Makalah Fisafat Ilmu Metafisika

KATA PENGANTAR Bismillahirrohmanirrokhim Makalah Fisafat Ilmu Metafisika Kalimat syukur yang tak terhingga kamu haturkan kepada Allah SWT, karena hanya dengan ma’unah dan karamahNya, kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Shalawat serta salam tak lupa juga semoga tetap selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, nabi penutup akhir zaman dan juga sebagai figur teladan bagi seluruh umat islam di dunia. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada bapak dosen fisafat ilmu yang telah memberikan kesempatan bagi kami untuk menysusun makalah ini sebagai salah satu media pembelajaran dalam mata kuliah ini. Kami telah berusaha menyusun makalah ini sebaik mengkin, akan tetapi tentu makalah ini masih jauh dari sempurna. Maka dari itu, kami membuka pintu saran dan kritik yang tentunya membangun dalam rangka ke depannya agar bisa menjadi lebih baik. Harapan kami, semoga makalah ini mampu memberikan manfaat bagi kami maupun orang lain khusunya para pembaca. Malang, 24 April 2009 Penyusun BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Dewasa ini, khususnya ketika zaman pembaharuana seperti ini ketika prinsip, nilai dan asumsi harus mempunyaifundamental yang kuat untuk dipahami atau diterima di tengah-tengah masyarakat. Maka dengan kehadiran atau pengajaran salah satu cabang ilmu filsafat yaitu metafisika atau yang sering disebut sebagai filsafat dasar, merupakan salah satu langkah yang baik. Hal itu dikarenakan dalam metafisika mempunyai arti yang secara sederhana merupakan sebuah filsafat dasar, pencarian dan persoalan tentang prinsip utama, selain itumetafisika juga merupakan sebuah usaha untuk mengkritik setiap titik tolak fundamental tanpa dengan mengasumsikan titik tolak fundamental tersebut. Sebagaimana yang telah dituliskan Aristoteles yang merupakan seorang filsuf dalam bukunya yang berjudul Metapysica mengemukakan mengenai beberapa gagasannya mengenai metafisika, antara lain yaitu: (a) Metafisika sebagai kebijaksanaan (shopia), ilmu pengetahuan yang mencari prinsip-prinsip fundamental dan penyebabpenyebab pertama. (b) Metafisika sebagai ilmu yang bertugas mempelajari yang ada sebagai sebagai yang ada. (c) Metafisika sebagai ilmu yang paling luhur dan sempurna yang menjadi dasar bagi realita yang kemudian sering disebut ilmu teologi. 1.2. Rumusan masalah 1.2.1. Bagaimana pengertian dan jenis-jenis metafisika ? 1.2.2. Bagaimana hubungan metafisika dengan ilmu pengetahuan ? 1.2.3. Bagaimana asumsi dan peluang metafisika dalam ilmu pengetahuan ? 1.3. Tujuan masalah 1.3.1. Untuk mengetahui pengertian dan jenis-jenis metafisika. 1.3.2. Untuk mengetahui hubungan antara metafisika dengan ilmu pengetahuan. 1.3.3. Untuk megetahui asumsi dan peluang metafisika dalam ilmu pengetahuan. BAB II PEMBAHASAN

teori ini menolak hal-hal yang tidak kelihatan.2. Aristoteles yang juga merupakan seorang filsuf sendiri tidak menggunakan istilah metafisika dan fisika. Jadi. meta physika (sesudah fisika). yaitu: a.1. yaitu: a. b. kosmos yang berarti dunia atau ketertiban. Segala sesuatu yang tampak dan berwujud nyata dalam alam indrawi hanya merupakan gambaran atau bayangan dari yang sesungguhnya. realitas yang sesungguhnya bukanlah yang kelihatan. Sedangkan metafisika khusus. Metafisika umum. Kata metafisika itu saat ini memiliki berbagai arti. yang juga populer dengan nama ontologi itu membahas segala sesuatu yang ada secara menyeluruh dan sekaligus. Kata meta yang berarti selain. melainkan yang tidak kelihatan. . Materialisme Materialisme merupakan kebalikan dari idealisme. Dengan kata lain. dan fisik yang berarti alam nyata. yaitu: 2. Akan tetapi. kosmologi berasal dari dua kata. Kosmologi memandang alam sebagai suatu totalitas (keseluruhan) dari fenomena dan berupaya untuk memadukan spekulasi metafisika dengan hasil pemikiran ilmiah dalam suatu kerangka yang koheren. Maka dari tu.2. Metafisika Umum atau Ontologi. melainkan filsafat pertama untuk metafisika dan filsafat kedua untuk fisika. Dengan demikian.1. Pembahsan itu dilakukan dengan membedakan dan memisahkan eksistensi (keberadaan) yang sesungguhnya dari penampakan atau penampilan eksistensi tersebut. Dalam metafisika umum terdapat tiga teori yang terkenal. Metode yang sering digunakan bersifat rasional dan justru halitulah yang membedakannya dari berbagai kisah asal mula dan struktur alam. Pengertian dan jenis-jenis metafisika. Salah satu diantaranya metafisika bisa berarti upaya untuk megkarakterisasi eksistensi atau realitas sebagai suatu keseluruhan. Dualisme Dualisme mengajarkan bahwa substansi individual terdiri dari dua tipe fundamental yang berbeda. pada teori dualisme mengakui bahwa realitas terdiri dari materi atau yang ada secara fisis dan mental atau yang keberadaanya tidak keliahatan secara fisis. secara umum dapat diartikan bahwa metafisika merupkan suatu peembahasan filsafati yang komprehensif mengenai seluruh realitas atau mengenai segala sesuatu yang ada. Istilah metafisika itu berasal dari bahasa Yunani. Logos yang berarti percakapan atau ilmu. Bagi materialisme. Kosmologi Secara etimologi.1. Metafisika Khusus. Dalam metafisika khusus terdapat tiga bidang. yang berada di dunia ide. lebih membahas segala sesuatu yang ada secara lebih khusus atau dengan kata lain pada metafisika khusus membahas penerapan prinsip-prinsip atau dasar-dasar terhadap bidang-bidang yang bersifat khusus. Secara keseluruhan maksudnya yaitu ilmu yang menyelidiki hakikat segala sesuatu dari alam nyata dengan tidak terbatas pada apa yang dapat ditangkap oleh panca inderasaja. 2. Adapun jenis-jenis metafisika secara umum terbagi menjadi dua jenis. sesudah atau sebalik. kosmologi berarti percakapan tentang dunia atau alam dan ketertiban yang fundamentaldari seluruh realitas.1. Kedua tipefundamental dari substansi itu ialah material dan mental. c. ada yang sesungguhnya adalah keberadaannya semata-mata bersifat material atau sama sekali bergantung pada material. Istilah ini juga bisa berarti sebagai usaha untuk menyelidiki alam yang berada diluar pengalaman atau menyelidiki apakah hakikat yang berada dibalik realitas. Idealisme Teori ini mengajarkan bahwa ada yang sesungguhnya berada di dunia ide atau gagasan. seluruh realitas hanya mungkin dijelaskan secara materialistis.

Oleh karena itu sama sekali tidak usah ada pertentangan dan persaingan antara metafisika dan ilmu-ilmu khusus. (1) subjek. Sebenarnya semua ilmu menyelidiki seluruh kenyataan. tesis. dan (3) Tuhan. eksistensi. Alfred J. (2) kematian. maka semua taraf ilmiah juga dapat disesuaikan satu sama lain. manusia tidak hidup untuk mengalami pengalaman kematian. bahwa sesuatu yang tidak dapat diungkapkan secara logis sebaiknya didiamkan saja. Mereka saling melengkapi untuk mencapai pemahaman menyeluruh mengenai kenyataan. yakni ketika kumpulan kepercayaan belum lengkap faktanya. asumsi. Penentang lain Ludwig Wittgenstein menyatakan bahwa metafisika bersifat the Mystically. dan lainnya merupakan pandangan yang sesat. hal ini hanya dapat dipenuhi dari hasil permenungan metafisik yang dalam banyak hal memang bersifat spekulatif dan intutitif. peristiwa sejarah. Katsoff menyatakan bahwa agaknya Ayer berupaya untuk menunjukkan bahwa natutalisme. dikatakannya bukan merupakan dunia atau bagian dari dunia. terutama Albert Einstein. antara lain adalah ilmu pengetahuan lain. Manfaat metafisika bagi pengembangan ilmu dikatakan oleh Thomas Kuhn terletak pada awal terbentuknya paradigma ilmiah. maka ia mesti dipasok dari luar.b. Ia tidak menampakkan diri-Nya di dunia. Wittgenstein menyatakan terdapat tiga persoalan metafisika. baik menyangkut esensi. kematian bukanlah sebuah peristiwa dalam kehidupan. namun masing-masing menurut aspek formal tersendiri dan dengan memakai metode ilmiah yang sesuai. Filsafat antropologi Filsafat antropologi adalah bagian dari metafisika khusus yang mempersoalkan apakah manusia itu? Dengan kata lain. Namun pada kenyataannya banyak ilmuwan besar. . melainkan lebih dapat dikatakan sebagai batas dari dunia. upaya-upaya untuk memecahkan masalah yang tak dapat dipecahkan oleh paradigma keilmuan yang lama dan selama ini dianggap mampu memecahkan masalah membutuhkan paradigma baru. 2. c. pemecahan masalah baru. Metafisika ternyata mendapat penentangan dari beberapa ilmuwan. Dengan demikian Wittgenstein menyimpulkan.2. filsafat antropologi berupaya menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut sebagaimana adanya. yang merasakan perlunya membuat formula konsepsi metafisika sebagai konsekuensi dari penemuan ilmiahnya. Tata hubungan metafisika dengan ilmu-ilmu khusus adalah keduanya tidak dapat saling mengecualikan dan mengucilkan. dan paradigma baru untuk memecahkan masalah yang ada. dan metafisika. artinya permasalahan yang tidak memungkinkan untuk dijawab. hal-hal yang tak dapat diungkapkan (inexpressible) ke dalam bahasa yang bersifat logis. melainkan saling melengkapi di dalam pemahaman manusia tentang seluruh kenyataan. Misalnya adalah. hingga dengan kedalaman kontemplasi serta imajinasi akan dapat membuka kemungkinan-kemungkinan (peluang-peluang) konsepsi teoritis. antara lain adalah yang menganut paham positivisme logis dengan menyatakan bahwa metafisika tidak bermakna. Teologi metafisik Teologi metafisika sering juga dikenal dengan nama theodicea kendati sesungguhnya theodicea hanyalah merupakan bagian dari teologi metafisik theodicea sebenarnya hanya membahas dan membenarkan kepercayaan kepada Allah yang Maha Kuasa di tengah-tengah ralaitas kejahatan yang merajlela di dunia ini. Hubungan metafisika dengan ilmu pengetahuan. Ayer menunjang argumentasinya dengan membuat criterion of verifiability atau keadaan dapat diverifikasi. Ayer menyatakan bahwas sebagian besar perbincangan yang dilakukan oleh para filsuf sejak dahulu sesungguhnya tidak dapat dipertanggungjawabkan dan juga tidak ada gunanya . Berkaitan dengan pendapat Ayer tersebut. pengalaman personal. Problem yang diajukan dalam bidang metafisika adalah problem semu (pseudo-problems). materialisme. status maupun realisasi-realisasinya. Sebab kenyataan itu hanya satu. postulat.

Ilmu mengemukakan beberapa asumsi mengenai objek empiris. struktur. sifat dan sebagainya. Sumbangan metafisika pada ilmu pengetahuan adalah persinggungan antara metafisika dan/atau ontologi dengan epistemologi. Bahwa hujan diawali dengan awan tebal dan langit mendung. ia hanya dapat diperoleh jika kita bertitik tolak dari premis yang paling kuat (Cogito Ergo Sum). sebab alam perjalanan waktu tiap benda akan mengalami perubahan. Walaupun begitu tidak mungkin kita menuntut adanya kelestarian yang absolut. Konsep ilmu yang lebih lanjut seperti konsep perbandingan (komparatif) dan kuantitatif hanya dimungkinkan dengan adanya taxonomi yang baik. Kejadian ini akan berulang dengan pola yang sama. bahwa kita memperoleh pengetahuan melalui akal. artinya sifat-sifat pokok dari suatu benda tidak berubah dalam jangka waktu tertentu. Oleh sebab itu ilmu hanya menuntut adanya kelestarian yang relatif. maka ia telah melahirkan aliran empirisme. Sesuatu peristiwa tidaklah terjadi secara kebetulan namun tiap peristiwa mempunyai pola tetap yang teratur. Berkaitan dengan pembentukan minat intelektual. hal ini bukanlah merupakan suatu kebetulan tetapi memang polanya sudah demikian. Ilmu menganggap bahwa objek-objek empiris yang menjadi bidang penelaahannya mempunyai sifat keragaman. hingga pada akhirnya melahirkan sikap ingin tahu (need for curiosity) yang tinggi sebagaimana mestinya dimiliki oleh para intelektual. yang dijawab salah satunya oleh Descartes. Asumsi yang kedua adalah anggapan bahwa suatu benda tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan ini maka kita dapat mengelompokkan beberapa objek yang serupa ke dalam satu golongan. maka muncullah paham materialisme. hingga menjadikan para metafisikus menyodorkan cara berpikir yang cenderung subjektif dan mencipatakn terminologi filsafat yang khas. Situasi semacam ini dinyatakan oleh Van Peursen sangat diperlukan untuk pengembangan ilmu dalam rangka menerapkan heuristika. Sedangkan dalam epistemologi yang dimulai dari pertanyaan. maka metafisika mengajarkan mengenai cara berpikir yang serius dan mendalam tentang hakikat-hakikat segala sesuatu yang brersifat enigmatik. Klasifikasi merupakan pendekatan keilmuan yang pertama terhadap objek-objek yang ditelaahnya dan taxonomi merupakan cabang keilmuan yang mula-mula sekali berkembang. dan lainnya. Berbagai perdebatan dalam metafisika mengenai realitas. memperlihatkan sifat berulang dan semuanya jalinmenjalin secara teratur. Asumsi dan peluang metafisika dalam ilmu pengetahuan. . Secara lebih terperinci ilmu mempunyai tiga asumsi mengenai objek empiris. Metafisika menuntut orisinalitas berpikir yang biasanya muncul melalui kontemplasi atau intuisi berupa kilatan-kilatan mendadak akan sesuatu.3. Tercakup dalam pengertian ini adalah pengakuan bahwa benda-benda dalam jangka panjang akan mengalami perubahan dan jangka waktu ini berbeda-beda untuk tiap benda. apakah hakikat terdalam dari kenyataan? yang di antaranya dijawab bahwa hakikat terdalam dari kenyataan adalah materi. Ketika pemahaman aliran-aliran filsafat tersebut dipertemukan dengan ranah epistemologis atau dihadapkan pada fenomena dinamika perkembangan ilmu pengetahuan akan menghasilkan percabangan disiplin ilmu baru (Kennick). ada-tiada. Kegiatan keilmuan bertujuan mempelajari tingkah laku suatu objek dalam suatu keadaan tertentu. dan lainnya sebagaimana telah dikemukakan di depan yang telah melahirkan berbagai pandangan yang berbeda satu sama lain secara otomatis juga melahirkan berbagai aliran pemahaman yang lazim dinyatakan sebagai aliran-aliran filsafat awal. Kegiatan ini jelas tidak mungkin dilakukan bila objek selalu berubah-ubah tiap waktu. John Locke yang menjawab pertanyaan tersebut bahwa pengetahuan diperoleh dari pengalaman. Metafisika mengajarkan pada peminat filsafat untuk mencari prinsip pertama (first principle) sebagai kebenaran yang paling akhir. umpamanya dalam hal bentuk. Alam merupakan suatu sistem yang teratur yang tunduk kepada hukum-hukum tertentu. bagaimanakah cara kita memperoleh pengetahuan?. maka muncullah rasionalisme. Asumsi pertama menganggap objekobjek tertentu mempunyai keserupaan satu sama lain. 2. Dalam metafisika yang mempertanyakan.Sumbangan metafisika terhadap ilmu pengetahuan tidak dapat disangkal lagi adalah pada fundamental ontologisnya. misalnya adalah kepastian ilmiah dalam metode skeptis Descartes.

Ilmu menganggap bahwa objek-objek empiris yang menjadi bidang penelaahannya mempunyai sifat keragaman.Ilmu Filsafat Suatu pengantar. kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Secara keseluruhan maksudnya yaitu ilmu yang menyelidiki hakikat segala sesuatu dari alam nyata dengan tidak terbatas pada apa yang dapat ditangkap oleh panca indera saja. karena hanya dengan ma’unah dan karamahNya. Tata hubungan metafisika dengan ilmu-ilmu khusus adalah keduanya tidak dapat saling mengecualikan dan mengucilkan. Van. Makalah Fisafat Ilmu Metafisika KATA PENGANTAR Bismillahirrohmanirrokhim Makalah Fisafat Ilmu Metafisika Kalimat syukur yang tak terhingga kamu haturkan kepada Allah SWT.2005. Frederick. Pengantar Metafisika. Matinya metafisika Barat. Donny Gahral. namun masing-masing menurut aspek formal tersendiri dan dengan memakai metode ilmiah yang sesuai. melainkan filsafat pertama untuk metafisika dan filsafat kedua untuk fisika Adapun jenis-jenis metafisika secara umum terbagi menjadi dua jenis. Aristoteles yang juga merupakan seorang filsuf sendiri tidak menggunakan istilah metafisika dan fisika. meta physika (sesudah fisika). Gramedia Utama.Bumi • Askara. Yogyakarta : Kanisius. nabi penutup akhir zaman dan juga sebagai figur teladan bagi seluruh umat islam di dunia.2004. Raja Grafindo Persada • Rapar. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada bapak dosen fisafat ilmu yang telah memberikan kesempatan bagi kami untuk menysusun makalah ini sebagai salah satu media pembelajaran dalam mata kuliah ini. yaitu: Metafisika Umum atau Ontologi dan Metafisika Khusus.2001. akan tetapi tentu makalah ini masih jauh dari sempurna.Yogyakarta : Pustaka Pelajar • Surajiyo. • Sontang. melainkan saling melengkapi di dalam pemahaman manusia tentang seluruh kenyataan. Jakarta : PT. Jakarta: komunitas bambu.Susunan Ilmu Pengetahuan.BAB III KESIMPULAN Istilah metafisika itu berasal dari bahasa Yunani.1993. Jakarta: PT. • Peursen. Kata meta yang berarti selain. Maka dari itu. kami membuka pintu saran dan kritik yang tentunya membangun dalam rangka ke depannya agar bisa . memperlihatkan sifat berulang dan semuanya jalinmenjalin secara teratur. Shalawat serta salam tak lupa juga semoga tetap selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Sebenarnya semua ilmu menyelidiki seluruh kenyataan. Ilmu mengemukakan beberapa asumsi mengenai objek empiris. Filsafat Umum. Sesuatu peristiwa tidaklah terjadi secara kebetulan namun tiap peristiwa mempunyai pola tetap yang teratur DAFTAR PUSTAKA • Adian. Jan Hendrik. Pengantar Filsafat.2002.2005. Jakarta : PT. Asmoro. Kami telah berusaha menyusun makalah ini sebaik mengkin. sesudah atau sebalik. dan fisik yang berarti alam nyata. Achmadi.

Maka dengan kehadiran atau pengajaran salah satu cabang ilmu filsafat yaitu metafisika atau yang sering disebut sebagai filsafat dasar.2. melainkan filsafat pertama untuk metafisika dan filsafat kedua untuk fisika. merupakan salah satu langkah yang baik.1.1. Akan tetapi. ilmu pengetahuan yang mencari prinsip-prinsip fundamental dan penyebabpenyebab pertama.1. Harapan kami.1. Bagaimana pengertian dan jenis-jenis metafisika ? 1. Istilah metafisika itu berasal dari bahasa Yunani. 24 April 2009 Penyusun BAB I PENDAHULUAN 1. 1. 1.3.3.2. (b) Metafisika sebagai ilmu yang bertugas mempelajari yang ada sebagai sebagai yang ada. Bagaimana asumsi dan peluang metafisika dalam ilmu pengetahuan ? 1.2. Metafisika Umum atau Ontologi. Pengertian dan jenis-jenis metafisika. yaitu: 2. Untuk mengetahui hubungan antara metafisika dengan ilmu pengetahuan. Istilah ini juga bisa berarti sebagai usaha untuk menyelidiki alam yang berada diluar pengalaman atau menyelidiki apakah hakikat yang berada dibalik realitas. Hal itu dikarenakan dalam metafisika mempunyai arti yang secara sederhana merupakan sebuah filsafat dasar. selain itumetafisika juga merupakan sebuah usaha untuk mengkritik setiap titik tolak fundamental tanpa dengan mengasumsikan titik tolak fundamental tersebut. Tujuan masalah 1.1. Bagaimana hubungan metafisika dengan ilmu pengetahuan ? 1. Salah satu diantaranya metafisika bisa berarti upaya untuk megkarakterisasi eksistensi atau realitas sebagai suatu keseluruhan. Untuk mengetahui pengertian dan jenis-jenis metafisika.2.2. Kata meta yang berarti selain. pencarian dan persoalan tentang prinsip utama.3.3.2. Malang. Rumusan masalah 1. Untuk megetahui asumsi dan peluang metafisika dalam ilmu pengetahuan.1. dan fisik yang berarti alam nyata. Adapun jenis-jenis metafisika secara umum terbagi menjadi dua jenis.menjadi lebih baik. meta physika (sesudah fisika). 1. semoga makalah ini mampu memberikan manfaat bagi kami maupun orang lain khusunya para pembaca. BAB II PEMBAHASAN 2.3. khususnya ketika zaman pembaharuana seperti ini ketika prinsip. Secara keseluruhan maksudnya yaitu ilmu yang menyelidiki hakikat segala sesuatu dari alam nyata dengan tidak terbatas pada apa yang dapat ditangkap oleh panca inderasaja.3. sesudah atau sebalik. nilai dan asumsi harus mempunyaifundamental yang kuat untuk dipahami atau diterima di tengah-tengah masyarakat. Kata metafisika itu saat ini memiliki berbagai arti. Sebagaimana yang telah dituliskan Aristoteles yang merupakan seorang filsuf dalam bukunya yang berjudul Metapysica mengemukakan mengenai beberapa gagasannya mengenai metafisika. Aristoteles yang juga merupakan seorang filsuf sendiri tidak menggunakan istilah metafisika dan fisika. Latar belakang Dewasa ini. secara umum dapat diartikan bahwa metafisika merupkan suatu peembahasan filsafati yang komprehensif mengenai seluruh realitas atau mengenai segala sesuatu yang ada. antara lain yaitu: (a) Metafisika sebagai kebijaksanaan (shopia). (c) Metafisika sebagai ilmu yang paling luhur dan sempurna yang menjadi dasar bagi realita yang kemudian sering disebut ilmu teologi. .

Hubungan metafisika dengan ilmu pengetahuan. lebih membahas segala sesuatu yang ada secara lebih khusus atau dengan kata lain pada metafisika khusus membahas penerapan prinsip-prinsip atau dasar-dasar terhadap bidang-bidang yang bersifat khusus. Jadi. kosmos yang berarti dunia atau ketertiban. teori ini menolak hal-hal yang tidak kelihatan. b. Kedua tipefundamental dari substansi itu ialah material dan mental. Dalam metafisika khusus terdapat tiga bidang. yaitu: a. Filsafat antropologi Filsafat antropologi adalah bagian dari metafisika khusus yang mempersoalkan apakah manusia itu? Dengan kata lain. eksistensi. Teologi metafisik Teologi metafisika sering juga dikenal dengan nama theodicea kendati sesungguhnya theodicea hanyalah merupakan bagian dari teologi metafisik theodicea sebenarnya hanya membahas dan membenarkan kepercayaan kepada Allah yang Maha Kuasa di tengah-tengah ralaitas kejahatan yang merajlela di dunia ini. ada yang sesungguhnya adalah keberadaannya semata-mata bersifat material atau sama sekali bergantung pada material. Materialisme Materialisme merupakan kebalikan dari idealisme. pada teori dualisme mengakui bahwa realitas terdiri dari materi atau yang ada secara fisis dan mental atau yang keberadaanya tidak keliahatan secara fisis. Metode yang sering digunakan bersifat rasional dan justru halitulah yang membedakannya dari berbagai kisah asal mula dan struktur alam. c. yang juga populer dengan nama ontologi itu membahas segala sesuatu yang ada secara menyeluruh dan sekaligus. kosmologi berarti percakapan tentang dunia atau alam dan ketertiban yang fundamentaldari seluruh realitas. Oleh karena itu sama sekali tidak usah ada pertentangan dan persaingan . b. namun masing-masing menurut aspek formal tersendiri dan dengan memakai metode ilmiah yang sesuai. melainkan yang tidak kelihatan. Metafisika Khusus. Segala sesuatu yang tampak dan berwujud nyata dalam alam indrawi hanya merupakan gambaran atau bayangan dari yang sesungguhnya. Maka dari tu. Sedangkan metafisika khusus. Dengan demikian. Bagi materialisme. Dengan kata lain. yaitu: a.2. Kosmologi Secara etimologi. melainkan saling melengkapi di dalam pemahaman manusia tentang seluruh kenyataan.Metafisika umum. yang berada di dunia ide. 2. 2. Kosmologi memandang alam sebagai suatu totalitas (keseluruhan) dari fenomena dan berupaya untuk memadukan spekulasi metafisika dengan hasil pemikiran ilmiah dalam suatu kerangka yang koheren. Logos yang berarti percakapan atau ilmu. filsafat antropologi berupaya menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut sebagaimana adanya. realitas yang sesungguhnya bukanlah yang kelihatan. Dualisme Dualisme mengajarkan bahwa substansi individual terdiri dari dua tipe fundamental yang berbeda. status maupun realisasi-realisasinya. Sebenarnya semua ilmu menyelidiki seluruh kenyataan. Idealisme Teori ini mengajarkan bahwa ada yang sesungguhnya berada di dunia ide atau gagasan. Tata hubungan metafisika dengan ilmu-ilmu khusus adalah keduanya tidak dapat saling mengecualikan dan mengucilkan. Dalam metafisika umum terdapat tiga teori yang terkenal. c. Pembahsan itu dilakukan dengan membedakan dan memisahkan eksistensi (keberadaan) yang sesungguhnya dari penampakan atau penampilan eksistensi tersebut. seluruh realitas hanya mungkin dijelaskan secara materialistis. kosmologi berasal dari dua kata.1. baik menyangkut esensi.2.

dan lainnya. Alfred J. Ayer menyatakan bahwas sebagian besar perbincangan yang dilakukan oleh para filsuf sejak dahulu sesungguhnya tidak dapat dipertanggungjawabkan dan juga tidak ada gunanya . Metafisika ternyata mendapat penentangan dari beberapa ilmuwan. hal-hal yang tak dapat diungkapkan (inexpressible) ke dalam bahasa yang bersifat logis. Ketika pemahaman aliran-aliran filsafat tersebut dipertemukan dengan ranah epistemologis atau dihadapkan pada fenomena dinamika perkembangan ilmu pengetahuan akan menghasilkan percabangan disiplin ilmu baru (Kennick). Berbagai perdebatan dalam metafisika mengenai realitas.antara metafisika dan ilmu-ilmu khusus. peristiwa sejarah. yakni ketika kumpulan kepercayaan belum lengkap faktanya. Wittgenstein menyatakan terdapat tiga persoalan metafisika. Manfaat metafisika bagi pengembangan ilmu dikatakan oleh Thomas Kuhn terletak pada awal terbentuknya paradigma ilmiah. tesis. dan metafisika. maka muncullah paham materialisme. terutama Albert Einstein. Problem yang diajukan dalam bidang metafisika adalah problem semu (pseudo-problems). Namun pada kenyataannya banyak ilmuwan besar. dikatakannya bukan merupakan dunia atau bagian dari dunia. yang merasakan perlunya membuat formula konsepsi metafisika sebagai konsekuensi dari penemuan ilmiahnya. maka ia telah melahirkan aliran empirisme. Dengan demikian Wittgenstein menyimpulkan. manusia tidak hidup untuk mengalami pengalaman kematian. bahwa kita memperoleh pengetahuan melalui akal. yang dijawab salah satunya oleh Descartes. hal ini hanya dapat dipenuhi dari hasil permenungan metafisik yang dalam banyak hal memang bersifat spekulatif dan intutitif. melainkan lebih dapat dikatakan sebagai batas dari dunia. bahwa sesuatu yang tidak dapat diungkapkan secara logis sebaiknya didiamkan saja. maka semua taraf ilmiah juga dapat disesuaikan satu sama lain. dan (3) Tuhan. Misalnya adalah. pengalaman personal. (2) kematian. Penentang lain Ludwig Wittgenstein menyatakan bahwa metafisika bersifat the Mystically. bagaimanakah cara kita memperoleh pengetahuan?. artinya permasalahan yang tidak memungkinkan untuk dijawab. postulat. ada-tiada. materialisme. antara lain adalah yang menganut paham positivisme logis dengan menyatakan bahwa metafisika tidak bermakna. Berkaitan dengan pendapat Ayer tersebut. John Locke yang menjawab pertanyaan tersebut bahwa pengetahuan diperoleh dari pengalaman. Sebab kenyataan itu hanya satu. Sumbangan metafisika pada ilmu pengetahuan adalah persinggungan antara metafisika dan/atau ontologi dengan epistemologi. pemecahan masalah baru. upaya-upaya untuk memecahkan masalah yang tak dapat dipecahkan oleh paradigma keilmuan yang lama dan selama ini dianggap mampu memecahkan masalah membutuhkan paradigma baru. maka ia mesti dipasok dari luar. asumsi. antara lain adalah ilmu pengetahuan lain. maka muncullah rasionalisme. hingga dengan kedalaman kontemplasi serta imajinasi akan dapat membuka kemungkinan-kemungkinan (peluang-peluang) konsepsi teoritis. dan lainnya merupakan pandangan yang sesat. Sedangkan dalam epistemologi yang dimulai dari pertanyaan. Ia tidak menampakkan diri-Nya di dunia. Ayer menunjang argumentasinya dengan membuat criterion of verifiability atau keadaan dapat diverifikasi. Dalam metafisika yang mempertanyakan. kematian bukanlah sebuah peristiwa dalam kehidupan. Katsoff menyatakan bahwa agaknya Ayer berupaya untuk menunjukkan bahwa natutalisme. Mereka saling melengkapi untuk mencapai pemahaman menyeluruh mengenai kenyataan. . (1) subjek. apakah hakikat terdalam dari kenyataan? yang di antaranya dijawab bahwa hakikat terdalam dari kenyataan adalah materi. Sumbangan metafisika terhadap ilmu pengetahuan tidak dapat disangkal lagi adalah pada fundamental ontologisnya. dan lainnya sebagaimana telah dikemukakan di depan yang telah melahirkan berbagai pandangan yang berbeda satu sama lain secara otomatis juga melahirkan berbagai aliran pemahaman yang lazim dinyatakan sebagai aliran-aliran filsafat awal. dan paradigma baru untuk memecahkan masalah yang ada.

melainkan filsafat pertama untuk metafisika dan filsafat kedua untuk fisika Adapun jenis-jenis metafisika secara umum terbagi menjadi dua jenis. Tata hubungan metafisika dengan ilmu-ilmu khusus adalah keduanya tidak dapat saling mengecualikan dan mengucilkan. Sesuatu peristiwa tidaklah terjadi secara kebetulan namun tiap peristiwa mempunyai pola tetap yang teratur. sebab alam perjalanan waktu tiap benda akan mengalami perubahan.3. Kata meta yang berarti selain. Secara lebih terperinci ilmu mempunyai tiga asumsi mengenai objek empiris. misalnya adalah kepastian ilmiah dalam metode skeptis Descartes. melainkan saling melengkapi di dalam pemahaman manusia tentang seluruh kenyataan. Berdasarkan ini maka kita dapat mengelompokkan beberapa objek yang serupa ke dalam satu golongan. Tercakup dalam pengertian ini adalah pengakuan bahwa benda-benda dalam jangka panjang akan mengalami perubahan dan jangka waktu ini berbeda-beda untuk tiap benda. artinya sifat-sifat pokok dari suatu benda tidak berubah dalam jangka waktu tertentu. Klasifikasi merupakan pendekatan keilmuan yang pertama terhadap objek-objek yang ditelaahnya dan taxonomi merupakan cabang keilmuan yang mula-mula sekali berkembang. hingga menjadikan para metafisikus menyodorkan cara berpikir yang cenderung subjektif dan mencipatakn terminologi filsafat yang khas. struktur. Ilmu mengemukakan beberapa asumsi mengenai objek empiris. Bahwa hujan diawali dengan awan tebal dan langit mendung. hal ini bukanlah merupakan suatu kebetulan tetapi memang polanya sudah demikian. Ilmu menganggap bahwa objek-objek empiris yang menjadi bidang penelaahannya mempunyai sifat keragaman.Metafisika menuntut orisinalitas berpikir yang biasanya muncul melalui kontemplasi atau intuisi berupa kilatan-kilatan mendadak akan sesuatu. Secara keseluruhan maksudnya yaitu ilmu yang menyelidiki hakikat segala sesuatu dari alam nyata dengan tidak terbatas pada apa yang dapat ditangkap oleh panca indera saja. Ilmu menganggap bahwa objek-objek empiris yang . Asumsi yang kedua adalah anggapan bahwa suatu benda tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu. 2. Oleh sebab itu ilmu hanya menuntut adanya kelestarian yang relatif. Kejadian ini akan berulang dengan pola yang sama. meta physika (sesudah fisika). BAB III KESIMPULAN Istilah metafisika itu berasal dari bahasa Yunani. Kegiatan keilmuan bertujuan mempelajari tingkah laku suatu objek dalam suatu keadaan tertentu. Ilmu mengemukakan beberapa asumsi mengenai objek empiris. maka metafisika mengajarkan mengenai cara berpikir yang serius dan mendalam tentang hakikat-hakikat segala sesuatu yang brersifat enigmatik. Konsep ilmu yang lebih lanjut seperti konsep perbandingan (komparatif) dan kuantitatif hanya dimungkinkan dengan adanya taxonomi yang baik. memperlihatkan sifat berulang dan semuanya jalinmenjalin secara teratur. sesudah atau sebalik. Kegiatan ini jelas tidak mungkin dilakukan bila objek selalu berubah-ubah tiap waktu. hingga pada akhirnya melahirkan sikap ingin tahu (need for curiosity) yang tinggi sebagaimana mestinya dimiliki oleh para intelektual. Sebenarnya semua ilmu menyelidiki seluruh kenyataan. umpamanya dalam hal bentuk. sifat dan sebagainya. Alam merupakan suatu sistem yang teratur yang tunduk kepada hukum-hukum tertentu. Metafisika mengajarkan pada peminat filsafat untuk mencari prinsip pertama (first principle) sebagai kebenaran yang paling akhir. ia hanya dapat diperoleh jika kita bertitik tolak dari premis yang paling kuat (Cogito Ergo Sum). Situasi semacam ini dinyatakan oleh Van Peursen sangat diperlukan untuk pengembangan ilmu dalam rangka menerapkan heuristika. dan fisik yang berarti alam nyata. namun masing-masing menurut aspek formal tersendiri dan dengan memakai metode ilmiah yang sesuai. Aristoteles yang juga merupakan seorang filsuf sendiri tidak menggunakan istilah metafisika dan fisika. Walaupun begitu tidak mungkin kita menuntut adanya kelestarian yang absolut. Berkaitan dengan pembentukan minat intelektual. Asumsi dan peluang metafisika dalam ilmu pengetahuan. yaitu: Metafisika Umum atau Ontologi dan Metafisika Khusus. Asumsi pertama menganggap objekobjek tertentu mempunyai keserupaan satu sama lain.

Jakarta : PT. Otak itu adalah materi. dunia dan alam atau materi ini sudah ada lebih dahulu. Ajaran materialisme metafisik mengajarkan bahwa materi itu selalu dalam keadaan diam. MATERIALISME Materialisme adalah satu aliran filsafat yang pandangannya bertitik tolak dari materi. Jakarta : PT. sedangkan metodenya mekanis. atau gerak yang berulang-ulang seperti geraknya mesin yang tanpa perkembangan atau peningkatan. Sesuatu peristiwa tidaklah terjadi secara kebetulan namun tiap peristiwa mempunyai pola tetap yang teratur DAFTAR PUSTAKA • Adian. artinya gerak yang yang tetap begitu saja selamanya seperti yang telah terjadi. Materialisme mempunyai banyak macam aliran.menjadi bidang penelaahannya mempunyai sifat keragaman. tetap. Raja Grafindo Persada • Rapar. sedangkan ide ditempatkan sebagai sekundernya. Materialisme memandang bahwa materi itu adalah primer. Asmoro.Bumi • Askara. Ajaran materialisme mekanik ialah bahwa materi itu selalu dalam keadaan gerak atau berubah. Jakarta: komunitas bambu. sedangkan metodenya metafisis.  Materialisme mekanik adalah suatu aliran filsafat yang pandangannya materialis. Jakarta: PT. Sebab materi itu timbul atau ada lebih dulu.Susunan Ilmu Pengetahuan. yaitu materialisme mekanik. kemudian baru ide. Ketiga asliran filsafat itu mempunyai perbedaan-perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Filsafat Umum. Dari banyak macam aliran materialisme itu terdapat tiga aliran yang besar dan pokok. Dan otak itu adalah suatu materi. Geraknya itu adalah gerak yang mekanis.Ilmu Filsafat Suatu pengantar.1993. Tapi seandainya materi itu berubah. Pengantar Metafisika. Matinya metafisika Barat. memperlihatkan sifat berulang dan semuanya jalinmenjalin secara teratur. Donny Gahral. Van. tidak berubah selamanya.Yogyakarta : Pustaka Pelajar • Surajiyo. baru kemudian bisa timbul ide atau pikiran pada kepala manusia. Frederick. tapi materi atau benda yang berpikir. • Sontang. maka . materialisme metafisik dan materialisme dialektik. dan bahkan juga terdapat saling pertentangannya.. Menurut proses zat: Manusia ini tidak bisa berpikir atau tidak bisa mempunyai ide tanpa ada atau tanpa mempunyai otak. ALIRAN MATERIALISME DAN FILSAFAT MERUPAKAN ILMU METAFISIKA 1. Pengantar Filsafat. Jan Hendrik.2004.2002. Yogyakarta : Kanisius.2005. Artinya. • Peursen. Otak atau materi ini yang lebih dulu ada.  Materialisme metafisik adalah suatu aliran filsafat yang pandangannya materialis.2005.2001. Menurut proses waktu: Lama sebelum manusia yang bisa mempunyai ide itu ada atau lahir di dunia. Gramedia Utama. Achmadi. Pandangannya itu berdasarkan atas kenyataan menurut proses waktu dan zat.

Selanjutnya materi itu dalam keadaan yang terpisah-pisah. 1. dan saling bergantung antara yang satu dengan yang lain. saling mempengaruhi. tetapi bertahun-tahun. Kendati demikian. menikmati keenakan dunia dan alam semesta. dalam arti cara kerjanya lumayan berbeda dari cara kerja ilmu pengetahuan lainnya. dengan berfilsafat. Anaximenes ( 585 2. METAFISIKA SEBAGAI CABANG ILMU FILSAFAT Dalam pertemuan ini pun dijelaskan bahwa ada beberapa cabang dalam ilmu filsafat antara lain adalah metafisika. Anaximandros ( 610 -545 3. Bukannya saling terpisah-pisah atau berdiri sendiri. Filsafat terus dan tak bosan-bosannya menggemakan suara kebenaran dan kebaikan. Dalam makalah ini akan menyajikan filsafat matesia lisme dialektika historis yang dikemukakan oleh karl Mark Tokoh-tokohnya. tetap atau tidak berubah.perubahan itu terjadi karena faktor luar atau karena kekuatan dari luar. Materi itu juga selalu dalam keadaan gerak.  Materialisme dialektik adalah suatu aliran filsafat yang pandangannya materialis. Manusia. Karl Marx (1818 -1883) -528) SM) SM) SM) -1679) -1715) -1877) -1903) 2. Bukannya selalu diam. yang hampir sirna oleh pertarungan kepentingan sesaat dan usaha manipulasi yang sering tak terkendali. Spencer (1820 9. Lamettrie (1709 7. sedangkan metodenya dialektis. berubah dan berkembang. Thales ( 625 -545 4. Feuerbach (1804 8. Demokritos (kl.460 -545 5. Gerak materi itu gerak ekstern atau disebut gerak luar. Thomas Hobbes ( 1588 6. dengan filsafat (metafisika) orang dapat menunjukkan bahwa manusia tidak hanya sekedar makhluk yang bisa makan. Ajaran materialisme dialektik mengajarkan bahwa materi itu selalu saling punya hubungan. Filsafat bertugas tidak lain menggemakan kenyataan. dimana cabang filsafat metafisika dipandang sebagai ilmu yang menentang arus. menggemakan lagi nada metafisik kenyataan yang sudah pudar oleh hingar-bingarnya perjuangan memenuhi kebutuhan fisik belaka. H. Filasafat terkadang membuat orang berkerut kening dan bahkan muak lantaran istilah yang aneh-aneh dan untuk memahaminya diperlukan ketekunan filosofis yang memakan waktu tidak cukup berjam-jam. tidak mempunyai dan tidak ada saling hubungan antara yang satu dengan yang lain. .

bertugas mengeksplisitkan prinsip hidup yang sedikit banyak masih implisit adanya dalam diri setiap orang. tetapi tidak berarti kita memahami kehidupan itu secara tuntas. Metafisika tidak mempunyai nilai pada dirinya sendiri. Hubungan aliran/pemikiran ini adalah dalam menghukum seseorang haruslah terlebih dahulu diatur hukumnya (berupa materi) tidak dapat megawangawang karna akan menimbulkan kesewenang-wenangan dari penguasa dan tidak adanya kepastian hukum. kita semua berkemampuan filosofis. refleksi akan mengambang tanpa makna dan isi. Filsafat ingin mengangkat ke permukaan kebijaksanaan hidup yang lebih sering didominir oleh keputusan kepentingan tertentu. dari kodratnya.Sebagai manusia yang. filsafat mengangkat engalaman hidup untuk mencari prinsip-prinsip dasar. karena perumusan merupakan kegiatan abstraksi dari kenyataan. Dengan demikian diharapkan bahwa kita sampai pada Sang Illahi yang disebut Allah oleh orang yang beragama. Hidup perlu ditangkap dalam keseluruhannya. sehingga sia-sia. Ilmu. Kalau tidak berdasarkan pengalaman. Dalam perumusan sudah tersirat tanda bahwa manusia tidak terikat oleh apa yang kini dipegangnya. manusia mencari rumusan baru tentang kenyataan fisik dan metafisik. Pengalaman langsung tetap kaya dan dalam. Dalam ilmu hukum pandangan ini lah yang melahirkan adanya asas legalitas dimana “Seseorang tidak dapat dipidana bila tidak ada hukum yang mengaturnya” dengan kata lain aliran ini cikal bakal munculnya asas Legalitas yang bertujuan menjujung kepastian hukum. dibangun refleksi yang spesifik. metafisika mengajarkan kepada kita kebijaksanaan hidup. mengabdi pada kehidupan yang kita alami secara langsung. berakalbudi. Metafisika berangkat dari yang kita alami sampai kepada prinsip-prinsip dasar. merupakan petunjuk adanya kemampuan transedental dalam diri manusia. Filsafat. Tetapi sekaligus. hanya menunjuk pada keseluruhan dan pada yang paling dasar dari pengalaman langsung. pada giliranya. Abstraksi. bahasa metafisika bersifat integratif dan indikatif. . REFLEKSI: Aliran Materialisme mengajarkan bahwa inti segala sesuatu adalah materi atau dengan kata lain haruslah berwujud dan tidak boleh mengawang-awang. tetapi sebagai salah satu jalan memperkaya kehidupan dengan jalan merefleksikan dan mengangkatnya ke permukaan. Pengalaman itu disistematisir. Selain itu. dalam kedudukanya sebagai salah satu ilmu. Karna bisa kita bayangkan dalam sejarah sebelum adanya asas legalitas ini dimana kekuasaan dapat menghukum orang meski tanpa ada peraturan terlebih dulu. dengan menyadari keterbatasan daya pikir manusia. Titik tolaknya selalu pengalaman nyata inderawi. termasuk metafisika. Filsafat (metafisika) tidak pernah berangkat dari dunia awang-awang atau khayalan. Dengan metafisika kita berusaha menyatakan semua pengalaman kita dengan mengangkat dasarnya yang paling dalam. bahasa metafisika tetap terbatas. Dengan akalnya. Ia mau menempatkan seluruh kekiniannya itu dalam konteks yang lebih luas dan mendasar: prinsip hidup. Dari segi bahasa. filsafat. dan teologi. Kemudian berdasarkan pengalaman itu.

Monistik :Proses berfikir sebagai aktivitas elektro-kimia dari otak Dualistic :Membedakan antara zat dan kesadaran yang bagi mereka berbeda secara generic. Mekanistik :Melihat gejala alam. Tafsiran dalam Metafisika: Animisme :Dalam dunia ini terdapat wujud-wujud gaib yang bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dubandingkan alam yang nyata. Metafisika melampaui pengalaman denagn objek yang non-empiris. temasuk manusia yang merupaka gejala mkimi-fisika semata. persoalan kosmologis. Adapun pendapat lain yang menyebutkan Metafisika : merupakan cabang filsafat yang mempersoalkan tentang hakikat yang tersimpul dibelakang dunia fenomenal. Vitalistik :Hidup adalah sesuatu yang unik dan berbeda secara subtansi dengan proses di atas. Diposkan oleh randy di 08:41 Kirimkan Ini lewat Email . Materialisme :Apa yang ada di dunia ini yang dapat kita pelajari.Ada beberapa cabang dalam filsafat yang salah satunya adalah METAFISIKA. secara subtansif. Persoalan-persoalan metafisis dibedakan menjadi tiga yaitu persoalan ontologism. Cabang ini memiliki definisi studi tentang sifat yang terdalam dari kenyataan / keberadaan. dan persoalan antropologis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful