P. 1
4. Sistem Reproduksi Sel Kelamin Dan Siklus Reproduksi Mencit

4. Sistem Reproduksi Sel Kelamin Dan Siklus Reproduksi Mencit

5.0

|Views: 3,233|Likes:
Published by Ratna Dwi Ramadani

More info:

Published by: Ratna Dwi Ramadani on Jan 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2015

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM PERKEMBANGAN HEWAN Sistem Reproduksi, Sel Kelamin dan Siklus Reproduksi Mencit (Mus musculus) Analisis

Data dan Pembahasan a. Sistem Reproduksi Mencit Jantan

Sistem reproduksi Mencit jantan tersusun atas organ genital eksternal dan internal. Pada organ genital eksternal terdapat skrotum yang terletak didepan anus mencit. Pada Mencit jantan terdapat penis yang digunakan sebagai alat kopulasi sebagian besar hewan mamalia. Gambar organ genitalia eksternal dapat dilihat pada gambar ketiga, dimana sangat jelas terlihat adanya skrotum dan penis. Sistem reproduksi Mencit jantan tersusun atas sepasang testis yang merupakan lokasi pembuatan sel gamet jantan, selanjutnya terdapat epididimis yang merupakan tempat pemasakan spermatozoa Mencit, selanjutnya terdapat saluran panjang yang disebut vas deferens yang menghubungkan testis dengan kelenjar aksesori. Di dalam sistem reproduksi Mencit terdapat beberapa kelanjar aksesori seperti vesikula seminalis dan prostate. Sistem reproduks Mencit jantan berakhir pada penis. b. Sel Kelamin Mencit Jantan Sel kelamin pada Mencit jantan ditemukan pada uraian sedikit bagian testis Mencit yang kemudian didapatkan lobulus-lobulus yang berisi spermatozoa. Pembentukan spermatozoa ini dibantu oleh aktivitas enzim testosteron. Maturasi atau pematangan spermatozoa terjadi pada bagian epididimis.

c. Sistem Reproduksi Mencit Betina

Sistem reproduksi pada Mencit Betina tersusun atas sepasang ovarium yang berisi sel-sel telur mencit. Kemudian setelah ovarium, terdapat saluran yang menghubungkan ovarium dengan uterus, yakni oviduct atau tuba fallopi yang menjadi jalan keluar sel telur menuju uterus. Perbedaan mencolok antara sistem reproduksi Mencit betina dengan hewan bahasan sebelumnya, Ikan Gatul, Katak dan Merpati adalah Mencit memiliki uterus yang sangat berkembang, hal ini berkaitan dengan perkembangbiakan Mencit dengan cara melahirkan, pada proses ini terjadi fertilisasi internal dan perkembangan embrio pada sebagian besar mamalia terjadi di dalam uterus. Mencit memiliki uterus yang bertipe bicornis dengan 2 tanduk ovary yang tampak jelas. Sistem reproduksi Mencit Betina berakhir pada suatu muara yang disebut vagina. Jika pada hewan-hewan sebelumnya kebanyakan memiliki kloaka sebagai muara bersama dari 3 sistem,yakni: ekskresi,digesti dan reproduksi, pada mamalia (Mencit Betina) ketiganya bermuara pada saluran yang berbeda.

d. Sel Kelamin Mencit Betina Sel kelamin pada Mencit Betina hampir sama dengan sel kelamin betina pada hewan awatan sebelumnya, yakni Ikan Gatul, Katak dan Merpati, dimana sel telur terletak di dalam ovarium dan apabila dibuat preparat dari sedikit ovarium maka akan didapatkan folikel-folikel sel telur yang berkembang jika diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya.

e. Siklus Reproduksi Mencit Betina Dalam preparat apusan vagina ditemukan sel-sel berikut:

(Ramadani,2012)
Keterangan gambar: A=Lendir (L) ; B=Epitel berinti (E) ; C=kornifikasi (C) ; D=Leukosit (L)

Dengan melakukan pengamatan pada sel-sel apusan vagina mencit betina, dapat diketahui tahapan siklus estrus atau perubahan siklik yang terjadi pada sistem reproduksi hewan betina yang tidak hamil, yang memperlihatkan korelasi satu sama lain (Tenzer.dkk,2001), dimana tahapan siklus estrus meliputi; Diestrus (apabila terdapat E , L dan Lendir dalam apusan vagina), Proestrus (apabila terdapat E/ E dan C dalam apusan vagina), Estrus awal (apabila terdapat E dan C sangat banyak), Estrus akhir (apabila terdapat C sangat banyak) dan yang terakhir tahap Metestrus (apabila terdapat C dan L atau E,C dan L). Dari hasil pengamatan, pada preparat yang dibuat diketemukan keempat komponen dalam apusan vagina, yakni: lendir, Epitel berinti, Epitel kornifikasi dan Leukosit sehingga dapat dinyatakan bahwa siklus estrus pada Mencit betina yang diamati merupakan tahapan siklus estrus peralihan dari Metestrus menuju Diestrus. Pada Mencit, siklus Estrus terjadi selama 4-5 hari (Tenzer.dkk,2001). Siklus Estrus dipengaruhi oleh hipofisis, hipothalamus dan ovarium yang mensekresikan hormon seks. Tahap Metestrus merupakan tahapan dimana korpus luteum mulai berdegenerasi dan endometrium rahim meluruh. Tahap Diestrus merupakan tahapan dimana banyak terdapat folikel-folikel muda dan dengan dinding endometrium yang tipis. Tahap Proestrus merupakan tahapan dimana banyak dijumpai folikel yang tumbuh dengan dinding endometrium yang mulai menebal. Sedangkan Tahap Estrus awal dan Estrus akhir merupakan tahapan dimana pada ovarium terjadi ovulasi dengan dinding endometrium bergranular dan membengkak maksimal.

Kesimpulan a. Susunan organ penyusun sistem produksi Mencit Betina dengan hewan lain ( Ikan Gatul, Katak dan Merpati) hampir sama, yang membedakan antara lain adalah: uterus pada Mencit berkembang dengan baik dengan tipe bicornis, selain itu pada mencit terdapat 3 saluran pembuangan yang berbeda untuk masing-masing sistem ekskresi, digesti dan reproduksi sedangkan pada hewan-hewan amatan sebelumnya ketiga sistem bermuara pada kloaka. b. Susunan sistem reproduksi internal Mencit jantan hampir sama dengan hewan-hewan amatan sebelumnya, namun pada Mencit organ reproduksi eksternal dapat diamati dengan jelas,yakni dengan adanya skrotum dimana pada Ikan Gatul, Katak dan Merpati tidak ditemukan. Mencit jantan juga memiliki penis yang berfungsi sebagai kopulator. Spermatozoa mencit memiliki kepala lancip dengan ekor yang panjang.

c. Siklus estrus pada Mencit betina yang diamati menunjukkan tahapan siklus estrus peralihan dari Metestrus menuju Diestrus karena pada preparat apusan vagina mencit ditemukan keempat komponen, yakni Lendir, Epitel berinti, Epitel kornifikasi dan Leukosit.

Daftar Rujukan

Chandran, Anne. 2007. Zoologi Higher secondary. College Road, Chennai: Tamil Nadu. Tenzer, Amy, dkk. 2001. Petunjuk Praktikum Perkembangan Hewan. Malang: FMIPA UM www.google.com – images diakses pada tanggal 11 februari 2012

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->