1

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakangan Dalam bidang farmasi, zat-zat yang digunakan sebagai bahan obat kebanyakan berukuran kecil dan jarang yang berada dalam keadaan optimum. Ukuran partikel bahan obat padat mempunyai peranan penting dalam bidang farmasi sebab merupakan penentu bagi sifat-sifat, baik sifat fisika, kimia dan farmakologik dari bahan obat tersebut Dalam pembuatan sediaan-sediaan seperti kapsul, tablet, granul, sirup kering tentu mempertimbangkan ukuran partikel.Begitupula akan mempengaruhi kecepatan disolusi atau kelarutan dari suatu sediaan obat sehingga efek yang akan ditimbulkan dapat dengan cepat bereaksi. Hal-hal semacam ini terutama sangat berpengaruh pada sediaansediaan obat yang mempunyai bentuk sediaan seperti tablet , kapsul dan lainlainnya yang bersifat padat atau yang lainnya. Mikromeritik adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari khusus tentang ukuran suatu partikel, yang mana ukuran partikel ini cukup kecil. Masalah seperti ukuran partikel ini dalam bidang farmasi sangat diperhitungkan sekali atau dapat dikatakan sangat penting. Mengingat pentingnya mikromeritik dalam bidang farmasi, maka sudah sewajarnya jika mahasiswa farmasi memahami mengenai mikromeritik ini, termasuk cara-cara dalam melakukan pengukuran ukuran partikel suatu zat. Pada percobaan ini, akan ditentukan diameter partikel dari, talkum dan NaCldengan menggunakan metode ayakan, metode ini merupakan metode yang paling sederhana.

2

II.2 Maksud dan Tujuan Percobaan II.2.1 Maksud Percobaan Mengukur besaran partikel senyawa dengan metode ayakan dan metode mikroskop. II.2.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dalam praktikum ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara mengukur besaran partikel senyawa dengan metode ayakan dan metode mikroskop.

parenteral. Partikel-partikel yang ukurannya sebesar serbuk kasar. kimia dan farmakologi dari suatu obat. Dalam bidang pembuatan tablet dan kapsul. serta kisaran ukuran partikel sangat penting dalam farmasi. dan karenanya juga luas permukaan. dari segi kestabilan fisik dan respon farmakologis. juga bergantung pada ukuran partikel yang dicapai dalam produk tersebut.1 Teori Umum Ilmu pengetahuan dan teknologi tentang partikel-partikel kecil oleh Dalla Valle dinamakan ”Mikromeritik”. Hal ini membuat seorang farmasis kini harus mengetahuhi pengetahuan mengenai mikromimetik yang baik (Ansel. pengendalian ukuran partikel penting sekali dalam mencapai sifat aliran yang diperlukan dan pencampuran yang benar dari granul dan serbuk. Secara klinik ukuran partikel suatu obat dapat mempengaruhi penglepasannya dari bentuk-bentuk sediaan yang diberikan secara oral. Ukuran partikel dapat dinyatakan dengan berbagai cara. Formulasi yang berhasil dari suspensi. Mikromeritik biasanya diartikan sebagai ilmu dan teknologi tentang partikel yang kecil.3 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. ukuran luas permukaan rata-rata. Pengertian ukuran partikel adalah ukuran diameter ratarata. 1994). Dispersi koloid mempunyai sifat karakteristik yaitu partikel-partikelnya tidak dapat dilihat di bawah mikroskop biasa. volume ratarata dan sebagainya. Ukuran diameter rata-rata. sedangkan partikel-partikelnya dari emulsi dan suspensi farmasi serta serbuk halus ukurannya berada dalam jarak penglihatan mikroskop. ukurannya berada dalam jarak pengayakan (Martin. granulat tablet atau granulat garam. emulsi dan tablet. dari suatu partikel dapat dihubungkan secara berarti pada sifat fisika. rektal dan topikal. . Pengetahuan dan pengendalian ukuran.1989). Jadi ukuran.

Setiap kumpulan partikel biasanya disebut polidispersi. disamping ukuran dari setiap partikel juga bentuknya dan bila perlu dipertimbngkan pembuatan anglomerat.4 Mikromeritik adalah ilmu pengetahuan dan teknologi tentang partikelpartikel kecil. MetodeMiroskopik Bila partikelnya lebih kecil yaitu partikel dengan ukuran Angstrom. Dispersi koloid dicirikan oleh partikel yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mikroskop biasa. dengan bantuan sebuah mikrometer okuler yang tertera berlangsung . Karenanya perlu untuk mengetahui tidak hanya ukuran dari suatu partikel tertentu. Semua data tersebut ada kaitannya dengan efek obat (Sudjaswadi. granul tablet. Dalam bidang kefarmasian.2002). Jadi kita perlu sutau perkiraan kisaran ukuran tertentu yang ada dan banyaknya atau berat fraksi dari tiap-tiap ukuran partikel.001 mikrometer). Ukurandiameter rata-rata dan beberapa cara pengukuranpartikelyaitu : 1. tapi juga berapa banyak partikel-partikel dengan ukuran yang sama ada dalam sampel. dari sini kita bisa menghitung ukuran partikel rata-rata untuk sampel tersebut. Data tentang ukuran pertikel diungkapan dalam diameter (ukuran) partikel. cara mikroskopik mempunyai suatu pengalaman perluasan lebih lanjut. Ukuran partikel dapat dinyakan dengan berbagai cara. dan garam granular berada dalam kisaran ayakan. Dari 10 – 1000 Angstrom (1 Angstrom = 0. Sementara itu. 2003) Disebabkan kemudahannya. informasi bentuk spesifik partikel yang bersangkutan dan konduktornya (keadaan kasar atau halus peermukaan partikel). Partikel yang mempunyai ukuran serbuk lebih kasar. sedang partikel emulsi dan suspensi farmasi serta serbuk halus berada dalam jangkauan mikroskop optik. mikroskop ini mempunyai jelajah ukur dari 12 mikrometer sampai kurang lebih 100 mikrometer (Effendy. Ilmu dan teknologi partikel kecil diberi nama mikromiretik oleh Dalla Valle. informasi yang perlu diperoleh dari (obat0 ada 2 macam yaitu informasi tentang ukuran partikel dan informasi tentang bentuk pertikel.

Metode Pengayakan Cara iniuntukmengukurukuranpartikel secara kasar.1971). 3.1971). Istilah ”mesh” adalah nomor yang menyatakan jumlah luabang tiap inci.1 mm). Metode sedimentasi di dasarklan pada hukum Stoke. Sampel ini diuapkan untuk dikeringkan dan residunya ditimbang. dimana serbuk tidak dapat larut. serbuk yang akan diukur disuspensikan dalam cairan. Metode Sedimentasi Ukuran partikel dari ukuran saringan seperti salah satunya seringkali disangkutkan dalam bidang farmasi. Pengendapan karena semua partikel dengan ukuran yang lebih panjang akan jatuh ke level bawah dari ujung pipet (Parrot. Ayakan dibuat dari kawat dengan lubang diketahui ukurannya. Ataudengan kata lainpartikelmelaluiayakannomormesh 100 yang ukuranpartikellebihkecildibandingdenganpartikel melaluiayakannomormesh 30 (Effendy. Perbesaran maksimal yang tercapai artinya perbesaran yang sesuai dengan daya resolusi mata manusia (kira-kira 0. adalah 550 kali (Voight. 1994) 2. Kemudiandibawahnyaditaruh/ditempatkanayakandenganayakan dengannomormesh yang lebihtinggi. Setiap sampel ditarik yang mempunyai ukuran partikel. Metode ini ádalah metode yang paling sederhana dilakukan.5 setiap analisa ukuran partikel dari 500 – 1000 partikel. mempunyai Perla usuran diingatbahwaayakandengannomormeshrendah lubangrelatif besar dibandingkandenganayakandengannomormeshtinggi. Bahan yang akandiukurpartikelnyaditaruh di atas ayakandengannomormeshrendah. 2003). . yang lebih kecil dari yang dihubungkan dengan kecepatan. Suspensi ini ditempatkan pada sebuah pipet yang bervariasi. Ayakan standar adalah ayakan yang telaha dikalibrasi dan yang paling umum adalah ayakan menurut standar Amerika (Parrot.

Aqua destillata (Dirjen POM. sangat Mudah larut dalam suhu lebur 230 sampai 260 . sangat mudah larut dalam airMendidih. tidak berwarna.02 Rumus molekul : H2O Pemerian : Cairan jernih. tidak berbau. serbuk hablur atau butiran putih. tidak Berbau: rasa manis Kelarutan : mudah larut dallam air. Penyimpanan Khasiat : Dalam wadah tertutup baik : kalorigenikum 3. Minyak kelapa (Dirjen POM.17 Rumus molekul : C6H12O6 .1979) Nama resmi Nama lain Berat molekul : Glucosum : Glukosa : 198.6 II. tidak berwarna atau kuning pucat. agak suka larut dalam etanol (95%)P mendidih. tidak mempunyai Rasa. Glukosa (Dirjen POM. Kelarutan : Larut dalam 2 bagian etanol (95%)P pada suhu 600.1979) Nama resmi Nama lain Berat moleku : Aqua destilata : Air suling : 18. Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik. sukar larut dalam etanol (95%)P. bau khas. H2O Pemerian : Hablur tidak berwarna. Tidak tengik.1979) Nama resmi Nama lain Pemerian : Oleum cocos : Minyak kelapa : Cairan jernih. 2.2 Uraian Bahan 1.

Bebas dari butiran. sedikit lebih larut dalam air mendidih. . 4. sangat halus licin.7 Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.1979) Nama resmi Nama lain Pemerian : Talcum : Talk : Serbuk hablur. : zat tambahan.44 Rumus molekul : NaCL Pemerian : Hablur bentuk kubus. Kelarutan : Mudah larut dalam air. 5. Kelarutan Penyimpanan Khasiat : Tidak larut dalam hampir semua pelarut.1979) Nama resmi Nama lain Berat molekul : Natrium chloridum : Natrium klorida : 58. sukar larut dalam etanol. Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik. warna putih atau putih kelabu. Natrii Chloridum(Dirjen POM. Larut dalam gliserin. Khasiat : Zat tambahan. : Dalam wadah tertutup baik. tidak berwarna atau serbuk hablur putih. terlindung dari cahaya. Rasa asin. Talk (Dirjen POM. di tempat Sejuk. mudah melekat pada kulit.

Ditimbang talkum dan gula masing-masing sebanyak 0.1.1 Alat dan Bahan Alat 1. c.2 Bahan 1. Dinyalakan mikroskop.1. No ayakan 8 set 9. Sendok tanduk 3.1 3.01 gram dengan neraca analitik. Batang pengaduk 2. Diukur pelarut aquadest dan minyak sebanyak 1 ml dalam gelas ukur. Metode pengukuran partikel dengan mikroskop : a. 2. Mistar 30 cm 7. Cawan porselin 3. Mikromiretik ayakan 6. . 4. 3. Neraca analitik 8. Kacaarloji 4. Disiapkan alat dan bahan. e.2 Aquadest Garam (Nacl) Gula pasir Minyak kelapa Talkum Tisu Cara kerja 1. Kertas perkamen 5. 5.8 BAB 3 METODE KERJA 3. b. 6. d. Dibersihkan mikroskop dengan tisu. 3.

Disiapkan alat dan bahan.9 f. e. g. Dibuat suspensi talcum dengan cara melarutkannya kedalam pelarut air dan dibuat suspensi guladengan cara melarutkannya kedalam pelarut minyak. Dihitung diameternya. Diletakkan objek gelas pada lensa okuler rmikroskop. Ditimbang sampel sebanyak 50 gram di neraca analitik. Dihitung diameternya . d. b. Disusun nomor ayakan dari nomor mesh rendah ke nomor mesh tinggi. 2. Dimasukkan sampel kedalam pengayak di nomor ayakan yang paling atas. Dioleskan suspensi tipis-tipis pada objek gelas. i. f. Dibuka ayakan dan timbang sampel yang tertinggal dimasing-masing nomor ayakan di neraca analitik. h. h. Dibersihkan mesin pengayak dan nomor ayakan yang dipakai untuk mengayak gula dengan kuas kering dan tisu. Ditutup dan goyang mesin pengayak dengan kecepatan yang seimbang (tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat). g. Diamati dan gambar hasil pengamatan. j. Metode pengukuran partikel dengan ayakan : a. c.

25 40/0.476 0.5 0.527 1.1 Tabel 2.24 10.8 1.01 Pelarut Aquades Minyak V.25 40/0.180 0.4 0.1 0. Data hasilpengukurantalkummenggunakanpengayak Diameter % Bobottertinggal Sampel NomorAyakan (mm) Bobottertinggal d x a (a) d (b) 20 40 60 80 100 300 0.583 4.4 0.749 0.1 HasilPengamatan a.026% .850 0.7 5 1.7 1.9 1.615 2. Perhitungan 1.582 0.4 2 0.6 0.85 0.6 48.8 0.65 Diameter (cm) 1 0.4 2.12 6.08 1.579 8.855 mm  Jumlahbobottertinggal Nomorayakan 20 = = x 100% x 100% = 0. Data hasilpengukuranpartikeldenganmikroskopikoptik Massa Sampel sampel (g) Talkum Garam 0.855 0.150 1.53 16.74 1.425 0.Pelarut Pembesaran (ml) 1 1 10/0.1 1.5 0. Data hasilpengamatan Table 1.27 dxb Talkum Jumlah 0.11 3.6 0.068 0. Perhitungantalkum  Jumlah diameter Σd = 1.157 1.7 3 1 0.33 9.72 31.37 2.0221 0.8681 b.1 1.10 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.65 10/0.1 4 1.01 0.250 0.026 0.

425 x 1.33 = 1. Nomor ayakan 20 dxa = 0.582 4. Nomor ayakan 40 dxa = 0.08 = 0.12 = 0.37% Nomor ayakan 60 = = x 100% x 100% = 2.180 x 9.72 = 1. Nomor ayakan 60 dxa = 0.11% Nomor ayakan 80 = = x 100% x 100% = 3.068 2.24% Nomor ayakan 100 = = x 100% x 100% = 10.250 x 6.476 3.11 Nomor ayakan 40 = = x 100% x 100% = 0.53%  Jumlah % bobot tertinggal Σb = 16. Nomor ayakan 80 dxa = 0.749 .850 x 0.27%  Nilai d x a 1.

74 = 0. Nomor ayakan 80 dxb = 0. Nomor ayakan 40 dxb = 0.250 x 2.150 x 31.24 = 0.583 5.1763 atau 0.180 x 3. Nomor ayakan 100 dxb  Nilai d talkum d = = atau atau = 0.425 x 0.150 x 10.157 3.026 = 0.527 4.11 = 0.1762 .0221 2.579 = 0.850 x 0. Nomor ayakan 20 dxb = 0.12 5.6 = 4.53 = 1. Nomor ayakan 100 dxa  Nilai d x b 1.37 = 0. Nomor ayakan 60 dxb = 0.

850 0.03 7.425 0.111 3.232 1. Data hasil pengukuran garam menggunakan pengayak Nomor Ayakan 20 40 60 80 100 300 Diameter Bobot (mm) tertinggal d (a) 0.875 3.01 3.380 0.0289 1.18 3.7 4.67% .6 47.93 7.141 0.150 1.855 1.37 12.8 23.76 % Bobot tertinggal (b) 0.855 mm  Jumlah bobot tertinggal Nomor ayakan 20 = x 100% = x 100% = 0.180 0.44% Nomor ayakan 60 = = x 100% x 100% = 4.037 1.67 1.8579 Garam Jumlah 2.13 Tabel 3. Perhitungan garam  Jumlah diameter Σd = 1.034% Nomor ayakan 40 = = x 100% x 100% = 2.44 4.197 dxb 0.250 0.27 Sampel dxa 0.034 2.2 16.93% Nomor ayakan 80 = = x 100% x 100% = 7.32 14.

034 = 0. Nomor ayakan 40 dxb = 0. Nomor ayakan 100 dxa  Nilai d x b 1.104 x 3.0289 2.250 x 14. Nomor ayakan 60 dxa = 0.27%  Nilai d x a 1.01 = 4. Nomor ayakan 20 dxb = 0. Nomor ayakan 80 dxa = 0.425 x 7.141 5.037 = 0.850 x 1.37 x 100% x 100% .03 = 0.44 = 1.111 3.6 = 0.850 x 0.7 4.425 x 2. Nomor ayakan 40 dxa = 0.875 2.14 Nomor ayakan 100 = = = 1.2%  Jumlah % bobot tertinggal Σb = 16. Nomor ayakan 20 dxa = 0.180 x 23.32 = 3.8 = 3.

Metode pertama yang dilakukan dalam percobaan mikromeritik yaitu metode pengukuran partikel dengan mikroskop. termasuk mikroorganisme terdapat dalam table 5-1b dan 5-1c (Martin. Nomor ayakan 60 dxb = 0. sedangkan partikel emulsi dan suspensi farmasi serta serbuk halus berada dalam jangkauan miroskop optik.2 Pembahasan.180 x 7. granul tablet.langkah . Nomor ayakan 100 dxa  Nilai d garam 1..232 4. Nomor ayakan 80 dxa = 0. dan garam granular berada dalam kisaran ayakan. Adapun langkah .380 5.2371 4.18 = = 0.2553 atau 0. Nomor ayakan 20 d = atau d = atau = 0.67 = 1. Dispersi koloid dicirikan oleh partikel yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mikroskop biasa.250 x 4.150 x 1. Pada praktikum kali ini yaitu tentang percobaan mikromeritik yang bertujuan untuk mengukur partikel senyawa dengan menggunakan metode ayakan dan metode mikroskop. Ukuran dari bahan-bahan lain. Mikromeritik itu sendiri merupakan ilmu dan teknologi tentang partikel kecil. A.2 = 0. Partikel yang mempunyai ukuran serbuk lebih kasar.93 = 1. dkk.15 3. Kisaran ukuran kira-kira dari partikel dalam dispersi farmasi terdapat dalam tabel 5-1a. 1990). diperkenalkan oleh Dalla Valle.

Kemudian menyusun nomor ayakan dari nomor mesh rendah kenomor mesh tinggi agar persen bobot yang tertinggal pada masing-masing nomor pengayakan dapat diketahui. Lalu.01 gram. hal selanjutnya yang dilakukan adalah menimbang sampel seperti talkum dan gula masing-masing sebanyak 0. sendok tanduk. agak sukar larut dalam etanol (95%) mendidih dan agak sukar larut dalam etanol (95%). dimasukkan sampel . kemudian meletakkan objek gelas pada lensa okuler mikroskop. Kemudian menyalakan mikroskop. yang pertama menyiapkan alat seperti batang pengaduk. Setelah itu. sangat mudah larut dalam air mendidih. Sebelum melanjutkan pengamatan. Sedangkan jika gula tersebut larut dalam air maka ukuran partikel tersebut tidak akan bisa dilihat pada saat pengamatan. Setelah itu. Setelah itu membersihkan mikroskop dengan tisu agar kotoran-kotoran yang tertinggal di mikroskop tersebut saat pengamatan sebelumnya hilang dari mikroskop. Harus kering agar sampel tidak menempel pada ayakan sehingga memudahkan dalam proses pengayakan. Kemudian membuat suspensi gula dengan cara melarutkannya kedalam pelarut minyak. mengukur pelarut aquades dan minyak sebanyak 1 mL didalam gelas ukur. hal ini dikarenakan menurut Farmakope edisi III talkum tidak larut dalam hampir semua pelarut. kaca arloji. cawan porselin. serta bahan seperti aquades 1 mL. neraca analitik.01 gram. Setelah itu dilakukan pengukuran partikel menggunakan metode ayakan. Langkah-langkahnya adalah yang pertama menyiapkan alat dan bahan. dan talkum 0. minyak kelapa 1 mL. sesusai dengan yang tercantum dalam Farmakope edisi III glukosa dapat larut dalam air. lalu mengamati dan menghitung diameter partikel dari sampel tersebut. kemudian membersihkan mesin pengayak dan nomor ayakan yamg dipakai untuk mengayak gula dengan kuas kering dan tisu. mistar 30 cm. Selanjutnya membuat suspensi talkum dengan cara melarutkannya kedalam pelarut aquades.01 gram dengan menggunakan nerca analitik. kertas perkamen. menimbang sampel sebanyak 50 gram di neraca analitik. mikroskop. gula pasir 0.16 kerjanya. mengoleskan suspensi tipis-tipis pada objek gelas. Lalu.

Dari hasil percobaan diperoleh ukuran partikel dari gula dan talkum dengan menggunakan metode mikroskop dengan pembesaran 10x diperoleh diameter partikel talcum berturut-turut adalah 0. Untuk pengukuran partikel dalam hal ini talkum dengan menggunakan metode ayakan dengan menggunakan nomor ayakan 20 diperoleh diameter partikel 0.1398atau 0.5.8.1. 0.5. sedangkan untuk pembesaran 40x diperoleh diameter partikel talcum berturut-turut adalah 0.2403 atau 0. Sedangkan untuk pengukuran partikel dalam hal ini garam dengan menggunakan metode ayakan dengan menggunakan nomor ayakan 20 diperoleh diameter partikel 0. 0. 1.5748 atau 0.7. untuk nomor ayakan 80 adalah 0. 1.1. 1.17 kedalam pengayak dengan nomor ayakan yang paling atas.1.8937 atau0.8744 dan untuk nomor ayakan 100 diperoleh diameter garam 0.003 atau 0. untuk nomor ayakan 80 adalah 0.1368.0400 atau 0.4.3691 atau 0. .5620 . 1.2405. 0.6.2781. untuk nomor ayakan 60 adalah 0. kemudian Menutup dan menggoyang mesin pengayak dengan kecepatan yang seimbang (terlalu cepat dan tidak terlalu lambat). Sedangkan untuk nomor ayakan 40 adalah 0. Untuk partikel gula dengan menggunakan pembesaran 10x diperoleh diameter partikel berturut-turut adalah 0.4.9. 0. untuk nomor ayakan 60 adalah 0. 1.0038 sedangkan untuk nomor ayakan 40 adalah 0. 1. 0.1. 0.0421.7.444 dan untuk nomor ayakan 100 diperoleh diameter talcum 1.1999atau1.6.8.2005.0425 atau 0.7.2843 atau 0. 2. Kemudian membuka ayakan dan menimbang sampel yang tertinggal dimasing-masing nomor ayakan di neraca analitik selanjutnya menghitung diameter.002. 1.4. sedangkan untuk pembesaran 40x diperoleh diameter berturut-turut adalah 0. 0. 1.4.1.

1. Untuk partikel garam dengan menggunakan pembesaran 10x diperoleh diameter partikel berturut-turut adalah 0.444dan Nomorayakan 100 diperoleh diameter talkum1.003 atau 0. Untuk   pengukuran partikeltalkum dengan menggunakanmetodeayakandidapatkanhasil : Nomorayakan 20 diperoleh diameter partikel0.    40diperoleh diameter partikeladalah0. 0.0038. 2.1. 1. 1. 2. 1. 0.8.1398atau 0.7.2005.1999atau 1.8937 atau 0.4.5.5620.18 BAB 5 PENUTUP 5. Nomorayakan 80 adalah0.8744dan Nomorayakan 100 diperoleh diameter garam 0. 0.4. sedangkan untuk pembesaran 40x diperoleh diameter partikel talkum berturut-turut adalah 0.002.5748atau 0. 0.6. .8.2403atau 0.7. 1.0425atau Nomorayakan 60 adalah0. Untuk pengukuran partikel dengan menggunakan metode mikroskopik optik didapatkan ukuran diameter partikel dari talkum dengan menggunakan pembesaran 10x berturut-turut adalah 0.1. Nomorayakan 60 adalah0.1. 0.4.2781. Sedangkanuntukpengukuranpartikelgaramdenganmenggunakanmet odeayakandidapatkan pula hasilsebagaiberikut :      Nomorayakan 20 diperoleh diameter partikel0.3691 atau 0. 1.4. Nomorayakan 40 adalah 0.1368.0400atau 0.1.0421. 0.2843atau 0.1 Kesimpulan Dari percobaan yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa: 1.9. Nomorayakan 0. Nomorayakan 80 adalah0.6. sedangkan untuk pembesaran 40x diperoleh diameter berturut-turut adalah 0. 1.2405.1. 0.7. 1.5.

2 Saran 1. 3. Untuk laboratorium agar dapat menyediakan atau menambah alat-alat laboratorium. 2. Untuk praktikan agar berhati-hati dalam menggunakan alat-alat yang berada didalam laboratorium. Untuk asisten agar tetap bersemangat dalam mendampingi praktikan dan terus memberikan ilmu yang bermanfaat. .19 5.

Yogyakarta. Idris Effendi. M. 1979.. Parrot. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. (1994). 65 .20 DAFTAR PUSTAKA Ansel. 1989. Martin. (2003). Farmakope Indonesia Edisi III. Materi Kuliah Farmasi Fisika .E.. Burgess Publishing Company. L. Mineneapolis. Voigt. Makassar. Farmasi Fisika jilid II. R. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Direktorat Jenderal POM Departemen Kesehatan RI . Jakarta: UniversitasIndonesia Press.. Edisi V. 1994. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Universitas IndonesiaPress. UGM-Press. Jurusan farmasi UniversitasHasanuddin. 335. Pharmaceutical technology. A. H. (1970).C.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful