BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Morfologi adalah cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal. Morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik (Ramlan, 1987:19). Kata Morfologi berasal dari kata morphologie. Kata morphologie berasal dari bahasa Yunani morphe yang digabungkan dengan logos. Morphe berarti bentuk dan dan logos berarti ilmu. Bunyi [o] yang terdapat diantara morphe dan logos ialah bunyi yang biasa muncul diantara dua kata yang digabungkan. Jadi, berdasarkan makna unsur-unsur pembentukannya itu, kata morfologi berarti ilmu tentang bentuk. Dalam kaitannya dengan kebahasaan, yang dipelajari dalam morfologi ialah bentuk kata. Selain itu, perubahan bentuk kata dan makna (arti) yang muncul serta perubahan kelas kata yang disebabkan perubahan bentuk kata itu, juga menjadi objek pembicaraan dalam morfologi. Dengan kata lain, secara struktural objek pembicaraan dalam morfologi adalah morfem pada tingkat terendah dan kata pada tingkat tertinggi.Itulah sebabnya, dikatakan bahwa morfologi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk kata (struktur kata) serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap makna (arti) dan kelas kata. Dalam mempelajari Morfologi, nantinya kita akan menemui banyak sekali istilahistilah yang bertalian ilmu Morfologi, seperti morfem, morf, alomorf dan deretan morfologik. Tanpa didasari dengan pemahaman yang baik terhadap konsep-konsep tersebut bukan tidak mungkin jika nantinya kita akan mengalami kesulitan dalam memahami Morfologi. Oleh karena itu, sebelum melangkah ke seluk beluk pembentukan kata yang menjadi sasaran utama dalam morfologi, ada baiknya jika kita terlebih dahulu memahami konsep-konsep dasar yang bertalian dengan morfologi tersebut. Untuk itu penulis merasa perlu untuk membahas konsep-konsep dasar dalam morfologi seperti morfem, morf, alomorf dan deretan morfologik dalam makalah ini untuk memberikan pemahaman yang baik terhadap konsep-konsep dasar tersebut. Dengan harapan nantinya dapat membantu pembaca lebih memahami Morfologi. 1

Kajian Morfologi (Morfem, Morf, Alomorf dan Deretan Morfologik)

2. Alomorf dan Deretan Morfologik) 2 . Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengn morfem. Apakah yang dimaksud dengan morf? 3. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan deretan morfologik. 1. Apakah yang dimaksud dengan morfem? 2. Morf. Apakah yang dimaksud dengan alomorf? 4. 4. 3. maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan alomorf. adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Apakah yang dimaksud dengan deretan morfologik? 1.1.2 Rumusan Masalah Setelah pemaparan latar belakang di atas.3 Tujuan Berdasarkan rumusan masalah di atas. BAB II PEMBAHASAN Kajian Morfologi (Morfem. Untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan morf.

1 Identifikasi Morfem Untuk mengenal morfem secara jeli dalam bahasa Indonesia. Dua bentuk yang sama atau lebih memiliki makna yang sama merupakan sebuah morfem. 2. Misalnya kata bisa pada kedua kalimat berikut adalah dua buah morfem yang berbeda. walau tidak mempunyai makna leksikal. yakni sebagai berikut: 1. Hal serupa juga dikemukakan Ramlan. karena merupakan bentuk terkecil bahasa Indonesia.2. menurut beliau morfem merupakan satuan gramatik paling kecil yang tidak mempunyai satuan lain selain unsurnya (Ramlan. tetapi mempunyai makna gramatikal. diperlukan petunjuk sebagai pegangan.1 Morfem Morfem merupakan satuan bahasa paling kecil yang yang menjadi sasaran kajian morfologi. Morf. Bloch dan Trager dalam Kushartanti (2001:120) mengatakan bahwa morfem yaitu semua bentuk baik bebas maupun terikat yang tidak dapat dibagi ke dalam bentuk terkecil yang mengandung arti. 1983 : 26).1. Ayah menanam bunga melati di taman Bibit bunga melati itu dibeli ayah di Bandung 2. Kajian Morfologi (Morfem. • • • Ibu membeli seikat bunga mawar untuk kakek. • Adik bisa mengerjakan ulangan dengan baik. 2008:13-15). Alomorf dan Deretan Morfologik) 3 . Sebagai contoh bentuk tulis adalah sebuah morfem karena tidak dapat dibagi menjadi bentuk-bentuk terkecil lainnya serta mengandung makna atau arti leksis. Ada enam prinsip yang saling melengkapi untuk memudahkan pengenalan morfem ( Abdul Chaer. Sedangkan menurut Zaenal Arifin dalam bukunya Morfologi Bentuk dan Makna mengatakan bahwa morfem adalah satuan bahasa terkecil yang mengandung makna. Apakah yang dimaksud dengan morfem ? Abdul Chaer dalam bukunya yang berjudul Morfologi Bahasa Indonesia mengatakan bahwa morfem adalah satuan gramatikal terkecil yang memiliki makna (2008:7). Dari pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa morfem adalah satuan bahasa terkecil yang memiliki makna. Dua bentuk yang sama atau lebih bila memiliki makna yang berbeda merupakan dua morfem yang berbeda.juga merupakan sebuah morfem. Bentuk meN. Umpamanya kata bunga pada ketiga kalimat berikut adalah sebuah morfem yang sama.

merupakan dua morfem yang berbeda. ber. 6. 3. bentuk yang hanya muncul dengan pasangan satu-satunya adalah juga sebuah morfem. kalimat) apabila maknanya berbeda secara polisemi. • • • bekerja berujar belajar 5. Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besar (klausa. Umpamanya bentuk-bentuk seperti be. tetapi memiliki makna yang sama. • • • • menulis tertulis penulis ditulis 7. Kajian Morfologi (Morfem. Bentuk yang muncul berulang-ulang pada satuan yang lebih besar apabila memiliki makna yang sama merupakan morfem yang sama. Dua buah bentuk yang berbeda. kata sukar dan sulit pada kedua kalimat berikut adalah dua morfem yang berbeda. • • Kaki Adi terantuk batu. Alomorf dan Deretan Morfologik) 4 . kuning langsat.• Ayah terkena bisa ular. Kaki meja itu terbuat dari batu pualam. asal perbedaan bentuk itu dapat dijelaskan secara fonologis. 4. dan bel pada kata-kata berikut adalah morfem yang sama. Umpamanya. tua renta. Sejak terkena penyakit rabun senja ibu sukar melihat. Misalnya bentuk tulis pada kata-kata berikut adalah sebuah morfem yang sama. Morf. Bentuk-bentuk yang mirip (berbeda sedikit)tetapi maknanya sama adalah sebuah morfem yang sama. Umpamanya bentuk hitam legam. • • Ayah sulit membaca jika tidak menggunakan kaca mata. merupakan morfem yang sama.

Kajian Morfologi (Morfem. bentuk-bentuk seperti juang. dan bugar (yang hanya muncul dalam segar bugar) juga termasuk morfem terikat. sehubungan dengan istilah prakategorial di atas.2 Jenis Morfem Morfem dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria. Misalnya. bentuk pulang. maka bentuk-bentuk tersebut disebut juga morfem unik. Morfem Terikat Morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan. tidak dapat muncul dalam pertuturan tanpa terlebih dahulu mengalami proses morfologi. Lalu. makan. henti. Kedua. a. sehingga baru bisa muncul dalam pertuturan . karena bentuk-bentuk tersebut baru merupakan ”pangkal” kata.1. Berkenaan dengan morfem terikat ini dalam bahasa Indonesia ada beberapa hal yang perlu dikemukakan. dan baur juga termasuk morfem terikat. Antara lain berdasarkan kebebasannya. b. Yaitu: Pertama. Bentuk-bentuk seperti ini lazim disebut bentuk prakategorial. Morfem Bebas Morfem bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncut dalam pertuturan. karena bentuk-bentuk tersebut. bentuk-bentuk seperti renta (yang hanya muncul dalam tua renta). kerontang (yang hanya muncul dalam kering kerontang). Ketiga. Secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Morf. gaul. Berdasarkan kebebasannya untuk dapat digunakan langsung dalam petuturan morfem dapat dibedakan menjadi morfem bebas dan morfem terikat. Alomorf dan Deretan Morfologik) 5 . rumah.2. keutuhannya.sesudah mengalami proses morfologi. meskipun bukan afiks. dan bagus. tulis. maknanya dan sebagainya. karena hanya bisa muncul dalam pasangan tertentu. Semua afiks dalam bahasa Indonesia adalah morfem terikat. dan tendang juga termasuk bentuk prakategorial. menurut konsep Verhaar (1978) bentuk-bentuk seperti baca.

seperti -lah. dan { pe-/-an } adalah termasuk morfem terbagi. Berdasarkan keutuhan bentuknya dibedakan adanya morfem utuh dan terbagi. Berdasarkan jenis fonem yang membentuknya. bentuk-bentuk yang termasuk preposisi dan konjungsi. Sedangkan enlditika adalah klitika yang berposisi di belakang kata yang ditekati. dan –ku. yakni { ke-/-an } kata perbuatan terdiri dari satu morfem utuh. pada. Sedangkan morfem terbagi adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua buah bagian yang terpisah. Umpamanya pada kata Indonesia kesatuan terdapat satu morfem utuh. Kedua dalam bahasa Indonesia ada afiks yang disebut infiks. secara fonologis tidak mendapat tekanan. seperti pada beraturan dan berpakaian. dan {juang}. seperti dari. dan {pensil}. yaitu {satu } dan satu morfem terbagi. kemunculannya dalam pertuturan selalu melekat pada bentuk lain. morfem dapat dibedakan menjadi dua yaitu morfem segmental dan suprasegmental. Begitu juga dengan sebagian morfem terikat. apakah terikat atau bebas. Morf. merupakan bentuk terikat. 3. klitika -lah dalam bahasa Indonesia. yaitu {buat} dan satu morfem terbagi. semua afiks yang disebut konfiks seperti {ke-/-an}. hlamun. seperti {meja}. dan atau secara morfologis termasuk morfem bebas. Alomorf dan Deretan Morfologik) 6 . -nya. dan kalau. Semua morfem dasar bebas termasuk morfem utuh. biasanya hanya satu silabel. Umpamanya. infiks {-el-} pada kata pelatuk. {kursi}. 2. tetapi secara sintaksis . {kecil}. tetapi bisa juga bukan konfiks. yaitu: Pertama. dan bermusuhan saling memusuhi. ada catatan yang perlu diperhatikan. Kelima. yaitu {per-/-an}. yakni afiks yang disisipkan di tengah morfem dasar. dan infiks {-em-} pa a kata gemetar. Misalnya. seperti ku dan kau pada konstruksi kubawa dan kuambil. {ber-}. seperti {ter-}. { ber-/-an } (per-/an}. bentuk {ber-/-an} bisa merupakan konfiks. yang disebut klitika merupakan morfem yang agak sukar ditentukan statusnya. afiks {-er} pada kata gerigi. (taut). tetapi dapat dipisahkan.Keempat. Pembedaan morfem utuh dan morfem terbagi berdasarkan bentuk formal yang dimiliki morfem tersebut: apakah merupakan satu kesatuan yang utuh atau merupakan dua bagian yang terpisah atau terbagi. (henti}. Kajian Morfologi (Morfem. untuk bahasa Indonesia. Proklitika adalah klitika yang berposisi di muka kata yang diikuti. Klitika adalah bentuk-bentuk singkat. karena disisipi morfem lain. Sehubungan dengan morfem terbagi ini.

5. perlu dicatat bentuk dasar yang termasuk dalam kategori preposisi dan konjungsi tidak pernah mengalami proses afiksasi. dan (ber}. yaitu morfem-morfem yang di datam gramatika berkategori sebagai preposisi dan konjungsi. . Berdasarkan kehadirannya secara konkret dapat dibedakan menjadi morfem wujud dan morfem tanwujud. {me-}. tanpa perlu berproses dulu dengan morfem lain. 6. Jadi. semua morfem yang berwujud bunyi adalah morfem segmental. {lari} dan {merah} adalah morfem bermakna leksikal. {lah}. Secara semantik. morfem-morfem seperti {kuda}. seperti morfem {lihat}. Berdasarkan kemungkinan menjadi dasar dalam pembentukan kata dapat dibedakan menjadi morfem dasar dan morfem afiks. tetapi ada dalam bahasa Inggris. Alomorf dan Deretan Morfologik) 7 . . morfem tak bermakna leksikal tidak mempunyai makna apa-apa pada dirinya sendiri. Kajian Morfologi (Morfem. Dalam dikotomi morfem bermakna leksikal dan tak bermakna leksikal ini. Yang dimaksud dengan morfem bermakna leksikal adalah morfemmorfem yang secara inheren telah memiliki makna pada dirinya sendiri. dan mempunyai kedudukan yang otonom di dalam pertuturan. melainkan hanya sebgai pembentuk disebut morfem afiks. Morfem segmental adalah morfem yang dibentuk oleh fonem-fonem segmental. Morf. {sikat}. nada. Morfem tanwujud ini tidak ada dalam bahasa Indonesia. . Berdasakan ciri semantiknya morfem dapat dibedakan menjadi morfem leksikal dan morfem gramatikal. tetapi yang tanwujud kehadirannya tidak nyata. morfem-morfem seperti ini. Misalnya. seperti tekanan.a. Sebaliknya. Morfem ini baru mempunyai makna dalam gabungannya dengan morfem lain dalam suatu proses morfologi. {pergi}. dengan sendirinya sudah dapat digunakan secara bebas. Morfem suprasegmental adalah morfem yang dibentuk oleh unsur-unsur suprasegmental. namun. durasi. Sedangkan . morfem tersebut tidak mempunyai kebebasan dan otonomi. Ada satu bentuk morfem lagi yang perlu dibicarakan atau dipersoalkan mempunyai makna leksikal atau tidak. Yang dimaksud dengan morfem wujud adalah morfem yang nyata ada.dan . b. Morfem-morfem §eperti { juang } { henti } dan {gaul} yang oleh Verhaar disebut bentuk prakategorial. dan {ter-}. Kalau dikatakan tidak bermakna jelas morfem-morfem itu bukan afiks. Yang biasa dimaksud dengan morfem tak bermakna leksikal ini adalah morfem-morfem afiks. Oleh karena itu. 4. seperti {ber-}. untuk bahasa Indonesia timbul masalah. yang tidak dapat menjadi dasar . seperti morfem . Morfem dasar adlaah morfem yang dapat menjadi dasar dalam suatu proses morfologi. morfemmorfem itu mempunyai makna. dan sebagainya. dalam bahasa Indonesia. tetapi secara gramatikal morfem. mempunyai makna atau tidak ? Kalau dikatakan mempunyai makna jelas morfem-morfem tersebut tidak dapat berdiri sendiri sebagai bentuk yang otonom di dalam pertuturan. Misalnya morfem .

menulis. meskipun tidak seketat kebebasan morfem afiks.pada kata berjalan. Karena itu morf-morf kita tuliskan secara fonemis.pada kata belajar. dan bel-. misalnya pada membawa. dan melerai.seperti terdapat pada menulis. meny-. 2. Namun. Pada umumnya sebuah morfem hanya memiliki sebuah alomorf. Dengan demikian kita dapat menetapkan bahwa / tulis/. Alomorf dan Deretan Morfologik) 8 . alomorf adalah bentuk realisasi morfem yang bersifat nyata/ada. Satuansatuan itu masing-masing disebut dengan morf. Jika wujud itu ( yakni satuan kecil yang bermakna) tidak dikaitkan dengan morfem tertentu wujud itu bernama morf. kebebasannya dalam pertuturan juga terbatas. men-. kita dapat mengetahui bahwa ada bagian bentuk yang dapat kita pisahkan dengan mudah. Morf adalah satuan bentuk terkecil yang sudah mempunyai arti. yaitu tulis. Misalnya. Jika wujud itu sekarang dilihat sebagai anggota sebuah morfem. yang ada dalam petuturan adalah alomorf. meny-. Dalam bahasa Indonesia kita jumpai kata seperti tulis. morfem {me-} memiliki enam bentuk alomorf seperti yang nampak pada bagan. dan me-./pe/. ditulis. Kushartanti (2001:150) mengatakan penamaan yang berbeda itu dimaksudkan untuk menunjukkan perbedaan tingkat analisisnya.2 Morf Di samping istilah morfem dan alomorf ada pula istilah morf. Contoh lain. Morf ber-. Umpamanya morfem {me} tulis direalisasikan dalam bentuk prefiks me. / d i/ merupakan satuan terkecil yang bermakna. Pada hakikatnya morf adalah deretan fonem. menggali.pada kata bekerja. be-. masing-masing disebut dengan morf. yang tidak atau belum dibicarakan dalam hubungan keanggotaam terhadap suatu morfem. Dengan melihat deretan bentuk itu saja. maka wujud itu menjadi alomorf morfem tersebut. Dari penjelasan di atas tampak bahwa sebenarnya morf dan alomorf adalah dua nama bagi wujud yang sama. ada juga morfem yang direalisasikan dalam beberapa bentuk alomorf. meng-. dan me-. penulis. / meN /.Morfem-morfem yang termasuk preposisi dan konjungsi jetas bukan afiks dan jelas memiiiki makna. Bentuk-bentuk mem-. morf be. Jadi.3 Alomorf Morfem sebenarnya merupakan barang abstrak karena ada dalam konsep. menyuruh. mendatang. Morf.yang mempunyai struktur fonologik mem-. 2. ketiganya merupakan alomorf morfem ber-. yang semuanya merupakan alomorf dari morfem meN-. Morfem Alomorf Contoh Pada Kata Kajian Morfologi (Morfem. Sedangkan yang konkret. morf bel. yang tidak lain adalah realisasi dari morfem itu. Satuan me. men-. Namun. morfem ber-. yang terdiri dari morf ber. meng-. dan sebagainya.

meralat Meneskor. menghitung membuat. haruslah kata itu diperbandingkan dengan kata-kata lain dalam deretan morfologik. sebagai unsur yang terdapat pada tiap-tiap anggota deretan Kajian Morfologi (Morfem. memuja. menjauhi. Maksudnya. Di samping kejauhan. Perubahan /n/ itu harus homogen. berjauhan. menyuci.4 Deretan Morfologik Yang dimaksud dengan deretan morfologik ialah suatu deretan atau suatu daftar yang memuat kata-kata yang berhubungan dalam bentuk dan artinya. melirik. Sedangkan yang dimaksud dengan morf adalah wujud kongkret dari alomorf itu sendiri. bergantung kepada jenis fonem awal sebuah satuan yang dilekati oleh morfem tersebut. Sebagai contoh /n/ akan menjadi /m/ apabila dilekatkan pada bentuk dasar yang diawali fonem /b/. deretan morfologiknya sebagai berikut: kejauhan menjauhkan dijauhkan terjauh berjauhan menjauhi dijauhi Jauh Dari perbandingan kata-kata yang terdapat dalam deretan morfologik di atas. Morf. menyatu melihat. fonem /m/ dan /b/ sama-sama bunyi bilabial. terjauh. mengarang.meng mem me men meny me menge menguras. dijauhkan. membantu meniru. dapat disimpulkan adanya morfem jauh. terdapat menjauhkan. Misalnya kita dapati kata kejauhan. menidurkan menyiram. Alomorf dan Deretan Morfologik) 9 . 2. Jadi. dijauhi. mengecat Keraf dalam Kushartanti (2005) mengatakan bahwa variasi itu disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang dimasukinya. Untuk mengetahui apakah kata itu terdiri dari satu morfem atau beberapa morfem.

pertalian bentuk arti tidak ada. alun-alun. dapat diketahui dari deretan morfologik. dan berarti juga tidak dapat diperbandingkan. dan kata dijauhi terdiri dari morfem-morfem di -. jawatan. kedua kata itu hanya memiliki pertalian bentuk. Alomorf dan Deretan Morfologik) 10 . petua. dan kata lantaran dipandang sebagai kata lain. Benar memang dalam peristiwa bahasa dijumpai kata lantaran. kelola. kata terlantar hanya terdiri atas satu morfem. Kata itu haruslah dibandingkan dengan kata-kata lain yang berhubungan dalam bentuk dan artinya dalam deretan morfologik : terlantar menterlantarkan diterlantarkan keterlantaran terlantar Dari deretan morfologik di atas. dan masih banyak lagi. Kata terlantar misalnya. kedua kata itu tidak dapat diletakkan dalam satu deretan morfologik. diterlantarkan. jauh. Morf. perempuan. dan jika terlantar dibandingkan dengan lantaran. Kajian Morfologi (Morfem. Kesimpulannya. jembatan. yang secara deskriptif tidak dapat diletakkan dalam satu deretan morfologik dengan kata-kata terlantar. menjauhi terdiri dari morfem-morfem meN -. pura-pura. dapat dipastika bahwa kata terlantar hanya terdiri atas satu morfem. niscaya dapat ditentukan adanya morfem lantar : terlantar lantaran lantar tetapi secara deskriptif. apakah terdiri dari satu morfem atau dua morfem. terlentang. dan keterlantaran. menterlantarkan. Deretan morfologik amat berguna dalam penentuan morfem-morfem. pengaruh. selamat. Misalnya segala. terjauh terdiri dari morfem ter – dan jauh. dan – kan. menjauhkan terdiri dari morfem-morfem meN – jauh dan – kan. perangai. pada hakikatnya secara deskriptif hanya terdiri atas satu morfem saja. Maka sesuai dengan apa yang dimaksud deretan morfologik. dan – i.morfologik. dijauhkan terdiri morfem-morfem di – jauh. hingga dapat dipastikan bahwa kata kejauhan terdiri dari morfem jauh dan morfem ke – an. seperti. jauh dan – i. berjauhan terdiri dari morfem jauh dan ber – an. Banyak kata yang kelihatannya terdiri atas dua morfem atau lebih tetapi setelah diteliti benar-benar.

yang tidak atau belum dibicarakan dalam hubungan keanggotaan terhadap suatu morfem. Kajian Morfologi (Morfem. Konsep-konsep tersebut perlu dipahami agar dapat mempermudah mahasiswa dalam memahami proses pembentukan kata nantinya. 3. Alomorf dan Deretan Morfologik) 11 . Morf. 3. morf. 2. alomorf. dan deretan morfologik dengan baik. Morf adalah satuan bentuk terkecil yang sudah mempunyai arti.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil diskusi yang kelompok kami lakkan. dapat ditarik kesimpulan bahwa 1.BAB III SIMPULAN 3.2 Saran Melalui makalah ini diharapkan agar mahasiswa mampu memahami konsepkonsep dasar Morfologi seperti morfem. Alomorf adalah bentuk realisasi morfem yang bersifat nyata/ada. 4. Deretan Morfologi adalah suatu deretan atau suatu daftar yang memuat kata-kata yang berhubungan dalam bentuk dan artinya. Morfem adalah satuan bahasa terkecil yang memiliki makna.

Abdul.Morfologi (Bentuk. Zaenal dan Junaiyah. M.:PT.2007.Yogyakarta:CV.DAFTAR PUSTAKA Arifin.Cetakan 12. Jakarta: PT.Jakarta.Langkah Awal Memahami Lnguistik. dan Fungsi).1987.Jakarta: Rineka Cipta Kushartanti. Makna.2005.2007. Alomorf dan Deretan Morfologik) 12 . Morfologi Suatau Tinjauan Deskriptif. Karyono Kajian Morfologi (Morfem.Jakarta: Rineka Cipta -------. Linguistik Umum. Morf. Morfologi Bahasa Indonesia.2008.Gramedia Pustaka Utama Ramlan. Grasindo Chaer.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful