P. 1
poros dan pasak elemen mesin

poros dan pasak elemen mesin

|Views: 2,131|Likes:
Published by mzlathan_ibrhakhim

elemen mesin

elemen mesin

More info:

Published by: mzlathan_ibrhakhim on Dec 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

01/26/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

MAKALAH ELEMEN MESIN “PASAK DAN POROS”

Diajukan sebagai tugas mata kuliah Elemen mesin

Disusun oleh: Maulana haris hidayat / TAB 0420120061

POLITEKNIK MANUFAKTUR ASTRA
JL.GAYA MOTOR RAYA NO.8 SUNTER II JAKARTA UTARA

Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan.KATA PENGANTAR Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT.yaitu poros dan pasak. karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. dimana makalah ini merupakan salah satu dari tugas mata kuliah elemen mesin . Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. . oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun.

dan ketahanan dari berbagai komponen tersebut. Dalam merencanakan sebuah mesin harus memperhatikan faktor keamanan baik untuk mesin itu sendiri maupun bagi operatornya. Teori komponen berfungsi untuk memberi landasan dalam perancangan ataupun pembuatan alat. safety factor. Ketepatan dan ketelitian dalam pemilihan berbagai nilai atau ukuran dari komponen itu sangat mempengaruhi kinerja dari alat yang akan dirancang Mesin merupakan kesatuan dari berbagai komponen yang selalu berkaitan dengan elemen-elemen mesin yang bekerja sama satu dengan yang lainnya secara kompak sehingga menghasilkan suatu rangkaian gerakan yang sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.1 Latar belakang Dalam perancangan suatu alat dibutuhkan beberapa komponen pendukung.BAB I PENDAHULUAN 1. Dalam pemilihan elemen-elemen dari mesin juga harus memperhatikan kekuatan bahan. Adapun elemen tersebut diantaranya adalah poros dan pasak .

digunakan bantalan .1 Poros Poros merupakan salah satu bagian yang terpenting dari setiap mesin. puli dan sproket.1 Macam-macam poros Poros untuk meneruskam daya diklasifikasikan menurut pembebanannya sebagai berikut: 1. .BAB II PEMBAHASAN 2.Komponen mesin yang sering digunakan bersamaan dengan poros adalah roda gigi. Poros mentransmisikan torsi dari driver (motor atau engine) ke driven. Hampir setiap mesin meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran. Transmisi torsi antar poros dilakukan dengan pasangan roda gigi. Poros transmisi Poros transmisi (transmission shaft) atau sering hanya disebut poros (shaft) digunakan pada mesin rotasi untuk mentransmisikan putaran dan torsi dari satu lokasi kelokasi yang lain. Poros bisa menjadi satu dengan driver.Sebagai dudukan poros. 2. seperti pada poros motor dan engine crankshaft.1. Elemen utama dalam tranmisi seperti itu adalah poros. bisa juga poros bebas yang dihubungkan ke poros lainnya dengan kopling. sabuk atau rantai.

Gandar Poros seperti yang di pasng di antara roda – roda kereta barang. Syarat yang harus di penuhi poros ini adalah deformasinya harus kecil dan bentuk serta ukuranya harus teliti. seperti poros utama mesin perkakas. disebut gandar. poros engkol sebagai poros utama dari mesin torak. dan lain-lain. kecuali jika digerakan oleh penggerak mula dimana akan mengalami beban puntir juga.3. dimana beban utamanya berupa puntiran. bahkan kadang – kadang tidak boleh berputar. dimana tidak mendapat beban puntir. Poros. Gambar 2. 3. Poros luwes untuk tranmisi daya kecil agar terdapat kebebasan bagi perubahan arah. Gandar ini hanya mendapat beban lentur. dan lain-lain. disebut sepindel. Menurut bentuknya poros dapat digolongkan atas poros lurus umum. Spindel Poros transmisi yang relatif pendek.2. .

8 Geometri spline involut SAE menstandarkan bentuk gigi involut dan kotak pada spline. Gambar 7. Penampang spline jaman dahulu berbentuk kotak. sehingga tidak perlu dilakukan penggerindaan. Untuk itu rancangan . Pitch diametral standar adalah 2. Standar spline involut mempunyai sudut tekan 30° dan setengah kedalaman standar gigi roda gigi.5. Cara yang digunakan untuk membuat profil involut pada spline adalah sama dengan cara yang digunakan pada pembuatan profil roda gigi. 16. 32. sedangkan ANSI menstandarkan spline involut. Beban pada spline biasanya adalah torsi murni. Ukuran gigi didefinisikan sebagai rasio antara pitch diametral (lebar gigi) dengan kedalaman gigi (dua kali besar pitch diametral).Poros Bintang (Spline) Spline digunakan pada poros dengan beban torsi yang tidak mampu lagi ditahan oleh pasak. 6. 12. Spline standar mempunyai 6 sampai 25 gigi. Root spline bisa berbentuk datar atau fillet. Tetapi tetap ada kemungkinan terjadinya superposisi beban torsi dengan bending. 5. keakuratan bentuk gigi karena digunakannya alat potong standar. Spline juga digunakan pada transmisi truk nonotomatis dan nonsinkron untuk menghubungkan roda gigi yang bisa dipindah secara aksial pada porosnya. saat ini digunakan spline berpenampang involut. dan finishing pada permukaan baik karena digunakannya proses pemotongan dengan roda gigi standar. Kelebihan digunakannya profil involut adalah lebih kuat dan konsentrasi tegangan yang akan terjadi akan lebih kecil dibanding dengan profil kotak. 24. Profil involut biasanya digunakan pada roda gigi. 4. baik steady maupun berfluktuasi. seperti pada gambar 7. Keuntungan pemakaian spline adalah kekuatan maksimal pada root gigi.8. 20. dan 48. Penggunaan spline adalah untuk menghubungkan poros transmisi output pada poros engine pada mobil dan truk ketika pergerakan suspensi mengakibatkan pergerakan aksial antara keduanya. 3. 10. Spline adalah poros dengan pasak terintegrasi. 40. 8. yaitu kontur bergerigi pada bagian luar poros dan bagian dalam hub. Keuntungan utama penggunaan spline dibanding pasak adalah kemampuannya dengan clearance yang cukup untuk mengakomodasi pergerakan aksial yang besar antara poros dan hub dengan tetap mentransmisikan torsi.

Karakter pembebanan yang terjadi bisa konstan. sehingga kantilever spline sependek mungkin. Tegangan yang terjadi karena beban bending maupun torsi bisa fully reversed.1.yang baik harus dilakukan dengan momen bending sekecil mungkin. tegangan yang terjadi pada as dengan roda gigi atau puli yang berputar pada bantalan terhadap as tersebut adalah tegangan statik. Pada poros yang dibebani dengan bending steady akan terjadi tegangan fully reversed seperti pada gambar (a). pembebanan pada poros ada 2 macam. repeated ataupun fluctuating. bervariasi terhadap waktu. Yaitu dengan menempatkan bantalan pada posisi yang tepat. puli atau sproket. 2.2 pembebanan poros Pada prinsipnya. Pada pembebanan konstan terhadap waktu. yaitu puntiran karena beban torsi dan bending karena beban transversal pada roda gigi. Perbedaan antara poros dan as (axle) adalah poros meneruskan momen torsi (berputar). maupun kombinasi dari keduanya. seperti pada gambar Pembebanan Statik Bending dan Torsi Tegangan normal maksimum karena beban transversal σx  Tegangan geser maksimumnya Mc I Tc J τxy  untuk penampang bulat c d 2 I πd 4 J πd 4 64 32 . Beban yang terjadi juga bisa merupakan kombinasi dari keduanya. sedangkan as tidak.

