BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Dalam melakukan olahraga fisik, harus secara teratur yaitu sebuah intensitas yang sesuai, durasi dan frekuensi yang teratur. Intensitas olahraga harus semakin meningkat seiring meningkatkan kinerja untuk mencapai hasil yang optimal. Namun, beban kerja atau olahraganya harus tetap berhubungan dengan kebugaran dan kekuatan individu. Olahraga yang teratur akan membuat penurunan terhadap resting heart rate dan meningkatkan ukuran jantung dan ketebalan dinding ventrikel, dimana denyut jantung relative lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak teratur (malas) berolahraga. Sehingga diastolic dan stroke volumenya dipertahankan tetap meskipun denyut jantungnya menurun. Yang terjadi pada orang yang rajin berolahraga adalah perubahan pada system kardiovaskular dalam hal penyerapan O2 dan kemampuan untuk pekerjaan fisik yang meningkat dengan denyut jantung yang relative lebih rendah dibanding dengan orang yang tidak berolahraga. Daya tahan jantung paru merupakan ketahanan sistem kardiopulmonary dan pembuluh darah dalam mengambil oksigen dan menyalurkannya ke seluruh tubuh terutama jaringan yang aktif sehingga dapat digunakan pada proses metabolisme tubuh. VO2 Max, disebut juga kapasitas aerobik maksimum, digunakan sebagai tolak ukur daya tahan jantung-paru. VO2 Max merujuk kepada banyaknya jumlah oksigen selama eksersi (aktivitas fisik) maksimum. Semakin tinggi VO2 Max seseorang, semakin lama seseorang itu merasakan kelelahan ketika bekerja atau beraktivitas. Dengan olahraga yang teratur, nilai VO2 Max seseorang dapat dinaikan. Baik pada keadaan istirahat maupun olahraga, atlet yang lebih terlatih memiliki stroke volume yang lebih besar dan frekuensi denyut jantung yang lebih rendah daripada orang terlatih.

Denyut jantung dapat meningkat 2 hingga 2. dan juga karena peningkatan epinefrin dan norepinefrin. c. maka kesanggupan jantung-paru dan pembuluh darah dalam mengambil dan menyalurkan oksigen ke jaringan juga semakin besar. 2. Tujuan khusus Setelah mempelajari makalah ini diharapkan mahasiswa dapat : a.Semakin besar VO2 max.maka timbul permasalahan sebagai berikut: 1. Apa yang yang di maksud daya tahan? . Tujuan umum Untuk mengetahui dan memahami mata kuliah Dasar-Dasar Kepelatihan olahraga. makin biasa orang tersebut beraktifitas. B. d. faktor emosi berperan dalam peningkatan frekuensi nadi karena merupakan sinyal simpatis dari pusat integrasi. Dengan VO2 max yang semakin besar. Ketahanan tubuh dalam beraktifitas pun semakin meningkat sehingga orang tersebut tidak mudah lelah.5 kali dari normal karena sinyal simpatis dan hilangnya sinyal parasimpatetik. Menjelaskan pengertian Daya tahan. Mengenal secara mendalam tentang macam-macam daya tahan dalam olahraga. Permasalahan Dilihat dari latar belakang yang menggambarkan tentang daya tahan. Tujuan 1. Oleh sebab itu. b. Mampu menyampaikan informasi tentang cara melatih daya tahan C. Dapat memahami cara-cara melatih daya tahan.

Apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan daya tahan? BAB II PEMBAHASAN A. pernapasan dan system .2. Istilah ketahanan atau daya tahan dalam dunia olahraga dikenal sebagai kemampuan peralatan organ tubuh olahragawan untuk melawan kelelahan selama berlangsungnya aktivitas atau kerja. Pengertian daya tahan dalam olahraga Pengertian daya tahan ditinjau dari kerja otot adalah kemampuan kerja otot atau sekelompok otot dalam jangka waktu tertentu. Dibagi berapa macam daya tahan? 3.latihan daya tahan dipengaruhi dan berdampak pada kualitas system kardiovaskuler. sedang pengertian dayatahan dari system energy adalah kemampuan kerja organ-organ tubuh dalam jangka waktu tertentu.

Menentukan irama dan pola permainan. dan sesudah aktivitas kerja berlangsung. baik untuk daya tahan an-aerobik maupun aerobic. Dengan demikian olahragawan yang memiliki daya tahan baik akan mendapatkan keuntungan selama bertanding. Kemampuan untuk menerima beban latihan yang lebih berat. Terutama pada an aerobic power yaitu kemampuan untuk menghasilkan energi dari ATP. diantaranya. Pengertian daya tahan adalah seorang atlet yang mampu untuk mengatasi kelelahan pada organisme tubuh selama melakukan kegiatan tersebut ( Josef Nossek. dan 3. Memelihara atau mengubah irama dan pola permainan sesuai yang diinginkan. dan bervariasi. Hubungan antara daya dan kinerja (penampilan) fisik olahragawan diantaranya adalah: 1. Kemampuan untuk melakukan aktivitas kerja secara terus menerus dengan intensitas yang tinggi dan dalam jangka waktu lama. 1982. terutama pada cabang olahraga pertandingan dan permainan. Berjuang secara ulet dan tidak mudah menyerah selama bertanding. selama. Kebugaran jasmani adalah suatu keadaaan kemampuan peralatan tubuh yang dapat memelihara keseimbangan tersedianya energy sebelum. 2. Komponen biomotorik daya pada umumnya digunakan sebagai salah satu tolak ukur untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani (physical fitness) olahragawan. Oleh karana itu factor yang berpengaruh terhadap daya tahan adalah kemampuan maksimal dalam memenuhi komsumsi oksigen yang ditandai dengan VO2max. 3.peredaran darah.PC atau system . 2. Kemampuan untuk memperpendek waktu pemulihan (recovery). mampu: 1.48) dan ini dapat diadaftasi melalui kegiatan latihan. lebih lama.

Jika aktivitas diteruskan secara kontinu serta dapat menjaga suplai 02 biasanya akan dapat melakukan kerja dengan waktu yang lama.. Suplai 02 sesuai dengan kebutuhan fisyiologi sehingga hasil kerja di bawah kondisi yang ada. Intensistas sub kritis. 2. dengan menjaga tingkat kritis selama 1 sampai 2 jam dan denyut nadi berkisar 150 sampai dengan 166/ menit. Intensitas supra kritis jika kecepatan berkenaan dengan macam aktivitas yang dilakukan di atas dari kecepatan yang kritis. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh dapat dilakukan latihan secara terus menerus selama 15 sampai dengan 60 menit dengan beban 75 sampai dengan 85 % maximum dan dilakukan 4 kali setiap minggunya (Davis Demien Davis. menyatakan bahwa dalam melakukan kegiatan latihan harus berpedoman pada intensitas latihan yaitu: 1.165). 1998:.56) Cara peningkatannya harus diakitkan dengan metode dan sistim suplai energi. . yaitu jika kecepatan berkurang dengan pengeluaran energi yang rendah serta tuntuttan 02 di bawah dari kemampuan tenaga aerobik atlet.1998. Parameter Latihan Daya Tahan Aerobik Ambang batas fisiologis dan sistim tubuh dalam aktivitas aerobik meningkat dan lebih efisien dalam perkembangannya. Tetapi jika latihan dengan itensistas rendah harus dilakukan dengan dengan waktu yang lama. Hasil kerja sesuai dengan tuntutan 02 yang selalu cepat meningkat dari hasil kecepatan. Tom Kimmet & Margaret auty. 3. jika kecepatan dinaikan dan tuntutan 02 mencapai kemampuan suplai 02 Bentuk intensitas kritis berada pada zona an-aerobik threshold sehingga kecepatan sesuai dengan kesanggupan respirasi atlet. a. kecuali bagi atlet yang terlatih tinggi. Tetapi tidak lebih dari waktu 10 sampai dengan 12 menit.atau lactic acid system (Davis Demien Davis. Intensistas kritis. Tom Kimmet & Margaret auty.

tentunya harus disesuaikan dengan karakteristik dari cabang olahraga dan tingkat kebutuhan atlet. dalam meter/detik. menurut (Reindel dkk. Latihan tersebut dapat dilakukan dengan ulangan 3 kali 10 menit untuk peningkatan daya tahan aerobik. Untuk itu denyut nandi dapat dijadikan sebagai patokan dalam faktor kelelahan. waktu istirahat terganting dari rangsangan kerja. 1962) antara 45 sampai dengan 90 detik untuk daya tahan aerobik dengan waktu tidak melebihi 3 – 4 menit . Jika rangsangan latihan tidak menyentuh di atas dnyut nadi 130 maka kapasitas aerobik tidak akan meningkat. bahkan akan menimbulkan cedra baik pada . sebab selama istirahat panjang pembuluh darah kapiler akan menyusut. sedangkan pada kerja pertama aliran darah terbatas (Hoillman-1959). lamanya waktu latihan sekitar 60 sampai dengan 90 detik untuk peningkatan daya tahan an-aerobik. (5) jumlah pengulangan disesuaikan dengan kemampuan fisiologis atlet dengan kesetabilan konsumsi 02 pada tingkat yang tinggi. (3) interval.Pengembangan latihan dapat dilakukan dengan (1) Intensitas sekitar 70 % dan kecepatan maksimal intensitas dapat diukur dengan menggunakan jarak/ waktu yang dihasilkan dalam kecepatan dan waktu. (2) duration. karena dengan kelelahan denyut nadi akan meninggi. jika denyut nadi di atas 180/menit maka akan tercapai kelelahan yang tinggi dimana kinerja jantung dalam kontraksi menjadi berkurang dalam membagikan 02 ke otot yang bekerja. Hal tersebut sebagi komponen penting dalam permulaan perlombbaan terutama pada nomor-nomor lari cabang olahraga atletik. bila diteruskan akan menimbulkan gangguan dan masalah pada otot. (4) aktivitas selama waktu istirahat secara normal intensitas sangat rendah hal tersebut dilakukan untuk merangsang penyembuhan/penguatan secar biologis bagi seorang atlet yang terlatih dapat dilakukan melalui jogging. dan jika kebutuhan energi yang tidak sesuai dengan sisstim aerobik maka secara konsekwensinya akan manjadi penggunaan an-aerobik yang cepat melelahkan. Untuk itu kegiatan latihan harus dihentikan. Denyut nadi 140 sampai dengan 164/menit.

1999: 149) Kegiatan latihan yang dapat dilakukan untuk pengembangan daya tahan an-aerobic sebagai berikut: (1) intensitas dapat dilakukan secara bervariasi antara sub maksimal sampai batas maksimal.Wilmore & David L.otot itu sendiri maupun pada faal lainnya seperti pada jantung sebagai pemompa darah untuk membawah keperluan tubuh. Untuk melakukan latihan daya tahan an-aerobik digunakan itensitas 90-95 % dan maksimal. (3) interval. waktu istirahat setelah melakukan intensitas tinggi diperlukan waktu cukup lama. untuk mengisi atau memulihkan utang 02 lamanya waktu pemulihan antara 2-10 menit. b. Hal tersebut jika diteruskan akan terjadi kehabisan sumber glikolisis sehingga sistim aerobik akan bertanggung jawab. dengan pengulangan 4-6 istirahat diperlukan waktu antara 6-10 menit Hal ini penting agar jangan sampai terjadi penumpukan asam laktat. Untuk yang baik disarn kan dilakukan dengan 4 set dari 4 pengulangan dengan waktu istirahat 10 menit untuk memberikan kesempatan pada pulmo mengisi kembali hutang 02 selama melakukan aktivitas. 1993: 153). Daya tahan an aerobic kebanyakan khusus untuk olahraga tim (Bompa. (5) Jumlah pengulangan harus pendek dalam pengembangan kapasitas anaerobic dan jangan terlalu banyak pengulangan karena akan terjadi penimbunan asam laktat. (4) Aktivitas selama waktu istirahat harus rileks dengan istirahat total. termasuk O2 sebagai bahan oksidasi dalam pembentukan energi atau tenaga.Costill.(2) lamanya latihan dapat dilakukan selama 5-120 detik tergantung dari intensitas yang digunakan. Macam-macam Daya tahan dan Cara melatihnya . B. Parameter Latihan untuk Daya Tahan An-aerobic Kebanyakan pengembangan daya tahan an-aerobok dapat dilakukan secara alami pada olahraga siklik dalam kegiatan dengan intensitas tinggi (Jack H.

Daya Tahan (Endurance ) dibagi menjadi 2 yaitu daya tahan kardiovaskuler dan daya tahan otot.500 m dengan Fartlek Pengertlan Fartlek Sistem latihan fartlek atau speed play diciptakan oleh Gotta Roamer dari Swedia. Cara Melakukan Fartlek . bukan di alam yang rata dan yang pemandangannya membosankan. selokan-selokan untuk dilompati. Daya Tahan Otot adalah kemampuan seseorang untuk mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu. mengembalikan atau memelihara kondisi tubuh seseorang sehingga sangat baik bagi semua cabang olahraga terutama cabang olahraga yang memerlukan daya tahan tubuh. tanah rumput. dan sebagainya.Fartlek sebaiknya dilakukan di alam terbuka yang terdapat bukit-bukit semak belukar. Pengertian fartlek adalah suatu sistem latihan endurance yang maksudnya adalah untuk membangun. Bentuk latihan untuk meningkatkan daya tahan adalah seperti berikut : Latihan Daya Tahan Kardiovaskuler Fartlek atau Speed Play Lari 1. tanah lembek. tanah berpasir. paru-paru dan peredaran darahnya secara efektif dan efisienuntuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. Daya Tahan Kardiovaskuler adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan system jantung.

lari dipercepat (25-50) m. lari-lari dengan variasi yang bergantiganti seperti diselingi dengan jalan sewaktu-waktu. lari-lari yang bervariasi sebaiknya diperpanjang pada kecepatan yang sedang atau (200-600) m. Walaupun demikian. dan lari naik turun (40-80) m. Cara Melakukan Lari Jarak 1. Latihan sebaiknya di tanah lapang yang sangat bervarlasi yaitu kira-kira 10-12 km dengan lari lambat diutamakan. Lari 5 sampai 20 km tanpa adanya penambahan kecepatan langkah secara tibatiba dan denyut nadi tidak boleh lebih tinggi dari 150 per menit. Oleh karena itu.500 m dengan Fartlek 1) Lari secara terus-menerus Latihan ini memperbaiki keadaan tetap atau keseimbangan antara pengeluaran tenaga.Lari di bukit-bukit Tujuan dari latihan ini adalah agar mendapatkan otot-otot yang kuat.Fartlek biasanya dimulal dengan lari-lari lambat yang kemudian divariasi dengan sprintsprint pendek yang intensif dan dengan lari jarakmenengah dengan kecepatan konstan yang cukup tinggi. Latihan ini dilakukan di atas tanah yang tidak bergelombang. 2) Lari dengan kecepatan dan jarak yang bervarlasi Latihan ini memperlancar atau memperbaiki ketahanan organ-organ tubuh dan bagianbagian lain dari tubuh si pelari. pengambilan zat asam selama latihan berlangsung. Dan setelah merasa kuat lagi bisa lari lagi atau sprint dan sebagainya. lari cepat (100-150) m. sistem latihan ini disebut dengan fartlek yang artinya bermain-main dengan kecepatan. Macam-macam lari di bukit-bukit: . .Variasi tempo lari ini bisa dimainkan oleh atlet tergantung dari kondisi atlet apablla terasa lelah boleh lari pelan-pelan bahkan boleh berjalan.

Squats Cara melakukan gerakan: Meletakkan beban di atas pundak di belakang kepala. kemudian lutut dibengkokkan. akan mengakibatkan sakit pada pinggang atau cedera pada tulang rawan lutut akibat menyangga beban . juga untuk pelari jarak 5.a. b. Lari jarak sedang 60-80 meter. Latihan Daya Tahan Otot Squats .500 meter kecepatan sangat penting. Untuk pelari 1. dan daya tahanan aerobik. dilakukan maksimal sampai 5 – 10 kali dengan istirahat cukup. tetapi cukup memberikan tenaga kecepatan. melalui lereng-lereng yang curam. Latihan dilakukan sebanyak 10-12 kali dan tanpa istirahat untuk pemulihan tenaga secara sempurna. Sebab jika hal ini terjadi. Jarak pelari yang satu dengan yang lain cukup dekat. Lari jarak pendek 30-60 meter dan amat curam. tidak dilakukan di bukit yang terlalu curam. d. Lari jarak panjang 100-150 meter. diselingi dengan istirahat yang pendek tetapi aktif. tidak saja bagi atlet sprint tetapi juga bagi pelari 400-600 meter. ini berguna untuk memperbaiki tenaga dan daya kecepatan. Lari di seputar bukit 400-600 meter naik turun bukit. tetapi pantat jangan sampai menyentuh tumit (half squats). Hal ini akan menambah daya tahan tubuh.000 meter. jarak pelari yang satu dengan yang lainnya berdekatan tetapi tanpa rasa ketegangan yang berlebihan (15-20 kali). c.

kedua siku bengkok di samping telinga. dan biceps. Kedua tangan menghadap beban lurus ke bawah.yang terlalu berat.Rowing Cara melakukan gerakan: Badan dibungkukkan hingga punggung sejajar dengan lantai. Dahi dapat diletakkan di atas meja. Otot-otot yang terlatih. Rowing . teres mayor. triceps. deltold.Triceps stretch Cara melakukan gerakan: Beban dipegang di belakang kepala. antara lain: otot paha legiuteus dan biceps femoris nomiten dinoaus. Otot-otot yang dilatih antara lain: otot bahu. punggung. Cara memegang beban dengan tangan menghadap ke bawah. . Otot yang terlatih adalah otot triceps. pasterior. Beban diangkat ke dada. Triceps stretch . kemudian beban diangkat dengan cara meluruskan kedua lengan di atas. lengan (fleksor).

Latihan ini memperkuat otot-otot jari. Gelindingkan beban melalui ujung jari-jari ke telapak tangan dengan membengkokkan pergelangan tangan ke atas. lengan bawah. pergelangan tangan. lengan bawah diletakkan di atas paha dan telapak tangan menghadap ke atas. BAB III PENUTUP . dan lengan atas.Wrist roll Cara melakukan gerakan: Duduk di bangku.Wrist roll .

3. sehingga ia akan mampu mendiiagnose terhadap kekurangan dari atletnya terhadap daya tahan yang sudah dimiliki. Seorang atlet tanpa memiliki daya tahan mustahil akan dapat melakukan aktivitasnya secara optimal. Seorang pe. Bagi atlit hendaknya dapat melakukan latihan daya tahan dengan teratur. 2. (1993).A. . Tidak jarang para pelatih yang telah lama menekuni pada cabang tersebut tetapi tidak pernah menghasilakan prestasi yang optimal. Daya taha merupakan hal mutlak dalam kegiatan olahraga.atih dituntut agar dapat mengetahui indicator-indikator terhadap cabang olahraga yang dilatihnya. Hal ini penting agar para pelatih tidak salah dalam memberikan latihan. yang menyangkut B. Mudah-mudahan dengan tulisan ini para pelatih akan dapat mempertimbangan dalam melaksanakan kegiatan latihan terutama penhembanagn dan peningkatan daya tahan. Kesimpulan . Bagi penulis lebih lanjut untuk mengetahui dan memahami cara melatih daya tahan. DAFTAR PUSTAKA Argo Prapto Santosa. Bagi pelatih hendaknya dapat memahami cara melatih daya tahan atlit dengan baik. artinya untuk kegiatan yang relatif singkat dan waktu yang cukup lama. Saran 1. karena ia tidak memiliki kemampuan untuk mendiagnose keadaan atletnya. Hubungan Daya Tahan Otot dan Status Gizi dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Mahasiswa Putra Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi. Kegiatan olahraga yang sebagian besar memerlukan aktivitas fisik akan diperlukan suatu daya tahan baik an-aerobik maupun aerobik.

(2005). Jakarta: LITBANG KONI PUSAT. Surakarta: Sebelas Maret University Press. . Tes dan Pengukuran Olahraga. (2006).Beltasar Tarigan. JURNAL IPTEK OLAHRAGA: Pengaruh Pendidikan Mata KuliahOlahraga Terhadap Kebugaran Jasmani dan Hubungannya Dengan Indeks Prestasi Mahasiswa. Ismaryati. Yogyakarta: FPOK IKIP Yogyakarta.Skripsi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful