BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik (Ramlan, 1987:19). Kata Morfologi berasal dari kata morphologie. Kata morphologie berasal dari bahasa Yunani morphe yang digabungkan dengan logos. Morphe berarti bentuk dan dan logos berarti ilmu. Bunyi [o] yang terdapat diantara morphe dan logos ialah bunyi yang biasa muncul diantara dua kata yang digabungkan. Jadi, berdasarkan makna unsur-unsur pembentukannya itu, kata morfologi berarti ilmu tentang bentuk. Dalam kaitannya dengan kebahasaan, yang dipelajari dalam morfologi ialah bentuk kata. Selain itu, perubahan bentuk kata dan makna (arti) yang muncul serta perubahan kelas kata yang disebabkan perubahan bentuk kata itu, juga menjadi objek pembicaraan dalam morfologi. Dengan kata lain, secara struktural objek pembicaraan dalam morfologi adalah morfem pada tingkat terendah dan kata pada tingkat tertinggi.Itulah sebabnya, dikatakan bahwa morfologi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk kata (struktur kata) serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap makna (arti) dan kelas kata. Dalam mempelajari Morfologi, nantinya kita akan menemui banyak sekali istilahistilah yang bertalian ilmu Morfologi, seperti morfem, morf, alomorf dan deretan morfologik. Tanpa didasari dengan pemahaman yang baik terhadap konsep-konsep tersebut bukan tidak mungkin jika nantinya kita akan mengalami kesulitan dalam memahami Morfologi. Oleh karena itu, sebelum melangkah ke seluk beluk pembentukan kata yang menjadi sasaran utama dalam morfologi, ada baiknya jika kita terlebih dahulu memahami konsep-konsep dasar yang bertalian dengan morfologi tersebut. Untuk itu penulis merasa perlu untuk membahas konsep-konsep dasar dalam morfologi seperti morfem, morf, alomorf dan deretan morfologik dalam makalah ini untuk memberikan pemahaman yang baik terhadap konsep-konsep dasar tersebut. Dengan harapan nantinya dapat membantu pembaca lebih memahami Morfologi. 1

Kajian Morfologi (Morfem, Morf, Alomorf dan Deretan Morfologik)

BAB II PEMBAHASAN Kajian Morfologi (Morfem.3 Tujuan Berdasarkan rumusan masalah di atas.2 Rumusan Masalah Setelah pemaparan latar belakang di atas. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan deretan morfologik. 4. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengn morfem. 3. maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan morf. 1. Morf. 2. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan alomorf. Apakah yang dimaksud dengan morfem? 2. Alomorf dan Deretan Morfologik) 2 . Apakah yang dimaksud dengan alomorf? 4. adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.1. Apakah yang dimaksud dengan deretan morfologik? 1. Apakah yang dimaksud dengan morf? 3.

2. Bloch dan Trager dalam Kushartanti (2001:120) mengatakan bahwa morfem yaitu semua bentuk baik bebas maupun terikat yang tidak dapat dibagi ke dalam bentuk terkecil yang mengandung arti. Morf. Dari pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa morfem adalah satuan bahasa terkecil yang memiliki makna. walau tidak mempunyai makna leksikal. 2.juga merupakan sebuah morfem. Sedangkan menurut Zaenal Arifin dalam bukunya Morfologi Bentuk dan Makna mengatakan bahwa morfem adalah satuan bahasa terkecil yang mengandung makna. Alomorf dan Deretan Morfologik) 3 . Sebagai contoh bentuk tulis adalah sebuah morfem karena tidak dapat dibagi menjadi bentuk-bentuk terkecil lainnya serta mengandung makna atau arti leksis. Bentuk meN. Dua bentuk yang sama atau lebih bila memiliki makna yang berbeda merupakan dua morfem yang berbeda. Misalnya kata bisa pada kedua kalimat berikut adalah dua buah morfem yang berbeda. menurut beliau morfem merupakan satuan gramatik paling kecil yang tidak mempunyai satuan lain selain unsurnya (Ramlan. Ayah menanam bunga melati di taman Bibit bunga melati itu dibeli ayah di Bandung 2. Umpamanya kata bunga pada ketiga kalimat berikut adalah sebuah morfem yang sama. tetapi mempunyai makna gramatikal. diperlukan petunjuk sebagai pegangan.1 Morfem Morfem merupakan satuan bahasa paling kecil yang yang menjadi sasaran kajian morfologi. Kajian Morfologi (Morfem. Hal serupa juga dikemukakan Ramlan. • • • Ibu membeli seikat bunga mawar untuk kakek. yakni sebagai berikut: 1. • Adik bisa mengerjakan ulangan dengan baik. karena merupakan bentuk terkecil bahasa Indonesia. 2008:13-15). Dua bentuk yang sama atau lebih memiliki makna yang sama merupakan sebuah morfem. 1983 : 26).1. Ada enam prinsip yang saling melengkapi untuk memudahkan pengenalan morfem ( Abdul Chaer. Apakah yang dimaksud dengan morfem ? Abdul Chaer dalam bukunya yang berjudul Morfologi Bahasa Indonesia mengatakan bahwa morfem adalah satuan gramatikal terkecil yang memiliki makna (2008:7).1 Identifikasi Morfem Untuk mengenal morfem secara jeli dalam bahasa Indonesia.

Umpamanya. Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besar apabila memiliki makna yang sama merupakan morfem yang sama. Morf. Dua buah bentuk yang berbeda. 4. kuning langsat. Kaki meja itu terbuat dari batu pualam. Misalnya bentuk tulis pada kata-kata berikut adalah sebuah morfem yang sama. • • • bekerja berujar belajar 5. Alomorf dan Deretan Morfologik) 4 . kalimat) apabila maknanya berbeda secara polisemi. merupakan dua morfem yang berbeda.• Ayah terkena bisa ular. ber. Bentuk-bentuk yang mirip (berbeda sedikit)tetapi maknanya sama adalah sebuah morfem yang sama. 3. Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besar (klausa. Umpamanya bentuk hitam legam. Sejak terkena penyakit rabun senja ibu sukar melihat. kata sukar dan sulit pada kedua kalimat berikut adalah dua morfem yang berbeda. • • Kaki Adi terantuk batu. 6. • • • • menulis tertulis penulis ditulis 7. tua renta. merupakan morfem yang sama. • • Ayah sulit membaca jika tidak menggunakan kaca mata. tetapi memiliki makna yang sama. Kajian Morfologi (Morfem. asal perbedaan bentuk itu dapat dijelaskan secara fonologis. dan bel pada kata-kata berikut adalah morfem yang sama. Umpamanya bentuk-bentuk seperti be. bentuk yang hanya muncul dengan pasangan satu-satunya adalah juga sebuah morfem.

dan baur juga termasuk morfem terikat. Morfem Terikat Morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan. Morf. Kedua. rumah. bentuk pulang. Berdasarkan kebebasannya untuk dapat digunakan langsung dalam petuturan morfem dapat dibedakan menjadi morfem bebas dan morfem terikat.sesudah mengalami proses morfologi. makan. meskipun bukan afiks. sehingga baru bisa muncul dalam pertuturan .2. Bentuk-bentuk seperti ini lazim disebut bentuk prakategorial. bentuk-bentuk seperti juang. maka bentuk-bentuk tersebut disebut juga morfem unik. Lalu. dan tendang juga termasuk bentuk prakategorial. Misalnya. maknanya dan sebagainya. menurut konsep Verhaar (1978) bentuk-bentuk seperti baca. Secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Yaitu: Pertama. dan bugar (yang hanya muncul dalam segar bugar) juga termasuk morfem terikat. Semua afiks dalam bahasa Indonesia adalah morfem terikat. dan bagus.2 Jenis Morfem Morfem dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria. a. karena bentuk-bentuk tersebut baru merupakan ”pangkal” kata. Antara lain berdasarkan kebebasannya. henti. sehubungan dengan istilah prakategorial di atas. bentuk-bentuk seperti renta (yang hanya muncul dalam tua renta). Kajian Morfologi (Morfem. b. Morfem Bebas Morfem bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncut dalam pertuturan. gaul. karena hanya bisa muncul dalam pasangan tertentu. Alomorf dan Deretan Morfologik) 5 . keutuhannya. Berkenaan dengan morfem terikat ini dalam bahasa Indonesia ada beberapa hal yang perlu dikemukakan. Ketiga. karena bentuk-bentuk tersebut. tulis. kerontang (yang hanya muncul dalam kering kerontang). tidak dapat muncul dalam pertuturan tanpa terlebih dahulu mengalami proses morfologi.1.

dan infiks {-em-} pa a kata gemetar. tetapi secara sintaksis . untuk bahasa Indonesia. apakah terikat atau bebas. Umpamanya. dan kalau. kemunculannya dalam pertuturan selalu melekat pada bentuk lain. Morf. yakni afiks yang disisipkan di tengah morfem dasar. Kelima. dan {pensil}. infiks {-el-} pada kata pelatuk. yaitu {satu } dan satu morfem terbagi. yaitu {per-/-an}. seperti -lah. {ber-}. dan atau secara morfologis termasuk morfem bebas. dan { pe-/-an } adalah termasuk morfem terbagi. afiks {-er} pada kata gerigi. Misalnya. merupakan bentuk terikat. Pembedaan morfem utuh dan morfem terbagi berdasarkan bentuk formal yang dimiliki morfem tersebut: apakah merupakan satu kesatuan yang utuh atau merupakan dua bagian yang terpisah atau terbagi. morfem dapat dibedakan menjadi dua yaitu morfem segmental dan suprasegmental. -nya. klitika -lah dalam bahasa Indonesia. seperti {meja}. Umpamanya pada kata Indonesia kesatuan terdapat satu morfem utuh. Klitika adalah bentuk-bentuk singkat. Proklitika adalah klitika yang berposisi di muka kata yang diikuti. {kursi}. (taut). Alomorf dan Deretan Morfologik) 6 . seperti pada beraturan dan berpakaian. seperti {ter-}. bentuk {ber-/-an} bisa merupakan konfiks. karena disisipi morfem lain. yang disebut klitika merupakan morfem yang agak sukar ditentukan statusnya. tetapi dapat dipisahkan. Berdasarkan jenis fonem yang membentuknya. Kajian Morfologi (Morfem. {kecil}. { ber-/-an } (per-/an}. tetapi bisa juga bukan konfiks. Begitu juga dengan sebagian morfem terikat. Sedangkan enlditika adalah klitika yang berposisi di belakang kata yang ditekati. bentuk-bentuk yang termasuk preposisi dan konjungsi. seperti dari. Sedangkan morfem terbagi adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua buah bagian yang terpisah. semua afiks yang disebut konfiks seperti {ke-/-an}. biasanya hanya satu silabel. pada. yaitu: Pertama. secara fonologis tidak mendapat tekanan. 2. hlamun. yaitu {buat} dan satu morfem terbagi. Sehubungan dengan morfem terbagi ini. seperti ku dan kau pada konstruksi kubawa dan kuambil. dan {juang}. Semua morfem dasar bebas termasuk morfem utuh. yakni { ke-/-an } kata perbuatan terdiri dari satu morfem utuh. ada catatan yang perlu diperhatikan. dan –ku. (henti}.Keempat. 3. Berdasarkan keutuhan bentuknya dibedakan adanya morfem utuh dan terbagi. dan bermusuhan saling memusuhi. Kedua dalam bahasa Indonesia ada afiks yang disebut infiks.

tetapi yang tanwujud kehadirannya tidak nyata. seperti tekanan. Jadi. tetapi ada dalam bahasa Inggris. 6. dan {ter-}. namun. Secara semantik. morfem tak bermakna leksikal tidak mempunyai makna apa-apa pada dirinya sendiri. 4. b. Berdasarkan kehadirannya secara konkret dapat dibedakan menjadi morfem wujud dan morfem tanwujud. Oleh karena itu. dalam bahasa Indonesia. tanpa perlu berproses dulu dengan morfem lain. morfem-morfem seperti {kuda}. seperti morfem {lihat}. tetapi secara gramatikal morfem. semua morfem yang berwujud bunyi adalah morfem segmental. {sikat}.dan . mempunyai makna atau tidak ? Kalau dikatakan mempunyai makna jelas morfem-morfem tersebut tidak dapat berdiri sendiri sebagai bentuk yang otonom di dalam pertuturan. . yaitu morfem-morfem yang di datam gramatika berkategori sebagai preposisi dan konjungsi. . untuk bahasa Indonesia timbul masalah. Berdasarkan kemungkinan menjadi dasar dalam pembentukan kata dapat dibedakan menjadi morfem dasar dan morfem afiks. Misalnya morfem . Morfem-morfem §eperti { juang } { henti } dan {gaul} yang oleh Verhaar disebut bentuk prakategorial. Kalau dikatakan tidak bermakna jelas morfem-morfem itu bukan afiks. Misalnya. morfemmorfem itu mempunyai makna. Sedangkan . Sebaliknya.a. Yang biasa dimaksud dengan morfem tak bermakna leksikal ini adalah morfem-morfem afiks. Morfem tanwujud ini tidak ada dalam bahasa Indonesia. perlu dicatat bentuk dasar yang termasuk dalam kategori preposisi dan konjungsi tidak pernah mengalami proses afiksasi. Alomorf dan Deretan Morfologik) 7 . seperti morfem . nada. {lah}. morfem tersebut tidak mempunyai kebebasan dan otonomi. {lari} dan {merah} adalah morfem bermakna leksikal. Ada satu bentuk morfem lagi yang perlu dibicarakan atau dipersoalkan mempunyai makna leksikal atau tidak. melainkan hanya sebgai pembentuk disebut morfem afiks. dan mempunyai kedudukan yang otonom di dalam pertuturan. Kajian Morfologi (Morfem. 5. Morfem suprasegmental adalah morfem yang dibentuk oleh unsur-unsur suprasegmental. Yang dimaksud dengan morfem bermakna leksikal adalah morfemmorfem yang secara inheren telah memiliki makna pada dirinya sendiri. . Dalam dikotomi morfem bermakna leksikal dan tak bermakna leksikal ini. dan (ber}. Yang dimaksud dengan morfem wujud adalah morfem yang nyata ada. {pergi}. Morfem dasar adlaah morfem yang dapat menjadi dasar dalam suatu proses morfologi. Berdasakan ciri semantiknya morfem dapat dibedakan menjadi morfem leksikal dan morfem gramatikal. Morf. morfem-morfem seperti ini. dan sebagainya. Morfem ini baru mempunyai makna dalam gabungannya dengan morfem lain dalam suatu proses morfologi. dengan sendirinya sudah dapat digunakan secara bebas. durasi. Morfem segmental adalah morfem yang dibentuk oleh fonem-fonem segmental. yang tidak dapat menjadi dasar . {me-}. seperti {ber-}.

Satuan me. misalnya pada membawa. Namun./pe/. Morf.3 Alomorf Morfem sebenarnya merupakan barang abstrak karena ada dalam konsep. dan bel-. ada juga morfem yang direalisasikan dalam beberapa bentuk alomorf. Morf adalah satuan bentuk terkecil yang sudah mempunyai arti. Dalam bahasa Indonesia kita jumpai kata seperti tulis. Morf ber-. Dengan melihat deretan bentuk itu saja. 2. meng-. Pada hakikatnya morf adalah deretan fonem. Pada umumnya sebuah morfem hanya memiliki sebuah alomorf. menulis. maka wujud itu menjadi alomorf morfem tersebut.pada kata belajar. / d i/ merupakan satuan terkecil yang bermakna. morfem ber-. dan me-. Dengan demikian kita dapat menetapkan bahwa / tulis/. mendatang. Alomorf dan Deretan Morfologik) 8 .2 Morf Di samping istilah morfem dan alomorf ada pula istilah morf. Misalnya. be-. Kushartanti (2001:150) mengatakan penamaan yang berbeda itu dimaksudkan untuk menunjukkan perbedaan tingkat analisisnya.yang mempunyai struktur fonologik mem-. Dari penjelasan di atas tampak bahwa sebenarnya morf dan alomorf adalah dua nama bagi wujud yang sama. Jika wujud itu sekarang dilihat sebagai anggota sebuah morfem. Bentuk-bentuk mem-. Jika wujud itu ( yakni satuan kecil yang bermakna) tidak dikaitkan dengan morfem tertentu wujud itu bernama morf. yang tidak lain adalah realisasi dari morfem itu. yang tidak atau belum dibicarakan dalam hubungan keanggotaam terhadap suatu morfem. 2. men-. meny-.pada kata bekerja. dan melerai.seperti terdapat pada menulis.pada kata berjalan. Jadi. Contoh lain. kita dapat mengetahui bahwa ada bagian bentuk yang dapat kita pisahkan dengan mudah. morfem {me-} memiliki enam bentuk alomorf seperti yang nampak pada bagan. meskipun tidak seketat kebebasan morfem afiks. ditulis. Karena itu morf-morf kita tuliskan secara fonemis. dan me-. kebebasannya dalam pertuturan juga terbatas. Sedangkan yang konkret. morf be. / meN /. meng-. penulis. masing-masing disebut dengan morf. Morfem Alomorf Contoh Pada Kata Kajian Morfologi (Morfem. meny-. Satuansatuan itu masing-masing disebut dengan morf. yang semuanya merupakan alomorf dari morfem meN-. yang ada dalam petuturan adalah alomorf. Umpamanya morfem {me} tulis direalisasikan dalam bentuk prefiks me. men-. menyuruh. morf bel. Namun. ketiganya merupakan alomorf morfem ber-. yang terdiri dari morf ber. menggali. dan sebagainya. alomorf adalah bentuk realisasi morfem yang bersifat nyata/ada. yaitu tulis.Morfem-morfem yang termasuk preposisi dan konjungsi jetas bukan afiks dan jelas memiiiki makna.

menjauhi. dapat disimpulkan adanya morfem jauh. Perubahan /n/ itu harus homogen. Sedangkan yang dimaksud dengan morf adalah wujud kongkret dari alomorf itu sendiri.meng mem me men meny me menge menguras. haruslah kata itu diperbandingkan dengan kata-kata lain dalam deretan morfologik. menyatu melihat. memuja. membantu meniru. terdapat menjauhkan. terjauh. menyuci. sebagai unsur yang terdapat pada tiap-tiap anggota deretan Kajian Morfologi (Morfem. mengarang. Maksudnya. bergantung kepada jenis fonem awal sebuah satuan yang dilekati oleh morfem tersebut. Jadi. meralat Meneskor. dijauhkan.4 Deretan Morfologik Yang dimaksud dengan deretan morfologik ialah suatu deretan atau suatu daftar yang memuat kata-kata yang berhubungan dalam bentuk dan artinya. Di samping kejauhan. melirik. deretan morfologiknya sebagai berikut: kejauhan menjauhkan dijauhkan terjauh berjauhan menjauhi dijauhi Jauh Dari perbandingan kata-kata yang terdapat dalam deretan morfologik di atas. Alomorf dan Deretan Morfologik) 9 . 2. Sebagai contoh /n/ akan menjadi /m/ apabila dilekatkan pada bentuk dasar yang diawali fonem /b/. menghitung membuat. dijauhi. menidurkan menyiram. berjauhan. Untuk mengetahui apakah kata itu terdiri dari satu morfem atau beberapa morfem. fonem /m/ dan /b/ sama-sama bunyi bilabial. Morf. mengecat Keraf dalam Kushartanti (2005) mengatakan bahwa variasi itu disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang dimasukinya. Misalnya kita dapati kata kejauhan.

seperti. apakah terdiri dari satu morfem atau dua morfem. kedua kata itu hanya memiliki pertalian bentuk. menterlantarkan. selamat. pengaruh. dan jika terlantar dibandingkan dengan lantaran. kata terlantar hanya terdiri atas satu morfem. berjauhan terdiri dari morfem jauh dan ber – an. pertalian bentuk arti tidak ada. perempuan. Deretan morfologik amat berguna dalam penentuan morfem-morfem.morfologik. Alomorf dan Deretan Morfologik) 10 . dapat diketahui dari deretan morfologik. Kajian Morfologi (Morfem. dan keterlantaran. dan masih banyak lagi. Kesimpulannya. Benar memang dalam peristiwa bahasa dijumpai kata lantaran. yang secara deskriptif tidak dapat diletakkan dalam satu deretan morfologik dengan kata-kata terlantar. dan kata dijauhi terdiri dari morfem-morfem di -. Maka sesuai dengan apa yang dimaksud deretan morfologik. pada hakikatnya secara deskriptif hanya terdiri atas satu morfem saja. dijauhkan terdiri morfem-morfem di – jauh. terlentang. dapat dipastika bahwa kata terlantar hanya terdiri atas satu morfem. jauh. pura-pura. Kata terlantar misalnya. Misalnya segala. dan – i. menjauhi terdiri dari morfem-morfem meN -. jauh dan – i. kedua kata itu tidak dapat diletakkan dalam satu deretan morfologik. menjauhkan terdiri dari morfem-morfem meN – jauh dan – kan. Banyak kata yang kelihatannya terdiri atas dua morfem atau lebih tetapi setelah diteliti benar-benar. dan berarti juga tidak dapat diperbandingkan. kelola. dan – kan. terjauh terdiri dari morfem ter – dan jauh. perangai. diterlantarkan. dan kata lantaran dipandang sebagai kata lain. jawatan. Morf. niscaya dapat ditentukan adanya morfem lantar : terlantar lantaran lantar tetapi secara deskriptif. alun-alun. jembatan. Kata itu haruslah dibandingkan dengan kata-kata lain yang berhubungan dalam bentuk dan artinya dalam deretan morfologik : terlantar menterlantarkan diterlantarkan keterlantaran terlantar Dari deretan morfologik di atas. hingga dapat dipastikan bahwa kata kejauhan terdiri dari morfem jauh dan morfem ke – an. petua.

Alomorf adalah bentuk realisasi morfem yang bersifat nyata/ada. alomorf. Konsep-konsep tersebut perlu dipahami agar dapat mempermudah mahasiswa dalam memahami proses pembentukan kata nantinya. Morf adalah satuan bentuk terkecil yang sudah mempunyai arti. Deretan Morfologi adalah suatu deretan atau suatu daftar yang memuat kata-kata yang berhubungan dalam bentuk dan artinya. 3. Alomorf dan Deretan Morfologik) 11 . morf. yang tidak atau belum dibicarakan dalam hubungan keanggotaan terhadap suatu morfem. 4.2 Saran Melalui makalah ini diharapkan agar mahasiswa mampu memahami konsepkonsep dasar Morfologi seperti morfem.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil diskusi yang kelompok kami lakkan. 2. Morfem adalah satuan bahasa terkecil yang memiliki makna. 3.BAB III SIMPULAN 3. dan deretan morfologik dengan baik. dapat ditarik kesimpulan bahwa 1. Kajian Morfologi (Morfem. Morf.

1987.Gramedia Pustaka Utama Ramlan.Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Arifin.Jakarta: Rineka Cipta -------. Alomorf dan Deretan Morfologik) 12 .Cetakan 12.Jakarta: Rineka Cipta Kushartanti. Zaenal dan Junaiyah. Karyono Kajian Morfologi (Morfem.2007. Linguistik Umum. Morfologi Suatau Tinjauan Deskriptif. dan Fungsi). Morf. Jakarta: PT.:PT. M. Grasindo Chaer.Yogyakarta:CV.2005.2008.Langkah Awal Memahami Lnguistik.Morfologi (Bentuk. Makna.2007. Morfologi Bahasa Indonesia. Abdul.