LANDASAN BERLAKUNYA HUKUM ADAT DI INDONESIA PERSFEKTIF FILOSOFIS, SOSIOLOGIS DAN YURIDIS Latar Belakang Revolusi yang dilakukan

oleh bangsa Indonesia melawan pemerintah kolonial Belanda, tidaklah hanya suatu perjuangan untuk mencapai kemerdekaan politik semata-mata, tetapi disamping itu revolusi dimaksud juga merupakan suatu revolusi sosial dan ekonomi, yang ditimbulkan oleh suatu Bangsa yang bertekad sebulat-bulatnya untuk menempatkan nasib Indonesia dalam tangannya sendiri.1 Hal ini dapat kita lihat kalau kita perhatikan dengan sungguh-sungguh proklamasi kemerdekaan Indonesia sebagai pemberi semangat yang luar biasa kepada Bangsa Indonesia yaitu:2 Menggerakan Indonesia yang dahulunya Negara jajahan Belanda menjadi Negara Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Sejak itu pula lahirlah Tata Hukum Indonesia. Salah satu peninggalan pemerintah kolonial Belanda pada Bangsa Indonesia di bidang hukum adalah keanekawarnaan hukum yang berlaku, memecah belah bangsa Indonesia menjadi golongan-golongan penduduk, dan kemudian tiap-tiap golongan penduduk tersebut diberlakukan hukum yang berbeda-beda pula. Pada zaman penjajahan Belanda sebagian besar hukum yang diperuntukkan bagi bangsa Indonesia adalah alat bagi penjajah Belanda untuk melestarikan kekuasaannya. Hal ini tercermin dengan jelas pada kewenangankewenangan pembentukan hukum, proses pembentukan hukum, pembedaanpembedaan dalam macam hukum yang berlaku bagi seseorang atau golongangolongan penduduk, perbedaan dalam macam hukum yang berlaku bagi seseorang atau golongan-golongan penduduk, perbedaan dalam penegakannya dan
1 Suparman marzuki, Politik Hukum dan Ham, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2011), hlmn. 20-30. 2 Raja Sofyan Samad, Masyarakat dan Negara: Politik Penetrasi Pemerintah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011), hlm.45. 1

Pendeknya dapat dikatakan segala kehidupan hukum yang dibina untuk mencapai tujuan-tujuan penjajah. disesuaikan dengan iklim Indonesia yang telah merdeka dan berdaulat. sosiologis dan yuridis. sehingga. Sehingga konsepsi hukum pada waktu itu tidak menguntungkan bagi bangsa Indonesia. 20 Tahun 2012: Sebuah Penelitian kompetitif Fakultas Syari’ah dan Hukum. maka Permasalahan yang relevan untuk dikaji lebih lanjut dalam makalah ini adalah: Apakah hukum dasar yang tidak tertulis itu dapat dipandang sebagai bagian dari hukum Adat Indonesia ataukah sebaliknya hukum berinduk pada hukum dasar yang tidak tertulis ? Bagaimana kedudukan hukum adat dalam kehidupan masyarakat di indonesia. serta disesuaikan pula dengan tuntutan untuk mencapai negara maju dan modern. 12. Indonesia dihadapkan kepada masalah mengubah dan membaharui Indonesia. masih adakah relevansi ilmiah bagi hukum adat setelah kolonialisasi bangsa lain terhadap masyarakat Indonesia yaang mengimbas pada penerapan asas kokordansi dalam wacana ilmu hukum di Indonesia ? 3 Qodir Jaelani dkk. Pendapat Mahasiswa dan Dosen Fak. hukum yang masih law in book selalu bertentangan dengan keinginan masyarakat baik secara filosofis. yuridis dan sosiologis merupakan dasar pembangunan Indonesia yang maju dan modern karena hukum dan kebijakan yang diciptakan merupakan repsentasi dari keinginan masyarakat Indonesia. Syari’ah dan Hukum Terhadap PERMA NO. halm. Yogyakarta. yang berarti meruntuhkan tata tertib masyarakat kolonial belanda dahulu dan kemudian mewujudkan ketentuan-ketentuan baru. .sebagainya. Rumusan Masalah Landasan berlakunya hukum adat persfektik filosofis.3 Dengan tamatnya kekuasaan kolonial Belanda. Tahun 2012. karena apabila kepastian hukum bertentengan asas kemampaatan dan keadilan maka asas kepastian hukum harus dikesampingkan.

yang bererti pula menunjukkan adanya perumusan hukum adat sebagai bagian dari hukum hukum dasar negara Indonesia. Rekonseptualisasi Hukum Adat Kontemporer. (Jakarta:Pradnya Pramita. tetapi dapat dikatakan telah diterima dalam semua bahasa di Indonesia. dan kalau diteliti lebih lanjut.9. UUD 1945.5 Eksistensi hukum adat pada masa sekarang jelas akan lebih banyak bergantung kepaada hukum tertulis (ststutory law) termasuk konstitusi dan lain4Soepomo.2002). Snouck Hurgronje adalah seorang ahli agama Islam berkebangsaan Belanda yang mula-mula memakai istilah “Hukum Adat” dalam bukunya yang berjudul De Atjeher’s Kemudian Van Vollenhoven memakai sebagai istilah tehnik yuridis. Dengan kata adat sekarang yang dimaksud adalah kebiasaan dan kesusilaan Indonesia di semua lapangan hidup.Pembahasan Landasan Sosiologis Berlakunya Hukum Adat di Indonesia Hukum adat sebagai suatu model hukum. menurut mana orang Indonesia biasa bertingkah laku. yang mula-mula berarti kebiasaan. 5 Otje Salman Soediningrat. yang berarti pula mengikat dan menemukan segala pikiran dan perasaan hukum orang-orang dalam masyarakat Indonesia. Istilah hukum adat merupakan terjamah dari istilah Adatrecht (Bahasa Belanda). Sarjana ini pula yang memasukkan hukum adat kedalam Ilmu Hukum. Hubungan individu dan Masyarakat dalam Hukum Adat.4 Hukum adat merupakan hukum asli masyarakat Indonesia.6. hlm. Pemikiran tersebut diakui oleh konstitusi Indonesia. kata adat berasal dari bahasa Arab. berakar pada adat istiadat atau merupakan pancaran nilai-nilai dasar budaya masyarakat Indonesia. baru mendapat perhatian dari kalangan Ilmu Pengetahuan Hukum yang modern pada permulaan abad XX. 1963) halm. (Bandung: Alumni. jadi semua peraturan tentang tingkah laku macam apapun juga. Jadi didalamnya termuat pula peraturan-peraturan hukum yang melingkupi dan mengatur hidup bersama dari pada orang-orang indonesia. 3 .

Sehingga istilah Adatrecht perpaduan dua kata asing yaitu dari bahasa Arab daan Recht dari bahasa belanda.7 Secaran revolusioner membuat peraturan baru pada setiap perubahan 6 Davied Henley dkk.35. Dan adat yang mempunyai sanksilaah yang betul-betul hukum adat. : Hukum Adat adalah non statutair yang sebagian besar adalah hukum kebiasaan dan sebagian kecil hukum Islam. van vollemhoven mengemukakan bahwa sistem pemberlakuan sistem adat tidak berdasarkan pada peraturanperaturan yang dibuat pemerintah belanda atau alat-alaat kekuasaan lainnya yang menjadi sendinya dan diadakan sendirioleh kekuasaan Belanda.lain peraturan perundang-undangan. Hukum adat berurat berakar pada kebudayaan tradisional. Asas-Asas Hukum Adat. Secara historis hubungan interdependensi ini merupakan implikasi dari resepsi hukum Belanda dalam sistem hukum Indonesia. sesuai dengan fitrahnya sendiri.6 Kata Recht berasal dari bahasa Belanda yang berarti hukum. (Jakarta:Pradnya Paramitha.40. Adat Dalam Politik Indonesia. hal. Hukum adat itupun melingkupi hukum yang berdasarkan keputusan-keputusan hakim yang berisi azas-azas hukum dalam lingkungan. Hukum adat dianggap berlaku atau bersifat umum. 7 Muhammad Bushar. karena ia menjelmakan perasaan hukum yang nyata dari rakyat. (Jakarta: Yayasan Obor. . pemerintah belanda menerapkan asas konkordansi atas hukum-hukumnya di Indonesia. Hukum Adat adalah suatu hukum yang hidup. Pada masa-masa Hindia Belanda. tidaklah tergantung pada peraturan perundang-undangan melainkan pada tindakan-tindakan yang oleh adat dan oleh masyarakat dianggap patut dan mengikat. Soepomo menulis dalam bukunya yang berjudul ”Bab-Bab Tentang Hukum Adat. dimana ia memutuskan perkara. hal.hukum adat terus-menerus dalam keadaan tumbuh dan berkembang seperti hidup itu sendiri. 1878). Disamping itu para penduduk memiliki keyakinan yang sama yang menyatakan bahwa aturan-aturan adat harus dipertahankan oleh kepala adat dan petugas hukum lainnya.2010).

keadaan dan perubahan kebutuhan hukum. berlaku bagi Bangsa Indonesia dalam hal-hal.1989). Hukum Adat Konstitusional dan Hukum adat Tata Usaha berlaku. yang menjadi warganegara Indonesia semenjak penyerahan kedaulatan dari Bangsa Belanda ke Republik Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949.9 Hukum Adat Perdata. Dalam hal itu. Moch. Bab-Bab tentang Hukum Adat. Dan hal-hal yang lama yang tidak dapat lagi dipergunakan secara tidak revolusioner pula ditinggalkan. Senada yang ditulis soepomo dalam bukunya. Hukum Adat selalu pula menjalani perubahan-perubahan yang terus melalui keputusan-keputusan atau penyelesaian-penyelesaian yang dikeluarkan oleh masyarakat sebagai hasil temu rasa dan kata tentang pengisian sesuatu hukum adat dalam permusyawaratan rakyat. Sebagai hukum rakyat yang mengatur kehidupannya sendiri yang terus menerus berubah dan berkembang. 5 . 9 Soepomo. Hukum UII. hal. setiap perkembangan yang terjadi selalu mendapatkan tempatnya di dalam tata hukum adat. orang-orang Eropa dan Tionghoa. (Jakarta: Pradnya Paramita. 1983). (Jakarta: Fak. dimana hukum adat itu belum diganti dengan peraturan-peraturan perundang-undangan di daerah-daerah Indonesia. Hukum Adat Dewasa Ini. sulit berkembang. 8 H. di mana masih bertugas apa yang dinamakan “ Peradilan adat (Inhememserechispraak). sulit menyesuaikan diri dengan tuntunan perkembangan zaman. dimana hukum perdata tidak diganti dengan peraturan Undang-Undang. tunduk kepada hukum Eropa (Belanda) Hukum Adat Pidana dan Hukum adat Acara berlaku dalam hal. jika belum diganti dengan peraturan-peraturan undang-undang dalam masyarakat-masyarakat desa dan daerah adat otonom yang lebih tiggi tingkatannya.8 Dari apa yang dikemukakan oleh koesnoe diatas sekaligus menjawab pula para pendapat yang mengatakan bahwa hukum adat itu bersifat kaku. hal 3. Koesnoe. Hukum Adat selalu pula menjalani perubahan-perubahan yang terus-menerus berubaah dan berkembang.17.

halm. khususnya hukum-hukum Belanda. dalam Penelitian kompetitif Fakultas Syari’ah dan Hukum Tahun 2012. Bahkan. di sana ada hukum (adat). Cicero lebih kurang 2000 tahun yang lalu telah mengikrarkan dalam bahasanya. Apa dan bagaimana Filsafat hukum ala Indonesia. menjadi cerminannya. Adat. 11 Darji darmodiharja dan Shidarta. die Afange eines Rechtes besasse”. mempunyai cara berpikir. Gramedia Pustaka Utama. Inilah suatu kenyataan umum di seluruh dunia. betapa sederhana dan kecilpun masyarakat itu.Landasan Filosofis Berlakunya Hukum Adat di Indonesia Setiap negara memiliki sistem hukumya sendiri-sendiri. . tiap rakyat mempunyai kebudayaan sendiri dengan corak dan sifatnya sendiri. 10 Peter Burns.H.11 Dalam zaman modern. 85-132. hlm. berbeda dengan sistem hukum yang berlaku di negara-negara lain. post mengikrarkan dalam bahasanya bahasa jerman. welches nicht.12 Van Apeldoorn mengulangi kata-kata Post itu dalam bahasanya sendiri: “Recht is er over de gehele wereld. Yang Mendahului Semua Hukum dalam Politik Hukum Adat Nasional. yang pelopornya A. 2010). Pokok-Pokok Filsafat Huku. Di mana ada masyarakat. biarpun dalam kebudayaan beberapa rakyat tertentu (misalnya semua eropa barat) dan banyak persamaan pula. Karena tiap masyarakat. (Jakarta: PT.10 Hukum adat merupakan bagian dari kebudayaan Bangsa Indonesia. kalimat “Es gibt kein Volk der Erde. yaitu bahasa latin kata-kata yang tahan zaman “Ubi societas Ubi ius”. overal waar een samen leving van mensen is”.77. Hukum Adat. Hukum Islam Dan Hukum Barat. kenyataan ini ditegaskan dengan penuh keyakinan oleh mazhab Ethonologishe Jurisprudenz. 12. Human Rights Before and After Reformation. Hukum yang terdapat di dalam tiap masyarakat manusia. (Jakarta:Yayasan Obor.1995) halm. 12 Qodir Jaelani dkk. berbeda dengan sistem hukum Belanda yang pernah mengenakan asas konkordansi di Indonesia pada masa-masa kolonialisme. Sistem hukum yang berlaku di Indonesia dikenal tiga sistem hukum yaitu.

II/MPRS/1960 Lampiran A Pragraf 402 tersebut. Tesis Savigny tersebut sebenarnya lebih ditujukan sebagai penentangan terhadap ide resepsi hukum perdata Prancis. Padahal huku Prancis merupakan nota bene merupakan kodifikasi hukum modern dari subtansi hukum Romawi (Corpus Juris) yang sering mendasarkan dirinya dengan hukum alam yang valid dan berlaku secara umum. seperti halnya dengan semua sistem hukum dibagian lain dimuka bumi ini. ditetapkannya hukum adat sebagai azasazas Pembinaan Hukum Nasional.(Jakarta: Bhatara. sebagai salah satu penjelmaan “geestestructuur” masyarakat yang bersangkutan. Adat Law In Indonesia. hlm.17. 15 Wingnjodipoera Soerojo. hlm.“geestestructuur” sendiri. pernah mengajarkan bahwa hukum mengikuti “Volksgeist” dari masyarakat tempat hukum itu berlaku.1962). cara hidup dan pandangan hidup. Karena “Volksgeist” masing-masing masyarakat berlain-lainan. maka hukum dalam tiap masyarakat. maka hukum adat itu senantiasa tumbuh. yang akan dikodifikasikan menjadi hukum positif jerman.13 Von Savigny. Demikianlah halnya huku adat di Indonesia. Pengantar dan Asas-asas Hukum Adat.10-12. II/MPRS/1960 Lampiran A Pragraf 402. mempunyai corak dan sifatnya sendiri sehingga hukum masing-masing masyarakat itu berlainlainan.14 Landasan Yuridis Berlakunya Hukum Adat di Indonesia Landasan yuridis berlakunya hukum adat adalah ketetapan MPRS No. Ketetapan MPRS No. 14 Ahmad Ali. merupakan garis-garis besar politik dibidang hukum adat sebagai berikut:15 Azas-azas pembinaan hukum nasional supaya sesuai dengan haluan negara 13 Arthur Schiller. (Bogor: Ghalia. berkembang dan dipertahankan oleh Masyarakat Adat Indonesia karena timbul dari suatu kebutuhan hidup yang nyata.65. halm. 2011). 7 . Dengan terjadinya kodifikasi ini berarti hukum Prancis akan dianggap sebagai hukum rakyat Jerman (Germaans Volksgeist). (Jakarta: Gunung Agung. yang keseluruhannya merupakan kebudayaan masyarakat tempat Hukum Adat itu berlaku.1985). Menguak Hukum.

1981). artinya peraturan tertulis yang berlaku umum dan dibuat oleh penguasa yang sah. Kapitalisme. II/MPRS/1960 tersebut diatas. 20. merupakan landasannya. Hukum adat yang bersih dari sifat-sifat Feodalisme.dan berlandaskan pada hukum adat yang tidak menghambat perkembangan masyarakat adil dan makmur. ruang lingkupnya adalah17: Peraturan Pusat atau Algemene Verordering. Hukum adat tidak bertentangan dengan unsur-unsur agama. Hukum adat bisa sebagai landasan azas-azas hukum nasional harus memenuhi syaratsyarat sebagai berikut:16 Hukum adat tidak boleh bertentangan dengan kepentingan nasional dan Negara yang berdasarkan atas persatuan bangsa. Di dalam usaha kearah homoginitas dalam bidang hukum supaya diperhatikan kenyataan-kenyataan yang hidup di Indonesia. yang merupakan peraturan 16 Soekanto. Dalam penyempurnaan hukum perkawinan dan hukum waris supaya diperhatikan adanya faktor-faktor agama. Kedudukan Hukum Adat Dalam Rangka Pembangunan Nasional. hal 150-151 . maka kedudukan serta peran hukum adat dalam pembangunan hukum nasional menjadi lebih jelas dan tegas. serta pengisapan manusia atas manusia. Meninjau Hukum Adat Indonesia. (Jakarta: Rajawali. Peraturan setempat atau locale verordering. Hukum adat tidak boleh bertentangan dengan Negara Indonesia yang berfalsafah pancasila. yakni peraturan tertulis yang dibuat oleh pemerintah pusat. 17 Abdurachman. yaitu sepanjang tidak menghambat perkembangan masyarakat adil dan makmur. yang berlaku umum diseluruh atau sebagaian wilayah negara. hlm.II/MPRS/1960 dalam arti materiil. adat dan lain-lainya. Hukum adat tidak boleh bertentangan dengan ius constitutum. Dengan diundangkannya Tap MPRS No. (Bandung :Alumni). Tap MPRS No.

namun Undang-undang Dasar sama sekali tidak menyebutkan19.sedangkan yang akan dibahas adalah kedudukan hukum adat yang dirumuskan dalam peraturan perundang-undangan tersebut. kita akan mendapatkan ketentuan sebagai berikut : Undang-undang Dasar Negara adalah hanya sebagian dari hukum dasar negara itu. hukum yang hidup sebagai peraturan kebiasaan yang dipertahankan di dalam pergaulan hidup.tertulis. “Hukum Adat dan Ilmu Hukum Adat. baik di kotakota maupun di desa-desa (customary law). sebelum amandemen ke II tahun 2000 di dalam UUD 1945 tidak ada satu ketentuan pun yang secara tegas menyinggung persoalan tentang hukum adat. dalam konteks perubahan sosial”(Bandung: PT Alumni. yang biasanya dicontohkan dengan praktek ketatanegaraan yang tidak diatur oleh Undang-Undang Dasar 1945. hal. yaitu aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara meskipun tidak tertulis. 1983). Perundang-undangan dan Yurisprudensi. hal. maka konversi tersebut juga termasuk 18 Purnadi Purbacaraka dan Soerjono Soekanto. Apabila diteliti. Uraian didasarkan pada hierarki perundang-undangan dan hukum adat di sini. hukum yang hidup sebagai konversi dalam badan-badan hukum negara (parlemen. Undang–undang Dasar adalah hukum dasar yang tertulis. 6 19 Satjipto Rahardjo. Namun apabila kita mengkajinya lebih jauh dan melihat apa yang dikemukakan oleh Soepomo tentang hukum adat. (Bandung :Alumni. Didalam penjelasan UUD 1945 yang menurut Hukum Tata Negara Indonesia mempunyai nilai yuridis. bahwa sekalipun banyak kalangan hukum adat diterima sebagai salah satu sumber hukum. yang pada intinya bahwa hukum adat adalah sinonim dari hukum tidak tertulis di dalam peraturan legislatif (unstatory law). yang dibuat oleh penguasa setempat dan hanya berlaku di tempat atau daerah itu saja18. dewan propinsi dan sebagainya). sedangkan disamping Undang-undang Dasar berlaku juga hukum dasar yang tidak tertulis.52 9 . 1979). Untuk itu merupakan suatu hal yang menarik untuk diamati. Para ahli hukum tata negara umumnya memberikan arti hukum dasar tertulis itu sebagai “konversi”. diidentikkan dengan hukum kebiasaan (hukum tidak tertulis).

Undang-Undang No 1 Tahun 1947 tentang perkawinan. 2011). Alumni. Setelah hukum adat dijadikan Azas-Azs Hukum Nasional. Undang-Undang Perjanjian bagi hasil pertanian (UU No. hlmn. Mengingat pada waktu proklamasi kemerdekaan dan yang menurut soepomo juga sampai saat ini belum ada satu ketentuan yang mengatur secara tegas mengenai peranan dan kedudukan hukum adat. maka kemudian lahirlah antara lain: Undang-Undang Pokok Agraria Undang-Undang No. 21 Salman Soemadiningrat.20 Dalam Pasal II AP disebutkan “ Segala badan negara dan peraturan yang masih ada langsung berlaku selama belum diadakan yang baru menurut Undang-undang Dasar ini”. undangundang ini merupakan undang-undang nasional menggantikan berbagai jenis hukum yang mengatur masalah pertanahan di tanah air. Pasal II AP ini dimaksudkan untuk mengisi kekosongan hukum (rechtsvacum) terhadap permasalahan-permasalahan yang belum diatur dalam perundang-undangan. hlmn.golongan hukum adat.5 Tahun 1960. maka aturan-aturan yang mengatur tentang hukum adat untuk sebagian masih dapat dipandang berlaku. (Bandung: PT. (Bandung: PT.21 Setelah Amandemen ke II tahun 2000 didalam UUD 1945 mengenai hukum adat dituangkan dalam Bab IV Pasal 18 B (2) dan penjelasan Pasal 18 (2). Didalam Pasal 18 B (2) disebutkan : Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2011). Rekonseptualisasi Hukum Adat Kontemporer.7-10. Alumni.7-10. yang diatur dalam Undang-Undang.2 Tahun 1960) Kesimpulan 20 Salman Soemadiningrat. Rekonseptualisasi Hukum Adat Kontemporer. .

DAFTAR PUSTAKA 11 . falsafah bangsa serta norma dasar. mempunyai nilai-nilai yang universal maupun lembagalembaga hukum yang dalam bentuk pernyataan modern ditemukan juga dalam hukum International. Pancasila yang digali dari hukum adat yang kemudian menjadi dasar negara. unsurunsur. Sosiologis Dan Yuridis dalam pembangunan Hukum Nasional Indonesia cukup besar. Hal ini karena hukum adat merupakan Kebudayaan Nasional Indonesia yang mencerminkan jiwa dan semangat bangsa. yang berarti dapat menerima lembaga-lembaga hukum baru (Hukum Asing. asal tidak bertentangan dengan kepribadian bangsa yaitu Pancasila serta hukum dasar tertulis negara yaitu UUD 1945. karena hukum adat menjadi dasar-dasar elemen. hukum yang kita masukkan dalam hukum nasional yang di bentuk. Ini berarti hukum adat bersifat terbuka. Barat) sepanjang untuk memperkaya maupun untuk memperkembangkan Hukum Nasional. watak sikap hidup bangsa Indonesia. menonjolkan ciri-ciri. Hukum adat pada umumnya tidak tertulis menunjukkan sifat yang dinamis sehingga mudah dapat berkembang menyuasaikan diri dengan perkembangan zaman. justru dengan adanya pancasila ini hukum adat kedudukan maupun peranan khususnya dalam pembangunan hukum nasional makin besar.Landasan Berlakunya Hukum Adat Di Indonesia Persfektif Filosofis.

Tahun 2012 Koesnoe Moch. “Hukum Adat dan Ilmu Hukum Adat. Purbacaraka Purnadi dan Soekanto Soerjono. Asas-Asas Hukum Adat. Jakarta:Pradnya Paramitha. Bushar Muhammad. Apa dan bagaimana Filsafat hukum ala Indonesia. Politik Hukum dan Ham. 1979. Pokok-Pokok Filsafat Huku. Jaelani Qodir dkk. Hukum UII. Jakarta: Yayasan Obor. Penelitian Kompetitif Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum. _______________. Adat Dalam Politik Indonesia.2011.2002. Peter Burns. Perundang-undangan dan Yurisprudensi. 1878. Yogyakarta. Human Rights Before and After Reformation. Jakarta: Fak. Bogor: Ghalia. Kedudukan Hukum Adat Dalam Rangka Pembangunan Nasional. dalam Penelitian Kompetitif Mahasiswa dan Dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum Tahun 2012. Darji darmodiharja dan Shidarta. Bandung :Alumni. Gramedia Pustaka Utama.2010. Pendapat Mahasiswa dan Dosen Fak. Jakarta:Yayasan Obor. yogyakarta: Pustaka Pelajar. Bandung :Alumni. Yang Mendahului Semua Hukum dalam Politik Hukum Adat Nasional. 20 Tahun 2012. 2011. Rahardjo Satjipto. Adat. Syari’ah dan Hukum Terhadap PERMA NO. Menguak Hukum. 1983. Otje Salman Soediningrat. dalam konteks perubahan . Jakarta: PT. Marzuki Suparman. Ali Ahmad.1995. Henley Davied dkk. Rekonseptualisasi Hukum Adat Kontemporer. Bandung: Alumni. Hukum Adat Dewasa Ini. 2010.Abdurachman.

Rekonseptualisasi Hukum Adat Kontemporer. Jakarta:Pradnya Pramita. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.1989. 2011. Pengantar dan Asas-asas Hukum Adat. Masyarakat dan Negara: Politik Penetrasi Pemerintah. 2011. 13 . Meninjau Hukum Adat Indonesia. Soerojo Wingnjodipoera. Schiller Arthur. 1963. Bandung: PT. _______. Rekonseptualisasi Hukum Adat Kontemporer. ___________________. Samad Raja Sofyan. Alumni.Bandung: PT. Soemadiningrat Salman.sosial”. Alumni. Jakarta: Gunung Agung.Bandung: PT Alumni. Adat Law In Indonesia. Soepomo.Jakarta: Bhatara.1985. Bab-Bab tentang Hukum Adat. 1981. Jakarta: Pradnya Paramita. 2011. Hubungan individu dan Masyarakat dalam Hukum Adat. Soekanto. Jakarta: Rajawali.1962. 1983.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful