P. 1
Askep Pada BBL Normal

Askep Pada BBL Normal

|Views: 85|Likes:
Published by Che Poetry Bintank

More info:

Published by: Che Poetry Bintank on Jan 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2013

pdf

text

original

askep pada BBL Normal

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL OLEH: KELOMPOK 4 : · · · · SUSY FRNSISCA SIHOMBING (10.08.1161.021) ROSTIKA MARIA SIRAIT (10.08.1161.012) ENDANG PANJAITAN(10.08.1161.027) SOMANTRI DACHI(10.08.1161.0

DOSEN PEMBINGBING:HETTY MARLINA PAKPAHAN SKM.S kep.

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS DARMA AGUNG MEDAN 2012 KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan anugrah yang di limpahkan kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan asuhan keperawatan ini dengan baik. Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan asuhan keperawatan ini masih banyak terdapat kekurangan baik dari penyusunan maupun isinya. Oleh karena itu ,penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan asuhan keperawatan ini . Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan asuhan keperawatan ini.

BAB I (SATU) PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Yang di namakan periode bayi baru lahir atau neonatal 4 minggu pertama kehidupan, namun hakikatnya kehidupan janin dan neonates adalah suatu kelanjutan dimana pertumbuhan dan perkembangan organisme manusia di pengaruhi oleh paktor genetic dan lingkungan dalam dan luar kandungan, dapat dimodifikasikan oleh penangaruh social, ekonomi dan cultural misalnya taksomia pada ibu berakibat terjadinya penurunan kecepatan pertumbuhan janin dan peningkatan insiden hipoglikemia neonatum ,keadan ekonomi yang rendah merupakan factor yang sering berhubungan dengan kelairan bayi yang berat badan rendah (kelahiran premature),yang selanjutnya berhubungan dengan angka kesakitan dan angka kematian yang tinggi ,tidak haya selama neonatal tetapi selama masi bayi.

Fator – factor social ekonomi di cerminkan dalam angka kematian neonatus dan bayi. Walaupun pengaruh social seperti keengganan dokter bertempat tinggal di daerah yang miskin mempengaruhi tersedianya pelayanan kesehatan bagi mereka yang membutuhkan kegagalan banyak ibu yang bertempat tinggal di daerah yang demikian itu , untuk memampaatkan sefektif mungkin pelayanan kesehatan prenatal serta pelayanan kedokteran selain pelayanan kedokteran pencegahan yang tersedia ikut bertanggung jawab atas angka kesakitan serta kematian janin dan bayi.pendidikan kesehatan masyarakat yang tidak memadai, merupakan sebagian dari kegagalan pelayanan masyarakat.

BAB ll 2.1 PENGERTIAN Bayi baru lahir yaitu bayi baru lahir selama satu jampertama kelahiran(menurut syafuddin).

Selama lahir janin harus menyesuaikan diri dari kehidupan intrauterin keke hidupan ekstra uterin.faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan fungsi ini , yaitu: · Maturasi

Mempersiapkan fetus untuk transisi dari kehidupan intrauterin ke hidupan ekstrauterin, dan ini berubungan erat dengan masa gestasi di banding dengan berat badan lahir. · Adaftasi

Siperlukan oleh neonates untuk dapat tetap hidup dalam lingkungan baru · Toleransi

Kemampuan untuk bertahan dan meyesuaikan diri terhadap paparan lingkungan ekstrauterin. 2.2 KELAHIRAN

WAKTU Waktu kelahiran sempurna adalah segera ketika bayi terpisah dari ibunya. Tali pusat dan plasenta tidak berhubungan dengan bagain tubuh bayi, sehingga posisinya tidak mempengaruhi waktu bersalin. Bayi itu pada umumnya segera menangis sekeluarnya dari jalan lahir setelah 30 detik kemudian .sebagai sebab sebab yang menimbukan pernapasan pertama,ditemukan: 1. Ransangan pada kulit bayi

Walaupun begitu ransangan yang disebabkn oleh forceps atau versi dan ekstrasi tidak menyebabkan bayi bernapas. 2. Tekanan pada torax sebelum bayi lahir

Di dalam jalan lahir dada anak tertekan dan dengan sendirinya akan mengembang setelah anak lahir. Keberatan terhadap teori ini ialah bahwa anak yang di lahirkan section sesare juga segera menangis 3. Penimbunan Co2

Setelah anak lahir,kadar Co2 dalam darah anak naik dan ini merupakan ransangan pernapasan. 4. Kekurangan O2

Kekurangan O2 merupakan ransangan pernapasan 5. Pernapasan intra uterin

Anak sudah mengadakan pergerakan pernapasan di dalam rahim. Malahan sudah menangis di dalam rahim. Pernapasan di dunia luar hanya merupakan lanjutan gerakan pernapasan di dalam rahim. 6. Pemeriksaan bayi

Kebanyakan anak akan mulai bernapas dalam beberapa detik setelah lahir dan menangis dalam ½ menit,kalau waktu di atas terlampaui maka tumit anak di pukul- pukul atau punggung anak di pijit-pijit supaya bayi mulai bernapas.

2.3. proses-proses perkembangan bayi baru lahir a. Respirasi

Bayi rata rata akan bernapas 30 detik setelah kelahiran. Ransangan untuk gerakan napas bayi,pertama tama adalah:tekanan mekanis dari torax sewaktu melalui jalan lahir,penurunan PaO2 dan peningkatan PaO2 meransang kemoreseptor pada sinus karotikus,ransangan dingin di daerah muka akan meransang permulaan pergerakan b. Jantung dan sirkulamengsi darah

Pada saat paru paru berkembang,O2 alveoli meningkat dan resistensi pembuluh darah paru menurun,sehingga terjadi peningkatan aliran darah. Darah dari pulmonalis mengalir ke paru dan dustus arteriosus menutup. c. Traktus digestivus

Pada traktus digestivus neonates, mengandung zat berwarna hitam kehijauan yang terdiri dari mukopolisakarida dan di sebut mikonium. Pengeluaran mikonium biasanya dalam 10 jam pertama dan dalam 4 hari biasanya tinja sudah berbentuk dan berwarna biasanya. Enzim dalam traktus digestifus biasanya sudah terdapat pada neonates kecuali enzim amylase pancreas.

d.

Hati

Segera setelah lahir hati menunjukkan perubahan biokimia dan morpologi yaitu peningkatan kadar protein dan penurunan kadar lemak dan klokogen. e. Metabolisme

Luas permukaan neonates relative lebih besar dari pada orang dewasa sehingga metabolisme basal perKG BB lebih besar. f. Produksi panas

Bila suhu menurun neonatus akan berubah meningkatkan suhu dengan cara melakukan pembakaran bron fat yang akan memberikan lebih banyak energy dari pada lemak biasa. g. Keseimbangan asam basa

PH darah waktu lahir rendah karena glikolisis anaerobic h. Keseimbangan air dan fungsi ginjal

Tubuh bayi barulahir relative lebi banyak air dan kadar natrium relative lebih besar dari pad a kalium i. Kelenjar endokrin

Selama dalam uterus,petus mendapat hormone dari ibu. Pada waktu bayi baru lahir,kadang hormone trsebut masih berfungsi, misalnya dapat di lihat pembesaran kelenjar mammae pada bayi. j. Susunan saraf pusat.

Sewaktu lahir,fungsi motorik terutama adalah subkortikal. Setelah lahir jumlah cairan otak menurun sedangkan lemak dan protein meningkat. k. Immunoglobin

Pada neonatus tidak terdapat sel plasma pada sum sum tulang dan lamina propium. Pada bayi lahir, hanya terdapat globulin gama G

2.4 TABEL NILAI APGAR SCOR 0 1 Appearance (warna kulit) Pucat 1 Badan merah,exstermit 2 Seluruh tubuh kemerah NA

as biru

meraha n Lebih dari

2

Pulseratte (frekuensi nadi) Grimace (eaksi rangsangan ) Aktifit (tonus otot)

Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada

Kurang dari 100

3

Sedikit gerakan mimik Exstermitas dalam sedikit repleksi Lemah tidak teratur

Batuk/bersin

4

Gerakan aktif Baik atau menangi s

5

Respiration (pernapasan)

Catatan NA 1 menit lebih /sama dengan 7 tidak perlu resusita NA 1 menit 4-6 bag dan masuk pentilation NA 1 menit 0-3 lakukan intubasi (Dr sarwono P,ilmu kebidanan · Identifikasi bayi

Identifikasi bayi di lakukan setelah bayi lahir dan ibu masih berdekatan dengan bayinya di kamar bersalin. Tertukarnya bayi di rumah sakit merupakan hal yang membamembawa akibat yang jauh dan tidak bolehnya terjadi . Bayi-bayi tidak boleh meninggalkan kamar bersalin sebelum di lakukan identifikasi dengan teliti Sebagai Negara mengambil tanda pengenal bayi dari cek jari atau telapak kaki. Akan tetai pada umumnya tanda pengenal secarik kertas putih atau berwarna merah/biru (tergantung jenis kelamin bayi)dan di setudi tulis nama keluarganya. · Antropomentri

ü Dilakukan pengukuran lingkaran ke lengan atas dan panjang badan dengan menggunakan pita pengukur. ü Lingkaran kepala fronto – occipitalis 34cm , ü Suboksipito – bregmantika 32cm

ü Mento occipitalis 35cm. ü Lingkr dada normal 32-34cm.Ligkar lengan atas normal 10-11cm. ü Panjang badan normal 48-50cm

CARANYA perawatan pa bayi baru lahir Mata bayi mula-mula di tetesi air steril pada sudut mata sebelah hidung kemudian kelopak mata bawa di tarik dan ditetesii argentii 2% pada rongga kelopak bawa itu setelah menunggu 2 menit supaya argentii nitras dapat bekerja, maka kedua kelopak di renggangkan dan di siram dengan cairan garam fisiologis yang hangat ,agar nitras argentii semua hanyut. Dengan penemuan penicillin yang sangat mujarap terhadap gonococcus ,maka di banyak rumah sakit argentii nitras telah diganti dengan larutan penicillin (25.000S tiap cc)atau salep mata penicillin (100.000 S tiap gram). Ø Pemeliharaan kulit Mengingat bahaya infeksi kulit dengan stapilococus , banyak rumah sakit tidak memandikan bayi lagi , hanya darah dan meconium dibersihkan sedangkan venixcaseaso di biarkan Vernix caseaso akan hilang sendiri selama dalam 24 jam . Ø Defekasi dan micti Keluarnya meconium dan air kencingsegera setelah anak lahir merupakan tanda bahwa saluran pencernaan dan saluran kencing baik. Sebaliknya meconium dan urine tidak keluar ,kemungkinan ada kelainan bawaan. Ø Icterusneonatorum Kira-kira 1/3 dari bayi yang baru lahir ,memperlihatkan icterius antara hari ke-2 dan hari ke-5 yang dinamakan icterus fisiologi. Yang menimbulkan icterus ini adalah hiperbilirunaemia yang disebabkan karena : a. Penghancuran erythrocyte yang hebat.

Seperti yang telah di terangkan selama kehidupan intra uterin terdapat polycytaemia untuk mengimbangi kadar O2 yang rendah , untuk kehidupan di luar tidak diperlukan sedemikian banyak arytrocyte. b. Hati ayi belum berfaal baik , sehingga tidak dapat megubah bilirubin l ini menjadi bilirubin ll.

Pada anak prematuricterus biasanya lebih hebat dan lebih lama lagi karena faal hati masih sangat kurang. Ø Kehilangan berat badan Karena selama ¾ hari yang pertama bayi boleh di katakana hamper tidak kemasukan cairan (produksi air susu ibu belum lancar ),sedangkan bayi mengeluarkan feses , urine, dan perlu cukup banyak. Maka tidak mengherankan bahwa beratnya turun sampai di imbangi oleh minuman air susu yang cukup. Kehilangan berat ini ± 7% dari berat badan dan tidak boleh melebihi 10% dari berat badannya. Ø Status (records) Sebelum bayi di pindah ke bangsa , status bayi harus di lengkapi dengan riwayat perawatan antenatal ; riwayat persalinan termasuk obat-obat yang diberikan pada waktu persalinan ; jenis persalinan ; jumlah warna ,dan bau air ketuban ; bentuk ; dan warna ; panjang tali pusat ; bentuk, besar, dan berat plasenta ; serta keadaan bayi waktu lahir (nilai fagar resusitasi yang di lakukan , obat yang di berikan dan hasil dari pemeriksaan pertama). Ø Rooming in Yang di maksut dengan rooming in ialah : Fenempatan buaian bayi dalam satu kamar dengan ibunya , biasanya di samping tempat tidur ibunya. Rooming in adalah lanjutan dari carli ambulation. Carli ambulation memungkinkan memelihara anaknya. Hal ini mengutamakan,karena hubungan kasih sayang antara ibu dan anak terjalin, lagi pula ibu akan lebih pandai memelihara anaknya kalau ia keluar dari rumah sakit.

2.5 peralatan bayi Bayi baru lahir dapat di bagi menjadi 2 yaitu; · Bayi normal (sehat) memerlukan peralatan biasa,

Kelahiran bayi normal cukup di tolong oleh bidan atau perwatan /tanggung jawab yang penuh terhadap keselamatan ibu dengan bayi. · Bayi gawat (high risk baby) memerlukan penanggulangan khusus seperti adanya afiksia dan pendarahan

Pada kelahiran abnormal, bayi memerlukan pertolongan,spesialis, bayi baru lahir dan di urus oleh bidan di tangani oleh dokter anak.

Manfaat bagi bayi 1. ASI adalah makanan alami, nutrsi sempurna dan karena itu merupakan makanan terbaik untuk bayi anda. Karena unsur kimiawi yang membentuknya, bayi anda dapat dengan mudah mencerna dan menyerap kandungan nutrisinya. Zat antibody yang mengandung dalam ASI membantu melawan berbagai infeksi saluran ,saluran kencing telinga dan infeksi pada darah. Zat anti bodinya juga dapat meningkatkan system kekebalan tubuh putra-putri anda. ASI membantu mencegah timbulnya alergi sensitifitas terhadap makanan. Hampir tidak pernah terjadi konstipasi pada bayi yang mendapat ASI. Mereka jarang terkena diare dan kembung. Karena menyusui ASI merupakan usaha yang lebih keras dari pada minum ya g dari botol, hal ini mendorong pertumbuhan rahang gigi dan palate yang lebih baik. Bayi yang di susui lebih jarang terkene cavities di masa kecilnya kemudian. Pemberian asi membantu mencegah penyakit jaundije. Ada penurunan resiko sindrom kematian mendadak pada bayi (sudden infan death syndrome),meningitis ulcerative colitis ,crohn`sdisease,leukemia,leukemia,lymphoma,obesities,dan juvenile diabetes pada bayi –bayi yang diberi ASI. Pemberian asi juga menunjukkan adanya peningkatan IQ pada anak.

2.

3. 4.

5.

6. 7.

8.

Manfaat untuk ibu 1. Menyusui membantu mengembalikan uterus ke ukuran normalnya dan juga berguna mengurangi penimbunan lemak. Menyusui membakar kalori dan membantu ibu untuk mengurangi berat badan sehingga kembali ke bentuk semula. Menyusui sangat nyaman. Tidak perlu mengaduk,menakar dan membersih

2.

3.

kan. Tidak perlu persiapan yang rumit atau tempat penyimpanan. 4. 5. Menyusui sangat ekonomis karena tidak perlu beli botol,dot atau susu pormul. Ketika ibu menyui,ia akan mengalami penurunan resiko dari kangker payudara dan kangker ovarium. Menyusui melindungi penyimpanan zat besi karena itu menekan ovulasi dan menstruasi. Tapi ini tidak dapat di jadikan jaminan untuk tidak terjadinya kehamilan.

Beberapa tips untuk memberikan makanan pertama: 1.Berikan pada waktu yang tepat Bila anda memberi asi,maka berikan makanan waktu cadangan asi anda agak sedikit,biasanya sore hari. Dan jangan berikan makanan setelah minum asi atau pada saat bayi masih kelihatan kenyang. 2.suasana yang tepat Misalnya anda sudah siapkan semuanya pada pada jam 4 sore lalu bayi anda rewel entah karena capek atau ngantuk sebaikya di tundah dulu. Cari suasana yang lebih baik waktu yang sedang segar dan ceria. 3.bersiaplah untuk waktu makanan yang sama Jangan memberi makanan waktu anda sedang sibuk atau terburuh buruh,karena proses pengenalan bayi ini bisa memakan waktu yang lumayan lama.

4.persiapkan tempatnya Siapkan kursi yang sudah dia kenal atau kereta bayi juga boleh.pakailah sabuk pengaman demi keamanan bayi dan juga membuat pikiran anda tenang.pakailah pelindung baju untuk bayi supaya makanan tidak mengotori bajunya. Pilihlah sendok yang berlekuk dan pinggirnya lembut sehingga aman buat se bayi. 5.tahu kapan harus berhenti Jika bayi anda sudah kehilangan minat sebaiknya Jangan di lanjutkan lagi.tandahnya bisa berubah rewel kepalanya di balingkan, mulutnya di tutup atau makananya di keluarkan lagi. Anda tentu tidak ingin melewatkan bagaimana eskpresi waktu menerima suapan pertama.

Terakhir, jangan berikan madu buat si kecil. Bukan saja tidak mengandung kalori tetapi juga mengandung resiko kesehatan. Madu dapat mengandung sepora dariklosteridium botulinun, jangan dalam bentuk ini tidak berbahaya bagi orang dewasa tetapi dapat menyebabkan botulisme (di sertai sembelit, kelemahan dalam mengisap susu,kurang nafsu makan dan kelemahan umum ) pada bayi. Penyakit yang serius,meskipun jarang menjadi fatal,ini dapat menjurus kepneumonia dan dehidrasi.dokter meyarankan untuk menunggu sampai usia 1 tahun ke atas. Tetapi utuk madu yang terkandung dalam susu formula dikatakan cukup aman.

BAB 111

TEORI ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL

I.PENGKAJIAN

A.Pengumpulan Data Nama,umur,jenis kelamin,tempat lahir,pendidikan,pekerjaan,agama,suku,bangsa,riwayat persalinan,nama penanggung jawab,usia penanggung jawab.

A.Pengkajian terhadap faktor : a.Maternal : usia,riwayat kesehatan masa lalu,sosial,perkembangan,dan riwayatperkembangan. b.Obstetrik : periode mensturasi yang lalu,periode mensturasi saat ini,dan kondisi kehamilan teakhir . c.Perintal : * Antepartal : informasi prenatal * Maternal healthy (DM jantung dan lain lain) d.Intrapartum : * usia gestasi : di atas 42 minggu , dibawah 34 minggu * lama dan karakteristik persalinan : persalinan ama pada kala I dan II , KPD.

* kondisi ibu : hipo/ hipertensi progresif,penarahan ,infeksi * presentasi fetal : bahu melintang * keadaan yang mengidentifikasi fital distress : pols di bawah 120 kali/ menit * penggunaan analgesia *metode melahirkan : secsio cesarea ,forceo,vacum

B. Sistem penilaian APGAR Pada menit 1 dan ke 5 a. 10/10= kondisi paling baik b. sebagian bayi baru lahir adalah acrocyanotic , berkisar 8 atau 9 c. jika scor menit ke 5=6 atau lebih ,membutuhkan penilaian pada menit ke 10.Hal ini berguna untuk menetapkan score tambahkan setiap 5 menit sampai 10 menit berlalu atau sampai 2 score yang baik :7 atau lebih d.Penilaian : * 0-2: asfiksia berat,bayi pada resiko tinggi,membutuhkan resusitasi dan Evaluasi kemudian. *3-4 : asfikasia sedang ,bayi pada resiko sedang .kemungkinan Membutuhkan resusitasi dan evaluasi kemudian. *5-7 : asfiksia sedang .Bayi pada resiko kemungkinan resusitasi Intermitten. *8-10 :tidak ada asfiksia ,infant pada minimal resiko, prosedur aktif Rutin.

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Diagnosa keperawatan yang kemungkinan muncul pada bayi baru lair adalah : 1.Tidak efektifnya berrsihan jalan nafas berhubungan dengan mukus yang berlebihan ,posisi yang tidak tepat . 2.Resiko tinggiterhadap perubahan temperatur ,berhubungan dengan kontrol temperatur yang immatur , perubahan lingkungan eksternal. 3.Resiko tinggi infeksi atau inflamasi berhubungan dengan kurangnya pertahanan imunologi ,faktor lingkungan penyakit maternal 4.Resiko tinggi trauma berhubungan dengan kelemahan fisik . 5.Perubahan utrisi : kurang dari kebutuhan tubuh (resiko tinggi) berhubungan dengan imaturitas ,kurang pengetahuan parental.

III.PERENCANAAN

Diagnos a kepe rawa tan

Tujuan

K.hasil

Intervensi

Rasio n al

Imple m e nt as i

evaluasi

ü Tidak efek tif nya bersi hn jalan nafa

a.Untuk me nda pat kan info rma si

a.bayi aka n me mp ert aha nka

a.Memper tahan kan jalan nafas: bersih /paten

a.me n g et a h ui k

a. m e m b er ik a

a.jalan nafas bayi dapat dipertahan kan dengan baik(bayi dapat berjalan dengan

s berh ubu ngan deng an muk us yang berl ebih an , posi si yang tidak tepa t. ü Resiko tingg i terh adap peru baha n tem oera tur ,ber hub unga n deng an kont rol tem pera tur yang

das ar. b.Meng ide ntifi kasi mas alah tran sisi dari kehi dup aan intr a ke ekst ra uter in. C.Medo ku me nta si vari asi indi vid u dan rea ksi

n jala n naf as yan g pat en b.bayi aka n me mp ert aha n kan te mp era tur tub uh yan g sta bil c.bayi tid ak me nga lam i inju ri d.bayi aka

b.Memper tahank an tempe ratur tubuh stabil

c.Mencega h terjadi nya infeksi

ec e n d er u n g a n p as ie n

d.Menceg ah terjadi nya traum a

e.memenu hi kebut uhan nutrisi

b.me m o e n g ar u hi m e n et a p k a n in te rv e ns i p

n p e nj el as a n se su ai d e n ga n te ra pi se ca ra te ra tu r p a d a p er a w at a n b ay i b

normal)

b.suhu bayi normal

c.bayi terhindar dariinfeksi injuri.

imm atur, peru baha n lingk unga n ekst erna l. ü Resiko tingg i infek si atau infla masi berh ubu ngan deng an kura ng nya pert ahan an imu nolo gi,fa ktor lingk unga n ,pen yakit mat erna

n me ner ima nut risi sec ara ade kua t

a d a b a yi b ar u la hi r n or m al .

ar u lhi r n or m al

b.men inj a u ul a n g jal a n n af as b er si h at a u p at e n

c.men ca ta t

l. ü Resiko tingg i trau ma berh ubu ngan deng an kele mah an fisik ü Perub ahan nutri si :kur ang dari kebu tuha n tubu h(re siko tingg i) berh ubu ngan deng n imat urita s ,kura ng

h as il su h u tu b u h st a bil

d.men ga nj ur ka n p e m b er ia n m ak a n a n d a n n ut ris

peng etah uan pare ntal .

i.

IIII.PELAKSANAAN

*.Memberikan penjelasan kepada pasien sesuai dengan terapi secara teratur dalam perawatan bayi baru lahir dengan normal. *.Meninjau ulang tentang jalan nafas bersih atau paten *.Mencatat hasil suhu tubuh stabil *.Menganjurkan pemberian makanan atau nutrisi a.kekuatan mengisap dan koordinasi menelan b.memberikan bayi nurtisi yang adekuat c.memberikan nutrisi yang berfasilitas buat ibu.

IIIII.EVALUASI

Hal hal yang perlu di evaluasi setelah melakukan tindakan keperawatan pada Bayi Baru Lahir adalah: a.jalan nafas bayi dapat dipertahan kan dengan baik (Bayi dapat bernafas dengan normal ) b.Suhu bayi normal c.Bayi terhindar dari infeksi linjuri

DAFTAR PUSTAKA

Ns.Serri Hutahaean,S.kep.2009.Asuhan keperawatan dalam maternitas dan gineklogi,jakarta:Trans Info Media.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->