BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik (Ramlan, 1987:19). Kata Morfologi berasal dari kata morphologie. Kata morphologie berasal dari bahasa Yunani morphe yang digabungkan dengan logos. Morphe berarti bentuk dan dan logos berarti ilmu. Bunyi [o] yang terdapat diantara morphe dan logos ialah bunyi yang biasa muncul diantara dua kata yang digabungkan. Jadi, berdasarkan makna unsur-unsur pembentukannya itu, kata morfologi berarti ilmu tentang bentuk. Dalam kaitannya dengan kebahasaan, yang dipelajari dalam morfologi ialah bentuk kata. Selain itu, perubahan bentuk kata dan makna (arti) yang muncul serta perubahan kelas kata yang disebabkan perubahan bentuk kata itu, juga menjadi objek pembicaraan dalam morfologi. Dengan kata lain, secara struktural objek pembicaraan dalam morfologi adalah morfem pada tingkat terendah dan kata pada tingkat tertinggi.Itulah sebabnya, dikatakan bahwa morfologi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk kata (struktur kata) serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap makna (arti) dan kelas kata. Dalam mempelajari Morfologi, nantinya kita akan menemui banyak sekali istilahistilah yang bertalian ilmu Morfologi, seperti morfem, morf, alomorf dan deretan morfologik. Tanpa didasari dengan pemahaman yang baik terhadap konsep-konsep tersebut bukan tidak mungkin jika nantinya kita akan mengalami kesulitan dalam memahami Morfologi. Oleh karena itu, sebelum melangkah ke seluk beluk pembentukan kata yang menjadi sasaran utama dalam morfologi, ada baiknya jika kita terlebih dahulu memahami konsep-konsep dasar yang bertalian dengan morfologi tersebut. Untuk itu penulis merasa perlu untuk membahas konsep-konsep dasar dalam morfologi seperti morfem, morf, alomorf dan deretan morfologik dalam makalah ini untuk memberikan pemahaman yang baik terhadap konsep-konsep dasar tersebut. Dengan harapan nantinya dapat membantu pembaca lebih memahami Morfologi. 1

Kajian Morfologi (Morfem, Morf, Alomorf dan Deretan Morfologik)

1. maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut. 1. Apakah yang dimaksud dengan alomorf? 4. Apakah yang dimaksud dengan deretan morfologik? 1. Alomorf dan Deretan Morfologik) 2 . Morf. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengn morfem. Apakah yang dimaksud dengan morfem? 2.3 Tujuan Berdasarkan rumusan masalah di atas. 3. adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. 2. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan deretan morfologik.2 Rumusan Masalah Setelah pemaparan latar belakang di atas. Apakah yang dimaksud dengan morf? 3. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan alomorf. 4. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan morf. BAB II PEMBAHASAN Kajian Morfologi (Morfem.

