PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

BAB VI SPESIFIKASI TEKNIS

A. DATA PROYEK Nama Kegiatan : Pengadaan Pompa, Pembangunan Rumah Pompa,Rumah Jaga, Ruang Generator Set dan Pintu Air beserta kelengkapannya. : Pengadaan Pompa, Pembangunan Rumah Pompa, Rumah Jaga, Ruang Generator Set Beserta Kelengkapannya di Boezem Wonorejo : Kota Surabaya. : Pemerintah Kota Surabaya Dinas Bina Marga dan Pematusan. : APBD II (Pendapatan Daerah) : 2007

Paket Kegiatan

Lokasi Pengguna Jasa Sumber Dana Tahun Anggaran

1. LINGKUP PEKERJAAN Pengadaan Pompa Beserta Kelengkapannya di Saluran Kebon Agung • Pekerjaan Persiapan • Pekerjaan Struktur (Pembuatan Rumah Pompa & Rumah Jaga) • Pekerjaan Elektrikal dan Mekanikal • Pembuatan dan pemasangan pintu air elektrik • Pembuatan ruang genset dan ruang jaga pintu air • Pengadaan genset ( 650 KVA) dan pembangunan Rumah genset • Pengadaan dan pemasangan Pompa Banjir (4 unit), Pompa Lumpur (2 unit) dan perlengkapannya

2. RENCANA KERJA Dalam waktu selambat-lambatnya 3 hari dari saat penunjukan pemenang, kontraktor harus mengajukan sebuah rencana kerja atau action plan tertulis lengkap dengan gambar-gambar pendukung metode kerja, sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan seperti yang disebutkan dalam dokumen tender, menjelaskan secara terperinci urusan pekerjaan dan cara melaksanakan pekerjaan tersebut hal-hal khusus bila diperlukan, persiapan-persiapannya, peralatan, pekerjaan sementara yang ada sejauhmana hal tersebut mencakup lingkup dari pekerjaannya dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi, pengawas dan pihak-pihak atau instansi yang terkait dengan kelangsungan proyek tersebut di atas. 3. TEMPAT KERJA Bilamana diperlukan tempat kerja dan tempat kerja tersebut di luar daerah pengawasan proyek, dimana harus membayar sewa/dikeluarkan biaya ganti rugi,

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-1

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

maka Kontraktor harus menyelesaikannya tanpa membebani Direksi dengan pembiayaan tambahan. 4. TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor wajib memeriksa kekuatan kontruksi yang akan dilaksanakan dan harus mengkonsultasikan dengan Konsultan Perencanaan dan Konsultan Pengawas. Segala sesuatu kerusakan yang timbul akibat kelalaian Kontraktor tidak melaksanakan pemeriksaan kekuatan Kontraktor menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pada Keadaan apapun, dimana pekerjaanpekerjaan yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan Direksi lapangan tidak berarti membebaskan Kontraktor atas tanggung jawab pada pekerjaan sesuai dengan isi kontrak. Pada masa pemeliharaan, Kontraktor harus membuat laporan secara periodik setiap bulan tentang kondisi hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan dan diketahui oleh Pengawas. 5. TENAGA KERJA Tenaga-tenaga kerja yang digunakan hendaknya dari tenaga-tenaga yang ahli/terlatih dan berpengalaman pada bidangnya dan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai dengan ketentuan /petunjuk Direksi Lapangan. 6. SATUAN UKURAN Semua satuan ukuran yang disebutkan dalam spesifikasi ini serta yang digunakan di dakam pekerjaan adalah standart meter dan kilogram. Bila disebut satu ton, yang dimaksud adalah satu ton yang bernilai 1000 kilogram 7. PERINTAH UNTUK PELAKSANAAN Bila Kontraktor tidak berada di tempat pekerjaan dimana Direksi bermaksud untuk memberikan petunjuk-petunjuk, maka petunjuk-petunjuk itu harus diturut dan dilaksanakan oleh Pelaksana atau orang-orang yang ditunjuk untuk itu oleh Kontraktor. Orang-orang atau pelaksana tersebut harus mengerti bahasa yang dipakai oleh Direksi atau Kontraktor akan menyediakan penterjemah khusus untuk keperluan tersebut. 8. PEKERJAAN DAN BAHAN BAHAN YANG TERMASUK DIDALAM HARGA SATUAN. Pekerjaan dan bahan bahan yang diperlukan sesuai dengan macam-macamnya seperti yang disebutkan artikel artikel dalam spesifikasi ini, gambar rencana petunjuk tambahan ataupun petunjuk petunjuk Direksi dilapangan harus tercakup dalam pembiayaan untuk tenaga kerja, harga bahan, organisasi kerja, biaya tak terduga, keuntungan, biaya biaya penggantian sewa / pemakaian tanah pada pihak ketiga, atau kerusakan atas milik seseorang, kerja lain yang disebut dalam spesifikasi ini untuk kesempurnaan hasil kerja dimana tidak ada mata pembiayaan khusus pengairan air darurat selama pelaksanaan kerja, pembongkaran, peralatan bahan peledak serta alat alatnya, penempatan bahan bahan sesuai dengan
“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-2

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

petunjuk perlindungan, perkuatan pengaturan as saluran dan tenaga ahli untuk keperluan ini, perumahan dan pembiayaan lainyang biasanya diperlukan guna menyelesaikan pekerjaan sebaik baiknya. 9. LAPORAN. a. Kontraktor diharuskan membuat bahan laporan berkala kemajuan pekerjaan untuk setiap satu minggu kegiatan dengan mengisi formulir evaluasi kemajuan pekerjaan sesuai dengan petunjuk Direksi. Ringkasan laporan tersebut harus mencantumkan keadaan cuaca jumlah pengerahan tenaga kerja, tenaga pengawas, dan pelaksana. Alat alat yang dipergunakan, jumlah bahan bahan bangunan lokasi pekerjaan kemajuan fisik dari pekerjaan yang telah selesai, masalah-masalah yang timbul dilapangan serta pemecahannya dan rencan kerja minggu berikutnya. b. Laporan kemajuan pekerjaan harus diserahkan oleh kontraktor pada setiap akhir pekan untuk dievaluasi. c. Laporan lain seperti laporan harian dan lain lain sesuai dengan uraian dalam syarat syarat umum kontrak. 10. GAMBAR–GAMBAR DAN UKURAN a. Gambar-gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan adalah: − − − Gambar yang termasuk dalam dokumen tender Gambar perubahan yang disetujui Direksi Gambar lain yang disediakan dan disetujui Direksi

b. Kalkir asli dari gambar-gambar proyek disimpan Laporan kemajuan pekerjaan harus diserahkan oleh kontraktor pada setiap akhir pekan untuk dievaluasi. c. Kontraktor diharuskan menyimpan satu set cetak biru dikantor lapangan untuk dipergunakan setiap saat apabila diperlukan. d. Gambar gambar pelaksanaan (shop Drawing) dan detailnya harus mendapat persetujuan direksi sebelum dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. e. Pada penyerahan terakhir pekerjaan yakni sesudah selesainya masa pemeliharaan harus disertai Gambar hasil pelaksanaan (as built drawing). f. Semua ukuran dinyatakan dalam system metrik. g. Kalau terdapat perbedaan dengan. 11. WILAYAH KERJA a. Secara umum Kontraktor dilarang menimbun atau menempatkan bahan-bahan bangunan di tepi jalan umum karena jalan umum tidak termasuk wilayah kerja Kontraktor kecuali ada pertimbangan khusus dan perstujuan dari Direksi. b. Apabila tidak terdapat tempat kosong yang sesuai untuk menimbun atau menyimpan bahan-bahan bangunan di sekitar lokasi proyek, maka bahan bangunan harus didatangkan dari gudang Kontraktor atau Leveransir setiap hari dengan jumlah yang cukup untuk pekerjaan satu hari. c. Di dalam pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus berkoordinasi dengan instansi yang terkait sehubungan dengan jaringan utilitas yang ada.
“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-3

Kelalaian dalam hal ini merupakan tanggung jawab Kontraktor. Kontraktor harus menunjukkan contoh dan bahan bersangkutan kepada Direksi untuk diperiksa dan diteliti mengenai jenis. Untuk bahan bahan yang mutunya belum diatur dalam peraturan standar maupun ketentuan dalam spesifikasi teknis. harus mendapat perstujuan dari Direksi sebelum dipergunakan. b. 13. cairan laiinnya yang mudah terbakar. d. maka Kontraktor diharuskan membuat bangunan atau tanggul sementara dan menyediakan pompa air berkapasitas “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-4 . Semua bahan yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam peraturan standar yang berlaku di Indonesia. Apabila diperlukan Direksi dapat meminta Kontraktor untuk menunjukkan sertifikat tes dari agen. e. Untuk bahan-bahan yang mutunya mudah berdasarkan standart internasional. berat maupun kekuatannya. Apabila diperlukan. i. Penggunaan bahan-bahan dalam pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti pedoman atau petunjuk dari pabrik yang memproduksinya. kekuatan dan sifat-sifat penting lainnya dari bahan tersebut. j. Direksi berhak menunjuk seorang ahli dalam memeriksa mutu bahan-bahan yang diajukan oleh Kontraktor. maka Direksi berwenang untuk menolak bahan tersebut dan mengharuskan Kontraktor untuk menyingkirkannya dan di ganti dengan bahanbahan yang sesuai dengan contoh yang telah diperiksa terdahulu. Sebelum bahan-bahan yang dipesan dikirim ke lokasi proyek. baik dalam hal mutu. Standar peraturan yang berlaku adalah edisi terakhir. mutu. Hasil pekerjaan dan mutu termasuk bahan-bahan yang terpakai harus diterima dan disetujui Direksi. baik di lokasi proyek maupun digudang leverasir atau di lokasi pabrik atau produsen.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 12. Semua bahan yang dipergunakan untuk melaksanakan setiap jenis pekerjaan harus terdiri dari kualitas tinggi sesuai dengan yang tercantum dalam syaratsyarat kualitas bahan masing-masing bagian pekerjaan. Apabila bahan-bahan yang dikirim ke lokasi proyek ternyata tidak sesuai dengan contoh yang ditunjukkan. c. jenis. Dalam melaksanakan tugasnya ahli tersebut mempunyai wewenang untuk mewakili Direksi dalam menguji dan menilai bahan-bahan yang diajukan Kontraktor. f. g. Semua bahan yang disimpan di lokasi proyek harus diletakkan dan dilindungi sedemikian rupa sehingga tidak dapat terjadi kontaminasi atau mengalami proses lainnya yang dapat mengakibatnya rusaknya atau menurunnya mutu bahan-bahan tersebut. berat. gas dan bahan kimia sedemikian rupa sehingga keselamatan orang dan keamanan lingkungan sekitarnya dapat dijamin. PELAKSANAAN PEKERJAAN DALAM KEADAAN KERING Apabila pada keadaan tertentu Direksi memandang perlu untuk melaksanakan pekerjaan pada kondisi tanah yang kering. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku Kontraktor dilarang menyimpan bahanbahan berbahaya seperti minyak. BAHAN-BAHAN DAN MUTU PEKERJAAN a. Direksi dapat meminta copy atau tembusan dari perintah pembelian (faktur) yang dipesan Kontraktor kepada leveransir atau distributor pembelian bahan-bahan yang akan dipakai. h. distributor yang menjual atau pabrik yang memproduksi bahan yang bersangkutan.

Kelalaian kontraktor dalam menyediakan pompa dan bangunan sementara lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya konstruksi yang telah dibuat adalah tanggung jawab kontraktor sepenuhnya. Kondisi muka air tanah yang tinggi dan jenis tanah yang kurang kedap air dapat menyebabkan derasnya rembesan air tanah ke dalam galian. pengangkutan. Hujan lebat yang mengakibatkan genangan pada galian tidak dianggap Force Majeure dan perbaikan atas kerusakan yang terjadi adalah beban Kontraktor. maka Kontraktor harus menimbun kembali saluran dan sudetan sementara seperti keadaan semula. dari bangunan atau struktur lain yang diperlukan untuk dibongkar. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-5 . Perlu koordinasi antar Kontraktor mengendalikan aliran air di saluran. baik keseluruhan ataupun sebagian dan pemindahannya. Dalam hal ini pelaksanaan perkerjaan menuntut kemajuan perkerjaan yang cepat dan Direksi dapat menginstruksikan untuk menambah pompa-pompa agar dasar galian tetap dalam keadaan kering. gelagar. dasar pondasi dan permukaan tanah lainnya adalah beban Kontraktor. Apabila pekerjaan telah dianggap selesai. PEMBONGKARAN STRUKTUR YANG ADA Pekerjaan ini harus mencakup pembongkaran. Untuk pembuatan pasangan talud (plengsengan) pada saluran-saluran yang sudah ada. gorong-gorong memerlukan pembongkaran lantai. Perbaikan talud serta akibat menjadi tanggung jawab Kontraktor. 15. Dalam hal ini semua biaya perbaikan ditanggung Kontraktor. Kontraktor diharuskan membuat tanggul (kisdam) sepanjang talud dengan ukuran dan Kontraktor yang disetujui oleh Direksi. perpanjangan atau peningkatan lain terhadap suatu jembatan. jika sewaktu-waktu talud mengalami kerusakan. Persetujuan Direksi seperti tersebut pada butir (gambar) tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor. Kontraktor harus mengajukan gambar detail talud beserta spesifikasi bahan yang akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan Direksi.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN cukup beserta alat Bantu dan pelengkapnya untuk menjamin agar dasar galian. KEWAJIBAN KONTRAKTOR UNTUK MATERIAL YANG DISELAMATKAN DAN STRUKTURAL YANG ADA Bila pelebaran. dalam pelaksanaan pekerjaan guna 14. tembok kepala. yang meliputi baik pembuangan atau penyelamatan penanganan. penyimpanan dan pengamanan terhadap kerusakan dari material yang ditentukan oleh Direksi. Sebelum pelaksanaan pembuatan tanggul dimulai. pintu air atau bagian struktur lainnya pembongkaran tersebut harus dilaksanakan tanpa menimbulkan kerusakan pada bagian struktur yang akan dipertahankan. Air hujan yang mengalir ke dalam galian yang mengakibatkan kerusakan pondasi yang masih dalam pelaksanaan termasuk resiko kontraktor. Tanggul/kisdam harus dibuat cukup kuat. tidak mudah rusak akibat kikisan air. Direksi dapat menginstruksikan Kontraktor untuk membuat saluran atau sudetan sementara untuk mengalirkan air hujan agar pekerjaan dapat tetap dilaksanakan dalam keadaan kering. Pekerjaan harus juga meliputi pemindahan yang memenuhi syarat dari material bongkaran dalam pasal ini.

7. kusen yang lama serta bagian-bagian lain yang ditujukan dalam gambar. Seluruh material yang diselamatkan tetap merupakan milik dari pemilik yang sah sebelum pekerjaan pembongkaran dilakukan. Pembongkaran yang dilakukan harus memperhatikan kaidah-kaidah structural dan arsitektur juga pengaruh suara. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan oleh adanya pembongkaran dan menghindari terjadinya kerusakan pada bagian-bagian bangunan yang secara arsitektural masih dipertahankan. PROSEDUR PEMBONGKARAN a. harus dibuat baik kembali atas biaya Kontraktor. debu dll terhadap lingkungan sekitarnya. PEMINDAHAN DARI MATERIAL BONGKARAN a.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Setiap kerusakan atau kehilangan dari bagian yang diselamatkan yang sementara dibongkar atau setiap kerusakan pada bagian struktur yang akan dipertahankan yang disebabkan oleh keteledoran Kontraktor. Tidak ada material bongkaran yang menjadi milik Kontraktor. 2. 5. Pembongkaran ini meliputi pembongkaran dinding bata. Jenis peralatan yang digunakan. hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya gangguan-gangguan pada jaringan secara keseluruhan. pipa-pipa air harus diamankan terlebih dahulu sebelum dilakukan pembongkaran. 16. 17. pihak Kontraktor harus menyampaikan kepada Konsultan Pengawas mengenai metode/ cara pembongkaran yang akan dilakukan. Seluruh material yang diselamatkan harus disimpan sebagaimana diminta oleh Direksi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-6 . Pekerjaan pembongkaran disini meliputi seluruh pekerjaan pembongkaran terhadap bahan-bahan yang sudah tidak berfungsi maupun guna melakukan rehabilitasi terhadap ruang yang bersangkutan. PENGATURAN PEMBUANGAN SISA-SISA Kontraktor harus melakukan seluruh pengaturan yang diperlukan dengan pemilik tanah dan memikul seluruh biaya untuk memperoleh lokasi yang sesuai untuk pembuangan material sisa dan untuk penyimpanan dari material yang diselamatkan. dalam arti tidak menggangu aktifitas serta aman terhadap pencurian. b. Untuk pembongkaran pasangan dinding bata. karena material pembongkaran ini merupakan asset negara. 2. Pembongkaran diusahakan seminimal mungkin timbulnya suara dan debu yang dapat mengganggu lengkungan sekitarnya. bahan bongkaran harus segera dikeluarkan dari ruang dan ditempatkan diluar pada tempat yang sesuai. 18. 3. Sebelum melakukan pembongkaran. Lingkup Pekerjaan 1. 4. 6. Jaringan-jaringan listrik. Material hasil bongkaran harus ditempatkan pada tempat yang aman.

semak belukar. c. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. PENGUKURAN • Jaringan Titik Tetap a. daerah kerja harus dibersihkan dari pepohonan. sisa-sisa bangunan. Alat-alat ukur yang dipergunakan harus dalam keadaan berfungsi baik dan sebelum pekerjaan dimulai semua alat ukur yang akan dipakai harus mendapat persetujuan Direksi. Cara pengukuran ketetapan hasil pengukuran. toleransi salah tutup. sampah. maka hal ini harus dilaporkan kepada Direksi untuk diminta penjelasannya. Apabila ada perubahan akan ditentukan/disesuaikan dengan kondisi lapangan setempat bersama Direksi. d. lokasi areal pekerjaan juga harus dibersihkan dari sisa-sisa semua material yang tidak terpakai . Semua elevasi yang ditunjukkan dan tercantum dalam gambar adalah elevasi yang dikaitkan dengan ketinggian patok titik tetap seperti yang dijelaskan pada butir di atas. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. c. dan pembuatan serta pemasangan patok Bantu akan ditentukan oleh Direksi. baik dari jenisnya maupun kondisinya. • Pengukuran Kembali a. B. serta areal diratakan dan dirapikan kembali. akar-akar pohon. Referensi Elevasi ditetapkan berdasarkan patok BPN atau elevasi yang ditetapkan Direksi lapangan dan perencana. Patok titik tetap yang dipergunakan sebagai referensi dalam proyek ini tercantum dalam gambar-gambar rencana atau ditunjukkan oleh Direksi di lapangan. b. Pembersih Lapangan Sebelum pekerjaan mulai dilaksanakan. Kontraktor harus membuat jaringan patok titik tetap local yang disahkan Direksi lapangan dan Perencana. Apabila timbul keragu-raguan dari pihak Kontraktor dalam menginterpretasikan angka-angka elevasi dalam gambar.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN b. b. PEKERJAAN PERSIAPAN 1. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-7 . dan semua material tersebut harus dibuang dari areal lokasi pekerjaan sesuai dengan petunjuk Direksi pekerjaan. 2. Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai semua. Seluruh material dan sampah yang tidak ditetapkan untuk dipertahankan atau diselamatkan dapat dibakar atau jika tidak dibuang seperti yang disetujui oleh Direksi.

h. d. bila akan mengadakan leveling pada semua bagian daripada pekerjaan. koordinat. Kontraktor harus memberitahu Direksi sekurang-kurangnya 24 jam dimuka. c. Apabila terdapat kesalahan dalam pengukuran kembali. Hasil pengukuran kembali harus sudah diserahkan disetujui oleh Direksi selambat-lambatnya 10 hari setelah tanggal SPK. Direksi dapat menunjuk stafnya sendiri atau pihak “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-8 .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN e. g. maka Direksi akan memutuskan hal itu. semua bantuan yang diperlukan Direksi dalam pengadaan pengecekan leveling tersebut. Sudut. Kontraktor harus membuat peil/titik-titik tanda (bench mark) permanen di tiap-tiap bagian pekerjaan dan peil ukuran ini harus diberi pelindung dan dirawat selama berlangsungnya pekerjaan agar tidak berubah. Jika menurut pendapat Direksi kemajuan Kontraktor tidak memuaskan untuk menyelesaikan pekerjaan survey ini tepat pada waktunya atau dalam hal Kontraktor tidak memulai pekerjaan atau melakukan pekerjaan tidak dengan standar yang ditentukan. f. Kontraktor bersama-sama dengan Direksi harus secara bersama-sama mengambil peil permukaan dan sounding areal kerja dan menyetujui semua kekhususan terhadap mana semua pekerjaan didasarkan. j. • Pekerjaan Pengukuran dan Survey Lapangan a. e. Kontraktor harus menyediakan alat-alat ukur selama pekerjaan berlangsung berikut ahli ukur yang berpengalaman sehingga apabila dianggap perlu setiap saat siap mengadakan pengukuran ulang. Sebelum pekerjaan dimulai. f. Kontraktor harus menyediakan dan merawat stasion survey yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan harus mebongkarnya setelah pekerjaan selesai. Kebenaran dari hail laporan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. b. Pekerjaan dapat dihentikan beberapa saat oleh Direksi bila dipandang perlu untuk mengadakan penelitian kelurusan maupun level dari bagian-bagian pekerjaan. Hasil pengukuran lengkap mengenai peil elevasi. Kontraktor harus menyediakan atas biaya Kontraktor. g. serta letak patok-patok harus dibuat gambarnya dan dilaporkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Kontraktor harus menggerakkan personil teknisnya untuk melakukan survey dan membuat laporan mengenai kondisi fisik lapangan khususnya lokasi rencana konstruksi apakah terdapat ketidaksesuaian. Apabila terdapat perbedaan antara elevasi yang tercantum dalam gambar dengan hasil pengukuran ulang. i. maka pengukuran ulang menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pengukuran titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat optik dan sudah ditera kebenarannya/dikalibrasi.

b. 4. Dalam hal dimana pihak Kontraktor tidak menyelesaikan mobilisasi sesuai dengan batas waktu yang ditentukan atau “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-9 . bengkel-bengkel. d. 3. Peralatan ini akan tetap menjadi milik kontraktor setelah pekerjaan pembangunan proyek selesai. tinggi saluran maupun tebal pasangan/konstruksi lainnya. Bauwplank bangunan harus dibuat sejajar dengan dinding tepi bangunan sejarak tertentu diluar galian pondasi. 3. Bangunan ini akan tetap menjadi milik Kontraktor setelah pekerjaan pembangunan proyek selesai. gudang-gudang dan sebagainya. b. Mobilisasi dan pemasangan peralatan yang didasarkan atas peralatan yang diserahkan dalam penawaran dari suatu lokasi tertentu atau dari pelabuhan bongkar di Indonesia ke tempat yang digunakan sesuai ketentuan Kontrak. termasuk membongkar kembali seluruh instalasi-instalasi. dan pihak Kontraktor diharuskan untuk melaksanakan pekerjaan perbaikan dan penyempurnaan pada daerah kerja. termasuk Kontraktor. Pembanguan dan pemeliharaan pangkalan. Kegiatan Mobilisasi Kegiatan Mobilisasi meliputi hal sebagai berikut : 1. Kontraktor harus melaksanakan pematokan dan pemasangan bouwplank sesuai petunjuk Direksi. Pekerjaan harus termasuk pula pekerjaan demobilisasi dari daerah kerja yang dilaksanakan oleh pihak Kontraktor pada akhir kontrak. Pengadaan dan pemeliharaan peralatan lapangan seperti tercantum spesifikasi ini. Pembelian atau sewa atas tanah guna keperluan pangkalan Kontraktor dan kegiatan-kegiatan pelaksanaan. Bauwplank harus dibuat tegak lurus sumbu saluran dan harus dibuat selebar pondasi saluran. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. Mobilisasi a. Waktu Mobilisasi Mobilisasi dari seluruh mata pekerjaan diatas harus diselesaikan dalam jangka waktu pekerjaan. sehingga kondisinya sama dengan keadaan sebelum pekerjaan dimulai. e. Patok dan bauwplank harus dibuat kokoh. Elevasi yang tercantum dalam bauwplank dan patok akan menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan baik dalam penentuan lebar saluran. c. tidak mudah rusak dan tidak bergerak serta harus dijaga agar tidak rusak/hilang selama pelaksanaan pekerjaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN lain untuk mengerjakan survey lapangan dan membebankan seluruh biayanya kepada Kontraktor. peralatan dari tanah milik Pemerintah. 2. tempat tinggal. Pematokan dan Bouwplank a.

Kontraktor harus menyediakan kantor lapangan untuk dipergunakan oleh Direksi selama pelaksanaan pekerjaan. Penyediaan dan pengerjaan hal-hal yang tersebut pada artikel ini tidak akan mendapat pembiayaan tersendiri tetapi kesemuanya harus sudah termasuk dalam pembiayaan menurut Kontrak pada mata pembiayaan sewa Direksi Keet. alat pemadam api dan kota pertolongan pertama. sambungan listrik. h. pembersihan maupun pekerjaan pembongkaran bangunan setelah selesai penanganan pekerjaan. ternyata pelaksanaan mobilisasi tidak lancar sesuai program mobilisasi yan telah disepakati bersama. e. garam. j. dimana harus dianggap bahwa pembayaran dilaksanakan secara penuh baik untuk pekerjaan pembangunan. Pada saat pelaksanaan pekerjaan dinyatakan selesai. alat komunikasi serta gudang untuk menyimpan bahan dan peralatannya. Kontraktor bertanggung jawab atas semua biaya pengadaan fasilitas tersebut pada butir a dan b. dengan nilai pembayaran untuk mobilisasi diambil setingi-tingginya 70 % dari ketentuan di atas. Ukuran dan bentuk gudang.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN kalau menurut pendapat Direksi. 5. Kontraktor harus menyiapkan gambar rencana dari gudang dan kantor lapangan tersebut. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-10 . pelayanan. kantor lapangan beserta perlengkapnnya. guna kebutuhan penerangan proyek dan keperluan pelaksanaan pekerjaan. Pemeliharaan. Atas petunjuk yang diberikan. Syarat-syarat minimum yang harus dipenuhi untuk pembuatan gudang dan kantor lapagan adalah penyediaan sarana sanitasi air bersih. gudang dan kantor lapangan harus diongkar oleh Kontraktor atas biaya sendiri dan semua peralatan dan perlengkapan tetap menjadi milik Kontraktor. Kantor Lapangan/ Ruangan Direksi a. transportasi. Bangunan untuk kantor Direksi yang diuraikan dalam pasal diatas akan dibayar secara harga unit price untuk sewa direksi keet. c. Kontraktor harus menyediakan generator sebagai daya listrik secukupnya. k. Kontraktor harus menyediakan sendiri sumber air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. maka dalam hal ini Direksi Teknik berhak untuk menempuh kebijaksanaan yaitu mengeluarkan berita acara pembayaran pendahuluan. g. l. d. Sisanya akan ditahan dan berita acara pembayarannya baru dikeluarkan setelah Pihak Kontraktor berhasil menyelesaikan sisa bagian pekerjaan mobilisasi dalam jangka waktu Masa Pelaksanaan. kebersihan dan keamanan gudang dan kantor lapangan merupakan tanggung jawab Kontraktor. alkali dan bahan-bahan organis atau bahan lain yang dapat merusak pelaksanaan pekerjaan. Tempat kosong untuk parkir kendaraan proyek harus disediakan di sekitar kantor lapangan. f. b. i. Lokasi untuk membangun gudang dan kantor lapangan akan ditentukan oleh Direksi. pengadaan.

untuk keperluan pekerja selama pekerjaan berlangsung. 6. Pengaturan Lalu Lintas a. maka Kontraktor diharuskan meminta pengawalan dari instansi yang berwenang.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN m. Perbaikan kerusakan terhadap jalan. b. gorong-gorong yang diakibatkan oleh lalu lintas proyek dibebankan pada Kontraktor dan harus disetujui Direksi. 2. Kontraktor wajib membuat urinoir dan WC termasuk instalasi. Lokasinya akan ditentukan kemudian oleh Direksi. sejauh pekerjaannya mempengaruhi kelancaran lalu lintas umum. n. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk pengangkutan bahan-bahan konstruksi. Bangunan tersebut harus dapat dijamin agar didalamnya bebas dari air hujan dan sinar matahari. Pelaksanaan pekerjaan yang menuntut dialihkannya arus lalu lintas umum untuk sementara waktu harus mendapat persetujuan Direksi dan dengan seijin polisi lalu lintas dan Dinas Lalu Lintas Angkutan dan Jalan Raya. Pengaturan Pengangkutan Alat-alat Bantu dan Bahan Konstruksi 1. Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor diharuskan mematuhi dan mentaati ketentuan dan peraturan lalu lintas umum yang berlaku. Lalu Lintas Proyek 1. termasuk dapat melindungi material yang tersimpan. langsung di lapangan. Kontraktor harus mengisi perabotan maupun perlengkapan lain di ruang Direksi keet atas usulan Kontraktor dan persetujuan Direksi. Kontraktor harus membuat septictank berikut resapannya untuk membuang air kotor dari urionir dan WC. Kontraktor harus membuat bangunan Direksi keet serta gudang bahan yang luas dan bentuknya akan ditentukan kemudian. c. 2. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-11 . Penggunaan jalan dan jembatan umum harus diatur sedemikian rupa agar gangguan lalu lintas dan kerusakan yang timbul sebagai akibatnya dijaga sekecil mungkin. Untuk itu alat-alat serta yang dimaksud harus diuraikan menjadi beberapa bagian untuk kemudian diangkut beberapa kali. Pengalihan Arus Lalu Lintas Umum dan Pembuatan Jalan Darurat Kontraktor diharuskan membuat rencana khusus untuk setiap sub proyek sehubungan dengan pengaturan lalu lintas dalam menunjang kelangsungan pekerjaan. Dalam hal ini Kontraktor diharuskan mendapatkan pengarahan dan pedoman dari instansi setempat yang berwenang yaitu polisi lalu lintas dan Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya. p. o. Pengakutan alat-alat berat ke lokasi proyek harus diatur sedemikian rupa agar beban total dari kendaraan yang mengangkut alat-alat berat tersebut tidak melampaui kapasitas jalan/jembatan yang dilalui. jembatan. Apabila Direksi memandang perlu.

maka Direksi dan Kontraktor menghubungi instansi yang mengelola jaringan tersebut untuk menentukan biaya pemindahan jalur pipa dan kabel yang dimaksud untuk dialihkan di bawah dasar saluran rencana. 2. 5. Papan Nama Proyek Kontraktor harus membuat dan memasang papan nama proyek di lokasi yang ditunjuk Direksi. dan kabel TELKOM yang pemasangan jaringannya di atas maupun tertanam dan di bawah permukaan tanah. Semua pipa dan kabel yang termasuk dalam kategori (d) diatas dan yang sudah tidak berfungsi lagi serta jalurnya melintasi dan menghalangi aliran air dalam saluran harus disingkirkan atau dipotong sesuai petunjuk Direksi. Rambu-rambu Sementara Kontraktor diharuskan menyediakan. memasang dan menempatkan rambu-rambu lalu lintas sementara pada lokasi dan posisi penting termasuk rintangan-rintangan di sekitar lokasi proyek.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN d. Ukuran. membuat. Apabila dalam rangka pekerjaan penggalian saluran baru atau penggantian memperdalam dasar saluran lama ditemui lintasan pipa dan kabel yang masih berfungsi. pipa gas. 3. 7. Kontraktor diharuskan menyingkirkan semua rambu-rambu dan rintangan-rintangan sementara yang tidak diperlukan lagi yang selama pelaksanaan dipergunakan untuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. e. Direksi berhak menunjuk seorang ahli yang akan memberi pengarahan dan mengawasi semua pekerjaan instansi dalam rangka pemindahan dan pengalihan jalur atau lintasan pipa dan kabel. mudah dimengerti oleh setiap pengendara kendaraan dan pada setiap cuaca gelap dan malam hari harus diberi penerangan. kabel listrik. Apabila pekerjaan telah dinyatakan selesai oleh Direksi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-12 . Pengaturan Pemindahan Jaringan Pipa dan Kabel 1. Yang termasuk dalam istilah pipa dan kabel adalah pipa distribusi air bersih PDAM. Bentuk dan ukuran huruf serta susunan kalimat pada rambu dan rintangan harus jelas. Penempatannya yang harus dengan persetujuan polisi lalu lintas atau instansi lain yang berwenang. bentuk dan susunan kata-kata dan warna akan ditentukan Direksi. Biaya penggantian dan perbaikan atas kerusakan terhadap pipa dan kabel yang masih berfungsi sebagai akibat dari kelalaian Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaannya adalah menjadi beban Kontraktor sepenuhnya. 4.

Gambar-gambar hasil pengukuran awal tersebut diatas. • Umum Pelaksanaan pengukuran awal oleh Kontraktor yang dilaksanakan sejak diterimanya Surat Perintah Mulai Kerja dari Pemilik pekerjaan. apabila sudah mendapat persetujuan dan disyahkan oleh Pemilik pekerjaan. jenis serta komposisi jenis material dan rencana elevasi posisi dan kedudukan dari masing-masing jenis bangunan yang “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-13 . Data dan hasil pengukuran awal oleh Kontraktor yang telah disyahkan dan disetujui oleh Direksi pekerjaan tersebut. Gambar-gambar yang harus Dipersiapkan oleh Kontraktor. • Contruction Drawing atau Working Drawing Contruction Drawing atau Working Drawing adalah gambar rencana bangunan yang telah disesuaikan dengan kondisi lapangan sesungguhnya dan telah disetujui dan disyahkan oleh Pemilik pekerjaan. dimaksud untuk mendapatkan gambaran kondisi lapangan sesungguhnya dibandingkan dengan gambar yang diterima oleh Kontraktor dan Pemilik Pekerjaan. akan menjadi acuan dan dasar pembuatan gambar-gambar selama waktu pelaksanaan sampai selesai pekerjaan. Adapun gambar-gambar yang harus dipersiapkan oleh Kontraktor meliputi antara lain : Construction Drawing atau Working Drawing Shop Drawing As Built Drawing Semua gambar tersebut di atas. akan merupakan dasar pokok kesepakatan bersama antara Kontraktor dan Pemilik pekerjaan untuk menghitung volume dari masing-masing jenis pekerjaan yang harus dan telah dilaksanakan oleh Kontraktor. Semua dimensi bangunan. baru bias dipakai sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan dan acuan dasar perhitungan volume pekerjaan sesungguhnya. serta yang harus dibayar oleh Pemilik pekerjaan. harus bisa memberikan secara jelas hal-hal yang berkaitan dengan rencana pelaksanaan pekerjaan yang meliputi antara lain : Bentuk tiap jenis bangunan yang akan dikerjakan Elevasi muka tanah asli dan masing-masing dikerjakan Dimensi bangunan pelengkap Jenis serta komposisi material yang dipergunakan Rencana garis galian pondasi Hal-hal lain sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 8. Semua gambar yang dipersiapkan oleh Kontraktor.

Sedang pada kondisi perubahan desain “Revised Design”. dipakai sebagai dasar dan acuan perhitungan volume awal saat akan dimulainya pelaksanaan pekerjaan atau “Mutual Check” pada kondisi pelaksanaan 0%. Selama waktu pelaksanaan pekerjaan dari waktu ke waktu. Kontraktor wajib membuat copy “Construction Drawing” atau “Working Drawing” sebanyak minimal 5 (lima) copy dengan distribusi dua copy untuk Direksi pekerjaan dan pengawasa. Atas dasar persetujuan pemilik pekerjaan. Pembuatan Working Drawing dan Perhitungan Mutual Check harus sudah selesai dan disetujui oleh Direksi dan Pemilik selambat-lambatnya 2 minggu setelah tanggal SPK. maka kondisi terakhir rancang bangun yang telah disepakati bersama. tidak diperlukan adanya gambar baru yang disyahkan oleh Pemilik Pekerjaan. jika ada penyesuaian dimensi. dimungkinkan adanya penyesuaian pelaksanaan karena kondisi lapangan “Engineering Adjustment” atau perubahan desain “Revised Design” semuanya bisa mengalkibatkan perubahan volume pelaksanaan pekerjaan menjadi bertambah atau kurang. elevasi posisi dan kedudukan bangunan. namun Kontraktor wajib memberikan laporan tertulis serta sketsa penyesuaian guna mendapatkan persetujuan dari Direksi Pekerjaan dan tembusan kepada Pemilik pekerjaan. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-14 . harus bisa memberikan satu gambaran rancang bangun yang akan dilaksanakan pada kondisi nyata lapangan. disetujui dan disyahkan Pemilik pekerjaan adalah yang mengikat pada kondisi awal pelaksanaan pekerjaan. “Construction Drawing” atau “Working Drawing” yang dipersiapkan oleh Kontraktor tersebut. Apabila karena kondisi dan situasi lapangan yang sesungguhnya. Pemilik Pekerjaan secara resmi akan memberikan gambar perubahan desain yang telah disyahkan oleh Pemilik Pekerjaan kepada Kontraktor secara administratif dalam bentuk “Variation Order”. Untuk kondisi “Engineering Adjustment”. satu copy untuk arsip Kontraktor dan satu copy serta gambar lainnya harus diserahkan kepada Pemilik pekerjaan. dan merupakan dasar serta acuan utama bagi Kontraktor pada pelaksanaan pekerjaan. sehingga mengakibatkan perlu adanya penyesuaian dimensi. maka Kontraktor harus konsultasi dan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Pemilik proyek. sehingga perlu dan harus dicantumkan antara lain : Garis elevasi muka tanah asli hasil pengukuran awal Dimensi rencana bangunan Elevasi posisi dan kedudukan bangunan Jenis dan komposisi material yang akan dipakai dan lain-lain “Construction Drawing” atau “Working Drawing” yang disyahkan oleh Pemilik pekerjaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN tergambar pada Contruction Drawing atau Working Drawing harus mengacu dan didasarkan pada Design Drawing yang diberikan oleh Pemilik pekerjaan. elevasi posisi dan kedudukan bangunan.

Gambar purna bangun atau “As Built Drawing” tersebut. dikoreksi apabila perlu. “Shop Drawing” yang disiapkan oleh Kontraktor tersebut. satu copy untuk arsip Kontraktor dan satu copy serta gambar aslinya harus diserahkan kepada Pemilik Pekerjaan. dengan distribusi dua copy untuk Direksi Pekerjaan dan pengawas. dan Kontraktor telah melakukan pengukuran ulang akhir pekerjaan. • As Built Drawing Setelah semua pekerjaan selesai dilaksanakan sesuai gambar pelaksanaan. Jumlah komponen unit bangunan dan lain-lain. harus diserahkan kepada Pemilik Pekerjaan. Gambar unit bangunan atau “Shop Drawing” tersebut harus secara lengkap memuat : Bentuk unit bangunan serta dimensinya Material yang akan dipakai serta spesifikasinya List komponen unit bangunan yang memuat : a. lebar. • “Shop Drawing” Kontraktor harus membuat shop Drawing untuk setiap bangunan yang akan dikerjakan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pembuatan “Construction Drawing” atau Working Drawing” termasuk penggandaannya sebanyak 5 (lima) copy. harus lengkap berisi antara lain : Garis elevasi muka tanah yang sekarang ada “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-15 . Kontraktor wajib membuat copy “Shop Drawing” sebanyak minimum 5 (lima) copy. sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. tebal komponen unit bangunan b. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pembuatan “Shop Drawing” termasuk penggandaannya sebanyak 5 (lima) copy. diperiksa. Panjang. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. serta sudah harus diperhitungan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. maka Kontraktor diwajibkan membuat gambar purna bangun atau “As Built Drawing”. Berat persatuan komponen unit bangunan dan lain-lain c. dan untuk selanjutnya disyahkan oleh Pemilik Proyek. satu copy dipasang di barak kerja. Shop Drawing harus dilengkapi gambar detail meliputi ukuran lahan dan lain-lain. Gambar dan list pekerjaan pembuatan dan pemasangan tulangan konstruksi termasuk dalam kategori “Shop Drawing”. sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. berikut pekerjaan tambah atau kurang berdasarkan “Variasi Order” yang diberikan oleh Pemilik Pekerjaan.

Kontraktor wajib membuat copy “As Built Drawing” sebanyak 5 (lima) copy. material. As Built Drawing harus sudah diserahkan dan disetujui oleh Direksi selambat-lambatnya bersamaan dengan STT-1. laporan mingguan dan laporan bulanan lengkap dengan data penunjangnya dan foto dokumentasi sebagaimana tercantum dalam Rencana Kerja dan Syaratsyarat Proyek. selanjutnya diserahkan kepada Pemilik pekerjaan guna mendapatkan pengesahan dari Pemilik Pekerjaan. sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. Photo Dokumentasi Sejak awal akan mulai melaksanakan pekerjaan. dan merupakan volume akhir yang akan dibayar oleh Pemilik pekerjaan kepada Kontraktor. Kontraktor wajib membuat harian. catatan harian cuaca dan lain-lain yang diperlukan untuk kelengkapan administrasi. alat dan perkerja. buku lapangan bahan. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pembuatan “As Built Drawing” termasuk penggandaannya sebanyak 5 (lima) copy. Semua mengacu dan didasarkan pada gambar purna bangun yang telah disyahkan oleh Pemilik Pekerjaan. dengan distribusi dua copy untuk Direksi Pekerjaan dan pengawas. SARANA PENUNJANG PEKERJAAN 1. C. Gambar purna bangun yang telah selesai tersebut harus diserahkan Kontraktor kepada Direksi pekerjaan untuk diperiksa dan disetujui. metode kerja. kebutuhan material. Sebelum memulai aktifitas Kontraktor diwajibkan untuk membuat jadwal atau schedule. Kontraktor diwajibkan “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-16 . sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. rencana kerja. • Administrasi Proyek Kontraktor wajib menyediakan dan membuat kelengkapan administrasi lapangan berupa buku tamu. kebutuhan sumberdaya dan peralatan dan harus mendapat persetujuan dari Pengawas dan Direksi. Perhitungan volume akhir dari pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh Kontraktor atau yang “mutual check” volume pekerjaan 100 %. selama masa pelaksanaan pekerjaan dan pada akibat pelaksanaan pekerjaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Dimensi dan masing-masing bangunan yang telah dikerjakan Elevasi posisi dan kedudukan masing-masing bangunan yang telah dikerjakan Jenis material dan komposisi yang telah dipergunakan. 3 (tiga) serta gambar aslinya harus diserahkan kepada Pemilik Pekerjaan termasuk data dan perhitungan hasil pengukuran akhir sebagai pendukungnya.

dan sudah harus bisa memberikan gambaran secara garis besar kegiatan pelaksanaan seluruh pekerjaan. dan pemeriksaan berkala Direksi pekerjaan atau Pemberi Pekerjaan serta keperluan lainnya. Kontraktor juga diwajibkan menyerahkan tambahan 3 (tiga) copy ukuran 11 R. harus bisa memberikan gambaran secara lengkap dan menyeluruh mengenai kegiatan pelaksanaan pekerjaan sejak dari awal sampai akhir pelaksanaan pekerjaan. Pada saat pengambilan photo dokumentasi akhir pelaksanaan pekerjaan. sehingga secara kronologi bisa merupakan satu gambaran tujuan yang akan dicapai oleh kegiatan tersebut. Photo dokumentasi tersebut. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-17 . Photo dokumentasi dilaksanakan pengambilannya dari tiga titik tetap yang berbeda atau sesuai dengan pengarahaan Direksi pekerjaan. diberi bingkai. 2. disamping cetakan ukuran kartu pos sebanyak 4 (empat) copy. Semua biaya yang timbul akibat pembuatan photo dokumemntasi tersebut sepenuhnya menjadi beban dan tanggung jawab Kontraktor. mengangkut bahan material yang akan dipakai. dan akan ditentukan oleh Direksi pekerjaan. pelaksanaan pengambilannya dilakukan pada kondisi tahap kegiatan pelaksanaan pekerjaan : Saat awal sebelum mulai kegiatan pelaksanaan pekerjaan 0 % Saat kegiatan pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 25 % Saat kegiatan pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 50 % Saat kegiatan pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 75 % Saat selesai pelaksanaan pekerjaan atau prestasi 100 % Photo dokumetasi tersebut. sedangkan pengambilan photo dokumentasinya dari 1 (satu) titik lain yang berbeda lokasi. selanjutnya harus dicetak ukuran kartu pos masingmasing rangkap 5 (lima) dengan distribusi 1 (satu) copy dipasang di barak kerja dan 4 (empat) copy lainnya ditata rapi pada album photo dan diserahkan kepada Pemilik pekerjaan. ditata menurut urutan photo dokumentasi yang diserahkan. Kontraktor juga harus menyerahkan negatif film. atas permintaan Direksi pekerjaan Kontraktor bisa melaksanakan pengambilan photo dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan lainnya yang dianggap berguna dan cukup mempunyai nilai penting untuk didokumentasikan. dan transportasi pembuangan bahan material tidak terpakai keluar lokasi pekerjaan. Di samping dokumentasi utama tersebut. Kontraktor diwajibkan menyiapkan atau membuat jalan kerja yang layak guna kegiatan tersebut diatas untuk menunjang dan memperlancar pelaksanaan pekerjaan. Pada saat penyerahan photo dokumentasi. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. Photo dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan tersebut. Jalan Kerja Untuk menuu ke lokasi pekerjaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN membuat dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang diwujudkan dalam bentuk photo dokumentasi.

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Dari waktu ke waktu selama pelaksanaan pekerjaan. Untuk pekerjaan-pekerjaan menurut sifatnya dipandang oleh Pemilik Pekerjaan tidak diperlukan adanya jalan kerja khusus maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan sarana jalan kerja ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. Pada keadaan ini. Untuk pekerjaan-pekerjaan menurut sifatnya dipandang oleh Pemilik Pekerjaan tidak diperlukan adanya sistem pengeringan khusus maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pengeringan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban ker. sehingga tidak menimbulkan dampak yang negatif terutama pada masyarakat dan lingkungan setempat. areal pekerjaan kedang-kasang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air. juga termasuk menjadi tanggung jawab Kontraktor dari segi pemeliharaannya. karena bisa menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan akibat pengaruh air tersebut. diperhitungkan dalam satuan (unit) M’ untuk pekerjaan “coferring” atau “kisdam” dan Lump sum untuk pekerjaan “dewatering”. Kontraktor diwajibkan menmgeringkan atau membebaskan areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan konstruksi dari genangan air atau pengaruh air. Pekerjaan pengeringan yang dimaksud di sini adalah. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analiasa harga satuan pekerjaan. “Overhead” dan keuntungan Kontraktor. bahan material yang dipakai peralatan yang dipergunakan. semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering. Pengeringan atau “Coffering dan Dewatering” Pada bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksanakan. 3. Pada prinsipnya selama amsa pelaksanaan pekerjaan. bebas dari genangan ataupun rembesan air. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. maka perhitugan volume dan pembayaran untuk pelakasannaan pekerjaan pengeringan tersebut diatas. Kontraktor berkewajiban memelihara jalan kerja agar selalu layak dilalui sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan negatif pada masyarakat di sekitarnya maupun masyarakat lain yang juga memerlukan dan melewati jalan kerja tersebut. Kelancaran fungsi drainase lingkungan di sepanjang jalan kerja. Pada jenis pekerjaan yang dipandang oleh Pemilik Pekerjaan memerlukan adanya konstruksi pengertian sifatnya khusus dan memerlukan penanganan tersendiri. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-18 . termasuk sistem drainase lingkungan pekerjaan. juga yang secara langsung terpengaruh adanya jalan kerja. sudah harus meliputi upah tenaga. sedangkan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan.

pengeringan (bila diperlukan). “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-19 . Semua bahan-bahan yang lemah atau mudah rusak harus diganti denga bahan-bahan yang baik seperti syarat yang ditetapkan oleh Direksi. Tidak diperbolehkan menebang pohon tanpa ijin dari Direksi dan Instansi yang terkait. Bila tidak langsung digunakan penyimpangan bahan galian yang akan digunakan tidak diperbolehkan diletakkan di jalan. Lokasi bahan galian yang telah digali harus diperbaiki sedemikian rupa untuk menghilangkan kemiringan tanah yang tajam dan tidak stabil atau hal lain yang kurang baik dan berbahaya.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN D. Batu besar yang tidak diperkenankan untuk material timbunan dapat disimpan/dicadangkan bagi keperluan pasang batu. Apabila tidak disebutkan lain. kemiringan. Pekerjaan urugan dan galian harus benar-benar rata menurut gambar-gambar potongan memanjang dan potongan melintang dengan permukaan dan kemiringan yang rapi dan benar-benar rata dan teratur. PEKERJAAN TANAH 1. potongan melintang yang sesuai dalam gambar dengan tambahan yang diijinkan untuk ketebalan plesteran dan pasangan batu dimana perlu kemiringan dan bentuk saluran drainase sedemikian rupa sehingga mempunyai penampilan seragam yang rapi pada penyelesaiannya dan harus disetujui oleh Direksi. sesuai dengan spesifikasi. Luas dan kedalaman galiam masih dalam batas area yang telah disetujui Direksi. Umum Yang dimaksud dengan pekerjaan tanah adalah semua pekerjaan persiapan lapangan. semua rumput tanaman dan semua bahan-bahan yang merusak harus dibuang sebelum bahan urugan diletakkan pada tempatnya. perlindungan terhadap daerah di sekitarnya. Bahan galian yang didapatkan dari tempat galian tidak menckupi bagi keperluan penimbunan maka dapt diperoleh tambahan galian dari daerah bahan galian lain yang telah disetujui Direksi. pembuangan semua material sisa galian. Kontraktor bertanggung jawab terhadap pengaturan dan pembayaran semua bahan galian termasuk bahan lempung dan bahan yang dipilih sesuai persetujuan Direksi. Seluruh area yang termasuk dalam batas batas pekerjaan tanah akan dikerjakan dalam jalur. Semua galian akan dilaksanakan dengan batasan dan sesuai kebutuhan yang diperlihatkan pada pasal-pasal dari spesifikasi ini berkenaan dengan masalah pengendalian air. urugan kembali. galian semua jenis material apapun yang ditemui penanganan. Material galian untuk memenuhi kebutuhan bahan tambahan disimpan untuk penggunaan berikutnya atau ditempatkan sebagai bahan timbunan segera setelah penggaliannya dengan persetujuan Direksi. Penggunaan semua material galian untuk keperluan tertentu ditentukan oleh Direksi. timbunan tanah pada alur dan elevasi sesuai yang ditunjukkan pada gambar. penghamparan dan pemadatan material timbunan yang diperlukan. tingkatan dan elevasi. Kontraktor tidak diperkenankan menghamburkan atau dengan kata lain membuang material galian yang berguna. pengupasan muka tanah.

pikiran atau kesimpulan yang dimaksud dalam laporan penyelidikan tanah yang tersedia. memasang dan mengoperasikan semua peralatan yang diperlukan untuk menjaga galian bebas dari air/genangan selama pelaksanaan kosntruksi dan harus membuang air hingga tidak menimbulkan kerusakan terhadap benda-benda di sekitarnya. perlu dilakukan penurapan. Data pengeboran dan informasi yang berkaitan (jika tersedia) memberi gambaran kondisi di bawah permukaan tanah hanya pada lokasi dan waktu tertentu. pelindungan dan peralatannya. Penyelidikan Lapangan Data penyelidikan tanah yang relevan (jika ada). Penurapan dan Perlindungan Galian yang terlampau curam dan diperkirakan tidak stabil sehingga membahayakan para pekerja atau untuk menghindari kerusakan pekerjaan dari longsoran tanah. kesulitan yang dihadapi. kecuali diperintahkan lain oleh Direksi. Direksi tidak akan bertanggung jawab atas kehilangan/kerugian yang diderita Kontraktor sebagai akibat perbedaan-perbedaan kondisi yang digambarkan oleh kesimpulan Kontraktor tersebut. 4. Pekerjaan penggalian tidak boleh dimulai tanpa seijin Direksi. lebar galian dapat diperbesar untuk memberi tempat bagi pelaksanaan penurapan. Pengendalian Air Kontraktor harus menydiakan. meletakkan dan meindahkan kembali peralatan penurapan. Ijin Kerja Sebelum pekerjaan yang diperlukan untuk semua pekerjaan galian yang akan dilaksanakan harus mendapat ijin kerja dari Direksi maupun instansi terkait. Direksi tidak menjamin pernyataan. Kontraktor harus melengkapi. Ijin yang diberikan tidak berarti membebaskan Kontraktor dari kewajiban dan tanggung jawab sesuai kontrak. Kontraktor harus memperbaiki semua tanggung jawab bagi pengurangan dan kesimpulan yang dibuat olehnya yang menyangkut kondisi material/bahan yang akan digali. contoh-contoh. menjaga galian yang diperlukan dan pekerjaan akibat kondisi lapisan di bawah tanah di lokasi pekerjaan. pengeringan. 5. Kontraktor harus melengkapi gambar yang memperlihatkan detail dari penurapan yang diusulkan akan digunakan bersama dengan smua perhitungan dilakukan oleh tenaga ahli yang mampu sebelum pekerjaan penggalian dimulai. Kondisi tanah pada lokasi lainnya mungkin berbeda dengan kondisi pada lokasi pengeboran. pada Direksi dapat digunakan sebagai panduan/patokan bagi kondisi permukaan dan di bawah permukaan tanah dalam proyek ini. Gambar yang telah disetujui dan perusahannya yang menurut pendapat Direksi dianggap perlu demi keamanan personil dan atau pekerjaan akan dikembalikan pada Kontraktor untuk dilaksanakan. atau menyebabkan gangguan “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-20 . Juga waktu berpengaruh terhadap perubahan lapisan bawah tanah atau muka air pada lokasi pengeboran. percobaan atau laporan-laporan dan kondisi nyata yang ditemui selama pelaksanaan pekerjaan. 3.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2. Bila diperlukan.

“Interceptor Drain” perlu untuk menjaga air permukaan jangan sampai masuk ke lubang galian konstruksi. dan untuk pembentukan secara umum dari tempat kerja sesuai dengan spesifikasi ini dan yang memenuhi garis. Tanggul akan sangat baik digunakan mencegah kerusakan akibat erosi selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi. d. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi gambar perincian dari seluruh struktur sementara yang diusulkannya atau yang diperintahkan untuk digunakan seperti skor. pembuangan tanah atau meterial lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut 2. Toleransi Dimensi 1. Pekerjaan Galian a. Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memnuhi toleransi yang diberikan. 2. turap. Kerusakan yang ditimbulakn diperbaiki atas biaya Kontraktor. pembuangan material yang tidak terpakai atau humus. Untuk setiap pekerjaan galian. Uraian 1.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN atau mengancam umum. harus dirug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi. 2. Kontraktor harus mengusahakan melaksanakan pengeringan di sekitar lokasi galian dengan metoda yang harus diusulkan oleh Kontraktor dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi. cofferdam. Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas. Kelandaian akhir. gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada tanah sebelum operasi pembabatan dan pengarukan dilakukan. Pekerjaan ini umumnya diiperlukan untuk pembuatan pondasi. 6. c. Untuk penggalian di bawah air. Pelaporan dan Pencatatan 1. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian. harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : 1. b. dan tembok penahan dan “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-21 . 2. Permukaan galian yang telah selesai yang terbuka terhadap aliran air permukaan harus cukup rata dan harus memiliki cukup kemiringan untuk menjamin drainase yang bebas dari permukaan ini tanpa terjadi ganguan. arah dan formasi sesudah galian tidak boleh bervariasi dari yang ditentukan lebih dari 2 cm dari tiap titik. sebelum memulai pekerjaan. ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi.

Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material dibawah dan di luar batas galian. Kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan. batu bata. e. Bila diperlukan. Selama masa pekerjaan galian. perlengkapan dan buruh untuk pengeringan. Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala. g.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN harus memperoleh persetujuan direksi sebelum melaksanakan pekerjaan galian yang dimaksudkan untuk dilindungi oleh struktur yang diusulkan tersebut. padas. Kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. Seluruh tepi galian terbuka harus diiberi penghalang yang cukup untukmencegah pekerja atau orang lain terjatuh ke dalamnya dan setiap galian terbuka pada badan malam hari dengan drum dicat putih atau lampu kuning sesuai dengan ketentuan direksi. Prosedur Penggalian Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah. 4. batu. formasi atau pondasi selesai. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa. Kondisi Tempat Kerja Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan Kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-22 . Pada setiap saat peralatan galian cadangan serta perlengkapan P3K harus tersedia di tempat kerja galian. 2. 3. penggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara. Kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian itu. Bahan landasan atau material lain tidak boleh dipasang sebelum kedalaman galian disetujui oleh direksi. tembok ujung dan cofferdam. Setelah masing-masing galian untuk tanah dasar. 3. f. beton dan lain-lain. Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian 1. Kontraktor harus memberitahu direksi.

i. 2. Pembongkaran harus dilakukan sedemikian sehingga tidak mengganggu atau merusak struktur atau formasi yang telah selesai. Alat berat tidak boleh beroperasi dalam jarak 1 m dari bangunan dan “vibrating rollers” dalam jarak 1.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN h. Penggunaan peralatan bagi pelaksanaan penimbunan dan pengurugan kembali sehingga dapat memperoleh hasil pemadatan sesuai dengan spesifikasi. harus dilakukan di tempat kering yang disetujui direksi. Melindungi semua daerah kerja dari kerusakan yang diakibatkan oleh air atau dengan cara lain membuat sistem drainase yang baik untuk menjaga jangan sampai air berada di atas tanah urugan dan daerah pengurugan. b. termasuk pengangkutan dan perolehan ijin dari pemilik tanah di mana pembuangan dilakukan. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk seluruh pengaturan dan biaya untuk pembuangan material yang berlebih atau tidak memenuhi syarat. Urugan dan Timbunan Tanah a. sejumlah besar akar atau benda tertumbuhan yang lain dan tanah yang komprensif yang menurut Direksi akan menyulitkan pemadatan dari material atau yang mengakibatkan kerusakan atau penurunan yang tidak dikehendaki harus diklasifikasikan tidak memenuhi untuk digunakan sebagai timbunan dalam pekerjaan permanen. Timbunan/Urugan Timbunan tidak boleh diletakkan hingga galian yang telah dilakukan dan pekerjaan pondasi yang telah diselesaikan diperiksa disetujui Direksi. Terkecuali diperintahkan oleh Direksi. Umum Semua pengurugan dan timbunan tanah. 7. atau setiap material yang tidak disetujui oleh direksi teknik sebagai bahan timbunan harus dibuang dan diratakan dalam lapis yang tipis oleh Kontraktor di luar tempat kerja sesuai petunjuk direksi. seluruh struktur sementara seperti cofferdam atau skor dan turap harus dibongkor oleh Kontraktor setelah selesai pekerjaan struktur permanen atau pekerjaan lain untuk mana galian telah dilakukan. Pembuangan Material Pekerjaan Sementara dan Perapian Tempat Bekas Galian 1. jenis dan kapasitas sesuai dengan yang diminta dan telah disetujui Direksi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-23 .5 m dari bangunan. Setiap material galian yang berlebih untuk kebutuhan timbunan. Material galian yang mengandung tanah organis tinggi. Penggunaan dan Pembuangan Material Galian Seluruh material yang dapat dipakai yang digali dalam batas-batas dan cakupan proyek dimana memungkinkan harus digunakan secara efektif untuk formasi timbunan atau urugan kembali maupun lime treatment. Material galian yang sementara waktu diijinkan untuk ditempatkan dalam saluran air harus dibuang seluruhnya setelah pekerjaan selesai sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu saluran air.

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Penimbunan diletakkan mendatar lapis demi lapis yang dipadatkan dengan menggunakan peralatan tetapi dengan ketebalan lepada maksimum 200 mm. Test ini dilakukan Kontraktor dan akan digunakan untuk menguji urugan sesuai kebutuhan spesifikasi. Pada muka dipuncak semua timbunan tanah harus diberi kemiringan tidak kurang dari 2% untuk mendapatkan drainase yang efektif. menentukan kadar air dan menentukan kerapatan urugan di tempat. Alternatif lain percobaan 11 dari BS 1377 dapat digunakan sebagai pengganti ASTM 1557 Selama pelaksanaan pekerjaan. d. cekungan dan alur-alur atau lapisan material yang berbeda susunan atau gradasi dengan material di sekitarnya. Pemadatan timbunan dengan tenaga manusia dan juga dengan tenaga mesin harus dengan ketebalan lepada maksimum 200 mm. urugan dengan timbunan tanah dan untuk mengatur pemadatan relative (Relative Compaction) pada kadar air yang optimum dari tanah urugan yang dipadatkan. Distribusi bahan di seluruh bagian lapisan harus seragam dan penimbunan harus bebas dari tonjolan. sesuai yang diperintahkan Direksi. Metode C. Kontraktor di bawah pengawasan Direksi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-24 . Biaya semua percobaan pemadatan dan percobaan lainnya yang disebutkan di atas di tanggung Kontraktor. c. Semua timbunan harus dilembabkan sebesar 2 % dari angka aotimum dan kemudian dipadatkan. Bila lapiasan teratas (dari lapisan sebelumnya) dan timbunan yang dipadatkan atau tanah pondasi menjadi kering atau basah untuk memperoleh ikatan yang baik perlu dilakukan penorehan dan pelembaban dengan menggunakan pencaran air untuk memperoleh kadar air yang baik bagi peletakan lapisan selanjutnya. Metode ini akan digunakan pada urugan yang dipadatkan. untuk pemadatan dengan lapisan berikutnya perlu dilakukan torehan sejajar sumbu penimbunan hingga kedalaman tidak kurang dari 75 mm sebelum dilapisi dengan lapisan selanjutnya. akan melaksanakan beberapa percobaan sesuai yang diperlukan untuk meneliti material. Pengujian dilakukan oleh Kontraktor atau laboratorium menyelidikan yang diusulkan Kontraktor dan telah disetujui kapan. untuk menentukan karakteristik pemadatan. Pemadatan Pelaksanaan semua penimbunan tidak kurang 90 % dari maksimum dry density. Bila permukaan lapisan menjadi terlalu keras atau halus. Permukaan dari timbunan tanah harus dengan kemiringan 2 % hingga dapat berfungsi sebagai drainase. dimana. Distribusi kelembaban yang seragam dapat diperoleh dengan metode yang telah disetujui olehh Direksi bagi pemadatan lapisan. walau tidak diperlihatkan/ditunjukkan dalam gambar. urugan dengan timbunan tanah dan tanah dasar. Prosedur Pengujian Pemadatan Metode percobaan untuk timbunan tanah yang akan dipadatkan harus mempunyai kepadatan kering lebih besar atau sama dengan persentase yang ditentukan oleh ASTM D1557.

Bahan seperti semen. sehingga dasar galian selalu terendam oleh air. dan tidak mudah pecah. berat dari alat pemadatan tidak boleh kurang dari 20 kg dan tidak boleh lebih dari 150 gr/cm2 luas permukaan alat pemadat. tidak porus. c. Material untuk pengurugan dibawah dalam keadaan mempunyai kelembaban 2 % dari kondisi optimum. Bahan-bahan ini juga yang berada di tempat lainnya. b. Maka harus dibuat dewatering dengan jalan membuat lubang pemompaan. Hal ini dilakukan untuk menghindari dasar galian menjadi lumpur akibat dari injakan-injakan para pekerja. Bahan berupa batu kali yang mempunyai kualitas baik. E.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 8. Syarat-Syarat Pelaksanaan a. bila tidak praktis dipadatkan dengan roller. Kelebihan Galian dan Pembuangan Sisa Galian Semua bahan hasil dari galian yang berlebihan yang dianggap perlu oleh Direksi harus dipindahkan/dibuang dari lokasi pekerjaan dan biaya untuk itu ditanggung oleh kontraktor. Apabila muka air tanah cukup tinggi. pasir dan air sebagaimana yang disyaratkan pada pekerjaan beton. harus dilakukan dengan penyiraman air untuk kemudian dipadatkan dengan lapis demi lapis tidak boleh dari 200 mm tebal. bahan dan tenaga kerja keperluan pekerjaan ini. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-25 . Aanstamping segera dipasang setelah dilakukan galian tanpa menunggu galian selesai seluruhnya. Pemadatan urugan tidak boleh kurang dari 90% maksimum dry density. Pekerjaan meliputi pengadaan alat. 3. 2. Menggenangi dengan air atau menggunakan pancaran air tidak boleh dilakukan kecuali bila telah disetujui Direksi. Syarat-Syarat Bahan a. Pekerjaan ini meliputi pemasangan pondasi batu kali dengan bahan yang tersebut dalam persyaratan ini. semua urugan pada jarak 2 m dari tembok dan pangkal box culvert. diluar lokasi pekerjaan atau sesuai petunjuk Direksi. 9. Lingkup Pekerjaan a. Pengurugan kembali Pada Bangunan-bangunan dan Pada Pekerjaan Pasangan Batu Apabila tidak disebutkan pada gambar atau tidak disyaratkan khusus. Kontraktor harus menyediakan lokasi buangan akhir untuk sisa tanah hasil galian yang tidak terpakai. b. PEKERJAAN PONDASI BATU KALI 1. Dasar galian bebas dari lumpur. b. atau gorong-gorong harus terdiri dari bahan kerikil yang halus bebas dari lumpur.

Aanstamping dipasang dalam posisi berdiri rapat dan ditumbuk padat. g. lubang suling-suling berdiameter 50mm harus ditempatkan pada jarak antara bak horizontal maupun vertikal tidak lebih dari masing-masing 1000 mm dan 500 mm.00 m pada arah dipasang 1 suling-suling sedang pada arah vertikal dipasang 2 suling-suling. Ukuran pondasi batu kali harus sesuai dengan gambar. lurus dan pada bagian luar diusahakan menggunakan penampang yang baik hingga menghasilkan tampak pondasi yang rapi. Bila lubang suling-suling diperlukan untuk membentuk suatu tembok atau tembok bangunan lainnya. Terkecuali disyaratkan atau diperintahkan oleh Direksi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-26 . Terkecuali disyaratkan lain. h. f. Sambungan dari sisi muka batu harus dikerjakan hampir rata dengan permukaan pekerjaan. tetapi tidak menutupi batu sewaktu pekerjaan dilaksanakan. Lubang suling-suling harus dibentuk agar miring terkecuali diperintahkan lain oleh Direksi. d. 4. tinggi pondasi yang mana dari ukuran yang salah akan mempengaruhi kemampuan daya dukung pondasi tersebut. e. Pembuatan lubang suling-suling a. bagian puncak horizontal dari seluruh pasangan batu harus dikerjakan akhir dengan tambahan dari lapis aduk setebal 15mm yang dikerjakan ke permukaan yang merata dengan kemiringan yang akan menjamin perlindungan terhadap air hujan dan dengan sudut yang dibulatkan. Lapisan tersebut harus dimasukkan kedalam dimensi yang disyaratkan dari struktur. Pekerjaan Akhir Pasangan Batu a. Lubang suling-suling yang pertama harus dipasang 400 mm dari atas dasar saluran. maka celah-celah kecil harus diisi dengan pasir dengan cara pasir-pasir yang disebar diatas pasangan aanstampeng disiram dengan air agar pasir dapat masuk kecelah-celah batu. c. maka metode pembentukan lubang suling-suling harus didasarkan atas persetujuan dari Direksi. Agar pasangan aanstampeng mempunyai ikatan yang baik tidak goyah. Di belakang pipa-pipa suling harus diberi serat/filter dari ijuk atau serabut kelapa untuk mencegah agar tanah/pasar tidak masuk ke dalam pipa-pipa suling. b. Pada setiap jarak 2. Pemasangan pondasi batu kali mengunakan campuran 1Pc : 5 Ps. sehingga ikatan antara batu kali menjadi baik. baik itu ukuran lebar dengan dasar.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN d. Pemasangan harus baik. Dalam pemasangannya antara batu kali tidak boleh ada yang bersentuhan satu sama lain. 5. Pemasangannya dipasang secara zig-zag. b. e.

Pekerjaan trucuk kayu gelam a. Standar-standar yang dipakai Pada setiap tahapan pekerjaan beton.50 m. pecah dan sebagainya maka kontraktor harus mencabut ting trucuk tersebut dan diharuskan melakukan pemancangan ulang. beton bertulang dan bagian beton dari struktur yang tercantum dalam gambar rencana atau sebagaimana diperintahkan oleh Direksi. PEKERJAAN BETON 1. b. Apabila dari hasil pemancangan tersebut di atas menurut Direksi hasilnya meragukan misalnya tiang trucuk miring. Gambar tersebut diajukan ke Pengawas dan Direksi untuk mendapatkan persetujuaan. Segala kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut di atas adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya. Uraian Pekerjaan ini terdiri dari pembuatan semua struktur beton termasuk beton tak bertulang.ACI. Pelaksanaan pemancangan Alat pemancang termasuk alat pemukul tiang pancang disiapkan oleh kontraktor. pelaksanaan dan pemeliharaannya berlaku ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam peraturan beton bertulang indonesia. Apabila kontraktor tidak menggunakan alat pemancang dengan hammer. Kontraktor harus membuat gambar metode pelaksanaan pemancangan berserta peralatan dan kapasitasnya. c. F. Bahan material gelam Dalam hal penyediaan kayu gelam. Umum a. yakni perencanaan. lurus dan tidak lapuk dengan ukuran diameter ujung 10 cm dan 12 cm bagian pangkalnya serta panjang 2. ASTM dan AASHTO. b. maka dipakai standar SKSNI-T15. kontraktor harus memberikan contoh kepada pengawas atau Direksi untuk mendapatkan persetujuan. 6. Mutu beton Jenis mutu beton yang akan digunakan pada masing-masing bagian pekerjaan yang tercantum dalam gambar rencana harus sesuai dengan uraian dalam “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-27 . maka kontraktor mengajukan alat pemancang dan metode pelaksanaannya untuk mendapat persetujuan pengawas dan Direksi. Bilamana ditunjukkan dalam gambar rencana. semua permukaan pasangan batu yang dialiri air difinishing dengan plesteran semen sesuai dengan gambar bestek yang ada. yang selanjutnya disingkat dengan PBI. Yang diukir pada diameter gelam adalah diameter gelam pada bagian yang keras. Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam PBI. dalam keadaan masih segar. Bahan berkualitas baik.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN c.

maka harus ada keterlibatan dari pihak terkait lain yang menangani pekerjaan Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) di lapangan beban biaya kontraktor. Kecepatan penguapan melebihi 1. Lengas nisbi dari udara kurang dari 40 % c. 2. Pengajuan 1. Kontraktor harus mengajukan contoh semua bahan yang hendak digunakan dengan data pengujian yang harus memenuhi spesifikasi. Untuk menjaga mutu beton yang dibuat. maka mutu beton yang dipakai adalah sebagai berikut: K. 7 hari dan 28 hari berturut-turut setelah tanggal pencampurannya. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-28 . Jika tidak ditentukan. Kontraktor harus mengajukan gambar dari semua perancah yang akan digunakan. mendiskusikan metode kontruksi dan program kerjanya serta memperoleh persetujuan sebelum memasang setiap perancah atau memulai pekerjaan beton lainnya. Persetujuan tersebut tidak akan membebaskan kontraktor dari tanggung jawabnya pada setiap struktur.1. e.225 Digunakan untuk bangunan rumah jaga dan rumah pompa. 5. Kondisi Pekerjaan Kontraktor harus menjaga suhu dari semua bahan-bahan terutama agregat kasar pada tingkatan yang serendah mungkin dan harus menjaga suhu dari beton di bawah 30 C pada waktu pengecoran. dan konstruksi rumah genset dan pondasi genset. 3. maka Kontraktor tidak akan mengecor beton apabila : a. Hujan atau bila udara penuh debu (tercemar) d. Kontraktor harus memberitahu Direksi secara tertulis paling tidak 24 jam sebelum memulai untuk mencampur atau mengecor beton. 4.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN spesidfikasi teknis ini atau sesuai dengan petunjuk Direksi. Kontraktor harus mengajukan desain campurannya untuk setiap jenis pekerjaan pengecoran beton. Sebagai tambahan. bangunan kolam olak/ folder. Hasil pengujian kuat tekan 3 hari.0 kg/m2/jam b.6. Tabel 5. Ukuran Nominal Agregat Mutu Ukuran Karakteristik dalam beton nominal kg/cm2 pengujian pada struktur fc’ agregat (mm) saat pelaksanaan (Mpa) K 350 K 225 20 20 350 225 d. Kontraktor harus mengajukan secara tertulis hasil seluruh pengajian pengendalian kualitas yang terinci dengan segera setelah tersedia atau ia di minta oleh Direksi. Kondisi lapangan yang tidak memungkinkan atau tidak ada persetujuan Direksi untuk mengecor.

Bahan yang ditolak harus segera dikeluarkan dari lapangan paling lambat dalam waktu 1 x 24 jam.Tambahan pada cacat-cacat kecil 2. a. semua bahan yang dipakai untuk pekerjaan beton harus memenuhi ketentuan yang tercantum pada bagian 2 bab 3 dari PEDOMAN BETON 1988 (SKBI-1. 3. Pengujian tambahan tersebut harus atas biaya sendiri dari Kontraktor. 2.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN f.Perubahan dalam perbandingan campuran untuk sisa pekerjaan.453. Semen yang diterima dalam kantong-kantong yang masih tersegel dan tidak pecah. Direkksi harus menolak semen tersebut dan Kontraktor harus segera menyingkirkannya dari tempat pekerjaan. 5. Pembetulan dari pekerjaan beton yang tidak memenuhi kriteria toleransi yang dirinci dalam spesifikasi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-29 . atau hasil akhir permukaan yang tidak memuaskan. keterangan hasil pengujian dari pabrik harus disertakan bersama setiap pengiriman semen untuk menjamin mutu semen sesuai standart. kecuali ditentukan lain secara khusus dalam spesifikasi ini.1988). Pembetulan pekerjaan yang kurang memuaskan 1. Dalam hal adanya perselisihan mengenai kualitas pekerjaan beton atau setiap keraguan mengenai kelayakan data pengujian yang tersedia. Bila menurut penilaian Direksi semen tersebut berbungkah atau berbongkol. 4. 6. Kecuali jika diperintahkan lain oleh Direksi. maka hanya produk dari satu pabrik (Satu merk) untuk setiap jenis semen Portland yang boleh digunakan untuk pekerjaan beton. atau tidak memenuhi persyaratan sifat campuran yang dirinci dalam spesifikasi. maka Direksi dapat meminta Kontraktor untuk melaksanakan pengujian tambahan yang diperlukan untuk menjamin bahwa suatu penilaian yang cukup baik mengenai kualitas pekerjaan dapat dibuat. Kecuali diijinkan lain oleh Direksi. Semen yang telah disimpan lebih dari 40 (empat puluh) hari dan semen yang menurut penilaian Direksi kualitasnya meragukan tidak boleh digunakan dalam pekerjaan. .Penguatan atau pembuangan seluruh dan penggantian bagian pekerjaan yang dianggap kurang memuaskan . Persyaratan Bahan Secara umum. Semua semen yang boleh digunakan adalah Semen Portland type-1 yang ditentukan dalam SII 0013-81 atau Standart Umum Bahan Bangunan Indonesia 1986 dan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam standart tersebut. 2. Kontraktor harus menyediakan contoh dari setiap pengiriman semen yang telah diserahkan ke tempat kerja kepada Direksi yang diperlukan untuk pengujian. harus meminta petunjuk Direksi yang meliputi : . Semen 1.

6. dari masing-masing agregat yang diusulkan akan “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-30 . Agregat 1. b.36 8 0–5 0–5 0–5 1.75 4 95 –100 0 – 10 0 – 10 0 – 15 2. semen harus disimpan di pusat lokasi proyek dan dapat didistribusikan sesuai kebutuhan masing-masing pekerjaan.3 50 10 –30 1. Bila ada keterbatasan ruang untuk penyimpanan semen dilokasi pekerjaan.15 100 2 -10 3. Kontraktor harus memberi jaminan kepada Direksi.2. Sebelum pekerjaan adukan contoh dimulai. Jumlah total lempung dan lumpur di dalam pasair alam tidak boleh melebihi ketentuan yang ada dalam ACI dan ASTM. Bila tidak tercakup dalam SII 00520-80 maka agregat harus memenuhi ketentuan ASTM C33 2. 7.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 7. Pengambilan contoh dan pengujian agregat harus dilakukan memenuhi ketentuan yang sesuai dengan bagian-bagian dalam ASTM. 4. Agregat harus bebas dari bahan-bahan organic seperti dirinci dalam AASHTO 6. Spesifikasi Analisa Saringan Agregat Ukuran ayakan Persentase berat yang lolos standar Agregat Mm Inch Agregat Pilihan Agregat Kasar Halus 50 2 100 37 1½ 95 –100 100 25 1 90 –100 100 19 ¾ 35 –70 90–100 100 13 ½ 10 –30 25 –60 90–100 10 3/8 100 0–5 20 –55 40–70 4. Semen yang dikirimkan ke lokasi pekerjaan dalam drum atau kantong oleh pemasok (supplier) atau pabrik harus disimpan di dalam drum atau kantong tersebut telah dibuka. bahwa agregat yang akan dipasok tidak akan meningkatkan reaksi alkali dengan semen. Gradasi agregat kasar dan halus sesuai dengan persyaratan yang diberikan dalam tabel berikut : Tabel 5. Agregat kasar harus dipilih sedemikian rupa seingga ukuran partikel terbesar tidak lebih besar daripada ¾ dari jarak minimum antara batang tulangan atau perbatasan lainnya dalam jarak di mana pekerjaan beton harus ditempatkan.18 16 45 –80 – 0. Secara umum. agregat harus memenuhi ketentuan dan persyaratan dari SII 00520-80 dan persyaratan yang ditentukan dalam spesifikasi ini. Jenis semen yang berbeda harus disimpan di tempat yang terpisah dan diberi tanda yang jelas. 5. semen tersebut harus segera digunakan. Kontraktor harus menyerahkan contoh sebanyak 50 kg.

Pengotoran terhadap agregat yang disebabkan oleh tanah dan benda-benda lainnya dapat dihindarkan setiap waktu . Direksi dapat meminta pada Kontraktor untuk mengadakan test kualitas dari agregat-agregat tersebut dari tempat penimbunan yang ditunjuk oleh Direksi. padat dan mempunyai daya kerja yang baik dengan semen dan air dalam proporsi campuran yang akan dipakai. 12. ukuran yang lebih besar dari 38 mm untuk penggunaannya harus mendapat persetujuan dari Direksi. Semua agregat harus disimpan di tempat bersih yang keras permukannya dan dicegah supaya tidak terjadi percampuran dengan material/bahan lain dan terkotori. 10. Pasir yang digunakan harus benar-benar pasir cor bukan pasir laut. Agregat kasar harus berupa koral/batu pecah yang mempunyai susunan gradasi yang baik. minyak dan bahan organis yang merugikan.Setiap timbunan agregat harus mampu mengalirkan air (lolos air) 9. berbentuk tajam dan keras. keras porous. setiap saat dalam laboratorium yang diakui. Kontraktor harus menyiapkan cara-cara penimbunan agregat pada setiap tempat dimana pekerjaan pembetonan dilakukan sedemikian : . lumpur. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-31 . Agregat kasar dan agregat halus harus selalu bersih dari gumpalan tanah liat.Ukuran nominal dan agregat kasar dan agregat halus harus ditempatkan terpisah setiap waktu . Gradasi dari agregat kasar secara keseluruhan harus dapat menghasilkan mutu beton yang dikehendaki. Agregat kasar mempunyai ukuran butir di antara 5 sampai dengan 20 mm. Gradasi dari agregat halus harus menghasilkan mutu beton yang dikehendaki. 16. tajam dan bentuknya relatif kubus. 17. 11. Agregat halus mempunyai modulus kehalusan butir antara 2 sampai dengan 32 jika diselidiki dengan saringan standar. 15. Dalam hal adanya perubahan sumber darimana agregat tersebut disuplai. disimpan dan dipindahkan dari tempat penyimpanan dengan cara sedemikian sehingga tidak menyebabkan pemisahan. 14. maka Kontraktor diwajibkan untuk memberitahu kepada Direksi.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN digunakan untuk mendapatkan persetujuan Direksi dan harus disimpan di lapangan untuk digunakan sebagai patokan (acuan) 8. 13. Kontraktor harus memastikan bahwa agregat kasar dicurahkan. sesuai dengan dimensi struktur dan kerapatan tulangan dimana adukan akan dicor.

atau penggunakan lain yang direncanakan harus bersih dan bebas dari setiap zat-zat yang merugikan seperti minyak. asam alkali. atas biaya Kontraktor. basa.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Tabel 5.Bahan-bahan yang lolos ayakan 200 Pengujian AASHTO T96 T104 T112 T11 Batas Maksimum yang diijinkan 40 % 10% 0. agregat harus disimpan di pusat lokasi kerja dan akan didistribusikan setiap hari sesuai dengan kebutuhan masing-masing jenis pekerjaan denga cara sedemikian rupa sehingga terhindar dari pengotoran dan pemisahan terhadap agregat.Kehilangan akibat penentuan kualitas dengan Sodium Sulfat setelah 5 putran . c.5 % 3% 12% 0.Kehilangan akibat abrasi pada 500 putaran dengan Mesin Los Angeles .3. Kecuali diijinkan atau diperintahkan oleh Direksi. d. gula atau zat organic yang dapat memenuhi persyaratan ASTM atau PBI. Beton yang meliputi berbagai kelas/mutu yang menggunakan bahan tambahan harus direncanakan dan dibuat adukan contoh tersendiri dan disetujui Direksi. garam. demikian pula bila beton dengan kelas “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-32 . Tetapi persetujuan ini tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor untuk menghasilkan beton dengan kekuatan dan “kemudahan pengerjaan” sesuai dengan ketentuan.6. Air yang digunakan dalam mencampur. Metode penggunaan dan jumlah bahan tambahan yang digunakan harus seijin dan disetujui Direksi. Bila diperlukan untuk memenuhi ketentuan dalam pasal ini. Sifat Agregat Beton Sifat . 2. Agregat Bahan tambahan adalah bahan yang ditambahkan/dicampur bersama bahan beton selama pengadukan dengan maksud memperbaiki sifat-sifat campuran beton. Kontraktor tidak diperkenankan mempergunakan admixture. Agregat halus basah tidak boleh digunakan sampai menurut pendapat Direksi agregat tersebut telah kering hingga memenuhi kadar air yang tetap dan seragam. Direksi berhak mengharuskan Kontraktor memeriksa air yang dipakai di laboratorium bahan yang diakui dan sah.Persentase gumpalan tanah liat dan partikel yang dapat pecah dalam agregat . Kontraktor harus melindungi gundukan/timbunan dari pengaruh cuaca buruk. Bila keadaan tempat/lokasi kerja terbatas bagi penyimpanan agregat. Air dengan kualitas sebagai air nimum dapat digunakan tanpa pengujian 3. merawat. Air 1.25% 1% 18.

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN tersendiri. Kekentalan tersebut dapat tergantung pada berbagai hal. Setiap rencana campuran harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. Pencampuran Bahan Secara umum.85 dan tidak lebih besar dari 0. kecuali ditentukan lain secara khusus dalam spesifikasi ini. Agregat terdiri dari “fine aggregate”/butiran halus dan “coarse aggregate”/butiran kasar dengan ukuran maksimum ditentukan dalam tanel 6. Agregat harus dihitung berdasarkan berat.1988) 4. Untuk beton bertulang.1.1.4. 2.1.1. 3. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-33 . kekuatannya tidak boleh kurang dari pada yang tercantum dalam tabel 6.1. Campuran harus dibuat agar dapat menghasilkan silinder beton dengan karakteristik kekuatan pada umur 28 hari setelah pengecoran tidak lebih kecil dari kekuatan yang ditentukan pada tabel 6. 5. Workability (Kelecakan Beton) Kemudahan pengerjaan setiap mutu beton harus sedemikian rupa sehingga pemadatan dengan hasil yang memuaskan dapat diperoleh bila beton dicor dan divibrasi dan tidak memisah bila ditangani. Untuk beton yang menggunakan semen yang berbeda dengan Portland Cement atau bahan tambahan yang diakui. antara lain jumlah dan jenis semen.1 yang akan digunakan dalam pelaksanaan pembangunan dan detail rencana campuran harus dimasukkan untuk disetujui Direksi. Kombinasi mutu agregat harus menerus. transportasi dan pemadatan beton yang bersangkutan dalam pekerjaan. 6. jenis konstruksi yang bersangkutan dan kerapatan dari tulangan. diangkut dan dipadatkan dengan metode yang diusulkan akan digunakan Kontraktor dalam penanganan. Tetapi campuran tersebut harus disetujui terlebih dahulu oleh Direksi. Rencana Campuran Beton Pada saat dimulainya pekerjaan Kontraktor harus membuat adukan untuk setiap mutu beton yang tercantum pada tabel 6. jenis ukuran butir dari agregat serta penggunaan bahan-bahan pembantu. Kekentalan (konsistensi) adukan beton harus disesuaikan dengan cara transport.92. persyaratan mengenai campuran beton baik mengenai perencanaan campuran dan pengendalian mutu harus memenuhi ketentuan yang tercantum pada bagian 3 bab 4 dari PEDOMAN BETON 1988 (SKBI – 1.53. Contoh Campuran Beton Segera setelah Direksi menyetujui rencana campuran beton untuk setiap jenis mutu beton struktur dan selama atau setelah pelaksanaan tes pendahuluan. pemadatan ditentukan dengan metode yang diuraikan dalam ACI dan ASTM harus tidak kurang dari 0. Bahan tambahan yang mengandung calcium khlorida tidak boleh digunakan denga alasan apapun. nilai faktor air semen. cara pemadatan.2.1.

Batasan Rasio Campuran Air/Semen Dalam merencanakan dan menentukan adukan beton untuk digunakan dalam pekerjaan. 8. Metode pelaksanaan tersebut harus diajukan paling lambat 3 hari sebelum pengecoran untuk mendapatkan persetujuan Direksi.5 M3 beton. dengan pengaduk yang bersih. Silinder harus dibuat.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Kontraktor harus menyiapkan suatu percobaan campuran dari setiap mutu beton dengan dihadiri/diketahui oleh Direksi.1. Selanjutnya. untuk kemudahan dalam pekerjaan pengecoran maka Kontraktor harus mengajukan metode pelaksanaan pengecoran yang dianggap paling efisien menurut Kontraktor berkaitan dengan besarnya volume beton dan berkaitan dengan luas areal yang tersedia di lapangan. Faktor pemadatan dari setiap kelompok contoh adukan. disiram. Pengadukan Beton Beton harus diaduk dalam alat pengaduk mekanis atau beton molen yang mampu mengkombinasikan agregat. Kontraktor harus membuat 3 kelompok contoh adukan secara terpisah untuk setiap adukan dan 3 (tiga) “silinder uji tekan” (150 x 300 mm) akan dibuat dari setiap adukan dengan disaksikan oleh Direksi. harus ditentukan dengan segera setelah pengadukan dengan menggunakan metode yang diuraikan dalam ASTM dan atau ACI dan tidak boleh melebihi dari batas yang tercantum dalam butir spesofikasi ini. Setiap campuran tidak boleh kurang dari 0. agreget dan air ditentukan dengan teliti berdasarkan berat sesuai dengan campuran/adukan yang disetujui Direkksi (atau adukan yang diperbaiki setelah tes pendahuluan) dan analisa ayakan harus dibuat dengan metode yang diuraikan dalam ASTM dan atau ACI. 7. Kontraktor harus memperhatikan ketentuan terdahulu dan juga memperhatikan batasan-batasan lain pada rasio air/semen yang diperlihatkan pada gambar atau yang dinyatakan/disebutkan sesuai penggunaan beton pada bagian tertentu pekerjaan. Pada permulaan pekerjaan.1 Kontraktor harus merubah adukan serta membuat contoh adukan dan silinder selanjutnya. Percobaan campuran akan dicampur dalam waktu yang bersamaan dan ditangani oleh alat yang sama seperti yang diusulkan Kontraktor untuk digunakan dalam pekerjaan. jika ada) ke dalam suatu campuran yang berwarna seragam dan melepaskan campuran tanpa pemisahan. Pengadukan Beton a. semen dan air (termasuk bahan campuran tambahan. Proporsi dari semen. disimpan dan diuji 28 hari setelah pembuatan sesuai dengan metode yang diuraikan dalam ASTM dan atau ACI. Keadaan kadar air asli agregat harus “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-34 . bagi agregat halus dan dari setiap ukuran nominal agregat kasar. pengadukan pertama hanya terdiri dari setengah bagian dari jumlah normal agregat kasar untuk mengganti pelekatan bahan lain pada drum. Jika nilai rata-rata kekuatan dari 9 siliner diuji setelah berumur 28 hari kurang adari kekuatan contoh adukan yang tertera pada tabel 6.

Jumlah pengambilan dari setiap mutu beton yang dituang dalam satu hari harus diambil tidak kurang dari satu kali.2 pasang dites pada umur 28 hari 4. 2. Pengambilan contoh beton harus sesuai dengan ketentuan dari PBI 89 dan ASTM C172. Pengawas berhak meminta setiap saat pada Kontraktor untuk membuat benda uji berupa silinder dari adukan beton yang dibuat. 3.1 pasang dites pada umur 3 hari . pengawas mempunyai wewenang untuk menolak konstruksi beton yang cacat seperti berikut : “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-35 . 5. Meskipun hasil pengujian benda-benda uji memuaskan. baik untuk perencanaan maupun pelaksanaannya ditanggung oleh Kontraktor sepenuhnya.82S) . dan akan mengatur jumlah air yang ditambahkan ke setiap adukan untuk menjaga rasio air/semen dari adukan selalu tetap.1 pasang dites pada umur 7 hari .Tidak satu pun sari hasil uji tekan mempunyai nilai rata-rata kuat tekan 2 buah spesimen silinder dari contoh beton yang sama (atau 1 pasang spesimen). 6. Apabila dalam pelaksanaan nanti kedapatan bahwa hasil uji tekan gagal memenuhi syarat spesifikasi dan telah pula dilakukan penyelidikan lain dan hasilnya gagal pula. pembuatan dan perawatan benda uji harus sesuai ketentuan ASTM C31 dan diuji berdasarkan ASTM C39 di laboratorium yang berwenang dan disetujui oleh Direksi. Pada setiap kali pengambilan contoh beton harus dibuat empat pasang spesimen silinder yang dites sebagai berikut : . Yang dimaksud dengan kekuatan beton disyaratkan (fc’) adalah hasil test tekan silinder φ 150 mm x H 300 mm pada umur beton 28 hari. Evaluasi hasil uji tekan umur 28 hari dilakukan berdasarkan ketentuan sebagai berikut : . Satu pengambilan contoh mewakili suatu volume rata-rata yang tidak lebih dari 20 m3 atau 5 truk mixer atau 1 batch (dipilih yang volumenya terkecil). b. Laporan uji tekan harus diserahkan kepada pengawas satu hari sesudah selesai pengujian. maka bagian pekerjaan tersebut harus diperkuat dengan suatu metode yang mana seluruh biaya untuk itu.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN ditentukan sebelum dimulainya pengadukan setiap harinya dan pada periode tertentu dalam 1 hari pengadukan bila diperlukan.Nilai rata-rata dari semua pasangan hasil uji berturut-turut yang masingmasing terdiri dari tempat hasil uji kuat tekan tidak kurang dari (fc’ + 0. Pengawasan Mutu Beton 1. Kontraktor harus memperhitungkan kandungan air dalam angregat bila menentukan jumlah air yang ditambhakan ke setiap campuran.

Siar-siar Konstruksi 1. 2. sparing dan lain-lain harus memenuhi ketentuan yang tercantum pada bagian 1 bab 5 dan bab 6 dari PEDOMAN BETON 1988 (SKBI 1. Permukaan siar beton yang sudah dicor harus dibersihkan seliruhnya dari benda-benda asing atau serpihan-serpihan. penulangan. 5. kecuali ditentukan lain secara khusus dalam spesifikasi ini. Persyaratan Pelaksanaan Secara umum. Semua siar-siar konstruksi dalam beton harus dibentuk rata harizontal atau vertikal. permukan tersebut harus disiapkan dengan pencucian “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-36 . siar konstruksi. maka dianggap terdapat siar kontruksi. persyaratan mengenai pelaksanaan pembetonan yang meliputi pengadukan. Pengecoran beton harus dilaksanakan secara terus menerus dari satu siar ke siar berikutnya. penanganan. jika perlu bekisting dibor guna melewati penulangan. bekeisting. Bila pekerjaan pengecoran ditunda sampai beton yang sudah dicor mulai mengeras. siar-siar tersebut harus berakhir pada bekisting yang kokoh dan tunjang dengan baik. a.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN - Konstruksi beton kropos Konstruksi beton tidak sesuai dengan bentuk yang direncanakan atau posisinya tidak sesuai dengan gambar. 4.53.1988). kecuali Direksi menyetujui untuk diadakan perbaikan atau perkuatan dan cacat yang ditimbulkan tersebut. maka beton yang sudah dicor harus di pecah kembali dan disingkirkan sehingga dicapai lokasi yang cocok untuk siar kontruksi sebagaimana yang disetujui oleh Direksi. Jika diperlukan siar kontruksi di tempat yang lain dari pada yang telah disetujui. perawatan. 9. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi jadwal secara detil rencana pembetonan semua bagian pekerjaan. pengecoran. tanpa memperhatikan jam-jam makan. biaya ditanggung oleh Kontraktor pelaksana. harus disediakan penopang tegak lurus pada garis tegangantegangan utama tetapi jika lokasinya dekat tumpuan suatu plat atau balok. Pengujian tambahan yang diminta oleh pengawas mengenai mutu beton dengan metode Destructive test atau pub non-destrucctive test. 3. 7. atau di tempat lain yang dianggap berbahaya oleh Direrksi. pengangkutan.4. Konstruksi yang tidak tegak lurus atau tidak rata seperti yang direncanakan Konstruksi beton yang berisikan kayu atau benda lain Semua pekerjaan yang dianggap cacat tersebut pada dasarnya harus dibongkar dan diganti dengan yang baru. Jika beton kurang dari 3 hari umurnya. karena adanya kerusakan alat atau alasan lain yang tak terduga.

Semua cetakan beton dan penopang-penopangnya harus didisain oleh kontraktor dan diserahkan kepada Direksi berupa gambar dan perhitungan untuk mendapat persetujuan. b. 12. 13. Penampatannya harus didisain sehingga tidak ada bagian yang tertanam lebih dekat dengan permukaan beton dari pada selimut betonnya untuk melindungi baja tulangan di lokasi tersebut. harus dibuat lubang-lubang pada sisi-sisi cetakan di posisi yang disetujui Direksi untuk memungkinkan penuangan dan pemadatan beton yang memadai. Bekisting harus dibuat sedemikian sehingga pembongkarannya dapat mudah dilakukan tanpa membahayakan konstruksi. Pemadatan dan penggetaran harus dilakukan pada permukaan lama dan ke sudut-sudut cetakan beton. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-37 . Lubang-lubang ini harus ditutup dengan rapi sebelum pengecoran. 6. 11. Cetakan harus benar-benar lurus. 8. Kontraktor harus memperhatikan bahwa permukaan telah disiapkan dan dibersihkan sebelum pengecoran disetujui oleh Direksi. tetapi berpijak diatas balok kayu rata atau lantai kerja dengan kokoh. gerakan-gerakan dan getaran yang membahayakan akibat tekanan dan adukan beton cair atau padat. Penggunaan pengikat (batang tarik) yang ditanam dalam betan diperkenakan setelah mendapat persetujuan dari Direksi. Semua tiang-tiang penyangga tidak boleh ditempatkan langsung diatas tanah. Gambar dan perhitungan tersebut hendaknya diserahkan minimal 7 (tujuh) hari sebelum bekisting mulai dikerjakan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dan penyikatan seluruhnya. Bila ada bagian beton yang sempit dan mempunyai kedalaman yang sangat besar. 9. Bekisting harus diperiksa lagi dan dikencangkan. rata dan kokoh sehingga cukup untuk menahan defleksi. Jika umurnya lebih dari 3 hari atau sudah terlalu keras. Pembuatan Bekisting 7. 14. Semua sambungan harus ditutup rapat untuk menghindari kebocoran air semen dan dibuat sedemikian sehingga permukaan beton yang kelihatan (exposed surface) lurus. rata dan kokoh. 10. permukaan tersebut harus di-sand blasted untuk memperlihatkan agregat. Jarak maksimum tiang-tiang penyangga harus diatur oleh kontraktor demi keamanan struktur yang akan dicor. Semua lubang bekas batang pengikat harus diisi dengan beton atau spesi dengan cara yang disetujui Direksi dan harus tidak berbekas pada permukaan beton. 15. Cetakan harus mempunyai lubang-lubang sementara yang kegunaannya untuk membuang kotoran.

Apabila pemasangan bekeisting tidak sesuai dengan ketentuan atau dianggap kurang baik maka Direksi berhak menyuruh membongkar dan memperbaiki dengan biaya ditanggung oleh Kontraktor. Kerusakan-kerusakan kecil mungkin dapat diperbaiki dengan mengisi plester/spesi sesuai kebijaksanaan Direksi. setiap kerusakan yang timbul akibat pembongkaran dan pemukulan cetakan dan penopangnya. jangan sampai merusak betonnya sendiri. Bahan yang rusak tidak diijinkan digunakan. Pembongkaran dilakukan dimana bahan konstruksi bagian tersebut harus dapat memikul berat sendiri dan beban-beban pelaksanaan. Persetujuan ini tidak membebaskan Kontraktor dari tanggung jawabnya. Jika noda timbul setelah pembongkaran bekisting. 19. Kerusakan pada Permukaan Bekisting Pembuatan bekisting dan pembetonan harus sedemikian sehingga tidak diperlukan lagi perbaikan. keputusan Direksi dalam hal perpaikan yang diperlukan harus dilakukan segera. Kontraktor diwajibkan untuk memasang beton deking agar tulangan tidak menempel pada permukaan bekisting. Minyak untuk cetakan dapat dipakai tetapi hatus diperhatikan cara pelaksanaan harus benar-benar rapi untuk menghindari percikan pada permukaan siar konstruksi atau baja tulangan. Setiap permukaan yang bersisik harus dibersihkan dan lubanglubang udara di permukaan diisi dengan campuran spesi 1 : 1 ½. Tidak ada cetakan yang boleh dibuka sebelum disetujui oleh Direksi. Pembongkaran Bekisting 21.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 16. Pembongkaran bekisting dilaksanakan dengan hati-hati. Sebelum digunakan lagi semua cetakan harus dibersihkan. ketebalan dari beton deking tersebut harus disesuaikan dengan selimut beton yang diperlukan yang ditunjukkan dalam gambar kerja. ataupun serpiham-serpihan kayu. Permukaan dalam cetakan harus disemprot dengan menggunakan air bertekanan serta udara (kompressor) untukdikumpulkan di suatu tempat dan selanjutnya diambil dan dibuang. dan lain-lainnya. terutama kotoran-kotoran yang menempel. atau pembongkaran dapat dilaksanakan sesuai kekuatan beton berdasarkan hasil pengujian. d. Tindakan tersebut termasuk (tetapi tidak dibatasi) dalam: “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-38 . semua permukaan cetakan harus bersih dari segala sesuatu yang dapat mengurangi mutu beton dan kekuatannya. permukaan harus rata/halus dan padat. kawat sisa pemotongan. Kontraktor wajib memperbaiki dengan biayanya sendiri. 18. c. 22. 20. 17. Semua bahan cetakan harus dirawat dengan baik. Semua permukaan beton harus benar-benar halus. Sebelum pengecoran dilaksanakan.

Sparing pipa harus dilindungi sehingga tidak terisi adukan beton. 2. Kerusakan yang seperti ini dan kerusakan lain harus diperbaiki dengan cara yang disetujui Direksi yang mungkin termasuk penggunaan “epoxyt resin” yang cocok. semua permukaan cetakan harus bersih dari air yang tergenang. maka kontraktor harus mengusulkan dalam waktu 7 hari sebelum pelaksanaan melalui gambar shop drawing. dipotong membentuk “devetail” yang teratur paling sedikit dengan kedalaman 75 mm dan diisi kembali dengan beton diatas tulangan kawat baja dan mengikat pada “dovetail” e.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 1. reruntuhan atau bahan lepas yang lainya. Tempat penempatan sparing-sparing sesuai dengan gambar kerja dan bila tidak disebutkan. Kontraktor harus melaporkan dan meminta petunjuk dari Direksi. Jika pemasangan sparing ini dirasa akan menimbulkan masalah. Permukaan beton yang tidak rata dan ketidak teraturan yang lambat laun harus digosok dengan Carbo rundum dan air setelah beton dipelihara dengan baik. dimana perlu. 4. pelunturan warna permukaan dari kerusakan kecil lain dapat disikat dengan karung/kain kasar segera setelah bekisting dilepas: 2. 5. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-39 . terhadap sistem struktur/penulangan yang ada. Permukaan bekisting dan bahan-bahan yang menyerap pada tempat-tempat yang akan dicor harus dibasahi dengan merata namun tidak berlebihan. Sebelum pengecoran dimulai permukaan-permukaan yang berhubungan dengan pengecoran harus disetujui oleh Direksi. ukuran dan letak baja tulangan sesuai dengan gambar pelaksanaan. Untuk pemasangan sparing-sparing harus dihindari pemotong pembesian. Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan. 3. pemasangan instalasi-instalasi yang harus ditanam. Kontraktor harus memperhatikan letak/jarak/sudut untuk setiap penghentian pengecoran yang akan masih berlanjut. Segera sebelum pengecoran beton. Kontraktor harus memperhatikan sebelum pengecoran. Sparing-sparing harus dipasang kuat sehingga tidak bergeser/ berubah kedudukannya selama pengecoran. Baja tulangan harus bersih dari semua kotoran atau zat pelapis yang dapat mengurangi lekatan dengan beton. Pengecoran Beton 1. dikordinasikan dengan pekerjaan instalasi listrik dan drainase. Beton hanya boleh dicor pada waktu Direksi atau Wakilnya yang ditunjuk serta pengawas kontraktor yang setara ada ditempat kerja. penopang dan pengikat dan lain-lain selesai dikerjakan. lubang gelembung. Sirip. terutama yang menyangkut pipa-pipa sparing yang tertanam dalam beton.

beton tidak boleh dicor dalam air yang mengalir dan juga tidak boleh jatuh melalui air. 11. Kontraktor wajib mengatur campuran beton yang sesuai dan kecepatan penuangan beton untuk menghindari segregasi. Beton yang akan dicor harus diusahakan agar pengangkutannya ke tempat posisi terahkir sependek mungkin dan dengan alat yang dapat melindungi dari pengaruh kontaminasi atau segregasi. 6. beton harus sudah dituang seluruhnya. Beton hanya boleh dicor dalam air dengan ijin tertulis dari Direksi dan dimana menurut anggapan Direksi tidak praktis untuk mengecor di tempat kering. atau sudut yang terlalu besar. kerusakan pada baja tulangan. Segregasi dalam beton yang disebabkan jatuh bebas dari tempat yang cukup tinggi. Lamanya penggetaran tidak boleh menyebabkan terpisahnya bahan beton dengan airnya. Beton hanya dapat “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-40 . Tukang besi harus selalu berada di lokasi pengecoran untuk sewaktuwaktu membetulkan posisi dari baja tulangan. Kalau diperkirakan segregasi mungkin terjadi. Sebelum pengecoran dimulai. 9. kontraktor wajib meminta ijin tertulis dan pihak Direksi untuk memulai pengecoran tersebut.45. Pengecoran beton tidak diperkenakan selama hujan deras. kecuali dilakukan dalam tempat yang terlindung. Paling lama 2 jam setelah waktu pengadukan pertama kali. 8. atau bertumpuk dengan baja tulangan-tulangan. kontraktor harus mempersiapkan tremie atau alat lain yang cocok untuk mengontrol jatuhnya campuran beton 7. Jadwal waktu pengecoran harus diatur sedemikian sehingga tidak ada permukaan beton yang dibiarkan lebih dari 30 menit sebelum pengecoran berikutnya. Jika ketidak sempurnaan tersebut tidak dapat diperbaiki untuk menghasilkan permukaan beton yang diharapkan. kepala vibrator harus dapat menembus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak di bawahnya. Dalam pemadatan setiap lapisan pada beton. Semua resiko yang terjadi sebagai akibat pekerjaan tersebut dan biaya perbaikan kembali merupakan tanggung jawab kontraktor. tidak dapat diterima. maka harus dibongkar atau diganti dengan pembetonan kembali. 13. Jumlah semen pada adukan rasio semen/air dalam adukan tidak melebihi 0. Pengguaan concrete pump dapat dilakukan degan seijin Direksi. cetakan dan sebagainya. 12.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dan persiapan betul-betul telah memadai. 10. Apabila setelah cetakan dibongkar ternyata terdapat bagian-bagian beton yang kropos atau cacat lainya maka perbaikan hanya dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Direksi mengenai cara pengisian atau penambahan dan penutupan lainnya. 14.

finishing kelas U1 merupakan finishing kelas pertama bagi finishing kelas U2 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-41 . Toleransi kelurusan dan selimut beton . “Spaded” atau “bonded concrete” atau finishing khusus lainnya yang mungkin ditentukan secara khusus. dan ujung corong pipa cor harus selalu tetap di bawah permukaan adukan beton yang baru dicor. Macam Finishing Permukaan Beton tanpa Cetakan Finishing pada permukaan beton tanpa bekisting dikategorikan atas U1.Toleransi menurut bentuk : Siku-siku (perbedaan panjang/diagonal) 10 mm Kelurusan atau busur (penyimpangan dari 12 mm Garis yang dimaksud) untuk panjang sampai 13m Kelurusan atau busur untuk panjang 3m-6m 15 mm Kelurusan atau busur untuk panjang lebih 20 mm Besar dari 6 m .Toleransi menurut Kedudukan dasar : 10 mm dalam ukuran panjang horizontal 4 m .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dicor dengan menggunakan kotak kedap air dengan dasar yang terbuka atau corong pipa cor (tremie) dari jenis yang disetujui Direksi.U3. 15. U2. pelat lantai atas.Toleransi menurut kedudukan tegak : Penyimpangan ketegangan untuk kolom dan +10 mm dan dinding .Toleransi untuk selimut beton di atas baja tulangan : Selimut beton sampai dengan 3 cm + 5 mm Selimut beton dari 3 cm – 5 cm + 10 mm Selimut beton dari 5 cm – 10 cm + 10 mm 16. tembok kepala dan balok +10 mm melintang Puncak pelat lantai +10 mm . Dasar kotak tidak boleh dibuka sampai kotak tersebut terletak dengan baik di atas tempat pengecoran. Bila mutu finishing tidak ditentukan beton dianggap termasuk finishing kelas U2.Toleransi menurut ukuran Panjang keseluruhan sampai dengan 6 m + 5 mm Panjang keseluruhan melebihi 6 m + 15 mm Panjang balok.Toleransi menurut posisi (dari titik rujukan) : Posisi rencana dari kolom pracetak +10 mm Posisi rencana dari permukaan horizontal +10 mm Posisi rencana dari permukaan vertical +10 mm .Toleransi menurut ketinggian : Puncak beton penutup dibawah pondasi +10 mm Puncak beton penutup dibawah pelat injak +10 mm Puncak kolom. kolom + 10 mm Kolom dinding atau antara tembok kepala . Toleransi Dimensional a.

e.16 U3 F1 F2 F3 +12 +6 +6 +12 +6 +3 6 3 3 6 6 3 +6 +3 +3 +6 +6 +3 ---+12 -6 +12 -6 +6 Finising kelas U3 harus dilakukan dengan alat pengaci dari besi. dan F3 atau jenis finishing lainnya yang ditentukan. Toleransi Maximum Finishing Permukaan Beton tanpa Cetakan Toleransi Maximum (mm) Mutu finishing Jalur dan ketinggian U1 U2 Pasal 3. Permukaan harus diaci dengan tekanan yangsama dan tidak meninggalkan bekas alat pengaci. lapis buih beton harus dihilangkan dari permukaan beton kelas U1 dan agregat diperlihatkan ketika beton masih berwarna hijau. Dimana permukaan beton yang halus ditentukan. Finishing kelas U2 harus terus menerus seragam atau sisi yang tajam.5. beton yang berlebih segera disingkirkan setelah pemadatan. sebagai hasil dari pekerjaan yang dilakukan. 17. Lihat detail untuk finising permukaan beton dengan bekisting. Dimana “broom finish” diperlukan.6. Pengaci harus dilakukan setelah beton mulai keras atau telah cukup keras.4. F2. Pengacian dengan cara ini belum boleh dilakukan sampai lapiasan air telah hilang dan beton cukup keras untuk mencegah timbulnya lapis buih beton ke permukaan. Bahan dan Mutu Finishing Untuk Beton dengan Cetakan Finishing untuk permukaan beton yang dicetak diklasifikasikan sebagai F1. Bila mutu finishing tidak ditentukan semua bagian luar beton “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-42 . Tabel 5. Finishing kelas U2 dilakukan dengan menggunakan penggaci kayu. yang mana (kecuali jika telah diganti menjadi kelas U2.1. Pada pembetonan dengan singkup permukaan harus bebas dari lubang/celah dan harus diusahakan seragam bentuknya dengan menggunakan singkup seperti halnya pada waktu pengecoran.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dan U3 dan untuk muka beton yang halus. U3 atau bonded Concrete) tidak boleh terganggu dengan cara apapun setelah mulai terjadi perkerasan dan selama periode pemeliharaan. permukaan beton harus diratakan kemudian disapu dengan arah yang sama dengan menggunakan sapu yang kaku. Beton dikerjakan tidak lebih dari keperluan untuk menghasilkan permukaan yang seragam bebas bekas perataan.

Dapat juga menggunakan scaffolding dari baja. Kontraktor harus memiliki data-data dari pemasok ready mix yang menunjukkan bahwa ketentuan-ketentuan dalam spesifikasi ini telah “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-43 . 6. Jika salah satu dari persyaratan dalam spesifikasi ini tidak dipenuhi oleh pemasok. Untuk bahan cetakan beton adalah dari jenis kayu lembaran/multiplek dengan tebal 18 mm dari kualitas terbaik. Bahan release agent/mould oil dapat dipakai merk Trikosal produk Gruneau atau lainnya yang sejenis dengan kegunaan untuk memudahkan pelepasan/pembongkaran cetakan. Kontraktor juga harus meyediakan juga material yang memadai untuk dipakai dengan mixer cadangan tersebut. Beton Ready Mix harus berasal dari suatu sumber yang disetujui oleh Direksi dan harus memenuhi persyaratan yang diuraikan pada bagian ini. lembaran metal atau bahan lain yang sesuai untuk mencegah hilangnya adukanencer semen bila divibrasi. Beton Ready Mix 1. bebas dari kerusakan yang dapat dilihat dari bentuk permukaannya. Beton harus diangkut dengan truk mixer yang terus menerus berputar dengan kecepatan sesuai ketentuan dari pabrik. Kontraktor bertanggung jawab untuk mengusahakan agar beton memenuhi persyaratan dari spesifikasi ini termasuk pengendalian mutu. Kontraktor harus meyediakan di lapangan satu mixer drum dengan kapasitas minimum 12m3 dan menjaganya agar tetap dalam kondisi jalan untuk dipakai bila terjadi gangguan dalam pemasokan ready mix. 2. bagian luar beton yang berada dalam tanah difinishing dengan mutu F2. Untuk bahan rangka penguat dan tiang penyangga dari kayu Borneo super dengan ukuran disesuaikan menurut keperluan. papan atau plywood ataui panel dari metal yang diatur dalam pola yang seragam yang telah disetujui. 4.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN (external concrete) harus difinishing dengan mutu F2. 5. - f. bekisting untuk finishing F3. Bekisting untuk finishing F2. harus dilapis dengan menggunakan panel dari material/bahan yang tidak berkarat dengan permukaan yang harus tanpa cacat seperti plywood yang diamplas papan fiber (“hard compressed fibre board”) disusun dalam pola yang telah disetujui dan dipakukan ke bagian bekisting. Bekisting untuk finishing F1 harus dibuat dari kayu. Besi yang ditempa dan panel besi tidak boleh digunakan. harus diberi permukaan plat besi tempa. Direksi dapat menarik kembali persetujuannya dan mengharuskan kontraktor mengganti pemasok 3. Kontraktor harus mengatur agar Direksi dapat memeriksa alat pembuat beton ready mix bilamana diperlukan.

Mutu beton atau kekuatan yang ditentukan dan ukuran agregat maksimum . Di lapangan harus dibuat catatan meliputi hal-hal berikut ini: . Seluruh permukaan beton harus dilindungi selama proses pengerasan terhadap sinar matahari dan hembusan angin kering. Penambahan air setelah keluar dari tempat pengadukan harus di bawah pengawasan Direksi. Hal lain diluar ketentuan di atas kasus mengikuti ketentuan yang ada dalam PBI 1971 NI-2 atau SKBJ-1.Waktu pengadukan dan penambahan air di batching plant . G.1988. Sama sekali tidak diperkenankan penambahan air pada waktu pengecoran. Semua permukaan beton yang terlihat harus diambil tindakan sebagai berikut: Sebelum beton mulai mengeras.Identifikasi silinder uji yang diambil dari truk tersebut .Slump (faktor kompaksi) 9. PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATA 1. ditutuip dengan karung basah atau digenangi dengan air selama paling sedikit 2 minggu secara terus menerus.asok yang bersangkutan.Waktu ketika beton dicorkan .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dipenuhi oleh pem.4. 10. dikirim bersama pengemudi truk dan diparaf oleh pencatat waktu yang bertanggung jawab ditempat pengadukan (batching plant). Tidak diperkenakan menaruh bahan-bahan diatas kontruksi beton yang baru dicor (dalam tahap pengeringan) atau mempergunakannya sebagai jalan mengangkut bahan-bahan. g. Pada dokumen pengiriman harus dicantumkan wakyu pengadukan dan penambahan air. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-44 .Posisi di mana beton dicor . 7. 2. Perawatan (Curing) 1.Waktu kedatangan truk mixer .53. Beton harus sudah dituang dan dipadatkan pada posisi akhirnya dalam waktu 2 jam setelah semen bercampur dengan air kecuali disetujui oleh Direksi. RUANG LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang disebutkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas. 8. Proporsi campuran bahan-bahan dari setiap mixer harus terus didata. maka beton setelah pengecoran pada hari-hari pertama harus disiram.

SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a. Meskipun ukuran bata yang biasa diperoleh di suatu daerah mungkin berbeda dengan ukuran tersebut di atas harus diusahakan supaya tidak terlalu menyimpang dari ukuran-ukuran tersebut. 3. dan pemborong harus memasang piket (uitzet). runcing. Blok-blok atau bata dipasang dengan adukan pengikat sambungan 10 mm didasari dengan baik dan sambungan-sambungan yang terus lurus dan rata sehingga terjadi lubang-lubang pada pasangan yang dapat mempengaruhi kekuatan dinding. b. .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2. Kualitas bata yang disyaratkan harus mempunyai tekan ultimate min 100 kg/cm2 sesuai dengan ketentuaan pasal 81 dari AV 1984. Bata yang dipakai harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut. Untuk dinding-dinding lain dipakai adukan jenis 1 Pc :5 Ps. Pencampuran spesi harus menggunakan beton molen. Untuk dinding toilet memakai adukan trasram 1 Pc : 3 Ps sampai ketinggian 150 cm dari lantai. 3. . .Sisi dengan permukaan rata.Warna merata (merah merata) .Harus satu ukuran dan satu kualitas (kalau ada perbedaan tidak boleh lebih besar dari 3mm) . dengan ukuran nominal 6 cm x 11 cm x 24 cm yang dibakar dengan baik.Penyerahan di tempat pekerjaan hanya diijinkan maksimum 5% yang patah. bersudut runcing dan rata. maka pihak pemborong wajib mengeluarkan material tersebut dari site minimal 1 x 24 jam. tanpa cacat atau mengandung kotoran. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-45 . 2. (secara laboratoris) Apabila bata yang didatangkan tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada. Pelaksanaan 1. lubang-lubang dan sebagainya dengan alat uitzet yang disetujui.Keras dan tidak mudah patah. Adukan Semua dinding mulai dari ujung atas balok pondasi beton sampai 20 cm di atas lantai dasar yang harus dibuat dari adukan trasram 1 Pc : 3 Ps. . Dinding harus dipasang (uitzet) dan didirikan menurut masing-masing ukuran ketebalan dan ketinggian yang disyaratkan seperti yang ditunjukkan pada gambar.Pembakaran matang/dibakar dengan kayu . tegak lurus. PERSYARATAN BAHAN Bata harus baya biasa dari tanah liat.Kualitas baik. Sebelum digunakan batu bata harus direndam air hingga jenuh.

PERSYARATAN BAHAN Bahan plesteran berupa portland cement. Semua pasangan yang dilaksanakan dengan adukan 1 Pc : 3 Ps harus diplester dengan plesteran 1 Pc : 5 Ps. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan meliputi plesteran pada semua dinding batu bata bagian luar maupun bagian dalam bangunanan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar termasuk plesteran beton. 6. 7. 2. PEKERJAAN PLESTERAN 1. 2. Adapun Syarat-syarat bahan dan pelaksanaannya seperti pada pasal beton. 8. Dalam mendirikan dinding yang kena udara luar. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 1. Tahap perawatan 1. (tidak dengan anchorage system) c. 5. Pasir pasang harus diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang disyaratkan. 3. Pelubangan akibat pemasangan perancah pada pasangan bata sama sekali tidak diperkenankan. Bidang dinding batu bata tebal ½ batu yang luasnya maksimal 9 m2 harus ditambahkan kolom praktis 12/12 dan balok praktis 12/15 dengan tulangan 4 ф 10. serta diikuti dengan cor kolom praktis. Sambungan antara pasangan dinding dengan kolam yang telah dicor sebelumnya harus menggunakan key system ukuran reng 2/3. harus diberi perlindungan dengan penutup bagian atas tembok bila sewaktu-waktu turun hujan 2. begel ф 6 – 20. H. Dinding tembok yang dipasang dalam cuaca yang panas harus dibasahi terus menerus selama paling sedikit 7 hari setelah didirikan. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-46 . pasir dan air yang sesuai dengan pasal pekerjaan Beton. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah lebih dari dua secara berurutan. Setelah terpasang. Semua plesteran pada beton harus menggunakan 1 Pc :3 Ps. naat / siar-siar harus dikeruk sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan setelah kering permukaan pasangan disiram air. Dalam pemasangan tembok tidak boleh meneruskan di suatu bagian lebih dari satu meter tingginya.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4.

2. Acian dilaksanakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul). b. bahan-bahan. 7. dengan jalan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan mnelindungi dari terik matahari secara langsung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penyerapan air secara cepat. I. dll Plesteran beton menggunakan adukan kedap air 1 Pc : 3 Ps. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-47 . Kelembaban plesteran haraus tetap dijaga sehingga pengringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba. Tebal plesteran 1. 8. Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran.5 cm dengan hasil ketebalan dinding 15 cm atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. 6. Pasangan dinding bata yang akan diplester harus bersih dari kotoran dan harus dibasahi dahulu agar air semen dalam adukan spesi tidak terserap oleh pasangan yang mengakibatkan plesteran tersebut tidak dapat melekat dengan baik. Pertemuan plesteran yang bertemu dengan jenis pekerjaan lain (kosen dan lain sebagainya). 5. 4. kecuali ditentukan lain. kerikil dan air yang merupakan bahan dasar pembuatan rabat seperti yang disyaratkan pada pekerjaan beton. PEKERJAAN RABAT BETON 1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. Pasir pasang harus diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan yang disyaratkan. dibuat naat (tali air) dengan lebar minimal 7 mm dalam 5 mm. Pekerjaan rabat beton pada pondasi terucuk. Khusus untuk permukaan beton yang akan diplester: • • • • Seluruh bagian permukaan beton yang akan diplester harus dibuat kasar Permukaan beton yang akan diplester harus bebas dari kotoran. LINGKUP PEKERJAAN a. pasir. Plesteran halus (acian) digunakan campuran air dengan semen sampai mendapat campuran yang homogen.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 3. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik. PERSYARATAN BAHAN Bahan-bahan yang disyaratkan disini seperti semen. di bawah apron saluran dan kolam rolak serta detail yang disambutkan dalam gambar. minyak.

2. harus memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. 3. Plesteran harus betul-betul kering bila akan dilakukan pekerjaan pengecatan Permukaan bidang yang akan dicat harus betul-betul rata. b.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 3. a. 2. penyediaan tenaga kerja. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN VI-48 . Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan. c. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ 3.5 cm. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 1. c. Seluruh bidang pengecatan diplamur dahulu sebelum dilapisi dengan cat dasar. 4. kecuali pada rabat beton keliling bangunan dibuat dengan kemiringan tertentu sesuai yang ditunjukakan pada gambar. Semua bahan yang digunakan adalah cat cathylac atau yang setara. 5. J. Pengendalian seluruh pekerjaan ini. Permukaan rabat ini dibuat rata/waterpass. Bahan-bahan yang akan dipakai sebelum digunakan terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan pengawas. lemak. bahan plamur dari produk yang sama dengan cat yang digunakan. tidak terdapat cacat-cacat seperti retak-retak. sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik. Permukaan rabat beton dibuat alur-alur supaya tidak terjadi retak akibat penyusutan beton (shrinkage). SYARAT-SYARAT BAHAN a. b. Bidang pengecatan harus bebas dari debu. PEKERJAAN CAT DINDING DAN LANGIT-LANGIT BETON EXPOSED 1. Warna cat yang digunakan akan ditentukan kemudian. 6. maka sebelum pasangan dilaksanakan terlebih dahulu lapisan dibawahnya harus sudah dikerjakan dengan sempurna (telah dipadatkan sesuai persyaratan). peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. b. Tebal lapisan rabat beton ini dibuat sesuai yang disebutkan dalam gambar. d. LINGKUP PEKERJAAN a. Pekerjaan rabat beton ini terdiri dari campuran 1 Pc : 2 1/2 Ps : 5 kr. minyak dan kotorankotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan. lubang dan pecah-pecah. rata permukaannya dan mempunyai daya dukung yang maksimal. dengan jarak lebih kurang 5 cm dengan kedalaman 0. Pengecatan dinding dilakukan pada bagian luar dalam serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukan dalam gambar. Pekerjaan rabat beton dilakukan langsung diatas tanah.

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN e. g. f. sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik. Warna cat untuk masing-masing pekerjaan akan ditentukan kemudian. j. daun pintu. a. Hasil pengerjaan harus baik. Cat dasar menggunakan meni cap pedang untuk kayu dan zing cromate untuk bahan besi atau produk lain yang setara. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam mengerjakan dan perawatan / keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan. Harus dihindari terjadinya kerusakan akibat pekerjaan lain. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. sehingga cat yang dihasilkan tercapai mutu yang sempurna. c. Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga yang terampil / berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. Contoh bahan yang digunakan harus lengkap dengan lebel pabrik pembuatnya. h. Pengecatan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari konsultan pengawas serta pekerjaan intalasi yang tertanam didalam dinding sudah selesai dengan sempurna. Contoh bahan yang telah disetujui. dipakai sebagai standar untuk pemeriksaan/penerimaan bahan yang dikirim oleh kontraktor ketempat pekerjaan. b. Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan. Bila terjadi ketidak sempurnaan dalam pengerjaan. Percobaan-percobaan bahan dan warna harus dilakukan oleh kontraktor untuk mendapat persetujuan dari konsultan pengawasan sebelum pekerjaan dimulai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan oleh pabrik pembuatnya. LINGKUP PEKERJAAN a. K. c. PERSYARATAN BAHAN “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-49 . PEKERJAAN PENGECATAN 1. kusen pintu dan jendela. seperti list plafond. k. Pekerjaan pengecatan ini dilakukan pada permukaan kayu. penyediaan tenaga kerja. l. Semua bahan cat yang digunakan adalah cat produk EMCO atau produk lain yang setara. 2. warna dan pola textur merata. i. kontraktor memperbaiki tanpa adanya biaya tambahan. Pekerjaan pengecatan rilling dan tangga besi. b. serta seluruh detail yang disebutkan / ditunjukan dalam gambar. tidak terdapat noda-noda pada permukaan pengecatan.

Bagian permukaan besi yang akan dicat harus bebas dari karat / kotoran. Contoh bahan yang disetujui.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 3. Harus dihindari terjadinya kerusakan akibat pekerjaanlain. lubang dan pecah-pecah. sehingga cat yang dihasilkan tercapai mutu yang sempurna. Contoh bahan yang digunakan harus lengkap dengan lebel pabrik pembuatnya. Bidang pengecatan harus bebas dari debu. Bidang pegecatan dilapis dengan cat dasar kemudian diplamur dan digosok sampai permukaannya menjadi halus dan rata. tidak terdapat noda-noda pada permukaan pengecatan. Setelah seluruh permukaan bersih / bebas dari karat. kontraktor memperbaiki tanpa adanya biaya tambahan. 3. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam mengerjakan dan perawatan / keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan. minyak dan kotoran-kotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan. warna dan pola textur merata . 11. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a. 3. Pengecatan selanjutnya dapat dilakukan persetujuan dari konsultan pengawas. tidak terdapat cacat-cacat seperti retak-retak. dipakai sebagai dasar sebagai pemeriksaan / penerimaan bahan yang dikirim oleh kontraktor ketempat pekerjaan. Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga yang terampil/ berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. 8. Pekerjaan Cat-catan Besi 1. 7. 10. Hasil pengerjaan harus baik. Pekerjaan Cat-catan Kayu 1. b. Percobaan-percobaan bahan dan warna harus dilakukan oleh kontraktor untuk mendapat persetujuan dari konsultan pengawasan sebelum pekerjaan dimulai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan oleh pabrik pembuatnya. 2. 4. dicat dengan cat dasar dari bahan Zinkchromate. Permukaan bidang yang akan dicat harus betul-betul rata. 2. Pembersihan karat dengan amplas atau sikat baja sampai betul-betul bersih. Bila terjadi ketidak sempurnaan dalam pengerjaan. 9. lemak. 6. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-50 . setelah mendapat 5.

Kualitas Semua kayu untuk jenis yang ditentukan harus dari kualitas yang baik. 2. bekas dimakan bubuk dan cacat-cacat lainnya. mata kayu yang lepas atau mati. LINGKUP PEKERJAAN a. Pemborong wajib menyerahkan contoh bahan dan peralatan bantu yang akan dipasang disetujui oleh Pengawas/Direksi atau ahli yang ditunjuk sebelum bagian pekerjaan tersebut dilaksanakan. Pekerjaan pengunci dan penggantung (finish hardwere) 3. 5. maka Pemborong wajib menanyakan/mengkonsultasikan masalah tersebut dengan Pengawas/Direksi. Cat finishing untuk pekerjaan screen/ bar screen dan pintu air harus menggunakan cat anti karat merk Hample atau setara sebanyak 3 kali. 5. PEKERJAAN KUSEN. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada. 6. b. kerusakan dan kekurangan sempurnaan dalam tanggung jawab Pemborong. HAL-HAL UMUM 1. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-51 . Pekerjaan kosen. kekurangan dan pula kesalahan pada gambar rencana.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4. diuji dan siap dipakai dengan kualitas bahan dan kualitas pekerjaan dan pemasangan yang terbaik sesuai dengan gambar-gambar dan spesifikasi yang telah ditentukan dalam perencanaan ini. alat-alat dan bahan-bahan yang berhubungan dengan pekerjaan kayu (kasar dan halus) dalam hubungannya dengan gambar dan spesifikasi. Cat finisihing besi dipakai merk EMCO atau setara dengan pengecatan sebanyak 3 kali. Pekerjaan yang berhubungan : 1. JENDELA. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan dan perlengkapan bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. susut pinggir-pinggirnya. tenaga dan peralatan-peralatan yang diperlukan agar seluruh bahan-bahan finishing dapat dipasang. 3. Meliputi penyediaan secara lengkap akan tenaga. agar dapat mengetahui apabila ada hal-hal yang mungkin mengganggu bila timbul sebelum bagian pekerjaan itu dilaksanakan. 4. Bahan atau peralatan yang akan digunakan dan tidak disebutkan dalam spesifikasi ini hanya diperbolehkan apabila disetujui secara tertulis oleh Pengawas/Direksi. celah. pintu & jendela kayu 2. L. PINTU. Pekerjaan yang dimaksud disini adalah penyediaan bahan-bahan. tidak ada getah. PERLENGKAPAN KUNCI DAN PENGGANTUNG 1. KUALITAS DAN JENIS KAYU a. detail maupun penjelasan teknisnya. Apabila Pemborong menjumpai adanya ketidak jelasan. 2.

harus digunakan jenis yang ditentukan untuk pekerjaan yang sebanding. Jenis Kayu Jenis kayu yang dipakai sesuai dengan macam-macam pekerjaan yang dimaksud. Untuk pemakaian-pemakaian khusus yang tidak tercantum dalam daftar. c. 7. Pemborong juga harus melakukan segala pekerjaan-pekerjaan yangdiperlukan untuk konstruksi semua rangka-rangka. Kayu kasar diketam. Jika terdapat mata kayu yang mulut dan keras pada salah satu permukaan yang akan dicat dan mata kayu tersebut diameternya tidak lebih dari 4 mm (empat milimeter) serta tidak memenuhi lebih dari setengah permukaan kayu. PEMBUATAN a. Pemborong harus melaksanakan semua pekerjaan-pekerjaan seperti : mempasak. PENGAWETAN/PERLINDUNGAN KAYU Untuk kusen pintu/jendela dan lisplank kayu pengawetan dengan meni kemudian di cat finish. Kelembaban tersebut harus konstan sampai dengan bangunan selesai. 5. Semua kayu untuk pekerjaan kayu kasar dibiarkan bekas gergajiannya kecuali ditentukan untuk dihaluskan. membuat. kelembabannya harus kurang dari 15 % dan untuk pekerjaan kayu kasar kelembabannya harus kurang dari 20 %. maka potongan pengurangan (kekurangan) sebanyak 3 mm diperbolehkan untuk tiap permukaan yang sudah dikerjakan. PERMUKAAN LUAR a. Ukuran-ukuran nominal telah disebutkan untuk kayu yang sudah dikerjakan. Contoh-contoh harus dikirimkan terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan Pengawas lapangan. c. hanya mata kayu yang kecil (tidak lebih dari dua milimeter). atau jika tidak. Semua permukaan kayu yang akan kelihatan permukaannya harus dikerjakan dengan halus kecuali jika ada penentuan lain. Untuk permukaan yang akan dipelitur/Teak oil. yaitu ukuran kayu setelah selesai dikerjakan dan terpasang. mulus dan keras yang dapat dipakai. b. UKURAN Semua ukuran didalam gambar adalah ukuran kayu dipasaran dengan ukuran jadi (finish) maksimum diserut 5 mm. Kelembaban Kelembaban kayu yang dipakai pada pekerjaan kayu halus. maka kayu itu dapat dipakai. dikerjakan dengan mesin menurut ukuran-ukuran dan bentuk yang tertera dalam gambar. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-52 . menyetal (memasang). 4. d. lapis-lapis dan sebagainya dan pasangan-pasangan serta penyangga pada bangunan. dibor. lubang pasak. b.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN b. 6. membuat lidah-lidah. sponing dan lain-lain pekerjaan yang dipergunakan untuk penyambungan kayu dengan baik.

Bahan perekat digunakan lem kayu yang bermutu baik merk Aica Aibon atau merk lain yang setara. Bahan dari kayu jati tebal tidak kurang dari 4 cm kering ukuran slimar 4/12 cm dengan kwalitas terbaik. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-53 . b. d. d. Engsel pintu dipasang minimum sebanyak 3 buah Engsel atas dipasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari atas pintu Engsel bawah dipasang tidak lebih dari 35 cm (as) dari muka pintu Engsel antara dipasang ditengah kedua engsel atas dan bawah Semua kayu yang dipakai harus rata. f. SYARAT-SYARAT BAHAN a. PEKERJAAN DAUN PINTU PANEL 1. c. c. Engsel pintu menggunakan engsel kupu-kupu dengan peredam nilon merk ARCH Japan warna kuning emas. Semua kunci tanam terpasang kuat dalam rangka daun pintu dipasang setinggi 90 cm dari muka lantai. cylinder. PERSYARATAN UMUM a. PENGENDALIAN PEKERJAAN NI – 3 – 1970 NI – 5 – 1961 SII – 0404 – 80 Persyaratan teknis dan gambar-gambar 2. b. berbentuk sikusiku satu sama lain sisi-sisinya. Harus diperhatikan semua sambungan siku/sudut untuk rangka kayu dan penguatnya dengan memperhatikan/menjaga kerapian terutama untuk bidang-bidang yang tampak tidak ada lubang-lubang atau cacat-cacat bekas penyetelan. c. e. 3. Kosen kayu tersebut dari bahan kayu kamper kualitas baik ukuran 6/15 tanpa ada cacat pada empat bagian sisi permukaannya. N. b. Kosen-kosen yang kokoh harus dibuat dari rangka-rangka dengan pasak dan 1 lubang sedemikian rupa hingga diperoleh rangka yang mulus dan kaku. Kunci pintu (lockcase.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN M. Kosen-kosen tersebut harus diberi angker-angker baja 12 mm minimal 6 (enam) buah tiap pemasangan kosen pintu dan 4 (empat) untuk kosen jendela. g. lurus dan diserut halus. handle. back plat) dengan 2 kali putaran merk SES. PEKERJAAN KUSEN 1.

roda waktu memoles atau percikan las. Dempul untuk memasang kaca ke kosen-kosen kayu menggunakan merk pedang atau yang setara. Kunci-kunci. 3. Daun-daun kaca tersebut harus dipasang dengan kokoh memakai list kayu yang keras. Tiap daun jendela harus berukuran pas sekali dengan kosennya dengan diperhitungkan untuk tebal cat dan kemungkinan pengembangan atau mengkerut kayu. alat dan tenaga kerja untuk pemasangan kaca-kaca jendela. Kaca harus dipotong menurut panjang yang dikehendaki dengan memberi longgar sedikit lalu dimasukkan ke dalam jalur kosen yang sebelumnya sudah di beri dempul kaca. SYARAT-SYARAT BAHAN a. pengadaan bahan. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-54 . tidak ada bekasbekas mesin dan selesai siap untuk dicat atau penyelesaian lainnya. b. engsel-engsel dan sebagainya harus tepat pada kedudukannya. PENYEMPURNAAN (FINISHING) a. pecah atau goresgores harus diganti. Permukaan yang bersentuhan dengan adukan tembok harus dicat meni alkali atau cat meni besi. plesteran. PEMASANGAN KACA PADA KUSEN KAYU a. MEMASANG DAN MENGGANTUNG PINTU DAN JENDELA a. Dan yang retak. rongga pada rangka vertikal. 3. 2. b. b. O. b. Pintu-pintu. Permukaan-permukaan yang kelihatan harus lurus. dengan kelonggaran sedikit. dan kosen-kosen harus betul-betul persegi dan datar. pada kunci dan kunci penggantung dan diatas rel tidak boleh melebihi 5 mm. lalu dipasang dan dikukuhkan memakai dempul kaca dan alat –alat kayu dan dipaku dengan sekrup kuningan. Kaca dari pabrik yang disetujui dan yang tebalnya seperti disebut dalam gambar atau syarat dan spesifikasi khusus.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2. e. Semua pekerjaan terpasang harus dilindungi dari pengaruh pekerjaan lain seperti cipratan cat. Alur kayu harus dibersihkan dan dicat dengan lapis cat minyak sebelum kacanya dipasang. kaca diersihkan. PEKERJAAN PEMASANGAN KACA 1. d. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan. c. jendela-jendela. Kaca harus dipotong menurut ukuran kosen. Setelah selesai dipasang.

SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a. Meletakan ukuran ini harus “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-55 . door stop. 2. Membasahi permukaan lantai dasar sampai tidak menuntut adanya penyerapan air lagi. c. b. LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan lantai keramik dan plint keramik ini dilakukan pada seluruh finishing lantai sesuai yang disebutkan / ditunjukan dalam detail gambar. Pekerjaan meliputi pemasangan kunci. Pemasangan lantai keramik dilakukan setelah pekerjaan lantai dasar selesai dengan baik dan sempurna serta disetujui oleh konsultan pengawas. Bahan yang digunakan merk Roman atau setara. Warna akan ditentukan kemudian. BAHAN a. Untuk lantai menggunakan keramik ukuran 30 x 30 cm. PEKERJAAN LANTAI KERAMIK 1. Kunci tanam Merk : SES dua kali putar atau setara Warna : Gold b. Meletakan ukuran pemasangan sesuai pola pada gambar dengan cara mengambil garis-garis yang menyeluruh. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan meliputi penyediaan bahan. PERSYARATAN BAHAN a. PEKERJAAN KUNCI-KUNCI DAN ALAT PENGGANTUNG 1. alat dan tenaga kerja untuk pekerjaan ini. 3. hak angin. b. engsel. tidak retak. Engsel pintu/jendela Merk : Arch atau setara Warna : Gold c. Grendel Tanam Merk : Alpha atau setara Warna : Natural Q. Hak Angin Merk : Alpha atau setara Warna : Natural d. door closer. d.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN P. Keramik yang dipasang harus dalam keadaan baik. 2. untuk masing-masing warna harus seragam. Warna yang tidak seragam akan ditolak. tidak cacat dan tidak bernoda serta mempunyai warna yang seragam. grendel dan grendel tanam termasuk perlengkapan lain yang berhubungan dengan pekerjaan ini.

Permukaan beton yang akan di waterproofing (coating) harus bebas dari kotoran. Sambungan / naat diisi adukan PC dan air dengan warna yang sesuai dengan warna keramik yang dipasang. tenaga dan peralatan untuk pekerjaan waterproofing. Dan harus mengikuti petunjuk pabrik pembuatnya. Sambungan-sambungan antara keramik/naat harus lurus dan mempunyai lebar 3mm. 3. pasir. Pelaksanaan waterprooting baru dimulai pada tahap paling akhir dari pekerjaan paket ini. 3. dan dilaksanakan sesuai dengan rekomendasi dari produsen dan perlu memperoleh persetujuan tertulis dari konsultan pengawas. Pekerjaan ini harus dikerjakan oleh tenaga yang telah berpengalaman untuk pekerjaan waterproofing. e. g. Tebal adukan perekat rata-rata 2 cm dan tidak kurang dari 1 cm. PEKERJAAN WATERPROOFING a. Merek diajukan atas persetujuan Direksi. i. BAHAN Jenis Bahan kedap air yang dipakai adalah water proofing type komponen polymer modified membranes. Hal ini untuk menghindari adanya udara yang terperangkap didalam spesi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-56 . LINGKUP PEKERJAAN DAN KETENTUAN UMUM 1. 4. Adukan perekat harus merata seluruh permukaan keramik. Pemasangan lapisan kedap air ini hanya boleh dilakukan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Direksi/Pengawas. sedikitnya dalam waktu 15 menit atau baru diangkat sesaat akan dapasang. air serta bahan-bahan lain yang dapat mempengaruhi kelekatan coating terhadap beton. Adapun syarat-syarat semen. c. b. j. f. dan air harus memenuhi ketentuan ada pekerjaan beton. 2. Pekerjaan waterproofing di laksanakan pada atap beton. yaitu setelah pekerjaan – pekerjaan lain yang berkaitan selesai. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong khusus.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN mendapatkan persetujuan dari Direksi / pengawas sebelum mulai pemasangan. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 1. dimasukkan ke dalam naat tersebut begitu rupa hingga seluruh naat terisi penuh dengan baik. Keramik dipasang pada adaukan perekat dengan campuran 1 Pc : 4 Ps. Menyediakan bahan. 2. Pembasahan bahan keramik yang akan digunakan dengan meredam seluruh bidang keramik. h.

Testing dan Pengujian 1. SII Standard Industri Indonesia 3. Pengujian hidrostatik dilaksanakan terhadap sistem instalasi air bersih. Peraturan PDAM tentang Instansi air minum b. Yaitu harus tidak boleh ada tanda-tanda adanya kebocoran pada bagian yang diuji tersebut. 4. Pengujian dilakukan dengan cara menggenangi air pada bagian yang di waterproofing tersebut setinggi minimal 10 cm. Setelah dilakukan coating khususnya pada bagian atap. R. 2. PPI Pedoman Plambing Indonesia 2. 2. d. sampai hasil pengujian tidak menujukkan adanya tanda-tanda kebocoran. 3. Pekerjaan instalasi air bersih “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-57 . Pengujian terhadap kebocoran harus dilakukan. Kontraktor diwajibkan menyelenggarakan testing serta pengujian terhadap keseluruhan instalasi plumbing sesuai dengan ketentuanketentuan yang dipersyaratkan oleh standard-standard tersebut di atas serta diketahui / disetujui oleh Instansi-instansi setempat yang berwenang. 6. Pekerjaan pengulangan / perbaikan. Screed yang dibuat harus rata dan kemiringannya harus memperhatikan arah pembuangan air hujan yang menuju ketalang pembuangan. Ketinggian air pada waktu akhir pengujian tidak boleh kurang dari ketinggian daripada saat awal pengujian. SPESIFIKASI PEKERJAAN PLUMBING 1. terhadap sistem instalasi air kotor. Standard Standard yang dipergunakan adalah edisi terakhir dari pada : 1. harus tetap dilakukan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4. Tanda pengujian harus dibuktikan secara tertulis dan disetujui oleh Direksi / Konsultan pengawas. SPESIFIKASI UMUM a. 3. coating tersebut harus dilindungi dengan screed tebal 3 cm dengan campuran spesi 1 Pc : 5 Ps. Lingkup pekerjaan 1. selama 24 jam secara terus menerus. PENGUJIAN 1. SPESIFIKASI TEKNIS a. 2. NFPA 14 Standard for the Instaliation of standpipe and Hose systems 4. Peraturan Dinas Keselamatan Kerja Depnaker 5. 5. Pemeriksaan dilakukan juga pada bagian bawah dan samping yang diberi waterproofing. Apabila tanda-tanda kebocoran masih terlihat pekerjaan pelapisan harus dilindungi pada tempat yang diidentifikasikan sebagai sumber kebocoran. terutama.

dan untuk pipa tegak lurus benar-benar vertikal. Prosedur pekerjaan pemasangan pipa instalasi air bersih harus seijin / disaksikan Direksi lapangan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2. pembengkokan pipa tidak diperkenankan. Pekerjaan Instalasi Air Bersih 1. penyambungan dengan ulir ini terlebih dahulu harus dilapisi red lead cement. meliputi : Bahan pipa yang dipakai untuk instalasi air bersih adalah pipa PVC Class Medium. pemasangan dan pengujian secara sempurna dan terpadu sehingga merupakan sistem supply air bersih yang baik. Valve-valve produksi kitz. 3. 2. Pekerjaan saluran air kotor b. Material/Bahan Yang Dipakai Pipa PVC Medium berserta perlengkapannya produksi Maspion. Toyo atau setara. disamping itu semua fitting. Pipa dipasang lurus. Sambungan pipa pada umumnya dipergunakan sambungan ulir (screwed). pemasangan dan pengujian sistem pemipaan air bersih berserta perlengkapannya harus sesuai dengan gambar rencana. Rucika atau setara dengan diameter sesuai gambar. begitu pula dengan percabangan harus dengan tee atau cross-tee sesuai kebutuhan. Persyaratan pemipaan air bersih. Ulir harus dibersihkan dari jerami-jerami bekas pembuatan ulir. Perubahan arah pipa harus dilaksanakan dengan fitting pembantu (elbow). Pengadaan. Pelaksanaan pemasangannya harus menyesuaikan kondisi lapangan dan kontraktor harus membuat shop drawing dengan persetujuan Direksi Lapangan. elbow harus terbuat dari bahan yang sama dengan pipa air bersih. memakai pintalan atau pita merupakan sambungan yang kedap udara maupun kedap air. meliputi pengadaan. Jalur pipa sesuai dengan gambar rencana. Umum Spesifikasi ini merupakan spesifikasi teknis mengenai pekerjaan supply air bersih. Lingkup Pekerjaan Pemasangan pipa distribusi dari tandon (pompa) air ke alat-alat penerimaan (kran-kran) dalam bangunan lengkap dengan sambungansambungan dan perlengkapan yang diperlukan. Penjelasan Persyaratan Teknis Pekerjaan Mekanikal I. Uraian Pekerjaan Tugas yang harus dikerjakan oleh kontraktor. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-58 .

Apabila terjadi kegagalan dalam pengujian. Jika terdapat kesulitan dalam pelaksanannya. semua fitting TY yang dilengkapi dengan Clean Out (seperti pada gambar rencana). 3. Pengujian pemipaan harus dilaksanakan sebelum pipa tertutup dengan tanah (untuk pipa diluar gedung) atau tertutup plesteran/dinding (untuk pipa didalam gedung). sehingga merupakan sistim saluran air kotor yang baik.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Material yang dipakai harus mendapatkan persetujuan Direksi Lapangan. Peralatan dan biaya pengujian harus disediakan oleh Kontraktor. diakhiri dengan mempergunakan Clean Out. kemudian melaksanakan pengujian berhasil dengan baik. meja laboratorium ke sumur resapan Saluran pembuangan dari wastafel ke saluran keliling bangunan. Pada dasarnya harus ditarik ke atas. II. Pekerjaan Saluran air Kotor 1. pemasangan dan pengujian sistim saluran air kotor berseta perlengkapannya harus sesuai dengan gambar rencana. sebelum dilaksanakan penyambungan. Lingkup Pekerjaan Saluran pembuangan dari bak cuci. 2. Uraian Pekerjaan Tugas yang harus dikerjakan oleh kontraktor. sampai permukaan lantai (finishing floor level). dan dibesihkan dulu pipa PVC nya. meliputi pengadaan. Untuk memudahkan pemeliharaan dikemudian hari. Persyaratan Saluran Air Kotor Sambungan pipa PVC harus menggunakan lem PVC. Prosedur pekerjaan pemasangan saluran air kotor harus seijin / disaksikan Direksi Lapangan. pemasangan dan pengujian secara sempurna dan terpadu. Pengujian harus dilakukan dengan disaksikan oleh Direksi lapangan. karena kondisi “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-59 . Kontraktor harus memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan kekurangankekurangan yang ada. Testing Setelah semua pipa dan perlengkapannya terpasang harus diuji dengan tekanan hydrostatik sebesar 5 bar (5 kg/cm”) selama 6 (enam) jam terus menerus tanpa terjadi penurunan tekanan. Umum Spesifikasi ini merupakan spesifikasi teknis mengenai pekerjaan instalasi air kotor. 4. Pengadaan.

bahan dan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan sementara maupun pekerjaan-pekerjaan permanen lainnya. Fitting-fitting untuk penyambungan terbuat dari bahan dan produksi yang sama. 5. Pekarjaan Elektrikal & Kontrol. SKOPE KONTRAK PEKERJAAN Pekerjaan yang akan dilaksanakan menurut kontrak ini adalah pekerjaan Pengadaan Pompa Beserta Kelengkapannya di Saluran Kebon Agung: Pekerjaan Mekanikal. Untuk menghindari kebocoran. Rucika atau setara dengan persetujuan Direksi Lapangan. produksi san-Ei atau setara dengan persetujuan Direksi Lapangan. Kontraktor harus melaksanakan seluruh pekerjaan dan memeliharanya tepat sesuai dengan spesifikasi teknik dan gambar. Kontraktor harus meyediakan alat-alat yang diperlukan untuk keperluan pengujian tersebut dan segala biaya menjadi tanggungjawab kontraktor. Material / Bahan Yang Dipakai Pipa PVC Class Medium dengan diameter sesuai gambar rencana. GAMBAR KONTRAK Gambar-gambar yang terlampir pada dokumen pelelangan sebagai gambar referensi untuk pelaksanaan pengadaan dan pemasangan Pompa dan Motor di Rumah Pompa : No 1 2 3 No Drawing ME sheet 1-4 ME sheet 2-4 ME sheet 3-4 Description Ass Pompa & Motor lay out instalasi Listrik Single Line Diagram VI-60 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ . 6. GAMBARAN UMUM Kontraktor harus meyediakan semua tenaga. S. serta seperti yang diperintahkan oleh Owner. produksi Maspion. 3. disetiap lubang dimana menembus lantai beton atau dinding harus diberi bahan waterproofing untuk semua ujung pipa harus diberi “Cap” yang tidak memungkinkan adanya kebocoran. SPESIFIKASI PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL 1.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN lapangan. kontraktor bisa mengajukan alternatif lain dengan persetujuan Direksi Lapangan. Floor drain dari bahan stainlees steel. 2. Pengujian Pengujian dari seluruh sistem saluran air kotor ini dilakukan setelah pemasangan selesai dan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk Direksi Lapangan.

Material untuk Valves. Welding electrode yang dipergunakan dari jenis AWS (American Welding Standard)LH. Pengguna Jasa berhak mengadakan perubahan bilamana dianggap perlu. untuk plat pintu air tebal minimum 10 mm b. Ereksi Pompa. Pengguna Jasa berhak mengadakan perubahan bilamana dianggap perlu.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4 ME sheet 4-4 Wiring diagram 4. Valve dan Base Plate d. acetylene. dan cat menjadi scope kontraktor f. Check Valves. METODE PELAKSANAAN Pihak kontraktor harus mengajukan penawaran melampirkan Metode Pelaksanaan pada waktu 6. Pemborong/kontraktor harus membuat gambar detail untuk mendukung pelaksanaan. HAK UNTUK MERUBAH DISAIN. Pintu air elektrik e. GAMBAR DAN MATERIAL Bilamana tidak ada kesesuaian gambar dengan pelaksanaan dilapangan karena situasi tempat atau tidak kesesuaian dimensi. oxygen. Plat dan besi profil yang dipergunakan sesuai dengan standard ASTM A36. GAMBAR-GAMBAR PELAKSANAAN Pemborong / kontraktor harus menggunakan gambar-gambar kontrak sebagai dasar untuk pelaksanaan pemasangan peralatan. 5. Baut & Mur yang dipergunakan untuk pekerjaan ini adalah baut jenis Hight Strength bolt-ASTM A 325 grade 5 c. Bilamana tidak ada kesesuaian material dengan gambar referensi karena sukar dicari dipasarkan. Instalasi Pompa Banjir c. Instalasi Pompa Sludge b. 7018 d. System Perpipaan. Consumable Material Consumable material seperti kawat las. Pemborong/kontraktor harus memgukur ulang posisi lubang baut dan dimensi pipa saluran untuk menunjang kelancaran proses fabrikkasi dan ereksi. Handling Material Kerusakan material pada saat handling sepenuhnya tanggung jawab kontraktor PERSYARATAN TEKNIK Spesifikasi Material a. SPESIFIKASI TEKNIK (MEKANIKAL) • LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan meliputi Pengadaan dan Pemasangan a. Flange dan Fitting memakai standar JIS 10K • “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-61 . I.

e. d. f. Bagi pekerjaan pemasangan struktur yang memerlukan penggunaan scaffolding. untuk menjamin bahwa peralatan tersebut bisa dioperasikan sesuai dengan desain. Cracking. Pengelasan harus dilakukan hati-hati agar didapatkan permukaan las yang halus dan tidak dapat cacat dalam pengelasan serta tidak terjadi pengelasan ulang. Cacat pengelasan yang dimaksud : Scatter. valve. ketepatan ukuran dan bentuk dari hasil pekerjaan. Penggunaan alat angka (Crane. Pintu air elektrik harus mampu menahan beban air setinggi 4m. serta digrenda pada bekas potongannya. Sebelum dilakukan pengelasan. harus menggunakan perlengkapan scaffolding yang memenuhi syarat untuk keselamatan kerja. Porousity. c. c. h.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN e. Pekerjaan pemasangan peralatan harus sesuai dengan gambardari pihak konsultan. b. b. c. diharuskan memakai temporary Jig & Fixture sewaktu melakukan pekerjaan penyambungan dengan las. Pemasangan support pipa harus sesuai dengan refensi dari pihak konsultan. Pemasangan pipa antara satu dan lainnya harus lurus (level). b. d. Semua baut pengikat atau assembly dari material stainlees steel atau tahan koropsi dan disetujui pihak owner f. Plat harus betul-betul lurus (alignment) dan pada setiap ujung yang akan dalas dibersihkan dahulu dengan sikat kawat atau gerinda. Ukuran electode las yang dipakai harus sesuai dengan ketebalan material yang dilas. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-62 . Penyambungan pipa yang menggunakan flange harus menggunakan seal/gasket yang sesuai. Mobil Crane. Winches dan lain-lain) sebelumnya harus dilakukan pengujian sesuai dengan kapasitas angkat sebelum dipergunakan. Setiap peralatan/komponen yang ada mekanismenya (pompa. a. Setiap hasil test/pengujian harus mendapat persetujuan dari pihak konsultan. pintu air elektrik dan transmisi) perlu dilakukan pengetesan. Penetrasi las harus tembus kedalam dan setelah selesai harus dibersihkan dengan sikat kawat atau gerinda kemudiaan dilanjutkan pengelasan berikutnya. Slag inclusion dll. Untuk menjamin kelurusan. Pengelasan a. Pekerjaan pemotongan dan perlubangan harus dikerjakan dengan mesin pemotong dan bor. g. Pekerjaan Pabrikasi. valve perlu diuji kebocorannya. Pemasangan sambungan pipa. Pengetesan a. Pengecatan dengan menggunakan cat yang direkomendasi owner atau sejenis.

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

d. Setiap ada ketidak sesuaian antara pengetesan dengan desain, kontraktor harus melakukan konsultasi dengan pihak konsultan. Pekerjaan Pengecatan a. Sebelum pengecatan dilakukan, material harus dibersihkan dengan sand Blasting dan dapat persetujuan pihak owner. b. Pekerjaan pengecatan dilakukan dengan memakai cat untuk lapisan akhir, kecuali ditempat yang cat dasarnya rusak atau terkelupas karena pengerjaan las dsb. Harus dilakukan perbaikan dengan pengecatan dasar terlebih dahulu sebelum pengecatan lapisan akhir. c. Sebelum dilakukan pengecatan permukaan besi harus bersih dan bebas dari segala bentuk karat, minyak (grease) dan kotoran lainnya. d. Warna cat sesuai dengan rekomendasi owner. e. Pengecatan lapisan akhir harus dilakukan 2 kali sampai rata. f. Setelah pekerjaan pemasangan selesai pihak kontraktor harus membersihkan tempat lokasi kerja tersebut. II. SPESIFIKASI TEKNIK ELEKTRIKAL • LINGKUP PEKERJAAN. Pekerjaan elektrikal terdiri dari pekerjaan instalasi dan pengadaan peralatan.Pekerjaan instalasi Elektrikal yang dilaksanakan adalah : 1. Pekerjaan Instalasi Listrik Gedung 2. Pekerjaan Instalasi Listrik Tenaga Pengadaan Peralatan Listrik 1. Cable Tray, Supports & Columns 2. Panel Box & Push Button Box 3. Electrical Cable & Bus Bar 4. Lampu 5. Electrical Bulk Materials Pengadaan & Pemasangan Peralatan Kontrol 1. Control Cable 2. Push Button 3. Control Bulk Materials • IJIN KERJA INSTALATIR/KONTRAKTOR Instalasi/sub kontraktor yang akan mengerjakan pekerjaan elektrikal ini diharuskan: a. Mempunyai surat ijin kerja : • Instalatir listrik (SIKA) tahun kerja yang berlaku dengan pas. Instalatir kelas C. • Dari Departemen tenga kerja b. Mempunyai Tanda Lulus Prakualifikasi (Tanda Daftar Rekanan) untuk tahun kerja yang berlaku, sesuai dengan KEPPRES No.29 Tahun 1984.

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-63

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

c. Sudah berpengalaman dan dapat menujukkan Surat Kemampuan pengalaman kerja dalam mengerjakan pekerjaan yang sejenis. • STANDARD DAN NORMALISASI Semua Pekerjaan Elektrikal yang dilaksanakan dalam proyek ini harus memenuhi /mematuhi Persyaratan Standard dari Instalasi yang berwenang untuk itu : • Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 1987 • Standard Konstruksi/Normalisasi PLN • Peraturan-peraturan PLN/jawatan Keselamatan Kerja Setampat • Peraturan Dinas Keselamatan Kerja DEPNAKER • Standard / Normalisasi PELAKSANAAN KERJA a. Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman. b. Pelaksana yang dianggap tidak cukup ahli / perpengalaman oleh Direksi / pengawas lapangan, harus segera diganti dengan orang lain setelah mendapat persetujuan Direksi / pengawas lapangan. c. Untuk penyelenggaraan pelaksanaan pekerjaan lapangan kontraktor harus meyediakan Direksi keet yang berfungsi sebagai Site Office dan gudang peralatan / material. Direksi Keet boleh menggunakan bangunan yang sudah ada (dipinjam / disewa) atau membuat bangunan temporer. d. Kontraktor harus menempatkan seorang Supervisor yang ahli, berpengalaman dan profesional untuk masing-masing bidang yang bertanggung jawab untuk menjadi supervisi, management proyek. e. Tenaga kerja harus berpengalaman dan ahli dibidangnya, bila tidak berpengalaman & ahli harus diganti. Bila tidak dihiraukan pengawas akan mengalami tindakan untuk mengatasi permasalahan yang ada. f. Segala sesuatu yang diperlukan guna kesempurnaan pekerjaan harus, dilengkapi sesuai permintaan pengawas dengan biaya dibebankan kepada kontraktor. BAHAN / MATERIAL DAN PERALATAN a. Bahan / material dan peralatan yang digunakan pada pekerjaan ini harus disediakan oleh kontraktor dan harus dalam keadaan baru, tanpa cacat. b. Semua bahan atau material dan peralatan yang akan digunakan diusahakan produksi dalam negeri, sejauh mana bahan / material tersebut masih memenuhi persyaratan teknis dan standard yang ditentukan oleh proyek ini. c. Kontraktor diwajibkan menyerahkan contoh bahan / barang yang disebut dalam lingkup pekerjaan kepada Direksi / Pengawas lapangan untuk mendapat persetujuan sebelum dipasang. Apabila hal tersebut tidak memungkinkan, minimal brosur spesifikasi teknis harus ditunjukan dan disetujui oleh /Direksi pengawas lapangan.

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-64

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

d. Kontraktor harus membuat tempat penyimpanan bahan / material serta peralatan kerja (gudang) agar rapi dan aman dan memudahkan pemeriksaan. e. Jikabahan / material dan peralatan kerja tersebut harus melewati jalan umum, Kontraktor harus menjaga ketertiban dan kelancaran serta mengganggu lalu lintas. f. Direksi berhak menambah peralatan yang dipergunakan atau menolak peralatan yang tidak memenuhi syarat. g. Bila pelaksanaan pekerjaan telah selesai, maka kontraktor harus segera mengeluarkan atau memindahkan peralatan tersebut. Kerusakan akibat penggunaan peralatan kerja tersebut harus diperbaiki kembali atas beban biaya kontraktor. h. Semua material yang terbuat dari besi (Armatur) dan pipa yang dipergunakan untuk kontruksi, penyangga, penggantung dan lain-lain harus diproses sebagai berikut : - Disikat dengan sikat kawat / dibersihkan hingga mengkilat dan bebas dari karat. - Dicat dasar / meni anti karat (Zincromate) kualitas baik 2 kali. - Dicat ahkir dengan cat berkualitas baik 2 kali warna yang akan ditentukan kemudian / sesuai dengan penggunaan. Kecuali material yang terbuat kemudian dari plastik, satinless steel dan alumunium tidak perlu dicat, cukup dibersihkan saja. • SISTEM KOORDINASI a. Kontraktor elektrikal harus mengkoordinasikan pekerjaannya dengan pekerjaan kontraktor lain (struktur & arsitektur) untuk menghindari pekerjaan pembongkaran / pekerjaan ulang dan gangguan yang dapat memperlambat jalannya pekerjaan. b. Untuk memudahkan komunikasi teknis, kontraktor harus menempatkan seorang atau lebih pemimpin lapangan berpengalaman. Dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, serta mewakili kontraktor, menerima perintah dan petunjuk Direksi / pengawasan lapangan dan segera melaksanakannya bila diperlukan. Pengawas lapangan dan segera melaksanakannya bila diperlukan. c. Kontraktor diwajibkan membuat laporan berkala (harian / mingguan) yang memberikan gambaran tentang kegiatan proyek. Misalnya : • Jadwal Waktu pelaksanaan • Kegiatan pelaksanaan • Prestasi kegiatan fisik • Catatan perintah / petunjuk Direksi / pengawas lapangan yang disampaikan secara lisan maupun tertulis. • Dan kegiatan pekerjaan yang dianggap perlu. d. Kontraktor juga harus membuat dokumentasi pekerjaan yang berupa foto-foto pelaksanaan pekerjaan, dibuat berwarna, minimal ukuran postcard dan disusun dalam album. Foto-foto yang mengambarkan

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-65

pengeboran dan sebagainya pada kontruksi Bangunan hanya dapat dilaksanakan setelah memperoleh ijin/persetujuan tertulis dari Direksi/Pengawas. maka pemborong diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban. d. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. masin dan alatalat kerja yang disimpan ditempat kerja (gudang lapangan). f. Gudang. Pengelas. Guna semua keamanan pekerjaan. KETERTIBAN DAN KEAMANAN a. dinding dan sebagainya yang dilakukan dalam rangka pemasangan instalasiini maupun pengembaliannya seperti keadaan semula adalah termasuk pekerjaan pemborong instalasi ini. peralatan dan bahan/material di proyak. bahan dan peralatan baik dalam gudang maupun diluar (halaman). PENGELASAN DAN PENGEBORAN a. Penimbunan / penyimpanan barang. KEBERSIHAN. Jika terjadi kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. Pembobokan hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat ijin tertulis dari Direksi/pengawas. Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung pekerjaan berlangsung. serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan Departemen yang bersangkutan/berwenang (dalam hal ini polisi dan Departemen Tenaga • • • “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-66 . PENJAGAAN Pemborong wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menurus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan peralatan. tidak akan menganggu ketenangan penduduk/masyarakat disekitarnya dan tidak akan mengganggu pekerjaan dari Rekanan lain. kontraktor harus menempatkan petugas keamanan secukupnya disekitar proyak. • PEMBOBOKAN. Pembobokan tembok. c. Kontraktor harus memperhatikan hubungan dengan lingkungan proyek. kantor. antara lain : tidak akan menyebabkan gangguan lalu lintas umum. harus selalu dalam keadaan bersih. menjadi tanggung jawab pemborong. Penjagaan keamanan termasuk juga penanggulangan terhadap bahaya kebakaran yang mungkin terjadi. Peraturan-peraturan yang lain ketertiban akan dikeluarkan oleh Direksi pada waktu pelaksanaan. e. los kerja dan tempat pekerjaan sekitar bangunan. b. c. lantai.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN kemajuan pelaksanaan pekerjaan hendaknya dibuat berdasarkan petunjuk dari Direksi dan minimal dilakukan sebanyak 4 (empat) kali setiap peristiwa selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan. KECELAKAAN DAN PETI PPPK a. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. b.

Semua bahan yang kurang baik atau pemasangan yang kurang sempurna yang diketahui pada saat pemeriksaan/pengujiaan harus segera diganti dengan yang baru/disempurnakan sampai dapat berfungsi dengan baik dan sesuai Standard Uji yang ada. Semua biaya yang diperlukan untuk pengujian ini menjadi tanggung jawab pihak kontraktor.Pemeriksaan pekerjaan Sambungan: Mekanis dan Listrik. maka kontraktor diwajibkan menguji seluruh pekerjaannya dengan standard uji masing-masing yang telah ditetapkan dalam peraturan/spesifikasi peralatan. pompa banjir dan genset). b.Pemeriksaan Visual. f. DEPNAKER). b.Pengujian dengan beban dalam keadaan bertegangan dan beban penuh selama 3 malam berturut-turut (selama 36 jam). h. Kontraktor diharuskan membuat Jadwal dan Prosedur pelaksanaan / Test yang akan dilakukan. • PENGUJIAN/TESTING a. Bila dalam pengujian berbeban ternyata tidak disediakan Sumber Daya Listrik. Pengujian ini antara lain berupa : . Untuk mengetahui bahwa semua pekerjaan yang telah dilaksanakan dapat berfungsi baik dan telah sesuai dengan persyaratan teknis yang dimana. .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN kerja) dan mempertanggung jawabkan sesuai dengan perayuran yang berlaku. maka kontraktor harus menyediakan Sumber Daya Listrik sendiri berupa Genset 3 phase dengan kapasitas yang memadai. . • “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-67 . Hasil Test harus dicatat dan ditanda tangani bersama oleh kontraktor. . . Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap. Semua peralatan Test harus dalam keadaan baik dan memenuhi Standard persyaratan Test yang ditentukan. Peralatan Test tersebut harus disediakan oleh kontraktor. pengawas dan pemilik proyek. Hasil Test ini baru dianggap sah/baik apabila telah disetujui/disyahkan oleh Instansi yang berwenang (PLN. e. d.Pengukuran Tahanan Isolasi dan Pertanahan. guna keperluan pertolongan pertama harus selalu ada di tempat pekerjaan. g. GARANSI Semua pekerjaan.Semua hasil pengujian harus dicatat dan ditanda tangani bersama. pemasangan perlengkapan dan bahan yang telah dipasang oleh kontraktor harus digaransi selama 12 (dua belas) bulan sejak masa penyerahan pertama kecuali ditentukan lain dalam kontrak (pompa lumpur. c. Pengujian ini dilaksanakan dibawah pengawasan Direksi/pengawas lapangan yang ditunjuk jadwal pelaksanan pengujian dapat diatur seminggu sebelumnya atau atas persetujuan bersama. i.

SUPREME. • LAIN-LAIN a. Kabel yang digunakan harus Rekomendaskan dari LMK dengan Standard merk : JEMBO. Lampu TL 2 x 36 Watt. Kabel yang digunakan untuk jaringan Distribusi Tegangan Rendah adalah jenis dalam pipa PVC High Impact dengan dimensi sesuai gambar. tetap harus dilaksanakan tersebut berfungsi dengan baik. klem dll) yang diperlukan untuk kesempurnaan pekerjaan ini. c. • Pengetesan seluruh Pekerjaan Instalasi sesuai persyaratan instalasi sampai dinyatakan baik oleh Instansi setempat (PLN) secara tertulis dan diterima dengan baik oleh Pengawas/Pemilik Proyek. Saklar tunggal & saklar ganda d. tetapi belum disebutkan dalam bestek/gambar.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN a. b. • Pemasangan dan Teknis Pelaksanaan a. • Semua material penunjang (Penggantung. Kabel harus dalam keadaan baru. Salama masa Garansi ini semua perlengkapan. PEMASANGAN JARINGAN KABEL FEEDER • Jenis Kabel a. b. bahan dan pengerjaan yang kurang baik/rusak (yang bukan disebabkan oleh salah pakai. Hal-hal lain yang menyangkut pelaksanaan lapangan tetapi belum disebutkan dalam peraturan ini. yang secara teknis tidak dapat dipisahkan/diabaikan/dihilangkan. tanpa cacat dan bila perlu harus ada surat keterangan dari distributor/pabrik. salah operasi) harus secepatnya diganti atau diperbaiki atas tanggungan kontraktor. Kontraktor diwajibkan mempelajari gambar Lay-Out saluran kabel tersebut terhadap situasi lapangan. Anda diperlukan adanya perubahan jalur karena alas an teknis. penumpu. Kontraktor harus membuat gambar Shop “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-68 . Bagian-bagian yang termasuk dalam pekerjaan ini. Instalasi baru e. PERSYARATAN TEKNIS PEKERJAAN ELEKTRIKAL PERSYARATAN TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK DAN PENYELESAIAN III. TKO lengkap f. Kotak kontak 1 phase dan kotak kontak 3 phase sesuai gambar c. • LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk dalam lingkup pekerjaan Instalasi listrik meliputi Pekerjaan Instalasi Listrik Gedung Meliputi pengadaan dan pemasangan : a. Komponen listrik lampu TL 36 watt dan lampu mercury sesuai gambar. akan ditentukan lebih lanjut oleh Direksi/pengawas lapangan. b. Panel-panel listrik baru lengkap dengan komponen pengamannya. atau setara.

h. termasuk biaya perawatan pekerja yang mengalami / kecelakaan hingga sembuh benar. g. Pengetesan dilakukan antara masing-masing inti kabelnya dengan mantel pelindungnya phasa-phasa. phasa-netral. d. f. Kabel yang melintas jalan mobil harus dilindungi dengan pipa PVC AW berdiameter sesuai jumlah kabel yang ada. Kabel ditaman langsung didalam tanah dikedalaman 80 cm dari permukaan tanah kecuali yang melintas jalan mobel harus ditanam 100 cm dari permukaan tanah sesuai gambar. Apabila terpaksa dilakukan penyambungan karena saluran lebih panjang dari standard panjang pabrik maka system/ cara penyambungan harus dibicarakan dengan pengawas untuk mendapatkan persetujuan. j. Setiap ujung saluran harus diberi kelebihan panjang /sling secukupnya untuk mengantisipasi adanya kemungkinan perubahan tempat/ pergeseran paralatan/ panel. c. phasa pround dan netral ground. Setiap saluran kabel harus ditest Tahanan Isolasinya dengan mengunakan alat MEGGER 10. kontraktor harus mengganti kabel tersebut tanpa adanya tambahan biaya. Jalur alternatif agar dipilih route yang aman/terlindung atau sedikit mungkin adanya bahaya kerusakan yang dapat minimpa saluran kabel tersebut. Alternatif ini diusahakan tidak menimbulkan kerja tambah. i. e. diberi pelindung batu bata merah atau plat beton sesuai gambar/ keperluannya. Kecuali dalam keadaan dimana tidak ada pilihan lain. kecuali memang ada pekerjaan penyambungan kabel. k. Tidak diperkenankan melakukan penyambungan di dalam tanah ditengah perjalanan kecuali apabila panjang kabel/ saluran melebihi standard panjang yang telah ditentukan oleh pabrik. gancu dsb). b. Sedikit belokan kabel harus diperhitungkan bahwa radius belokan minimum r = 15 D. Pengurusan ijin instalasi listrik kepada instansi yang berwenang (PLN) merupakan Pekerjaan dan Tanggung Jawab dari Kontraktor. dimana D adalah diameter kabel. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-69 . Semua kabel yang masuk ke dalam bangunan tidak boleh di tanam langsung di lantai harus melalui kabel trench / got kabel atau pipa sparing dengan ukuran yang sesuai dengan jumlah besar kabel. b.000 volt untuk kabel Tegangan Menengah dan MEGGER 1.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Drawing untuk disetujui Pengawas/Pemilik sebelum melaksanakan pekerjaan tersebut. • Pengetesan a. Bila terjadi kerusakan pada kabel existing karena terkena peralatan gali (pacul. Untuk galian kabel yang melalui jalur kabel existing /lama harus dikerjakan dengan exktra hati-hati. Cara pemasangan kabel sesuai gambar yaitu : diberi pelindung alas pasir 10 cm bagian bawah dan diatas kabel.000 volt untuk kabel Tegangan rendah.

Netral N : Biru . Sambungan harus dilaksanakan dengan baik. Kontraktor diwajibkan memasang sepatu kebel pada ujung kabel yang akan disambungkan ke panel / peralatan. standard merk GAE atau setara. Hasil pengetesan tahanan isolasi yang diminta adalah minimum 100 Mega Ohm untuk tegangan menengah dan minimum 5 Mega Ohm untuk kabel tegangan rendah. dll) dengan dimensi sesuai gambar. c.5 mm2. CLIPSAL atau yang digunakan disyaratkan yang sudah direkomender oleh LMK. • Pipa PVC HI merk EGA. bila diperlukan kontraktor harus dapat menunjukan bukti rekomendasi tersebut. • Kabel NYM didalam pipa PVC HI diameter ¾” digunakan untuk instalasi dari panel ke beban penerangan atau peralatan /kotak kontrak. d.b.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN c.5 mm2 kecuali untuk kabel kontrol dan motormotor ukuran kecil digunakan 1. • Kabel NYY digunakan untuk instalasi dari masing-masing panel DP ke panel-panel pembagi (SDP) dan dari panel pembagi (SDP) ke masingmasing panel beban (PL. cukup kuaterat sesuai dengan model terminal peralatan yang terpasang. PEMASANGAN KABEL & SALURAN KABEL DI DALAM BANGUNAN • Semua kabel tegangan rendah yang digunakan adalah kabel yang sudah direkomendasi oleh LMK dengan merk : Jembo. • Penyambungan / Termination a. Bila warna tersebut tidak ada maka pada ujung-ujung kabel harus diberi isolasi dengan warna yang bersesuaian seperti butir 3. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-70 . PP.Phase R/L 2 : Kuning .Phase R/L 1 : Merah . • Kode warna harus mengikuti ketentuan PUIL 1987 . e. b. di atas. Pemasangan sepatu kabel yang diperunakan tang press atau secra hidrolis. PAC. misalnya sambungan baut tanpa kabel sepatu. Sepatu kabel yang dipergunakan harus sesuai dengan besarnya kabel dan harus yang berkualitas baik.Grounding PE : Kuning-Hijau • Warna kabel yang mengikat (harus ada) adalah biru (untuk netral) dan pada kuning/hijau (untuk ground). Supreme atau setara : − Kelas : 600 / 1000 V − Inti : Tembaga − Isolasi : PVC − Ukuran : minimum 2. Penyambungan kabel ke terminal panel / peralatan di semua bangunan adalah tangung jawab konraktor. kecuali dipersyaratkan lain.Phase R/L 3 : Hitam .

⎯ Armature terbuat dari plat baja putih dengan ketebalan 0. • Komponen-komponen untuk lampu TL antara lain : 1. agar dapat dilepas pada waktu memerlukan perbaikan. noiseless. pemasangan pada tembok harus menggunakan vicher dan sekrup. pemasangan dengan menggunakan paku tidak dibenarkan. ⎯ Reflektor terbuat dari plat baja putih dengan ketebalan 0. Rated tegangan 220 watt untuk TL 18 watt dan 2. Ballast Ballast harus leak proof. Clipsal atau yang setara. Fitting/Lamp Holder dan stater holder (sockets) “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-71 . Armature dan reflector harus dilengkapi dengan sekrup. ⎯ Pemasangan Out-Bouw / Surface / Permukaan menempel plafond. Lucolite. Legrand atau setara.7 mm. Philips atau sederajat.5 watt untuk TL 36 watt. Pembuatan harus dengan mesin peralatan lampu Built-in dan dengan penyempurnaan cat power coating. dengan reflector. Merk Philips. • Ujung kabel yang dipasang pada terminal kabel harus diberi pelindung (sealing end). dilapisi dengan cat dasar. Schwabe. serta diberi lapisan akhir berwarna putih pengecatan dengan cara “Stove Enamelled / Bake Enamelled” (cat bakar) ⎯ Kontruksi armature harus kuat dan kokoh serta dibuat sedemikian rupa agar dapat dibuka / dilepas untuk perbaikan / penggantian komponen yang berada didalamnya.7 mm. SPESIFIKASI PERALATAN ARMATURE LAMPU • Armature TL jenis TKO (surface Mounted) ⎯ Armature merupakan jenis open type. ⎯ Merk : Artolite.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN • Untuk penyambungan ke beban penerangan digunakan kabel NYM dalam pipa PVC flexible dengan merk EGA. mempunyai temperatur kerja rendah. GE. Clipsal. • Pasangan kabel NYM dalam pipa PVC HI pada jarak maksimum 100 cm harus diberi klam. atau sederajat. rumahan dari bahan polystar. Untuk lampu TL dengan dua lampu disusun/digunakan “twin lamp ballast” (anti Stroboscopic). • Semua penyambungan kabel pada kotak sambung menggunakan sambungan puntir dengan lasdop tidak boleh menggunakan isolasi. Ballast harus dilengkapi dengan connection terminal. • klem dibuat dari bahan plat logam digalvanis ayau alumunium. Standart merk lasdop 3M. 2. Seluruh armature harus lengkap dengan rangka dudukan / gantungan.

5 mm2 dan pipa conduit PVC HI dengan diameter sekurang-kurangnya ¾”. dengan luas penampang penghantar sekurang-kurangnya 2. e. Pekerjaan pencabangan. Kabel penghantar yang menghubungkan fixtures lampu dengan instalasi yang ada. d. harus dilindungi dengan menggunakan flexible conduit yang terbuat dari bahan (dan memiliki ukuran) yang sama dengan pipa conduit yang dipakai. dengan menggunakan klem dan concrete fastener yang sesuai. atau yang setara. Xdoos. Rating stater disesuaikan dengan rating lampu TL. yang terbuat dari bahan yang sejenis dengan pipa conduit yang ukuran-ukurannya sesuai dengan ukuran dan jumlah kabel yang ada. f. melainkan harus dipasang pada cable trays yang tersedia atau dilekatkan langsung pada bagian bawah dari plat dan. GE atau yang setara. terbuat dari high quality white polycarbonate. splicing dan lain sebagainya harus dilaksanakan dalam junction boxes (Tdoos. Pemasangan instalasi lampu dan peralatan tidak dibenarkan membebani kerangka ceilling yang ada. apabila pipa konduit. (dapat dengan menggunakan insulation tape). dsb). Seluruh instalasi pekerjaan lampu dan peralatan pada dasarnya dilaksanakan dengan menggunakan kabel jenis NYM. b. dengan sistim rotary lock. sehingga kemungkinan timbulnya perselingan lintasan antara intalasi yang berlebihan dapat dihindarkan. terminal dan tube fitting. Jarak pemasangan klem-klem pengikat pipa conduit tidak diperkenankan melebihi 80 cm. Merk :Philips. Warna tanda/label yang dipakai harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pengawas.5 micro farad) 4. Kontraktor diwajibkan mengkoordinasikan rencana kerjanya dengan disiplin lainnya. Starter Starter untuk lampu Fluorescent mempunyai reability tinggi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-72 .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Material dari white plastic polycarbonate dengan proteksi Uncorosive dan Touchproof. Lamp holder dan stater holder anti vibrator contact. Capacitor Yang digunakan harus kapasitor yang dapat menghasilkan p. sekalikali penggunaan paku sangat dilarang dalam pengerjaan ini.95 (kapasitas 3. g.f. 0. Untuk membedakan instalasi lampu dan peralatan dengan instalasi yang lain pipa conduit yang terpasang harus diberi tanda (label) berwarna pada setiap jarak 2 meter. Kontraktor diwajibkan menambah jumlah klem yang ada. c. Starter switch.25 s/d 4. Penggunaan insulation tape sama sekali diperbolehkan. PEMASANGAN LAMPU & PERALATAN a. 3. Merk : Philips.

Kotak Kontak 1 phase yang digunakan pada Instalasi ini berstandard merk MK. Untuk pemasangan armature lampu jenis (surface mounted). Kotak tempat sakelar dan kotak kontak terbuat dari logam besi yang digalvanis dengan standard merk MK. KOTAK KONTAK 1 PHASE & KOTAK KONRAK 3 PHASE a. Kotak kontak 3 phase yang dipakai pada Instalasi ini berstandard merk ABB.K. Sakelar yang digunakan pada instalasi ini berstandard merk M. harus dipasang pada rangka plafond yang diperkuat dengan konstruksi tambahan (bisa plafond yang di cat meni 2 kali) yang sesuai atau dengan menggunakan hanger/penggantung. Kotak kontak 3 phase harus mempunyai terminal pentanahan (3P + N + PE) tegangan 415 V. Untuk kotak kontak yang dipasang untuk daerah basah harus memakai type tertutup (water Proof Type) “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ j. i. BALS atau sesuai persetujuan pengawas/pemilik proyek dengan kemampuan minimum 16A. Clipsal atau sederajat dengan kemampuan minimum 16A. Pemasangan kotak kontak pada doosnya menggunakan sekrup. h. tidak dibenarkan dipasang pada plafond secara langsung. Clipsal atau sederajat. d. c. Kotak Kontak 1 phase dipasang setinggi 30 cm dari lantai/sesuai permintaan user (disesuaikan dengan alat) dengan pasangan terpendam (In-Bouw) rata dengan permukaan plester dinding atau didalam partisi dengan konstruksi khusus sesuai petunjuk pengawas. Semua pekerjaan perbaikan bekas bobokan dilaksanakan oleh Kontraktor Bangunan yang beban biayanya menjadi tanggung jawab ddari Kontraktor listrik.Clipsal atau yang sederajat dengan kemampuan minimum 10A. Kotak Kontak 1 phase dipasang setinggi 150 cm dari lantai atau disesuaikan dengan kondisi ruang dan peralatan terpasang dengan pasangan menempel dinding (out-bouw) dan harus terpasang kuat. Sakelar dipasang setinggi 150 cm dari lantai dengan pasangan terpendam (In-Bouw) rata dengan permukaan plesteran dinding atau didalam partisi dengan konstruksi tersendiri/khusus. Semua pemasangan out-bouw doos dan kotak kontak 3 phase pada dinding harus menggunakan vischer dan sekrup. g.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN h. b. Penggunaan paku pada pekerjaan ini sangat dilarang. i. e. f. Kotak Kontak yang dipergunakan adalah jenis out-bouw/pasangan menempel dinding dengan menggunakan Out-Bouw doos yang terbuat dari bahan yang sama dengan kotak kontaknya. pemasangan pada kayu/meja harus menggunakan sekrup. tidak boleh goyang/miring sesuai petunjuk pengawas. SAKELAR. VI-73 .

e. menempel dinding. bila perlu digunakan bahan kimia penghilang karat (RUST REMOVER). Untuk masuk dan keluarnya kabel ke dan dari panel menggunakan wartel mur sesuai ukuran kabel. Panel dipasang pada dinding dengan menggunakan Dynabolt 8 mm. • Bus-bar/Rel Tembaga a. c. Rangka konstruksi ditutup dengan plat baja pada sisinya tebal 1. Sebelum di cat. h. Panel harus dilengkapi mur-baut untuk terminal pentanahan. panel termasuk rangkanya harus dibersihkan dari karat. Kotak kontak 1 phase harus mempunyai terminal pentanahan (P + N + PE) tegangan 415 V. ukuran mur-baut 3/8”. baut terminal harus dilas penuh pada rangka panel. Semua Bus-bar (5 buah) harus dicat dengan warna sesuai ketentuan PUIL pasal 701 : . d.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN k. b.5 mm (untuk badan panel) dan 2 mm untuk pintu panel. f.Fasa ke 2 L2/s Kuning . b.Fasa ke 1 L1/r Merah . Bus-bar terbuat dari tembaga dengan kemurnian tinggi dengan kemampuan arus minimum 1. kecuali Bus-bar PE yang ukurannya lebih kecil dan disesuaikan kawat tanahnya. Apabila perlu harus diberi tambahan isolator untuk menghindari adanya hubung singkat.Netral N-Biru “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-74 . g. Panel-panel listrik baru adalah jenis In-door/out door type. Untuk type out-door ditambahkan konstruksi yang dibentuk sedemikian rupa sehingga air hujan tidak dapat masuk. Dimensi dan kemampuan rel dapat dilihat pada gambar.Fasa ke 3 L3/t Hitam . konstruksi ini disesuaikan dengan peralatan/komponen yang terpasang.5 kali kapasitas/kemampuan pengaman utamanya. PANEL LISTRIK PENERANGAN DAN PERALATAN • Konstruksi Panel a. Semua bagian peralatan yang bertegangan harus mempunyai jarak yang cukup denga bagaian peralatan yang lain. Pintu panel harus dihubungkan dengan rangka panel menggunakan kawat tembaga Flexible (NYMHY 1 x 6 mm2) untuk pentanahan pintu panel. Panel dicat dengan cat dasar (meni) tahan karat 2 kali cat akhir dari jenis cat bakar 2 kali yang tahan gores. terbuat dari plat baja.

Peralatan pengaman/Circuit Breaker (MCCB/MCB) yang dipasang pada Base Plate atau plat dasar yang terpasang kuat pada rangka panel. Untuk memudahkan pengenalan distribusi beban pada setiap MCCB/MCB dan peralatan penting yang lain harus diberi nama/nomor saluran yang dapat dibaca dengan jelas/mudah.Pembumian c. b. Untuk panel distribusi harus dilengkapi dengan peralatan ukur dan meter ukur type “Moving Iron Type” dengan ukuran 96 x 96 mm dan peralatan lain misalnya : Lampu Indikator dan Minifuse. Setiap pintu panel harus disediakan tempat untuk menyimpan gambar/diagram panel. f. b. Standard Merk : MF. Semua Bus-bar harus dipotong harus ditopang pada rangka konstruksi dengan menggunakan penyangga atau dijepit partinax pada beberapa tempat sehingga konstruksi Bus-bar cukup kuat dan tidak lentur/bergetar. Control unit version 3 (C. sesuai aturan yang digunakan pada PUIL 1987. Tahanan isolasi terhadap Body/rangka minimum 50 M ohm. Bila perlu elektroda pentanahan untuk badan peralatan dan panel harus dipisahkan penanamannya sejauh minimum 3 meter satu dengan yang lain. Peralatan dan Komponen Panel a.Penghantar PE-Hijau/Kuning . Elektroda pentanahan menggunakan “Elektroda Pipa” dengan pipa galfanis 1” dan kawat BC penampang 50 mm2 yang ditanam sedalam minimal 3 (tiga) meter hingga dicapai tahanan pentanahan minimal 5 ohm. Kapsitas Bank Otomatis h. d. Saluran pentanahan dari elektroda pentanahan sampai kebadan harus dilindungi dengan pipa PVC HI ¾” atau pipa PVC AW ¾”. d. ABB. Pengaman saluran keluar dan masuk (MCCB/MCB) harus dari pabrik yang sama dengan ranting arus seperti tertera pada gambar diagram. Bus-bar untuk pertanahan/penghantar pembumian/ di klem dengan baik ke rangka panel.-3) i. SIEMENS dan AEG. Soft Starter g. c.U. d. c. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-75 . Monitoring and Protection Equitment (MPE) Sistem Pentanahan a. Gambar diagram panel harus dibundel rapi dalam sampul plastik atau dilaminating.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN . cat pada bagian rangka yang menempel Busbar pertanahan harus dihilangkan. e. Sistem pentanahan panel listrik yang digunakan pada instalasi ini adalah sistem PNP (Pentanahan Netrak Pengaman).

Pemeriksaan Visual . g. Penampang kawat pentanahan dari masing-masing panel dapat dilihat pada gambar masing-masing panel. Jaminan instalasi Kontraktor. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-76 . Dalam masa pemeliharaan apabila ditemukan instalasi yang rudak atau berfungsi kurang baik maka Pemborong harus segera memperbaiki atau mengganti peralatan tersebut sampai dapat berfungsi dengan baik. Masa pemeliharaan untuk seluruh pekerjaan instalasi listrik ditetapkan selama 4 bulan setelah barang diserahkan kepada Pemilik /Pengawas. f.Pengukuran tahanan isolasi dan tahanan pentanahan .Pengujian dalam keadaan berbeban b. Titik pentanahan panel ini harus dipisahkan dengan system pentanahan penangkal petir dan peralatan lain (peralatan kontrol. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini. h. Saluran ini tidak boleh ada sambungan hanya diperbolehkan pada terminal yang disediakan dengan menggunakan sambungan mur baut dan sepatu kabel yang sesuai. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan.Pemeriksaan sambungan listrik maupun mekanis . dll) minimal sejauh 5 meter. sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan tanpa tambahan biaya. d. MCFA. Jaminan dan Masa Pemeliharaan a. Macam pemeriksaan dan pengujian. c. Testing dan Commisioning a. . c. Sesudah seluruh instalasi terpasang seluruhnya harus diadakan pengujian dan pemeriksaan instalasi secara keseluruhan. Seluruh sistem dan Pekerjaan instalasi harus diperiksa. PABX. Pengetesan juga dilakukan pada Grounding Existing untuk mengetahui apakah tahanan pentanahan grounding tersebut masih baik/memenuhi syarat atau tidak. & material instalasi menjadi tanggung jawab b. Sebelum melaksanakan pengujian Kontraktor harus merencanakan jadwal pemeriksaan & pengujian untuk mendapatkan persetujuan dari pengawas. diteliti dan diuji dengan baik sebelum diserahkan dan pelaksanaannya harus menyertakan pengawas dan bila perlu dengan petugas dari instansi terkait yang berwenang. harus disediakan oleh Kontraktor. Penyambungan sipanel harus pada rek pentanahan atau mur baut yang telah di las ke badan panel.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN e. Lain-lain a.

50 Hz. Pompa-pompa tersebut diadakan dan dipasang pada rumah pompa sebagai berikut 1. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang mungkin diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam spesifikasi ini atas tanggungan sendiri kepada berwenang yang terkait dengan pekerjaan ini (PLN. 3 phase : min. Jenis dari Pompa-pompa yang akan diadakan harus dari jenis Submersible untuk aplikasi penanggulangan dan pengendalian banjir dan pernah teruji beroperasi dengan baik dan pernah terpasang di Indonesia dengan kapasitas minimum sama dengan atau lebih besar dari pompa yang akan diadakan. PERSYARATAN TEKNIS PELAKSANAAN DAN PENYELESAIAN PEKERJAAN INSTALASI POMPA AIR 1. Spesifikasi Teknik Pompa Lumpur Spesifikasi teknik masing-masing pompa seperti yang diuraikan sebagai bertikut : a. Pompa Banjir dengan kapasitas 1500 l/detik.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN b. CL 30) : Stainless steel (ASTM A 276. 65 Kw. CL 30) b. 2. T. Elektromotor : Type Service Factor Standard Desaign Insulation class Efficiency IP Daya/tegangan Kabel submersible : Totally Enclosed Submersible : 1. Pompa Lumpur Type Kapasitas Total Head Efficiency Material bodi pompa Material poros pompa Konstruksi Pemasangan : Submersible Sludge Pump : Q=15 m3/min atau Q=0.25 m3/det : H = 15 meter : Minimum 65 % : Cast Iron (ASTM A 48. 10 m “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-77 . Pompa Lumpur dengan kapasitas 250 l/detik. 2. total Head 6 m. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi Pengadaan & Pemasangan Instalasi Pompa berikut kelengkapannya dan alat bantu yang diperlukan.410) : Automatic Discharge Connector Standard Pengujian pompa : ISO 2548 Material propeller/impeller : Cast Iron (ASTM A 48.15 : NEMA-Desaign B :F : Minimum 90% : 68 : max. 380 Volt. total Head 15 m. DEPNAKER).

Sensor Seal Leakage jenis elektroda : Cat tahan karat (Epoxy Coafing) : Cast Iron (ASTM A 48. CL 30) Pipa buang : Diameter Tebal pipa Coating : 300 mm : 9 mm : Cat anti karat (Bituminous 300 micron) d.Type .Standard Design : Totally Enclosed Submersible : 1. Fungsi Kontrol : Masing-masing kontrol Panel harus dapat mengontrol pompa-pompa yang terpasang seperti yang disebutkan dalam item 3.50 m3/det. Pompa . CL 30) : Stainless Steel (ASTM A 276.Efisiensi .1 Pasangan panel : Pasangan panel sedemikian rupa sehingga setiap peralatan dalam penel dengan mudah masih dapat dijangkau.Kapasitas . Elektromotor: . 410) “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-78 .Sensor thermal protector jenis bi-metal .Material Propeller/impeller . bila dibutuhkan tambahan atas/ pondasi/ penumpu/ penggantung maka Pemborong harus menyediakan dan memasangnya sekalipun tidak tertera dalam gambar. : Q=90 m3/min atau Q=1. Spesifikasi Teknis Pompa Banjir a.Material bodi pompa .78) : Cast iron (ASTM A 48.Service Factor .17.Standar Pengujian .10 : NEMA-Design B : Submersible Drainage Pump.Type . Sistem Proteksi Lapisan pelindung Material bodi pompa : . tergantung daripada macam/Type Panel.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN c. : H= 6 Meter : ISO 2548 : min 80 % : Aluminium Bronze (ASTM B 148.Material poros pompa b.Total Haed . Panel Control: Jenis : Free Standing (berdiri) Tebal Plat : 2 mm Tebal panel : 800 mm Finishing : anti karat Power Coating RAL 7032 dicat dengan warna yang ditentukan oleh pengawas. - - 3.

Rubber bush with grommet. Perhitungan Head dan Power Pompa Total head adalah hasil penjumlahan antara “Static Head” dan “Total Head Loss” yang terjadi. : Pendinginan dilakukan dengan cara mendinginkan selubung motor dengan menggunakan air yang lewat pada saat pompa beroperasi. Total Head pompa yang diperlukan : seperti yang diuraikan c.Sistim Pendingin . Kondisi Desain a. Pompa yang dipasok harus merupakan pompa baru dan bukan pompa bekas yang telah diperbaharui (re-build).Type RNCT .Tebal Pipa : 11 mm . 3 Phase.IP . CL 30) c. Pipa Kolom. (Seperti yang terlihat dalam gambar) : 1100 . Secara terperinci spesifikasi pompa yang disyaratkan adalah : 1. .Sensor Thermai Protector Type PT-100 . : .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN .Lapisan Pelindung .1200 mm (disesuaikan dg produk pompa) . Desain dari pompa yang akan dipasok harus “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-79 . Elevasi muka air (Seperti yang Terlihat dalam gambar) 2. : . 380 Vollt.Coating : Cat anti karat (Bituminus tebal 300 micron) Jenis pompa air yang harus diadakan/dipasok adalah jenis pompa air celup (submersible pump). tahan terhadap lingkungan yang korosif dan tahan terhadap gesekan material yang halus seperti lumpur.Sensor Bearing temperature PT-100 : Cat tahan karat (epoxy coating) : Cast iron (ASTM A48.Diameter Pipa Buang : 900 mm .Sistem Proteks .Triple compression sealing.Sensor Seai Leakage type elektroda .Diameter Pipa Kolom .Elbow/bend : 2 X 45 .Material bodi motor . dimana dalam pengoperasiannya keseluruhan bagian dari unit pompa tersebut akan terendam didalam air oleh karena itu material konstruksi dari pompa harus terbuat dari jenis material yang tahan terhadap pengerusakkan yang disebabkan oleh zat-zat yang terkandung dalam air.Kabel Submersibel :F : 68 : 130 KW.Insulation Class .Daya Tegangan . Kapasitas pekerjaan-unit pompa : seperti yang diuraikan b.Sensor Moisture Type elektroda .

198 atau dengan grade yang lebih tinggi.958 Jumlah Baling-baling : 4 buah Free Passege : 100 mm 5. Ketentuan Material Pompa Selubung pompa (Pump Body) Bahan untuk selubung pompa harus terbuat dari bahan besi cor (cast iron) dengan spesifikasi komposisi dari meterialnya stara ASTM A48 CL30 atau dengan kelas (grade) yang lebih tinggi serta harus mempunyai permukaan cor yang sempurna atau telah melalui proses dengan mesin (maching) pada bagian dalamnya sehingga kerja pompa dan efisiensinya menjadi baik. Celah antara propeler/impeler dengan selubung pompa pada bagian sisi hisap harus memiliki ketelitian yang tinggi yang dimaksudkan agar dengan presisinya celah tersebut dapat diharapkan efisiensi pompa menjadi lebih baik.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN mempunyai efisiensi yang terbaik (maksimum) pada kondisi titik kerja (duty point) dari pompa tersebut. Hasil pengecoran tersebut harus bebas dari keropos dan retak serta cacat yang lain akibat dari proses pengecoran dan machining tersebut. Spesifikasi teknis propeler/impeler Material : Aluminium Bronze ASTM AB148. Propeler/Impeler Bahan untuk bagian propeler/impeler harus terbuat dari bahan yang ulet dan tahan korosif. Penawar harus membuat dan menyajikan perhitungan rugi-rugi (head loss) dan daya yang dibutuhkan untuk pompa yang ditawarkan tersebut menggunakan formula “Darcy” dengan asumsi kehilangan tinggi pada screen sebesar 0. 3. atau dengan perkataan lain merupakan satu bentuk kesatuan antara poros untuk propeler/impeler dengan motor. 4. Poros Pompa Poros Pompa harus menyatu dengann motor penggeraknya.1 m. Bahan poros pompa harus terbuat dari bahan yang tahan korotif serta mampu menahan torsi motor penggerak dengan propeler/impeler pompa sesuai dengan tegangan kerja tanpa adanya defleksi yang dapat mengakibatkan poros menjadi rusak atau terpuntir. Tingkat ketelitian poros baik terhadap propeler/impeler atau terhadap bantalan dudukan harus cukup tinggi sehingga ketidakseimbangan (unbalance) pada saat pompa dioperasikan (poros berputar) dapat dihindari. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-80 . dengan perkataan lain harus terbuat dari Aluminium Bronze dengan spesifikasi komposisi materialnya setara ASTM AB148.

Spesifikasi Teknis Panel Kontrol Panel kontrol pompa yang terpasang pada tiap-tiap lokasi harus dapat mengoperasikan semua pompa yang terpasang pada masing-masing rumah pompa seperti yang dijelaskan dalam item 3. IP68 Tegangan : 380 Volt.Sensor panas (thermal) pada tiap fasanya . 50 Hz Sistem Pendingin :Pendinginan dilakukan dengan cara mendinginkan selubung motor (motor casing) dengan menggunakan air yang lewat pada saat pompa beroperasi.15 Design Standard : NEMA-Design B. 6. Elektromotor Penggerak pompa (pump driven) menggunakan elektromotor type “submerged electromotor” dengan spesifikasi sebagai berikut : Type : “Totally enclosed sumersible type” Insulation Class :F Service Factor : 1.Sensor kelembaban (Moisture) . “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-81 . atau untuk bahan stainless steel gradenya setara dengan ASTM A276. 410 atau SUS 410. 8. Ketebalan dari plat baja yang akan dipakai untuk membuat kolom pipa tidak boleh kurang dari 11 mm Diameter dalam dari pipa kolom untuk pompa kap 1500 l/detik adalah 1100 mm.Sensor kebocoran seal (Seal leakage) . Dilengkapi stopper guard pada bagian sole plate. Konstruksi pipa kolom adalah rolled steel fabricated dengan discharge elbow mempunyai bentuk lengkung yang baik (smooth) pada bagian dalam sehingga diharapkan dapat mengurangi nilai dari kerugian. CL30 Lapisan pelindung : Cat tahan karat (epoxy coating) Kabel Elektromotor Kabel pada elektromotor menggunakan jenis “Submersible Cable” dengan spesifikasi sebagai berikut : Type : RNCT Kind of Insulation :F Kind of sealing of lead cable : Triple compression sealing Type of Installation : Rubber bush with Grommet 7.1. Pipa Kolom Material harus terbuat dari steel plate setara ASTM A36 dengan dilapisi cat dari bahan coal tar epoxy coating pada bagian permukannya. 3 fasa.17.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Standard poros yang digunakan harus terbuat dari baja tahan karat atau grade yang lebih tinggi.Bearing Sensor Material Casing : Cast Iron : ASTM A48. Sistem Proteksi : .

akan tetapi kerjanya masih tergantung dari batas ketinggian air pada kolam hisap.Sensor Kelembaban yang merupakan jenis elektroda Panel kontrol pompa ini harus dilengkapi dengan perlengkapan yang dapat melakukan beberapa macam cara mengoperasikan (operation mode) untuk kedua pompa tersebut yaitu : Cara Otomatis (Automatic mode) • Seluruh pompa beroperasi dan berhenti secara otomatis tergantung dari batas ketinggian air dalam kolam hisap (suction folder) - Cara manual (Manual mode) • Masing-masing pompa dapat dioperasikan atau dihentikan hanya dengan cara menekan tombol On-Off.Kapasitor Bank otomatis Panel kontrol dilengkapi dengan peralatan pemantau dan pengaman gangguan pada pompa (monitoring and protection equipment) yang dapat menerima sinyal gangguan dari peralatan deteksi (sensor) gangguan yang dimiliki oleh masing-masing pompa celup yaitu sebagai berikut : . akan tetapi kerjanya tidak tergantung dari batas ketinggian air pada kolam hisap.Beban terlalu rendah dan beban lebih (underload/overload) .Gangguan pembumian (ground failure) .Sensor kebocoran yang merupakan jenis Floating Switch . Seluruh pompa pada saat akan dioperasikan (start) harus menggunakan peralatan “Soft Starter” yang terpasang didalam panel kontrol.Tahanan isolasi motor (isolation resistance) .Sensor Temperatur Stator yang merupakan jenis PT-100Ω . Panel kontrol dilengkapi dengan unit pengendali (control unit) gangguan yang minimal dapat mendeteksi gangguan-gangguan sebagai berikut : .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Dengan daya motor yang tidak lebih dari seperti yang dijelaskan di item 3.Putaran motor terbalik (phase sequence) . - Cara darurat (by-pass/emergency mode) • Masing-masing pompa dapat dioperasikan atau dihentikan hanya dengan cara menekan tombol On-Off.17.Tegangan terlalu rendah dan beban lebih (undervolt/overvolt) .Arus tidak seimbang (current unbalance) .Sensor Temperatur Bearing yang merupakan jenis PT-100Ω .1. Pada bagian sisi luar dari panel kontrol pompa ini minimal harus dilengkapi dengan peralatan monitoring lainnya antara lain : • • Ampere meter untuk masing-masing phasa dari sumber daya Ampere meter untuk masing-masing pompa “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-82 .

4. kepala kolom. Kelengkapan lain dari panel kontrol pompa yang harus disertakan pada saat memasok panel kontrol ini adalah : • Sensor ketinggian permukaan air berbentuk batang yang terbuat dari bahan logam anti karat (stainless steel) dan dipasang pada kolam hisap lengkap dengan pipa pelindung terhadap kotoran atau sampah. dan apabila perlu harus melakukan pembobokan/penambalan tanpa biaya tambahan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN • • • • • • • • • Voltmeter. diteliti dan diuji dengan baik sebelum diserahkan dan pelaksanaanya harus “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-83 . b. Seluruh sistem dan pekerjaan intalasi harus diperiksa. Pipa-pipa tidak boleh menembus kolom. Sebelum melaksanakan pengujian. 9. Hal ini harus diketahui dengan tepat letak/ukuran lubang pada dinding dan lantai yang diperlukan untuk lewatnya pipa-pipa. Kontraktor berkewajiban mengajukan ijin pemasangan pompa driange dan instalasinya sebelum pekerjaan dilaksanakan. Pekerjaan Pemasangan Pompa 1. 2. Gambar-gambar pemasangan instalasi secara detail harus dibuat oleh Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan pipa. Testing dan Commisioning a. dengan melengkapi gambar-gambar shop drawing yang telah disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas atau Direksi. Kilowatt meter dan Frekuensi meter Indikator penunjuk ketinggian permukaan air (water level indicator) Indikator penunjuk gangguan (Alarm indicator) Indikator penunjuk kerja pompa (Pump indicator) Saklar pemilih model operasi (operation mode selctor switch) Tombol Start dan stop pompa Tombol Stop untuk sirine gangguan (horn) Tombol untuk pengujian lampu indicator (test light) Tombol untuk pengujian sirine gangguan (test horn) • Tombol “reset” gangguan. atau balok. tanpa mendapat ijin tertulis dari Konsultan pengawas atau Direksi. 3. 4. 5. Pompa harus dipasang sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh pabrik. Kontraktor harus merencanakn jadwal pemeriksaan dan pengujian untuk mendapat persetujuan dari konsultan pengawas atau Direksi. Kontraktor bertanggung jawab atas ukuran (dimensi) dan lokasi lubanglubang tersebut.

Pelatihan secara keseluruhan sistem akan dilaksanakan bila pekerjaan instalasi telah selesai dikerjakan dan ditest. Peralatan yang disuplai ini harus disertai dengan test certificate yang asli dari pabrik pembuat dan surat keterangan lain yang mendukung pengesahan barang dari pabrik pembuat. Peralatan yang disuplai harus ditest oleh Petugas Pabrik/ agen dengan prosedur/ketentuan test yangsudah baku. Surat keterangan dari luar pabrik tidak diakui kebenarannya. Seluruh biaya untuk pengujian tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pihak Pemilik proyek harus sudah menyiapkan petugas/teknisi yang akan dilatih untuk keperluan ini. tersebut tanpa dipungut biaya dan pengujian dilakukan lagi sampai berhasil dengan baik. b. Pelatihan untuk teknisi dilaksanakan oleh Kontraktor dan dilaksanakan sejak mulai pemasangan peralatan. c. c. 6. d. 5.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN menyertakan pengawas dan bila perlu dengan petugas dari instansi terkait yang berwenang. Sesudah pengujian selesai Kontraktor diwajibkan mengadakan pelatihan untuk petugas pengelola yang ditunjuk sampai petugas tersebut dianggap cukup mahir menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. b. Pemeriksaan dan Pengujian a. Apabila pada waktu pemeriksaan atau pengujian ternyata ada kerusakan atau kegagalan dari bagian instalasi. g. Gambar-gambar pemasangan instalasi secara detail harus dibuat oleh Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan. Kontraktor berkewajiban mengajukan ijin pelaksanaan pekerjaan pemasangan sebelum pekerjaan dilaksanakan. Pekerjaan Pemasangan a. Certificate Country of Origin “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-84 . Sertifikat garansi dari pabrik pembuatnya 3. dengan melengkapi gambar-gambar shop drawing yang telah disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas atau Direksi. e. Kontraktor tertanggung jawab atas ukuran (dimensi) dan apabila perlu Kontraktor harus melakukan pembaikan-perbaikan/penyempurnaanpenyempurnaan tanpa biaya tambahan. c. Seluruh sistem pemipaan harus diuji dan tidak boleh ada kebocoran. Sertifikat uji dari pabrik pembuatnya (Factory Teest Certificate) 2. Kontraktor diwajibkan membuat atau menyerahkan : 1. f. d. maka Kontraktor harus mengganti bagian atau bahan yang rusak.

Jaminan/garansi peralataan yang disuplai Kontraktor diatur dalam perjanjian tersendiri antara Kontraktor dan Pemilik. Jaminan pekerjaan instalasi dan peralatan yang disuplai Kontraktor termasuk material instalasi/pemipaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. c. Peralatan yang disuplai harus diserahkan dalam kondisi baik. Jaminan dan Masa Pemeliharaan a. e. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang mungkin diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam spesifikasi ini atas tanggungan/biaya Kontraktor kepada instansi berwenang yang terkait dengan Pekerjaan ini. d. 8. b. Manual Overhead Travelling Crane Pekerjaan ini meliputi pengadaan dan pemasangan satu (1) unit manual overhead travelling crane merk Kone. sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan tanpa tambahan biaya. Lain-lain a. Buku petunjuk untuk pengoperasian dan pemeliharaan selanjutnya. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini. Daichi atau setara di rumah pompa dengan kapasitas pengangkatan minimal 5 ton dengan jenis Single Girder. harus disediakan oleh Kontraktor. b. 7. 9. Span dan panjang untuk travelling disesuaikan dengan ukuran rumah pompa. Pemilik harus dibebaskan dari segala bentuk pembayaran akibat segala kerusakan pada pemakaian normal untuk waktu 1 tahun setelah pengesahan penyerahan pekerjaan. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. Masa pemeliharaan untuk seluruh Pekerjaan instalasi dan pemasangan ditetapkan selama 4 tahun setelah barang diserahkan kepada Pemilik/Pengawas dan disesuaikan dengan masa pemeliharaan pekerjaan Sipil/arsitektur. baru tanpa cacat dan garansi penuh. Dalam masa pemeliharaan apabila ditemukan instalasi yang rusak atau berfungsi kurang baik maka Kontraktor harus segera memperbaiki atau mengganti peralatan tersebut sampai dapat berfungsi dengan baik.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4. Spesifikasi teknik overhead crane adalah sebagai berikut : “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-85 .

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Uraian Kapasitas Lift Span Lenght Type Operasional a. Lift b. Travelling 5 ton 5m Sesuai jarak kolom Sesuai jarak kolom Manual Manual

10. Genset 1. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan meliputi pengadaan Genset 650 KVA yang memenuhi spesifikasi sebagai berikut : a. Genset yang diperlukan adalah jenis continuous dengan out put minimal 520 kW / 650 kVA. b. Genset yang diperlukan adalah Genset type silent 650 KVA. c. Genset yang dimaksud dilengkapi dengan sound proofing, tingkat
kebisingan 75 dB @ 7 m.

d. Genset yang dimaksud dioperasikan secara single atau pararel didalam ruangan 27 derajad celcius / 60 RH diiklim tropis (tropical). e. Genset yang handal, mudah dioperasikan, efisien biaya perawatan, kondisi purna jual terjamin. f. Engine : 1). Spesifikasi : Engine data Manufacturer / Model : Cylinder Arrangement : Displacement : Bore and Stroke : Compression ratio : 16 : 1 Rated RPM : 1500 Rpm Piston Speed : Max. Prime Power at rated RPM : Min. 110% dari 520kW Frequency regulation, steady state : +/-0. 5% BMEP : Governor : type : Elec Exhaust system Exhaust as flow Exhaust temperature Max back pressure

: : 450 – 500°C : 450 – 550mm

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-86

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

Fuel system 110% (Stand By power ) 100% (of the Prime Power) 75% (of the Prime Power) 50% (of the Prime Power) Total fuel flow Coolant system Radiator & engine capacity Max water temperature Outlet water temperature Fan power Fan air flow Available restriction on air flow Type of coolant Thermostat

: : : : :

155 – 165L/h 140 – 150L/h 103 – 113L/h 68.5 – 77.5L/h 420 – 460L/h

: : : : : : : :

95 – 97°C 90 – 95°C 70-90 °C

2). Spesifikasi tambahan Engine dan Radiator

: : Heat shield protection Oil drain extention Heavy duty air filter Lube oil drain pump Radiator core guard Battery charger : Anti condensation heater : Paralleling system Remote annunciator Oil temperatur shutdown Key start panel : Residential silencer Critical cilencer Frexible exhaust conn. : Daily tank dengan kapasitas minimum 250 liter. Water separator fuel filter

Alternator Control panel

Exhaust

Fuel

g. Alternator : 1). Spesifikasi : Manufacturer Alternator Model/Series Power Rated Voltage / Frequency (Hz) Power Factor (Cos Phi) Ration Speed

: : : : :

520kW / 650 kVA 380 V, 3 Phase / 50 0.8 1500 Rpm VI-87

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

Voltage Regulation 0 to 100% load Voltage Regulation Insulation : Class, temperature rise Over speed Altitude Total Harmonics (TGH/THC) Wave form: NEMA =TIF-TGH/THC Recovery time 2. Persyaratan Teknik

: : : : : : : :

± 1% IP 21 drip proof. H/H 2250 RPM < 1000 m < 4% < 50 400 – 600 ms

Spesifikasi Komponen Komponen/spare part : Standar dari manufakturer atau yang disetujui oleh Pengguna Barang/Jasa. Pengetesan a. Penyedia Barang/Jasa wajib menyelenggarakan tes kinerja untuk peralatan utama Genset type silent 650 KVA, panel dan lain-lain yang dilakukan oleh penyedia barang/jasa. b. Setiap hasil test/pengujian harus mendapat persetujuan dari pihak pengguna jasa & konsultan. c. Setiap ada ketidak sesuaian antara pengetesan dengan desain, Penyedia Barang/Jasa harus melakukan konsultasi dengan pihak pengguna jasa & konsultan. Sertifikat Penyedia Barang/Jasa diwajibkan membuat atau menyerahkan : a. Sertifikat uji dari pabrik pembuat (Factory Test Certificate) b. Sertifikat garansi dari pabrik pembuat c. Sertifikat Country Origin. U. PEKERJAAN BETON PRECAST PRESTRESS 1. Persyaratan yang berkenaan dengan beton pada umumnya harus diperhatikan dalam hal pekerjaan beton Prestress. 2. Yang termasuk dalam beton Prestress ini terbatas pada seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar : - Concrete Sheet Pile / Flat Sheet Pile - Tiang Pancang / Concrete Pile 3. Beton Prestress untuk Concrete Sheet Pile / Flat Sheet Pile dan Concrete Pile harus dibuat oleh pabrikan yang memiliki Quality System atau jaminan kualitas dan atau telah memiliki sertifikasi ISO. 4. Sebagai syarat diterimanya beton precast pihak Penyedia Barang / Jasa diwajibkan mengundang pihak Pengguna Barang / Jasa untuk melakukan inspeksi setiap tahapan pelaksanaan pabrikasi. Pihak

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-88

Apabila tidak ditunjukkan secara spesifik dalam gambar. Kontraktor harus mengetahui cara mengangkat dan memuat. j. b. IX atau standar yang telah ditentukan dalam dokumen tender ini. c. 2. PEKERJAAN PINTU AIR 1. kontraktor harus mengusulkan dalam waktu 7 hari sebelum pelaksanaan dimulai. Penggunaan komponen-komponen dalam pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti pedoman atau petunjuk dari pabrik yang memproduksinya. Pintu air yang diperlukan adalah Pintu air yang dapat menerima beban tekanan air setinggi 4 m dengan berbagai posisi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-89 .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Pengguna Barang / Jasa akan menolak jika mutu dari pabrikan tidak sesuai mutu dan spesifikasi teknis. Setiap unit Pintu air diperlengkapi dengan kait angkut (lifting lag) pada sisi-sisinya. Gambar shop drawing lengkap dengan bentuk kait yang akan ditanam dalam beton. e. Unit beton Prestress harus diangkat pada titik-titik pengangkatan yang ditentukan dalam gambar kerja. Material yang digunakan adalah plat SS 400 atau SS 41. Pengelasan Pintu air merujuk pada ASME Sec. Kelalaian dalam hal ini merupakan tanggung jawab Penyedia Barang/Jasa. Pintu air yang handal. d. i. PERSYARATAN TEKNIK Spesifikasi Komponen Komponen/spare part : Standar dari manufakturer atau yang disetujui oleh Pengguna Barang/Jasa. Ketebalan plat minimum 12 mm dan faktor korosi harus dimasukkan ke dalam perhitungan ketebalan minimum spesifik. Mengangkat. h. membongkar dan menumpuk seluruh unit beton Prestress dan menyerahkannya untuk disetujui Direksi. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan meliputi Pengadaan dan pemasangan pintu air yang memenuhi spesifikasi sebagai berikut : a. Pintu air yang didesain dan dipabrikasi harus memenuhi standar yang telah ditentukan dalam dokumen tender ini. V. f. Unit beton pracetak baru boleh diangkat dan dipasang pada pekerjaan permanen setelah kekuatan mencapai kekuatan karakteristik yang disyaratkan. 5. Perhitungan dan gambar desain Pintu air diajukan ke Pengguna Jasa atau Konsultan Perencana untuk informasi. Panjang dan lebar Pintu air disesuaikan dengan gambar perencanaan. g. Finishing Pintu air harus dicoating anti karat. mudah dioperasikan dan efisien biaya perawatan. Type Pintu air adalah elektrik dengan beban pemberat sebagai peringan beban pada saat pintu dibuka/ditutup. yang ditunjukan dari hasil uji tekan silinder dan disetujui Direksi.

Sertifikat Penyedia Barang/Jasa diwajibkan membuat atau menyerahkan : a. b. Sertifikat tenaga kerja/tenaga ahli las yang diperkerjakan dan masih berlaku saat pelaksanaan pekerjaan ini. Hasil test/pengujian harus mendapat persetujuan dari pihak pengguna jasa & konsultan pengawas. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-90 .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Pengetesan a. Penyedia Barang/Jasa wajib menyelenggarakan tes. b. Sertifikat material/plat yang digunakan.

................................................. 3............ Photo Dokumentasi ............... VI-20 Penurapan Dan Perlindungan ........................................... .... 2......................... 4.............................. VI-1 Tempat Kerja ............... VI-6 Pemindahan Dari Material Bongkaran ............................................................................................... 2... VI-7 1................................................................................ VI-2 Satuan Ukuran ................................................................... VI-1 Rencana Kerja................................................................................................. VI-5 Pengaturan Pembuangan Sisa-Sisa ............. Pekerjaan Tanah ................. VI-21 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ i ............................................................................................................................................................................................................................................. 12............... VI-20 Ijin Kerja ........... 3.. VI-9 Mobilisasi...... 13....................... Pembersih Lapangan ........................................ 17........................ VI-3 Wilayah Kerja ........................................................... 3............... VI-3 Bahan-Bahan Dan Mutu Pekerjaan ............ Data Proyek ................................................................ VI-13 C....................................................................................................................... VI-6 B... VI-20 Pekerjaan Galian .. VI-2 Perintah Untuk Pelaksanaan ........................................... VI-12 Gambar-Gambar Yang Harus Dipersiapkan Oleh Kontraktor............. VI-10 Pengaturan Lalu Lintas.. Lingkup Pekerjaan ......... 5....................................... 11................................................................................................................. 4....... VI-17 Pengeringan Atau “Coffering Dan Dewatering” ..................... .............................. 5...................................................................... 15............................................... 6............ 3.............. VI-2 Pekerjaan Dan Bahan Bahan Yang Termasuk Didalam Harga Satuan................... VI-19 Penyelidikan Lapangan ................... VI-7 Pematokan Dan Bouwplank . 14........................................................... 4.. VI-19 1............................... VI-4 Pembongkaran Struktur Yang Ada . Umum ............................ 2.................... 6...................................................... VI-16 Jalan Kerja .......................................................................... VI-3 Gambar–Gambar Dan Ukuran ......................... VI-18 D................................................................... VI-1 Tanggung Jawab Kontraktor ................................................... 18........................................... 8.................................. VI-7 Pengukuran ...................................... VI-6 Prosedur Pembongkaran.............................................................. VI-2 Tenaga Kerja ..................................................... VI-11 Papan Nama Proyek .................................... 9............ 10.......................................................................... 5.. VI-5 Kewajiban Kontraktor Untuk Material Yang Diselamatkan Dan Struktural Yang Ada ................................................................ VI-2 Laporan.................................................. 7............... VI-20 Pengendalian Air ......................... VI-4 Pelaksanaan Pekerjaan Dalam Keadaan Kering ................................................................. 2............................................ VI-16 1................................................................................................................................ 16................ 7....................................................................... VI-9 Kantor Lapangan/ Ruangan Direksi ...................................................... Pekerjaan Persiapan .............. 8....... VI-1 1........................................................PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN BAB VI SPESIFIKASI TEKNIS DA FTAR ISI A............. 6........................................................................................ Sarana Penunjang Pekerjaan ..........................................

D. Urugan Dan Timbunan Tanah . VI-36 Siar-Siar Konstruksi ......................................................................................... VI-47 Syarat-Syarat Pelaksanaan .............................................................................................. I............... VI-43 Perawatan (Curing) ..................................................................................................... VI-34 Persyaratan Pelaksanaan ............. 4................................ VI-29 Pencampuran Bahan ........ 8............. 2............ VI-46 1.................. 5.............................................................. VI-47 Persyaratan Bahan ........................................ 7............................................................................................................... 9...... B................................................. VI-25 Kelebihan Galian Dan Pembuangan Sisa Galian ............. VI-26 Pekerjaan Akhir Pasangan Batu .................................................... VI-33 Batasan Rasio Campuran Air/Semen ........................................ 1........................................................ VI-25 Syarat-Syarat Pelaksanaan ............................................. 5.............................................................. Lingkup Pekerjaan ............................................................................ VI-23 Pengurugan Kembali Pada Bangunan-Bangunan Dan Pada Pekerjaan Pasangan Batu ............... VI-48 Lingkup Pekerjaan ........................................................................................................................ E................................................................................................................ VI-27 Pekerjaan Beton ............................................................. VI-34 Pengadukan Beton ........................ VI-45 Syarat-Syarat Pelaksanaan ............................ 6................ J.......... Pekerjaan Plesteran .................................................................................................................................................. VI-44 Persyaratan Bahan ........................... VI-44 1.......................... C..................... 1... VI-39 Beton Ready Mix ............................. A.......................................... VI-38 Kerusakan Pada Permukaan Bekisting .... 3..................................................... 2... VI-33 Workability (Kelecakan Beton) ....................................................... VI-25 Syarat-Syarat Bahan ............................................................................................................................................ VI-27 Umum .................................................. 2........................................................................PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 7.............................................. 9........................ G......................... VI-26 Pekerjaan Trucuk Kayu Gelam ....................................... VI-27 Persyaratan Bahan ................... VI-38 Pengecoran Beton ....................................................... VI-25 Lingkup Pekerjaan ............................................................ E............................. VI-46 Pekerjaan Rabat Beton .. F.............................................................................................. Pekerjaan Pasangan Dinding Bata... VI-37 Pembongkaran Bekisting......... VI-48 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ ii .......... 8... VI-33 Rencana Campuran Beton ................ VI-47 Lingkup Pekerjaan .................. VI-44 G................ VI-33 Contoh Campuran Beton ...................................... F.............. VI-25 Pekerjaan Pondasi Batu Kali .................................. VI-45 H........ VI-25 Pembuatan Lubang Suling-Suling .................. 2......... 3..................... VI-46 Syarat-Syarat Pelaksanaan ......................... VI-48 Pekerjaan Cat Dinding Dan Langit-Langit Beton Exposed ............. VI-36 Pembuatan Bekisting....... Ruang Lingkup Pekerjaan ............................. 3..................................................... 3........................ 3........................................................................................................... 1.. VI-46 Persyaratan Bahan .................................................................................................. 6............................................. 4.................... 2................. 1..............

................................................. VI-55 Pekerjaan Waterproofing ...................................... VI-49 Syarat-Syarat Pelaksanaan .......................................................... VI-53 1................... 2........................................................................................................................................................ Lingkup Pekerjaan ...................................................................................................... 2.................................. VI-56 Spesifikasi Pekerjaan Plumbing ............................... VI-54 Pekerjaan Kunci-Kunci Dan Alat Penggantung ..................................... 3................................................................................................... Pekerjaan Lantai Keramik . VI-48 Syarat-Syarat Pelaksanaan ............................................................................................. VI-51 Kualitas Dan Jenis Kayu....................................... VI-49 Persyaratan Bahan ..... 6....... Perlengkapan Kunci Dan Penggantung ................................... VI-53 Syarat-Syarat Pelaksanaan .... 1..................................... Pengendalian Pekerjaan ............ VI-55 Syarat-Syarat Pelaksanaan ...... VI-55 Lingkup Pekerjaan ..................................... 1.................................... VI-54 1......................................................................................................... VI-53 N.................. Pekerjaan Daun Pintu Panel ...................................................................... 3.............................. VI-50 Pekerjaan Kusen........... VI-48 K.................. Pekerjaan Kusen ...................................... VI-55 Q............................... 1...................................................... VI-55 1........................................................... Pekerjaan Pemasangan Kaca ... VI-52 Pembuatan .............. 2.............................................................................................................................................................................. Syarat-Syarat Bahan ............................................................ Jendela................ 7. P....... 2.......................................................................................................................................................... VI-52 Pengawetan/Perlindungan Kayu ................................... VI-54 O........................................................................................................... VI-51 Ukuran ................................................................................................. 3.. R.................................................. VI-51 Hal-Hal Umum .......... VI-54 Syarat-Syarat Bahan ...... Pintu............ 5................. VI-52 M................ 2................................................. VI-51 Lingkup Pekerjaan ..............................PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2............................................................ VI-49 1.............. VI-57 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ iii ............................. Lingkup Pekerjaan ............... VI-53 1. VI-52 Permukaan Luar . 4..... 2........................ Pekerjaan Pengecatan .................... Lingkup Pekerjaan .......................... 2......... Persyaratan Umum .......................... 3............ VI-53 Penyempurnaan (Finishing) . 3. 4.. 3.................................. VI-57 Spesifikasi Teknis ...... 2.................................................. VI-54 Memasang Dan Menggantung Pintu Dan Jendela .......................................................... VI-57 Spesifikasi Umum .......................................................... VI-54 Pemasangan Kaca Pada Kusen Kayu .... 3..... VI-55 Bahan ............................................................................................................................................... VI-55 Persyaratan Bahan .................................................................................................................... L..... VI-53 Syarat-Syarat Bahan ...

........................................................ VI-77 Pompa Lumpur ................................................. T................................................................................................ VI-77 Spesifikasi Teknik Pompa Lumpur ...... VI-85 Lain-Lain............................... C........ 2.. 6................................. A...................................... VI-84 Pemeriksaan Dan Pengujian .......................................................................................... VI-85 Genset ........................ Gambar Dan Material ..................................................... Spesifikasi Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal .................................... 1............. 3........ VI-86 Lingkup Pekerjaan .................... 2........................................ (Seperti Yang Terlihat Dalam Gambar) ........... VI-78 Elektromotor: ....................................... VI-88 Pekerjaan Sound Proofing.... VI-88 V..................... 11................................................................................................................. 7......................... 4............................... VI-78 Pipa Kolom............... 6.............. VI-77 Lingkup Pekerjaan ............................................. VI-77 Pipa Buang : ........................................................... VI-78 Pompa ............................................................... 1............................................................................................. VI-89 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ iv .............................. 2........... Error! Bookmark not defined............................................. 8................ A.... 5................................... VI-61 Hak Untuk Merubah Disain.......... VI-85 Manual Overhead Travelling Crane ........... 5........................................................................................................................ VI-60 Gambaran Umum ............................................. VI-77 Elektromotor : ............................................. U.................................................. B................ VI-89 Persyaratan Teknik ............. 1.......................................... VI-78 Spesifikasi Teknis Pompa Banjir .............................. VI-84 Jaminan Dan Masa Pemeliharaan .................................................. 1....... Pekerjaan Beton Precast Prestress ................... VI-60 Gambar-Gambar Pelaksanaan ........................................................ VI-60 Skope Kontrak Pekerjaan ......................................................................................................... VI-61 Persyaratan Teknis Pelaksanaan Dan Penyelesaian Pekerjaan Instalasi Pompa Air ...................... 3............ 4................... 9.. VI-78 Panel Control: ............................................ B.......... VI-61 Metode Pelaksanaan ................................... VI-60 Gambar Kontrak ........ VI-89 Lingkup Pekerjaan ............ 2........................................... Pekerjaan Pintu Air..............................PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN S.............. VI-79 Testing Dan Commisioning ............................................... VI-86 Persyaratan Teknik ................... D.. 10................................................................................................................................................... VI-83 Pekerjaan Pemasangan ....................................................................................... C...............................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful