P. 1
peta

peta

|Views: 256|Likes:
Published by Hery Pabiyanto
peta lampiran RTRW Kota Bandung
peta lampiran RTRW Kota Bandung

More info:

Published by: Hery Pabiyanto on Jan 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2015

pdf

text

original

18

18

18

LAMPIRAN VII

: PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 18 TANGGAL : 22 Desember 2011
TAHAP PELAKSANAAN
TAHAP I TAHAP II
2017-2021

TABEL TAHAPAN PEMBANGUNAN
NO A 1 a PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM LOKASI BESARAN (dalam jutaan Rp.)
TAHAP III
2022-2026

TAHAP IV
2027-2031

SUMBER DANA

PELAKSANA PROGRAM

2011 2012 2013 2014 2015 2016

PERWUJUDAN STRUKTUR RUANG Perwujudan Pusat Pelayanan Kegiatan Kota Optimalisasi fungsi dan Penyusunan Rencana Tata pelayanan PPK di Bangunan dan Lingkungan Wilayah Bandung Barat (RTBL) atau Panduan Rancang (Alun-alun) dan Kota Wilayah Bandung Peremajaan kota dan revitalisasi Timur (Gedebage) fungsi kegiatan Pengembangan kegiatan ekonomi dan sosial berskala nasional, regional, maupun kota

Alun-alun dan Gedebage

500

APBD Kota

Distarcip

Alun-alun

10.000

Gedebage

500.000

b

Pemantapan fungsi dan peran SWK

Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Penyusunan peta zonasi Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang KSK

c

Pengembangan SPK dan PL secara merata

Pengembangan kegiatan komersial perdagangan dan hiburan skala SWK pada setiap SPK dan skala kecamatan pada setiap PL

Pengembangan perkantoran jasa skala SWK dan perdagangan pada

Bojonagara, Cibeunying, Tegallega, Karees, Arcamanik, Ujungberung, Kordon dan Gedebage Pasar Baru, Pasar Gedebage, Pasar Andir, Pasar Kiaracondong, Pasar Ciroyom, Pasar Ujung Berung, Pasar Leuwipanjang dan Pasar Ulekan, Pusat FO di Jl. Ir. H. Juanda, Jl. Trunojoyo dan Jl. LLRE. Martadinata, Jalan Asia Afrika, Jalan Wastukancana,

500 1000 500 300.000

APBD Kota, Swasta APBN, APBD Propinsi/ Kota, Swasta APBD Kota APBD Kota APBD Kota APBD Kota Swasta

BAPPEDA, Distarcip BAPPEDA, Distarcip

Distarcip Distarcip BAPPEDA, Distarcip Distarcip, PD Pasar Bermartabat

50.000

APBD Kota

Distarcip

Kordon. Sadang Serang. Sukajadi.Jalan Soekarno Hatta – Jalan Cibiru yang melintasi terminal Leuwipanjang.000 APBD Kota Swasta APBD Kota Swasta Distarcip Setrasari. Derwati Kota Bandung BESARAN (dalam jutaan Rp.000 APBD Kota Dinas Bina Marga dan . Raya Setiabudhi.) TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA Swasta PELAKSANA PROGRAM Pengembangan fasilitas sosial dan fasilitas umum skala SWK pada setiap SPK dan skala kecamatan dan kelurahan pada setiap PL Penyusunan RTBL atau Panduan Rancang Kota untuk setiap SPK 200. koridor 2: Jalan Rajawali (Jalan Elang) – Jalan Nurtanio yang mengakses Bandara Husein Sastranegara. Arcamanik. APBD Kota Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemantapan hirarki jalan kolektor primer pada sistem jaringan jalan 300. Kopo Kencana. Ujung Berung. Jl. Maleer. Ujung Berung. dan koridor 4: Jalan Rumah Sakit – Jalan Gedebage yang mengakses Terminal Terpadu Gedebage Jl.000 APBD Provinsi. koridor 3: Jalan Sindanglaya – Jalan Ujung Berung – Jalan Cipadung yang mengakses Terminal Cicaheum. Derwati koridor 1: Jalan Cibeureum – Jalan Sudirman . Kordon.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM setiap SPK LOKASI Arcamanik. Jl. 4.000 Distarcip 2 a Perwujudan Jaringan Prasarana Kota Perwujudan sistem Pemantapan hirarki jalan arteri jaringan prasarana primer pada sistem jaringan jalan transportasi primer 500.

Tol Terusan PasteurUjung BerungCileunyi. Ramdhan. Jl. Gedebage. Terusan Pasirkoja. Jl. Gardujati.Cokroaminoto. Jl. APBD Provinsi. Swasta Kementerian PU. di SPK Sadang Serang-SPK Ujung Berung Pembangunan jalan tol Tol SoreangPasirkoja.000 APBN. dan Tol Ujung BerungGedebage-Majalaya Pembangunan jalan layang dan jalan layang persimpangan 200. Jl. Distarcip . Jl. Terusan Kiaracondong. Jl. Jl. Jl.000. Astana Anyar. Jl. di SPK Arcamanik-SPK Kordon-PPK Gedebage. Moch.Wahid Hasyim Ashari (Kopo). di SPK Sadang sistem jaringan sekunder Serang. Moch. Terusan Buah Batu.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM primer LOKASI BESARAN (dalam jutaan Rp. Terusan Cileunyi Terpadu Restrukturisasi hirarki jalan pada Jl. Toha. Jl. Jl.) TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA PELAKSANA PROGRAM Pengairan HOS.KH. Jl. di SPK Arcamanik-SPK Kordon-SPK Derwati. APBD Kota. Pasir Koja.000 APBD Kota Dinas Bina Marga dan Pengairan 2. BAPPEDA . Jl. Jl.

Setiabudhi . Jl.Yani-rel KA. NurtanioJl. Swasta APBN APBD Provinsi. persimpangan Buah Batu. Nurtanio-rel KA. APBD Kota. Jl. Soekarno Hatta-Jl.Jl. Siliwangi. Soekarno Hatta-Jl.000 Kementerian PU. Abdurahman Saleh. Dinas Bina Marga dan Pengairan . Soekarno Hatta-Jl. Jl. Jl. Dinas Bina Marga dan Pengairan Jl. A. Pembangunan terminal terpadu dan terminal kota 500. Cibaduyut. Jl. Ibrahim Adjie. APBD Kota. Jl. Braga-rel KA. Jl. Mochamad Toha. Swasta PELAKSANA PROGRAM Kementerian PU. Sunda-rel KA.000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBN APBD Provinsi. Arjuna-rel KA Pembangunan jalan layang Jl.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM Pembangunan jalan layang LOKASI BESARAN (dalam jutaan Rp. Gedebage-Tol Padaleunyi.) 500. Jl. Jl. Soekarno Hatta-Jl. KH Hasyim Ashari (Kopo). Soekarno Hatta-Jl. Jl. Jl.

Swasta APBD Kota APBD Kota APBD Kota PELAKSANA PROGRAM BAPPEDA. Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Optimalisasi terminal tipe B Ledeng 20. Raya Cibiru – Jl. Koridor 1 Jl. Soekarno Hatta – Elang 2.000 APBD Kota APBD Kota APBD Kota APBD Kota 10. Dinas Perhubungan Penerapan manajemen kebutuhan transportasi Pengembangan strategi manajemen Kota Bandung parkir yang bersifat disinsentif maupun insentif Pengembangan strategi pengenaan Alun-alun tarif di jalan di sekitar pusat kota Pengembangan alternatif moda Kota Bandung yang mendorong pergerakan ke pusat kota dengan menggunakan moda angkutan publik Pengembangan angkutan umum Aplikasi sistem transportasi Kota Bandung terpadu Optimalisasi sistem transportasi terpadu Optimalisasi kebijakan penetapan tarif Penyediaan sarana dan prasarana angkutan umum pemadu moda (bus line) Kota Bandung Kota Bandung 1. Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan .) 200.000 3.000 Distarcip. Distarcip. Laswi – Jl.000 50. 500 Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan 300 2.000 Pengembangan terminal tipe C sekitar SPK 16. Swasta APBD Provinsi. Koridor 2 Antapani – Jl. Swasta APBD Provinsi.000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBD Provinsi.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM Pembangunan terminal tipe A LOKASI Gedebage BESARAN (dalam jutaan Rp. APBD Kota.000 50. APBD Kota.000 BAPPEDA. APBD Kota.

Koridor 5 Buah Batu – Kebon Kawung 6.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM LOKASI Lingkar Selatan 3. Koridor 9 Cibaduyut – Tegallega – Kebon Kawung 10. Surapati – Jl. Dr. Koridor 4 Cibeureum – Cicaheum 5. Koridor 10 Ledeng – Gegerkalong – Kebon Kawung 11. Koridor 8 Soreang – Kopo – Leuwipanjang – Kebon Kawung 9.) TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA PELAKSANA PROGRAM . Djunjunan 4. Koridor 6 Banjaran Gedebage – Kebon Kawung 7. Koridor 11 Caringin – Pasirkaliki – Sarijadi BESARAN (dalam jutaan Rp. Koridor 3 Ujung Berung – Jl. Koridor 7 Padalarang – Elang – Kebon Kawung 8.

KAI 1.000 20. jalur Kereta Api RancaekekJatinangorTanjungsari.) 50. Swasta PELAKSANA PROGRAM Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan BAPPEDA. Dinas Perhubungan BAPPEDA. PT.000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBD Kota APBD Kota APBD Kota APBD Kota APBD Kota APBD Provinsi APBD Kota APBD Kota APBD Kota Swasta APBN. Swasta Kementerian Perhubungan. jalur Kereta Api KiaracondongCiwidey Pembangunan jalur ganda Kereta KiaracondongApi perkotaan RancaekekCicalengka dan Kawasan Terpadu Gedebage 5.000.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM Peremajaan moda dan peningkatan kapasitas Angkutan Umum Penerapan laik fungsi kendaraan angkutan umum dengan uji emisi gas buang Penertiban dan Pengendalian Angkutan Lingkungan (ojeg.000 Peningkatan Peranserta Swasta Kota Bandung dalam pengembangan angkutan umum Pemantapan sistem jaringan transportasi kereta api Revitalisasi jalur kereta api Jalur Kereta api antar kota BandungSukabumi-Bogor. Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan Kota Bandung 5. APBD Provinsi. PT.000 10.000 500. Dinas Perhubungan Kementerian Perhubungan. KAI .000 APBN.000 Kota Bandung Kota Bandung 20. APBD Provinsi.000 Kota Bandung 10. becak & delman) Peningkatan Kinerja Operasional Taksi Penertiban dan Peningkatan fungsi Halte Penertiban Pergerakan Angkutan AKAP dan AKDP LOKASI Kota Bandung Kota Bandung BESARAN (dalam jutaan Rp.000 Peningkatan sistem kelembagaan sektor transportasi Kota Bandung 10.000 BAPPEDA.

500.000 Kota Bandung 100. APBD Provinsi. Swasta APBD Provinsi.000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBN. Distarcip. APBD Propinsi. APBD Provinsi. BAPPEDA Kementerian Perhubungan.000 Pengembangan sarana dan prasarana Intermoda stasiun PPK Gedebage 50. Bandara Husein Sastranegara 20. Swasta APBN. Danlanud Husein S Kementerian Perhubungan. APBD Provinsi.000 Pembangunan jalur kereta gantung Pasteur – Sukajadi 50. Danlanud Husein S BAPPEDA.000 Pemantapan fungsi Bandara Husein Sastranegara Peningkatan pelayanan bandar Bandara Husein udara dengan perbaikan Sastranegara lingkungan sekitar Penetapan kawasan aman bagi jalur penerbangan dengan pembatasan ketinggian bangunan di sekitar Bandara Husein Sastranegara 100. APBD Kota Peninjauan kembali fungsi Bandara Husein Sastranegara sampai terbangun dan berfungsinya bandara pengganti Penyediaan fasilitas intermoda di Bandara Bandara Husein Sastranegara 10. BAPPEDA. Swasta APBN.) 750.000 50.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM Elektrifikasi jalur Kereta Api LOKASI PadalarangKiaracondongCicalengka Kota Bandung BESARAN (dalam jutaan Rp. Danlanud Husein S Dinas Perhubungan Pembangunan jalur kereta ringan (monorel) yang menghubungkan pusat – pusat kegiatan Peningkatan sarana dan prasarana stasiun 1. APBD Provinsi.000 APBN. Swasta . PT. Dinas Perhubungan.000 APBN. Swasta APBN. Swasta Swasta PELAKSANA PROGRAM Kementerian Perhubungan.000 APBN. PT. KAI Kementerian Perhubungan. APBD Provinsi. KAI Kementerian Perhubungan. APBD Provinsi. BAPPEDA Kementerian Perhubungan. KAI Kementerian Perhubungan. PT.

000 APBN. Swasta APBN. APBD Provinsi. APBD Kota. APBD Kota APBD Provinsi. PLN 100. APBD Kota Distarcip.CidurianCisadane.000 800.000 Dinas Perhubungan PT.000 BAPPEDA.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM Penyediaan moda sarana penghubung LOKASI Bandara Husein Sastranegara BESARAN (dalam jutaan Rp.000 400. Telkom d Perwujudan sistem jaringan sumber daya air Penyusunan Rencana Sistem Jaringan Sumber Daya Air Penataan sungai Sungai Cikapundung 50. Swasta APBD Provinsi. Swasta PT. PLN PT.000 Penataan wilayah sungai Sungai CidanauCiujung.CiliwungCitarum 100. Swasta APBN. PLN PT. Dinas PSDA.000 APBN.) 30.000 Kota Bandung 250.000 200. Swasta APBN. PLN c Perwujudan sistem jaringan telekomunikasi Kota Bandung 25. Swasta APBD Provinsi. PT.000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBN. PLN PT. Swasta PELAKSANA PROGRAM Dinas Perhubungan Penyediaan moda taksi yang mempunyai pelayanan yang baik b Perwujudan sistem jaringan energi/kelistrikan Peningkatan kualitas pelayanan jaringan listrik Pengembangan jaringan listrik dengan sistem bawah tanah Pembangunan instalasi baru dan pengoperasian instalasi penyaluran Pembangunan jaringan transmisi tenaga listrik (SUTUT. Swasta APBN. SUTET maupun SUTT) wajib menyediakan lahan sebagai wilayah pengamanan tapak tower sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku Pengembangan jaringan udara terbuka dengan menggunakan tiang yang memiliki manfaat sebagai jaringan distribusi dan penerangan jalan Pengaturan sebaran dan pembangunan menara telekomunikasi bersama Bandara Husein Sastranegara Wilayah Bandung Barat Wilayah Bandung Timur Tiap SPK Kota Bandung 15. Dinas Bina Marga & Pengairan BAPPEDA. Dinas PSDA .

S.) 250.000 APBD Kota Distarcip Dinas Bina Marga dan Pengairan PDAM 20.000 Kota Bandung 40.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM Pengembangan sistem jaringan air baku untuk air minum LOKASI S.000 APBD Kota Penurunan tingkat kebocoran air Kota Bandung sampai dengan 10% pada tahun 2030 Rencana sistem pengelolaan air limbah kota Revitalisasi IPAL Bojongsoang Bojongsoang 100.000 pelanggan baru pertahun Pengendalian debit air limpasan pada musim hujan dan penggunaan air tanah Kota Bandung Bandung Timur Kota Bandung 10.000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBD Provinsi. Distarcip Pembangunan kolam parkir air (retension pond) dengan mengoptimalkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai wilayah resapan air penyediaan sumur-sumur resapan di tiap kaveling bangunan yang mempunyai kedalaman muka air tanah tidak kurang dari 1.000 50.000 Kota Bandung 100. APBD Kota APBD Provinsi. APBD Kota APBD Kota APBD Kota APBD Kota PELAKSANA PROGRAM BAPPEDA. Dinas PSDA. PDAM Dinas PSDA. Swasta APBD Provinsi.000 100.000 PDAM Rehabilitasi sarana dan prasarana air baku Peningkatan cakupan pelayanan Penyusunan rencana pelayanan di semua daerah pelayanan secara terintegrasi dan transparan untuk mencapai 10. Dinas Bina Marga & Pengairan.000 PDAM PDAM PDAM Kota Bandung 50. APBD Kota APBD Provinsi. Cikapundung dan Sungai Citarum Hulu PPK Gedebage BESARAN (dalam jutaan Rp. APBD Kota APBD Kota. Dsikamtam BPLH. Cisangkuy.000 PDAM Optimalisasi jaringan air baku dan menambah pengadaan pompa Kota Bandung 30.5 m Peningkatan pasokan air baku 300.000 APBD Kota PDAM .

000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBD Kota APBD Kota PELAKSANA PROGRAM PDAM Optimalisasi pelayanan sistem Kota Bandung terpusat pada wilayah-wilayah yang sudah terlayani Pengembangan sistem pengolahan Kota Bandung air limbah publik setempat bagi wilayah yang tidak terlayani saluran air limbah terpusat dengan prioritas di permukiman kumuh Penyusunan Rencana sistem persampahan kota Pembangunan infrastruktur Gedebage perkotaan pengolahan sampah 50. Dinas Bina Marga dan Pengairan Dinas PSDA.000 PDAM 15.000 Pembangunan paling kurang satu tempat pembuangan sementara (TPS) di setiap pusat lingkungan (PL) Operasionalisasi TPPAS di Legok Nangka Peningkatan pengelolaan sampah terpadu 3R skala kawasan dan skala kota Optimalisasi TPAS Sarimukti Kota Bandung APBD Propinsi.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM LOKASI BESARAN (dalam jutaan Rp.) 40.000 Kabupaten Bandung Barat Penyusunan Rencana sistem drainase kota Penataan dan pengembangan Kota Bandung sistem drainase terpadu dengan brandgang 10. APBD Provinsi APBD Kota swasta APBD Provinsi APBD Provinsi.000 Pengintegrasian sistem drainase dengan wilayah resapan penurunan tingkat sedimentasi pada sistem drainase melalui Kota Bandung 60. PD Kebersihan BAPPEDA. Dinas Bina 50.000 Kota Bandung 50.000 Kota Bandung 60. Distarcip. PD Kebersihan BAPPEDA. Diskimrum. Dinas Bina Marga dan Pengairan Dinas Bina Marga dan Pengairan Dinas PSDA. Diskimrum PD Kebersihan Diskimrum PD Kebersihan PD Kebersihan Kabupaten Bandung 100. APBD Kota APBD Kota APBD Kota Diskimrum. APBD Kota APBD Propinsi.000 . APBD Kota APBD Propinsi.000 APBN.000 Peningkatan fungsi pelayanan sistem drainase makro Kota Bandung 25.

dan yang memberikan meningkatkan kualitas RTH Kawasan Bandung Utara 30. reboisasi di hulu sungai dan pengerukan sungai yang berkelanjutan. terutama pada ruas jalan di sekitar pusat kegiatan Penyediaan sarana pejalan kaki Kota Bandung 20. memelihara.000 kaki pada ruas-ruas jalan arteri dan kolektor yang hanya memiliki trotoar pada satu sisi jalan Penyediaan prasarana pejalan kaki Kota Bandung 20. Diskamtam . Dinas Bina Marga & Pengairan B 1 a PERWUJUDAN POLA RUANG Perwujudan Kawasan Lindung Perwujudan kawasan Mempertahankan. kotak sampah. bangku. Distarcip. Penyusunan Rencana penyediaan dan pemanfaatan prasarana dan sarana pejalan kaki Peningkatan kualitas prasarana dan Kota Bandung 20. Dinsos. zebra cross.000 APBD Provinsi.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM LOKASI BESARAN (dalam jutaan Rp. Dinsos BAPPEDA. seperti lampu jalan. Distarcip. dan sarana lainnya Penambahan prasarana pejalan Kota Bandung 10.000 sarana pejalan kaki di ruas-ruas jalan arteri dan kolektor yang sudah terdapat fasilitas pejalan kaki. jembatan penyeberangan.000 APBD Kota Dinas Bina Marga dan Pengairan APBD Kota Dinas Bina Marga dan Pengairan Dinas Perhubungan APBD Kota Dinas Bina Marga dan Pengairan Dinas Bina Marga dan Pengairan APBD Kota APBD Kota APBD Kota BAPPEDA. Distarcip.) TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA PELAKSANA PROGRAM Marga dan Pengairan normalisasi sungai.000 pada ruas-ruas jalan arteri dan kolektor yang sudah memiliki trotoar namun belum memiliki sarana yang lengkap.000 pada ruas-ruas jalan arteri dan kolektor yang sama sekali belum memiliki trotoar dan kelengkapan lainnya Penyusunan Rencana jalur evakuasi bencana Penyusunan Rencana jalur Kota Bandung 500 evakuasi rawan bencana longsor Penyusunan Rencana jalur evakuasi rawan bencana banjir Kota Bandung 1.

000 25.NO PROGRAM UTAMA perlindungan terhadap kawasan bawahannya Perwujudan kawasan perlindungan setempat INDIKASI PROGRAM terhadap kawasan bawahannya Intensifikasi dan ekstensifikasi RTH di sepanjang sempadan sungai dan sekitar danau buatan dan mata air Rencana kolam retensi di kawasan PPK Gedebage Intensifikasi RTH melalui penetapan KDH 10-20% untuk tiap kaveling bangunan. wall garden Ekstensifikasi RTH melalui pengembangan taman kota.000 APBD Kota 25. Diskamtam Distan Gedebage.000 APBD Kota APBD Kota Kota Bandung 80. Diskamtam Distan BPLH.000 APBD Provinsi. H. Diskamtam Distarcip Distarcip Distarcip e Perwujudan kawasan rawan bencana Kota Bandung 25. RTH eks Pasir Impun.000 Distarcip. APBD Kota APBD Kota APBD Kota PELAKSANA PROGRAM b Kota Bandung 50.000 Kota Bandung Kota Bandung Kota Bandung 25. memelihara dan meningkatkan kualitas kawasan hutan intensifikasi dan ekstensifikasi kawasan cagar budaya mempertahankan fungsi dan menata kawasan cagar budaya mengembalikan fungsi kawasan cagar budaya yang telah beralih fungsi secara bertahap penanganan rawan bencana kebakaran: a. Diskamtam Distan BPLH.000 30.000 Distarcip Dinsos Diskar . taman dan pemakaman Nagrog Mempertahankan fungsi dan menata RTH melalui penataan taman dan pemakaman Mengembalikan fungsi RTH yang telah beralih fungsi secara bertahap. Dinas Bina Marga & Pengairan BPLH. Nagrog Kota Bandung 50.000 Kota Bandung 100. Cicabe. LOKASI BESARAN (dalam jutaan Rp. Cicabe. Diskamtam Distan BPLH. roof garden. APBD Kota APBD Kota APBD Kota APBD Kota APBD Kota Distarcip. Diskamtam c Perwujudan kawasan RTH Gedebage 20.) TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBD Kota APBD Provinsi. pengembangan lahanlahan yang disewakan menjadi taman-taman kota Mempertahankan. Pasir Impun. pengembangan sistem proteksi kebakaran pada bangunan.000 Distarcip. Djuanda 30.000 d Perwujudan kawasan pelestarian alam dan cagar budaya Taman Hutan Raya Ir.

Andir. peningkatan peresapan air melalui rekayasa teknis (biopori dan sumur resapan) penanganan rawan bencana gempa: . Mempertahankan.000 APBD Kota Distarcip Dinsos f 2 a Perwujudan kawasan perlindungan plasma nutfah Perwujudan Kawasan Budidaya Perwujudan kawasan perumahan Kebun Binatang Bandung 30. b. pengendalian pembangunan di wilayah rawan gerakan tanah penanganan rawan bencana genangan banjir: a. d.000 APBD Kota Distarcip Dinsos Dinas Bina Marga & Pengairan Kota Bandung 25. Cicendo.000 APBD Kota Distarcip Dinsos 68 lokasi dan utara Jalan tol Purbaleunyi 25. Sukajadi. APBD BAPPEDA.000 APBD Provinsi/ Kota Distarcip. b. Diskamtam Pengembangan secara vertikal diperkenankan pada kawasan perumahan kepadatan sedang sampai tinggi Kecamatan Sukasari. APBD Propinsi. Distarcip . peningkatan kapasitas saluran drainase jalan. pengendalian terhadap alih fungsi lahan.pengendalian pembangunan pada kawasan rawan gempa bumi sesuai dengan tingkat kerentanan bencana.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM b.) TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA PELAKSANA PROGRAM Kota Bandung 25. c. peningkatan cakupan pelayanan penangulangan bencana kebakaran. Bandung Kulon. penanganan rawan bencana letusan gunung berapi: .000 APBD Kota Distarcip Dinsos Kota Bandung 25. memelihara. Bojong Loa 500. relokasi bangunan di daerah rawan bencana longsor. dan meningkatkan kualitas kawasan perlindungan plasma nutfah LOKASI BESARAN (dalam jutaan Rp. penanganan rawan bencana gerakan tanah dan longsor: a.pengendalian pembangunan pada kawasan rawan gempa bumi sesuai dengan tingkat kerentanan bencana. rehabilitasi dan penataan saluran drainase jalan.000 APBN.

Astana Anyar. Regol. Batununggal. Buah Batu. Sumur Bandung. Antapani. Swasta PELAKSANA PROGRAM . dan Cibeunying Kidul BESARAN (dalam jutaan Rp. Kiaracondong.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM LOKASI Kidul. Lengkong. Bojong Kaler. Babakan Ciparay.) TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA Kota.

Swasta BAPPEDA. Kiara Condong. Jl.000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBN. Kelenteng. Jl. APBD Kota. Batununggal. Jl. Bali. Bandung Kulon. Kawasan Gudang Pertahanan keamanan. APBD Propinsi. Jl. Buah Batu. Bandung Kulon. Bojong Loa Kidul. Regol. Sumatera. Sukajadi. Jl. Jl. KDB maksimum dan KLB maksimum. Andir. Cicendo. Swasta PELAKSANA PROGRAM BAPPEDA. atau tingkat pelayanan jalannya rendah 500. Bojong Loa Kaler. dan Cibeunying Kidul Alun-alun.000 APBN. Distarcip Mempertahankan perumahan terencana yang menjadi ciri khas kota dalam kerangka perlindungan cagar budaya 300. Kiara Condong. Bojong Loa Kaler. Sukajadi.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM Pengendalian pengembangan secara vertikal pada persil dan kawasan yang melebihi kepadatan bangunan maksimum. BESARAN (dalam jutaan Rp. Bojong Loa Kidul. Jl. kapasitas prasarana terbatas. APBD Propinsi. Buah Batu. Distarcip Pengendalian pengembangan secara vertikal pada persil dan kawasan yang kapasitas prasarananya terbatas. Batununggal. atau tingkat pelayanan jalan rendah LOKASI Kecamatan Sukasari. Astana Anyar. Distarcip . Pasar Baru. Andir. dan Cibeunying Kidul Kecamatan Sukasari. Kawasan Pecinan. ABC. Sasakgantung. Swasta BAPPEDA. Lengkong. Cicendo. Braga. Antapani. APBD Propinsi. Astana Anyar. APBD Kota. Asia Afrika. Babakan Ciparay. Babakan Ciparay. Jl. Otto Iskandardinata. Lengkong. Jl. Regol. Aceh. Antapani. APBD Kota. Sumur Bandung. Sumur Bandung.000 APBN. Jawa.) 500.

Jl. Dipatiukur. Malabar. Ganesha. Kebon Jati BESARAN (dalam jutaan Rp. Jl. Setiabudi. Gatot Subroto. Jl. R. Tamansari. Karapitan.Djuanda.) TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA PELAKSANA PROGRAM . Diponegoro. Jl. Pager Gunung. Jatayu dan Jl. Jl. Jl. Arjuna. Cipaganti. Pasteur. Jl.H. Jl. Jl.Ir. Jl. Melong.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM LOKASI Jl. Dewi Sartika. Jl. Jl. Jl.Martadinata. Jl.E. Jl. Jl.

Swasta BAPPEDA.) 400. Swasta BAPPEDA. pengembangan pasar tradisional Kota Bandung 250.000 APBD Kota. Distarcip . Distarcip BAPPEDA. Distarcip Kota Bandung 250. Batununggal. Astana Anyar. Cicendo. jasa pariwisata. Swasta BAPPEDA. dan jasa keuangan ke wilayah Bandung Timur. Swasta PELAKSANA PROGRAM BAPPEDA. Buah Batu. Bojong Loa Kidul. Regol.000 APBN. APBD Propinsi.000 b Perwujudan kawasan perdagangan dan jasa Rencana kawasan jasa pengembangan kegiatan jasa profesional. jasa perdagangan. dan jasa keuangan di SPK wilayah Bandung Timur. Antapani. Sukajadi. Andir. pengembangan kegiatan jasa profesional. APBD Kota. dan Cibeunying Kidul Kawasan Bandung Utara BESARAN (dalam jutaan Rp. dan sisi jalan arteri primer dan arteri sekunder sesuai dengan peruntukannya.000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBN. Bojong Loa Kaler. jasa pariwisata. Lengkong. Sumur Bandung. SPK Sadang Serang. Swasta APBD Kota. Distarcip Kota Bandung 50. jasa perdagangan. Distarcip Pembatasan pembangunan pada kawasan perumahan kepadatan rendah di Kawasan Bandung Utara 100.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM Peremajaan kawasan pada lingkungan yang menurun kualitas fisiknya LOKASI Kecamatan Sukasari.000 APBD Kota. Bandung Kulon. Kiara Condong. Babakan Ciparay. APBD Propinsi. dan pembatasan konsentrasi perkantoran di wilayah Bandung Barat. APBD Kota.

BAPPEDA. Pasar Kiaracondong. Distarcip. Pasar Ciroyom. APBD Kota.000 APBD Kota. Distarcip BAPPEDA. PD Pasar Bermartabat BAPPEDA. PD Pasar Bermartabat Pasar Andir. Pasar Kiaracondong. Distarcip . Distarcip.000 Kota Bandung 100. BAPPEDA.000 APBD Kota. termasuk Pasar Induk Caringin dan Gedebage 50. PD Pasar Bermartabat Distarcip.000 90.000 APBD Propinsi. dan pasar-pasar khusus lainnya pengaturan dan penataan pasar yang masih sesuai dengan peruntukannya di seluruh kecamatan relokasi pasar Lingkungan kelurahan/kecamatan dan sekitarnya yang sudah tidak sesuai lagi peruntukannya dalam rencana tata ruang pengaturan kegiatan perdagangan grosir di Jalan Sukarno-Hatta.000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBD Kota. PD Pasar Bermartabat Distarcip.000 50. PELAKSANA PROGRAM Distarcip.000 250. Swasta APBD Kota. Swasta Jalan Sukarno-Hatta. APBD Kota. Distarcip BAPPEDA.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM peningkatan Pasar Induk Gedebage yang terpadu dengan pengembangan PPK Gedebage pembangunan kembali kawasan Pasar Andir. APBD Kota.) 30. Swasta APBD Kota. termasuk Pasar Induk Caringin dan Gedebage LOKASI Gedebage BESARAN (dalam jutaan Rp. Pasar Ciroyom Kota Bandung 40. PD Pasar Bermartabat c Perwujudan kawasan perkantoran pengembangan pusat perbelanjaan pengendalian pusat belanja di Wilayah Bandung Wilayah Bandung Barat Barat pengembangan pusat belanja ke Wilayah Bandung Wilayah Bandung Timur Timur pengendalian perkembangan pusat Wilayah Bandung belanja dan pertokoan yang Barat cenderung linier sepanjang jalan arteri dan kolektor pengembangan kawasan perkantoran pemerintahan 25.

khususnya kawasan inti pusat kota d Perwujudan kawasan industri dan pergudangan pengembangan industri ringan dan pergudangan 100. Distarcip .NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM mempertahankan perkantoran pemerintah berskala nasional. APBD Kota.) 30. APBD Kota. Swasta APBD Propinsi. dan jasa keuangan ke wilayah Bandung Timur pengembangan kegiatan jasa wilayah Bandung profesional. SPK Sadang Serang. jasa perdagangan. dan sisi jalan arteri primer dan arteri sekunder sesuai dengan peruntukannya pembatasan konsentrasi wilayah Bandung perkantoran di wilayah Bandung Barat Barat. jasa pariwisata. jasa Timur pariwisata. Swasta BAPPEDA. provinsi dan kota LOKASI Kota Bandung BESARAN (dalam jutaan Rp. APBD Propinsi.000 APBD Propinsi.000 BAPPEDA. dan jasa keuangan di SPK wilayah Bandung Timur. APBD Kota. APBD Kota. Distarcip pengembangan kawasan perkantoran pemerintahan pengembangan dan wilayah Bandung memprioritaskan kegiatan jasa Timur profesional. jasa perdagangan. Swasta PELAKSANA PROGRAM BAPPEDA. Distarcip 10.000 BAPPEDA. Distarcip 50.000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBD Propinsi.

Distarcip.000 10. Swasta PELAKSANA PROGRAM BAPPEDA.000 APBD Kota.) 30. Disperindag BAPPEDA. Swasta 30. Disperindag BAPPEDA.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM mempertahankan industri kecil yang ada di lingkungan perumahan mengembangkan industri kecil dan menengah LOKASI Kota Bandung BESARAN (dalam jutaan Rp. Distarcip.000 20. Swasta APBD Propinsi. Distarcip. Swasta APBD Kota. APBD Kota. Disperindag BAPPEDA. Swasta APBD Kota. Disparbud BAPPEDA. pengembangan industri rumah tangga penetapan lokasi dan Kota Bandung pengembangan industri rumah tangga pengembangan fasilitas kota yang Kota Bandung menunjang kegiatan industri rumah tangga revitalisasi bangunan Kota Bandung tua/bersejarah menjadi bagian dari industri rumah tangga e Perwujudan kawasan wisata buatan mempertahankan kawasan dan bangunan bersejarah Kota Bandung Kecamatan Ujung Berung. Disperindag kawasan pergudangan diarahkan ke pinggiran kota yang ditunjang oleh akses yang memadai akan dikembangkan ke lokasi yang memiliki akses jalan arteri primer dan/atau akses peti kemas Gedebage. Swasta APBD Kota. Swasta APBD Kota. Cibiru dan Gedebage Wilayah Bandung Timur dan Wilayah Bandung Selatan 50. Disperindag. Distarcip .000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBD Kota.000 5.000 BAPPEDA. Distarcip. Disperindag BAPPEDA. Distarcip.000 10. Distarcip.

APBD Kota. Swasta APBD Propinsi. Swasta APBD Propinsi. Swasta APBD Propinsi. Swasta APBD Kota. Dispora. Swasta PELAKSANA PROGRAM BAPPEDA. Disparbud Distarcip Kota Bandung 50.000 Distarcip. Dinas PU mempertahankan fungsi dan menata RTNH g Perwujudan kawasan ruang sektor informal pembatasan ruang publik yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan untuk kegiatan sektor informal Kota Bandung 20. Diskamtam BAPPEDA. Distarcip pengembangan sarana konferensi ke arah Wilayah Bandung Timur Wilayah Bandung Timur 40.000 Distarcip. APBD Kota.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM pengembangan obyek wisata di Wilayah Bandung Timur LOKASI Wilayah Bandung Timur BESARAN (dalam jutaan Rp. pendidikan dan perumahan f Perwujudan kawasan ruang terbuka non hijau intensifikasi RTNH Kota Bandung 10. Distarcip pengendalian dan pembatasan kegiatan hiburan di lokasi sekitar kegiatan peribadatan. APBD Kota. APBD Kota. APBD Kota. Diskamtam .000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBD Propinsi. APBD Kota. Diskamtam ekstensifikasi RTNH Gedebage (SUS Gedebage) dan Arcamanik (Sport Centre) Kota Bandung 25. Disparbud Distarcip mempertahankan obyek wisata pendidikan dan budaya Kota Bandung 10.000 BAPPEDA.000 BAPPEDA. Distarcip Disperindag. Swasta APBD Propinsi. Swasta APBD Kota.000 Distarcip.000 BAPPEDA. Dispora.) 25. Swasta APBD Propinsi. Dispora.

Distarcip.000 APBD Kota. Swasta PELAKSANA PROGRAM BAPPEDA. Dinsos BAPPEDA. Swasta BAPPEDA. serta keamanan dan keselamatan pengguna ruang publik pengembangan ruang evakuasi bencana banjir diarahkan di Taman Tegallega di Kecamatan Regol dan Stadion Utama Sepakbola di Kecamatan Gedebage.000 APBD Kota.000 APBD Kota. Diskamtam BAPPEDA. perlindungan terhadap fungsi utama ruang publik.) 30. Diskamtam. Swasta h Perwujudan kawasan ruang evakuasi bencana Kota Bandung 15.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM kewajiban dan insentif bagi sektor formal dalam penyediaan ruang paling kurang 10% untuk kegiatan sektor informal pemanfaatan ruang publik untuk kegiatan PKL hanya diperbolehkan pada lokasi & waktu yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan ketentuan lainnya yang harus diatur adalah batas gangguan yang diijinkan. Diskamtam Kota Bandung 5. dan keindahan kota. Distarcip Disperindag. Swasta BAPPEDA. Diskamtam.000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBD Kota. Distarcip. Diskamtam.000 Kota Bandung 5.000 APBD Kota. pengembangan ruang evakuasi bencana longsor diarahkan di Taman Gasibu dan Sasana Budaya Ganesha di Kecamatan Bandung Wetan dan Taman Pacuan Kuda di Kecamatan Arcamanik pengembangan taman-taman lingkungan (taman RT atau taman RW). Dinsos . Distarcip Disperindag. ketentuan ketertiban. Swasta APBD Kota. Diskamtam BAPPEDA. Swasta Kota Bandung 15. Distarcip. Dinsos Kota Bandung 15. lapangan olahraga. Distarcip Disperindag. atau ruang terbuka publik lainnya menjadi titik atau pos evakuasi skala lingkungan di kawasan perumahan LOKASI Kota Bandung BESARAN (dalam jutaan Rp. kebersihan.

dan mobil pemadam kebakaran pengembangan jalur evakuasi Kota Bandung gempa bumi dengan pemanfaatan ruang terbuka publik yang cukup besar seperti di alun-alun kota. lapangan olahraga.) 10. dan lainlain sebagai ruang evakuasi skala kota Perwujudan kawasan pertahanan keamanan mempertahankan perkantoran dan instalasi pertahanan keamanan pengamanan kawasan perkantoran dan instalasi pertahanan keamanan yang baru sesuai dengan rencana tata ruang kawasan pertahanan keamanan Perwujudan Kawasan Pertanian mempertahankan kawasan pertanian pangan berkelanjutan melalui intensifikasi lahan pertanian pangan Kawasan Lanud Husein Sastranagara dan Lanal Bandung Kota Bandung 25. seperti ambulance. Swasta PELAKSANA PROGRAM BAPPEDA. Diskamtam.000 APBD Propinsi. Dinsos 10. APBD Kota. di lapangan-lapangan olahraga. Swasta BAPPEDA. serta pendidikan non-formal yang Wilayah Bandung Barat 10. Distarcip. Swasta BAPPEDA. Diskamtam. Distarcip. Dinas Pertanian Pengembangan Kawasan Pendidikan pembatasan sarana dan prasarana pendidikan dasar dan menengah. Dinas .000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBD Kota. Swasta APBD Kota. Ujungberung dan Cibiru 10.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM LOKASI BESARAN (dalam jutaan Rp. halaman/gedung sekolah. atau ruang terbuka publik. Dinsos i Perwujudan kawasan peruntukan lainnya Pengembangan evakuasi bencana Kota Bandung kebakaran diarahkan di tamantaman lingkungan skala rukun warga dan skala rukun tetangga.000 APBN Dephan 25. Distarcip.000 APBD Kota. dengan pelebaran jalan yang sudah ada pada interval tertentu yang dapat dilalui oleh orang dalam jumlah banyak dan kendaraan operasional evakuasi.000 APBN Dephan Kecamatan Madalajati.000 BAPPEDA.

Dinas Kesehatan Distarcip Depag 100.000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBD Kota. Dinas Kesehatan BAPPEDA. Swasta BAPPEDA. Dinas Pendidikan Wilayah Bandung Barat Wilayah Bandung Timur 50.000 APBD Kota. Distarcip. Distarcip. Swasta BAPPEDA. APBD Kota.000 .NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM ada di Wilayah Bandung Barat pembatasan pengembangan perguruan tinggi di Wilayah Bandung Barat pada lokasi-lokasi yang telah berkembang.000 50. Distarcip. Swasta APBD Kota. Dinas Kesehatan BAPPEDA. Swasta APBD Kota. Swasta PELAKSANA PROGRAM Pendidikan BAPPEDA. Distarcip. Swasta APBD Propinsi. Dinas Pendidikan Pengembangan Kawasan Kesehatan optimalisasi sarana dan prasarana Kota Bandung kesehatan pengembangan sarana dan Wilayah Bandung prasarana kesehatan di Wilayah Timur Bandung Timur peningkatan prasarana dan sarana Kota Bandung pendukung sarana dan prasarana kesehatan peningkatan kelas Rumah Sakit Wilayah Timur Kota Umum Daerah menjadi Kelas B di Bandung bagian Timur kota Pengembangan Kawasan Peribadatan penyediaan oleh masyarakat Kota Bandung 10.000 APBD Kota. Distarcip. dengan mewajibkan memenuhi penyediaan prasarana dan parkir yang memadai mengarahkan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di Wilayah Bandung Timur LOKASI BESARAN (dalam jutaan Rp.000 50.) 20.000 100.

APBD Kota.000 APBD Kota Distarcip BPPT .000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBD Propinsi.000 Distarcip Depag 3 a.000 APBD Kota Distarcip Diskamtam Satpol PP PPK Alun-alun.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM optimalisasi sarana dan prasarana peribadatan LOKASI Kota Bandung BESARAN (dalam jutaan Rp. pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota. penataan Pedagang Kaki Lima (PKL). APBD Kota. dan penyusunan Panduan Pelestarian Kawasan dan Bangunan Pemanfaatan Ruang: peremajaan dan revitalisasi kawasan komersil. Swasta APBD Propinsi. 500 BAPPEDA. 100.000 Distarcip Depag peningkatan sarana dan prasarana pendukung peribadatan Kota Bandung 25. APBD Kota. pelestarian bangunan cagar budaya (BCB). pemberian insentif untuk mendorong pengembangan yang PPK Alun-alun. pembentukan otoritas pengembangan PPK Alun-alun Pengendalian Pemanfaatan Ruang: penyusunan Panduan Rancang Kota (PRK). 75. Perwujudan Kawasan Strategis Kota perwujudan kawasan Perencanaan Ruang: yang memiliki nilai penyusunan Rencana Tata Ruang strategis dari aspek Kawasan Strategis ekonomi penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). Swasta APBD Propinsi. Swasta APBD Kota PELAKSANA PROGRAM Distarcip Depag pengembangan sarana dan prasarana peribadatan di Wilayah Bandung Timur Wilayah Bandung Timur 25.) 10. Distarcip PPK Alun-alun.

pembangunan perumahan susun sedang dan tinggi. swasta dan Pemerintah dalam. penyusunan Pedoman Pembangunan.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM meliputi kemudahan pengurusan perizinan bagi calon Swasta. pembangunan kampus perguruan tinggi. 900 APBD Kota Bappeda Distarcip BPPT PPK Gedebage 50.) TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA PELAKSANA PROGRAM PPK Gedebage. penyusunan Pedoman Investasi. dan pengembangan fasilitas pejalan kaki yang nyaman Pengendalian Pemanfaatan Ruang: pembangunan parasarana dasar yang meliputi percepatan LOKASI BESARAN (dalam jutaan Rp. dan penyusunan Booklet Pemasaran Pemanfaatan Ruang: pembentukan Badan Pengelola Pembangunan Kawasan.000 APBD Kota Distarcip BPPT . pengembanganTerminal Terpadu dan pembangunan berbasis transit dengan pola kemitraan dengan PT Kereta Api. pembangunan komplek peribadatan multi-agama.000 APBD Kota Swasta Bappeda Distarcip Dishub PPK Gedebage 50. pembangunan Sarana Olahraga (SOR) dengan pola kemitraan dengan swasta dan Provinsi. pengembangan Kawasan Perdagangan dan Jasadengan mendorong peran swasta dan masyarakat. dan pengurangan pajak Perencanaan Ruang: penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).

) TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA PELAKSANA PROGRAM Sentra Sepatu dan Olahan Kulit Cibaduyut. dan pembangan jalan di dalam kawasan PPK. 350 APBD Kota Distarcip Sentra Boneka Sukamulya 1. Diskamtam. perbaikan prasarana IPAL dan unit rumah usaha Perencanaan Ruang: penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Pemanfaatan Ruang: pembangunan pusat komersil boneka. penataan dan penyediaan fasilitas pejalan dan jalur hijau yang nyaman. promosi dan pemasaran. penyediaan kolam retensi. penyediaan kemudahan akses terhadap modal.000 APBD Kota Swasta Dinas Bina Marga & Pengairan. pembangunan sentra pusat promosi Pengendalian Pemanfaatan Ruang: pembangunan fasilitas parkir bersama.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM pembangunan jalan tol Ujungberung-Majalaya. kemudahan perizinan perubahan rencana tapak bagi pengembang yang telah memiliki izin sebelumnya. insentif bagi pengembang yang menyediakan ruang publik Perencanaan Ruang: penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Pemanfaatan Ruang: penyediaan pelayanan jaringan utilitas air dan drainase.000 APBD Kota Swasta Distarcip . pengadaan lahan untuk prasarana dasar.000 APBD Kota Dishub Disperindagkop PDAM Sentra Boneka Sukamulya. LOKASI BESARAN (dalam jutaan Rp. Sentra Sepatu dan Olahan Kulit Cibaduyut 350 APBD Kota Distarcip 1. Distarcip Sentra Sepatu dan Olahan Kulit Cibaduyut 1.

000 Distarcip Sentra Rajutan Binongjati 1. pembangunan sentra pusat promosi Pengendalian Pemanfaatan Ruang: pembangunan jalan akses menuju kawasan. 350 APBD Kota Distarcip .000 APBD Kota Dinas Bina Marga dan Pengairan Distarcip Sentra Tekstil Cigondewah. 300 APBD Kota Sentra Tekstil Cigondewah 5.000 APBD Kota Swasta Distarcip Dishub Sentra Tekstil Cigondewah 1.000 APBD Kota Dinas Bina Marga dan Pengairan Sentra Kaos Surapati. penyediaan pelayanan jaringan utilitas air dan drainase Perencanaan Ruang: penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) LOKASI BESARAN (dalam jutaan Rp.000 APBD Kota APBD Kota APBD Kota Swasta Dishub 350 Distarcip 1. pembangunan fasilitas parkir bersama. Sentra Rajutan Binongjati 1. Pengendalian Pemanfaatan Ruang: pemberian insentif berupa penyediaan ruang parkir Perencanaan Ruang: penyusunan RTBL Kawasan Binongjati Pemanfaatan Ruang: pembangunan sentra pusat promosi.) TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA PELAKSANA PROGRAM Sentra Boneka Sukamulya Sentra Rajutan Binongjati.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM pembangunan sentra pusat promosi. Pengendalian Pemanfaatan Ruang pemberian insentif berupa penyediaan pelayanan jaringan utilitas air dan drainase Perencanaan Ruang: penataan kawasan dan diwujudkan dalam bentuk RTBL Kawasan Cigondewah Pemanfaatan Ruang: pengembangan kawasan sentra produksi tekstil Cigondewah. perbaikan prasarana dan unit rumah usaha. pembangunan pusat komersil tekstil.

NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM Pemanfaatan Ruang: pengembangan kawasan sentra produksi kaos Surapati.000 APBD Kota Swasta Distarcip .) 1. pembangunan pusat komersil tahu & tempe. penataan fasade bangunan. perbaikan infrastuktur & unit rumah usaha Pengendalian Pemanfaatan Ruang: pembangunan jalan akses menuju kawasan.000 APBD Kota Dinas Bina Marga dan Pengairan Distarcip Sentra Tahu dan Tempe Cibuntu 500 APBD Kota Sentra Tahu dan Tempe Cibuntu 1. pembangunan fasilitas parkir bersama. Pemanfaatan Ruang: penataan pedestrian dan jalur hijau. konsolidasi lahan komersial dan peremajaan perumahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang: pemberian insentif berupa Perbaikan pelayanan jaringan utilitas air dan drainase Perencanaan Ruang: penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Pemanfaatan Ruang: pengembangan kawasan sentra tahu & tempe Cibuntu.000 APBD Kota Dinas Bina Marga dan Pengairan Sentra Jeans Cihampelas.000 APBD Kota Swasta Dinas Bina Marga dan Pengairan. penyediaan pelayanan jaringan utilitas air dan drainase Perencanaan Ruang: penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). perbaikan infrastuktur & unit LOKASI Sentra Kaos Surapati BESARAN (dalam jutaan Rp. 350 APBD Kota Distarcip Sentra Jeans Cihampelas 1. pembangunan pusat komersil kaos. Diskamtam. pembangunan sentra pusat promosi.000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBD Kota Swasta PELAKSANA PROGRAM Distarcip Sentra Kaos Surapati 1. Dishub Sentra Jeans Cihampelas 1.

000 APBD Kota BAPPEDA. pengembangan Kawasan Babakan Siliwangi sebagai LOKASI BESARAN (dalam jutaan Rp. 50. 50. Distarcip Babakan Siliwangi. Distarcip . pembangunan convention center sebagai identitas daerah pengembangan Ruang terbuka Publik.000 APBD Kota BAPPEDA. penyediaan pelayanan jaringan utilitas air dan drainase Perencanaan Ruang: penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).000 APBD Kota Swasta BAPPEDA. Pengendalian Pemanfaatan Ruang: keleluasaan pembentukan badan pengelola kawasan. 50. Pemanfaatan Ruang: Program pemanfaatan KSK Babakan Siliwangi terdiri atas: a. Perencanaan Ruang: Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis. Program perencanaan KSK Babakan Siliwangi terdiri atas penyusunan Panduan Rancang Kota Kawasan Babakan Siliwangi. 1.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM rumah usaha Pengendalian Pemanfaatan Ruang: pembangunan jalan akses menuju kawasan. perwujudan kawasan yang memiliki nilai strategis dari aspek fungsi daya dukung lingkungan hidup Babakan Siliwangi.000 APBD Kota Distarcip Kawasan Puseur Budaya Padjajaran.000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBD Kota PELAKSANA PROGRAM Dinas Bina Marga dan Pengairan Sentra Tahu dan Tempe Cibuntu b perwujudan kawasan yang memiliki nilai strategis dari aspek sosial budaya Kawasan Puseur Budaya Padjajaran.) 1. kemudahan dalam proses perizinan. pembangunan jalan akses menuju kawasan. Distarcip Kawasan Puseur Budaya Padjajaran. Distarcip c. 1. Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pemanfaatan Ruang: pengembangan kawasan pendidikan /kampus terpadu UNPAD di Sekeloa.000 APBD Kota BAPPEDA.

Distarcip Sungai Cikapundung 1. menjadikan sungai sebagai orientasi bangunan di sepanjang sempadan sungai. menerapkan aturan yang ketat. Distarcip Sungai Cikapundung 50.000 APBD Provinsi APBD Kota BAPPEDA. Pengendalian Pemanfaatan: Pengendalian pemanfaatan ruang untuk mendorong pengembangan KSK Sungai Cikapundung adalah pemberian disinsentif yang terdiri atas Penerapan aturan yang ketat pada setiap pembangunan. terutama bangunan di sekitar sungai.) TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA PELAKSANA PROGRAM Babakan Siliwangi. Pemanfaatan Ruang: Program pemanfaatan KSK Sungai Cikapundung terdiri atas: a. LOKASI BESARAN (dalam jutaan Rp. Distarcip Sungai Cikapundung 50.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM hutan kota. b. Pengendalian Pemanfaatan: Pengendalian pemanfaatan ruang untuk mendorong pengembangan KSK Babakan Siliwangi adalah pemberian disinsentif yang terdiri atas: a. penataan permukiman disepanjang sempadan sungai.000 APBD Provinsi APBD Kota BAPPEDA. perbaikan lingkungan kawasan sempadan sungai. b.000 APBD Provinsi APBD Kota BAPPEDA. b. pengembangan Kawasan Babakan Siliwangi sebagai laboratorium hidup. perbaikan infrastruktur. tidak dikeluarkannya izin membangun. Distarcip .000 APBD Kota BAPPEDA. 50. Perencanaan Ruang: Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Program perencanaan KSK Sungai Cikapundung terdiri atas penyusunan Panduan Rancang Kota Kawasan Sempadan Sungai & kawasan strategis. c.

Pengendalian Pemanfaatan: Pengendalian pemanfaatan ruang untuk mendorong pengembangan KSK Punclut adalah pemberian disinsentif yang terdiri atas: a. Distarcip Kawasan Punclut 50. b. b. Distarcip Kawasan Punclut 50.000 TAHAP PELAKSANAAN TAHAP I 2011 2012 2013 2014 2015 2016 TAHAP II 2017-2021 TAHAP III 2022-2026 TAHAP IV 2027-2031 SUMBER DANA APBD Provinsi APBD Kota PELAKSANA PROGRAM BAPPEDA.000 APBD Provinsi APBD Kota BAPPEDA. TTD DADA ROSADA SEKRETARIS DAERAH KOTA BANDUNG.000 APBD Provinsi APBD Kota BAPPEDA. EDI SISWADI . tidak dibangun jaringan prasarana baru kecuali prasarana vital kota LOKASI Kawasan Punclut BESARAN (dalam jutaan Rp. Distarcip WALIKOTA BANDUNG. pengendalian pembangunan di kawasan punclut. tidak dikeluarkan izin lokasi baru.) 10. pengembangan kawasan punclut sebagai kawasan hunian terbatas.NO PROGRAM UTAMA INDIKASI PROGRAM Perencanaan Ruang: Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Program perencanaan KSK Punclut terdiri atas penyusunan Panduan Rancang Kota Kawasan Punclut. Pemanfaatan Ruang: Program pemanfaatan KSK Punclut terdiri atas: a.

melindungi kelestarian kawasan yang memiliki nilai dan peran penting bagi kawasan sekitarnya dan bawahannya Kualitas ruang yang mampu memberikan perlindungan secara efektif terhadap kawasan sekitar dan bawahannya sebagai pengatur tata air. Kawasan Pelestarian Alam dan Cagar Budaya [LC].LAMPIRAN VIII : PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 18 TANGGAL : 22 Desember 2011 TABEL KETENTUAN UMUM PERATURAN ZONASI No 1 Kawasan Lindung Deskripsi Kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumberdaya alam dan sumberdaya buatan.1 Kawasan Perlindungan Bawahannya [LB] Kawasan yang memiliki sifat khas yang mampu memberikan perlindungan kepada kawasan sekitar maupun bawahannya sebagai pengatur tata air. pencegah banjir dan erosi serta memelihara kesuburan tanah . KLB Maksimum dan KDH Minimum Ketentuan zonasi untuk perumahan di Kawasan Bandung Utara mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku 1. Diperkenankan adanya prasarana dan/atau sarana vital dengan KDB maksimum 2%. Ketentuan Umum Kawasan lindung mencakup Kawasan Perlindungan Kawasan Bawahannya [LB]. Dapat dimanfaatkan untuk ekowisata Ketentuan KDB. pencegah banjir dan erosi serta memelihara kesuburan tanah. KLB dan KDH merujuk pada Lampiran IX Rencana Pengaturan KDB. Dapat dimanfaatkan untuk ekowisata Ketentuan KDB. Diperkenankan adanya prasarana dan/atau sarana vital dengan KDB maksimum 2%. KLB dan KDH merujuk pada Lampiran IX Rencana Pengaturan KDB. Ruang Terbuka Hijau [RTH]. Kawasan Perlindungan Setempat [LS]. Penggunaan lahan tidak diperkenankan yang mengganggu fungsi lindung. budaya kota. KLB Maksimum dan KDH Minimum Dilarang adanya kegiatan budidaya. Materi yang diatur Tujuan Kualitas yang diharapkan Melindungi kawasan dan bangunan Terlindungi dan terjaganya sumberdaya yang memiliki nilai dan peran penting alam lingkungan hidup dan sumberdaya bagi keberlanjutan kehidupan dan buatan dan dapat berfungsi secara efektif. Kawasan Rawan Bencana [LR] dan Kawasan Lindung Lainnya [LL].

Kualitas yang memenuhi pencapaian terpeliharanya fungsi lindung kawasan 1. dan untuk Preservasi dan perlindungan lahan yang secara lingkungan hidup rawan/ sensitif. jalan/ jalan bebas hambatan.2 Kawasan Kawasan Perlindungan Setempat [LS] Deskripsi Kawasan Perlindungan Setempat (LS) meliputi sempadan danau/waduk.3 Ruang Terbuka [RTH] Hijau ruang terbuka hijau dengan ciri khas tertentu. Dapat dimanfaatkan untuk rekreasi Ketentuan KDB. . sempadan jalan/jalan bebas hambatan.melindungi kelestarian kawasan . Kawasan Cagar budaya meliputi lokasi bangunan hasil budaya manusia yang bernilai tinggi. serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. sempadan sungai dan sempadan mata air. yangmempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan. sempadan rel melalui perlindungan sempadannya KA. Dapat dimanfaatkan untuk ekowisata Dilarang adanya kegiatan/bangunan/bangun-bangunan yang mengganggu fungsi. pencegah banjir dan erosi serta intensitas.4 Kawasan Pelestarian Alam dan Cagar Budaya [LC] . pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. sungai dan mata air terkait sempadan sungai. Memelihara dan mewujudkan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan mencegah timbulnya kerusakan lingkungan hidup. Diperkenankan adanya prasarana dan/atau sarana vital dengan KDB maksimum 2%. Materi yang diatur Tujuan Kualitas yang diharapkan memberikan perlindungan yang efektif Kualitas yang menjamin terpenuhinya terhadap keberlangsungan fungsi ketentuan sesuai peraturan perundangan danau/waduk. saranapendidikan. Ketentuan lebar sempadan merujuk peraturan perundangan. sungai dan mata air. Zona ini ditujukan untuk mempertahankan/melindungi lahan untuk rekreasi di luar bangunan. struktur dan langgam cagar budaya. danau dan mata air terjaga dan memenuhi aspek kesehatan dan keselamatan. KLB Maksimum dan KDH Minimum Dilarang adanya kegiatan/ bangunbangunan yang mengganggu fungsi lindung kawasan 1.memberi perlindungan pada fungsi. tata massa dan langgam memelihara kesuburan tanah kawasan dan bangunan yang perlu dilestarikan .Kualitas ruang yang mampu memberikan perlindungan yang efektif terhadap keberlangsungan fungsi dan warisan budaya kota. Dilarang adanya kegiatan budidaya. Diberlakukan pada lahan yang penggunaan utamanya adalah taman atau ruang terbuka. sempadan SUTT. sempadan danau dan sempadan mata air yang terjaga dan terlindungi sehingga fungsi kualitas sungai. Ketentuan Umum Dilarang adanya kegiatan/bangunan/bangun-bangunan di dalam batas sempadan yang mengganggu fungsi danau/waduk.No 1. yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan hayati dan ekosistemnya. KLB dan KDH merujuk pada Lampiran IX Rencana Pengaturan KDB. atau lahan perorangan yang pembangunannya harus dibatasi untuk menerapkan kebijakan ruang terbuka. Diperkenankan adanya prasarana dan/atau sarana vital dengan KDB maksimum 2%. Kawasan Pelestarian Alam merupakan hutan dengan ciri khas tertentu. SUTT. keselamatan. rel KA.Kualitas ruang yang mampu hutan yang memiliki nilai dan peran memberikan perlindungan secara penting bagi kawasan efektif terhadap kawasan sekitar hutan lindung sebagai pengatur tata air. serta melindungi kesehatan. Diperkenakan adanya penyesuaian penggunaan bangunan (re-adaptive use) dengan syarat tetap menjaga/mempertahankan struktur . dan kesejahteraan publik.

Kawasan Ruang Terbuka Non-Hijau [NH]. dan b. Kawasan Wisata Buatan [W]. KLB Maksimum dan KDH Minimum Dilarang adanya kegiatan budidaya. Dalam konteks Wilayah RTRW Kota Bandung potensi bencana alam adalah letusan gunung berapi. Kawasan Pertahanan Keamanan[HK]. menghindari berbagai usaha dan/atau kegiatan di kawasan rawan bencana. Kawasan Perdagangan dan Jasa[K]. Kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk perlindungan plasma nutfah dengan kriteria: a. KLB Maksimum dan KDH Minimum Kawasan Budidaya mencakup: Kawasan Perumahan [R]. KLB dan KDH merujuk pada Lampiran IX Rencana Pengaturan KDB. sumberdaya manusia. fauna.memiliki luas tertentu yang memungkinkan kelangsungan proses pertumbuhan jenis plasma nutfah. .memiliki jenis plasma nutfah tertentu yang memungkinkan kelangsungan proses pertumbuhannya. dan pembatasan pemanfaatan sumber daya alam. Kawasan Sektor Informal [IF]. pelestarian flora. Ketentuan KDB. gempa bumi dan tanah longsor. 2 Budidaya Kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumberdaya alam. dan sumberdaya buatan. Kawasan Pelayanan Umum [F].6 Kawasan Lindung Lainnya (Perlindungan Plasma Nutfah Eks Situ) [LL] Melindungi kelangsungan proses pertumbuhan plasma nutfah Kualitas ruang yang mampu memberikan perlindungan yang efektif terhadap keberlangsungan plasma nuftah Dilarang adanya kegiatan budidaya. Kualitas ruang yang mendukung kegiatan mitigasi bencana 1. Kawasan Pertanian [PT]. Ketentuan KDB. pemanfaatan untuk wisata alam tanpa mengubah bentang alam. 1.5 Kawasan Rawan Bencana [LR] Kawasan rawan bencana adalah kawasan yang diidentifikasi sering dan berpotensi tinggi mengalami bencana alam. Kawasan Evakuasi Bencana [B].No Kawasan Deskripsi Tujuan Materi yang diatur Kualitas yang diharapkan Ketentuan Umum dan langgam bangunan. menjaga kualitas minimum ruang yang ditetapkan dari kegiatan yang tidak sesuai dengan karakteristik kawasan. Kawasan Perkantoran [P] Kawasan Industri dan Pergudangan[I]. KLB dan KDH merujuk pada Lampiran IX Rencana Pengaturan KDB. dan ekosistemunik kawasan.

sedang dan tinggi berdasarkan batasan ketentuan yang berlaku maupun berdasarkan pertimbangan perlindungan kawasan (Kawasan Bandung Utara) Dapat menampung kegiatan yang terkait langsung dengan kegiatan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana pendukungnya Ketentuan zonasi untuk perumahan di Kawasan Bandung Utara mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku Ketentuan zonasi untuk perumahan Kawasan Perumahan Kepadatan Sedang di Kelurahan Wates. Mengger.1 Kawasan Kawasan Perumahan [R] Deskripsi kawasan untuk tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana yang mendukung bagi perikehidupan dan penghidupan. KDB untuk kapling kurang dari 60 m2 diatur secara khusus.No 2. Materi yang diatur Tujuan Kualitas yang diharapkan menyediakan lahan untuk Lingkungan hunian yang sehat. 2. Ketentuan intensitas bangunan pada Kawasan Bandung Utara merujuk pada Lampiran IX. aman dan asri sesuai dengan kepadatan dan tipe yang bervariasi ragam kepadatan dan tipe hunian yang dikembangkan. Kujang Sari. KLB Maksimum dan KDH Minimum. pengembangan hunian dengan selamat.2 Kawasan Perdagangan dan Jasa [K] Kawasan yang diperuntukkan untuk kegiatan komersil. Ketentuan Umum Klasifikasi: Tipologi lebih detail didasarkan pada klasifikasi kepadatan seperti perumahan kepadatan rendah. termasuk Menyediakan lahan untuk menampung kegiatan perdagangan dan jasa Kawasan perdagangan dan jasa yang nyaman. Intensitas: Ketentuan KDB. nyaman. Cijaura. aman dan produktif untuk Klasifikasi yang lebih detail terdiri atas perdagangan dan jasa skala wilayah dan . KLB dan KDH merujuk pada Lampiran IX mengenai Rencana Pengaturan KDB. Tata Bangunan: Ketentuan tata bangunan merujuk pada Lampiran IX. Mekar Jaya dan Derwati akan diberlakukan perlakuan khusus dalam rangka penanganan banjir.

penyimpanan/gudang yang memadai (sesuai standar minimal). Perdagangan mencakup perdagangan grosir. eceran aglomerasi (pusat belanja/mall. Kawasan Perdagangan dan Jasa meliputi Kawasan Perdagangan dan Kawasan Jasa.Maksimum sama dengan KDB dan tidak dibawah RTH/KDH. .Tapak basementtidak berada di . hiburan. Pemanfaatan Ruang: Menyediakan prasarana minimum (parkir. tunggal/toko maupun berupa linier serta perdagangan pada setiap skala pelayanan wilayah dan kota. subwilayah Kota dengan Supusat Pelayanan Kota (SPK). kecamatan dan lingkungan dengan Pusat Lingkungan (PL) maupun luasannya. Ketentuan Umum kota [K1}. Tujuan Materi yang diatur Kualitas yang diharapkan berbagai macam pola pengembangan komersial. Tidak menimbulkan gangguan terhadap kepentingan umum Intensitas: Intensitas Pemanfaatan Ruang pada dasarnya ditetapkan dengan mempertimbangkan tipe/karakteristik kegiatan komersial daya dukung baik lahan dan kapasitas jalan (ANDALALIN) Ketentuan KDB. subwilayah kota. skala kecamatan [K3] dan skala lingkungan [K4] Klasifikasi: Subzona perdagangan dan jasa l didasarkan pada skala pelayanannya (Regional. dan perhotelan yang diharapkan mampu mendatangkan keuntungan bagi pemiliknya dan memberikan nilai tambah pada suatu kawasan perkotaan. Tata Bangunan: Garis Sempadan Bangunan (GSB) Berdasarkan pusat layanan dan bentuk komerial merujuk pada Lampiran IX Koefisien Tapak Basement (KTB) . jasa. KLB Maksimum dan KDH Minimum. skala SWK [K2]. KLB dan KDH merujuk pada pada Lampiran IX Rencana Pengaturan KDB. Kota dengan Pusat Pelayanan Kota (PPK). bongkar muat.No Kawasan Deskripsi perdagangan. kecamatan maupun lingkungan.

3 Kawasan Perkantoran (Pemerintahan) [P] Kawasan Perkantoran [P] mencakup kawasan untuk tempat kegiatan pemerintahan. sub pusat kota. . baik nasional. 2. KLB Maksimum dan KDH Minimum. maupun kota. kota/kabupaten) atau berdasarkan skala pelayanan (Regional. KLB dan KDH merujuk pada Lampiran IX mengenai Rencana Pengaturan KDB. Aspal hanya digunakan untuk jalan umum.Transfer of evelopment Right (TDR) diatur didalam perda peraturan zonasi .Minimum 10% kecuali untuk bentuk komersial shopping street minimum 0% Ketentuan lainnya: .Design Review wajib dilakukan untuk bangunan yang memiliki KLB > 2 dan/atau luas lantai > 2000 m2. atau lingkungan) Pemanfaatan Ruang: Kegiatan penunjang terkait dengan pemerintahan diperkenankan sepanjang tidak mengganggu kegiatan pemerintahan [tempat ibadah. Menyediakan lahan untuk pengembangan kegiatan pemerintahan dengan tipe dan karakteristik yang bervariasi di seluruh wilayah kota Lingkungan pemerintahan yang sehat. Jalan dalam persil menggunakan paving blok tanpa beton dibawahnya untuk resapan air.Parkir harus dalam bentuk grassblock. kantin] Intensitas: Ketentuan KDB. nyaman. selamat.No Kawasan Deskripsi Tujuan Materi yang diatur Kualitas yang diharapkan Ketentuan Umum bawah ruang hijau (KDH) Koefisien Dasar Hijau (KDH) . Tata Bangunan: Ketentuan tata bangunan merujuk pada . aman dan asri sesuai dengan ragam karakteristik dan tipe pemerintahan yang dikembangkan Klasifikasi: Klasifikasi guna lahan dapat dibedakan berdasarkan jenis instansi (pusat. provinsi. nasional. kota.

Kawasan pariwisata dan rekreasi yang dapat mempertahankan obyek wisata yang telah ada dan pengembangan obyek baru yang tidak menganggu lingkungan sekitarnya . KLB dan KDH merujuk pada Lampiran IX Tabel Rencana Pengaturan KDB. Menyediakan ruang bagi Kegiatan industri non polutif serta industri kreatif dalam upaya meningkatkan keseimbangan antara penggunaan lahan secara ekonomis dan mendorong pertumbuhan lapangan kerja Zona industri yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan.4 Kawasan Industri dan Pergudangan [I] Kawasan Industri [I] mencakup kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan industri non polutif dan industri kreatif. 2. Pemanfaatan Ruang: Membatasi penggunaan non industri.5 Kawasan Wisata Buatan [W] Kawasan Wisata Buatan [W] merupakan kawasan untuk kegiatan pariwisata dan rekreasi. gudang) minimum yang memadai Intensitas: Ketentuan KDB. Klasifikasi: Klasifikasi Kawasan Industri [I] secara detail dikelompokkan pada industri besar. bongkar-muat. GSB mempertimbangkan aspek sempadan Pemanfaatan Ruang: Kegiatan penunjang terkait dengan 2.6 Ruang Terbuka Non Hijau [NH] Ruang Terbuka Non Hijau [NH] merupakan kawasan publik dan private. 2. KLB Maksimum dan KDH Minimum. KLB dan KDH merujuk pada Lampiran IX Tabel Rencana Pengaturan KDB. dan terlindunginya masyarakat dan kepentingan umum dari kegiatan industri. Intensitas: Ketentuan KDB.No Kawasan Deskripsi Tujuan Materi yang diatur Kualitas yang diharapkan Ketentuan Umum Lampiran IX. Menyediakan prasarana (IPAL. sedang kecil dan rumah tangga dengan batasan sesuai ketentuan yang berlaku. Tata Bangunan: Ketentuan tata bangunan merujuk pada Lampiran IX Tabel Rencana Pengaturan KDB. parkir. Menyediakan lahan untuk pengembangan fasilitas pariwisata dan rekreasi. KLB Maksimum dan KDH Minimum. Menyediakan lahan untuk pengembangan fasilitas publik dan Kawasan yang terdiri dari lapangan terbuka non hijau yang dapat diakses oleh . Pemanfaatan Ruang: Kegiatan penunjang terkait dengan pariwisata dan rekreasi diperkenankan sepanjang tidak mengganggu kegiatan sekitarnya. KLB Maksimum dan KDH Minimum.

Klasifikasi: Klasifikasi pelayanan umum didasarkan pada skala pelayanan (Nasional. Kawasan Pertahanan Keamanan [HK] merupakan kawasan untuk kegiatan pertahanan dan keamanan. KLB dan KDH merujuk pada Lampiran IX Tabel Rencana Pengaturan KDB. kelurahan dll) Pemanfaatan Ruang: Pemanfaatan ruang pada zona pelayanan umum tidak diperkenankan yang mengganggu berlangsungnya kegiatan pelayanan umum. Lingkungan fasilitas. fasilitas dan instalasi militer serta perumahan Menyediakan lahan untuk pengembangan fasilitas pertahanan dan keamanan. aman dan asri sesuai dengan ragam kepadatan dan tipe hunian yang dikembangkan 2. KLB Maksimum dan KDH Minimum.No Kawasan Deskripsi private.8 Kawasan Pertahanan Keamanan [HK] . instalasi dan kegiatan pertahanan dan keamanan. Kota. Kecamatan. Tujuan Materi yang diatur Kualitas yang diharapkan masyarakat secara bebas dan atau dapat diakses oleh masyarakat sesuai ketentuan yang ditetapkan Ketentuan Umum ruang terbuka non hijau diperkenankan sepanjang dapat diakses oleh masyarakat secara bebas dan atau dapat diakses oleh masyarakat sesuai ketentuan yang ditetapkan Intensitas: Ketentuan KDB. Regional. gudang 2. Intensitas: Ketentuan KDB. Tata Bangunan: Ketentuan untuk perguruan tinggi diatur khusus. Ketentuan tata bangunan lainnya merujuk pada Lampiran 7. KLB dan KDH merujuk pada Lampiran 7 mengenai Rencana Pengaturan KDB.7 Kawasan Pelayanan Umum [F] Pelayanan Umum (F) merupakan sarana untuk melancarkan dan memberi kemudahan pelaksanaan fungsi tertentu Menyediakan lahan fasilitas penunjang kehidupan untuk melancarkan dan memberi kemudahan bagi masyarakat (permukiman) Tersedianya Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum) sesuai standar yang sehat. KLB Maksimum dan KDH Minimum. selamat. nyaman. perumahan militer/hankam yang terjamin keselamatan dan keamanannya serta tidak Pemanfaatan Ruang: Jenis guna lahan yang lebih detail dapat didasarkan pada klasifikasi fungsi seperti kantor hankam.

lokasi untuk kegiatan perdagangan informal pada lokasi-lokasi yang tidak menggangu kepentingan umum sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Pemanfaatan Ruang: mempertahankan kawasan pertanian pangan berkelanjutan melalui intensifikasi lahan pertanian pangan. Kawasan pertanian yang tidak mengganggu lingkungan sekitarnya. Pemanfaatan Ruang: pengelolaan ruang publik yang diperuntukan bagi kegiatan sektor informal yang menyangkut luas. tempat latihan.10 Sektor Informal [IF] Kawasan Sektor Informal [IF] merupakan kawasan untuk kegiatan perdagangan sektor informal. Dapat menampung hunian (asrama/barak/perumahan militer) berkepadatan rendah sampai tinggi dengan ketentuan yang sama dengan jenis kawasan perumahan yang setara. Menyediakan lahan untuk pengembangan kegiatan pertanian pangan. Ketentuan Umum untuk pertahanan dan keamanan. berbahaya seperti instalasi militer/kepolisian.No Kawasan Deskripsi militer/hankam penunjang hankam. pembatasan ruang publik yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan untuk kegiatan sektor 2. KLB dan KDH merujuk pada Lampiran IX Rencana Pengaturan KDB. Tujuan Materi yang diatur Kualitas yang diharapkan mengganggu lingkungan sekitarnya. perumahan militer/hankam. 2. Kawasan yang tidak mengganggu lingkungan sekitarnya. Menyediakan lahan untuk pengembangan fasilitas sektor informal. Tata Bangunan: Ketentuan tata bangunan merujuk pada Lampiran IX. maupun berdasarkan klasifikasi tingkat kerahasiaan. gudang peluru dll. Intensitas: Ketentuan KDB. lokasi dan waktu. berdasarkan jenis instansi (kepolisian maupun militer). .9 Pertanian [PT] Kawasan Pertanian [PT] merupakan kawasan untuk kegiatan pertanian pangan. KLB Maksimum dan KDH Minimum.

11 Evakuasi Bencana [B] Kawasan Ruang Evakuasi Bencana [B] merupakan kawasan untuk ruang evakuasi bencana. pemanfaatan ruang terbuka publik yang cukup besar seperti di alun-alun kota. 2. halaman/gedung sekolah. dan lain-lain sebagai ruang evakuasi skala kota. untuk kawasan perumahan kepadatan tinggi. Menyediakan lahan untuk ruang evakuasi bencana. TTD DADA ROSADA SEKRETARIS DAERAH KOTA BANDUNG. Kawasan yang aman untuk evakuasi bencana. atau ruang terbuka publik lainnya menjadi titik atau pos evakuasi skala lingkungan di kawasan perumahan. pengembangan jalur evakuasi dengan pelebaran jalan yang sudah ada pada interval tertentu yang dapat dilalui oleh orang dalam jumlah banyak dan kendaraan operasional evakuasi. seperti ambulance. WALIKOTA BANDUNG.No Kawasan Deskripsi Tujuan Materi yang diatur Kualitas yang diharapkan Ketentuan Umum informal Pemanfaatan Ruang: pengembangan taman-taman lingkungan (taman RT atau taman RW). lapangan olahraga. di lapangan-lapangan olahraga. dan mobil pemadam kebakaran. EDI SISWADI .

02 98% 98% 98% d.0 3.  Bangunan sedang dan tinggi harus dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan dan parkir sesuai standar minimum  Permohonan pembangunan harus melalui . Arteri Kolektor Lingk KLB Maksimum KDH Fungsi Jalan Minimum Lokal. KLB MAKSIMUM DAN KDH MINIMUM KDB Maksimum Kawasan Fungsi Jalan Lokal. hanya diperkenankan pembangunan untuk prasarana dan sarana vital Melestarikan bangunan yang ada Perubahan fungsi (readaptive use) diperkenankan dengan tetap mempertahankan intensitas dan tata massa bangunan yang ada.02 0. Pemanfaatan untuk fungsi lindung.02 0.02 0.4 1. Perlindungan Kawasan Bawahannya [LB] b. Kawasan Pelestarian Alam dan Cagar Budaya [LC] - - - - - - - - e.02 0.6 50% GSB mempertimbangkan aspek keselamatan dan kebisingan suara. Hanya untuk prasarana dan sarana vital Tata Bangunan Keterangan Kawasan Lindung a.2 2.02 0.02 0. Perlindungan Setempat [LS] c. GSB minimum = ½ x lebar rumija Untuk kapling kurang dari 60 m2.LAMPIRAN IX : PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 18 TANGGAL : 22 Desember 2011 TABEL RENCANA PENGATURAN KDB.02 0. RTH 2% 2% 2% 2% 2% 2% 2% 2% 2% 0.  Bangunan sedang adalah bangunan dengan tinggi antara 4-8 lantai (misalnya rumah susun/flat).5 50% Bangunan Sedang 40% 40% 40% 3.6 2. Pengaturan yang dimaksud adalah untuk kawasan rawan bencana alam. Rawan Bencana [LR] f.  Tinggi bangunan maksimum mempertimbangkan daya dukung  Bangunan tinggi adalah bangunan dengan tinggi lebih dari 8 lantai (misalnya untuk apartemen).02 0.02 0. dilengkapi prasarana yag memadai. melalui pengkajian rancangan (design review). dan dikenai insentif atau disinsentif yang mempertimbangkan kepentingan umum.02 98% - 40% 40% 25% 4.02 0. Arteri Kolektor Lingk Hanya untuk prasarana dan sarana vital Hanya untuk prasarana dan sarana vital Hanya untuk prasarana dan sarana vital Pada kawasan pelestarian alam. GSB sekurang-kurangnya 2 m. Kawasan Lindung Lainnya (Perlindungan Plasma Nutfah Eks Situ) [LL] Kawasan Budidaya Perumahan [R] Bangunan Tinggi x x x x X x x - 2% 2% 2% 0.

2 1.2 1.5 1.000 70% m2 .Jalan Arteri: minimum 15 meter. Perdagangan dan Jasa Skala Wilayah dan Kota [K1]  Permohonan pembangunan harus melalui pengkajian rancangan (design review) yang menilai dampak pembangunan tersebut terhadap berbagai aspek yang berkaitan  Prasarana harus disediakan sesuai standar teknis. kepadatan penduduk rata-rata di atas 200 jiwa/Ha Kepadatan bangunan rata-rata 15-40 bg/Ha. kawasan keselamatan operasi penerbangan serta mempertimbangkan aspek keselamatan penghuni. estetika atau karakter kawasan yang ingin dibentuk.000 m2 70% 70% 5. (a).2 1.8 20% . mnimum 4 meter (d). kawasan keselamatan operasi penerbangan serta mempertimbangkan aspek keselamatan penghuni.2 1.000 m2) m2) 2.000 40.Jalan Kolektor: minimum 10 meter. luas lantai maksimm 80. atau GSB minimum = ½ x lebar rumija Dilengkapi prasarana minimum sesuai standar (parkir misalnya) Tinggi bangunan maksimum mempertimbangkan daya dukung lahan dan prasarana lingkungan.Pusat Pelayanan Kota .8 1. kepadatan penduduk rata-rata 75 jiwa/Ha Prasarana harus disediakan sesuai standar teknis.0 10% 20% 25% GSB mempertimbangkan aspek keselamatan dan kebisingan.  Bangunan Rendah:  Kepadatan 60% Bangunan Tinggi  Kepadatan 50% Bangunan Sedang  Kepadatan 40% Bangunan Rendah Luas lantai 5000 40% m2 70% 80% 1.6 1.2 1. Shopping street yang menyediakan parkir basemen atau bangunan parkir: GSB minimum 0 meter (c). luas lantai maksimum 10.2 1.lahan.4 1.Grosir . kepadatan penduduk rata-rata maksimum 200 jiwa/Ha Kepadatan bangunan rata-rata kurang dari 15 bg/Ha. terutama kebutuhan parkir Prasarana harus disediakan sesuai standar teknis. hotel dan perkantoran:GSB minimum = ½ x lebar rumija: . Pusat Belanja.6 3.Eceran tunggal/toko. yang dipergunakan sebagai RTNH (plaza) atau parkir (b). terutama kebutuhan parkir  Perdagangan berdampak besar dilengkapi dengan AMDAL dan Andal-lalin  Perdagangan berdampak kecil dilengkapi dengan RKL dan RPL . grosir. terutama kebutuhan parkir Luas lantai <5000 m2 50% 60% 60% 2. eceran aglomerasi (pusat belanja/mall).2 1. GSB samping dan belakang diatur berdasarkan pertimbangan keselamatan.0 1. yang dipergunakan sebagai RTNH (plaza) . KTB Maks = 100%-KDH dan tidak Boleh dibawah RTH Perkantoran [P] Bangunan dengan tinggi maksimum 3 lantai.5 (Luas (Luas lantai lantai maks maks 100.6 10% pengkajian rancangan (design review) yang menilai dampak pembangunan tersebut terhadap berbagai aspek yang berkaitan KDB untuk kapling kurang dari 60 m2 diatur secara khusus 60% 50% 50% 60% 60% 50% 1. Kepadatan bangunan rata-rata lebih dari 40 bangunan/Ha.2 25% Perdagangan dan Jasa[K] a.

GSB samping dan belakang diatur berdasarkan pertimbangan keselamatan.000 m2) 1. luas lahan 40% 5.000 m2) 2.4 (Luas lantai maks 1.000 m2) 1.Shoppingstreet yang menyediakan parkir basemen atau bangunan parkir: GSB minimum 0 meter (c). Perdagangan dan Jasa Skala Kecamatan [K3] d.Jalan Kolektor: minimum 10 meteryang dapat digunakan untuk RTNH (palza) atau parkir . luas lahan > 40% 10. atau menilai dampak pembangunan tersebut terhadap GSB minimum = ½ x lebar rumija berbagai aspek yang berkaitan Tinggi bangunan maksimum  Industri berdampak besar dilengkapi dengan mempertimbangkan daya dukung AMDAL dan Andalalin lahan.1 (Luas lantai maks 10. KTB Maks = 100%-KDH dan tidak Boleh dibawah RTH (a).000 m2 Kecil.2 - 1.250 m2) x 0.000 m2 Rumah tangga - 70% 70% 2. luas lantai maksimum 2500 m2 Besar.000 m2 . kawasan keselamatan operasi  Industri berdampak kecil dilengkapi dengan RKL penerbangan serta dan RPL mempertimbangkan aspek x 40% 60% 60% x x 60% 60% 30% 20% 10% 10% .eceran tunggal/toko maksimum 1. Pusat Belanja. Perdagangan dan Jasa Skala Lingkungan [K4] Industri dan Pergudangan [I] .Jalan Arteri:minimum 15 meteryang dipergunakan sebagai RTNH (plaza) .eceran aglomerasi (pusat b.4 (Luas lantai maks 400 m2) x x 1. estetika atau karakter kawasan yang ingin dibentuk.250 m2) 20% 70% 70% 2.4 (Luas lantai maks 1. minimum 2 meter (d).4 (Luas lantai maks 2.500 m2) 20% c. . Luas lahan 200 – 1.Jalan Lokal/Lingkungan: GSB minimum 7.Eceran tunggal/toko. luas lantai maksimum 2500 m2 70% 70% 70% 2.500 m2) 1.8 1. Pusat Belanja.000 m2 Sedang. . hotel dan perkantoran: GSB minimum = ½ x lebar rumija: .000 – 10.2 1.000 m2 .Jalan Arteri: minimum 15 meteryang dapat digunakan untuk RTNH (plaza) atau parkir . luas lantai 70% maksimum 10.Jalan Lokal/Lingkungan: GSB minimum 5 meteryang dapat digunakan untuk parkir (b).500 m2) 1.eceran aglomerasi (pusat belanja/mall). hotel dan perkantoran:GSB minimum = ½ x lebar rumija: . dan Jasa Skala luas lantai Subwilayah maksimum Kota [K2] 40. KTB Maks = 100%-KDH dan tidak Boleh dibawah RTH  Permohonan pembangunan harus melalui GSB mempertimbangkan aspek pengkajian rancangan (design review) yang keselamatan dan kenyamanan.5 meteryang dapat digunakan untuk parkir (b).2 1.Perdagangan belanja/mall). Shopping street yang menyediakan parkir basemen atau bangunan parkir: GSB minimum 0 meter (c).Jalan Kolektor: minimum 10 meteryang dipergunakan sebagai RTNH (plaza) atau parkir .1 (Luas lantai maks 2.8 (Luas lantai maks 40..2 1.Pusat kecamatan.4 (Luas lantai maks 2.250 m2 Pusat Kelurahan dan lingkungan.2 1.1 (Luas lantai maks 10.2 20% (a). eceran aglomerasi (pusat 70% belanja/mall).Subpusat Pelayanan Kota.

5 1.0 1.02 0.02 98% Kawasan Bandung Utara Bangunan Tinggi 40% 40% 20% 3.8 1. Tinggi bangunan maksimum terutama kebutuhan parkir mempertimbangkan daya dukung lahan. atau GSB berbagai aspek yang berkaitan minimum = ½ x lebar rumija  Prasarana harus disediakan sesuai standar teknis.2 25% keselamatan penghuni.8 25% Pertanian [PT] 2% 2% 2% 0. kawasan keselamatan operasi penerbangan serta mempertimbangkan aspek keselamatan. kawasan keselamatan operasi penerbangan serta mempertimbangkan aspek keselamatan penghuni. Permohonan pembangunan harus melalui GSB minimum mempertimbangkan pengkajian rancangan (design review) yang aspek keselamatan dan perlindungan menilai dampak pembangunan tersebut terhadap atas kebisingan.5 1. perumahan Pergudangan senjata/peluru maupun kegiatan tembak menembak dan sejenisnya harus dilengkapi pengaman. Berlaku untuk semua jenis bangunan perkantoran GSB mempertimbangkan aspek dan instalasi militer dan polisi. GSB minimum mempertimbangkan aspek keselamatan dan perlindungan atas kebisingan.2 1.02 0.2 3. atau GSB  Permohonan pembangunan harus melalui minimum = ½ x lebar rumija pengkajian rancangan (design review) yang menilai dampak pembangunan tersebut terhadap Tinggi bangunan maksimum berbagai aspek yang berkaitan mempertimbangkan daya dukung Prasarana harus disediakan sesuai standar teknis. keselamatan dan kebisingan suara  Untuk perumahan dinas mengikuti aturan dan minimum = ½ x lebar rumija.2 1.2 25% Pertahanan dan Keamanan [H] 50% 60% 60% 2.2 1.  Hanya untuk prasarana dan sarana vital  Ketentuan bangunan di Kawasan Bandung Utara berlaku untuk semua kawasan budidaya yang terdapat di KBU.Wisata Buatan [W] 50% 60% 60% 1. Tinggi bangunan maksimum mempertimbangkan daya dukung lahan.6 52% . lahan. kawasan keselamatan operasi terutama kebutuhan parkir penerbangan serta mempertimbangkan aspek keselamatan penghuni.  Bangunan sedang dan tinggi harus dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan dan parkir sesuai standar minimum  Permohonan pembangunan harus melalui pengkajian rancangan (design review) yang menilai dampak pembangunan tersebut terhadap berbagai aspek yang berkaitan  Ketinggian bangunan lebih dari 8 lantai  Kepadatan penduduk rata-rata kurang dari 480 Ruang Terbuka Non Hijau [NH] 50% 60% 60% 1.

6 52% jiwa/Ha  Ketinggian bangunan lebih dari 4-8 lantai  Kepadatan penduduk rata-rata kurang dari 320 jiwa/Ha  Kepadatan bangunan rata-rata kurang dari 1 bg/Ha.6 1. kepadatan penduduk rata-rata 50 jiwa/Ha WALIKOTA BANDUNG.52% Bangunan Sedang Bangunan Rendah 40% 40% 40% 40% 40% 40% 1.6 1.6 0.6 0.6 0. TTD DADA ROSADA SEKRETARIS DAERAH KOTA BANDUNG. EDI SISWADI .

EDI SISWADI . TTD DADA ROSADA SEKRETARIS DAERAH KOTA BANDUNG.LAMPIRAN X : PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 18 TANGGAL : 22 Desember 2011 KAWASAN KESELAMATAN OPERASI PENERBANGAN DI SEKITAR BANDAR UDARA HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG WALIKOTA BANDUNG.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->