1

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakangan Dalam bidang farmasi, zat-zat yang digunakan sebagai bahan obat kebanyakan berukuran kecil dan jarang yang berada dalam keadaan optimum. Ukuran partikel bahan obat padat mempunyai peranan penting dalam bidang farmasi sebab merupakan penentu bagi sifat-sifat, baik sifat fisika, kimia dan farmakologik dari bahan obat tersebut Dalam pembuatan sediaan-sediaan seperti kapsul, tablet, granul, sirup kering tentu mempertimbangkan ukuran partikel.Begitupula akan mempengaruhi kecepatan disolusi atau kelarutan dari suatu sediaan obat sehingga efek yang akan ditimbulkan dapat dengan cepat bereaksi. Hal-hal semacam ini terutama sangat berpengaruh pada sediaansediaan obat yang mempunyai bentuk sediaan seperti tablet , kapsul dan lainlainnya yang bersifat padat atau yang lainnya. Mikromeritik adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari khusus tentang ukuran suatu partikel, yang mana ukuran partikel ini cukup kecil. Masalah seperti ukuran partikel ini dalam bidang farmasi sangat diperhitungkan sekali atau dapat dikatakan sangat penting. Mengingat pentingnya mikromeritik dalam bidang farmasi, maka sudah sewajarnya jika mahasiswa farmasi memahami mengenai mikromeritik ini, termasuk cara-cara dalam melakukan pengukuran ukuran partikel suatu zat. Pada percobaan ini, akan ditentukan diameter partikel dari, talkum dan NaCldengan menggunakan metode ayakan, metode ini merupakan metode yang paling sederhana.

2

II.2 Maksud dan Tujuan Percobaan II.2.1 Maksud Percobaan Mengukur besaran partikel senyawa dengan metode ayakan dan metode mikroskop. II.2.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dalam praktikum ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara mengukur besaran partikel senyawa dengan metode ayakan dan metode mikroskop.

Secara klinik ukuran partikel suatu obat dapat mempengaruhi penglepasannya dari bentuk-bentuk sediaan yang diberikan secara oral. Ukuran partikel dapat dinyatakan dengan berbagai cara. dan karenanya juga luas permukaan. Dalam bidang pembuatan tablet dan kapsul. ukuran luas permukaan rata-rata. Partikel-partikel yang ukurannya sebesar serbuk kasar. dari suatu partikel dapat dihubungkan secara berarti pada sifat fisika. 1994). serta kisaran ukuran partikel sangat penting dalam farmasi. Jadi ukuran. juga bergantung pada ukuran partikel yang dicapai dalam produk tersebut. volume ratarata dan sebagainya. Pengetahuan dan pengendalian ukuran.1 Teori Umum Ilmu pengetahuan dan teknologi tentang partikel-partikel kecil oleh Dalla Valle dinamakan ”Mikromeritik”. dari segi kestabilan fisik dan respon farmakologis. Hal ini membuat seorang farmasis kini harus mengetahuhi pengetahuan mengenai mikromimetik yang baik (Ansel. kimia dan farmakologi dari suatu obat. Ukuran diameter rata-rata. parenteral. granulat tablet atau granulat garam. Mikromeritik biasanya diartikan sebagai ilmu dan teknologi tentang partikel yang kecil. emulsi dan tablet. Pengertian ukuran partikel adalah ukuran diameter ratarata. rektal dan topikal.1989).3 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. . Formulasi yang berhasil dari suspensi. ukurannya berada dalam jarak pengayakan (Martin. Dispersi koloid mempunyai sifat karakteristik yaitu partikel-partikelnya tidak dapat dilihat di bawah mikroskop biasa. pengendalian ukuran partikel penting sekali dalam mencapai sifat aliran yang diperlukan dan pencampuran yang benar dari granul dan serbuk. sedangkan partikel-partikelnya dari emulsi dan suspensi farmasi serta serbuk halus ukurannya berada dalam jarak penglihatan mikroskop.

disamping ukuran dari setiap partikel juga bentuknya dan bila perlu dipertimbngkan pembuatan anglomerat. Data tentang ukuran pertikel diungkapan dalam diameter (ukuran) partikel. dengan bantuan sebuah mikrometer okuler yang tertera berlangsung . Dispersi koloid dicirikan oleh partikel yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mikroskop biasa. Ukurandiameter rata-rata dan beberapa cara pengukuranpartikelyaitu : 1. Jadi kita perlu sutau perkiraan kisaran ukuran tertentu yang ada dan banyaknya atau berat fraksi dari tiap-tiap ukuran partikel. granul tablet. 2003) Disebabkan kemudahannya. mikroskop ini mempunyai jelajah ukur dari 12 mikrometer sampai kurang lebih 100 mikrometer (Effendy. sedang partikel emulsi dan suspensi farmasi serta serbuk halus berada dalam jangkauan mikroskop optik. Karenanya perlu untuk mengetahui tidak hanya ukuran dari suatu partikel tertentu. informasi bentuk spesifik partikel yang bersangkutan dan konduktornya (keadaan kasar atau halus peermukaan partikel). dari sini kita bisa menghitung ukuran partikel rata-rata untuk sampel tersebut.4 Mikromeritik adalah ilmu pengetahuan dan teknologi tentang partikelpartikel kecil. MetodeMiroskopik Bila partikelnya lebih kecil yaitu partikel dengan ukuran Angstrom. dan garam granular berada dalam kisaran ayakan. Sementara itu. Semua data tersebut ada kaitannya dengan efek obat (Sudjaswadi. informasi yang perlu diperoleh dari (obat0 ada 2 macam yaitu informasi tentang ukuran partikel dan informasi tentang bentuk pertikel. Dalam bidang kefarmasian. Ilmu dan teknologi partikel kecil diberi nama mikromiretik oleh Dalla Valle. tapi juga berapa banyak partikel-partikel dengan ukuran yang sama ada dalam sampel. Partikel yang mempunyai ukuran serbuk lebih kasar. Ukuran partikel dapat dinyakan dengan berbagai cara. Setiap kumpulan partikel biasanya disebut polidispersi. Dari 10 – 1000 Angstrom (1 Angstrom = 0.001 mikrometer). cara mikroskopik mempunyai suatu pengalaman perluasan lebih lanjut.2002).

Setiap sampel ditarik yang mempunyai ukuran partikel.1 mm). Ayakan standar adalah ayakan yang telaha dikalibrasi dan yang paling umum adalah ayakan menurut standar Amerika (Parrot. Metode Pengayakan Cara iniuntukmengukurukuranpartikel secara kasar. Ayakan dibuat dari kawat dengan lubang diketahui ukurannya. adalah 550 kali (Voight.1971).1971). mempunyai Perla usuran diingatbahwaayakandengannomormeshrendah lubangrelatif besar dibandingkandenganayakandengannomormeshtinggi. 1994) 2.5 setiap analisa ukuran partikel dari 500 – 1000 partikel. Metode Sedimentasi Ukuran partikel dari ukuran saringan seperti salah satunya seringkali disangkutkan dalam bidang farmasi. serbuk yang akan diukur disuspensikan dalam cairan. 3. Pengendapan karena semua partikel dengan ukuran yang lebih panjang akan jatuh ke level bawah dari ujung pipet (Parrot. Suspensi ini ditempatkan pada sebuah pipet yang bervariasi. Ataudengan kata lainpartikelmelaluiayakannomormesh 100 yang ukuranpartikellebihkecildibandingdenganpartikel melaluiayakannomormesh 30 (Effendy. dimana serbuk tidak dapat larut. Istilah ”mesh” adalah nomor yang menyatakan jumlah luabang tiap inci. Bahan yang akandiukurpartikelnyaditaruh di atas ayakandengannomormeshrendah. Metode sedimentasi di dasarklan pada hukum Stoke. Perbesaran maksimal yang tercapai artinya perbesaran yang sesuai dengan daya resolusi mata manusia (kira-kira 0. Metode ini ádalah metode yang paling sederhana dilakukan. Sampel ini diuapkan untuk dikeringkan dan residunya ditimbang. yang lebih kecil dari yang dihubungkan dengan kecepatan. . 2003). Kemudiandibawahnyaditaruh/ditempatkanayakandenganayakan dengannomormesh yang lebihtinggi.

2 Uraian Bahan 1. Kelarutan : Larut dalam 2 bagian etanol (95%)P pada suhu 600. Minyak kelapa (Dirjen POM. Aqua destillata (Dirjen POM. Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik. sangat Mudah larut dalam suhu lebur 230 sampai 260 . tidak berwarna. Tidak tengik. serbuk hablur atau butiran putih.6 II. sukar larut dalam etanol (95%)P.1979) Nama resmi Nama lain Berat moleku : Aqua destilata : Air suling : 18. Penyimpanan Khasiat : Dalam wadah tertutup baik : kalorigenikum 3. agak suka larut dalam etanol (95%)P mendidih. tidak Berbau: rasa manis Kelarutan : mudah larut dallam air. bau khas.02 Rumus molekul : H2O Pemerian : Cairan jernih. sangat mudah larut dalam airMendidih.17 Rumus molekul : C6H12O6 . Glukosa (Dirjen POM.1979) Nama resmi Nama lain Pemerian : Oleum cocos : Minyak kelapa : Cairan jernih. tidak mempunyai Rasa. tidak berwarna atau kuning pucat.1979) Nama resmi Nama lain Berat molekul : Glucosum : Glukosa : 198. tidak berbau. H2O Pemerian : Hablur tidak berwarna. 2.

7 Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik. Kelarutan Penyimpanan Khasiat : Tidak larut dalam hampir semua pelarut. Rasa asin. warna putih atau putih kelabu. sukar larut dalam etanol.1979) Nama resmi Nama lain Berat molekul : Natrium chloridum : Natrium klorida : 58. : Dalam wadah tertutup baik. Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik. sangat halus licin. Natrii Chloridum(Dirjen POM. Bebas dari butiran. mudah melekat pada kulit. sedikit lebih larut dalam air mendidih. Kelarutan : Mudah larut dalam air. Larut dalam gliserin. terlindung dari cahaya.44 Rumus molekul : NaCL Pemerian : Hablur bentuk kubus. di tempat Sejuk. : zat tambahan.1979) Nama resmi Nama lain Pemerian : Talcum : Talk : Serbuk hablur. 4. . Khasiat : Zat tambahan. Talk (Dirjen POM. tidak berwarna atau serbuk hablur putih. 5.

Dinyalakan mikroskop.01 gram dengan neraca analitik. Kertas perkamen 5. Mikromiretik ayakan 6.1.1. 6. 3. Cawan porselin 3. Ditimbang talkum dan gula masing-masing sebanyak 0. Dibersihkan mikroskop dengan tisu. Metode pengukuran partikel dengan mikroskop : a.2 Bahan 1. Mistar 30 cm 7. e. Neraca analitik 8. . b. Batang pengaduk 2.1 Alat dan Bahan Alat 1. 3. c. 2. Sendok tanduk 3. 5. Disiapkan alat dan bahan.2 Aquadest Garam (Nacl) Gula pasir Minyak kelapa Talkum Tisu Cara kerja 1. 4.8 BAB 3 METODE KERJA 3. Diukur pelarut aquadest dan minyak sebanyak 1 ml dalam gelas ukur. Kacaarloji 4. d. No ayakan 8 set 9.1 3.

Dihitung diameternya . j. Dibuat suspensi talcum dengan cara melarutkannya kedalam pelarut air dan dibuat suspensi guladengan cara melarutkannya kedalam pelarut minyak. Diletakkan objek gelas pada lensa okuler rmikroskop. e. d. Metode pengukuran partikel dengan ayakan : a. 2. Dihitung diameternya. g. Ditutup dan goyang mesin pengayak dengan kecepatan yang seimbang (tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat). Disiapkan alat dan bahan. Dimasukkan sampel kedalam pengayak di nomor ayakan yang paling atas. h. h. Disusun nomor ayakan dari nomor mesh rendah ke nomor mesh tinggi. Dibuka ayakan dan timbang sampel yang tertinggal dimasing-masing nomor ayakan di neraca analitik. c. g. Diamati dan gambar hasil pengamatan. Ditimbang sampel sebanyak 50 gram di neraca analitik. Dibersihkan mesin pengayak dan nomor ayakan yang dipakai untuk mengayak gula dengan kuas kering dan tisu.9 f. Dioleskan suspensi tipis-tipis pada objek gelas. i. f. b.

4 0.855 mm  Jumlahbobottertinggal Nomorayakan 20 = = x 100% x 100% = 0.6 48.Pelarut Pembesaran (ml) 1 1 10/0.9 1.425 0.37 2.1 HasilPengamatan a.53 16. Perhitungan 1.855 0.85 0.026% .615 2.11 3.72 31.850 0. Data hasilpengukurantalkummenggunakanpengayak Diameter % Bobottertinggal Sampel NomorAyakan (mm) Bobottertinggal d x a (a) d (b) 20 40 60 80 100 300 0.7 3 1 0.8 0.8681 b.068 0.026 0.180 0.1 0.65 Diameter (cm) 1 0.476 0.7 5 1.74 1.582 0.24 10.25 40/0.4 2 0.579 8.583 4.33 9.12 6.157 1.10 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.65 10/0. Data hasilpengamatan Table 1.7 1.5 0.6 0.1 4 1.27 dxb Talkum Jumlah 0. Data hasilpengukuranpartikeldenganmikroskopikoptik Massa Sampel sampel (g) Talkum Garam 0.01 Pelarut Aquades Minyak V.4 2.0221 0.749 0. Perhitungantalkum  Jumlah diameter Σd = 1.01 0.08 1.150 1.1 1.6 0.527 1.8 1.4 0.5 0.250 0.1 Tabel 2.25 40/0.1 1.

Nomor ayakan 20 dxa = 0.425 x 1.476 3.850 x 0. Nomor ayakan 60 dxa = 0.27%  Nilai d x a 1.250 x 6.068 2.12 = 0. Nomor ayakan 40 dxa = 0.08 = 0.11 Nomor ayakan 40 = = x 100% x 100% = 0. Nomor ayakan 80 dxa = 0.33 = 1.180 x 9.582 4.24% Nomor ayakan 100 = = x 100% x 100% = 10.72 = 1.749 .37% Nomor ayakan 60 = = x 100% x 100% = 2.53%  Jumlah % bobot tertinggal Σb = 16.11% Nomor ayakan 80 = = x 100% x 100% = 3.

24 = 0. Nomor ayakan 80 dxb = 0. Nomor ayakan 40 dxb = 0.150 x 10.11 = 0.157 3. Nomor ayakan 100 dxa  Nilai d x b 1.6 = 4.37 = 0.850 x 0.1763 atau 0. Nomor ayakan 60 dxb = 0. Nomor ayakan 20 dxb = 0. Nomor ayakan 100 dxb  Nilai d talkum d = = atau atau = 0.527 4.250 x 2.74 = 0.150 x 31.579 = 0.026 = 0.12 5.0221 2.425 x 0.583 5.53 = 1.1762 .180 x 3.

8 23.380 0.141 0.037 1.93 7.67 1.7 4.875 3.111 3.37 12.855 1.93% Nomor ayakan 80 = = x 100% x 100% = 7. Data hasil pengukuran garam menggunakan pengayak Nomor Ayakan 20 40 60 80 100 300 Diameter Bobot (mm) tertinggal d (a) 0.2 16.18 3.180 0.01 3.03 7.850 0.27 Sampel dxa 0.250 0.034 2.32 14.197 dxb 0.855 mm  Jumlah bobot tertinggal Nomor ayakan 20 = x 100% = x 100% = 0. Perhitungan garam  Jumlah diameter Σd = 1.67% .425 0.232 1.034% Nomor ayakan 40 = = x 100% x 100% = 2.76 % Bobot tertinggal (b) 0.44 4.44% Nomor ayakan 60 = = x 100% x 100% = 4.0289 1.8579 Garam Jumlah 2.150 1.6 47.13 Tabel 3.

250 x 14.850 x 1.037 = 0. Nomor ayakan 100 dxa  Nilai d x b 1.8 = 3.850 x 0.104 x 3.875 2. Nomor ayakan 40 dxa = 0.425 x 2.0289 2.111 3.2%  Jumlah % bobot tertinggal Σb = 16.44 = 1.27%  Nilai d x a 1. Nomor ayakan 40 dxb = 0. Nomor ayakan 60 dxa = 0. Nomor ayakan 80 dxa = 0.32 = 3.7 4.37 x 100% x 100% .141 5.01 = 4.6 = 0. Nomor ayakan 20 dxa = 0. Nomor ayakan 20 dxb = 0.14 Nomor ayakan 100 = = = 1.425 x 7.034 = 0.03 = 0.180 x 23.

Metode pertama yang dilakukan dalam percobaan mikromeritik yaitu metode pengukuran partikel dengan mikroskop.langkah .2 = 0. granul tablet. sedangkan partikel emulsi dan suspensi farmasi serta serbuk halus berada dalam jangkauan miroskop optik.18 = = 0. Mikromeritik itu sendiri merupakan ilmu dan teknologi tentang partikel kecil. Partikel yang mempunyai ukuran serbuk lebih kasar.67 = 1. A. Nomor ayakan 20 d = atau d = atau = 0. diperkenalkan oleh Dalla Valle.2 Pembahasan.. 1990). Nomor ayakan 60 dxb = 0.250 x 4.232 4. dkk. dan garam granular berada dalam kisaran ayakan.150 x 1. Pada praktikum kali ini yaitu tentang percobaan mikromeritik yang bertujuan untuk mengukur partikel senyawa dengan menggunakan metode ayakan dan metode mikroskop.15 3. termasuk mikroorganisme terdapat dalam table 5-1b dan 5-1c (Martin. Adapun langkah .2553 atau 0. Ukuran dari bahan-bahan lain. Dispersi koloid dicirikan oleh partikel yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mikroskop biasa.2371 4.93 = 1.380 5.180 x 7. Nomor ayakan 80 dxa = 0. Nomor ayakan 100 dxa  Nilai d garam 1. Kisaran ukuran kira-kira dari partikel dalam dispersi farmasi terdapat dalam tabel 5-1a.

minyak kelapa 1 mL. Kemudian menyalakan mikroskop. Kemudian menyusun nomor ayakan dari nomor mesh rendah kenomor mesh tinggi agar persen bobot yang tertinggal pada masing-masing nomor pengayakan dapat diketahui. mengoleskan suspensi tipis-tipis pada objek gelas. mengukur pelarut aquades dan minyak sebanyak 1 mL didalam gelas ukur. Setelah itu membersihkan mikroskop dengan tisu agar kotoran-kotoran yang tertinggal di mikroskop tersebut saat pengamatan sebelumnya hilang dari mikroskop.01 gram. Lalu. mikroskop. sendok tanduk. kaca arloji. dimasukkan sampel . Sebelum melanjutkan pengamatan. gula pasir 0. Setelah itu. Harus kering agar sampel tidak menempel pada ayakan sehingga memudahkan dalam proses pengayakan.01 gram dengan menggunakan nerca analitik. sesusai dengan yang tercantum dalam Farmakope edisi III glukosa dapat larut dalam air. agak sukar larut dalam etanol (95%) mendidih dan agak sukar larut dalam etanol (95%).01 gram. yang pertama menyiapkan alat seperti batang pengaduk. lalu mengamati dan menghitung diameter partikel dari sampel tersebut. kemudian meletakkan objek gelas pada lensa okuler mikroskop. kertas perkamen.16 kerjanya. menimbang sampel sebanyak 50 gram di neraca analitik. Kemudian membuat suspensi gula dengan cara melarutkannya kedalam pelarut minyak. Langkah-langkahnya adalah yang pertama menyiapkan alat dan bahan. dan talkum 0. Setelah itu. sangat mudah larut dalam air mendidih. kemudian membersihkan mesin pengayak dan nomor ayakan yamg dipakai untuk mengayak gula dengan kuas kering dan tisu. hal ini dikarenakan menurut Farmakope edisi III talkum tidak larut dalam hampir semua pelarut. neraca analitik. serta bahan seperti aquades 1 mL. Selanjutnya membuat suspensi talkum dengan cara melarutkannya kedalam pelarut aquades. Sedangkan jika gula tersebut larut dalam air maka ukuran partikel tersebut tidak akan bisa dilihat pada saat pengamatan. hal selanjutnya yang dilakukan adalah menimbang sampel seperti talkum dan gula masing-masing sebanyak 0. Lalu. Setelah itu dilakukan pengukuran partikel menggunakan metode ayakan. mistar 30 cm. cawan porselin.

1. .7. Kemudian membuka ayakan dan menimbang sampel yang tertinggal dimasing-masing nomor ayakan di neraca analitik selanjutnya menghitung diameter.17 kedalam pengayak dengan nomor ayakan yang paling atas. Dari hasil percobaan diperoleh ukuran partikel dari gula dan talkum dengan menggunakan metode mikroskop dengan pembesaran 10x diperoleh diameter partikel talcum berturut-turut adalah 0.0038 sedangkan untuk nomor ayakan 40 adalah 0. 1.4. 0.1368. Untuk pengukuran partikel dalam hal ini talkum dengan menggunakan metode ayakan dengan menggunakan nomor ayakan 20 diperoleh diameter partikel 0.5620 . untuk nomor ayakan 80 adalah 0. 0. 0. 1.8. 1.444 dan untuk nomor ayakan 100 diperoleh diameter talcum 1. untuk nomor ayakan 60 adalah 0.3691 atau 0.5748 atau 0. 1. untuk nomor ayakan 80 adalah 0.8. 1.1.2781.4.6.4. Untuk partikel gula dengan menggunakan pembesaran 10x diperoleh diameter partikel berturut-turut adalah 0.1.5.8937 atau0. Sedangkan untuk nomor ayakan 40 adalah 0.002. sedangkan untuk pembesaran 40x diperoleh diameter berturut-turut adalah 0.1.2843 atau 0.4.003 atau 0. 2.7. sedangkan untuk pembesaran 40x diperoleh diameter partikel talcum berturut-turut adalah 0.9. untuk nomor ayakan 60 adalah 0.0421.0400 atau 0.1. kemudian Menutup dan menggoyang mesin pengayak dengan kecepatan yang seimbang (terlalu cepat dan tidak terlalu lambat). 0. 1.2403 atau 0. 1.7.1999atau1. 0. 0.6. Sedangkan untuk pengukuran partikel dalam hal ini garam dengan menggunakan metode ayakan dengan menggunakan nomor ayakan 20 diperoleh diameter partikel 0.0425 atau 0.2405. 0.1.1398atau 0.8744 dan untuk nomor ayakan 100 diperoleh diameter garam 0.2005.5.

4. Nomorayakan 80 adalah0.1398atau 0.9.0400atau 0. 1.7.8.1. Untuk pengukuran partikel dengan menggunakan metode mikroskopik optik didapatkan ukuran diameter partikel dari talkum dengan menggunakan pembesaran 10x berturut-turut adalah 0.1. 1.444dan Nomorayakan 100 diperoleh diameter talkum1.7. 0. 0. sedangkan untuk pembesaran 40x diperoleh diameter partikel talkum berturut-turut adalah 0.1. 0.1368.8744dan Nomorayakan 100 diperoleh diameter garam 0.4. 0.1.7.2005. 1.0038.2405.    40diperoleh diameter partikeladalah0. 0. 0. 1. 1.5620. 1.1999atau 1.3691 atau 0. Nomorayakan 0.2781. Sedangkanuntukpengukuranpartikelgaramdenganmenggunakanmet odeayakandidapatkan pula hasilsebagaiberikut :      Nomorayakan 20 diperoleh diameter partikel0.6.5.1. Nomorayakan 80 adalah0.4. Nomorayakan 40 adalah 0. Nomorayakan 60 adalah0. Untuk   pengukuran partikeltalkum dengan menggunakanmetodeayakandidapatkanhasil : Nomorayakan 20 diperoleh diameter partikel0. 1. sedangkan untuk pembesaran 40x diperoleh diameter berturut-turut adalah 0. 2.8.003 atau 0.5. 1.18 BAB 5 PENUTUP 5. 0.0425atau Nomorayakan 60 adalah0. .2843atau 0.6. 2.4.2403atau 0. Untuk partikel garam dengan menggunakan pembesaran 10x diperoleh diameter partikel berturut-turut adalah 0.0421.8937 atau 0.1 Kesimpulan Dari percobaan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa: 1.002.5748atau 0.

Untuk laboratorium agar dapat menyediakan atau menambah alat-alat laboratorium.19 5. 3. Untuk asisten agar tetap bersemangat dalam mendampingi praktikan dan terus memberikan ilmu yang bermanfaat. 2. .2 Saran 1. Untuk praktikan agar berhati-hati dalam menggunakan alat-alat yang berada didalam laboratorium.

Direktorat Jenderal POM Departemen Kesehatan RI . Edisi V. Pharmaceutical technology. Mineneapolis. (2003). Voigt. Yogyakarta. Makassar. 1979. UGM-Press. Jurusan farmasi UniversitasHasanuddin. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Farmasi Fisika jilid II. L. Burgess Publishing Company. A. 335. (1994). Parrot. 1989.. M. R.. Martin. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta: UniversitasIndonesia Press.. 1994. Materi Kuliah Farmasi Fisika . (1970).20 DAFTAR PUSTAKA Ansel. Jakarta: Universitas IndonesiaPress. 65 . Idris Effendi.C.E. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. H.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful