papan 2/20X400 cm 4. Bahan dan Alat : 9. Cetakan Balok Menggunakan Steel Prop sebagai Tiang Perancah Tujuan : Pada Akhir pelajaran mahasiswa diharapkan dapat : 1. Profil I 5. Membuat cetakan balok dengan baik dan benar. Kakak Tua 15. Plywood 2 cm [1. Pensil/Kapur 8.

bertanyalah jika kurang mengerti pada Instruktur. Persiapkanlah bahan dan peralatan yang digunakan. Langkah Kerja : 1. Perhatikanlah Instruktur menerangkan cara membuat dan memsang balok. 2 cm cetakan 44 cm Papan Klem 44 cm 2 cm 30 cm 30 cm 2 cm tebal Multiplex 40 cm 44 30 cm . Buatlah Cetakan balok dengan rapat. 4. Persiapakanlah bahan dan perlatan yang digunakan. 2. siku dan kuat.2. 3. Pahamilah gambar kerja.

45 . pasanglah gelagar atau balok pendukung 8/12 X150 cm dengan jarak dari tepi tiap kolom 25 cm dan setelahnya 60 cm dan perhatikanlah kedataranya dengan Water Pass.pasanglah balok penyangga 8/12 X 400 cm diatas Steel Prop dan pakukanlah dan ikatlah balok penyangga tersebut pada Steel Prop agar balok tersebut tidak jatuh dan agar balok tersebut kuat. Setelah Steel Prop tersebut tegak. 6. 4. Selanjutnya. Setelah Steel Prop datar. taruhlah 4 pasang Steel Prop dengan jarak 100-120 cm dari AS.4m 4m Denah Lokasi Pemasangan Balok 3. perhatikanlah kedataranya dengan WaterPass. tegakkanlah Steel Prop tersebut yang beralaskan papan dan agar kuat pasanglah skoor papan pada tiap steel prop dan ikatlah dengan kawat beton dan pakukanlah Steel Prop pada alas papan agar kuat dan tegak. dan tinggi 230 cm. Setelah selesai. 5. Setelah cetakan balok dibuat sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan. 7.

Selanjutnya. Steel Prop harus kuat dan dapat berdiri sendiri dengan kuat. 9. 5.taruhlah cetakan balok diatasnya. Setelah balok selesai dipasang dan dipasang dengan klem dasar serta skoor miring dan perhatikanlah ketegakan cetakan balok dengan WaterPass. 12. 4.8. Steel Prop harus tegak dan datar. Setelah selesai. 10. rapikanlah bahan serta peralatan yang dipakai dan taruh pada tempatnya. 2. Setelah gelagar atau balok pendukung dipasang. Steel Prop harus sejajar terlihat dari seperti garis lurus. periksakanlah cetakan tersebut pada Instruktur. 11. 6. Cetakan harus kuat dan serapat mungkin. Catatan : Dalam pemasangan balok dengan Stel Prop ada beberapa hal yang diperhatikan berikut: 1. 46 . Pengikatan kawat beton anatara balok penyangga dan Steel Prop harus kuat. Pergunakan helm untuk perlindungan kepala karena pemasangan cetakan balok sangat berbahaya. 3. Setelah cetakan balok dipasang pasanglah klem dan skoor penguat cetakan balok.

Potongan Balok Tampak Depan Cetakan Balok Multiplex 2cm Gelagar 8/12 Balok Penyangga 8/12 Gmb.Papan penahan Papan Klem Pengaku Cetakan papan Penahan Balok Pendukung/Gelagar 8/12 Balok Penyangga 8/12 Gmb.Balok Tampak Atas 47 .

Papan Skoor T.Depan 48 ikat dengan kawat beton Papan alas 100 100 Steel Prop 100 Balok Tampak Depan .

Lantai ini harus terikat denngan balok Tujuan : Pada akhir pelajaran mahasiswa diharapkan dapat: 1. Schaefolding 14. Circular Hand saw 13. Unting-unting Instruksi Umum : 2. Papan 2/20 x 400 cm 5. Balok 8/12 x 400 cm 3. Palu cakar 15. 49 . Pensil / Kapur 8. 2. Gergaji tangan 12. Meperhitungkan kekuatan terhadap lantai. Profil I 4. KakakTua 1. Perhatikan Keselamatan Kerja. Kawat Beton ø 1 mm 6.Judul Job 4 Definisi : Praktek Kerja Acuan Perancah 2 : Membuat Acuan Lantai dengan Schaelfoding : Cetakan lantai adalah lantai yang bisanya terletak diatas lantai dasar yang mana lantai itu harus kuat dan plat lantai harus terikat kuat satu sama lainnya. 3. Bahan dan Alat : 10. Rol Kabel 17. Siku 9. Waterpass 11. Rol Meter 16. Mepergunakan bahan dan perlata dengan baik dan benar. paku 7. Cetakan bangunan lantai biasanya 2 disuatu dan konstruksi dan rumah lantai seterusnya gedung. 4. Plywood 2 cm 2. Pahamilah Instruktur menerangkan dan bertanyalah jika kurang mengerti. Pahamilah cara menghitung kebutuhan bahan dan lata yang digunakan. 3. Membuat cetakan lantai dengan benar.

yaitu: Tinggi = Papan Alas+T. Taruhlah Schefolding 170 cm ditengah dengan jarak kanan-kiri 50 cm. sebaiknya Schaefolding dialasi papan yang rata . 3. Persiapkanlah bahan dan alat yang akan digunakan. 2. Tampak Atas Schaefolding 50 cm Denah Lantai 4.Schaefolding I+Schaefolding II+Balok penyangga+Gelagar+Extrafolding[atur sampai sesuai dengan ukurannya] Jadi Tingginya yaitu:  [2 + 170 + 90 + 12 +12 + 7(Extrafolding Bawah)+7(Extrafolding)]=300 cm(Sisa 14 cm dibagi ½ sehingga 7 cm untuk atas dan 7cm untuk bawah) 50 50 cm . Gunakanlah waktu seefektif mungkin Langkah Kerja : 1.5. Pasanglah Extra folding Alas di Schaefolding dan pasanglah penyambung Schaefolding dan pasanglah juga shcaefolding 90 cm dan taruhlah juga Extra Folding terbuka. Aturlah ketinggian Schaefolding sampai dengan ketinggian 298 cm.

8. dan kedataranya dilihat dengan WaterPass.5. Balok Tampak Depan Steel Prop Schaefolding 9. periksanlah pekerjaan pada Instruktur. Setelah dipsang dan pakukan semuanya taruhlah papan multiplex uk. pakukan dan ikat dengan kawat beton agar kuat. Selanjutnya. 6. rapikanlah bahan dan peralatan yang digunakan dan simpan pada tempat semula. 7. Setelah Balok penyangga dipasang taruhlah gelagar dengan jarak 50-60 cm. 51 .22 m dengan tebal 2 cm diatas a gelagar dan harus rapat dengan ½ dari tebal tep balok 30 cm.2. Setelah telah dipasang Schaefolding .44 X1. Setelah selesai.taruhlah Balok penyangga 8/12 300 cm di extra folding atas.

Pengikatan balok penyangga harus kuat 2. Gelagar harus dengan kaedah WaterPass. Pada saat penyambungan antara lantai dan balok cetakan lantai rapat dengan cetakan balok ½ dari tebal papan balok 30 cm agar pada saat pembongkaran lebih mudah.Catatan : Pada saat pemasangan Cetakan lantai ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. 3. Detail A Lantai Multiplex 2cm Balok Tampak Depan Detail A Steel Prop Schaefolding Jarak Peletakan Lantai 1/2 dari tebal balok 30 cm 52 .

Gergaji Tangan 13. Cetakan Dinding dengan menggunakan Rapid Klem relatif rumit dan perlu ketelitian dan kehati-hatian. Rol Meter 16. Pensil / Kapur 8. Rol Meter 53 . Circular Hand saw 14. Waterpass 12. Paku 6. Menggunakan peralatn dengan baik dan benar. Pipa PVC uk. Membuat cetakan dinding dengan rapid klem dengan baik dan benar. Memperhitungkan kebutuhan bahan dan peralatan yang digunakan dalm pembuatan cetakan dinding dengan rapid klem. 30 cm 2. Rapid Klem dan Pengunci 15. Bahan dan Alat 1. Balok Prim/ Profil I 3. Plywood : 9. Benang 7. 3.karena dalam pembuatan cetakan dinding dengan Rapid Klem cetakan itu harus siku dan memiliki jarak sama tiap dinding serta datar dan tegak. Dinding dengan Rapid Klem itu harus kuat dan kaku serta siku dalam pembuatan cetakannya . Siku 10. Unting-unting 11. Papan 2/20 x 400 cm 4.agar menghasilkan dinding sesuai dengan harapan kita dan bermutu yang baik. Tulangan ø 10 mm 5.Judul Job 5 Definisi : Praktek Kerja Acuan Perancah 2 : Membuat Cetakan Dinding dengan Rapid Klem : Dinding dengan Rapid Klem memiliki cara teknik pekerjaanya sama dengan Kolom dengan Rapid Klem. Tujuan : Pada akhir pelajaran mahasiswa diharapkan dapat : 1. 2.

Persiapknlah bahan dan peralatan yang dibutuhkan.Instruksi Umum : 1. 60 60 60 60 60 60 Benang Pembatas 104cm Pemasangan Balok Vertikal Tampak Atas 54 104cm 104cm . 4.pasanglah tiang vertical rapat dengan benang dengan jarak masing-masing 60 cm dari AS dan di skoor horizontal dan miring. Perhatikanlah Keselamatan Kerja 2. Perhatikanlah Instruktur menerangkan cara pembuatan cetakan dinding dengan rapid klem. Gunakanlah waktu seefektif mungkin. Buatlah Papan Duga dengan lebar dinding 100 cm Papan Duga Benang Pembatas 104cm Papan Duga Tampak Atas 3. 4. Setelah papan duga dibuat. Langkah Kerja : 1. Periksakanlah ketegakanya dengan dengan WaterPass dan pasanglah skoor tiap Balok vertical. 2. Persiapkanlah bahan dan peralatan yang akan digunakan. 3.

12. 7. Setelah kita pasang balok vertical. Usahakan cetakan harus siku denga kaedah siku. pasanglah cetakan dinding dengan tinggi 30 cm + 1cm + 122 cm + 1cm + 122 cm sehingga tinggi total dari dinding tersebut 276 cm. cetakan dinding terpasangan.sebaiknya didaerah untuk pemasangan tulangan kayunya dipisah dengan jarak 2cm. jepitlahlah dengan rapid klem. 8. Usahakan cetakan tersebut datar dan tegak dengan melihat kaedah Unting-Unting dan WaterPass. Pada saat pemasangan kayu 1cm . Usahakan kayu 1cm yang digunakan harus rata dan lurus. 9. Cetakan memiliki panjang 488 cm (2xpanjang multiplex). 11. Setelah. 6. Pakukanlah cetakan tersebut pada balok vertikal dengan kuat. 55 . 10.Balok Vertikal Papan Duga Blok Beton Skoor Pemasangan Balok Vertikal Tampak Depan 5.

Setelah dinding semuanya dipasang Rapid Klem. Sebelum memasang balok 8/12 sebagai penjepitnya. Periksakanlah pekerjaan pada Instruktur. 60 60 60 60 Benang Pembatas Cetakan Dinding Multiplex 2cm 60 Pemasangan Cetakan Dinding 104cm Tampak Atas 15. 14. 16. buatlah jarak dengan memasang klem dan WaterPasskanlah klem tersebut serta setelah itu taruhlah balok 8/12 tersebut dan jepitlah dengan kuat dengan Rapid Klem. 17.13. rapikanlah bahan dan perlatannya yang digunakan dan simpan pada tempat semula. Setelah selesai. periksalah ketegakannya dan kedataranya dengan WaterPass dan Unting-Unting. Setelah dinding dibagian bawah dipasang Rapid Klem lakukan dengan cara yang sama untuk Rapid Klem bagian Atas. 56 104cm 60 .

2. 3.Catatan : Pada saat pemasangan Cetakan Dinding ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. jika dipukul habis. 60 60 60 60 Benang Pembatas Cetakan Dinding Multiplex 2cm Balok Penjepit 8/12 Rapid Klem 60 Pemasangan Cetakan Dinding 104cm Tampak Atas 57 104cm 60 . gunakanlah helm saat bekerja. 4. Pada saat pemakuan cetakan dinding. Kedudukan balok-balok vertkal harus kuat dan kaku. pembongkaran akan susah dibongkar. paku jangan dipukul habis. Usahakan balok penjepit rata dan penjepitan dengan rapid klem harus kuat dan rapi sehingga tidak mengurangi lebar didning. Perhatikanlah keselamatan kerja.

58
Pemasangan Cetakan Dinding Tampak Depan

Balok Penjepit 8/12

59
Pemasangan Cetakan Dinding Tampak Depan

Rapid Klem

Judul Job 6 Definisi

: Praktek Kerja Acuan Perancah 2 : Membuat Acuan Tangga : Tangga merupakan suatu konstruksi yang

digunakan untuk tempat yang tinggi (rumah berlantai 2, gedung besar, dll) merupakan perantarat jalan dari bawah keatas atupun sebaliknya. Bentuk tangga berbagai macam baik dari segi bentuk,bahan serta fungsinya.Beberapa bentuk tangga kebanyakan di Indonesia,diantaranya:  Tangga biasa  Tangga ¼ Lingkaran  Tangga ½ Lingkaran  Tangga Lingkaran  Dan lain sebagainya Sebelum kita membuat Tangga kita harus

memperhitungakn dahulu tangga yang akan kita buat tersebut, Lingkaran Hitunglah tinggi dinding ,tinggi tangga ialah sama dengan jumlah banyaknya optride
TinggiTangga  [30  1  122  1  122]cm  276cm

Perhitungan

Pembuatan

Tangga

¼

Setelah Kita menghitung tinggi tangga, tentukanlah optride dan antride 2 Optride +Antride = 57-65 cm Optride minimal =18 cm

2Optride  Antride  65cm 2(18cm)  Antride  65cm Antride  65cm  36cm Antride  29cm

60

Membuat cetakan dan acuan tangga dengan bentuk ¼ lingkaran. Papan 2/20 x 400 cm 3. Benang 6.Antride Tinggi Tangga Tujuan Optride : Pada akhir pelajaran mahasiswa diharapkan dapat: 1. Palu Cakar 2. Gergaji Tangan 11. Menentukan panjang optride dan lebar antride. Circular Hand Saw 12. Plywood : 7. Pensil / Kapur 61 . Menghitung dan membuat berbagai bentuk tangga. Unting-unting 10. Merencanakan Tangga yang ideal. 3. Waterpass 9. Rol Meter 8. Balok 8/12 x 400 cm 4. Paku 5. Bahan dan alat 1. 4. 2.

13. Dolken 2 .

Perhatikanlah penjelasan cara pembuatan Tangga ¼ Lingkaran. Persiapkanlah bahan dan peralatan yang diperlukan. 2. Gambarlah pada kedua dinding cetakan kedudukan daripada tangga tersebut sesuai dengan kita rencanakan. Pelajarilah gambar kerja dan hitunglah kebutuhan bahan-bahan yang digunakan.bertanyalah pada Intruktur jika kurang mengerti. 5. Pasang papan-papan cetakan lantai tangga yang telah kita belah pada kedudukan papan-papan tersebut 62 . 9. 4. 7. Perhatikanlah Keselamatan Kerja. 4. 3. 2. Gunakanlah waktu seefektif mungkin. Potong papan sesuai dengan gambar tersebut dan masing-masing kita pakukan pada dinding cetakan hingga sampa selesai . Potongan papan-papan yang sudah dipasang harus kita sokong hingga kedudukannya kuat dan kokoh. Persiapkanlah bahan dan peralatan yang diperlukan. Hitunglah optride dan antride tangga yang akan kita buat. 6. 8. Pahamilah bentuk gambar kerja. 3.Instruksi Umum : 1. Langkah Kerja : 1. Pada gambar untuk lantai tangganya harus kita turunkan setebal papan-papan cetakannya. 5. Rencanakan pada optride keberapa tangga tersebut mulai membentuk lingkaran.

kokoh dan kaku.mengenai ukurannya dapat kita potong ditempat. Pada masing-masing papan optride. Kedudukan dari cetakan dan acuan tangga tersebut harus benar-benar kuat. Catatan : Pada saat pembuatan Tangga ¼ Lingkaran ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan: 1. 11. Kedudukan dari balok-balok pengklem vertical dan penyokong pada cetakan lantai tangga harus benar-benar kokoh. 14.rapikanlah bahan dan peralatan yang digunakan dan simpan pada tempatnya. Sambungan cetakan papan-papan pada lantai harus benarbenar rapat. Pada cetakan papan-papan cetakan tersebut .periksanlah hasil pekerjaan pada Instruktur.kuat dan kaku.ditengahtengah anatara lebar papan cetakan kita buatkan penyokong/pengaku. Setelah selesai. Periksanlah semua hasil pekerjaa sesuai dengan gambar kerja dan ketentuan-ketentuan lainnya.sampai selesai. 3. 10. 13. 15. Setelah selesai.ditengah- tengahnya (diantara) kita pasang papan penyokong. 2. Pada semua hasil pekerjaan harus kaku. 16. 4. Pasang papan-papan optride pada dinding yang telah kita gambar.kuat dan kokoh. Perhatikanlah cara-cara langkah kerjanya. 63 . 12.rapi dan baik.

A Tampak Atas Balok Pengklem Papan Optride Steel Prop Mal Cetakan Sudut A Tangga 1/4 Lingkaran Balok Pengklem Tangga Balok Pengklem Tangga Papan Cetakan Optride Papan Cetakan Tangga Steel Prop Potongan A-A 64 .

65 .

Kita dapat merencanakan suatu konstruksi sendiri dengan meperhitungakan segala kebutuhanya konstruksi yanag akan kita buat tersebut. karena dalam Acuan Perancah II ini peralatan yang digunakan relati berbahaya serta kontruksi dalam Acuan Perancah II ini suatu ilmu yang harus kita pahami benar. banyak ilmu baru dan ketrampilan yang didapat. diantaranya peralatan serta bahan yang digunakan.BAB VI PENUTUP VI. Kita dapat menghitung kekuatan suatu konstruksi yang akan kita buat. Adapun beberapa saran. 2 Saran Dalam Acuan Perancah II ini. VI. tetapi pada Acuan Perancah 2 kita dituntut untuk berpikir bagaimana cara menyelesaikan suatu konstruksi dengan baik dan benar. sehingga sebaiknya dalam pelaksanakan Acuan Perancah II kita harus paham dan mengerti tentang Acuan Perancah II. Dalam Acuan Perancah 2 yang telah dilaksanakan di Bengkel Terbuka Teknik Sipil Politeknik Negri Sriwijaya. antara lain:    Kita dapat menghitung kebutuhan bahan dan peralatan serta pekerja dalam suatu konstruksi. ada bebrapa perbedaan dengan Acuan Perancah I.yang mana pada Acuan Perancah 1 kita tahu akan cara menbuat cetakan dengan bimbingan Instruktur. Acuan Perancah II ini lebih berbahaya dari Acuan Perancah I. diantaranya: 66 . 1 Kesimpulan Acuan Perancah 2 merupakan pengembangan dari Acuan Perancah 1.

 Perhatikanlah Instruktur dalam menerangakan sutu pekerjaan. 67 .  Bersikap disiplin dan bekerja sama sehingga waktu yang digunakan efektif. Mematuhi peraturan yang ada dalam Bengkel baik tertulis maupun tersirat.  Gunakanlah pakaian kerja seperti helm dan sepatu.

Lantai Multiplex 2cm Tampak Atas Denah Lantai 68 .