P. 1
Laporan Praktek Produksi Proses

Laporan Praktek Produksi Proses

|Views: 170|Likes:
Published by Ahmad Bukhari

More info:

Published by: Ahmad Bukhari on Jan 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2015

pdf

text

original

BAB II MESIN BUBUT 2.

1 Pengertian Mesin Bubut Mesin Bubut adalah suatu mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan. Pekerjaan-pekerjaan yang umumnya dikerjakan oleh mesin bubut antara lain: 1. Membubut luar 2. Membubut dalam 3. Membubut tirus 4. Membuat Permukaan 5. Memotong 6. Membuat ulir Pada gambar 2.2 dibawah ini dapat dilihat bentuk-bentuk benda kerja yang dibuat oleh mesin bubut tersebut. Meskipun ada juga kemampuan-kemampuan lain yang dapat dikerjakan oleh mesin tersebut.

Gambar Hasil-hasil dari pembuatan

Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir. Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi

besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke ulir inci. 2.2 JENIS-JENIS MESIN BUBUT Menurut jenis dan fungsinya, maka mesin bubut dapat dikelompokkan menjadi: a. Instrument Lathe Engine (Mesin bubut Instrumen) Mesin bubut jenis ini biasanya digunakan untuk membuat suatu produk (benda kerja) yang kecil ukuran nya, tetapi dengan tingkat ke presisian yang tinggi dan jumlah banyak (mass product).

b. Bench Engine Lathe (Mesin Bubut Meja) Mesin bubut ini biasanya digunakan untuk membuat produk-produk yang lebih besar dibandingkan dengan produk instrument lathe engine. Mesin bubut ini dapat ditempatkan di atas bangku/meja kerja atau pun mesin yang mempunyai kaki yang terbuat dari baja profil dan plat baja. c. Standard Engine Lathe (Mesin Bubut Standar) Mesin bubut jenis ini, selain dapat memproduksi benda kerja yang lebih besar, juga lebih panjang. d. Gap Lathe Head Engine (Mesin Bubut Celah) Mesin bubut ini selain dapat mengerjakan benda-benda kerja yang besar, juga dengan diameter yang relatif besa, sebab bagian alas dari mesin ini, yakni yang berdekatan dengan kepala tetap, dapat dilepas-lepas dan akan menghasil kan celah, untuk kemudian akan di tempati oleh benda kerja berdiameter besar tersebut Turret Lathe Engine (Mesin Bubut Turret) Mesin bubut jenis ini mempunyai ekor putar tetap, dimana dapat di pasangkan 6 (enam) alat potong, sesuai dengan yang dibutuh kan. Benda kerja dijepit pada chuck (cekam ber rahang tiga), alat potongnya dapat di setel sedemikian rupa sesuai dengan yang di inginkan, misalnya:  facing : mem bubut muka  turning : mem bubut rata  cutting : me motong  grooving : membuat alur  drilling : mengebor (melubangi)  reaming : menghaluskan lubang  dll.

e.

f. Computer Numerically Control Lathe Engine - CNC Machine (Pengendalian Secara Numerik) Sebelum mesin di oprasikan lazimnya dibuatkan suatu program (software) komputer yang sesuai bentuk benda kerja yang akan dibuat. Program ini

2. maka mesin jenis ini akan bekerja secara otomatis. Spindel (spindle) c. sehingga disebut: kendali numerik. Dengan menyesuaikan kedudukan pahat terhadap benda kerja. Ulir Pembawa (lad screw) g. Kepala tetap (head stoke) b.3 Bagian-bagian Mesin Bubut . panjang yang akan dibubut.3 Bagian-bagian Mesin Bubut Mesin bubut terdiri dari beberapa bagaian. Bagian-bagian mesin bubut yang pada umumnya diketahui antara lain adalah sebagai berikut: a. Poros penjalan (feed rod) h.terdiri dari sederetan instruksi-instruksi yang di kodefikasi dalam bentuk algoritma matematis. dll. Tempat pahat (tool post) i. Alas (bed) f. Kepala lepas (tail stoke) e. tebalnya penyayatan. diameter yang diinginkan. Lemari roda gigi (gear box) Gambar 2. Alas putar (swivel base) j. Eretan (carriage) d.

Periksa kedudukan benda kerja tersebut saat cekam diputar dengan tangan. yaitu: 1. apakah posisinya sudah benar. artinya putaran benda kerja tidak oleng atau simetris dan periksa apakah ada bagian yang tertabrak yang membahayakan dan merusak mesin. artinya tidak lepas waktu mesin di hidupkan dan sedang melakukan penyayatan.4 Ukuran Mesin Bubut Ukuran utama sebuah mesin bubut dapat dilihat pada gambar ilustrasi di bawah ini: Gambar 2.5 Cara Membubut Terdapat cara-cara untuk membubut.2. 2.4 Bentuk Mesin Bubut Keterangan: A = panjang mesin bubut total (seluruhnya). B= Jarak antara center pada headstock (kepala tetap) sampai dengan center pada tailstock (ekor tetap). . 2. Berikut ini merupakan dasar-dasar membubut. D = Diameter mesin maksimum sampai ke alas. C= Diameter maksimum benda yang dapat dikerjakan (bila alas dibuka). Pasang benda kerja pada cekam (chuck) cukup kuat.

11. dimana ketirusan nya mencapai 0. ketirusannya pun bervariasi.5. ujung frais. 2. Tirus Morse Banyak digunakan untuk tangkai gurdi. dimana ketirusan nya mencapai sekitar 0. dimana ketirusan nya 0.0502 mm/mm (» 5. Untuk mengatur posisi tersebut dapat menggunakan ganjal plat tipis atau dengan menggunakan tempat pahat model perahu (American tool post) lihat gambar 1.0417 mm/mm (» 4. arbor dan perkakas-perkakas lainnya.1 Pembubutan Tirus Ada banyak suku cadang (part & component) mempunyai permukaan yang tirus.0208 mm/mm (» 2. Pena Tirus Sering digunakan sebagai pengunci. pembesar lubang (reamer).08 %). 3. Ada beberapa standard ketirusan yang umum digunakan. 2. .5. Pasang atau stel kedudukan pahat bubut agar posisi ujung potong pahat tepat pada titik senter dari kepala lepas. collet (leher) pembubut dan center pembubut.Gambar 2. misalnya: 1. tirus landai yang terdapat pada mandril pembubut. Tirus Jarno dan Reed Biasanya digunakan oleh beberapa fabrik pembubut dan perlengkapan penggurdi kecil.17 %). ketirusannya adalah 0.5 kemudian lanjutkan membubut benda kerja sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Tirus Brown dan Sharpe Tirus ini terutama digunakan untuk mem-frais spindel mesin. 2. .05 mm/mm (» 5 %). 4. kita harus mengetahui cara pengasahan pahat yang ditujukkan pada gambar 2. Contohcontoh dari pengerjaan tirus adalah: tangkai dari gurdi ulir. misalnya tirus curam (roda payung).5 Pemasangan Pahat Bubut 3.4 Bentuk Pengasahan Pahat Untuk menghasilkan pembubutan yang baik dan mengatasi keausan dari mata pahat.02 %).

Gambar 2.8 Macam-macam Bentuk Pengasahan Pahat .

Gambar : JOB SHEET RODA PAGAR .

Gambar : JOB SHEET KAKI PENYANGGA RODA .

Tahap pertama ini Pekerjaan yang akan di lakukan adalah membuat Roda dari gambar di Atas maka di adapat data sebagai berikut :  Lebar yang harus didapat adalah 28 mm  Tepi Pinggir 4 mm  Celah dalam 4 mm  diameter 60 mm  Diameter Bearing yang akan di Bor 35 mm  Diameter Luabng Baut 12 mm  Sudut yang akan di buat 450 3. Langkah Awal Pengerjaan : 1. Bahan dan peralatan yang di gunakan. Pahat dipasang pada rumah pahat dan disetel dengan mengatur pahat hingga ujung pahat tepat pada Sumbu (center) dengan sumbu Utama lihat pada gambar 6. Pahat bubut 9. Pada saat berpraktek peserta harus berhati-hati serta hindari canda yang berlebihan. Pasang benda dengan baik. maka di dapat data dengan Diameter 65 mm dan tebal 30. Jangka sorong 6.6 TUGAS YANG DI KERJAKAN Membuat Roda Pintu Pagar A. Ikat dengan kuat benda kerja agar saat dilakukan penyayatan benda kerja tidak macet. 2. Baja beton dengan ukuran diameter yang diinginkan 64 mm x 28 mm 2. Ukur tebal/panjang benda kerja baja beton dengan jangka sorong. Kunci ring/pas 14 7. Maka hidupkan mesin dan mulai proses penyatan. Harus mampu dan memahami Gambar Kerja (Job Sheet) dengan baik dan benar. p= 3 inchi 3. 1. 5. 3. Bacalah gambar dengan teliti dan cermat. Pakailah baju praktek. Keselamatan dalam bekerja. Bearing d = 35 mm 5. Bor d=32 mm B. Maka harus di lakukan penyayatan benda kerja masing-masing 2 mm 4. Ring plat 2 buah 4. Busur 8. Berdoa sebelum bekerja. 1.2. 2. Baut/mur d=12 mm. . Setelah semua berada pada posisi yang baik dan benar. setel dengan menggunakan Kunci Chuck ketuk perlahan-lahan sehingga benda kerja berputar dengan benar tidak oleng.

Untuk membubut awal digunakan kecepatan rendah. kemudian secara bertahap kecepatannya dinaikan.7. Lihat pada gambar : .

gunanya untuk menyeimbangkan supaya pada saat pembuatan alur tetap pada posisi lurus. Kali ini yang di chuck adalah kepala baut. dan fungsi dari baut ini sebagai batang pengikat putaran benda kerja untuk pembuatan alur Roda. Atur tiap kali gerak pemakanan 0. Apabila diameter dan ketebalan benda kerja sudah sesuai dengan ukuran maka langkah selanjutkan adalah proses pengeboran. 10. dengan mata bor berdiameter 12 mm yang terpasang pada center kepala lepas hingga tembus antara sisi kiri dan sisi kanan. guna pengeboran ini adalah agar Baut ini dapat di masukan ke dalam benda kerja. 9. Pasang benda pada chuck.8. hingga ukuran ketebalan yang diizinkan 28 mm. 11. 14. Seperti pada gambar ini 13.5 mm. Ganti mata bor dengan mata sudut. . Lepas benda kerja. Kemudian sumbu utama benda kerja dibor. Bor kaki baut yang berulir dengan kedalaman tertentu. kemudian masukan baut pada lubang yang dibor dan ikat dengan ring dan mur. 12.

16. terlebih dahulu tandai ujung sisi kiri dan sisi kanan dengan jarak yang di izinkan 4 mm.15. Pada proses ini pengikat pada pahat harus si setel dengan arah 45o . stel arah mata pahat dengan mensejajarkan busur 45o dengan ujung mata pahat. Membuat alur 90o. Untuk mendapatkan penyayatan alur dengan kemiringan 45o. kemudian penyayatan dilakukan dari tengah sampai kedalaman tertentu.

dan proses selanjutnya Bor kembali benda kerja dengan menggunakan tiga mata bor yang berbeda ukuran. Pada tahap ini untuk mendapat kerataan di gunakan kikir. untuk mata bor pertama dengan ukuran 17 mm. 19. Apabila proses pembuatan roda sudah selesai maka tahap selanjutnya adalah pembuatan kaki penyangga Roda Pagar. di saat pengeboran ini kedalaman mata bor harus si sesuai dengan kedalaman Bearing/lahar. . Merapikan kembali mesin. Pastikan bearing Presisi dengan permukaan benda kerja.17. Cek kembali ukuran benda kerja dengan menggukan jangka sorong dan pastikan benda kerja tepat ukuran. Membuat alur bagian tengah dengan pahat bubut alur sepanjang 4 mm. 18. terutama ukuran untuk Bearing tidak longer sehingga saat bearing di pasang tidak mudah lepas dan tidak mudah gonjang. Mesin dimatikan . 22. setelah itu di lanjutkan dengan mata bor 24 mm dan mata bor yang selanjutkan dengan ukuran 32 mm. 21. Setelah alur Roda jadi maka baut tersebut di lepas. 20. dengan kedalaman tertentu atau bila di ukur diameter benda kerja dari dalam alur akan mendapatkan ukuran yang diizinkan d = 40 mm. benda kerja dilepas.

5. Jangan menggunakan kikir tanpa dipasang tangkai pemegang 3. Pengikisan kikir terjadi ayunan ke depan (sebaliknya) akan membuat kikir menjadi tumpul 4. 3. Jika terkenastenpet/oli maka serpihan bahan akan menempel pada alur Jika terjadi penyumbatan pada alur maka hendaknya segera dibersihkan BAB III . 2.Proses Pembuatan Kaki Penyangga Roda. Jepitlah benda kerja didalam ragum 6. Plat Baja Lembaran dengan Tebal 3 mm Alat 1. Jangan memegang benda kikir pada permukaannya. Pada proses ini digunakan Kikir sebagai alat pengikis agar mendapat kerataan Bahan 1. Kikir Penitik dan pengaris Mistar Siku baja Ragum Mistar Cemper ukuran 10 Tahap Pengerjaan Hal-hal yang diperlukan dalam penggunaan kikir : 1. 4. Yakinkan bahwa tangkai pemegang terpasang kuat 5. Agar diperoleh permukaan yang rata (cros-filling) kondisi lengankanan dan kiri pada satu bidang datar 2.

yaitu: a. sehingga dalam pengerjaan mekanis dikenal beberapa prinsip pengerjaan.MESIN MILING (FRAIS) 3. salah satunya adalah pengerjaan perataan permukaan dengan menggunakan mesin milling atau biasa juga disebut mesin frais. horizontal (maju-mundur dan kekirikekanan). mesin frais baku dan mesin frais khusus. Dengan gerakan ini maka dapat menghasilkan benda-benda seperti pembuatan bidang rata. Hal ini disebabkan karena selain mampu memesin permukaan datar maupun berlekuk dengan penyelesaian dan ketelitian istimewa. Meja bergerak vertikal (naik-turun). Mesin frais meja b.1 Pengertian Mesin Milling (Frais) Pengerjaan mekanis logam biasanya digunakan untuk pengerjaan lanjutan maupun pengerjaan finishing. pisau terpasang pada arbor dan diputar oleh spindle. tetapi proses ini membutuhkan pelumas berupa oli yang berguna untuk pendingin mata frais agar tidak cepat aus. Mesin frais lutut dan tiang Mesin-mesin frais yang tergolong jenis mesin frais lutut dan tiang diantaranya ialah: a. Pada mesin frais. Mesin milling adalah mesin yang paling mampu melakukan banyak tugas bila dibandingkan dengan mesin perkakas yang lain. Gambar 3. dan lain-lain.1 Bentuk-bentuk Hasil Frais Sesuai dengan keperluannya. roda gigi. Mesin frais universal . mesin frais dibagi dalam 2 golongan besar yaitu. segi banyak beraturan. bidang bertingkat. alur. Mesin frais baku dibagi lagi menjadi 2 kelompok. Mesin frais dapat menghasilkan permukaan bidang rata yang cukup halus. juga berguna untuk menghaluskan atau meratakan benda kerja sesuai dengan dimensi yang dikehendaki. Mesin frais horizontal b. Benda kerja terpasang pada meja dengan bantuan catok (vice) atau alat Bantu lainnya. Mesin frais vertikal c.

arah melintang dan arah tegak. Dengan perlengkapan kepala tegak yang dapat diputar-putar. Lengan. Penyokong arbor. 3. B. Tuas. arah membujur. . maka kedudukan spindel sumbu utama dapat dibuat menyudut terhadap meja mesin. meja dari mesinnya hanya dapat digerakan pada tiga arah yaitu. untuk menggerakan meja secara otomatis.Pada mesin frais horizontal.2 Mesin Frais Keterangan: A. Mesin frais jenis ini banyak digunakan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang mempergunakan frais sisi atau frais jari. Sedang untuk frais universal. Sedang pada mesin frais tegak letak sumbu utama spindelnya tegak lurus terhadap meja mesin.2 Bagian Mesin Milling (Frais) dan Kegunaannya Mesin milling (frais) horizontal terdiri dari komponen atau bagian yaitu sebagai berikut : Gambar 3. C. untuk memindahkan arbor. meja dari mesin ini pada mesin horizontal hanya meja universal dapat diputar mendatar dan membentuk sudut 450 kearah tiang mesin.

Tuas untuk mengatur angka kecepatan spindle dan pisau frais. O. dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Gambar 3. F. Engkol. untuk menggerakan lutut dalam arah tegak. U. untuk memutar arbor dan pisau frais. I. untuk mengunci sadel. T.3 Alat Pemotong Mesin Milling . tempat untuk kedudukan alas meja. P. Alat-alat potong tersebut. Engkol. J. Tuas pengunci meja. Tiang untuk mengatur turun-naiknya meja. Q. S. G. Tuas untuk merubah kecepata motor listrik. E. Spindle. untuk menggerakan meja dalam arah memanjang. tempat untuk memasang benda kerja dan perlengkapan mesin. N. Engkol meja R. Lutut.D.3 PEMOTONG DAN JENIS PEKERJAAN Alat pemotong mesin milling (frais). Engkol. Meja mesin. untuk menggerakan meja dalam arah melintang. Nok pembatas. untuk membatasi jarak gerakan otomatis. untuk mengatur tingginya meja. Tabung pendukung dengan bang berulir. L. dapat juga dikelompokkan menurut bentuk nya atau juga terhadap jenis pekerjaan nya. tempat kedudukan untuk alas meja. Tuas untuk menjalankan mesin. Tuas. Tuas untuk mengunci meja. untuk menghilangkan getaran meja. Alas meja. 3. H. K. Baut penyetel. M.

dsb nya. sedangkan yang jamak.a) Pemotong Frais Biasa Pemotong biasa adalah sebuah pemotong berbentuk piringan yang gigigiginya hanya terdapat di sekeliling piringannya. agar memudahkan serpihan keluar. Jenis ini biasanya digunakan untuk memotong tanggem dan pelebar lubang (berfungsi mirip dengan reamer). Pemotong sudut tunggal ini. mempunyai gigi-gigi pada dua permukaan kerucut.4 Pemotongan Frais Ujung . heliks maupun zig-zag. maupun jamak. memotong roda gigi. c) Pemotong Gergaji Pembelah Logam Pemotong nya mirip dengan pemotong frais datar. bedanya ada pada gigi-gigi yang hanya terdapat di samping. mempunyai satu permukaan kerucut. memotong pembulatan pada sudut. bisa berbentuk lurus. e) Pemotong Frais Bentuk Gigi jenis pemotong ini mempunyai bentuk khusus yang dapat digunakan untuk memotong cekung. bila heliks. bagian pemotongnya terpisah dan di ikatkan pada arbor batang. Pemotong jenis ini diberi pengaman dengan cara meng gerinda sisi nya untuk menghasilkan ruang. d) Pemotong Frais Sudut Pemotong jenis ini dapat memotong sudut tunggal. bedanya dibuat relatif tipis (± 5 mm). bisa lurus maupun heliks. cembung. f) Pemotong Frais Ujung Pemotong jenis ini mempunyai poros yang integral untuk menggerakkannya dan gigi-gigi terdapat di sekitar ujung keliling nya. Pemotong frais ujung berdimensi besar. Pemotong jenis ini. Bentuk giginya. biasanya akan terdapat takikan pada gigi-giginya untuk memutuskan serpihan-serpihan dan untuk memudahkan pengeluaran geram/serpihan. Gambar 3. b) Pemotong Frais Samping Pemotong ini mirip dengan pemotong datar. sering juga disebut frais cangkang (lihat gambar).

Besarkecilnya ruang bebas. aluminium dan kuningan maka akan lebih efisien bila sudut ruang bebasnya 10° s/d 12°. biasanya digunakan sudut positif sebesar 10 sampai 15 derajat. cukup hanya sisipan nya saja yang diganti. memerlukan ruang bebas sebesar 4° s/d 7°. g) Pemotong Celah “ T ” Pemotong ini mirip dengan pemotong datar kecil atau frais samping yang memiliki poros integral untuk menggerakkannya. tergantung dari material benda kerja. h) Pemotong Gigi Sisipan Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan ukuran pemotong. maka untuk alasan ekonomis. dirasa perlu untuk menyisipkan gigi yang terbuat dari bahan yang lebih kuat (mahal) ke dalam baja yang lebih lunak (murah). . sedangkan untuk bahan yang lebih lunak. sehingga bila rusak. namun untuk material yang lebih lunak. maka biasanya diberikan sudut negatif sebesar 5° s/d 10°. 3. Gambar 3. Bila ingin memotong baja. maka digunakan sudut negatif. dikenal istilah sudut ruang bebas. seperti magnesium. Pada pemotongan frais. membuat ujung benda kerja menjadi bujur sangkar. misal nya: untuk besi cor.Pemotong ini digunakan untuk proyeksi permukaan. misalnya aluminium maka diberikan sudut yang lebih besar lagi. baik radial maupun aksial.4 Pemotong Frais Untuk pemotongan dengan kecepatan tinggi untuk hampir semua jenis material benda kerja. Bila menggunakan pemotong berujung karbida dengan kecepatan potong tinggi. Dari banyak penelitian dapat dibuktikan bahwa pemotong dengan gigi-gigi yang kasar akan lebih efisien untuk menghasilkan/membuang geram. memotong celah dan lain-lain.4 GIGI PEMOTONG FRAIS Gambar sebuah pemotong frais dengan nomenklaturnya dapat dilihat dibawah ini. yakni sudut yang terdapat antara tepi dengan garis singgung pada pemotong ujung gigi. Gunanya untuk membuat celah “ T “.

Mesin frais simpleks b. bisa dilakukan secara: manual. 3.5 Mesin Frais Datar . Mesin frais universal d. Mesin frais datar c. mekanis maupun hidraulis. Jenis tiang dan kerucut: a. Namun pengelompokan mesin frais yang umum adalah berdasarkan desainnya. Mesin frais penyerut C. karena gigi kasar akan mengambil geram lebih tebal dan mempunyai aksi pemotongan lebih lebar serta ruang bebas lebih besar untuk laluan dari geram. Pemotong dipasangkan pada arbor horizontal yang ditopangkan (support) secara kaku (solid) oleh lengan yang berada di atas. yakni: A. bila benda kerjanya tipis. penggeraknya pun bisa melalui sistem pulley atau motor tersendiri. Jenis bangku tetap: a. Gambar 3. namun demikian. Frais tangan b. Cara menghantar benda kerjanya pun. Hanya beberapa yang cukup umum digunakan dalam produksi. Mesin frais tripleks Tidak semua jenis mesin-mesin frais ini akan diterangkan. maka tetap harus menggunakan gigi-gigi tipis.dibandingkan gigi-gigi yang halus.5.1 Mesin Frais Datar Meskipun merupakan mesin serba guna. Mesin frais vertikal B.5 PENGELOMPOKAN MESIN FRAIS Mesin frais biasanya dibuat dalam jenis dan ukuran yang sangat beragam. 3. tetapi mesin ini juga dapat digunakan untuk produksi massal (mass product). Mesin frais dupleks c. Juga terbukti bahwa gigi-gigi halus mempunyai kecendrungan lebih besar untuk bergetar dibandingkan dengan gigi kasar.

0 mm. 1. Setel jarak alat potong frais dengan permukaan benda kerja. kemudian kunci. 1. 7. Berdoa sebelum bekerja. 5. Putar kembali engkol tersebut hingga jarak yang diminta yaitu 1. 3. ratakan permukaan benda dengan menggunakan palu lunak kemudian jepit dengan penjepit benda kerja. Merapikan kembali mesin. Palu lunak 3. Bahan dan peralatan yang di gunakan. Pasang benda plat baja pada meja mesin. C. 1. Setelah selesai ikuti jalur pemotongan dan ulangi tahap tersebut sampai selesai.6 TUGAS YANG DIKERJAKAN  Terlampir A. Untuk pemotongan permukaan yang satunya. ulangi tahap no 1 sampai 6. Setel jarak pemotongan dengan memutar engkol arah tegak hingga mendapatkan titik Nol. 2. 6. 2. 4. 3.3.1 mm. Pemotongan dilakukan bertahap dari ujung permukaan benda sepanjang benda kerja. dengan jarak 0. Jangka sorong 4. Pada saat berpraktek peserta harus berhati-hati serta hindari canda yang berlebihan. 10. Matikan mesin. Langkah kerja. dengan memutar engkol meja arah melintang dan engkol meja arah dalam. 2. Keselamatan dalam bekerja. Plat baja dengan ketebalan 11 mm dijadikan 9 mm. Hidupkan mesin dan saluran pendingin. Sikat bulu B. Pakailah baju praktek. sehingga mendapatkan tebal yang diminta yaitu 9 mm. 9. . 8.

Adapun beberapa Jenis-jenis Mesin Gerinda: 1.BAB IV MESIN GERINDA (GRINDING) 4. 2. Spindel penggerak meja mesin kanan-kiri 6. bentuk. Kepala utama (Bagian yang menghasilkan gerak putar roda gerinda dan gerakan pemakanan) . Pembatas langkah meja mesin 3. Panel control (Bagian pengatur proses kerja mesin) 8. Tuas pengontrol meja mesin 7. Prinsip kerja mesin gerinda adalah roda gerinda berputar bersentuhan dengan benda kerja dan terjadi pemotongan/ pengasahan. dan permukaan yang tidak rata pada sebuah benda kerja yang berada dibawah batu gerinda yang berputar. Mesin gerinda datar Penggerindaan datar adalah suatu teknik penggerindaan yang mengacu pada pembuatan bentuk datar. Sistem hidrolik (Penggerak langkah meja mesin) 4. Spindel penggerak meja mesin naik turun 5. Meja mesin (Tempat dudukan benda kerja yang akan digerinda) 9. Spindel pemakanan roda gerinda (Penggerak pemakanan roda gerinda). Bagian-bagian utama mesin gerinda datar : Keterangan gambar : 1.1 Pengertian Mesin Gerinda Mesin gerinda adalah salah satu mesin perkakas yang digunakan untuk memotong/ mengasah benda kerjadengan tujuan tertentu.

mesin jenis ini digunakan untuk menggerinda benda-benda berpermukaan rata. 2. mesin gerinda datar dibagi menjadi 4 macam: 1. Mesin gerinda datar horisontal dengan gerak meja bolak-balik. mesin gerinda ini digunakan untuk menggerinda benda-benda dengan permukaan rata dan menyudut.Berdasarkan sumbu utamanya. lebar dan menyudut. Mesin gerinda datar vertikal dengan gerak meja bolak-balik. Mesin gerinda datar horisontal dengan gerak meja berputar. mesin jenis ini dipergunakan untuk menggerinda permukaan rata poros. 3. .

mesin jenis ini dipergunakan untuk menggerinda permukaan rata poros Berdasarkan prinsip kerjanya mesin gerinda datar dibagi menjadi 2 macam: 1.  Banyaknya material yang harus dipotong dan hasil akhir yang diinginkan. proses pemotongan dapat dilakukan secara manual (tangan) dan otomatis mesin. proses pemotongan diatur melalui program (NC/Numerical Control dan CNC/Computerized Numerical Control). 2.) busur singgung besar – roda gerinda lunak. tegangan tarik rendah – SiC. menentukan pemilihan ukuran butiran abrasive. Mesin gerinda datar vertikal dengan gerak meja ber-putar. menentukan pemilihan jenis butiran abrasive. .  Busur singgung penggerindaan (gambar 6. 4. usur singgung kecil – roda gerinda keras.2 Proses pemesinan mesin gerinda datar  Pemilihan roda gerinda Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan roda gerinda yang akan dipergunakan pada proses pemesinan. Tegangan tarik tinggi – AL2O3. Boron nitrid dan intan. Mesin gerinda datar otomatis.15.4. antara lain:  Sifat fisik benda kerja. Mesin gerinda datar semi otomatis.

Keselamatan dalam bekerja.Gerakan utama mesin gerinda datar: Prinsip kerja utama dari mesin gerinda datar adalah gerakan bolak-balik benda kerja.3 TUGAS YANG DIKERJAKAN  Terlampir A. 3. 1. . Langkah kerja. Pada saat berpraktek peserta harus berhati-hati serta hindari canda yang berlebihan. 1. 3. Setel jarak permukaan benda kerja dengan roda gerinda. Plat baja dengan ketebalan 20 mm dijadikan 18 mm. 1. dengan memutar spindle pergerakan roda gerinda. 1 Unit mesin gerinda B. mesin gerinda datar secara garis besar mempunyai tiga gerakan utama yaitu:  Gerak putar roda gerinda  Gerak meja memanjang dan melintang  Gerak pemakanan 4. 2. Berdoa sebelum bekerja. Pakailah baju praktek. 2. C. Bahan dan peralatan yang di gunakan. dan gerak rotasi dari tool. Pasang benda kerja pada magnet yang ada pada meja kerja mesin. Dilihat dari prinsip kerja utama mesin tersebut. 2. Jangka sorong (varnier caliper) 3. Atur jarak pemakanan dengan memutar pengatur jarak pemakanan pada spindle roda gerinda.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->