BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Masalah Pendidikan Nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan Naional. Pemerintah telah menetapkan olahraga sebagai salah satu alat pendidikan serta pembentukan warga negara yang sehat dan kuat. Olahraga merupakan kegiatan yang dilakukan dengan tujuan pembentukan fisik, mental dan sosial yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam olahraga, seorang atlit harus memiliki beberapa komponen kondisi fisik, antara lain : daya tahan, kekuatan, kecepatan, daya ledak, kelenturan, kelincahan, koordinasi. Komponem kondisi fisik tersebur merupakan faktor utama dalam penguasaan teknik dan takti permainan, meskipun telah memiliki keserasian tubuh dengan olahraga yang diminati. Hal ini sesuai dengan penjelasan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surono (Soekarman : 5) bahwa : Bakat, struktur tubuh yang sesuai dengan kemauan yang kuat merupakan modal utama bagi olahragawan, dan dibarengi oleh latihan-latihan fisik yang teratur dan intensif melalui pembinaan olahraga yang baik, sehingga perpaduan itu dapat mencapai dan meningkatkan prestasi. Cabang olahraga bola voli merupakan olahraga permainan yang sangat banyak digemari oleh masyarakat, baik didalam maupun di luar negeri. Cabang olahraga bola voli disamping menuntut bakat, struktur tubuh dan latihan fisik yang teratur dan intensif, juga menuntut adanya kekuatan, kecepatan, kerja sama dan strategi Untuk dapat nmenguasai bola yang berada dipihak lawan bukan merupakan hal yang mudah, akan tetapi membutuhkan berbagai cara, antara lain kekuatan dan kecepatan, Untuk mendapatkan kecepatan dan kekuatan harus didukung oleh kemampuan kerja organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru dan kemampuan otot tungkai. Kemampuan otot tungkai didukung oleh kemampuan tulang dan otot serta didukung pula oleh elastisitas tendon. Hal ini sesuai dengan pendapat Yasmaeiny

(1982 : 5) bahwa : Rangka tulang berperan sebagai tempat letaknya otot-otot dengan perantaraan tendon yang memungkinkan terjadinya gerakan dari tulang-rtulang ini oleh adanya sendisendi yang mehubungkan tulang satu denga tulang lainya. Gerakan ini terjadi sebagai akibat kontraksi otot. Dalam cabang olahraga bola voli, kekuatan dan kecepatan, yang disebut dengan power sangat dibutuhkan, karena tanpa adanya kekuatan dan kecepatan akan membuat seorang atlit bola voli tertinggal oleh lawan-lawannya dalam penguasaan bola. Menurut Sajoto (1988 : 33) mengatakan bahwa : "Power adalah kekuatan kali kecepatan atau daya eksplosif otot". Power tergantung dua faktor yang saling berkaitan, yaitu antara kekuatan dan kecepatan otot untuk berkontraksi dalam melakukan suatu aktivitas fisik. Power kaki (leg power) sangat penting dalam setiap cabang olahraga, sebagaimana yang dikemukakan oleh Bucher yang disadurkan oleh Harsono (1988 :200) yaitu: Power terutama sangat penting untuk cabang-cabang olahraga dimana atlit harus mengerahkan tenaga eksplosif, seperti nomor-nomor lempar dalam atletik dan melempar bola softball. Juga dalam cabang olahraga yang mengharuskan atlit untuk menlak dengan kaki seperti nomor-nomor yang ekselarasi (percepatan) seperti balap sepeda, mendayung, renang, bola voli, sepakbola dan sebagainya. Power merupakan perpaduan antara kekuatan dan kecepatan kontraksi otot. Apabila seseorang yang memiliki kekuatan yang sama tetapi berbeda dalam kecepatan maka dengan sendirinya nilai power berbeda. Sehubungan dengan hal ini Harsono (1988 :199) menjelaskan bahwa : Apakah kekuatan saja cukup bagi atlit untuk meningkatkan prestasinya....?. Jawabnya jelas belum. Oleh karena yang belum mempunyai kekuatan (strenght) atau yang kuat ototnya, belum tentu beprestsi tinggi, apabila orang itu tidak didukung oleh otot-otot yang cepat. Demikian pula seorang weigh lifter dalam mengangkat barbel, pemain volley dalam melakukan smash bola dan pemain sepakbola dalam menendang bola. Oleh karena itu atlit tidak cukup berlatih untuk meningkatakan strenghtnya saja, akan tetapi strenght tersebut harus ditingkatkan dengan apa yang disebut sebagai power.

Berdasarkan kutipan diatas jelaslah bahwa unsur yang sangat penting dalam power adalah kekuatan otot dan kecepatan otot berkontraksi, dimana merupakan dasar dalam pembentukan power. Oleh karena itu sebelum melakukan latihan untuk power harus terlebih dahulu memiliki tingkat kekuatan otot yang baik. Apabila power didukung oleh keterampilan yang baik tentu akan memperoleh hasil yang baik pula. Berdasarkan permasalah diatas maka dapat disimpulkan bahwa dalam permainan bola voli sangat membutuhkan komponen power dan teknik dasar keterampilan bermain, disamping juga perlu ditunjang oleh unsur-unsur yang lain. Selanjutnya penulis merumuskan penelitian ini sebagai berikut : "HUBUNGAN POWER TUNGKAI DENGAN KETERAMPILAN BERMAIN BOLA VOLI PADA SISWA SMK NEGERI 2 MEULABOH ACEH BARAT TAHUN AJARAN 1999/2000". 1.2 Tujuan Penelitian Bertitik tolak dari latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka yang menjadi tujuan penelitian adalah : "Untuk mengungkapkan hubungan leg power dengan keterampilan bermain bola voli pada siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Aceh Barat Tahun Ajaran 1999/2000".

1.3 Pentingnya Penelitian Pelaksanaan penelitian ini dianggap penting untuk mengungkapkan pengetahuan baru yang dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam peningkatan prestasi bagi atlit, pembina dan pelatih serta masyarakat penggemar bola voli. Disamping itu juga merupakan bahan masukan untuk guru olahraga yang bertugas pada lokasi penelitian. Dalam hal ini, khususnya masalah leg power dengan keterampilan bermain bola voli. 1.4 Anggapan Dasar Surachmad (1989 : 380) mengemukakan bahwa : "Anggapan dasar atau postulat adalah titik tolak pemikiran yang kebenaranya dapat diterima oleh penyelidik". Dengan demikian berarti anggapan dasar juga merupakan landasan pemikiran dalam melaksanakan penelitian. Beranjak dari pemikiran tersebut penulis beranggapan bahwa : Leg Power merupakan

Hal ini sesuai dengan pendapat Harsono (1988 : 200) bahwa : "Power adalah kemampuan otot untuk mengerakan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat cepat".salah satu faktor pendukung dalam pencapaian prestasi cabang olahraga bola voli. Poetra (1989 : 62) menjelaskan bahwa : Kekuatan dan kecepatan gerakan dalam olahraga dapat dibagi dalam tiga hal yaitu : 1) kekuatan otot. yaitu antara kekuatan dan kecepatan. Demikian pula halnya dengan cabang bola voli sangat membutuhkan power. Berdasarkan pendapat diatas penulis menetapkan hipotesis sebagai berikut : "Terdapat hubungan yang signifikan antara power tungkai dengan keterampilan bermain bola voli". Sehubungan dengan hal ini Suryabrata (1983 : 75) mengatakan bahwa: "Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris". BAB II POWER TUNGKAI DAN PERMAINAN BOLA VOLI 2. Dipertegas lagi oleh Parker yang sadur Sajoto (1988 : 33) bahwa : "Power otot adalah sama dengan kekuatan explosif".5 Hipotesis Penelitian Hipotesis adalah sebagai rumusan dari jawaban sementara yang memerlukan pembuktian kebenarannya melalui penelitian. disamping unsur-unsur lain.1 Pengertian Power Tungkai Menurut Wojowasito (1990 : 212) mengatakan bahwa : "Leg adalah kaki orang". pada 1. Maka dalam hal ni sangat dibutuhkan kekuatan dan kecepatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan leg power adalah kemampuan otot kaki manusia untuk mengerakan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat singkat. Karena power itu sendiri terbentuk dari dua unsur yang saling berkaitan. 2) . agar semua gerakan dapat dilakukan dengan baik. Power dipergunakan dalam permainan bola voli pada saat memukul bola kepada lawan ataupun pada saat memberikan bola pada kawan . Power otot tergantung dari dua faktor yang saling berkaitan yaitu antara kekuatan yang berkontraksi dan kecepatan . Sedang power merupakan perpaduan antara kekuatan dan kecepatan. Dari sekian banyak cabang olahraga hampir keseluruhan menggunakan power.

Prestasi bola voli akan lebih baik bila jasmani dan rohani saling dukung mendukung dalam gerakan-gerakan bermain. Manfaat permainan bola voli dalam pembentukan individu secara harmonis antara perkembangan jasmani dan rohani mempunyai pengaruh yang sangat besar. Power terbentuk dari hasil latihan kekuatan dan kecepatan. baik kaum wanita maupun pria. fleksibelitas. Oleh karena dengan kekuatan atlit akan dapat lari lebih cepat. yaitu unsur kekuatan dan unsur kecepatan.kontraksi otot yang kuat. Kutipan diatas dapat ditambahkan bahwa atlit tidak cukup berlatih untuk meningkatkan kekuatan saja akan tetapi harus ikut dengan latihan kecepatan. 2. dalam keadaan terlatih perubahan-perubahan di dalam tubuh. Dengan kekuatan seorang atlit bola voli dapat memukul bola dengan keras dan cepat untuk mencapai sasaran yang tepat. otot membesar. kekuatan memegang peranan penting dalam melindungi atlit dari kemungkinan cedera. koordinasi dan sebagainya akan tetapi faktor-faktor kekuatan agar diperoleh hasil yang baik. memukul lebih keras. Perpaduan antara latihan kekuatan dan kecepatan akan menghasilkan power. 3) daya tahan otot. Meskipun banyak aktivitas olahraga yang lebih menerima dan memerlukan agilitas. alat-alat peredaran darah dan alat pernafasan terutama bila latihan terhadap kekuatan. Jadi kekuatan merupakan basis dari semua komponen kondisi fisik. Harsono (1988 : 177) mengemukakan : Kekuatan merupakan daya penggerak setiap aktivitas fisik. keseimbangan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam power terdapat dua unsur yang sangat penting. karena serabut-serabut membesar". oleh karena itu sebelum latihan untuk power pada atlit harus sudah memiliki suatu tingkat otot yang baik. demikian dapat pula membantu memperkuat stabilitas sendi-sendi. Mental atau .2 Pengertian Permainan Bola Voli Permainan bola voli merupakan olahraga yang dapat dimainkan oleh anak-anak sampai orang dewasa. 2) Kecepatan dalam mengerakan tenaga maksimal untuk mengatasi tahanan". melempar dan menendang lebih jauh dan efesien. kecepatan. Dengan latihan dicapai keadaan terlatih. Harsono (1988 : 200) mengatakan bahwa : "Dua unsur yang penting dalam power yaitu 1) Kekuatan. Kekuatan merupakan dasar (basis) untuk pembentukan power.

Power dalam kaitannya dengan permainan bola voli terlihat pada saat pelaksanaan smash dan blocking yang dilakukan. fisiologis. kemauan dan perasaan. disiplin. 2. Penciptaan permainan ini juga dipengaruhi oleh kema- . Kemampuan jasmani mencakupi komponen daya ledak otot (power).jiwa sebagai pendorong utama untuk menggerakkan kemampuan jasmani yang telah dimiliki. block. daya tahan. Kemampuan daya ledak otot tungkai (power) yang merupakan kombinasi dari kekuatan dankecepatan untuk bergerak sangat diperlukan dalam permainan bola voli. dan rasa tanggung jawab terhadap kegiatan fisik yang dilakukakannya.3 Sejarah Perkembangan Bola Voli Permainan bola voli diciptakan oleh Wiliam G. diantaranya anatomis. smash. kekuatan. yang meliputi daya pikir. kesehatan serta kemampuan jasmani. Beliau merupakan salah seorang pembina Pendidikan Jasmani pada Young Men Christian Association (YMCA) di kota Helyoke Amerika Serikat. passing. Melalui permainan bola voli juga akan berkembang secara baik unsur-unsur psikologi. Dietrich (1982 : 4) mengemukakan bahwa : "Olahraga permainan bola voli kalau ditinjau dari "ide utama" adalah suatu permainan yang mempunyai ide dasar untuk berusaha mematikan bola dengan melakukan penyerangan ke daerah lawan dan mempertahankan daerah sendiri dari serangan lawan". Bola vola yang diciptakan tersebut mula-mula bertujuan untuk memenuhi kebutuhan rekreasi di lapangan tertutup (indoor) dan dapat dimainkan secara bersama-sama oleh sejumlah orang yang cukup besar. dan bertahan di lapangan belakang". disamping itu juga berkembang kepribadian dengan baik terutama self kontrol. Usaha untuk mencapai ide permainan itu sendiri adalah usaha yang sangat komplek dan meliputi banyak faktor yang mendukung serta sangat tergantung dengan situasi dalam permainan itu sendiri. rasa kerjasama. Suharno (1981 : 37) mengatakan : "Proses permainan bola voli dalam kenyataannya adalah penerapan rangkaian rantai teknik-teknik permainan yang erat hubungannya dengan service. maka akan terlihat adanya unsurunsur gerakan yang lahir dalam bentuk teknik dasar bermain bola voli. dan kelentukan serta kelincahan. Faktor perkembangan jasmani meliputi pembentukan sikap tubuh yang baik. Morgan pada tahun 1885. kecepatan. Berdasarkan dari macam-macam gerakan yang terdapat dalam permainan bola voli. Kedua teknik dasar ini dilakukan dalam waktu yang hanya beberapa detik saja.

Perancis. kemudaian mencoba mengikuti permainan bola voli dan lama kelamaan bola voli tersebar keseluruh dunia. Rumania. Masyarakat setempat memperhatikan permainan tersebut. Jerman. Untuk pertama kalinya permainan bola voli muncul dalam olympiade Jepang tahun 1964 dan menyusul kemudian dalam olympiade Mexico tahun 1968 dan berlanjut sampai sekarang. pertama kali menyelenggarakan pertandingan nasional dengan gemilang. setelah meletus perang dunia II. Fisher dari New york. Latvia. Pada saat Perang Dunia I tentara-tentara Asia dan Eropa. Turnamen pertama bola voli pertama diadakan pada tahun 1947 di Polandia. Husni (1990 : 98) mengungkapkan : William G. George J. Jaring tersebut dibentangkan diantara dua tiang dan membagi lapangan permainan menjadi dua bagain yang sama luasnya. melewati jaring yang dibentangkan diantara dua bagian lapangan yang sama luasnya. Rumania.juan dan popularitas yang didapatkan dari permainan Basketball. Pertama dikembangkan. Bola pertama yang dipakai adalah bola basket. sedangkan jaring yang dipergunakan untuk memisahkan kedua bagian lapangan tersebut adalah jaring dari cabang olahraga tenis. India. Bola voli terutama berkembang diluar Amerika Serikat adalah benua Eropa. Pada tahun 1948 didirikan organisasibola voli dunia yang dikenal IVBF (International Volley Ball Federation) yang beranggotakan 15 negara dan bermarkas di Paris. Perkembangan bola voli semakin berkembang di Amerika Serikat. dan pada tahun 1922 YMCA. Cekoslowakia. Philipina. Cekoslowakia. Uni Soviet. permainan ini hanya bertujuan untuk memberikan kegembiraan kepada orang banyak. yang dibentuk pada tahun 1929. yang pada waktu itu pesertanya cukup memuaskan. Rusia. dan benua Asia . Bola voli berkembang diluar Amerika Serikat. Dalam tahun 1957 Komite Olimpiade Internasional mengakui bola voli sebagai cabang olahraga resmi pada Olympiade. terutama negara Jepang. Cina. karena Angkatan Perang Amerika Serikat memainkan permainan bola voli ditempat-tempat mereka bertugas. Presiden pertama organisasi bola voli di Amerika Serikat adalah Dr. Morgan menciptakan permainan bola di udara dengan cara memukul-mukul. sejak itu di Amerika Serikat setiap tahun diadakan pertandingan nasional bola voli sampai dengan tahun 1947. dan Yugoslavia. Estonia. Untuk itu beliau hanya memilih cara memukul bola di udara secara hilir mudik yang melewati atas jaring.

sewaktu mereka bertugas di Indonesia. Pada tahun 1954. serta guru-guru yang didatangkan dari Belanda. bekas angkatan perang Belanda yang bergabung dengan TNI. ikut mempopulerkan bola voli.4 Teknik Dasar Bermain Bola Voli Beutelsthal (1984 : 9) menjelaskan tentang teknik bola voli. permainan bola voli makin tersebar kenegara-negara lain diluar Amerika Serikat. Teknik ini cukup efesien dalam menghadapi block. Memakai pola serangan yang bervariasi serta dengan mempelajari teknik-teknik tim luar negeri tingkat dunia. yang diketuai oleh W. Hal ini sesuai dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1983 : 214) mengatakan bahwa: Pada waktu berlangsungnya Perang Dunia II.J. Keberhasilan regu putra Indonesia di Sea Games adalah karena tim Indonesia sudah mempunyai gambaran bagaimana menghadapi pemain-pemain yang lebih tinggi antara lain melalui pola permainan cepat. Pada PON III tahun 1953 di Medan (Sumatera Utara) bola voli mulai dipertandingkan. yang dibawa oleh serdadu-serdadu Belanda. Azis Saleh. Setelah Indonesia merdeka. Setelah diadakan pertemuan IBVOS di Surabaya dan PERVID di Jakarta bersepekat untuk membentuk organisasi bola voli nasional. yaitu : "Teknik adalah prosedur yang telah dikembangkan berdasarkan praktek dan bertujuan untuk mencari penyelesaian suatu problema pergerakan tertentu dengan cara yang paling ekonomis dan berguna dalam permainan bola voli". Bola voli masuk ke Indonesia pada tahun 1928. Mereka yang berjasa dalam penyebaran permainan bola voli dinegara-negara lain di luar Amerika Serikat adalah pada anggota Angkatan Perang Sekutu. di Surabaya dan Jakarta mulai terbentuk organisasi bola voli nasional. Dalam hal ini menggunakan penerapan moving speak (smash dengan bergerak). Cina. Latumenten. Organisasi bola voli di Indonesia di prakarsai oleh Dr. Korea Utara dan Kamboja. selain itu juga dapat membenahi service 2. Beliau pada waktu itumenjabat sebagai komisaris teknik Komite Olahraga Indonesia (KOI). Pada tanggal 22 Januari 1955 lahirlah organisasi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia yang disingkat dengan PBVSI. .seperti Jepang.

dan merupakan cara melempar bola untuk memulai permainan.1 Service Service adalah sentuhan pertama dengan bola dan merupakan angka pertama untuk regu penyerang. Berat badan ditempatkan pada kaki sebelah belakang. pass. Meskipun banyak jenis-jenis perkembangan teknik dasar tersebut. Dalam perkembangannya service dapat lebih dikenal dalam 2 jenis.4. Teknik dasar tersebut berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu pendukung dan peralatan yang dipergunakan. kaki kiri berada didepan kaki kanan. Lengan kanan terus mengikuti gerakan arah bola. dan bersiapsiap untuk melakukan pukulan. Selanjutnya .Terdapat empat cara bersentuhan dengan bola sehingga menimbulkan empat jenis teknik dasar bermain bola voli. diantaranya : 2. yaitu service atas dan service atas (Sujudi. Mula-mula service hanya dianggap sebagai pukulan permulaan saja. Lengan yang memegang bola dijulurkan ke depan. yaitu service. a) Service Bawah Service bawah merupakan pukulan bola pertama yang dilakukan dengan memukul bola diantara bahu dan pinggang. 1986 : 63). Kosasih (1985 : 108) mengatakan : "Service adalah pukulan pertama dalam permainan bola voli dan juga merupakan angka pertama bagi regu penyerang bila mampu melakukan ke daerah yang tidak dapat dijangkau oleh regu bertahan". Bola yang telah ditempatkan dilengan kiri. Bola dipukul dengan telapak tangan terbuka. Pergelangan tangan disiapkan dengan sekaku mungkin. kemudian dilemparkan/dijatuhkan serendahrendahnya dan selanjutnya disambut dengan ayunan tangan kanan yang telah siap untuk memukul. Pada saat bola telah dijatuhkan berat badan dipindahkan ke kaki sebelah depan. smash dan block". Selanjutnya tangan kanan diayunkan kearah bawah belakang. Server berdiri menghadap jaring (net). Adapun urutan gerakannya sebagai berikut : Pemain tangan kanan memegang bola dengan tangan kiri. Keempat teknik dasar tersebut digambarkan oleh Sujudi (1986 : 63) yaitu "Terdapat empat teknik dasar yang harus dikuasai dalam permainan bola voli. peneliti membatasi pembahasan pada teknik dasar yang lebih bersifat fundamen. Perkembangan selanjutnya adalah service dapat dijadikan sebagai senjata yang sangat ampuh untuk menyerang.

Para pemain top. (Beutelsthal. 1984 : 11). gerakan-gerakan servis ini sangat komplek dan membutuhkan berbagai komponen fisik lain dari fisik atlet tersebut. Kekuatan dan lancarnya kait inilah ciri-ciri dari jenis servis hook. Pada saat bola tersebut berada didepan wajah pemain. Lengan diputar dengan gerakan melingkar. Pemain bola voli harus pandai mengkombinasikan unsur kekuatan dengan gerakan mengkait. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar 1 berikut : Gambar 1. yaitu pukulan bola pertama. Untuk lebih jelas tentang pelaksanaan servis ini dapat . lengan harus tetap lurus dan seluruh tubuh ikut bergerak. Sikap badan pada saat Service Bawah b) Service Atas Pada dasarnya service atas sama dengan service bawah. sehingga pada waktu melakukan service bersikap/posisi sebagai berikut : Pemain berdiri menghadap ke sisi. Bola dipukul dan diarahkan dengan gerakan pergelangan tangan. Berat badan dipindahkan ke kaki kiri sebelah belakang. kedua kaki terbuka dan kedua tangan terjulur memegang bola. Servis ini merupakan salah satu servis penyerang yang paling hebat dan mematikan. Berat badan dipindahkan dari kaki belakang ke kaki depan. bola dipukul dengan telapak tangan. Bola dilemparkan didepan wajah server dengan kedua tangan. Lengan itu terus digerakkan sampai melampuai paha depan. pada umumnya menggunakan servis hook ini. Bola diberikan spin (putaran) yang kuat sekali. tetapi bola yang dipukul berada di atas kepala pemain. pemain mengikuti gerakan melangkah ke depan dan terus masuk dalam lapangan permainan. lengan pemukul diayunkan ke belakang dan ke bawah denagn gerakan melingkar. Kaki yang paling jauh dari jaring diluruskan.setelah bola dipukul.

Kedua lengan ditekuk sedikit ke depan tubuh. Adapun Teknik pelaksanaannya sebagai berikut : pemain bersiap-siap dengan sikap dasar.4. Sujudi (1986 :65) membagi passing atas dua jenis. Pemain secepat-cepatnya bergerak menuju tempat jatuhnya bola. Selanjutnya Abdullah (1985 : 143) menjelaskan bahwa : "Passing adalah usaha ataupun upaya seseorang pemain bola voli dengan cara menggunakan suatu teknik tertentu yang tujuannya untuk mengoper bola kepada teman seregunya". Salah satu lengan ditempatkan di atas lengan yang lain dengan kedua . sehingga tubuh bagian atas membungkuk sedikit ke depan. Kedua lengan dijulurkan lurus ke depan. kedua kaki dengan jarak kira-kira selebar dua paha.2 Passing (operan bola) Passing adalah memberikan bola kepada kawan seregu atau melewati jaring untuk melanjutkan bola ke dalam lapangan lawan. Kedua lutut ditekuk sedikit. kaki yang satu didepan kaki yang lain. maka kemungkinan angka berikutnya akan diraih oleh regu lawan. Sikap Badan Pada Gerakan Service Atas 2. menerima bola dan mengoper bola terhadap lawan ataupun kawan. yaitu : "Passing bawah dan passing atas". Passing yang dimaksud dapat berupa mengambil bola.dilihat pada gambar 2 berikut : Gambar 2. Bila teknik penerimaan bola salah. Passing (operan bola) merupakan penerimaan bola dengan gaya menggali. Penerimaan bola yang dimaksudkan adalah bola yang berasal dari regu penyerang. Posisi lengan tidak boleh salah. a) Passing Bawah Passing bawah merupakan operan dengan menggerakkan kedua lengan sehingga bola dapat dimainkan oleh kawan untuk melakukan serangan atau langsung menyeberangkan bola. tetapi harus sudah siap untuk berdiri pada waktu menerima bola tersebut.

Untuk lebih jelas dapat dilihat pada ilustrasi gambar 3 berikut : Gambar 3. Kedua tangan harus ditekan ke bawah menghimpit pergelangan tangan sedemikian rupa sehingga kedua lengan bagian bawah menjadi kaku dan tegang. Kedua bahu bergerak ke dapan supaya pemain tidak terpengaruh oleh pantulan bola. (Beutelsthal. Kedua lengan bagian bawah harus paralel dengan sisi sebelah dalam menghadap ke atas sehingga membentuk suatu bidang penerimaan bola yang cukup luas. Kedua lengan tetap lurus selama memukul bola. Sikap tubuh pada gerakan passing the dig b) Passing Atas Passing atas atau lebih dikenal dengan Volley atau set merupakan operan bola yang sedemikian rupa sehingga pemain lain mendapat kesempatan untuk melakukan smah ke arah lawan. yang dapat menyebabkan keseimbangan tubuh terganggu. Lebih lanjut Sukintaka (1983 : 36) mengemukakan bahwa : "Passing atas adalah operan yang dilakukan pada . Tubuh harus siap dibelakang bola sedemikian rupa sehingga menghadap arah lajunya bola pada saat penerimaan servis.telapak tangan menghadap ke atas. 1984 : 16). Kedua kaki diluruskan. Gerakan ini diteruskan dengan lanjutan gerakan awal (follow through). kemudai mengembalikannya sesuai dengan arah yang dituju. Volleyer seperti ini harus memiliki kecermatan dan kegesitan yang tangguh. Tujuan dari pemain untuk memainkan volley adalah untuk memberi kesempatan kesempatan pada temannya untuk menyerang regu lawan. Pemain tersebut harus sanggup memnberikan bola volley pada teman penyerangnya dalam setiap posisi dan tempat dilapangan yang digunakan. Sukses tidaknya penyerangan tersebut sangat tergantung dari kecermatan pemain dalam melakukan operan volley dengan baik. kemudian segera mengambil posisi berikut untuk mempersiapkan diri menerima serangan lawan. Seorang regu biasanya memiliki seorang ahli volley yang khusus dalam regunya. pemain menerima bola dibagian dalam kedua lengan sebelah bawah.

Untuk lebih jelas lihat pada ilustrasi gambar 4 berikut : Gambar 4. Berat badan dibagi rata. Kedua lengan ditekuk sedikit didepan tubuh. Seorang pemain yang pandai melakukan teknik smash dengan baik harus memiliki kegesitan. Bola disentuh dengan posisi dasar. seluruh tubuh dalam keadaan lurus ke arah depan dan ke atas.4. Smash merupakan suatu keahlian yang esensial. Salah satu kaki berada didepan kaki yang lain. Pada saat jari menyentuh bola. cara mudah untuk memenangkan angka bagi regunya. 1984 : 19). pandai melompat dan mempunyai kemampuan untuk memukul bola sekeras mungkin kebidang sasaran dalam daerah pertahanan lawan. bertumpu pada kedua kaki. kedua lutut ditekuk sedikit dengan jarak antara kedua kaki kira-kira selebar kedua paha. Kedua tangan ditekuk pada pergelangannya. Pemain yang memiliki keahlian ini dapat digolongkan dalam pemain penyerang yang baik. kira-kira setinggi mata. Smash merupakan seni dalam permainan bola voli. Sentuhan terjadi antara bola dengan ujung jari-jari saja. Pencinta bola voli juga sangat mendambakan smash-smash yang keras dan . Teknik pelaksanaannya dimulai dari pemain mempersiapkan diri dengan posisi dasar. seperti halnya dengan permainan sepak bola yang mendambakan goalgoal dari tendangan yang spektakuler para pemain.saat bola berada setinggi bahu atau lebih tinggi dengan jari-jari tangan". baik jari-jari maupun tangan digerakkan dengan mengikuti gerak bola.3 Smash Pemain bola voli dalam memenangkan pertandingan harus menguasi teknik smash dengan baik. Jari-jari juga ditekuk sedikit pada ruas-ruas sebelah atas. (Beutelsthal. Sikap Badan Pada Gerakan Passing Atas 2. Pada waktu volley ini sampai pada tahap terakhir. dibuka selebar mungkin dengan ibu jari ditekuk kebelakang.

Hal ini sangat tergantung dari jenis bola dan jatuhnya bola. Sehingga kaki yang akan melakukan take off harus terlebih dahulu menyentuh tanah. kedua lengan yang menjulur harus digerakkan ke atas. Punggung agak membungkuk dan lengan pemukul ditekuk sedikit. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar 5 sebagai berikut : Gambar 5. Gerakan ini dilakukan dengan kontinyu dan tidak terputus-putus. yaitu : "Awalan. Bersamaan dengan itu tubuh diluruskan. tahap kedua adalah gerakan take off. Biasanya smash keras dan kuat jarang dapat dikembalikan oleh regu lawan. (Beutelsthal. Kaki yang dipakai untuk melompat inilah yang memberikan kekuatan pada take off tersebut. saat tolakan. Lebih lanjut Sujudi (1986 :67) mengemukakan bahwa : "Smash adalah melakukan pukulan yang tajam sehingga lawan sulit untuk mengembalikan hasil pukulan tersebut". Pada waktu take off. Hal ini tentu akan sangat berutung bagi regu penyerang untuk menghentikan perlawanan lawan. Sedangkan proses untuk melakukan smash menurut Sukintaka (1983 : 41) membagi empat tahap. Aturlah posisi tubuh sehingga pemain harus berada dibelakang bola pada saat take off. Penempatan dua langkah kaki terakhir setelah pada saat take off (tinggal landas atau loncatan) harus dapat dilakukan dengan baik. 1984 : 23). Lengan yang lain tetap dipertahankan setinggi kepala.tajam dari pemain idolanya.5 s/d 4 meter dari jatuhnya bola. pemain berlari menghampiri bola. Kira-kira berlari menghampiri bola pada jarak 2.4. Tahap ketiga adalah memukul dengan keras dan tajam ke arah yang diinginkan. Sikap Badan Pada Saat Melakukan Smash 2. Lengan yang dipakai untuk memukul dan sisi badan bagian lengan tersebut diputar sedikit sehingga menjauhi bola. dan kaki yang lain menyusul disebelahnya.pukulan dan saat mendarat".4 Block (pertahanan) Sesungguhnya untuk menang dan kalah pada suatu pertan- . Smash merupakan kunci untuk melakukan penyerangan dalam usaha mengumpulkan nilai. Teknik pelaksanaannya dimulai pada tahap pertama.

Telapak kedua tangan menghadap net. Tahap ke-empat : setelah selesai mengadakan kontak dengan bola maka pemain secepatnya mendarat lagi. Take off dilakukan dengan meluruskan kaki sambil mengayunkan kedua lengan ke atas pada saat yang bersamaan. kedua lengan tetap pada posisi semula dan berada didepan tubuh pemain. Untuk membentuk block yang baik. Teknik pelaksanaannya dimulai pada tahap pertama pemain melangkah ke sisi untuk mengambil awalan take off yang baik. 1984 : 30). kedua tangan diletakkan sedikit mungkin. Kedua lengan digerakkan ke atas dan ke belakang secepat mungkin. Bagian tubuh bagia atas menghadap net. sehingga pemain tidak menyentuh jaring. Pemain dengan tipe block dua orang harus selalu menghadap net (jaring). pemain harus dapat menaksir jatuhnya bola atau dapat melakukan ramalan kemana kira-kira lawan melakukan pukulan bola. kedua kaki ditekuk sedikit kira-kira setengah meter dari net. Mereka harus membentuk block dengan melangkah ke sisi. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar 6 sebagai berikut : . maka regu bertahan sebaiknya mempersiapkan diri dengan pola pertahanan (block) oleh beberapa orang pemainnya. Setiap pemain yang bergerak maju untuk membentuk block harus berhenti dahulu sebelum melakukan take off.dingan bola voli juga sangat tergantung dari kuat tidaknya tim tersebut dalam mengimbangi pukulan-pukulan smash regu lawan. (Beutelsthal. Tahap kedua pemain berdiri. Dari posisi ini ia melakukan take off. Masingmasing harus bersedia untuk melakukan take off pada saat yang bersamaan. Kalau pemain yang membentuk block masih terlalu jauh dari pemimpin block itu sewaktu take off sudah dimulai maka sebaiknya ia melakukan take off dari tempat berdiri dengan kedua lengan dijulurkan ke arah pemimpin block sewaktu ia sedang melompat. Tahap ketiga : pada waktu terjadi kontak dengan bola semua jari-jari tangan ini harus kaku dan tegang. Dalam upaya mengimbangi pukulan smash lawan. Jari-jari direntangkan lebar-lebar. sehingga bola tidak dapat menyelinap diantara kedua tangan tersebut. Kedua lengan ditekuk sedikit dan diletakkan di depan tubuh.

hal ini seperti yang telah dikemukakannya : Power terutama sangat penting untuk cabang-cabang olahraga yang mengharuskan atlet untuk mengerahkan tenaga eksplosifnya seperti pada nomor-nomor lempar dalam atletik. dkk (1993 : 203) menjelaskan bahwa : "Power merupakan hasil perkalian antara kekuatan dan kecepatan. Sikap Badan Pada Saat Gerakan Block (pertahanan). Berdasarkan hal tersebut maka pembinaan dan latihan yang dapat meningkatkan komponen daya ledak otot tungkai perlu didominasikan pada setiap program latihan bola voli. Lebih lanjut Balley (1986 : 20) menjelaskan bahwa "Semakin besar kekuatan yang dimiliki oleh atlet semakin kuat dan cepat dalam melakukan suatu pukulan dalam suatu permainan olahraga".Gambar 6. Perpaduan kedua komponen tersebut akhirnya akan menimbulkan tenaga ledak otot yang baik (power). Sementara itu Pate. Dalam permainan bola voli daya ledak otot tungkai ini diperlukan. Seorang atlet bola voli yang mudah melakukan gerakangerakan sulit dalam setiap permainan disebabkan karena atlet tersebut telah memiliki daya ledak otot tungkai yang baik dan kuat. Hal ini menyebabkan komponen daya ledak otot tungkai sangat diperlukan untuk mempersiapkan diri atlet dalam setiap menerima dan melakuan penyerangan pada regu lawan. dan cabang-cabang olahraga yang mengharuskan atlet untuk menolakkan dengan kaki (tungkai). Keduanya mempunyai hubungan yang sangat baik dalam membentuk daya ledak otot". 2.5 Power (Daya Ledak) Tungkai Pada Permainan Bola Voli Power tungkai atau daya ledak otot tungkai dalam permainan bola voli sangat diperlukan pada saat melakukan teknik smash dan block (pertahanan). melempar dalam permainan softball. Dengan demikian jelas bahwa komponen fisik tersbeut sangat diperlukan untuk meningkatkan prestasi permainan bola voli. disebabkan karena cabang olahraga bola voli lebih dominan menggunakan kemampuan otot tungkai. Memiliki daya ledak otot tungkai yang baik dan kuat akan lebih mudah untuk melakukan kedua teknik dasar tersebut. Lebih lanjut Harsono (1988 : 200) mengemukakan bahwa daya ledak otot sangat diperlukan pada setia cabang olahraga. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dijelaskan bahwa daya ledak otot tungkai sangat .

maka seorang atelt bola voli harus memiliki tingkat kekuatan dan kecepatan yang baik pula. Jika beban yang digunakan terlalu berat ataupun terlalu ringan maka tidak terjadi proses transfer optimal dari kekuatan kepada peningkatan daya ledak otot. tetapi dalam program latihan beban ini tidak diperkenankan hanya pada bebannya saja. Sehubungan dengan hal di atas. Semakin baik kekuatan dan kecepatan seseorang maka semakin baik pula tingkat daya ledak ototnya. Smash dan bloking yang dimaksud adalah yang menggunakan gerakan tubuh untuk melompat ke atas dan hanya memerlukan waktu beberapa detik saja.dipengaruhi oleh komponen fisik yaitu kekuatan dan kecepatan. muscle size (ukuran otot). koordinasi otot. otot yang digunakan untuk bergerak. kondisi fisik dan penggunaan mekanik dari kerja pengungkit". 4) . Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuatan otot dapat dilakukan melalui program latihan weight training (latihan beban). Kekuatan (strength) dan kecepatan (speed) merupakan dasar untuk pembentukan power (daya ledak otot). Beban yang diberikan atau digunakan untuk meningkatkan daya ledak otot seharusnya dapat diangkat dengan cepat. dengan patokan berat beban biasa dan memenuhi repetisi antara 12 . Untuk membentuk daya ledak otot yang baik. Faktor-faktor tersebut seperti yang dikemukan oleh Ambarukmi dan Suharto (1989 : 44) yang mengemukakan bahwa : Suatu lompatan yang tinggi sangat dipengaruhi oleh 1) panjang tungkai. Berdasarkan hal tersbeut maka dapat disimpulkan bahwa daya ledak otot dapat ditingkatkan dengan menjalankan program-program latihan yang mengarah untuk peningkatan kekuatan dan kecepatan. Soekarman (1987 : 35) menjelaskan bahwa : "Kekuatan dan daya ledak otot sangat tergantung kepada jumlah serabut otot. 1988 : 212). Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya suatu lompatan dalam permainan bola voli. Dengan demikian kekuatan dan kecepatan otot tungkai untuk melompat sangat diperlukan untuk secepat mungkin bereaksi. penggunaan daya ledak otot ini sangat jelas kelihatan pada saat melakukan smash dan bloking.15 Repetisi Maksimal. Beban yang diberikan untuk meningkatkan komponen daya ledak otot sebaiknya tidak terlalu berat dan tidak boleh terlalu ringan. 3) berat badan yang ringan. 2) kekuatan dan kecepatan (daya ledak) otot tungkai. Kedua komponen tersbeut tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Dalam kaitannya dengan permainan bola voli. (Harsono.

daya ledak otot tungkai dan berat badan yang ringan serta koordiansi teknik dasar permainan bola voli sangat diperlukan dari seorang pemain.teknik melompat yang benar. Arikunto (1991 : 309) menjelaskan : "Penelitian korelasional merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan ada tidaknya hubungan antara dua atau lebih variabel. BAB III METODE PENELITIAN 3. karena didalamnya terkandung petunjuk tentang prosedur bagaiman rencana kegiatan tersebut dapat dijalankan sehingga permasalahan penelitian dapat terjawab. penelitian memerlukan rancangan atau gambaran tentang pelaksanaannya. . Berdasarkan kutipan yang telah dijelaskan tersebut. maka panjang tungkai. Kedua variabel tersebut diukur dengan pendekatan pengukuran lapangan.1 Jenis Penelitian Berorientasi pada permasalahan dan kajian teoritis di atas. struktur dan strategi yang harus dikuasai oleh seorang peneliti untuk menjawab permasalahan yang akan dihadapi. Rancangan merupakan suatu rencana. Rencana kegiatan dalam penelitian ini adalah pengukuran faktor power tungkai (X). selanjutnya dihubungkan dengan prestasi keterampilan bermain bola voli (Y). 3.2 Rancangan Penelitian Penelitian ini bersifat pengukuran lapangan. Pratiknya (1986 : 127) mengatakan: Rancangan penelitian disebutrencana atau gambaran. Besarnya atau tinggi hubungannya tersebut dinyatakan dalam bentuk koefisien korelasi". maka jenis penelitian ini dapat digolongkan dalam penelitian korelasional (Correlational studies). Untuk mendapatkan data penelitian ini yang baik. Rancangan penelitian sebagai struktur dan strategi. Tujuan penelitian ini utnuk mengetahui kemungkinan adanya sebab akibat melalui cara dan didasarkan atas pengukuran lapangan dan pengamatan terhadap akibat yang ada. karena rancangan tersebut memuat secara sistematis keseluruhan kegiatan yang akan dilakukan oleh peneliti. serta 5) fleksibilitas anggota tubuh.

Power tungkai 3. maka yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah : 3.Keadaan cuaca cerah/tidak hujan . yang berjumlah 40 orang.4. atau dependent variabel (Y). Berdasarkan pendapat di atas.Berpakaian Olahraga 3. sedangkan variabel akibat disebut variabel tidak bebas. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Aceh Barat Tahun Ajaran 1999/ 2000.4. Besarnya jumlah sampel ditentukan oleh 20% dari jumlah populasi. ada variabel mempengaruhi dan ada pula variabel terikat.3 Variabel Kontrol (Variabel Kendali) . 3.4.2 Variabel Terikat (Dependent variabel) . Variabel yang mempengaruhi disebut sebagai variabel penyebab.Keterampilan Bermain Bola Voli 3. variabel terikat.Temperatur udara 22 .3 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian yang akan diteliti.1 Variabel Bebas (Independent Variabel) . variabel tergantung. Teknik penarikan sampel dilakukan melalui teknik random sampling.4 Identifikasi Variabel Istilah "variabel" merupakan istiah yang tidak pernah ketinggalan dalam setiap jenis penelitian.Mampu melakukan lompat jauh .3.4 Variabel Moderator . Arikunto (1991 : 93) menjelaskan : Variabel sebagai objek penelitian.Sehat jasmani dan rohani . Sedangkan sampel adalah bahagian-bahagian yang homogen dari keseluruhan populasi dan dijadikan subyek sesungguhnya dalam suatu penelitian. yang berjumlah 276 orang.4.33 celcius (ramalan TVRI) . Segala sesuatu yang akan terjadi dalam penelitian atau faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti sering diartikan sebagai variabel atau objek penelitian.Siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Tahun Ajaran 1999/2000 . variabel bebas atau independent variabel (X).

3.6 Teknik Pengumpulan Data 3.3 Bola Voli Permainan bola voli adalah suatu permainan yang termasuk dalam cabang olahraga permainan. (Depdikbud. Permainan bola voli dimainkan oleh dua regu yang masing-masing regu terdiri atas 6 orang pemain. Voli artinya pukulan langsung atau memukul bola langsung di udara sebelum bola menyentuh ke tanah.6.5.1 Penelitian Korelasi Korelasi berasal dari bahasa Inggris "Correlation" dalam bahasa Indonesia diterjemah dengan hubungan timbal balik. sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.5.2 Power Tungkai Menurut Wojowasito (1990 : 212) mengatakan bahwa : "Leg adalah kaki orang atau tungkai". Sedangkan Harsono (1988 : 200) mengatakan bahwa : "Power adalah kemampuan otot untuk mengerakan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat cepat". Hubungan timbal balik tersebut kerapkali menjadi pusat perhatian para ahli penyelidik.5 Defenisi Operasional Dengan adanya definisi operasional pada penelitian ini akan memudahkan bagi pembaca untuk memahami tujuan yang akan diperoleh dari penelitian ini. setiap regu berusaha untuk dapat memukul dan menjatuhkan bola ke dalam lapangan melewati di atasjaring atau net dan mencegah pihak lawan dapat memukul bola dan menjatuhkan bola ke dalam lapangannya.5. Dibawah ini akan dijelaskan arti kata-kata yang terdapat pada lembaran judul adalah sebagai berikut: 3.3. 3.1 Pengukuran Power Tungkai Pengukuran power kaki dapat dilakukan dengan mempergu- . Menurut Hadi (1990 : 271) mengatakan "Korelasi berarti hubungan timbal balik antara dua variabel atau lebih". 1993 : 183). Dipertegas lagi oleh Parker yang sadur Sajoto (1988 : 33) bahwa : "Power otot adalah sama dengan kekuatan explosif". 3. Bola dipukul dengan tanganmaupun anggota tubuh yang lainnya dari batas pinggang ke atas dengan pantulan yang sempurna. diharapkan dengan adanya penegasan arti akan dapat memberikan gambaran secara umum tentang maksud dan tujuan penelitian ini.

nakan papan skala vertical jump atau lompat tegak.2 Pengukuran Keterampilan Bola Voli Untuk menilai tingkat keterampilan bermain bola voli dapat dilakukan tes lapangan berupa butiran tes dari Wirjasantosa (1984 : 325). Indeks keterampilan bermain bola voli yaitu : Indeks = 1. Alat tes yang digunakan yaitu tes keterampilan bermain bola voli yang meliputi tes service.2 nilai service + 0. Untuk lebih jelas tentang pelaksanaannya perhatikan penjelasan berikut : Naracoba berdiri menghadap dinding dengan salah satu lengan diluruskan ke atas. Mengambil sikap jongkok sehingga lututnya membentuk sudut 45 derajat. Hasil pengukuran ke-tiga butir tes tersebut selanjutnya di interprestasikan dalam nilai indeks keterampilan bermain bola voli. Sebelum peserta tes melakukan lompatan terlebih dahulu tangan dilumuri dengan serbuk kapur. Pada titik tertinggi dari lompatan tersbeut. Kemudian naracoba berdiri dengan bagian samping tubuhnya ke arah tembok. Hasil lompatan diukur dalam satuan centimeter. Setelah itu naracoba berusaha melompat ke atas setinggi mungkin. Naracoba diberi kesempatan sebanyak 3 (tiga) kali percobaan. segera menyentuhkan ujung jari salah satu tangannya pada papan skala.5 .6. sambil mengayunkan kedua lengannya ke atas. kemudian mendarat dengan kedua kaki. Selanjutnya lompat sambil menyentuh angka pada skala vertical jump. Hasil adalah tinggi lompatan dikurangi tinggi raihan". Untuk kejelasan ini perhatikan gambar 7 berikut : Gambar 7. Sajoto (1988 : 35) mengatakan bahwa : "Cara pengukuran power kaki adalah berdiri tegak dan raih angka pada papan skala.2 nilai pass/umpan + 0. passing/umpan dan smash/penyerangan. Bentuk tes vertical jump 3. Tinggi jangkauan dicatat.

Kepada testee diberi kesempatan untuk memukul bola sebanyak 6 kali kesempatan. dimasukkan dalam katagori penilaian keterampilan bermain bola voli. mendapat nilai angka sasaran dikali 3 (tiga). mendapat nilai angka sasaran dikali 2 (dua). misalnya bola menyentuh jaring atau bola jatuh diluar sasaran. sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku. Skala Penilaian Keterampilan/Prestasi Bermain Voli untuk Putra-Putri. Skala penilaian keterampilan bermain bola voli sebagaimana yang terdapat dalam tabel 1. d) Bola yang dimainkan dengan cara tidak sah. 1984 : 325 Adapun petunjuk pelaksanaan tes keterampilan bermain bola voli tersebut dapat dilihat pada penjelasan berikut : 3.nilai smash .40 p p Umum 3 .26 p 27 . mendapat nilai nol. . c) Bola yang melampui jaring lebih tinggi dari tali yang tertinggi.Penilaian setiap servis ditentukan oleh tingginya bola sewaktu melampui jaring dan angka sasaran dimana bola jatuh. . e) Hasil yang dicatat adalah jumlah angka dari 4 (empat) nilai hasil perkalian yang terbaik. Tabel 1.Testee berdiri dalam daerah servis dan melakukan servis yang sah.Lapangan tes servis dapat dilihat pada gambar 8 berikut : .16 p p Kurang < 2 p < 7 p < 11 p Sumber : Wirjasantosa.5.Bentuk pukulan servis adalah servis atas dan servis bawah. a) Bola yang melampui jaring diantara batas jaring dan tali yang direntangkan 50 centimeter diatasnya.12 p 8 . . p Katagori Score p Score p Score p p Baik > 21 p > 27 p > 41 p p Cukup 13 . b) Bola yang melampui jaring diantara kedua tali yang direntangkan.0 detik Selanjutnya perhitungan nilai indeks keterampilan bermain bola voli. . mendapat nilai sama dengan angka sasaran.1. Bola p p p p p p p Umur 13-15 tahun p16-18 tahun p19 tahun ke atas pKet.1 Tes Servis (Service) .17 p 12 .20 p 18 .

Dapat menggunakan pass bawah atupun pass atas .5.Lapangan tes umpan (pass) dapat dilihat pada gambar 2 berikut : .Testee berdiri dibelakang garis serang .Penilaian : Nilai setiap umpan (pass) ditentukan oleh angka pada sasaran dimana bola jatuh a) Nilai nol diberikan bila bola yang dimainkan dengan cara tidak sah dan bola yang tidak melampaui tali yang direntangkan. dihitung telah memasuki sasaran dengan angka yang lebih besar c) Hasil yang dicatat adalah jumlah dari 4 (empat) nilai yang terbaik .Bola dilemparkan ke arahnya dari lapangan diseberang testee . menyentuh garis tengah dan jatuh keluar sasaran penilaian b) Bola yang menyentuh garis sasaran kecuali garis tengah.Gambar 8.Tes memberi umpan bola yang diberikan sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan .2 Tes Umpan (passing) . Lapangan tes servis Permianan Bola Voli 3.

Penilaian yang dicatat adalah : a) Angka sasaran b) Waktu yang ditempuh oleh bola mulai saat dipukul sampai menyentuh tanah c) Hasil yang dicatat adalah jumlah angka yang diperoleh dari setiap sasaran d) Nilai nol diberikan bila testee menyentuh jaring dan bola jatuh dan diluar lapangan e) Pukulan gagal tidak diberi nilai.Gambar 2.Testee berdiri bebas didalam lapangan permainan . . tetapi waktu tetap dicatat .Bola dilambungkan ke atas dekat arah testee. Testee melakukan lompatan dengan awalan atau tanpa awalan dan memukul bola melampui jaring ke dalam lapangan lawan .5. Waktu yang dicatat sampai persepuluh detik.Stop wacth dijalankan pada waktu tangan testee memukul bola dan dihentikan pada saat bola menyentuh tanah. Lapangan tes umpan (pass) bola voli 3.Lapangan tes serangan (smash) dapat dilihat pada gambar 3 berikut : .3 Tes Serangan (smash) .

Selanjutnya untuk mencari hubungan antara kedua variabel dilakukan pengolahan data dengan menggunakan statistik deskriptif. (Johnson.1 Perhitungan Nilai Rata-rata S X M = [---] N Keterangan : M = Mean (nilai rata-rata) S X = Jumlah score x N = Jumlah sampel penelitian 3.7. selanjutnya diinterprestasikan dalam indeks keterampilan bola voli (Wirjasantosa (1984 : 325). nilai pass/umpan + 0. yaitu perhitungan dan analisa korelasi antara leg power dan dengan keterampilan bermain Bola Voli.10 detik.Gambar 3. Namun sebelum itu terlebih dahulu dilakukan perhitungan nilai rata-rata dan standar deviasi.(S X) SD = [----------------] N ( N.7 Teknik Pengolahan Data Data tes keterampilan bola voli yang diperoleh.3 Perhitungan koefisien korelasi r N S XY . Rumus tersebut adalah : Indeks = 1.7.(S X) (S Y) = [-----------------------------------------] .1 ) Keterangan : SD = Standard deviasi S X = Jumlah score x dikali x S X = Jumlah score x N = Jumlah sampel penelitian 3.7. 3. Lapangan tes serangan (smash) bola voli 3. 1986 : 18-20).5 Nilai Indeks prestasi/keterampilan tersebut kemudian dimasukkan dalam pengkatagorian kecakapan bermain bola voli.2 Perhitungan Standard Deviasi N (S X ) .2 nilai service + 0.2 nilai smash .

Alat tulis .Skala Vertical Jump . seperti yang dikemukakan oleh Yani (1988 : 15) yaitu : "Pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan distribusi t". 3.Koordinator Vertical Jump : Erman HB .9. yang bertepatan dengan tanggal 12 Nopember 1999 Pengukuran Power Tungkai dan Keterampilan Bola Voli dipusatkan dihalaman SMK Negeri 2 Meulaboh Aceh Barat.1 Peralatan dan Lapangan .Formulir tes Leg Power dan Keterampilan Bola Voli .2 t = r --------] 1 .7. dilaksanakan pada akhir semester ganjil catur wulan ke tiga SMK.Ketua Panitia Pelaksana : Budiman .8 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian Adapun waktu pelaksanaan penelitian.(S Y) } Keterangan : r = Koefisien korelasi yang dicari N = Sampel penelitian S XY = Jumlah product X dan Y S X = Nilai variabel x (Power tungkai) S Y = Nilai variabel y (Keterampilan Bola Voli) 3.9 Peralatan.2 Personalia Tes .4 Menguji Hipotesis Untuk menguji hipotesis menggunakan rumus distribusi t.Pengeras suara .Timbangan Berat Badan 3.r Derajat kebebasan (dk) = n .(S X) } {(N S Y ) . Lapangan dan Personalia Tes 3.Lapangan Bola Voli .{(N S X ) .2 Keterangan : r = Koefisien korelasi n = Banyaknya sampel 3. Rumus tersebut yaitu : n .9.

Untuk menyamakan satuannya selanjutnya masing-masing data mentah diinterprestasikan dalam nilai T-score. 2 dan 3. passing dan smash. nilai korelasi dan dilanjutkan dengan pengujian hipotesis dengan cara menghitung nilai koefisien korelasi.Koordinator Keterampilan Bola Voli : Samsul Bahri . Pengukuran tentang power tungkai berupa tes vertical jump yang bersatuan centimeter. Ketiganya bersatuan jumlah nilai.. . Selanjutnya kedua data variabel tersebut perlu dicari nilai rata-rata. Setelah perolehan nilai T-score selanjutnya dilakukan analisis melalui statistik deskriptif.Dibantu oleh beberapa mahasiswa kelas Paralel Lokasi Meulaboh. Sedangkan tes keterampilan bola voli meliputi tes service. maka telah diperoleh data tentang power tungkai dan keterampilan bermain bola voli pada Siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Aceh Barat Tahun Ajaran 1999/2000. Prosedur sebagai berikut : Tabel 1. Data-data yang telah dikumpulkan melalui pengukuran lapangan tersebut disajikan dalam tabel yang bertujuan untuk memudahkan proses pengolahan/analisis selanjutnya.Untuk lebih lengkap lihat lampiran BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 4. Kedua jenis tes tersebut mempunyai satuan yang berbeda. sebagaimana yang termuat dalam tabel 1. standard deviasi. Hasil Pengukuran (raw score) Power Tungkai dan Keterampilan Bermain Bola Voli Pada Siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Aceh Barat Tahun Ajaran 1999/2000 .1 Hasil Penelitian Berdasarkan rangkaian pelaksanaan penelitian yang dilakukan.

Tabel 2. Hasil Perhitungan (T-score) Power Tungkai dan Keterampilan Bermain Bola Voli serta pengkatagorian masing-masing variabel Pada Siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Aceh Barat Tahun Ajaran 1999/2000 .

Tabel 3. Hasil Perhitungan Nilai Kuadrat dan Perkalian Variabel Power Tungkai (X) dengan Keterampilan Bermain Bola Voli (Y) Pada Siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Aceh Barat Tahun Ajaran 1999/2000 .

4.44 = [--------] 40 = 31. Untuk mencari nilai rata-rata dan standard deviasi digunakan data raw score.75 S Y = [------] N 1258.2 Mencari Standard Deviasi Mean .2.46 yang berkatagori baik. 4.75 centimeter berkatagoti cukup dan rata-rata keterampilan bermain bola voli siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Aceh Barat Tahun Ajaran 1999/2000 adalah 31.2 Analisis Data Penelitian Setelah data penelitian mendapat perhitungan penjumlahan.46 Berdasarkan perhitungan tersebut.4. perkalian dan pengkuadratan dari variabel power tungkai dan keterampilan bermain bola voli.1 Mencari Nilai Rata-rata Adapun nilai rata-rata power tungkai dan keterampilan bermain bola voli pada Siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Aceh Barat Tahun Ajaran 1999/2000. adalah sebagai berikut : Mean S X = [------] N 1990 = [------] 40 = 49. maka nilai rata-rata power tungkai adalah 49. seperti yang terlihat pada tabel 3 di atas. Penggunaan ini bertujuan untuk dapat menetapkan rata-rata tingkat klasifikasi masing-masing variabel pada subjek penelitian. maka langkah selanjutnya adalah mencari nilai rata-rata dan nilai standard deviasi.2.

1) 9445920 .1) 40 (236148) .413 = 13.(S Y) [---------------------] N (N .18 SD = N (S Y ) .693889 [---------------------] 1560 59591 [--------1560 SD = SD = SD SD SD = = 38.Selanjutnya untuk mengetahui penyimpangan yang terjadi pada data yang telah disimpulkan maka dilakukan perhitungan standard deviasi melalui rumus : SD = N (S X ) .1) 753480 .1) 40 (18837) .199 = 6.9156676 [-----------------------] 1560 289244 [--------1560 SD = SD = SD SD SD = = 185.617 .3026 [-----------------------] 40 (40 .833 [---------------------] 40 (40 .(S X) [---------------------] N (N .

9156676) 59262 = [----------------59591 x 289244 59262 = [--------------17236339204 59262 = [-------------131287.(S X) } {N (S Y ) .617. Formula yang digunakan untuk mencari hubungan kedua variabel digunakan rumus dari Johnson (1986 : 18) sebagai berikut : r {N (S XY) .2. 4. . yaitu power tungkai dan keterampilan bermain bola voli.451 Berdasarkan perhitungan data di atas yang menggunakan korelasi Product Moment dari Pearson.(S Y) } 40 x 64498 .18 dan untuk keterampilan bermain bola voli (SD ) sebesar 13.833 x 3026 = [---------------------------------------------(40 x 18837 .Berdasarkan perhitungan tersebut di atas. maka penyimpangan yang terjadi untuk variabel power tungkai (SD ) sebesar 6.2520658 = [-----------------------------------------(753480 .3026 ) 2579920 . sebesar 0.833 ) x (40 x 236148 .2393 r r r r r r = 0. maka diperoleh hasil korelasi antara power tungkai (variabel X) dengan keterampilan bermain bola voli pada siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Aceh Barat Tahun Ajaran 1999/2000.451391927 atau 0. maka langkah selanjutnya adalah mencari nilai korelasi atau hubungan antara dua variabel tersebut.451.3 Perhitungan Korelasi Setelah nilai rata-rata dan standard deviasi dari kedua variabel.(X) (Y) = [------------------------------------------] {N (S X ) .693889) x (9445920 .

451391927 t = 0. maka hipotesis alternatif (Ha) dapat diterima atau terbukti kebenarannya. yaitu dengan uji distribusi-t (Yani.r 40 .451391927 t = 0. Adapun langkah pengujiannya sebagai berikut : t = r N . maka untuk memperoleh kebenaran atau diterima tidaknya hipotesis yang telah diajukan sebagimana yang telah penulis kemukakan pada bab terdahulu.304.451391927 t = 0.0.451 dan apabila dibandingkan dengan nilai r tabel pada taraf signifikan 0. Pengujian distribusi-t dapat dikatakan sebagai salah satu cara untuk membuktikan kedudukan suatu hipotesis. 1988 : 15). Setelah diperoleh hasil perhitungan korelasi atau nilai r hitung yaitu sebesar 0. Hal ini membuktikan secara meyakinkan bahwa power tungkai berpengaruh secara langsung terhadap keterampilan bermain bola voli pada siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Aceh Barat Tahun Ajaran 1999/2000 Untuk lebih jelas kesimpulan ini dapat diuji dengan menggunakan teknik uji koefisien korelasi.2 [---------------] 1 .3 Pengujian Hipotesis Berdasarkan hasil pengukuran lapangan dan pengolahan data.451391927 t = 0.4.451391927 x 6. maka diperoleh nilai r tabel sebesar 0.72398488 t = 0.05.0. dilakukan pengujian hipotesis untuk memperoleh kebenaran asumsi tersebut.2 [--------] 1 .2037546718 38 [-------------0.451391927 38 [---------------] 1 .7962453282 47.908254836 t = 3.118330463 . Hasil perbandingan ini dapat disimpulkan bahwa nilai r hitung > r tabel maka hipotesis alternatif (Ha) dapat diterima kebenarannya. Hal ini disebabkan karena apabila t-hitung lebih besar dari t-tabel.

4 Pembahasan Penelitian Berdasarkan hasil pengolahan data dan pengujian terhadap hipotesis alternatif yang telah diajukan. maka uji korelasi Product Moment dari Pearson pada taraf nyata alpha 0. Daya ledak otot merupakan salah satu faktor pendukung dalam menghasilkan suatu prestasi lompatan vertikal maupun horizontal. Hasil perbandingan ini dapat disimpulkan bahwa nilai t-hitung > t-tabel. Pada saat otot dilibatkan dalam suatu gerakan yang eksplosif. Berdasarkan hal tersebut maka hipotesis alternatif yang diajukan dapat diterima secara nyata akan kebenarannya. Dengan demikian kekuatan dan kecepatan sebaiknya harus dimiliki oleh atlet bola voli.680.118330463. maka otot tersebut akan terjadi peregangan dengan cepat dan luas (panjang) otot terjadi proses kontraksi konsentrik yang selanjutnya disusul oleh gerakan kontraksi eksentrik. pada taraf nyata alpha 0.2 = 40 . maka unsur-unsur yang perlu diperhatikan adalah kekuatan . Hal ini dibuktikan dengan perbandingan r-hitung > r-tabel dan t-hitung > t-tabel. panjang tungkai atau tinggi badan serta kekuatan otot tungkai pada saat melakukan teknik dasar bola voli sangat mempengaruhi ketinggian untuk mengangkat titik berat badan ke arah atas.05 dari daftar distribusi-t atau t-tabel diperoleh nilai sebesar 2. sebagaimana yang terdapat dalam perhitungan uji hipotesis. 4.Sesuai dengan hasil pengolahan terhadap pengujian distribusi-t di atas. dan pada otot yang panjang akan menimbulkan pemanfaatan kekuatan dan kecepatan secara lebih baik. Badan yang tinggi mempunyai tungkai yang panjang. maka diperoleh nilai t-hitung sebesar 3. Pada akhirnya akan dapat menghasilkan tenaga ledak otot yang sangat besar. Dengan menggunakan derajat kebebasan N .2 = 38. Lebih lanjut Harsono (1988 : 204) mengemukakan bahwa : "Pada olahraga permainan yang dominan menggunakan tungkai. (Radcliffe. Hal ini membuktikan bahwa power tungkai seseorang sangat berpengaruh terhadap pencapaian tingkat keterampilan bermain bola voli pada siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Aceh Barat Tahun Ajaran 1999/2000. 1985 : 23). Daya ledak otot ini merupakan perkalian yang terjadi dari kekuatan otot dengan kecepatan yang dimiliki oleh seseorang. Hubungan ini terjadi disebabkan karena kebutuhan power tungkai.05 sangat terbukti bahwa power tungkai berpengaruh positif terhadap tingkat keterampilan bermain bola voli.

5. dan susunan saraf yang kondusif juga snagt diperlukan. dan berat badan yang ringan.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pengumpulan data dan analisis data yang telah dilakukan tentang pengukuran power tungkai dan keterampilan bermain bola voli pada siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Aceh Barat Tahun Ajaran 1999/2000.2 Rata-rata tingkat keterampilan bermain bola voli pada siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Aceh Barat Tahun Ajaran 1999/2000 mempunyai nilai indeks prestasi sebesar 31. Disamping itu faktor fisik lain yang mendasar adalah unsur kekuatan. Disamping itu bentuk tubuh yang atletis. kekuatan tungkai. Sumosardjuno (1990 : 23) menjelaskan bahwa : "Pemantapan unsur kondisi fisik pada umur 7-13 tahun harus ditangani dengan jenis-jenis permainan tanpa terlalu banyak latihan yang terlalu terorganisir secara ketat karena akan menjadi beban fisiologis maupun psikologis". Dalam usaha tersebut. maka dapat disimpulkan bahwa : 5. agilitas.1.1. yang perlu diperhatikan adalah program latihan yang perlu diperhatikan bahwa latihan yang diberikan untuk usia muda atau usia 12-14 tahun.46 atau berkatagori baik.1. seperti tinggi badan. kecepatan dan daya ledak otot (power) tungkai serta koordinasi dari teknik-teknik dasar permainan perlu dibina dan dikembangkan dengan baik. panjang tungkai. sebaiknya jangan terlalu berat. Unsur-unsur dasar bagi suatu prestasi permainan bola voli meliputi faktor-faktor antropometri.otot punggung.1 Rata-rata power tungkai yang dimiliki oleh siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Aceh Barat Tahun Ajaran 1999/2000 berkisar 49. kelenturan dan power tungkai yang prima". BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Hal ini dibuktikan dengan perbandingan r-hitung dan t-hitung lebih besar dari .75 centimeter atau berkatagori cukup. perbandingan timbangan berat tubuh yang baik. Permainan bola voli merupakan suatu permainan yang sangat membutuhkan koordinasi gerak secra baik. 5.3 Terdapat hubungan yang sangat nyata antara power tungkai dengan tingkat keterampilan bermain bola voli pada siswa SMK Negeri 2 Meulaboh Aceh Barat Tahun Ajaran 1999/2000.

Beutelsthal. 1986. 1988. Penggemar. D. Jakarta. dan Suharto. Andi Offset : Jakarta Harsono. J. 1983. 1985.05. A. S. Prosedur Penelitian Suatu Praktis. Bandung Pioneer : Depdikbud. S. Bina Aksara. H. Belajar Bermain Bola Voli. Dara Prize. P2LPTK : Jakarta Hadi. 1989. Pedoman Atlet. Coaching dan Aspek-aspek Coaching. 1990. Metodologi Research. DAFTAR PUSTAKA Abdullah. penulis sarankan agar dapat meneliti faktor-faktor lain yang juga dominan mempengaruhi prestasi permainan bola voli. PT. Dengan demikian perkembangan dan peningkatan prestasi bola voli untuk Daerah Istimewa Aceh terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. P. 1991. maka penulis mengajukan beberapa saran untuk para pembina. 5.2 Saran-saran Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh serta kesimpulan yang telah penulis simpulkan. : Jakarta Psikologis dalam . Selanjutnya untuk para peneliti yang berkeinginan untuk melanjutkan penelitian ini. Edisi Agustus : Jakarta Arikunto. Pendekatan Balley. Teori Pelatihan Mengajar Olahraga.r-tabel dan t-tabel pada taraf alpha 0. Majalah Sportif Ruang Konsultasi Olahraga. Semarang. guru pendidikan jasmani. Sastra : Jakarta Pembina. 1984. Olahraga untuk Pelatih. PT. D. dan Ambarukmi. Depdikbud. pelatih. Pada akhirnya nama harum daerah akan menjadi sumbangan yang sangat baik bagi mata nasional maupun internasional. maupun masyarakat penggemar olahraga permainan bola voli untuk dapat memperhatikan hasil penelitian ini dengan baik dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam rangka persiapan atlet bola voli yang bermutu.

1983. 1987. Manusia dan Olahraga. P & K : Jakarta Jonhson L. E. 1988. Tinggi Keolahragaan. W. Olahraga Teknik dan Metodik. R. Lutan. Akademi Pressindo : Jakarta.J. R. B. CV. M. A. Jakarta. . Dasar Olahraga Untuk Pembina. 1990. ITB dan FPOK/IKIP Bandung. 1985. I.S. Midas Surya Grafindo. 1981. Tes Olahraga Dalam Keolahragaan.Husni. Buku Pintar Olahraga. Dasar-dasar Ilmiah Semarang Press : Semarang Sekolah IKIP Kepelatihan. Publishing Company Kosasih. Pusat Bahasa Dep. Bandung. 1987. Anatomi Surabaya Klinik. Petunjuk dan Permainan. A. Permainan dan Organisasi Universitas Terbuka : Jakarta Pertandingan. P & K Balai Pustaka : Jakarta Poetra. Plyometrics Explosive Power Training. Champaign Illionis Robinson. Human Kinetics Publishers Inc. R. dkk. Pate. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Bola Voli Bimbingan. 1986. Effhar Offset : Semarang Teknik Sajoto. 1986. 1992. Sujudi.C. Practical Meansurement for Evaluation in Physical Education. Muslim. Dahara Prize : Jakarta Soekarman. 1986. J. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik dalam Olahraga. N. Poerwadarminta.W. Rajawali : Jakarta Racdliffe. 1987. CV. Dep. 1993. Universitas Airlangga : Praktinya. R. M. dkk. Jakarta Mawar Gempita : Isparjadi. 1988. PT. 1986.B and Jack K. Statistik Pendidikan. Yokyakarta. Pelatih dan atlet.

Sukintaka. 1989. Rajawali dalam Uni- Sumosardjuno. S. W. Kamus Umum Lengkap Bahasa Bahasa Indonesia. Sudjana. 1986. 1988. Pengetahuan Praktis Olahraga. 1983. 1990. Statistik dalam Pendidikan. Jakarta. Permainan dan Metodik. Supervisi Pendidikan versitas Indonesia Press : Jakarta Kesehatan Olahraga. Pengantar Press. R. 1990. Tarsito. S. FKIP Syiah Kuala : Banda Aceh Inggris- Universitas . Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar metoda tehnik. 1984. Malang : Semarang Yani. Statistik Inferensial. B. Wojowasito. Gramedia : Jakarta Wirjasantosa. PT. Proyek Buku Sekolah Pendidikan Guru : Jakarta Pengadaan Surachmad. Bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful