TUGAS KELOMPOK

”MAKALAH METODE EKSTRAKSI MINYAK DAN LEMAK”

DISUSUN OLEH:

Disusun Oleh: Kelompok VI Adi Perwira (0907021233) Jefri Berkasa Arianda (0907020642) Novi Yulianti (0907033057) Ardi wibowo

PROGRAM STUDI DIII TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU 2010

khususnya minyak nabati. berkat rahmat dan hidayah-NYA kami dapat menyusun makalah untuk tugas proses industry kimia 1 tentang METODE EKSTRAKSI MINYAK DAN LEMAK. Diharapkan dengan dibuatnya makalah ini. mengandung asam-asam lemak esensial seperti asam lnoleatr.KATA PENGANTAR Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Pekanbaru. Pelarut yang digunakan harus dapat mengekstrak substansi yang diinginkan tanpa melarutkan material lainnya. Metode ekstraksi adalah suatu proses pemisahan dari bahan padat maupun cair dengan bantuan pelarut. lenolenat. Lemak dan minyak merupakan sumber energi yang efektif dibandingkan dengan karbohidrat dan protein Satu gram lemak atau minyak dapat menghasilkan 9 kkal sedangkan karbohidrat dan protein hanya menghasilkan 4 kkal/gram. dapat memberikan tambahan pengetahuan tentang metode ekstraksi minyak dan lemak. Minyak atau lemak. dan arakidonat yang dapat mencegah penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan kolesterol. 10 Desember 2010 Kelompok 6 .

Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi.BAB I PENDAHULUAN 1. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponenkomponen tersebut kemudian dibakar dan menghasilkan energi. Trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol. dan lain. D. Trigliserida adalah suatu ester gliserol. Apabila sel membutuhkan energi.serta sumber vitamin A. E dan K. dan air (H2O). Metode ekstraksi adalah suatu proses pemisahan dari bahan padat maupun cair dengan bantuan pelarut. Minyak dan lemak berperan sangat penting dalam gizi kita terutama karena merupakan sumber energy. enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah. karbondioksida (CO2). karena itu dapat manerima minyak dan lemak dari berbagai sumber baik ternak maupun tanaman.yaitu mengandung 5 kkal per gram atau 37 kilojoul per gram. Latar Belakang Latar Belakang di buatnya makalah ini adalah agar dapat menambah pengetahuan tentang hal – hal yang berkaitan dengan metode ekstraksi minyak dan lemak . sebaliknya di Negara – Negara yang penghasilannya terbatas pada hasil pertanian. kondisi operasinya. Pada umumnya proporsi minyak dan lemak yang dikosumsi ada kaitannya dengan tingkat ekonomi suatu Negara. Di negara – Negara yang telah maju teknologinya jumlah konsumsi lemak umumnya tinggi.minyak merupakan jenis makanan yang [paling padat energy. jumlah konsumsi lemaknya rendah. tahap-tahap prosesnya. Pelarut yang digunakan harus dapat mengekstrak substansi yang diinginkan tanpa melarutkan material lainnya. . Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99% trigliserida. Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. cita rasa. artinya makanannya terdiri dari bahan hewani maupun nabati.lain. Manusia dapat digolongkan mahluk omnivora.

.2. Tujuan Selain dilatarbelakangi tujuan agar dapat menambah pengetahuan pembaca atau mahasiwa/i yaitu untuk memenuhi Tugas Makalah Kelompok yang diberikan oleh Dosen Mata Kuliah Proses Industri kimia 1 3. Metoda Metoda yang digunakan dalam menyelesaikan makalah ini adalah dengan cara mencari informasi dan data-data dari buku dan lewat jalur Internet.

Faktorfaktor yang mempengaruhi laju ekstraksi adalah:      Tipe persiapan sampel Waktu ekstraksi Kuantitas pelarut Suhu pelarut Tipe pelarut Lemak merupakan bahan padat pada suhu kamar. Sehingga mempunyai titik lebur yang lebih tinggi. Apabila terdapat satu .BAB II PEMBAHASAN Metode ekstraksi adalah suatu proses pemisahan dari bahan padat maupun cair dengan bantuan pelarut. Proses ini merupakan proses yang bersifat fisik karena komponen terlarut kemudian dikembalikan lagi ke keadaan semula tanpa mengalami perubahan kimiawi. Trigliserida adalah suatu ester gliserol. Namun sering juga digunakan pada padatan yang larut karena efektivitasnya. Pelarut yang digunakan harus dapat mengekstrak substansi yang diinginkan tanpa melarutkan material lainnya. Trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol. Ekstraksi dari bahan padat dapat dilakukan jika bahan yang diinginkan dapat larut dalam solven pengekstraksi. diantaranya disebabkan kandungannya yang tinggi akan asam lemak jenuh yang secara kimia tidak mengandung ikatan rangkap. Ekstraksi berkelanjutan diperlukan apabila padatan hanya sedikit larut dalam pelarut. Minyak merupakan bahan cair diantaranya disebabkan rendahnya kandungan asam lemak jenuh dan tingginya kandungan asam yang tak jenuh. Ekstraksi padat cair atau leaching adalah transfer difusi komponen terlarut dari padatan inert ke dalam pelarutnya. Contoh asam lemak jenuh yang terdapat di alam adalah asam palmitat dan asam stearat. sehingga mempunyai titik lebur yang rendah Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99% trigliserida. yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap diantara atom-atom karbonnya.

Kolesterol merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. trigliserida. Minyak dapat diekstraksi dengan perkolasi. karbondioksida (CO2). Pada umumnya lemak tidak larut dalam air. Kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting seperti vitamin D (untuk membentuk & mempertahankan tulang yang sehat). Sehingga dapat disimpulkan:  Dalam proses perkolasi. bahkan saat sirkulasinya cepat. Agar lemak dapat diangkut ke dalam peredaran darah.  Untuk perkolasi yang baik. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida.asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. dan gabungan perkolasi-imersi. imersi. Dengan metode perkolasi. yang berarti juga tidak larut dalam plasma darah.  Dalam proses imersi. Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat. Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponen-komponen tersebut kemudian dibakar dan menghasilkan energi. Ikatan antara lemak (kolesterol. maka lemak tersebut harus dibuat larut dengan cara mengikatkannya pada protein yang larut dalam air. dan air (H2O). Lipoprotein bertugas mengangkut lemak dari tempat pembentukannya menuju tempat penggunaannya. laju di saat pelarut berkontak dengan permukaan bahan selalu tinggi dan pelarut mengalir dengan cepat membasahi bahan karena pengaruh gravitasi. Apabila sel membutuhkan energi. . dan fosfolipid) dengan protein ini disebut Lipoprotein (dari kata Lipo=lemak. pelarut jatuh membasahi bahan tanpa merendam dan berkontak dengan seluruh spasi diantara partikel. bahan berkontak dengan pelarut secara periodeik sampai bahan benar-banar terendam oleh pelarut. Sementara imersi terjadi saat bahan benar-benar terendam oleh pelarut yang bersirkulasi di dalam ekstraktor. dan protein). Oleh karena itu pelarut mengalir perlahan pada permukaan bahan. enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah. hormon seks (contohnya Estrogen & Testosteron) dan asam empedu (untuk fungsi pencernaan ). partikel bahan harus sama besar untuk mempermudah pelarut bergerak melalui bahan.

Keuntungan dari dari metode kering ini. Metode perkolasi biasa digunakan untuk mengekstraksi bahan yang kandungan minyaknya lebih mudah terekstraksi. Sementara metode imersi lebih cocok digunakan untuk mengekstraksi minyak yang berdifusi lambat. Kerugian metode ini ialah pelarut yang digunakan harus mudah menguap dan hanya digunakan untuk ekstraksi senyawa yang tahan panas. pelarut yang digunakan mudah terbakar dan adanya zat lain yang ikut terekstrak sebagai lemak. pigmen karotenoid. asam lemak bebas. sterol. Metode kering pada ekstraksi lemak mempunyai prinsip bahwa mengeluarkan lemak dan zat yang terlarut dalam lemak tersebut dari sampel yang telah kering benar dengan menggunakan pelarut anyhidrous. Metode soxhlet ini dipilih karena pelarut yang digunakan lebih sedikit (efesiensi bahan) dan larutan sari yang dialirkan melalui sifon tetap tinggal dalam labu. . Kelemahannya metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama. dan mempunyai ketepatan yang baik. Ada dua kelompok umum untuk mengekstraksi lemak yaitu metode ekstraksi kering dan metode ekstraksi basah. Waktu yang digunakan lebih cepat. yaitu metode ekstraksi kering (menggunakan soxhlet) dan metode ekstraksi basah. sulit untuk melakukan ekstraksi lemak secara murni. Prinsip kerja dari metode weubull adalah ekstraksi lemak dengan pelarut nonpolar setelah sampel dihidrolisis dalam suasana asam untuk membebaskan lemak yang terikat. Oleh karena itu. pelarut disirkulasikan secara counter-current terhadap bahan. praktikum menjadi amat sederhana. sehingga pelarut yang digunakan untuk mengekstrak sampel selalu baru dan meningkatkan laju ekstraksi. bersifat universal. Hal itu disebabkan pada waktu ekstraksi lemak dengan pelarut lemak. metode yang digunakan dalam analisis kadar lemak dapat menggunakan metode weibull. seperti phospholipid. Sehingga bahan dengan kandungan minyak paling sedikit harus berkontak dengan pelarut yang kosentrasinya paling rendah. dan klorofil. hasil analisis lemak ditetapkan sebagai lemak kasar. Prinsip soxhlet ialah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik. Dalam analisis lemak. Selain itu. Terdapat dua metode dalam penentukan kadar lemak suatu sampel. Dalam kedua prosedur.

pelarut dipanaskan dalam labu didih sehingga menghasilkan uap. Misalnya senyawa yang menimbulkan bau dan/atau rasa tertentu. Kemudian pelarut seluruhnya akan menggejorok masuk kembali ke dalam labu didih dan begitu seterusnya. Namun pada ekstraktor Butt. Kemudian pelarut masuk ke dalam selongsong berisi padatan. Kemudian pelarut masuk ke dalam selongsong langsung lalu keluar dan masuk kembali ke dalam labu didih tanpa efek sifon. Uap tersebut kemudian masuk ke kondensor melalui pipa kecil dan keluar dalam fasa cair. Hal ini menyebabkan ekstraksi Butt berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan (rapid). Ekstraktor Butt dinilai lebih efektif daripada ekstraktor Soxhlet. Ekstraksi Soxhlet Ada dua jenis ekstraktor yang lazim digunakan pada skala laboratorium. yaitu ekstraktor Soxhlet dan ekstraktor Butt. Selain itu ekstraksinya juga lebih merata. Hal ini didasari oleh faktor berikut: . Prinsip kerja ekstraktor Butt mirip dengan ekstraktor Soxhlet. Pada ekstraktor Soxhlet. Pelarut akan membasahi sampel dan tertahan di dalam selongsong sampai tinggi pelarut dalam pipa sifon sama dengan tinggi pelarut di selongsong. Peristiwa ini disebut dengan efek sifon. uap pelarut naik ke kondensor melalui annulus di antara selongsong dan dinding dalam tabung Butt.Ekstraksi bahan makanan biasa dilakukan untuk mengambil senyawa pembentuk rasa bahan tersebut.

Sementara pada ekstraktor Butt. bahan terekstrak yang dihasilkan tidak berbeda untuk kedua macam cara ekstraksi Kerugian metode ini ialah pelarut yang digunakan harus mudah menguap dan hanya digunakan untuk ekstraksi senyawa yang tahan panas. sehingga pelarut yang digunakan untuk mengekstrak sampel selalu baru dan meningkatkan laju ekstraksi. Sehingga sampel yang berada di bawah akan terekstraksi lebih banyak daripada bagian atas. pelarut seluruhnya dilindungi oleh jaket uap yang mencegah perpindahan panas pelarut ke udara dalam ruangan. Maka akan terjadi perpindahan panas dari pelarut panas di dalam pipa ke ruangan. Sedangkan pada ekstraktor Butt. Makin polar pelarut. ekstraksi dengan Soxhlet memberikan hasil ekstrak yang lebih tinggi. Waktu yang digunakan lebih cepat.  Pada ekstraktor Soxhlet terdapat pipa sifon yang berkontak langsung dengan udara ruangan. pelarut langsung keluar menuju labu didih. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN METODE SOXHLET Metode soxhlet ini dipilih karena pelarut yang digunakan lebih sedikit (efesiensi bahan) dan larutan sari yang dialirkan melalui sifon tetap tinggal dalam labu. Pada ekstraktor Soxhlet cairan akan menggejorok ke dalam labu setelah tinggi pelarut dalam selongsong sama dengan pipa sifon. Akibatnya suhu di dalam Soxhlet tidak merata. Dibandingkan dengan cara maserasi. Hal ini menyebabkan ada bagian sampel yang berkontak lebih lama dengan cairan daripada bagian lainnya. Ekstraksi dengan Soxhlet memberikan hasil ekstrak yang lebih tinggi karena pada cara ini digunakan pemanasan yang diduga memperbaiki kelarutan ekstrak. Akibatnya ekstraksi menjadi tidak merata. . Sampel berkontak dengan pelarut dalam waktu yang sama. DASAR PEMILIHAN METODE.

Lemak dan minyak merupakan zat makana yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh manusia.1 Kesimpulan Metode ekstraksi adalah suatu proses pemisahan dari bahan padat maupun cair dengan bantuan pelarut. . 1. kritik dan saran membangun penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah ini. Selain itu lemak dan minyak juga merupakan sumber energi. Pelarut yang digunakan harus dapat mengekstrak substansi yang diinginkan tanpa melarutkan material lainnya.BAB III KESIMPULAN 1.2 Saran Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kesalahan dan kekhilafan.

The Journal of Industrial and Engineering Chemistry. Whitaker. Jakarta: Penerbit EGC. http://commons. .com Lucas. peternakan. Anonim. P.wikipedia.id/user/ptek97-24. http://whale.jpg diakses tanggal 20 Agustus 2008 Anonim. Biokimia. M. 1949.deptan. W Rodwell.wikimedia.edu/bwcontaminants/analysis.wheelock. David Pressman.DAFTAR PUSTAKA Anonim.litbang. 2008.html diakses tanggal 20 Agustus 2008 Darmasih. 1997. New York: John Wiley and Sons.org [28 Maret 2010]. [28 Maret 2010] Harper.C. www. Prinsip Soxhlet. 2008. Easton: Eschenbach Printing Company.go. V.com http://wikipedia. A Mayes. Inc. http://google. Howard J.pdf. 2010. 1979. 1915.org/wiki/Image:Soxhlet_Extractor. Principles and Practice In Organic Chemistry. Lemak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful