BAB I LAPORAN KASUS

I.1 Identifikasi Nama Umur Jenis Kelamin Status Agama Bangsa Alamat MRS Pekerjaan No. MR : Ny. F : 40 tahun : Perempuan : Menikah : Protestan : Indonesia : Keramasan Seberang Ulu I, Palembang : 30 April 2010 : Penjual Kerupuk : 298453

I.2 Autoanamnesis Keluhan Utama: Benjolan pada payudara kanan

Riwayat Perjalanan Penyakit: Sejak 1 tahun yang lalu, penderita mengeluh timbul benjolan pada payudara kanan bagian bawah kira-kira sebesar kelereng. Benjolan yang teraba oleh penderita hanya satu buah, kenyal, dapat digerakkan dan tidak terasa nyeri. Penderita menyangkal keluar cairan dari puting susu, dan kulit payudara di daerah benjolan sama dengan kulit di sekitarnya. Penderita tidak mengeluh teraba benjolan ditempat lain. Kemudian, penderita berobat ke dukun kampung dan diberi jamu-jamuan, tetapi keluhan tidak hilang. Selama 8 bulan terakhir penderita mengeluh benjolan tersebut terasa makin membesar hingga sebesar bola pimpong, dapat digerakkan, tidak terasa nyeri, tidak ada cairan yang keluar dari puting susu serta tidak nyeri ketika haid. Saat ini, benjolan tersebut kira-kira berukuran sebesar buah jambu biji. Benjolan

1

tidak terasa nyeri saat ditekan. Kulit di sekitar benjolan menjadi merah. Penderita juga mengeluh teraba benjolan di daerah ketiak kanan dan kirinya. Pada ketiak kanan, benjolan berukuran sebesar telur puyuh, jumlahnya satu buah, teraba keras, tidak dapat digerakkan dan tidak nyeri saat ditekan. Sedangkan, pada ketiak kiri, teraba benjolan berjumlah satu buah, benjolan berukuran sebesar kacang tanah, teraba keras, dapat digerakkan dan tidak nyeri saat ditekan. Sejak 1 minggu terakhir dirawat, penderita mengeluh sesak nafas. Penderita tidak mengeluh rasa penuh di ulu hati serta nyeri kepala hebat.

Faktor Risiko • • • • • • • Riwayat menstruasi pertama sekitar usia 12 tahun, siklus menstruasi teratur setiap akhir bulan, masih menstruasi hingga sekarang. Riwayat melahirkan anak pertama sekitar usia 20 tahun, penderita memiliki 4 orang anak. Riwayat menyusukan anak (+) pada kedua payudara. Riwayat pemakaian KB bentuk susuk dan pil sejak melahirkan anak pertama, berhenti sekitar 1 tahun yang lalu. Riwayat pernah radiasi dinding dada disangkal. Riwayat tumor jinak pada payudara disangkal. Riwayat kanker payudara atau kanker lainnya pada keluarga disangkal.

I.3 Pemeriksaan Fisik (Tanggal 10 Mei 2010) Status Generalis Keadaan Umum Kesadaran Pernafasan Nadi Tekanan Darah Suhu : Baik : compos mentis : 32x/menit : 80x/menit : 160/100 mmHg : 37 ºC

2

Berat Badan Tinggi Badan Keadaan Gizi Kepala Pupil Leher

: 50 kg : 160 cm : baik : Konjungtiva pucat -/-, sklera ikterik -/: isokor, refleks cahaya +/+ : JVP (5-2) cm H2O, tidak ada kelainan : vesikular (+) N, ronkhi (-), wheezing (-), murmur (-), gallop (-), gambaran tumor lihat status lokalis.

Kelenjar getah bening : lihat status lokalis Thorax

Ekstremitas Superior Ekstremitas Inferior Performance (karnofsky score)

: tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : 60%

Status Lokalis

3

Regio Thoraks Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi :tampak payudara kiri dan kanan tidak simetris :stemfremitus paru kanan sama dengan kiri :sonor pada kedua hemithoraks :suara napas vesikuler pada kedua hemithoraks

Regio Mamma dextra Inspeksi : tampak benjolan sebesar buah jambu biji dengan warna kulit kemerahan disekitar benjolan, batas tidak tegas, tidak tampak ulkus, tampak gambaran peau d’orange di sekitar papil, retraksi puting (-). Palpasi : teraba massa dengan konsistensi keras, permukaan berdungkul-dungkul, batas tidak tegas, terfiksir pada jaringan dibawahnya, tidak ada nyeri tekan, ukuran ± 8 cm x 6 cm x 3 cm.

Regio Mamma Sinistra Inspeksi Palpasi : tidak tampak benjolan : tidak teraba massa

KGB Axilla Dextra Inspeksi : tampak benjolan sebesar telur puyuh, warna benjolan sama dengan kulit sekitarnya. Palpasi : teraba massa satu buah, konsistensi keras , permukaan rata, batas tegas, terfiksir pada jaringan dibawahnya, nyeri tekan (-), ukuran ± 3 cm x 2 cm x 2 cm.

KGB Axilla Sinistra Inspeksi : tidak tampak benjolan

4

batas tegas. konsistensi keras . ukuran masing-masing ± 0. (T4cN3cMX) 5 . batas tegas. ukuran ± 0.5 cm x 0. I. KGB Mammaria interna dextra et sinistra Inspeksi Palpasi : tidak tampak benjolan : tidak dapat dinilai Regio Abdomen Inspeksi Palpasi : datar.5 cm x 0. sudah metastasis ke KGB regional kontralateral (KGB supraclavicula).3 cm x 0. ukuran ± 0. dapat digerakkan.5 cm. dapat digerakkan. nyeri tekan (-).5 cm x 0. KGB Supraklavikula Dextra Inspeksi Palpasi : tidak tampak benjolan : teraba massa satu buah.3 cm x 0. permukaan rata. konsistensi keras. lemas : tidak teraba pembesaran hepar. batas tegas. nyeri tekan (-).5 cm x 0. yang sudah menginfiltrasi dinding dada.Palpasi : teraba massa dua buah. nyeri tekan (-). nyeri tekan (-). konsistensi keras. KGB Supraklavikula Sinistra Inspeksi Palpasi : tidak tampak benjolan : teraba massa satu buah. permukaan rata.5 cm. dapat digerakkan.3 cm.4 Diagnosis Sementara Tumor mamma dextra suspect ganas yang sudah menginfiltrasi kulit. metastasis jauh belum diketahui. permukaan rata.

I.5 mmol/l ) : 11. Pemeriksaan Laboratorium (Tanggal 1 Mei 2010) Darah Rutin: Hemoglobin Hematokrit LED Leukosit Trombosit Hitung jenis Kimia Klinik: BSS Ureum Creatinin Na+ K+ : 132 mg/dl : 28 mg/dl : 1 mg/dl ( < 200 mg/dl ) ( 18 – 39 mg/dl ) ( 0.5 – 5.6 Hasil Pemeriksaan a.000 – 500.8 mmol/l b.3 g/dl : 33 vol% : 9800/mm3 ( 12 – 16 gr/dl ) ( 37 – 43 vol%) ( 5000 – 10000/mm3) : 79 mm/jam ( < 18 ml/jam ) : 326. Hasil pemeriksaan Patologi Anatomi (10 Maret 2010) Kesan : Invasive ductal carcinoma mamma dextra yang telah metastase ke kelenjar getah bening axilla dextra dan sinistra.000/mm3 ) : 0/1/0/72/19/8 (0-1/1-3/50-70/20-40/2-8 % ) : 136 mmol/l ( 135 – 155 mmol/l ) : 2. Rontgen Thorax (Tanggal 1 Juni 2010) Tampak gambaran efusi pleura pada lapangan basal paru kanan Kesan: tampak proses metastase di paru 6 .000/mm3 ( 200.5 Saran Pemeriksaan Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan histopatologi (biopsi insisi) Bone scanning (lumbosacral AP) Rontgen thorax I.6 – 10 mg/dl ) ( 3. c.

Stadium IV (T4cN3cM1 paru).8 Penatalaksanaan   O2 Terapi paliatif  Kemoterapi  Terapi radiasi  Terapi hormonal  Bedah → mastektomi paliatif I. terdapat metastase jauh pada paru. sudah metastasis ke KGB regional kontralateral (KGB supraclavicula). I.9 Prognosis Quo ad vitam Quo ad functionam : dubia ad malam : malam 7 .I.7 Diagnosis Kerja Tumor mamma dextra suspect ganas yang sudah menginfiltrasi kulit. yang sudah menginfiltrasi dinding dada.

tahun 2004 diperkirakan 519. Berdasarkan laporan dari WHO. Pada manusia. perjalanan penyakit yang tidak dapat diperkirakan serta usaha pencegahan yang sulit dilakukan serta adalah masalah yang sampai saat ini belum teratasi. kanker payudara menduduki tempat kedua (11. kemajuan dalam deteksi dini yang dilengkapi dengan kemajuan terapi. II.370 kasus baru dari invasive carcinoma mammae didiagnosis di amerika serikat dan 62.3. terapi hormonal serta khemoterapi. Selain itu. golongan primate gajah dan ikan duyung. radiasi.4 Etiologi yang belum diketahui dengan pasti. Beberapa hari setelah lahir 8 .1 Data di Indonesia.280 kasus baru carcinoma mammae insitu.5%) setelah kanker leher rahim. baik teknik operasi. Pada tahun 2009. yang didasarkan pada ketepatan penentuan stadium dan pengenalan sifat-sifat biologis kanker. dua pertiga kaudal dari garis tersebut segera menghilang dan tinggal bagian dada saja yang berkembang menjadi cikal bakal payudara. diperkirakan 192.2 Embriologi payudara Mammae sebagai kelenjar subkutis mulai tumbuh sejak minggu ke6 masa embrio berupa penebalan ektoderm sepanjang garis yang disebut garis susu yang terbentang dari aksila sampai ke regio inguinal. semakin membawa harapan baru untuk penderita kanker payudara ini. Di Indonesia diperkirakan terdapat 20.BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.000 kasus baru kanker payudara pertahun dan lebih dari 50% kasus berada dalam stadium lanjut.2.000 wanita meninggal karena kanker payudara dan dari angka itu. 69% kematian terjadi di negara berkembang. Namun demikian usaha-usaha untuk mendeteksi dini dapat dilakukan dengan baik dengan mengikutsertakan masyarakat melalui penyuluhan.1 Pendahuluan Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia.

dan saluran getah bening serta otot dan fascia. Pada 15% kasus jaringan payudara meluas ke bawah garis tepi iga dan 2% melewati pinggir anterior otot latissimus dorsi. Hal ini disebabkan oleh berkembangnya sistem duktus dan tumbuhnya asinus (buah anggur) serta vaskularisasi pada stroma yang dirangsang secara tidak langsung oleh tingginya kadar estrogen ibu di dalam sirkulasi darah bayi. Di dalam lobus terdapat 40 atau lebih lobulus. Setengah wanita mempunyai perbedaan volume 10% antara payudara kiri dan kanan dan seperempatnya dengan perbedaan 20%. Payudara kiri selalu lebih besar dibanding yang sebelah kanan.5 II. saraf. Payudara meluas ke atas melalui suatu ekor aksila berbentuk piramid. setelah lahir kadar hormon menurun sehingga merangsang hipofisis memproduksi prolaktin (hormon yang menimbulkan perubahan mammae). Parenkim epitelial dibentuk oleh kurang lebih 15-20 lobus.4 Payudara terdiri dari berbagai struktur yaitu parenkim epitelial. Payudara terletak di atas lapisan fascia otot pektoralis mayor pada dua pertiga superomedial dan otot seratus anterior pada sepertiga lateral bawah. dan masing-masing sinus menerima suatu duktus lobulus dengan diameter 2 mm atau kurang. Satu lobulus mempunyai diameter 2–3 mm dan dapat terlihat dengan mata 9 . jaringan lemak.pada bayi dapat terjadi pembesaran mammae unilateral/bilateral diikuti dengan sekresi cairan keruh (mastitis neonatorum). Bagian medial payudara mencapai pinggir sternum dan di lateral sejajar garis aksilaris anterior. pembuluh darah. Namun.4 Payudara yang asimetri sering dijumpai diantara wanita normal dan penderita tidak begitu menyadarinya atau mungkin menerimanya sebagai variasi normal.3 Anatomi Payudara Payudara dewasa normalnya terletak di hemithoraks kanan dan kiri dengan dasarnya terletak dari kira-kira iga kedua sampai iga keenam. Masing – masing lobus dialiri oleh sistem duktus dari sinus laktiferous (bila distensi mempunyai diameter 5 – 8 mm) terbuka pada nipel.

Masing-masing lobulus mengandung 10 sampai 100 alveoli (acini) yang merupakan unit dasar sekretori. Payudara dibungkus oleh fascia pektoralis superfisialis yang bagian anterior dan posteriornya dihubungkan oleh ligamentum Cooper sebagai penyangga.6 A Ductus B Lobulus C Sinus lactiferous D Puting susu (nipple) E Jaringan lemak F Otot pectoralis mayor G Tulang Iga Pembesaran: A sel normal B membrane basal C lumen (saluran tengah) 10 .4.2.telanjang.

v.Vaskularisasi Payudara2. b. thorakodorsalis. mammaria interna yang memperdarahi tepi medial glandula mammae 2. Vena Pada daerah payudara terdapat tiga grup vena yaitu: 1. azygos (melalui vena-vena ini metastase dapat langsung terjadi di paru).5 Kulit payudara dipersarafi oleh cabang pleksus servikalis dan n. Cabang cabang perforantes v. Cabang-cabang perforantes a.4. mammaria interna 2. thorakoakromialis yang memperdarahi glandula mammae bagian dalam (deep surface) 3.5 a. thorako-dorsalis c. Cabang-cabang v. vertebralis kemudian bermuara pada v. Persarafan sensoris di bagian superior dan lateral berasal 11 .4. thorako lateralis 3. Vena-vena kecil yang bermuara pada v. Rami pektoralis a. Pada tindakan radikal mastektomi perdarahan yang terjadi akibat putusnya arteri ini sulit dikontrol sehingga daerah ini dinamakan “the bloody angle”. v. mammaria eksterna) yang memperdarahi bagian lateral payudara Pembuluh darah lain yang juga penting artinya meskipun tidak memperdarahi glandula mammae adalah a. thorako-akromialis b. thorakalis lateralis (a.interkostalis Vena interkostalis bermuara pada v. Arteri Payudara mendapat perdarahan dari: 1. A. interkostalis sedangkan jaringan glandula mammae sendiri dipersarafi oleh sistem simpatis. v. Persarafan Payudara2. aksilaris a.

Bagian medial payudara dipersarafi oleh cabang anterior nervus interkostal torasik. Pembuluh getah bening di daerah tepi medial kuadran medial bawah payudara b. Sistem Limfatik Payudara2. Kelompok inferior setinggi interkostal IV-VI 2. terletak di dalam jaringan lemak di pusat ketiak. Kelenjar getah bening skapula 3.dari nervus supraklavikular (C3 dan C4) dari cabang lateral nervus interkostal torasik (3–4 ).6 a. Pembuluh getah bening mamaria intena 3. Pembuluh getah bening 1. Pembuluh getah bening aksila 2. Kelenjar getah bening mammaria eksterna Grup ini dibagi dalam dua kelompok: i. Kelompok superior setinggi interkostal II-III ii. Beberapa di antaranya terletak sangat superfisial di bawah kulit dan fascia kira-kira pada pertengahan lipat ketiak sehingga relatif paling mudah diraba. Pada mastektomi dengan diseksi aksila n. Kuadran lateral atas payudara dipersarafi terutama oleh nervus interkostobrakialis ( C8 dan T1 ) (Hughes dkk.4. interkostobrakialis dan n. Kelenjar getah bening sentral (central nodes) Kelenjar getah bening ini merupakan kelenjar aksila yang terbesar dan terbanyak jumlahnya. 2000). kutaneus brakius madialis yang mengurus sensibilitas daerah aksila dan bagian medial lengan atas sedapat mungkin dipertahankan agar tidak terjadi mati rasa di daerah tersebut. 12 . Kelenjar getah bening aksila Terdapat beberapa grup kelenjar getah bening aksila: 1.

interkostalis yang selanjutnya bermuara ke dalam v. V. Kelenjar getah bening prepektoral 5. 13 . Kelenjar getah bening mammaria eksterna Metastasis Kanker Payudara1. aksilaris 3. vertebralis. vertebra. Kelenjar getah bening interpektoral (Rotter’s nodes) 2. dan organ-organ lain. Metastasis melalui sistem vena Melalui sistem vena kanker payudara dapat bermetastasis ke paruparu.1.3 Metastasis kanker payudara dapat terjadi melalui dua jalan: a. mammaria interna merupakan jalan utama metastasis kanker payudara ke paru-paru melalui sistem vena sedangkan metastasis ke vertebra terjadi melalui vena-vena kecil yang bermuara ke v. Kelenjar getah bening v. Kelenjar getah bening subklavikula 4.

4 Etiologi Kanker Payudara Kanker payudara merupakan hasil dari mutasi pada salah satu atau beberapa gen. Metastasis ke hepar selain melalui sistem vena dapat juga terjadi melalui sistem limfe. Selanjutnya terjadi stasis aliran limfe yang berakibat adanya aliran balik limfe ke hepar. Metastasis ke KGB supraklavikula dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Metastasis melalui sistem limfe Metastasis melalui sistem limfe pertama kali akan mengenai KGB regional terutama KGB aksila. Jalur ini menjelaskan mengapa bisa terjadi metastasis ke kelenjar aksila kontralateral tanpa metastasis ke payudara kontralateral. KGB sentral (central nodes) merupakan KGB aksila yang paling sering (90%) terkena metastasis sedangkan KGB mammaria eksterna adalah yang paling jarang terkena. Gen keempat yang juga terlibat adalah gen reseptor androgen pada kromosom Y. Kanker payudara juga dapat bermetastasis ke KGB aksila kontralateral tapi jalannya masih belum jelas. Dua di antaranya terletak pada kromosom 17. Penyebaran langsung yaitu melalui kelenjar subklavikula tanpa melalui sentinel nodes. Gen ketiga adalah BRCA-2 yang terletak pada kromosom 13. diduga melalui deep lymphatic fascial plexus di bawah payudara kontralateral melalui kolateral limfatik. Penyebaran tidak langsung melalui sentinel nodes yang terletak di sekitar grand central limfatik terminus yang menyebabkan stasis aliran limfe sehingga terjadi aliran balik menuju ke KGB supraklavikula.b. yang lainnya adalah gen p53 (pada lokus 17p13). II. Gen yang paling berpengaruh disebut dengan BRCA-1 (pada lokus 17q21). Mutasi gen ini berhubungan 14 . Keadaan ini dapat terjadi bila tumor primer terletak di tepi medial bagian bawah payudara dan terjadi metastasis ke kelenjar preperikardial.

Virus juga diduga sebagai penyebab namun belum dapat dibuktikan pada manusia. sedangkan 2 hingga 3 kejadian ditemukan pada wanita berusia 55 tahun keatas. namun berbagai penelitian dan pengumpulan bukti-bukti epidemiologi telah dilakukan untuk mencari tahu faktor-faktor yang meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Perbedaan insiden berdasarkan usia ini diinterpretasikan sebagai efek dari hormon ovarium pada perkembangan penyakit.3. Bahkan di dalam satu negara insiden kanker payudara berbeda-beda.9 b.2.35%). Etiologi kanker payudara masih belum diketahui dengan pasti hingga sekarang namun yang paling diyakini sebagai penyebab adalah paparan terhadap mutagen.4 Sekitar 1 hingga 8 kejadian kanker payudara yang invasif ditemukan pada wanita yang lebih muda dari usia 45 tahun. Berbagai faktor itu antara lain : a. Mutagen ini bisa berupa mutagen endogen yaitu radikal bebas seperti lipid peroksidase dan malondyaldehida (MDA) juga mutagen eksogen yaitu radiasi. Misalnya di Israel. Usia Kanker payudara jarang dijumpai pada usia di bawah 30 tahun tapi insidennya meningkat tajam hingga usia sekitar 50 tahun (30. Geografi Insiden kanker payudara sangat bervariasi di antara negaranegara diseluruh dunia. Angka kejadian kanker payudara di Amerika Utara sekitar lima kali lebih tinggi daripada di Jepang.6.5 Faktor Resiko Kanker Payudara Saat ini. Setelah usia 50 tahun frekuensinya tetap meningkat tapi perlahan.8 II. penyebab pasti kanker payudara belum diketahui secara pasti.dengan insiden kanker payudara pada pria. keturunan Jews 15 . Wanita asian-hispanic memiliki risiko kejadian kanker payudara yang lebih rendah daripada wanita afican-american.

Risiko kanker payudara berkurang sekitar setengahnya jika menopause terjadi sebelum usia 45 tahun dibandingkan jika menopause terjadi setelah usia 55 tahun.mempunyai risiko empat kali lebih tinggi daripada non-Jews dan di Italia terdapat perbedaan angka kejadian sekitar dua kali lipat antara daerah utara dan selatan. 2.2 d. Wanita yang mempunyai banyak anak (multipara) diasosiasikan 16 .6 Hal ini mungkin disebabkan karena eksposure hormon estrogen dan progesterone yang berkepanjangan yang mempengaruhi pertumbuhan sel-sel payudara.3. Menstruasi Menarche pada usia dini dan menopause yang terlambat dapat meningkatkan risiko kanker payudara. sel-sel pada payudara lebih sering terekspose oleh hormon-hormon estrogen dan progesteron yang mempengaruhi peertumuhan sel-sel pada payudara. Jenis kelamin Kanker payudara 100 kali lebih sering terjadi pada perempuan daripada laki-laki.2. Variasi geografis ini lebih disebabkan oleh faktor lingkungan daripada genetik karena penduduk yang bermigrasi dari negara berisiko rendah ke negara berisiko tinggi mengalami peningkatan frekuensi kanker payudara. Reproduksi Status reproduksi juga mempengaruhi risiko terkena kanker payudara. Wanita yang tidak pernah melahirkan (nullipara) atau yang pertama kali melahirkan anak pada usia lebih dari 31 tahun mempunyai risiko tiga hingga empat kali lebih besar dibandingkan perempuan yang melahirkan anak pertamanya sebelum berusia 18 tahun.9 Angka kejadian kanker payudara pada laki-laki hanya 1 %.7 c. Alasan utamanya adalah karena pada wanita. Menarche sebelum usia 12 tahun mempunyai risiko kanker payudara 20% lebih besar dari menarche setelah usia 15 tahun.9 e.

Bukti-bukti yang ada menyebutkan bahwa tingginya konsumsi kalori.6 f. daging dan alkohol dapat meningkatkan risiko sedangkan tingginya konsumsi serat. Usia terjadinya menarche sangat dipengaruhi oleh ukuran tubuh dengan demikian gizi pada masa anak-anak akan mempengaruhi pada usia berapa menarche terjadi. Tidak ada data yang membuktikan bahwa perubahan pola makan dari diet tinggi lemak ke diet rendah lemak pada usia pertengahan dan tua dapat menurunkan risiko kanker payudara. Wanita-wanita dari negara Barat mempunyai risiko terkena kanker payudara enam kali lebih tinggi dibandingkan wanita-wanita Asia dan negara berkembang lainnya. vitamin dan phytoestrogens dapat menurunkan risiko. Ukuran tubuh Ukuran tubuh yang mencerminkan status gizi dan pola makan dengan sendirinya dapat mempengaruhi risiko terkena kanker payudara. Tinggi badan yang lebih yang juga ditentukan oleh keadaan nutrisi diteliti dapat sedikit meningkatkan 17 . Diet di negaranegara Barat biasanya mengandung lemak dan gula yang tinggi sedangkan di Asia dan negara yang belum berkembang dietnya lebih banyak mengandung vitamin dan serat.2. sayur.4. Meskipun demikian pengaruh diet pada insiden kanker payudara tampaknya terjadi pada usia muda seperti anak-anak dan remaja. tentunya setelah memperhitungkan usia saat melahirkan anak pertama.dengan berkurangnya risiko kanker payudara. Menyusui lebih lama juga dianggap dapat menurunkan risiko kanker payudara.6 g. lemak.4. Risiko ini akan berubah jika penduduk dari negara berisiko rendah migrasi ke negara berisiko tinggi dan mengadaptasi pola makan di negara tersebut.2. buah. Diet Perbedaan insiden kanker payudara di berbagai belahan dunia menunjukkan bahwa diet mungkin memegang peranan penting dalam perkembangan kanker payudara.

sejak usia berapa mereka menderita kanker dan hubungan mereka terhadap individu tersebut. Pada keluarga berisiko tinggi. satu-satunya sumber endogenik estrogen setelah menopause. Kanker familial ini cenderung terjadi pada usia lebih muda dan bilateral.risiko kanker payudara terutama setelah menopause. 33% di antaranya mengalami mutasi BRCA-1. Risiko kanker payudara meningkat kira-kira dua kali pada anak perempuan yang ibunya menderita kanker dan pada wanita yang saudara perempuannya menderita kanker.2%) yang terkena kanker payudara sebelum usia 35 tahun dan pada 15 dari 208 wanita (7. Peningkatan risiko sebagian besar disebabkan oleh pewarisan gen-gen yang mempredisposisi kanker payudara. Riwayat keluarga Insiden orang-orang dalam satu keluarga besar terkena kanker payudara terjadi pada sekitar 18% kasus.4.6 h. Pada usia dewasa. dengan empat atau lebih anggota keluarga terkena kanker payudara. mungkin inilah yang memediasi efek berat badan terhadap risiko kanker payudara pada wanita post-menopause. Kanker payudara familial juga sering berhubungan dengan keganasan pada organ lain seperti colon.6 18 . Dengan demikian individu yang memiliki riwayat keluarga kanker payudara berisiko tinggi untuk terkena kanker payudara. tubuh yang kurus dapat meningkatkan risiko kanker payudara sebelum menopause sedangkan obesitas dapat meningkatkan risiko sesudah menopause. ovarium dan uterus. Suatu studi populasi menemukan mutasi BRCA-1 pada 12 dari 193 wanita (6. Lemak tubuh adalah situs konversi androstenedione menjadi oestradiol. 5% di antaranya benar-benar diwarisi secara familial berdasarkan analisis pedigree.2. Tingginya risiko ini dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga yang menderita kanker payudara.2%) dengan riwayat kanker payudara pada anggota keluarga tingkat pertama (first-degree relatives).4.2.

Studi casecontrol lain menunjukkan wanita dengan kanker payudara mempunyai level progesterone yang lebih tinggi dari kelompok kontrol pada analisis yang terbatas pada saat ovulasi.i.6 19 .2.4. Hormon seks mempengaruhi proliferasi sel-sel dan jaringan payudara serta meningkatkan karsinogenesis payudara pada hewan percobaan. Prolactin adalah mitogen dalam jaringan payudara dan merupakan hormon yang penting untuk perkembangan tumor payudara pada hewan percobaan tapi perannya pada kanker payudara manusia belum jelas. Mungkin hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam pengukurannya.16% pada orang yang telah berhenti menggunakan 1-4 tahun sebelumnya. Risiko meningkat sekitar 2% untuk setiap satu tahun penggunaan. Selain hormon seks endogen.24% pada orang yang sedang menggunakan dan sebesar 1. namun bukti-bukti epidemiologisnya pada manusia masih merupakan konflik. Terapi pengganti hormon meningkatkan risiko kanker payudara pada orang-orang yang baru atau sedang menggunakan (dalam jangka waktu lima tahun). Hormon Faktor menstruasi dan reproduksi yang telah dijelaskan sebelumnya menunjukkan peran hormon seks dalam perkembangan kanker payudara. Sebuah studi populasi pada wanita postmenopause yang berasal dari negara berisiko tinggi menunjukkan level serum oestradiol rata-rata sekitar 20% lebih tinggi daripada wanita-wanita yang berasal dari negara berisiko rendah. Pada penelitian terbukti kontrasepsi oral hanya sedikit meningkatkan risiko kanker payudara yaitu sebesar 1. Kontrasepsi oral juga dikatakan dapat meningkatkan risiko bila digunakan jangka panjang. hormon seks eksogen seperti terapi pengganti hormon dan kontrasepsi oral juga dianggap berpengaruh terhadap risiko kanker payudara. Meskipun demikian terdapat bukti-bukti yang meyakinkan bahwa level prolaktin dipengaruhi oleh sejumlah even yang juga mempengaruhi risiko kanker payudara.

2. dan sakit kepala hebat. cairan purulen disebabkan oleh infeksi.3. venektasi. edema lengan dan tanda metastasis jauh misalnya nyeri tulang (vertebrae. ulserasi atau adanya peau d’orange. Karakter nipple discharge dapat membantu menegakkan diagnosis. adanya benjolan di ketiak. Anamnesis Anamnesis dimulai dengan pencatatan identitas penderita secara lengkap dilanjutkan dengan keluhan utama. adanya ekzema di sekitar areola. rasa penuh di ulu hati. tidak dapat digerakkan (nonmobile). keluhan kulit berupa dimpling.j.6 Selain itu juga perlu ditanyakan mengenai pengaruh siklus menstruasi terhadap keluhan tumor. Cairan seperti susu menandakan galaktore.8 Benjolan payudara dapat dideteksi pada 90% pasien dengan kanker payudara dan merupakan tanda yang paling umum. keluar cairan dari puting susu. 5 Diagnosis Kanker Payudara a. Keluhan utama penderita dapat berupa: adanya benjolan pada payudara. Cairan serous.2 II. unilateral. Radiasi Pada hewan percobaan terbukti adanya peranan sinar radiasi sebagai faktor penyebab kanker payudara. rasa nyeri. menstruasi pertama pada usia 20 . femur).6. berdarah atau seperti air mungkin menandakan papiloma (80%) atau karsinoma intraduktal (20%). Benjolan kanker cenderung soliter. dan cairan multiwarna atau lengket menandakan ektasia duktus (comedomastitis). keras. Dari penelitian epidemiologi setelah ledakan bom atom atau penelitian pada orang setelah pajanan sinar rontgen. sesak. Cairan yang keluar secara spontan dari puting susu (nipple discharge) adalah tanda kedua yang paling umum dari kanker payudara. ireguler. cepat membesar dan tidak nyeri. padat. serosanguinus. retraksi puting susu. batuk. perana sinar ionisai sebagai faktor penyebab pada manusia lebih jelas.

selain tanda vital perlu juga diperiksa performance status penderita. Pada inspeksi dilihat simetri payudara kiri dan kanan. pemeriksa berdiri di depan dalam posisi yang lebih kurang sama tinggi. Posisi tegak (duduk) Lengan penderita jatuh bebas di samping tubuh. dan bagi pasien agar lebih waspada dan rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri. 21 . riwayat pemakaian obat-obat hormonal. yaitu setelah lebih kurang satu minggu dari hari pertama menstruasi. Faktor-faktor risiko ini perlu ditanyakan agar dokter dapat mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan mamografi pada penderita yang berisiko tinggi. Keluhan pasien di organ lain yang berhubungan dengan metastasis perlu ditanyakan seperti batuk.10 Penderita diperiksa dengan badan bagian atas terbuka 1. krusta dan adanya discharge.4. ketepatan pemeriksaan untuk kanker payudara secara klinis cukup tinggi. Karena payudara dipengaruhi oleh faktor hormonal antara lain estrogen dan progesteron maka sebaiknya pemeriksaan payudara dilakukan saat pengaruh hormon ini seminimal mungkin. rasa penuh di ulu hati.2.berapa. sesak. Teknik pemeriksaan2. edema. pada usia berapa. erosi. kemerahan. dan sakit kepala hebat. dimpling. riwayat kanker payudara atau kanker lainnya dalam keluarga. ulserasi dan nodul satelit. Pemeriksaan Fisik Pada status generalis. dan riwayat radiasi di daerah dada. Dengan pemeriksaan fisik yang baik dan teliti. perubahan kulit berupa peau d’orange. nyeri tulang. bila sudah menopause. Tanda-tanda umum tentang nafsu makan dan penurunan berat badan juga perlu ditanyakan. usia saat pertama kali melahirkan anak. kelainan puting susu seperti retraksi.3 b. menyusui atau tidak. riwayat operasi tumor payudara atau tumor ginekologik.

Palpasi dilakukan dengan mempergunakan falang distal dan falang medial jari II.2. medial bawah. juga dilakukan pemeriksaan daerah sentral subareolar dan papil. Palpasi juga dapat dilakukan dari tepi ke sentral (sentrifugal) berakhir di daerah papil. Pemeriksaan dengan rabaan halus akan lebih teliti daripada dengan rabaan kuat karena rabaan halus akan dapat membedakan kepadatan massa payudara. permukaan. Aksila Sebaiknya dalam posisi duduk karena dalam posisi ini fossa aksila jatuh ke bawah sehingga mudah untuk diperiksa dan lebih banyak yang dapat dicapai. Diraba kelompok KGB mammari eksterna di bagian anterior dan di bawah tepi m. dan daerah sentral). dan KGB 22 . KGB subskapularis di posterior aksila. c. konsistensi. lateral bawah.pektoralis aksila.pektoralis dan dinding dada. medial atas. III dan IV yang dikerjakan secara sistematis mulai dari kranial setinggi iga kedua sampai ke distal setinggi iga keenam. bentuk dan batas-batas tumor. jika perlu bahu atau punggung diganjal dengan bantal kecil terutama pada penderita yang payudaranya besar. Posisi berbaring Penderita berbaring dan diusahakan agar payudara jatuh tersebar rata di atas lapangan dada. jumlah tumor serta mobilitasnya terhadap jaringan sekitar payudara. Pemeriksaan kelenjar getah bening regional 1. KGB sentral di bagian pusat aksila. m. ukuran tumor (diameter terbesar). Terakhir diadakan pemeriksaan kalau ada cairan keluar dengan menekan daerah sekitar papil. Pada pemeriksaan aksila kanan tangan kanan penderita diletakkan atau dijatuhkan lemas di tangan/bahu kanan pemeriksa dan aksila diperiksa dengan tangan kiri pemeriksa. Pada pemeriksaan ini ditentukan lokasi tumor berdasarkan kuadran payudara (lateral atas. kulit.

hanya saja untuk skrining harganya mahal sehingga dianjurkan penggunaan yang selektif yaitu untuk wanita-wanita dengan risiko tinggi. d. dan otak untuk mencari metastase jauh. Mammografi dan USG payudara dilakukan pada tumor yang berukuran < 3cm. jumlah. adanya bridge of tumor dan jaringan fibroglanduler tidak teratur. bagian bawah dipalpasi dengan cermat dan teliti. Meskipun 15% kanker payudara tidak bisa divisualisasikan dengan mammografi. 2. Tanda-tanda sekunder berupa bertambahnya vaskularisasi. mikrokalsifikasi. Adanya proses keganasan akan memberikan tanda–tanda primer dan sekunder. tulang. Pemeriksaan termografi ditemukan oleh Lawson tahun 1956. Mammografi Mammografi merupakan suatu pemeriksaan dengan soft tissue technic yang dapat mendeteksi 85% kanker payudara. 45% kanker payudara dapat dilihat pada mammografi sebelum mereka dapat diraba. Tanda primer berupa fibrosis reaktif. Selain payudara dan KGB. organ lain yang ikut diperiksa adalah paru. deposit kalsium baik dalam pola mulberrry atau curvilinear.6 Ultrasonografi berguna terutama untuk membedakan lesi padat atau kistik juga untuk memandu FNAB dan core-needle biopsy. Dengan menggunakan sinar infra merah pemeriksaan ini 23 . dan distorsi duktus mamaria. apakah terfiksasi satu sama lain atau ke jaringan sekitarnya. konsistensi. comet sign. Sensitifitas mammografi sekitar 75% dan spesifisitasnya hampir 90%.apikal di ujung atas fossa aksilaris. hepar. Supra dan infraklavikula serta leher utama. Mammografi sangat baik digunakan untuk diagnosis dini dan skrining. Pada perabaan ditentukan ukuran. Pemeriksaan Penunjang 1.

Xerografi merupakan pemeriksaan yang menggunakan sistem pencitraan foto elektrik.6 3. Pemeriksaan histopatologi jaringan (gold standard) Pemeriksaan histologi jaringan merupakan cara untuk menegakkan diagnosis pasti kanker payudara. Ketepatannya mencapai 95. 2. Untuk biopsi kelainan yang tidak dapat diraba seperti temuan pada mammografi dapat dilakukan ultrasound atau stereotactic core biopsy yaitu pungsi dengan jarum besar yang akan menghasilkan suatu silinder jaringan yang cukup untuk pemeriksaan termasuk teknik biokimia.2. Sensitifitasnya dalam menilai aktifitas sel kanker payudara cukup tinggi.memanfaatkan perbedaan suhu di mana suhu kanker payudara lebih tinggi dibanding jaringan sekitarnya. Pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi lesi yang multipel dan adanya keterlibatan KGB regional.3. Sensitivitasnya dalam mendiagnosis keganasan dilaporkan sebesar 90-95% bila tepat cara pengambilan dan diekspertise oleh ahlinya.2.3 24 . Scintimamografi merupakan teknik pemeriksaan radionuklir menggunakan radioisotop Tc 99m. Pemeriksaan sitologi Pemeriksaan sitopatologi dilakukan dengan FNAB (fine needle aspiration biopsy).3% dengan false positive ± 5%. Bahan pemeriksaan dapat diambil melalui biopsi eksisional (untuk ukuran tumor < 3cm) atau biopsi insisional (untuk tumor operabel dengan ukuran > 3cm sebelum operasi definitif dan untuk tumor yang inoperabel) yang kemudian diperiksa potong beku atau PA.

PR. Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan laboratorium rutin dan kimia darah dilakukan sesuai dengan perkiraan metastasis misalnya alkali fosfatase dan liver function tests untuk metastasis ke hepar atau kadar kalsium dan fosfor untuk metastase tulang.3 6. cathepsin-D.4.6 II.29 (CA 15-3) mungkin berguna untuk memantau respon terhadap terapi pada penyakit yang sudah lanjut. Metastasis di parenkim paru pada foto rontgen memperlihatkan gambaran coin lesion yang multipel dengan ukuran yang bermacam-macam. Metastasis ke tulang vertebra akan terlihat pada foto rontgen sebagai gambaran osteolitik/destruksi yang dapat menyebabkan fraktur patologis. USG abdomen. Pemeriksaan penanda tumor (tumor marker) dan imunohistokimia Pemeriksaan kadar CEA dan CA 27. bone scanning dan/atau bone survey. dan CT scan dilakukan untuk mencari metastasis jauh. Sistem TNM 2 Tumor primer (T) Tx : Tumor primer tidak dapat dinilai 25 .2. dan p53 bersifat situasional.3. Pemeriksaan imunohistokimia seperti ER. Metastasis dapat pula mengenai pleura yang akan menimbulkan efusi pleura.2.6 Klasifikasi Kanker Payudara a. Pemeriksaan metastase jauh Pemeriksaan lain seperti foto thoraks. Pemeriksaan yang direkomendasikan oleh PERABOI adalah foto thoraks dan USG abdomen sedangkan bone scanning dan/atau bone survey (bila sitologi dan/atau klinis sangat mencurigakan pada lesi > 5cm) dan CT scan dilakukan atas indikasi. c-erb-2 (HER-2 neu).6 5.

  T4c : Gabungan T4a dan T4b T4d : Karsinoma inflamasi (mastitis karsinomatosa) Kelenjar getah bening regional/Nodul (N) Nx : KGB regional tidak bisa dinilai N0 : Tidak terdapat metastase KGB regional. N2 : Teraba KGB aksila ipsilateral terfiksasi. : Tumor ≥ 0. T2 : Tumor > 2cm dan < 5cm. N1 : Dijumpai metastase KGB aksila ipsilateral yang mobile. 26 .  N2a :Teraba KGB aksila yang terfiksasi atau berkonglomerasi atau melekat ke struktur lain. atau satelit nodul pada kulit.T0 : Tidak terdapat tumor primer Tis : Karsinoma insitu    Tis (DCIS) : karsinoma in situ hanya ductal Tis (LCIS) : karsinoma in situ hanya lobular Tis (Paget) : penyakit Paget dari puting susu tanpa tumor (Catatan: Paget penyakit yang terkait dengan tumor diklasifikasikan menurut ukuran tumor T1 : Tumor ≤ 2cm    T1a T1b T1c : Tumor ≤ 0.5 cm.5 cm dan ≤ 1 cm.   T4a : Ekstensi ke dinding dada tidak termasuk otot pektoralis T4b : Edema (termasuk peau d’orange) atau ulserasi kulit payudara. berkonglomerasi. atau secara klinis ada pembesaran KGB mamari interna ipsilateral tanpa adanya metastase ke KGB aksila. T3 : Tumor > 5cm T4 : Berapapun ukuran tumor dengan ekstensi langsung ke dinding dada atau kulit. : Tumor ≥ 1 cm dan ≤ 2 cm.

dan tidak terdapat N3 : Metastase pada KGB infraklavikula ipsilateral dengan atau tanpa keterlibatan KGB aksila atau klinis terdapat metastase pada KGB mamaria interna ipsilateral dan secara klinis terbukti adanya metastase pada KGB aksila atau adanya metastase pada KGB supraklavikula ipsilateral dengan atau tanpa keterlibatan KGB aksila atau mamaria interna .   N3a N3b :Metastase pada KGB infraklavikula ipsilateral :Metastase pada KGB mamaria interna ipsilateral dan KGB aksila  N3c : Metastase pada KGB supraklavikula Metastase jauh (M) Mx M0 M1 : Metastase jauh belum dapat dinilai : Tidak terapat metastase jauh. : Dijumpai metastase jauh Stadium klinis Stadium 0 Stadium I Stadium II A Tis T1 T0 T1 T2 Stadium II B T2 T3 Stadium III A T0 T1 T2 T3 N0 N0 N1 N1 N0 N1 N0 N2 N2 N2 N1 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 27 . N2b : Secara klinis metastase hanya dijumpai pada KGB mamari interna ipsilateral metastase pada KGB aksila.

koloid dan comedocarcinoma. Lobular carcinoma in situ 2.schirrous carcinoma b. meskipun stadium klinis lebih berpengaruh.mucinous carcinoma . Invasive ductal carcinoma .squamous cell carcinoma . Non invasive ductal carcinoma b. 2002) b. Histopatologi Kanker payudara mempunyai beberapa tipe histologi khusus yang turut mempengaruhi prognosis. Special types .medullary carcinoma .T3 Stadium III B T4 T4 T4 Stadium III C Stadium IV N2 N0 N1 N2 M0 M0 M0 M0 N3 Semua N M0 M1 Semua T Semua T (American Joint Committee on Cancer. Invasive carcinoma a. 2 Malignant (carcinoma) 1. Non invasive carcinoma a. Pada stadium I tanpa keterlibatan KGB regional 5-year survival rate sekitar 80% untuk karsinoma duktal invasif dan sekitar 90-95% untuk karsinoma lobular.adenoid cystic carcinoma .solid-tubular carcinoma .spindel cell carcinoma 28 .invasive lobular carcinoma .papillobular carcinoma .

apocrine carcinoma .carcinoma with cartilaginous and or osseous metaplasia .others c. NOS Medullary with lymphoid stroma Mucinous Papillary (predominantly micropapillary pattern) Tubular Lobular Paget’s disease and infiltrating Undifferentiated Squamous cell Adenoid cystic Secretory Cribriform Gradasi histologis (G) Gx : grading tidak dapat dinilai 29 .secretory carcinoma .. Paget’s disease Tipe Histopatologi In situ Paget’s disease NOS (no otherwise specified) Intraductal Paget’s disease and intraductal Invasive carcinomas NOS Ductal Inflammatory Medullary.tubular carcinoma .

GI G2 G3 : low grade : intermediate grade : high grade Berikut penjelasan beberapa tipe histologis dari kanker payudara: 2. d. tidak teratur dan tidak jelas membentuk kelenjar atau pertumbuhan kapiler. Terdapat banyak sebukan limfosit yang menjolok pada stroma di dalam tumor.6 a. Comedocarcinoma (5%) Duktus yang diisi oleh tumor sel kecil dan debris sentral. Karsinoma koloid (3%) Duktus dihambat oleh sel-sel karsinoma dan kista proksimal berkembang. Karsinoma lobular (9%) Separuh kasus karsinoma lobular ditemukan in situ tanpa tanda-tanda invasi lokal sehingga sering dianggap premaligna dan disebut neoplasia lobular. 30 . c. Karsinoma duktal Karsinoma duktal invasif merupakan kelompok terbesar (78%) dari seluruh tumor ganas payudara. e. Karsinoma medular (4%) Gambaran histologi menunjukkan stroma yang sedikit dan penuh berisi kelompok sel yang belum berdifferensiasi. Karsinoma duktal noninvasif (karsinoma duktal in situ atau karsinoma intraduktal) biasanya terjadi tanpa membentuk massa karena tidak ada komponen scirrhous. Secara mikroskopik tampak proliferasi anaplastik epitel duktus yang dapat memenuhi dan menyumbat duktus. Karsinoma mukoid/musinus (3%) Tumor ini tumbuh perlahan-lahan dan secara mikroskopik sel tumor yang menghasilkan musin tersusun membentuk asinus pada beberapa tempat. Secara histologi menunjukkan gambaran selsel anaplastik yang semuanya terletak di dalam lobulus-lobulus. b. Juga tampak sel-sel cincin stempel (signet ring cells). f.

Karsinoma skirus (schirrous) Pada pemeriksaan mikroskopik tumor terdiri dari stroma yang padat dengan kelompok sel epitel yang terlepas atau membentuk kelenjar. Pertumbuhannya lambat. 1992. FAM terdapat pada usia muda yaitu 15-30 tahun. hiperkromatik. sehingga terjadi kelainan menyerupai ekzema yaitu adanya krusta di daerah papil dan areola. tidak ada perubahan pada kulit. Soetomo (Sukardja). Karsinoma inflamasi (1%) Karsinoma ini memiliki prognosis paling buruk. Sistem limfa dipenuhi oleh tumor memicu perubahan payudara dan kulit yang mirip infeksi. h. (Mangunkusumo. Diagnosis Banding Tumor Payudara 2 a. Penyakit Paget (1%) Merupakan karsinoma intraduktus pada saluran ekskresi utama yang menyebar ke kulit puting susu dan areola. Sebagai tumor jinak. dapat dijumpai bilateral atau multipel (15%). Tanda khas adalah adanya penyebukan epidermis oleh sel ganas yang disebut sel paget. 1993). i. tapi jika ada massa tumor termasuk karsinoma duktal invasif. dan tidak disertai rasa nyeri. II. tidak ada metastase regional dan jauh. Fibroadenoma mammae (FAM) ini secara klinis diketahui sebagai tumor di payudara dengan konsistensi padat kenyal. Kelainan ini ditemukan pada wanita berusia lebih tua dari penderita kanker payudara umumnya dan bersifat unilateral. Sel-sel berbentuk bulat atau poligonal.28%-50% di RS Dr. pengobatannya cukup dengan eksisi tumornya. Harris.7 31 . Fibroadenoma Fibroadenoma adalah suatu tumor jinak dan merupakan golongan terbesar dari tumor payudara yaitu 45. dapat digerakkan dari jaringan sekitarnya. Jika tidak ditemukan massa tumor di bawahnya penyakit ini termasuk karsinoma insitu. berbentuk bulat lonjong dan berbatas tegas.g.

Cystosarcoma philloides Gambaran klinis Cystosarcoma philloides dapat seperti FAM yang besar. Jenis yang padat kadang-kadang sukar dibedakan dengan kanker payudara dini. Namun apabila medikamentosa tidak menghilangkan keluhan nyerinya dan ditemukan pada usia pertengahan sampai tua diperlukan terapi operatif. Pengobatannya adalah simple mastectomy untuk mencegah residif. terasa lebih besar. Tumor jenis ini umumnya tidak berbatas tegas kecuali kista soliter. Cystosarcoma philloides tidak bermetastase karena ini adalah kelainan jinak tapi sejumlah kecil (27%) ditemukan dalam bentuk ganas yang disebut malignant cystosarcoma philloides. c. penuh dan nyeri menjelang haid dan akan mengecil serta nyeri berkurang setelah haid selesai. batas tegas. disertai rasa nyeri terutama menjelang haid. Bentuknya bulat lonjong. Pada orang muda atau belum berkeluarga dapat dipertimbangkan untuk mastekstomi subkutan. Ukurannya dapat berubah. Hal ini terjadi karena FCD dipengaruhi oleh keseimbangan hormonal. dapat pula kistik. permukaan granular. Konsistensinya dapat padat kenyal tapi ada bagian yang kisteus. ukuran bisa mencapai 20-30 cm. Kulit payudara tegang. permukaan berbenjol. Konsistensinya padat kenyal. Kelainan ini dapat juga dijumpai tanpa massa tumor yang nyata hingga jaringan payudara teraba padat. Galactocele Galaktokel bukan kelainan neoplasma atau pertumbuhan baru melainkan suatu massa tumor kistik yang timbul akibat tersumbatnya 32 . Pengobatan FCD umumnya adalah medikamentosa simptomatis.b. d. berkilat dan tampak venektasi. Penyakit fibrokistik Fibrocystic disease (FCD) biasanya multipel dan bilateral. Walaupun ukurannya besar tidak ada perlekatan ke dasar atau kulit.

dan semua kelenjar ketiak sekaligus.. dan radical mastectomy.pektoralis minor dapat pula 33 . simple mastectomy.pektoralis mayor dipertahankan sehingga suplai persarafannya tidak terganggu dan efek kosmetik pada dinding dada yang terjadi bila dilakukan mastektomi radikal dapat dikurangi. Di antara beberapa jenis operasi tersebut metode yang paling tua adalah mastektomi radikal klasik dari Halsted. e. Modalitas terapi Untuk kanker payudara terdapat beberapa modalitas terapi yang bisa dipilih: 1.duktus laktiferus pada ibu-ibu yang sedang atau baru selesai masa laktasi. m. Mastitis Mastitis adalah suatu infeksi pada kelenjar payudara yang biasanya terdapat pada wanita yang sedang menyusui.pektoralis minor. II. Tumor ini berbatas tegas.pektoralis mayor. M. Ditemukan tanda-tanda radang dan sering sudah menjadi abses.8 Terapi Kanker Payudara a. pengangkatan dengan m. Setelah tahun 60-an mastektomi radikal mulai digantikan oleh mastektomi radikal yang telah dimodifikasi oleh Patey.7 Terdapat beberapa jenis operasi untuk terapi yaitu BCS (breast conserving surgery). payudara Pada mastektomi sebagian radikal besar dilakukan kulitnya. Operasi 2.3. bulat dan kisteus karena berisi air susu yang mengental. modified radical mastectomy. Pada mastektomi radikal modifikasi ini m. Pembedahan ini merupakan standar baku sejak awal abad ke-20 hingga tahun 50-an namun sekarang sudah jarang dilakukan kecuali bila ada tumor payudara yang sangat besar dan melekat ke otot pektoralis.

atau diangkat. Pada mastektomi simpel dilakukan pengangkatan payudara saja tanpa mengangkat limfonodus atau otot. biasanya dilakukan pembedahan kuratif dengan mempertahankan payudara yang disebut dengan breast conserving surgery (BCS). BCS merupakan satu paket yang terdiri dari tiga tindakan yaitu pengangkatan tumor (lumpektomi luas atau tumorektomi atau segmentektomi atau kuadrantektomi) ditambah diseksi kelenjar aksila dan radioterapi pada sisa payudara tersebut. Tapi diseksi aksila disini lebih sulit dikerjakan karena otot-otot pektoral tetap intact dan jaringan payudara masih ada sehingga pembukaan lapangan operasi aksila terhambat. Pembesaran KGB aksila dirawat dengan radioterapi. Bila dilakukan pengangkatan payudara pertimbangkan kemungkinan rekonstruksi mammae dengan implantasi prostesis atau cangkok flap muskulokutan. atau diretraksi untuk mendapatkan akses ke aksila.dipertahankan. Bukti-bukti menunjukkan tidak ada perbedaan pada tingkat rekurensi lokal dan survival antara mastektomi radikal dan mastektomi radikal modifikasi. Indikasi BCS:    T: 3 cm (stadium I atau II) Pasien ingin mempertahankan payudaranya Syarat BCS: Keinginan penderita setelah dilakukan informed consent 34 . Bila hal ini tidak dapat dilakukan usahakan prostesis eksterna. Metode ini dipopulerkan oleh MacWhirter di Inggris. Rekonstruksi ini dapat dilakukan sekaligus dengan bedah kuratif atau beberapa waktu setelah radioterapi atau kemoterapi adjuvan. BCS secara kosmetik lebih baik dari mastektomi bahkan yang telah direkonstruksi sekalipun. Sekarang. Penyinaran diperlukan untuk mencegah kambuhnya tumor di payudara dari jaringan tumor yang tertinggal atau dari sarang tumor lain (karsinoma multisentrik).

maka tidak dilakukan radiasi pada KGB aksila supraklavikula pada keadaan tumor di medial/sentral diberikan tambahan radiasi pada mammaria interna 35 .3.6. Radiasi 2. Radioterapi paliatif dapat dilakukan dengan hasil baik untuk waktu terbatas bila tumor sudah tidak operabel. Radioterapi adjuvant diberikan bila ditemukan keadaan sebagai berikut:      Setelah tindakan operasi terbatas (BCS) Tepi sayatan dekat (T ≥ T2) atau tidak bebas tumor Tumor sentral atau medial KGB (+) dengan ekstensi ekstra kapsuler Acuan pemberian radioterapi: Pada dasarnya diberikan radiasi lokoregional (payudara dan aksila beserta supraklavikula) kecuali: pada keadaan T ≤ T2 bila cN = 0 dan pN. adjuvan atau paliatif.7 Radioterapi untuk kanker payudara dapat diberikan sebagai terapi primer.        Penderita dapat melakukan kontrol rutin setelah pengobatan Tumor terletak tidak sentral Perbandingan ukuran tumor dan volume payudara cukup baik untuk kosmetik pasca BCS Mammografi tidak memperlihatkan mikrokalsifikasi atau tanda keganasan lain yang difus (luas) Tumor tidak multipel Belum pernah terapi radiasi di dada Tidak menderita SLE atau penyakit kolagen Terdapat sarana radioterapi yang memadai (megavolt) 2. Radioterapi kuratif tunggal tidak begitu efektif tetapi radioterapi adjuvan cukup bermanfaat.

CMF dan AC. Kemoterapi juga dapat diberikan sebelum pembedahan pada kanker payudara yang besar namun masih operabel pada stadium lokal lanjut. Kemoterapi 2. Kemoterapi paliatif dapat diberikan pada pasien yang telah menderita metastasis sistemik. Hormonal 2.7 Kemoterapi merupakan salah satu terapi sistemik yang dapat digunakan sebagai terapi adjuvan atau paliatif. Terapi ini semakin berkembang dengan ditemukannya reseptor estrogen dan progesteron. Kanker payudara dengan reseptor estrogen dan progesteron yang merespons positif terapi hormonal mencapai 4.3.6. Berdasarkan penelitian kemoterapi yang disebut kemoterapi neo adjuvan ini dapat mengecilkan ukuran tumor sehingga memudahkan pembedahan. Kemoterapi adjuvan diberikan sebanyak 6 siklus. Kemoterapi adjuvan dapat diberikan pada pasien pascamastektomi yang pada pemeriksaan histopatologik ditemukan metastasis di sebuah atau beberapa kelenjar.6.3.7 Dasar dari pemberian terapi hormonal adalah fakta bahwa 30-40% kanker payudara adalah hormon dependen.pada yang terdapat massa tumor atau residu post op (mikroskopik atau makroskopik) maka diberikan booster dengan dosis 20 Gy kecuali untuk aksila 15 Gy 3. booster dilakukan sebagai berikut: . paliatif 12 siklus dan neoadjuvan 3 siklus praterapi primer ditambah 3 siklus pascaterapi primer.pada yang potensial terjadi residif ditambahkan 10 Gy (misalnya tepi sayatan dekat tumor atau post BCS) . Dosis lokoregional profilaksis adalah 50 Gy. 36 . Obat kemoterapi diberikan dalam bentuk kombinasi seperti CAF (CEF).

dilakukan bila tanpa pemeriksaan reseptor. Terapi hormonal biasanya diberikan sebelum kemoterapi karena efek terapinya lebih lama dan efek sampingnya lebih sedikit. Sebelum pemberian terapi hormonal dilakukan uji reseptor (estrogen receptor/ER positif atau progesteron receptor/PR positif) dan dipertimbangkan status hormonal penderita (premenopause. Imunologik Sekitar 15-25% tumor payudara menunjukkan adanya protein pemicu pertumbuhan atau HER2 secara berlebihan dan untuk pasien seperti ini. Terapi ablatif berupa ovarektomi bilateral. 37 . dan raloxifene tapi raloxifene lebih banyak digunakan untuk pengobatan osteoporosis. trastuzumab. 5. pada wanita premenopause dan wanita yang sudah 1-5 tahun menopause dengan ER (+) dan pada penyakit yang bersifat slow growing dan intermediate growing. megestrol acetate dan androgen atau estrogen) dilakukan pada pasien pascamenopause. Terapi additif berupa pemberian obat-obatan (antiestrogen. Aromatase inhibitor seperti anastrozole dan letrozole menghambat konversi androgen menjadi estrogen. antibodi yang secara khusus dirancang untuk menyerang HER2 dan menghambat pertumbuhan tumor. 15 tahun menopause. dan pascamenopause).77%. Pasien sebaiknya juga menjalani tes HER2 untuk menentukan kelayakan terapi dengan trastuzumab. bisa menjadi pilihan terapi. toremifene. Terapi hormonal merupakan terapi utama stadium IV di samping kemoterapi karena kedua-duanya merupakan terapi sistemik. Setelah itu dapat ditentukan apakah terapi hormonal akan diberikan secara additif atau ablatif. Yang tergolong antiestrogen adalah tamoxifen citrate. aromatase inhibitor.

dan III awal (stadium operabel) sifat pengobatan adalah kuratif dengan pembedahan sebagai terapi primer. Terapi adjuvan diberikan berdasarkan ada atau tidaknya metastase ke kelenjar getah bening aksila. Terapi definitif pada T0 tergantung pada pemeriksaan blok parafin. 2.b. dan usia premenopause atau postmenopause atau usia tua. Sedangkan untuk stadium III akhir dan IV sifat pengobatannya adalah paliatif yaitu terutama untuk mengurangi penderitaan pasien dan memperbaiki kualitas hidup. Pilihan terapi berdasarkan stadium 2 Pada stadium I. Tabel 1. terapi lainnya hanya bersifat adjuvan. 1. reseptor estrogen atau reseptor progesteron. Kanker payudara stadium 0 Dilakukan BCS atau mastektomi simpel. Terapi adjuvan pada node negative (KGB histopatologi negatif) Status menopause Premenopause Reseptor hormonal ER (+) / PR (+) ER (-) / PR (-) Postmenopause ER (+) / PR (+) ER (-) / PR (-) Usia tua ER (+) / PR (+) ER (-) / PR (-) Risiko tinggi Ke + Tam / Ov Ke Tam + Kemo Ke Tam + Kemo Ke 38 . II. lokasinya didasarkan pada hasil pemeriksaan imaging. Semakin cepat dilakukan pembedahan semakin tinggi kurasinya. Kanker payudara stadium dini/operabel Dilakukan BCS (harus memenuhi syarat) atau mastektomi radikal modifikasi atau mastektomi radikal dengan atau tanpa terapi adjuvan.

Tabel 2. Terapi adjuvan pada node positive (KGB histopatologi positif) Status menopause Premenopause Reseptor hormonal ER (+) / PR (+) ER (-) / PR (-) Postmenopause ER (+) / PR (+) ER (-) dan / PR (-) Usia tua ER (+) / PR (+) ER (-) dan PR (-) Risiko tinggi Ke + Tam / Ov Ke Ke + Tam Ke Tam + Kemo Ke 3.Radiasi + operasi + kemoterapi + terapi hormonal . Inoperable locally advanced . Kanker payudara lokal lanjut/ locally advanced a. dan berbau yang mengganggu sekitarnya. Terapi lokoregional seperti radiasi dan pembedahan hanya dilakukan bila perlu. difus. Operable locally advanced Mastektomi simpel/MRM + radiasi kuratif + kemoterapi adjuvant + terapi hormonal b.Radiasi kuratif + kemoterapi + terapi hormonal .Kemoterapi neoadjuvan + operasi + kemoterapi + radiasi + hormonal terapi 4. Radiasi kadang diperlukan untuk paliasi pada daerah-daerah tulang weight bearing yang mengandung metastase atau pada tumor bed yang berdarah. 39 . Kanker payudara lanjut metastase jauh Terapi primer pada stadium IV adalah terapi sistemik yaitu terapi hormonal dan kemoterapi.

5 10 tahun (%) 80 55 45 40 .9 Prognosis Kanker Payudara Prognosis kanker payudara dapat ditentukan berdasarkan beberapa faktor yaitu6: a.II. Keterlibatan histologik KGB aksila Tabel 4. Ukuran tumor Tabel 5. Prognosis kanker payudara berdasarkan ukuran tumor Ukuran tumor (cm) <1 3-4 5-7. Prognosis kanker payudara berdasarkan stadium klinik Stadium Klinik 0 I II IIIA IIIB IV 5 tahun (%) > 90 80 60 50 35 10 10 tahun (%) 90 65 45 40 20 5 b. Prognosis kanker payudara berdasarkan keterlibatan histologik KGB aksila KGB aksila Tidak ada 1-3 KGB > 3 KGB 5 tahun (%) 80 65 30 10 tahun (%) 65 40 15 c. Stadium klinik Tabel 3.

Histologi Kanker yang poor differentiated. SADARI dilakukan pada tanggal yang sama setiap bulan. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan atau clinical breast examination Pemeriksaan oleh dokter secara lege artis sebaiknya dilakukan setiap 3 tahun untuk wanita berusia 20-40 tahun dan setiap tahun untuk wanita berusia lebih dari 40 tahun. SADARI dilakukan 3 hari setelah haid berhenti atau 7 hingga 10 hari dari hari pertama menstruasi terakhir. e. b. Periksa payudara sendiri (SADARI) atau breast-self examination Penelitian menunjukkan 85% dari kasus kanker payudara diketahui atau ditemukan lebih dulu oleh penderita. Untuk wanita yang sudah menopause.10 Screening dan Deteksi Awal Kanker Payudara Kanker payudara tergolong dalam keganasan yang dapat didiagnosis secara dini. Oleh karena itu penting bagi wanita untuk mengetahui cara memeriksa payudara yang benar agar bila ada suatu kelainan dapat diketahui segera.9: a. Reseptor hormon Pasien dengan kanker yang bersifat ER positif mempunyai waktu survival yang lebih lama dibandingkan pasien dengan kanker yang bersifat ER negatif. 41 . minimal sekali sebulan. II.d. SADARI sebaiknya mulai biasa dilakukan pada usia sekitar 20 tahun. American Cancer Society (ACS) merekomendasikan usaha untuk melakukan diagnosis dini yaitu dengan2. metaplasia dan grade tinggi mempunyai prognosis yang lebih buruk dibandingkan kanker yang well differentiated.

Wanita berusia 40-49 tahn sebaiknya melakukan mammografi setiap 2 tahun dan wanita berusia lebih dari 50 tahun sebaiknya melakukan mammografi setiap tahun.c. 42 . Mammografi Wanita berusia 35-39 tahun sebaiknya melakukan satu kali baseline mammography.

teraba keras. peau d’orange (+). ukuran kira-kira sebesar telur puyuh. tidak terasa nyeri saat ditekan. Saat ini. retraksi puting (-). Sejak 3 bulan terakhir SMRS. dapat digerakkan. dan tidak terasa nyeri saat ditekan. ukuran kira-kira sebesar kacang tanah. rasa nyeri di daerah pinggang semakin bertambah hebat selain itu penderita juga mengeluh sesak nafas. dapat digerakkan dan tidak nyeri saat ditekan.BAB III ANALISIS KASUS Seorang wanita berusia 40 tahun datang dengan keluhan benjolan pada payudara kanan bawah. teraba keras. benjolan berjumlah satu buah. penderita mengeluh terasa nyeri di daerah pinggang yang hilang timbul. kenyal. Benjolan yang teraba oleh penderita hanya satu buah. sedangkan pada ketiak kirinya. warna kulit lebih merah daripada sekitar . ukuran ± 8 cm x 6 cm x 3 cm. Penderita menyangkal keluar cairan dari puting susu. 43 . Penderita berobat ke dukun. Pada palpasi. penderita mengeluh timbul benjolan pada payudara kanan bawah kira-kira sebesar kelereng. Pada pemeriksaan fisik regio mammae dextra didapatkan. dapat digerakkan dan tidak nyeri. tidak terasa nyeri. Sejak 1 minggu terakhir dirawat. dan kulit payudara di daerah benjolan sama dengan kulit di sekitarnya. teraba massa dengan konsistensi keras. Pada ketiak kanan. tidak ada cairan yang keluar dari puting susu serta tidak nyeri ketika haid. ukurannya lebih kurang sebesar buah jambu biji. batas tidak tegas. benjolan teraba satu buah. Penderita tidak mengeluh teraba benjolan ditempat lain. Sementara pada regio axilla dextra. nyeri tekan (-). kulit di sekitar benjolan menjadi merah. batas tidak tegas. tampak benjolan sebesar buah jambu biji. Selama 8 bulan terakhir penderita mengeluh benjolan tersebut terasa makin membesar hingga sebesar bola pimpong. permukaan berdungkul-dungkul. diberi jamu-jamuan namun keluhan tidak hilang. teraba massa satu buah. terfiksir pada jaringan di bawahnya. Sejak 1 tahun yang lalu. benjolan dapat digerakkan. tidak tampak ulkus. Penderita juga mengeluh teraba benjolan di daerah ketiak kanan dan kirinya.

3 cm. batas tegas.5 cm x 0. permukaan rata. permukaan rata. berbatas tegas. Untuk tumor primer (T).3 cm x 0. dapat digerakkan dari jaringan sekitarnya.5 cm.konsistensi keras. batas tegas. Setelah diagnosis ditegakkan perlu ditentukan stadium dari kanker payudara ini. Penentuan stadium dilakukan berdasarkan sistem TNM.5 cm x 0. Pada regio supraclavicula sinistra didapatkan massa berjumlah satu buah. Diagnosis FAM dapat disingkirkan karena karakteristik benjolannya padat kenyal. penuh dan nyeri menjelang haid dan akan mengecil serta nyeri berkurang setelah haid selesai karena FCD dipengaruhi oleh keseimbangan hormonal. pada pasien ini hasilnya adalah invasive ductal carcinoma mamma dextra. ukuran ± 0. pertumbuhannya lambat. Diagnosis cystosarcoma philloides dapat pula disingkirkan karena pada cystosarcoma philloides tidak didapati adanya perlekatan pada kulit. permukaan rata.5 cm. nyeri tekan (-). nyeri tekan (-). nyeri tekan (-). terfiksir pada jaringan di bawahnya. dan tidak disertai rasa nyeri. Selain itu. tidak ada perubahan pada kulit. didapatkan juga massa pada regio supraclavicula dextra dan sinistra. sudah terjadi perubahan warna kulit menjadi merah yang berarti kanker sudah menginfiltrasi kulit dan massanya sudah terfiksir yang berarti kanker sudah 44 . pada pasien ini didapatkan benjolan yang berukuran 8 x 6 x 3 cm. sedangkan pada regio supraclavicula dextra didapatkan massa berjumlah satu buah. konsistensi keras. masing-masing ukurannya 0. Untuk menegakkan diagnosis pasti kanker payudara maka pasien direncanakan dilakukan pemeriksaan histopatologi. dapat digerakkan. konsistensi keras. Diagnosis FCD juga dapat disingkirkan karena benjolannya biasanya multipel dan bilateral. Ukurannya dapat berubah. FCD umumnya tidak berbatas tegas kecuali kista soliter dan konsistensinya padat kenyal. batas tegas. ukuran ± 3 x 2 x 2 cm. permukaan rata.5 cm x 0. konsistensi keras. dapat digerakkan. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik.5 cm x 0. terasa lebih besar. nyeri tekan (-).3 cm x 0. batas tegas. dapat digerakkan. ukuran ± 0. teraba massa dua buah. Pada regio axilla sinistra. pasien ini dapat di diagnosis sebagai tumor mammae dextra suspek ganas karena karakteristik benjolannya yang khas untuk tumor ganas dan terdapat tanda-tanda metastasis ke jaringan sekitarnya. dapat pula kistik.

Sehingga. Disarankan untuk dilakukan pemeriksaan USG abdomen untuk melihat ada/tidak proses metastase ke hati. stadium M-nya adalah M1 paru. batas tegas dan tidak nyeri tekan sehingga stadium N-nya adalah N3. Jadi stadium kanker payudara pada pasien ini adalah Stadium IV (T4cN3cM1 paru).5 cm x 0.5 cm. Untuk metastase (M). pada pasien ini telah ditemukan pembesaran KGB supraclavicula kotralateral dengan ukuran 0.menginfiltrasi dinding dada. permukaan rata. dari hasil pemeriksaan fisik didapati keluhan sesak nafas pada pasien yang didukung dengan bukti foto thoraks yang menunjukkan gambaran efusi pleura pada lapangan basal paru kanan yang menyatakan adanya metastase ke paru-paru. Untuk nodul (N).5 cm x 0. konsistensi keras. Dengan demikian stadium T-nya adalah T4. 45 . dapat digerakkan.

Makhoul. Lowitz (editors). Available from: http://www.int. EGC.emedicine.ac. 2006 Available from: PERABOI 2003. Guideline for the Early Detection of Breast Cancer. 3. 11. Toward Optimized Practice (TOP) Program. Detailed Guide : Breast Cancer . Page: 110-116 9. Hlm: 387-402. Manuaba. Breast Cancer: Overview. Robert L. 8. Souhami. Manual on Clinical Oncology. Hlm: 342-364. 1995. Tjakra W. Dennis A. 2003. Available from: http://www. Breast cancer : Prevention and Control . 4. Available from: http://www.DAFTAR PUSTAKA 1. 12. Charles M.acs. http://www. Oxford Textbook of Oncology. Binarupa Aksara. American Cancer Society . Hlm : 387-402. 2009. Edisi Kedua. De Jong. Issam. 2004. Hubungan antara Besar Tumor dan Tipe Histologi Kanker Payudara dengan Adanya Metastase pada Kelenjar Getah Bening Aksila. Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Muchlis. Jakarta. Edisi Pertama. 2nd Ed. Buku Ajar Ilmu Bedah . Zafiral Azdi dkk (editor).usu. 2000. Yuliana. 10. Available from : www. Available from : www. Deteksi Dini Efektif Melacak Kanker Payudara. Wim .who.com. Ramli.org. Casciato. PERABOI. Payudara. Philadelphia. 2004.id. 7. Kanker Payudara. 6.albertadoctors. Asrul. 5. 2. Et al (editors). Page: 11. Buku Ajar Ilmu Bedah. Breast Cancer. Sjamsuhidajat dan Wim de Jong (editor). R. 46 . Edisi Pertama . Oxford Press.org. Soelarto Reksoprodjo dkk (editor).2009. Casciato and Berry B. Protokol Jakarta. 2005 . Albar. and Dennis A.com.info-sehat. Hlm: 2-15. EGC. Lippincott Williams and Wilkins. World Health Organization. Haskell. Edisi Pertama.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.