KESEHATAN LINGKUNGAN A. Konsep dan Batasan Kesehatan Lingkungan 1.

Pengertian kesehatan a) Menurut WHO “Keadaan yg meliputi kesehatan fisik, mental, dan sosial yg tidak hanya berarti suatu keadaan yg bebas dari penyakit dan kecacatan.” b) Menurut UU No 23 / 1992 ttg kesehatan “Keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.” 2. Pengertian lingkungan a) Menurut Encyclopaedia of science & technology (1960) “Sejumlah kondisi di luar dan mempengaruhi kehidupan dan perkembangan organisme.” b) Menurut Encyclopaedia Americana (1974) “ Pengaruh yang ada di atas/sekeliling organisme.” c) Menurut A.L. Slamet Riyadi (1976) “Tempat pemukiman dengan segala sesuatunya dimana organismenya hidup beserta segala keadaan dan kondisi yang secara langsung maupun tidak dpt diduga ikut mempengaruhi tingkat kehidupan maupun kesehatan dari organisme itu.” 3. Pengertian kesehatan lingkungan Menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) “ Suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.” Menurut WHO (World Health Organization) “Suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.” Menurut kalimat yang merupakan gabungan (sintesa dari Azrul Azwar, Slamet Riyadi, WHO dan Sumengen)

Menurut Pasal 22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992 ruang lingkup kesling ada 8 : 1) Penyehatan Air dan Udara 2) Pengamanan Limbah padat/sampah 3) Pengamanan Limbah cair 4) Pengamanan limbah gas 5) Pengamanan radiasi .” B. dan modifikasi lingkungan yang diarahkan menuju keseimbangan ekologi pd tingkat kesejahteraan manusia yang semakin meningkat. termasuk higiene susu 7) Pengendalian pencemaran udara 8) Pengendalian radiasi 9) Kesehatan kerja 10) Pengendalian kebisingan 11) Perumahan dan pemukiman 12) Aspek kesling dan transportasi udara 13) Perencanaan daerah dan perkotaan 14) Pencegahan kecelakaan 15) Rekreasi umum dan pariwisata 16) Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah. pengelolaan.“ Upaya perlindungan. bencana alam dan perpindahan penduduk. Ruang lingkup kesehatan lingkungan Menurut WHO ada 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan : 1) Penyediaan Air Minum 2) Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran 3) Pembuangan Sampah Padat 4) Pengendalian Vektor 5) Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia 6) Higiene makanan. 17) Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan.

bencana perpindahan penduduk secara besar2an. C. laut dan udara yang digunakan untuk umum.6) Pengamanan kebisingan 7) Pengamanan vektor penyakit 8) Penyehatan dan pengamanan lainnya : Misal Pasca bencana. kawasan industri/yang sejenis. Sasaran kesehatan lingkungan (Pasal 22 ayat (2) UU 23/1992 1) Tempat umum : hotel. reaktor/tempat yang bersifat khusus. : kendaraan darat. Sejarah perkembangan kesehatan lingkungan 1) Sebelum Orde Baru · Th 1882 : UU ttg hygiene dlm Bahasa Belanda. · Th 1959 : Dicanangkan program pemberantasan Malaria sebagai program kesehatan lingkungan di tanah air (12 Nopember = Hari Kesehatan Nasional) 2) Setelah Orde Baru · Th 1968 : Program kesehatan lingkungan masuk dalam upaya pelayanan Puskesmas . · Th 1956 : Integrasi usaha pengobatan dan usaha kesehatan lingkungan di Bekasi hingga didirikan Bekasi Training Centre Prof. : misalnya yang bersifat khusus seperti lingkungan yang berada dlm keadaan darurat. terminal. Muchtar mempelopori tindakan kesehatan lingkungan di Pasar Minggu. asrama/yang sejenis 3) Lingkungan kerja 4) Angkutan umum 5) Lingkungan lainnya : perkantoran. pertokoan. D. dan usahausaha yang sejenis 2) Lingkungan pemukiman : rumah tinggal. · Th 1924 : Atas Prakarsa Rochefeller foundation didirikan Rival Hygiene Work di Banyuwangi dan Kebumen. pasar.

dll. Interaksi antara agent. organisasi sosial politik. Tanah. · Sosial : Status sosial. Perumahan. adat istiadat. Pangan. E. b) Peningkatan kemampuan agent untuk menginfeksi manusia serta mengakibatkan penyakit pada manusia. Karakteristik 3 komponen/ faktor yang berperan dalam menimbulkan penyakit 1) Karakteristik Lingkungan · Fisik : Air. Panas. · Lingkungan/environmental : Segala sesuatu yang berada di luar kehidupan organisme Cth : Lingkungan Fisik. Udara. Kampanye Keselamatan dan kesehatan kerja. host dan lingkungan serta model ekologinya adalah sebagai berikut : a) Antara agent Host dan lingkungan dalam keadaan seimbang sehingga tidak terjadi penyakit. serangga. agama. · Biologis : Mikroorganisme. Proyek Husni Thamrin. · Agent (Agen/penyebab) : adalah penyebab penyakit pada manusia · Host (tuan Rumah/Induk semang/penjamu/pejamu) adalah manusia yang ditumpangi penyakit. tumbuh-tumbuhan. 2. Biologi. binatang. Kimia. Konsep hubungan interaksi antara Host – Agent Environmental 1. Iklim.· Th 1974 : Inpres Samijaga (Sarana Air Minum dan Jamban Keluarga) Adanya Program Perumnas. Geografis. c) Perubahan lingkungan menyebabkan meningkatnya perkembangan agent. radiasi. 2) Karakteristik Agent/penyebab penyakit . Tiga komponen/faktor yang berperan dalam menimbulkan penyakit Model Ecology (JHON GORDON).

Agent chemis/kimia : eksogen contoh . bysinosis. yaitu : a.gas. endogen contoh . kelembaban. air. obesitas. yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan. diabetes g. panas. Nama penyakit Ascariasis Malaria Quartana Candidiasis Typhus abdominalis Scrub typhus Influenza vitamin. Pekerjaan : asbestosis. 3) Karakteristik Host/pejamu Faktor manusia sangat kompleks dalam proses terjadinya penyakit dan tergantung dari karakteristik yang dimiliki oleh masing – masing individu. debu. Umur : penyakit arterosklerosis pada usia lanjut. lemak. yakni : a. Agent biologis Beberapa penyakit beserta penyebab spesifiknya Jenis agent Spesies agent Metazoa Ascaris lumbricoides Protozoa Plasmodium vivax Fungi Candida albicans Bakteri Salmonella typhi Rickettsia Rickettsia tsutsugamushi Virus Virus influenza b. metabolit. f. d. Seks : resiko kehamilan pada wanita. radiasi. karbohidrat. alergen. Agent penyakit dapat dikualifikasikan menjadi 5 kelompok. pukulan. diabetes.Agent penyakit dapat berupa agent hidup atau agent tidak hidup. kebisingan. tekanan. Genetik : buta warna. hemofilia. hormon. kanker prostat pada laki-laki c. Agent mekanis : gesekan. tumbukan. e. c. dan . Status kekebalan : kekebalan terhadap penyakit virus yang tahan lama dan seumur hidup. Ras : sickle cell anemia pada ras negro d. Agent fisik : suhu. mineral. penyakit kanker pada usia pertengahan b. Nutrisi : gizi kurang menyebabkan TBC. thalassemia e. Agent nutrien : protein.

g. Syarat Kimia. Koliform tinja/total koliform (maks 0 per 100 ml air) 2. insomnia. bila memang benarbenar diperlukan. Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal.h. Kadar Besi maksimum yang diperbolehkan 0. Adat istiadat : kebiasaan makan ikan mentah menyebabkan cacing hati. Kesadahan (maks 500 mg/l) c. Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain e. Jamban harus babas dari bau atau kondisi yang tidak sedap dipandang. f.3 mg/l. Pembuangan Kotoran/Tinja Metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan syarat sebagai berikut : a. Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata air atau sumur c. Tidak berbau. F. Syarat Fisik. Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai berikut : a. Gaya hidup : merokok. Syarat Mikrobiologis. harus dibatasi seminimal mungkin. 3. Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Tidak boleh terkontaminasi air permukaan d. Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar . Kesehatan Pemukiman . Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi b. Air Bersih Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. dan tidak berwarna b. Masalah-masalah Kesehatan Lingkungan di Indonesia 1. ulkus peptikum. tidak berasa. atau. i. minum alkohol j. Psikis : stress menyebabkan hypertensi.

terhindar dari kebisingan yang mengganggu. cukup sinar matahari pagi. konstruksi yang tidak mudah roboh. Pembuangan Sampah Teknik pengelolaan sampah yang baik harus memperhatikan faktorfaktor/unsur : a. Memenuhi kebutuhan fisiologis. pola kehidupan/tk sosial ekonomi.Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut : a. . letak geografis. iklim. kepadatan hunian yang tidak berlebihan. 4. penghawaan dan ruang gerak yang cukup. c. musim. d. pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga. b. dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir. Penimbulan sampah. d. b. Pengangkutan e. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah jumlah penduduk dan kepadatanya. disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup. terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran. Pengumpulan. pengolahan dan pemanfaatan kembali. tidak mudah terbakar. komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah c. dan kemajuan teknologi. Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan. Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antarpenghuni rumah dengan penyediaan air bersih. tingkat aktivitas. Pembuangan Dengan mengetahui unsur-unsur pengelolaan sampah. yaitu : privacy yang cukup. Penyimpanan sampah. bebas vektor penyakit dan tikus. yaitu : pencahayaan. Memenuhi kebutuhan psikologis. kita dapat mengetahui hubungan dan urgensinya masing-masing unsur tersebut agar kita dapat memecahkan masalah-masalah ini secara efisien.

Tikus dapat menyebabkan Leptospirosis dari kencing yang dikeluarkannya yang telah terinfeksi bakteri penyebab. Nyamuk Anopheles sp untuk penyakit Malaria. 6. Nyamuk Culex sp untuk Penyakit Kaki Gajah/Filariasis. Persyaratan hygiene sanitasi makanan dan minuman tempat pengelolaan makanan meliputi : a. Penanggulangan/pencegahan dari penyakit tersebut diantaranya dengan merancang rumah/tempat pengelolaan makanan dengan rat proff (rapat tikus). e. b. Binatang pengganggu yang dapat menularkan penyakit misalnya anjing dapat menularkan penyakit rabies/anjing gila. Gerakan 3 M (menguras mengubur dan menutup) tempat penampungan air untuk mencegah penyakit DBD. c.5. jasa boga dan makanan jajanan (diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga. d. Persyaratan fasilitas sanitasi. . Kelambu yang dicelupkan dengan pestisida untuk mencegah gigitan Nyamuk Anopheles sp. Nyamuk Aedes sp untuk Demam Berdarah Dengue (DBD). Serangga dan Binatang Pengganggu Serangga sebagai reservoir (habitat dan suvival) bibit penyakit yang kemudian disebut sebagai vektor misalnya : pinjal tikus untuk penyakit pes/sampar. ruang makan dan gudang makanan. Persyaratan bahan makanan dan makanan jadi. dan hotel). rumah makan. Penggunaan kasa pada lubang angin di rumah atau dengan pestisida untuk mencegah penyakit kaki gajah dan usaha-usaha sanitasi. Persyaratan pengolahan makanan. Kecoa dan lalat dapat menjadi perantara perpindahan bibit penyakit ke makanan sehingga menimbulakan diare. Persyaratan dapur. Makanan dan Minuman Sasaran higene sanitasi makanan dan minuman adalah restoran. rumah makan/restoran. Persyaratan lokasi dan bangunan.

Penyebab masalah kesehatan lingkungan di Indonesia 1. g.5 kali lebih besar. 7. Hubungan dan pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan masyarakat di perkotaan dan pemukiman Contoh hubungan dan pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan masyarakat di perkotaan dan pemukiman diantaranya sebagai berikut : . Beberapa penelitian menunjukkan adanya perbedaan resiko dampak pencemaran pada beberapa kelompok resiko tinggi penduduk kota dibanding pedesaan. Pertambahan dan kepadatan penduduk. Diduga akibat pembakaran kayu bakar. pencemaran udara. H. misalnya infeksi saluran pernafasan akut. Keadaan ini.f. pencemaran tanah. Indoor air pollution merupakan problem perumahan/pemukiman serta gedung umum. berbagai analisis data menunjukkan bahwa ada kecenderungan peningkatan. terganggunya ekologi hutan. bis kereta api. Persyaratan penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi. Keanekaragaman sosial budaya dan adat istiadat dari sebagian besar penduduk. bagi jenis pencemar yang akumulatif. mengingat manusia cenderung berada di dalam ruangan ketimbang berada di jalanan. Masalah ini lebih berpotensi menjadi masalah kesehatan yang sesungguhnya. 2. G. Besar resiko relatif tersebut adalah 12. Belum memadainya pelaksanaan fungsi manajemen. Pencemaran udara dapat dibagi lagi menjadi indoor air pollution dan out door air pollution. tentu akan lebih buruk di masa mendatang. iritasi pada mata. 3. terganggunya jadual penerbangan. Pembakaran hutan untuk dibuat lahan pertanian atau sekedar diambil kayunya ternyata membawa dampak serius. bahan bakar rumah tangga lainnya merupakan salah satu faktor resiko timbulnya infeksi saluran pernafasan bagi anak balita. Mengenai masalah out door pollution atau pencemaran udara di luar rumah. Pencemaran Lingkungan Pencemaran lingkungan diantaranya pencemaran air. Persyaratan peralatan yang digunakan. dll.

Kegiatan di kota (lalu lintas alat transportasi)>>>emisi gas buang (asap) >>>mencemari udara kota>>>udara tidak layak dihirup>>>penyakit ISPA. yaitu : 1. . kakus>>>penyakit menular. 3. Menggunakan Air Bersih untuk kebutuhan sehari-hari 2. dimana disebutkan bahwa Rumah Tangga sehat adalah Proporsi Rumah Tangga yang memenuhi minimal 11 (sebelas) dari 16 indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan Rumah Tangga. Membuang sampah pada tempat yang disediakan 4. SPM ini dimasukkan sebagai bagian dari Indikator Kabupaten/Kota Sehat. cuci.1. Urbanisasi >>>kepadatan kota >>> keterbatasan lahan >>>daerah slum/kumuh>>>sanitasi kesehatan lingkungan buruk 2. pencapaian Visi Indonesia Sehat 2010 ditentukan oleh pencapaian Visi Pembangunan Kesehatan setiap provinsi (yaitu Provinsi sehat). Mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar. Kemudian ditambah ha-hal spesifik yang hanya dijumpai/dilaksanakan di Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Di dalam SPM Kab/kota di Propinsi Jawa Tengah (Keputusan Gubernur Jawa Tengah ) pada point (huruf) “U” tentang Penyuluhan Perilaku Sehat disebutkan terdapat item Rumah Tangga Sehat (item 1). Membuang air limbah pada saluran yang memenuhi syarat 5. Lima diantara 16 indikator merupakan Perilaku yang berhubungan dengan Kesehatan Lingkungan. Menggunakan jamban yang memenuhi syarat kesehatan 3. Khusus untuk Kabupaten/Kota. penetapan indikator hendaknya mengacu kepada indikator yang tercantum dalam Standard Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan. Healthy City (Kabupaten/kota sehat) Dalam tatanan desentralisasi/otonomi daerah di bidang kesehatan. Misalnya Kota/Kabupaten yang area pertaniannya luas dicantumkan indikator pemakaian pestisida. I. Kegiatan di kota (industrialisasi) >>> menghasilkan limbah cair >>>dibuang tanpa pengolahan (ke sungai) >>>sungai dimanfaatkan untuk mandi.

Tahun 1999. terkandung timbal (Pb) sebesar 0. termask ozon.45 gram sehingga jumlah Pb yang terlepas ke . kurang lebih 70% pencemaran udara disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor. oksida nitrogen (NOx). oksida sulfur (SOx). Kendaraan bermotor menyumbang hampir 100% timbal. Sementara itu. dan oksida fotokimia (Ox). di mana mencakup 41% dari sumber debu di Jakarta. Di dunia. seperti timbal/timah hitam (Pb). karbon monoksida (CO). terdapat 2 sumber pencemaran udara. emisi pabrik. dan hampir seluruh karbon monoksida (CO) ke udara Jakarta. maka konsumsi bahan bakar juga akan mengalami peningkatan dan berujung pada bertambahnya jumlah pencemar yang dilepaskan ke udara. Sumber utama debu berasal dari pembakaran sampah rumah tangga. dikenal 6 jenis zat pencemar udara utama yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources). Di tempat-tempat padat di Jakarta konsentrasi timbal bisa 100 kali dari ambang batas.401 kilo liter [Statistik Perminyakan Indonesia. seperti letusan gunung berapi.515. partikulat. dan oksida fotokimia. seperti yang berasal dari transportasi. laju pertambahan kendaraan bermotor di Jakarta mencapai 15% per tahun sehingga pada tahun 2005 diperkirakan jumlah kendaraan bermotor di Jakarta mencapai 2. baik terhadap kesehatan manusia maupun terhadap lingkungan. dan lain-lain. dan yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources). Di Indonesia. yaitu pencemaran akibat sumber alamiah (natural sources). 13-44% suspended particulate matter (SPM). hidrokarbon (HC). Dalam setiap liter premium yang diproduksi. yaitu Karbon monoksida (CO). konsumsi premium untuk transportasi mencapai 11. Sektor industri merupakan sumber utama dari sulfur dioksida. Seiring dengan laju pertambahan kendaraan bermotor. 34-73% NOx.PENCEMARAN UDARA Secara umum.8 juta kendaraan. 71-89% hidrokarbon. Kendaraan bermotor mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif. oksida nitrogen (NOx). hidrokarbon (HC). Laporan Tahunan 1999 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi]. suspended particulate matter (SPM).

dan reproduksi. meningkatkan tekanan darah dan mempengaruhi perkembangan otak. seperti ginjal.930 ton. . Bertambahnya volume bukan hanya pada jumlah. Dampak terhadap kesehatan yang disebabkan oleh pencemaran udara akan terakumulasi dari hari ke hari. telah menimbulkan akibat bertambahnya pola konsumsi masyarakat yang akhirnya menyebabkan bertambahnya volume sampah. utamanya bagi anak-anak. memendekkan tinggi badan. Jakarta sendiri adalah kota dengan kualitas terburuk ketiga di dunia. pencemaran udara merupakan pembunuh kedua bagi anak balita di Jakarta. mempengaruhi perilaku dan intelejensia. Diperkirakan nilai sosial setiap tahun yang harus ditanggung akibat pencemaran timbal ini sebesar 106 juta Dollar USA atau sekitar 850 miliar rupiah. Pemaparan dalam jangka waktu lama akan berakibat pada berbagai gangguan kesehatan. Dampak dari timbal sendiri sangat mengerikan bagi manusia. Dapat pula menimbulkan anemia dan bagi wanita hamil yang terpajan timbal akan mengenai anak yang disusuinya dan terakumulasi dalam ASI. Kelompok balita lebih rentan karena mereka lebih aktif dan dengan demikian menghirup udara lebih banyak. seperti bronchitis. 14% bagi seluruh kematian balita seluruh Indonesia dan 6% bagi seluruh angka kematian penduduk Indonesia. sehingga mereka lebih banyak menghirup zat-zat pencemar. Di antaranya adalah mempengaruhi fungsi kognitif. Menurut penelitian di Amerika Serikat.181. penurunan fungsi pendengaran. kelompok balita mempunyai kerentanan enam kali lebih besar dibandingkan orang dewasa. merusak fungsi organ tubuh. Dengan pertumbuhan penjualan mobil dan sepeda motor sebesar 300% dan 50% diperkirakan tahun 2001 polusi akibat Dampak Pencemaran Udara Berdasarkan studi Bank Dunia tahun 1994.udara total sebesar 5. Dampak kesehatan yang diakibatkan oleh pencemaran udara berbeda-beda antarindividu. Populasi yang paling rentan adalah kelompok individu berusia lanjut dan balita. sistem syaraf. kemampuan belajar. dan kanker paru-paru. emphysema. SAMPAH Pertumbuhan penduduk diakui atau tidak.

pengelolaan sampah hanya dilakukan sebagai sesuatu yang bersifat rutin. dan Leuwigajah. membuang. Berbagai kasus. Di sisi lain. AIR DAN SANITASI Salah satu kebutuhan penting akan kesehatan lingkungan adalah masalah air bersih. merupakan paradigma yang terbukti mampu menangani permasalahan sampah secara mandiri. hal ini berdampak pada semakin langkanya tempat untuk membuang sampah dan produksi sampah yang semakin banyak mencapai ribuan m3/hari. Hal ini lebih efektif daripada pengolahan di TPA (tempat pembuangan akhir). persampahan dan sanitasi. tersumbatnya saluran/sungai karena sampah. pengelolaan sampah yang setiap hari diproduksi oleh masyarakat serta pembuangan air limbah yang langsung dialirkan pada saluran/sungai. yaitu kebutuhan akan air bersih. menyebabkan merebaknya TPA/TPS ilegal di berbagai tempat baik lahan kosong maupun di sungai – sungai yang terdapat di wilayah DI Yogyakarta. Penerapan prinsip 4R: mengganti (“replace”). yaitu hanya dengan cara memindahkan. mendaur ulang (“recycle”). Pendekatan persoalan sampah biasanya menggunakan paradigma end–pipe of solution (pendekatan ujung-pipa) sudah saatnya digeser ke pendekatan sumber. Dengan pendekatan sumber sampah ditangani dari sumber pembuangannya. Permasalahan sampah bukan hanya berdampak pada persoalan lingkungan. Hal tersebut menyebabkan pandangkalan saluran/sungai. tetapi juga telah menimbulkan kerawanan sosial dan bencana kemanusiaan. Kondisi ini diperparah dengan pola hidup masyarakat yang instan dan paradigma masyarakat yang masih menganggap sampah sebagai sesuatu yang harus dibuang dan disingkirkan. jika persoalan ini tidak segera diselesaikan. seperti di Bantargerbang. . Bagaimana potret kehidupan masyarakat ke depan. mengurangi (“reduce’).tetapi juga pada jenis sampah yang semakin beragam. Pada saat musim penghujan selalu terjadi banjir dan menimbulkan penyakit. dan memusnahkan sampah. mengingatkan kita bahwa persoalan sampah bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele. Pada akhirnya. memakai kembali (“re-use”). Bojong Gede.

Malaria Jamban sendiri Merupakan tempat penampung kotoran manusia yang sengaja dibuat untuk mengamankannya. Disentri 4. yaitu: 2. Mencegah terjadinya penyebaran langsung bahan-bahan yang berbahaya bagi manusia akibat pembuangan kotoran manusia. dengan tujuan: 1. Tiphus 7. 2. Air limbah dapat dikelompokkan kedalam 2 bagian. Kolera 6.Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh sanitasi yang kurang baik serta pembuangan sampah dan air limbah yang kurang baik diantaranya adalah: 1. 1. Air bekas yang berasal dari bak atau lantai cuci piring atau peralatan rumah tangga. Diare 2. Disamping untuk . Demikian pula dengan anak-anak kecil yang bermain atau orang dewasa yang bekerja didekat atau mengalami kontak langsung dengan air limbah dan sampah dapat terkena penyakit seperti yang tersebut diatas. lantai cuci pakaian dan kamar mandi 3. Hepatitis A 5. Bila lalat atau tikus tersebut menyentuh makanan atau minuman maka besar kemungkinan orang yang menelan makanan dan minuman tersebut akan menderita salah satu penyakit seperti yang tersebut diatas. Demam berdarah 3. Mencegah vektor pembawa untuk menyebarkan penyakit pada pemakai dan lingkungan sekitarnya Lalat yang hinggap disampah dan dipermukaan air limbah atau tikus selokan yang masuk kedalam saluran air limbah dapat membawa sejumlah kuman penyebab penyakit. Lumpur tinja yang berasal dari jamban atau water closet (WC) Tangki septic atau unit pengolahan air limbah terpusat diperlukan guna mengolah air limbah sebelum dibuang kesuatu badan air. terutama bila tidak membersihkan anggota badan terlebih dahulu. Cacingan 8.

maka suatu saat dapat menimbulkan terjadinya pencemaran lingkungan. Kondisi yang demikian dinamakan kondisi septik atau tercemar yang ditandai oleh: 1. Pencemaran tersebut berlangsung bila kapasitas penguraian limbah yang terdapat dalam badan air dilampaui sehingga badan air tersebut tidak mampu lagi melakukan proses pengolahan atau penguraian secara alamiah. Lingkungan yang sehat dapat memberikan efek terhadap kualitas kesehatan. minyak dan lemak serta mikroorganisme. Timbulnya bau busuk 2. Pengaliran air limbah ke dalam saluran terbuka 2. Suatu badan air seperti sungai atau laut mempunyai kapasitas penguraian tertentu. Hidup bersih dan sehat dapat diartikan sebagai hidup di lingkungan yang memiliki standar kebersihan dan kesehatan serta menjalankan pola/perilaku hidup bersih dan sehat. Bila air limbah langsung dimasukkan begitu saja kedalam badan air tanpa dilakukan suatu proses pengolahan. pengolahan air limbah dimaksudkan untuk mengurangi beban pencemaran atau menguraikan pencemar sehingga memenuhi persyaratan standar kualitas ketika dibuang kesuatu badan air penerima. Banyaknya ikan dan organisme air lainnya yang mati atau mengapung. Sampah dan air limbah mengandung berbagai macam unsur seperti gas-gas terlarut. zat-zat padat terlarut. Kesehatan seseorang akan menjadi baik jika lingkungan yang ada di . Dinding dan dasar saluran yang rusak karena kurang terpelihara Pembuangan kotoran dan sampah kedalam saluran yang menyebabkan penyumbatan dan timbulnya genangan akan mempercepat berkembangbiaknya mikroorganisme atau kuman-kuman penyebab penyakit. Penanganan sampah dan air limbah yang kurang baik seperti: 1. Mikroorganisme yang terkandung dalam sampah dan air limbah dapat berupa organisme pengurai dan penyebab penyakit.mencegah pencemaran termasuk diantaranya organisme penyebab penyakit. Warna air yang gelap dan pekat 3. serangga dan mamalia penyebar penyakit seperti lalat dan tikus.

Lingkungan yang sehat memiliki ciri-ciri tempat tinggal (rumah) dan lingkungan sekitar rumah yang sehat BEBERAPA INDIKATOR KESEHATAN LINGKUNGAN SEBAGAI BERIKUT 1. Pada tahun 2007 telah dilakukan pemeriksaan rumah sehat di 40 wilayah Puskesmas di kab. Begitu juga sebaliknya. sumur pompa tangan +31.sekitarnya juga baik. tempat sampah dan pengelolaan air limbah keluarga keseluruhan hal tersebut sangat diperlukan didalam peningkatan kesehatan lingkungan.35 persen. Dari hasil pendataan yang dilakukan oleh sanitasi Puskesmas menggambarkan sampai tahun 2007 dapat digambarkan pada grafik berikut. Keluarga dengan kepemilikan sarana sanitasi dasar meliputi persediaan air bersih.426 rumah maka 68.34 persen dinyatakan sehat. Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar. merupakan kebutuhan pokok dan sumber utama bagi kehidupan manusia. rumah merupakan tempat berkumpul bagi semua anggota keluarga dan menghabiskan sebagian besar waktunya.99%. Dalam penerapan hidup bersih dan sehat dapat dimulai dengan mewujudkan lingkungan yang sehat. sehingga kondisi kesehatan perumahan dapat berperan sebagai media penularan penyakit diantara anggota keluarga atau tetangga sekitarnya.59. Penggunaan Air Bersih Untuk tahun 2007 jumlah keluarga yang diperiksa yang memiliki akses air bersih 72. Rumah Sehat Bagi sebagian besar masyarakat. dari hasil inspeksi sanitasi 560. kepemilikan jamban keluarga. 3. 4.Tangerang. Dari hasil inspeksi sanitasi petugas Puskesmas penggunaan air bersih pada setiap keluarga yang paling tertinggi adalah sumur gali +34. 2. namun makanan yang tidak dikelola dengan baik justru akan menjadi media yang sangat efektif didalam penularan . kesehatan seseorang akan menjadi buruk jika lingkungan yang ada di sekitarnya kurang baik. Tempat Umum dan Pengolahan Makanan Makanan termasuk minuman.86% ledeng +18.

or.htm (online) di aktes tanggal 10 Desember 2010. rumah makan dan makanan jajanan yang pengelolaannya tidak memenuhi syarat kesehatan atau sanitasi lingkungan DAFTAR PUSTAKA (ni dapusnya ya……) Dimsum Indonesia. Wawan Lodro.id/cemar/sampah/060120_smphswkl_/ tanggal 10 Desember 2010.kemenpera. 2010.or. http://www.com/cetak/2007/032007/08/cakrawala/lainnya05. Portal Informasi Kesehatan dan Kedokteran http://www. http://dinkesbanggai. http://www.penyakit saluran pencernaan. Kesehatan Lingkungan Masyarakat. (online) di aktes . Water and Sanitation.asp?id=34 (online) di aktes tanggal 10 Desember 2010.wordpress.com/2009/01/13/Dampak Pencemaran lingkungan Terhadap Kesehatan/#more-252 (online) di aktes tanggal 10 Desember 2010. Innovative Decision Making for Sustainable Management of Water in Developing Countries.walhi.id/cemar/udara/penc_udara_info_020604/ (online) di aktes tanggal 10 Desember 2010. 2010.id/detail_warta.walhi. http://www. Terjadinya peristiwa keracunan dan penularan penyakit akut yang sering membawa kematian banyak bersumber dari makanan yang berasal dari tempat pengolahan makanan khususnya jasaboga.pikiran-rakyat.go.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful