P. 1
Etika Seorang Muslim

Etika Seorang Muslim

|Views: 9|Likes:
Published by rachmaheka
Semua tentang etika bagaimana seorang Muslim itu seharusnya
Semua tentang etika bagaimana seorang Muslim itu seharusnya

More info:

Published by: rachmaheka on Jan 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2014

pdf

text

original

Etika Seorang Muslim

* Etika Tidur dan Bangun
• • • • •

Introspeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur Tidur dini, agar tengah malamnya (1/3 malam yg terakhir) bisa bangun dan shalat malam Disunnahkan berwudhu sebelum tidur dan berbaring miring ke sebelah kanan. Disunnahkan pula mengibaskan sprei atau alas tidur lainnya sebanyak tiga kali sebelum tidur, dengan maksud utk menghindari jikalau ada sesuatu/benda tajam di atasnya. Makruh tidur tengkurap.

Abu Dzar menuturkan, “Nabi pernah lewat melintasiku di kala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda, ‘Wahai Junaidab(panggilan utk Abu Dzar) sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka’.” (HR Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh al-Albani).
• • • • •

Makruh tidur di atas dak terbuka, karena hilangnya jaminan keselamatan utk dirinya. Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah, Surah Al-Ikhlas dan alMu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) Membaca doa-doa dan dzikir Apabila di saat tidur merasa kaget/gelisah/merasa ketakutan, sebaiknya dia berdoa begitu juga setelah bangun tidurnya.

* Etika Buang Hajat
• • • • • •

• • •

• • •

Segera buang hajat jika telah merasa. Menjauh dari jangkauan pandangan manusia di saat buang hajat Menghindari 3 tempat terlarang : sumber air, jalan-jalan manusia dan tempat berteduh mereka. Tidak mengangkat pakaian kecuali setelah dekat ke tanah, agar auratnya tidak kelihatan. Tidak membawa sesuatu yang mengandung nama Allah kecuali krn terpaksa, krn tempat buang air merupakan tempat kotoran, najis, dan tempat berkumpulnya setan. Dilarang menghadap atau membelakangi kiblat. Ini khusus di tempat yg terbuka, namun jika sudah ada pelindung/penghalang yang membatasi antara orang yg buang hajat dgn kiblat, maka boleh menghadap atau membelakanginya. Dilarang kencing di air yang tergenang (tidak mengalir). Makruh mencuci kotoran dgn tangan kanan. Dianjurkan kencing dalam keadaan duduk, tetapi boleh jika sambil berdiri asalkan badan dan pakaiannya aman dari percikan air kencingnya dan aman dari pandangan org lain kpdnya. Makruh berbicara di saat buang hajat kecuali darurat. Makruh bersuci (istijmar) dgn menggunakan tulang dan kotoran hewan yg sdh kering, dan disunnahkan bersuci dgn jml ganjil. Disunnahkan masuk ke WC dgn mendahulukan kaki kiri dan keluar dgn kaki kanan bebarengan dgn dzikirnya masing-masing.

Mencuci kedua tangan seusai membuang hajat.

* Etika Berpakaian dan Berhias

Disunnahkan memakai pakaian bagus (atau pantas yg dimiliki) dan bersih.

Rasulullah bersabda kpd salah seorang sahabat yg mengenakan pakaian yg jelek,”Apabila Allah mengaruniakan kpdmu harta, maka tampakkanlah bekas nikmat dan kemurahan-Nya itu pada dirimu.”(HR Abu Dawud, dishahihkan oleh al-Albani).
• •

Pakaian harus menutup aurat : longgar tidak membentuk lekuk tubuh, tebal, tidak tipis hingga terlihat apa yg ada dibaliknya. Pakaian laki-laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan, begitu juga sebaliknya. Allah melaknat perempuan yang menyerupai laki-laki, begitu juga sebaliknya. Penyerupaan ini bisa berupa pakaian, atau yg lainnya. Tidak mengenakan pakaian ketenaran (asy-Syuhrah/yg dianggap tdk lazim atau mencolok dlm pandangan masyarakat sekitarnya).

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yg mengenakan pakaian ketenaran di dunia, niscaya Allah akan mengenakan pakaian kehinaan di Hari Kiamat.” (HR Ahmad)
• • •

Pakaian tidak boleh ada gambar makhluk bernyawa atau gambar salib à malaikat tdk masuk ke suatu rmh yg didlmnya ada gmbarnya. Laki-laki tdk boleh memakai emas dan kain sutera kecuali dlm keadaan terpaksa. Pakaian laki-laki tdk boleh panjang melebihi kedua mata kaki.

“Apa yg berada di bwh mata kaki dari kain adlah di neraka”.(HR Bukhari)
• • • • •

Disunnahkan mendahulukan bagian yg kanan ketika mengenakan pakaian atau yg lainnya. Disunnahkan kpd org yg akan mengenakan pakaian baru utk membaca doa. Disunnahkan utk memakai pakaian yg berwarna putih, krn putih adlh pakaian yg terbaik dari pakaianmu. Disunnahkan memakai parfum utk laki-laki dan perempuan. Haram bagi kaum muslimin utk membuat tato di badannya (baik org yg meminta dibuatkan tato, atau yg menatokan), menipiskan bulu alis, memotong gigi supaya cantik, dan menyambung rambut (bersanggul).

* Etika di Jalanan

Berjalan dengan sikap wajar dan tawadhu, tidak sombong ketika berjalan, tidak mengangkat kepala, tidak mengalihkan wajah dari orang lain krn sombong.

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sekecil apapun, meskipun hanya seberat debu”

• • • • • • • •

Memelihara pandangan mata baik laki-laki maupun perempuan. Tidak mengganggu orang lain Menyingkirkan gangguan dari jalan Menjawab salam orang yg dikenal ataupun yg tdk dikenal. Beramar ma’ruf dan nahi munkar. Menunjukkan org yg tersesat atau salah jalan, memberikan bantuan kpd org yg membutuhkan, menegur org yg berbuat keliru, dan membela org yg teraniaya. Bagi perempuan hendaknya berjalan di pinggir jalan dan tidak berbaur dgn laki-laki. Tidak ngebut dan ugal-ugalan bila berkendaraan.

* Etika Memberi Salam
• • •

• • • • • • • • •

• • •

Makruh memberi salam dgn ucapan “Alaikumus Salam”, krn ucapan ini utk org-org yg telah mati. Dianjurkan utk mengucapkan salam sebanyak 3 kali jika khalayak jumlahnya banyak. Termasuk sunnah jika org yg berkendaraan memberi salam kpd org yg berjalan kaki, org yg berjalan kaki memberi salam kpd org yg duduk, org yg sedikit kpd yg byk, dan org yg lebih muda kpd org yg lebih tua. Disunnahkan dgn suara keras ketika memberi salam dan ketika menjawabnya, kecuali jika di sekitarnya ada org-org yg sedang tidur. Disunnahkan memberikan salam di waktu masuk ke suatu majelis dan ketika akan meninggalkannya. Disunnahkan memberi salam di saat akan masuk ke dalam rumah, sekalipun rumah tsb kosong. Dimakruhkan memberi salam kpd org yg sedang di WC Disunnahkan memberi salam kpd anak-anak. Tidak memulai memberikan salam kpd ahli kitab (Yahudi dan Nasrani). Jika mereka terlebih dahulu memberi salam cukup jawab dgn “Wa’alaikum”. Disunnahkan memberi salam kpd org yg anda kenal maupun org yg tak dikenal. Disunnahkan menjawab salam org yg menyampaikan salam lewat org lain dan kpd yg dititipinya. Dilarang memberi salam dgn isyarat, kecuali jika ada udzur seperti krn sedang shalat, bisu, atau krn letaknya yg jauh. Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian memberi salam seperti org Yahudi dan Nasrani krn sesungguhnya pemberian salam mereka menggunakan isyarat tangan.” (HR Al-Baihaqi). Disunnahkan kpd seseorg berjabat tangan dgn saudaranya. Rasulullah bersabda, “Tidaklah dua org Muslim yg saling berjumpa lalu berjabat tangan melainkan diampuni dosa keduanya sebelum mereka berpisah.” (HR Abu Dawud). Dianjurkan tidak menarik/melepas tangan kita terlebih dahulu sebelum org dijabat tgnnya itu yg melepaskannya. Haram hukumnya membungkukkan badan atau bersujud ketika memberi penghormatan. Haram berjabatan tangan dgn wanita yg bukan mahramnya.

* Etika Meminta Izin (Saat berkunjung ke rmh org lain)

• • • •

• • • •

Memilih wkt yg tepat utk minta izin. Mengetuk pintu rmh org yg akan dikunjunginya secara pelan. Memberi salam terlebih dahulu. Hendaklah org yg mengetuk pintu tdk menghadap ke pintu yg diketuk, sebaiknya menoleh pandangannya ke kanan atau ke kiri agar pandangannya tdk jatuh ke dlm rmh dimana penghuninya tdk suka jika ada org lain yg melihatnya. Krn minta izin itu sbnrnya dianjurkan utk menjaga pandangan. Jika sampai 3 kali tidak ada jwbn, maka hendaklah pulang. Apabila ditanya ttg namanya, maka hendaklah ia menyebutkan nama dan panggilannya dan jgn hny mengatakan “saya”. Apabila ditolak, hendaknya pulang. Hendaknya tdk memasuki rmh apabila tdk ada orgnya.

* Etika Bermajelis
• • • • • • • • • • • •

Hendaknya memberi salam kpd org2 yg ada di dlm majelis baik wkt masuk atau keluar dari majelis. Hendaknya duduk di tempat yg masih tersisa. Jangan menyuruh org lain utk berpindah tempat, kemudian duduk di tempatnya. Tdk duduk di tengah2 halaqah (lingkaran majelis). Tdk duduk di antara dua org yg sedang duduk kecuali dgn seizin mereka. Tdk boleh menempati tempat duduk org lain yg sedang keluar sementara utk suatu keperluan. Tdk berbisik berduaan dgn meninggalkan org ketiga. Org2 yg duduk didlm suatu majelis hendaknya tdk byk tertawa. Hendaknya org2 yg duduk didlm majelis menjaga pembicaraan yg terjadi di dlmnya. Hendaknya org2 yg duduk didlm majelis tdk melakukan suatu perbuatan yg bertentangan dgn perasaan org lain. Tdk melakukan perbuatan memata-matai (mencari kesalahan) org lain. Disunnahkan menutup majelis dgn doa Kaffaratul majelis.

* Etika Berbicara
• • • • • • • • • •

Hendaknya pembicaraan selalu di dlm kebaikan. Hendaknya seseorang berbicara dgn suara yg dpt di dengar, tdk terlalu keras dan juga tdk terlalu rendah. Jgn membicarakan sesuatu yg tdk berguna bagi Anda. Jgnlah anda membicarakan semua yg Anda dengar. Menghindari perdebatan dan saling membantah. Tenang dlm berbicara dan tdk tergesa-gesa. Menghindari perkataan keji (jorok). Menghindari sikap memaksakan diri dan byk bicara di dlm berbicara. Menghindari perbuatan ghibah (menggunjing) dan mengadu domba. Mendengarkan pembicaraan org lain dgn baik dan tdk memotongnya.

• • •

Jgn memonopoli dlm berbicara, berikan kesempatan org lain utk berbicara. Menghindari perkataan kasar, keras dan ucapan yg menyakitkan perasaan. Menghindari sikap mengejek, memperolok-olok dan memandang rendah org yg berbicara.

* Etika Berbeda Pendapat
• • • • • • • •

Ikhlas dan mencari yg haq serta melepaskan diri dari nafsu di saat berbeda pendapat. Mengembalikan perkara yg diperselisihkan kpd Al-Qur’an dan As-Sunnah. Berbaik sangka dgn org yg berbeda pendapat dgnmu. Sebisa mungkin berusaha utk tdk memperuncing perselisihan. Sebisa mungkin berusaha utk tdk mudah menyalahkan org lain. Berlapang dada di dalam menerima kritikan yg ditujukan kpd anda. Sedapat mungkin menghindari permasalahan-permasalahan khilafiyah (yg diperselisihkan) dan fitnah. Berpegang teguh dgn etika berdialog dan menghindari perdebatan.

* Etika Bercanda
• • • • •

Hendaknya bercandanya itu tdk mengandung nama Allah, ayat-ayat-Nya, Sunnah RasulNya atau syiar-syiar Islam. Hendaklah bercandanya benar, tdk mengandung dusta. Hendaknya bercandanya itu tdk mengandung unsur menyakiti perasaan salah seorang di antara manusia. Bercanda tdk boleh dilakukan terhadap org yg lebih tua dari Anda Hendaknya Anda tdk byk bercanda sehingga menjadi tabiat Anda, akibatnya menjatuhkan wibawa anda dan anda akan mudah dipermainkan oleh org lain.

* Etika Bergaul dgn Org Lain
• • • • • • • • • •

Hormati perasaan org lain. Jaga dan perhatikanlah kondisi org. Mendudukkan org lain pd kedudukannya. Perhatikanlah mereka. Bersikaplah tawadhu’ (rendah hati) kpd org lain. Bermuka manis dan tersenyum. Berbicaralah kpd mereka sesuai dgn kemampuan akal mereka. Berbaik sangkalah kpd org lain. Maafkanlah kekeliruan mereka. Dengarkanlah pembicaraan mereka.

* Etika di Masjid

Berdoa di saat pergi ke masjid.

• • • •

Berjalan menuju masjid utk shalat dgn tenang dan khidmat. Berdoa di saat masuk dan keluar masjid. Disunnahkan melakukan shalat sunnah tahiyatul masjid. Dilarang berjual beli dan mengumumkan barang hilang di dalam masjid.

Rasulullah bersabda, “Apabila kamu melihat org yg menjual atau membeli sesuatu didlm masjid maka doakanlah, ’semoga Allah tdk memberi keuntungan bagimu.’ Dan apabila kamu melihat org yg mengumumkan barang yg hilang maka doakanlah, ’semoga Allah tdk mengembalikan barangmu yg hilang’.’’(HR at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Albani).

• •

Dilarang masuk kedlm masjid bagi org yg makan bawang putih, bawang merah, atau org yg bau badannya tdk sedap, krn malaikat merasa terganggu apa yg membuat manusia terganggu.(HR Muslim). Dilarang keluar dari masjid sesudah adzan, jgn ada org yg keluar dari masjid sebelum shalat. Tdk lewat di dpn org yg sedang shalat, dan disunnahkan bagi org yg shalat meletakkan sesuatu atau sutrah (pembatas) di depannya.

Rasulullah bersabda, “Kalau sekiranya org yg lewat di depan org yg sedang shalat itu mengetahui dosa perbuatannya, niscaya ia berdiri menunggu 40 tahun lebih baik baginya daripada lewat di depannya.” (Muttafaq ‘alaih).
• • •

Tdk menjadikan masjid sebagai jalan. Tdk menyaringkan suara didlm masjid, tdk mengganggu org2 yg sedang shalat. Hendaknya wanita tdk memakai parfum atau berhias bila akan pergi ke masjid.

Rasulullah bersabda, “Apabila salah seorang di antara kamu (kaum wanita) ingin shalat di masjid maka jgnlah menyentuh parfum.” (HR Muslim).

Org yg junub, wanita haid, atau nifas tdk boleh masuk masjid.

* Etika Membaca Al-Qur’an
• • • • • • • • • • • •

Sebaiknya org yg membaca Al-Qur’an dlm keadaan sdh berwudhu Hendaknya memilih tempat yg tenang dan wkt yg pas. Hendaknya memulai tilawah dgn ta’awwudz. Hendaknya selalu memperhatikan hukum-hukum tajwid. Disunnahkan memanjangkan bacaan dan memperindah suara di saat membacanya. Hendaknya membaca sambil merenungkan dan menghayati makna. Hendaknya mendengarkan bacaan AL-Qur’an dgn baik dan diam. Hendaknya selalu menjaga Al-Qur’an, tekun membacanya, dan mempelajarinya (bertadarus) hingga tdk lupa. Hendaknya tdk memyentuh Al-Qur’an kecuali dlm keadaan suci. Boleh bagi wanita haid dan nifas membaca Al-Qur’an dgn tdk menyentuh mushafnya. Disunnahkan menyaringkan bacaan Al-Qur’an. Termasuk sunnah adlh berhenti membaca apabila sdh mengantuk.

* Etika Berdoa
• • • • •

Terlebih dahulu sebelum berdoa hendaknya memuji Allah kemudian bershalawat kpd Nabi SAW. Mengakui dosa-dosa, mengakui kekurangan (keteledoran diri), merendahkan diri, khusyu’. Berwudhu sebelum berdoa, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan di saat berdoa. Benar-benar meminta dgn sangat di dlm berdoa dan berbulat tekad didlm memohon. Menghindari doa keburukan trhdap diri sendiri, anak dan harta.

Rasulullah bersabda, “jgnlah sekali-kali kamu mendoakan keburukan trhadap dirimu, anakanakmu dan hartamu, krn dikhawatirkan doamu bertepatan dgn wkt dimana Allah mengabulkan doamu.” (HR Muslim).
• • •

Merendahkan suara di saat berdoa. Berkonsentrasi di saat berdoa. Tdk memaksakan diri bersajak dlm berdoa. “Lihatlah sajak dari doamu lalu hindarilah, sesungguhnya Rasulullah dan para sahabatnya tdk melakukan hal tsb.” (HR Bukhari).

* Etika Makan dan Minum
• • • • •

Berupaya utk mencari makanan dan minuman yg halal. Hendaknya makan dan minum yg Anda lakukan diniatkan utk beribadah kpd Allah. Hendaknya mencuci tangan sebelum makan. Hendaknya anda puas dan rela dgn makanan dan minuman yg ada. Hendaknya jgn makan sambil bersandar atau dlm keadaan menyungkur.

Rasulullah bersabda, ”Aku tdk makan dgn bersandar.” (HR Bukhari). Rasulullah telah melarang dua tempat makan : yaitu duduk di meja tempat minum khamar dan makan sambil menyungkur.

• • •

Tdk makan dan minum dgn menggunakan bejana yg terbuat dari emas dan perak. “jgnlah km minum dgn menggunakan bejana yg terbuat dari emas dan perak, dan jgn pula km makan dgn menggunakan piring yg terbuat darinya krn keduanya utk mereka (org kafir) di dunia dan utk kita di akhirat kelak.” (Muttafaq ‘alaih). Hendaknya memulai makan dan minum dgn membaca Bismillah dan diakhiri dgn Alhamdulillah. Hendaknya makan dgn tangan kanan dan mulailah dari yg ada di depan Anda. Disunnahkan makan dgn tiga jari dan menjilatinya jari2 tersebut sesudahnya.

“Rasulullah makan dgn tiga jari dan beliau menjilatinya sebelum mengelapnya.” (HR Muslim).

• • •

• • •

Disunnahkan mengambil makanan yg terjatuh dan membuang bagian yg kotor lalu memakannya. Rasulullah bersabda, “Apabila makanan seorang dari kalian jatuh, hendaknya ia mengambilnya dan membuang bagian yg kotor, lalu ia memakannya, dan jgn membiarkannya utk setan.” (HR Muslim). Tdk meniup makanan yg masih panas dan tdk bernafas (dlm bejana) di saat minum. Hal ini dikhawatirkan kotoran yg ada didlm mulut dan hidung masuk kedlm makanan tsb. Nabi melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya. Tdk berlebih2an didlm makan dan minum. Hendaknya pemilik makanan (tuan rumah) tdk melihat ke muka org2 yg sedang makan, krn hal ini dpt menyakiti perasaan mereka dan membuat mereka malu. Hendaknya Anda tdk memulai makan dan minum terlebih dahulu sedangkan didlm majelis ada yg lebih berhak utk memulai, baik krn ia lebih tua atau mempunyai kedudukan. Jgn sekali-kali melakukan perbuatan yg org lain bisa merasa jijik. Jgn minum lgsg dari bibir bejana. Nabi melarang minum dari bibir bejana wadah air. (HR Bukhari). Disunnahkan minum sambil duduk, kecuali ada udzur. Krn sesungguhnya nabi melarang minum sambil berdiri. (HR Muslim).

* Etika Bertamu a. Untuk Orang yang mengundang :

• • • • • • •

Hendaknya ia mengundang org2 yg bertakwa, bukan org yg fasik. Rasulullah bersabda, ”jgnlah km bersahabat kecuali dgn seorg mukmin dan jgn memakan makananmu kecuali org yg bertakwa.” (HR Ahmad). Jgn hny mengundang org2 kaya utk jamuan dgn mengabaikan org2 fakir. Rasulullah bersabda, “Seburuk-buruk makanan adalah makanan pengantin (walimah) krn yg diundang hny org2 kaya tanpa org2 fakir.” (Muttafaq ‘alaih). Undangan jamuan hendaknya tdk diniatkan berbangga-bangga dan berfoya-foya, akan tetapi niat utk mengikuti sunnah Rasulullah dan membahagiakan teman2 atau sahabat. Tdk memaksa-maksakan diri utk mengundang tamu. Jgn membebani tamu utk membantu Anda, krn hal ini bertentangan dgn kewibawaan. Jgn menampakkan kejemuan trhdp tamu Anda, tp tampakkanlah kegembiraan dgn kehadirannya, bermuka manis dan berbicara ramah. Hendaknya segera menghidangkan makanan utk tamu, berarti menghormatinya. Jgn tergesa-gesa utk mengangkat makanan sebelum tamu selesai menikmati jamuan. Disunnahkan mengantar tamu hingga di luar pintu rmh, berarti telah menunjukkan penerimaan tamu yg baik dan penuh perhatian.

b. Bagi tamu

• • • • • • •

Hendaklah memenuhi undangan dan tdk terlambat darinya kecuali ada udzur. Hendaknya tdk membeda-bedakan antara undangan org kaya dgn org fakir, krn tdk memenuhi undangan org fakir itu merupakan pukulan (cambuk) trhdp perasaannya. Jgn tdk hadir sekalipun sedang berpuasa, tapi hadirlah pd waktunya. Jgn terlalu lama di saat bertamu krn ini memberatkan yg pny rmh, jgn pula tergesa-gesa dtg krn ini membuat si pemilik rmh kaget sebelum semuanya siap. Bertamu tdk boleh lebih dari tiga hari, kecuali tuan rmh memaksa utk lebih dari itu. Hendaknya pulang dgn hati lapang dan memaafkan apa saja yg terjadi pd tuan rmh. Hendaknya mendoakan utk org yg mengundangnya seusai menyantap hidangannya.

* Etika Menjenguk Orang Sakit a. Utk org yg menjenguk
• • •

• • •

Hendaknya tdk berlama-lama didlm berkunjung, dtg di wkt yg tepat, tdk menyusahkan yg sakit, berupaya utk menghibur dan membahagiakannya. Hendaknya mendekat kpd yg sakit dan menanyakan keadaannya dan penyakit yg dirasakannya. Mendoakan semoga cepat sembuh, dibelaskasihi Allah, selamat dan disehatkan. Apabila Nabi menjenguk org sakit beliau mengatakan, “Tdk apa-apa, ini adalah penyucian (dosadosa)mu, insyaAllah.” (HR Bukhari). Mengusap org yg sakit dgn tangan kanan, dan mendoakannya. Mengingatkan si sakit utk bersabar atas takdir Allah. Hendaknya mentalqinkan kalimat Syahadat bila terlihat ajalnya akan tiba, memejamkan kedua matanya dan mendoakannya.

b. Utk org yg sakit
• • • • •

Hendaknya segera bertaubat dan bersungguh-sungguh beramal shalih. Berbaik sangka kpd Allah. Hendaknya cepat meminta kehalalan atas kezhaliman-kezhaliman yg telah dilakukannya. Memperbanyak dzikir kpd Allah, membaca Al-Qur’an dan beristighfar. Mengharap pahala dari Allah dari musibah (penyakit) yg dideritanya. Rasulullah bersabda, “Tdklah sesuatu menimpa seorg mu’min baik berupa kesdihan, kesusahan, keletihan dan penyakit, hingga duri yg menusuknya melainkan Allah akan meninggikan baginya satu derajat krnanya dan mengampuni kesalahannya krnanya.” (Muttafaq ‘alaih). Berserah diri dan bertawakkal kpd Allah, serta berkeyakinan bahwa kesembuhan itu dari Allah.

* Etika Menangani Jenazah & Bertakziah

Segera merawat jenazah dan mengebumikannya. Rasulullah bersabda, “Bersegeralah (didlm mengurus jenazah), sebab jika amal-amalnya shalih maka itu artinya kebaikan yg km segerakan kpdnya. Dan jika sebaliknya maka itu artinya keburukan yg km lepaskan dari pundakmu.” (Muttafaq ‘alaih).

• • • •

Tdk menangis dgn suara keras, tdk meratapinya, dan tdk merobek-robek baju. Rasulullah bersabda, “Bukan golongan kami org yg menampari pipinya dan merobek-robek bajunya dan memanggil-manggil dgn seruan jahiliyah.” (HR Bukhari). Disunnahkan mengantar jenazah hingga selesai dimakamkan. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa menghadiri jenazah hingga menshalatkannya maka baginya pahala sebesar satu qirath, dan barangsiapa menghadirinya hingga dikuburkannya maka baginya dua qirath.” Nabi ditanya, “Apa itu dua qirath?” Beliau menjawab, “Seperti dua gunung yg sangat besar.” (Muttafaq ‘alaih). Memuji si mayit dgn mengingat dan menyebut kebaikan-kebaikannya dan tdk mencoba utk menjelek-jelekannya. Memohonkan ampun utk jenazah setelah dikuburkan. Disunnahkan menghibur keluarga yg berduka dan memberikan makanan utk mereka. Disunnahkan bertakziah kpd keluarga korban dan menyarankan mereka utk tetap sabar.

* Etika Safar (bepergian jauh)

• •

• • •

• • • • • • •

Disunnahkan bagi org yg berniat utk melakukan perjalanan jauh (safar) utk shalat istikharah (memohon pertimbangan) terlebih dahulu kpd Allah mengenai rencana safarnya itu. Hendaknya bertaubat kpd Allah dari segala kemaksiatan yg prnh ia lakukan. Hendaknya ia mengembalikan barang2 yg bukan haknya dan amanat2 kpd org2 yg berhak menerimanya, membayar hutang/menyerahkannya kpd org yg akan melunasinya dan berpesan kebaikan kpd keluarganya. Membawa perbekalan secukupnya, seperti air, makanan, uang. Disunnahkan bagi musafir agar ditemani oleh teman yg shalih selama perjalanannya utk meringankan beban di perjalanan dan menolongnya jika perlu. Disunnahkan bagi para musafir apabila jmlh mereka lebih dari 3 org, agar mengangkat salah seorang dari mereka sbg pemimpin (amir) utk mempermudah pengaturan urusan mereka. Disunnahkan berangkat safar pd pagi (dini) hari dan malam hari. Rasulullah bersabda, “Ya Allah, berkahilah bagi umatku di pagi harinya.” Dan juga bersabda, “Hendaknya kalian memanfaatkan wkt malam krn bumi dilipat di malam hari.” (Abu Dawud). Disunnahkan bagi musafir apabila akan berangkat agar mengucapkan selamat tinggal kpd keluarganya, kerabat dan teman-temannya. Apabila si musafir akan naik kendaraan hendaknya membaca basmalah, jika sdh diatas kendaraan hendaknya bertakbir 3 kali kemudian membaca doa safar. Disunnahkan bertakbir disaat jalan menanjak dan bertasbih di saat jalan menurun. Disunnahkan bagi musafir selalu berdoa di perjalanannya krn doa org yg musafir mustajab (mudah dikabulkan). Apabila si musafir perlu utk bermalam atau beristirahat di tengah perjalanannya maka hendaknya menjauh dari jalan. Apabila musafir telah sampai tujuan dan menunaikan keperluannya dari safar yg ia lakukan, maka hendaknya ia segera kembali pulang ke kampong halamannya. Disunnahkan pula bagi musafir apabila ia kembali pulang utk tdk masuk ke rmhnya di mlm hari, kecuali jika sebelumnya memberitahu terlabih dahulu. Nabi melarang seseorang mengetuk rmh (membangunkan) keluarganya di mlm hari. (Muttafaq ‘alaih).

Disunnahkan bagi musafir di saat kedatangannya agar pergi ke masjid terlebih dahulu utk shalat dua rakaat.

* Etika Memberi dan Menerima Nasihat

• • • • • •

Hendaknya ikhlas didlm memberikan nasihat, tdk mengharapkan apapun selain keridhaan Allah. Bukan utk mendapat perhatian dari org lain dan bukan krn ingin menjatuhkan org yg diberi nasihat. Hendaknya nasihat dilakukan dgn cara yg baik, tutur kata yg lembut dan mudah dimengerti hingga dapat diterima dan berpengaruh pdnya. Hendaknya org yg dinasihati itu dlm keadaan sendirian agar dpt diterimanya dan tdk mencemarkan keburukannya. Hendaknya pemberi nasihat mengerti betul dgn apa yg ia nasihatkan. Hendaknya pemberi nasihat memperhatikan kondisi org yg dinasihatinya (dlm keadaan kalut atau tdk, mengerti ttg perasaannya, kedudukan, pekerjaan, problemnya). Hendaknya pemberi nasihat menjadi teladan bagi yg dinasihatinya. Hendaknya pemberi nasihat sabar terhadap kemungkinan yg menimpanya.

* Etika Berkomunikasi Lewat Telepon
• • • • • • • •

Ceklah dgn baik nomer telp yg akan Anda hubungi, agar tdk merisaukan/mengganggu org yg sedang tidur/sakit. Pilihlah wkt yg tepat utk berhubungan via telp. Jgn memperpanjang pembicaraan tanpa alasan. Hendaknya wanita tdk memperindah suara di saat berbicara, dan tdk berbicara melantur dgn laki-laki. Hendaknya penelepon memulai pembicaraan dgn ucapan Assalamu ‘alaikum dan menutupnya dgn salam juga. Tdk memakai telepon org lain tanpa seizin pemiliknya dan itu pun bila terpaksa. Tdk merekam pembicaraan lawan bicara kecuali seizin darinya. Tdk menggunakan telepon utk keperluan yg negatif.

* Etika Pengantin dan Pergaulan Suami-Istri
• • • • • • •

Merayu istri dan bercanda dgnnya di saat santai berduaan. Meletakkan tangan di kepala istri dan mendoakannya Membaca basmallah sebelum melakukan jima’ (bersenggama). Jika sang suami ingin mengulang senggama (dlm satu malam) maka dianjurkan berwudhu terlebih dahulu. Disunnahkan bagi keduanya (suami-istri) berwudhu dahulu sebelum tidur setelah melakukan jima’. Haram bagi suami menyetubuhi istrinya di saat ia sedang haid atau menyetubuhinya pada duburnya. Haram bagi suami-istri menyebarkan rahasia hubungan keduanya.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya manusia yg paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada Hari Kiamat adalah laki-laki yg berhubungan dgn istrinya (jima’) kemudian ia menyebarkan rahasianya.” (HR Muslim).
• •

Hendaknya masing-masing saling bergaul dgn baik. Hendaknya suami berlaku lembut dan bersikap baik trhadap istrinya dan mengajarkan sesuatu yg dipandang perlu ttg masalah agamanya, serta menekankan apa-apa yg diwajibkan Allah trhadapnya. Hendaknya istri selalu taat trhadap suaminya sesuai kemampuannya asalkan bukan dlm hal kemaksiatan, tdk mematuhi siapapun dari keluarganya bila tdk disukai oleh suami dan bertentangan dgn kehendaknya, dan hendaknya istri tdk menolak ajakan suami bila mengajaknya ke tempat tidur. Rasulullah bersabda, “Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidur lalu ia tdk memenuhi ajakannya, kemudian sang suami tidur dlm keadaan marah kpdnya, maka malaikat melaknat wanita tsb hingga pagi hari.” (Muttafaq ‘alaih). Hendaknya suami berlaku adil trhdp istri-istrinya didlm mslh2 yg mengharuskannya bertindak adil.

* Etika di Pasar
• •

• • • • •

• • • • • • •

Hendaknya berdzikir kpd Allah di saat masuk ke pasar. Tdk menyaringkan suara dgn berbagai pertengkaran dan perdebatan. Di antara sifat kepribadian Nabi adalah : bahwasanya beliau bukanlah seorang yg keras kepala/keras hati dan bukan pula org yg suka berteriak-teriak di pasar dan juga bukan org yg membalas keburukan dgn keburukan akan tetapi memaafkan dan mengampuni. (HR Bukhari). Menjaga kebersihan pasar. Menjaga agar selalu memenuhi akad dan janji serta kesepakatan2 di antara kedua belah pihak (pembeli dan penjual). Mengukuhkan jual-beli dgn persaksian/catetan dokumentasi. Bersikap ramah dan memberikan kemudahan didlm proses jual-beli. Jujur, terbuka, dan tdk menyembunyikan cacat barang jualan. Rasulullah bersabda, “Seorang Muslim itu adlh saudara bagi muslim lainnya, maka tdk halal bagi seorang muslim membeli dari saudaranya suatu pembelian yg ada cacatnya kecuali telah dijelaskan terlebih dahulu.” (HR Ahmad). Jgn mudah mengobral sumpah didlm jual-beli. “Hindarilah byk bersumpah didlm jual beli krn sumpah itu dpt melariskan barang tapi membatalkan berkahnya.” (HR Muslim). Menghindari penipuan, kecurangan, dan pengkaburan serta berlebih-lebihan didlm menarik keuntungan. Menghindari perbuatan curang didlm menakar atau menimbang barang dan tdk menguranginya. Meninggalkan riba, penimbunan barang dan segala perbuatan yg dpt merugikan org byk. Membersihkan pasar dari segala barang haram yg diperjual-belikan. Menghindari promosi-promosi palsu yg bertujuan menarik perhatian pembeli dan mendorongnya utk membeli. Hindarilah penjualan barang rampasan (hasil ghashab) dan curian.

• •

Menundukkan pandangan mata dari wanita dan menghindar dari percampur-bauran dgn mereka. Selalu menjaga syi’ar-syi’ar agama (shalat berjamaah, shalat di awal wkt), tdk melalaikan shalat berjamaah krn jual-beli. Jgn melalaikan urusan akhirat demi urusan duniawi.

* Etika Bertetangga
• • • •

• •

• • •

Menghormati tetangga dan bersikap baik trhadap mereka. Bangunan yg kita bangun jgn mengganggu tetangga kita. Hendaknya kita memelihara hak-haknya di saat mereka tdk di rmh. Tdk melakukan suatu kegaduhan yg mengganggu mereka. Rasulullah bersabda, “Demi Allah tdk beriman, Demi Allah tdk beriman, Demi Allah tdk beriman !” Nabi ditanya, “Siapa wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, ”Org yg tetangganya tdk merasa tentram krn perbuatannya.” (Muttafaq ‘alaih). Jgn kikir utk memberikan nasihat dan saran kpd mereka. Hendaknya kita selalu memberikan makanan kpd tetangga kita. Rasulullah bersabda kpd Abu Dzar, “Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur (daging kuah) maka perbanyaklah airnya dan berikan tetanggamu.” (HR Muslim) Hendaknya kita turut bersuka cita didlm kebahagiaan mereka dan berduka cita dlm duka mereka. Hendaknya kita tdk mencari-cari kesalahan dan kekeliruan mereka dan jgn pula senang bila mereka keliru. Hendaknya kita sabar atas perilaku kurang baiknya mereka trhdap kita. Rasulullah bersabda, “Ada 3 kelompok manusia yg dicintai Allah, yaitu disebutkan salah satunya : seseorg yg mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian atau kepergiannya.” (HR Ahmad).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->