PROPOSAL PENELITIAN

EKSISTENSI KAMPUNG  WISATA BATIK LAWEYAN  DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI  MASYARAKAT LAWEYAN SURAKARTA Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Penelitian Kualitatif Dosen Pengampu : Drs. Hermanu J, M.Pd.

Oleh : YANIS BUDHI R K4407006

PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial, punya naluri untuk berhubungan dengan orang lain. Dalam peradaban modern seperti saat ini, pesatnya arus informasi, perkembangan teknologi dan komunikasi, ilmu pengetahuan dan seni menyebabkan orang tergerak untuk melakukan perjalanan wisata keluar daerahnya bahkan keluar negaranya. Kegiatan pariwisata yang identik dengan rekreasi merupakan salah satu dari berbagai aktifitas manusia. Adanya kemajuan teknologi dan juga akibat urbanisasi yang besar sebagai salah satu ciri dari kota metropolitan, banyak menarik kaum urban menuju pusat-pusat kota untuk mencari nafkah. Akibatnya, banyak orang kota yang terlibat dalam suasana tegang atau mengalami stress. Salah satu pelariannya adalah melakukan rekreasi atau berlibur di tempat-tempat wisata. Masyarakat kota menginginkan suasana yang baru, rileks, dan menikmati perubahan lingkungan dengan udara yang bersih, untuk memulihkan kesegaran jasmani dan rohani agar segar dan siap untuk bekerja kembali. Pariwisata merupakan salah satu sektor yang diandalkan pemerintah untuk memperoleh devisa dari penghasilan non migas. Sehingga pariwisata merupakan salah satu aspek yang saat ini berusaha dikembangkan secara optimal oleh pemerintah pusat terutama kepariwisataan daerah, baik daerah propinsi maupun daerah kabupaten. Dengan pembangunan pariwisata di masing-masing daerah

Batik merupakan karya seni tradisional yang banyak ditekuni oleh . 1997:8-9). Kampung Batik Kauman. 1994:15).diharapkan mampu membangun keadaan ekonomi negara secara luas dan khususnya daerah yang mempunyai potensi kepariwisataan (Ramaini. 1992:37). memberdayakan ekonomi masyarakat. Identitas sebagai Kota Budaya sangat akrab dan melekat lama di Kota Surakarta. ada yang menyebut Surakarta sebagai Kota Budaya. THR Sriwedari. meningkatkan kesempatan usaha bagi masyarakat sekitar. Surakarta adalah sebuah kota besar di Provinsi Jawa Tengah. Kota Pariwisata. Museum Radya Pustaka dan Kampung Wisata Batik Laweyan. Selain itu dari sektor pariwisata ini diharapkan mampu mendorong perkembangan ekonomi nasional maupun perkembangan ekonomi lokal. memperkenalkan produk nasional maupun produk lokal dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan yang terpenting adalah menyerap tenaga kerja serta meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat ( Soekadijo. Di kota Surakarta terdapat banyak tempat-tempat wisata budaya yang diantaranya adalah Kampung Baluwarti. memperluas wawasan nusantara. mendorong pelestarian lingkungan hidup. Karena dalam keberjalanannya Kota Surakarta telah mendapatkan julukan yang cukup beragam. Pendit. Kota Batik. Kegiatan ini dilakukan dengan memanfaatkan kerja sama kepariwisataan regional maupun global ( Nyoman S. dan lainnya yang mencerminkan perkembangan kota yang pesat dalam menyikapi pertumbuhan peradaban dan kebudayaan. Sebuah upaya pelestarian sudah menjadi kehendak seluruh warga Kota Surakarta. meningkatkan pembangunan sektor lainnya. Indonesia. Keraton Mangkunegaran. memperkokoh persatuan dan kesatuan serta menumbuhkan rasa cinta tanah air. mendorong perkembangan daerah. Kota Pelesir. Nama lainnya adalah Solo atau Sala. Sebab pelestarian warisan pusaka sebagai tanda proses perubahan serta perkembangan kota yang terjadi secara alamiah. Sektor pariwisata ini diharapkan mampu menghasilkan pemasukan keuangan bagi negara maupun pemerintah daerah. Hal itu tidak lepas dari peninggalan berbagai warisan pusaka (heritage) berupa tangible heritage (bendawi) dan intangible heritage (nonbendawi). Kota Seniman. Keraton Kasunanan.

Laweyan adalah kampung batik tertua di Indonesia. Melalui bandar dan sungai Kabanaran tersebut pasar Laweyan terhubung ke bandar besar Nusupan di tepi Sungai Bengawan Solo. maka kampung Laweyan pernah dikenal sebagai kampung “Juragan Batik” dan mencapai kejayaannya pada di era 1970-an. Kampung Laweyan merupakan kawasan sentra industri batik yang unik. dan Gawok yang masih termasuk daerah Kerajaan Pajang. Juwiring. Kampung Laweyan didesain sebagai kampung batik terpadu. Bahan baku kapas pada saat itu banyak dihasilkan dari desa Pedan. Adapun lokasi pasar Laweyan terdapat di desa Laweyan (sekarang terletak diantara kampung Lor Pasar Mati dan Kidul Pasar Mati serta di sebelah timur kampung Setono). sampai sekarang masih terus ditekuni masyarakat Laweyan sampai sekarang. Kampung Laweyan merupakan suatu kelurahan yang luas wilayahnya 24. Kawasan sentra industri batik ini sudah ada sejak zaman kerajaan Pajang tahun 1546 M. Banyak showroom batik di kampung batik yang menarik dan dapat di kunjungi di salah satu daerah wisata ini. Laweyan juga terkenal dengan bentuk bangunan dan kondisi lingkungan yang khas.83 ha dengan penduduk sekitar 2500 jiwa. Konsep pengembangan ini untuk memunculkan nuansa batik yang . Eksistensi para pengusaha batik/juragan Laweyan sangat terkenal terutama pada jaman keemasan era KH Samanhudi sekitar tahun 1911. Menurut RT.masyarakat Laweyan. Mlayadipuro Pasar Laweyan dulunya merupakan pasar Lawe (bahan baku tenun) yang sangat ramai. Di selatan pasar Laweyan di tepi sungai Kabanaran terdapat sebuah bandar besar yaitu bandar Kabanaran. Sebagai langkah strategis untuk melestarikan seni batik. spesifik dan bersejarah. Eropa(Indisch). Arsitektur rumah tinggal di kampung batik ini umumnya di pengaruhi unsure tradisional Jawa. Bangunan-bangunan ini dilengkapi dengan pagar tinggi atau “Beteng” yang menyebabkan terbentuknya gang-gang sempit. memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 24 ha yang terdiri dari 3 blok. Seni batik tradisional yang dulu banyak didominasi oleh para juragan batik sebagai pemilik usaha batik. China dan Islam.

1. Manfaat Teoritis Manfaat Penelitian . Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas. Di antara ratusan motif batik yang dapat ditemukan di Kampung Batik Laweyan. D. maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. 2. Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas. Untuk mengetahui latar belakang Kampung Wisata Batik Laweyan. B. Bagaimana dampak perkembangan tersebut terhadap kehidupan masyarakat Laweyan Surakarta? C. maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul yaitu “Eksistensi Kampung Wisata Batik Laweyan Dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Laweyan Surakarta”. Untuk mengetahui perkembangan Kampung Wisata Batik Laweyan. Untuk mengetahui dampak perkembangan tersebut terhadap kehidupan masyarakat di Laweyan. Artinya rumah memiliki fungsi ganda sebagai showroom sekaligus rumah produksi. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah : 1.dominan yang secara langsung akan mengantarkan para pengunjung pada keindahan seni batik. jarik dengan motif Tirto Tejo dan Truntum jadi ciri khan Batik Laweyan. Bagaimana latar belakang Kampung Wisata Batik Laweyan ? 3. Pengelolaan Kampung Batik Laweyan ditujukan untuk menciptakan suasana wisata dengan konsep utama "Rumahku adatah Galeriku". Surakarta. Bagaimana deskripsi lokasi Kampung Wisata Batik Laweyan? 2. 4. Untuk mengetahui deskripsi lokasi Kampung Wisata Batik Laweyan. 3. Bagaimana perkembangan Kampung Wisata Batik Laweyan? 4.

Manfaat Praktis Secara praktis atau aplikasi penelitian ini bermanfaat : a. Memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk : a. b. Memberikan sumbangan terhadap penelitian selanjutnya. Menambah pengetahuan dan wawasan ilmiah tentang sejarah pada umumnya dan tentang latar belakang Kampung Wisata Batik laweyan pada khususnya. 2. khususnya dalam sejarah pariwisata yang ada di Indonesia. b. . Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan pada setiap pembaca agar digunakan sebagai tambahan bacaan dan sumber data dalam penulisan sejarah.

Yang bila dirangkai menjadi pariwisata yang berarti pergi secara lengkap meninggalkan rumah atau kampung halaman berkeliling terus menerus ( Nyoman S. Tinjauan Pustaka 1. Mr. Herman V. memberikan batasan pariwisata sebagai berikut.Guyer Freuler dalam Nyoman S. Pariwisata a. industri dan perdagangan serta penyempurnaan alat-alat pengangkutan ( E. Prijono. Schulalard. Secara terpisah kedua orang budayawan yang diminta pertimbangannya adalah Prof. Kedua budayawan tersebut memberi istilah pariwisata untuk menggantikan istilah tourism. Pengertian Pariwisata Istilah pariwisata diperoleh dari budayawan intelektual atas permintaan Presiden Soekarno kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku ketua DTI (Dewan Tourism Indionesia ) di tahun 1960-an. penilaian yang sadar dan menumbuh terhadap keindahan alam. 2002:1). Pendit.BAB II LANDASAN TEORI A. pariwisata dalam arti modern adalah gejala zaman sekarang yang didasarkan atas kebutuhan akan kesehatan. Istilah pariwisata terlahir dari bahasa sansekerta yang terdiri dari: pari. Moh. keseragaman dan kenikmatan pada alam semesta. Dr. pergantian hawa. wis(man) dan sata. . Yamin dan Prof. keselarasan. Pada faktor khususnya disebabkan oleh bertambahnya pergaulan antar negara dan kelas dalam masyarakat sebagai hasil perkembangan perniagaan. seorang ahli ekonomi berkebangsaan Austria.

adalah perjalanan yang dilakukan oleh orang awam maupun mahasiswa ke suatu kompleks atau daerah perindustrian dengan tujuan untuk melakukan peninjauan atau penelitian. 5) Wisata Pertanian. pembibitan yang bertujuan untuk penelitian maupun menikmati lingkungan. 8) Wisata Bulan Madu yaitu suatu penyelenggaraan perjalanan bagi pasangan pengantin baru. 1986:25). sejarah. b. budaya dan seni masyarakat di lain negara. antara ahli pariwisata satu dengan yang lain akan berbeda mengenai pembagian jenis-jenis pariwisata. perjalanan ini dilakukan untuk memperluas pandangan dan pengetahuan seseorang mengenai cara hidup. 6) Wisata Buru. yaitu : 1) Wisata Budaya. maka timbullah bermacam-macam pariwisata yang dikembangkan sebagai kegiatan.Pendit. 7) Wisata Pilgrim. 3) Wisata Komersial. yang termasuk jenis ini adalah perjalanan untuk mengunjungi pameran-pameran dan panen raya yang bersifat komersial. jenis wisata ini banyak dikaitkan dengan agama. Pendit (2002:40). jenis wisata ini banyak dilakukan di negara-negara yang memiliki daerah tempat berburu yang dibenarkan dan digalakkan oleh pemerintah. 2) Wisata Olahraga. Menurut Nyoman S. 4) Wisata Industri. wisatawan yang melakukan perjalanan dengan tujuan berolahraga atau mengambil bagian dari pesta olah raga di suatu negara atau tempat. adat istiadat. yang dan jenis lama-kelamaan mempunyai ciri khas tersendiri. adat istiadat dan kepercayan umat atau kelompok dalam masyarakat. . pariwisata dapat dibagi dalam beberapa macam pariwisata. selain pembagian jenis pariwisata di atas. perjalanan wisata yang dilakukan ke proyek-proyek pertanian. Jenis .jenis Pariwisata Sesuai dengan potensi yang dimiliki atau warisan yang ditinggalkan nenek moyang pada suatu negara. Setiap ahli pariwisata tentunya mempunyai pandangan berbeda mengenai jenis dan macam pariwisata.. kebiasaan.

Wisatawan adalah semua orang yang memenuhi syarat. seperti masuk hutan belantara yang belum pernah dijelajahi. Wisatawan 1) Pengertian Wisatawan Dalam rangka lalu lintas kepariwisataan adanya wisatawan dapat dihubungkan dengan keperluan statisktik sebagai alat untuk pengambil keputusan dalam menentukan kebijaksanaan mengenai pengembangan kepariwisataan. maka wisatawan dapat diklasifikasikan sebagai berikut: . 1990:37). yaitu mereka meninggalkan rumah untuk jangka waktu kurang dari satu tahun dan mereka mengeluarkan uang di tempat yang mereka kunjungi tanpa dengan maksud mencari nafkah di tempat tersebut ( Nyoman S. Yoeti (1993:131-133) berpendapat bahwa berdasarkan sifat perjalanan dan ruang lingkup di mana perjalanan wisata itu dilakukan. Dikenal dengan Adventure Tourism. yang tertarik perjalanan umumnya dengan motivasi perjalanan yang pernah ia lakukan. dengan harapan mendapat kenikmatan dari hal-hal baru dan perubahan yang dialami selama dalam perjalanan yang relatif lama dan tidak berutang”. 1993:127). tertarik oleh pelayanan yang diberikan oleh suatu daerah tujuan wisata yang dapat menarik pengunjung di masa yang datang (Oka A. c. Yoeti. Cohen dalam Rose dan Marianto (1998:5). Pendit.9) Wisata Petualangan. Sedangkan Karyono (1997:2) mengemukakan “wisatawan adalah setiap orang yang bepergian dari tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tempat lain dengan menikmati perjalanan dan kunjungan itu”. 2) Jenis dan Macam Wisatawan Oka A. menambah pengetahuan. mengemukakan bahwa “wisatawan adalah pelancong yang melakukan perjalanan atas kemauan sendiri dan untuk sementara saja. Wisatawan adalah individu atau kelompok individu yang mempertimbangkan dan merencanakan tenaga beli yang dimilikinnya untuk perjalanan rekreasi dan berlibur.

Yaitu wisatawan yang sedang melakukan perjalanan wisata dan singgah pada suatu pelabuhan. Sarana dan Prasarana Pariwisata Sarana kepariwisataan adalah perusahaan-perusahaan yang memberikan pelayanan kepada wisatawan. e) Transit Tourist. Yaitu warga negara tertentu yang karena tugas berada di luar negeri. d) Indigenous Foreign Tourist. baik secara langsung maupun tidak langsung dan hidup serta kehidupannya banyak tergantung pada kedatangan wisatawan (Oka A. Yaitu orang asing yang melakukan kunjungan wisata ke negara lain. bandara atau stasiun yang bukan karena kemauannya sendiri. Termasuk di dalamnya yaitu: Travel Agent dan Tour Operator. Pendit (2002:80). membagi sarana dan prasarana pariwisata menjadi tiga bagian penting yaitu : 1) Receptive Tourist Plant. Salah Wahab dalam Nyoman S. d. wisma. yaitu: hotel. b) Domestic Foreign Tourist. 2) Residental Tourist Plant . Yoeti. c) Domestic Tourist. kemudian pulang ke negara asalnya dan melakukan perjalanan wisata di negaranya sendiri. Yaitu orang yang berdiam di suatu negara dan dia melakukan perjalanan wisata dimana ia tinggal. restoran dan rumah . 1993:181). Yaitu segala bentuk badan usaha yang kegiatannya khusus untuk menyambut kedatangan wisatawan. Termasuk dalam kelompok ini adalah semua bentuk akomodasi untuk wisatawan. Yaitu orang yang melakukan perjalanan wisata setelah tujuan utamanya selesai. Yaitu semua fasilitas yang dapat menampung kedatangan para wisatawan untuk dapat menginap dan tinggal untuk sementara waktu. f) Business Tourist.a) Wisatawan Asing (foreign tourist). Prasarana pariwisata adalah semua fasilitas yang memungkinkan agar sarana kepariwisataan dapat hidup dan berkembang serta dapat memberikan pelayanan pada wisatawan untuk memenuhi kebutuhan mereka yang beraneka ragam. Yaitu wisatawan dalam negeri yang melakukan perjalanan wisata dalam batas wilayah negaranya.

Hal yang berbeda diungkapkan Max Weber dalam bukunya Daljoeni (1997:33). Manusia sebagai individu juga mempunyai kedudukan dan peran tertentu di dalam pergaulannya yaitu dalam masyarakat. 1983:9). Masyarakat juga merupakan suatu . 2. 2001:34). Sedangkan Karl Marx.makan. menyimpulkan bahwa “masyarakat adalah suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan (agamawi) dan nilai-nilai yang dominan dari warganya”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “masyarakat adalah sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh kebudayaan yang mereka anggap sama” ( Poerwadarminta. Yaitu semua fasilitas yang dapat digunakan untuk tujuan rekreasi dan olah raga. bahwa manusia sebagai pribadi atau individu hidup di dalam suatu kebudayaan yang memperlakukan manusia sebagai makhluk yang mampu untuk mengarahkan dirinya di dalam kehidupan dan yang menjadi unsur dinamis di dalam peristiwaperistiwa sosial. Koentjaraningrat (1990:144) mengemukakan “masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul atau saling berinteraksi”. melihat masyarakat sebagai suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis. lapangan tenis dan fasilitas lainnya. Salah satu definisi masyarakat pada awalnya adalah “a union of families” yaitu masyarakat merupakan gabungan atau kumpulan dari keluarga-keluarga. 3) Recreative and Sportive Plant. 1993:157). artinya bahwa masyarakat tidak dapat hidup sendiri. M. Masyarakat Manusia merupakan makhluk sosial. Masyarakat menyadari. kemudian kelompok yang lebih besar lagi menjadi satu kelompok besar orang-orang yang disebut dengan masyarakat ( Khairuddin. Ada ketergantungan antara manusia satu dengan manusia yang lain sehingga menyebabkan ketergantungan antar manusia. sebagai suatu bentuk pergaulan hidup tertentu ( Soerjono Soekanto. kolam renang. Misalnya: fasilitas golf. Awal dari masyarakat adalah hubungan dari individu-individu.

desa. Seperti yang dikemukakan oleh Hendropuspito O. Adanya satu rasa identitas diantara para warga atau anggotanya bahwa mereka merupakan satu kesatuan khusus yang berbeda dari kesatuankesatuan manusia lain. Pola itu harus bersifat mantap dan kontinyu (terus menerus). c. bahwa klasifikasi masyarakat dibagi dalam : a. 1) Masyarakat Sederhana ditandai dengan tidak adanya pembagian kerja yang cermat. Masyarakat dalam ekologi sosial disebut juga dengan community yaitu kehidupan bersama yang berdasarkan teritorial.C (1989:90). struktural. Pelly dan Menanti (1994:137) mengemukakan hakekat “masyarakat adalah sekumpulan manusia yang memiliki budaya sendiri dan bertempat tinggal didaerah teritorial yang tertentu”. dan harmonis. Dengan kata lain setiap orang dapat mengerjakan segala jenis pekerjaan. Masyarakat ini ditandai dengan adanya pembagian kerja yang terinci dan kekhususan yang teliti. Setiap orang melakukan semua pekerjaan yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhannya. atau dengan kata lain pada khas itu sudah menjadi adat istiadat yang khas. Anggota-anggota masyarakat sedemikian ini hanya tahu menjalankan satu jenis pekerjaan atau satu . Pola tingkah laku yang khas mengenai semua faktor kehidupan dalam batas kesatuan itu. dan benua yang bahkan seluruh dunia ( Daljoeni. karena satu masyarakat harus mempunyai satu ikatan lain yang khusus. 2) Masyarakat Maju. jadi bisa berupa kota. 1997:34). selain itu adanya ketegangan dan konflik hanya peristiwa yang kebetulan saja. Adanya perbedaan lingkungan alam dan kompleksitas kebutuhan manusia di muka bumi menjadikan kehidupan manusia dapat diklasifikasikan menjadi beberapa berdasarkan sejumlah kriteria.kesatuan fungsional. Ikatan khusus yang membuat satu kesatuan manusia menjadi satu masyarakat yaitu : a. Anggota masyarakat itu memiliki rasa persatuan dan menggangap mereka memiliki identitas tersendiri. Masyarakat Sederhana dan Masyarakat Maju (berkembang). metropol. b. Koentjaraningrat (1990:239) juga mengatakan bahwa tidak semua kesatuan manusia yang bergaul dan berinteraksi merupakan masyarakat.

Masyarakat Demokrasi Yaitu ditandai dengan adanya kekuasaan tertinggi di tangan rakyat dan adanya pengakuan persamaan hak dan persamaan martabat semua manusia. Tujuan utama kelompok manusia yaitu guna mewujudkan hidup bersama yang lebih sempurna dalam segala aspeknya. Masyarakat ini seluruh aktifitas segenap penduduk ditentukan pada keberhasilan ekonomi sebagai puncak tertinggi. b. Tugas yang besar ini meliputi pengadaan sarana-sarana dasar dengan tingkat kepastian yang tinggi dan yang dapat menjamin tercapainya sandang. Tinggi rendahnya status sosial serta jabatan di dalam masyarakat diukur menurut tinggi rendahnya prestasi ekonomi. cara berfikir dan bertindak harus berpedoman pada ajaran agama. e. Melestarikan eksistensi penghuninya sebagai satu bangsa yang sejahtera. keamanan. Masyarakat Totaliter Yaitu apabila dalam masyarakat. pangan dan pemukiman yang cukup. Masyarakat sebagai kesatuan organisme sosial mengemban serangkaian tugas yang harus diselesaikan melalui warganya. Pembagian tugas yang begitu penting sekaligus kompleks tidak dapat diserahkan pada kemauan-kemauan masyarakat. ekonomi.profesi saja. c. Masyarakat Ekonomi. pendidikan. kekuasaan politik berada dalam satu kelompok pemerintahan yang mengatur semua kelompok-kelompok lain serta lembaga-lembaga yang ada dalam masyarakat itu secara terpusat dan ketat. d. Untuk itu harus ada . Mengatur pembagian tugas. dan ketentraman yang langgeng serta proreaksi warga masyarakat baru. Mengenai tugas pokok masyarakat antara lain: a. b. maka dari itu masyarakat mempunyai tugas pokok bagi anggota masyarakatnya. Masyarakat Agama Klasifikasi ini ditandai apabila agama merupakan kekuatan terbesar yang menentukan jalannya segala bidang kehidupan dalam masyarakat baik politik.

dan keterampilan yang dibina oleh kesatuan yang bersangkutan. Mempersatukan warga masyarakat. budaya kelompok manusia dan lembaga kemasyarakatan (Daldjoeni. Perubahan sosial adalah proses sebagai akibat adanya dinamika anggota masyarakat yang didukung oleh sebagaian besar anggota masyarakat yang merupakan tuntutan kehidupan dalam mencari kestabilan (Nursid Kusumaatmaja. 1979:2). Perubahan yang terjadi pada prinsipnya merupakan suatu proses yang terus menerus. Perubahan ini akan diikuti oleh perubahan sosial lainnya sehubungan dengan . Menurut Mac Iver dalam Soerjono Soekanto (1986:264) “perubahan sosial adalah sebagai perubahanperubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap hubungan keseimbangan social”. termasuk di dalamnya nilai sikap dan pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. sikap dan perilaku di antara kelompok dalam suatu masyarakat”. Artinya bahwa perubahan itu akan dapat terjadi secara lambat maupun terjadi secara cepat. Perubahan sosial sebagai bagian dari proses sosial yang mencakup perubahan dalam struktur fungsi. Nilai persatuan dan kesatuan yang telah mengambil keputusan untuk hidup bersama dalam kesatuan yang lebih luas guna mencapai tujuan bersama ( Hoogevt. Perubahan Sosial Ekonomi Manusia yang dikaruniai akal dan pikiran oleh Tuhan dalam hidupnya pasti akan mengalami suatu perubahan. 3. Soerjono Soekanto (1986:41) memberikan definisi “perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga sosial yang mempengaruhi sistem sosial termasuk di dalamnya nilai. pendidikan.skema yang menyeluruh.1986:79 ) Dari beberapa pendapat mengenai perubahan sosial di atas dapat diketahui bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat yang meliputi perubahan di dalam adalah lembaga masyarakat. 1985:35). c. berdasarkan skema tersebut masyarakat membagi-bagikan tugas pada kesatuan-kesatuan bakat. Selain itu perubahan sosial adalah perubahan-perubahan dalam lembaga masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial.

Kerangka Berfikir Sesuai dengan judul penelitian ini. B. yaitu kerangka pemikiran sebagai berikut: BATIK maka dapat digambarkan KAMPUNG LAWEYAN PEMASUKAN  KEUANGAN PELESTARIAN  BUDAYA KAMPUNG WISATA  BATIK LAWEYAN MASYARAKAT KEHIDUPAN  SOSIAL Keterangan: Batik merupakan salah satu benda budaya yang ada di kota Surakarta. berupa kemajuan dan penurunan yang disebabkan oleh peristiwa-peristiwa tertentu. perubahan mempunyai pengertian sebagai proses pergeseran atau perkembangan masyarakat dalam aspek sosial dan aspek ekonomi dari suatu kondisi tertentu menjadi kondisi yang lain. Masyarakat Laweyan sebagian besar merupakan pedagang dan pengrajin batik KEHIDUPAN  EKONOMI . Dalam konteks sosial ekonomi.adanya dinamika anggota masyarakat dan dilakukan oleh sebagian besar anggota masyarakat.

sehingga sebagian masyarakat Laweyan masih melestarikan benda budaya tersebut dan juga sebagai mata pencaharian utama masyarakat Laweyan. Di Surakarta. Kampung Wisata Batik Laweyan merupakan wadah bagi para pengrajin batik yang ada di Laweyan untuk memasarkan hasil kerajinannya sehingga para pedagang juga memperoleh pendapatan dari Kampung Wisata Batik Laweyan. Untuk dapat meningkatkan pendapatan dan juga melestarikan benda budaya sehingga pemerintah kota Surakarta menjadikan wilayah Laweyan sebagai tempat wisata batik dengan konsep rumah sebagai galeri dengan nama Kampung Wisata Batik Laweyan. . Laweyan dikenal sebagai daerah para pengrajin batik. Kampung Wisata Batik Laweyan mempengaruhi kehidupan ekonomi dan juga social masyarakat sekitarnya.

Surakarta. Penelitian kualitatif adalah proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati (Lexy J.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 2002:3). 2. Dalam metode penelitian deskriptif. Tempat penelitian yang akan peneliti gunakan adalah Desa Laweyan. Bentuk Penelitian Penelitian dengan judul Eksistensi Kampung Wisata Batik Laweyan dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Laweyan Surakarta merupakan penelitian yang akan mengungkap perubahan sosial ekonomi masyarakat. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat penelitian sangat menentukan diperolehnya informasi untuk menyampaikan kebenaran dari suatu penelitian. data yang . Bentuk dan Strategi Penelitian 1. Waktu Waktu Penelitian penelitian merupakan jangka yang peneliti gunakan untuk kepentingan penelitian. Dalam melakukan penelitian ini waktu yang digunakan penulis adalah sejak pengajuan judul pada bulan September 2010 sampai selesai. B. Kecamatan Laweyan. Oleh karena itu bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Maleong.

 satu desa. Aspek­aspek tunggal dapat berupa satu orang atau lebih. 2.   1952:331). Penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian yang mengambil masalah-masalah yang ada pada masa sekarang dengan menggambarkan obyek yang menjadi pokok permasalahannya dengan mengumpulkan. Sesuai dengan pendapat di atas.  Menurut H. menyusun. satu organisasi atau lebih.   negara. menganalisis dan menginterpretasikan ke dalam bentuk laporan. Strategi Penelitian Dalam   pemilihan   strategi   penelitian   menjelaskan   bagaimana   tujuan  penelitian   akan   dicapai   dan   juga   bagaimana   masalah   yang   dihadapi   di   dalam  penelitian akan dikaji dan dipecahkan untuk dipahami.   Strategi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian  kualitatif dengan pendekatan studi kasus terpancang tunggal. Disebut penelitan kualitatif deskriptif. studi kasus  tunggal   terpancang   adalah   penelitian   hanya   dilakukan   pada   satu   sasaran   (satu  lokasi atau satu obyek). Sedangkan Kirl dan Miller yang dikutip oleh Maleong (2002:3). maka penelitian ini merupakan studi kasus tunggal yang  terpancang atau embeded case study. maka bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif.   tergantung   adanya   kesamaan  .  kabupaten.   bangsa   atau   lebih.dihasilkan berupa kata-kata tertulis atau tulisan dari obyek yang diamati maupun orang yang diwawancarai merupakan sumber data utama. mendiskripsikan penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan peristilahannya.B. Pendekatan kasus  terpancang merupakan suatu cara untuk mendapatkan data dalam bentuk kesatuan  watak   dari   obyek   yang   diteliti   (Goede.  satu kelompok atau lebih. Sutopo (2002:15). satu kecamatan.   propinsi. karena data yang dianalisis tidak menerima atau menolak hipotesis jika ada.   Dikaitkan   dengan   lokasi  penelitian yang tunggal.

karakteristiknya   atau   adanya   keseragaman   dalam   banyak   hal.B. 2001). Sutopo (2002) bahwa “Dalam penelitian kualitatif. (Lexi J. “ Sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen”. sebagai informasinya dapat digali dari pengamatan secara cermat mengenai kondisi dan kelengkapan lokasi. Dalam penelitian ini orang yang dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data serta mengetahui permasalahan yang akan dikaji adalah : tokoh formal masyarakat Laweyan dan anggota masyarakat Laweyan perajin batik. Dokumen dan Arsip . Sumber Data Menurut H. Dalam penelitian ini sumber data diperoleh melalui : 1. B. peneliti mengetahui perubahan social ekonomi masyarakat Laweyan. sumber datanya dapat berupa manusia. Informan Lexi J. 3. sehingga fokus studi dalam penelitian  ini adalah studi tentang perubahan sosial ekonomi masyarakat. Informasi mengenai kondisi dari lokasi peristiwa atau aktivitas dilakukan bisa digali lewat sumber lokasinya baik yang merupakan tempat maupun lingkungannya. atau tempat yang merupakan bagian dari kehidupan warga masyarakat Laweyan sehari-hari. Sutopo. 2. Dalam penelitian ini. Tempat dan Peristiwa Sumber data lain adalah tempat dan peristiwa. Sedangkan menurut Lofland. Moleong. doikumen dan arsip atau benda lain”.    C. Sedangkan dari peristiwa aktivitas dalam penelitian ini.   Sedangkan  terpancang artinya hanya mengkaji satu masalah saja dan sudah menentukan fokus  penelitiannya berupa variabel utamanya yang akan dikaji berdasarkan tujuan dan  minat penelitinya (H. Moleong (2001: 45) mengatakan bahwa yang disebut informan adalah “Orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian. pertanyaan dan tingkah laku. 2002:30).

E. jumlah kepala keluarga. jumlah dan kepadatan penduduk. Sutopo (2002: 54) mengemukakan bahwa “Dokumen dan arsip merupakan sumber data yang sering sangat penting artinya dalam penelitian kualitatif. B. dengan kecenderungan peneliti untuk memilih informan yang dianggap mengetahui informasi dan masalahnya secara mendalam dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang mantap” (H. Terutama bila sasarannya terarah pada latar belakang dengan kondisi peristiwa yang terkini yang sedang dipelajari”. dimana peneliti cenderung memilih informan yang dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data. “Dalam purposive sampling. menurut mata pencaharian. jumalah penduduk menurut umur dan jenis kelamin. 2002: 56). Wawancara Mendalam Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan jalan Tanya . dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebarannya populasi agar diperoleh sampel yang representative atau benarbenar mewakili populasi”. Teknik Sampling Hadari Nawawi (1993: 152) menjelaskan “Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sample yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sample yang akan dijadikan sumber data sebenarnya. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah sebagai berikut : a. B. D. Bertolak dari penjelasan di atas. Sutopo.H. menurut tingkat pendidikan dan menurut agama. maka dalam penelitian ini bentuk sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Dalam penelitian ini dokumen dan arsip menyangkut informasi tentang data demografi di daerah penelitian antara lain meliputi data social ekonomi dan data fisik secara terperinci yaitu luas wilayah. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh data yang diperlukan sehingga data yang diperoleh menjadi sempurna dan dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut : 1. F. maka juga menggunakan analisis dokumen sebagai bahan tertulis untuk melengkapi data-data yang dianggap masih kurang. Observasi langsung dilakukan terhadap obyek ditempat berlangsungnya kegiatan. Cara yang dilakukan adalah dengan mencari teori atau membaca dokumen dan hasil-hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti. Lexi J. dimana kebenaran data dalam penelitian itu sangat diperlukan agar hasil penelitian tersebut benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Moleong (2001: 35) mendefinisikan wawancara adalah “Percakapan dengan maksud tertentu. c. Dalam hal ini penulis menggunakan teknik dengan wawancara langsung. 1993). Dengan observasi dapat memudahkan bagi peneliti untuk mendapatkan data secara mendalam. Observasi Observasi dapat diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian. Percakapan itu dilakukan dengan dua pihak yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu”. disamping peneliti berusaha mengumpulkan data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara. Observasi ini dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. sebab peneliti sudah melihat sendiri bagaimana keadaan obyek tersebut. Dalam penelitian ini. Analisis Dokumen Dalam penelitian ini. Validitas Data Validitas data adalah kebenaran dalam kancah penelitian. b. sehingga observer cberada bersama obyek yang diteliti (Hadari Nawawi. penulis menggunakan metode trianggulasi data dan review informan dalam menguji keabsahan data.jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis berdasarkan pada tujuan penelitian. Trianggulasi Data Dengan menggunakan berbagai sumber data untuk memperoleh data yang .

