B. Konsep Manajemen Strategi 1.

Pengertian manajemen strategi dan strategi Manajemen strategi adalah suatu seni dan ilmu dari pembuatan

(formulating), penerapan (implementation), dan evaluasi (evaluating) keputusan-keputusan strategis antar fungsi-fungsi yang memungkinkan

sebuah organisasi mencapai Menurut Muhammad (2000) usaha manajerial

tujuan-tujuan masa datang (Wahyudi, 1996). dapat diartikan perusahaan sebagai untuk

manajemen strategik kembangkan

menumbuh

kekuatan

mengeksploitasi perusahaan yang ditentukan.

peluang bisnis yang muncul guna telah ditetapkan

mencapai tujuan yang telah

sesuai dengan misi

Strategi menurut Drucker (cit. Wahyudi, 1996) adalah mengerjakan sesuatu dengan benar (doing the right things). Strategi didefinisikan sebagai cara untuk yang untuk dapat menggerakan digunakan mencapai juga dapat dan

organisasi untuk misi

pendekatan-pendekatan objektif organisasional 2002).

manajerial dan

mencapai

organisasi pola

(Trisnantoro,

Strategi

pula

diartikan

sebagai

tindakan yang dipilih untuk mewujudkan visi organisasi, melalui misi (Mulyadi tujuan, dan oleh Setyawan, karenanya seluruh 2001). Strategi sifat merupakan : menyatu alat mencapai yaitu

memiliki

(unified)

menyatukan

bagian-bagian mencakup

dalam

perusahaan, aspek dalam

menyeluruh perusahaan,

(comprehensive),

yaitu

seluruh

integral (integrated), yaitu seluruh strategi akan cocok/sesuai dari seluruh tingkatan (corporate, business dan functional) Pemahaman tentang strategi terkait dengan konsep-konsep lain

yaitu distinctive competence yaitu tindakan agar perusahaan lebih baik

mencakup usaha-usaha memonitor seluruh hasil-hasil dari pembuatan dan penerapan strategi.dari pada pesaingnya dan competence advantage yaitu kegiatan spesifik yang dikembangkan oleh perusahaan agar lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya. 3. pengidentifikasian peluang dan ancaman dari luar serta kekuatan dan kelemahan perusahaan. kebijakan perusahaan. 2. juga didefinisikan dikembangkan industri dimana perusahaan bersaing suatu rencana jangka panjang dari organisasi. memotivasi karyawan dan mengalokasikan sumbersumber daya agar strategi yang telah diterapkan dapat untuk diimplementasikan (3) evaluasi/kontrol. Komponen manajemen strategik menurut Muhammad (2000) adalah (1) analisis lingkungan bisnis dan ancaman bisnis (2) yang diperlukan untuk analisis dan untuk profil mendeteksi peluang untuk strategi dengan perusahaan (3) mengidentifikasi bisnis yang kekuatan kelemahan mencapai perusahaan tujuan diperlukan perusahaan memperhatikan misi perusahaan. pengembangan alternatifalternatif strategi dan penentuan strategi yang sesuai untuk diadopsi (2) penerapan strategi meliputi penentuan sasaran operasional tahunan. Tingkatan manajemen strategi Manajemen strategik dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan menurut Wahyudi (1996) yaitu : a) Strategi korporat yang terdiri dari beberapa akan bisnis dan unit. Strategi . Komponen manajemen strategi strategik menurut Wahyudi (1996) terdiri dari tiga Manajemen proses yaitu (1) pembuatan strategi yang meliputi pengembangan misi dan tujuan jangka panjang.

distinct marketing strategies. keputusan dalam strategi ini mencakup investasi dalam diversifikasi. mengidentifikasikan keunggulan komparatif suatu organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko. organisasi menjadi lebih efektif. b) Strategi bisnis yang terdiri dari satu bisnis unit. identifiable competitors. pemasaran. autonomous profit centre. Unit (SBU) mempunyai mempunyai ciri-ciri external focus. separate accounting. 4. Manfaat manajemen strategi Manfaat manajemen strategik adalah : memberikan arah jangka research and development dan panjang. SBU didefinisikan sebagai suatu cara mengelola sebuah bisnis sehingga setiap unit menjual sekumpulan produk/jasa pelanggan (identifiable set set of of products) kepada sekumpulan (identifiable customers) dalam persaingan dengan sekumpulan pesaing (identifiable set of competitors) Strategic Bussiness Mc Kinsey and Company (cit. integrasi vertikal. Divisi yang teribat adalah divisi keuangan. Wahyudi. mempertinggi kemampuan perusahaan untuk mencegah munculnya . membantu organisasi beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi. 1996).ini berhubungan dengan pengalokasian dan pengelolaan sumber-sumber daya untuk mencapai misi dan tujuan organisasi dengan menyatukan unit-unit bisnis yang berbeda menjadi suatu strategi organisasi yang menyeluruh. akuisisi dan penciutan. sumber daya manusia. c) Strategi fungsional yang terdiri dari unit-unit pendukung yang mana berhubungan dengan pembuatan-pembuatan keputusan-keputusan yang menyangkut divisi pendukung dalam rangka memproduksi dan memasarkan produk hingga sampai di tangan pelanggan.

menjaga hubungan organisasi dengan lingkungan terutama kepentingan stakeholders. Manajemen strategi adalah suatu proses untuk mewujudkan visi dan misi organisasi. Perencanaan strategi Menurut Trisnantoro (2002) model perencanaan dan strategi sangat menekankan pentingnya pembahasan mengenai visi faktor eksternal dan internal yang dapat analisis faktorkeberhasilan mempengaruhi program. dan pada saat yang . 5. cit. perusahaan harus Untuk mencapai siapa yang mendefinisikan berkepentingan (stakeholders) dan apa kebutuhan mereka (Kotler. kinerja yang tinggi. Asparini (2002) Stakeholders menurut Atkinson adalah sebagai berikut : a stakeholders is an individual or group. Suatu perusahaan harus berusaha untuk memenuhi harapan minimum dari setiap kelompok pihak yang berkepentingan. pemilihan strategi dan pengendalian strategi untuk memastikan bahwa misi dan tujuan dapat dicapai. melalui pemuasan customer organisasi akan memperoleh pendapatan. that has a stake in or can influence the organizations performance. Keberadaan organisasi adalah untuk memenuhi kebutuhan customer.masalah strategi dimasa akan akan lebih datang. keengganan untuk berubah dari karyawan lama dapat dikurangi. organisasi memang diciptakan sebagai pencipta kekayaan material untuk yang dibutuhkan para stakeholdersnya. keterlibatan mereka karyawan tahap dalam pembuatan memotivasi pada pelaksanaannya. inside or outside the company. aktivitas yang tumpang tindih akan dikurangi. 2001).

semua informasi memanfaatkan tersebut dalam model-model kuantitatif perumusan strategi. matrik faktor strategi internal dan matrik profil b. Treaths matrik (SWOT) matrik eksternal. berdasarkan analisis . Boston matrik Weaknesses. Tahap pengambilan keputusan. kepada yaitu model untuk keputusan yang pengambilan ditetapkan strategi diatas. Model yang dipakai pada tahap ini terdiri dari tiga yaitu : matrik faktor strategi eksternal. Menurut perusahaan Mulyadi dan Setyawan (2001) stakeholders perusahaan. di antara stakeholders customer merupakan stakeholders yang hidup dan pertumbuhan menempatkan perusahaan customer pada menjadi penyebab kelangsungan oleh karena itu manajemen dalam kontemporer peringkat pertama keseluruhan stakeholders perusahaan. matrik Grand Strategy. pada tahap ini berupa kegiatan pengumpulan. dan customer. Tahap analisis. Broup (BCG). utama adalah pemegang saham/pemilik personel utama (manajemen dan karyawan). data yang dikumpulkan meliputi data eksternal dan internal. yaitu : a. pengklasifikasian dan pra analisis. c. Tahap pengumpulan data. Tahap penyusunan perencanaan strategis menurut Rangkuti (2001) melalui tiga tahap analisis. tahap ini adalah kompetitif. Consultative Opportunities. Model yang digunakan adalah : matriks TOWS atau matriks Strengths.bersamaan perusahaan dapat memberikan tingkat kepuasan diatas tingkat minimum untuk pihak yang berkepentingan yang berbeda. internal Strategic Position and Action Evaluation (SPACE).

2001) 7. Mendukung strategi diversifikasi Gambar 3. impelementasi. memprioritaskan issue. Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang dan ancaman dengan faktor internal kekuatan dan kelemahan. Lebih lanjut dapat dilihat pada gambar 4. Diagram Analisis SWOT adalah sebagai berikut : Berbagai Peluang 3. Analisis SWOT Menurut Rangkuti (2001) analsis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisa SWOT didasarkan pada logika memaksimalkan kekuatan dan peluang namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman. memilih strategi yang terbaik. Mendukung strategi defensif Berbagai Ancaman 1. Mendukung strategi agresif Kekuatan Internal 3. Konsep Berfikir Strategis Pratt (1991) mengemukakan rencana strategi harus meliputi beberapa komponen yaitu analisa keadaan internal dan eksternal rumah sakit. evaluasi dan revisi. Mendukung strategi turn around Kelemahan Internal 4. . Analisis SWOT (Rangkuti.6.

Kebijakan. antisipatif dan berjangka panjang. Konsep pelaksanaan pengendalian tepat. The Strategic Planning Procces (Pratt. antisipatif dan berjangka panjang menurut Trisnantoro (2002) Strategi Pengembangan yang mengatakan bahwa model perencanaan strategis terurai berikut seperti gambar 5.Mission Statement Internal analysis Prioritization Selection of Strategy Implementation Environmental analysis Evaluation and revision Gambar 4. Landasan Teori Pengembangan Diklat Keperawatan TAHAP DIAGNOSIS VISI DAN MISI Landasan diklat Lingk. 1991) Berfikir kreatif dalam strategis memecahkan akan masalah. menghasilkan yang penyelesaian dengan yang semakin dibuktikan banyaknya alternative timbul maka akan semakin kecil tingkat kesalahan yang dimasa akan datang dan hal ini akan menguntungkan si pembuat keputusan. C. Internal Lingk. program dan sasaran Isu-isu utama TA pada skema Tahapan Pencapaian sasaran Programing and Budgeting Tahapan Pelaksanaan Tahapan Pengendalian dan Evaluasi . Konsep berfikir suatu strategis model menurut yang Trisnantoro bersifat yang (2002) ditulangpunggungi diikuti pemikiran dengan perencanaan dan strategis. Eksternal teori model diambil suatu perencanaan dari strategis dalam pengembangan yang lebih keperawatan melalui konsep berfikir strategis bersifat dituangkan perencanaan strategis yang jelas. ini dituangkan melalui suatu perencanaan strategis yang jelas.

Gambar 5 : Kerangka Berfikir Strategis untuk Perencanaan Strategi (Trisnantoro. 2002) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful