PENJADWALAN PROYEK

Posted on August 24, 2011 by admin

FISIKA DASAR II PERTEMUAN PERTAMA PENJADWALAN PROYEK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KETERBATASAN WAKTU PENYELESAIAN Oleh: Budi Santoso Dosen Fakultas Teknik Universitas Bina Darma Abstrack: Before an building have been designed in general, owner especially here on Dinas Pekerjaan Umum will find difficulties in determining accurately the level of expense estimate to be for the development of the project. Besides also the problem of schedule of is project of itself so that need an matured planning so that later earn on schedule as have been planned. Target of writing which is related to this topic of this writing shall be as follows 1. Determining time depth of is solving of bridge development 2. Determining critical path from activity network planned. In the Bridge development activity there are critical path where this matter is visible pursuant to totalizeing floats (S) and free float ( SF) is equal to zero that is happened activity: Measurement early, installation Bowplank, Construction Dig, Stone Couple Multiply, Cleanning, Bekesting & scaffolding, and Concrete K 225. Ket word: critical path, float, network . 1. PENDAHULUAN Pekerjaan pelaksanaan proyek seringkali mangalami keterlambatan waktu penyelesaian, biaya tinggi, kurang efisien dan lain-lain. Hal ini disebabkan antara lain adalah karena pimpinan proyek, manajemennya kurang mendukung sementara bidang manajemen merupakan unsur pokok penunjang bagi keberhasilan suatu proyek konstruksi. Aspek manajemen yang dikaitkan dengan kegiatan pekerjaan konstruksi masih sedikit atau baru mulai dikembangkan dan mengalami perbaikan dari teori sebelumnya seiring dengan perkembangan era pembangunan yang telah dicanangkan oleh pemerintah sebagai program nasional.

Menentukan lintasan kritis dari jaringan kerja yang direncanakan. untuk mendapatkan manfaat (benefit) atau hasil (return) di masa yang akan datang. 2. Tujuan penulisan yang terkait dengan topik penulisan ini adalah sebagai berikut: 1. Penentuan tujuan proyek dan kebutuhan-kebutuhannya. maka pihak pengelola harus membuat perencanaan mengenai jadwal pekerjaan anggaran proyek. Menghitung lama waktu penyelesaian pembangunan jembatan.Sebelum suatu bangunan selesai dirancang pada umumnya pihak pemilik terutama disini Dinas Pekerjaan Umum akan mengalami kesulitan dalam menentukan dengan teliti besarnya perkiraan biaya yang akan dikeluarkan untuk pembangunan proyek tersebut. TINJAUAN PUSTAKA 2. 2. tentunya perlu dilakukan evaluasi atau analisis. baik biaya maupun hasil yang diperoleh biasanya dapat diukur. apakah proyek tersebut dapat dilaksanakan atau tidak. Untuk memudahkan langkah ini. 2. Evaluasi atau analisis ini dapat digunakan sebagai alat perencanaan dalam pengambilan keputusan. Setelah kontrak proyek ditandatangi.2 Manajemen Proyek Idealnya suatu proyek harus mampu memberikan optimasi sistem yang ada. Selain itu juga masalah jadwal proyek itu sendiri sehingga perlu suatu perencanaan yang matang sehingga nantinya dapat tepat waktu sesuai yang telah direncanakan. Kegiatan suatu proyek selalu ditujukan untuk mencapai suatu tujuan (objective) dan mempunyai titik tolak (starting point) dan titik akhir (ending point).1 Pengertian Proyek Proyek merupakan suatu rangkaian kegiatan yang direncanakan yang didalamnya menggunakan masukan (input). 3. Langkah-langkah perencanaan suatu proyek meliputi: 1. Sebelum melaksanakan proyek. baik untuk kepentingan pemilik proyek maupun pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan proyek misalnya bank yang memberi bantuan kredit dan lain-lain.. Organisasi proyek dirancang untuk menentukan departemen-departemen yang ada. subkontraktor yang diperlukan dan manajer-manajer yang bertanggung jawab terhadap . 2. maka perlu melakukan Work Breakdown Structure (WBS) yaitu pemecahan pekerjaan besar menjadi elemen-elemen pekerjaan yang kecil sehingga memudahkan untuk pembuatan jadwal proyek dan estimasi biaya serta menentukan penanggung jawab pekerjaan.

Sedangkan aktivitas membebaskan tanah akan menghasilkan milestone terjadinya lahan untuk bangunan. lingkaran kecil (node). Nama ini mengacu pada penemunya Henry L. 4. Ramalan mengenai waktu. seorang konsultan manajemen terkenal. . 2. yaitu mendefiniskkan pekerjan proyek serta membuat WBS untuk setiap aktivitas yang dibutuhkan. 3. Rencana ini akan memberikan informasi mengenai jumlah sumber daya dan waktu setiap aktifitas pekerjaan. menyatakan sebuah kegiatan atau aktivitas. • Simbol-Simbol Yang Digunakan Dalam menggambarkan suatu net work digunakan tiga buah simbol sebagai berikut: 1. sedangkan kejadian dan milestone hanyalah akibat dari selesainya aktivitas. 6. 2. Menentukan tujuan proyek. maksudnya adalah untuk proyek direncanakan dan apa yang ingin dicapai. Jika seseorang mengerjakan pengecatan tembok maka itu disebut aktivitas. 4. mulai atau selesainya pengecatan disebut kejadian. Sebuah rencana anggaran dan sumberdaya yang dibuthkan.3 Penjadwalan Proyek Obyek penjadwalan adalah paket pekerjaan atau aktivitas. Estimasi waktu dan sumber daya. Sedangkan dalam membuat penjadwalan proyek langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. 2.aktifitas pekerjaan yang ada. Disini dapat dilihat aktivitas mana setelah WBS selesai. Mendefinisikan pekerjaan. Membentuk organisasi proyek. 5. biaya dan performansi penyelesaian proyek. yaitu disusun struktur organisasi proyek dengan mengkelompokkan fungsi-fungsi yang dapat menangani pekerjaan yang telah dijabarkan dalam WBS. Alat atau metode pertama yang dikembangkan dalam perencanaan dan penjadwalan adalah Gantt Chart. Milestone digunakan untuk menandai telah selesainya beberapa aktivitas yang kritis dan sulit. yaitu dibuat estimasi penyelesaiannya proyek tiap pekerjaan dan kebutuhan sumber dayanya setiap pekerjaan. menyatakan sebuah kejadian atau peristiwa atau event. anak panah. Gantt. Apa yang diperlihatkan dalam Gantt Chart adalah hubungan antara aktivitas dan waktu pengerjaannya. Jadwal untuk setiap aktifitas pekerjaan dibuat dengan memperhatikan waktu tiap aktifitas dan batas selesai.

anak panah terputus-putus. = EF – ES – X IF = independent float (IF) Merupakan waktu yang tersisa bila suatu kegiatan dilaksanakan pada waktu paling akhir dan kegiatan yang mengikutinya dilaksanakan pada waktu paling awal. LS = latest activity start time. yaitu saat paling lambat kejadiannya event. Di antara dua event yang sama. Berikut ini akan disajikan contoh hubungan antar ketiga simbol yang dimaksudkan diatas. yaitu saat tercepat diselesaikannya aktivitas. ES = earlest activity start time. simbol-simbol ini digunakan dengan mengikuti aturan-aturan sebagi berikut: 1. 3. TF = total slack/total float Total float merupakan selisih antara waktu yang tersedia untuk melakukan kegiatan dengan waktu yang diperlukan untuk melakukan kegiatan tersebut. 3. hanya boleh digambarkan satu anak panah. t = activty duration time. = EF – LS – X . TF = LF – ES – X FF = free float/free slack. yaitu saat paling lambat diselesaikannya aktivitas. Aktivitas harus mengalir dari event bernomor rendah ke event bernomor tinggi. yaitu saat paling lambat dimualinya aktivitas. yaitu saat tercepat terjadi event. Merupakan waktu yang tersisa bila suatu kegiatan dilaksanakan pada waktu yang paling awal. Dalam pelaksanaannya. TL = latest event occurrence time.Kejadian disini didefinisikan sebagai ujung atau pertemuan dati satu atau beberapa kegiatan. yaitu saat tercepat dimulainya aktivitas. 2. Diagram hanya memiliki sebuah initial event dan sebuah terminal event. yaitu waktu yang diperlukan untuk suatu aktivitas. menyatakan suatu kegiatan semu atau dummy. EF = earlest activity finish time. LF = latest activity finish time. 4. Nama suatu aktivitas dinyatakan dengan huruf atau dengan nomor event. yaitu seperti tampak dalam gambar dibawah ini: • Notasi Yang Digunakan Untuk memudahkan perhitungan penentuan waktu ini digunakan notasi-notasi sebagi berikut: TE = earlest event occurrence time.

kelonggaran-kelonggaran yang dimiliki oleh aktivitas dan informasi lain yang dinggap penting. cantumkan pada tiap anak panah (kegiatan) perkiraan waktu pelaksanaan masing-masing. jumlah tenaga kerja. maka sebaiknya duration ini menggunakan angka-angka bulat. Ketiga jenis tersebut adalah sebagai berikut: (Simarmata. misalnya lama pelaksanaan. 3.Sementara itu dalam melakukan perhitungan penentuan waktu diperlukan tiga asumsi dasar. Saat tercepat terjadinya initial event adalah hari ke nol. Untuk melakukan perhitungan maju dan perhitunganm mundur ini. maka mulailah memberi nomor masing-masing node. Metra Potensial Method (MPM) Metode ini menggambarkan aktivitas sebagai simpul. yaitu meliputi: 1. 2. waktu-waktu simpul paling cepat (ET) atau paling lambat (LT). Saat paling lambat terjadinya terminal event adalah TL = TE untuk event ini. hari. misal jam. setelah diagram network yang lengkap dari suatu proyek selesai digambarkan. Proyek hanya memiliki satu initial event dan satu terminal event.1984. Adapun cara perhitungan yang harus dilakukan terdiri atas dua cara yaitu cara perhitungan maju (forward computation) dan perhitungan mundur (backward computation). minggu dan lain-lain. Apabila perhitungan dilakukan dengan tidak menggunakan komputer. Setelah itu. lingkaran kejadian dibagi atas tiga bagian yaitu: Dengan demikian. Nama aktivitasnya dituliskan di dalam kotak ataupun mungkin dituliskan nomor identifikasi aktivitas saja. dan setiap node telah dibagi menjadi tiga bagian seperti di atas. • Beberapa Jenis Jaringan Kerja Proyek Dalam praktek terdapat tiga jenis jaringan kerja proyek yang sering digunakan sebagai alat manajemen. Nama aktivitas atau Nomor Waktu (D) LT D = lama pelaksanaan aktivitas ET TF TF = total kelonggarn float . Satuan waktu yang diberikan dalam seluruh network harus sama.219) 1. Simpul-simpul segi empat ini dapat mengandung banyak informasi. biasanya simpulnya berbentuk segi empat. Letak angka yang menunjukkan waktu pelaksanaan masing-masing kegiatan ini biasanya di bawah anak panah.

Dalam mengestimasi dan menganalisa waktu ini. yang menitik beratkan penampilan tiap-tiap aktivitas. Di samping lintasan ini terdapat lintasan-lintasan lain yang mempunyai jangka waktu yang lebih pendek dari pada lintasan kritis. sebab semua jaringan kerja proyek dapat digunakan untuk mencari lintasan kritis proyek. Metode ini menggambarkan aktivitas sebagai anak panah. dan tenaga kerja. tetapi bila terjadi konflik antara kebutuhan simpul saat-saat mulai dan selesai dengan penampilan aktivitas. dan menganalisa seluruh diagram network untuk menentukan waktu terjadinya masing-masing kejadian (event). Walupun demikian aktivitas-aktivitas dari PERT juga tetap muncul sebagaimana pada CPM. Lintasan ini disebut lintasan kritis (critical part). . Float ini terbagi atas dua jenis. Dengan demikian. Hal ini agak berbeda dengan CPM. maka diutamakan penggambaran dari saat-saat selesai dan mulai. 2. Tetapi metode ini memakan tempat yang jauh lebih besar dibanding dengan metode yang lain. Metode Lintasan Kritis atau Critical Part Method (CPM) Sebenarnya nama ini kurang tepat. dan ini dipakai pada waktu penggunaan network dalm praktek. langkah berikutnya adalah mengestimasi waktu yang diperlukan untuk masing-masing aktivitas. Sebagai contoh Jaringan kerja cara CPM: 3. atau digunakan pada waktu mengerjakan penentuan jumlah material. peralatan. terutama tentang saat-saat penting bagi manajemen. sedangkan simpul menggambarkan nomor dari simpul paling cepat dan paling lambat. • Penentuan Waktu Setelah network suatu proyek dapat digambarkan.Metode ini mempunyai keuntungan dari aspek presentasi aktivitas yang menonjol dan hubungan-hubungan jaringan yang lebih jelas. lintasan yang tidak kritis ini mempunyai waktu untuk bisa terlambat. yaitu total float dan free float. Float memberikan sejumlah kelonggaran waktu dan elastisitas pada sebuah network. kecuali dalam beberapa hal yaitu: a. yang dinamakan float. Program Evaluation and Review Technique (PERT) Metode ini pada prinsipnya sama dengan metode lintasan kritis (MLK) atau Program Evaluation and Review Technique (PERT). yang disebut sebagai milestone. PERT lebih berorientasi pada penonjolan simpul-simpul saat selesai ataupun saat mulai aktivitas yang bersangkutan. dari kegiatan-kegiatan pada network tersebut yang menentukan jangka waktu penyelesaian seluruh proyek.

Dalam perhitungan mundur terdapat tiga langkah.j). Pada terminal event berlaku TL = TE. yaitu: 1.j) = ES(I. Tujuannya untuk menghitung saat paling lambat terjadinya events dan saat paling lambat dimulainya dan diselesaikannya aktivitas-aktivitas (TL. LS = LF – t LF(I.j) = TL dimana TL = TE. Oleh karena itu.j) 3. Kalau initial event terjadi pada hari ke nol. maka: LS(I.j). EF(i3.j) 3. yaitu: 1.j) = TE(I. Ada tiga langkah yang dilakukan pada perhitungan maju. (asumsi ini tidak benar untuk proyek yang berhubungan dengan proyek-proyek lain). dan EF).j) = TL(j) – t(I. perhitungan bergerak mulai dari initial event menuju ke terminal event. Saat tercepat terjadinya initial event ditentukan pada hari ke nol sehingga untuk initial event berlaku TE = 0.) • Perhitungan Mundur Pada perhitungan mundur. LS.• Perhitungan Maju Pada perhitungan maju. EF(i2.j) + t(I. Saat paling lambat untuk memulai suatu aktivitas sama dengan saat paling lambat untuk menyelesaikan aktivitas itu dikurangi dengan duration aktivitas tersebut. 2.j) + t(I.j). Maksudnya adalah menghitung saat yang paling cepat terjadinya events dan saat paling cepat dimulainya serta di selesaikannya aktivitas-aktivitas (TE. Event yang menggabungkan beberapa aktivitas: TE(j) = max (EF(i1. maka ES(I. ES. dan LF). 2.j) = TE(j) = 0 EF(I. Event yang mengeluarkan beberapa aktivitas Setiap aktivitas hanya dapat dimulai apabila event yang mendahuluinya telah terjadi. saat paling lambat terjadinya sebuah event sama dengan nilai terkecil dari saat-saat paling lambat untuk memulai aktivitas-aktivitas yang berpangkal pada . perhitungan bergerak dari terminal event menuju ke initial event.

j).j) Dari perhitungan maju didapatkan EF(i. maka SF(i.j) – TE(i) 3.j) = TL(j) – t(i. Adapun jadwal secara terinci dapat dilihat seperti pada tabel di bawah ini: Tabel 3.j) + t(i.j) = TL(j) – t(i.j) Dari perhitungan maju dapat diketahui bahwa EF(i.j) = TL(i.j). maka total float aktivitas (i.j).j). Jika akan menggunakan persamaan S = LS – ES.j) = TE(j) – EF(i.j) = TE(i.5 bulan.j) tersebut.j) = LF(i.event tersebut.j) Dari perhitungan mundur dapat diketahui bahwa LS(i.1 Data Waktu Pembangunan Jembatan No URAIAN Waktu (hari) . maka: S(i. sedangkan dari perhitungan maju ES(i. PEMBAHASAN 3. maka total float aktivitas (i. Free float aktivitas (i. SF(i. sedangkan dari perhitungan mundur LF(i.j) – EF(i.j) = TE(j) – t(i. maka berikutnya harus dilakukan perhitungan kelonggaran waktu (float/slack) dari aktivitas (i.j). maka total float aktivitas (i. TL(j) = min (LS(i1.j) = TE(j). LS(i2. yang terdiri atas total float dan free float.j) = TL(j).j).) • Perhitungan Kelonggaran Waktu (Float atau Slack) Setelah perhitungan maju dan mundur selesai dilakukan.j) – ES(i.j) adalah: S(i.j) + t(i.j) dihitung dengan cara mencari selisih antara saat tercepat terjadinya event di ujung aktivitas dengan saat tercepat diselesaikannya aktivitas (i.j) = TE(i.j) – t(i.j) adalah: S(i.j) = LS(i.j) – TE(i) Yang dimaksud dengan free float adalah jumlah waktu di mana penyelesaian suatu aktivitas dapat diukur tanpa mempengaruhi saat paling cepat dari dimulainya aktivitas yang lain atau saat paling cepat terjadinya event lain pada network. LS(i3.j).j) – TE(i) Jika akan menggunakan persamaa S = LF – EF.j). maka: S(i.1 Data Waktu Pembangunan Jembatan Waktu pembangunan jembatan direncanakan selesai dalam waktu 1.

1 Galian konstruksi 4 III. 4.Pengikut (hari) hulu I.I.1 Pembesihan 4 4.4 Bekisting & perancah 4 4.4.B B Pemasangan bowplank 1 A C II. Langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: • Penggambaran Jaringan Kerja Pembangunan Jembatan Untuk melaksanakan proyek pembangunan jembatan akan memudahkan bagi yang berkompeten seandainya dibuat jaringan kerjanya.2 Pemasangan bowplank 1 II.3 Pengecatan 3 Sumber: penelitian • Pengolahan Data Setelah data-data yang diperlukan dapat dikumpulkan maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengolahan data. PEKERJAAN AWAL A Pengukuran awal 1 . PEKERJAAN TANAH 2.2 Daftar Kegiatan dan Rencana Pelaksanaan No URAIAN Waktu Penda.6) 2 4.1 Pasangan Batu Kali 18 3. PEKERJAAN PASANGAN 3.6 Pipa Rilling 4′ 2 V. PEKERJAAN AWAL 1. Tabel 4.3 Beton plat 3 4.1 Pengukuran awal 1 1.1 Timbunan Jembatan 6 5.2 Sayap jembatan 6 5.2 Siaran 3 IV. PEKERJAAN STRUKTUR 4. PEKERJAAN TANAH C Galian konstruksi 4 B D . Sehingga hal tersebut dimaksudkan untuk memudahkan pelaksanaan dan mengontrol dari proyek yang dilaksanakan.4.2 Beton K-225 1 4. PEKERJAAN FINISHING 5.5 Besi Siku (Uk.

Perhitungan waktu yang dimaksud adalah sebagai berikut: • Perhitungan Maju Pada perhitungan maju. PEKERJAAN FINISHING L Timbunan Jembatan 6 D N M Sayap jembatan 6 L N N Pengecatan 3 D.L E Siaran 3 D N IV.F.I. dari kegiatan-kegiatan pada network tersebut yang menentukan jangka waktu penyelesaian seluruh proyek. Dalam mengestimasi dan menganalisa waktu ini. dan menganalisa seluruh diagram network untuk menentukan waktu terjadinya masing-masing kejadian (event). Maksudnya adalah menghitung saat yang paling cepat terjadinya events . PEKERJAAN STRUKTUR F Pembersihan 4 D I G Bekesting & perancah 4 F G H Beton K 225 1 G I I Trotoar jembatan 3 H J.4.M J Besi Siku (Uk.III.2 Rencana Jaringan Kerja Sumber: Hasil rancangan • Perhitungan Waktu Pembangunan Jembatan Setelah network suatu proyek dapat digambarkan.6) 2 I N K Pipa Rilling 4′ 2 I N V.4. langkah berikutnya adalah mengestimasi waktu yang diperlukan untuk masing-masing aktivitas.K.K. PEKERJAAN PASANGAN D Pasangan Batu Kali 18 C E. 4. Lintasan ini disebut lintasan kritis (critical part). perhitungan bergerak mulai dari initial event menuju ke terminal event.M Sumber: data olahan Rencana pembangunan jembatan dapat digambarkan dalam jaringan kerja seperti tampak pada gambar dibawah ini: Gambar 4.

5) + tF = 6 + 4 = 10 • Peristiwa 6 Hanya ada satu kegiatan yang menuju peristiwa 6 TE6 = EF(5. EF(i3.j).4) + tE = 6 + 18 = 24 • Peristiwa 5 Hanya ada satu kegiatan yang menuju peristiwa 5 TE5 = EF(3. EF(i2.6) + tG = 10 + 4 = 14 • Peristiwa 7 Hanya ada satu kegiatan yang menuju peristiwa 7 TE7 = EF(6.) • Peristiwa 0 TE0 = 0 • Peristiwa 1 Hanya ada satu kegiatan yang menuju peristiwa 1 TE1 = EF(0. dan EF).2) + tB =1+1=2 • Peristiwa 3 Hanya ada satu kegiatan yang menuju peristiwa 3 TE3 = EF(2.j).3) + tC =2+4=6 • Peristiwa 4 Hanya ada satu kegiatan yang menuju peristiwa 4 TE4 = EF(3.7) + tH = 14 + 4 = 18 . ES.dan saat paling cepat dimulainya serta di selesaikannya aktivitas-aktivitas (TE.j).1) + tA =0+1=1 • Peristiwa 2 Hanya ada satu kegiatan yang menuju peristiwa 2 TE2 = EF(1. TE(j) = max (EF(i1.

23 . kegiatan dummy(10). • Perhitungan Waktu Mundur Pada perhitungan mundur.j).j). LS(i2. LS(i3. LS. dan LF).11) + tdummy . EF(10.j). kegiatan K. 27 + 0 . maka TE11 = 27 • Peristiwa 12 Hanya ada satu kegiatan yang menuju peristiwa 11 TE10 = EF(11. yaitu kegiatan E. 23 . 12} Karena nilai terbesarnya adalah 27.11) + tL) = maks{24 + 3 . TE11 = maks {EF(4. kegiatan dummy(9). Tujuannya untukmenghitung saat paling lambat terjadinya events dan saat paling lambat dimulainya dan diselesaikannya aktivitas-aktivitas (TL.9) + tJ = 21 + 2 = 23 • Peristiwa 10 Hanya ada satu kegiatan yang menuju peristiwa 10 TE10 = EF(8.11) + tE.12) + tN = 27 + 3 = 30 Sehingga total waktu penyelesaian proyek jembatan adalah 30 hari. 21 + 2 .8) + tI = 18 + 3 = 21 • Peristiwa 9 Hanya ada satu yang menuju peristiwa 9 TE9 = EF(8.11) + tK.11) + tdummy. 23 + 0 . TL(j) = min (LS(i1. 27 . EF(3.• Peristiwa 8 Hanya ada satu kegiatan yang menuju peristiwa 8 TE8 = EF(7.) • Peristiwa 12 TL12 = TE12 = 30 • Peristiwa 11 Hanya ada satu kegiatan mundur yang menuju peristiwa 11 . EF(8. 6 + 6) = maks {27 . perhitungan bergerak dari terminal event menuju ke initial event. dan kegiatan L. EF(9.10) + tM = 21 + 6 = 27 • Peristiwa 11 Ada lima kegiatan yang menuju peristiwa 11.

kegiatan K. 27 – 2. TL11 – tK. maka TL8 = 21 • Peristiwa 7 Hanya ada satu kegiatan mundur yang menuju peristiwa 7 TL7 = TL8 – tI = 21 – 3 = 18 • Peristiwa 6 Hanya ada satu kegiatan mundur yang menuju peristiwa 6 TL6 = TL7 – tH = 18 – 4 = 14 • Peristiwa 5 Hanya ada satu kegiatan mundur yang menuju peristiwa 5 TL5 = TL6 – tG = 14 – 4 = 10 • Peristiwa 4 Hanya ada satu kegiatan mundur yang menuju peristiwa 4 TL4 = TL11 – tE = 27 – 3 = 24 • Peristiwa 3 Ada tiga kegiatan mundur yang menuju peristiwa 3. kegiatan F. 25. yaitu kegiatan D. dan kegiatan M TL8 = min {TL9 – tJ. 27 – 6} = min {25. dan . TL10 – tM} = min {27 – 2. yaitu kegiatan J. 21} Karena nilai terkecilnya 21.TL11 = TL11 – tN = 30 – 3 = 27 • Peristiwa 10 Ada satu kegiatan mundur yang menuju peristiwa 10. yaitu kegiatan dummy TL10 = TL11 – tdummy = 27 – 0 = 27 • Peristiwa 9 Hanya ada satu kegiatan mundur yang menuju peristiwa 9 TL9 = TL11 – t dummy = 27 – 0 = 27 • Peristiwa 8 Ada tiga kegiatan mundur yang menuju peristiwa 8.

2) = 2 – 1 – 1 = 0 Aktivtas C : S(2. TL3 = min {TL4 – tD.4) = 24 – 6 – 18 = 0 Aktivitas E: S(4. TL11 – tL. 21. 10 – 4} = min {6. 6} Karena nilai terkecilnya 6.4) = 24 – 6 – 18 = 0 SF(3.3) = 6 – 4 – 2 = 0 SF(2.3 Jaringan Kerja Dan Waktunya Sumber: Hasil rancangan • Perhitungan Total Float dan Free Float Setelah dilakukan perhitungan maju dan perhitungan mundur maka selanjutnya dihitung total float dan free float dari masing-masing aktivitas.11) = 27 – 24 – 3 = 0 Aktivitas F: S(3.2) = 2 – 1 – 1 = 0 SF(1.kegiatan L.11) = 27 – 24 – 3 = 0 SF(4.1) = 1 – 0 – 1 = 0 Aktivitas B: S(1. 27 – 6.5) = 10 – 6 – 4 = 0 .3) = 6 – 4 – 2 = 0 Aktivitas D : S(3. TL5 – tF} = min {24 – 18.1) = 1 – 0 – 1 = 0 SF(0. Aktivitas A : S(0. maka TL3 = 6 • Peristiwa 2 Ada satu kegiatan mundur yang menuju peristiwa 2 TL2 = TL3 – tC =6–4=2 • Peristiwa 1 Hanya ada satu kegiatan mundur yang menuju peristiwa 1 TL1 = TL2 – tB =2–1=1 • Peristiwa 0 Hanya ada satu kegiatan yang menuju peristiwa 1 TL0 = TL1 – tA =1–1=0 Dari hasil perhitungan diatas maka jaringan kerja berikut waktu tercepat dan terlama untuk masing-masing kegiatan adalah sebagai berikut: Gambar 4.

11)= 27 – 27 – 0 = 0 Aktivitas N: S(11.1) 1 0 1 0 1 0 0 *) B (1.6) = 14 –10 – 4 = 0 SF(5.6) = 14 –10 – 4 = 0 Aktivitas H: S(6.11) = 27 – 11 – 6 = 10 Aktivitas M: S(8.3) 4 2 6 2 6 0 0 *) D (3.4) 18 6 24 6 24 0 0 *) E (4.8) = 21 – 18 – 3 = 0 SF(7.11) = 27 – 21 – 2 = 4 SF(8.11) = 27 – 11 – 6 = 10 SF(3.10) = 27 – 21 – 6 = 0 Dummy S(9.11) = 27 – 27 – 0 = 0 SF(9.7) = 18 – 14 – 4 = 0 SF(6.11) 3 24 27 24 27 0 0 *) F (3.2) 1 1 2 1 2 0 0*) C (2.SF(3.7) 4 14 18 14 18 0 0*) .11) = 27 – 27 – 0 = 0 SF(10.8) = 21 – 18 – 3 = 0 Aktivitas J: S(8.7) = 18 – 14 – 4 = 0 Aktivitas I: S(7.10) = 27 – 21 – 6 = 0 SF(8.5) = 10 – 6 – 4 = 0 Aktivitas G: S(5.11) = 27 – 21 – 2 = 4 Aktivitas L: S(3.5) 4 6 10 6 10 0 0*) G (5. j ) Hari Mulai Selesai Mulai Selesai Float Float ES EF LS LF S SF A (0.9) = 23 – 21 – 2 = 0 SF(8.12) = 30 – 27 – 3 = 0 SF(8.3 Rangkuman Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan Waktu Paling cepat Paling lambat Total Free ( i.9) = 23 – 21 – 2 = 0 Aktivitas K: S(8.11)= 27 – 27 – 0 = 0 Dummy S(10.6) 4 10 14 10 14 0 0 *) H (6.11) = 30 – 27 – 3 = 0 Dari hasil perhitungan diatas maka dapat dirangkum dalam tabel seperti tampak di bawah ini: Tabel 3.

I (7.6) • Pembesihan • Pengecatan DAFTAR RUJUKAN Husnan Suad dan Suwarsono. Jakarta Simarmata. Penerbit BPFE Jogyakarta Pujawan Nyoman I. Ekonomi Teknik. Pustaka Binaman Presindo. PT. 2.9) 2 21 27 21 27 0 0 *) K (8. 1995. Penerbit PT.8) 3 18 21 18 21 0 0 *) J (8. Jakarta Riyantoko Bambang. Studi Kelayakan Proyek. Penerbit Ghalia Indonesia. Gramedia Pustaka Utama. Dalam kegiatan pembangunan Jembatan tersebut terdapat jalur-jalur kritis dimana hal ini dapat dilihat berdasarkan total float (S) dan free float (SF) sama dengan nol yaitu terjadi pada kegiatan: • Pengukuran awal • Bekesting & perancah • Pemasangan bowplank • Beton K 225 • Galian konstruksi • Trotoar jembatan • Sayap jembatan • Besi Siku (Uk. 1992. 1984.11) 0 23 27 23 27 0 0*) Dm (10.12) 3 27 30 27 30 0 0 *) Sumber: Hasil olahan *) lintasan kritis 4. Penerbit Gunawidya. 4. Total waktu penyelesaian proyek jembatan di Perumahan Jumantoro Maospati Kabupaten Magetan adalah 30 hari. Edisi Reivisi. Pendekatan Sistem Dalam Analisa Proyek Investasi dan Pasar Modal. Jakarta Siswanto Sutoyo. KESIMPULAN 1.4. 1993.11 0 23 27 27 27 0 0 *) N(11. Jakarta. 1997. Studi Kelayakan Proyek Teori Dan Praktek. .10) 6 21 27 21 27 0 0 *) Dm (9.11) 6 6 27 6 27 10 10 M (8.11) 2 21 27 21 27 4 4 L (3. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan.4.

1999.Umar Husein. Penerbit Gramedia Pustaka Utama Jakarta. . Studi Kelayakan Bisnis Manajemen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful