KINEMATIKA DAN DINAMIKA DASAR MOTOR BAKAR

Makalah Ini Dibuat Untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah Motor Bakar dan System Propulsi

Dosen : Ir. Herman Somantri ,MT

Oleh: Berry Muhamad T.I. (08.30104) Mochammad Noor (10.30146) Bambang S.R. (10.30152)

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PASUNDAN (UNPAS) BANDUNG 2011

KINEMATIKA Kinematika adalah suatu cabang ilmu fisika yang mempelajari gerak relative dari suatu elemenelemen mesin . *ΣF = 0+ Hukum newton II : percepatan berbanding lurus dengan gaya resultan yang bekerja padanya. Kecepatan dan percepatan tersebut diperoleh dalam bentuk yang berguna sebagai informasi untuk mendapatkan gaya-gaya dinamik pada elemen-elemen mesin tersebut. dan berbanding terbalik dengan massanya. DINAMIKA Dinamika adalah bidang ilmu yang mempelajari gaya-gaya yang bekerja pada suatu sistem mekanik yang diakibatkan oleh percepatan translasi atau rotasi yang terjadi pada elemen elemen suatu sistem mekanik. Blok Silinder . *ΣF = ma+ Hukum Newton III : Gaya Aksi = Gaya Reaksi Komponen motor bakar 1. kecepatan dan percepatan.Pada tahap awal perancangan suatu mekanisme mesin perlu dilakukan dulu suatu analisa terhadap mekanisme pergerakan. yaitu kecepatan dan percepatannya. Hubungan antara gaya-gaya dan gerak benda didasarkan pada hukum Newton: Hukum newton I : Suatu partikel akan diam atau bergerak dengan kecepatan tetap pada suatu garis lurus bila tidak ada gaya luar yang bekerja padanya.

belakangan ada beberapa blok silinder yang di buat dari paduan aluminium. .Merupakan inti dari pada mesin Terbuat dari besi tuang.Tahanan gesek antara torak dan silinder harus sekecil mungkin. Mesin harus memenuhi kedua kebutuhan. Akhir-akhir ini banyak kepala silinder dibuat dari paduan aluminium. dengan tujuan untuk merubah tenaga panas menjadi energi mekanik seefisien mungkin.Tidak boleh terdapat kebocoran campuran bahan bakar dan udara saat berlangsungnya kompressi atau kebocoran gas pembakaran antara silinder dan torak. karena memiliki kemampuan pendinginan yang lebih besar di bandingkan yang terbuat dari besi tuang. Silinder. . Tenaga panas yang dihasilkan oleh pembakaran bensin dirubah ke dalam tenaga mekanik dengan adanya tenaga naik turun torak dalam silinder. Umumnya kepala silinder dibuat dari besi tuang. Kepala silinder. Kepala silinder harus tahan terhadap temperatur dan tekanan yang tinggi selama mesin bekerja. Pada bagian bawah kepala silinder terdapat ruang bakar dan katup-katup. . seperti kita ketahui bahwa aluminium lebih ringan dan meradiasikan panas yang lebih efisiensi dibandingkan dengan besi tuang. 3. Oleh sebab itu pembuatan silinder diperlukan ketelitian yang tinggi. Kepala silinder ditempatkan di bagian atas blok silinder. 2.

pembakaran. kompressi. dan pembuangan. Torak Torak bergerak naik turun di dalam silinder untuk melakukan langkah hisap. radiasi panasnya lebih efisien di bandingkan dengan material yang lain . Pada umumnya torak dibuat dari paduan aluminium.4. Fungsi utama torak untuk menerima tekanan pembakaran dan meneruskan tekanan untuk memutar poros engkol melalui batang torak. selain lebih ringan. Torak terus menerus menerima temperature dan tekanan yang tinggi sehingga harus dapat tahan saat mesin beroperasi pada kecepatan tinggi untuk periode waktu yang lama.

. umumnya di buat dari baja tuang special yang tidak akan merusak dinding silinder.mencegah kebocoran campuran udara dan bensin dan gas pembakaran yang melalui celah antara torak dan dinding silinder ke dalam bak engkol selama langkah kompressi dan langkah usaha. Pegas torak terbuat dari bahan yang dapat bertahan lama. .5.Mencegah oli yang melumasi torak dan silinder masuk ke ruang bakar. Pegas torak sifatnya elastis sehingga dapat mengembang dan menutup dengan rapat pada dinding silinder. Pegas Torak.Memindahkan panas dari torak ke dinding silinder untuk membantu mendinginkan torak. . Pegas torak (piston ring) dipasang dalam alur ring (ring groove) pada torak. Pegas torak mempunyai 3 peranan penting : .

6. Pena torak. Batang torak menghubungkan torak ke poros engkol dan selanjutnya meneruskan tenaga yang di hasilkan oleh torak ke poros engkol’ . Pena torak (piston pin) berfungsi untuk menghubungkan torak dengan bagian ujung yang kecil (small end) pada batang torak. dan meneruskan tekanan pembakaran yang berlaku pada torak ke batang torak 7. Batang Torak.

Roda Penerus. 10. hal ini menyebabkan mesin berputar dengan lembut yang di akibatkan getaran tenaga yang di hasilkan. Poros engkol menerima beban yang besar dari torak dan batang torak serta berputar pada kecepatan tinggi. 9. oleh sebab itu poros engkol berputar terus menerus. Dengan alasan tersebut poros engkol umumnya di buat dari baja carbon dengan tingkatan serta mempunyai daya tahan bahan yang tinggi.8. Tenaga yang di gunakan untuk menggerakkan roda kendaraan dihasilkan oleh gerakan batang torak dan di ubah menjadi gerak putaran pada poros engkol. Mekanisme Katup. Mekanisme katup di rancang sedemikian rupa sehingga sumbu nokberputar satu kali untuk menggerakkan katup hisap dan katup buang setiap dua kali putaran poros engkol. Poros Engkol. . Roda penerus menyimpan tenaga putar selama proses langkah lainnya kecuali langkah usaha. Roda penerus (flywheel) dibuat dari baja tuang dengan mutu yang tinggi yang di ikat oleh baut pada bagian belakang poros engkol.

Siklus Udara Motor Bakar Torak Volume Konstan Siklus ideal motor bakar torak volume konstan (motor Otto) adalah siklus ideal dimana pemasukkan kalor dan pelepasan kalor dilakukan pada volume konstan.Prinsi kerja motor bakar dapat dijelaskan melalui siklus udara motor bakar torak volume konstan. seperti terlihat pada .

2. pada langkah ini akan dihasilkan kerja yang berguna dari TMA sampai TMB. proses isentropik (adiabatik reversibel). Proses pelepasan kalor (4-1). Fluida kerja didorong keluar silinder oleh torak yang bergerak dari TMB ke TMA pada tekanan konstan. 7. 4. Motor Bensin 2 (dua) Langkah . Langkah kerja atau ekspansi (3-4) pada proses isentropik. 5. Proses pembakaran (2-3) pada volume konstan. Langkah kompesi (1-2). Siklus dianggap tertutup dimana proses akan terus berlangsung seperti pada point 1 sampai 8.Siklus Ideal Motor Bakar Torak Volume Konstan Sifat ideal serta keterangan mengenai proses siklus udara volume konstan ini adalah sebagai berikut : 1. Pada sifat ideal fluida kerja dianggap sebagai gas ideal yang mempunyai kalor spesifik yang konstan. Langkah buang (1-0) ialah proses pembuangan hasil pembakaran fluida kerja ke lingkungan saat torak bergerak dari TMA menuju TMB. dianggap sebagai proses pelepasan kalor pada volume konstan. Dalam proses ini fluida kerja berupa bahan bakar dan udara masuk kedalam silinder pada tekanan konstan dari TMA (titik mati atas) sampai TMB (titik mati bawah). yaitu proses pemasukan kalor sesudah torak mencapai TMA (titik 2). Langkah isap (0-1). 8. Setelah torak mencapai TMB sejumlah kalor dikeluarkan dari dalam silinder sehingga temperatur fluida kerja akan turun. Fluida kerja ini tidak melakukan dan dikenai kerja. 3. 6. proses tekanan konstan. yaitu fluida kerja dikompresikan oleh gerakan torak dari TMB ke TMA.

Pada waktu piston hampir mencapai TMA busi mengadakan pembakaran. Jadi motor 2 (dua) langkah umumnya tidak mempunyai katup masuk dan katup buang. b). Langkah Naik Piston bergerak dari TMB ke TMA. Sebelum piston mencapai TMB maka lubang buang sedah terbuka. juga terjadi 1 (satu) langkah penuh. yaitu : a). Suatu hal yang sangat penting pada motor 2 (dua) langkah ialah adanya lubang-lubang masuk dan buang sebagai pengganti katup. setiap siklus terdiri dari 2 (dua) langkah piston atau 1 (satu) kali putaran poros engkol. Lubang masukpun kemudian terbuka pula. Kerugian ini tidak sama pada masing-masing motor. Kelemahan yang paling menonjol pada motor 2 (dua) langkah yaitu sangat singkatnya waktu yang tersedia untuk pemasukkan dan pembuangan gas bekas. Langkah Turun Dengan adanya pembakaran pada akhir langkah naik maka menyebabkan terjadi nya panas dan pemuaian yang tiba-tiba. Piston yang bergerak dari TMB ke TMA dan sebaliknya menutup dan membuka lubang-lubang tersebut. Proses yang terjadi pada motor 4 (empat) langkah. Langkah-langkah tersebut adalah: a). Berarti lubang buang baru tertutup pada waktu piston sudah bergerak ada kalanya 80 0 putaran sesudah TMB. tidak sempat keluar dan sebaliknya ada juga gas baru yang sudah keluar sebelum terbakar. Piston bergerak dari TMA ke TMB. Dengan adanya lubang transfer dari lubang buang maka kompresi tidak dimulai dari TMB. Terlalu sedikit waktu untuk pemasukan gas baru dan pembuangan gas bekas sehingga besar kemungkinan sebagian gas bekas. karena pemasukan dan pengeluaran gas baru dan gas bekas tidak diatur oleh klep maka terdapat beberapa kelemahan. Pada motor bensin 2 (dua) langkah. berkisar antara 20-45%. gas baru masuk dan sekaligus mendorong gas bekas keluar. gas bekas hasil pembakaran sudah mulai dikeluarkan dan campuran udara bahan bakar baru pun sudah mulai dimasukkan.Pada motor bensin 2 (dua) langkah. Akibatnya bahan bakar baru ada yang tercampur dengan gas bekas atau sudah terbuang keluar bersama gas bekas sebelum sempat terbakar. Tapi kelemahan ini telah diusahakan memperkecilnya dengan membuat bermacam sistem pembilasan. Daya yang dihasilkan motor bakar torak dapat ditentukan dengan Persamaan: Dimana : . Langkah ini merupakan langkah kompresi. b). Beberapa saat sebelum piston sampai di TMB.

Kebocoran fluida kerja karena cincin torak dan katup tidak bisa menyekat dengan sempurna . Tekanan efektif rata-rata adalah harga tekanan tertentu (yang konstan) yang apabila mendorong torak sepanjang langkahnya dapat menghasilkan kerja per siklus yang sama dengan siklus yang dianalisis. rpm a = Jumlah siklus per putaran. cm3 z = Jumlah silinder n = Putaran poros engkol. Daya indikator (daya gas pembakaran di dalam silinder) dapat ditentukan dengan Persamaan (2. 1 untuk motor 2 langkah dan 1/2 untuk motor 4 langkah.3): Penyimpangan ini terjadi karena dalam keadaan sebenarnya terjadi kerugian.P = Daya yang dihasilkan motor bakar torak. PS p rata-rata = Tekanan efektif rata-rata. Akan tetapi boleh dikatakan antara efesiensi siklus udara dan siklus sebenarnya terdapat hubungan tertentu. antara lain : 1. yaitu pada efesiensi indikatornya dimana . Kg/cm3 Vl = Volume silinder. atau didefinisikan sebagai : Dalam kenyataan siklus volume kontan ini akan sulit di dapat karena terjadi penyimpangan dari siklus ideal yang tidak bisa dihindari hanya bisa diusahakan sekecil mungkin.

. Terdapat kerugian kalor yang disebabkan oleh perpindahan kalor dari fluida kerja ke fluida pendingin. Terdapat kerugian energi akibat gesekan fluida kerja dengan dinding saluran.2 di bawah ini. Katup tidak dibuka dan ditutup pada TMA dan TMB karena alasan pertimbangan dinamik mekanisme katup dan kelembaman fluida kerja. Jadi pembakaran tidak berlangsung pada volume konstan. Volume total (Vt) ialah isi ruang antara torak ketika ia berada di TMB sampai tutup silinder. Sedangkan volume silinder antara TMA dan kepala silinder (tutup silinder) disebut volume sisa (Vs). langkah isap dan langkah buang tidak tejadi pada tekanan konstan dan tekanan langkah buang lebih tinggi dibanding tekanan langkah isap. 3. Pada grafik terlihat pemasukan dan pengeluaran kalor tidak pada volume konstan. Kenaikan temperatur dan tekanan terjadi karena adanya proses pembakaran udara dan bahan bakar di dalam silinder 5. 6. Pada motor bakar torak tidak terjadi pemasukan kalor. maka proses pembakaran dilakukan beberapa derajat pada saat torak sebelum mencapai TMA dan berakhir pada saat torak bergerak dari TMA menuju TMB.2. Siklus Sebenarnya Motor Bakar Torak Volume Konstan Besaran Ukuran Dalam Motor Bakar. Volume Silinder Volume silinder antara TMA dan TMB disebut volume langkah torak (V1). Saat pembakaran berubah-ubah menurut kecepatan torak dan proses pembakaran memerlukan waktu. Fluida kerja bukanlah udara yang bisa dianggap sebagai gas ideal dengan kalor spesifik yang konstan selama proses berlangsung 4. 8. a. Terdapat kerugian energi kalor yang dibawa oleh gas buang ke lingkungan. Siklus sebenarnya yang terjadi seperti terlihat pada Gambar 2. 7.

.(1) Volume langkah mempunyai satuan yang tergantung pada satuan silinder (D) dan panjang langkah torak (L) biasanya mempunyai satuan centimeter cubic (cc) atau cubic inch (cu...in).......Vt = V1 + Vs.... Perbandingan Kompresi Hasil bagi volume total dengan volume sisa disebut sebagai perbandingan kompresi... b...... 1995)...... karena motor pembakaran yang menggunakan busi akan timbul suara menggelitik jika perbandingan kompresinya terlalu tinggi (Soenarta & Furuhana... Semakin tinggi perbandingan kompresi.(2) VS Vs Jadi suatu motor mempunyai volume total 56 cu......in dan volume sisa 7 cu.. maka perbandingan kompresinya adalah : C= 56 =8 7 Hal diatas menunjukkan bahwa selama langkah kompresi..in. L V1 = π. C= Dimana : V1 = volume langkah torak Vs = volume sisa V1  Vs V  1 1 ………………………………. L 2 Dengan demikian besaran dan ukuran motor bakar menurut volume silinder tergantung dari banyaknya silinder yang digunakan dan besarnya volume silinder (Kiyaku & Murdhana. ﴾ 1 D ﴿ 2. maka semakin tinggi tekanannya dan temperatur akhir kompresi.. ... muatan yang ada diatas torak dimampatkan 8 kali lipat dari volume terakhirnya. r2.... (Kiyaku & Murdhana)..... 1998)... Perbandingan kompresi tidak dapat dinaikkan tanpa batas.. V1 = luas lingkaran x panjang langkah V1 = π.

. Unjuk kerja motor bakar pertama-tama tergantung dari daya yang ditimbulkan (Soenarta & Furuhama. Jika n berubah...........n...T (kW ) ……………. Daya poros ditimbulkan oleh bahan bakar yang dibakar dalam silinder dan selanjutnya menggerakkan semua mekanisme.. sehingga nilai daya (P) dapat ditentukan sebagai berikut : P 2 ..... 1995) Pengetesan Prestasi Mesin (Sumber : Nakoela S dan Shoici F.....6...Torsi dan Daya Poros Pada motor bakar daya yang berguna adalah daya poros seperti telah dijelaskan diatas. 1995) Pada gambar (2... maka motor pembakaran menghasilkan daya untuk mempercepat atau memperlambat bagian yang berputar. Motor pembakaran ini dihubungkan dengan dynamometer dengan maksud mendapatkan keluaran dari motor pembakaran dengan cara menghubungkan poros motor dengan poros dynamometer..) diatas menunjukkan peralatan yang dipergunakan untuk mengukur nilai yang berhubungan dengan keluaran motor pembakaran yang seimbang dengan hambatan atau beban pada kecepatan putaran konstan (n). Hambatan ini akan menimbulkan torsi (T)....(3) 60000 Dimana : ...... Rotornya diikatkan pada poros yang akan mengaduk air yang ada didalamnya.

.... Kalau toraknya tidak mendapatkan hambatan dan tidak menghasilkan usaha gas tidak akan berubah meskipun tekanannya turun.P = Daya (kW) n = putaran mesin (rpm) T = torsi (Nm) Torak yang didorong oleh gas membuat usaha. kPa dan rpm) Ni =V1.n/2 (kW)…………………....(5) Dimana : V1= volume langkah (m3) Pi = tekanan efektif rata-rata indicator (kPa) n = putaran mesin (rpm) .(4) Vs Dengan menggunakan nilai Pi dapat memudahkan perhitungan besar usaha indikator Wi pada tekanan konstan selam torak pada langkah ekspansi..... Energi panas diubah menjadi usaha mekanis. Konsumsi energi panas ditunjukkan langsung oleh turunnya suhu.. sehingga besar nilai Ni indikator dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : Dengan satuan Si ( m3. Pada mesin 4 langkah besar nilai Pi terjadi setiap 2 putaran...... Baik tekanan maupun suhunya akan turun waktu gas berekspansi....P1..... Nilai P1........ Tekanan Efektif Rata-rata Besar nilai P1 merupakan tekanan efektif rata-rata indikator (indicator mean effective pressure : IMEP)...... dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : P1  Wi ………………………………..

.(7) Vd . 1995) Besar nilai BMEP dapat dirumuskan dengan persamaan sebagai berikut : BMEP  60 ...P... Daya yang dapat dimanfaatkan untuk memutar mesin disebut sebagai keluaran efektif (brake mean out put) nilai Ne dapat dirumuskan sebagai berikut : Ne = V1... 2 langkah =1) . Nilai BMEP adalah merupakan tekanan efektif rata-rata (brake mean effective pressure)...Z ……………………... Besar nilai Ne yang ditentukan oleh produk dari volume langkah V 1. kecepatan putaran n dan BMEP yang berhubungan dengan tekanan gas rata-rata merupakan keluaran suatu pembakaran yang bermanfaat. N. maka secara teoritis nilai Ni akan menjadi dua kali lebih besar jika dibandingkan pada persamaan 4. BMEP adalah besar nilai yang menunjukkan daya mesin tiap satuan volume silinder pada putaran tertentu dan tidak tergantung dari ukuran motor bakar (Soenarta &Furuhama. disebabkan oleh adanya tekanan pada torak... BMEP. Nilai Ni disebut sebagai keluaran indikator yang menyatakan keluaran.. 2 (kW)……………………(6) Besar keluaran efektif dapat diukur dengan menggunakan sebuah Dinamometer..Pada mesin 2 langkah besar nilai Pi dihasilkan pada tiap putaran. tetapi pada umumnya besar nilai Pi pada mesin 2 langkah lebih kecil dibandingkan dengan 4 langkah.n Dimana : P = daya (kW) n = putaran mesin (rpm) Vd= volume langkah total silinder (m3) Z = sistem siklus (4 langkah =2.