BAB II KONSEP DASAR TEORI A.

Pengertian Anemia adalah berkurangnya jumlah eritrosit serta hemoglobin dalam 1 mm3 darah a tau berkurangnya volume sel yang dipadatkan (packed red cells volume) dalam 100 ml darah. Anemia aplastik merupaka keadaan yang disebabkan bekurangnya sel hematopoetik da lam darah tepi seperti eritrosit, leukosit dan trombosit sebagai akibat terhenti nya pembentukan sel hemopoetik dalam sumsum tulang. Anemia aplastik adalah anemia yang normokromik normositer yang disebabkan oleh d isfungsi sumsum tulang, sedemikian sehingga sel darah yang mati tidak diganti. Anemia aplastik adalah anemia yang disebabkan terhentinya pembuatan sel darah ol eh sumsum tulang (kerusakan susum tulang). (Ngastiyah.1997.Hal:359) Anemia aplastik merupaka keadaan yang disebabkan bekurangnya sel hematopoetik da lam darah tepi seperti eritrosit, leukosit dan trombosit sebagai akibat terhenti nya pembentukan sel hemopoetik dalam sumsum tulang. (Staf Pengajar Ilmu Kesehata n Anak FKUI.2005.Hal:451) Anemia aplastik adalah kegagalan anatomi dan fisiologi dari sumsum tulang yang m engarah pada suatu penurunan nyata atau tidak adanya unsur pembentukan darah dal am sumsum.(Sacharin.1996.Hal:412) B. Etiologi a. Faktor congenital : sindrom fanconi yang biasanya disertai kelainan bawa an lain seperti mikrosefali, strabismus, anomali jari, kelainan ginjal dan lain sebagainya. b. Faktor didapat 1. Bahan kimia : benzena, insektisida, senyawa As, Au, Pb. 2. Obat : kloramfenikol, mesantoin (antikonvulsan), piribenzamin (antihista min), santonin-kalomel, obat sitostatika (myleran, methrotrexate, TEM, vincristi ne, rubidomycine dan sebagainya), obat anti tumor (nitrogen mustard), anti micro bial. 3. Radiasi : sinar roentgen, radioaktif. 4. Faktor individu : alergi terhadap obat, bahan kimia dan lain – lain. 5. Infeksi : tuberculosis milier, hepatitis dan lain – lain. 6. Keganasan , penyakit ginjal, gangguan endokrin, dan idiopatik. 7. (Mansjoer.2005.Hal:494) C. Patofisiologi Walaupun banyak penelitian yang telah dilakukan hingga saat ini, patofisiologi a nemia aplastik belum diketahui secara tuntas. Ada 3 teori yang dapat menerangkan patofisiologi penyakit ini yaitu : 1. kerusakan sel hematopoitik 2. kerusakan lingkungan mikro sumsum tulang 3. proses imunologik yang menekan hematopoisis Keberadaan sel induk hematopoitik dapat diketahui lewat petanda sel yaitu CD 34, atau dengan biakan sel. Dalam biakan sel padanan induk hematopoitik dikenal seb agai, longterm culture-initiating cell (LTC-IC), long-term marrow culture (LTMC) , jumlah sel induk/ CD 34 sangat menurun hingga 1-10% dari normal. Demikian juga pengamatan pada cobble-stone area forming cells jumlah sel induk sangat menurun . Bukti klinis yang yang menyokong teori gangguan sel induk ini adalah keberhasi lan transplantasi sumsum tulang pada 60-80% kasus. Hal ini membuktikan bahwa den gan pemberian sel induk dari luar akan terjadi rekonstruksi sumsum tulang pada p asien anemia aplastik. Beberapa sarjana menganggap gangguan ini dapat disebabkan oleh proses imunologik. Kemampuan hidup dan daya proliferasi serta diferensiasi sel induk hematopoitik t ergantung pada lingkungan mikro sumsum tulang yang terdiri dari sel stroma yang menghasilkan berbagai sitokin perangsang seperti GM-CSF,G-CSF dan IL-6 dalam jum lah normal sedangkan sitokin penghambat seperti –? (IFN-?), tumor necrosis factor? (TNF-?), protein macrophage inflamatory 1? (MIP-1?), dan transforming growth f actor –?2 (TGF-?2) akan meningkat. Sel stroma pasien anemia aplastik dapat menunja ng pertumbuhan sel induk, tapi sel stroma normal tidak dapat menumbuhkan sel ind

Hindarkan pemapara n lebih lanjut terhadap agen penyebab yang tidak diketahui. kompleksitas dan spesifitas da ri jalur ini berperan terhadap kerentanan suatu loci dan dapat memberikan penjel asan terhadap jarangnya kejadian reaksi idiosinkronasi obat. Pucat e. Kerusakan akibat Obat. Takikardia i. Terapi suportif Terapi suportif bermanfaat untuk mengatasi kelainan yang timbul akibat pansitope nia. Berdasar temuan tersebut. Terapi Kausal Terapi kausal adalah usaha untuk menghilangkan agen penyebab. Usaha untuk mengatasi anemia Berikan transfusi packed red cell (PRC) jika hemoglobin < 7 gr/ atau tanda payah jantung atau anemia yang sangat simptomatik. Sebagai contoh. Trombositopenia menimbulkan perdarahan mukosa dan kulit d. teori kerusakan lingkunga n mikro sumsum tulang sebagai penyebab mendasar anemia apalstik makin banyak dit inggalkan. Koreksi Hb sebesar 9-10 g% tidak p . perubahan metabolisme obat kemungkina n telah memicu mekanisme kerusakan. Adapun bentuk terapinya adalah sebagai berikut : a. Sesak k. Purpura m. Petekie n. Anoreksia g.Hal:95) A. terutama jika bersifat polar dan memiliki keterbatasan dalam daya laru t dengan air. Peningkatan tekanan sistolik h. Untuk reaksi idiosinkronasi yang paling sering pada dosis rendah obat.uk yang berasal dari pasien. Penurunan pengisian kapler j. Jalur metabolisme dari kebanyakan obat dan z at kimia. b. Kerusakan ekstrinsik pada sumsum terjadi setelah trauma radiasi dan kimiawi sepe rti dosis tinggi pada radiasi dan zat kimia toksik. Akan tetapi. Pusing f. Limfadenopati (Tierney. Granulositopenia dan leukositopenia menyebabkan lebih mudah terkena infe ksi bakteri c. Demam l.2003. Transfusi granulosit konsertat diberikan pada sepsis berat. komponen ini bersifat toxic k arena kecenderungannya untuk berikatan dengan makromolekul seluler. turunan hydroquinones dan quinolon berperan terhadap cedera jari ngan. Anemia aplasia sepertinya tidak disebabkan oleh kerusakan stroma atau produksi f aktor pertumbuhan. Lemah dan mudah lelah b. 2. melibatkan degradasi enzimatik hingga menjadi komponen elektrofili k yang sangat reaktif (yang disebut intermediate). D. Penatalaksanaan Secara garis besar terapi untuk anemia aplastik terdiri atas beberapa terapi seb agai berikut : 1. Manifestasi Klinis Tanda dan gejala yang sering dialami pada anemia aplastik adalah : a.hal ini sulit dilakukan karena etiologinya tidak jelas atau penyebabnya tidak dapat diko reksi. Hepatosplenomegali o. Untuk mengatasi infeksi Hygiene mulut Identifikasi sumber infeksi serta pemberian antibiotik yang tepat dan adekuat/. Pembentukan intermediat metabolit yang berlebihan atau kegagalan dalam det oksifikasi komponen ini kemungkinan akan secara genetic menentukan namun perubah an genetis ini hanya terlihat pada beberapa obat.dkk.

malaise umum Kebutuhan untuk tidur dan istirahat lebih banyak Takikardia. Terapi Definitif Terapi definitif merupakan terapi yang dapat memberikan kesembuhan jangka panjan g. Perdarahan 2. 2. Ini bisa berupa kronolo gi terjadinya penyakit.6 Komplikasi 1. takipnea . register. bahasa yang dipakai. postur lunglai. mis : perdarahan GI . yaitu pemberian metilprednison dosis tingg i b. Terapi untuk memperbaiki fungsi sumsum tulang Obat untuk merangsang fungsi sumsum tulang adalah sebagai berikut : a. pekerjaan. Terapi imunosuprersif Pemberian anti-lymphocyte globuline (ALG) atau anti-thymocyte globuli ne (ATG) dapat menekan proses imunologis Terapi imunosupresif lain. agama. tubuh tidak tegak Bahu menurun. lesu dan kurang tertarik pada sekitarnya Ataksia. Riwayat Penyakit Dahulu Pada pengkajian ini ditemukan kemungkinan penyebab anema aplastik. alamat. Kortikosteroid dosis rendah sampai menengah. Anabolik steroid dapat diberikan oksimetolon atau stanal dengan dosis 2 -3 mg/kgBB/hari. Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Anemia Aplastik Pengkajian Anamnesa Identitas Klien Meliputi nama. tetapi biayanya mahal. Gagal jantung 2. Efek samping yang dialam i berupa virilisasi dan gangguan fungsi hati. Efek terapi tampak setelah 6-8 minggu. 2. sering terjadi pada beberapa keturunan. apatis. status p erkawinan. diagnosa medis. Riwayat Penyakit Keluarga Penyakit keluarga yang berhubungan dengan penyakit anemia merupakan salah satu f aktor predisposisi terjadinya anemia. berjalan lambat dan tanda – tanda lain yang menunjukkan keletihan b. Transplantasi sumsum tulang Transplantasi sumsum tulang merupakan terapi definitif yang memberikan harapan k esembuhan. GM-CSF atau G-CSF dapat diberikan untuk meningkatkan jumlah neutrofil .7 A. da n anemia aplastik yang cenderung diturunkan secara genetik. no. 3. Usaha untuk mengatasi perdarahan Berikan transfusi konsertat trombosit jika terdapat pedarahan mayor atau trombos it < 20. serta penyaki t yang pernah diderita klien sebelumnya yang dapat memperparah keadaan klien dan menghambat proses penyembuhan. Sirkulasi Riwayat kehilangan darah kronis. dipsnea pada saat beraktivitas atau istirahat Letargi. pendidikan. asuransi.000/mm3. Riwayat Penyakit Sekarang Pengumpulan data yang dilakukan untuk menentukan sebab dari anemia yang nantinya membantu dalam membuat rencana tindakan terhadap klien. menarik diri. umur. Pemeriksaan Fisik a. tangga l MRS. Infeksi organ 3. Aktivitas / Istirahat Keletihan.erlu sampai normal karena akan menekan eritropoesis internal c. kelemahan otot. jenis kelamin. golongan darah. 1. Terapi definitif untuk anemia aplastik terdiri atas dua jenis pilihan sebagai be rikut : a. 4.

Diagnosa Keperawatan . Nyeri/kenyamanan Nyeri abdomen samar. dyspepsia. sindrom malabsorpsi Hematemesis. melena Diare atau konstipasi Penurunan haluaran urine Distensi abdomen e. sering infeksi Demam rendah. ataksia g. Integritas Ego Keyakinan agama / budaya mempengaruhi pilihan pengobatan mis transfusi d arah Depresi d. tidak elastic Stomatitis Inflamasi bibir dengan sudut mulut pecah f. penurunan penglihatan dan bayangan pada mata Kelemahan. Neurosensori Sakit kepala. kesulitan menelan (ulkus pada faring) Mual/muntah. faring. gagal ginjal Flatulen. kering. menggigil.pucat Turgor kulit buruk. fen ilbutazon. mudah putus. bibir) dan dasar kuku Sclera biru atau putih seperti mutiara Pengisian kapiler melambat (penurunan aliran darah ke perifer dan vasoko nsriksi kompensasi) Kuku mudah patah. naftalen Tidak toleran terhadap dingin dan / atau panas Transfusi darah sebelumnya Gangguan penglihatan Penyembuhan luka buruk. Pernapasan Napas pendek pada istirahat dan aktivitas Takipnea. Makanan / cairan Penurunan masukan diet Nyeri mulut atau lidah. berkeringat malam Limfadenopati umum Petekie dan ekimosis B. sakit kepala h. pusing. berdenyut. ortopnea dan dispnea i.- Palpitasi (takikardia kompensasi) Hipotensi postural Disritmia : abnormalitas EKG mis : depresi segmen ST dan pendataran atau depresi gelombang T Bunyi jantung murmur sistolik Ekstremitas : pucat pada kulit dan membrane mukosa (konjungtiva. vertigo. ketidakmampuan berko nsentrasi Insomnia. anoreksia Adanya penurunan berat badan Membrane mukusa kering. Eliminasi Riwayat pielonefritis. insektisida. berbentuk seperti sendok (koilonikia) Rambut kering. parestesia tangan / kaki Peka rangsang. menipis c. keseimbangan buruk. gelisah. depresi. feses dengan darah segar. Keamanan Riwayat terpajan terhadap bahan kimia mis : benzene. apatis Tidak mampu berespon lambat dan dangkal Hemoragis retina Epistaksis Gangguan koordinasi. tinnitus. mulut.

2. Catatan : kontraindikasi bila ada hipotensi. Berikan sel darah mer ah lengkap/packed produk darah sesuai indikasi. Awasi tanda vital kaji pengisian kapiler. NCP Nn0 Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Rasional 11 Perubahan perfusi jaringan b. s. Tinggikan kepala tempat tidur sesuai toleransi. 6. 4. Risiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya perta hanan sekunder (penurunan hemoglobin leucopenia. warna kulit/membrane mukosa. atau penurunan granulosit (resp ons inflamasi tertekan). C. Termoreseptor jaringan dermal dangkal karena gangguan oksigen Mengidentifikasi defisiensi dan kebutuhan pengobatan /respons terhadap tera pi. Kurang pengetahuan sehubungan dengan kurang terpajan/mengingat . tidak mengenal sumber informasi. Awasi upaya pernapasan . Iskemia seluler mempengaruhi jaringan miokardial/ potensial risiko infark. Hindari penggunaan botol penghangat atau botol air panas. Ukur suhu air man di dengan thermometer. Gemericik menununjukkan gangguan jajntung karena regangan jantung lama/peni ngkatan kompensasi curah jantung. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen (pengiriman) dan kebutuhan. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kegagal an untuk mencerna atau ketidak mampuan mencerna makanan /absorpsi nutrient yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah. perubah an proses pencernaan. . Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang diperlukan untuk pengiriman oksigen/nutrient ke sel. 5. Meningkatkan ekspansi paru dan memaksimalkan oksigenasi untuk kebutuhan sel uler. auskultasi bunyi napas perhatikan bunyi adventisiu - Selidiki keluhan nyeri dada/palpitasi. Risiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan per ubahan sirkulasi dan neurologist. Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi. Peningkatan perfusi jaringan KH : Klien menunjukkan perfusi adekuat. efek samping terapi obat.1.d penurunan komponen seluler yang diperluka n untuk pengiriman oksigen/nutrient ke sel. dasar kuku. 7. Konstipasi atau Diare berhubungan dengan penurunan masukan diet. Kolaborasi pengawasan hasil pemeriksaan laboraturium. 3. misalnya tanda vital stabil. salah i nterpretasi informasi . Memberikan informasi tentan g derajat/keadekuatan perfusi jaringan dan membantu menetukan kebutuhan interven si.

. batasi pengunjung. sebelum dan sesudah makan. perubahan pola hidup untuk meningkatkan dan atau m empertahankan berat badan yang sesuai. dan tekanan darah masih dalam rentang normal Kaji kemampuan ADL pasien. anjurkan pasien istirahat bila terjadi ke lelahan dan kelemahan. 22 Intoleransi aktivitas b. anjurkan pasien melakukan aktivitas semampunya (tanpa mem aksakan diri).d ketidakseimbangan antara suplai oksigen (pengi riman) dan kebutuhan. Kaji riwayat nutrisi. Kaji kehilangan atau gangguan keseimbangan. Berikan pencuci mulut yang di encerkan bila mukosa oral luka. Berikan lingkungan tenang. Meingkatkan harga diri dan rasa terkontrol. flatus dan dan gejala lain yan g berhubungan Berikan dan Bantu hygiene mulut yang baik . Menununjukkan perilaku. g unakan sikat gigi halus untuk penyikatan yang lembut. misalnya nadi. pe rtahankan tirah baring bila di indikasikan Gunakan teknik menghemat energi. gaya jalan dan kelemahan otot - Observasi tanda-tanda vital sebelum dan sesudah aktivitas.Memaksimalkan transport oksigen ke jaringan. Dapat mempertahankan /meningkatkan ambulasi/aktivitas. dan kurangi suara bising. Mempengaruhi pilihan intervensi/bantuan Menunjukkan perubahan neurology karena defisiensi vitamin B12 mempengaruhi keamanan pasien/risiko cedera Manifestasi kardiopulmonal dari upaya jantung dan paru untuk membawa jumlah oksigen adekuat ke jaringan Meningkatkan istirahat untuk menurunkan kebutuhan oksigen tubuh dan menurun kan regangan jantung dan paru Meningkatkan aktivitas secara bertahap sampai normal dan memperbaiki tonus otot/stamina tanpa kelemahan. pernapasa n. termasuk m akan yang disukai Observasi dan catat masukkan makanan pasien Timbang berat badan setiap hari.d kegagalan untuk mencer na atau ketidak mampuan mencerna makanan /absorpsi nutrient yang diperlukan untu k pembentukan sel darah merah Kebutuhan nutrisi terpenuhi KH : Menunujukkan peningkatan /mempertahankan berat badan dengan nilai laborato rium normal. Tidak mengalami tanda mal nutrisi. Kolaborasi pada ahli gizi untuk rencana diet. Berikan makan sedikit dengan frekuensi sering dan atau makan diantara wa ktu makan Observasi dan catat kejadian mual/muntah. KH : melaporkan peningkatan toleransi aktivitas (termasuk aktivitas sehari-hari) menunjukkan penurunan tanda intolerasi fisiologis. 33 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.

dan demam. meminimalkan kemungkinan infeksi. bebas drainase purulen atau Tingkatkan cuci tangan yang baik . oleh pemberi perawatan pertahanan sekunder (respons inflamasi infeksi. 44 Risiko tinggi terhadap infeksi b. eritema. pantau hasil pemeriksaan laboraturium Kolaborasi. Catat adanya menggigil dan takikardia dengan atau tanpa dema m Amati eritema/cairan luka Ambil specimen untuk kultur/sensitivitas sesuai indikasi Berikan antiseptic topical .- Kolaborasi . atau penurunan granulosit tertekan). memudahkan intervensi Mengawasi masukkan kalori atau kualitas kekurangan konsumsi makanan Mengawasi penurunan berat badan atau efektivitas intervensi nutrisi Menurunkan kelemahan. KH : . Kebutuhan penggantian tergantung pada tipe anemia dan atau adanyan masuk kan oral yang buruk dan defisiensi yang diidentifikasi. menurunkan risiko kolonisasi/infeksi bakteri .mengidentifikasi perilaku untuk mencegah/menurunkan risiko . perianal dan oral dengan cermat Motivasi perubahan posisi/ambulasi yang sering. Catatan : pasien deng an anemia berat/aplastik dapat berisiko akibat flora normal kulit. berikan obat sesuai indikasi Mengidentifikasi defisiensi. Menurunkan pertumbuhan bak teri.d tidak adekuatnya (penurunan hemoglobin leucopenia. Berikan isolasi bila memungkinkan Pantau suhu tubuh. meningkatkan pemasukkan dan mencegah distensi gast er Gejala GI dapat menunjukkan efek anemia (hipoksia) pada organ. Meningkatkan nafsu makan dan pemasukkan oral. dan pasien Pertahankan teknik aseptic ketat pada prosedur/perawatan luka Berikan perawatan kulit. Membantu dalam rencana diet untuk memenuhi kebutuhan individual Meningkatakan efektivitas program pengobatan. Teknik perawatan mulut khusus mungkin di perlukan bila jaringan rapuh/luka/perdarahan dan nyeri berat. antibiotic sistemik mencegah kontaminasi silang/kolonisasi bacterial. Infeksi tidak terjadi.meningkatkan penyembuhan luka. termasuk sumber diet nutri si yang dibutuhkan. latihan batuk dan napas dalam Tingkatkan masukkan cairan adekuat Pantau/batasi pengunjung.

Perlindungan isolasi dibutuhkan pada anemia aplastik. efek samping terapi obat. yang diperlukan sebagai penyebab. adanya proses inflamasi/infeksi membutuhkan evaluasi/pengobatan. membatasi pemajanan pada bakteri/infeksi. factor pemberat. Membuat/kembali pola normal dari fungsi usus. stimulant ringan. kehilangan berlebihan atau alat dalam me ngidentifikasi defisiensi diet membantu dalam memperbaiki konsistensi feses bila konstipasi. KH: Menunjukkan perubahan perilaku/pola hidup. Catatan : pembentukan pus mungkin tidak ada bila granu losit tertekan. Kolaborasi ahli gizi untuk diet siembang dengan tinggi serat dan bulk . Akan membant u memperthankan status hidrasi pada diare menurunkan distress gastric dan distensi abdomen mencegah ekskoriasi kulit dan kerusakan . Pantau keefektifan. mengidentifikasi pathogen khusus dan mempengaruhi pi lihan pengobatan mungkin digunakan secara propilaktik untuk menurunkan kolonisasi atau untuk pen gobatan proses infeksi local 54 Konstipasi atau Diare berhubungan dengan penurunan masukan diet. Lakukan perawatan perianal setiap defekasi bila terjad i diare. Observasi warna feses. konsistensi. (kolaborasi) Berikan obat antidiare. Membantu mengidentifikasi penyebab /factor pemberat dan intervensi yang te pat. perubah an proses pencernaan.menurunkan risiko kerusakan kulit/jaringan dan infeksi meningkatkan ventilasi semua segmen paru dan membantu memobilisasi sekresi untu k mencegah pneumonia membantu dalam pengenceran secret pernapasan untuk mempermudah pengeluaran dan mencegah stasis cairan tubuh misalnya pernapasan dan ginjal. catat perubahan kondisi ku lit atau mulai kerusakan. (kolaborasi). indikator infeksi lokal. bunyi usus secara umum meningkat pada diare dan menurun pada konstipasi dapat mengidentifikasi dehidrasi. bila respons imun sangat terganggu. misalnya Metamucil. Berikan pelembek feses. misalnya Defenoxilat Hidroklorida dengan atro pine (Lomotil) dan obat mengabsorpsi air. - Dorong masukkan cairan 2500-3000 ml/hari dalam toleransi jantung Hindari makanan yang membentuk gas Kaji kondisi kulit perianal dengan sering. laksatif pembentuk bulk ata u enema sesuai indikasi. frekuensi dan jumlah Auskultasi bunyi usus Awasi intake dan output (makanan dan cairan). membedakan adanya infeksi.

tidak mengenal sumber informasi. yang bekerja sebag ai perangsang untuk defekasi. prosedur diagnostic dan rencana pengobatan. megetahui seberapa jauh pengalaman dan pengetahuan klien dan keluarga ten tang penyakitnya dengan mengetahui penyakit dan kondisinya sekarang. Pasien mengerti dan memahami tentang penyakit. selanjutnya meningkatkan beban jantung. Pengetahuan menurunkan ansietas. Anjurkan klien dan keluarga untuk memperhatikan diet makanan nya Minta klien dan keluarga mengulangi kembali tentang materi yang telah dib erikan memberikan dasar pengetahuan sehingga pasien dapat membuat piliha n yang tepat. Berikan i nformasi tentang anemia spesifik. menurunkan motilitas usus bila diare terjadi. Melakukan tiindakan yang perlu/perubahan pola hidup. mengetahui seberapa jauh pemahaman klien dan keluarga serta menilai keber hasilan dari tindakan yang dilakukan . KH : Pasien menyatakan pemahamannya proses penyakit dan penatalaksanaan penya kit. Tinjau tujuan dan persiapan untuk pemeriksaan diagnostic Kaji tingkat pengetahuan klien dan keluarga tentang penyakitnya Berikan penjelasan pada klien tentang penyakitnya dan kondisinya sekarang . salah i nterpretasi informasi . 65 Kurang pengetahuan sehubungan dengan kurang terpajan/mengingat . Mengidentifikasi factor penyebab.serat menahan enzim pencernaan dan mengabsorpsi air dalam alirannya sepanj ang traktus intestinal dan dengan demikian menghasilkan bulk. klien akan tenang dan mengurangi rasa cemas diet dan pola makan yang tepat membantu proses penyembuhan. mempermudah defekasi bila konstipasi terjadi. Diskusikan kenyataan bahwa terapi tergantung p ada tipe dan beratnya anemia. Menurunkan ansietas dan dapat meningkatkan kerjasama dalam program terapi ansietas/ketakutan tentang ketidaktahuan meningkatkan stress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful