P. 1
Etika Pakaian Dalam Islam

Etika Pakaian Dalam Islam

|Views: 1,255|Likes:
Published by Abad Dua

More info:

Published by: Abad Dua on Jan 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2015

pdf

text

original

Etika Berpakaian dalam Islam

Anggota:
 Gentur p
 Irwan dwi  Irwanto

Etika berpakaian dalam islam
Melalui cara berpakaian yang Islami, sesungguhnya Allah juga berkehendak memuliakan manusia sebagai makhluk yang memang telah Allah ciptakan sebagai makhluk yang mulia. Sebaliknya dengan tidak mengikuti cara berpakaian sesuai yang dikehendaki Allah, menyebabkan kedudukan manusia jatuh. Walhasil seorang muslim dan muslimah wajib mengetahui aturan berpakaian agar dalam berpakaian dan berpenampilan ia akan mendapatkan ridha Allah, bukan sebaliknya mendapatkan murka Allah.

Firman Allah SWT dalam Surah al-A'araf, ayat 26 yang artinya; “Wahai anak-anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu (bahan- bahan untuk) pakaian menutup aurat kamu, dan pakaian perhiasan; dan pakaian yang berupa taqwa itulah yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah dari tanda-tanda (limpah kurnia) Allah (dan rahmat-Nya kepada hambahamba-Nya) supaya mereka mengenangnya (dan bersyukur).”

Pakaian Bagi Seorang Muslim

Pakaian yang dikenakan oleh seorang muslim haruslah memenuhi syarat tertentu, yakni: 1. Menutup aurat; 2. Tidak terbuat dari emas atau sutera; 3. Tidak menyerupai pakaian wanita; 4. Tidak menyerupai orang-orang kafir.

Aurat Laki-Laki

Aurat laki-laki adalah antara pusar dan lutut, berdasarkan riwayat „Aisyah: Dari „Amr bin Syu‟aib dari Bapaknya dari kakeknya, beliau menuturkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Jika ada di antara kalian yang menikahkan pembantu, baik seorang budak ataupun pegawainya, hendaklah ia tidak melihat bagian tubuh antara pusat dan di atas lututnya.” [HR. Abu Dawud, no. 418 dan 3587].

Dari Muhammad bin Jahsyi, ia berkata: Rasulullah Saw melewati Ma‟mar, sedang kedua pahanya dalam keadaan terbuka. Lalu Nabi bersabda: “Wahai Ma’mar, tutuplah kedua pahamu itu, karena sesungguhnya kedua paha itu aurat.” [HR. Ahmad dan Bukhari, lihat Ahkamush Sholat, Ali Raghib].

Pakaian wanita

Pakaian Bagi Seorang Muslimah
1. Menutup aurat; 2. Menetapi jenis dan model yang ditetapkan syara‟ (memakai jilbab, khimar, mihnah); 3. Tidak tembus pandang; 4. Tidak menunjukkan bentuk dan lekuk tubuhnya; 5. Tidak tabarruj; 6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki; 7. Tidak tasyabbuh terhadap orang kafir.

1. Keberadaan wanita di tempat umum atau di tempat khusus. 2. Keberadaan wanita di hadapan mahram atau bukan atau di hadapan suami atau bukan. Penampilan wanita dibedakan antara tempat khusus dan tempat umum. Misalnya di dalam rumah sendiri seorang wanita boleh membuka jilbabnya dan hanya memakai mihnahnya, kecuali jika ada tamu laki-laki non muhrim.

Batasan penampilan wanita di tempat umum
a. Kewajiban menutup aurat, seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. b. Kewajiban menggunakan pakaian khusus di kehidupan umum, yaitu kerudung (khimar) dan jilbab (pakaian luar yang luas (seperti jubah) yang menutup pakaian harian yang biasa dipakai wanita di dalam rumah (mihnah) c. Larangan tabarruj d. Larangan tasyabbuh terhadap laki-laki.

Kerudung vs jilbab
 Kewajiban jilbab diterangkan dalam Al Quran Surat

Al Ahzab (33) : 59 artinya : "Hai Nabi, katakanlah kepada istriistrimu,anak-anak perempuanmu dan istriistri orang mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha penyayang."

 Kewajiban kerudung tercantum dalam Al quran surat

An Nuur ayat 31 artinya : "...Dan hendaklah mereka mengulurkan kerudungnya (khimar) atas kerah bajunya (juyuub) mereka...”
Kerudung => itu buat gaul dan penutup sementara

Jilbab => buat agamis dan dan penitup aurat yang sar'i

Isbal?
Isbal artinya menjulurkan pakaian melebihi mata kaki. Isbal terlarang dalam Islam, hukumnya minimal makruh atau bahkan haram.

Pertama, mengharamkan isbal jika karena sombong.
 “Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena

sombong, tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat. Abu Bakar lalu berkata: ‘Salah satu sisi pakaianku akan melorot kecuali aku ikat dengan benar’. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Engkau tidak melakukan itu karena sombong’.Musa bertanya kepada Salim, apakah Abdullah bin Umar menyebutkan lafadz ‘barangsiapa menjulurkan kainnya’? Salim menjawab, yang saya dengan hanya ‘barangsiapa menjulurkan pakaiannya’. ”. (HR. Bukhari 3665, Muslim 2085)

Kedua, hadits-hadits yang mengharamkan isbal secara mutlak baik karena sombong ataupun tidak.

‫ما أسفل من الكعبين من اإلزار ففي النار‬ “Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka” (HR. Bukhari 5787)

Syubhat 1: Memakai pakaian atau celana ngatung agar tidak isbal adalah ajaran aneh dan nyeleneh Syubhat 2: Masak gara-gara celana saja masuk neraka? Syubhat 3: Larangan isbal hanya berlaku pada kain sarung Syubhat 4: Isbal khan cuma makruh! Jadi tidak mengapa setiap hari saya isbal “Yang halal itu jelas, yang haram itu jelas. Diantaranya ada yang syubhat, yang tidak diketahui hukumnya oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa menjauhi yang syubhat, ia telah menjaga kehormatan dan agamanya. Barangsiapa mendekati yang syubhat, sebagaimana pengembala di perbatasan. Hampir-hampir saja ia melewatinya” (HR. Bukhari 52, Muslim 1599) Selengkapnya baca :

http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/syubhatseputar-larangan-isbal.html

Referensi
 http://www.dakwatuna.com/

 http://muslim.or.id/

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->