BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Penelitian Selama satu setengah dekade semenjak krisis moneter tahun 1997 hingga 1998 bank-bank BUMN telah menghadapi peningkatan persaingan dari bank-bank milik swasta. Seringkali bank-bank swasta memberikan pelayanan yang lebih sehingga mendapatkan pangsa pasar bank-bank BUMN. Dalam usaha memerangi persaingan yang ketat ini, bank-bank BUMN mulai meningkatkan perhatiannya pada sumber daya manusianya. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan perusahaan dalam mencapai keunggulan kompetitif dari para pesaingnya, salah satunya melalui pemberdayaan karyawannya. Kini banyak pihak sering mengatakan bahwa aset yang paling berharga adalah sumber daya manusia, khususnya intellectual capitalnya. Namun sayangnya dalam laporan keuangan perusahaan jarang terlihat nilai-nilai dari intellectual capital tersebut. Biaya gaji, biaya pelatihan, dan biaya pendidikan yang sering dikeluarkan oleh perusahaan umumnya dilaporkan sebagai biaya operasional, bukan pengeluaran modal (capital expenditure). Terlepas dari masalah tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa peran intellectual capital menjadi substansial dan sumber keberhasilan perusahaan yang signifikan. Penelitian seputar intellectual capital kini mulai banyak diteliti oleh beberapa mahasiswa maupun dosen. Penelitian Zuliyati (2011) dari Universitas Stikubank menunjukkan bahwa terdapat pengaruh postitif intellectual capital terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode penelitian tahun 2007-2009. Penelitian Citra Puspita Dewi (2011) dari Universitas Diponegoro menunjukkan bahwa intellectual capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, produktivitas, pertumbuhan, dan market valuation perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode penelitian tahun 2007-2009. Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa human capital memberikan kontribusi yang paling banyak terhadap penciptaan nilai tambah bagi perusahaan. Oleh karena semakin derasnya desakan pentingnya mengukur pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan khususnya pertumbuhan laba, maka upaya untuk menguji pengaruh intellectual capital tersebut semakin banyak dilakukan. Hal tersebutlah yang mendasari kami untuk melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PERUSAHAAN PERBANKAN BUMN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2009-2011”. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah kami uraikan di atas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut : 1. Apakah intellectual capital berpengaruh terhadap pertumbuhan laba perusahaan perbankan BUMN yang terdaftar di BEI periode 2009-2011 ? 1.3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh intellectual capital terhadap pertumbuhan laba perusahaan perbankan BUMN yang terdaftar di BEI Periode 2009-2011.

1

diharapkan akan menciptakan kompetensi yang khas bagi bank yang diharapkan mampu mendukung kemampuan bank dalam memenuhi kebutuhan nasabah. distributor. Manajemen perusahaan harus dapat mengelola intellectual capital yang dimiliki perusahaan.BAB II TELAAH PUSTAKA 2.2 Knowledge Based Theory Menurut Sangkala (dalam Ramadhan. Penciptaan value added yang dilakukan oleh manajemen perusahaan bertujuan untuk kepentingan para stakeholder sesuai dengan teori ini. knowledge-based theory. Apabila seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik maka akan menciptakan value added bagi perusahaan sehingga dapat berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Yang pertama yaitu pandangan yang berorientasi pada pasar (marketbased) dan yang kedua adalah pandangan yang berorientasi pada sumber daya (resource-based). Dalam teori ini kelompok stakeholder mempunyai kedudukan lebih tinggi daripada manajemen perusahaan. Knowledge-based theory menganggap pengetahuan sebagai sumber daya yang sangat penting bagi bank. 2 . pemerintah. Apabila kinerja perusahan meningkat otomatis nilai perusahan akan ikut meningkat (Ramadhan. yaitu pandangan yang berorientasi pada pengetahuan (knowledgebased). VAIC™. masyarakat umum. intellectual capital.1. karena pengetahuan merupakan aset yang apabila dikelola dengan baik akan meningkatkan kinerja bank. Manajemen perusahaan bertanggungjawab melaksanakan kegiatan yang memberikan keuntungan bagi stakeholder dan melaporkan kegiatan tersebut kepada stakeholder. 2. termasuk pertumbuhan laba.1. Hubungan antara intellectual capital dengan pertumbuhan perusahaan dapat dijelaskan dalam teori ini.1 Dasar Teori Teori yang menjadi landasan kami dalam melakukan penelitian ini adalah stakeholder theory. Ulum (2008) menjelaskan bahwa dengan perubahan ekonomi yang berkarakteristik ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dengan penerapan manajemen pengetahuan (knowledge management) maka kemakmuran suatu bank akan bergantung pada suatu penciptaan transformasi dan kapitalisasi dari pengetahuan itu sendiri. pelanggan. Dalam hal ini yang dimaksud kelompok stakeholder adalah seluruh pemangku kepentingan perusahaan antara lain pemegang saham. Pengembangan dari kedua perangkat tersebut menghasilkan suatu pandangan baru. kreditur. 2009) resource based theory menjelaskan adanya dua pandangan mengenai perangkat penyusunan strategi perusahaan. Semakin baik bank dapat mengelola dan memanfaatkan intellectual capital yang dimiliki. dan pertumbuhan perusahaan. 2.1 Stakeholder Theory Teori ini menunjukkan hubungan antara manajemen perusahaan dengan stakeholder. 2009).

2000 dalam Ulum. Bontis (2002). Structural capital Structural capital merupakan kemampuan organisasi atau perusahaan dalam memenuhi proses rutinitas perusahaan dan strukturnya yang mendukung usaha karyawan untuk menghasilkan kinerja intelektual yang optimal serta kinerja bisnis secara keseluruhan. 2007). strategies. 1999) menjelaskan intellectual capital sebagai nilai ekonomi dari dua kategori aset tak berwujud. 2009). routines dan segala hal yang membuat nilai perusahaan lebih besar daripada nilai materialnya. process manuals.al. Sedangkan human capital meliputi sumber daya manusia yang ada di dalam organisasi tersebut seperti karyawan dan sumber daya eksternal yang berkaitan dengan organisasi. dan rantai pasokan. kami mengambil pendapat para ahli seperti Edvinson (1997). et. juga Ting dan Lean (2009) yang mengelompokkan intellectual capital ke dalam 3 (tiga) bagian. 2008) Seiring dengan semakin bermunculannya penelitian mengenai intellectual capital. Itami (1991) menyebut istilah intellectual capital dengan invisible asset.3 Intellectual Capital Studi lapangan mengenai intellectual capital sudah mulai dilakukan pada awal tahun 1990-an. Termasuk dalam hal ini adalah database. (Chong. b. jaringan distribusi. Smith (1994) dan Grandstrand (1999) mengenalnya dengan intellectual property. dan attitude tentang kehidupan dan bisnis. Dalam penelitian ini. yaitu : a. (Bontis. pemasok atau partner R&D.1. Stewart (1998). berasal dari hubungan perusahaan dengan pemerintah maupun dengan masyarakat sekitar. berasal dari pelanggan yang loyal dan merasa puas akan pelayanan perusahaan yang bersangkutan. Relational / customer capital Relational capital didefinisikan sebagai seluruh sumber daya yang menghubungkan perusahaan dengan pihak eksternal seperti pelangan. HC merupakan kombinasi dari genetic inheritance. sebagaimana yang dikutip dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD. 2006). et. (Widjarnako. 2000 dalam Ulum. 2007). Organisational (structural) capital meliputi di dalamnya sistem software.2.al. experience. (Bontis. Sveiby (1997) menyebutnya dengan istilah immaterial value. (Belkaoui. organisational charts. semakin banyak juga penjelasan yang mengurai definisi mengenai intellectual capital dan cara pengukurannya. Menurut Ulum (2007).2006) 3 . Relational capital dapat muncul dari berbagai bagian di luar lingkungan perusahaan yang dapat menambah nilai bagi perusahaan tersebut. education. baik yang berasal dari para pemasok yang andal dan berkualitas. Hall (1992) menyebutnya dengan istilah intangible asset. Human capital Human capital (HC) merepresentasikan individual knowledge stock suatu organisasi yang dapat dilihat dari karyawannya. Beberapa ahli menyebut intellectual capital dengan banyak istilah. 2003 dalam Ting dan Lean. Structural Capital meliputi seluruh non-human storehouses of knowledge dalam organisasi. c. (Widjarnako. Relational Capital merupakan hubungan yang harmonis/association network yang dimiliki oleh perusahaan dengan para mitranya. seperti konsumen (customer) dan supplier. yaitu (1) organisational (structural) capital dan (2) human capital. Relational capital memegang peranan penting dalam pencitraan perusahaan di mata publik terutama stakeholder.

Sehingga mengindikasikan kemampuan dari human capital untuk menciptakan nilai di dalam perusahaan.4 Value Added Intellectual Coefficient (VAIC™) Seseorang peneliti pada tahun 1998 bernama Pulic menemukan pengukuran secara tidak langsung modal intelektual yaitu metode value added intellectual coefficient (VAIC™). Dengan demikian. Capital Employed Efficiency (CEE). 2. Earning growth (EG) merupakan kenaikan laba bersih peruahaan dari tahun sebelumnya ke tahun berikutnya. 4 .1. Data yang dibutuhkan untuk menghitung berbagai rasio tersebut adalah data-data keuangan perusahaan yang umumnya tersedia dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan. Perhitungan dari model ini adalah diawali dengan mengetahui nilai Value Added (VA) Perusahaan. Semakin besar nilai HC maka akan semakin kecil nilai SC. 2007) diasumsikan bahwa jika 1 unit dari CE menghasilkan return yang lebih besar daripada perusahaan yang lain. pemanfaatan CE yang lebih baik merupakan bagian dari IC perusahaan.1. VA didapatkan dari selisih antara pendapatan dikurangi dengan beban yang dimiliki oleh perusahaan kecuali beban karyawan.2. Keunggulan metode VAIC™ ini menurut Ulum (2007). Human Capital Efficiency (HCE) Rasio ini menghitung berapa banyak VA dapat dihasilkan dengan dana yang dikeluarkan untuk tenaga kerja. Value Added Intellectual Efficiency (VAIC™) ini merupakan penjumlahan dari beberapa komponen Intellectual Capital. Besarnya nilai SC juga tergantung pada nilai human capital (HC) pada perusahaan. maka berarti perusahaan tersebut lebih baik dalam memanfaatkan CEyang dimilikinya. 2001) dalam Solikhah (2010). yaitu : a. Selanjutnya untuk mengetahui nilai CEE dicari nilai capital employed (CE). et. Structural Capital Efficiency (SCE) SCE Menunjukan kontribusi structural capital (SC) dalam penciptaan nilai. pemanfaatan sumber daya intelektual secara efektif dan efisien akan mendorong pertumbuhan perusahaan. CEE adalah indikator untuk Value added (VA) yang diciptakan oleh satu unit dari physical capital. Hal ini dikarenakan nilai SC didapatkan dari jumlah pengurangan value added (VA) dengan human capital (HC). sehingga perhitungan rasio yang ada lebih mudah untuk dilakukan. karena data yang dibutuhkan relatif mudah diperoleh dari berbagai sumber dan jenis perusahaan. b. Pertumbuhan perusahaan dapat diukur dengan indikator earning growth (EG). Human capital dalam hal ini diukur dari beban gaji dan upah atau beban karyawan yang terlihat pada laporan laba rugi perusahaan.al. Pengukuran ini bertujuan menyajikan informasi tentang efisiensi penciptaan nilai dari aset berwujud (tangible asset) dan aset tidak berwujud (intangible assets) yang dimiliki perusahaan. Keberhasilan pertumbuhan dan keberlangsungan perusahaan akan terwujud jika suatu perusahaan dapat mengelola sumber daya intelektual dengan maksimal. Dengan demikian.5 Pertumbuhan perusahaan Pertumbuhan perusahaan merupakan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan size (Kallapur dan Trombley. Menurut Pulic (dalam Tan. c.

Dalam penelitian ini. yaitu dengan menjadikan pertumbuhan perusahaan sebagai variabel yang terpisah dari kinerja keuangan. 2001) dalam (Solikhah.2. Komponen VAIC™ terdiri dari Capital Employed Efficiency (CEE). VAIC™ merupakan hasil dari penjumlahan ketiga kompenen tersebut.3 Pengembangan Hipotesis Pertumbuhan perusahaan merupakan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan size (Kallapur dan Trombley. maka hipotesis yang dapat kami kemukakan adalah : Ha : Intellectual capital mempunyai pengaruh positif terhadap pertumbuhan laba perusahaan perbankan BUMN yang terdaftar di BEI periode 20092011 5 . 2010). Human Capital Efficiency (HCE) dan Structure Capital Efficiency (SCE). Aset-aset strategis tersebut termasuk aset berwujud maupun aset tak berwujud. khususnya pertumbuhan laba ditentukan oleh pengelolaan dan pemanfaatan aset-aset strategis yang penting. hal ini juga sesuai dengan stakeholder theory. pertumbuhan perusahaan merupakan salah satu indikator pembentuk variabel kinerja keuangan tetapi dalam penelitian Solikhah (2010) dilakukan modifikasi. Perusahaan yang terus berkembang akan berpengaruh positif terhadap return yang didapatkan stakeholder. Model penelitian tersebut dapat dilihat dari gambar berikut ini : Intellectual Capital (X) sc(XX)(x Pertumbuhan Laba (Y) 2. Resourced based theory menjelaskan bahwa kontinuitas dan pertumbuhan perusahaan. Atas dasar penelitian terdahulu dan teori yang ada. pertumbuhan laba digunakan sebagai variabel dependen (Y) yang merupakan salah satu dari ukuran kinerja keuangan.2 Kerangka Konsep dan Model Penelitian Penelitian ini menggunakan intellectual capital yang diukur dengan metode VAIC™ beserta komponennya sebagai variabel independen (X). Dalam penelitian Chen (2005) dan Solikhah (2010) menunjukkan bahwa intellectual capital mempunyai pengaruh positif terhadap pertumbuhan perusahaan. Pada penelitian terdahulu yang dilakukan Chen (2005).

Rumus menghitung CEE adalah sebagai berikut : CEE = VA / CA Dimana : VA = Value added CA = Modal yang tersedia (ekuitas. laba bersih) c. bertujuan untuk menyajikan informasi tentang value creation efficiency dari aset berwujud (tangible assets) dan aset tidak berwujud (intangible assets) yang dimiliki oleh perusahaan. yaitu (Tan. Adapun perhitungan VAIC adalah sebagai berikut : a. Penelitian ini mengggunakan metode Pulic untuk mengukur nilai kinerja intellectual capital pada perusahaan.1 Variabel Independen Ada beberapa klasifikasi dan pengukuran intellectual capital. Value Added Intellectual Efficiency (VAIC™) ini merupakan penjumlahan dari beberapa komponen intellectual capital. HCE menjadi indikator kualitas SDM yang dimiliki perusahaan dan kemampuannya dalam menghasilkan VA. Langkah pertama Langkah pertama yaitu menghitung Value Added (VA).BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian 3. HCE menunjukkan berapa banyak Value Added (VA) yang diperoleh dari pengeluaran uang untuk pegawai. CEE menunjukkan berapa banyak VA yang dapat diciptakan oleh satu unit capital employed (CE). Jika satu unit Human Capital dapat menghasilkan penghasilan yang lebih besar pada suatu perusahaan maka perusahaan tersebut mampu memanfaatkan Human Capital dengan lebih baik. Jika satu unit CE dapat menghasilkan return yang lebih besar pada suatu perusahaan maka perusahaan tersebut mampu memanfaatkan CE dengan lebih baik. Sehingga CEE menjadi indikator kemampuan intelektual perusahaan untuk memanfaatkan capital employed dengan lebih baik. yang lebih dikenal dengan Value Added Intellectual Efficiency method (VAIC™). Metode yang ditemukan oleh Pulic (1998) ini. Langkah ketiga Langkah ketiga yaitu menghitung Human Capital Efficiency (HCE). Rumus menghitung HCE adalah sebagai berikut : HCE = VA / HC Dimana : HC = Total beban gaji dan upah atau beban karyawan 6 . Pemanfaatan CE dengan lebih baik merupakan bagian dari intellectual capital perusahaan. et.1. Rumus menghitung VA adalah sebagai berikut : VA = OUT .al 2007) : (1) Capital Employed Efficiency (CEE). Langkah kedua Langkah kedua adalah menghitung Capital Employed Efficiency (CEE). (2) Human Capital Efficiency (HCE) dan (3) Structure Capital Efficiency (SCE).IN Dimana : OUT = Output yaitu jumlah pendapatan keseluruhan produk dan jasa yang telah terjual ditambah pendapatan lain IN = Input yaitu beban penjualan dan biaya-biaya lain (selain beban gaji dan upah atau beban karyawan) b.

Bank Rakyat Indonesia (BRI). dan Bank Mandiri. Penentuan sampel berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut : 1.d. Bank yang termasuk BUMN dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2. jumlah populasi bank umum yang beroperasi di Indonesia adalah sebesar 120 bank.3 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan bank BUMN yang dipublikasikan antara tahun 20092011. sehingga diperoleh total sampel sebanyak 48 buah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan atau kriteria tertentu.2 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bank umum yang beroperasi di Indonesia. yaitu sebagai berikut : VAIC™ = CEE + HCE + SCE 3. 3. Rumus menghitung SCE adalah sebagai berikut : SCE = SC / VA Dimana : SC = Total dari VA dikurangi HC e. Menurut data Statistik Perbankan per 25 Mei 2012. Bank Tabungan Negara (BTN). Dalam penelitian kuantitatif ini kami berfokus pada laporan keuangan per triwulan dari tahun 2009 hingga 2011. Langkah keempat Langkah keempat adalah Menghitung Structure Capital Effficiency (SCE).2 Variabel Dependen Dalam penelitian ini variabel dependennya yaitu Pertumbuhan laba dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : pertumbuhan laba. 3.1.4 Metode Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumenter. 3. Bank yang secara kontinyu memperoleh laba dalam periode 2009-2011 4. Rasio ini mengukur jumlah Structure Capital (SC) yang dibutuhkan untuk menghasilkan Value Added (VA) dan merupakan indikasi seberapa sukses Structure Capital (SC) dalam melakukan proses penciptaan nilai pada perusahaan. Bank yang secara rutin mempublikasikan laporan keuangan per triwulan dalam periode 2009-2011 3. Dimana data diperoleh melalui media publikasi internet yaitu situs resmi 7 . Bank yang beroperasi secara nasional di wilayah Indonesia (bukan bank daerah) Dengan kriteria pengambilan sampel di atas maka terpilih 4 (tujuh) sampel penelitian yaitu Bank Negara Indonesia (BNI). Laporan keuangan tersebut digunakan untuk menghitung kinerja intellectual capital serta mengetahui tingkat pertumbuhan laba bank BUMN. Langkah kelima Langkah kelima yaitu tahap penjumlahan seluruh komponen Intellectual Capital.

Bank Tabungan Negara (www.5.co. Tingkat pertumbuhan laba (Y) Tingkat pertumbuhan laba dari periode sebelumnya 19.co.1 % 56.bni. standar deviasi.bri. juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen.id) 3.1 % 22. Dalam analisis regresi selain mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih.btn. Bank Indonesia (www.id) dan situs resmi bank BUMN yang bersangkutan.1 Statistik Deskriptif Ghozali (2006) menyatakan bahwa statistik deskriptif memberikan gambaran suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean).2 Analisis Regresi Linier Sederhana Hasil analisis regresi adalah berupa koefisien untuk variabel independen.6 Pengolahan Data Berikut kami berikan pengolahan data dengan hanya menggunakan 16 sampel laporan keuangan 4 triwulan pada tahun 2011 dari 4 bank BUMN. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana karena jumlah variabel independen hanya satu.6 % Bank Periode Triwulan IV 2011 Triwulan III 2011 Triwulan II 2011 Triwulan I 2011 Triwulan IV 2011 Triwulan III 2011 Triwulan II 2011 Triwulan I 2011 Triwulan IV 2011 Triwulan III 2011 Triwulan II 2011 Triwulan I 2011 Triwulan IV 2011 Triwulan III 2011 Bank Negara Indonesia Bank Rakyat Indonesia Bank Tabungan Negara Bank Mandiri 8 . Bank Rakyat Indonesia (www.1 % 37.6 % 32.6 % 56. Bank Mandiri (www.id) 3. 3.go. sum.id).1 % 17.id) 4.idx.bursa efek Indonesia (www.co.bi. yaitu VAIC™. varian. sehingga persamaan regresi yang terbentuk yaitu sebagai berikut : Y = a + bX 3.5.3 % 18. antara lain sebagai berikut : 1.co. minimum. dan lain-lain.4 % 18.co.4 % 43. Bank Negara Indonesia (www. 1. range.3 % 37.4 % 23. Statistik deskriptif biasanya digunakan untuk menggambarkan profil data sampel sebelum memanfaatkan teknik analisis statistik yang berfungsi untuk menguji hipotesis.bankmandiri.4 % 56. Koefisien ini diperoleh dengan cara memprediksi nilai variabel dependen dengan suatu persamaan. maksimum.5 Analisis Data 3.8 % 41.id) 2.

18 143.44 16.80 62.61 309.4 56.3 18.70 198.96 3158.11 4.49 1428.79 1.2 % 88.80 4.6 56.45 98.70 2.24 3.6 % Bank Rakyat Indonesia Bank Tabungan Negara Bank Mandiri Total nilai VAIC™ 4.96 3203.47 4.38 XY 83.45 2.14 X 4.96 327.72 3.23 24.90 276.90 6.31 3.6 ∑ 625 X² 18.37 9 .44 7849.54 160.1 22.38 209.70 2.92 7.64 164.61 1391.29 13.20 26.3 37.78 1.50 13.3 183.10 49.63 2. Besaran nilai VAIC™ (X) Bank Bank Negara Indonesia Periode Triwulan IV 2011 Triwulan III 2011 Triwulan II 2011 Triwulan I 2011 Triwulan IV 2011 Triwulan III 2011 Triwulan II 2011 Triwulan I 2011 Triwulan IV 2011 Triwulan III 2011 Triwulan II 2011 Triwulan I 2011 Triwulan IV 2011 Triwulan III 2011 Triwulan II 2011 Triwulan I 2011 56.4 43.50 455.92 5.45 19.98 24.96 4.56 3180.6 56.08 14.67 Y 19.6 32.29 7.56 533.78 3.68 64.1 37.79 1.96 4.14 ∑ 58.58 14.54 205.29 338.4 18.83 11.25 10.01 3.41 3180.64 3.01 3.1 17.64 3.Triwulan II 2011 Triwulan I 2011 2.29 Y² 372.60 19.81 83.24 3.8 41.92 5.45 2.96 ∑ 30400.78 3.80 4.76 1900.84 1689.63 2.4 23.47 4.21 488.1 56.76 1049.2 88.31 3.40 ∑ 2459.11 4.42 ∑ 258.72 3.

15 = 3.29 – 58. 10 . maka Y (laba) akan naik 3.8 = 167.57 /43.37 .Y = a + bX Perhitungan mencari b Xi² = 258.88 %.67) (625)/16 = 2459.67²/16 = 43.37 – (58.2291.57 B = XiYi / Xi² = 167.88 Artinya apabila X (intellectual capital) naik 1 %.15 XiYi = 2459.