Logika Predikat

Pertemuan 5/6 (Chapter 6/7 – Schaum, Theory Logic)

B=Badu seorang mahasiswa. Badu pasti pandai. C=Dengan demikian.Pendahuluan •  Logika proposisional sudah cukup untuk menangani pernyataan-pernyataan yang sederhana. ada atau kata yang lain tidak bisa diselesaikan. misal: A=semua mahasiswa pandai. •  Untuk pernyataan yang lebih rumit. semua. bentuk ekspresi logika (A∧B)→C : tidak bisa dibuktikan! . •  Pernyataan yang mengandung kata.

B=Dengan demikian. maka ia pasti pandai. ia pasti pandai ((A→B)∧A)→B .Pendahuluan •  Bila menginginkan diselesaikan dengan logika proposisi. A=Badu seorang mahasiswa. pernyataan-pernyataannya harus dirubah menjadi A→B=Jika Badu mahasiswa.

.Pendahuluan •  Logika predikat merupakan pengembangan dari logika proposisional dengan masalah pengkuantoran dan menambah istilah-istilah baru.

Istilah dalam Logika Predikat •  Term : kata benda atau subjek •  Predikat : properti dari term •  Fungsi proposisional=fungsi •  Kuantor – Universal: yang selalu bernilai benar (∀). – Eksistensial: bisa bernilai benar atau salah(∃). .

n) .ratna) .r) Bentuk logika predikat M(n.r)→¬M(r. ratna •  Predikat=adalah ibu dari •  Fungsi=ibu(nani.Contoh Logika Predikat •  Nani adalah ibu dari Ratna. •  Term=nani . M(n.

jika x seekor gajah.Contoh Kuantor Universal •  emua gajah mempunyai belalai S •  (x) = gajah G •  (x) = belalai B Bentuk logika predikat (∀x)(G(x)→B(x)) Dibaca: untuk semua x. . maka x mempunyai belalai.

.Contoh Kuantor Eksistensial •  da bilangan prima yang bernilai genap. yang x adalah bilangan prima dan x bernilai genap. A •  (x) = bilangan prima P •  (x) = bernilai genap G Bentuk logika predikat (∃x)(P(x)∧G(x)) Dibaca: ada x.

y) •  (∀x)R ≡ (∃x)R ≡ R •  (∀x)(A→B(x)) ≡ A →(∀x)B(x) •  (∀x)(T→B(x)) ≡ T →(∀x)B(x) •  (∀x)(F→B(x)) ≡ F →(∀x)B(x) .y) ≡ (∀y)(∀x)A(x.Ekivalen Logis •  (∀x)A(x) ≡ A(a1)∧A(a2)∧A(a3)∧… A(an) •  (∃x)A(x) ≡ A(a1)∨A(a2)∨A(a3)∨… A(an) •  (∀x)(∀y)A(x.y) ≡ (∃y)(∃x)A(x.y) •  (∃x)(∃y)A(x.

•  Ubahlah pernyataan kuantor-kuantor berikut kedalam bahasa Indonesia jika B(x) adalah pernyataan “x belajar lima jam per hari selama kuliah” dan x adalah semua mahasiswa. •  (∃x)B(x) •  (∃x)¬B(x) •  (∀x)B(x) •  (∀x) ¬B(x) .

 Jika Siti mirip Dewi dan Dewi mirip Santi. Badu sangat sibuk. 6.Ubah dalam bentuk logika predikat : 1. tetapi Pak Bowo tidak kenal Amir. Semua harimau adalah pemangsa. 3. . Tidak semua orang kaya raya. maka Siti mirip Santi. Amir kenal Bapak Bowo. Ada harimau yang hanya memangsa kijang. tetapi Dito tidak. 2. 5. 4.

D) ∧ M (D.B) ∧∼ K (B.A) . maka Siti mirip Santi. D=Dewi. tetapi Dito tidak. D=Dito –  Predikat: S=sibuk –  Fungsi: S (B) ∧ ∼S (D) •  Amir kenal Bapak Bowo. –  Term: S=Siti. N=Santi –  Predikat: M=Mirip –  Fungsi: (M(S.•  Jika Siti mirip Dewi dan Dewi mirip Santi. B=Bowo –  Predikat : K=kenal –  Fungsi: K (A. –  Term : A=Amir. tetapi Pak Bowo tidak kenal Amir.N)) → M(S. –  Term: B-Badu.N) •  Badu sangat sibuk.

–  Term : O(x)=orang –  Predikat : K(x)=kaya –  ∼∀ O(x) → K(x) •  Semua harimau adalah pemangsa. –  Term: H(x)= Harimau –  Predikat: P(x) = Pemangsa –  Fungsi: ∼∀ H(x) → P(x) •  Ada harimau yang hanya memangsa kijang. –  Term: H(x)= Harimau.•  Tidak semua orang kaya raya. K(x)=kijang –  Predikat: P(x) = Pemangsa –  Fungsi: ∃ (x)H(x) ∧ M(x)→ K(x) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful