P. 1
Perlindungan Tanaman Laporan Praktikum Tinjauan Pustaka Lengkap

Perlindungan Tanaman Laporan Praktikum Tinjauan Pustaka Lengkap

|Views: 8,708|Likes:
Published by Panji Kusuma

More info:

Published by: Panji Kusuma on Dec 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2015

pdf

text

original

a. Hasil Pengamatan

1. Zoocecidia pada daun mangga

Gambar 2.1 Zoocecidia pada
Daun Mangga

Tipe gejala : Hyperplastis

Tanaman inang

: Mangga

Keterangan gejala : Benjolan

kecil pada daun mangga

Tipe parasit : Obligat

Mekanisme : Biotropik

Kelas

: Insecta

Spesies : Kutu daun

2. Penyakit sapu (Witches broom) pada Kacang Tanah

Gambar 2.2 Penyakit Sapu Pada
Kacang Tanah

Tipe Gejala : Hyperplastis

Tanaman Inang : Kacang Tanah

Keterangan Gejala : Timbul cabang

baru pada ketiak cabang dan

akar terangkat ke atas.

Tipe Parasit : Obligat

Mekanisme : Biotropik

Spesies : Mikroplasma

3. Papaya Mosaic

Gambar 2.3 Penyakit Mozaic
Pada Pepaya

Tipe Gejala : Nekrosis

Tanaman Inang : Pepaya

Keterangan Gejala : Bentuk daun

tidak beraturan, terjadi mozaic

pada daun

Tipe Parasit : Obligat

Mekanisme : Biotropik

Kelas : Virales

Spesies : Virus

29

4. Busuk Buah (Gloeosporium sp) pada Apel

Gambar 2.4 Busuk Buah pada
apel

Tipe gejala : Nekrosis

Tanaman inang : Apel

Keterangan gejala : Busuk pada

buah

Tipe parasit : Fakultatif

Mekanisme : Nekrotropik

Kelas : Deuteromycetes

Spesies

: Gloeosporium sp

5. Busuk Buah (Erwinia carotavora) pada Wortel

Gambar 2.5 Busuk Buah Pada
Wortel

Tipe gejala : Nekrosis

Tanaman inang : Wortel

Keterangan gejala : Busuk, berlendir

Tipe parasit : Fakultatif

Mekanisme : Nekrotropik

Kelas : Probacteria

Spesies : Erwinia carotavora

6. Bercak Daun (Cercospora arachudicala) pada Kacang Tanah

Gambar 2.6 Bercak Daun pada
Kacang Tanah

Tipe gejala

: Nekrosis

Tanaman inang : Kacang tanah

Keterangan gejala : Bercak pada

daun

Tipe parasit : Fakultatif

Mekanisme : Nekrotropik

Kelas : Deuteromycetes

Spesies : Cercospora arachudicala

30

7. Penyakit Diplodia (Diplodia natalensis) Pada Jeruk

Gambar 2.7 Penyakit Diplodia
pada Jeruk

Tipe gejala : Nekrosis

Tanaman inang : Batang jeruk

Keterangan gejala : Getah pada

batang keluar (gum)

Tipe parasit : Fakultatif

Mekanisme : Nekrotropik

Kelas : Deuteromycetes

Spesies : Diplodia natalensis

8. Spora Jamur Karat (Puccinia arachidis)

Gambar 2.8 Spora Jamur Karat

Keterangan / Ciri Morfologi:

Tanaman inang

: Kacang tanah

Tipe parasit

: Fakultatif

Mekanisme

: Nekrotropik

Kelas

: Basidiomycetes

Spesies

: Puccinia arachidis

9. Cercospora arachidicola

Gambar 2.9 Cercospora
arachidicola

Keterangan / Ciri Morfologi:

Tanaman inang

: Kacang tanah

Tipe parasit

: Fakultatif

Mekanisme

: Nekrotropik

Kelas

: Deuteromycetes

Spesies

: Cercospora arachidicola

31

10. Sporangium phytophtora infestans

Gambar 2.10 Phytopthora
infestans

Keterangan / Ciri Morfologi:

Tanaman inang

: Kentang

Tipe parasit

: Obligat

Mekanisme

: Biotropik

Kelas

: Pycomicetes

Spesies

: Phytophtora infestans

11. Xanthomonas compestris pv citri

Gambar 2.11 Xanthomonas
compestris

Keterangan / Ciri Morfologi:

Tanaman inang : Jeruk

Tipe parasit

: Fakultatif

Mekanisme

: Nekrotropik

Kelas

: Schizomycetes

Spesies

: Xanthomonas compestris pv citri

12. Partikel Virus TMV

Gambar 2.12 Partikel Virus TMV

Keterangan / Ciri Morfologi:

32

Tanaman inang

: Tembakau

Penyebab penyakit : TMV

Tipe parasit

: Obligat

Mekanisme

: Biotropik

Kelas

: Rhodshaped ssRNA

Spesies

:

13. Konidia Altermaria porrii

Gambar 2.13 Alternariaa porrii

Keterangan / Ciri Morfologi:

Tanaman inang

: Bawang

Penyebab penyakit : Alternariaa porrii

Tipe parasit

: Fakultatif

Mekanisme

: Nekrotropik

Kelas

: Deuterumycetes

Spesies

: Alternariaa porrii

14. Konidia Fusarium sp.

Gambar 2.14 Fusarium sp.

Keterangan / Ciri Morfologi:

Tanaman inang

: Bawang

Penyebab penyakit : Fusarium sp.

Tipe parasit

: Fakultatif

Mekanisme

: Nekrotropik

Kelas

: Deuterumycetes

Spesies

: Fusarium sp.

33

b. Pembahasan

Zoosecidia merupakan penyakit yang disebabkan oleh

serangga vektor yaitu kutu daun atau tungau, dengan tipe parasit

obligat dan mekanisme serangan nekrotropik. Zoosecidia menyerang

daun mangga yang menimbulkan gejala hiperplasis, yaitu

menyebabkan daun mangga terdapat bercak-bercak dan bintik-bintik

menonjol (semacam bintil).

Witches broom atau biasa disebut penyakit sapu merupakan

salah satu penyakit yang menyerang kacang tanah. Pada tanaman sakit

terjadi pertumbuhan tunas‐tunas samping (proliferasi) dengan

daun‐daun kecil yang luar biasa banyak. Warna daun-daun kecil

tersebut tetap hijau.Tanaman terhambat pertumbuhannya dan tampak

seperti sapu. Pembungaan sangat berkurang, kalaupun tumbuh bunga

hanya pada tunas pertama yang tampak masih sehat, bunga mudah

menjadi layu.Ginofor bakal polong berubah menjadi ke atas (geotropi

negatif). Polong berukuran kecil, keriput dan hampa.Penyebab sapu

pada kacang tanah adalah Fitoplasma, dahulu dikenal sebagai

Mycoplasma like organism (MLO).Fitoplasma berbentuk jorong atau

bulat dengan ukuran diameter 100 ‐ 1100 nm, tidak memiliki dinding

sel (merupakan ciri pembeda yang mendasar dari bakteri yang

mempunyai diding sel kaku), hanya terdapat pada bagian

floem.Fitopalsma tidak ditularkan secara mekanik maupun melalui

benih, tetapi ditularkan secara grafting, tali putri dan serangga vektor

(wereng Orosius argentatus).

Gejala pada buah apel merupakan gejala nekrosis, nama

penyakit busuk basah, penyebabnya adalah Gloesporium sp. Pada

bagian yang busuk terdapat tanda atau warna kecoklatan yang di

tengah-tengahnya terdapat bintik-bintik hitam berubah menjadi

orange. Mekanismenya nekotropik, tipe parasit fakultatif yaitu

organisme yang bisa hidup pada jaringan mati atau hidup.

Erwinia carotovoraberasal dari kelas Protobacteria, yaitu

bakteri yang dapat membusukan sayur dan buah-buahan. Bakteri ini

bersifat aerob fakultatif. Serangga ini membuat luka dan dalam tubuh

serangga mengandung bakteri. Mekanisme yang terjadi yaitu parasit

nekrotrop. Ciri infeksi bakteri Erwinia carotovora yaitu pada daun

34

batang atau umbi daun, terjadi busuk basah yang berwarna coklat atau

coklat kehitam-hitaman. Gejala dimulai dengan adanya bercak

kebasahan yang selanjutnya meluas dengan bentuk yang tidak teratur,

agak mengendap dengan warna coklat tua atau kehitam-hitaman.

Disekitar bagian yang sakit terbentuk pigmen coklat tua atau hitam.

Busuk mula-mula tidak berbau, kemudian menjadi berbau khas yang

sangat menyolok (kemungkinan akibat aktifitas bakteri atau mikroba

sekunder yang lain).

Bakteri Erwinia carotovora berbentuk batang (0.7 μm X 1.5

μm), memiliki 2 - 6 flagella peritrikus, tidak memiliki spora, tidak

berkapsul, gram negatif dan aerob fakultatif. Bakteri ini menghasilkan

enzim pektinase (enzim pengurai pektin). Infeksi pada wortel terjadi

melalui luka atau lentisel. Infeksi terjadi melalui luka karena gigitan

serangga atau karena alat-alat pertanian.

Penyakit yang berbahaya ini belum ditemukan cara

pengendaliannya yang tuntas. Pergiliran tanaman diharapkan dapat

memutus daur hidup penyakit. Begitu pula pemeliharaan lahan

sayuran agar tidak kotor atau terlalu lembab.

Salah satu gangguan penyakit yang cukup penting adalah karat

daun yang disebabkan oleh Puccinia arachidis. Gejala pada daun

terdapat bercak-bercak coklat muda sampai coklat (warna karat) dan

daun gugur sebelum waktunya. Penyebaran jamur karat ini terjadi

melaluiuredospora pada sisa brangkasan atau polong terkontaminasi

yang terbawa angin. Salim (1989) dalam Saleh dan Hadiningsih

(1996) melaporkan bahwa perkecambalian uredospora paling banyak

terjadi pada suhu 3S°C dengan kelembaban relatif 90%. Sudjono

(1996) menyatakan bahwa terdapat korelasi positif antara intensitas

serangan dengan defoliasi daun dan korelasi negatif antara defoliasi

dan liasil.

Cercospora arachidicola merupakan jamur penyebab penyakit

bercak daun, salah satu tanaman inangnya adalah kacang tanah

(Arachis hypogaea). Penyakit ini biasanya mulai berkembang di

pertanaman ketika menjelang panen atau sekitar 40-70 Hari Setelah

Tanam (HST) (Semangun, 2001). Pengaruh dari adanya penyakit

bercak daun adalah adanya gangguan terhadap fungsi permukaan

35

daun dalam melakukan fotosintesis (Donowidjojo, 1980). Serangan

oleh cendawan ini tidak hanya terjadi pada daun, akan tetapi juga

dapat terjadi pada tangkai daun, daun penumpu, batang dan tangkai

buah (ginofor).

Tanaman yang terserang oleh cendawan ini akan

memperlihatkan gejala-gejala seperti munculnya bercak-bercak

berwarna coklat muda pada permukaan daun dan coklat tua hingga

kehitaman pada bagian bawah daun (Rismunandar, 1986). Serangan

berat pada tanaman dapat menyebabkan terjadinya defoliasi yang

pada akhirnya berpengaruh terhadap rendahnya produktivitas

(Semangun, 2001). Hal ini diduga bahwa daun sebagai organ yang

berperan sebagai tempat terjadinya fotosintesis apabila mengalami

gangguan maka kegiatan produksi fotosintat juga akan terganggu,

pada akhirnya polong atau biji sebagai bahan panenan utama juga

akan rendah produksinya.

Bakteri Xanthomonas campestris berbentuk batang dengan

diameter 0.4-1.0 µm dan panjang 1.0-3.0 µm dan bergerak dengan

flagella. Xanthomonas campestris merupakan bakteri gram negatif

yang berasal dari kelas Protobacteria dengan tipe parasit fakultatif.

Mekanisme berupa gejala nekrotropik.

Pada jeruk, Xanthomonas campestrisdapat menyebabkan

penyakit kanker batang. Kanker yaitu terjadinya kematian jaringan

kulit tumbuhan yang berkayu, misal akar, batang, cabang.

Selanjutnya jaringan kulit yang mati terssebut mengering batas

mengendap pecah-pecah, dan akhirnya bagian itu runtuk sehingga

terlihat bagian jayunya. Di tepi luka tersebut jaringan kalusnya

mengembang (Semangun, 1999). Gejala serangan pada daun diawali

dengan munculnya bintik-bintik kuning berdiameter 1mm dibawah

permukaan daun. Selanjutnya bintik berubah bercak cembung dan

berwarna kecoklatan serta agak mengkilat. Gejala khas berupa kanker

yang muncul pada fase berikutnya saat permukaan bercak berubah

menjadi kasar dan retak-retak dan biasanya mengeluarkan eksudat

bakteri. (Mangunwardoyo, 1999).

Virus mosaik tembakau (Tobacco mozaic virus, TMV) adalah

virus yang menyebabkan penyakit pada tembakau dan tumbuhan

36

anggota suku terung-terungan (Solanaceae) lain. Gejala yang

ditimbulkan adalah bercak-bercak kuning pada daun yang menyebar,

seperti mosaic. Gejala pada daun muda atau pucuk berupa pemucatan

tulang daun (vein clearing) dan jaringan sepanjang tulang daun

menjadi hijau muda. Mosaik berupa pola bercak bercak hijau tua dan

hijau muda, bagian hijau tua seperti melepuh, menonjol dan lebih

tebal. Tanaman muda yang terinfeksi menjadi kerdil disertai distorsi.

Virus mosaik tembakau mempunyai partikel berbentuk batang

panjang dengan ukuran panjang 300 nm (= 300 x 10‐9 m) dan

diameter 18 nm dan dapat ditularkan secara mekanik, serangga vektor

belum dapat diketahui. Kisaran tanaman inang TMV mencakup lebih

dari 150 genus tanaman.

Penyakit bercak ungu (trotol) adalah penyakit yang disebabkan

oleh jamur Alternaria porri. Alternaria porri berasal dari kelas

Deuteromycetes dengan tipe parasit fakultatif dan mekanisme

serangannya adalah nekrotropik. Konidium dan konidiofor berwarna

hitam atau coklat, konidium berbentuk gada yang bersekat-sekat. Pada

salah satu ujungnya membesar dantumpul, ujung lainnya menyempit

dan agak panjang. Konidium dapat disebarkan oleh angin dan

menginfeksi tanaman melalui stomata atau luka yang terjadi pada

tanaman. Patogen dapat bertahan dari musim ke musim pada sisa-sisa

tanaman (Direktorat Perlindungan Tanaman, 2006).

Gejala serangan Alternaria porri dapat dilihat jika pada daun

bercak melekuk, berwarna putih atau kelabu. Ukuran bervariasi

tergantung pada tingkat serangan. Pada serangan lanjut, bercak-bercak

menyerupai cincin warna agak keunguan yang dikelilingi oleh zona

berwarna kuning yang dapat meluas ke bagian atas atau bawah bercak

dan ujung daun mengering. Permukaan bercak bisa juga berwarna

coklat atau hitam terutama pada keadaan cuaca yang lembab.

Pada mulanya, cendawan terbawa angin atau air menempel

pada bagian tanaman, termasuk daun. Kemudian pada bagian yang

terinfeksi terjadi suatu perubahan warna berupa bercak kecil putih

sampai keabu-abuan. Pada bercak yang membesar, tampak lingkaran

membentuk cincin berwarna keunguan yang dikelilingi warna kuning.

37

Keadaan cuaca yang lembab, mendung dan hujan mendorong

perkembangan penyakit. Pemupukan dengan dosis N yang tinggi atau

tak berimbang, keadaan drainase yang tidak baik dan suhu antara 30-

320

C merupakan kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan

pathogen (Schwartz, 2006).

Jamur Fusarium termasuk jamur kelas Deuteromycetes / jamur

imperfecti sebab hanya melakukan perkembangbiakan secara aseksual

dengan alat reproduksi yang disebut konidia. Jamur ini mempunyai

tiga alat reproduksi aseksual, yaitu mikrokonidia (terdiri dari satu sel),

makrokonidia (dua sampai enam septa) dan klamidospora (merupakan

pembengkakan pada hifa). Konidia ini bercabang dan disebut

konidiosporum yang merupakan alat perkembangbiakan, tempat

penyimpanan massa sporokodium atau miselium. Konidia berwarna

coklat muda dan berdinding tebal, berukuran 8.2 -- 6.2 µ , letaknya

pada ujung atau di tengah hifa. Family dari jamur ini adalah

Tuberculariaceae yang dicirikan oleh adanya sporokodium.

Sporokodium ini membentuk makrokonidia dan mikrokonidia. Bentuk

makrokonidium melengkung panjang dengan ujung mengecil dan

mempunyai sekat antara 1-10 atau lebih, sedangkan mikrokonidium

bentuknya pendek, tidak bersekat atau bersekat satu.

38

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->