P. 1
Intellectual Capital

Intellectual Capital

|Views: 378|Likes:
Published by Rohmat Husaini

More info:

Published by: Rohmat Husaini on Jan 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Penelitian Selama satu setengah dekade semenjak krisis moneter tahun 1997 hingga 1998 bank-bank BUMN telah menghadapi peningkatan persaingan dari bank-bank milik swasta. Seringkali bank-bank swasta memberikan pelayanan yang lebih sehingga mendapatkan pangsa pasar bank-bank BUMN. Dalam usaha memerangi persaingan yang ketat ini, bank-bank BUMN mulai meningkatkan perhatiannya pada sumber daya manusianya. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan perusahaan dalam mencapai keunggulan kompetitif dari para pesaingnya, salah satunya melalui pemberdayaan karyawannya. Kini banyak pihak sering mengatakan bahwa aset yang paling berharga adalah sumber daya manusia, khususnya intellectual capitalnya. Namun sayangnya dalam laporan keuangan perusahaan jarang terlihat nilai-nilai dari intellectual capital tersebut. Biaya gaji, biaya pelatihan, dan biaya pendidikan yang sering dikeluarkan oleh perusahaan umumnya dilaporkan sebagai biaya operasional, bukan pengeluaran modal (capital expenditure). Terlepas dari masalah tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa peran intellectual capital menjadi substansial dan sumber keberhasilan perusahaan yang signifikan. Penelitian seputar intellectual capital kini mulai banyak diteliti oleh beberapa mahasiswa maupun dosen. Penelitian Zuliyati (2011) dari Universitas Stikubank menunjukkan bahwa terdapat pengaruh postitif intellectual capital terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode penelitian tahun 2007-2009. Penelitian Citra Puspita Dewi (2011) dari Universitas Diponegoro menunjukkan bahwa intellectual capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, produktivitas, pertumbuhan, dan market valuation perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode penelitian tahun 2007-2009. Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa human capital memberikan kontribusi yang paling banyak terhadap penciptaan nilai tambah bagi perusahaan. Oleh karena semakin derasnya desakan pentingnya mengukur pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan khususnya pertumbuhan laba, maka upaya untuk menguji pengaruh intellectual capital tersebut semakin banyak dilakukan. Hal tersebutlah yang mendasari kami untuk melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PERUSAHAAN PERBANKAN BUMN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2009-2011”. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah kami uraikan di atas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut : 1. Apakah intellectual capital berpengaruh terhadap pertumbuhan laba perusahaan perbankan BUMN yang terdaftar di BEI periode 2009-2011 ? 1.3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh intellectual capital terhadap pertumbuhan laba perusahaan perbankan BUMN yang terdaftar di BEI Periode 2009-2011.

1

Semakin baik bank dapat mengelola dan memanfaatkan intellectual capital yang dimiliki. Manajemen perusahaan bertanggungjawab melaksanakan kegiatan yang memberikan keuntungan bagi stakeholder dan melaporkan kegiatan tersebut kepada stakeholder. Apabila seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik maka akan menciptakan value added bagi perusahaan sehingga dapat berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. diharapkan akan menciptakan kompetensi yang khas bagi bank yang diharapkan mampu mendukung kemampuan bank dalam memenuhi kebutuhan nasabah. dan pertumbuhan perusahaan.1. Yang pertama yaitu pandangan yang berorientasi pada pasar (marketbased) dan yang kedua adalah pandangan yang berorientasi pada sumber daya (resource-based). pelanggan.1. pemerintah. Hubungan antara intellectual capital dengan pertumbuhan perusahaan dapat dijelaskan dalam teori ini. Ulum (2008) menjelaskan bahwa dengan perubahan ekonomi yang berkarakteristik ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dengan penerapan manajemen pengetahuan (knowledge management) maka kemakmuran suatu bank akan bergantung pada suatu penciptaan transformasi dan kapitalisasi dari pengetahuan itu sendiri. VAIC™. 2 . intellectual capital. 2. 2009).BAB II TELAAH PUSTAKA 2.1 Dasar Teori Teori yang menjadi landasan kami dalam melakukan penelitian ini adalah stakeholder theory.1 Stakeholder Theory Teori ini menunjukkan hubungan antara manajemen perusahaan dengan stakeholder. Knowledge-based theory menganggap pengetahuan sebagai sumber daya yang sangat penting bagi bank. yaitu pandangan yang berorientasi pada pengetahuan (knowledgebased). distributor. 2. kreditur. Penciptaan value added yang dilakukan oleh manajemen perusahaan bertujuan untuk kepentingan para stakeholder sesuai dengan teori ini. Dalam hal ini yang dimaksud kelompok stakeholder adalah seluruh pemangku kepentingan perusahaan antara lain pemegang saham. knowledge-based theory. Apabila kinerja perusahan meningkat otomatis nilai perusahan akan ikut meningkat (Ramadhan. Pengembangan dari kedua perangkat tersebut menghasilkan suatu pandangan baru. 2009) resource based theory menjelaskan adanya dua pandangan mengenai perangkat penyusunan strategi perusahaan. Manajemen perusahaan harus dapat mengelola intellectual capital yang dimiliki perusahaan. termasuk pertumbuhan laba.2 Knowledge Based Theory Menurut Sangkala (dalam Ramadhan. karena pengetahuan merupakan aset yang apabila dikelola dengan baik akan meningkatkan kinerja bank. Dalam teori ini kelompok stakeholder mempunyai kedudukan lebih tinggi daripada manajemen perusahaan. masyarakat umum.

2006). c. Termasuk dalam hal ini adalah database. Structural Capital meliputi seluruh non-human storehouses of knowledge dalam organisasi.1. 2007). 2003 dalam Ting dan Lean. Relational Capital merupakan hubungan yang harmonis/association network yang dimiliki oleh perusahaan dengan para mitranya. process manuals. (Belkaoui. semakin banyak juga penjelasan yang mengurai definisi mengenai intellectual capital dan cara pengukurannya. yaitu : a. Human capital Human capital (HC) merepresentasikan individual knowledge stock suatu organisasi yang dapat dilihat dari karyawannya. (Bontis. routines dan segala hal yang membuat nilai perusahaan lebih besar daripada nilai materialnya. Menurut Ulum (2007). education. 2008) Seiring dengan semakin bermunculannya penelitian mengenai intellectual capital. experience.al. Sedangkan human capital meliputi sumber daya manusia yang ada di dalam organisasi tersebut seperti karyawan dan sumber daya eksternal yang berkaitan dengan organisasi. (Widjarnako. berasal dari hubungan perusahaan dengan pemerintah maupun dengan masyarakat sekitar. (Bontis. Smith (1994) dan Grandstrand (1999) mengenalnya dengan intellectual property. 2000 dalam Ulum. kami mengambil pendapat para ahli seperti Edvinson (1997). dan rantai pasokan. Beberapa ahli menyebut intellectual capital dengan banyak istilah. Dalam penelitian ini. jaringan distribusi. dan attitude tentang kehidupan dan bisnis. et. Relational / customer capital Relational capital didefinisikan sebagai seluruh sumber daya yang menghubungkan perusahaan dengan pihak eksternal seperti pelangan. Bontis (2002).al. yaitu (1) organisational (structural) capital dan (2) human capital. pemasok atau partner R&D. Relational capital memegang peranan penting dalam pencitraan perusahaan di mata publik terutama stakeholder. HC merupakan kombinasi dari genetic inheritance. sebagaimana yang dikutip dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD. 2007). 2009). et.3 Intellectual Capital Studi lapangan mengenai intellectual capital sudah mulai dilakukan pada awal tahun 1990-an. (Widjarnako. juga Ting dan Lean (2009) yang mengelompokkan intellectual capital ke dalam 3 (tiga) bagian. Relational capital dapat muncul dari berbagai bagian di luar lingkungan perusahaan yang dapat menambah nilai bagi perusahaan tersebut. Sveiby (1997) menyebutnya dengan istilah immaterial value.2006) 3 . 2000 dalam Ulum. strategies. Structural capital Structural capital merupakan kemampuan organisasi atau perusahaan dalam memenuhi proses rutinitas perusahaan dan strukturnya yang mendukung usaha karyawan untuk menghasilkan kinerja intelektual yang optimal serta kinerja bisnis secara keseluruhan. 1999) menjelaskan intellectual capital sebagai nilai ekonomi dari dua kategori aset tak berwujud. Stewart (1998). Organisational (structural) capital meliputi di dalamnya sistem software. Itami (1991) menyebut istilah intellectual capital dengan invisible asset. seperti konsumen (customer) dan supplier. baik yang berasal dari para pemasok yang andal dan berkualitas. organisational charts. Hall (1992) menyebutnya dengan istilah intangible asset. berasal dari pelanggan yang loyal dan merasa puas akan pelayanan perusahaan yang bersangkutan.2. b. (Chong.

Keunggulan metode VAIC™ ini menurut Ulum (2007). VA didapatkan dari selisih antara pendapatan dikurangi dengan beban yang dimiliki oleh perusahaan kecuali beban karyawan. Human capital dalam hal ini diukur dari beban gaji dan upah atau beban karyawan yang terlihat pada laporan laba rugi perusahaan. Pertumbuhan perusahaan dapat diukur dengan indikator earning growth (EG). Selanjutnya untuk mengetahui nilai CEE dicari nilai capital employed (CE). Structural Capital Efficiency (SCE) SCE Menunjukan kontribusi structural capital (SC) dalam penciptaan nilai. Dengan demikian. 4 . Besarnya nilai SC juga tergantung pada nilai human capital (HC) pada perusahaan. 2. Earning growth (EG) merupakan kenaikan laba bersih peruahaan dari tahun sebelumnya ke tahun berikutnya. 2001) dalam Solikhah (2010). Sehingga mengindikasikan kemampuan dari human capital untuk menciptakan nilai di dalam perusahaan. b. Data yang dibutuhkan untuk menghitung berbagai rasio tersebut adalah data-data keuangan perusahaan yang umumnya tersedia dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan. Perhitungan dari model ini adalah diawali dengan mengetahui nilai Value Added (VA) Perusahaan. 2007) diasumsikan bahwa jika 1 unit dari CE menghasilkan return yang lebih besar daripada perusahaan yang lain. Dengan demikian. Keberhasilan pertumbuhan dan keberlangsungan perusahaan akan terwujud jika suatu perusahaan dapat mengelola sumber daya intelektual dengan maksimal. pemanfaatan CE yang lebih baik merupakan bagian dari IC perusahaan.al. Pengukuran ini bertujuan menyajikan informasi tentang efisiensi penciptaan nilai dari aset berwujud (tangible asset) dan aset tidak berwujud (intangible assets) yang dimiliki perusahaan. Human Capital Efficiency (HCE) Rasio ini menghitung berapa banyak VA dapat dihasilkan dengan dana yang dikeluarkan untuk tenaga kerja. pemanfaatan sumber daya intelektual secara efektif dan efisien akan mendorong pertumbuhan perusahaan. Semakin besar nilai HC maka akan semakin kecil nilai SC. karena data yang dibutuhkan relatif mudah diperoleh dari berbagai sumber dan jenis perusahaan. Capital Employed Efficiency (CEE).1. Value Added Intellectual Efficiency (VAIC™) ini merupakan penjumlahan dari beberapa komponen Intellectual Capital. CEE adalah indikator untuk Value added (VA) yang diciptakan oleh satu unit dari physical capital. maka berarti perusahaan tersebut lebih baik dalam memanfaatkan CEyang dimilikinya. Hal ini dikarenakan nilai SC didapatkan dari jumlah pengurangan value added (VA) dengan human capital (HC). yaitu : a. Menurut Pulic (dalam Tan.5 Pertumbuhan perusahaan Pertumbuhan perusahaan merupakan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan size (Kallapur dan Trombley. c.1. sehingga perhitungan rasio yang ada lebih mudah untuk dilakukan.2. et.4 Value Added Intellectual Coefficient (VAIC™) Seseorang peneliti pada tahun 1998 bernama Pulic menemukan pengukuran secara tidak langsung modal intelektual yaitu metode value added intellectual coefficient (VAIC™).

khususnya pertumbuhan laba ditentukan oleh pengelolaan dan pemanfaatan aset-aset strategis yang penting. Resourced based theory menjelaskan bahwa kontinuitas dan pertumbuhan perusahaan. pertumbuhan laba digunakan sebagai variabel dependen (Y) yang merupakan salah satu dari ukuran kinerja keuangan. Pada penelitian terdahulu yang dilakukan Chen (2005). Dalam penelitian ini. VAIC™ merupakan hasil dari penjumlahan ketiga kompenen tersebut. Aset-aset strategis tersebut termasuk aset berwujud maupun aset tak berwujud. 2010). Human Capital Efficiency (HCE) dan Structure Capital Efficiency (SCE). Model penelitian tersebut dapat dilihat dari gambar berikut ini : Intellectual Capital (X) sc(XX)(x Pertumbuhan Laba (Y) 2. Perusahaan yang terus berkembang akan berpengaruh positif terhadap return yang didapatkan stakeholder. hal ini juga sesuai dengan stakeholder theory.2. 2001) dalam (Solikhah. maka hipotesis yang dapat kami kemukakan adalah : Ha : Intellectual capital mempunyai pengaruh positif terhadap pertumbuhan laba perusahaan perbankan BUMN yang terdaftar di BEI periode 20092011 5 . Atas dasar penelitian terdahulu dan teori yang ada.3 Pengembangan Hipotesis Pertumbuhan perusahaan merupakan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan size (Kallapur dan Trombley. pertumbuhan perusahaan merupakan salah satu indikator pembentuk variabel kinerja keuangan tetapi dalam penelitian Solikhah (2010) dilakukan modifikasi. Komponen VAIC™ terdiri dari Capital Employed Efficiency (CEE).2 Kerangka Konsep dan Model Penelitian Penelitian ini menggunakan intellectual capital yang diukur dengan metode VAIC™ beserta komponennya sebagai variabel independen (X). Dalam penelitian Chen (2005) dan Solikhah (2010) menunjukkan bahwa intellectual capital mempunyai pengaruh positif terhadap pertumbuhan perusahaan. yaitu dengan menjadikan pertumbuhan perusahaan sebagai variabel yang terpisah dari kinerja keuangan.

et. Langkah pertama Langkah pertama yaitu menghitung Value Added (VA).1. Adapun perhitungan VAIC adalah sebagai berikut : a. Jika satu unit CE dapat menghasilkan return yang lebih besar pada suatu perusahaan maka perusahaan tersebut mampu memanfaatkan CE dengan lebih baik. Jika satu unit Human Capital dapat menghasilkan penghasilan yang lebih besar pada suatu perusahaan maka perusahaan tersebut mampu memanfaatkan Human Capital dengan lebih baik. laba bersih) c. yang lebih dikenal dengan Value Added Intellectual Efficiency method (VAIC™). (2) Human Capital Efficiency (HCE) dan (3) Structure Capital Efficiency (SCE). Rumus menghitung CEE adalah sebagai berikut : CEE = VA / CA Dimana : VA = Value added CA = Modal yang tersedia (ekuitas. Value Added Intellectual Efficiency (VAIC™) ini merupakan penjumlahan dari beberapa komponen intellectual capital. Langkah kedua Langkah kedua adalah menghitung Capital Employed Efficiency (CEE). Metode yang ditemukan oleh Pulic (1998) ini.1 Variabel Independen Ada beberapa klasifikasi dan pengukuran intellectual capital. yaitu (Tan.1 Variabel Penelitian 3.IN Dimana : OUT = Output yaitu jumlah pendapatan keseluruhan produk dan jasa yang telah terjual ditambah pendapatan lain IN = Input yaitu beban penjualan dan biaya-biaya lain (selain beban gaji dan upah atau beban karyawan) b.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Rumus menghitung VA adalah sebagai berikut : VA = OUT . Pemanfaatan CE dengan lebih baik merupakan bagian dari intellectual capital perusahaan. Langkah ketiga Langkah ketiga yaitu menghitung Human Capital Efficiency (HCE). HCE menjadi indikator kualitas SDM yang dimiliki perusahaan dan kemampuannya dalam menghasilkan VA. HCE menunjukkan berapa banyak Value Added (VA) yang diperoleh dari pengeluaran uang untuk pegawai. Penelitian ini mengggunakan metode Pulic untuk mengukur nilai kinerja intellectual capital pada perusahaan. Rumus menghitung HCE adalah sebagai berikut : HCE = VA / HC Dimana : HC = Total beban gaji dan upah atau beban karyawan 6 . Sehingga CEE menjadi indikator kemampuan intelektual perusahaan untuk memanfaatkan capital employed dengan lebih baik. bertujuan untuk menyajikan informasi tentang value creation efficiency dari aset berwujud (tangible assets) dan aset tidak berwujud (intangible assets) yang dimiliki oleh perusahaan.al 2007) : (1) Capital Employed Efficiency (CEE). CEE menunjukkan berapa banyak VA yang dapat diciptakan oleh satu unit capital employed (CE).

Penentuan sampel berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut : 1. Dalam penelitian kuantitatif ini kami berfokus pada laporan keuangan per triwulan dari tahun 2009 hingga 2011. Bank yang termasuk BUMN dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2. jumlah populasi bank umum yang beroperasi di Indonesia adalah sebesar 120 bank.2 Variabel Dependen Dalam penelitian ini variabel dependennya yaitu Pertumbuhan laba dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : pertumbuhan laba. Langkah keempat Langkah keempat adalah Menghitung Structure Capital Effficiency (SCE). Bank yang beroperasi secara nasional di wilayah Indonesia (bukan bank daerah) Dengan kriteria pengambilan sampel di atas maka terpilih 4 (tujuh) sampel penelitian yaitu Bank Negara Indonesia (BNI). Dimana data diperoleh melalui media publikasi internet yaitu situs resmi 7 . Rasio ini mengukur jumlah Structure Capital (SC) yang dibutuhkan untuk menghasilkan Value Added (VA) dan merupakan indikasi seberapa sukses Structure Capital (SC) dalam melakukan proses penciptaan nilai pada perusahaan. 3. Bank Tabungan Negara (BTN). 3. Bank Rakyat Indonesia (BRI). 3. Bank yang secara kontinyu memperoleh laba dalam periode 2009-2011 4.3 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan bank BUMN yang dipublikasikan antara tahun 20092011.4 Metode Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumenter. sehingga diperoleh total sampel sebanyak 48 buah.1. Menurut data Statistik Perbankan per 25 Mei 2012.2 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bank umum yang beroperasi di Indonesia. dan Bank Mandiri.d. Laporan keuangan tersebut digunakan untuk menghitung kinerja intellectual capital serta mengetahui tingkat pertumbuhan laba bank BUMN. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan atau kriteria tertentu. Rumus menghitung SCE adalah sebagai berikut : SCE = SC / VA Dimana : SC = Total dari VA dikurangi HC e. yaitu sebagai berikut : VAIC™ = CEE + HCE + SCE 3. Langkah kelima Langkah kelima yaitu tahap penjumlahan seluruh komponen Intellectual Capital. Bank yang secara rutin mempublikasikan laporan keuangan per triwulan dalam periode 2009-2011 3.

yaitu VAIC™. Bank Mandiri (www.co.4 % 23. antara lain sebagai berikut : 1. Statistik deskriptif biasanya digunakan untuk menggambarkan profil data sampel sebelum memanfaatkan teknik analisis statistik yang berfungsi untuk menguji hipotesis. sehingga persamaan regresi yang terbentuk yaitu sebagai berikut : Y = a + bX 3.8 % 41.co. Bank Tabungan Negara (www.1 % 37.1 % 22. minimum. sum.btn. varian.4 % 43. juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen.go. Dalam analisis regresi selain mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih.4 % 18. 1. Bank Rakyat Indonesia (www. Bank Indonesia (www.id).6 Pengolahan Data Berikut kami berikan pengolahan data dengan hanya menggunakan 16 sampel laporan keuangan 4 triwulan pada tahun 2011 dari 4 bank BUMN. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana karena jumlah variabel independen hanya satu. Bank Negara Indonesia (www.bri.id) dan situs resmi bank BUMN yang bersangkutan.4 % 56. 3.id) 2. maksimum. Koefisien ini diperoleh dengan cara memprediksi nilai variabel dependen dengan suatu persamaan. standar deviasi.5 Analisis Data 3.bi.6 % 56.bni.idx.bankmandiri.6 % 32.bursa efek Indonesia (www. range. dan lain-lain.1 % 56.co.5. Tingkat pertumbuhan laba (Y) Tingkat pertumbuhan laba dari periode sebelumnya 19.3 % 18.id) 4.id) 3.1 % 17.1 Statistik Deskriptif Ghozali (2006) menyatakan bahwa statistik deskriptif memberikan gambaran suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean).3 % 37.2 Analisis Regresi Linier Sederhana Hasil analisis regresi adalah berupa koefisien untuk variabel independen.6 % Bank Periode Triwulan IV 2011 Triwulan III 2011 Triwulan II 2011 Triwulan I 2011 Triwulan IV 2011 Triwulan III 2011 Triwulan II 2011 Triwulan I 2011 Triwulan IV 2011 Triwulan III 2011 Triwulan II 2011 Triwulan I 2011 Triwulan IV 2011 Triwulan III 2011 Bank Negara Indonesia Bank Rakyat Indonesia Bank Tabungan Negara Bank Mandiri 8 .co.id) 3.5.co.

01 3.14 ∑ 58.54 160.29 7.96 3203.80 4.01 3.3 37.6 ∑ 625 X² 18.45 98.11 4.2 % 88.6 32.21 488.31 3.4 56.90 276.37 9 .78 3.70 2.10 49.96 327.25 10.96 3158.92 5.20 26. Besaran nilai VAIC™ (X) Bank Bank Negara Indonesia Periode Triwulan IV 2011 Triwulan III 2011 Triwulan II 2011 Triwulan I 2011 Triwulan IV 2011 Triwulan III 2011 Triwulan II 2011 Triwulan I 2011 Triwulan IV 2011 Triwulan III 2011 Triwulan II 2011 Triwulan I 2011 Triwulan IV 2011 Triwulan III 2011 Triwulan II 2011 Triwulan I 2011 56.Triwulan II 2011 Triwulan I 2011 2.90 6.79 1.40 ∑ 2459.42 ∑ 258.08 14.23 24.44 16.80 4.6 56.98 24.84 1689.3 18.76 1049.1 56.70 2.31 3.70 198.50 455.1 37.29 338.41 3180.14 X 4.45 19.80 62.56 3180.47 4.96 4.72 3.3 183.24 3.44 7849.64 3.78 3.96 4.56 533.92 5.38 209.83 11.2 88.11 4.61 1391.4 18.96 ∑ 30400.79 1.76 1900.45 2.64 164.47 4.63 2.67 Y 19.54 205.29 Y² 372.72 3.92 7.24 3.6 56.18 143.45 2.60 19.6 % Bank Rakyat Indonesia Bank Tabungan Negara Bank Mandiri Total nilai VAIC™ 4.49 1428.81 83.50 13.58 14.4 23.8 41.38 XY 83.4 43.64 3.78 1.1 22.29 13.68 64.61 309.1 17.63 2.

15 = 3.29 – 58.67) (625)/16 = 2459. 10 .37 – (58.67²/16 = 43.37 .8 = 167.15 XiYi = 2459.88 %. maka Y (laba) akan naik 3.Y = a + bX Perhitungan mencari b Xi² = 258.2291.88 Artinya apabila X (intellectual capital) naik 1 %.57 /43.57 B = XiYi / Xi² = 167.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->