P. 1
Uji Beda

Uji Beda

|Views: 238|Likes:
Published by Yuri Candra Dewi

More info:

Published by: Yuri Candra Dewi on Jan 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/14/2015

pdf

text

original

Uji Beda Uji beda dilakukan dengan dua alternatif metode yaitu uji statistik parametrik atau uji

statistik non-parametrik. Penentuan pemakaian metode uji dilakukan berdasarkan hasil uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov Test). Bila hasil uji menunjukkan data terdistribusi normal maka digunakan uji statistik parametrik. 1) Uji normalitas Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah data uji mempunyai distribusi normal atau tidak. Data uji yang baik adalah yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan statistik Kolgomorov-Smirnov. Alat uji ini biasa disebut dengan K-S yang tersedia dalam program SPSS 15.00 For Windows. Kriteria yang digunakan dalam tes ini adalah dengan membandingkan antara tingkat signifikansi yang didapat dengan tingkat alpha yang digunakan, dimana data tersebut dikatakan berdistribusi normal bila sig > alpha (Ghozali, 2006: 115). 2) Uji beda (1) Uji statistik parametrik Uji statistik parametrik adalah suatu uji yang modelnya menetapkan syaratsyarat tertentu tentang parameter populasi yang menjadi sampel penelitiannya. Syarat-syarat tersebut biasanya tidak dilakukan pengujian terlebih dahulu dan sudah dianggap memenuhi syarat. Seberapa jauh makna hasil uji parametrik tersebut tergantung pada validitas anggapan-anggapan tadi. Uji parametrik juga menuntut bahwa nilai-nilai yang dianalisis merupakan hasil dari suatu pengukuran minimal dengan skala interval (Sulaiman, 2002: 1).

. 2006: 55-56).. Anggapan-anggapan tertentu dikaitkan dengan sejumlah besar tes-tes non-parametrik. a) Rumusan hipotesis H0 : tidak terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata sampel pertama dengan rata-rata sampel kedua.05 H0 ditolak jika probabilitas (p value) < α = 0. Uji beda t-test dilakukan dengan cara membandingkan perbedaan rata-rata dua sampel atau rumusnya dapat ditulis sebagai berikut: ……….Uji parametrik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji beda t berpasangan (paired sample t-test). H0 diterima jika probabilitas (p value) ≥ α = 0. b) Dasar pengambilan keputusan Pengambilan keputusan didasarkan pada perbandingan nilai probabilitas yang dihasilkan model uji dengan nilai tingkat kepercayaan (α = 0. (1) Tahapan analisisnya adalah sebagai berikut.05) yang digunakan dalam penelitian ini. Uji beda t-test digunakan untuk menentukan apakah dua sampel yang tidak berhubungan memiliki nilai ratarata yang berbeda (Ghozali.. yakni bahwa . Hi : terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata sampel pertama dengan rata-rata sampel kedua.05 (2) Uji statistik non-parametrik Uji statistik non-parametrik adalah uji yang modelnya tidak menetapkan syarat-syarat mengenai parameter-parameter populasi.

uji Willcoxon digunakan untuk mengisi signifikansi hipotesis komparatif 2 (dua) sampel independen yang berukuran sama dan datanya berbentuk ordinal. (2-tailed) < 0. Tahapan analisisnya adalah sebagai berikut. Hi : terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata sampel pertama dengan rata-rata sampel kedua. Uji ini paling sering digunakan oleh peneliti ketika ingin menghindari asumsi-asumsi dari statistik uji-t (misalnya data sampel mengikuti distribusi normal). 2002: 1). Sig. Jika : Asymp. Menurut Wahid Sulaiman (2002: 79). Uji Willcoxon adalah uji non parametrik yang didasarkan atas dasar ranking dan uji ini akan sangat bermanfaat kalau data yang digunakan adalah data yang berskala ordinal. Sig. b) Dasar pengambilan keputusan Pengambilan keputusan didasarkan perbandingan antara nilai Asymp. Uji non parametrik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Willcoxon. a) Rumusan hipotesis H0 : tidak terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata sampel pertama dengan rata-rata sampel kedua. Sebagian besar tes non-parametrik dapat diterapkan untuk data dalam skala ordinal dan beberapa yang lain juga dapat diterapkan untuk data dalam skala nominal (Sulaiman.05) yang digunakan dalam penelitian ini.05 maka H0 ditolak . dengan tingkat signifikansi (alpha = 0.observasi-observasinya independen dan bahwa variabel yang diteliti pada dasarnya memiliki kontinuitas. Perbandingan tersebut adalah sebagai berikut.

Imam Ghozali. (2-tailed) ≥ 0. 2002. Wahid. Semarang : BP Undip Sulaiman.Jika : Asymp. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. . Sig. Statistik Non-Parametrik. Contoh Kasus dan Pemecahannya dengan SPSS. Yogyakarta: Andi. 2006.05 maka H0 diterima.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->