P. 1
Langkah-Langkah

Langkah-Langkah

|Views: 122|Likes:
Published by Radius Advendra
Makalah
Makalah

More info:

Published by: Radius Advendra on Jan 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2013

pdf

text

original

i

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua
pengalaman belajar yaang disediakan bagi siswa di sekolah. Dalam kurikulum
terintegrasi filsafat, nilai-nilai, pengetahuan, dan perbuatan pendidikan.
Kurikulum disusun oleh para ahli/ahli kurikulum, ahli bidang ilmu, pendidik,
pejabat pendidikan, pengusaha serta unsusr-unsur masyarakat lainnya.
Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepada para
pelaksana pendidikan, dalam proses pembimbingan perkembangan siswa,
mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa sendiri, keluarga, maupun
masyarakat.
Dewasa ini dibutuhkan guru yang handal dalam segala aspek di bidang
pendidikan. Bagian terpenting yang harus dikuasai oleh seorang guru adalah
penyusunan kurikulum. Kurikulum yang di susun seharusnya dijadikan
pedoman dalam proses belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu, seorang
guru harus mengerti dan memahami bagaimana cara menyusun kurikulum
sehingga kurikulum yang dipakai dapat bermanfaat bagi siswa dan guru itu
sendiri.

B. Tujuan Penulisan
1. Untuk memenuhi salah satu tugas pada Mata Kuliah Pengembangan
Kurikulum Pada Jurusan PAI, STIT YAPTIP Kampus II Ujung Gading.
2. Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai teori-teori yang berhubungan
dengan langkah-langkah pengembangan kurikulum

i
BAB II
PEMBAHASAN

A. Prosedur Pengembangan Kurikulum
Prosedur adalah tata cara kerja atau cara menjalankan suatu pekerjaan.
Amin Widjaja, Prosedur adalah sekumpulan bagian yang saling berkaitan.
Kamaruddin, Prosedur pada dasarnya adalah suatu susunan yang teratur dari
kegiatan yang berhubungan satu sama lainnya yang berkaitan melaksanakan
dan memudahkan kegiatan utama dari suatu organisasi. Sedangkan pengertian
prosedur menurut Ismail masya, Prosedur adalah suatu rangkaian tugas-tugas
yang saling berhubungan yang merupakan urutan-urutan menurut waktu dan
tata cara tertentu untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang dilaksanakan
berulang-ulang.
1

Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas maka dapat disimpulkan
yang dimaksud dengan prosedur adalah suatu tata cara kerja atau kegiatan
untuk menyelesaikan pekerjaan dengan urutan waktu dan memiliki pola kerja
yang tetap yang telah ditentukan.
Pengembangan berasal dari kata dasar kembang yang berarti menjadi
bertambah sempurna. Kemudian mendapat imbuan pe- dan –an sehingga
menjadi pengembangan yang artinya proses, cara atau perbuatan
mengembangkan. Jadi pengembangan di sini adalah usaha sadar yang
dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan agar lebih sempurna dari
pada sebelumnya.
Kurikulum menurut Syaifruddin Nurdin adalah aktivitas apa saja yang
dilakukan sekolah dalam rangka mempengaruhi anak dalam belajar untuk
mencapai suatu tujuan, termasuk didalamnya kegiatan belajar mengajar,
mengatur strategi dalam proses belajar mengajar, cara mengevaluasi program
pengembangan pengajaran, dan sebagainya. Abdullah Idi, Kurikulum adalah
seperangkat rencana dan pengaturan isi bahan pelajaran serta cara yang

1
Assep Henry Hermawan, dkk, Pengembangan Kurikulum dan Pengajaran, (Jakarta :
Universitas Terbuka, 2008), h. 2.11
i
digunakan sebagai pedoman untuk menggunakan aktivitas belajar mengajar.
Sedangkan menurut Al-Rosyidin dan Nizar, kurikulum adalah landasan yang
digunakan pendidik untuk membimbing peserta didiknya kearah tujuan
pendidikan yang diinginkan melalui akumulasi sejumlah pengetahuan,
keterampilan, dan sikap mental.
2

Berdasarkan definisi-definisi diatas, dapat ditarik suatu kesimpulan
bahwa prosedur pengembangan kurikulum adalah suatu susunan perencanaan
kegiatan belajar yang saling berhubungan yang ditujukan untuk membawa
siswa kearah perubahan-perubahan yang diinginkan dan menilai sejauh mana
perubahan-perubahan itu telah terjadi pada diri siswa

B. Langkah-langkah Pengembangan Kurikulum
Secara umum langkah-langkah pengembangan kurikulum terdiri atas
diagnosis kebutuhan, perumusan tujuan, pemilihan dan pengorganisasian
materi, pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar, dan pengalaman
alat evaluasi.
1. Analisis dan Diagnosis Kebutuhan.
Langkah pertama dalam pengembangan kurikulum adalah
menganalisis dan mendiagnosis kebutuhan. Analisis kebutuhan dapat
dilakukan dengan mempelajari tiga hal, yaitu kebutuhan siswa, tuntutan
masyarakat/dunia kerja, dan harapan-harapan dari pemerintah (kebijakan
pendidikan). Kebutuhan siswa dapat dianalisis dari aspek-aspek
perkembangan psikologis siswa, tuntutan masyarakat, dan dunia kerja
dapat dianalisis dari berbagai kemajuan yang ada di masyarakat dan
prediksi-prediksi kemajuan masyarakat pada masa yang akan datang,
sedangkan harapan pemerintah dapat dianalisis dari kebijakan-kebijakan,
khususnya kebijakan-kebijakan bidang pendidikan yang dikeluarkan, baik
oleh pemerintah pusat maupun daerah.

2
Nik Haryati, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, (Bandung : CV.
Alfabeta, 2011), h. 34
i
Hasil analisis dari ketiga aspek tersebut, kemudian didiagnosis
untuk disusun menjadi serangkaian kebutuhan sebagai bahan masukan
bagi kegiatan pengembangan tujuan.
Adapun pendekatan yang dapat dilakukan untuk menganalisis
kebutuhan ada tiga, yaitu survei kebutuhan, studi kompetensi, dan analisis
tugas.
a. Survei kebutuhan merupakan cara yang relatif sederhana dalam
menganalisis kebutuhan. Seorang pengembang kurikulum dapat
melakukan wawancara dengan sejumlah orang, tokoh masyarakat,
pejabat pemerintah, dan para ahli terkait tentang apa yang dibutuhkan
oleh siswa, masyarakat, dan pemerintah berkaitan dengan kurikulum
sebagai suatu program pendidikan.
b. Studi kompetensi dilakukan dengan analisis terhadap kompetensi-
kompetensi yang dibutuhkan oleh lulusan suatu jenis dan jenjang
program pendidikan.
c. Pendekatan analisis tugas dilakukan dengan cara menganalisis setiap
jenis tugas yang harus diselesaikan. Tugas tersebut bisa berkaitan
dengan aspek kognitif, afektif, dan atau psikomotorik.
Hasil akhir kegiatan analisis dan diagnosis kebutuhan ini adalah
deskripsi kebutuhan sebagai bahan yang akan dijadikan masukan bagi
langkah selanjutnya dalam pengembangan kurikulum yaitu perumusan
tujuan.
3


2. Perumusan tujuan
Setelah kebutuhan ditetapkan, langkah selanjutnya adalah
merumuskan tujuan. Tujuan-tujuan dalam kurikulum berhierarki, mulai
dari tujuan yang paling umum (kompleks) sampai pada tujuan yang lebih
khusus. Hirearki tujuan tersebut meliputi: tujuan pendidikan nasional,

3
Oemar Hamalik, Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum, (Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya, 2007), h. 190
i
tujuan institusional, tujuan kurikuler, serta tujuan instruksional umum dan
khusus.
Benyamin S. Bloom dalam Taxonomy of Educational Objectives
membagi tujuan menjadi tiga ranah/domain, yaitu kognitif, afektif, dan
psikomotor. Domain kognistif berkenaan dengan penguasaan kemampuan-
kemampuan intelektual atau berpikir, domain afektif berkenaan dengan
penguasaan dan pengembangan perasaan, sikap, minat, dan nilai-nilai,
sedangkan domain psikomotor berkenaan dengan penguasaan dan
pengembangan keterampilan-keterampilan motorik.
4


3. Pemilihan dan Pengorganisasian Materi
Secara spesifik, yang dimaksud dengan materi kurikulum adalah
segala sesuatu yang diberikan kepada siswa dalam kegiatan belajar
mengajar. Isi dari kegiatan pembelajaran tersebut adalah isi dari
kurikulum. Tugas guru adalah mengembangkan bahan pelajaran tersebut
berdasarkan tujuan instruksional yang telah disusun dan dirumuskan
sebelumnya.
Dalam hal penyusunan bahan pelajaran ini dikenal dengan istilah
scope dan squence. Scope atau ruang lingkup menyangkut keluasaan dan
kedalaman materi kurikulum. Ada sejumlah kriteria yang dapat
dipertimbangkan dalam pemilihn materi kurikulum, anatar lain :
a. Materi kurikulum harus dipilih berdasarkan tujuan yang hendak
dicapai.
b. Materi kurikulum dipilih karena dianggap berharga sebagai warisan
budaya (positif) dari generasi masa lalu.
c. Materi kurikulum dipilih karena berguna bagi penguasaan suatu
disiplin ilmu.
d. Materi kurikulum dipilih karena dianggap bemanfaat bagi kehidupan
umat manusia, untuk belak masa kini dan masa akan datang.

4
Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, (Jakarta : Rineka Cipta, 2004), h.
201
i
e. Materi kurikulum dipilih karena sesuai dengan kebutuhan dan minat
anak didik, dan kebutuhan masyarakat.
Squence menyangkut urutan susunan bahan kurikulum. Squence
dapat disusun dengan mempertimbangkan tig hal, yaitu struktur disiplin
imu, taraf perkembangan siswa, dan pembagian materi kurikulum
berdasarkan tingkatan kelas.
Dalam penyusunan squence, perlu dipertimbangkan beberapa hal
berikut :
a. Taraf kesulitan materi pelajaran atau isi kurikulum.
b. Kematangan dan perkembangan siswa.
c. Minat dan kebutuhan siswa.
5


4. Pemilihan dan Pengorganisasian Pengalaman Belajar
Setelah materi kurikulum dipilih dan diorganisasikan, langkah
selanjutnya adalah memilih dan mengorganisasikan pengalaman belajar.
Cara pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar dapat dilakukan
dengan menggunakan berbagai pendekatan, strategi, metode, serta teknik
yang disesuaikan dengan tujuan dan sifat materi yang akan diberikan.
Pengalaman belajar siswa dapat bersumber dari pengalaman visual,
pengalaman suara, perabaan, dan penciuman. Pengalaman belajar dipilih
harus mencakup berbagai kegiatan mental dan fisik yang menarik minat
siswa, sesuai dengan tingkat perkembangannya, dan merangsang siswa
belajar aktif dan kreatif.

5. Pengembangan Alat Evaluasi
Pengembangan alat evaluasi yang dimaksud adalah untuk
menelaah kembali apakah kegiatan yang telah dilakukan itu sesuai dengan
tujuan yang telah ditetapkan. Mc. Neil mengungkapkan ada dua hal yang
perlu mendapat jawaban dari penilaian kurikulum yaitu, apakah kegiatan-

5
Rahmat Raharjo, Inovasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam; Pengembangan
Kurikulum dan Pembelajaran, (Yogyakarta : Magnun Pustaka, 2010), h. 176
i
kegiatan yang dikembangkan dan diorganisasikan itu memungkinkan
tercapainya tujuan pendidikan yang dicita-citakan dan apakah kurikulum
yang telah dikembangkan dapat diperbaiki dan bagaimana cara
memperbaikinya.
Penilai pada dasarnya merupakan suatu proses pertimbangan
terhadap suatu hal. Scriven mengemukakan bahwa penilaian itu terdiri atas
tiga komponen, yaitu pengumpulan informasi, pembuatan pertimbangan,
dan pembuatan keputusan. Evaluasi kurikulum dapat dilakukan terhadap
komponen-komponen kurikulum itu sendiri, evaluasi terhadap
implementasi kurikulum, dan evaluasi terhadap hasil yang dicapai
6




6
Oemar Hamalik, Op.Cit, h. 255
i
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Prosedur pengembangan kurikulum adalah suatu susunan perencanaan
kegiatan belajar yang ditujukan untuk membawa siswa kearah perubahan-
perubahan yang diinginkan dan menilai sejauh mana perubahan-perubahan itu
telah terjadi pada diri siswa
Didalam prosedur pengembangan kurikulum, guru dan sekolah satuan
pendidikan harus memperhatikan apa yang menjadi langkah-langkah dan
prinsip-prinsip dasar pengembangan kurikulum. Adapun langkah-langkah
yang harus di perhatikan dalam mengembangkan kurikulum yaitu : anlisis dan
diagnosis kebutuhan, setelah itu perumusan tujuan, lalu adanya pemilihan dan
pengorganisasian materi, dilanjutkan pemilihan dan pengorganisasian
pengalaman belajar, dan yang terakhir pengembangan alat evaluasi.

B. Saran
Demikianlah penulisan makalah ini, namun penyajian makalah ini
masih banyak kelemahannya, karena kami masih dalam tahap pembelajaran,
kami selaku penulis menyadari adanya kekurangan dan kesalahan dalam
penyusunan makalah ini, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran
dari teman-teman mahasiswa sekalian demi kesempurnaan isi makalah ini.
i
DAFTAR KEPUSTAKAAN


Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, Jakarta : Rineka Cipta, 2004


Hamalik, Oemar, Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum, Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya, 2007

Haryati, Nik, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, Bandung :
CV. Alfabeta, 2011

Hermawan, Assep Henry, dkk, Pengembangan Kurikulum dan Pengajaran,
Jakarta : Universitas Terbuka, 2008

Raharjo, Rahmat, Inovasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam; Pengembangan
Kurikulum dan Pembelajaran, Yogyakarta : Magnun Pustaka, 2010




i
KATA PENGANTAR
´¦¯O)´ *.- ^}4·uO·O¯-
´¦1gO·O¯-
Puji sukur kita ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmad dan karunianya kepada kita semua dan dengan rahmad-Nya jualah
pemakalah dapat menyusun makalah ini dengan sedemikian rupa.
Salawat berangkai salam penulis mohon kepada Allah untuk rasulnya
muhammad SAW, semoga dengan adanya uswatun hasanah, makalah ini
bermanfaat bagi kita semua.
Selanjutnya penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada dosen
pembimbing yang telah banyak memberikan sumbangan pemikiran kepada kita
semua dan tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan
mahasiswa yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini penulis sudah membuatnya dengan baik,
namun apabila masih ada kekurangan penulis mengharapkan kritik dan saran guna
kesempurnaan makalah ini


Ujung Gading Juni 2012
Penulis


(Kelompok V)






i
DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR .................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ........................................................................ 1
B. Tujuan Penulisan ..................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN
A. Prosedur Pengembangan Kurikulum ...................................... 2
B. Langkah-langkah Pengembanagn Kurikulum ......................... 3

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................... 8
B. Saran ......................................................................................... 8

DAFTAR KEPUSTAKAAN







You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->