KONSEP KEADILAN DI INDONESIA

(KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA)

A.

Pengertian Keadilan Keadilan merupakan suatu hal yang abstrak, bagaimana mewujudkan suatu keadilan jika

tidak mengetahui apa arti keadilan. Untuk itu perlu dirumuskan definisi yang paling tidak mendekati dan dapat memberi gambaran apa arti keadilan. Definisi mengenai keadilan sangat beragam, dapat ditunjukkan dari berbagai pendapat yang dikemukakan oleh para pakar di bidang hukum yang memberikan definisi berbeda-beda mengenai keadilan. Keadilan menurut Aristoteles (filsuf yang termasyur) dalam tulisannya Retorica membedakan keadilan dalam dua macam :

Keadilan distributif atau justitia distributiva; Keadilan distributif adalah suatu keadilan yang memberikan kepada setiap orang didasarkan atas jasa-jasanya atau pembagian menurut haknya masing-masing. Keadilan distributif berperan dalam hubungan antara masyarakat dengan perorangan.

Keadilan kumulatif atau justitia cummulativa; Keadilan kumulatif adalah suatu keadilan yang diterima oleh masing-masing anggota tanpa mempedulikan jasa masing-masing. Keadilan ini didasarkan pada transaksi (sunallagamata) baik yang sukarela atau tidak. Keadilan ini terjadi pada lapangan hukum perdata, misalnya dalam perjanjian tukarmenukar.

Keadilan menurut Thomas Aquinas (filsuf hukum alam), membedakan keadilan dalam dua kelompok :

Keadilan umum (justitia generalis); Keadilan umum adalah keadilan menururt kehendak undang-undang, yang harus ditunaikan demi kepentingan umum.

Keadilan khusus; Keadilan khusus adalah keadilan atas dasar kesamaan atau proporsionalitas. Keadilan ini debedakan menjadi tiga kelompok yaitu : a. Keadilan distributif (justitia distributiva) adalah keadilan yang secara proporsional yang diterapkan dalam lapangan hukum publik secara umum. b. Keadilan komutatif (justitia cummulativa) adalah keadilan dengan mempersamakan antara prestasi dengan kontraprestasi.

Presiden pertama RI. misalnya ketika digunakan dalam bentuk sosialis atau sosialisme. (3) persamaan yang adil atas kesempatan. Pada kenyataannya. (2) perbedaan. baik individual. berikut kata turunannya. mengerti mana yang benar dan mana yang salah. Demikian halnya dengan kesenjangan sosial yang bermakna kesenjangan kekayaan. Bung Karno mengusulkan kata sosial. keluarga. Penambahan kata sosial dibelakang kata keadilan dalam sila kelima Pancasila adalah untuk membedakan keadilan sosial dengan konsep keadilan dalam hukum. Sosial juga bisa berarti kekayaan. Seseorang dianggap adil apabila ia dipidana badan atau denda sesuai dengan besarnya hukuman yang telah ditentukan atas tindak pidana yang dilakukannya. Dinas Sosial terkenal sebagai dinas yang suka menyumbang orang-orang yang terkena bencana. Keadilan menurut John Raws (Priyono. Sosial dalam arti kekayaan itulah yang menyebabkan kita bisa mengerti makna sila kelima Pancasila "Keadilan sosial bagi seluruh . Status sosial misalnya. tepatnya keadilan sosial. bertindak jujur dan tetap menurut peraturan yang telah ditetapkan. Keadilan merupakan nilai-nilai kemanusiaan yang asasi dan menjadi pilar bagi berbagai aspek kehidupan. 1993: 35). Ada kalanya kata itu membuat risih pemerintah. Keadilan tidak hanya menjadi idaman setiap insan bahkan kitab suci umat Islam menjadikan keadilan sebagai tujuan risalah samawi. Keadilan menurut Ibnu Taymiyyah (661-728 H) adalah memberikan sesuatu kepada setiap anggota masyarakat sesuai dengan haknya yang harus diperolehnya tanpa diminta. berarti status kekayaan. dan masyarakat.c. mengetahui hak dan kewajiban. Ada tiga prinsip keadilan yaitu : (1) kebebasan yang sama yang sebesar-besarnya. Kata sosial juga banyak dipakai politikus sebagai bumbu penyedap pidato untuk menunjukkan keberpihakannya pada rakyat. adalah ukuran yang harus diberikan untuk mencapai keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan bersama. Kata sosial bisa bermakna sampingan dermawan atau suka menolong. Bapak Soekarno termasuk orang yang akrab dengan kata sosial. untuk dijadikan salah satu sila Pancasila. Keadilan vindikativ (justitia vindicativa) adalah keadilan dalam hal menjatuhkan hukuman atau ganti kerugian dalam tindak pidana. ketiga prinsip itu tidak dapat diwujudkan secara bersama-sama karena dapat terjadi prinsip yang satu berbenturan dengan prinsip yang lain. John Raws memprioritaskan bahwa prinsip kebebasan yang sama yang sebesar-besarnya secara leksikal berlaku terlebih dahulu dari pada prinsip kedua dan ketiga. tidak berat sebelah atau tidak memihak kepada salah satu pihak. Dalam pidato tanpa teksnya tanggal 1 Juni 1945.

