BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Ulkus adalah kerusakan lokal atau ekskavasi, permukaan organ atau jaringan yang ditimbulkan oleh terkelupasnya jaringan.1 Ulkus lebih dalam daripada ekskoriasi (ekskoriasi mencapai stratum papilare). Ulkus sering menyerang ekstremitas bawah maupun ekstremitas atas karena beberapa sebab seperti infeksi, gangguan pembuluh darah, kelainan saraf dan keganasan.2 Ulkus yang terdapat pada tungkai disebut dengan ulkus kruris. Ulkus kruris dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu ulkus neurotrofik, ulkus venosum, ulkus arteriosum dan ulkus tropikum.2 Di Amerika Serikat, hampir 2,5 juta orang menderita ulkus kruris. Di negara tropis, insiden ulkus kruris didominasi oleh ulkus neurotropik dan ulkus varikosum.3 Ulkus neurotropik sering disebabkan oleh penyakit tertentu seperti diabetes mellitus (ulkus diabetik) dan Morbus Hansen (MH) atau kusta (ulkus pada Kusta). Seiring dengan bertambahnya penderita diabetes mellitus maka insiden ulkus neurotropik akan bertambah karena penderita diabetes mellitus berisiko 29x mengalami komplikasi ulkus diabetika. Demikian pula dengan kejadian kusta. Berdasarkan laporan WHO pada tahun 2002 terdapat 12 ribu kasus kusta, 2003-14 ribu kasus dan semakin meningkat pada tahun 2007 mencapai 17 ribu kasus. Dan Indonesia menempati nomor ketiga di dunia setelah India dan Brazil.4 Sedangkan ulkus yang dapat terjadi pada tempat manapun akibat tekanan disebut ulkus dekubitus atau pressure ulcer. Ulkus dekubitus dialami oleh pasien yang mendapat tekanan dari tempat tidur, kursi roda, gips, pembidaian atau benda keras lainnya dalam jangka panjang.5 Ketiga ulkus (ulkus diabetik, ulkus pada kusta dan ulkus dekubitus) di atas merupakan penyakit yang lazim ditemui dalam praktek dermatologi. Kelainan ini memiliki prognosis yang kurang baik karena sering mengalami residif, bahkan untuk

1

ulkus akibat kusta dapat mengakibatkan deformitas. Oleh karena itu dibutuhkan penatalaksanaan yang baik agar dapat meningkatkan kualitas hidup pasien seoptimal mungkin.

1.2 Batasan masalah Referat ini membahas klasifikasi, definisi, etiologi, gejala klinis, diagnosis, dan penatalaksanaan ulkus. 1.3 Tujuan Adapun tujuan penulisan referat ini adalah untuk mengetahui definisi hingga penatalaksanaan ulkus.

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Ulkus 2.1.1 Definisi Ulkus adalah ekskavasi yang berbentuk lingkaran maupun ireguler akibat dari hilangnya epidermis dan sebagian atau seluruh dermis.6 2.1.2 Proses Terjadinya Ulkus Komposisi jaringan lunak bervariasi pada satu anggota tubuh dengan anggota tubuh lainnya sehingga pada aktivitas normal dapat melakukan adaptasi pada tekanan yang beragam tanpa terjadi kerusakan. Kolagen dan elastin merupakan dua komponen yang memperkuat jaringan lunak. Secara fisiologis, jaringan mengalami tekanan yang berlebihan maka akan memicu sel saraf untuk mengirimkan impuls ke otak. Tekanan yang berlebihan akan diartikan sebagai nyeri sehingga tubuh akan berespon untuk mengistirahatkan daerah tersebut.7 Respon lokal yang terjadi di jaringan tersebut berupa pelepasan fibrin, neutrofil, platelet, dan plasma beserta peningkatan aliran darah yang menyebabkan edema. Edema ternyata dapat menekan pembuluh kapiler yang menyuplai nutrisi sehingga jaringan dapat mengalami kematian. Kematian jaringan ini justru akan semakin meningkatkan pelepasan mediator inflamasi. Kulit memberikan tekanan internal untuk mengeluarkan akumulasi sel-sel debris dan radang tersebut. 7 2.1.3 Proses Penyembuhan Ulkus Proses ini terdiri dari tiga tahap, yaitu: 1. Fase aktif ( ± 1 minggu) Leukosit secara aktif akan memutus kematian jaringan, khususnya monosit akan memutus pembentukan kolagen dan protein lainnya. Proses ini berlangsung hingga mencapai jaringan yang masih bagus. Penyebaran

3

dengan aroma tersendiri. Pada fase ini tampak epitelisasi di mana terbentuk tepi luka yang semakin landai.1 Tahap Penyembuhan Ulkus a. Selanjutnya. Fase maturasi atau remodelling Saat inilah jaringan ikat (skar) mulai terbentuk. Fase aktif b. Fase proliferasi Fase ini ditandai dengan adanya granulasi dan reepitelisasi. sel dan partikel plasma berikatan membentuk necrotix coagulum yang jika mengeras dinamakan eschar. maka disebut eksudat. Jaringan granulasi merupakan kumpulan vaskular (nutrisi untuk makrofag dan fibroblast) dan saluran getah bening (mencegah edema dan sebagai drainase) yang membentuk matriks granulasi yang turut menjadi lini pertahanan terhadap infeksi. eksudat bersifat steril.proses ini ke dalam jaringan menyebabkan ulkus menjadi semakin dalam. 7 Di samping itu juga. kotor. 7 2. Pada fase aktif. Kemudian saat terikut pula debris dalam cairan tersebut. 7 3. 7 (a) (b) Gambar 2. terdapat transudat yang creamy. Undermined edge dianggap sebagai tanda khas ulkus yang masih aktif. Fase prolifersi c. Fase maturasi atau remodelling (c) 4 . Jaringan granulasi terus diproduksi sampai kavitas ulkus terisi kembali.

2.4 Menilai Luas Ulkus Di samping itu. Berikut Interpretasi dari ketiganya : 5 . tiga hal yang perlu dinilai untuk menentukan intervensi yang akan diberikan pada ulkus tersebut adalah tepi ulkus.1. dasar ulkus dan jenis discharge.

1. Ulkus neurotropik timbul pada stadium lanjut dari beberapa penyakit sistemik kronik. Ulkus karsinogenik Dalam makalah ini akan lebih banyak membahas ulkus neurotropik. Ulkus mikotik 6. Ulkus bakteriil 5.5 Jenis Ulkus8 Yang termasuk dalam golongan ulkus kulit ini adalah: 1.2 Ulkus Neurotropik Ulkus neurotrofikum adalah ulkus kronik anestetik pada kulit karena neuropati saraf sensorik di daerah tekanan dan trauma ekstremitas. Frekuensi terbanyak terjadi pada ekstremitas bawah. 2. Morbus Hansen (ulkus neurotropfik MH) 6 . Ulkus neurotropik 2. Ulkus varikosus 3.2 Tempat dan luas penahan beban di kaki Etiologi ulkus neurotropik Penyakit sistemkik yang erring menyebabkan ulkus neurotrofik: 1. Gambar 2.2. terutama pada telapak kaki karena daerah ini sering mengalami tekanan dan trauma. Ulkus arterial 4.

8 2. Penyakit-penyakit infeksi . trombo-emboli bakteriil 8. Amiloidosis 7. neoplasma. risiko amputasi 15-46 kali lebih tinggi dibandingkan dengan penderita non DM. trauma.10 2.1 Ulkus Diabetik 2.9. Piloneuritis pada pecandu alcohol berat (ulkus neurotropfik alkoholik) 4.1. ulkus karena iskemia vaskuler.1 Definisi Ulkus diabetika merupakan luka terbuka pada permukaan kulit karena adanya komplikasi makroangiopati sehingga terjadi vaskuler insusifiensi dan neuropati. Neuropathi sensorik herediter: akropati pada mutilans.2. antara lain radang setempat. ulkus dari TB kutis.2. angka mortalitas 32% dan ulkus diabetik merupakan sebab perawatan rumah sakit yang terbanyak sebesar 80% untuk Diabetes mellitus. Artritis non diabetik. guma lues. trauma atau atumor di daerah serebral atau spinal. Taber dorsalis pada LUES IV (ulkus neurotropfik luetik) 6. seperti sindrom ganggguan trofik nervus trigeminus (trigeminal trophic syndrome) 9. Sedangkan prevalensi penderita ulkus diabetika di Indonesia sekitar 15%. Diabetes Mellitus dengan neuropati perifer (ulkus neurotropfik DM) 3. yang lebih lanjut terdapat luka pada penderita yang sering tidak dirasakan dan dapat berkembang menjadi infeksi yang disebabkan oleh bakteri aerob maupun anaerob. Di 7 . Malnutrisi (ulkus neurotropfik Malnutritik) 5. Neuropathi sensorik a. ulkus sinar rontgen.2.2 Epidemiologi Prevalensi penderita ulkus diabetik di Amerika Serikat sebesar 15-20%.1. klavus yang mengalami ulserasi. Sindrom thevenard Diagnosis banding ulkus neurotropik adalah Kalositis/osteomielitis. angka amputasi 30%. mikosis profunda. Congenital b.2.

sehingga jaringan kekurangan oksigen. menurunnya reflek otot. kulit kering dan hilang rasa. menimbulkan perubahan jaringan syaraf karena adanya penimbunan sorbitol dan fruktosa sehingga mengakibatkan akson menghilang. Kelainan selanjutnya terjadi nekrosis jaringan sehingga timbul ulkus yang biasanya dimulai dari ujung kaki atau tungkai. sehingga mengakibatkan kesemutan.1. keringat berlebihan.10 Iskemik merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh karena kekurangan darah dalam jaringan. parastesia. apabila diabetisi tidak hati-hati dapat terjadi trauma yang akan menjadi ulkus diabetika. kaki menjadi atrofi. Hal ini disebabkan adanya proses makroangiopati pada pembuluh darah sehingga sirkulasi jaringan menurun yang ditandai oleh hilang atau berkurangnya denyut nadi pada arteri dorsalis pedis. Aterosklerosis merupakan sebuah kondisi dimana arteri menebal dan menyempit karena penumpukan lemak pada bagian dalam pembuluh darah. masalah ulkus diabetika merupakan masalah serius. 9. Angka kematian dan angka amputasi masih cukup tinggi.5% dan 23.10 2. masingmasing sebesar 32. dan dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan kematian jaringan yang akan berkembang menjadi ulkus diabetika. penurunan kecepatan induksi. Penderita DM paska amputasi sebanyak 14. atrofi otot.RSCM data pada tahun 2003. dan Infeksi.3% akan meninggal dalam setahun dan 37% akan meninggal dalam 3 tahun.5%. Neuropati. sebagian besar penderia diabetes mellitus dirawat karena mengalami ulkus diabetik. 9 Pada penderita DM apabila kadar glukosa darah tidak terkendali akan terjadi komplikasi kronik yaitu neuropati. Proses angiopati pada penderita Diabetes mellitus berupa 8 . rasa tidak nyaman. Ulkus diabetik disebabkan adanya tiga faktor yang sering disebut trias yaitu : Iskemik. tibialis dan poplitea. dingin dan kuku menebal.3 Patogenesis Ulkus diabetik Salah satu akibat komplikasi kronik atau jangka panjang Diabetes mellitus adalah ulkus diabetika. 9.2. Menebalnya arteri di kaki dapat mempengaruhi otot-otot kaki karena berkurangnya suplai darah.

sehingga terjadi penyumbatan yang menggangu sirkulasi jaringan dan kekurangan oksigen mengakibatkan kematian jaringan yang selanjutnya timbul ulkus diabetika. trigliserida plasma tinggi. Eritrosit pada penderita DM yang tidak terkendali akan meningkatkan HbA1C yang menyebabkan deformabilitas eritrosit dan pelepasan oksigen di jaringan oleh eritrosit terganggu.10 Pada penderita DM yang tidak terkendali akan menyebabkan penebalan tunika intima (hiperplasia membram basalis arteri) pada pembuluh darah besar dan pembuluh kapiler bahkan dapat terjadi kebocoran albumin keluar kapiler sehingga mengganggu distribusi darah ke jaringan dan timbul nekrosis jaringan yang mengakibatkan ulkus diabetika. demikian pula fungsi fagositosis dan bakterisid menurun sehingga bila ada infeksi mikroorganisme sukar untuk 9 .penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah perifer. Buruknya sirkulasi ke sebagian besar jaringan akan menyebabkan hipoksia dan cedera jaringan. Penderita Diabetes mellitus biasanya kadar kolesterol total. sering terjadi pada tungkai bawah terutama kaki. merangsang reaksi peradangan yang akan merangsang terjadinya aterosklerosis. Pada penderita DM apabila kadar glukosa darah tidak terkendali menyebabkan abnormalitas leukosit sehingga fungsi khemotoksis di lokasi radang terganggu. 9. dingin dan kuku menebal.10 Peningkatan kadar fibrinogen dan bertambahnya reaktivitas trombosit menyebabkan tingginya agregasi sel darah merah sehingga sirkulasi darah menjadi lambat dan memudahkan terbentuknya trombosit pada dinding pembuluh darah yang akan mengganggu sirkulasi darah. konsentrasi HDL (highdensity-lipoprotein) sebagai pembersih plak biasanya rendah. akibat perfusi jaringan bagian distal dari tungkai menjadi berkurang kemudian timbul ulkus diabetika. Konsekuensi adanya aterosklerosis yaitu sirkulasi jaringan menurun sehingga kaki menjadi atrofi. Adanya faktor risiko lain yaitu hipertensi akan meningkatkan kerentanan terhadap aterosklerosis. LDL. akan terjadi penumpukan lemak pada lumen pembuluh darah. Perubahan/inflamasi pada dinding pembuluh darah. Kelainan selanjutnya terjadi nekrosis jaringan sehingga timbul ulkus yang biasanya dimulai dari ujung kaki atau tungkai. 9.

terdiri dari 6 tingkatan : 0 Tidak ada luka terbuka. 9. 4 Ulkus dengan kematian jaringan tubuh terlokalisir seperti pada ibu jari kaki. 5 Ulkus dengan kematian jaringan tubuh pada seluruh kaki. bagian depan kaki atau tumit.2. sendi dan formasi abses. dan Clostridium septikum. 9.dimusnahkan oleh sistem phlagositosis-bakterisid intra selluler.4 Klasifikasi Ulkus Diabetika Pada penderita diabetes mellitus menurut Wagner dikutip oleh Waspadji S.2.10 2. Clostridium novy. nyeri kaki saat istirahat. Pada penderita ulkus diabetik.1. kulit utuh. 3 Ulkus dalam yang melibatkan tulang. sensasi rasa berkurang. penurunan denyut nadi arteri dorsalis pedis/tibialis/poplitea. dingin dan kuku menebal serta kulit kering.1. kerusakan Jaringan (nekrosis). akan timbul gambaran klinis menurut pola dari fontaine : Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV : asimptomatis atau gejala tidak khas (kesemutan) : terjadi klaudikasio intermiten : timbul nyeri saat istitrahat : terjadinya kerusakan jaringan karena anoksia (ulkus) 2. 50 % akan mengalami infeksi akibat adanya glukosa darah yang tinggi. kaki menjadi atrofi. Bakteri penyebab infeksi pada ulkus diabetik yaitu kuman aerobik Staphylococcus atau Streptococcus serta kuman anaerob yaitu Clostridium perfringens. yang merupakan media pertumbuhan bakteri yang subur.10 Bila terjadi sumbatan kronik. terbatas pada kulit. 9.10 10 . 1 Ulkus Superfisialis.5 Tanda dan Gejala Tanda dan gejala ulkus diabetika yaitu sering kesemutan. 2 Ulkus lebih dalam sering dikaitkan dengan inflamasi jaringan.

Pemeriksaan Penunjang X-ray.1. Pemeriksaan Fisik Inspeksi kaki untuk mengamati terdapat luka/ulkus pada kulit atau jaringan tubuh pada kaki. 9.1.7 Penatalaksanaan 1. 9. Strategi pencegahan 11 .2. 9.10 DM jika tidak dikelola dengan baik akan dapat menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi kronik diabetes salah satunya adalah terjadinya ulkus diabetik. EMG dan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui apakah ulkus diabetika menjadi infeksi dan menentukan kuman penyebabnya. pemeriksaan sensasi vibrasi/rasa berkurang atau hilang.6 Diagnosis Ulkus diabetika Diagnosis ulkus diabetika ditegakkan dengan: a.2.10 2. penyakit ginjal kronis dan infeksi kronis.10 2.10 Mengelola DM langkah yang harus dilakukan adalah pengelolaan non farmakologis diantaranya perencanaan makanan dan kegiatan jasmani. 9.10 b. 9. baru bila langkah tersebut belum tercapai dilanjutkan dengan langkah berikutnya yaitu dengan pemberian obat atau disebut pengelolaan farmakologis. Penanganan Ulkus diabetikum a. palpasi denyut nadi arteri dorsalis pedis menurun atau hilang. Pengendalian Diabetes Langkah awal penanganan pasien ulkus diabetik adalah dengan melakukan manajemen medis terhadap penyakit diabetes secara sistemik karena kebanyakan pasien dengan ulkus diabetik juga menderita mal nutrisi.2. Jika keadaan gula darah selalu dapat dikendalikan dengan baik diharapkan semua komplikasi yang akan terjadi dapat dicegah paling tidak dihambat.

2. Penanganan Ulkus Diabetik Penangan ulkus diabetik dapat dilakukan dalam berbagai tingkatan. perawtan kulit.1 Definisi & Distribusi ulkus Ulkus pada penderita kusta adalah ulkus plantar atau ulkus tropik. Tingkat IV : Pada tahap ini biasanya memerlukan tindakan amputasi sebagaian atau seluruh kaki. Perawatan kuku yang dianjurkan pada penderita Resiko tinggi adalah kuku harus dipotong secara tranversal untuk mencegah kuku yang tumbuh kedalam dan merusak jaringan sekitar. amputasi sebagian. Tingkat I : Memerlukan debrimen jaringan nekrotik atau jaringan yang infeksius. Tingkat II : Memerlukan debrimen antibiotik yang sesuai dengan hasil kultur. imobilisasi yang lebih ketat dan pemberian antibiotik parenteral yang sesuai dengan kultur. yaitu: Tingkat 0 : Penanganan pada tingkat ini meliputi edukasi kepada pasien tentang bahaya dari ulkus dan cara pencegahan. kuku dan kaki serta pengunaan alas kaki yang dapat melindungi.10 2. di mana sekitar 70-90% ulkus berada di sini. perawatan lokal luka dan pengurangan beban. Pada penderita dengan resiko rendah boleh menggunakan sepatu hanya saja sepatu yang digunakan jangan sampai sempit atau sesak.2.2. perawatan luka dan pengurangan beban yang lebih berarti.10 b. Bagian kaki yang paling sering dijumpai ulkus adalah telapak kaki khususnya telapak kaki bagian depan (ball of the foot).Fokus pada penanganan ulkus diabetik adalah pencegahan terjadinya luka. 12 . Strategi yang dapat dilakukan meliputi edukasi kepada pasien. TingkatIII: Memerlukan debrimen yang sudah menjadi gangren. 9. 9.2 Ulkus pada Kusta 2.

tahap ulkus yang nyata.3 Patogenesis Tiga penyebab terjadinya ulkus : 1.2.2. Terdapat sekitar 20.80 orang setiap harinya.11 2. tahap ulkus mengancam dimana hanya terjadi peradangan pada tempat yang menerima tekanan b. Tahap ulkus 13 . telapak kaki yang lunak dan hangat pada daerah yang rusak (contohnya dasar dari falang proksimal ). cenderung untuk kambuh dan potensial merusak kaki secara progresif. Tahap ulkus mengancam ditandai dengan timbulnya edema yang dapat dikenali dengan meningkatnya gap antara 2 jari.Pada lokasi ini.11 2. yang bila sekali terjadi maka proses penyembuhan tidak mudah. infeksi yang timbul pada deep fissure telapak kaki yang insensitif dan kering atau terdapatnya corn atau kalus pada telapak kaki Penyebab pertama menimbulkan sekitar 85% ulkus plantar sedangkan penyebab ke 2 & 3 menimbulkan ulkus pada sekitar 15% ulkus plantar.2 Epidemiologi Data dari Departemen Kesehatan (Depkes)/Kemenkes.2. dan kemungkinan timbul bengkak pada dorsum yang berhubungan. sekitar 30-50% berada di sekitar ibu jari. Tiga tahap terjadinya ulkus plantar sejati : a. timbul bula nekrosis. secara nasional Indonesia sudah mencapai angka eliminasi kusta pada tahun 2000 lalu.7. ulkus lebih sering ditemukan pada bagian medial dibanding dengan bagian lateral. c. 7. di bawah falang proksimal ibu jari dan kepala metatarsal. berjalan pada kaki yang insensitif serta paralisis otot-otot kecil 2. tetapi kerusakan ini tertutupi oleh kulit yang masih intak.2. infeksi yang timbul akibat trauma pada kaki yang insensitif 3. dimana kerusakan terekspos dunia luar. 43 berkembang menjadi ulkus pada pedis.000 kasus baru ditemukan setiap tahun atau sekitar 2 sampai 3 orang setiap jam atau 40 . Di Etiophia. Ini yang disebut ulkus plantar sejati. tahap ulkus tersembunyi dimana terjadi proses kerusakan jaringan. dari 75 orang penderita kusta.

11 2. Ulkus complicated Ulkus complicated. yaitu a. ulkus rekuren.tersembunyi dapat dikenali dengan timbulnya bula nekrosis.2. dan pada tahap ketiga radang menjadi jelas.2.2. Ulkus tampak statis tanpa tanda-tanda menyembuh. Mungkin dijumpai limfadenitis inguinal dan tanda serta gejala infeksi akut seperti demam. 7. Ulkus plantar akibat trauma dan fisura dapat dicegah dengan melindungi telapak kaki dari luka dan perawatan diri yang teratur. dan tenosinovitis septik.11 2. terdapat hiperkeratotik.11 Pada 2 jenis ulkus plantar yang lain. dan bila diketahui maka kaki harus diistirahatkan secara absolut (tidak boleh menahan beban. 7.2. dapat akut atau kronik memperlihatkan gambaran yang kompleks seperti osteomielitis. dan dasarnya kotor.5 Penatalaksanaan Tahap ulkus mengancam biasanya terlewati. Ulkus akut Ulkus akut adalah ulkus yang menunjukkan adanya infeksi akut dan peradangan akut. sebagai akibat penyebaran infeksi ke tulang. b. berjalan atau 14 . Ulkus kronik Ulkus kronik lebih tenang. Daerah terkena menjadi bengkak dan hiperemi. artritis septik. d. Tanpa melihat asalnya. c. selanjutnya ulkus memiliki sifat yang sama yaitu sulit untuk sembuh. leukositosis dsb.4 Klasifikasi Ulkus Kusta Ulkus plantar digolongkan berdasarkan penanganannya. kulit terbuka akibat luka atau fisura kemudian timbul infeksi pada jaringan yang lebih dalam dan terdapat fokus peradangan supuratif yang berkembang menjadi ulkus. sedikit discharge. dengan jaringan fibrosa yang padat dan dasar ulkus berwarna pucat tertutup jaringan granulasi yang tidak sehat. mudah kambuh dan merusak jaringan lunak dan skeleton kaki secara progresif. sendi dan tendon.

11 Bila ditemukan bula nekrosis. Biasanya dalam waktu 6 minggu ulkus mulai membaik. Untuk ulkus superfisial. Plester dipakai sampai 2 minggu setelah luka menyembuh. dengan komplikasi atau rekuren. pembalut plester dapat diganti dengan plester yang mengandung zinc oksida. Tujuan pengobatan pada tahap ini adalah melindungi ulkus selama berjalan dan membiarkan ulkus menyembuh tanpa interfensi. Ini dapat dicapai dengan menutup luka dengan pembalut plester dan penderita diperbolehkan berjalan setelah jaringan mengeras. Bila ulkus luas dan bersih penyembuhan dapat dipercepat dengan melakukan tandur kulit dan dibalut selama 4 minggu untuk melindungi tandur. irigasi serta pemakaian antibiotika bila diperlukan. dan bila terpaksa dilakukan dapat dilakukan dengan cara ditusuk dan kulit yang terluka ditutup dengan kasa steril. Pada ulkus akut diusahakan secepatnya mengontrol infeksi dan meminimalkan kerusakan jaringan.duduk) dan dilakukan elevasi selama 48-72 jam. 7. Selama itu. Penderita juga dinstruksikan untuk melakukan perawatan diri dan menggunakan alas kaki pelindung. 7.11 Ketika sudah terjadi ulkus yang terbuka. Tindakan pada kasus ini terbatas hanya untuk mengambil jaringan yang benar-benar mati dan prosedur drainase. Terkadang ulkus sulit menyembuh 15 . jalan harus dibatasi dan penderita harus memakai alas kaki pelindung bila berjalan. Tirah baring. Penderita diinstruksikan untuk melakukan perawatan diri dan memakai alas kaki.11 Setelah mengangkat pembalut penderita harus melakukan perawatan diri dan memakai alas kaki pelindung. elevasi tungkai. untuk mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut. Plester diganti bila diperlukan misalnya bila terdapat eksudat atau terlepas. 7. 7. harus ditentukan apakah ulkus tersebut akut. kronik.11 Ulkus kronik tanpa komplikasi sulit untuk sembuh karena penderita terus berjalan dan terjadi proses pemecahan jaringan granulasi. keadaan dievaluasi kembali. Setelah 10 hari. pemecahan bula harus dihindari. Terkadang diperlukan perawatan 6 minggu lagi untuk mendapatkan hasil kesembuhan yang nyata. yang harus dilakukan secara hatihati.

karena aliran darah ke telapak kaki berkurang dari yang seharusnya. ulkus disembuhkan dahulu. dan bila diperlukan dilakukan amputasi. 7. Pada kasus seperti ini. Bila sudah teratasi. bila terdapat fase akut diterapi seperti ulkus akut. baru kemudian dilakukan koreksi deformitas.2. Pada kasus ulkus seperti bunga kol harus dilakukan pemeriksaan histopatologi untuk menentukan ganas tidaknya. 7. Debridement dilakukan untuk infeksi yang lebih dalam. Unhealthy stump 16 . paralisis otot intrinsik dan terus dipakai berjalan). Fixed deformity d. ulkus dirawat seperti ulkus tanpa komplikasi.11 Seperti telah disebutkan terdahulu. Ulkus sering kambuh karena terdapat faktor dasar (kehilangan sensibilitas. 7. Indikasi amputasi jika: a. Dilakukan eksisi lokal.6 Pencegahan kekambuhan Tujuan penatalaksanaan ulkus plantar adalah menyembuhkan ulkus dan mencegah ulkus kambuh. Bila terdapat ulkus dan deformitas. skar yang terbentuk pada ulkus sebelumnya tidak dapat menahan tekanan selama berjalan. dilakukan evaluasi untuk mengidentifikasi komplikasi yang timbul. Pada kasus seperti ini dapat dilakukan dekompresi neurovaskular tibialis posterior. dan skar mendapat tekanan yang lebih besar karena adanya deformitas serta flare up infeksi yang terletak di dalam. komplikasi yang sering terajadi adalah infeksi pada jaringan yang lebih dalam.2. Beberapa hari setelah prosedur ini dilakukan. SCC b. Flail foot c.11 2.11 Pencegahan ulkus menjadi rekuren dengan cara : a) mengurangi tekanan selama berjalan dan menggunakan alas kaki pelindung b) eradikasi infeksi yang terletak pada struktur yang lebih dalam c) meningkatkan kualitas skar d) mengurangi beban pada skar dengan cara modifikasi alas kaki dan melakukan prosedur tindakan pembedahan.

seperti matras atau kursi berlangsung terus-menerus kerusakan akan terjadi yang dimulai dari kulit. sebelum akhirnya Nampak di permukaan kulit. 95 % ulkus dekubitus terjadi pada tubuh bagian bawah.13 Saat tekanan dari beberapa permukaan. otot bahkan tulang. 13 17 . kemudian ke otot.2 Patogenesis Tekanan yang mengenai kulit.12 2. hampir 32mmHg. maka tekanan ini tidak terjadi karena ada tekanan pada daerah tertentu mersang seseorang untuk melakukan perubahan posisi.13 Terdapat pula hipotesis lain yaitu bottom-to-top model hypothesizes dimana ulkus berkembang lebih dahulu pada daerah terdekat dengan tulang yang tertekan. jaringan lunak. mobilitas dan mental normal. Ulkus Dekubitus (Luka akibat penekanan.3.3. dimana kulit tersebut mendapatkan tekanan dari tempat tidur. pembidaian atau benda keras lainnya dalam jangka panjang. lemak subkutan dan pembuluh darah. Ulkus kulit. 65% di derah pelvis dan 30% di tungkai. otot dan tulang akibat berat badan seseorang seringkali melebihi tekanan pengisian pembuluh kapiler. Bedsores) adalah kerusakan kulit yang terjadi akibat kekurangan aliran darah dan iritasi pada kulit yang menutupi tulang yang menonjol.1 Definisi dan distribusi Dekubitus berasal dari bahsa latin “decumbere” yang artinya berbaring. Ini disebut the top-to-bottom model of pressure ulcer development.3 Ulkus Dekubitus 2. Pasien yang memiliki sensistivitas. jarungan subkutan. kursi roda. lalu berkembang pada pembuluh darah. gips.2.

skin temperature (warmth or coolness)  tissue consistency (firm or boggy feel)  sensation (pain/itching). or shallow crater. blister epidermis and/or dermis. (Note: such superficial presentations may also represent a non- 18 . The pressure ulcer is superficial and ll Partial-thickness skin loss involving presents clinically as an abrasion.3 Daerah pada tubuh yang berpotensi ulkus dekubitus 2. blue and/or purple hues.3 Klasifikasi Ulkus Dekubitus13 Stage Definition Observable pressure-related Explanatory notes alteration(s) of intact skin whose indicators as compared to the adjacent or opposite area on the body may include changes in one or l more of the following:  The ulcer appears as a defined area of persistent redness in lightly pigmented skin. in darker skin tones it may appear with persistent red.Gambar 2.3.

3. perspiration. wound drainage.pressure related injury due to friction and excessive moisture as a result of. b.14 19 . dengan mengubah posisi minimal setiap 2 jam.4 Penatalaksanaan Prinsip penatalaksanaan ulkus dekubitus adalah: 1. Bacitracin (AKtracin). the underlying fascia. Full-thickness extensive lV skin loss with tissue Undermining and sinus tracts may also The ulcer presents clinically as a deep crater with or without undermining of the adjacent tissue.) Full-thickness skin loss involving lll damage or necrosis to subcutaneous tissue and extending down to. Perawatan ulkus (cleaning & dressing) 3. Support surfaces 2. 2. for example. necrosis or damage to muscle. bacitracin dan polymyxin B (Neosporin) dapat digunakan untuk infeksi kulit. be associated with Stage IV pressure or supporting structures (for ulcers. polymyxin B dengan bacitracin (Polysporin). incontinence. Alas pengaman (protective padding) c. destruction. Mengurangi tekanan a. Mengatasi nyeri. Reposisi berkala. example tendon or joint capsule). triple antibiotic dan metronidazole). Beberapa hal yang dapat menjadi faktor resiko dari terbentuknya ulkus dekubitus adalah tekanan. but not through. friksi dan shear. infeksi dan undernutrition Penggunaan analgesik jika diperlukan dan antibiotik topikal yang sesuai (Silver Sulfa Diazine. dan kombinasi neomycin. bone.

sehingga kulit teraba kaku atau mengeras. Vena superfisialis melebar dan memanjang berkelok-kelok seperti cacing (varises).4. kehamilan atau pekerjaan yang dilakukan dengan banyak berdiri(3).d. lambat laun terjadi nekrosis(7). Disarankan untuk banyak minum air putih setiap kali dilakukan reposisi. Bila terjadi bendungan di daerah proksimal atau terjadi kerusakan katup vena tungkai bawah maka tekanan vena akan meningkat.1 Definisi Ulkus varikosum adalah ulkus pada tungkai bawah yang disebabkan oleh gangguan aliran darah vena(2. Terapi tambahan atau bedah 2. jaringan yang semula sembab akan digantikan jaringan fibrotik.2 Etiologi Penyebab gangguan aliran darah balik pada tungkai bawah secara garis besar dapat dibagi menjadi dua yaitu.3). Keadaan ini akan lebih jelas terlihat ketika pasien berdiri.Dikatakan Undernutrition jika albumin < 3.4. Tekanan kapiler juga akan meningkat dan sel darah merah keluar ke jaringan sehingga timbul perdarahan di kulit. 20 . Maka perlu pemberian nutrisi yang cukup meliputi pemberian protein 1. Ulcus Varicosum 2. 1. berasal dari pembuluh darah seperti trombosis atau kelainan katup vena dan yang berasal dari luar pembuluh darah seperti bendungan di daerah proksimal tungkai bawah oleh karena tumor di abdomen.5 g/kg/hari. suplementasi zink 50 mg (dalam 3 dosis/hari) ataupun dengn pemberian vitamin C 1g/hari.13 4. 2. Bila hal ini berlangsung lama.5 mg/dL atau BB < 80% BB ideal.25 s. Akibat keadaan ini akan timbul edema yang dimulai dari sekitar pergelangan kaki. yang semula terlihat sebagai bintik-bintik merah lambat laun berubah menjadi hitam(6).4. Hal ini akan mengakibatkan jaringan mengalami gangguan suplai darah karena iskemik.

Ulkus biasanya memilki tepi yang tidak teratur. Keluhan lain adalah kaki terasa pegal. Tepi luka lunak dan meninggi oleh karena radang akut dan dasar kotor. ukurannya bervariasai. 21 . mengkilat. rasa terbakar. Perubahan keganasan pada ulkus tungkai biasanya sangat jarang(1. Juga adanya riwayat obesitas dan gagal jantung kongestif.3). Daerah predileksi yaitu daerah antara maleolus dan betis. Ulkus soliter tetapi dapat pula multipel. kadang-kadang berbentuk tidak teratur. Ulkus yang telah berlangsung bertahun-tahun dapat terjadi perubahan pinggir ulkus tumbuh menimbul. Kulit sekitar luka mengalami indurasi. dan dapat menjadi luas.2. Biasanya terdapat riwayat trombosis vena. Dapat juga meluas sampai tungkai atas. Di dasar ulkus terlihat jaringan granulasi atau bahan fibrosa.4. Bentuk ulkus bulat atau oval. kecuali bila disertai selulitis atau infeksi sekunder lainnya(3). Sering terjadi varises pada tungkai bawah. tetapi cenderung timbul di sekitar maleolus medialis. tidak nyeri dan berdenyut. gatal. Kulit sekitarnya tampak merah kecoklatan akibat hemosiderin. trauma operasi dan multiparitas. Kelainan kulit ini dapat mengalami perubahan menjadi lesi eksema (dermatitis statis)(9). Penderita sering mengeluh bengkak pada kaki yang semakin meningkat saat berdiri dan diam. dan fibrotik(1). ulkus dikelilingi oleh eritema dan hiperpigmentasi. dan akan berkurang bila dilakukan elevasi tungkai(8). Kelainan kulit berupa. Pada umumnya ulkus tidak terasa nyeri. Dapat juga terlihat eksudat yang banyak. Dalam hal ini perlu dipikirkan kemungkinan ulkus tersebut telah mengalami pertumbuhan ganas. dan berbenjol-benjol.3 Manifestasi klinis Tanda yang khas dari ekstrimitas dengan insufisiensi vena menahun adalah edema.

8) a. Penatalaksanaan Khusus(3.25%.4. Pengobatan Sistemik Seng Sulfat 2x200 mg/hari b. sementara untuk varises yang terletak di proksimal dari ulkus diberi bebat elastin agar dapat membantu kerja otot tungkai bawah memompa darah ke jantung. teriosum(3).  Konsul pasien ke Bagian Penyakit Dalam untuk mengobati penyebab (varises). 2.5 Penatalaksanaan  Tinggikan letak tungkai saat berbaring untuk mengurangi hambatan aliran vena. Pengobatan Topikal Bila terdapat pus kompres dengan larutan permanganas kalikus 1:5000 atau larutan perak nitrat 0. 22 .4 Diagnosis Banding Ulkus tropikum yang kronis dapat menyerupai ulkus varikosum atau ulkus ar1. Penatalaksanaan Umum(3.Gambar 2.8) 2.5 Ulkus Varikosum 2.4.5% atau 0.

Ada tiga faktor yang memegang peranan penting dalam menimbulkan penyakit ini.3 Manifestasi Klinis Biasanya dimulai dengan luka kecil. Gambar 2. ulkus meluas ke samping dan ke dalam dan memberi bentuk khas ulkus tropikum(5).1 Definisi Ulkus tropikum adalah ulkus yang cepat berkembang dan nyeri.5 Ulkus Tropikum 2. yaitu trauma. higiene dan gizi serta infeksi oleh kuman Bacillus fusiformis yang biasanya bersama-sama dengan Borrelia vincentii.2 Etiologi Penyebab pasti ulkus tropikum belum diketahui secara pasti.5 Ulkus Tropikum 23 . dan lebih sering ditemukan pada anak-anak kurang gizi di daerah tropik(3). Trauma merupakan keadaan yang mendahului timbulnya ulkus. 2. Ada kemungkinan trauma tersebut sangat kecil sehingga tidak memberi keluhan. Setelah ulkus diinfeksi oleh kuman. Vesikel kemudian pecah dan terbentuklah ulkus kecil. Keadaan higiene dan gizi merupakan faktor yang sangat penting karena mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang terhadap serangan penyakit.5. kemudian terbentuk papula yang dengan cepat meluas menjadi vesikel. namun sudah cukup untuk tempat masuk kuman. biasanya pada tungkai bawah.5. Demikian pula halnya dengan ulkus tropikum akan lebih mudah timbul pada penderita yang kekurangan gizi. 2.5.2. misalnya pada keadaan malnutrisi akibat kekurangan protein dan kalori(3).

Pengobatan Topikal   Salap salisilat 2% Kompres KMnO4 2. b. ulkus solitar.5. serta vitamin dan mineral.6 Ulkus Arteriosum 2. numular.Predileksi terutama di tungkai bawah. a. namun tidak disertai gejala konstitusi. tepi teratur. kadang-kadang ada lesi satelit akibat autoinokulasi. Ulkus biasanya nyeri. 24 . Penatalaksanaan Umum(3) Perbaiki keadaan gizi dengan cara memberikan makanan yang mengandung kalori dan protein tinggi. sekret produktif berwarna kuning coklat kehijauan dan berbau.kadangkadang diperlukan untuk memperkuat diagnosis(3). 2. dosis sehari 600.6. dinding menggaung.000 unit sampai 1. 2. Kelainan kulit berupa.1 Definisi Ulkus arteriosum adalah ulkus yang terjadi akibat gangguan peredaran darah arteri(3). dasar kotor.2 juta unit. Pinggir ulkus meninggi. Pemeriksaan sedian langsung dari sekret yang diambil dari dinding ulkus untuk mencari Bacillus fusiformis dan Borrelia vincentii.4 Penatalaksaan 1. cekung berbenjol-benjol. Tetrasiklin peroral dengan dosis 3x500 mg sehari dapat juga dipakai sebagai pengganti penicillin. Pengobatan Sistemik Penisillin intramuskular selama 1 minggu sampai 10 hari. Penatalaksaan Khusus (3) Penatalaksanaan khusus terdiri dari pengobatan sistemik dan topikal.

Mural. kering dan bersisik. maka jaringan akan mengalami hipoksia (iskemi). medial atau anterior. bulu tungkai berkurang.2 Etiologi Penyebab yang paling sering adalah ateroma yang terjadi pada pembuluh darah abdominal dan tungkai. dapat timbul mendadak atau perlahan-lahan. dan akhirnya timbul ulkus(3). perlekatan. sedangkan yang disebabkan oleh arteriosklerosis obliterans terjadi pada tonjolan tulang. Ulkus yang timbul biasanya dalam. 2. Perubahan tersebut berupa kulit menjadi tipis. misalnya vaskulitis atau aterosklerosis. Intra mural. rasa nyeri bertambah hebat. mural dan intra mural. kuku jari kaki menebal dan distrofik. dan sebagainya(3). di samping penyebab lain yang belum diketahui secara pasti. Secara garis besar penyebab gangguan tersebut dapat dibagi menjadi tiga kelompok.2. berbentuk plong (punched out). misalnya karena edema yang lama. yaitu: Ekstra mural.6. sehingga terjadi perubahan di kulit. kotor tepi ulkus jelas. rasa nyeri ini terasa lebih hebat pada malam hari. fibrinogenesis. Rasa nyeri merupakan gejala penting pada penyakit arteri. sehingga bila tidur penderita lebih suka menggantung 25 . 2. Aliran darah arteri terganggu oleh karena pembuluh darah arteriole terjepit oleh jaringan fibrosis. Aliran darah terganggu karena sumbatan lumen pembuluh darah kecil. Aliran darah terganggu karena kelainan pada dinding pembuluh darah. akhirnya mengalami nekrosis. misalnya terjadi penyempitan atau penyumbatan lumen. dapat juga oleh sklerosis karena skleroderma. Bila tungkai diangkat atau keadaan dingin. kemudian bagian tengah berwarna kebiruan dan menjadi bula hemoragik. misalnya akibat perubahan viskositas darah. kaki dan tungkai. Akibatnya daya tahan terhadap trauma dan infeksi menurun. Perubahan selanjutnya dapat terjadi ganggren pada jari kaki. Pada mulanya terlihat lesi eritematosa yang nyeri. Ekstra mural. terus menerus atau hilang timbul.6.6.3 Patogenesis Oleh karena gangguan aliran darah arteri. platelet.4 Manifestasi Klinis Ulkus oleh karena hipertensi paling sering timbul di sebelah posterior. sianotik.

Rasa nyeri merupakan gejala penting pada penyakit ini. Denyut nadi pada dorsum pedis teraba lemah atau sama sekali tidak teraba(3). Penatalaksanaan Khusus(3) a. Ulkus ini lebih dangkal. Hindari suhu dingin Hindari merokok 2. kotor. Kelainan kulit berupa: ulkus yang timbul biasanya dalam. dan tepi ulkus jelas. bagian distal lebih dingin daripada bagian proksimal atau kaki sebelah yang sehat. tungkai bawah.5 Diagnosis Banding Sebagai diagnosis banding adalah ulkus varikosum. letaknya sedikit di atas maleolus internus. 2. Ulkus Arteriosum 2.7 Penatalaksanaan 1. Gambar 3.kakinya. Pemeriksaan flebografi juga dapat dilakukan untuk mengetahui letak vena yang terganggu(3). Jika di raba dengan punggung tangan. Predileksi. berbentuk plong (Punched out).6 Prognosis Umumnya prognosis baik namun tergantung juga pada keadaaan umum penderita serta jenis penyakit yang mendasarinya.6. umumnya tidak nyeri. Pengobatan Sistemik 26 .6. Penatalaksanaan Umum(3)    Pengobatan terhadap penyebabnya dengan konsul ke Bagian Penyakit Dalam.6. 2.

dan melepaskan oksigen ke dalam jaringan. Pengobatan Topikal Permanganas kalikus 1:5000. b. Benzoin peroksida 10%-20% untuk merangsang granulasi. Seng Oksida untuk mengabsorbsi eksudat dan bakteri(3).Untuk menanggulangi infeksi dapat diberikan antibiotik atau metronidazol (khusus kuman anaerob) dan analgetik untuk mengurangi nyeri. bakterisidal. 27 . Vaseline agar kulit normal di sekitar ulkus tidak teriritasi.

hindari dingin dan hindari rokok.1 Kesimpulan Ulkus merupakan penyakit yang ditandai dengan hilangnya epidermis dan sebagian atau seluruh dermis yang dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok yaitu. diabetes mellitus. ulkus arteriosum dan ulkus neurotrofik. ulkus tropikum. ulkus varikosum. misalnya hipertensi. Pemeriksaan lain diperlukan untuk menentukan penyebabnya. Penyebab pasti penyakit ini belum diketahui. gizi. gangguan aliran darah balik. serta kerusakan saraf perifer. Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis yang terarah dan gejala klinis. meletakkan tungkai lebih tinggi dari kepala saat berbaring. 3. hygiene. infeksi.2 Saran 1. Pada penatalaksanaan umum pasien diharapkan memperbaiki status gizi. dan faktor resiko yang lain. ateroma pembuluh darah abdominal dan tungkai. Penatalaksanaan yang efektif dan efisien pada penderita untuk mendapatkan hasil yang baik.BAB III PENUTUP 3. Sedangkan penatalaksanaan khusus terdiri dari pengobatan sistemik dan topikal. namun ada beberapa faktor mempengaruhi seperti trauma. Penetalaksanaan kruris terdiri dari penatalaksanaan umum dan khusus. Memberikan edukasi yang jelas pada pasien tentang penyakitnya dan faktor-faktor yang dapat memperberat penyakitnya 2. 28 .

htm 5.com 6. [diakses pada 30 Maret 2012] 29 . Volume 2. Anonim. In: Andrew’sDisease of The Skin. Philips t. South H. Kaki Diabetes. 2326. Semarang. 2000. A Discourse on Pressure Ulcer Physiology: the Implications of Repositioning and Staging.Daftar Pustaka 1. [diakses pada 5 April 2012] www. 4.htm 12. 8. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid III edisi IV. Wound Care for People Affected by Leprosy: A Guide for Low Resource Situation. [diakses pada 1 April 2012] www. Greenville: American Leprosy Missions. Philadelpia: WB Saunders Company. Edisi VII. [diakses pada 1 April 2012] www. Dermatous Resulting from Physical Factor. eds. Timothy GB & Dirk ME. Sularsito SA. 2003.fajriandi'sblog. 3. 2008 [Tesis] 10. Universitas Diponegoro. Marison.) Ilmu Penyakit Kulit. 13. Sudirman U. In: Andrew’sDisease of The Skin. ed. [online] 2008. 2007. London: Mosby. [online]. 18. Fajriandi. 7. 1631-48. Dermatology. Waspaji S. Clinical Dermatology 10th edition. Ulkus Plantar Pedis pada Kusta. 2006.1911. Jakarta: EGC. Ulcers. Cutaneous Signs and Diagnosis. 280. Lin P. Faktor-Faktor Resiko Ulkus Diabetika pada Penderita Diabetes Mellitus. [online] 2010. Philadelpia: WB Saunders Company. Dalam: Djuanda Adi. Jakarta: FKUI press. Dalam: Sudoyo A dkk. 247. 2000. James WD. Hastuti RT. 2. 42. Ulkus Dekubitus (Bedsores). 2000. Jakarta: FKUI press.marisonhaji'sblog. 9. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. In: Bolognia JL et al. [online] 2010. 11. Ulkus kulit dalam Harahap M (ed. Kamus Kedokteran Dorland. 2001.medicastore. Kusta di Indonesia Belum Tuntas. Clinical Dermatology 10th edition. Ulkus Kruris. eds. James WD. Hartanto H dkk.. 2005. Timothy GB & Dirk ME. Catherine Anne Sharp. Jakarta: Hipokrates. 2007.

Decubitus Ulcer. Philadelphia: Lippincott Williams and Wilkins. Rothel H.html [diakses:5 april 2012].tentangkedokterandanlinux. Hall John C.html 15. Jakarta: EGC. [diakses pada 30 Maret 2012] www.14. 2000:110-2. 2010.com 16. Skin Ulcers. Agustin T. 30 . Mulyana S. Pusponegoro EHD. http://Dermatology. Landow K R. Bedsores. Patogenesis dan Penatalaksanaan Ulkus Stasis.worldwidewounds.com/2005/october/Sharp/Discourse-OnPressure-Ulcer-Physiology.truestarhealth. http://www. Pressure Ulcer. Ullkus Diabetik. Anonim. http://www. 20.32:87-95. Leg Ulcer. Kapita Selekta Terapi Dermatologi. [online’. Venous Ulcer. 17. Media Dermato-Venereologica Indonesiana:2005. Sauers Manual of Skin Disease.org [diakses 4 april 2012].1995:201-3. 18.Colib. Ulkus Tungkai. 19. Ulcus Cruris Assosiated With Polidase Deficiency. ellerman K.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful