Makalah Fisafat Ilmu Metafisika

KATA PENGANTAR Bismillahirrohmanirrokhim Makalah Fisafat Ilmu Metafisika Kalimat syukur yang tak terhingga kamu haturkan kepada Allah SWT, karena hanya dengan ma’unah dan karamahNya, kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Shalawat serta salam tak lupa juga semoga tetap selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, nabi penutup akhir zaman dan juga sebagai figur teladan bagi seluruh umat islam di dunia. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada bapak dosen fisafat ilmu yang telah memberikan kesempatan bagi kami untuk menysusun makalah ini sebagai salah satu media pembelajaran dalam mata kuliah ini. Kami telah berusaha menyusun makalah ini sebaik mengkin, akan tetapi tentu makalah ini masih jauh dari sempurna. Maka dari itu, kami membuka pintu saran dan kritik yang tentunya membangun dalam rangka ke depannya agar bisa menjadi lebih baik. Harapan kami, semoga makalah ini mampu memberikan manfaat bagi kami maupun orang lain khusunya para pembaca. Malang, 24 April 2009 Penyusun BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Dewasa ini, khususnya ketika zaman pembaharuana seperti ini ketika prinsip, nilai dan asumsi harus mempunyaifundamental yang kuat untuk dipahami atau diterima di tengah-tengah masyarakat. Maka dengan kehadiran atau pengajaran salah satu cabang ilmu filsafat yaitu metafisika atau yang sering disebut sebagai filsafat dasar, merupakan salah satu langkah yang baik. Hal itu dikarenakan dalam metafisika mempunyai arti yang secara sederhana merupakan sebuah filsafat dasar, pencarian dan persoalan tentang prinsip utama, selain itumetafisika juga merupakan sebuah usaha untuk mengkritik setiap titik tolak fundamental tanpa dengan mengasumsikan titik tolak fundamental tersebut. Sebagaimana yang telah dituliskan Aristoteles yang merupakan seorang filsuf dalam bukunya yang berjudul Metapysica mengemukakan mengenai beberapa gagasannya mengenai metafisika, antara lain yaitu: (a) Metafisika sebagai kebijaksanaan (shopia), ilmu pengetahuan yang mencari prinsip-prinsip fundamental dan penyebabpenyebab pertama. (b) Metafisika sebagai ilmu yang bertugas mempelajari yang ada sebagai sebagai yang ada. (c) Metafisika sebagai ilmu yang paling luhur dan sempurna yang menjadi dasar bagi realita yang kemudian sering disebut ilmu teologi. 1.2. Rumusan masalah 1.2.1. Bagaimana pengertian dan jenis-jenis metafisika ? 1.2.2. Bagaimana hubungan metafisika dengan ilmu pengetahuan ? 1.2.3. Bagaimana asumsi dan peluang metafisika dalam ilmu pengetahuan ? 1.3. Tujuan masalah 1.3.1. Untuk mengetahui pengertian dan jenis-jenis metafisika. 1.3.2. Untuk mengetahui hubungan antara metafisika dengan ilmu pengetahuan. 1.3.3. Untuk megetahui asumsi dan peluang metafisika dalam ilmu pengetahuan. BAB II PEMBAHASAN

melainkan yang tidak kelihatan. Dualisme Dualisme mengajarkan bahwa substansi individual terdiri dari dua tipe fundamental yang berbeda. Metafisika Khusus. Sedangkan metafisika khusus. teori ini menolak hal-hal yang tidak kelihatan. Dalam metafisika khusus terdapat tiga bidang. Metafisika Umum atau Ontologi. Maka dari tu. Kosmologi Secara etimologi. Istilah metafisika itu berasal dari bahasa Yunani. sesudah atau sebalik. kosmos yang berarti dunia atau ketertiban. Materialisme Materialisme merupakan kebalikan dari idealisme. pada teori dualisme mengakui bahwa realitas terdiri dari materi atau yang ada secara fisis dan mental atau yang keberadaanya tidak keliahatan secara fisis. Idealisme Teori ini mengajarkan bahwa ada yang sesungguhnya berada di dunia ide atau gagasan.1. lebih membahas segala sesuatu yang ada secara lebih khusus atau dengan kata lain pada metafisika khusus membahas penerapan prinsip-prinsip atau dasar-dasar terhadap bidang-bidang yang bersifat khusus. Pembahsan itu dilakukan dengan membedakan dan memisahkan eksistensi (keberadaan) yang sesungguhnya dari penampakan atau penampilan eksistensi tersebut. realitas yang sesungguhnya bukanlah yang kelihatan. Kata metafisika itu saat ini memiliki berbagai arti. secara umum dapat diartikan bahwa metafisika merupkan suatu peembahasan filsafati yang komprehensif mengenai seluruh realitas atau mengenai segala sesuatu yang ada. Jadi. yaitu: 2.1. ada yang sesungguhnya adalah keberadaannya semata-mata bersifat material atau sama sekali bergantung pada material.2. Segala sesuatu yang tampak dan berwujud nyata dalam alam indrawi hanya merupakan gambaran atau bayangan dari yang sesungguhnya. Aristoteles yang juga merupakan seorang filsuf sendiri tidak menggunakan istilah metafisika dan fisika. Logos yang berarti percakapan atau ilmu. Metafisika umum. yaitu: a. b. Kedua tipefundamental dari substansi itu ialah material dan mental. . yang berada di dunia ide. Bagi materialisme. Salah satu diantaranya metafisika bisa berarti upaya untuk megkarakterisasi eksistensi atau realitas sebagai suatu keseluruhan. Kata meta yang berarti selain. 2. Secara keseluruhan maksudnya yaitu ilmu yang menyelidiki hakikat segala sesuatu dari alam nyata dengan tidak terbatas pada apa yang dapat ditangkap oleh panca inderasaja. dan fisik yang berarti alam nyata.2.1. Akan tetapi. c. yaitu: a. Metode yang sering digunakan bersifat rasional dan justru halitulah yang membedakannya dari berbagai kisah asal mula dan struktur alam. Adapun jenis-jenis metafisika secara umum terbagi menjadi dua jenis. Pengertian dan jenis-jenis metafisika. melainkan filsafat pertama untuk metafisika dan filsafat kedua untuk fisika. kosmologi berarti percakapan tentang dunia atau alam dan ketertiban yang fundamentaldari seluruh realitas. seluruh realitas hanya mungkin dijelaskan secara materialistis. Istilah ini juga bisa berarti sebagai usaha untuk menyelidiki alam yang berada diluar pengalaman atau menyelidiki apakah hakikat yang berada dibalik realitas. yang juga populer dengan nama ontologi itu membahas segala sesuatu yang ada secara menyeluruh dan sekaligus.1. Dengan kata lain. kosmologi berasal dari dua kata. Dengan demikian. Kosmologi memandang alam sebagai suatu totalitas (keseluruhan) dari fenomena dan berupaya untuk memadukan spekulasi metafisika dengan hasil pemikiran ilmiah dalam suatu kerangka yang koheren. meta physika (sesudah fisika). Dalam metafisika umum terdapat tiga teori yang terkenal.

filsafat antropologi berupaya menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut sebagaimana adanya. (1) subjek. status maupun realisasi-realisasinya. melainkan saling melengkapi di dalam pemahaman manusia tentang seluruh kenyataan. Teologi metafisik Teologi metafisika sering juga dikenal dengan nama theodicea kendati sesungguhnya theodicea hanyalah merupakan bagian dari teologi metafisik theodicea sebenarnya hanya membahas dan membenarkan kepercayaan kepada Allah yang Maha Kuasa di tengah-tengah ralaitas kejahatan yang merajlela di dunia ini. namun masing-masing menurut aspek formal tersendiri dan dengan memakai metode ilmiah yang sesuai.2. dan lainnya merupakan pandangan yang sesat. dan metafisika. postulat. artinya permasalahan yang tidak memungkinkan untuk dijawab. Wittgenstein menyatakan terdapat tiga persoalan metafisika. c. manusia tidak hidup untuk mengalami pengalaman kematian. terutama Albert Einstein. Hubungan metafisika dengan ilmu pengetahuan. peristiwa sejarah. Tata hubungan metafisika dengan ilmu-ilmu khusus adalah keduanya tidak dapat saling mengecualikan dan mengucilkan. maka semua taraf ilmiah juga dapat disesuaikan satu sama lain. 2. antara lain adalah yang menganut paham positivisme logis dengan menyatakan bahwa metafisika tidak bermakna. eksistensi. Ayer menunjang argumentasinya dengan membuat criterion of verifiability atau keadaan dapat diverifikasi. kematian bukanlah sebuah peristiwa dalam kehidupan. hingga dengan kedalaman kontemplasi serta imajinasi akan dapat membuka kemungkinan-kemungkinan (peluang-peluang) konsepsi teoritis. bahwa sesuatu yang tidak dapat diungkapkan secara logis sebaiknya didiamkan saja. Metafisika ternyata mendapat penentangan dari beberapa ilmuwan. yakni ketika kumpulan kepercayaan belum lengkap faktanya. Dengan demikian Wittgenstein menyimpulkan. asumsi. yang merasakan perlunya membuat formula konsepsi metafisika sebagai konsekuensi dari penemuan ilmiahnya. Katsoff menyatakan bahwa agaknya Ayer berupaya untuk menunjukkan bahwa natutalisme. Ayer menyatakan bahwas sebagian besar perbincangan yang dilakukan oleh para filsuf sejak dahulu sesungguhnya tidak dapat dipertanggungjawabkan dan juga tidak ada gunanya . pengalaman personal. melainkan lebih dapat dikatakan sebagai batas dari dunia. materialisme. Filsafat antropologi Filsafat antropologi adalah bagian dari metafisika khusus yang mempersoalkan apakah manusia itu? Dengan kata lain. hal-hal yang tak dapat diungkapkan (inexpressible) ke dalam bahasa yang bersifat logis. Mereka saling melengkapi untuk mencapai pemahaman menyeluruh mengenai kenyataan. Ia tidak menampakkan diri-Nya di dunia. Penentang lain Ludwig Wittgenstein menyatakan bahwa metafisika bersifat the Mystically. tesis. antara lain adalah ilmu pengetahuan lain. hal ini hanya dapat dipenuhi dari hasil permenungan metafisik yang dalam banyak hal memang bersifat spekulatif dan intutitif. upaya-upaya untuk memecahkan masalah yang tak dapat dipecahkan oleh paradigma keilmuan yang lama dan selama ini dianggap mampu memecahkan masalah membutuhkan paradigma baru. Alfred J. Problem yang diajukan dalam bidang metafisika adalah problem semu (pseudo-problems). maka ia mesti dipasok dari luar. Sebenarnya semua ilmu menyelidiki seluruh kenyataan. Sebab kenyataan itu hanya satu. pemecahan masalah baru. dan paradigma baru untuk memecahkan masalah yang ada. Misalnya adalah. Manfaat metafisika bagi pengembangan ilmu dikatakan oleh Thomas Kuhn terletak pada awal terbentuknya paradigma ilmiah. Berkaitan dengan pendapat Ayer tersebut. dan (3) Tuhan. baik menyangkut esensi. Oleh karena itu sama sekali tidak usah ada pertentangan dan persaingan antara metafisika dan ilmu-ilmu khusus. dikatakannya bukan merupakan dunia atau bagian dari dunia. (2) kematian. Namun pada kenyataannya banyak ilmuwan besar. .b.

sifat dan sebagainya. Ketika pemahaman aliran-aliran filsafat tersebut dipertemukan dengan ranah epistemologis atau dihadapkan pada fenomena dinamika perkembangan ilmu pengetahuan akan menghasilkan percabangan disiplin ilmu baru (Kennick). bagaimanakah cara kita memperoleh pengetahuan?. Asumsi dan peluang metafisika dalam ilmu pengetahuan. Situasi semacam ini dinyatakan oleh Van Peursen sangat diperlukan untuk pengembangan ilmu dalam rangka menerapkan heuristika. Alam merupakan suatu sistem yang teratur yang tunduk kepada hukum-hukum tertentu. memperlihatkan sifat berulang dan semuanya jalinmenjalin secara teratur. Berbagai perdebatan dalam metafisika mengenai realitas. Sumbangan metafisika pada ilmu pengetahuan adalah persinggungan antara metafisika dan/atau ontologi dengan epistemologi. artinya sifat-sifat pokok dari suatu benda tidak berubah dalam jangka waktu tertentu. Asumsi yang kedua adalah anggapan bahwa suatu benda tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan dalam epistemologi yang dimulai dari pertanyaan. Berkaitan dengan pembentukan minat intelektual. dan lainnya sebagaimana telah dikemukakan di depan yang telah melahirkan berbagai pandangan yang berbeda satu sama lain secara otomatis juga melahirkan berbagai aliran pemahaman yang lazim dinyatakan sebagai aliran-aliran filsafat awal. maka metafisika mengajarkan mengenai cara berpikir yang serius dan mendalam tentang hakikat-hakikat segala sesuatu yang brersifat enigmatik. maka muncullah rasionalisme. yang dijawab salah satunya oleh Descartes. hingga pada akhirnya melahirkan sikap ingin tahu (need for curiosity) yang tinggi sebagaimana mestinya dimiliki oleh para intelektual. . umpamanya dalam hal bentuk. struktur. Ilmu mengemukakan beberapa asumsi mengenai objek empiris. Klasifikasi merupakan pendekatan keilmuan yang pertama terhadap objek-objek yang ditelaahnya dan taxonomi merupakan cabang keilmuan yang mula-mula sekali berkembang. Ilmu menganggap bahwa objek-objek empiris yang menjadi bidang penelaahannya mempunyai sifat keragaman. Asumsi pertama menganggap objekobjek tertentu mempunyai keserupaan satu sama lain. maka muncullah paham materialisme. Tercakup dalam pengertian ini adalah pengakuan bahwa benda-benda dalam jangka panjang akan mengalami perubahan dan jangka waktu ini berbeda-beda untuk tiap benda. bahwa kita memperoleh pengetahuan melalui akal.Sumbangan metafisika terhadap ilmu pengetahuan tidak dapat disangkal lagi adalah pada fundamental ontologisnya. 2. hingga menjadikan para metafisikus menyodorkan cara berpikir yang cenderung subjektif dan mencipatakn terminologi filsafat yang khas. Bahwa hujan diawali dengan awan tebal dan langit mendung. Kegiatan keilmuan bertujuan mempelajari tingkah laku suatu objek dalam suatu keadaan tertentu. Oleh sebab itu ilmu hanya menuntut adanya kelestarian yang relatif. misalnya adalah kepastian ilmiah dalam metode skeptis Descartes. ia hanya dapat diperoleh jika kita bertitik tolak dari premis yang paling kuat (Cogito Ergo Sum). Dalam metafisika yang mempertanyakan. Sesuatu peristiwa tidaklah terjadi secara kebetulan namun tiap peristiwa mempunyai pola tetap yang teratur. Konsep ilmu yang lebih lanjut seperti konsep perbandingan (komparatif) dan kuantitatif hanya dimungkinkan dengan adanya taxonomi yang baik. sebab alam perjalanan waktu tiap benda akan mengalami perubahan. dan lainnya. maka ia telah melahirkan aliran empirisme. Secara lebih terperinci ilmu mempunyai tiga asumsi mengenai objek empiris. hal ini bukanlah merupakan suatu kebetulan tetapi memang polanya sudah demikian. Berdasarkan ini maka kita dapat mengelompokkan beberapa objek yang serupa ke dalam satu golongan. apakah hakikat terdalam dari kenyataan? yang di antaranya dijawab bahwa hakikat terdalam dari kenyataan adalah materi. Metafisika menuntut orisinalitas berpikir yang biasanya muncul melalui kontemplasi atau intuisi berupa kilatan-kilatan mendadak akan sesuatu.3. John Locke yang menjawab pertanyaan tersebut bahwa pengetahuan diperoleh dari pengalaman. ada-tiada. Metafisika mengajarkan pada peminat filsafat untuk mencari prinsip pertama (first principle) sebagai kebenaran yang paling akhir. Walaupun begitu tidak mungkin kita menuntut adanya kelestarian yang absolut. Kegiatan ini jelas tidak mungkin dilakukan bila objek selalu berubah-ubah tiap waktu. Kejadian ini akan berulang dengan pola yang sama.

• Peursen. Jan Hendrik. karena hanya dengan ma’unah dan karamahNya. Matinya metafisika Barat. Raja Grafindo Persada • Rapar. Jakarta: komunitas bambu. Ilmu mengemukakan beberapa asumsi mengenai objek empiris. Frederick. Aristoteles yang juga merupakan seorang filsuf sendiri tidak menggunakan istilah metafisika dan fisika. Shalawat serta salam tak lupa juga semoga tetap selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. • Sontang. kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya.2005. Jakarta : PT. Tata hubungan metafisika dengan ilmu-ilmu khusus adalah keduanya tidak dapat saling mengecualikan dan mengucilkan. memperlihatkan sifat berulang dan semuanya jalinmenjalin secara teratur. Jakarta : PT. Sesuatu peristiwa tidaklah terjadi secara kebetulan namun tiap peristiwa mempunyai pola tetap yang teratur DAFTAR PUSTAKA • Adian. meta physika (sesudah fisika).Bumi • Askara. nabi penutup akhir zaman dan juga sebagai figur teladan bagi seluruh umat islam di dunia. Maka dari itu. dan fisik yang berarti alam nyata. Asmoro. Secara keseluruhan maksudnya yaitu ilmu yang menyelidiki hakikat segala sesuatu dari alam nyata dengan tidak terbatas pada apa yang dapat ditangkap oleh panca indera saja. Sebenarnya semua ilmu menyelidiki seluruh kenyataan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada bapak dosen fisafat ilmu yang telah memberikan kesempatan bagi kami untuk menysusun makalah ini sebagai salah satu media pembelajaran dalam mata kuliah ini. Yogyakarta : Kanisius. melainkan saling melengkapi di dalam pemahaman manusia tentang seluruh kenyataan.Yogyakarta : Pustaka Pelajar • Surajiyo.BAB III KESIMPULAN Istilah metafisika itu berasal dari bahasa Yunani.2005. Gramedia Utama.2002.1993. Kata meta yang berarti selain. kami membuka pintu saran dan kritik yang tentunya membangun dalam rangka ke depannya agar bisa . Makalah Fisafat Ilmu Metafisika KATA PENGANTAR Bismillahirrohmanirrokhim Makalah Fisafat Ilmu Metafisika Kalimat syukur yang tak terhingga kamu haturkan kepada Allah SWT. akan tetapi tentu makalah ini masih jauh dari sempurna. Pengantar Metafisika. sesudah atau sebalik. Filsafat Umum. namun masing-masing menurut aspek formal tersendiri dan dengan memakai metode ilmiah yang sesuai. Ilmu menganggap bahwa objek-objek empiris yang menjadi bidang penelaahannya mempunyai sifat keragaman. Donny Gahral.Ilmu Filsafat Suatu pengantar. Van. Kami telah berusaha menyusun makalah ini sebaik mengkin.Susunan Ilmu Pengetahuan. yaitu: Metafisika Umum atau Ontologi dan Metafisika Khusus. Jakarta: PT.2004.2001. Pengantar Filsafat. Achmadi. melainkan filsafat pertama untuk metafisika dan filsafat kedua untuk fisika Adapun jenis-jenis metafisika secara umum terbagi menjadi dua jenis.

Bagaimana hubungan metafisika dengan ilmu pengetahuan ? 1. selain itumetafisika juga merupakan sebuah usaha untuk mengkritik setiap titik tolak fundamental tanpa dengan mengasumsikan titik tolak fundamental tersebut. Metafisika Umum atau Ontologi. 1. Istilah ini juga bisa berarti sebagai usaha untuk menyelidiki alam yang berada diluar pengalaman atau menyelidiki apakah hakikat yang berada dibalik realitas. Latar belakang Dewasa ini. 24 April 2009 Penyusun BAB I PENDAHULUAN 1. meta physika (sesudah fisika). Harapan kami. melainkan filsafat pertama untuk metafisika dan filsafat kedua untuk fisika. Secara keseluruhan maksudnya yaitu ilmu yang menyelidiki hakikat segala sesuatu dari alam nyata dengan tidak terbatas pada apa yang dapat ditangkap oleh panca inderasaja.3. Hal itu dikarenakan dalam metafisika mempunyai arti yang secara sederhana merupakan sebuah filsafat dasar. Aristoteles yang juga merupakan seorang filsuf sendiri tidak menggunakan istilah metafisika dan fisika.3.1.1.3. Kata meta yang berarti selain.1. Adapun jenis-jenis metafisika secara umum terbagi menjadi dua jenis. Bagaimana pengertian dan jenis-jenis metafisika ? 1. Bagaimana asumsi dan peluang metafisika dalam ilmu pengetahuan ? 1. Rumusan masalah 1.3. Kata metafisika itu saat ini memiliki berbagai arti. (c) Metafisika sebagai ilmu yang paling luhur dan sempurna yang menjadi dasar bagi realita yang kemudian sering disebut ilmu teologi. Salah satu diantaranya metafisika bisa berarti upaya untuk megkarakterisasi eksistensi atau realitas sebagai suatu keseluruhan.3. secara umum dapat diartikan bahwa metafisika merupkan suatu peembahasan filsafati yang komprehensif mengenai seluruh realitas atau mengenai segala sesuatu yang ada. (b) Metafisika sebagai ilmu yang bertugas mempelajari yang ada sebagai sebagai yang ada.1. Untuk megetahui asumsi dan peluang metafisika dalam ilmu pengetahuan.1.1.2. 1. Tujuan masalah 1. Untuk mengetahui hubungan antara metafisika dengan ilmu pengetahuan.2. Untuk mengetahui pengertian dan jenis-jenis metafisika. Pengertian dan jenis-jenis metafisika. Sebagaimana yang telah dituliskan Aristoteles yang merupakan seorang filsuf dalam bukunya yang berjudul Metapysica mengemukakan mengenai beberapa gagasannya mengenai metafisika.2. .menjadi lebih baik. sesudah atau sebalik.2. khususnya ketika zaman pembaharuana seperti ini ketika prinsip. pencarian dan persoalan tentang prinsip utama. Malang. Istilah metafisika itu berasal dari bahasa Yunani. antara lain yaitu: (a) Metafisika sebagai kebijaksanaan (shopia). merupakan salah satu langkah yang baik. 1.3. BAB II PEMBAHASAN 2. dan fisik yang berarti alam nyata. ilmu pengetahuan yang mencari prinsip-prinsip fundamental dan penyebabpenyebab pertama.2. Akan tetapi. semoga makalah ini mampu memberikan manfaat bagi kami maupun orang lain khusunya para pembaca. Maka dengan kehadiran atau pengajaran salah satu cabang ilmu filsafat yaitu metafisika atau yang sering disebut sebagai filsafat dasar. yaitu: 2. nilai dan asumsi harus mempunyaifundamental yang kuat untuk dipahami atau diterima di tengah-tengah masyarakat.2.

teori ini menolak hal-hal yang tidak kelihatan. Dengan demikian. c. Sebenarnya semua ilmu menyelidiki seluruh kenyataan. Tata hubungan metafisika dengan ilmu-ilmu khusus adalah keduanya tidak dapat saling mengecualikan dan mengucilkan. Segala sesuatu yang tampak dan berwujud nyata dalam alam indrawi hanya merupakan gambaran atau bayangan dari yang sesungguhnya. kosmologi berasal dari dua kata. baik menyangkut esensi. Oleh karena itu sama sekali tidak usah ada pertentangan dan persaingan . kosmos yang berarti dunia atau ketertiban.2. Hubungan metafisika dengan ilmu pengetahuan. Sedangkan metafisika khusus.1. eksistensi. Kosmologi memandang alam sebagai suatu totalitas (keseluruhan) dari fenomena dan berupaya untuk memadukan spekulasi metafisika dengan hasil pemikiran ilmiah dalam suatu kerangka yang koheren. Kosmologi Secara etimologi. seluruh realitas hanya mungkin dijelaskan secara materialistis. yang berada di dunia ide. status maupun realisasi-realisasinya. filsafat antropologi berupaya menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut sebagaimana adanya.Metafisika umum. 2. kosmologi berarti percakapan tentang dunia atau alam dan ketertiban yang fundamentaldari seluruh realitas. Materialisme Materialisme merupakan kebalikan dari idealisme. Pembahsan itu dilakukan dengan membedakan dan memisahkan eksistensi (keberadaan) yang sesungguhnya dari penampakan atau penampilan eksistensi tersebut. Idealisme Teori ini mengajarkan bahwa ada yang sesungguhnya berada di dunia ide atau gagasan. Dengan kata lain. melainkan yang tidak kelihatan. pada teori dualisme mengakui bahwa realitas terdiri dari materi atau yang ada secara fisis dan mental atau yang keberadaanya tidak keliahatan secara fisis. Metode yang sering digunakan bersifat rasional dan justru halitulah yang membedakannya dari berbagai kisah asal mula dan struktur alam. Bagi materialisme. b. yaitu: a. Metafisika Khusus. Dualisme Dualisme mengajarkan bahwa substansi individual terdiri dari dua tipe fundamental yang berbeda. Dalam metafisika khusus terdapat tiga bidang. Filsafat antropologi Filsafat antropologi adalah bagian dari metafisika khusus yang mempersoalkan apakah manusia itu? Dengan kata lain. ada yang sesungguhnya adalah keberadaannya semata-mata bersifat material atau sama sekali bergantung pada material. Logos yang berarti percakapan atau ilmu. Dalam metafisika umum terdapat tiga teori yang terkenal. 2. b. Kedua tipefundamental dari substansi itu ialah material dan mental. yang juga populer dengan nama ontologi itu membahas segala sesuatu yang ada secara menyeluruh dan sekaligus. melainkan saling melengkapi di dalam pemahaman manusia tentang seluruh kenyataan. yaitu: a. realitas yang sesungguhnya bukanlah yang kelihatan. lebih membahas segala sesuatu yang ada secara lebih khusus atau dengan kata lain pada metafisika khusus membahas penerapan prinsip-prinsip atau dasar-dasar terhadap bidang-bidang yang bersifat khusus. Maka dari tu. Jadi.2. Teologi metafisik Teologi metafisika sering juga dikenal dengan nama theodicea kendati sesungguhnya theodicea hanyalah merupakan bagian dari teologi metafisik theodicea sebenarnya hanya membahas dan membenarkan kepercayaan kepada Allah yang Maha Kuasa di tengah-tengah ralaitas kejahatan yang merajlela di dunia ini. namun masing-masing menurut aspek formal tersendiri dan dengan memakai metode ilmiah yang sesuai. c.

maka muncullah rasionalisme. dan lainnya. Penentang lain Ludwig Wittgenstein menyatakan bahwa metafisika bersifat the Mystically. yakni ketika kumpulan kepercayaan belum lengkap faktanya. manusia tidak hidup untuk mengalami pengalaman kematian. Sebab kenyataan itu hanya satu. dan lainnya merupakan pandangan yang sesat. bahwa sesuatu yang tidak dapat diungkapkan secara logis sebaiknya didiamkan saja. hingga dengan kedalaman kontemplasi serta imajinasi akan dapat membuka kemungkinan-kemungkinan (peluang-peluang) konsepsi teoritis. Ayer menyatakan bahwas sebagian besar perbincangan yang dilakukan oleh para filsuf sejak dahulu sesungguhnya tidak dapat dipertanggungjawabkan dan juga tidak ada gunanya . (2) kematian. . dan paradigma baru untuk memecahkan masalah yang ada. ada-tiada. yang dijawab salah satunya oleh Descartes. artinya permasalahan yang tidak memungkinkan untuk dijawab. Namun pada kenyataannya banyak ilmuwan besar. yang merasakan perlunya membuat formula konsepsi metafisika sebagai konsekuensi dari penemuan ilmiahnya. tesis. bahwa kita memperoleh pengetahuan melalui akal. Sumbangan metafisika pada ilmu pengetahuan adalah persinggungan antara metafisika dan/atau ontologi dengan epistemologi. dan (3) Tuhan. Ketika pemahaman aliran-aliran filsafat tersebut dipertemukan dengan ranah epistemologis atau dihadapkan pada fenomena dinamika perkembangan ilmu pengetahuan akan menghasilkan percabangan disiplin ilmu baru (Kennick). pengalaman personal. melainkan lebih dapat dikatakan sebagai batas dari dunia. Mereka saling melengkapi untuk mencapai pemahaman menyeluruh mengenai kenyataan. Berbagai perdebatan dalam metafisika mengenai realitas. Sumbangan metafisika terhadap ilmu pengetahuan tidak dapat disangkal lagi adalah pada fundamental ontologisnya. maka ia telah melahirkan aliran empirisme. Sedangkan dalam epistemologi yang dimulai dari pertanyaan. dan metafisika. Manfaat metafisika bagi pengembangan ilmu dikatakan oleh Thomas Kuhn terletak pada awal terbentuknya paradigma ilmiah. maka ia mesti dipasok dari luar. bagaimanakah cara kita memperoleh pengetahuan?. terutama Albert Einstein. Ia tidak menampakkan diri-Nya di dunia. Ayer menunjang argumentasinya dengan membuat criterion of verifiability atau keadaan dapat diverifikasi. upaya-upaya untuk memecahkan masalah yang tak dapat dipecahkan oleh paradigma keilmuan yang lama dan selama ini dianggap mampu memecahkan masalah membutuhkan paradigma baru. Wittgenstein menyatakan terdapat tiga persoalan metafisika. John Locke yang menjawab pertanyaan tersebut bahwa pengetahuan diperoleh dari pengalaman. apakah hakikat terdalam dari kenyataan? yang di antaranya dijawab bahwa hakikat terdalam dari kenyataan adalah materi. hal-hal yang tak dapat diungkapkan (inexpressible) ke dalam bahasa yang bersifat logis.antara metafisika dan ilmu-ilmu khusus. Dalam metafisika yang mempertanyakan. pemecahan masalah baru. postulat. antara lain adalah yang menganut paham positivisme logis dengan menyatakan bahwa metafisika tidak bermakna. Katsoff menyatakan bahwa agaknya Ayer berupaya untuk menunjukkan bahwa natutalisme. kematian bukanlah sebuah peristiwa dalam kehidupan. Berkaitan dengan pendapat Ayer tersebut. materialisme. hal ini hanya dapat dipenuhi dari hasil permenungan metafisik yang dalam banyak hal memang bersifat spekulatif dan intutitif. maka muncullah paham materialisme. Dengan demikian Wittgenstein menyimpulkan. antara lain adalah ilmu pengetahuan lain. Misalnya adalah. Problem yang diajukan dalam bidang metafisika adalah problem semu (pseudo-problems). dan lainnya sebagaimana telah dikemukakan di depan yang telah melahirkan berbagai pandangan yang berbeda satu sama lain secara otomatis juga melahirkan berbagai aliran pemahaman yang lazim dinyatakan sebagai aliran-aliran filsafat awal. dikatakannya bukan merupakan dunia atau bagian dari dunia. asumsi. Alfred J. maka semua taraf ilmiah juga dapat disesuaikan satu sama lain. peristiwa sejarah. Metafisika ternyata mendapat penentangan dari beberapa ilmuwan. (1) subjek.

melainkan filsafat pertama untuk metafisika dan filsafat kedua untuk fisika Adapun jenis-jenis metafisika secara umum terbagi menjadi dua jenis. Sebenarnya semua ilmu menyelidiki seluruh kenyataan. sebab alam perjalanan waktu tiap benda akan mengalami perubahan. ia hanya dapat diperoleh jika kita bertitik tolak dari premis yang paling kuat (Cogito Ergo Sum). Ilmu menganggap bahwa objek-objek empiris yang menjadi bidang penelaahannya mempunyai sifat keragaman. Ilmu mengemukakan beberapa asumsi mengenai objek empiris. Bahwa hujan diawali dengan awan tebal dan langit mendung. struktur. Berkaitan dengan pembentukan minat intelektual. Berdasarkan ini maka kita dapat mengelompokkan beberapa objek yang serupa ke dalam satu golongan. Tercakup dalam pengertian ini adalah pengakuan bahwa benda-benda dalam jangka panjang akan mengalami perubahan dan jangka waktu ini berbeda-beda untuk tiap benda. Secara keseluruhan maksudnya yaitu ilmu yang menyelidiki hakikat segala sesuatu dari alam nyata dengan tidak terbatas pada apa yang dapat ditangkap oleh panca indera saja.3.Metafisika menuntut orisinalitas berpikir yang biasanya muncul melalui kontemplasi atau intuisi berupa kilatan-kilatan mendadak akan sesuatu. Aristoteles yang juga merupakan seorang filsuf sendiri tidak menggunakan istilah metafisika dan fisika. 2. melainkan saling melengkapi di dalam pemahaman manusia tentang seluruh kenyataan. yaitu: Metafisika Umum atau Ontologi dan Metafisika Khusus. namun masing-masing menurut aspek formal tersendiri dan dengan memakai metode ilmiah yang sesuai. Walaupun begitu tidak mungkin kita menuntut adanya kelestarian yang absolut. hal ini bukanlah merupakan suatu kebetulan tetapi memang polanya sudah demikian. BAB III KESIMPULAN Istilah metafisika itu berasal dari bahasa Yunani. Konsep ilmu yang lebih lanjut seperti konsep perbandingan (komparatif) dan kuantitatif hanya dimungkinkan dengan adanya taxonomi yang baik. Asumsi yang kedua adalah anggapan bahwa suatu benda tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu. Alam merupakan suatu sistem yang teratur yang tunduk kepada hukum-hukum tertentu. Kejadian ini akan berulang dengan pola yang sama. Kegiatan keilmuan bertujuan mempelajari tingkah laku suatu objek dalam suatu keadaan tertentu. sifat dan sebagainya. hingga pada akhirnya melahirkan sikap ingin tahu (need for curiosity) yang tinggi sebagaimana mestinya dimiliki oleh para intelektual. Klasifikasi merupakan pendekatan keilmuan yang pertama terhadap objek-objek yang ditelaahnya dan taxonomi merupakan cabang keilmuan yang mula-mula sekali berkembang. umpamanya dalam hal bentuk. meta physika (sesudah fisika). misalnya adalah kepastian ilmiah dalam metode skeptis Descartes. Sesuatu peristiwa tidaklah terjadi secara kebetulan namun tiap peristiwa mempunyai pola tetap yang teratur. Ilmu menganggap bahwa objek-objek empiris yang . Secara lebih terperinci ilmu mempunyai tiga asumsi mengenai objek empiris. dan fisik yang berarti alam nyata. Kata meta yang berarti selain. artinya sifat-sifat pokok dari suatu benda tidak berubah dalam jangka waktu tertentu. sesudah atau sebalik. Asumsi dan peluang metafisika dalam ilmu pengetahuan. Metafisika mengajarkan pada peminat filsafat untuk mencari prinsip pertama (first principle) sebagai kebenaran yang paling akhir. hingga menjadikan para metafisikus menyodorkan cara berpikir yang cenderung subjektif dan mencipatakn terminologi filsafat yang khas. Situasi semacam ini dinyatakan oleh Van Peursen sangat diperlukan untuk pengembangan ilmu dalam rangka menerapkan heuristika. maka metafisika mengajarkan mengenai cara berpikir yang serius dan mendalam tentang hakikat-hakikat segala sesuatu yang brersifat enigmatik. Tata hubungan metafisika dengan ilmu-ilmu khusus adalah keduanya tidak dapat saling mengecualikan dan mengucilkan. Ilmu mengemukakan beberapa asumsi mengenai objek empiris. Kegiatan ini jelas tidak mungkin dilakukan bila objek selalu berubah-ubah tiap waktu. memperlihatkan sifat berulang dan semuanya jalinmenjalin secara teratur. Oleh sebab itu ilmu hanya menuntut adanya kelestarian yang relatif. Asumsi pertama menganggap objekobjek tertentu mempunyai keserupaan satu sama lain.

sedangkan ide ditempatkan sebagai sekundernya. Asmoro.Yogyakarta : Pustaka Pelajar • Surajiyo.menjadi bidang penelaahannya mempunyai sifat keragaman. atau gerak yang berulang-ulang seperti geraknya mesin yang tanpa perkembangan atau peningkatan. Materialisme memandang bahwa materi itu adalah primer. Menurut proses zat: Manusia ini tidak bisa berpikir atau tidak bisa mempunyai ide tanpa ada atau tanpa mempunyai otak. Raja Grafindo Persada • Rapar. Jakarta : PT. Jan Hendrik. Otak atau materi ini yang lebih dulu ada. Geraknya itu adalah gerak yang mekanis.2001.Susunan Ilmu Pengetahuan.. Gramedia Utama. Otak itu adalah materi. Ketiga asliran filsafat itu mempunyai perbedaan-perbedaan antara yang satu dengan yang lain. sedangkan metodenya metafisis. Frederick. Ajaran materialisme metafisik mengajarkan bahwa materi itu selalu dalam keadaan diam. Filsafat Umum.Bumi • Askara.2002. Pengantar Filsafat. Artinya. dunia dan alam atau materi ini sudah ada lebih dahulu. Materialisme mempunyai banyak macam aliran. Matinya metafisika Barat. Tapi seandainya materi itu berubah.  Materialisme mekanik adalah suatu aliran filsafat yang pandangannya materialis. artinya gerak yang yang tetap begitu saja selamanya seperti yang telah terjadi. • Sontang. tapi materi atau benda yang berpikir.1993. Sesuatu peristiwa tidaklah terjadi secara kebetulan namun tiap peristiwa mempunyai pola tetap yang teratur DAFTAR PUSTAKA • Adian. Jakarta: komunitas bambu. tidak berubah selamanya. sedangkan metodenya mekanis. yaitu materialisme mekanik.2005. Dan otak itu adalah suatu materi.2005.2004.  Materialisme metafisik adalah suatu aliran filsafat yang pandangannya materialis. Pandangannya itu berdasarkan atas kenyataan menurut proses waktu dan zat. Sebab materi itu timbul atau ada lebih dulu. kemudian baru ide. maka . Van. dan bahkan juga terdapat saling pertentangannya. Yogyakarta : Kanisius.Ilmu Filsafat Suatu pengantar. MATERIALISME Materialisme adalah satu aliran filsafat yang pandangannya bertitik tolak dari materi. materialisme metafisik dan materialisme dialektik. Pengantar Metafisika. memperlihatkan sifat berulang dan semuanya jalinmenjalin secara teratur. Achmadi. Dari banyak macam aliran materialisme itu terdapat tiga aliran yang besar dan pokok. • Peursen. Donny Gahral. tetap. Menurut proses waktu: Lama sebelum manusia yang bisa mempunyai ide itu ada atau lahir di dunia. ALIRAN MATERIALISME DAN FILSAFAT MERUPAKAN ILMU METAFISIKA 1. Jakarta : PT. Ajaran materialisme mekanik ialah bahwa materi itu selalu dalam keadaan gerak atau berubah. Jakarta: PT. baru kemudian bisa timbul ide atau pikiran pada kepala manusia.

460 -545 5. Anaximenes ( 585 2. Demokritos (kl. dalam arti cara kerjanya lumayan berbeda dari cara kerja ilmu pengetahuan lainnya. Thomas Hobbes ( 1588 6. Filsafat terus dan tak bosan-bosannya menggemakan suara kebenaran dan kebaikan. Gerak materi itu gerak ekstern atau disebut gerak luar. Thales ( 625 -545 4. Karl Marx (1818 -1883) -528) SM) SM) SM) -1679) -1715) -1877) -1903) 2. Dalam makalah ini akan menyajikan filsafat matesia lisme dialektika historis yang dikemukakan oleh karl Mark Tokoh-tokohnya. menggemakan lagi nada metafisik kenyataan yang sudah pudar oleh hingar-bingarnya perjuangan memenuhi kebutuhan fisik belaka. tetapi bertahun-tahun. Filsafat bertugas tidak lain menggemakan kenyataan. Lamettrie (1709 7. Ajaran materialisme dialektik mengajarkan bahwa materi itu selalu saling punya hubungan. dengan berfilsafat. METAFISIKA SEBAGAI CABANG ILMU FILSAFAT Dalam pertemuan ini pun dijelaskan bahwa ada beberapa cabang dalam ilmu filsafat antara lain adalah metafisika.perubahan itu terjadi karena faktor luar atau karena kekuatan dari luar. berubah dan berkembang. Spencer (1820 9. Bukannya selalu diam. menikmati keenakan dunia dan alam semesta. 1. dan saling bergantung antara yang satu dengan yang lain. dengan filsafat (metafisika) orang dapat menunjukkan bahwa manusia tidak hanya sekedar makhluk yang bisa makan. Selanjutnya materi itu dalam keadaan yang terpisah-pisah.  Materialisme dialektik adalah suatu aliran filsafat yang pandangannya materialis. tidak mempunyai dan tidak ada saling hubungan antara yang satu dengan yang lain. Anaximandros ( 610 -545 3. . sedangkan metodenya dialektis. Bukannya saling terpisah-pisah atau berdiri sendiri. dimana cabang filsafat metafisika dipandang sebagai ilmu yang menentang arus. yang hampir sirna oleh pertarungan kepentingan sesaat dan usaha manipulasi yang sering tak terkendali. tetap atau tidak berubah. Materi itu juga selalu dalam keadaan gerak. Kendati demikian. saling mempengaruhi. H. Manusia. Feuerbach (1804 8. Filasafat terkadang membuat orang berkerut kening dan bahkan muak lantaran istilah yang aneh-aneh dan untuk memahaminya diperlukan ketekunan filosofis yang memakan waktu tidak cukup berjam-jam.

dari kodratnya. merupakan petunjuk adanya kemampuan transedental dalam diri manusia. Dengan metafisika kita berusaha menyatakan semua pengalaman kita dengan mengangkat dasarnya yang paling dalam. Selain itu. filsafat mengangkat engalaman hidup untuk mencari prinsip-prinsip dasar. Titik tolaknya selalu pengalaman nyata inderawi. Filsafat ingin mengangkat ke permukaan kebijaksanaan hidup yang lebih sering didominir oleh keputusan kepentingan tertentu. Filsafat. Hidup perlu ditangkap dalam keseluruhannya. manusia mencari rumusan baru tentang kenyataan fisik dan metafisik. bahasa metafisika tetap terbatas. karena perumusan merupakan kegiatan abstraksi dari kenyataan. Tetapi sekaligus.Sebagai manusia yang. Metafisika tidak mempunyai nilai pada dirinya sendiri. Metafisika berangkat dari yang kita alami sampai kepada prinsip-prinsip dasar. sehingga sia-sia. hanya menunjuk pada keseluruhan dan pada yang paling dasar dari pengalaman langsung. Dalam ilmu hukum pandangan ini lah yang melahirkan adanya asas legalitas dimana “Seseorang tidak dapat dipidana bila tidak ada hukum yang mengaturnya” dengan kata lain aliran ini cikal bakal munculnya asas Legalitas yang bertujuan menjujung kepastian hukum. filsafat. refleksi akan mengambang tanpa makna dan isi. Ilmu. termasuk metafisika. Pengalaman langsung tetap kaya dan dalam. Abstraksi. metafisika mengajarkan kepada kita kebijaksanaan hidup. dengan menyadari keterbatasan daya pikir manusia. Hubungan aliran/pemikiran ini adalah dalam menghukum seseorang haruslah terlebih dahulu diatur hukumnya (berupa materi) tidak dapat megawangawang karna akan menimbulkan kesewenang-wenangan dari penguasa dan tidak adanya kepastian hukum. dibangun refleksi yang spesifik. Filsafat (metafisika) tidak pernah berangkat dari dunia awang-awang atau khayalan. kita semua berkemampuan filosofis. Karna bisa kita bayangkan dalam sejarah sebelum adanya asas legalitas ini dimana kekuasaan dapat menghukum orang meski tanpa ada peraturan terlebih dulu. Dalam perumusan sudah tersirat tanda bahwa manusia tidak terikat oleh apa yang kini dipegangnya. tetapi sebagai salah satu jalan memperkaya kehidupan dengan jalan merefleksikan dan mengangkatnya ke permukaan. Dari segi bahasa. Dengan akalnya. . Kalau tidak berdasarkan pengalaman. Pengalaman itu disistematisir. dan teologi. REFLEKSI: Aliran Materialisme mengajarkan bahwa inti segala sesuatu adalah materi atau dengan kata lain haruslah berwujud dan tidak boleh mengawang-awang. berakalbudi. mengabdi pada kehidupan yang kita alami secara langsung. pada giliranya. bertugas mengeksplisitkan prinsip hidup yang sedikit banyak masih implisit adanya dalam diri setiap orang. dalam kedudukanya sebagai salah satu ilmu. tetapi tidak berarti kita memahami kehidupan itu secara tuntas. Dengan demikian diharapkan bahwa kita sampai pada Sang Illahi yang disebut Allah oleh orang yang beragama. bahasa metafisika bersifat integratif dan indikatif. Kemudian berdasarkan pengalaman itu. Ia mau menempatkan seluruh kekiniannya itu dalam konteks yang lebih luas dan mendasar: prinsip hidup.

dan persoalan antropologis. Diposkan oleh randy di 08:41 Kirimkan Ini lewat Email . Monistik :Proses berfikir sebagai aktivitas elektro-kimia dari otak Dualistic :Membedakan antara zat dan kesadaran yang bagi mereka berbeda secara generic. Persoalan-persoalan metafisis dibedakan menjadi tiga yaitu persoalan ontologism. Tafsiran dalam Metafisika: Animisme :Dalam dunia ini terdapat wujud-wujud gaib yang bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dubandingkan alam yang nyata. Materialisme :Apa yang ada di dunia ini yang dapat kita pelajari. persoalan kosmologis. secara subtansif. temasuk manusia yang merupaka gejala mkimi-fisika semata. Adapun pendapat lain yang menyebutkan Metafisika : merupakan cabang filsafat yang mempersoalkan tentang hakikat yang tersimpul dibelakang dunia fenomenal.Ada beberapa cabang dalam filsafat yang salah satunya adalah METAFISIKA. Vitalistik :Hidup adalah sesuatu yang unik dan berbeda secara subtansi dengan proses di atas. Cabang ini memiliki definisi studi tentang sifat yang terdalam dari kenyataan / keberadaan. Metafisika melampaui pengalaman denagn objek yang non-empiris. Mekanistik :Melihat gejala alam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful