P. 1
Copy of Overhoul Rem

Copy of Overhoul Rem

|Views: 43|Likes:
Published by rifqy001

More info:

Published by: rifqy001 on Jan 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2013

pdf

text

original

BAB.

I PENDAHULUAN

A. DESKRIPSI
Dimasa kini kendaraan merupakan sarana transportasi yang sangat vital dibutuhkan dalam kehidupan manusia baik dikota maupun dipedesaan. Mekanisme sebuah kendaraan baik roda dua maupun roda empat dilengkapi oleh sistem rem yang berfungsi untuk mengatur lajunya kendaraan sesuai dengan yang diinginkan oleh pengemudi. Sistem rem ini bekerja melalui mekanisme gesekan antara tromol dan kanvas yang dihubungkan dengan roda yang berputar. Modul ini membahas tentang overhoul sistem rem yang didalamnya meliputi antara lain: kontruksi dan cara kerja sistem rem, macam-macam cairan minyak rem, overhoul sistem rem dan bagian-bagian serta peralatan yang digunakan dalam melaksanakan overhoul sistim rem tersebut. Dalam kegiatan belajar modul ini diuraikan menjadi 2 (Dua) kegiatan belajar, yaitu: 1. Kegiatan Belajar 1. Membahas tentang Sistem Rem. (Kontruksi dan cara kerja sistem Rem Tromol, Cakram, serta macam-macam Cairan Rem) 2. Kegiatan Belajar 2. membahas tentang overhoul sistem rem dan bagian-bagiannya (pelaksanaan overhoul sistem rem dan peralatan yang digunakannya). Setelah mempelajari modul ini peserta diklat diharapkan dapat memahami dan melaksanakan cara Overhoul Sistem Rem dengan baik dan benar.

B. PRASYARAT
Sebelum memasuki modul Overhoul komponen sistem ini peserta diklat/Siswa pada program keahlian mekanik otomotif harus sudah menyelesaikan modul-modul prasyarat seperti tertulis dalam diagram pencapaian kompetensi maupun peta kedudukan modul. Prasyarat mempelajari modul OPKR 40.004 B adalah antara lain OPKR 40.003B.

C. PETUNJUK PENGGUNAN MODUL
1. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam menggunakan modul ini maka langkahlangkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, peserta diklat dapat bertanya pada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan belajar.

b. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan. c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik, perhatikan hal-hal berikut:

1) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku. 2) Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. 3) Sebelum melaksanakan praktikum, siapkan peralatan yang diperlukan dengan cermat. 4) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. 5) Untuk melakukan kegitan praktikum yang belum jelas, harus meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu. 6) Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ketempat semula. d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan belajar yang bersangkutan.

2. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk: a. Membantu peserta diklat/Siswa dalam merencanakan proses belajar.

b. Membimbing peserta diklat/Siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. c. Membantu peserta diklat/Siswa dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab pertanyaan peserta diklat/Siswa mengenai proses belajar peserta diklat. d. Membantu peserta diklat/Siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.

f. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

D. TUJUAN AKHIR

Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini peserta diklat di harapkan: 1) Menjelaskan sistem rem (konstruksi dan cara kerja) rem tromol, cakram. 2) Menjelaskan macam-macam cairan rem. 3) Melaksanakan overhoul sistem rem dan bagian-bagiannya. 4) Menjelaskan peralatan yang digunakan dalam melaksanakan overhoul sistem rem.

E. Kompetensi
KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN Level Kompetensi Kunci Kondisi Kerja 1. 2. 3. Batasan konteks Standar Kompetensi ini digunakan untuk kendaraan ringan Sumber informasi/dokumen dapat termasuk: Spesifikasi pabrik kendaraan SOP (Standar Operastion Procedur) Kebutuhan Pelanggan Kode area tempat area Spesifikasi produk/komponen pabrik Perundang–undangan pemerintah Lembaga data keamanan bahan Pelaksanaan K3 harus memenuhi: Undang–undang tentang K3 : Overhoul Komponen Sistem Rem : OPKR–40-004 B : 40 Jam @ 45 Menit A 1 B 3 C 1 D E -

4. 5.

Penghargaan dibidang industri Sumber–sumber dapat termasuk:

Peralatan tangan/hand tools, peralatan bertenaga/hand power tools, peralatan khusus Instrument pengukuran Perlengkapan machining overhoul sistem rem Kegiatan

Kegiatan harus dilaksanakan dibawah kondisi kerja normal dan harus termasuk: 6. Penguji tekanan

Penilaian pendengaran, visual dan fungsi (meliputi: kebocoran oli keausan dan koro Variabel lain dapat termasuk:

Pengoperasian rem dengan cairan, elektris dan mekanis, tenaga penguat, sistem ABS sistem komputer Sistem Rem ganda Sistem kesetabilan

Brake pad, silinder, sepatu rem, kaliper rem, pipa/selang rem, perlengkapan pengger

Surat izin mengemudi yang berlaku. MATERI POKOK PEMELEJARAN KRITERIA LINGKUP KOMPETENSI KINERJA BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILA verhoul Overhoul Prosedur overhoul Menerapkan Prosedur overhoul Melaksanakan overho onen sistem rem komponen/ bagian– komponen sistem rem prosedur kerja sistem rem dan kompo gian- bagiannya bagian sistem rem sesuai dengan SOP Prosedur pengujian dan nya dilaksanakan tanpa Konstruksi dan cara pengukuran komponen menyebabkan kerja sistem rem Menerapkan Menggunakan peralat kerusakan terhadap keselamtan kerja perlengkapan standar Tanda peringatan komponen atau dan lingkungan , Macam –macam sistem lainnya. semangat tinggi dan Informasi teknik yang Melaksanakan penguj cairan rem bekerja keras untuk sesuai dan pengukuaran kom mencapai hasil Informasi yang Data spesifikasi benar diakses dari terbaik. Persyaratan keamanan Melaksanakan tes pen sfesifikasi pabrik Prosedur pengujian jalan. perlengkapan kerja dan dipahami dan pengukuran komponen Persyaratan keamana

KOMPETENSI

KRITERIA KINERJA Overhoul komponen sistem rem dilaksanakan dengan metode yang ditetapkan, perlengkapan dan bahan dan yang berdasarkan spesifikasi pabrik

LINGKUP BELAJAR

SIKAP

MATERI POKOK PEMELEJARAN PENGETAHUAN KETERAMPILA komponen Persyaratan keselamatan diri Kebijakan perusahaan/industri

F. CEK KEMAMPUAN
Sebelum mempelajari modul OPKR-40-004B, isilah dengan cek list (Ö) kemampuan yang telah dimiliki peserta diklat dengan sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan: Sub Kompetensi Jawaban Ya Tidak

Pernyataan

Bila ja

Overhoul 1. Saya mampu menyebutkan peralatan yang digunakan Komponen Sistem pada waktu Overhoul Sistem Rem Rem dan bagaian– bagiannya 2. Saya mampu menjelaskan cara Overhoul Komponen Sistem Rem dan bagian–bagiannya 3. Saya mampu menjelaskan cara Overhoul Sistem Rem Tromol dan bagian–bagiannya 4. Saya mampu menjelaskan cara Overhoul Sistem Rem Piringan (Disc) dan bagian–bagiannya.

So

So

Apabila peserta diklat menjawab Tidak, maka pelajari kembali modul ini

BAB. II PEMELAJARAN

A. Rencana Belajar Siswa

Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1. 3. Peserta diklat/Siswa dapat menjelaskan konstruksi sistem rem tromol dengan benar Peserta diklat/Siswa dapat menjelaskan konstruksi sistem rem cakram dengan tepat Peserta diklat dapat menjelaskan cara kerja dari sistem rem Peserta diklat dapat menyebutkan macam–macam cairan rem/klasifikasi minyak rem b. Uraian Materi 1. Jenis Kegiatan Pengujian komponen sistem rem Overhoul komponen sistem rem Overhoul rem tromol Overhoul rem piringan Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan Perubahan Paraf Guru B. Sistem Rem Rem merupakan salah satu bagian kendaraan yang sangat penting pada sebuah kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat dari perkotaan sampai pedesaaan. Rem ini dapat mengatur kecepatan ataupun menghentikan lajunya kendaraan sesuai dengan yang kita harapkan. Sistem Rem a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran 1. 4. pengaturan kecepatan ataupun diberhentikannya lajunya kendaraan ini diatur melalui suatu gesekan antara komponen rem dengan roda yang berputar. 2. Syarat–syarat sebuah rem adalah sebagai berikut: .Rencanakan setiap kegiatan belajar Anda dengan mengisi tabel dibawah ini dan mintalah buku belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.

Adapun jenis rem ditinjau dari: 1) Pelayananya: a) Rem Tangan b) Rem Kaki 2) Mekanismenya: a) Rem Mekanik b) Rem Hidrolik c) Rem Vacum d) Rem Booster e) Rem Udara 3) Konstruksinya: a) Internal Ekspander Brake (rem pengembangan dari dalam) b) Eksternal Contrakting Brake c) Disc Brake (rem piringan) 4) letaknya: a) Rem pada roda b) Rem pada propellershaft (poros penggerak belakang) Cara kerja rem adalah pengubah tenaga mekanik menjadi tenaga gesekan dengan jalan menekan sepatu rem (kanvas) terhadap tromol yang berputar. maka daya pengereman harus sama dengan atau gaya pengereman seimbang dengan beban yang di terima oleh masing-masing roda.Jenis rem jika ditinjau dari beberapa hal . 3) Dapat dipercaya dan mempunyai daya tahan cukup. 2) Apabila beban pada semua roda sama.1) Dapat bekerja dengan cepat. 4) Mudah disetel dan diperbaiki pengemudi waktu pengereman.

tekanan didalam wheel silinder menekan piston kearah luar dan selanjutnya piston menekan menekan brake shoe menggesek tromol sehingga roda berhenti. Adapun bagian–bagian utama rem tromol adalah sebagai berikut: a) Silinder Roda (Wheel cylinder) Fungsi dari silinder roda adalah untuk menekan brake shoe (sepatu rem) ke brake drum (Tromol rem). . b) Sepatu Rem (Brake shoe) Sepatu rem (brake shoe) berfungsi untuk menahan putaran brake drum melalui gesekan. hal ini dimaksudkan supaya system rem dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan persyaratan. Pada bagian luar brake shoe terbuat dari asbes dengan tembaga atau campuran plastik yang tahan panas.diatas ternyata begitu banyak tetapi pada kegiatan (1) di modul ini akan di jelaskan hanya sebagian saja (dalam hal ini pembahasan akan di batasi pada beberapa hal) antara lain: § Sistem Rem Tromol § Model Rem Tromol § Sistem Rem Cakram § Cairan Rem/Minyak Rem § SISTEM REM TROMOL Rem tromol adalah salah satu konstruksi rem yang cara pengereman kendaraan dengan menggunakan tromol rem (brake drum). dan silider roda (wheel cylinder). Bila brake pedal dilepas maka. roda bebas. d) Backing Plate Backing plate berfungsi sebagai tumpuan untuk menahan putaran drum sekaligus sebagai dudukan silinder roda. sepatu rem (brake shoe). Didalam silinder roda terpasang satu atau dua buah piston beserta seal tergantung dari konstruksi rem tromolnya. tekanan minyak rem dari master silinder disalurkan kesemua wheel silinder. c) Pegas pengembali (Return Spring) Pegas pengembali berfungsi untuk mengembalikan sepatu rem (Brake shoe) ke posisi semula pada saat tekanan silinder roda turun. Pada dasarnya jenis rem tromol yang digunakan roda depan dan belakang tidak sama. brake shoe kembali keposisi semula oleh tarikan pegas.Bila brake pedal diinjak.

c) Model dual two–leading Kontruksi model ini dilengkapi dengan dua buah silinder roda yang dipasang di atas dan di bawah sepatu primer dan sekunder. Akibatnya timbul gesekan dan diteruskan ke sepatu sekunder. Bila pedal rem ditekan maka piston bergerak mendorong sepatu rem searah putaran tromol.§ MODEL REM TROMOL Rem tromol pada dasarnya terbagi dalam lima model. § REM CAKRAM . tiap model prinsipnya berbeda satu sama lain. Kedua leading trailing shoe menahan pengereman yang sama dimana saat tromol berputar kearah berlawanan maka leading shoe menjadi trailling shoe dan sebaliknya b) Model two–leading Kontruksi model ini pada bagian atas sepatu primer dan sekunder di pasang sebuah silinder roda dengan penyetel sepatu rem menjadi leading jika berputar sebaliknya maka kedua sepatu rem menjadi trailling. Sepatu kiri disebut leading dan sepatu kanan disebut trailling. Pada saat sepatu leading mengerem baik sedangkan sepatu trailling cenderung menahan putaran tromol. Gerakan sepatu trailling dijaga silinder roda dan tenaga rem yang dihasilkan besar. Pada model ini baik maju maupun mundur kedua sepatu menjadi trailling. d) Model Uni Servo Konstruksi model ini dilengkapi dengan dua buah silinder di bagian atas sepatu primer dan sekunder. maka kedua sepatu rem akan menjadi trailling dan efek pengereman jelek. a) Model leading trailling Shoe Konstruksi–kontruksi sepatu primer dan sekunder dijamin oleh silinder yang mempunyai dua buah piston dan bagian bawahnya dijamin oleh pin. Bila putaran tromol terbalik. Tekanan dari silinder rem diseimbangkan oleh penyetel sepatu rem. Pada saat tromol berputar sepatu trailling cenderung menahan putaran tromol. e) Model Duo Servo Kontruksi model ini dilengkapi sebuah silinder roda dengan dua buah piston.

. Perawatan dan perbaikan sangat mudah. Kelebihan dari sistem rem ini adalah cakram yang merupakan pengganti tromol rem secara langsung berhubungan dengan udara luar. debu dan Lumpur. b) Caliper Bagian yang tidak bergerak dari rem pad cakram adalah caliper.Penggunaan rem cakram dewasa ini sangat banyak digunakan. Caliper terbagi dalam dua type fixed (type tetap) dan type floating caliper (type meluncur). Cakram yang tipis sangat mudah dan cepat meneruskan penyebaran panas yang timbul. cara kerja rem ini secara hidrolik. pada umumnya dipasang pada roda depan dan sudah merupakan standar pada kendaran pada model baru. Adapun komponen-komponen utama rem cakram adalah sebagai berikut: a) Cakram Pada rem cakram komponen cakram atau piringan merupakan bagian yang secara langsung menghasilkan pegereman dengan adanya gesekan dengan pad. Pada rem cakram terdapat sepatu-sepatu rem yang dilengkapi dengan pelapis sepatu rem. manahan dan menghentikan cakram rem yang sedang berputar. Daya pengereman terjadi karena adanya gesekan antara cakram dengan pad. Konstruksi pada rem cakram hampir sama dengan rem tromol. sehingga pendingin jauh lebih sempurna dan lebih efektif. sehingga pengereman terjadi. Cakram atau piringan terbesar dari besi tuang yang mampu menahan panas akibat gesekan dan tahan korosi. Apabila pedal rem diinjak maka silinder–silinder rem akan bekerja secara hidrolik sehingga sepatu–sepatu rem atau pad akan menjepit. dimana terdapat silinder– silinder rem berikut sepatu rem dan pirodonya. dimana tromolnya ditiadakan dan sebagai gantinya dipasang sekeping cakram. Keburukan jenis rem ini adalah cakram dalam keadaan terbuka dan berhubungan langsung dengan udara luar menyebabkan mudah sekali kena kotoran.

3. Type Fixed caliper (type tetap) Type caliper ini konstruksinya terpasang dua silinder yang bekerja secara hidroponik menekan pad dari dua arah. Prinsip Kerjanya Pada saat terjadi tekanan akibat hidropolik oil pres-sure maka piston akan mendorong kedua pad dan pegas karet hingga pad menekan cakram. Keausan pad menyababkan clearance antara pad dan rotor terlalu renggang sehingga saat rem bekerja melalui penekanan piston maka gesekan akan berkurang dan cakram akan kurang terjepit pad. Minyak rem adalah cairan yang tidak mengandung minyak bumi yang sebagian besar terdiri dari alkohol dan susunan kimia dan ester (zat yang membuat orang tidak sadar) a) Persyaratan Khusus Minyak Rem . Pada saat tekanan hilang maka pegas karet akan mengembang (reaksi) dan kedudukan pad rem kembali pada keadaan semula. Piston akan bergerak menekan dari sisi dalam. § MINYAK REM Diperlukan untuk menjamin kondisi kerja kendaraan dalam waktu yang lama tetapi yang utama dalam sistem rem diantaranya ialah harus dapat di percaya. Pad rem Pad rem dalam sistem rem cakram merupakan bagian yang secara langsung berhubungan atau bergesekan dengan cakram yang akhirnya menghasilkan pengereman. Akibat tekanan ini maka pad akan terdorong dengan pegas karet. sedangkan caliper terpasang tetap pada knakel kemudi. Untuk mengetahui Keausan maksimum suatu pad akibat gesekan maka pada pad diberi celah pembatas agar diketahui keausan pad. Ketika tekanan hilang maka pad akan kembali ke posisi semula. Type floating caliper dan cara kerjanya Pada type ini hanya dilengkapi satu silinder yang terpasang pada slide pins yang bekerja secara hidrolik. hal ini untuk mengetahui pengereman kendaraan yang baik. Hal ini menyebabkan pengereman tidak berlangsung baik. Bila pedal sudah aus maka perlu diganti. Pad terbuat dari metallic fiber dicampur serbuk tembaga yang mampu menahan panas akibat gesekan serta memiliki kekerasan yang cukup tinggi.Ada 3 type beragam: 1. 2.