juga merupakan sebuah morfem.2. • Adik bisa mengerjakan ulangan dengan baik. Dua bentuk yang sama atau lebih bila memiliki makna yang berbeda merupakan dua morfem yang berbeda. walau tidak mempunyai makna leksikal. Dari pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa morfem adalah satuan bahasa terkecil yang memiliki makna. Kajian Morfologi (Morfem. Sedangkan menurut Zaenal Arifin dalam bukunya Morfologi Bentuk dan Makna mengatakan bahwa morfem adalah satuan bahasa terkecil yang mengandung makna. Apakah yang dimaksud dengan morfem ? Abdul Chaer dalam bukunya yang berjudul Morfologi Bahasa Indonesia mengatakan bahwa morfem adalah satuan gramatikal terkecil yang memiliki makna (2008:7). 2008:13-15). Ada enam prinsip yang saling melengkapi untuk memudahkan pengenalan morfem ( Abdul Chaer. Bloch dan Trager dalam Kushartanti (2001:120) mengatakan bahwa morfem yaitu semua bentuk baik bebas maupun terikat yang tidak dapat dibagi ke dalam bentuk terkecil yang mengandung arti. diperlukan petunjuk sebagai pegangan. Ayah menanam bunga melati di taman Bibit bunga melati itu dibeli ayah di Bandung 2.1 Identifikasi Morfem Untuk mengenal morfem secara jeli dalam bahasa Indonesia. 2. Morf. Umpamanya kata bunga pada ketiga kalimat berikut adalah sebuah morfem yang sama. Sebagai contoh bentuk tulis adalah sebuah morfem karena tidak dapat dibagi menjadi bentuk-bentuk terkecil lainnya serta mengandung makna atau arti leksis. Misalnya kata bisa pada kedua kalimat berikut adalah dua buah morfem yang berbeda.1 Morfem Morfem merupakan satuan bahasa paling kecil yang yang menjadi sasaran kajian morfologi.1. Hal serupa juga dikemukakan Ramlan. menurut beliau morfem merupakan satuan gramatik paling kecil yang tidak mempunyai satuan lain selain unsurnya (Ramlan. • • • Ibu membeli seikat bunga mawar untuk kakek. yakni sebagai berikut: 1. 1983 : 26). karena merupakan bentuk terkecil bahasa Indonesia. tetapi mempunyai makna gramatikal. Alomorf dan Deretan Morfologik) 3 . Bentuk meN. Dua bentuk yang sama atau lebih memiliki makna yang sama merupakan sebuah morfem.

Bentuk-bentuk yang mirip (berbeda sedikit)tetapi maknanya sama adalah sebuah morfem yang sama. merupakan dua morfem yang berbeda. Umpamanya.• Ayah terkena bisa ular. 3. dan bel pada kata-kata berikut adalah morfem yang sama. Umpamanya bentuk hitam legam. • • Ayah sulit membaca jika tidak menggunakan kaca mata. kata sukar dan sulit pada kedua kalimat berikut adalah dua morfem yang berbeda. Sejak terkena penyakit rabun senja ibu sukar melihat. tetapi memiliki makna yang sama. • • Kaki Adi terantuk batu. merupakan morfem yang sama. Misalnya bentuk tulis pada kata-kata berikut adalah sebuah morfem yang sama. • • • • menulis tertulis penulis ditulis 7. 6. asal perbedaan bentuk itu dapat dijelaskan secara fonologis. kuning langsat. Kaki meja itu terbuat dari batu pualam. • • • bekerja berujar belajar 5. 4. Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besar (klausa. Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besar apabila memiliki makna yang sama merupakan morfem yang sama. Kajian Morfologi (Morfem. Dua buah bentuk yang berbeda. ber. Umpamanya bentuk-bentuk seperti be. kalimat) apabila maknanya berbeda secara polisemi. Alomorf dan Deretan Morfologik) 4 . bentuk yang hanya muncul dengan pasangan satu-satunya adalah juga sebuah morfem. Morf. tua renta.

henti. maka bentuk-bentuk tersebut disebut juga morfem unik. Secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. makan.sesudah mengalami proses morfologi. Ketiga. Morfem Bebas Morfem bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncut dalam pertuturan.2. Antara lain berdasarkan kebebasannya. Lalu. maknanya dan sebagainya. dan bugar (yang hanya muncul dalam segar bugar) juga termasuk morfem terikat. Morfem Terikat Morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan. Berdasarkan kebebasannya untuk dapat digunakan langsung dalam petuturan morfem dapat dibedakan menjadi morfem bebas dan morfem terikat. meskipun bukan afiks. tidak dapat muncul dalam pertuturan tanpa terlebih dahulu mengalami proses morfologi. Kajian Morfologi (Morfem. bentuk pulang. Bentuk-bentuk seperti ini lazim disebut bentuk prakategorial. Misalnya. rumah. dan bagus. Semua afiks dalam bahasa Indonesia adalah morfem terikat.1. Yaitu: Pertama. bentuk-bentuk seperti juang. Kedua. karena bentuk-bentuk tersebut. sehubungan dengan istilah prakategorial di atas. menurut konsep Verhaar (1978) bentuk-bentuk seperti baca. b. bentuk-bentuk seperti renta (yang hanya muncul dalam tua renta). karena hanya bisa muncul dalam pasangan tertentu. Morf. keutuhannya. sehingga baru bisa muncul dalam pertuturan . Alomorf dan Deretan Morfologik) 5 . gaul. tulis. Berkenaan dengan morfem terikat ini dalam bahasa Indonesia ada beberapa hal yang perlu dikemukakan.2 Jenis Morfem Morfem dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria. dan tendang juga termasuk bentuk prakategorial. dan baur juga termasuk morfem terikat. a. kerontang (yang hanya muncul dalam kering kerontang). karena bentuk-bentuk tersebut baru merupakan ”pangkal” kata.

merupakan bentuk terikat. tetapi bisa juga bukan konfiks. pada. dan –ku.Keempat. apakah terikat atau bebas. dan infiks {-em-} pa a kata gemetar. 2. hlamun. Semua morfem dasar bebas termasuk morfem utuh. yaitu {per-/-an}. -nya. yaitu {satu } dan satu morfem terbagi. 3. Klitika adalah bentuk-bentuk singkat. Sedangkan enlditika adalah klitika yang berposisi di belakang kata yang ditekati. { ber-/-an } (per-/an}. infiks {-el-} pada kata pelatuk. Alomorf dan Deretan Morfologik) 6 . klitika -lah dalam bahasa Indonesia. Misalnya. seperti {ter-}. seperti ku dan kau pada konstruksi kubawa dan kuambil. afiks {-er} pada kata gerigi. Proklitika adalah klitika yang berposisi di muka kata yang diikuti. semua afiks yang disebut konfiks seperti {ke-/-an}. morfem dapat dibedakan menjadi dua yaitu morfem segmental dan suprasegmental. seperti pada beraturan dan berpakaian. yakni { ke-/-an } kata perbuatan terdiri dari satu morfem utuh. secara fonologis tidak mendapat tekanan. yakni afiks yang disisipkan di tengah morfem dasar. yaitu: Pertama. seperti {meja}. {kecil}. tetapi dapat dipisahkan. {kursi}. Berdasarkan jenis fonem yang membentuknya. dan kalau. bentuk-bentuk yang termasuk preposisi dan konjungsi. Sedangkan morfem terbagi adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua buah bagian yang terpisah. seperti -lah. dan {juang}. biasanya hanya satu silabel. Kedua dalam bahasa Indonesia ada afiks yang disebut infiks. dan atau secara morfologis termasuk morfem bebas. dan bermusuhan saling memusuhi. Sehubungan dengan morfem terbagi ini. (taut). Kelima. tetapi secara sintaksis . Morf. Umpamanya pada kata Indonesia kesatuan terdapat satu morfem utuh. ada catatan yang perlu diperhatikan. yang disebut klitika merupakan morfem yang agak sukar ditentukan statusnya. yaitu {buat} dan satu morfem terbagi. Umpamanya. Berdasarkan keutuhan bentuknya dibedakan adanya morfem utuh dan terbagi. Begitu juga dengan sebagian morfem terikat. karena disisipi morfem lain. untuk bahasa Indonesia. {ber-}. seperti dari. (henti}. bentuk {ber-/-an} bisa merupakan konfiks. dan { pe-/-an } adalah termasuk morfem terbagi. Kajian Morfologi (Morfem. kemunculannya dalam pertuturan selalu melekat pada bentuk lain. Pembedaan morfem utuh dan morfem terbagi berdasarkan bentuk formal yang dimiliki morfem tersebut: apakah merupakan satu kesatuan yang utuh atau merupakan dua bagian yang terpisah atau terbagi. dan {pensil}.

Yang dimaksud dengan morfem bermakna leksikal adalah morfemmorfem yang secara inheren telah memiliki makna pada dirinya sendiri. Sedangkan . Sebaliknya. melainkan hanya sebgai pembentuk disebut morfem afiks. yaitu morfem-morfem yang di datam gramatika berkategori sebagai preposisi dan konjungsi. b. tanpa perlu berproses dulu dengan morfem lain. Morfem dasar adlaah morfem yang dapat menjadi dasar dalam suatu proses morfologi.a. dan (ber}. morfem-morfem seperti ini. 5. {sikat}. morfem-morfem seperti {kuda}. Alomorf dan Deretan Morfologik) 7 . dengan sendirinya sudah dapat digunakan secara bebas.dan . morfem tersebut tidak mempunyai kebebasan dan otonomi. {lah}. namun. tetapi secara gramatikal morfem. Misalnya. {me-}. Morfem-morfem §eperti { juang } { henti } dan {gaul} yang oleh Verhaar disebut bentuk prakategorial. untuk bahasa Indonesia timbul masalah. dalam bahasa Indonesia. Morfem tanwujud ini tidak ada dalam bahasa Indonesia. yang tidak dapat menjadi dasar . {pergi}. dan sebagainya. dan {ter-}. seperti tekanan. Berdasarkan kemungkinan menjadi dasar dalam pembentukan kata dapat dibedakan menjadi morfem dasar dan morfem afiks. Kalau dikatakan tidak bermakna jelas morfem-morfem itu bukan afiks. tetapi ada dalam bahasa Inggris. 4. durasi. semua morfem yang berwujud bunyi adalah morfem segmental. Secara semantik. Morf. 6. tetapi yang tanwujud kehadirannya tidak nyata. nada. Yang biasa dimaksud dengan morfem tak bermakna leksikal ini adalah morfem-morfem afiks. Oleh karena itu. Misalnya morfem . Morfem ini baru mempunyai makna dalam gabungannya dengan morfem lain dalam suatu proses morfologi. Berdasakan ciri semantiknya morfem dapat dibedakan menjadi morfem leksikal dan morfem gramatikal. Berdasarkan kehadirannya secara konkret dapat dibedakan menjadi morfem wujud dan morfem tanwujud. Morfem segmental adalah morfem yang dibentuk oleh fonem-fonem segmental. Ada satu bentuk morfem lagi yang perlu dibicarakan atau dipersoalkan mempunyai makna leksikal atau tidak. morfem tak bermakna leksikal tidak mempunyai makna apa-apa pada dirinya sendiri. morfemmorfem itu mempunyai makna. Morfem suprasegmental adalah morfem yang dibentuk oleh unsur-unsur suprasegmental. perlu dicatat bentuk dasar yang termasuk dalam kategori preposisi dan konjungsi tidak pernah mengalami proses afiksasi. dan mempunyai kedudukan yang otonom di dalam pertuturan. seperti {ber-}. . mempunyai makna atau tidak ? Kalau dikatakan mempunyai makna jelas morfem-morfem tersebut tidak dapat berdiri sendiri sebagai bentuk yang otonom di dalam pertuturan. seperti morfem {lihat}. seperti morfem . Jadi. {lari} dan {merah} adalah morfem bermakna leksikal. Kajian Morfologi (Morfem. . . Yang dimaksud dengan morfem wujud adalah morfem yang nyata ada. Dalam dikotomi morfem bermakna leksikal dan tak bermakna leksikal ini.

ada juga morfem yang direalisasikan dalam beberapa bentuk alomorf. Pada umumnya sebuah morfem hanya memiliki sebuah alomorf. misalnya pada membawa.pada kata berjalan. meskipun tidak seketat kebebasan morfem afiks. Morfem Alomorf Contoh Pada Kata Kajian Morfologi (Morfem. yang tidak atau belum dibicarakan dalam hubungan keanggotaam terhadap suatu morfem.2 Morf Di samping istilah morfem dan alomorf ada pula istilah morf. Kushartanti (2001:150) mengatakan penamaan yang berbeda itu dimaksudkan untuk menunjukkan perbedaan tingkat analisisnya. masing-masing disebut dengan morf. / d i/ merupakan satuan terkecil yang bermakna.pada kata bekerja. Alomorf dan Deretan Morfologik) 8 . Sedangkan yang konkret. be-. Satuan me.pada kata belajar. Jika wujud itu sekarang dilihat sebagai anggota sebuah morfem.yang mempunyai struktur fonologik mem-. / meN /. Morf adalah satuan bentuk terkecil yang sudah mempunyai arti. dan sebagainya. morfem ber-. Jika wujud itu ( yakni satuan kecil yang bermakna) tidak dikaitkan dengan morfem tertentu wujud itu bernama morf. menulis. men-. Morf. Namun. dan me-. meny-. Bentuk-bentuk mem-. Karena itu morf-morf kita tuliskan secara fonemis. meng-. ditulis. 2. Dalam bahasa Indonesia kita jumpai kata seperti tulis. penulis. morf be.seperti terdapat pada menulis. morf bel. maka wujud itu menjadi alomorf morfem tersebut. meny-. Pada hakikatnya morf adalah deretan fonem. yang terdiri dari morf ber. Jadi. Morf ber-. 2. kebebasannya dalam pertuturan juga terbatas.3 Alomorf Morfem sebenarnya merupakan barang abstrak karena ada dalam konsep. dan melerai. yang semuanya merupakan alomorf dari morfem meN-. yaitu tulis. dan bel-. meng-. Namun. yang tidak lain adalah realisasi dari morfem itu./pe/. Umpamanya morfem {me} tulis direalisasikan dalam bentuk prefiks me.Morfem-morfem yang termasuk preposisi dan konjungsi jetas bukan afiks dan jelas memiiiki makna. Dengan melihat deretan bentuk itu saja. Dengan demikian kita dapat menetapkan bahwa / tulis/. Misalnya. Satuansatuan itu masing-masing disebut dengan morf. menyuruh. yang ada dalam petuturan adalah alomorf. kita dapat mengetahui bahwa ada bagian bentuk yang dapat kita pisahkan dengan mudah. ketiganya merupakan alomorf morfem ber-. morfem {me-} memiliki enam bentuk alomorf seperti yang nampak pada bagan. mendatang. menggali. alomorf adalah bentuk realisasi morfem yang bersifat nyata/ada. dan me-. men-. Contoh lain. Dari penjelasan di atas tampak bahwa sebenarnya morf dan alomorf adalah dua nama bagi wujud yang sama.

menidurkan menyiram. Sebagai contoh /n/ akan menjadi /m/ apabila dilekatkan pada bentuk dasar yang diawali fonem /b/. Jadi. menyuci. memuja. 2. Morf. membantu meniru.meng mem me men meny me menge menguras. menghitung membuat. terjauh. dijauhkan. Untuk mengetahui apakah kata itu terdiri dari satu morfem atau beberapa morfem. berjauhan. dijauhi. bergantung kepada jenis fonem awal sebuah satuan yang dilekati oleh morfem tersebut. mengecat Keraf dalam Kushartanti (2005) mengatakan bahwa variasi itu disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang dimasukinya. Sedangkan yang dimaksud dengan morf adalah wujud kongkret dari alomorf itu sendiri. melirik. Di samping kejauhan. fonem /m/ dan /b/ sama-sama bunyi bilabial. terdapat menjauhkan. menyatu melihat. dapat disimpulkan adanya morfem jauh.4 Deretan Morfologik Yang dimaksud dengan deretan morfologik ialah suatu deretan atau suatu daftar yang memuat kata-kata yang berhubungan dalam bentuk dan artinya. mengarang. Perubahan /n/ itu harus homogen. meralat Meneskor. Maksudnya. haruslah kata itu diperbandingkan dengan kata-kata lain dalam deretan morfologik. menjauhi. Misalnya kita dapati kata kejauhan. deretan morfologiknya sebagai berikut: kejauhan menjauhkan dijauhkan terjauh berjauhan menjauhi dijauhi Jauh Dari perbandingan kata-kata yang terdapat dalam deretan morfologik di atas. Alomorf dan Deretan Morfologik) 9 . sebagai unsur yang terdapat pada tiap-tiap anggota deretan Kajian Morfologi (Morfem.

jembatan. kedua kata itu tidak dapat diletakkan dalam satu deretan morfologik. perangai. jawatan. Kesimpulannya. dan keterlantaran. pura-pura. terjauh terdiri dari morfem ter – dan jauh. Morf. hingga dapat dipastikan bahwa kata kejauhan terdiri dari morfem jauh dan morfem ke – an. jauh. dijauhkan terdiri morfem-morfem di – jauh. dan jika terlantar dibandingkan dengan lantaran. dapat dipastika bahwa kata terlantar hanya terdiri atas satu morfem. niscaya dapat ditentukan adanya morfem lantar : terlantar lantaran lantar tetapi secara deskriptif. kedua kata itu hanya memiliki pertalian bentuk. yang secara deskriptif tidak dapat diletakkan dalam satu deretan morfologik dengan kata-kata terlantar. dapat diketahui dari deretan morfologik. Kata itu haruslah dibandingkan dengan kata-kata lain yang berhubungan dalam bentuk dan artinya dalam deretan morfologik : terlantar menterlantarkan diterlantarkan keterlantaran terlantar Dari deretan morfologik di atas. kelola. dan berarti juga tidak dapat diperbandingkan. selamat. menjauhkan terdiri dari morfem-morfem meN – jauh dan – kan. Alomorf dan Deretan Morfologik) 10 . pertalian bentuk arti tidak ada. seperti. kata terlantar hanya terdiri atas satu morfem. menterlantarkan. Deretan morfologik amat berguna dalam penentuan morfem-morfem. Maka sesuai dengan apa yang dimaksud deretan morfologik. Kata terlantar misalnya. terlentang. apakah terdiri dari satu morfem atau dua morfem. Kajian Morfologi (Morfem. pada hakikatnya secara deskriptif hanya terdiri atas satu morfem saja. Misalnya segala. menjauhi terdiri dari morfem-morfem meN -. alun-alun. diterlantarkan. berjauhan terdiri dari morfem jauh dan ber – an. dan kata dijauhi terdiri dari morfem-morfem di -. Benar memang dalam peristiwa bahasa dijumpai kata lantaran. jauh dan – i. dan kata lantaran dipandang sebagai kata lain. dan masih banyak lagi. petua. dan – i. dan – kan.morfologik. pengaruh. perempuan. Banyak kata yang kelihatannya terdiri atas dua morfem atau lebih tetapi setelah diteliti benar-benar.

Konsep-konsep tersebut perlu dipahami agar dapat mempermudah mahasiswa dalam memahami proses pembentukan kata nantinya. 3. Morf adalah satuan bentuk terkecil yang sudah mempunyai arti.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil diskusi yang kelompok kami lakkan. alomorf. 2. Deretan Morfologi adalah suatu deretan atau suatu daftar yang memuat kata-kata yang berhubungan dalam bentuk dan artinya. morf. dapat ditarik kesimpulan bahwa 1. Morfem adalah satuan bahasa terkecil yang memiliki makna. Alomorf adalah bentuk realisasi morfem yang bersifat nyata/ada. 3. dan deretan morfologik dengan baik. yang tidak atau belum dibicarakan dalam hubungan keanggotaan terhadap suatu morfem.BAB III SIMPULAN 3.2 Saran Melalui makalah ini diharapkan agar mahasiswa mampu memahami konsepkonsep dasar Morfologi seperti morfem. Alomorf dan Deretan Morfologik) 11 . 4. Morf. Kajian Morfologi (Morfem.

Linguistik Umum. Grasindo Chaer.1987. Morfologi Bahasa Indonesia.2007.Yogyakarta:CV.Langkah Awal Memahami Lnguistik.Jakarta: Rineka Cipta Kushartanti. dan Fungsi).2007.2008. M.2005. Karyono Kajian Morfologi (Morfem. Alomorf dan Deretan Morfologik) 12 . Morfologi Suatau Tinjauan Deskriptif.:PT. Abdul.DAFTAR PUSTAKA Arifin.Cetakan 12. Morf.Morfologi (Bentuk. Jakarta: PT.Jakarta. Zaenal dan Junaiyah.Jakarta: Rineka Cipta -------. Makna.Gramedia Pustaka Utama Ramlan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful