PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

BAB VI SPESIFIKASI TEKNIS

A. DATA PROYEK Nama Kegiatan : Pengadaan Pompa, Pembangunan Rumah Pompa,Rumah Jaga, Ruang Generator Set dan Pintu Air beserta kelengkapannya. : Pengadaan Pompa, Pembangunan Rumah Pompa, Rumah Jaga, Ruang Generator Set Beserta Kelengkapannya di Boezem Wonorejo : Kota Surabaya. : Pemerintah Kota Surabaya Dinas Bina Marga dan Pematusan. : APBD II (Pendapatan Daerah) : 2007

Paket Kegiatan

Lokasi Pengguna Jasa Sumber Dana Tahun Anggaran

1. LINGKUP PEKERJAAN Pengadaan Pompa Beserta Kelengkapannya di Saluran Kebon Agung • Pekerjaan Persiapan • Pekerjaan Struktur (Pembuatan Rumah Pompa & Rumah Jaga) • Pekerjaan Elektrikal dan Mekanikal • Pembuatan dan pemasangan pintu air elektrik • Pembuatan ruang genset dan ruang jaga pintu air • Pengadaan genset ( 650 KVA) dan pembangunan Rumah genset • Pengadaan dan pemasangan Pompa Banjir (4 unit), Pompa Lumpur (2 unit) dan perlengkapannya

2. RENCANA KERJA Dalam waktu selambat-lambatnya 3 hari dari saat penunjukan pemenang, kontraktor harus mengajukan sebuah rencana kerja atau action plan tertulis lengkap dengan gambar-gambar pendukung metode kerja, sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan seperti yang disebutkan dalam dokumen tender, menjelaskan secara terperinci urusan pekerjaan dan cara melaksanakan pekerjaan tersebut hal-hal khusus bila diperlukan, persiapan-persiapannya, peralatan, pekerjaan sementara yang ada sejauhmana hal tersebut mencakup lingkup dari pekerjaannya dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi, pengawas dan pihak-pihak atau instansi yang terkait dengan kelangsungan proyek tersebut di atas. 3. TEMPAT KERJA Bilamana diperlukan tempat kerja dan tempat kerja tersebut di luar daerah pengawasan proyek, dimana harus membayar sewa/dikeluarkan biaya ganti rugi,

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-1

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

maka Kontraktor harus menyelesaikannya tanpa membebani Direksi dengan pembiayaan tambahan. 4. TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor wajib memeriksa kekuatan kontruksi yang akan dilaksanakan dan harus mengkonsultasikan dengan Konsultan Perencanaan dan Konsultan Pengawas. Segala sesuatu kerusakan yang timbul akibat kelalaian Kontraktor tidak melaksanakan pemeriksaan kekuatan Kontraktor menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pada Keadaan apapun, dimana pekerjaanpekerjaan yang dilaksanakan telah mendapat persetujuan Direksi lapangan tidak berarti membebaskan Kontraktor atas tanggung jawab pada pekerjaan sesuai dengan isi kontrak. Pada masa pemeliharaan, Kontraktor harus membuat laporan secara periodik setiap bulan tentang kondisi hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan dan diketahui oleh Pengawas. 5. TENAGA KERJA Tenaga-tenaga kerja yang digunakan hendaknya dari tenaga-tenaga yang ahli/terlatih dan berpengalaman pada bidangnya dan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai dengan ketentuan /petunjuk Direksi Lapangan. 6. SATUAN UKURAN Semua satuan ukuran yang disebutkan dalam spesifikasi ini serta yang digunakan di dakam pekerjaan adalah standart meter dan kilogram. Bila disebut satu ton, yang dimaksud adalah satu ton yang bernilai 1000 kilogram 7. PERINTAH UNTUK PELAKSANAAN Bila Kontraktor tidak berada di tempat pekerjaan dimana Direksi bermaksud untuk memberikan petunjuk-petunjuk, maka petunjuk-petunjuk itu harus diturut dan dilaksanakan oleh Pelaksana atau orang-orang yang ditunjuk untuk itu oleh Kontraktor. Orang-orang atau pelaksana tersebut harus mengerti bahasa yang dipakai oleh Direksi atau Kontraktor akan menyediakan penterjemah khusus untuk keperluan tersebut. 8. PEKERJAAN DAN BAHAN BAHAN YANG TERMASUK DIDALAM HARGA SATUAN. Pekerjaan dan bahan bahan yang diperlukan sesuai dengan macam-macamnya seperti yang disebutkan artikel artikel dalam spesifikasi ini, gambar rencana petunjuk tambahan ataupun petunjuk petunjuk Direksi dilapangan harus tercakup dalam pembiayaan untuk tenaga kerja, harga bahan, organisasi kerja, biaya tak terduga, keuntungan, biaya biaya penggantian sewa / pemakaian tanah pada pihak ketiga, atau kerusakan atas milik seseorang, kerja lain yang disebut dalam spesifikasi ini untuk kesempurnaan hasil kerja dimana tidak ada mata pembiayaan khusus pengairan air darurat selama pelaksanaan kerja, pembongkaran, peralatan bahan peledak serta alat alatnya, penempatan bahan bahan sesuai dengan
“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-2

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

petunjuk perlindungan, perkuatan pengaturan as saluran dan tenaga ahli untuk keperluan ini, perumahan dan pembiayaan lainyang biasanya diperlukan guna menyelesaikan pekerjaan sebaik baiknya. 9. LAPORAN. a. Kontraktor diharuskan membuat bahan laporan berkala kemajuan pekerjaan untuk setiap satu minggu kegiatan dengan mengisi formulir evaluasi kemajuan pekerjaan sesuai dengan petunjuk Direksi. Ringkasan laporan tersebut harus mencantumkan keadaan cuaca jumlah pengerahan tenaga kerja, tenaga pengawas, dan pelaksana. Alat alat yang dipergunakan, jumlah bahan bahan bangunan lokasi pekerjaan kemajuan fisik dari pekerjaan yang telah selesai, masalah-masalah yang timbul dilapangan serta pemecahannya dan rencan kerja minggu berikutnya. b. Laporan kemajuan pekerjaan harus diserahkan oleh kontraktor pada setiap akhir pekan untuk dievaluasi. c. Laporan lain seperti laporan harian dan lain lain sesuai dengan uraian dalam syarat syarat umum kontrak. 10. GAMBAR–GAMBAR DAN UKURAN a. Gambar-gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan adalah: − − − Gambar yang termasuk dalam dokumen tender Gambar perubahan yang disetujui Direksi Gambar lain yang disediakan dan disetujui Direksi

b. Kalkir asli dari gambar-gambar proyek disimpan Laporan kemajuan pekerjaan harus diserahkan oleh kontraktor pada setiap akhir pekan untuk dievaluasi. c. Kontraktor diharuskan menyimpan satu set cetak biru dikantor lapangan untuk dipergunakan setiap saat apabila diperlukan. d. Gambar gambar pelaksanaan (shop Drawing) dan detailnya harus mendapat persetujuan direksi sebelum dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. e. Pada penyerahan terakhir pekerjaan yakni sesudah selesainya masa pemeliharaan harus disertai Gambar hasil pelaksanaan (as built drawing). f. Semua ukuran dinyatakan dalam system metrik. g. Kalau terdapat perbedaan dengan. 11. WILAYAH KERJA a. Secara umum Kontraktor dilarang menimbun atau menempatkan bahan-bahan bangunan di tepi jalan umum karena jalan umum tidak termasuk wilayah kerja Kontraktor kecuali ada pertimbangan khusus dan perstujuan dari Direksi. b. Apabila tidak terdapat tempat kosong yang sesuai untuk menimbun atau menyimpan bahan-bahan bangunan di sekitar lokasi proyek, maka bahan bangunan harus didatangkan dari gudang Kontraktor atau Leveransir setiap hari dengan jumlah yang cukup untuk pekerjaan satu hari. c. Di dalam pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus berkoordinasi dengan instansi yang terkait sehubungan dengan jaringan utilitas yang ada.
“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-3

e. Apabila bahan-bahan yang dikirim ke lokasi proyek ternyata tidak sesuai dengan contoh yang ditunjukkan. jenis. Semua bahan yang disimpan di lokasi proyek harus diletakkan dan dilindungi sedemikian rupa sehingga tidak dapat terjadi kontaminasi atau mengalami proses lainnya yang dapat mengakibatnya rusaknya atau menurunnya mutu bahan-bahan tersebut. berat maupun kekuatannya. gas dan bahan kimia sedemikian rupa sehingga keselamatan orang dan keamanan lingkungan sekitarnya dapat dijamin. distributor yang menjual atau pabrik yang memproduksi bahan yang bersangkutan. Standar peraturan yang berlaku adalah edisi terakhir. h. maka Kontraktor diharuskan membuat bangunan atau tanggul sementara dan menyediakan pompa air berkapasitas “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-4 . Untuk bahan-bahan yang mutunya mudah berdasarkan standart internasional.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 12. Apabila diperlukan. berat. baik di lokasi proyek maupun digudang leverasir atau di lokasi pabrik atau produsen. j. Semua bahan yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam peraturan standar yang berlaku di Indonesia. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku Kontraktor dilarang menyimpan bahanbahan berbahaya seperti minyak. g. Kontraktor harus menunjukkan contoh dan bahan bersangkutan kepada Direksi untuk diperiksa dan diteliti mengenai jenis. Dalam melaksanakan tugasnya ahli tersebut mempunyai wewenang untuk mewakili Direksi dalam menguji dan menilai bahan-bahan yang diajukan Kontraktor. maka Direksi berwenang untuk menolak bahan tersebut dan mengharuskan Kontraktor untuk menyingkirkannya dan di ganti dengan bahanbahan yang sesuai dengan contoh yang telah diperiksa terdahulu. cairan laiinnya yang mudah terbakar. c. Direksi berhak menunjuk seorang ahli dalam memeriksa mutu bahan-bahan yang diajukan oleh Kontraktor. i. harus mendapat perstujuan dari Direksi sebelum dipergunakan. Sebelum bahan-bahan yang dipesan dikirim ke lokasi proyek. BAHAN-BAHAN DAN MUTU PEKERJAAN a. Penggunaan bahan-bahan dalam pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti pedoman atau petunjuk dari pabrik yang memproduksinya. PELAKSANAAN PEKERJAAN DALAM KEADAAN KERING Apabila pada keadaan tertentu Direksi memandang perlu untuk melaksanakan pekerjaan pada kondisi tanah yang kering. Hasil pekerjaan dan mutu termasuk bahan-bahan yang terpakai harus diterima dan disetujui Direksi. 13. Apabila diperlukan Direksi dapat meminta Kontraktor untuk menunjukkan sertifikat tes dari agen. Direksi dapat meminta copy atau tembusan dari perintah pembelian (faktur) yang dipesan Kontraktor kepada leveransir atau distributor pembelian bahan-bahan yang akan dipakai. kekuatan dan sifat-sifat penting lainnya dari bahan tersebut. Kelalaian dalam hal ini merupakan tanggung jawab Kontraktor. b. mutu. Semua bahan yang dipergunakan untuk melaksanakan setiap jenis pekerjaan harus terdiri dari kualitas tinggi sesuai dengan yang tercantum dalam syaratsyarat kualitas bahan masing-masing bagian pekerjaan. f. baik dalam hal mutu. d. Untuk bahan bahan yang mutunya belum diatur dalam peraturan standar maupun ketentuan dalam spesifikasi teknis.

Perbaikan talud serta akibat menjadi tanggung jawab Kontraktor. baik keseluruhan ataupun sebagian dan pemindahannya. 15. Hujan lebat yang mengakibatkan genangan pada galian tidak dianggap Force Majeure dan perbaikan atas kerusakan yang terjadi adalah beban Kontraktor. pintu air atau bagian struktur lainnya pembongkaran tersebut harus dilaksanakan tanpa menimbulkan kerusakan pada bagian struktur yang akan dipertahankan. gelagar. Kondisi muka air tanah yang tinggi dan jenis tanah yang kurang kedap air dapat menyebabkan derasnya rembesan air tanah ke dalam galian. PEMBONGKARAN STRUKTUR YANG ADA Pekerjaan ini harus mencakup pembongkaran. Kontraktor harus mengajukan gambar detail talud beserta spesifikasi bahan yang akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan Direksi. gorong-gorong memerlukan pembongkaran lantai. pengangkutan. maka Kontraktor harus menimbun kembali saluran dan sudetan sementara seperti keadaan semula. Perlu koordinasi antar Kontraktor mengendalikan aliran air di saluran. Pekerjaan harus juga meliputi pemindahan yang memenuhi syarat dari material bongkaran dalam pasal ini. yang meliputi baik pembuangan atau penyelamatan penanganan. Air hujan yang mengalir ke dalam galian yang mengakibatkan kerusakan pondasi yang masih dalam pelaksanaan termasuk resiko kontraktor. Tanggul/kisdam harus dibuat cukup kuat. Sebelum pelaksanaan pembuatan tanggul dimulai. jika sewaktu-waktu talud mengalami kerusakan. penyimpanan dan pengamanan terhadap kerusakan dari material yang ditentukan oleh Direksi. Dalam hal ini pelaksanaan perkerjaan menuntut kemajuan perkerjaan yang cepat dan Direksi dapat menginstruksikan untuk menambah pompa-pompa agar dasar galian tetap dalam keadaan kering. Persetujuan Direksi seperti tersebut pada butir (gambar) tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor. Dalam hal ini semua biaya perbaikan ditanggung Kontraktor. KEWAJIBAN KONTRAKTOR UNTUK MATERIAL YANG DISELAMATKAN DAN STRUKTURAL YANG ADA Bila pelebaran. Untuk pembuatan pasangan talud (plengsengan) pada saluran-saluran yang sudah ada. tidak mudah rusak akibat kikisan air.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN cukup beserta alat Bantu dan pelengkapnya untuk menjamin agar dasar galian. Apabila pekerjaan telah dianggap selesai. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-5 . dalam pelaksanaan pekerjaan guna 14. dari bangunan atau struktur lain yang diperlukan untuk dibongkar. perpanjangan atau peningkatan lain terhadap suatu jembatan. Direksi dapat menginstruksikan Kontraktor untuk membuat saluran atau sudetan sementara untuk mengalirkan air hujan agar pekerjaan dapat tetap dilaksanakan dalam keadaan kering. Kontraktor diharuskan membuat tanggul (kisdam) sepanjang talud dengan ukuran dan Kontraktor yang disetujui oleh Direksi. dasar pondasi dan permukaan tanah lainnya adalah beban Kontraktor. tembok kepala. Kelalaian kontraktor dalam menyediakan pompa dan bangunan sementara lainnya yang dapat mengakibatkan rusaknya konstruksi yang telah dibuat adalah tanggung jawab kontraktor sepenuhnya.

2. Jenis peralatan yang digunakan. pipa-pipa air harus diamankan terlebih dahulu sebelum dilakukan pembongkaran. 5. 2. kusen yang lama serta bagian-bagian lain yang ditujukan dalam gambar. Pembongkaran ini meliputi pembongkaran dinding bata. karena material pembongkaran ini merupakan asset negara. b. Seluruh material yang diselamatkan harus disimpan sebagaimana diminta oleh Direksi. pihak Kontraktor harus menyampaikan kepada Konsultan Pengawas mengenai metode/ cara pembongkaran yang akan dilakukan. Pembongkaran diusahakan seminimal mungkin timbulnya suara dan debu yang dapat mengganggu lengkungan sekitarnya. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan oleh adanya pembongkaran dan menghindari terjadinya kerusakan pada bagian-bagian bangunan yang secara arsitektural masih dipertahankan. Untuk pembongkaran pasangan dinding bata. PROSEDUR PEMBONGKARAN a. harus dibuat baik kembali atas biaya Kontraktor. debu dll terhadap lingkungan sekitarnya. Pembongkaran yang dilakukan harus memperhatikan kaidah-kaidah structural dan arsitektur juga pengaruh suara. PEMINDAHAN DARI MATERIAL BONGKARAN a. Seluruh material yang diselamatkan tetap merupakan milik dari pemilik yang sah sebelum pekerjaan pembongkaran dilakukan. 16. PENGATURAN PEMBUANGAN SISA-SISA Kontraktor harus melakukan seluruh pengaturan yang diperlukan dengan pemilik tanah dan memikul seluruh biaya untuk memperoleh lokasi yang sesuai untuk pembuangan material sisa dan untuk penyimpanan dari material yang diselamatkan. Tidak ada material bongkaran yang menjadi milik Kontraktor. 4. Jaringan-jaringan listrik. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-6 . 3. 18. Material hasil bongkaran harus ditempatkan pada tempat yang aman. 6. Syarat-syarat Pelaksanaan 1. Sebelum melakukan pembongkaran.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Setiap kerusakan atau kehilangan dari bagian yang diselamatkan yang sementara dibongkar atau setiap kerusakan pada bagian struktur yang akan dipertahankan yang disebabkan oleh keteledoran Kontraktor. Pekerjaan pembongkaran disini meliputi seluruh pekerjaan pembongkaran terhadap bahan-bahan yang sudah tidak berfungsi maupun guna melakukan rehabilitasi terhadap ruang yang bersangkutan. 17. 7. hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya gangguan-gangguan pada jaringan secara keseluruhan. dalam arti tidak menggangu aktifitas serta aman terhadap pencurian. Lingkup Pekerjaan 1. bahan bongkaran harus segera dikeluarkan dari ruang dan ditempatkan diluar pada tempat yang sesuai.

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-7 . Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. c. sampah. 2. Apabila ada perubahan akan ditentukan/disesuaikan dengan kondisi lapangan setempat bersama Direksi. lokasi areal pekerjaan juga harus dibersihkan dari sisa-sisa semua material yang tidak terpakai . Alat-alat ukur yang dipergunakan harus dalam keadaan berfungsi baik dan sebelum pekerjaan dimulai semua alat ukur yang akan dipakai harus mendapat persetujuan Direksi. Pembersih Lapangan Sebelum pekerjaan mulai dilaksanakan. Apabila timbul keragu-raguan dari pihak Kontraktor dalam menginterpretasikan angka-angka elevasi dalam gambar. Seluruh material dan sampah yang tidak ditetapkan untuk dipertahankan atau diselamatkan dapat dibakar atau jika tidak dibuang seperti yang disetujui oleh Direksi. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. B. Semua elevasi yang ditunjukkan dan tercantum dalam gambar adalah elevasi yang dikaitkan dengan ketinggian patok titik tetap seperti yang dijelaskan pada butir di atas. baik dari jenisnya maupun kondisinya. c. b. PEKERJAAN PERSIAPAN 1. Referensi Elevasi ditetapkan berdasarkan patok BPN atau elevasi yang ditetapkan Direksi lapangan dan perencana. Patok titik tetap yang dipergunakan sebagai referensi dalam proyek ini tercantum dalam gambar-gambar rencana atau ditunjukkan oleh Direksi di lapangan. sisa-sisa bangunan. akar-akar pohon. dan semua material tersebut harus dibuang dari areal lokasi pekerjaan sesuai dengan petunjuk Direksi pekerjaan. semak belukar. • Pengukuran Kembali a. toleransi salah tutup. PENGUKURAN • Jaringan Titik Tetap a. Kontraktor harus membuat jaringan patok titik tetap local yang disahkan Direksi lapangan dan Perencana. Cara pengukuran ketetapan hasil pengukuran. dan pembuatan serta pemasangan patok Bantu akan ditentukan oleh Direksi. maka hal ini harus dilaporkan kepada Direksi untuk diminta penjelasannya. serta areal diratakan dan dirapikan kembali. b. d. daerah kerja harus dibersihkan dari pepohonan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN b. Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai semua.

bila akan mengadakan leveling pada semua bagian daripada pekerjaan. Kebenaran dari hail laporan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. e. Sebelum pekerjaan dimulai. Apabila terdapat perbedaan antara elevasi yang tercantum dalam gambar dengan hasil pengukuran ulang. h. f. • Pekerjaan Pengukuran dan Survey Lapangan a. g. c. Kontraktor harus menyediakan alat-alat ukur selama pekerjaan berlangsung berikut ahli ukur yang berpengalaman sehingga apabila dianggap perlu setiap saat siap mengadakan pengukuran ulang. Hasil pengukuran lengkap mengenai peil elevasi.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN e. Kontraktor harus membuat peil/titik-titik tanda (bench mark) permanen di tiap-tiap bagian pekerjaan dan peil ukuran ini harus diberi pelindung dan dirawat selama berlangsungnya pekerjaan agar tidak berubah. g. maka Direksi akan memutuskan hal itu. i. maka pengukuran ulang menjadi tanggung jawab Kontraktor. Kontraktor harus menyediakan atas biaya Kontraktor. Hasil pengukuran kembali harus sudah diserahkan disetujui oleh Direksi selambat-lambatnya 10 hari setelah tanggal SPK. serta letak patok-patok harus dibuat gambarnya dan dilaporkan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Jika menurut pendapat Direksi kemajuan Kontraktor tidak memuaskan untuk menyelesaikan pekerjaan survey ini tepat pada waktunya atau dalam hal Kontraktor tidak memulai pekerjaan atau melakukan pekerjaan tidak dengan standar yang ditentukan. Kontraktor harus memberitahu Direksi sekurang-kurangnya 24 jam dimuka. j. semua bantuan yang diperlukan Direksi dalam pengadaan pengecekan leveling tersebut. Pengukuran titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat optik dan sudah ditera kebenarannya/dikalibrasi. Kontraktor bersama-sama dengan Direksi harus secara bersama-sama mengambil peil permukaan dan sounding areal kerja dan menyetujui semua kekhususan terhadap mana semua pekerjaan didasarkan. Direksi dapat menunjuk stafnya sendiri atau pihak “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-8 . Pekerjaan dapat dihentikan beberapa saat oleh Direksi bila dipandang perlu untuk mengadakan penelitian kelurusan maupun level dari bagian-bagian pekerjaan. b. Apabila terdapat kesalahan dalam pengukuran kembali. Kontraktor harus menggerakkan personil teknisnya untuk melakukan survey dan membuat laporan mengenai kondisi fisik lapangan khususnya lokasi rencana konstruksi apakah terdapat ketidaksesuaian. d. f. Sudut. Kontraktor harus menyediakan dan merawat stasion survey yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan dan harus mebongkarnya setelah pekerjaan selesai. koordinat.

b. b. Pembelian atau sewa atas tanah guna keperluan pangkalan Kontraktor dan kegiatan-kegiatan pelaksanaan. tinggi saluran maupun tebal pasangan/konstruksi lainnya. c. Pengadaan dan pemeliharaan peralatan lapangan seperti tercantum spesifikasi ini. bengkel-bengkel. Dalam hal dimana pihak Kontraktor tidak menyelesaikan mobilisasi sesuai dengan batas waktu yang ditentukan atau “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-9 . Waktu Mobilisasi Mobilisasi dari seluruh mata pekerjaan diatas harus diselesaikan dalam jangka waktu pekerjaan. Kontraktor harus melaksanakan pematokan dan pemasangan bouwplank sesuai petunjuk Direksi. tidak mudah rusak dan tidak bergerak serta harus dijaga agar tidak rusak/hilang selama pelaksanaan pekerjaan. sehingga kondisinya sama dengan keadaan sebelum pekerjaan dimulai. tempat tinggal. Bauwplank harus dibuat tegak lurus sumbu saluran dan harus dibuat selebar pondasi saluran. Mobilisasi dan pemasangan peralatan yang didasarkan atas peralatan yang diserahkan dalam penawaran dari suatu lokasi tertentu atau dari pelabuhan bongkar di Indonesia ke tempat yang digunakan sesuai ketentuan Kontrak. peralatan dari tanah milik Pemerintah. gudang-gudang dan sebagainya. Bauwplank bangunan harus dibuat sejajar dengan dinding tepi bangunan sejarak tertentu diluar galian pondasi. Elevasi yang tercantum dalam bauwplank dan patok akan menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan baik dalam penentuan lebar saluran.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN lain untuk mengerjakan survey lapangan dan membebankan seluruh biayanya kepada Kontraktor. termasuk Kontraktor. dan pihak Kontraktor diharuskan untuk melaksanakan pekerjaan perbaikan dan penyempurnaan pada daerah kerja. termasuk membongkar kembali seluruh instalasi-instalasi. 3. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. Pematokan dan Bouwplank a. 3. Mobilisasi a. Patok dan bauwplank harus dibuat kokoh. d. 4. Peralatan ini akan tetap menjadi milik kontraktor setelah pekerjaan pembangunan proyek selesai. Pekerjaan harus termasuk pula pekerjaan demobilisasi dari daerah kerja yang dilaksanakan oleh pihak Kontraktor pada akhir kontrak. Pembanguan dan pemeliharaan pangkalan. Bangunan ini akan tetap menjadi milik Kontraktor setelah pekerjaan pembangunan proyek selesai. Kegiatan Mobilisasi Kegiatan Mobilisasi meliputi hal sebagai berikut : 1. e. 2.

Syarat-syarat minimum yang harus dipenuhi untuk pembuatan gudang dan kantor lapagan adalah penyediaan sarana sanitasi air bersih. alat komunikasi serta gudang untuk menyimpan bahan dan peralatannya. Kantor Lapangan/ Ruangan Direksi a. f. c. e. b. j. transportasi. pembersihan maupun pekerjaan pembongkaran bangunan setelah selesai penanganan pekerjaan. kebersihan dan keamanan gudang dan kantor lapangan merupakan tanggung jawab Kontraktor. dimana harus dianggap bahwa pembayaran dilaksanakan secara penuh baik untuk pekerjaan pembangunan. Kontraktor harus menyediakan generator sebagai daya listrik secukupnya. d. Kontraktor harus menyiapkan gambar rencana dari gudang dan kantor lapangan tersebut. dengan nilai pembayaran untuk mobilisasi diambil setingi-tingginya 70 % dari ketentuan di atas. Penyediaan dan pengerjaan hal-hal yang tersebut pada artikel ini tidak akan mendapat pembiayaan tersendiri tetapi kesemuanya harus sudah termasuk dalam pembiayaan menurut Kontrak pada mata pembiayaan sewa Direksi Keet. garam. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-10 . sambungan listrik.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN kalau menurut pendapat Direksi. Sisanya akan ditahan dan berita acara pembayarannya baru dikeluarkan setelah Pihak Kontraktor berhasil menyelesaikan sisa bagian pekerjaan mobilisasi dalam jangka waktu Masa Pelaksanaan. gudang dan kantor lapangan harus diongkar oleh Kontraktor atas biaya sendiri dan semua peralatan dan perlengkapan tetap menjadi milik Kontraktor. Bangunan untuk kantor Direksi yang diuraikan dalam pasal diatas akan dibayar secara harga unit price untuk sewa direksi keet. Lokasi untuk membangun gudang dan kantor lapangan akan ditentukan oleh Direksi. Pada saat pelaksanaan pekerjaan dinyatakan selesai. maka dalam hal ini Direksi Teknik berhak untuk menempuh kebijaksanaan yaitu mengeluarkan berita acara pembayaran pendahuluan. Pemeliharaan. g. alkali dan bahan-bahan organis atau bahan lain yang dapat merusak pelaksanaan pekerjaan. ternyata pelaksanaan mobilisasi tidak lancar sesuai program mobilisasi yan telah disepakati bersama. 5. k. pengadaan. Tempat kosong untuk parkir kendaraan proyek harus disediakan di sekitar kantor lapangan. kantor lapangan beserta perlengkapnnya. l. Ukuran dan bentuk gudang. Kontraktor harus menyediakan kantor lapangan untuk dipergunakan oleh Direksi selama pelaksanaan pekerjaan. alat pemadam api dan kota pertolongan pertama. Kontraktor harus menyediakan sendiri sumber air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak. Atas petunjuk yang diberikan. i. Kontraktor bertanggung jawab atas semua biaya pengadaan fasilitas tersebut pada butir a dan b. guna kebutuhan penerangan proyek dan keperluan pelaksanaan pekerjaan. pelayanan. h.

Pengaturan Pengangkutan Alat-alat Bantu dan Bahan Konstruksi 1. Pengalihan Arus Lalu Lintas Umum dan Pembuatan Jalan Darurat Kontraktor diharuskan membuat rencana khusus untuk setiap sub proyek sehubungan dengan pengaturan lalu lintas dalam menunjang kelangsungan pekerjaan. Dalam hal ini Kontraktor diharuskan mendapatkan pengarahan dan pedoman dari instansi setempat yang berwenang yaitu polisi lalu lintas dan Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya. termasuk dapat melindungi material yang tersimpan. gorong-gorong yang diakibatkan oleh lalu lintas proyek dibebankan pada Kontraktor dan harus disetujui Direksi. sejauh pekerjaannya mempengaruhi kelancaran lalu lintas umum. jembatan. Dalam melaksanakan pekerjaannya Kontraktor diharuskan mematuhi dan mentaati ketentuan dan peraturan lalu lintas umum yang berlaku. p. Bangunan tersebut harus dapat dijamin agar didalamnya bebas dari air hujan dan sinar matahari. langsung di lapangan. Apabila Direksi memandang perlu. c. Untuk itu alat-alat serta yang dimaksud harus diuraikan menjadi beberapa bagian untuk kemudian diangkut beberapa kali. Lokasinya akan ditentukan kemudian oleh Direksi. Kontraktor harus membuat septictank berikut resapannya untuk membuang air kotor dari urionir dan WC. Kontraktor harus mengisi perabotan maupun perlengkapan lain di ruang Direksi keet atas usulan Kontraktor dan persetujuan Direksi. o. 2. b. Pelaksanaan pekerjaan yang menuntut dialihkannya arus lalu lintas umum untuk sementara waktu harus mendapat persetujuan Direksi dan dengan seijin polisi lalu lintas dan Dinas Lalu Lintas Angkutan dan Jalan Raya. Kontraktor wajib membuat urinoir dan WC termasuk instalasi. n.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN m. Penggunaan jalan dan jembatan umum harus diatur sedemikian rupa agar gangguan lalu lintas dan kerusakan yang timbul sebagai akibatnya dijaga sekecil mungkin. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-11 . maka Kontraktor diharuskan meminta pengawalan dari instansi yang berwenang. 2. untuk keperluan pekerja selama pekerjaan berlangsung. Kontraktor harus membuat bangunan Direksi keet serta gudang bahan yang luas dan bentuknya akan ditentukan kemudian. Perbaikan kerusakan terhadap jalan. Ketentuan yang sama juga berlaku untuk pengangkutan bahan-bahan konstruksi. 6. Pengakutan alat-alat berat ke lokasi proyek harus diatur sedemikian rupa agar beban total dari kendaraan yang mengangkut alat-alat berat tersebut tidak melampaui kapasitas jalan/jembatan yang dilalui. Lalu Lintas Proyek 1. Pengaturan Lalu Lintas a.

Apabila dalam rangka pekerjaan penggalian saluran baru atau penggantian memperdalam dasar saluran lama ditemui lintasan pipa dan kabel yang masih berfungsi. mudah dimengerti oleh setiap pengendara kendaraan dan pada setiap cuaca gelap dan malam hari harus diberi penerangan. pipa gas.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN d. bentuk dan susunan kata-kata dan warna akan ditentukan Direksi. memasang dan menempatkan rambu-rambu lalu lintas sementara pada lokasi dan posisi penting termasuk rintangan-rintangan di sekitar lokasi proyek. 4. Ukuran. Pengaturan Pemindahan Jaringan Pipa dan Kabel 1. 5. Kontraktor diharuskan menyingkirkan semua rambu-rambu dan rintangan-rintangan sementara yang tidak diperlukan lagi yang selama pelaksanaan dipergunakan untuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. Papan Nama Proyek Kontraktor harus membuat dan memasang papan nama proyek di lokasi yang ditunjuk Direksi. Yang termasuk dalam istilah pipa dan kabel adalah pipa distribusi air bersih PDAM. e. Semua pipa dan kabel yang termasuk dalam kategori (d) diatas dan yang sudah tidak berfungsi lagi serta jalurnya melintasi dan menghalangi aliran air dalam saluran harus disingkirkan atau dipotong sesuai petunjuk Direksi. maka Direksi dan Kontraktor menghubungi instansi yang mengelola jaringan tersebut untuk menentukan biaya pemindahan jalur pipa dan kabel yang dimaksud untuk dialihkan di bawah dasar saluran rencana. Apabila pekerjaan telah dinyatakan selesai oleh Direksi. Rambu-rambu Sementara Kontraktor diharuskan menyediakan. Penempatannya yang harus dengan persetujuan polisi lalu lintas atau instansi lain yang berwenang. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-12 . 3. kabel listrik. Direksi berhak menunjuk seorang ahli yang akan memberi pengarahan dan mengawasi semua pekerjaan instansi dalam rangka pemindahan dan pengalihan jalur atau lintasan pipa dan kabel. 7. dan kabel TELKOM yang pemasangan jaringannya di atas maupun tertanam dan di bawah permukaan tanah. Biaya penggantian dan perbaikan atas kerusakan terhadap pipa dan kabel yang masih berfungsi sebagai akibat dari kelalaian Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaannya adalah menjadi beban Kontraktor sepenuhnya. Bentuk dan ukuran huruf serta susunan kalimat pada rambu dan rintangan harus jelas. membuat. 2.

dimaksud untuk mendapatkan gambaran kondisi lapangan sesungguhnya dibandingkan dengan gambar yang diterima oleh Kontraktor dan Pemilik Pekerjaan. Data dan hasil pengukuran awal oleh Kontraktor yang telah disyahkan dan disetujui oleh Direksi pekerjaan tersebut. jenis serta komposisi jenis material dan rencana elevasi posisi dan kedudukan dari masing-masing jenis bangunan yang “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-13 . baru bias dipakai sebagai pedoman pelaksanaan pekerjaan dan acuan dasar perhitungan volume pekerjaan sesungguhnya. Gambar-gambar yang harus Dipersiapkan oleh Kontraktor. Semua gambar yang dipersiapkan oleh Kontraktor. harus bisa memberikan secara jelas hal-hal yang berkaitan dengan rencana pelaksanaan pekerjaan yang meliputi antara lain : Bentuk tiap jenis bangunan yang akan dikerjakan Elevasi muka tanah asli dan masing-masing dikerjakan Dimensi bangunan pelengkap Jenis serta komposisi material yang dipergunakan Rencana garis galian pondasi Hal-hal lain sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan. • Umum Pelaksanaan pengukuran awal oleh Kontraktor yang dilaksanakan sejak diterimanya Surat Perintah Mulai Kerja dari Pemilik pekerjaan. Gambar-gambar hasil pengukuran awal tersebut diatas.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 8. • Contruction Drawing atau Working Drawing Contruction Drawing atau Working Drawing adalah gambar rencana bangunan yang telah disesuaikan dengan kondisi lapangan sesungguhnya dan telah disetujui dan disyahkan oleh Pemilik pekerjaan. akan merupakan dasar pokok kesepakatan bersama antara Kontraktor dan Pemilik pekerjaan untuk menghitung volume dari masing-masing jenis pekerjaan yang harus dan telah dilaksanakan oleh Kontraktor. akan menjadi acuan dan dasar pembuatan gambar-gambar selama waktu pelaksanaan sampai selesai pekerjaan. Semua dimensi bangunan. serta yang harus dibayar oleh Pemilik pekerjaan. apabila sudah mendapat persetujuan dan disyahkan oleh Pemilik pekerjaan. Adapun gambar-gambar yang harus dipersiapkan oleh Kontraktor meliputi antara lain : Construction Drawing atau Working Drawing Shop Drawing As Built Drawing Semua gambar tersebut di atas.

maka kondisi terakhir rancang bangun yang telah disepakati bersama. dan merupakan dasar serta acuan utama bagi Kontraktor pada pelaksanaan pekerjaan. jika ada penyesuaian dimensi. Pemilik Pekerjaan secara resmi akan memberikan gambar perubahan desain yang telah disyahkan oleh Pemilik Pekerjaan kepada Kontraktor secara administratif dalam bentuk “Variation Order”. elevasi posisi dan kedudukan bangunan. harus bisa memberikan satu gambaran rancang bangun yang akan dilaksanakan pada kondisi nyata lapangan. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-14 . sehingga perlu dan harus dicantumkan antara lain : Garis elevasi muka tanah asli hasil pengukuran awal Dimensi rencana bangunan Elevasi posisi dan kedudukan bangunan Jenis dan komposisi material yang akan dipakai dan lain-lain “Construction Drawing” atau “Working Drawing” yang disyahkan oleh Pemilik pekerjaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN tergambar pada Contruction Drawing atau Working Drawing harus mengacu dan didasarkan pada Design Drawing yang diberikan oleh Pemilik pekerjaan. tidak diperlukan adanya gambar baru yang disyahkan oleh Pemilik Pekerjaan. Kontraktor wajib membuat copy “Construction Drawing” atau “Working Drawing” sebanyak minimal 5 (lima) copy dengan distribusi dua copy untuk Direksi pekerjaan dan pengawasa. sehingga mengakibatkan perlu adanya penyesuaian dimensi. maka Kontraktor harus konsultasi dan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Pemilik proyek. disetujui dan disyahkan Pemilik pekerjaan adalah yang mengikat pada kondisi awal pelaksanaan pekerjaan. Untuk kondisi “Engineering Adjustment”. satu copy untuk arsip Kontraktor dan satu copy serta gambar lainnya harus diserahkan kepada Pemilik pekerjaan. dimungkinkan adanya penyesuaian pelaksanaan karena kondisi lapangan “Engineering Adjustment” atau perubahan desain “Revised Design” semuanya bisa mengalkibatkan perubahan volume pelaksanaan pekerjaan menjadi bertambah atau kurang. Pembuatan Working Drawing dan Perhitungan Mutual Check harus sudah selesai dan disetujui oleh Direksi dan Pemilik selambat-lambatnya 2 minggu setelah tanggal SPK. Atas dasar persetujuan pemilik pekerjaan. Selama waktu pelaksanaan pekerjaan dari waktu ke waktu. Sedang pada kondisi perubahan desain “Revised Design”. namun Kontraktor wajib memberikan laporan tertulis serta sketsa penyesuaian guna mendapatkan persetujuan dari Direksi Pekerjaan dan tembusan kepada Pemilik pekerjaan. elevasi posisi dan kedudukan bangunan. Apabila karena kondisi dan situasi lapangan yang sesungguhnya. “Construction Drawing” atau “Working Drawing” yang dipersiapkan oleh Kontraktor tersebut. dipakai sebagai dasar dan acuan perhitungan volume awal saat akan dimulainya pelaksanaan pekerjaan atau “Mutual Check” pada kondisi pelaksanaan 0%.

satu copy untuk arsip Kontraktor dan satu copy serta gambar aslinya harus diserahkan kepada Pemilik Pekerjaan. harus diserahkan kepada Pemilik Pekerjaan. Gambar unit bangunan atau “Shop Drawing” tersebut harus secara lengkap memuat : Bentuk unit bangunan serta dimensinya Material yang akan dipakai serta spesifikasinya List komponen unit bangunan yang memuat : a. sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. Shop Drawing harus dilengkapi gambar detail meliputi ukuran lahan dan lain-lain. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. Berat persatuan komponen unit bangunan dan lain-lain c. • As Built Drawing Setelah semua pekerjaan selesai dilaksanakan sesuai gambar pelaksanaan. dan untuk selanjutnya disyahkan oleh Pemilik Proyek. lebar. dan Kontraktor telah melakukan pengukuran ulang akhir pekerjaan. dengan distribusi dua copy untuk Direksi Pekerjaan dan pengawas. satu copy dipasang di barak kerja. “Shop Drawing” yang disiapkan oleh Kontraktor tersebut. serta sudah harus diperhitungan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. • “Shop Drawing” Kontraktor harus membuat shop Drawing untuk setiap bangunan yang akan dikerjakan. dikoreksi apabila perlu. maka Kontraktor diwajibkan membuat gambar purna bangun atau “As Built Drawing”. Gambar dan list pekerjaan pembuatan dan pemasangan tulangan konstruksi termasuk dalam kategori “Shop Drawing”.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pembuatan “Construction Drawing” atau Working Drawing” termasuk penggandaannya sebanyak 5 (lima) copy. Kontraktor wajib membuat copy “Shop Drawing” sebanyak minimum 5 (lima) copy. Jumlah komponen unit bangunan dan lain-lain. berikut pekerjaan tambah atau kurang berdasarkan “Variasi Order” yang diberikan oleh Pemilik Pekerjaan. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pembuatan “Shop Drawing” termasuk penggandaannya sebanyak 5 (lima) copy. tebal komponen unit bangunan b. Gambar purna bangun atau “As Built Drawing” tersebut. harus lengkap berisi antara lain : Garis elevasi muka tanah yang sekarang ada “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-15 . Panjang. diperiksa. sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor.

C. kebutuhan material. rencana kerja. alat dan perkerja. Sebelum memulai aktifitas Kontraktor diwajibkan untuk membuat jadwal atau schedule. • Administrasi Proyek Kontraktor wajib menyediakan dan membuat kelengkapan administrasi lapangan berupa buku tamu. dan merupakan volume akhir yang akan dibayar oleh Pemilik pekerjaan kepada Kontraktor. Perhitungan volume akhir dari pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh Kontraktor atau yang “mutual check” volume pekerjaan 100 %. Semua mengacu dan didasarkan pada gambar purna bangun yang telah disyahkan oleh Pemilik Pekerjaan. dengan distribusi dua copy untuk Direksi Pekerjaan dan pengawas. material. catatan harian cuaca dan lain-lain yang diperlukan untuk kelengkapan administrasi. kebutuhan sumberdaya dan peralatan dan harus mendapat persetujuan dari Pengawas dan Direksi. As Built Drawing harus sudah diserahkan dan disetujui oleh Direksi selambat-lambatnya bersamaan dengan STT-1. Semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pembuatan “As Built Drawing” termasuk penggandaannya sebanyak 5 (lima) copy. metode kerja. laporan mingguan dan laporan bulanan lengkap dengan data penunjangnya dan foto dokumentasi sebagaimana tercantum dalam Rencana Kerja dan Syaratsyarat Proyek. Photo Dokumentasi Sejak awal akan mulai melaksanakan pekerjaan. 3 (tiga) serta gambar aslinya harus diserahkan kepada Pemilik Pekerjaan termasuk data dan perhitungan hasil pengukuran akhir sebagai pendukungnya. selama masa pelaksanaan pekerjaan dan pada akibat pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor wajib membuat copy “As Built Drawing” sebanyak 5 (lima) copy. SARANA PENUNJANG PEKERJAAN 1. Kontraktor wajib membuat harian.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Dimensi dan masing-masing bangunan yang telah dikerjakan Elevasi posisi dan kedudukan masing-masing bangunan yang telah dikerjakan Jenis material dan komposisi yang telah dipergunakan. buku lapangan bahan. sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. Kontraktor diwajibkan “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-16 . Gambar purna bangun yang telah selesai tersebut harus diserahkan Kontraktor kepada Direksi pekerjaan untuk diperiksa dan disetujui. selanjutnya diserahkan kepada Pemilik pekerjaan guna mendapatkan pengesahan dari Pemilik Pekerjaan. sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan.

diberi bingkai. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. dan pemeriksaan berkala Direksi pekerjaan atau Pemberi Pekerjaan serta keperluan lainnya. disamping cetakan ukuran kartu pos sebanyak 4 (empat) copy. Jalan Kerja Untuk menuu ke lokasi pekerjaan. sedangkan pengambilan photo dokumentasinya dari 1 (satu) titik lain yang berbeda lokasi. atas permintaan Direksi pekerjaan Kontraktor bisa melaksanakan pengambilan photo dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan lainnya yang dianggap berguna dan cukup mempunyai nilai penting untuk didokumentasikan. dan transportasi pembuangan bahan material tidak terpakai keluar lokasi pekerjaan. 2. Photo dokumentasi tersebut. harus bisa memberikan gambaran secara lengkap dan menyeluruh mengenai kegiatan pelaksanaan pekerjaan sejak dari awal sampai akhir pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor juga diwajibkan menyerahkan tambahan 3 (tiga) copy ukuran 11 R. Pada saat pengambilan photo dokumentasi akhir pelaksanaan pekerjaan. Kontraktor juga harus menyerahkan negatif film. dan sudah harus bisa memberikan gambaran secara garis besar kegiatan pelaksanaan seluruh pekerjaan. Photo dokumentasi dilaksanakan pengambilannya dari tiga titik tetap yang berbeda atau sesuai dengan pengarahaan Direksi pekerjaan. selanjutnya harus dicetak ukuran kartu pos masingmasing rangkap 5 (lima) dengan distribusi 1 (satu) copy dipasang di barak kerja dan 4 (empat) copy lainnya ditata rapi pada album photo dan diserahkan kepada Pemilik pekerjaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN membuat dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang diwujudkan dalam bentuk photo dokumentasi. Photo dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan tersebut. Pada saat penyerahan photo dokumentasi. Di samping dokumentasi utama tersebut. mengangkut bahan material yang akan dipakai. Kontraktor diwajibkan menyiapkan atau membuat jalan kerja yang layak guna kegiatan tersebut diatas untuk menunjang dan memperlancar pelaksanaan pekerjaan. sehingga secara kronologi bisa merupakan satu gambaran tujuan yang akan dicapai oleh kegiatan tersebut. ditata menurut urutan photo dokumentasi yang diserahkan. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-17 . pelaksanaan pengambilannya dilakukan pada kondisi tahap kegiatan pelaksanaan pekerjaan : Saat awal sebelum mulai kegiatan pelaksanaan pekerjaan 0 % Saat kegiatan pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 25 % Saat kegiatan pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 50 % Saat kegiatan pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 75 % Saat selesai pelaksanaan pekerjaan atau prestasi 100 % Photo dokumetasi tersebut. Semua biaya yang timbul akibat pembuatan photo dokumemntasi tersebut sepenuhnya menjadi beban dan tanggung jawab Kontraktor. dan akan ditentukan oleh Direksi pekerjaan.

sehingga tidak menimbulkan dampak yang negatif terutama pada masyarakat dan lingkungan setempat. Kontraktor diwajibkan menmgeringkan atau membebaskan areal pekerjaan yang akan dipakai sebagai kedudukan konstruksi dari genangan air atau pengaruh air. bahan material yang dipakai peralatan yang dipergunakan. areal pekerjaan kedang-kasang suatu saat tidak bisa bebas sama sekali dari adanya air. sudah harus meliputi upah tenaga. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-18 . Untuk pekerjaan-pekerjaan menurut sifatnya dipandang oleh Pemilik Pekerjaan tidak diperlukan adanya sistem pengeringan khusus maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pengeringan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban ker. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analiasa harga satuan pekerjaan. Kontraktor berkewajiban memelihara jalan kerja agar selalu layak dilalui sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan negatif pada masyarakat di sekitarnya maupun masyarakat lain yang juga memerlukan dan melewati jalan kerja tersebut. Kelancaran fungsi drainase lingkungan di sepanjang jalan kerja. semua lokasi yang akan dipakai sebagai kedudukan bangunan harus dijaga agar tetap kering. Pada jenis pekerjaan yang dipandang oleh Pemilik Pekerjaan memerlukan adanya konstruksi pengertian sifatnya khusus dan memerlukan penanganan tersendiri.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Dari waktu ke waktu selama pelaksanaan pekerjaan. sedangkan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan. maka perhitugan volume dan pembayaran untuk pelakasannaan pekerjaan pengeringan tersebut diatas. Pekerjaan pengeringan yang dimaksud di sini adalah. Untuk pekerjaan-pekerjaan menurut sifatnya dipandang oleh Pemilik Pekerjaan tidak diperlukan adanya jalan kerja khusus maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan sarana jalan kerja ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban Kontraktor. 3. Pengeringan atau “Coffering dan Dewatering” Pada bagian-bagian tertentu dari jenis pekerjaan yang dilaksanakan. juga termasuk menjadi tanggung jawab Kontraktor dari segi pemeliharaannya. juga yang secara langsung terpengaruh adanya jalan kerja. diperhitungkan dalam satuan (unit) M’ untuk pekerjaan “coferring” atau “kisdam” dan Lump sum untuk pekerjaan “dewatering”. karena bisa menyebabkan turunnya kualitas pekerjaan akibat pengaruh air tersebut. bebas dari genangan ataupun rembesan air. Pada prinsipnya selama amsa pelaksanaan pekerjaan. serta sudah harus diperhitungkan termasuk “Overhead” pada analisa harga satuan pekerjaan. “Overhead” dan keuntungan Kontraktor. Pada keadaan ini. termasuk sistem drainase lingkungan pekerjaan.

Semua galian akan dilaksanakan dengan batasan dan sesuai kebutuhan yang diperlihatkan pada pasal-pasal dari spesifikasi ini berkenaan dengan masalah pengendalian air. Bahan galian yang didapatkan dari tempat galian tidak menckupi bagi keperluan penimbunan maka dapt diperoleh tambahan galian dari daerah bahan galian lain yang telah disetujui Direksi. pengupasan muka tanah. Apabila tidak disebutkan lain. timbunan tanah pada alur dan elevasi sesuai yang ditunjukkan pada gambar. Tidak diperbolehkan menebang pohon tanpa ijin dari Direksi dan Instansi yang terkait. potongan melintang yang sesuai dalam gambar dengan tambahan yang diijinkan untuk ketebalan plesteran dan pasangan batu dimana perlu kemiringan dan bentuk saluran drainase sedemikian rupa sehingga mempunyai penampilan seragam yang rapi pada penyelesaiannya dan harus disetujui oleh Direksi. Umum Yang dimaksud dengan pekerjaan tanah adalah semua pekerjaan persiapan lapangan. Batu besar yang tidak diperkenankan untuk material timbunan dapat disimpan/dicadangkan bagi keperluan pasang batu.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN D. penghamparan dan pemadatan material timbunan yang diperlukan. Luas dan kedalaman galiam masih dalam batas area yang telah disetujui Direksi. Bila tidak langsung digunakan penyimpangan bahan galian yang akan digunakan tidak diperbolehkan diletakkan di jalan. Penggunaan semua material galian untuk keperluan tertentu ditentukan oleh Direksi. Lokasi bahan galian yang telah digali harus diperbaiki sedemikian rupa untuk menghilangkan kemiringan tanah yang tajam dan tidak stabil atau hal lain yang kurang baik dan berbahaya. Semua bahan-bahan yang lemah atau mudah rusak harus diganti denga bahan-bahan yang baik seperti syarat yang ditetapkan oleh Direksi. pengeringan (bila diperlukan). PEKERJAAN TANAH 1. semua rumput tanaman dan semua bahan-bahan yang merusak harus dibuang sebelum bahan urugan diletakkan pada tempatnya. kemiringan. Kontraktor tidak diperkenankan menghamburkan atau dengan kata lain membuang material galian yang berguna. sesuai dengan spesifikasi. tingkatan dan elevasi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-19 . Material galian untuk memenuhi kebutuhan bahan tambahan disimpan untuk penggunaan berikutnya atau ditempatkan sebagai bahan timbunan segera setelah penggaliannya dengan persetujuan Direksi. urugan kembali. pembuangan semua material sisa galian. galian semua jenis material apapun yang ditemui penanganan. Pekerjaan urugan dan galian harus benar-benar rata menurut gambar-gambar potongan memanjang dan potongan melintang dengan permukaan dan kemiringan yang rapi dan benar-benar rata dan teratur. Seluruh area yang termasuk dalam batas batas pekerjaan tanah akan dikerjakan dalam jalur. Kontraktor bertanggung jawab terhadap pengaturan dan pembayaran semua bahan galian termasuk bahan lempung dan bahan yang dipilih sesuai persetujuan Direksi. perlindungan terhadap daerah di sekitarnya.

3. pada Direksi dapat digunakan sebagai panduan/patokan bagi kondisi permukaan dan di bawah permukaan tanah dalam proyek ini. kesulitan yang dihadapi. Direksi tidak akan bertanggung jawab atas kehilangan/kerugian yang diderita Kontraktor sebagai akibat perbedaan-perbedaan kondisi yang digambarkan oleh kesimpulan Kontraktor tersebut. 5. Kontraktor harus memperbaiki semua tanggung jawab bagi pengurangan dan kesimpulan yang dibuat olehnya yang menyangkut kondisi material/bahan yang akan digali. contoh-contoh. perlu dilakukan penurapan. memasang dan mengoperasikan semua peralatan yang diperlukan untuk menjaga galian bebas dari air/genangan selama pelaksanaan kosntruksi dan harus membuang air hingga tidak menimbulkan kerusakan terhadap benda-benda di sekitarnya. Ijin Kerja Sebelum pekerjaan yang diperlukan untuk semua pekerjaan galian yang akan dilaksanakan harus mendapat ijin kerja dari Direksi maupun instansi terkait. percobaan atau laporan-laporan dan kondisi nyata yang ditemui selama pelaksanaan pekerjaan. 4. Pengendalian Air Kontraktor harus menydiakan. lebar galian dapat diperbesar untuk memberi tempat bagi pelaksanaan penurapan. menjaga galian yang diperlukan dan pekerjaan akibat kondisi lapisan di bawah tanah di lokasi pekerjaan. Ijin yang diberikan tidak berarti membebaskan Kontraktor dari kewajiban dan tanggung jawab sesuai kontrak. Direksi tidak menjamin pernyataan. Penurapan dan Perlindungan Galian yang terlampau curam dan diperkirakan tidak stabil sehingga membahayakan para pekerja atau untuk menghindari kerusakan pekerjaan dari longsoran tanah. pelindungan dan peralatannya. atau menyebabkan gangguan “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-20 . Kontraktor harus melengkapi. Kondisi tanah pada lokasi lainnya mungkin berbeda dengan kondisi pada lokasi pengeboran. Penyelidikan Lapangan Data penyelidikan tanah yang relevan (jika ada).PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2. Bila diperlukan. Data pengeboran dan informasi yang berkaitan (jika tersedia) memberi gambaran kondisi di bawah permukaan tanah hanya pada lokasi dan waktu tertentu. Juga waktu berpengaruh terhadap perubahan lapisan bawah tanah atau muka air pada lokasi pengeboran. pikiran atau kesimpulan yang dimaksud dalam laporan penyelidikan tanah yang tersedia. meletakkan dan meindahkan kembali peralatan penurapan. pengeringan. Pekerjaan penggalian tidak boleh dimulai tanpa seijin Direksi. Kontraktor harus melengkapi gambar yang memperlihatkan detail dari penurapan yang diusulkan akan digunakan bersama dengan smua perhitungan dilakukan oleh tenaga ahli yang mampu sebelum pekerjaan penggalian dimulai. kecuali diperintahkan lain oleh Direksi. Gambar yang telah disetujui dan perusahannya yang menurut pendapat Direksi dianggap perlu demi keamanan personil dan atau pekerjaan akan dikembalikan pada Kontraktor untuk dilaksanakan.

6. Kelandaian akhir. Kontraktor harus mengusahakan melaksanakan pengeringan di sekitar lokasi galian dengan metoda yang harus diusulkan oleh Kontraktor dan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi. Kerusakan yang ditimbulakn diperbaiki atas biaya Kontraktor. b. Pekerjaan ini umumnya diiperlukan untuk pembuatan pondasi. cofferdam. pembuangan material yang tidak terpakai atau humus. 2. gambar perincian potongan melintang atau memanjang yang menunjukkan kondisi awal daripada tanah sebelum operasi pembabatan dan pengarukan dilakukan. Pekerjaan Galian a. Material yang berlebihan harus dibuang dengan menggali lebih lanjut 2. Toleransi Dimensi 1. d. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi gambar perincian dari seluruh struktur sementara yang diusulkannya atau yang diperintahkan untuk digunakan seperti skor. Untuk setiap pekerjaan galian. 2. arah dan formasi sesudah galian tidak boleh bervariasi dari yang ditentukan lebih dari 2 cm dari tiap titik. pembuangan tanah atau meterial lain bila ada dari tempat kerja atau sekitarnya yang perlu untuk penyelesaian yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. Uraian 1. 2. Untuk penggalian di bawah air. turap. Daerah dimana digali lebih atau daerah retak atau lepas. Perbaikan dari Pekerjaan Galian yang tidak Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memnuhi toleransi yang diberikan. Tanggul akan sangat baik digunakan mencegah kerusakan akibat erosi selama pelaksanaan pekerjaan konstruksi. “Interceptor Drain” perlu untuk menjaga air permukaan jangan sampai masuk ke lubang galian konstruksi. sebelum memulai pekerjaan. harus dirug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan oleh Direksi. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN atau mengancam umum. dan tembok penahan dan “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-21 . Pelaporan dan Pencatatan 1. ketinggian penampang yang ditunjukkan dalam gambar atau yang diperintahkan oleh Direksi. harus diperbaiki oleh Kontraktor sebagai berikut : 1. Kontraktor harus menyerahkan kepada direksi. Permukaan galian yang telah selesai yang terbuka terhadap aliran air permukaan harus cukup rata dan harus memiliki cukup kemiringan untuk menjamin drainase yang bebas dari permukaan ini tanpa terjadi ganguan. dan untuk pembentukan secara umum dari tempat kerja sesuai dengan spesifikasi ini dan yang memenuhi garis. c.

padas. Pada setiap saat dimana kedalaman galian melebihi ketinggian di atas kepala. formasi atau pondasi selesai. Bahan landasan atau material lain tidak boleh dipasang sebelum kedalaman galian disetujui oleh direksi. Pompa agar siap di tempat kerja setiap saat untuk menjamin tak ada gangguan dalam prosedur pengeringan dengan pompa. Pekerjaan galian harus dilakukan dengan seminimal mungkin gangguan terhadap material dibawah dan di luar batas galian. 2. Jaminan Keselamatan Pekerjaan Galian 1.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN harus memperoleh persetujuan direksi sebelum melaksanakan pekerjaan galian yang dimaksudkan untuk dilindungi oleh struktur yang diusulkan tersebut. Bila diperlukan. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian. 3. g. Selama masa pekerjaan galian. perlengkapan dan buruh untuk pengeringan. Kondisi Tempat Kerja Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan Kontraktor harus menyediakan seluruh material yang diperlukan. Kontraktor harus menjaga setiap saat suatu lereng yang stabil yang mampu menahan pekerjaan sekitarnya. 4. batu. Setelah masing-masing galian untuk tanah dasar. tembok ujung dan cofferdam. penggalian saluran air dan pembangunan saluran sementara. Seluruh tepi galian terbuka harus diiberi penghalang yang cukup untukmencegah pekerja atau orang lain terjatuh ke dalamnya dan setiap galian terbuka pada badan malam hari dengan drum dicat putih atau lampu kuning sesuai dengan ketentuan direksi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-22 . Pada setiap saat peralatan galian cadangan serta perlengkapan P3K harus tersedia di tempat kerja galian. Prosedur Penggalian Penggalian harus dilaksanakan hingga garis ketinggian dan elevasi yang ditentukan dalam gambar atau ditunjukkan oleh Direksi dan harus mencakup pembuangan seluruh material dalam bentuk apapun yang dijumpai termasuk tanah. e. Kontraktor harus menahan atau menyangga struktur di sekitarnya yang jika tidak dilakukan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian itu. beton dan lain-lain. batu bata. Kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan. 3. Kontraktor harus memberitahu direksi. f.

7. Material galian yang sementara waktu diijinkan untuk ditempatkan dalam saluran air harus dibuang seluruhnya setelah pekerjaan selesai sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu saluran air. Pembongkaran harus dilakukan sedemikian sehingga tidak mengganggu atau merusak struktur atau formasi yang telah selesai. Penggunaan peralatan bagi pelaksanaan penimbunan dan pengurugan kembali sehingga dapat memperoleh hasil pemadatan sesuai dengan spesifikasi. Umum Semua pengurugan dan timbunan tanah. atau setiap material yang tidak disetujui oleh direksi teknik sebagai bahan timbunan harus dibuang dan diratakan dalam lapis yang tipis oleh Kontraktor di luar tempat kerja sesuai petunjuk direksi. sejumlah besar akar atau benda tertumbuhan yang lain dan tanah yang komprensif yang menurut Direksi akan menyulitkan pemadatan dari material atau yang mengakibatkan kerusakan atau penurunan yang tidak dikehendaki harus diklasifikasikan tidak memenuhi untuk digunakan sebagai timbunan dalam pekerjaan permanen. jenis dan kapasitas sesuai dengan yang diminta dan telah disetujui Direksi. i. termasuk pengangkutan dan perolehan ijin dari pemilik tanah di mana pembuangan dilakukan. Terkecuali diperintahkan oleh Direksi. Material galian yang mengandung tanah organis tinggi. Penggunaan dan Pembuangan Material Galian Seluruh material yang dapat dipakai yang digali dalam batas-batas dan cakupan proyek dimana memungkinkan harus digunakan secara efektif untuk formasi timbunan atau urugan kembali maupun lime treatment. seluruh struktur sementara seperti cofferdam atau skor dan turap harus dibongkor oleh Kontraktor setelah selesai pekerjaan struktur permanen atau pekerjaan lain untuk mana galian telah dilakukan. Alat berat tidak boleh beroperasi dalam jarak 1 m dari bangunan dan “vibrating rollers” dalam jarak 1. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk seluruh pengaturan dan biaya untuk pembuangan material yang berlebih atau tidak memenuhi syarat. b. Urugan dan Timbunan Tanah a. Timbunan/Urugan Timbunan tidak boleh diletakkan hingga galian yang telah dilakukan dan pekerjaan pondasi yang telah diselesaikan diperiksa disetujui Direksi.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN h. harus dilakukan di tempat kering yang disetujui direksi.5 m dari bangunan. Setiap material galian yang berlebih untuk kebutuhan timbunan. Pembuangan Material Pekerjaan Sementara dan Perapian Tempat Bekas Galian 1. Melindungi semua daerah kerja dari kerusakan yang diakibatkan oleh air atau dengan cara lain membuat sistem drainase yang baik untuk menjaga jangan sampai air berada di atas tanah urugan dan daerah pengurugan. 2. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-23 .

Prosedur Pengujian Pemadatan Metode percobaan untuk timbunan tanah yang akan dipadatkan harus mempunyai kepadatan kering lebih besar atau sama dengan persentase yang ditentukan oleh ASTM D1557. untuk menentukan karakteristik pemadatan. Pemadatan timbunan dengan tenaga manusia dan juga dengan tenaga mesin harus dengan ketebalan lepada maksimum 200 mm. Permukaan dari timbunan tanah harus dengan kemiringan 2 % hingga dapat berfungsi sebagai drainase. untuk pemadatan dengan lapisan berikutnya perlu dilakukan torehan sejajar sumbu penimbunan hingga kedalaman tidak kurang dari 75 mm sebelum dilapisi dengan lapisan selanjutnya.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Penimbunan diletakkan mendatar lapis demi lapis yang dipadatkan dengan menggunakan peralatan tetapi dengan ketebalan lepada maksimum 200 mm. c. akan melaksanakan beberapa percobaan sesuai yang diperlukan untuk meneliti material. Distribusi kelembaban yang seragam dapat diperoleh dengan metode yang telah disetujui olehh Direksi bagi pemadatan lapisan. Kontraktor di bawah pengawasan Direksi. sesuai yang diperintahkan Direksi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-24 . Pengujian dilakukan oleh Kontraktor atau laboratorium menyelidikan yang diusulkan Kontraktor dan telah disetujui kapan. Pemadatan Pelaksanaan semua penimbunan tidak kurang 90 % dari maksimum dry density. Distribusi bahan di seluruh bagian lapisan harus seragam dan penimbunan harus bebas dari tonjolan. urugan dengan timbunan tanah dan tanah dasar. Biaya semua percobaan pemadatan dan percobaan lainnya yang disebutkan di atas di tanggung Kontraktor. Metode ini akan digunakan pada urugan yang dipadatkan. Test ini dilakukan Kontraktor dan akan digunakan untuk menguji urugan sesuai kebutuhan spesifikasi. menentukan kadar air dan menentukan kerapatan urugan di tempat. Bila permukaan lapisan menjadi terlalu keras atau halus. dimana. Bila lapiasan teratas (dari lapisan sebelumnya) dan timbunan yang dipadatkan atau tanah pondasi menjadi kering atau basah untuk memperoleh ikatan yang baik perlu dilakukan penorehan dan pelembaban dengan menggunakan pencaran air untuk memperoleh kadar air yang baik bagi peletakan lapisan selanjutnya. walau tidak diperlihatkan/ditunjukkan dalam gambar. Metode C. d. Alternatif lain percobaan 11 dari BS 1377 dapat digunakan sebagai pengganti ASTM 1557 Selama pelaksanaan pekerjaan. urugan dengan timbunan tanah dan untuk mengatur pemadatan relative (Relative Compaction) pada kadar air yang optimum dari tanah urugan yang dipadatkan. Semua timbunan harus dilembabkan sebesar 2 % dari angka aotimum dan kemudian dipadatkan. Pada muka dipuncak semua timbunan tanah harus diberi kemiringan tidak kurang dari 2% untuk mendapatkan drainase yang efektif. cekungan dan alur-alur atau lapisan material yang berbeda susunan atau gradasi dengan material di sekitarnya.

c. diluar lokasi pekerjaan atau sesuai petunjuk Direksi. Kontraktor harus menyediakan lokasi buangan akhir untuk sisa tanah hasil galian yang tidak terpakai. Pekerjaan ini meliputi pemasangan pondasi batu kali dengan bahan yang tersebut dalam persyaratan ini. Aanstamping segera dipasang setelah dilakukan galian tanpa menunggu galian selesai seluruhnya. b. dan tidak mudah pecah. 9. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-25 . semua urugan pada jarak 2 m dari tembok dan pangkal box culvert.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 8. 2. harus dilakukan dengan penyiraman air untuk kemudian dipadatkan dengan lapis demi lapis tidak boleh dari 200 mm tebal. bila tidak praktis dipadatkan dengan roller. Bahan seperti semen. Kelebihan Galian dan Pembuangan Sisa Galian Semua bahan hasil dari galian yang berlebihan yang dianggap perlu oleh Direksi harus dipindahkan/dibuang dari lokasi pekerjaan dan biaya untuk itu ditanggung oleh kontraktor. bahan dan tenaga kerja keperluan pekerjaan ini. Pemadatan urugan tidak boleh kurang dari 90% maksimum dry density. Syarat-Syarat Bahan a. Lingkup Pekerjaan a. Material untuk pengurugan dibawah dalam keadaan mempunyai kelembaban 2 % dari kondisi optimum. Pekerjaan meliputi pengadaan alat. Maka harus dibuat dewatering dengan jalan membuat lubang pemompaan. pasir dan air sebagaimana yang disyaratkan pada pekerjaan beton. Hal ini dilakukan untuk menghindari dasar galian menjadi lumpur akibat dari injakan-injakan para pekerja. Bahan-bahan ini juga yang berada di tempat lainnya. E. Dasar galian bebas dari lumpur. Apabila muka air tanah cukup tinggi. 3. tidak porus. b. Syarat-Syarat Pelaksanaan a. Pengurugan kembali Pada Bangunan-bangunan dan Pada Pekerjaan Pasangan Batu Apabila tidak disebutkan pada gambar atau tidak disyaratkan khusus. b. Menggenangi dengan air atau menggunakan pancaran air tidak boleh dilakukan kecuali bila telah disetujui Direksi. Bahan berupa batu kali yang mempunyai kualitas baik. atau gorong-gorong harus terdiri dari bahan kerikil yang halus bebas dari lumpur. berat dari alat pemadatan tidak boleh kurang dari 20 kg dan tidak boleh lebih dari 150 gr/cm2 luas permukaan alat pemadat. sehingga dasar galian selalu terendam oleh air. PEKERJAAN PONDASI BATU KALI 1.

00 m pada arah dipasang 1 suling-suling sedang pada arah vertikal dipasang 2 suling-suling. Pekerjaan Akhir Pasangan Batu a. Lapisan tersebut harus dimasukkan kedalam dimensi yang disyaratkan dari struktur. 4. maka metode pembentukan lubang suling-suling harus didasarkan atas persetujuan dari Direksi. Pembuatan lubang suling-suling a. Pemasangan pondasi batu kali mengunakan campuran 1Pc : 5 Ps. Pemasangan harus baik. Lubang suling-suling harus dibentuk agar miring terkecuali diperintahkan lain oleh Direksi. f. b. Terkecuali disyaratkan atau diperintahkan oleh Direksi. sehingga ikatan antara batu kali menjadi baik. Sambungan dari sisi muka batu harus dikerjakan hampir rata dengan permukaan pekerjaan. e. Agar pasangan aanstampeng mempunyai ikatan yang baik tidak goyah. g. Pemasangannya dipasang secara zig-zag. tetapi tidak menutupi batu sewaktu pekerjaan dilaksanakan. h.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN d. Terkecuali disyaratkan lain. maka celah-celah kecil harus diisi dengan pasir dengan cara pasir-pasir yang disebar diatas pasangan aanstampeng disiram dengan air agar pasir dapat masuk kecelah-celah batu. Aanstamping dipasang dalam posisi berdiri rapat dan ditumbuk padat. lurus dan pada bagian luar diusahakan menggunakan penampang yang baik hingga menghasilkan tampak pondasi yang rapi. 5. bagian puncak horizontal dari seluruh pasangan batu harus dikerjakan akhir dengan tambahan dari lapis aduk setebal 15mm yang dikerjakan ke permukaan yang merata dengan kemiringan yang akan menjamin perlindungan terhadap air hujan dan dengan sudut yang dibulatkan. lubang suling-suling berdiameter 50mm harus ditempatkan pada jarak antara bak horizontal maupun vertikal tidak lebih dari masing-masing 1000 mm dan 500 mm. Bila lubang suling-suling diperlukan untuk membentuk suatu tembok atau tembok bangunan lainnya. b. Ukuran pondasi batu kali harus sesuai dengan gambar. d. Di belakang pipa-pipa suling harus diberi serat/filter dari ijuk atau serabut kelapa untuk mencegah agar tanah/pasar tidak masuk ke dalam pipa-pipa suling. Pada setiap jarak 2. tinggi pondasi yang mana dari ukuran yang salah akan mempengaruhi kemampuan daya dukung pondasi tersebut. e. Dalam pemasangannya antara batu kali tidak boleh ada yang bersentuhan satu sama lain. c. baik itu ukuran lebar dengan dasar. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-26 . Lubang suling-suling yang pertama harus dipasang 400 mm dari atas dasar saluran.

kontraktor harus memberikan contoh kepada pengawas atau Direksi untuk mendapatkan persetujuan. Bahan berkualitas baik. b. Uraian Pekerjaan ini terdiri dari pembuatan semua struktur beton termasuk beton tak bertulang. c. Bilamana ditunjukkan dalam gambar rencana. beton bertulang dan bagian beton dari struktur yang tercantum dalam gambar rencana atau sebagaimana diperintahkan oleh Direksi. Apabila dari hasil pemancangan tersebut di atas menurut Direksi hasilnya meragukan misalnya tiang trucuk miring. yakni perencanaan. ASTM dan AASHTO. maka dipakai standar SKSNI-T15. Gambar tersebut diajukan ke Pengawas dan Direksi untuk mendapatkan persetujuaan. Mutu beton Jenis mutu beton yang akan digunakan pada masing-masing bagian pekerjaan yang tercantum dalam gambar rencana harus sesuai dengan uraian dalam “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-27 .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN c. semua permukaan pasangan batu yang dialiri air difinishing dengan plesteran semen sesuai dengan gambar bestek yang ada. b. pecah dan sebagainya maka kontraktor harus mencabut ting trucuk tersebut dan diharuskan melakukan pemancangan ulang. yang selanjutnya disingkat dengan PBI.50 m. Pelaksanaan pemancangan Alat pemancang termasuk alat pemukul tiang pancang disiapkan oleh kontraktor. Bahan material gelam Dalam hal penyediaan kayu gelam. maka kontraktor mengajukan alat pemancang dan metode pelaksanaannya untuk mendapat persetujuan pengawas dan Direksi. Standar-standar yang dipakai Pada setiap tahapan pekerjaan beton. lurus dan tidak lapuk dengan ukuran diameter ujung 10 cm dan 12 cm bagian pangkalnya serta panjang 2.ACI. Pekerjaan trucuk kayu gelam a. Kontraktor harus membuat gambar metode pelaksanaan pemancangan berserta peralatan dan kapasitasnya. PEKERJAAN BETON 1. Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam PBI. 6. dalam keadaan masih segar. pelaksanaan dan pemeliharaannya berlaku ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam peraturan beton bertulang indonesia. Yang diukir pada diameter gelam adalah diameter gelam pada bagian yang keras. F. Apabila kontraktor tidak menggunakan alat pemancang dengan hammer. Umum a. Segala kerugian yang ditimbulkan akibat hal tersebut di atas adalah menjadi tanggung jawab kontraktor sepenuhnya.

Kontraktor harus mengajukan secara tertulis hasil seluruh pengajian pengendalian kualitas yang terinci dengan segera setelah tersedia atau ia di minta oleh Direksi. maka Kontraktor tidak akan mengecor beton apabila : a. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-28 . e. Lengas nisbi dari udara kurang dari 40 % c. Kondisi Pekerjaan Kontraktor harus menjaga suhu dari semua bahan-bahan terutama agregat kasar pada tingkatan yang serendah mungkin dan harus menjaga suhu dari beton di bawah 30 C pada waktu pengecoran. Hasil pengujian kuat tekan 3 hari.1. Kontraktor harus mengajukan gambar dari semua perancah yang akan digunakan. Jika tidak ditentukan.6. Persetujuan tersebut tidak akan membebaskan kontraktor dari tanggung jawabnya pada setiap struktur. dan konstruksi rumah genset dan pondasi genset. Tabel 5. 7 hari dan 28 hari berturut-turut setelah tanggal pencampurannya. Pengajuan 1. bangunan kolam olak/ folder. Kontraktor harus memberitahu Direksi secara tertulis paling tidak 24 jam sebelum memulai untuk mencampur atau mengecor beton. Hujan atau bila udara penuh debu (tercemar) d.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN spesidfikasi teknis ini atau sesuai dengan petunjuk Direksi. Ukuran Nominal Agregat Mutu Ukuran Karakteristik dalam beton nominal kg/cm2 pengujian pada struktur fc’ agregat (mm) saat pelaksanaan (Mpa) K 350 K 225 20 20 350 225 d.225 Digunakan untuk bangunan rumah jaga dan rumah pompa. Kecepatan penguapan melebihi 1. maka harus ada keterlibatan dari pihak terkait lain yang menangani pekerjaan Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) di lapangan beban biaya kontraktor. maka mutu beton yang dipakai adalah sebagai berikut: K. 4. Kontraktor harus mengajukan desain campurannya untuk setiap jenis pekerjaan pengecoran beton. Kontraktor harus mengajukan contoh semua bahan yang hendak digunakan dengan data pengujian yang harus memenuhi spesifikasi. mendiskusikan metode kontruksi dan program kerjanya serta memperoleh persetujuan sebelum memasang setiap perancah atau memulai pekerjaan beton lainnya. 3. 2. Untuk menjaga mutu beton yang dibuat.0 kg/m2/jam b. 5. Sebagai tambahan. Kondisi lapangan yang tidak memungkinkan atau tidak ada persetujuan Direksi untuk mengecor.

1988). Kontraktor harus menyediakan contoh dari setiap pengiriman semen yang telah diserahkan ke tempat kerja kepada Direksi yang diperlukan untuk pengujian. Semen yang diterima dalam kantong-kantong yang masih tersegel dan tidak pecah. Pengujian tambahan tersebut harus atas biaya sendiri dari Kontraktor.453. harus meminta petunjuk Direksi yang meliputi : . 3. Kecuali jika diperintahkan lain oleh Direksi.Penguatan atau pembuangan seluruh dan penggantian bagian pekerjaan yang dianggap kurang memuaskan . Persyaratan Bahan Secara umum. 2. Bahan yang ditolak harus segera dikeluarkan dari lapangan paling lambat dalam waktu 1 x 24 jam. Kecuali diijinkan lain oleh Direksi. Pembetulan pekerjaan yang kurang memuaskan 1. 4. Bila menurut penilaian Direksi semen tersebut berbungkah atau berbongkol. . semua bahan yang dipakai untuk pekerjaan beton harus memenuhi ketentuan yang tercantum pada bagian 2 bab 3 dari PEDOMAN BETON 1988 (SKBI-1. 2. Direkksi harus menolak semen tersebut dan Kontraktor harus segera menyingkirkannya dari tempat pekerjaan. Semua semen yang boleh digunakan adalah Semen Portland type-1 yang ditentukan dalam SII 0013-81 atau Standart Umum Bahan Bangunan Indonesia 1986 dan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam standart tersebut. kecuali ditentukan lain secara khusus dalam spesifikasi ini. Semen 1. a. keterangan hasil pengujian dari pabrik harus disertakan bersama setiap pengiriman semen untuk menjamin mutu semen sesuai standart. 5. atau hasil akhir permukaan yang tidak memuaskan. 6.Perubahan dalam perbandingan campuran untuk sisa pekerjaan. Semen yang telah disimpan lebih dari 40 (empat puluh) hari dan semen yang menurut penilaian Direksi kualitasnya meragukan tidak boleh digunakan dalam pekerjaan. atau tidak memenuhi persyaratan sifat campuran yang dirinci dalam spesifikasi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-29 .Tambahan pada cacat-cacat kecil 2. maka Direksi dapat meminta Kontraktor untuk melaksanakan pengujian tambahan yang diperlukan untuk menjamin bahwa suatu penilaian yang cukup baik mengenai kualitas pekerjaan dapat dibuat. Dalam hal adanya perselisihan mengenai kualitas pekerjaan beton atau setiap keraguan mengenai kelayakan data pengujian yang tersedia. maka hanya produk dari satu pabrik (Satu merk) untuk setiap jenis semen Portland yang boleh digunakan untuk pekerjaan beton.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN f. Pembetulan dari pekerjaan beton yang tidak memenuhi kriteria toleransi yang dirinci dalam spesifikasi.

semen harus disimpan di pusat lokasi proyek dan dapat didistribusikan sesuai kebutuhan masing-masing pekerjaan. Spesifikasi Analisa Saringan Agregat Ukuran ayakan Persentase berat yang lolos standar Agregat Mm Inch Agregat Pilihan Agregat Kasar Halus 50 2 100 37 1½ 95 –100 100 25 1 90 –100 100 19 ¾ 35 –70 90–100 100 13 ½ 10 –30 25 –60 90–100 10 3/8 100 0–5 20 –55 40–70 4.18 16 45 –80 – 0. agregat harus memenuhi ketentuan dan persyaratan dari SII 00520-80 dan persyaratan yang ditentukan dalam spesifikasi ini. Bila ada keterbatasan ruang untuk penyimpanan semen dilokasi pekerjaan. Bila tidak tercakup dalam SII 00520-80 maka agregat harus memenuhi ketentuan ASTM C33 2. bahwa agregat yang akan dipasok tidak akan meningkatkan reaksi alkali dengan semen.15 100 2 -10 3. Jumlah total lempung dan lumpur di dalam pasair alam tidak boleh melebihi ketentuan yang ada dalam ACI dan ASTM.36 8 0–5 0–5 0–5 1.2. Pengambilan contoh dan pengujian agregat harus dilakukan memenuhi ketentuan yang sesuai dengan bagian-bagian dalam ASTM. Kontraktor harus memberi jaminan kepada Direksi. 7.6. Kontraktor harus menyerahkan contoh sebanyak 50 kg. b. Secara umum. Sebelum pekerjaan adukan contoh dimulai. semen tersebut harus segera digunakan. 4.3 50 10 –30 1. Agregat kasar harus dipilih sedemikian rupa seingga ukuran partikel terbesar tidak lebih besar daripada ¾ dari jarak minimum antara batang tulangan atau perbatasan lainnya dalam jarak di mana pekerjaan beton harus ditempatkan. Gradasi agregat kasar dan halus sesuai dengan persyaratan yang diberikan dalam tabel berikut : Tabel 5.75 4 95 –100 0 – 10 0 – 10 0 – 15 2. Agregat 1. Jenis semen yang berbeda harus disimpan di tempat yang terpisah dan diberi tanda yang jelas.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 7. Agregat harus bebas dari bahan-bahan organic seperti dirinci dalam AASHTO 6. 5. dari masing-masing agregat yang diusulkan akan “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-30 . Semen yang dikirimkan ke lokasi pekerjaan dalam drum atau kantong oleh pemasok (supplier) atau pabrik harus disimpan di dalam drum atau kantong tersebut telah dibuka.

Kontraktor harus memastikan bahwa agregat kasar dicurahkan. setiap saat dalam laboratorium yang diakui. Agregat halus mempunyai modulus kehalusan butir antara 2 sampai dengan 32 jika diselidiki dengan saringan standar. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-31 . 12. padat dan mempunyai daya kerja yang baik dengan semen dan air dalam proporsi campuran yang akan dipakai. keras porous. Dalam hal adanya perubahan sumber darimana agregat tersebut disuplai. 17. maka Kontraktor diwajibkan untuk memberitahu kepada Direksi. Semua agregat harus disimpan di tempat bersih yang keras permukannya dan dicegah supaya tidak terjadi percampuran dengan material/bahan lain dan terkotori.Setiap timbunan agregat harus mampu mengalirkan air (lolos air) 9.Ukuran nominal dan agregat kasar dan agregat halus harus ditempatkan terpisah setiap waktu . lumpur. Gradasi dari agregat halus harus menghasilkan mutu beton yang dikehendaki.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN digunakan untuk mendapatkan persetujuan Direksi dan harus disimpan di lapangan untuk digunakan sebagai patokan (acuan) 8. Gradasi dari agregat kasar secara keseluruhan harus dapat menghasilkan mutu beton yang dikehendaki. 13. sesuai dengan dimensi struktur dan kerapatan tulangan dimana adukan akan dicor. Agregat kasar mempunyai ukuran butir di antara 5 sampai dengan 20 mm. berbentuk tajam dan keras. Agregat kasar harus berupa koral/batu pecah yang mempunyai susunan gradasi yang baik.Pengotoran terhadap agregat yang disebabkan oleh tanah dan benda-benda lainnya dapat dihindarkan setiap waktu . Pasir yang digunakan harus benar-benar pasir cor bukan pasir laut. 15. 16. Direksi dapat meminta pada Kontraktor untuk mengadakan test kualitas dari agregat-agregat tersebut dari tempat penimbunan yang ditunjuk oleh Direksi. tajam dan bentuknya relatif kubus. Agregat kasar dan agregat halus harus selalu bersih dari gumpalan tanah liat. Kontraktor harus menyiapkan cara-cara penimbunan agregat pada setiap tempat dimana pekerjaan pembetonan dilakukan sedemikian : . disimpan dan dipindahkan dari tempat penyimpanan dengan cara sedemikian sehingga tidak menyebabkan pemisahan. 10. minyak dan bahan organis yang merugikan. 11. 14. ukuran yang lebih besar dari 38 mm untuk penggunaannya harus mendapat persetujuan dari Direksi.

5 % 3% 12% 0.Bahan-bahan yang lolos ayakan 200 Pengujian AASHTO T96 T104 T112 T11 Batas Maksimum yang diijinkan 40 % 10% 0.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Tabel 5. d. Metode penggunaan dan jumlah bahan tambahan yang digunakan harus seijin dan disetujui Direksi. 2. agregat harus disimpan di pusat lokasi kerja dan akan didistribusikan setiap hari sesuai dengan kebutuhan masing-masing jenis pekerjaan denga cara sedemikian rupa sehingga terhindar dari pengotoran dan pemisahan terhadap agregat.6. garam. Kontraktor harus melindungi gundukan/timbunan dari pengaruh cuaca buruk.Persentase gumpalan tanah liat dan partikel yang dapat pecah dalam agregat . merawat.3.Kehilangan akibat abrasi pada 500 putaran dengan Mesin Los Angeles . Kontraktor tidak diperkenankan mempergunakan admixture. Agregat halus basah tidak boleh digunakan sampai menurut pendapat Direksi agregat tersebut telah kering hingga memenuhi kadar air yang tetap dan seragam. Sifat Agregat Beton Sifat . atau penggunakan lain yang direncanakan harus bersih dan bebas dari setiap zat-zat yang merugikan seperti minyak. Agregat Bahan tambahan adalah bahan yang ditambahkan/dicampur bersama bahan beton selama pengadukan dengan maksud memperbaiki sifat-sifat campuran beton. Tetapi persetujuan ini tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor untuk menghasilkan beton dengan kekuatan dan “kemudahan pengerjaan” sesuai dengan ketentuan. asam alkali. Kecuali diijinkan atau diperintahkan oleh Direksi. demikian pula bila beton dengan kelas “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-32 . c. Direksi berhak mengharuskan Kontraktor memeriksa air yang dipakai di laboratorium bahan yang diakui dan sah.25% 1% 18. Bila diperlukan untuk memenuhi ketentuan dalam pasal ini. gula atau zat organic yang dapat memenuhi persyaratan ASTM atau PBI.Kehilangan akibat penentuan kualitas dengan Sodium Sulfat setelah 5 putran . Bila keadaan tempat/lokasi kerja terbatas bagi penyimpanan agregat. Air 1. Air dengan kualitas sebagai air nimum dapat digunakan tanpa pengujian 3. basa. atas biaya Kontraktor. Air yang digunakan dalam mencampur. Beton yang meliputi berbagai kelas/mutu yang menggunakan bahan tambahan harus direncanakan dan dibuat adukan contoh tersendiri dan disetujui Direksi.

Kekentalan tersebut dapat tergantung pada berbagai hal.1 yang akan digunakan dalam pelaksanaan pembangunan dan detail rencana campuran harus dimasukkan untuk disetujui Direksi.1988) 4.1. jenis konstruksi yang bersangkutan dan kerapatan dari tulangan. kecuali ditentukan lain secara khusus dalam spesifikasi ini.4. antara lain jumlah dan jenis semen.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN tersendiri. 3. Bahan tambahan yang mengandung calcium khlorida tidak boleh digunakan denga alasan apapun.1. Kombinasi mutu agregat harus menerus. 6. Pencampuran Bahan Secara umum. Kekentalan (konsistensi) adukan beton harus disesuaikan dengan cara transport.1.92. persyaratan mengenai campuran beton baik mengenai perencanaan campuran dan pengendalian mutu harus memenuhi ketentuan yang tercantum pada bagian 3 bab 4 dari PEDOMAN BETON 1988 (SKBI – 1. Untuk beton yang menggunakan semen yang berbeda dengan Portland Cement atau bahan tambahan yang diakui. Campuran harus dibuat agar dapat menghasilkan silinder beton dengan karakteristik kekuatan pada umur 28 hari setelah pengecoran tidak lebih kecil dari kekuatan yang ditentukan pada tabel 6. 5. diangkut dan dipadatkan dengan metode yang diusulkan akan digunakan Kontraktor dalam penanganan. Agregat terdiri dari “fine aggregate”/butiran halus dan “coarse aggregate”/butiran kasar dengan ukuran maksimum ditentukan dalam tanel 6. jenis ukuran butir dari agregat serta penggunaan bahan-bahan pembantu. Agregat harus dihitung berdasarkan berat.85 dan tidak lebih besar dari 0. Tetapi campuran tersebut harus disetujui terlebih dahulu oleh Direksi. cara pemadatan.1.1. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-33 .1. Rencana Campuran Beton Pada saat dimulainya pekerjaan Kontraktor harus membuat adukan untuk setiap mutu beton yang tercantum pada tabel 6. kekuatannya tidak boleh kurang dari pada yang tercantum dalam tabel 6. nilai faktor air semen. Contoh Campuran Beton Segera setelah Direksi menyetujui rencana campuran beton untuk setiap jenis mutu beton struktur dan selama atau setelah pelaksanaan tes pendahuluan. Setiap rencana campuran harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : 1. pemadatan ditentukan dengan metode yang diuraikan dalam ACI dan ASTM harus tidak kurang dari 0.2.53. Workability (Kelecakan Beton) Kemudahan pengerjaan setiap mutu beton harus sedemikian rupa sehingga pemadatan dengan hasil yang memuaskan dapat diperoleh bila beton dicor dan divibrasi dan tidak memisah bila ditangani. transportasi dan pemadatan beton yang bersangkutan dalam pekerjaan. Untuk beton bertulang. 2.

Pada permulaan pekerjaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Kontraktor harus menyiapkan suatu percobaan campuran dari setiap mutu beton dengan dihadiri/diketahui oleh Direksi. Proporsi dari semen.1 Kontraktor harus merubah adukan serta membuat contoh adukan dan silinder selanjutnya. bagi agregat halus dan dari setiap ukuran nominal agregat kasar. Jika nilai rata-rata kekuatan dari 9 siliner diuji setelah berumur 28 hari kurang adari kekuatan contoh adukan yang tertera pada tabel 6. Kontraktor harus membuat 3 kelompok contoh adukan secara terpisah untuk setiap adukan dan 3 (tiga) “silinder uji tekan” (150 x 300 mm) akan dibuat dari setiap adukan dengan disaksikan oleh Direksi. Keadaan kadar air asli agregat harus “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-34 . semen dan air (termasuk bahan campuran tambahan. Faktor pemadatan dari setiap kelompok contoh adukan. dengan pengaduk yang bersih. agreget dan air ditentukan dengan teliti berdasarkan berat sesuai dengan campuran/adukan yang disetujui Direkksi (atau adukan yang diperbaiki setelah tes pendahuluan) dan analisa ayakan harus dibuat dengan metode yang diuraikan dalam ASTM dan atau ACI. Percobaan campuran akan dicampur dalam waktu yang bersamaan dan ditangani oleh alat yang sama seperti yang diusulkan Kontraktor untuk digunakan dalam pekerjaan. harus ditentukan dengan segera setelah pengadukan dengan menggunakan metode yang diuraikan dalam ASTM dan atau ACI dan tidak boleh melebihi dari batas yang tercantum dalam butir spesofikasi ini. untuk kemudahan dalam pekerjaan pengecoran maka Kontraktor harus mengajukan metode pelaksanaan pengecoran yang dianggap paling efisien menurut Kontraktor berkaitan dengan besarnya volume beton dan berkaitan dengan luas areal yang tersedia di lapangan. Batasan Rasio Campuran Air/Semen Dalam merencanakan dan menentukan adukan beton untuk digunakan dalam pekerjaan. Pengadukan Beton a. jika ada) ke dalam suatu campuran yang berwarna seragam dan melepaskan campuran tanpa pemisahan. 8. Pengadukan Beton Beton harus diaduk dalam alat pengaduk mekanis atau beton molen yang mampu mengkombinasikan agregat. 7. disiram. Silinder harus dibuat. pengadukan pertama hanya terdiri dari setengah bagian dari jumlah normal agregat kasar untuk mengganti pelekatan bahan lain pada drum.5 M3 beton. Setiap campuran tidak boleh kurang dari 0.1. disimpan dan diuji 28 hari setelah pembuatan sesuai dengan metode yang diuraikan dalam ASTM dan atau ACI. Metode pelaksanaan tersebut harus diajukan paling lambat 3 hari sebelum pengecoran untuk mendapatkan persetujuan Direksi. Selanjutnya. Kontraktor harus memperhatikan ketentuan terdahulu dan juga memperhatikan batasan-batasan lain pada rasio air/semen yang diperlihatkan pada gambar atau yang dinyatakan/disebutkan sesuai penggunaan beton pada bagian tertentu pekerjaan.

Jumlah pengambilan dari setiap mutu beton yang dituang dalam satu hari harus diambil tidak kurang dari satu kali. Pada setiap kali pengambilan contoh beton harus dibuat empat pasang spesimen silinder yang dites sebagai berikut : . Laporan uji tekan harus diserahkan kepada pengawas satu hari sesudah selesai pengujian. maka bagian pekerjaan tersebut harus diperkuat dengan suatu metode yang mana seluruh biaya untuk itu.2 pasang dites pada umur 28 hari 4.82S) .Tidak satu pun sari hasil uji tekan mempunyai nilai rata-rata kuat tekan 2 buah spesimen silinder dari contoh beton yang sama (atau 1 pasang spesimen). 2. pembuatan dan perawatan benda uji harus sesuai ketentuan ASTM C31 dan diuji berdasarkan ASTM C39 di laboratorium yang berwenang dan disetujui oleh Direksi. Pengawas berhak meminta setiap saat pada Kontraktor untuk membuat benda uji berupa silinder dari adukan beton yang dibuat.1 pasang dites pada umur 3 hari . 6. Apabila dalam pelaksanaan nanti kedapatan bahwa hasil uji tekan gagal memenuhi syarat spesifikasi dan telah pula dilakukan penyelidikan lain dan hasilnya gagal pula. pengawas mempunyai wewenang untuk menolak konstruksi beton yang cacat seperti berikut : “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-35 . Pengambilan contoh beton harus sesuai dengan ketentuan dari PBI 89 dan ASTM C172. Kontraktor harus memperhitungkan kandungan air dalam angregat bila menentukan jumlah air yang ditambhakan ke setiap campuran. b.Nilai rata-rata dari semua pasangan hasil uji berturut-turut yang masingmasing terdiri dari tempat hasil uji kuat tekan tidak kurang dari (fc’ + 0. Pengawasan Mutu Beton 1. Evaluasi hasil uji tekan umur 28 hari dilakukan berdasarkan ketentuan sebagai berikut : . Meskipun hasil pengujian benda-benda uji memuaskan. Yang dimaksud dengan kekuatan beton disyaratkan (fc’) adalah hasil test tekan silinder φ 150 mm x H 300 mm pada umur beton 28 hari. 5.1 pasang dites pada umur 7 hari . baik untuk perencanaan maupun pelaksanaannya ditanggung oleh Kontraktor sepenuhnya.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN ditentukan sebelum dimulainya pengadukan setiap harinya dan pada periode tertentu dalam 1 hari pengadukan bila diperlukan. Satu pengambilan contoh mewakili suatu volume rata-rata yang tidak lebih dari 20 m3 atau 5 truk mixer atau 1 batch (dipilih yang volumenya terkecil). 3. dan akan mengatur jumlah air yang ditambahkan ke setiap adukan untuk menjaga rasio air/semen dari adukan selalu tetap.

4. 9. karena adanya kerusakan alat atau alasan lain yang tak terduga. 5. harus disediakan penopang tegak lurus pada garis tegangantegangan utama tetapi jika lokasinya dekat tumpuan suatu plat atau balok. perawatan. tanpa memperhatikan jam-jam makan. 2. atau di tempat lain yang dianggap berbahaya oleh Direrksi. siar konstruksi. penulangan. Persyaratan Pelaksanaan Secara umum. Pengecoran beton harus dilaksanakan secara terus menerus dari satu siar ke siar berikutnya. Konstruksi yang tidak tegak lurus atau tidak rata seperti yang direncanakan Konstruksi beton yang berisikan kayu atau benda lain Semua pekerjaan yang dianggap cacat tersebut pada dasarnya harus dibongkar dan diganti dengan yang baru. maka dianggap terdapat siar kontruksi. Jika beton kurang dari 3 hari umurnya. penanganan. pengecoran. 4.1988). Pengujian tambahan yang diminta oleh pengawas mengenai mutu beton dengan metode Destructive test atau pub non-destrucctive test. Permukaan siar beton yang sudah dicor harus dibersihkan seliruhnya dari benda-benda asing atau serpihan-serpihan. Jika diperlukan siar kontruksi di tempat yang lain dari pada yang telah disetujui. persyaratan mengenai pelaksanaan pembetonan yang meliputi pengadukan. bekeisting. maka beton yang sudah dicor harus di pecah kembali dan disingkirkan sehingga dicapai lokasi yang cocok untuk siar kontruksi sebagaimana yang disetujui oleh Direksi.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN - Konstruksi beton kropos Konstruksi beton tidak sesuai dengan bentuk yang direncanakan atau posisinya tidak sesuai dengan gambar. kecuali Direksi menyetujui untuk diadakan perbaikan atau perkuatan dan cacat yang ditimbulkan tersebut. Semua siar-siar konstruksi dalam beton harus dibentuk rata harizontal atau vertikal. siar-siar tersebut harus berakhir pada bekisting yang kokoh dan tunjang dengan baik. Bila pekerjaan pengecoran ditunda sampai beton yang sudah dicor mulai mengeras. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi jadwal secara detil rencana pembetonan semua bagian pekerjaan. pengangkutan. jika perlu bekisting dibor guna melewati penulangan. 7. 3. sparing dan lain-lain harus memenuhi ketentuan yang tercantum pada bagian 1 bab 5 dan bab 6 dari PEDOMAN BETON 1988 (SKBI 1. Siar-siar Konstruksi 1. biaya ditanggung oleh Kontraktor pelaksana. a. permukan tersebut harus disiapkan dengan pencucian “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-36 . kecuali ditentukan lain secara khusus dalam spesifikasi ini.53.

Bekisting harus diperiksa lagi dan dikencangkan. gerakan-gerakan dan getaran yang membahayakan akibat tekanan dan adukan beton cair atau padat. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-37 .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dan penyikatan seluruhnya. Semua sambungan harus ditutup rapat untuk menghindari kebocoran air semen dan dibuat sedemikian sehingga permukaan beton yang kelihatan (exposed surface) lurus. Lubang-lubang ini harus ditutup dengan rapi sebelum pengecoran. Semua tiang-tiang penyangga tidak boleh ditempatkan langsung diatas tanah. Kontraktor harus memperhatikan bahwa permukaan telah disiapkan dan dibersihkan sebelum pengecoran disetujui oleh Direksi. Pemadatan dan penggetaran harus dilakukan pada permukaan lama dan ke sudut-sudut cetakan beton. 11. rata dan kokoh. Cetakan harus mempunyai lubang-lubang sementara yang kegunaannya untuk membuang kotoran. rata dan kokoh sehingga cukup untuk menahan defleksi. Penggunaan pengikat (batang tarik) yang ditanam dalam betan diperkenakan setelah mendapat persetujuan dari Direksi. Cetakan harus benar-benar lurus. harus dibuat lubang-lubang pada sisi-sisi cetakan di posisi yang disetujui Direksi untuk memungkinkan penuangan dan pemadatan beton yang memadai. 10. Semua lubang bekas batang pengikat harus diisi dengan beton atau spesi dengan cara yang disetujui Direksi dan harus tidak berbekas pada permukaan beton. Penampatannya harus didisain sehingga tidak ada bagian yang tertanam lebih dekat dengan permukaan beton dari pada selimut betonnya untuk melindungi baja tulangan di lokasi tersebut. b. 15. Gambar dan perhitungan tersebut hendaknya diserahkan minimal 7 (tujuh) hari sebelum bekisting mulai dikerjakan. tetapi berpijak diatas balok kayu rata atau lantai kerja dengan kokoh. Bekisting harus dibuat sedemikian sehingga pembongkarannya dapat mudah dilakukan tanpa membahayakan konstruksi. Bila ada bagian beton yang sempit dan mempunyai kedalaman yang sangat besar. Semua cetakan beton dan penopang-penopangnya harus didisain oleh kontraktor dan diserahkan kepada Direksi berupa gambar dan perhitungan untuk mendapat persetujuan. 12. permukaan tersebut harus di-sand blasted untuk memperlihatkan agregat. 14. Pembuatan Bekisting 7. Jika umurnya lebih dari 3 hari atau sudah terlalu keras. 9. 6. 8. 13. Jarak maksimum tiang-tiang penyangga harus diatur oleh kontraktor demi keamanan struktur yang akan dicor.

jangan sampai merusak betonnya sendiri. Sebelum pengecoran dilaksanakan. Setiap permukaan yang bersisik harus dibersihkan dan lubanglubang udara di permukaan diisi dengan campuran spesi 1 : 1 ½. 18. Jika noda timbul setelah pembongkaran bekisting. kawat sisa pemotongan. Pembongkaran bekisting dilaksanakan dengan hati-hati. Apabila pemasangan bekeisting tidak sesuai dengan ketentuan atau dianggap kurang baik maka Direksi berhak menyuruh membongkar dan memperbaiki dengan biaya ditanggung oleh Kontraktor. Tidak ada cetakan yang boleh dibuka sebelum disetujui oleh Direksi. d. 20. atau pembongkaran dapat dilaksanakan sesuai kekuatan beton berdasarkan hasil pengujian. Kontraktor diwajibkan untuk memasang beton deking agar tulangan tidak menempel pada permukaan bekisting. Kontraktor wajib memperbaiki dengan biayanya sendiri. terutama kotoran-kotoran yang menempel. ataupun serpiham-serpihan kayu. Permukaan dalam cetakan harus disemprot dengan menggunakan air bertekanan serta udara (kompressor) untukdikumpulkan di suatu tempat dan selanjutnya diambil dan dibuang. Pembongkaran Bekisting 21. keputusan Direksi dalam hal perpaikan yang diperlukan harus dilakukan segera. Sebelum digunakan lagi semua cetakan harus dibersihkan. 19. Tindakan tersebut termasuk (tetapi tidak dibatasi) dalam: “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-38 . semua permukaan cetakan harus bersih dari segala sesuatu yang dapat mengurangi mutu beton dan kekuatannya. dan lain-lainnya. Persetujuan ini tidak membebaskan Kontraktor dari tanggung jawabnya. Semua permukaan beton harus benar-benar halus.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 16. setiap kerusakan yang timbul akibat pembongkaran dan pemukulan cetakan dan penopangnya. Pembongkaran dilakukan dimana bahan konstruksi bagian tersebut harus dapat memikul berat sendiri dan beban-beban pelaksanaan. 22. Kerusakan-kerusakan kecil mungkin dapat diperbaiki dengan mengisi plester/spesi sesuai kebijaksanaan Direksi. 17. c. Minyak untuk cetakan dapat dipakai tetapi hatus diperhatikan cara pelaksanaan harus benar-benar rapi untuk menghindari percikan pada permukaan siar konstruksi atau baja tulangan. Kerusakan pada Permukaan Bekisting Pembuatan bekisting dan pembetonan harus sedemikian sehingga tidak diperlukan lagi perbaikan. ketebalan dari beton deking tersebut harus disesuaikan dengan selimut beton yang diperlukan yang ditunjukkan dalam gambar kerja. permukaan harus rata/halus dan padat. Bahan yang rusak tidak diijinkan digunakan. Semua bahan cetakan harus dirawat dengan baik.

dikordinasikan dengan pekerjaan instalasi listrik dan drainase. Jika pemasangan sparing ini dirasa akan menimbulkan masalah. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-39 . Permukaan beton yang tidak rata dan ketidak teraturan yang lambat laun harus digosok dengan Carbo rundum dan air setelah beton dipelihara dengan baik. Sparing-sparing harus dipasang kuat sehingga tidak bergeser/ berubah kedudukannya selama pengecoran. 3. 5. pemasangan instalasi-instalasi yang harus ditanam. Sirip. Kontraktor harus memperhatikan sebelum pengecoran. ukuran dan letak baja tulangan sesuai dengan gambar pelaksanaan. lubang gelembung. pelunturan warna permukaan dari kerusakan kecil lain dapat disikat dengan karung/kain kasar segera setelah bekisting dilepas: 2. penopang dan pengikat dan lain-lain selesai dikerjakan. dipotong membentuk “devetail” yang teratur paling sedikit dengan kedalaman 75 mm dan diisi kembali dengan beton diatas tulangan kawat baja dan mengikat pada “dovetail” e. Permukaan bekisting dan bahan-bahan yang menyerap pada tempat-tempat yang akan dicor harus dibasahi dengan merata namun tidak berlebihan. Beton hanya boleh dicor pada waktu Direksi atau Wakilnya yang ditunjuk serta pengawas kontraktor yang setara ada ditempat kerja. Kontraktor harus melaporkan dan meminta petunjuk dari Direksi. 4. Tempat penempatan sparing-sparing sesuai dengan gambar kerja dan bila tidak disebutkan. dimana perlu. Sebelum pengecoran dimulai permukaan-permukaan yang berhubungan dengan pengecoran harus disetujui oleh Direksi. Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan. Untuk pemasangan sparing-sparing harus dihindari pemotong pembesian. Pengecoran Beton 1. 2. terutama yang menyangkut pipa-pipa sparing yang tertanam dalam beton. maka kontraktor harus mengusulkan dalam waktu 7 hari sebelum pelaksanaan melalui gambar shop drawing. Kerusakan yang seperti ini dan kerusakan lain harus diperbaiki dengan cara yang disetujui Direksi yang mungkin termasuk penggunaan “epoxyt resin” yang cocok. Baja tulangan harus bersih dari semua kotoran atau zat pelapis yang dapat mengurangi lekatan dengan beton. semua permukaan cetakan harus bersih dari air yang tergenang. terhadap sistem struktur/penulangan yang ada. Sparing pipa harus dilindungi sehingga tidak terisi adukan beton. reruntuhan atau bahan lepas yang lainya. Segera sebelum pengecoran beton. Kontraktor harus memperhatikan letak/jarak/sudut untuk setiap penghentian pengecoran yang akan masih berlanjut.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 1.

Pengecoran beton tidak diperkenakan selama hujan deras. Jika ketidak sempurnaan tersebut tidak dapat diperbaiki untuk menghasilkan permukaan beton yang diharapkan. maka harus dibongkar atau diganti dengan pembetonan kembali. Pengguaan concrete pump dapat dilakukan degan seijin Direksi. beton harus sudah dituang seluruhnya. Kontraktor wajib mengatur campuran beton yang sesuai dan kecepatan penuangan beton untuk menghindari segregasi.45. kontraktor wajib meminta ijin tertulis dan pihak Direksi untuk memulai pengecoran tersebut. kepala vibrator harus dapat menembus dan menggetarkan kembali beton pada bagian atas dari lapisan yang terletak di bawahnya. kontraktor harus mempersiapkan tremie atau alat lain yang cocok untuk mengontrol jatuhnya campuran beton 7. Beton yang akan dicor harus diusahakan agar pengangkutannya ke tempat posisi terahkir sependek mungkin dan dengan alat yang dapat melindungi dari pengaruh kontaminasi atau segregasi. Segregasi dalam beton yang disebabkan jatuh bebas dari tempat yang cukup tinggi. Apabila setelah cetakan dibongkar ternyata terdapat bagian-bagian beton yang kropos atau cacat lainya maka perbaikan hanya dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Direksi mengenai cara pengisian atau penambahan dan penutupan lainnya. kerusakan pada baja tulangan. Jadwal waktu pengecoran harus diatur sedemikian sehingga tidak ada permukaan beton yang dibiarkan lebih dari 30 menit sebelum pengecoran berikutnya. cetakan dan sebagainya. 14. atau sudut yang terlalu besar. Lamanya penggetaran tidak boleh menyebabkan terpisahnya bahan beton dengan airnya. 8. Sebelum pengecoran dimulai. 11. 9. 12. Jumlah semen pada adukan rasio semen/air dalam adukan tidak melebihi 0. Beton hanya dapat “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-40 . 6. Paling lama 2 jam setelah waktu pengadukan pertama kali. Semua resiko yang terjadi sebagai akibat pekerjaan tersebut dan biaya perbaikan kembali merupakan tanggung jawab kontraktor. Tukang besi harus selalu berada di lokasi pengecoran untuk sewaktuwaktu membetulkan posisi dari baja tulangan. kecuali dilakukan dalam tempat yang terlindung. 10. Beton hanya boleh dicor dalam air dengan ijin tertulis dari Direksi dan dimana menurut anggapan Direksi tidak praktis untuk mengecor di tempat kering. tidak dapat diterima. atau bertumpuk dengan baja tulangan-tulangan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dan persiapan betul-betul telah memadai. Dalam pemadatan setiap lapisan pada beton. Kalau diperkirakan segregasi mungkin terjadi. 13. beton tidak boleh dicor dalam air yang mengalir dan juga tidak boleh jatuh melalui air.

15.Toleransi menurut posisi (dari titik rujukan) : Posisi rencana dari kolom pracetak +10 mm Posisi rencana dari permukaan horizontal +10 mm Posisi rencana dari permukaan vertical +10 mm .Toleransi menurut kedudukan tegak : Penyimpangan ketegangan untuk kolom dan +10 mm dan dinding . “Spaded” atau “bonded concrete” atau finishing khusus lainnya yang mungkin ditentukan secara khusus. Macam Finishing Permukaan Beton tanpa Cetakan Finishing pada permukaan beton tanpa bekisting dikategorikan atas U1. pelat lantai atas.Toleransi menurut ketinggian : Puncak beton penutup dibawah pondasi +10 mm Puncak beton penutup dibawah pelat injak +10 mm Puncak kolom. tembok kepala dan balok +10 mm melintang Puncak pelat lantai +10 mm . Dasar kotak tidak boleh dibuka sampai kotak tersebut terletak dengan baik di atas tempat pengecoran.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dicor dengan menggunakan kotak kedap air dengan dasar yang terbuka atau corong pipa cor (tremie) dari jenis yang disetujui Direksi. Toleransi kelurusan dan selimut beton . Bila mutu finishing tidak ditentukan beton dianggap termasuk finishing kelas U2. dan ujung corong pipa cor harus selalu tetap di bawah permukaan adukan beton yang baru dicor. finishing kelas U1 merupakan finishing kelas pertama bagi finishing kelas U2 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-41 .Toleransi menurut Kedudukan dasar : 10 mm dalam ukuran panjang horizontal 4 m . kolom + 10 mm Kolom dinding atau antara tembok kepala .Toleransi menurut bentuk : Siku-siku (perbedaan panjang/diagonal) 10 mm Kelurusan atau busur (penyimpangan dari 12 mm Garis yang dimaksud) untuk panjang sampai 13m Kelurusan atau busur untuk panjang 3m-6m 15 mm Kelurusan atau busur untuk panjang lebih 20 mm Besar dari 6 m .Toleransi untuk selimut beton di atas baja tulangan : Selimut beton sampai dengan 3 cm + 5 mm Selimut beton dari 3 cm – 5 cm + 10 mm Selimut beton dari 5 cm – 10 cm + 10 mm 16. U2.U3.Toleransi menurut ukuran Panjang keseluruhan sampai dengan 6 m + 5 mm Panjang keseluruhan melebihi 6 m + 15 mm Panjang balok. Toleransi Dimensional a.

17. Lihat detail untuk finising permukaan beton dengan bekisting. Beton dikerjakan tidak lebih dari keperluan untuk menghasilkan permukaan yang seragam bebas bekas perataan. Bahan dan Mutu Finishing Untuk Beton dengan Cetakan Finishing untuk permukaan beton yang dicetak diklasifikasikan sebagai F1.e. Dimana permukaan beton yang halus ditentukan. Tabel 5. Pengacian dengan cara ini belum boleh dilakukan sampai lapiasan air telah hilang dan beton cukup keras untuk mencegah timbulnya lapis buih beton ke permukaan.4. Finishing kelas U2 harus terus menerus seragam atau sisi yang tajam. beton yang berlebih segera disingkirkan setelah pemadatan. permukaan beton harus diratakan kemudian disapu dengan arah yang sama dengan menggunakan sapu yang kaku. U3 atau bonded Concrete) tidak boleh terganggu dengan cara apapun setelah mulai terjadi perkerasan dan selama periode pemeliharaan.1. dan F3 atau jenis finishing lainnya yang ditentukan. Pada pembetonan dengan singkup permukaan harus bebas dari lubang/celah dan harus diusahakan seragam bentuknya dengan menggunakan singkup seperti halnya pada waktu pengecoran. F2.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dan U3 dan untuk muka beton yang halus. lapis buih beton harus dihilangkan dari permukaan beton kelas U1 dan agregat diperlihatkan ketika beton masih berwarna hijau. Permukaan harus diaci dengan tekanan yangsama dan tidak meninggalkan bekas alat pengaci. Finishing kelas U2 dilakukan dengan menggunakan penggaci kayu.5.6.16 U3 F1 F2 F3 +12 +6 +6 +12 +6 +3 6 3 3 6 6 3 +6 +3 +3 +6 +6 +3 ---+12 -6 +12 -6 +6 Finising kelas U3 harus dilakukan dengan alat pengaci dari besi. sebagai hasil dari pekerjaan yang dilakukan. Pengaci harus dilakukan setelah beton mulai keras atau telah cukup keras. Toleransi Maximum Finishing Permukaan Beton tanpa Cetakan Toleransi Maximum (mm) Mutu finishing Jalur dan ketinggian U1 U2 Pasal 3. Bila mutu finishing tidak ditentukan semua bagian luar beton “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-42 . yang mana (kecuali jika telah diganti menjadi kelas U2. Dimana “broom finish” diperlukan.

harus dilapis dengan menggunakan panel dari material/bahan yang tidak berkarat dengan permukaan yang harus tanpa cacat seperti plywood yang diamplas papan fiber (“hard compressed fibre board”) disusun dalam pola yang telah disetujui dan dipakukan ke bagian bekisting. papan atau plywood ataui panel dari metal yang diatur dalam pola yang seragam yang telah disetujui. Bahan release agent/mould oil dapat dipakai merk Trikosal produk Gruneau atau lainnya yang sejenis dengan kegunaan untuk memudahkan pelepasan/pembongkaran cetakan. Bekisting untuk finishing F1 harus dibuat dari kayu. Untuk bahan rangka penguat dan tiang penyangga dari kayu Borneo super dengan ukuran disesuaikan menurut keperluan. - f. harus diberi permukaan plat besi tempa. bebas dari kerusakan yang dapat dilihat dari bentuk permukaannya. 6. bekisting untuk finishing F3. Besi yang ditempa dan panel besi tidak boleh digunakan. lembaran metal atau bahan lain yang sesuai untuk mencegah hilangnya adukanencer semen bila divibrasi. Untuk bahan cetakan beton adalah dari jenis kayu lembaran/multiplek dengan tebal 18 mm dari kualitas terbaik. 2.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN (external concrete) harus difinishing dengan mutu F2. Jika salah satu dari persyaratan dalam spesifikasi ini tidak dipenuhi oleh pemasok. Beton harus diangkut dengan truk mixer yang terus menerus berputar dengan kecepatan sesuai ketentuan dari pabrik. Beton Ready Mix 1. Dapat juga menggunakan scaffolding dari baja. bagian luar beton yang berada dalam tanah difinishing dengan mutu F2. Kontraktor harus meyediakan di lapangan satu mixer drum dengan kapasitas minimum 12m3 dan menjaganya agar tetap dalam kondisi jalan untuk dipakai bila terjadi gangguan dalam pemasokan ready mix. Bekisting untuk finishing F2. Kontraktor bertanggung jawab untuk mengusahakan agar beton memenuhi persyaratan dari spesifikasi ini termasuk pengendalian mutu. Kontraktor harus mengatur agar Direksi dapat memeriksa alat pembuat beton ready mix bilamana diperlukan. Kontraktor harus memiliki data-data dari pemasok ready mix yang menunjukkan bahwa ketentuan-ketentuan dalam spesifikasi ini telah “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-43 . Kontraktor juga harus meyediakan juga material yang memadai untuk dipakai dengan mixer cadangan tersebut. 5. 4. Direksi dapat menarik kembali persetujuannya dan mengharuskan kontraktor mengganti pemasok 3. Beton Ready Mix harus berasal dari suatu sumber yang disetujui oleh Direksi dan harus memenuhi persyaratan yang diuraikan pada bagian ini.

4. g. Tidak diperkenakan menaruh bahan-bahan diatas kontruksi beton yang baru dicor (dalam tahap pengeringan) atau mempergunakannya sebagai jalan mengangkut bahan-bahan. 8. Di lapangan harus dibuat catatan meliputi hal-hal berikut ini: . Pada dokumen pengiriman harus dicantumkan wakyu pengadukan dan penambahan air. 10.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN dipenuhi oleh pem. Penambahan air setelah keluar dari tempat pengadukan harus di bawah pengawasan Direksi.Slump (faktor kompaksi) 9.Waktu kedatangan truk mixer . RUANG LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang disebutkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Konsultan Pengawas. Beton harus sudah dituang dan dipadatkan pada posisi akhirnya dalam waktu 2 jam setelah semen bercampur dengan air kecuali disetujui oleh Direksi. maka beton setelah pengecoran pada hari-hari pertama harus disiram. ditutuip dengan karung basah atau digenangi dengan air selama paling sedikit 2 minggu secara terus menerus. Seluruh permukaan beton harus dilindungi selama proses pengerasan terhadap sinar matahari dan hembusan angin kering.1988. Sama sekali tidak diperkenankan penambahan air pada waktu pengecoran.53. PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATA 1. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-44 .Posisi di mana beton dicor . Hal lain diluar ketentuan di atas kasus mengikuti ketentuan yang ada dalam PBI 1971 NI-2 atau SKBJ-1.Waktu pengadukan dan penambahan air di batching plant . Proporsi campuran bahan-bahan dari setiap mixer harus terus didata.Identifikasi silinder uji yang diambil dari truk tersebut . dikirim bersama pengemudi truk dan diparaf oleh pencatat waktu yang bertanggung jawab ditempat pengadukan (batching plant).Waktu ketika beton dicorkan . 7.Mutu beton atau kekuatan yang ditentukan dan ukuran agregat maksimum . Semua permukaan beton yang terlihat harus diambil tindakan sebagai berikut: Sebelum beton mulai mengeras. G. Perawatan (Curing) 1. 2.asok yang bersangkutan.

Kualitas bata yang disyaratkan harus mempunyai tekan ultimate min 100 kg/cm2 sesuai dengan ketentuaan pasal 81 dari AV 1984. runcing.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a.Pembakaran matang/dibakar dengan kayu . Dinding harus dipasang (uitzet) dan didirikan menurut masing-masing ukuran ketebalan dan ketinggian yang disyaratkan seperti yang ditunjukkan pada gambar. dan pemborong harus memasang piket (uitzet). b.Penyerahan di tempat pekerjaan hanya diijinkan maksimum 5% yang patah. .Keras dan tidak mudah patah. dengan ukuran nominal 6 cm x 11 cm x 24 cm yang dibakar dengan baik. 3. (secara laboratoris) Apabila bata yang didatangkan tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada. Untuk dinding toilet memakai adukan trasram 1 Pc : 3 Ps sampai ketinggian 150 cm dari lantai. . Meskipun ukuran bata yang biasa diperoleh di suatu daerah mungkin berbeda dengan ukuran tersebut di atas harus diusahakan supaya tidak terlalu menyimpang dari ukuran-ukuran tersebut. Bata yang dipakai harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut. Sebelum digunakan batu bata harus direndam air hingga jenuh. PERSYARATAN BAHAN Bata harus baya biasa dari tanah liat. lubang-lubang dan sebagainya dengan alat uitzet yang disetujui.Kualitas baik. . bersudut runcing dan rata. Untuk dinding-dinding lain dipakai adukan jenis 1 Pc :5 Ps. 3. tegak lurus. tanpa cacat atau mengandung kotoran. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-45 . Pelaksanaan 1. Blok-blok atau bata dipasang dengan adukan pengikat sambungan 10 mm didasari dengan baik dan sambungan-sambungan yang terus lurus dan rata sehingga terjadi lubang-lubang pada pasangan yang dapat mempengaruhi kekuatan dinding. Adukan Semua dinding mulai dari ujung atas balok pondasi beton sampai 20 cm di atas lantai dasar yang harus dibuat dari adukan trasram 1 Pc : 3 Ps.Sisi dengan permukaan rata. maka pihak pemborong wajib mengeluarkan material tersebut dari site minimal 1 x 24 jam. Pencampuran spesi harus menggunakan beton molen.Harus satu ukuran dan satu kualitas (kalau ada perbedaan tidak boleh lebih besar dari 3mm) . 2.Warna merata (merah merata) . .

Setelah terpasang. Dinding tembok yang dipasang dalam cuaca yang panas harus dibasahi terus menerus selama paling sedikit 7 hari setelah didirikan. Semua plesteran pada beton harus menggunakan 1 Pc :3 Ps. 3. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 1. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-46 . Bidang dinding batu bata tebal ½ batu yang luasnya maksimal 9 m2 harus ditambahkan kolom praktis 12/12 dan balok praktis 12/15 dengan tulangan 4 ф 10. Pasir pasang harus diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan seperti yang disyaratkan. Pelubangan akibat pemasangan perancah pada pasangan bata sama sekali tidak diperkenankan. Adapun Syarat-syarat bahan dan pelaksanaannya seperti pada pasal beton. pasir dan air yang sesuai dengan pasal pekerjaan Beton. Dalam pemasangan tembok tidak boleh meneruskan di suatu bagian lebih dari satu meter tingginya. 8. PEKERJAAN PLESTERAN 1. Semua pasangan yang dilaksanakan dengan adukan 1 Pc : 3 Ps harus diplester dengan plesteran 1 Pc : 5 Ps. serta diikuti dengan cor kolom praktis. naat / siar-siar harus dikeruk sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan setelah kering permukaan pasangan disiram air. harus diberi perlindungan dengan penutup bagian atas tembok bila sewaktu-waktu turun hujan 2. Tahap perawatan 1. Dalam mendirikan dinding yang kena udara luar. H. PERSYARATAN BAHAN Bahan plesteran berupa portland cement. 5. 2. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah lebih dari dua secara berurutan. begel ф 6 – 20. (tidak dengan anchorage system) c. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan meliputi plesteran pada semua dinding batu bata bagian luar maupun bagian dalam bangunanan serta seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar termasuk plesteran beton. 2.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4. 7. 6. Sambungan antara pasangan dinding dengan kolam yang telah dicor sebelumnya harus menggunakan key system ukuran reng 2/3.

Plesteran halus (acian) digunakan campuran air dengan semen sampai mendapat campuran yang homogen. I. peralatan dan alat-alat bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 3. kerikil dan air yang merupakan bahan dasar pembuatan rabat seperti yang disyaratkan pada pekerjaan beton. 4. PERSYARATAN BAHAN Bahan-bahan yang disyaratkan disini seperti semen. pasir. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik. b. minyak. PEKERJAAN RABAT BETON 1. Khusus untuk permukaan beton yang akan diplester: • • • • Seluruh bagian permukaan beton yang akan diplester harus dibuat kasar Permukaan beton yang akan diplester harus bebas dari kotoran. Pertemuan plesteran yang bertemu dengan jenis pekerjaan lain (kosen dan lain sebagainya). 5. dibuat naat (tali air) dengan lebar minimal 7 mm dalam 5 mm. LINGKUP PEKERJAAN a. Kelembaban plesteran haraus tetap dijaga sehingga pengringan berlangsung wajar tidak terlalu tiba-tiba. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-47 . di bawah apron saluran dan kolam rolak serta detail yang disambutkan dalam gambar. kecuali ditentukan lain. Pasir pasang harus diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan yang disyaratkan.5 cm dengan hasil ketebalan dinding 15 cm atau sesuai yang ditunjukkan dalam detail gambar. 2. Pekerjaan rabat beton pada pondasi terucuk. Pasangan dinding bata yang akan diplester harus bersih dari kotoran dan harus dibasahi dahulu agar air semen dalam adukan spesi tidak terserap oleh pasangan yang mengakibatkan plesteran tersebut tidak dapat melekat dengan baik. bahan-bahan. dengan jalan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan mnelindungi dari terik matahari secara langsung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penyerapan air secara cepat. 8. dll Plesteran beton menggunakan adukan kedap air 1 Pc : 3 Ps. 6. 7. Acian dilaksanakan sesudah plesteran berumur 8 hari (kering betul). Ketebalan plesteran yang melebihi 2 cm harus diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran. Tebal plesteran 1.

LINGKUP PEKERJAAN a. kecuali pada rabat beton keliling bangunan dibuat dengan kemiringan tertentu sesuai yang ditunjukakan pada gambar. tidak terdapat cacat-cacat seperti retak-retak. Pengendalian seluruh pekerjaan ini. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. d.5 cm. minyak dan kotorankotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan. a. Seluruh bidang pengecatan diplamur dahulu sebelum dilapisi dengan cat dasar. c. maka sebelum pasangan dilaksanakan terlebih dahulu lapisan dibawahnya harus sudah dikerjakan dengan sempurna (telah dipadatkan sesuai persyaratan). dengan jarak lebih kurang 5 cm dengan kedalaman 0. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN VI-48 . Permukaan rabat ini dibuat rata/waterpass. rata permukaannya dan mempunyai daya dukung yang maksimal. 5. Pengecatan dinding dilakukan pada bagian luar dalam serta seluruh detail yang disebutkan/ditunjukan dalam gambar. Pekerjaan rabat beton dilakukan langsung diatas tanah. b. PEKERJAAN CAT DINDING DAN LANGIT-LANGIT BETON EXPOSED 1. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ 3. SYARAT-SYARAT BAHAN a. Tebal lapisan rabat beton ini dibuat sesuai yang disebutkan dalam gambar. 2. 4. Permukaan rabat beton dibuat alur-alur supaya tidak terjadi retak akibat penyusutan beton (shrinkage). 2. Bidang pengecatan harus bebas dari debu. lubang dan pecah-pecah. b. Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan. 6. Bahan-bahan yang akan dipakai sebelum digunakan terlebih dahulu harus diserahkan contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan pengawas. penyediaan tenaga kerja. lemak. Plesteran harus betul-betul kering bila akan dilakukan pekerjaan pengecatan Permukaan bidang yang akan dicat harus betul-betul rata. b. Semua bahan yang digunakan adalah cat cathylac atau yang setara. sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik. 3. J. harus memenuhi ketentuan-ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. Pekerjaan rabat beton ini terdiri dari campuran 1 Pc : 2 1/2 Ps : 5 kr. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 1. Warna cat yang digunakan akan ditentukan kemudian. c.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 3. bahan plamur dari produk yang sama dengan cat yang digunakan.

warna dan pola textur merata. k. c. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam mengerjakan dan perawatan / keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan. f. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Percobaan-percobaan bahan dan warna harus dilakukan oleh kontraktor untuk mendapat persetujuan dari konsultan pengawasan sebelum pekerjaan dimulai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan oleh pabrik pembuatnya.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN e. kontraktor memperbaiki tanpa adanya biaya tambahan. Pekerjaan pengecatan ini dilakukan pada permukaan kayu. K. sehingga cat yang dihasilkan tercapai mutu yang sempurna. PERSYARATAN BAHAN “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-49 . a. Contoh bahan yang digunakan harus lengkap dengan lebel pabrik pembuatnya. c. Pengecatan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari konsultan pengawas serta pekerjaan intalasi yang tertanam didalam dinding sudah selesai dengan sempurna. Semua bahan cat yang digunakan adalah cat produk EMCO atau produk lain yang setara. kusen pintu dan jendela. b. g. dipakai sebagai standar untuk pemeriksaan/penerimaan bahan yang dikirim oleh kontraktor ketempat pekerjaan. serta seluruh detail yang disebutkan / ditunjukan dalam gambar. Termasuk dalam pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan. sehingga dapat tercapainya hasil pekerjaan yang bermutu baik. seperti list plafond. daun pintu. Contoh bahan yang telah disetujui. tidak terdapat noda-noda pada permukaan pengecatan. h. Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga yang terampil / berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. penyediaan tenaga kerja. Harus dihindari terjadinya kerusakan akibat pekerjaan lain. 2. i. Warna cat untuk masing-masing pekerjaan akan ditentukan kemudian. Hasil pengerjaan harus baik. LINGKUP PEKERJAAN a. b. Pekerjaan pengecatan rilling dan tangga besi. Bila terjadi ketidak sempurnaan dalam pengerjaan. Cat dasar menggunakan meni cap pedang untuk kayu dan zing cromate untuk bahan besi atau produk lain yang setara. PEKERJAAN PENGECATAN 1. j. l.

Bidang pegecatan dilapis dengan cat dasar kemudian diplamur dan digosok sampai permukaannya menjadi halus dan rata. Pekerjaan Cat-catan Kayu 1. 3. minyak dan kotoran-kotoran lain yang dapat merusak atau mengurangi mutu pengecatan. setelah mendapat 5. 8. 4. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-50 . Kontraktor harus menggunakan tenaga-tenaga yang terampil/ berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a. Contoh bahan yang disetujui. dipakai sebagai dasar sebagai pemeriksaan / penerimaan bahan yang dikirim oleh kontraktor ketempat pekerjaan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 3. Harus dihindari terjadinya kerusakan akibat pekerjaanlain. Pengecatan selanjutnya dapat dilakukan persetujuan dari konsultan pengawas. tidak terdapat noda-noda pada permukaan pengecatan. Bidang pengecatan harus bebas dari debu. Kontraktor harus bertanggung jawab atas kesempurnaan dalam mengerjakan dan perawatan / keberhasilan pekerjaan sampai penyerahan pekerjaan. 3. Percobaan-percobaan bahan dan warna harus dilakukan oleh kontraktor untuk mendapat persetujuan dari konsultan pengawasan sebelum pekerjaan dimulai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan oleh pabrik pembuatnya. 10. tidak terdapat cacat-cacat seperti retak-retak. lemak. b. Setelah seluruh permukaan bersih / bebas dari karat. kontraktor memperbaiki tanpa adanya biaya tambahan. 2. 9. lubang dan pecah-pecah. 2. Hasil pengerjaan harus baik. Contoh bahan yang digunakan harus lengkap dengan lebel pabrik pembuatnya. warna dan pola textur merata . 7. Permukaan bidang yang akan dicat harus betul-betul rata. Bagian permukaan besi yang akan dicat harus bebas dari karat / kotoran. Pekerjaan Cat-catan Besi 1. Bila terjadi ketidak sempurnaan dalam pengerjaan. 11. 6. Pembersihan karat dengan amplas atau sikat baja sampai betul-betul bersih. dicat dengan cat dasar dari bahan Zinkchromate. sehingga cat yang dihasilkan tercapai mutu yang sempurna.

mata kayu yang lepas atau mati. 3. bekas dimakan bubuk dan cacat-cacat lainnya. diuji dan siap dipakai dengan kualitas bahan dan kualitas pekerjaan dan pemasangan yang terbaik sesuai dengan gambar-gambar dan spesifikasi yang telah ditentukan dalam perencanaan ini. kekurangan dan pula kesalahan pada gambar rencana. Pekerjaan yang dimaksud disini adalah penyediaan bahan-bahan. 5. LINGKUP PEKERJAAN a. 4. alat-alat dan bahan-bahan yang berhubungan dengan pekerjaan kayu (kasar dan halus) dalam hubungannya dengan gambar dan spesifikasi. Cat finisihing besi dipakai merk EMCO atau setara dengan pengecatan sebanyak 3 kali. detail maupun penjelasan teknisnya. 2. kerusakan dan kekurangan sempurnaan dalam tanggung jawab Pemborong. tenaga dan peralatan-peralatan yang diperlukan agar seluruh bahan-bahan finishing dapat dipasang. Pekerjaan kosen. Meliputi penyediaan secara lengkap akan tenaga. Pemborong wajib menyerahkan contoh bahan dan peralatan bantu yang akan dipasang disetujui oleh Pengawas/Direksi atau ahli yang ditunjuk sebelum bagian pekerjaan tersebut dilaksanakan. agar dapat mengetahui apabila ada hal-hal yang mungkin mengganggu bila timbul sebelum bagian pekerjaan itu dilaksanakan. HAL-HAL UMUM 1. 5. PEKERJAAN KUSEN. 2. PERLENGKAPAN KUNCI DAN PENGGANTUNG 1. Pekerjaan yang berhubungan : 1. PINTU. JENDELA. Cat finishing untuk pekerjaan screen/ bar screen dan pintu air harus menggunakan cat anti karat merk Hample atau setara sebanyak 3 kali. maka Pemborong wajib menanyakan/mengkonsultasikan masalah tersebut dengan Pengawas/Direksi. L. 6. Pekerjaan pengunci dan penggantung (finish hardwere) 3. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-51 . b. tidak ada getah. pintu & jendela kayu 2. Bahan atau peralatan yang akan digunakan dan tidak disebutkan dalam spesifikasi ini hanya diperbolehkan apabila disetujui secara tertulis oleh Pengawas/Direksi. KUALITAS DAN JENIS KAYU a. celah.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4. Apabila Pemborong menjumpai adanya ketidak jelasan. susut pinggir-pinggirnya. Kualitas Semua kayu untuk jenis yang ditentukan harus dari kualitas yang baik. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan dan perlengkapan bantu yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan.

maka kayu itu dapat dipakai. Semua permukaan kayu yang akan kelihatan permukaannya harus dikerjakan dengan halus kecuali jika ada penentuan lain. yaitu ukuran kayu setelah selesai dikerjakan dan terpasang. PERMUKAAN LUAR a. d. Pemborong juga harus melakukan segala pekerjaan-pekerjaan yangdiperlukan untuk konstruksi semua rangka-rangka. harus digunakan jenis yang ditentukan untuk pekerjaan yang sebanding. 6. Jika terdapat mata kayu yang mulut dan keras pada salah satu permukaan yang akan dicat dan mata kayu tersebut diameternya tidak lebih dari 4 mm (empat milimeter) serta tidak memenuhi lebih dari setengah permukaan kayu. dikerjakan dengan mesin menurut ukuran-ukuran dan bentuk yang tertera dalam gambar. Semua kayu untuk pekerjaan kayu kasar dibiarkan bekas gergajiannya kecuali ditentukan untuk dihaluskan. lapis-lapis dan sebagainya dan pasangan-pasangan serta penyangga pada bangunan. Untuk pemakaian-pemakaian khusus yang tidak tercantum dalam daftar. dibor. Ukuran-ukuran nominal telah disebutkan untuk kayu yang sudah dikerjakan. atau jika tidak. 4. kelembabannya harus kurang dari 15 % dan untuk pekerjaan kayu kasar kelembabannya harus kurang dari 20 %. Pemborong harus melaksanakan semua pekerjaan-pekerjaan seperti : mempasak. membuat. Kelembaban tersebut harus konstan sampai dengan bangunan selesai. b. menyetal (memasang). Kayu kasar diketam.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN b. PEMBUATAN a. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-52 . UKURAN Semua ukuran didalam gambar adalah ukuran kayu dipasaran dengan ukuran jadi (finish) maksimum diserut 5 mm. 5. maka potongan pengurangan (kekurangan) sebanyak 3 mm diperbolehkan untuk tiap permukaan yang sudah dikerjakan. c. Kelembaban Kelembaban kayu yang dipakai pada pekerjaan kayu halus. Jenis Kayu Jenis kayu yang dipakai sesuai dengan macam-macam pekerjaan yang dimaksud. membuat lidah-lidah. mulus dan keras yang dapat dipakai. 7. sponing dan lain-lain pekerjaan yang dipergunakan untuk penyambungan kayu dengan baik. Untuk permukaan yang akan dipelitur/Teak oil. b. PENGAWETAN/PERLINDUNGAN KAYU Untuk kusen pintu/jendela dan lisplank kayu pengawetan dengan meni kemudian di cat finish. Contoh-contoh harus dikirimkan terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan Pengawas lapangan. lubang pasak. c. hanya mata kayu yang kecil (tidak lebih dari dua milimeter).

PENGENDALIAN PEKERJAAN NI – 3 – 1970 NI – 5 – 1961 SII – 0404 – 80 Persyaratan teknis dan gambar-gambar 2. 3. Bahan perekat digunakan lem kayu yang bermutu baik merk Aica Aibon atau merk lain yang setara. berbentuk sikusiku satu sama lain sisi-sisinya. Bahan dari kayu jati tebal tidak kurang dari 4 cm kering ukuran slimar 4/12 cm dengan kwalitas terbaik. b. handle. b. c. PEKERJAAN DAUN PINTU PANEL 1. N. Engsel pintu dipasang minimum sebanyak 3 buah Engsel atas dipasang tidak lebih dari 28 cm (as) dari atas pintu Engsel bawah dipasang tidak lebih dari 35 cm (as) dari muka pintu Engsel antara dipasang ditengah kedua engsel atas dan bawah Semua kayu yang dipakai harus rata. c. Kosen-kosen yang kokoh harus dibuat dari rangka-rangka dengan pasak dan 1 lubang sedemikian rupa hingga diperoleh rangka yang mulus dan kaku. lurus dan diserut halus. Harus diperhatikan semua sambungan siku/sudut untuk rangka kayu dan penguatnya dengan memperhatikan/menjaga kerapian terutama untuk bidang-bidang yang tampak tidak ada lubang-lubang atau cacat-cacat bekas penyetelan. Semua kunci tanam terpasang kuat dalam rangka daun pintu dipasang setinggi 90 cm dari muka lantai. d. c. Kunci pintu (lockcase. back plat) dengan 2 kali putaran merk SES. g. cylinder. e. SYARAT-SYARAT BAHAN a. PEKERJAAN KUSEN 1. d. PERSYARATAN UMUM a. Engsel pintu menggunakan engsel kupu-kupu dengan peredam nilon merk ARCH Japan warna kuning emas.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN M. Kosen-kosen tersebut harus diberi angker-angker baja 12 mm minimal 6 (enam) buah tiap pemasangan kosen pintu dan 4 (empat) untuk kosen jendela. b. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-53 . SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a. f. Kosen kayu tersebut dari bahan kayu kamper kualitas baik ukuran 6/15 tanpa ada cacat pada empat bagian sisi permukaannya.

MEMASANG DAN MENGGANTUNG PINTU DAN JENDELA a. Permukaan-permukaan yang kelihatan harus lurus. Kaca harus dipotong menurut ukuran kosen. c. rongga pada rangka vertikal. b. Permukaan yang bersentuhan dengan adukan tembok harus dicat meni alkali atau cat meni besi. roda waktu memoles atau percikan las. Dan yang retak. jendela-jendela. PEKERJAAN PEMASANGAN KACA 1. engsel-engsel dan sebagainya harus tepat pada kedudukannya. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan. d. SYARAT-SYARAT BAHAN a. 2. b. Daun-daun kaca tersebut harus dipasang dengan kokoh memakai list kayu yang keras. Semua pekerjaan terpasang harus dilindungi dari pengaruh pekerjaan lain seperti cipratan cat. pengadaan bahan. 3. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-54 . O. plesteran. alat dan tenaga kerja untuk pemasangan kaca-kaca jendela. Setelah selesai dipasang. kaca diersihkan. Tiap daun jendela harus berukuran pas sekali dengan kosennya dengan diperhitungkan untuk tebal cat dan kemungkinan pengembangan atau mengkerut kayu. Kunci-kunci. Pintu-pintu. Kaca dari pabrik yang disetujui dan yang tebalnya seperti disebut dalam gambar atau syarat dan spesifikasi khusus. dengan kelonggaran sedikit. b. Dempul untuk memasang kaca ke kosen-kosen kayu menggunakan merk pedang atau yang setara. tidak ada bekasbekas mesin dan selesai siap untuk dicat atau penyelesaian lainnya. pada kunci dan kunci penggantung dan diatas rel tidak boleh melebihi 5 mm. Alur kayu harus dibersihkan dan dicat dengan lapis cat minyak sebelum kacanya dipasang.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2. PENYEMPURNAAN (FINISHING) a. e. PEMASANGAN KACA PADA KUSEN KAYU a. Kaca harus dipotong menurut panjang yang dikehendaki dengan memberi longgar sedikit lalu dimasukkan ke dalam jalur kosen yang sebelumnya sudah di beri dempul kaca. dan kosen-kosen harus betul-betul persegi dan datar. b. lalu dipasang dan dikukuhkan memakai dempul kaca dan alat –alat kayu dan dipaku dengan sekrup kuningan. pecah atau goresgores harus diganti. 3.

SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN a. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan meliputi penyediaan bahan. Untuk lantai menggunakan keramik ukuran 30 x 30 cm. Warna akan ditentukan kemudian.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN P. Kunci tanam Merk : SES dua kali putar atau setara Warna : Gold b. untuk masing-masing warna harus seragam. Membasahi permukaan lantai dasar sampai tidak menuntut adanya penyerapan air lagi. BAHAN a. Pekerjaan meliputi pemasangan kunci. Warna yang tidak seragam akan ditolak. d. hak angin. Meletakan ukuran pemasangan sesuai pola pada gambar dengan cara mengambil garis-garis yang menyeluruh. alat dan tenaga kerja untuk pekerjaan ini. b. 2. tidak cacat dan tidak bernoda serta mempunyai warna yang seragam. b. LINGKUP PEKERJAAN Pekerjaan lantai keramik dan plint keramik ini dilakukan pada seluruh finishing lantai sesuai yang disebutkan / ditunjukan dalam detail gambar. PEKERJAAN LANTAI KERAMIK 1. Bahan yang digunakan merk Roman atau setara. c. Pemasangan lantai keramik dilakukan setelah pekerjaan lantai dasar selesai dengan baik dan sempurna serta disetujui oleh konsultan pengawas. Keramik yang dipasang harus dalam keadaan baik. 2. 3. engsel. PERSYARATAN BAHAN a. Meletakan ukuran ini harus “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-55 . door closer. Hak Angin Merk : Alpha atau setara Warna : Natural d. door stop. grendel dan grendel tanam termasuk perlengkapan lain yang berhubungan dengan pekerjaan ini. PEKERJAAN KUNCI-KUNCI DAN ALAT PENGGANTUNG 1. Grendel Tanam Merk : Alpha atau setara Warna : Natural Q. Engsel pintu/jendela Merk : Arch atau setara Warna : Gold c. tidak retak.

Adapun syarat-syarat semen. pasir. Pekerjaan waterproofing di laksanakan pada atap beton. Adukan perekat harus merata seluruh permukaan keramik. Sambungan-sambungan antara keramik/naat harus lurus dan mempunyai lebar 3mm. Dan harus mengikuti petunjuk pabrik pembuatnya. Tebal adukan perekat rata-rata 2 cm dan tidak kurang dari 1 cm. b. 2. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN 1. Pemasangan lapisan kedap air ini hanya boleh dilakukan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Direksi/Pengawas. Permukaan beton yang akan di waterproofing (coating) harus bebas dari kotoran. j. h. tenaga dan peralatan untuk pekerjaan waterproofing. 2. 3. Pembasahan bahan keramik yang akan digunakan dengan meredam seluruh bidang keramik. c. i. Pelaksanaan waterprooting baru dimulai pada tahap paling akhir dari pekerjaan paket ini. BAHAN Jenis Bahan kedap air yang dipakai adalah water proofing type komponen polymer modified membranes. yaitu setelah pekerjaan – pekerjaan lain yang berkaitan selesai. g. Keramik dipasang pada adaukan perekat dengan campuran 1 Pc : 4 Ps. air serta bahan-bahan lain yang dapat mempengaruhi kelekatan coating terhadap beton. sedikitnya dalam waktu 15 menit atau baru diangkat sesaat akan dapasang. f. dimasukkan ke dalam naat tersebut begitu rupa hingga seluruh naat terisi penuh dengan baik. Sambungan / naat diisi adukan PC dan air dengan warna yang sesuai dengan warna keramik yang dipasang. Hal ini untuk menghindari adanya udara yang terperangkap didalam spesi. 3. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-56 . PEKERJAAN WATERPROOFING a. LINGKUP PEKERJAAN DAN KETENTUAN UMUM 1. e. dan dilaksanakan sesuai dengan rekomendasi dari produsen dan perlu memperoleh persetujuan tertulis dari konsultan pengawas. Pekerjaan ini harus dikerjakan oleh tenaga yang telah berpengalaman untuk pekerjaan waterproofing. Merek diajukan atas persetujuan Direksi. Menyediakan bahan. 4.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN mendapatkan persetujuan dari Direksi / pengawas sebelum mulai pemasangan. Pemotongan unit-unit keramik harus menggunakan alat pemotong khusus. dan air harus memenuhi ketentuan ada pekerjaan beton.

2. terhadap sistem instalasi air kotor. 4. R. Peraturan Dinas Keselamatan Kerja Depnaker 5. Yaitu harus tidak boleh ada tanda-tanda adanya kebocoran pada bagian yang diuji tersebut. Kontraktor diwajibkan menyelenggarakan testing serta pengujian terhadap keseluruhan instalasi plumbing sesuai dengan ketentuanketentuan yang dipersyaratkan oleh standard-standard tersebut di atas serta diketahui / disetujui oleh Instansi-instansi setempat yang berwenang. Pekerjaan pengulangan / perbaikan. SPESIFIKASI UMUM a. coating tersebut harus dilindungi dengan screed tebal 3 cm dengan campuran spesi 1 Pc : 5 Ps. 3. PENGUJIAN 1. Pekerjaan instalasi air bersih “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-57 . Screed yang dibuat harus rata dan kemiringannya harus memperhatikan arah pembuangan air hujan yang menuju ketalang pembuangan. PPI Pedoman Plambing Indonesia 2. selama 24 jam secara terus menerus. Tanda pengujian harus dibuktikan secara tertulis dan disetujui oleh Direksi / Konsultan pengawas. Apabila tanda-tanda kebocoran masih terlihat pekerjaan pelapisan harus dilindungi pada tempat yang diidentifikasikan sebagai sumber kebocoran. Pemeriksaan dilakukan juga pada bagian bawah dan samping yang diberi waterproofing. Setelah dilakukan coating khususnya pada bagian atap. Pengujian dilakukan dengan cara menggenangi air pada bagian yang di waterproofing tersebut setinggi minimal 10 cm. 2. 6. Lingkup pekerjaan 1. Testing dan Pengujian 1. Peraturan PDAM tentang Instansi air minum b. Ketinggian air pada waktu akhir pengujian tidak boleh kurang dari ketinggian daripada saat awal pengujian. Standard Standard yang dipergunakan adalah edisi terakhir dari pada : 1. Pengujian hidrostatik dilaksanakan terhadap sistem instalasi air bersih. 5. terutama. NFPA 14 Standard for the Instaliation of standpipe and Hose systems 4. Pengujian terhadap kebocoran harus dilakukan. sampai hasil pengujian tidak menujukkan adanya tanda-tanda kebocoran. SPESIFIKASI PEKERJAAN PLUMBING 1. 2. SPESIFIKASI TEKNIS a.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4. d. harus tetap dilakukan. 3. SII Standard Industri Indonesia 3.

Pelaksanaan pemasangannya harus menyesuaikan kondisi lapangan dan kontraktor harus membuat shop drawing dengan persetujuan Direksi Lapangan. Lingkup Pekerjaan Pemasangan pipa distribusi dari tandon (pompa) air ke alat-alat penerimaan (kran-kran) dalam bangunan lengkap dengan sambungansambungan dan perlengkapan yang diperlukan. Penjelasan Persyaratan Teknis Pekerjaan Mekanikal I. meliputi pengadaan. dan untuk pipa tegak lurus benar-benar vertikal. pemasangan dan pengujian secara sempurna dan terpadu sehingga merupakan sistem supply air bersih yang baik. Pekerjaan saluran air kotor b. Perubahan arah pipa harus dilaksanakan dengan fitting pembantu (elbow). Uraian Pekerjaan Tugas yang harus dikerjakan oleh kontraktor. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-58 .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2. Jalur pipa sesuai dengan gambar rencana. Toyo atau setara. elbow harus terbuat dari bahan yang sama dengan pipa air bersih. Valve-valve produksi kitz. Pipa dipasang lurus. Pengadaan. 3. Pekerjaan Instalasi Air Bersih 1. memakai pintalan atau pita merupakan sambungan yang kedap udara maupun kedap air. penyambungan dengan ulir ini terlebih dahulu harus dilapisi red lead cement. Sambungan pipa pada umumnya dipergunakan sambungan ulir (screwed). begitu pula dengan percabangan harus dengan tee atau cross-tee sesuai kebutuhan. Prosedur pekerjaan pemasangan pipa instalasi air bersih harus seijin / disaksikan Direksi lapangan. pembengkokan pipa tidak diperkenankan. Ulir harus dibersihkan dari jerami-jerami bekas pembuatan ulir. Umum Spesifikasi ini merupakan spesifikasi teknis mengenai pekerjaan supply air bersih. meliputi : Bahan pipa yang dipakai untuk instalasi air bersih adalah pipa PVC Class Medium. disamping itu semua fitting. 2. Persyaratan pemipaan air bersih. Material/Bahan Yang Dipakai Pipa PVC Medium berserta perlengkapannya produksi Maspion. pemasangan dan pengujian sistem pemipaan air bersih berserta perlengkapannya harus sesuai dengan gambar rencana. Rucika atau setara dengan diameter sesuai gambar.

Apabila terjadi kegagalan dalam pengujian.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Material yang dipakai harus mendapatkan persetujuan Direksi Lapangan. 3. Kontraktor harus memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan kekurangankekurangan yang ada. Testing Setelah semua pipa dan perlengkapannya terpasang harus diuji dengan tekanan hydrostatik sebesar 5 bar (5 kg/cm”) selama 6 (enam) jam terus menerus tanpa terjadi penurunan tekanan. Prosedur pekerjaan pemasangan saluran air kotor harus seijin / disaksikan Direksi Lapangan. karena kondisi “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-59 . Peralatan dan biaya pengujian harus disediakan oleh Kontraktor. semua fitting TY yang dilengkapi dengan Clean Out (seperti pada gambar rencana). Uraian Pekerjaan Tugas yang harus dikerjakan oleh kontraktor. sampai permukaan lantai (finishing floor level). Pada dasarnya harus ditarik ke atas. meja laboratorium ke sumur resapan Saluran pembuangan dari wastafel ke saluran keliling bangunan. Lingkup Pekerjaan Saluran pembuangan dari bak cuci. Untuk memudahkan pemeliharaan dikemudian hari. sebelum dilaksanakan penyambungan. sehingga merupakan sistim saluran air kotor yang baik. Jika terdapat kesulitan dalam pelaksanannya. Pengujian harus dilakukan dengan disaksikan oleh Direksi lapangan. Umum Spesifikasi ini merupakan spesifikasi teknis mengenai pekerjaan instalasi air kotor. 4. pemasangan dan pengujian secara sempurna dan terpadu. pemasangan dan pengujian sistim saluran air kotor berseta perlengkapannya harus sesuai dengan gambar rencana. Pengujian pemipaan harus dilaksanakan sebelum pipa tertutup dengan tanah (untuk pipa diluar gedung) atau tertutup plesteran/dinding (untuk pipa didalam gedung). 2. kemudian melaksanakan pengujian berhasil dengan baik. Persyaratan Saluran Air Kotor Sambungan pipa PVC harus menggunakan lem PVC. dan dibesihkan dulu pipa PVC nya. Pengadaan. Pekerjaan Saluran air Kotor 1. meliputi pengadaan. II. diakhiri dengan mempergunakan Clean Out.

6. Untuk menghindari kebocoran. Pekarjaan Elektrikal & Kontrol. Pengujian Pengujian dari seluruh sistem saluran air kotor ini dilakukan setelah pemasangan selesai dan dilaksanakan sesuai dengan petunjuk Direksi Lapangan. Material / Bahan Yang Dipakai Pipa PVC Class Medium dengan diameter sesuai gambar rencana. 2. produksi Maspion. Rucika atau setara dengan persetujuan Direksi Lapangan. GAMBAR KONTRAK Gambar-gambar yang terlampir pada dokumen pelelangan sebagai gambar referensi untuk pelaksanaan pengadaan dan pemasangan Pompa dan Motor di Rumah Pompa : No 1 2 3 No Drawing ME sheet 1-4 ME sheet 2-4 ME sheet 3-4 Description Ass Pompa & Motor lay out instalasi Listrik Single Line Diagram VI-60 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ . 5. serta seperti yang diperintahkan oleh Owner. disetiap lubang dimana menembus lantai beton atau dinding harus diberi bahan waterproofing untuk semua ujung pipa harus diberi “Cap” yang tidak memungkinkan adanya kebocoran. Kontraktor harus meyediakan alat-alat yang diperlukan untuk keperluan pengujian tersebut dan segala biaya menjadi tanggungjawab kontraktor. bahan dan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan sementara maupun pekerjaan-pekerjaan permanen lainnya. produksi san-Ei atau setara dengan persetujuan Direksi Lapangan. Fitting-fitting untuk penyambungan terbuat dari bahan dan produksi yang sama.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN lapangan. SPESIFIKASI PEKERJAAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL 1. kontraktor bisa mengajukan alternatif lain dengan persetujuan Direksi Lapangan. GAMBARAN UMUM Kontraktor harus meyediakan semua tenaga. Floor drain dari bahan stainlees steel. Kontraktor harus melaksanakan seluruh pekerjaan dan memeliharanya tepat sesuai dengan spesifikasi teknik dan gambar. 3. S. SKOPE KONTRAK PEKERJAAN Pekerjaan yang akan dilaksanakan menurut kontrak ini adalah pekerjaan Pengadaan Pompa Beserta Kelengkapannya di Saluran Kebon Agung: Pekerjaan Mekanikal.

Instalasi Pompa Sludge b. Pengguna Jasa berhak mengadakan perubahan bilamana dianggap perlu.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4 ME sheet 4-4 Wiring diagram 4. Check Valves. Pintu air elektrik e. acetylene. GAMBAR DAN MATERIAL Bilamana tidak ada kesesuaian gambar dengan pelaksanaan dilapangan karena situasi tempat atau tidak kesesuaian dimensi. dan cat menjadi scope kontraktor f. Flange dan Fitting memakai standar JIS 10K • “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-61 . Welding electrode yang dipergunakan dari jenis AWS (American Welding Standard)LH. untuk plat pintu air tebal minimum 10 mm b. Valve dan Base Plate d. Instalasi Pompa Banjir c. Pemborong/kontraktor harus membuat gambar detail untuk mendukung pelaksanaan. Plat dan besi profil yang dipergunakan sesuai dengan standard ASTM A36. SPESIFIKASI TEKNIK (MEKANIKAL) • LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan meliputi Pengadaan dan Pemasangan a. oxygen. METODE PELAKSANAAN Pihak kontraktor harus mengajukan penawaran melampirkan Metode Pelaksanaan pada waktu 6. Baut & Mur yang dipergunakan untuk pekerjaan ini adalah baut jenis Hight Strength bolt-ASTM A 325 grade 5 c. Pemborong/kontraktor harus memgukur ulang posisi lubang baut dan dimensi pipa saluran untuk menunjang kelancaran proses fabrikkasi dan ereksi. Pengguna Jasa berhak mengadakan perubahan bilamana dianggap perlu. Handling Material Kerusakan material pada saat handling sepenuhnya tanggung jawab kontraktor PERSYARATAN TEKNIK Spesifikasi Material a. Material untuk Valves. Consumable Material Consumable material seperti kawat las. HAK UNTUK MERUBAH DISAIN. Ereksi Pompa. 5. Bilamana tidak ada kesesuaian material dengan gambar referensi karena sukar dicari dipasarkan. GAMBAR-GAMBAR PELAKSANAAN Pemborong / kontraktor harus menggunakan gambar-gambar kontrak sebagai dasar untuk pelaksanaan pemasangan peralatan. I. 7018 d. System Perpipaan.

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN e. Pekerjaan Pabrikasi. serta digrenda pada bekas potongannya. Setiap hasil test/pengujian harus mendapat persetujuan dari pihak konsultan. Bagi pekerjaan pemasangan struktur yang memerlukan penggunaan scaffolding. c. d. b. Pemasangan sambungan pipa. Mobil Crane. Cacat pengelasan yang dimaksud : Scatter. Pengetesan a. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-62 . untuk menjamin bahwa peralatan tersebut bisa dioperasikan sesuai dengan desain. Winches dan lain-lain) sebelumnya harus dilakukan pengujian sesuai dengan kapasitas angkat sebelum dipergunakan. Cracking. Porousity. ketepatan ukuran dan bentuk dari hasil pekerjaan. d. diharuskan memakai temporary Jig & Fixture sewaktu melakukan pekerjaan penyambungan dengan las. Penetrasi las harus tembus kedalam dan setelah selesai harus dibersihkan dengan sikat kawat atau gerinda kemudiaan dilanjutkan pengelasan berikutnya. Pengelasan a. Penyambungan pipa yang menggunakan flange harus menggunakan seal/gasket yang sesuai. Pemasangan support pipa harus sesuai dengan refensi dari pihak konsultan. c. Plat harus betul-betul lurus (alignment) dan pada setiap ujung yang akan dalas dibersihkan dahulu dengan sikat kawat atau gerinda. b. Pekerjaan pemasangan peralatan harus sesuai dengan gambardari pihak konsultan. g. c. f. valve. pintu air elektrik dan transmisi) perlu dilakukan pengetesan. Pekerjaan pemotongan dan perlubangan harus dikerjakan dengan mesin pemotong dan bor. Semua baut pengikat atau assembly dari material stainlees steel atau tahan koropsi dan disetujui pihak owner f. Pintu air elektrik harus mampu menahan beban air setinggi 4m. Sebelum dilakukan pengelasan. e. b. harus menggunakan perlengkapan scaffolding yang memenuhi syarat untuk keselamatan kerja. Setiap peralatan/komponen yang ada mekanismenya (pompa. Ukuran electode las yang dipakai harus sesuai dengan ketebalan material yang dilas. h. Pengelasan harus dilakukan hati-hati agar didapatkan permukaan las yang halus dan tidak dapat cacat dalam pengelasan serta tidak terjadi pengelasan ulang. valve perlu diuji kebocorannya. Slag inclusion dll. Pemasangan pipa antara satu dan lainnya harus lurus (level). a. Untuk menjamin kelurusan. Pengecatan dengan menggunakan cat yang direkomendasi owner atau sejenis. Penggunaan alat angka (Crane.

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

d. Setiap ada ketidak sesuaian antara pengetesan dengan desain, kontraktor harus melakukan konsultasi dengan pihak konsultan. Pekerjaan Pengecatan a. Sebelum pengecatan dilakukan, material harus dibersihkan dengan sand Blasting dan dapat persetujuan pihak owner. b. Pekerjaan pengecatan dilakukan dengan memakai cat untuk lapisan akhir, kecuali ditempat yang cat dasarnya rusak atau terkelupas karena pengerjaan las dsb. Harus dilakukan perbaikan dengan pengecatan dasar terlebih dahulu sebelum pengecatan lapisan akhir. c. Sebelum dilakukan pengecatan permukaan besi harus bersih dan bebas dari segala bentuk karat, minyak (grease) dan kotoran lainnya. d. Warna cat sesuai dengan rekomendasi owner. e. Pengecatan lapisan akhir harus dilakukan 2 kali sampai rata. f. Setelah pekerjaan pemasangan selesai pihak kontraktor harus membersihkan tempat lokasi kerja tersebut. II. SPESIFIKASI TEKNIK ELEKTRIKAL • LINGKUP PEKERJAAN. Pekerjaan elektrikal terdiri dari pekerjaan instalasi dan pengadaan peralatan.Pekerjaan instalasi Elektrikal yang dilaksanakan adalah : 1. Pekerjaan Instalasi Listrik Gedung 2. Pekerjaan Instalasi Listrik Tenaga Pengadaan Peralatan Listrik 1. Cable Tray, Supports & Columns 2. Panel Box & Push Button Box 3. Electrical Cable & Bus Bar 4. Lampu 5. Electrical Bulk Materials Pengadaan & Pemasangan Peralatan Kontrol 1. Control Cable 2. Push Button 3. Control Bulk Materials • IJIN KERJA INSTALATIR/KONTRAKTOR Instalasi/sub kontraktor yang akan mengerjakan pekerjaan elektrikal ini diharuskan: a. Mempunyai surat ijin kerja : • Instalatir listrik (SIKA) tahun kerja yang berlaku dengan pas. Instalatir kelas C. • Dari Departemen tenga kerja b. Mempunyai Tanda Lulus Prakualifikasi (Tanda Daftar Rekanan) untuk tahun kerja yang berlaku, sesuai dengan KEPPRES No.29 Tahun 1984.

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-63

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

c. Sudah berpengalaman dan dapat menujukkan Surat Kemampuan pengalaman kerja dalam mengerjakan pekerjaan yang sejenis. • STANDARD DAN NORMALISASI Semua Pekerjaan Elektrikal yang dilaksanakan dalam proyek ini harus memenuhi /mematuhi Persyaratan Standard dari Instalasi yang berwenang untuk itu : • Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 1987 • Standard Konstruksi/Normalisasi PLN • Peraturan-peraturan PLN/jawatan Keselamatan Kerja Setampat • Peraturan Dinas Keselamatan Kerja DEPNAKER • Standard / Normalisasi PELAKSANAAN KERJA a. Semua pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman. b. Pelaksana yang dianggap tidak cukup ahli / perpengalaman oleh Direksi / pengawas lapangan, harus segera diganti dengan orang lain setelah mendapat persetujuan Direksi / pengawas lapangan. c. Untuk penyelenggaraan pelaksanaan pekerjaan lapangan kontraktor harus meyediakan Direksi keet yang berfungsi sebagai Site Office dan gudang peralatan / material. Direksi Keet boleh menggunakan bangunan yang sudah ada (dipinjam / disewa) atau membuat bangunan temporer. d. Kontraktor harus menempatkan seorang Supervisor yang ahli, berpengalaman dan profesional untuk masing-masing bidang yang bertanggung jawab untuk menjadi supervisi, management proyek. e. Tenaga kerja harus berpengalaman dan ahli dibidangnya, bila tidak berpengalaman & ahli harus diganti. Bila tidak dihiraukan pengawas akan mengalami tindakan untuk mengatasi permasalahan yang ada. f. Segala sesuatu yang diperlukan guna kesempurnaan pekerjaan harus, dilengkapi sesuai permintaan pengawas dengan biaya dibebankan kepada kontraktor. BAHAN / MATERIAL DAN PERALATAN a. Bahan / material dan peralatan yang digunakan pada pekerjaan ini harus disediakan oleh kontraktor dan harus dalam keadaan baru, tanpa cacat. b. Semua bahan atau material dan peralatan yang akan digunakan diusahakan produksi dalam negeri, sejauh mana bahan / material tersebut masih memenuhi persyaratan teknis dan standard yang ditentukan oleh proyek ini. c. Kontraktor diwajibkan menyerahkan contoh bahan / barang yang disebut dalam lingkup pekerjaan kepada Direksi / Pengawas lapangan untuk mendapat persetujuan sebelum dipasang. Apabila hal tersebut tidak memungkinkan, minimal brosur spesifikasi teknis harus ditunjukan dan disetujui oleh /Direksi pengawas lapangan.

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-64

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

d. Kontraktor harus membuat tempat penyimpanan bahan / material serta peralatan kerja (gudang) agar rapi dan aman dan memudahkan pemeriksaan. e. Jikabahan / material dan peralatan kerja tersebut harus melewati jalan umum, Kontraktor harus menjaga ketertiban dan kelancaran serta mengganggu lalu lintas. f. Direksi berhak menambah peralatan yang dipergunakan atau menolak peralatan yang tidak memenuhi syarat. g. Bila pelaksanaan pekerjaan telah selesai, maka kontraktor harus segera mengeluarkan atau memindahkan peralatan tersebut. Kerusakan akibat penggunaan peralatan kerja tersebut harus diperbaiki kembali atas beban biaya kontraktor. h. Semua material yang terbuat dari besi (Armatur) dan pipa yang dipergunakan untuk kontruksi, penyangga, penggantung dan lain-lain harus diproses sebagai berikut : - Disikat dengan sikat kawat / dibersihkan hingga mengkilat dan bebas dari karat. - Dicat dasar / meni anti karat (Zincromate) kualitas baik 2 kali. - Dicat ahkir dengan cat berkualitas baik 2 kali warna yang akan ditentukan kemudian / sesuai dengan penggunaan. Kecuali material yang terbuat kemudian dari plastik, satinless steel dan alumunium tidak perlu dicat, cukup dibersihkan saja. • SISTEM KOORDINASI a. Kontraktor elektrikal harus mengkoordinasikan pekerjaannya dengan pekerjaan kontraktor lain (struktur & arsitektur) untuk menghindari pekerjaan pembongkaran / pekerjaan ulang dan gangguan yang dapat memperlambat jalannya pekerjaan. b. Untuk memudahkan komunikasi teknis, kontraktor harus menempatkan seorang atau lebih pemimpin lapangan berpengalaman. Dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, serta mewakili kontraktor, menerima perintah dan petunjuk Direksi / pengawasan lapangan dan segera melaksanakannya bila diperlukan. Pengawas lapangan dan segera melaksanakannya bila diperlukan. c. Kontraktor diwajibkan membuat laporan berkala (harian / mingguan) yang memberikan gambaran tentang kegiatan proyek. Misalnya : • Jadwal Waktu pelaksanaan • Kegiatan pelaksanaan • Prestasi kegiatan fisik • Catatan perintah / petunjuk Direksi / pengawas lapangan yang disampaikan secara lisan maupun tertulis. • Dan kegiatan pekerjaan yang dianggap perlu. d. Kontraktor juga harus membuat dokumentasi pekerjaan yang berupa foto-foto pelaksanaan pekerjaan, dibuat berwarna, minimal ukuran postcard dan disusun dalam album. Foto-foto yang mengambarkan

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-65

KEBERSIHAN. dinding dan sebagainya yang dilakukan dalam rangka pemasangan instalasiini maupun pengembaliannya seperti keadaan semula adalah termasuk pekerjaan pemborong instalasi ini. PENGELASAN DAN PENGEBORAN a. bahan dan peralatan baik dalam gudang maupun diluar (halaman). Peraturan-peraturan yang lain ketertiban akan dikeluarkan oleh Direksi pada waktu pelaksanaan. pengeboran dan sebagainya pada kontruksi Bangunan hanya dapat dilaksanakan setelah memperoleh ijin/persetujuan tertulis dari Direksi/Pengawas. Kontraktor harus memperhatikan hubungan dengan lingkungan proyek. antara lain : tidak akan menyebabkan gangguan lalu lintas umum. d. Pembobokan hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat ijin tertulis dari Direksi/pengawas. Penimbunan / penyimpanan barang. b. Pengelas. c. los kerja dan tempat pekerjaan sekitar bangunan. Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung pekerjaan berlangsung. serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan Departemen yang bersangkutan/berwenang (dalam hal ini polisi dan Departemen Tenaga • • • “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-66 . • PEMBOBOKAN. Penjagaan keamanan termasuk juga penanggulangan terhadap bahaya kebakaran yang mungkin terjadi. maka pemborong diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban. c. b. f. peralatan dan bahan/material di proyak. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. Pembobokan tembok. kontraktor harus menempatkan petugas keamanan secukupnya disekitar proyak. e. PENJAGAAN Pemborong wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menurus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan peralatan. tidak akan menganggu ketenangan penduduk/masyarakat disekitarnya dan tidak akan mengganggu pekerjaan dari Rekanan lain. Gudang. masin dan alatalat kerja yang disimpan ditempat kerja (gudang lapangan). kantor. menjadi tanggung jawab pemborong. KETERTIBAN DAN KEAMANAN a. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. Jika terjadi kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. harus selalu dalam keadaan bersih.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN kemajuan pelaksanaan pekerjaan hendaknya dibuat berdasarkan petunjuk dari Direksi dan minimal dilakukan sebanyak 4 (empat) kali setiap peristiwa selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan. Guna semua keamanan pekerjaan. KECELAKAAN DAN PETI PPPK a. lantai.

DEPNAKER). Pengujian ini antara lain berupa : . GARANSI Semua pekerjaan. Hasil Test harus dicatat dan ditanda tangani bersama oleh kontraktor. c.Semua hasil pengujian harus dicatat dan ditanda tangani bersama. Semua bahan yang kurang baik atau pemasangan yang kurang sempurna yang diketahui pada saat pemeriksaan/pengujiaan harus segera diganti dengan yang baru/disempurnakan sampai dapat berfungsi dengan baik dan sesuai Standard Uji yang ada. • “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-67 . . guna keperluan pertolongan pertama harus selalu ada di tempat pekerjaan.Pemeriksaan Visual.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN kerja) dan mempertanggung jawabkan sesuai dengan perayuran yang berlaku. pompa banjir dan genset). maka kontraktor harus menyediakan Sumber Daya Listrik sendiri berupa Genset 3 phase dengan kapasitas yang memadai. Peralatan Test tersebut harus disediakan oleh kontraktor.Pemeriksaan pekerjaan Sambungan: Mekanis dan Listrik. g. Semua biaya yang diperlukan untuk pengujian ini menjadi tanggung jawab pihak kontraktor. Bila dalam pengujian berbeban ternyata tidak disediakan Sumber Daya Listrik. Kontraktor diharuskan membuat Jadwal dan Prosedur pelaksanaan / Test yang akan dilakukan. b. h. Hasil Test ini baru dianggap sah/baik apabila telah disetujui/disyahkan oleh Instansi yang berwenang (PLN.Pengujian dengan beban dalam keadaan bertegangan dan beban penuh selama 3 malam berturut-turut (selama 36 jam). pengawas dan pemilik proyek. Pengujian ini dilaksanakan dibawah pengawasan Direksi/pengawas lapangan yang ditunjuk jadwal pelaksanan pengujian dapat diatur seminggu sebelumnya atau atas persetujuan bersama.Pengukuran Tahanan Isolasi dan Pertanahan. maka kontraktor diwajibkan menguji seluruh pekerjaannya dengan standard uji masing-masing yang telah ditetapkan dalam peraturan/spesifikasi peralatan. Untuk mengetahui bahwa semua pekerjaan yang telah dilaksanakan dapat berfungsi baik dan telah sesuai dengan persyaratan teknis yang dimana. d. . pemasangan perlengkapan dan bahan yang telah dipasang oleh kontraktor harus digaransi selama 12 (dua belas) bulan sejak masa penyerahan pertama kecuali ditentukan lain dalam kontrak (pompa lumpur. Semua peralatan Test harus dalam keadaan baik dan memenuhi Standard persyaratan Test yang ditentukan. i. • PENGUJIAN/TESTING a. . . b. e. f. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap.

Hal-hal lain yang menyangkut pelaksanaan lapangan tetapi belum disebutkan dalam peraturan ini. Kabel yang digunakan harus Rekomendaskan dari LMK dengan Standard merk : JEMBO. tetapi belum disebutkan dalam bestek/gambar. Anda diperlukan adanya perubahan jalur karena alas an teknis. Panel-panel listrik baru lengkap dengan komponen pengamannya. Bagian-bagian yang termasuk dalam pekerjaan ini. Kontraktor diwajibkan mempelajari gambar Lay-Out saluran kabel tersebut terhadap situasi lapangan. Saklar tunggal & saklar ganda d. • LAIN-LAIN a. • Semua material penunjang (Penggantung. SUPREME. b. • Pemasangan dan Teknis Pelaksanaan a. PERSYARATAN TEKNIS PEKERJAAN ELEKTRIKAL PERSYARATAN TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK DAN PENYELESAIAN III. Komponen listrik lampu TL 36 watt dan lampu mercury sesuai gambar. Kabel harus dalam keadaan baru. salah operasi) harus secepatnya diganti atau diperbaiki atas tanggungan kontraktor. Kabel yang digunakan untuk jaringan Distribusi Tegangan Rendah adalah jenis dalam pipa PVC High Impact dengan dimensi sesuai gambar. penumpu. bahan dan pengerjaan yang kurang baik/rusak (yang bukan disebabkan oleh salah pakai. atau setara. Lampu TL 2 x 36 Watt. tetap harus dilaksanakan tersebut berfungsi dengan baik. TKO lengkap f. yang secara teknis tidak dapat dipisahkan/diabaikan/dihilangkan. akan ditentukan lebih lanjut oleh Direksi/pengawas lapangan. • Pengetesan seluruh Pekerjaan Instalasi sesuai persyaratan instalasi sampai dinyatakan baik oleh Instansi setempat (PLN) secara tertulis dan diterima dengan baik oleh Pengawas/Pemilik Proyek. • LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk dalam lingkup pekerjaan Instalasi listrik meliputi Pekerjaan Instalasi Listrik Gedung Meliputi pengadaan dan pemasangan : a. PEMASANGAN JARINGAN KABEL FEEDER • Jenis Kabel a. klem dll) yang diperlukan untuk kesempurnaan pekerjaan ini. tanpa cacat dan bila perlu harus ada surat keterangan dari distributor/pabrik. c. b. Kontraktor harus membuat gambar Shop “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-68 . Salama masa Garansi ini semua perlengkapan. b.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN a. Instalasi baru e. Kotak kontak 1 phase dan kotak kontak 3 phase sesuai gambar c.

Kabel yang melintas jalan mobil harus dilindungi dengan pipa PVC AW berdiameter sesuai jumlah kabel yang ada. kontraktor harus mengganti kabel tersebut tanpa adanya tambahan biaya. Pengetesan dilakukan antara masing-masing inti kabelnya dengan mantel pelindungnya phasa-phasa. j. dimana D adalah diameter kabel. i. Semua kabel yang masuk ke dalam bangunan tidak boleh di tanam langsung di lantai harus melalui kabel trench / got kabel atau pipa sparing dengan ukuran yang sesuai dengan jumlah besar kabel. Jalur alternatif agar dipilih route yang aman/terlindung atau sedikit mungkin adanya bahaya kerusakan yang dapat minimpa saluran kabel tersebut. b. • Pengetesan a. f.000 volt untuk kabel Tegangan rendah. Bila terjadi kerusakan pada kabel existing karena terkena peralatan gali (pacul. b. Pengurusan ijin instalasi listrik kepada instansi yang berwenang (PLN) merupakan Pekerjaan dan Tanggung Jawab dari Kontraktor. k. phasa-netral. c. kecuali memang ada pekerjaan penyambungan kabel. Sedikit belokan kabel harus diperhitungkan bahwa radius belokan minimum r = 15 D. Alternatif ini diusahakan tidak menimbulkan kerja tambah. d.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Drawing untuk disetujui Pengawas/Pemilik sebelum melaksanakan pekerjaan tersebut. Setiap ujung saluran harus diberi kelebihan panjang /sling secukupnya untuk mengantisipasi adanya kemungkinan perubahan tempat/ pergeseran paralatan/ panel. Cara pemasangan kabel sesuai gambar yaitu : diberi pelindung alas pasir 10 cm bagian bawah dan diatas kabel. diberi pelindung batu bata merah atau plat beton sesuai gambar/ keperluannya. phasa pround dan netral ground. Tidak diperkenankan melakukan penyambungan di dalam tanah ditengah perjalanan kecuali apabila panjang kabel/ saluran melebihi standard panjang yang telah ditentukan oleh pabrik. e. Setiap saluran kabel harus ditest Tahanan Isolasinya dengan mengunakan alat MEGGER 10. Kecuali dalam keadaan dimana tidak ada pilihan lain. Untuk galian kabel yang melalui jalur kabel existing /lama harus dikerjakan dengan exktra hati-hati.000 volt untuk kabel Tegangan Menengah dan MEGGER 1. Kabel ditaman langsung didalam tanah dikedalaman 80 cm dari permukaan tanah kecuali yang melintas jalan mobel harus ditanam 100 cm dari permukaan tanah sesuai gambar. gancu dsb). Apabila terpaksa dilakukan penyambungan karena saluran lebih panjang dari standard panjang pabrik maka system/ cara penyambungan harus dibicarakan dengan pengawas untuk mendapatkan persetujuan. termasuk biaya perawatan pekerja yang mengalami / kecelakaan hingga sembuh benar. g. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-69 . h.

PEMASANGAN KABEL & SALURAN KABEL DI DALAM BANGUNAN • Semua kabel tegangan rendah yang digunakan adalah kabel yang sudah direkomendasi oleh LMK dengan merk : Jembo. c. Sambungan harus dilaksanakan dengan baik. Supreme atau setara : − Kelas : 600 / 1000 V − Inti : Tembaga − Isolasi : PVC − Ukuran : minimum 2.b. bila diperlukan kontraktor harus dapat menunjukan bukti rekomendasi tersebut. standard merk GAE atau setara.Phase R/L 3 : Hitam . Kontraktor diwajibkan memasang sepatu kebel pada ujung kabel yang akan disambungkan ke panel / peralatan.Phase R/L 2 : Kuning . PP. misalnya sambungan baut tanpa kabel sepatu. dll) dengan dimensi sesuai gambar. b. • Kode warna harus mengikuti ketentuan PUIL 1987 .Phase R/L 1 : Merah . • Kabel NYM didalam pipa PVC HI diameter ¾” digunakan untuk instalasi dari panel ke beban penerangan atau peralatan /kotak kontrak. d. cukup kuaterat sesuai dengan model terminal peralatan yang terpasang. Pemasangan sepatu kabel yang diperunakan tang press atau secra hidrolis. CLIPSAL atau yang digunakan disyaratkan yang sudah direkomender oleh LMK. Penyambungan kabel ke terminal panel / peralatan di semua bangunan adalah tangung jawab konraktor. • Pipa PVC HI merk EGA. di atas. kecuali dipersyaratkan lain. Hasil pengetesan tahanan isolasi yang diminta adalah minimum 100 Mega Ohm untuk tegangan menengah dan minimum 5 Mega Ohm untuk kabel tegangan rendah. e. Sepatu kabel yang dipergunakan harus sesuai dengan besarnya kabel dan harus yang berkualitas baik. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-70 . • Penyambungan / Termination a. • Kabel NYY digunakan untuk instalasi dari masing-masing panel DP ke panel-panel pembagi (SDP) dan dari panel pembagi (SDP) ke masingmasing panel beban (PL. Bila warna tersebut tidak ada maka pada ujung-ujung kabel harus diberi isolasi dengan warna yang bersesuaian seperti butir 3.5 mm2.Grounding PE : Kuning-Hijau • Warna kabel yang mengikat (harus ada) adalah biru (untuk netral) dan pada kuning/hijau (untuk ground).5 mm2 kecuali untuk kabel kontrol dan motormotor ukuran kecil digunakan 1. PAC.Netral N : Biru .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN c.

• Pasangan kabel NYM dalam pipa PVC HI pada jarak maksimum 100 cm harus diberi klam. Clipsal atau yang setara.5 watt untuk TL 36 watt. mempunyai temperatur kerja rendah. Rated tegangan 220 watt untuk TL 18 watt dan 2. Schwabe. pemasangan dengan menggunakan paku tidak dibenarkan. SPESIFIKASI PERALATAN ARMATURE LAMPU • Armature TL jenis TKO (surface Mounted) ⎯ Armature merupakan jenis open type. Lucolite. Fitting/Lamp Holder dan stater holder (sockets) “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-71 . ⎯ Pemasangan Out-Bouw / Surface / Permukaan menempel plafond. Merk Philips. • Semua penyambungan kabel pada kotak sambung menggunakan sambungan puntir dengan lasdop tidak boleh menggunakan isolasi.7 mm. ⎯ Reflektor terbuat dari plat baja putih dengan ketebalan 0. rumahan dari bahan polystar. Clipsal. atau sederajat. dilapisi dengan cat dasar. Legrand atau setara. GE. • Komponen-komponen untuk lampu TL antara lain : 1. dengan reflector. serta diberi lapisan akhir berwarna putih pengecatan dengan cara “Stove Enamelled / Bake Enamelled” (cat bakar) ⎯ Kontruksi armature harus kuat dan kokoh serta dibuat sedemikian rupa agar dapat dibuka / dilepas untuk perbaikan / penggantian komponen yang berada didalamnya. Armature dan reflector harus dilengkapi dengan sekrup. Standart merk lasdop 3M. agar dapat dilepas pada waktu memerlukan perbaikan. ⎯ Merk : Artolite. Philips atau sederajat.7 mm. Untuk lampu TL dengan dua lampu disusun/digunakan “twin lamp ballast” (anti Stroboscopic). Pembuatan harus dengan mesin peralatan lampu Built-in dan dengan penyempurnaan cat power coating. ⎯ Armature terbuat dari plat baja putih dengan ketebalan 0. Seluruh armature harus lengkap dengan rangka dudukan / gantungan. Ballast Ballast harus leak proof. Ballast harus dilengkapi dengan connection terminal. • Ujung kabel yang dipasang pada terminal kabel harus diberi pelindung (sealing end).PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN • Untuk penyambungan ke beban penerangan digunakan kabel NYM dalam pipa PVC flexible dengan merk EGA. noiseless. pemasangan pada tembok harus menggunakan vicher dan sekrup. • klem dibuat dari bahan plat logam digalvanis ayau alumunium. 2.

atau yang setara. e. terminal dan tube fitting.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Material dari white plastic polycarbonate dengan proteksi Uncorosive dan Touchproof. yang terbuat dari bahan yang sejenis dengan pipa conduit yang ukuran-ukurannya sesuai dengan ukuran dan jumlah kabel yang ada. (dapat dengan menggunakan insulation tape). terbuat dari high quality white polycarbonate. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-72 . 0. d. Kontraktor diwajibkan mengkoordinasikan rencana kerjanya dengan disiplin lainnya. harus dilindungi dengan menggunakan flexible conduit yang terbuat dari bahan (dan memiliki ukuran) yang sama dengan pipa conduit yang dipakai. Warna tanda/label yang dipakai harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pengawas. Untuk membedakan instalasi lampu dan peralatan dengan instalasi yang lain pipa conduit yang terpasang harus diberi tanda (label) berwarna pada setiap jarak 2 meter. apabila pipa konduit. f. dengan menggunakan klem dan concrete fastener yang sesuai. Pekerjaan pencabangan. Lamp holder dan stater holder anti vibrator contact. PEMASANGAN LAMPU & PERALATAN a. 3. Seluruh instalasi pekerjaan lampu dan peralatan pada dasarnya dilaksanakan dengan menggunakan kabel jenis NYM. GE atau yang setara. Merk : Philips. Xdoos. Capacitor Yang digunakan harus kapasitor yang dapat menghasilkan p. c. Rating stater disesuaikan dengan rating lampu TL. Starter switch. sekalikali penggunaan paku sangat dilarang dalam pengerjaan ini. Pemasangan instalasi lampu dan peralatan tidak dibenarkan membebani kerangka ceilling yang ada. Penggunaan insulation tape sama sekali diperbolehkan. dengan luas penampang penghantar sekurang-kurangnya 2.5 micro farad) 4.95 (kapasitas 3. dsb). melainkan harus dipasang pada cable trays yang tersedia atau dilekatkan langsung pada bagian bawah dari plat dan. Jarak pemasangan klem-klem pengikat pipa conduit tidak diperkenankan melebihi 80 cm. b.f. Kontraktor diwajibkan menambah jumlah klem yang ada.25 s/d 4. Merk :Philips. sehingga kemungkinan timbulnya perselingan lintasan antara intalasi yang berlebihan dapat dihindarkan. Starter Starter untuk lampu Fluorescent mempunyai reability tinggi. splicing dan lain sebagainya harus dilaksanakan dalam junction boxes (Tdoos. dengan sistim rotary lock. Kabel penghantar yang menghubungkan fixtures lampu dengan instalasi yang ada. g.5 mm2 dan pipa conduit PVC HI dengan diameter sekurang-kurangnya ¾”.

Clipsal atau sederajat dengan kemampuan minimum 16A. i. Clipsal atau sederajat. KOTAK KONTAK 1 PHASE & KOTAK KONRAK 3 PHASE a. Semua pekerjaan perbaikan bekas bobokan dilaksanakan oleh Kontraktor Bangunan yang beban biayanya menjadi tanggung jawab ddari Kontraktor listrik. Untuk pemasangan armature lampu jenis (surface mounted). f. Kotak tempat sakelar dan kotak kontak terbuat dari logam besi yang digalvanis dengan standard merk MK. harus dipasang pada rangka plafond yang diperkuat dengan konstruksi tambahan (bisa plafond yang di cat meni 2 kali) yang sesuai atau dengan menggunakan hanger/penggantung. VI-73 . Semua pemasangan out-bouw doos dan kotak kontak 3 phase pada dinding harus menggunakan vischer dan sekrup. b.Clipsal atau yang sederajat dengan kemampuan minimum 10A. h.K. tidak boleh goyang/miring sesuai petunjuk pengawas. Kotak kontak 3 phase harus mempunyai terminal pentanahan (3P + N + PE) tegangan 415 V. Sakelar dipasang setinggi 150 cm dari lantai dengan pasangan terpendam (In-Bouw) rata dengan permukaan plesteran dinding atau didalam partisi dengan konstruksi tersendiri/khusus. Penggunaan paku pada pekerjaan ini sangat dilarang. Kotak Kontak 1 phase dipasang setinggi 30 cm dari lantai/sesuai permintaan user (disesuaikan dengan alat) dengan pasangan terpendam (In-Bouw) rata dengan permukaan plester dinding atau didalam partisi dengan konstruksi khusus sesuai petunjuk pengawas. pemasangan pada kayu/meja harus menggunakan sekrup. Untuk kotak kontak yang dipasang untuk daerah basah harus memakai type tertutup (water Proof Type) “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ j. g. SAKELAR. BALS atau sesuai persetujuan pengawas/pemilik proyek dengan kemampuan minimum 16A. d. Kotak Kontak 1 phase dipasang setinggi 150 cm dari lantai atau disesuaikan dengan kondisi ruang dan peralatan terpasang dengan pasangan menempel dinding (out-bouw) dan harus terpasang kuat. Kotak kontak 3 phase yang dipakai pada Instalasi ini berstandard merk ABB. e. Pemasangan kotak kontak pada doosnya menggunakan sekrup. c. tidak dibenarkan dipasang pada plafond secara langsung. Kotak Kontak 1 phase yang digunakan pada Instalasi ini berstandard merk MK. i.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN h. Sakelar yang digunakan pada instalasi ini berstandard merk M. Kotak Kontak yang dipergunakan adalah jenis out-bouw/pasangan menempel dinding dengan menggunakan Out-Bouw doos yang terbuat dari bahan yang sama dengan kotak kontaknya.

b.5 kali kapasitas/kemampuan pengaman utamanya. konstruksi ini disesuaikan dengan peralatan/komponen yang terpasang. h. terbuat dari plat baja. Panel dicat dengan cat dasar (meni) tahan karat 2 kali cat akhir dari jenis cat bakar 2 kali yang tahan gores. panel termasuk rangkanya harus dibersihkan dari karat. Dimensi dan kemampuan rel dapat dilihat pada gambar.Fasa ke 1 L1/r Merah . Panel harus dilengkapi mur-baut untuk terminal pentanahan. e. PANEL LISTRIK PENERANGAN DAN PERALATAN • Konstruksi Panel a. Kotak kontak 1 phase harus mempunyai terminal pentanahan (P + N + PE) tegangan 415 V. b. c. Untuk masuk dan keluarnya kabel ke dan dari panel menggunakan wartel mur sesuai ukuran kabel.Netral N-Biru “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-74 . f. menempel dinding. • Bus-bar/Rel Tembaga a.Fasa ke 2 L2/s Kuning . Sebelum di cat. Rangka konstruksi ditutup dengan plat baja pada sisinya tebal 1. Semua bagian peralatan yang bertegangan harus mempunyai jarak yang cukup denga bagaian peralatan yang lain. d. bila perlu digunakan bahan kimia penghilang karat (RUST REMOVER). Semua Bus-bar (5 buah) harus dicat dengan warna sesuai ketentuan PUIL pasal 701 : .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN k. baut terminal harus dilas penuh pada rangka panel. ukuran mur-baut 3/8”. kecuali Bus-bar PE yang ukurannya lebih kecil dan disesuaikan kawat tanahnya. Untuk type out-door ditambahkan konstruksi yang dibentuk sedemikian rupa sehingga air hujan tidak dapat masuk. Apabila perlu harus diberi tambahan isolator untuk menghindari adanya hubung singkat. Panel dipasang pada dinding dengan menggunakan Dynabolt 8 mm. g. Pintu panel harus dihubungkan dengan rangka panel menggunakan kawat tembaga Flexible (NYMHY 1 x 6 mm2) untuk pentanahan pintu panel.5 mm (untuk badan panel) dan 2 mm untuk pintu panel. Bus-bar terbuat dari tembaga dengan kemurnian tinggi dengan kemampuan arus minimum 1.Fasa ke 3 L3/t Hitam . Panel-panel listrik baru adalah jenis In-door/out door type.

Elektroda pentanahan menggunakan “Elektroda Pipa” dengan pipa galfanis 1” dan kawat BC penampang 50 mm2 yang ditanam sedalam minimal 3 (tiga) meter hingga dicapai tahanan pentanahan minimal 5 ohm.-3) i. Standard Merk : MF. Untuk panel distribusi harus dilengkapi dengan peralatan ukur dan meter ukur type “Moving Iron Type” dengan ukuran 96 x 96 mm dan peralatan lain misalnya : Lampu Indikator dan Minifuse. Monitoring and Protection Equitment (MPE) Sistem Pentanahan a.Pembumian c. f. c. Setiap pintu panel harus disediakan tempat untuk menyimpan gambar/diagram panel. Sistem pentanahan panel listrik yang digunakan pada instalasi ini adalah sistem PNP (Pentanahan Netrak Pengaman). Pengaman saluran keluar dan masuk (MCCB/MCB) harus dari pabrik yang sama dengan ranting arus seperti tertera pada gambar diagram. Peralatan pengaman/Circuit Breaker (MCCB/MCB) yang dipasang pada Base Plate atau plat dasar yang terpasang kuat pada rangka panel.U. Bila perlu elektroda pentanahan untuk badan peralatan dan panel harus dipisahkan penanamannya sejauh minimum 3 meter satu dengan yang lain. Kapsitas Bank Otomatis h. cat pada bagian rangka yang menempel Busbar pertanahan harus dihilangkan. Gambar diagram panel harus dibundel rapi dalam sampul plastik atau dilaminating. Control unit version 3 (C. d. d. Semua Bus-bar harus dipotong harus ditopang pada rangka konstruksi dengan menggunakan penyangga atau dijepit partinax pada beberapa tempat sehingga konstruksi Bus-bar cukup kuat dan tidak lentur/bergetar. b. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-75 . ABB. Peralatan dan Komponen Panel a. Saluran pentanahan dari elektroda pentanahan sampai kebadan harus dilindungi dengan pipa PVC HI ¾” atau pipa PVC AW ¾”. sesuai aturan yang digunakan pada PUIL 1987. b. Tahanan isolasi terhadap Body/rangka minimum 50 M ohm.Penghantar PE-Hijau/Kuning . Untuk memudahkan pengenalan distribusi beban pada setiap MCCB/MCB dan peralatan penting yang lain harus diberi nama/nomor saluran yang dapat dibaca dengan jelas/mudah. e. Soft Starter g. d. Bus-bar untuk pertanahan/penghantar pembumian/ di klem dengan baik ke rangka panel. SIEMENS dan AEG.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN . c.

Titik pentanahan panel ini harus dipisahkan dengan system pentanahan penangkal petir dan peralatan lain (peralatan kontrol. Seluruh sistem dan Pekerjaan instalasi harus diperiksa. Pengetesan juga dilakukan pada Grounding Existing untuk mengetahui apakah tahanan pentanahan grounding tersebut masih baik/memenuhi syarat atau tidak. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-76 . Sesudah seluruh instalasi terpasang seluruhnya harus diadakan pengujian dan pemeriksaan instalasi secara keseluruhan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN e.Pengukuran tahanan isolasi dan tahanan pentanahan . h. Jaminan instalasi Kontraktor. diteliti dan diuji dengan baik sebelum diserahkan dan pelaksanaannya harus menyertakan pengawas dan bila perlu dengan petugas dari instansi terkait yang berwenang. Dalam masa pemeliharaan apabila ditemukan instalasi yang rudak atau berfungsi kurang baik maka Pemborong harus segera memperbaiki atau mengganti peralatan tersebut sampai dapat berfungsi dengan baik. Testing dan Commisioning a. Lain-lain a. Penampang kawat pentanahan dari masing-masing panel dapat dilihat pada gambar masing-masing panel.Pemeriksaan sambungan listrik maupun mekanis . f. & material instalasi menjadi tanggung jawab b. Sebelum melaksanakan pengujian Kontraktor harus merencanakan jadwal pemeriksaan & pengujian untuk mendapatkan persetujuan dari pengawas. MCFA. g. c.Pengujian dalam keadaan berbeban b. Macam pemeriksaan dan pengujian. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. Masa pemeliharaan untuk seluruh pekerjaan instalasi listrik ditetapkan selama 4 bulan setelah barang diserahkan kepada Pemilik /Pengawas. sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan tanpa tambahan biaya. Saluran ini tidak boleh ada sambungan hanya diperbolehkan pada terminal yang disediakan dengan menggunakan sambungan mur baut dan sepatu kabel yang sesuai. PABX. d. harus disediakan oleh Kontraktor. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini. c. dll) minimal sejauh 5 meter. . Penyambungan sipanel harus pada rek pentanahan atau mur baut yang telah di las ke badan panel. Jaminan dan Masa Pemeliharaan a.Pemeriksaan Visual .

CL 30) b. 3 phase : min. CL 30) : Stainless steel (ASTM A 276. 2. Pompa Lumpur Type Kapasitas Total Head Efficiency Material bodi pompa Material poros pompa Konstruksi Pemasangan : Submersible Sludge Pump : Q=15 m3/min atau Q=0. 2. PERSYARATAN TEKNIS PELAKSANAAN DAN PENYELESAIAN PEKERJAAN INSTALASI POMPA AIR 1. Elektromotor : Type Service Factor Standard Desaign Insulation class Efficiency IP Daya/tegangan Kabel submersible : Totally Enclosed Submersible : 1.15 : NEMA-Desaign B :F : Minimum 90% : 68 : max. 10 m “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-77 . Spesifikasi Teknik Pompa Lumpur Spesifikasi teknik masing-masing pompa seperti yang diuraikan sebagai bertikut : a. 65 Kw. Pompa-pompa tersebut diadakan dan dipasang pada rumah pompa sebagai berikut 1. DEPNAKER).410) : Automatic Discharge Connector Standard Pengujian pompa : ISO 2548 Material propeller/impeller : Cast Iron (ASTM A 48. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang mungkin diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam spesifikasi ini atas tanggungan sendiri kepada berwenang yang terkait dengan pekerjaan ini (PLN. Pompa Banjir dengan kapasitas 1500 l/detik. 380 Volt. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi Pengadaan & Pemasangan Instalasi Pompa berikut kelengkapannya dan alat bantu yang diperlukan. T. Jenis dari Pompa-pompa yang akan diadakan harus dari jenis Submersible untuk aplikasi penanggulangan dan pengendalian banjir dan pernah teruji beroperasi dengan baik dan pernah terpasang di Indonesia dengan kapasitas minimum sama dengan atau lebih besar dari pompa yang akan diadakan. total Head 15 m.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN b.25 m3/det : H = 15 meter : Minimum 65 % : Cast Iron (ASTM A 48. Pompa Lumpur dengan kapasitas 250 l/detik. total Head 6 m. 50 Hz.

Sistem Proteksi Lapisan pelindung Material bodi pompa : . Fungsi Kontrol : Masing-masing kontrol Panel harus dapat mengontrol pompa-pompa yang terpasang seperti yang disebutkan dalam item 3.Material Propeller/impeller .Type .Material poros pompa b.78) : Cast iron (ASTM A 48. bila dibutuhkan tambahan atas/ pondasi/ penumpu/ penggantung maka Pemborong harus menyediakan dan memasangnya sekalipun tidak tertera dalam gambar. Spesifikasi Teknis Pompa Banjir a.1 Pasangan panel : Pasangan panel sedemikian rupa sehingga setiap peralatan dalam penel dengan mudah masih dapat dijangkau. tergantung daripada macam/Type Panel. CL 30) : Stainless Steel (ASTM A 276. CL 30) Pipa buang : Diameter Tebal pipa Coating : 300 mm : 9 mm : Cat anti karat (Bituminous 300 micron) d.Standard Design : Totally Enclosed Submersible : 1.Total Haed .10 : NEMA-Design B : Submersible Drainage Pump. Elektromotor: .Service Factor . Panel Control: Jenis : Free Standing (berdiri) Tebal Plat : 2 mm Tebal panel : 800 mm Finishing : anti karat Power Coating RAL 7032 dicat dengan warna yang ditentukan oleh pengawas. - - 3.Efisiensi .Kapasitas . Pompa . 410) “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-78 .Standar Pengujian . : H= 6 Meter : ISO 2548 : min 80 % : Aluminium Bronze (ASTM B 148.Sensor thermal protector jenis bi-metal .50 m3/det.Type .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN c. : Q=90 m3/min atau Q=1.Material bodi pompa .Sensor Seal Leakage jenis elektroda : Cat tahan karat (Epoxy Coafing) : Cast Iron (ASTM A 48.17.

Sistim Pendingin .Kabel Submersibel :F : 68 : 130 KW. Kapasitas pekerjaan-unit pompa : seperti yang diuraikan b. Secara terperinci spesifikasi pompa yang disyaratkan adalah : 1. Perhitungan Head dan Power Pompa Total head adalah hasil penjumlahan antara “Static Head” dan “Total Head Loss” yang terjadi. Total Head pompa yang diperlukan : seperti yang diuraikan c.Elbow/bend : 2 X 45 .Sensor Thermai Protector Type PT-100 . Kondisi Desain a.Daya Tegangan .Tebal Pipa : 11 mm . CL 30) c.Triple compression sealing. (Seperti yang terlihat dalam gambar) : 1100 .PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN .Diameter Pipa Kolom . Elevasi muka air (Seperti yang Terlihat dalam gambar) 2.Sensor Moisture Type elektroda . tahan terhadap lingkungan yang korosif dan tahan terhadap gesekan material yang halus seperti lumpur.Coating : Cat anti karat (Bituminus tebal 300 micron) Jenis pompa air yang harus diadakan/dipasok adalah jenis pompa air celup (submersible pump). : . Desain dari pompa yang akan dipasok harus “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-79 .Sensor Bearing temperature PT-100 : Cat tahan karat (epoxy coating) : Cast iron (ASTM A48. Pompa yang dipasok harus merupakan pompa baru dan bukan pompa bekas yang telah diperbaharui (re-build).Sistem Proteks .Sensor Seai Leakage type elektroda .1200 mm (disesuaikan dg produk pompa) .Insulation Class . 3 Phase.Lapisan Pelindung .Type RNCT . dimana dalam pengoperasiannya keseluruhan bagian dari unit pompa tersebut akan terendam didalam air oleh karena itu material konstruksi dari pompa harus terbuat dari jenis material yang tahan terhadap pengerusakkan yang disebabkan oleh zat-zat yang terkandung dalam air. 380 Vollt. Pipa Kolom.Material bodi motor . : .Diameter Pipa Buang : 900 mm .Rubber bush with grommet.IP . : Pendinginan dilakukan dengan cara mendinginkan selubung motor dengan menggunakan air yang lewat pada saat pompa beroperasi. .

Propeler/Impeler Bahan untuk bagian propeler/impeler harus terbuat dari bahan yang ulet dan tahan korosif. 3. Spesifikasi teknis propeler/impeler Material : Aluminium Bronze ASTM AB148. Celah antara propeler/impeler dengan selubung pompa pada bagian sisi hisap harus memiliki ketelitian yang tinggi yang dimaksudkan agar dengan presisinya celah tersebut dapat diharapkan efisiensi pompa menjadi lebih baik. Ketentuan Material Pompa Selubung pompa (Pump Body) Bahan untuk selubung pompa harus terbuat dari bahan besi cor (cast iron) dengan spesifikasi komposisi dari meterialnya stara ASTM A48 CL30 atau dengan kelas (grade) yang lebih tinggi serta harus mempunyai permukaan cor yang sempurna atau telah melalui proses dengan mesin (maching) pada bagian dalamnya sehingga kerja pompa dan efisiensinya menjadi baik. Poros Pompa Poros Pompa harus menyatu dengann motor penggeraknya. Hasil pengecoran tersebut harus bebas dari keropos dan retak serta cacat yang lain akibat dari proses pengecoran dan machining tersebut. atau dengan perkataan lain merupakan satu bentuk kesatuan antara poros untuk propeler/impeler dengan motor. 198 atau dengan grade yang lebih tinggi. 4.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN mempunyai efisiensi yang terbaik (maksimum) pada kondisi titik kerja (duty point) dari pompa tersebut. Bahan poros pompa harus terbuat dari bahan yang tahan korotif serta mampu menahan torsi motor penggerak dengan propeler/impeler pompa sesuai dengan tegangan kerja tanpa adanya defleksi yang dapat mengakibatkan poros menjadi rusak atau terpuntir. Penawar harus membuat dan menyajikan perhitungan rugi-rugi (head loss) dan daya yang dibutuhkan untuk pompa yang ditawarkan tersebut menggunakan formula “Darcy” dengan asumsi kehilangan tinggi pada screen sebesar 0.958 Jumlah Baling-baling : 4 buah Free Passege : 100 mm 5.1 m. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-80 . Tingkat ketelitian poros baik terhadap propeler/impeler atau terhadap bantalan dudukan harus cukup tinggi sehingga ketidakseimbangan (unbalance) pada saat pompa dioperasikan (poros berputar) dapat dihindari. dengan perkataan lain harus terbuat dari Aluminium Bronze dengan spesifikasi komposisi materialnya setara ASTM AB148.

atau untuk bahan stainless steel gradenya setara dengan ASTM A276. Spesifikasi Teknis Panel Kontrol Panel kontrol pompa yang terpasang pada tiap-tiap lokasi harus dapat mengoperasikan semua pompa yang terpasang pada masing-masing rumah pompa seperti yang dijelaskan dalam item 3. 50 Hz Sistem Pendingin :Pendinginan dilakukan dengan cara mendinginkan selubung motor (motor casing) dengan menggunakan air yang lewat pada saat pompa beroperasi.Sensor kebocoran seal (Seal leakage) . Pipa Kolom Material harus terbuat dari steel plate setara ASTM A36 dengan dilapisi cat dari bahan coal tar epoxy coating pada bagian permukannya.Sensor kelembaban (Moisture) . Sistem Proteksi : . 3 fasa. Elektromotor Penggerak pompa (pump driven) menggunakan elektromotor type “submerged electromotor” dengan spesifikasi sebagai berikut : Type : “Totally enclosed sumersible type” Insulation Class :F Service Factor : 1.1. 8. Konstruksi pipa kolom adalah rolled steel fabricated dengan discharge elbow mempunyai bentuk lengkung yang baik (smooth) pada bagian dalam sehingga diharapkan dapat mengurangi nilai dari kerugian.17. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-81 .15 Design Standard : NEMA-Design B.Bearing Sensor Material Casing : Cast Iron : ASTM A48. IP68 Tegangan : 380 Volt. Ketebalan dari plat baja yang akan dipakai untuk membuat kolom pipa tidak boleh kurang dari 11 mm Diameter dalam dari pipa kolom untuk pompa kap 1500 l/detik adalah 1100 mm.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Standard poros yang digunakan harus terbuat dari baja tahan karat atau grade yang lebih tinggi. CL30 Lapisan pelindung : Cat tahan karat (epoxy coating) Kabel Elektromotor Kabel pada elektromotor menggunakan jenis “Submersible Cable” dengan spesifikasi sebagai berikut : Type : RNCT Kind of Insulation :F Kind of sealing of lead cable : Triple compression sealing Type of Installation : Rubber bush with Grommet 7.Sensor panas (thermal) pada tiap fasanya . Dilengkapi stopper guard pada bagian sole plate. 6. 410 atau SUS 410.

Panel kontrol dilengkapi dengan unit pengendali (control unit) gangguan yang minimal dapat mendeteksi gangguan-gangguan sebagai berikut : .Putaran motor terbalik (phase sequence) .Tegangan terlalu rendah dan beban lebih (undervolt/overvolt) .17. Pada bagian sisi luar dari panel kontrol pompa ini minimal harus dilengkapi dengan peralatan monitoring lainnya antara lain : • • Ampere meter untuk masing-masing phasa dari sumber daya Ampere meter untuk masing-masing pompa “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-82 .1.Arus tidak seimbang (current unbalance) . akan tetapi kerjanya masih tergantung dari batas ketinggian air pada kolam hisap. - Cara darurat (by-pass/emergency mode) • Masing-masing pompa dapat dioperasikan atau dihentikan hanya dengan cara menekan tombol On-Off.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Dengan daya motor yang tidak lebih dari seperti yang dijelaskan di item 3. Seluruh pompa pada saat akan dioperasikan (start) harus menggunakan peralatan “Soft Starter” yang terpasang didalam panel kontrol.Tahanan isolasi motor (isolation resistance) .Kapasitor Bank otomatis Panel kontrol dilengkapi dengan peralatan pemantau dan pengaman gangguan pada pompa (monitoring and protection equipment) yang dapat menerima sinyal gangguan dari peralatan deteksi (sensor) gangguan yang dimiliki oleh masing-masing pompa celup yaitu sebagai berikut : . akan tetapi kerjanya tidak tergantung dari batas ketinggian air pada kolam hisap.Gangguan pembumian (ground failure) .Beban terlalu rendah dan beban lebih (underload/overload) .Sensor Temperatur Stator yang merupakan jenis PT-100Ω .Sensor kebocoran yang merupakan jenis Floating Switch .Sensor Kelembaban yang merupakan jenis elektroda Panel kontrol pompa ini harus dilengkapi dengan perlengkapan yang dapat melakukan beberapa macam cara mengoperasikan (operation mode) untuk kedua pompa tersebut yaitu : Cara Otomatis (Automatic mode) • Seluruh pompa beroperasi dan berhenti secara otomatis tergantung dari batas ketinggian air dalam kolam hisap (suction folder) - Cara manual (Manual mode) • Masing-masing pompa dapat dioperasikan atau dihentikan hanya dengan cara menekan tombol On-Off.Sensor Temperatur Bearing yang merupakan jenis PT-100Ω .

2. dengan melengkapi gambar-gambar shop drawing yang telah disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas atau Direksi. dan apabila perlu harus melakukan pembobokan/penambalan tanpa biaya tambahan. b. diteliti dan diuji dengan baik sebelum diserahkan dan pelaksanaanya harus “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-83 . 5. kepala kolom. Pompa harus dipasang sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh pabrik. Kelengkapan lain dari panel kontrol pompa yang harus disertakan pada saat memasok panel kontrol ini adalah : • Sensor ketinggian permukaan air berbentuk batang yang terbuat dari bahan logam anti karat (stainless steel) dan dipasang pada kolam hisap lengkap dengan pipa pelindung terhadap kotoran atau sampah. Kontraktor berkewajiban mengajukan ijin pemasangan pompa driange dan instalasinya sebelum pekerjaan dilaksanakan. 4. Hal ini harus diketahui dengan tepat letak/ukuran lubang pada dinding dan lantai yang diperlukan untuk lewatnya pipa-pipa. 4. Pipa-pipa tidak boleh menembus kolom. atau balok. Seluruh sistem dan pekerjaan intalasi harus diperiksa. Kontraktor harus merencanakn jadwal pemeriksaan dan pengujian untuk mendapat persetujuan dari konsultan pengawas atau Direksi. Kontraktor bertanggung jawab atas ukuran (dimensi) dan lokasi lubanglubang tersebut. Pekerjaan Pemasangan Pompa 1.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN • • • • • • • • • Voltmeter. Gambar-gambar pemasangan instalasi secara detail harus dibuat oleh Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan pipa. Testing dan Commisioning a. Sebelum melaksanakan pengujian. 9. Kilowatt meter dan Frekuensi meter Indikator penunjuk ketinggian permukaan air (water level indicator) Indikator penunjuk gangguan (Alarm indicator) Indikator penunjuk kerja pompa (Pump indicator) Saklar pemilih model operasi (operation mode selctor switch) Tombol Start dan stop pompa Tombol Stop untuk sirine gangguan (horn) Tombol untuk pengujian lampu indicator (test light) Tombol untuk pengujian sirine gangguan (test horn) • Tombol “reset” gangguan. 3. tanpa mendapat ijin tertulis dari Konsultan pengawas atau Direksi.

b. b. Pelatihan secara keseluruhan sistem akan dilaksanakan bila pekerjaan instalasi telah selesai dikerjakan dan ditest. Certificate Country of Origin “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-84 . maka Kontraktor harus mengganti bagian atau bahan yang rusak. Pemeriksaan dan Pengujian a. e. Sesudah pengujian selesai Kontraktor diwajibkan mengadakan pelatihan untuk petugas pengelola yang ditunjuk sampai petugas tersebut dianggap cukup mahir menangani pengoperasian dan pemeliharaan peralatan. Sertifikat uji dari pabrik pembuatnya (Factory Teest Certificate) 2. c. 5. Kontraktor berkewajiban mengajukan ijin pelaksanaan pekerjaan pemasangan sebelum pekerjaan dilaksanakan. c. c. Gambar-gambar pemasangan instalasi secara detail harus dibuat oleh Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaan pemasangan. dengan melengkapi gambar-gambar shop drawing yang telah disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas atau Direksi. Pelatihan untuk teknisi dilaksanakan oleh Kontraktor dan dilaksanakan sejak mulai pemasangan peralatan.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN menyertakan pengawas dan bila perlu dengan petugas dari instansi terkait yang berwenang. Apabila pada waktu pemeriksaan atau pengujian ternyata ada kerusakan atau kegagalan dari bagian instalasi. d. Seluruh sistem pemipaan harus diuji dan tidak boleh ada kebocoran. Kontraktor diwajibkan membuat atau menyerahkan : 1. g. tersebut tanpa dipungut biaya dan pengujian dilakukan lagi sampai berhasil dengan baik. Kontraktor tertanggung jawab atas ukuran (dimensi) dan apabila perlu Kontraktor harus melakukan pembaikan-perbaikan/penyempurnaanpenyempurnaan tanpa biaya tambahan. Peralatan yang disuplai ini harus disertai dengan test certificate yang asli dari pabrik pembuat dan surat keterangan lain yang mendukung pengesahan barang dari pabrik pembuat. Surat keterangan dari luar pabrik tidak diakui kebenarannya. d. Pihak Pemilik proyek harus sudah menyiapkan petugas/teknisi yang akan dilatih untuk keperluan ini. Seluruh biaya untuk pengujian tersebut menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pekerjaan Pemasangan a. f. Peralatan yang disuplai harus ditest oleh Petugas Pabrik/ agen dengan prosedur/ketentuan test yangsudah baku. 6. Sertifikat garansi dari pabrik pembuatnya 3.

c. Jaminan/garansi peralataan yang disuplai Kontraktor diatur dalam perjanjian tersendiri antara Kontraktor dan Pemilik. Span dan panjang untuk travelling disesuaikan dengan ukuran rumah pompa. sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan tanpa tambahan biaya. Spesifikasi teknik overhead crane adalah sebagai berikut : “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-85 . b. Daichi atau setara di rumah pompa dengan kapasitas pengangkatan minimal 5 ton dengan jenis Single Girder. Masa pemeliharaan untuk seluruh Pekerjaan instalasi dan pemasangan ditetapkan selama 4 tahun setelah barang diserahkan kepada Pemilik/Pengawas dan disesuaikan dengan masa pemeliharaan pekerjaan Sipil/arsitektur.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 4. 7. Jaminan pekerjaan instalasi dan peralatan yang disuplai Kontraktor termasuk material instalasi/pemipaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Lain-lain a. 9. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini. e. Dalam masa pemeliharaan apabila ditemukan instalasi yang rusak atau berfungsi kurang baik maka Kontraktor harus segera memperbaiki atau mengganti peralatan tersebut sampai dapat berfungsi dengan baik. harus disediakan oleh Kontraktor. Jaminan dan Masa Pemeliharaan a. baru tanpa cacat dan garansi penuh. b. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang mungkin diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam spesifikasi ini atas tanggungan/biaya Kontraktor kepada instansi berwenang yang terkait dengan Pekerjaan ini. Buku petunjuk untuk pengoperasian dan pemeliharaan selanjutnya. Pemilik harus dibebaskan dari segala bentuk pembayaran akibat segala kerusakan pada pemakaian normal untuk waktu 1 tahun setelah pengesahan penyerahan pekerjaan. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. Peralatan yang disuplai harus diserahkan dalam kondisi baik. Manual Overhead Travelling Crane Pekerjaan ini meliputi pengadaan dan pemasangan satu (1) unit manual overhead travelling crane merk Kone. d. 8.

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Uraian Kapasitas Lift Span Lenght Type Operasional a. Lift b. Travelling 5 ton 5m Sesuai jarak kolom Sesuai jarak kolom Manual Manual

10. Genset 1. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan meliputi pengadaan Genset 650 KVA yang memenuhi spesifikasi sebagai berikut : a. Genset yang diperlukan adalah jenis continuous dengan out put minimal 520 kW / 650 kVA. b. Genset yang diperlukan adalah Genset type silent 650 KVA. c. Genset yang dimaksud dilengkapi dengan sound proofing, tingkat
kebisingan 75 dB @ 7 m.

d. Genset yang dimaksud dioperasikan secara single atau pararel didalam ruangan 27 derajad celcius / 60 RH diiklim tropis (tropical). e. Genset yang handal, mudah dioperasikan, efisien biaya perawatan, kondisi purna jual terjamin. f. Engine : 1). Spesifikasi : Engine data Manufacturer / Model : Cylinder Arrangement : Displacement : Bore and Stroke : Compression ratio : 16 : 1 Rated RPM : 1500 Rpm Piston Speed : Max. Prime Power at rated RPM : Min. 110% dari 520kW Frequency regulation, steady state : +/-0. 5% BMEP : Governor : type : Elec Exhaust system Exhaust as flow Exhaust temperature Max back pressure

: : 450 – 500°C : 450 – 550mm

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-86

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

Fuel system 110% (Stand By power ) 100% (of the Prime Power) 75% (of the Prime Power) 50% (of the Prime Power) Total fuel flow Coolant system Radiator & engine capacity Max water temperature Outlet water temperature Fan power Fan air flow Available restriction on air flow Type of coolant Thermostat

: : : : :

155 – 165L/h 140 – 150L/h 103 – 113L/h 68.5 – 77.5L/h 420 – 460L/h

: : : : : : : :

95 – 97°C 90 – 95°C 70-90 °C

2). Spesifikasi tambahan Engine dan Radiator

: : Heat shield protection Oil drain extention Heavy duty air filter Lube oil drain pump Radiator core guard Battery charger : Anti condensation heater : Paralleling system Remote annunciator Oil temperatur shutdown Key start panel : Residential silencer Critical cilencer Frexible exhaust conn. : Daily tank dengan kapasitas minimum 250 liter. Water separator fuel filter

Alternator Control panel

Exhaust

Fuel

g. Alternator : 1). Spesifikasi : Manufacturer Alternator Model/Series Power Rated Voltage / Frequency (Hz) Power Factor (Cos Phi) Ration Speed

: : : : :

520kW / 650 kVA 380 V, 3 Phase / 50 0.8 1500 Rpm VI-87

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN

Voltage Regulation 0 to 100% load Voltage Regulation Insulation : Class, temperature rise Over speed Altitude Total Harmonics (TGH/THC) Wave form: NEMA =TIF-TGH/THC Recovery time 2. Persyaratan Teknik

: : : : : : : :

± 1% IP 21 drip proof. H/H 2250 RPM < 1000 m < 4% < 50 400 – 600 ms

Spesifikasi Komponen Komponen/spare part : Standar dari manufakturer atau yang disetujui oleh Pengguna Barang/Jasa. Pengetesan a. Penyedia Barang/Jasa wajib menyelenggarakan tes kinerja untuk peralatan utama Genset type silent 650 KVA, panel dan lain-lain yang dilakukan oleh penyedia barang/jasa. b. Setiap hasil test/pengujian harus mendapat persetujuan dari pihak pengguna jasa & konsultan. c. Setiap ada ketidak sesuaian antara pengetesan dengan desain, Penyedia Barang/Jasa harus melakukan konsultasi dengan pihak pengguna jasa & konsultan. Sertifikat Penyedia Barang/Jasa diwajibkan membuat atau menyerahkan : a. Sertifikat uji dari pabrik pembuat (Factory Test Certificate) b. Sertifikat garansi dari pabrik pembuat c. Sertifikat Country Origin. U. PEKERJAAN BETON PRECAST PRESTRESS 1. Persyaratan yang berkenaan dengan beton pada umumnya harus diperhatikan dalam hal pekerjaan beton Prestress. 2. Yang termasuk dalam beton Prestress ini terbatas pada seluruh detail yang ditunjukkan dalam gambar : - Concrete Sheet Pile / Flat Sheet Pile - Tiang Pancang / Concrete Pile 3. Beton Prestress untuk Concrete Sheet Pile / Flat Sheet Pile dan Concrete Pile harus dibuat oleh pabrikan yang memiliki Quality System atau jaminan kualitas dan atau telah memiliki sertifikasi ISO. 4. Sebagai syarat diterimanya beton precast pihak Penyedia Barang / Jasa diwajibkan mengundang pihak Pengguna Barang / Jasa untuk melakukan inspeksi setiap tahapan pelaksanaan pabrikasi. Pihak

“ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “

VI-88

2. Pintu air yang diperlukan adalah Pintu air yang dapat menerima beban tekanan air setinggi 4 m dengan berbagai posisi. i. g. 5. kontraktor harus mengusulkan dalam waktu 7 hari sebelum pelaksanaan dimulai. e. Type Pintu air adalah elektrik dengan beban pemberat sebagai peringan beban pada saat pintu dibuka/ditutup. Material yang digunakan adalah plat SS 400 atau SS 41. d. Panjang dan lebar Pintu air disesuaikan dengan gambar perencanaan. Pintu air yang didesain dan dipabrikasi harus memenuhi standar yang telah ditentukan dalam dokumen tender ini. Pintu air yang handal. Apabila tidak ditunjukkan secara spesifik dalam gambar. Pengelasan Pintu air merujuk pada ASME Sec. Mengangkat. IX atau standar yang telah ditentukan dalam dokumen tender ini.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Pengguna Barang / Jasa akan menolak jika mutu dari pabrikan tidak sesuai mutu dan spesifikasi teknis. Ketebalan plat minimum 12 mm dan faktor korosi harus dimasukkan ke dalam perhitungan ketebalan minimum spesifik. mudah dioperasikan dan efisien biaya perawatan. Gambar shop drawing lengkap dengan bentuk kait yang akan ditanam dalam beton. Kelalaian dalam hal ini merupakan tanggung jawab Penyedia Barang/Jasa. Unit beton Prestress harus diangkat pada titik-titik pengangkatan yang ditentukan dalam gambar kerja. membongkar dan menumpuk seluruh unit beton Prestress dan menyerahkannya untuk disetujui Direksi. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-89 . Setiap unit Pintu air diperlengkapi dengan kait angkut (lifting lag) pada sisi-sisinya. Finishing Pintu air harus dicoating anti karat. Unit beton pracetak baru boleh diangkat dan dipasang pada pekerjaan permanen setelah kekuatan mencapai kekuatan karakteristik yang disyaratkan. j. yang ditunjukan dari hasil uji tekan silinder dan disetujui Direksi. Perhitungan dan gambar desain Pintu air diajukan ke Pengguna Jasa atau Konsultan Perencana untuk informasi. h. Kontraktor harus mengetahui cara mengangkat dan memuat. c. PERSYARATAN TEKNIK Spesifikasi Komponen Komponen/spare part : Standar dari manufakturer atau yang disetujui oleh Pengguna Barang/Jasa. V. PEKERJAAN PINTU AIR 1. Penggunaan komponen-komponen dalam pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti pedoman atau petunjuk dari pabrik yang memproduksinya. b. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan meliputi Pengadaan dan pemasangan pintu air yang memenuhi spesifikasi sebagai berikut : a. f.

b. Sertifikat tenaga kerja/tenaga ahli las yang diperkerjakan dan masih berlaku saat pelaksanaan pekerjaan ini. Penyedia Barang/Jasa wajib menyelenggarakan tes. b. Sertifikat material/plat yang digunakan. Hasil test/pengujian harus mendapat persetujuan dari pihak pengguna jasa & konsultan pengawas.PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN Pengetesan a. Sertifikat Penyedia Barang/Jasa diwajibkan membuat atau menyerahkan : a. “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ VI-90 .

................................ 8... VI-19 1................................................ VI-2 Perintah Untuk Pelaksanaan ................................................ 10....................................... 3..................................................... 3..................... Sarana Penunjang Pekerjaan .............. VI-1 1.................................. .. VI-1 Tanggung Jawab Kontraktor .............................................................................. VI-20 Pengendalian Air ...................................................... VI-2 Tenaga Kerja .................................................................. 6.. VI-2 Satuan Ukuran ..................................................................................................................... 3......... Data Proyek ................. VI-3 Bahan-Bahan Dan Mutu Pekerjaan ................. 4............................... VI-1 Tempat Kerja .... 16.. 11............................................................................ 7.................... VI-16 1............................PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN BAB VI SPESIFIKASI TEKNIS DA FTAR ISI A........................................................ VI-10 Pengaturan Lalu Lintas...................................................................................................................... VI-2 Pekerjaan Dan Bahan Bahan Yang Termasuk Didalam Harga Satuan................................................................................................................................. 5.................................................................................................. VI-6 Pemindahan Dari Material Bongkaran ................................................................................ 18. VI-6 B....... Photo Dokumentasi .............................................................. VI-16 Jalan Kerja ................................... Pekerjaan Tanah ......................... 13............................................ Lingkup Pekerjaan ................................................... VI-11 Papan Nama Proyek .............. 17..... VI-20 Penurapan Dan Perlindungan ....... VI-6 Prosedur Pembongkaran............... 2........... 2.................................................................... Pekerjaan Persiapan .................................. 12............................................... 4............. VI-5 Kewajiban Kontraktor Untuk Material Yang Diselamatkan Dan Struktural Yang Ada ............................................................. VI-7 Pengukuran ............................................ 2..................................... VI-18 D.......... 14....................................................... 6....................................................................... VI-13 C........................... Umum ......... 6... 8............................ 9....................................................... VI-20 Ijin Kerja ............................................................................................. VI-7 Pematokan Dan Bouwplank ... 7...... 4....................................................................... Pembersih Lapangan .... VI-3 Gambar–Gambar Dan Ukuran ....... .............................................................................................................................................................................................................. VI-4 Pelaksanaan Pekerjaan Dalam Keadaan Kering ....................... VI-5 Pengaturan Pembuangan Sisa-Sisa ............................... VI-4 Pembongkaran Struktur Yang Ada .............................................................................................. 5......... VI-19 Penyelidikan Lapangan ......... 2.............. VI-12 Gambar-Gambar Yang Harus Dipersiapkan Oleh Kontraktor.... VI-3 Wilayah Kerja .................... VI-1 Rencana Kerja................... 3............................ VI-9 Mobilisasi.................... VI-9 Kantor Lapangan/ Ruangan Direksi ................................................................ 5..................................... 15............. VI-21 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ i ..................................................................................... VI-7 1............................................... VI-17 Pengeringan Atau “Coffering Dan Dewatering” ........ VI-20 Pekerjaan Galian . VI-2 Laporan...........................................................................................................................

..... Lingkup Pekerjaan .............. E............................................................................... 9........... VI-39 Beton Ready Mix ................................................................................................................................ VI-25 Lingkup Pekerjaan ................................ VI-27 Pekerjaan Beton .......................................... VI-47 Lingkup Pekerjaan ........... 3.... VI-36 Siar-Siar Konstruksi .............................. 6....................................................................... VI-46 Persyaratan Bahan .................... VI-25 Syarat-Syarat Pelaksanaan ............... 3.................................................................................................. VI-27 Umum ................................. A................................................................................................. VI-47 Persyaratan Bahan ..................................................... 2.................... 5............................................................................... G.................................................. VI-47 Syarat-Syarat Pelaksanaan ......................................... VI-29 Pencampuran Bahan ............................................................ VI-45 Syarat-Syarat Pelaksanaan ................................................................................................................ C............................ 4........................ 8.................................................................. 2....................... J..... F................ 7................ VI-48 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ ii ...................... VI-34 Pengadukan Beton .................................. VI-25 Pembuatan Lubang Suling-Suling ........ 6........................................................................................................ 4............ VI-23 Pengurugan Kembali Pada Bangunan-Bangunan Dan Pada Pekerjaan Pasangan Batu .............................. VI-48 Lingkup Pekerjaan .......... VI-44 Persyaratan Bahan ......... VI-34 Persyaratan Pelaksanaan ....................................................... 3................................................... VI-45 H................................ 2.......... E. B...................... VI-27 Persyaratan Bahan ................ 5........................................................ VI-43 Perawatan (Curing) .. VI-33 Batasan Rasio Campuran Air/Semen ....................................................................................................... VI-33 Workability (Kelecakan Beton) ................. F.................. VI-33 Contoh Campuran Beton .......................................... 2............................ 9................................................ VI-46 Pekerjaan Rabat Beton .. VI-38 Pengecoran Beton ...................... VI-46 1...................... Pekerjaan Plesteran ............ VI-25 Pekerjaan Pondasi Batu Kali .......... Ruang Lingkup Pekerjaan .............................................................................................................................. 1................................ D........................................................... 3.................. VI-46 Syarat-Syarat Pelaksanaan .............................................................................................. VI-33 Rencana Campuran Beton ....... 1...................................................... VI-25 Kelebihan Galian Dan Pembuangan Sisa Galian .......................................................................................................... VI-36 Pembuatan Bekisting.................................................. VI-38 Kerusakan Pada Permukaan Bekisting .......................................................................................... 8.............. 2.......................... Urugan Dan Timbunan Tanah ..... VI-37 Pembongkaran Bekisting................... VI-48 Pekerjaan Cat Dinding Dan Langit-Langit Beton Exposed .. I........................................................... VI-26 Pekerjaan Akhir Pasangan Batu ...... VI-26 Pekerjaan Trucuk Kayu Gelam ............................................. VI-44 1........................................ VI-25 Syarat-Syarat Bahan ......................... 1. 1................................................ Pekerjaan Pasangan Dinding Bata...................................... VI-44 G..................................... 3...............................................PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 7.

........................................................................... 5.......... VI-54 Syarat-Syarat Bahan .................................................... R..... 2................... VI-55 Lingkup Pekerjaan ............. VI-57 Spesifikasi Umum ............... Pekerjaan Pengecatan ..................................................................... 2.. L......................... VI-53 N............................... VI-48 Syarat-Syarat Pelaksanaan .............................................. VI-49 Syarat-Syarat Pelaksanaan ............................................................. VI-49 Persyaratan Bahan ....... VI-53 1................................................................................................................... Persyaratan Umum .... 2.......................................................................................... VI-54 O................................................................................................ VI-51 Hal-Hal Umum ............................... 2. 7..... VI-50 Pekerjaan Kusen.................................................... Lingkup Pekerjaan ................. VI-53 Syarat-Syarat Pelaksanaan .......... 2........................................................ VI-54 1................. VI-54 Pemasangan Kaca Pada Kusen Kayu ..................................................................... VI-55 Pekerjaan Waterproofing ....................................................................................................................................................................................................... VI-52 M............................. VI-53 Syarat-Syarat Bahan ............................ VI-52 Pembuatan .............................................................. VI-55 Q........................................... VI-49 1..................................... Jendela.............. VI-55 Bahan ................... 3....... VI-51 Kualitas Dan Jenis Kayu.................... Pekerjaan Daun Pintu Panel ......................... Syarat-Syarat Bahan ................... VI-55 1...... 3.................................. Pekerjaan Kusen .................................... VI-52 Permukaan Luar . 3.....PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN 2....... Perlengkapan Kunci Dan Penggantung ....................................... VI-57 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ iii ......................................................... 3.................................................................................. VI-51 Lingkup Pekerjaan ...................................... Pekerjaan Pemasangan Kaca ......................................................................................................................................................... 1................ Lingkup Pekerjaan ............................... 3.......... 2........................................................ 1..................................... VI-55 Persyaratan Bahan ..... Pintu.............. VI-56 Spesifikasi Pekerjaan Plumbing ................................ VI-54 Pekerjaan Kunci-Kunci Dan Alat Penggantung ................................................... Pengendalian Pekerjaan ........................................... VI-54 Memasang Dan Menggantung Pintu Dan Jendela ...................... VI-55 Syarat-Syarat Pelaksanaan .. VI-57 Spesifikasi Teknis .... P......................... 3............................................................................................................................ VI-52 Pengawetan/Perlindungan Kayu ..................... VI-51 Ukuran ........................................................................ 2...... 4.. 6. 4......... 3................. Lingkup Pekerjaan ................ 2...................................... VI-53 1......................................................... Pekerjaan Lantai Keramik .... VI-48 K........................................................................................................ 1....................................................... VI-53 Penyempurnaan (Finishing) ..............................................................................................................................

.................................................................................................... 9........................................................... 10....................................................................................................................... VI-83 Pekerjaan Pemasangan ....... VI-86 Persyaratan Teknik ........... Gambar Dan Material ... VI-78 Panel Control: ................ VI-88 V............................................................................... 2........................... B..................................................................... VI-89 Lingkup Pekerjaan .......................................... 6....................... VI-84 Jaminan Dan Masa Pemeliharaan ........................................................................ VI-60 Gambaran Umum ................................................................ B........................................................................ VI-60 Gambar-Gambar Pelaksanaan ........... A........................... Pekerjaan Pintu Air.. C............................................................. VI-77 Pompa Lumpur ..................... U.................................... 2..... C............................................................................. VI-84 Pemeriksaan Dan Pengujian ............................................................................................................... 11........................................................... VI-61 Hak Untuk Merubah Disain........... A............. T............. 8...................................... 2.................................. VI-78 Spesifikasi Teknis Pompa Banjir ...... 1.................................................................................................................................PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN S.......... 1.................................... VI-60 Gambar Kontrak ................................. 3.............................................................. VI-78 Elektromotor: ......................................... 5........ 6.... (Seperti Yang Terlihat Dalam Gambar) ............................................. VI-86 Lingkup Pekerjaan ............................. VI-77 Elektromotor : .......................................................... VI-61 Persyaratan Teknis Pelaksanaan Dan Penyelesaian Pekerjaan Instalasi Pompa Air ..................................... VI-77 Pipa Buang : ..................... 1....................... VI-77 Lingkup Pekerjaan ............................................ Error! Bookmark not defined............................... 5.......... 1...... VI-85 Manual Overhead Travelling Crane ............ VI-61 Metode Pelaksanaan ............ 2......................... VI-89 “ DOKUMEN PENGADAAN BARANG / JASA “ iv .................... 4............................... Spesifikasi Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal .............. VI-79 Testing Dan Commisioning ............................................................ 4...................... VI-77 Spesifikasi Teknik Pompa Lumpur ......... VI-78 Pipa Kolom... Pekerjaan Beton Precast Prestress ......................................................................... VI-85 Lain-Lain.......................................................... VI-88 Pekerjaan Sound Proofing.......................... VI-60 Skope Kontrak Pekerjaan ............................................................... 7......................... VI-89 Persyaratan Teknik ... VI-78 Pompa .................. D............................... 3................. VI-85 Genset ...........................................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful