P. 1
Servis Honda Legenda

Servis Honda Legenda

|Views: 164|Likes:
Published by Dicky Nurlandani

More info:

Published by: Dicky Nurlandani on Jan 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2015

pdf

text

original

Sections

IDENTIFIKASI

SERVIS SENDIRI » INFORMASI SERVIS » IDENTIFIKASI (170) IDENTIFIKASI MODEL HONDA ASTREA LEGENDA

ATURAN KERJA
SERVIS SENDIRI » INFORMASI SERVIS » ATURAN KERJA (136)

ATURAN UMUM KESELAMATAN KERJA

Karbon Monoksida

Jika anda menghidupkan mesin, pastikan motor anda berada di ruangan yang mempunyai ventilasi bagus

Buangan Knalpot mengandung racun gas karbon monoksida yang dapat menghilangkan kesadaran bahkan kematian.

Hidupkan mesin pada ruangan terbuka atau pada ruangan tertutup yang sudah dilengkapi dengan peralatan sistem pembuangan knalpot.

Bensin

Jauhkan rokok, api atau percikan api dari ruangan dimana bensin tersimpan.

Bensin sangat mudah terbakar bahkan dapat meledak dalam kondisi tertentu. JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK

Gas Hidrogen dan Elektrolit AKI

AKI dapat menyebabkan ledakan gas, jauhkan api, percikan api dan rokok. Berikan ventilasi tambahan waktu melakukan pengisian AKI

AKI mengandung Sulfuric Acid (Elektrolit), apabila tersentuh dapat mengakibatkan luka bakar. - Jika Elektrolit mengenai kulit anda, segera basuh dengan Air - Jika Elektrolit mengenai mata anda, basuh terus mata anda dengan air sekurang-kurangnya selama 15 menit dan segera hubungi dokter.

Elektrolit merupakan racun. Jika tertelan, minumlah Air atau susu sebanyak mungkin lalu ikuti dengan meminum susu magnesia atau minyak nabati dan segera hubungi dokter. JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK

Debu Rem

Jangan meniup atau membersihkan rangkaian Rem dengan kuas. Gunakan Penyedot atau Vacuum Cleaner guna meminimalisasi serbuk kanvas rem berterbangan di udara.

Menghirup debu rem sudah dibuktikan dapat mengakibatkan gangguan saluran pernafasan dan kanker

Suku Cadang Penghasil panas

Mesin dan Knalpot akan sangat panas setelah mesin dihidupkan dalam waktu yang cukup lama. Gunakan sarung tangan atau tunggu sampai mesin dan knalpot benar-benar dingin manakala melakukan penservisan suku cadang ini

ATURAN SERVIS
SERVIS SENDIRI » INFORMASI SERVIS » ATURAN SERVIS (317)

Komponen-komponen pengencangan seperti Baut, mur, sekrup dll, yang digunakan oleh sepeda motor Honda astrea legenda adalah menggunakan standar ISO Metric.

Gunakan hanya Tool Metric saat melakukan penyervisan Astrea Legenda anda. Komponen Pengencangan standard metric tidak dapat ditukar dengan komponen pengencangan standard lain. Salah penggunaan tool dan komponen pengencangan dapat menyebabkan kerusakan pada Astrea Legenda anda.

Ada beberapa komponen suku cadang yg digunakan oleh Astrea Legenda dimana saat membongkar atau melepaskan atau merakitnya diperlukan tool-tool khusus. Gunakanlah tool yg khusus di design untuk komponen suku cadang tersebut, atau tool yang direkomendasikan oleh Honda manakala anda bekerja dengan suku cadang tersebut. Salah penggunaan tool dan Prosedur dapat menyebabkan kerusakan pada suku cadang tersebut.

Bersihkan terlebih dahulu bagian luar suku cadang atau rangkaian suku cadang sebelum membongkar atau membuka penutupnya, guna melakukan penyervisan. Debu yang menumpuk di bagian luar suku cadang dapat masuk ke dalam mesin, chasis, sistem rem, sistem bahan bakar dsb, yang nantinya dapat menyebabkan kerusakan.

Setelah selesai melakukan pengukuran pada saat pemeriksaan suku cadang, Bersihkan suku cadang tersebut. Suku cadang harus dibersihkan dalam larutan High-Falsh Point (eg.solar) lalu keringkan dengan kompresor. Hati-hati dengan suku cadang yg terdapat O-Ring dan Oil Seal, Salah penggunaan larutan pembersih dapat menyebabkan kerusakan pada kedua komponen tersebut.

Kabel- kabel pengontrol jangan dibengkokan, hal tersebut dapat mengakibatkan kabel menjadi kaku atau keras dan dapat mempercepat kerusakan.

Komponen dari karet dapat rusak jika digunakan dalam waktu yg cukup lama dan sangat rentan terhadap kerusakan jika berhubungan dengan cairan pelarut (eg. Bensin) dan Oli. Periksa suku cadang ini sebelum memasangnya kembali, dan ganti jika perlu.

Jika hendak melonggarkan Mur/Baut pada suku cadang yang mempunyai ukuran Mur/Baut bervariasi, Longgarkan Mur/baut yang ukurannya lebih kecil terlebih dahulu. Jika anda melonggarkan Mur/baut yang ukurannya lebih besar terlebih dahulu, maka tenaga dari mur/baut yg ukurannya lebih besar akan berpindah ke mur/baut yang ukurannya lebih kecil. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada mur/baut yang ukurannya lebih kecil akibat kelebihan beban/tenaga.

Untuk suku cadang yang mempunyai rakitan komponen yang cukup kompleks seperti pada Gir Transmisi, Simpanlah dengan urutan perakitan yang sesuai, lalu ikat dengan tali (Lihat gambar dibawah), Hal ini untuk mempermudah saat merakitnya nanti.

Sebelum membongkar rangkaian komponen suku cadang yg sangat krusial, berikan catatan mengenai kedalaman, jarak dan posisi komponen-komponen tersebut, hal ini berguna agar pada saat pemasangannya nanti posisi, kedalaman dan jarak komponen tersebut sama atau sesuai dengan saat membongkarnya.

Komponen suku cadang yang termasuk katagori Sekali Pakai atau Non-Reuseable harus diganti manakala anda membongkarnya. Suku cadang tersebut diantarannya Gasket, Cincin Seal Metal, O-Ring, Oil Seal, Snap Ring dan Cotter Pin.

Laher dibongkar dengan mengunakan tool yang dapat memberikan tenaga pada kedua Bagian dalam dan Luar slongsong Laher. Jika tenaga diberikan hanya pada salah satu slongsong Laher, Maka Laher akan rusak saat membongkarnya dan harus diganti. Jika tenaga diberikan pada kedua slongsong laher sama besar, maka tidak akan merusak laher selama membongkarnya.

Laher dibersihkan dalam larutan High Flash-Point, lalu keringkan dengan kompresor. Selama pengeringan Laher dgn kompresor, pegang kedua slongsong laher guna mencegah laher agar tidak berputar. Tekanan udara dari kompresor dapat mengakibatkan laher berputar dengan kecepatan tinggi. Jika laher dibiarkan berputar, maka laher dapat mengalami kelebihan kecepatan dan bahkan dapat merusak laher secara permanent.

Laher diperiksa setelah dilakukan pembersihan. Pegang slongsong Luar laher lalu putar perlahan slongsong dalamnya. Jika terdapat putaran radial atau putarannya kasar maka laher harus diganti. Tidak boleh ada putaran axial pada laher, jika terdapat putaran axial, maka laher harus diganti.

Laher selalu terpasang dengan nama Manufaktur dan kode ukuran menghadap ke luar. Hal ini berlaku bagi Laher tipe Open, Single Sealed dan double sealed. Berikan gemuk pada laher tipe Open dan single Sealed sebelum memasangnya kembali.

Snap Ring selalu terpasang dengan pinggiran bulatnya mengarah menjauhi komponen suku cadang dimana snap ring terpasang. Pemasangan yang salah dapat mengakibatkan snap ring terlepas dari alurnya. Gunakan Snap Ring yang baru setelah membongkarnya. Setelah selesai memasang snap ring, putar snap ring pada alurnya, guna memastikan snap ring betul-betul melekat pada alurnya.

Berikan gemuk atau oli atau pelumas lain yg direkomendasikan sebelum memasangnya kembali.

Gunakan selalu Honda Genuine Part atau suku cadang yg direkomendasikan Honda. Penggunaan suku cadang lain dapat mengurangi performa dan daya tahan motor anda.

PENGENCANGAN
SERVIS SENDIRI » INFORMASI SERVIS » PENGENCANGAN (9)

Sepeda motor tersusun dari sejumlah suku cadang yang di sambungkan satu sama lainnya. Berbagai macam jenis komponen pengencangan digunakan untuk menyambung suku cadang - suku cadang tersebut. Berbeda dengan metode penyambungan permanen, Pengencangan dengan sistem Ulir merupakan hal yg esensial dalam metode penyambungan Non Permanen, dimana suku cadang dapat dilepaskan kapanpun bilamana diperlukan.

TIPE-TIPE ULIR

Ulir Metric, Spesifikasi Interntional Standards Organization (ISO) yang digunakan oleh Honda Astrea Legenda.Berikut tabel Ulir dan Pitch Tipe ISO yang terdapat pada Honda Astrea Legenda.

UKURAN ULIR

Ukuran ulir ditujukan pada diameter ulir baut male/cowok. Lebar permukaan plat ditujukan bagi ukuran tool yg harus digunakan. Sebagai catatan bahwa lebar permukaan plat tidak ada hubungannya dengan ukuran ulir.

Pada Honda Astrea Legenda, Ukuran dari baut, mur dan sekrup diidentikan dengan diameter dari Ulir.

LEBAR PERMUKAAN PLAT

Lebar Permukaan Plat adalah bagian dimana tool seperti kunci atau kunci pas digunakan. Besar Ukuran tool yang dapat dipakai ditujukan oleh Lebarnya Plat. Contoh kunci 10 mm adalah kunci yang harus digunakan pada baut Heksa Head dengan Lebar Permukaan Plat 10 mm.Table dibawah memperlihatkan Lebar Permukaan Plat dan Ukuran Ulir yang banyak digunakan oleh Honda Astrea Legenda.

Beberapa Lebar Permukaan Plat yang ditemukan pada Honda Astrea Legenda adalah 22, 24, 27, 30, 32 mm dll. Busi mempunyai Lebar Plat yg berbeda dan harus dibuka dgn kunci busi.

TANDA UKURAN KEKUATAN BAUT HEXAGONAL

Tanda ukuran kekuatan mengindikasikan tipe material dari baut. Baut diklasifikasikan dalam baut Standard dan baut high tension, klasifikasi tersebut didasarkan pada tipe material dimana baut dibuat.

Pada saat perakitan, hati-hati agar jangan memasang baut High Tension di tempat yang bukan peruntukannya. Sebagai catatan, baut standard harus dikencangkan dengan torsi standard kecuai diberikan spesifikasi lain. Untuk baut High Tension selalu mempunyai spesifikasi besar torsi sendiri. Baut 6 mm SH tanpa tanda ukuran kekuatan (Baut Small Head Flange dengan Lebar Permukaan Plat 8 mm dan Ukuran Ulir 6 mm ) diklasifikasikan kedalam Baut Standard.

Baut tipe DR, tanpa tanda ukuran kekuatan (baut flange dgn kepala hexagonal dan terdapat lubang reduksi) diklasifikasikan oleh bagian luar diameter flange.

Hati-hati terhadap titik-titik instalasi dan besar torsi dari baut hi-tension dimana baut tersebut mempunyai dimensi hexagon yang sama dengan baut standard akan tetapi mempunyai flange yang lebih besar.Baut UBS termasuk dalam katagori High tension.

Baut UBS dapat dikenali dari potongan yg terdapat pada leher di bawah kepala baut. Baut UBS ada yang bertanda dan ada juga yang tidak bertanda. Baut UBS sangat terstruktur sehingga tidak akan mudah untuk melonggarkannya, hal ini disebabkan oleh adanya kemiringan 5-60o pada bagian bawah flange-nya.

BESAR TORSI (KEKUATAN PENGENCANGAN)

Saat dua atau lebih suku cadang disambungkan oleh komponen pengencangan (Mur, Baut, Sekrup dsb), suku cadang tersebut tidak boleh terpengaruhi oleh kekuatan dari luar. Tidak boleh ada celah antara suku cadang yg disambungkan bersama. Prioritas utama dari penyambungan suku cadang dengan komponen pengencangan sistem ulir adalah pemberian kekuatan yang tepat pada bagian yang akan di kencangkan.

Kekuatan pengencangan pada suatu baut adalah sama dengan kekuatan daya rentang axial baut. Kekuatan pengencangan Baut sering disebut dengan Kekuatan Axial Baut.

Pengurangan kekuatan pengencangan yang terjadi selama masa pemakaian, yang bisa disebabkan karena masa pakai yg sudah terlalu lama, kekuatan dari luar atau karena getaran disebut dengan Pengenduran Komponen Pengencangan. Walaupun kekuatan pengencangan yang diberikan sudah benar, Pengenduran komponen pengencangan bisa saja terjadi (eg. Jari Jari Roda), yang akhirnya dapat merusak suku cadang. Untuk mengantisipasi hal diatas periksa dan kencangkan ulang komponen pengencangan setelah pemakaian selama kurun waktu tertentu.

Kekuatan pengencangan yang tepat tergantung dari spesifikasi dari komponen pengencangan, kekuatan suku cadang yang akan dikencangkan dan sering tidaknya menerima kekuatan dari luar. Kekuatan pengencangan harus sesuai dengan spesifikasi yang diberikan, terutama pada komponen suku cadang penting. Sebagai contoh jika pengencangan yang diberikan pada bearing cap Stang Seher terlalu kuat dari yang seharusnya, maka akan merusak bentuk dari bearing cap mencadi menciut, akibatnya celah oli (Oil Clearance) untuk bearing menjadi mengecil dari spesifikasinya, yang nantinya akan merusak bearing dan suku cadang lainnya. Begitu pula sebaliknya jika kekuatan pengencangan terlalu lemah dari spesifikasinya maka Mur-mur atau Bearing cap menjadi longgar dan terlepas selama mesin beroperasi, akibatnya Mesin akan mengalami masalah serius.

Seperti yg sudah dijelaskan sebelumnya, hal yang paling penting dalam mengencangkan komponen2 Mur, baut dsb adalah besarnya kekuatan pengencangan yang harus diberikan. Masalahnya adalah besarnya kekuatan pengencangan (Tensi Axial) susah utk diukur. Menggunakan torsi pengencangan yg sudah ditetapkan merupakan metoda yang paling umum digunakan untuk mengontrol besarnya torsi yg diberikan pada komponen2 pengencangan.

Hal ini harus menjadi sebuah catatan dalam metoda pengontrolan menggunakan besaran torsi. Tensi Axial adalah proporsional terhadap torsi dalam berbagai kondisi. Akan tetapi dalam kondisi tertentu, Tensi Axial sangat beragam bahkan saat mur, baut dikencangkan pada torsi yang sama.

Tabel di atas merupakan salah satu contoh dari co-efisien gesek saat Oli diberikan pada bagian ulir. Pada saat yg sama, material part yg disambungkan bersama mendapatkan torsi pengencangan (m) yang besarnya bervariasi seperti terlihat pada gambar diatas. Torsi pengencangan yg diberikan pada komponen2 pengencangan yang tidak dilumasi, 88-92% dikonsumsi oleh permukaan kepala mur/baut dan Ulir, hanya sekitar 8-12% yang efektif di transformasikan ke Tensi Axial. Pada saat diberikan torsi pengencangan yg sama, besar Tensi axial yg dihasilkan

akan bervariasi. Pada kondisi kering (tanpa pelumasan) besaran (u) akan bervariasi dalam range yg cukup besar dan mempunyai kecenderungan bertambah besar pada saat melakukan pengencangan / pengenduran secara berulang2.

Sangatlah penting untuk memberikan pelumasan pada ulir2 mur/baut khusus spt yg di tunjukan/ instruksikan dalam buku manual. Memberikan pelumasan pada ulir mur/baut ini memastikan kestabilan tensi pengencangan pada area2 kritis. Melumasi bagian ulir dan atau bagian bawah flange (kepala baut) akan mengurangi gesekan dan memberikan efek anti-loosening sehingga akan menambah tensi pengencangan axial dan menghasilkan kekuatan pengencangan yg efektif.

Besar torsi pengencangan yang diberikan bergantung pada ukuran dan kekuatan mur/baut dan kekuatan bahan dari suku cadang yang akan disambungkan bersama. Besar torsi pengencangan diukur dalam satuan Kg-m.

Contoh: Torsi Pengencangan mur/baut adalah 1Kg-m, artinya jika mur/baut tsb dikencangkan dengan kunci yg mempunyai panjang 1 m maka beban yg harus diberikan pada ujung kunci tsb adalah sebesar 1 Kg, jika mur/baut tsb dikencangkan dengan kunci yg mempunyai panjang 0.2 m maka beban yg harus diberikan pada ujung kunci tsb adalah sebesar 5 Kg1 Kg-m = 10 N-m = 7 Ft-Lb

MUR/BAUT MENGENDUR

Kebanyakan kasus mengendurnya mur/baut dikarenakan seringnya mendapatkan tekanan/ kekuatan dari luar (contohnya getaran), hal ini akan mengurangi kekuatan putar dari sekrup.

Pada sepeda motor ada beberapa bagian yg sering mendapatkan tekanan / kekuatan dari luar, utk itu pada bagian ini diberikan Mur/baut khusus yang mempunyai elastisitas kemampuan akan perubahan bentuk yg cukup tinggi.

Memasang Baut biasa pada bagian dimana seharusnya menggunakan baut khusus akan mengakibatkan baut mudah melonggar bahkan dapat mengikis ulir dari baut. Untuk itu sangatlah penting mengetahui dimana letak dari baut2 khusus yang ada pada sepeda motor kita.

Bersihkan dahulu Mur/Baut sebelum memasangnya. Memasang Mur/Baut yang kotor akan berakibat kerancuan pada tensi axial walaupun sudah diberikan torsi pengencangan yg sesuai dengan spesifikasinya.

Pada saat Kotoran yg melekat pada baut pecah akibat tekanan atau getaran maka lambat laun baut tersebut akan mengendur.

LAHER
SERVIS SENDIRI » INFORMASI SERVIS » LAHER (14)

MELEPASKAN LAHER

Laher dilepaskan menggunakan tool yg dapat menekan salah satu atau kedua permukaan Selongsong (Bag.Dalam dan Luar) pada Laher. Jika tekanan hanya diberikan pada salah satu permukaan Selongsong baik bag.dalam maupun luar maka Laher akan rusak pada saat melepaskannya dan harus diganti. Jika tekanan diberikan pada kedua sisi permukaan Selongsong dgn besar yg sama maka Laher tsb dapat digunakan kembali.

Jika laher terletak pada lubang yg tidak tembus atau hanya mempunyai satu sisi lubang sehingga tidak memungkinkan untuk melepaskannya menggunakan palu pada sisi lainnya, lepaskanlah menggunakan tool Laher yg berupa AS Ber-Alur (Lihat Tabel Kompabilitas Tool Laher)

PERHATIAN Pada saat pengoperasian, Alur AS Tool Laher harus benar-benar melekat erat, Jika tidak maka akan merusak alur AS Tool Laher. Ganti As Tool Laher jika rusak atau cacat. Ganti Laher dengan yang baru.

Jika penggunaan Tool-tool Laher tidak dimungkinkan, untuk melepaskannya berikanlah pemanasan disekitar rumah laher secara perlahan dan merata dgn alat pemanas seperti Hair Dryer.

AWAS! Untuk menghindari Luka Bakar, Gunakan sarung tangan pada saat bekerja dengan rumah laher yg panas.

PERHATIAN Menggunakan semburan api dapat menyebabkan rumah laher berubah bentuk bahkan cacat.

Lepaskan Laher yang menempel pada AS Tool laher menggunakan Puller. Hindari penggunaan kembali laher yg sudah dilepaskan dengan cara melakukan penekanan hanya pada salah satu sisi Permukaan Sslongsong (Bag.luar) Laher menggunakan Puller.

TOOL KHUSUS: Puller Universal 07631-0010000 atau yg sejenis.

Laher Roda dilepaskan menggunakan Tool Laher Berupa AS dan Tool Laher berupa Kepala (Lihat gambar dibawah dan Lihat Tabel Kompablitas Tool Laher sbg rekomendasi jenis tool yang harus digunakan) Ganti Laher dengan yang Baru.

MEMASANG LAHER

Bersihkan selongsong Laher dari debu atau kotoran lainnya agar laher benar2 terpasang sempurna.

Perhatikan Arah Posisi penempatan Laher, Laher selalu terpasang dengan Nama Manufacture dan kode ukuran menghadap keluar. Pastikan jenis Laher yang akan digunakan, apakah Laher tanpa penutup (Open), berpenutup hanya di satu sisi (Single Sealed) atau Berpenutup di kedua sisi (Double Sealed).

Berikan gemuk pada laher secukupnya. Laher dipasang dengan memberikan Penahan, Pengendali dan poros pada selongsong Luar (Lihat Gambar).

Laher harus dipasang dengan cara Pararel. Jika Laher yg baru tidak dapat melekat erat pada rumah laher, Ganti rumah Laher dengan yang Baru

PERHATIAN Jika masih ada debu yg melekat pada rumah laher dan atau Ada kesalahan dalam pemasangan laher secara pararel pada rumah laher, maka dapat merusak Laher.

PERHATIAN Sebelum melepaskan Laher Pastikan apakah poros harus digunakan atau tidak. Poros jangan digunakan jika terdapat Plat Pemandu Oli karena poros dapat menabrak Plat pada saat melakukan pengerjaan meepaskan Laher.

Untuk melepaskan Laher yang terpasang pada suatu AS, Penahan dan Pengendali harus diletakan di bagian Permukaan Selongsong dalam (Lihat gambar).

Sebelum memasang Laher, Bersihkan permukaan Selongsong Laher. Laher harus terpasang dengan cara Pararel.

PERHATIAN Jika masih ada debu yg melekat pada permukaan selongsong laher dan atau Ada kesalahan dalam pemasangan laher, maka dapat merusak Laher.

Jika Laher yang baru tidak dapat melekat sempurna pada AS, Ganti AS dengan yang baru.

PERHATIAN Pemasangan yang kurang sempurna antara Laher dengan AS, dapat merusak laher selama digunakan sehingga Laher tidak tahan Lama.

Penahan, Pengendali dan Poros dari Tool-Tool Laher dapat dilihat pada Tabel Kompabilitas Tool Laher.

TABEL KOMPABILITAS TOOL LAHER STANDAR

Ukuran Laher

Pilih Tool Laher yg akan digunakan sesuai dgn ukuran Laher seperti yg tertulis pada permukaan Laher.

Huruf "U" atau "Z" mengindikasikan bahwa Laher berpelindung Metal atau dilengkapi dudukan Karet. Huruf ini tidak ada hubungannya dengan ukuran dari Laher sehingga dapat diabaikan.

U: Berpenutup Satu Sisi (Single Sealed) Z: Berpenutup Satu Sisi (Single Sealed) UU: Berpenutup metal didua sisi ZZ: Berpenutup Karet didua sisi

Kompabilitas Tool untuk melepaskan laher roda

Gunakan Tool Laher berupa AS (07746-0050100) dan Pilih Tool Laher berupa Kepala (Lihat Tabel dibawah) yang disesuaikan dgn diameter dalam (D.D) Laher Roda.

Terdapat Tool Kit Laher untuk melepaskan Laher Roda yaitu berupa AS dan Kepala dalam berbagai ukuran dari 10-20 mm

TOOL KHUSUS: Tool Kit Laher Roda : 07746-0050001

BERIKUT TABEL KOMPABILITAS TOOL LAHER (Klik Link Dibawah):

- Tabel Kompabilitas Melepaskan Laher (klik disini) - Tabel Kompabilitas Tool (klik disini)

SALURAN BENSIN
SERVIS SENDIRI » SERVIS KECIL » SALURAN BENSIN (174) SALURAN BENSIN FUEL LINE

Awas ! Bensin sangat mudah terbakar dan dapat mengakibatkan ledakan pada kondisi tertentu. Bekerjalah di area yg mempunyai ventilasi bagus. Jauhkan Rokok, Api atau percikan api dari tempat dimana anda bekerja atau dari tempat dimana bensin tersimpan.

Bersihkan segera bensin yang tertumpah

Periksa saluran bensin dari:

• • •

Kebocoran Klip-klip penjepit saluran bensin melonggar atau tidak pada posisi yang benar Pipa Saluran bensin Robek / Rusak/ Lapuk

Ganti jika ada bagian yg rusak/ cacat.

KASSA - SARINGAN BENSIN
SERVIS SENDIRI » SERVIS KECIL » KASSA - SARINGAN BENSIN (164) SARINGAN BENSIN FUEL STRAINER

Longgarkan atau Lepaskan kedua klip penjepit pipa pembuluh pada saluran bensin. untuk melepaskan saringan bensin, tarik kedua pipa pembuluh yg menempel pada ujung saringan bensin.

Bersihkan sisa kotoran yang menempel di bagian dalam Saringan bensin.

Ganti saringan bensin jika ada penyumbatan, Bocor atau rusak.

Pasang kembali saringan bensin pada pipa-pipa pembuluhnya.

Catatan Pasang saringan bensin dengan tanda “UP” menghadap ke tangki bensin.

KASSA SARINGAN BENSIN FUEL STRAINER SCREEN

Putar kran bensin pada posisi “OFF”

Lepaskan Mangkuk Saringan (gunakan kunci ring pas-17) dan buang sisa bensin pada tempat yang aman.

Lepaskan O-Ring dan Kasa Saringan.

Bersihkan Mangkuk dan Kasa saringan menggunakan solar atau larutan pembersih lain yang tidak mempunyai titik Api tinggi (non high flash point).

Ganti karet O-Ring dengan yang Baru

Pasang kembali Kasa Saringan, O-Ring dan mangkuk saringan dgn urutan pemasangan berlawanan dgn saat membongkarnya.

Torsi Pengencangan mangkuk Saringan: 0.03 – 0.05 Kg-m

PERINGATAN: Mangkuk yang terpasang terlalu kencang dapat merusak Karet O-Ring sehingga dapat mengakibatkan bensin bocor.

Putar kran bensin pada posisi “ON” , periksa dan pastikan tidak terdapat kebocoran bensin.

KERJA - JARAK BEBAS GRIP GAS
SERVIS SENDIRI » SERVIS KECIL » KERJA - JARAK BEBAS GRIP GAS (141) KERJA GRIP GAS THROTTLE OPERATION

Periksa kelenturan grip gas pada saat gas dibuka penuh, kembali ke posisi semula secara otomatis.

Lakukan pemeriksaan diatas untuk semua posisi stang.

Jika terasa agak kasar lumasi kabel gas dan rumah grip gas.

Hidupkan motor pada posisi gigi Netral.

Putar stang ke kanan dan kekiri, Jika putaran stasionernya bertambah (bunyi knalpot bertambah keras) periksa interkoneksi kabel gas dan jarak bebas Grip gas.

Jarak Bebas Grip Gas : 2 – 6 mm

Ganti kabel gas jika terlihat ada kerusakan atau cacat.

JARAK BEBAS GRIP GAS

THROTTLE GRIP FREE PLAY

Salah satu cara untuk mengukur Jarak bebas grip gas yaitu dengan memberikan titik acuan yang sejajar pada ujung grip gas dan stang, putar Grip secara perlahan dan berhenti saat mendapat tahanan. Ukur jarak antar titik acuan tadi (lihat gambar).

Jika dari hasil pengukuran tidak diperoleh jarak bebas grip gas yang sesuai, lakukan penyetelan berikut:

• • • • • •
Stang.

Longgarkan / turunkan karet penutup sampai mur pengunci dan mur setingan dapat

bergerak bebas. Longgarkan mur pengunci Putar mur setingan sampai mendapatkan jarak bebas grip sesuai dengan yg diinginkan. Kencangkan mur pengunci setelah selesai melakukan penyetelan. Tutup kembali mur pengunci dan mur setingan dengan karet penutup. Lakukan pengecekan Ulang Kerja Grip Gas seperti Langkah diatas untuk semua posisi

CUK KARBURATOR
SERVIS SENDIRI » SERVIS KECIL » CUK KARBURATOR (7) CUK KARBURATOR CARBURETOR CHOKE

Periksa kerja tuas dan Katup cuk.

Tuas cuk harus dapat bergerak bebas ke atas dan ke bawah disertai gerakan katup cuk membuka dan menutup.

Jika tuas bergerak dengan kaku, bersihkan dan lumasi engselnya.

Periksa kembali pergerakan tuas cuk

SARINGAN UDARA
SERVIS SENDIRI » SERVIS KECIL » SARINGAN UDARA (319) SARINGAN UDARA AIR FILTER

Jika Busa Saringan udara kotor, maka hasil pengabutan Udara dan bensin yang masuk ke ruang bakar akan menghasilkan campuran kaya, bensin menjadi boros dan mesin tidak bekerja optimum.

Bersihkan (Ganti bila perlu) Saringan Udara secara periodik.

Saringan Udara harus lebih sering diperiksa jika Sepeda motor digunakan di daerah yg mempunyai kadar debu tinggi.

Membersihkan Saringan Udara

Lepaskan keempat sekrup tutup rumah saringan udara.

Keluarkan Metal penahan dan Busa saringan udara dari rumah saringan udara.

Cuci dan bersihkan Metal penahan Busa saringan udara dari debu dan kotoran lainya.

Bersihkan Busa Saringan Udara dari debu dan kotoran lainnya yg menempel dengan cara meremas-remas dengan lembut dalam Larutan solar atau dalam Larutan lain yang mempunyai titik api rendah (Low Flash Point). Setelah benar-benar bersih peras dengan lembut dan keringkan.

Pastikan Busa saringan udara benar-benar kering sebelum melumurinya dengan Oli, jika tidak maka Oli akan bereaksi dengan Larutan pembersih yg masih menempel pada busa sehingga kemampuan penyaringan dari Busa menjadi tidak efektif.

Lumuri Oli Bersih #80-90 pada permukaan Busa secara merata dengan menggunakan kedua tangan, Lalu Peras sisa-sisa kelebihan Oli.

Pasang kembali Metal penahan, Busa dan tutup rumah saringan udara.

Pasang dan kencangkan keempat sekrup tutup rumah saringan udara.

BUSI
SERVIS SENDIRI » SERVIS KECIL » BUSI (479) BUSI SPARK PLUG

CATATAN: Sebelum melepaskan busi, pastikan area di sekitar busi dalam keadaan bersih sehingga pada saat melepaskan busi tidak ada kotoran yang dapat masuk ke ruang bakar.

MELEPASKAN BUSI

Lepaskan kepala penutup busi dgn cara menarik kepala-nya keluar.

Lepaskan busi menggunakan kunci busi.

Periksa busi atau ganti busi sesuai dengan jadwal perawatan berkala.

PEMERIKSAAN BUSI

Periksa dari kemungkinan adanya Kerusakan pada Insulator

Periksa dari kemungkinan adanya Keausan pada Elektroda

Warna Electroda Busi, guna mendiagnosa proses pembakaran.

• • •

Coklat muda sampai dengan coklat tua menunjukkan proses pembakaran baik. Coklat muda sekali menunjukkan proses pembakaran kurang baik akibat pengabutan yang

terlalu miskin. Kehitaman disertai adanya serbuk arang menunjukkan proses pembakaran kurang baik

akibat pengabutan terlalu Kaya.

MEMBERSIHKAN DAN MERAWAT BUSI

Bersihkan busi dengan sikat kawat atau dengan pembersih khusus busi.

Periksa celah antara Elektroda busi menggunakan Lidah Ukur (Feeler Gauge).

Celah Elektroda Busi : 0,6 - 0,7 mm.

Jika celah antar elektroda busi tidak sesuai dengan spesifikasinya, bengkokan Elektroda Samping hingga mendapatkan celah sesuai dengan spesifikasinya.

Periksa Ring Sil busi, Apabila rusak gantilah Busi dengan baru.

Pasang kembali busi dengan cara kencangkan dulu dengan tangan baru kencangkan dgn kunci kira2 ¼ putaran sampai Ring Sil menyentuh permukaan lubang busi.

TORSI Pengencangan Busi: 1,2 kg-m

PERHATIAN: Sebelum memasang busi pastikan tidak ada debu atau kotoran di permukaan lubang busi.

Untuk menghindari kerusakan pada kepala Silinder, kencangkan dulu busi menggunakan tangan lalu kencangkan menggunakan kunci sesuai dengan spesifikasi torsi yg diberikan.

Busi yang dipasang terlalu kencang dapat merusak kepala Silinder, berikan pengencangan sesuai dengan spesifikasi Torsi yg diberikan.

SETEL KLEP
SERVIS SENDIRI » SERVIS KECIL » SETEL KLEP (48) SETEL KLEP VALVE CLEARENCE

Setel Klep merupakan istilah yang banyak dipakai oleh bengkel, maksudnya adalah mengatur jarak bebas antara ujung tangkai klep (Valve Stem) dengan pendorong klep.

Pendorong klep yg dimaksud adalah mur setingan yg terpasang pada ujung Pelatuk (Rocker Arm) dan dapat digerakan atau diatur naik turun.

Pemberian Jarak Bebas dimaksudkan guna mengantisipasi pemuaian pada klep selama proses pembakaran pada mesin.

Jika Jarak bebas klep terlalu lebar dapat mengakibatkan suara berisik pada mesin (daerah penutup setingan klep) dan jika jarak bebas klep terlalu sempit, saat klep memuai maka klep akan terdorong sehingga membuka port-port saluran masuk/buang pada ruang bakar, mesin akan kehilangan kompresi, susah stasioner, bahkan dapat menyebabkan klep gosong .

Pemeriksaan

Catatan: Pemeriksaan dan penyetingan jarak bebas klep harus dilakukan pada saat mesin dingin (dibawah 35oC / 95oF)

Buka penutup Setingan Klep pada Kepala Silinder.

Buka penutup Lubang timing / lubang intip (Timing Hole Cap) dan lubang Rotor (Crankshaft Hole Cap) pada penutup kiri rumah Mesin (Crankcase Left Cover).

Masukan kunci T 14 mm ke dalam lubang rotor dan tepatkan pada Mur Pemutar Flywheel Rotor (Roda Gila).

Putar Roda Gila berlawanan arah dgn jarum jam, sejajarkan Tanda “T” pada roda gila dgn tanda “titik” pada penutup kiri rumah mesin.

Sejajarnya tanda “T” dgn tanda titik menandakan seher berada pada posisi TMA (Titik Mati Atas).

Catatan: Pemeriksaan dan penyetingan jarak bebas klep harus dilakukan dengan seher berada pada posisi TMA (Titik Mati Atas) pada langkah Kompresi.

Untuk memastikan Seher berada pada posisi TMA Langkah kompresi, perhatikan ilustrasi kerja mesin 4 langkah berikut:

Langkah-1 HISAP

• • •
silinder.

Klep Masuk Membuka, Klep Buang Tetap tertutup Seher bergerak Kebawah Pengabutan Bensin + Udara dari Karburator terhisap dan masuk ke ruang bakar dan

Langkah-2 KOMPRESI

• • •
Langkah-3 BAKAR

Klep Masuk Menutup, Klep Buang Tetap Tertutup Seher bergerak Naik Pengabutan Bensin + Udara dari Karburator terkompresi di ruang bakar

• • •
Langkah-4 BUANG

Klep Masuk Tetap Tertutup, Klep Buang Tetap Tertutup Pengabutan Bensin + Udara terbakar akibat adanya percikan api dari busi dan

menimbulkan ledakan dahsyat. Seher terdorong ke bawah

• • •

Klep Masuk Tetap Tertutup, Klep Buang Membuka Seher bergerak Naik Sisa-sisa hasil pembakaran terbuang

Gerakan naik turun seher mengakibatkan Roda gila yg terpasang pada kruk AS berputar berlawanan arah dg jarum jam (dilihat dari posisi Roda Gila).

Seher pada posisi TMA terdapat di Langkah Kompresi dan Langkah Buang. Untuk Memastikan seher berada pada posisi TMA Langkah Kompresi, Perhatikan/ Rasakan/ Dengarkan pergerakan pelatuk pada klep masuk saat mensejajarkan Tanda “T” dengan Tanda Titik.

Jika pada saat memutar Roda Gila untuk mensejajarkan tanda “T” dengan tanda titik tidak terlihat (jika sambil melihat pelatuk)/ Tidak terasa (jika sambil meraba pelatuk) atau tidak terdengar pergerakan pelatuk saat mendorong klep masuk membuka/menutup, itu tandanya seher sedang bergerak atau berada pada Langkah Buang, Putarkan kembali Roda gila satu putaran penuh (sampai tanda “T” dan tanda titik sejajar) untuk mendapatkan seher pada posisi TMA Langkah Kompresi.

Jika seher sudah dipastikan berada pada posisi TMA Langkah kompresi, lakukan pengukuran jarak bebas klep.

Jarak Bebas Klep Masuk dan Klep Buang : 0.05 ± 0.02 mm

Sisipkan Liduh Ukur (dgn ketebalan sesuai dgn spesifikasi jarak bebas klep) antara ujung batang klep dengan ujung mur setingan pada pelatuk.

Jika Lidah ukur dapat masuk dan terasa agak seret maka jarak bebas klep sudah benar.

Jika Lidah ukur tidak dapat masuk atau dapat masuk tapi terlalu longgar, maka perlu dilakukan penyetingan kembali jarak bebas klep.

Penyetingan

Longgarkan Mur Pengunci dan Mur Setingan pada pelatuk menggunakan kunci khusus.

Sisipkan Lidah ukur (dgn ketebalan sesuai dgn spesifikasi jarak bebas klep) antara ujung batang klep dengan ujung mur setingan pada pelatuk.

Perlahan-lahan Kencangkan mur setingan sampai mendapatkan sedikit tahanan akibat menyentuh Lidah ukur.

Biarkan dahulu lidah ukur pada posisinya, tahan Kunci Mur setingan agar tidak berputar, lalu Kencangkan Mur Pengunci.

Torsi Pengencangan Mur Pengunci: 0.7 – 1.1 Kg-m

S-Tool: Valve adjusting wrench 07908-KE90000.

Awas! Pengencangan Mur Pengunci yang tidak sesuai dapat menyebabkan mur mengendor/ lepas dan dapat merusak mesin. Pada saat mengencangkan mur pengunci, ada kemungkinan jarak bebas klep berubah. Pastikan melakukan pemeriksaan ulang setelah selesai mengencangkan mur pengunci.

Penyetingan benar-benar selesai jika Lidah ukur dapat masuk dan terasa agak seret.

Periksa Karet O-Ring pada penutup setingan klep, Ganti bila rusak.

Lumasi semua karet O-Ring dengan oli bersih dan pasang semua Karet O-Ring tersebut pada lubang setingan klep.

Lumasi ulirnya dengan oli bersih, kemudian pasang Penutup Setingan Klep dan kencangkan.

Torsi Penutup Setingan Klep: 1,2 kg-m

Periksa Karet O-Ring pada penutup lubang timing dan Karet O-Ring pada penutup lubang Rotor, ganti jika rusak.

Lumasi ulir penutup lubang timing dan penutup lubang Rotor dengan Oli dan Lumasi juga karet O-Ring-nya.

Pasang tutup lubang timing dan kencangkan.

Pasang tutup lubang Rotor dan kencangkan.

Torsi penutup lubang Timing: 0,3 kg-m.

Torsi penutup lubang Rotor : 0,3 kg-m.

OLI MESIN
SERVIS SENDIRI » SERVIS KECIL » OLI MESIN (423) OLI MESIN ENGINE OIL

Catatan : -----------------------------------------------------

• • •

Pada saat mengukur ketinggian oli, tangkai pengukur Oli jangan dikencangkan/ diputar terlebih dahulu Pembacaan ketinggian Oli tidak akan tepat jika motor tidak benar-benar tegak. Jika ketinggian oli melebihi batas ukur Oli, dapat mengurangi performa mesin dan daya cengkram kopling. Jika ketinggian oli dibawah batas ukur, mesin akan mengalami Overheat shg dapat dengan cepat merusak suku cadang yang lain.

• •

Mencampur-campur Oli dari berbagai merek dan berbagai grade, dapat mengurangi fungsi Oli sebagai pelumas sukucadang. Pemeriksaan ketinggian Oli harus dilakukan setelah mesin hidup yaitu setelah oli bersikulasi pada mesin.

-----------------------------------------------------

Pemeriksaan Ketinggian Oli

Tegakan motor di tempat yang rata menggunakan standar tengah.

Hidupkan motor pada posisi gigi netral selama beberapa menit (Agar Oli Bersikulasi).

Matikan mesin, Lepaskan Tangkai Pengukur Oli dan bersihkan dengan lap bersih dan lembut. Tunggu 2 sampai 3 menit setelah mesin mati, baru kemudian masukan kembali tangkai pengukur oli tanpa mengencangkan/ memutarnya.

Keluarkan kembali tangkai pengukur oli dengan posisi tangkai berdiri dan periksa oli yg menempel pada batas ukur tangkai penutup oli.

Oli cukup jika oli yng menempel berada di antara batas ukur bawah dan batas ukur atas. Jika oli yg menempel mendekati atau dibawah batas ukur bawah, tambahkan oli pada mesin sampai mendekati batas ukur atas tangkai pengukur oli.

OLI MESIN YANG DIANJURKAN

• •

Federal oli superior formulation Demo 40 atau supreme 20W - 50.

Penggunaan Oli dengan viskositas lain:

Pasang kembali tangkai pengukur oli mesin.

Penggantian Oli

Catatan: Oli bekas dapat menyebabkan kanker kulit jika berulang kali mengenai kulit untuk waktu lama, dianjurkan untuk mencuci bersih tangan dengan air dan sabun sesegera mungkin setelah menangani oli bekas.

Panaskan mesin beberapa saat.

Matikan mesin dan lepaskan tangkai pengukur oli dan baut pembuang oli di bagian bawah mesin.

Keluarkan semua oli mesin.

Periksa bahwa cincin baut pembuangan oli dalam keadaan baik, gantilah bila perlu.

Pasang baut pembuang oli dan kencangkan

Torsi Baut Pembuangan Oli : 2,5 kg-m

Isi mesin dengan oli yang direkomendasikan.

Kapasitas Oli :

• •

0.8 liter (Pada Pemakaian mula) 0,7 liter (Pada penggantian periodik.)

Pasang kembali tangkai pengukur oli mesin.

Hidupkan mesin dan biarkan berputar stasioner selama 2-3 menit.

Matikan mesin dan periksa Ketinggian oli pada tangkai pengukur, dengan sepeda motor pada posisi tegak.

Periksa bahwa tidak ada kebocoran oli.

KASSA & SARINGAN OLI
SERVIS SENDIRI » SERVIS KECIL » KASSA & SARINGAN OLI (180) KASSA SARINGAN OLI ENGINE OIL FILTER SCREEN

Buang Oli mesin.

Buka tutup Kanan Rumah mesin .

Ambil kasa Saringan Oli, bersihkan dalam solar atau larutan pembersih lain lalu keringkan sampai benar-benar kering.

Pasang kembali kasa saringan Oli dan tutup kanan rumah mesin.

Isilah mesin dengan oli yg direkomendasikan.

SARINGAN OLI SENTRIFUGAL CENTRIFUGAL OIL FILTER

Catatan: Jaga agar lubang Jalur Oli ke Kruk AS tidak dimasuki debu atau kotoran. Jangan dibersihkan menggunakan udara bertekanan.

MEMBERSIHKAN

Buang Oli mesin.

Buka tutup Kanan Rumah mesin.

Lepaskan tiga sekrup rotor lalu lepaskan tutup rotor saringan Oli.

Bersihkan tutup rotor saringan dan bagian dalam pelat penggeraknya dengan menggunakan kain yang bersih dan lembut dan tidak meninggalkan bulu-bulu kain.

Periksa gasket rotor, ganti bila perlu.

Pasang kembali unit rotor saringan oli dgn urutan kebalikan dgn saat membongkarnya.

RANTAI RODA
SERVIS SENDIRI » SERVIS KECIL » RANTAI RODA (705)

RANTAI RODA DRIVE CHAIN

Pada saat lengan ayun (Swing Arm) bergerak naik/ turun maka akan menarik/ mengulur rantai.

Jika jarak main bebas rantai roda terlalu pendek, rantai akan tertarik dengan tekanan yg cukup besar sehingga dapat merusak rantai, gaya gesek antara Gigi sproket dan mata rantai menjadi lebih besar bahkan dapat merusak Rumah mesin terutama di bagian unit Transmisi.

Jika jarak main bebas rantai roda terlalu lebar, rantai akan berosilasi/ bergerak naik turun dgn jarak yg lebar, gigi sproket dapat menekan pinggiran rantai sehingga dapat merusak gigi sproket dan rantainya, bahkan dapat mengakibatkan rantai terlepas dari sproket-nya.

Pemeriksaan Jarak Main Bebas

Awas! Jangan sekali-kali memeriksa dan menyetel rantai roda sewaktu mesin dalam keadaan hidup.

Matikan mesin dan tegakan motor menggunakan standar tengah.

Masukan gigi transmissi ke neutral.

Lepaskan inspection hole cap (tutup lubang pemeriksaan rantai roda.

Periksa jarak main bebas rantai roda.

Jarak Main bebas rantai roda: 25-35 mm.

Penyetingan Jarak Main Bebas

Longgarkan mur As Roda dan Mur Sleeve.

Longgarkan dahulu kedua mur penyetingan rantai, lalu kencangkan perlahan sampai mendapatkan jarak main bebas rantai sesuai dengan yg diinginkan. Pada saat melakukan penyetingan ini kedua Tanda Setingan sebelah kiri dan kanan harus sama.

Awas! Jika kedua Tanda setingan tidak sama, berarti roda dalam keadaan miring dan jika dibiarkan dapat mengganggu kestabilan motor dan dapat mempercepat kerusakan pada ban, sproket dan rantai roda.

Jika batas akhir Tanda Setingan terlewati, itu berarti rantai sudah melewati batas servis. Ganti Rantai dan kedua sproket-nya.

Setelah didapatkan tanda main bebas yang sesuai, kencangkan Mur Sleeve dan Mur As Roda.

Torsi Pengencangan Mur Sleeve : 4.5 Kg-m Torsi Pengencangan Mur As Roda : 5 Kg-m

Periksa kembali jarak main bebas rantai

Kunci dan kencangkan mur setingan.

Periksa kerja pedal dan lampu rem belakang (BAB3), setel bila perlu.

Pemeriksaan Mata Rantai

Matikan mesin dan tegakan motor menggunakan standar tengah.

Masukan gigi transmissi ke neutral.

Lepaskan keempat baut rumah rantai roda (drive chain cases).

Ukur panjang jarak antar Pin mata rantai (lihat gambar), Ganti rantai/ mata rantai jika melewati batas servis-nya

Kode Ukuran Pitch Standar Batas Servis 415-420-428 12.7 mm 508 mm 511 mm 520-525-50 15.9 mm 635 mm 638 mm 630 19.05 mm 762 mm 766 mm

Orsinil: standar 508 mm batas service: 511 mm

Pastikan Klip rantai pada master link letak ujung terbukanya berlawanan dengan arah putaran rantai.

Pastikan Klip rantai benar-benar melekat pada tempatnya.

Periksa roller pada setiap mata rantai agar dapat berputar bebas pada pin-nya. Jika sudah terlihat kaku berikan sedikit oli bersih dan pastikan oli tersebut masuk ke sela2 roller. Untuk rantai yang terdapat O-Ring, Oli harus segera diseka lalu keringkan. Jika kekakuan sudah dapat dihilangkan lumasi seluruh mata rantai.

Ganti rantai jika:

• • •

Kekakuan pada mata rantai tidak bisa dihilangkan. Pergerakan mata rantai tidak halus. Ada kerusakan/ cacat pada plat dan roller mata rantai.

Master link yang mempunyai O-Ring, ada 4 O-Ring yang melekat antara roller dan plat master link. Pasang ORing seperti yang terlihat pada gambar diatas dan lekatkan Klip pada Pin-nya. Pastikan tidak ada celah antara Plat Master Link dan clip pada mata rantai.

Pembersihan dan Pelumasan

Kotoran, debu dan kurangnya pelumasan akan memperpendek umur rantai. Bersihkan dan lumasi rantai dengan pelumas #80–90 secara berkala.

Jika rantai roda kotor secara berlebihan, lepaskanlah dan bersihkan sebelum melumasinya.

Lepaskan penutup Sproket Penggerak (Rear Left Crankcase Cover).

Dengan hati-hati lepaskan retaining clip (klip pemasangan rantai roda) dengan sebuah tang.

Lepaskan master link (penyambung utama) dan drive chain (rantai roda).

[Untuk Rantai yang Mempunyai O-Ring]

Awas! Rantai yang mempunyai O-Ring tidak boleh diberikan pemanasan pada saat melakukan pembersihan dan pelumasan. Pemanasan dapat menghilangkan Gemuk dan fungsi O-Ring sehingga Rantai tidak akan

tahan lama.

Jangan membersihkan rantai dengan uap air yang panas dan bertekanan tinggi. Gunakan Spray pelumas rantai atau bensin untuk membersihkan rantai.

Bersihkan kotoran yang melekat pada rantai menggunakan deterjen.

Segera seka dan keringkan.

Lumasi Rantai dengan pelumas #80 – 90.

Bersihkan dan seka kelebihan pelumas agar tidak menciprat saat rantai berputar.

[Untuk Rantai tanpa O-Ring]

Bersihkan kotoran yang melekat pada rantai menggunakan Oli bersih.

Seka dan keringkan.

Lumasi Rantai dengan pelumas #80 – 90 atau spray pelumas rantai yang banyak dijual di pasaran.

Bersihkan dan seka kelebihan pelumas agar tidak menciprat saat rantai berputar.

Rantai Orsinil Astrea Legenda: Tanpa O-Ring

Pemeriksaan Sproket

Memasang rantai roda baru pada sproket yang aus akan menyebabkan rantai roda yang baru tersebut akan mengalami keausan dengan cepat.

Periksa rantai roda dan gigi-gigi sproket terhadap keausan atau kerusakan, gantilah bila perlu.

Jangan memasang rantai roda baru pada sprocket yang telah aus. Baik rantai roda maupun sproket harus dalam kondisi yang baik, jika tidak maka rantai roda yang baru akan cepat aus.

Periksa baut dan mur pemasangan rantai roda dan sproket, kencangkan bila ada yang longgar.

AKI
SERVIS SENDIRI » SERVIS KECIL » AKI (215)

AKI BATTERY

!AWAS Aki berisi cairan elektrolit yang mengandung asam sulfat, lindungilah mata, kulit dan pakaian anda. Jika mata terkena cairan elektrolit, bilaslah dengan air dan segera hubungi dokter.

Lepaskan tutup samping kanan .

Lepaskan selang pernapasan Aki.

Lepaskan baut penahan Aki pada rumah Aki.

Tarik keluar Aki dari Rumahnya.

Lepaskan dulu kabel terminal negatip, kemudian setelah itu lepaskan kabel terminal positipnya.

Periksa tinggi permukaan air AKI. Jika cairan elektrolit mendekati batas garis bawah (Lower), lepaskan tutup-tutup lubang pengisian dan tambahkan dengan air suling sampai garis batas atas (Upper). Setelah ketinggian air aki sesuai, pasang kembali tutup tutup pengisian air Aki.

Catatan Aki hanya boleh diisi kembali dengar air suling, pemakaian air mineral/tanah akan mengurangi umur Aki. Kencangkan tutup lubang pengisian hanya menggunakan tangan (Hand Tight).

Perhatian Proses pengisian aki menghasilkan gas hydrogen. Jika slang pernapasan Aki tersumbat , gas hydrogen tidak dapat keluar dari dalam Aki, tutup lubang pengisian dapat terlempar bahkan bagian plastik dari aki dapat menggelembung atau rusak. Letakkan selang pernapasan Aki pada posisi yang benar.

Periksa kedua kutub terminal Positif dan Negatif Aki. Pastikan koneksi kabel dengan terminalnya tidak longgar.

Jika terdapat karat pada kutub terminal, bersihkan karat menggunakan air hangat kemudian gosok dengan kuas kawat sampai karat yg melekat pada kutub terminal hilang.

Sambungkan kembali kabel dengan kutub terminalnya. Oleskan sedikit gemuk pada kedua kutub terminal Aki.

Pasang kembali Aki dengan urutan kebalikkan dari saat melepaskan-nya.

SISTEM PENGEREMAN
SERVIS SENDIRI » SERVIS KECIL » SISTEM PENGEREMAN (134)

SISTEM PENGEREMAN BRAKE SYSTEM

Jarak Main Bebas

Handle Rem Depan: 10-20 mm

Handle Rem Belakang: 20-30 mm

PENYETELAN

Jika dari hasil pengukuran jarak main bebas tidak diperoleh hasil sesuai dengan spesifikasi yang diberikan, lakukan penyetelan dengan memutar mur penyetelan (Adjusting Nut) yg terdapat pada tuas Rem.

Catatan Pastikan ujung bagian melengkung pada mur setelan rem duduk dengan benar pada PEN-nya.

KEAUSAN KANVAS REM BRAKE SHOE WEAR

Periksa kedua kanvas rem tromol depan dan belakang dari keausan.

Lakukan pengereman dan lihat indikator “Ñ” pada panel rem dan indikator panah pada tuas rem. Jika indikator panah pada tuas rem sejajar dengan Indikator indikator “Ñ” pada panel rem, periksa Kanvas Rem, Ganti jika perlu.

SAKLAR LAMPU REM BRAKE LIGHT SWITCH

Catatan Saklar lampu rem depan tidak memerlukan penyetelan.

Setel saklar lampu rem sedemikian rupa sehingga lampu rem menyala ketika pedal rem ditekan 20 mm dan rem mulai bekerja.

Jika lampu rem tidak menyala, setel saklarnya sehingga lampu rem menyala pada saat yang tepat.

Tahan rumah saklar lampu rem dan putar mur penyetelnya. Jangan memutar rumah saklar lampu rem.

RODA-BAN-PELEK
SERVIS SENDIRI » SERVIS KECIL » RODA-BAN-PELEK (216)

RODA, BAN DAN PELEK WHEEL, TIRES

Tekanan udara ban harus diperiksa sementara ban dalam keadaan dingin.

Tekanan udara dan ukuran ban yang dianjurkan: Tekanan ban kPa(kg/cm2,psi) => Depan : 175(1.75, 24) Belakang: 200(2.00, 29) Ukuran ban => Depan: 2,25-17-33L Belakang: 2,50-17-38L

Periksa ban terhadap sayatan, paku yang menancap, atau kerusakan lain.

Periksa roda depan dan belakang apakah segaris .

Ukur kedalaman alur ban pada bagian tengah. Ganti ban dengan yang baru apabila kedalaman alur ban mencapai batas sebagai berikut :

Kedalaman minimal Alur : sampai pada indikatornya.

Kencangkan kembali jari-jari roda secara periodik.

S-Tool: Spoke nipple wrench - Depan: 4,5 x 5,1 mm 07701-0020200. - Belakang: wrench 5,8 x 6,1 mm 07701-0020300.

Torsi: - Depan : 0,25 kg-m. - Belakang : 0,35 kg-m.

SETEL KOPLING
SERVIS SENDIRI » SERVIS KECIL » SETEL KOPLING (6)

SETEL KOPLING CLUTCH SYSTEM

Tegakan sepeda motor dengan menggunakan standar tengah.

Longgarkan mur pengunci setingan kopling dan putar sekrup setingan kopling searah jarum jam sebanyak satu putaran penuh, jangan memutar berlebihan.

Dengan perlahan putar sekrup setingan kopling berlawanan dengan arah jarum jam dan hentikan sewaktu terasa ada tahanan.

Pada kedudukkan ini, putar sekrup setingan kopling searah jarum jam sebanyak 1/8 putaran, kemudian kencangkan mur pengunci.

Torsi Mur Pengunci : 1.2 Kg-m

Catatan Tahan sekrup setingan kopling ketika mengencangkan mur pengunci. Setelah melakukan penyetingan, periksa bahwa kopling tidak slip dan bekerja dengan baik.

SUSPENSI-KOMSTIR
SERVIS SENDIRI » SERVIS KECIL » SUSPENSI-KOMSTIR (9)

SUSPENSI SUSPENSION

!Awas Bagian-bagian suspensi yang longgar aus, atau rusak mempengaruhi stabilitas dan pengendalian sepeda motor, perbaiki atau ganti komponen yang rusak sebelum mengendarai sepeda motor. Mengendarai sepedamotor dengan suspensi yang rusak memperbesar resiko Anda mendapatkan kecelakaan.

Pemeriksaan Suspensi Depan

Periksa cara kerja garpu depan dengan cara menekannya beberapa kali sambil mengerem roda depan.

Periksa seluruh susunan garpu terhadap tanda-tanda kebocoran, kerusakkan atau ada bagian yang kendor.

Gantilah komonen-komponen yang rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi.

Kencangkan semua baut dan mur.

Pemeriksaan Suspensi Belakang

Periksa cara kerja sokbreker dengan cara menekan bagian belakang sepeda motor beberapa kali.

Periksa seluruh susunan sokbreker terhadap kebocoran atau kerusakkan.

Kencangkan semua baut dan mur.

Letakkan sepeda motor diatas standar utama dan biarkan posisi roda belakang terangkat.

Gerakkan roda belakang ke arah samping kiri dan kanan untuk mengetahui apakah bos lengan ayun telah aus. Gantilah lengan ayun bila sudah aus secara berlebihan.

Gerakkan roda belakang dengan kuat ke arah samping untuk mengetahui apakah bantalan roda pada belakang telah aus. Gantilah bantalan jika terdapat kelonggaran.

KOMSTIR STEERING HEAD BEARING

Catatan Periksa bahwa kabel-kabel pengontrol tidak mengganggu perputaran stang stir.

Tegakan sepeda motor pada standar tengah dan naikkan roda depan sampai terangkat dari tanah.

Periksa bahwa stang stir dapat berputar dengan bebas.

Jika stang stir pergerakannya tidak merata, tertahan, atau ada pergerakan vertikal, Periksalah laher-laher Komstir.

LAMPU-STANDAR-PENGENCANGAN
SERVIS SENDIRI » SERVIS KECIL » LAMPU-STANDAR-PENGENCANGAN (151)

ARAH LAMPU UTAMA HEADLIGHT AIM

Catatan Setel arah sinar lampu depan seperti ditentukan oleh undang undang dan peraturan lokal.

Tegakan motor pada permukaan yang rata menggunakan standar tengah.

Longgarkan sekrup penyetelan.

Setel arah sinar lampu depan dengan menggerakan unit lampu depan keatas atau kebawah.

STANDAR SAMPING SIDE STAND

Tegakan sepeda motor dengan menggunakan standar tengah.

Periksa pegas standar samping terhadap kerusakan atau kehilangan elastisitasnya.

Periksa bahwa keseluruhan standar samping dapat digerakan dengan leluasa.

Apabila standar samping mengakibatkan bunyi atau kaku sewaktu digerakan, cucilah daerah di sekitar Pen dimana standar berputar dan lumasi baut Pen dengan Oli.

PENGENCANGAN NUTS, BOLT AND FASTENERS

Periksa bahwa semua baut dan mur rangka telah dikencangkan sesuai nilai torsi pengencangan .

Periksa semua klip-klip pengaman, penjepit slang dan pegangan kabel apakah letaknya sudah pada tempatnya dan dalam keadaan baik.

JADWAL PERAWATAN BERKALA
BAGIAN YANG DISERVIS Jika lebih dalu dicapai setiap PEMBACAAN ODOMETER (km)** PB-I PB-II PB-III 500 P P 2000 P P 4000 G P B P B P P G P P P P 12000 G P G P B P P B G setiap 2.000 km P P Setiap 500 km P P P P 8000 G P B P B P P

BUSI JARAK BEBAS KLEP SARINGAN UDARA SALURAN BENSIN SARINGAN BENSIN KARBURATOR KERJA GAS TANGAN KASA SARINGAN OLI OLI KOPLING RANTAI RODA REM DEPAN / BELAKANG KEAUSAN KANVAS REM TROMOL SAKLAR LAMPU REM TEKANAN ANGIN & KONDISI BAN PELEK RODA & JARI-JARI RODA SUSPENSI BAUT-BAUT DAN MUR-MUR STANDAR SAMPING STANG STIR AKI ARAH SINAR LAMPU DEPAN LAMPU-LAMPU DAN KLAKSON

* B P P Tahun G B P P

G G P P P&L P&L P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P

Minggu P

P P P Setiap Minggu P P&L P P

P P&L P P

Bulan P

P P&L P P P Setiap 1000 km P P P P P P

P = PERIKSA DAN BERSIHKAN, SETEL, LUMASI ATAU GANTI BILA PERLU

PB = PERAWATAN BERKALA.

G = GANTI

L = LUMASI

B = BERSIHKAN

*

= BERSIHKAN LEBIH SERING JIKA DIPAKAI DI DAERAH BERDEBU.

** = UNTUK PEMBACAAN ODOMETER LEBIH TINGGI, ULANGILAH SESUAI JADWAL

MESIN 4 TAK

HOWSTUFFWORKS » MESIN 4 TAK (14)

BERIKUT ANIMASI CARA KERJA MESIN 4 TAK: Baca selengkapnya di » Howstuffworks.com «

Langkah-1 HISAP

• • •

Klep Masuk Membuka, Klep Buang Tetap tertutup Seher bergerak Kebawah Pengabutan Bensin + Udara dari Karburator terhisap dan masuk ke ruang

bakar dan silinder.

Langkah-2 KOMPRESI

• • •

Klep Masuk Menutup, Klep Buang Tetap Tertutup Seher bergerak Naik Pengabutan Bensin + Udara dari Karburator terkompresi di ruang bakar

Langkah-3 BAKAR

• • •

Klep Masuk Tetap Tertutup, Klep Buang Tetap Tertutup Pengabutan Bensin + Udara terbakar akibat adanya percikan api dari busi dan

menimbulkan ledakan dahsyat. Seher terdorong ke bawah

Langkah-4 BUANG

• • •

Klep Masuk Tetap Tertutup, Klep Buang Membuka Seher bergerak Naik Sisa-sisa hasil pembakaran terbuang

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->