hal ini akan berlanjut dengan hilangnya tenaga hidraolis. Viscositas Minyak rem harus memiliki kekentalan (viscositas) untuk meneruskan tekanan dengan perubahan temperatur yang bervariasi. 2. b) Tipe Minyak Rem Minyak rem mempunyai 4 klasifikasi FMVSS (Federal Motor Vihicle Safety Standart).Berikut ini persyaratan kualitas minyak rem yang diperlukan 1. Titik didih yang rendah Rem akan menjadi panas dengan adanya gesekan karena penggunaan yang berulangkali. Kejadian ini disebut vapor load = terhalang uap untuk mencegah hal ini diperlukan titik didih yang tinggi. Klasifikasi dasar titik didih Dot 3 DOT 4 (SAE J1703) Boiling point (ERBP) 0 C (0 F) Wet boiling point 0 DOT 5 260 (500)or Greater 180 (356) or Greater 230 205 (446)or (401) or greater 1400 (284) or Greater Greater 155 (311)or Greater SAE J1702 (Extremely cold areas) 150 (302) or Greater - C ( F) 0 . 3. Minyak rem dibuat dari bahan sintetis dengan maksud agar tidak merusak dan menghindari karat pada logam. Kesemuanya ini didasarkan titik didih. Adakalanya minyak rem dapat menjadi uap menyebabkan fluida berbusa. Mecegah karat pada logam dan karet Kerapatan akan berkurang bila minyak rem merusak seal dan ini akan menyebabkan kebocoran. Bila ini terjadi injakan yang berlaku pada pedal rem hanya menekan minyak rem yang sudah menjadi uap dan tidak ada tenaga yang bekerja pada silinder silinder roda.

a.c) Tindakan Pencegahan Penanganan Minyak Rem 1. b. 3. fungsi rem: mengurangi kecepatan kendaraan atau menghentikan kendaraan melalui suatu mekanisme gesekan antara komponen rem dengan roda yang berputar. sepatu rem (Break Shoe) dan silinder roda (Wheel silinder). Jangan tercemar dengan oli atau pembersih oli Mineral oli dan pembersih oli mempengaruhi komponen karet. Jenis rem ditinjau dari: Pelayanannya Mekanismenya Konstruksinya Letaknya 3. Jangan mencapur minyak rem Mencapur minyak rem dengan kemampuan yang berbeda akan menurunkan titik didih minyak. Hal ini juga mencagah tercemar dari debu dan kotoran. . Rangkuman SISTEM REM 1. d. Saat anda membongkar komponen rem. 4. Simpanlah minyak rem ditempat yang sesuai Untuk mencegah minyak rem dari penyerapan air. Dan juga reaksi kimia suatu saat akan terjadi. c. ia harus ditempatkan dikaleng yang tertutup rapat selama penyimpanan. 4. 2. Rem Tromol: adalah salah satu konstruksi rem yang cara pengereman kendaraan dengan menggunakan tromol rem (Break Drum). Jangan tercemar oleh air Bila minyak rem tercemar dengan air atau minyak lain yang tidak sejenis maka akan menurunkan titik didih dan memburuknya minyak rem. 2. Cara kerja rem: mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga gesekan dengan jalan menekan sepatu rem (kanvas) terhadap tromol yang berputar. menyebabkan komposisinya berubah atau memburuknya minyak rem. hati–hati membuka oli mesin atau pembersih oli pada tempatnya. c.

c.5. b. Rem cakram adalah salah satu konstruksi rem yang cara pengereman kendaraan terjadi karena ada gesekan antara cakram dengan pad. a. susunan kimia dan ester (zat yang membuat orang tidak sadar). Minyak rem: adalah cairan yang tidak mengandung minyak bumi yang sebagian besar terdiri dari alkohol. Syarat kualitas minyak rem yang digunakan: a. 11. b. Bagian–bagian utama rem cakram: Cakram Caliper Pad Rem Type Caliper: Type Fixed Caliper (type berayun) Type Floating Calliper (type meluncur) 10. c. a. 8. b. d. b. a. e. d. a. 9. 6. Titik didih yang rendah . Bagian–bagian utama rem Tromol: Silinder roda (Wheel silinder) Sepatu rem (Break Shoe) Pegas pengembali (Return Spring) Break Plate Model dari rem tromol: Model Leading Trailling Model Two Leading Model Dual Two Leading Model Uni Servo Model Duo Servo 7. c.

Sepatu rem (Break Shoe). Jelaskan fungsi rem pada kendaraan! Sebutkan jenis–jenis rem ditinjau dari konstruksinya? Jelaskan macam model rem tromol pada kendaraan? Terangkan cara kerja dari rem cakram? Sebutkan syarat kualitas minyak rem yang digunakan? e. Tindakan pencegahan pada minyak rem: a. dan Silinder roda (Wheel Silinder). Jangan mencampur minyak rem Jangan tercemar dengan air Simpanlah minyak rem ditempat yang sesuai d. Mencegah karat pada logam dan karet Viskositas 12. Jelaskan konstruksi dari sistem rem tromol? Jelaskan konstruksi dari sistem rem cakram? Jelaskan cara kerja dari sistem rem? Sebutkan persyaratan dari minyak rem? Kunci jawaban 1. c.b. f. Tugas 1. Bagian–bagian dari rem tromol antara lain: a. b. 4. Rem Tromol merupakan salah satu konstruksi rem yang cara pengeremannya pada kendaraan dengan menggunakan tromol rem (Break Drum). 2. . Test formatif 1. 5. 3. c. 4. 3. Silinder roda (Wheel Silinder) Berfungsi untuk menekan sepatu rem ke tromol rem. 2.

3. 4. Sepatu rem (Break Shoe) Berfunngsi untuk menahan putaran break drum melalui gesekan. c. c. Cakram/piringan (Disc Rotor) Berfungsi menghasilkan penngereman dengan adanya gesekan pada pad. Cara kerja rem Mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga gesekan dengan jalan menekan sepatu rem (Kanvas) terhadap roda yang berputar. Backing Plate Berfungsi sebagai tumpuan untuk menahan putaran drum sekaligus sebagai dudukan roda. Syarat–Syarat kualitas minyak rem yang digunakan: 1. Bagian–bagian rem cakram antara lain: a. Pegas kembali (Return Spring) Berfungsi untuk mengembalikan sepatu rem keposisi semula pada saat tekanan silinder roda turun.b. Lembar Kerja . Mencegah karat pada logam dan karet Viscositas/kekentalan g. Pad rem Berfungsi untuk menahan panas akibat gesekan. d. c. b. Caliper Caliper yang di dalam terdapat silinder–silinder rem berikut sepatu rem dan periodonya berfungsi untuk menahan dan menghentikan cakram rem yang sedang berputar. 2. Rem cakram merupakan salah satu konstruksi yang cara kerjanya karena adanya gesekan antara cakram dengan pad sehingga pengereman terjadi. Titik didih yang rendah b.

Tugas Buatlah laporan praktek secara ringkas dan jelas! . kunci–kunci pas. Alat dan Bahan Kendaraan/Mobil lengkap Alat–alat tangan. e.1. Dongkrak (Jack Stand) g.Minyak rem d. 2. Gemuk Lap/Majun f. bersihkan dan kembalikan semua peralatan dan bahan yang telah digunakan kepada petugas 4. b. Tempat mur dan baut Keselamatan Kerja 1) Gunakanlah peralatan yang sesuai dengan fungsinya 2) Ikutilah instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja 3) Mintalah ijin dari instruktur anda apabila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja 4) Bila perlu mintalah buku petunjuk yang sesuai dengan job pekerjaan 3. a. baca lembar kerja dengan teliti c) Lakukan pemeriksaan dan penyetelan terhadap komponen sistem rem dan bagian–bagiannya d) Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal yang belum jelas e) Buatlah catatan–catatan penting kegiatan praktek secara ringkas f) Setelah selesai. a. efektif dan seefesien mungkin b) Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat. ring (disesuaikan dengan kebutuhan) c. Langkah Kerja a) Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat.

Peserta diklat dapat melaksanakan overhoul komponen rem piringan dan bagianbagiannya dengan baik dan benar. Jika kerusakan pun terjadi maka kita harus segera melaksanakan overhoul terhadap kerusakan tersebut dengan menggunakan alat bantu yang tepat. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan 1! Kegiatan Belajar 2. 5. Peserta diklat dapat menjelaskan fungsi dari masing-masing alat yang digunakan pada overhoul komponen sistem rem dan bagian-bagiannya. Peralatan yang digunakan pada overhoul komponen sistem rem dan bagian-bagiannya: 1. Hal ini pun akan terjadi pada komponen sistem rem dan bagian-bagiannya. 3. oleh karena itu komponen-komponen yang ada pada kendaraan tersebut pasti akan mengalami kerusakan. Uraian materi Pada saat ini kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat merupakan alat transportasi yang sangat vital dalam kehidupan masyarakat kita. 6. Peserta diklat dapat melaksanakan overhoul komponen sistem rem tromol dan bagian – bagiannya dengan baik dan benar. 4. SST (special service tool dan spesifikasi) . Tujuan kegiatan Pemelajaran 1. Overhoul Komponen Sistem Rem dan Bagian-Bagiannya a. b. Peserta diklat dapat melaksanakan overhoul rem piringan dan bagian-bagiannya dengan baik dan benar. Pesrta diklat dapat melakukan pemeriksaan dan penyetelan komponen sistem rem.b. 2. Peserta diklat dapat menguji dan mengetes komponen sistem rem dan bagian-bagianya dengan baik.

Alat–alat tangan 09709-29015 09717-20010 09718-00010 09718-20010 09736-30020 09737-00010 09738-20010 09753-22011 09738-22012 09608-30011 Gambar 15. b. Macam-macam kunci: 1) Kunci Pas atau Ring . Kunci-kunci Obeng Tang Pahat Penitik Klematra Kunci-kunci Kunci-kunci yang digunakan dalam perbaikan rem Brake Disc yang berfungsi untuk membuka atau memasang baut atau mur. a. d. f. special service tool dan spesifikasi a.09704-10010 Alat penyetel sepatu rem LSPV Gauge set Pembuka pegas pembalik sepatu rem Pembuka pegas penegang sepatu rem Pengganti pegas pembalik sepatu rem Pembuka dan pengganti penahan diagram booster Alat penyetel push rod booster rem Alat untuk overhoul booster Stand untuk overhoul booster Alat untuk overhoul booster Pengganti bantalan hub depan 2. c. e.

b.2) Kunci Shock 3) Kunci Inggris 4) Kunci Momen 1) Kunci Pas atau Ring: untuk memasang atau melepas baut dan mur sesuai dengan lebar kunci. Tang: Digunakan untuk memotong atau menjepit suatu benda. dalam sistem rem obeng digunakan untuk mencongkel brake pad selain menggunakan alat khusus S. c. Macam-macam tang: (1) Tang Potong (2) Tang Penggunting Sisi (3) Tang Kombinasi (4) Tang Pengupas d.T. 3. Penitik: Digunakan untuk membuat titik pada benda kerja f. Pahat dibagi menjadi dua bagian yaitu : (1) Pahat Ceper (2) Pahat tepi e. Klematra: Digunakan untuk menghentikan aliran minyak rem yang mengalir pada selang rem. Tang digunakan menurut fungsinya. 2) Kunci Shock: Digunakan untuk melepas atau memasang baut dan mur yang letaknya tidak dapat dicapai dengan kunci pas atau ring. Obeng: Digunakan untuk membuka baut sekrup. 4) Kunci Momen: Digunakan untuk pengerasan baut atau mur sesuai dengan besar momen yang di tentukan. Alat Ukur .S. Pahat: Digunakan untuk memotong benda kerja menjadi dua bagian atau lebih. 3) Kunci Inggris: Digunakan untuk melepas atau memasang baut atau mur dengan mulut kunci dapat disetel sesuai dengan ukuran.

periksa dan setel gerak bebas pedal 3. Setel tinggi pedal dengan memutar batang pendorong pedal c. Micrometer Micrometer digunakan untuk pengukuran yang teliti. setel tinggi pedal Kendorkan swit lampu rem secukupnya b. Periksa tinggi pedal Tinggi pedal dari lantai : 154. bila perlu setel tinggi pedal 2.484 In).Alat ukur yang digunakan untuk pemeriksaan pada saat perbaikan sistem rem brake disc antara lain: a. a. Mistar Geser Mistar geser adalah sutu alat ukur yang teliti digunakan mengukur diameter luar dan dalam serta mengukur kedalaman dari benda kerja. b. maka langkah kerja berikutnya adalah: 1. PEMERIKSAAN DAN PENYETELAN PEDAL REM 1. micrometer terbagi menjadi dua: (1) Micrometer Luar (Outside micrometer) Digunakan untuk mengukur bagian luar suatu benda kerja dari 0–25 mm.091–6. Kembalikan swit lampu rem sampai bodi swit menyinggung pembatas pedal d.7–164. (2) Micrometer Dalam (Inside micrometer) Digunakan untuk mengukur bagian dalam suatu benda kerja. PELAKSANAAN OVERHOUL KOMPONEN SISTEM REM DAN BAGIAN–BAGIANNYA Setelah mepersiapkan seluruh peralatan untuk digunakan dalam overhoul sistem rem. PEMERIKSAAN DAN PENYETELAN A.7 mm (6. Setelah penyetelan tinggi pedal. Bila perlu. Periksa gerak bebas pedal .

76 in) : lebih dari 65 mm (2.a. booster rem bekerja normal 2. berarti kekedapan udara dari booster rem baik. Tekan pedal rem beberapa kali saat mesin mati dan periksa tidak terjadinya perubahan jarak cadangan pedal rem b.24 in) 4. Bila ada kerusakan/kesalahan setel gerak bebas pedal dengan memutar batang pendorong pedal b. Jarak cadangan pedal dari lantai pada penekan 50 kg (110 lb. berarti kekedapan dari booster rem baik. 490 N). TES BEKERJANYA BOOSTER REM 1. Bila tidak ada perubahan tinggi pedal dalam 30 detik. 5. Tekan pedal rem perlahan–lahan beberapa kali. Bila tinggi pedal sedikit menurun. Start mesin dan pastikan adanya gerak pedal c. Matikan mesin dan tekan pedal rem beberapa kali sampai tidak ada kevakuman di dalam booster rem b. Kekedapan udara a. Tekan pedal rem star mesin. Rem sepan tromol Rem sepan piringan : lebih dari 70 mm (2. Bila perlu setel gerak bebas pedal a. Bila pada injakan pertama terasa dalam dan sedikit demi sedikit naik pada injakan kedua dan ketiga.12-0.56 in) Bila ada kesalahan carilah kerusakan pada sistem rem. Setelah penyetelan gerak bebas pedal periksa tinggi pedal Periksa bahwa jarak cadangan pedal rem benar Bebaskan rem parkir sambil mesin dihidupkan tekan pedal rem dan ukur jarak cadangan pedal. Tekan pedal rem sambil mesin hidup dan kemudian matikan mesin sambil pedal rem tetap ditekan. Star mesin dan matikan setelah satu atau dua menit. . b. Tekan pedal rem sampai pada awal hambatan terasa gerak bebas pedal: 3-6 mm (0. B. Pemeriksaan bekerjanya booster rem a.

Buang udara saluran rem Pompalah pedal rem beberapa kali. PEMBUANGAN UDARA SISTEM REM 1. PEMERIKSAAN DAN PENYETELAN REM PARKIR 1. Langkah tuas rem parkir pada penariakn 20 kg (44 lb. c. D. Ulangi prosedur di atas. 3. Pengencangan nepel pembuangan udara rem depan (rem tromol) 110 kg-cm (8 ft-11 N.3N. kendorkan nepel pembuangan udara sampai minyak rem keluar. Kencangkan kembali nepel pembuangan udara.m). 4. Lakukan pembuangan udara master silinder Lepas pipa rem dari master silinder Tekan pedal rem dan tahanlah pedal rem Sumbat lubang keluaran pada master silinder dengan jari dan bebaskan pedal rem Mengulangi kegiatan tersebut sampai tiga kali Pasang selang plastik pada nepel pembuangan udara silinder roda Masukan ujung lain dari selang plastik kedalam kaleng atau sejenisnya yang berisi minyak rem setengah bagian.C.3 N. a. perlahan–lahan.m). 8. untuk setiap roda. . b. e. 8. Sambil pedal rem ditekan. Rem depan (rem piringan) 85 kg-cm (74 in-lb. rem belakang 85 kg-cm (74 in-lb. 196 N) 10-18 klik. d. b. Tambahkan minyak rem bila perlu. a. 2. Periksa langkah tuas rem parkir Tarik sepenuhnya tuas rem parkir dan hitung jumlah suara “klik”. c.m) e. d. Isilah tangki cadangan minyak rem Periksa tangki cadangan sesudah pembuangan udara dari setiap silinder. Ulangi prosedur tersebut beberapa kali sampai tidak ada lagi gelembung udara didalam minyak rem.

Dongkrak dan topanglah kendaraan Lepas sumbat lubang penyetalan sepatu dari backing plat 3. SST: 09704–30010 Pasang sumbat lubang penyetel sepatu rem Ulang step (b) sampai (e) untuk roda yang lain Periksa ulir terhadap kerusakan PERIKSA SELANG DAN PIPA REM Periksa selang rem Periksa selang terhadap kerusakan. 2. b. 7.543 lb) . 6. 2. parkir Setel langkah rem parkir dengan memutar penyetel rem.2. Menggunakan SST atau obeng putar mur penyetel sampai roda bebas. PEMERIKSAAN DAN PENYETELAN TEKANAN MINYAK REM 1. keretakan atau pembengkakan Periksa ulir terhadap kerusakan Periksa pipa rem Periksa pipa terhadap. 5. Bila perlu.433 lb) KF50R–MD650 kg (1. lekukan atau karat Periksa ulir terhadap kerusakan G. a. 1.433 lb) KF40R–MD7 700 kg (1. F. SST: 09704– 30010 4. Menggunakan SST atau obeng putar mur penyetel sampai roda terkunci. keretakan. PENYETELAN CELAH SEPATU REM UNTUK TIPE REM TROMOL DEPAN 1. a. b. Beban belakang termasuk beban kendaraan KF40R–MD650 kg (1. setel langkah rem E.

OVERHOUL KOMPONEN REM A. Naikan tekanan rem depan sampai 50 kg/cm² (711 psi.2 + 7 kg/cm² (927 + 100 psi.903 Kpa) dan periksa tekanan rem belakang. Pelepasan Master Silinder a. baut dan selang Lepas snap ring dan elbaow obeng.580 + 490 Kpa) 4.422 psi. pelampung dan saringan. 6. b. Bila perlu pewriksa bodi katup. Tekanan rem belakang: 46.KF50R–D7 900 kg (1. MASTER SILINDER 1. b. 4. Lepas baut penahan piston menggunakan pembatas piston dan gasket e. Keluarkan minyak rem dengan penyedotnya Lepas kedua pipa rem. 4. 6. Lepas piston dan pegas . Tekanan rem belakang : 65. 3. lepas tutup. Pasang LSVP Gauge (SST) dan lakukan pembuangan udara SST: 09709–29017.984 lb) 2. 5. Pembongkaran master Silinder a. Dengan menggunakan SST. Bila tekanan minyak rem tidak benar setel tekanan minyak rem. tekan piston sepenuhnya dan lepas baut Lepas master silinder Lepas dua atau empat mur Lepas master silinder dan gasket dari d. 9. Bila perlu setel tekanan minyak rem. Lepas kedua pipa rem dari master silinder SST 09751– 36011 c.7 + 5 kg/cm² (664 + 71 psi.807 Kpa) dan periksa tekanan rem belakang. 1) 2) booster rem 2. 2. Jepitlah silinder pada ragum (vice) Lepas tangki cadangan dan selang.394 + 684 Kpa). c. Naikan tekanan rem depan sampai 100 kg/cm² (1.

keausan atau rusak bila perlu ganti silinder 4. pasang baut dengan gasketnya dan kencangkan. tekan piston sepenuhnya dan pasang baut pembatas piston dengan gasketnya. Bersihkan alur pada bagian bawah permukaan pemasangan master silinder Pastikan tanda “UP” (atas) pada boot master silinder benar posisinya Setel panjang batang pendorong booster sebelum memasang master silinder Pasang master silinder . silinder terhadap karat atau goresan b.3. Pasang baut pembatas piston menggunakan obeng. Pasang tangki cadangan 1) Pasang tangki cadangan pada master silinder. 10 N-m) d. Pemeriksaan Komponen Master Silinder a. Pasang elbow dan snap ring Pasang slang tangki cadangan 5. b. Oleskan gemuk lithium soap base glykol pada bagian karet Pasang dua pegas dan piston: Pemeriksaan dinding Periksa silinder dari 1) Masukan dua pegas dan piston dengan lurus 2) Tekan piston dengan obeng dan pasang snap ring dengan tang snap ring c. f. c. b. 25 N-m) 3) Pasang saringan pelampung dan tutup e. Perakitan Master Silinder a. d. kencangkan baut Momen: 100 Kg-cm (7 ft-lb. 2) Momen: 250 Kg-cm (18 ft-lb. Pemasangan Master silinder a.

dan dua bracket pada booster rem dengan empat atau dua mur f. Pembongkaran Booster Rem 1) Lepas klevis dan mur pengunci 2) Pisahkan bodi depan dan belakang a. Jepitlah SST pada ragum (vice) SST: 09736-27010 . c. Pasang dua pipa rem Isilah tangki cadangan dengan minyak rem dan lakukan pembuangan udara sistem rem Periksa kebocoran minyak rem Periksa dan stel pedal rem BOOSTER REM 1. Berilah tanda pada bodi depan dan belakang Pasang booster pada SST Putar roda depan searah jarum jam. PEMBONGKARAN BOOSTER REM a. Lepas pegas diafragma dan batang pendorong booster 3) Lepas boot dari bodi belakang 4) Lepas rakitan pegas diafragma dari bodi belakang 5) Lepas perapat bodi dari bodi belakang menggunakan SST.e. i. sampai bodi depan dan belakang saling berpisah d. gasket. Kendorkan mur atas kiri dan kanan dari SST dan pasangkan balok kayu diantara bodi depan dan plat atas e. h. b. B. Pasang master silinder. Kencangkan dengan merata empat mur pengikat booster untuk memisahkan bodi depan dan belakang f. g. lepas perapat bodi 6) Lepas bodi katup (valve bodi) dan diafragma dari piston booster a.

lepas katup cek Lepas katup cek dan grommet b. pasang katup cek. udara agar udara tidak dapat mengalir dari sisi mesin ke sisi booster 3) Bila perlu. ganti katup cek Perakitan Booster Rem 1) Oleskan gemuk silikon pada bagian yang dapat ditunjukan berikut 2) Pasang bodi katup pada bodi depan a) Pasang perapat bodi pada posisinya b) Ikat perapat bodi dengan ring sirkular 3) Bila perlu.b. Tekan batang pendorong pedal kedalam bodi katup dan lepas kunci pembatas Tarik batang pendorong pedal keluar dengan tiga elemen saringan 8) Lepas plat reaksi dari bodi katup 9) Lepas perapat dari bodi depan menggunakan obeng. pasang grommet dan katup cek 4) Pasang batang pendorong pedal pada bodi katup a) Pasang batang pendorong pedal pada katup . b. Letakkan rakitan diafragma pada SST dan putaralah untuk memisahkan bodi katup dan piston booster c.Lepas diafragma dari piston booster 7) Lepas batang pendorong pedal dari bodi katup a. ungkit ring strikuler keluar. udara agar dapat mengalir dari sisi booster ke sisi mesin 2) Periksa. dan lepas perapat bodi 10)Bila perlu. Pemeriksaan Komponen Booster Rem Periksa bekerjanya katup 1) Periksa.

menggunakan SST. sampai tandanya tepat 11) Pasang mur pengunci dan klevis 3. pasang perapat bodi SST : 09515 – 30010 dan 09608 – 20012 (09608 – 00030.b) Tekan batang pendorong pedal kedalam bodi katup dan pasang kunci pembatas c) Tarik batang pendorong pedal. REM TROMOL (TYPE LEADING-TRAILLING SHOE) . Element serat Element spons Karet debu (boot) 10)Rakit bodi depan dan belakang a) Letakkan pegas dan batang pendorong pedal pada bodi depan b) Menggunakan SST. 09608 – 03020) 8) Pasang rakitan diafragma pada bodi belakang 9) Pasang komponen berikut pada bodi belakang a. tekan pegas diantara bodi depan dan belakang SST: 09753 – 00013 c) Rakit bodi depan depan dan belakang dengan memutar bodi depan berlawanan arah jarum jam. b. c. untuk memastikan bahwa kunci pembatas bekerja 5) Pasang plat reaksi pada bodi katup 6) Pasang bodi katup pada diafragma pada piston booster a) Pasang diafragma pada piston booster b) Pasang bodi katup pada piston booster c) Jepitlah SST pada ragum (vice) SST: 09376-27101 d) Letakkan rakitan diafragma pada SST dan putarkan untuk memasangnya 7) Pasang perapat bodi pada bodi belakang.

a. Tromol Pelepasan Rem .

1. Bila perlu. Lepas pegas pembalik Lepas sepatu rem a. lepas pegas penahan sepatu rem atas. dan kurangi penyetelan sepatu rem dengan memutar mur penyetel 3. Lepas penyumbat dari backing plat b. Lepas roda Lepas tromol rem Lepas skrup. sepatu bawah Bila perlu. Menggunakan SST. Dengan cara yang sama. bongkar silinder roda Lepas komponen berikut dari silinder . dua mangkuk mankuk dan pen. Masukkan SST atau obeng melalui lubang. dan kemudian lepas tromol rem a. 5. 4. lepas pipa rem dari silinder roda Lepas nepel pembuang udara dari silinder roda Lepas tiga baut pengikat silinder roda 6. 2. lepas silinder roda Menggunakan SST. kemudian lepas sepatu rem b.

6 mm (9. Karet pelindung (boot) Piston Karet rem (cups) Sekrup dan pegas pengunci penyetel Baut dan mur penyetel b. 5.a.236 in) Bila ketebalan pelapis sepatu kurang dari nilai minimum atau terlihat dari tanda-tanda keausan yang tidak merata. 2. tromol rem di bubut sampai pada batas diameter maksimum. TROMOL 1. 3. komponen 1. 6. c.000 in) Bila tromol rem tergores atau aus. Ukur diameter dalam tromol rem Diameter Maksimum: 230. d. 4.6 mm (9. Rakit silinder roda . Periksa persinggungan pelapis sepatu rem dan tromol rem Periksa silinder roda terhadap karat atau kerusakan Periksa backing plat terhadap kerusakan atau keausan PERAKITAN REM c. gantilah sepatu rem. b. Periksa komponen yang dibongkar Ukur pelapis sepatu rem Pemeriksaan Ketebalan minimum: 1.0 mm (0.079 in) Diameter standart: 228.039 in) Ketebalan standart: 6. e.0 mm (0.

b. b. dua mangkuk dan pen Dengan cara yang sama. c. d. c.m) Pasang pipa rem pada silinder roda Setelah pengencangan dengan tegangan. c.Momen: 155 kg-cm (11 ft-lb 69 N. Oleskan gemuk lithium soap base glycol pada karet rem (cup) dan piston Oleskan gemuk temperatur tinggi pada baut dan mur penyetel Rakit silinder roda Pasang baut penyetel dan mur penyetel pada silinder Pasang pegas pengunci penyetelan dengan skrup pengikat 2. a. 4. Pasang nepel pembuangan udara pada silinder roda Pasangkan untuk sementara. pasang pegas pembalik sepatu depan dan belakang Bersihkan pelapis sepatu dan bagian dalam tromolmenggunakan kertas amplas Pasang tromol rem . Pasang silinder roda depan dengan penyetel menghadap ke atas dan silinder roda belakang dengan penyetel menghadap ke bawah b. b.a. 6. a. d. 8. Oleskan gemuk temperatur tinggi pada backing plat Pasang sepatu rem Letakkan sepatu rem atas pada posisinya dan menggunakan SST Pasang pegas penahan sepatu.m) 5. Pasang silinder roda pada backing plat a. nepel pembuangan udara pada silinder roda 3. e. pasang sepatu rem bawah Menggunakan SST. 7. Kencangkan tiga baut pengikat Momen: 175 kg-cm (13ft-lb 17 N. kencangkan mur dengan SST SST : 09751 – 36011 c.

b. lepas pegas pembalik Menggunakan SST.m) 9. Isi tangki cadangan dengan minyak rem dan lakukan pembuangan udara 10. Menggunakan SST atau obeng yang lain. Periksa kebocoran rem 11. Lepas sepatu depan Menggunakan SST. Pasang roda depan 4. 1. Stel celah sepatu rem 12. kurangi tinggi penyetelan dengan memutar penyetel searah jarum jam 2. Lepas penyumbat dari backing plat dan masukan obeng melalui lubang pada backing plat. tekan tuas otomatis menjauhi baut penyetel b. dua mangkuk dan pen Lepas sepatu depan dan pegas angkur . c.Pasang tromol rem dan kencang skrup Momen: 70 kg-cm (61 in-lb 69 N. lepas pegas penahan sepatu. a. Pelepasan Rem Tromol Lepas roda tromol a. REM TROMOL TYPE TWO LEADING SHOE a.

Lepas pegas tuas penyetel Lepas penyetel Bila perlu.197 in) 3. c. karat. Ukur ketebalan sepetu rem Ketebalan minimum: 1. b.3. b. a. 5. lepas pegas panahan sepatu. a. yang terjadi keausan. atau kerusakan 2.0 mm (0. 1.039 in) Ketebalan standart: 5. lepas silinder roda Menggunakan SST. b. Ukur diameter dalam rem . Lepas sepatu belakang Menggunakan SST. 6. Lepas penyetel dari sepatu belakang a. lepas pipa rem Lepas dua baut pengikat silinder roda Bongkar silinder roda Menggunakan kaleng untuk menyimpan rem Lepas komponen komponen-komponen berikut dari silinder roda     Dua karet pelindung Dua piston Dua karet rem (piston cup) Pegas b. a. mangkuk dan pen Lepas sepatu belakang bersama dengan penyetel Lepas kabel rem parkir dari tuas 4.0 mm (0. b. Pemeriksaan dan Perbaikan Komponen Periksa komponen yang dibongkar Periksa komponen yang dibongkar.

Pasang pegas dua karet rem didalam silinder pastikan bahwa flens karet menghadap kedalam c. Bila perlu. oleskan gemuk lithium soap base glycol dan pasang dua karet pelindung (boot) d. c. a.Diameter maksimum: 230. Oleskan emuk lithium soap bae glycol pada karet rem b.6 mm (0.35 mm (0. Perakitan Rem Tromol 1. Ukur celah antara sepatu rem dan tuas menggunakan feeler gauge ukur celah-celah standart kurang dari 0. Pasang silinder roda pada backing plat dengan dua baut pengikat Momen: 100 mm (7 ft-lb 10 N. Pasang dua piston.m) e.039 in) Diameter standar: 228. Bila celah diluar spesifikasi gantilah shim dengan ukuran yang tepat 8. 5. 6. pasang pipa rem Momen: 115 kg-cm (11 ft-lb 15 N. 2. b.6 mm (9.138 in). 3.m) Oleskan gemuk pada backing plat seperti ditunjukan pada gambar Oleskan gemuk pada ulir baut penyetel dan kedua ujung penyetel . Bila perlu rakit dan pasang silinder roda a. Menggunakan SST.000 in) 4. gantilah shim Lepas cincin C dan sepatu belakang Pasang shim dengan ukuran yang tepat Pasang tuas rem parkir dengan cincin C yang baru c. Periksa persinggungan pelapisan sepetu dan rem tromol Periksa silinder roda terhadap karat atau kerusakan Periksa backing plat terhadap keausan atau kerusakan 7.

Pasang tromol rem dan roda belakang 11. Lepas baut pengikat silinder Angkat silinder Lepas pad dan shim anti – cicit Lepas anti berisik plat pengantar pad dan plat penahan pad 6. PENGGANTIAN PAD REM 1. Pasang plat penahan pad. 4. Periksa mekanisme penyetel otomatis Periksa bahwa baut penyetel berputar bila tuas rem parkir diatrik Bila tuas tida berputar periksa kembali adanya kesalahan pemasangan pada rem belakang Periksa celah antara sepatu rem dan tromol rem Lepas tromol rem Ukur diameter dalam romol rem dan sepatu rem 9. Periksa ketebalan pada rem Ketebalan minimum: 1. 3. plat pengantar pad. dan pegas anti berisik . REM PIRINGAN a.0 mm 2. Pasang sepatu belakang 7. 5. a. b. 8.4. Isilah tangki cadangan minyak rem dan lakukan pembuangan udara sistem rem 12. 5.0 mm Ketebalan maksimum: 10. Bersihkan permukaan tromol dan sepatu rem menggunakan kertas amplas 10. a. b. Periksa kebocoran minyak rem 5. Pasang penyetel pada sepatu belakang Pasang sepatu depan 6.

PEMERIKSAAN KOMPONEN REM PIRINGAN 1. Pasang pad yang baru dan pegas anti cicit Turunkan silinder Pasang baut pengikat b. Lepas slang rem dari silinder rem Lepas silinder Lepas komponen-komponen berikut Shim anti-cicit Dua pad rem Dua pegas anti berisik Dua pengantar pad Plat penahan pad PEMBONGKARAN SILINDER REM Lepas bhusing peluncur karet pelindung (boot) Lepas Karet pelindung pen utama (boot) Lepas ring pengikat Lepas piston dari silinder Lepas karet dari pelindung piston Lepas perapat piston d. 4. PELEPASAN SILINDER 1. 8. b. 1. e. 2. Ukur ketebalan pelapis pad Ketebalan minimum : 1. a. a. Lepas slang dan pipa rem 2. c. 5. 3. 4. 9.7. 3.0 mm . 6. d. c.

b. Oleskan gemuk lithium soap base glycol pada bagian-bagian yang berikut Karet pelindung pen utama Pen peluncur dan karet pelindung Perapat piston dan piston Karet pelindung silinder Pasang perapat piston dan piston kedalam silinder Pasang karet pelindung silinder dan ring pengikat pada silinder Pasang karet pelindung pen utama Pasang karet pelindung dan bushing peluncur PEMASANGAN SILINDER Pasang komponen-komponen silinder Pasang silinder Pasang baut pengikat silinder Pasang slang rem pada rem Pasang slang dan pipa rem . 2. a. Ketebalan maksimum : 10.0 mm Ukur keolengan piringan rotor Keolengan maksimum : 0. c.0 mm Ukur ketebalan piring rotor Ketebalan minimum Ketebalan maksimum : 19. 5.b. PERAKITAN SILINDER REM 1. 4. Bila perlu ganti piringan rotor e. 3. b. 1. 3.15 mm 4. 3. d. 2. 4. 5. 2.0 mm : 20. f. a.

Beban Kendaraan a. PETUNJUK UMUM Ada beberapa kondisi yang akan mempengaruhi gerakan rem. Untuk mendiagnosis masalah bagi pengendara kendaraan c. Ban a. Ban harus dipompa pada tekanan yang tepat b. Bantalan Roda Depan Gerakan pedal rem yang berlebihan mungkin mengakibatkan kelonggaran bantalan roda 4. Untuk memastikan bahwa perbaikan telah dilakukan secara efektif B. Jenis dan kondisi ban harus sama 2. kondisi ini harus dicek sebelum tes secara intensif atau kontinyu dilakukan pada sistem rem. Pengaruh Roda Depan Ketidakrataan atau ketidaktepatan sudut Canber dan penyetelan infikasi kemudi akan memberikan pengaruh sama seperti tarikan rem. prosesnya adalah sebagai berikut: . PENGETESAN KOMPONEN UTAMA A. Alasan untuk pengetesan sistem rem adalah: a. Beban harus tidak boleh melebihi batas sfesifikasi pabrik pembuatnya b. 1. Untuk memenuhi peraturan penggunaan jalan raya dan untuk memberikan syarat keamanan b. Beban harus didistribusikan sehingga poros dengan pengaruh pengereman harus membawa beban lebih 3.6. TES KONDISI JALAN Untuk tes sistem pengereman. 7. Isi tangki cadangan minyak rem dan lakukan pembuangan udara sistem rem Periksa kebocoran minyak rem 6.

maka yang harus dilakukan adalah dengan permukaan jalan harus kering dan kondisinya rata. jika menggunakan deselorometer untuk mengukur efek pengereman. kerusakan pada sistem rem ganda.1. Dengan motor putaran tekan pedal rem beberapa waktu untuk mengosongkan memberi kevakuman b. c. 2. Mengetes Booster Rem Untuk mengetes booster rem . Kendaraan direm pada jalan yang lurus 4. b. lampu tanda peringatan akan menyala. Lakukan pemeriksaan rem. Gunakan gaya penekanan yang tinggi pada pedal rem. Mengetes Rakitan Unit Rem Roda Untuk mengetes rakitan unit rem roda. Mengetes Rem Sistem Hidrolik Untuk mengetes rem sistem hidrolik pada kendaraan caranya sebagai berikut: a. catat hasil pembacaan dalam keadaan yang tepat. Posisi pada netral harus dipilih sebelum rem digunakan. gerakan pedal yang berlebihan menunjukan ketidaktepatan penyetelan rem. prosesnya adalah sebagai berikut: . Pedal yang penekanannya akan menunjukan hal–hal berikut: Ada udara dalam sistem Cairan rem rendah Cairan rem berkualitas rendah Menyimpangnya sepatu rem Pedal yang ditekan dengan cepat menunjukkan ada sistem hidrolik yang bocor. prosesnya adalah sebagai berikut: a. Gunakan gaya penekanan yang ringan pada pedal rem. Pembacaan deselorometer harus memberikan dengan keadaan relevan 1. suatu pedal rem yang ditekan dengan pelan akan menunjukan kebocoran pada sistem hidrolik. 2. 3. 3. Gunakan tekanan vakum medium untuk pedal rem Star motor bila booster dioprasikan secara tepat pedal akan menekan dengan ringan. kelebihan udara dalam sistem kerusakan penutup primer dalam silinder master.

Lepaskan dua pipa dari silinder master b. Gunakan rem parkir Lepaskan rem kaki tetapi rem parkir dipasang. c. Pilih permukaan jalan yang kering dan kondisi yang baik Gunakan rem dengan baik ketika kendaraan pada kecepatan 35 Km/jam c. Setelah rem dilepas. MENGETES KOMPONEN PERALATAN KHUSUS Komponen rem yang perlu dites. Kuras sistem rem. penyumbat ketiga lubang dengan sekrup pelimpah. tanda–tanda ban dan sepatu rem yang mungkin akan terlihat. kerusakan rem akan berlawanan pada sisi yang mana kendaraan akan tertarik. c. prosesnya sebagai berikut: a. jika kendaraan digerakan atau ditarik pada satu arah. b. Klep tambahan/klep pembanding Booster rem (dalam beberapa hal) Mengetes Klep Pembanding Silinder Master Untuk mengetes suatu klep pembanding dikombinasikan dalam silinder master. Kendaraan harus direm pada arah jalan yang lurus. b. 4. Hubungkan pada suatu pengukur tekanan tinggi untuk masing–masing lubang saluran silinder master. yaitu pengoprasian peralatan khusus adalah: a.a. pedal tidak ditekan kendaraan harus dapat meluncur dengan bebas (berjalan sendiri atau meluncur dijalan). kendaraan harus tetap ditempatnya C. d. 1. prosesnya adalah sebagai berikut: a. . Hentikan kendaraan pada jalan yang menurun pada permukaan jalan yang kering. d. b. mengandalkan permukan jalan dan tekanan yang digunakan untuk mengerem. Mengetes Rem Parkir Untuk mengetes rem parkir. Perintahkan pada asisten/pembantu anda untuk menekan pedal rem sampai pengukur penghubung pada lubang saluran rem dengan mencapai nilai spesifikasi yang diinginkan.

e. Mengetes Klep Pembanding Standar a. mencapai batas nilai limit spesifikasi yang diijinkan. masing–masing satu antar ujung klep dan pipa. Gunakan kevakuman yang sama dan gaya pada booster dengan kran terbuka.e. . Kuras cairan rem dari sistem. catat pembacaan pada pengukur. Perintahkan pada asisten anda untuk menekan pedal rem sampai mengukur dihubungkan antara silinder master dan klep. Pada waktu menggunakan penekanan rem dengan ringan dan dengarkan bunyi yang tidak normal. Lepaskan hubungan pipa dari klep dan masukan dua buah penyambung T. Hubungkan ke suatu tekanan tinggi untuk masing–masing sambungan T. c. 2. ulangi tes ini beberapa kali untuk memperoleh hasil yang tetap/konsisten. Ganti komponen jika batas ukur tidak diperoleh. f. pembacaan dapat terjadi 80 % dari pembacaan pengukur rem depan. Tes tekan booster h. d. g. pembacaan dapat menjadi 80 % dari pembacaan pertama. Ambil pembacaan dari pengukuran yang lain. b. Ambil pembacaan dari pengukur yang lain. D. MENGETES REM SETELAH DIPERBAIKI Untuk mengets rem setelah diperbaiki/perbaikan caranya sebagai berikut: a.

Rangkuman Peraturan yang digunakan pada pelaksanaan overhoul sistem rem dan bagian–bagiannya: Kunci–kunci Obeng Tang Pahat Penitik Dongkrak Micrometer Jangka sorong Langkah–langkah dalam pelaksanaan overhoul sistem rem: Membongkar atau melepas b. h.b. kendaraan harus bebas bergerak/dapat meluncur sendiri. Gunakan beberapa tes penghentian/stop. a. g. 2. Melaksanakan pembongkaran atau melepas komponen–komponen sistem rem dan bagian– bagiannya dengan menggunakan peralatan yang sesuai. d. Terakhir. c. Jangan menyetel kepala rakitan unit roda rem jika permukaan gesek menjadi panas karena akan membakar tangan anda. c. d. Pemeriksaan atau pengukuran Melaksanakan pemeriksaan atau pengukuran pada komponen yang mengalami kerusakan . periksa kebocoran komponen bodi bawah atau cek cairan rem dalam silinder master. d. rem harus dapat menghentikan kendaraan pada jalan yang lurus apakah bidang permukaan gesek panas atau dingin. Pedal rem harus tetap ditahan. c. f. c. Jangan mengulangi penyetelan rem jika permukaan bidang gesek menjadi panas karena tromol akan berlawanan sebagai penurun sehingga menjadi dingin jadi menghasilkan celah tromol pada kanvas rem. rem harus lepas ketika pedal atau rem parkir dikembalikan pada posisi netral. e. e. rem akan tertarik atau terkunci. jika bidang permukaan gesek dingin atau kedua rem dilepaskan. a. 1. b.

Jelaskan fungsi alat yang digunakan pada pelaksanaan overhoul komponen sistem rem dan bagian–bagiannya! 2. 1. h. Klematra c. Tes Formatif 1. Mikrometer Buatlah laporan hasil praktek secara ringkas dan jelas! e.e. Penyetelan dan pemasangan Melaksanakan penyetelan atau pemasangan kembali komponen–komponen yang dilepas tadi d. 2. Jelaskan langkah–langkah kita ketika melaksanakan overhoul sistem rem dan bagian– bagiannya! f. Jelaskan fungsi dari alat berikut: Kunci momen b. Langkah–langkah pelaksanaan overhoul . Tugas 1. g. Kunci Jawaban Fungsi alat–alat: : untuk membuka atau memasang baut dan mur : untuk membuka baut sekrup : untuk memotong atau menjepit suatu benda : untuk memotong benda kerja menjadi dua bagian atau lebih : untuk menghentikan aliran minyak rem yang mengalir pada selang rem Kunci Obeng Tang Pahat Klematra Micrometer : untuk mengukur (sebagai alat ukur) 2. Perbaikan f. Melakukan perbaikan pada komponen yang mengalami kerusakan atau menggantinya dengan komponen yang baru. a.

Ikutilah Instruktur ataupun prosedur kerja yang tertera pad lembar kerja. a. Keselamatan Kerja Gunakan peralatan yang sesuai dengan fungsinya b. f. efektif dan seefesien mungkin b.a. Bila perlu gunakan buku petunjuk yang sesuai dengan job pekerjaan Langkah Kerja Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat. Tempat mur dan baut 2. Pelepasan atau pembongkaran Pemeriksaan atau pengukuran Perbaikan atau penggantian Penyetelan atau pemasangan g. c. Perhatikan penjelasan prosedur penggunaan alat. d. Alat ukur c. 3. baca lembar kerja dengan teliti . Dongkrak e. b. Sediakan tempat baut dan mur e. a. Lembar Kerja 1. a. Alat dan Bahan Tool Box b. Jack Stand d. Lap/Majun Minyak pembersih g. c. d. Mintalah ijin dari instruktur bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja.

Tugas Buatlah laporan praktek secara ringkas dan jelas! b. Lakukan pekerjaan mengoverhoul komponen sistem rem dan bagian–bagiannya sesuai dengan prosedur yang benar d. yang anda ketahui! 3. bersihkan dan kembalikan semua peralatan dan bahan yang telah digunakan kepada petugas 4.5 1 1 0. Jelaskan rem ditinjau dari konstruksinya! Jelaskan perbedaan antara sistem rem tromol dan sistem rem cakram 2.c. Buatlah rangkuman pengetahuan yang anda peroleh setelah mempelajari kegiatan 2! BAB. Mintalah penjelasan pada instruktur mengenai hal yang belum jelas e. a. Pertanyaan 1.5 3 B. lakukanlah overhoul pada sistem rem bagian boster rem (Urutkanlah langkah–langkahnya dengan tepat). Uji kompetensi Peserta diklat melakukan demonstrasi/praktik dihadapan Guru/Instruktur dengan waktu yang sudah ditentukan. III EVALUASI A. Soal Disediakan sebuah kendaraan bermotor roda empat. . Jelaskan prosedur membleeding/membuang udara! Sebutkan minimal 5 peralatan yang digunakan pada overhoul sistem 4. Setelah selesai. Buatlah catatan–catatan penting kegiatan praktek secara ringkas f. rem! Total Skor 0. Pertanyaan Teori No.

c. 1. Pemeriksaan/Pengukuran 3. Rem Cakram Salah satu konstruksi rem yang cara kerjanya karena adanya gesekan antara cakram dengan pad sehingga pengereman terjadi. sepatu rem. Mayoritas digunakan pada roda depan dimana tromol diganti dengan ckram/ piringan. b. Komponen 2. Teori 1. Jenis rem ditinjau dari konstruksinya adalah: a.Blangko Penilaian Praktik No.5 201 2. Internal expander brake (Rem Pengembangan dari dalam) External Contracting Brake Disc Brake (Rem Piringan) 2.5 Kegiatan yang dinilai Pembongkaran Pelepasan Waktu 201 Nilai 1 Ket KUNCI JAWABAN A. Pemasangan Komponen Total 201 901 1 7 301 2. . Rem Tromol Salah satu konstruksi rem yang cara kerja pengeremannya dengan menggunakan rem tromol breke drum. brake shoe. Perbedaan rem tromol dan cakram a. Perbaikan/Pengetesan 4. dan silinder roda (Wheel Cylinder) pengunaanya diantara roda belakang tidak sama maksudnya agar system rem berfungsi dengan baik dan sesuai dengan persyaratanya b.

Þ Þ Langkah–langkah pelaksanaan overhoul antara lain: Pelepasan/pembongkaran komponen Pemeriksaan/pengukuran Perbaikan/pengetesan Pemasangan/penyetelan kembali Pembongkaran/pelepasan komponen Dengan dibantu peralatan dongkrak & kunci roda kita membongkar roda dari kendaraan. c. c. Kunci–kunci Dongkrak Tang Obeng Jangka sorong/mikro meter B. Pemeriksaan/pengukuran Þ 2. e. Peralatan yang digunakan pada pelaksanaan overhoul: a. a. d. Praktik 1. pedal akan menekan dengan ringan.3. Þ Dengan motor putaran stationer tekan pedal rem beberapa saat untuk mengosongkan pemberi kevakuman. Perbaikan/pengetesan. Kriteria kelulusan Batas minimal kompetensi diberi nilai 7. b. Þ Þ Gunakan tekanan vakum medium untuk pedal rem Start mesin bila booster dioperasikan secara tepat. Melakukan pemeriksaan terhadap komponen–komponen utama dari system rem tersebut. C. d.0 . b.

Bagyo Sucahyo . Indonesia Jakarta.. Apabila peserta diklat telah menyelesaikan suatu kompetensi tertentu. Tingkat 2. 2002 Perbaikan Chasis dan pemindahan tenaga. CV. Mintalah pada Pengajar atau Instruktur untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penilaiannya yang dilakukan langsung dari pihak Dunia Industri atau Asosiasi Profesi yang berkompetensi. B. Jakarta. Darmanto Drs. CV Pajar Abadi. PT TIGA SERANGKAI 3. Daryanto Drs.Grade nilai adalah sebagai berikut: 7.Drs. 4.sc. 1997. Saleh. SMK. Otomotif Mesin Tenaga. Mulyadi. Surakarta. maka berhak untuk melanjutkan ke topik modul berikutnya. CV YRAMA WIDYA. Departemen Pendidkan Nasional. Soemarsono. maka hasil yang berupa nilai dari instruktur atau berupa porto polio dapat dijadikan sebagai bahan verifikasi bagi pihak Industri atau Asosiasi Profesi. 2002 Teknik Merawat Auto Mobil lengkap. I. 2.M. IV PENUTUP Peserta diklat/Siswa yang telah menyelesaikan modul Overhoul Komponen Sistem Rem berhak mengikuti tes praktik untuk menguji kompetensi yang telah dipelajari dan apabila dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evaluasi dalam modul ini. Bandung. ARMICO. . SMK. A. Solihin. 1984 Kamus Teknik Inggris. 2004 Bidang Keahlian Otomotif.00 (Istimewa) : Lebih cepat dari ketentuan waktu dapat mencapai kompetensi melebihi kualitas standar minimal BAB. S.00 (Baik) minimal : Dengan tepat waktu dapat mencapai kompetensi sesuai kualitas standar 8. 5. Bandung. DAFTAR PUSTAKA 1.00 (Amat Baik) : Lebih cepat dari ketentuan waktu dapat mencapai kompetensi sesuai kualitas standar minimal 9.Pd. Apabila peserta diklat telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul. Standar kompetensi Guru. Kemudian hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standar pemenuhan kompetensi dan bila memenuhi syarat peserta diklat berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Dunia Industri atau Asosiasi Profesi. Drs.

Jakarta PT. Pedoman Reparasi Chasis dan Body Kijang. Toyota Astra Mot . New Step I Training Manual. 7. Toyota 1992. TAM Training Center. Toyota Astra Motor 1995. Jakarta PT.6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->