P. 1
62156381 Case Bedah CA Mammae

62156381 Case Bedah CA Mammae

|Views: 42|Likes:

More info:

Published by: Benediktus Dhewa Setiadharma on Jan 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2013

pdf

text

original

Sections

  • I.1 Identifikasi
  • I.2 Autoanamnesis
  • I.3 Pemeriksaan Fisik (Tanggal 10 Mei 2010)
  • I.4 Diagnosis Sementara
  • I.5 Saran Pemeriksaan
  • I.6 Hasil Pemeriksaan
  • I.7 Diagnosis Kerja
  • I.8 Penatalaksanaan
  • I.9 Prognosis
  • II.1 Pendahuluan
  • II.2 Embriologi payudara
  • II.3 Anatomi Payudara
  • II.5 Faktor Resiko Kanker Payudara
  • II.6 Klasifikasi Kanker Payudara
  • II.7 Diagnosis Banding Tumor Payudara 2
  • II.8 Terapi Kanker Payudara
  • II.9 Prognosis Kanker Payudara
  • II.10 Screening dan Deteksi Awal Kanker Payudara

BAB I LAPORAN KASUS

I.1 Identifikasi Nama Umur Jenis Kelamin Status Agama Bangsa Alamat MRS Pekerjaan No. MR : Ny. F : 40 tahun : Perempuan : Menikah : Protestan : Indonesia : Keramasan Seberang Ulu I, Palembang : 30 April 2010 : Penjual Kerupuk : 298453

I.2 Autoanamnesis Keluhan Utama: Benjolan pada payudara kanan

Riwayat Perjalanan Penyakit: Sejak 1 tahun yang lalu, penderita mengeluh timbul benjolan pada payudara kanan bagian bawah kira-kira sebesar kelereng. Benjolan yang teraba oleh penderita hanya satu buah, kenyal, dapat digerakkan dan tidak terasa nyeri. Penderita menyangkal keluar cairan dari puting susu, dan kulit payudara di daerah benjolan sama dengan kulit di sekitarnya. Penderita tidak mengeluh teraba benjolan ditempat lain. Kemudian, penderita berobat ke dukun kampung dan diberi jamu-jamuan, tetapi keluhan tidak hilang. Selama 8 bulan terakhir penderita mengeluh benjolan tersebut terasa makin membesar hingga sebesar bola pimpong, dapat digerakkan, tidak terasa nyeri, tidak ada cairan yang keluar dari puting susu serta tidak nyeri ketika haid. Saat ini, benjolan tersebut kira-kira berukuran sebesar buah jambu biji. Benjolan

1

tidak terasa nyeri saat ditekan. Kulit di sekitar benjolan menjadi merah. Penderita juga mengeluh teraba benjolan di daerah ketiak kanan dan kirinya. Pada ketiak kanan, benjolan berukuran sebesar telur puyuh, jumlahnya satu buah, teraba keras, tidak dapat digerakkan dan tidak nyeri saat ditekan. Sedangkan, pada ketiak kiri, teraba benjolan berjumlah satu buah, benjolan berukuran sebesar kacang tanah, teraba keras, dapat digerakkan dan tidak nyeri saat ditekan. Sejak 1 minggu terakhir dirawat, penderita mengeluh sesak nafas. Penderita tidak mengeluh rasa penuh di ulu hati serta nyeri kepala hebat.

Faktor Risiko • • • • • • • Riwayat menstruasi pertama sekitar usia 12 tahun, siklus menstruasi teratur setiap akhir bulan, masih menstruasi hingga sekarang. Riwayat melahirkan anak pertama sekitar usia 20 tahun, penderita memiliki 4 orang anak. Riwayat menyusukan anak (+) pada kedua payudara. Riwayat pemakaian KB bentuk susuk dan pil sejak melahirkan anak pertama, berhenti sekitar 1 tahun yang lalu. Riwayat pernah radiasi dinding dada disangkal. Riwayat tumor jinak pada payudara disangkal. Riwayat kanker payudara atau kanker lainnya pada keluarga disangkal.

I.3 Pemeriksaan Fisik (Tanggal 10 Mei 2010) Status Generalis Keadaan Umum Kesadaran Pernafasan Nadi Tekanan Darah Suhu : Baik : compos mentis : 32x/menit : 80x/menit : 160/100 mmHg : 37 ºC

2

Berat Badan Tinggi Badan Keadaan Gizi Kepala Pupil Leher

: 50 kg : 160 cm : baik : Konjungtiva pucat -/-, sklera ikterik -/: isokor, refleks cahaya +/+ : JVP (5-2) cm H2O, tidak ada kelainan : vesikular (+) N, ronkhi (-), wheezing (-), murmur (-), gallop (-), gambaran tumor lihat status lokalis.

Kelenjar getah bening : lihat status lokalis Thorax

Ekstremitas Superior Ekstremitas Inferior Performance (karnofsky score)

: tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : 60%

Status Lokalis

3

Regio Thoraks Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi :tampak payudara kiri dan kanan tidak simetris :stemfremitus paru kanan sama dengan kiri :sonor pada kedua hemithoraks :suara napas vesikuler pada kedua hemithoraks

Regio Mamma dextra Inspeksi : tampak benjolan sebesar buah jambu biji dengan warna kulit kemerahan disekitar benjolan, batas tidak tegas, tidak tampak ulkus, tampak gambaran peau d’orange di sekitar papil, retraksi puting (-). Palpasi : teraba massa dengan konsistensi keras, permukaan berdungkul-dungkul, batas tidak tegas, terfiksir pada jaringan dibawahnya, tidak ada nyeri tekan, ukuran ± 8 cm x 6 cm x 3 cm.

Regio Mamma Sinistra Inspeksi Palpasi : tidak tampak benjolan : tidak teraba massa

KGB Axilla Dextra Inspeksi : tampak benjolan sebesar telur puyuh, warna benjolan sama dengan kulit sekitarnya. Palpasi : teraba massa satu buah, konsistensi keras , permukaan rata, batas tegas, terfiksir pada jaringan dibawahnya, nyeri tekan (-), ukuran ± 3 cm x 2 cm x 2 cm.

KGB Axilla Sinistra Inspeksi : tidak tampak benjolan

4

permukaan rata. konsistensi keras. (T4cN3cMX) 5 . permukaan rata. nyeri tekan (-). batas tegas. permukaan rata.5 cm x 0. dapat digerakkan. yang sudah menginfiltrasi dinding dada. nyeri tekan (-).5 cm. konsistensi keras . KGB Supraklavikula Sinistra Inspeksi Palpasi : tidak tampak benjolan : teraba massa satu buah. ukuran masing-masing ± 0. batas tegas. ukuran ± 0. KGB Mammaria interna dextra et sinistra Inspeksi Palpasi : tidak tampak benjolan : tidak dapat dinilai Regio Abdomen Inspeksi Palpasi : datar.5 cm x 0. dapat digerakkan. dapat digerakkan. I. metastasis jauh belum diketahui. konsistensi keras.5 cm x 0.5 cm x 0.4 Diagnosis Sementara Tumor mamma dextra suspect ganas yang sudah menginfiltrasi kulit.3 cm x 0. KGB Supraklavikula Dextra Inspeksi Palpasi : tidak tampak benjolan : teraba massa satu buah. lemas : tidak teraba pembesaran hepar.Palpasi : teraba massa dua buah. ukuran ± 0.3 cm x 0.5 cm.3 cm. nyeri tekan (-). nyeri tekan (-). batas tegas. sudah metastasis ke KGB regional kontralateral (KGB supraclavicula).

000 – 500.8 mmol/l b. c.000/mm3 ( 200.5 – 5.000/mm3 ) : 0/1/0/72/19/8 (0-1/1-3/50-70/20-40/2-8 % ) : 136 mmol/l ( 135 – 155 mmol/l ) : 2. Rontgen Thorax (Tanggal 1 Juni 2010) Tampak gambaran efusi pleura pada lapangan basal paru kanan Kesan: tampak proses metastase di paru 6 .5 Saran Pemeriksaan Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan histopatologi (biopsi insisi) Bone scanning (lumbosacral AP) Rontgen thorax I.3 g/dl : 33 vol% : 9800/mm3 ( 12 – 16 gr/dl ) ( 37 – 43 vol%) ( 5000 – 10000/mm3) : 79 mm/jam ( < 18 ml/jam ) : 326.I.6 – 10 mg/dl ) ( 3. Hasil pemeriksaan Patologi Anatomi (10 Maret 2010) Kesan : Invasive ductal carcinoma mamma dextra yang telah metastase ke kelenjar getah bening axilla dextra dan sinistra.6 Hasil Pemeriksaan a. Pemeriksaan Laboratorium (Tanggal 1 Mei 2010) Darah Rutin: Hemoglobin Hematokrit LED Leukosit Trombosit Hitung jenis Kimia Klinik: BSS Ureum Creatinin Na+ K+ : 132 mg/dl : 28 mg/dl : 1 mg/dl ( < 200 mg/dl ) ( 18 – 39 mg/dl ) ( 0.5 mmol/l ) : 11.

terdapat metastase jauh pada paru.7 Diagnosis Kerja Tumor mamma dextra suspect ganas yang sudah menginfiltrasi kulit. Stadium IV (T4cN3cM1 paru). sudah metastasis ke KGB regional kontralateral (KGB supraclavicula).9 Prognosis Quo ad vitam Quo ad functionam : dubia ad malam : malam 7 .I. I. yang sudah menginfiltrasi dinding dada.8 Penatalaksanaan   O2 Terapi paliatif  Kemoterapi  Terapi radiasi  Terapi hormonal  Bedah → mastektomi paliatif I.