 Sutopo (2002 : 187)  yaitu sebagaiberikut :  Pengumpulan Data Seleksi Data Penyimpulan Data Penyajian Data .sama supaya lebih meyakinkan kebenaran data tersebut. pengertian analisis data adalah “Proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam bentuk suatu pola kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan rumusan hipotesa kerja seperti yang disarankan oleh data”. Dengan demikian peneliti menggunakan beberapa sumber data atau mewawancarai beberapa orang untuk memperoleh data yang benar. Teknik Analisis Data Menurut Lexi J. Jadi data dan informasi yang diperoleh dapat diuji dan dicocokkan dari data informasi yang lain. Moleong (2001: 103). Analisis kualitatif merupakan analisis data yang didasarkan pada hubungan antara fakta satu dengan fakta yang lain secara hubungan sebab akibat untuk menerangkan suatu peristiwa. B. Review Informan Penelitian ini mengadakan pengecekan data dengan cara mengadakan diskusi dengan para narasumber data di lapangan guna memeriksa ulang atas informasi yang telah diberikan sebelumnya. Adapun skema model analisis interaktif menurut H. Teknik analisis yang penulis gunakan adalah analisis kualitatif. Analisis kualitatif yang peneliti gunakan adalah teknik analisis interaktif yang merupakan proses siklus yang bergerak diantara ketiga komponen pokok yaitu reduksi atau seleksi data. G. 2. sajian data dan penarikan kesimpulan. Dengan kata lain peneliti akan mencocokkan data yang sudah diperoleh dengan narasumber yang berada di lapangan.

H. maka kegiatan selanjutnya merupakan analisis akhir dengan mengorganisasikan dan mengurutkan data pola dalam uraian dasar sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan. Langkah selanjutnya mengadakan langkah pelaksanaan yaitu dengan mengurus perijinan penelitian. maka akan dapat diambil sebuah laporan penelitian sebagai karya ilmiah. maka dapat digambarkan skema prosedur penelitian sebagai berikut   Penulisan  Proposal Pengumpulan  Data dan  Analisis Awal Analis  Akhir Penarikan  Kesimpulan Penulisan  Laporan Perbanyak  Laporan Persiapan Pelaksanaan . Penulisan proposal pengurusan perijinan Setelah judul penelitian disetujui atau ditentukan dilanjutkan dengan penulisan proposal yang berisi garis besar penelitian. d. Analisis akhir dan penarikan kesimpulan Data yang sudah tersusun rapi merupakan bagian dari analisis awal. b. yang sebelumnya melalui proses pengujian terlebih dahulu. Dari uraian di atas. Penulisan laporan dan perbanyakan laporan Dari data yang sudah disusun berdasarkan pedoman penelitian kualitatif. Adapun langkah-langkah prosedur penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Pengumpulan data dan analisis awal Pengumpulan data dilakukan di lokasi penelitian termasuk dalam hal ini mengadakan wawancara dengan informan dan mengadakan observasi terhadap sumber-sumber tertulis yang ada kaitannya dengan topic dalam penelitian sebagai data. c. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian adalah langkah-langkah secara rinci dalam penelitian dari awal sampai akhir.

 Kebudayaan Jawa . M. 1984. Strategi Kebudayaan (Terjemahan Dick Hartoko). Lexi J.DAFTAR PUSTAKA Hadari Nawawi. Jakarta: Gramedia Koentjoroningrat. 1983. Metodologi Penelitian Kualitatif. Van. Bandung: Rosda Karya Peursen. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. A. Surakarta: UNS Press --------------------. 2001. Jakarta: PT. 2002. Gramedia Koentjoroningrat. Metode­metode Penelitian Masyarakat. C. 1976. Jakarta: Balai Pustaka. A. 1993. Yogyakarta : Gajah Mada University Press Heribertus Sutopo. Yogyakarta: Kanisius . Metodologi Penelitian Kualitatif. Metodologi Penelitian Bidang Sosial. Moleong. 1990.

Soerjono Soekanto. 1995. Raja Grafindo . Pengantar Sosiologi. Jakarta: PT.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.