P. 1
tugass

tugass

|Views: 5|Likes:
Published by putridewi22

More info:

Published by: putridewi22 on Jan 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/27/2014

pdf

text

original

PENENTUAN WARGA NEGARA INDONESIA

Siapa saja yang dapat menjadi warga negara dari suatu negara? Setiap negara berdaulat berwenang menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. Dalam menentukan kewarganegaraan seseorang, dikenal dengan adanya asas kewarganegaraan berdasarkan kelahiran, asas kewaraganegaraan berdasarkan perkawinan dan Asas kewarganegaraan berdasarkan naturalisasi. 2.2.1. Asas Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Penentuan kewarganegaraan berdasarkan kelahiran seseorang dikenal dengan dua asas kewarganegaraan yaitu ius soli dan ius sanguinis. Kedua istilah tersebut berasal dari bahasa Latin. Ius berarti hukum, dalil atau pedoman. Soli berasal dari kata solum yang berarti negeri, tanah atau daerah, dan sanguinis berasal dari kata sanguis yang berarti darah. Dengan demikian ius soli berarti pedoman kewarganegaraan yang berdasarkan tempat atau daerah kelahiran, sedangkan ius sanguinis adalah pedoman kewarganegaraan berdasarkan darah atau keturunan atau keibubapakan. Sebagai contoh, jika sebuah negara menganut ius soli, maka seorang yang dilahirkan di negara tersebut mendapatkan hak sebagai warga negara. Begitu pula dengan asas ius sanguinis, jika sebuah negara menganut ius sanguinis, maka seseorang yang lahir dari orang tua yang memiliki kewarganegaraan suatu negara tertentu, Indonesia misalnya, maka anak tersebut berhak mendapatkan status kewarganegaraan orang tuanya, yakni warga negara Indonesia.

a) Asas Ius Sanguinis Kewarganegaraan dari orang tua yang menurunkannya menentukan kewarganegaraan seseorang, artinya kalau orang dilahirkan dari orang tua yang berwarganegara Indonesia, ia dengan sendirinya juga warga negara Indonesia. Asas Ius sanguinis atau Hukum Darah (law of the blood) atau asas genealogis (keturunan) atau asas keibubapakan, adalah asas yang menetapkan seseorang mempunyai kewarganegaraan menurut kewarganegaraan orang tuanya, tanpa melihat di mana ia dilahirkan. Asas ini dianut oleh negara yang tidak dibatasi oleh lautan, seperti Eropa Kontinental dan China. Asas ius sanguinis memiliki keuntungan, antara lain: 1) Akan memperkecil jumlah orang keturunan asing sebagai warga negara; 2) Tidak akan memutuskan hubungan antara negara dengan warga negara yang lahir;

prinsip ius soli ini juga berlaku di Amerika. Tetapi di Jepang. ia dengan sendirinya menjadi warga negara Indonesia. Asas ius soli atau asas tempat kelahiran atau hukum tempat kelahiran (law of the soil) atau asas teritorial adalah asas yang menetapkan seseorang mempunyai kewarganegaraan menurut tempat di mana ia dilahirkan. Untuk sementara waktu asas ius soli menguntungkan. yakni ius soli saja. Terkecuali anggota-anggota korps diplomatik dan anggota tentara asing yang masih dalam ikatan dinas. Hal ini akan bermasalah jika kemudian orang tua tersebut melahirkan anak di tempat salah satu orang tuanya (misalnya di tempat ibunya). Di samping dan bersama-sama dengan prinsip ius sanguinis. dan juga Indonesia.3) Semakin menumbuhkan semangat nasionalisme. Perancis. sementara ia tidak berhak atas status kewarganegaraan bapaknya. Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa karena seseorang lahir di suatu wilayah negara. Tidak semua daerah tempat seseorang dilahirkan menentukan kewarganegaraan. b) Asas Ius Soli Pada awalnya. ia tidak dapat diakui sebagai warga negara Jepang. yaitu dengan lahirnya anakanak dari para imigran di negara tersebut maka putuslah hubungan dengan negara asal. sehingga si anak dapat memiliki status kewarga-negaraan bapaknya. Australia. Akan tetapi dengan semakin tingginya tingkat mobilitas manusia. Selain itu. . maka si anak hanya akan mendapatkan status kewarganegaraan ibunya saja. dan Kanada. Jika tetap menganut asas ius soli. diperlukan suatu asas lain yang tidak hanya berpatokan pada tempat kelahiran saja. Misalnya. kebutuhan terhadap asas lain ini juga berdasarkan realitas empirik bahwa ada orang tua yang memiliki status kewarganegaraan yang berbeda. Inggris. maka asas ius sanguinis dimunculkan. prinsip ius solis ini tidak berlaku. kalau orang dilahirkan di dalam daerah hukum Indonesia. 4) Bagi negara daratan seperti China dan lain-lain. yang tidak menetap pada suatu negara tertentu tetapi keturunan tetap sebagai warga negaranya meskipun lahir di tempat lain (negara tetangga). Karena seseorang yang tidak dapat membuktikan bahwa orang tuanya berkebangsaan Jepang. maka otomatis dan logis ia menjadi warga negara tersebut. Asas ini dianut oleh negara-negara imigrasi seprti USA. Atas dasar itulah. asas kewarganegaraan berdasarkan kelahiran ini hanya satu.

sehingga masing-masing tidak terdapat perbedaan yang dapat mengganggu keutuhan dan kesejahteraan keluarga. Italia. Lebih-lebih istri memiliki tugas memelihara anak yang dilahirkan dari perkawinan. Dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat.2. melalui proses hemogenitas dan asimilasi bangsa. a) Asas Kesatuan Hukum Asas kesatuan hukum berdasarkan pada paradigma bahwa suami-istri ataupun ikatan keluarga merupakan inti masyarakat yang meniscayakan suasana sejahtera. Libanon.Dalam perjalanan banyak negara yang meninggalkan asas ius soli.2. maka akan diragukan bahwa sang ibu akan dapat mendidik anak-anaknya menjadi warga negara yang baik apabila kewarganegaraannya berbeda dengan sang ayah anak-anak. Dengan adanya kesamaan pemahaman dan komitment menjalankan adanya kewarganegaraan yang sama. Selain kedua asas tersebut. Negara-negara yang masih mengikuti asas ini antara lain: Belanda. Belgia. Hal ini akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. yaitu asas kesatuan hukum dan asas persamaan derajat. Untuk merealisasikan terciptanya kesatuan dalam keluarga atau suami-istri. Negara yang menganut asas ini menjamin kesejahteraan para mempelai. Perancis. beberapa negara yang menggabungkan keduanya misalnya Inggris dan Indonesia. Menurut asas kesatuan hukum. maka semuanya harus tunduk pada hukum yang sama. dan lainnya. seperti Belanda. b) Asas Persamaan Derajat Dalam asas persamaan derajat. suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan masing-masing pihak (suami atau istri). Proses ini akan dicapai apabila kewarganegaraan istri adalah sama dengan kewarganegaraan suami. suami-istri ataupun ikatan keluarga yang baik perlu mencerminkan adanya suatu kesatuan yang bulat. sehat dan tidak berpecah. Belgia. Baik suami ataupun istri tetap berkewarganegaraan asal. sang istri akan mengikuti status suami baik pada waktu perkawinan dilangsungkan maupun kemudian setelah perkawinan berjalan. terdapat dua buah asas. Yunani. atau dengan kata lain sekalipun sudah menjadi suami-istri. 2. mereka tetap memiliki status kewarganegaraan sendiri. kewarganegaraan seseorang juga dapat dilihat dari sistem perkawinan. dan lain-lain. sama halnya ketika mereka belum . Di dalam sistem perkawinan. Asas Kewarganegaraan Berdasarkan Perkawinan Selain hukum kewarganegaraan dilihat dari sudut kelahiran.

Canada. 2. Birma dan lainnya. maka yang bersangkutan dapat menggunakan hak repudiasi. Asas ini dapat menghindari terjadinya penyelundupan hukum. Misalnya. seseorang masih dapat mendapatkan status kewarganegaraan melalui proses pewarganegaraan atau naturalisasi. Setelah melalui perkawinan dan orang tersebut memperoleh kewarganegaraan yang diinginkannya. Untuk menghindari penyelundupan hukum semacam ini. Negara-negara yang menggunakan asas ini antara lain: Australia. sehingga mampu mengantisipasi berbagai permasalahan baik sosial maupun permasalahan hukum yang terjadi. Denmark. seseorang yang tidak mau diwarganegarakan oleh sesuatu negara atau tidak mau diberi atau dijadikan warga negara suatu negara. seseorang yang berkewarganegaraan asing ingin memperoleh status kewarganegaraan suatu negara dengan cara atau berpura-pura melakukan pernikahan dengan perempuan di negara tersebut. Inggris. berbagai kasus penyebaran narkoba oleh warga negara kulit hitam di Indonesia melibatkan jaringan internasional. Dengan . yaitu hak untuk menolak pemberian kewarganegaraan tersebut (Kartasapoetra. Hal ini diatur sedemikian rupa. banyak negara yang menggunakan asas persamaan derajat dalam peraturan kewarganegaraannya. Asas Kewarganegaraan Berdasarkan Naturalisasi Walaupun tidak dapat memenuhi status kewarganegaraan melalui sistem kelahiran maupun perkawinan. Sedangkan dalam pewarganegaraan pasif. Sebagai contoh. saat ini tengah berurusan dengan pihak imigrasi karena visa dan status kewarganegaraan mereka.2. Terkait dengan kejahatan. Israel. kehadiran beberapa artis muda di Indonesia yang berasal dari negara lain. Dalam pewarganegaraan aktif.3. pemerintah mengatur dalam Undang-undang. Dalam pewarganegaraan ini ada yang aktif ada pula yang pasif. seseorang dapat menggunakan hak opsi untuk memilih atau mengajukan kehendak menjadi warga negara dari suatu negara. maka selanjutnya ia menceraikan istrinya.diikatkan menjadi suami istri. 1993: 216-7). Jerman. Karena permasalahan yang menyangkut status warga negara dapat terjadi pada wilayah dalam negeri maupun aktivitas yang berkaitan dengan interaksi antar negara. menurut kebutuhan yang dibawakan oleh kondisi dan situasi negara masing-masing. Perolehan Kewarganegaraan Indonesia untuk mendapatkan status kewarganegaraan Indonesia. Swedia. Syarat-syarat dan prosedur pewarganegaraan ini di berbagai negara sedikit-banyak dapat berlainan.

ius sanguinis adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseoarang menurut pertalian darah atau keturunan dari oarang yang bersangkutan Adanya perbedaan dalam menentukan kewarganegaraan di beberapa negara.   Hak opsi adalah hak untuk memilih suatu kewarga negaraan (dalam stelsel aktif) Hak repudiasi adalah hak untuk menolak suatu kewarganegaraan ( dalam stelsel pasif) Sedangkan penentuan kewarganegaraan dapat di bedakan menurut asas ius sanguinis dan ius soli. 4) Karena pewarganegaraan. 7) Karena pernyataan.pengaturan status kewarganegaraan. ius soli adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang menurut daerah atau negara tempat dimana ia dilahirkan. Sedangkan menurut stelsel pasif seseorang dengan sendirinya menjadi warganegara tanpa harus melakukan tindakan hukum tertentu. Dalam penjelasan umum Undang-undang No. baik yang menerapkan asas ius soli maupun asas ius sanguinis. pihak kepolisian memiliki bukti yang kuat untuk mencekal maupun menangkap dan mengembalikannya ke negara asalnya. 62/1958 bahwa terdapat 7 (tujuh) cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia. 2. yaitu : 1) Karena kelahiran. seseorang dalam suatu negara pada dasarnya memiliki hak posi dan hak repudiasi. Menurut stelsel aaktif seseorang akan menjadi warga negara suatu negara dengan melakukan tindakan-tindakan hukum tertentu secara aktif. 1. dapat menimbulkan tiga kemungkinan yaitu apatride. Dalam menentukan status kewarga negaraan. 2) Karena pengangkatan. bipatride dan multipatride . Berkaitan dengan stelsel tersebut. sistem yang lazim digunakan adalah stelsel aktif dan stelsel pasif. 5) Karena perkawinan 6) Karena turut ayah dan atau ibu. 3) Karena dikabulkannya permohonan.

Misalnya Agus dan Ira adalah suami isteri yang berstatus ius-soli. Dengan demikian Dani mempunyai status dua kewarganegaraan atau Bipatride. Kemudian lahirlah anak mereka. Budi tidak diakui sebagai warganegaranya. Dani juga warga negaranya. Dengan demilian Budi tidak mempunyai kewarganegaraan atau Apatride. dimana saat menerima kewarganegaraan yang baru ia tidak melepaskan status kewarganegaraan yang lama . Adi dan Ani adalah suami isteri yang berstatus warga negara A namum mereka berdomisili di negara B. Dani adalah warga negaranya karena mengikuti kewarganegaraan orang tuanya. Apatride (tanpa kewarganegaraan) timbul apabila menurut peraturan kewarganegaraan. Menurut negara A. Menurut negara B yang menganut asas ius-soli. Misalnya. Mereka berdomisili di negasa A yang berasas iussanguinis.  Multipatride : Seseorang yang memiliki 2 atau lebih kewarganegaraan Contoh : Seorang yang BIPATRIDE juga menerima pemberian status kewarganegaraan lain ketika dia telah dewasa.  Bipatride (dwi kenegaraan) timbul apabila menurut peraturan dari dua negara terkait seseorang dianggap sebagai warganegara kedua negara itu. karena tempat kelahirannya adalah negara B. karena orang tuanya bukan warganegasa. seseorang tidak diakui sebagai warganegara dari negara manapun. Budi. Budi tidak diakui sebagai warganegaranya. karena lahir di negara lain. Negara A menganut asas ius-sanguinis dan negara B menganut asas ius-soli. Kemudian lahirlah anak mereka. Menurut negara A yang menganut asas ius-sanguinis. Begitu pula menurut negara B. Dani.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->