Orang-orang yang diperkosa tetap dalam penderitaan batin. dan pemerintah yang tidak memenuhi kesejahteraan warganegaranya adalah pemerintah yang gagal dan karena itu tidak adil. Keadilan sosial adalah keadaan dalam mana kekayaan dan sumberdaya suatu negara didistribusikan secara adil kepada seluruh rakyat. yaitu apa yang sesuai dengan hukum dianggap adil sedang yang melanggar hukum dianggap tidak adil. Jika terjadi pelanggaran hukum. Keadilan sosial bukan sekadar berbicara tentang keadilan dalam arti tegaknya peraturan perundangundangan atau hukum.rakyat Indonesia" (Bayangkan kalau kata sosial di sana diartikan masyarakat). Dari perspektif keadilan sosial. Dalam pidatonya tanggal 1 Juni itu. keadilan hukum itu sangat sempit dan memiliki kelemahan. Dalam konsep ini terkadung pengertian bahwa pemerintah dibentuk oleh rakyat untuk melayani kebutuhan seluruh rakyat. B. Misalnya. keadilan hukum belum tentu adil. untuk kejahatan-kejahatan berat jika yang ditegakkan keadilan hukum saja. Bung Karno dengan leluasa mempertukarkan kata keadilan sosial dengan keadilan kesejahteraan dan kesejahteraan sosial sebagai pelengkap keadilan politik alias demokrasi. Pengertian keadilan sosial memang jauh lebih luas daripada keadilan hukum. Dalam hal terjadinya pelanggaran pidana atau yang dalam bahasa sehari-hari disebut “kejahatan” maka harus dilakukan pengadilan yang akan melakukan pemulihan keadilan dengan menjatuhkan hukuman kepada orang yang melakukan pelanggaran pidana atau kejahatan tersebut. Misalnya orang-orang yang paling bertanggungjawab akan dihukum seumur hidup. tetapi berbicara lebih luas tentang hak warganegara dalam sebuah negara. Makna Keadilan Sosial dan Perbedaannya dengan Keadilan Hukum Keadilan hukum hanya berbicara tentang penghukuman pelaku kejahatan. Misalnya menurut hukum setiap orang adalah sama. maka harus dilakukan pengadilan untuk memulihkan keadilan. Tetapi keadaan para korban akan tetap saja.” Keadilan hukum itu cukup sederhana. yang terjadi hanyalah para pelaku di hadapkan ke pengadilan dan dijatuhi hukuman sesuai ketentuan hukum yang berlaku. dan sebagainya. Dengan demikian. Mungkin karena menyadari kelemahan tersebut. Padangan ini diperkuat oleh kenyataan bahwa pengadilan itu memakan biaya yang sangat besar. Keadilan sosial berbicara tentang kesejahteraan seluruh rakyat dalam negara merdeka. Keadilan yang bisa diperoleh melalui pengadilan formal di mana saja disebut “keadilan hukum. pelaksana di lapangan sepuluh tahun. tetapi jika tidak ada keadilan sosial maka ketentuan ini bisa . ada upaya pemikiran dalam keadaan tertentu mempertimbangkan “keadilan sosial” sebagai pengganti keadilan hukum.

. Menurut keadilan sosial. maka konsekuensi paling konkret dari Pancasila tak lain adalah mewujudkan keadilan sosial. kelas. setiap orang berhak atas “kebutuhan manusia yang mendasar” tanpa memandang perbedaan “buatan manusia” seperti ekonomi. etnis. ras. Rasionalitas. 2011). umur. pembuatan kebijakan lingkungan yang baik. dan kesamaan kesempatan bagi perkembangan pribadi dan sosial. dan seluruh rakyat umumnya. pemberantasan butahuruf. karena asas persamaan setiap warganegara setiap orang mendapatkan pelayanan listrik dengan harga yang sama. demokrasi. Sedang keadilan sosial diperlukan agar para korban khususnya. hlm. Begitu misalnya tidak masuk akal kalau suatu bangsa mengaku berTuhan dan mengakui keluhuran martabat manusia tetapi membiarkan rakyatnya menderita kemiskinan. Inilah tugas yang harus dilaksanakan pemerintah. Negara Paripurna: Historisitas. Tetapi karena adanya sistem kelas dalam masyarakat. Bukan berarti seakan-akan sila kelima paling penting. dan Aktualitas Pancasila (Jakarta: Gramedia. agama. Makna Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Jika kelima sila saling berhubungan satu sama lain. 606. Agar tidak ada orang atau kelompok yang melakukan kekerasan untuk mencapai tujuan politiknya. orang kaya yang lebih bisa menikmatinya karena ia punya uang yang cukup untuk membayar. C. dan sebagainya.menimbulkan ketidakadilan. dan pola hubungan itu adalah bahwa sila yang sebelumnya mendasari sila berikutnya. melainkan bahwa sila “Keadilan sosial” merupakan perwujudan paling konkret dari prinsip-prinsip Pancasila1. yaitu pengadilan dan penghukuman bagi para pelaku kejahatan di masa pendudukan militer Indonesia diperlukan agar tragedi kekerasan seperti itu tidak terulang lagi. Keadilan sosial berkaitan dengan struktur. Apakah Indonesia memerlukan keadilan hukum atau keadilan sosial. dan HAM Keadilan (bersama dengan kebaikan dan hormat terhadap diri sendiri) pada dasarnya merupakan salah satu prinsip moral dasar. Misalnya. Untuk mencapai itu antara lain harus dilakukan penghapusan kemiskinan secara mendasar. Keadilan hukum. sedangkan orang miskin tidak atau sedikit sekali menikmatinya. yang pada hakikatnya berarti memberikan kepada 1 Yudi Latif. bisa membangun hidup baru yang tidak hanya tanpa kekerasan tetapi juga tidak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar sebagai manusia maupun kebutuhan lain yang diperlukan untuk meningkatkan taraf hidupnya.

dan ideologis dalam masyarakat4. 2 Franz Magnis-Suseno. tetapi keadilan sosial tidaklah sesederhana itu.siapa saja apa yang menjadi haknya. politis. misalnya. sosial. misalnya. 130-132. tetap saja ketidakadilan akan terjadi. yaitu keadilan yang pelaksanaannya tergantung dari struktur proses-proses ekonomis. 331. ekonomis. . Etika Politik. budaya. Etika Politik.2 Jadi kalau seorang bapak mau berlaku adil kepada anakanaknya. Karena pelaksanaan keadilan sosial itu tergantung pada struktur-struktur ekonomis. seakan-akan kalau semua orang Indonesia ini mau berkehendak baik dan bertindak dengan adil. Keadilan sosial. Tetapi keadilan sosial bukan semata-mata masalah keadilan individual. Kalau toh si bapak tampak memperlakukan salah satu anaknya secara istimewa. Kebijaksanaan-kebijaksanaan yang diambil negara mempunyai dampak paling besar terhadap perkembangan struktur-struktur yang relevan bagi proses-proses politik. 1987). karena anak yang satu sudah lebih dewasa. Keadilan semacam ini disebut keadilan individual. sehingga punya kebutuhan yang lebih banyak dibandingkan dengan anak yang lebih kecil. 1987). Artinya. dan ideologis. politis. keadilan sosial bukan hanya masalah kehendak baik dari masing-masing individu. budaya. Betapapun rakyat berusaha. Keadilan sosial secara hakiki adalah keadilan struktural. hlm. 5 Magnis. maka anak yang lebih dewasa itu diberi uang saku lebih banyak. dan kemiskinan juga sudah barang tentu. hlm. maka mengusahakannya juga selalu berarti mengurangi kemungkinan bekerjanya struktur-struktur yang menyebabkan ketidakadilan. kalau struktur ekonomis. yaitu keadilan yang pelaksanaannya tergantung dari kehendak baik atau buruk masing-masing individu3. 3 Franz Magnis-Suseno. Jadi sebagian besar usaha keadilan sosial memang hanya dapat dibuat oleh negara. itu harus ada alasannya. Etika Dasar: Masalah-masalah pokok filsafat moral (Yogyakarta: Kanisius. bekerja dengan rajin dan keras. budaya. dan ideologis itu tidak mendukung. 332. sosial. lantas dunia ini akan beres dan keadilan sosial akan tercapai dengan sendirinya. sosial. sosial. dia harus. memberikan perlakuan yang tidak mengistimewakan salah satu anaknya. maka mengusahakan keadilan sosial jelas pertama-tama adalah membongkar struktur-struktur di atas yang menyebabkan segolongan orang tidak dapat memperoleh apa yang menjadi hak mereka atau tidak mendapat bagian yang wajar dari harta kekayaan dan hasil pekerjaan masyarakat sebagai keseluruhan 5. Sampai batas tertentu itu ada benarnya juga. 4 Magnis. 332-333. politis. Etika Politik: Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern (Jakarta: Gramedia.

bukan karena seakan-akan orang-perorangan yang menduduki tempat-tempat yang berkuasa niscaya bersikap acuh tak acuh terhadap nasib orang kecil (walaupun sering memang demikian). pertama-tama dia harus membongkar struktur-struktur yang menyebabkan ketidakadilan. Tetapi pada saat yang sama mengharapkan keadilan sosial hanya dari negara adalah naif sekaligus juga feodal dan paternalistik. bukan dalam arti Marx yaitu revolusi kelas bawah – karena gambaran ini hanya akan menghasilkan struktur-struktur ketidakadilan yang baru lagi – melainkan supaya mereka yang menderita ketidakadilan pun dapat menyuarakan harapan dan cita-cita mereka. walaupun bisa usul atau protes. Oleh karena itu jelas bahwa keadilan sosial. supaya suara mereka terdengar dan itu berarti mereka juga ambil bagian dalam kehidupan berpolitik. karena hanya dalam sistem politik demokrasilah mereka 6 7 Magnis. dan karenanya selalu saja berada di bawah pengaruh struktur-struktur itu. Etika Politik. jelas bahwa keadilan sosial mengandaikan demokrasi 8. 8 Magnis. selain harus diusahakan oleh negara. Jadi kalau negara Indonesia mau mengusahakan keadilan sosial. Mengharapkan keadilan sosial hanya dari negara itu naif. Oleh karena itu. dan dalam arti itulah “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” (sila kelima) bersandar pada “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” (sila keempat). 334. Etika Politik. 334. 6 Kesalahan paling fundamental negara adalah kalau negara itu secara sengaja dan terang-terangan mengambil kebijakan-kebijakan yang memungkinkan struktur-struktur yang menyebabkan ketidakadilan bekerja. 335-336. . Magnis. tetap saja tidak punya wewenang mengambil kebijakan. melainkan karena membongkar ketidakadilan sosial atau ketidakadilan struktural dengan sendirinya bertentangan dengan kepentingan-kepentingan golongan yang berkuasa. itu jelas. juga harus secara nyata diusahakan sendiri oleh mereka yang tertimpa ketidakadilan.budaya. sementara rakyat. Tidak ada keadilan sosial tanpa demokrasi. Etika Politik. Negara wajib untuk selalu mengusahakan keadilan. karena negara punya wewenang menentukan kebijakan-kebijakan yang mempengaruhi strukturstruktur. dan karenanya maksud baik itu dengan sendirinya pasti kalah terhadap kepentingan-kepentingan golongan-golongan yang mereka wakili untuk mempertahankan kedudukan yang menguntungkan itu7. dan itu pertama-tama adalah tugas negara. dan ideologis. Keadilan sosial adalah pertama-tama soal negara dan bukan soal rakyat.

Persis di sinilah letak kesalahan hakiki Soekarno yang menolak dimasukkannya hak-hak asasi manusia demokratis ke dalam undang-undang dasar dengan mengatakan “Kita ingin kedaulatan sosial dan bukan kedaulatan individual”. Yang pertama adalah struktur proses-proses ekonomis.yang terkena ketidakadilan mungkin menyuarakan harapan dan cita-cita mereka. Apakah perut rakyat terisi atau tidak itu seharusnya bisa diusahakan oleh rakyat sendiri. sosial. Tanpa tiga unsur hakiki itu. yang universal hanya akan tinggal ide. Jadi kalau Indonesia mau berkeadilan sosial. mengharapkan keadilan sosial hanya dari negara juga dengan sendirinya bersifat feodal-paternalistik. politis. Selain itu. hak-hak asasi manusia. Maka jelas bahwa tidak ada keadilan sosial tanpa hakhak asasi manusia. dan bukan tergantung pada kehendak baik kaum elit. politik. budaya. Tetapi pada saat yang sama ada juga kesan bahwa ternyata keadilan sosial menyangkut banyak sekali bidang kehidupan. dan ideologis dalam masyarakat. karena kita memang harus bertindak secara konkret. Tetapi pada saat yang sama terjaminnya struktur proses-proses itu juga harus ditopang oleh. Keadilan sosial sebagai demokrasi ekonomi Uraian di atas banyak memberi bantuan untuk memahami apa itu keadilan sosial dan bagaimana mengusahakannya. selain membongkar struktur dan demokratis. dan tanpa yang partikular. dan. unsur ketiga yaitu. sehingga secara hakiki memang harus disebut feodal-paternalistik. dan hak-hak asasi manusia. demokrasi. keadilan sosial hanya akan tinggal suara tanpa wujud. unsur kedua yaitu. . Jadi kalau Indonesia mau berkeadilan sosial. dia juga harus demokratis. dan ideologis menjamin. Oleh karena itu. sosial. sejauh strukturstruktur ekonomis. Tiga unsur hakiki keadilan sosial yang saya uraikan di atas secara bersamaan menyentuh aspek struktural. Sebagai rangkuman dapat kita simpulkan bahwa ada tiga unsur hakiki dalam keadilan sosial. politis. Maka tema keadilan sosial yang menyangkut banyak sekali bidang kehidupan itu tampaknya perlu diperas lagi. dia juga harus mengakui dan menghargai hak-hak asasi manusia. harus dikatakan bahwa keadilan sosial juga mengandaikan hak-hak asasi manusia. dan “Apakah hakhak asasi manusia dapat mengisi perut rakyat yang lapar?” Pengertian keadilan sosial semacam ini masih menyisakan ketergantungan rakyat kepada kaum elit. budaya. Dalam arti inilah “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” (sila kelima) bersandar pada “Kemanusiaan yang adil dan beradab” (sila kedua). dan itu sangatlah luas.

