P. 1
RODA GIGI

RODA GIGI

|Views: 1,273|Likes:
Published by mzlathan_ibrhakhim
ELEMEN MESIN
ELEMEN MESIN

More info:

Published by: mzlathan_ibrhakhim on Jan 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

07/03/2013

$0.99

USD

pdf

text

original

MAKALAH ELEMEN MESIN “RODA GIGI”

Diajukan sebagai tugas mata kuliah Elemen mesin

Disusun oleh: Maulana haris hidayat / TAB 0420120061

POLITEKNIK MANUFAKTUR ASTRA
JL.GAYA MOTOR RAYA NO.8 SUNTER II JAKARTA UTARA

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. dimana makalah ini

merupakan salah satu dari tugas mata kuliah elemen mesin ,yaitu roda gigi. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Dalam perancangan suatu alat dibutuhkan beberapa komponen pendukung. safety factor. Ketepatan dan ketelitian dalam pemilihan berbagai nilai atau ukuran dari komponen itu sangat mempengaruhi kinerja dari alat yang akan dirancang Mesin merupakan kesatuan dari berbagai komponen yang selalu berkaitan dengan elemen-elemen mesin yang bekerja sama satu dengan yang lainnya secara kompak sehingga menghasilkan suatu rangkaian gerakan yang sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Dalam pemilihan elemen-elemen dari mesin juga harus memperhatikan kekuatan bahan. dan ketahanan dari berbagai komponen tersebut. Adapun elemen tersebut diantaranya adalah roda gigi . Teori komponen berfungsi untuk memberi landasan dalam perancangan ataupun pembuatan alat. Dalam merencanakan sebuah mesin harus memperhatikan faktor keamanan baik untuk mesin itu sendiri maupun bagi operatornya.

Menurut bentuk jalur gigi . PENGEERTIAN RODA GIGI Definisi roda gigi adalah salah satu bentuk sistem transmisi yang mempunyai fungsi mentransmisikan gaya. Atau dengan kata lain Roda gigi adalah bagian dari mesin yang berputar yang berguna untuk mentransmisikan daya. 1. dan bisa menghasilkan keuntungan mekanis melalui rasio jumlah gigi. Menurut arah putaran.gambar roda gigi II. Roda gigi mampu mengubah kecepatan putar. torsi. mereduksi atau menaikkan putaran/ kecepatan. membalikkan putaran. Konstruksi roda gigi mempunyai prinsip kerja berdasarkan pasangan gerak. Dua atau lebih roda gigi yang bersinggungan dan bekerja bersama-sama disebut sebagai transmisi roda gigi. KLASIFIKASI RODA GIGI Rodagigi diklasifikasikan sebagai berikut:    Menurut letak poros.1.Bentuk gigi dibuat untuk menghilangkan keadaan slip. Roda gigi memiliki gigi-gigi yang saling bersinggungan dengan gigi dari roda gigi yang lain.sehingga penyaluran putaran dan daya dapat berlangsung dengan baik.BAB II PEMBAHASAN I. dan arah daya terhadap sumber daya.

Roda gigi menurut letak poros Menurut letak porosnya.A.roda gigi dibedakan kembali menjadi 3 yaitu:    Roda gigi dengan poros sejajar Roda gigi dengan poros berpotongan Roda gigi dengan poros silang Klasifikasinya dapat pada tabel dibawah ini: Tabel klasifikasi 1 .

Letak Poros Rodagigi Rodagigi lurus Rodagigi miring Keterangan Klasifikasi atas dasar bentuk alur gigi Rodagigi dengan poros sejajar Rodagigi miring ganda Arah putaran berlawanan Rodagigi luar Arah putaran sama Rodagigi dalam dan pinion Gerakan lurus dan berputar Batang gigi dan pinion Rodagigi kerucut lurus Rodagigi kerucut spiral Klasifikasi atas dasar bentuk jalur gigi Rodagigi dengan poros berpotongan Rodagigi kerucut miring Rodagigi kerucut miring ganda Rodagigi Rodagigi permukaan dengan poros berpotongan istimewa Kontak gigi Gerak lurus dan berputar berpotongan dengan poros berbentuk Rodagigi kerucut zerol Rodagigi miring silang Batang gigi miring silang Rodagigi dengan poros silang Rodagigi cacing selubung ganda Rodagigi cacing samping Rodagigi hiperboloid Rodagigi hipoid Rodagigi permukaan silang Rodagigi cacing silindris Tabel klasifikasi 2 .

1. Rodagigi lurus ini cocok digunakan pada sistim transmisi yang gaya kelilingnya besar. Gigi-gigi yang bersudut menyebabkan pertemuan antara gigi-gigi menjadi perlahan sehingga pergerakan dari roda gigi menjadi halus dan minim getaran.A.2. . Roda gigi miring (hellical gear) Roda gigi miring (hellical gear) adalah penyempurnaan dari roda gigi lurus (spur gear).1. Roda gigi lurus (spur gear) Rodagigi lurus digunakan untuk poros yang sejajar atau paralel. Roda gigi heliks mampu dioperasikan pada kecepatan tinggi dibandingkan spur karena kecepatan putar yang tinggi dapat menyebabkan spur mengalami getaran yang tinggi. Berbeda dengan spur di mana pertemuan gigi-giginya dilakukan secara langsung memenuhi ruang antara gigi sehingga menyebabkn tegangan dan getaran. Dibandingkan dengan jenis rodagigi yang lain rodagigi lurus ini paling mudah dalam proses pengerjaannya (machining) sehingga harganya lebih murah. karena tidak menimbulkan gaya aksial 1.2. Roda gigi dengan poros sejajar Roda gigi dengan pros sejajar adalah roda gigi roda gigi dimana giginya berjajar pada dua bidang silinder (disebut “bidang jarak bagi”).1.1. kedua bidang silinder tersebut bersingungan dan yang satu menggelinding pada yang lain dengan sumbu tetap sejajar Jenis-jenis roda gigi dengan poros sejajar adalah: A.roda gigi lurus (spur gear) A.

3. Distribusi beban sepanjang garis kontak tidak uniform. Arah gigi membentuk sudut terhadap sumbu poros.2. 4.roda gigi miring biasa 1. Kemampuan pembebanan lebih besar dari pada rodagigi lurus.roda gigi miring silang . 2.gambar roda gigi miring (hellical gear) Ciri-ciri rodagigi miring adalah : 1.4.diantaranya: 1. Gaya aksial lebih besar sehingga memerlukan bantalan aksial dan rodagigi yang kokoh Roda gigi miring (hellical gear) memiliki beberapa jenis. 3.1.

Keuntungan dan kerugiannya sama seperti perbandingan antara spur dan roda gigi heliks roda gigi kerucut (bevel gear) terbagi menjadi 3 jenis yaitu: 1. Roda gigi kerucut lurus (plain bevel gear) Plain bevel gear Untuk jenis ini mempunyai konstruksi yang sederhana dibandins jenis roda gigi kerucut lainnya. titik ujung kerucut yang imajiner akan berada pada satu titik.3. Berdasarkan pembuatan bentuk giginya.1.roda gigi miring ganda 1. menyudut ke titik pusat kerucutnya plain bevel gear dengan Gigi lurus sejajar.plain bevel gear dibedakan menjadi:   plain bevel gear dengan Gigi lurus menyudut.1. Sudut antara kedua roda gigi bevel bisa berapa saja kecuali 0 dan 180. Bentuk gigi penampang potong sejajar dengan sumbu kerucutnya .Roda gigi bevel dapat berbentuk lurus seperti spur atau spiral seperti roda gigi heliks.roda gigi ganda bersambung A. dan aksis poros akan saling berpotongan.5. Pembuatannya relatif mudah dan penggunaannya untuk konstruksi umum yang sederhana sampai sedang. Ketika dua roda gigi bevel bersinggungan. Roda gigi kerucut (bevel gear) Bevel gear berbentuk seperti kerucut terpotong dengan gigi-gigi yang terbentuk di permukaannya. Bentuk gigi pada penampang potong.6. baik dalam menerima beban maupun putaran.

Gigi roda gigi kerucut spiral nol berbentuk kurva seperti pada roda gigi kerucut. tetapi dengan sudut spiral nol.1. roda gigi kerucut spiral nol (zerol bevel gear) Bentuk gigi berupa lengkung spiral dengan sudut spiral nol derajat. Kemampuan Roda Gigi Payung Zerol ini kurang lebih sama seperti Roda Gigi payung gigi miring (Spiral).7. Perbendaan antara Bentuk gigi lurus dengan bentuk gigi miring pada Roda Gigi payung ini. roda gigi kerucut miring (Spiral bevel gear) Disebut juga Spiral bevel gear. 1. hanya pembuatannya lebih sulit dan bekerja lebih tenang serta tahan lama. mengurangi kebisingan sehingga dapat digunakan pada putaran yang lebih tinggi dibanding dengan Roda Gigi payung gigi lurus pada ukuran geometris yang sama. . dimana dengan adanya kemiringan tersebut akan meningkan kemampuan menerima beban.8. roda gigi ini dapat menggunakan jarak pemasangan yang sama seperti roda gigi kerucut lurus. tetapi model ini bekerja lebih halus.roda gigi kerucut lurus (plain bevel gear) 2. kurang lebih seperti perbedaan yang terdapat pada Roda gigi lurus dengan Roda gigi miring (Spur Gear). sehingga secara sepintas tampak seperti Roda gigi lurus dengan gigi melengkung.spiral bevel gear 3.

hypoid bevel gear 5.9.10. Gigi dirancang khusus untuk tiap kombinasi jarak posisi dan sudut spiral. Roda gigi cacing (worm gear) Roda gigi cacing (worm gear) menyerupai screw berbentuk batang yang dipasangkan dengan roda gigi biasa atau spur.1.zerol bevel gear 4. roda gigi kerucut hypoid (hypoid bevel gear) Perbedaan utama antara roda gigi hipoid dengan roda gigi lain adalah bahwa pusat garis pinion dari pasangan roda gigi hipoid mempunyai posisi di atas atau di bawah pusat garis roda gigi. terutama pada aplikasi susunan roda gigi transmisi kendaraan dan mesin perkakas. Keuntungan utama model ini adalah ukurannya yang lebih kompak. Roda gigi cacing merupakan salah satu cara termudah . 1.

misalnya pada peralatan angkat. Roda gigi cacing di gunakan untuk posisi sumbu bersilangan dan pengtransmisian putaran selalu berupa reduksi. Perbedaan dari kedua jenis ini terdapat pada bentuknya. 2. Roda Gigi cacing sering juga difungsikan sebagai pengunci transmisi. Roda Gigi Cacing Glogoid (Cone-drive). sedangkan rasio roda gigi cacing mampu mencapai 500:1.untuk mendapatkan rasio torsi yang tinggi dan kecepatan putar yang rendah. Biasanya. pasangan roda gigi spur atau heliks memiliki rasio maksimum 10:1. 1.dimana bentuk alur cacingnya berupa spiral.11. Kerugian dari roda gigi cacing adalah adanya gesekan yang menjadikan roda gigi cacing memiliki efisiensi yang rendah sehingga membutuhkan pelumasan.Bahan batang cacing umumnya lebih kuat dari pada roda cacingnya.Pada sepasang roda gigi cacing terdiri dari batang cacing yang selalu sebagai penggerak dan Roda gigi cacing sebagai pengikut. Roda Gigi Cacing Silmdrik.selain itu batang cacing umumnya di buat berupa kontruksi terpadu. Dari bentuk konstruksi berpasangan terdapat dua jenis konstruksi Roda cacing. Sedangkan untuk profil gigi mempunyai kurva yang tetap sama. yaitu : 1. sehingga dalam penggunaannva dapat salmg bervariasi antara Batang Cacing dengan Roda Cacingnya .roda gigi cacing (worm gear) Selain sebagai sistim transmisi saja.

2. 3. serta tanpa proses penggerindaan. hal ini untuk memudahkan dalam pembuatan keamanan terhadap beban. banyak terjadi gesekan. Sedangkan elemen transmisi putar. disyaratkan yang mempunyai koefesien gesek yang kecil sekali. K-worm Gigi cacing yang dipakai untuk perkakas pahat mempunyai bentuk trapezoidal. diproduksi dengan menggunakan mesin bubut dengan pahat yang berbentuk trapesium. N-worm E-worm K-worm H-worm 1. menunjukkan dua kerucut. N-worm atau A-worm Gigi cacing yang punya profil trapozoidal dalam bagian normal dan bagian aksial. H-worm Gigi cacing yang dipakai untuk perkakas pahat yang berbentuk cembung o . 4. karena pada pentranmisiannya.1. pasangan Roda cacing selalu digunakan sebagai Roda gigi pengurang (Reduktion gear) Adapun bentuk profil dari rodagigi cacing ditunjukkan seperti pada gambar.worm gear silindrik dan glogoid Bahan untuk Roda gigi cacing dan batang cacing. Umumnya bahan batang cacing lebih keras dari Roda Cacing.12. E-worm Gigi cacing yang menunjukkan involut pada gigi miring dengan  antara 87sampai dengan 45 .

yang perlu diketahui yaitu : 1.III.bagian-bagian roda gigi .13. NAMA-NAMA BAGIAN RODA GIGI Berikut beberapa istilah yang perlu diketahui dalam perancangan rodagigi.

Adendum (addendum) Jarak antara lingkaran kepala dengan lingkaran pitch dengan lingkaran pitch diukur dalam arah radial. 8. 9. Pinion Rodagigi yang lebih kecil dalam suatu pasangan roda gigi. . Pitch point Titik singgung dari lingkaran pitch dari sepasang rodagigi yang berkontak yang juga merupakan titik potong antara garis kerja dan garis pusat. 2. Lingkaran pitch (pitch circle) Lingkaran khayal yang menggelinding tanpa terjadinya slip. 11. 10. Working Depth Jumlah jari-jari lingkaran kepala dari sepasang rodagigi yang berkontak dikurangi dengan jarak poros. 4. Diameter lingkaran pitch (pitch circle diameter) Merupakan diameter dari lingkaran pitch. jarak antara gigi dan lain-lain. Dedendum (dedendum) Jarak antara lingkaran pitch dengan lingkaran kaki yang diukur dalam arah radial. Modul (module) perbandingan antara diameter lingkaran pitch dengan jumlah gigi. secara formula dapat ditulis : t= d b1 z 6. Lingkaran ini merupakan dasar untuk memberikan ukuran-ukuran gigi seperti tebal gigi. 3. m= d b1 z 7. Jarak bagi lingkar (circular pitch) Jarak sepanjang lingkaran pitch antara profil dua gigi yang berdekatan atau keliling lingkaran pitch dibagi dengan jumlah gigi. Diametral Pitch Jumlah gigi persatuan pitch diameter 5.1. Clearance Circle Lingkaran yang bersinggungan dengan lingkaran addendum dari gigi yang berpasangan.

2. Sudut tekan (pressure angle) Sudut yang dibentuk dari garis normal dengan kemiringan dari sisi kepala gigi. Tebal gigi (tooth thickness) Lebar gigi diukur sepanjang lingkaran pitch. dapat meneruskan daya lebih besar dari jenis yang sepadan. . 18. harga dapat lebih murah . Tetapi mempunyai kerugian. Jenis profil gigi evolvente dipakai sebagai profil gigi standard untuk semua keperluan transmisi. baik ekali digunakan untuk roda gigi ganti. Operating pitch circle lingkaran-lingkaran singgung dari sepasang rodagigi yang berkontak dan jarak porosnya menyimpang dari jarak poros yang secara teoritis benar.12. Addendum circle Lingkaran kepala gigi yaitu lingkaran yang membatasi gigi. Profil gigi evolvente Struktur gigi ini berbentuk melengkung cembung. Lebar ruang (tooth space) Ukuran ruang antara dua gigi sepanjang lingkaran pitch 20. Jenis gigi ini struktur cukup sederhana. 13. mengikuti pola evolvente. 19. PROFIL GIGI PADA KONSTRUKSI RODA GIGI Jenis jenis profil gigi pada Roda gigi : 1. Kedalaman total (total depth) Jumlah dari adendum dan dedendum. 16. 17. 14. Jenis gigi ini cukup baik karena presisi dan ketelitiannya baik. Dedendum circle Lingkaran kaki gigi yaitu lingkaran yang membatasi kaki gigi. cara pembuatanya lebih mudah. Width of space Tebal ruang antara rodagigi diukur sepanjang lingkaran pitch. Backlash Selisih antara tebal gigi dengan lebar ruang IV. juga keausannya dapat lebih lama. diantaranya pembuatanya lebih sulit dan pemasangannya harus lebih teliti ( tidak dapat digunakan sebagai roda gigi pengganti/change wheel). dan harga lebih mahal . 15. Profil gigi sikloida ( Cycloide) Struktur gigi melengkung cembung dan cekung mengikuti pola sikloida . tidak sangat presisi dan maupun teliti.

Tiap alat/pisau potong profil tersebut mempunyai data-data tertentu untuk ukuran module dan banyak gigi yang akan dibuat. karena bentuk pisau hobbingnya menyerupai ulir cacing. Proses pengerjaan ini hanya dapat dihasilkan jenis spur gear dan roda gigi cacing/cacing. maka hasil pengerjaannya kurang persisi karena kesalahankesalahan /toleransi tiap-tiap pemakaian yang mungkin sekali terjadi pada kepala pembagi. roda gigi cacing/cacing. 1.Disempurnakan dengan dipotong) Di roll (semacam Proses kartel knurling) Dan sebagai proses pengerjaan akhir dapat : digerinda. Cara “generating method” mempunyai prinsip pemotongan yang berbeda. Satu macam (module) pisau hobbing dapat digunakan untuk membuat segala macam jumlah gigi (dengan jumlah minimal 12). Profil gigi khusus Misalnya bentuk busur lingkaran dan miring digunakan untuk transmisi daya yang besar dan khusus. Semua cara ini harus dibantu dengan peralatan pembagi “kepala pembagi”. dan dengan “Generating Method” Cara pembentukan langsung tiap-tiap dengan alat-alat potong pisau frais jari roda gigi. batang bergigi. Sehingga akan dapat menghasilkan bentuk profil dan ukuran-ukuran yang lebih persisi dan sempurna. Pembuatan roda gigi Profil gigi-gigi pada roda gigi dapat dibuat dengan jalan :    Dipotong (frais.3. Pisau hobbing berputar bersamaan dan sebanding dengan roda yang akan dibentuk gigi-giginya. Proses pengerjaan dengan dipotong Proses pengerjaan ini ada dua macam yaitu dengan membentuk tiap-tiap profilnya. . lapping. Proses pengerjaan ini dapat menghasilkan spur gear roda gigi payung kurus. shaving. pisau frais roda gigi dan pahat sekrap roda gigi. Sekrap. Hobbing) Dicetak (Dituang. V.

Proses pengerjaan dicetak Dilaksanakan untuk pembuatan roda-roda gigi dengan module-module yang besar karena untuk menghemat bahan yang terbuang. Menambah gerak bebas antara kedua gigi. kecuali jenis-jenis roda gigi yang terbuat dari plastik. Menyesuaikan jarak sumbu yang pasti / tetap. Koreksi-koreksi ini digunakan bilamana : Menghindari under cutting profil kaki gigi.2. Tetapi dalam hal ini masih harus mendapatkan proses pengerjaan akhir dengan di potong. Proses pengerjaan module Cara pengerjan ini untuk pembuatan pada module-module yang relatif kecil. Hasilnya berupa batangan kemudian dipotong-potong menurut lebar gigi yang dikehendaki. karena untuk menghindari terjadinya “Under Cutting” yang dinamakan pembuatan profil-profil gigi dengan koreksi à koreksi negatif dan koreksi positif. Memperkuat kaki gigi. 3. Pada Pembuatan-pembuatan roda gigi yang jumlah gigi-giginya dibawah 17 mempunyai suatu perumusan yang berbeda. Tabel simbol roda gigi: .

adalah : Jika b (mm) adalah lebar sisi . Cos αb Dimana : Ft = Gaya tangensial Fn = Tekanan normal pada permukaan gigi αb = Sudut tekanan kerja  Jika diameter jarak bagi adalah db1 (mm) .adalah :  Hubungan antar daya yang ditransmisikan P (kW) . dan tergores permukaannya karena pecahnya selaput minyak pelumas . Roda gigi ini dapat mengalami kerusakan berupa gigi patah .PERHITUNGAN RODA GIGI LURUS Dalam perancangannya roda gigi berputar bersamaan dengan roda gigi lurus lainnya dengan nilai perbandingan putaran yang ditentukan . maka tegangan lentur b ( kg/mm2 ) pada titik B dan C ( dimana ukuran penampangnya dalah b x h ) . aus atau berlubang – lubang (bopeng ) permukaannya . pada puncak gigi . BC = h (mm) .0 atau lebih maka beban penuh tidak selalu dikenakan pada satu gigi tetapi demi keamanan perhitungan dilakukan atas dasar anggapan bahwa beban penuh dikenakan pada titik perpotongan A antara garis tekanan dan garis hubung pusat roda gigi . gaya tangensial Ft (kg)dan kecepatan keliling v (m/s) .  Gaya Ft yang bekerja dalam arah putaran roda gigi : Ft = Fn . dan AE = L (mm) . maka kecepatan keliling v (m/s)pada lingkaran jarak bagi roda gigi yang mempunyai putaran N1 (rpm) . dengan beban gaya tangensial Ft  Beban gaya tangensial Ft pada puncak balok : . Karena perbandingan kontak adalah 1.

Z2 . Fb = beban lentur ( kg/mm ) Y = Faktor bentuk gigi Fv = Faktor dinamis Seperti pada perhitungan lenturan. KH  Seperti pada perhitungan lenturan.beban permukaan yang diizinkan persatuan lebar F1H ( kg/mm ) dapat diperleh dari KH . FV . Tegangan lentur yang di izinkan σa ( kg / mm2 ) yang besarnya tergantung pada macam bahan dan perlakuan panas adalah : dimana . Z1 . d persamaan : 1 . Fv dalam  Faktor tegangan kontak yang diizinkan pada roda gigi adalah : K = 2 . beban permukaan yang diizinkan persatuan lebar F1H ( kg/mm ) dapat diperoleh dalam persamaan : .

direncanakan Dia. Dari pengukuran di lapangan dapat diketahui beberapa parameter yang dapat digunakan untuk perhitungan roda gigi . Hasil pengukuran atau pengamatan dilapangan . roda gigi 1 ( roda gigi penggerak ) Jumlah gigi pada roda gigi 1 d1 = 40 mm z1 = 10 n2 = 300 rpm n1 = 1450 rpm Dengan data – data yang di dapat dari pengukuran di lapangan maka dapat dilakukan perhitungan terhadap roda gigi : Jumlah gigi yang direncanakan untuk roda gigi besar ( roda gigi yang digerakkan ) untuk menggerakkan poros: . Roda gigi 1 ( roda gigi kecil ) berfungsi sebagai penggerak roda gigi 2 ( roda gigi besar ) yang mendapat distribusi dayadari putaran poros dan dua buah roda puli .Pada perancangan ini digunakan dua buah roda gigi yang saling berputar terhadap satu sama lain . antara lain : Putaran poros penggerak ( Dari putaran puli 2 ) Putaran roda gigi yang digerakkan ( roda gigi 2 ) .

d2 d2 = z2 x m = 50 x 4 = 200 mm Perbandingan putaran .  Kecepatan keliling ( tanpa pembebanan ) . sehingga dapat dikatakan bahwa roda gigi tersebut di gunakan untuk reduksi ( U < 1 dan i > 1 ) . Modul gigi . U Perbandingan roda gigi pada poros penggerak dengan roda gigi yang digerakkan. m Diameter roda gigi yang direncanakan . i Perbandingan putaran dengan perbandingan roda gigi di dapatkan U < 1 dan i > 1 .Dalam perencanaannya jumlah gigi pada roda gigi besar ( z2 ) adalah 50 gigi .

Fv = 19 x 4 x 0. Y .4 yaitu : KH = 0.faktor untuk menentukan beban lentur yang di izinkan persatuan lebar sisi F1b ( kg/mm ) .408 x 0. M .49 = 15. Bahan roda gigi besar : SC 46 • Kekuatan tarik • Tegangan lentur • Kekerasan permukaan σB1 = 46 kg/mm2 σa1 = 19 kg/mm2 H1 = 160  Faktor .19 kg/mm # Faktor tegangan kontak pada bahan roda gigi yang diambil menurut kekerasan (HB) bahan roda gigi dapat di lihat pada tabel 4.039 kg/mm2 . adalah : # Besarnya beban lentur yang dizinkan F1b ( kg/mm ) : F1b = σa .

Fv . Kh = 2 x 0.49 x 0.# Faktor tegangan kontak yang di izinkan adalah : K = 2 .04 Tabel 4.039 = 0.1 Faktor Bentuk Gigi Y .

000 kgf Diameter rodagigi maksimum 2 m . Pemilihan roda gigi disesuaikan dengan kebutuhan dan beban yang akan diterima oleh roda gigi tersebut.000 m kgf Gaya keliling rodagigi maksimum 80. Dengan menggunakan roda gigi Efisiensi pemindahan dayanya tinggi karena faktor terjadinya slip sangat kecil 3.000 rpm Kecepatan keliling rodagigi cacing maksimum 69 m/s Torsi rodagigi maksimum 70. Batasan pemakaian rodagigi cacing adalah: a) b) c) d) e) Kecepatan rodagigi cacing maksimum 40. 2.BAB III PENUTUP Pada makalah ini kami simpulkan beberapa inti pokok dari pembahasan makalah: 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->