P. 1
perancah

perancah

|Views: 84|Likes:
Published by febriandi_amri7519

More info:

Published by: febriandi_amri7519 on Dec 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1. 1 Latar Belakang
  • keadaan basah dan beratnya sendiri sebelum beton mengeras dan
  • 1. 2 Tujuan dan Manfaat
  • II. 1 Defenisi Acuan Dan Perancah
  • II. 3 Syarat-Syarat Umum Acuan Dan Perancah
  • Syarat-syarat umum Acuan dan Perancah
  • Beban sendiri
  • Beban Hidup
  • Acuan dan Perancah terbagi menjadi tiga kelompok :
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Acuan Perancah
  • II. 4 Perencanaan Konstruksi Acuan & Perancah
  • Kemantapan
  • Penurunan
  • Suhu Beton (C°)
  • Keadaan Khusus:
  • III. 1 Bahan-Bahan
  • A. Bahan Utama
  • 1. Kayu
  • Kayu Lokal
  • Tabel I
  • Daftar Kelas Kuat Kayu
  • Dolken (Gelam)
  • 2. Plywood / Multiplex
  • 3. Baja Tulangan
  • 4. Paku
  • Ket :
  • 5. Benang
  • 6. Kawat Beton
  • III. 2 Alat
  • A. Peralatan Umum
  • B. Peralatan Khusus
  • 1. Papan
  • 2. Plywood
  • 3. Dolken
  • 4. Kasau
  • Berdasarkan sifat kayu yang disimpan :
  • Judul : Praktek Kerja Acuan Perancah 2
  • Job 1 : Membuat Kolom dengan Plat Besi
  • Definisi :
  • Tujuan :
  • Intstruksi Umum :
  • Langkah Kerja :
  • Catatan :
  • Judul : Praktek Kerja acuan Perancah 2
  • Job 2 : Membuat Kolom dengan Rapid Klem
  • Bahan dan alat :
  • Instruksi Umum :
  • Job 3 : Membuat Balok dengan Steel Prop
  • Job 4 : Membuat Acuan Lantai dengan Schaelfoding
  • Job 5 : Membuat Cetakan Dinding dengan Rapid Klem
  • Bahan dan Alat :
  • Langkah Kerja :
  • Job 6 : Membuat Acuan Tangga
  • Lingkaran
  • VI. 1 Kesimpulan
  • VI. 2 Saran

BAB I PENDAHULUAN

1. 1

Latar Belakang Salah satu keuntungan penggunaan beton sebagai bahan bangunan adalah mudahnya dibentuk sesuai dengan keinginan arsitektural. Beton yang dapat dibentuk (plastis) pada saat pengadukan dapat dibentuk sesuai dengan bentuk yang kita inginkan. Dalam mewujudkan bentuk keinginaan tersebut pada pekerjaan beton diperlukan suatu pekerjaan bantu yang dikenal sebagai Pekerjaan Acuan dan Pekerjaan Perancah. Acuan dan Perancah merupakan cetakan atau wadah/mal dimana beton itu dituangkan sampai adukan beton itu akan memperoleh bentuk yang dikehendaki setelah beton tersebut menjadi keras. Beton yang sudah selesai tidak akan memperoleh permukaan yang lebih halus dari pada cetakannya. Tingkat keberhasilan beton dapat dicapai dari adukan beton tersebut dan sangat tergantung pada Acuan dan Perancah yang dipergunakan. Baik buruknya pekerjaan acuan dari perancah dapat mempengaruhi pula mutu beton yang dikerjakan. Pekerjaan acuan dan perancah yang kurang baik dapat menimbulkan kerugian seperti kehilangan air semen, perubahan dimensi, perubahan geometrik dari bangunan dan lain-lain. Acuan dan Perancah harus cukup kokoh untuk menahan bentuknya (beban yang terjadi), bila diisi dengan adukan beton yang cair, berat, dan dapat memberikan tekanan yang besar (hidrostatis head) terhadap acuan perancah tersebut. Sesuai dengan sifatnya sebagai bangunan membantu yang sifatnya sementara maka pekerjaan acuan dan perancah harus sederhana, mudah dibongkar tanpa menimbulkan kerusakan pada betonnya sendiri. Walaupun harus bersifat sederhana dan mudah dibongkar, acuan perancah harus kaku menerima beban beton dalam

1

keadaan basah dan beratnya sendiri sebelum beton mengeras dan berfungsi sebagai penahan beban. Kaku dan kuat dengan maksud tidak terjadi perubahan-perubahan seperti yang telah disebutkan di atas. Dalam Acuan Perancah II akan dibahas hampir sama dengan Acuan Perancah I seperti teknik pemsangan papan duga sebelum membangun suatu konstruksi ,kolom ,balok dan lain sebagainya. Perbedaan yang terdapat dari Acuan perancah 1 dan Acuan Perancah 2 antara lain seperti bahan dan peralatan yang digunakan serta caranya yang lebih trampil. Dalam pekerjaan Acuan Perancah II ini akan dibahas: 1. Kolom dengan menggunakan Rapid Klem 2. Kolom dengan menggunakan Plat Besi 3. Balok 4. Lantai 5. Dinding Beton 6. Tangga Pekerjaan tersebut merupakan sebagian pekerjaan Acuan Perancah. Dalam pekerjaan tersebut kita akan mendapatkan suatu ilmu dan teknik pengerjaan yang baru.

1. 2

Tujuan dan Manfaat Acuan dan Perancah merupakan suatu konstruksi yang berbahaya dan perlu pemahamanan yang tinggi. Pekerjaan acuan perancah merupakan suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pemahaman atau nalar yang tinggi. Dalam Acuan Perancah kita harus memperhatikan Instruktur yang menerangkan suatu pekerjaan, karena jika tidak kita tidak akan dapat paham bagaimana kita menyelsaikan suatu pekerjaan tersebut. Dalam pekerjaan Acuan Perancah ini kita harus dapat membaca suatu gambar konstruksi dan paham serta tahu bagaimana cara membuat pekerjaan ini selesai sesuai dengan yang kita harapkan. Acuan Perancah 2 ini memberikan suatu ilmu baru seperti cara membaca gambar dengan baik

2

dan benar dan kita harus dapat menuangkan gambar yang kita baca tersebut kedalam suatu pekerjaan konstruksi, kerja sama yang tinggi, serta kita harus dapat memikirkan dan memhami bagaimna menyelasaikan suatu pekerjaan konstruksi itu dengan teknik yang baik benar serta mudah dan cepat. Pekerjaan Acuan Perancah merupakan sutu pekerjaan yang berbahaya yang mana kita harus memperhatikan aturan-aturan yang terdapat dalam pekerjaan tersebut dan kita harus memiliki sikap displin yang tinggi dan kerja sama yang tinggi sesama teman serta harus memperhatikan keselamatan kerja. Adapun tujuan dari Acuan Perancah II ini antara lain:  Membentuk mahsiswa dapat membaca gambar suatu konstruksi dengan baik dan benar dan paham bagaimana menyelesaikannya dengan teknik yang benar  Membentuk mahasiswa berpikir bagaimana

menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi itu dengan baik dan benar  Membentuk mahasiswa memiliki sikap disiplin,rasa gotong royong yang tinggi dan saling menghormati sesama mahasiswa Kita harus memilki sikap disiplin yang tinggi dan kerja sama sesama pekerja agar tercipta suatu pekerjaan yang tadinya berbahaya dapat menjadian suatu pekerjaan yang tenang dan menyenangkan.

3

II. 2 Bagian Konstruksi Bagian-bagian pada acuan :    Papan cetakan Klem Skur Pengaku Acuan berfungsi sebagai konstruksi yang diinginkan Bagian-bagian pada perancah :     Tiang acuan Pengaku/penyokong Gelagar Pasak/baji Perancah berfungsi sebagai pembantu memperkuat bentuk konstruksi. 3 Syarat-Syarat Umum Acuan Dan Perancah Acuan merupakan konstruksi sementara yang akan dibongkar lagi setelah beton mencapai batas umur yang ditentukan.Untuk itu cetakan harus dibuat sedemikian rupa agar mudah dibongkar setelah beton mencapai umur. Dapat dikatakan juga adalah suatu konstruksi sementara dari suatu bangunan yang fungsinya untuk mendapatkan konstruksi beton yang dikehendaki. 1 Defenisi Acuan Dan Perancah Cetakan beton juga sering disebut bekisting. 4 .BAB II ACUAN PERANCAH 2 II. II. adalah suatu konstruksi pembantu yang merupakan mal atau cetakan pada bagian sisi dan bawah dari betuk beton yang dikehendaki.akan tetapi cukup kuat dan kaku selama dalam waktu penggunaan.

Atas Skoor Alas Steel Prop Paku steel Prop Agar Kuat Steel Prop dipakukan pada Alas Papan Skoor Dolken Alas Steel Prop Permukaanya Rata Propil Beton Detail A Cara Pengakuan Steel Prop T. harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :   Beban sendiri Cetakan harus sanggup menahan beban dari Formwork itu sendiri.Syarat-syarat umum Acuan dan Perancah 1) Kuat. Untuk mendapatkan kekuatan dari perancah itu sendiri. Pengakuan pada Steel Prop kita gunakan alas papan yang permukaanya rata dan dipakukan agar kuat dan diskoor miring dan skor depan dengan menggunakan dolken. Suatu cetakan.dan adanya faktor alam seperti terjadinya suatu gempa atau retakan. tidak hanya kuat tapi juga bersifat kaku sehingga mampu menahan gaya horizontal yang dipasang skur/penyokong. 2) Kaku/Kokoh. pekerja dan alat-alat. Detail A Steel Prop T.yaitu:orang yang berada di formwork untuk mengerjakan beton. agar tidak terjadi perubahan dimensi dan beton dan bentuknya. antara lain : Beton. Beban Hidup Cetakan harus sanggup menahan beban hidup.cetakan tetap/tidak bergerak dan tidak akan mengganggu hasil atau sesuai dengan beton yang kita inginkan. Dan pada memasukkan adonan beton.Depan 5 . AP (Acuan dan Perancah) itu sendiri. Cetakan harus kuat memikul beban vertikal.adanya getaran dari vibrator saat meratakan beton.

Untuk mendapatkan hasil pengecoran yang baik kecuali syarat-syarat di atas untuk cetakan juga harus diperhatikan bahwa cetakan harus bersih. Selain tidak merusak beton yang sudah jadi. 6 . 4) Ekonomis dan Efisien. Agar dapat menahan air semen yang keluar sehingga dapat menjaga mutu beton. Apabila cetakan tidak bersih akan mempengaruhi kekuatan beton itu sendiri pada saat pengecoran. hal ini memungkinkan cetakan dapat digunakan berulang kali. Material sebagai acuan dan perancah juga bisa dipakai berkali-kali 5) Rapat/Rapi/Tidak Bocor. Acuan Perancah II Menggunakan Steel Prop sebagai Tiang Perancah 3) Mudah Dibongkar. 6) Bersih. Acuan dan Perancah terbagi menjadi tiga kelompok : 1) Tradisioanal. Bahan yang dipakai adalah bahan lokal dan merupakan konstruksi yang turun temurun (kovensional). Gabumgan dari tradisional dan full sistem.Papan Acuan Plywood Pengaku papan Penahan Cetakan Klem Penyatu Balok Pendukung 8/12 Balok Penyangga 8/12 Tiang Perancah (Steel Prop) Gambar. 2) Semi Sistem.

Alat yang dipakai merupakan buatan pabrik yang digunakan pada pekerjaan besar seperti bangunan pencakar langit.3) Full Sistem. Pada Acuan Perancah II ini akan digunakan beberapa bahan /alat yang lain dengan Acuan Perancah I.sehingga kita kita harus tahu berapa tebal papan dan paku mana yang diguanakan.paku tidak boleh tembus dalam cetakan. Cetakan harus kuat dan kaku serta harus datar dan tegak.diantaranya: Cetakan harus serapat mungkin . II.yaitu:  Kayu  Non Kayu  Plat Jepit besi  Rapid Klem  Schafolding  Veri System Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Acuan Perancah Dalam   Acuan Perancah perlu tetliti dan hati-hati dalam bekerja. contoh: kolom 7 . Pada saat pemakuan .karena dalam Konstruksi Acuan Perancah sangat berbahaya sehingga kita harus berhati-hati. gedung-gedung berlantai banyak. 4 Perencanaan Konstruksi Acuan & Perancah  Pembebanan Acuan horizontal. dll. contoh : lantai Acuan vertikal.    Cetakan harus bersih dari segala kotoran yang dapat mempengaruhi kekuatan mutu Beton. Perhatikanlah Keselamatan Kerja.

2 = = = Mmax = 2 2 = 2 .02 x 1 x 1 x 900 kg/m3 = 18 kg/m2 306 kg/m2 + .Berat acuan = t x 1 x 1 x = 0.Berat beton = t x 1 x 1 x .Contoh:  Pembebanan Horizontal.Beban hidup q = 101 kg/m’ 10 = 200 kg/m2 506 kg/m2 + 2 L 2 Misal : Penyelesaian: q= RA = RB = Mmax = RA 2 = 101 kg/m’ – W= M = W.12 x 1 x 1 x 2400 kg/m3 = 288 kg/m2 = 0.50 kg/cm2 2 = 666.667 kgcm2 2 6.667 kgm = √ 2 = 0.727 8 . untuk 1 m  Beban mati .667kgm = 6.

45 0. Impect. P. Hidrostatis Phs = P = tekanan beton h = tinggi beton = berat jenis beton (kg/m2) 2.00 1.15 15 20 Suhu Beton (C°) 25 30 35 0. pada waktu menghitung ditambahkan dengan P. Stiffering = P. Apabila berat untuk beton lembek sangat 9 . Impect = P. Faktor pengaruh kekentalan dan suhu diabaikan P.90 0.65 0.60 0.60 0.st = K = nilai koreksi antara suhu dan slump 500mm (faktor Tabel Nilai K Kemantapan Penurunan (mm) 25 50 75 100 4. imp = Bila tekanan jatuh Beton lebih dari 2m.10 1.45 0. 8 1.35 1.75 0. Pembebanan Vertikal Perkiraan Tekanan yang dikembangkan oleh Beton Ada 4 tekanan yang mungkin berbeda: 1. membentuk lengkungan dan mendesak ke samping.60 P.60 0.80 1.50 0. P. Beton pada saat dituangkan tidak langsung rata. K-C.40 0.30 0.35 0.arc = R = Laju kecepatan vertikal pengecoran (m/jam) d = Tebal beton (mm) dipertimbangkan jika d lengkung tidak mendesak lagi) 3. arching = P.55 0.

6 = 54.  Pada pengecoran Beton dengan pipa.  Pada Beton dengan campuran zat Plasticizer hanya Ph dapat dipertimbangkan. Imp = = = = 54.6 Kpa = P. Vertikal pengecoran = 3 m/jam.  Pada Beton dengan kemantapan S> 80 mm (Turun) dan getaran luar hanya Ph dan Pv dapat dipertimbangkan. Berapa tekanan beton terhadap acuan sewaktu pengecoran? Penyelesaian : P. 2 Kpa 10 . Contoh : Pengecoran dinding 30 cm. desain = 44. maka 150% dari tekanan hidrostatik yang ada harus ditambahkan. tinggi 6 m.berbeda dari nila 2400 kN/m maka suatu koreksi harus dibuat dengan rumus : R 2400 2 Keadaan Khusus:  Dengan campuran zat penghambat hanya Ph dan Pg dapat dipertimbangkan. suhu 30º.6 + 9. arc = P. slump 75 mm.  Pengecoran Beton dengan menggunakan pompa. dimana ujungnya berda dibeton.maka tekanan hidrostatik sepanjang pipa keseluruhan harus dipertimbangkan.hs = P. laju kec. st = P.diaman ujung pipa berada didalam Beton.2 Kpa = = = 144 Kpa = 54 Kpa = 44. dicor dengan beton normal 2400 kg/m3.

pada bahan yang digunakan.BAB III BAHAN DAN ALAT III. 12 cm 8 cm Kayu yang digunakan antara lain. o Papan o Balok o Kasau  o Sento o Dolken atau Gelam o Bambu Kayu Lokal Didalam pekerjaan acuan perancah dan perancah banyak dipergunakan kayu lokal. Bahan-bahan yang digunakan pada Acuan Perancah 2 ini antara lain: 1.Dalam Acuan Perancah ini akan digunakan balok kayu yang berukuran 8 X 12 cm dan papan yang difungsikan sebagai penguat atau skur dan klem.begitu juga dalam Acuan Perancah II ini kayu sangat diperlukan kegunaanya. 1 Bahan-Bahan A. Kayu Kayu merupakan bahan utama dalam suatu konstruksi bangunan. kayu-kayu tersebut harus cukup baik dan jangan terlalu basah bila kayu tersebut berkadar air tinggi 11 . Bahan Utama Pada Acuan Perancah 2 ada sedikit perbedaan dengan Acuan Perancah 1.

lebar kurang lebih 17. 6/12 x 400 cm.  Kayu Meranti Termasuk dalam kelas kuat II-IV. Kayu yang biasanya digunakan untuk peranca dan acuan antara lain kayu kelas III dan kelas IV. Macam-macam kayu yang digunakan untuk acuan :  Terentang. ialah 3/20 x 400 cm. ukuran yang ada dioerdagangan dan sering digunakan untuk bekisting antara lain : 2/20 x 250 cm.  Kayu Kruing Jenis kayu kruing sama dengan kayu 7 kamfer.  Kayu Kamper/Kapur Termasuk kelas kuat I-II dan kelas awet III dan macammacam ukuran yang ada di perdagangan dan dipergunakan untuk bekisting.dan mutu kayu sangat rendah maka cetakan akan mudah mengalami perubahan bentuk dan akan mudah melengkung sehingga hasil cetakan beton tidak memuaskan. 4/10 x 250 cm dan lain-lain. 12 . // 45 kg/cm2. dan kelas awet II-IV. termasuk kelas kuat III-IV dan kelas awet V.5 cm dengan panjang 4 meter atau (23 /17. 5/7 x 400 cm dan sebagainya.5x400)cm. 5/7 x 400 cm dan sebagainya. 6/12 x 400 cm.  Kayu Albasia. Mutu Kayu Kelas IV. Adapun ukuran-ukuran yang diperdagangkan dan sering digunakan untuk bekisting adalah dengan ukuran 3/20 x 400 cm. Mengenai ukuran-ukuran kayu terentang ini didalam perdagangan biasanya dengan ketebalan 2-3 cm. Kayu merupakan bahan yang penting dan kita harus dapat menyimpanya dengan baik. yang mempunyai //45-60 kg/cm2.

Ukuran kasau yang digunakan untuk acuan :4/6 –400 cm .Bagi kayu yang basah tiap satu papan diberi tumpuan teapi bagi papan yang kering tiap tumpukan 5 papan diberi tumpuan  Dolken (Gelam) Dolken biasa digunakan dalam perancah. 2. akan digunakan Plywood sebagai 13 . Dalam Acuan Perancah ini. yaitu plywood yang merupakan salah satu bahan utama dalam Acuan Perancah II ini.5/7-400 cm. kayu manis. dan dolken yang digunakan biasanya bersal dari jenis pinus akasia.Ukuran yang biasa digunakan dolken dalam perancah yaitu memeiliki diameter 6-10 cm dengan panjang (tinggi) 4m. Untuk penyimpanan papan harus diberi tumpuan . Plywood / Multiplex Pada Acuan Perancah II tidak hanya bahan yang dari alam saja yang digunakan tetapi juga digunakan bahan buatan.  Kasau Tidak berbeda dengn penyimpanan papan. kayu laut dan lain-lain.Tabel I Daftar Kelas Kuat Kayu I II III IV V Jati/tectona grandis (kg/cm2) (kg/cm2) (kg/cm2) (kg/cm2) 150 130 40 20 100 85 25 12 75 60 45 8 50 45 10 5 130 110 30 15  Papan Papan harus disimpan dengan baik dan harus telindung dari pengaruh cuaca dan serangan serangga serta peresapan air tanah. Doken harus tahan akan cuaca .

22 m X 2. Pada acuan yang menggunakan plywood diusahakan agar tidak banyak pemakuan. pada Acuan Perancah II ini baja tulangan digunakan sebagai alat penjepit pada pembuatan Kolom atau Balok dengan Rapid Klem.Keunggulan dari cetakan dengan plywood anatara lain:     Hasil beton akan lebih baik dari pada cetakan papan Permukaannya telah rata dan halus sehingga tidak perlu untuk diketam Ukuran plywood telah memenuhi standard (1. Digunakan Plywood sebagai cetakan karena permukaan dari plywood yang telah rata dan halus sehingga tidak perlu diketam lagi. agar pembongkaran dapat mudah dilakukan dan kemungkinan plywood rusak sangat kecil. 3. sehingga dapat digunakan berkali-kali (yang baik dapat digunakan 10 kali). Baja Tulangan Baja selain digunakan dalam pembuatan beton.44 m) Plywood tidak mengalami perubahan bentuk plywood sendiri. penggunaan paku yang sedit pada plywood dapat dilaksanakan kalau kestabilan konstruksi perencanaan nya dilaksanakan dengan baik.sedangkan papan mengalami perubahan akibat dari factor alam dan manusia seperti melentingnya suatu papan yang mempengaruhi kekuatan suatu beton Plywood biasanya digunakan pada pekerjaan yang cukup besar dan untuk permukaan beton yang tidak diplaster lagi tidak memerlukan finishing (exposed concret). Adapun plywood yang sering diperginakan di Indonesia khusus untuk acuan termasuk kelas II dan tebal 1.8 cm. Untuk plywood berkualitas baik.bahannya . 14 . yang digunakan untuk cetakan.

  Kekuatan paku berpenampang bulat dapat dilihat dalam daftar A yang berlaku pula untuk tebal kayu yang akan di sambung. Paku  Bentuk penampang paku yang digunakan dalam acuan dan perancah ialah yang berpenampang bulat.d. Dalam arah tegak lurus arah gaya 5. untuk jarak antar paku b. 15 . untuk jarak sampai tepi kayu 5.4.d. Jarak minimum pemakuan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : a. b) Kekuatan paku berpenampang bulat diberikan dalam tebal II PKKI dibawah ini dan berlaku untuk tebal kayu seperti tertera pada daftar tersebut. dapat dipakai rumus dibawah ini dengan mengingat syarat-syarat ukuran paku seperti tertera dalam table III. untuk jarak barisan paku Penggunaan sambungan dengan paku harus memenuhi persyaratan PKKI sebagai berikut : a) Paku yang dipergunakan dapat mempunyai penampang melintang yang berbentuk bulat persegi atau berakhir lurus. Hal ini untuk mempermudah didalam pembongkarannya. Kekuatan paku tersebut tidak tergantung dari besar sudut yaitu sudut antara arah gaya dan arah serat kayu. c) Untuk sambungan yang menyimpang tebal dari II. Paku tidak boleh melebihi tebal sambungan karena bagian ujung paku yang dibengkokkan akan menyuklitkan pekerjaan pembongkaran.d. Dalam arah gaya 12. untuk tepi kayu yang dibebani 5.  Panjang paku yang digunakan tergantung dari tebal sambungan yang dibuat atau maximal sepanjang tebal sambungan.d.d. untuk tepi kayu yang tidak dibebani 10.

16 . Benang Benang memliki fungsi sebagai pengatur kelurusan cetakan serta kesikuan. S = 7 d2 b 7d 7d b Ket : S b D = gaya yang diperkenankan /paku = tebal paku = diameter paku (tebal II ) = kokoh desak kayu d) Ujung paku yang keluar dari sambungan.5 d 2 b 7d 7d b 2.1. asal pembengkokan tersebut tidak akan merusak kayu e) Apabila dalam suatu barisan terdapat lebih dari 10 batang paku maka kekuatan paku harus dikurangi dengan 10% dan jika lebih dari 20 batang harus dikurangi 20%. Kawat Beton Kawat Beton merupakan bahan pembantu dalam Acuan Perancah II ini. Sambungan berpenampang Satu S=½bd S = 3. 6. 5. sebaiknya dibengkokkan tegaklurus arah serst. f) Pada sambungan dengan paku .paling sedikit harus digunakan 4 batang paku.kawat beton digunakan sebagai pengikat antara Steel Prop dengan skur (Karena Skur tidak dipakukan pada Steel Prop). Sambungan berpenampang dua S = b d.

III. 4. Peralatan Umum 1. Rol Meter/Meteran Rol Meter/Meteran digunakan sebagi alat ukur. Unting-Unting Unting-Unting digunakan sebagai penyemimbangan konstruksi dan pengatur kelurusan suatu konstruksi. WaterPass WaterPass digunakan sebagai pengatur kedataran. 2. antara lain: A. hanya ada beberapa alat yang berbeda atau belum digunakan dalam Acuan Perancah 1. Siku Siku digunakan sebagai penturs kesikuan. 5. 17 . 2 Alat Peralatan dalam Acuan Perancah 2 ini hampir sama dengan Acuan Perancah 1. Peralatan yang digunakan dalam Acuan Perancah 2. Pensil / Kapur Pensil / kapur digunakan sebagai bahan penanda atau batasan. 3.

18 . Circular Hand Saw (Gergaji Mesin) Secular Hand Saw memiliki fungsi hampir sama dengan gergaji tangan hanya perbedaannya terletak dari cara menggunakan . 7.kecepatan dan kekuatannya dalam memotong berbagai jenis kayu. 8.6. Palu Cakar Palu Cakar digunakan untuk memukul dan menarik paku yang tertancap. Gergaji Tangan Gergaji tangan digunakan sebagai pemotong kayu yang digunakan secara manual.

Rol Kabel Rol kabel meiliki fungsi sebagi perantara jika menggunakan peratalan yang menggunkan arus listrik.9. Gerobak dorong Gerobak dorong memiliki fungsi sebagai pembawa peralatan dan bahan. 11. 10. Linggis Linggis memiliki fungsi yang tidak terlalu banyak tetapi pada saat pembongkaran linggis digunakan untuk membongkar kolom atau balok yang susah dibongkar dengan palu. Slang Plastik Terbuat dari plastik benang yang diisi air digunakan untuk menentukan ketinggian dari ukuran yang satu ke ukuran yang lain 19 . 12.

Peralatan Khusus Peralatan Khusus merupakan peralatan yang tidak pernah digunakan dalam Acuan Perancah I. Rapid Klem diikat dengan perantara kunci rapid klem yang diputar hingga kencang.Atas T.B.antara lain: 1. Rapid Klem Rapid Klem merupkan alat penjepit dengan memsaukkan tulangan besi untuk penjepitnya dan dikunci hingga sesuatu yang akan diikat itu tidak bergerak lagi atau kuat.Samping RAPID KLEM 2. akan tetapi plat besi lebih simple dari rapid klem karena plat besi hanya ditaruh dan kunci dengan plat besi yang berbentuk segitiga pada tiap lubang yang sesuai. T. Gambar Plat Baja dan Pengunci 20 . Plat Besi Plat Besi juga memiliki fungsi hampir sama dengan rapid klem.

3. 21 . Alat Perancah ini dapat disambung–sambung sesuai dengan kegunaannya.Steel Prop memiliki tinggi yang dapat diatur. Steel Prop Steel Prop memiliki fungsi yang sma dengan dolken pada Acuan Perancah I. Schaffoelding Schaffoelding merupakan alat perancah yang terbuat dari baja.Depan T. Alat Perancah ini digunakan untuk konstruksi besar dan ini dapat digunakan terus sampai alat perancah ini rusak. Alat Perancah ini selain sebagai alat perancah juga memiliki fungsi lain yaitu sebagai tempat orang berkerja yang dialasnya dapat dipasang roda. Kelebihan Steel Prop dari dolken . Schaffoelding ada 2 macam sesuai dengan tinggi standarnya:  Schaffoelding Besar Schaefolding merupakan alat perancah yang memiliki tinggi standard 170 cm.antara lain:  Steel Prop lebih simple dari dolken  Steel Prop memiliki bentuk yang sama sehingga mempermudah dlam penegakannya dan pengaturan kedatarannya  Ketinggian Steel dapat diatur sesuai dengan yang dinginkan sedangkan Dolken jika tinggnya kurang harus disambung.Atas STEEL PROP (Tiang Perancah) 4.akan tetapi steel prop biasanya digunakan pada gedung yang tinggi. T.

 Schaffoelding kecil Extra Folding merupakan tambahan scahefolding yang memiliki tinggi 90 cm Tampak Samping Tampak Depan 22 .

Pipa Penyambung Schaffoelding Pipa Penyambung ini digunakan jika kita ingin menyambung dengan schaffoelding yang lainnya. Sambungan Schaffoelding 6. Extra Foelding Extra Foelding adalah suatu alat tambah dalam Schaffoelding yang berfungsi sebagai alas dan tempat balok sesuai dengan bentuknya.5. Tampak atas Extra Foelding yang berfungsi sebagai Alas Tampak atas Extra Foelding yang berfungsi sebagai tempat Balok Kayu 23 .

24 . kayu manis. jenis pinus.dolken ini harus lebih tinggi dari mutunya papan acuan dan tahan terhadap cuaca. meranti. Dolken Dolken yang biasa digunakan untuk perancah. Kasau Tidak banyak berbeda dengan penyimpanan papan kasau yang biasa digunakan termasuk jenis kamper. Penumpukan ini tidak boleh diletakan langsung diatas lantai/tanah tetapi harus diberi tumpuan/ganjal sehingga kadar air dari papan tidak akan bertambah. Untuk penyimpanan kayu basah. tapi untuk kayu kering tiap lima lapis baru kita beri tumpuan. borneo dsb. Plywood Penyimpanan plywood ini hampir sama dengan penyimpanan kayu-kayu yang lain. tiap lapisan kayu harus diberi tumpuan. kruing. dll. Ukuran yang ada diperdagangan dan biasa digunkan 4/6 x 400 cm & 5/7 x 500 cm. 2. Papan Papan disimpan dalam gudang dan harus terlindung dari cuaca. 3. 4. tetapi untuk plywood juga bisa disimpan dalam posisi miring. Jadi untuk keadaan yang memaksa penumpukan bisa diletakan diluar gudang. kayu laut. peresapan air tanah. adapun ukuran dolken yang biasa digunakan untuk acuan dan perancah diameter 6-10 cm dengan panjang 4 m. akasiah.BAB IV PENYIMPANAN BAHAN-BAHAN 1.

Untuk kayu basah hujan matahari kayu udara udara 2. Multiplek Horizontal Vertikal 25 .Berdasarkan sifat kayu yang disimpan : 1.

3. ken atau kasau 26 . Untuk kayu kering hujan Matahari udara udara 4.

Klom dengan Plat Besi relatif lebih mudah dan lebih cepat dari pada Kolom dengan Rapid Klem. Kolom dengan Plat Besi lebih mudah pemasangannya daripada dengan Rapid Klem. Plat Besi adalah suatu plat yang dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat digunakan untuk pengeklem kolom dan dikunci pada lobang yang sesuai dan dikencangkan dengan palu.BAB V JOB SHEET Judul Job 1 Definisi : Praktek Kerja Acuan Perancah 2 : Membuat Kolom dengan Plat Besi : Kolom dengan plat besi dan kolom dengan rapid klem memiliki tujuan yang sama yaitu ingin memubuat cetakan kolom kuat rapat dan kaku serta mendapatkan hasil mutu beton yang baik. 27 .ketelitianya dan kemudahannya. Dalam kolom dengan plat besi kita hanya memerlukan beberapa plat besi dan dipasang seusai dengan kebutuhanya dan dikunci dengan plat penguncinya. Perbedaan anatara keduanya terletak pada teknik pengerjaanya.

Paku 4. Menggunakan bahan dan alat sesua dengan kebutuhan dan fungsi.Gambar Plat Baja dan Pengunci Tujuan : Pada Akhir pelajaran mahasiswa diharapkan dapat: 1. Benang 5. 4. Pensil/Kapur 6. Membuat cetakan kolom dengan berbagai cara. Helm 2. Rol Meter 28 . Papan 2/20 X 400 cm 3. CircularHandSaw 11. 2. Menggunakan plat besi sebagai pengklem cetakan kolom dengan baik dan benar. Bahan dan Alat 1. Rol Kabel 15. Siku 7. Plat Besi dan Pengunci 13. Gergaji Tangan 10. WaterPass 14. Palu Cakar 12. Plywood : 9. Memahami cara-cara dan teknik pembauatn kolom dengan baik dan benar 3. Unting-Unting 8.

Buatlah jarak atau buatlah papan duga sebagai batas tempat bekerja sesuai dengan uk balok dan ditambah tebal multiplex 2 cm. Buatlah cetakan kolom dengan 40X30 cm dengan menggunakan plywood cm dan 30 cm berada didalam cetakan. 29 . Persiapkanlah bahan dan peralatan yang digunakan. Pahamilah bentuk gambar cetakan kolom dengan rapid klem. Perhatikanlah Keselamatan Kerja 2. 2. 3. Langkah Kerja : 1.40 cm Blok Beton Untuk Uk. Persiapkanlah bahan dan peralatan yang diperlukan didekat tempat kerja.Intstruksi Umum : 1.Kolom + Tebal Plywood] 4. 3. 4. Titik AS 22 cm 22 cm Titik AS 17 cm 17 cm Untuk Uk. Dalam peersiapan penegakan Kolom dengan Plat Besi sma dengan cara Kolom dengan rapid klem. Buatlah jarak untuk pembuatan batas jarak yang akan digunakan untuk batas penegakan Kolom. Perhatikanlah instruktur menerangkan cara pemasangan cetakan kolom dengan plat besi. 5.30 cm Pembuatan Jarak Papan Duga dengan Blok Beton [Jarak= Uk.

40 cm Cetakan Kolom Uk.30 cm 2 buah 22 50 50 50 50 22 Cetakan Kolom uk.44 cm Benang Pembatas [Jarak Benang=Kolom+tebal Cetakan] 5.44 cm 2 buah 22 50 50 34 50 50 22 Cetakan Kolom uk.30 cm 30 30 44 . Buatlah cetakan kolom dan klem dengan jarak dari tepi 22 cm dan tengah 50 cm dari titik AS dengan kolom uk. 40 X 30 cm : Cetakan Kolom Uk.

7. 9. 13. rapikanlah bahan dan peralatan yang digunakan dan simpan pada tempatnya. 15. Untuk memperkuat sementara agar kolom tidak bergerak pasanglah skoor dengan memperhatikan Unting-Unting. 16. 10.6. 31 . Periksakanlah ketegakan Kolom dengan UntingUnting dan kedataran tiap papan klem dengan WaterPass. Pasanglah plat besi tersebut diatas papan klem. dan rangkailah plat besi tersebut dan kunci dengan plat pengunci dan pukul dengan palu pada lubang baji dengan kuat agar plat tersebut tidak bergerak / kaku. 8. Setelah rangkaian cetakan dipasang klem . 11.periksalah ketegakkannya dengan Unting-Unting. usahakan ketegakan kolom tidak berubah. 12. Setelah Kolom tersebut dipasang dengan plat besi. Setelah dirakit tegakkanlah cetakan kolom tersebut sesuai dengan tempatnya. Pasangalah Plat Baji tersebut sebanyak 5 baris dan terletak diatas papan klem.30 X 40 X 244 cm. 14. Usahakan plat besi tersebut kuat dan kaku dalam mengklem Kolom tersebut. Periksakanlah pekerjaan pada Instruktur.rakitlah cetakan tersebut sehingga membentuk empat persegi panjang dengan uk. Setelah kolom tegak ditempatnya. Setelah selesai.

 Ketegakan kolom harus diperhatikan dan jangan sampai berubah.Lubang baji Multiplex 2 cm Klem T.Depan 60 Plat Besi Plat Pengunci Cetakan Kolom Papan Klem Catatan : Dalam pemasangan Kolom dengan Plat Besi harus diperhatikan beberapa hal berikut:  Usahakan cetakan kolom harus serapat mungkin.  Pada saat pemakuan klem .5 Plat besi T.  Kolom harus tegak berdiri kuat dan kaku dan dapat menahan getaran beton. 32 .gunakankanlah paku yang sesuai sehingga pada saat memaku paku tidak tembus (Paku tidak boleh tembus cetakan)  Untuk klem papan 30 cm dilebihkan 2 cm tepi kanan dan kiri dan klem 44 cm tetap 44 cm sesuai dengan lebar papan plywood yang digunakan.Atas L ±5 44 ±1.berat beton dan beban manusia.  Usahakan pada saat penguncian harus kuat.

Tampak Atas Plat Besi Multiplex 2cm Papan Klem Lubang Baji Kolom dengan Plat besi 33 .

Kolom dengan Plat Besi 34 .Tampak Depan 50 22 50 Cetakan Kolom Plat Besi Papan Klem 50 50 Plat Pengunci 22 Gmb.

Tujuan : Pada akhir dari pelajaran Mahasiswa diharapkan dapat: 1. Paku 6. Menghitung bahan yang digunakan setiap kolom 4. Blok Beton 5. akan tetapi Cetakan Kolom yang menggunakan Rapid Klem relatif susah dalam pemasangan Rapid Klem dan berbahaya. sehingga kita harus dapat memahami cara atau teknik pemasangan Kolom dengan Rapid Klem. Rapid Klem adalah suatu alat yang dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat menjepit atau membuat kaku suatu cetakan dengan menjepit baja tulanang sebagai penjepitnya. Membuat kolom yang lurus dan jika dilhat seperti garis lurus Bahan dan alat 1. Membuat cetakan dengan baik dan benar serta rapi sesuai dengan bentuknya 2. Profil I 3.Judul Job 2 Definisi : Praktek Kerja acuan Perancah 2 : Membuat Kolom dengan Rapid Klem : Kolom adalah tiang yang menahan suatu konstruksi bangunan. Menggunakan alat dan bahan dengan baik dan benar 3. Papan 2/20 X 400 cm : 4. Plywood 2.sehingga kita harus teliti dalam merencanakan suatu kolom yang baik. Benang 35 . Kolom merupakan bagian terpenting dalam suatu konstruksi. Menegakkan kedudukan cetakan jika daerahnya tidak rata 5. Kolom yang dibuat cetakannya dengan pengakuan Rapid Klem sangat kuat cetakan tersebut. tegak lurus dan kuat serta memiliki mutu yang baik.

Perhatikanlah Keselamatan Kerja 2. Persiapkanlah bahan dan peralatan yang digunakan 3. Unting-Unting 10. WaterPass Instruksi Umum : 1. Perhatikanlah instruktur menerangkan 4.7.40 cm Blok Beton Untuk Uk. Circular Hand Saw 13.Kolom + Tebal Plywood] Buatlah jarak untuk pembuatan batas jarak yang akan digunakan untuk batas penegakan Kolom. Pensil/kapur 8. Buatlah jarak atau buatlah papan duga sebagai batas tempat bekerja sesuai dengan uk balok dan ditambah tebal plywood 2 cm. Rol Kabel 16. 36 . Siku 9.30 cm Pembuatan Jarak Papan Duga dengan Blok Beton [Jarak= Uk. Rol Meter 11. Titik AS 22 cm 22 cm Titik AS 17 cm 17 cm Untuk Uk. Pahamilah gambar kerja yang akan dilaksanakan Langkah Kerja : 1. 2. Palu Cakar 14. Rapid Klem dan Pengunci 15. Persiapkanlah bahan dan peralatan yang diperlukan didekat tempat kerja. Gergaji Tangan 12.

30 cm 2 buah 22 50 50 50 50 22 Cetakan Kolom uk. 40 X 30 cm : Cetakan Kolom Uk.44 cm Benang Pembatas [Jarak Benang=Kolom+tebal Cetakan] 3.40 cm Cetakan Kolom Uk. Buatlah cetakan kolom dan klem dengan jarak dari tepi 22 cm dan tengah 50 cm dari titik AS dengan kolom uk.30 cm 37 30 44 . 44 cm 2 buah 22 50 34 50 50 50 22 Cetakan Kolom uk.

5.4. Setelah dirakit tegakkanlah cetakan kolom tersebut sesuai dengan tempatnya. 6.Atas 40 cm 30 cm Multiplex 2 cm Klem 44 cm 2 cm [Tebal Multiplex] 30 cm 2 cm [Tebal Multiplex] 2.rakitlah cetakan tersebut sehingga membentuk empat persegi panjang dengan uk. Setelah kolom tegak ditempatnya. Setelah rangkaian cetakan dipasang klem .periksalah ketegakkannya dengan Unting-Unting. 7.30 X 40 X 244 cm.Depan T. Untuk memperkuat sementara agar kolom tidak bergerak pasanglah skoor dengan memperhatikan Unting-Unting T.44 m T.samping 38 .

11. Selanjutnya setelah kolom berdiri tegak.8. Jarak balok penjepit yang pertama 1525 cm dan jarak setelahnya diambil jarak 80 cm dari garis tengah (AS). 9. balok penjepit harus rata permukaanya dan periksakanlah dengan waterpass. Agar balok vertikal tersebut kuat. Baru setelah itu memasang kedua sisi yang lainnya dengan langkah sama. sebaiknya kita pasang skoor diantara keduanya. pasanglah dua balok penjepit pada sisi dihdapannya dengan jalankedua balok tersebut dirangkai dengan rapid klem dan dikunci kuat dengan pengunci rapid klem. setelah kita pasang balok vertikal. pasanglah balok vertikal pada kolom dan harus segaris jika tampak dari jauh. 39 . Selanjutnya.Depan Skoor Balok Vertikal Balok Vertikal 8/12 Balok Vertikal 8/12 10.Atas Klem T. Balok vertikal 8/12 T. Pada saat kita pasang tiap balok penjepit. pasanglah balok penjepit.

T.Atas Tulangan Dia.Balok Penjepit dengan Rapid Klem Rapid Klem dan Penjepit Tulangan Besi D.Depan 25 Balok Penjepit 8/12 Gmb.10 40 80 cm 80 cm .10mm Rapid Klem 30 Tiang Acuan Cetakan Kolom Klem Balok Penjepit 44 T.

Setelah itu. 41 .periksanlah pekerjaan kita pada instruktur. berat beton dan beban manusia.12.  Untuk tulangan yang panjang diharapkan dibengkokkan kebawah untuk Keselamatan Kerja.  Pada saat pemakuan klem.  Ketegakan kolom harus diperhatikan dan jangan sampai berubah.  Untuk klem papan 30 cm dilebihkan 2 cm tepi kanan dan kiri dan klem 44 cm tetap 44 cm sesuai dengan lebar papan multiplex yang digunakan. Setelah kita telah memasang balok rapid klem seperti gambar. 13.  Kolom harus tegak berdiri kuat dan kaku dan dapat menahan getaran beton. rapikanlah bahan dan peralatan dan simpan pada tempatnya. gunakanlah paku yang sesuai sehingga pada saat memaku paku tidak tembus (Paku tidak boleh tembus cetakan). Catatan : Dalam pemasangan Kolom dengan Rapid Klem harus diperhatikan beberapa hal berikut:  Usahakan cetakan kolom harus serapata mungkin.

 Balok pada Acuan Perancah 1 lebih rumit pada saat penegakan Balok. Balok pada Acuan Perancah 2 ini berbeda dengan balok pada Acuan Perancah 1.Judul Job 3 Definisi : Praktek Kerja acuan Perancah 2 : Membuat Balok dengan Steel Prop : Balok dapat disebut kolom horizontal yang mana cetakan kolom dan balok memiliki cara yang sama serta memiliki fungsi sebagai penahan tekanan baik beban mati maupun beban hidup. karena kadang-kadang dolken yang digunakan tidak memiliki tinggi yang sama sehingga perlu disambung jika kurang. perbedaan itu terdapat pada tiang perancah yang digunakan:  Balok pada Acuan Perancah 1 tiang perancah yang digunakan yaitu dolken. 42 . sedangkan Steel Prop pada Acuan Perancah 2 tingginya dapat diatur daan dilahat kedataran dengan WaterPass agar memiliki tinggi yang sama. sedangkan pada Acuan Perancah 2 ini akan digunakan Steel Prop atau tiang perancah yang terbuta dari baja.

Balok 8/12X400 cm 3.22 x 2. Pensil/Kapur 8. WaterPass 11. Rol Meter 17. Membuat cetakan balok dengan baik dan benar. Palu cakar 16. Profil I 5. Gergaji Tangan 12. Perhatikanlah Keselamatan Kerja. Circular Hand Saw 13.Papan Acuan Multiplex 2mm Pengaku papan Penahan Cetakan Klem Penyatu Balok Pendukung 8/12 Balok Penyangga 8/12 Tiang Perancah (Steel Prop) Gambar. 4.44 M] 2. Menghitung kekuatan cetakan balok jika ada beban mati maupun hidup. Paku 7. Menggunakan bahan dan peralatan dengan benar. Steel Prop 14. Unting-Unting 10. 2. Menghitung bahan yangdigunakan dengan benar. Rol Kabel : 1. Plywood 2 cm [1. Papan 2/20X400 cm 4. Siku Instruksi Umum 43 . Kakak Tua 15. 3. Kawat Beton 1mm 6. Cetakan Balok Menggunakan Steel Prop sebagai Tiang Perancah Tujuan : Pada Akhir pelajaran mahasiswa diharapkan dapat : 1. Bahan dan Alat : 9. 1.

siku dan kuat. 3. Persiapakanlah bahan dan perlatan yang digunakan.2. 2 cm cetakan 44 cm Papan Klem 44 cm 2 cm 30 cm 30 cm 2 cm tebal Multiplex 40 cm 44 30 cm . Perhatikanlah Instruktur menerangkan cara membuat dan memsang balok. Buatlah Cetakan balok dengan rapat. 2. Persiapkanlah bahan dan peralatan yang digunakan. Langkah Kerja : 1. 4. bertanyalah jika kurang mengerti pada Instruktur. Pahamilah gambar kerja.

5. 6. 7. Setelah Steel Prop datar. perhatikanlah kedataranya dengan WaterPass. taruhlah 4 pasang Steel Prop dengan jarak 100-120 cm dari AS.4m 4m Denah Lokasi Pemasangan Balok 3. Selanjutnya. dan tinggi 230 cm. tegakkanlah Steel Prop tersebut yang beralaskan papan dan agar kuat pasanglah skoor papan pada tiap steel prop dan ikatlah dengan kawat beton dan pakukanlah Steel Prop pada alas papan agar kuat dan tegak. 45 . Setelah selesai. Setelah cetakan balok dibuat sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan. Setelah Steel Prop tersebut tegak. 4. pasanglah gelagar atau balok pendukung 8/12 X150 cm dengan jarak dari tepi tiap kolom 25 cm dan setelahnya 60 cm dan perhatikanlah kedataranya dengan Water Pass.pasanglah balok penyangga 8/12 X 400 cm diatas Steel Prop dan pakukanlah dan ikatlah balok penyangga tersebut pada Steel Prop agar balok tersebut tidak jatuh dan agar balok tersebut kuat.

2. 9. periksakanlah cetakan tersebut pada Instruktur. 6. 12. Setelah balok selesai dipasang dan dipasang dengan klem dasar serta skoor miring dan perhatikanlah ketegakan cetakan balok dengan WaterPass. 10. Setelah cetakan balok dipasang pasanglah klem dan skoor penguat cetakan balok. 5. Setelah selesai. Pergunakan helm untuk perlindungan kepala karena pemasangan cetakan balok sangat berbahaya. Setelah gelagar atau balok pendukung dipasang. 11. Steel Prop harus tegak dan datar. Catatan : Dalam pemasangan balok dengan Stel Prop ada beberapa hal yang diperhatikan berikut: 1. Steel Prop harus kuat dan dapat berdiri sendiri dengan kuat. Pengikatan kawat beton anatara balok penyangga dan Steel Prop harus kuat.taruhlah cetakan balok diatasnya. Cetakan harus kuat dan serapat mungkin. Steel Prop harus sejajar terlihat dari seperti garis lurus. 3. rapikanlah bahan serta peralatan yang dipakai dan taruh pada tempatnya.8. 46 . Selanjutnya. 4.

Balok Tampak Atas 47 .Potongan Balok Tampak Depan Cetakan Balok Multiplex 2cm Gelagar 8/12 Balok Penyangga 8/12 Gmb.Papan penahan Papan Klem Pengaku Cetakan papan Penahan Balok Pendukung/Gelagar 8/12 Balok Penyangga 8/12 Gmb.

Papan Skoor T.Depan 48 ikat dengan kawat beton Papan alas 100 100 Steel Prop 100 Balok Tampak Depan .

Plywood 2 cm 2. Pensil / Kapur 8. KakakTua 1. Papan 2/20 x 400 cm 5. 4. Pahamilah cara menghitung kebutuhan bahan dan lata yang digunakan. Pahamilah Instruktur menerangkan dan bertanyalah jika kurang mengerti. paku 7. Profil I 4. Rol Meter 16. Rol Kabel 17. Schaefolding 14. Siku 9. Balok 8/12 x 400 cm 3. 3. Mepergunakan bahan dan perlata dengan baik dan benar. Unting-unting Instruksi Umum : 2. Meperhitungkan kekuatan terhadap lantai. Membuat cetakan lantai dengan benar.Judul Job 4 Definisi : Praktek Kerja Acuan Perancah 2 : Membuat Acuan Lantai dengan Schaelfoding : Cetakan lantai adalah lantai yang bisanya terletak diatas lantai dasar yang mana lantai itu harus kuat dan plat lantai harus terikat kuat satu sama lainnya. Gergaji tangan 12.Lantai ini harus terikat denngan balok Tujuan : Pada akhir pelajaran mahasiswa diharapkan dapat: 1. 49 . Palu cakar 15. Bahan dan Alat : 10. Kawat Beton ø 1 mm 6. 3. Perhatikan Keselamatan Kerja. Circular Hand saw 13. Cetakan bangunan lantai biasanya 2 disuatu dan konstruksi dan rumah lantai seterusnya gedung. 2. Waterpass 11.

yaitu: Tinggi = Papan Alas+T. sebaiknya Schaefolding dialasi papan yang rata .Schaefolding I+Schaefolding II+Balok penyangga+Gelagar+Extrafolding[atur sampai sesuai dengan ukurannya] Jadi Tingginya yaitu:  [2 + 170 + 90 + 12 +12 + 7(Extrafolding Bawah)+7(Extrafolding)]=300 cm(Sisa 14 cm dibagi ½ sehingga 7 cm untuk atas dan 7cm untuk bawah) 50 50 cm . Pasanglah Extra folding Alas di Schaefolding dan pasanglah penyambung Schaefolding dan pasanglah juga shcaefolding 90 cm dan taruhlah juga Extra Folding terbuka. Persiapkanlah bahan dan alat yang akan digunakan.5. Tampak Atas Schaefolding 50 cm Denah Lantai 4. 3. Gunakanlah waktu seefektif mungkin Langkah Kerja : 1. Aturlah ketinggian Schaefolding sampai dengan ketinggian 298 cm. Taruhlah Schefolding 170 cm ditengah dengan jarak kanan-kiri 50 cm. 2.

Setelah Balok penyangga dipasang taruhlah gelagar dengan jarak 50-60 cm. 6. Setelah telah dipasang Schaefolding . 8.taruhlah Balok penyangga 8/12 300 cm di extra folding atas. dan kedataranya dilihat dengan WaterPass. periksanlah pekerjaan pada Instruktur. 7.44 X1.5. pakukan dan ikat dengan kawat beton agar kuat. Balok Tampak Depan Steel Prop Schaefolding 9.22 m dengan tebal 2 cm diatas a gelagar dan harus rapat dengan ½ dari tebal tep balok 30 cm. Setelah selesai. 51 .2. Setelah dipsang dan pakukan semuanya taruhlah papan multiplex uk. Selanjutnya. rapikanlah bahan dan peralatan yang digunakan dan simpan pada tempat semula.

Detail A Lantai Multiplex 2cm Balok Tampak Depan Detail A Steel Prop Schaefolding Jarak Peletakan Lantai 1/2 dari tebal balok 30 cm 52 . Pada saat penyambungan antara lantai dan balok cetakan lantai rapat dengan cetakan balok ½ dari tebal papan balok 30 cm agar pada saat pembongkaran lebih mudah. Pengikatan balok penyangga harus kuat 2.Catatan : Pada saat pemasangan Cetakan lantai ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. 3. Gelagar harus dengan kaedah WaterPass.

Paku 6. Tujuan : Pada akhir pelajaran mahasiswa diharapkan dapat : 1. 3. Rol Meter 53 .Judul Job 5 Definisi : Praktek Kerja Acuan Perancah 2 : Membuat Cetakan Dinding dengan Rapid Klem : Dinding dengan Rapid Klem memiliki cara teknik pekerjaanya sama dengan Kolom dengan Rapid Klem. Rol Meter 16. Rapid Klem dan Pengunci 15. Tulangan ø 10 mm 5. 2. Dinding dengan Rapid Klem itu harus kuat dan kaku serta siku dalam pembuatan cetakannya . Membuat cetakan dinding dengan rapid klem dengan baik dan benar. Cetakan Dinding dengan menggunakan Rapid Klem relatif rumit dan perlu ketelitian dan kehati-hatian. Pipa PVC uk. Waterpass 12. Benang 7. Gergaji Tangan 13. Menggunakan peralatn dengan baik dan benar. Papan 2/20 x 400 cm 4. 30 cm 2. Circular Hand saw 14. Siku 10.agar menghasilkan dinding sesuai dengan harapan kita dan bermutu yang baik. Bahan dan Alat 1. Memperhitungkan kebutuhan bahan dan peralatan yang digunakan dalm pembuatan cetakan dinding dengan rapid klem.karena dalam pembuatan cetakan dinding dengan Rapid Klem cetakan itu harus siku dan memiliki jarak sama tiap dinding serta datar dan tegak. Plywood : 9. Unting-unting 11. Pensil / Kapur 8. Balok Prim/ Profil I 3.

Persiapknlah bahan dan peralatan yang dibutuhkan.pasanglah tiang vertical rapat dengan benang dengan jarak masing-masing 60 cm dari AS dan di skoor horizontal dan miring. Periksakanlah ketegakanya dengan dengan WaterPass dan pasanglah skoor tiap Balok vertical. 60 60 60 60 60 60 Benang Pembatas 104cm Pemasangan Balok Vertikal Tampak Atas 54 104cm 104cm .Instruksi Umum : 1. Perhatikanlah Instruktur menerangkan cara pembuatan cetakan dinding dengan rapid klem. 4. Persiapkanlah bahan dan peralatan yang akan digunakan. 2. Setelah papan duga dibuat. Perhatikanlah Keselamatan Kerja 2. Gunakanlah waktu seefektif mungkin. 3. Buatlah Papan Duga dengan lebar dinding 100 cm Papan Duga Benang Pembatas 104cm Papan Duga Tampak Atas 3. 4. Langkah Kerja : 1.

Usahakan kayu 1cm yang digunakan harus rata dan lurus.Balok Vertikal Papan Duga Blok Beton Skoor Pemasangan Balok Vertikal Tampak Depan 5. Setelah kita pasang balok vertical. cetakan dinding terpasangan. 10. Usahakan cetakan tersebut datar dan tegak dengan melihat kaedah Unting-Unting dan WaterPass. 7. pasanglah cetakan dinding dengan tinggi 30 cm + 1cm + 122 cm + 1cm + 122 cm sehingga tinggi total dari dinding tersebut 276 cm. Cetakan memiliki panjang 488 cm (2xpanjang multiplex).sebaiknya didaerah untuk pemasangan tulangan kayunya dipisah dengan jarak 2cm. Pakukanlah cetakan tersebut pada balok vertikal dengan kuat. 6. 55 . 12. 11. Setelah. 8. 9. Pada saat pemasangan kayu 1cm . jepitlahlah dengan rapid klem. Usahakan cetakan harus siku denga kaedah siku.

Setelah dinding dibagian bawah dipasang Rapid Klem lakukan dengan cara yang sama untuk Rapid Klem bagian Atas. Sebelum memasang balok 8/12 sebagai penjepitnya. 56 104cm 60 .13. rapikanlah bahan dan perlatannya yang digunakan dan simpan pada tempat semula. 60 60 60 60 Benang Pembatas Cetakan Dinding Multiplex 2cm 60 Pemasangan Cetakan Dinding 104cm Tampak Atas 15. 17. 16. Periksakanlah pekerjaan pada Instruktur. periksalah ketegakannya dan kedataranya dengan WaterPass dan Unting-Unting. Setelah dinding semuanya dipasang Rapid Klem. 14. buatlah jarak dengan memasang klem dan WaterPasskanlah klem tersebut serta setelah itu taruhlah balok 8/12 tersebut dan jepitlah dengan kuat dengan Rapid Klem. Setelah selesai.

60 60 60 60 Benang Pembatas Cetakan Dinding Multiplex 2cm Balok Penjepit 8/12 Rapid Klem 60 Pemasangan Cetakan Dinding 104cm Tampak Atas 57 104cm 60 . paku jangan dipukul habis. jika dipukul habis.Catatan : Pada saat pemasangan Cetakan Dinding ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. 4. Pada saat pemakuan cetakan dinding. 3. Usahakan balok penjepit rata dan penjepitan dengan rapid klem harus kuat dan rapi sehingga tidak mengurangi lebar didning. Perhatikanlah keselamatan kerja. Kedudukan balok-balok vertkal harus kuat dan kaku. pembongkaran akan susah dibongkar. gunakanlah helm saat bekerja. 2.

58
Pemasangan Cetakan Dinding Tampak Depan

Balok Penjepit 8/12

59
Pemasangan Cetakan Dinding Tampak Depan

Rapid Klem

Judul Job 6 Definisi

: Praktek Kerja Acuan Perancah 2 : Membuat Acuan Tangga : Tangga merupakan suatu konstruksi yang

digunakan untuk tempat yang tinggi (rumah berlantai 2, gedung besar, dll) merupakan perantarat jalan dari bawah keatas atupun sebaliknya. Bentuk tangga berbagai macam baik dari segi bentuk,bahan serta fungsinya.Beberapa bentuk tangga kebanyakan di Indonesia,diantaranya:  Tangga biasa  Tangga ¼ Lingkaran  Tangga ½ Lingkaran  Tangga Lingkaran  Dan lain sebagainya Sebelum kita membuat Tangga kita harus

memperhitungakn dahulu tangga yang akan kita buat tersebut, Lingkaran Hitunglah tinggi dinding ,tinggi tangga ialah sama dengan jumlah banyaknya optride
TinggiTangga  [30  1  122  1  122]cm  276cm

Perhitungan

Pembuatan

Tangga

¼

Setelah Kita menghitung tinggi tangga, tentukanlah optride dan antride 2 Optride +Antride = 57-65 cm Optride minimal =18 cm

2Optride  Antride  65cm 2(18cm)  Antride  65cm Antride  65cm  36cm Antride  29cm

60

Benang 6. 3. Circular Hand Saw 12. Menentukan panjang optride dan lebar antride. Merencanakan Tangga yang ideal. 4.Antride Tinggi Tangga Tujuan Optride : Pada akhir pelajaran mahasiswa diharapkan dapat: 1. Waterpass 9. Gergaji Tangan 11. Pensil / Kapur 61 . Palu Cakar 2. Paku 5. Plywood : 7. Rol Meter 8. 2. Bahan dan alat 1. Papan 2/20 x 400 cm 3. Membuat cetakan dan acuan tangga dengan bentuk ¼ lingkaran. Menghitung dan membuat berbagai bentuk tangga. Unting-unting 10. Balok 8/12 x 400 cm 4.

13. Dolken 2 .

4.bertanyalah pada Intruktur jika kurang mengerti. 5. Hitunglah optride dan antride tangga yang akan kita buat. Perhatikanlah Keselamatan Kerja. Rencanakan pada optride keberapa tangga tersebut mulai membentuk lingkaran. Potongan papan-papan yang sudah dipasang harus kita sokong hingga kedudukannya kuat dan kokoh. 9. 8. Perhatikanlah penjelasan cara pembuatan Tangga ¼ Lingkaran. 2. 5. Pada gambar untuk lantai tangganya harus kita turunkan setebal papan-papan cetakannya. 6. Potong papan sesuai dengan gambar tersebut dan masing-masing kita pakukan pada dinding cetakan hingga sampa selesai . Langkah Kerja : 1. 3. 3. Pahamilah bentuk gambar kerja. Gunakanlah waktu seefektif mungkin. Pasang papan-papan cetakan lantai tangga yang telah kita belah pada kedudukan papan-papan tersebut 62 . 4. Persiapkanlah bahan dan peralatan yang diperlukan.Instruksi Umum : 1. 2. Gambarlah pada kedua dinding cetakan kedudukan daripada tangga tersebut sesuai dengan kita rencanakan. 7. Persiapkanlah bahan dan peralatan yang diperlukan. Pelajarilah gambar kerja dan hitunglah kebutuhan bahan-bahan yang digunakan.

Sambungan cetakan papan-papan pada lantai harus benarbenar rapat.kokoh dan kaku.ditengahtengah anatara lebar papan cetakan kita buatkan penyokong/pengaku.kuat dan kokoh.mengenai ukurannya dapat kita potong ditempat. 11. Pasang papan-papan optride pada dinding yang telah kita gambar. 16. 14. 3. Setelah selesai. Periksanlah semua hasil pekerjaa sesuai dengan gambar kerja dan ketentuan-ketentuan lainnya.rapikanlah bahan dan peralatan yang digunakan dan simpan pada tempatnya. Pada masing-masing papan optride. Perhatikanlah cara-cara langkah kerjanya. Kedudukan dari balok-balok pengklem vertical dan penyokong pada cetakan lantai tangga harus benar-benar kokoh. Catatan : Pada saat pembuatan Tangga ¼ Lingkaran ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan: 1.sampai selesai. Kedudukan dari cetakan dan acuan tangga tersebut harus benar-benar kuat. Pada cetakan papan-papan cetakan tersebut . Pada semua hasil pekerjaan harus kaku. 15. 2. 63 . 12.rapi dan baik.periksanlah hasil pekerjaan pada Instruktur.ditengah- tengahnya (diantara) kita pasang papan penyokong. Setelah selesai. 10. 4.kuat dan kaku. 13.

A Tampak Atas Balok Pengklem Papan Optride Steel Prop Mal Cetakan Sudut A Tangga 1/4 Lingkaran Balok Pengklem Tangga Balok Pengklem Tangga Papan Cetakan Optride Papan Cetakan Tangga Steel Prop Potongan A-A 64 .

65 .

sehingga sebaiknya dalam pelaksanakan Acuan Perancah II kita harus paham dan mengerti tentang Acuan Perancah II. Kita dapat merencanakan suatu konstruksi sendiri dengan meperhitungakan segala kebutuhanya konstruksi yanag akan kita buat tersebut. Dalam Acuan Perancah 2 yang telah dilaksanakan di Bengkel Terbuka Teknik Sipil Politeknik Negri Sriwijaya. VI. diantaranya: 66 . karena dalam Acuan Perancah II ini peralatan yang digunakan relati berbahaya serta kontruksi dalam Acuan Perancah II ini suatu ilmu yang harus kita pahami benar. Kita dapat menghitung kekuatan suatu konstruksi yang akan kita buat. banyak ilmu baru dan ketrampilan yang didapat. 1 Kesimpulan Acuan Perancah 2 merupakan pengembangan dari Acuan Perancah 1. ada bebrapa perbedaan dengan Acuan Perancah I.BAB VI PENUTUP VI. antara lain:    Kita dapat menghitung kebutuhan bahan dan peralatan serta pekerja dalam suatu konstruksi.yang mana pada Acuan Perancah 1 kita tahu akan cara menbuat cetakan dengan bimbingan Instruktur. Acuan Perancah II ini lebih berbahaya dari Acuan Perancah I. tetapi pada Acuan Perancah 2 kita dituntut untuk berpikir bagaimana cara menyelesaikan suatu konstruksi dengan baik dan benar. 2 Saran Dalam Acuan Perancah II ini. Adapun beberapa saran. diantaranya peralatan serta bahan yang digunakan.

 Gunakanlah pakaian kerja seperti helm dan sepatu. Mematuhi peraturan yang ada dalam Bengkel baik tertulis maupun tersirat. 67 .  Bersikap disiplin dan bekerja sama sehingga waktu yang digunakan efektif.  Perhatikanlah Instruktur dalam menerangakan sutu pekerjaan.

Lantai Multiplex 2cm Tampak Atas Denah Lantai 68 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->