σ2  σ 2 2 x xτxy 2  16 3 πd M  M 2 2 T 2  τ1.Sehingga tegangan normal utamanya bisa dihitung (σy=0) σ 2 Tegangan geser utama σ1.1M-1985 tentang ’Design of Transmission Shafting’). maka faktor keamanannya dihitung dengan Ns  πd 3Ssy 2 32 M  3 2 4T Menurut kriteria tegangan geser maksimum. kegagalan poros akan terjadi ketika 2 T 2 σ1 σ1 ≥ S sy Ns ⇔ 32M  πd 3 ≥ S sy Ns Kegagalan Poros pada Pembebanan Kombinasi Penelitian terhadap kegagalan fatigue untuk baja ulet dan besi cor getas pada pembebanan kombinasi antara bending dan torsi pertama kali dilakukan di Inggris pada 1930 oleh Davis. Kombinasi bending dan torsi pada material ulet yang mengalami fatigue biasanya terjadi pada elips yang dibentuk oleh persamaan pada Material cor getas biasanya gagal ketika terjadi tegangan utama maksimal . Gough dan Pollard(ANSI/ASME Standard B106. Diameter minimum poros 1 32N d  πS s 3 M  4T 2 2 2 sy Jika diameter poros diketahui.τ2  σx 2 2 τxy 2  16 πd M T 2 3 Menurut kriteria energi distorsi. kegagalan poros akan terjadi ketika σ1 σ2 −σ1σ2 ≥ 2 2 S sy ⇔ 16 πd 3 4M 2  3T 2 ≥ S sy Ns ketika mulai terjadi kegagalan adalah Ns dimana Ssy adalah kekuatan yield dan Ns adalah faktor keamanan.

. Perunggu dan stailess steel digunakan di laut atau pada kondisi korisif lainnya. Permukaan poros yang di roll panas harus dimesin untuk menghilangkan karburizing pada permukaan. tetapi akan terjadi tegangan sisa pada permukaan.). Perancangan poros juga dipengaruhi hubungan frekuensi pribadi poros (pada pembebanan bending dan torsi) terhadap frekuensi pembebanan terhadap waktu. yaitu : P  Tω Pada mesin yang beroperasi dengan torsi atau kecepatan sudut bervariasi terhadap waktu. Besi cor dan besi nodular digunakan ketika gear atau komponen lain terintegrasi pada poros. Kebanyakan poros terbuat dari baja karbon rendah dan medium yang dirol panas (hot rolled) maupun dingin (cold rolled). karena defleksi yang besar akan mempercepat keausan bantalan dan mengakibatkan terjadinya misalignment pada roda gigi. sedangkan hot rolled untuk diameter yang lebih besar. sifat mekanik pada cold rolled lebih besar. baru kemudian menghitung defleksi berdasar geometri yang telah ditentukan. Ketika diperlukan kekuatan yang lebih tinggi. pertama kali yang dilakukan adalah berdasar tegangan yang terjadi. Daya Poros Daya instan yang ditransmisikan poros adalah hasil perkalian torsi T dengan kecepatan sudut ω (ω dalam radian per satuan waktu). sedangkan permukaan yang di roll dingin dibiarkan.Material Poros Baja sering digunakan karena modulus elastisitasnya tinggi. Tetapi. Sehingga dalam merancang poros. Alur pasak. Untuk material yang sama. Jika frekuensi pembebanan mendekati frekuensi pribadi poros. sabuk dan rantai. groove dan step akan melokalisasi adanya tegangan sisa dan akan mengakibatkan „warping‟. Through atau case hardened steel sering digunakan pada poros yang digunakan juga sebagai jurnal pada sleeve bearing. harus diketahui terlebih dahulu geometri seluruh bagian poros. Defleksi sering menjadi parameter kritis. untuk menghitung defleksi yang terjadi. Cold rolled sering digunakan pada poros diameter kecil (sampai diameter 3 in. bisa digunakan baja paduan. Tegangan pada poros bisa dihitung hanya pada posisi tertentu yang ditinjau dengan mengetahui beban dan penampang poros. sehingga ketahannya terhadap defleksi tinggi. akan terjadi resonansi. sehingga timbul getaran. daya rata-ratanya adalah : Pavg  Tavgωavg Perancangan Poros Tegangan dan defleksi adalah parameter yang harus diperhatikan pada perancangan poros. kecuali pada bagian dispesifikasikan pada perancangan. seperti untuk tempat bantalan dll. tegangan dan defleksi yang besar.

baja karbon rendah baik untuk digunakan karena kekakuannya setinggi baja dengan harga yang lebih murah dan pada poros yang dirancang untuk defleksi. tetapi harganya akan lebih mahal dan diameter akan lebih besar. Usahakan menghindarkan kenaikan tegangan pada lokasi momen bending yang besar jika memungkinkan dan meminimalisasi efeknya dengan cara menambahkan fillet dan relief. e. f.1 Pengertian pasak Pasak merupakan sepotong baja lunak (mild steel). b. i.005 inch dan slope relatif antar sumbu roda gigi harus kurang dari 0.Aturan umum perancangan poros : a. tetapi akan semakin sulit untuk dicapai 2. Semakin besar akan semakin baik.03º. Jika digunakan plain bearing. Jika terjadi gaya aksial. defleksi sudut poros pada bantalan harus dijaga kurang dari 0. Pemasangan pasak antara poros dan hub dilakukan dengan membenamkan pasak pada alur yang terdapat antara poros dan hub sebagai tempat dudukan pasak dengan posisi memanjang sejajar sumbu poros. h. berfungsi sebagai pengunci yang disisipkan diantara poros dan hub (bos) sebuah roda pulli atau roda gigi agar keduanya tersambung dengan pasti sehingga mampu meneruskan momen putar/torsi. Poros berlubang mempunyai perbandingan kekakuan dengan massa (kekakuan spesifik) lebih baik dan frekuensi pribadi lebih besar dari pada poros pejal. dan mengusahakan tumpuan sederhana. c. Jika digunakan non-self-alligning rolling element bearing. poros diusahakan sependek mungkin dan meminimalisasi keadaan „overhang‟. defleksi poros pada arah sepanjang bantalan harus kurang dari tebal lapisan oli pada bantalan. Jika tujuan utamanya adalah meminimalisasi defleksi. g. harus digunakan paling tidak sebuah thrust bearing untuk setiap arah gayanya. tegangan yang terjadi cenderung kecil. Frekuensi pribadi pertama poros minimal tiga kali frekuensi tertinggi ketika gaya terbesar yang diharapkan terjadi pada saat operasi. . Jangan membagi gaya aksial pada beberapa thrust bearing karena ekspansi termal pada poros akan mengakibatkan overload pada bantalan j.2. d. Hal ini karena batang kantilever akan terdefleksi lebih besar. Untuk meminimalisasi defleksi dan tegangan. Sebisa mungkin menghindari susunan batang kantilever.2 PASAK 2. Defleksi pada roda gigi yang terpasang pada pada poros tidak boleh melebihi 0. kecuali karena tuntutan perancangan.04º.

Ada 2 macam pasak miring.Menurut ASME.” Standar pengelompokan pasak berdasarkan bentuk dan dimensinya. definisi pasak adalah “demountable elemen mesin yang ketika dipasang pada alurnya.2. Pasak paralel berpenampang segi empat dengan tinggi dan lebar konstan pada arah memanjang Pasak miring mempunyai lebar konstan dengan tinggi bervariasi secara linier pada arah memanjang dengan kemiringan 1/8 inch per foot dan dipasang pada alur miring sampai terkunci.Lebar pasak : w = d/4 . dipasang pada alur pasak yang juga berbentuk setengah lingkaran. PB Sama sisi/persegi Disini lebar pasak sama dengan tebalnya. PB Kepala tirus) Memiliki bentuk yang sama dengan PB Persegi Panjang tetapi dilengkapi kepala pada salah satu bagian ujungnya. seperti retaining ring atau clamp collar 2. d. PB Ikat Pasak diikat pada poros. . Pasak miring bisa langsung mengunci gerakan aksial. PB Sejajar (sama dengan PB Persegi Panjang tetapi penampang memanjang tidak seperti ini dimaksudkan agar hub atau sebaliknya poros dapat digeser satu sama lain di sepanjang sumbu poros. Berfungsi untuk memudahkan proses bongkar pasang.2 Macam Pasak Beberapa tipe yang digunakan pada sambungan elemen mesin. mempunyai kegunaan untuk mentransmisikan torsi antara poros dan hub. Pasak Benam (PB) pada bagian hub. perlu ditambahkan alat untuk mengunci. e. W dimana : d = diameter poros atau lubang lubang Hub. PB Persegi Panjang (penampang memanjang tirus perbandingan 1 : 1000) Dengan : . Terdiri atas beberapa jenis : a. yaitu pasak miring tanpa kepala dan dengan kepala gib Pasak woodruff berbentuk setengah lingkaran dengan lebar konstan. (w = t = d/4 ) c. b. sedangkan pada pasak paralel atau woodruff. adalah : Pasak jenis ini dipasang terbenam setengah pada bagian poros dan setengah 1.Tebal pasak : t = 2/3. bebas pada hub atau sebaliknya agar bagian yang bebas bisa digerakkan aksial (searah poros).

Merupakan pasak tipe khusus untuk memindahkan torsi/momen putar sekaligus diizinkan adanya pergerakan aksial disepanjang sumbu poros. karena terdapat pada hub. Ada dua posisi pemasangannya atau kedudukannya pada poros dan hub. Umumnya digunakan untuk poros yang meneruskan tenaga putar kecil. b. f. Kelebihan dari jenis pasak ini adalah : dapat menyesuaikan sendiri dengan kemiringan (ketirusan) bentuk celah yang Sesuai untuk poros dengan konstruksi tirus pada bagian ujungnya. Pasak Bulat Merupakan pasak berpenampang bulat yang dipasang ngepas dalam lubang antara poros dan hub. Tebalnya : t = w/3 = d/12 3. yakni : Merupakan pasak tirus yang dipasang pas pada alur hub dan datar pada lengkung poros. Pasak Pelana Lengkung Merupakan pasak tirus yang dipasang pas pada alurnya dihub dan bagian sudut bawahnya dipasang pas pada bagian lengkung poros. mencegah kemungkinan lepasnya pasak. Jenis ini digunakan secara luas pada mesin-mesin kendaraan dan perkakas. yakni : a. Sehingga hanya mampu digunakan untuk poros-poros beban ringan sebagai penyortir beban. Alur yang terlalu dalam pada poros akan melemahkan poros Tidak dapat difungsikan sebagai PB Ikat. jadi mudah slip pada poros jika mengalami kelebihan beban torsi. karena pasak dibenam pada alur yang berbentuk setengah lingkaran pada poros. Pasak Pelana Pasak Pelana Datar Terdiri dari dua tipe. dipasang membujur (sejajar sumbu poros) dipasang melintang (tegak lurus sumbu poros) . Kelebihannya adalah pembuatan alur dapat dilakukan dengan mudah setelah hub terpasang pada poros dengan cara dibor. PB Segmen Merupakan jenis pasak yang dapat disetel dengan mudah. Kekurangannya : 2.

terutama bagi hub yang dapat digesergeser secara aksial. maka pada pasak akan bekerja gaya-gaya seperti : a) Gaya Radial Gaya yang memberikan tekanan pada pasak dengan arah tegak lurus sumbu poros. Kegagalan geser terjadi ketika pasak dibebani geser pada bidang yang sejajar bidang pertemuan antara poros dan hub. b) Gaya tangensial Gaya yang menimbulkan tegangan geser dan tekanan bidang pada pasak Pada saat bekerja meneruskan tenaga putar. 6. Spline pada poros biasanya relatif lebih panjang. yaitu geser dan bearing. Pasaknya yang berjumlah banyak yakni : 4. Gaya yang bekerja pada pasak adalah hasil bagi torsi dengan jari-jari. Karena hampir menyerupai sehingga sering disebut sebagai pasak bintang (Spline). Karena konstruksi pasaknya dibuat lansung pada bahan poros dan hub yang saling terkait. 10 sampai 16 buah . gaya tangensial‟lah yang memberikan nilai terbesar dibandingkan dengan Tegangan pada Pasak Ada dua macam kegagalan pada pasak. Bahan pasak dan poros yang digunakan biasanya sama. Ashear adalah perkalian antara lebar (w) dengan panjang (L) pasak. Kegagalan geser Tegangan karena beban geser langsung : F τxy  Ashear F adalah gaya yang bekerja.4. Kegagalan bearing terjadi karena penekanan pada kedua sisi pasak. . 8. Umumnya digunakan untuk poros-poros yang harus mentrasmisikan tenaga putar besar. Pasak Bintang (Spline) Pasak jenis ini memiliki kekuatan yang lebih besar dibanding dengan tipe-tipe lainnya.pada kontruksi pasak. seperti pada mesin-mesin tenaga dan sistim transmisi kendaraan. Gaya-gaya yang bekerja pada pasak Saat poros dignakan untuk mentransmisikan daya.

40Sy dimana Sy adalah kekuatan yield. Sehingga variabel perancangan yang digunakan adalah panjang dan jumlah pasak tiap hub-nya.Pada pembebanan dengan torsi konstan terhadap waktu. dan τall  Sys  0. Pasak berperan sebagai pengaman untuk melindungi bagian yang lebih mahal karena pasak relatif lebih murah dan mudah untuk diganti. Perancangan Pasak Diameter poros di mana alur pasak berada mempengaruhi lebar pasak. Semakin besar diameter pasak woodruff. Jika terjadi overload beban. semakin dalam alur pasak. Untuk lebar pasak woodruff tertentu. terdapat beberapa diameter dan menentukan panjang masuknya pasak pada hub. faktor keamanannya adalah perbandingan tegangan geser dengan kekuatan yield material S τxy ≤ sy Ns dimana Ssy adalah tegangan geser yang diijinkan. tinggi pasak juga dipengaruhi oleh lebar pasak. . Kalau dibutuhkan 2 buah. Hal ini menjadi alasan kenapa material pasak dipilih ulet dan lunak dengan kekuatan lebih rendah dibanding dengan material poros. sehingga poros semakin lemah. Baja karbon rendah adalah material yang sering digunakan. Panjang pasak paralel dan miring bisa sama dengan panjang hub. Faktor keamanan dicari dengan menghitung tegangan geser rata-rata dan alternating. menghitung tegangan von misses rata-rata dan alternating. Kemudian digunakan diagram Goodman Material Pasak Karena beban pasak adalah geser. Pada pembebanan dengan torsi yang berubah terhadap waktu. pasak kedua bisa ditambahkan pada posisi 90° dari pasak pertama. Untuk keadaan korosif. digunakan kuningan atau stainless steel. Ns faktor keamanan. pasak akan gagal karena fatigue. maka digunakan material ulet dan lunak. pasak dirancang supaya gagal terlebih dahulu sebelum alur pasak atau bagian lain dari poros gagal.

02 inch). Gambar 7. Macam alur pasak bisa dilihat pada gambar 7.6. sehingga alur pasak juga demikian. dan mengakibatkan adanya konsentrasi tegangan pada alur pasak.6 Macam alur pasak pada poros Dari percobaan yang dilakukan oleh Peterson pada alur pasak end-milled.7). Gambar 7.Konsentrasi Tegangan pada Alur Pasak Pasak memiliki sisi relatif tajam (jari-jari<0.7 Faktor konsentrasi tegangan pada alur pasak dengan ujung di freis pada pembebanan bending (Kt) dan torsi (Kts) . didapat kurva konsentrasi tegangan untuk pembebanan bending dan torsi pada poros (gambar 7.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->