000 wanita meninggal karena kanker payudara dan dari angka itu.2. Selain itu.1 Pendahuluan Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia.5%) setelah kanker leher rahim. baik teknik operasi. golongan primate gajah dan ikan duyung.BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.280 kasus baru carcinoma mammae insitu. Pada tahun 2009. II.2 Embriologi payudara Mammae sebagai kelenjar subkutis mulai tumbuh sejak minggu ke6 masa embrio berupa penebalan ektoderm sepanjang garis yang disebut garis susu yang terbentang dari aksila sampai ke regio inguinal. yang didasarkan pada ketepatan penentuan stadium dan pengenalan sifat-sifat biologis kanker. semakin membawa harapan baru untuk penderita kanker payudara ini. Beberapa hari setelah lahir 8 .370 kasus baru dari invasive carcinoma mammae didiagnosis di amerika serikat dan 62. 69% kematian terjadi di negara berkembang.3. Berdasarkan laporan dari WHO. radiasi. Namun demikian usaha-usaha untuk mendeteksi dini dapat dilakukan dengan baik dengan mengikutsertakan masyarakat melalui penyuluhan.000 kasus baru kanker payudara pertahun dan lebih dari 50% kasus berada dalam stadium lanjut. Pada manusia. tahun 2004 diperkirakan 519.1 Data di Indonesia. dua pertiga kaudal dari garis tersebut segera menghilang dan tinggal bagian dada saja yang berkembang menjadi cikal bakal payudara. kemajuan dalam deteksi dini yang dilengkapi dengan kemajuan terapi. Di Indonesia diperkirakan terdapat 20. diperkirakan 192. kanker payudara menduduki tempat kedua (11.4 Etiologi yang belum diketahui dengan pasti. perjalanan penyakit yang tidak dapat diperkirakan serta usaha pencegahan yang sulit dilakukan serta adalah masalah yang sampai saat ini belum teratasi. terapi hormonal serta khemoterapi.

saraf. Setengah wanita mempunyai perbedaan volume 10% antara payudara kiri dan kanan dan seperempatnya dengan perbedaan 20%. Bagian medial payudara mencapai pinggir sternum dan di lateral sejajar garis aksilaris anterior. Masing – masing lobus dialiri oleh sistem duktus dari sinus laktiferous (bila distensi mempunyai diameter 5 – 8 mm) terbuka pada nipel. pembuluh darah. dan masing-masing sinus menerima suatu duktus lobulus dengan diameter 2 mm atau kurang. Payudara terletak di atas lapisan fascia otot pektoralis mayor pada dua pertiga superomedial dan otot seratus anterior pada sepertiga lateral bawah. Parenkim epitelial dibentuk oleh kurang lebih 15-20 lobus. dan saluran getah bening serta otot dan fascia.5 II. jaringan lemak.3 Anatomi Payudara Payudara dewasa normalnya terletak di hemithoraks kanan dan kiri dengan dasarnya terletak dari kira-kira iga kedua sampai iga keenam.4 Payudara terdiri dari berbagai struktur yaitu parenkim epitelial. Satu lobulus mempunyai diameter 2–3 mm dan dapat terlihat dengan mata 9 . Di dalam lobus terdapat 40 atau lebih lobulus. setelah lahir kadar hormon menurun sehingga merangsang hipofisis memproduksi prolaktin (hormon yang menimbulkan perubahan mammae). Namun. Payudara kiri selalu lebih besar dibanding yang sebelah kanan. Hal ini disebabkan oleh berkembangnya sistem duktus dan tumbuhnya asinus (buah anggur) serta vaskularisasi pada stroma yang dirangsang secara tidak langsung oleh tingginya kadar estrogen ibu di dalam sirkulasi darah bayi.pada bayi dapat terjadi pembesaran mammae unilateral/bilateral diikuti dengan sekresi cairan keruh (mastitis neonatorum).4 Payudara yang asimetri sering dijumpai diantara wanita normal dan penderita tidak begitu menyadarinya atau mungkin menerimanya sebagai variasi normal. Pada 15% kasus jaringan payudara meluas ke bawah garis tepi iga dan 2% melewati pinggir anterior otot latissimus dorsi. Payudara meluas ke atas melalui suatu ekor aksila berbentuk piramid.

2.telanjang. Masing-masing lobulus mengandung 10 sampai 100 alveoli (acini) yang merupakan unit dasar sekretori.4.6 A Ductus B Lobulus C Sinus lactiferous D Puting susu (nipple) E Jaringan lemak F Otot pectoralis mayor G Tulang Iga Pembesaran: A sel normal B membrane basal C lumen (saluran tengah) 10 . Payudara dibungkus oleh fascia pektoralis superfisialis yang bagian anterior dan posteriornya dihubungkan oleh ligamentum Cooper sebagai penyangga.

Vaskularisasi Payudara2.4.5 Kulit payudara dipersarafi oleh cabang pleksus servikalis dan n.5 a. thorakodorsalis.interkostalis Vena interkostalis bermuara pada v. vertebralis kemudian bermuara pada v. mammaria interna yang memperdarahi tepi medial glandula mammae 2. b. thorako-dorsalis c. Vena-vena kecil yang bermuara pada v. v. Arteri Payudara mendapat perdarahan dari: 1. Persarafan Payudara2. v.4. Cabang cabang perforantes v. thorako-akromialis b. v. Persarafan sensoris di bagian superior dan lateral berasal 11 . Cabang-cabang v. thorako lateralis 3. Cabang-cabang perforantes a. mammaria interna 2. thorakalis lateralis (a. thorakoakromialis yang memperdarahi glandula mammae bagian dalam (deep surface) 3. aksilaris a. mammaria eksterna) yang memperdarahi bagian lateral payudara Pembuluh darah lain yang juga penting artinya meskipun tidak memperdarahi glandula mammae adalah a. A. Rami pektoralis a. Pada tindakan radikal mastektomi perdarahan yang terjadi akibat putusnya arteri ini sulit dikontrol sehingga daerah ini dinamakan “the bloody angle”. Vena Pada daerah payudara terdapat tiga grup vena yaitu: 1. azygos (melalui vena-vena ini metastase dapat langsung terjadi di paru). interkostalis sedangkan jaringan glandula mammae sendiri dipersarafi oleh sistem simpatis.

Sistem Limfatik Payudara2. Beberapa di antaranya terletak sangat superfisial di bawah kulit dan fascia kira-kira pada pertengahan lipat ketiak sehingga relatif paling mudah diraba. 12 . Kelompok inferior setinggi interkostal IV-VI 2. 2000). Kelenjar getah bening aksila Terdapat beberapa grup kelenjar getah bening aksila: 1. interkostobrakialis dan n. Kuadran lateral atas payudara dipersarafi terutama oleh nervus interkostobrakialis ( C8 dan T1 ) (Hughes dkk.dari nervus supraklavikular (C3 dan C4) dari cabang lateral nervus interkostal torasik (3–4 ). Kelompok superior setinggi interkostal II-III ii. terletak di dalam jaringan lemak di pusat ketiak. Pembuluh getah bening aksila 2. Pembuluh getah bening mamaria intena 3. Kelenjar getah bening mammaria eksterna Grup ini dibagi dalam dua kelompok: i.4. Kelenjar getah bening skapula 3.6 a. kutaneus brakius madialis yang mengurus sensibilitas daerah aksila dan bagian medial lengan atas sedapat mungkin dipertahankan agar tidak terjadi mati rasa di daerah tersebut. Pembuluh getah bening di daerah tepi medial kuadran medial bawah payudara b. Pada mastektomi dengan diseksi aksila n. Pembuluh getah bening 1. Bagian medial payudara dipersarafi oleh cabang anterior nervus interkostal torasik. Kelenjar getah bening sentral (central nodes) Kelenjar getah bening ini merupakan kelenjar aksila yang terbesar dan terbanyak jumlahnya.

vertebra. 13 . Kelenjar getah bening subklavikula 4. Kelenjar getah bening prepektoral 5. V. vertebralis. aksilaris 3.1.3 Metastasis kanker payudara dapat terjadi melalui dua jalan: a. mammaria interna merupakan jalan utama metastasis kanker payudara ke paru-paru melalui sistem vena sedangkan metastasis ke vertebra terjadi melalui vena-vena kecil yang bermuara ke v. Kelenjar getah bening mammaria eksterna Metastasis Kanker Payudara1. Kelenjar getah bening interpektoral (Rotter’s nodes) 2.interkostalis yang selanjutnya bermuara ke dalam v. dan organ-organ lain. Metastasis melalui sistem vena Melalui sistem vena kanker payudara dapat bermetastasis ke paruparu. Kelenjar getah bening v.

Gen keempat yang juga terlibat adalah gen reseptor androgen pada kromosom Y. Mutasi gen ini berhubungan 14 . Gen yang paling berpengaruh disebut dengan BRCA-1 (pada lokus 17q21). Metastasis melalui sistem limfe Metastasis melalui sistem limfe pertama kali akan mengenai KGB regional terutama KGB aksila. Penyebaran langsung yaitu melalui kelenjar subklavikula tanpa melalui sentinel nodes. Metastasis ke KGB supraklavikula dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. II. 4 Etiologi Kanker Payudara Kanker payudara merupakan hasil dari mutasi pada salah satu atau beberapa gen. diduga melalui deep lymphatic fascial plexus di bawah payudara kontralateral melalui kolateral limfatik. Jalur ini menjelaskan mengapa bisa terjadi metastasis ke kelenjar aksila kontralateral tanpa metastasis ke payudara kontralateral. Selanjutnya terjadi stasis aliran limfe yang berakibat adanya aliran balik limfe ke hepar. Kanker payudara juga dapat bermetastasis ke KGB aksila kontralateral tapi jalannya masih belum jelas. Keadaan ini dapat terjadi bila tumor primer terletak di tepi medial bagian bawah payudara dan terjadi metastasis ke kelenjar preperikardial. Gen ketiga adalah BRCA-2 yang terletak pada kromosom 13. yang lainnya adalah gen p53 (pada lokus 17p13). KGB sentral (central nodes) merupakan KGB aksila yang paling sering (90%) terkena metastasis sedangkan KGB mammaria eksterna adalah yang paling jarang terkena. Dua di antaranya terletak pada kromosom 17.b. Penyebaran tidak langsung melalui sentinel nodes yang terletak di sekitar grand central limfatik terminus yang menyebabkan stasis aliran limfe sehingga terjadi aliran balik menuju ke KGB supraklavikula. Metastasis ke hepar selain melalui sistem vena dapat juga terjadi melalui sistem limfe.

keturunan Jews 15 . Usia Kanker payudara jarang dijumpai pada usia di bawah 30 tahun tapi insidennya meningkat tajam hingga usia sekitar 50 tahun (30. Perbedaan insiden berdasarkan usia ini diinterpretasikan sebagai efek dari hormon ovarium pada perkembangan penyakit.2.35%).8 II. Berbagai faktor itu antara lain : a. Geografi Insiden kanker payudara sangat bervariasi di antara negaranegara diseluruh dunia.9 b.5 Faktor Resiko Kanker Payudara Saat ini. Bahkan di dalam satu negara insiden kanker payudara berbeda-beda. penyebab pasti kanker payudara belum diketahui secara pasti. Virus juga diduga sebagai penyebab namun belum dapat dibuktikan pada manusia. Wanita asian-hispanic memiliki risiko kejadian kanker payudara yang lebih rendah daripada wanita afican-american. sedangkan 2 hingga 3 kejadian ditemukan pada wanita berusia 55 tahun keatas. Mutagen ini bisa berupa mutagen endogen yaitu radikal bebas seperti lipid peroksidase dan malondyaldehida (MDA) juga mutagen eksogen yaitu radiasi. Misalnya di Israel.6. Etiologi kanker payudara masih belum diketahui dengan pasti hingga sekarang namun yang paling diyakini sebagai penyebab adalah paparan terhadap mutagen.4 Sekitar 1 hingga 8 kejadian kanker payudara yang invasif ditemukan pada wanita yang lebih muda dari usia 45 tahun. Setelah usia 50 tahun frekuensinya tetap meningkat tapi perlahan.3. Angka kejadian kanker payudara di Amerika Utara sekitar lima kali lebih tinggi daripada di Jepang.dengan insiden kanker payudara pada pria. namun berbagai penelitian dan pengumpulan bukti-bukti epidemiologi telah dilakukan untuk mencari tahu faktor-faktor yang meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

9 e.2 d. Reproduksi Status reproduksi juga mempengaruhi risiko terkena kanker payudara.7 c.2.3. Menarche sebelum usia 12 tahun mempunyai risiko kanker payudara 20% lebih besar dari menarche setelah usia 15 tahun.9 Angka kejadian kanker payudara pada laki-laki hanya 1 %. Alasan utamanya adalah karena pada wanita. 2. Risiko kanker payudara berkurang sekitar setengahnya jika menopause terjadi sebelum usia 45 tahun dibandingkan jika menopause terjadi setelah usia 55 tahun. Variasi geografis ini lebih disebabkan oleh faktor lingkungan daripada genetik karena penduduk yang bermigrasi dari negara berisiko rendah ke negara berisiko tinggi mengalami peningkatan frekuensi kanker payudara.6 Hal ini mungkin disebabkan karena eksposure hormon estrogen dan progesterone yang berkepanjangan yang mempengaruhi pertumbuhan sel-sel payudara. Jenis kelamin Kanker payudara 100 kali lebih sering terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Wanita yang tidak pernah melahirkan (nullipara) atau yang pertama kali melahirkan anak pada usia lebih dari 31 tahun mempunyai risiko tiga hingga empat kali lebih besar dibandingkan perempuan yang melahirkan anak pertamanya sebelum berusia 18 tahun.mempunyai risiko empat kali lebih tinggi daripada non-Jews dan di Italia terdapat perbedaan angka kejadian sekitar dua kali lipat antara daerah utara dan selatan. Menstruasi Menarche pada usia dini dan menopause yang terlambat dapat meningkatkan risiko kanker payudara. sel-sel pada payudara lebih sering terekspose oleh hormon-hormon estrogen dan progesteron yang mempengaruhi peertumuhan sel-sel pada payudara. Wanita yang mempunyai banyak anak (multipara) diasosiasikan 16 .

tentunya setelah memperhitungkan usia saat melahirkan anak pertama. Risiko ini akan berubah jika penduduk dari negara berisiko rendah migrasi ke negara berisiko tinggi dan mengadaptasi pola makan di negara tersebut.4.2. Meskipun demikian pengaruh diet pada insiden kanker payudara tampaknya terjadi pada usia muda seperti anak-anak dan remaja. Menyusui lebih lama juga dianggap dapat menurunkan risiko kanker payudara.4. Tinggi badan yang lebih yang juga ditentukan oleh keadaan nutrisi diteliti dapat sedikit meningkatkan 17 . Ukuran tubuh Ukuran tubuh yang mencerminkan status gizi dan pola makan dengan sendirinya dapat mempengaruhi risiko terkena kanker payudara. lemak.2. Usia terjadinya menarche sangat dipengaruhi oleh ukuran tubuh dengan demikian gizi pada masa anak-anak akan mempengaruhi pada usia berapa menarche terjadi.6 g. vitamin dan phytoestrogens dapat menurunkan risiko.6 f. daging dan alkohol dapat meningkatkan risiko sedangkan tingginya konsumsi serat. Bukti-bukti yang ada menyebutkan bahwa tingginya konsumsi kalori. Tidak ada data yang membuktikan bahwa perubahan pola makan dari diet tinggi lemak ke diet rendah lemak pada usia pertengahan dan tua dapat menurunkan risiko kanker payudara. Diet di negaranegara Barat biasanya mengandung lemak dan gula yang tinggi sedangkan di Asia dan negara yang belum berkembang dietnya lebih banyak mengandung vitamin dan serat. Wanita-wanita dari negara Barat mempunyai risiko terkena kanker payudara enam kali lebih tinggi dibandingkan wanita-wanita Asia dan negara berkembang lainnya. sayur.dengan berkurangnya risiko kanker payudara. buah. Diet Perbedaan insiden kanker payudara di berbagai belahan dunia menunjukkan bahwa diet mungkin memegang peranan penting dalam perkembangan kanker payudara.

2%) dengan riwayat kanker payudara pada anggota keluarga tingkat pertama (first-degree relatives). satu-satunya sumber endogenik estrogen setelah menopause. Suatu studi populasi menemukan mutasi BRCA-1 pada 12 dari 193 wanita (6. Kanker familial ini cenderung terjadi pada usia lebih muda dan bilateral. Peningkatan risiko sebagian besar disebabkan oleh pewarisan gen-gen yang mempredisposisi kanker payudara. Dengan demikian individu yang memiliki riwayat keluarga kanker payudara berisiko tinggi untuk terkena kanker payudara.2%) yang terkena kanker payudara sebelum usia 35 tahun dan pada 15 dari 208 wanita (7.6 18 .2. ovarium dan uterus. Pada usia dewasa. Lemak tubuh adalah situs konversi androstenedione menjadi oestradiol. Riwayat keluarga Insiden orang-orang dalam satu keluarga besar terkena kanker payudara terjadi pada sekitar 18% kasus. sejak usia berapa mereka menderita kanker dan hubungan mereka terhadap individu tersebut. Kanker payudara familial juga sering berhubungan dengan keganasan pada organ lain seperti colon. Tingginya risiko ini dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga yang menderita kanker payudara.2. Risiko kanker payudara meningkat kira-kira dua kali pada anak perempuan yang ibunya menderita kanker dan pada wanita yang saudara perempuannya menderita kanker.risiko kanker payudara terutama setelah menopause. 33% di antaranya mengalami mutasi BRCA-1. dengan empat atau lebih anggota keluarga terkena kanker payudara. mungkin inilah yang memediasi efek berat badan terhadap risiko kanker payudara pada wanita post-menopause. Pada keluarga berisiko tinggi. 5% di antaranya benar-benar diwarisi secara familial berdasarkan analisis pedigree.6 h.4.4. tubuh yang kurus dapat meningkatkan risiko kanker payudara sebelum menopause sedangkan obesitas dapat meningkatkan risiko sesudah menopause.

4.2. Kontrasepsi oral juga dikatakan dapat meningkatkan risiko bila digunakan jangka panjang. Selain hormon seks endogen. Sebuah studi populasi pada wanita postmenopause yang berasal dari negara berisiko tinggi menunjukkan level serum oestradiol rata-rata sekitar 20% lebih tinggi daripada wanita-wanita yang berasal dari negara berisiko rendah. Studi casecontrol lain menunjukkan wanita dengan kanker payudara mempunyai level progesterone yang lebih tinggi dari kelompok kontrol pada analisis yang terbatas pada saat ovulasi. Meskipun demikian terdapat bukti-bukti yang meyakinkan bahwa level prolaktin dipengaruhi oleh sejumlah even yang juga mempengaruhi risiko kanker payudara.24% pada orang yang sedang menggunakan dan sebesar 1.6 19 .i. hormon seks eksogen seperti terapi pengganti hormon dan kontrasepsi oral juga dianggap berpengaruh terhadap risiko kanker payudara. namun bukti-bukti epidemiologisnya pada manusia masih merupakan konflik. Terapi pengganti hormon meningkatkan risiko kanker payudara pada orang-orang yang baru atau sedang menggunakan (dalam jangka waktu lima tahun). Hormon seks mempengaruhi proliferasi sel-sel dan jaringan payudara serta meningkatkan karsinogenesis payudara pada hewan percobaan. Risiko meningkat sekitar 2% untuk setiap satu tahun penggunaan. Pada penelitian terbukti kontrasepsi oral hanya sedikit meningkatkan risiko kanker payudara yaitu sebesar 1. Mungkin hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam pengukurannya. Prolactin adalah mitogen dalam jaringan payudara dan merupakan hormon yang penting untuk perkembangan tumor payudara pada hewan percobaan tapi perannya pada kanker payudara manusia belum jelas. Hormon Faktor menstruasi dan reproduksi yang telah dijelaskan sebelumnya menunjukkan peran hormon seks dalam perkembangan kanker payudara.16% pada orang yang telah berhenti menggunakan 1-4 tahun sebelumnya.

keluhan kulit berupa dimpling. Cairan serous. Dari penelitian epidemiologi setelah ledakan bom atom atau penelitian pada orang setelah pajanan sinar rontgen. Anamnesis Anamnesis dimulai dengan pencatatan identitas penderita secara lengkap dilanjutkan dengan keluhan utama. venektasi. perana sinar ionisai sebagai faktor penyebab pada manusia lebih jelas. edema lengan dan tanda metastasis jauh misalnya nyeri tulang (vertebrae. sesak. rasa nyeri. ulserasi atau adanya peau d’orange. 5 Diagnosis Kanker Payudara a.6. ireguler. Cairan yang keluar secara spontan dari puting susu (nipple discharge) adalah tanda kedua yang paling umum dari kanker payudara. keluar cairan dari puting susu. Benjolan kanker cenderung soliter. femur). rasa penuh di ulu hati. batuk. tidak dapat digerakkan (nonmobile).6 Selain itu juga perlu ditanyakan mengenai pengaruh siklus menstruasi terhadap keluhan tumor.3.j. unilateral. adanya ekzema di sekitar areola. serosanguinus.2 II. Cairan seperti susu menandakan galaktore. Keluhan utama penderita dapat berupa: adanya benjolan pada payudara. dan cairan multiwarna atau lengket menandakan ektasia duktus (comedomastitis). menstruasi pertama pada usia 20 . adanya benjolan di ketiak. keras. padat. cepat membesar dan tidak nyeri. dan sakit kepala hebat.2. berdarah atau seperti air mungkin menandakan papiloma (80%) atau karsinoma intraduktal (20%). Radiasi Pada hewan percobaan terbukti adanya peranan sinar radiasi sebagai faktor penyebab kanker payudara. Karakter nipple discharge dapat membantu menegakkan diagnosis. retraksi puting susu.8 Benjolan payudara dapat dideteksi pada 90% pasien dengan kanker payudara dan merupakan tanda yang paling umum. cairan purulen disebabkan oleh infeksi.

berapa. ketepatan pemeriksaan untuk kanker payudara secara klinis cukup tinggi. kemerahan. usia saat pertama kali melahirkan anak. nyeri tulang. selain tanda vital perlu juga diperiksa performance status penderita. Keluhan pasien di organ lain yang berhubungan dengan metastasis perlu ditanyakan seperti batuk. Teknik pemeriksaan2. Pada inspeksi dilihat simetri payudara kiri dan kanan. krusta dan adanya discharge. pada usia berapa. perubahan kulit berupa peau d’orange. yaitu setelah lebih kurang satu minggu dari hari pertama menstruasi. riwayat operasi tumor payudara atau tumor ginekologik.4. Faktor-faktor risiko ini perlu ditanyakan agar dokter dapat mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan mamografi pada penderita yang berisiko tinggi. dan sakit kepala hebat. 21 . dan bagi pasien agar lebih waspada dan rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri. menyusui atau tidak. rasa penuh di ulu hati. dan riwayat radiasi di daerah dada.2. edema. dimpling. Karena payudara dipengaruhi oleh faktor hormonal antara lain estrogen dan progesteron maka sebaiknya pemeriksaan payudara dilakukan saat pengaruh hormon ini seminimal mungkin. Pemeriksaan Fisik Pada status generalis.10 Penderita diperiksa dengan badan bagian atas terbuka 1. pemeriksa berdiri di depan dalam posisi yang lebih kurang sama tinggi. kelainan puting susu seperti retraksi. riwayat pemakaian obat-obat hormonal. Posisi tegak (duduk) Lengan penderita jatuh bebas di samping tubuh. Tanda-tanda umum tentang nafsu makan dan penurunan berat badan juga perlu ditanyakan. erosi.3 b. sesak. bila sudah menopause. ulserasi dan nodul satelit. riwayat kanker payudara atau kanker lainnya dalam keluarga. Dengan pemeriksaan fisik yang baik dan teliti.

permukaan. jika perlu bahu atau punggung diganjal dengan bantal kecil terutama pada penderita yang payudaranya besar. dan daerah sentral). ukuran tumor (diameter terbesar). juga dilakukan pemeriksaan daerah sentral subareolar dan papil. Pemeriksaan dengan rabaan halus akan lebih teliti daripada dengan rabaan kuat karena rabaan halus akan dapat membedakan kepadatan massa payudara. c. Terakhir diadakan pemeriksaan kalau ada cairan keluar dengan menekan daerah sekitar papil. Pada pemeriksaan aksila kanan tangan kanan penderita diletakkan atau dijatuhkan lemas di tangan/bahu kanan pemeriksa dan aksila diperiksa dengan tangan kiri pemeriksa. Palpasi dilakukan dengan mempergunakan falang distal dan falang medial jari II. kulit. m. medial atas.pektoralis aksila. Palpasi juga dapat dilakukan dari tepi ke sentral (sentrifugal) berakhir di daerah papil. lateral bawah. Diraba kelompok KGB mammari eksterna di bagian anterior dan di bawah tepi m. III dan IV yang dikerjakan secara sistematis mulai dari kranial setinggi iga kedua sampai ke distal setinggi iga keenam. konsistensi. dan KGB 22 . KGB sentral di bagian pusat aksila. Pemeriksaan kelenjar getah bening regional 1.pektoralis dan dinding dada. medial bawah. Pada pemeriksaan ini ditentukan lokasi tumor berdasarkan kuadran payudara (lateral atas. Posisi berbaring Penderita berbaring dan diusahakan agar payudara jatuh tersebar rata di atas lapangan dada. jumlah tumor serta mobilitasnya terhadap jaringan sekitar payudara. Aksila Sebaiknya dalam posisi duduk karena dalam posisi ini fossa aksila jatuh ke bawah sehingga mudah untuk diperiksa dan lebih banyak yang dapat dicapai.2. bentuk dan batas-batas tumor. KGB subskapularis di posterior aksila.

comet sign. Tanda primer berupa fibrosis reaktif. hepar. Selain payudara dan KGB. Supra dan infraklavikula serta leher utama. dan distorsi duktus mamaria. Mammografi sangat baik digunakan untuk diagnosis dini dan skrining. 2. tulang. Pemeriksaan Penunjang 1. jumlah. hanya saja untuk skrining harganya mahal sehingga dianjurkan penggunaan yang selektif yaitu untuk wanita-wanita dengan risiko tinggi.6 Ultrasonografi berguna terutama untuk membedakan lesi padat atau kistik juga untuk memandu FNAB dan core-needle biopsy. Dengan menggunakan sinar infra merah pemeriksaan ini 23 . 45% kanker payudara dapat dilihat pada mammografi sebelum mereka dapat diraba. bagian bawah dipalpasi dengan cermat dan teliti. organ lain yang ikut diperiksa adalah paru. adanya bridge of tumor dan jaringan fibroglanduler tidak teratur. Adanya proses keganasan akan memberikan tanda–tanda primer dan sekunder. Pada perabaan ditentukan ukuran. Meskipun 15% kanker payudara tidak bisa divisualisasikan dengan mammografi. Mammografi Mammografi merupakan suatu pemeriksaan dengan soft tissue technic yang dapat mendeteksi 85% kanker payudara. Tanda-tanda sekunder berupa bertambahnya vaskularisasi.apikal di ujung atas fossa aksilaris. Mammografi dan USG payudara dilakukan pada tumor yang berukuran < 3cm. dan otak untuk mencari metastase jauh. Pemeriksaan termografi ditemukan oleh Lawson tahun 1956. apakah terfiksasi satu sama lain atau ke jaringan sekitarnya. mikrokalsifikasi. deposit kalsium baik dalam pola mulberrry atau curvilinear. Sensitifitas mammografi sekitar 75% dan spesifisitasnya hampir 90%. konsistensi. d.

3.2. Pemeriksaan histopatologi jaringan (gold standard) Pemeriksaan histologi jaringan merupakan cara untuk menegakkan diagnosis pasti kanker payudara. Sensitifitasnya dalam menilai aktifitas sel kanker payudara cukup tinggi.memanfaatkan perbedaan suhu di mana suhu kanker payudara lebih tinggi dibanding jaringan sekitarnya.2.6 3. Untuk biopsi kelainan yang tidak dapat diraba seperti temuan pada mammografi dapat dilakukan ultrasound atau stereotactic core biopsy yaitu pungsi dengan jarum besar yang akan menghasilkan suatu silinder jaringan yang cukup untuk pemeriksaan termasuk teknik biokimia.3 24 . Sensitivitasnya dalam mendiagnosis keganasan dilaporkan sebesar 90-95% bila tepat cara pengambilan dan diekspertise oleh ahlinya. Ketepatannya mencapai 95.3% dengan false positive ± 5%. Bahan pemeriksaan dapat diambil melalui biopsi eksisional (untuk ukuran tumor < 3cm) atau biopsi insisional (untuk tumor operabel dengan ukuran > 3cm sebelum operasi definitif dan untuk tumor yang inoperabel) yang kemudian diperiksa potong beku atau PA. Pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi lesi yang multipel dan adanya keterlibatan KGB regional. Xerografi merupakan pemeriksaan yang menggunakan sistem pencitraan foto elektrik. Scintimamografi merupakan teknik pemeriksaan radionuklir menggunakan radioisotop Tc 99m. 2. Pemeriksaan sitologi Pemeriksaan sitopatologi dilakukan dengan FNAB (fine needle aspiration biopsy).

Sistem TNM 2 Tumor primer (T) Tx : Tumor primer tidak dapat dinilai 25 .6 Klasifikasi Kanker Payudara a.2.3. dan CT scan dilakukan untuk mencari metastasis jauh. Pemeriksaan yang direkomendasikan oleh PERABOI adalah foto thoraks dan USG abdomen sedangkan bone scanning dan/atau bone survey (bila sitologi dan/atau klinis sangat mencurigakan pada lesi > 5cm) dan CT scan dilakukan atas indikasi.2. USG abdomen. Pemeriksaan imunohistokimia seperti ER. Metastasis ke tulang vertebra akan terlihat pada foto rontgen sebagai gambaran osteolitik/destruksi yang dapat menyebabkan fraktur patologis. PR. c-erb-2 (HER-2 neu).4.6 II.3 6. cathepsin-D. Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan laboratorium rutin dan kimia darah dilakukan sesuai dengan perkiraan metastasis misalnya alkali fosfatase dan liver function tests untuk metastasis ke hepar atau kadar kalsium dan fosfor untuk metastase tulang.29 (CA 15-3) mungkin berguna untuk memantau respon terhadap terapi pada penyakit yang sudah lanjut.6 5. bone scanning dan/atau bone survey. dan p53 bersifat situasional. Metastasis dapat pula mengenai pleura yang akan menimbulkan efusi pleura. Pemeriksaan penanda tumor (tumor marker) dan imunohistokimia Pemeriksaan kadar CEA dan CA 27. Metastasis di parenkim paru pada foto rontgen memperlihatkan gambaran coin lesion yang multipel dengan ukuran yang bermacam-macam. Pemeriksaan metastase jauh Pemeriksaan lain seperti foto thoraks.

  T4a : Ekstensi ke dinding dada tidak termasuk otot pektoralis T4b : Edema (termasuk peau d’orange) atau ulserasi kulit payudara.  N2a :Teraba KGB aksila yang terfiksasi atau berkonglomerasi atau melekat ke struktur lain.T0 : Tidak terdapat tumor primer Tis : Karsinoma insitu    Tis (DCIS) : karsinoma in situ hanya ductal Tis (LCIS) : karsinoma in situ hanya lobular Tis (Paget) : penyakit Paget dari puting susu tanpa tumor (Catatan: Paget penyakit yang terkait dengan tumor diklasifikasikan menurut ukuran tumor T1 : Tumor ≤ 2cm    T1a T1b T1c : Tumor ≤ 0. atau secara klinis ada pembesaran KGB mamari interna ipsilateral tanpa adanya metastase ke KGB aksila. berkonglomerasi. : Tumor ≥ 0. 26 . N2 : Teraba KGB aksila ipsilateral terfiksasi. atau satelit nodul pada kulit.   T4c : Gabungan T4a dan T4b T4d : Karsinoma inflamasi (mastitis karsinomatosa) Kelenjar getah bening regional/Nodul (N) Nx : KGB regional tidak bisa dinilai N0 : Tidak terdapat metastase KGB regional. T2 : Tumor > 2cm dan < 5cm. : Tumor ≥ 1 cm dan ≤ 2 cm. T3 : Tumor > 5cm T4 : Berapapun ukuran tumor dengan ekstensi langsung ke dinding dada atau kulit.5 cm.5 cm dan ≤ 1 cm. N1 : Dijumpai metastase KGB aksila ipsilateral yang mobile.

  N3a N3b :Metastase pada KGB infraklavikula ipsilateral :Metastase pada KGB mamaria interna ipsilateral dan KGB aksila  N3c : Metastase pada KGB supraklavikula Metastase jauh (M) Mx M0 M1 : Metastase jauh belum dapat dinilai : Tidak terapat metastase jauh. dan tidak terdapat N3 : Metastase pada KGB infraklavikula ipsilateral dengan atau tanpa keterlibatan KGB aksila atau klinis terdapat metastase pada KGB mamaria interna ipsilateral dan secara klinis terbukti adanya metastase pada KGB aksila atau adanya metastase pada KGB supraklavikula ipsilateral dengan atau tanpa keterlibatan KGB aksila atau mamaria interna . N2b : Secara klinis metastase hanya dijumpai pada KGB mamari interna ipsilateral metastase pada KGB aksila. : Dijumpai metastase jauh Stadium klinis Stadium 0 Stadium I Stadium II A Tis T1 T0 T1 T2 Stadium II B T2 T3 Stadium III A T0 T1 T2 T3 N0 N0 N1 N1 N0 N1 N0 N2 N2 N2 N1 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 27 .

meskipun stadium klinis lebih berpengaruh. Special types .spindel cell carcinoma 28 . Lobular carcinoma in situ 2. 2002) b. Invasive ductal carcinoma .papillobular carcinoma .invasive lobular carcinoma .medullary carcinoma .schirrous carcinoma b. 2 Malignant (carcinoma) 1. Histopatologi Kanker payudara mempunyai beberapa tipe histologi khusus yang turut mempengaruhi prognosis. Pada stadium I tanpa keterlibatan KGB regional 5-year survival rate sekitar 80% untuk karsinoma duktal invasif dan sekitar 90-95% untuk karsinoma lobular. Invasive carcinoma a.solid-tubular carcinoma . koloid dan comedocarcinoma. Non invasive carcinoma a.squamous cell carcinoma . Non invasive ductal carcinoma b.adenoid cystic carcinoma .mucinous carcinoma .T3 Stadium III B T4 T4 T4 Stadium III C Stadium IV N2 N0 N1 N2 M0 M0 M0 M0 N3 Semua N M0 M1 Semua T Semua T (American Joint Committee on Cancer.

carcinoma with cartilaginous and or osseous metaplasia .tubular carcinoma . Paget’s disease Tipe Histopatologi In situ Paget’s disease NOS (no otherwise specified) Intraductal Paget’s disease and intraductal Invasive carcinomas NOS Ductal Inflammatory Medullary.secretory carcinoma . NOS Medullary with lymphoid stroma Mucinous Papillary (predominantly micropapillary pattern) Tubular Lobular Paget’s disease and infiltrating Undifferentiated Squamous cell Adenoid cystic Secretory Cribriform Gradasi histologis (G) Gx : grading tidak dapat dinilai 29 ..others c.apocrine carcinoma .

Karsinoma koloid (3%) Duktus dihambat oleh sel-sel karsinoma dan kista proksimal berkembang. b. Karsinoma lobular (9%) Separuh kasus karsinoma lobular ditemukan in situ tanpa tanda-tanda invasi lokal sehingga sering dianggap premaligna dan disebut neoplasia lobular. d. 30 . Juga tampak sel-sel cincin stempel (signet ring cells). Karsinoma duktal Karsinoma duktal invasif merupakan kelompok terbesar (78%) dari seluruh tumor ganas payudara. Secara histologi menunjukkan gambaran selsel anaplastik yang semuanya terletak di dalam lobulus-lobulus. Terdapat banyak sebukan limfosit yang menjolok pada stroma di dalam tumor. Secara mikroskopik tampak proliferasi anaplastik epitel duktus yang dapat memenuhi dan menyumbat duktus. Karsinoma mukoid/musinus (3%) Tumor ini tumbuh perlahan-lahan dan secara mikroskopik sel tumor yang menghasilkan musin tersusun membentuk asinus pada beberapa tempat. e. Karsinoma duktal noninvasif (karsinoma duktal in situ atau karsinoma intraduktal) biasanya terjadi tanpa membentuk massa karena tidak ada komponen scirrhous. c. Comedocarcinoma (5%) Duktus yang diisi oleh tumor sel kecil dan debris sentral. tidak teratur dan tidak jelas membentuk kelenjar atau pertumbuhan kapiler. Karsinoma medular (4%) Gambaran histologi menunjukkan stroma yang sedikit dan penuh berisi kelompok sel yang belum berdifferensiasi.GI G2 G3 : low grade : intermediate grade : high grade Berikut penjelasan beberapa tipe histologis dari kanker payudara: 2.6 a. f.

Fibroadenoma Fibroadenoma adalah suatu tumor jinak dan merupakan golongan terbesar dari tumor payudara yaitu 45. hiperkromatik. Soetomo (Sukardja). Pertumbuhannya lambat. Kelainan ini ditemukan pada wanita berusia lebih tua dari penderita kanker payudara umumnya dan bersifat unilateral. Sistem limfa dipenuhi oleh tumor memicu perubahan payudara dan kulit yang mirip infeksi.28%-50% di RS Dr. h. tapi jika ada massa tumor termasuk karsinoma duktal invasif. Harris. (Mangunkusumo. Fibroadenoma mammae (FAM) ini secara klinis diketahui sebagai tumor di payudara dengan konsistensi padat kenyal.7 31 . Tanda khas adalah adanya penyebukan epidermis oleh sel ganas yang disebut sel paget. II. Sebagai tumor jinak. Diagnosis Banding Tumor Payudara 2 a. Jika tidak ditemukan massa tumor di bawahnya penyakit ini termasuk karsinoma insitu. dapat digerakkan dari jaringan sekitarnya. Sel-sel berbentuk bulat atau poligonal. berbentuk bulat lonjong dan berbatas tegas. pengobatannya cukup dengan eksisi tumornya. FAM terdapat pada usia muda yaitu 15-30 tahun. dapat dijumpai bilateral atau multipel (15%). tidak ada perubahan pada kulit. sehingga terjadi kelainan menyerupai ekzema yaitu adanya krusta di daerah papil dan areola. tidak ada metastase regional dan jauh. Penyakit Paget (1%) Merupakan karsinoma intraduktus pada saluran ekskresi utama yang menyebar ke kulit puting susu dan areola. 1992. Karsinoma skirus (schirrous) Pada pemeriksaan mikroskopik tumor terdiri dari stroma yang padat dengan kelompok sel epitel yang terlepas atau membentuk kelenjar.g. i. dan tidak disertai rasa nyeri. Karsinoma inflamasi (1%) Karsinoma ini memiliki prognosis paling buruk. 1993).

Kelainan ini dapat juga dijumpai tanpa massa tumor yang nyata hingga jaringan payudara teraba padat. berkilat dan tampak venektasi.b. dapat pula kistik. Penyakit fibrokistik Fibrocystic disease (FCD) biasanya multipel dan bilateral. Bentuknya bulat lonjong. Galactocele Galaktokel bukan kelainan neoplasma atau pertumbuhan baru melainkan suatu massa tumor kistik yang timbul akibat tersumbatnya 32 . penuh dan nyeri menjelang haid dan akan mengecil serta nyeri berkurang setelah haid selesai. Cystosarcoma philloides tidak bermetastase karena ini adalah kelainan jinak tapi sejumlah kecil (27%) ditemukan dalam bentuk ganas yang disebut malignant cystosarcoma philloides. disertai rasa nyeri terutama menjelang haid. Konsistensinya padat kenyal. Jenis yang padat kadang-kadang sukar dibedakan dengan kanker payudara dini. Tumor jenis ini umumnya tidak berbatas tegas kecuali kista soliter. Cystosarcoma philloides Gambaran klinis Cystosarcoma philloides dapat seperti FAM yang besar. permukaan berbenjol. d. Pengobatan FCD umumnya adalah medikamentosa simptomatis. terasa lebih besar. ukuran bisa mencapai 20-30 cm. Kulit payudara tegang. Konsistensinya dapat padat kenyal tapi ada bagian yang kisteus. Namun apabila medikamentosa tidak menghilangkan keluhan nyerinya dan ditemukan pada usia pertengahan sampai tua diperlukan terapi operatif. batas tegas. Ukurannya dapat berubah. permukaan granular. c. Walaupun ukurannya besar tidak ada perlekatan ke dasar atau kulit. Pengobatannya adalah simple mastectomy untuk mencegah residif. Pada orang muda atau belum berkeluarga dapat dipertimbangkan untuk mastekstomi subkutan. Hal ini terjadi karena FCD dipengaruhi oleh keseimbangan hormonal.

7 Terdapat beberapa jenis operasi untuk terapi yaitu BCS (breast conserving surgery). Pembedahan ini merupakan standar baku sejak awal abad ke-20 hingga tahun 50-an namun sekarang sudah jarang dilakukan kecuali bila ada tumor payudara yang sangat besar dan melekat ke otot pektoralis.pektoralis mayor.pektoralis mayor dipertahankan sehingga suplai persarafannya tidak terganggu dan efek kosmetik pada dinding dada yang terjadi bila dilakukan mastektomi radikal dapat dikurangi. II.duktus laktiferus pada ibu-ibu yang sedang atau baru selesai masa laktasi. bulat dan kisteus karena berisi air susu yang mengental. M.8 Terapi Kanker Payudara a.. Di antara beberapa jenis operasi tersebut metode yang paling tua adalah mastektomi radikal klasik dari Halsted. pengangkatan dengan m.pektoralis minor dapat pula 33 .3. Tumor ini berbatas tegas. Pada mastektomi radikal modifikasi ini m. Ditemukan tanda-tanda radang dan sering sudah menjadi abses. Setelah tahun 60-an mastektomi radikal mulai digantikan oleh mastektomi radikal yang telah dimodifikasi oleh Patey. Mastitis Mastitis adalah suatu infeksi pada kelenjar payudara yang biasanya terdapat pada wanita yang sedang menyusui. modified radical mastectomy.pektoralis minor. simple mastectomy. Modalitas terapi Untuk kanker payudara terdapat beberapa modalitas terapi yang bisa dipilih: 1. dan semua kelenjar ketiak sekaligus. payudara Pada mastektomi sebagian radikal besar dilakukan kulitnya. m. Operasi 2. dan radical mastectomy. e.

Pada mastektomi simpel dilakukan pengangkatan payudara saja tanpa mengangkat limfonodus atau otot. Penyinaran diperlukan untuk mencegah kambuhnya tumor di payudara dari jaringan tumor yang tertinggal atau dari sarang tumor lain (karsinoma multisentrik). Tapi diseksi aksila disini lebih sulit dikerjakan karena otot-otot pektoral tetap intact dan jaringan payudara masih ada sehingga pembukaan lapangan operasi aksila terhambat. atau diretraksi untuk mendapatkan akses ke aksila. Bukti-bukti menunjukkan tidak ada perbedaan pada tingkat rekurensi lokal dan survival antara mastektomi radikal dan mastektomi radikal modifikasi. BCS merupakan satu paket yang terdiri dari tiga tindakan yaitu pengangkatan tumor (lumpektomi luas atau tumorektomi atau segmentektomi atau kuadrantektomi) ditambah diseksi kelenjar aksila dan radioterapi pada sisa payudara tersebut. Indikasi BCS:    T: 3 cm (stadium I atau II) Pasien ingin mempertahankan payudaranya Syarat BCS: Keinginan penderita setelah dilakukan informed consent 34 .dipertahankan. Bila hal ini tidak dapat dilakukan usahakan prostesis eksterna. Rekonstruksi ini dapat dilakukan sekaligus dengan bedah kuratif atau beberapa waktu setelah radioterapi atau kemoterapi adjuvan. Bila dilakukan pengangkatan payudara pertimbangkan kemungkinan rekonstruksi mammae dengan implantasi prostesis atau cangkok flap muskulokutan. Metode ini dipopulerkan oleh MacWhirter di Inggris. atau diangkat. Sekarang. biasanya dilakukan pembedahan kuratif dengan mempertahankan payudara yang disebut dengan breast conserving surgery (BCS). BCS secara kosmetik lebih baik dari mastektomi bahkan yang telah direkonstruksi sekalipun. Pembesaran KGB aksila dirawat dengan radioterapi.

Radioterapi kuratif tunggal tidak begitu efektif tetapi radioterapi adjuvan cukup bermanfaat.6.7 Radioterapi untuk kanker payudara dapat diberikan sebagai terapi primer. adjuvan atau paliatif. Radioterapi paliatif dapat dilakukan dengan hasil baik untuk waktu terbatas bila tumor sudah tidak operabel. Radiasi 2. maka tidak dilakukan radiasi pada KGB aksila supraklavikula pada keadaan tumor di medial/sentral diberikan tambahan radiasi pada mammaria interna 35 .        Penderita dapat melakukan kontrol rutin setelah pengobatan Tumor terletak tidak sentral Perbandingan ukuran tumor dan volume payudara cukup baik untuk kosmetik pasca BCS Mammografi tidak memperlihatkan mikrokalsifikasi atau tanda keganasan lain yang difus (luas) Tumor tidak multipel Belum pernah terapi radiasi di dada Tidak menderita SLE atau penyakit kolagen Terdapat sarana radioterapi yang memadai (megavolt) 2. Radioterapi adjuvant diberikan bila ditemukan keadaan sebagai berikut:      Setelah tindakan operasi terbatas (BCS) Tepi sayatan dekat (T ≥ T2) atau tidak bebas tumor Tumor sentral atau medial KGB (+) dengan ekstensi ekstra kapsuler Acuan pemberian radioterapi: Pada dasarnya diberikan radiasi lokoregional (payudara dan aksila beserta supraklavikula) kecuali: pada keadaan T ≤ T2 bila cN = 0 dan pN.3.

36 . CMF dan AC. Kemoterapi 2. Kemoterapi adjuvan dapat diberikan pada pasien pascamastektomi yang pada pemeriksaan histopatologik ditemukan metastasis di sebuah atau beberapa kelenjar. Kemoterapi adjuvan diberikan sebanyak 6 siklus. paliatif 12 siklus dan neoadjuvan 3 siklus praterapi primer ditambah 3 siklus pascaterapi primer.6.pada yang potensial terjadi residif ditambahkan 10 Gy (misalnya tepi sayatan dekat tumor atau post BCS) .pada yang terdapat massa tumor atau residu post op (mikroskopik atau makroskopik) maka diberikan booster dengan dosis 20 Gy kecuali untuk aksila 15 Gy 3. Kanker payudara dengan reseptor estrogen dan progesteron yang merespons positif terapi hormonal mencapai 4.7 Dasar dari pemberian terapi hormonal adalah fakta bahwa 30-40% kanker payudara adalah hormon dependen.6. Terapi ini semakin berkembang dengan ditemukannya reseptor estrogen dan progesteron.7 Kemoterapi merupakan salah satu terapi sistemik yang dapat digunakan sebagai terapi adjuvan atau paliatif. booster dilakukan sebagai berikut: . Hormonal 2. Kemoterapi juga dapat diberikan sebelum pembedahan pada kanker payudara yang besar namun masih operabel pada stadium lokal lanjut. Dosis lokoregional profilaksis adalah 50 Gy. Kemoterapi paliatif dapat diberikan pada pasien yang telah menderita metastasis sistemik.3. Obat kemoterapi diberikan dalam bentuk kombinasi seperti CAF (CEF).3. Berdasarkan penelitian kemoterapi yang disebut kemoterapi neo adjuvan ini dapat mengecilkan ukuran tumor sehingga memudahkan pembedahan.

Sebelum pemberian terapi hormonal dilakukan uji reseptor (estrogen receptor/ER positif atau progesteron receptor/PR positif) dan dipertimbangkan status hormonal penderita (premenopause. trastuzumab. 5.77%. dan pascamenopause). Setelah itu dapat ditentukan apakah terapi hormonal akan diberikan secara additif atau ablatif. toremifene. aromatase inhibitor. Aromatase inhibitor seperti anastrozole dan letrozole menghambat konversi androgen menjadi estrogen. Terapi hormonal biasanya diberikan sebelum kemoterapi karena efek terapinya lebih lama dan efek sampingnya lebih sedikit. Terapi ablatif berupa ovarektomi bilateral. dilakukan bila tanpa pemeriksaan reseptor. megestrol acetate dan androgen atau estrogen) dilakukan pada pasien pascamenopause. bisa menjadi pilihan terapi. 15 tahun menopause. dan raloxifene tapi raloxifene lebih banyak digunakan untuk pengobatan osteoporosis. antibodi yang secara khusus dirancang untuk menyerang HER2 dan menghambat pertumbuhan tumor. Yang tergolong antiestrogen adalah tamoxifen citrate. 37 . Terapi hormonal merupakan terapi utama stadium IV di samping kemoterapi karena kedua-duanya merupakan terapi sistemik. pada wanita premenopause dan wanita yang sudah 1-5 tahun menopause dengan ER (+) dan pada penyakit yang bersifat slow growing dan intermediate growing. Imunologik Sekitar 15-25% tumor payudara menunjukkan adanya protein pemicu pertumbuhan atau HER2 secara berlebihan dan untuk pasien seperti ini. Pasien sebaiknya juga menjalani tes HER2 untuk menentukan kelayakan terapi dengan trastuzumab. Terapi additif berupa pemberian obat-obatan (antiestrogen.

Terapi definitif pada T0 tergantung pada pemeriksaan blok parafin. reseptor estrogen atau reseptor progesteron. Kanker payudara stadium 0 Dilakukan BCS atau mastektomi simpel. dan III awal (stadium operabel) sifat pengobatan adalah kuratif dengan pembedahan sebagai terapi primer. Terapi adjuvan diberikan berdasarkan ada atau tidaknya metastase ke kelenjar getah bening aksila. Pilihan terapi berdasarkan stadium 2 Pada stadium I. lokasinya didasarkan pada hasil pemeriksaan imaging. Kanker payudara stadium dini/operabel Dilakukan BCS (harus memenuhi syarat) atau mastektomi radikal modifikasi atau mastektomi radikal dengan atau tanpa terapi adjuvan. Terapi adjuvan pada node negative (KGB histopatologi negatif) Status menopause Premenopause Reseptor hormonal ER (+) / PR (+) ER (-) / PR (-) Postmenopause ER (+) / PR (+) ER (-) / PR (-) Usia tua ER (+) / PR (+) ER (-) / PR (-) Risiko tinggi Ke + Tam / Ov Ke Tam + Kemo Ke Tam + Kemo Ke 38 . II. 2. terapi lainnya hanya bersifat adjuvan. 1. dan usia premenopause atau postmenopause atau usia tua. Semakin cepat dilakukan pembedahan semakin tinggi kurasinya. Tabel 1. Sedangkan untuk stadium III akhir dan IV sifat pengobatannya adalah paliatif yaitu terutama untuk mengurangi penderitaan pasien dan memperbaiki kualitas hidup.b.

Radiasi + operasi + kemoterapi + terapi hormonal .Radiasi kuratif + kemoterapi + terapi hormonal . Inoperable locally advanced . Kanker payudara lanjut metastase jauh Terapi primer pada stadium IV adalah terapi sistemik yaitu terapi hormonal dan kemoterapi.Tabel 2. difus. Operable locally advanced Mastektomi simpel/MRM + radiasi kuratif + kemoterapi adjuvant + terapi hormonal b. Kanker payudara lokal lanjut/ locally advanced a. dan berbau yang mengganggu sekitarnya. Radiasi kadang diperlukan untuk paliasi pada daerah-daerah tulang weight bearing yang mengandung metastase atau pada tumor bed yang berdarah. 39 .Kemoterapi neoadjuvan + operasi + kemoterapi + radiasi + hormonal terapi 4. Terapi adjuvan pada node positive (KGB histopatologi positif) Status menopause Premenopause Reseptor hormonal ER (+) / PR (+) ER (-) / PR (-) Postmenopause ER (+) / PR (+) ER (-) dan / PR (-) Usia tua ER (+) / PR (+) ER (-) dan PR (-) Risiko tinggi Ke + Tam / Ov Ke Ke + Tam Ke Tam + Kemo Ke 3. Terapi lokoregional seperti radiasi dan pembedahan hanya dilakukan bila perlu.

9 Prognosis Kanker Payudara Prognosis kanker payudara dapat ditentukan berdasarkan beberapa faktor yaitu6: a. Stadium klinik Tabel 3. Keterlibatan histologik KGB aksila Tabel 4. Prognosis kanker payudara berdasarkan keterlibatan histologik KGB aksila KGB aksila Tidak ada 1-3 KGB > 3 KGB 5 tahun (%) 80 65 30 10 tahun (%) 65 40 15 c.II. Ukuran tumor Tabel 5. Prognosis kanker payudara berdasarkan stadium klinik Stadium Klinik 0 I II IIIA IIIB IV 5 tahun (%) > 90 80 60 50 35 10 10 tahun (%) 90 65 45 40 20 5 b.5 10 tahun (%) 80 55 45 40 . Prognosis kanker payudara berdasarkan ukuran tumor Ukuran tumor (cm) <1 3-4 5-7.

d. SADARI dilakukan pada tanggal yang sama setiap bulan. Reseptor hormon Pasien dengan kanker yang bersifat ER positif mempunyai waktu survival yang lebih lama dibandingkan pasien dengan kanker yang bersifat ER negatif. SADARI dilakukan 3 hari setelah haid berhenti atau 7 hingga 10 hari dari hari pertama menstruasi terakhir. minimal sekali sebulan. metaplasia dan grade tinggi mempunyai prognosis yang lebih buruk dibandingkan kanker yang well differentiated. Periksa payudara sendiri (SADARI) atau breast-self examination Penelitian menunjukkan 85% dari kasus kanker payudara diketahui atau ditemukan lebih dulu oleh penderita. 41 .10 Screening dan Deteksi Awal Kanker Payudara Kanker payudara tergolong dalam keganasan yang dapat didiagnosis secara dini. SADARI sebaiknya mulai biasa dilakukan pada usia sekitar 20 tahun. II.9: a. Untuk wanita yang sudah menopause. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan atau clinical breast examination Pemeriksaan oleh dokter secara lege artis sebaiknya dilakukan setiap 3 tahun untuk wanita berusia 20-40 tahun dan setiap tahun untuk wanita berusia lebih dari 40 tahun. Oleh karena itu penting bagi wanita untuk mengetahui cara memeriksa payudara yang benar agar bila ada suatu kelainan dapat diketahui segera. e. Histologi Kanker yang poor differentiated. b. American Cancer Society (ACS) merekomendasikan usaha untuk melakukan diagnosis dini yaitu dengan2.

Mammografi Wanita berusia 35-39 tahun sebaiknya melakukan satu kali baseline mammography.c. 42 . Wanita berusia 40-49 tahn sebaiknya melakukan mammografi setiap 2 tahun dan wanita berusia lebih dari 50 tahun sebaiknya melakukan mammografi setiap tahun.

teraba massa dengan konsistensi keras. Penderita berobat ke dukun. ukuran kira-kira sebesar kacang tanah. ukuran ± 8 cm x 6 cm x 3 cm. diberi jamu-jamuan namun keluhan tidak hilang. terfiksir pada jaringan di bawahnya. benjolan berjumlah satu buah. dapat digerakkan dan tidak nyeri saat ditekan. Pada palpasi. warna kulit lebih merah daripada sekitar . tidak ada cairan yang keluar dari puting susu serta tidak nyeri ketika haid. rasa nyeri di daerah pinggang semakin bertambah hebat selain itu penderita juga mengeluh sesak nafas. dapat digerakkan. teraba keras. teraba keras. batas tidak tegas. ukuran kira-kira sebesar telur puyuh. benjolan dapat digerakkan. sedangkan pada ketiak kirinya. Pada pemeriksaan fisik regio mammae dextra didapatkan. teraba massa satu buah. permukaan berdungkul-dungkul. Penderita juga mengeluh teraba benjolan di daerah ketiak kanan dan kirinya. benjolan teraba satu buah. batas tidak tegas. ukurannya lebih kurang sebesar buah jambu biji. Sejak 1 minggu terakhir dirawat. 43 . Sementara pada regio axilla dextra. kulit di sekitar benjolan menjadi merah. Saat ini. retraksi puting (-). Pada ketiak kanan. dan kulit payudara di daerah benjolan sama dengan kulit di sekitarnya. Penderita menyangkal keluar cairan dari puting susu. tampak benjolan sebesar buah jambu biji.BAB III ANALISIS KASUS Seorang wanita berusia 40 tahun datang dengan keluhan benjolan pada payudara kanan bawah. dapat digerakkan dan tidak nyeri. Sejak 1 tahun yang lalu. tidak tampak ulkus. peau d’orange (+). penderita mengeluh terasa nyeri di daerah pinggang yang hilang timbul. tidak terasa nyeri saat ditekan. Sejak 3 bulan terakhir SMRS. tidak terasa nyeri. Selama 8 bulan terakhir penderita mengeluh benjolan tersebut terasa makin membesar hingga sebesar bola pimpong. kenyal. dan tidak terasa nyeri saat ditekan. Penderita tidak mengeluh teraba benjolan ditempat lain. nyeri tekan (-). penderita mengeluh timbul benjolan pada payudara kanan bawah kira-kira sebesar kelereng. Benjolan yang teraba oleh penderita hanya satu buah.

3 cm x 0. sudah terjadi perubahan warna kulit menjadi merah yang berarti kanker sudah menginfiltrasi kulit dan massanya sudah terfiksir yang berarti kanker sudah 44 . nyeri tekan (-). ukuran ± 3 x 2 x 2 cm. nyeri tekan (-). batas tegas. konsistensi keras. Diagnosis FCD juga dapat disingkirkan karena benjolannya biasanya multipel dan bilateral. pada pasien ini didapatkan benjolan yang berukuran 8 x 6 x 3 cm. Untuk tumor primer (T). dapat digerakkan. tidak ada perubahan pada kulit.konsistensi keras. Pada regio axilla sinistra. permukaan rata. nyeri tekan (-).5 cm. dapat digerakkan. FCD umumnya tidak berbatas tegas kecuali kista soliter dan konsistensinya padat kenyal. batas tegas. batas tegas. permukaan rata. dapat pula kistik. Setelah diagnosis ditegakkan perlu ditentukan stadium dari kanker payudara ini. permukaan rata. batas tegas. Untuk menegakkan diagnosis pasti kanker payudara maka pasien direncanakan dilakukan pemeriksaan histopatologi. Selain itu. masing-masing ukurannya 0. didapatkan juga massa pada regio supraclavicula dextra dan sinistra. pasien ini dapat di diagnosis sebagai tumor mammae dextra suspek ganas karena karakteristik benjolannya yang khas untuk tumor ganas dan terdapat tanda-tanda metastasis ke jaringan sekitarnya.5 cm x 0.5 cm. permukaan rata. Penentuan stadium dilakukan berdasarkan sistem TNM. terasa lebih besar. Pada regio supraclavicula sinistra didapatkan massa berjumlah satu buah. dapat digerakkan dari jaringan sekitarnya. terfiksir pada jaringan di bawahnya. pada pasien ini hasilnya adalah invasive ductal carcinoma mamma dextra. konsistensi keras. konsistensi keras. berbatas tegas. pertumbuhannya lambat. nyeri tekan (-). dapat digerakkan. sedangkan pada regio supraclavicula dextra didapatkan massa berjumlah satu buah.3 cm x 0. penuh dan nyeri menjelang haid dan akan mengecil serta nyeri berkurang setelah haid selesai karena FCD dipengaruhi oleh keseimbangan hormonal.5 cm x 0. teraba massa dua buah. dan tidak disertai rasa nyeri.5 cm x 0. Diagnosis cystosarcoma philloides dapat pula disingkirkan karena pada cystosarcoma philloides tidak didapati adanya perlekatan pada kulit. Ukurannya dapat berubah.5 cm x 0. Diagnosis FAM dapat disingkirkan karena karakteristik benjolannya padat kenyal. ukuran ± 0. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. ukuran ± 0.3 cm.

konsistensi keras.5 cm x 0.menginfiltrasi dinding dada. Jadi stadium kanker payudara pada pasien ini adalah Stadium IV (T4cN3cM1 paru). dapat digerakkan. 45 . batas tegas dan tidak nyeri tekan sehingga stadium N-nya adalah N3. permukaan rata. Dengan demikian stadium T-nya adalah T4. pada pasien ini telah ditemukan pembesaran KGB supraclavicula kotralateral dengan ukuran 0. Disarankan untuk dilakukan pemeriksaan USG abdomen untuk melihat ada/tidak proses metastase ke hati. Untuk nodul (N).5 cm. Untuk metastase (M). Sehingga. stadium M-nya adalah M1 paru. dari hasil pemeriksaan fisik didapati keluhan sesak nafas pada pasien yang didukung dengan bukti foto thoraks yang menunjukkan gambaran efusi pleura pada lapangan basal paru kanan yang menyatakan adanya metastase ke paru-paru.5 cm x 0.

and Dennis A. Available from : www. Manuaba. 2003. Tjakra W. Issam. Hubungan antara Besar Tumor dan Tipe Histologi Kanker Payudara dengan Adanya Metastase pada Kelenjar Getah Bening Aksila. 10. EGC. Guideline for the Early Detection of Breast Cancer. EGC. R. Edisi Pertama . Deteksi Dini Efektif Melacak Kanker Payudara. Payudara.usu. Casciato and Berry B. De Jong.org. Dennis A. Detailed Guide : Breast Cancer . 4.acs. 2nd Ed. Robert L. 5. PERABOI. Page: 110-116 9. Available from: http://www.int. Yuliana. 11. Zafiral Azdi dkk (editor).org. Binarupa Aksara. Hlm : 387-402. 2009. Buku Ajar Ilmu Bedah. 1995. Souhami. Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Asrul. 3. Charles M. Buku Ajar Ilmu Bedah . World Health Organization. Lowitz (editors). Hlm: 2-15. Lippincott Williams and Wilkins. Oxford Press. Breast Cancer: Overview. Edisi Pertama. 6.DAFTAR PUSTAKA 1. Makhoul.who.albertadoctors. 7. 46 . 2005 . 8. 2. American Cancer Society . http://www.ac. Breast Cancer. Jakarta. Manual on Clinical Oncology. Hlm: 387-402. Et al (editors). Philadelphia. Edisi Kedua. Toward Optimized Practice (TOP) Program. Edisi Pertama. Casciato. Available from : www.com. Wim . Kanker Payudara. Available from: http://www. Muchlis. Protokol Jakarta. Oxford Textbook of Oncology.info-sehat. Sjamsuhidajat dan Wim de Jong (editor). Haskell. 2006 Available from: PERABOI 2003. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah.com.emedicine. Albar. Available from: http://www. Breast cancer : Prevention and Control .2009. 2000. 2004. 12. Page: 11. 2004. Soelarto Reksoprodjo dkk (editor). Hlm: 342-364. Ramli.id.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->