Sebagaimana dikutip dalam Yudi Latif. Keadilan sosial memiliki kaitan khusus dengan bidang ekonomi. Maka jelas bahwa keadilan sosial yang mendapat perwujudannya dalam demokrasi ekonomi itu menghendaki penjelmaan Negara Republik Indonesia sebagai “negara-pengurus”11. ketiga persatuan. Negara Paripurna. Fritz Adler. 11 Yudi Latif. kemandirian. dan (4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan.” (Orang tidak bisa menghilangkan rasa laparnya seorang pengemis dengan hanya memberikan padanya Undangundang Dasar)10. Kalau sila pertama tentang ketuhanan. kedua kemanusiaan. Basis XXX – 1 (1980): 465. dalam bahasa Belanda. “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat?”. Faiz. Cukuplah kalau kita ketahui saja bahwa demokrasi ekonomi sudah diterjemahkan dengan sangat baik dalam Pasal 33 UUD 1945: (1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Maka tepatlah kalau Bung Karno sering mengutip ucapan seorang teoretikus Marxis Austria. berwawasan lingkungan. meskipun bukan satu-satunya9. Negara Paripurna. berkelanjutan. (2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. yaitu ekonomi.P. (3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. 493. “Men kan de honger van een bedelaar niet stillen door hem een grondwet in de hand te stoppen. 602. 491-492. yaitu negara yang sungguh-sungguh mengurusi rakyatnya. Negara Paripurna. dan itu berarti termasuk mencegah segala tindakan dari pihak mana pun yang akan menyebabkan rakyat tidak mempunyai kesempatan atau akan kehilangan haknya dalam menikmati kekayaan alam12. Tetapi apa itu demokrasi ekonomi? Kita tidak perlu susah-susah masuk dalam rumitnya diskusi tentang demokrasi ekonomi ini. Maka keadilan sosial dan demokrasi ekonomi pada akhirnya juga sangat tergantung pada kepada siapa negara 9 Alex Lanur. efisiensi berkeadilan. dan keempat demokrasi (dan itu artinya juga politik). dan memang aspek itulah yang tampaknya secara paling tajam bersentuhan dengan keadilan sosial. “Penafsiran Konsep Penguasaan Negara Berdasarkan Pasal 33 UUD 1945 dan Putusan Mahkamah Konstitusi” dalam Jurnal Hukum Online dalam Yudi Latif. 10 . keadilan sosial itu secara paling tajam bersentuhan dengan aspek apa? Kiranya tidak terlalu sulit untuk menjawab pertanyaan ini. maka tinggal satu yang belum tersentuh. serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. 12 M.Jadi pertanyaan selanjutnya yang mendesak untuk dijawab adalah.

hak milik perseorangan tetap diakui. . Uraian di atas baru mengatakan bahwa keadilan sosial selalu harus disertai dengan demokrasi ekonomi. bagaimana sistem ekonomi itu bisa menjadi sungguh-sungguh demokratis. 591. Yudi Latif. Sokoguru perekonomian untuk merealisasikan sistem ekonomi Pancasila itu adalah prinsip “gotong-royong” atau juga biasa dikenal dengan “kooperasi”. keadilan sosial? Di sinilah terletak salah satu jasa besar Hatta. Negara Paripurna. Kesalahan fundamental negara adalah kalau negara itu tidak berpihak kepada rakyatnya. Jadi dalam perekonomian yang bersifat kooperasi. yang dijelaskan dalam Pasal 33 UUD 1945. Negara Paripurna. itulah gotong-royong. ringan sama dijinjing”. sebagaimana selanjutnya dirangkum dalam Pasal 33 ayat (1) UUD 1945: “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”.13 Maka jelas bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak memang harus dikuasai oleh negara. untuk semua. sehingga juga sungguh-sungguh bisa disebut “sistem ekonomi Pancasila” yang dijiwai oleh. tetapi belum mengusulkan suatu jalan keluar. itulah keadilan sosial! 13 14 Yudi Latif. karena kalau tidak. itulah kooperasi. 588-589. namun dalam penggunaannya dibatasi oleh kepentingan bersama: hak milik perseorangan memiliki fungsi sosial14. solidaritas sosial yang berorientasi “berat sama dipikul. yang berarti bahwa “produksi dikerjakan oleh semua. Maka lantas pertanyaan yang lebih mendesak adalah. di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat”. tampuk produksi akan jatuh ke tangan orang seorang yang berkuasa dan rakyatlah yang akan tertindas.berpihak: sungguh-sungguh kepada rakyatnya atau justru kepada segelintir kaum elit saja. Oleh karena itu. itulah demokrasi ekonomi. Apa itu artinya berjiwa kooperasi? Berjiwa kooperasi tidak lain adalah semangat tolong-menolong: semangat kekeluargaan yang senantiasa mengupayakan keuntungan bersama. terutama. hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh di tangan seorang. Jadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bahkan perusahaan swasta pun harus berjiwa kooperasi.

Tugas Teori Hukum KONSEP KEADILAN DI INDONESIA (KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA) Disusun Oleh : MUHAJIR P0903212006 PROGRAM PASCASARJANA ILMU HUKUM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful