P. 1
Proposal Tesis Harviyaddin Mulsa & Nitrogen Melon 2011

Proposal Tesis Harviyaddin Mulsa & Nitrogen Melon 2011

|Views: 1,521|Likes:
Published by Jumard Bio Sbk

More info:

Published by: Jumard Bio Sbk on Jan 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2013

pdf

text

original

Mulsa yang digunakan adalah plastik hitam perak berukuran lebar 125 cm

dan mulsa alang-alang. Pemasangan mulsa plastik hitam perak, bagian plastik

berwarna perak menghadap ke atas, sedangkan sisi yang berwarna hitam

menghadap ke bawah. Pemasangan mulsa saat matahari terik dan tanah dalam

keadaan basah. Sisi mulsa dikaitkan pada bedengan menggunakan pasak

penjempit dari bambu. Pemasangan mulsa alang-alang dengan menghamparkan

potongan alang-alang ukuran 5-7 cm pada permukaan tanah sebanyak 10 ton ha-1

atau 3,6 kg petak-1
.

Penanaman diawali dengan pembuatan lubang tanam. Pembuatan lubang

di atas mulsa plastik hitam perak menggunakan kaleng susu bekas berdiameter 10

cm yang dipanaskan, dengan jarak antar lubang 50x60 cm. Lubang tanam dibuat

sedalam 5-7 cm. Setiap lubang tanam diikuti pemasang ajir setinggi 2 meter.

Bagian ajir yang masuk dalam tanah sekitar 20 cm. Pemindahan bibit ke lapangan

ketika umur 10 hari setelah semai atau memiliki 2-3 pasang daun. Penanaman

37

bibit dilakukan sore hari. Media bibit disiram sebelum tanam agar media tidak

pecah saat polibag dibuka. Polibag dilepaskan dari media bibit secara hati-hati.

Bibit ditanam pada lubang yang disiapkan dan diupayakan media tanam bibit tetap

kompak atau tidak pecah. Bibit diusahakan berdiri tegak dan memastikan bibit

tidak menyentuh mulsa plastik hitam perak.

Melon membutuhkan nutrisi yang lengkap dalam pertumbuhan dan

produksi. Nutrisi dapat berasal dari pupuk dan bokashi kotoran sapi. Pupuk dan

bokashisapi yang diberikan sebelum pemasangan mulsa dengan cara disebar

merata ke permukaan bedengan, dicangkul merata dengan tanah. Pemberian

pupuk SP-36 sebanyak 200 kg ha-1

atau 72 g petak-1

dan KCl sebanyak 150 kg ha-

1

atau 54 g petak-1
.

Bokashi kotoran sapi diberikan dengan dosis 5 ton ha-1

atau

1,3 kg petak-1

. Pemberian pupuk N disesuaikan dengan dosis yang diuji

(Lampiran 2).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->